Majalah Sawit Edidi 22

Page 1



DAFTAR ISI

Fenomena Harga Sawit dan Pupuk

ANTARA TAWA DI SELA TANGIS

Hal. 05

Akselerasi Dekarbonisasi Kementerian BUMN Resmikan Tiga PTBg Limbah Sawit PTPN V Hal. 10

2022, Produksi Sawit Diprediksi Masih Menggairahkan

Hal. 12

PT ASA Perkenalkan Pupuk Ultra Agrotan Harga Pupuk Melonjak, Petani Temukan Solusi Hal. 20

peduli negeri Minamas Plantation Donasikan 20 Unit Ambulance dan Sembako Hal. 24

JOKO SUPRIYONO:

Sawit Bakal Jadi Primadona Global Hal. 16

PT Karya Tanah Subur Salurkan Beasiswa Prestasi

Hal. 27

Ketum DPP Apkasindo: Kami Siap Dukung DBH Sawit

Hal. 28

PT Letawa Wakili AAL di Ajang AFC Astra Internasional

Hal. 32

Jatmiko: Membantu Petani Membantu Negeri

Hal. 34

Pendiri: Alm. Djoko Suud Sukahar Pimpinan Redaksi/Penanggungjawab: H. Syafei Pimpinan Perusahaan: Herlina, S.Sos Dewan Redaksi: Herlina, S.Sos, S.Kom.I, Eli Suwanti, Bayu Derriansyah Putra, Ian Tanjung Cover/Desain: Makmur HM Sirkulasi: Hendra Gunawan IT Support: Afandi Alamat Kantor: Jl. Cempedak 1 No. 5 Kota Pekanbaru, Riau | Info Iklan: 0812 7698 0551 / WA: 0811 754 1174 E-mail: sawitpluss2019@gmail.com | Website: www.sawitplus.co | No. Rek. Mandiri: 108-00-2018999-0 a/n PT. Media Sawit Indonesia

Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

03


EDITORIAL

Supaya Kenaikan Harga Sawit Tak Sia-Sia Bahwa harga sawit naik, ya memang betul. Tentu saja ini mestinya jadi momen yang menggembirakan setelah tahun-tahun yang panjang harga tak banyak berubah. Namun kenaikan harga sawit ternyata bisa tak punya pengaruh bagi peningkatan pendapatan petani sawit itu sendiri. mencari solusi dengan membuat pupuk organik ramah lingkungan dengan biaya yang lebih terjangkau. Dengan menerapkan konsep organik lengkap yang pengaplikasiannya lebih mudah dengan biaya yang lebih terjangkau. Bekerjasama dengan Universitas Padjajaran Bandung hingga Universitas Riau.

Dari hitungan pihak Asosi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), kenaikan harga TBS bulan Mei sampai Agustus 2021 sangat tidak berarti bagi Petani Sawit, sekalipun harga TBS naik secara signifikan. Rino Afrino, Sekjen DPP APKASINDO, menjelaskan bahwa laporan dari petani sawit APKASINDO di 22 provinsi. Kenaikan harga pupuk ini merata baik NPK dan tunggal. Di mana setiap kenaikan harga TBS Rp.100/Kg, maka kenaikan itu akan diikuti oleh naiknya harga pupuk sebesar Rp75/Kg. Selama Juli dan Agustus di Riau, kenaikan harga TBS rerata Rp300-Rp400/Kg, artinya kenaikan itu hanya menyisakan Rp75/kg ke Petani. kenaikan harga pupuk ini merata di di 22 provinsi sentra sawit di mana APKASINDO berada. Sampai-sampai Rino mengaku paling miris melihat petani sawit di Provinsi lain yang rerata harga TBS nya lebih rendah 20%-30% dari Riau, Sumut, Sumbar dan Kalbar. Seperti di Sulawesi Selatan dan Banten, di mana kenaikan harga pupuk di sana bisa kebalikan dari Riau. Artinya setiap kenaikan harga TBS Rp100/Kg, maka kenaikan tersebut akan terserap oleh harga pupuk sebesar Rp125/Kg. Petani jadi tekor. Oke, sampai di sini semoga jelas bahwa kenaikan harga itu jadi nol saja artinya. Bahkan Ketua Umum APKASINDO Gulat Manurung misalnya terang-terngan bilang pemerintah menganaktirikan petani sawit. Mengapa? Sebab para petani sawit tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi. Petani sawit meminta pemerintah untuk segera mencari tahu penyebab kenaikan

04

Seiring dengan banyak permintaan pupuk yang harganya terjangkau dibanding pupuk kimia yagn kini relatif mahal penggagas pertama Ir Karo-Karo kemudian membuat perusahaan khusus untuk memproduksi pupuk organik ini. Namanya PT Agro Subur Anugerah (ASA). PT ASA resmi memperkenalkan pupuk organik Ultra Agrotan dengan membangun pabrik yang berlokasi di Desa Sekijang, Kec Tapung Hilir, Kampar.

HELFIZON ASSYAFEI Kolomnis dan Pengamat Sosial. Tinggal di Pekanbaru.

harga pupuk dan meminta pabrik pupuk pelat merah jangan ikut-ikutan menaikkan harga. Harusnya, kata Gulat, PT Pupuk Indonesia (Persero) atau Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) menjadi kontrol terhadap harga pupuk di dalam negeri, bukan sebaliknya malah ikut-ikutan menaikkan harga. Sampai di sini kita memahami bahwa persoalan ini belum ada titik temunya. Bahasa lainya buntu. Tak ada solusi. Untunglah kemudian muncul inisiatif petani dari Riau. Tepatnya di Sekijang Kecamatan Tapung Kampar Riau. Di akhir tahun 2016 sekelompok petani

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021

Saya lega membaca perkembangan ini. Sebab dengan temuan ini bisa diharapkan kenaikan harga sawit tidak jadi sia-sia. Mestinya solusi cerdas begini harusnya kan muncul dari pemerintah mengatasi persoalan di lapangan. Syukurlah pihak swasta yang akhirnya dapat jalan keluarnya. Harapan saya temuan ini mestinya didukung penuh oleh pemerintah dengan memproduksi secara nasional sehingga persoalan tingginya harga pupuk yang dirasakan para petani sawit bisa teratasi. Pertanyaannya mau dan bisakah? Jawabanya bisa kecuali tidak mau. Apalagi bila itu malah jadi saingan industri pupuk kimia yang bisa terancam dengan keberadaan pupuk organik ini. Bisa saja tidak cukup karena tanpa mau, bisa hanya berhenti di konsep. Ah sayang sekali. (*)


LAPORAN UTAMA

Bagi Zarkas (55) kenaikan harga sawit telah membuat taraf ekonominya jauh berubah sudah. Sebagai pensiunan dari sebuah perusahaan kini hidupnya lebih dari cukup. Kendaraan roda empat sudah lebih dari satu di rumahnya. Anak-anaknya pun sudah bersekolah tinggi hingga ke pulau Jawa. Laporan: Helfizon Assyafei

Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

05


LAPORAN UTAMA kelabakan karena biaya operasional tentu jadi naik pula. Jadi kalau harga pupuk ini tak terkendali bisa-bisa biaya lebih besar dari hasil,” ujarnya prihatin. Menurutnya kenaikan harga sawit itu ibarat tawa yang belum selesai tiba-tiba tangis datang karena harga pupuk melonjak.

Harga Pupuk Non Subsidi Melonjak Soal kenaikan harga ini bukan saja dirasakan oleh Zarkas namun juga para petani sawit lainnya di nusantara. Para petani sawit mengeluhkan harga pupuk non subsidi yang melonjak tinggi dalam delapan bulan terakhir. Harga pupuk baik tunggal maupun pupuk majemuk naik antara 70%-120%. Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Dr Gulat Manurung mengungkapkan petani sawit dikatakan penyelamat ekonomi dan pahlawan devisa. Di saat harga tandan buah segar (TBS) sawit tinggi, petani tidak dapat menikmati dan melanjutkan rencana peningkatan produktivitas. Sebab, harga pupuk naik sangat tinggi melebihi kenaikan harga TBS sawit.

“Alhamdulillah rezeki lewat usaha tani sawit ini lumayanlah pak,” ujar petani sawit asal Kampar ini saat berbincang ringan dengan Sawitplus belum lama ini. Meski demikan menurutnya kenaikan harga sawit ini tidak lama bisa dinikmati para petani karena harga pupuk pun ikut meroket. “Ya harga pupuk non subsidi ini memang naik hingga 70 persen pak, kami jadi

06

“Akan tetapi, di saat yang bersamaan kami diobok-obok semuanya oleh pelaku produsen pupuk,” ujar Gulat Manurung dalam webinar Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) bertema “Perbaikan Tata Kelola Pupuk: Realitas dan Fakta”, Jumat (29/10). Menurut Gulat, para petani sawit selama ini tidak pernah “bermanja” ke pemerintah dengan pupuk subsidi. Di mana para petani sawit tidak menuntut jatah pupuk bersubsidi dan kami memaklumi perha-

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021

Saya sebagai Ketua (Apkasindo) sudah kehabisan kata-kata untuk menahan amarah petani sawit dari 145 kabupaten/ kota se-Indonesia. Semua bermula melihat fakta harga pupuk non subsidi meroket tajam hingga 160%. GULAT ME. MANURUNG Ketua Umum DPP Apkasindo

tian pemerintah untuk Pupuk bersubsidi dominan dialokasikan kepada para petani yang menanam tanaman pangan dan hortikultura, tapi kami mohon keadilan dan perlindungan harga pupuk saat ini. “Saya sebagai Ketua (Apkasindo) sudah kehabisan kata-kata untuk menahan amarah petani sawit dari 145 kabupaten/ kota se-Indonesia. Semua bermula


LAPORAN UTAMA

melihat fakta harga pupuk non subsidi meroket tajam hingga 160%,” kata Gulat. Ia mempertanyakan kenaikan harga pupuk yang mengikuti kenaikan harga TBS sawit. Petani sawit meminta pemerintah untuk segera mencari tahu penyebab kenaikan harga pupuk dan meminta pabrik pupuk pelat merah jangan ikut-ikutan menaikkan harga membabi buta. Harusnya, kata Gulat, PT Pupuk Indonesia (Persero) atau Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) menjadi kontrol terhadap harga pupuk di dalam negeri, bukan sebaliknya malah ikut-ikutan bahkan terdepan menaikkan harga. “Kami (petani sawit) tidak pernah menuntut (mendapatkan) pupuk subsidi. Kami hanya minta pemerintah serius dan fokus mengontrol harga pupuk non subsidi,” terang dia. Gulat mengatakan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terancam gagal karena anggaran biaya PSR sudah berantakan akibat kenaikan harga pupuk. Sebagai contoh dalam anggaran PSR pupuk urea telah ditetapkan Rp4.500/kg. Namun sekarang sudah mencapai di atas Rp6.000/kg.

(kejadian luar biasa). Ironisnya, di saat yang bersamaan kementerian terkait (Kementerian BUMN dan Kementan) semua terkesan tiarap. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa arga pupuk dipengaruhi tiga faktor utama yakni nilai tukar rupiah terhadap dolar, transportasi dan bahan dasar pupuk tersebut. Menurut pengamatan Gulat, ketiga faktor tersebut dalam keadaan normal, kecuali bahan baku yang sedikit naik. Namun hal ini idealnya tidak mengakibatkan harga naik signifikan. “Kami berharap Komisi IV DPR bisa segera memanggil kementerian terkait untuk mengevaluasinya. Ini sudah KLB” ujar dia. Harga pokok produksi (HPP) TBS petani sewaktu harga pupuk masih normal sebesar Rp794 per kg. “Namun HPP kami sekarang Rp1.350 per kg karena 58%

pengeluaran untuk biaya pupuk,” kata Gulat. Alhasil pendapatan petani sawit sekarang hanya Rp815.000/ha/bulan dari sebelumnya Rp1,1 juta/ha/bulan. “Harga TBS sawit Rp3.000 per kg, tapi kami turun pendapatan,” katanya. Hal ini diakui oleh Sekjen DPP APKASINDO Rino Afrino. Rino menjelaskan bahwa laporan dari petani sawit APKASINDO di 22 provinsi. Kenaikan harga pupuk ini menurutnya merata baik NPK dan tunggal. Kalau harga pupuk tidak terkendali, biaya produksi dipastikan semakin tak terkendali juga. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kenaikan ini terjadi untuk harga pupuk hampir disemua loco gudang produsen pupuk. Contohnya, harga pupuk NPK Pelangi Pupuk Kaltim naik 72% dari Rp5.5490/ kg menjadi Rp7500/kg. Begitupula pupuk

Dikatakan Gulat, selama ini petani sawit sudah sangat tertekan dengan adanya kebun sawit petani yang berada di kawasan hutan. Namun sekarang para petani sawit tambah lagi persoalan yakni membubungnya harga pupuk. Melambungnya harga pupuk ini sudah KLB Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

07


LAPORAN UTAMA

NPK Mahkota Wilmar naik sekitar 69% dari Rp5.400/kg menjadi Rp7790/kg. “Ya ini tentu saja di sisi lain membuat biaya operasional jadi naik berlipat sehingga untung petani semakin tipis dan bahkan bisa saja rugi,” ujarnya . Rino mengatakan dari laporan petani Sumut, harga pupuk NPK naik menjadi Rp11.000/kg. Di Mukomuko, Bengkulu, harga KCl semula tertinggi Rp 280 ribu per sak, sekarang sudah mencapai Rp490 ribu per sak dan pupuk urea sudah mencapai Rp390 ribu per sak. Sementara itu di Kalimantan Selatan, harga pupuk NPK formula 15-15-15 juga naik antara Rp7.500-Rp8.500/kg. Rino menjelaskan kenaikan harga pupuk ini

08

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021

Kami petani sawit tidak cengeng, tapi kalau sudah seperti ini kenaikan harga pupuk, secara hitungan teori apapun pasti gak masuk akal. Harusnya produsen pupuk plat merah (BUMN) tidak ikut-ikutan mengambil untung berlebih, harusnya menjadi benteng penyeimbang harga. RINO AFRINO Sekjen DPP Apkasindo

cukup berat bagi petani. Kalaupun harus naik idealnya 10-15% masih bisa kami maklumi. Apalagi trendnya mulai bulan Februari 2021, cenderung naik setiap bulan dan tidak terkendali. Rino juga menyampaikan bahwa terkait persoalan tersebut sudah dipertanyakan pihaknya ke beberapa Produsen Pupuk mitra APKASINDO. Seperti Wilmar/ Sentana (Pupuk Mahkota), Pupuk Kaltim dan Petrokimia. Semua mengatakan kenaikan harga dikarenakan naiknya harga bahan baku dari luar negeri. Pupuk kimia yang mereka produksi sekarang bahan bakunya sebagian besar berasal dari Impor. Dari hitungan pihak Apkasindo, kenaikan harga TBS bulan Mei sampai Agustus sangat tidak berarti bagi Petani Sawit, sekalipun harga TBS naik secara signifikan. Dimana setiap kenaikan harga TBS Rp.100/Kg, maka kenaikan itu akan di ikuti oleh naiknya harga pupuk sebesar Rp75/kg. Selama Juli dan Agustus di Riau, kenaikan harga TBS rerata Rp300-Rp400/ Kg, artinya kenaikan itu hanya menyisakan Rp.75/kg ke Petani. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kenaikan harga pupuk ini merata di di 22 provinsi sentra sawit di mana APKASINDO berada. “Jadi semua merasakannya. Kami paling miris melihat saudara-saudara kami di Provinsi lain yang rata-rata harga TBS nya lebih rendah 20%-30% dari Riau, Sumut, Sumbar dan Kalbar. Seperti di Sulawesi Selatan dan Banten, dimana


LAPORAN UTAMA kenaikan harga pupuk disana bisa kebalikan dari Riau. Artinya Setiap kenaikan harga TBS Rp100/kg, maka kenaikan tersebut akan terserap oleh harga pupuk sebesar Rp125/kg. Petani jadi tekor,” urai Rino. “Kami petani sawit tidak cengeng, tapi kalau sudah seperti ini kenaikan harga pupuk, secara hitungan teori apapun pasti gak masuk akal. Harusnya produsen pupuk plat merah (BUMN) tidak ikut-ikutan mengambil untung berlebih, harusnya menjadi benteng penyeimbang harga,” kata Rino. Rino mengatakan perusahaan pupuk plat merah malahan menyamakan dirinya dengan produsen pupuk swasta. Ini tidak sesuai dengan harapan Presiden Jokowi perihal percepatan pemulihan ekonomi nasional dampak pandemi covid ini. Tingginya harga TBS sebenarnya momentum bagi petani untuk meningkatkan produktivitas melalui pemupukan dan investasi bidang lain. “Kalau harga pupuk terus meroket. Ya, petani akan kesulitan untuk memupuk dan belanja sebagaimana keinginan Ibu Menkeu. Faktanya pada bulan Juli dan Agustus NTP Petani sawit menurun hampir diseluruh Provinsi Apkasindo akibat meroketnya harga pupuk,” ungkap Rino yang baru menempuh Pendidikan Doktoral Ilmuingkungan di Universitas Riau. Rino meminta pemerintah dan Komisi IV DPR RI dapat segera turun tangan untuk membantu kendalikan harga pupuk non subdisi khususnya kepada petani sawit. Sebab, petani sawit tidak pernah berdoa mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi. Dalam arti, harus berjuang dengan ongkos biaya produksi sendiri untuk memperoleh pupuk berkualitas bagus. Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Gunawan mengatakan, pemerintah berkomitmen menjaga stok dan keterjangkauan harga pupuk baik subsidi maupun non subsidi untuk meningkatkan produktivitas lahan petani. Sementara itu Prof Dr Almasdi Syahza, Ketua LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Universitas Riau menjelaskan bahwa pupuk (variable cost)

berkontribusi 60% bagi komponen biaya produksi sawit. Kalau terus naik, keuntungan petani semakin terpangkas bahkan mengarah minus. Saat ini harga TBS sawit sedang tinggi, kondisi ini merangsang petani untuk memupuk. Apabila petani enggan memupuk karena harganya sudah mahal. Imbasnya hasil panen kebun petani bisa turun dalam satu tahun ke depan. “Dari informasi kami kumpulkan, kenaikan harga pupuk ini sudah dari produsennya, jadi bukan permainan distributor. Alasan produsen atas kenaikan ini karena terjadi kenaikan harga bahan baku yang seba-

gian besar diimpor. Pertanyaan kami, bahan baku apa yang naik, apakah semua bahan baku pupuk itu di impor?” tanya Almasdi. Faktanya tidak semua bahan baku pupuk diimpor. Lalu mengapa kenaikannya diatas ambang normal? Almasdi mengatakan lalu seperti apa nasib petani tanaman pangan dan hortikultura yang kenaikan harga produksinya tidak setinggi kelapa sawit. Karena, secara makro kenaikan harga pupuk akan mempengaruhi NTP Petani dan tentu ini berdampak negatif terhadap multiplier effect kelapa sawit. (elf)

Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

09


Akselerasi Dekarbonisasi

Kementerian BUMN Resmikan Tiga PTBg Limbah Sawit PTPN V Wakil Menteri I Badan Usaha Milik Negara Pahala Nugraha Mansury meresmikan tiga pembangkit tenaga biogas milik anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III (Persero), PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V). Peresmian itu merupakan bagian dari upaya mendukung komitmen Indonesia dalam penanganan perubahan iklim yang disampaikan Presiden Jokowi pada World Leader Summit COP26 di Glasgow, Skotlandia, beberapa waktu lalu. Ketiga pembangkit tenaga biogas (PTBg) yang diresmikan tersebut adalah PTBg Sungai Pagar dan PTBg Sei Tapung yang berlokasi di Kabupaten Kampar serta PTBg Lubuk Dalam di Kabupaten Siak, Riau. Wakil Menteri I BUMN Pahala Nugraha Mansury bersama Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional Dr Mego Pinandito didampingi Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) Mohammad Abdul Ghani, Direktur SDM

10

dan IT PTPN III (Persero) Seger Budiarjo, dan CEO PTPN V Jatmiko Santosa meresmikan langsung ketiga PTBg yang memanfaatkan teknologi mutakhir tersebut. “Saya ucapkan selamat kepada PTPN V atas kerja kerasnya melakukan transformasi dan sinergi bersama BRIN yang telah membangun PTBg,” kata Pahala di Kabupaten Kampar, Senin (29/11/2021). Dia mengatakan bahwa PTPN V sebagai anak perusahaan yang memiliki pertumbuhan kinerja dan produksi tinggi di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara, perusahaan plat merah yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau ini juga terus mewujudkan transformasi dan inovasi, salah satunya melalui pembangunan ketiga PTBg tersebut.

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021

Dengan diresmikannya ketiga PTBg, PTPN V sendiri tercatat sebagai perusahaan perkebunan milik negara terbesar yang mengelola pembangkit biogas se lingkungan holding Perkebunan Nusantara dengan memanfaatkan gas metana dari limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME). Keberadaan PTBg ini, lanjut dia, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam melaksanakan dekarbonisasi menuju Indonesia Net Zero Emissions pada 2060 mendatang. “Ini memang tidak mudah, tapi kita terus berupaya. PTPN Grup sudah berkomitmen untuk mengurangi emisi 29 persen pada tahun 2030. Termasuk mengubah energi yang digunakan. Hari ini yang kita saksikan di mana biogas mengganti energi yang digunakan selama ini. Terima kasih kepada BRIN yang aktif mewujudkan dekarbonisasi bersama PTPN,” urainya. Sementara itu, Direktur Utama PTPN III (Persero)


Mohammad Abdul Ghani mengatakan bahwa PTBg yang terpasang di PKS Sei Pagar PTPN V ini merupakan model yang efesien karena memanfaatkan reaktor. Keberadaan PTBg ini, lanjut Ghani, selain memberikan dampak efesiensi bagi perusahaan, juga memberikan keuntungan insentif harga produk premium. “Tahun ini kita dapat insentif dari sertifikasi ISCC hampir Rp150 miliar, dengan Rp40 miliar dari PTPN V. Keberadaan PTBg PTPN V yang sebagian hasilkan listrik dan sebagian lain menghasilkan gas untuk bahan bakar boiler sangat bermanfaat. Program ini akan senantiasa kita teruskan,” tuturnya. Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional Dr Mego Pinandito mengatakan bahwa program PTBg yang dilakukan PTPN V bersama BRIN merupakan terobosan konteks teknologi dalam isu lingkungan. Lebih luas, dia berharap keberadaan yang memanfaatkan limbah menjadi energi listrik maupun gas dapat membantu menggerakkan sirkular ekonomi dan menekan pencemaran tanah maupun udara. “Meningkatkan pembangunan ekonomi lebih hijau. Kita ingin waste itu jadi nol atau zero waste dalam konteks riset dan inovasi menuju Indonesia maju 2045 BRIN akan berperan penting dalam pemanfaatan teknologi dan riset lebih kuat,” paparnya.

“Sejalan dengan grand strategy perusahaan untuk menghasilkan produk ‘sustainable plus palm oil’ yang mulai diimplementasikan sejak 2019, upaya dekarbonisasi menjadi salah satu program yang terus kita akselerasi,” katanya.

gunaan bahan bakar fosil hingga Rp5,8 miliar pertahun, PLTBg tersebut juga turut menekan angka ambang batas rumah kaca mencapai 358,18 CO2eq atau jauh di bawah standar angka yang biasanya dimintakan oleh pembeli minyak sawit di 1.000 CO2eq.

PTPN V kini menjadi perusahaan perkebunan milik negara terbesar yang memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) melalui pengelolaan pengelolaan limbah cair atau palm oil mill effluent atau POME. Hingga kini, tercatat lima dari 12 pabrik kelapa sawit (PKS) PTPN V telah memiliki pembangkit biogas. Dan diharapkan pada awal tahun depan dapat bertambah satu melalui operasional Biogas Co-firing di Rokan Hulu.

Selanjutnya pembangkit kedua ada di PKS Terantam berkapasitas 0,7 MW hasil kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang saat ini berada di bawah BRIN. Keberadaan PLTBg Terantam menekan biaya produksi hingga Rp2,4 miliar pertahun. Selain itu, PLTBg Terantam juga berkontribusi menekan angka gas rumah kaca sebesar 352,45 CO2Eq.

Perusahaan negara yang memproduksi crude palm oil, palm kernel oil, dan palm kernel meal itu mulai membangun pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) pertama di unit kebun PKS Tandun, Rokan Hulu, Provinsi Riau. Pembangkit pertama di PTPN Grup tersebut mengkonversi limbah cair sawit atau palm oil mill effluent (POME) menjadi listrik berkapasitas 1,6 MW. Selain menghemat biaya peng-

“Pada fasilitas PLTBG Terantam ini pula, telah dibangun pilot project Bio-methane Compressed Natural Gas/Bio-CNG yang mampu memurnikan methane sehingga hasilnya cocok untuk kendaraan ataupun gas rumah tangga,” tutur Jatmiko. “Ini adalah salah satu bentuk komitmen kita untuk terus mendukung program pemerintah menuju net zero emissions,” ujar Jatmiko. (lin)

Melengkapi Mego, Chief Executive Officer PTPN V Jatmiko Santosa mengatakan pembangunan PTBg tersebut sejalan dengan program reduksi emisi perusahaan, untuk mengurangi potensi gas rumah kaca dalam satu siklus budidaya perkebunan mulai dari pengambilan raw material, proses produksi, hingga pengelolaan limbah. Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

11


LAPORAN KHUSUS

2022, Produksi Sawit Diprediksi

MASIH MENGGAIRAHKAN

Harga minyak sawit mentah (CPO) yang rata-rata berada di atas USD 1.000 per ton sepanjang tahun ini, berpotensi terkoreksi tahun depan. Ini karena kondisi global yang membaik pasca pademi sehingga produksi TBS (tandan buah segar) sawit di Indonesia dan Malaysia akan stabil. Hal ini terungkap pada acara Indonesian Palm Oil Conference (IPOC 2021) virtual bertema: Role of Palm Oil Industry toward Sustained Economy Recovery (2/12). Dorab Mistry, analis komoditas Godrej International Limited, mengatakan operasional perkebunan sawit di Malaysia akan mulai normal tahun depan. Masalah kekurangan tenaga kerja yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 akan teratasi pada awal tahun 2022. Dengan kondisi tersebut, produksi CPO Malaysia diperdiksi meningkat dari 18 juta ton pada tahun 2021 menjadi 19 juta ton pada tahun 2022.

DORAB MISTRY

“Akan tetapi, efek tenaga kerja terhadap produksi baru akan terasa pada kuartal dua tahun 2022,” ungkapnya. Dorab memprediksi produksi CPO Indonesia juga mengalami kenaikan 1 juta ton pada 2022. Dari sisi permintaan, terjadi peningkatan

12

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021


LAPORAN KHUSUS

permintaan tehadap energi. Permintaan terhadap energi naik pada 20/21 sebanyak 2 juta ton. “Permintaan terhadap energi akan terus mengalami kenaikan 2 juta ton pada tahun 21/22,” ungkap Dorab. Menurutnya, penggerak utama pertumbuhan energi ada biodiesel. Permintaan terhadap minyak nabati untuk makanan juga naik tiga juta ton setiap tahun. Pada saat pandemi, permintaan tersebut turun dua juta ton. akan tetapi, permintaan mengalami peningkatan dua juta ton pada saat ini. Sejalan dengan Dorab, CEO Oil World Thomas Milke, memprediksi produksi CPO Indonesia mengalami penimgkatan sebebsar 1,7-1,9 juta ton di tahun 2022. Akan tetapi, menurut Milke, produksi tersebut tidak mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018. Dengan kata lain, pertumbuhan produksi CPO mengalami stagnasi selama 2 tahun.

tetapi permintaan terhadap minyak nabati kembali pulih pada tahun 2021/2022. “Hal ini terjadi karena permintaan terhadap minyak nabati lebih kuat dibanding yang diperkirakan. Sedangkan produksi minyak nabati dalam negeri tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan.” Selain melihat kondisi ekonomi dunia, James memprediksi harga CPO dengan menganalisa data Oceanic Nino Index (ONI). Fry melihat adanya kemiripan antara grafik ONI dengan grafik perubahan produksi CPO Indonesia. Menurut analisis dia, peningkatan grafik ONI berkorelasi positif dengan pertumbuhan produksi CPO. Dari hasil plotting pertumbuhan CPO di

Indonesia dan Malaysia dari tahun ke tahun dan perubahan kumulatif pada produksi sejak akhir 2019 dan awal pandemi pada 2020, James menyimpulkan diperlukan 12 bulan lagi sebelum produksi minyak sawit Asia Tenggara dapat melampaui produksinya di akhir tahun 2019. Dorab memprediksi Indonesia dan Malaysia tidak mengalami perkembangan produksi minyak kelapa sawit. Togar Sitanggang, Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) harga CPO masih akan tinggi sampai dengan semester 1 Tahun 2022. Togar memprediksi, harga CPO berkisar USD 1.000 – 1.250 per ton sepanjang tahun 2022. (*)

Selain CPO, produksi minyak nabati lainnya juga diperdiksi meningkat. Pada tahun 2022, produksi minyak nabati dunia naik 25 juta ton dengan mencatatkan rekor sebesar 611 juta ton. Sementara itu James Fry dari LMC International mengatakan, pandemi Covid-19 yang menghantam China dan India sejak 2020 mengakibatkan penurunan permintaan minyak nabati. Akan

Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

13


LAPORAN KHUSUS petani sawit mandiri tersebut. Hal ini karena sebagian besar perkebunan kelapa sawit dimiliki oleh petani mandiri yang lahannya terbatas dan produktivitasnya lebih rendah dibandingkan perusahaan swasta sawit besar. "Ini tugas BPDPKS untuk membantu petani mandiri dari sisi replanting dan produktivitas sawit per hektarnya sehingga bisa meningkat kesejahteraan petani sawit," kata Menkeu.

Hilirisasi Penting untuk Tingkatkan

Pendapatan Negara

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan hilirasi sawit yang didengungkan Presiden Jokowi sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah ekspor mengingat komoditas ini menjadi andalan ekspor Indonesia. “Semakin hilir meningkat, nilai tambahnya semakin besar sehingga jika diekspor pastinya mendatangkan devisa yang lebih besar yang bisa dipergunakan bagi kesejahteraan Indonesia,” kata Sri Mulyani dalam 17th Indonesian Palm Oil Conference and 2022 Price Outlook di Jakarta, Rabu 1 Desember 2021. Sri Mulyani menilai, komoditas sawit memiliki potensi yang sangat besar sebagai bahan baku industri dan diolah untuk menjadi produk-produk industri. “Hanya saja, hilirisasi produk kelapa sawit Indonesia belum terkembang. Karena itu, Presiden meminta fokus kebijakan pemerintah pada sektor ini adalah mengembangkan nilai tambah dari produk kelapa sawit melalui hilirisasi.” Selain meningkatkan pendapatan negara, Sri Mulyani mengatakan, hilirisasi pastinya meningkatkan kesejahteraan petani sawit dan pelaku sektor perkebunan kelapa sawit lain. Menurut Menkeu, sawit punya peran penting tidak hanya bagi perekonomian tapi juga pada

14

kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan catatannya, jumlah tenaga kerja yang terlibat langsung dalam sektor perkebunan ini sebagai petani sebanyak 4,2 juta orang. Sedangkan, sebanyak 12 juta tenaga kerja terlibat secara tidak langsung dengan produk kelapa sawit. Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani meminta Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk mendorong peningkatan produktivitas

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021

Ia mengungkapkan sumbangan devisa dari sektor ini sebanyak US$21,4 miliar, atau lebih dari 14 persen dari total penerimaan devisa ekspor non migas. "Kami juga menggunakan sawit untuk mengatasi ketergantungan pada impor minyak melalui program biodiesel," kata Sri Mulyani. (rls)


LAPORAN KHUSUS dengan rincian, perkebunan sawit rakyat sebesar 41%, perkebunan besar negara sebesar 6%, dan perkebunan besar swasta nasional sebesar 53%.Airlangga juga menegaskan bahwa program peremajaan sawit rakyat (PSR) menjadi krusial sebagai upaya peningkatan produktivitas dan penguatan sumber daya manusia, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Senada dengan Erlangga, ketua umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono yakin tahun depan, industri sawit akan terus memberikan kontribusi besar bagi terutama dalam pemulihan ekonomi berkelanjutan. “Kami yakin di tahun mendatang, industri kelala sawit akan tetap menjadi kontributor besar bagi neraca perdagangan Indonesia,” tegas Joko. Menurutnya, permintaan kelapa sawit akan terus meningkat, terutama pada saat krisis energi di sejumlah negara diantaranya China dan Inggris.

Sawit Bantu Ekonomi

di Tengah Pandemi M

enteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, para pemangku kepentingan di sektor kelapa sawit punya peran besar dalam membantu perekonomian masyarakat. Selama pandemi covid-19, industri kelapa sawit mampu berkontribusi terhadap kegiatan ekonomi masyarakat dan negara sehingga perekonomian Indonesia kini masih menunjukkan perkembangan positif. Selain menghasilkan devisa yang signifikan, Industri kelapa sawit juga berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja baik langsung maupun tidak langsung. “Bahkan, sektor ini mampu mempertahankan 16,2 juta tenaga kerja yang tergantung didalamnya ditengah pandemi yang telah berlangsung selama hampir dua tahun,” kata Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan dalam pembukaan dalam 17th Indonesian Palm Oil Conference and 2022 Price Outlook, Rabu 1 Desember 2021. Menurut Menko, pemerintahan Jokowi memiliki visi agar industri sawit Indonesia dapat menjadi produsen sawit terkemuka dengan mendorong hilirisasi atau pengembangan produk turunannya. Dengan luasan lahan 10% dari total lahan

global untuk minyak nabati, Airlangga memperkirakan Indonesia mampu menjadi negara produsen kelapa sawit terbesar dan menguasai sebagian pangsa pasar minyak sawit dunia. Dibandingkan dengan minyak nabati lain seperti biji bunga matahari, sawit lebih kompetitif. Selain luasannya lahannya tidak sebesar perkebunan biji bunga Matahari, produktivitas yang dihasilkan perkebunan sawit di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan minyak nabati lainnya. “Industri kelapa sawit juga punya kontribusi pada ekspor nasional sebesar 15,6% dari total ekspor di tahun 2020. Nilai tersebut menjadi salah satu penyumbang devisa yang secara konsisten terus meningkat meskipun di masa pandemi,” kata Airlangga.

“Terjadinya krisis energi di beberapa negara saat ini, membuka peluang bagu energi tetbarukan seperti berbasis kelapa sawit seperti biodiesel akan menjadi solusi sekaligus alternatif yang berkelanjutan” tegas Joko. (rls)

Hingga kini, luasan tutupan kelapa sawit nasional yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 2019 teridentifikasi sebesar 16,38 juta hektar Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

15


LAPORAN KHUSUS

Joko Supriyono:

Sawit Bakal Jadi Primadona Global Energi terbarukan berbasis minyak sawit dapat membantu mengatasi krisis energi yang dihadapi banyak negara. “Dengan krisis energi yang sekarang terjadi di beberapa belahan dunia, energi terbarukan berbasis kelapa sawit akan menjadi solusi atau alternatif. Ini akan menjadikan kelapa sawit

menjadi sebagai industri yang signifikan dalam di sektor energi terbarukan,” kata Ketua Umum Gapki Joko Supriyono 17th Indonesian Palm Oil Conference and 2022 Price Outlook, Rabu 1 Desember 2021. Menurut Joko Supriyono, tahun 2021 merupakan tahun yang luar biasa bagi industri kelapa sawit. Harga rata-rata minyak sawit mentah (CPO) telah melampaui $1.000 per metrik ton sepanjang tahun. Saat negara-negara lain menuju pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, minyak sawit mampu melesat dan mencatat peningkatan permintaan. “Permintaan minyak sawit

16

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021


LAPORAN KHUSUS

diperkirakan akan terus meningkat, terutama pada saat krisis energi di sejumlah negara,” kata Joko. Joko Supriyono menyakini, biodiesel akan menjadi alternatif untuk mengatasi krisis energi ini. “Pertanyaannya, apakah harga ini akan berlanjut pada 2022, kita optimistis hal itu akan terjadi” kata Joko. Menurut Joko, saat ini, persoalan pasokan kekurangan energi yang melanda ekonomi utama di seluruh dunia, termasuk Inggris dan China. Bloomberg sebelumnya melaporkan selama akhir pekan bahwa musim dingin dapat memperburuk krisis energi di Eropa.

dunia di beberapa negara tujuan utama ekspor. Kemudian, supply dan demand minyak nabati dunia, tren pasar global dan juga proyeksi harga minyak sawit untuk tahun depan. Selain outlook harga tahun depan, sejalan dengan fokus pemerintah untuk melakukan pemulihan ekonomi pascapandemi, IPOC 2021 ini juga membahas peran

industri sawit dalam upaya pemulihan ekonomi. Mona Surya mengatakan sebagai negara produsen utama kelapa sawit dunia, kenaikan harga CPO tentu memberikan dampak positif pada peningkatan pendapatan petani serta menjaga neraca perdagangan Indonesia tetap positif di tengah pandemi Covid-19. (lin)

Sebelumnya. Ketua Panitia IPOC 2021 Mona Surya mengatakan, tahun 2021 ini merupakan tahun keemasan industri sawit karena harga CPO global mencapai puncak tertinggi dalam sejarah. Sepanjang 2021, harga rata-rata CPO di atas US$1.000 per metrik ton bahkan mencapai puncak tertinggi US$1.390 per metrik ton pada Oktober lalu. Bagaimana prospek harga CPO pada tahun depan akan menjadi salah satu topik yang akan dibahas dalam konferensi tahunan ini. Mona Surya mengatakan konferensi ini membahas peluang pasar minyak sawit

Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

17


Asian Agri Fasilitasi Sarana Air Bersih Program Corporate Social Responsibility (CSR) Asian Agri, perusahaan perkebunan kelapa sawit Group Royal Golden Eagle (RGE), sentuh sarana rumah ibadah masjid. Asian Agri membangunkan sarana air bersih untuk Masjid Babul Jannah Kelurahan Peranap, Kecamatan Peranap. Tak hanya itu, bak penampung air juga disiapkan Asian Agri. "CSR Asian Agri menyentuh berbagai sektor yang bersentuhan langsung ke masyarakat. Kali ini, Asian Agri melalui PT RAU mengalokasikan CSR-nya penyediaan instalasi air bersih berupa pembangunan sumur bor bagi Masjid Babul Janah," ungkap Friendky Rumahorbo, GM PT RAU. Pengerjaan Sumur Bor yang lengkap dengan penampungan bak air telah dilakukan pada 19 November 2021, disaksikan Humas KPN Doni Zendrato, Koordinator CSR Eko Budi C, Ketua BKM Iskhariyanto beserta pengurus dan

18

Lurah Peranap, Syafril. "Perusahaan selalu berkomitmen untuk berperan dalam pembangunan yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Kami berharap keberadaan sumur bor ini dapat bermanfaat untuk jamaah dan juga bagi warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan air bersih seharihari," sebut GM PT RAU. Doni Zendrato, Humas PT RAU menambahkan, sumur bor ini dibangun oleh Asian Agri sesuai kebutùhan masyarakat. "Bantuan ini merupakan salah satu dari bermacam program CSR yang telah diberikan perusahaan ke masyarakat," ucapnya. Syafril, Lurah Peranap, mengucapkan

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021


terima kasih kepada Asian Agri, PT RAU yang telah memberikan bantuan sarana air bersih lengkap untuk masyarakat Kelurahan Peranap. Sebelumnya, kami menjumpai Humas perusahaan untuk berdiskusi tentang kebutuhan air bersih. "Permintaan kami langsung ditanggapi positif oleh perusahaan dan ditinjau di lokasi. Alhamdulillah kebutuhan ini diwujudkan," ungkapnya.

yang menjalankan ibadah di masjid ini," cetusnya.

lillah kini kami memiliki air bersih dan bening," sebutnya.

Zulaikha (37) mewakili jamaah masjid sekaligus warga Kelurahan Peranap merasa gembira dengan adanya sumur bor ini. "Kami sekarang memiliki air bersih berkat bantuan perusahaan. Dulu kami harus menempuh jarak yang jauh untuk mengambil air dan antri lagi. Alhamdu-

Warga berjanji akan selalu menjaga dan merawat sumur ini, supaya tetap dapat dimanfaatkan bersama-sama sampai waktu yang lama. "Semoga Asian Agri - PT Rigunas semakin maju dan sukses," tutupnya. (*)

Lurah membeberkan, keberadaan sumur di lingkungan ini cukup jauh dan hanya satu unit, sehingga warga harus menempuh jarak jauh untuk ambil air. "Warga harus mengantri untuk mendapatkan air bersih, apalagi saat musim kemarau tiba, pasti lebih susah lagi. Jadi, dengan adanya sumur ini akan dapat dimanfaatkan oleh semua orang. Selain untuk berwudhu saat akan beribadah juga, air bersih ini juga akan sangat dibutuhkan oleh kurang lebih 30 KK di sini," ungkapnya. Iskhariyanto, pengurus BKM Babul Janah menyebutkan, dengan adanya sumur ini, warga dipastikan tidak akan mengalami kesusahan lagi untuk berwudhu saat akan ibadah. "Semoga dengan adanya sarana ini, akan semakin banyak warga Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

19


PT ASA Perkenalkan Pupuk Ultra Agrotan

Harga Pupuk Melonjak, Petani Temukan Solusi Kenaikan harga sawit yang mestinya dinikmati petani sawit ternyata tak seperti yang diharapkan. Pasalnya harga pupuk ikut naik 70-120%. Akibatnya petani tidak merasakan manfaat langsung dari kenakan harga jual sawit karena biaya produksi tinggi. Di tengah keadaan itu muncul solusi dari petani sawit itu sendiri. Berawal dari diproduksinya pupuk organik ramah lingkungan yang digagas oleh petani sawit di Tapung Hilir Riau.

“Mulanya kami produksi terbatas untuk keperluan kebun kami saja. Lalu kami kembangkan dengan riset yang lebih serius dengan Universitas Padjajaran dan Universitas Riau ternyata hasilnya bagus sekali. Ini terbukti dari beberapa kebun lain yang memakai pupuk ini hasil kebunnya meningkat,” ujar Ir Karo-Karo kepada Sawitplus.co. Seiring dengan banyak permintaan pupuk yang harganya terjangkau dibanding pupuk kimia yagn kini relatif mahal Ir Karo-Karo kemudian membuat perusahaan khusus untuk memproduksi pupuk organik ini. Namanya PT Agro Subur Anugerah (ASA). PT ASA resmi memperkenalkan pupuk organik Ultra Agrotan di pabrik yang berlokasi di Desa Sekijang, Kec Tapung Hilir, Kampar, Rabu (1/12/2021). Syukuran dan pengenalan produk pupuk Ultra Agrotan PT ASA dihadiri Mayjen TNI (Purn) Erro Kusnara, S.IP dan Ir Kasta karo-karo selaku Pembina Perusahaan, Kadisbun, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kampar, Ir Syahrizal, MM, Camat Tapung Hilir, Hadinur Rahman, S.STP, Kades Sekijang, H Ahmad dan undangan lainnya. Mayjen TNI (Purn) Erro Kusnara, S.IP yang juga pembina Apkasindo mengatakan, dengan hadirnya pupuk Ultra Agrotan akan bisa membantu petani sawit yang membutukan pupuk untuk merawat dan mendapatkan hasil yang cukup bagus untuk kebunnya. “Kita ingin meningkatkan kapasitas pupuk organik ini untuk membantu dan

20

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021


memberikan solusi bagi petani di tengah harga pupuk yang cukup tinggi di pasaran saat ini. Ini bisa menjadi satu solusi bagi petani,” kata pembina perusahaan PT ASA ini. Sementara, H Achmad, Kades Sekijang mengatakan sangat mengapresiasi kehadiran perusahaan dan pabrik pupuk yang selama ini juga telah membantu dirinya dalam mengelola kebun sawitnya. “Saya sudah dua tahun menggunakan pupuk ultra agrotan ini, dengan luas kebun sekitar 6,5 hektare saat ini, dengan pupuk ini saya bisa menghasilkan sekitar 4 ton. Kami berharap harga pupuk yang dikelola pak santa (pembina perusahaan), tidak mengalami kenaikan dan tetap terjangkau hingga sangat membantu para petani,” katanya. Sementara itu, Silverius Daniel Siburian dari perwakilan PT ASA saat memaparkan sejarah singkat pupuk Ultra Agrotan mengatakan, berdasarkan dampak isu lingkungan yang terjadi selama tahun 2009-2015 lalu, menyebabkan harga tandan buah segar (TBS) menjadi anjlok hingga harga pupuk yang tidak stabil.

Unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman sudah tersedia dalam kandungan pupuk Ultra Agrotan ditambah pula terdapat bakteri-bakteri bersimbiosis pada akar tanaman dan ramah lingkungan. Sehingga kemampuan tanaman menyerap unsur tersebut lebih cepat diproses baik untuk pertumbuhan vegetative dan generatif.

Atas dasar inilah di akhir tahun 2016, PT Agro Subur Anugerah (ASA) berinisiatif mencari jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan pupuk yang lebih terjangkau di kalangan petani, dengan konsep organik lengkap yang pengaplikasiannya lebih mudah dengan biaya yang lebih terjangkau.

Pada awal 2017 memproduksi pupuk ini hanya untuk kebutuhan kalangan terbatas saja. Seiring berjalannya waktu di pertengahan tahun 2017, akhirnya mencoba untuk mempromosikan produk ini kepada sesama petani kelapa sawit di lingkungan terdekat.

“Ternyata respon rekan-rekan sesama petani sangat baik, sehingga kami memberanikan diri untuk meningkatkan skala produksi dengan kapasitas skala menengah 15 ton perhari untuk menjangkau petani yang lebih luas lagi. Pada tahun 2017 akhir kami memutuskan untuk memindahkan lokasi pengolahan yang semula berlokasi di pekanbaru dipindahkan ketempat yang sekarang ini kita saksikan bersamasama. Pada awal tahun 2019, kami pun mengurus izin Deptan, SK, dan juga Surat Izin Edar secara lengkap, agar produk ini lebih resmi dikalangan penggusaha sawit,” ungkap Silverius Daniel Siburian. (elf)

Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

21


PARLEMENTARIA

Paripurna Istimewa HUT Kabupaten Pelalawan Ke-22

DPRD AJAK SELURUH KOMPONEN MASYARAKAT BERSINERGI MEMBANGUN PELALAWAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan menggelar Sidang Paripurna Istimewa hari jadi Kabupaten Pelalawan ke-22 di Aula Gedung DPRD Pelalawan, Selasa (12/10) lalu, Sidang yang secara terbatas dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat ini, dipimpin langsung Ketua DPRD Pelalawan, Baharuddin SH didampingi Wakil Ketua Syafrizal SE serta Wakil Ketua II Anton Sugianto SUD dan dihadiri oleh seluruh anggota DPRD Pelalawan. Tampak terlihat dalam sidang paripurna istemewa tersebut, Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi yang diwakili Asisten I Setdaprov Riau, Jenri Salmon Ginting, Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan, H Zukri -H Nasarudin SH MH, anggota DPRD RI, Syahrul Aidi Maazat dan Marsiaman Saragih, anggota DPRD Riau, Sewitri. Selain itu juga terlihat hadir Mantan Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan, H Tengku Azmun Jaffar, HM Harris, H Marwan Ibrahim, Drs H Zardewan MM, Sultan Pelalawan, Assaidis Syarif Haji Tengku Kamaruddin Haroen Tengku Besar, serta seluruh unsur elemen masyarakat kabupaten Pelalawan dan para undangan lainnya. Dalam sambutannya, Ketua DPRD Pelalawan, Baharuddin SH mengatakan, bahwa dalam usia Kabupaten Pelalawan ke-22 tahun ini, telah banyak kemajuan pembangunan yang dicapai Pemerintah bersama

22

DPRD Pelalawan. Dan keberhasilan tersebut bukan semata-mata peran aparatur pemerintah saja, melainkan secara partisipasi dan dukungan seluruh elemen masyarakat di wilayah ini. Sehingga Pelalawan dapat mengejar ketinggalan sehingga mampu sejajar dengan kabupaten lain yang lebih dahulu maju. “Namun demikian, hal ini tidaklah cukup sebagai barometer menentukan tingkat kemajuan suatu daerah. Pasalnya, kemajuan daerah harus di imbangi dengan pembangunan sumberdaya manusia (SDM) yang memiliki iman dan taqwa (ImtaQ) serta dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, maka visi rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) Pelalawan tahun 2005-2025 yakni terwujudnya Kabupaten Pelalawan yang sehjahtera, mandiri, inovatif dan berdaya saing global secara berkelanjutan dalam

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021

masyarakat inklusif yang berada, beriman, bertaqwa, dengan mengembangkan nilai budaya melayu tahun 2025, yang kemudian di implementasikan dalam visi RPJMD tahun 2021-2026 yakni Pelalawan Maju, dapat tercapai dengan maksimal,” terangnya. Diungkapkan mantan Ketua Fraksi Golkar DPRD Pelalawan ini bahwa, DPRD Pelalawan sebagai lembaga legislatif yang juga merupakan unsur penyelenggara Pemerintahan untuk mengemban amanat dan penyambung aspirasi masyarakat, tentunya akan terus berkomitmen untuk menggiring dan mengawasi jalannya roda Pemerintahan agar tidak menyimpang dari visi yang telah ditetapkan. Dan salah satu upaya yang telah dilaksanakan DPRD Pelalawan yakni menyiapkan perangkat Peraturan daerah (Perda) yang sdisahkan melalui rapat paripurna. Dan selanjutnya Perda tersebut akan dijadikan sebagai


PARLEMENTARIA pedoman dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Pelalawan. “Ya alhamdulillah, dari pertama dibentukanya Kabupaten Pelalawan hingga berusia 22 tahun saat ini, kita telah membahas dan menyetujui sebanyak 305 Ranperda yang telah disahkan menjadi Perda. Dan ini kami lakukan untuk mempercepat kemajuan pembangunan daerah yang dilaksanakan oleh Pemkab Pelalawan,” paparnya. Hanya saja, sambung mantan Wakil Ketua Komisi II DPRD Pelalawan ini, tentunya percepatan pembangunan daerah ini membutuhkan dukungan dari seluruh komponen masyarakat. Khususnya peran serta pihak perusahaan melalui program CSR. Pasalnya, ditengah kondisi ekonomi Negara yang mulai melemah dampak pandemi Covid-19, telah berimbas terhadap keuangan daerah. Sehingga cukup banyak kegiatan pembangunan yang terpaksa harus ditunda pelaksanaannya. “Jadi, sinergi seluruh pihak, terutama pihak perusahaan (swasta,red), sangat diharapkan untuk mempercepat kemajuan pembangunan Negeri Amanah ini. Dengan demikian, aktivitas pembangunan daerah dapat berjalan sebagaimana mestinya,” tuturnya. Selain itu, sambung Ketua DPRD Pelalawan, pihaknya juga mengajak dan mengimbau seluruh masyarakat di Negeri Seiya Sekata ini untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Sehingga dengan sinergi ini, dapat mendukung pemerintah yang telah menerapkan berbagai kebijakan dalam percepatan penanganan virus Corona.

agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan dapat menjalankan pembangunan daerah secara berkesinambungan. Artinya saling melengkapi, saling bersinergi untuk Pelalawan yang lebih baik adalah keinginan dari para tokoh pendiri Kabupaten pelalawan. “Dan saya juga mengharapkan di hari jadi ke-22 Kabupaten Pelalawan, hendaknya Pemrintah dan seluruh komponen masyarakat dapat lebih maju menginspirasi bagi generasi muda. Sehingga kedepannya estafet roda kepemerintahan ini dapat dilanjutkan oleh generasi yang mempuni untuk pembangunan Pelalawan yang lebih baik lagi,” ucapnya. Hal senada juga disampaikan Mantan Bupati Pelalawan HM Harris yang mengatakan bahwa, dirinya berharap agar pembangunan di Kabupaten Pelalawan dapat terus dilakukan sesuai dengan misi-visi dan cita-cita para tokoh pendiri Kabupaten Pelalawan. “Jadi, realisasi aktivitas pembangunan harus berkelanjutan dengan memperhatikan skala prioritas dalam melayani kebutuhan masyarakat Kabupaten Pelalawan. Sehingga harapan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka dapat tercapai dengan optimal,” bebernya. Sementara itu, Bupati Pelalawan H Zukri Misran bersama Wakil Bupati Pelalawan H Nasarudin SH MH mengatakan, momentum peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Pelalawan yang ke-22 kali ini memiliki makna istimewa bagi dirinya dan

Wakil Bupati Pelalawan. Pasalnya, pada Tahun 2021 ini merupakan tahun pertama mereka diberi wewenang menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan, atau merupakan tahun pertama mereka mengabdi untuk memimpin pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Negeri Seiya Sekata ini. Dan pada tahun 2021 ini, di saat-saat Pemerintah Daerah sedang menyusun rencana pembangunan untuk 5 tahun yang akan datang sebagai terjemahan dari janji politik dan janji kampanye, mereka dihadapkan pada kondisi penerimaan negara yang menurun dan berimbas pada penerimaan Kabupaten Pelalawan yang berkurang. “Namun demikian, kami tetap bertekad untuk memperkuat dan memperluas capaian pembangunan semaksimal mungkin dengan berbagai percepatan kerja, mengidentifikasi secara tepat kondisi dan sumberdaya serta elemen pendukung utama. Serta merumuskan arah kebijakan teknis sebagai terjemahan dari visi Pembangunan yang tertuang dalam program Pelalawan Maju. Dan untuk mewujudkan komitmen percepatan kemajuan pembangunan daerah ini, kita mengambil langkah bijak supaya pembangunan tetap bisa berjalan cepat dan maksimal. Salah satunya mengoptimalkan dan mendayagunakan segala sumberdaya pembangunan yang ada di daerah ini. Baik yang dimiliki Pemerintah maupun yang dimiliki masyarakat dan dunia usaha melalui sinergi antara seluruh komponen masyarakat, khususnya pihak perusahaan yang beroperasi di Negeri Amanah,” tutupnya. (Adi/Parlementaria)

“Kita ingin sinergi ini dapat menjadi sebuah gerakan masyarakat, sehingga masalah Covid-19 ini, dapat segera tertangani dengan maksimal dan Pelalawan dapat segera terbebas dari virus corona. Untuk itu, melalui peringatan hari jadi Kabupaten Pelalawan yang ke-22 tahun ini, kita berharap dapat menjadi momentum seluruh komponen masyarakat untuk membulatkan tekad dan membangkitkan motivasi serta berbuat lebih baik bagi kemajuan pembangunan daerah sesuai dengan visi Program Pelalawan Maju,” ujarnya. Di tempat terpisah, Mantan Bupati Pelalawan H Tengku Azmun Jaffar SH berharap Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

23


Peduli Negeri

MINAMAS PLANTATION DONASIKAN 20 UNIT AMBULANCE DAN SEMBAKO Wujud kepedulian sosial terkait penanggulangan Covid-19 di Indonesia, Minamas Plantation melalui inisiatif CSR Minamas Peduli Negeri, mendonasikan 2 (dua) unit ambulance dan 500 paket sembako kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) untuk disalurkan kepada instansi kesehatan dan masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Penyerahan bantuan langsung diterima Kementerian Pertanian yang diwakili oleh Akhmad Musyafak, Kepala Biro Umum dan Pengadaan Kementerian Pertanian. Selain itu, sebanyak 18 (delapan belas) unit ambulance dan 4.100 paket sembako lainnya akan didonasikan ke Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat dan rekanrekan Yayasan di seluruh Indonesia. “Pandemi Covid-19 telah berdampak luas kepada banyak kelompok masyarakat tidak hanya pada aspek kesehatan, melainkan juga pada aspek ekonomi sosial. Untuk itu, Minamas Plantation berharap bahwa kontribusi ini dapat menjadi sarana pendukung medis yang bisa menjangkau masyarakat luas yg berada di remote area serta dalam menjadi komitmen jangka panjang Minamas Plantation terhadap masyarakat.

24

Situasi pandemi ini adalah saat dimana kita saling bahu-membahu dan juga membantu yang lain agar tercipta keharmonisan, khususnya, di tengah situasi yang tidak mudah,” kata Direktur Minamas Plantation, Yustinus L. Setyo Putro. Dr. Kasdi Subagyono, Sekretaris Jendral Kementerian Pertanian RI, menyambut baik inisiatif Minamas Plantation untuk mendukung Kementerian Pertanian dalam upaya pengendalian Covid-19, melalui penyerahan bantuan dari Minamas Plantation melalui Kementerian Pertanian RI. Pengendalian Covid-19 membutuhkan kerjasama erat antara pemerintah dan pemangku kepentingan lain seperti swasta dan masyarakat. “Donasi ini salah satu wujud dari komitmen Minamas Plantation dalam

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021

memberikan kehidupan yang lebih baik kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Minamas Plantation karena telah berpartisipasi dan membantu kami dalam menanggulangi pandemi ini, khususnya dalam membantu menjaga kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kasdi Subagyono dalam kesempatan terpisah. “Bantuan yang diberikan oleh Minamas hari ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari Anggota GAPKI. GAPKI sebagai asosiasi dan para anggota sejak timbulnya Pandemi Covid-19 telah memberikan bantuan dalam bentuk obat-obatan peralatan rumah sakit, sabun dan hand sanitizer, ambulans, bantuan sembako di cabang-cabang dan lokasi anggota GAPKI serta melalui Kementerian


KLHK dan Kementerian / Ditjenbun tahun lalu. GAPKI dan anggotanya saat ini juga terus membantu dengan pemberian paket sembako korban Banjir di Kalimantan Barat,” kata Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono. Sebagai salah satu penerima bantuan, CEO BOSF, Dr. Ir. Jamartin Sihite, mengungkapkan, “donasi ini sangat berguna bagi tim kami dan juga masyarakat di sekitar pusat rehabilitasi orangutan kami di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah. Bantuan ini sejalan dengan pendekatan one health yang kami terapkan, di mana semakin sehat karyawan maupun masyarakat di sekitar areal kerja kami maka semakin berkurang juga potensi penyebaran virus Covid-19. Pandemi ini adalah masalah kita bersama, mari kita merapatkan barisan dan bekerja bersama untuk bisa hidup berdampingan dengannya”, katanya. Hingga kini, Minamas Plantation melalui unit bisnisnya sudah menyerahkan bantuan-bantuan dalam penanggulangan Covid-19 yang dilakukan hampir di seluruh unit bisnisnya di 7 Provinsi, khususnya, di Sumatera dan Kalimantan. Sebanyak 20 unit ambulance, 9.600 paket dalam bentuk sembako, masker, Alat Pelindung Diri (APD), cairan disinfektan, hand sanitizier, 2.600 liter minyak goreng ALIF serta 1.000 masker kain yang langsung didistribusikan kepada masyarakat dan Pemerintah dengan nilai yang mencapai kurang lebih Rp10 miliar. Untuk program vaksinisasi minamas plantation telah memberikan vaksin melalui program vaksinasi mandiri

kepada sebanyak 5.000 penerima vaksin (10.000 dosis vaksin) dan dilaksanakan secara bertahap sejak juli 2021. ke depannya, ditargetkan sebanyak 11.864 dosis vaksin juga akan diberikan kepada 5.932 penerima vaksin. yang semuanya itu adalah bentuk komitmen kami untuk membantu pemerintah dalam pencegahan dan penyebaran Covid-19.

Selain rutin berkontribusi melalui Pilar Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan seperti donasi Covid-19 tersebut, program CSR Minamas Plantation juga dikembangkan dalam pilar Pendidikan, Kesehatan, Kepemudaan, Olahraga dan Budaya yang berkomitmen dan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. (lin)

Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

25


PT KTS Gelar Vaksinasi Bagi Siswa di Aceh Barat

P

T Karya Tanah Subur (PT KTS) bekerjasama dengan Polsek Bubon, Pos Ramil Bubon dan Puskesmas Layung, Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat menginisiasi penyuntikan vaksin COVID-19 bagi siswa SMA dan SMP di daerah itu. “Kegiatan vaksinasi ini sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam mempercepat vaksinasi di masyarakat, sebagai upaya untuk memutus mata rantai pandemi COVID-

19 di Tanah Air,” kata Administratur PT Karya Tanah Subur Kabupaten Aceh Barat Maratuah Nasution di Meulaboh, Minggu. Ia merincikan, ada pun siswa atau pelajar yang menjadi sasaran vaksinasi tersebut meliputi SMPN 1, SMP 2, SMA 1 Bubon, Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat. Maratuah Nasution mengatakan pihaknya berharap dengan adanya kegiatan vaksinasi tersebut, nantinya dapat merangsang sistem kekebalan tubuh, mengurangi

risiko terjadinya penularan COVID-19 bagi kalangan siswa. Selain itu, pihaknya juga berharap dengan adanya kegiatan vaksinasi diharapkan akan mencapai imunitas kelompok (Herd Immunity) bagi kalangan siswa, dan seandainya jika ada yang terpapar COVID-19, maka gejalanya tidak akan berat. Sementara itu CDAM PT Karya Tanah Subur Aceh Riduan Manik mengatakan keterlibatan PT KTS dalam kegiatan vaksin ke sekolah bersama kepolisian di Aceh Barat khususnya Polsek Bubon, merupakan tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan guna percepatan capaian vaksinasi masyarakat dan siswa siswi tingkat SMP dan SMA di Kecamatan Bubon, Aceh Barat. Menurutnya, kegiatan tersebut sebagai upaya kepedulian pihak perusahaan kepada masyarakat di wilayah sekitar perusahaan, agar memastikan masyarakat sudah mendapatkan vaksinasi. Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda SIK diwakili Kapolsek Bubon Ipda Karianta juga mengucapkan terima kasih kepada PT Karya Tanah Subur, yang telah membantu kegiatan vaksinasi di sekolah. Hal ini diharapkan dapat mendorong percepatan program vaksinasi di Kecamatan Bubon Aceh Barat, dan membantu siswa dalam mendapatkan vaksinasi sesuai anjuran dari pemerintah. (ist)

26

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021


PT Karya Tanah Subur(KTS) Kabupaten Aceh Barat melalui program Corporate Social Responbility (CSR) menyalurkan beasiswa berprestasi untuk 42 pelajar dilingkungan perkebunan. Beasiswa berprestasi ini diserahkan oleh CDAM Area Aceh, CDO dan Asisten CSR kepada pelajar di masing-masing sekolah pada hari Sabtu, 13 November 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan. “Totalnya, ada 42 pelajar dari 8 Sekolah di Kecamatan Bubon, Kecamatan Woyla, Kecamatan Kaway XVI dan Kecamatan Johan Pahlawan yang menerima beasiswa berprestasi dari PT PLB,” kata Ridwan Manik (CDAM Area Aceh) . Bantuan ini diharapkan mampu memicu dan menambah persaingan positif untuk meningkatkan prestasinya. “Khusus Bagi pelajar akan terbantu dalam membiayai Pendidikan yang sedang ditempuh agar mampu meningkatkan sumber daya dan pengetahuannya yang siap pakai ditempatkan di mana saja di kabupaten Aceh Barat,” imbuhnya. Beasiswa berprestasi KTS tahun 2021 ini disalurkan bagi pelajar di 8 Sekolah (SD Negeri Padang Sikabu, SD Negeri Gunong Meuh,SD Negeri Suak Pangkat,

PT Karya Tanah Subur Salurkan Beasiswa Prestasi SD Negeri Paya Dua, SD Negeri Percontohan, SMPN 7 Kaway XVI dan SMKN 1 Kaway XVI).

untuk memacu semangat meraih prestasi akademik dan menumbuhkan semangat belajar bagi peserta didik di sekolah.

“Kami berharap bahwa beasiswa prestasi yang diberikan setiap tahunnya kepada pelajar dapat menambah semangat untuk terus belajar dan menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

“Harapan kami Program beasiswa ini dapat memotivasi anak-anak dalam mengukir prestasi yang lebih baik lagi dalam menggapai cita-citanya,” ujarnya.

Sementara, Asisten CSR, Catur menambahkan bahwa program ini bertujuan

Semoga orang tua penerima beasiswa untuk dapat senantiasa selalu membimbing putra-putrinya agar terus berprestasi di setiap jenjangnya. (lin)

Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

27


APKASINDO

Ketum DPP Apkasindo: Kami Siap Dukung DBH Sawit

peran Gubernur Riau Syamsuar dalam memperjuangkan DBH sawit ini. Karena menurutnya, Gubernur Riau yang sudah menginisiasikannya dan sebagai pencetus DBH sawit ini.

T

“Ya memang wajar (menerima DBH), karena Riau sebagai provinsi terluas kebun sawitnya di Indonesia, 4,172jt ha (26%) harus menerima manfaat lebih dari agrobisnis dan agroindustri sawit ini,” ujar Gulat, di Pekanbaru, Sabtu (4/12/21).

erkait perjuangan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit yang diperjuangkan oleh pemerintah Provinsi Riau ke pusat, Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat ME Manurung, menyampaikan, bahwa DPP Apkasindo akan terus mendukung

perjuangan DBH sawit ini, serta akan memastikan tahun 2022 operasional DBH berjalan di 22 provinsi penghasil sawit di Indonesia. Gulat ME Manurung mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi

Ia menjelaskan, DPP Apkasindo telah bertemu dengan pemerintah pusat. Berdiskusi membahas DBH ini dan Perwakilan Petani Sawit di Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), sekaligus Sekjen DPP Apkasindo Rino Afrino sudah ditugaskannya untuk mengawal, melobi, dan memastikan serta mewujudkan DBH ini tahun 2022 mendatang. Ketua DPP Apkasindo meminta semua pihak untuk mendukung Gubernur Riau, sebagai inisiator DBH Sawit ini. Perjuangan DBH sawit tersebut menurutnya, membutuhkan kerja sama dan dukungan dari semua elemen-elemen yang ada di daerah penghasil sawit dan juga

28

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021


APKASINDO asosiasi-asosiasi sawit lainnya sehingga diharapkan DBH sawit ini dapat segera direalisasikan tahun 2022 nanti. Jelasnya, DPP Apkasindo juga sudah berkoordinasi dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Pusat. Terkait hal ini pihak GAPKI sangat mendukung upaya DBH sawit ini. Lantaran memang hal yang wajar DBH sawit dirasakan oleh Provinsi Riau dan Provinsi penghasil sawit lainnya. “Kita sangat respect dan sangat hormat atas inisiasi Pak Syamsuar sebagai tuan rumah sekaligus pencetus DBH Sawit ini dan Pak Syamsuar tidak memikirkan untuk Riau saja, tetapi juga 21 Provinsi sawit lainnya. Ya jika Regulasi DBH sawit ini sudah terbit, tentu semua akan menikmatinya,” tutur Gulat. Sebagai wujud semangat Apkasindo, Gulat mengaku juga sudah menyurati 22 DPW Apkasindo di 22 Provinsi supaya memberikan dukungan kepada gubernur masing-masing dalam hal DBH ini. Serta pihaknya juga sudah menyiapkan surat ke Presiden Jokowi perihal yang sama. “Saya yakin awal tahun 2022 DBH ini bisa terealisasi,” tutur Ketua DPP Apkasindo. Ia berharap semua unsur yang ada di masyarakat Riau khususnya dan provinsi penghasil sawit lainnya, termasuk Komisi IV DPR RI serta Forum Mahasiswa Sawit Indonesia (FORMASI) di 174 Kampus,

GUBERNUR Riau Syamsuar dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara membahas usulan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pajak perkebunan sawit di Riau, Senin (1/11/2021). Usulan itu sebelumnya disampaikan ke Kementerian Keuangan. untuk mengawal dan mendukung usulan DBH Sawit ini. DBH sawit diharapkan akan memberikan semangat, kebersamaan dan kebanggaan sebagai provinsi sawit di Indonesia. Tentu DBH ini diharapkan juga akan menambah pendapatan provinsi yang bisa dipergunakan untuk memperbaiki jalan yang rusak, maupun fasilitas fisik lainnya yang rusak dan SDM. “Intinya DBH sawit tidak bisa dikerjakan

oleh hanya satu pihak, akan tetapi harus merangkul semua stakeholdernya,” ujar Gulat yang juga Ketua Bravo-5 Riau. Ia menambahkan, Riau ini sudah menjadi kiblat dalam hal kelapa sawit baik secara nasional maupun dunia. Jelasnya, semua mata tertuju ke agrobisnis dan agroindustri sawit Riau. Untuk itu, hal ini harus bisa diambil manfaatnya. “Semua daerah penghasil sawit di Indonesia terpesona dengan kondisi ekonomi Riau karena sawit ini. Pertumbuhan ekonomi Riau menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Riau pada Triwulan III/2021 dibanding triwulan II-2021 (q-to-q) mengalami pertumbuhan sebesar 4,59 persen, angka ini termasuk salah satu tertinggi di Indonesia,” tutup Gulat. (*)

Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

29


Komitmen Jaga Lingkungan, GAPKI Rehabilitasi Mangrove Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melakukan penanaman perdana rehabilitasi mangrove bekerjasama dengan Kelompok Tani Hutan Mangrove di Desa Sabuai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU dan Perjanjian Kerja Sama antara Kemenko Maritim dan Investasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, serta berbagai asosasi termasuk GAPKI, yang telah menyepakati untuk melakukan

30

penanaman dan rehabilitasi mangrove di beberapa lokasi. “Desa Sabuai mengalami abrasi yang semakin luas. Oleh karena itu, GAPKI memilih Desa Sabuai sebagai lokasi penanaman,” ungkap Direktur Eksekutif GAPKI,

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021

Mukti Sardjono. Setelah melakukan pengamatan, GAPKI mencoba melakukan penanaman lebih dalam agar mangrove yang ditanam dapat terus hidup. Menurut Mukti, penanaman 10 Ha di Desa Sabuai adalah bagian dari komitmen GAPKI untuk rehabiitasi Mangrove sebesar 50 Ha di


wilayah Kalimantan Tengah, Khususnya DAS Kahayan. Sejalan dengan Mukti, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Barat, Fitriyana menyatakan bahwa penanaman yang dilakukan oleh GAPKI diharapkan mampu menjawab tantangan. “Penaman ini, dengan strategi yang disesuai dengan alam agar tingkat kesuksesasnnya lebih baik,” ungkapnya. Menurutnya, beberapa waktu lalu, Desa Sebuai menjalankan program penanaman Mangrove di pantai. Akibatnya, Mangrove tersebut mati karena air ROB. Fitriyana menambahkan pihaknya sangat mendukung program yang dicanangkan oleh GAPKI. “Kita perlu meningkatkan sinergitas agar program ini bisa berjalan dengan baik,” jelasnya. Ditambahkan Fitriyana, program ini akan menjadi sarana untuk pihaknya melakukan inventarisasi kembali jumlah mangrove yang ada di wilayahnya.

produk. “Mudah-mudahan bisa menjadi Role model bagi yang lain,” tegasnya. Menurut Kepala Desa Sebuai, Tohari, program penanaman mangrove merupakan program yang memiliki manfaat yang luar biasa. “Mungkin tidak saat ini, tapi lima sampai sepuluh tahun lagi kita akan merasakan

manfaatnya,” jelasnya. Menurutnya, mangrove dalam mengurangi efek ROB, mengaringi gelombang dan mengurahi kecepatan angin. Ia berharap, program ini bisa berhasil dengan minimal 80% mangrove yang ditanam tetap hidup. “Kita wariskan untuk generasi berikutnya,” tegasnya. (*)

Ia menyatakan bahwa mangrove dapat menjadi sumber ekonomi dengan pengelolaan dan pengolahan berbagai macam Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

31


PT Letawa Wakili AAL di Ajang AFC Astra Internasional Program CSR (Corporate Social Responsibility) lingkungan yaitu ‘Astra Hijau’ dilaksanakan PT Letawa anak usaha PT Astra Agro Lestari (AAL) Tbk Area Celebes menyasar Desa Makmur Jaya merupakan salah satu desa ring 1 binaan PT Letawa, mengikuti AFC (Astra Friendly Company) diadakan oleh Astra Internasioanal (AI) pada Rabu, 24 November 2021.

Asisten CSR PT Letawa, Hadiana mengatakan, dalam ajang ini di presentasikan program CSR Lingkungan yang telah dilaksanakan di Desa Makmur Jaya binaan PT Letawa yang meliputi program GERLI (Gerakan Kurangi Sampah Plastik) dengan edukasi pemilahan sampah organik dan non organik, edukasi penggunaan tas belanja non plastik, pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan tangan dan pengolahan limbah lidi dan cangkang sawit menjadi kerajinan tangan. “Selain itu, program PKPR (Pemanfaatan Pekarangan Rumah) dengan tanaman sayur untuk ketahanan pangan warga desa dan penanaman pohon endemik ebony dan pohon produktif oleh warga Desa Makmur Jaya, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat,” kata Hadiana di Pasangkayu, Jumat (23/11/2021). Sementara Administratur (ADM) PT Letawa, Rian Rizaldi mengapresiasi PT Letawa dapat mewakili PT Astra Agro Lestari dalam ajang AFC ini. “Diharapkan PT Letawa kedepannya semakin memberikan kontribusi sosial berkelanjutan di kawasan areal perusahaan dalam program CSR selaras dengan kelangsungan perusahaan yang lebih baik,” terang Rian.

32

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021


Di tempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Makmur Jaya, Ahmad Haeruddin H sangat bangga dan berterima kasih dengan adanya program CSR PT Letawa yang telah menyasar desa kami. “Semoga kedepannya, kerja sama dalam program CSR PT Letawa ini dapat berkelanjutan, karena program tersebut sangat bermanfaat bagi warga kami,” ucapnya. Terpisah, Community Development Officer (CDO) PT Letawa, Novi Konjongian menyampaikan, perlombaan program CSR

lingkungan yaitu ‘Astra Hijau’ ini diselenggarakan Astra Internasional, dan mewakili Astra Agro Lestari ini diwakili dua perusahaan yakni di Sumatra dan Sulawesi. “Jadi PT Letawa mewakili Astra Agro Lestari Grup Area Celebes. Dan kami pihak perusahaan terus melakukan pembinaan ke warga di wilayah operasional perusahaan untuk lakukan pemanfaatan pekarangan rumah dengan menanam sayuran serta budidaya ikan air tawar dalam menambah pendapatan ekonomi masyarakat,” paparnya. (ist)

Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

33


GAPKI RIAU

JATMIKO: MEMBANTU PETANI MEMBANTU NEGERI Bagi Jatmiko Krisna Santosa membantu petani itu berarti membantu negeri ini. Sebab kapasitas produksi kelapa sawit nasional takkan lepas dari peran petani. Dirut PTPN V ini punya visi ke depan bagaimana sinergi petani dan pengusaha kelapa sawit membuat keduanya maju bersama. Sebagi eksekutif muda Jatmiko telah menorehkan sejumlah prestasi.

Tahun 2021 ini dapat lagi tiga award. Pertama digital lagi untuk perusahaan. April dapat BUMN Award. Beliau juga meraih BEST CEO untuk santicurratation yakni CEO yang berfokus pada strategi yang telah ditetapkan. Kemudian juga mendapat awar dari GRC (Governance, Risk, Compliance). Nilait erbaik untuk tata kelola perusahaan, pengelolaan risko, ketaatan hukum dan aturan. Nah sebagai Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) apa

program di 2021 yang masih peru dituntaskannya? Menurutnya yang sedang berjalan adalah pertama, konsolidasi keanggotaan sebelum akhir tahun ini. Awal dirinya masuk ada 64 perusahaan yang jadi anggota. Jatmiko berupaya sebisanya bisa mendekati 100 di akhir tahun. Ini tak mudah. Apalagi masa pandemi ini. Kedua, bermitra dengan pemerintah menjalankan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau kita kenal sebagai Replanting, merupakan upaya pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat dengan melakukan penggantian tanaman tua atau tidak produktif dengan tanaman baru. “Itu tentu costnya tinggi. Pemerintah membantu petani dengan dana subsidi hibah,” ujarnya. Lebih lanjut iamengatakan bahwa saat ini banyak petani masuki masa replanting. Tidak semua petani bisa kelola uang sehingga punya dana untuk replanting (tanam ulang). Ini jadi kewajiban moral

34

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021


GAPKI RIAU

GAPKI bukan dalam arti biaya tapi simbiosis mutalisme dengan petani. Kalau petani paling punya 2-3 hektare yang hanya mengasilkan 1-3 ton. Sementara produksi pengusaha sudah mencapi 6 ton. Ini jomplang sekali. Padahal memenuhi kebutuhan nasional perlu banyak. Jadi, lanjutnya, GAPKI bisa berperan membantu petani dalam program pemerintah PSR. Upaya pemerintah ini suatu halyang nyata wujud kesadaran pemerintah bahwa swait ini kritikal. Buat ekonomi bangsa objek vital perekaonomian nasional. Makanya pemerintah menyiapkan lebih 50 persen dari biaya investasi tanam ulang disiapkan pemerintah dalam bentuk hibah. GAPKI dalam hal ini berfikir posisi kita harus berbagi untuk bangsa ini. Dengan cara mendukung program PSR. Target 200 hektar pertahun tapi selama ini yang baru terealiasasi cuma 19 ribu hingga 20 ribu hektare. Ketiga, edukasi anggota dan non anggota serta publik bahwa sawit itu potensi besar yang juga sokoguru ekonomi nasional .

Jadi jangan dimusuhi. Menurutnya lagi selama ini ada. Kampanye hitam terhadap sawit. Sawit dipandang mengancam perekonomian dunia oleh negara-negara yang tidak bisa tumbuh sawit karena bisa menyaingi produk energy mereka selama ini sehingga terjadilah black campaign yang sebenarnya itu urusan perang dagang.

Tetapi begitu sistematisnya black campaign ini tidak saja di pasar luar negeri tapi sudah merasuk juga ke sendisendi masyarakat kita. “Banyak di antara stakeholder kita yang termakan isu itu dan berpandangan negatif terhadap sawit padahal sawit itulah sokoguru ekonomi nasional kita,” ujar Ketua GAPKI cabang Riau ini lagi. (elf)

Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

35


GAPKI RIAU

GAPKI, TNI dan Projo Gelar Vaksinasi Gratis di Riau Gerakan Nasional Percepatan Vaksinasi yang dimotori Projo bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) akan menggelar vaksinasi Gratis untuk warga sekitar perkebunan dan desa produktif di 17 provinsi dengan sasaran 7 juta warga. Sekjen Projo Handoko mengatakan, percepatan vaksinasi gratis akan menjadi kunci bagi bangsa Indonesia melawan pandemi Covid-19 dan kembali bangkit menyongsong masa depan. Dia mengatakan, sektor perkebunan dan desa-desa produktif adalah basis produksi

36

yang strategis bagi negara ini, maka dari itu vaksinasi di sektor ini menjadi penting. “Kami akan terus membantu capaian target 70 persen vaksinasi dari jumlah populasi, agar herd imunity bisa segera tercipta. Kami ingin anak-anak kembali ke sekolah, mahasiswa kembali kuliah, aktivi-

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021

tas ekonomi kembali bergairah,” kata dia. Sementara itu, untuk di Riau, GAPKI Riau dan Projo mengandeng TNI dan melakukan vaksinasi Covid-19 di wilayah PT Ivomas, Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Siak. Ada 6 ribu dosis vaksin yang disediakan untuk tahap pertama.


GAPKI RIAU

“3 ribu dosis diberikan untuk vaksinasi ini menyasar seluruh elemen masyarakat Kandis, termasuk pekerja PT Ivomas. Untuk dosis kedua, dilaksanakan 28 hari setelah disuntik vaksin pertama,” kata Ketua Projo Riau, Sonny Silaban. Sonny mengatakan, vaksinasi ini dilakukan bagian dari menyukseskan program vaksinasi massal secara gratis untuk 7 juta warga dan pekebun di desa-desa produktif. Untuk mengejar target itu, Projo pun merangkul semua pihak, termasuk TNI (Korem 031/Wirabima)

dan GAPKI Riau. Ketua GAPKI Riau, Jatmiko Sentosa memalui Sekretarisnya, Ketut Sukarwa mengatakan, sangat bersyukur kegiatan itu dilakukan di tengah masih rendahnya persentase vaksinasi Covid-19 di daerahnya. “Vaksinasi ini sangat kami butuhkan. Sebab angka penyaluran vaksin Covid-19 di Siak masih rendah. Target kita 344.000 jiwa, namun sampai saat ini pencapaiannya baru sekitar 39 persen,” katanya. (*)

Edisi 22 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

37


TANYA JAWAB mengandung lignin (miskin hara), sehingga input hara makro dan mikro sangat diperlukan. Dikarenakan lahan gambut tergolong masam, sehingga sumber hara P dapat menggunakan pupuk RP. Tanaman kelapa sawit di lahan gambut berpotensi mengalami defisiensi Kalium, sehingga harus dibarengi dengan pemberian pupuk KCL/MOP yang tinggi juga yakni dosis 2,5-5,0 kg/pohon/tahun. Permasalahan defisiensi hara mikro yang sering terjadi di gambut yakni defisiensi Cu, Zn, B dan Fe. Pemberian pupuk mikro (CuSO4 dan ZnSO4) dalam bentuk kompleks dengan EDTA. Untuk menentukan dosis rekomendasi pemupukan kebun kelapa sawit di lahan gambut sebaiknya terlebih dahulu adanya analisa daun (leaf sampling unit) dan analisa tanah (soil sampling unit). Pemadatan

GULAT MEDALI EMAS

MANURUNG

(Konsultan Perkebunan Kelapa Sawit) PERTANYAAN: Bagaimana cara untuk mewujudkan keberlanjutan secara agronomi kebun kelapa sawit di lahan gambut? JAWABAN: Gambut merupakan material organik yang terbentuk secara alami dari sisasisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dan terakumulasi pada rawa. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengelola lahan gambut untuk budidaya kelapa sawit supaya dapat mewujudkan produktivitas yang optimal di antaranya yakni: 1. Tata kelola air (Water Management) 2. Pemupukan (Plant Nutrient) 3. Pemadatan (Compaction) Tata Kelola Air Tata kelola air di lahan gambut sangat menentukan produktivitas tanaman kelapa sawit, tinggi muka air yang tepat untuk tanaman kelapa sawit yakni sekitar 40-60 cm dari permukaan gambut. Untuk dapat mempertahankan level

38

muka air, dibutuhkan sarana prasarana tata kelola air berupa kanal (kanal primer, sekunder, tersier), pintu air dan stop log serta Piezometer. Tata kelola air ini bertujuan untuk mengatur kelebihan air supaya dapat menciptakan ruang perakaran yang optimal bagi pertumbuhan tanaman kelapa sawit, selain itu dapat meminimalkan subsiden gambut dan emisi karbon. Tata kelola air di gambut juga akan mencegah kekeringan dan resiko kebakaran gambut. Pengamatan dan pemantauan tinggi muka air gambut dapat dilakukan di kanal dan dalam blok, menggunakan alat yang bernama Piezometer dan diamati seminggu sekali sesuai kebutuhan. Pemupukan Bahan induk tanah gambut adalah sisasisa tanaman yang umumnya banyak

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 22 Tahun 2021

Pemadatan tanah gambut biasanya menggunakan alat berat, pemadatan lahan gambut dapat meningkatkan kapilaritas gambut sehingga meningkatkan kelembapan tanah gambut dan tentunya akan mempengaruhi pergerakan hara di dalam tanah. Selain itu manfaat pemadatan tanah juga dapat meningkatkan bobot isi gambut (bulk density) sehingga meminimalisasi tanaman rebah, mencegah kekerigan gambut, meningkatkan daya topang gambut terhadap tanaman, menyebabkan air tidak mudah lepas serta menurunkan ukuran pori tanah. Pemadatan tanah juga akan berpengaruh baik untuk penyerapan unsur hara yang diberikan kepada tanaman kelapa sawit di gambut. Berdasarkan uraian diatas diharapkan Petani kelapa sawit yang melakukan budidaya kelapa sawit di lahan gambut dapat meningkatkan produktivitasnya. Tentunya dengan tetap memperhatikan aspek agronomi baik dari segi hama dan penyakit serta pengendalian gulma di lahan gambut. ***

------------------------------------------Rubrik Konsultasi ini dikelola oleh: Ir. Gulat ME Manurung, MP (Auditor ISPO) Eko Jaya Siallagan, SP (Auditor ISPO)


Edisi 21 Tahun 2021 ~ MAJALAH SAWIT

39



Millions discover their favorite reads on issuu every month.

Give your content the digital home it deserves. Get it to any device in seconds.