Page 1

ed. 51 - NOV 2019

Media Informasi dan Ekspresi Kreativitas

マインドフル-Z Mindful-Z

MINDFULNESS : WARISAN SANG BUDDHA UNTUK GENERASI Z Warisan yang telah disediakan Sang Buddha untuk kita MENGALAHKAN DIRI SENDIRI Ketahui cara yang benar untuk mengalah diri sendiri

KELUARGA MAHASISWA BUDDHIS UNIVERSITAS INDONESIA IBARAT KUIL PERTHANON DAN PILARNYA Bagaimana korelasi antara Generasi Z dengan mindfulness ? Yuk simak artikelnya

GANGGUAN CEMAS MENGHAMPIRI , MEDITASI MENJADI SOLUSI Ketika meditasi menjadi obat penenang yang baik

MULTITASKING = ANTI MINDFULNESS ? Yuk baca artikelnya bagaimana cara kiat multitasking tetap mindfulness


Profile Kami Keluarga Mahasiswa Budhhis Universitas Indonesia (KMBUI) berdiri sejak September 1988 dengan Hendra Sidin sebagai Ketua Umum pertama. KMBUI adalah sebuah organisasi kemahasiswaan berbentuk kekeluargaan yang berkedudukan di Universitas Indonesia yang bergerak di bidang keagamaan dan juga sosial kemasyarakatan. Adapun tujuan dari dibentuknya KMBUI adalah untuk menghimpin atau mempererat persaudaraan seluruh mahasiswa Buddhis UI dan memperjuangkan kepentingankepentingan dalam bidang kemahasiswaan dan perkuliahan hingga tercapainya kesarjanaan, serta mengerahkan aktivitas dan kreativitas mahasiwa Buddhis kepada bangsa dan negara Indonesia serta keagungan Buddha Dhamma.Pada kepengurusan KMBUI XXVII, terdapat 10 komisi yang di dalamnya terdiri dari 17 departemen.

Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia Email : infokmbui@yahoo.com Werbsite : www.kmbui.ac.id Facebook : Ukm Kmbui Instagram : @ukm_kmbui Twitter : @ukm_kmbui issuu : issuu.com/ paramitamagazinekmbui

PARAMITA merupakan salah satu departemen KMBUI yang bergerak dalam bidang jurnalistik dan desain sebagai media informasi dan ekspresi kreativitas KMBUI. PARAMITA terbit sejak 1989 sebanyak dua kali dalam setahun dan dibagikan secara gratis kepada anggota aktif dan alumni KMBUI, Unit Kegiatan Mahsiswa lain di Uniersitas Indonesia (UI) maupun vihara-vihara, yayasan Buddhis , maupun Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB) di luar UI. PARAMITA berdiri sebagai sebuah departemen untuk menyalurkan kreasi dan kreativitas anggota aktif serta alumni KMBUI.

Tromol Pos 909 , Kampus UI , Depok 16424 paramitamagazine@gmail.com

Kritik dan Saran

0852-7129-8585 (Kevin) 0877-7567-7616 (Fannia) 0878-0170-7109 (Vivianie)

Pemasangan Iklan dan Donasi 8691619117 BCA- a.n Kevin


Editorial Namo Buddhaya !

Di era teknologi saat ini, hamparan informasi tidak dapat dielakkan lagi. Setiap generasi memiliki cara mereka sendiri untuk menghadapi perkembangan zaman. Generasi Z atau mereka yang lahir pada pertengahan tahun 1990-an hingga awal tahun 2000 merupakan mereka yang mengenali teknologi sejak dini. Teknologi bukan lagi sesuatu yang asing bagi para generasi Z. Kehidupan serba cepat nan instan merupakan ciri khas kehidupan generasi Z. Namun, hal itu mungkin saja membuat generasi ini luput untuk berpijak. Cara berpikir autopilot tidak jarang menjadi modus berpikir mereka. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan cara praktik mindfulness. Atas dasar penggabungan generasi Z dan topik Mindfulness, Paramita mempersembahkan PARAMITA 51 dengan tema “MINDFUL-Z� PARAMITA 51 merupakan edisi pertama Paramita setelah 50 edisi perdana. Paramita menyediakan berbagai pilihan rubrik menarik yang dibahas bersamaan dengan konsep Buddhisme. Segenap redaksi PARAMITA berharap agar PARAMITA dapat memberikan manfaat kepada para pembaca. Semoga PARAMITA selalu bisa menemani harihari Anda yang penuh dengan kesadaran! Sabbe satta bhavantu sukhitatta Semoga semua makhluk hidup berbahagia! Salam Redaksi

PARAMITA

hangat, 2019

Majalah PARAMITA dipersembahkan oleh : PENANGGUNG JAWAB Kevin Noventa PEMBIMBING Manita Piyaputri PEMIMPIN REDAKSI Kevin Chow, Fannia Veronica, Vivianie Fortuna KEUANGAN Koordinator Bidang Kevin Chow Staff Evelyn, Michelle MATERI DAN PENYUNTINGAN Koordinator Bidang Fannia Veronica Staff dan Freelance Andreas Suryo Wijaya, Eddie Susanto, Harvin Kusuma, Jefffry Aldi Permana, Suryanoto, Sylvia Lie DESAIN DAN TATA LETAK Koordinator bidang Vivianie Fortuna Staff dan Freelance Andreas Suryo Wijaya, Bryan Afandy, Joey Irvine,Juliana, Luana Anastasia, Kelvin Andrean, Marco Kenata, Ronaldi, Thenny Gunawan KONTRIBUTOR PENERBIT KMBUI Tromol Pos 909 , Kampus UI Depok 16424 PENCETAK Percetakan Borobudur 2


Table Of Content 00 04 - Wall of Art design by Marco 06 - Little things design by Vivianie 07 - Paragames design by Vivianie 08 - Mindfulness : Warisan Sang Buddha untuk Generasi Z design by Fannia

01 00 - Ingat Saat ini ! design by Manita 03 - Mindfulness dalam kaitannya dengan pelaksanaan Pancasila Buddhis pada Generasi Z design by Luana

05 - The 31st Annual Waisak KMBUI design by Joey

06 - PPMB 2019 design by Marco 08 - Baksos KMBUI 2019 design by Thenny

04 01 - 5 Non-Mainstream Spots in Singapore design by Ronaldi 05 - Gangguan Cemas Menghampiri, Meditasi Menjadi Solusi design by Kevin

08 - Kecemasan dan Mindfulness design by Vivianie

05 01 - NURHAIYANI design by Manita 04 - Multitasking = Anti Mindfulness design by Juliana

06 - Paratanya design by Joey 08 - What Do They Say design by Bryan


LEGENDS

PARADHAMMA

PARAPROFILE

PARAMEDIC

PARAFACTS

PARAFICTION

KMBUI INSIDE

PARAPLUS

PARATRAVEL

PARAVISION

ARTIKEL LOMBA

PARAVIEW

PARATANYA

PARASPECTIVE

PARATECHNO

02

03

00 -Mengabdi dalam Harmoni

01 - Ibarat Kuil Perthanon dan Pilarnya : Hubungan Generasi Z dan mindfulness

design by Bryan

03 -Pekan Penghayatan Dhamma design by Manita

design by Andreas

04 - Mendekatkan yang Jauh & Menjauhkan yang dekat

04 - Kesalahan Berulang design by Thenny

design by Vivianie

08 - Mengalahkan Diri Sendiri design by Ronaldi

05 - Gen Z , Yuk cek tingkat radiasi Hpmu design by Ronaldi 08 - Andrew Prasettya Japri, Berprestasi melalui bakti design by Thenny

Credits

06 00 - How To Be Mindful 101 design by Bryan

02 - Ucapan Terima Kasih design by Vivianie

Front cover photo edited by : Vivianie source : www.japanesedesign.pl artist @noritake


#WOAPARAMITA

PARAPLUS

T R A F O L L A W

@andreassw17

@kenoventa

@stephengunawann

@_kelvinandrean

@fann_ver


paraplus

@luanaanastasia

@kevin_chow10

@manitapiya

#PARAMITAMINDFULZ

EDITOR’S EDITOR’S CHOIC C CE E

@kvnhr7 @elvinawijaya0208 Keluarga Main dan Mindful Bersama #woaparamita #paramitamindfulz


PARAcomic

LITTLE THINGS Fannia Veronica - F.Psi 2017


paragames

PARAGAMES

BUDDHA, DHAMMA, SANGHA, TRIRATNA, USAHA, NOVENTA, MINDFUL, PARAMITA, MEDITASI, LIMASATU, SATI, PARIYATTI, PATIPATTI, PATIVEDHA, GENZ Prosedur pengiriman: 1. Foto rubrik ini dengan menggunakan HP masing-masing. Kemudian, tandai kata-kata yang telah ditemukan dengan mengedit foto tersebut (Jangan mencoret PARAMITA-nya secara langsung) 2. Jawaban PARAGAMES dapat dikirim ke email PARAMITA (paramitamagazine@gmail.com) dalam format image dengan subjek PARAGAMES_Nama_Fakultas_Angkatan_ID Line 3. Bagi yang dapat mengisi semua teka-teki silang dengan tepat dan tercepat akan berkesempatan mendapatkan saldo GO-PAY sebesar Rp. 30.000,-


oleh Vandana Budhi (FT-2017)

PARAdhamma

Mindfulness: Warisan Sang Buddha bagi Generasi Z Seiring dengan perkembangan zaman dan bertambahnya jumlah penduduk, semua orang berlomba-lomba untuk mendapatkan yang mereka inginkan, baik untuk memenuhi kebutuhan hidup maupun sekadar hiburan semata. Tak terkecuali bagi mereka yang lahir pada tahun 1990-an sampai 2000-an atau yang akrab disebut sebagai Generasi Z. Generasi Z adalah generasi yang tumbuh dan berkembang bersama dengan teknologi. Di satu sisi, kondisi ini menyebabkan Generasi Z menjadi generasi yang memiliki mobilitas tinggi serta mampu bersikap adaptif terhadap perubahan. Di sisi lain, Generasi Z cenderung mengerjakan berbagai hal secara bersamaan dalam satu waktu akibat banyaknya tuntutan yang harus mereka penuhi. Istilah ini umum disebut sebagai multitasking. Efisiensi mungkin merupakan kata yang tepat untuk menjelaskan alasan penggunaan metode multitasking ini. Sekarang, metode multitasking menjadi metode yang populer, tidak hanya di dunia kerja melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, banyak orang yang dengan bangganya mengakui jika mereka mampu melakukan metode multitasking dengan baik. Sebagai umat Buddha yang hidup di abad ke-21, tentunya kita harus turut beradaptasi dengan perkembangan zaman. Akan

tetapi, kita tidak boleh melupakan konsep mindfulness yang mungkin merupakan salah satu konsep fundamental dalam Buddhisme. Terdapat berbagai definisi dari mindfulness, namun menurut mindful. org, mindfulness adalah kemampuan dasar manusia untuk hadir sepenuhnya, menyadari di mana kita berada dan apa yang sedang kita lakukan, tidak terlalu reaktif atau terpengaruh dengan hal di sekitar kita. Sehingga, dapat dikatakan bahwa mindfulness bertentangan dengan multitasking. Mindfulness menekankan kita untuk memfokuskan diri terhadap satu hal dalam satu waktu, sedangkan multitasking justru memecah fokus yang kita miliki untuk mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Meminjam istilah dari Bhante Ajahn Brahm, mindfulness secara sederhana dapat disebut sebagai “Here and Now�. Kita harus menyadari bahwa kita berada di sini dan saat ini juga. Badan jasmani harus berada di tempatnya sekarang dan batin harus tetap berada pada saat ini, bukan malah berkutat di masa lalu ataupun berandai-andai tentang masa depan. Dalam penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, “Here and Now� adalah sikap yang harus fokus terhadap hal yang kita kerjakan sekarang. Kita tidak boleh mengerjakan sesuatu sambil


Lebih lanjut, selain istilah “Here and Now�, mungkin kita pun mengenal istilah “This Too Shall Pass�. Dalam keterkaitannya dengan mindfulness, kita harus senantiasa menyadari jika segala sesuatu yang kita alami pasti akan berlalu. Apa pun masalah yang menerpa pasti akan terlewati juga. Waktu tidak dapat diputar kembali dan penyesalan tidak akan mengubah hasil yang ada. Pemahaman ini penting untuk diterapkan agar kita tetap fokus pada pekerjaan kita. Sebab, kita akan mengalami kerugian jika kita merasa terbebani oleh masalah yang telah ada sebelumnya. Akibatnya, masalah baru atau penurunan produktivitas menjadi hal yang berpotensi terjadi. Selain itu, kendala ataupun kelelahan yang dialami saat bekerja juga patut disadari dan diamati. Kita harus mampu mengembangkan pengertian jika hal itu akan menjadi sebuah pengalaman berharga setelah pekerjaan kita selesai. Perlu diketahui pula bahwa mindfulness dapat diartikan sebagai praktik memberi perhatian kepada suatu objek tanpa menghakimi ataupun menilai. Sehingga, mindfulness juga merupakan solusi dari stres dan kecemasan yang muncul seiring

Jika dapat disimpulkan, seharusnya kita menerapkan mindfulness dalam setiap kesempatan yang ada bukannya malah menerapkan multitasking. Mindfulness merupakan konsep yang mampu menjadi solusi untuk Generasi Z di tengah hiruk-pikuk dunia yang dinamis ini. Memang multitasking cenderung terlihat membuat pekerjaan lebih efisien, tetapi sebenarnya hanya memberikan manfaat untuk sementara, sedangkan mindfulness memiliki dampak jangka panjang yang pastinya lebih baik. Buddhisme telah menawarkan cara untuk menghadapi tantangan Generasi Z sejak 2500 tahun yang lalu. Sebagai umat Buddha, kita tentunya harus merasa bangga dengan konsep mindfulness yang selaras dengan perkembangan zaman. Namun, kembali lagi bahwa yang terpenting adalah kita mau belajar dan melaksanakannya. Transformasi batin tidak terjadi secara instan dan manfaat dari belajar Dhamma tidak akan terasa jika tidak dipraktikkan. So, sudahkah mindfulness?

kamu

mengembangkan (JEF/FAN)

Referensi https://whatis.techtarget.com/definition/ multitasking-in-humans http s : / / w w w. m i n d f u l. org / d e f i n i ng mindfulness/

paradhamma

dengan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan. Kita sangat sering mencemaskan pekerjaan yang belum kita lakukan sampai akhirnya merasa stres. Hal itu disebabkan oleh banyaknya ekspektasi yang kita berikan terhadap sesuatu yang belum pasti. Batin kita sudah bermain-main terlalu jauh, padahal badan jasmani ini belum bergerak sekalipun.

memikirkan hal yang belum kita lakukan atau mengingat-ingat hal yang akan kita lakukan setelah pekerjaan ini selesai. Selain tidak mengembangkan mindfulness, kondisi itu juga dapat menyebabkan pekerjaan kita tidak berjalan maksimal atau bahkan menjadi gagal. Tentu saja ini merupakan sebuah tindakan inefisiensi di tengah singkatnya waktu yang kita miliki. Kemudian, mungkin saja hal ini dapat membuat kita jengkel atau malas untuk memperbaiki pekerjaan itu ataupun melanjutkan pekerjaan selanjutnya. Ketika kita merasa jengkel ataupun malas, karma buruk yang kita miliki juga dapat bertambah. Jangan pernah melupakan apabila karma akan berbuah di perasaan dan melalui perasaan pula karma dapat bertambah banyak.


PARAdhamma

12

INGAT 2 INI ! SAAT INI ! SAAT 1 3D Oleh Luana Anastasia Wijaya (Vokasi 2016)

4

5

alam ajaran Buddhis, kita selalu diajarkan bahwa pikiran, ucapan, dan tindakan selalu berhubungan satu sama lain. Maka dari itu, segala pikiran kita terhadap satu hal tertentu akan menentukan ucapan dan tindakan kita juga. Hal tersebut bisa kita kaitkan dengan perkembangan zaman saat ini yang semakin lama semakin maju dengan segala macam dampak positifnya. Namun, banyak juga dampak negatif yang tidak dapat dihindari. Bila pikiran kita memandang semua perubahan yang terjadi saat ini positif, maka kita pun dapat memanfaatkan perubahan itu sebaik mungkin untuk perkembangan diri kita ke arah yang lebih baik. Sebaliknya pula, bila pikiran kita memandang semua perubahan yang terjadi saat ini negatif, maka kita akan menyia-nyiakan banyak hal baik dan menjadi manusia yang lebih buruk.

Beberapa pertanyaan dapat diajukan untuk menentukan ke arah positif atau negatifkah perubahan yang terjadi pada zaman sekarang, terutama terhadap kaum milenial. Yang akan muncul terlebih dahulu tentu adalah pertanyaan seputar perbedaan zaman sekarang dengan zaman dahulu. Tentu saja jawaban yang paling terlihat jelas akan hal tersebut adalah perkembangan pendidikan karena semakin banyak hal yang berbeda dan tidak memungkinkan lagi bagi ilmu pengetahuan lama untuk diajarkan kembali, selain sebagai sejarah.

1

2

Setelah hal tersebut kita renungkan, selanjutnya adalah apakah perubahan yang sudah terjadi akibat semakin cerdasnya manusia dan semakin banyaknya inovasi bisa berdampak baik bagi kita? Jawabannya bisa saja iya dan tidak, tergantung kepada individu masing-masing dalam menyikapi perubahan tersebut.


(-)

) + (

(+ )

teknologi dalam dunia medis dan semakin Contohnya, untuk banyaknya jumlah pengangguran yang menghubungi teman yang terjadi pada generasi produktif di saat jaraknya jauh dengan kita sekarang tidak gelar pendidikan yang dimiliki semakin lagi susah karena sudah adanya smartphone. tinggi. Bahkan, jumlah pasien psikologis Bahkan, terdapat banyak inovasi terbaru yang berobat karena stres berlebihan juga yang juga ditemukan oleh warga Indonesia semakin banyak. Melalui persepsi di awal, hingga diakui secara internasional, seperti dapat dikatakan bahwa banyak dari kita pendeteksi diabetes tanpa ambil darah saat ini lebih memandang perubahan dunia ataupun penemuan obat kanker. Hal tersebut sebagai hal negatif. Namun, bila dirimu dapat terjadi berkat perkembangan pesat dapat menjadikan perubahan ini sebagai hal dalam bidang ilmu pengetahuan dan akses informasi karena adanya internet. positif, abaikanlah perkataan ini.

( -)

(+ ) (+)

Maka dari itu, kita sebagai kaum milenial seharusnya dapat membantu diri kita sendiri serta masyarakat di lingkungan sekitar untuk dapat berubah ke arah yang lebih baik lagi. Seperti yang dikatakan oleh pramugari-pramugara di pesawat saat hendak take off, utamakan keselamatan kita terlebih dahulu sebelum membantu orang lain di sebelah kita. Salah satu hal yang dapat kita lakukan untuk membantu diri kita sendiri dalam mendapatkan hal positif dari semua perubahan ini adalah dengan melatih diri (mindfulness), seperti halnya Buddha mengajarkan kita untuk meditasi. Tidak hanya dengan meditasi, kita dapat merenungkan kehidupan yang kita jalani seharihari dan menjadikannya sebagai sebuah pelajaran. Seperti yang saya dengar pada suatu waktu di sebuah vihara dengan Bapak Toni Yoyo sebagai pembicaranya, dalam hidup ini kita harus memperhatikan apa yang kita lakukan saat ini. Hidup kita ini seolah supir yang dibedakan berdasarkan tiga karakteristik, yaitu yang selalu melihat kaca spion, yang selalu menatap lurus jauh ke satu arah, dan yang sesekali melihat ke belakang dan jauh ke depan. Supir yang hanya melihat kaca spion adalah kita yang selalu melihat masa lalu kita, halhal yang sudah terjadi sebelumnya. Lalu, supir yang selalu menatap lurus jauh ke satu arah adalah kita yang selalu memikirkan mimpi atau keinginan yang dia miliki seperti ini dan itu. Supir yang terakhir adalah kita yang fokus pada kejadian atau momen saat ini dan sesekali melihat ke belakang untuk belajar dan sesekali melihat ke depan untuk memastikan tujuan kita masih benar dan baik untuk kita kejar.

(-)

(-)

paradhamma

Kita sebagai kaum milenial tentu menyadari Berbagai hal positif juga dapat kita rasakan lebih banyak hal yang berdampak negatif di akibat seluruh perubahan yang terus terjadi sekitar kita saat ini. ini. Semakin mudahnya kita melakukan berbagai hal tentu merupakan hal positif Contohnya adalah penyakit yang semakin yang berdampak pada kehidupan sehariberkembang seiring perkembangan hari kita.


PARAdhamma

Pada akhirnya, saat ini adalah momen yang harus selalu kita beri perhatian lebih daripada masa lalu dan masa depan. Dalam sebuah cerita Zen, Buddha pernah bertanya, “Manusia hidup berapa lama?” dan Buddha mengatakan bahwa, “Manusia hidup sepanjang nafas.” Selain itu, Buddha juga mengatakan bahwa, “Jangan tinggal di dalam apa yang telah berlalu dan apa yang akan datang, tetapi hiduplah dalam dunia sekarang. Orang mesti selalu memahami ‘sekarang’ dan melihat semua yang indah.” Bila kita

JANGAN TINGGAL TINGGAL JANGAN DI DALAM DALAM APA APA DI YANG TELAH TELAH YANG BERLALU DAN DAN BERLALU APA YANG YANG AKAN AKAN APA DATANG, TETAPI TETAPI DATANG, HIDUPLAH DI DI HIDUPLAH DUNIA SEKARANG SEKARANG DUNIA tidak mampu atau merasa belum siap untuk melatih lebih dalam kemampuan meditasi kita, maka setidaknya hiduplah dengan memahami setiap momen yang terjadi pada diri kita sekarang juga, dengan hanya sesekali saja melihat ke masa lalu kita untuk mencari pembelajaran dari kesalahan yang telah kita lakukan, serta sesekali melihat ke masa depan untuk memastikan kita berada pada jalur yang benar, yang ditunjukkan oleh Buddha untuk dapat keluar dari samsara dan membantu makhluk lain untuk berlaku demikian juga.

JANGANLAH JANGANLAH MEMPERHATIKAN MEMPERHATIKAN KESALAHANKESALAHANKESALAHAN KESALAHAN ORANG LAIN LAIN ATAU ATAU ORANG HAL YANG YANG BELUM BELUM HAL DIKERJAKAN OLEH OLEH DIKERJAKAN ORANG LAIN. LAIN. ORANG Izinkan saya menutup dengan suatu kalimat motivasi yang saya buat untuk diri saya sendiri setelah mendengarkan ceramah yang dibawakan oleh bapak Toni Yoyo, “If you ever feel sorry for yourself, you better remember about Henry Tandey! Because you suffer less than him!” Serta, di dalam Dhammapada 50, sang Buddha berkata: “Janganlah memperhatikan kesalahankesalahan orang lain atau hal yang sudah dikerjakan atau belum dikerjakan oleh orang lain. Sebaiknya seseorang memperhatikan hal-hal yang sudah dikerjakan atau belum dikerjakan oleh dirinya sendiri.”

SEBALIKNYA SEBALIKNYA SESEORANG SESEORANG MEMPERHATIKAN MEMPERHATIKAN HAL-HAL HAL-HAL YANG SUDAH SUDAH YANG DIKERJAKAN DIKERJAKAN ATAU BELUM BELUM ATAU DIKERJAKAN OLEH OLEH DIKERJAKAN DIRINYA SENDIRI. SENDIRI. DIRINYA


paradhamma

MINDFULNESS DALAM KAITANNYA DENGAN PELAKSANAAN PANCASILA BUDDHIS PADA GENERASI Z Oleh: Departemen Kalyanamitta KMBUI XXVII

Praktik perhatian benar ini tidak hanya dipraktikkan oleh umat Buddhis saja, namun dipraktikkan oleh lintas agama dan kepercayaan, karena lebih bersifat universal. Praktik ini bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-hari. Beberapa manfaatnya tersebut antara lain dapat mengatasi stress dan depresi dan dapat membuat kita semakin positif dalam menjalani kehidupan kita. Mengapa demikian? Karena dengan perhatian benar, kita dapat mewaspadai dan menghindari pikiran dan tindakan yang buruk dan melihat segala sesuatu sebagaimana adanya. Kita tidak langsung lompat ke kesimpulan dan menghakimi sesuatu hal yang tidak kita ketahui secara pasti.

Generasi Z Rentang tahun kelahiran dari Generasi Z bervariasi pada berbagai sumber. McCrindle Research Centre di Australia menyebut Generasi Z sebagai orang-orang yang lahir pada 1995 sampai 2009 (Adam, 2017). Lain lagi pada sumber yang berbeda. Namun semua sumber tersebut sepakat bahwa Generasi Z adalah generasi yang tumbuh kembang pada masa kemajuan internet. Generasi ini tumbuh kembang pada saat arus pertukaran informasi dan tren berubah dengan sangat cepat. Mayoritas dari mereka bertumbuh dan berkembang dengan “kotak bercahaya� (TV, Gadget) di sisi mereka dan juga merupakan pengguna media sosial. Sisi negatif dari hal ini adalah mereka rawan terdistraksi karena perubahan terjadi dengan sangat cepatnya. Oleh karena hal tersebut, Generasi Z mempunyai keahlian dalam melakukan multitasking sebagai respon mereka terhadap perubahan-perubahan. Berkurangnya perhatian dan konsentrasi merupakan efek buruk dari pelaksanaan multitasking yang rutin. Hal tersebut pula yang menyebabkan praktik Dhamma seperti sila dapat berkurang kualitasnya.

Mindfulness Mindfulness atau yang dapat kita sebut sebagai perhatian benar merupakan salah satu ajaran penting dalam Buddhisme. Pada saat ini, perhatian benar dapat diartikan sebagai perhatian yang kita berikan terhadap empat hal, yakni: kegiatan jasmani, perasaan, pikiran, dan objek-objek mental. Kurang lebih dapat diartikan juga sebagai perhatian terhadap hal yang kita rasakan. Yang mulia Ajahn Brahm pernah menjelaskan dalam ceramahnya bahwa terdapat dua bagian dari mindfulness: yang pertama adalah kewaspadaan (kejernihan kesadaran), dan yang kedua adalah mengingat instruksi (hal-hal yang pernah dipelajari sebelumnya) berkaitan dengan peingkatan kebijaksanaan.


paradhamma

Praktik Pancasila Buddhis pada Era Generasi Z

Pancasila (lima sila) merupakan suatu instruksi berupa poin-poin latihan minimal bagi umat Buddhis. Sila-sila tersebut antara lain adalah melatih diri menghindari pembunuhan, pencurian, perbuatan asusila, ucapan yang tidak pantas, serta makanan dan minuman yang dapat melemahkan kesadaran. Latihan ini menjaga kita dari melakukan perbuatan fisik dan ucapan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Menjaga sila-sila ini dengan baik juga merupakan salah satu sebab kita untuk dapat terlahir kembali sebagai manusia di kehidupan kita yang mendatang. Adiksi pada distraksi media sosial, kecenderungan multitasking, derasnya arus informasi yang memungkinkan berita hoax terjadi, bersebarnya informasi ataupun hal-hal yang dapat memicu kebencian terhadap ras, etnis, instansi, ataupun kelompok orang tertentu merupakan akibat dari kurangnya perhatian dan konsentrasi. Poin penting dari pelaksanaan sila atau moral adalah memperhatikan, menyadari, menahan dan mencegah hal buruk dilakukan oleh diri kita sendiri, baik melalui ucapan ataupun perilaku. Kurangnya kemampuan diri untuk menyadari dan konsentrasi dengan diri sendiri dan tingginya tingkat distraksi eksternal dapat dengan mudah menyebabkan kita melanggar sila-sila Pancasila. Untuk mengurangi kebiasaan buruk generasi Z dan meningkatkan mindfulness, guna praktik sila yang lebih baik adalah: Mengurangi sebanyak mungkin distraksi yang ada Dengan menjauhkan diri dari media sosial dan hal yang tak berkaitan langsung dengan aktivitas yang sedang kita lakukan dapat dengan efektif meningkatkan produktivitas dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Kaitannya dengan pelaksanaan praktik sila ialah meminimalisir aliran informasi yang dapat memicu hal negatif ataupun tak bajik yang kita terima. Pengurangan distraksi juga nantinya akan membantu kita fokus dalam memperhatikan pikiran kita sehingga pengendalian diri dapat dengan baik dilakukan. Hiduplah saat ini juga Maksimal pada saat ini juga menjadi hal yang penting dalam meningkatkan produktivitas. Kaitannya dengan pelaksanaan sila adalah kita dengan baik memperhatikan diri, menyadari pikiran-pikiran yang muncul, dan melakukan pencegahan ketika diri memiliki niatan yang buruk, ataupun ingin melakukan hal yang tak bajik.

1 3

Mulailah pekerjaan anda dengan keheningan sejenak Sebelum melakukan suatu pekerjaan atau aktivitas, alangkah baiknya hening sejenak dengan posisi yang nyaman untuk mengumpulkan perhatian dan konsentrasi. Menyingkirkan beban atau pekerjaan tak relevan lainnya terlebih dahulu sebelum melakukan suatu pekerjaan menjadi suatu hal yang krusial agar dapat produktif dan terfokus pada pekerjaan yang sedang dilakukan. Kaitannya dengan pelaksanaan sila adalah untuk mengingat kembali bahwa kita sedang melakukan praktik sila dan mengembalikan motivasi awal pengambilan sila.

2 4

Belajar untuk mengamati pikiran.


Waisak KMBUI ke-31 merupakan acara tahunan KMBUI yang diselenggarakan di Auditorium Pusgiwa UI, Depok pada 30 Mei 2019. Acara ini dilandaskan motivasi untuk mengingat kembali tiga peristiwa penting bagi umat Buddha yang bertepatan pada hari Waisak. KMBUI setiap tahunnya menggunakan kesempatan ini untuk mengingatkan kembali tentang Dhamma yang telah diajarkan oleh Sang Buddha. Tiga peristiwa tersebut adalah kelahiran pangeran Siddhartha Gautama yang kelak menjadi Samma Sambuddha, pemutaran roda Dhamma oleh Buddha untuk pertama kalinya, dan peristiwa di saat Buddha Parinibbana. Tahun ini, Waisak KMBUI ke-31 mengangkat tema “Revival of Virtuous Vigor in Life”. Tema tersebut diusung dengan tujuan untuk membangkitkan semangat partisipan untuk terus merealisasikan jalan terbebas dari dukkha, seperti halnya di masa Sang Buddha, ketika setiap masyarakat akhirnya memiliki kesempatan untuk terbebas dari Samsara dengan menjalani Dhamma yang diajarkan oleh Sang Buddha.

(FAN/KEV)

kmbui inside

Oleh Asoka Sudwigunawan (FT-2017)

Rangkaian Waisak KMBUI ke-31 dimulai dengan diadakannya sayembara roadshow ke wihara di sekitar Jabodetabek. Total 10 wihara telah dikunjungi oleh panitia Waisak dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran panitia Waisak terhadap pentingnya mendengarkan Dhamma di wihara. Selain itu, di akhir acara pada wihara yang dikunjungi, panitia Waisak memberikan informasi dengan menjelaskan susunan dan isi acara Waisak KMBUI ke-31. Selanjutnya, acara Waisak tahun ini dimulai dengan rangkaian pre-event berupa ajang perlombaan yang kami namakan “Liga Waisak”. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membangkitkan semangat remaja-remaja, khususnya yang beragama Buddha untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan rohani dan meningkatkan eksistensi acara Buddhis di Indonesia. Diselenggarakan dalam berbagai jenis acara, Waisak KMBUI ke-31 menjadi acara yang mewadahi seluruh jenjang usia untuk belajar Dhamma. Acara Waisak kali ini disusun sedemikian rupa agar dapat membangkitkan semangat seluruh partisipan untuk memperbaiki diri dan menolong makhluk lain. Susunan acara main event Waisak kali ini antara lain adalah Dhamma Talk oleh Y. M. Bhikkhu Dharmavimala Mahathera, talkshow dengan tema Bakti Sosial oleh Romo Handaka Vijjananda (founder of Ehipassiko Foundation) dan Christine Tjen (Tzu Chi), Motivational Talk oleh Roby Oktober, serta berbagai macam penampilan untuk memeriahkan acara, antara lain penampilan dari Sadhu United, penampilan adik asuh KMBUI XXVII, dan penampilan dari pemenang lomba menyanyi di Liga Waisak. Acara main event Waisak KMBUI ke-31 diakhiri dengan pengumuman pemenang seluruh cabang lomba di Liga Waisak 2019, serta ditutup dengan penampilan dari panitia Waisak KMBUI ke-31.

The 31st Annual Waisak KMBUI


kmbui inside

Penerimaan dan Pembekalan Mahasiswa Baru (PPMB) KMBUI 2019 Oleh : Eddie Susanto (FT 2017) “Remember Our Roots, Unite to Grow the Family” merupakan tagline PPMB tahun ini. PPMB (Penerimaan dan Pembekalan Mahasiswa Baru) merupakan kegiatan untuk menyambut mahasiswa baru angkatan KMBUI 2019 yang beragama Buddha sebagai bagian baru dari KMBUI. Banyak Serangkaian kegiatan telah disusun oleh panitia yang berlangsung selama lima bulan. Acara Rangkaian kegiatan ini PPMB diakhiri dengan diselenggarakannya familygathering yang diadakan di Pondok Sadhana Amitayus sebagai puncaknya. Tujuan utama PPMB diadakan adalah agar mahasiswa baru dapat mengenal satu sama lain—baik sesama angkatan maupun lintas angkatan—dan, tentu saja, mengenal KMBUI yang berlandaskan kekeluargaan dan Buddhisme. PPMB 2019 terasa berbeda dari PPMB sebelumnya karena terdapat inovasi yang cukup banyak di tahun ini. Inovasi tersebut antara lain adalah

kehadiran bidang kaderisasi dan materi yang berperan untuk menanamkan nilainilai melalui serangkaian tugas dan mentor serta mengintegrasikan program kerja KMBUI dengan PPMB. Selain itu, family gathering yang biasanya dilaksanakan di minggu ketiga diubah menjadi di minggu ke empat pada tahun ini. Wawancara bagi mentor untuk quality control yang lebih baik juga dilakukan beserta beberapa inovasi lainnya. Project Officer PPMB tahun ini adalah Vandana Budhi Jayaputra (FT2017). Menurut Vandana, ia merasa senang karena dapat bekerja bersama teman-teman seangkatannya. Namun, ia juga merasa sedih karena ini merupakan kepanitian terakhir angkatannya pula. Dalam merencanakan PPMB, tagline PPMB diciptakan Vandana dengan kesadaran bahwa mahasiswa baru UI yang bergabung dengan KMBUI berasal dari latar belakang yang berbeda-beda namun tetap punya satu kesamaan, yakni sama-sama beragama


“Belajar adalah proses seumur hidup�

kmbui inside

angkatan 2019 dan anggota aktif KMBUI atas pelaksanaan PPMB tahun ini: “Untuk mahasiswa baru angkatan 2019, semoga nilai yang PPMB tanamkan bisa bermanfaat untuk kalian semua. Apabila dalam pelaksanaanya terdapat kekurangan. tolong jangan dibawa perasaan karena kita semua masih berkembang. Rumah tidak dapat dibangun dalam waktu singkat. PPMB hanyalah wadah awal untuk kalian. Turutlah membangun rumah ini karena kalian telah menjadi bagian dari KMBUI. Untuk anggota aktif, terima kasih atas seluruh dukungannya di PPMB ini. Semoga kita semua semakin kompak dan dapat terus belajar bersama karena belajar adalah proses seumur hidup.� Demikian artikel PPMB kali ini. Kesimpulannya ialah PPMB merupakan rangkaian untuk menyambut dan membekali mahasiswa baru angkatan 2019 untuk mengenal sesama mahasiswa Buddhis serta nilai-nilai KMBUI. Sekali lagi, selamat datang di KMBUI, ini rumah kita! (FAN/KEV)

Buddha. Vandana berharap untuk mengesampingkan segala perbedaan latar belakang yang ada untuk kemudian bersatu dan berkembang dalam KMBUI. Secara keseluruhan, tujuan dari penanaman nilai selama kegiatan PPMB ini tercapai. Namun, bagus atau tidaknya penanaman nilai ini akan terjawab pada proses masing-masing mahasiswa sendiri selanjutnya. PPMB tahun ini menanamkan nilai-nilai kekeluargaan, rohani, dan sosial. Nilai-nilai tersebut merupakan hal fundamental di dalam KMBUI. Kegiatan PPMB bukannya berlangsung tanpa kendala. Ada banyak masalah yang ditemui, misalnya seperti banyak panitia yang susah dikontak selama liburan, teman-teman 2019 yang deadliner dalam mengerjakan tugas, dan juga kesibukan akademis saat memasuki bulan kuliah. Namun menurut Vandana, semua itu merupakan pengalaman yang sangat berkesan dan pada akhirnya, hasil yang didapat sangat memuaskan. Vandana juga memiliki pesan dan kesan untuk mahasiswa baru


kmbui inside

Baksos KMBUI merupakan salah satu kegiatan tahunan KMBUI yang berfokus ke arah kesehatan masyarakat. Baksos KMBUI mewadahi anggota Badan Koordinasi KMB BEM IKM FKUI untuk membangun relasi dan bekerja sama dengan anggota KMBUI. Baksos KMBUI ini pertama kali diadakan oleh dr. Jimmy Panji Wirawan, SpOG pada tahun 2003 di Desa Belimbing, Tangerang. Seperti namanya, Baksos (Bakti Sosial) KMBUI bersifat hit-

and-run, berbeda dengan pengsos (pengabdian sosial) yang bersifat long-and-gradual. Pada tahun ini, Baksos KMBUI 2019 diadakan pada tanggal 20-21 April 2019 di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Depok. Baksos KMBUI 2019 membawa tema Bojjhanga dengan tagline “Radiate Compassion Through Community Outreach�. Tema ini dibuat dengan harapan bahwa kegiatan Baksos KMBUI 2019 dapat menjadi cahaya


kmbui inside

yang menyebarkan welas asih ketika sedang berbuat kebajikan pada masyarakat sekitar melalui kegiatan bakti sosial. Baksos KMBUI 2019 diadakan dengan tujuan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat setempat dengan melaksanakan berbagai kegiatan kesehatan, yakni sirkumsisi (atau lebih dikenal sebagai sunatan), penyuluhan gigi untuk anak-anak, penyuluhan umum mengenai kebersihan lingkungan untuk orang tua, penyuluhan medis mengenai penyakit tuberkulosis untuk orang tua, bazar murah untuk memenuhi kebutuhan sandang dan alat tulis, serta pengobatan massal umum dan pengobatan massal gigi. Tak lupa pula dalam acara Baksos KMBUI 2019 terdapat kegiatan penyuluhan umum kepada anak-anak, sebuah mata acara yang menjadi inovasi pada tahun ini. Penyuluhan umum kepada anak-anak tersebut bertujuan untuk memberikan pendidikan dini kepada anak-anak mengenai cara menghindarkan diri dari perilaku tidak sehat sampai dengan masalah pelecehan seksual. Masyarakat setempat merespon dengan cukup baik dengan antusiasme yang tinggi dapat dilihat dari ramainya masyarakat yang menghadiri seluruh rangkaian acara yang diselenggarakan pada Baksos KMBUI 2019. Semoga dengan diadakannya Baksos KMBUI 2019, masyarakat setempat dapat meningkat taraf kesehatannya. Selain itu, semoga Baksos KMBUI selanjutnya, Baksos KMBUI 2020 Akshobhya, dapat menebar manfaat kepada masyarakat lebih baik lagi.


kmbui inside

MENGABDI DALAM HARMONI Oleh Stephen Gunawan ( FKM 2017 )

Dusun Krecek Temanggung Jawa Tengah 20/08/19-27/08/19

Senin, 19 Agustus 2019, malam hari, 52 mahasiswa KMBUI yang tergabung ke dalam kegiatan sosial Desa Binaan KMBUI 2019 bertolak menuju Dusun Krecek, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat selama delapan hari dengan berbekal ilmu pengetahuan dan berdasar pada keinginan untuk belajar dan menebar manfaat. Desa Binaan KMBUI 2019 merupakan community development yang bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian kelompok masyarakat Dusun Krecek. Pelaksanaanya dengan cara


kmbui inside optimalisasi budi daya tanaman kopi, pemberdayaan sumber daya manusia khususnya pada anakanak muda, dan peningkatan kesadaran warga terkait pengelolaan sampah plastik. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Memetik Harapan dalam Kebersamaan�. Kami percaya, setiap insan, baik muda maupun tua, merupakan setitik harapan yang di dalamnya terdapat berbagai potensi nan megah yang perlu digali. Potensi-potensi ini dapat dengan mudah digali dan dikembangkan jika diiringi dengan hangatnya kebersamaan. Hal ini menunjukkan bahwa harapan dan kebersamaan adalah dua hal yang saling bersinergi. Tema ini diangkat dengan

maksud supaya harapan Dusun Krecek dapat tercapai dengan kebersamaan harmonis yang tercipta antarwarga maupun antara warga Dusun Krecek dengan KMBUI. Untuk merealisasikan visi “Menjadikan Desa Binaan KMBUI sebagai inisiator karya untuk mewujudkan harapan dengan semangat kebersamaan�, Desa Binaan KMBUI 2019 hadir dengan berbagai rangkaian acara yang mewadahi mahasiswa KMBUI yang menjadi volunteer untuk dapat belajar dan mengakselerasi diri dalam hal kepekaan sosial, kepedulian, dan pengetahuan tentang kopi serta kesehatan, supaya dapat memberi dampak nyata secara luas dan menyeluruh kepada seluruh warga Dusun Krecek hingga akhirnya harapan Dusun Krecek dapat tercapai. Selama masa persiapan, kami mewadahi volunteer untuk dapat belajar dari pembekalan (upgrading) volunteer sebanyak empat kali mengenai materi intervensi kesehatan, pengelolaan sampah, dan pengetahuan seputar budi daya, pemasaran, serta


kmbui inside

peningkatan kualitas kopi. Terdapat beberapa program terkait peningkatan kualitas kopi yang kami lakukan yaitu program kelas kopi, re-package produk kopi, dan pemasaran kopi Dusun Krecek. Program kelas kopi diadakan dengan tujuan agar kelompok tani kopi Dusun Krecek dapat belajar mengenai cara perawatan tanaman kopi, hama penggerek, dan budi daya pascapanen kopi. Untuk memaksimalkan program kelas kopi, kami mendatangkan dua orang pembicara dari Institut Pertanian Bogor (IPB), yaitu Muhammad Iqbal, S.P., M.Si. dan Merry Gloria Meliala, S.P., M.Si.. Salah satu misi Desa Binaan KMBUI 2019 adalah untuk menumbuhkan kesadaran warga terkait pentingnya

menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Misi ini kami realisasikan dengan melakukan intervensi Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan Pola Gizi Seimbang (PGS) serta intervensi terkait sampah dan pengelolaannya kepada ibu-ibu. Kami juga membagikan buku panduan (guidebook) yang disusun oleh volunteer mengenai materi intervensi kesehatan kepada setiap warga. Harapannya adalah supaya ilmu dan materi intervensi kesehatan ini dapat dibaca kembali ketika dibutuhkan. Selain itu, kami juga mengisi kegiatan sekolah minggu dan PAUD bersama anakanak di sana. Kegiatan tersebut berupa bermain dan belajar bersama untuk mengasah kemampuan dan keterampilan anakanak. Malam terakhir Desa Binaan tahun ini ditutup dengan acara pesta rakyat. Pesta rakyat dibuka dengan lomba cepat tepat buddhis yang diikuti oleh anak-anak Dusun Krecek berusia 9 sampai 14 tahun

dari lingkungan satu, dua, dan tiga. Setelah anakanak dari lingkungan satu memenangkan perlombaan, Pesta Rakyat dilanjutkan dengan penampilan kesenian kuda lumping putra dari Dusun Krecek, kemudian fashion show ibuibu Dusun Krecek dengan menggunakan sampah daur ulang, serta pengumuman pemenang lomba kebersihan dan tata lingkungan. Pesta Rakyat ditutup dengan penampilan dan persembahan terakhir dari KMBUI berupa kesenian drama dan penampilan video. Desa Binaan KMBUI merupakan wadah pembelajaran untuk saling berbagi, saling memberi, saling belajar dalam keberagaman, dan saling menghargai dalam indahnya kebersamaan. Pada tanggal 13 September 2019, telah dilaksanakan Grand Closing Desa Binaan KMBUI 2019 yang diisi dengan acara apresiasi kepada seluruh panitia dan volunteer. (FAN/SUR)


kmbui inside

Pekan Penghayatan Dhamma Oleh Suryanoto Negoro (FT-2018) dan Eka Suryajaya (FIA-2018)

Pekan Penghayatan Dhamma (PPD) adalah kegiatan rohani tahunan yang dilaksanakan oleh KMBUI. Kegiatan utama di acara ini adalah pembelajaran Dharma yang komprehensif dan mendalam bagi para peserta sehingga bisa memberikan inspirasi dan basis berpikir yang tepat bagi para peserta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh KMBUI dengan tujuan memberikan kesempatan bagi anggota KMBUI untuk menarik diri dari “hectic-nya” kehidupan duniawi, terutama dunia perkuliahan, sehingga

tahun ini dengan tahun sebelumnya terlihat dari materi kelas-kelas Dhamma yang dibawakan pada saat PPD. Hari pertama dibuka dengan pengenalan sejarah agama Buddha secara akademik yang dibawa oleh Ko Stanley Khu. Materi ini dipaparkan agar para peserta bisa mengenal darimana asal ajaran agama Buddha yang sekarang kita kenal, termasuk asal aliranaliran yang biasa kita kenal. Hari kedua hingga terakhir diisi oleh Bhante Hendry Frilly dengan topik “Kematian dan Tisarana”

bisa berkesempatan untuk fokus pada pengembangan batin. Pada tahun ini, Project Officer (PO) PPD dijabat oleh Eka Suryajaya (FIA-2018) dan mengangkat tema “A Core Learning about Dharma”. Acara ini diselenggarakan di Pondok Sadhana Suddhi Bhavana, Cisarua pada tanggal 6 sampai 14 Agustus 2019. Makna filosofis dari tema tahun ini berkaitan dengan Dharma yang tidak dinilai berdasarkan alirannya tetapi lebih kepada esensi dari pembelajaran Dharma itu sendiri. Dharma bersifat universal yang berarti dapat dipelajari oleh siapa saja tanpa membedabedakan makna dan tujuan dari Dharma itu sendiri. Kegiatan yang biasa dilakukan pada PPD adalah melatih Atthasila (delapan sila) dan bermeditasi. Namun, yang membedakan PPD

Pesan yang ingin disampaikan oleh PO PPD tahun ini adalah: “PPD ini susah-susah gampang untuk disiapkan. Banyak hal yang jadi halangan buat panitia, terutama masalah jadwal yang bentrok dengan liburan dan magang. Tetapi, hasil yang kita terima ketika hari terakhir acara benar-benar memuaskan. Saya pribadi senang bisa melihat teman-teman peserta mendapat ‘tamparan spiritual’ yang membuat ia sadar bahwa ada urgensi yang besar untuk berbuat baik. Saya harap apa yang didapat ketika PPD itu tidak cuma sekadar diingat sebentar saja, tetapi bisa diingat seumur hidup. Semoga nantinya juga apa yang didapat dari PPD bisa mengondisikan kesempatan untuk mengenal Dhamma lebih lanjut.”.


parafiction

Mentari pagi membangunkan seorang remaja yang sedang tertidur pulas kala itu. Silaunya yang mengintip di balik kain penutup jendela memaksanya membuka mata. Ia segera mengambil telepon genggam yang sedang tertidur manis di atas lemari kecil tepat di sebelah tempat tidurnya sesaat setelah ia terbangun. “Brody! Kelas pagi, nih! Cabs1, nggak?” Tampak jelas pesan di panel notifikasi telepon genggamnya. Tanpa berpikir dua kali, ia dengan cepat membalas pesan tersebut, “Sip, Ky. Café Putih, 10.00.” Lantas, ia segera berganti pakaian lalu berjalan menuju garasi. Ia duduk di atas motor, kemudian merenung untuk beberapa saat. “Sepertinya ada yang tertinggal,” batinnya. Setelah beberapa menit merenung, Ody teringat bahwa ia belum mengambil kunci motor, tetapi di sisi lain, waktu sudah menunjukan


Refleksi: Di zaman sekarang, tentunya manusia dan teknologi seperti dua aspek yang tidak dapat dipisahkan.

parafiction

kaki miliknya. “Sial banget!” ucapnya lantang. Datang seorang pria dengan rambut yang mulai memutih di belakangnya. Ia menatap sedikit lama kondisi kaki Ody. “Kenapa lagi kamu? Bukannya kamu ada kelas hari ini?” Pertanyaan tersebut membuat Ody terdiam seketika, ia memang sangat disiplin tapi untuk urusan absen, tentunya ia juga nomor satu. Pria tua itu membungkuk sebentar kemudian pergi. Sesaat setelahnya dengan kotak P3K, ia berjalan mendekati Ody. “Sini, Papa obati. Lain kali kalau jalan yang bener. Pasti sambil main handphone, kan, kamu? Fokus, Ody! Mau ganti handphone berapa kali lagi? Apa perlu Papa beliin kamu pabrik handphone-nya sekalian?” Catatan: 1. Cabs = Cabut, bolos kelas.

pukul 09.45. Ia tahu bahwa perjalanan dari rumahnya menuju Café Putih memakan waktu sekitar 20 menit dengan sepeda motor. Untuk seseorang yang disiplin seperti Ody, tentunya ia panik. Ia lantas mengeluarkan telepon genggam miliknya sambil berjalan menuju meja tempat kunci motornya diletakkan. “BRUK!!” Suara itu menggema hingga ke lantai dua membuat seluruh warga rumah panik. “Ada apa?!” Suara lantang nan menakutkan yang dapat membuat semua orang bergeming itu turut serta menimbulkan kepanikan dengan suara yang baru saja terdengar. Ody tersungkur miris di depan pintu rumah dengan telepon genggam yang sudah terlontar jauh ke bawah meja tempat kunci motornya berada dengan kaki yang terkilir. Segera ia berusaha untuk bangkit, namun ia langsung jatuh terduduk lagi. Ia merasakan cairan mengalir di area telapak kakinya Ia pun melihat lalu memeriksa kondisi kakinya dan menemukan paku yang tertancap cukup dalam di telapak


parafiction

Timbulnya kemelekatan ini sudah menjadi hal umum terjadi di masyarakat. Telepon genggam seolah merupakan sebuah benda sakti yang harus dibawa ke mana saja. Tentu saja ada dampak positif dari perkembangan teknologi ini, misalnya kemudahan komunikasi yang dirasakan oleh seluruh masyarakat dunia. Namun, selain positif, ada juga dampak negatif yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi di era ini yang mana memiliki dampak yang cukup besar bagi generasi Z. Seperti dalam kehidupan sehari-hari, generasi Z terkadang terlalu terjebak di dalam teknologi itu sendiri sehingga memicu kurangnya kesadaran dalam melakukan aktivitas. Padahal, kesadaran sendiri merupakan suatu poin yang sangat penting dalam hidup. Dalam ajarannya, sang Buddha pernah berkata, Sangatlah menakjubkan, melatih pikiran itu. Bergerak lincah, meraih apa yang dikehendakinya. Sangat baik memiliki pikiran yang terlatih baik. Karena pikiran yang terlatih baik akan membawa kebahagiaan. [Dhammapada: 35]

Dengan adanya latihan kesadaran, seseorang akan menjauhkan dirinya dari penderitaan atau dukkha. Dapat dilihat dalam cerita, Ody yang berjalan dengan kurangnya kesadaran diri mengalami penderitaan yakni terjatuh dengan kaki yang tertusuk paku. Cerita ini mewakili bentuk dukkha yang mungkin timbul akibat dari kurangnya kesadaran diri.


parafiction Latihan kesadaran dapat dilakukan di mana saja, bukan hanya melalui meditasi seperti yang diketahui oleh banyak orang. Kesadaran diri juga dapat kita latih dalam menjalani kegiatan sehari-hari, misalnya sadar saat berjalan, sadar saat bernapas, sadar saat makan, dan lain sebagainya. Jadi, sangat dianjurkan bagi generasi Z untuk melatih kesadarannya dalam kehidupan sehari-hari. (FAN/SUR)


paravision

Mengalahkan Diri Sendiri Oleh Regina Dana ( FH 2017 )

Pada zaman sekarang ini, zaman di mana segala sesuatu bergerak dengan cepat dan serba instan, meditasi bukan sesuatu yang sering terlintas di pikiran kita. Paling tidak, itu yang saya rasakan. Saya selalu bangga menjadi seorang buddhis. Saya mengagumi bagaimana saya bisa mempelajari sebuah ajaran yang begitu indah. Tanpa saya sadari, saya bahkan belum menyentuh sedikit pun bagian dari menu utama yang disajikan. Tidak, sampai PPD KMB UI mempertemukan saya dengan Boddhigiri. Di Bodhigiri, dengan bantuan Bhante Uttamo dan pembimbing-pembimbing lainya, kami mempelajari Dhamma dan sedikit mengenai meditasi. Namun, sesi meditasi yang sedikit ini justru membuka pikiran saya. Untuk pertama kalinya dalam` hidup saya, saya bisa duduk diam dalam posisi meditasi dalam waktu yang lama. Ya, memang pikiran saya masih belum berhenti melompat ke sana-ke mari. Namun, paling tidak saya sudah bisa mengendalikan tubuh saya. Diam dalam waktu yang lama tanpa membuka mata membuat saya bangga terhadap diri saya sendiri. Rasa bangga itu bahkan belum memudar hingga saya tiba di rumah. Saya rasa itu juga yang dirasakan teman-teman saya waktu itu. Bahkan ketika rasa bangga itu telah pudar, ingatan saya pada momen tersebut tidak pernah hilang. Hingga pada suatu hari, saya benar-benar merindukan Bodhigiri dan sesi meditasinya sehingga saya membeli sebuah karpet—sebuah karpet ajaib milik saya sendiri, untuk saya berlatih bermeditasi di tempat kos. Nyatanya, saya cukup jarang menaiki karpet ajaib saya ini. Keadaan ini tidak berubah hingga saya teringat sebuah program meditasi di Bodhigiri. Para peserta diwajibkan bermeditasi selama 15 jam sebelum diperbolehkan tidur. Sangat menantang bukan? Karena kerinduan saya yang sudah menumpuk bercampur dengan rasa penasaran yang tak terbendung, saya memutuskan untuk kembali ke Bodhigiri. Kali ini, saya berfokus untuk meditasi. Keraguan pun muncul. Banyak orang yang mengatakan bahwa bermeditasi bersama bhante sangatlah keras. Saya takut. Bagaimana bila nanti saya meminta pulang? Saya tidak bisa membayangkan betapa malunya apabila itu terjadi. Namun, rasa penasaran saya sudah tak dapat lagi dibendung. Pada saat itu, saya berpikir, kalau kamu berhasil mengikuti pelatihan ini, kamu akan sangat bangga dan meditasi tentu akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-harimu. Namun, apabila kamu tidak berhasil, kamu akan merasa malu dan akan berusaha lebih keras untuk bermeditasi. Setelah berpikir panjang, saya percaya kedua kemungkinan itu akan membawa hasil yang positif.


Satu kalimat yang diajarkan oleh bhante dan menurut saya sangat jitu diucapkan ketika kita sedang berperang dengan pikiran adalah: “Saya sedang apa?� Kata-kata ini akan membawa kita kembali pada kenyataan bahwa sekarang tidak ada gunanya lagi memikirkan apa pun di luar sana. Yang terpenting adalah sekarang saya di sini dan rasanya sangat indah dapat menikmati setiap momen yang ada, menikmati setiap embusan napas, dan setiap langkah ketika berjalan. Percayalah, kebanggaan dapat mengalahkan pikiran merupakan rasa bangga yang tidak main-main. Rasanya lebih dari mendapatkan nilai A di mata kuliah tersulit sekalipun.

Meditasi ternyata tidak semudah itu. Dua hari pertama adalah hari yang paling berat untuk saya. Pikiran saya terus melompat ke sana-ke mari. Rasa bosan juga menyerang. Saya terus berpikir kenapa saya berada di sini. Saya sangat merindukan rumah dan sangat ingin bermain handphone. Saya hanya punya waktu 10-15 menit istirahat untuk makan. Kalau tidak, saya tidak akan mendapat waktu tidur yang cukup. Saya bahkan tidak dapat menikmati waktu di kamar mandi. Meditasi selama dua hari telah membuat tulang-tulang saya sakit, sungguh sangat menyiksa. Tapi, chanting pada pagi itu telah membuka mata saya. Bhante berkata “Tempat ini adalah tempat di mana kamu mengalahkan dirimu sendiri. Di luar, kita sudah sering dikalahkan oleh pikiran; di sini, pikiran yang harus menuruti kita.� Kata-kata inilah yang menjadi tamparan untuk saya. Sejak saat itu, meditasi membuat saya bisa melihat apa yang ada di pikiran saya. Saat pikiran buruk muncul, saya selalu bisa menyadarinya dan saya berjuang untuk mengalahkannya. Hal yang hebat adalah dengan kesadaran, kita benar-benar bisa mengalahkan apa yang kita sering sebut dengan pikiran. Tentu saja pikiran liar itu akan hilang dan timbul lagi. Namun, ketika kamu menyadari dan melawannya, pikiran buruk tersebut akan kalah.

paravision

Mengalahkan Diri Sendiri


paravision

Pesan Bhante

Satu hal yang selalu saya suka dari mempelajari meditasi, khususnya di sini, adalah saya selalu bisa menghubungkan setiap ajaran yang saya dapat dengan kenyataan yang saya alami. Kata-kata bhante selalu membangkitkan motivasi saya, baik ketika sesi meditasi maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, bhante mengatakan, “Apa yang kamu lakukan di sini hanyalah sebuah latihan. Segala sesuatu sangatlah mudah, hanya seperti ketika kalian belajar mobil di lapangan yang luas. Tantangan yang sebenarnya adalah ketika membawa mobil tersebut di jalan raya yang sesungguhnya.” Di lain waktu, bhante mengingatkan kita mengenai makna dari timer. Kadang, timer terlihat seperti beban. Ketika meditasi sedang baik, timer akan terasa terlalu cepat berbunyi dan akan terasa sangat lama ketika meditasi sedang tidak begitu baik. Ini sebenarnya mirip dengan kehidupan kita. Dalam kehidupan ini, pasti kita akan bertemu dengan yang dibenci. Namun, hal tersebut bukanlah masalah karena pada akhirnya akan berlalu juga. Di lain sisi, kita juga akan berpisah dengan yang dicintai karena memang pada kenyataannya tidak ada pesta yang tidak akan berakhir. Kita hanya perlu menerimanya dan mencoba kembali. Dengan merenungi ini, maka tidak ada yang perlu dilekati. Bhante juga menambahkan kata-kata yang sangat mendalam mengenai hal ini, “Segala yang datang harus dihadapi, segala yang pergi jangan dicari, segala yang belum datang jangan dinanti, hiduplah di saat ini.” Kata-kata bhante selalu menancap di hati saya. Apalagi, ditambah dengan meditasi yang membuat saya merasakan sendiri kebenaran mengenai apa yang diajarkan. Hal ini benar-benar membawa pada suatu sensasi kebahagiaan yang tidak dapat saya ungkapkan. Pengalaman tersebut mengubah perspektif saya terhadap banyak hal. Namun, yang paling penting adalah mendorong keinginan saya untuk belajar dan berlatih meditasi, hal yang awalnya terlihat membosankan ini. Jadi untuk kalian generasi Z seperti saya, percayalah, jangan pernah takut atau malas untuk belajar hal yang baru. Siapa tahu kamu akan menemukan permata yang indah dan tentu saja kalian harus belajar meditasi. Apabila kalian pernah berpikir: “Saya pernah mencobanya, dan saya tidak akan bisa melakukannya,” Itu berarti kalian perlu mencari metode atau guru lain yang tersebar di luar sana yang bisa membuat kalian jatuh cinta dengan harta karun yang indah ini. Keep on searching! (JEF/KEV)


- パルテノン神殿 paravision

Ibarat Kuil Parthenon dengan Pilarnya: Hubungan Generasi Z dan Mindfulness Apa gambar yang muncul di benak kita ketika mendengar kata “Yunani”? Meski benak kita berbeda, pasti ada satu bangunan bersejarah yang kita bayangkan. Bangunan ini adalah ikon Yunani yang masih bertahan sampai saat ini. Bahkan, banyak orang mengenal Yunani setelah mengenal bangunan ini. Apa nama bangunan tersebut? Kuil Parthenon. Sumber: https://www.ancient.eu/parthenon/

Kuil yang berdiri sejak 432 SM ini terkenal akan keindahannya. Jika kita melihat dari kejauhan, bangunan ini terlihat sempurna. Kesempurnaan ini muncul karena berbagai faktor. Salah satunya adalah keberadaan 25 pilar yang menyokong strukur ini (Ancientgreece.org, 2019). Tanpa pilar-pilar tersebut, keindahan Parthenon pasti lenyap dimakan usia. Begitu juga dengan manusia. Tanpa adanya pembangunan pilar kehidupan yang kuat, potensi dan karakteristik manusia pasti lenyap dimakan usia. Lebih jauh lagi, premis ini berlaku untuk seluruh umat manusia, termasuk generasi Z sebagai the rising generation abad ini. * パルテノン神殿 = kuil penthanon *ジェネレ|ションZ = Generasi-Z

ジ ェ ネ レ | シ ョ ン Z

Mengapa the rising generation? Julukan ini diberikan karena tingginya populasi generasi ini. Bahkan, Bloomberg memprediksi bahwa 32% populasi dunia tahun 2019 adalah generasi Z (Petsko dalam mentalfloss. com, 2018). Tandanya, generasi ini berhasil membalap millenials dalam jumlah populasi. Lantas, siapa saja manusia generasi Z ini?

Oleh Rionanda Dhamma Putra (FEB-2019)


paravision

Generasi Z adalah manusia yang lahir pada tahun 1996-2010. Lahir pada era teknologi, generasi ini adalah technological native yang dibesarkan oleh internet dan media sosial. Tak heran bila generasi ini dijuluki sebagai iGen (Businessinsider.com, 2019). Latar belakang inilah yang memunculkan tiga karakteristik menonjol. Ketiga karakteristik ini adalah pilar dari generasi Z sebagai parthenon demografi. Apa saja pilar-pilar tersebut? Pertama, generasi ini memiliki independensi yang tinggi. Independensi ini terwujud dari mental kompetitif yang dimiliki Gen Z-ers. Artinya, mereka tidak mau bergantung kepada orang lain untuk mencapai kesuksesan. Justru, mereka lebih suka untuk mengendalikan jalan hidup mereka sendiri (blog. ttisuccessinsights.com, 2019).

一

äşŒ

Kedua, generasi ini menyukai interaksi sosial dengan orang lain. Dengan kata lain, generasi ini suka berkomunikasi dengan orang lain. Komunikasi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari percakapan langsung sampai video call melalui Skype, Whatsapp, dan sebagainya (blog.ttisuccessinsights. com, 2019).

Ketiga, generasi ini optimis terhadap perubahan. Sebagai digital native, Gen Z-ers memiliki akses informasi yang sangat luas. Seluruh dunia sudah berada di genggaman tangan sehingga generasi ini selalu berusaha mencari nuansa dan pengalaman baru. Bahkan, gregariousness ini membuat Gen Z-ers lebih aktif dalam aktivisme sosial (blog.ttisuccessinsights.com, 2019).

三

Independen. Menyukai interaksi sosial. Optimis terhadap perubahan. Ketiga pilar inilah yang mampu membuat generasi Z berdiri kokoh dalam dunia saat ini. Akan tetapi, pilar ini hanya akan terwujud jika tidak ada upaya to build upon it. Lantas, bagaimana melakukan upaya tersebut? Sang Guru Agung sudah menjawabnya dalam Satipatthana Sutta. Dalam bahasa Inggris, Satipatthana Sutta berarti The Establishment of Mindful Discourse. Pada intinya, sutta ini mengajak segenap umat Buddha untuk berfokus pada saat ini (be mindful) dan membangun pikiran yang benar (skillful thought). Dari pesan inti ini, Buddha memberikan berbagai nasihat bernas (Thannisaro dalam tricycle.org, 2018). Tiga di antara nasihat tersebut dapat diterapkan untuk membangun pilar karakter generasi Z. Apa saja nasihat-nasihat tersebut? Pertama, hapuskan pikiran negatif dari dalam diri dan gantikan dengan pikiran positif. Kedua, tingkatkan kepekaan kita sebagai makhluk sosial. Ketiga, jangan sampai kita dirantai oleh pengalaman dalam menyikapi stimulus hidup (Thannisaro dalam tricycle.org, 2018).


Selanjutnya, Buddha mengajak kita untuk melatih sensitivitas terhadap stimulus lingkungan sekitar. Salah satunya adalah dari lingkungan sosial. Sebagai generasi yang suka berinteraksi, Gen Z-ers dituntut untuk peka terhadap kebutuhan orang lain. Kepekaan ini mengharuskan kita untuk fokus pada momen saat ini. Tanpanya, interaksi sosial pasti kehilangan kepekaannya. Terakhir, Buddha melarang kita untuk terikat pada pengalaman masa lalu. Dengan kata lain, Buddha mendorong kita untuk menjadi manusia yang adaptif. Insan yang mampu menyikapi perubahan saat ini secara positif. Mindfulness inilah yang menjadi kunci optimisme Gen Z-ers dalam menyambut perubahan sehingga perubahan itu dapat menjadi sebuah a force for good. Kesimpulannya, pesan Buddha mengenai mindfulness dalam Satipatthana Sutta adalah alat mutakhir untuk membangun tiga pilar karakter generasi Z. Pembangunan inilah yang menjadi kunci terwujudnya potensi generasi Z sebagai the rising generation. Tanpanya, generasi Z tidak akan mampu menjadi parthenon yang memukau dunia.

Ibarat Kuil Parthenon dengan pilarnya, itulah hubungan generasi Z dengan mindfulness sebagai cara hidup. Maka dari itu, let’s enhance our mindfulness. Strive to be focused at the present moment. That is one of the main keys toward eternal happiness. (SYL/KEV) *マインドフルネス = Mindfulness

REFERENSI Ancient-greece.org. (2019). “The Parthenon”. Diakses dari https://ancient-greece.org/architecture/parthenon.html (8 Oktober 2019). Blog.ttisuccessinsights.com. (2019). “10 Defining Characteristics of Generation Z”. Diakses dari https://blog. ttisuccessinsights.com/10-defining-characteristics-of-generation-z/ (8 Oktober 2019). Businessinsider.com. (2019). “Generation Z: Latest Characteristics, Research, and Facts”. Diakses dari https://www.businessinsider.com/generation-z?IR=T (8 Oktober 2019). Petsko, Emily. (2018). “Generation Z’ is Coming—and They’ll Outnumber the World’s Millennials Within a Year”. Diakses dari https://mentalfloss.com/article/555109/generation-z-will-outnumber-millennials-within-one-year (9 Oktober 2019). Thannisaro, Bhikkhu. (2018). “The Buddha’s Original Teachings on Mindfulness”. Diakses dari https:// tricycle.org/trikedaily/satipatthana-sutta-mindfulness/ (9 Oktober 2019).

paravision

Mari kita mulai dari nasihat pertama. Dalam nasihat ini, Buddha mengajak kita untuk menciptakan mindful self dengan upaya pengendalian diri sendiri. Pengendalian diri ini hanya mampu dilakukan oleh manusia yang independen. Dengan kata lain, upaya melatih diri ini mendorong pembentukan independensi yang positif, khususnya di antara Gen Z-ers.

マ イ ン ド フ ル ネ ス


Oleh Candra Steven (FT-2017)

paravision

Mendekatkan yang Jauh & Menjauhkan yang Dekat

Ketika seseorang sedang berbicara, cara untuk menghormati lawan bicaranya adalah dengan memperhatikan siapa lawan bicaranya dan apa yang sedang dikatakannya—bukan berbicara dengan ponsel serba-guna dan mengacuhkan lawan bicara sambil menatap layar sentuh. Hal ini semakin marak ditemukan di antara kawula muda yang lahir di akhir tahun 90-an hingga awal 2000-an, tak terkecuali sang penulis. Fenomena ini dikenal juga sebagai phubbing, yaitu singkatan dari phone snubbing. Generasi yang lahir di akhir tahun 90-an hingga awal 2000-an dikenal sebagai generasi Z. Generasi Z sudah terpapar teknologi sejak usia dini sehingga mereka dapat beradaptasi dengan teknologi dengan cepat. Akibat dari terpaparnya generasi Z dengan teknologi pada usia dini, kepribadian mereka pun cenderung berbeda, misalnya mereka lebih paham tentang teknologi dibandingkan generasi pendahulu mereka dan lebih memiliki ketergantungan terhadap teknologi. Phubbing sering sekali terjadi ketika sedang berkumpul bersama teman, di kelas saat kuliah, dan masih banyak lagi skenario-skenario yang di mana kita melakukan phubbing. Hal ini tidak bisa dianggap enteng. Bahkan menurut ahli, hal ini bisa merusak kehidupan sosial mendasar kita. Phubbing juga bisa menjadi salah satu tanda bahwa kita candu terhadap gawai terutama dengan media sosial.

Ketagihan dengan media sosial bisa terjadi karena adanya zat kimia yang dilepaskan otak yang bernama dopamin yang berfungsi untuk memberikan sensasi penghargaan. Zat dopamin ini juga ditemukan ketika kita memakai zat-zat adiktif lainnya. Ciri-ciri dari seseorang yang telah ketagihan dengan media sosial adalah kesulitan untuk terlepas dari media sosial, selalu memikirkan tentang media sosialnya, mengalami dampak negatif media sosial (misalnya terlalu lama menghabiskan waktu di media sosial sehingga meninggalkan tugas atau pekerjaan), dan masih banyak lagi ciri lainnya. Kesadaran saat menggunakan gawai sangat dibutuhkan agar kita tidak berlebihan ketika menggunakan gawai sehingga berdampak buruk bagi kita. Kita harus ingat tujuan awal kita menggunakan gawai adalah untuk mempermudah pekerjaan kita. Jangan sampai penggunaan gawai yang berlebihan menjauhkan yang dekat dan bukan mendekatkan yang jauh. Kita tidak tahu kapan orang-orang di dekat kita akan menjauh untuk selamanya hanya demi orang-orang yang jauh tidak tahu di mana yang tidak akan pernah mendekat. Maka, kita harus bijak dalam menggunakan gawai dalam genggaman kita. Dengan selalu sadar bahwa masih ada kehidupan di luar layar, tentunya kita akan semakin menghargai kehidupan yang kita jalani sini dan kini.

(FAN/VIN)


paratechno

Gen Z ,Yuk Cek Tingkat Radiasi HP-mu!

Jika kalian yang sedang membaca rubrik ini adalah orang-orang yang lahir pada pertengahan tahun 1990-an dan setelahnya, maka saya ingin mengucapkan selamat! Mayoritas dari kita, atau mungkin hampir semua, adalah orang-orang yang sedang membaca majalah ini sambil menggenggam smartphone masing-masing, menyimpannya di dalam saku pakaian atau tas, ataupun sedang meletakkan smartphone-nya di tempat yang tidak jauh dari kita berada. Tenang, kita tidak sendirian. Perilaku ini juga sedang dijalankan oleh kita sendiri bersama dengan 68 juta orang lainnya di Indonesia saat ini (BPS, 2017). Ya, julukan Generasi Z selalu disematkan oleh orangorang di luar sana kepada kita, bahkan oleh generasi Z itu sendiri. Smartphone adalah hal yang paling identik dengan Generasi Z ketika kita sedang beraktivitas kapan pun dan di mana pun kita berada. Tapi tahukah kalian bahwa setiap perangkat ponsel genggam itu mempunyai tingkat radiasinya masing-masing? Tingkat radiasi dari ponsel genggam itu sendiri diukur menggunakan Specific Absorption Rate

(SAR). SAR adalah ukuran tingkatan energi yang diserap oleh tubuh manusia ketika terkena oleh medan elektromagnetik dari frekuensi radio (RF). SAR sendiri diukur pada lokasi yang memiliki tingkat penyerapan tertinggi di seluruh kepala. Dalam kasus ini, ponsel tersebut diletakkan sedekat mungkin dengan antena ponsel. Setiap merk dan jenis ponsel memiliki nilai SAR yang berbeda. SAR ini diukur dalam satuan Watt/kg atau biasa disingkat dengan W/kg. Menurut International Commision on NonIonizing Radiation Protection (ICNIRP), nilai maksimal SAR sebagai batas aman dari suatu ponsel adalah sebesar 2 W/kg. Sementara menurut Federal Communications Commision (FCC) di AS, standar maksimal dari nilai SAR hanya boleh mencapai 1.6 W/kg. Lalu, sebenarnya untuk apa sih kita perlu tahu tentang nilai dari SAR ini? Intinya adalah agar kita bisa lebih waspada dan mawas diri saat sedang menggunakan HP ini. Yuk, cek cara mengetahui tingkat radiasi HP kita masing-masing melalui poin-poin berikut:

08.00

*放射線 = radiasi

放射線 放射線 放射線

Oleh Kevin Chow ( FT 2017 )


paratechno

1

Menggunakan Dial USSD Untuk mengetahui nilai SAR paling gampang adalah dengan menekan nomor USSD pada ponsel kita masing-masing. Caranya adalah dengan cukup menekan *#07# pada aplikasi telepon masing-masing. Setelah itu, nilai SAR pada ponsel masing-masing akan ditampilkan secara otomatis. Namun, tidak semua ponsel bisa menggunakan metode ini. Oleh karena itu, apabila metode ini tidak dapat digunakan, silahkan mencoba metode selanjutnya.

2

Mengecek buku panduan atau situs web produsen ponsel Sebagian besar dari buku panduan perangkat ponsel biasanya menampilkan informasi dan deskripsi detail dari ponsel, terutama nilai dari SAR ponsel itu sendiri di samping dari deskripsi model, seri, IMEI, ataupun frekuensi gelombang radio ponsel. Apabila buku panduan tersebut hilang ataupun tidak mendapat buku panduan saat membeli ponsel bekas, maka kita bisa mencoba cek nilai SAR tersebut secara online.

Setiap produsen biasanya diwajibkan untuk memiliki halaman SAR di situs web masing-masing. Berikut adalah beberapa situs web untuk mengecek SAR dari beberapa produsen ponsel: • Sony: blogs.sonymobile.com/ about-us/sustainability/health-andsafety/sar/ • Samsung: samsung.com/sar/ sarMain.do • Xiaomi: mi.com/global/certification/ rfexposure/ • Apple: apple.com/legal/rfexposure/ • LG: lg.com/global/support/sar/sar • Huawei: consumer.huawei.com/en/ safety-information/ • Nokia: nokia.com/phones/en_int/sar

3

Memeriksa situs web FCC Federal Communications Commission (FCC) adalah badan pengawas independen dari pemerintah Amerika Serikat yang bertugas untuk mengatur sistem komunikasi melalui radio, televisi, satellitesatelit, kabel telekomunikasi, internet. dan lainnya. Meskipun badan ini tidak memiliki wewenang dalam mengatur dalam level internasional, kita tetap bisa menjadikan situs web ini sebagai salah satu referensi dalam mengecek nilai SAR ponsel kita. Jika kita memiliki ponsel dengan baterai yang tidak bisa dilepas, sebagian besar ponsel tersebut menampilkan FCCID di bagian belakang ponsel dalam bentuk tulisan kecil. Namun, apabila ponsel kita adalah tipe ponsel dengan baterai yang bisa dilepas, maka sebagai besar dari ponsel tersebut menampilkan FCCID-nya di bawah baterai. Namun, jika kita tidak menemukannya di mana pun, kita bisa memeriksanya di buku manual. Kemudian, kita tinggal memasukkan FCCID tersebut ke form pencarian yang tersedia di web fcc.gov/oet/ea/fccid. Masukkan tiga digit pertama dari FCCID pada kolom atas dan sisanya pada kolom bawah. Dengan menekan search, kita bisa mengetahui nilai SAR beserta informasi lain tentang ponsel kita.


Terakhir, jangan lupa untuk mengingatkan hal-hal ini kepada orang-orang tercinta yang berada di sekeliling kita. Jangan biarkan ilmu ini “mengendap“ di diri kita sendiri. Semoga informasi ini bisa menjadi bahan referensi bagi kita semua ketika ingin membeli ponsel baru ataupun bisa menjadi pertimbangan bagi kita dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sambil menggunakan ponsel. Referensi: https://hot.liputan6.com/read/3950672/4-cara-cek-tingkat-radiasi-di-ponsel-agar-lebihwaspada (Diakses 1 November 2019) https://www.alodokter.com/ini-fakta-tentang-bahaya-radiasi-hp (Diakses 1 November 2019) (FAN/SUR)

!

! !

!

paratechno

Nah, setelah tahu tentang nilai dari SAR ponsel kita, inilah saatnya kita perlu tahu tentang cara mengurangi dampak dari radiasi ponsel ini kepada tubuh kita. Berikut adalah tips-tips yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari menurut Alodokter: • Gunakan HP seperlunya dan membatasi memainkan HP, terutama saat berinteraksi dengan orang lain. • Ketika sedang menelepon, sebaiknya gunakan alat tambahan seperti hands-free atau speaker untuk menjaga jarak ponsel kita dengan kulit kepala. • Ketika kita sedang menggunakan layanan streaming atau mengunduh file besar, maka jauhkan HP tersebut dari tubuh kita. • Saat berpergian, disarankan agar meletakkan HP di dalam tas dan jangan letakkan HP di saku celana atau baju. Hal itu karena antena ponsel kita tetap terhubung dan memancarkan energi radio frequency (RF) meski kita tidak menggunakannya.


paraprofile

Andrew Prasettya Japri—demikian pria kelahiran 21 Agustus 1998 ini kerap disapa. Memulai perjalanan studinya sebagai seorang mahasiwa Universitas Indonesia pada tahun 2016, Andrew kini berhasil mendapat gelar Mahasiwa Berprestasi Universitas Indonesia yang membanggakan dan mengharumkan nama universitas. Mahasiswa jurusan Gizi angkatan 2016 ini mengaku tidak pernah terpikir sebelumnya untuk menjadi seorang Mahasiswa Berprestasi

(Mapres). Keinginannya untuk menjadi Mapres timbul di tengah kesibukannya sebagai seorang mahasiswa semester empat. Terinspirasi dari seorang kakak tingkatnya, ia memutuskan untuk mendaftarkan diri menjadi seorang Mapres. Andrew juga menyayangkan apabila mahasiswa lainnya melewatkan kesempatan ini, ditambah lagi jika mereka sudah memiliki banyak pengalaman dan prestasi selama berkuliah. Ketika namanya dipanggil di


paraprofile

Universities (APRU). Selain itu, Andrew juga sempat menjadi staf magang dietitian di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin. Adapun beberapa prestasi menakjubkan yang pernah dicapai Andrew yaitu delegasi terbaik (1nd Award) Model United Nations, pembicara terbaik Model AIPA (ASEANInter-Parliamentary Assembly), pemenang favorit lomba poster Science Festival 2018, Best Paper Presenter ASEAN Youth International Conference, dan masih banyak lagi. Kesibukannya sebagai mahasiswa tingkat akhir tidak menjadi kendala baginya untuk tetap aktif di luar jadwal kuliah. Saat ini, Andrew sedang mempersiapkan dirinya sebagai perwakilan tim Indonesia dalam ajang lomba internasional bergengsi iGEM. iGEM (International Genetically Engineering Machine) Competition adalah kompetisi rekayasa genetika terbesar di dunia dengan jumlah peserta mencapai ratusan tim yang berasal lebih dari 100 negara. Tidak berhenti di situ, Andrew ingin lebih mengembangkan potensinya sebagai seorang ahli gizi dengan membuka sebuah start-up. Bersama dengan temantemannya, Andrew membuka

balairung Universitas Indonesia sebagai Mahasiswa Berprestasi dengan Curriculum Vitae (CV) terbaik dan Mapres 1 Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK), betapa haru dan rasa bahagia yang ia rasakan. Keinginannya untuk mengundang kedua orang tuanya ke rektorat bisa terwujud setelah melalui perjuangan panjang yang harus ia lalui sebelum akhirnya terpilih menjadi seorang Mahasiswa Berprestasi. Berbagi pengalamannya sebelum menjadi seorang Mapres, Andrew mengatakan penting baginya untuk ikut dalam kepanitiaan dan organisasi di awal perkuliahan. Berpartisipasi dalam kegiatan itu penting untuk mendapatkan pengalaman, koneksi, dan juga informasi. Selain itu, mendapatkan sumber dana atau sponsor lomba juga menjadi salah satu prioritas utamanya jika ingin mengikuti kegiatan perlombaan. Terakhir, Andrew juga membuat dan menerbitkan beberapa jurnal ilmiah untuk memperbanyak pengalamannya, terutama dalam publikasi. Andrew pernah menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia untuk turut serta dalam Undergraduate Leader Program yang dilaksanakan oleh Association of Pacific Rim


paraprofile

jasa konsultasi bernama “Nutrisi Saya� (ig: nutrisisaya). Nutrisi Saya berperan sebagai sebuah platform yang menghubungkan orang yang ingin konsultasi gizi dengan konsultan gizi tetapi terbatas waktu, sehingga kesehatan tubuh mereka bisa tetap terjaga dengan memperhatikan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi serta tingkat aktivitas fisik. Selain itu, Nutrisi Saya juga menyediakan banyak informasi dan fakta unik seputar kandungan makanan, gizi, dan program diet melalui akun media sosialnya. Tidak lupa dengan lingkungan sekitar, Andrew juga sangat aktif dalam melakukan kegiatan sosial. Andrew sering mengikuti kegiatan sukarelawan atau volunteer. Salah satunya yaitu menjadi Kepala Konseling Medikal UKM KMB UI. Lelaki yang terkenal ramah ini juga sering mengikuti bakti sosial ke daerah pelosok yang butuh bantuan tenaga untuk melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan atau hal lainnya terkait kesehatan. (SYL/FAN)


Have any travel plans this end-year? Singapore might be one of your destinations. Indeed, this country is a famous place to spend the holiday. Sadly so, mainstream places sometimes lost their charms. Some people maybe have gotten bored with Marina Bay, Orchard Road, and Lau Pa Sat food center whenever they went to Singapore. Do you want to have a one of a kind staycation in Singapore? These locations might be the perfect place for you!

11 Bukit Timah Nature Reserve Shopping is not the only way to ease your stress—exercising does and it also will benefit you in the long run. Who says Singapore is all about tall buildings? Hidden in the western-part of the Central Region, take a little hike to Bukit Timah Hill where you could find a green sanctuary within this hill. You’ll be surrounded by forest, a variety of flora, and a hidden quarry which is such a tranquil place

you wouldn’t even imagine exist in Singapore. Alight Beauty World MRT station (Downtown Line), take exit A, and follow the sign to go for a little hike! Shopping is not the only way to ease your stress— exercising does and it also will benefit you in the long run. Who says Singapore is all about tall buildings? Hidden in the western-part of the Central Region, take a little hike to Bukit Timah Hill where you could find a green

paraTRAVEL

oleh: Kalista Putri (FPsi 2017)

credit: NTU Gem Club, thestraitstime, and getty images

5

Non-Mainstream Spots in Singapore


paraTRAVEL

sanctuary within this hill. You’ll be surrounded by forest, a variety of flora, and a hidden quarry which is such a tranquil place you wouldn’t even imagine exist in Singapore. Alight Beauty World MRT station (Downtown Line), take exit A, and follow the sign to go for a little hike! Shopping is not the only way to ease your stress—exercising does and it also will benefit you in the long run. Who says Singapore is all about tall buildings? Hidden in the western-part of the Central Region, take a little hike to Bukit Timah Hill where you could find a green sanctuary within this hill. You’ll be surrounded by forest, a variety of flora, and a hidden quarry which is such a tranquil place you wouldn’t even imagine exist in Singapore. Alight Beauty World MRT station (Downtown Line), take exit A, and follow the sign to go for a little hike!

22 MacRitchie Treetop Walk

Ready for a more adrenaline rush? Like Bukit Timah, this is another green sanctuary in Singapore. There are three types of hiking trail: easy, medium, and hard you could choose, but even the easy trail will take three hours to complete, so be sure to spare some time in your itinerary! The hike would be worth it, though, because you’ll be greeted with a hanging bridge 25 meters from the earth where you could see VERY great sceneries and *cough* would be a great place to pose for the ‘gram! Nearest MRT station: Marymount MRT (Circle Line)


paraTRAVEL

33

East Coast Park

Combination of a park and a beach (forget Sentosa Beach for a while!), you could spend the day at the beach cycling or simply enjoy the breeze by walking along the coastline. Don’t forget to catch the pretty sunset and wrap your day with a barbeque! Nearest MRT station: Bedok MRT (East-West Line) credit: nparks.gov.sg

44

Sweet Rex Souffle A sweet tooth or not, this souffle is a must-try! Sweet Rex is infamous for its fluffy souffle pancake for less than S$5 per set. You could choose your own sauce to top your pancake- chocolate, caramel, or strawberry. Don’t forget to try their Chocolate Pudding or Matcha Pudding too, each for only S$2!

credit: sethlui.com and eatbook.sg

120 Bukit Merah Lane 1, #01-79, Singapore 150120 Opening hours: Mon-Wed 10:30 am to 3 pm, Sat-Sun 10:30 am to 3 pm, 5 pm to 8 pm Nearest MRT station: Queenstown MRT (East West-Line)


paraTRAVEL

PLUS EIGHT TWO

Looking for an instagrammable cafe to just sit down after a long walk? Go to Plus Eight Two near Plaza Singapura, and enjoy yourself a Patbingsoo (one set is suitable for two people) and don’t forget to try their macarons! It’s my personal favorite. If you’re a K-Pop fan, Plus Eight Two sometimes become a place for K-Pop cafe events where you could meet and hang out with fellow K-Pop fans to collect freebies, so be sure to check out their schedule before you go in if you want! (FAN/ SYL)

+82 +82

credit: tomyoshida.club and eatfooddiary

9, #01-02 Bras Basah Rd, Rendezvous Gallery, Singapore 189559 Nearest MRT Station: Dhoby Ghaut MRT (North-South Line)

SINGAPORE

55


paramedic

Gangguan Cemas Menghampiri, Meditasi Menjadi Solusi

oleh Lowilius Wiyono (FK 2016)

Apakah Anda pernah merasa cemas? Mungkin saat Anda tiba-tiba melupakan barang penting di rumah atau saat tiba-tiba ditanya oleh dosen tapi kita belum pernah membacanya? Cemas menjadi hal yang lumrah dialami oleh semua orang. Pasti Anda pernah merasakannya, apalagi di hari-hari kita yang sibuk ini. Rasa cemas memang sering kita alami, namun seringkali rasa cemas tersebut hanya muncul sesaat atau pada waktuwaktu tertentu kemudian kecemasan itu akan hilang seiring selesainya masalah . Namun, terkadang kita bisa menemukan orang-orang yang merasa sulit untuk menghilangkan rasa cemas ini. Rasa cemas ini seakan terus mengikuti mereka setiap saat sehingga mereka tidak dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari dengan baik. Fenomena ini secara medis disebut sebagai gangguan cemas menyeluruh atau generalized anxiety disorder. Gangguan cemas menyeluruh

adalah suatu gangguan psikologis yang ditandai dengan adanya rasa cemas yang konstan atau terus-menerus dan memengaruhi aktivitas sehari-hari pada penderitanya. Gangguan cemas dapat terjadi akibat keadaan tertentu, baik oleh situasi lingkungannya yang mungkin terlalu ramai atau terlalu berisik, ataupun kejadian-kejadian tertentu yang mengundang rasa takut, khususnya pada kasus-kasus orang yang mengalami trauma maupun fobia (rasa takut berlebih) pada hal-hal tertentu. Gangguan cemas adalah gangguan psikologis yang paling sering dialami di dunia, khususnya pada orang-orang berusia 20 hingga 30 tahun. Rasa cemas berlebih umumnya timbul dengan gejala-gejala seperti rasa gelisah yang terus-menerus muncul, mudah lelah, sulit berkonsentrasi atau pikiran yang sering terasa kosong, mudah terganggu, mengalami otot-otot yang tegang, hingga adanya gangguan tidur. Gangguan cemas


paramedic

Gangguan cemas juga dapat ditandai beberapa gejala fisik seperti rasa pusing, detak jantung yang cepat, gemetar, keringat berlebih, rasa nyeri di kepala atau perut, hingga sulit bernapas. Gejala-gejala ini umumnya dipicu oleh keadaan tertentu, misal seseorang yang mengalami claustrophobia (rasa takut terhadap ruangan sempit) dapat mengalami serangan cemas saat berada di ruang sempit. Apabila seseorang sudah merasakan gejala di atas lebih dari 6 bulan lamanya, maka pertolongan dokter atau tenaga medis lainnya sangat diperlukan. Gangguan cemas umumnya ditangani oleh tenaga medis dengan memberikan terapi-terapi tertentu. Terapi yang ada mulai dari penggunaan obat-obatan hingga terapi konsultasi atau psikoterapi. Psikoterapi dipercaya menjadi salah satu terapi paling baik yang dapat diberikan pada pasienpasien dengan gangguan cemas agar pasien mengerti dan mencoba mendalami perasaan dan emosinya sehingga dapat mengontrol rasa cemas yang dimilikinya. Selain psikoterapi, ada metode yang mulai banyak diikuti oleh orang-orang yang mengalami gangguan cemas ini, yaitu meditasi. Terapi meditasi mulai ramai diminati oleh orang-orang untuk mencoba mengatasi gangguan cemas yang mereka alami. Dalam dunia medis sendiri, terapi meditasi dikenal dengan istilah Mindfullness-Based Stress Reduction (MBSR). Program MBSR sendiri umumnya berisi kelas yang berjalan selama delapan minggu berisi kelas meditasi selama dua jam

selama enam hari, disertai waktu istirahat dan meditasi di rumah. Program MBSR menekankan pentingnya kesadaran penuh atau mindfulness dalam menanggulangi rasa cemas yang menggeluti penderitanya. Terapi ini sudah terbukti mampu mengatasi gangguan cemas yang dimiliki pasien dengan banyaknya penelitian yang menyatakan khasiat efektif dari penggunaan terapi ini. Bahkan, terapi meditasi dipercaya dapat lebih membantu penderita gangguan cemas dibanding psikoterapi yang umumnya dilakukan dengan konseling dan konsultasi. Praktik kesadaran penuh atau mindfulness dapat membantu kita untuk mampu bertahan dengan emosi atau perasaan negatif yang kita miliki tanpa harus mendalaminya. Kita hanya perlu untuk mengakui bahwa perasaan negatif itu ada. Kemudian dengan adanya kesadaran penuh, kita dapat lebih terfokus untuk mencari penyebab atau akar masalah dari rasa cemas atau gelisah yang kita hadapi, daripada terfokus untuk melawan rasa cemas itu sendiri. Mindfulness juga membantu kita untuk mampu membentuk ruang agar tidak mudah termakan oleh perasaan cemas dan gelisah yang sedang dialami. Praktik mindfulness diharapkan mampu menurunkan tingkat kecemasan ataupun tingkat stress yang dialami oleh praktisinya. Meski secara umum dilakukan dalam bentuk program, namun Anda juga dapat melakukannya secara mudah di rumah maupun tempat-tempat lain. Inti dari praktik meditasi yang diajarkan adalah memahami apa yang sedang dihadapi dan apa yang sedang terjadi saat ini, fokus pada napas, dan berikan perhatian pada seluruh tubuh. Dalam praktik kesadaran penuh, kita perlu mengakui perasan negatif yang ada dan kita tidak dianjurkan untuk menolak perasaan tersebut. Kita perlu terbuka terhadap perasaan tersebut dan pada akhirnya mampu menerima hal tersebut.


langkah mencoba

yang dapat menghalau rasa

diikuti cemas,

dalam yaitu:

paramedic

Terdapat beberapa melakukan meditasi untuk

2. Fokuskan pikiran pada napas, khususnya pada tarikan napas dan saat membuang napas kembali. Langkah ini menjadi langkah dasar yang harus diingat dan dilakukan dalam meditasi. 3. Akui setiap perasaan negatif yang muncul, seperti rasa cemas atau gelisah yang dapat hadir di pikiran, namun cobalah tidak terfokus pada perasaan negatif tersebut melainkan akui dan lepaskan. Setiap ada pikiran yang muncul, kita hanya cukup mengetahuinya dan melepaskannya. 4. Dalam setiap tarikan napas yang kita lakukan, kita tidak hanya mencoba mengakui perasaan negatif yang kita miliki, namun juga mengakui adanya hal positif yang tidak hanya muncul dalam diri kita, namun juga pada orang lain. Praktik meditasi dalam MBSR tentu menjadi salah satu alternatif yang memiliki potensi baik dalam menanggulangi masalah kecemasan yang dimiliki. Kita sering kali diminta melakukan meditasi agar dapat tersadar penuh terhadap berbagai hal untuk mencapai kualitas diri yang lebih baik lagi. Praktik mindfulness dapat menjadi solusi baik untuk kita mengurangi rasa cemas yang dimiliki, baik rasa cemas sesaat maupun bagi mereka yang mencoba mengontrol rasa cemasnya agar mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. (FAN/JEF)

1. Pada saat awal meditasi, cobalah untuk berpikir secara tenang, bersyukur terhadap keadaan yang ada saat ini dan akui segala sensasi yang dirasakan tubuh maupun pikiran yang muncul namun biarkanlah.


paraspective

Kecemasan dan Mindfulness oleh Fannia Veronica (FPsi – 2017)

Siapa yang tidak pernah merasa cemas? Kecemasan adalah hal normal yang dialami oleh setiap orang. Kecemasan merupakan antisipasi seseorang terhadap ancaman di masa depan dan perilaku ini merupakan perilaku yang adaptif—artinya kecemasan berkontribusi dalam keberlangsungan hidup suatu spesies. Kecemasan membuat seseorang sigap dan terjaga untuk menghadapi situasi mengancam yang diantisipasi. Bayangkan apabila seseorang tidak memiliki rasa cemas. Apabila orang tersebut berada di suatu hutan kemudian mendengar suara gemerisik semak, mungkin ia tidak akan memperhatikan bahwa ada hewan liar di balik semak-semak tersebut. Tanpa memberi perhatian pada keadaan sekitar, orang tersebut bisa saja diserang oleh hewan liar tersebut. Jika memang kecemasan itu adaptif,

kenapa banyak penelitian yang memfokuskan pada penanganan kecemasan? Kecemasan memang adaptif, namun kecemasan yang berlebihan tidaklah adaptif. Seseorang yang terus-menerus cemas, pikirannya akan selalu dipenuhi oleh kecemasannya itu. Energi yang seharusnya bisa disalurkan ke kegiatan-kegiatan positif malah terpakai habis untuk memikirkan kecemasan. Akibatnya, kehidupan sehari-hari seseorang menjadi terganggu. Ketika sudah berlebihan inilah, kecemasan harus dikurangi. Bagaimana caranya mengurangi kecemasan? Banyak sekali metode dan terapi untuk mengurangi kecemasan. Relaksasi, misalnya, merupakan terapi populer untuk menangani kecemasan. Agama Buddha sendiri sudah memiliki metode tersendiri untuk mengatasi kecemasan, yakni dengan melatih mindfulness.


Referensi: Bamber, M. D., & Schneider, J. K. (2016). Mindfulness-based meditation to decrease stress and anxiety in college students: A narrative synthesis of the research. Educational Research Review, 18, 1-32. DOI: https://doi.org/10.1016/j. edurev.2015.12.004 Evans, S., Ferrando, S., Findler, M., Stowell, C., Smart, C., & Haglin, D. (2008). Mindfulness-based cognitive therapy for generalized anxiety disorder. Journal of anxiety disorders, 22(4), 716-721. DOI: doi:10.1016/j.janxdis.2007.07.005 Miller, J. J., Fletcher, K., & Kabat-Zinn, J. (1995). Three-year follow-up and clinical implications of a mindfulness meditation-based stress reduction intervention in the treatment of anxiety disorders. General hospital psychiatry, 17(3), 192-200. DOI: https://doi.org/10.1016/0163-8343(95)00025-M Song, Y., & Lindquist, R. (2015). Effects of mindfulness-based stress reduction on depression, anxiety, stress and mindfulness in Korean nursing students. Nurse education today, 35(1), 86-90. DOI: https://doi.org/10.1016/j.nedt.2014.06.010 Spitzer, R. L., Kroenke, K., Williams, J. B., & Lรถwe, B. (2006). A brief measure for assessing generalized anxiety disorder: the GAD-7. Archives of internal medicine, 166(10), 1092-1097.

paraspective

Analisis statistika menggunakan spearman correlation menunjukkan hasil bahwa terdapat korelasi negatif antara frekuensi melakukan praktik mindfulness dan tingkat kecemasan (rs = -0,028). Artinya, semakin sering seseorang melakukan praktik mindfulness, semakin rendah tingkat kecemasannya. Akan tetapi, korelasi yang ditemukan tidak signifikan. Hal ini mungkin terjadi dikarenakan sampel partisipan terlalu sedikit, yakni hanya 38 partisipan. Namun, penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa praktik mindfulness dapat mengurangi kecemasan, (Evans et al., 2008; Song & Lindquist, 2015), termasuk pada mahasiswa (Bamber & Schneider, 2016). Pengurangan kecemasan ini tidak hanya untuk jangka waktu singkat saja, namun juga untuk jangka panjang (Miller, Fletcher, & KabatZinn, 1995). Maka dari itu, tidak ada salahnya mencoba praktik mindfulness untuk mengurangi kecemasan sehari-hari. Selalu sadar dan fokus pada saat kini adalah kunci dari praktik mindfulness. Dengan selalu sadar, kita dapat mengontrol pikiran kita untuk tidak memikirkan hal-hal tidak baik yang belum tentu terjadi melainkan kepada aktivitas dan/atau kondisi kita saat ini. Pada akhirnya, kecemasan tidak akan lagi menyelimuti kita dan kita dapat menghadapi kehidupan saat ini dengan penuh kesadaran.

Pada tanggal 27 Oktober-8 November 2019 lalu, Departemen Paramita melakukan survei online kepada seluruh anggota aktif KMBUI. Survei ini dilakukan untuk melihat apakah ada korelasi antara praktik mindfulness dengan kecemasan. Tingkat kecemasan diukur menggunakan skala Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD7) (Spitzer, Kroenke, & Williams, 2006). Dari 38 responden, 36 partisipan pernah mendengar istilah mindfulness (94,7%) dan 2 partisipan belum pernah mendengar istilah mindfulness. Mayoritas responden yang sudah pernah mendengar istilah mindfulness juga sudah pernah melakukan praktik mindfulness (32 responden atau 88,9%). Metode yang digunakan untuk melatih mindfulness juga bervariasi namun didominasi oleh meditasi (63%), diikuti oleh selalu sadar atau fokus pada saat ini (20%), dan terakhir, sadar ketika makan, berjalan, dan belajar (17%). Selain itu, survei juga mengumpulkan frekuensi partisipan yang melakukan praktik mindfulness. Sebanyak 18,4% tidak pernah melakukan praktik mindfulness, 23,7% melakukan praktik mindfulness beberapa kali dalam setahun, 18,4% melakukan praktik mindfulness beberapa kali dalam sebulan, 28,9% melakukan praktik mindfulness beberapa kali dalam seminggu, dan 10,5% partisipan melakukan praktik mindfulness setiap hari.


PARASPECTIVE

6

2

36

32

Apakah kamu pernah mendengar istilah mindfulness ?

Apakah kamu pernah melakukan praktik mindfulness ?

Ya

Ya

Tidak

Tidak

5

6

11 4 7 7

19

9

Jika Ya , dalam bentuk apa kamu melakukan praktik mindfulness ? Meditasi Sadar atau fokus pada saat ini Sadar ketika makan , berjalan , atau belajar

Tingkat Kecemasan 15 1 2 7 13

1-5 6-10 11-15 16-20 20 ke atas

Seberapa sering kamu melakukan praktik mindfulness ? Beberapa kali dalam seminggu Beberapa kali dalam sebulan Beberapa kali dalam sebulan Beberapa kali dalam setahun Setiap hari


“ NURHAIYANI YANI

berbuatlah banyak kebajikan untuk orang lain agar karmamu kelak dapat diperbaiki

01

Menurut Ci Yani definisi sukses itu apa? Dan apakah sekarang Ci Yani bisa dibilang sukses menurut Ci Yani sendiri?

Sukses adalah dengan membahagiakan semua makhluk. Itu yang saya percayai sampai saat ini. Tak dapat dipungkiri bahwa membahagiakan semua makhluk adalah hal yang mustahil karena setiap makhluk hidup memegang karmanya sendiri. Akan tetapi berusaha untuk menolong sesama makhluk merupakan langkah menuju kesuksesan tersebut. Masingmasing makhluk hidup yang terlahir di alam semesta masih memiliki karma buruk yang cukup untuk membuat mereka maupun saya terlahir kembali. Dengan mengetahui hal tersebut, ada baiknya jika mulai dari sekarang kita menanam kebajikan agar kelak yang menanti pada kita hanyalah karma baik.

Sadarilah bahwa untuk membahagiakan semua makhluk, terlebih dahulu kita harus menanamkan rasa bahagia pada diri kita sendiri. Dengan begitu kita dapat menolong sesama agar menjadi bahagia seperti diri kita. Setiap makhluk tentunya akan mengalami penderitaan dalam hidupnya, begitu pula dengan saya. Titik terberat dalam hidup saya adalah saat orang tua saya pernah mengalami gejala penyakit stroke yang pada saat itu terjadi karena usaha toko emas ayah saya bangkrut. Awalnya,

Nurhaiyani, S.E., M.M., M.Ak. atau yang kerap dipanggil Yani Lim lahir pada tanggal 22 April 1981 di Jakarta. Ia adalah lulusan S1 Akuntansi, S2 MM (Magister Manajamen) jurusan Finance, dan S2 M.Ak (Magister Akuntansi) jurusan Audit Forensik. Saat ini, ia bekerja sebagai owner salah satu cabang indomaret dan owner J&T Express. Selain itu, ia juga bekerja part time sebagai konsultan tax dan audit, serta membuka usaha online. Tidak hanya itu, ia juga baru ditunjuk sebagai bendahara panti asuhan oleh Bhante Gunasiri yang aktif membantu mengembangkan masyarakat pedesaan dengan membangun vihara, sekolah, dan sarana prasana. Ia juga merupakan owner dari situs penggalangan dana yang aktif dalam membantu perkembangan Buddhism di Indonesia, yaitu yanilim.com.

paraview

“

Oleh Suryanoto Negoro (FT 2016)


paraview

saya kebingungan apa yang harus dilakukan untuk melewati rintangan tersebut. Seiring berjalannya waktu, jika terus sabar dan berusaha untuk memaksimalkan apa yang bisa kita lakukan saat itu, maka rintangan tersebut sedikit demi sedikit akan terlewati.

02

Kebiasaan/rutinitas apa yang membawa Ci Yani sampai di titik sekarang?

Saat ini, saya suka membantu vihara-vihara, terutama di pedesaan kecil karena saat saya berkunjung dan survei ke daerah untuk melihat langsung kondisi disana, hati saya begitu teriris melihat betapa perlunya bantuan dari kita semua yang mampu untuk menolong mereka. Maka dari itu, saya membuat situs penggalangan dana yang ditujukan kepada pembangungan vihara ataupun yang berkaitan untuk memajukan perkembangan Buddha Dhamma. Selain itu, saya suka berkumpul dan jalan bersama keluarga dan teman-teman. Biasanya, kami pergi berkunjung ke vihara yang sudah saya bantu untuk melihat hasil dari bantuan yang telah diberikan. Hal itu membuat perasaan yang bahagia ketika datang melihat kondisi vihara yang lebih baik. Saat sedang senggang, saya juga suka membaca buku-buku, termasuk buku buddhis. Salah satu buku yang berkesan bagi saya adalah buku Master Cheng Yen. Beliau adalah perintis Yayasan Buddha Tzu Chi di Taiwan.

04

03

Bagaimana tanggapan Ci Yani terhadap keunggulan dan rintangan yang akan dihadapi oleh generasi Z?

Teknologi di era globalisasi berkembang dengan sangat cepat sehingga memberikan keunggulan dalam memperoleh informasi dari mengakses internet yang memudahkan mereka untuk mengetahui hal-hal yang mereka inginkan. Hal tersebut menciptakan rintangan yang semakin besar. Mereka harus pintar dalam memilih hal yang berguna untuk dirinya ketika mengambil informasi di dunia maya karena akan berpengaruh pada perilaku dan kinerja mereka. Persaingan yang semakin ketat ketika masuk dunia kerja mengharuskan mereka untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi sampai yang terbaru.

Menurut pandangan Ci Yani, apa yang membedakan generasi zaman cici dengan generasi Z (misalnya seperti pola pikir, kebiasaan, semangat, dan sebagainya)? Teknologi generasi saya masih belum secanggih sekarang. Pola pikir masih belum terlalu banyak berubah. Semangat juang masih tidak sehebat sekarang. Saya melihat generasi sekarang jauh lebih maju dan modern, termasuk anak kecil sekalipun. Mereka sudah banyak mempelajari berbagai bidang sehingga dapat memilih untuk mahir di bidang tertentu. Maka dari itu, diperlukan hidup dengan kesadaran yang tinggi untuk memanfaatkan peluang yang besar ini. Dalam mengerjakan sesuatu, hal yang positif diserap dan kita harus mengenal akan pola pikir kita


Mindfulness yang saya rasakan adalah suatu titik konsentrasi yang amat dalam pada suatu perenungan pada banyak hal bahwa pikiran itu tidak berkelana dan tidak mengembara, namun diamati dan dipahami secara benar. Hal ini penting untuk diterapkan karena mindfulness dapat membawa kemajuan bagi diri kita dalam menyikapi sikap cerdas bersosial, mempunyai kebiasaan pengendalian rasa egois dalam diri, gaya hidup, dan kesadaran akan keyakinan suatu hal. Kita tidak perlu melakukan penilaian. Akan tetapi, kita hanya perlu mengamati secara sadar sehingga kita mempunyai

06

Pesan apa yang ingin disampaikan Ci Yani? tanggapan yang baik pada kenyataan hidup ini. Belajar dengan giat dan tulus untuk membanggakan orang tua dan belajarlah mencintai atau menyayangi semua makhluk. Terapkan sikap mindfulness pada kehidupan sehari-hari karena dengan menerapkannya akan membuat kita menjadi bijaksana dalam mengambil keputusan penting dalam hidup kita.

05

Menurut Ci Yani, apa makna dari mindfulness, terutama menyangkut dalam kehidupan Ci Yani dan pentingkah untuk diterapkan pada kehidupan sehari-hari?

PARAVIEW

bagaimana bekerja sesuai dengan ajaran Dhamma. Kita juga harus tau kebiasaan kita yang mana yang perlu dikonsistenkan dan juga punya kejernihan pikiran sehingga dapat menutup segala emosi agar meneladankan sikap yang baik.


LOMBA ARTIKEL

eberapa waktu sebelum ingin menulis B artikel ini, saya kebetulan sekali melihat

sebuah forum diskusi yang membahas “Is multitasking ‘anti-mindfulness’?â€?. Dari situ, saya tiba-tiba mengubah rencana arah tulisan ini ke pembahasan yang menurut saya lebih menarik. Para generasi Z sudah terpapar teknologi canggih sejak kecil. Saya saja sudah memakai handphone sejak kelas 1 SD, dan menggonta-ganti handphone hingga smartphone sekitar tujuh kali. Kita juga terbiasa untuk mengerjakan tugas memakai laptop, sambil mengecek e-mail, LINE, atau WA, atau bahkan ketiganya sekaligus. Apakah itu salah? Sebenarnya bukan masalah benar-salahnya. Hal ini lebih bergantung pada hasil kinerjanya dan dampaknya ke diri kita sendiri nanti. Mindful, yang juga disebut sadar atau sati, berbeda dengan samÄ dhi, alias fokus pada satu objek. Kalau kita bisa menyadari apa yang sedang kita lakukan saat ini, kita pasti bisa memberi aksi yang lebih optimal dalam pekerjaan apa pun. Kalau kita bisa benar-benar sadar apa percakapan orang lain dan apa dalam pikiran sendiri, kita pasti bisa pikir dua kali sebelum bicara apa ingin kita bicarakan.

Jika memang kita masih bisa sadar akan situasi saat melakukan beberapa tugas sekaligus, tidak akan ada masalah signifikan timbul. Multitasking bukan melakukan lebih dari satu tugas sekaligus dalam waktu yang sama. Lebih tepatnya, multitasking itu artinya melakukan beberapa tugas secara bergantian dengan cepat dalam waktu yang singkat. Kita sebenarnya tidak bisa melakukan banyak tugas sekaligus. Maksud di sini bukan berarti tidak bisa melihat sambil bernafas, tetapi maksudnya menaruh perhatian ke banyak hal sekaligus. Banyak organ tubuh kita yang memang berproses bersamaan. Bedakan multiprocessing dengan multitasking. Hanya saja, kemampuan fokus kita sangat terbatas. Beberapa dari kita memilih untuk belajar sambil dengar lagu memakai handsfree. Kita bisa sadar bahwa ada lagu dan ada hal yang perlu kita pelajari. Akan tetapi, kita lebih berfokus pada belajar. Lagu hanya sebagai backsound. Lagu bisa juga malah membuat kita semakin fokus. Lebih baik backsound-nya lagu daripada suara pembicaraan orang-orang lain atau kendaraan yang bising. Pada saat itu, kita tetap bisa lebih mindful pada


Beberapa dari kita, termasuk saya sebagai penulis, terkadang tidak bisa bersabar akan desakan atau keinginan kita untuk segera menyelesaikan sesuatu. Misalnya, ketika dalam situasi sudah diteriak-teriaki untuk segera membereskan tugas. Kita susah mengontrol diri meski mengetahui suatu tindakan yang kurang tepat. Di sinilah, pentingnya peran bhāvanā, atau yang sering disebut meditasi. Bhāvanā sering dikatakan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Namun bagi yang masih belum terbiasa atau yang sering multitasking, bhāvanā sering dianggap sulit. Ada yang duduk selama lima menit saja pikirannya sudah ke mana-mana. Ini karena kita sudah terlanjur dipenuhi banyak pekerjaan, banyak kecemasan, banyak pikiran. Oleh karena itu, saya akan berikan beberapa tips supaya bisa lebih mindful dalam kehidupan sehari-hari.

LOMBA ARTIKEL

Sebenarnya, banyak yang sudah sadar kalau hasil kinerja kita akan kurang bagus kalau melakukan terlalu banyak hal sekaligus. Namun, banyak hal mendesak yang mendorong kita untuk tetap melakukannya. Akhirnya, jarang pekerjaannya yang benar-benar kelar sesuai harapan. Ditambah karena fokusnya diganti terus-menerus dalam waktu cepat, kita jadi lebih cepat lelah. Hal ini disebabkan oleh jumlah energi yang dipakai otak untuk unitasking berbeda dengan multitasking.

Tutup koneksi internet sewaktu-waktu. Terutama ketika sedang melakukan tugas yang tidak perlu menelusuri internet, jauhi smartphone dan media internet lainnya.

Hindari membuka tabs baru ketika menunggu loading < 5 menit.

Ini juga berlaku pada aktivitas lain yang perlu menunggu. Misalnya, ketika sedang menunggu selesainya iklan Youtube, usahakan hindari menelusuri internet atau melakukan aktivitas lainnya. Manfaatkan waktu itu untuk berdiam sejenak guna beristirahat dan melatih kesabaran.

Sisihkan waktu istirahat ± 5 menit ketika sudah kerja berturut-turut berjam-jam.

Tarik nafas dalam dari hidung, kemudian hembuskan nafas dalam dari hidung. Kemudian, amati apa yang sedang terjadi di sekitar kita sejenak.

Sebisa mungkin unitask.

Apabila masih susah sepenuhnya hanya mengerjakan satu tugas dalam satu waktu, buatlah target, seperti minimal bisa menerapkan unitask ketika nonton youtube atau mendengar pemaparan materi kuliah. Pada akhirnya, apa jawaban dari judul di atas? Jawabannya adalah multitasking ≠ anti-mindfulness. Bukan berarti beda sama sekali, tetapi maksudnya multitasking belum tentu anti-mindfulness. Semakin banyak tugas yang dilakukan dalam waktu yang singkat, semakin lemah kesadaran kita pada setiap tugas tersebut. Andaikan multitasking = anti-mindfulness. Berarti pada kasus belajar sambil dengar lagu, kita tidak bisa sadar saat belajar, dong. (FAN/ SYL)

Referensi: Ściślak, J., 2018, Multitasking vs. Multiprocessing – A Buddhist Perspective on the Myth of Handling Everything, diakses pada tanggal 27 September 2019, dari https://medium.com/time-the-ultimate-currency/multitasking-vs-multiprocessing-a-buddhist-perspective-on-the-myth-of-handling-everything-f3976b3ceb6d. Goldhill, O., 2016, Neuroscientists say multitasking literally drains the energy reserves of your brain, diakses pada tanggal 27 September 2019, dari https://qz.com/722661/neuroscientists-say-multitasking-literally-drains-the-energy-reserves-of-your-brain/.

pelajaran, dan sedikit mindful pada keberadaan musik. Kalau malah saat belajar terbawa sampai akhirnya sambil menyanyi, itu yang sering jadi masalah. Itu jadinya lupa sudah belajar sampai mana.


PARATANYA

PARATANYA Oleh Bhante Atthadiro

1. Apakah melakukan karma baik dengan harapan memetik buah dari karma tersebut merupakan tindakan yang salah? Jawab: Seseorang yang melakukan perbuatan baik hendaknya didasari oleh pemahaman yang benar. Salah satunya adalah memiliki keyakinan pada hukum perbuatan (Hukum Kamma), yaitu hukum yang menjelaskan bahwa apa yang ditanam maka itulah yang akan dipetik. Perbuatan apa yang dilakukan, baik atau buruk, itulah yang akan diwarisi. Tujuan pemahaman ini adalah ketika ia berbuat baik, selain membuat batinnya bergembira, juga ada rasa ikhlas. Dan kalau pun ia berharap, dia akan tahu perbuatan baik apa yang dilakukan untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan. Jadi, bukan masalah benar atau salah; yang paling pokok adalah memiliki keyakinan pada hukum perbuatan. Dengan demikian, ketika berbuat baik, niatnya semakin kuat. 2. Saya ingin bertanya mengenai ucapan kasar. Dalam pergaulan anak muda zaman sekarang, seringkali kata-kata “kebun binatang” dipakai. Ketika kata-kata tersebut diujarkan kepada sesamanya yang terbiasa menggunakan dan tidak tersinggung, apakah berbuah karma buruk juga? Karena kata-kata juga tanpa inti dan pemaknaan suatu kata bagi tiap orang bisa berbeda.

Jawab: Sesuatu yang disebut kamma adalah perbuatan yang disadari niat. Perbuatan ini bisa melalui pikiran, ucapan, dan badan jasmani. Jika perbuatan ini bersama dengan niat baik jadilah kamma baik, jika perbuatan ini bersama niat buruk atau merendahkan orang lain jadilah kamma buruk. Jadi, kesimpulannya adalah ketika menyampaikan kata-kata yang tidak patut, niat apa yang ada pada saat itu, itulah yang menentukannya. Buah kamma akan berbeda tergantung dari niatnya. 3. Apakah wanita bisa menjadi Buddha? Karena seorang Buddha harus memiliki 32 ciri-ciri Buddha (Maha Purusa) (Poin 13). Jawab: Untuk menjadi Samma Sambuddha, memang harus lahir sebagai laki-laki. Tetapi, untuk menjadi Savaka Buddha tidak harus laki-laki, seorang wanita pun bisa. Samma Sambuddha adalah seseorang yang mencapai penerangan sempurna dengan usahanya sendiri dan mempu mengajarkan ajarannya, sedangkan Savaka Buddha adalah seseorang yang mencapai penerangan sempurna dengan bimbingan Samma Sambuddha. 4. Mengapa kita lebih “mengagungkan” Buddha Gotama dibanding BuddhaBuddha lainnya? Jawab: Hal ini terjadi karena kita terlahir di zaman munculnya ajaran dari Samma Sambuddha Gotama dan kita saat ini juga banyak memperoleh Dhamma juga dari beliau. Buddha juga menyampaikan bahwa Buddha yang dulu dan Buddha yang akan datang menyampaikan ajaran yang tetap sama. Salah satu dari syair Dhammapada 183 dinyatakan bahwa, “Tak melakukan segala keburukan, berusaha mengembangkan kebajikan, dan berusaha mensucikan pikirannya sendiri, inilah ajaran semua Buddha.”


6. Apakah berbohong demi kebaikkan (white lie) akan mendapatkan karma buruk yang lebih ringan dibanding berbohong biasa atau apakah akan sama saja? Jawab: Berbohong demi kebaikan adalah dua hal yang bebeda, yang pertama berbohong tetap keburukan dan dan yang kedua kebaikan adalah kebaikan. Masalah berat dan ringannya tergantung dari niatnya. Niat saat melakukan itulah yang menjadi pembedanya. Berbohong dengan sangat terpaksa akibat kamma-nya tidak terlalu berat jika dibandingkan berbohong dengan perasaan senang. 7. Bedanya mindfulness dan relaksasi itu apa? Jawab: Mindfulness adalah latihan hidup berkesadaran dengan senantiasa menyadari apa yang saat ini dikerjakan, misalnya saat ini minum ia sadar saat ini minum, saat jalan ia sadar saat ini ia berjalan, dan sebagainya. Sedangkan, relaksasi adalah latihan untuk mengurangi ketegangan, baik secara jasmani atau pikiran. Relaksasi bisa dilakukan dengan peregangan otot di tubuh atau menarik napas masuk dan keluar dengan tujuan agar rileks.

9. Ketika kita menikmati pemandangan alam, apakah itu termasuk dalam pelanggaran sila ketujuh dari atthasila? Jawab: Bunyi dari sila ketujuh dari attthasila adalah saya bertekad melatih diri untuk menghindari menari, menyanyi, bermain musik, melihat permainan/pertunjukan, tidak memakai bunga-bungaan, wangiwangian dan alat kosmetik yang lain untuk tujuan menghias/mempercantik diri. Dari sila ini, bisa dimengerti bahwa menikmati pemandangan alam tidak termasuk dari hal yang dihindari dalam sila ketujuh dari latihan atthasila. (KEV/FAN)

PARATANYA

8. Di kehidupan sehari-hari, kita harus menjalankan mindfulness sampai sejauh apa? Jawab: Mindfulness dalam keseharian bisa dilakukan dengan memberikan perhatian pada apa yang saat ini (Here dan Now) dikerjakan dan sepenuhnya ia tahu apa yang saat ini dikerjakan. Dengan demikian, ia akan menjadi orang yang senantiasa sadar dan ingat pada yang dikerjakan.

5. Apakah akan ada Buddha lagi setelah Buddha Maitreya? Jawab : Untuk bumi yang kita tempati ini, Buddha Metteya atau Maitreya adalah Buddha yang terakhir. Bumi yang kita tempati dikenal dengan BhaddaKappa (Lima Buddha) â&#x20AC;&#x201C; Bumi sekarang ini: 1. Buddha Kakusandha; 2. Buddha KonÄ gamana; 3. Buddha Kassapa; 4. Buddha Gotama (100 tahun) Buddha yang saat ini, 5. Buddha Metteya yang akan datang. Jadi Buddha Metteya adalah Buddha terakhir di bumi ini.


PARAPLUS paraplus

What Do They Say

â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2DC;

?

Oleh Sylvia Lioner (FF-2018)

â&#x20AC;&#x153;Pernahkah kamu berada di situasi di mana kamu perlu menerapkan sikap mindfulness? Coba ceritakan!â&#x20AC;?

1. Mega Devi (Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI 2016) Tentu pernah. Hidup ini tidak seideal yang kita bayangkan dan banyak hal yang di luar jangkauan rasional kita. Jadi, pasti ada saja hal-hal yang kita alami, kita rasakan, kita lihat, dan semua itu hanya perlu berjalan saja, tanpa perlu kita hakimi. Kadang nggak ada habisnya kalau kita selalu menghakimi setiap hal, ditambah lagi banyak hal di dunia ini yang sifatnya relatif. Keadaan di mana aku menarapkan mindfulness ini biasa ketika diskusi dengan teman, braninstrom, atau ketika sedang menanggapi suatu issue. Di kondisi ini banyak pikiran-pikiran orang yang tidak bisa aku kontrol. Kadang, ada saja yang aku tidak suka, tidak sesuai, atau bahkan mengganggu. Tapi, apakah salah? Tidak, kan. Aku belajar menahan ego untuk tidak enteng menghakimi sesuatu terlebih opini orang lain. Ya, intinya daripada kita dengan mudahnya menghakimi sesuatu, lebih baik re-thinking dan cari solusi atau saran bila memang dirasa perlu. Ya, aku tahu ini nggak akan mudah, tapi layak untuk untuk dibiasakan.


PARAPLUS 2. Stefanus Adhika P. (Kepala Bidang Akademis dan Keprofesian Ikatan Mahasiswa Program Internasional (IMPI) FTUI 2019) Pernah. Saya menerapkan mindfulness ketika sedang mengerjakan tugas proyek akhir untuk suatu mata kuliah hingga melupakan hal-hal lain yang tidak begitu penting. Akhirnya proyek itu bisa selesai dengan baik dan memperoleh nilai yang cukup memuaskan.

3. Shinta Theresia (Staf Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FF UI 2019) Menurut saya, mindfulness harus diterapkan saat menghadapi ujian. Saat ujian, kita perlu memfokuskan diri sepenuhnya terhadap ujian yang sedang berlangsung dan mempercayai diri sepenuhnya bahwa kita bisa mengerjakan ujian tersebut sendiri.

4. Gracia Carmelita Varani (PO AFAIR UI 2020) Ketika kita mindful, pastinya ada rasa peka yang lebih besar terhadap siapa pun yang ada di sekitar kita pada situasi tertentu. Namun, bukan berarti situasi tersebut harus dibawa stres; justru seharusnya dengan adanya mindfulness, situasi tersebut dapat nge-boost performa kita. Ketika mengajar, posisi saya sebagai guru adalah untuk memahami kondisi murid saya, bukan untuk menghakimi. Ketika progress murid baik, semua berjalan dengan lancar; kita merasa berhasil, mereka merasa senang. Ketika progress mereka stagnan, sebagai guru dibutuhkan mindfulness untuk melihat akar permasalahan, bukan langsung memarahi karena rasa kesal. Rasa kesal dapat berubah menjadi energi positif walau prosesnya tidak mudah. yTerkadang berujung kecewa, namun kembali lagi, mindfulness memberikan kelonggaran bagi kita untuk menerima situasi dan mengontrol pikiran serta emosi kita. Berdoa selalu menjadi cara saya untuk memperoleh mindfulness. Saya selalu meluangkan waktu di malam hari untuk mengingatkan diri bahwa Tuhan selalu hadir dalam permasalahan apapun dan pasti ada jalan keluarnya, jadi tidak perlu dibawa stres. (SYL/FAN)


parafacts

HOW TO BE MINDFULL 101 oleh Fannia Veronica (FPsi – 2017)

Apakah kalian pernah merasa tenggelam dalam emosi yang kalian rasakan? Atau apakah kalian pernah merasa senantiasa berada dalam modus autopilot—tidak merasa sedang memijak sini dan kini? Dengan begitu banyaknya tugas dan pekerjaan yang harus kita tangani setiap harinya, tidak dapat dipungkiri kemungkinan bahwa kita akan merasakan halhal tersebut. Tertekan, frustrasi, stres—entah mengapa ketiga kata itu selalu mengisi harihari kita. Kalau sudah begitu, apa yang bisa kita lakukan? We can be mindful. Belakangan, mindfulness menjadi jargon Buddhisme yang semakin sering kita dengar. Namun, apa sih mindfulness itu dan bagaimana caranya menjadi mindful? Mindfulness adalah keadaan saat seseorang berada di sini dan kini—ia menerima segala keadaan yang sedang ia hadapi saat ini tanpa menilai maupun menghakimi. Melatih mindfulness bermanfaat baik untuk menurunkan tingkat kecemasan ataupun tingkat stres seseorang. Dengan bersikap mindful, seseorang dapat melihat emosinya dengan lebih objektif dan tidak terperangkap atau dikendalikan oleh perasaannya.

Bagaimana caranya untuk melatih mindfulness? Sebenarnya metode untuk melatih mindfulness sudah banyak dilakukan oleh umat Buddhis, terutama mereka yang sering melakukan meditasi pernapasan. Namun, sebelum membahas metode pernapasan, saya ingin mengenalkan satu metode yang saya pelajari pada salah satu kelas kuliah yang saya ambil semester lalu. Metode ini mirip dengan teknik meditasi pada umumnya. Pertama-tama, ambil satu objek, baik objek konkret ataupun dalam pikiran kita. Kita sebut objek tersebut X. Amati X dengan sikap terbuka dan penuh rasa ingin tahu. Perhatikan baik-baik apabila pikiranmu berkelana. Untuk orang yang terbiasa meditasi, mereka tentu tahu betapa mudahnya pikiran kita terpencar ke mana-mana. Apabila pikiranmu berkelana ketika sedang memerhatikan X, hal tersebut tidaklah apa-apa. Bersikaplah lembut pada dirimu apabila pikiranmu teralih ke hal lain. Perhatikanlah apa yang membuat pikiranmu berkelana—apakah itu rasa lapar, keinginan-keinginan yang belum terpenuhi, masa lalu—setelah menyadarinya, bebaskanlah pikiranmu dan kembali lagi kepada X. Ulangi kembali dari awal.


parafacts

1. Fokus pada pernapasan Metode ini serupa dengan meditasi dengan objek pernapasan. Fokuskan perhatian pada proses bernapas. Rasakan embusan udara yang masuk serta embusan udara yang keluar. Tidak perlu bernapas terlalu buru-buru atau terlalu lama. Sering kali di tengah jalan, kita lupa memperhatikan napas. Lagi-lagi, hal tersebut bukanlah masalah. Tarik kembali fokus pada pernapasan dan kembali perhatikan aliran napas. 2. Fokus pada satu hal atau tugas yang sedang dikerjakan Metode kedua ini merupakan variasi dari metode pertama. Bedanya, objek yang diamati bukanlah pernapasan, melainkan kegiatan sehari-hari lain, misalnya makan, minum, dan berjalan. Ketika makan, fokuskan diri hanya pada makanan di hadapanmu. Rasakan bagaimana mulutmu mengunyah dan menelan makanan. Perhatikan dan sadari bahwa saat ini kamu sedang makan. Teknik yang sama dapat diterapkan ketika sedang minum, berjalan, atau bahkan menyikat gigi.

3. Body scans meditation Metode terakhir ini meletakkan fokus pada sensasi badan. Seringkali kita mengabaikan sensasi-sensasi yang diterima oleh reseptor tubuh kita. Terlalu banyak stimulasi dari lingkungan yang mengakibatkan kita terbiasa untuk melakukan blocking atau bahkan numbing terhadap sensasi-sensasi tersebut. Sayangnya, hal tersebut membuat kita menjadi terdiskoneksi dengan tubuh kita.Sebelum memulai body scans, pastikan tubuh kita rileks terlebih dahulu. Kemudian, rasakan sensasi tubuh mulai dari jari-jari kaki kita. Gerakkan jari-jari kakimu lalu perlahan-lahan naik ke bagian tubuh atas; menuju kaki, pinggul, perut, kedua lengan, wajah, hingga ujung kepala kita. Dengan metode ini, seseorang merasa memijak dan menyatu dengan sensasi yang dialami oleh tubuhnya. Di tengah body scans, tidak jarang seseorang menyadari bahwa ada bagian-bagian tubuhnya yang terasa sakitâ&#x20AC;&#x201D; rasa sakit yang orang tersebut abaikan sekian lama. Rasa sakit merupakan cara tubuh kita untuk berkomunikasi bahwa ada sesuatu yang tidak bekerja dengan optimal pada tubuh kita. Di saat itulah, kita harus kembali memperhatikan tubuh kita, dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

Melatih mindfulness tidak harus di tempat yang tenang. Tentu saja akan lebih menyenangkan di tempat yang nyaman. Namun seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahkan ketika melakukan aktivitas sehari-hari pun, mindfulness tetap dapat dilatih. Ketika menunggu antrian, di tengah kemacetan, atau bahkan di kamar mandi, mindfulness tetap dapat dilatih. Hal tersebut terjadi karena inti dari latihan mindfulness adalah menyadari kegiatan apa pun yang sedang dikerjakan disini dan kini. Jadi, bagaimana? Sudahkan kamu melatih mindfulness hari ini? Referensi: Scott, E. (2019, October 21). Body Scan Meditation: Release Tension With This Targeted Meditation Technique. Retrieved from https://www.verywellmind.com/body-scan-meditation-why-andhow-3144782 Tartakovsky, M. (2018, July 8). 7 Easy Ways to be Mindful Every Day. Retrieved from https://psychcentral.com/blog/7-easy-ways-to-be-mindful-every-day/ Yanek, D. (2019, September 4). 11 Easy Ways You Can Fit Mindfulness into Your Busy Life. Retrieved

Selain metode di atas, ada banyak metode mindfulness lain yang dapat kita latih, antara lain:


おかげで Para kontributor dan donatur Paramita Edisi ke 51

Eddie Susanto Luana Anastasia Steven

Danañca Dhammacariya ca, Etammangalamuttamam’ti Berdana dan melakukan kebajikan.Itulah berkah utama

*おかげで = Terima kasih

(Mangala Sutta)


download e-PARAMITA edisi 51 dan edisi - edisi sebelumnya di kmbui.ui.ac.id/download atau

PARAMITA Edisi 50 Time Machine

issuu/paramitamagazinekmbui


Kalama Sutta Rakyat di kota Kalama bertanya, â&#x20AC;&#x153;Yang Mulia, banyak pertapa dan brahmana yang berkunjung, menerangkan dan membahas dengan panjang lebar ajaran mereka sendiri, tetapi mencaci maki, menghina, merendahkan, dan mencela ajaran orang lain. Lalu datang pula pertapa dan brahmana lain. Dan mereka ini juga menerangkan dan membahas dengan panjang lebar ajaran mereka sendiri, dan mencaci maki, menghina, merendahkan, dan mencela ajaran orang lain. Kami yang mendengar merasa ragu-ragu dan bingung, siapa di antara pertapa dan brahmana yang berbicara benar dan siapa yang berdusta.â&#x20AC;? Benar, warga Kalama, sudah sewajarnyalah kamu ragu-ragu, sudah sewajarnyalah kamu bingung. Dalam hal yang meragukan memang akan menimbulkan kebingungan. Oleh karena itu, warga suku Kalama janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu, atau oleh karena sesuatu yang sudah merupakan tradisi, atau sesuatu yang didesasdesuskan. Janganlah percaya begitu saja apa yang tertulis dalam kitabkitab suci, juga apa yang dikatakan sesuai dengan logika dan kesimpulan belaka, juga apa yang kelihatannya cocok dengan pandanganmu, atau karena ingin menghormat seorang pertapa yang menjadi gurumu. Tetapi warga suku Kalama, kalau setelah diselidiki sendiri, kamu mengetahui, Hal ini tidak berguna, hal ini tercela, hal ini tidak dibenarkan oleh para bijaksana, hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan, `maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. Tetapi, setelah diselidiki sendiri, kamu mengetahui, `Hal ini berguna, hal ini tidak tercela, hal ini dibenarkan oleh para bijaksana, hal ini kalau terus dilakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaan,` maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut.â&#x20AC;?

Dipersembahkan oleh Pak Suhendra (herup26@hotmail.com)

... ...

Profile for Paramita Magazine KMBUI

Paramita Magazine KMBUI 51th Edition  

Di era teknologi saat ini, hamparan informasi tidak dapat dielakkan lagi. Setiap generasi memiliki cara mereka sendiri untuk menghadapi perk...

Paramita Magazine KMBUI 51th Edition  

Di era teknologi saat ini, hamparan informasi tidak dapat dielakkan lagi. Setiap generasi memiliki cara mereka sendiri untuk menghadapi perk...

Advertisement