Majalah Sawit Edisi 23

Page 1



DAFTAR ISI

Keran Ekspor Dibuka, Rugi Belum Mereda Hal. 05 Program Pelalawan Maju 2026 Disbunak Programkan Berbagai Bantuan Untuk Petani Kelapa Sawit Hal. 10

Desa Bagan Limau dan Desa Segati Bangga Dapat Penghargaan DBA dari Asian Agri Hal. 20

Gapki Riau, Apkasindo, Aspekpir dan Fomarsi Gelar Bazar 25 Ton Minyak Goreng Hal. 24

PARTISIPASI PROGRAM KONSORSIUM PT Astra Agro Lestari Raih Piagam Penghargaan Hal. 32

WAWANCARA KHUSUS

DIRUT BANK RIAUKEPRI SYARIAH, ANDI BUCHARI

BRK Syariah Siap Biayai Komoditas Unggulan Riau Hal. 14

Peringati Hari Donor Darah Sedunia, Karyawan Asian Agri Gelar Aksi Kemanusiaan Hal. 22 Petani Sawit Berharap Zulhas Tak Buru-Buru Hapuskan Migor Curah

Hal. 28

Lulus SMK Kehutanan, Siswa Suku Anak Dalam Ingin Jadi Polhut

Hal. 30

PT SAL Sinergikan Ekonomi Masyarakat dan Kesehatan Suku Anak Dalam

Hal. 34

Pendiri: Alm. Djoko Suud Sukahar Pimpinan Redaksi/Penanggungjawab: H. Syafei Pimpinan Perusahaan: Herlina, S.Sos Dewan Redaksi: Herlina, S.Sos, S.Kom.I, Eli Suwanti, Bayu Derriansyah Putra, Ian Tanjung Cover/Desain: Makmur HM Sirkulasi: Hendra Gunawan IT Support: Afandi Alamat Kantor: Jl. Cempedak 1 No. 5 Kota Pekanbaru, Riau | Info Iklan: 0812 7698 0551 / WA: 0811 754 1174 E-mail: sawitpluss2019@gmail.com | Website: www.sawitplus.co | No. Rek. Mandiri: 108-00-2018999-0 a/n PT. Media Sawit Indonesia

Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

03


EDITORIAL

Semua Gara-gara Minyak Goreng Kembali, Negara Kalah oleh Mafia AWAL tahun 2022, kondisi ekonomi rakyat Indonesia yang sudah terpuruk akibat pandemi Covid-19, kembali “merasai” diterpa prahara. Daya beli masyarakat yang sudah tiga tahun berada di titik terendah, semakin merosot oleh sebab yang hampir tak terpikirkan sama sekali. Semuanya gara-gara minyak goreng. Ya, minyak goreng. Salah satu kebutuhan dapur emak-emak yang sejak awal berdirinya republik ini tidak pernah jadi masalah. Menjelang masuk bulan Ramadhan 1443 H lalu, tiba-tiba saja minyak goreng hilang di pasaran. Jika pun ada, harganya naik dua tiga kali lipat.

04

Ini disebabkan banyak PKS yang membatalkan pembelian TBS petani. Bahkan ada pabrik yang tutup sementara. Multiflier effect nya sungguh luar biasa. Berbagai upaya dan himbauan dari pemerintah agar PKS tetap membeli TBS petani dengan harga layak, tidak membuahkan hasil. Wong mereka pun rugi. CPO yang sudah terlanjur diproduksi, menumpuk di tanki timbun.

Pada 19 Mei 2022 lalu, larangan ekspor itu sudah dicabut. Apakah persoalan selesai? Jauh panggang dari api. Masalah baru muncul. Seperti belum siapnya aparat Kementerian Perdagangan menyikapi pencabutan larangan tersebut. Misalnya dokumen Persetujuan Ekspor (PE) yang belum siap, dan regulasi lain yang menyertainya.

Menteri Perdagangan (waktu itu) Muhammad Lutfi yang mencoba membuat kondisi kembali stabil dengan memberlakukan harga tertinggi minyak goreng curah Rp14 ribu, juga dibuat tak berdaya. Tak ada pihak yang mampu mengendalikan harga.

Sebenarnya, mengenai ekspor CPO ini, sejak awal pemerintah sudah membuat aturan yang jelas. Setiap produsen CPO, harus menaati tata kelola minyak goreng curah dengan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO). DMO adalah kewajiban produsen menjual CPO untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng curah dalam negeri. Kalau tidak salah 20 persen dari jumlah produksi. Sementara DPO adalah harga eceran tertinggi harga minyak goreng curah.

Seperti buah simalakama. Dimakan mati emak, tak dimakan mati bapak. Tak perlu waktu lama. Petani sawit yang tengah berbunga-bunga menikmati harga TBS (tandan buah segar) yang terus naik, dibuat cemas akibat aturan itu. Harga yang semula terus naik, bahkan mencapai Rp4.500 lebih per kilo (tertinggi), tiba-tiba saja meluncur turun. Di beberapa tempat bahkan sudah berada di harga Rp1.500 per kilo.

Berdasarkan data Apkasindo (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia), dari 1.118 PKS yang ada di Indonesia, hampir 25 persen membatalkan pembelian TBS petani. Sebuah petaka besar bagi petani sawit.

Tak ayal, seantero Indonesia heboh! Apalagi ibu-ibu rumah tangga. Kedai harian, pusat perbelanjaan diserbu. Antrian mengular. Miris!! Awalnya pemangku kepentingan menganggap enteng masalah ini. Akibatnya terlambat. Persoalan yang sudah kusut, tak bisa lagi diurai. Kondisi ini berlarut, membuat pemerintah seperti tak berdaya.

Ada yang menduga bahwa ini adalah persekongkolan beberapa pihak yang jor-joran mengekspor CPO (crude palm oil) —bahan baku utama minyak goreng— ke luar negeri, untuk mendapat laba yang lebih besar. Siapa saja mereka? Wallahualam bisshawab. Yang jelas, kita sebut saja mereka MAFIA!

turunannya. Tidak hanya Indonesia, dunia pun gempar dibuatnya. Satu sisi, perlahan tapi pasti, ketersediaan minyak goreng dalam negeri mulai pulih. Tapi di sisi lain, Perpres tersebut membuat masalah baru buat petani sawit dan produsen CPO.

HELMI BURMAN Kolomnis dan Pengamat Sosial. Tinggal di Pekanbaru.

Kalau semua pihak taat terhadap Kebijakan Menperindag tersebut, sepertinya tak akan terjadi kelangkaan minyak goreng ini. Siapa yang memulai? Dari mana asal muasalnya? Di hulukah atau di hilir? Jika ada niat dan cepat mengambil tindakan, rasanya tidak akan susah mengambil tindakan. Atau jangan-jangan pelakunya adalah orang-orang “kuat” yang sudah banyak menanam budi, sehingga mau ditindak pun sudah tak mampu lagi. Buntut dari sengkarut minyak goreng yang tak berkesudahan ini, membuat Presiden Jokowi mengeluarkan aturan yang melarang ekspor CPO beserta seluruh

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022

Begitu juga pasar ekspor yang sudah terlanjur pindah ke negara produsen lain, seperti Malaysia. Tidak gampang membujuk pembeli untuk kembali pindah ke CPO produksi Indonesia. Perlu waktu lama untuk membuat pembeli percaya. Nasi sudah jadi bubur. Setiap kebijakan pasti memiliki implikasi baik dan buruk. Tidak semua pihak bisa dipuaskan. Dalam kasus minyak goreng ini, negara kembali kalah dari sekelompok orang yang bisa kita sebut Mafia Minyak Goreng itu. Efeknya sungguh luar biasa! Membuat banyak orang menderita. Korban terakhir adalah Muhammad Lutfi yang dicopot dari jabatan Menperindag. Sekelas jebolan Amerika, mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), mantan Kepala BKPM era Presiden SBY dan mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika ini, juga dipaksa menyerah kalah. (*)


LAPORAN UTAMA

Keran Ekspor Dibuka,

Rugi Masih Belum Reda Laporan: M Fauzan, Jakarta

Langkah pemerintah yang kembali membuka keran ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) belum berdampak signifikan pada harga tandan buah segara (TBS) sawit pekebun. Data posko pengaduan harga TBS petani pada 25 Mei 2022 menunjukkan bahwa rata-rata harga TBS petani swadaya di pabrik kelapa sawit (PKS) sebesar Rp1.900 per kg dan petani bermitra Rp2.300 per kg, dengan patokan harga invoice CPO Rp11.500 per kg. Petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) sampai menggelar demonstrasi. Hal ini dilakukan karena harga Tandan Buah Segar (TBS) segar tidak kunjung membaik. Ketua Umum APKASINDO, Gulat Manurung mengatakan, demo ini adalah keinginan semua petani sawit dari Aceh sampai Papua yang terdiri dari 22 provinsi. “Dan saya harus menyalurkan aspirasi kawan-kawan (petani). Sebab saya sudah kehabisan jawaban kepada kawan-kawan atas masih anjloknya harga TBS petani disaat yang bersamaan harga CPO Internasional sedang naik yaitu Rp23 ribu per kg,” Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

05


Padahal, Presiden Jokowi sudah dengan tegas mengatakan supaya PKS membeli harga TBS petani dengan harga yang layak. “Tentu harusnya menteri terkait menerjemahkannya dengan regulasi yang paling tepat, berpacu dengan waktu. Bukan kembali mencoba-coba,” tuturnya. Ketua Apkasindo ini menilai masih anjloknya harga TBS karena ketidaksiapan kementerian terkait soal regulasi setelah presiden menyampaikan akan mencabut larangan ekspor pada 19 Mei 2022. “Tanggal 19 ke tanggal 23 Mei [2022] ada selang waktu empat hari, harusnya sudah dipersiapkan regulasinya. Bukan baru sibuk setelah tanggal 23. Regulasi yang paling tepat saat ini adalah subsidi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan melibat-

06

kan pendistribusiannya seperti Bulog, BUMN lainnya dan bila perlu dalam waktu tertentu melibatkan TNI Polri,” paparnya. Selain itu mengapa ekspor belum bergerak sebab dokumen eksportir terkait persetujuan ekspor (PE) belum siap dan regulasi terkait juga masih belum terbit. Kemudian, terdapat produsen yang sudah menyalurkan minyak goreng curah ke masyarakat tetapi belum menerima pembayaran dari BPDPKS. “Mereka tidak dapat langsung melakukan ekspor. Tapi tidak jalan juga,” ungkapnya. Sekadar informasi, aturan pembukaan ekspor CPO telah disusul oleh aturan pertama yakni Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.30/2022 tentang Ketentuan Ekspor Crude Palm Oil (CPO), Refined,

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022

Ketua Umum DPP Apkasindo

Menurutnya di Malaysia harga TBS petani sudah mencapai Rp5.500 per kg dengan patokan harga CPO Rp20.500 per kg. “Untuk petani swadaya rata-rata harga TBSnya 35 persen di bawah harga penetapan Disbun (Dinas Perkebunan), sedangkan harga petani bermitra berkisar 20 persen. Tidak satupun PKS yang patuh terhadap harga penetapan Disbun setempat. Jika dibandingkan dengan harga TBS sebelum pelarangan eksport Rp4.500/Kg tentu harga saat ini semakin jauh (anjlok sampai 70 persen). Sungguh menyedihkan tentunya,” ujar Gulat.

Gulat ME Manurung

LAPORAN UTAMA


LAPORAN UTAMA

Bleached and Deodorized (RBD) Palm Oil, RBD Palm Olein, dan Used Cooking Oil (UCO) yang terbit pada 23 Mei 2022. Aturan kedua, Permendag No. 33/2022 tentang Tata Kelola Minyak Goreng Curah pada Kebijakan Sistem Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO).

Dampak Lanjutan Larangan Ekspor Larangan ekspor CPO dan turunannya memang sudah dicabut oleh pemerintah. Pencabutan itupun langsung disampaikan oleh Presiden RI, Joko Widodo. Semestinya dengan dicabutnya aturan larangan ekspor CPO dan turunannya itu, pengusaha sudah bisa untuk melakukan ekspor lagi untuk CPO dan turunannya. Dan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pun seharusnya sudah bisa kembali lagi ke harga normal (sebelum larangan ekspor). Tapi mengapa sampai sekarang harga pembelian TBS kelapa sawit belum membaik? Mengapa pihak perusahaan belum juga melakukan ekspor lagi untuk CPO dan turunnya?

Sejak larangan ekspor diberlakukan pada bulan April lalu, pasokan minyak goreng dalam negeri pun sudah tercukupi. Sudah mencapai 211.000 ton per bulannya. Semestinya, dengan terpenuhinya kebutuhan minyak goreng nasional, maka harga minyak goreng harusnya bisa turun di pasaran. Tapi mengapa sampai sekarang harganya masih mahal, masih di atas harga eceran tertinggi (HET)?

larangan ekspor CPO tempo hari itu sudah membawa dampak yang buruk bagi para petani sawit. Akibat dari kebijakan itu, pihak perusahaan tidak serta merta bisa langsung melakukan ekspor lagi CPO dan turunannya. Karena untuk bisa melakukan ekspor, mesti ada petunjuk teknis (juknis) yang jelas dari pemerintah. Dalam hal ini diterbitkan oleh Dirjen Perdagang Luar Negeri.

Siapa yang harus disalahkan, dan siapa pula yang harus bertanggung jawab untuk menormalkan kembali harga semua itu (harga penjualan TBS kelapa sawit dan harga minyak goreng). Yang terjadi sekarang justru getah dari kebijakan

Selama juknis itu belum ada, maka pihak perusahaan tidak bisa melakukan ekspor terhadap CPO dan turunannya. Kalau itu dilanggar, maka bisa membahayakan bagi perusahaan itu sendiri. Bisa berujung ke ranah hukum, karena aturan sebelumnya

Dari dalam negeri sendiripasokan minyak goreng juga sudah terpenuhi. Seperti data yang dipaparkan oleh kementerian terkait. Kebutuhan minyak goreng nasional sebesar Rp194.000 ton per bulannya. Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

07


LAPORAN UTAMA

Yang kami rasakan, tidak ada lagi harga sawit. Bahwa hari ini kami dalam kondisi sekarat. Pabrik tidak ada lagi yang mau membeli TBS kami. GULAT ME. MANURUNG Ketua Umum DPP Apkasindo

sudah tidak bisa dipakai. Sudah tidak berlaku sejak larangan eskpor CPO dan turunannya diberlakukan. Persoalan lainnya, jika sekarang juknisnya sudah ada, perusahaan pun juga tidak bisa langsung melakukan ekspor.

CPO. Dampak dari kondisi di atas itu pula yang sekarang membuat harga TSB kelapa sawit belum bisa membaik.

Kepada siapa mau dijual? Negara mana yang mau menampung hasil CPO dan turunnya itu? Negara-negara importir terbesar --sejak satu bulan pelarangan ekspor—sudah pada lari ke Malaysia dan melakukan kontrak kerja sama dengan Malaysia. Alasannya jelas, mereka perlu konsistensi/kepastian terhadap pasokan

Sementara itu di lapangan petani sawit menjerit karena anjloknya harga TBS. Bahkan melalui Apkasindo dilaporkan bahwa dari 1.118 pabrik kelapa sawit di seluruh Indonesia, 25 persen diantaranya sudah berhenti membeli TBS dari petani. Kondisi tersebut menjadi petaka bagi petani.

08

Petani Menjerit

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022

“Yang kami rasakan, tidak ada lagi harga sawit. Bahwa hari ini kami dalam kondisi sekarat. Pabrik tidak ada lagi yang mau membeli TBS kami,” ungkap Gulat. Pengusaha Kelapa Sawit (PKS) mulai berhenti membeli TBS karena penuhnya tangki di perkebunan. CPO yang tak terjual pun membuat pengusaha menyimpan olahan TBS tersebut. Bukan tanpa sebab atau akal-akalan pengusaha, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) melaporkan bahwa sebagian besar tangki di perkebunan sawit terutama di Pulau Sumatra sudah mulai penuh.


Eddy Martono

Sekretaris Jenderal Gapki

LAPORAN UTAMA

Sekretaris Jenderal Gapki Eddy Martono menyampaikan sejak 20 hari pelarangan ekspor CPO tangki penampungan sudah mulai penuh akibat tidak ada pembeli. “Betul memang beberapa anggota kita sudah sampaikan tangki-tangki sudah penuh. Memang juga tidak ada pembeli CPO, mereka tidak mau nawar tidak mau beli,kondisinya begitu, kita liat aja dari minggu lalu, tender itu tidak ada harga,” ungkap Eddy. Meski demikian, tidak semua tangki di pabrik kelapa sawit penuh. Eddy mengatakan di daerah Kalimantan masih terdapat kapasitas yang belum penuh. Pengusaha juga meminta petani untuk memperlambat waktu panen, namun

usaha tersebut juga tidak dapat berlangsung lama. Pasalnya, buah yang tidak dipanen dan busuk akan menyebabkan pohon rusak. “Kapasitas tangki di Indonesia itu kirakira di kebun sekitar 5 juta ton. Produksi kita kira-kira 3,5 juta ton. Kalau misalnya produksi lagi bagus, artinya bisa sampai 4 juta ton per bulan. Artinya, tidak akan lama tangki akan penuh, belum lagi masih ada stok CPO sebelumnya,” lanjut Eddy. Persoalan ini berawal dari pelarangan ekspor dan kemudian ketika dibolehkan situasi dan kondisi tidak mudah kembali ke harga seperti semula. Salah melangkah, pahit di bawah. (*)

Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

09


ADVERTORIAL

Program Pelalawan Maju 2026

Disbunak Programkan Berbagai Bantuan Untuk Petani Kelapa Sawit Sebagai daerah dengan segala potensi, salah satunya di sektor perkebunan, Kabupaten Pelalawan yang memiliki motto Tuah Negeri Seiya Sekata ini, terus menggeliat memposisikan diri sejajar dan bahkan terdepan di antara daerah otonom lainnya di negeri ini. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Pelalawan 2021-2026 dibawah duet kepimpinan H Zukri dan H Nasarudin SH MH. Yakni “Pelalawan Maju 2026”. Visi dan misi tersebut merupakan implementasi untuk mewujudkan Kabupaten Pelalawan sebagai pusat industri dan pariwisata yang Makmur Ekonominya, Adil dalam berkehidupan dan pembangunannya, Jaya kinerja daerahnya dan Unggul Sumber Daya Manusianya pada tahun 2026. Dimana dengan visi dan misi tersebut, maka Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pelalawan terus berkomitmen untuk melakukan pengembangan dan peningkatan produktivitas hasil perkebunan kelapa sawit rakyat masyarakat kabupaten Pelalawan. Yakni melalui pembinaan pada masyarakat pekebun dengan memberikan berbagai bantuan bibit dan pupuk gratis, memperluas lahan perkebunan demi suksesnya

10

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022

peningkatan produktifitas perkebunan di daerah ini. Sektor Perkebunan di kabupaten Pelalawan untuk pengembangan usaha perkebunan kelapa sawit, memiliki luas lahan yang relatif cukup luas yakni 334.600 Ha. Sedangkan pengembangan usaha perkebunan di Negeri Amanah ini dilaksanakan melalui dua bentuk yakni usaha perkebunan rakyat dan usaha perkebunan besar swasta. Dan usaha pengembangan perkebunan rakyat, dilaksanakan melalui tiga pola pengambangan yakni pola swadaya (swadaya murni maupun swadaya bantuan), pola unit pelayanan dan pengembangan (UPP) dan pola PIR-BUN (perusahaan inti rakyat perkebunan) baik PIR-Trans serta PIRKemitraan berupa kebun plasma. Pembangunan perkebunan ditujukan kepada kelestarian fungsi dan manfaatnya dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat yang diarahkan pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan, pemberdayaan, kapasitas dan akses masyarakat dalam proses pembangunan


ADVERTORIAL (Dummpy) dengan usia 6 hingga 10 bulan. Sedangkan bantuan bibit dengan jumlah total sebanyak 25 ribu batang ini, merupakan hasil dari program pembibitan kecambah yang dilakukan pihaknya dilahan seluas 13 hektar yang berada di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Dan bibit tersebut berasal dari kecambah yang dibeli Disbunak Pelalawan dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Bahkan, pada tahun 2022 ini, pihaknya juga telah melakukan pengadaan sebanyak 140 ribu kecambah yang akan segera ditanam dan dibibitkan dilahan seluas 38 hektar yang berada di kecamatan Langgam. Sehingga nantinya kecambah yang akan menjadi bibit kelapa sawit ini,

berkelanjutan dan berkebudayaan industri maju dan efisien melalui peningkatan kualitas, kuantitas produksi dan distribusi serta keanekaragaman, pemanfaatan IPTEK untuk mengembangkan agro industri dan agro bisnis. Tanaman perkebunan Kepala Sawit merupakan aset yang terluas pada kegiatan usaha tani pekebun yang tingkat produktifitasnya diatas standar potensi produksi. Pasalnya, saat ini terdapat lebih kurang 334.600 hektar kelapa sawit lahan perkebunan di Kabupaten Pelalawan dengan produk akhir yang dihasilkan berupa minyak mentah sawit (Crude Palm Oil/ CPO) lebih kurang 1,5 Juta Ton pertahun yang diolah melalui 24 Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Untuk meningkatkan produktivitas hasil perkebunan kelapa sawit di kabupaten Pelalawan, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas perkebunan dan Peternakan (Disbunak) kabupaten Pelalawan telah menetapkan program melalui pemberbedayaan kelompok tani (Poktan). Yakni memberikan bantuan bibit kelapa sawit unggul siap taman dengan sumber bibit yang jelas asal usulnya serta dilengkapi sertifikat. Bantuan tersebut merupakan upaya untuk membantu dan meningkatkan perkonomian masyarakat, khususnya para kelompok tani kelapa sawit.

bibit kelapa sawit siap tanam sebagai upaya Pemkab untuk membantu dan meningkatkan perkonomian masyarakat, khususnya para kelompok tani kelapa sawit. Dan bantuan ini, didistribusikan melalui dua pola. Yakni bantuan bibit kelapa sawit secara gratis dan bantuan bibit kelapa sawit dengan memberikan subsidi dari harga normal,” terang Bupati Pelalawan H Zukri melalui Kepala Disbunak Pelalawan, Akhtar MSi didampingi Kabid Pengembangan tanaman perkebunan, Tengku Indra kepada media ini, Selasa (15/6/2022) kemarin di Pangkalan Kerinci. Diungkapkan mantan Kabid persampahan dan limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan ini bahwa, progrogram bantuan bibit kelapa sawit siap tanam yang akan didistribusikan tersebut, jenisnya PPKS 540 dan SP 1

“Ya, pada tahun 2022 ini, kita telah memprogramkan pemberian bantuan Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

11


ADVERTORIAL akan di distribusikan kepada masyarakat di daerah pemekaran dari Kabupaten Kampar ini.

Tidak hanya pemberian bibit, pupuk dan alat berat, sambung pejabat yang akrab disapa bang Atay ini, Disbunak Pelalawan juga telah memprogramkan pembukaan akses jalan produksi untuk memudahkan masyarakat dalam mengangkut hasil penen tandan buah segar (TBS) Kelapa sawit pada tahun 2022 ini. Sehingga dengan adanya program ini, maka para petani kelapa sawit bisa membawa hasil penennya menggunakan kendaraan bermotor khususnya roda dua, roda empat dan roda enam (truk,red). Dan program pembukaan akses jalan produksi ini, sudah berjalan selama delapan tahun yakni pada tahun 2011 lalu hingga 2019. Dimana selama delapan tahun berjalan, setidaknya telah ada kurang lebih sekitar 150 KM jalan produksi yang telah dibuka untuk membantu masyarakat dalam membawa hasil perkebunan kelapa sawitnya.

“Untuk itu, melalui program tahunan bantuan bibit kelapa sawit siap tanam ini, kita harapkan pengembangan komoditi andalan provinsi Riau khususnya di kabupaten Pelalawan ini, dapat terus meningkat dan berkembang. Dengan demikian, maka komitmen kita untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui program ini benar-benar dapat terwujudkan,” bebernya. Selain bantuan bibit kelapa sawit siap tanam, sambung Sekretaris Disbunak Pelalawan ini, pihaknya juga akan memberikan bantuan pupuk jenis NPK. Dimana nantinya setiap petani akan mendapat bantuan sebanyak 2 sak pupuk atau seberat 100 Kg. Kemudian, pihaknya juga memberikan bantuan pembukaan lahan baru kebun kelapa sawit masyarakat dengan menurunkan alat berat milik Disbunak Pelalawan. Dsn nantinya setiap orang, akan mendapat bantuan pembukaan lahan baru secara gratis seluas 1 hektar. Sedangkan upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) guna antisipasi karhutla. “Jadi, masalah karhutla ini menjadi menjadi perhatian serius bagi kami di Disbunak. Pasalnya, kasus karhutla ini cukup banyak yang melibatkan para petani kelapa sawit. Untuk itu, melalui sosialisasi dan pemberian bantuan alat

12

Akhtar, M.Si Kepala Disbunak Pelalawan berat ini, kita berharap masyarakat bisa merubah pola bercocok tanam yang tidak mengurai hasil usaha dengan membuka lahan tanpa bakar. Dengan demikian, upaya ini diharapkan dapat mencegah terjadi kasus karhutla di Kabupaten yang akan memasuki usia 23 tahun pada 12 Oktober mendatang,” ujarnya.

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022

“Jadi, pada tahun 2022 ini, kita akan kembali membuka askes jalan produksi tersebut sepanjang kurang lebih 20 hingga 30 KM yang tersebar di sejumlah kecamatan di kabupaten Pelalawan. Artinya, jika sebelumnya, selama ini masyarakat mengangkut hasil penen TBS kelapa sawitnya hanya menggunakan drum besar yang dibelah dan diikat dengan tali, kemudian digotong melalui parit kecil. Sehingga masyarakat mengeluh kesusahan saat hendak membawa hasil perkebunannya untuk dijual yang menguras tenaga, karena tidak adanya akses jalan darat. Dan atas keluhan dan kesusahan warga tersebut, maka kita telah membuat program pembukaan


ADVERTORIAL

Melalui program tahunan bantuan bibit kelapa sawit siap tanam ini, kita harapkan pengembangan komoditi andalan Provinsi Riau khususnya Pelalawan ini, dapat terus berkembang. Dengan demikian, komitmen kita untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui program ini benar-benar dapat terwujud.

pan harga tersebut, tentunya sanksi tegas akan diberikan Disbunak Pelalawan. “Intinya, kami akan terus berkomitmen untuk melakukan pengembangan dan peningkatan hasil produktifitas hasil panen TBS kelapa sawit masyarakat di Kabupaten Pelalawan ini. Yakni, mulai dari pembukaan lahan, pemberian bantuan bibit, pupuk, tata cara bercocok tanam, pembukaan jalan produksi hingga

pengawasan terhadap perusahaan PKS dalam pembelian hasil panen masyarakat, khususnya petani mitra yang tergabung dalam pola KKPA. Dan kita berharap, dengan adanya program ini, maka peningkatan kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Negeri Seiya Sekata dapat tercapai dengan optimal, sesuai dengan program-program yang telah dituangkan dalam visi Pelalawan Maju,” tutupnya. (Adi/Advertorial)

jalan produksi yang dilaksanakan setiap tahunnya. Dan ini akan kontinyu kita gelar kedepannya,” paparnya. Kemudian, lanjuntnya kadis pria biasa disapa Atai, pihaknya juga terus intens memberikan penyuluhan kepada para petani kelapa sawit terkait tata cara bercocok tanam yang baik. Sehingga dengan adanya edukasi melalui penyuluhan tersebut, pihaknya optimis para petani kelapa sawit akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Bahkan, Disbunak Pelalawan juga tetap rutin melakukan pengawasan terhadap perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) dalam pembelian TBS kelapa sawit masyarakat sesuai dengan harga yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprv) Riau melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Riau. Dimana bagi perusahaan PKS yang tidak mematuhi aturan ketetaEdisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

13


WAWANCARA KHUSUS

Andi Buchari: Bank Syariah itu Dekat dengan Sektor Riil Bank Riaukepri berubah kegiatan usaha (konversi) menjadi BRK Syariah. Perubahan yang diinisasi Gubernur Riau Syamsuar dan disetujui secara bulat oleh 21 pemegang saham di Rapat Umum Pemegang Saham bulan Apri 2019 merupakan catatan sejarah tersendiri bagi perjalan bank daerah tersebut. Sebab itu artinya para pemimpin daerah di Riau betul-betul melihat bahwa perubahan kegiatan usaha tersebut bermanfaat bagi daerah dan juga bagi masyarakat.

Mengapa BRK yang semula bank konvensional memilih konversi menjadi Bank Syariah? Bagaimana prospeknya ke depan dan apa saja yang akan dilakukan manajemen seiring dengan perubahan tersebut? Berikut petikan wawancara wartawan Majalah Sawit dengan Direktur Utama Bank Riaukperi Syariah, Andi Buchari di kantornya belum lama ini.

14

BRK berubah kegiatan usahanya menjadi Bank Syariah, siapakah inisatornya? Inisiatif perubahan kegiatan usaha (konversi) dari bank umum ke bank syariah adalah inisiatif Gubernur Riau pak Syamsuar. Kemudian dilanjutkan di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di bulan April 2019.

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022

Pemegang saham setuju? Alhamdulillah 21 pemegang saham BRK dari kabupaten kota hingga provinsi Kepri menyetujui secara bulat keputusan untuk konversi. Artinya para pemimpin daerah di Riau dan Kepri betul-betul melihat bahwa perubahan kegiatan usaha sesuatu yang amat baik untk daerah dan masyarakat.


WAWANCARA KHUSUS Apa alasan utamanya sehingga konversi disetujui secara bulat? Pertama, setelah memperhatikan dan menyerap aspirasi kedua masyarakat Riau dan Kepri yang menyuarakan sejak lama agar segera konversi menjadi bank syariah. Kedua, Gubernur, walikota, bupati sebagai pemegang saham sependapat dan menyetujui secara bulat dan mengamanahkan kepada kami manajemen untuk melakukan konversi. Ketiga, amanat dari UU Perbankan Syariah tahun 2008. Apa amanat UU itu? Amanatnya mengatur bagi semua bank yang memiliki unit syariah wajib setalah 15 tahun dari UU itu diundangkan harus mengkonversi bank induknya menjadi bank syariah atau melakukan spin off (melepaskan) bank induk dengan unit syariahnya untuk berdiri sendiri. Artinya kalau 15 tahun sejak diundangkan yakni tahun 2008+15=2023 maka BRK harus sudah menentukan sikap memilih jadi syariah atau spin off. Apa kalkusasinya lebih memilih jadi bank syariah daripada Spin Off? Pemegang saham sepakat memilih pilihan pertama. Setelah dikaji kalau dilakukan spin off banyak ruginya karena bank sendiri itu kecil dan berkurang modal dari bank induknya. Keputusan ini sangat tepat. Setelah menjadi syaraiah kami banyak berbenah. Kami bisa berkolaborasi dengan banyak pihak.

Saya saat bergabung dengan BRK Syariah ini sekitar 1 tahun 9 bulan yang lalu itu aset kita antara 3-4 triliun aset syariahnya. Hari ini asetnya sudah mencapai 9,5 triliun. Tumbuh rata-rata 65% setahun.

Apa kelebihan Bank Syariah khususnya di BRK waktu dulu masih menjadi unit? Saya saat bergabung dengan BRK Syariah ini sekitar 1 tahun 9 bulan yang lalu itu aset kita antara 3-4 triliun aset syariahnya. Hari ini asetnya sudah mencapai 9,5 triliun. Tumbuh rata-rata 65% setahun. Dalam dua tahun ini berlipat dua. Ini luar biasa. Biasanya pertumbuhan perbankan itu cuma 6%-7% setahun. Sementara kita tumbuhnya 65 % ini luar biasa. Itulah mengapa keputusan pemegang saham tepat. Selain itu Provinsi Kepri boleh berpisah

Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

15


WAWANCARA KHUSUS

dari Provinsi Riau namun di BRK keduanya tetap menyatu. Ini spirit persatuan yang bagi kami sangat bernilai. Sejak kapan mulainya jadi Bank Syariah? Proesesnya sebenarnya sudah sejak dari 2019. Sejak 1,5 tahun terakhir proses berjalan intens. Dari regulasi saja ada 16 hal yang wajib kami penuhi. Yang ‘sunnah’ banyak lagi. Misalnya bagaimana kita melakukan sosisalisasi agar nasabah dapat mengerti bahwa perubahan status ini justru lebih menguntungkan mereka bukan sebaliknya. Bagaimana dengan nasabah yang statusnya non muslim? Tidak masalah. Itulah yang saya sosialisa-

16

sikan bahwa bank dengan konsep syariah ini sudah 30 tahun beroperasi bukan saja di Indonesia tapi di negara-negara lain dengan nasabahnya bersifat umum (dari semua agama). Sebab hal ini muamalah (hubungan antar manusia) jadi tidak ada masalah. Prinsip bank akan menguntungkan nasabah maupun peminjamnya. Bank dengan konsep ini diminati banyak nasabah. Di Malaysia namanya bank Islam. Tapi nasabahnya masyarakat non muslim merasakan manfaat dari bank Islam di Malaysia itu. Prinsip bagi hasil mereka nyaman. Secara bisnis tak ada masalah. Berapa banyak nasabah non muslim BRK Syariah? O ya cukup banyak juga. Di BRK cabang tertentu banyak misalnya BRK Syariah

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022


WAWANCARA KHUSUS

Pekanbaru, Rohil, Kuansing. Tagline BRK adalah berkah untuk semua. Kita jelaskan satu-satu. Jangan sampai ada mispersepsi soal konversi ini. Malah konsepnya lebih adil bagi kedua belah pihak. Bagaimana dengan istilah-istilah syariah apakah mereka mengerti? Ya semua istilah kan ada padanannya dalam bahasa kita misalnya murabahah itu jual beli. Mudarabah itu bagi hasil. Musyarakah berbagai hasil tapi keduanya benar-benar berkontribusi secara aktif bersama-sama. Itulah yang kami sosialisasikan agar nasabah dapat gambaran manfaat menjadi nasabah di bank syariah.

BRK Syariah itu dekat dengan sektor riil. Sebagai bank syariah, BRK Syariah moneter iya juga tapi sangat dekat dengan sektor riil. Prinsip syariah kolabarasi sharing berbagi.

Lalu apa kelebihan utama bank syariah dibanding bank konvesional misalnya? Secara prinsip bahwa bank syariah hanya boleh membiayai usaha halal dan baik. Contohnya kita tak boleh membiayai usaha yang ada unsur perjudian, membawa masalah bagi masyarakat misalnya minuman keras. Hal yang spekulatif. Investasi bodong. Regulasi bank syariah ada ketegasan tidak boleh membiayai usaha yang tidak baik. Apa pandangan BRK soal sektor riil? BRK Syariah itu Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

17


WAWANCARA KHUSUS

dekat dengan sektor riil. Sebagai bank syariah, BRK Syariah moneter iya juga tapi sangat dekat dengan sektor riil. Prinsip syariah kolabarasi sharing berbagi. Kami mendorong internal kami untuk pro aktif ke pelaku usaha sektor persawitan. Silakan mendatangi kami. Kultur teguh untuk tumbuh tetap kami jaga. Bagaimana kita beri kemanfaatan untuk masayakat. Itu sebab taglinenya BRK Syariah Berkah untuk Semua. Kita dari awal sudah mendorong sektor riil seperti komoditas unggulan daerah seperti sawit. Selama ini pembiayaan KUD, replanting, bahkan KUR BRK ada kaitan dengan usaha sekitar sawit. Ke depan kita dorong lebih kuat supaya lebih besar portofolio kita untuk komoditas unggulan daerah. Juga kelapa, sagu, karet, sektor perikanan darat (sungai) maupun laut. Sawit adalah komoditas unggulan daerah. Bagaimana BRK membantunya? Kredit ini bisa dimulai dari calon nasabah saat memulai usaha di bidang persawitan. Misalnya membeli kebun sawit sudah bisa kita biayai baik perorangan maupun kelompok seperti koperasi. Sebentar lagi masuk ke usaha komersil terkait kebun. Usaha yang terkait dengan hal itu misalnya modal kerja pengadaan pupuk, bibit. Termasuk biaya investasi, pengadaan alat-alat angkutnya. Kami sangat welcome pada siapapun yang mau mengembangkan usahanya untuk datang kepada kami. Kami juga siap untuk datang menjumpai.

18

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022


WAWANCARA KHUSUS

Pengalaman selama ini apakah pengembalian kredit di BRK tergolong lancar? Secara umum dilihat dari NPL kita termasuk yang cukup baik dibandingkan rata-rata perbankan. Secara gross masih di bawah 3% yakni di sekitaran 2,9% di skala 5%. Kalau netnya di bawah itu lagi. Artinya selama ini pengembalian kredit termanage dengan baik. Kenapa belum dilaunching juga BRK Syariah? Secara teknis dan operasional kita dinyatakan siap oleh OJK tapi ada masalah legal yang harus kita tempuh. Misalnya dari 21 pemegang saham tinggal Batam dan pak Gubri yang belum membubuhkan tandatangan. Insya Allah pekan depan sudah tuntas. Setelah itu tandatangan pengesahan anggaran dasar dari Kemenkum HAM oleh notaris. Setelah selesai nanti dokumen hasil pengesahan itu baru kita tujukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Izin operasional BRK dari OJK. Setelah itu mengurus izin dari otoritas Bank Indonesia terkait izin soal sistem pembayaran. Bulan Juni sudah selesai semua sehingga kita sudah bisa launching. Kesiapan IT, SOP juga sudah oke.(*)

BIODATA Nama Lengkap : DR. IR. ANDI BUCHARI, MM, CPF, CRP, CPHCM. Jabatan Saat Ini : - Direktur Utama PT. Bank Riau Kepri - Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Prov. Riau - Wakil Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Prov. Riau

PENDIDIKAN a Doktor (Strategic Finance) - Sekolah Bisnis IPB University a Magister (Finance) - Program Magister Manajemen Atma Jaya University a Sarjana (Marine Product Technology) - IPB University a Certified Banking Risk Management (Level 5) - BSMR/BNSP a Certified Risk Professional/CRP - LSPPM/BNSP a Certified Personal Finance/CPF - FFAI a Certified Professional Human Capital Management/CPHCM - IHRCI

PROFESI Berpengalaman kerja 33 tahun, diantaranya 28 tahun sebagai praktisi/profesional di Industri Perbankan dan Keuangan, antara lain pernah menjabat: a CFO & Finance and Operational Director – Bank Muamalat Indonesia a Managing Director - First Islamic Investment Bank Limited (Malaysia) a CEO & President Director – Bahana Artha Ventura (BUMN Modal Ventura) a Senior Vice President & Group Head – Bahana Sekuritas (BUMN Sekuritas) a President Commissioner – Sarana Surakarta Ventura (Lembaga Keuangan)

PENGHARGAAN a Pada Februari 2021, Bank Riau Kepri memperoleh Penghargaan dari Economic Review yaitu GOOD CORPORATE GOVERNANCE AWARDS 2021 untuk kategori BPD Buku 2 dengan Asset diatas Rp. 25 T. a April 2021, Bank Riau Kepri memperoleh TOP CSR AWARDS 2021 3-Stars, dimana DR. Andi Buchari memperoleh Penghargaan TOP LEADER ON CSR COMMITMENT 2021. a Pada 29 November 2021, DR. Andi Buchari memperoleh Penghargaan dengan

KATEGORI KHUSUS “Achievement Motivation Person” pada acara Pemeringkatan dan Penganugerahan Badan Publik Se-Provinsi Riau yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi Riau (KI Award) 2021. Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

19


Desa Bagan Limau dan Desa Segati Bangga

Dapat Penghargaan DBA dari Asian Agri Asian Agri terus menunjukkan kepeduliannya untuk melakukan upaya mencegah terjadinya karhutla di desa-desa seputaran operasional perusahaan. Hal ini selaras dengan tujuan jangka panjang Asian Agri 2030, dimana salah satu pilarnya adalah Iklim Positif. Pilar ini bertujuan mempromosikan minyak sawit berkelanjutan melalui praktik pengelolaan terbaik. Salah satunya dengan cara turut serta mendukung pemerintah untuk mencegah terjadinya karhutla yang berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, sejak 2016 Asian Agri sudah menjalankan Program Desa Bebas Api (DBA), dimana Asian Agri bersinergi

20

dengan pemerintah, TNI/Polri serta menggandeng desa-desa di seputaran operasional untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla, baik melalui edukasi, penyuluhan & pelatihan, memberi bantuan alat pemadam kebakaran serta memberikan dukungan pembukaan lahan tanpa bakar. Bahkan memberikan insentif ekonomi bagi desa yang berhasil menjaga desanya bebas karhutla. Terbukti, ragam kegiatan tersebut mampu meminimalisir

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022

terjadinya karhutla di desa-desa seputar operasional perusahaan. “Enam tahun berjalan, program DBA Asian Agri terbukti mampu meminimalisir terjadinya karhutla di desa-desa binaan perusahaan. Sebelum ada program DBA, pada tahun 2015 luas lahan terbakar di desa-desa mencapai 1.771 Ha. Namun seiring berjalannya program DBA, insiden kebakaran lahan berkurang secara signifi-


kan dan pada pertengahan tahun 2022 luas lahan yang terbakar di desa-desa binaannya totalnya hanya 1,7 Ha. Adapun, rata-rata penurunan luas area terbakar di desa binaan pertahunnya mencapai 50%,” ujar Omri Samosir, Head Operation Asian Agri saat memberikan sambutan di acara Penandatangan MOU dan Pemberian Penghargaan DBA di Hotel Grand Eliete, Pekanbaru pada 10 Juni 2022 kemarin. “Adapun desa yang berhasil menjaga desanya 0% karhutla diraih Desa Bagan Limau dan desa yang berhasil menjaga desanya dibawah 1 Ha karhutla adalah Desa Segati, dimana masing-masing desa akan mendapatkan Rp 100 juta dan Rp 50 juta,” ujar Omri Samosir. Menurut Omri Samsir, sejak diluncurkannya Program DBA di Riau, Asian Agri sudah membagikan penghargaan dengan total nominal Rp 1,4 M. Ini merupakan bukti nyata kepedulian perusahaan dalam upaya pencegahan karhutla. Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah, M Edy Afrizal SE MH, juga mengapresiasi atas keseriusan perusahaan dalam rangka melakuka pencegahan karhutla. “Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa karhutla sangatlah berbahaya. Selain merugikan dari sisi perekonomian, juga merusak lingkungan bahkan membahayakan kesehatan manusia. Oleh karena itu pencegahan dan penanggulangan kebakaran membutuhkan kerjasama antara pemerintah, sektor swasta dan publik, serta masyarakat. Masing-masing pihak memegang peranan penting dalam memitigasi risiko keba-

karan, guna bisa miminimalisir karhutla dan dampak negatifnya. Oleh karena itu, kami berterima kasih atas beragam hal yang telah dilakukan Asian Agri dalam rangka mencegah terjadinya karhutla. Harapan kami, kiranya perusahaan-perusahaan lainnya juga dapat melakukan hal yang sama. Sehingga seluruh elemen bangsa bisa saling bahu-membahu mencegah terjadinya karhutla di Indonesia,” ujar M Edy Afrizal dalam sambutannya di acara Penandatangan MOU dan Pemberian Penghargaan DBA di Pekanbaru.

Harapan kami, agar desa kami terus dibina dalam Program DBA Asian Agri karena terbukti sangat membantu kami guna mencegah terjadinya karhutla di lingkungan desa,” ujar di sela-sela acara Penandatangan MOU dan Pemberian Penghargaan DBA di Pekanbaru. (lin)

Sementara itu, Kades Bagan Limau, Syarifudin yang berhasil membawa desanya meraih Penghargaan DBA dari Asian Agri mengungkapkan rasa syukurnya, dan akan mempergunakan insentif ekonomi yang di peroleh untuk kebutuhan desa. “Alhamdullilah, Desa Bagan Limau berhasil meraih penghargaan senilai Rp 100 juta dari Asian Agri. Kami sungguh bersyukur dan berterima kasih kepada Asian Agri, dan insentif ekonomi tersebut akan kami pergunakan untuk kebutuhan desa kami.

Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

21


Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Dunia, karyawan/ti Asian Agri melaksanakan donor darah masal dengan melibatkan seluruh karyawan/ti perusahaan yang bertugas di Sumut, Riau dan Jambi. “Dalam rangka turut memperingati Hari Donor Darah Dunia yang jatuh pada tanggal 14 Juni, maka karyawan/ti perusahaan melakukan aksi kemanusiaan dengan melakukan donor darah serentak di 3 provinsi. Aksi kepedulian karyawan/ti ini didukung penuh oleh peru-

22

Peringati Hari Donor Darah Sedunia

Karyawan Asian Agri Gelar Aksi Kemanusiaan sahaan dengan memfasilitasi dan menggandeng Palang Merah Indonesia di unit-unit kebun Asian Agri yang tersebar di Sumut, Riau dan Jambi,” ujar Putu Grhyate Yonata Aksa, Manager Sustainability Operation & CSR Asian Agri. “Adapun aksi kemanusiaan ini dilakukan dari tanggal 2 -11 Juni 2022 ini, diikuti oleh 339 orang, dengan jumlah kantong darah sebanyak 219 kantong. Harapan kami, kiranya aksi kemanusiaan ini bisa bermanfaat bagi kehidupan masyarakat yang sedang berjuang untuk kesembuhannya,” imbuh Putu saat memberikan keterangan persnya.

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022

Adapun unit bisnis Asian Agri yang melaksanakan kegiatan donor darah adalah PT Gunung Melayu, PT Supra

Matra Abadi di Provinsi Sumut; PT Inti Indosawit Subur, dan PT Mitra Unggul Pusaka di Provinsi Riau; dan PT Dasa Anugrah Sejati di Provinsi Jambi. Group Manager PT Inti Indosawit Subur Kebun Ukui, Gatot Sibuea saat melakukan aksi kemanusaiaan donor darah di Kebun Buatan menyatakan bahwa karyawan/ karyawati antusias menyumbangkan darahnya. “Donor darah ini merupakan misi sosial dan kemanusiaan perusahaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan darah. Seluruh staf antusias dan tergerak untuk mengikuti kegiatan donor darah ini. Harapan kami,


kiranya darah yang kami sumbangkan bisa membantu sesama dan dapat memenuhi ketersediaan darah di PMI,” ujar Gatot saat pelaksanaan donor darah di Buatan pada 11 Juni 2022. Sementara itu, dr. Opyanda Eka Mitra selaku Kepala PMI Kabupaten Pelalawan mengapresiasi gerakan yang dilakukan oleh Asian Agri, yang berperan dalam aksi sosial dan kemanusiaan dengan donor darah, menjelang Hari Donor Darah Internasional yang jatuh setiap tanggal 14 Juni.

juga di distribusikan ke lain kabupaten jika dibutuhkan. Suroso (54), peserta donor mengaku, sudah lakukan donor darah secara rutin, bahkan mungkin sekarang ini sudah yang ke 10 kali. “Saat pertama mendonor saya merasa terpaksa, tapi setelah dijalani ternyata

donor darah ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Sekaligus juga kegiatan ini lebih mulia karena membantu sesama manusia,” ucapnya. Ia mengajak masyarakat, untuk melakukan donor darah. “Selain bermanfaat untuk kesehatan, dengan mendonor kita membantu sesama yang membutuhkan,” tutupnya. (lin)

“Ada tiga perusahaan Asian Agri di Pelalawan yang melakukan aksi donor darah. Ini saja sudah cukup untuk memenuhi target dan stok darah selama satu minggu ke depan, yaitu 50 kantong. Untuk Pelalawan terkumpul kurang lebih 120 kantong,” bebernya melalui selular phonenya. Ia berpesan, melakukan donor darah secara rutin yaitu 3 bulan sekali, maka akan dapat meningkatkan kesehatan, karena sel darah akan berganti dan tumbuh sel darah yang baru lagi. “Kami harapkan teruslah lakukan donor darah secara teratur karena akan sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan darah untuk mereka yabg membutuhkan,“ jelasnya. Stok darah yang sudah terkumpul akan di distribusikan oleh PMI ke rumah sakit di wilayah Kabupaten Pelalawan dan Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

23


GAPKI RIAU

Gapki Riau, Apkasindo, Aspekpir dan Fomarsi

Gelar Bazar 25 Ton Minyak Goreng Sukses menggelar bazar minyak goreng untuk warga Tuah Karya, Gapki Riau, Apkasindo, Aspekpir dan Fomarsi Indonesia juga menggelar bazar minyak goreng murah di Kelurahan Sidomulyo. Dimana bazar murah ini sendiri tersedia semua 25 ton untuk warga Riau. Plt Ketua Gapki Riau, Lichwan Hartono kepada wartawan mengatakan, Bazar murah Minyak Goreng Sawit (MGS) curah ini bertujuan untuk mempermudah

masyarakat di tengah mahalnya harga minyak,” Persoalan kelangkaan minyak goreng sudah berjalan sejak Januari 2022 yang disebabkan oleh naiknya harga TBS

kelapa sawit yang merupakan dampak dari diberlakukannya program B20 dan B30 sehingga menyebabkan harga CPO melonjak tinggi sampai dengan harga Rp. 16,000,-/kg CPO.” jelasnya. Lanjut Lichwan Hartono, sebenarnya dengan naiknya harga TBS kelapa sawit ini merupakan anugrah bagi bangsa Indonesia khususnya masyarakat Riau walaupun ada dampak negatifnya, salah satunya adalah dengan naiknya harga minyak goreng. “Kalau kita mau jujur, sebenarnya dengan naiknya harga CPO sebagai bahan baku dari minyak goreng, hal ini merupakan hal yang wajar kalau harga minyak goreng juga naik. Namun tidak semua masyarakat memahami hal ini sehingga dibutuhkan peran pemerintah untuk menetapkan harga minyak goreng

24

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022


GAPKI RIAU

yang dapat dijangkau oleh masyarakat.” paparnya. GAPKI lanjut Lichwan Hartono, merupakan suatu organisasi gabungan pengusaha kelapa sawit Indonesia yang bergerak di industry hulu kelapa sawit dimana produknya adalah TBS dan CPO. Sedangkan untuk produk minyak goreng ini dipantau oleh organisasi hilir yaitu GIMNI (Gabungan Industri Minyak Nabati Kelapa Sawit).

Gulat Medali Emas Manurung, Mp., C.APO Ketua umum DPW APKASINDO Riau K.H Suher, Perwakilan GAPKI Riau Lichwan Hartono, Perwakilan ASPEKPIR Riau Tri yananta. Senada dengan itu, Ketua DPW Apkasindo Riau, KH Suher mengatakan, Sebagai organisasi dan lembaga yang bergerak dan terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pembua-

tan migor, Apaksindo juta turut andil dalam bazar minyak goreng ini,” Keempat organisasi ini mengerahkan kemampuan mereka sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk mendistribusikan migor curah secara langsung ke masyarakat yang membutuhkan di 16 kecamatan terpilih di Pekanbaru. Sedangkan kegiatan ini sudah digelar dari kecamatan Tuah Madani, Sidomulyo dan beberapa lokasi lainnya,” imbuhnya. (lin)

“Dengan kondisi saat ini dimana harga minyak goreng cukup tinggi, maka GAPKI perlu untuk membantu mengurangi beban masyarakat dengan mengadakan bazar minyak goreng curah yang kita adakan pada hari ini dengan harga Rp. 20,000,/2 liter dan direncanakan tahap pertama ini akan diadakan bazar di 25 titik baik di kota Pekanbaru maupun di kabupatenkabupaten dengan total 25 ton minyak goreng curah. Tentunya untuk kelancaran bazar minyak goeng ini GAPKI Riau tidak bisa bekerja sendiri tetapi dibantu oleh saudara-saudara kami dari ASPEKPIR, APKASINDO, serta FORMASI.” tegasnya. Seperti diketahui, acara ini dihadiri oleh kepala dinas perkebunan provinsi Riau ir Zulfadli, ketua umum Dpp apkasindo Dr. Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

25


GAPKI RIAU

GAPKI Riau Gelar Edukasi Sawit Baik ke Alumni IKA Unilak Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Riau menggelar sosialisasi sekaligus edukasi tentang praktik budidaya sawit baik berkelanjutan dan segudang manfaatnya terhadap perekonomian bangsa kepada Alumni IKA Unilak. Langkah itu ditempuh asosiasi yang menaungi para pengusaha kelapa sawit di Bumi Lancang Kuning tersebut guna mengedukasi bagaimana sawit ini bisa menopang ekonomi masyarakat Riau dan bisa menangkis isu isu miring terkait sawit yang selama ini di elu elukan Eropa.

mitos dan misleading informasi yang beredar terkait sawit. Ini menjadi tugas kita untuk bersama-sama melakukan sosialisasi dan edukasi, terutama kepada tenaga pendidik dosen yang membangun generasi muda serta alumni Ika Unilak," kata Plt Ketua GAPKI Cabang Riau, Licwan Hartono.

"Ada begitu banyak

26

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022

Kata Hartono, misleading ini adalah tanggung jawab seluruh stakeholders kelapa sawit, termasuk para Pengusaha. "Kami tidak menyalahkan siapa siapa, namun kami berkewajiban untuk menyampiakan hal ini kepada anak anak mahasiswa pertanian di Unilak ini, bahwa sawit itu baik dan sawit itu penopang perekonomian kita. Karena itu, kami menghadirkan narasumber yang berpengalaman seperti Tungkot Sipayung yang juga penulis buku Ekonomi agribisnis


GAPKI RIAU

minyak sawit," jelasnya. Di tempat yang sama, Tungkot Sipayung selaku nara sumber yang juga di moderatori langsung oleh Sekretaris Eksekutif Gapki Riau Marianto ini menjelaskan Faktanya tanaman paling rakus dalam mengkonsumsi air dalam bioenergi yang dihasilkan adalah rapeseed, disusul oleh kelapa, ubi kayu, jagung, kedelai, dan bunga matahari. Boros atau tidaknya suatu tanaman dalam menggunakan air harus diukur dengan produktivitas dan bioenergi yang dihasilkannya. Kelapa sawit termasuk tanaman yang paling hemat menggunakan air setelah tebu. Kemudian, dia juga menerangkan bahwa manusia saat ini tidak dapat lepas dari produk turunan sawit. "Mulai dari bangun tidur hingga kita menjelang tidur kembali, sawit dan turunannya membantu kehidupan manusia. Pakaian, sabun, pasta gigi, deterjen, sampo, kosmetik, margarin, mayonaise, minyak makan, bahkan sampai dengan BBM. Bahkan saat ini, kandungannya dapat menjadi penguat imun tubuh yang sangat berguna di masa pandemi," tegas dia.

"Melalui Sawit Fest diharapkan menjadi momentum bagi tumbuhnya generasi muda yang akan menjadi perisai minyak sawit berkelanjutan Indonesia. Melalui kepedulian millenial ini, maka minyak sawit akan mendapat kekuatan penuh guna menjawab berbagai tudingan negatif selama ini," katanya. Bahkan dia menyatakan salah satu dampak kelapa sawit yang buruk adalah banyaknya informasi yang salah mengenai kelapa sawit. Oleh karena itu banyak tugas yang harus dikerjakan terkait pembelajaran yang gamblang mengena sawit sesuai fakta kepada generasi muda. "Kita perlu melawan kampanye negatif dengan cara-cara yang intelektual dengan memberikan informasi sesuai fakta," katanya.

Untuk mendukung peningkatan literasi sawit bagi masyarakat pada umumnya dan generasi muda pada khususnya guna memberikan gambaran utuh mengenai keberadaan industri minyak sawit. Selain itu , kegiatan bertema “Ketangguhan Sawit Menumbuhkan Indonesia” yang digelar pada Kamis (23/9) lalu itu bertujuan memberikan pemahaman yang benar mengenai keberadaan dan kontribusi minyak sawit, bagi negara, sosial dan lingkungannya. "Kegiatan ini diharapkan mampu pula meningkatkan sebaran literasi sawit pada generasi muda Indonesia dan memperluas edukasi sawit, serta membangkitkan semangat generasi muda yang cerdas dan kreatif membangun bangsa," katanya. (lin)

Sesuai pula dengan prinsip dan kriteria Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) yang secara mandatori telah dilaksanakan para pemangku kepentingan minyak sawit. Kata Tungkot, Pembangunan kelapa sawit berkelanjutan berlandaskan ISPO, juga digadang-gadang akan menjadi senjata pamungkas dalam menangkal berbagai tudingan negatif terhadap minyak sawit. Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

27


Petani Sawit Berharap Zulhas Tak Buru-Buru Hapuskan Migor Curah Zulkifli Hasan resmi dilantik menjadi Menteri Perdagangan menggantikan M. Lutfi. Asosisi Petani Kepala Sawit Indonesia (Apkasindo) berharap Zulhas -sapaan Zulkifli Hasantidak terburu-buru soal penghapusan minyak goreng curah. Ketua Umum Apkasindo Gulat Manurung mengatakan, minyak goreng curah masih diperlukan untuk saat ini. Pasalnya harga minyak goreng kemasan masih mahal dan distribusinya belum merata. “Kalau yang namanya terburu-buru tidak baik. Apalagi, pak Luhut (Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan) mengatakan akan dihapus, bukan berarti sekarang,” katanya baru baru ini. Menurut dia, yang harus dilakukan Zulhas adalah dengan menyiapkan minyak goreng kemasan sederhana yang harganya terjangkau buat masyarakat. Hal ini untuk mempercepat penyelesaian masalah minyak goreng. “Agar tidak dibeli orang kaya, kemasan bisa dibikin norak dengan tulisan minyak rakyat,” sarannya. Meski begitu, kata dia, bukan berarti pihaknya tidak mendukung penghapusan minyak goreng curah. Namun, kata dia, bukan sekarang di tengah kondisi yang harga minyak goreng yang abnormal.

hingga 87.72 persen pada Mei 2022. Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan penunjukan Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan tersebut didasari sejumlah aspek, di antaranya rekam jejak, pengalaman, hingga manajerial skill untuk dapat melihat dan menyelesaikan persoalan secara detail. Presiden pun menekankan salah satu tantangan yang krusial di bidang perdagangan adalah pemenuhan kebutuhan pokok atau pangan bagi masyarakat. Dalam menyelesaikan tantangan tersebut dibutuhkan sosok yang memiliki pengalaman lapangan untuk melihat langsung dan menyelesaikan persoalan yang ada. (lin)

Humas Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia, Goldamir Mektania menyampaikan, mengucapkan selamat kepada Pak Zulkifli Hasan yang sudah terpilih.” Goldamir berharap, Zulikfli Hasan bisa mempercepat ekspor komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor CPO anjlok

28

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022


S

ustainable Palm Oil Initiative (SPOI) program kerjasama United Nations for Development Programme (UNDP) dengan Kementerian Pertanian bersama Lembaga Pelatihan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (PT SIB) menyelenggarakan Pelatihan Pendamping Sertifikasi ISPO dan Sistem Kendali Internal (Internal Control System) untuk Petani Sawit Kabupaten/Kota Se-Provinsi Riau, di Pekanbaru, 30 Juni-3 Juni 2022. Direktur Utama PT SIB Andi Yusuf Akbar kepada wartawan, Senin (30/05/22) menjelaskan, kegiatan pelatihan pendamping petani dan koperasi ini bertujuan untuk membantu petani dan koperasi mendapatkan sertifikat ISPO, sekaligus mensosialisasikan ISPO sebagai standar produk kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia. “Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan negaranegara tujuan ekspor terhadap kredibilitas platform (ISPO) ini yang telah mengakomodir berbagai isu (terutama lingkungan dan sosial) serta menyesuaikan dengan standar sertifikasi internasional (baik sistem, prinsip maupun kriteria),” kata Andi Yusuf saat pembukaan acara Pelatihan Pendamping Sertifikasi ISPO dan Sistem Kendali Internal (Internal Control System) untuk Petani Sawit Kabupaten/Kota Se-Provinsi Riau, di Pekanbaru. Diharapkan para peserta akan mentransfer ilmu dan pengetahuan untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) para pendamping, sehingga mampu memenuhi persyaratan yang diamanatkan Permentan No 38 Tahun 2020. Menurut Andi Yusuf, sektor pertanian sebagai salah satu sektor dengan pangsa terbesar dan sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. “Sektor pertanian yang di dalamnya terdapat komoditas kelapa sawit turut berkontribusi dalam pemulihan perekonomian nasional,” kata Andi Yusuf. Dengan pangsa pasar lebih dari 58% kebutuhan minyak sawit dunia, Indonesia menjadi salah satu benchmark dalam bisnis komoditas ini. Masyarakat global juga menaruh banyak

SPOI-UNDP Gelar Pelatihan ISPO di Riau perhatian, terutama mengenai keberlanjutan produksi komoditas kelapa sawit, terutama yang terkait dengan isu lingkungan dan perusakan hutan. Selain itu, untuk memastikan bahwa kelapa sawit di Indonesia telah memenuhi konsep keberlanjutan sesuai dengan SDGs, Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk membangun ekonomi yang lebih hijau yang mendorong pertumbuhan, pemerataan, peningkatan mata pencaharian dan integritas lingkungan, termasuk di dalamnya. “Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai peraturan, antara lain Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan dan Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Indonesia, termasuk Peraturan Menteri Nomor 38 Tahun 2020 sebagai produk teknis

Perpres. 44 tahun 2020,” jelasnya. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Zulfadli dalam sambutannya mengatakan, Perkebunan kelapa sawit di Riau masih menghadapi berbagai kendala, diantaranya kebun yang masih ada di kawasan hutan dan rendahnya produktivitas. “Padahal, perkebunan sawit merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat Riau,” kata Zulfadli. Kata Zulfadli, provinsi Riau menurut data statistik tahun 2020, memiliki luas wilayah 8,9 Juta Hektar dengan jumlah penduduk 6,83 juta jiwa terdiri dari 10 Kabupaten dan 2 Kota. “Memiliki sumber daya alam yang berlimpah berupa tambang minyak bumi, perkebunan, kehutanan, komoditi pertanian, serta perikanan dan kelautan. Semuanya harus dioptimalkan untuk mewujudkan Riau yang makmur dan sejahtera.,” jelasnya. (lin)

Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

29


Lulus SMK Kehutanan

Siswa Suku Anak Dalam Ingin Jadi Polhut

Jupri, salah satu siswa dari Suku Anak Dalam (SAD) menjalani prosesi wisuda atas kelulusannya sebagai siswa di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru kamis (9/6). Ia merasa sangat bangga karena bisa menyelesaikan Pendidikan sekolah menengahnya ini. Jupri tidak pernah membayangkan bahwa ia juga bisa menyelesaikan sekolah. Jupri membagikan kiatnya agar dapat menyelesaikan belajarnya. “Berlatih, disiplin, tanggung jawab, mengikuti kegiatan keagamaan agar jadi tekun, dan banyak kawannya,” jelasnya.

dengan full beasiswa sampai lulus. Fenti, Corporate Social Responsibility (CSR), yang juga mendampingi wisuda mengatakan “Program beasiswa kepada Jupri adalah bentuk komitmen perusahaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.”

“Bahagia, bangga, tidak menyangka akhirnya lulus,” ungkapnya senang. Keberhasilan Jupri membuat bangga kedua orangtuanya. Rasid, ayah Jupri, berterima kasih sekali kepada PT SAL yang sudah menyekolahkan anak saya sampai lulus. “Saya tidak menyangka anak saya bisa lulus disini, sy senang dan bangga,” katanya sambil berkaca-kaca. Laki-laki yang ingin menjadi polhut ini mendapatkan beasiswa dari PT Sari Aditya Loka (PT SAL) pada tahun 2019 lalu. PT SAL mendukung penuh jupri

30

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022

SAD sebagai bangsa Indonesia juga harus bisa mendapatkan pendidikan yang baik. Dengan demikian, anak-anak SAD dapat berdaya sebagaimana masyarakat Indonesia yang lain. “Sesuai visi PT SAL untuk sejahtera bersama bangsa,” tegasnya. (*)


Pasangkayu. Tampak wajah Safruddin memerah karena tertawa menceritakan pengalamannya saat belum berkenalan dengan sebuah perusahaan kelapa sawit di desanya. Safruddin memang asli masyarakat Desa Sarudu. Ayah dan Ibunya memang warga sana. Tentu saja ia sangat ingat apa yang terjadi pada desanya pada tahun 1990-an. Sebuah perusahaan kelapa sawit masuk ke Desa Sarudu dengan bersamaan dengan program Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans). Sontak, desa yang tadinya tidak ramai kedatangan paling tidak 1750 KK dari berbagai daerah di Indonesia. Alih-alih senang, kedatangan PIR-Trans membuatnya gusar. Namun, ia tidak tahu yang menyebabkan dirinya begitu marah. “Tidak ada alasan, pokoknya tidak suka,” ungkapnya. Bahkan ia berkeinginan untuk mencelakakan warga pendatang saat pertandingan sepakbola. Sampai suatu hari, lelaki yang menjadi Kepala Dusun Sempo Utara itu diamanahkan oleh pamannya, yang merupakan Kepala Desa Sarudu untuk pergi ke perusahaan. Ia diminta untuk berkomunikasi dengan perusahaan. “Saya tidak mau,” katanya menolak perintah pamannya itu. Namun, sang kepala desa terus memaksanya sehingga ia mau-tidak-mau harus pergi ke kantor induk PT Suryaraya Lestari 1 yang lebih dikenal sebagai PT Surya oleh masyarakat. Hari itu adalah hari pertamanya menginjalakkan kaki di PT Surya. Sebelum memasukinya, ia melihat sesosok laki-laki besar dan hitam menjaga pos. Rupanya dia adalah kepala security. Safruddin takut tapi tidak bisa pergi. Ia memberanikan diri terus melangkah. “Bari setelah saya disapa ramah oleh kepala security, saya mulai agak tenang,” ungkapnya lagi. Di dalam perusahaan, ia bertemu dengan ADM (Manager PT Surya). “Ooh ini lho ADM,” katanya mengingat kesan pertamanya. Mereka membicarakan tentang rencana program IGA atau Income Gener-

Mengubah Mindset Dengan Membuka Diri ating Activity. Program ini merupakan program kegiatan penanaman komoditas kelapa sawit. Di ruangan itu, Safruddin mendapatkan penjelasan keuntungan menanam kelapa sawit. Safruddin tak menolak. Ia memang melihag rekan-rekan masyarakat transmigrasi yang sudah lebih dianggap berhasil. “Masa kita warga asli hanya mau jadi penonton,” pikirnya saat itu. Laki-laki yang memiliki empat anak ini, kemudian, ditunjuk untuk mensosialisasikan program IGA di desanya. “Hanya ada 10 orang yang mau,” ungkapnya. Akan tetapi, berkat kegigihannya, desa Sarudu kini memiliki kebun sawit lebih dari 2000 hektar. Akan tetapi, bukan harta benda yang paling bernilai untuk Safruddin. Sekalipun rumahnya kini sudah sangat layak dibandingkan rumahnya dahulu yang terbuat dari kayu dan jelek, rupanya itu tidak lebih berharga dibandingkan nilai-nilai yang ia dapat.

“Pak ADM bilang kalau bisa punya rumah bagus, motor, mobil, anak bisa sekolah,” katanya. Kalimat “anak bisa sekolah” ternyata sangat membekas dihatinya. Pendidikan menjadi poin penting yang Safruddin dapat. Sehingga, segala penghasilan kelapa sawitnya diutamakan untuk pendidikan anaknya. Kini, anaknya sudah lulus Sarjana bahkan ada yang master. Mindsetnya terhadap perusahaan berubah seiring dengan interaksinya dengan PT Surya dan masyarakat luar, termasuk transmigrasi. Setiap hari ia berkunjung ke perusahaan sekadar untuk berbincangbincang dengan karyawan di perusahaan. Mindsetnya yang dulu tertutup kini terbuka. Safruddin membuka diri pada hal-hal baru yang bisa menjadi bekal di masa yang akan datang. Terhadap perusahaan, dia mengubah cara pandangnya dari menganggap perusahaan akan merusak menjadi perusahaan ingin membangun wilayah. “Ternyata perusahaan ingin menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya. (*)

Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

31


PARTISIPASI PROGRAM KONSORSIUM

PT Astra Agro Lestari Raih Piagam Penghargaan Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat dalam rangka memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat, sejak tahun 2017 menerapkan program konsorsium dalam peningkatan pembangunan infrastruktur jalan. Dengan tajuk ”Infrastruktur Untuk Negeri” pemerintah daerah Kobar melibatkan pihak perusahaan melalui program CSR (Corporate Social Responsibility), dengan semangat membangun yang tertuang dalam ”Kerja Nyata dan ikhlas”, melalui program konsorsium ini, membuka keterisolasian wilayah. Salah satu perusahaan yang terlibat program konsorsium infrasruktur, yakni PT Astra Agro Lestari, dimana sejak tahun 2017 telah banyak berkiprah dalam program konsorsium infrasruktur jalan. Dan sebagai ungkapan terima kasih atas partisipasi dalam pembangunan infrastruktur jalan melalui program konsorsium, CD AM Astra Area B1 Joko Supriono menerima piagam penghargaan,

32

yang diserahkan langsung oleh Penjabat Bupati Kobar Anang Dirjo. CD AM Astra area B1 Joko Supriono melalui Rodie CDO PT GSPP menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah atas perhatian dan kerjasamanya selama ini. Dimana pembangunan infrastruktur merupakan kewajiban dari pihaknya, dalam memberikan kontribusi terbaik bagi Bumi Marunting Batu Aji. Dimana menurut Rodie, pada program CSR konsorsium di tahun 2022 ini, pihaknya telah melaksanakan pekerjaan pemeliharaan jalan sepanjang 29,71 km, dari Pangkut menuju desa Kerabu. Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022

Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar Hasyim Mualim mengatakan, bahwa Kotawaringin Barat memiliki panjang jalan kabupaten ± 1.200 km dengan kondisi aspal sepanjang ± 420 km (35%) dan non aspal ± 780 km (65%). “Untuk jalan non aspal, salah satu strategi penanganan yang telah dilakukan untuk tetap menjamin fungsional jalan tersebut yaitu melalui program pembangunan jalan CSR konsorsium, dan program ini sudah dilaksanakan sampai dengan tahun 2022 yaitu dengan capaian panjang penanganan ± 450 km di tahun 2022,” kata Hasyim. Dimana menurut Hasyim, program konsorsium ini merupakan program andalan yang telah mendapatkan apresiasi dari Kementrian PUPR RI, sebab melalui program konsorsium ini membangun daerah melalui gotong royong, ditengah keterbatasan anggaran daerah. Sehingga banyak daerah yang bukan saja di Kalimantan Tengah mengadopsi program konsorsium untuk percepatan pembangunan infrastruktur. “Keterlibatan pihak perusahaan dalam pembangun sangat penting, hal ini juga wujud dari sinergitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sebab infrastruktur merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang wajib di sediakan oleh pemerintah,” ujar Hasyim. (*)


Bersama Anak Grup AAL dan Guru Binaan,

PT EDI dan SAI Ikuti Webinar Pendidikan PT Sawit Asahan Indah dan PT. Eka Dura Indonesia, merupakan anak perusahaan Astra Agro Lestari bersama 17 anak perusahaan lainnya yang tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi serentak mengadakan Webinar Pendidikan yang sangat diminati oleh guru sebagai Insan Astra maupun guru sekolah binaan yang berada di ring-1 Desa Lingkar perusahaan. Guru-guru PT. Sawit Asahan Indah dan PT. Eka Dura Indonesia juga turut meramaikan webinar ini bersama juga guru sekolah binaan ring-1 Desa lingkar perusahaan PT. SAI dan PT. EDI. Webinar kali ini mengangkat tema “Menciptakan Lingkungan Ramah Untuk Anak dan Perempuan.” Rangkaian webinar pendidikan yang bertemakan menciptakan lingkungan ramah untuk anak dan perempuan ini adalah bentuk kepedulian dari Grup PT. Astra Agro Lestari untuk perempuan dan anakanak di lingkungan perusahaan dan Desa Ring-1 sekitar site di perusahaan. Kegiatan pembukaan webinar kali ini dibuka langsung oleh Ibu Intan Nurcahayani dari Social Engagement Department Divisi Sustainability Head Office PT. Astra Agro Lestari Jakarta yang selalu memberikan kepedulian terhadap kaum perempuan dan anak sekaligus membuka kegiatan. Ketua Panitia, Hadiana harapannya kegiatan selanjutnya dapat dilaksanakan dan dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Kegiatan webinar ini dilaksanakan pada hari Sabtu (11/6) diikuti oleh 200 orang peserta yang terdiri dari Asisten Sustainability, Kepala Sekolah, dan Guru internal (132 peserta) dan guru eksternal (68 peserta) yang berasal dari 17 anak perusahaan PT. Astra Agro Lestari.

Beberapa sekolah binaan PT. SAI dan PT. EDI yang hadir yaitu TK Tunas Sawit Indah dan SDN 007 Ujung Batu , Paud Terpadu Ekadura Lestari, SD Negeri 018 Kunto Darussalam dan SMP Swasta Eka Dura Lestari. Narasumber pada acara tersebut adalah praktisi pendidikan yaitu Muchammad Iqbal, S.Pd., M.Pd. dan Yunita Syarifatul Umami, S.Pd., M.Pd. yang sangat interaktif dengan para peserta seminar. Yuniarta Syarifatul Umami dalam pemaparannya menyampaikan tentang bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak dan perempuan yang meliputi kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, eksploitasi anak dan perempuan dan penelantaran anak dan perempuan dengan contoh-contoh yang jelas sehingga membuat peserta webinar sangat tercengang. Terutama kekerasan dalam bentuk verbal karena banyak anak mengalami hal ini. Selain bentuk-bentuk kekerasan tersebut, narasumber juga mengungkapkan upaya-upaya untuk mencegah berbagai kekerasan yang terjadi pada anak-anak

dan perempuan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Selanjutnya pemateri yang kedua, Muchamad Iqbal dalam kegiatan ini memutar video yang begitu menyentuh hati nurani peserta sehingga hampir semua peserta berkaca-kaca. Bahkan ada yang sampai meneteskan air mata, yang materinya mengulas tentang Emotional and Spiritual Quotient (ESQ), yang sangat bermanfaat untuk mendukung penciptaan sekolah yang ramah lingkungan dan pengendalian emosi dalam melakukan pembelajaran. Dalam kesempatan ini panitia juga memberikan kesempatan ke pada peserta untuk memberikan testimoni, salah satu peserta adalah ibu Arinawati menyatakan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya webinar yang dilaksanakan oleh PT. Astra Agro Lestari. Menurutnya, materi sangat berarti sekali untuk diaplikasikan untuk diri sendiri, dalam lingkup keluarga, dan dalam lingkungan pekerjaan di sekolah untuk menangani berbagai karakter peserta didik. (*)

Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

33


PETANI SUKSES

PT SAL Sinergikan Ekonomi Masyarakat dan Kesehatan Suku Anak Dalam

Pengembangan UMKM menjadi satu target yang harus dicapai oleh semua desa di Indonesia, tidak terkecuali Desa Pematang Kabau, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Untuk itu, Hendri Sumasto, Kepala Desa Pematang Kabau harus memutar otak. Ia melakukan pengamatan kepada desa-desa sekitar untuk mencari model pengembangan UMKM yang sustainable atau berkelanjutan. “Komoditas-komoditas yang dikembang-

34

kan oleh desa yang diamati mengalami kegagalan,” ungkapnya. Tidak putus asa, Hendri mencari informasi di media sosial dan berkomunikasi dengan kawan-kawannya yang berada di luar Jambi. Dari situlah Hendri menemukan komoditas sereh wangi.

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022

Hendri Sumasto, Kepala Desa Pematang Kabau mengelola sereh wangi (istimewa). Pada pertengahan semester 2019, Hendri mulai menanam sereh wangi sebesar 3,5 hektar yang terdiri dari dua hamparan. Namun, hamparan yang dimiliki Hendri tidak sepenuhnya komoditas sereh wangi. Pria 35 tahun ini melakukan tumpang sari dengan kelapa sawit. “Kita masih project, belum berani kalau harus meninggalkan kelapa sawit,” ungkapnya. Sebab, komoditas kelapa sawit masih menjadi tulang punggung bagi dirinya dan masyarakat desa. Setahun setelah itu, ia mulai membangun pabrik pengolahan. Dari situ, ia mulai mengolah komoditas sereh wangi. Dari daun atau rumput tersebut dihasilkan minyak sereh wangi. Minyak yang tergolong minyak atsiri ini bisa menjadi


PETANI SUKSES bahan baku untuk minyak telon dan lain sebagainya. Hasil samping dari proses itu adala air hidrosol. Air hidrosol ini, oleh Hendri, dikembangkan menjadi produk wedang sereh wangi dan sabun pencuci piring. Masalah Pemasaran. Setelah produksi, masalah yang timbul adalah pemasaran. Harga jual minyak atsiri ini anjlok menjadi 270.000 per kilogram dari sebelumya 400.000 per kilogram. Wedang sereh wangi dan sabun pencuci piring kemudian hadir. Masalahnya sama, produk samping ini juga kesulitan dalam pemasaran. PT Sari Aditya Loka (PT SAL) melihat kondisi tersebut tergerak untuk membantu mencarikan pasar yang tepat. Pertemuan PT SAL dengan Kepala Puskesmas memberikan ide baru. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada orang rimba (OR) atau Suku Anak Dalam (SAD) yang menjadi program puskesmas dan PT SAL menjadi jalan untuk membuka pasar. “Kami membuka inisiasi Bantuan sarana prasarana serta pemasaran produk untuk ke Suku Anak Dalam (SAD) yang mana

Kami membuka inisiasi Bantuan sarana prasarana serta pemasaran produk untuk ke Suku Anak Dalam yang mana juga membuka wawasan PHBS ke warga Suku Anak Dalam. CIPTA WIBAMA, Administratur PT Sari Aditya Loka

juga membuka wawasan PHBS ke warga SAD,” ungkap Cipta Wibama, Administratur PT SAL. PT SAL selalu memberikan bantuan sosial jatah hidup (jadup) yang berisikan bahanbahan pokok kepada SAD. Sebanyak 331 Kepala Keluarga (KK) SAD menerima program ini setiap bulanya. PT SAL memberikan tambahan sabun yang dihasilkan oleh Hendri pada jadup yang SAD terima. “Artinya, kami memesan sebanyak 331 botol sabun dari Pak Hendri

untuk didistribusikan kepada 331 KK setiap bulannya,” tambah Cipta. Dengan program ini, Cipta berharap agar bisnis minyak sereh wangi dapat terus berkembang serta program PHBS bagi komunitas adat terpencil dapat berjalan dengan baik. “Ke depan, jika project ini berjalan dengan baik, bisa jadi kita kembangkan bisnis komoditas sereh wangi kepada masyarakat SAD sebagai program pengembangan ekonomi,” pungkasnya. (ist)

Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

35


Membuka Tabir “Teknik Bangkrut Massa Petani Sawit” Mungkin masyarakat perlu tahu kenapa harga CPO (crude palm oil) di pasar global tinggi sebesar USD 1,7 atau Rp25.000/kg sedangkan harga CPO di dalam negeri (KPBN) sangat rendah hingga Rp. 10.800/kg atau setara harga TBS (tandan buah segar) di PKS (pabrik kelapa sawit) Rp2.100/kg (rendemen 20%). Misteri di mata publik ini perlu diurai agar jadi bahan informasi dan edukasi. Fakta lapangan, TBS petani saat ini Rp 1.600/kg, padahal biaya produksi Rp 1.800/kg. Rugi massal. Bahkan ada yang tidak laku akibat PKS nya tutup, dampak dari tangki timbun CPO nya di PKS masih penuh, akibat belum bisa ekspor. Padahal TBS di Malaysia Rp 5.200/kg. 1. Malaysia punya karakter sama persis dengan Thailand dan Vietnam. Pajak ekspor “diminimalkan” demi kemandirian rakyatnya. Agar produknya bisa bersaing maksimal di pasar global akibat beban bea keluar rendah. Iklim usaha ini mendorong lahirnya pengusaha baru massal. Karenanya prosentase jumlah pengusahanya di atas kita. Pengusaha sebagai pembayar pajak pendukung PDB dan APBN nya agar tinggi. Lowongan kerja jadi banyak, hingga tenaga kerja impor termasuk dari

36

Indonesia (TKI). Contoh hari ini, Malaysia krisis tenaga kerja (naker) 1,2 juta, dimana di dalamnya untuk industri sawit butuh 500.000 naker sampai mau didatangkan dari Indonesia.

sudah jelas dapatnya berapa. Bagaimana nasib petani dan pengusaha industri sawit ?

2. Indonesia punya karakter sebaliknya dari mereka Malaysia, Thailand dan Vietnam. Pajak dan pungutan ekspor kita “dimaksimalkan”. Mungkin demi dapat dana untuk bansos dan subsidi. Dampaknya produk kita kalah bersaing di pasar global. Iklim usaha ini mematikan pelaku usaha, contoh petani sawit saat ini.

Petani, HPP (Harga Pokok Produksi) biaya produksinya Rp 1.800 tapi harga di PKS riilnya Rp 1.600. Rugi, bangkrut massal. Berdampak serius pada kesejahteraan moril materiilnya. Lebih sejahtera jadi TKI Malaysia di kebun sawit. Dibanding punya kebun 10 ha di Indonesia. Makanya banyak pekerja dan petani jadi TKI Malaysia.

Konkretnya, CPO global Rp 25.000 karena pungutan ekspor (PE/BPDPKS), pajak ekspor (Bea Keluar/BK), DMO, DPO dan lainnya. Jadi harganya tinggal Rp 10.800/ kg di KPBN. Artinya pemerintah dapat Rp 25.000 – Rp 10.800 = Rp 14.200/kg CPO. Kalau volume ekspornya 34 juta ton/tahun

Lalu lahan dan kebun sawit kita terlantar tidak dipanen karena merugi massal. Yang sudah mandiri jadi miskin antri agar dapat jatah bansos subsidi dari tingginya pajak pungutan ekspor. Ada jadi TKI. Lahan ditelantarkan. Industrinya dibangkrutkan massal. (*)

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022


Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

37


TANYA JAWAB

GULAT MEDALI EMAS MANURUNG (Konsultan Perkebunan Kelapa Sawit) PERTANYAAN: Apa manfaat bibit kelapa sawit bersertifikat dan kerugian jika menggunakan bibit illegitim untuk petani? JAWABAN: Bibit merupakan salah satu factor penting dalam proses budidaya tanaman kelapa sawit. Label sertifikasi tidak hanya menjadi nilai tambah terhadap kualitas yang dimiliki oleh benih tersebut, akan tetapi juga menjaga dan menjamin asal usul legalitas benih tersebut.

sawit rakyat (PSR) 3. Bibit bersertifikasi digunakan untuk sertifikasi ISPO (Indonesian sustainable Palm Oil) 4. Untuk pengurusan surat tanda daftar budidaya (STDB) Kerugian petani apabila menggunakan bibit Ilegitim yakni diantaranya:

Manfaat bibit kelapa sawit yang tersertifikasi untuk Petani diantaranya yakni:

1. Produksi TBS, CPO dan PKO menjadi rendah serta masa peralihan TBM ke TM yang cukup lama 2. Kecambah illegitim akan mengurangi kesempatan pendapatan optimal 3. Pelanggaran UU No. 29 tahun 2019 dan UU No. 29 Tahun 2000

1. Meningkatkan Produktivitas kelapa sawit Rakyat 2. Bibit bersertifikasi menjadi syarat untuk pelaksanaan peremajaan

38

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 23 Tahun 2022

4. Produksi TBS hanya mampu 50% dan rendemen hanya 18 % 5. Merusak mesin pengolah CPO 6. SDA dan SDM serta Modal tidak termanfaatkan secara optimal Adapun faktor penyebab peredaran bibit tidak bersertifikasi dikalangan para Petani kelapa sawit di antarannya: Petani mengaku ditipu, Tak tahu cara membeli, diiming-imingi murah, rumitnya persyaratan, tidak tau tempat membeli dan jauh dari produsen benih. Diharapkan untuk petani kelapa sawit dapat menggunakan bibit bersertifikasi untuk dapat mewujudkan sawit yang berkelanjutan dengan produksi yang maksimal. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Kantor APKASINDO, Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru. *** ------------------------------------------Rubrik Konsultasi ini dikelola oleh: Dr. Gulat ME Manurung, MP, C.IMA (Auditor ISPO) Dr. (Cn) Eko Jaya Siallagan, SP., M.Si (Auditor ISPO)


Edisi 23 Tahun 2022 ~ MAJALAH SAWIT

39