Page 1

LAPORAN PELATIHAN KOTA PINTAR DI KOTA SEMARANG TAHUN 2016

CENTER FOR DIGITAL SOCIETY


1 Laporan Pelatihan Kota Pintar

Pengantar Center for Digital Society Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada bersama dengan Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia telah sukses menyelenggaraan pelatihan kota pintar di Kota Semarang yang diadakan di Balaikota Semarang, pada tanggal 13-14 Oktober 2016.

Overview Materi Pelatihan Pelatihan kota pintar di Kota Semarang diselenggarakan dalam delapan sesi. Sesi pertama membahas mengenai urgensi kota pintar. Sesi ini mendiskusikan mengenai apa, mengapa dan bagaimana kota pintar dapat bekerja dan meningkatkan kinerja pelayanan perkotaan. Smart City hadir sebagai solusi cerdas untuk menyelesaikan permasalahan dan mengembangkan potensi setiap kota yang memiliki ciri khas masing-masing. Sebab itu pengembangan kota pintar harus disadari atas kebutuhan setiap kota. Pada sesi kedua, membahas mengenai tahapan-tahapan yang dapat dilalui setiap kota untuk menuju kota pintar yang optimal. Adapun tahapan ini terdiri dari 7 tahapan yaitu, (1) Pelajari teori kota pintar; (2) Rumuskan kebutuhan dan prioritas di kalangan masyarakat dan pihak swasta; (3) Rumuskan rencana dan komunikasi visi kota pintar dan upayakan pemangku kepentingan mendukungnya; (4) Pertimbangan untuk memanfaatkan teknologi cloud; (5) Tetapkan model pelaksanaan (build own, operate; build, operate, transfer; open business model; dan public private partnership); (6) Rancang pelaksanaan; (7) Mulai dengan proyekproyek awal. Adapun sesi ketiga membahas mengenai kerangka ISO 18091:2014 mengenai Kota Pintar. Sesi ini memaparkan bahwa implementasi kota pintar telah memiliki ketentuan yang terstandar dan diakui secara internasional. Kerangka ini penting, bukan hanya sebagai acuan namun juga untuk memastikan bahwa konsep kota pintar yang dikembangkan memiliki standar keamanan, kredibilitas, dan inklusiďŹ tas. Secara umum kerangka ISO kota pintar dipetakan menjadi empat kluster yaitu (1) Pengembangan institusi pemerintahan yang baik; (2) Pengembangan Sosial yang Inklusif; (3) Pengembangan Ekonomi yang berkelanjutan; dan (4) Pembangunan lingkungan berkelanjutan.


2 Laporan Pelatihan Kota Pintar

Kemudian pada sesi keempat, pembahasan dilanjutkan pada identiďŹ kasi peluang dan tantangan kota dalam merespon ISO kota pintar. Pada sesi ini pula pemateri menyampaikan berbagai best practice implementasi kota pintar yang telah sukses melaksanakan ISO 18091:2014. Beberapa negara dan kota yang dikenalkan atas keberhasilannya dalam pengembangan kota pintar diantaranya adalah Estonia, Barcelona, dan Seoul. Pada hari kedua, pelatihan menginjak pada sesi lima. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi langsung dengan developer aplikasi kota pintar. Pada pelatihan di Kota Semarang, hadir USADI yang fokus pada pengembangan aplikasi keuangan daerah dan Sonar Platform yang fokus pada pelaporan dan partisipasi masyarakat melalui aplikasi. Para developer secara detail menyampaikan berbagai ďŹ tur aplikasi dan juga berdiskusi dengan peserta mengenai sektor-sektor strategis yang dapat dikerjasamakan. Pada sesi keenam, pelatihan memasuki sesi Focus Group Discussion. Peserta pelatihan dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kluster pengembangan kota pintar yang relevan dengan visi misi dan masalah perkotaan. Pada sesi ketujuh, peserta mengidentiďŹ kasi solusi dari permasalahan yang sebelumnya telah diidentiďŹ kasi. Peserta pelatihan telah berhasil mengidentiďŹ aksi detail masalah, detail solusi dan sekaligus melakukan perencanaan pengembangan solusi kota pintar. Pada sesi kedelapan, hasil diskusi dikompilasikan menjadi sebuah dokumen perencanaan pengembangan kota pintar di kota Semarang.


3 Laporan Pelatihan Kota Pintar

Overview Pemateri dan Peserta Pada kesempatan kali ini kami juga hendak menyampaikan berbagai pihak yang telah turut serta berpartisipasi dan membantu pelatihan kota pintar. Telah menjadi komitmen CfDS Fisipol UGM untuk menghadirkan para pembicara yang memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni. Pada sesi pertama dan kedua hadir sebagai pembicara, Prof. Ahmad Djunaedi (Guru Besar Departemen Perencanaan Wilayah, Fakultas Teknik UGM); kemudian pada sesi ketiga dan keempat hadir Eka Indarto (Praktisi IT dan Direktur di PT SIMS Jogja Medianet) Pada sesi keenam hadir developer USADI dan Sonar Platform. Kemudian hadir sebagai fasilitator FGD Dyah Ratih, MSI (Peneliti MAP dan CfDS Fisipol UGM) dan Nurhadi Susanto, M.H. (Peneliti MAP Fisipol UGM). Adapun staf CfDS Fisipol UGM yang bertugas pada pelatihan Kota Semarang adalah Umar Abdul Aziz, S.IP. dan Viyasa Rahyaputra, S.IP.

Laporan dan Evaluasi Peserta Pelatihan kota pintar di Kota Semarang diikuti oleh 81 pegawai Pemkot Semarang. Peserta pelatihan terdiri dari Pejabat Eselon II, III, dan IV. Adapun para peserta berasal dari berbagai instansi kedinasan seperti, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Perhubungan dan Informatika, dan instansi lainnya. Pada kesempatan kali ini, kamipun hendak menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Semarang atas antusiasmenya dalam menyambut pelatihan kali ini. Meskipun pada sisi lain, komitmen dan antusiasme dari Pejabat Eselon II perlu ditingkatkan kembali. Hal ini melihat kurang tertibnya peserta pelatihan yang merupakan pejabat Eselon II. Hal lain yang kemudian membuat pelatihan kurang optimal adalah minimnya jumlah peserta yang berasal dari instansi strategis dalam pengembangan kota pintar seperti Bappeda dan Dishubkominfo.


4 Laporan Pelatihan Kota Pintar

Hasil Pre Test dan Post Test Sebagai bentuk evaluasi yang efektif untuk memantau kinerja pelatihan dan daya serap peserta terhadap materi pelatihan, pelatihan Kota Pintar didukung dengan instrumen pre test dan post test. Pre test dan post test terdiri dari 20 soal yang terdiri dari bagian materi pelatihan. Pre test dibagikan kepada seluruh peserta sebelum materi pertama, sedangkan post test dibagikan setelah sesi FGD berakhir. Adapun ringkasan hasil pre test dan post test adalah sebagai berikut. Ringkasan Hasil Pre test dan Post test berdasarkan jumlah soal benar Pre test

Post Test

Nilai rata-rata

8 soal

12 soal

Nilai Maksimal

15 soal

18 soal

Nilai Minimal

3 soal

6 soal

Nilai Modus

11 soal

14 soal

Berdasarkan hasil pre test dan post test tersebut dapat diambil beberapa poin menarik. Pertama, titik awal pemahaman pegawai Pemerintah Semarang mengenai kota pintar sangat beragam. Hal ini dapat dilihat dari jumlah soal benar yang memiliki rentang minimal 3 soal benar hingga nilai maksimal 15 soal benar. Kedua, peningkatan pemahaman peserta mengenai kota pintar dapat dilihat dari peningkatan terhadap hasil post test peserta. Ketiga, berdasarkan nilai pre test dan post test dapat dilihat sumber daya manusia untuk pengembangan kota pintar di Kota Semarang sudah cukup baik dan dapat terus ditingkatkan dikemudian hari. Berdasarkan lembar evaluasi yang kami edarkan pada saat pelatihan, menunjukkan antusiasme dan kepuasan peserta terhadap teknis pelatihan. Beberapa peserta bahkan merekomendasikan agar pelatihan kota pintar ini dapat diperdalam dan diperluas target sasarannya.


5 Laporan Pelatihan Kota Pintar

Rangkuman FGD Berdasarkan hasil FGD, dapat diidentiďŹ kasi bahwa konsern utama pengambangan Kota Semarang yang sesuai dengan visi misi, serta masalah dan peluang di Kota Semarang dapat berfokus pada pengembangan Smart Living, Smart Mobilty, dan Smart Disaster. Lebih lanjut bidang yang dapat menjadi konsern pengembangan kota pintar diantaranya yaitu pada bidang keseahtan, lalu lintas, dan bencana alam (banjir rob). Ilustrasi dari hasil FGD ini dapat dilihat pada gambar dibawah. Adapun detail hasil FGD telah kami lampirkan dalam laporan ini. Bagan Ilustrasi Pemetaan Pengembangan Kota Pintar di Kota Semarang

SMART LIVING

TERWUJUDNYA SEMARANG KOTA PERDAGANGAN DAN JASA, YANG BERBUDAYA MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA

SMART DISASTER

SMART MOBILITY

Lebih lanjut hasil FGD menyebutkan beberapa aplikasi yang dapat dikembangkan, beberapa diantaranya, (1) Pengembangan sistem early warning system yang terkoneksi dengan command center; (2) Mereplikasi sistem penda aran pasien RS Tugu di rumah sakit – rumah sakit lain; (3) Tersedianya sistem dan informasi rujukan kesehatan; (4) Optimalisasi ATCS; (5) Pengembangan panic button.


6 Laporan Pelatihan Kota Pintar

Penutup Pada akhirnya kami segenap penyelenggara pelatihan mengucapkan terimakasih banyak atas kerjasama dan partisiapsi Pemerintah Kota Semarang dalam pelatihan Kota Pintar di Tahun 2016. Pada prinsipnya CfDS Fisipol UGM bersedia untuk terus bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang apabila dirasa perlu untuk melakukan diskusi, studi dan pengembangan lebih lanjut mengenai kota pintar. Hal ini senantiasa dapat kita lakukan demi menyongsong era masyarakat digital yang lebih baik.


7 Laporan Pelatihan Kota Pintar

Lampiran Hasil Pre Test dan Post Test Ă†Ä Nama Instansi Pre-test Post-test 1 Achyani Bagian Humas 10 2 Ari Djoko S Kecamatan Semarang Timur 10 3 Arief Budiman PDE 15 4 Bambang Sukono BKD 10 5 Budi Tjahjanto Dinas Perikanan 8 6 dr. Antonia Sadniningtyas Puskesmas Pandanaran 7 16 7 E (Nama tidak lengkap) (Tidak menuliskan instansi) 9 8 Evi Ratnaningrum RSUD Kota Semarang 8 17 9 Ferry Kuntoaji Pemanfaatan Ruang DTSP 11 10 Fransiska Luis, M. ST, MM Perencanaan dan Pengemabngan Kawasan DTKP 10 15 11 Fravarta SM Kecamatan Tembalang 9 12 Gurun Risyad Moko Disospora 10 13 Hamdi Puskesmas 11 11 14 Herawan Sasoko, SH Disbudpar 8 9 15 Hery Sutarko, SH MM Kecamatan Tugu 9 11 16 Indriyasari Bagian Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Semarang 10 17 Ir. Purwanti Susantini M.KesDinas kesehatan 8 15 18 Janu Widigdyanto, SH Disnakertrans 9 19 Jhony (Tidak menuliskan instansi) 8 20 Kurnia BR Kec. Gajahmungkur 13 21 Moh Iqbal UPTD Pasar Wilayah Bulu 8 7 22 Mohamad Anugrah Hamongan BOBD Kota Semarang 9 18 23 Muthohar Staf Ahli walikota 9 24 Prima Nursanti Bagian Perekonomian 8 25 Reni Purbowati Dinas Perindustrian dan Perdagangan 7 26 Retno Tri Widyastuti Dispendukcapil 12 16 27 Rimajantu Sadmoko Disospora 11 28 Roosmali RSUD Kota Semarang 10 29 Ruli Irianto Kelurahan Kaliwiru 9 11 30 Sapto Adi S Bagian Otda 10 31 Soenarto BPPT 10 32 Sri Sulistiyowati, S.Pd, MM UPTD Pendidikan Semarang Barat 7 7 33 Teguh Waluyo, S.Pd, MM Dinas Pendidikan Kota Semarang 7 34 Tri Sari utami Kecamatan Mijen 8 11 35 Trijono Sardjoko Dinas Pasar 8 36 Ulfi Imran Basuki DKP 8 11 37 W. Sancoyo UPTD DKP Kota Semarang 7 14 38 Wardoyo, S.Pd, M.Pd, SD Lamper Kidul 02 10 15


8 Laporan Pelatihan Kota Pintar

Ă†Ä Nama 39 Wijaya Trikoranto 40 Wiwik Fidiyati 41 (Tidak menuliskan nama) 42 Sugeng Pramono 43 Sri Yatiningsih Sh 44 Bambang Kunhantiyo 45 Suhadi 46 Suhaili 47 Eka Kriswati 48 Ir. Agus Riyanto 49 Drs. Wijaya Trikoranto 50 Sutiyono 51 Ahmad, SE 52 Mingun 53 Moeljanto 54 Sri Setyanto 55 Winarsono 56 Nurdin 57 Nur Triyono 58 Soleh Azis 59 Sutanto 60 Triyo S 61 Titis S Pramono 62 Hari Kusmiaji 63 Wirawan S 64 Drs. Eddy Riyanto Mm 65 Bunyamin 66 Agung Hardjito 67 Gunawan 68 Sumarjo 69 Ratna 70 Heru S 71 Wiraksa Suseno 72 Drs Kuncoro Himawan M.Si 73 Drs Taufik Hidayat 74 Ir. WP. Rusdiana, MP 75 Supratono 76 Theresian 77 Sigit Suroso 78 Arif Budiman 79 R Budi Santosa

Instansi Kecamatan Pedurungan Dispendukcapil (Tidak menuliskan nama) Kantor Diklat UPTD 6 DKP Kota Semarang Perpustakaan + Arsip Plt Lurah Pandean Lamper Kecamatan genuk Kelurahan Pleburan DTKP Semarang (Tidak menuliskan nama) UPTD DKP Kota Semarang Kecamatan Pedurungan UPTD DKP Kota Semarang Kecamatan Gajah Mungkur Kelurahan Bulu Lor BPBD Kecamatan Tembalang Kecamatan Semarang Timur Dinas Kebakaran DPKAD Kecamatan Ngaliyan Kecamatan Suli Barat Dinas Pertanian Disbudpar Disnakertrans Dinas Pendidikan Kota Semarang DPKAD BLH Kecamatan Genuk BLH Kecamatan Ngaliyan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Badan Kesbangpol Dinas Pendidikan Kota Semarang Dinas Pertanian PJPR Bappeda Kecamatan Gajah Mungkur Bagian PDE Pol PP

Pre-test Post-test 8 14 16 11 5 15 7 15 6 14 7 14 14 14 5 14 13 5 13 12 3 12 11 5 11 6 11 11 11 8 11 10 9 5 8 6 6 6 6 5 5 5 5 4 4 3 6 7 7 7 7 15 5


Nilai Minimal

Nilai Rata-Rata

Post test

Kota Semarang

Posttest

Pretest

Pretest

6

11

1

5

10

3

7

9

Kota Depok

6

8

10

Kota Bekasi Kota Yogyakarta Kota Sleman Kabupaten Kudus Kota Surakarta Kabupaten Sidoarjo Rata-rata

4

5

2

Kota Tangerang

Nilai Maksimal

Posttest

Pre test

Post test

Pre test

14

15

18

14

18

8

14

7

14

15

10

15

15

18

10

11

4

9

5

8

9

3

6

10

6

12

12

4

9

4

7

Nilai Modus

3

Kota Serang

Lampiran Hasil Pre Test dan Post Test 10 Kota

9

Laporan Pelatihan Kota Pintar

16

13

10

12 17

10

16

8

15

18

8

9

11

14

13

16

18

11

8

14

16

16

9

13

10

12

15

17

9

12

11

16

12

8

15

9

8

IdentiďŹ kasi Masalah dan Solusi Kota Semarang

10

13

13 10 14


10

Laporan Pelatihan Kota Pintar

KlasiďŹ kasi Permasalahan


11

Solusi

Smart Living

Laporan Pelatihan Kota Pintar


12 Laporan Pelatihan Kota Pintar

Smart Environment

Solusi


13

Solusi

Smart Mobility

Laporan Pelatihan Kota Pintar


14 Laporan Pelatihan Kota Pintar

Lampiran Foto Pelatihan


Center for Digital Society Faculty of Social and Political Sciences Universitas Gadjah Mada BC Building 202, 2nd Floor, Jalan Socio Yustisia No.1 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281, Indonesia Phone : (0274) 551753, 0852 2527 7291 Email : cfds.ďŹ sipol@ugm.ac.id Website : cfds.ďŹ sipol.ugm.ac.id

Laporan semarang  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you