Page 1

03

SUARA INOVASI

BANK ACEH PENOPANG PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH

11

SUARA KHUSUS

ACEH TENGGARA PILOT POYEK KETAHAN PANGAN NASIONAL

16

SUARA BUDAYA

WALI NANGGROE, MERAJUT ASA MEMBANGUN ACEH YANG GEMILANGA-

SUARA UMUM ACEH TABLOID MINGGUAN

MENUJU ACEH MAJU

SUARAUMUM@GMAIL.COM

FACEBOOK.COM/SUARAUMUM

HARGA ECERAN Rp 6.000,-

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

BANGSA & NEGARA

MEMBUTUHKAN PARA PETANI Penyuluhan dapat membantu petani memperoleh hasil pertanian yang berkualitas. Keberadaan petani sangat penting bagi sebuah negara, karena petani dapat menghasilkan kebutuhan primer (pangan) manusia di berbagai belahan dunia.

HABA JAMEUN

SULET KEU PANGKAI KANJAI KEU LABA


2

SUARA REDAKSI

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

SALEUM KAMI mengucapkan terima kasih kepada pembaca setia Tabloid Suara Umum Aceh (SUA) yang telah mengikuti informasi-informasi dari tim redaksi kami. Sebagai laporan utama pada edisi kedelapan ini, SUA mengangkat tentang Kunjungan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Ir. H. Isran Noor, M.Si pada Rapat Koordinasi Kerja Wilayah (Rakolwil) Perhiptani Aceh di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Selain menyajikan informasi tentang kunjungan Isran Noor ke Aceh Tengah, kami juga mengetengahkan seputar kunjungan Menteri Pertanian DR Ir Suswono MMA bersama Gubernur Aceh, Zaini Abdullah yang melakukan panen perdana jagung hibrida di Semadam Awal, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara. Mentan mengaku optimis, Aceh dapat meningkatan produksi tanaman pangan sebagai penopang ketahanan pangan nasional. Pemerintah pusat, menurut Mentan menilai Aceh memiliki potensi yang luar biasa untuk peningkatan produksi pangan. Pada rubrik Suara Inovasi, kami mengulas tentang pengukuhan Busra Abdullah sebagai Dirut Bank Aceh oleh Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah, secara resmi di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur, Banda Aceh, Senin, 6 Januari 2014. Kekurangan dan kesalahan dari penulisan dalam tabloid ini masih terlihat di sana-sini. Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk membenahi kekurangan kami dan menjadikannya lebih baik. Semoga dapat bermanfaat sebagai penambah wawasan baru untuk kita semua!

REDAKSI PENERBIT Aceh Intermedia SIUP: 461/01.01/PK/III/2013 SITU: 503/783/KPPTSP/2013 TDP: 010134607830 NPWP: 03.286.510.7-101.000 DEWAN PENASEAHAT DR. TM. Jamil TA, M.Si, DR. Ir Ilyas, MP, Muhammad Zaini, S.Sos, Ir. HT. Thurmizi, M.Si, Dr. Ir. Agussabti. PEMIMPIN UMUM/PENANGGUNG JAWAB Z Ali Kumba PEMIMPIN PERUSAHAAN Nurul Jariah

Boy Nashruddin Agus melepas masa lajangnya dengan mempersunting Desi Zulfiana Fhonna, Sabtu, 4 Januari 2014 di Masjid Agung Al-Makmur Lampriet, Banda Aceh. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah serta selalu dalam ridha Allah.

SUARA INOVASI

BANK ACEH PENOPANG PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH SUARA UTAMA

BANGSA DAN NEGARA MEMBUTUHKAN PARA PETANI SUARA KHUSUS

ACEH TENGGARA PILOT PROYEK KETAHAN PANGAN NASIONAL LENSA UMUM

KUNJUNGAN KETUA UMUM DPP PERHIPTANI DI TAKENGON SUARA BUDAYA

WALI NANGGROE MERAJUT ASA MEMBANGUN ACEH YANG GEMILANG

03 05 11 12 16 Potret Umum

PEMIMPIN REDAKSI Rahmat RA REDAK足TUR Desi Rinasari & Dodi Sagala KONTRIBUTOR David & Wulandari KORESPONDEN Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Gayo Luwes, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Jaya, Simeulue &Medan. IKLAN & SIRKULASI Zainuddin & Dewi Mailisa, SE ALAMAT REDAKSI Jl. Jurong Dagang, Ceurih, Ulee Kareng, Banda Aceh, Email. suaraumum@gmail. com, Facebook. facebook.com/suaraumum.

Wartawan Tabloid SUARA UMUM ACEH tidak diperkenankan menerima dana atau meminta imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber, wartawan tabloid ini dilengkapi kartu pengenal atau surat tugas. Apabila ada pihak mencurigakan sehubungan dengan aktivitas kewartawanan tabloid ini, segera hubungi redaksi.

SUARA UMUM ACEH | ZAINUDDIN

Drs. Anas M. Adam, M.Pd, bersama Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah, S.Sos, saat menghadiri pelantikan direksi PT. Bank Aceh di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur, Banda Aceh, Senin, 6 Januari 2014.


SUARA INOVASI

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

3

SUARA UMUM ACEH | ZAINUDDIN

Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah saat melantik dan mengukuhkan Busra Abdullah sebagai Dirut PT. Bank Aceh di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur, Banda Aceh, Senin, 6 Januari 2014. Selain Busra, Gubernur Aceh juga melantik Zikri Abdul dan Rusydi M Adam, masing-masing sebagai Direktur Kepatuhan dan SDM dan Direktur Operasional pada Bank tersebut.

Bank Aceh Penopang Pertumbuhan Ekonomi Aceh Banyak harapan di pundak Busra Abdullah sebagai Dirut baru Bank Aceh. Selain dituntut mampu bersaing menghadapi perkembangan ekonomi dan dunia perbankan yang semakin kompetitif, Ia juga diharapkan mampu mewujudkan Bank milik Pemerintah Aceh tersebut sebagai penopang pertumbuhan ekonomi Aceh. Pada tahun 2014, PT Bank Aceh akan lebih fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia dan penyelesaian kredit bermasalah. Hal tersebut diutarakan Busra Abdullah usai dilantik sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank tersebut. Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah, secara resmi melantik dan mengukuhkan Busra Abdullah sebagai Dirut Bank Aceh di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur, Banda Aceh, Senin, 6 Januari 2014. Selain Busra, Gubernur Aceh juga melantik Zikri Abdul dan Rusydi M Adam, masing-masing sebagai Direktur Kepatuhan dan SDM dan Direktur Operasional pada Bank tersebut. Pelantikan ketiga direksi PT Bank Aceh setelah sebelumnya berhasil lulus fit and proper test oleh BI dan terpilih

secara aklamasi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa tanggal 23 November 2013. Gubernur Aceh dalam amanatnya usai prosesi pelantikan mengungkapkan bahwa, untuk mendapatkan pengurus untuk posisi direksi dan komisaris Bank Aceh periode 20142018 bukanlah pekerjaan yang mudah. “Perlu kerja ekstra keras untuk mendapatkan calon terbaik,” ungkap Gubernur. Gubernur melanjutkan, selain syarat dan kompetensi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI), namun ada kriteria lain yang kita tetapkan, yakni menyangkut moralitas, ketaatan pada agama, loyalitas dan track record. “Karenanya proses penyaringan kandidat tidak hanya melibatkan para pemegang saham, namun ada pihak-

pihak lain yang terkadang menurut hemat kami perlu dilibatkan,” tukas Gubernur. Untuk itu, tegas Gubernur, kepada jajaran direksi dan komisaris yang mendapatkan amanah mengelola Bank Aceh, diharapkan mampu bekerja keras agar kemajuan yang dicapai bank ini terus membaik dari tahun ke tahun. “Saya juga meminta kepada direksi Bank Aceh, untuk fokus pada penyaluran kredit di sektor produktif guna mempercepat gerak pertumbuhan ekonomi Aceh,” tandasnya. Pelantikan tersebut dihadiri oleh seluruh kepala cabang PT Bank Aceh kabupaten dan kota seluruh Aceh, juga turut dihadiri forum komunikasi pimpinan daerah, jajaran kepala SKPA serta ratusan tamu undangan lainnya. Benahi Bank Aceh Direksi Bank Aceh yang baru bertekad akan memajukan Bank milik pemerintah Aceh dan

Busra Abdullah

Direktur Utama PT. Bank Aceh

pemerintah kabupaten/kota di Aceh tersebut baik secara internal maupun secara eksternal. Demikian dijelaskan Busra Abdullah dilantik sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Bank Aceh.


4

SUARA INOVASI

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

SUARA UMUM ACEH | ZAINUDDIN

Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah menyerahkan secara simbolis bantuan ambulans dari program CSR PT Bank Aceh kepada Wali Kota Sabang, Bupati Aceh Singkil, dan Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) pada acara pelantikan direksi PT. Bank Aceh di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur, Banda Aceh, Senin, 6 Januari 2014.

Ia menyebutkan, kalau secara internal pihaknya akan mensejahterakan karyawan/karyawati bank tersebut yang tersebar di seluruh Aceh hingga ke Sumatera Utara. Sedangkan secara eksternal, kata Busra Abdullah, direksi Bank Aceh yang baru akan mengembangkan Bank tersebut menjadi bank yang mendukung sepenuhnya dalam rangka perbaikan perekonomian Aceh. “Untuk perbaikan perekonomian Aceh bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti pengem-

bangan kredit mikro, menyelesaikan kredit bermasalah, pengembangkan teknologi informasi dan perluasan jaringan,”ujarnya. Menurut Busra yang sebelumnya menjabat sebagai direktur bisnis dan pemasaran di bank tersebut, dari sejumlah agenda pihaknya awal tahun 2014, yang menjadi prioritas utama adalah menyelesaikan kredit macet atau bermasalah. Berdasarkan Laporan Publikasi Keuangan Bank Aceh per 30 September 2013, NPL Gross (kredit macet/kredit bermasalah) meningkat dari 3.94 men-

SUARA UMUM ACEH | ZAINUDDIN

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah menyaksikan penandatanganan berita acara pelantikan Direksi PT Bank Aceh oleh Direktur Bank Aceh, Busra Abdullah usai dilantik di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur, Banda Aceh, Senin, 6 Januari 2014.

jadi 4,06 persen. Jumlah tabungan menurun dari Rp 3.316.705 000.000 menjadi Rp 2.742.802.000.000. Sementara total aset Bank Aceh per Desember 2013 mencapai Rp 15,4 triliun, dengan penghimpunan dana pihak ketiga sebanyak Rp 11,7 triiyun dan penyaluran aktiva produktif dalam bentuk kredit dan pembiayaan sebesar Rp 10 triliun lebih. Terkait laba yang diperoleh Bank Aceh di sepanjang tahun 2013 mencapai Rp505 miliar. Begitu juga rasio kecukupan modal seperti yang disyaratkan Bank Indonesia sebesar minimal 8 persen, telah mampu dicapai Bank Aceh hingga 17 persen. Menyinggung tentang Kredit Usaha Mikro (KUR) Busra mengakui, sebagaimana yang ditetapkan oleh pemerintah tahun 2013 sebesar 120 milyar rupiah belum semuanya tuntas dan akan dilanjutkan dalam tahun 2014. Menurut Gubernur Zaini, kondisi terkini Bank Aceh tersebut merupakan sinyal yang menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan dan relasi yang dibangun Bank Aceh dengan masyarakat. “Kita berharap tren ini terus menaik, sehingga dari tahun ke tahun kita terus melihat perkembangan menggembirakan dari bank ini,” ujarnya Busra juga mengatakan bahwa dia juga memproritaskan pembangunan kantor-kantor cabang yang telah lama tertunda. Sementara rekrutmen untuk account officer yang membidangi pemberian dan penagihan kredit, nantinya, kata Busra, akan dilakukan secara terbuka. “Kita akan rekrut secara bertahap, sesuai dengan kebutuhan, kita akan lakukan terus,” katanya. Untuk ke depan Bank Aceh, lanjut Busra, akan terus meningkatkan kredit produktif mencapai 40 persen, sehingga masyarakat Aceh benar-benar dapat terbantu dengan keberadaan bank Aceh tersebut, namun untuk kredit konsumtif juga akan terus dipertahankan. n TEKS DAN FOTO: RAHMAT RA/ZAINUDDIN/DBS


SUARA UTAMA EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

SUARA UMUM ACEH

5

BANGSA DAN NEGARA MEMBUTUHKAN PARA PETANI


6

SUARA UTAMA

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

SUARA UMUM ACEH | ZAINUDDIN

Ketua Umum DPP Perhiptani, Ir. H. Isran Noor, M.Si, Ketua DPW Perhiptani Aceh Ir. H. Nasaruddin MM, dan Kepala BKPP-LUH Aceh Drs. Hasanuddin Darjo, MM, di Bandara Malikussaleh Aceh Utara. Isran Noor dan rombongan mendarat di Bandara tersebut pukul 13.15 siang, rabu 25 Desember 2013 dengan menggunakan pesawat pribadinya.

Penyuluhan dapat membantu petani memperoleh hasil pertanian yang berkualitas. Keberadaan petani sangat penting bagi sebuah negara, karena petani dapat menghasilkan kebutuhan primer (pangan) manusia di berbagai belahan dunia. Isran Noor, namanya tak asing lagi. Hubungannya dengan pertanian Indonesia juga bukan kabar baru, namun apa yang disampaikan dalam pembukaan Rakerwil Aceh di Hotel Linge Land Takengon, Kamis 26 Desember 2013 lalu begitu menyengat, membuka hati dan pikiran bahwa pertanian menjadi salah satu kekuatan sebuah negara. Indonesia, termasuk Aceh memiliki hampir semua yang dibutuhkan dunia. Begitulah yang diutarakan Ir. H. Isran Noor, M.Si, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) yang saat ini juga menjabat sebagai Bupati Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur. Ia tiba di Aceh pada Rabu 25 Desember 2013. Menggunakan jet pribadi, Isran Noor, M. Si dan rombongannya mendarat di Bandara Malikussaleh Aceh Utara pukul 13.00 WIB. Rombongan tersebut disambut oleh Kepala Badan Ketahanan dan Penyuluhan Aceh, Drs. Hasanuddin Darjo, MM dan meneruskan perjalanan ke Kabupaten Aceh Tengah untuk menghadiri rapat kerja Perhiptani yang di gelar di daerah berhawa sejuk tersebut. Selain menghadiri rapat kerja Perhiptani Aceh ia juga bersilaturrahmi dengan jajaran Pemkab Aceh Tengah serta segenap pengurus DPW Perhiptani Aceh. “Ini merupakan kunjungan perdana

saya ke kabupaten Aceh Tengah,” kata Isran Noor. Dalam rombongan tersebut juga terlihat Bupati Aceh Tengah Ir. H. Nasaruddin, MM yang juga merupakan ketua DPW Perhiptani Aceh. Dari Bandara Malikussaleh rombongan menuju Aceh Tengah dengan menggunakan beberapa mobil. Sebelum membuka rakerwil di Takengon, yang bertepatan dengan peringatan 9 tahun tsunami Kamis 26 Desember 2013, ia terlebih dahulu memimpin do’a untuk para arwah korban tsunami. “Sebelum saya buka Rakerwil ini, mari kita bersama membaca Lafaz Al-Fatihah dan berdo’a untuk para korban tsunami Aceh, 26 Desember

“Rakerwil diperlukan untuk mengevaluasi kinerja penyuluhan dan menyusun program serta langkah-langkah yang diperlukan untuk mengoptimalkan peran para penyuluh” Ir. H. Isran Noor, M.Si

Ketua Umum DPP Perhiptani

2004 lalu, saya mohon kita berdo’a dengan penuh keihklasan,” pinta Isran Noor. Isran Noor memang sangat agamis, dalam setiap pidatonya kerap mengalir ayat-ayat Alquran

yang berkaitan dengan hasil alam, bahkan ia juga menyumbangkan bantuan untuk merehap mesjid yang hancur akibat gempa. Hadiah umrah kepada masyarakat yang berprestasi juga sering mengalir darinya, diantaranya para penyuluh yang banyak memberi kontribusi untuk pertanian. Isran Noor sangat serius dalam bidang per-


SUARA UTAMA

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

serta langkah-langkah yang diperlukan untuk mengoptimalkan peran penyuluh dalam masyarakat”, kata Isran Noor dalam sambutannya ketika membuka Rakerwil I Perhiptani Aceh. Ketua DPW Perhiptani Aceh yang juga Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, mengatakan Rakerwil menjadi wadah untuk melakukan konsolidasi internal organisasi, serta menyatukan persepsi untuk melaksanakan visi dan misi ke depan serta untuk merumuskan langkah-langkah yang harus

“Kita harapkan Rakerwil ini mampu menghasilkan program kegiatan yang realistis dan dapat diwujudkan untuk mendukung tugas pemerintah di bidang pertanian” Ir. H. Nasaruddin MM Bupati Aceh Tengah

tanian. ia mencermati perkembangan kondisi di dunia saat ini yang dikhawatirkan akan mengalami kelangkaan pangan akibat cuaca yang semakin tak menentu sementara jumlah penduduk dunia yang menggantungkan hidup pada kebutuhan pangan sudah mencapai 7 miliar jiwa. Baginya kegiatan pertemuan berkala dan berkelanjutan di antara para penyuluh pertanian suatu hal yang penting, guna menunjukkan soliditas sekaligus solidaritas dalam rangka meningkatkan kinerja penyuluhan. “Rakerwil diperlukan untuk mengevaluasi kinerja penyuluhan selama ini dan menyusun program

ditempuh guna meningkatkan kapasitas penyuluh dalam bekerja untuk meningkatkan produktivitas dan mutu pertanian. “Kita harapkan Rakerwil ini mampu menghasilkan program kegiatan yang realistis dan dapat diwujudkan untuk mendukung tugas pemerintah di bidang pertanian”, kata Nasaruddin. Pada 30 Juni 2013 periode kepengurusan DPW Perhiptani Aceh tahun 2013-2018 dikukuhkan. di Saree Aceh Besar dan untuk pertama kali Rakerwil Perhiptani Aceh diselengarakan. Rakerwil tersebut diselenggarakan selama tiga hari. Perhimpunan Penyuluh Pertanian, disingkat Perhiptani adalah organisasi profesi penyuluh. Perhiptani didirikan tahun 1987 dengan 3 tujuan,

7

yaitu sebagai wadah mengembangkan sistim penyuluhan yang efektif, efisien dan produktif, wadah penyuluh untuk saling tukar informasi dalam mengembangkan profesionalime, dan wadah mengembangkan jiwa korsa dan menyalurkan aspirasi. Kegiatan penyuluhan dapat membantu petani untuk memperoleh hasil pertanian yang berkualitas. Pekerjaan sebagai petani adalah suatu pekerjaan yang sangat penting bagi sebuah negara, karena pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang dapat menghasilkan kebutuhan primer (pangan) manusia di berbagai belahan dunia. Untuk meningkatkan kinerja petani dan hasil pertanian sehingga memberi pendapatan yang besar bagi petani, maka peran penyuluh sebagai mitra petani sangat diperlukan. Apalagi dengan dibukanya keran impor di Pelabuhan Krueng Geukuh, otomatis ekspor komoditi Aceh tidak lagi menemui kendala. Untuk itu dibutuhkan kualitas produk yang bermutu tinggi serta mengembangkan hasil pertanian lain sesuai kebutuhan pasar ekspor. Oleh karena itu menurut Isran Noor diperlukan peran penyuluh dalam merealisasikan semua itu. Upaya revitalisasi fungsi penyuluh di Provinsi Aceh ditanggapi serius oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh, Hasanuddin Darjo. Untuk merealisasikan hal tersebut Hasanuddin Darjo mengatakan telah menyiapkan 95 milyar di APBA tahun 2014 untuk kegiatan ketahanan pangan dan penyuluhan di Aceh. “Tujuh puluh persen dari 95 milyar diperuntukkan bagi kegiatan penyuluhan”, katanya disela rapat kerja wilayah (Rakerwil) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Aceh, Jumat, 27 Desember 2013 di Takengon, Aceh Tengah. Kegiatan penyuluhan menurut Darjo akan me-

SUARA UMUM ACEH | ZAINUDDIN

Ketua Umum DPP Perhiptani, Ir. H. Isran Noor, M.Si, Ketua DPW Perhiptani Aceh Ir. H. Nasaruddin MM, dan Kepala BKPP-LUH Aceh Drs. Hasanuddin Darjo, MM, di Puncak Pantan Terong, Bebesan, Aceh Tengah.


8

SUARA UTAMA

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

SUARA UMUM ACEH | ZAINUDDIN

Ketua Umum DPP Perhiptani, Ir. H. Isran Noor, M.Si, Ketua DPW Perhiptani Aceh Ir. H. Nasaruddin MM, dan Kepala BKPP-LUH Aceh Drs. Hasanuddin Darjo, MM saat keluar dari Bandara Malikussaleh Aceh Utara.

penyuluh lebih mudah diserap oleh petani atau masyarakat luas. Selain itu, pihak Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh, juga akan memfasilitasi pertukaran penyuluh antar daerah, sehingga melalui suasana baru akan lebih meningkatkan semangat para penyuluh dan dapat berbagi pengalaman keberhasilan serta kesulitan dalam bertugas selama ini.

“Dalam merevitalisasi fungsi penyuluh di Aceh, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh telah menyiapkan 95 milyar di APBA tahun 2014.” Drs. Hasanuddin Darjo, MM Kepala BKPP-LUH Aceh

nyasar penguatan kapasitas, peningkatan pelayanan, peningkatan pengabdian serta penyediaan sarana dan prasarana penyuluh pertanian Untuk mengoptimalkan kinerja penyuluh di lapangan, lebih rinci Darjo menyebutkan adanya kegiatan pelatihan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan pengetahuan dibidang pertanian maupun terkait strategi agar penyampaian dari

Tidak hanya itu, Hasanuddin juga menuturkan perlunya orientasi bagi Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan kabupaten dan kota di Aceh, baik di dalam maupun luar negeri, sehingga dapat melihat dan mempelajari secara langsung penanganan pangan dan penyuluhan di daerah maupun negara lain. Sementara itu, Ketua DPW Perhiptani Aceh, Ir. H. Nasaruddin, MM menanggapi positif berbagai program dan kegiatan penyuluhan perta-

nian yang akan dilaksanakan pada tahun 2014 mendatang di Provinsi Aceh. “Sebagai mitra pemerintah daerah, Perhiptani melalui DPW maupun DPD akan selalu mendukung program peningkatan produksi dan kualitas pertanian di Provinsi Aceh”, katanya. Kemajuan Aceh dalam ketahanan pangan telah diakui oleh Menteri Pertanian RI Suswono, ia juga merasa bangga pada Aceh. “Apa yang dicapai Aceh sungguh sangat membantu keseluruhan bangsa mengurangi beban nasional,” ujar Mentan. Mentan juga mengharapkan Aceh dapat terus mendukung ketahanan pangan nasional dengan meningkatan produksi tanaman pangan. Aceh dapat melakukan itu karena memiliki potensi yang luar bisa untuk peningkatan produksi pangan. Dengan adanya dukungan dari semua pihak termasuk izin impor, maka komoditi pertanian Aceh dapat diekpor. Sebagaimana diketahui sebelum izin impor dikeluarkan, kegiatan ekspor yang sudah mengantongi izin terlebih dahulu tidak dapat berjalan karena mahalnya biaya transportasi. Isran Noor mengatakan terbukanya keran impor tersebut adalah suatu hal yang baik apalagi untuk memotivasi para penyuluh agar dapat membantu petani menghasilkan kualitas hasil pertanian yang lebih baik dan dapat mengembangkan jenis komoditi lain sesuai kebutuhan pasar. Isran Noor sejak kecil hidup di lingkungan pertanian, sehingga pada saat terpilih menjadi ketua Perhiptani maupun menjadi bupati, beliau tidak lupa memikirkan persoalan pertanian, baik berkaitan soal kesejahteraan petani dan kemajuan


SUARA UTAMA

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

pertanian. Baginya, ia tetap seorang penyuluh dan jabatan bupati hanyalah suatu kebetulan. Sebagaimana diketahui kegiatan pertanian memiliki ciri yang khas, unik, dan berbeda dengan kegiatan manusia lainnya. Pertanian dasarnya adalah iklim, tanah, air, dengan tanaman atau hewan yang membentuk jejaring ekologi yang sangat kompleks dimana manusia berada di dalamnya. Petani sebagai subyek terbesar dalam masyarakat pertanian, dalam banyak hal berusaha dengan penuh keterbatasan aset, teknologi dan ketrampilan. Meski mereka telah membuktikan sebagai real investor dalam pembangunan pertanian selama ini, tetap dibutuhkan jaminan untuk mengatasi resiko dan ketidakpastian usahanya. Jaminan terhadap struktur pasar produknya yang oligopolistik dalam wujud perusahaan multinasional, jaminan terhadap teknologi dan nilai tambah kegiatan produktifnya. Bukti empiris menunjukkan bahwa kemajuan negara-negara umumnya sangat ditentukan oleh kemajuan pertaniannya. Kemajuan pertanian bukan hanya diperlihatkan oleh peningkatan produktivitas, efisiensi dan daya saing produk-produk pertaniannya semata, tetapi lebih kepada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat petani dan perdesaan. Akar dari berkembangnya proses tersebut dicirikan oleh berkembangnya industri-industri berbasis pertanian sebagai landasan kokoh dari perkembangan perekonomian suatu negara maju. Dalam zaman Reformasi ini ideologi pertanian terbatas hanya dalam konteks fisik dan kapital semata. Peningkatan produksi, produktivitas, ketahanan dan keamanan pangan, agribisnis, devisa adalah parameter-parameter penting, akan tetapi terkesan mengesampingkan aspek terpent-

ing lain dari pertanian itu sendiri, yaitu petani dan kesejahteraannya. Demikian pula kemajuan industry ikut menyumbang dampak negatif terhadap kemajuan pertanian. Luas wilayah pertanian untuk memproduksi bahan pangan semakin sempit berganti dengan lahan pemukiman dan industri non pangan. Menurut Isran Noor, pemerintah sudah saatnya untuk melakukan moratorium perluasan lahan non pertanian sebelum lahan itu habis sama sekali. Demikian pula eksistensi pertanian harus dikuatkan pula dengan memajukan sistem pertanian, memasukkan teknologi pertanian, perluasan lahan pertanian, meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian dan meningkatkan kesejateraan petani itu sendiri. Pemerintah sebaiknya menyediakan payung hukum untuk hal itu. Isran Noor bukan saja seorang bupati Kutai Timur namun juga seorang pengusaha batu bara. Sang bupati yang sangat peduli kepada para petani ini mengutarakan dalam temu ramah dengan penyuluh seluruh Aceh di Takengon, bahwa petani itu sangat dibutuhkan oleh bangsa dan Negara. “Hasil kerja keras petani yang selama ini kita makan, dari pejabat negara hingga pengusaha juga makan dari hasil kerja petani, maka suadah sepantasnya kita menghormati dan lebih menghargai petani dan penyuluh.� demikian Isran Noor. Sektor pertanian merupakan pangkal kedaulatan pangan sebuah negara. Indonesia, termasuk Aceh memiliki hampir semua yang dibutuhkan dunia. Semoga saja Indonesia dianugerahi pemimpin yang mampu mengembalikan kedaulatan pangan di Negeri ini.

9

HASIL RAKERWIL DPW PERHIPTANI ACEH Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Perhiptani Aceh merumuskan 11 poin sebagai program tahun 2013-2018. Berikut 11 poin tersebut: 1. Sosialisasi tentang orgnanisasi Perhiptani di tingkat DPD dan DPC. 2. Pemutahiran Data Base Anggota Perhiptani melalui Registrasi Electrik. 3. Pertemuan berkala di tingkat DPW, DPD dan DPC. 4. Mengingat tenaga penyuluh sangat terbatas, untuk memenuhi kekurangan penyuluh ditempuh dengan mengusulkan rekruitmen penyuluh pertanian swadaya yang berasal dari petani sukses dan pengangkatan Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) yang memenuhi persyaratan. 5. Sebelum terbit revisi Peraturan Presiden nomor 55 Tahun 2010 tentang perpanjangan Batas Usia Pensiun (BUP) Penyuluh Pertanian dapat diperpanjang menjadi usia 60 tahun diubah menjadi sampai usia 60 tahun, pengurus DPW/DPD Perhiptani melakukan pendekatan kepada pemerintah daerah agar masa kerja penyuluh sampai usia 60 tahun. 6. Mengusulkan pembentukan lembaga penyuluhan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang belum sesuai amanat UU No.16 Tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan sehingga kegiatan penyuluhan dapat diselenggarakan penyuluhan secara maksimal. 7. Mengusulkan kelengkapan sarana dan prasarana penyuluhan bagi daerah yang belum lengkap dan bagi daerah yang belum memiliki fasilitas penyuluh disarankan tidak dipindah tangankan kepada pihak lain diluar penyuluh. 8. Mengusulkan tunjangan fungsional ataupun tunjangan lainnya yang diberikan kepada penyuluh harus sesuai dengan ketetapan dan ketentuan yang berlaku. 9. Mengusulkan dana penyelenggaraan penyuluhan di daerah agar dianggarkan berdasarkan kebutuhan rill, seperti: biaya operasional BPP dan kelengkapan penyuluh, biaya operasional penyuluh, dsb. 10. Peningkatan koordinasi penyuluhan dengan dinas/lembaga terkait dalam penyelenggaraan penyuluhan. 11. Mendirikan koperasi Perhiptani yang berbadan hukum.

n TEKS DAN FOTO: DESI RINASARI/ZAINUDDIN/DBS

SUARA UMUM ACEH | ZAINUDDIN

Dekan Fakultas Pertanian Unsyiah DR. Ir. Agus Sabti, MSi memaparkan materi Peran Penyuluh Pertanian untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia Pertanian di Aceh dalam Rakerwil DPW Perhiptani Aceh di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Tanggal 25-26 Desember 2013.


10

SUARA UTAMA

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

SUARA UMUM ACEH | ZAINUDDIN

Ketua Umum DPP Perhiptani, Ir. H. Isran Noor, M.Si, memberikan hadiah Umrah Ceh Wen Kol dan Tgk Anwar usai melantunkan syair selamat datang kepada peserta Rakerwil DPW Perhiptani Aceh di Puncak Pantan Terong, Kecamatan Bebesan, Kabupaten Aceh Tengah, Tanggal 25-26 Desember 2013.

Biodata Singkat Ir. H. Isran Noor, M.Si Bupati Kutai Timur, Isran Noor menduduki jabatan Bupati Kutim untuk pertama kali pada tanggal 4 Februari 2009 menggantikan Awang Faroek Ishak yang terpilih sebagai Gubernur Kalimantan Timur periode 2008 s/d 2013. Sebelumnya, Isran Noor merupakan Wakil Bupati Kutai Timur bersama dengan Awang Faroek setelah memenangkan Pilkada Kutai Timur pada Desember 2005 dan dilantik pada tanggal 13 Februari 2006. Pada Pilkada Kutim untuk masa jabatan 20112016, Isran mendaftar menjadi kandidat calon bupati Kutai Timur, berpasangan dengan calon wakil bupati Ardiansyah. Pilkada Kutim dilaksanakan pada tanggal 27 November 2010. Isran-Ardiansyah mendapatkan dukungan lebih dari separuh pemilih, yaitu sebanyak 51,10 persen. PEKERJAAN 1. Bupati Kutai Timur 2. Ketua Umum APKASI 3. Ketua DPD Partai Demokrat Kutai Timur 4. Ketua DPP Partai Demokrat 5. Ketua Umum DPP Perhiptani PENDIDIKAN 1. 2003 - S2, Jur. Komunikasi Pembangunan, Universitas Dr. Soetomo, Surabaya. 2. 1981 - S1, Jur. Sosial Ekonomi Pertanian, Universitas Mulawarman, Samarinda.

3. 1976 - SMA I Samarinda 4. 1972 - SMP JPS Sangkulirang 5. 1970 - SDN I Sangkulirang PENGALAMAN ORGANISASI : 1. Pengurus Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Daerah Kaltim. 2. 1996 - 2000, Sekretaris Harian Brunei-IndonesiaMalaysia-The Phillipines East Asean Growth Area. 3. 1986-2000, Ketua Perhiptani Provinsi Kaltim 4. 1991-1992, Anggota Pengurus Kosgoro Kaltim 5. 1979-1980, Anggota Pengurus Badang Koordinasi Kemahasiswaan (BKK) UNMUL. 6. 1978-1979, Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Pertanian UNMUL. RIWAYAT PEKERJAAN 1. PPS Provinsi 1981-1995. 2. Kepala Bidang Usaha Pertanian 1996-2000. 3. Ass. Ekbang Kutai Timur 2001 - Juli 2004 . 4. Jerman-Belajar (18 Bulan) Sponsor Perancis. 5. Jepang-Pelatihan Perencanaan (3 Bulan) 6. Sponsor GTZ. 7. Filipina-Lokakarya (15 hari). 8. Filipina-Pertemuan BIMP-EAGA (7 Hari) 9. Sponsor Pemda Kaltim. 10. Northern Territory - Promosi Dagang / Expo Darwin (5 Hari) Sponsor Pemda Kaltim 11. Filipina-Road Show Invetasi (7 Hari) Sponsor Pemda Kaltim.


SUARA UTAMA

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

ACEH TENGGARA PILOT PROYEK KETAHAN PANGAN NASIONAL

11


12

SUARA UMUM ACEH

LENSA UMUM EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

Ketua Umum DPP Perhiptani Isran Noor usai mendarat dengan pesawat pribadi Bandara Malikussaleh Aceh Utara untuk menghadiri Rakerwil DPW Perhiptani Aceh di Takengon, Aceh Tengah.


LENSA UMUM

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

Suasana kunjungan Ketua Umum DPP Perhiptani Isran Noor pada Rakerwil DPW Perhiptani Aceh di Takengon, Aceh Tengah yang berlangsung Tanggal 25-26 Desember 2013.

13


14

SUARA KHUSUS

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

SUARA UMUM ACEH | ZAINUDDIN

Menteri Pertanian RI, DR Ir Suswono MMA, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Anggota DPR-RI, Drs M Nasir Djamil, Bupati Aceh Tenggara, Ir H Hasanuddin B MM, Wabup Agara, H Ali Basrah Pasaribu Spd MM, saat melakukan panen jagung perdana di Semadam Awal, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara, Sabtu 21 Desember 2013.

Aceh dapat meningkatan produksi tanaman pangan sebagai penopang ketahanan pangan nasional, karena Aceh memiliki potensi yang luar bisa untuk peningkatan pembangunan di sektor pertanian. Aceh diharapkan dapat terus mendukung ketahanan pangan nasional dengan meningkatan produksi tanaman pangan. Harapan itu disampaikan Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI), Dr. Ir. Suswono, MMA bersama Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, saat mengunjugi Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu 21 Desember 2013 lalu. Kedatangan pejabat pusat dan pejabat provinsi Aceh itu ke kabupaten di Lembah Alas guna

membuka secara resmi panen raya jagung jenis hibrida NK 99 di Desa Semadam Awal, Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara. Dalam rombongan Mentan RI, juga terlihat anggota komisi 3 DPR RI, Nasir Jamil. Sedangkan pejabat yang ikut dalam rombongan Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah adalah Ketua DPRA Aceh Hasbi Abdullah, Kepala BKPP-LUH Aceh Hasanuddin Darjo dan Kadistan Aceh Ir. Razali Adami.

SUARA UMUM ACEH | ZAINUDDIN

Bupati Aceh Tenggara, Ir. H. Hasanuddin B, MM, menyerahkan cendera mata kepada Menteri Pertanian RI, DR Ir Suswono MMA, yang disaksikan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah pada acara tepung Tawar Turun Benih, dan Penyerahan UPJA di Darul Hasanah, Tenggara, 21 Desember 2013.

Kedatangan para pejabat dan anggota dewan ini disambut Bupati Agara, H Hasanuddin B dan Wabup Agara H. Ali Basrah serta Ketua DPRK Agara HM Salim Fakhri, di Bandara Udara Alas Loeser Kutacane. Usai disambut di Bandara tersebut, rombongan Mentan RI dan Gubernur Aceh langsung menuju ke acara panen raya jagung yang sudah ditunggu oleh ribuan masyarakat dan petani Aceh Tenggara. Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Aceh tetap fokus sektor pertanian, seperti jagung, kedelai dan padi serta komoditas lainnya seperti kakao, sayur-mayur dan buah-buahan. “Agara bisa menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya dalam mengembangkan sektor pertanian, khususnya kakao dan jagung,� ujarnya. Gubernur Aceh juga menyinggung tentang pembangunan jalan dari Aceh Tenggara, Gayo Lues ke Aceh Utara pada 2014. Gubernur menjelaskan, pembangunan jalur tersebut sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Zaini Abdullah juga meminta pihak perbankan untuk membantu para petani. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Agara, Djaruddin Mamas SP, mengatakan panen perdana jagung hibrida NK 99 yang dilakukan Mentan dan Gubernur Aceh, produksnya mencapai 9 ton per hektare. Dia menjelaskan, pola tanam serentak jagung telah mampu mengatasi berbagai serangan hama penyakit, sehingga produksinya bisa tinggi. Pada kesempatan itu Mentan RI dan Gubernur Aceh menyempatkan lakukan panen perdana jagung, sebagai tanda dimulainya panen jagung secara serentak, dan menguji coba mesin penggiling jagung yang sudah disediakan di lokasi tersebut. Disela-sela panen jagung, Mentan mengaku optimis, Aceh dapat meningkatan produksi tanaman pangan sebagai penopang ketahanan pangan nasional, karena Aceh memiliki potensi yang luar


SUARA KHUSUS

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

bisa untuk peningkatan produksi pangan. Pemerintah pusat, menurut Mentan menilai Aceh memiliki potensi yang luar biasa untuk peningkatan produksi pangan. “Apa yang dicapai Aceh saat ini sungguh sangat membantu keseluruhan bangsa dalam mengurangi beban nasional,” ujar Mentan. Menteri dari PKS itu juga menyatakan kebanggaannya terhadap hasil yang dicapai oleh para petani Aceh dalam mendukung produksi pangan nasional. “Tahun 2013 produksi padi di Aceh mencapai dua juta ton lebih, dan jagung mencapai 200 ribu ton. Sementara untuk kedelai, Aceh merupakan salah satu daerah andalan produksi kedelai,” jelasnya. Untuk itu, kata Suswono, jika produksi jagung dapat terus ditingkatkan maka devisa negara bisa dihemat sebesar Rp9 triliun. Jika Aceh bisa berkontribusi dengan meningkatkan produksi jagung hingga 500 ribu ton, maka akan ada sekitar Rp1,5 triliun yang bisa menjadi pendapatan masyarakat Aceh. Menurut Mentan, dengan luas panen jagung 2 ha saja atau produktivitas rata-rata 7 ton/ha dan harga Rp3.000/kg, petani mendapat keuntungan sekitar Rp8 juta/bulan. Mentan menjelaskan, tahun 2013 Indonesia terpaksa harus mengimpor jagung dan kedelai masing-masing sebanyak 2,5 juta ton dan 1,5 juta ton. Dengan potensi jagung di Aceh Tenggara, Mentan yakin bisa menghentikan impor pangan dan jika perlu mengekspor pangan ke luar negeri. Suswono juga meminta masyarakat Aceh untuk tidak membiarkan

ada lahan yang kosong, termasuk juga di permukiman penduduk, seperti menanam cabai di polybag dan sayur-sayuran di pekarangan rumah. “Aceh dari dulu sudah dikenal memiliki potensi besar mendukung ketahanan Indonesia,” ujar Suswono lagi. “Saya dan Gubernur Aceh akan menyampaikan kepada Bapak Presiden pada Sidang Kabinet, kita bisa dan mampu memenuhi kebutuhan pangan kita secara mandiri. Saya akan mendorong agar peningkatan produksi pangan di Aceh menjadi agenda dan kebijakan prioritas nasional,” kata Mentan. Kepala Dinas Pertanian Aceh, Razali Adami mengkalkulasikan jika setiap satu hektar lahan jagung memproduksi tujuh ton/hektare, akan memperoleh penghasilan sekitar Rp21 juta dengan harga di pasaran sekitar Rp3.000/kilogram. “Artinya, komoditas jagung memiliki peluang cukup besar untuk berkembang dan keutungan yang akan dinikmati petani juga cukup tinggi,” katanya. Menurut Razali, kecilnya biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi komoditas tersebut akan menjadi salah satu daya pikat bagi petani untuk membudidayakan tanaman jagung sebagai salah satu komoditas andalan. Kadistan Aceh itu juga mengatakan bahwa Pemerintah Aceh berkomitmen akan terus berupaya menggalakkan petani untuk menanam jagung sehingga kebutuhan jagung sebagai bahan baku pakan ternak dapat terpenuhi. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh memperkirakan produksi jagung di Aceh akan meningkat 10 persen dari

15

SUARA UMUM ACEH | ZAINUDDIN

Anggota DPR-RI, Nasir Djamil, dan Kepala Dinas Pertanian Aceh, Razali Adami dalam acara tepung Tawar Turun Benih, dan Penyerahan UPJA di Darul Hasanah, Tenggara.

167 ribu ton pada 2012 menjadi 185 ribu ton di tahun 2013. Bupati Aceh Tenggara, Hasanuddin B, dalam sambutannya mengatakan 87 persen masyarakat Agara menggantungkan hidup

dalam sektor pertanian. Namun yang menjadi kendala klasik di daerah yang dipimpinnya itu adalah masalah kelangkaan pupuk. n TEKS DAN FOTO: ZAINUDDIN/DBS

SUARA UMUM ACEH | ZAINUDDIN

Menteri Pertanian RI, DR Ir Suswono MMA, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, dan Bupati Aceh Tenggara, Ir H Hasanuddin B MM, saat menghadiri panen jagung perdana di Semadam Awal, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara, Sabtu 21 Desember 2013.


16

SUARA UMUM ACEH

SUARA KHUSUS EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

Demi Allah.. Demi Allah.. Demi Allah.. Saya bersumpah dengan nama Allah seraya Alquran yang mulia di tangan saya Bahwa akan saya serahkan nyawa, darah, dan harta saya untuk Aceh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Wali Nanggroe

Merajut Asa Membangun Aceh yang Gemilang


SUARA BUDAYA

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

17

SUARA UMUM ACEH | ZAINUDDIN

Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud Al-Haytar, saat menyampaikan pidato pertamanya usai pengukuhan dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRA, Senin, 16 Desember 2013.

ACEH bukan saja dianugerahi berbagai sumber kekayaan alam, baik dalam perut bumi maupun di setiap jengkal hamparan tanah keuneubah endatu ini, namun dalam diri keturunan Aceh juga diwarisi berbabagi kekayaan sumber daya manusia yang melimpah. Sayangnya, dengan kepintaran dan kekritisan orang Aceh tersebut telah menyebabkan bangsa ini terpecah belah dan mudah diprovokasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan di Aceh. Dalam berbagai literatur disebutkan bahwa tipikal masyarakat Aceh keras dan sulit diatur serta merasa dirinyalah yang lebih pantas jadi pemimpin atau setidaknya sebagai orang yang disegani. Individu-individu masyarakat Aceh yang memiliki watak seperti itu telah menyebabkan kehancuran sebuah dinasti Aceh yang gemilang di masa lalu. Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhamad, dalam bukunya The Malay Dilemma, meminta bangsa melayu di Malaysia untuk belajar pada kehancuran Aceh dalam menatap Malaysia kedepan. Dikatakan, salah satu sebab hancurnya Aceh dulu, adalah berkurangnya kekuasaan dan wibawa sultan Aceh dihadapan raja raja kecil yang berjumlah lebih 300 orang di wilyah Kerajaan Aceh. Bahkan satu sama lain saling bermusuhan dalam merebut pengaruh dan uang. Dalam catatan perjalanan Cheng Ho, seorang laksamana sekaligus penjelajah dari kerajaan Cina pada masa dinasti Ming disebutkan bahwa semua orang Aceh yang pernah ditemuinya di sebuah pulau lepas pantai Utara Aceh menyebut dirinya sebagai penguasa daerah itu. Kisah yang dialami Cheng Ho, berawal setelah laksamana kepercayaan Kaisar Yongle (1403-1424) dan Kaisar Hongxi (1426-1435) tersebut meninggalkan wilayah Pasai dalam perjalanannya ke India dan Afrika. Dia beserta rombongan singgah di pulau Weh Sabang yang merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Lamuri, untuk mendapatkan air bersih sebagai bekal ekspedisi. Cheng Ho pun segera meminta izin kepada

penguasa wilayah yang berpenduduk 30 orang itu untuk mengambil air di Danau Aneuk Laot. Namun alangkah terkejutnya sang laksamana ketika mendengar bahwa semua penduduk sabang mengaku dirinya sebagai raja saat itu. Akhirnya dia memerintahkan pasukannya untuk mengambil air danau tanpa meminta izin. Watak masyarakat Aceh yang keras dan semua ingin jadi pemimpin bukan hanya telah menimbulkan mala petaka di masa lalu, namun setelah Aceh

aman dari peperangan (1873-2005), juga masih terlihat dam beberapa kesempatan penting dalam sejarah perpolitikan dan ranah kekuasaan di Aceh. Aceh membutuhkan seorang tokoh yang berkarakter dan berwibawa dan mampu mempersatukan dan mengakomodir berbagai perbedaan dan keberagaman lintas suku dan melestarikan adat istiadat serta kebudayaan di Aceh. Sehingga apa yang pernah terjadi di masa lalu tidak lagi terulang di masa yang akan datang.

SUARA UMUM ACEH | ZAINUDDIN

Malik Mahmud di depan pintu gerbang utama Gedung DPR Aceh mengenakan pakaian adat Aceh dipayungi payung kuning emas yang didampingi Gubernur Zaini Abdullah dan Wakil Gubernur Muzakir Manaf, Senin, 16 Desember 2013.


18

SUARA BUDAYA

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

Prosesi Pengukuhan Wali Nanggroe DENGAN menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan Saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Demi Allah.. Demi Allah.. Demi Allah.. Saya bersumpah dengan nama Allah seraya Alquran yang mulia di tangan saya, bahwa akan saya serahkan nyawa, darah, dan harta saya untuk Aceh dalam bingkai NKRI. Begitulah sumpah yang diucapkan Teungku Malek Mahmud Al Haytar dalam Sidang Paripurna Istimewa DPR Aceh pada hari Senin, 16 Desember 2013 tepat pukul 10 WIB. Sebelum Malik Mahmud mengucapkan sumpahnya yang disaksikan dihadiri sekitar 2.500 undangan tersebut, terlebih dahulu diawali dengan lantunan azan oleh Qari Internasional asal Aceh H. Hamli Yunus SAg. Suara azan terdengar merdu hingga membuat suasana gedung dewan mendadak hening. Sumpah tersebut tertera di atas sebuah naskah bersampul merah yang ditulis dalam dua versi bahasa Arab dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Tampak juga sebuah Alquran kuning emas di antara naskah sumpah yang dibacakan dan selanjutnya Malik Mahmud menandatangani sumpah tersebut yang disaksikan Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah dan Ketua DPR Aceh, Drs. H. Hasbi Abdullah. Dengan sumpah tersebut, maka Malik Mahmud Al Haythar resmi sebagai Wali Nanggroe Aceh ke-9 dengan gelar Al Mukarram Maulana Al Mudabbir Al Malik, menggantikan Wali Nanggroe ke-8 Dr Tgk. Hasan Muhammad di Tiro yang wafat 3 Juni 2010. Tanggapan Terhadap Wali Nangroe Setelah Teungku Malek Mahmud Al Haytar resmi sebagai Wali Nanggroe Aceh ke IX, berbagai harapan

dan dan tanggapan pun bermunculan. Salah satunya sebut saja dari Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda, Mayjen TNI Pandu Wibowo. Pangdam mengatakan bahwa tidak perlu khawatir dengan kehadiran wali nanggroe, kerena berdasarkan UUPA, jelas Wali Nanggroe merupakan pemimpin adat dan sebagai pemersatu masyarakat. Wali Nanggroe adalah sosok yang independen, berwibawa dan, berwenang membina dan mengawasi penyelenggaraan kehidupan lembagalembaga adat, adat istiadat, serta berwenang pula untuk pemberian gelar dan upacara-upacara adat lainnya. Pangdam juga berharap, kondisi Aceh bisa jadi lebih sejuk dan aman, pasca pengukuhan Wali Nanggroe. Dengan demikian, iklim investasi di Aceh semakin kondusif. Sementara Ketua DPR Aceh Drs. H. Hasbi Abdullah mengatakan Wali Nanggroe diibaratkan sebagai sebagai langit yang mampu melindungi seluruh wilayah Aceh dari berbagai pengaruh buruk yang bisa merusak keharmonisan antar golongan di Aceh. “Kehadiran Wali Nanggroe sebagai bagian penghargaan atas kewenangan, kekhususan dan kebesaran Aceh sebagaimana tercermin dalam semangat MoU Helsinki yang diimplementasikan dalam UUPA,” jelas Hasbi. Pengamat Politik Aceh, Aryos Nivada mengatakan, Malik Mahmud sudah sah sebagai Wali Nanggroe Aceh. Namun menurutnya, masih ada hal-hal penting yang harus dilakukan, DPRA harus membangun komunikasi dengan Pemerintah Pusat, terkait pointpoint yang belum direvisi dalam Qanun No. 8 Tahun 2012 tentang Lembaga Wali Nanggroe. Aryos menambahkan, Malik Mahmud juga harus membangun pendekatan persuasif dengan pihakpihak yang menolaknya. “Malik Mahmud harus menunjukan kinerja sesuai dengan fungsi dan peran serta kapasitas sebagai Wali Naggroe sesuai amanah

DINAS CIPTA KARYA ACEH

MoU Helsinki, UPPA dan Qanun,” papar Aryos. Wali Nanggroe Malik Mahmud mengatakan bahwa dia optimis Aceh akan kembali mengukir sejarah baru, yakni dimulainya kebangkitan peradaban Aceh sebagai wujud dari komitmen seluruh pemangku kepentingan Aceh dalam menjalankan amanah MoU Helsinki dan Undangundang No. 11 Tahun 2006. Wali juga mngatakan tidak akan mencampuri kewenangan eksekutif yang merupakan kewenangan pemerintah. Gubernur itu pemimpin rakyat Aceh dalama menjalankan roda pemerintahan atau mengelola tata pemerintahan Aceh, sedangkan Wali Nanggroe adalah pemimpin pemersatu/perekat rakyat Aceh yang majemuk dari sisi peradaban Aceh dengan seluruh khazanah budaya dan adat istiadatnya. Kedua pemimpin ini memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan kehidupan rakyat Aceh secara bermartabat, sejahtera lahir-batin, dan berkepribadian sesuai dengan peradaban Aceh. “Terimakasih saya sampaikan kepada seluruh Rakyat Aceh yang selalu memberikan berbagai dukungan kepada Pemerintahan Aceh dalam mengisi pembangunan dan perdamaian,” pungkas Sang Wali. Semoga Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Teungku Malek Mahmud Al Haytar benar-benar menjadi simbol kebesaran dan keutuhan kultural di Aceh. Ke depan, Lembaga Wali Nanggroe, jangan hanya di isi satu kelompok saja. Melainkan harus melibatkan semua elemen masyarakat Aceh yang memiliki kapasitas keilmuan dan ketokohan. Masyarakat Aceh punya hak dan kewajiban yang sama dalam mengisi pembangunan Aceh yang lebih baik dan bermartabat. Semoga saja! n TEKS DAN FOTO: RAHMAT RA/ZAINUDDIN/DBS

DINAS PENDIDIKAN ACEH

Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

ATAS PENGUKUHAN

ATAS PENGUKUHAN

TGK. MALIK MAHMUD AL-HAYTAR

TGK. MALIK MAHMUD AL-HAYTAR

Dalam Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Senin, 16 Desember 2013

Dalam Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Senin, 16 Desember 2013

“Semoga YPM Al Mukarram Maulana Al Mudabbir Al Malik Menjadi Sosok Pemersatu Dalam Keragaman Budaya, Tamaddun, Dan Adat Istiadat Suku-Suku Bangsa di Aceh”

“Semoga YPM Al Mukarram Maulana Al Mudabbir Al Malik Menjadi Sosok Pemersatu Dalam Keragaman Budaya, Tamaddun, Dan Adat Istiadat Suku-Suku Bangsa di Aceh”

TTD

TTD

Ir. Hasanuddin Ishak, M.Si Kepala Dinas

Drs. Anas M. Adam, M.Pd Kepala Dinas

Sebagai Paduka Yang Mulia (YPM) Wali Nanggroe Aceh Ke IX

Sebagai Paduka Yang Mulia (YPM) Wali Nanggroe Aceh Ke IX


IKLAN

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI ACEH

PEMERINTAH DAN RAKYAT

KOTA BANDA ACEH

Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

Mengucapkan Selamat atas Pelantikan

ATAS PENGUKUHAN

Busra Abdullah

TGK. MALIK MAHMUD AL-HAYTAR Sebagai Paduka Yang Mulia (YPM) Wali Nanggroe Aceh Ke IX

Direktur Utama Bank Aceh

Zikri Abdul Gani

Rusydi M Adam

Direktur Kepatuhan dan SDM

Dalam Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Senin, 16 Desember 2013 “Semoga YPM Al Mukarram Maulana Al Mudabbir Al Malik Menjadi Sosok Pemersatu Dalam Keragaman Budaya, Tamaddun, Dan Adat Istiadat Suku-Suku Bangsa di Aceh”

“Semoga mendapat ridha dan petunjuk dari Allah SWT dalam menjalankan tugastugas yang diamanahkan” TTD

Ir. Mawardy Nurdin, M.Eng Walikota

Dr. drh. Raihana M.Si Kepala Dinas

Illiza Sa’aduddin Djamal Wakil Walikota Drs. T. Saifuddin TA. M.Si Sekda

PEMERINTAH DAN RAKYAT

KABUPATEN ACEH BESAR Mengucapkan Selamat atas Pelantikan

Busra Abdullah Direktur Utama Bank Aceh

Rusydi M Adam

Direktur Kepatuhan dan SDM

Direktur Operasional

Oleh Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah, di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur, Banda Aceh

TTD

Zikri Abdul Gani

19

Direktur Operasional

KELUARGA BESAR

SATPOL PP DAN WH ACEH Mengucapkan Selamat atas Pelantikan

Zulkarnain, SH Sebagai Kepala Satpol PP dan WH Aceh

Oleh Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah, di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh “Semoga mendapat ridha dan petunjuk dari Allah SWT dalam menjalankan tugastugas yang diamanahkan”

Oleh Sekretaris Daerah Drs. H. Dermawan, MM di Gedung Serba Guna Setda Aceh Pada Hari Senin, 30 Desember 2013

TTD

Mukhlis Basyah, S.Sos Bupati

Drs. H. Syamsulrizal, M.Kes Wakil Bupati Drs. H. Jailani Ahmad, MM Sekretaris Daerah

“Semoga mendapat ridha dan petunjuk dalam menjalankan tugas-tugas yang diamanahkan”


20

IKLAN

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

PEMERINTAH ACEH BESERTA JAJARANNYA Mengucapkan Selamat & Sukses ATAS PENGUKUHAN

TGK. MALIK MAHMUD AL-HAYTAR Sebagai Paduka Yang Mulia (YPM) Wali Nanggroe Aceh Ke IX

Dalam Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Senin, 16 Desember 2013 “Semoga YPM Al Mukarram Maulana Al Mudabbir Al Malik Menjadi Sosok Pemersatu Dalam Keragaman Budaya, Tamaddun, Dan Adat Istiadat Suku-Suku Bangsa di Aceh” TTD

dr. H. Zaini Abdullah Gubernur Aceh

Drs. Dermawan, MM Sekretaris Daerah

Tgk. Muzakir Manaf Wakil Gubernur

PERHIMPUNAN PENYULUH PERTANIAN INDONESIA (PERHIPTANI) ACEH

Mengucapkan Selamat & Sukses atas

RAPAT KERJA WILAYAH (RAKERWIL) PERHIMPUNAN PENYULUH PERTANIAN INDONESIA (PERHIPTANI) ACEH Yang berlangsung di Puncak Pantan Terong, Bebesan, Aceh Tengah Pada 25-26 Desember 2013 “Dengan Konsolidasi Internal, Menyatukan Persepsi, serta Solidaritas Penyuluh Pertanian, Kita Sukseskan Pembangunan Pertanian dan Kesejahteraan Petani Aceh Di Masa Depan” TTD

Ir. H. Nasaruddin, MM Ketua

Ir. Samsuar, MP Wakil Ketua


IKLAN

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

21

KARYAWAN DAN KARYAWATI

PT. BANK ACEH Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan

Zikri Abdul Gani

Busra Abdullah Direktur Utama Bank Aceh

Direktur Kepatuhan dan SDM

Rusydi M Adam Direktur Operasional

Oleh Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah, di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh “Semoga mendapat ridha dan petunjuk dari Allah SWT dalam menjalankan

tugas-tugas dan amanah yang diberikan, Amin”

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TENGGARA Mengucapkan Selamat Atas

PANEN PERDANA JAGUNG HIBRIDA

Oleh Menteri Pertanian bersama Gubernur Aceh didampingi Bupati Aceh Tenggara di Semadam, Aceh Tenggara, Sabtu 21 Desember 2013

Ir. H. Suswono, MMA Mentri Pertanian RI

dr. H. Zaini Abdullah Gubernur Aceh

Drs. H. Hasbi Abdullah Ketua DPR Aceh

Drs. Hasanuddin Darjo, MM Kepala BKPP-LUH Aceh

Ir. Razali Adami, MP Kadistan Aceh

Ir H Hasanuddin B, MM Bupati Aceh Tenggara

“Semoga Aceh Tenggara Menjadi Pilot Proyek Pengembangan Sektor Pertanian Dalam Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional” TTD

Ir. H. Hasanuddin Beruh, M.M Bupati

Drs. Gani Suhud, MA Sekda

Ali Basrah, S.Pd, MM Wakil Bupati


22

IKLAN

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

DINAS KOPERASI DAN UKM PROVINSI ACEH

BADAN PEMBINAAN PENDIDIKAN DAYAH ACEH

Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

ATAS PENGUKUHAN

ATAS PENGUKUHAN

TGK. MALIK MAHMUD AL-HAYTAR

TGK. MALIK MAHMUD AL-HAYTAR

Dalam Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Senin, 16 Desember 2013

Dalam Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Senin, 16 Desember 2013

“Semoga YPM Al Mukarram Maulana Al Mudabbir Al Malik Menjadi Sosok Pemersatu Dalam Keragaman Budaya, Tamaddun, Dan Adat Istiadat Suku-Suku Bangsa di Aceh”

“Semoga YPM Al Mukarram Maulana Al Mudabbir Al Malik Menjadi Sosok Pemersatu Dalam Keragaman Budaya, Tamaddun, Dan Adat Istiadat Suku-Suku Bangsa di Aceh”

TTD

TTD

Dr. Roeslan Abdul Gani, M.Pd Kepala Dinas

Drs. Bustami Usman SH MSi Kepala Badan

Sebagai Paduka Yang Mulia (YPM) Wali Nanggroe Aceh Ke IX

DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA ACEH

Sebagai Paduka Yang Mulia (YPM) Wali Nanggroe Aceh Ke IX

BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) RSJ PROVINSI ACEH

Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

ATAS PENGUKUHAN

ATAS PENGUKUHAN

TGK. MALIK MAHMUD AL-HAYTAR

TGK. MALIK MAHMUD AL-HAYTAR

Dalam Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Senin, 16 Desember 2013

Dalam Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Senin, 16 Desember 2013

“Semoga YPM Al Mukarram Maulana Al Mudabbir Al Malik Menjadi Sosok Pemersatu Dalam Keragaman Budaya, Tamaddun, Dan Adat Istiadat Suku-Suku Bangsa di Aceh”

“Semoga YPM Al Mukarram Maulana Al Mudabbir Al Malik Menjadi Sosok Pemersatu Dalam Keragaman Budaya, Tamaddun, Dan Adat Istiadat Suku-Suku Bangsa di Aceh”

TTD

TTD

Ir. Razali Adami, MP Kepala Dinas

dr Amren Rahim, M. Kes Kepala

Sebagai Paduka Yang Mulia (YPM) Wali Nanggroe Aceh Ke IX

Sebagai Paduka Yang Mulia (YPM) Wali Nanggroe Aceh Ke IX


IKLAN

SUARA UMUM ACEH

EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

KELUARGA BESAR

MAJELIS ADAT ACEH Mengucapkan Selamat atas Pelantikan

Drs. H. Syaiba Ibrahim Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA)

Drs. Paradis, M.Si

Sebagai Katibul Wali/Kepala Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh

23

CV. LAMKUTA ARTHA GRAHA Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

PANEN PERDANA

JAGUNG HIBRIDA Oleh Menteri Pertanian RI Bersama Gubernur Aceh didampingi Bupati Aceh Tenggara di Semadam, Aceh Tenggara, Pada Hari Sabtu Tanggal 21 Desember 2013

Oleh Sekretaris Daerah Drs. H. Dermawan, MM di Gedung Serba Guna Setda Aceh Pada Hari Senin, 30 Desember 2013 “Semoga mendapat ridha dan petunjuk dari Allah SWT dalam menjalankan tugastugas yang diamanahkan”

“Semoga Aceh Tenggara Menjadi Pilot Proyek Pengembangan Sektor Pertanian, Terutama Tanaman Jagung Dalam Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional” TTD

TTD

Drs. H. A. Rahman Kaoy Wakil Ketua MAA

H. Sjamsuddin Daud, SH, M.Hum Wakil Ketua MAA

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN (DISPERINDAG) ACEH

Muhammad Pimpinan

BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN (BKPP-LUH) ACEH

Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

ATAS PENGUKUHAN

ATAS PENGUKUHAN

TGK. MALIK MAHMUD AL-HAYTAR

TGK. MALIK MAHMUD AL-HAYTAR

Dalam Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Senin, 16 Desember 2013

Dalam Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Senin, 16 Desember 2013

“Semoga YPM Al Mukarram Maulana Al Mudabbir Al Malik Menjadi Sosok Pemersatu Dalam Keragaman Budaya, Tamaddun, Dan Adat Istiadat Suku-Suku Bangsa di Aceh”

“Semoga YPM Al Mukarram Maulana Al Mudabbir Al Malik Menjadi Sosok Pemersatu Dalam Keragaman Budaya, Tamaddun, Dan Adat Istiadat Suku-Suku Bangsa di Aceh”

TTD

TTD

Safwan SE, M.Si Kepala Dinas

Drs. H. Hasanuddin Darjo, MM Kepala Badan

Sebagai Paduka Yang Mulia (YPM) Wali Nanggroe Aceh Ke IX

Sebagai Paduka Yang Mulia (YPM) Wali Nanggroe Aceh Ke IX


Mentri Pertanian RI Ir. H. Suswono, Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah, Bupati Aceh Tenggara Ir. H. Hasanuddin B, MM, Kepala BKPP-LUH Aceh Drs. Hasanuddin Darjo, MM, Kadistan Aceh Ir. Razali Adami, MP dalam acara tepung Tawar Turun Benih, dan Penyerahan UPJA di Gampong Tanjung, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, 21 Desember 2013. [Foto: Zainuddin]

24 SUARA UMUM ACEH

LENSPLUS EDISI NO. 08 - TAHUN 2 - JANUARI 2014

Sua edisi 8 januari 2014  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you