Page 1


daftar isi

Gemilang 15 Tahun IPOC

Hal. 05

Sinar Mas Agribusiness and Food Replanting Kebun Plasma Hal. 20

PT KTU Paparkan Pengelolaan Gambut di FKL di Siak Riau Hal. 25

Gapki Riau dan PWI Buka Posko Korban Asap Hal. 28

Perduli Karhutla Gapki Serahkan Bantuan ke 10 Titik Hal. 30

Wawancara Khusus

Djono Albar Burhan, S.Kom, MMgt (Int. Bus), CC, CL

generasi millenial

sawit Hal. 12

Berharap Pasar Domestik Moncer

Hal. 09

Desa Siaga Api Efektif Cegah Kebakaran di Konsesi Sawit

Hal. 11

Santa Buana Jabat Ketua DPW Apkasindo Riau

Hal. 34

Tukijan: Dulu ModalDengkul, Kini Hasil Memikul

Hal. 36

Pimpinan Redaksi/Penanggungjawab: Djoko Suud Sukahar Pimpinan Perusahaan: Herlina, S.Sos Dewan Redaksi: Djoko Suud Sukahar, Herlina, S.Sos, S.Kom.I, Eli Suwanti, Hamdan Tambunan, Cover/Desain: Makmur HM Sirkulasi/Distribusi: Hendra Gunawan IT Support: Afandi Kantor Perwakilan Jambi: Saman. 08117454949. Jl Sersan Anwar Bay No 1. Kenali Besar. Jambi Alamat Kantor: Jl. Bakti Perum. Bakti Indah No 3 Pekanbaru, Riau | Info Iklan: 0812 7698 0551 / WA: 0811 754 1174 E-mail: redaksi@sawitplus.co | Website: www.sawitplus.co | No. Rek. Mandiri: 108-00-2018999-0 a/n PT. Media Sawit Indonesia

Edisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

03


editorial

Tahun Kelabu Sawit Tahun 2019 ternyata menjadi tahun perenungan. Jika di tahun sebelumnya hanya harga sawit dan minyak sawit (Crude Palm Oil) yang anjlok, tetapi di tahun 2019 ini selain harga, juga ada musibah ikutan, yaitu kabut asap. Pulau Sumatera dan Kalimantan gelap gulita. Lahan terbakar tidak terkira luasnya. Sampai pertengahan bulan Oktober, kebakaran itu masih belum bisa dipadamkan. Jambi dan Palembang yang terparah, juga di beberapa lahan dan lereng gunung yang bertebaran di Pulau Jawa.

Sedang Indonesia, tanah gambut dianggap masalah. Dilakukan restorasi agar tanah gambut itu kembali murni, tidak boleh ditanami dan diberdayakan, yang saban tahun justru menjadikan masalah, melatenkan kebakaran.

Ada yang menuding pemanasan global pemicunya. Itu didasarkan fakta, Eropa yang tidak pernah panas, di tahun 2019 ini dilanda panas ekstrem. Cuaca mencapai 40-41 derajat Celcius, hingga menewaskan ratusan orang.

Sebenarnya ada solusi untuk mengatasi agar kebakaran hutan dan lahan tidak kembali terjadi. Itu jika pemerintah benarbenar mau menjaga dan mengawasi. Sebab berdasar data yang ada, kebakaran terbanyak adalah di area hutan. Hutan itu rata-rata tidak terjaga dan tidak terawasi. Bahkan batas antara hutan dan pemukiman pun tidak jelas. Ini bisa terlihat dari banyaknya hewan yang masuk pemukiman, dan banyaknya penduduk yang dimangsa binatang buas. Hutan yang tak terjaga juga menjadi ‘tanah tak bertuan’. Ladang penjarahan. Di tengah makin padatnya manusia, hutan

04

Faktor kedua yang dianggap sebagai sumber masalah kebakaran adalah lahan gambut. Lahan ini sangat luas, dan selalu dijadikan kambing hitam tiap api meluluhlantakkan segalanya. Lahan gambut mudah terbakar memang benar. Tetapi di berbagai negara, termasuk tetangga kita Malaysia dengan gemilang mengelola gambut untuk kesejahteraan warganya. Tanah gambut bukan kambing hitam kebakaran, bukan sumber musibah, tetapi sumber pendapatan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memang menjadi semacam ritus tahunan. Mereda setelah kebakaran hebat di tahun 2015, dan tahun 2019 ini kebakaran hebat itu kembali terjadi, dan naga-naganya masih akan terjadi lagi, dan lagi di tahun-tahun selanjutnya.

Indonesia yang mempunyai simpanan tanah gambut adalah yang paling parah. Lahan dan hutan yang terbakar sudah mencapai ribuan hektare. Guyuran air (water bombing) dan taburan garam untuk memancing hujan tidak mempan. Hingga di berbagai daerah melakukan salat istisqa untuk meminta Yang Kuasa menurunkan hujan.

Jika persoalan hutan ini tertangani dengan benar, saya yakin tidak akan ada masalah penjarahan dan juga kebakaran. Hak penduduk juga terlindungi. Tidak ada lagi macan yang memangsa mereka dan ternaknya. Juga tidak ada gajah yang dengan leluasa mengobrakabrik ladangnya.

Djoko Suud Sukahar Kolumnis dan Pemerhati Sosial Budaya. Penulis Tinggal di Jakarta.

adalah ‘lahan garapan’. Mereka, penduduk tempatan maupun pendatang ‘memanfaatkan’ itu. Mereka bakar untuk dijadikan lahan, dan jika berpuluh-puluh tahun tidak datang pengawas atau pihak lain yang mempersoalkan, maka hutan itu berubah menjadi ‘tanah sengketa’. Asumsi ini berdasar fakta di lapangan. Di Provinsi Riau, banyak lahan terbakar atau dibakar tidak ada yang mengakui saat petugas memadamkan api. Mereka yang ketahuan membakar lepas diri, dan celakanya, petugas juga tidak tahu bahwa lahan itu masuk kawasan hutan yang tak boleh dibuka menjadi lahan. Fakta-fakta ini menunjukkan, bahwa hutan yang harusnya dijaga pemerintah itu tidak terjaga dan terawasi. Hutan itu berubah menjadi kebun atau ladang tidak ada yang tahu, dan baru ketahuan jika timbul masalah di dalamnya, yaitu kebakaran.

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 16 Tahun 2019

Saat hutan dan lahan terbakar sekarang ini, Badan Restorasi Gambut (BRG) yang dibentuk pemerintah bertahun-tahun lalu tidak ada suaranya. Harusnya ikut bertanggungjawab terhadap kebakaran lahan gambut yang membuat warga di Pulau Sumatera dan Kalimantan sulit bernafas, dan anak-anak terpaksa libur sekolah. Rasanya malu kalau mengingat kembali paparan DR Lulie Melling dari Serawak soal tanah gambut ini. “Indonesia ini aneh ya. Di Serawak tanahnya semua gambut, dan mensejahterakan rakyat dengan ditanami sawit. Kami juga tidak pernah kebakaran. Di negeri Anda kok malah dilarang ditanami,” katanya. Oh. Kita mungkin sedang berada di negeri antahberantah. Melestarikan tanah gambut saban tahun terbakar, merawat kegaduhan, dan menjaga warga agar tetap sesak nafas dan anakanak diliburkan. Jika sudah begitu program pemerintah, ya jangan berharap kebakaran tidak datang lagi. Berharap-haraplah untuk terbakar lagi, dan bersoraklah, karena pemerintah ini memang hoby bakar-bakar. ***


laporan utama

Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) sudah memasuki usia limabelas tahun. Sebuah perjalanan panjang yang gilang-gemilang. Tak cuma konsistensi penyelenggaraannya, tetapi juga materi yang disuguhkan membuat peserta ketagihan. Itu terlihat dari tahun ke tahun yang dipenuhi peminat. Peserta dari luar negeri terus bertambah, dan materi yang disajikan memenuhi keinginan siapa saja yang berkepentingan terhadap sawit. Dari masalalu terkorek, kondisi sawit hari ini terpotret dengan jernih, dan untuk hari depan, analisis kritis menjadi sesi tersendiri yang paling diminati.

Sebab dari analisis itu akan diketahui, apa yang bakal terjadi di sektor sawit. Prediksi dari Dorab, James Fry, dan Thomas Milner selalu dinantinanti. Analisis mereka menjadi patokan produksi dan harga, juga untuk mengantisipasi langkah. Terus apa saja yang menarik dalam IPOC yang kelimabelas ini?

Gemilang 15 Tahun

IPOC

Dinamika dan perkembangan industri sawit Indonesia selalu menjadi perhatian masyarakat banyak, baik secara nasional maupun international. Dalam rangka terus memberikan informasi perkembangan industri sawit Indonesia dan global terkini juga menganalisis tren harga minyak sawit ke depan, GAPKI dengan bangga kembali menyelenggarakan Indonesian Palm Oil Conference (IPOC), konferensi minyak sawit terbesar dunia. Edisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

05


Laporan utama Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-15 kalinya. IPOC merupakan konferensi yang ditunggu-tunggu oleh pemain sawit secara internasional. Hal ini dapat dilihat dengan tingkat capaian dan prestasi yang diukir IPOC selama 14 tahun yang telah membawa Indonesia menjadi salah satu negara yang dituju untuk mendapatkan informasi terkait sawit. 15th Indonesian Palm Oil Conference and 2020 Price Outlook akan diselenggarakan pada tanggal 30 Oktober - 1 November 2019 di Bali International Convention Centre, The Westin Resort Nusa Dua, Bali, dengan mengusung tema “Palm Oil Industry: Managing Market, Enhancing Competitiveness�. Industri sawit Indonesia terus berkembang dan berkibar. Seiring dengan semakin besarnya industri ini, semakin besar pula tantangannya baik dari sisi regulasi pemerintah, pasar maupun masyarakat pelaku industri. Harga sawit yang tak kunjung naik dan cenderung menunjukkan tren penurunan menjadi satu tantangan yang besar sehingga sangat penting bagi industri untuk mencari strategi agar mempunyai daya saing di pasar global. Dengan begitu, tema di atas diangkat secara khusus untuk membahas lebih komprehesif mengenai permasalahan yang dihadapi, dan bagaimana industri sawit bersikap untuk bertahan menjadi komoditas yang berdaya saing dengan komoditas lain di pasar global.

06

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 16 Tahun 2019

Industri sawit Indonesia terus berkembang dan berkibar. Seiring dengan semakin besarnya industri ini, semakin besar pula tantangannya baik dari sisi regulasi pemerintah, pasar maupun masyarakat pelaku industri.

Dalam Konferensi selama dua hari ini juga akan membahas bagaimana perang dagang Amerika Serikat dan China, regulasi di negara tujuan ekspor dan ekonomi geopolitik yang akan mempengaruhi masa depan industri sawit. Selain itu juga dibahas pengembangan daya saing minyak sawit dengan penekanan pada industri hilir, supply and demand minyak nabati dunia, tren pasar global, dan proyeksi harga minyak sawit untuk tahun berikutnya. IPOC tahun ini rencananya akan dibuka dan diinagurasi Wakil Presiden Republik Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI juga akan hadir memberikan Special Keynote Speech. Dan sudah menjadi tradisi bagi IPOC menghadirkan pembicara-pembicara ahli senior dunia untuk menguak trend harga, seperti Dorab Mistry (Godrej International Ltd), James Fry (LMC International), Thomas Mielke (Oilworld) dan Arif P. Rachmat (Kadin Indonesia). Tahun ini secara khusus IPOC mengundang para akademisi dari universitas nasional maupun internasional. Ini merupakan satu hal yang istimewa karena


laporan utama

GAPKI membuat satu sesi khusus untuk memberikan pandangan dan hasil study mereka. Para akademisi ini adalah Prof. Pietro Paganini (John Cabot University of Rome), Dr. Otto Hospes (Wageningen University), dan Prof. Erliza Hambali (Institut Pertanian Bogor). Ketiga akademisi ini akan membahas isu daya saing sawit dari berberapa sudut pandang.

strategis di seputar industri kelapa sawit dari hulu sampai ke hilir. IPOC juga merupakan ajang bagi para pelaku usaha untuk memperluas jaringan usahanya baik melalui pameran produk, sponsorship maupun tatap muka secara langsung. Keistimewaan lain dari penyelengga-

raan IPOC tahun ini adalah GAPKI terus membantu pemerintah mempromosikan pariwisata dan budaya nusantara lainnya melalui seni tari yang disuguhkan pada acara pembukaan maupun acara kasual lainnya, pakaian seragam batik dan berbagai hal lainnya. GAPKI berkomitmen terus mempromosikan budaya nusantara melalui

Di sesi bioenergi, menghadirkan Dr. I.G.B. Ngurah Makertiharth (Institut Teknologi Bandung) khusus membahas update riset terkini bioenergi yaitu pengembangan green fuel (bio premium dan bio avtur) dari CPO dengan katalis merah putih. Selain dari pembicara akademisi, IPOC juga menghadirkan sederetan pembicara terkenal lainnya yang ahli di bidangnya. IPOC merupakan wadah para pelaku bisnis dan pemangku kepentingan (stakeholders), pemilik, CEO dan eksekutif, para pengambil kebijakan baik tingkat nasional maupun internasional, untuk bersama-sama membahas isu-isu

Edisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

07


Laporan utama

penyelenggaraan IPOC setiap tahunnya. Animo masyarakat baik dari Indonesia maupun luar negeri akan konferensi ini selalu meningkat setiap tahunnya. Tahun lalu penyelenggaraan konferensi ini dihadiri lebih dari 1.500 peserta dari 23 negara (di luar tamu undangan khusus dan pengunjung). Tahun ini kami memperkirakan peserta yang akan hadir kurang lebih 1.500 peserta yang berasal dari lebih dari 25 negara di dunia. Selain konferensi dua hari, juga akan diselenggarakan pameran industri kelapa sawit yang memamerkan berbagai produk tentang perkembangan terbaru dari teknologi, produk dan jasa dalam industri kelapa sawit.

GAPKI berkomitmen terus mempromosikan budaya nusantara melalui penyelenggaraan IPOC setiap tahunnya. organisasi pengembangan sumber daya manusia, perusahaan konsultan, Lembaga keuangan dan perbankan, perusahaan pengolahan minyak dan distribusi, telekomunikasi, teknologi informasi, transportasi dan logistik, pengelolaan lingkungan, limbah dan pengelolaan air. (jss)

Para peserta pameran mewakili semua industri yang relevan, termasuk perusahaan desain, konstruksi dan teknik sipil, industri lingkungan dan ramah lingkungan,

08

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 16 Tahun 2019


laporan utama

P

roduksi minyak sawit Indonesia sampai dengan Agustus 2019 mencapai 34,7 juta ton atau sekitar 14% lebih tinggi dari produksi periode yang sama tahun 2018. Produksi bulan Agustus naik 8,7% dibandingkan produksi bulan Juli. Kenaikan produksi dijumpai hampir di semua sentra produsen sawit. Pada periode ini sebenarnya iklim kurang bersahabat untuk kelapa sawit, terutama terjadinya kekeringan di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan. Biasanya efek kekeringan itu akan terasa satu atau dua tahun kemudian. Konsumsi domestik minyak sawit sampai dengan bulan Agustus mencapai 11,7 juta ton atau sekitar 44% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berharap Pasar Domestik Moncer ekspor bulan Juli walaupun harga ratarata CPO pada bulan Agustus sekitar USD 40-50 lebih tinggi dibandingkan dengan harga pada bulan Juli. Volume ekspor CPO turun sebesar 95 ribu ton yang terkompensasi dengan kenaikan ekspor produk turunannya sebesar 90 ribu ton.

China dan India masih merupakan tujuan ekspor utama. Kenaikan ekspor terbesar terjadi dengan destinasi China yang naik dengan 150 ribu ton dan ke Timur Tengah yang naik dengan 110 ribu ton dan ke USA yang naik dengan 90 ribu ton. Penurunan ekspor juga terjadi dengan tujuan India, Bangladesh, Pakistan dan

Peningkatan terbesar terjadi di konsumsi domestik adalah untuk biodiesel meningkat dengan 122%. Konsumsi domestik bulan Agustus sekitar 1,5 juta ton atau 5% lebih tinggi dari konsumsi bulan Juli. Ini berarti permintaan domestik sudah kembali ke kondisi normal pasca lebaran. Sampai dengan Agustus 2019, ekspor minyak sawit Indonesia mencapai 22,7 juta ton atau sekitar 3,8% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Volume ekspor minyak sawit bulan Agustus 1% lebih rendah dibandingkan dengan Edisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

09


Laporan utama EU. Pada bulan Agustus ekspor biodiesel mengalami penurunan dibandingkan bulan Juli, yaitu dari 187 ribu ton menjadi 162 ribu ton, tidak tercatat adanya ekspor biodiesel ke EU. Stok minyak nasional akhir Agustus diperkirakan naik menjadi 3,8 juta ton atau bertambah sekitar 100 ribu ton dari stok bulan Juli, dan ini merupakan stok tertinggi tahun ini. Harga rata-rata CPO CIF Rotterdam bulan Agustus mencapai USD 541 per metric ton dan merupakan rata-rata bulanan tertinggi sejak Februari 2019. Di akhir Agustus harga masih menunjukkan tren naik, kita berharap harga terus naik. Indonesia sebagai produsen terbesar minyak sawit perlu memperkuat pengaruhnya dalam kesimbangan supply-demand dan pembentukan harga. Implementasi B20 dan segera dengan B30 pasti akan meningkatkan konsumsi dalam negeri dan diharapkan akan mengerek harga.

10

Tetapi, mengingat harga minyak sawit dan minyak bumi yang fluktuatif, maka pengaturannya perlu disusun sedemikian rupa sehingga tidak membelenggu Pertamina maupun produsen biodiesel. Hal lain yang perlu dilakukan adalah penggunaan langsung CPO untuk pembangkit PLN yang saat ini sudah dilakukan

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 16 Tahun 2019

beberapa uji coba di beberapa daerah, serta peningkatan kemampuan mengendalikan stok dengan menambah kapasitas tangki di PKS. Mengapa di PKS? Karena biaya energinya lebih murah dan dapat menjadi fasilitas pendukung tambahan di PKS ketika terjadi ledakan produksi maupun gangguan transportasi. (jss)


laporan utama

Sinergi perusahaan-perusahaan sawit anggota GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) dengan masyarakat sekitar perkebunan efektif mencegah terjadinya kebakaran lahan. Jumlah titik panas dan titik api di dalam konsesi sawit maupun lahan masyarakat di sekitar perkebunan perusahaan relatif kecil, sekitar 11% dari total titik panas yang muncul pada kebakaran lahan tahun ini. Mengutip data Global Forest Watch (GFW) per 1 Januari 2019 hingga 16 September 2019 di seluruh Indonesia, kebakaran di dalam konsesi sawit mencapai 11%, sedangkan luar konsesi mencapai 68%. Di Riau dalam konsesi 19% dan di luar konsesi 51%, Jambi dalam konsesi 19% dan di luar konsesi 51%, Sumatera selatan dalam konsesi 2% dan diluar konsesi 71%, Kalimantan Barat dalam konsesi 26% dan diluar konsesi 53%, Kalimantan Tengah dalam konsesi 15% dan di luar konsesi 81%. “Perusahaan-perusahaan anggota

Desa Siaga Api Efektif Cegah Kebakaran di Konsesi Sawit GAPKI telah bersinergi dengan lebih dari 527 desa di sekitar wilayah operasional perusahaan melalui program pencegahan maupun penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Kami membentuk desa siaga api baik di Sumatera dan Kalimantan. Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2015 dan berjalan sampai sekarang. Bahkan dibentuk desa-desa siaga api yang baru,” kata Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (17/10). Perusahaan-perusahaan anggota GAPKI telah memenuhi seluruh sarana dan prasarana guna mencegah dan menanggulangi masalah kebakaran hutan lahan seperti menara pengawas, drone, pemadam kebakaran juga personel yang memiliki kecakapan penanggulangan kebakaran, dan lain-lain. Tidak hanya itu, sarana dan prasarana tersebut juga diberikan kepada masyarakat beserta dengan pelatihanpelatihan yang memadai. Program ini

merupakan inisiatif perusahaan anggota GAPKI bersama Pemerintah, Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan masyarakat sekitar. Program sinergi bersama dengan masyarakat terbukti efektif untuk mengendalikan kebakaran lahan. Program pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dikemas dalam berbagai nama antara lain Masyarakat Peduli Api (MPA) oleh PT Astra Agro Lestari Tbk, Desa Makmur Peduli Api (DMPA) oleh Grup Sinar Mas, Masyarakat Bebas Api oleh Musim Mas Grup, Fire Free Alliance (FFA) dari Grup Wilmar, Kelompok Tani Peduli Api oleh Grup Sampoerna Agro, dan sebagainya. “Program ini terutama dilaksanakan di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Perusahaan anggota GAPKI lainnya juga mengemas kegiatan penanggulangan dan pencegahan kebakaran lahan ini dalam program CSR,” kata Mukti. (jss)

Edisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

11


Generasi Millenial

Sawit wawancara khusus

Djono Albar Burhan, S.Kom, MMgt (Int. Bus), CC, CL

12

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 16 Tahun 2019

Harga sawit masih belum menggembirakan. Tetapi itu tidak membuat yang bergerak di sektor ini patah arang. Mereka tetap semang-at mengarungi bisnis ini, dari petani dan pengusaha, karena mereka yakin, inilah masa depan. Masa depan adalah dunia bolak-balik, dunia yang kadang tidak kita pahami. Sebuah dunia yang banyak diliputi misteri, karena percepatan teknologi digital, masuknya perangkat itu ke berbagai sektor, dan menghasilkan penemuanpenemuan baru. Di sektor agribisnis, puluhan tahun lalu, ketika dunia ditakutkan kurangnya pasokan untuk makanan karena percepatan populasi manusia, teratasi dengan teknologi kultur jaringan dan teknologi kloning. Teknologi itu telah menjawab keresahan manusia di dunia. Tidak ada lagi tanaman dan daging species murni, semuanya sudah melalui rekayasa genetika. Sebab yang murni tidak mencukupi lagi untuk konsumsi manusia.


wawancara khusus

Percepatan di segala sektor itu terkadang menempatkan kita pada situasi kebingungan. Sebab akselerasi itu menyebabkan hilangnya masalalu. Tak ada lagi ruang untuk ‘kemarin dan tadi’, karena semua itu sudah terhapus oleh berbagai penemuan hari ini. Kondisi itu menyebabkan semua manusia dihadapkan untuk melihat masa depan. Fokus mengarahkan hati dan pikiran jauh ke sana, ke sebuah masa yang terkadang belum terbayangkan. Saat ini jangan bicara ‘aku sudah punya gagasan seperti itu’ kemarin. Sebab sebuah gagasan kalau tidak langsung direalisasi, maka akan direalisasi orang lain. Ini sebuah zaman yang memaksa kita harus berbuat, tak penting salah atau gagal nantinya.

kali ini menampilkan tokoh muda untuk kita ajak bicara tentang sawit masa depan. Dia adalah Djono Albar Burhan, S.Kom, MMgt (Int. Bus), CC, CL, jebolan Management (International Business), The University of Auckland, Auckland, New Zealand. Dia juga menduduki jabatan sebagai Direktur BK Group, kebun sawit milik keluarga, dan sekarang Djono menempati posisi divisi pengembangan SDM di Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo). Duo Apkasindo, Ketum Gulat Manurung dan Sekjennya, Rino Afrino mendaulatnya menempati posisi itu.

Ini wawancara lengkapnya: Majalah SAWIT : Apa yang mendasari Anda terjun ke dunia sawit, anak muda? Adakah Anda melihat sesuatu di sektor ini? DJONO BK : Saya menempuh pendidikan dan meraih pengalaman ke New Zealand adalah untuk memupuk diri saya, mempersiapkan diri saya untuk membantu mengembangkan usaha keluarga, dan saya juga berkeinginan kuat untuk membuka lapangan pekerjaan yang luas di Indonesia dan mengembangkan sayap bisnis.

Tentang masa depan yang ‘gelap’ ini, ada sebuah petunjuk dari T Kiyosaki. Penulis buku best seller Rich Dad Poor Dad itu mengatakan, untuk melihat masa depan, tanya anak-anakmu. Merekalah yang tahu tentang itu. Nah demi tujuan itu, maka Majalah SAWIT Edisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

13


wawancara khusus

Saat kuliah di New Zealand saya banyak membangun jaringan. Terlibat di berbagai kegiatan, masuk berbagai organisasi, yang membuat saya makin melek, bahwa zaman ke depan memang memberi ruang yang lebih luas bagi siapa saja yang punya banyak teman. Untuk itu, kendati saya sekarang kembali ke tanah kelahiran di Provinsi Riau, tetapi saya tidak kehilangan kontak. Saya tetap intens berkomunikasi dengan temanteman saya yang ada di berbagai negara. Berbagi kabar, juga berbagi informasi yang bermanfaat bagi kami dan temanteman lainnya. Soal saya terjun ke perkebunan sawit, saat saya akan wisuda S2 di New Zealand, kabar duka menyelimuti, orang yang jadi panutan utama saya, rolemodel saya, yaitu ayah saya tercinta Burhan Koto, berpulang ke rahmatullah, dan keluarga meminta saya untuk meneruskan perjuangan ayah saya untuk melanjutkan dan mengembangkan usaha, amanah yang sangat besar yang saya emban yang tidak pernah sekalipun saya mengatakan tidak dan saya kembali ke Tanah Air.

tetek-bengeknya. Saya buka situs-situs tentang sawit, saya bertanya pada banyak orang tentang pohon dari Afrika ini, dan sampai sekarang saya masih terus belajar soal itu. Majalah SAWIT : Adakah Anda menemukan sesuatu di balik pencarian soal sawit ini? DJONO BK : Ya. Sawit ternyata merupakan sebuah dunia yang luas, sangat dinamis, dan perlu terus diperjuangkan. Tidak saja dalam kaidah bisnis, tetapi juga imej yang lebih mengarah ke politik. Saya katakan begitu, karena teman-teman saya di luar negeri yang saya tanya soal sawit, hampir semua jawabannya minor. Mereka mengatakan tidak sehat dikonsumsi, perusak hutan, pengusir satwa,

Dengan modal nol untuk urusan sawit, saya dibuat kelabakan untuk sesegera mungkin belajar tentang pohon ini dan

14

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 16 Tahun 2019

dan pokoknya yang jelek-jelek saja. Bahkan ketika beberapa hasil penelitian yang membantah asumsi itu saya kirimkan ke mereka, tetap saja sikap penolakan itu tidak mereda. Mereka kukuh mengatakan, bahwa sawit tidak baik. Padahal sawit yang ditolak itu memberi kontribusi Indonesia Rp300 triliun lebih dalam bentuk devisa, menghidupi puluhan juta orang di dalam negeri, dan masih mendominasi ekspor dengan 70%, kendati sudah direalisasi untuk campuran minyak yang dikenal dengan B20 atau B30, dan dampak positif dari sawit menjadi lebih besar ketika kita menilik ke dampak positif sosial yang diberikan oleh sawit, dari total 14jt ha kebun sawit di Indonesia, 6jt ha nya adalah milik petani, bayangkan, ada banyak keluarga yang menggantungkan

Sawit ternyata merupakan sebuah dunia yang luas, sangat dinamis, dan perlu terus diperjuangkan. Tidak saja dalam kaidah bisnis, tetapi juga imej yang lebih mengarah ke politik.


wawancara khusus

diri terhadap sawit dan menurunkan tingkat kemiskinan di daerah pedesaan. Dan lucunya lagi, ketika kita analisa lebih mendalam, negara-negara yang selama ini menggencarkan negative campaign mengenai sawit, yang mengatakan sawit itu buruk, faktanya, impor sawit ke negara mereka malah meningkat dari tahun ke tahun, pertanyaan besar bagi kita, apa mereka mencoba memainkan politik dagang luar negeri dengan menjelek-jelekkan sawit agar mereka dapat membeli sawit dengan harga yang lebih murah dan meningkatkan margin keuntungan mereka?. Kenyataan itu membuat saya merenung, bahwa ada yang salah dalam soal sawit ini. Untuk itu, diplomasi sawit ke luar negeri harus terus digencarkan untuk mengubah mindset mereka, selain membuka pasar-pasar baru, dan ke dalam, petani harus diberdayakan, harus selalu diletakkan diposisi terdepan dalam setiap pembahasan dan diplomasi sawit. SDM petani sawit Indonesia juga perlu ditingkatkan, diberikan pendampingan bagaimana membuka lahan yang benar, yang diatur dalam negeri dan dunia internasional. Juga soal benih, pemupukan, hingga pascapanen. Tanpa itu, kita hanya akan menunggu kesia-siaan.

Majalah SAWIT : Adakah karena alasan itu Anda masuk ke Apkasindo? Melibatkan diri dalam asosiasi ini untuk memberdayakaan petani? DJONO BK : Saya justru banyak mendapat ilmu baru di Apkasindo, ha ha ha. Saya hormat dan berterimakasih pada Pak Gulat Manurung, Ketua Umum DPP Apkasindo, juga Pak Rino Afrino Sekjend yang selalu memberikan suntikan semangat serta arahan. Semula saya belum banyak paham soal perjuangan Apkasindo ini. Tapi ketika saya masuk ke dalam sebagai pengurus, hormat saya pada dua beliau itu makin tinggi. Beliaubeliau itulah sebenar-benar pemimpin. Kalau dalam idiom kepemimpinan Jawa, beliaubeliau itu ing ngarso sung tuladha, ing madya bangun karsa, tut wuri handayani. Di depan memberi contoh, di tengah membangun kehendak, sedang jika di belakang mendorong agar maju ke depan. Bisa bahasa Jawa sikik-sikiklah, karena itu adalah ucapan bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantoro. Majalah SAWIT : Terus bagaimana soal sawit masa depan, harga yang masih terus melorot, serta penolakan Uni Eropa (UE) yang belum kunjung berubah? Edisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

15


wawancara khusus efisien dengan penggunaan lahan yang tidak luas. Minyak ginola, rapseed, bunga matahari, dan kedelai yang menjadi saingan sawit rata-rata adalah tanaman semusim. Ini boros lahan Lain dengan sawit. Sekali tanam, produktifitasnya hingga 25 tahun. Dan dengan benih-benih baru, saya yakin sawit kelak bisa sampai 50 tahun tetap produktif. Jenis sawit baru itu pohonnya tidak tinggi, tetapi produktifitasnya sangat tinggi, biarpun soal produktifitas itu kita masih kalah dengan Malaysia.

DJONO BK : Saya masih yakin sawit adalah masa depan kita, masa depan dunia. Ini tidak hanya harapan, tetapi rasionalitasnya begitu. Dari populasi manusia, sekarang penduduk bumi sudah 7,7 miliar manusia. Di tahun 2050 diasumsikan akan ada pertambahan penduduk 2 miliar, sehingga bumi dihuni 9,7 miliar manusia.

Jika awal-awal pertambahan penduduk dunia ditakutkan dengan kekurangan pangan terjawab dengan teknologi kloning untuk kebutuhan daging, dan teknologi kultur jaringan untuk makanan, ke depan, dengan penambahan penduduk dunia 2 miliar, maka jawabnya hampir pasti adalah tanaman yang efektif dan efisien. Efektif dengan produktifitas tinggi, dan

Saya juga optimis kebutuhan sawit dunia akan terus bertambah. Selain pasar baru yang beberapa tahun ke depan akan membuahkan permintaan terhadap minyak sawit, program pemerintah dengan B20, B30 hingga B100 akan menyedot kebutuhan minyak sawit meningkat. Selain itu, dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap aspek sustainability, sawit akan memimpin pasar dunia pada bagian oleochemical, menggantikan produk-produk tidak ramah lingkungan seperti plastik dengan bioplastic yang dapat dilebur secara mudah dibandingkan dengan plastik tidak ramah lingkungan yang saat ini beredar, kandungan perlengkapan mandi yang selama ini menggunakan bahan kimia, akan digantikan dengan yang mengandung sawit karena lebih ramah lingkungan dengan kandungan alami didalamnya dan dengan

Saya masih yakin sawit adalah masa depan kita, masa depan dunia. Ini tidak hanya harapan, tetapi rasionalitasnya begitu.

16

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 16 Tahun 2019


wawancara khusus

efektifitas produksi sawit yang tinggi, maka menggantikan bahan baku kimia dengan bahan alami sawit, akan dapat menekan biaya produksi, meningkatkan keuntungan, membuka pangsa pasar karena kita menjawab keinginan pelanggan yang mengingkan sesuatu yang lebih ramah lingkungan, sustainable, terutama pada sektor FMCG (Fast Moving Consumer Goods), jika bahan baku nabati sawit diganti dengan minyak lain untuk memproduksi barang yang sama, seperti rapeseed dan soybean, maka harga akan menjadi 4x lebih mahal, inilah keuntungan menggunakan sawit dan sawit adalah solusi masa kini dan jawaban masa depan. Dengan asumsi-asumsi itu, maka saya tidak pesimis terhadap masa depan sawit.

Sawit akan membawa negara ini adil, makmur dan sentosa, serta petaninya hidup sejahtera. Ketum dan Sekjend saya sering berkata, “Petani Sawit Sejahtera, Negara Kuat�, dan saya setuju sekali dengan ini dan untuk kita para petani sawit, teruslah berjuang karena masa depan sawit ada ditangan kita, sawit yang kita panen akan semakin besar permintaannya di masa depan dan dengan potensi yang ada, harga akan senantiasa berkorelasi positif dengan permintaan yang meningkat. Memang harus berjuang dan diperjuangkan. Sebab tanpa itu, maka kita tidak akan mampu menciptakan bola salju yang menggelinding makin besar. Tapi jangan pesimis di balik perjuangan itu. (Djoko Su’ud Sukahar)

Edisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

17


18

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 16 Tahun 2019


Pertengahan Oktober kemarin, Indosat Ooredoo, bekerja sama dengan Facebook, meluncurkan “Internet 1O1”, sebuah kampanye nasional yang bertujuan untuk meningkatkan adopsi mobile internet di Indonesia dan membantu pengguna internet pemula di Indonesia untukmendapatkan pengalaman yang optimal melalui berbagai pelatihan di cabang ritel Indosat Ooredoo dan toko-toko eksklusif, terutama di daerah pedesaan. Kampanye ini adalah bagian dari program CSR Indosat Ooredoo pilar Edukasi, yang memiliki misi untuk mendukung pendidikan di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi digital. “Internet memiliki kekuatan untuk menyalurkan suara publik dan membantu mereka menemukan dan membagikan pengetahuan, memperkuat ekonomi, dan mengembangkan komunitas. Membantu masyarakat mendapatkan hasil yang maksimal dari sumber daya yang kuat lebih dari sekedar konektivitas fisik, kami bangga bekerja sama dengan Facebook di Indonesia untuk meningkatkan kesadaran diantara pengguna internet pemula tentang peluang yang

Indosat Ooredoo dan Facebook

Luncurkan Kampanye “Internet 1O1” ditawarkan oleh internet. Kampanye nasional ini kan membantu memperkuat upaya inklusi digital dan mendorong orang-orang untuk menggunakan internet secara bertanggung jawab dan aman,” ujar President Director & Chief Executive Officer Indosat Ooredoo, Ahmad Al Neama. Data dari GSMA Mobile Economy Report tahun 2019 menunjukkan, penetrasi mobile internet diprediksi akan tumbuh hingga 69% pada tahun 2025, artinya ada 24 juta orang di Indonesia yang akan masuk ke ranah online. Namun, masih ada kesenjangan digital antara penduduk di kota besar dan pedesaaan. Sekitar 45% masyarakat tinggal di area pedesaan, yang mana angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan negaranegara berkembang lain di Asia Pasifik, dan kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan dapat membuat biaya pembangunan infrastruktur menjadi tinggi. Riset GSMA juga menunjukkan bahwa 97% populasi di Indonesia yang tidak memiliki ponsel tinggal di area pedesaan. Mencegah kesenjangan digital dan

pemanfaatan internet membutuhkan kolaborasi dengan beragam pemangku kepentingan.

“Facebook selalu menantikan untuk dapat bekerja sama dengan mitra lokal guna mencapai inklusi internet, dan pada saat yang sama, menjaga komunitas yang aman dan memiliki informasi yang memadai agar dapat terhubung serta berbagi di ranah online. Kami senang dapat bekerja sama dengan Indosat dalam kampanye ini untuk memanfaatkan keahlian kami, sehingga kami dapat membawa lebih banyak masyarakat Indonesia ke ranah online, serta memberdayakan mereka dengan pengetahuan yang mumpuni agar tetap aman saat menggunakan teknologi dan platform digital,” kata Francisco Varela, VP Global Mobile Partnership Facebook. Kampanye Internet 1O1 akan menjangkau jutaan konsumen Indosat Ooredoo dalam setahun ke depan hingga 15 Oktober 2020 di seluruh Indonesia. Tim kami akan membantu konsumen untuk memberikan materi edukasi tentang internet. Konten tersebut dibuat dengan menggunakan kurikulum GSMA MISTT. (lin)

Edisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

19


KUD MAKMUR LESTARI TERIMA DANA HIBAH RP8 M

Sinar Mas Agribusiness and Food Replanting Kebun Plasma Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan perjanjian kerjasama pada Februari 2019 lalu antara Koperasi Unit Desa (KUD) Makmur Lestari, PT BRI Agroniaga, Tbk serta Badan Pengelola Dana Perkebunan-Kelapa Sawit (BPDP-KS), Sinar Mas Agribusiness and Food melalui anak usahanya yang beroperasi di wilayah Riau, PT Ramajaya Pramukti menggelar penanaman kembali (replanting) perdana program peremajaan kebun kelapa sawit. Perjanjian ini mengatur pemberian dana hibah peremajaan kebun kelapa sawit dengan total lebih dari 8 milyar rupiah dari BPDP-KS untuk petani kelapa sawit anggota KUD. Tahap pertama peremajaan telah dilakukan di kebun plasma anggota KUD Makmur Lestari di Desa Kenantan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar seluas 322 hektar (145 petani) dari total Âą 32.000 hektar kebun plasma binaan perusahaan di Riau. Program peremajaan sawit ini akan dilakukan secara bertahap dari tahun 2019 hingga 2027 untuk seluruh wilayah Indonesia. Ketua Dewan Pengawas BPD-PKS, Rusman Heriawan kepada wartawan awal bulan mengatakan, sesuai namanya KUD

20

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 16 Tahun 2018


Makmur Lestari tentu sesuai namanya saja sudah menjanjikan ini (KUD) Makmur, makmur berkelanjutan semoga terus seperti itu. Ia berharap ini jadi momentum awal bagi kemitraan strategis karena program peremajaan sawit yang dimulai sejak 2016 kurang optimal. Selama tiga tahun prioritas awal untuk petani swadaya, ia mengatakan lama-lama petani swadaya habis karena masalah mereka untuk ikut program peremajaan banyak. “Presiden Jokowi (Joko Widodo) tegur kita kenapa peremajaan sawir rakyat jalan di tempat. Karena itu kita cari model baru untuk program ini,” katanya. Sementara CEO Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food wilayah Riau Franciscus Costan menyatakan saat ini tantangan yang dihadapi para petani plasma adalah tanaman yang sudah berusia tua dan pokok sudah terlalu tinggi, sehingga produktivitas menurun dan memerlukan biaya panen yang cukup tinggi. “Dengan melakukan peremajaan kebun sawit melalui praktik agronomi yang baik, kami dapat membantu petani meningkatkan produktivitasnya tanpa harus membuka lahan baru. Mereka juga dapat bekerja sesuai standar rasio tenaga kerja dan mendapatkan upah sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu petani plasma juga mendapatkan kesempatan untuk memperoleh sertifikasi ISPO yang sangat penting sebagai standar wajib tata kelola perkebunan sawit,” jelasnya. Program replanting merupakan bentuk dari komitmen perusahaan untuk mendukung industri kelapa sawit yang sukses dan berkelanjutan. Kesuksesan para petani adalah kesuksesan perusahaan. Manfaat yang besar akan didapatkan oleh para petani plasma jika mereka segera bergabung dalam program ini.

Agribusiness and Food. “Para petani tak perlu ragu untuk segera mengikuti program replanting ini, karena jika mereka cepat gabung, cepat untung,” tegas Franciscus Costan. Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto menyambut baik terealisasinya penanaman perdana program peremajaan kelapa sawit ini sebagai upaya menjaga sawit sebagai komoditas strategis nasional tetap berkelanjutan. “Kami sangat mendukung terlaksananya program ini dan tentu saja dukungan dari pihak perusahaan swasta sebagai mitra petani sangatlah penting. Program ini dapat meningkatkan pengetahuan serta keahlian para petani dalam praktik budidaya kelapa sawit dan memperbaiki kesejahteraan hidup mereka,” ungkap Bupati Kampar. Sementara itu petani plasma sekaligus Ketua KUD Makmur Lestari Sudirman menjelaskan bahwa kelapa sawit merupakan tulang punggung ekonomi para petani. “Peremajaan kebun memer-

lukan biaya yang besar. Dana hibah dari BPDP-KS untuk program ini sangat membantu petani khususnya anggota KUD. Hal ini tak terlepas dari peran perusahaan sebagai mitra usaha strategis yang memfasilitasi dan melakukan pendampingan proses pengajuan hingga mendapatkan dana hibah tersebut”, jelas Sudirman. (lin)

Saat ini kondisi harga Crude Palm Oil (Minyak Sawit Mentah) relatif rendah dan mereka dapat meminimalisir hilangnya pendapatan jika melakukan peremajaan kebun sawit sekarang juga. Ketika tanaman memasuki masa panen nanti, produktivitasnya akan lebih tinggi karena menggunakan bibit yang lebih baik serta didukung oleh pengetahuan dan pengalaman dari para ahli di Sinar Mas Edisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

21


22

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 16 Tahun 2019


Edisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

23


“Program Trakindo Roadshow di Pekanbaru ini juga memperkenalkan vibratory soil compactor terbaru yaitu Cat CS11GC yang mudah dioperasikan serta dapat diandalkan. Kami berharap hadirnya unit terbaru ini dapat membantu pelanggan kami memberikan dampak positif dalam menunjang pertumbuhan industri, sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Riau dan sekitarnya.� pungkas Achmad.

Roadshow di Pekanbaru

Cat CS11GC

Trakindo Dukung

Pertumbuhan Industri

Pengembangan kawasan industri di wilayah provinsi Riau kian gencar dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terlebih pemerintah daerah juga senantiasa mendorong percepatan proses realisasinya. Pengembangan tersebut tentu membutuhkan peranan alat berat, khususnya untuk melakukan pekerjaan pemadatan tanah sebagai langkah awal dalam membuat fondasi konstruksi yang kuat dan stabil guna menopang beban di atasnya. Memahami hal tersebut PT Trakindo Utama (Trakindo), penyedia solusi alat berat Caterpillar, kembali menghadirkan program Trakindo Roadshow 2019 yang sekaligus juga memperkenalkan unit terbaru vibratory soil compactor Cat CS11GC yang pintar serta tangguh untuk melakukan proses pemadatan tanah yang optimal. Kegiatan yang bertempat di kantor Trakindo cabang Pekanbaru ini merupakan bagian dari komitmen Trakindo untuk terus mendukung pengembangan industri dan realisasi pembangunan di Provinsi Riau dan sekitarnya. Achmad Ridjaludin selaku Region Manager Northern Sumatra Trakindo kepada wartawan Rabu (16/10) menjelaskan, program Trakindo Roadshow merupakan upaya untuk terus mendekatkan diri kepada pelanggan dari beragam

24

industri, serta memudahkan pelanggan dalam memperoleh produk, layanan dan solusi terbaik Caterpillar di seluruh wilayah Indonesia khususnya Pekanbaru dan sekitarnya. “Program Trakindo Roadshow Pekanbaru yang disertai peluncuran unit terbaru Cat CS11GC yang pintar serta tangguh merupakan bagian dari komitmen Trakindo dalam memberikan solusi terbaik bagi pelanggan, yang diharapkan dapat berkontribusi pada kemajuan pertumbuhan ekonomi Indonesia,� ujar Achmad. Para pelanggan yang hadir di acara ini mendapatkan informasi mendalam terkait kapabilitas Trakindo; mulai dari fasilitas yang dihadirkan cabang Trakindo, seperti workshop, warehouse, Service Command Center, sampai dengan Training Center. Beragam penawaran menarik pun dihadirkan, meliputi pembelian, sewa dan penjualan unit used equipment, maupun suku cadang, dan layanan lainnya. Program Trakindo Roadshow ini telah berlangsung di beberapa kota di Indonesia, meliputi kota di Jawa, Sumatra, Kalimantan, juga Sulawesi sepanjang tahun 2019.

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 16 Tahun 2019

Melengkapi komitmen berkelanjutan Trakindo dalam mendukung kemajuan industri, dalam kesempatan ini juga diluncurkan produk terbaru vibratory soil compactor Cat CS11GC yang pintar. Produk ini memiliki desain kontrol operator yang mudah, bahkan untuk operator pemula sekalipun, serta memiliki sudut pandang yang bebas dan luas, juga dilengkapi dengan fitur Auto-Vibe yang dapat mengaktifkan fungsi getar secara otomatis ketika tuas didorong maju. Cat CS11GC memiliki biaya operasional yang lebih rendah dibanding pendahulunya; fitur Eco-Mode membuatnya lebih hemat bahan bakar hingga 18%, serta desain Pod Style eksklusif dengan servis interval hingga 3 thn/3000 jam. Cat CS11GC juga dilengkapi dengan High Amplitude sebesar 2mm, Static Linear Load besar yaitu 28,1 kg/cm3 untuk menghasilkan pemadatan yang lebih cepat dan maksimal. Inovasi terbaru yang disematkan di Cat CS11GC adalah sensor kepadatan Machine Drive Power. Teknologi pintar ini dapat memberikan informasi jika kepadatan sudah sesuai dengan persentase yang dibutuhkan, sehingga operator dapat berpindah ke lintasan lainnya. Hal ini membantu pekerjaan pemadatan tanah agar lebih efektif karena menghindari terjadinya pengulangan lintasan. Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, Trakindo juga memiliki fasilitas kelas dunia untuk menjamin kemudahan pelanggan setianya. Jaringan dukungan Trakindo yang berada di lebih dari 60 lokasi siap melayani pelanggan di seluruh Indonesia. Pelanggan juga dapat menghubungi Trakindo Contact Center 1-500-228 (1-500-CAT) yang beroperasi 24 jam dan terintegrasi dengan Services Command Center. (lin)


PT KTU Paparkan Pengelolaan

Gambut di FKL di Siak Riau PT Kimia Tirta Utama (KTU) ikut berkontribusi memaparkan pengelolaan lahan gambut yang baik pada Festival Kabupaten Lestari (FKL), yang berlangsung 10-13 Oktober 2019 di Kabupaten Siak kemarin. Di stan pameran, PT KTU berkesempatan menyampaikan jenis-jenis gambut dan pengelolaannya yang benar. Secara umum masyarakat dan pelajar di Siak masih belum mengerti 100 % apa itu gambut. Selama ini mereka cuma tahu dari media bahwa gambut itu penyebab kebakaran dan sawit itu boros air. Setelah mereka berkunjung ke stan PT KTU mereka disuguhi jenis gambut dan pemaparannya, serta manfaat kelapa sawit. Kepala Riset PT KTU Nizam Tambusai mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan Festival Kabupaten Lestari. Pada kesempatan itu, dia memaparkan kegiatan perusahaan dalam mengolah gambut yang benar dan upaya pencegahan karhutla di Siak pada sesi diskusi yang diikuti oleh seluruh peserta. Administratur PT KTU Achmad Zulkarnain menyebut, tahun 2019 perusahaannya sudah diverifikasi oleh BRG dengan nilai tertinggi. Hasil ini membuktikan bahwa PT KTU tidak main – main dalam menjaga kelestarian gambut.

”Festival juga menjadi sarana untuk membuka dan mempererat komunikasi serta gotong-royong antarsesama anggota dan mitra LTKL, serta pihak lain yang terlibat dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.dan juga mengenalkan program ini ke generasi milenial,” timpal Slamet, guru pembina dari PT KTU. Sementara itu, Bupati Siak Alferdi berharap, ke depan melalui Visi Siak Hijau dan pelaksanaan FKL pihak terkait melakukan kolaborasi yang lebih besar agar bisa melakukan lebih banyak upaya lagi guna melakukan pencegahan karhutla, dan melaksanakan pengelolaan

lahan yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. "Alhamdulillah, kami senang kegiatan berjalan lancar. Banyak sekali edukasi dan informasi selama kegiatan. Perusahaanperusahaan perkebunan memberikan kontribusi," kata Alfedri. Melalui program Siak Hijau dan pelaksanaan FKL, Alferdi berharap ke depan ada kolaborasi yang lebih besar agar bisa melakukan lebih banyak upaya untuk pencegahan Karhutla. Ia juga mengajak perusahaan melaksanakan pengelolaan lahan yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. (ist)

Dalam FKL 2019, peserta diajak eksplorasi ”Siak Hijau” melalui perjalanan lapangan yang edukatif ke Taman Nasional Zamrud dan juga lokasi agrowisata Bungaraya. Perjalanan ini membawa peserta mengenal lebih dekat Kabupaten Siak melalui #WisataLestari, yakni melihat secara langsung bagaimana implementasi dari Perbup 22/2018. FKL merupakan acara perayaan bersama serta ajang promosi bagi kabupaten anggota LTKL serta mitra pembangunan atas perkembangan atau kemajuan dalam mengimplementasi visi Kabupaten Lestari. Edisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

25


26

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 14 Tahun 2019


Kesehatan tubuh yang prima, beribadah bersama ribuan orang dari berbagai penjuru dunia membuat calon peserta haji dan umroh membutuhkan imunisasi yang dapat mengurangi risiko terpapar bakteri dan virus berbahaya. Karena itu, seluruh peserta ibadah haji dan umroh harus memiliki sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah mendapat vaksin meningitis. ‘’Ada tiga vaksin yang diberikan kepada jamaah haji dan umroh. Satu vaksin yang wajib sedangkan dua lagi disarankan. Vaksin wajib adalah vaksin meningitis. Sedangkan dua lagi vaksin influenza dan pneumonia,’’ ujar Penanggung jawab Instalasi Farmasi Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru dr Dina Fauzia SpFK, beberapa waktu lalu. Dijelaskan dr Dina, menigitis adalah infeksi yang menyebabkan inflamasi pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini berisiko tinggi terjadi di bagian tertentu di dunia, terutama negara Arab Saudi sebagai tempat umat muslim menunaikan ibadah haji dan umroh. Karena, penularan infeksi meningitis cukup berisiko, apalagi ketika dalam kondisi penuh sesak pada puncak haji, pengurusan akomodasi, dan ketika dalam transportasi umum. Untuk mencegahnya, vaksin maningitis menjadi imunisasi yang diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah mendapat imunisasi meningitis menjadi syarat bagi calon haji untuk mendapatkan visa. Vaksin Meningitis Vaksin meningitis adalah vaksin wajib yang harus dilakukan calon jemaah haji untuk melindungi risiko tertular meningitis.

Pentingnya Vaksinasi untuk Jamaah Haji/Umroh Gejala meningitis yang utama adalah nyeri kepala, leher kaku, kulit kemerahan, kesadaran menurun dan kejang-kejang. Pada awalnya penyakit ini hanya menimbulkan gejala ringan mirip flu namun dengan cepat bisa menjadi berat. Vaksinasi meningitis sebaiknya dilakukan minimal 10 hari sebelum keberangkatan. Kurang dari itu sistem antibodi tidak bisa terbentuk sempurna. Jika sebelumnya pernah mendapat vaksin yang sama, pastikan bahwa waktu pemberiannya tidak lebih dari tiga tahun. Jika diberikan pada orang dewasa dan anak-anak berusia lebih dari lima tahun, vaksin ini akan memberikan perlindungan dari meningitis selama lima tahun. Untuk anak di bawah usia lima tahun, vaksinasi akan memberikan perlindungan selama 2–3 tahun. Namun pemberian pada balita usia dua bulan hingga tiga tahun harus diikuti dengan pemberian vaksin kedua pada tiga bulan setelahnya. Tidak tepat diberikan untuk bayi berusia kurang dari dua bulan. ‘’Vaksin meningitis ini sebenarnya tidak menimbulkan efek samping. Kalau pun ada hanya pada beberapa orang saja yang akan merasakan rasa sakit dan ruam di sekitar bagian yang disuntik palimng lama dua hari,’’ sebut dr Dina. Selain kewajiban atas pemberian vaksin meningitis, lanjut dr dina, Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga menyarankan calon haji untuk mendapatkan vaksin influenza dan pneumonia sebelum berangkat. Vaksin influenza Jenis virus yang menyebabkan influenza berbeda-beda pada tiap tahunnya,

sehingga vaksin yang diberikan pun disesuaikan dengan tipe tersebut. Vaksin influenza dianjurkan terutama untuk jamaah haji yang mengidap pengidap penyakit kronis seperti gangguan ginjal, sakit jantung, gangguan pernapasan, diabetes, dan gangguan sistem saraf. Pasien imunodefisiensi, pengidap penyakit metabolik, pengidap obesitas dan wanita hamil. Vaksin ini memeiliki daya tahan hanya satu tahun. Vaksin pneumonia Penyakit yang umumnya disebabkan infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin. Vaksin ini disarankan bagi calon jamaah haji dengan kondisi orang dewasa berusia 50 tahun ke atas, anak-anak dan orang dewasa pengidap penyakit kronis, seperti diabetes, asma, gangguan ginjal atau penyakit jantung. Vaksin ini memiliki daya tahan hingga 5 tahun. Dipaparkan dr Dina, ketiga vaksin tidak boleh diberikan sekaligus. Dimana untuk vaksin meningingis dan influenza bisa diberikan dalam waktu bersamaan sedangkan vaksin pneumonia baru bisa diberikan sepekan setelah pemberian vaksin meningitis dan influenza. ‘’Vaksin meningitis yang kita berikan pada jamaah haji/umroh benar-benar hahal. Karena vaksin ini sudah memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jika calon jamaah haji/umroh ragu, boleh meminta agar petugas memperlihatkan vaksin tersebut sebelum disuntikkan,’’ tegas dr Dina.***

Edisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

27


gapki riau “Ini Posko Gabungan untuk membantu keluarga besar wartawan Riau dan masyarakat di sekitar Gedung PWI Riau. Posko ini sudah mulai dibuka sejak akhir bulan September setelah Gubernur Riau, Pak H Syamsuar, menyatakan Riau Darurat Pencemaran Udara,” jelas Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang didampingi Koordinator Safe House H Ardiansyah Maypraza Tanjung baru baru ini. Dijelaskan Zulmansyah, Safe House mulai efektif memberi pelayanan kesehatan kepada keluarga besar wartawan dan masyarakat di sekitar Kantor PWI Riau mulai Selasa pagi dengan menyediakan dua orang dokter jaga dan dua perawat.

Save House Untuk Keluarga Wartawan

Gapki Riau Dan PWI Buka Posko Korban Asap Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang menjadi korban kabut asap dan pencemaran udara, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Riau dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau membuka Safe House di Gedung PWI Riau, Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru.

28

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 16 Tahun 2019

“PWI Riau melalui ‘Safe House PWI Riau-GAPKI Riau’ ini, selain menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada keluarga besar wartawan dan masyarakat sekitar, juga menyediakan obatan-obatan, multivitamin, oksigen, masker, dan keperluan lainnya,” jelas Zulmansyah. Bahkan pada setiap pagi harinya, Tim Safe House PWI Riau juga menyediakan sarapan pagi berupa bubur kacang hijau, lontong, kopi panas, dan teh manis. Sementara itu, Ardiansyah MZ Tanjung menjelaskan, di posko gabungan juga ada fasilitas permainan untuk anak. Selain


gapki riau

itu, juga bisa mengikuti dongeng anak, psikologi anak, dan pemeriksaan medis anak. Adapun kegiatan ini dilaksanakan di Posko Gabungan Penanggulangan Kabut Asap di PWI Riau, Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru. “Diharapkan kepada yang memiliki anak untuk datang ke PWI Riau, Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru untuk mengikuti dongeng anak, psikologi anak, dan pemeriksaan medis anak,’’ sebut Zulmansyah. “Di Safe House ini berbagai pelayanan kesehatan seperti tenaga medis, konsultan psikologi, dan obat-obatan sebagai pertolongan pertama terhadap korban bencana asap, semua kita berikan secara cuma-cuma alias gratis. Dan, posko kita buka hari ini untuk keluarga besar wartawan dan masyarakat sekitar,’’ tutup Ardiansyah. Senada dengan itu, Wakil Ketua Gakpki Depveri mengatakan, sebelumnya Gabki juga Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Riau memberikan bantuan ke Posko Rumah Singgah untuk masyarakat yang terkena dampak kabut asap di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau.

men Sustainabiliti, Santobri dan Ketua Kompartemen Hukum dan Advokasi, Eddy Nofiandy. Bantuan yang diberikan oleh Gapki Riau itu diterima oleh Kepala UPT Balai Pelatihan Penyuluh Pertanian Provinsi Riau, Yazri Fitrah, yang didampingi oleh Sekretaris Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Yuliarti.

Wakil Sekretaris Gapki Riau, Firmansyah mengatakan, pihaknya berharap bantuan yang diberikan untuk Posko Rumah Singgah kabut asap ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang terpapar kabut asap, terutama yang melakukan pemeriksaan kesehatan di Posko Rumah Singgah tersebut. “Semoga bantuan yang diberikan Gapki Riau ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang terkena dampak kabut asap,” ujar Firmansyah. (ist)

Bantuan yang diberikan yakni berupa kasur, bantal busa, sarung kasur, sarung bantal, dan selimut hitam putih yang masing-masing berjumlah 10 buah. Selain itu, Gapki Riau juga menyalurkan bantuan berupa 2 buah tabung oksigen, 2.000 masker, serta sejumlah makanan seperti makanan ringan, roti, gula, kopi, susu dan sejumlah bahan makanan lainnya. Bantuan untuk korban paparan kabut asap itu diserahkan langsung oleh Wakil Sekretaris Gapki Riau, Firmansyah. Dia juga didampingi oleh Ketua KomparteEdisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

29


gapki riau

Perduli Karhutla

Gapki Serahkan

Bantuan ke 10 Titik P ada saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Riau dan mengakibatkan kabut asap. Bahkan banyaknya komplen dari berbagai pihak, ternyata petugas pemadam kebakaran masih tetap berjibaku memadamkan api dan mendinginkan lahan yang terbakar di bawah kepungan asap tebal.

Melihat kondisi itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Riau terketuk untuk turut membantu meringankan beban petugas di lapangan. Kepedulian Gapki Riau itu dengan memberikan bantuan kepada petugas pemadam karhutla yang terjadi di Labersa dan Rimbo Panjang depan UIN Suska Riau akhir September kemarin. Wakil Ketua Gapki Riau Ketut Sukarwa

didampingi Wakil Ketua Gapki Delveri dan Wakil Sekjen Firmansyah menyebutkan, bantuan itu diberikan di 2 titik karhutla dari rencana 10 titik yang ada di Riau dan Pekanbaru yakni di Labersa dan di Rimbo Panjang tak jauh dari kampus UIN Suska Riau. “Bantuan yang kami berikan ini adalah sebagai bentuk rasa kepedulian kami kepada petugas yang sedang berjibaku di lapangan. Bantuan yang kami berikan ini adalah barang yang sangat diperlukan,” ungkap Ketut. Menurutnya, bantuan yang diberikan berupa masker NP305 sebanyak 520 buah, kaus lengan panjang 504 lembar, kacamata asap 500 buah, susu bear brand 30 kotak, sarung tangan 250 buah, sepatu 250 buah, air mineral 200

kotak, minuman isotonik 500 kotak dan Vitacimin 10 kotak. Kemudian Gapki Riau juga akan membantu obat-obatan kepada petugas pemadam, berupa obat batuk dan pilek. “Kita juga berharap kepada warga sekitar agar turut andil memberikan bantuan kepada petugas yang berjibaku memadamkan api dalam kepungan asap tebal,” tambah Firmansyah. Kepala BPBD Riau Edwar Sanger yang berada di lapangan menerima langsung bantuan dari Gapki Riau sangat berterima kasih atas bantuan tersebut. “Tentunya bantuan ini sangat bermanfaat sekali bagi anggota kami pada saat melakukan pemadaman api di lapangan,” ujar Edwar. Menurut Edwar, petugas saat ini sudah sangat kelelahan dalam memadamkan api. Karena saat fokus memadamkan di satu titik, tiba-tiba muncul lagi titik api baru dan total lahan terbakar di Rimbo Panjang ini seluas 20 hektare. Seorang petugas yang memadamkan api sejak 8 hari lebih tak kuasa menahan tangisnya. “Kami sudah 8 hari bekerja memadamkan api, tapi kami dibilang tidak berkerja. Sedih sekali hati kami ini dan coba masyarakat ikut langsung kelapangan bagaimana tugas yang kami jalankan ini,” ujarnya sambil terisak-isak. Sementara itu komandan pemadam di Labersa Octa Nahuway juga mengucapkan terima kasih atas bantuan GAPKI Riau tersebut. “Bantuan ini sangat kami butuhkan, karena bantuan ini sangat langsung bermanfaat bagi kami,” ucapnya. (lin)

30

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 16 Tahun 2019


gapki riau Setelah sebelum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Riau menyerahkan bantuan kepada petugas pemadam kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Pekanbaru. Pada, Gapki Riau Kembali menyalurkan bantuan kepada petugas Karhutla di Kabupaten Pelalawan. Penyerahan bantuan logistik untuk petugas pemadaman Karhutla di Pelalawan dilakukan di tiga titik, yakni Posko Karhutla BPBD Pelalawan yang langsung diterima Kepala Pelaksana BPBD Pelalawan, Hadi Penandio. Dan dua titik lainya langsung di lokasi kebakatan, tepatnya di Jalan Koridor RAPP Km 10 Desa Ratau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, yang diterima Danramil Pangkalan Kerinci dan Kapolsek Pangkalan Kerinci. Turut hadir dalam penyerahan bantuan Karhutla itu, Dewan Pembina Gapki Riau, R Wisnu O Suharto, Dewan Pembina Gapki Hinsatopa Simatupang, Wakil Ketua Gapki Riau Ketut Sukarwa, Delveri, serta wakil sekretaris Gapki Firmansyah. Hadir juga kompartemen organisasi dan umum, Kamal Abu Bakar, Asan dan kompartemen Agro Industri, Chandra Irwanto. Kepala Pelaksana BPBD Pelalawan, Hadi Penandio mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih dengan adanya bantuan logistik dari Gapki Riau ini. Apalagi saat ini petugas Karhutla memang sangat membutuhkan logistik untuk petugas Karhutla ini. “Terus terang kami sangat bahagia atas perhatian semua pihak menanggapi masalah karhutla ini, Apalagi saat ini banyak tim yang sudah diturunkan dalam memadamkan api ini. Dengan adanya bantuan Gapki ini harapan kita bisa meringankan kawan kawan yang sedang berjibaku memadamkan lahan yang saat ini proses pemadaman dan pendinginan”, jelasnya. Disamping itu kata Hadi, Pelalawan memang saat ini masih terdapat lokasi kebakaran yang harus ditangani dengan serius dan semua pihak sudah dikerahkan

GAPKI Riau Juga Serahkan Bantuan ke Pelalawan baik itu masyarakat, TNI Polri dan relawan lainnya. “Semoga dengan adanya bantuan Gapki ini tim kita bisa bekerja dengan maksimal dan logistik ini bisa meringankan mereka dalam bekerja,” harapnya. Ditempat yang sama Fimansyah mewakili Gapki mengatakan, apa yang dilakukan Gapki Riau kali ini tidak lain karena alasan kemanusian karena bencana asap dan tidak ada motif lain. “Kami turut prihatin dengan kondisi saat ini, karena itu kami dari Gapki Riau mencoba membantu dengan menyalurkan bantuan yang saat ini dirasakan sangat perlu oleh petugas karhutla yang sudah berjibaku,” ungkapnya sembari mengatakan di Pelalawan ini akan di serahkan 4 titik dengan masing-masing paket bantuan untuk 50 orang dengan dana mencapai Rp10 juta per paketnya. Sedangkan Danramil Pangkalan Kerinci, Kharidon S usai menerima bantuan dari Gapki Riau mengaku sangat berterimkasih. Apalagi logistic yang diberikan Gapki Riau ini memang sangat diperlukan di lapangan. Menurutnya, lokasi pemadaman api yang dilakukan TNI di Jalan Koridor RAPP Km 10 Desa Ratau Baru, pihaknya mengerahkan 110 orang anggota TNI. Terdiri dari Kapleri 10 orang, Arhanud 40 orang, Batalion Infantri Payakumbuh, Sumatra Barat 50 orang dan Koramil Pangkalan Kerinci 10 orang.

‘’Ini sudah masuk hari ke 11 berada di lokasi kebakaran dan saat ini api memang sudah tidak ada lagi dan masih dalam proses pendinginan. Namun yang kami sayangkan selama pemadaman yang kami lakukan di lokasi, lahan yang terbakar ini adalah lahan gambut yang umumnya sudah ditanami sawit, tapi pemiliknya tidak peduli,’’ ujarnya. Disebutkannya, selama 11 hari berada di lapangan banyak sekali kendala yang dialami petugas TNI, mulai dari kondisi cuaca panas, angin kencang dan cuaca berubah-rubah dan terbatasnya sumber air. “’Tapi dengan kerbatasan itu kami tetap bisa mengatasinya dan saat ini sudah tahap pendinginan. Dan kondisi lahan gambut yang terbakar ini dengan kedalaman 1 meter,’’ ujarnya. Ia menyebutkan, luas lahan yang terbakar di sana cukup luas dan kalau diperkirakan mencapai puluhan hectare dan umumnya lahannya gambut dan sulit dipadamkan apinya. Dan lahan yang terbakar ini sudah ditanami kelapa sawit dan tentu ini sangat disayangkan, karena pemiliknya tidak pedulu dan tidak mau melihat lahan mereka yang terbakar. ‘’Kalau penindakan ada di wilayah polisi dan kami hanya membantu memadamkan api. Tapi anehnya pemiliknya masalh tidak mau tau dengan kebun mereka yang terbakar. Karena selama 11 hari berada di lokasi kebakaran tidak ada satupun pemilik yang datang membantu,’’ ujarnya. (lin)

Edisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

31


“Harga ini berlaku untuk seluruh kamar tipe smart room dan Cordex Oase Hotel Pekanbaru menghadirkan 27 kamar dengan 18 smart rooms (17,5 meter persegi), dan 9 deluxe rooms (27 meter persegi),� ucapnya. Terdapat beragam fasilitas tambahan lainnya yaitu berupa free wi-fi, 24 jam security, restaurant, serta fasilitas dalam kamar seperti AC, laundry service, international TV channels, working desk, dan hot & cold shower.

Hotel Cordex Oase Pekanbaru

Selanjutnya akan dibuka hotel-hotel Cordela yang dikelola OHM mulai dari kuarter kedua 2019 ini hingga awal 2020 dengan beberapa klasifikasi brand, yaitu di wilayah Indonesia bagian barat mulai dari Sumatera, yaitu di Medan, Bengkulu, Lubuklinggau, Sekayu, kemudian di Jawa akan dibuka di Depok, Tasikmalaya, Sidoarjo, Tulungagung, serta di Indonesia bagian Timur yang akan dibuka di Jayapura, Papua.

M

Sudah sekitar 10 lokasi yang akan segera dibuka hotel, dan masih ada potensi untuk terus bertambah lagi unit hotel OHM di kota-kota lainnya juga. Dengan adanya ekspansi Cordela Hotel yang semakin pesat ini, maka akan semakin mendukung target manajemen untuk mengoperasikan sekitar 50 unit hotel di berbagai kota di Indonesia pada 2022. (lin)

Hunian Nyaman di Tengah Kota elihat besarnya pertumbuhan market generasi millenials di Indonesia, khususnya dalam sektor pariwisata, Omega Hotel Management (OHM) juga mulai menargetkan millenials, khususnya yang menjadi bleisure travelers dengan menghadirkan Cordex Oase Hotel Pekanbaru. Operational Manager dari Cordex Oase Hotel Pekanbaru Rinaldi mengatakan Omega Hotel kepada majalah Sawit, Management (OHM) sebagai hotel operator sudah berdiri sejak 2013, dan merupakan salah satu anak perusahaan Alfaland Group Indonesia. Saat akan memberikan hunian yang nyaman dan aman di tengah kota. "Saat ini, fokus OHM tidak hanya meningkatkan layanan dari hotel-hotel yang dimiliki serta dikelolanya saja, tetapi juga terus gencar melakukan ekspansi di

seluruh Indonesia. Karena itu, kami ingin sekali menawarkan hunian yang nyaman bagi pendatang yang berkunjung ke Pekanbaru," tuturnya. Kata Rinaldi, OHM terus gencar membuka hotel di wilayah yang masih kekurangan pilihan akomodasi, serta wilayah berpotensi wisata, mulai dari kota besar bahkan sampai ke pelosok daerah. Itu sebabnya, OHM meresmikan dan membuka Cordex Oase Hotel Pekanbaru, yang menyuguhkan sebuah hotel berkonsep modern-minimalis yang sangat cocok untuk backpacker ataupun bleisure travelers yang singgah di Bumi Lancang Kuning tersebut. Lanjut Rinaldi, dalam periode opening ini, pihaknya memberikan opening rate special hanya Rp180.000 net/room dengan simple breakfast untuk 2 orang.

Kamar Deluxe

32

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 16 Tahun 2019

Kamar Deluxe Twin

Bath Room

Smart Room King Size


tanya jawab

GULAT Medali emas

d)

MANURUNG

e)

(Konsultan Perkebunan Kelapa Sawit) PERTANYAAN: Bagaimanakah pengaruh kegiatan Kastrasi terhadap produksi tanaman kelapa sawit ketika sudah memasuki masa TM-1? f)

jawaban: Kegiatan Kastrasi adalah membuang semua produk generatif berupa bunga jantan dan bunga betina serta buah (bunga yang terlanjur diserbuki) baik dalam kondisi segar maupun kering. Kastrasi merupakan pekerjaan penting sebelum tanaman beralih dari masa TBM (tanaman belum menghasilkan) ke masa TM (tanaman menghasilkan). Pada umumnya tanaman kelapa sawit mulai mengeluarkan bunga setelah berumur 12 - 14 bulan, tergantung varietas dan pertumbuhannya. Pada saat tersebut, bunga-bunga itu masih belum sempurna membentuk buah sehingga tidak ekonomis untuk diolah. Tujuan dilakukannya kegiatan Kastrasi adalah: 1. Mengalihkan nutrisi dari generatif ke vegetatif sehingga nutrisi untuk produksi tandan beralih ke pertum-

buhan akar, batang dan daun. 2. Mendorong pertumbuhan vegetatif tanaman kelapa sawit yang lebih kuat dan lebih seragam dimasa peralihan TBM ke TM 3. Menghambat perkembangan hama dan penyakit seperti hama tikus, ulat penggerek buah dan jamur Marasmius palmivorus. 4. Pertumbuhan buah yang lebih besar dan seragam beratnya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan kegiatan Kastrasi ini, diantaranya: a) Alat yang digunakan untuk kastrasi berupa dodos ukuran 6 cm. b) Bunga jantan dan betina serta buah hasil kastrasi diletakkan pada gawangan mati c) Jika banyak tandan busuk akibat Marasmius atau serangan berat

g)

penggerek buah maka harus dimusnahkan atau dibakar. Dilarang memotong pelepah segar saat kastrasi. Kastrasi mulai dilakukan jika sudah lebih dari 50 % populasi tanaman kelapa sawit telah muncul bunga jantan dan betina. Umumnya waktu kastrasi dilakukan pada saat tanaman berumur 12 - 20 bulan (jika tanah subur) atau 18-26 bulan (jika tanah kurang subur) tergantung pertumbuhannya, dengan rotasi Kastrasi yaitu 2 (dua) bulan sekali. Pelaksanaan kastrasi terakhir dilakukan 6 (enam) bulan sebelum rencana panen perdana. Kastrasi rotasi terakhir, bunga jantan jangan dibuang karena akan digunakan sebagai media pengembangan serangga penyerbuk yaitu Elaedobius camerunicus.

Kegiatan Kastrasi yang konsisten selama masa TBM akan dapat mendorong pertumbuhan tanaman kelapa sawit lebih homogen menjelang masa panen perdana di masa TM-1 sehingga diharapakan akan mampu meningkatkan produksi mencapai 9 ton/ha/tahun. Dengan berbagai penjelasan diatas diharapkan para petani kelapa sawit dapat melakukan kegiatan Kastrasi dengan baik.*** ------------------------------------------Rubrik Konsultasi ini dikelola oleh: Ir. Gulat ME Manurung, MP (Auditor ISPO) Eko Jaya Siallagan, SP (Auditor ISPO)

Edisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

33


apkasindo riau

H

Santa Buana Jabat Ketua DPW Apkasindo Riau

asil Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswillub) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) yang digelar di Pekanbaru awal bulan Kemarin, secara aklamasi akhirnya memutuskan Santa Buana Kacaribu SP MM menjadi

34

Ketua DPW Apkasindo Riau untuk periode 2019-2024.

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 16 Tahun 2019

Santa Buana terpilih secara aklamasi pada sidang paripurna pemilihan ketua DPW Apkasindo Riau yang dihadiri Ketua Umum DPP Apkasindo Ir Gulat ME Manurung MP dan Sekjen DPP Apkasindo Rino Afrino ST MM serta dihadiri ketua dan utusan dari DPD Apkas-

indo kabupaten/kota se-Riau.

Usai pembacaan keputusan sidang paripurna, Gulat ME Manurung yang sebelumnya menjabat Ketua DPW Apkasindo Riau dan kini menjabat Ketua Umum DPP Apkasindo kemudian menyer-


apkasindo riau

ahkan berkas dan pataka bendara Apkasindo kepada Santa Buana yang disaksikan ketua dan utusan dari DPD Apkasindo kabupaten/kota se-Riau. Gulat berpesan kepada semua elemen yang ada di Apkasindo untuk terus memperkuat Apkasindo lewat kekompakan yang selalu terjaga. “Khusus di Riau, petani kelapa sawit kita didera dua persoalan pokok yakni sekitar 56 persen dari total 2,2 juta hektar kebun kelapa sawit rakyat, berada di kawasan hutan dan juga adanya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi saat ini,” kata Gulat. Kondisi ini tentu akan berimbas pada tata niaga yang tak memihak petani kelapa sawit. “Suka tidak suka, dua persoalan

pokok ini, musti kita benahi bersama meski ini tidak mudah,” katanya. Lalu untuk persoalan terkini, kebakaran hutan dan lahan yang sedang melanda wilayah Riau, Gulat berharap supaya para petani menjaga jengkal demi jengkal lahannya dan saling mengingatkan agar jangan membakar lahan. “Kalau ada ditemukan titik api, segera kita padamkan bersama, jangan menunggu pihak lain mengurusi api di lahan kita,” pintanya. Namun demikian, dirinya juga mengingatkan bahwa apapun yang dilakukan Apkasindo akan menjadi sorotan, karena Apkasindo sudah punya kekuatan besar dengan banyaknya jumlah petani yang bergabung.

Sementara itu, Ketua DPW Apkasindo terpilih Santa Buana mengungkapkan dirinya siap menjalankan amanah yang diemban, dan akan melakukan sejumlah program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas petani sawit Riau, khususnya petani sawit yang tergabung dalam Apkasindo. “Yang terpenting saat ini adalah melakukan konsolidasi agar kita dapa bekerja sama seluruh pemangku kepentingan demi kamajuan petani sawit Riau,” ucap Santa Santa dinyatakan menjadi ketua DPW Apkasindo periode 2019-2024 setelah rivalnya, Menrizal mengundurkan diri sebagai calon ketua sebelum pemilihan dilakukan. (ist)

Edisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

35


kisah sukses Provinsi Riau menyimpan potensi perkebunan kelapa sawit terluas dan menempati urutan pertama se-Indonesia. Ekonomi masyarakat atas hadirnya sawit sangat menjanjikan, hingga saat ini buah emas tersebut adalah bagian dari segalanya.

Petani Sawit Binaan PT TPP

Tukijan:

Dulu Modal Dengkul, Kini Hasil Memikul 36

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 16 Tahun 2019

Tukijan warga Desa Suka Jadi, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau misalnya, petani binaan PT Tunggal Perkasa Plantation ini mengaku sangat berterimakasi dengan keberadaan buah sawit di Riau. Karena dengan adanya sawit ini, dia dan keluarganya bisa hidup sukses dan berkecukupan sampai sekarang ini. Tukijan menceritakan awal perjalanan hidup menjejakkan kaki ke Pulau Sumatera untuk mengadu nasib pada tahun 1989. Masa itu ia status lajang dan melamar menjadi buruh harian lepas PT Astra Agro Lestari (ASL) Tbk melalui anak perusahaannya PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP) di Kabupaten Indragiri Hulu. “Mungkin masih banyak yang belum tahu kalau dulunya saya juga mulai dari nol sekali. Mungkin orang beranggapan saya sudah sukses seja dulunya. Tapi sebenarnya perjalanan hidup saya sangat berliku dan penuh perjuangan hingga bisa seperti ini semua itu karena


kisah sukses

“Saya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan perusahaan. Bermodalkan dengkul bahasa orang Jawa sana berkat amanah korporasi ekonomi saya membaik dibandingkan keluarga yang di Pulau Jawa yang saat ini dibilang sangat minim,” harunya. PT TPP yang sudah mengangkat saya menjadi karyawaan hingga petani binaan sepeti sekarang ini,” tuturnya. Dulu kata Tukijan mengawali kisahnya, hidupnya cukup prihatin. Terlebih pada saat itu dia merantau ke Riau hanya sebagai buruh lepas di PT TPP dengan penghasilan hanya Rp 45 ribu perbulannya.”Pada saat itu uang Rp45 ribu ini saya manfaatkan sebaik mungkin mulai dari beli kebutuhan sehari hari hingga kebutuhan lain yang terkadang selalu kurang,” ucapnya. Berkat ketekunan dan kegigihan bekerja di PT TPP, Tukijan akhirnya dipercaya sebagai petani Krani panen selama tiga tahun,” Agak sedikit terbantu, saya akhirnya dijadikan petani krani di PT TPP ini. Mungkin karena saya itu rajin dan menunjukkan kesungguhan sehingga saya diangkat jadi petani krani dan tak berselang lama, saya pun juga diberi amanah sebagai mandor panen dari grop Astra Asgro Lestari ini,” tuturnya bangga.

bagus agar hasil sawit kami berkualitas,” tuturnya. Dari hasil pernikahan Tukijan dengan Endang Purwati Sitorus dikaruniai tiga anak. Anak pertamanya bernama Eko Parwanto lahir pada tahun 1995, kini ia karyawan mandor kebun sawit di PT Sinarmas. Sedangkan anak keduanya Dedi Irwansyah lahir tahun 1996, sekarang bertugas di Polda Metro jaya. Dan yang Sulung, bernama Astri Maharani duduk kelas IX di Pondok Pesantren Babu Salam Pekanbaru. Namun menurutnya keberhasilan yang dicapai anak-anaknya berkat kegigihan, kejujuran dan kesabarannya sebagai karyawan PT TPP sekaligus petani sawit. Keberanian menjadi petani swadaya dengan hasil produksi tandan buah segar yang kurang bisa menyekolahkan anak ke jenjang cita-cita yang diharapkan.

Dirintis cukup lama, kelompok tani Bina Sejahtera dengan luas 930 hektar dengan jumlah kelompok 80 orang. Sejak adanya pembinaan dari PT TPP melalui pola kemitraan produksi buah sawit melonjak naik. “Artinya dengan adanya MoU ini petani sangat terbantu,” ujar Heri selaku ketua kelompok tani Bina Sejahtera. Kemitraan ini sangat menguntungkan petani. Karena harga jual sawit berpedoman pada pabrik itu sendiri, “Apalagi sekarang kita sudah lakukan penandatanganan kerjasama dengan pabrik pupuk yang dijamin oleh perusahaan TPP,” tambahnya. Ketua kelompok Bina Sejahtera menjelaskan, kerjasama ini sudah terjalin sejak tahun 2016 hingga 2019. “ Ya Alhamdulilah, perawatan kebun kelapa sawit kami terbantu dengan adanya perhatian dari perusahaan,” jelasnya. (ndan)

Tukijan yang mengaku hingga sekarang masih dipercaya jadi mandor panen PT TPP ini juga mengaku memiliki kebun sawit yang dibina langsung oleh PT TPP. “Tukijan dan beberapa petani binaan PT TPP merasa bangga, karena mereka masih dibina dan dituntun dalam masalah pengelolan kebun dan lainnya. Bahkan kami semua terus diperhatikan apapun kebutuhan kami, baik soal bibit bagi kebun yang sudah replanting dan pupuk yang Edisi 16 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT

37


berbagai kegiatan dilakukan dalam rangka memperingati HUT ke-31 AAL. “Untuk para karyawan kita menggelar acara potong tumpeng. Selain itu, kita juga memberikan penghargaan kepada para karyawan tertua dan termuda yang ada di perusahaan ini. Nantinya juga akan ada berbagai acara hiburan untuk para karyawan,” ungkapnya. Selain itu, bertepatan dengan HUT Kabupaten Siak yang dirangkaikan dengan kegiatan HUT AAL akan diadakan pengobatan gratis dan operasi bibir sumbing kepada masyarakat Kecamatan Koto Gasib. “Kegiatan operasi bibir sumbing dan pengobatan gratis diadakan pada 8 Oktober. Namun karena Bupati Siak padat jadwalnya, maka kegiatan ini akan kita laksanakan pada 13 Oktober kemarin,” ungkapnya.

HUT ke-31 Astra Agro Lestari

PT KTU Gelar Rangkaian Kegiatan Bakti Sosial

P

erusahaan perkebunan dan industri PT Astra Agro Lestari (AAL), tanggal 3 Oktober kemarin memasuki usia yang ke-31 tahun. Memperingati HUT 31 tahun, PT Kimia Tirta Utama (KTU) yang merupakan grup AAL merayakan hari jadi perusahaan dengan menggelar berbagai rangkaian kegiatan bakti sosial

38

di lingkungan masyarakat tempatan dan juga memberikan penghargaan kepada karyawan tertua dan termuda di perusahaan tersebut. Seperti yang diungkapkan Administratur PT KTU Achmad Zulkarnain didampingi CDO PT Kimia Tirta Utama Azra bahwa

MAJALAH SAWIT ~ Edisi 16 Tahun 2019

Untuk target, lanjutnya, sebanyak 20 orang masyarakat kurang mampu dapat mendaftar untuk melakukan operasi bibir sumbing. “Hal ini tentunya sudah berkoordinasi dengan Camat serta Kepala Desa, untuk dapat mendaftarkan masyakatnya yang ingin ikut operasi,” sebutnya. PT KTU juga akan memberikan pelatihan kepada kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). “Akan kita berikan pelatihan. Hal ini tentunya untuk menaggulangi sedini mungkin terjadinya kebakaran. Karena memang kita sangat peka terhadap lingkungan dan terjadinya kebakaran lahan dan hutan,” pungkasnya. (di)


Edisi 16 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT

39


Profile for Majalah Sawit Plus

Majalah Sawit Edisi 16  

-

Majalah Sawit Edisi 16  

-

Profile for sawitplus
Advertisement