Page 1

LAPORAN PELATIHAN KOTA PINTAR DI KOTA BEKASI TAHUN 2016

CENTER FOR DIGITAL SOCIETY


1 Laporan Pelatihan Kota Pintar

I.

Pengantar

Center for Digital Society Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada bersama dengan Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia telah sukses menyelenggaraan pelatihan kota pintar di Kota Bekasi yang diadakan di Hotel Fave Kota Bekasi, pada tanggal 10-11 November 2016.

II.

Overview Materi Pelatihan

Pelatihan kota pintar di Kota Bekasi diselenggarakan dalam delapan sesi. Sesi pertama membahas mengenai urgensi kota pintar. Sesi ini mendiskusikan mengenai apa, mengapa dan bagaimana kota pintar dapat bekerja dan meningkatkan kinerja pelayanan perkotaan. Smart City hadir sebagai solusi cerdas untuk menyelesaikan permasalahan dan mengembangkan potensi setiap kota yang memiliki ciri khas masing-masing. Sebab itu pengembangan kota pintar harus disadari atas kebutuhan setiap kota. Pada sesi kedua, membahas mengenai tahapan-tahapan yang dapat dilalui setiap kota untuk menuju kota pintar yang optimal. Adapun tahapan ini terdiri dari 7 tahapan yaitu, (1) Pelajari teori kota pintar; (2) Rumuskan kebutuhan dan prioritas di kalangan masyarakat dan pihak swasta; (3) Rumuskan rencana dan komunikasi visi kota pintar dan upayakan pemangku kepentingan mendukungnya; (4) Pertimbangan untuk memanfaatkan teknologi cloud; (5) Tetapkan model pelaksanaan (build own, operate; build, operate, transfer; open business model; dan public private partnership); (6) Rancang pelaksanaan; (7) Mulai dengan proyekproyek awal. Adapun sesi ketiga membahas mengenai kerangka ISO 18091:2014 mengenai Kota Pintar. Sesi ini memaparkan bahwa implementasi kota pintar telah memiliki ketentuan yang terstandar dan diakui secara internasional. Kerangka ini penting, bukan hanya sebagai acuan namun juga untuk memastikan bahwa konsep kota pintar yang dikembangkan memiliki standar keamanan, kredibilitas, dan inklusiďŹ tas. Secara umum kerangka ISO kota pintar dipetakan menjadi empat kluster yaitu (1) Pengembangan institusi pemerintahan yang baik; (2) Pengembangan Sosial yang Inklusif; (3) Pengembangan Ekonomi yang berkelanjutan; dan (4) Pembangunan lingkungan berkelanjutan.


2 Laporan Pelatihan Kota Pintar

Kemudian pada sesi keempat, pembahasan dilanjutkan pada teknologi komputasi awan dan urgensi keamanan sistem digital. Komputasi awan memberikan kemudahan dan ketepatan dalam pengembangan kota pintar. Penggunaan komputasi awam juga penting karena memiliki standar keamanan yang sangat baik. Pada hari kedua, pelatihan menginjak pada sesi lima. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi langsung dengan developer aplikasi kota pintar. Pada pelatihan di Kota Bekasi, hadir USADI yang fokus pada pengembangan aplikasi keuangan daerah dan Sonar yang fokus monitoring isu media sosial. Para developer secara detail menyampaikan berbagai ďŹ tur aplikasi dan juga berdiskusi dengan peserta mengenai sektor-sektor strategis yang dapat dikerjasamakan. Pada sesi keenam, pelatihan memasuki sesi Focus Group Discussion. Peserta pelatihan dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kluster pengembangan kota pintar yang relevan dengan visi misi dan masalah perkotaan. Pada sesi ketujuh, peserta mengidentiďŹ kasi solusi dari permasalahan yang sebelumnya telah diidentiďŹ kasi. Peserta pelatihan telah berhasil mengidentiďŹ aksi detail masalah, detail solusi dan sekaligus melakukan perencanaan pengembangan solusi kota pintar. Pada sesi kedelapan, hasil diskusi antar kelompok kemudian dipresentasikan secara bergiliran untuk mendapatkan umpan balik dari peserta lain dan juga fasilitator diskusi. Setelah memperoleh umpan balik, setiap kelompok menyempurnakan hasil presentasinya untuk kemudian dikumpulkan menjadi satu sebagai rekomendasi usulan perencanaan pengembangan kota pintar yang komprehensif.


3 Laporan Pelatihan Kota Pintar

III.

Overview Pemateri dan Peserta

Pada kesempatan kali ini kami juga hendak menyampaikan terimakasih berbagai pihak yang telah turut serta berpartisipasi dan membantu pelatihan kota pintar. Telah menjadi komitmen CfDS Fisipol UGM untuk menghadirkan para pembicara yang memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni. Pada sesi pertama dan kedua hadir sebagai pembicara, Dr. Ratminto (Pengajar Manajemen Kebijakan Publik Fisipol UGM dan Managing Director CfDS Fisipol UGM); kemudian pada sesi ketiga dan keempat hadir Tony Seno (National Tecnology Oicer). Pada sesi keenam hadir developer USADI dan Sonar. Kemudian hadir sebagai fasilitator FGD Dyah Ratih, MSI (Peneliti MAP dan CfDS Fisipol UGM). Adapun staf CfDS Fispol UGM yang bertugas pada pelatihan Kota Bekasi adalah Hanadia Pasca Yurista dan Nitya Saputri.

IV.

Laporan dan Evaluasi Peserta

Pelatihan kota pintar di Kota Bekasi diikuti oleh 21 pegawai Pemkot Bekasi. Peserta pelatihan terdiri dari Pejabat Eselon II, III, dan IV. Adapun para peserta berasal dari berbagai instansi kedinasan seperti Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Perhubungan, dan instansi lainnya. Pada kesempatan kali ini, kamipun hendak menyampaikan apresiasi kepada peserta yang telah berpartisipasi dalam pelatihan ini. Dalam waktu kedepan, komitmen dan sinergisitas antar pejabat eselon dan instansi harus terus ditingkatkan.

V.

Hasil Pre Test dan Post Test

Sebagai bentuk evaluasi yang efektif untuk memantau kinerja pelatihan dan daya serap peserta terhadap materi pelatihan, pelatihan Kota Pintar didukung dengan instrumen pre test dan post test. Pre test dan post test terdiri dari 20 soal yang terdiri dari bagian materi pelatihan. Pre test dibagikan kepada seluruh peserta sebelum materi pertama, sedangkan post test dibagikan setelah sesi FGD berakhir. Adapun ringkasan hasil pre test dan post test adalah sebagai berikut.


4 Laporan Pelatihan Kota Pintar

Ringkasan Hasil Pre test dan Post test berdasarkan jumlah soal benar Nilai Pre test

Nilai Post Test

Nilai Rata-Rata

10

10

Nilai Maksimal

15

16

Nilai Minimal

4

5

Nilai Modus

11

8

Berdasarkan hasil pre test dan post test tersebut dapat diambil beberapa poin menarik. Pertama, titik awal pemahaman pegawai Pemerintah Bekasi mengenai kota pintar sangat beragam. Hal ini dapat dilihat dari jumlah soal benar yang memiliki rentang minimal 4 soal benar hingga nilai maksimal 15 soal benar. Kedua, peningkatan pemahaman peserta mengenai kota pintar dapat dilihat dari peningkatan hasil post test peserta. Ketiga, berdasarkan nilai pre test dan post test dapat dilihat sumber daya manusia untuk pengembangan kota pintar di Kota Bekasi perlu kembali ditingkatkan dan dikembangkan.


5 Laporan Pelatihan Kota Pintar

VI.

Rangkuman FGD

Berdasarkan hasil FGD, dapat diidentiďŹ kasi bahwa konsern utama pengambangan Kota Bekasi yang Smart Economy dan Smart Governance. Lebih lanjut bidang yang dapat menjadi konsern pengembangan kota pintar diantaranya yaitu pengembangan industri kreatif, infrastruktur terintegrasi, pelayanan publik yang mudah dan terintegrasi. Ilustrasi dari hasil FGD ini dapat dilihat pada gambar dibawah. Adapun detail hasil FGD telah kami lampirkan dalam laporan ini. Bagan Ilustrasi Pemetaan Pengembangan Kota Pintar di Kota Bekasi Smart Governance

Smart Economy

Bekasi Maju, Sejahtera dan Ihsan

Lebih lanjut hasil FGD menyebutkan beberapa aplikasi yang dapat dikembangkan, beberapa diantaranya, pada dimensi Smart Economy diantaranya (1) Pengembangan industri kreatif; (2) Infrastruktur terintegrasi; (3) Peningkatan kualitas SDM yang menguasi TIK. Kemudian pada dimensi Smart Governance diantaranya (1) Pelayanan publik yang terstandar; (2) Meningkatkan peran dan partisipasi publik dalam pembangunan; (3) Infrastruktur TIK yang terencana dan komprehensif serta merata; (4) Tersedianya basis data yang terpadu; (5) Meningkatnya kualitas SDM yang menguasai TIK.


6 Laporan Pelatihan Kota Pintar

VII.

Penutup Pada akhirnya kami segenap penyelenggara pelatihan mengucapkan terimakasih banyak atas kerjasama dan partisiapsi Pemerintah Kota Bekasi dalam pelatihan Kota Pintar di Tahun 2016. Pada prinsipnya CfDS Fisipol UGM bersedia untuk terus bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bekasi apabila dirasa perlu untuk melakukan diskusi, studi dan pengembangan lebih lanjut mengenai kota pintar. Hal ini senantiasa dapat kita lakukan demi menyongsong era masyarakat digital yang lebih baik.


7 Laporan Pelatihan Kota Pintar

VII. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Lampiran Kontak Peserta Nama Ali Nurcahya Arya Betha Y Danny Agung Pradana, ST Dede Hendriyana Deded K Drs. H. Abdillah, M.Si Erwin Erwin Gunawan Gami Gumilar H. M. Jufri Hani Sys Hanny Vivara H Ir. Suzanna Harlina, M.Si Iryanthi Moh. Ridwan Nindyo wida A Rita Hartati Suharyanto TauďŹ k, SH Titin Suryani Zainal Abidin S.

Instansi Nomor telp Email alcinura2013@gmail.com Pemkot Bekasi Bag. Telematika Setda Kota Bekasi 81519995960 arya@bekasikota.go.id Bag. Telematika Setda Kota Bekasi 8111129686 danny@bekasikota.go.id Distako Dinas pendidikan 811910184 Sta Ahli 8161185071 Dishub Kota Bekasi Distako Telematika 8567161984 84gumilar@yahoo.com Humas Setda 0818930826/081291872244 Mhd.jufri.14@yahoo.co.id Inspektorat Satpol PP Kota Bekasi 81315262661 harlinasuzanna@yahoo.com Dinas Perhubungan Hukum Setda Kota Bekasi 8159511484 Dinas kebersihan 8129227662 mridwanbppt@gmail.com BPLH Kota Bekasi 8568582336 84.diowhida@gmail.com ritaharta us@yahoo.com BP3AKB BPPT BPKAD BPPT Disbimarta 8111600083


8 Laporan Pelatihan Kota Pintar

VIII.

IX.

Lampiran Hasil Pre Test dan Post Test Kota Bekasi No.

Nama

Instansi

Pre-test Post-test

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Ali Nurcahya Arya Betha Y Danny Agung Pradana, ST Dede Hendriyana Deded K Drs. H. Abdillah, M.Si Erwin Erwin Gunawan Gami Gumilar H. M. Jufri Hani Sys Hanny Vivara H Ir. Suzanna Harlina, M.Si Iryanthi Moh. Ridwan Nindyo wida A Rita Hartati Suharyanto TauďŹ k, SH Titin Suryani Zainal Abidin S.

Pemkot Bekasi Bag. Telematika Setda Kota Bekasi Bag. Telematika Setda Kota Bekasi Distako Dinas pendidikan Sta Ahli Dishub Kota Bekasi Distako Telematika Humas Setda Inspektorat Satpol PP Kota Bekasi Dinas Perhubungan Hukum Setda Kota Bekasi Dinas kebersihan BPLH Kota Bekasi BP3AKB BPPT BPKAD BPPT Disbimarta

14 12 15 15 7 4 9 13 12 8 11 9 4

16

5 7

11 9 11 12 7 11

Lampiran Hasil Pre Test dan Post Test 10 Kota Nilai Minimal Nilai Modus Nilai Maksimal Nilai Rata-Rata

Pretest

Kota Semarang

Posttest

Posttest

Pretest

Pre test

Post test

3

6

11

14

15

18

1

5

10

14

14

18

Kota Tangerang

3

7

9

7

14

15

Kota Depok

6

8

10

15

15

18

4

5

11

8

15

16

2

4

9

11

16

16

5

8

9

13

15

18

3

6

10

9

11

14

12

12

13

16

18

4

9

8

14

16

16

4

7

10

12

15

17

Kota Serang

Kota Bekasi Kota Yogyakarta Kota Sleman Kabupaten Kudus Kota Surakarta Kabupaten Sidoarjo Rata-rata

6

8 8 12 11

Pre test

Post test

8

12

9

12

10

10

10

17

10

10

8

13

8

13

8

10

11

14

9

13

9

12


Masyarakat yang berminat untuk mengembangkan industri krea f Meningkatkan kualitas dan ketersediaan data mengenai UMKM Meningkatnya rasa memiliki masyarakat atas program pemerintah Meningkatnya fungsi pengawasan masyarakat atas jalannya pemerintahan Tersedianya jaringan infrastruktur baik kabel dan nirkabel

Pengembangan industri krea f

Meningkatnya kualitas Meningkatkan kompetensi PNS SDM yang menguasai Pemberdayaan eksploitasi pekerja di bawah umur TIK dan anak - anak jalanan Meningkatkan pengetahuan dan par sipasi masyarakat di dunia TIK

Peningkatan kualitas SDM yang menguasai TIK

Integrasi infrastruktur penunjang ekonomi Bekasi

Sasaran

Tujuan Smart City

Referensi *(Apabila diperlukan)

2. Pemberian jaringan internet gra s di fasilitas publik

1. RKPD online terintegrasi dengan SIPKD dan sistem pengendalian 2. Op malisasi helpdesk/sms center, call Aplikasi seper qlue center 1. Pemetaan dan menyusun topologi sistem jaringan informasi 2. penyediaan dan memelihara sarpras jaringan komunikasi 1. Pemberian Sosialisasi, Bimtek, Diklat 1. Pembentukan komunitas IT (PPID, KIM)

2. op malisasi pelaksanaan SOP

1. op malisasi perijinan onine

Program

Lampiran Dokumen Forum Group Discussion

Smart Economy

X.

Laporan Pelatihan Kota Pintar

9


10

Laporan Pelatihan Kota Pintar

Smart Governance

1. Pembentukan komunitas IT (PPID, KIM)

3. penyusunan interoprobabilitas anatara data dan aplikasi 4. Op malisasi basis data dan aplikasi 1. Pemberian Sosialisasi, Bimtek, Diklat

Tujuan Smart City Sasaran Program Referensi *(Apabila diperlukan) Pelayanan publik yang Meningkatkan Kualitas dan aksebilitas layanan 1. op malisasi perijinan onine terstandar Meningkatkan kualitas dan ketersediaan data serta 2. op malisasi pelaksanaan SOP informasi Meningkatkan peran Meningkatnya rasa memiliki masyarakat atas 1. RKPD online terintegrasi dengan SIPKD dan par sipasi publik program pemerintah dan sistem pengendalian dalam pembangunan Meningkatnya fungsi pengawasan masyarakat atas 2. Op malisasi helpdesk/sms center, call Aplikasi seper qlue jalannya pemerintahan center Infrastruktur TIK yang Tersedianya jaringan infrastruktur baik kabel dan 1. Pemetaan dan menyusun topologi terencana dan nirkabel sistem jaringan informasi komprehensif serta merata 2. penyediaan dan memelihara sarpras jaringan komunikasi Tersedianya basis data Terintegrasinya semua sistem aplikasi pemerintahan 1. Adanya Perda/Perwal yang terpadu 2. penyediaan data warehouse

Meningkatnya kualitas Meningkatkan kompetensi PNS SDM yang menguasai TIK Meningkatkan pengetahuan dan par sipasi masyarakat di dunia TIK

2. Pemberian jaringan internet gra s di fasilitas publik


11 Laporan Pelatihan Kota Pintar

Perencanaan Smart City Kota Bekasi Input

Solusi

Potensi yang dimiliki

Membuat perijinan terintegrasi dan terautomasi

Titik awal

Triwulan 1

merekonstruksi arsitekture aplikasi agar lebih fleksibel terhadap perubahan workflow proses administrasi Aplikasi penerbitan Mendata aplikasi yang adminitrasi kependudukan sudah terintegrasi dan sudah ada belum Aplikasi penerbitan perijinan sudah terkomputasi

Pengadaan jasa tenaga ahli

Koordinasi Membuka dengan OPD Source Code

Input

Solusi

Titik awal Ö ÑǾÑÔŎŌŒPǾÞÔŒÒ Ì ÑÖ NÞMP ŐÑǾÒÓÒŌMŌ arsitekture aplikasi agar terintegrasi dan terautomasi Aplikasi penerbitan perijinan sudah lebih fleksibel terhadap terkomputasi perubahan workflow proses administrasi Aplikasi penerbitan Mendata aplikasi yang adminitrasi kependudukan sudah terintegrasi dan sudah ada belum

. GL=FKAQ9F? <A EA D A CA

Potensi yang dimiliki

Membuat perijinan terintegrasi dan terautomasi

Titik awal merekonstruksi Aplikasi penerbitan arsitekture aplikasi agar perijinan sudah lebih fleksibel terhadap terkomputasi perubahan workflow proses administrasi Aplikasi penerbitan Mendata aplikasi yang adminitrasi kependudukan sudah terintegrasi dan sudah ada belum

Tahun 2 Triwulan 2 Triwulan 3

Triwulan 1 L▓♫▄ ś▓ś■Ċ Fase 1

Input

Solusi

Tahun 1 Triwulan 2 Triwulan 3 Triwulan 4 Perancangan dengan pendamping Pengembang Pengembang an an Fase 1 an Fase 1 konsultan/ tenaga ahli

Triwulan 1 Implement Fase 2

Triwulan 4

Monitoring Pengembang Pengembang Implementasi an Fase 2 an Fase 2 Fase 1

Tahun 3 Triwulan 2 Triwulan 3

Triwulan 4

Output Perijinan online terpadu yang sudah terintegrasi dengan SKPD teknis.

Monitoring Implementasi Fase 1

Solusi Perencanaan Smart City Kota Bekasi Solusi

Input Potensi yang dimiliki

Titik awal

Melakukan upaya pembinaan dan pengembangan industri krea f Memiliki potensi di wilayah binaan (UPPKS, PEKKA, UMKM) Meningkatkan respon para pelaku industri krea f

Melaksanakan koordinasi dengan unsur terkait (Disperindag, Dispera, BP3AKB, Bappeda, BPKAD)

Memiliki koordinator binaan (BPCAKU, dll) yang suda memiliki satuan Mendata aplikasi yang tugas. Namun, belum sudah terintegrasi dan memiliki jaringan sistem belum informasi secara elektronik; Industri kreatif yang meningkat di Bekasi

Triwulan 1 Meningkatka n fungsi BPCKAU sebagai koordinator para kelompok UPPKS dan para pelaku industri krea f

Tahun 1 Triwulan 2 Triwulan 3

Meningkatk Pengadaan an sensor kompetensi SDM para pelaku industri krea f

Koordinasi Membuka dengan OPD Source Code

Triwulan 4

Triwulan 1

Pembentuka n tim Implement pelaksana Fase 1 penetapan pilot project

Tahun 2 Triwulan 2 Triwulan 3

Triwulan 4

Triwulan 1

Monitoring Pengembang Pengembang Implement Implementasi an Fase 1 an Fase 2 Fase 2 Fase 1

Tahun 3 Triwulan 2 Triwulan 3

Triwulan 4

Monitoring Pengembang Implementasi an fase 3 Assessment Fase 2 (review)


12 Laporan Pelatihan Kota Pintar

XI.

Lampiran Foto Kegiatan


Center for Digital Society Faculty of Social and Political Sciences Universitas Gadjah Mada BC Building 202, 2nd Floor, Jalan Socio Yustisia No.1 Bulaksumur, Yogyakarta, 55281, Indonesia Phone : (0274) 551753, 0852 2527 7291 Email : cfds.ďŹ sipol@ugm.ac.id Website : cfds.ďŹ sipol.ugm.ac.id

Laporan bekasi  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you