Issuu on Google+

LAPORAN PELATIHAN KOTA PINTAR DI KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2016

CENTER FOR DIGITAL SOCIETY


1 Laporan Pelatihan Kota Pintar

I.

Pengantar

Center for Digital Society Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada bersama dengan Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia telah sukses menyelenggaraan pelatihan kota pintar di Kota Yogyakarta yang diadakan di Balaikota Yogyakarta, pada tanggal 23-24 November 2016.

II.

Overview Materi Pelatihan

Pelatihan kota pintar di Kota Yogyakarta diselenggarakan dalam delapan sesi. Sesi pertama membahas mengenai urgensi kota pintar. Sesi ini mendiskusikan mengenai apa, mengapa dan bagaimana kota pintar dapat bekerja dan meningkatkan kinerja pelayanan perkotaan. Smart City hadir sebagai solusi cerdas untuk menyelesaikan permasalahan dan mengembangkan potensi setiap kota yang memiliki ciri khas masing-masing. Sebab itu pengembangan kota pintar harus disadari atas kebutuhan setiap kota. Pada sesi kedua, membahas mengenai tahapan-tahapan yang dapat dilalui setiap kota untuk menuju kota pintar yang optimal. Adapun tahapan ini terdiri dari 7 tahapan yaitu, (1) Pelajari teori kota pintar; (2) Rumuskan kebutuhan dan prioritas di kalangan masyarakat dan pihak swasta; (3) Rumuskan rencana dan komunikasi visi kota pintar dan upayakan pemangku kepentingan mendukungnya; (4) Pertimbangan untuk memanfaatkan teknologi cloud; (5) Tetapkan model pelaksanaan (build own, operate; build, operate, transfer; open business model; dan public private partnership); (6) Rancang pelaksanaan; (7) Mulai dengan proyekproyek awal. Adapun sesi ketiga dan keempat memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi langsung dengan developer aplikasi kota pintar. Pada pelatihan di Kota Yogyakarta, hadir USADI yang fokus pada pengembangan aplikasi keuangan daerah dan Sonar yang fokus monitoring isu media sosial. Para developer secara detail menyampaikan berbagai ďŹ tur aplikasi dan juga berdiskusi dengan peserta mengenai sektor-sektor strategis yang dapat dikerjasamakan.


2 Laporan Pelatihan Kota Pintar

Pada sesi kelima, membahas mengenai kerangka ISO 18091:2014 mengenai Kota Pintar. Sesi ini memaparkan bahwa implementasi kota pintar telah memiliki ketentuan yang terstandar dan diakui secara internasional. Kerangka ini penting, bukan hanya sebagai acuan namun juga untuk memastikan bahwa konsep kota pintar yang dikembangkan memiliki standar keamanan, kredibilitas, dan inklusiďŹ tas. Secara umum kerangka ISO kota pintar dipetakan menjadi empat kluster yaitu (1) Pengembangan institusi pemerintahan yang baik; (2) Pengembangan Sosial yang Inklusif; (3) Pengembangan Ekonomi yang berkelanjutan; dan (4) Pembangunan lingkungan berkelanjutan. Kemudian dilanjutkan pada pembasan teknologi komputasi awan dan urgensi keamanan sistem digital. Komputasi awan memberikan kemudahan dan ketepatan dalam pengembangan kota pintar. Penggunaan komputasi awam juga penting karena memiliki standar keamanan yang sangat baik. Pada sesi keenam, pelatihan memasuki sesi Focus Group Discussion. Peserta pelatihan dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kluster pengembangan kota pintar yang relevan dengan visi misi dan masalah perkotaan. Pada sesi ketujuh, peserta mengidentiďŹ kasi solusi dari permasalahan yang sebelumnya telah diidentiďŹ kasi. Peserta pelatihan telah berhasil mengidentiďŹ aksi detail masalah, detail solusi dan sekaligus melakukan perencanaan pengembangan solusi kota pintar. Pada sesi kedelapan, hasil diskusi antar kelompok kemudian dipresentasikan secara bergiliran untuk mendapatkan umpan balik dari peserta lain dan juga fasilitator diskusi. Setelah memperoleh umpan balik, setiap kelompok menyempurnakan hasil presentasinya untuk kemudian dikumpulkan menjadi satu sebagai rekomendasi usulan perencanaan pengembangan kota pintar yang komprehensif.


3 Laporan Pelatihan Kota Pintar

III.

Overview Pemateri dan Peserta

Pada kesempatan kali ini kami juga hendak menyampaikan terimakasih berbagai pihak yang telah turut serta berpartisipasi dan membantu pelatihan kota pintar. Telah menjadi komitmen CfDS Fisipol UGM untuk menghadirkan para pembicara yang memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni. Pada sesi pertama dan kedua hadir sebagai pembicara, Dr. Ratminto (Pengajar Manajemen Kebijakan Publik Fisipol UGM) dan Prof. Achmad Djunaedi (Guru Besar Fakultas Teknis Universitas Gadjah Mada); kemudian pada sesi ketiga dan keempat hadir developer yakni USADI dan Sonar. Selanjutnya hadir pembicara dari Microso Indonesia, Tony Seno yang merupakan National Technology Oicer Microso Indonesia. Hadir sebagai fasilitator FGD Indri Dwi Apriliyanti, MSI (Peneliti MAP dan CfDS Fisipol UGM). Adapun staf CfDS Fispol UGM yang bertugas pada pelatihan Kota Yogyakarta adalah Umar Abdul Aziz dan Iradat Wirid.

IV.

Laporan dan Evaluasi Peserta

Pelatihan kota pintar di Kota Yogyakarta diikuti oleh 50 pegawai Pemkot Yogyakarta. Peserta pelatihan terdiri dari Pejabat Eselon II, III, dan IV. Adapun para peserta berasal dari berbagai instansi kedinasan seperti Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Perhubungan, dan instansi lainnya. Pada kesempatan kali ini, kamipun hendak menyampaikan apresiasi kepada peserta yang telah berpartisipasi dalam pelatihan ini. Dalam waktu kedepan, komitmen dan sinergisitas antar pejabat eselon dan instansi harus terus ditingkatkan.

V.

Hasil Pre Test dan Post Test

Sebagai bentuk evaluasi yang efektif untuk memantau kinerja pelatihan dan daya serap peserta terhadap materi pelatihan, pelatihan Kota Pintar didukung dengan instrumen pre test dan post test. Pre test dan post test terdiri dari 20 soal yang terdiri dari bagian materi pelatihan. Pre test dibagikan kepada seluruh peserta sebelum materi pertama, sedangkan post test dibagikan setelah sesi FGD berakhir. Adapun ringkasan hasil pre test dan post test adalah sebagai berikut.


4 Laporan Pelatihan Kota Pintar

Ringkasan Hasil Pre test dan Post test berdasarkan jumlah soal benar Nilai Pre test

Nilai Post Test

Nilai Maksimal

16

16

Nilai Minimal

2

4

Nilai Modus

9

11

Rata-rata

8

13

Berdasarkan hasil pre test dan post test tersebut dapat diambil beberapa poin menarik. Pertama, titik awal pemahaman pegawai Pemerintah Yogyakarta mengenai kota pintar sangat beragam. Hal ini dapat dilihat dari jumlah soal benar yang memiliki rentang minimal 2 soal benar hingga nilai maksimal 16 soal benar. Kedua, peningkatan pemahaman peserta mengenai kota pintar dapat dilihat dari peningkatan hasil post test peserta. Ketiga, berdasarkan nilai pre test dan post test dapat dilihat sumber daya manusia untuk pengembangan kota pintar di Kota Yogyakarta perlu kembali ditingkatkan dan dikembangkan.


5 Laporan Pelatihan Kota Pintar

VI.

Rangkuman FGD

Berdasarkan hasil FGD, dapat diidentiďŹ kasi bahwa konsern utama pengambangan kota pintar dapat meliputi Smart Economy, Smart Living dan Smart Governance.. Ilustrasi dari hasil FGD ini dapat dilihat pada gambar dibawah. Adapun detail hasil FGD telah kami lampirkan dalam laporan ini. Bagan Ilustrasi Pemetaan Pengembangan Kota Pintar di Kota Yogyakarta Smart Living

Smart Governance

Terwujudnya Kota Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan Berkualitas, Berkarakter dan Inklusif, Pariwisata Berbasis Budaya, dan Pusat Pelayanan Jasa, yang Berwawasan Lingkungan dan Ekonomi Kerakyatan.

Smart Economy

Lebih lanjut hasil FGD menyebutkan beberapa aplikasi yang dapat dikembangkan, beberapa diantaranya, pada dimensi Smart Economy diantaranya (1) aplikasi izin usaha terpadu; (2) Peningkatan daya saing dan daya tarik potensi ekonomi. Sedangkan pada dimensi Smart Living diantaranya adalah (1) Pemanfaatan ICT dalam pengendalian sampah; (2) Aplikasi untuk peningkatan literasi; (3) Integrasi SIMPUS dan Pcare; (4) Pelayanan pendidikan berbasis elektronik; dan (4) Pendataan infrastruktur jalan dan fasilitas umum secara elektronik. Kemudian pada dimensi Smart Governance diantaranya (1) eoice yang dapat diakses dengan cepat dan mudah; (2) Peningkatan kapasitas pegawai; (3) Pemanfaatan cloud computing; (4) Identitas warga yang terintegrasi.


6 Laporan Pelatihan Kota Pintar

VII.

Penutup Pada akhirnya kami segenap penyelenggara pelatihan mengucapkan terimakasih banyak atas kerjasama dan partisiapsi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam pelatihan Kota Pintar di Tahun 2016. Pada prinsipnya CfDS Fisipol UGM bersedia untuk terus bekerjasama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta apabila dirasa perlu untuk melakukan diskusi, studi dan pengembangan lebih lanjut mengenai kota pintar. Hal ini senantiasa dapat kita lakukan demi menyongsong era masyarakat digital yang lebih baik.


7 Laporan Pelatihan Kota Pintar

VII.

Lampiran Kontak Peserta

No. Nama 1 Abner Bernard Armadani 2 Afandi

Instansi Inspektorat Kecamatan Keraton Dians Pemukiman dan Prasarana Wilayah Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perizinan Kecamatan Danurejan Kantor Arpusda

Nomor telp 085727258529 081578706119

Email armadani@gmail.com

08985162555

anasboga@gmail.com

8 Cahya Wijayanta 9 Danik 10 Dewi Ciptaningrum

Kecamatan Gedokusuman Bagian Organisasi Bagian Umum Setda

0081328798619

cahyawijayanta@ymail.com

081931171714

dewic@jogjakota.go.id

11 Dhian 12 Dwi Ernaya 13 Edy Sugiharto, SSTP 14 Emy Indarya 15 Erman no Handokomulyo 16 Evita 17 Floren no Gaa Indra

081915538910 081328768305 087738155608

dhianadien74@yahoo.go.id

0817611875 087739083999 081804242898

18 Fuat Gunardi 19 Hendy Se awan 20 Herlina 21 Iman Tohari 22 Lucia Daning Krisnawa 23 M Farid 24 Muhammad Nur Qoasyim 25 Nurdin Majid

Hukor Kecamatan Kotagede Bagian Protokol Setda Disperindagkoptan Kecamatan Ngampilan Dinas Kesehatan Dinas Keter ban Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat DPRD Kecamatan Pakualaman Kecamatan Gedongtengen Kecamatan UIT Dinas Pengelolaan Pasar Rumah Sakit Yogya

erman no.hm@gmail.com evitaindah@gmail.com adpdinsg@gmail.com kependudukan@jogjakota. go.id bpkk@jogjakota.go.id dprd.jogjakota.go.id 545419jl. Kusumanegara 33

26 Rahmanan Kurniadi

Bagian Pengedalian Bangunan

085890928386

27 RoďŹ Rokhman Fadhilah 28 Saptohari 29 Siwi Catur Nugraha 30 Sri Yuwarni. S.H. 31 Sucia Sah 32 Sulistyowa 33 Tanpa Nama 34 Teguh Siswanto

Dinas Pendidikan BNN Kota Yogyakarta Inspektorat Kota Yogyakarta Kantor KB Bagian TIT Kecamatan WB Bagian Humas dan Informasi Sekretaris DBGAD

081908068540 081578701309 082138180369 081327654540 081578704372 081578700229

35 Tyasning HS 36 Urai Herman

Kecamatan Mergangsan Bagian P3ADK Setda

081327568606 081392046180

37 Vera Yunita Latuanda, ST 38 Wirayatno 39 Wisnu Rudi Irianto 40 Yuri A.S. 41 Djoko TTM 42 Tanpa Nama 43 Tanpa Nama 44 Tanpa Nama

Bappeda Kecamatan Tegalrejo DPDPK KPMP BPBD

085228383019 083867785449 085328004612 081226151600 0085102817827

3 Anans boga T.G Asri Widya Mulyaningrum, 4 S.Sos. 5 Banjar 6 Bimo Wiyanto 7 Budi Is Wijayan

085743816149 08122744016 081328355655 085742375770

085726834610 085100922296 082282772911 081328711134 081328839843 085878922150

08175472003

banjar@jogjakota.go.id perpus_jogja@yahoo.co.id

azaliajogja@gmail.com aacoriella99@gmail.com dalops.dalbang@gmail.com roďŹ rokhmanfadhilah@gmai l.com ziwynugroz@gmail.com suci@jogjakota.go.id

tghsiswanto@gmail.com tyasninghandayani71@gma il.com

vera.latuanda@yahoo.co.id wirayatno@ymail.com kpmp@jogjakota.go.id


8 Laporan Pelatihan Kota Pintar

VIII. No.

Lampiran Hasil Pre Test dan Post Test Kota Yogyakarta Nama

1 Abner Bernard Armadani 2 Afandi

Instansi

Inspektorat Kecamatan Keraton Dians Pemukiman dan Prasarana 3 Anans boga T.G Wilayah Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan 4 Asri Widya Mulyaningrum, S.Sos. Transmigrasi 5 Banjar Dinas Perizinan 6 Bimo Wiyanto Kecamatan Danurejan 7 Budi Is Wijayan Kantor Arpusda 8 Caduya W Kecamatan Gedokusuman 9 Danik Bagian Organisasi 10 Dewi Ciptaningrum Bagian Umum Setda 11 Dhian Hukor 12 Dwi Ernaya Kecamatan Kotagede 13 Edy Sugiharto, SSTP Bagian Protokol Setda 14 Emy Indarya Disperindagkoptan 15 Erman no Handokomulyo Kecamatan Ngampilan 16 Evita Dinas Kesehatan 17 Floren no Gaa Indra Dinas Keter ban Dinas Kependudukan dan 18 Fuat Bunardi Pencatatan Sipil 19 Hendry Se awan Bagian Tata Pemerintahan 20 Herlina Sekretariat DPRD 21 Imnu Tohari 22 Lucia Daning Krisnawa Kecamatan Gedongtengen 23 M Farid Kecamatan UIT 24 Muhammad Nur Qoasyim Dinas Pengelolaan Pasar 25 Nurdin Majid Rumah Sakit Yogya 26 Rahmanan Kurniadi Bagian Pengedalian Bangunan 27 RoďŹ Rokhman Fadhilah Dinas Pendidikan 28 Saptohari BNN Kota Yogyakarta 29 Siwi Catur Nugraha Inspektorat Kota Yogyakarta 30 Sri Yuwarni. S.H. Kantor KB

Pre-test Post-test 8 6

13 13

9 12 8 7 10 5 10 16 8 7 7 10 14 11 7 6 8 5 2 9 11 9 8 12 8 10 13 5

13 5 11 16 11 12 11

12 12 11

7 14 10 13


9 Laporan Pelatihan Kota Pintar

No.

Nama

Instansi

31 Sucia Sah 32 Sulistyowa 33 Tanpa Nama 34 Teguh Siswanto 35 Tyasning HS 36 Urai Herman 37 Vera Yunita Latuanda, ST 38 Wirayatno 39 Wisnu Rudi Irianto 40 Yuri A.S. 41 Djoko TTM 42 Tanpa Nama 43 Tanpa Nama 44 Tanpa Nama

IX.

Pre-test Post-test

Bagian TIT Kecamatan WB Bagian Humas dan Informasi Sekretaris DBGAD Kecamatan Mergangsan Bagian P3ADK Setda Bappeda Kecamatan Tegalrejo DPDPK KPMP BPBD

6 7 10 10 9 8 9 9 7 7

13 12 9

10 4 9 5

Lampiran Hasil Pre Test dan Post Test 10 Kota Nilai Minimal

Pretest

Kota Semarang

Kota Serang Kota Tangerang Kota Depok Kota Bekasi Kota Yogyakarta Kota Sleman Kabupaten Kudus Kota Surakarta Kabupaten Sidoarjo Rata-rata

Posttest

Nilai Modus

Pretest

3

6

1

5

3

7

6

8

4

5

2

4

5

8

3

6

6

12

4

9

4

7

Posttest

11 10

14

7

10

15

11

8

9

11

9

13

10

9

12

13

8

14

10

Post test

test

15 14 14

15

16

12

15

15 11 16 16 15

Pre test

8

12

18

9

12

18

10

16

10

Post test

18 15

Nilai Rata-Rata

10

Nilai Maksimal

Pre

14

9

10

17

16

8

13

18

8

13

14

8

18

11

14

16

9

13

17

9

10

10

12


10

Laporan Pelatihan Kota Pintar

X.

Lampiran Dokumen Forum Group Discussion

Permasalahan Kota

Solusi Pintar

Pasar modern berdiri dalam jarak yang aplikasi pengaturan izin pendirian pasar modern berdekatan dengan pasar tradisional. Hal ini merugikan pasar tradisional karena mempengaruhi omzet penjualan

Detail Permasalahan

IdentiďŹ kasi Masalah dan Solusi di Kota Yogyakarta Visi Kota Yogyakarta Persaingan tidak sehat antara pasar modern dan pasar tradisional

Jam buka/operasional pasar tradisional pengaturan jam buka pasar modern terbatas, hanya dari pagi sampai menjelang siang. Sedangkan jam operasional pasar modern panjang, bahkan ada yang 24 jam

Kebanyakan persuratan masih manual E-of ice yang dapat diakses dari mana saja Terbatasnya SDM dalam kemampuan TIK Pelatihan rutin untuk seluruh pegawai

Intansi

Dimensi

Smart Economy

Smart Living

Pengunjung cenderung lebih tertarik meningkatkan daya tarik dan daya saing pasar tradisional berbelanja ke pasar modern karena bersih, nyaman dan banyak pilihan. aplikasi informasi komoditi pasar Kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal Masyarakat masih membuang sampah soialisasi dan publikasi, peningkatan kapasitas fasilitator pendamping, mengelola sampah. sembarangan dan kurang terhadap pelatihan-pelatihan pengelolaan sampah mandiri (3R), Bank Sampah. kesadaran lingkaran Peningkatan dan pengembangan RTHP (Ruang Terbuka Hijau BLH terbatasnya lahan untuk penghijauan untuk Kesulitan mencari lahan untuk RTHP Publik),Pembinaan dan pendampingan sekolah dan pesantren mewujudkan RTHP adiwiyata(sekolah berwawasan lingkungan), ppengendalian dan pemantauan kualitas lingkungan, pengendalian dan pemantauan pencemaran limbah B3 (Bahan berbahaya dan beracun). Menciptakan kampung ramah anak sebagai penerus bangsa, Program KPMP kegiatan anak dan perlindungan anak. masih rendahnya minat baca dari masyarakat masih rendahnya minat baca dari peningkatan literasi informasi masyarakat. Melalui perpustakan digital. Perpustakaan masyarakat Adanya apliaksi baru dari instansi lain yang minta Indikator-Indikator kesehatan yang Integrasi SiMPUS dan Pcare, Pengembangan Sistem Integrasi SIMPUS Dinkes data dengan berbagai macam indikator-indikator banyak dengan Aplikasi yang dibangun oleh kementerian kesehatan kesehatan. Pasien hanya datang kerumah sakit saat berobat, memantau tingkat kesehatan dari pasian Pemantuan pasien rawat jalan online, rumah sakit dan jika sudah merasa sehat tidak kembali kontrol TBC, mendeteksi pasien rutin control, jojga Terwujudnya Kota Yogyakarta sebagai Kota ke rumah sakit. pasien gula, pasien jantung. Dll Pendidikan Berkualitas,Berkarakter dan Inklusif, Mutasi Guru, dan siswa online, Konektivitas informasi dari dinas ke Dinas Pariwisata Berbasis Budaya, dan Pusat Pelayanan Proses mutasi guru dan siswa masih manual, Proses mutasi guru dan siswa masih sekolah, Pendidikan untuk masyarakat. pendidikan Jasa, yang Berwawasan Lingkungan dan Ekonomi interaksi administrasi dari Dinas Pendidikan dan manual, interaksi administrasi dari Dinas Kota Kerakyatan. sekolah2 tersebar masih manual, masih adanya Pendidikan dan sekolah2 tersebar masih anak2 usia sekolah yang tidak sekolah dan putus manual, masih adanya anak2 usia sekolah sekolah. yang tidak sekolah dan putus sekolah. Keamanan di malam hari. Tingkat polusi air yang Lingkungan aman malam hari (PJU Pendataan jalan yang belum ada PJU, pemeliharaan PJU sesuai lifetime. Kimpraswil tinggi. Kawasan tepi sungai yang susah untuk Lingkungan), IPAL Komunal di Pembangunan Ipal Komunal di wilayah yang padat penduduk, Program M3 diakses, rawan banjir dan longsor. Potensi Wisata di lingkungan, pembangunan jalan inspeksi (Mundur, Munggah, Madep) untuk bangunan di tepi sungai, pendataan dan kawasanan tepi sungai yang belum tergali dengan tepi sungai. Rumah Tidak Layak Huni. pembebasan tanah untuk pembuatan jalan inspeksi. Program renovasi baik. Adanya rumah tidak layak huni Peningkatan Kualitas Air untuk kehidupan Rumah Tidak Layak Huni. Pembamgunan Sarana Air Bersih untuk wilayah sehari2. Penduduk yang belum memiliki yang belum tercover PDAM. Pembuatan MCK terpadu. Perencanaan MCK. Pengembangan Kampung Wisata. Pengembangan Wisata Kawasan Kali Code.

Administrasi persuratan

Smart Governance 1 Smart Governance 2

Terbatasnya kapasitas sistem hukum Menggunakan cloud computing untuk sistem informasi hukum online Sistem email jogjakota yang terbatas Menggunakan cloud computing untuk email dan menggunakan serti ikat (kapasitas, permasalahan sekuritas) keamanan yang dikenal luas Administrasi keuangan Sistem tidak stabil Menggunakan cloud computing untuk sistem pengelolaan keuangan Data keuangan dengan aset barang tidak Sistem yang terintegrasi antara keuangan dengan aset terintegrasi Administrasi Pemerintahan Data tidak terpusat Data centre pemerintahan satu untuk semua Kebutuhan permintaan data untuk Sistem informasi pemerintahan antar skpd yang terintegrasi pemeriksaan rutin Permasalahan banyaknya dokumen kertas dalam Efektivitas dan e isensi dalam menangani SIM warga satu kecamatan yang terintgrasi mengenai informasi pelayanan pelayanan publik dan administrasi kependudukan dokumen pelayanan publik. Misalnya : publik dan administrasi kemasyarakatan Data kependudukan dan surat pengantar mengurus administrasi kependudukan.


Smart Mobility Aksesibilitas Lokal Aksesibilitas Internasional Ketersediaan Infrastruktur berbasis TIK Keberlanjutan, inovasi, dan transportasi publik yang aman

Smart Economy Semangat Inova f Image Ekonomi dan Merek Dagang Produk vitas Kesempatan Kerja Kerjasama Internasional Kemampuan Bertransformasi

KlasiďŹ kasi Permasalahan Smart People Tingkatan KualiďŹ kasi Penduduk Semangat untuk Belajar Seumur Hidup Pluralisme sosial dan etnik Fleksibilitas Krea vitas Berpikiran terbuka Par sipasi dalam kegiatan publik Pendidikan Smart Environment Keberlanjutan Lingkungan Hidup Polusi Perlindungan Lingkungan Keberlanjutan Manajemen Sumber Daya Smart Living Fasilitas Budaya Layanan Kesehatan yang Op mal Keamanan Individu Kualitas Rumah Pariwisata Persatuan Sosial Masyarakat

Smart Governance Par sipasi Masyarakat dalam Penentuan Kebijakan Pelayanan Publik yang Memadai Pemerintahan yang Transparan Visi Misi Pemerintahan yang Baik

Laporan Pelatihan Kota Pintar

11


12

Laporan Pelatihan Kota Pintar

Smart Economy Tujuan Smart City Berkembangnya ekonomi yang berkelanjutan

Sasaran Pelaku usaha ekonomi tradisional

Titik awal

Titik awal

Triwulan 1

Triwulan 1

Program

Triwulan 4

Triwulan 4

Triwulan 1

Tahun 4 Triwulan 2 Triwulan 3

sosialisasi

Triwulan 1

sosialisasi

Program Pengembangan Pasar Tradisional

Tahun 1 Triwulan 2 Triwulan 3

Tahun 3 Triwulan 2 Triwulan 3

Adanya pengkhususan jenis pasar : pasar buah dan koordinasi survey/penda survey/penda sayuran, pasar hewan dan dengan instansi taan taan tanaman hias, pasar barang terkait bekas

Input Potensi yang dimiliki

PerencanaanSmart Economy Solusi/Program

Adanya paguyuban pedagang

Adanya paguyuban pedagang

Input Potensi yang dimiliki

Program Pengembangan Pasar Tradisional

Solusi/Program

Program Pengembangan Pasar Tradisional

Referensi *(Apabila diperlukan)

Tahun 2 Triwulan 2 Triwulan 3

Triwulan 4

jumlah pasar direvitalisasi

Output

peningkatan omset pedagang pasar

Outcome

perbaikan perbaikan perbaikan infrastruktur infrastruktur infrastruktur pasar pasar pasar

Triwulan 4

peningkatan peningkatan peningkatan Adanya pengkhususan jenis kebersihan kebersihan kebersihan pembinaan pembinaan pembinaan pasar : pasar buah dan pengembanga pengembanga pasar, pasar, pasar, dan dan dan n dan promosi n dan promosi sayuran, pasar hewan dan pengamanan pengamanan pengamanan pemberdayaan pemberdayaan pemberdayaan pasar pasar tanaman hias, pasar barang pedagang pedagang pedagang dan dan dan bekas penertiban penertiban penertiban


Kimpraswil

Dinas pendidikan Kota

Rumah Sakit jojga

Perpustakaan Dinas Kesehatan

KPMP

BLH

Tujuan Smart City:memudahkan semua masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan, pendidikan, fasilitas umum.

Lingkungan aman malam hari (PJU Lingkungan), IPAL Komunaldi lingkungan, pembangunan jalan inspeksi tepi sungai. Rumah Tidak Layak Huni. Peningkatan Kualitas Air untuk kehidupan sehari2. Penduduk yang belum memiliki MCK. Pengempangan Kampung Wisata.

Integrasi SiMPUS dan Pcare, Pengembangan Sistem Integrasi SIMPUS dengan Aplikasi yang dibangun oleh kementerian kesehatan mendeteksi pasien rutin control, TBC, pasien gula, pasien jantung. Dll Mutasi Guru, dan siswa online, Konektivitas informasi dari dinas ke sekolah, Pendidikan untuk masyarakat PKBM. Smart building kantor dinas

Pendataan jalan yang belum ada PJU, pemeliharaan PJU sesuai lifetime. Pembangunan Ipal Komunal di wilayah yang padat penduduk, Program M3 (Mundur, Munggah, Madhep kali) untuk bangunan di tepi sungai, pendataan dan pembebasan tanah untuk pembuatan jalan inspeksi. Program renovasi Rumah Tidak Layak Huni. Pembamgunan Sarana Air Bersih untuk wilayah yang belum tercover PDAM. Pembuatan MCK terpadu. Perencanaan Pengembangan Wisata Kawasan Kali Code.

Aplikasi mutasi online, piranti dan aplikasi untuk konektivitas sekolah dan dinas, smart building.

Pengembangan Aplikasi terkait dengan Integrasi SIMPUS dan Pcare, Pengembangan Aplikasi terkait dengan Integrasi SIMPUS dengan Aplikasi yang dibangun Oleh Kementerian Kesehatan. Pemantuan pasien rawat jalan online,

Program kegiatan anak dan perlindungan anak. Aplikasi perpustakaan digital yang bisa download, dan bisa dijalankan di semua platform.

soialisasi dan publikas, peningkatan kapasitas fasilitator pendamping, pelatihanpelatihan pengelolaan sampah mandiri (3R), Bank Sampah. Peningkatan dan pengembangan RTHP (Ruang Terbuka Hijau Publik), Pembinaan dan pendampingan sekolah dan pesantren adiwiyata(sekolah berwawasan lingkungan), pengendalian dan pemantauan kualitas lingkungan, pengendalian dan pemantauan pencemaran limbah B3 (Bahan berbahaya dan beracun).

Mewujudkan kota yogyakarta yang berwawasan lingkungan, kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah mandiri. Penghijauan di lingkungan masyarakat dengan menciptakan kampung hijau.

Menciptakan kampung ramah anak sebagai penerus bangsa peningkatan literasi informasi masyarakat. Melalui perpustakan digital.

Program

Sasaran

Smart Living

Laporan Pelatihan Kota Pintar

13


14

Laporan Pelatihan Kota Pintar

Perencanaan Smart Living Output

Outcome

Tahun 1

Tersedianya sarana interaksi masyarakat, sampah berkurang

Input

Terbangunnya RTHP, meningkatnya kesadaran masyarakat akan sampah

Meningkatnya minat baca masyarakat.

Triwulan 4

pengembangan bank sampah

Masyarakat bisa mengakses perpustakaan secara online

Triwulan 3

peningkatan sekolah adiwiayata

membangun Launching aplikasi e-library aplikasi

Launching Puskesmas dapat berjalan Bridgjing SIMPUS Bridging SIMPUS dan Pcare secara efek f dan eďŹ sien dan Pcare.

dak terbatasnya ruang dan waktu proses mutasi guru dan siswa. Informasi yang up to date dari Dinas dan sekolah.Pendidikan anak2 putus sekolah terus berkelanjutan Program sarana dan prasarana masyarakat yang siap untuk direalisasikan.

Pasien dapat mengetahui kualitas kesehatan pasien jadwal kontrol pengobatan dapat terkontrol

Mempermudah proses mutasi guru dan siswa. Komunikasi dan interaksi pembuatan aplikasi dan tes ng launching antara Dinas Pendidikan distribusi hardware so ware dan Sekolah2 lebih cepat. Anak anak putus sekolah dapat kembali belajar sosialisasi Penyempurnaan Tersedianya Program dan pendataan dan perencanaan dan perencanaan yang matang. perencanaan penganggaran

Triwulan 2

peningkatan kapasitas bank sampah

pela han SDM

Triwulan 1

pengurangan sampah, pemilahan sampah, reduce, reuse,recycle

pengayaan koleksi

Melakukan Uji Coba brdgjing Pcare ke 2 Puskesmas

Ti k awal

SDM, Sarpras

pengembangan perpustakaan digital,

Melakukan Bridgjing dengan Pcare

menjalankan aplikasi

Potensi yang dimiliki

BLH

SDM, Sarpras

SIMPUS dan Pcare yang Berkoordinasi dengan terpisah BPJS

penerapan aplikasi

Solusi/Program

Perpustakaan

SIMPUS (Sistem Informasi Puskesmas)

Hardware dan so ware membuat aplikasi

pengembangan RTHP

Dinkes

SDM, fasilitas

berkoordinasi dengan wilayah

Hardware dan so ware, pemetaan wilayah brainware

Sosialisasi dan perencanaan

pendataan dan perencanaan (jika dimungkinkan dengan geospasial)

rumah sakit jojga

SDM, Sarpras

Dinas pendidikan Kota SDM

Kimpraswil


merata

Sasaran Program Administrasi persuratan yang paperless optimalisasi e-of ice Administrasi Administrasi persuratan yang aman perlindungan e-of ice dengan sistem persuratan yang cepat keamanan yang baik dan akurat Administrasi persuratan yang cepat e-of ice dapat diakses dari internet Administrasi keuangan yang terintegrasi koneksi antara sistem keuangan dengan aset Administrasi Administrasi keuangan yang realtime pengintegrasian sistem keuangan keuangan yang dapat dengan sistem pelaporan diandalkan Administrasi keuangan stabil (minim menggunakan cloud computing error) Sistem informasi pemerintahan antar pembuatan sistem pemerintahan Administrasi unit/skpd saling terintegrasi kota yang saling terintegrasi Pemerintahan yang Satu data yang dapat diakses oleh banyak data centre kota yogyakarta dapat diandalkan sistem SiWarga - Sistem Infrastruktur TIK Tersedianya jaringan infrastruktur Penyediaan dan memelihara Informasi Warga ( yang terencana dan baik kabel dan nirkabel sarpras jaringan komunikasi aplikasi SIM ) komprehensif serta

Tujuan Smart City

Smart Governance

Laporan Pelatihan Kota Pintar

15


16

Laporan Pelatihan Kota Pintar

Titik awal

Triwulan 1

Triwulan 2

Tahun 1 Triwulan 3

Perencanaan Smart Governance Input Potensi yang dimiliki Triwulan 4

penerapan eof ice pada undangan rapat

Solusi/Program

sudah punya sistem e-of ice berikut sistem e-of ice yang dengan dasar dalam tahap uji coba hukumnya

persiapan pembuatan data pembuatan data centre untuk centre dan sistem menampung data yang terpadu dan dari sim terpadu saling terintegrasi tersebut

Triwulan 1

Tahun 3 Triwulan 2

sosialisasi dan pelatihan pengguna

Triwulan 3

uji coba

Triwulan 4

penerapan

Triwulan 1

Bridging SiWarga

Triwulan 2

Triwulan 3

Triwulan 4

persiapan pembuatan data pembuatan data centre untuk centre dan sistem menampung data yang terpadu dan dari sim terpadu saling terintegrasi tersebut

Tahun 2

pembuatan data centre dan sistem yang terpadu dan saling terintegrasi

Outcome

Pelayanan Publik dan Administrasi Publik berjalan efektif dan e isien

Sistem Informasi e-gov yang Pemerintah Kota terintegrasi dan Yogyakarta dapat diandalkan

e-of ice yang sistem persuratan dapat dihandalkan pemerintah yang dan digunakan sistematis, cepat, secara aman, dan dapat menyeluruh diandalkan

Output

Launching SiWarga

persiapan pembuatan data centre untuk menampung data dari sim terpadu tersebut

penerapan e-of ice penerapan e-of ice pada surat resmi pada disposisi

E-of ice

koordinasi integrasi sudah punya SIPKD, persiapan data dan SIMBADA, SIM SIM-SIM yang ada masih integrasi antar pembuatan Persediaan, SIM berdiri sendiri pengelola sistem yang Pendapatan, dll sistem terpadu

Titik awal

Koordinasi Integrasi Melakukan Uji dengan sistem Aplikasi SiWarga yang Coba Sistem Kelurahan, informasi Monev SiWarga sudah siap Informasi Warga Kecamatan dengan (SiWarga) dan SKPD SKPD Dibutuhkan kerja sama SDM Warga Anggaran 2017 dan komiten feedback dari belum semua siap sudah ix masyarakat bersama dengan TIK antar SKPD

sosialisasi ke pelatihan seluruh kepada unit/SKPD pengguna

Sistem informasi kepemerintahan yang terintegrasi

Aplikasi Sistem Informasi Sistem Informasi Warga Warga

Masalah yang muncul

Input Potensi yang dimiliki

sudah punya sistem e-of ice berikut sistem e-of ice yang dengan dasar dalam tahap uji coba hukumnya

Solusi/Program

E-of ice

sudah punya SIPKD, sosialisasi dan SIMBADA, SIM SIM-SIM yang ada masih pelatihan Persediaan, SIM berdiri sendiri pengguna Pendapatan, dll

Aplikasi SiWarga yang sudah siap

Sistem informasi kepemerintahan yang terintegrasi

Aplikasi Sistem Informasi Sistem Informasi Warga Warga

Masalah yang muncul


17 Laporan Pelatihan Kota Pintar

XI.

Lampiran Foto Kegiatan


18 Laporan Pelatihan Kota Pintar


Center for Digital Society Faculty of Social and Political Sciences Universitas Gadjah Mada BC Building 202, 2nd Floor, Jalan Socio Yustisia No.1 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281, Indonesia Phone : (0274) 551753, 0852 2527 7291 Email : cfds.ďŹ sipol@ugm.ac.id Website : cfds.ďŹ sipol.ugm.ac.id


Laporan jogja