{' '} {' '}
Limited time offer
SAVE % on your upgrade

Page 1


DAFTAR ISI

VIRUS CORONA TURUNKAN EKSPOR SAWIT KE CINA 05 Hal.

Kadisbun Kampar, Ir. H. Bustan

Bersama Bantu Replanting Kebun Rakyat Hal. 18

EDDY A. MOHD YATIM, S.Sos, M.Si

Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto

Sang Penjemput Takdir

MEMBANTU WARGA LEWAT REPLANTING KEBUN BERSUBSIDI

Hal. 20

Ditinjau Panglima

Gapki Riau Siapkan Posko Karhutla

Hal. 12

Kantong Darah dari PT TPP Inhu Untuk Pasien

Hal. 33

PTPN V Lindungi Karyawan Dengan Asuransi Ketenagakerjaan

Hal. 34

Komisi V DPRD Riau Kunker ke Banten

Astra Agro Ajak Petani Mitra Kunjungi Perusahaan

Hal. 36

Hal. 28

Belajar dari H. Martawi, Petani Sukses Mitra Eka Dura

Hal. 38

Hal. 22

Serap Promosi dengan Konsep Digital

Pimpinan Redaksi/Penanggungjawab: Djoko Suud Sukahar Pimpinan Perusahaan: Herlina, S.Sos Dewan Redaksi: Djoko Suud Sukahar, Herlina, S.Sos, S.Kom.I, Eli Suwanti, Hamdan Tambunan, Ian Tanjung Cover/Desain: Makmur HM Sirkulasi/Distribusi: Hendra Gunawan IT Support: Afandi Alamat Kantor: Jl. Cempedak 1 No. 5 Kota Pekanbaru, Riau | Info Iklan: 0812 7698 0551 / WA: 0811 754 1174 E-mail: sawitpluss2019@gmail.com | Website: www.sawitplus.co | No. Rek. Mandiri: 108-00-2018999-0 a/n PT. Media Sawit Indonesia

Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

03


EDITORIAL

Corona Sawit Tak ada yang mengira, lelaki dari Kota Wuhan itu akan menyulut kepanikan dunia. Dia datang ke Beijing dan sakit, masuk rumah sakit, dan nyawanya tak bisa diselamatkan. Bukan kematiannya itu yang menghentak warga Cina. Tapi seluruh orang-orang yang pernah ditemui, ternyata secara bergiliran masuk rumah sakit dan ikut bertumbangan.

terjadi. Dan tragisnya, korban tewas makin banyak, juga korban terinfeksi. Sampai pertengahan Februari ini, korban tewas akibat virus corona semakin meningggi, mencapai 1.350 jiwa. Virus ini tidak hanya di Cina, tetapi sudah menyebar ke 26 negara di dunia. Larangan menerima warga Cina diberlakukan beberapa negara, dan pameo lama ‘belajarlah sampai Negeri Cina’ kini berubah menjadi ‘jangan sampai pergi ke Cina’.

Pada saat yang sama, di bulan Desember tahun 2019 itu, di Kota Wuhan, kota asal laki-laki itu, korban tewas massal terjadi. Terbanyak adalah penjual ikan di Pasar Huanan, sebuah pasar di Kota Wuhan. Pasar ini sangat dikenal. Itu karena yang dijual adalah binatang-binatang aneh yang tidak umum dikonsumsi. Dari monyet, koala, anjing, trenggiling, kucing, kelelawar, babi hutan, ular, dan sejenisnya, yang tidak ada di pasar lain.

Cina adalah raksasa. Tidak cuma dalam jumlah penduduk, tetapi juga di sektor ekonomi dan militer. Negeri ini telah menyaingi dominasi Rusia dan Amerika Serikat dalam mengendalikan dunia. Dan Indonesia juga berkepentingan di dalamnya.

Untuk itu, kendati pasar ini disebut sebagai pasar ikan laut, tetapi yang membuatnya ramai dengan pembeli adalah ‘binatang aneh’ yang dijualnya. Ketika di Beijing banyak orang meninggal berbarengan dengan korban sama di Wuhan, maka di bulan Desember itu kegaduhan terjadi di Cina. Tim medis Negara Tirai Bambu ini turun dan menemukan kenyataan yang mencengangkan. Itu virus baru yang kemudian dikenal sebagai virus corona. Dalam penemuan pertama sampai akhir

04

DJOKO SUUD SUKAHAR Kolumnis dan Pemerhati Sosial Budaya. Penulis Tinggal di Jakarta.

Desember, virus ini sudah melakukan mutasi di atas 100 kali. Virus ini sulit dilacak, karena terus berubah-ubah. Beberapa pakar yang memberi warning dianggap sebagai penyebar rumar. Maka sejak Desember hingga pertengahan Januari, berbagai kesimpang-siuran

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 19 Tahun 2020

Sawit yang menjadi produk ungggulan negeri ini terbanyak masuk ke Negeri Panda ini. Ada enam juta ton minyak sawit mentah ikut melicinkan roda ekonomi Cina, yang memberi pemasukan devisa tak terkira bagi Indonesia. Sekarang, dengan wabah virus corona melanda Cina, maka sekecil apapun akan ada pengaruhnya terhadap ekonomi Indonesia, utamanya untuk ekspor sawit kita. Semoga ini tidak berlama-lama. (***)


LAPORAN UTAMA

VIRUS CORONA TURUNKAN

EKSPOR SAWIT KE CINA Cina dilanda prahara. Virus corona masih merajalela. Korban berjatuhan, dan hingga kini belum bisa dijinakkan. Virus itu menular kemana-mana, tak cuma di dalam negeri Cina, tetapi juga ke berbagai negara.

Virus ini gampang bermutasi. Dari satu species ke species yang lain, ini yang menyebabkan virus ini sulit untuk dideteksi. Ada banyak varian dalam tempo yang tak lama, dan itu yang menyulitkan untuk menemukan formula tepat untuk mematikan atau melemahkan virus ini.

Sampai sekarang masih belum ditemukan penangkal virus ini. Korban pun terus bertambah, entah sampai berapa dan entah sampai kapan. Hanya, korban itu didominasi dari Provinsi Hubei, sebuah provinsi yang menjadi asal-muasal virus ini. Namun apa hubungan prahara virus

FOTO: REUTERS

Wabah ini luar biasa. Saban hari ratusan lebih orang terbunuh oleh virus ini. Sampai 19/2/2020 sudah jatuh korban di atas 2.000 jiwa. Tepatnya telah jatuh korban 2.004 orang sejak virus ini merajalela. corona di Cina dengan Indonesia? Secara geneologis mungkin tidak ada. Namun jika dipertalikan dengan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO), maka hubungan itu menjadi sangat dekat. Sebab eksportir terbesar CPO Indonesia itu adalah Cina, disusul India, Uni Eropa (UE) dan beberapa negara lain.

Cina selama ini sudah membeli CPO Indonesia sebesar 6 juta ton per tahun. Itu sebuah jumlah yang tidak kecil. Maka ketika Cina mengalami wabah yang membuat sektor lain bergelimpangan, Indonesia juga menghadapi kekhawatiran. Jangan-jangan Cina mandek melakukan ekspor CPO dari Indonesia.

Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

05


LAPORAN UTAMA Kekhawatiran itu sempat mengemuka. Dalam sebuah Forum Grup Discusion (FGD) yang diadakan di Kota Pekanbaru pertengahan Februari sudah muncul kelesak-kelesik itu. Forum mewacanakan bahwa ekspor CPO ke Cina bakal distop. Alasan wacana itu memang belum valid, tetapi ini sebuah sinyal kekhawatiran, bahwa virus corona akan menurunkan ekspor CPO Indonesia. Namun adakah virus corona sampai sejahat itu dampaknya terhadap ekspor CPO negeri ini? Ternyata tidak. Ekspor CPO ke Cina turun memang ‘ya’, tetapi tidak sedramatis dengan penyetopan ekspor.

SYAHRUL YASIN LIMPO

Itu diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat rapat dengan Komisi IV DPR-RI, Senin (17/2/2020). Dalam rapat itu Mentan mengakui, bahwa terjadi penurunan ekspor CPO ke Cina. Alasannya adalah seperti yang diduga banyak pihak, yaitu karena wabah virus corona. Virus itu tak jelas bagaimana bisa menggerogoti ekspor CPO Indonesia, tetapi yang jelas, bahwa virus itu memang menurunkan ekspor kelapa sawit dan turunnya dari Indonesia ke Cina. Bahkan menurut Mentan, tidak hanya CPO yang tergerogoti wabah virus corona di Cina, tetapi juga berdampak pada perdagangan pertanian Indonesia secara keseluruhan. “Padahal ekspor kelapa sawit selama ini memberi kontribusi terbesar di sektor pertanian,” kata Syahrul. Penurunan ekspor CPO Cina dari indonesia itu cukup signifikan. Berdasarkan data yang ada, pada bulan Februari 2020 saja, realisasi ekspor kelapa sawit sudah mengalami penurunan. Tercatat hanya 84.000 ton. Jumlah ini jauh dibanding periode yang sama pada tahun 2019 yang mencapai 371.000 ton. Dan jumlah itu semakin jomplang kalau dibandingkan dengan ekspor kelapa sawit pada bulan Januari 2020. Saat itu ekspor kelapa sawit ke Tiongkok mencapai 483.000 ton. “Dengan melihat angka-angka itu, maka ekspor sawit ke Cina pada Februari ini jauh mengalami penurunan,” kata Syahrul Untuk itu, kata Syahrul, mengantisipasi

06

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 19 Tahun 2020


LAPORAN UTAMA (Gapki) memberi catatan, bahwa penurunan ekspor CPO Cina akibat virua corona ini harus dilihat dari dua sisi. Satu sisi dilihat dari adanya penurunan ekspor ke Cina yang cukup signifikan. Dan kedua adanya prospek bagus berkat adanya pembukaan ‘pasar-pasar baru’ sebelum prahara virus corona itu terjadi. Selin, program B30 yang mengangkat harga CPO di tingkat global. Sebab, kata Joko, pada tahun 2019 ekspor CPO termasuk produk turunannya sebesar 36,17 juta ton, naik 4,2 persen dari tahun 2018 yang sebesar 34,7 juta ton. Dan Cina merupakan tujuan ekspor minyak sawit terbesar Indonesia.

penurunan itu, Kementerian Pertanian berupaya membuat langkah-langkah kebijakan agar ekspor pertanian Indonesia ke Tiongkok tidak anjlok benar. “Kita melakukan kordinasi dengan eksportir sawit untuk memanfaatkan pasar ekspor alternatif seperti ke India, Timur Tengah dan Rusia,” katanya.

Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono memberi sedikit pencerahan. Katanya, dalam forum itu, bahwa penurunan ekspor Cina tidak perlu menjadi hambatan. Sebab, katanya, ekspor kelapa sawit dan turunannya ke negara lain tetap mengalami peningkatan. “Ekspor kita ke India itu positif. Jadi ini hanya ke Cina saja yang negatif,” ujarnya.

Di balik pesimisme tentang penurunan ekpor ke Cina itu, Direktur Jenderal

Namun Joko Supriyono dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia

Menurut Joko, nilai ekspor produk minyak sawit termasuk oleokimia dan biodiesel 2019 diperkirakan mencapai USD 19 miliar. Kendati nilai ekspor ini sekitar 17 persen lebih rendah dari ekspor produk minyak sawit tahun 2018 yang nilainya sebesar USD 23 miliar. “Cina memang naiknya cukup besar. Namun ke Eropa turun, India juga turun paling banyak. Tetapi karena kenaikan Cina dan Afrika besar, maka itu bisa menutupi minus di tempat lain,” kata Joko, Senin (3/2/2020). Ekspor produk minyak sawit terb-

Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

07


LAPORAN UTAMA

PAULUS TJAKRAWAN sar tahun 2019 selain oleokimia dan biodiesel Indonesia adalah Cina sebesar 6 juta ton, India 4,8 juta ton dan Uni Eropa 4.6 juta ton. “Khusus untuk produk oleokimia dan biodiesel, ekspor terbesar adalah ke Cina 825 ribu ton diikuti oleh Uni Eropa 513 ribu ton,” tambahnya. Selain itu, kata Joko, ekspor minyak sawit ke Afrika juga mengalami kenaikan yang signifikan. Terjadi kenaikan

08

JOKO SUPRIYONO 11 persen pada 2019 dari 2,6 juta ton pada 2018 menjadi 2,9 juta ton. “Ini menunjukkan tren meningkat dari tahun ke tahun, memberikan sinyal positif bagi pasar produk minyak sawit Indonesia,” ungkap Joko. Selain prospek bagus itu, menurut Joko, tahun 2019 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi industri sawit Indonesia. Implementasi RED II oleh Uni Eropa yang menghapuskan penggunaan minyak sawit sebagai bahan baku bioidi-

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 19 Tahun 2020

esel adalah ganjalan itu Selain itu perbedaan tarif impor produk minyak sawit Indonesia ke India, kemarau yang berkepanjangan, perang dagang Amerika Serikat dan Cina adalah batu sandungan yang menyebabkan harga minyak sawit mentah tergerus turun. “Akibatnya harga CPO terus menurun. Itu yang menjadi tantangan utama yang dihadapi industri sawit hampir sepanjang


LAPORAN UTAMA tahun 2019,” tambah Joko. Sedang Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) memprediksi, bahwa tahun ini tidak bisa lagi ekspor biodiesel ke luar negeri. Itu bukan karena virus corona, tetapi karena pasokan yang ada bakal terserap seluruhnya ke dalam negeri untuk program biodiesel 30 persen (B30). Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan itu menyebutkan, ekspor biodiesel beberapa tahun ini mengalami penurunan. Pada tahun 2018 ekspornya mencapai 1,6 juta kiloliter (KL), namun tahun 2019 turun 18 persen menjadi 1,3 juta KL. Selama ini, dalam catatannya, tujuan ekspor biodiesel utamanya adalah ke Uni Eropa, Cina dan Hongkong. Ekpor ke Eropa semakin sulit menyusul beberapa produsen biodiesel asal Indonesia yang dikenakan bea masuk berkisar 8 persen hingga 18 persen. “Mungkin perusahan yang mendapatkan bea masuk 8 persen ini masih bisa ekspor, meskipun masih ragu mau ekspor ke Eropa. Sebab banyak aturan untuk biodiesel, sehingga sulit masuk Eropa,” katanya. Namun selain kesulitan itu, ada jalan keluar yang memberi peluang para produsen biodiesel. Mereka harus memenuhi kebutuhan dalam negeri untuk program B30 sekitar 9,6 juta KL. Kebutuhan B30 itu itu telah membuat banyak biodiesel terserap dalam negeri. Selama ini kapasitas produksi biodiesel dalam negeri sebesar 12 juta KL. Namun kata Paulus, dalam prakteknya, produksi itu hanya sekitar 85 persen dari kapasitas. Dengan begitu hanya akan menghasilkan sekitar 10 juta KL.

kemampuan untuk ekspor, mungkin bisa ekspor minimal kuartal II atau kuartal III,”kata Paulus. Hanya, kata dia, dengan tingginya kebutuhan dalam negeri terhadap kebutuhab biodiesel ini, maka dia masih meragukan produsen biodiesel bisa ekspor biodiesel. “Mungkin produsen lama bisa ekspor, tapi perusahaan baru agak sulit untuk melakukannya,” tambahnya. Dengan peta pasar, produksi, serta

kebutuhan terhadap minyak sawit mentah seperti itu adakah kita akan khawatir dengan penurunan ekspor Cina akibat virus corona? Rasanya optimisme masih tinggi untuk sawit hari ini dan ke depan. Virus corona hanyalah riak-riak kecil bagi perjalanan sawit Indonesia. Program B30 telah menjadikan harga sawit terus meninggi. Dan pasar-pasar baru yang akan terus tumbuh memberi bonus berlebih untuk harga sawit yang akan terkatrol naik lagi. (jss)

Namun menurut catatan Aprobi, tahun ini ada tambahan kapasitas produksi biodiesel sebesar 3,6 juta KL. Itu, melalui pengembangan maupun pendirian pabrik baru. Tetapi pabrik itu tidak bisa beroperasi awal tahun ini. Ada yang selesai April, pertengahan tahun, dan ada pula yang selesai akhir tahun. “Teorinya kita tidak bisa ekspor terlebih dahulu minimal pada awal tahun ini. Tetapi kalau ada perusahaan menambah kapasitas produksi biodiesel dan memiliki Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

09


XXX XXX

10

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 19 Tahun 2020


XXX XXX

Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

11


ADVERTORIAL BUPATI KAMPAR

CATUR SUGENG SUSANTO

Bagi Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto, sawit bukanlah hal yang baru. Jauh sebelum jadi pejabat, ia telah punya pengalaman di perkebunan sawit. Sebelum ia maju sebagai Wakil Bupati berpasangan dengan Aziz Zaenal pada Pemilukada Kabupaten Kampar 2017, Politisi yang tinggal di Tapung (Desa Sei Lembu) ini pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kampar dua periode (2004-2009/ 2009-2014).

MEMBANTU WARGA

LEWAT REPLANTING KEBUN BERSUBSIDI 12

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 19 Tahun 2020


ADVERTORIAL

Jalan hidup mengantarnya ke kursi Wakil Bupati 2017. Setelah sempat jadi Plt setelah wafatnya Bupati Kampar Aziz Zainal pada 27 Desember 2018, setahun kemudian (12/2/2019) Catur Sugeng Susanto, SH resmi menjabat sebagai Bupati Defenitif Kabupaten Kampar Sisa masa jabatan 2017-2022. Awal pekan lalu, ia menerima kru Majalah

Sawit di kantornya untuk sebuah wawancara khusus. Berikut petikannya: Majalah Sawit: Bagaimana prospek sawit ke depan? Catur Sugeng Susanto (CSS): Saya optimis tetap bagus. Faktanya sawit memang punya prospek ekonomi yang menjanjikan. Tak heran bila banyak petani yang

Saya optimis tetap bagus. Faktanya sawit memang punya prospek ekonomi yang menjanjikan. Tak heran bila banyak petani yang akhirnya mengkonversi lahannya menjadi sawit karena secara ekonomi harga jual lebih menjanjikan di banding tanaman lain.

Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

13


ADVERTORIAL

Berbagai program terus dilakukan oleh pemerintah baik Pemerintah Pusat, Provinsi sampai Kabupaten Kampar, yang pada intinya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan petani. bunan tentu kita melihat masalah lebih sederhana. Misalnya, kok harga turun dan berlangsung lama. Terus mengapa kalau di lahan swadaya harga TBS lebih murah dari lahan plasma misalnya. Fokusnya paling kita sendiri. Sedangkan setelah menjabat di pemerintahan tentu kita makin tahu bahwa persoalan makro jauh lebih komplet. Majalah Sawit: Apa misalnya?

akhirnya mengkonversi lahannya menjadi sawit karena secara ekonomi harga jual lebih menjanjikan di banding tanaman lain. Karet misalnya. Majalah Sawit: Lebih menjanjikan maksudnya? CSS: Ya misalnya untuk 3 kg karet harganya setara dengan 1 kg beras misalnya. Tentu ini membuat para pekebun karet tidak termotivasi untuk lebih giat mengu-

14

payakan kebunnya. Banyak yang akhirnya mengkonversi lahannya menjadi sawit. Ini sebenarnya tak boleh juga karena bagaimanapun komoditi lain kita juga perlu. Tapi begitulah fakta lapangannya. Majalah Sawit: Sebelum jadi bagian dari pemerintahan, problem sawit tentu beda dengan setelah menjabat di pemerintahan. Bisa dijelaskan? CSS: Sebagai petani atau pekerja perke-

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 19 Tahun 2020

CSS: Misalnya bagaimana upaya kita mendapatkan dana bagi hasil Kelapa Sawit dari Pemerintah Pusat. Di mana Provinsi Riau khususnya Kabupaten Kampar merupakan salah satu yang memiliki lahan Kelapa Sawit yang cukup luas. Dari 2,4 juta hektare lahan sawit di Riau di wilayah Kampar terdapat lahan seluas lebih kurang 416.393 hektare. Hasil dana bagi hasil ini tentu perlu sebagai kontribusi perusahaan terhadap pembangunan daerah. Majalah Sawit: Apa peran Pemkab dalam memajukan sektor kelapa sawit di Kampar? CSS: Berbagai program terus dilakukan oleh pemerintah baik Pemerintah Pusat, Provinsi sampai Kabupaten Kampar, yang pada intinya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan petani.


ADVERTORIAL pinjaman lunak? CSS: Tidak. Program itu bersifat hibah atau pemberian tunai langsung. Penerima harus memenuhi syarat yang sudah ditetapkan oleh BPDPKS. Majalah Sawit: Apa syaratnya? CSS: Ada ukuran minimal luas lahan yang dibantu. Memiliki administrasi kependudukan yang legal. Tergabung dalam kelompok tani. Syarat dan teknis lapangan lengkapnya tanya ke Disbun. Mereka punya datanya. Majalah Sawit: di Kampar apa sudah ada yang menerima bantuan peremajaan sawit bersubsidi itu? Majalah Sawit: Konkritnya seperti apa? CSS: Contohnya program peremajaan (replanting) sawit. Itu kan memerlukan dana besar. Maka program ini dibantu kementerian lewat Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Di bawah Menko Ekuin. BPDP Sawit bentukan Depkeu. Berbentuk BLU. BPD PKS ini bertugas mengumpalkan pajak ekspor CPO. Sebelum 2019 mereka

bergerak sendiri langsung ke petani. 2017 barulah mereka melibatkan Dirjenbun. Nah di titik ini Disbun di daerah jadi punya peran ikut menyeleksi kebun yang layak dapat bantuan replanting dari pemerintah. Majalah Sawit: Berapa besar dana bantuan peremajaan dari BPDPKS itu? CSS: Sebesar Rp25 juta. Majalah Sawit: Apakah itu berbentuk

CSS: Sudah. Di KUD Makmur Lestari Tapung yang bermitra dengan Sinar Mas dan BPDPKS. Saya hadir pada Acara Penanaman Perdana program Peremajaan Sawit kemitraan strategis KUD Makmur lestari yang diadakan di desa Kinantan Kecamatan Tapung. Hadir juga pada kesempatan tersebut Muzdalfah Machmud dari Kemenko Bidang Pangan dan pertanian, Dirjen Kementerian Perkebunan bidang pertanian Edi Subiyantoro.

Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

15


ADVERTORIAL

Majalah Sawit: Berapa besar dana peremajaan bersubsidi yang didapat Kabupaten Kampar?

program peremajaan sawit bersubsidi ini?

CSS: Alhamdulillah cukup besar ya. Dana bantuan dan kerjasama antara KUD Makmur lestari dan Sinar Mas yang turun ketika itu sebesar Rp8.05 milyar untuk 322 ha lahan sawit masyarakat yang telah memenuhi syarat untuk dilakukannya program replanting.

CSS: Jelas sangat bermanfaat karena program replanting yang bersubsidi yang saat ini sangat membantu petani, kita berharap program ini agar terus dapat dilanjutkan karena masih banyak kebun masyarakat yang telah memasuki usia tua. Sedangkan pada masa peremajaan para petani sawit akan kehilangan income (pendapatan).

Majalah Sawit: Apa dampak positif dari

Jadi kalau tidak ada subsidi maka dana

16

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 19 Tahun 2020

petani habis untuk replanting sedangkan pendapatan tidak ada tentu ini akan menyebabkan ekonomi petani jadi makin terpuruk. Majalah Sawit: Lalu adakah peran perusahaan perkebunan bagi warga? CSS: Tentu ada. Sebab program replanting ini dilakukan dengan pola kemitraan yakni BPDPKS-Perusahaan perkebunanmasyarakat/kelompok tani. Pola ini akan memberikan keuntungan bagi petani,


ADVERTORIAL

Program replanting bersubsidi ini sangat membantu petani. Kita berharap program ini agar terus dapat dilanjutkan karena masih banyak kebun masyarakat yang telah memasuki usia tua. apalagi ini dikelola dengan pola kemitraan, selain itu akan menjadikan kebun sawit yang memenuhi prinsip Agri Culture Praktice ( Sesuai dengan tuntutan lingkungan) serta dalam pemenuhan standar Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Majalah Sawit: Selain sawit tanaman lain juga dapat perhatian? CSS: Ya jelaslah. Kami memberi perhatian pada petani palawija. Perkebunan palawija swadaya masryakata kita bantu yang kurang mampu untuk membeli bibit. Tentu tidak hanya bibit. Disbun saya minta memberikan perhatian khusus soal pertanian palawija ini karena prospeknya juga bagus. Kampar ini wilayah perkebunan. Sudah terimbas perekonomiannya membaik dari hasil perkebunan. Majalah Sawit: Apakah ada sektor non perkebunan yang cukup prospek? CSS: Ada juga. Satu di antaranya budi daya ikan patin. Sudah beroperasi ICS (pabrik pembekuan ikan). Produk ini juga sangat membentu perekonomian masyarakat dan pasarnya juga sudah sampai ke mana-mana termasuk di luar negeri. Harga cukup kompetitif, sehingga membuat pebudidaya ikan jadi bersemangat meningkatkan usahanya. (adv) Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

17


Kadisbun Kampar, Ir. H. Bustan

Bersama Bantu Replanting

KEBUN RAKYAT

surat kuasa khusus. Pekebun menyerahkan sepenuhnya pada pengurus KUD/ Gapoktan mengajukan usulan dana hibah. KUD/Gapoktan diberi kuasa mendebetkan uang pekebun ke rekening kelompok saat membayarkan termen pengerjaan replanting. Jadi pengelolaan uang tidak pada masingmasing petani tetapi kelembagaan pekebun. Ralisasi fisik dan keuangan tanggungjawab pengurus KUD/Koptan/ Gapoktan. Keempat, Dana hibah dari pemerintah langsung ditransfer ke rekening pekebun berdasarkan luas usulan yang disetujui, Hanya saja yang mengelola dana itu nantinya adalah pengurus KUD/kelompok/Gakoptan. Itulah guna surat kuasa pendebetan dana pekebun ke rekening escraw (penampung) milik kelembagaan. “Maksimal usulan dana hibah itu adalah 4 hektare per KK,” ujar Kadisbun Kampar Ir. H. Bustan. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa standar pembiayaan replanting umumnya dari mulai umur 0-48 bulan untuk tanah mineral biayanya berkisar Rp49 s/d Rp61 juta per Ha. Sedangkan dana hibah yang dibantu pemerintah Rp25 juta per hektare.

U

paya meremajakan (replanting) kebun sawit rakyat bukan hal yang ringan. Selain memerlukan biaya yang besar juga membuat petani kehilangan pendapatan selama masa replanting berlangsung hingga tanaman tumbuh dan bisa mulai berproduksi. “Pemkab membantu perkebunan rakyat tidak hanya sawit juga palawija. Tentu bantuan itu sebatas kekuatan APBD. Untunglah untuk program replanting ini ada dana hibah dari pemerintah pusat lewat Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS),” ujar Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar, Ir H. Bustan kepada Majalah Sawit pekan lalu. Kadisbun menjelaskan bahwa BPDPKS adalah bentukan Menteri Keuangan yang bertugas mengumpulkan pajak ekspor CPO. Kelembagaan mereka langsung di bawah Menko Ekuin. Sebelum 2017 BPDPKS belum melibatkan Kementerian Pertanian. BPDPKS langsung ke masyarakat. Namun setelah waktu berjalan dan hasil evaluasi sistem langsung itu menemukan banyak kendala lapangan.

18

Maka pada tahun 2017 mereka libatkan Kementerian Pertanian, langsung di bawah Direktorat Jenderal Perkebunan. Di titik ini seleksi calon penerima dana hibah senilai Rp25 juta tersebut makin ketat. Dimulai seleksi awal di tingkat kelembagaan, Dinas yang membidangi Perkebunan kabupaten/kota. Terus ke tingkat provinsi. Lanjut ke Sekretariat Tim PKSP Dirjenbun. Seleksi /verifikasi terakhir berada di BPDP-KS. Diharapkan petani yang mendapatkan dana ini benar-benar yang memerlukan. Menanggapi apa saja syarat untuk mendapatkan dana hibah itu, Kadisbun menjelaskan, Pertama, usulan mendapatkan dana hibah itu disampaikan harus melalui kelembagaan misalnya lewat Koperasi Unit Desa (KUD), Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) atau kelembagaan pekebun lainnya dengan luas usulan minimal 50 Ha dan atau 20 pekebun. Kedua, persyaratan untuk pekebun adalah KTP el, KK, surat kepemilikan lahan, buku rekening aktif di bank. Bank juga mitra koptan. Ketiga, persyaratan lain adalah

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 19 Tahun 2020

“Misalnya kita asumsikan Rencana Anggaran Biaya (RAB) 55 juta/Ha. Masih kurang 30 jt. Kalau 4 hektar kali (4)120 juta. Lalu sisanya bagaimana? Kekurangan itu pekebun menutup dengan tabungan. Kalau tabungan tak cukup sisa pinjam ke bank,” ujarnya lagi. Kadisbun menambahkan bahwa syarat umumnya untuk dapatkan dana hibah itu adalah umur tanaman mereka di atas 25 tahun atau produktivitas tanaman tidak lebih dari 10 ton/Ha/Tahun atau bibit illegitim. Melalui kelembagaan pekebun usulan itu kemudian diajukan. Kelompok tani yang berhak mengajukan lewat kelembagaan/ koperasi misalnya harus dibuktikan dengan ada akta pendiriannya, RAT secara rutin. Ada struktur organisasi. Ada AD/ART nya. Lalu bagaimana caranya? Sebelum tahun 2019 persyaratannya itu 21 item dan itu manual. Sejak awal tahun 2019 ke atas usulan peremajaan wajib melalui aplikasi berbasis online dengan servernya di BPDP-KS. Dokumen harus discan dulu baru di upload. Dengan sistem baru ini tinggal lagi 14 item persyaratan. Sebanyak 8 persyaratan wajib perlu diupload. Sedangkan 6 lagi bisa menyusul. “Untuk mendapatkan rekomtek dari BPDP. Setelah diupload dan diverifikasi. Memang agak rumit, harus hati-hati karena tidak bisa nama di KK dan di KTP beda satu huruf. Sistem akan menolak. Apalagi


NIKnya berbeda. Satu warga satu no Nik KK. Pemberkasan dulu,” ujarnya. Setelah lengkap dan sesuai baru dikirim. “Fungsi kita setelah mereka upload berkas lalu kirim ke kita, lalu Disbun kabupaten melakukan verifikasi ulang dokumen apakah data yang diinput sudah benar. Bila ada kesalahan kita kirim balik untuk diperbaiki. Setelaha lengkap baru kita teruskan ke provinsi. Dokumen usulan lengkap provinsi kirim ke Dirjenbun,” ujarnya. Dirjen kirim ke disbun kabupaten untuk diterbitkan SK penetapan CPCL yang diteken kadis atas nama bupati. Direkomtek oleh Dirjenbun ke BPDP. Di BPDP prosesnya ada 5 tahap. Pertama, BPDP verifikasi ulang. Mereka berhak menolak. Disbunkab saringan awalnya. Kedua, SK Dirut BPDP. Di SK kan kembali. Ketiga, PKS tiga pihak BPDP-bank mitra-kelompok tani. Keempat, penelitian dokumen di keuangan mereka. Apakah nama petani cocok dengan nomor rekeningnya. Kelima, transfer dana ke rekening petani langsung. “Jika dana sudah masuk ke rekening pekebun secara otomatis terblokir dan petani tak bisa ambil langsung. Pasal 4 ayat 2 PKS 3 pihak. Pihak pertama KUD bisa mengajukan pencairan kepada pihak bank sesuai realisasi pisik lapangan. Ditalangi dulu oleh KUD lewat kontraktor misalnya. NPertangungjawaban keuangan mutlak di pengurus. Disbun hanya fasilitasi, monitoring, evaluasi,” ujarnya. Lebih jauh Kadisbun menjelaskan bahwa siapa yang berhak mendapatkan dana hibah itu berdasarkan permentan 07/2019. SK Dirjen 208/2019. Usulan minimal koptan 50 hektar dengan jumlah pekebun 20 orang. Petani plasma/swadaya berhak asal memenuhi ketentuan. Kemudian lahan yang mereka usulkan tidak termasuk dalam kawasan hutan.

namanya berbeda ktp, kk, nik. Ada yang SHM nya tertahan di bank karena pinjaman. Jika kebun yang dianggunkan ke bank itu ternyata masih ada utang maka tentu kredit jadi macet karena dari situlah income satu-satunya (bila punya satu lahan). Maka yang seperti ini biasanya gagal mendapatkan dana hibah. Kendala lainnya menurut Bustan adalah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pengurus koperasi atau Gapoktan juga sangat rendah. “Pengalaman 3 tahun terakhir ini kelembagaan pekebun itu hampir tidak berfungsi (mati suri). Meski demikian tidak semuanya begitu. Ada juga yang professional. Kendala lainnya adalah syarat mendapatkan hibah itu sertifikat asli kebun harus diserahkan ke KUD/Gapoktan. Karena ini memastikan saat dana cair, jaminan sertifikat ini ada pada bank mitra. Apakah selama ini sudah ada yang dapat dana hibah? “Ada,” kata kadisbun. Perdana usulan yang lolos 2017, lanjutnya lagi,

adalah seluas 278 ha. Realisai lapangan 268. Ada 10 petani yang mengundurkan diri padahal uangnya telah masuk. Solusinya KUD wajib surati BPDP. “Yang mengundurkan diri buat surat pernyataan di atas matrai yang diteruskan kud ke BPDP dan bank mitra karena ada PKS 3 pihak. Jadi bank mitra mentransfer kembali ke BPDP kelebihan dana tak terpakai itu,” ujarnya. Apakah Pemkab memberi bantuan kepada sector perkebuna selain sawit. “Ya tetapi sesuai anggaran yang kita miliki,” ujarnya. Dulu, lanjutnya, ada program bantuan bibit kelapa pandan wangi sifatnya untuk KK bukan untuk satu hamparan. Pandan wangi itu nilai ekonomisnya tinggi sifatnya stimulant saja pada rumah tangga 4 lima pokok. Bantuan subsidi bibit kelapa swait hampir tiap tahun kita anggaran di ABPD untuk membantu petani yang kurang mampu. Sekarang harga bibit sudah tinggi berkisar 45-50 ribu per bibit di tingkat penangkar.(*)

Rincian Target Luas areal total peremajaan kelapa sawit dalam kerangka pendanaan bpdpks tahun 2020 dinas perkebunan peternakan dan kesehatan hewan provinsi riau kabupaten kampar

Selain itu, pengelolaan di lapangan KUD diberi hak penuh swa kelola/mandiri, bermitra atau menyerahkan sepenuhnya pada perusahaan mitranya yang kapabel spt PTPN V, Sinar Mas. Sesuai rapat anggota pengurus KUD/Gapoktan/keltan harus dibuat surat perjanjian kemitraan bila mereka bermitra. Dengan kontraktor juga harus ada perjanjian tertulis ttg hak dan kewajiban, spesifikasi teknis. Pekebun bisa cek rekeningnya berapa pendebetan yang telah dilakukan pengurus dan mencocokkan seberapa jauh realisasinya dilapangan. Meanggapi apa saja kendala yang dihadapi Disbun dalam program ini , Bustan mengatakan cukup banyak. Misalnya ada yang belum punya ktp el. Ada yang Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

19


PROFILE EDDY A. MOHD YATIM, S.Sos, M.Si

SANG PENJEMPUT TAKDIR Kehidupan adalah anugerah tak terhingga yang harus kita syukuri. Cara mensyukurinya tentu bermacam bentuk, tergantung kita merasa sedang berada pada titik mana dalam sirkulasi kehidupan itu.

Saya sendiri, sewaktu masih tercatat sebagai mahasiswa di Unri sudah berakrab-akrab dalam penelitian sosial. Dunia penelitian inilah yang mendekatkan saya dengan kehidupan tulis menulis serta mengantarkan saya bergelut dengan dunia jurnalistik usai menamatkan studi. Lebih kurang 20 tahun saya menggeluti dunia jurnalistik di bawah bendera Riau Pos Group --Group media terhebat dan terbesar di Sumatera. Bahkan, sempat mendirikan surat kabar harian Riau Tribune yang kini wujudnya berganti menjadi Koran Riau. Dari dunia jurnalistik inilah, saya mengenal banyak orang. Biasalah, tuntutan profesi sebagai wartawan. Narasumber yang selalu jadi kawan diskusi selama jadi jurnalis, banyak di antara mereka bergelut dalam dunia politik, baik sebagai politikus maupun pemain “belakang layar”. Terkadang, sesekali ikut juga dalam “permainan” politik dalam posisi belakang. Kerap berada di belakang layar, memanc-

20

ing saya untuk berada di hadapan. Pemilu 2004, menjadi langkah awal bagi saya benar-benar menceburkan diri dalam konstelasi politik tanah air. Saya sempat menjadi salah seorang caleg untuk DPRD Kota Pekanbaru ketika itu. Takdir saya masih belum tercatat untuk menjadi anggota legislatif. Tidak terpilih, saya balik haluan ke habitat sebagai jurnalis. Tapi, saya tak pulang ke “rumah besar” Riau Pos. Atas dukungan beberapa sahabat, saya mendirikan Surat Kabar Harian Riau Tribune. Waktu terus berjalan. Lima tahun berselang, tapatnya 2009, saya kembali menyusuri jalan politik dan bergabung sebagai caleg dari Partai Demokrat. Kali ini mencoba peruntungan merebut kursi DPRD Provinsi Riau melalui Dapil Dumai - Bengkalis - Meranti. Hasil perolehan suara, saya menduduki posisi kedua setelah Pak Thamsir Rachman, mantan Bupati Inhu. Lagi-lagi saya belum berhasil duduk sebagai anggota legislatif. Namun, sejalan dengan perjalanan waktu --bak kata orang Melayu; bila ada tuah

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 19 Tahun 2020

di badan, pasir digenggam menjadi intan. Di penghujung periode jabatannya, Pak Thamsir tak bisa menyelesaikan tugas hingga akhir periode, karena berhalangan tetap. Saya kemudian menggantikan Beliau sebagai


PROFILE anggota DPRD Riau Pengganti Antar Waktu (PAW). Sebagai pengganti, saya sempat mengemban amanah tersebut lebih kurang satu tahun. Tahun 2014, saya kembali menjadi caleg dari Partai Demokrat untuk dapil yang sama Dumai - Bengkalis - Meranti. Lagilagi, suara saya hanya cukup pada posisi nomor dua dan Saudara Eko Suharjo waktu itu sebagai peraih suara terbanyak yang dilantik sebagai anggota DPRD Riau. Tak lama berselang, Pilkada bergulir. Eko Suharjo ikut dalam Pilkada Dumai sebagai Wakil Bupati mendampingi Zulkifli As, dan Alhamdulillah pasangan ini terpilih pada proses pilkada tersebut. Sebagai caleg peraih suara terbanyak kedua, lagi-lagi saya dilantik sebagai PAW di DPRD Riau, hinggakan beberapa kawan menyebutkan saya ini spesialis PAW. Memasuki 2019, Indonesia kembali merayakan pesta politik dan untuk pertama kalinya Pilpres dan Pileg dilaksanakan serentak. Saya kembali ikut menjadi caleg dari Partai Demokrat Dapil Dumai - Bengkalis - Meranti. Saya hadir dengan tagline Menjemput Takdir. Rupanya, tagline ini lumayan mendapat perhatian orang banyak dan menjadi bahan perbualan dari beberapa kawan. Alhamdulillah, 2019 saya mengemban amanah dari awal periode dan ikut dilantik bersama dengan 64 anggota DPRD Riau lainnya. Dari mula tulisan ini, saya sengaja memaparkan sekelumit perjalanan politik saya hingga masuk ke Pileg 2019 dengan tagline 2019. Kesengajaan saya memaparkan ini, karena dari proses yang saya jalani makin menyadarkan saya tentang ikhtiar dan takdir.

umpan, mana pancing dipasang itu urusan kita sebagai manusia --ikhtiar. Soal dimakan ikan atau tidak dan ikan apa yang akan memakan, itu urusan Allah --takdir. Itulah inti menjemput takdir. Saya menjadi caleg dari Partai Demokrat, Dumai - Bengkalis - Meranti sebagai dapil, memasang baliho, spanduk, membuat kalender, kartu nama, menjumpai para pemilih, dan tentu saja doa --itu bagian dari ikhtiar yang dapat saya lakukan. Selanjutnya, Allahlah yang menggerakkan hati pemilih --takdir.

Sesungguhnya, kesemuanya sudah tercatat di Lauhul Mahfuzh. Bila dalam Pileg 2019 lalu saya tak terpilih, takdir tak terpilih itulah yang saya jemput. Alhamdulillah, takdir yang saya jemput pada 2019 lalu takdir sebagai caleg yang terpilih. Dalam mengusung tagline Menjemput Takdir; terpilih atau tidak, bagi saya sama baiknya. Karena itulah qadarullah; ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Allah. Itulah inti dari filosofi Menjemput Takdir. (*)

Mengutip ceramah Ustadz Abdul Somad; perkara mencari pancing, memasang

Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

21


GAPKI RIAU tasi Karhutla meski tidak berada diwilayah kebun mereka. “Kita jauh hari sudah mempersiapkan diri untuk mengantisipasi karhutla di Riau, bahkan dari tahun tahun sebelumnya Gapki dan anggota perusahan di dalammnya sudah turun langsung untuk memberikan bantuan kepada daerah daerah yang terkena dampak kembakaran. Bahkan kita juga mendirikan posko posko kesehatan pasca karhulta,” jelas Ketut.

Ditinjau Panglima

Gapki Riau Siapkan Posko Karhutla Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Aziz meninjau posko relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru. Salah satunya, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Riau yang menyatakan diri bahwa semua anggotanya siap mendukung tidak terjadi Karhutla dan menyiapkan posko Karhutla. Ketua Gapki Riau yang diwakili Ketut Sukarwa mengatakan, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Riau yang terdiri dari beberapa perusahan di Riau sudah melakukan persiapan untuk mengatasi Karhutla,

tersebih semua perusahan yang tergabung dalam Gapki sudah memiliki standar pemadaman karhutla yang ditetap Kementan. Begitu juga masalah SDM nya, Ketut menyebutkan semua perusahan berpartisipasi dalam menga-

Ketut mengatakan Gapki mengerahkan personel Punggawa Fire Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) dalam apel peringatan hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional dan apel siaga bencana Provinsi Riau di posko Karhutla. Katanya pengerahan personil terbanyak ini berbeda dari tahun sebelumnya, dan personil dilengkapi dengan Sarpras dan Alat Pelindung Diri (APD) sampai alat yang dipergunakan untuk melakukan pemadaman yang terjadi di wilayah potensi Karhutla “Tahun ini personel yang dikerahkan mewakili seluruh perusahaan anggota Gapki, mereka memang personel yang dilatih khusus dalam menangani Karhutla,” katanya. Dijelaskannya, pihaknya tidak hanya menganjurkan untuk memenuhi perlengkapan tapi juga meningkatkan keahlian personil dengan melakukan pembinaan, tidak sampai disitu berapa perusahan sudah melakukan kegiatan yang luar biasa. Kegiatan tersebut seperti perusahan perkebunan membentuk kelompak kelompok petani peduli apa, masyarakat peduli api disekitar perkebunan, kelompok kelompok ini memudahkan dalam sosialisasi dan pembinaan selain memenuhi syarat lainnya. Target Gapki selain memastikan perkebunan anggota Gapki Riau memenuhi apa yang diatur pada Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutaman LHK Nomor 32 tahun 2016, tapi pihaknya juga ingin menepis tuduhan miring yang ditujukan bahwa penyebab karhutla adalah perkebunan kelapa sawit., “Selain pengerahan personil terbanyak, di sudut sebelah kanan halaman Kantor Gubernur Riau ada posko Gapki yang memamerkan beberapa kelengkapan

22

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 18 Tahun 2020


GAPKI RIAU

yang matang termasuk kita juga memiliki pos terpadu yang bisa memantau adanya titik-titik api di seluruh wilayah Riau, maka insyallah bisa kita kuasai artinya kita bisa menyelamatkan hutan kita,” ujar Hadi. Sarpras Karhutla,” tegasnya. Pantauan di posko relawan karhutla di Kompleks Purna MTQ, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau, Rabu (12/2/2020) silam, posko itu dihadiri ribuan relawan dari berbagai elemen, seperti mahasiswa, pelajar, dan masyarakat. “Kebakaran hutan dan lahan di Riau bisa kita hadapi dengan satu kekuatan adalah sinergi antara komponen bangsa. Antara ormas dan satuan-satuan di lingkungan masyarakat. Sinergi adalah kunci untuk kita bisa melakukan tugas dengan baik,” kata Hadi di lokasi. Hadi mengatakan, pada 2020 ini, Provinsi Riau memiliki kesiapan matang dalam menghadapi karhutla. Salah satunya ada pos terpadu yang dapat memantau adanya potensi titik api di wilayah Riau. “Insyallah tahun 2020 dengan kesiapan

“Saya sangat mengapresiasi Forkopimda Riau mengantisipasi Karhutla hari ini saya lihat bersama dengan bapak panglima yang kita kedepankan adalah satgas. Namun kita juga sudah menyiapkan satgas penegakan hukum. Baik itu perorangan maupun korporasi. Artinya ini berjalan selaras. Pencegahan kebakaran hutan itu harus kita kedepankan,” tutur Idham. (lin)

Hadi juga mengingatkan perkiraan cuaca pada 2020 akan dipenuhi kemarau panjang. Menurut Hadi, sinergi di antara semua elemen masyarakat dapat mengantisipasi terjadinya karhutla. “Ingat, Saudara-saudaraku, relawan karhutla Riau, sesuai dengan ramalan cuaca pada tahun 2020, kemarau cukup panjang. Akhir Februari sampai Oktober. Namun dengan tekad kita, dengan sinergi kita untuk bisa menghadapi itu semua, insyallah akan diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Selamat bertugas para relawan, sekali lagi mari kita selamatkan bumi kita untuk anak-cucu kita,” kata Hadi. Sementara itu, Kapolri Idham Aziz mengapresiasi Forum Pimpinan Daerah Riau (Forkompimda) Riau dalam mengantisipasi karhutla. Dia mengatakan sudah menyiapkan satgas penegak hukum terkait karhutla.

Edisi 18 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

23


GAPKI RIAU

Gapki Riau Gelar Sharing Hukum Pertanahan

dan Lahan Perkebunan Sawit Sampai saat ini masih terjadi tumpang tindih perizinan di mana kebun kelapa sawit didudukkan dalam posisi yang lemah terhadap izin hutan dan kawasan hutan dan potensi untuk dilakukan penegakan hukum oleh aparat penegak hukum karena lapaoran pemilik izin hutan. Karena itu Gapki Riau mengundang semua anggotanya untuk menghadiri workshop yang menghadirkan pembicara ternama DR. Sadino, SH., MH yang juga merupakan Legal Advissor Gapki Pusat. Plt Gapki Riau, Hartono mengatakan, masalah tumpang tindih lahan ini saat ini kadang menjadi polemik di Riau, karena itu untuk memudahkan usaha kita, perlu kiranya semua anggota Gapki kembali mempelajari tetang Hukum Pertanahan dan Lahan Perkebunan Sawit. “Kita berharap setelah sharing season ini semua anggota Gapki paham dengan tata kelola perkebunan terkait hukum pertanahan dan lahan perkebunan sawit.� jelasnya. Lanjutnya menjelaskan bahwa seminar tersebut diadakan dalam rangka memberi-

24

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 19 Tahun 2020


GAPKI RIAU kan pemahaman undang-undang kepada perusahaan yang terdaftar sebagai anggota GAPKI agar tidak ragu dalam mengambil keputusan. “Kenapa GAPKI mengadakan ini, inikan supaya pemahamannya bisa lebih jauh dan lebih memahami apasih undangundang itu, regulasinya bagaimana, sehingga perusahaan itu atau melaksanakannyapun tidak ragu dalam mengambil tindakan,” katanya. Hartono menilai bahwa selama ini selalu ada yang menganggap bahwa dengan keluarnya peraturan baru dari pemerintah seolah-olah menyulitkan perusahaan. “Sebenarnya tidak demikian, karena mereka tidak tahan, makanya kita himbau semua pemangku kepentingan supaya mereka betul-betul paham dengan undang-undang itu supaya tidak ada keragu-raguan dan kesalapahaman dalam mengambil tindakan,” jelasnya. Terkait dengan tumpang tindih lahan yang banyak terjadi di Provinsi Riau, Hartono menuturkan bahwa masyarakat banyak yang tidak paham mengenai aturan. “Karena masyarakat juga tidak paham dengan aturan, sudah jelas, walaupun tidak 100%, perusahaan tidak akan mungkin mengerjakan sesuatu tanpa izin pemerintah,” tuturnya. Sementara itu, DR Sadino SH MH mengatakan, hutan berpotensi untuk dilakukan penegakan hukum oleh aparat penegak hukum karena lapaoran pemilik izin hutan.

HGU, biasanya akibat tidak sinkronnya peraturan perundang-undangan Penataan ruang dan kehutanan Perubahan SK Kawasan Hutan yang tidak konsisten Tumpang tindih perizinan mengakibatkan kesulitan pemberian hak atas tanah Tumpang tindih dengan klaim masyarakat adat dan hak masyarakat lainnya, sehingga tidak bisa ditingkatkan hak atas tanahnya. Sandino, saat ini tantangan yang dihadapi

Perkebunan Sawit diantaranya, Issue lingkungan hidup dan deforestasi, Persaingan dagang Regulasi yang tidak mendukung . Tata Ruang/Agraria/Pertanahan, Lingkungan hidup dan Kehutanan, Peraturan Daerah (RTRWK/P, Pungutan, dll) Disharmonisasi Regulasi dan Inpres Nomor 8 tahun 2018 twntang penundaan dan evaluasi perizinan perkembunan kelapa sawit serta peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit. (lin)

Penegakan hukum bisa melalui pidana, perdata, tata usaha negara dan lainnya. Apalagi status tanah perkebunan kelapa sawit belum HGU, Hak Milik dan lainnya Status tanah sudah HGU, Hak Milik dan lainnya tetapi masih dalam klaim kawasan hutan, overlaping dengan izin hutan Sumber hukum perolehan perizinan lahan kebun sawit (pelepasan), dan perubahan tata ruang wilayah Provinsi Riau yang sedari awal harus kita pahami. Kata Sadino, yang terpenting saat ini adalah status hak atas tanah HGU dimana status HGU dimasukkan dalam SK Kawasan Hutan, baik dalam tahap penunjukan maupun penetapan. Belum ada Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

25


26

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 14 Tahun 2019


PERSALINAN NORMAL VS BEDAH CAESAR Oleh dr. Zaldy Zaimi, Sp.OG Dokter Spesialis Kandungan RS Awal Bros Pekanbaru

Proses persalinan adalah suatu kejadian yang pasti akan di jalani oleh semua wanita hamil, baik persalinan dilakukan secara normal ataupun melalui operasi caesar. Kali ini kita akan membahas tentang persalinan normal dan persalinan caesar. Satu fakta yang tidak dapat kita sangkal adalah bahwa operasi caesar salah satu prosedur bedah tertua dalam sejarah medis, atau sejarah manusia. Operasi Caesar ternyata menjadi salah satu prosedur bedah yang paling umum dilakukan. Menurut Word Health Organitation (WHO), standar rata-rata sectio caesarea disebuah negara adalah sekitar 5-15% per 1000 kelahiran di dunia, rumah sakit pemerintah rata-rata 11%, sementara di rumah sakit swasta bisa lebih dari 30%. Permintaan sectio caesarea (SC) di sejumlah negara berkembang melonjak pesat setiap tahunnya Penelitian telah menunjukkan bahwa sekitar 33% dari bayi di Amerika Serikat lahir melalui C-section 2012. Sementara di Cina, sekitar 46% dari bayi yang lahir melalui operasi caesar. Semua statistik ini menunjukkan bahwa operasi caesar adalah tren yang peningkatannya tidak hanya di luar negeri tetapi juga di negara kita. Secara umum jumlah persalinan sectio caesarea (SC) di Indonesia adalah sekitar 30-80% dari total persalinan. Angka kejadian sectio caesarea di indonesia menurut data survey nasional tahun 2007 adalah 927.000 dari 4.039.000 persalinan. (Kemenkes RI, 2013).Pada seminar seminar ilmu kandungan internasional, hal ini mulai di bahas secara serius dan mendapat perhatian khusus dari dokter kandungan seluruh dunia. Bagaimanapun, melahirkan secara normal tetap lebih baik dan diutamakan dibanding operasi caesar ( semua tindakan medis harus sesuai indikasi ). Namun, perlu

kedewasaan bagi masyarakat untuk tidak buru-buru mengecap ibu yang melahirkan normal itu hebat dan sebaliknya. Seorang dokter kandungan akan melakukan tindakan persalinan ( lahir normal atau lahir caesar ) sesuai indikasi ibu dan bayi. Jadi tidak tepat rasanya jika muncul pertanyaan di masyarakat : Dokter pro mana, pro lahir normal atau pro SC ? Yang benar adalah semua dokter kandungan pro untuk kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi.

Persalinan Normal

Ada 3 hal yang harus terpenuhi jika Ibu menginginkan persalinannya berlangsung secara normal, disingkat ‘3 P’. Pertama, faktor bayi dalam kandungan (PASSENGER). Selama bulan-bulan kehamilan, Ibu disarankan melakukan kontrol secara rutin. Dokter akan selalu melakukan USG untuk memantau kondisi kesehatan janin, seperti ukuran janin (bobot tubuhnya) apakah normal untuk usia kandungan tertentu. Dibulan terakhir kehamilan, bobot bayi lahir yang normal berkisar antara 2,5-4,0 kg. Pastikan bobot bayi tidak terlalu besar ataupun sebaliknya. Ketiga, faktor kontraksi saat menjelang atau pada hari ‘H’(POWER). Apakah ada kontraksi simultan ataukah hilang-timbul, bahkan tidak ada kontraksi sama sekali yang mengharuskan si ibu diinduksi dengan pemberian hormon oksitosin melalui infus atau prostaglandin melalui vagina. Pada dasarnya, setiap kasus persalinan adalah unik dan membutuhkan penanganan yang berbeda. Ada faktor lain yang sering dianggap remeh namun sebenarnya sangat berpengaruh, yaitu kondisi psikis si ibu. Dukungan dari si ayah ataupun kerabat keluarga lain, sangat diperlukan demi kelancaran persalinan, selain tenaga medis yang menanganinya. Hindarkan stres karena hanya akan menimbulkan persalinan menjadi tidak lancar.

OPERASI CAESAR Operasi caesar (C-section) adalah prosedur bedah dilakukan melalui sayatan / dipotong dari perut untuk melahirkan bayi keluar dari rahim ibu. Ada 2 jenis operasi Caesar

Meskipun persalinan pervaginam adalah proses yang panjang, ( beberapa pasien bahkan mendeskripsikan sebagai suatu proses yang menderita dan penuh perjuangan ), dokter kandungan akan lebih merekomendasikan proses lahir normal daripada operasi caesar.

Secara umum, ada 2 jenis operasi caesar:

Pada persalinan normal, proses persalinan dilakukan lewat cara alami, yaitu melalui vagina. Jikapun digunakan obat-obatan untuk induksi ( merangsang kontraksi ) harus sesuai dosis dan cara yang benar. Pada kasus-kasus tertentu, bisa saja persalinan normal ini membutuhkan bantuan alat tambahan, seperti forsep ataupun vakum.

1. Operasi Caesar Elektif Ini biasanya sebuah prosedur yang terencana. Sebuah operasi caesar elektif dilakukan ketika melahirkan melalui vagina terlalu berisiko bagi ibu dan bayi dan sarat untuk melahirkan normal tidak terpenuhi 2. Operasi Caesar Darurat/emergency/cito Hal ini biasanya dilakukan dalam kasus-kasus di mana persalinan normal telah gagal, atau ada kondisi yang mengancam jiwa ibu dan bayi dalam kandungannya.(***)

Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

27


ADVERTORIAL

WAKIL Ketua DPRD Riau foto bersama rombongan Komisi V DRPD Riau usai pertemuan dengan Komisi V DRPD Banten.

Serap Promosi dengan Konsep Digital

Komisi V DPRD Riau Kunker ke Banten Komisi V DPRD Riau melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Banten, 17-19 Februari 2020. Kunjungan dimaksudkan mendapat masukan perihal peran DPRD dalam mendukung program pariwisata yang dilaksanakan pemerintah provinsi Banten.

Rombongan Komisi V DPRD Riau dipimpin H Eddy Moh Yatim, yang didampingi Wakil Ketua DPRD Riau Hardianto, diterima Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten Muhammad Nizar, dan sejumlah anggota Komisi V lainnya. Kunjungan ini guna memperoleh masukan terhadap dukungan legislatif Banten terhadap program konsep digital dalam menggerakkan promosi. Diketahui, fokus pengembangan wisata Riau 2020, masih belum maksimal terpublikasi dan ter-endorse ke kanal digital yang tepat. Sehingga belum meningkatkan jumlah kunjungan

SUASANA pertemuan Wakil Ketua DPRD Riau, Ketua Komisi V DPRD Riau dan Ketua Komisi V DPRD Banten (tengah).

28

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 19 Tahun 2020


ADVERTORIAL

wisatawan lokal maupun mancanegara secara maksimal. Belum terintegrasinya promosi digital pariwisata Riau, menjadi catatan. Meski Riau memiliki kalender Pariwisata, namun promosi itu masih belum optimal. Dalam penjelasan yang disampaikan Ketua Komisi V DPRD Banten, ternyata Pemprov Banten menerapkan konsep digital menghadapi Era Industri 4.0 dengan pemafaatan teknologi dengan penerapan E-tourism. E-tourism adalah bagian digital marketing. Bahkan, industri pariwisata harus mengandalkan teknologi digital. Data Dinas Pariwisata Banten, memiliki objek wisata, yang tersebar di delapan kabupaten dan kota, dengan memiliki 344 wisata alam, 231 wisata buatan dan 591 wisata religi. Dalam merespon tantangan di era 4.0, Dinas Pariwisata Banten melakukan pengembangan sistem informasi berbasis digital melalui aplikasi 'Exciting Banten.id'. Aplikasi ini untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi pariwisata. Â Melalui aplikasi pelaku usaha pariwisata bisa melakukan input secara mandiri untuk pemasaran dan promosi. (*)

KETUA Komisi V DPRD Riau, H. Eddy Moh Yatim didampingi anggota Komisi menerima cinderamata dari Komisi V DPRD Provinsi Banten. Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

29


APKASINDO

Apkasindo Silaturahmi dengan 28 Koptan

“Bergabung dalam kelompok tani ini penting agar kita para petani sawit punya legal standing (kedudukan hukum) dalam berinteraksi dengan pihak lain,� ujar Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Riau, Santha Buana Kacaribu SP MM.

Petani sawit mandiri sering menghadapi problem harga saat menjual ke perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS). Selain itu juga tidak mudah mendapat pinjaman bank untuk pembelian keperluan seperti pupuk. Oleh karena itu petani perlu bergabung dalam kelompok tani-kelompok tani yang ada.

Hal itu diungkapkannya saat bersilaturahmi dengan 28 perwakilan kelompok tani (Koptan) di Desa Rantau Pait, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Kamis (20/2). Ikut hadir bersama Ketua DPW Apkasindo Riau itu kalangan perbankan, BPJS dan distributor pupuk. Puluhan petani sawit mengikuti pertemuan itu dengan penuh semangat. Ada banyak presentasi tentang bagaimana memanfaatkan perbankan, BPJS dan juga mendapatkan pupuk. Ketua DPW Apkasindo Provinsi Riau ini mendorong pembentukan kelembagaan petani sebagaimana diatur dalam Permentan 67/2016 mengenai Pembinaan Kelembagaan Petani. Melalui penguatan kelembagaan, petani diharap-

30

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 19 Tahun 2020


APKASINDO kan akan mendapatkan harga sesuai standar yang mengacu kepada Permentan Nomor 1/2018 mengenai Pedoman Penetapan Harga Pembelian TBS Produksi Pekebun. “Apkasindo Riau sedang berupaya membentuk kelompok tani, agar bermitra dengan PKS,” ujarnya. Selain itu, Ketua Apkasindo Bengkalis, melalui Budi selaku sekretaris mengatakan, DPD Apkasindo mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada ketua DPW Riau beserta pengurus PT Graha Riau Sarana Agritek, Ultra Agrotan, Bank BNI, BPJamsotek, Ketua DPU Talang Muandau serta kawan- kawan petani dan pengurus Gapoktan yang telah hadir susah payah dan suksesnya acara sulahturahmi 28 kelompok tani mitra Apkasindo di Desa Koto Pait. “Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih karena dan Petani berharap, pergerakan harga sawit terus berlanjut hingga mencapai angka ideal sekitar Rp1.500 per kilogram di tingkat petani. Hal ini mengingat biaya perawatan dan pemupukan memerlukan biaya besar agar produksi buah maksimal.

dilakukan dua kali setahun atau minimal satu kali setahun, kini tak ada lagi.

sebagai mata pencaharian mereka.

Ketika sawit tak dirawat dengan baik, maka produksi buah turun drastis. Hal ini berdampak luas terhadap kondisi perekonomian di daerah ini menjadi lesu, karena mayoritas masyarakat di sana usaha kebun sawit

“Mayoritas masyarakat bertani kebun sawit. Ketika TBS turun, otomatis berdampak pada kondisi perekonomian juga menjadi lesu. Ini sekarang TBS sudah mulai bergerak naik, semoga tidak turun lagi,” harapan Budi. (lin)

Harga TBS murah sekitar setahun terakhir berdampak menurunnya produksi buah lantaran banyak kebun petani tidak dirawat dengan baik. Hasil panen yang diperoleh petani juga minim karena sawit murah, jika sebelumnya pemupukan

Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

31


TANYA JAWAB

GULAT MEDALI EMAS

MANURUNG

(Konsultan Perkebunan Kelapa Sawit) PERTANYAAN: Apa Manfaat tanaman penutup tanah (legume cover crop) terkait dengan konservasi tanah dan manfaat terhadap tanaman kelapa sawit? JAWABAN: Tanaman penutup tanah yang sering disebut dengan LCC (legume cover crop) biasanya menggunakan jenis tanaman kacang-kacangan (leguminosae). Alasannya selain dapat tumbuh secara cepat menutupi tanah, juga mampu mencegah perkecambahan dan pertumbuhan gulma serta dalam ilmu biologi tanah telah diteliti bahwa kacangan mempunyai peran penting yakni akar akan bersimbiosis dengan bakteri penambat nitrogen dari udara bebas yang disebut Rhizobium leguminosarum. Jenis tanaman kacang-kacangan yang biasa digunakan yakni: 1. 2. 3. 4.

Mucuna bracteata (MB) Pueraria javanica (PJ) Calopogonium mucunoides (CM) Calopogonium caeruleum (CC)

Manfaat tanaman penutup tanah terkait dengan konservasi tanah serta pengaruh terhadap tanaman kelapa sawit khususnya di masa umur TBM (tanaman belum menghasilkan) antara lain yakni: 1. Menambah bahan organik sehingga

32

memperbaiki struktur tanah. 2. Memperbaiki status hara tanah, karena terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah terutaman kandungan Nitrogen 3. Melindungi permukaan tanah dan mengurangi bahaya erosi, terutama pada tanah yang curam 4. Menjaga kelembapan tanah sehingga kandungan air di dalam tanah tetap terjaga. 5. Mengurangi biaya pengendalian gulma. 6. Mendorong pertumbuhan tanaman kelapa sawit dan meningkatkan produksi, kacangan yang tumbuh 100 % menutup areal gawangan akan mempercepat masa TM (ekonomis) di umur 30-36 bulan, sehingga TM 1 yield bisa mencapai potensi produksi sebanyak 10-15 ton/ha/tahun. 7. Mencegah serangan hama Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L) khususnya di areal replanting. Penanaman kacangan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, cara campuran dan cara murni.

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 19 Tahun 2020

1. Cara campuran yaitu kombinasi penanaman benih : PJ (3 kg benih/ ha), CM (3 kg benih/ha), CC (1 kg benih/ha) dan MB (0,15 kg benih/ ha). Kacangan ditanam sejajar dengan barisan tanaman. Larikan campuran PJ, CM, CC dan MB sebanyak dua baris setiap gawangan hidup dan satu baris antar pokok dalam barisan tanaman. 2. Cara murni yaitu penanaman jenis MB untuk seluruh areal kebun dengan stek, penyetekan berasal dari tanaman induk MB yang tumbuh subur, penanaman dilakukan menjelang musim hujan dengan jarak tanam 1,5 meter dalam barisan sebanyak dua baris pada setiap gawangan kelapa sawit, ditambah 2 stek MB di antara 2 pohon kelapa sawit di dalam barisan tanaman. Kebutuhan stek untuk populasi 136 pohon/ha yakni 2.000 stek, termasuk sisipan 5 %. Tips perlakuan sebelum penanaman Benih Legume Cover Crop (LCC) untuk meningkatkan hasil dan mempercepat perkecambahan dapat dilakukan dengan cara yakni Perendaman dalam air panas bertemperatur 65°C selama 2 jam, setelah air menjadi dingin, benih diangkat dan disimpan selama 1 malam, penanaman kacangan dapat dilakukan pada esok harinya. Selain itu, perlakuan benih dapat juga dilakukan dengan membasahi benih kacangan dengan asam sulfat 98 % salama 8-15 menit, kebutuhan asam sulfat untuk perlakuan ini sebanyak 100-200 cc/kg benih kacangan. Setelah perlakuan, benih dicuci dengan air dan direndam dengan air dingin selama 1 malam dan benih siap ditaman esok harinya. Inokulasi bakteri Rhizobium untuk meningkatkan daya fiksasi nitrogen pada kacangan yang akan ditanam dapat dilakukan dengan mencampur Rhizobium kompos. Dengan penjelasan diatas, mengenai tanaman penutup tanah (LCC), diharapakan petani dapat melakukan penanaman tanaman penutup tanah dengan baik supaya produksi tanaman kelapa sawit dapat meningkat.*** ------------------------------------------Rubrik Konsultasi ini dikelola oleh: Ir. Gulat ME Manurung, MP (Auditor ISPO) Eko Jaya Siallagan, SP (Auditor ISPO)


S

etetes darah sangat berarti bagi masyarakat atau pasien yang membutuhkan. Kenapa tidak, mereka keluarga pasien akan panik mencari pertolongan apabila pihak rumah sakit mengatakan bahwa darah yang dibutuhkan habis. Untuk meringankan beban masyarakat itu, 51 kantong darah dari PT. Tunggal Perkasa Plantations, anak Perusahaan Astra Agro Lestari (AAL) Tbk, diserahkan ke UTD-PMI Kota Pekanbaru, Provinsi Riau untuk disalurkan kepada warga yang butuh pertolongan, ucap Januar Wahyudi, manajer PT TPP melalui humasnya Hadi Sukoco pada Sabtu (29/2/20). Ia berkata, PT. TPP yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau menggelar kegiatan bakti sosial seperti donor darah. Hal ini dilakukan agar bisa membantu masyarakat yang membutuhkan.

Kantong Darah dari

“Mudah-mudahan kantong darah ini, bisa meringankan nasib pasien yang saat ini mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit. Dan juga meringankan beban keluarga pasien,” tambahnya.

Dia menjelaskan, dalam kegiatan berlangsung pasilitas cek kesehatan seperti cek tensi, kadar gula dara dan kolesterol akan diperiksa oleh Pihak RS Eka Hospital. Hal ini guna memastikan apakah pendonor tersebut dapat melakukan donor darahnya.

Giat ini, dikatakan Hadi Sukoco, adalah kegiatan rutin tiap tahun diselenggarakan oleh PT. TPP. Kali ini, kita bekerjasama dengan pihak RS Eka Hospital, UTD-PMI Kota Pekanbaru. Lanjut dikatakannya, diikuti oleh seluruh staff PT. TPP dan karyawan serta masyarakat sekitar perusahaan.

PT TPP INHU UNTUK PASIEN

Selain donor darah, program-program PT. TPP diawal tahun 2020 hingga bulan Februari. Telah melakukan pendampingan ke pusyandu-pusyandu untuk membantu kebutuhan Bayi seperti,

makanan Bayi serta Susu dalam bentuk kemasan dan uang tunai. “Hingga saat ini, baru empat desa yang mendapatkan bantuan tersebut. Diantaranya, Desa Mekar Sari, Kecamatan Lirik. Desa Kembang Harum, Desa Jati Rejo dan Desa Candi Rejo, Kecamatan Pasir Penyu,” “Arahnya dalam giat pendamping Pusyandu tersebut insyaallah di 22 desa di wilayah Ring satu,” kata Hadi Sukoco. (Hamdan)

Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

33


Tingkatkan Produktivitas Kerja

PTPN V Lindungi Karyawan Dengan Asuransi Ketenagakerjaan PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) berkomitmen untuk memberikan jaminan sosial kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerjanya. Menurut Direktur Utama PTPN V Jatmiko K. Santosa, pada momen peringatan bulan K3 Nasional tahun ini, perusahaan telah mengangkat 1.542 karyawan vendor menjadi Pekerja PKWT dan mendaftarkan seluruh karyawan yang dipekerjakan tersebut sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan, serta melakukan kontrak pengadaan alat panen dengan total 1,6 miliar Rupiah, yang dibeli dari UMKM Pandai Besi setempat guna mendorong peningkatan ekonomi melalui pengembangan kapasitas produk industri kecil dan menengah. Komitmen tersebut diungkapkan Dirut PTPN V saat menjadi tuan rumah Upacara Bulan K3 Nasional Tingkat Provinsi Riau, di lapangan komplek Venue Tenis PTPN V di Pekanbaru pertengahan Februari kemarin.

34

Upacara peringatan Bulan K3 Nasional yang dilaksanakan sekali setahun yang dipimpin langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Dra H. Ida Fauziyah, M.Si dan diikuti oleh 1.000 orang peserta yang berasal dari berbagai perusahaan di Riau tersebut, juga dihadiri oleh Gubernur Riau Drs. H Syamsuar, M.Si, jajaran Forkopimda, Kepala OPD dan pimpinan Perusahaan di Provinsi Riau.

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 19 Tahun 2020

“PT Perkebunan Nusantara V berkomitmen untuk memberikan jaminan sosial keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerjanya. Setelah mengangkat 1.542 karyawan vendor menjadi karyawan Pemanen dengan sistem Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, hari ini, PTPN V telah mendaftarkan seluruh karyawan tersebut, sebagai


peserta BPJS Ketenagakerjaan”, sebut Dirut PTPN V Jatmiko K. Santosa. Hal tersebut sebagai upaya perusahaan dalam memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja, agar mampu menghadapi resiko-resiko sosial secara mandiri dan bermartabat. “Perusahaan sudah melakukan upaya maksimal untuk penerapan K3. Diantaranya dapat dilihat dari sertifikasi K3 yang dimiliki oleh seluruh pabrik serta penghargaan zero accident yang didapat. Namun sekecil apapun potensi resiko, kita harus mempersiapkan dan memberikan perlindungan, tidak hanya atas kesehatan dan keselamatan, termasuk juga dari sisi ekonomi dan sosial”, ungkapnya lagi. Resiko sosial sendiri merupakan resiko yang mungkin terjadi dalam kehidupan pekerja, serta berdampak terhadap kemandirian ekonomi pekerja dan keluarganya, mulai dari resiko kecelakaan kerja, hilangnya pendapatan, resiko kematian, sampai dengan resiko hari tua. “Sehingga mendaftarkan karyawan PKWT kami yang baru diangkat januari lalu ini, bukan hanya wujud kepatuhan terhadap penerapan k3 di lingkungan perusahaan, tapi juga guna mengantisipasi seluruh resiko, termasuk resiko sosial, secara mandiri dan bermartabat, demi kesejahteraan karyawan itu sendiri”, tambah Jatmiko. Tidak hanya fokus dalam penerapan K3, pada peringatan Bulan K3 tahun ini anak perusahaan Holding BUMN Perkebunan berkomoditas karet dan sawit ini juga menyerahkan Kontrak Pengadaan Alat-

Alat Pertanian PTPN V kepada UMKM - Koperasi Rumbio Jaya Steel dengan total rencana pengadaan senilai Rp1.6 miliar.

nomian melalui peningkatan UMKM, perluasan lapangan kerja dan penggunaan produk dalam negeri”,

“Untuk tahap pertama ini, kita tandatangani kontrak pengadaan alat-alat panen seperti egrek, dodos, gancu dan lain sebagainya senilai Rp 915 juta. Total rencana pengadaan alat panen sendiri yang akan diberikan kepada UKM lokal di Riau ini, mencapai 1,6 miliar Rupiah”, sebut Jatmiko.

Menteri Ketenagakerjaan Dra. Hj. Ida Fauziyah M.Si yang menjadi inspektur upacara memberikan apresiasi dan memuji PTPN V atas komitmen dalam menerapkan perlindungan K3 di lingkungannya.

“Ini merupakan wujud komitmen Perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan pereko-

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan PTPN V. Memberdayakan UKM dan komitmen penerapan K3 patut ditiru. Saya minta untuk ditularkan ke PTPN lain”, harapnya. (lin)

Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

35


Astra Agro Ajak Petani Mitra Kunjungi Perusahaan S alah satu program kerja yang menjadi fokus PT Astra Agro saat ini adalah bagaimana meningkatkan hubungan kemitraan dengan masyarakat petani yang ada di sekitar perusahaan. Dimana untuk mendukung program tersebut sejak tahun 2018 telah dibangun divisi khusus yang menangani kegiatan tersebut. Ada beberapa program yang selama ini berjalan ditingkatkan menjadi program kemitraan yang lebih luas lagi sehingga diharapkan dapat memberi manfaat lebih dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Sebagai contoh kerja sama yang sudah berjalan selama ini, masih ada peluang usaha yang mungkin bisa dikembangkan bersama misalnya terkait dengan program peremajaan kelapa sawit. Di bidang kerja sama jual beli TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit peru-

36

sahaan memberikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada para petani dan kelompok usaha tani yang berperan aktif dalam kerja sama tersebut. Salah satu bentuk dari apresiasi tersebut perusahaan mengundang beberapa petani untuk berkunjung ke kantor pusat PT Astra Agro yang terletak di kawasan industri Pulogadung Jakarta Timur.

Hadir dalam dalam acara tersebut H Martawi, H Samsu Rizal, Haris dan Irwan masing-masing sebagai mitra dari PT Eka Dura Indonesia dan PT Sawit Asahan Indah, Riau. Dalam kesempatan yang sama Cahyo Kurniawan sbg VP PSM Astra Agro sebagai induk PT Eka Dura Indonesia dan PT Sawit Asahan Indah menyambut gembira dan bersyukur atas kunjungan tersebut dan berharap hubungan kerja sama dan silaturahmi yang sudah terjalin selama ini dapat ditingkatkan di waktu waktu mendatang.

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 19 Tahun 2020

Cahyo juga menuturkan jika selama berkarya di PT Astra Agro selama ini lebih banyak berkecimpung di anak anak perusahaan PT Astra Agro yang berbasis kemitraan. Dan dari perjalanan karir tersebut Cahyo merasa bersyukur. Karena bukan saja mendapat ilmu terkait management perkebunan tetapi lebih dari itu mendapatkan ilmu kehidupan yang tidak mungkin didapatkan jika hanya berkarya di perusahaan yang hanya berbasis inti saja. Di akhir kunjungan para petani tersebut diajak berkeliling komplek perkantoran sambil menunjukkan proses kerja yang profesional dan transparan dalam bekerja dengan semangat bermanfaat untuk bangsa. H Martawi mewakili rekan rekannya juga mengucapkan terima kasih kepada PT Astra Agro atas kerja samanya selama ini dan berharap dapat ditingkatkan di waktu mendatang. (Lin)


Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

37


KISAH SUKSES

Belajar dari H. Martawi

PETANI SUKSES MITRA EKA DURA

H. Martawi adalah salah satu contoh sukses petani mitra PT Eka Dura Indonesia yang terletak di Kota Lama Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Martawi merupakan supplier Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.

38

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 19 Tahun 2020


KISAH SUKSES

Pria berusia 53 tahun dan bapak dari enam orang anak ini mulai merintis usaha sejak tahun 1999 saat PT Eka Dura Indonesia dipimpin Hermansyah. Banyak suka duka yang telah dirasakan H Martawi selama lebih kurang 20 tahun menekuni usaha sebagai mitra PT Eka Dura Indonesia hingga saat ini.

Dari kerja keras H Martawi selama ini tidak kurang 6-8 ribu tons/bulan TBS dikirimnya ke PKS PT Eka Dura Indonesia. Dan atas kerja sama yang sudah terjalin selama ini sebagai bentuk penghargaan, manajemen PT Astra Agro memberikan predikat pemitra platinum. Di luar kesehariannya sebagai supllier TBS, H Martawi juga menjadi rekanan pekerjaan replanting (peremajaan kelapa sawit) untuk tanaman yang sudah tua dan menjadi penyedia pupuk untuk masyarakat petani sekitarnya. “Ke depan kami berharap untuk keperluan peremajaan kebun kelapa sawit masyarakat, PT Eka Dura Indonesia dapat membantu menyiapkan bibitnya sehingga produksinya nanti bisa lebih baik lagi,� kata Martawi.

Di bidang sosial sejak 7 tahun terakhir, beliau juga menjadi pelopor masyarakat peduli sampah di Kota Lama dengan menyiapkan fasilitas pengangkut sampah untuk masyarakat dari mulai unit angkut sampai tenaga kerja yang kesemuanya gratis. Hal tersebut semata-mata dilakukan H Martawi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan agar bisa melihat Kota Lama sebagai daerah bebas sampah. “Kita berharap apa yang telah dilakukan pak Martawi ini menjadi inspirasi untuk banyak pihak untuk menekuni setiap usaha, khususnya kelapa sawit dan berbagi untuk sesama menuju masyarakat yang lebih sejahtera,� ucap VP PSM PT Astra Agro, Cahyo Kurniawan. Indonesia sebagai negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia membutuhkan orang-orang tangguh yang mencintai usaha budidaya kelapa sawit beserta segala tantangannya. (Lin)

Edisi 19 Tahun 2020 ~ MAJALAH SAWIT

39


Profile for Majalah Sawit Plus

Majalah Sawit Plus Edisi 19  

Majalah Sawit Plus Edisi 19  

Profile for sawitplus
Advertisement