Issuu on Google+

RADAR KOTA BUMI Bersama Membangun Lampura

SABTU, 6 JUNI 2009

8 HALAMAN / Rp1.500

109.985 UMKM Terdaftar Laporan Cw1 Editor: Kohar Mega

KOTABUMI - Berdasarkan data estimasi (jumlah, red) yang diperoleh dari beberapa instansi seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian serta Dinas Pasar, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kabupaten Lampung Utara mencapai 109.985 unit. Jumlah tersebut bukan tetap, tetapi bisa saja mengalami perubahan (dinamis, red). Hal tersebut disampaikan kepala bidang UMKM Dra. Dina Pramita Rini mendampingi kepala dinas (Kadis) Koperasi dan UMKM kabupaten Lampung Utara Hi. Zulkifli Mihsan, S,H., M.H., diruang kerjanya kemarin (5/6). Dikatakannya, UMKM dapat di bagi menjadi tiga bagian yaitu usaha mikro dengan jumlah aset dan modal dibawah Rp 50 juta dengan omset hingga Rp 300 juta. Usaha kecil memiliki aset dan modal di atas Rp 50 juta hingga Rp 500 juta dengan omset 300 juta hingga Rp 2,5 miliar. Sedangkan, untuk usaha menengah aset dan modalnya dari Rp 500 Baca 109.985 Hal.7

klik...klik BERLUMUT......?

Minimnya Modal UMKM FOTO CW2

Laporan Cw2 Editor: Kohar Mega

FOTO RIDWAN

KOTABUMI - Keberadaan sejumlah pabrik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berada di kelurahan Rejosari, kecamatan Kotabumi, kabupaten Lampung Utara (Lampura) merupakan usaha rumah tangga yang dikelola secara pribadi atau perorangan. Namun, lebih dari 50 pabrik yang ada saat ini tersebar diwilayah kelurahan tersebut, banyak diantaranya memakai modal usaha sendiri tanpa adanya campur tangan pemerintah daerah Lampura dan dinas/instansi terkait untuk membangun usahanya. Usaha pabrik dimaksud, yakni pabrik tahu, tempe dan krupuk. Selain menunjang kemajuan perekonomian masyarakat di sektor penjualan pasar daerah, juga dapat menambah Pendapatan Asli Daerah ( PAD). ’’hanya saja, masih banyak dari mereka belum memanfaatkan usahanya secara maksimal. Karena sistem produksi dan pengelolahan masih memakai cara tradisional,’’ ujar Mutasor, warga kelurahan Sribasuki, kecamatan Kotabumi yang sehariannya berprofesi sebagai penjual dan pemilik pabrik tahu kepada Radar Kotabumi dikediamannya kemarin (5/6). Baca MINIMNYA Hal.7

FOTO BOY SLAMET/JAWA POS

DUNK AKROBAT: Maskot NBA Grizz dari Memphis Grizzlies beratraksi memindahkan bola dari tangan kiri ke tangan kanan saat dia sedang "terbang" di udara, sesaat sebelum melakukan dunk, di Tunjungan Plaza 3 Surabaya, Jumat, 5 Juni. Dia akan menghibur pengunjung NBA Madness presented by Jawa Pos hingga Minggu, 7 Juni mendatang.

Harian Radar Lampung Group Untuk Wilayah Lampura dan Waykanan

UMKM : Inilah usaha kecil menengah yang sedang dikerjakan masyarakat kelurahan Rejosari, kecamatan Kotabumi, Lampura..

Pemerataan Sistem Pendidikan Belum Optimal Laporan/Editor: Susi Daryani

KOTABUMI - Untuk menjadikan kabupaten Lampung Utara sebagai daerah pendidikan tampaknya masih jauh sebagaimana yang diharapkan. Hal itu bisa dilihat dari pemerataan sistem pendidikan, baik secara kualitas maupun kuantitas belum berjalan optimal. Karena, sistem itu baru berjalan di sekolah tertentu, tidak secara keseluruhan. Hal tersebut disampaikan ketua komisi D DPRD Lampung Utara, Rohmiyati Lubis di kantor DPRD setempat kemarin (5/6). Menurutnya, berdasarkan surat laporan yang diterima DPRD melalui Komisi D bahwa di salah satu SMA Negeri Kota-

bumi tepatnya di SMAN 1 Abung Surakarta, masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM), baik dewan guru maupun jumlah siswa kelas 1 dan 2 mencapai 14 orang. Sedangkan, untuk kelas III, hanya 36 siswa yang telah selesai mengikuti Ujian Nasional (UN) beberapa waktu lalu.”Dari segala segi masih sangat minim,” ujarnya. Dikatakannya, saat komisi D melakukan kunjungan di sekolah setempat, dari 21 dewan guru, hanya kepala sekolah yang

berstatus pegawai negeri sipil, sisanya guru honorer. “ Karena guru honorer lebih banyak dari jumlah siswa, maka sebagian guru di istirahatkan dari kegiatan belajar mengajar (KBM) sampai ada siswa baru atau pindahan dari sekolah lain,” terangnya. Selanjutnya, dengan kondisi sekolah kekurangan murid tersebut. Perlu dilakukan sosialiasi dan pendekatan secara persuasif kepada pihak orang tua murid, agar masyarakat di kawasan keca-

Rohmiyati Lubis

matan Abung Surakarta dapat memanfaatkan dan mendaftar di SMAN setempat. Selain itu, dampak yang sangat signifikan, apabila secara terus menerus tidak ada upaya dan terobosan kongkrit, dikhawatirkan sekolah tersebut akan tutup. “Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan target utama pemerintah kabupaten Lampung Utara. Hal ini tentunya tidak terlepas dukungan semua pihak yang ada di kabupaten Lampura,” kata Rohmiyati. Selain itu, dari hasil kunjungan ke sejumlah sekolah dengan jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA sederajat yang tersebar di Lampung Utara secara umum bagus. Hanya saja, ada beberapa sekolah yang memang Baca PEMERATAAN Hal.7

Atraksi Grizz Makin Variatif SURABAYA – Grizz semakin menggila di hari kedua NBA Madness presented by Jawa Pos, di atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya, kemarin (5/6). Maskot Memphis Grizzlies itu nongol dalam tiga sesi, menampilkan aksi-aksi yang makin variatif. Pada hari pembukaan Kamis lalu (4/7), Grizz hanya tampil dua kali. Selain naik kepala Reog Ponorogo saat opening ceremony, praktis dia hanya memamerkan kemampuan ngedunk. Kemarin, dia semakin variatif, menunjukkan lebih banyak kemampuan sebagai maskot tim NBA. “Pada hari pertama masih menyesuaikan diri dengan suasana. Jadi masih belum mau aneh-aneh,” jelas Ritchie Lai, director of events NBA Asia. “Pada harihari selanjutnya dia bakal makin variatif,” tambahnya. Kemarin, itu terbukti. Saat kali pertama tampil pukul 15.15 WIB, dia mulai memamerkan kemampuan ngedance sebelum nge-dunk dua kali.

Gayanya mengulangi gaya hari pertama. Yaitu gaya terbang “biasa,” lalu berlanjut dengan memindah bola dari tangan kiri ke kanan di bawah paha kanan sebelum nombok. Kali kedua, pukul 16.45, Grizz mencoba tampil kocak. Keluar dari ruangan khusus, dia langsung menyemprotkan kaleng-kaleng Party String ke arah MC dan penonton. Seperti cairan tali yang menempel ke badan dan rambut orang. Setelah itu, dia mengajak tiga orang ke tengah lapangan untuk dance contest. Yang mendapat aplaus penonton paling banyak mendapat hadiah kaus Memphis Grizzlies yang dibawa Grizz dari Amerika Serikat. Sebelum meninggalkan lapangan, Grizz lantas mengajak ketiganya untuk berbaris di depan ring. Sebab, dia akan nge-dunk melompati mereka bertiga! Merasa kurang tantangan, Grizz lantas menarik Azrul Ananda, wakil direktur  Baca ATRAKSI Hal.7

Homepage : www.radarkotabumi.com


2

LAMPURA SIKEP

RADAR KOTABUMI

SABTU, 6 JUNI 2009

www.radarkotabumi.com

Sampah Mencapai 460 m3, Terealisasi 115 m3 Laporan Cw2 Editor : Susi Daryani

LAMPURA-Pemerintah daerah Kabupaten Lampung Utara kerepotan untuk menuntaskan masalah kebersihan dan keindahan kota setempat. Sebab, semakin hari masalah sampah semakin menarik perhatian, karena tidak asing bagi kita masyarakat Kotabumi. Buktinya, berdasarkan data Dinas Tata Kota (Distako) Lampura, dalam sehari sampah yang dikeluarkan dari ibu rumah tangga (IRT), masyarakat, pasar dan tempat lainnya mencapai 460 M3 . Hanya saja, yang terealisasi hanya mencapai 115 M3 atau 25 persen. Penyebabnya, selain kurangnya armada sarana dan prasarana tim pekerja Distako juga peralatan dan bahan untuk mengelola sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) masih sangat minim. Selain itu, sumber daya manusia (SDM) untuk mengalokasikan sampah tersebut belum merata secara optimal.

”Kami memiliki lima armada, yakni dua dumtruck dan tiga armroll untuk mengangkut kontainer. Sampai sekarang kami merasa masih kurang cukup untuk mencakup jangkauan sampah yang berserakan di kecamatan Kotabumi dan Kotabumi Selatan,” ujar kepala dinas (Kadis) Distako, Hi. Nourel Islamy, S.E kepada Radar Kotabumi di ruang kerjanya kemarin (5/6). Nourel menjelaskan, selain masyarakat kurang rasa kesadarannya untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan sehingga sungai atau kali merupakan alternative terakhir tempat membuang sampah sembarangan. Jika permasalahan ini terus berlarut, dikhawatirkan akan berdampak negatif bagi kelangsungan hidup manusia, hewan dan tumbuhan. Bahkan, dikhawatirkan menimbulkan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor dan minimnya penyerapan air di dalam perkotaan. “Upaya yang harus dilakukan adalah perlu adanya partisifasi masyarakat terhadap peranan penting dalam membuang sampah

pada tempatnya, dengan harapan ekosistem, manusia, hewan, tumbuhan dan alam dapat berjalan dengan sebagaimana yang diharapkan,” ungkapnya. Dikatakannya, hampir rutin setiap tahun, pihaknya bekerjasama dengan badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) Lampura, dinas Kesehatan (Diskes) Lampura, dinas pembangunan umum (PU) melakukan penyuluhan hidup sehat, kepada IRT setempat guna pentingnya menjaga kebersihan air bersih dan pembuangan kotoran sampah pada tempatnya. Ungkap ya, setelah dilakukannya penyuluhan itu hanya mencapai 15 persen masyarakat Kotabumi yang mau mematuhinya. Sedangkan 85 persen lainnya melanggar peraturan kebersihan kota. “Seluruh sampah akan kita kirim dan kelola di TPA yang berpusat di dusun Alam Kari, desa Talang Bojong, kecamatan Kotabumi Selatan,” kata Nourel seraya menambahkan, dari sekian banyak sampah yang berada di TPA itu, nantinya pihaknya memilah sampah organik (basah) yang berasal

dari tumbuhan, seperti bekas sayuran, buah-buahan dan lainnya, akan dijadikan pupuk kompos. Sedangkan anorganik (tidak basah) diberikan kepada pemulung atau tukang asongan dan sisannya diratakan dengan gundukan tanah. Bertolak dari hal di atas jelasnya, untuk pengelolahan sampah organik dan anorganik, pihaknya melakukan secara berulang-ulang. Hasil pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos tersbut relatif sedikit untuk di pasarkan kepada para petani. Karena itu, kalau ada petani yang meminta, pihaknya akan membagi pupuk kompos tersebut. Namun, jika bicara masalah bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini mulai berkurang. ”Tumpukan sampah ini, dapat kita jadikan sebagai bahan bakar sumber energi alam, yakni bahan bakar gas jenis metan, yang nantinya diharapkan dapat mengurangi pasokan gas IRT di wilayah Kotabumi dan sekitarnya. Dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan gas dari kompor gas untuk memasak nasi,”urainya secara rinci. (*)

H-7 Panwaslu belum Terima Tembusan Terkait Jadwal Kampanye Laporan Cw1 Editor : Susi Daryani

LAMPURA-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lampung Utara, hingga H7 belum mendapatkan tembusan jadwal kampanye dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampura maupun dari tiga tim pemenangan pasangan Calon Presiden (Capres) dan Wakil Preiden (Cawapres). ”Jika mengacu pada peraturan KPU nomor 32 sebagai revisi peraturan KPU nomor 10 Tahun 2009. Menjadwalkan kampanye dimulai tanggal 12 Juni 2009 hingga tanggal 4 Juli 2009,” ujar Ketua Panwaslu Lampura Syafruddin, S.H., kepada Radar Kotabumi kemarin (5/6). Menurutnya, Panwaslu Lampura belum menerima secara resmi jadwal pelaksanaan kampanye pemilihan umum presiden (Pilpres). baik dari penyelenggara maupun

peserta pemilu. ” Mengingat jadwal pelaksanaan kampanye sudah tinggal hitungan hari lagi, diharapkan kepada penyelenggara pemilu dapat memberikan jadwal pelaksanaan kampanye dan kepada peserta pemilu untuk memberi informasi terkait pelaksanaan kampanye di lampura,” ujarnya. Syafruddin menjelaskan, tujuan penyerahan jadwal maupun data tim pemengan pasangan capres adalah untuk mengetahui nama- nama dan identitas pelaksana kampanye dan anggota tim kampanye dan pemenangan setiap pasangan capres. ” Serta untuk mengawasi visi misi dan program pasangan calon dan wajib diserahkan secara tertulis kepada masyarakat pemilih (konstituen, red) sesuai dengan peraturan KPU nomor 28 pasal 14 ayat 2 tahun 2009, tentang pedoman tehnis kampanye pilpres,” tambahnya. Syafruddin mengutarakan, dalam pengawasan akan dipelajari visi-misi capres maupun cawapres. Visi misi dimaksud tidak boleh mengandung suku agama ras (sara, red) sehingga akan berpoensi

konflik atau suasana yang tidak kondusif dilampura.” Visi misi harus mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional, sesuai dengan undang-undang nomor 13 tahun 2007 tentang RPJP tahun 20052025,” paparnya. Kemudian dalam selebaran atau visi misi saat kampanye tidak diperbolehkan menjelek-jelekan capres lainnya. Jika ditemukan akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.” paparnya. Lebih lanjut Syafruddin mengatakan pengawasan saat kampanye juga memperhatikan nilainilai keindahan , ketertiban, kesopanan, pendidikan, dan tidak bersifat provokatif. Sehingga dalam pelaksanaan kampanye kedepan dapat lebih terarah. ” Bukn cuma unjuk massa saja. diharapkan ada nilai yang dapat dipetik pasca pelaksanaan kampanye pilpres,” ujarnya Lebih jauh syafruddin mengharapkan kepada pelaksana kampanye dapat mematuhi aturanaturan yang berlaku sesuai dengan jadwal.” Terkait belum diterima-

nya jadwal kampanye panwaslu akan berkoordinasi dengan KPU, sehingga peran dan fungsi antara penyelenggara (KPU,red) dan pengawas pemilu dapat selaras,” katanya. Anggota KPU Lampura, Suheri, S.IP, mengatakan penetapan jadwal kampanye selama 21 hari sebelum masa tenang 4 Juli 2009.” Artinya dimulainya jadwal kampanye dimulai dari 12 Juni hingga 4 Juli 2009,” katanya. Berkenaan Jadwal ujar Suheri, karena pilpres merupakan agenda tingkat pusat yang melibatkan masyarakat daerah sebagai pemilih maka lebih bersifat pasip. “KPU hanya dapat me nerima jadwal kampanye yang ditetapkan oleh pusat, didaerah hanya sebagai bagian koordinasi pelaksanaan. Jika terjadi kampanye yang menghadirkan capres atau cawapres yang bersifat rapat umum pasti akan dikoordinasikan,” jelasnya. Kemudian untuk kampanye dalam bentuk pertemuan terbatas (bukan rapat umum, red) memang akan ada tim yang dibentuk secara lokal, namun hingga saat ini KPU belum menerima tembusan tentang tim pemengan atau tim kampanye ditingkat lokal. ” Memasuki tahapan kampanye capres dan cawapres diharapkan masyarakat lampura dapat menjaga agar suasana tetap kondusif. Ada atau tidak rapat umum di Lampura bukan persoalan, karena agenda tersebut merupakan agenda pusat. Jika di Lampura akan ada rapat umum yang melibatkan capres dan cawapres diharapkan seluruh komponen pemilu sudah siap,”tandasnya.(*)

Lambar Gelar Sosialisasi Penyuluhan PBB Laporan / Editor: Wartawan RNN

FOTO : CW1

Demi memenuhi kehidupan keluarga seorang pemulung rela berpanaspanasan.

Komisi B Siap Paparkan Hasil Study Banding Laporan/Editor : Wartawan RNN

BALIKBUKIT- Ketua Komisi B DPRD Lambar Sunadi Bastam mengutarakan, pekan depan pihaknya akan memanggil terkait untuk bersama-sama mempelajari hasil kunjungan study banding ke Kabupaten Surakarta Provinsi jawa Tengah (Jateng), apakah dapat diterapkan di Lambar atau tidak. “Saya tidak berbicara untuk komisi lainnya, tapi yang jelas komis B yang memperlajari sistem Usaha kecil Menengah (UKM) dijawa tengah siap memberikan masukan dan kepada dinas terkait yang membidang UKM,”ujar Sunadi Bastam kepada Radar lambar (grup Radar Kotabumi, red) , kemarin. Menurutnya, dari hasil study banding yang dilakukan komisinya, pihaknya mendapat pemaparan bagai mana daerah itu mampu menghasilan pendapatan guna menunjang pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor UKM. Pasalnya, di Surakarta, Pemkab setempat terutama dinas terkait mempasilitasi pedangan asongan dengan alat berupa gerobak, sementara sipedagang hanya bermodalkan kue atau makanan yang akan dijual. “Ini juga ada pengelolaannya yang memanfaatkan pihak ketiga, apakah ini bis diterapkan di Lambar, kita akan ajak dinas terkait membahas masalah ini,” kata dia. Dirinya selaku ketua Komisi B yang langsung memimpin rombongan seluruh anggota Komisi B minus koordinator Komisi B dari unsur Pimpinan dewan dalam hal ini dijabat oleh Ir. Kuswanto yang berhalangan hadir karena sakit, siap memberikan

masukkan kepada pemkab melalui dinas terkait emnyangkut hasil study banding yang dilakukan pihaknya. “Semua anggota Komisi B lengkap, semuanya berangkat, tidak ada yang tidak ikut, kecuali koordinator komisi dari unsur pimpinan, karena Pak Kuswanto maish sakit,” kilahnya. Dikatakan, setiap tahun diakuinya DPRD melalui komisi yang ada melaksanakan study banding ke berbagai daerah, bahkan dari setiap study banding itu pihaknya selalu menghasilkan pengalaman dan pengetahuan untuk kemajuan Lambar. “Masalahnya sekarang, bagai mana cara menerapkan apa yang kita pelajari dari daerah yang kita kunjungi itu, sebab banyak faktor pendukung yang harus di penuhi,” kata dia. Karena itu, Sunadi menegaskan, apapun hasil study banding diakhir masa jabatannya DPRD periode 2004-2009 itu tetap akan di sampaikan kepada pemkab terutama dinas terkait. “Tinggal lagi nanti Pemkab, bisa atau tidak menerapkan dan melaksanakan apa yang kita dapat itu,” imbuhnya. Sebagai langkah awal pihaknya Senin (8/6) mendatang segera memanggil Dinas Koperasi Perindustrian, perdagangan dan pasar untuk menyampaikan paparan hasil kunjungan Komisi B DPRD Lambar ke Kabupaten Surakarta pekan lalu. “Tahap awal kita akan panggil dulu dinas terkait, kita akan ajak bersama-sama membahas apakah yang kita pelajari ini bisa diterapkan, atau tidak di Lambar,” kata dia. Jika dari hasil rumusan yang didapat dari study banding itu tidak dapat di terapkan di Lambar, pihaknya akan bersama-sama dinas terkait berupaya mencari solusi sehingga bidang UKM yang ada di Lambar bisa berjalan dengan baik dan sehat. “Baik itu simpan pinjamnya, atau usaha kerajinan lainnya yang berada di bawah UKM itu sendiri,” kata dia. Selain itu, hal lain yang menarik perhatian pihaknya yang dimungkinkan dapat diterapkan di Lambar adalah dibidang kerajinan tangan, pasalnya, di Lambar potensi kerajinan tangan sangat banyak dan masih belum tersentuh dengan baik dan benar. (*)

INFORMASI DICARI MEMBER “KOKOPELLI” (Produk Bucheri) Sepatu, Tas, Busana dan Aksesoris lainnya Untuk wilayah Lampung Utara dan Way Kanan BERMINAT HUB: Line Center Lampung. Telp. (0721) 7475004 dan 081369-64-5454

BERGABUNGLAH SEGERA !! BONUS MENARIK MENANTI ANDA

RADAR KOTABUMI & WAYKANAN Bersama Membangun Lampura & Waykanan

BATUBRAK - Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Ased Daerah (PPKAD) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) bekerjasama dengan kantor pelayanan Pajak Pratama Kota Bumi Lampung Utara Rabu (4/6) menggelar sosialisasi penyuluhan Pajak Bumi Ban Bangunan (PBB) di Aula Kecamatan setempat. Hadir dalam kesempatan itu, Kadis PPKAD Lambar, Drs.Hi.Adi Utama, didampingi kasi Ektensipikasi Perpajakan Pratama Kota Bumi, Drs.Al Chozali. “Pesertanya Peratin, Juru tulis, Pemangku se-Keca matan Batubrak,” Ungkap Camat setempat Agustina Handayani, S.Sos, kepada Radar Lambar (grup Radar Kotabumi, red) , kemarin. Dijelaskannya, kepala PPKAD Lambar menyampaikan bahwa Kecamatan Batubrak merupakan salah satu pilot projek dalam kegiatan pemungutan PBB yang dianggap berhasil. karena itu diharapkan kedepan hal itu dapat ditingkatkan. “Kita berharap dari tahun-ketahun kesadaran masyarakat kita semakin meningkat,” jelasnya. Dikatakannya, sosialisasi pendataan PBB itu untuk memperoleh suatu gambaran data yang akurat dari Subjek maupun Objek pajak, pasalnya, dalam sosialisasi itu sistem pendataannya menggunakan pola pemetaan wilayah Administratif. “Diharapkan hasil pendataan yang dilakukan dengan pola itu tidak ada lagi Objek pajak yang tidak terdata, kecuali objek yang bersipat Sosial atau pasilitas umum,” kata dia. Ditambahkannya, dengan adanya kegiatan itu setidaknya akan merubah pola pendataan yang sebelumnya mengakibatkan terjadinya tumpangtindih subjek pajak yang ada. “Dengan cara inilah pemerintah memulai melakukan perbaikan sistem pendataan objek dan subjek pajak yang selama ini terkesan tumpang tindih,” imbuhnya. Diharapkan, dengan sistem pemetaan tersebut, jumlah objek pajak yang telah ditetapkan kantor pajak kotabumi itu teah sesuai dengan kondisi dilapangan. sehingga masyarakat tidak merasa diberatkan dengan tagihan pajak yang tertera dalam surat pemberitahuan pajak terhutang (SPPT). “Dengan begitu target PBB kita bisa cepat di penuhi dan sesuai dengan objek yang ada,” pungkasnya.(*)

TELEPON PENTING

POLRES LAMPUNG UTARA POLSEK SUNGKAI SELATAN POLSEK SUNGKAI UTARA POLSEK ABUNG SELATAN POLSEK ABUNG SEMULI POLSEK BUKIT KEMUNING KODIM 0412 PIKET KODIM 0412 PLN DPRD LAMPUNG UTARA PEMDA LAMPUNG UTARA POLISI PIKET AMBULANCE PEMADAM KEBAKARAN GANGGUAN TELPON PDAM HOTEL DUTA HOTEL SETIA BUDI HOTEL SRIKANDI RUMAH SAKIT UMUM RYACUDU UNIT GAWAT DARURAT RSUR PENGADILAN NEGERI KOTABUMI

: 0724 21052 : 0724 25665 : 0724 25662 : 0724 25632 : 0828 7058984 : 0724 91110 : 0724 21082 : 0724 21138 : 0724 23737-21166 : 0724 21042-22443-22529 : 0724 21007-21087-21329 : 110 : 118 : 113 : 2117 : 0724 22097 : 0724 25888 : 0724 21216 : 0724 21310 : 0724 22095 : 0724 21035 : 0724 21181

KEJAKSAAN NEGERI KOTABUMI

: 0724 21137

Pemimpin Umum/Redaksi: Ibnu Khalid. Wakil Pemimpin Redaksi: Kohar Mega. Redaktur Pelaksana: Hermansyah, Susi Daryani. Asisten Redaktur: Furkon Ari. Staf Redaksi: Ade Putri Setiawati. Pracetak: Dedi Jenggot, Dedy Cunil, Turisiah. Pemasaran: Dedi Novianto. Iklan: Maria Nusa. Keuangan: Zona Dwi Tami. Manager Produksi: Budi Susantiono. Percetakan: PT Lampung Intermedia. Penerbit: PT Wahana Semesta Kotabumi Media. Komisaris: Suparno Wonokromo. Direktur Utama: Ardiansyah. Direktur: Junaidi Djohan. General Manager: Ibnu Khalid. Alamat Redaksi/Iklan/Pemasaran: Jl. Soekarno-Hatta No. 411, Kotabumi Selatan, Lampung Utara. Telp (0724) 25403, Fax (0724) 327439. Homepage: www.radarkotabumi.com Email: radarkotabumi@yahoo.com Perwakilan: Jl. Ki Maja, Komplek Ki Maja Icon Wayhalim Bandarlampung, Telp: (0721) 786414/ 786014 fax: (0721) 709228. Telp (0721) 770777, 770666. Jl. Sultan Agung No. 18, Kedaton, Bandarlampung. Telp (0721) 789750-782306. Isi diluar tanggungjawab percetakan. WARTAWAN RADAR KOTABUMI & WAYKANAN DILARANG MENERIMA UANG MAUPUN BARANG DARI SUMBER BERITA. WARTAWAN RADARKOTABUMI & WAYKANAN DIBEKALI KARTU PERS YANG SELALU DIKENAKAN SELAMA BERTUGAS.

HOTLINE REDAKSI/IKLAN/PEMASARAN:

0813 79848777


KOTABUMI BETTAH

SABTU, 6 JUNI 2009

www.radarkotabumi.com

Ratusan Pembalap Siap Berlaga

RADAR KOTABUMI

Kampung Sunda Belum Dapat Listrik

Lampura Juga Ikut

Laporan/Editor: Furkon Ari Laporan Wartawan RNN Editor: Furkon Ari

PONCOWARNO - Hari ini (6/6), sekitar seratusan pembalap yang tidak hanya berasal dari Lampung Tengah, siap beraksi pada even bergengsi motorcross dan grasstrack Poncowarno Cup seri ke-2, yang digelar di sirkuit mini Kampung Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah (Lamteng). Ketua panitia pelaksana kegiatan, Bhakti (34), yang sempat ditemui Radar Lamteng (Grup Radar Kotabumi) di sirkuit setempat, mengatakan kegiatan pada Sabtu siang tersebut merupakan tahap pertama. ”Untuk tahap pertama ini, kami akan melakukan penyisihan grup. Kemudian pada hari Minggu 7 Juni, akan digelar grand final dari kegiatan ini. Dengan begitu, yang akan berlaga pada grand final tersebut merupakan pembalap yang telah terpilih melalui babak penyisihan,” ujarnya. Menurut Bhakti, dengan mekanisme tersebut, pembalap akan semakin terpacu untuk meningkatkan prestasinya. ”Dengan cara seperti ini, akan banyak peserta yang menunjukkan keahliannya dalam dunia balap motorcross dan grasstrack. Semakin banyak peserta yang mengikuti even ini, akan semakin ketat persaingan yang terjadi. Hal tersebut tentunya akan membuat acara ini menjadi semakin menarik,” terangnya. Lebih lanjut dirinya menuturkan, kegiatan tersebut juga diikuti oleh pembalap dari luar Kabupaten Lampung Tengah. ”Ada beberapa pembalap yang berasal dari Palembang dan Padang. Mereka ikut berpartisipasi meramaikan kegiatan ini. Dengan demikian, akan terjadi persaingan antara pembalap domestik dan pembalap luar daerah tersebut,” jelasnya. Tak hanya itu, lanjut dia, pembalap dari luar Lampung Tengah yang merupakan tetangga kabupaten pun berminat mengikuti even bergengsi itu. ”Beberapa pembalap dari Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Timur, dan Lampung Utara juga ikut serta pada even ini. Kompetisi pun akan semakin jelas terlihat. Tentunya, kegiatan ini akan menjadi semakin menjadi menarik,” tutupnya. (*)

PAK KORAN PAK. Demi membantu orang tua anak ini rela menggantikan waktu bermainnya dengan menjual koran di depan kantor Pemda Lampura setiap paginya. FOTO DEDY KURNIAWAN

Orang Gila Masih Banyak Laporan/Editor: Furkon Ari

KOTABUMI - Hingga kini keberadaan orang gila (orgil) atau Tuna Fisikotik belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah atau dinas-dinas instansi terkait. Pasalnya, orgil yang seringkali berkeliaran di

sepanjang jalan utama Kotabumi kembali meresahkan masyarakat sekitar. Sebab, kehadiran orgil yang sehari-hari merusak pemandangan kabupaten yang pernah menyandang predikat Adipura beberapa tahun lalu. Adapun lokasi yang sering dijadikan tempat mangkalnya para tuna fisikotik, ini di jalan

Jendral Sudirman (Jensu), jalan Alamsyah Ratu Perwira Negara (RPN) dan jalan Sukarno Hatta (Suhat). ”Akhir-akhir ini, jumlah orgil semakin marak di sepanjang jalan utama dan gampang sekali ditemukan. Tidak bisa dipungkiri, hal ini justru sudah meresahkan masyarakat terutama masyarakat yang

sering melintasi jalan Jensu, Alamsyah RPN dan Suhat,” kata salah satu warga Tanjung Aman, Eko, pada Radar Kotabumi kemarin (5/6). Keberadaan orgil yang semakin marak berkeliaran ini, menunjukan bahwa dinas terkait tidak sungguh-sungguh memberikan kenyamanan dan kesejahteraan

masyarakat Lampura, serta kurangnya memperhatikan keindahan kota Kotabumi. Ironisnya, keberadaan orgil ini selain merusak keindahan dan pemandangan di seputar jalan Kotabumi, juga mengganggu ketentraman masyarakat Kotabumi ini juga khususnya, Lampung Utara pada umumnya. (*)

KOTABUMI - Dambaan untuk mendapatkan penerangan aliran listrik sangat dinantikan, karena sampai saat ini belum terealisasi sama sekali. Atas dasar tersebut, keluhan dan keinginan masyarakat yang ada di Desa Kampung Sunda, kelurahan Rejosari, kecamatan Kotabumi sangat mendambakan penerangan listrik. Harapan masyarakat yang ditujukan kepada pemerintah daerah Lampung Utara maupun PLN Cabang Kotabumi, tersebut disampaikan, sebanyak 40 kepala keluarga ( KK) yang ada di RT. 02 Lingkungan 03 desa setempat, karena sampai saat ini belum ada sambutan yang positif dari pemerintah daerah (Pemda) Lampura. Karena sampai saat ini belum ada realisasi dari pemerintah daerah (Pemda) maupun PLN Cabang Kotabumi. Seperti yang diutarakan salah satu warga Desa setempat, Saputra, sampai sekarang keluhan dan keiinginan kami yang mendambakan listrik ini tidak ada tanggapan dari pemda, padahal kami telah berkali-kali mengajukan proposal hingga bosan, tetapi sepertinya Pemda ini tutup mata dan telinga dengan keluhan dan keinginan warga disini, keluhnya. Hampir sepuluh tahun tinggal didesa ini, belum ada sentuhan dari Pemerintah daerah mengenai aliran listrik, padahal Kampung Sunda masih termasuk di dalam Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. “Kami sebagai warga Kampung Sunda tidak pernah merasakan adanya pemerataan pembangunan oleh pemerintah daerah, baik itu sarana maupun prasarana seperti penerangan lampu jalan. Desa kami tetap gelap, kalah jauh dengan desa tetangga yang telah menikmati penerangan listrik,”jelasnya. Tambahnya, untuk mendapatkan penerangan itu, ada warga yang nekat mengambil api dari tetangga Kampung dengan menggunakan kabel, tanpa harus menghiraukan keselamatan, karena melalui jalur yang tidak resmi. Apabila terjadi sesuatu dengan warga, siapa yang akan disalahkan? Pemerintah daerah yang kurang memperhatikan warganya, atau masyarakat yang tidak mengetahui aturan. Untuk jumlah bisa mendapatkan aliran listrik ini kurang lebih akan menggunakan tiang dari dari gardu yang ada maksimal sebanyak 25 tiang sedangkan harga tiang Rp 850 ribu/tiangnya, dan dengan jumlah yang cukup besar itu, tidak akan mampu bisa didapat oleh masyarakat Kampung Sunda yang notabene penduduknya dari kalangan menengah kebawah (kurang mampu, red), dan tanpa bantuan dari Pemda sampai kapanpun Kampung Sunda tidak akan pernah mendapatkan aliran listrik ini, jelasnya. “Kami sebagai warga hanya bisa berharap kepada pemerintah daerah, untuk bisa mewujudkan pemerataan di segala bidang, dan untuk pemerintahan yang lama belum ada realisasinya, maka kami hanya bisa berharap kepada kepala pemerintahan Lampura yang baru, dan siapapun yang akan dilantik, kami hanya bisa berharap agar terbuka hatinya untuk dapat mendengarkan keluhan kami dengan memberikan kampung kami aliran lsitrik,” harapnya. Selain itu, warga Kampung Sunda mayoritas kurang mampu dengan penghasilan yang rendah. Walaupun demikian, warga setempat menginginkan fasiltas lisrik. Padahal, jarak dari gardu PLN ke desa Kampung Sunda hanya berkisar 1,5 Km. (*)

3


4

HEADLINE

RADAR KOTABUMI

Larikan Randis, Mantan Kabag Pora dapat Teguran Laporan/Editor: Wartawan RNN

BALIKBUKIT - Meskipun sudah dua kali menerima surat teguran dari Pemkab Lambar dalam hal ini Bagian Umum dan Perlengkapan, namun tampaknya mantan Kabag Pora Ir. Ruskan Effendi tetap tidak mengindahkan teguran itu. Buktinya, hingga kemarin kendaraan dinas (randis) yang diduga dibawa kabur oleh yang bersangkutan ke Kota Bandarlampung belum juga dikembalikan. “Jika hari ini (kemarin) randis itu juga belum dikembalikan, saya akan datang kerumahnya untuk menanyakan langsung. Karena Pak Ruskan tidak bertugas diLambar lagi maka randis itu harus dikembalikan,” kata Kabag Umum dan Perlengkapan Darul Choteni, S.H kepada Radar Lambar (Grup Radar Kotabumi), kemarin. Pihaknya menghimbau kepada mantan Kabag Pora itu agar segera mengembalikan randis yang

telah dilarikan itu karena randis tersebut adalah milik pemkab. “Kami telah memberikan toleransi kepada yang bersangkutan, namun jika tetap teguran itu tidak diindahkan maka jangan salahkan kami jika melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian,” ungkapnya. Sayangnya hingga berita ini diturunkan, wartawan koran ini belum bisa melakukan konfirmasi terkait masalah ini, ketika menghubungi Ir.Ruskan Effendi melalui ponsel di No.0815-408-26799 dalam keadaan tidak aktif. Sekadar diketahui, randis jenis Daihatshu Taruna dengan Nopol BE.54 MZ yang dipinjamkan pemkab Lambar kepada mantan Kabag Pora itu diduga dilarikan sejak yang bersangkutan dinon-jobkan dari jabatannya. Dan sebagai catatan untuk kedepan bagi pejabat maupun pegawai dilingkungan Pemkab yang dipinjamkan randis oleh pemerintah, jika dinon-job atau pindah tugas diharapkan untuk mengembalikan randis yang dipakainya. (*)

7 Sekkam Diangkat PNS Laporan/Editor: Wartawan RNN

BANGUNREJO - Sebanyak 7 orang Sekretaris kampung (Sekkam) dari Kecamatan Bangunrejo, Lampung Tengah (Lamteng), diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). ketujuh orang tersebut diharapkan dapat membangun kampungnya agar menjadi lebih baik. Pernyataan tersebut dikatakan Camat setempat Sobirin, S.E., saat ditemui Radar Lamteng (Grup Radar Kotabumi) di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Menurutnya, tujuh Sekkam tersebut diangkat menjadi PNS dengan mengajukan persyaratan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah (Lamteng). ”Ke-7 orang tersebut merupakan sekretaris kampung dengan masa tugas rata-rata minimal 10 tahun. Dengan pertimbangan tersebut, kecamatan mengajukan berkas permohonan pengangkatan PNS terhadap ketiganya. Alhasil, mereka kini berstatus sebagai PNS. Tujuh orang tersebut terbilang beruntung. Soalnya dari 18 Sekkam, hanya mereka yang menjadi PNS,” ujarnya. Lebih lanjut dirinya menu-

turkan, para Sekkam tersebut berasal dari 7 kampung yang berada di Kecamatan Pubian. ”Delib Amante dari Kampung Tanjungkemala, Sulkapi dari Kampung Gununghaji, Isrom Hadi dari Kampung Sangunratu, Bahrudin Kampung Payungrejo, Nanik Sudarna Kampung Riau Periangan, Mudarojat Kampung Sinarnegeri, dan Maskuri dari Kampung Segalamider. Ketujuh orang tersebut telah membuktikan pengabdiannya kepada masyarakat. Terbukti dengan berbagai prestasi yang telah diraih oleh kampung tempat mereka mengabdi,” tuturnya. Masih dikatakan Sobirin, diharapkan dengan telah diangkatnya Sekkam tersebut, mereka dapat lebih memberikan kontribusinya untuk pembangunan kampung. ”Dengan status PNS yang mereka miliki saat ini, harapan terbesar dari masyarakat adalah, dapat menikmati pembangunan di kampung masing-masing. Karena itulah, partisipasi Sekkam sebagai salah satu perangkat kampung, dituntut mampu untuk mengupayakan kemajuan pembangunan. Terutama bagi pembangunan sektor pertanian dan perekonomian,” tutupnya. (*)

DAFTAR HARGA RATA-RATA BORONGAN, ECERAN KOMODITI BAHAN POKOK PENTING DAN STRATEGIS LAINNYA DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA 5 - 8 JUNI 2009

No 1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

22 23

SABTU, 6 JUNI 2009

www.radarkotabumi.com

Jenis K omoditi Beras Kw alitas 1 Kw alitas 2 Ketan Hitam Ketan Putih Gula Pasir Merah Gara m Beryodium Non Y odium M inyak Goreng Merk Bimoli Tanpa merek/curah Tepung terigu Segitiga biru Biasa Kacang-kacangan Kacang hijau Kacang tanah Kacang kedelai Susu Kental M anis Merk B endera Merk Indomilk Telur ayam Telur ayam negeri/ras Telur ayam kampung Daging Daging sapi murni Daging ayam potong Daging ayam kampung M entega Merk simas Merk Blu e Band Sayur-sayuran W ortel Kol Kentang Cabe merah Raw it Buncis Baw ang merah Baw ang putih Kelapa kupas Jagung pipilan Kopi Biji Kelapa Sawit Jahe Ubi kayu/singkong Karet slab Lada Hitam Coklat/kakao Sabun Detergent Merk rinso Semen Baturaja Tiga roda Padang Kujang/Holsim Min yak Tanah Pupuk Urea SP-36 KCL NPK ZA

Harga Borongan Eceran

Stock

6.400/K g 4.800/K g 7.500/K g 6.800/K g

6.500/K g 4.900/K g 8.000/K g 7.000/K g

Cukup Cukup Cukup Cukup

7.750/K g 7.000/K g

8.000/K g 7.500/K g

Cukup Cukup

1.000/K g -

1.000/K g -

Cukup Tidak ada

12.000/liter 9.500/liter

12.000/Liter 10.000/liter

Cukup Cukup

7.200/K g 6.600/K g

7.500/K g 7.000/K g

Cukup Cukup

10.500/Kg 12.500/K g 6.500/K g

11.000/K g 13.000/K g 7.000/K g

Cukup Cukup Cukup

7.500/K g 7.300/K g

8.000/K g 7.500/K g

Cukup Cukup

12.500/K g 1.500/K g

13.000/K g 1.750/K g

Cukup Kurang

63.000/K g 18.000/K g 34.000/K g

65.000/K g 20.000/K g 35.000/K g

Cukup Cukup Cukup

14.000/K g 34.000/K g

15.000/K g 35.000/K g

Cukup Cukup

3.500/K g 2.500/K g 5.500/K g 11.000/K g 13.000/K g 4.500/K g 11.500/Kg 3.500/K g 1.800/Kg 1.900/Kg 11.500/Kg 1.000/Kg 4.500/Kg 350/Kg 4.700/Kg 19.000/Kg 19.000/Kg

4.000/K g 3.000/K g 6.000/K g 12.000/K g 14.000/K g 5.000/K g 12.000/K g 4.000/K g 2.000/Kg 1.800/Kg 11.000/K g 900/K g 4.500/Kg 340/K g 4.500/Kg 18.500/K g 18.500/K g

Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup

13.000/Kg

13.200/K g

Cukup

49.000/Kg 50.000/Kg 49.500/Kg 49.500/Kg 3.300/liter

50.000/Zak 51.000/Zak 50.000/Zak 50.000/Zak 3.500/liter

Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup

58.000/Kg 77.500/Kg 320.000/Kg 87.000/Kg 51.500/Kg

60.000/Zak 77.500/Zak 320.000/Zak 87.500/Zak 52.000/Zak

Cukup Habis Habis Habis Habis

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Utara PERANA PUTERA, S.H., M.H Pembina Tingkat I NIP. 19660310 199103 1 008

6 Kapal harus Docking ! Laporan / Editor : Widisandika/RNN

BAKAUHENI-Untuk saat ini dipastikan jumlah unit kapal

roll on roll off yang melayani rute penyeberangan Bakauheni-Merak akan berkurang. Pasalnya, sebanyak 6 unit kapal roro yang biasa melayani rute tersebut harus menjalani perawatan rutin atau

docking tahunan. Docking itu sendiri dimaksudkan untuk memperbaiki dan mengecek kesiapan mesin serta kemampuan kapal. Namun, menurut Manajer Operasional Angkutan Sungai Danau dan Pelayaran Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Zailis Anas, sejumlah kapal yang mengalami docking secara bersamaan itu tak terlalu memengaruhi tingkat pelayanan penyeberangan di selat utama penghubung Jawa Sumatera itu. “Kita masih menempatkan 18 unit kapal di empat dermaga

yang ada di Pelabuhan. Jadi masih bisa terlayani,” terangnya kemarin. Selain menempatkan 18 unit kapal roro, pihak otoritas pelabuhan juga menyiapkan dua unit kapal cepat untuk meperkuat armada transportasi di Selat Sunda. Sehingga total ada 20 unit kapal yang melayani rute tersebut. “Kapal yang masuk docking itu antara lain Jatra I dan Mufidah,” imbuhnya. Menurutnya, dengan kondisi angkutan yang ada dalam kategori normal seperti saat ini, pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan adanya kekurangan

jumlah armada meski terdapat sejumlah kapal docking. Diketahui untuk jalur selat sunda sebanyak 33 unit kapal roro tersedia ditambah dengan 6 unit kapal cepat. Namun, jumlah itu tak dioperasikan seluruhnya. Seluruh kapal-kapal roro itu mayoritas merupakan kapal kapal yang telah berumur 15 tahun keatas. Seluruh kapal roro tersebut baru dikerahkan dalam jumlah maksimal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang membludak seperti pada saat arus balik dan arus mudik lebaran. (*)

Pol PP Makin Garang Laporan/Editor: Wartawan RNN

METRO - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Metro, makin garang saja. Setelah melakukan penertiban lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah jalan protokol Kota Metro, kemarin mereka kembali melakukan penyisiran. Targetnya adalah kendaraan yang parkir ditepi jalan umum dan lapak PKL. Kendaraan pribadi yang parkir di depan kantor, meski hanya mengambil sedikit trotoar akibat penuhnya lahan parkir tak luput dari segel. Hal itu tentunya mendapat tanggapan dari pemilik kendaraan. ”Pemerintah harusnya berfikir jernih. Ruko atau kantor bank banyak di sekitar jalan protokol. Umumnya, lahan parkirnya terbatas sehingga pelanggan terpaksa memanfaatkan sedikit badan jalan. Kalau tidak di situ, mau parkir dimana?. Apalagi sebagian ruko di Jl. Sudirman milik pemerintah dan memang tidak ada lahan parkirnya. Ini sama saja mencegah pelanggan datang dan mengancam dunia usaha,” ujar Rendi, salah satu pemilik kendaraan. Tidak hanya itu, sejumlah loper Koran dipaksa mundur dari trotoar meski mereka hanya memakai sedikit bagian trotoar itu. ”Ini Operasi penertiban lanjutan yang telah kita lakukan,” terang Kasi Operasi, Jose Sarmento yang membawa belasan anggota. Benarkah untuk penertiban?. Selama ini Pol PP dituduh tebang pilih dalam melakukan penertiban. Itu menyusul masih berlangsungnya pembangunan pasar di Kota Metro. Iwan salah satu penjual jasa tambal ban di Jalan Kerinci Kota Metro, mengatakan, penertiban PKL dapat dilakukan secara keseluruhan. Sehingga tidak memunculkan kecemburuan sosial bagi para PKL lainnya. Ini seperti di Lapangan Samber dan komplek

FOTO : WARTAWAN RNN

Pol PP Segel Mobil Parkir Di Trotoar Jalan Sudirman Metro.

pasar. Jika harus ditertibkan para PKL tersebut dapat dialihkan untuk berdagang di samping Rumah Sakit Umum Ahmad Yani (RSUAY). ”Dengan dipindahkannya para pedagang ini maka tenda-tenda penjualan akan dapat

dimanfaatkan,” ujarnya. Dikatakannya, pemerintah hendaknya tidak tebang pilih. Sebab dikhawatirkan akan ada protes yang dilakukan oleh para PKL. ”Penertiban hendaknya dapat dilakukan secara adil. Se-

hingga pedagang juga tidak merasa dirugikan,” paparnya. Sementara itu, para pedagang umumnya berjualan di trotoar jalan arsyad dan Jl. Agus Salim, namun luput dari penertiban. Keberadasn mereka me-

ngakibatkan penyempitan badan jalan sehingga menimbulkan kemacetan. Toh Pol PP tetap tutup mata. Jose pernah mengaku penertiban pedagang di trotoar dua jalan itu menunggu pembangunan 3M selesai. (*)

Kunjungi RSUD, Mukhlis Bantu Pasien Laporan/Editor: Wartawan RNN

BALIKBUKIT - Bupati Lampung Barat (Lambar) Drs. Hi.Mukhlis Basri, didampingi Assisten bidang Pemerintahan Drs. Hi. Sudirman, Kepala Dinas Kesehatan dr. Martin Karokaro, MARS, Direktur RSUD Liwa, Kabag Humas dan Protokol, usai mengikuti senam pagi bersama seluruh jajaran Pemkab setempat kemarin menyempatkan diri berkun jung di RSUD Liwa.

Dalam kunjungannya kesejumlah ruangan rawan inap RSUD Liwa itu, orang nomor satu di Lambar tersebut juga memberikan bantuan dana kepada sejumlah pasien yang tengah menjalani perawatan, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu. Pertama bupati bersama rombongan meninjau pasien yang dirawat diruang perawatan bayi dan anak, usai bertemu dengan sejumlah pasien yang sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu itu,

bupati menyempatkan diri meninjau pasien yang berada di ruang bersalin. Sebelum meninggalkan RSUD, Mukhlis juga menyempatkan diri meninjau salah satu pasien yang tengah menjalani perawatan di Intesife Care Unit (ICU). disela-sela kunjungannya itu,

bupati me n y erahkan bantuan dana terhadap pa s i e n yang menggunakan jasa jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan Jamkesda. Usai berkeliling kesejumlah ruangan rawat inap itu, kepada Ra d a r L a m b a r (Grup Radar Drs. Hi.Mukhlis Basri Kotabumi), Mukhlis mengaku ingin melihat secara langsung kondisi sejumah pasien yang tengah dirawat di RSUD setempat. “Mereka itu masyarakat Lambar, yang kebetulan sedang sakit dan memerlukan dukungan moral agar cepat sembuh,” kata dia. Dikatakannya, Sejak dirinya menjabat wakil bupati hingga terpilih sebagai bupati Lambar pada Pilkada tahun November 2007 silam dirinya sudah terbiasa menyempatkan diri mengunjungi warga yang sedang menjalani perawatan di RSUD setempat. “Bukan hanya sekarang saja, dari dulu kita memang sudah sering datang dan memberikan dukungan terhadap pasien dan keluarganya,” imbuh Mukhlis. Bentuk dukungan terhadap masyarakat yang tengah menjalani perawatan di RSUD itu tidak hanya berupa materi atau dana, tapi dengan datang dan memberikan semangat terhadap pasien tersebut merupakan suatu bentuk dukungan. “Kita datang saja mereka sudah sangat senang, artinya ada kepedulian, apalagi kita bantu meski tidak banyak,” kilahnya. Sementara itu, Direktur RSUD Liwa, dr.Hj.Herlina kepada Radar Lambar menjelaskan, hingga kemarin setidaknya terdapat 71 orang pasien yang tengah dirawat di RSUD setempat. Dari jumlah itu, 30 orang diantaranya menggunakan jasa Jamkesmas dan Jamkesda dan 12 orang Askes umum. Pasien yag dirawat di ruang penyakit dalam terdapat tujuh orang, ruang bedah enam orang, ruang anak 12 orang, ruang bersalin empat orang dan di ICU satu orang. “Tidak semua pasien yang mendapat bantuan pak bupati tadi (kemarin-red) hanya mereka yang menggunakan Jamkesmas dan Jamkesda saja, kalau nilainya kita tidak tahu, karena itu bantuan beliau jadi kita tidak mungkin menanyakannya,” tandas Herlina. (*)


6

POLITIK

RADAR KOTABUMI

SABTU, 6 JUNI 2009

www.radarkotabumi.com

Dua Partai Cukup untuk Mengusung Cabup Laporan / Editor : Wartawan RNN

KALIANDA – Anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Dwi Riyanto, SE mengatakan, syarat Parpol dalam mengusung Cabup itu harus memperoleh suara 15 persen dari kursi di DPRD Kabupaten Lampung Selatan, atau minimal 7 kursi. Pasalnya, berdasarkan hasil Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 9 April lalu, dua Partai Politik (Parpol) di Lampung Selatan dapat mencalonkan secara penuh Calon Bupati (Cabup) Lampung Selatan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lamsel 2010 mendatang. Dua Parpol itu yakni Partai Demokrat (PD) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). “Artinya yang dapat mengu-

sungkan Cabup tanpa adanya koalisi dengan Parpol yang meraih kursi di DPRD Lamsel itu adalah Partai Demokrat yang memperoleh 8 kursi dan PDIP yang mendapatkan 7 kursi,”kata Dwi Riyanto kepada Radar Lamsel (grup Radar Kotabumi, red) belum lama ini. Lebih lanjut ditegaskan, pengaturan Parpol yang dapat mengusung Cabup secara penuh ini diatur dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Pemilihan, dan Pemberhentian Kepala Daerah. “Untuk Parpol lainnya yang mendapatkan kursi di DPRD Lamsel seperti PKS dan PAN yang mendapatkan 6 kursi, itu harus berkoalisi dengan Parpol yang juga mendapatkan kursi di

Parlemen kabupaten ini,”kata Dwi Riyanto lagi. Dihubungi terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Lampung Selatan, Siti Farida mengatakan, belum membahas siapa Cabup Lampung Selatan yang bakal diusung partainya pada Pilkada 2010 mendatang. “Kita sekarang sedang konsen dalam pemenangan Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres dan Cawapres) yang kita usung,”kata Siti Farida kepada Radar Lamsel (grup Radar Kotabumi, red) melalui telpon genggamnya. Selain itu, mengenai siapa yang akan diusulkan partainya pada Pilkada Lamsel mendatang itu perlu pengkajian yang lebih komprehensif lagi. “Ini untuk kemajuan Lampung Selatan lima tahun yang akan datang, jadi kita tidak mau asal-asalan, ”ungkap Siti Farida lagi. (*)

FOTO : WARTAWAN RNN

Atribut Capres dan Cawapres belum banyak dipasang, tim SBY di Pringsewu bergerak cepat seperti terpasang di Jalan raya Patoman Pagelaran Pringsewu mulai.

KPUD Koordinasi Sukses dan Tidaknya Keamanan Pilpres Tergantung FKPM dengan KPU Provinsi Laporan / Editor : Wartawan RNN

Terkait Penetapan Jadwal Kampanye Terbuka Laporan / Editor : Wartawan RNN

KALIANDA –Hasil rapat yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampung Selatan dengan KPU Provinsi mengenai jadwal dan tempat kampanye harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan tim pemenangan di wilayah kerja masingmasing KPUD Kabupaten. Pernyataan tersebut disampaikan anggota KPUD lampung Selatan, Hargito S.Ag dalam suatu kesempatan kemarin. Menurutnya, KPUD bakal menetapkan sejumlah tempat pelaksanaan kampanye terbuka Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 8 Juli mendatang, dengan seluruh tim pemenangan 3 Capres dan Cawapres yang berada di Lampung Selatan. “Penetapannya dikordinasikan terlebih dahulu dengan para tim pemenangan di wilayah kerja masing-masing. Baik mengenai

jadwal maupun tempat kampanye terbuka yang akan dijadikan lokasi kampanye para Capres dan Cawapres yang diusung masing-masing tim,”kata Hargito, S.Ag kepada Radar Lamsel (grup Radar Kotabumi, red) melalui telpon genggamnya, Jumat (5/6) kemarin. Lebih lanjut ditegaskan, mengenai teknis pelaksanaan serta pengaturan kampanye terbuka pada Pilpres itu masih sama dengan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 9 April lalu. Dimana, setiap Capres dan Cawapres itu dilarang berkampanye di tempat-tempat umum seperti, tempat peribadatan, gedung perkantoran milik Negara, serta gedunggedung pendidikan. “Mekanismenya masih sama, dilarang berkampanye di tempat umum yang tidak ditentukan berdasarkan koordinasi dengan tim pemenangan Capres dan Cawapres di Lamsel nanti,”kata Hargito lagi. Ditambahkan, sejumlah tempat yang pernah menjadi lokasi kampanye terbuka pada Pileg lalu juga masih memungkinkan untuk tetap menjadi lokasi kampanye pada kampanye Pilpres ini. ”Sejumlah tim pemenangan pasti ada yang menggunakan lokasi tempat kampanye pada Pileg lalu, ”urainya. (*)

MENGGALA-Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Kecamatan Menggala Kabupaten Tulangbawang (Tuba) diharapkan dapat berperan aktif dalam menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 8 Juli Mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan Kapolsek Menggala

AKP.A.Kadir Mendampingi Kapolres Tuba AKBP. Benny Ali,S.I.K,S.H, kemarin. Menurutnya, sukses dan tidaknya keamanan dalam pilpres ini tergantung dengan FKPM dan masyarakat setempat, dalam kesiapan dan proaktifnya FKPM dan masyarakat ini terutama dalam membantu aparat dalam menekan berbagai tindak kejahatan di wilayah kerjanya masing-masing.

Ke depan ungkap Kadir, FKPM ini harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya keamanan terutama dalam menghadapi Pilpres mendatang, langkah yang sangat sederhana yang dapat diterapkan yakni melakukan sosialisasi dari mulut kemulut. “Diharapkan FKPM ini dapat menyarankan agar setiap warga dapt menjaga keamanan serta dapat membantu aparat

kepolisian dalam menanggulangi tindak kejahatan,yang lebih penting baik pihak kecamatan maupun seluruh Anggota FKPM dapat menjalankan Tugas dan fungsinya masing-masing, ”imbuhnya. Sementara itu, Camat Menggala Dra.Desia Kesumayudha,M,si didampingi Sekretaris Camat (Sekcam) Yusman,S H,M.H, mengatakan pihaknya juga mengharapkan kepada FK-

PM dapat berperan aktif dalam membantu aparat kepolisian, asal tidak menyalahi tugas dan fungsinya masing-masing, yang jelas kami sangat mendukung langkah FKPM didalam menjaga keamanan khususnya dalam menghadapi Pilpres mendatang. “Kami yakin FKPM ini memiliki kreatipitas yang baik,dan bisa bekerja sama dengan pihak kecamatan,”ungkapnya secara gamblang. (*)

Partai Gerindra Sambut Positif 10 Partai Koalisi Laporan / Editor : Wartawan RNN

BALIKBUKIT – Wakil ketua 1 Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Hi. Harun Roni mengutarakan, pihaknya menyambut sepuluh partai yang telah berkoalisi di kantor Sekretariat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) beberapa waktu lalu. Bahkan, pihak partai mengharapkan kemenangan dalam pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) mendatang. “Setiap partai yang berkoalisi akan mengambil tindakan dengan meng-

gerakkan setiap kader partainya masing-masing untuk pemenangan Mega Wati-Prabowo. Dimana Mega Wati yang di usung oleh PDIP dan Prabowo di usung oleh Partai Gerindra, dengan demikian tingkat kemenangan yang diharapkan bisa menjadi tolak ukur dalam menjalankan tugas serta Ketua I memotivasi 10 partai untuk kemenangan itu sendiri,” kata Hi.Harun Roni kepada Radar Lambar, (grup Radar Kotabumi, red) kemarin. Menurutnya, koalisi pemenangan Mega-Pro itu demi tercapainya suatu niat dan tujuan seseorang dengan melakukan penyebaran dan pembagian tugas untuk pemenangan itu sendiri. Atas dasar itu, pihaknya mengharapkan kemenangan itu sendiri sehinga pilpres nanti bisa berjalan sesuai dengan prosedur dan tingkat kecerobohan seseorang bisa terlihat dengan jelas, dan itu bisa menjadi bentuk untuk melakukan ketegasan dalam menidak tegas

seseorang yang berlaku tidak adil dalam pilpres. Harun yang juga anggota DPRD terpilih periode tahun 2009-2014 itu mengatakan, pihaknya berharap untuk pilpres kali ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan jadi diharapkan adanya kerjasama serta dukungan penuh dari semua pihak termasuk masyarakat dan elemen yang berkepentingan untuk mendukung koalisi ini. “Mari kita membentuk keyakinan teguh untuk menunjukkan suatu bentuk kepribadian yang dimiliki setiap partai yang ada, bahkan kepada setiap orang yang memiliki jiwa emosi, serta pola pikir yang bisa mengarah kedalam bentuk yang signifikan,” ungkapnya. Atas dasar tersebut tambah Harun, pemenangan calon yang dianggap mampu dan mempunyai bakat, serta dengan ketulusan memperjuangkan bangsa itu sangat

penting bagi seseorang yang mengetahui dan memahami masalah politik. “Artinya bukan untuk menghancurkan suatu tekat yang dimiliki dengan mengumbar janji, dan tidak ditunjukkan dengan moral, serta kesadaran untuk

kemajuan maka itu akan mustahil akan terwujud tanpa adanya kerjasama dengan semua golongan dan eleman yang ada. Pro kontra setiap politik itu pasti ada, tinggal kita sendiri untuk merubah dengan prilaku dan sikap seseorang,”paparnya. (*)

Delapan Lokasi Kampanye Disetujui Laporan / Editor :Wartawan RNN

SUKADANA-Untuk kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden RI tanggal 8 Juli mendatang, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Lampung Timur menetapkan 8 lokasi yang dapat digunakan untuk kampanye. Ke delapan lokasi di Lampung Timur yang dapat digunakan untuk kampanye tersebut masingmasing Lapangan Merdeka Sribawono Kecamatan Bandarsribowono, Lapangan Merdeka Kecamatan Labuhanmaringgai. Lalu, lapangan Merdeka Kecamatan Jabung, Lapangan Merdeka Kecamatan Wayjepara, Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari, Lapangan Merdeka Keamatan Raman Utara dan Lapangan Merdeka Kecamatan Sukadana. Untuk diketahui, penetapan 8 lokasi tersebut diputuskan melalui rapat koordinasi antara KPU dengan Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Lamtim, kemarin. Turut serta hadir dalam rapat koordinasi tersebut Ketua KPU Rasyid Baihaki didampingi anggotanya Fahrudin Ansyori, Samsul Arifin dan Sekertaris Sekertariat KPU Antoni Siaga dan Sekertaris Kesbanglinmas Achmad Nazali.

DIJUAL TANAH Ukuran 4.555 m Persegi, Jl. Soekarno Hatta Gg. Elang 6, Harga Nego Hb. (0724) 23838 / 08127975030.

KEHILANGAN KEHILANGAN STNK R2 NO. POL. BE 7607 JA, NO. SIN. HB11E1009138, NO. KA. MH1HB11183K009896, An. YUNUS FATONI. KEHILANGAN STNK R2 NO.POL BE 8042 JN, NO.KA ; MH1HB32127K178473, NO.SIN ; HB32E-1170449. An. Drs. Suroso. KEHILANGAN STNK R2 NO.POL BE 5088 JL, NO,KA ; MH1HB31166K297957, NO.SIN ; KB31E-1294059. An. Idris.

Sementara itu, ketua KPU Lamtim, Rasyid Baihaki menjelaskan, rapat koordinasi digelar dalam rangka menyikapi jadwal kampanye rapat umum Capres dan Cawapres yang ditetapkan KPU Provinsi. Menurutnya, sesuai jadwal dari KPU Provinsi, untuk wilayah Lamtim pelaksanaan kampanye rapat umum rencananya akan dilaksanakan mulai tanggal 11 Juni hingga 4 Juli. Selama rentang waktu tersebut, masing-masing pasangan atau tim suksesnya mendapat kesempatan untuk berkampanye selama 8 kali. Misalnya, untuk pasangan nomor urut 1 mendapat kesempatan berkampanye pada tanggal 11, 14, 17, 20, 23, 26, 29 Juni dan tanggal 2 Juli. Sementara, pasangan nomor urut 2 mendapat kesempatan berkampanye mulai tanggal 12 Juni kemudian secara berturut berselang 3 hari hingga 8 kali. Sedangkan pasangan nomor urut 3 mendapat kesempatan berkampanye mulai tanggal 13 Juni dan berikutnya juga berturut-turut berselang 3 hari hingga 8 kali. Dilanjutkan, dengan kata lain setiap hari mulai tanggal 11 Juni hingga 4 Juli ada kegiatan kampanye. Karenanya, agar pelaksanaan kampanye berjalan dengan tertib dan kondusif perlu ditentukan lokasi yang dapat digunakan. Setelah mempertimbangkan, kondisi wilayah dan kesiapan lokasi akhirnya, KPU bersama Kesbanglinmas sepakat untuk menyiapkan lokasi tersebut. “Di luar jadwal yang telah ditetapkan, masing-masing pasangan atau tim sukses tidak diperkenankan untuk menggelar kampanye terbuka. Namun, ada kemungkinan tidak semua kesempatan dimanfaatkan oleh pasangan calon maupun tim suksesnya untuk menggelar kampanye,”lanjutnya. Lebih lanjut Rasyid menambahkan, KPU Lamtim menghimbau kepada tim sukses masing-masing calon untuk menyampaikan laporan rencana kegiatan kampanye. Itu untuk mempermudah pengawasan dan penyiapan lokasi kampanye. “Jadwal dan penetapan lokasi kampanye akan segera kami koordinasikan dengan aparat keamanan dan Panitia pengawas serta tim sukses masing-masing pasangan, ”tutupnya. (*)


RUWA JURAI

SABTU, 6 JUNI 2009

RADAR KOTABUMI

www.radarkotabumi.com

7

Tidak Dibelikan Motor, Pemuda Gantung Diri Laporan/Editor: Wartawan RNN

BUMIKENCANA - Sesosok pria di dusun Bumimas, Kampung Bumikencana, Kecamatan Seputihagung, Lampung Tengah (Lamteng), nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Lantaran stres karena tidak dibelikan motor baru oleh orang tuanya, Sarjo.

Edi Suyitno (18) ditemukan tewas dengan cara gantung diri di kosen kamar tidur rumah orang tuanya di dusun Bumimas, Bumikencana, Seputihagung. Tidak dibelikan motor baru karena orang tuanya berprofesi sebagai petani ini tidak memiliki uang setelah membeli motor buruk atau seken. Jasad korban ditemukan ayahnya telah tergantung di kusen depan pintu kamar tidurnya, leher

korban terjerat tali tambang warna merah dan biru, sepanjang 1,5 meter. Kejadian tersebut diperkirakan sekitar pukul sekitar pukul 09.00 WIB kemarin (5/6). Menurut keterangan Sarjo (43) orang tua korban, saat ditemui Radar kemarin, mengatakan bahwa dia yang pertama kali menemukan korban. ‘’Ketika itu, sekitar jam tujuh pagi saya dan istri Sumini sedang

rewang ditempat saudara Dumek berjarak 200 meter. Sedangkan di rumah hanya anak saya yakni Edi Suyatno, itu juga tidak ada tandatanda aneh pada dirinya,’’ terangnya sambil sedih. Kemudian, kata bapak dua anak ini, tidak lama dari tempat rewang saudaranya, sarjo pulang kerumah. Setiba dirumah dia kaget melihat anak pertamanya sudah terbujur kaku keadaan gantung di

kosen pintu kamar anaknya. ‘’Karena takut saya langsung menjerit minta tolong dengan warga dekat. Tanpa aba-aba warga pun berduyun-duyun kerumah saya, ’’terangnya. Masih dikatakan Sarjo, almarhum semenjak tidak diturutin membeli motor baru memang banyak melamun dan sering menyendiri. ‘’Padahal, saya sudah beli motor seken, tapi dia tetap tidak

mau, jangankan mau beli motor baru untuk biaya sekolah saja tidak sanggup. Sebab, anak pertama saya ini hanya tamatan SD saja, selanjutnya tidak sekolah karena terbentur biaya,’’ jelas Sarjo. Selanjutnya jasad korban segera di periksa tim medis Puskesmas Simpangagung dan didampingi petugas Polsek Terbanggibesar, Lamteng. Sedangkan, Kapolsek Terbanggibesar AKP Radius Uta-

ma mendampingi Kapolres Lamteng AKBP Dedi Jumadi membenarkan kejadian tersebut. ‘’Korban murni meninggal dunia akibat gantung diri dan tidak ada bekas penganiyaan terhadap dirinya. Selain itu, dari lokasi kejadian, kami sudah menyita barang bukti (BB) berupa tali tambang warna merah dan biru sepanjang 1,5 meter,” tutup AKP Radius Utama. (*)

Anak SD Dianiaya Orang Tak Dikenal Laporan: Wartawan RNN

METRO - Malang nasib yang dialami Aris Prayoga (9) putra pasangan Bripka Parjoko dan Suwitowati warga Kelurahan Margorejo, Kecamatan Metro Utara, dipukuli hingga nyaris tewas oleh orang yang tidak dikenal. Akibatnya, Aris salah

satu siswa kelas 3 SD 1 Metro Pusat tersebut harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit umum ahmad yani (RSUAY) Kota Metro, kemarin (5/6). Aris mengalami luka sobek di betis kanak dan kiri, luka di kepala, mulut membiru dan terdapat bekas jeratan di leher yang membiru. Tidak hanya itu, disekitar leher dan jari tangan

juga terdapat luka sayatan. Mulyono salah satu warga yang menolong Aris mengatakan, ia tidak mengetahui jelas awal mula kejadian tersebut. Namun, dirinya yang ketika itu sedang bekerja mengecat rumah sebelah Bripka Parjoko, mendengar seorang anak yang berteriak minta tolong. ”Tolong pak de, tolong!,” ujar Mulyono.

Tanpa berfikir panjang Mulyono kemudian menolong Aris yang ketika berlari keluar rumah dalam keadaan seluruh badan basah kuyup, kaki (kanan dan kiri), kepala mengeluarkan darah. ”Dia bilang habis di pukul orang menggunakan palu di kepala, dan disayat di bagian leher menggunakan pisau serta dimasukkan ke dalam sumur

ganya tetap menjalankan usaha itu karena sebagai penopang hidupa sehari-hari. ”Untuk mencari modal seadanya saja sulit mas..apalagi mau pinjam ke bank,” tuturnya. Namun demikian, Mutasor masih berharap kepada pemerintah daerah dapat membantu warga yang memiliki usaha kecil mengah. Hal senada disampaikan Sujono yang berprofesi sebagai pembuat tahu dan tempe sejak tahun 1984 di pabrik koperasi produsen tahu tempe (Kopti), warga RT 02 RK 09 Lk 02 kelurahan setempat mengatakan, biasanya dalam satu hari ia membuat tahu dan tempe dengan modal Rp1.300.000 untuk membeli kacang kedelai 150 kg per hari. Dari 150 kg kacang kedelai tersebut dapat menghasilkan tiga jenis harga tempe, yakni mulai dari harga Rp800, Rp1.500 sampai Rp3000 per potong. Sedangkan, untuk produksi tahu mencapai 18 ancak papan (1 papan = 150 buah) atau 2700 buah tahu. ”Ya.. usaha ini masih berlangsung. Walaupun tampa ada bantuan dari semua pihak terkait dalam hal ini dinas koperasi dan UKM,” kata Sujono seraya menambahkan, banyak

pabrik dan usaha tahu tempe di daerah ini yang gulung tikar, karena tidak memiliki modal yang besar. ”Pabrik tahu tempe ini masih menggunakan peralatan secara sederhana atau tradisional untuk memproduksi bahan makanan tersebut, namun untuk menggiling dan pengelolah kedelai kami menggunakan mesin penggiling sebagai pengganti injakan kaki terhadap tahu dan tempe,” paparnya. Sementara itu, pemilik pabrik kerupuk ’Binangkit’, Nurhasana warga RT 02 RK 09 Lk 05 kelurahan setempat mengatakan, sejak tahun 1997 dirinya memulai usaha dengan bermodal Rp20 juta, hasil pinjaman dari teman yang berada di kota Bandung, Jawa Barat. Namun, akibat terkena musibah kebakaran dipabriknya awal 2009 lalu, hingga kini dirinya hanya melakukan pekerjaan yang sudah menjadi penyambung hidupnya. “Saat ini saya hanya dapat memproduksi tiga jenis kerupuk, yakni krupuk sableng, lepit, dan semprong,” ungkapnya. Sedangkan, untuk krupuk kriting, ia mengambil bahan yang

sudah jadi sebanyak 500 kg dari Tanjungkarang. Dalam sehari, Nurhasana menggunakan bahan sagu sebanyak 200 kg dengan bermodal Rp2 juta untuk memproduksi krupuk lempeng dan serpong. ”Sekarang ini, jika tidak memiliki modal Rp20 juta, maka usahanya tidak akan bertahan lama,” ujarnya. Nurhasana menuturkan, sejak terjadinya kebaran itu, yang biasanya sistem pengeringan atau penjemuran krupuk menggunakan mesin offen. Namun sekarang ini, sebagai penggantinya harus menggunakan tenaga panas matahari untuk menjemur kripik yang basah. ”Pabrik ini telah mendapat izin usaha, dari dinas kesehatan Lampura, Disosnakertrans Lampura dan instansi lainnya,” kata Nurhasana seraya menambahkan, sampai saat ini pihaknya belum pernah menerima bantuan dari pemerintah daerah Lampura maupun instansi terkait. Karena itu, ia mengharapkan adanya dukungan dan bantuan dari pemerintah daerah setempat, sehingga tingkat usaha kecil menengah menjadi efisien. (*)

MINIMNYA Dikatakan Mutasor, pabrik tahu dimaksud adalah milik orangtuanya, Jahidi yang dikelola sejak tahun 1998 silam. Kemudian, usaha itu diteruskan tahun 2000 lalu dengan bermodalkan uang Rp3 juta. Dari modal itu, ia belikan kacang kedelai, minyak gorang, kayu serta sarana dan prasarana lainnya. Namun, belakangan ini dirinya sedang dilanda krisis ekonomi atau modal, yang biasanya Rp 1 juta per hari untuk memasok kacang kedelai 100 kg, namun saat ini dirinya hanya memasok 50 kg per hari atau Rp500 ribu. Dari 100 kg kacang kedelai tersebut dapat menghasilkan dua jenis tahu, yakni tahu putih dan kempong sebanyak 24 ancak papan (1 papan = 300 buah) atau 7200 buah tahu. ”Sudah satu tahun lebih usaha ini kandas di tengah jalan, dikarenakan minim modal usaha. Sedangkan, untuk meminjam di bank, itu hal tak mungkin. Karena, kami tidak memiliki boroh (barang, red) untuk digadaikan sebagai jaminan,” katanya. Walaupun dengan modal yang sangat minim, Mutasor dan keluar-

Dari halaman 1

yang kedalamannya sekitar 4 meter,” terangnya. Kemudian, Mulyono memanggil Ismail Hamdani yang merupakan tetangga korban dan langsung membawa ke RSUAY untuk memberikan pertolongan. “Aris sempat bilang pelaku yang ketika itu sendirian, datang menggunakan motor Vespa warna biru dengan ciri-ciri bertubuh besar, berkulit hitam dan tinggi. Saya tidak

tahu siapa pelakunya,” akunya. Suwitowati ibu korban ditemui di RSUAY menuturkan, waktu sekitar pukul 8.30 WIB dirinya pergi untuk mengikuti arisan ibu-ibu bayangkari. Sebelum dirinya berangkat mengikuti arisan bayangkari, sekitar pukul 8.00 WIB Aris minta izin untuk bermain di rumah temannya. Karena dirinya masuk sekolah siang, Suwitowati pun mengizinkan dengan syarat untuk tidak berantem

dengan temannya. ”Biasanya tidak terjadi apa-apa, saya tidak tahu siapa pelaku,” tuturnya. Hal senada diungkapkan ayah Aris, Bripka Parjoko. Menurutnya, sejak semalaman dirinya tidak pulang ke rumah karena piket kerja malam di Polresta Metro. Baru pukul 09.30 WIB dirinya pulang, rumah sudah dalam keadaan ramai oleh warga yang ingin mengetahui kejadian tersebut. (*)

Usaha Daerah (BLUD) provinsi Lampung. ”Namun sifatnya masih menyeluruh, karena BLUD menangani seluruh UMKM yang ada di seluruh kabupaten/kota se-provinsi Lampung. Program itu masih berjalan, karena Lampura masih ada yang dapat untuk penguatan modal seperti yang dikelola usaha pembuatan kripik di Tanjungraja yang dikelola ibu Siti, dan usaha Central Meubeler Mandiri Jaya di desa Candimas, kecamatan Abung Selatan, ” terangnya. Dijelaskannya, untuk mendapatkan penguatan modal dari BLUD provinsi Lampung , UMKM melakukan konsultasi intens ke dinas koperasi dan UMKM yang ada di Lampura. Kemudian, diarahkan dan dibina agar memahami aturan pengajuan bantuan. Dengan proses, UMKM harus mengajukan proposal pengajuan pinjaman dana dalam bentuk profil usaha.” Kemudian, tim BLUD turun melakukan peninjauan untuk menilai kelayakan usaha, sebagai acuan pemberian pinjaman sesuai atau tidak dengan jumlah yang diajukan. Untuk bantuan penguatan modal akan dianggarkan dari Rp 5 hingga 40 Juta tergantung jenis usahanya,” katanya. Sedangkan, untuk bantuan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak ada yang disampaikan kepada UMKM, sifatnya bantuan diberikan melalui koperasi. Kemudian, koperasi membagikan kepada unit usaha dibawahnya. ”Seperti koperasi pasar mendapat bantuan pinjaman modal usaha dari APBN. Kemudian menyalurkan bantuan pinjaman kepada anggota koperasi,” jelasnya. Lalu, untuk bantuan kepada UMKM, biasanya tidak melalui dinas koperasi melainkan langsung turun ke UMKM seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikelola oleh pihak perbankan. Program Nasional Perberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, langsung turun dari pusat ke pengelola di tingkat desa dan kelurahan. Dan,

peran pihak kecamatan dan kelurahan hanya sebagai tim monitoring. Selain itu, ada juga Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) dan Program Percepatan Daerah Tertinggal Khusus (P2DTK) yang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampura, yang disampaikan langsung kepada masyarakat untuk pemberdayaan UMKM. “Jadi tidak ada yang melalui dinas koperasi dan UMKM. Hanya saja ada sebagian bantuan penguatan permodalan, namun alokasi penggunaannya untuk Koperasi Tani Makmur di kecamatan Abung Surakarta,” terangnya. Selanjutnya, kata Dina, mengenai pembinaan yang sudah dilakukan dinas koperasi dan UMKM, pihaknya melakukan pembinaan kepada UMKM dengan cara pendidikan dan latihan (diklat), baik diklat manajemen usaha, dan administrasi usaha. ”Serta dilakukan pembinaan khusus seperti pelatihan pembuatan maubeler, pelatihan tehnis pembuatan proposal pengajuan usaha, palatihan-pelatihan lain yang menunjang kegiatan usaha UMKM,” paparnya. Ditambahkanya, untuk penguatan permodalan dalam UMKM sangat dibutuhkan. Jika di lihat dari hasil musrenbang di tingkat desa/kelurahan, kecamatan dan kabupaten khususnya dinas koperasi banyak sekali UMKM yang mengalami kekurangan pinjaman modal usaha. Sementara itu, APBD Kabupaten Lampura tidak menganggarkan kepada penguatan permodalan UMKM.” Karena itu, diharapkan terbentuknya suatu wadah khusus untuk mengelola penguatan permodalan khusus UMKM. Wadah tersebut dapat mengacu kepada Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) yang berada di provinsi Lampung. Sehingga untuk bantuan penguatan modal tidak perlu lagi mengajukan ke provinsi karena di Lampura sudah terbentuk,” harapnya. (*)

masyarakat setempat melakukan langkah kongkrit dengan cara menanamkan kepercayaan kepada masyarakat serta mulai melakukan pembenahan-pembenahan ke arah yang lebih baik. “Kami berharap kepada dinas pendidikan bergerak cepat menindaklanjuti dan menyikapi permasalahan yang melanda SMAN 1 Abung Surakarta, sehingga dapat menarik minat siswa bersekolah

dan menimba ilmu di SMA setempat, ”himbau anggota fraksi Golkar ini seraya menyatakan, termasuk dalam hal penempatan guru jangan tebang pilih, kenyataannya penempatan guru yang berstatus PNS umumnya terfokus di kota atau over kapasitas. Sedangkan, untuk wilayah pedesaan jumlah guru PNS minim, terutama guru bidang studi Matematika, Fisika, Bahasa Inggris dan Biologi. (*)

Kalau teriakan berhenti, dia kembali tiduran. Penonton pun tertawa melihat gaya kocak sang maskot. Baru setelah para penonton berteriak konstan, “Grizz! Grizz! Grizz!”, Grizz menombok lagi sambil memindah bola dari tangan kiri ke kanan di bawah paha kanan. Penonton pun bersorak makin keras! Kini, setelah dua hari penampilan Grizz, semakin banyak orang percaya kalau maskot NBA bukanlah maskot biasa. “Grizz benar-benar sangar. Semula saya kira dia itu aksinya hanya luculucuan,” kata M. Ganesha, 25, warga Menanggal Surabaya. Memang, beberapa penonton mengeluhkan penampilan Grizz. Bukan karena aksinya, melainkan karena pendeknya durasi setiap penampilan. Hanya sekitar lima sampai sepuluh menitan. Soal ini, Grizz punya penjelasan. “Grizz memang hanya keluar sebentar-sebentar. Tapi setiap penampilannya harus langsung berkesan dahsyat. Lebih baik begitu daripada keluar terlalu lama tapi orang bosan. Dengan sebentarsebentar, orang menjadi makin

kangen bukan?” tutur sosok di balik Grizz, yang identitasnya terus dirahasiakan. Grizz sendiri bakal terus tampil hingga Minggu besok (7/6). Sabtu hari ini, dia dijadwalkan tampil tiga kali lagi. Pukul 14.15, 16.30, dan 17.45 (semua WIB). Bukan hanya itu, pagi ini dia juga akan mengunjungi salah satu sekolah dasar negeri di Surabaya. Benar juga kata Grizz, orang memang kangen terus nonton aksinya. “Kalau Grizz terus tampil, saya pasti setiap hari ke Tunjungan Plaza,” kata Eko Wahyono, 29, warga Tenggilis, Surabaya. NBA Madness presented by Jawa Pos ini akan berlangsung terus hingga akhir Juni nanti. Dari Tunjungan Plaza 3, even berlanjut ke Mal Galaxy (11-14 Juni), Royal Plaza (18-21 Juni), dan berakhir di Supermal Pakuwon Indah (25-28 Juni). Di acara penutupan nanti, bakal hadir bintang New York Knicks David Lee, didampingi Miami Heat Dancers, juara dance team NBA selama empat tahun berturut-turut. (*)

109.985 juta hingga Rp 10 miliar dengan penghasilan rata-rata Rp 2,5 miliar hingga 50 miliar. Dan, untuk usaha besar memiliki penghasilan diatas Rp 50 miliar. Menurut Dina, sangat sulit mendeteksi keberadaan UMKM khususnya usaha mikro, karena rata-rata berbentuk usaha rumah tangga, usaha pertanian, dan perdagangan. ” Usaha mikro dan kecil jumlahnya sangat banyak termasuk para pedagang kaki lima, pedagang toko, pedagang bakulan, yang jelas semua yang terkait dengan usaha perdagangan,” ujar Dina seraya mengatakan, lebih dari 80 % UMKM di Lampura berbentuk mikro dan kecil. Sedangkan usaha menengah meliputi industriindustri dengan jumlah yang sangat minim. Sementara, untuk home industri masih berkisar 10-15 %. Seperti industri tempe tahu yang ada di kelurahan Sribasuki, Kotabumi, usaha ayam petelur dan peternakan ayam ras di desa Madukoro, Prokimal kecamatan Kotabumi Utara, dan usaha pembuatan kripik pisang di desa Tanjungraja kecamatan Tanjungraja yang di kelola ibu Siti.” Semuanya home industri, dan tergolong mikro atau kecil,” kata dia. Mengenai bantuan pemerintah, lanjutnya, sejak tahun 2004 sampai sekarang, UMKM di kabupaten Lampung Utara belum pernah mendapatkan bantuan atau modal usaha, baik berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Lampura maupun dari pihak lain. Hal ini tentunya sesuai dengan aturan dinas tidak bisa memberikan bantuan pungutan modal usaha dari dana APBD kabupaten.”Jika dahulu dari tahun 2000-2004 pernah digulirkan bantuan berupa revolving (bantuan yang dikembalikan, red). Namun hanya bertahan hingga tahun 2004,” ungkapnya. Kemudian, untuk bantuan APBD provinsi Lampung, hingga saat ini masih ada. Hanya saja, dalam bentuk pinjaman permodalan yang dikelola Badan Layanan

Dari halaman 1

PEMERATAAN benar-benar membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah, terutama dalam hal sumber daya manusia (SDM) yang masih minim. Sekedar diketahui, penyebab minimnya peminat di SMA Negeri I Abung Surakarta dikarenakan trouma atas kegagalan angka kelulusan 0 persen beberapa tahun lalu. Solusinya, guru-guru dengan dibantu oleh sejumlah elemen

Dari halaman 1

ATRAKSI Jawa Pos, untuk berdiri di baris paling depan. Tepat di belakang trampolin yang digunakan Grizz untuk “terbang” ke arah ring. Mungkin supaya tidak tegang, wajah Azrul lantas ditutup dengan kaus Grizzlies. Grizz pun berlari dan sukses melompati barisan empat orang sebelum melakukan slam dunk! “Mungkin benar juga ditutupi kaus. Kalau tidak, secara reflek saya mungkin bakal bergerak dan terkena kakinya. Lumayan deg-degan juga tadi,” aku Azrul. Elly Maria, guru SDN Bubutan VII Surabaya yang ikut berdiri di barisan, juga deg-degan. “Tapi saya percaya dia bisa. Dia kan profesional,” ucap Elly. Performa terakhir Grizz kemarin maju sedikit dari jadwal semula, yaitu pukul 17.45. Kali ini, dia tiga kali nge-dunk. Tapi, kemunculan terakhir ini sempat diwarnai “aksi ngambek.” Merasa penonton kurang teriak memanggil-manggil namanya, Grizz memilih tidur-tiduran di atas trampolin. Hanya mau berdiri ketika teriakan semakin keras.

Dari halaman 1


RADAR WAYKANAN

8

Dua Rampok Diamankan Laporan/Editor: Hermansyah

PAKUONRATU - Sebanyak dua dari tiga pelaku perampokam terhadap Wasis (20), petani semangka di Areal lahan HTI register 46 Pakuonratu pada pukul 22.00 tanggal 1 Juni lalu, kemarin (4/6), berhasil ditangkap tim resmob polsek Pakuonratu yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Dwi Santosa ditempat berbeda. Mereka adalah Jon Dafid diamankan petugas sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah dilakukan pengembangan petugas berhasil mengamankan Triswantoro alias Sutris (22), warga desa Bungamayang, kabupaten Lampung Utara sekitar pukul 24.00 WIB. Berdasarkan keterangan korban, Wasis, pada saat kejadian dirinya baru saja hendak beranjak tidur, karena seharian bekerja mengolah lahan pertanian semangka miliknya. Belum sempat memejamkan mata, secara tiba- tiba gubuk yang dihuninya di dobrak dua orang dari luar. Satu pelaku membawa senpi mainan (senjata api korek, red), dan lainnnya membawa sajam jenis Arit. Kemudian, pelaku memintanya semua barang berharga yang dimilikinya. “Dua pelaku masuk melalui pintu depan, dan satu diantaranya berjaga diluar rumah,” kata Wasis seraya mengatakan, karena takut maka semua yang diminta langsung diserahkan kepada pelaku. ”Awalnya saya merasa kenal dengan suara salah satu perampok itu, akan tetapi karena belum yakin saya tidak berani melapor,” ungkapnya.

SABTU, 6 JUNI 2009

Bersama Membangun Waykanan

Selanjutnya, atas kejadian itu, maka dilaporkan kepada polsek Pakuonratu, Kamis (4/6) sekitar pukul 07.30 WIB. “Jon Dapid adalah mantan fatner bertani semangka di Areal HTI register 46 Pakuonratu beberapa waktu lalu,” kata dia. Kapolsek Pakuonratu Iptu Dwi Santoso mendampingi Kapolres Waykanan AKBP Lukas Akbar Abriari S.IK M.H, membenarkan keterangan yang disampaikan oleh korban. Menurut Dwi Santosa, pihaknya langsung melakukan olah TKP pada pagi harinya. Dari keterangan saksi korban yang sudah curiga dengan suara salah satu pelaku yang cukup ia kenal, maka pada hari itu juga kedua tersangka berhasil diamankan. “Atas dasar keterangan saksi korban, maka petugas langsung meluncur ke desa asal pelaku, dan tanpa kesulitan meringkus Jon Dafid. Setelah dikembangkan, maka Triswantoro alias Sutris juga berhasil diringkus,” ujarnya. Sedangkan, salah seorang pelaku yang bernama Baut warga Belitang Ogan Komering Ulu Timur Sumatera Selatan berhasil meloloskan diri. ”Saat ini masih kami kejar,” tegas Dwi Santosa seraya menambahkan, dari tangan Sutris pihaknya berhasil mengamankan 2 unit hp milik korban. Sedangkan, senpi yang diakui kedua tersangka sebagai korek api berbentuk pistol belum diketemukan karena dibuang oleh tersangka disemak-semak yang mereka sendiri lupa dimana persis lokasinya. “Karena gugup, maka semua senjata yang telah dibawa untuk mekakukan kejahatan langsung dibuang,” pungkasnya. (*)

Lagi, Warga Kasui Ditemukan Tewas Laporan/Editor: Hermansyah

KASUI - Belum hilang dari ingatan, adanya sosok mayat tidak dikenal, yang ditemukan di kampung Jayatinggi, kecamatan Kasui akhir bulan lalu, kemarin (5/6), masyarakat kampung Tanjungbulan, kecamatan Kasui kembali

dihebohkan dengan diketemukannya Koswanto (26), warga setempat dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi sangat mengenaskan. Kapolres Waykanan AKBP Lukas Akbar Abriari S.IK.M.H melalui Iptu Hadi.S, Kapolsek Kasui yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan masyarakat

tentang dugaan pembunuhan terhadap Koswanto. Hanya saja, hingga kini pihaknya belum mengetahui apa motif dari pembunuhan tersebut. “Untuk sementara identitas pelaku sudah kami ketahui, serta dalam pengejaran petugas,” kata Hadi seraya mengatakan, kalau Koswanto (26) ditemukan sudah

tidak bernyawa. “ Tubuhnya juga penuh dengan luka, luka tusuk di kepala bagian belakang, luka robek dibawah telinga, dan luka robek pada dada sebelah kiri, dan luka robek pada sela jari kanan jempol dan telunjuk,” terang Hadi seraya menambahkan, korban telah diambil oleh keluarganya dan langsung dimakamkan. (*)

TUNGGU PELANTIKAN. Tidak lama lagi Rumah Dinas Sekdakab Lampura yang berada di jalan Jendral Sudirman ini akan ditempati oleh Sekdakap Lampura yang baru. FOTO DEDY KURNIAWAN

Tiga Polsek Segera Diresmikan Laporan/Editor: Wartawan RNN

BANDARLAMPUNG - Dalam tahun ini kemungkinan besar tiga Polsekta baru masing-masing Tanjungsenang, Kemiling, dan Sukabumi akan diresmikan. Kapoltabes Bandarlampung Kombespol Drs. Syauqie Achmad,

S.H., M.B.A., M.M., M.Hum., sebelumnya menuturkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan para personil untuk ditempatkan di tiga Polsekta tersebut. Dari Penelusuran Radar Lampung (grup Radar Kotabumi) di Mapoltabes Bandarlampung diketahui Kapoltabes juga sudah mempersiapkan nama-nama calon ketiga Kapolsek tersebut masing-

masing untuk Kapolsek Tanjungsenang akan dijabat oleh AKP Prayitno yang merupakan anggota Satintelkam Poltabes, Kapolsek Kemiling akan dijabat oleh AKP Subandi yang juga merupakan anggota Satintelkam Poltabes, dan terakhir untuk Kapolsek Sukabumi akan dijabat oleh Iptu Erick Budi Santoso yang saat ini menjabat sebagai Kanitjatanras Sat-

reskrim Poltabes Bandarlampung. Dihubungi semalam, Kapoltabes enggan berkomentar lebih jauh mengenai siapa saja calon ketiga Kapolsek tersebut. “Saya sedang rapat di Kalianda, Lampung Selatan malam ini, bersama para pejabat utama Polda, jadi nanti saja ya,” ujarmantan Wakapolwiltabes Surabaya itu melalui ponselnya semalam. (*)

KTNA Minta Perubahan Warna Butiran Pupuk Bersubsidi Laporan/Editor: Wartawan/ RNN

KALIANDA - Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Lamsel, mengharapkan kepada pihak Pupuk Sriwijaya (Pusri) sebagai pengadaan realisasi pupuk bersubsidi agar dapat merubah warna butiran pupuk jenis Urea bersubsidi dengan warna pupuk eceran. Ketua KTNA Lamsel, M. Amin Jumat (5/6) kemarin menjelaskan, di bedakannya warna butiran pupuk urea yang merupakan pupuk bersubsidi dengan pupuk eceran itu, bertujuan guna mencegah terjadinya penyelewengan pupuk bersubsidi yang sempat terjadi di sejumlah Kecamatan di Lamsel belakangan ini. Warna pupuk Urea yang berwarna putih itu, seharusnya diganti menjadi warna lain atau di bedakan dengan warna pupuk urea eceran di pasaran. “Misalnya, warga pupuk urea bersubsidi berwarna biru, sedangkan urea eceran tetap berwarna putih, dengan demikian, pengawasan akan mudah di lakukan oleh semua elemen,” tukasnya. Pihaknya mengaku telah mengusulkan hal ini kepada pihak Pusri setiap Rakor rutin di aula Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lasmel. Meski demikian, harapan ini belum juga teralisasi. “Langkah ini akan efektif, dimana pengawasan pupuk mudah di lakukan. Jika pupuk bersubsidi beredar di eceran atau pasar petani akan mudah mengetahuinya,” paparnya. Selain perubahan warna, pihaknya juga mengharapkan kepada seluruh satuan kerja (Sartker), baik Dinas TPH, Perkebunan, Peternakan dan Diskoperindag Lasmel, hendaknya dapat terus meningkatkan pengawasan pendistribusian pupuk berubsidi hingga tingkat petani.

Lambar Juara Terbaik Tari Kreasi Berpasangan Sudah Dua Investor Tanamkan Modal Laporan/Editor: Wartawan/ RNN

BALIKBUKIT - Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 1 Pesisir Tengah Kabupaten Lambar mewakili Provinsi Lampung meraih juara terbaik lomba tari kreasi berpasangan pada festival lomba seni siswa tingkat TK,SD,SMP, dan SMA sederajat tingkat nasional yang digelar di Yokjakarta, Senin-Sabtu (1-6/6). “Kita bersyukur karena Kabupaten Lambar mampu meraih juara terbaik lomba tari kreasi

berpasangan tingkat nasional, atas keberhasilan itu kita mendapatkan penghormatan untuk tampil pada saat penutupan acara yang akan diselenggarakan nanti malam (kemarin),” kata Kabid Pendidikan Menengah dan Luar Sekolah Ronggur Tobing, S.I.P, M.Si mendampingi Kadisdik Drs. Nukman, M.S kemarin. Dijelaskannya, selain meraih juara terbaik pada lomba tari kreasi berpasangan, TK Kartika Kodim Kabupaten Lambar juga meraih juara kategori 12 besar pada lomba menyanyi solo. Dalam ajang festival itu, Kabupaten Lambar

mewakili Provinsi Lampung untuk mengikuti lomba tari kreasi berpasangan yang dibawakan SMAN 1 Pesisir Tengah, lomba menyanyi solo oleh TK Kartika, dan lomba musik tradisional yang diwaliki SMPN 3 Suoh. “Untuk lomba musik tradisional kita tidak mendapatkan juara, akan tetapi kita telah berusaha tampil dengan semaksimal mungkin. Peserta lomba tari kreasi itu atas nama Falenti Jayani dan IIn Ermayani siswi kelas 11 IPA 1,” imbuhnya. Kata Ronggur, atas keberhasilan meraih prestasi pada lomba

tari kreasi berpasangan, paniti memberikan hadiah kepada pemenang berupa dana pembinaan Rp5 juta, piagam, dan medali emas sedangkan lomba menyanyi solo mendapatkan hadiah trophy dan dana pembinaan. “Kita berharap untuk kedepan prestasi siswa-siswi di Kabupaten Lambar akan meningkat apalagi selama ini bupati memberikan dukungan penuh kepada para siswa/i untuk mengembangkan bakat yang dimiliki. Kita juga akan melakukan pembinaan baik dibidang sains, olahraga, dan seni,” pungkasnya. (*)

Laporan/Editor: Wartawan/ RNN

BALIKBUKIT - Investor yang menanamkan modal di Kabupaten Lambar hingga saat ini masih minim. Pasalnya, berdasarkan pendataan dan perhitungan investasi Provinsi Lampung 2008 di Kabupaten Lambar baru ada dua perusahaan yang berinvestasi, yakni PT. Karya Canggih Mandiri Utama (KCMU) dibidang perkebunan kelapa sawit dan PT. Metro Astatama dibidang penambangan emas.

Kabid Statistik dan Penanaman Modal Indra Gunawan mendampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Hi. Nirlan, S.H mengatakan, awalnya tugas dan fungsi (tufoksi) dibidang penanaman modal dan investasi ada dibagian Ekonomi, Promosi dan Investasi, namun sejak Januari 2009 lalu kewenangan penanaman modal dilimpahkan ke Bappeda. Dengan adanya pelimpahan kewenangan itu, pihaknya mengirimkan surat kepada seluruh Satuan kerja (satker) dengan No050/27/III.02/ 2009 perihal penanaman modal. Isi surat itu intinya bahwa dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan rencana investasi di Kabupaten Lambar, serta pelaksanaan kegiatan promosi dan investasi disetiap satker agar berkoordinasi dengan Bappeda Lambar. Tidak hanya itu, dalam upaya evaluasi dan peningkatan target investasi, setiap satker agar segera menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan yang bersifat promosi yang ada di DPA satker tahun anggaran 2009 kepada Bappeda. “Setelah kita mengirimkan surat edaran itu kepada seluruh satker, kami mengadakan rapat bersama tim untuk membentuk Peraturan Bupati (Perbub) No42 tahun 2009 tentang pedomanan dan tata cara permohonan penanaman modal

daerah di Lambar,” kata Indra kemarin. Masih kata Indra, sesuai prosedur, sebelum berinvestasi, pengusaha atau investor harus membuat surat persetujuan prinsif ke Bappeda, hal itu sesuai dengan Perbub Lambar No42 tahun 2009. kemudian selanjutnya para pengusaha membuat izin pelaksanaan operasional yang dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP) yang disesuaikan dengan bidang usahanya. Dimana pelimpahan kewenangan itu diatur dalam Perbub No36 tahun 2009 tentang pendelegasian sebagian kewenangan bupati dibidang pelayanan dan non perizinan kepada KPTSP. “Pembuatan surat persetujuan prinsif tidak dikenakan biaya alias gratis kecuali membawa materai sendiri. Jika izin persetujuan prinsif dan izin pelaksanaan operasional telah terbit maka usaha itu baru bisa beroperasi,” kata dia. Lebih jauh Indra mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang melakukan inventarisasi sekaligus pendataan ulang investasi yang ada di Lambar, karena sampai saat ini ada sejumlah investor yang belum membuat surat persetujuan prinsif, seperti Alfa Mart, Indo Mart, dan SPBU, dan lainnya. “Rencananya tahun 2010 mendatang kita akan melakukan pembinaan,” pungkasnya. (*)


Radar Kotabumi I Sabtu, 6 Juni 2009