Page 1

Edisi Khusus 57 / Thn.XIII / September / 2011


Sulitnya Birokrasi Ijazah Kampus

Salam Pers mahasiswa!!! Selaku warga negara yang beragama sudah sepantasnya kita memanjatkan puji syukur kepada Tuhan YME, karena atas nikmat dan karunia-NYA dikesempatan ini kami dapat menyelesaikan Civitas Edisi Khusus. Berbicara “Pancasila” membuat kita mengingat kembali sejarah panjang bangsa ini. Ratusan tahun mengukir sejarah di atas lembaran nyawa dengan darah sebagai tintanya, berharap generasi mendatang dapat membacanya. Bukan balas dendam yang diharap hadir, tapi sesuatu yang jauh lebih mulia yaitu Jiwa Nasionalisme. Kehadiran Mahasiswa Baru (Maba) semoga semangat Nasionalisme tetap terukir di jiwa-jiwa penerus bangsa ini. Edisi Khusus kali ini merupakan terbitan awal kepengurusan LPMU 20112012 dengan menyediakan berbagai ragam berita kepada Maba yaitu pengenalan UKM yang ada di sekitar Untan serta yang menjadi headline kali ini adalah Gerbang Untan Solusi Keamanan Kampus? dan berbagai rubrik lainnya. Tak ada kata terlambat selama masih dibulan syawal semua kru Mimbar Untan mengucapkan minalaidin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin. dan tak lupa selamat atas dilantiknya pengurus LPMU periode 2011-2012. Selamat datang di Untan, selamat menikmati dunia mahasiswa dunia penuh tantangan!!![]

Terima kasih pada Mimbar Untan yang telah memuat tulisan saya. Saya merasa kecewa kepada pihak comdev outreaching karena pada tahun ajaran baru ini, yang bisa mendaftar sebagai calon penerima beasiswa hanya mahasiswa angkatan 2011. Selain mudah mendapatkannya, jumlah penerimanya juga semakin banyak. Itu seperti adanya ketidakadilan dalam hal mendapatkan beasiswa. Bagaimana dengan nasib Sutino, Mahasiswa Untan ‘09 mahasiswa angkatan 2010 dan angkatan lainnya? Saya harap akan adanya keadilan. Vino, Mahasiswa Untan ‘10

Terimakasih pada keredaksian CIVITAS, karena telah memuat tulisan saya. Saya sebagai mahasiswa Untan merasa malu karena sebagai suatu Universitas terkemuka, fasilitas untuk mahasiswa mengisi Lembar Isian Rencana Studi (LIRS) dan melihat nilai atau rekapitulasi sks saja jauh dari memadai. Bagaimana mahasiswa bisa maju...Apa Kata Dunia....Malu Dong..cint ???

Buletin Mimbar Untan Civitas Diterbitkan oleh : Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak Ketua Umum : Ihwan Ridho Sekretaris Umum : Anwar Bendahara Umum : Rizky Amaliah Divisi PSDM : Ishak vitho, Sumarti Dewiyani Divisi Litbang : Sam’an, Dewi Hairani Divisi Penerbitan : Ayu Gintari, Meidy Prasetyo

2

Divisi Penyiaran : Nopriandi, Lukman Hakim, Asmadi. Divisi Peusahaan : Nabu, Marikun Pemimpin Redaksi : Meidy Prasetyo Sekretaris Redaksi : Asmadi Redaktur : Ihwan Ridho, Rizky Amaliah Reporter : Marikun, Meidy, Sam’an,

sebelumnya ada di tumpukan paling bawah. Untungnya ada petugas BAAK yang bersedia membantu saya sehingga ijazah saya bisa selesai keesokan harinya walaupun belum ditanda tangani oleh dekan dan rektor. Seminggu kemudian ijazah saya telah disahkan, namun hanya boleh diambil oleh petugas kampus. Saya pun segera melapor ke petugas bahwa ijazah saya telah selesai dan petugasnya berjanji akan segera mengambil di BAAK, namun pada siang harinya ijazah saya belum juga diambil oleh petugas. setelah saya cek, ternyata ijazah tersebut masih ada di BAAK, hal ini jelas membuat saya kecewa karena merasa ditipu oleh petugas yang bersangkutan. Saya berharap kejadian yang mengecewakan ini tidak kembali menimpa rekan-rekan yang saat ini telah menyelesaikan ujian sarjana, karena bagaimanapun juga, ijazah adalah bukti penting bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliah. Jumardi Budiman, alumni FKIP Untan.

Surat Pembaca

Assalamualaikum Wr.Wb .Wb. Terima kasih kepada Mimbar Untan . yang telah bersedia memuat surat saya ini. Saya alumni FKIP Untan yang telah lulus tanggal 13 Juli 2011 lalu. Namun ijazah saya baru bisa diambil tanggal 14 September 2011 (dua bulan setelah tanggal kelulusan saya). Saya sangat kecewa dengan kejadian ini. Pasalnya, ijazah yang dikeluarkan tidak berurutan sesuai tanggal kelulusan, sehingga ada beberapa rekan yang ujian setelah saya malah ijazahnya selesai lebih dulu. saya harus bolak-balik kampus-BAAK untuk mengurus ijazah ini sendiri karena setiap saya menanyakan perihal ijazah kepada petugas FKIP yang bersangkutan, mereka hanya mengatakan bahwa berkas saya sudah diantar ke BAAK, padahal setelah saya cek, berkas saya tidak ada di BAAK. Akhirnya saya diminta mengisi selembar biodata tanpa kelengakapan lain yang semestinya dilampirkan. Kejadian tidak hanya sampai di situ. Pada awalnya saya berharap setelah Idul Fitri, ijazah saya bisa selesai sehingga saya bisa segera melamar pekerjaan, namun saya harus menghadapi kenyataan bahwa biodata yang saya isi beberapa waktu

Ayu, Nabu, Vito, Nopri Fotografer : Ayu, Sam’an Layouter : Sam’an, Anwar

Edisi khusus 57 / Thn.XIII / September/ 201I

REDAKSI Alamat Redaksi : Jl. Daya Nasional Gedung MKDU Untan, HP: 081352592596. email:l pm_untan@yahoo.com, blog: lpmuntan.blogspot.com Percetakan : Artha Grafistama, Jl. Pahlawan No. 20 Telp.(0561) 765000-766000 (Isi diluar tanggung jawab penerbit).

Redaksi menerima tulisan berupa opini, essai, laporan kegiatan kampus, cerpen,hasil investigasi, surat pembaca disertai identitas diri. Tulisan diketik di lembaran folio dengan spasi ganda. Kirimkan ke Sekretariat LPM Untan, langsung. Redaksi berhak mengedit tulisan tanpa mengubah makna tulisan.


Opini Civitas Civitas Opini Opini Civitas

Persma Dalam Zaman Kenisbian: Konsekuensi Perang Terhadap Kenyataan “Dalam gerakan ini, mereka yang melakukan perjuangan melalui tulisan tidaklah kurang jasanya dari mereka yang berjuang di perbatasan Negara dan melakukan perang secara bawah tanah di kota-kota.� (Ali Syariati)

Istimewa

Oleh : Andi Mahifal * ungkin kata-kata Ali Syariati di atas melecut penggiat Pers Mahasiswa (Persma) sebelum orde baru tumbang. Kejayaan masa lalu persma apabila disandingkan dengan kondisi riil persma sekarang, menurut beberapa kalangan sangat kurang bertaji. Ditinjau dari beberapa aspek sesungguhnya persma saat ini memiliki peluang lebih besar daripada persma saat orde baru. Reformasi yang dinikmati belum bisa dimaksimalkan dengan baik. Ada beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam kurang gaungnya persma, yakni kaderisasi tingkat Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) , budaya literasi mahasiswa, media yang dikonsumsi pribadi, dan kurangnya komunikasi antar Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dalam pembahasan isu bersama. Perlu diingat persma memiliki dua variabel kata yaitu pers dan mahasiswa. Peran mahasiswa sebagai agent of change , social control , dan man of analysis memberikan gambaran posisi mahasiswa menjadi garda depan (avant garde) dalam pelopor perubahan sosial bangsa Indonesia. Mengenai kaderisasi yang sering menghantui persma, dimana hal tersebut berkaitan dengan tidak jelasnya metode pelatihan yang dijalankan dalam pengkaderan. Perlu modul dan tata cara pengkaderan yang jelas dan tersusun secara baik bagi para kader agar

M

Andi Mahifal, Sekjen PPMI

kemampuan dari pemegang tongkat estafet ini tidak kehilangan arah serta memunculkan insting seorang jurnalis. Kurangnya minat terhadap persma karena budaya literasi kurang berkembang secara baik di kalangan mahasiswa. Menjadi rahasia umum jika mahasiswa sekarang terjebak dalam kehidupan hedon yang melupakan pengembangan budaya literasi. Minat membaca dan menulis pun menjadi tenggelam oleh hiruk pikuk kehidupan malam. Padahal modal pertama yang menarik untuk masuk persma adalah hobi dalam dunia membaca dan menulis. Inilah yang menjadi sepinya minat mahasiswa masuk dan menjadi persma. Media adalah nafas persma sebagai bukti eksistensinya. Akan tetapi, media persma saat ini kalah jauh dari media umum. Dahulu media persma menjadi penyejuk sekaligus sebagai suara pemberontakan terhadap pemerintah di tengah melempemnya media umum dibawah pengawasan pemerintah. Sekarang, media umum diberikan kebebasan yang tidak diperolehnya pada saat masa orde baru sehingga kondisi ini membuat media persma sulit bersaing. Disamping itu, media ini hanya

menjadi konsumsi pribadi kalangan terbatas yang menyebabkan gaung dari media tersebut kurang mengena di telinga masyarakat dan sasaran pemberitaan yang dituju meleset sebagaimana mestinya. Informasi atau isu yang diangkat tidak menjadi penting karena diberitakan hanya oleh satu lembaga saja. Dari sinilah komunikasi antar lembaga persma menjadi penting untuk menentukan tema bersama dan saling bertukar informasi. Organisasi persma seperti Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) memegang kunci dalam menyatukan persma yang tercerai berai dalam melakukan gerakan pembaharuan dan pembahasan isu bersama yang akan di usung. Saat ini yang dibutuhkan oleh LPM adalah menyatukan sebuah persepsi sebuah isu bersama yang nantinya akan membentuk opini publik dalam skala nasional sehingga bisa menjadi sebuah counter media umum. Tentunya isu yang dikawal melalui terbitan dari persma ini akan menjadi sebuah kekuatan yang maha dahsyat karena berbeda dengan media umum. Dengan sudut pandang dari mahasiswa yang masih bisa dikatakan jauh dari kepentingan ditambah konsep yang diusung adalah tematik sehingga konsisten dan tidak terpengaruh up to date dari sebuah permasalahan yang terus berubah. Menyentuh realita yang tidak tersentuh oleh media umum serta diambil dari pandangan mahasiswa yang original membuat media ini menjadi bacaan menarik yang muncul dari dunia pemikiran mahasiswa. Aspek pasar yang disentuh meluas, tidak hanya kalangan terbatas tetapi juga menyentuh arus bawah. Dengan media ini orang akan kembali penasaran, “Besok apa yang akan dibahas mahasiswa yang belum tersentuh oleh media umum?�.[] *Oleh: Sekjen PPMI Nasional

Edisi khusus 57 / Thn.XIII / September/ 201I

3


Headline HeadlineCivitas Civitas

Gerbang Untan Solusi Keamanan Kampus Rektorat Untan berencana membuat pintu gerbang guna menertibkan arus keluar masuk dari dan menuju Untan. Selama ini keamanan di lingkungan kampus dirasa sangat buruk. “Kami berharap semakin sedikit pintu masuk semakin mudah pengontrolannya”. Terutama setelah aktivitas proses belajar mengajar akademik selesai, sehingga memudahkan untuk pengawasan keamanan di lingkungan Untan. Kami akan menutup pintu gerbang setelah kegiatan akademik selesai,” ujar Pembantu Rektor IV Iqbal Arsyad. Oleh: Marikun dan Meidy

Selain akses masuk yang dibatasi, jam masuk kampus juga akan diintensifkan sehingga tidak ada lagi mahasiswa atau masyarakat yang berkeliaran di lingkungan kampus di luar jam kegiatan belajar mengajar (KBM). Selama ini banyak kasus pencurian yang terjadi Untan. Para pencuri mudah masuk ke lingkungan kampus karena banyak pintu masuk, misalnya melalui jalan sepakat. Salah seorang mahasiswa Untan Andri Kustiawan bercerita, UKM FKMI Nuruddin pernah kehilangan genset. “Apabila pihak rektorat mempunyai rencana untuk membuat gerbang, kami selaku mahasiswa Untan sangat setuju sekali apa yang telah direncanakan” tutur mahasiswa Fisip ini. Melalaui Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) Hasan, dan Kabag UHTP M. Ali, Iqbal Arsyad meminta mereka mensosialisasikan pembuatan pintu gerbang kepada RT yang berada di jalan Sepakat II. Sehingga nantinya jalan menuju Untan yang berada di Sepakat dapat di tertibkan. Namun menurut Iqbal, hingga saat ini program tersebut belum juga berjalan. Kabag UHTP M. Ali menjelaskan ada rencana akan dipasang portal di Sepakat, namun menurutnya di Sepakat banyak mahasiswa yang kos. “Ada enam jalan menuju Untan dari Sepakat dan beberapa dari jalan tersebut akan ditutup 4

Ilustrator By Meydi P

menjadi tiga,” ujarnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Kasubag perlangkapan M.Nuh, “rencananya lewat jam 23.00 akses menuju Untan menggunakan satu pintu saja yaitu pintu depan, sekarang kita sudah buat perencanaan tinggal menunggu dana jika dana sudah siap semua bisa kita terapkan. Mungkin nanti untuk membuat kesepakatan ini kita juga akan mengundang mahasiswa mengenai buka tutupnya portal-portal ini.” Edi Sahudi mahasiswa Fkip Untan siap apabila akses menuju Untan hanya satu pintu saja “demi keamanan di Untan memang penataan pintu keluar masuk sangat perlu sekali, karena di lihat dari situasi dan kondisi Untan yang sangat terbuka, namun apabila pembutan gerbang yang Untan canangkan ini tidak ada penjaganya maka akan

Edisi khusus 57 / Thn.XIII / September/ 201I

percuma,” tutur Edi. Tidak berbeda dari kedua rekan mahasiswanya Udin juga menyambut baik dengan akan dibutanya gate ini, “selaku mahasisiwa Untan, saya sangat mendukung apa yang Untan renacanakan yang penting renacana tersebut bersifat positif. Dengan dibuatnya pintu gerbang, mungkin Untan akan lebih aman untuk kedepannya” ungkap mahasiswa Fakultas Ekonomi ini dengan ramah. Direalisasikannya program pintu gerbang ini setidaknya dapat mengurangi ruang gerak dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dengan aksinya. Karena semakin tidak banyak pintu masuk semakin mudah pengontrolan.[]


Headline Civitas Civitas CivitasHeadline Headline

Kelulusan Toefl Untan Dipermudah Mahasiswa Untan yang memasuki masa akhir perkuliahan, Tes TOEFL dianggap sebagai ganjalan besar yang harus dilewati. Tidak mencapai standar nilai yang ditetapkan universitas berarti tidak memilik lisensi untuk menggelar ujian skripsi.Alhasil, banyak mahasiswa yang terus menerus mengulang tes, meski itu berarti harus memperpanjang masa No. 639 a/H22/KL/2009, tentang kuliah mereka. skor minimal Tes Toefl Prediction Oleh : Asmadi sebagai prasyarat mengikuti ujian Nilai minimum TOEFL yang skripsi bagi mahasiswa Untan angkatan harus dicapai oleh mahasiswa angkatan 2008/2009, 2009/2010 dan 2010/ 2008 dan 2009 adalah 420. Sedangkan 2011. SK tersebut memuat solusi dan angkatan 2010 dan 2011, nilai tersebut naik 5 poin menjadi 425, berlaku untuk prosedur untuk memperoleh alternatif pengganti sertifikat TOEFL yang seluruh fakultas. Meski kenaikan yang terjadi tidak digunakan sebagai syarat ujian skripsi terlalu signifikan, ketidaksiapan ma- selama ini. Intinya, akan ada pelatihan hasiswa Untan menyambut kebijakan ini yang diberikan kepada mahasiswa yang menjadi kendala tersendiri. Kurangnya mengalami kesulitan mencapai standar program peningkatan kemampuan nilai TOEFL yang ditetapkan Univerberbahasa Inggris di masing-masing sitas. Rektorat berharap, SK ini dapat fakultas menjadi salah satu faktor meringankan mahasiswa untuk menyepenentu. Selama ini, nilai kredit mata lesaikan kuliahnya, khususnya TOEFL. Pelatihan akan dibagi dalam dua kuliah bahasa Inggris yang diajarkan di kategori, berdasarkan waktu dan durasi fakultas-fakultas secara umum (diluar pertemuan. Kategori pertama dilakFKIP jurusan Pendidikan Bahasa sanakan selama satu bulan dengan enam Inggris, red) hanya 2 SKS. Sehingga kali pertemuan setiap minggunya. Sebanyak mahasiswa yang menjadikan ini sebagai alasan ketidakmampuan mereka mentara kategori kedua dilaksanakan selama dua bulan dengan durasi tiga mencapai standar yang ditetapkan. Hal ini menempatkan Rektorat sampai dua puluh empat kali persebagai pengambil kebijakan dalam temuan. Peserta pelatihan akan kembali diuji posisi yang dilematis. Disatu sisi ingin TOEFLnya untuk menilai perkemmelahirkan lulusan yang berstandar bangan dari hasil pelatihan. Apapun inter nasional, dimana salah satu syaratnya harus cakap berbahasa inggris. hasilnya, setiap mahasiswa akan diDisatu lain mereka dihadapkan kepada berikan kebebasan untuk memilih skor fakta bahwa mahasiswa belum se- tertinggi dari beberapa tes yang diikuti. penuhnya siap dengan penerapan Hasil inilah yang nantinya akan kebijakan ini. Salah satu kebijakan yang dimasukkan ke dalam sertifikat tes diambil untuk mengatasinya adalah TOEFL tersebut. Ada dua sertifikat dengan mengeluarkan Surat Keputusan yang akan diberikan, yaitu sertifikat (SK) Rektor Universitas Tanjungpura nilai tes TOEFL dan ser tifikat

pelatihan. Kedua sertifikat inilah yang menjadi bukti keabsahan mahasiswa bersangkutan untuk mengikuti ujian skripsi. Kebijakan ini bukan saja tanpa resiko. Urai Salam, Phd, dosen Prodi Bahasa Inggris FKIP yang juga merupakan Koordinator UPT Bahasa Untan menyebutkan bahwa kebijakan tersebut ibarat buah simalakama bagi dunia pendidikan Untan. Disatu sisi merobohkan cita-cita untuk meningkatkan kualitas bahasa Inggris di Untan. Disatu sisi pihaknya menilai bahwa kemampuan mahasiswa masih jauh dari yang diharapkan. “Mau tidak mau kita kasih lubang sedikit untuk dia bisa keluar, kebijakan tersebut merupakan alternatif untuk menolong mahasiwa, agar jangan sampai upaya mereka untuk menyelesaikan kuliah terjegal oleh aturan yang dibuat oleh universitas. � ungkap Urai Salam. “Jangan sampai gara-gara TOEFL dia tidak lulus. Kita harus bisa menerima kenyataan bahwa lulusan Untan belum mampu bersaing dari segi nilai bahasa inggris. Dan saya berani memperkirakan bahwa hanya 1-2% saja mahasiswa Untan yang lulus dari Untan dengan nilai TOEFL yang baik,� paparnya lagi. Pendanaan dalam pelatihan tersebut akan dibebankan kepada mahasiswa berdasarkan kelasnya. Untuk kelas pagi, setiap mahasiswa dibebankan biaya Rp 225.000,00 perpaketnya. Sementara untuk kelas malam Rp 325.000,00. []

Edisi khusus 57 / Thn.XIII / September/ 201I

5


Khusus Civitas

Manifestasi Kebijakan Kondom Di Gang Dolly Bulan Juli lalu kepala divisi penerbitan lembaga pers mahasiswa Untan, Ayu Gintari melakukan investigasi tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara bersama seluruh tim yang terdiri dari berbagai wartawan kampus seluruh Indonesia. Kondom menjadi sasaran utama dalam liputan investigasi tersebut. Oleh:Ayu Gintari au menyengat menyelinap dari balik gundukan sampah di wilayah tempat pembuangan sampah seluas 4.5 hektar di Putat Jaya, Surabaya. Seperti sebuah kotak pandora, segala sesuatu yang ‘ajaib’ seperti selalu bisa terjadi di sini. Dari mulai lokasi tempat pembuangan sampah yang terletak di kawasan pemakaman, hingga pemandangan beberapa pedagang makanan dan minuman ringan yang menjajakan makanan di atas batu nisan. Pemandangan sesederhana pria paruh baya yang mengangkut sampah dalam gerobak kuningnya pun, terasa begitu istimewa saat tumpukan kondom terlihat bercampur di antara tumpukan sampah yang diambil dari lokasi prostitusi terbesar se-Asia Tenggara, gang Dolly. Di balik kebisuannya, kondom-kondom tersebut turut mengisahkan denyut nadi kehidupan gang Dolly—gang yang menyimpan warna-warna ceritanya sendiri hingga di saat ini.

B

Limbah Kondom yang Menyimpan Kisah Lima tahun berlalu semenjak Iwan (36) dan rekannya Waras (45) pertama kali menjadi pengangkut sampah di kawasan gang Dolly, Putat Jaya, Surabaya. Sampah-sampah tersebut diangkut pagi dan sore hari, dengan menggunakan gerobak sampah kuning yang dimodifikasi dengan sepeda

6

motornya. Satu kali pengambilan sampah, diperoleh sampah sebanyak satu gerobak penuh. Dari tumpukan sampah yang diperolehnya tersebut— diantara tumpukan tisu, botol bekas minuman berenergi, pembalut wanita, pembungkus makanan instan, dan lain sebagainya—terdapat kondomkondom bekas sebanyak sekitar satu kardus mie instan. Jumlah ini meningkat saat akhir pekan, dimana kondom bekas itu dapat mencapai dua kardus mie banyaknya. Setelah dikumpulkan di tempat pembuangan sampah sementara, kumpulan kondom yang tercampur dengan sampah lainnya segera dibuang ke tempat pembuangan akhir di Benowo. Iwan bekerja semenjak tahun 2007. Menurut pengamatannya saat melintasi gang Dolly dalam kurun waktu lima tahun terakhir itu, pelanggan lebih banyak zaman dulu daripada sekarang. Jumlah pekerja seks komersial (PSK) menurun dibandingkan sekarang karena banyak yang keluar dari pekerjaannya tersebut. Kondisi yang terjadi di awal-awal tahun 2007 hingga beberapa tahun setelahnya, menyebabkan jumlah kondom bekas bisa didapatkan sebanyak lebih dari dua bahkan hingga empat kardus mie. Jumlah ini akan lebih banyak lagi saat akhir pekan di mana pelanggan meningkat jumlahnya dibandingkan hari-hari biasa. Menurut pantauan di lapangan, dari setiap tong sam-

Edisi khusus 57 / Thn.XIII / September / 2011

foto: Miun/ Ayu seorang petugas kebersihan sedang memungut limbah kondom di sekitar wilayah gang doli ( miun/ Ayu, 28 juli 2011)

pah di depan wisma rata-rata terdapat 5-10 kondom. Dari setiap gang ada sekitar 20 wisma, sehingga bila dikalkulasikan ada sekitar 100-200 kondom di gang Putat yang lebih terkenal sebagai gang Dolly di kawasan Jarak ini. Sampah kondom ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan jumlah PSK yang beroperasi di setiap wisma yang mencapai 10 PSK. Data yang didapatkan dari Yayasan Abdi Asih (YAA) menyebutkan bahwa perbandingan “pelanggan” (lelaki yang menggunakan jasa seksual) yang bersedia menggunakan kondom adalah 2 : 5. Artinya, pelanggan yang mau menggunakan kondom dari setiap lima orang hanyalah dua orang saja. Disinyalir rendahnya tingkat kesadaran penggunaan kondom di kalangan pelanggan inilah yang mengakibatkannya penggunaan kondom menurun. Adi, selaku staf YAA yang menangani kasus-kasus di sekitar Dolly mengungkapkan bahwa dari sekitar 6000 tamu setiap harinya hanya dua perlimanya saja yang mau menggunakan kondom, yakni sekitar 2400 tamu. Jumlah ini hanya 40% dari total tamu yang berkunjung. Sedangkan menurut data dinas sosial tahun 2011, jumlah PSK di lokalisasi Jarak dan Dolly terdata kurang lebih ada 1250 jiwa. Jumlah ini tersebar di dua tempat utama

yakni di Jarak sebanyak 700 PSK dan di Dolly sebesar 550 PSK. “Jika satu PSK bisa melayani sepuluh orang, maka tamu yang mau menggunakan kondom hanya 4 orang,” jelas Adi di depan kator Yayasan yang ia geluti ini. Menurutnya, untuk pencegahan dan sosialisasi penggunaan kondom sudah sering dilakukan baik dari kelompok kerja (Pokja), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), maupun dari Dinas Kesehatan sendiri. Meskipun demikian, jumlah penderita HIV/AIDS di lokalisasi Jarak-Dolly ini mencapai 16% dari total semua PSK yang di Gang Dolly. Dengan kata lain, ada 200 PSK yang terjangkit HIV/AIDS.Namun, penyebaran HIV/AIDS di Gang Dolly ini pada kenyataannya tidak hanya disebabkan oleh hubungan seksual, tapi berasal dari sebab lain juga. “Untuk HIV/AIDS, penyebarannya juga berasal dari narkoba dalam jarum suntik,” papar pria setengah baya ini. “Berbanding terbalik dengan HIV/AIDS, penyakit IMS (infeksi menular seksual, red.) cenderung menurun dari tahun sebelumnya karena IMS tidak tertular melalui jarum suntik”, lanjutnya. Kondomisasi Dolly Dari data Forum Komunikasi Masyarakat Lokalisasi


Khusus Civitas Surabaya (FKMLS), hingga saat ini tingkat kesadaran penggunaan kondom pada PSK mencapai 80%. Pemerintah sendiri sudah mengeluarkan kebijakan terkait penggunaan kondom di lokalisasi sebanyak 100% yakni Peraturan Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2004 Nomor 5 Pasal 3. Meskipun PSK yang tidak menggunakan kondom di Gang Dolly kurang dari 20%, hal ini dianggap baik oleh beberapa LSM karena sudah bisa mencapai angka tersebut. Salah satu PSK yang berhasil ditemui yakni Melati (bukan nama sebenarnya, red) mengungkapkan bahwa sehari dirinya mampu melayani 4-7 pelanggan. Dari sekian pelanggan hanya 2-4 pelanggan yang mau menggunakan kondom. “Sedikit yang mau (menggunakan kondom,red), kalau dari kami pengennya menggunakan kondom tapi kalau pelanggan ga mau apa boleh buat,” jelas Melati sambil seyum-senyum. Selain faktor internal dari pihak PSK, faktor eksternal juga memengaruhi kesadaran mereka dalam menggunakan kondom. Salah satunya yaitu penyuluhan kondom kepada para PSK di kawasan Jarak yang diadakan oleh Yayasan Abdi Asih. “Kami melakukan penyuluhan pada para PSK mengenai virus HIV-AIDS dan juga kondom agar mereka sadar dengan kesehatannya,” tutur Vera, selaku pimpinan dari yayasan tersebut. Salah satu cara penyuluhan adalah dengan mengadakan lom ba mengumpul- kan kondom. Siapa yang bisa mengumpulkan banyak kondom, akan mendapat hadiah. “Hadiahnya ada sepeda, televisi, dan lain-lain,” tutur Vera. Ditemui di tempat lain, Ta r s i m selaku

ketua RT 5 Putat Jaya RW 10, menuturkan tujuan pengadaan lomba ini adalah agar PSK termotivasi untuk memakai kondom. YAA membagikan kondom secara gratis pada tiap wisma demi terjalannya program pemerintah dan untuk membantu masyarakat dalam upaya pencegahan HIV/ AIDS. “Tiap wisma diberi satu toples kondom yang berisi 200 buah. Kondom itu dari bermerk Sutra dan Durex” jelasVera. Namun lanjut Vera tidak ada jaminan semua pelanggan PSK bersedia memakai kondom. Tidak ada yang tahu tentang penggunaan kondom tersebut kecuali orang yang sudah berada di dalam ruangan. Kondom yang diharapkan dapat mencegah nirus HIV AIDS melalui hubungan seks, tidaklah 100% dapat mencegahnya. Kondom itu tidak bisa menjamin tidak tertularnya virus HIV/AIDS. Kondom itu bisa sobek jika tidak dilakukan sesuai dengan prosedurnya seperti tidak boleh ditaruh di celana jeans dan dompet. Jika semua prosedur dilanggar maka meski sudah menggunakan kondom namun tetap saja bisa tertular,” papar Vera di rumahnya. Dengan diadakannya sosialisasi kondom pada PSK, penyakit kelamin yakni IMS menurun dari sebelumnya, sebagaimana dijelaskan oleh Vera. Akan tetapi untuk HIV-AIDS, terjadi peningkatan disebabkan oleh penularan melalui jarum suntik. “PSK aktif yang terkena virus ada 16% di sini. Tapi kami (YAA, red) berpesan pada mereka agar tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain jika mereka terjangkit,” lanjut mereka.

Magic Condom dan Sebuah Kreativitas Kesadaran penggunaan kondom di kalangan PSK ternyata tidak berbanding lurus dengan para tamu yang datang ke lokalisasi Jarak- Dolly. Kebanyakan tamu yang datang dan mau menggunakan kondom hanya 40% sisanya sama sekali tidak mau. Dari 40% itu kebanyakan adalah orang keturunan dari China dan orang barat sedang orang pribumi jumlahnya sangat sedikit. Staf YAA, Adi, sangat menyayangkan sikap tamu yang tidak mau menggunakan kondom yang dapat memicu penyebaran HIV/AIDS. “Seharusnya sosialisasi tak hanya ditekankan kepada para PSK tapi juga kepada tamu juga agar semua juga aman,” terang Adi di depan yayasannya. Karena banyak tamu yang

tidak ingin menggunakan kondom, maka Yayasan Abdi Asih pun mengajarkan beberapa trik agar tamu mau menggunakan kondom baik secara sadar maupun tidak. Salah satunya, dengan menggunakan magic condom, yaitu sejenis kondom khusus dengan yang pemasangannya dilakukan di mulut para PSK ketika tamu meminta seks oral. “Cara magic condom sangat membantu karena di daerah dolly banyak yang menggunakan seks oral,” jelas Adi. Meski tidak berdampak signifikan namun hal ini setidaknya dapat mengurangi jumlah pengguna yang tidak ingin menggunakan kondom. Adi berharap kedepan ada peraturan yang dapat menekan jumlah tamu yang tidak ingin menggunakan kondom. Meskipun pengecekan kebersediaan menggunakan kondom sejatinya tidak bisa dicek dengan cermat, namun dirinya memberikan solusi yang mampu menekan pengguna tanpa kondom. “Setiap tamu yang telah berhubungan ketika keluar kamar harus menunjukan kondom bekasnya kepada petugas,” papar Adi. Kondom yang benar-benar dipakai atau hanya ditempelkan saja akan ketahuan oleh petugas. Lalu bagi tamu yang kedapatan tak menggunakan kondom maka akan didenda. Kepedulian Bersama Permasalahan polemik HIV/AIDS di Lokalisasi gang Dolly dapat menjadi sebuah alternatif untuk menyelesaikan masalah yang sama di muka bumi ini. Namun hal ini belum dapat bertransformasi menjadi sebuah solusi apabila tidak bisa berjalan dengan berdampingan. Penggunaan kondom sebagai salah satu bentuk dari manifestasi pemerintah agaknya menjadi salah satu angin segar dari kecemasan penyebaran teror penyakitpenyakit mematikan yang muncul dari fenomena gang Dolly yang masih terus menyimpan kisahnya untuk dibagi. Kepedulian bukanlah perkara saling menunjuk. “Ketika semua pihak mau berjalan berdampingan semestinya lokalisasi Dolly dapat meniru lokalisasi Tunjungan yang dapat mengaplikasikan pemakaian kondom hingga seratus persen”, jelas Adi [*]

Edisi Khusus 57 / Thn.XIII / September / 2011

7


Seremonial SeremonialCivitas Civitas

PMB Berbasis Pendidikan Karakter Ribuan mahasiswa baru (Maba) memadati halaman gedung rektorat Untan untuk mengikuti upara pembukaan penyambutan mahasiswa baru (PMB)

Oleh: Sam’an Sejak pukul 06.00 pagi ribuan mahasiswa baru memadati halaman gedung rektorat Untan untuk mengikuti upara pembukaan penyambutan mahasiswa baru (PMB). Dengan dipandu panitia serta senior dari masing-masing fakultas, mereka terlihat kompak dengan mengenakan seragam putih-hitam lengkap dengan atribut wajib lainnya. Tepat pukul 07.00 pagi pemimpin upacara memasuki lapangan upacara, dan langsung menyiapkan barisan sebagai tanda upacara dimulai. Selang beberapa menit kemudian masuklah Thamrin Usman DEA selaku Rektor Universitas Tanjungpura yang bertugas sebagai pembina upacara (13/09). Dalam sambutannya Rektor Untan menegaskan, “acara penyambutan mahasiswa baru ini adalah ajang bagi maba untuk mengenali lingkungan kampus dan mekanisme perkuliahan yang sangat jauh berbeda dibandingkan dengan waktu mereka masih SMA”. Beliau juga berpesan kepada setiap panitia untuk tidak melakukan kekerasan kepada maba. “Berikanlah bimbingan yang berbasis kekeluargaan dan ciptakanlah hubungan yang harmonis, sayangi dan jagalah mereka”, ujarnya. “Ilmu yang baik adalah ilmu yang bermanfaat bagi orang lain bukannya membuat orang yang berada di sekitar kita merasa resah dan terancam. Oleh karena itu harus diimbangi oleh iman dan takwa. Ilmu yang di dapat di bangku kuliah harus di barengi oleh karakter yang baik dan diiringi dengan ahlak yang mulia agar ilmu dan pengetahuan tersebut tidak disalahgunakan. Namun gunakanlah

8

Istimewa

Rektor Universitas Tanjungpura Thamrin Usman sedang berjabat tangan dengan Mahasiswa baru saat Penyambutan Mahasiswa Baru (Miun/ Sam’an, 13/09).

ilmu tersebut untuk membangun bangsa dan Negara”. Ujar Thamrin Usman . Para dekan dan staf pengajar berperan penting dalam membentuk generasi penerus bangsa yang tangguh, gigih dan dapat diandalkan. Oleh karena itu rektor berpesan kepada para pendidik supaya memberikan ilmu yang berbasis karakter dengan mengusung semangat kekeluargaan antar sesama dan diharapkan dalam empat tahun ke depan mereka, maba sudah bisa mengabdikan segala ilmu dan pengetahuannya kepada lingkungan, bangsa dan Negara ini. Pembukaan acara penyambutan mahasiswa baru tahun ajaran 2011/ 2012 di tandai dengan pemasangan

Edisi khusus 57 / Thn.XIII / September / 2011

jaket almamater secara simbolis kepada dua orang mahasiswa baru yang mewakili seluruh teman-temannya, dan disusul dengan pelepasan balon ke udara oleh rektor, staf dekan beserta perwakilan mahasiswa. Tepat pukul 08.00 WIB, Rektor beserta jajaran meninggalkan lapangan upacara. Namun peserta upacara masih belum dibubarkan karena akan disuguhi atraksi permainan miniature pesawat terbang dari mahasiswa Fakultas Teknik selama 15 menit. Setelah pertunjukan tersebut barulah mereka dikembalikan kebarisan masing- masing, menunggu giliran untuk di bubarkan dan dipandu kembali menuju fakultas masingmasing.[]


TipsCivitas Civitas Tips

TIPS JITU BG MIUN

Oleh : Nopriandi

Tahun ajaran baru 2011/2012 telah dimulai, selamat kepada teman-teman baik yang sudah di terima seleksi SNMPTN atau reguler B di Universitas Tanjungpura. Ada beberapa tips untuk mahasiswa baru agar kedepannya bisa menjalani kehidupan baru sebagai mahasiswa dengan baik. 1. Definsikan ulang citacita. Tahun pertama kuliah ibarat titik yang menentukan. Kalau kemarin, orientasi waktu SMA kebanyakan ‘ingin kuliah jurusan X di Universitas Y’. Ketika sekarang sudah dapat, balik lagi, setelah ini mau jadi apa? Ke depannya mau ngapain?. Fase mendefinisikan ulang cita-cita (bukan cita-cita mau jadi sarjana, tapi dengan gelar sarjana mau ngapain?), ‘mikir panjang- panjang’ ke depan mau ngapain sangat penting. Karena, kalau sudah dapat gambaran besar tujuan kuliah, dari sini kita bisa mensortir kegiatan-kegiatan yang mau diambil dan menentukan prioritas. 4. Ikut berbagai seminar di kampus. Lumayan , kadang jadi kepikiran tentang apa, atau dapat ide tentang apa. Yang jelas itu bisa menambah wawasan dan referensi. Apalagi, seminar di kampus biasanya harganya juga murah, sudah dapat makan siang, sertifikat, plus seminar kit. Jadi benar-benar tidak ada ruginya. 7.Jangan dibiasakan bergadang. Bergadang merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari oleh seorang mahasiswa apalagi ketika tugas menumpuk, mau UAS, dll. Tapi sebisa mungkin jangan dibiasakan karena tidak bagus untuk jangka panjang. Caranya gimana?. Ya waktu disiang harinya yang dipadatin. Kurangi waktu main facebook, makan dengan lebih cepat, jalan dengan lebih cepat, serta kurangi waktu ngobrolngobrol yang kurang perlu. Mendisiplinkan diri sendiri, ternyata juga bukan perkara mudah.

2. Pandai memilih teman baru. Memilih teman sama artinya dengan memilih masa depan, sama artinya dengan memilih perilaku, sama artinya dengan memilih kualitas ilmu. Kita akan sulit berkembang bila sehari-hari kita bergaul dengan orang-orang malas. Kita pun akan sulit meraih kemuliaan akhlak, bila sehari-hari kita bergaul dengan orang yang buruk akhlaknya. Maka, tinggi rendahnya kualitas seorang manusia sangat dipengaruhi oleh kualitas orang yang menjadi temannya. 5. Eksplorasi terus cara belajar yang paling ide al. Tiap orang cara belajarnya beda-beda. Ada yang nyaman belajar sendiri, ada yang mesti belajar kelompok (cari teman-teman belajar yang paling enak). Tapi apapun cara belajarnya, satu hal yang pasti, yaitu perhatikan dosen dan serap sebanyak mungkin ilmu di kelas. Karena, materi kuliah lebih detail dan mendalam. Hampir tidak ada mahasiswa yang punya pemahaman utuh tentang satu materi. Cara mengerti orang pun beda-beda. Jadi, pastikan dapat materi sebanyak mungkin dari dosen.

8. Work hard play hard. Karena memang tekanan belajarnya lebih berat dibanding SMA, ketika ada waktunya untuk senang-senang ya dimanfaatkan untuk menghibur diri. Misalnya olahraga, jalan-jalan ke berbagai tempat unik, berpetualang ke alam, atau ikutan gabung ke berbagai komunitas di luar kampus.

3.Tentukan target IP (In deks Prestasi) sesuai cita-cita. Ketika anda ingin kerja di perusahaan multinasional yang bergaji besar atau berharap dapat basiswa S2 untuk jadi peneliti, IP tinggi adalah harga mati. Tapi ketika niat awal adalah ingin jadi politisi dan menganggap kampus adalah tempat untuk memperluas jaringan, IP mungkin perlu secukupnya asal lulus. Jadi ketika ada orang yang bilang ‘IP itu tidak penting, yang penting organisasi’. Indikator penting tidaknya tergantung cita-cita ke depan. 6.Tahun pertama jangan terlalu gegabah. Pikir-pikir dulu ketika mau ikut kegiatan. Walaupun banyak hal baru yang terlihat menarik, jangan karena serba baru semuanya dicoba. Ukur kapasitas dulu, terutama masalah waktu belajar. Ini balik lagi ke prioritas, kira-kira ingin lulus seperti apa? Apakah ‘IP berapa saja asal lulus yang penting kita aktivis’ atau ‘yang penting IP tinggi biar dapat kerja di perusahaan besar’ atau yang di tengah-tengah? 9. Jangan cepat down. Terkadang, masalah yang datang ketika kuliah itu bisa sangat ekstrim dan tidak terbayangkan sebelumnya. Sesulit apapun itu, sebisa mungkin tetap positive thinking. Berfikirlah bahwa kesulitan-kesulitan itu bagian dari kita yang terus berkembang seiring waktu. Kalau dapat yang senang-senang terus ya tidak bakal maju dan tidak bakal belajar dari situ. Kalau pelajarannya tidak terasa susah ya buat apa kita mahal-mahal kuliah?

10. Biasakan olahraga. Walau terkadang bikin malas dan merasa gak ada waktu, olahraga yang rutin penting banget untuk meningkatkan stamina. Biasanya nih, indikasi kalau udah lama gak olahraga itu jadi cepet ngantuk dan badan cepet capek. Jadi bagaimanapun juga, mesti dipaksain. Biar gak males, coba janjian olahraga bareng temen-temen atau gabung di unit olahraga sekalian. Edisi khusus 57 / Thn.XIII / September / 2011

9


Kampus Civitas

Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) Untan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan tempat menyalurkan minat dan bakat, banyak ilmu yang didapat, terutama ilmu terapan yang dipelajari bila sudah menjadi anggota. Tidak sedikit sarjana mendapatkan suatu pekerjaan yang berdasarkan ilmu yang didapatnya ketika menjadi anggota organisasi mahasiswa, yang tidak dapat di bangku kuliah. Berikut adalah UKM yang ada di Universitas Tanjungpura, beralamat di Jl. M. Isja Komp. PKM Untan.

Oleh: Ishak Vitho

“Mengenal Pers Kampus Untan”

“Wartawan adalah perker jaan kenabian”. Menyimak perkataan tersebut, berarti pekerjaan sebagai wartawan merupakan pekerjaan mulia. Setiap informasi yang berupa fakta disuatu kejadiaan, diurai kembali di dalam sebuah kertas hingga berupa goresan tinta hitam. Ditulis, dicetak dan disebar kepada khalayak ramai untuk dibaca oleh semua golongan. Universitas Tanjungpura Pontianak memiliki organisasi yang dapat menampung minat serta bakat mahasiswanya. Terkait dengan pekerjaan kenabian, Untan memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menampung segala bakat serta hobi mahasiswa dalam menulis, desain/layouter, fotografer serta menyampaikan informasi melalui media cetak dan radio komunitas mahasiswa (Untan Voice Radio). UKM itu dinamakan Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Tanjungpura (LPMU). Beralamat di Jl. Daya Nasional Untan Komplek Gedung MKU, tepat di ruang pojok kanan merupakan Sekretariat LPMU. Sebelum melangkah sebagai UKM, LPMU merupakan pers kampus yang berada di bawah kontrol Humas Untan dan berdiri pada tanggal 4 Agustus 1984. Pengagas berdirinya pers kampus adalah Alm. Mahmud Akil SH sebagai Purek III saat itu. Saat dibawah naungan Humas Untan, pers kampus memiliki media cetak yang berisi agenda-agenda kampus dan kebijakan MIUN rektor dengan brand “Mimbar Untan” sehingga pers kampus dikenal dengan sapaan “MIUN MIUN” (Singkatan Mimbar Untan). Masih dalam pengendaliaan rektorat, tahun 1992 yang dimanajemen oleh Suryadi Sowinangun yang kini adalah tim pengajar FKIP. Miun mulai mencari mahasiswa sebagai pengisi beritanya. Ajang tersebut menjadi celah masuknya idealisme mahasiswa ke dalam pers kampus (Miun). Ditahun 1997, merupakan fase mandiri Miun mengelola tim keredaksiaannya yang melibatkan mahasiswa dalam manajemen redaksi. Sempat menduduki sebagai pimpinan redaksinya yaitu Ilyas A. Latif, Sri Nur Aeni, Syafarudin Usman serta yang terakhir Faisal Riza. Pada selang waktu ini, beberapa mahasiswa yang tergabung di dalam Miun dikirim ke luar daerah untuk mempertebal ilmu jurnalistik. Tepat tanggal 25 April 1999 Musyawarah Besar (Mubes) I diselenggarakan. Hari itu menjadi sejarah berdirinya Lembaga Pers Mahasiswa yang ada di Kalimantan Barat. Ketua yang terpilih pada saat itu adalah Mursalin yang kini menjadi Redaktur sebuah Media Harian di Kalimantan Barat. Semenjak itu idealisme pers mahasiswa mewarnai keredaksian dan corak tulisan di Mimbar Untan. Tidak saja untuk menulis tetapi LPMU juga menggalakkan berbagai aktivitas yang terkait dengan dengan pers, baik berupa diskusi, seminar, atau segala macam kegiatan yang mendukung tentang dunia jurnalistik mahasiswa serta idealisme mahasiswa. Setelah berdirinya Untan Voice Radio 107,9 Fm yang menjadi bagian dari LPMU sebagai media siar kampus, job descripsion LPMU berbentuk Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendaraha Umum sebagai pengurus inti dengan dibantu lima divisi yaitu Divisi PSDM, Divisi Penerbitan, Divisi Penyiaran, Divisi Litbang, Divisi Perusahaan.LPMU. Hingga kini LPMU tetap menjaga Idealisme Pers Mahasiswa dengan pembaharuanpembaharuan sesuai zaman dan terus berkarya dengan Kritis, Ilmiah, Religius dan Independen. Salam Pers Mahasiswa ![] 10

Edisi khusus 57 / Thn.XIII / September / 2011


Kampus Civitas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pada awalnya BEM dikenal dengan Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT), baru pada tanggal 28 Maret 1999 berubah nama menjadi BEM. Lembaga ini berada di bawah naungan rektorat dan setingkat UKM. BEM berfungsi sebagai pemerintahan mahasiswa Untan yang tugas dan wewenangnya hampir sama dengan badan eksekutif pemerintahan RI, hanya saja yang menjadi rakyatnya adalah mahasiswa Untan yang ketuanya disebut dengan Presiden mahasiswa (Presma) juga dibantu dengan wakil dan menterinya. Jenis kegiatan BEM antara lain mengakomodasi minat dan bakat mahasiswa, penalaran ilmiah, advokasi dan sebagainya yang sesuai dengan program kerja. Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Untan Mapala Untan berdiri pada tanggal 28 oktober 1982, diprakarsai enam fakultas yang tentunya memiliki kesamaan paham dan pikiran untuk membentuk organisasi pecinta alam tingkat universitas. Sebagai langkah awal pembentukan mapala untan maka diadakan kunjungan kemakam raja Tanjungpura yang terletak di Ketapang. Saat ini Mapala Untan diketuai oleh Agri Aditya Fisesa. Sebagai organisasi yang bergerak dibidang petualangan alam bebas dan lingkungan hidup, mapala untan memiliki beberapa iven unggulan tiga diantaranya ialah. Pendidikan lingkungan hidup usia dini, pengabdian kepada masyarakat, dan ekspedisi wajib. Setelah berdiri lebih kurang selama 33 tahun Mapala Untan dapat menorehkan beberapa prestasi yang diantaranya diproleh pada tahun 1998, penghargaan dari departemen kehutanan dan perkebunan, dirjen perlindungan dan konservasi alam atas peranan konservasi. Pemenang lomba penghijauan dan konservasi alam pada tahun 2008.

Lingkar Ilmiah Studi Mahasiswa (Lisma) Di latar belakangi keperihatinan terhadap minimnya partisipasi mahasiswa Untan dalam aktivitas ilmiah seperti diskusi, lomba penulisan dan kemampuan meneliti maka pada taggal 18 september 2005 didirikanlah lisma yang diharapkan mampu memberi kemajuan dibidang ilmiah serta mengembangkan kemampuan mahasiswa Untan yang telah bergabung. Organisasi yang dipimpin oleh Heni Salwati ini memiliki event unggulan diantaranya, Work Shop Riset Mahasiswa (WRM), Kompetisi Penulisan Mahasiswa (KOMPASS). Selain iven unggulan Lisma juga berhasil menorehkan prestasi, yaitu lolos Pimnas 2010-2011,dan lolos Proposal PKM 2010-2011. Ingin tahu lebih banyak tentang Lisma silahkan kunjungi www.lisma.blogspot.com

Badan Kerohanian Mahasiswa Islam (BKMI) Keinginan mahasiswa muslim untuk membentuk lembaga yang mengangkat nilai-nilai keislaman maka didirikanlah BKMI pada tanggal 19 januari 1982. Organisasi ini bergerak di bidang pembinaan kerohanian mahasiswa yang khususkan bagi mahasiswa yang beragama islam dan membawahi Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang ada masing-masing Fakultas. Menjabat sebagai ketua adalah Dedy Kurniawan. Agenda tahunan BKMI yakni Festival budaya Islam dan MTQ mahasiswa tingkat nasional adalah prestasi yang ditorehkan oleh BKMI. Ingin tahu lebih banyak tentang BKMI silahkan kunjungi www.bkmi-untan.blogspot.com

Korps Sukarela (KSR) PMI Unit Untan Berdiri pada tanggal 22 januari 2005, KSR lebih memfokuskan pada pemberian pertolongan kepada sesame. Berdirinya organisasi ini diplopori oleh Adi Sumariadi yang pada awalnya bergabung di Korps Sukarela PMI kota Pontianak. Saat ini tampu kepemimpinan KSR dipengang oleh Julianti. Peringatan Hari Kesehatan dan Palang Merah Sedunia (HKPMS) merupakan kegiatan rutin KSR. Upacara, aksi simpatik, donor darah sampai bakti sosial adalah rangkaian dalam kegiatan tersebut. dalam menjalankan kegiatannya,organisasi ini selalu berpegang pada tujuh prinsip dasar palang merah yaitu kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan. ingin tahu lebih banyak tentang PMK silahkan bergabung di facebook PMK, KSR PMI Untan@yahoo.co.id Edisi Khusus 57 / Thn.XIII / September / 2011

11


Kampus Civitas Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) Organisasi ini yang didirikan pada tahun 1985 iini diketuai oleh Melki Guslau yang mempunyai visi dan misi yaitu,visinya melayani mahasiswa untuk menerima Yesus Kritus sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi, membina, melatih serta mengutus sebagai alumni Kristen yang menjadi berkat di tengah keluarga, pekerjaan, masyarakat, gereja serta bangsa dan Negara. Salah satu misi PMK yaitu melaksanakan penginjilan agar mahasiswa menerima Yesus kristus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadi.Berikut beberapa dari iven unggulan KMK: Kebaktian Penyambutan Mahasiswa baru (KPMB), Hut PMK, Ketua Pengurusan Mahasiswa (KPM), Ret Kelompok Kecil (RKK), Persekutuan Antar Fakultas. Ingin tahu lebih banyak tentang PMK silahkan bergabung di facebook PMK, pmkuntan@yahoo.com Sarana Pengembangan Seni Mahasiswa Unversitas Tanjungpura (Sarang Semut) Resmi menjadi sebuah UKM pada saat launching Unit Kegiatan Mahasiswa Sarang Semut 14 maret 2009 di Nineteen Cafe. UKM ini merupakan tempat untuk belajar berorganisasi sekaligus mengembangkan minat dan bakat maha siswaUntan. Khususnya yang memiliki bakat di bidang seni baik itu seni musik, seni tari, design grafis, fotografi, seni lukis, serta seni lainnya baik yang bersifat modern maupun tradisional. Iven unggulan adalah Pementasan Tunggal. Sekretariat di Komplek Gedung UKM jalan M.Isja Ingin tahu lebih banyak tentang Sarang Semut silahkan kunjungi www.Sarangsemutuntan.blogspot.com Racana Junjung Buih Untan UKM yang lebih tenar dengan nama Pramuka Untan ini memang merupakan tingkat lanjut organisasi kepanduan di tingkat universitas. Racana Untan berdiri pada 13 desember 1981. Racana memiliki delapan saka yaitu Saka Taruna Bumi, Saka Kencana, Saka Wana Bakti, Saka Bakti Husada, Saka Dirgantara, Saka Bahari, Saka Wira Kartika dan Saka Bhayangkara. Kegiatan tahunan yang dilaksanakan seperti Kegiatan Nasional Kemah Bakti Pramuka Penegak dan Pandega (KBPP), Kursus Orientasi Sedang (KOS), Kursus Orientasi Lanjutan (KOL), atau sekarang dikenal dengan Latihan Kepemimpinan dan Manejemen Pramuka Mahasiswa (LKMPM) 12

Edisi khusus 57 / Thn.XIII / September / 2011

Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK)

Organisasi kerohanian ini berdiri pada tanggal 1 Juli 1990 dibentuk wadah khusus Mahasiswa Katolik yang dikenal dengan KMK dengan BKMK sebagai induk organisasinya. Yang mempunyai visi dan misi yaitu visinya menjadikan organisasi Keluarga Mahasiswa Katolik sebagai wadah pembinaan rohani, sarana Komunikasi, pusat pengembangan kreativitas Mahasiswa dan persiapan kader pemimpin yang Kreatif, inspiratif dan inovatif. Salah satu misi dari KMK yaitu menjadikan KMK sebagai wadah pemersatu seluruh Mahasiswa katolik di lingkungan Untan. Dibawah pimpinan Stephanus Rio, organisasi ini memiliki agenda tahunan yaitu Orientasi Kegiatan Pembinaan (Orbakina), Latihan Kepemimpinan Keluarga Mahasiswa Katolik (LKKMK), Kemah Bakti Sosial Mahasiswa Katolik (KEBASISTO), Ziarah, Dies Natalis. Ingin tahu lebih banyak tentang KMK silahkan bergabung di facebook KMK, @kmk untan, @KMK BERBAGI CERITA.

UKM Peduli Lingkungan Hidup “Hijau Bersih� (UKM PLH Hiber)

Organisasi ini berdiri pada tanggal 8 Oktober 2008 dibentuk untuk membantu upayaupaya peningkatan kualitas Lingkungan Hidup dengan misi menyelenggarakan dan membantu aksi nyata untuk peningkatan kualitas lingkungan hidup, melakukan advokasi dengan lembaga-lembaga lain, melakukan publikasi, edukasi, dan sosialisasi lingkungan. Untuk kegiatan tahun ini di hiber adalah optimalisai program pohon asuh keluarga, rekrument relawan hijau, green mission (event-event lingkungan hidup seperti penanaman, kampanye ke sekolah, green music festival, aksi simpatik dll), talkshow in radio dan tv, pelayanan informasi lingkungan. Hiber)


Kampus Civitas Resimen Mahasiswa (MENWA) Pada tanggal 13 januari 1952 dilakukan mobilisasi dan demobilisasi Brigade 17. Para anggotanya diberi dua pilihan, terus mengabdi sebagai prajurit TNI atau melanjutkan studi. Para mahasiswa membentuk batalyon mahasiswa walawa 59 di jawabarat dan batalyon 17 mei di kalimantan selatan. Menwa adalah rakyat terlatih, merupakan wujud partisipasi mahasiswa dalam bela Negara. Menwa adalah resimen pendidkan yang dapat menjadi lembaga pendidikan bala cadangan. Menwa sebagai komponen cadangan siap untuk mengabdian guna mendukung komponen utama dalam pertahanan Negara. Saat ini memwa dikomandani oleh Jonsi dan berikut adalah iven unggulan yang rutin setiap tahun diadakan, Kursus Kader Pemimpin (SUSKAPIN), Kursus Pelatih Nasional (SUSPLATNAS), Kursus Kader Pelaksana (SUSKALAK).

Persatuan Olahraga Beladiri Untan ( POBU) Organisasi ini dikhususkan bagi mahyasiswa yang ingin belajar dan berlatih seni olahraga beladiri seperti karate, tae kwon do, boxing, kempo, dan olahraga beladiri lainnya. Selain mahasiswa Untan, UKM yang melatih kekuatan fisik dan mental ini juga menerima anggota dari kalangan pelajar. Anggota POBU biasanya berlatih di aula PKM Untan yang letaknya di depan sekretariat POBU dan masih dalam kawasan komplek PKM Untan. Tak jarang juga anggota POBU yang dipercayai untuk mewakili Untan bahkan Kalimantan Barat dalam beberapa event beladiri tingkat regional maupun nasional. UKM KerohanianKeluarga besar Mahasiswa Buddhis ( KBMB) KBMB Untan merupakan Himpunan Mahasiswa buddhis yang tergabung dari seluruh fakultas di Untan yang bergerak dalam bidang kerohanian.KBMB Untan dibentuk dengan dasar ajaran Agama Buddha yang lebih mendalam. KBMB Untan dibentuk dan disahkan pada 30 juni 2001, atas dukungan Dra. Eny Enawaty, dan atas Inisiatif dari saudara hermanto .S,t . sampai saat ini jumlah anggota aktif KBMB berjumlah kurang lebih 200 orang. Saat ini dibina oleh Dra. Eny Enawaty, dan diketuai oleh Belly Oktavianus KBMB Untan juga sering melaksanakan event- evant besar diantaranya perayaan waisak, seminar agama buddha, serta kegiatan dharma wisata. Prestasi lain yang pernah di raih KBMB antara lain lomba sidda dhamma sammajja, lomba ABC ( badminton), serta mengisi tarian waisak di pendopo GUB.

Edisi Khusus 57 / Thn.XIII / September / 2011

13


Cerpen Civitas

Isthikaharah Oleh : Hilda Az Zuhra

isah ini bermula saat aku menggoda teman baikku, Anisa, dimalam hari saat aku datang berkunjung ke rumahnya. Aku tak pernah mengira ejekan yang aku berikan kepadanya akan berujung pada kisah tragis seperti ini. Aku hanya menggodanya dengan mengancam akan memberi tahukan perasaannya kepada orang yang dia suka, Arif. Tapi, dia malah balik mengancamku. Namun, karena aku yakin ini hanyalah candaan, aku tidak menggubris ancamannya, malah semakin manasinya. Aku katakan kepadanya, “katakan saja kepada orang yang aku suka kalau aku menyukainya�. Dan dengan semangat empat lima, dia mengambil hp ku dan langsung menelpon orang yang kusukai dan mengatakan semua perasaanku selama ini. Dan apa yang tidak disangka sangka pun terjadi, orang yang kusukaipun akhrinya tahu secercah perasaanku kepadanya. Aku hanya diam membeku tanpa sadar apa yang terjadi. Kupikir, ini hanya candaan. Tidak mungkin ia akan mengatakannya, sesuatu yang sangat fatal jika benar benar terjadi. Tapi.. oh ya Allah, Nisa benar benar mengatakannya. Aku tahu itu suara Vandy, orang yang kusukai. Aku tahu itu dengan pasti saat Nisa mengarahkan telpon genggamku ke telingaku. “Dan kisah cintaku pun bermula dari sini�... Namaku Rani. Aku adalah seorang yang sangat tertarik dengan agama sejak SMA. Aku tahu tidak ada pacaran sebelum menikah dalam islam. Begitu juga dengan Vandy, orang yang kusukai. Jadi, sesuatu yang sangat lucu dan aneh jika orang sepertiku mengatakan cinta kepada orang yang kusuka, apalagi dengan orang yang mempunyai kesamaan prinsipenganku.Sangat tidak mungkin. Menyukai seseorang itu wajar, tapi, berpacaran... no. Tapi apa yang saat ini terjadi membuatku bingung. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Apa untungnya orang yang kusukai tahu perasaanku. Bukannya itu hanya akan merusak hubungan ku dengan dirinya? Berpacaran juga tidak bisa, lagi pula, belum tentu juga Vandy menyukaiku. Aku pulang dengan membawa kekesalan yang banyak didalam hati. Tanpa semangat dan tanpa berwajah

K

14

manis saat pamitan untuk pulang. Entah apa yang aku pikirkan saat itu. aku hanya berharap, matahari masih memberikan cahanya besok pagi di kehidupanku. Beberapa hari setelah kejadian hari itu, Vandy menghubungiku. Ia menanyakan kebenaran perasaanku padanya. Aku bingung harus berkata apa. Kujawab saja iya dengan menjelaskan bahwa ini semua hanyalah perasaan semu yang tidak perlu dikhawatirkan. Cinta itu wajar kan. Toh aku juga tidak meminta sesuatu yang lebih padanya. Dan ia mengerti apa yang kukatakan kepadanya. Syukurlah, setelah kejadian itu, hubunganku dengan Vandy tidak memburuk, malah semakin baik. Jadi sering berdiskusi bahkan untuk masalah yang sepele. Pada dasarnya, aku dan dia memiliki pribadi yang hampir sama, mulai dari apa yang disukai dan hobi kami. Bisa dikatakan aku seperti bercermin saat melihat dirinya. Dia tidak menggubris perasaanku. Tidak marah dan menjauhi ku karena apa yang aku rasakan terhadapnya. Menerima semuanya perlakuanku dengan santai seakan akan tidak terjadi apa apa diantara kami. Pembicaraan kami pun tergolong pembicaraan yang biasa biasa saja. Sama seperti sebelum dia tahu perasaanku. Dan karena dia tidak menolaknya, aku pun sering iseng mendekatinya sedikit demi sedikit. Aku tahu, saat itu, prinsip ku mulai goyah. Aku lebih banyak memberikan keringanan kepada diriku. Kupikir, tidak akan terjadi masalah besar kalau aku sedikit lebih mendekat kepadanya. Bibit bibit cinta pun mulai tumbuh dan bersemi. Entah kenapa, aku semakin menyukainya. Vandy tidak pernah marah dan melarangku untuk menyukainya. Ia membiarkan aku melakukan apapun yang aku inginkan. Ia memberikanku lampu hijau untuk menyukainya. Mungkin karena ia tidak ingin menyakiti perasaanku yang halus dan mudah tersinggung ini. Dan aku sangat senang dengan semua itu. Lama sudah semenjak kejadian itu. Aku semakin dekat denganya, jadi sering datang berkunjung kerumahnya dengan alasan meminjam sesuatu atau apapun alasannya asal bisa dijadikan alasan agar aku bisa bertemu dengannya. Dan terkadang, aku , Nisa dan dia jalan bersama hanya untuk sekedar makan atau

Edisi khusus 57 / Thn.XIII / September / 2011

membeli sesuatu. Bahkan, terkadang, ia pun sering datang berkunjung kerumahku dengan berbagai alasan. Makan bersama, jalan bersama, melakukan berbagai aktivitas bersama, menjahit bersama dan segudang aktivitas bersama dengan dirinya. Dan karena itu, semakin hari, aku semakin sadar, aku semakin menyukainya, juga semakin takut jika jodohku ternyata bukan dirinya. Aku juga perlahan lahan menjauh dari teman temanku karena lebih sering bersama dengan dirinya. Entah kenapa semua itu terjadi. Aku pernah menanyakan kepadanya, apakah ia menyukaiku atau tidak. Tapi, ia selalu mengelak. Mungkin, cinta ini hanya aku saja yang merasakannya. Biarpun hanya aku yang merasakannya, suasana seperti ini sungguh menyenangkan. Sayang untuk dilewatkan. Tanpa kuketahui, Nisa pun diam diam mencari tahu, apakah Vandy menyukaiku atau tidak. Mereka bahkan sering menyuruhku pulang duluan jika kami bertiga sedang berkumpul. Aku sering bertanya apa yang mereka bicarakan disaat aku sudah pulang. Tapi, Nisa tidak pernah memberi tahu ku. Ia malah menyuruhku untuk bertanya kepada Vandy. Lama sudah tingkah laku anehku ini muncul. Dari seseorang yang tidak pernah telpon telponan dengan laki laki atau sekedar jalan bareng dengan mereka, bahkan berkunjung kerumahnya. Aku tidak pernah melakukan hal hal seperti itu sebelumnya, apalagi niatnya hanya untuk bertemu dengan orang yang aku sukai. Aku gelisah. mulai mempertanyakan tingkahlaku ku sendiri.


Cerpen Civitas Apakah yang aku lakukan ini sudah benar. Atau, sebuah . Kalau aku salah, kenapa mereka tidak memberitahuku, Apa karena teman temanku tidak sadar akan tingkah laku baruku. Atau aku terlalu tertutup kepada mereka, sehingga mereka tidak tahu apa yang sedang aku alami. Aku pun memberanikan diri untuk berdiskusi dengan guru ngajiku. Aku tak mau, hanya karena hal hal seperti ini, aku kehilangan hal yang paling berharga dalam hidupku. Guru ngajiku pun berkata, bahwa pacaran itu hanya simbol, yang tidak di perboleh kan dalam islam itu adalah hal hal yang mendekati zinah. Tidak pacaran pun kalau kita melakukan hal hal yang mendekati zinah , itu tidak di perbolehkan. Karena, siapa yang bisa tahu, kapan hasrat dan keinginan kita bisa timbul dengan sangat tinggi. Kalau iman kita sedang lemah, keinginan itu bisa saja kita teruskan dan itu bisa merusak kehidupan kita. Lupakanlah,relakanlah, mumpung perasaan itu masih rendah,dan, masih bisa diredam. Kalau ternyata dia bukan jodohmu, kau bisa menangis darah karenanya. Berbuat dosa itu, membuat hati tidak tenang. Semalam suntuk aku memikirkan hal ini. Karena kepalaku sudah sangat buntu, aku memutuskan untuk meletakkan keningku di hadapan Allah. Memohon petunjuknya tentang apa yang seharusnya aku lakukan. Jika memang dia lah jodohku, maka jalan itu pasti akan terbentang. Namun, jika memang dikemudian hari, ternyata ia bukanlah jodohku, aku berharap Allah menjauhkanlah aku darinya dengan cara yang tidak menyakitkan. Atau, kalau ternyata dialah jodohku, dan mengetahui dirinya adalah jodohku saat ini,dapat merusak kehidupanku, aku juga berharap Allah menjauhkan ia sesaat sampai waktu yang tepat untuk mendekat itu datang.

Esok paginya, keinginanku untuk memutuskan perkara ini pun sudah mantap. Aku datang kerumahnya dengan membawa sebuah buku sebagai alasan kedatangan. Setelah memberikan buku itu, aku menjelaskan panjang lebar pemikiranku tentang kejadian yang selama ini sudah terjadi antara aku dan dirinya. Aku katakan, aku merasakan kegundahan hati, dan kebimbangan yang besar setiap kali hendak bertemu dengan dirinya. Aku tahu, apa yang akulakukan itu salah, tapi, karena aku menyukainya, aku menolak hati nuraniku. Aku juga bertanya kepadanya, apakah ia juga merasakan hal itu. dia hanya mengangguk, dan mengatakan “semua orang yang berprinsip pasti merasakan kegundahan saat prinsipnya mulai tergoyahkan�. Aku katakan padanya, aku tidak tahu perasaannya kepadaku, tapi, aku harap, jika dialah jodohku, suatu saat nanti, aku pasti akan ada jalan yang akan mendekatkan aku dan dia kembali. Aku siap kehilangan dia sebagai orang yang spesial di hatiku, tapi aku tidak kehilangan dia sebagai sahabat. Dia pun mengerti apa yang aku katakan.Aku senang, dialah orang yang aku sukai. Karena, aku tidak perlu takut hubunganku dengan dirinya rusak hanya karena masalah seperti ini. Beberapa hari setelah itu. Vandy pun kembali kuliah di pulau jawa dan meniggalkan pulau kalimantan, tempat ku saat ini. Jawaban solatku pun muncul satu minggu setelah keberangkatannya. Saat aku jalan jalan didepan rumahnya. Aku melihat ada tulisan “di jual� di pintu rumahnya. Aku menyuruh temanku menanyakan hal itu kepadanya, dan ternyata, orang tuanya di pindah tugaskan ke balik papan. Dan itu artinya, aku tidak akan melihatnya lagi disaat liburan kuliah tiba, atau bahkan mungkin, aku tidak akan bertemu dengannya lagi. Aku sedih mendapati kejadian ini. Mungkinkah dia bukan jodohku?

Itulah yang kupikirkan berkali kali. Tapi, aku percaya, Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya. Yang baik untuk yang baik dan yang buruk untuk yang buruk. Hampir tiap malam aku meneteskan air mata karenanya. Mengingat aku mungkin tidak punya kesempatan untuk bertemu dengannya lagi. Nisa tahu kesedihanku, dan ia pun mengatakan semua percakapannya dengan Vandy. Aku hanya bisa berlinang air mata saat mendengarnya. Vandy ternyata juga menyukaiku. Tapi, karena ia tidak ingin memberikanku harapan palsu, ia pun menyimpan perasaannya itu rapat rapat, dan hendak mengatakannya disaat waktunya sudah tiba. Ia mengerti, masa depan tidak selamanya sama dengan yang kita inginkan. “Aku hanya tidak ingin membuat Rani hancur seperti engkau hancur hanya karena masalah cinta. Ia gadis yang solehah, dan tidak sepantasnya hancur hanya karena masalah cinta...� Itulah yang dikatakannya kepada Nisa saat itu. Aku hanya bisa tersenyum bahagia saat mendengar semuanya dari Nisa. Aku semakin percaya, bahwa yang baik pasti hanya untuk yang baik. Kita tidak pernah tahu siapa jodoh terbaik kita, yang baik didepan mata belum tentu terbaik untuk kehidupan kita. Jadi, serahkan saja semuanya kepada Allah, karena Dialah yang lebih mengetahu mana yang terbaik untuk kehidupan kita. Terkadang, aku masih berharap dialah jodohku. Kalau ternyata aku memang adalah orang yang bisa membahagiakan dirinya, dan dia bisa membahagiakan diriku, jalan untuk merajut kembali cinta itu pasti akan tiba tidak lama lagi. Aku percaya itu. tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Asam dan ikan yang jauh pun pada akhirnya bisa bertemu di kuali penggorengan.[]

Edisi Khusus 57 / Thn.XIII / September / 2011

15


Foto Civitas

Telepon umum yang yerletak di halaman Fakultas Pertanian hanya tampak sebagai hiasan saja (12 Juli 2011).

Kadiv penerbitan LPMU, Ayu Gintari ( dua dari kanan) berfoto bersama Perwakilan LPM Se-Indonesia saat PJTL di Surabaya (27 juli 2011)

Foto bersama antara pengurus LPMU dan Pengurus BKMI dalam rangka BKMI goes Pelantikan pengurus LPM Mimbar Untan Periode 2011-2012 oleh to kampus, di sekretariat LPMU (24 sept Purek III Untan, Prof. Dr. Edy Suratman 2011)

Edisi khusus 57 / Thn.XIII / September / 2011

Civitas edisi 57  

Buletin Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you