Page 1

Risk Assessment BKI Untuk Proyek Kabel Bawah Laut PT. PLN

KLIK

MAJALAH

PROFIL Kepala Cabang BKI Klas Batam Punya Hobi Sejalan Dengan Hidup PROFIL Kepala Cabang BKI Klas Palembang Kerja Tekun, Kerja Rajin, & Maju Bersama

www.bki.co.id

EDISI 48, Juli 2018

BKI more reliable

JEFFREY B. MASSIE tingkatkan semangat kebersamaan

PROFIL Kepala Cabang BKI Komersil Palembang Raih Kerjasama Dengan PLN

semangat kebersamaan KLIK BKI Terbit sejak Desember 2015 dan kemudian disahkan berdasarkan SK Direktur Utama : DU.132/LT.003/KI-18 tanggal 21 Mei 2018


KLIK BKI Edisi Juni 2018 y Diresmikan

I - BKI Academ dung Graha BK

-54: Ge

Kado HUT BKI ke

KLIK MAJALAH

EDISI 48, Juli

www.bki.co.id

2018

BKI le more reliab

din Rusdin Halu

pt. Komersil Hingga Kade Dari Staf OB

A

pa yang terjadi di bulan-bulan sebelumnya adalah sebuah peristiwa yang bisa saja ter jadi dimasa depan, hal tersebut dapat men jadi pembelajaran dimasa depan bagi insan BKI. BKI semakin baik kinerjanya, atau se makin memburuk?

aru BKI Anggota B Di EQUASIS cab BKI profil ka AKASSAR M ng ba Ca

s a l h k I a j Ker & Jujur

ber 2015 KLIK BKI Terbit sejak Desem arkan n berdas dan kemudian disahka /LT.003/KI-18 SK Direktur Utama : DU.132 2018 Mei 21 tanggal

, hobby GOLF ORKING bikin NETW AK MAKIN BANY

2

KLIK

BKI more reliable

EDISI 48 • JULI 2018

han, hobby pana bikin hidup up lebih hid

Kejujuran dan ikhlas dalam bekerja menjadi kunci bagi keberhasilan sese orang dalam hidupnya, ada pula yang sekali mendayung dua-tiga pulau terla mpaui dengan prestasi yang membang gakan.


Daftar Isi Redaksional 05 Raker Evaluasi Juli 2018 06 Rapat Holding Bahas PKB 08 ‘Pembunuh’ yang tak pandang usia 18 JEFFREY B. MASSIE Tingkatkan Semangat Kebersamaan

10

BKI Update 20 Surveyor BKI On Duty 26

Sinyal-sinyal Lembut Dirupsi 28 Preliminery Sharing WIG 34

14

BKI Millenials 35-38

Kacab BKI Klas Batam : Punya Hobi Sejalan Dengan Hidup Kacab BKI Komersil Palembang : Kerjasama Komersil Palembang & RnD Raih Proyek Kabel Bawah Laut PT PLN

22

Kacab BKI Klas Palembang: Kerja Tekun, Kerja Tim, & Maju Bersama

4

KLIK

BKI more reliable

EDISI 48 • JULI 2018

30


Dari Redaksi Salam Redaksi! Peringatan HUT BKI ke-54 sudah kita lalui dengan semangat kebersamaan melalui berbagai acara dan apresiasi kita masingmasing diberbagai kesempatan, baik melalui ucapan di media sosial, ikut serta dalam upacara peringatan HUT BKI, dll. Tanggal 1 Juli setiap tahunnya adalah moment berharga, tidak hanya untuk perusahaan, tapi juga masing-masing pribadi kita insan BKI tentunya. Mungkin tidak pada tanggal itu kita semua mulai bekerja di perusahaan jasa klas (dan komersil) satu-satunya milik bangsa ini, walaupun bukan satu-satunya perusahaan di bidang yang sama berada di Negeri tercinta kita, Indonesia.

Lepas dari peringatan HUT BKI, 1 Juli 2018, semangat kita akan dituangkan lagi menyambut hari bersejarah bangsa Indonesia, lepas dari penjajahan fisik dan non fisik penjajahan Belanda dan Jepang. Perlu kita cermati, penjajahan tidak akan pernah lepas, musuh akan senantiasa mengintai. Jadi kita jangan lah lengah sedikitpun, meskipun secara fisik tidak akan terlihat lagi model penjajahan tersebut di tanah air ini.

meningkatkan kerjasama yang lebih baik lagi disetiap aspek dan menjaga kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi untuk mendapatkan target, capaian dan hasil yang baik. Hendaknya kita terus menjaga profesionalitas dan pelayanan yang handal di masing-masing bidang.

Sesuai dengan slogan HUT RI Ke-73 “ Kerja Kita Prestasi Bangsa�, mari kita bekerja Mengisi kemerdekaan adalah tugas anak-anak bangsa. Kita, adalah anak- untuk mewujudkan prestasi anak bangsa itu. Rasa bangga sebagai bangsa yang lebih baik lagi... anak bangsa hendaknya menjadikan kita penuh dengan kreativitas, semangat menelurkan ide yang membangun bangsa ini, kita salurkan melalui inovasi dalam pekerjaan kita di perusahaan ini, BKI. KLIK BKI menghimbau agar visi dan misi kita menyatu, saatnya BKI Pusat dan Unit Produksi

DEWAN PENASEHAT : Direksi PT BKI (Persero) | Sekretaris Perusahaan : Jeffrey B.Massie|Koordinator : SM Komunikasi Korporasi| DEWAN REDAKSI : Erry Sanjaya Djayus, Andri Suryawan, Aditya Trisandhya Pramana, Andri Rezeki | REDAKTUR PELAKSANA : Andri Rezeki | Kontributor : Andi Bahrun Saad, M.Yusuf, BKI Millenials : (Raga D. Purwanto, Fitria, Fajar Luthfilayubi, Ratnaning F. Endartyana, Satria Aldi Pramana, La Ode M.Ichsan, Choirun Cahyo Abdi), Gde Sandhiyana Pradhita, Bambang Irwan, Cabang K e l a s & K o m e r s i l , S B U , d a n D i v i s i . Terbit sejak Desember 2015 dan kemudian disahkan berdasarkan SK Direktur Utama : DU.132/LT.003/KI-18 tanggal 21 Mei 2018

Redaksi KLIK BKI EDISI 48 • JULI 2018

KLIK

BKI more reliable

5


RAPAT EVALUASI KERJA SEMESTER I 6

KLIK

BKI more reliable

EDISI 48 • JULI 2018


Pada intinya, Rapat Evaluasi Kinerja Semester I - 2018 ini merupakan bagaimana pencapaian target 2018 untuk semester II - 2018 dapat tercapai dengan baik tanpa ada yang tertinggal atau menjadi PR dikemudian hari, demikian arahan dari Komut-Sukatno. Dirut BKI- Rudiyanto pada intinya menegaskan pentingnya evaluasi Kinerja Semester I 2018 ini sebagai warning bagi seluruh kepala cabang maupun kadiv bahwa tidak hanya persiapan menghadapi Holding BUMN Jasa Survey, tetapi jauh lebih besar dari itu adalah BKI Go Internationai, persyaratan ke anggotaan IACS yang terus dikejar

Sementara itu, Direktur OperasiMuhamad Cholil secara teknis menggaris-bawahi bahwa surveyor BKI harus sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, intinya adalah upgrade surveyor harus cepat dilakukan dengan berbagai familiarisasi terhadap project yang akan dihadapi. Pada raker tersebut, poin penting lainnya yang disampaikan oleh Dirops adalah control dari setiap kepala cabang terhadap seluruh laporan survey yang dibuat oleh surveyor. Dirops mengharapkan agar kepala Cabang dapat mengevaluasi setiap laporan surveyor dengan sebaik-baiknya, termasuk jadwal-jadwal survey yang diharapkan tidak membuat laporan tersebut mengalami keterlambatan.

Arahan penting juga disampai kan oleh dua direksi BKI, Direktur PSD Saifuddin Wijaya dan Direktur Keuangan & Administrasi - Timbul Tambunan yang menekankan pada peningkatan kinerja untuk pencapaian target di Semester II 2018. Meningkatkan Efisiensi biaya serta komunikasi dan koordinasi yang lebih terarah dapat mem percepat proses bisnis BKI ke depannya.

EDISI 48 • JULI 2018

KLIK

BKI more reliable

7


PERTEMUAN HOLDING PEMBAHASAN TENTANG PERJANJIAN KERJA BERSAMA

8

KLIK

BKI more reliable

EDISI 48 • JULI 2018


Pembahasan Rapat Holding pada Pertemuan Rabu lalu, tanggal 18 Juli 2018 di Ruang Rapat Lt. 5 Kantor Pusat PT BKI mencakup tentang 4 poin.

Poin pertama membahas sarana hubungan industrial yang ada di masing-masing perusahaan (BKI, SCI,dan SI). Poin kedua membahas Perjanjian Kerja Bersama/PKB yang diterapkan dimasingmasing perusahaan. Poin ketiga adalah pembahasan tentang serikat pekerja yang terbentuk dimasing-masing perusahaan, dan poin keempat adalah pembahasan mengenai dinamika yang berkembang di masing-masing perusahaan.

Terkait ruang lingkup tersebut, akan dilakukan dalam bentuk Project Implementation Plan (rencana implementasi proyek) dengan tujuan sbb : dalam rangka mengetahui dan memahami ketentuan, sarana hub. industrial, dan dinamika hub. industrial di tiga perusahaan (BKI, SCI, dan SI). kedua untuk mengetahui batasan terkait ketentuan kepegawaian di tiap perusahaan. Serta, membangun keserasian dan keharmonisan hub.industrialnya.

Proyek ini akan dilakukan oleh Tim yang terdiri dari Kepala Unit yang membawahi kepegawaian serta kepala bagian dan kepala sub bagian yang membawahi hub. industrial di tiap perusahaan. Pendekatan manajemen pengelolaan proyek yakni dalam waktu tiga bulan pertama tim akan bekerja secara terjadwal dan bergilir baik mengenai pembahasan maupun tempat pertemuan.

EDISI 48 • JULI 2018

KLIK

BKI more reliable

9


Tingkatkan Semangat Kebersamaan

RIWAYAT PEKERJAAN Pegawai Percobaan-1988 Asisten Surveyor1Div.MesinListrik-1989 Surveyor Div.MesinListrik-1991 Pj. Kabag Listrik Div.MesinListrik-1997 Kabag Produksi&Operasi-2002 Kabag Pemasaran-2004 Ka. Bid.Pemasaran&Operasional Teknik-2004 Ka. Divisi Konsultasi&Supervisi-2006 Inspektur Utama Senior-2009 Pemeriksa Senior-2009 Ka. Div Sistem Manajemen-2014 Ka. Div Manajemen Strategik-2015 Ka. Div Sekretaris Perusahaan sejak 28 Desember 2017 Lulusan Teknik Elektro Universitas Hasanuddin, Makassar

JEFFREY B.MASSIE

KEPALA DIVISI SEKRETARIS PERUSAHAAN PT BIRO KLASIFIKASI INDONESIA (PERSERO)

10 KLIK

BKI

EDISI 48 • JULI 2018


Tingkatkan Konsolidasi Internal dan Terapkan Nilainilai Kebersamaan Untuk BKI yang Lebih Baik Lagi Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan, Jeffrey B. Massie menuturkan perlu adanya upaya meningkatkan konsolidasi di internal perusahaan baik melalui rasa kebersamaan yang tinggi, serta rasa persaudaraan yang baik, sehingga kinerja semakin meningkat dalam kinerja pribadi, maupun kinerja divisi. Salah satu yang menjadi kunci adalah menjaga komunikasi. Komunikasi perlu dijaga agar konsolidasi semakin kuat. Menurut pria yang memiliki hobi berbagai macam olahraga itu mengatakan, bahwa perusahaan klasifikasi satusatunya milik bangsa Indonesia ini sangat perlu dijaga keberlangsungannya dengan berbagai pengembangan. Bincang-bincang ringan KLIK BKI di ruang kerjanya di lantai 5 Kantor Pusat BKI bersama pria kelahiran Donggala (Sulawesi Tengah) itu menuturkan bahwa, keberlangsungan perusahaan melalui pengembangan baik itu pelayanan maupun mencreate

portofolio baru, itu sangat lah penting. “Sebab, kan BKI adalah perusahaan dengan produksinya berupa jasa. Pelayanan dari jasa-jasa itu perlu ditingkatkan agar pelanggan merasa senang dan puas dengan BKI, lalu BKI dengan jaringan-jaringannya membangun suatu portofolio bisnis yang baru, sehingga ini perusahaan terus berkembang”, ujarnya.

“Mungkin kita bisa rekrut orang seperti ini, dan dilatih untuk memiliki keterampilan khusus, profesional, kalau menawarkan jasa BKI itu ya begini cara ngomongnya, seperti ini cara memberikan penjelasan kepada pelanggan dan tentu saja punya kesabaran yang tinggi” ungkap Jeffrey.

Tingkatkan Pelayanan Kepada Pelanggan melalui metode Customer Call Service “Selayaknya, ada satu tim yang memonitor dan menjalin hubungan dengan pelanggan. Seperti halnya pihak perbankan yang menawarkan penggunaan kartu kredit via telepon dengan cara-cara yang sopan, menarik, dan kadang-kadang dengan biaya murah diawal”, tutur Kadiv Sekper itu dengan senyumannya yang khas. Memang kenyataannya hari ini BKI belum ada petugas khusus yang menangani pelayanan telepon kepada pelanggan. Kalau diadakan, tentunya akan memerlukan training khusus sehingga layak dan betul-betul menjadi seperti petugas bank yang menelepon seluruh pelanggannya untuk menawarkan berbagai jasa perbankan.

Menurutnya, pelayanan Customer Call Service belum pernah ada di BKI, dan ide seperti ini perlu dicoba. Bisa saja dengan penempatan karyawan-karyawan potensial dari BKI yang sudah mengetahui aspek-aspek bisnis BKI secara keseluruhan. Cara seperti ini bisa saja dilakukan apakah dengan metode gratis ataupun berupa bayaran secara online. Ini juga dapat masuk sebagai kategori pelayanan konsultasi secara online dari BKI. Tidak hanya itu, konsultasi secara online terkait survey, inspeksi dan sertifikasi baik class komersil, yang berkaitan dengan hal teknis maupun non-teknis bisa dilakukan melalui cara ini. Metode ini tidak harus menunggu telepon masuk, tapi bisa menelepon stakeholder satu per satu. Meskipun terlihat sederhana, perlu perencanaan yang matang, sehingga hal ini dapat terlaksana dengan baik.

EDISI 48 • JULI 2018

KLIK

BKI more reliable

11


Tingkatkan Disiplin sejalan dengan penataan dokumen yang baik Meskipun jaman now adalah serba digital dan canggih, namun dalam hal penataan dokumen tidak sepenuhnya dapat secara digital, masih banyak dokumen-dokumen manual yang perlu keterampilan dan mood yang baik untuk menatanya. Contohnya dengan mempunyai pegawai yang telaten dan teladan. Seperti yang dijelaskan sebelumnya oleh Jeffrey, bahwa ada seorang pegawai BKI bernama Rajin Sitorus. Setiap cabang yang dia tempati untuk bertugas, seluruh piutang di cabang tersebut dalam waktu yang cepat berada pada posisi nol, artinya tidak ada piutang lagi. Fakta sebelumnya, piutang di cabang tersebut menumpuk terlalu banyak dengan dokumen-dokumen piutang. Rajin Sitorus lalu menata dan membereskan seluruh piutang dengan kejar pelanggan dan akhirnya target cabang selalu tercapai tepat waktu. Jeffrey menuturkan orang seperti Rajin Sitorus layak menjadi contoh insan BKI. “Padahal waktu itu teknologi belumlah secanggih sekarang” tuturnya sambil tergelitik. Menurut Jeffrey rahasia Rajin Sitorus sanggup mengejar target penyelesaian piutang dengan cepat, karena ia mulai dengan penataan dokumendokumen/filing yang rapi, sehingga bekal tersebut membuat segala sesuatunya menyangkut piutang cepat selesai. Bahkan, seluruh dokumen terkesan terlalu rapi dan diantara rekan kerja ada yang tidak suka dengan kerjanya. Hal inilah kunci dari segala kesuksesannya menyelesaikan seluruh piutang dengan cepat. “Saya tahu tentang hal itu ketika Rajin Sitorus menjadi staf khusus di Konsultansi dan Supervisi/KS (sebelum berganti nama menjadi SBU) yang saya pimpin waktu itu. Sebab seluruh dokumen KS disusun rapi oleh Rajin Sitorus”, terangnya.

12 KLIK

BKI more reliable

Hobi bagi Jeffrey pastinya menyesuaikan pekerjaan Dulu hobinya adalah bermain tenis, sebab kondisi kantor pada waktu itu punya lapangan tenis. Setiap sore setelah jam kerja, ia dan rekan-rekan BKI yang hobi tenis turun kelapangan dan bermain tenis. Cerita Jeffrey, sebelum ada tenis, BKI punya tim sepak bola, dan setiap hari sabtu tim BKI main bola lawan tim Denmark (orang kedutaan), tim Jerman atau tim Belanda. Sedangkan pelatihnya adalah dari orang PSS. Jeffrey mengatakan terkadang ia dan tim BKI bermain melawan tim Belanda ataupun Jerman dengan jadwal yang tidak ditentukan sang pelatih. 'Jadi kagetan saja', kata Jeffrey. Seingatnya, pernah suatu ketika menjadi hari yang paling berkesan bagi orang-orang BKI waktu itu adalah bermain sepak bola di GBK senayan, BKI vs PSSI Senior. Saking asyiknya bermain, sampai-sampai anggota BKI yang sudah bermain tidak mau digantikan oleh pemain cadangan yang orang BKI juga, padahal sama-sama ingin bermain. 'Masa bodo deh sama temen sendiri, ampe rebut-rebutan, tapi tidak jadi persoalan karena permainan seru dan mengasyikkan', tuturnya. Meskipun PSSI Senior sudah termasuk diusia yang bukan lagi muda, namun Jeffrey benar-benar melihat bahwa mereka bermain dengan baik, dan tim BKI tetap saja kalah, meskipun masih muda-muda dan termasuk memiliki energi yang banyak untuk bermain. Lepas bermain bola kaki, hobi tenis ia tekuni. Suatu ketika, Jeffrey mengatakan BKI pernah juara dalam pertandingan tenis dalam rangka memperingati hari perhubungan, dan itu dua kali berturut-turut BKI juara bertahan. Era tenis baginya selesai ketika golf pun menjadi prioritas. Bagi Jeffrey, Golf memiliki tantangan lain. Bermain golf itu membuat sang pemain harus memiliki kejujuran.

EDISI 48 • JULI 2018

“Kita harus tingkatkan konsolidasi internal yang kuat, kekuatan itu didapat dengan adanya upaya-upaya meningkatkan kebersamaan di internal BKI” [Jeffrey B.Massie] “Bermain golf prinsipnya jujur, entah bola bergeser kearah mana kita hanya mengira-ngira, sementara kita main berempat, satu pukul bola kearah sini, sana, dan siapa yang lihat kalau bola nya geser, dan tiba-tiba saja bola sudah berada di suatu tempat kan?, dan akhirnya kejujuran-lah yang ditanya”, katanya. Yang paling berkesan saat menjadi surveyor Sewaktu jadi surveyor, Jeffrey bercerita bahwa ia lebih banyak bantu cabang untuk survey komponen, lalu pengujian komponen, dan ia-lah surveyor satu-satunya yang melakukan tugas survey untuk system otomasi kapal. “Saya ditraining 3 bulan untuk system otomasi kapal, waktu itu di Jerman, terkait model-modelnya dan bagaimana soal survey nya, dan sepertinya tidak ada lagi surveyor setelah saya di BKI yang dapat sertifikat untuk survey sistem otomasi kapal” ungkapnya. Kira-kira tahun 1990-an, ia pernah menjadi narasumber seminar internasional. Ia mengatakan terilbatnya ia dalam sebuah seminar karena diminta oleh direktur BKI waktu itu untuk presentasi dalam seminar internasional yang diadakan oleh BPPT. Era Habibie pimpin BPPT. “Waktu itu saya diminta menyusun materi. Setelah materi siap, lalu saya tiba-tiba saja langsung diminta untuk membawakan materi tersebut, tentu saja saya kaget sekali, meskipun saya tergolong sangat muda di BKI, tapi ini adalah sesuatu yang luar biasa bagi saya waktu itu” tuturnya.


Jeffrey B. Massie, bersama Direktur Pengembangan Sumber Daya Saifuddin Wijaya berfoto bersama disela-sela main golf bersama stakeholder BKI. Diantara stakeholder tersebut adalah Ketua DK3N (Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional)- Sugeng Priyanto (tengah kiri) yang juga menjabat sebagai Dirjen PPK&K3 Kemenaker) Foto : Boting

Bersama asisten surveyor, Jeffrey lalu mengatakan bahwa ia membawakan materi itu dengan cukup baik. “Menariknya adalah saya kemudian diberi amplop oleh panitia, besarnya waktu itu cukup lumayan untuk 3 bulan gaji yang waktu itu gaji saya hanya 650ribu rupiah. Saya kaget lagi, karna jumlahnya yang lumayan. Hal tersebut merupakan suatu anugrah bagi saya, karena sesekali mendapatkan hal tersebut. Langsung saja saya bersama asisten menuju kafe untuk menikmati hasil pencapaian hari itu”, imbuhnya sambil tersenyum senang. BKI Go International – Selangkah lagi! Kalau ada kapal kelas IACS pindah ke klas BKI, dokumendokumen yang ada diatas kapal tersebut pun harus ikut pindah ke klas BKI. Hal ini sudah menjadi persyaratan di IACS, tapi itu yang jadi kendala di BKI. Jeffrey menuturkan dalam menuju keanggotaan IACS, BKI sudah siap sebenarnya, tetapi persyaratan IACS itu lantas berubah sebulan sebelum aplikasi BKI masuk. Seingatnya pada tahun 2016, ia, Pak Rudi-Dirut dan bersama tim BKI langsung ke kantor pusat IACS bawa dokumen yang lengkap, termasuk surat pengantar dari Menhub Jonan. Setelah dokumen itu diserahkan, November 2016 BKI sudah terima surat bahwa dokumen BKI diterima dan status BKI sebagai applicant status, artinya BKI sudah diakui sebagai badan klasifkasi. Itu adalah tahap pertama. “Sebelumnya yang bilang bahwa BKI itu badan klasifikasi ya kita-kita aja. Tapi setelah itu IACS mengakui BKI sebagai badan klasifkasi” tuturnya. Diantara persyaratannya itu antara lain seperti Global Based Standard untuk kapal-kapal tanker besar lebih kurang 150ribu DWT keatas. Sementara badan klasifikasi asing itu harus menerapkannya dan diaudit oleh IMO. Tahap kedua yaitu, kapal-kapal yang terdaftar pada suatu badan klasifikasi harus memiliki flag state dengan posisi white list. Sementara flag state Indonesia berada pada posisi black list.

BKI mendorong agar Pemerintah pun keluar dari kategori tersebut dan mampu meraih posisi white list. BKI punya peran besar untuk maritim Indonesia dan peluang portofolio baru Jeffrey menuturkan dari 160-an kapal tol laut yang sedang dibangun pemerintah (dalam proses) seluruhnya akan masuk dalam klas BKI, namun lagi-lagi komponennya sebagian besar masih import, ini sebuah tantangan. “BKI tidak boleh tinggal diam dalam hal ini. Tidak boleh diam hanya berpangku tangan saja. Yang punya ide-ide dan pengalaman harus turut andil memberikan solusi agar permasalahan itu terpecahkan”, tuturnya. Menurutnya BKI perlu melakukan sinergi dengan BUMN lain, BUMD dan swasta nasional untuk membentuk suatu portofolio baru. Ini juga penting, karena kedepan jika BKI ingin tetap survive dan terus berkembang perlu dilakukan sebuah inovasi dalam bisnis. “Sinergi dengan BUMN/BUMD ataupun swasta nasional menciptakan lapangan kerja baru merupakan sebuah keniscayaan, bukan tidak mungkin. Tetapi perlu kajian-kajian lalu membuat action plan, dan pada akhirnya membuka model kerja serta peluang yang baru” , tutur Jeffrey. Sebagai contoh, BKI dapat melakukan pendekatan dengan Pindad, PT LEN, PT Barata, PT Boma Bisma Indra. BUMN ini memproduksi suatu perlengkapan mesin. BKI dengan beberapa perusahaan ini bisa melakukan sinergi untuk membentuk suatu protofolio baru dengan memproduksi peralatan yang digunakan diatas kapal (TKDN), karna kapal dibangun di dalam negeri, 70 % TKDN impor, termasuk mesin bantu, bahkan mesin induk tidak mampu produksi sendiri. “Perlu dibuktikan bahwa BKI bisa sinergi dengan perusahaanperusahaan tersebut, sehingga meningkatkan TKDN. Oleh karena itu, kita harus tingkatkan konsolidasi internal yang kuat, kekuatan itu didapat dengan adanya upaya-upaya meningkatkan kebersamaan di internal BKI", pungkasnya.

EDISI 48 • JULI 2018

KLIK

BKI more reliable

13


Arief Nurtjahjo Kacab Klas

BATAM RIWAYAT PEKERJAAN Pegawai Percobaan 1996 Asisten Surveyor I 1997 Surveyor Cabang Palembang1998 Surveyor Cabang Surabaya 2001 Surveyor Divisi Survey 2005 Surveyor Cabang Semarang 2006 Surveyor Senior II Cabang Semarang 2007 Kepala Cabang Padang 2008 Kepala Cabang Singapore 2011 Kepala Cabang Singapore 2013 Kepala Cabang Klas Batam 2015 - sekarang

HOBBY KERJA - KERJA - KERJA

MOTO HIDUP Happy in Work Serious in Life

Kacab Klas Batam,:

Punya Hobi Sejalan dengan Hidup 14 KLIK

BKI more reliable

EDISI 48 • JULI 2018


KLIK menanyakan kembali soal hobinya itu, sebab hobi merupakan hal-hal yang disukai seseorang dalam bentuk kegiatan yang sesekali dilakukan tapi rutin. Namun bagi Arief-sapaan karibnya, kerja adalah bagian dari hidup, yang senantiasa harus ia lakukan, sehingga kerja yang ia tekuni saat ini sudah merupakan impian sejak lama dan jarang orang lain dapat meraihnya dengan sekejap. Bahkan mungkin hanya sekedar impian bagi mereka yang menginginkan pekerjaan tersebut.

Kepala Cabang Utama Klas Batam-Arief Nurtjahjo punya moto hidup “happy in work,serious in life”. ia pada prinsipnya harus senang dalam bekerja dan hidup dijalur yang lurus (serius). Pasalnya, Pria yang pernah mendapat amanah sebagai kacab Singapura ini di tahun 2011-2013 punya hobi yang berbeda dari orang umumnya. “Hobi saya kerja, kerja, dan kerja” katanya sambil tersenyum saat dikunjungi KLIK BKI di Bulan Ramadhan 1439 H yang lalu, di Batam.

Lalu KLIK mencoba kembali mempertegas bahwa Arief senang dengan pekerjaannya itu, berprofesi sebagai surveyor, tekun dan berusaha amanah dalam menjabat sebagai kepala cabang yang saat ini Batam sebagai area kerjanya, sehingga lambat-laun kerja itu sendiri terus membuatnya senang. Bahkan, ia ingin memberikan yang terbaik bagaimana ia bekerja se-profesional mungkin, mendatangkan hasil dan prestasi yang baik. “saya sering nongkrong dengan teman-teman klien kita di warung-warung kopi, agar persoalan kerja kita dapat diatasi bersama, tanpa menunggu meeting di ruang rapat secara formal” tuturnya.

EDISI 48 • JULI 2018

KLIK

BKI more reliable

15


Potensi Batam Untuk BKI Bicara soal potensi Batam dan sekitarnya, Arief menilai Batam merupakan tempat yang strategis. Untuk kondisi saat ini, ia menilai masih cukup bagus, meskipun kondisi kemaritiman cukup lesu dalam hal pembangunan kapal baru, tapi keadaan itu mulai terlihat kembali dan proses pembangunan kapal, misalnya beberapa keel laying kapal tol laut yang mana proyek itu sendiri sudah dimulai sejak 2017 yang lalu. Meskipun tidak terlalu berpengaruh, ia berharap pembuatan kapal di Batam kembali tumbuh. Entah itu pembangunan kapal baru milik orang Indonesia, atau milik asing. Sebagai orang Indonesia, Arief mengemukakan bahwa dalam bidang kemaritiman secara umum, dan bidang klasifikasi kapal secara khusus, Indonesia punya tantangan yang cukup serius.yang menjadi tantangan bergerak bebasnya badan klasifikasi asing di Indonesia. Sebut saja misalnya badan klasifikasi asing asal Italia, RINA (Registro Italiano Navale), yang cenderung menurunkan tarifnya demi mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar di Indonesia. Ini menjadi tantangan yang luar biasa bagi BKI, jika BKI tidak segera bersiap menghadapi itu. Arief juga memberikan pendapat bahwa khususnya Insan BKI bisa lebih banyak belajar,, mampu meng-upgrade dirinya , dan saling menopang (kerjasama) yang baik dengan alasan bahwa menghadapi tantangan tidak bisa dengan seadanya, dan dunia perkapal an selalu update sehingga perlu terus belajar. Kemudian dengan sarana dan teknologi saat ini sudah sangat mendukung, anak muda BKI dengan mudah dapat menggunakannya untuk menghadapi tantangan itu. Ia lalu memberikan contoh ringan tentang bagaimana seseorang yang ingin lulus dari perkuliahan harus berjuang menyelesaikan tugas akhir/skripsi dengan segala keterbatasan,

16 KLIK

BKI more reliable

EDISI 48 • JULI 2018

“kalau dulu kita bikin skripsi saja susah untuk mencari referensi, berbeda dengan kondisi sekarang yang sarananya sangat mudah, malahan dengan sumber yang begitu banyak dan mudah, malah bingung mau diambil yang mana, karena saking banyaknya” tuturnya saat akan menerima telepon dari klien, lalu ia mengangkat telepon dan meninggalkan wawancara sejenak.Selepas ia menyelesaikan pembicaraan via telepon, ia lalu kembali ke wawancara bersama KLIK BKI. Lalu Arief mengatakan anak muda BKI saat ini sudah cukup lengkap dalam hal fasilitas. Hal ini menurutnya perlu disyukuri dengan fighting spirit yang harus ditingkatkan, tidak boleh ‘cengeng’, dan menjadikan segala sesuatunya merupakan media pembelajaran bahwa segala sesuatunya pasti ada hikmahnya. lebih lanjut ia mengatakan surveyor maupun supporting staff BKI harus sama-sama tahu kondisi-kondisi BKI. Dulu, katanya melanjutkan, peraturan pemerintah membuat posisi BKI berada sejajar dengan badan klasifikasi asing. Hal itu memberikan pembelajaran kepada BKI bahwa BKI bisa belajar bagaimana BKI mampu melayani customer dengan baik. “Kita bisa karena kita punya posisi tawar yang sama dengan klas asing”, ujarnya. Namun, katanya, apapun kondisinya, bagaimanapun aturan mainnya, dan peraturanperaturan yang diterapkan, BKI harus siap melayani customer dengan sebaik-baiknya. Sebab, BKI yang butuh customer, begitu prinsipnya. Ia menegaskan insan BKI tidak selayaknya terlalu banyak mengeluh, “Semua sudah disediakan oleh perusahaan, tinggal kita mau bekerja atau tidak”, imbuhnya.


Pantauan KLIK BKI Arief Nurtjahjo kelahiran Cimahi tahun 70-an itu, sudah mendapatkan amanah sebagai kepala cabang untuk wilayah Padang pada tahun 2008. Ia tercatat sebagai pegawai BKI sejak tahun 1996, tepatnya mulai 1 Nopember 1996 menurut data Divisi Manajemen Human Capital. Kemudian pada tahun 2011, akhir bulan Januari ia menjabat sebagai kepala cabang Singapura, dan diangkat kembali sebagai Manager of Middle Branch Singapore dan kemudian baru ditugaskan menjadi Kepala Cabang Utama Klas Batam pada 4 Agustus 2015 sampai sekarang. Arief juga memberikan arahan kepada anak muda BKI bahwa fokus bekerja adalah termasuk sebuah prinsip dan senantiasa introspeksi diri. “Mungkin perlu introspeksi diri bahwa kita saat ini dan belakangan ini terlalu banyak mengurusi hal-hal yang bukan menjadi urusan kita , dan waktu kita habis untuk itu , sementara pekerjaan kita sendiri tidak tuntas, dan kita terlalu sibuk mengomentari sesuatu yang tidak urusan bagi kita. Katanya sambil tertawa geli.

Mungkin sebagaian orang akan menilai bahwa Arief sangat sibuk, sementara ia sendiri berada pada mindset bahwa bekerja bukanlah kesibukan, tetapi sebuah hobi baginya. Inilah yang membuat Arief dapat menyeimbangkan antara kerja dan kuliah, sebab kuliah juga membutuhkan fokus dalam membuat tugas-tuga perkuliahan. Tanpa manajemen waktu yang baik, bisa saja Arief kewalahan menghadapi hal itu. Semoga Arief Nurtjahjo sukses dalam kuliah, dan sukses pula meneruskan hobinya, yakni bekerja. happy in work serius in life

“Anak Muda BKI, harus punya fighting spirit yang tinggi, dan tidak boleh cengeng� [Arief Nurtjahjo]

Ia kemudian menegaskan kembali tentang perlu upgrading pendidikan dan pengetahun bahwa anak muda BKI perlu butuh ilmu manajemen, dan jika memang perusahan belum/tidak menyediakan ada baiknya cari secara mandiri. Ia mencontohkan dirinya yang saat ini menempuh pendidikan hukum di campus terdekat dari area kerjanya di Batam. Tepatnya di kampus Uniba atau Universitas Batam. Sempat Arief bersama dosen dan rekan-rekan seangkatannya baru-baru ini melakukan sebuah kegiatan seminar terkait lingkungan hidup di Kantor Cabang Batam dengan harapan dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat agar lebih aware terhadap lingkungan.

- Tablet View - Desktop View - Mobile View

Bahkan, katanya, ia mengambil dua jurusan sekaligus dalam satu waktu, pada waktu tertentu ia kuliah hukum, dan diwaktu lainnya ia kuliah manajemen, dan itu semua dilakukannya diluar jam kerja, dimalam hari atau weekend. PROTOTYPE

EDISI 48 • JULI 2018

KLIK

BKI more reliable

17


PEMBUNUH

YANG TAK PANDANG

USIA Ya, masyarakat pada umumnya sudah mengetahui dampak buruk dari merokok. Hal ini bisa dengan jelas diketahui dari peringatan yang tertulis maupun gambar yang tertera pada bungkus rokok, tapi peringatan tersebut hanya dianggap angin lalu yang tidak berdampak besar.

18 KLIK

BKI more reliable

EDISI 48 • JULI 2018


Penggunaan peringatan lima gambar ( kanker mulut, kanker paru, bronkitis akut, kanker tenggorokkan, bahaya pada anak, dan gambar tengkorak) yang terdapat pada bungkus rokok merupakan aturan pemerintah yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No 109 Tahun 2012, tentang Pengamanan Bahan Makanan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk

Tembakau Bagi Kesehatan, yang kemudian pelaksanaannya dikeluarkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Kalangan konsumtif rokok setiap tahunnya semakin banyak, yang paling miris adalah berasal dari kalangan muda dan anak-anak. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas), konsumen rokok tertinggi setiap tahunnya di Indonesia adalah penduduk yang berusia >15 tahun, dan pengenalan awalnya telah terjadi pada anak berumur sekitar 5 tahun. Dampak dengan kondisi ini adalah konsumtif jangka panjang masalah kesehatan yang buruk.

Lebih mudah rentan terkena osteoporosis. Kulit lebih mudah mengalami penuaan dini, karena kekurangan oksigen. Mengalami masalah reproduksi baik untuk pria dan wanita perokok aktif. Secara psikologis perokok lebih rentan terkena stres, karena nikotin yang ada pada rokok membuat seseorang kecanduan. Anggapan salah bila merokok dapat merilekskan pikiran, tapi malah sebaliknya seseorang akan merasa cemas dan gelisah ketika putus obat dari nikotin. Supaya dapat mengatasinya dilakukan dengan merokok, dan perokok merasa bahwa merokok dapat menghilangkan stres (Sumber Alodokter.com). Secara sadar perokok aktif mengetahui dampak bahaya merokok bagi kesehatan tubuhnya, akan tetapi keterngantungan nikotin pada rokok membuat mereka menepis segala bahayanya. Memang penyesalan selalu datang terakhir. Kebanyakan perokok aktif akan jera merokok apabila telah mengalami sakit parah. Contohnya seperti yang dialami oleh Robby Indra Wahyudi, yang sempat heboh di media sosial yang dilansir dari detikhealt.com. Robby merupakan perokok aktif semenjak duduk di bangku sekolah dasar kelas 6. Pada saat umurnya 26 tahun, dia difonis mendapat penyakit kanker laring dan kanker paru-paru yang akhirnya menghantarkannya pada kematian. Awalnya Robby difonis mengidap penyakit kanker laring stadium 3, dan membuatnya kehilangan pita suara. Kemudian penyakitnya bertambah parah dan merembes pada penyakit lainnya. Dokter mengatakan penyebab dari penyakit yang diderita Robby adalah rokok. Meskipun awalnya Robby tidak percaya rokok penyebab penyakitnya, pada akhirnya ia menyuarakan bahaya rokok bagi perokok aktif di media sosial. Robby adalah salah satu contoh perokok aktif yang meninggal akibat dari merokok. Masih banyak jutaan perokok aktif lainnya yang meninggal akibat rokok. Memang dampak yang terlihat tidak terlalu dini, tapi secara pasti dengan perlahan-lahan perokok aktif mengalami kerusakan total pada tubuhnya. Salah satu jalan yang belum terlambat adalah segera berhenti merokok. Kesehatan sangatlah mahal.

PEMBUNUH

YANG TAK PANDANG

USIA

Jika dilihat data dari WHO, kematian yang

disebabkan oleh rokok setiap tahunnya mencapai 6 juta orang yang berasal dari kalangan menengah ke bawah. Jumlah tertinggi berasal dari perokok aktif yang mencapai lebih dari lima juta pertahun, dan sisanya adalah perokok pasif. Perokok aktif akan mudah mendapatkan berbagai penyakit kanker dan penyakit berbahaya lainnya yang disebabkan oleh zat-zat kimia yang ia hisap dari rokok. Satu batang rokok mengandung zat kromium, kadmium, formaldehida, benzena, arsenik, hidrogen sianida, karbon monoksida, dan amonia. Pada asap satu batang rokok mengandung lebih kurang 4000 zat kimia yang berbahaya bagi tubuh (Sumber Kursksalveg). Dampak buruk pada kesehatan bagi perokok aktif adalah telah menjadikan tubuhnya berpeluang dua sampai empat kali lebih tinggi mengalami penyaki jantung. Berpeluang meningkatnya terkena stroke 50%. Meningkatnya resiko mendapat kanker lidah, tenggorokkan, lidah, dan pita suara. Mendapatkan berbagai macam penyakit pada paru-paru seperti kanker paru-paru, peneumia, emfisema, dan bronkitis. Beresiko terjadinya kerusakan lambung seperti ulkus dan kanker lambung.

Sayangilah dirimu, sayangilah orang terdekatmu, dan lingkunganmu. Be smart, be aware.

EDISI 48 • JULI 2018

KLIK

BKI more reliable

19


PELEPASAN PURNA BAKTI BAPAK MUSTARI Berakhirnya masa tugas Ir. Mustari ditandai dengan pelepasan secara resmi oleh Dirut BKI-Rudiyanto ber samaan dengan kegiatan rapat kerja cek posisi Juli 2018 di Ruang Ali Sadikin Lt 11 Gedung Graha BKI. Pelepasan tersebut disaksikan oleh Komisaris Utama BKI - Sukatno dan seluruh kepala cabang BKI yang hadir dalam pelepasan purnabakti Mustari

BKI Academy Melatih Supervisi Pembangunan Kapal Baru TNI AL

BKI Academy melakukan pelatihan untuk supervisi pembangunan kapal baru untuk kebutuhan internal TNI Angkatan Laut. Training itu telah dilaksanakan mulai Senin, 2 Juli 2018 sampai dengan Jumat, 6 Juli 2018. Kadislaikmatal TNI AL Laksamana Pertama Sudarmoko pada acara penutupan Inhouse Training New Building Supervision yang dilaksanakan di Gedung B-1 Lantai 4 Dislaikmatal Mabes TNI AL mengatakan bahwa ini adalah training angkatan pertama untuk kebutuhan internal Dislaikmatal TNI AL.

20 KLIK

BKI more reliable

Sebanyak 20 orang perwira TNI AL yang ikut sebagai peserta training telah dibekali BKI melalui BKI Academy selama lebih kurang 5 hari itu, dinyatakan lulus mengikuti training dan mendapatkan sertifikat kelayakan sebagai surveyor di lingkungan Dislaikmatal TNI AL.

sumber : http://beritatrans.com/2018/07/07 /bki-academy-melatih-supervisipembangunan-kapal-baru-tni-al/

EDISI 48 • JULI 2018


BKI Salurkan Program Kemitraan Senilai 575juta Diserahkan langsung oleh Direktur Keuangan dan Administrasi BKI - Timbul Tambunan kepada 13 mitra BKI yang telah lolos seleksi administrasi, bertempat di Anjungan lantai 6 Kantor Pusat BKI, Selasa (17/7). Seluruh Mitra BKI tersebut berada di Wilayah Jabodetabek dengan berbagai usaha yang masuk dalam kategori UMKM (Usaha Masyarakat Kecil & Menengah)

EDISI 48 • JULI 2018

KLIK

BKI more reliable

21


22 KLIK

BKI more reliable

EDISI 48 • JULI 2018

KLAS

BKI


KaCab Klas Palembang : Kerja Tekun, Kerja Tim, dan Maju Bersama

Menjadi surveyor/inspektor adalah sebuah impian bagi sebagian Lulusan Teknik Perkapalan. Entah itu sebagian besar atau sebagian kecil, belum lah ada penelitian yang akurat, tapi 'konon katanya' banyak lulusan dari jurusan itu mengimpikan bekerja di BKI, satu-satunya badan klasifikasi milik bangsa. Ketika seseorang mampu meraih impian, menjadi surveyor di lapangan, bekerja dan sekaligus mengabdi untuk negara adalah suatu kenikmatan tersendiri baginya. Jauh atau dekat-nya lokasi survey kapal merupakan suka-duka yang pasti dilewati surveyor. Ia sebagai surveyor dulunya selalu berpindah tempat tugas. Tahun 1993 masuk ke BKI, 3 tahun setelah itu, pindah ke Dumai. Lalu sekarang diberi kepercayaan menjadi kepala Cabang. “Suka-dukanya menjadi surveyor hampir tak terungkapkan dengan kata-kata”, demikian penuturan Kepala Cabang Klas Palembang, Salvinus Patangke, kepada KLIK BKI, 27 Juli 2018, di Palembang.

Profesi sebagai surveyor bagi pria dengan senyuman yang khas ini harus siap korban waktu. Menggunakan waktu seefisien mungkin, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai target. Lebih-lebih bila ada permintaan survey yang mendadak, seorang surveyor harus siap menjalankan tugasnya. Salvinus juga mengatakan surveyor harus menjaga kesehatan dengan sebaik mungkin, sebab surveyor tidak hanya bekerja di lapangan dengan segala kondisi cuaca, tapi juga menyelesaikan laporan surveynya secepat mungkin. Jadi jangan sampai fisik menjadi lemah, karena banyaknya pekerjaan. "Makanya setiap surveyor khususnya yang di lapangan diharapkan harus senantiasa menjaga kesehatan, baik fisik maupun psikis, karena terkadang harus meninggalkan keluarga dalam rentang waktu tertentu", ungkapnya.

Berbeda dengan dulu waktu ia diterima masuk BKI tahun 1993 sebagai surveyor, langsung ditugaskan di Divisi Lambung BKI Pusat selama 3 tahun, karena belum adanya sistim / pola training yang jelas saat itu. Sekarang, dengan adanya sistem yang telah dibangun manajemen BKI, pola karir surveyor sudah lebih bervariasi, mulai training, lalu ke lapangan, dan seterusnya 3 bulan misalnya didivisi tertentu , lanjut ke divisi berikutnya, ke lapangan lagi di cabang yang berbeda, dengan situasi dan kondisi kota yang berbeda pula. “Ini membuktikan bahwa BKI sudah menerapkan pola karir yang lebih baik lagi” ungkapnya. Pada prinsipnya, Salvinus mengungkapkan bahwa jika tekun dan gigih dalam menjalani profesi sebagai surveyor, bukan tidak mungkin itu akan mendatangkan kebahagian bagi diri sendiri dan keluarga.

EDISI 48 • JULI 2018

KLIK

BKI more reliable

23


Salvinus Patangke Kepala Cabang Klas

Palembang RIWAYAT PEKERJAAN 1993 Pegawai Percobaan Div.Lambung&Statutori 1993 Pegawai Percobaan Div.Lambung 1994 Asisten Surveyor I Div. Lambung 1995 Asisten Surveyor I Cab. Dumai 1996 Surveyor Cab. Dumai 2001 Surveyor Cab.Madya Batam 2003 Surveyor Senior II Cab.Madya Batam 2004 Surveyor Senior II Div.Survey 2005 Kepala Perwakilan Jambi 2009 Kepala Cabang Bitung 2013 Surveyor Senior I Cabut Surabaya 2014 Surveyor Senior I Cabut Klas Surabaya 2015 SM Dukungan Bisnis Cabut Klas Samarinda Sejak Desember 2017 Kepala Cabang Madya Klas Palembang

“Kita harus maju bersama perusahaan dan bahagia bersama keluarga, jika kita kerja dengan baik, perusahaan maju, tentunya keluarga pun ikut sejahtera dan mendatangkan kebahagiaan”, tuturnya dengan tegas. Jadi katanya poin berikutnya adalah bekerjalah bersama dengan kemampuan terbaik dan mengedepankan loyalitas yang tinggi untuk kemajuan perusahaan bersama rekan kerja saling bahu membahu, saling mendukung, tidak individual, tapi mengedepankan nilai kebersamaan. Hal itu kemudian dituangkan dalam bentuk kerja tim. 24 KLIK

BKI more reliable

EDISI 48 • JULI 2018

“Kita ini kan tim, jadi satu berhalangan, yang lain harus bisa menggantikannya, jangan jadikan pelayanan terhambat gara-gara satu orang yang berhalangan, yang paling penting bagaimana pelayanan kita itu tetap dalam posisi yang bagus” tegasnya. Salvinus juga sempat mengungkapkan ia sering menegaskan kepada temanteman surveyor khususnya cabang klas palembang bahwa, jika ada hambatan dalam pekerjaan segera bicarakan dengannya selaku pimpinan cabang. ”Jangan diam saja kalau ada masalah, intinya koordinasi harus dibangun dengan baik agar persoalan cepat selesai dan pekerjaan menjadi lancar” katanya.

“Kita harus maju bersama perusahaan dan bahagia bersama keluarga, jika kita kerja dengan baik, perusahaan maju, tentunya keluarga pun ikut sejahtera dan mendatangkan kebahagiaan”,

Salvinus yang memiliki hobi bulutangkis, tapi itu dulu. Seiring berjalannya waktu, kemudian ia suka bermain golf. Bermain golf baginya tidak hanya sekedar hobi, akan tetapi juga sesuai dengan tuntutan zaman bahwa main golf punya tujuan yang tersirat. Hobi golf tidak sekedar olahraga, tapi juga sejalan dengan pendekatan perusahaan kepada klien. Banyak pemilik kapal atau stakeholder BKI pada umumnya senang bermain golf, dengan demikian Salvinus bersama rekan-rekan kepala cabang atau kadiv lainnya menjadikan golf sebagai sarana lobi-lobi dan silahturahim dengan stakeholder.


Pisah Sambut Dua Surveyor Klas Di Palembang Agustang, Menerima hadiah dari tim klas Palembang (kiri) Irzan Aziz, Surveyor Cabang Batam yang pindah ke Cabang Palembang (kanan)

Adalah Irzan Aziz (sebelumnya BKI Klas Batam) dan Agustang (sebelumnya BKI Klas Palembang) keduanya diserahterimakan di BKI Cabang Palembang oleh Kacamad Klas Palembang Salvinus Patangke. Dalam sebuah acara jamuan makan siang di sebuah restoran dengan sajian khas Palembang, Irzan Aziz disambut dan Agustang dilepas secara resmi oleh Salvinus bersama seluruh staf cabang klas Palembang, Jumat (27/7/2018). Salvinus berharap Irzan Aziz dapat mengambil peran pengganti Agustang dan beradaptasi secara cepat di area kerja Palembang dan sekitarnya. Begitu juga dengan Agustang dapat lebih meningkatkan prestasi kerja di BKI Cabang Klas Batam, yang telah dibuktikan sendiri oleh Salvinus selaku Kepala Cabang yang selama ini telah memajukan BKI Cabang Klas Palembang bersama timnya. Demikian halnya, kedua surveyor muda itu memberikan kesan dan pesannya. Irzan Aziz mengucapkan terima kasih kepada Kepala Cabang Klas Palembang yang telah menyambutnya dengan sukacita bersama tim BKI Klas Palembang. Ia mengungkapkan rasa gembiranya dan siap menghadapi tantangan serta memperkuat kerjasama dengan tim BKI Klas Palembang. Ia akan senantiasa berjuang dan bekerja keras agar hasil yang diperoleh tidak mengecewakan. Semoga Yang Maha Kuasa memberikan kemudahan. Selanjutnya Agustang, surveyor yang lebih kurang sudah 3 tahun menjalankan tugas di Palembang, begitu terkesan. Pasalnya ia mendapatkan sebuah cinderamata berupa sebuah cincin 24 karat dari tim klas Palembang. Baginya, hadiah tersebut adalah spesial. Hampir-hampir ia tidak dapat mengungkapkan lagi rasa bahagianya itu dengan kata-kata. Kepada Kacab dan tim Klas Palembang, ia sangat berterima kasih dan mendoakan agar cabang klas Palembang semakin lebih baik lagi.

EDISI 48 • JULI 2018

KLIK

BKI more reliable

25


26 KLIK

BKI more reliable

EDISI 48 • JULI 2018


SURVEYOR BKI On Duty NewBuilding Survey di Galangan PT. Mariana Bahagia Shipyard di Palembang, Sumatera Selatan Surveyor Klas : Muhammad Idham Yon Arif

EDISI 48 • JULI 2018

KLIK

BKI more reliable

27


Sinyal-Sinyal Lembut Disrupsi Oleh : A, Bahrun Saad

Sukses bergantung pada kemampuan kita menyelaraskan ketiganya : Iteration, innovation, dan Disruption. Jika Anda tidak mendisrupsi diri sendiri, Anda akan mendapatkannya dalam bentuk “hadiah” dari orang lain. Mark Zuckerberg, pendiri Facebook

“Disrupsi adalah terjadinya kekacauan baru dari keadaan yang semula mapan, nyaman dan menyenangkan, segala sesuatunya business as usual, tiba-tiba berubah menjadi tidak menentu”

28 KLIK

BKI more reliable

EDISI 48 • JULI 2018


Menjadi Ancaman Pekan lalu, saya (Rhenald Kasali red.) sudah membahas soal disrupsi yang tidak hanya menimpa perusahaan konvensional akibat adanya industri digital. Disrupsi bisa juga terjadi oleh satu perusahaan konvensional kepada sesama perusahaan konvensional lain. Bagaimana bisa? Mudah saja. Cobalah sesekali Anda memetakan prosesproses bisnis pada sejumlah divisi atau departemen. Ada berapa tahap, misalnya proses bisnis di suatu departemen diperusahaan Anda. Kalau proses bisnis di departemen A di perusahaan Anda bisa mencapai 15 tahap, sementara dipesaing Anda hanya 8 tahap, bukankah ini membahayakan? Begitu seterusnya dapat Anda lakukan di departemen yang lain. Kalau rata-rata setiap proses bisnis di perusahaan Anda mencapai 10 tahap, sementara para pesaing hanya 7 tahap, bukankah perusahaan Anda berpotensi untuk terdisrupsi? Anda juga bisa memakai indikator lain. Misalnya, perusahaan-perusahaan pesaing Anda setiap tahun selalu menggelar ajang lomba inovasi. Melalui Ajang tersebut, setiap tahun para kompetitor Anda selalu berhasil menyaring ratusan ide inovasi. Bagaimana dengna perusahaan Anda? Adakah ajang serupa yang dilakukan secara rutin setiap tahun? Lalu, berapa banyak ide inovasi yang berhasil dijaring melalui ajang tersebut? Kalau jumlahnya lebih rendah, bukankah ini berpotensi menjadi ancaman? Lalu, berapa banyak dari seluruh ide inovasi di perusahaan Anda yang berhasil dieksekusi? Kalau jumlahnya lebih rendah ketimbang para kompetitor, bukankah ini juga potensial menjadi ancaman? Maksud saya, perusahaan Anda berpotensi untuk terdisrupsi. Panjangnya tahapan proses bisni, juga ada tidaknya lomba inovasi secara rutin, adalah sinyal-sinyal lembut bahwa suatu saat perusahaan Anda bisa terkena disrupsi. Apalagi sinyal-sinyal lainnya? Kalau mau disimpulkan, sejatinya sinyal itu terbagi dua, yakni internal dan eksternal. Sinyal internal sebetulnya mudah dideteksi. Semuanya bermula dari salah uruse dan terlalu bangga pada keberhasilan masa lalu. Sekali lagi, saya minta Anda untuk mengecek berapa banyak kejadian salah urus di perusahaan Anda. Contohnya, komplain dari pelanggan. Mestinya ini ditangani secepat-cepatnya. Bahkan, banyak perusahaan menetapkan response time-nya. Bagaimana di perusahaan Anda? Kalau komplain pelanggan tidak ada yang menangani, jelas ada yang salah urus. Soal bangga pada keberhasilan masa lalu, saya sudah menyinggung tadi, saya tidak akan membahasnya lagi. Sekarang penyebab eksternal. Apa saja? Kebanyakan adalah kehadiran produk baru dengan

harga lebih murah. Contohnya banyak. Garuda Indonesia sangat kewalahan dengan kehadiran maskapai dengan konsep low cost carrier. Setelah melakukan pembenahan, termasuk melakukan transformasi, akhirnya Garuda Indonesia menemukan jalan untuk bertahan. Anda masih ingat dengan telegram? Produk itu tersingkir oleh short message service (SMS). Kini, SMS tergusur oleh aplikasi WhatApps dan Line. Begitu pula Encyclopedia yang mahal disingkirkan oleh Wikipedia yang bahkan nyaris tak ada biayanya. Atau, yang Anda pasti tahu, taksi atau ojek konvensional kian tersingkir oleh kehadiran taksi atau ojek online. Lalu, jika Anda masih memakai konsep semua “milik dan diurus sendir”, pesaing baru Anda seduah menerapkan strategi “kolaborasi dan berbagi”. Jadi, tak perlu semuanya milik sendiri. Dengan begitu harga bisa menjadi lebih murah. Salah Urus Sekarang, bagaimana Anda menyikapi sinyalsinyal lembut tersebut? Pertama, jelas jangan repot-repot mencari “pihak yang salah” di luar sana. Menurut saya, cara seperti ini tidak ada gunanya. Kebanyakan kesalahan akhirnya ada di pihak kita. Itu semua akibat kita salah urus. Jangan meniru ungkapan mantan CEO Nokia Stephen Elop, “We didn't do anything wrong, but somehow we lost....” Mencari kesalahan di luar itu sama persis seperti kalau Anda menunjuk seseorang salah. Satu jari, jari telunjuk, menuding orang tersebut, tetapi tiga jari lain menuding balik ke kita, bukan?

Kedua, berdamailah dengan perubahan. Sekarang inikian banyak masyarakat yang terbiasa memesan apa pun via online. Begitu pula saat memesan taksi. Blue bird pun akhirnya memilih berdamai dengan perubahan itu. Begitulah , berdamailah dengan perubahan dan tidak perlu mencarti-caeri siapa yang salah akan membuat perusahaan Anda lebih sehat. Mudahmudahan itu menjauhkan perusahaan dari ancaman disrupsi. (sumber SELF DISRUPTION, Rhenald Kasali)

EDISI 48 • JULI 2018

KLIK

BKI more reliable

29


18 KLIK 30

BKI more reliable reliable more

EDISI 48 • JULI 2018

KOMERSIL

BKI


RIWAYAT PEKERJAAN Pegawai Percobaan 2008 Tenaga Ahli di Cabang Pontianak 2009 Tenaga Ahli Cabang Pratama Klas Pontianak 2013 Tenaga Ahli Perwakilan Komersil Pontianak 2014 Asisten Inspektur 1 Cabut Komersil Balikpapan 2015 Kepala Perwakilan Komersil Pontianak 2015 Pjs Kepala Cabang Pratama Komersil Palembang Sejak 29 Desember 2017 s.d Sekarang

M Rizky purnama Kacab Komersil

Palembang

EDISI 48 • JULI 2018

KLIK

BKI more reliable

31


Kerap disapa Rizky, atau Pak Rizky. Kepala cabang komersil Palembang yang masih tergolong cukup muda ini menurut sebagian orang di BKI punya ambisi yang cukup diperhitungkan. Pasalnya, baru 2008 kemarin ia masuk di BKI, lalu melewati sejumlah karir dan berpindah-pindah cabang dalam tugasnya, ia dipercaya memegang amanah menjadi kepala cabang, dan sampailah ia memegang amanah menjadi kepala cabang BKI Komersil di Palembang Project yang saat ini sedang ditangani oleh Rizky di Cabang BKI Komersil Palembang adalah Project Konsultan untuk Kabel Bawah Laut Sumatera-Bangka milik PT PLN (Persero) di wilayah Sumatera Bagian Selatan (sumbagsel). Penanganan project tersebut tidak hanya dilakukan oleh Tim Komersil Palembang, tapi Rizky dan timnya juga menghimbau BKI Pusat untuk dapat mengambil bagian dalam project tersebut. Meskipun konon katanya Project Kabel Bawah Laut ini merupakan inisiasi dari pusat atas lobi-lobi yang dilakukan oleh Kadept. Komersil, namun KLIK BKI sejauh ini terus melakukan konfirmasi agar informasinya akurat dan benar.

32 KLIK

BKI more reliable

EDISI 48 • JULI 2018

SM Pengembangan Div RnD Dr.Muhdar Tasrief , Staf Pengembangan Div.RnD Angjuang Adi P, dan Zainal Inspektor Cabang Komersil Palembang yang hadir dalam Presentasi terkait risk assessment Project Kabel Bawah Laut Sumatera-Bangka milik PT PLN, Jumat (27/7/2018) di Palembang


Kacab Komersil Palembang, M.Rizky Purnama juga menghadiri berbagai pertemuan atas undangan stakeholder dan gigih mencari peluang untuk Cabang Komersil yang ia pimpin

Dalam menangani Project Konsultan Kabel Bawah Laut untuk jalur Sumatera - Bangka, turut membantu adalah SM Pengembangan Dr. Muhdar Tasrif bersama timnya dari Divisi Riset dan Pengembangan dan melakukan meeting bersama tim BKI Komersil Palembang dengan PT PLN Sumbagsel pada Jumat, 27 Juli 2018 yang lalu. Tim BKI yang terdiri dari BKI Komersil Palembang dan Div.RnD tersebut melakukan presentasi terkait Risk Assessment untuk Project Kabel Bawah Laut SumateraBangka.

Diantara pembahasan dari penelitian dan pengembangan Div.RnD mengemukakan tentang bagaimana uji amdal apabila project saluran listrik PLN tersebut dilakukan, apakah memiliki resiko dari kondisi yang ada terhadap kabel listrik bawah laut, berapa meter kedalaman kabel, serta bahaya-bahaya lainnya yang mungkin saja dapat menghambat dan beresiko di kemudian hari. Oleh karena itu, presentasi mengenai risk assessment perlu disampaikan oleh BKI sehingga semua resiko dapat diatasi secara tepat guna.

EDISI 48 • JULI 2018

KLIK

BKI more reliable

33


Preliminary Sharing WIG antara WIKA-BKI Preliminary sharing tentang WIG Craft (Wing in Ground Effect) antara WIKA – BKI tanggal 23 Juli 2018 bertempat di Kantor Pusat PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Dari kiri ke kanan Defri Sumarwan ( Staf Teknik R & D BKI), Novias Nurendra (GM System Development Departmen WIKA), A.Bahrun Saad (Staf Dep. Operasi Komersil BKI, dan Pelapelapon MSE, MSEE, PE (Senior Advisor Investment Departmen WIKA). Preliminary sharing WIG Craft di WIKA diinisiasi oleh A. Bahrun Saad dari BKI dengan Pelapelapon dari WIKA.

34 KLIK

BKI more reliable

EDISI 48 • JULI 2018


EDISI 48 • JULI 2018

KLIK

BKI more reliable

35


36 KLIK

BKI more reliable

EDISI 48 • JULI 2018


EDISI 48 • JULI 2018

KLIK

BKI more reliable

37


38 KLIK

BKI more reliable

EDISI 48 • JULI 2018


KLIK

BKI more reliable

KLIK BKI EDISI 48 - JULI 2018  

BKI menjaga mutu pelayanan dengan meningkatkan kinerja baik pusat maupun cabang. Kinerja itu sendiri meningkat karena semangat kebersamaan d...

KLIK BKI EDISI 48 - JULI 2018  

BKI menjaga mutu pelayanan dengan meningkatkan kinerja baik pusat maupun cabang. Kinerja itu sendiri meningkat karena semangat kebersamaan d...

Advertisement