__MAIN_TEXT__
feature-image

Page 1


DAFTAR ISI Wawancara Khusus

KETUA DPRD RIAU H. INDRA GUNAWAN, Ph.D

Menuju Negeri Junjungan

BENGKALIS 1 INDUSTRI SAWIT TERTEKAN, BERTAHAN DAN TETAP BERJALAN

Hal. 05

Budidaya Lele Prospek Bisnis Petani Sawit di Sela Replanting

Bertekad Bangun Pabrik Sawit Ramah Lingkungan Hal. 10

Hal. 18

GAPKI Riau Santuni Dua Panti Asuhan di Pekanbaru Hal. 24

Apkasindo: Petani Sawit Peroleh Manfaat Pungutan Ekspor Hal. 34

4 Hektar Pohon Sawit 10 Tahun Ditumbang

Ada Apa dengan Kelengkeng New Cristal? Hal. 36

PT KTU Bekerjasama dengan Berbagai Pihak Hadapi Covid-19

Hal. 16

PT EDI dan PT SAI Terus Berkontribusi Membangun Kabupaten Rohul

Hal. 20

Menristek Resmikan Teaching Industry Oleopangan ST2P

Hal. 30

Apkasindo: Dana Replanting Rp30 Juta, Angin Segar untuk Petani Sawit

Hal. 35

Pendiri: Alm. Djoko Suud Sukahar Pimpinan Redaksi/Penanggungjawab: A. Syafeii Pimpinan Perusahaan: Herlina, S.Sos Dewan Redaksi: Herlina, S.Sos, S.Kom.I, Eli Suwanti, Bayu Derriansyah Putra, Ian Tanjung Cover/Desain: Makmur HM Sirkulasi: Hendra Gunawan IT Support: Afandi Alamat Kantor: Jl. Cempedak 1 No. 5 Kota Pekanbaru, Riau | Info Iklan: 0812 7698 0551 / WA: 0811 754 1174 E-mail: sawitpluss2019@gmail.com | Website: www.sawitplus.co | No. Rek. Mandiri: 108-00-2018999-0 a/n PT. Media Sawit Indonesia

Edisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

03


EDITORIAL harga kernel Rp3.558,55/kg.

Kabar Baik Industri sawit memang beda. Di tengah tekanan pandemi covid-19 masih mampu bertahan. Mereka (industri sawit) masih bussines as usual karena kegiatan di kebun masih berjalan normal. Begitu kata Ketua Bidang Komunikasi Gapki, Tofan Mahdi. Berbagai operasional di perkebunan masih cenderung berjalan normal bahkan belum adanya laporan yang menyampaikan ke Gapki bahwa proses produksi berhenti atau melakukan lay off pekerjaannya di kebun.

mengalami kenaikan.

Bahwa industri ini tertekan ya. Dari sisi harga industri sawit Indonesia memang sempat mengalami koreksi. Data mencatat pada tahun 2019 lalu, harga minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) sempat mengalami pelemahan yang signifikan. Namun, pada OktoberDesember 2019 mulai kembali membaik. Harga CPO terendah tercatat pada bulan Juli sebesar US$ 560/MT dan selanjutnya pada Januari 2020 naik menjadi sekitar US$ 700/MT-US$ 800/MT. Meski demikian harga sawit sekitar US$ 680/MT–US$ 700/MT masih oke dari segi bisnis. Tidak terpengaruh turunnya harga minyak dunia. Ternyata dari segi harga, harga sawit tidak selalu paralel dengan harga minyak mentah. Kadang mengikuti, kadang trennya berbeda. Semisal saat ini, minyak mentah turun cukup drastis sekitar US$ 20/barel. Sementara, harga sawit di tingkat petani masih di atas Rp1.000Rp1.300. Harga ini masih cukup bagus di tengah situasi pandemi. Bukan saja mampu bertahan. Memasuki era new normal perekonomian Indonesia di berbagai sektor industri diperkirakan akan segera pulih kembali. Tak terkecuali industri sawit. Kabar baik itu pun datang: harga TBS mulai berani! Tim Penetapan Harga TBS (tandan buah segar) di beberapa provinsi sentra sawit di Indonesia seperti Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau menetapkan harga TBS untuk kelapa sawit berumur 10–20 tahun pada periode I-Juni 2020

04

HELFIZON ASSYAFEI Kolomnis dan Pengamat Sosial. Tinggal di Pekanbaru.

Harga TBS di Provinsi Riau tercatat menguat 5,8 persen atau Rp84,34/ kg dibandingkan pekan lalu menjadi Rp1.455,61/kg. Sementara itu, harga minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) ditetapkan Rp7.126,63/kg dan harga kernel Rp4.132,4/kg. Begitu pun harga TBS dengan kategori umur tersebut di Provinsi Sumatera Selatan yang saat ini berada pada level Rp1.300,4/kg. Harga ini mengalami kenaikan sebesar Rp14,43/kg dari harga sebelumnya, Rp1.285,97/kg. Sementara itu, harga CPO ditetapkan Rp6.553,18/kg dan

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 20 Tahun 2020

Petani sawit di Provinsi Jambi juga merasakan kenaikan harga TBS di kebun sawit yang dikelolanya. Harga TBS pada kategori umur tanaman 10–20 tahun untuk periode I-Juni 2020 mengalami kenaikan sebesar 3 persen atau Rp41,04/ kg menjadi Rp1.352,08/kg. Penetapan harga CPO yakni Rp6.412,12/kg dan harga kernel Rp3.389,81/kg. Sentimen yang mendasari menguatnya harga TBS pada periode I-Juni 2020 di provinsi sentra sawit di Indonesia tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Data Bloomberg mencatat, harga minyak mentah dengan acuan WTI (West Texas Intermediate) dan Brent masih stay cool di level US$38–40 per barel. Tidak hanya itu, ekspor minyak sawit ke sejumlah negara mulai meningkat akibat pelonggaran pembatasan sosial yang diterapkan oleh negaranegara importir tersebut. Permintaan juga diharapkan naik karena adanya restocking di India, China, dan Eropa. Selain itu, kebijakan Malaysia yang memangkas bea keluar menjadi nol menjadikan harga CPO menjadi lebih kompetitif bagi para pembeli. Bagaimana dengan kebijakan ‘pakai sendiri’ untuk serapan pasar dalam negeri dalam bentuk produk bio diesel B-20 maupun B-50 atau bahkan B-100? Tentu membantu. Tapi setakat ini belum banyak. Untuk B-20 memang sudah bisa jalan. Pemerintah sudah cukup tegas. Penyedia BBM harus patuh. Bagi yang tidak mau mencampur 20 persen minyak sawit dikenakan penalti. Itu sudah berlaku sejak 2018 lalu. Untuk meningkatkan lagi menjadi Biofuel 50 apalagi 100 masih perlu proses panjang. Meski demikian kebijakan ‘pakai sendiri’ ini untuk penggunaan sawit untuk biodiesel memiliki dampak yang signifikan yakni menambah lapangan pekerjaan di sektor industri dan perkebunan sawit, meningkatkan demand terhadap CPO, stabilisasi harga CPO dan meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Dan waktunya pun dari sekarang tidak lama. Program mandatory biodiesel ditarget pemerintah rampung dalam tiga tahun. Sudah dua tahun berjalan. Tentunya kita tunggu kabar baik berikutnya. Kalau bisa di tahun ini juga. Kalau tidak ya tidak apa. Keluar dari krisis dan tumbuh lagi itu jauh lebih penting.*


LAPORAN UTAMA

INDUSTRI SAWIT TERTEKAN, BERTAHAN DAN TETAP BERJALAN Pandemi Coronavirus disease (Covid-19) masih menghantui banyak industri. Kelapa sawit sebagai salah satu sumber devisa ekspor terbesar nasional ikut merasakan dampak dari adanya pandemi Covid-19 ini. Namun kabar baiknya, industri sawit masih tetap prospektif di bawah tekanan melambatnya ekspor. Administrator PT Kimia Tirta Utama (Astra Group), Ahmad Zulkarnain juga merasakan hal itu. Kepada Majalah Sawit ia mengatakan bahwa Industri kelapa sawit di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, bisa terpukul jika pemerintah daerah setempat memberlakukan lockdown untuk memutus rantai penyebaran wabah virus corona (Covid-19). “Pandemi ini tentu berpengaruh sekali bagi semua bukan kita saja. Apalagi jika

lockdown diberlakukan,� ujarnya. Zul mencontohkan Malaysia. Setelah negara itu mengumumkan lockdown mulai Rabu 18 Maret hingga 31 Maret 2020, sektor usaha sawit di negeri itu berhenti total selama dua minggu dan berpengaruh pada produsen minyak Sawit (CPO). Zul benar. Data nasional mencatat ekspor minyak sawit dan produk turunannya ke berbagai negara pada Januari lalu mengalami penurunan hingga 35,6 persen

dibandingkan bulan Desember 2019. Data Gapki mencatat, ekspor CPO dan produk turunannya pada Januari 2020 hanya sebanyak 2,39 juta ton, sedangkan pada Desember 2019 tercatat sebanyak 3,72 juta ton. Meski sektor industri sama-sama mengalami tekanan situasi dan kondisi, industri sawit termasuk yang mampu bertahan. Bahwa terjadi penurunan memang benar. Tapi menurut Sekjen

Edisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

05


LAPORAN UTAMA

KANYA LAKSHMI SIDARTA Sekjen Gapki

Produk sawit yang tidak terserap di pasar luar negeri seperti China, masih dapat diekspor ke negara lain seperti Afrika, India, dan Timur Tengah. Adapun jika sawit tidak terserap di pasar luar negeri karena kondisi global yang masih memprihatinkan, adanya percepatan impelementasi biodiesel dari B30 menjadi B40 bisa sangat membantu.

sipasi dampak terburuk yang akan terjadi. Pasalnya kendati penjualan ekspor tidak sebaik tahun lalu, produksi kelapa sawit terus berjalan. Produk sawit yang tidak terserap di pasar luar negeri seperti China, masih dapat diekspor ke negara lain seperti Afrika, India, dan Timur Tengah. Adapun jika sawit tidak terserap di pasar luar negeri karena kondisi global yang masih memprihatinkan, adanya percepatan impelementasi biodiesel dari B30 menjadi B40 bisa sangat membantu.

Gapki, Kanya Lakshmi Sidarta, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memproyeksikan bila dampak virus corona belum dapat diatasi, maka ekspor produk kelapa sawit bisa menyusut pada 2020 ini. Menurutnya, sejauh ini, pihaknya belum bisa memproyeksikan berapa persen penurunan ekspor CPO dan turunnya, karena sejauh ini dampak Corona baru

06

satu bulan. “Dampaknya ada sedikit gangguan yang membuat bisnis menjadi wait and see. Sejauh ini belum ada cancelation, hanya ada penundaaan,� jelasnya.

“Berbicara penyerapan biodiesel, kapasitas di dalam negeri masih ada dan bisa menyerap sawit dari dalam negeri,� ujarnya. Selain itu, menurut Kanya tidak hanya biodiesel masih ada skema penyerapan sawit lainnya yang bisa dilakukan di industri sawit lokal. Misalnya saja, mengubah CPO langsung jadi listrik.

Kanya melanjutkan, sejauh ini perusahaan sawit masih kuat menahan penundaan ekspor sawit, tapi jika efek virus Korona terus bergulir, bisa menjadi penyebab penurunan ekspor sawit di tahun ini. Adapun pengusaha harus siaga menganti-

Menurut Kanya industri sawit hanya mengalami pelambatan saja. Ia menyebutkan bahwa industri kelapa sawit baik di hulu, mid (antara), dan hilir terutama untuk ekspor sawit ke berbagai negara tersebut memang akan terjadi perlambatan.

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 20 Tahun 2020


LAPORAN UTAMA

Secara keseluruhan, akan terjadi perlambatan besar untuk ekspor, sementara domestik tetap terjadi perlambatan yang relatif lebih rendah dibandingkan ekspor. Lebih lanjut Kanya mengatakan bahwa mungkin saja produksi melambat tetapi hanya untuk kegiatan ekspor. Sementara untuk kebutuhan penyediaan minyak goreng dalam negeri akan tetap terjamin.

Menurutnya adanya peningkatan kebutuhan sabun dan lain sebagainya justru membuka peluang untuk peningkatan serapan minyak sawit di dalam negeri. Di dalam negeri, peningkatan penyerapan minyak sawit sebelumnya juga telah digalakkan pemerintah melalui program B30. “Untuk hilir pun, ada peningkatan permintaan dalam negeri,�ujarnya lagi. Industri

kelapa sawit, lanjutnya lagi, akan tetap prospektif karena bisnisnya yang memiliki daya tahan jangka panjang. Ditambah lagi, usaha minyak kelapa sawit menjadi kebutuhan yang relatif pokok bagi masyarakat Indonesia. Kanya menegaskan, meskipun secara keseluruhan perkembangan industri kelapa sawit terdampak melambat, sawit tetap mempunyai peluang untuk kembali membaik. (hzn)

Edisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

07


LAPORAN UTAMA

Tetap Prospek di Bawah Tekanan P enjelasan Sekjen Gapki itu bukanlah pernyataan penyenang hati saja. Sebab mengingat produk sawit termasuk kebutuhan pokok, sejauh ini hanya terkendala dampak perlambatan ekspor tapi tidak terkena dampak yang signifikan. “Sampai saat ini, kondisi operasional perkebunan maupun pabrik kelapa sawit masih berjalan dengan normal,” ujar Tofan Mahdi, Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dalam jumpa pers di Jakarta baru-baru ini. Lebih lanjut Tofan mengatakan bahwa sejauh ini Gapki belum menerima laporan yang menyatakan ada kendala fatal di lapangan. Karena itu, sampai sejauh ini bisa dipastikan bahwa industri kelapa sawit masih mampu bertahan dari tekanan ekonomi akibat dampak Covid19. Berbeda dengan industri minyak yang sudah terpukul, lanjut Kabidkom Gapki ini, situasi pada bisnis Crude Palm Oil (CPO) agak berbeda. Ini terjadi mengingat permintaan terhadap minyak sawit sebagai bahan kebutuhan pangan masih sangat tinggi.

TOFAN MAHDI

Merujuk pada tren harga, kondisi sekarang pun menurutnya masih jauh lebih baik ketimbang situasi 2019 lalu. Ditambah dengan penerapan protokol yang ketat, Tofan Mahdi menyebutkan bahwa pelaku usaha komoditas strategis nasional optimistis bahwa industri kelapa sawit akan mampu bertahan dan bangkit lagi. “Kita semua tentu berharap pandemi ini akan segera berakhir,” katanya. Pada kesempatan yang sama di tempat terpisah lewat dialog virtual, Ketua Gapki Cabang Jambi M Tidar Bagaskara juga mengatakan bahwa di lapangan pun tidak ada dampak yang signifikan terhadap industri kelapa sawit. Harga Tandan Buah Segar (TBS)

08

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 20 Tahun 2020

masih bagus. Turun naiknya harga di propinsi Jambi masih mengikuti tren normal, dan bukan karena dampak Covid19. Per hari ini, menurutnya, TBS berkisar di angka Rp 1.400 sd 1.600 perkilo. “Kondisi masih sangat sehat,” tegasnya sambil menegaskan bahwa dari 160 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Jambi, Gapki Jambi belum mendapat informasi mengenai penutupan ataupun kasus pemutusan hubungan kerja (PHK). “Alhamdulillah. Semoga keadaannya terus baik walaupun situasinya berat,” tegasnya. Kendati demikian, pengusaha kelapa sawit tetap menerapkan protokol yang ketat baik di tahap perawatan, panen maupun olah. Selain itu, menurutnya, Gapki Jambi juga aktif berkomunikasi dengan pemerintah daerah dalam rangka mencegah dan mengatasi dampak Covid-19. “Mengingat produk kelapa sawit termasuk bahan pokok, kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah supaya tidak ada hambatan dalam distribusi CPO,” katanya. Menurut Tidar, dengan kelancaran distribusi CPO, maka bisnis ini akan tetap bagus. “Dukungan ini penting mengingat kelapa sawit merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Jambi,” tegas M Tidar Bagaskara. (hzn)


LAPORAN UTAMA

Ahmad Zulkarnain, Administrator PT Kimia Tirta Utama (Astra Group)

K

abar baik yang sama juga terdengar dari di daerah penghasil sawit lainnya seperti di Riau. Misalnya petani sawit di Dusun Sungai Padang, Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasip, Kabupaten Siak yang bermukim di antara Perkebunan Kelapa Sawit, PT Kimia Tirta Utama (KTU), meski sama merasakan tekanan ekonomi akibat dampak Covid tetapi masih bisa menjual buah hasil panen mereka kepada PT KTU. Administrator PT Kimia Tirta Utama (Astra Group), Ahmad Zulkarnain kepada Majalah Sawit di Siak mengatakan bahwa sampai saat ini tetap menampung buah sawit dari masyarakat. “Pada prinsipnya, kita tidak pernah membatasi buah dari masyarakat, selama memenuhi syarat, tetap kita terima kendati situasi di masa pandemi ini,” ujarnya. Sukardi (60) petani setempat mengatakan bahwa kebijakan tersebut sangat membantu mereka sehingga hasil mereka tidak menumpuk dan terbuang karena busuk. “Peran membantu warga sekitar dari perusahaan banyak dirasakan masyarakat, seperti diberi transportasi untuk mengangkat buah dan boleh menggunakan akses jalan yang perusahaan buat,” ujarnya lagi. Tidak hanya bagi masyarakat di dalam PT KTU, dusun di

Buat Sawit Warga Tetap Ditampung Perusahaan luar perusahaan juga merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan. Salah satunya dari Dusun Suak Tandun yang masih masuk pada Kampung Pangkalan Pisang. L, Martuani Lumbanraja (41). Dia merasa terbantu dengan adanya Jalan PT KTU untuk mengambil panen sawit di lahannya. Jika tak ada jalan itu dirinya harus melewati jalan Kampung Buatan I yang tidak bisa masuk mobil meskipun jaraknya hamper “Kalau pakai jalan lain ada sejauh 1,5 kilometer yang tidak bisa masuk mobil. Kalau dipikul itu tentu capek, harus tiga kali berhentilah. Terpaksa pakai sepeda motor menggendong menuju mobil, tapi itu biaya lebih mahal dibanding mobil masuk langsung,” ungkapnya. Sementara Bupati Siak Alfedri saat dikonfirmasi Majalah Sawit soal apakah kebijakan lockdown atau PSBB akan diberlakukan mengatakan belum akan memberlakukan lockdown di Kabupaten Siak. Ia mengaku masih mempertimbangkan beberapa aspek

dampak kebijakan tersebut. “Saya juga sudah diingatkan oleh Gubernur Riau Syamsuar soal dampak dari lockdown. Dan saya sudah pikirkan, akan berdampak pada semua lini terkhusus ekonomi jika diberlakukan. Maka itu belum ada kebijakan ke arah sana. Kalau masih memungkinkan jalan upaya lain akan kita lakukan tanpa harus menerapkan kebijakan yang bersampak pada tertekannya ekonomi masyarkat,” kata Alfedri . Apalagi, lanjutnya, lockdown adalah protokol krisis yang menghindari orang, barang atau informasi untuk meninggalkan suatu area yang terkena zona merah. Bila lockdown diberlakukan untuk suatu wilayah, artinya seluruh penduduk di wilayah tersebut dilarang untuk meninggalkan wilayahnya dan orang luar juga dilarang masuk ke wilayah tersebut. Dengan demikian roda perekonomian sudah pasti terhenti karena aktivitas mobile orang dan barang dihentikan. (hzn)

Edisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

09


Wawancara Khusus

KETUA DPRD RIAU H. INDRA GUNAWAN, Ph.D

Menuju Negeri Junjungan

BENGKALIS 1 BERTEKAD BANGUN PABRIK SAWIT RAMAH LINGKUNGAN Pria yang selalu bersemangat dan cenderung apa adanya ini bukan sembarang pria. Lebih dari dua periode jadi anggota DPRD Bengkalis dan pernah menjabat ketua dewan di sana. H. Indra Gunawan, Ph.D yang akrab disapa Ngah Eet juga tak menyangka akan menjadi Ketua DPRD Riau. Peraih suara terbanyak dari Riau pesisir ini akhirnya dinobatkan menjadi Ketua DPRD Riau 2019-2024. Melampaui senior-seniornya di fraksi Golkar.

10

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 20 Tahun 2020


WAWANCARA KHUSUS lewat sektor pertanian sawit ini. MS: Apa prioritas anda hanya sawit? Eet: O tidak. Sektor lain tentu juga disiapkan. Mengapa sawit karena sektor pertanian komiditi sawit ini di Riau termasuk yang terbesar. Kalau bicara sektor pendidikan misalnya maka siapapun kepala daerahnya sudah ada regulasinya mandatory of standing. Artinya kebijakan yang sudah dituangkan dalam APBN dan APBD harus 20 persen minimal untuk alokasi dana pendidikan. Begitu juga sektor kesehatan juga mandatory minimal 10 persen. Jadi upaya sektor pertanian sawit itu sifatnya adalah terobosan sebab tidak dianggarkan di APBN maupu APBD. MS: Membangun delapan titik industri sawit itu bisa dijelaskan? Eet: Jadi begini. Pengalaman menunjukMeski nyaman menjadi Ketua DPRD Riau, panggilan hatinya untuk ‘balek kampong’ dan membangunnya tetap mengusik pikirannya. Menurutnya, Negeri Junjungan Bengkalis harus lebih baik lagi ke depan dalam segala bidang. Pekan lalu di sela kesibukannya Ngah Eet menerima wartawan Majalah Sawit untuk sebuah wawancara khusus. Berikut petikannya.

sawit ini cukup menjadi tulang punggung perekonomian sebagian besar warga sehingga kita selalu berupaya melakukan program yang dapat langsung menyentuh atau menstimulir pertumbuhan ekonomi

MS: Jadi Ketua DPR Riau artinya anda naik level, bagaimana anda menyikapinya? Eet: Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Ini nikmat Allah. Bahkan semula saya tak menyangko akan jadi Ketua DPRD Riau ni. Tapi itulah kalau Tuhan berkehendak tak ada yang tak mungkin. Saya sudah lebih dari dua periode di legislatif. Saya bersyukur bisa duduk dan tegak sejajar bersama semua unsur pimpinan daerah kabupaten dan juga kini provinsi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ada banyak hal yang bisa kita bahas bersama untuk kemajuan daerah. MS: Sebagai Ketua DPRD Riau apa prioritas anda ke depan? Eet: Bagaimana berbuat untuk masyarakat agar terjadi peningkatan taraf ekonomi dan hidup ke depan. Misalnya dengan rancana akan membangun delapan titik pabrik kelapa sawit ramah lingkungan dengan skema investasi murni dari investor. Sebab di Riau sektor perkebunan Edisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

11


WAWANCARA KHUSUS

Kami punya program untuk Riau ada 8 titik di Riau akan dibangun perusahaan sawit CPO ramah lingkungan. di Bengkalis dua titik (perusahaan) akan dibangun perusahan pabrik CPO ramah lingkungan. H. INDRA GUNAWAN, Ph.D Ketua DPRD Riau

12

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 20 Tahun 2020

kan bahwa ketahanan pangang komiditi sawit ternyata cukup baik. Meski di bawah tekanan pandemi misalnya ternyata sektor ini tidak terpengaruh betul dengan covid-19. Masyarakat yang punya kebun sawit tak parah betul. Buah sawit masih bisa dijual ke PKS. Artinya ekonomi tetap jalan. Kami punya program untuk Riau ada 8 titik di Riau akan dibangun perusahaan sawit CPO ramah lingkungan. di Bengkalis dua titik (perusahaan) akan dibangun perusahan pabrik CPO ramah lingkungan. MS: Apa kelebihan jika pabrik ini berdiri? Eet: Hasil sawit mulai dari buah, cangkang sampai ke limbahnya berguna bagi masyarakat. Sekarang ipal tak beguna dan dibuang begitu saja. Lewat pabrik CPO ramah lingkungan nanti maka Ipal bisa kita buat pupuk NPK seperti mutiara yang ramah lingkungan dan organic. Pupuk ini selevel dengan pupuk merek mutiara. Jadi banyak hal bermanfaat bila hal ini terwujud. MS: Berapa nilai investasi dan dimana saja rencananya? Eet: Lokasi untuk di Bengkalis rencananya di Kecamatan Siak Kecik dan di Kecamatan Mandau. Sedang di


WAWANCARA KHUSUS

luar Bengkalis ada di Rohil, Inhu, Pelalawan, Kampar, Siak dan Rohul. Skemanya investasi murni dari pihak swasta kita ajak berinvestasi di bidang CPO ramah lingkungan. Yang bangun investor yang kita undang dengan berkordinasi dengan pemerintah daerah. Perusahaan CPO ramah lingkungan dengan kapasitas perhari 400 sampai 600 ton. Nilai investasinya lebih kurang per titik Rp2832 miliar. Di Bengkalis banyak pulau itu sebabnya tak cukup satu. Makanya rencana ada dua di Bengkalis. Ada power dan energy yang akan dihasilkan dari pabrik itu senilai 5 megawat. 3 MW kita jual untuk PLN dan 2 MW untuk operasional pabrik. MS: Dengar kabar Anda akan ikut jadi kandidat di Pilkada Bengkalis mendatang. Benarkah? Eet: Insya Allah ya. Niatnya semata untuk membangun kampung sendiri. Selama menjadi anggota legislative sudah berupaya juga membangun Bengkalis. Hanya saja kalau jadi legislatif itu kita masih terbatas dan tak bisa langsung. Prosesnya terima aspirasi, diteruskan, diperjuangkan agar bisa direalisasikan eksekutif. Jadi bisa direalisasikan bisa tidak tergantung keputusan eksekutor (eksekutif). Itulah

sebabnya saya ingin maju agar bisa langsung mengeksekusi hal-hal yang bermanfaat bagi daerah. MS: Bagaimana peta dukungan anda di Bengkalis? Eet: Bengkalis ini agak unik terdiri dari beberapa pulau dan daratan. Siapa yang kuasai daratan dan kepulauan. Ke depan

dikotomi hal ini tak perlu lagi terjadi. Siapapun terpilih kita dukung untuk memajukan Bengkalis. Soal peta dukungan saya optimis karena selama ini saya sudah berbuat dan bukan Cuma janji. MS: Jika maju berarti anda meninggalkan jabatan Ketua DPRD Riau? Eet: Meski ini sebenarnya turun level Edisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

13


WAWANCARA KHUSUS

Kita akan bikin tol laut kita minta pemerintah pusat bangun di Bengkalis yang hubungkan Indonesia dengan Singapura. Saving migas di singapura sering penuh. Nah nanti juga kita bangun pelabuhan yang punya saving gas storage di bukit batu 20 ha lahan. tapi tak masalah. Saya memang sudah berazam/bertekad bulat meninggalkan jabatan demi untuk membangun kampung sendiri. Bagi saya ini bukanlah pengorbanan tetapi saya lakukan dengan senang hati atau ikhlas. Klu kita rela dengan niat yang tulus suatu hal yang lain kepuasannya. Rela kehilangan jabatan demi untuk kepentingan masyarakat. Sebab untuk berbuat lebih tajam sebagai eksekutif. Eksekutor. Kalau DPR terima aspirasi, teruskan ke eksekutif lalu dipantau. Eksekutif itu pengambil keputusan. MS: Jika anda terpilih apa yang akan anda lakukan? Eet: Memperbaiki berbagi sistem di Bengkalis. Bukan karena sebelumnya tidak baik. Sudah baik tetapi perlu kita sempurnakan. Seperti mereformasi kebijakan birokrasi. Kebijakan pendidikan. Kawasan ekonomi khusus pariwisata. Bagaimana memantapkan infrastruktur pendidikan, kesehatan, kebijakan masyarakat seperti jalan lingkungan. Paling penting itu basicnya pertanian. MS: Bagaimana caranya? Eet: Sebagai calon bupati memberikan kemudahan orang berinvestasi di sektor perkebunan sawit dan berkontribusi pada PAD. Mudahkan perizinan, penetapan lokasi dan lahan. Apalagi sektor sawit masih prospek. Prorgram investasi

14

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 20 Tahun 2020


WAWANCARA KHUSUS

murni kerjasama dengan pemerintah. Sedangkan khusus daerah pesisir tergantung pada APBD. Ke depan bila banyak industri maka ketergantungan itu tidak kuat lagi. Kami ingin sejahterakan masyarakat di bidang pertanian, perikanan kelautan, kawasanekonomi khusus dipulau Bengkalis.

Eet: Saya ingin jadi eksekutor pembangunan di negeri sendiri. Sedang jenderal polisi aktif saja balik kampung demi membangun kampungnya. Misalnya Raja Haryono sanggup lepas jabatan aktif demi

membangun inhu. Ada pemimpin di pusat balik kampung untuk membangun kampung masyarakat harus membuka diri. Bayangkan jabatan strategis beliau sanggup meninggalkan. Begitu juga saya. (hzn)

MS: Ada mega proyek yang mungkin anda rencanakan jika terpilih? Eet: Kita akan bikin tol laut kita minta pemerintah pusat bangun di Bengkalis yang hubungkan Indonesia dengan Singapura. Saving migas di singapura sering penuh. Nah nanti juga kita bangun pelabuhan yang punya saving gas storage di bukit batu 20 ha lahan. Dikelola oleh BUMD. 2021 habis Chevron bagaimana pertamina leading sektor 50 persen 10 persen untuk Pemda. MS: Motivasi besar anda jadi kepala daerah itu apa? Edisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

15


PT KTU Bekerjasama dengan Berbagai Pihak Hadapi Covid-19 Mewabahnya virus corona (Covid-19), merupakan virus dengan penyebaran yang cepat, saat ini telah dinyatakan sebagai pandemic di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sebab itu mulai dari pemerintah pusat hingga daerah saat ini gencar untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Untuk Provinsi Riau, saat ini termasuk daerah yang sudah terpapar virus Covid-19, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Siak melakukan bebagai cara guna memutus mata rantai virus Covid-19. Salah satunya dengan menghimbau masyarakat untuk melakukan pembatasan aktivitas, termasuk social distancing. Melihat kondisi demikian, perusahaan perkebunan kelapa sawit Astra Agro Lestari melalui anak usahanya, PT. Kimia Tirta Utama, yang berada di wilayah Kabupaten Siak mendukung upaya pemerintah dengan melakukan kegiatan pencegahan internal karyawan dan masyarakat sekitar kecamatan Koto Gasib dengan bekerja sama dengan Tim Satgas Covid 19 Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak. Kegiatan ini dilakukan selama bulan Februari sampai Mei 2020 di kecamatan Koto Gasib meliputi 4 desa, Desa Pangkalan Pisang, Kuala Gasib, Teluk Rimba dan

16

Buatan 1.Kegiatan ini diinisiasi oleh PT. KTU yang bekerja sama dengan Muspika, Polsek, Danramil dan masyarakat ( SATGAS PENCEGAHAN COVID 19 ). Langkah-langkah yang di lakukan oleh PT. KTU di internal perusahaan adalah sebagai berikut: a. Pemeriksaan Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan di dalam Internal Perusahaan b. Perketat Arus Orang di Pintu Masuk dan keluar c. Pelaksanaan Social dan personal distancing d. Menyediakan Tempat Cuci Tangan di Semua Pintu Masuk. e. Mengoptimalkan peran Posko Pencegahan Covid 19 internal f. Tidak Mudik Lebaran “Perlu kerjasama dengan banyak pihak agar upaya kita dalam mencegah dan menekan dampak Covid-19 dapat berjalan

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 20 Tahun 2020

maksimal,” kata Achmad Zulkarnain, Administratur PT KTU, dalam keterangannya di Koto Gasib. Menurut dia, bangsa Indonesia memiliki tradisi dan modal yang sangat kuat yang dikenal dengan semangat gotong-royong. “Optimistis, bersama kita pasti bisa,” tegasnya. Karena itu, menurutnya, sejak awal pemerintah menetapkan sikap dan kebijakan untuk mencegah serta mengatasi dampak virus corona, pihaknya langsung tanggap dan bergerak cepat. Beberapa lembaga digandeng dalam menjalankan kegiatan yang ditujukan untuk memberi manfaat bagi masyarakat. “Kami ingin kehadiran kami sebagai perusahaan kelapa sawit dapat memberi manfaat bagi masyarakat maupun pemerintah,” tegas Administratur PT Kimia Tirta Utama (KTU). Kemudian Kegiatan yang diselenggarakan PT KTU untuk mencegah dan mengatasi


dampak Covid-19 bervariasi yakni untuk eksternal PT. KTU yaitu: PT KTU juga pernah mengadakan pelatihan pembuatan handsanitizer dari bahan yang mudah didapat di sekitar lingkungan masyarakat yakni dengan menggunakan aloevera dan alcohol 70%, dengan memanfaatkan riset yang ada di PT. KTU, mereka melakukan sosialisasi berikut langsung praktek pembuatan handsanitizer kepada masyarakat. Heriyanto SH selaku kepala DPMPTSP Siak mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan PT. KTU yang telah membantu pemerintah daerah dalam mengambil langkah untuk pencegahan wabah virus corona dengan membuat antiseptik seperti hand sanitizer berbahan lidah buaya dan alkohol. “Dikarenakan adanya pelajaran pembuatan hand sanitizer dari perusahaan PT. KTU, pegawai pegawai disini merasa aman dan nyaman. Jika ada orang yang datang untuk mengurus apapun ke kantor ini, pegawai kami tidak akan ragu lagi untuk melayani. Sebab, sudah aman,” kata Kepala DPMPTSP Siak itu. PT KTU bekerja sama dengan Puluhan kader Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Siak juga melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah fasilitas umum seperti mesjid dan pemukiman masyarakat di Kecamatan Siak dan Mempura. Dengan menggandeng PT Kimia Tirta Utama (Astra Group), kader PP Siak mulai menyisir pemukiman warga di Balaikayang, Kelurahan Kampung Dalam, masjid Alamuddinsyah, perumahan Pesona Indrapura dan masjid bersejarah Syahbuddin. Dalam giat ini kita juga dibantu PT KTU. Perusahaan itu menurunkan alat dan operator serta cairan disinfektan. Kompleks perkantoran Tanjung Agung di Kecamatan Mempura juga menjadi target penyemprotan cairan disinfektan. Kompleks perkantoran Tanjung Agung merupakan kompleks perkantoran Bupati Siak, inspektorat, Pengadilan Negeri Siak, Kejaksaan Negeri Siak dan Kantor Imigrasi Kelas II Siak Sri Indrapura.kemudian di lanjutkan di pasar buatan 1, kecamatan koto gasib sekolah, pondok pesantren, masjid kecamatan dan juga rumah-rumah masyarakat semua di semprot dengan disinfektan dengan menggunakan alat dari PT KTU.

kan dalam bentuk mendirikan dapur umum. Di dapur yang didirikan di gedung pertemuan Kaca Mayang di Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib itu panitia menyiapkan makanan untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat sekitar. Administratur , Humas dan Asisten Sustainability PT. KTU juga turun langsung membantu memasak lauk di posko dapur umum, pada waktu penyerahan paket sembako dan logistic dapur umum lengkap. Dapur umum ini dibuat bagi masyarakat kurang mampu terdampak Corona. Kita berikan makanan jadi. Yang ambil penghulu kampung. Pemerintah kampung dan tim kecamatan nanti yang bagikan ke masyarakat.kemudian Sembako yang diberikan tahap pertama yakni 45 paket sembako , tahap dua 50 paket sembako kemudian tahap tiga 100 paket sembako di serahkan kepada kaum duafa terdiri dari beras, minyak goreng, sirup dan lainnya untuk kebutuhan lebaran. Sedangkan

santunan yang diberikan kepada anak yatim sebesar Rp200 ribu per orang. Tidak semua perusahaan memiliki empati dan kepedulian yang tinggi terhadap warga yang tinggal di sekitar perusahaan. Empati dan kepedulian yang diperlihatkan PT KTU kepada warga Koto Gasib di mana perusahaan itu berada membuat Camat Dicky Sofyan merasa terharu sekaligus bangga. “Saya tidak bisa berkata kata lagi. Bagaimana tidak, kepedulian PT KTU terhadap warga seperti sudah terstruktur. Tanpa harus diminta, mereka lebih tahu apa yang harus dilakukan,” ungkapnya. Selama ramadan ini saja sudah tiga kali PT KTU memberikan bantuan ,Jika banyak bantuan yang datang, maka potensi orang untuk keluar rumah sedikit,” katanya sambil mengapresiasi kerjasama dan kepedulian terhadap masyarakat yang dilakukan PT KTU yang selalu sigap dan hadir di tengah masyarakat. (*)

Kerja sama yang cukup unik juga dilakuEdisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

17


Namun, ada banyak hal yang harus diperhatikan petani pada masa tersebut. Selain membutuhkan biaya tidak sedikit, proses replanting sendiri berdampak pada perekonomian petani sawit. Pasalnya, kebun sawit tak lagi berproduksi. Dalam kondisi ini, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan oleh para petani untuk tetap melanjutkan roda perekonomian. Salah satunya adalah dengan beternak ikan lele. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Herman Mahmud, menyambutkan bahwa beternak lele bisa menjadi pilihan yang bagus untuk para petani. “Saya menyampaikan bahwa beternak lele ini sangat bagus. Ketika ada sela replanting, para petani menunggu 3 sampai 5 tahun, waktu ini bisa mereka gunakan untuk membudidayakan ikan lele. Jadi saya sampaikan bahwa petani bisa beternak lele sampai kebun kelapa sawit itu bisa menghasilkan kembali,” kata Herman kepad sawitplus.co di kantornya, Kamis (18/6).

Budidaya Lele Prospek

BISNIS PETANI SAWIT DI SELA REPLANTING Pohon kelapa sawit yang sudah mencapai usia lebih dari 25 tahun, tentu produktivitasnya tidak lagi sama dengan yang berumur 10 hingga 20 tahun. Selain produksi yang menurun, kondisi pohon yang tinggi juga akan sulit saat melakukan panen dan mengharuskan petani segera melakukan peremajaan (replanting).

Salah satu alasan kenapa memilih untuk beternak ikan lele adalah, karena proses budidaya yang cepat. Herman mengatakan bahwa membudidayakan ikan lele, hanya membutuhkan waktu 2 sampai 3 bulan saja untuk panen. “Prinsipnya kami mengatakan itu (beternak ikan lele, red) baik untuk membuat ekonomi masyarakat terus bergerak saat masa replanting. Prospeknya sangat bagus. Kita luhat marketnya juga cukup bagus. Karena saat ini banyak tempat makan yang membutuhkan ikan lele, seperti warung makan pecel lele dan lainnya. Jadi pasarnya juga cukup bagus,” tambahnya. Ada sejumlah sistem yang bisa digunakan untuk budidaya ikan lele. Di antaranya adakah bisa menggunakan kolam terpal ataupun biofloc. “Bisa menggunakan kolam terpal atau biofloc. namun diantara kedua sistem ini yang paling bagus dan yang paling kita rekomendasikan itu yang kolam terpal. Karena kolam terpal ini simple, hanya menggunakan papan dan terpal. Pembuatannya juga cukup mudah. Sangat cocok untuk petani yang baru mengenal dunia budidaya ikan,” katanya. Teknik budidaya lele sistem kolam terpal. Budidaya ikan lele dengan sistem kolam

18

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 20 Tahun 2020


terpal bisa dilakukan dengan lahan sempit. Para petani sawit yang sedang dalam masa replanting dapat membuat kolam terpal di pekarangan rumah. Kepala UPT Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Salman, mengatakan, untuk pemula dapat memulai budidaya ikan lele dengan menggunakan kolam terpal berukuran 1x5 meter. Setiap 1 meter persegi, kata Salman, cukup untuk menampung pembudidaya sekitar 200 ekor ikan lele. Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memulai budidaya lele. Di antaranya adalah menggunakan hibut unggul, memperhatikan ukuran ikan agar seragam, kualitas air serta pemberian pakan. “Pada budidaya ikan lele, saat pemeliharaannya itu bada beberapa hal yang harus diperhatikan. Seperti ukuran ikan harus diperhatikan agar seragam karena sifat lele ini juga kanibal, ini bisa menggunakan alat sortir. Selain itu juga harus memperhatikan airnya, kualitas air harus dijaga. Kalau sudah berbau, harus ganti air. Di samping itu untuk penyakit juga tidak khawatirkan. Ikan lele juga mudah beradaptasi dengan suhu dan kondisi air,” jelasnya.

diperlukan bebeapa kolam untuk membudidayakan ikan lele. Ini dilakukan untuk menghindari lele memangsa satu sama lain, serta akan bermanfaat untuk pertumbuhan lele. “Ikan lele merupakan jenis ikan kanibal. Jadi untuk menghindari risiko kematian pada lele, kita harus memisahkan lele yang berukuran besar dan kecil. Sehingga tidak perlu lagi khawatir ikan akan memangsa satu sama lain. Kemudian pada usia 20 hari, juga harus disortir kembali. Jika tidak dipisahkan, ikan yang lebih kecil juga akan lambat tumbuh,” jelasnya. Hal yang harus diperhatikan selanjutnya adalah kualitas air. Kualitas air yang baik untuk budidaya lele memiliki suhu antara 26 sampai 32 derajat celcius. Kemudian memiliki pH antara 6,5 sampai 7,5 serta kadar oksigen 1,5 sampai 5 mg/liter.

dapat menyebabkan kematian pada lele. Untuk menjaga suhu, juga bisa ditambahkan dengan tanaman eceng gondok atau sejenisnya di permukaan kolam. Tanaman juga berfungsi untuk menyerap racun pada air,” katanya. Hal penting yang juga harus diperhatikan adalah pakan. Salman menyebutkan, lele biasanya diberi makan 3 kali dalam sehari. Namun apabila ikan terlihat aktif dan mendorong kepalanya, dapat juga diberi waktu makan tambahan. Pakan yang direkomendasikan adalah pakan jenis sentrat 781-1 yang di dalamnya mengandung nutrisi yang dibutuhkan lele. Seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Pakan juga tidak dibenarkan diberikan secara berlebihan, karena pakan yang mengendap dalam kolam akan membawa dampak buruk untuk kualitas air dan kesehatan lele. (Bayu)

Salman menjelaskan, warna air yang bagus untuk ternak lele adalah hijau, yang artinya mengandung banyak lumut di sekitarnya. Warna air akan berubah menjadi kemerahan saat lele sudha siap untuk dipanen. “Air juga perlu diganti jika air sudah berbau tidak sedap. Air yang diperlukan tidak terlalu keruh dan tidak terlalu jernih,” ujar Salman.

Pertama adalah pemilihan bibit. Salman mengatakan, bibit unggul dipilih agar lebih sehat, tidak mudah terserang penyakit dan perkembangannya baik. Ciri-ciri bibit lele unggul adalah bergerak lincah, tidak cacat, sehat, serta warnanya seragam dan tidak pucat. Sehingga direkomendasikan untuk membeli bibit di tempat pembenihan dan memiliki riwayat induk yang jelas.

Selain kualitas, kedalaman air juga harus diperhatikan. Air pada kolam akan terus berkurang karena proses penguapan. Di bulan pertama, kedalaman air akan berkurang sekitar 20 cm, kemudian 40 cm di bulan kedua dan 80 cm di bulan ketiga. Sehingga penambahan air secara rutin juga diperlukan agar kedalaman tetap normal.

Kemudian memisahkan ikan lele sesuai ukuran secara berkala. Sehingga

“Usahakan air tidak terlalu dangkal, karena akan membuat suhu air meningkat dan Edisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

19


Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) merupakan daerah yang subur, tidak heran Negeri Seribu Suluk jadi salah satu daerah di Provinsi Riau menjadi tujuan investasi bagi pengusaha terutama perkebunan kelapa sawit. Kini, dari sekitar 77 perusahaan perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Rohul, baru sebagian kecil saja perusahaan yang benar-benar sudah ikut berkontribusi membangun daerah. Tidak halnya seperti PT Ekadura Indonesia (EDI) dan PT Sawit Asahan Indah (SAI), dimana contoh dua perusahaaan perkebunan yang secara nyata sudah ikut berkontribusi terhadap pembangunan di Kabupaten Rohul selama ini. Bahkan di bawah bendera Astra Group, keduanya ikut peduli terhadap pembangunan daerah, baik itu di dunia lingkungan hidup, sosial kemasyarakat,pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya. “Saat ini, PT EDI dan PT SAI bukan hanya merupakan perkebunan inti. Keduanya bersama pemerintah ikut mengembangkan pola kemitraan Plasma Kredit

20

PT EDI DAN PT SAI

TERUS BERKONTRIBUSI Membangun Kabupaten Rohul Koperasi Primer Anggota (KKPA). Saat ini petani mitra KKPA di bawah binaan kedua perusahaan capai 1.340 Kepala Keluarga (KK),� jelas Dede Putra, Community Development Officer PT EDI beberapa waktu lalu.

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 20 Tahun 2020

Selain itu tambah Dede Putra, perusahaan juga mengembangkan program Income Generating Activity (IGA) kinidiikuti 49 KK. Meaui program itu perusahaan berharap tingkat kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.


“Rata-rata, perusahaan membayarkan Tandan Buah Segar (TBS) milik petani Rp 18 hingga Rp20 miliar setiap bulannya. Uang itu terus berputar di masyarakat sehingga terjadi multiplier effect atau efek berganda bagi perekonomian,” jelas Dede secara rinci. Kemudian, bagi petani yang mendapatkan pembayaran TBS juga melakukan transaksi ekonomi lainnya seperti membeli bahan kebutuhan pokok, pakaian, membangun rumah, membeli kendaraan roda dua maupun roda empat, dan lainnya, sehingha kegiatan ekonomi di masyarakat terus berputar dengan adanya kelapa sawit. Upaya meningkatkan perekonomian, pihak PT EDI juga PT SAI juga berperan membantu membangun infrastruktur jalan masyarakat. “Seperti pembangunan infratruktur yang baik, maka akan membuka akses bagi masyarakat agar lebih dapat mengakses ekonomi dengan lebih efisien. Sehingga masyarakat mudah mengangkut hasil pertanian dan perkebunan mereka setiap saat,” ungkapnya.

kungan. Di bidang pendidikan, PT EDI dan PT SAI beri bantuan pendidikan berupa beasiswa sampai dengan bantuan sarana dan prasarana belajar. “Karen pendidikan adalah cara terbaik dalam menyiapkan masa depan masyarakat agar lebih cerdas dan meningjat. Karena itu, perusahaan membangun program-program pendidikan,” ucapnya.

Di bidang kesehatan, perusahaan mengembangkan program Posyandu agar masyarakat terus dapat melakukan kegiatan yang menunjang kehidupan. Di masa Pademi COVID-19, perusahaan juga bersama-sama mencegah penularan dengan berbagai macam kegiatan, itu sesuai dengan tagline, “Kami selalu ingin Sejahtera Bersama Bangsa.” (Hendra)

Salah satu Koperasi Mitra binaan PT EDI, juga ikut menjadi Koperasi yang diperhitungkan di Indonesia. Koperasi Serba Usaha (KSU) Sumber Rezeki kini jadi salah satu koperasi yang mendapatkan Sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Di samping sektor perekonomian, PT EDI dan PT.SAI juga mengembangkan program pendidikan, kesehatan, dan lingEdisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

21


Berkebun di Pekarangan Rumah Sendiri

Solusi Ketahanan Pangan DI MASA PANDEMI COVID-19 Pandemi COVID-19 yang memaksa orang tinggal di rumah memunculkan budaya baru, yaitu berkebun di pekarangan rumah berupa sayuran organik.Bank sampah Tirta Lestari pelopor pembuatan pupuk kompos.

Berkebun di pekarangan rumah relatif mudah dilakukan, di mana setiap orang bisa belajar di Google atau Youtube, tanpa harus bertemu langsung dengan pengajar dan tanpa harus menjadi sarjana pertanian untuk menjadi ahli. Konsumsi

22

sayuran dari kebun sendiri relatif lebih aman dan sekaligus menjadi solusi pemenuhan pangan skala rumah tangga, berbiaya murah dan mudah dilakukan.

Dalam berkebun sayuran organik ini harus memperhatikan beberapa hal seperti media tanam yang digunakan serta pemberian kompos dan pupuk cair yang cukup, yang bisa dibuat sendiri. Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang harus dipenuhi setiap

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 20 Tahun 2020

saat. Sebagai kebutuhan dasar, pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Berbagai gejolak sosial dan politik dapat juga terjadi jika ketahanan pangan terganggu. Saat ini, krisis pangan menghantui Indonesia sebagai dampak pandemi Covid 19. Banyak upaya dilakukan berbagai pihak guna mengantisipasinya. Masyarakat mulai melakukan penghematan dan menanam bahan pangan lokal, gerakan beli hasil tanaman pangan petani lokal juga digencarkan. Begitupun halnya dengan PT. Kimia Tirta Utama. Dalam mendukung program pemerintah untuk menjaga ketahananan pangan, perusahaan yang menaungi 1123 karyawan tersebut melakukan berb-


agai hal untuk menjaga ketahanan pangan karyawan di lingkungan perusahaan. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah dengan mewajibkan setiap karyawan untuk memanfaatkan pekarangan kosong di sekitar perumahan. Bekerja sama dengan Bank Sampah Tirta Lestari yang terintegrasi dengan Bank Sampah Sekolah dan Bank Sampah Paguyuban, PT. Kimia Tirta Utama secara rutin mensosialisasikan pemanfaatan pekarangan kosong dan secara berkala memantau hasil dari kebijakan tersebut. Bank sampah yang sudah beroperasi sekitar setahun ini sudah banyak mengasilkan pupuk kompos, serta pemanfaatan sampah organic menjadi kerajinan, selain edukasi kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah Bank Sampah juga andil besar untuk mewujudkan kemandirian pangan untuk support pupuk organiknya. Slamet Riyadi, Asisten Sustainbility PT Kimia Tirta Utama, mengakui memanfaatkan masa berdiam di rumah dengan berkebun beragam macam sayuran, seperti bayam merah, kacang panjang, sawi dan kangkung bangkok. Lumayan ini bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga di masa pandemi ini. Menurutnya, berkebun di pekarangan bisa menjadi solusi pangan keluarga, apalagi dengan susahnya memperoleh sayuran yang sehat dan terasa aman

dalam konsumsinya. “Dengan menanam sendiri sayuran untuk konsumsi keluarga juga memberi rasa aman karena jelas sumbernya dari kebun sendiri. Kalau beli dari luar biasanya dibersihkan baik-baik karena ketakutan tercemari virus. Apalagi sekarang juga susah mendapatkan sayuran karena adanya pembatasan, tak ada penjual sayuran yang biasa datang, mau ke pasar juga mungkin jauh dan berisiko,� katanya. Warga disetiap paguyuban berupaya menanam sawi , bayam dan kangkung. Bayam merah selain mudah dibudidaya juga memiliki masa panen yang singkat, yaitu hanya 3 minggu. Sementara kangkung selama 3 minggu sehingga kebutugan sayur mayor sudah mandiri serta di jamin organic karena pemupukan dengan pupuk organic kompos. Tidak hanya mengeluarkan kebijakan, PT Kimia Tirta Utama secara konsisten

memberikan bantuan bibit tanaman kepada karyawan dan memfasilitasi pupuk kompos yang dihasilkan oleh Bank Sampah Tirta Lestari. Dengan adanya kebijakan ini, karyawan diharapkan paling tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga sendiri. Administratur PT Kimia Tirta Utama, Achmad Zulkarnain menyampaikan, kebijakan ini merupakan salah satu langkah dalam upaya mengubah perilaku dan pola konsumsi umum masyarakat. Saatnya gaya hidup hijau yaitu perilaku yang ramah lingkungan dibudayakan dan dijadikan trend baru dalam menghadapi era ‘new normal’ baik selama pandemi maupun setelah pandemi Covid 19 ini. Mari mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, mulai sekarang juga untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat serta dapat memanfaat lahan kosong menjadi lahan produktif serta ramah lingkungan. (*)

Edisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

23


GAPKI RIAU panti asuhan dapat lebih giat belajar. Sehingga dapat berprestasi. Apalagi, kondisi wabah Covid-19 ini membuat mereka harus bertahan terus melangsung kehidupan ini. Firmansyah juga menyebutkan, Selain melakukan kegiatan pemberian santunan, setiap tahun GAPKI Riau juga turut melakukan berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti bencana Covid-19 yang akhir akhir ini menyita perhatian kita semua. Bahkan GAPKI sudah melakukan bantuan APD ke beberapa rumah sakit di Pekanbaru, serta pemberian sembako untuk warga terdampak Covid-19 serta bantuan lainnya yang memang jadi kebutuhan saat ini.

GAPKI Riau Santuni Dua Panti Asuhan di Pekanbaru Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Riau beberapa waktu lalu mengunjungi dua panti asuhan yang berada di Pekanbaru, yakni Panti Asuhan Annisa dan Panti Asuhan Rahmat Hidayatullah. Kali ini GAPKI menyerahkan santunan berupa uang tunai dan nasi kotak kepada anak-anak panti asuhan. Sekretaris GAPKI Riau, Firmansyah, kepada wartawan mengatakan, acara ini merupakan wujud kepedulian GAPKI kepada anak-anak panti asuhan, dimana bulan suci Ramadan ini mereka harus mendapatkan uluran tangan untuk bisa bertahan di tengah pendemi corona. “Perusahaan anggota GAPKI tidak semata mata mencari keuntungan, semua peduli

akan lingkungan dan sosial. Untuk sosial ini, setiap tahun dan setiap ramadan kami bekerja sama dengan kompartemen bina mitra dan CSR memberikan santunan dan nasi kotak kepada anak anak panti asuhan,” ungkapnya sambil menambahkan kali ini untuk Panti Asuhan Annisa dan Rahmat Hidayatullah. Atas santunan ini, diharapkan adik-adik

Senada dengan itu, Lasmi Pendiri Panti Asuhan Rahmat Hidayatullah di Jalan Baru Arifin Ahmad ini mengaku terharu dengan kunjungan rombongan GAPKI ini. Bahkan panti asuhan yang dia dirikan sejak 2016 dengan memiliki anak panti kurang lebih 35 orang ini saat ini memang sangat membutuhkan uluran tangan pada donatur. “Selama ini saya menghidupi anak panti dari hari taman bunga yang kami kelola, namun karena pendemi corona ini usaha kami menjadi lesu sementara kebutuhan panti asuhan semakin hari semakin banyak,” jelasnya. Karenanya kata Lasmi, dengan bantuan GAPKI ini mereka sangat terbantu sekali, apalagi saat ini banyak anak anak panti yang akan masuk sekolah dan membutuhkan biaya yang banyak. Alhamdulillah sekali, dan kami berterimakasih kepada Pengurus GAPKI Riau yang telah sudi menyisihkan uangnya untuk kebutuhan panti kami ini. Semoga kelak panti asuhan kami terus didatangi donatur donatur seperti GAPKI ini,” harapnya. Hal yang sama juga diamini oleh Nurbaiti selaku pengurus Panti Asuhan Annisa. Menurut Nurbaiti, pandemi corona ini membuat mereka sedikit keteteran dalam masalah keuangan, karena uluran tangan para donatur saat ini sangat diperlukan. “Kami berharap selain bantuan dari GAPKI ini akan ada bantuan bantuan lainnya, karena operasional panti ini lumayan besar dan anak anak kami banyak yang masuk tahun ajuran baru, sekali lagi kami mengucapkan banyak terimakasih kepada pengusaha kelapa sawit di Riau ini dan terus berbagi untuk kami,” tegasnya. (*)

24

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 20 Tahun 2020


GAPKI RIAU

segera berakhir dan harga CPO kembali naik sehingga Gapki terus berkontribusi untuk negeri ini,” harapnya.

Bantu Korban PHK

Gapki Riau Serahkan Sembako

ke Disnaker Riau G abungan Pengusaha Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Riau menyerahkan bantuan sembako ke Dinas Tenaga Kerja Riau. Bantuan ini rencananya akan dibagikan korban PHK yang ada di Riau.

Plt Ketua Gapki Riau, Hartono melalui Kompartemen SDM, Huiniati beberapa waktu lalu mengatakan, bantuan ini merupakan yang kesekian kali dilakukan Gapki di masa pandemi Covid-19 ini. Sebagai organisasi yang tergabung dalam perusahan sawit memiliki peran untuk menolong sesama melalui program CSR nya menyalurkan bantuan 300 paket yang

terdiri dari 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, 1 kilogram gula, 1 kaleng sarden dan 10 bungkus mie instan. “Terus terang kita prihatin dengan dampak Covid 19 ini selain krisis kesehatan kita juga terdampak pada PHK besar besaran di beberapa perusahaan sehingga membuat ekonomi mereka makin goyang dan kami dari Gapki sedikit membantu meringankan beban mereka,” jelas Huiniati. Lanjutnya, dia berharap semoga covid 19 ini berakhir dan korban PHK tidak bertambah lagi sehingga perekonomian kembali stabil. “Harapan kami Covid ini

Senada, Jonli selaku kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau mengaku telah menerima bantuan sebanyak 3.150 paket sembako dari perusahan. Dari ribuan, sebanyak. 869 paket sembako telah disalurkan kepada karyawan di 12 perusahaan yang di PHK dan dirumahkan. “Alhamdulillah sampai saat ini kita telah menerima bantuan sembako sebanyak 3.150 paket, yang terdiri dari PT Wahana 2.000 paket, Apindo 400 paket, BPJS Ketenagakerjaan 350 paket, Gapki Riau 300 paket dan BPJS Kesehatan 100 paket,” terangnya. Jonli menjelaskan, dari 3.150 paket sembako itu 569 paket disalurkan oleh Pemprov Riau kepada karyawan yang di PHK maupun dirumahkan. Kemudian 300 paket sembako disalurkan Apindo Riau. Sedangkan paket sembako lainya, lanjut Jonli, pihaknya akan menyerahkan segera kepada karyawan yang di PHK dan dirumahkan lainnya. “Yang belum bisa menerima asal namanya terdaftar dan masuk laporannya ke Disnakertrans Riau. Walaupun sudah Lebaran tetap akan disalurkan. Kita hadap dengan bantuan sembako ini sedikit meringankan beban mereka,” cakapnya. (*)

Edisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

25


26

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 14 Tahun 2019


PENYAKIT JANTUNG DAN COVID-19 Oleh Dr. Dasdo Antonius Sinaga, SpJP(K)

Dokter ahli konsultan Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru Ketua Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia (PERKI) cabang Pekanbaru

Covid-19 adalah penyakit akibat virus corona, yang dinamai SARS-CoV-2 oleh World Health Organisation(WHO). Penyakit ini menular melalui droplet dari mulut/ludah dan hidung, masuk ke dalam tubuh lewat mulut, hidung dan mata. Setelah menempel dan menginfeksi saluran nafas atau bagian tubuh lainnya, SARS CoV-2 akan bereplikasi (memperbanyak diri) di dalam sel, kemudian keluar dari sel, masuk ke dalam darah, dan menyebabkan infeksi sistemik (infeksi ke seluruh tubuh). Secara agresif, virus dapat menginvasi seluruh organvital (paru-paru, jantung, ginjal, liver, dll.), dan pada sebagian pasien, kondisi diperburukan akibat disregulasi sistem kekebalan tubuh yang menyerang diri sendiri.

jantung mengalami gejala yang lebih berat jika terinfeksi virus corona? Jawaban: Benar. Berdasarkan data yang ada, penderita sakit jantung memiliki risiko terjadi infeksi yang lebih berat, dan risiko kematian yang 2-3x lipat lebih tinggi dibandingkan pasien tanpa penyakit jantung. Risiko yang sama juga dialami oleh:

dan risiko kematian lebih tinggi. Virus SARS-CoV-2 masuk ke dalam sel melalui reseptor ACE2. Reseptor ini juga banyak terdapat pada organ jantung dan lapisan endotel pembuluh darah. Secara ilmiah, bisa dijelaskan bahwa SARS-CoV-2 secara langsungmenginvasi dan merusak organ jantung. Pertanyaan: Kelainan jantung apa yang bisa terjadi jika terinfeksi Covid-19? Apa saja gejalanya? Jawaban: Komplikasi jantung akibat Covid-19 adalah antara lain serangan jantung (sindroma koroner akut), gagal jantung, gangguan irama, dan peradangan jantung (miokarditis). Selain demam, batuk kering, badan lemas (ketiga ini merupakan simptom tersering Covid-19), gejala pada jantung adalah nyeri dada, sesak nafas, berdebar-debar.

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan berkaitan hubungan penyakit jantung dan Covid-19.

• Pasien berusia >65 tahun, • Penderita hipertensi/darah tinggi, • Diabetes melitus, • Penyakit ginjal, • Penyakit paru-paru kronis, dan • Penyakit gangguan kekebalan tubuh.

Pertanyaan: Saya menderita penyakit jantung. Apakah saya lebih mudah terkena penyakit Covid-19?

Data di Inggris menunjukkan 9 dari 10 pasien yang meninggal akibat Covid-19 memiliki faktor risiko tersebut di atas.

Jawaban: Tidak. Semua orang bisa terjangkit Covid-19. Kemungkinan seseorang terinfeksi adalah tergantung paparan dari orang lain yang sudah terinfeksi SARS-CoV-2 melalui droplet, atau saat menyentuh benda yang sudah ditempeli oleh virus. Virus bisa hidup pada benda mati selama 8-16 jam, tergantung jenis materialnya.

Pertanyaan: Mengapa penderita jantung memiliki gejala Covid-19 yang lebih berat? Jawaban: Karena pada pasien jantungsudah terdapat abnormalitas struktur dan fungsi/kekuatan jantung. Tanpa infeksi saja, kemampuan fisik pasien sudah menurun, ditandai dengan gejala nyeri dada dan sesak nafas. Jantung yang tidak sehat tidak bisa mencukupi kebutuhan metabolik normal sehari-hari.

Peradangan sistemik yang hebat pada Covid-19 menyebabkan plak pada pembuluh koroner jantung menjadi plak yang tidak stabil, lalu pecah/ruptur, sehingga terjadi proses koagulasi/penggumpalan darah. Gumpalan darah/trombus) menutup aliran darah (kaya oksigen) ke dalam jantung. Karena iskemia jantung (kekurangan oksigen), keluhan dirasakan sebagai nyeri dada bagian kiri, bisa menjalar ke punggung atau leher. Gejala ini bisa disertai dengan keringat dingin dan sesak nafas. Mekanisme ini mirip dengan kejadian serangan jantung pada umumnya.

Dalam keadaan infeksi virus corona, demam menyebabkan metabolisme meningkat, kebutuhan oksigen bertambah, batuk dan produksi lendir saluran nafas membuat tubuh semakin lelah. Pasien jantung yang awalnya stabil bisa menunjukkan tanda perburukan (deteriorasi). Akibatnya penyembuhan lebih sulit

Sesak nafas, terutama saat aktivitas ringan dan tidak bisa tidur berbaring (sehingga pasien cenderung istirahat posisi duduk) adalah gejala gagal jantung. Cairan memenuhi ruang interstitial paruparu. Ini sering terjadi karena perburukan kondisi gagal jantung yang memang sudah dialami oleh pasien.***

Selama terus mengikuti anjuran social distancing dengan (1) tetap di rumah saja, (2) menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, (3) selalu memakai masker jika keluar rumah, serta (4) rajin mencuci tangan dengan air, risiko tertular pasti lebih rendah. Pertanyaan: Apakah penderita sakit

Edisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

27


GAPKI RIAU “Sebagai organisasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit di Riau kami terpanggil untuk menyiapkan APD yang saat ini sangat dibutuhkan banyak Rumah Sakit. Salah satunya adalah Rumah sakit Daerah Madani yang ternyata per 1 April kemarin sudah dijadikan rumah sakit khusus Covid 19 dan sebelumnya kita sudah menyerahkan APD di Rumah Sakit Ibnu Sina,” jelas Firmansyah selaku Sekretaris Gapki beberapa waktu lalu. Penyerahan bantuan APD oleh GAPKI Cabang Riau ke RSD Madani Pekanbaru diantaranya 50 pcs hazmat suit, 35 pcs kacamata safety google SKF, 50 pasang sepatu boot, 400 pcs masker N95. Menurut Firmansyah, untuk bantuan APD ini yang kedua kali diberikan ke rumah sakit sebelumnya RS Ibnu Sina dan bantuan untuk tenaga medis.

Perangi Covid-19

Gapki Riau Serahkan APD ke RS Ibnu Sina dan RSD Madani

D

alam rangka memerangi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), kali ini Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Riau pada menyerahkan bantuan alat pelindung diri ke Rumah Sakit Ibnu Sina dan RSD Madani.

28

Bantuan APD ini sangat dibutuhkan sekali oleh tenaga medis di RSD Madani. “Kami sangat berterimakasih karena APD ini sangat dibutuhkan, apalagi RSD Madani ini sudah ditunjuk sebagai RSD yang menangani Covid 19.” tuturnya. Kata Dendi, Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani milik Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru kini sudah merawat 4 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang mengalami gejala Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19.

Rambongan Gapki ini menyerahkan APD di RS Ibnu Sina dan Disinpektan di Polda Riau kemudian dilanjutkan ke RSD Madani yang dipilih sebagai salah satu rumah sakit rujukan daerah khusus Covid 19 untuk warga Riau. Bantuan itu sebagai bentuk dukungan gabungan perusahaan sawit di Riau kepada tenaga medis yang merupakan garda terdepan dalam menangani pandemic Covid 19. Bantuan itu diserahkan langsung oleh Sekretaris Gapki Cabang Riau Firmansyah dan diterima oleh Wakil Direktur Umum dan Keuangan RS Ibnu Sina, Ir Feriyanto Johan bersama staf rumah sakit. Bantuan APD itu berupa 50 pc Hazmat Suit, 35 pc kacamata safety google SKP, 50 pasang sepatu boot dan 400 pc masker N95.

Bantuan APD ini disambut gembira oleh pihak RSD Madani, bahkan Kabid Perawatanya Dendi Zulheri mengaku sangat berterima kasih kepada Gabungan Pengusaha Kepala Sawit ini. Atas bantuan dari Gapki itu Dendi mengucapkan terimakasih.

“Ke-4 PDP yang dirawat di rumah sakit yang terletak di Jalan Garuda Sakti, Kecamatan Tampan itu merupakan pasien dengan kategori penderita gejala Covid-19 ringan dan sedang. Keempatnya PDP (dengan gejala) ringan dan sedang,” ungkapnya. Sedangkan penyerahan APD ke RSD Mandani, dipimpin langsung Firmansyah sekretaris Gapki, Ketut Sukarwa wakil ketua Gapki dan Kamal Abu Bakar. Sementara dari pihak RS Madani diwakili langsung oleh Kabid Perawatan, Dendi Zulheri Skep M Kes dan Kabag TU, Febri Adriati.

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 20 Tahun 2020

Sementara untuk ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, disampaikan Dendi masih tersedia namun tentunya dengan banyak bantuan dan kepedulian dari pihak pihak swasta lainnya akan membantu operational RSD Madani kedepan kalau kalau ada penambahan pasien lagi. (lin)


Edisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

29


ADVERTORIAL Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) RI, Bambang Brodjonegoro dan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza menginjakkan kaki di Kabupaten pelalawan, persisnya di kampus Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P). Tiba di Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) yang di rintis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Republik Indonesia dan rombongan disambut Bupati Pelalawan, HM Harris.

MENRISTEK RESMIKAN

TEACHING INDUSTRY OLEOPANGAN ST2P

Dengan menggunakan Tanjak Hijau, Bambang Brodjonegoro meninjau perkembangan kawasan Teknopolitan sekaligus meresmikan Teaching Industry Oleopangan milik Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) lantai l. Kunjungan pertamanya ke Kabupaten Pelalawan, Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro melihat langsung hasil kerajinan dan teknologi yang ditaja OPD. Untuk sekian kalinya pejabat tinggi Pemerintah Pusat kunjungi Kabupaten Pelalawan, kali ini yang mengunjungi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro PH.D, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) RI Dr Ir Hammam Riza MSc, beberapa waktu lalu. Di mana tujuannya untuk meninjau kesiapan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pelalawan terkait pembangunan pabrik industial vegetable oil (IVO) dikawasan Techopark kecamatan Langgam. Demikian disampaikan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro PHD mengatakan, bahwa awalnya dirinya tidak percaya dengan keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan pada pembangunan kawasan Teknopolitan, dimana rasa takut tersebut terjadi pada Tahun 2017 lalu bilamana pertama kali jumpa Bupati Pelalawan untuk mempersentasikan perencanaan pembangunan tersebut. Alasan rasa takut tersebut, dikarenakan kalau disetujui perencanaan pembangunan kawasan

30

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 20 Tahun 2020


ADVERTORIAL tersebut akan menghamburkan APBD saja dan membazir atau mangkrak.

untuk pendampingan Kabupaten Pelalawan,” ujarnya.

”Bertemu sama Bapak HM Harris itu terjadi waktu saya menjabat Kepala Bappenas RI. Saya mengapresiasi perjuangan Pemkab Pelalawan atas keseriusan untuk mewujudkan pembangunan kawasan Tekno Park ini. Semoga pembangunan kawasan tersebut sebagai pengembangan inovasi daerah ini menjadi contoh untuk daerah lainnya,“ terangnya.

Hammam Riza juga mengatakan, bahwa pencapaian Pelalawan ini membuktikan contoh nyata keberhasilan pembangunan suatu sistem secara konsisten dan berkelanjutan. Selama ini, Pemkab Pelalawan terus Berkomitmen membangunkan sistem inovasi di Kabupaten Pelalawan untuk meningkatkan daya saing daerah dan mensejahterakan masyarakatnya melalui Pelalawan EMAS.

Sementara itu, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) RI Dr Ir Hammam Riza MSc mengatakan, bahwa dari tahun 2012 sampai 2019, pihaknya ditugaskan oleh Presiden untuk mengembangkan sembilan Sains dan Tekno Park di berbagai daerah salah satunya di Kabupaten Pelalawan. Pemilihan Kabupaten Pelalawan sebagai salah satu lokasi pembangunan Tekno Park tidak terlepas dari posisi Kabupaten Pelalawan merupakan salah satu daerah mitra aktif yang memiliki komitmen tinggi serta dianggap strategis bagi BPPT. ”Pada awalnya BPPT melakukan pendampingan Kabupaten Pelalawan berkaitan dengan upaya percepatan peningkatan daya saing berbasis potensi daerah melalui pendekatan penguatan sistem inovasi daerah (SIDa). Secara singkat, proses kerjasama Kabupaten Pelalawan dengan BPPT dapat menjadi beberapa fase yakni periode fase pertama antar tahun 2011-2014, pada bidang inisiasi program penguatan sistem inovasi daerah dan fase kedua antara tahun 2015-2019,pada bidang pelaksanaan pengembangan Tekno Park Pelalawan serta fase yang terakhir antara tahun 2020,pada penekanan pada peran intermediasi mengingat tidak ada lagi anggaran khusus (karena berbasis flagship)

”Kita sebagai pendamping daerah Negeri Amanah ini sangat bangga dengan prestasi yang didaerahnya. Tentunya saja, kita tidak boleh berpuasa diri dengan prestasi dan capaian tersebut, karena kedepan masih banyak tantangan yang harus dihadapi terutama agar keberadaan Tekno Park benar – benar bisa berperan sebagai suatu institusi penggerak ekonomi masyarakat berbasis inovasi di Kabupaten Pelalawan dan sekaligus berkontribuso dalam pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas,” jelasnya. Hal yang sama disampaikan Bupati Pelalawan HM Harris menambahkan, bahwa berada pada posisi yang strategis sumber daya alam (SDA) yang melimpah mendorong Kabupaten Pelalawan berkembang menjadi tujuan idup banyak orang. Perkembangan ini tentunya diikuti dengan semakin kompleksnya permasalahan pembangunan. Dengan adanya permasalahan tersebut, pihaknya mencetuskan tujuh program strategis untuk mengatasi lima indikator pembangunan. ”Untuk meningkatkan daya saing daerah dan potensi unggul khas daerah, kita telah memprioritaskan empat kawasan pembangunan unggulan salah satu-

nya pembangunan kawasan sains dan teknologi (kawasan teknopolitan atau techno Park). Kawasan Teknopolitan Pelalawan tempat kita berdiri saat ini, di luas lahan ya g sudah disiapkan berkisar kurang lebih 3.754 hektare,“ paparnya. Bahwa sebagai produk unggulan nasional, komunitas kelapa sawit memberikan kontribusi yang besar terhadap devisa negara, PDRB, dan PDB serta menjadi pengungkit perekonomian daerah. Saat ini perkebunan sawit di Kabupaten Pelalawan menyumbang 38 persen bagi PDRB Kabupaten dengan luas kebun secara keseluruhan 393.000 hektare atau 40 persen, diantaranya dikelola oleh petani sawit swadaya. ”Pada Tahun 2019, kita sudah menjalin kerjasama dengan  Institute Teknologi Bandung (ITB), perihal pengembangan industri hilirisasi sawit di kawasan teknopolitan Pelalawan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Perlu disampaikan, bilamana ITB telah mengembangkan teknologi katalis merah putih untuk mengubah minyak sawit industri (Industrial Vegetable Oil atau IVO) menjadi bahan bakar terbarukan yang lebih berorientasi kerakyatan dan lebih unggul dalam aspek teknoekonomi,” pungkasnya. Sementara, Kepala Bappeda, Syahrul Syarif meminta agar agar Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) Republik Indonesia kembali menjadi pendamping Tecknopark ke depan. “Kita minta BPPT kembali bersama Tecknopark, sebab dari Tahun 2020 BPPT tidak lagi mendampingi. Hal ini mudah mudahan bisa dipikirkan kembali untuk  suksesnya Kawasan Tecknopark,” harapnya. (Adi/Advertorial)

Edisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

31


32

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 20 Tahun 2020


TANYA JAWAB

Advice dilakukan untuk meminta penjelasan dan arahan apakah kebun kelapa sawit dalam kategori Tanaman Tua dan Rusak (TTR) tersebut terindikasi dalam kawasan hutan atas dasar Asas keterlanjuran atau kebun tersebut sebagai salah satu proyek strategis nasional yang tidak atau belum terakomodir ketika penyusunan RTRW Provinsi.

GULAT MEDALI EMAS

MANURUNG

(Konsultan Perkebunan Kelapa Sawit) PERTANYAAN: Bagaimana cara pengajuan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Jika Kebun Sawit yang sudah berumur lebih dari 30 tahun ternyata masuk kawasan Hutan? JAWABAN: Dana Peremajaan Sawit Rakyat yang sering disebut dengan singkatan PSR dapat diperoleh oleh Petani dengan kriteria yakni: a) Tanaman telah melewati umur ekonomis 25 tahun b) Produktivitas kebun yang rendah yaitu kurang dari 10 ton TBS/Ha/tahun dengan umur tanaman minimal 7 tahun c) Kebun yang menggunakan benih tidak unggul pada umur tanaman paling sedikit 2 tahun. Berdasarkan INPRES No. 06 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Tahun 2019-2024, menginstruksikan supaya dapat meningkatkan pendanaan peremajaan kepala sawit bagi petani dan menyelesaikan status lahan usaha perkebunan kelapa sawit yang terindikasi dalam kawasan hutan dan ekosistem gambut. Dengan keluarnya INPRES No. 06 Tahun 2019 diharapkan mampu mendorong

percepatan peremajaan sawit rakyat. Terkait pengajuan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pada lahan Petani swadaya yang terindikasi dalam kawasan hutan, Pihak DPP APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) dapat mendampingi dan mengarahkan para Petani kelapa sawit yang akan mengajukan PSR meskipun lahan tersebut terindikasi masuk dalam kawasan hutan dengan kriteria umur tanaman lebih dari 30 tahun. Langkah awal yang perlu dilakukan yakni melakukan Inventarisasi kebun yang akan diajukan PSR untuk menghasilkan peta tematik (embedded) dengan peta tematik lainnya. Langkah selanjutnya melakukan advice kepada Badan Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) wilayah IX Provinsi Riau sebagai perpanjangan Direktorat Jenderal Palanologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) atau Dinas PUPR Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Berdasarkan pengalaman sukses yang telah dilakukan oleh DPP APKASINDO terkait pendampingan pengajuan PSR lahan petani yang terindikasi dalam kawasan hutan yakni KUD Panca Jaya di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, menjadi salah satu bukti belum terakomodirnya penyusunan RTRW Provinsi. Berdasarkan surat Keputusan dari BPKH Wilayah IX yang menyatakan bahwa lahan perkebunan KUD Panca Jaya merupakan Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang telah dilakukan pelepasan dari Kawasan Hutan oleh Perusahaan inti yaitu PTPN V. Dengan demikian KUD Panca Jaya mampu mendapatkan Dana PSR dari Pemerintah. Diharapkan Petani yang memiliki sawit dengan umur tanaman lebih dari 30 tahun, supaya dapat mengajukan PSR meskipun terindikasi masuk dalam kasawasan hutan, pihak DPP APKASINDO bersedia untuk mendampingi.*** ------------------------------------------Rubrik Konsultasi ini dikelola oleh: Ir. Gulat ME Manurung, MP (Auditor ISPO) Eko Jaya Siallagan, SP (Auditor ISPO)

Edisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

33


APKASINDO

Apkasindo: Petani Sawit Peroleh Manfaat Pungutan Ekspor D PP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mendukung keberlanjutan dan penggunaan dana pungutan ekspor sawit di bawah pengelolaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).

Menurut dia, pungutan ekspor berdampak kepada harga tandan buah segar (TBS) petani sawit, dari perhitungan asosiasi, diskon yang diterima antara Rp90-Rp110/ kg TBS untuk setiap pungutan 50 dolar AS per ton CPO.

Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Manurung mengatakan pungutan ekspor membantu kegiatan peremajaan sawit dan pengembangan sumber daya manusia, apalagi BPDP-KS baru saja mengalokasikan dana sebesar Rp2,7 triliun bagi pengembangan di sektor hulu yang mencakup peremajaan, sarana dan prasarana, serta pembinaan sumber daya manusia di sektor sawit.

Gulat menyatakan petani tidak keberatan sepanjang dana tersebut dipergunakan kembali untuk membangun sektor kelapa sawit, terlebih lagi petani sawit sangat merasakan manfaatnya.

“Dana pungutan sangat bermanfaat untuk petani sawit. Petani sawit justru mensyukuri manfaat dana pungutan ekspor,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta beberapa waktu lalu.

34

Walaupun Indonesia terlambat mendirikan BPDP-KS dari Malaysia yang sudah puluhan tahun lalu mendirikan lembaga serupa, lanjutnya, tetapi hal itu sudah kemajuan besar. Dikatakannya, dana pungutan sawit membantu anak petani/buruh sawit untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang mana saat ini, ada 1.200 alumni

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 20 Tahun 2020

program D1 sawit yang sudah tamat, mereka mendapatkan pendidikan di lima perguruan tinggi terbaik bidang sawit. Selain itu, menurut dia, yang paling dirasakan adalah program peremajaan sawit rakyat (PSR) bagi perkebunan petani karena dana PSR telah dinaikkan menjadi Rp30 juta per hektare. “Kami apresiasi perhatian Kementerian Keuangan melalui BPDP-KS yang menaikkan dana hibah, apalagi di masa pandemi COVID-19 ini,” katanya. Selain itu,tambahnya, dukungan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian sangat terasa yang mewujudkan kebijakan untuk melonggarkan syarat PSR, dari sebelumnya 8 persyaratan dipangkas menjadi hanya 2 persyaratan. “Kemudahan ini sangat membantu petani untuk meningkatkan target peremajaan sawit,” ujar Gulat. (*)


APKASINDO Pemerintah melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) memutuskan menaikkan dana bantuan untuk petani untuk melakukan peremajaan (replanting) sawit yang sudah tua. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi para petani sawit tanah air. Di mana, dana replanting yang sebelumnya diterima petani sebesar Rp25 juta per hektare, kini pemerintah penambah dana tersebut menjadi Rp30 juta atau bertambah Rp5 juta per hektarenya. Penambahan dana replanting ini juga disambut baik oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo). Ketua DPW Apkasindo Riau, Santa Buana Kacaribu, mengatakan, penambahan dana replanting ini merupakan angin segar untuk para petani sawit. “Sudah pasti sangat menguntungkan. Karena biaya Rp30 juta itu kan sudah pasti sangat membantu. Kalau yang Rp25 juta kemarin itu bisa sampai P0-P1, tambahan Rp5 juta ini sudah bisa untuk mengelola yang lain. Jadi dana Rp30juta itu sudah worthed lah menurut saya,” kata Santa kepada Majalah Sawit, Jumat (19/6) sore.

Apkasindo: Dana Replanting Rp30 Juta,

ANGIN SEGAR UNTUK PETANI SAWIT BPDP ini, seperti apa penggunaannya. Kita lakukan pendampingan. Bagaimana supaya keberhasilan produksi petani semakin baik, dengan tentunya bibit yang baik,” ujar Santa. Saat ini yang menjadi permasalahan di masyarakat adalah ketidaksiapan mereka menjelang masa replanting tersebut. Sehingga banyak petani yang khawatir kehilangan pendapatan saat masa replanting. Karena replanting membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dan pada masa, lahan perkebunan mereka memang tidak menghasilkan.

Menurutnya, dana tersebut sudah sangat dapat membantu petani di masa replanting. Selain bisa digunakan untuk biaya operasional, juga bisa digunakan untuk membantu biaya hidup selama masa replanting. “Saya rasa, kalau sudah ditambah jadi Rp30 juta per hektar, itu sudah cukup lumayan. Untuk di petani, sangat tertolong lah. Cuman memang tidak menjadi tolak ukur untuk bisa sampai berhasil, atau sampai (masa replanting) selesai,” katanya. “Kalau kita pakai kontraktor, tentu kan tidak mungkin kerja gotong royong, pasti ada yang mengambil keuntungan di dalamnya, pasti ada selisihnya.Tapi dengan penambahan ini tidak begitu banyak lagi (selisihnya). Jadi tidak begitu banyak lagi beban petaninya,” tambah Santa. Masih dikatakan Santa, saat ini Apkasindo Riau terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan dana

replanting tersebut. Dia memastikan akan terus mendampingi para petani, khususnya yang ada di Riau. “Nah, ini kita lagi sosialisasikan langsung. Kita lakukan terus. Ada beberapa yang sudah kita sosialisasikan, seperti di daerah Bengkalis. Jadi kita sosialisasikan, apa keuntungannya menggunakan dana

“Kita tetap akan sosialisasi terus. Petani ini terkadang sudah miskin dengan trust, kepercayaan. Nah itu lah peran kita di dalamnya untuk sosialisasi, agar mereka itu mau replanting. Jangan dipertahankan sampai umur 32 tahun. Permasalahannya, banyak petani berpikir, kalau ditumbang kita mau dapat apa lagi untuk makan. Makannya kita tetap sosialisasi. Karena ketakutan petani itu, kalau ditumbang seolah mereka tidak makan lagi karena tidak ada pemasukan. Makannya di pemerintah juga sekarang ini adalah istilah program tumpang sari. Dan kita juga mensosialisasikannya,” tutupnya. (Bayu)

Edisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

35


KISAH SUKSES

Provinsi Riau memiliki perkebunan sawit yang sanggat luas, tak heran jika ada yang menyebut ‘di bawah minyak di atas minyak’. Bahkan masyarakat Riau banyak memiliki perkebunan perorangan yang cukup menjanjikan, banyak yang bisa mengantarkan anak petani sawit hingga sarjana dan menempuh pendidikan keluar negeri.

Ini menandakan keberhasil perkebunan sawit dapat menjadikan sebuah ekonomi yang mapan. Misalnya Dedi Syahrul S.Kom, M.Si yang memulai karirnya di dunia pedidikan Nahdlatul Ulama ( NU) Provinsi Riau sebagai guru dan melanjutkan karirnya di Kanwil Kemenag Provinsi Riau. Anak muda ini merupakan pejabat tercepat dan termuda menduduki jabatan sebagai Kasubbag Inmas Riau tahun 2018 yang banyak menoreh kemajuan dan perkembangan dalam membangun sebuah kreasi dan inovasi di Inmas Riau. Hingga terakhir diwawancara, anak muda

Ada Apa dengan KELENGKENG NEW CRISTAL? 36

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 20 Tahun 2020


KISAH SUKSES yang selalu disapa Dedi ini bertugas di Kemenag Kota Pekanbaru menjadi Staf di KUA Kecamatan Lima Puluh tahun 2019 sampai saat ini. Keberaniannya dapat diacungi jempol oleh beberapa kawannya yang mana berani menumbangkan pohon kelapa sawitnya sebanyak 350 pohon di usia 10 tahun. Yang mana sawit pada usia tersebut dalam masa pembuahan yang sangat bagus. Ketika kami berdiskusi dan mewawancarainya dengan senyum dan santainya anak muda ini menjawab dan tertawa. “Berspekulasi itu harus berani dan hatihati,” ia memulai perbincangan sembari menyuguhkan kopi. Sambil santai di ruang kerjanya di rumah, ia bercerita kenapa langkah ini dilakukannya. Kata kunci yang diberinya, “kayalah sebelum menjabat, jangan cari kaya saat menjabat”. Awal mula proses ini dilakukannya bermula dari persahabatan yang baik dengan seorang pengusaha di provinsi Riau. Hampir 3 tahun tidak pernah jumpa dan dia sangat baik dengan saya dan melihat kepribadian saya suka bersahabat dan berteman ketika itu saya jumpa dengan tidak sengaja dan kami cerita panjang dan akhir dari pertemuan itu dia mengatakan, ‘Bang Dedi sudahlah saya pengen bang Dedi sukses di bidang lain bang, boleh karir kantor sukses tapi bang Dedi harus sukses juga di luar menikmati hasil keringat dan jerih payah sendiri lebih nikmat dan sehat bang’, saya terdiam dan bertanya maksudnya seperti mas apa yang harus saya lakukan dan dia ngotot menyuruh saya melakukan sesuatu, ‘Saya sudah merasakannya bang Dedi dan ini saya ingin terjadi pada bang Dedi juga’. Hari sudah sore dan saya lanjut pulang dengan menjadi sebuah tanda tanya. Hari esoknya kami janjian bertemu dan bercerita detail dan panjang dan memulai melakukan analisa dalam menjalankan langkah dan sikap. Sahabat saya bertanya ‘Bang Dedi punya kebun sawit kan? benar mas sakarang gini aja tumbangkan sawitnya, kita tanam kelengkeng’. Saya berfikir ‘sayanglah mas, sawit saya bagus dan lumayan hasilnya’. kata ku. Namun dia mengatakan, ‘ya sudah bang Dedi punya berapa hektar sawit, tanyanya. “Saya bilang ada empat hektar mas,’ jawab saya.

Diapun mengatakan, “Gini aja kita coba satu hektar aja dulu sambil belajar dan sahabat saya melihat kebun saya dan mengatakan tanahnya bagus dan cocok buat kebun kelengkeng. Pada awal Februari 2019 saya memulai menanam kelengkeng jenis New Cristal sebanyak 210 pohon dan menumbang batang sawit 150 pohon. Sahabat saya memberi analisa bahwa selama ini buah kelengkang kita impor dari luar sampai kapan kita seperti itu, sementara tanah kita sangat bagus untuk ditanam pohon kelengkeng dan lain-lain dan buah yang sampai sama kita sudah tidak segar lagi karena lama perjalanannya dan buah sudah kering dan kisut. Hasil penelitian beliau, tanah kita sangat bagus untuk tanaman holtikultura. Sementara kelengkeng 2 tahun sudah bisa menghasilkan dangan perlakuan khusus dan perawatan tidak mengeluarkan biaya besar dan tidak rumit dalam pemeliharaan. Dalam 1 Tahun kelengkeng bisa 2 kali berbuah dengan perlakuan khusus. andaikan 1 pohon bisa menghasilkan minimal 30 kg dan kita jual dengan harga murah Rp30.000/kg sementara di supermarket harganya Rp45000,-/ kg dan ini bisa menghasilkan 30kg perpohon x Rp30.000 = Rp900.000,per pohon. Kalau 200 pohon dikali Rp900.000 sekali panen Rp180,000,000 per musim. Pembuahan kelengkeng bisa diatur sesuai kebutuhan.

Sehingga petani bisa menghasilkan tiap bulannya dengan kontinyu kalau 200 pohon dibagi 5 kelompok pambuahan berarti 40 pohon tiap bulan menghasilkan buah kelengkeng. Analisa perkiraan dalam pebuahan dan perawatan 40 pohon dikali rata-rata 30 kg per pohon maka satu pohon Rp900,000 maka dalam satu bulan dan sekali panen petani akan menghasilkan Rp36,000,000 dengaan biaya perawatan yang tidak besar, dan ini pangsa pasar banyak membutuhkan buah-buahan yang segar dan apalagi dijadikan agrowisata dan edukasi bagi pelajar petik buah yang mana di Pekanbaru masih langka wisata tersebut. Alhamdulillah pada saat ini saya sudah dapat mengembangkan perkebunan saya selama setahun ini menjadi 3 hektar kelengkeng new cristal dan 1 hektar kebun durian musang king dan duri hitam. Semuanya bekas perkebunan sawit saya cantik dengan tanaman tersebut dan sekarang sudah berusia umur tanam 1 tahun 2 bulan. Sambil menungu kelengkeng menghasilkan kita bisa lakukan tumpangsari dengan papaya calina untuk menutupi biaya operasional lainnya karena papaya 7 bulan sudah menghasilkan. Dan Alhamdulillah banyak teman-teman yang ikut belajar dan mengembangkannya kita berharap ke depannya berkaitan dengan buah-buah tidak perlu impor dari luar sementara pertanian kita mampu melakukannya dan bisa meningkatkan perekonomian pertanian. (*)

Edisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

37


38

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 20 Tahun 2020


KISAH SUKSES

Edisi 20 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

39


Profile for Majalah Sawit Plus

Majalah Sawit Edisi 20  

-

Majalah Sawit Edisi 20  

-

Profile for sawitplus
Advertisement

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded