Skip to main content

PARAMITA Magazine KMBUI 54th Edition

Page 1

Ed. 54/LIV - JUN 2021

Media Informasi dan Ekspresi Kreativitas

SERENDIPIT Y PARAMITA Edisi ke-54/LIV, January-June 2021

(n) discovery of something fortunate.

Keberuntungan: Puncak Rapuh Gunung Es Haruskah mendaki sampai ke titik tertinggi?

Mereka Melindungi Tanpa Kamu Sadari

SERENDIPITY

“Mereka” tidak gaib atau sakti, tetapi alami

KELUARGA MAHASISWA BUDDHIS UNIVERSITAS INDONESIA Keberuntungan yang Sesungguhnya

It’s The Tea That Matters, Not The Cup!

Jika hidup adalah mobil, maka kamulah supir yang punya kendali

Menelisik Buddhisme dalam filosofi teh dan cangkir

Keberuntungan Terlahir Menjadi Lalat Dhamma di setiap kesempatan semua makhluk


OUR PROFILE KMBUI XXIX

Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia (KMBUI) berdiri sejak September 1988 dengan Hendra Sidin sebagai Ketua Umum pertama KMBUI adalah sebuah organisasi kemahasiswaan berbentuk kekeluargaan yang berkedudukan di Universitas Indonesia yang bergerak di bidang keagamaan dan juga sosial kemasyarakatan. Adapun tujuan dari dibentuknya KMBUI adalah untuk menghimpun atau mempererat persaudaraan seluruh mahasiswa Buddhis UI dan memperjuangkan kepentingankepentingan dalam bidang kemahasiswaan dan perkuliahan hingga tercapainya kesarjanaan, serta mengerahkan aktivitas dan kreativitas mahasiswa Buddhis kepada bangsa dan negara Indonesia serta keagungan Buddha Dhamma. Pada kepengurusan KMBUI XXIX terdapat 8 komisi yang di dalamnya terdiri dari 11 departemen.

Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia Email Website Youtube Instagram Issuu 2

PARAMITA 54

ukmkmbui@gmail.com www.kmbui.ui.ac.id UKM KMBUI @ukm_kmbui @paramita.kmbui isuuu.com/ paramitamagazinekmbui Serendipity

PARAMITA merupakan salah satu departemen KMBUI yang bergerak dalam bidang jurnalistik dan desain sebagai media informasi dan ekspresi kreativitas KMBUI. PARAMITA terbit sejak 1989 sebanyak dua kali dalam setahun dan dibagikan secara gratis kepada anggota aktif dan alumni KMBUI, Unit Kegiatan Mahasiswa lain di Universitas Indonesia, vihara-vihara, yayasan Buddhis, maupun Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB) di luar UI. PARAMITA berdiri sebagai sebuah departemen untuk menyalurkan kreasi dan kreativitas anggota aktif serta alumni KMBUI.

Tromol Pos 909, Kampus UI, Depok 16424 paramitamagazine@gmail.com

Kritik dan Saran +(62) 812-8956-8977 (Helen) +(62) 89-9429-2909 (Salsa S.M) +(62) 877-7065-3043 (Michael Chen)

Pemasangan Iklan dan Donasi 8691838005 BCA, a/n George John Hong


Editorial Namo Buddhaya! Tahun baru telah datang, tetapi masalah-masalah masa lalu tidak dapat menghilang begitu saja. Dampak dari pandemi masih terasa. Meskipun sudah ada vaksin, efektifitasnya belum dapat dijamin. Masih banyak hal yang tentatif untuk masa depan; banyak yang belum bisa dikonfirmasi seratus persen. Namun, tanpa disadari, tanpa diketahui, tanpa ekspektasi mendapatkan hal-hal yang baik dalam situasi seperti ini, terkadang ada saja keberuntungan yang ditemukan dalam kehidupan, sekalipun kehidupan tersebut kebanyakan dihabiskan dalam rumah masing-masing. Oleh karena itulah, PARAMITA 54 membawakan tema “Serendipity.” PARAMITA 54 akan memusatkan fokus kepada tulisan-tulisan yang menunjukkan bahwa dalam dunia ini, hal-hal baik dapat terjadi tanpa diduga; itulah “Serendipity.” Segenap redaksi PARAMITA berharap PARAMITA dapat memberikan manfaat serta meneruskan semangat dan harapan para pembaca untuk senantiasa beraktivitas tanpa merasa terkurung dalam miskonsepsi bahwa kehidupan akan selalu menderita. Semoga PARAMITA selalu bisa menemani hari-hari Anda dengan penuh kebahagiaan! Sabbe satta bhavantu sukhitatta Semoga semua makhluk berbahagia Salam hangat, Redaksi PARAMITA 2021

Majalah PARAMITA dipersembahkan oleh : PENANGGUNG JAWAB Arya Permadi Kristanto PEMBIMBING Swastika Tiosara Padma PEMIMPIN REDAKSI Salsa Sangha Mitta Michael Chen Helen MARKETING Koordinator Bidang Helen Staff Ailisia Dharmaputri Vinda Olyfia ARTIKEL DAN JURNALISTIK Koordinator Bidang Salsa Sangha Mitta Staff Yiu Cen Jaysen Ekajuve Thiadi Shania Valencia Malson DESAIN DAN TATA LETAK Koordinator Bidang Michael Chen Staff Erika Tanuwijaya Mellysia Freelance Dharma Natharina Mudhita Putri Davin Edbert Yang Serendipity

PARAMITA 54

3


Ta b l e o f Contents 6 FOREWORD 7 PREFACE 8 SAMBUTAN KETUA UMUM 9 WALL OF ARTS 10 MENC ARI HOKI DALAM AG AMA BUDDHA 14 EVENTS: VALENTINE’ S DAY 16 IMPOSTOR 20 GOOD DIET, GOOD ORAL HE ALTH 27 POST IT ? POST-IT! 29 PARAGAMES 30 MUKJIZAT SUHU TUBUH 32 TERIMA K ASIH 36 IT ’ S THE TE A THAT MATTERS , NOT THE CUP! 40 C ’BOND: BONDING IN MAGIC 42 MENSYUKURI KE ADA AN 46 BELA JAR TIADA BATAS

4

PARAMITA 54

Serendipity


50 APLIK ASI BERGUNA DI MASA DARING 55 KEBERUNTUNGAN TERLAHIR MENJADI LALAT 58 WHAT DO THEY SAY 64 KMBUI JURNAL 67 KEPENGURUSAN KMBUI XXIX 7 1 KMB BEM IKM FKUI 72 DUDU PARAMITA 84 PARAMITA LIV 87 PARACOMIC 88 FREELANCER PARAMITA LIV 90 ARTIKEL PARAMITA 94 BAHASA DENGAN PENUTUR ASLI TERBANYAK DI DUNIA 98 KEBERUNTUNGAN: PUNC AK RAPUH GUNUNG ES 104 PARATANYA 112 C AVE IN THE SNOW 116 K ADERISASI PEMANTAPAN ORG ANISASI 119 MEREK A MELINDUNGI TANPA K AMU SADARI 122 DIA YANG DATANG 124 KEBERUNTUNGAN YANG SESUNGGUHNYA 128 TANGGAL LAHIR YANG TERTUK AR 134 MAU KE BOROBUDUR? YUK , COBAIN TEMPAT INI! 138 ARTIKEL LOMBA 142 MAGHA PUJA KMBUI 2021

Serendipity

PARAMITA 54

5


FOREWORD

Sotthi Hotu, Namo Buddhaya Dalam kehidupan, begitu banyak kejadian yang terjadi, baik itu kejadian baik maupun buruk. Namun, apakah kejadian baik itu akhirnya selalu baik? Atau justru malah sebaliknya? Begitu pun dengan kejadian buruk, apakah pada akhirnya pun buruk? Pada kenyataannya, semua kejadian memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang. Hal yang kita anggap baik belum tentu dianggap baik oleh orang lain, begitu pun sebaliknya. Majalah PARAMITA Edisi 54 yang mengangkat tema “ Serendipity ” merupakan wadah kreativitas bagi anggota aktif KMBUI yang ingin menyampaikan tulisan mengenai kebetulankebetulan tak terduga yang ada di sekitar kita tanpa kita sadari. Kami juga berharap majalah PARAMITA kali ini dapat memberi kalian pandangan baru mengenai berbagai kejadian baik maupun buruk yang terjadi dalam hidup kita. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan majalah PARAMITA Edisi 54 ini. Tak lupa kami ucapkan permintaan maaf yang sebesarbesarnya apabila ada kekurangan yang dirasa kurang mengenakkan bagi pembaca. Akhir kata, kehidupan manusia layaknya sebuah roda, ada saatnya kita berada di atas, ada saatnya kita berada di bawah. Nikmatilah segala proses yang dihadapi dan hadapi segala tantangan. Semoga harimu menyenangkan, semangat!

Sabbe satta avera hontu Abyapajjha hontu anigha hontu Sukhi attanam pariharantu Semoga semua makhluk terbebas dari bahaya Bebas dari derita jasmani dan batin Semoga mereka dapat menjalani hidup dengan bahagia

Anumodana Kepala Komisi Komunikasi dan Informasi KMBUI XXIX Swastika Tiosara Padma

6

PARAMITA 54

Serendipity


Kasus pandemi COVID-19 yang muncul sejak akhir tahun 2019

belum juga berakhir hingga s aat ini. Berbagai upaya sedang dilakukan

PREFACE

Sotthi Hotu, Namo Buddhaya

untuk mengatasi pandemi tersebut beserta semua dampak yang disebabkannya, baik itu dari segi ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun bidang lainnya. Belum seles ai s atu mas alah, tampaknya mas alah lain terus muncul bertubi-tubi mulai dari bencana alam hingga kecelakaan penerbangan pes awat Sriwijaya Air SJ-182 .

Di antara banyaknya permas alahan yang terjadi, seringkali

kita menemukan suatu kesempatan ketika kita bis a disebut beruntung. Keberuntungan tersebut datang secara tiba-tiba dan membantu kita keluar dari rintangan yang sedang kita hadapi.

Majalah PARAMITA 54 mengangkat tema “ serendipity ” yang

membahas bagaimana keberuntungan tersebut menghampiri kala kita berada dalam mas alah. Kehadiran keberuntungan tersebut tak bis a lepas dari karma kehidupan kita yang lalu dan sekarang. Dengan adanya majalah ini, diharapkan seluruh pembaca dapat melihat sisi positif dari segala peristiwa yang dialami serta dapat berbuat bajik untuk menambah karma baik yang tentunya akan berbuah baik juga.

Kami juga ingin mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih

banyak kepada seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam pembuatan majalah PARAMITA 54 ini. Menyadari bahwa majalah ini belum sempurna, kami mengharapkan adanya s aran dan kritik yang membangun dari teman-teman pembaca PARAMITA . Semoga dengan adanya majalah ini, Buddha Dhamma dapat berkembang semakin baik lagi di Indonesia dan di seluruh dunia.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta. Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Anumodana Ketua Departemen PARAMITA KMBUI XXIX Helen

Serendipity

PARAMITA 54

7


SAMBUTAN

Sambutan Ketua Umum

Sotthi Hontu, Namo Buddhaya

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penerbitan majalah PARAMITA, yang selalu memotivasi, dan juga berkarya bagi perkembangan Buddha Dhamma di Indonesia. Kehidupan manusia bagaikan roda yang selalu berputar. Terkadang kita berada di atas, berada dalam kondisi yang memiliki banyak keberuntungan. Terkadang kita berada di bawah, berada dalam kondisi yang sangat buruk. Namun, di kehidupan ini juga terdapat banyak hal yang tidak terduga, baik yang bersifat positif maupun negatif. Pada kondisi yang paling buruk sekalipun, bisa saja datang keberuntungan yang positif yang bahkan tidak kita sadari. Tidak peduli sesulit apapun kondisi kita, selama kita masih memiliki semangat dan menjaga pikiran kita agar tetap positif maka halhal positif pun akan menyertai kita tanpa harus kita cari. Melalui majalah PARAMITA, Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia (KMBUI) berupaya untuk menjadi sebuah wadah kreativitas sekaligus media informasi yang berlandaskan pada Dhamma ajaran Sang Buddha. Pada majalah PARAMITA edisi ke-54 ini, dengan mengusung tema “Serendipity”, kami mengajak seluruh pembaca setia PARAMITA untuk bersama-sama mempertahankan semangat dalam menjalani kehidupan walaupun dalam kondisi yang sulit. Meskipun kehidupan kita sekarang sedang dalam kondisi yang buruk, selama kita masih optimis dan juga semangat dalam menjalani kehidupan ini, tetap akan ada hal positif tidak terduga yang datang kepada kita. Semoga ke depannya, Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia (KMBUI) dapat selalu memberikan motivasi dengan kreativitas dan karya melalui majalah PARAMITA.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia Salam metta, Ketua Umum KMBUI XXIX Arya Permadi Kristanto 8

PARAMITA 54

Serendipity


PARAPLUS

Wall of Art Editor’s Choice @elliciaemerliaw

((Balancing inner peace)) both luck and bad luck come alternately. What we need to do is accept and realize it as a part of life.

@ericso54 Selagi bisa melihat..... Selagi bisa bernapas..... Jadi ?

@jaysenthiadi

Some see and scheme for opportunity. Some let opportunities seize; such is serendipity. Serendipity

PARAMITA 54

9


PARADHAMMA

Oleh Ericson – F T 2019 Semua perbuatan dilandasi oleh motivasi yang berdasar pada pencapaian kebahagiaan. Dalam KBBI, kebahagiaan secara konvensional didefinisikan sebagai keadaan atau perasaan senang dan tenteram bebas dari segala yang menyusahkan. Secara praktis ditujukan kehidupan yang tanpa rintangan serta berkecukupan secara materi dan spiritual yang secara konvensional hasilnya dicapai dari kerja dan hoki masing-masing. S e c a r a praktisnya orang yang bekerja dan ditambah dengan banyak berdoa akan memperoleh peruntungan yang bertambah lalu bisa mendapatkan kebahagiaan.

Lalu bagaimana dengan pandangan agama Buddha mengenai hoki? Hoki atau keberuntungan pada hal ini dapat kita lihat dalam Mangala Sutta dan kelahiran manusia yang berharga. 10

PARAMITA 54

Serendipity


PARADHAMMA

Mangala Sutta Pada Mangala Sutta diceritakan s aat itu di suatu tempat umum ada s atu kebias aan, setelah berkumpul dan memberikan sebagian harta untuk dikumpulkan seseorang akan diminta untuk bercerita. Seseorang memulainya dengan mengatakan bahwa semua hal yang dilihat adalah berkah di dunia dan semuanya menguntungkan. Lalu ada beberapa orang memiliki pendapat mereka sendiri bahwa mata, yang didengar, dan lainnya juga merupakan berkah. Setelah kejadian tersebut, banyak orang yang mempertanyakan dan berargumen sendiri mengenai berkah hingga di alam dewa. Setelah 12 tahun lamanya pembicaraan mengenai berkah, Raja Saka memerintahkan seorang dewa untuk bertanya kepada Buddha mengenai berkah yang utama ketika Buddha berdiam di Kota Sawati, Hutan Jeta, taman milik Anathapindika dengan penuh cahaya di badannya dan penghormatan mengenai berkah yang membawa

kebahagiaan.

Lalu

Buddha

menjawab ada 34 berkah yaitu tidak bergaul dengan orang tidak bijaks ana, bergaul dengan orang

bijaks ana,

menghormati

seseorang

sesuai

kebajikan yang dilakukan mas a

lalu, mengarahkan diri sendiri kearah yang benar, banyak pengetahuan dan terampil, baik

dalam

disiplin

diri,

berkata-kata

baik , melayani orang tua, berperilaku baik pada pas angan dan anak , bekerja tanpa pertentangan, berdana dan berperilaku baik , membantu s anak keluarga, tidak melakukan perbuatan tercela, menghindari dan tidak melakukan

kejahatan,

menghindari

dari

minuman keras, tekun berpraktik Dharma, memiliki ras a hormat dan rendah hati, berpuas hati dan bersyukur, mendengarkan Dharma pada waktu yang tepat, s abar serta rendah hati, mengunjungi para pertapa, berdiskusi Dharma pada s aat yang tepat, pertapaan

dan

kehidupan

yang

luhur,

mengerti Empat Kebenaran Mulia, realis asi Nir vana, meski tanpa

kes adaran

tersentuh

tidak

oleh

tergoyahkan,

kontak

duniawi,

kesedihan-noda-damai,

mereka

yang telah mengupayakan berkah-berkah -tidak terkalahkan di mana pun- mereka bepergian tetap aman ke mana pun juga.

yang patut dihormati, hidup di tempat yang Serendipity

PARAMITA 54

11


PARADHAMMA Kelahiran Manusia yang Berharga Pada topik Kelahiran Manusia yang Berharga, ada 18 kondisi yang menguntungkan yang dibagi menjadi dua bagian, yaitu 8 kebebas an dan 10 keberuntungan. Kondisi yang menguntungkan di sini maksudnya adalah kesempatan untuk menempuh jalan spiritual berlatih diri untuk mengakhiri penderitaan hingga ujungnya. Pada 8 kebebas an, empat di antaranya mengenai kebebas an dari alam yang sulit menempuh jalan spiritual, yaitu menjadi penghuni neraka, hantu kelaparan, binatang yang menderitanya luar bias a, dan alam dewa yang banyak kesenangan-kesenangan yang membuat terlena. Empat kebebas an lainnya adalah kebebas an dari kelahiran di pulau terpencil dan tidak beradab, kebebas an dari indra-indra cacat atau tidak lengkap, kebebas an dari pandangan s alah menyangkal karma, dan kebebas an dari zaman ketiadaan ajaran Buddha. Pada 10 keberuntungan, lima di antaranya kondisi secara pribadi, yaitu keberuntungan terlahir sebagai seorang manusia, terlahir di tanah pus at, memiliki kecerdas an untuk memahami ajaran, tidak pernah melakukan lima kejahatan berat, dan memiliki keyakinan terhadap Tipitaka atau kumpulan ajaran Buddha. Lima lainnya adalah terkait kondisi keberuntungan secara umum, yaitu kemunculan Buddha dalam kalpa sekarang, Buddha muncul dan mengajarkan Dharma, ajaran Buddha masih berlangsung hingga sekarang, adanya praktisi Buddhis yang mengusung dan menyebarkan ajaran Buddha, dan adanya orang-orang yang mendukung praktisi Dharma baik secara moral maupun fisik .

12

PARAMITA 54

Serendipity


PARADHAMMA Ketika kita bis a bertemu dan melaks anakan praktik Dharma itu merupakan keberuntungan yang tertinggi. Sungguh sulit untuk terlahir sebagai manusia, sungguh sulit untuk menemukan ajaran Buddha, dan sungguh sulit untuk dapat melaks anakannya. Kita yang terlahir sebagai manusia memiliki fasilitas untuk belajar Dharma dan memiliki kondisi baik secara materi dan mental. Bukankah berarti kita sudah mendapatkan keberuntungan yang sulit didapatkan itu. Inilah keberuntungan tertinggi yang telah kita peroleh.

Referensi disarikan dari: • https://dhammavihari.or.id/pdf-slide • https://www.sariputta.com/paritta/10/id/mangala-sutta • https://dagporinpoche.id/ajaran/tahapan-jalan/menjadi-buddhis/ kelahiran-manusia-y ang-berharga/kelahiran-manusia-y ang-berharga-lanjutan/

(YIU/DAV) Serendipity

PARAMITA 54

13


KMBUI INSIDE

Valentine’s Day Tanggal 19 Februari 2021, Departemen Creative Events menjalankan proker rutin mereka. Karena ini merupakan Events pertama pada paruh ini, kita semua ingin membuat acara yang meriah untuk menarik perhatian seluruh anggota aktif KMBUI. Kebetulan karena hari Valentine baru saja lewat, kita putuskan untuk membuat Events kali ini bertema Valentine. Dengan tema Valentine, kita mulai memikirkan berbagai macam ide. Mengingat bahwa ini Events pertama kita, saya ingin acara ini berbeda dengan Events sebelumnya. Lalu, muncul ide Take Me Out. Salah satu staf Creative Events menyarankan untuk membuat acara Take Me Out Online untuk acara ini. Tanpa banyak berdebat, kita semua pun setuju dan langsung memikirkan teknis acaranya. Teknis acara cukup sederhana, terdapat

14

PARAMITA 54

Serendipity

3 babak dan masing-masing babak memiliki peraturannya tersendiri. Saat awal pemikiran teknis dan ide acara ini, kita memiliki tujuan untuk menjadikannya sarana pertemuan dua pecinta baru, tetapi setelah berdiskusi lebih lanjut, tujuan utama dari Take Me Out ini diubah. Bukan untuk mencari jodoh, melainkan untuk kita semua agar bisa saling terhibur dengan jawaban para kontestan dan reaksi para peserta. Selain Take Me Out, kita juga mengadakan surat cinta KMBUI yang memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk mencurahkan isi hati mereka ke orang yang mereka cintai. Tujuan dari acara ini juga sama, yaitu untuk bersenang-senang saja.


KMBUI INSIDE

Reaksi peserta saat menjalani acara ini di luar ekspektasi kita. Peserta cenderung pasif dan tidak ingin berbicara banyak saat acara berlangsung. Akibatnya, terdapat beberapa saat canggung antara pembawa acara dan peserta. Namun, seiring berjalannya waktu, peserta mulai lebih aktif dalam bertanya, bereaksi, berkomentar dan lain-lain. Terdapat banyak kejadian lucu yang berhasil menghibur para peserta. Namun, ini semua bukan karena acara kami yang sempurna, melainkan partisipasi dari para peserta yang memeriahkan acara. Pada akhirnya, kita anggap acara ini sukses. Namun, tentu saja terdapat banyak hal yang dapat diperbaiki untuk acara ke depannya agar lebih baik. Kami dari panitia ingin berterima kasih kepada para peserta yang telah memeriahkan acara kita pada hari itu. Tentu saja acara ini bukanlah satusatunya acara kita yang menarik, karena itu, kami dari Creative Events menunggu partisipasi dari seluruh anggota aktif KMBUI dalam acaraacara kami berikutnya. (JAY/SAL) Oleh Melvin Putra (FMIPA 2019)

Serendipity

PARAMITA 54

15


PARAFICTION 16

PARAMITA 54

Serendipity


Oleh Jaysen E. Thiadi-FIB 2020

Senyum.

Beratus... tidak. Beribu? Banyak orang bersorak-sorai, memecah kesunyian tegang yang sebelumnya mengisi aula ini.

Jangan sampai mereka tahu.

Aku berjalan perlahan, masih merasa sedikit pusing. Apakah itu jantungku yang berdentam? Atau langkahlangkah beratku? Apa pun itu, ritme mereka menciptakan kakofoni yang tidak harmonis dengan tepuk tangan meriah hadirin.

Jangan sampai ketahuan.

Dari kumpulan orang-orang, aku maju, memperlihatkan diriku kepada pembawa acara, yang semangat menyelamatiku, mempersilakan aku untuk berdiri di antara dua juara lainnya. Aku tersenyum. Aku mengucapkan terima kasih dan mengambil napas yang dalam sebelum mengikuti arahan pembawa acara.

Aku hanyalah seorang penyemu, seorang penipu, tetapi mereka tidak tahu.

Kemudian, aku melihat mereka semua, banyaknya pasang-pasang mata yang melihatku, di tengah panggung megah ini, dengan trofi dan medali emas serta hadiah-hadiah lainnya. Aku merasa saat itu juga seseorang atau beberapa orang dari hadirin akan sadar, bahwa aku tidak seharusnya berdiri di panggung ini.

Maka dari itu...

“Senyum!” kata Papa, setelah melihatku berpidato di atas tangga. “Aku jujur tak mengerti bahasa Inggris-mu, Win, tapi Papa bisa lihat kamu terlalu tegang, terlalu gugup, tergambar dari bahasa tubuhmu.” “Ya, maaf Pa, ini ‘kan pertama kali juga aku lomba pidato ...” aku menggigit bibirku, tidak seharusnya aku dihasut Papa untuk berlatih di depannya. Papa mengelusku halus, dengan senyum yang cerah, “Ya, sudah, sudah, tak apa-apa. Yuk, istirahat! Papa buatkan teh manis hangat!”

Kegugupanku dalam berdiri di depan publik terekspos dalam sesi-sesi latihan untuk lomba pidato ini; aku bahkan tidak dapat menyampaikan pesan di depan satu orang yang melihatku, tanpa terbata-bata, dan merasakan tremor luar biasa di sekujur tubuhku. Aku seharusnya mengatakan, “Maaf, Miss, aku tidak bisa berpidato,” tapi aku yakin Miss akan bersikeras meyakinkanku hanya karena kemampuan bahasa Inggris-ku paling bagus di antara teman-teman sekelas. Aku menyesap secangkir teh manis hangat yang Papa buatkan perlahan, sambil mempelajari lagi materi-materi yang akan aku bawakan di ajang lomba. Pena sorot kugunakan untuk menandakan poin-poin penting dari materi 18 halaman, berhubung setiap peserta harus menyampaikan pidato mereka dalam 5-7 menit. Kurang atau lebih dari itu akan mengurangi nilai mereka. Pikiranku lebih tenang dan sistematis setelah merasakan kehangatan dan kemanisan teh. Namun, ini bukan lomba menandakan poin-poin penting, ini lomba pidato. Lomba pidato pertamaku. Setiap sesi istirahat di sekolah aku mengulang materi, dan sekolah sudah mendapatkan izin Papa untuk berlatih setelah jam sekolah dengan guru spesialis. Mengulang materi, berlatih di depan guru, menerima umpan balik setiap sesinya, dan menerapkannya dalam sesi-sesi berikutnya. SabtuMinggu kuhabiskan untuk berlatih di depan cermin, mengulangi materi lagi dan lagi. Semua ini kulakukan tanpa lelah, hari demi hari, hingga hari lomba pun tiba. “Tenang, ambil napas yang dalam, dan selamat berjuang, Win!” adalah ucapan Papa yang memiliki urusan pada hari itu, sehingga tidak dapat menemaniku di ajang lomba. Aku didampingi dua guru dari sekolahku dan diantar menggunakan bus sekolah.

Serendipity

PARAMITA 54

PARAFICTION

IMPOSTOR

17


PARAFICTION

Di tempat lomba, aku melihat banyak orang berkerumun. Tentu saja... ini lomba bertingkat provinsi... Banyak murid dan guru yang terlihat percaya diri setelah berlatih intensif. Mungkin lebih intensif dari diriku. Semua yang berkumpul di sini merupakan kandidat terbaik dari kecamatan mereka masingmasing. Semua yang berkumpul di sini tampak lebih tua dan lebih berpengalaman dariku. “Nomor 63,” kata panitia sambil memberikan nomor pesertaku. Jantungku mulai berdetak lebih cepat dari biasanya. Ketika aku melihat panggung megah itu, perutku seketika terikat. Membayangkan diriku berdiri di sana, berpidato kepada banyaknya orang-orang, membuatku merasa mual. Aku muntah tidak karuan. Aku dapat melihat beberapa pasang mata melihatku; beberapa dengan iba, beberapa dengan ejek, seakan mengatakan,

“Ah, kasihan anak itu... dia tidak akan mungkin memenangkan lomba ini.” Aku tidak bisa menyangkalnya, pandangan mata mereka benar, aku tidak bisa fokus. Materi yang telah kupelajari seakan terbuang keluar bersama muntah, gestur-gestur yang telah dihafal ototku hilang ditelan bumi setelah tremor. Aku tidak bisa

melakukan ini, aku tidak akan pernah

18

PARAMITA 54

Serendipity

bisa.

Guru-guru pendampingku mengelus pundakku, mencoba menenangkanku. Dengan lembut mereka bertanya apakah aku masih bisa melanjutkan lomba. Dengan mata merah panas, aku menahan air mataku. Terlintas rasa ingin menyerah, tetapi elusan kepala yang terasa tidak asing menghentikan perasaan itu. Saat menoleh ke arah tangan yang mengelusku, aku melihat senyum cerah Papa menyambutku. Aku menggigit bibirku lagi. Aku telah menunjukkan sisi menyedihkan dari diriku; Papa pasti kecewa. Namun, senyum itu tampak cerah tanpa sandiwara. Papa meminta izin dari guru-guru pendampingku dan juga panitia untuk keluar sebentar. “Boleh,” kata panitia, “tapi pastikan sebelum nomor peserta anaknya dipanggil sudah kembali ya.” Papa membawaku ke sebuah warung di tepi jalan dan memesan segelas teh manis hangat. Tidak sehangat atau semanis teh buatan Papa, tetapi aku menjadi lebih tenang menghirup aroma hangat-manis itu. Aku menyeruputnya sendok demi sendok, dengan itu aku merasakan ketenangan kembali sedikit demi sedikit. Papa kemudian berkata, “Nanti pas lomba,” dan tatapanku yang selama ini terpaku pada warna teh yang cokelatemas berpindah ke mukanya, “tidak perlu berpikir bahwa kamu harus menang, tidak perlu peduli kalau yang kamu lakukan akan membuatmu kalah, bawakan saja pidato sesuai dengan apa yang sudah kamu latih, oke?”


PARAFICTION

Aku mengangguk ragu-ragu. “Papa beri tips lagi, nih... kamu lihat papan iklan itu?” Pandanganku mengikuti arah jari Papa yang menunjuk ke suatu baliho dengan dua pria yang tersenyum di kedua sisi, “kamu lihat tulisan di bawah itu? The Golden Age of Indonesia, coba kamu cari cara untuk mengatakan frasa itu dalam pidatomu nanti... dan...” pandanganku kembali ke muka Papa yang tersenyum, “Have fun.” Ah... Benar, aku tidak perlu berharap untuk menang. Aku tidak perlu khawatir kalah. Ini hanya untuk pengalaman. Aku hanya perlu melakukan yang terbaik. Ketika kembali ke dalam aula, peserta nomor 61 baru saja siap membawakan pidatonya. Nomor 62 mulai berpidato, tetapi aku tidak dapat memperhatikannya karena terlalu sibuk menyusun ulang kalimat-kalimat dalam kepalaku. Ambil napas yang dalam. Ketika aku memulai pidatoku, aku

sudah dapat melihat beberapa guru tertawa, yakin aku tidak akan menang karena tidak memulai pidato dengan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, seperti peserta-peserta

lainnya. Namun, aku tetap melanjutkan pidatoku tanpa memedulikannya. Aku bukan berpidato untuk menang, tetapi untuk menyampaikan suatu pesan yang sudah kupersiapkan sejak lama.

Senyum.

Entah karena beruntung atau kasihan dari para juri yang mungkin menerima pesan dari panitia bahwa aku membawakan pidato setelah muntah, tetapi kini aku berdiri sebagai juara pertama.

Aku...hanya beruntung. (DAV/MUD)

Serendipity

PARAMITA 54

19


PARAMEDIC

Oleh Rafika Shanti – FKG 2018

20

PARAMITA 54

Serendipity


PARAMEDIC

Di tengah kondisi pandemi ini, kita diharuskan untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Kunjungan ke dokter gigi pun tidak sebebas saat keadaan normal dulu. Oleh karena itu, kita pun dituntut untuk dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut sendiri, mulai dari memperhatikan makanan yang sering kita konsumsi. Kira-kira apa saja makanan yang baik untuk dikonsumsi secara rutin? Yuk, kita cek bersama!

Air Putih Seperti yang kita tahu, tubuh kita terdiri dari 60% air. Terhidrasi membantu distribusi nutrisi dalam tubuh tetap lancar, kulit tidak kering, dan masih banyak sekali manfaat lainnya. Dari segi kesehatan gigi dan mulut, minum air putih dapat mencegah mulut kering karena kualitas air liur kita terjaga dengan baik. Selain itu, rutin minum air putih membantu membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di dalam mulut. Oleh karena itu, jangan malas-malas untuk minum air putih ya!

Serendipity

PARAMITA 54

21


PARAMEDIC

Lemak ikan Lemak pada ikan memiliki kandungan vitamin D yang tinggi, yang berperan dalam mengurangi terjadinya gigi berlubang (karies). Vitamin D bekerja sama dengan vitamin A dan K2 dalam memperkuat email gigi (lapisan terluar dari gigi). Selain itu, minyak pada ikan kaya akan omega-3s yang berperan dalam mencegah dan mengurangi risiko terjadinya inflamasi dan penyakit gusi (periodontitis). Tuna, makarel, salmon, dan trout adalah ikan yang memiliki kandungan vitamin D dan omega-3s yang tinggi.

Sayuran hijau Sayuran hijau merupakan prebiotik yang sangat baik untuk bakteri baik di dalam mulut. Sayuran hijau membantu mulut kita memproduksi bakteri pereduksi nitrit yang dapat meningkatkan oksida nitrat dalam mulut kita dan membuat mikrobioma dalam mulut menjadi lebih sehat. Dengan mikrobioma yang sehat, risiko terjadinya gigi berlubang pun berkurang. Semakin hijau sayurnya, semakin bagus untuk gigi kita karena kaya akan mineral yang membantu dalam remineralisasi gigi untuk memperkuat struktur gigi kita. Sayuran hijau juga kaya akan asam folat yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil. Contoh sayuran hijau yang baik untuk dikonsumsi adalah bayam, kale, brokoli, dan lainnya. 22

PARAMITA 54

Serendipity


PARAMEDIC

Buah anggur dan jeruk Di saat buah asam lainnya memiliki efek negatif untuk gigi, buah anggur dan jeruk memiliki manfaat untuk kesehatan gigi dan mulut bila dikonsumsi sewajarnya. Kedua buah tersebut mengandung vitamin C yang tinggi, yang berperan dalam memperkuat pembuluh darah dan jaringan ikat di dalam mulut. Hal ini dapat memperlambat perkembangan dari inflamasi pada gusi yang mengarah ke penyakit gusi. Selain itu, vitamin C berperan penting dalam mengurangi perdarahan pada gusi.

Produk susu Kamu pasti tahu kan manfaat dari konsumsi produk susu untuk kesehatan gigi dan mulut? Produk susu seperti keju, susu, dan yoghurt dengan kandungan gula yang rendah memiliki kandungan protein, kalsium, dan vitamin D yang tinggi. Kandungan-kandungan tersebut dapat memperkuat struktur gigi, melawan penyakit gusi, dan mencegah terjadinya kerusakan pada gigi. Serendipity

PARAMITA 54

23


PARAMEDIC

Teh hijau Teh hijau memiliki sejuta manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Tidak hanya bermanfaat untuk kecantikan, teh hijau juga bermanfaat untuk kesehatan gigi dan mulut. Polifenol, kandungan yang dimiliki oleh teh hijau berperan sebagai antioksidan dalam mencegah terjadinya kerusakan pada gigi, meredakan inflamasi dan memperkuat struktur gusi, serta mengurangi zat penyebab bau mulut, yaitu volatile sulphur

compounds.

Permen karet tanpa gula Apakah kamu suka mengunyah permen karet? Alangkah lebih baiknya kalau kamu mengunyah permen karet tanpa kandungan gula. Mengunyah permen karet tanpa kandungan gula sangat bermanfaat untuk kesehatan gigi dan mulut. Aktivitas mengunyah dapat meningkatkan produksi air liur yang mampu menetralkan suasana asam dalam mulut kita. Suasana asam dalam mulut sangat mendukung perkembangan bakteri penyebab gigi berlubang. Dengan produksi air liur yang baik, kesehatan gigi dan mulut pun menjadi lebih optimal. 24

PARAMITA 54

Serendipity


PARAMEDIC

Seledri Siapa sangka kalau sayur pelengkap ini memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan gigi dan mulut? Seledri kaya akan air, mineral, dan vitamin C. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, vitamin C berperan penting dalam mengurangi perdarahan pada gusi dan menyembuhkan peradangan pada gusi. Selain itu, mengunyah seledri dapat membantu membersihkan permukaan gigi dengan mengikat plak dan partikel sisasisa makanan.

Serendipity

PARAMITA 54

25


PARAMEDIC

Selain mengonsumsi makanan-makanan di atas, penting untuk kamu ketahui mengenai pola menjaga kebersihan gigi dan mulut, yaitu menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi mengandung fluoride (pagi hari sebelum/30 menit setelah s arapan dan malam hari sebelum tidur), membersihkan lidah setiap menyikat gigi, lakukan flossing sekali sehari untuk membersihkan interdental gigi, berkumur dengan mouthwash yang mengandung fluoride , membatasi konsumsi gula, dan rutin mengontrol kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi minimal 1 kali dalam 6 bulan. Kesehatan gigi dan mulut yang baik membuat kualitas hidupmu lebih baik .

Referensi: •

Burhenne M. Foods for Great Oral Health: 5 to Eat and 5 to Avoid [Internet]. Healthline. 2020 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.healthline.com/ health-news/foods-for-great-oral-health-5-to-eat-and-5-to-avoid#Foods-to-avoid

•

Cherney K. 11 Best Practices for Healthy Teeth [Internet]. Healthline. 2019 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/dental-and-oralhealth/best-practices-for-healthy-teeth#Take-care-of-your-teeth

•

Putri W. 8 Makanan y ang Baik untuk Kesehatan Gusi dan Gigi [Internet]. klikdokter. com. 2020 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3627114/cek-makanan-y ang-baik-untuk-kesehatan-gusi

•

Why Water Is Good for Your Teeth - American Dental Association [Internet]. Mouthhealthy.org. [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.mouthhealthy.org/ en/nutrition/food-tips/water-best-beverage

•

Ramesh K, Rajesh E, Nandhini Devi G, Jimson S. Green tea in oral health - A review. Biomed Pharmacol J. 2016;9(2):851–2.

(MUD/SAL) 26

PARAMITA 54

Serendipity


PARATECHNO

Post it? Post-it! Oleh Mudhita-FT 2019

Serendipity

PARAMITA 54

27


PARATECHNO

Siapa yang tidak mengenal memo tempel atau kertas pengingat dengan merek dagang post-it ? Selain kegunaannya yang beragam, banyak kalangan menggunakan kertas tempel-lepas ini untuk menjadi pengingat dari kegiatan ataupun sekedar penanda biasa. Tahukah kamu kalau ternyata pembuatan post-it itu tidak disengaja loh! Hal ini bermula dari seorang peneliti di perusahaan 3M, yaitu perusahaan manufaktur dan teknologi yang bergerak pada bidang

Healthcare, Safety & Industry, Transport & Electronic and Consume,

bernama Dr. Spencer Silver yang berniat untuk membuat lem paling kuat di dunia. Namun usahanya tersebut kurang berhasil dan menghasilkan sebuah lem yang memiliki daya rekat rendah hanya bisa kepada satu lembar kertas saja, tentu saja sangat berbeda dari tujuan awal pembuatan lem tersebut. Enam tahun berselang yaitu sekitar tahun 1974, seorang rekan kerja dari Dr. Spencer, bernama Arthur Fry menggunakan lem tersebut untuk merekatkan buku panduan menyanyinya di gereja, juga untuk merapikan catatancatatan kecil yang digunakan ketika bekerja. Dari sanalah ide membuat kertas berperekat ini tercetus dan dikenalkan pada perusahaan 3M. Produk itu awalnya dinamai dengan Press n Peel akan tetapi tidak membuahkan hasil yang memuaskan dalam segi penjualan, karena itu mereka mulai memasarkannya secara gratis ke perkantoran dan membuat banyak karyawan kantor tertarik untuk menggunakannya. Atas idenya, Arthur Fry mendapatkan royalti sebesar satu persen untuk setiap penjualan dari Post-it seumur hidupnya. Kalau dihitung bisa sampai 14 miliar per tahunnya loh! (SAL/YIU)

Sumber : Aprilisa, E., 2016. Asal Mula Penggunaan Post-It Note. [online] teen.co.id. Available at: <http://www.teen.co.id/read/727/asal-mula-penggunaanpost-it-note> [Accessed 13 March 2021]. kumparan. 2019. Sejarah Terciptanya Post-it. [online] Available at: <https://kumparan.com/karjaid/sejarah-terciptanya-post-it-1rLy87wzr7o/full> [Accessed 13 March 2021].)

28

PARAMITA 54

Serendipity


CLUE : 1. 2 . 3. 4.

Aku adalah s alah s atu nama rubrik Aku adalah s atu kes atuan yang bertebaran di dalam majalah ini Setelah menemukan aku, lihatlah aku Isilah kotak di bawah ini

PARAGAMES

Paragames!

Prosedur pengiriman jawaban PARAG AMES: 1. Cari kalimat yang sesuai dengan kotak yang disediakan. 2 . Jawaban dapat dikirim ke instagram PARAMITA @paramita.kmbui 3. Format pengiriman jawaban: Jawaban: XXX (Nama_Fakultas_Angkatan_ID LINE_No.HP). 4. Pemenang akan dihubungi oleh pihak redaksi PARAMITA untuk proses penyerahan hadiah.

Serendipity

PARAMITA 54

29


PARAPLUS

Mukjizat Judul Buku

: Taion O Ageru To Kenko Ni Naru (Bahas a Jepang)

Mukjizat Suhu Tubuh (Alih Bahas a Indonesia)

Penulis

: Mas ashi S aito

Alih Bahas a Indonesia oleh Sunmark Publishing, Inc .

Jumlah Halaman

: 150

Penerbit

: PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Tanggal Terbit

: Januari 2013 (Cetakan Pertama Bahas a Indonesia)

Desember 2019 (Cetakan Kedua Bahas a Indonesia)

Bahas a

: Indonesia

“Kesehatan adalah harta yang paling berharga.” Kalimat ini mungkin sering kita dengar dan mungkin sering teras a klise, setidaknya s ampai diri kita jatuh s akit. Tanpa fisik yang sehat, aktivitas kita sehari-hari pun menjadi terhambat. Banyak cara yang tersedia untuk membantu menjaga kesehatan kita. Cara yang ditawarkan oleh dokter Mas ashi Saito dalam buku ini merupakan hal yang mungkin jarang kita dengar —walaupun pernah, mungkin kita masih jarang mempraktikkannya— yakni dengan menjaga suhu tubuh. Jarang kita ketahui, suhu tubuh memiliki dampak yang signifikan bagi daya tahan tubuh manusia, bahkan perbedaan s atu derajat Celsius pun dapat berdampak bes ar bagi kesehatan. Orang-orang pada umumnya jarang mengetahui rentang suhu tubuh yang ideal, tidak terlalu tinggi, juga tidak terlalu rendah. Suhu tubuh yang rendah jarang diasosiasikan dengan keadaan yang berbahaya. Padahal suhu tubuh yang terlalu rendah (hipotermia) dapat berisiko menimbulkan atau memperburuk berbagai penyakit, dari yang memiliki gejala ringan seperti sembelit, hingga yang bergejala serius seperti kanker, diabetes, parkinson, dll. Selain itu, enzimenzim dalam tubuh bekerja pada suhu tubuh normal, sehingga suhu tubuh yang menurun dapat menimbulkan penurunan

30

PARAMITA 54

Serendipity

kinerja enzim tubuh dan penurunan metabolisme pada tubuh. Buku ini menjelaskan secara sistematis bagaimana suhu tubuh dapat menjadi indikator penurunan fungsi tubuh yang disebabkan oleh gangguan keseimbangan s araf otonom (s araf simpatik dan s araf parasimpatik)


Oleh Billy – F T 2017 dan gangguan keseimbangan hormon; keseimbangan ini s angat dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan yang kita lakukan seharihari seperti tidur, makan, minum, berolahraga, berada di dalam kondisi stres mental, dan hal-hal lainnya. Contohnya adalah kebias aan tidur bergadang yang ternyata mampu memengaruhi tubuh secara signifikan. Dokter Mas ashi Saito juga menjabarkan banyak metode untuk meningkatkan suhu tubuh secara ses aat dan secara berkesinambungan. Beberapa contoh aktivitas yang dapat meningkatkan suhu tubuh secara ses aat adalah minum air hangat dan mandi/berendam dengan air hangat. Peningkatan suhu tubuh secara berkesinambungan dapat diperoleh dengan cara berolahraga dan melatih otot. Dengan melatih otot, laju metabolisme bas al akan meningkat yang pada akhirnya akan membakar lebih banyak energi bahkan pada s aat tubuh tidak melakukan apa-apa. Selain itu, olahraga merupakan s arana yang paling tepat untuk meningkatkan kesehatan karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh, memperlancar peredaran darah, membakar lemak , menguatkan

tulang, dan segudang manfaat lainnya. Secara umum buku ini banyak menjelaskan instruksi praktis mengenai kesehatan tubuh dan penjelas annya secara ilmiah dengan bahas a yang mudah dicerna. Metodemetode yang dijabarkan dalam buku ini juga mudah untuk diaplikasikan. Bagi teman-teman yang ingin memperbaiki pola hidup yang tidak sehat, ingin menghindari penyakit-penyakit yang berbahaya di mas a mendatang, maka buku ini merupakan bacaan yang s angat tepat.

PARAPLUS

Suhu Tubuh

(JAY/SAL)

Serendipity

PARAMITA 54

31


PARASPECTIVE

kalian memikirkan “ Pernahkah betapa berharganya mengucapkan terima kasih? ”

32

PARAMITA 54

Serendipity


Sayangnya, beberapa orang masih menganggap mengucapkan ‘terima kasih’ adalah hal yang berat. Kebanyakan dibutakan oleh egois yang menjunjung tinggi harga diri. Padahal, berterima kasih itu gratis dan tidak merugikan sama sekali. Meskipun demikian, mengucapkan terima kasih harus dilatih dan dimulai secara perlahan dari diri sendiri. Hal ini dilakukan supaya seseorang lebih mudah mengapresiasi diri sendiri dan diri orang lain. Ucapan terima kasih pun juga bisa dipandang sebagai simbol kedewasaan seseorang; bersamaan dengan kata maaf dan tolong. Kesan jika ‘terima kasih’ adalah hal yang sepele harus dihentikan sampai di sini. Selain itu, mengucapkan terima kasih dapat memperbaiki kualitas hidup kita. “Bersyukur adalah bagian dasar dari jiwa kita,” kata Paul Mills, seorang profesor di University of California, “Jika kita memilih untuk memanfaatkan keajaibannya, maka ada begitu banyak konsekuensi hilir yang indah.”

Frasa terima kasih tak terbatas; bisa diucapkan dalam rangka bersyukur kepada sikap seseorang, barang pemberian, perasaannya kepada kita, dan/ atau masih banyak lagi wujud lainnya. Contoh yang paling dekat dengan kita adalah orang tua, merekalah yang telah membesarkan kita sampai detik ini. Namun, kata ‘terima kasih’ justru paling canggung dan paling mengharukan jika diucapkan kepada orang tua kita. Melihat dari kasus ini, tersadarlah kita jika ‘terima kasih’ tak selamanya ditunjukkan secara oral. Rasa bersyukur pun bisa diwujudkan menjadi ucapan, perlakuan, perasaan, et cetera. Hanya saja, terkadang sebuah kebaikan kecil disepelekan karena tidak memiliki dampak yang besar. Kita harus belajar menghargai kata ‘terima kasih’, sesusah apa pun itu.

PARASPECTIVE

‘Terima kasih’ merupakan sebuah ungkapan rasa syukur yang diucapkan oleh seseorang kepada orang lainnya. ‘Terima kasih’ tidak memiliki batasan makna, sebuah kata universal yang artinya dimengerti oleh semua manusia. Ucapan terima kasih dapat dituturkan kepada orang yang menolong, membantu, dan berjasa pada diri kita. Kendatipun begitu, dua kata yang mengandung rasa syukur ini dapat diucapkan kepada semua orang. Ketika seorang teman mengambilkan barang yang terjatuh, atau menjelaskan materi pelajaran yang kurang dimengerti; kita bisa ucapkan terima kasih. Begitu juga kepada pelayan atau pekerja di sebuah rumah makan cepat saji langganan. ‘Terima kasih’ itu sederhana, tetapi bisa menjadi sangat berarti bagi mereka yang bekerja keras. Kata ini akan membuat orang lain merasa lebih dihargai dan akan menjadi semangat dalam melakukan kebaikan, sekecil apa pun kebaikan itu.

Untuk mengetahui apa pandangan anggota KMBUI terhadap frasa ‘terima kasih’, pada pertengahan bulan Maret 2021 telah dibuka survei. Survei ini dilaksanakan oleh Departemen PARAMITA KMBUI kepada anggota aktif KMBUI, berbentuk borang dan disebarkan kepada 21 orang yang bersedia berpartisipasi. Apa pandangan umat Buddhis terhadap kata ‘terima kasih’?

Serendipity

PARAMITA 54

33


PARASPECTIVE 34

Sur vei dilakukan pada : 16 - 18 Maret 2021 Jumlah responden : 21 anggota aktif KMBUI Disclaimer : Sur vei ini dilakukan hanya untuk mengetahui pendapat dari anggota aktif KMBUI semata dan tidak merepresentasikan pandangan umat Buddha secara umum di Indonesia.

PARAMITA 54

Serendipity


PARASPECTIVE (SAL/JAY)

Serendipity

PARAMITA 54

35


PARADHAMMA Jika kita menengok judul artikel ini, Mungkin kita akan bertanya-tanya: Apa hubungan Buddhisme dengan teh dan cangkir?

36

PARAMITA 54

Serendipity


Sofia Dwifa W irahadi-FEB 2018 Disunting Oleh:

Shierlen Octavia-FPsi 2015

It’s The Tea That’s Matter, Not The Cup! Teh dan cangkir bukanlah sesuatu yang harfiah dalam konteks ini, melainkan metafora. Esensi ajaran Buddhis diibaratkan sebagai teh, sedangkan aturan, ritual, serta tradisi dalam Buddhisme diibaratkan sebagai cangkir. Ajaran Buddha memang hanya satu, tetapi berbagai macam tradisi serta pemikiran muncul sebab ajaran tersebut disesuaikan dengan kapasitas batin makhluk-makhluk yang menerapkannya. Ajaran Buddha juga disesuaikan dengan kebudayaan setempat sehingga muncul istilahistilah seperti Buddhisme Tiongkok, Buddhisme Tibet, dsb. Seperti yang kita tahu, ada tiga tradisi besar dalam Buddhisme, yaitu Theravada, Mahayana , dan Vajrayana. Tradisi Theravada umumnya menggunakan bahasa Pali dalam ritualnya dan penganutnya umumnya berasal dari negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, Myanmar, dan Kamboja. Tradisi Mahayana umumnya dianut di negara-negara Asia Timur seperti Tiongkok,

PARADHAMMA

Dibuat Oleh:

Jepang,

dan Korea, sedangkan Vajrayana umumnya dianut di Tibet. Sebenarnya, ketiga tradisi tersebut bukanlah mengenai warna jubah ataupun bahasa yang digunakan, apalagi perbedaan dalam ajaran, melainkan tingkat kapasitas batin. Theravada menegaskan pembebasan pribadi atau pencapaian arahat, sedangkan Mahayana dan Vajrayana menegaskan pembebasan semua makhluk serta pencapaian Kebuddhaan. Dengan demikian, Theravada, Mahayana , dan Vajrayana bisa diibaratkan sebagai tahapan. Ketiga tradisi besar tersebut memiliki ritualnya dan juga subtradisinya masing-masing. Misalnya aliran Mahayana memiliki subtradisi seperti Chan atau Zen yang menegaskan praktik meditasi, serta Pure Land Buddhism yang menegaskan ajaran yang berhubungan dengan Buddha Amitabha. Vajrayana memiliki empat subtradisi besar, yaitu K agyu, Nyingma, Gelug, dan Sakya. Keempat subtradisi tersebut dibedakan Serendipity

PARAMITA 54

37


PARADHAMMA berdasarkan penegasan pada aspek tertentu dalam ajaran Buddhis. Nyingma , yang merupakan subtradisi tertua dalam aliran Vajrayana, menegaskan aspek pandangan; Kagyu menegaskan aspek meditasi; Gelug yang merupakan subtradisi terbaru menegaskan aspek pembelajaran serta Vinaya; Sakya menegaskan praktek Vajrayana itu sendiri, yaitu praktik tantra. Dengan beraneka ragamnya tradisi Buddhisme, tidak jarang kita temui umat yang menganut tradisi tertentu menutup diri dari tradisi lainnya. Selain keyakinan teguh terhadap tradisi tersebut, hal ini bisa saja terjadi karena pola pikir yang terlalu memfiksasikan diri terhadap cara-cara dijalankannya ritual dan aturan tertentu. Kendati demikian, kita semua tentunya 38

PARAMITA 54

Serendipity

mengamini bahwa Buddhisme bukan hanya mengenai ritual dan aturan, melainkan menitikberatkan pada pengembangan batin untuk menjadi lebih baik. Pengembangan batin tersebut adalah hal yang pada dasarnya menjadi titik fokus dari tradisi-tradisi dalam Buddhisme. Dengan memfokuskan diri terhadap aspek esoteris tersebut, yaitu pengembangan batin, kita akan memahami bahwasanya tradisi-tradisi dalam Buddhisme bertujuan sama pencerahan. Oleh karenanya, jika kita bersamasama fokus terhadap ajaran dan mengembangkan batin, kita tidak akan mempermasalahkan perbedaan antara puja dalam bahasa Pali, Mandarin, ataupun Tibet. Kita juga tidak akan mempermasalahkan pemujaan Buddha dan Bodhisatwa, ataupun menganggap bahwa praktik


Untuk memfokuskan diri terhadap aspek pengembangan batin tersebut, kita harus belajar untuk membuka pikiran. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan lebih banyak membaca buku, mendalami Dharma, atau diskusi Dharma dengan kalyanamitta. Lebih jauh, jika kita berhasil menekuni hal ini dengan baik, kita justru akan mendapatkan manfaat dalam batin kita. Hal ini sebab kita mengetahui bahwa pada akhirnya, tradisi-tradisi yang merupakan cangkir samasama menyuguhkan Dharma yang bermakna bagi batin kita-teh yang nikmat dan harum untuk kita cicipi. (MUD/JAY)

PARADHAMMA

tertentu itu sesat. Perbedaan tradisi, ritual, cara, dan aturan hanyalah stepping stone menuju Kebuddhaan lengkap sempurna, yang pada akhirnya akan kita tinggalkan ketika kita telah mencapainya. Tentu saja, tidak ada yang salah jika kita cocok dengan tradisi Buddhis tertentu bila hal ini memang bisa membantu kita mencapai Kebuddhaan, sebab ajaran Buddha itu disesuaikan dengan kapasitas batin setiap makhluk. Hanya saja kita tidak boleh merendahkan atau menutup sebelah mata tradisitradisi lainnya, sebab tidak ada pertentangan dalam segi tujuan dalam tradisi-tradisi lainnya. Jika kita membiasakan diri untuk menghormati setiap tradisi serta fokus pada kesamaan yang dimiliki tradisi-tradisi tersebut dalam hal pengembangan batin, maka kita seharusnya tidak lagi mempermasalahkan perbedaan antara tradisi-tradisi Buddhisme.

Referensi: Khyent se, Dzongsar Jamy ang. 2008. What

Makes You Not A Buddhist?. Amerika Serikat: Shambhala Publications. Yongey Mingyur. 2015. The Differences bet ween the Four Tibetan Schools. YouTube, diunggah oleh Yongey Rinpoche,

Mingyur Rinpoche

Serendipity

PARAMITA 54

39


KMBUI INSIDE

C’BOND

Bonding In Magic Oleh Karen Elliora Utama-FT 2020

M

alam Keakraban KMBUI, atau yang kerap disebut dengan Makrab KMBUI merupakan acara yang diadakan setiap tahun oleh anggota baru KMBUI. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota aktif KMBUI dari berbagai angkatan serta alumni KMBUI. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk mengakrabkan diri dan mempererat ras a kekeluargaan s atu s ama lain. Dihadapkan dengan kondisi pandemi COVID-19, Makrab KMBUI tahun 2020 diadakan dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, Makrab KMBUI diadakan secara daring dan diusung dengan cara yang berbeda yaitu sebagai Proyek Angkatan 2020 dengan nama acara “C ’BOND 2020” yang merupakan singkatan dari “BONDing in magiC 2020.” Acara ini dilaks anakan dengan tema dan

tagline “Conditionally Apart, Unconditionally Family” yang bermakna walaupun kita

dipis ahkan oleh jarak karena kondisi tertentu, kita tetap sebuah keluarga tanpa syarat apa pun. Magic sebagai warna acara berhubungan juga dengan subtema dari acara ini, yaitu “ To Love a Family is to See All of Their Magic.” Acara ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi anggota baru dan anggota lama KMBUI agar dapat s aling mengenal lebih dalam lagi dan menciptakan ras a kenyamanan serta sense of belonging selama berkembang di rumah KMBUI.

40

PARAMITA 54

Serendipity

C ’BOND 2020 diadakan dalam bentuk rangkaian acara yang terdiri dari rangkaian acara pendukung, yang berlangsung pada tanggal 18-19 Desember 2020, dan rangkaian acara utama, yang berlangsung pada tanggal 20 Desember 2020. Pada hari pertama, diadakan perlombaan esports , yaitu Mobile Legends dan Among Us. Tidak hanya itu, selain lomba terdapat juga sesi bonding bagi para peserta. Sesi tersebut dilaks anakan dengan sebuah permainan kecil bertajuk “Who’s that KMB? ”, Virtual Musical Chair , dan KMB 100. Lalu, di penghujung acara ditampilkan video perlombaan TikTok dan menyanyi sebagai penyegar. Pada hari kedua, kembali dilaks anakan permainan berupa Lyric Race dan Kahoot! berhadiah. Acara dilanjutkan dengan pembacaan Magic Radio . Tak s ampai di situ s aja, terdapat sesi sharing antar peserta. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pengenalan KMBUI XXIX dan launching majalah PARAMITA KMBUI edisi 5 3. Sudah habis? Oh, belum. Untuk mendukung kegiatan pada hari selanjutnya, panitia telah menyiapkan houses atau kelompok yang anggotanya dibagi berdas arkan karakter masing-masing. Segera setelah pengumuman, tiap anggota houses


KMBUI INSIDE

dipindahkan ke breakout room untuk menemukan nama dan makna houses mereka s ambil mengenal anggota kelompoknya masing-masing. Setelah serangkaian acara pendukung selama dua hari, s ampailah pada hari ketiga yang merupakan puncak acara. Puncak acara ini berlatarkan sebuah cerita bertajuk Magic Forest dan dilaks anakan dalam bentuk sesi Camaraderie dan End Game . Selain bermain dan mengenal s atu s ama lain, kita juga belajar dan mempererat keyakinan terhadap Triratna. Hal itu dis ampaikan melalui pes an moral cerita yang dibawakan yang disesuaikan dengan nilai-nilai Buddhis. Untuk itu, dibawakanlah dhammadesana singkat yang diberikan oleh Yang Mulia Bhante Tenzin Khoncog. Acara dilanjutkan dengan persembahan angkatan 2020. Persembahan itu dibuat dalam bentuk video yang mengikutsertakan seluruh anggota KMBUI angkatan 2020. Persembahan ini bertujuan untuk mengucapkan ras a syukur dan terima kasih

kepada kakak tingkat di KMBUI yang telah menyambut kami, mahasiswa baru, dengan penuh tawa ke dalam rumah KMBUI. Setelah penayangan persembahan angkatan, dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba, doorprize , sesi kes an-pes an, serta pembagian kenang-kenangan. Terakhir, puncak acara ini ditutup dengan sesi foto bers ama. Kami, seluruh panitia C ’BOND 2020, berterima kasih kepada seluruh peserta dan pihak-pihak yang telah mendukung, meramaikan, dan menyukseskan C ’BOND 2020 sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar. Kami turut berterima kasih atas respon dan apresiasi yang telah diberikan. Kami juga berharap pes an dan esensi acara ini dapat ters ampaikan, dapat berkes an, dan juga dapat mempertahankan ras a kekeluargaan di KMBUI.

(YIU/JAY) Serendipity

PARAMITA 54

41


PARAVISION

Mensyukuri Keadaan Davin Edbert FKM’20

A

da beberapa orang yang berakhir lebih buruk daripada yang lain. Ada juga orang yang meninggal di usia muda, sedangkan orang lain mempunyai umur yang panjang. Ada yang berhasil karena berusaha mati-matian, ada juga yang beruntung berhasil tanpa perlu berusaha. Semuanya memiliki ceritanya masing-masing. Namun, apakah keberuntungan yang berbeda ini termasuk ketidakadilan? Apakah keberuntungan dapat mengalahkan usaha? Pernahkah anda merasakan hal demikian?

42

PARAMITA 54

Serendipity


akan tampil mencolok karena mempunyai kerja yang bagus, itulah keberuntungan dia yang diperoleh dari tenggat waktu lama. Ketiga, keberuntungan yang memengaruhi siapa diri kita (keberuntungan yang diperoleh). Seseorang yang keluar saat malam hari dengan cuaca dingin akan mengalami flu, tetapi orang yang mendapatkan kekebalan tubuh secara genetik akan beruntung karena keesokan harinya dia tetap sehat. Terakhir adalah keberuntungan yang dipengaruhi keadaan anteseden. Misalnya orang yang beruntung terlahir di lingkungan yang stimulus sehingga dapat lebih termotivasi dan aktif daripada yang terlahir di lingkungan yang membosankan. Namun, akibatnya waktu luang yang dimilikinya lebih terbatas dari yang lain.

Serendipity

PARAMITA 54

PARAVISION

Keberuntungan adalah ciri khas kehidupan manusia (Williams 1981,21). Keberuntungan dapat muncul dalam 4 cara (Nagel 1979; Statman 1993,11). Pertama, keberuntungan yang memengaruhi hasil tindakan kita. Misalnya, dulu bisnis warnet terlihat sangat menjanjikan. Namun, dalam beberapa tahun bisnis warnet menjadi sangat sepi karena hampir seluruh masyarakat sudah memiliki komputer sendiri. Hal yang sama juga berlaku pada toko fotokopi yang sudah mulai sepi. Tidak ada yang tahu hal ini akan terjadi. Kedua, keberuntungan yang tidak langsung. Seorang pekerja kantor yang mendapatkan tugas dengan tenggat waktu yang lebih lama sehingga dapat menghasilkan kerja yang bagus dibandingkan teman yang lain yang mendapat tugas dengan sedikit waktu. Ia

43


PARAVISION

Jadi apa definisi keberuntungan menurut kamu? Apakah mendapatkan hal yang sangat kita inginkan atau memperoleh sesuatu yang luar biasa yang tidak pernah terpikirkan? Bagaimana jika kita kurang beruntung dan tidak mendapat apa pun yang diharapkan? Banyak kasus yang terjadi orang frustasi pada dirinya sendiri ketika keinginan atau harapan yang diinginkannya tidak terkabulkan. Ada yang menganggap dirinya penuh kesialan, bahkan ada yang menghalalkan segala cara agar mendapatkan hasil itu. Keberuntungan bukan sesuatu yang bisa didapatkan sesuai keinginan kita. Sebenarnya yang lebih penting adalah tindakan yang kamu lakukan.

If you born poor its not your mistake but if you die poor its your mistake” - Bill Gates -

Keberuntungan sulit untuk kita duga, daripada terus mengeluh mencari keberuntungan lebih baik kita mensyukuri keberuntungan yang kita dapatkan selama ini. Tahukah kamu manusia hanya mendominasi bagian kecil dari seluruh isi bumi ini? Kita sangat beruntung masih dapat terlahir menjadi manusia dengan tubuh lengkap tanpa kekurangan. Kita masih bisa menghirup oksigen dengan bebas. Bayangkan jika kita harus membayar untuk setiap oksigen yang kita hirup. Kita masih dapat mengisi perut kita dan terhindar dari lapar dan haus. Bukankah itu semua berkat dan keberuntungan yang kita peroleh?

44

PARAMITA 54

Serendipity


untuk memulai sesuatu. Dengan langkah kecil, bila diizinkan maka keberuntungan juga akan menyertai. Inilah kehidupan, bagaikan roda yang berputar. Terkadang kita mencicipi manisnya keberuntungan dan terkadang kita harus mencicipi pahitnya kenyataan. Inilah kehidupan, terus berputar dan penuh dengan ketidakpastian. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Terkadang, hidup penuh kejutan karena anda tak bisa menebak apa pun.

PARAVISION

Menjalani kehidupan memang melelahkan, banyak yang mengharapkan ini dan itu dengan mengandalkan kata beruntung. Kita terkadang menganggap seseorang beruntung, tetapi lupa melihat usaha dan kesusahan yang telah dijalani seseorang hingga bisa memperoleh hal yang kita sebut beruntung itu. Hidup penuh ketidakpastian. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Seringkali orang merasa takut duluan memikirkan hal-hal negatif yang mungkin akan terjadi sehingga mereka lupa bahwa yang dibutuhkan hanyalah sebuah langkah kecil

(SAL /SHA)

Referensi: https://plato.stanford.edu/entries/justice-bad-luck/#NonSepaLuckEffo http://tanhadi.blogspot.com/2013/11/manusia-yang-beruntung.html?m=1 Serendipity

PARAMITA 54

45


PARAPROFILE

Elvan Adiyan Wijaya

Belajar Tiada Batas Oleh: Jaysen E. T hiadi – FIB 2020

Elvan Adiyan Wijaya adalah seorang alumnus KMBUI dari Fakultas Hukum, Angkatan 2015. Saat ini, ia bekerja sebagai seorang Legal Officer di Bank BCA. Namun, jabatan itu dianggap bukan sebagai prestasi. Mengapa demikian? Sebelumnya, pada masa SMA, ia menggeluti jurusan IPA, dan sekitar waktu itu juga, ia mengaku mengalami suatu “krisis eksistensi.” Ia mulai berpikir, “Apa tujuan hidup ini? Jika hanya untuk kerja, makan, tidur, main, bertambah usia, kerja, makan, tidur, main, sampai pada akhirnya menjadi tua dan meninggal. Lalu, apa tujuannya kita hidup?” Sampai suatu saat ia menyimpulkan bahwa tujuan hidupnya adalah untuk bisa membantu dan berguna bagi makhluk lain secara holistik. Untuk mencapai tujuan itu, ia mulai belajar. Belajar yang diyakini di sini bukan hanya secara akademis, melainkan juga belajar bersabar, belajar mengalah, belajar menerima kekalahan, dengan kata lain belajar memperbaiki diri. Dalam proses pembelajaran ini, ia bertemu dan berguru kepada cukup banyak orang. 46

PARAMITA 54

Serendipity

Ia mengakui bahwa dalam proses ini, dan dalam proses kehidupan secara umum, sering sekali berhadapan dengan masalah, dan tentunya akan selalu ada masalah dalam kehidupan ini. Karir akademisnya dimulai dalam Fakultas Ilmu Komputer, tetapi karena satu hal dan lainnya, ia tidak sanggup melanjutkan dan pindah ke Fakultas Hukum pada tahun 2015. Selama kuliah, ia aktif di organisasi KMBUI sebagai staf Departemen Kalyanamitta, Wakil Kepala Departemen Kalyanamitta, dan kemudian Kepala Komisi Rohani. Ia juga sering menerjemahkan secara gratis dengan alasan mencari pengalaman. Tidak disangka aktivitas ekstrakurikuler ini dapat menjadi bekalnya untuk mendapatkan posisi Legal Officer di BCA sekarang. Pasalnya, perbuatan baik pasti menghasilkan buah karma baik pula, dan salah satu aktivitas penerjemahan pro bono ini secara tidak langsung turut mengondisikan berbuahnya


bank, tetapi ia percaya bahwa ketidaktahuan ini merupakan hal yang dapat diubah. Maka ia pun belajar, belajar luar-dalam dari bisnis hingga dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Peristiwa ini ia hubungkan dengan kutipan dari salah satu gurunya: “Semoga aku berani mengubah yang bisa kuubah, tabah menerima yang tidak bisa kuubah, dan bijak membedakan mana yang bisa dan tidak bisa diubah.” Yang namanya belajar tentu saja memerlukan guru, dan tidak sedikit orang-orang yang dapat disebutkan sebagai gurunya. Ia juga mengutip dari salah satu guru yang lain lagi, “Kira-kira begini:

PARAPROFILE

kesempatannya diterima di bank swasta terbesar di Indonesia itu. “Umumnya orang-orang akan menganggap suatu posisi kerja sebagai sesuatu pencapaian, tetapi itu bukan suatu hal yang bisa aku banggakan karena ujung-ujungnya hoki. Bisa bekerja di bank padahal skripsi tentang forensik dan mayat, tentu hanya dimungkinkan berkat hoki alias karma baik. Karma baik berbuah, bukan sesuatu yang dapat kubanggakan, karena tidak bisa dikontrol. Saat cari kerja semuanya aku lamar, apa pun kesempatan yang ada, aku ambil, dapatnya di mana, ya sudah. Mau kerja apa pun, dengan gaji berapa pun, menurutku bukan hanya faktor usaha diri, tetapi lebih ke hoki itu, lebih ke karma baik yang ditanamkan. Jadi kalau kaya atau tenar utamanya karena hoki, pekerjaan dan jabatan di perusahaan besar tidak jauh beda dibandingkan dengan menang undian, apa yang perlu dibanggakan?” katanya. Ia mengakui juga kalau ia awalnya mungkin kurang memiliki pengetahuan dalam pekerjaan

Dalam hidup itu ada tiga yang penting: KMK. Kebajikan, Mentor, dan Kesempatan/Kondisi.’”

Serendipity

PARAMITA 54

47


PARAPROFILE 48

Sahabat yang baik itu bukan separuh kehidupan suci, sahabat yang baik itu adalah seluruh kehidupan suci. S amyutta Nikaya 3.18

Selain kebajikan dan kesempatan, ia juga menekankan pentingnya seorang mentor. Mentor dalam konteks ini tidak hanya merujuk pada senior yang lebih tua, atau guru saja, melainkan juga merujuk pada teman-teman yang dapat membantu kita dalam belajar, agar kita tidak tersesat. Perlu ditekankan kembali bahwa teman belajar dalam konteks ini adalah teman belajar dalam memperbaiki diri, bukan hanya teman belajar akademis. Ia mengutip dari Samyutta Nikaya 3.18: “Sahabat yang baik itu bukan separuh kehidupan suci, sahabat yang baik itu adalah seluruh kehidupan suci.” Kutipan ini juga dihubungkannya dengan kesempatan bertemu dengan sahabat-sahabat dalam Fakultas Hukum, yang mungkin tidak akan ditemukannya jika tetap pada Fakultas Ilmu Komputer, “dan kabarnya, kabarnya, dari orang yang memang bisa melihat masa lalu, orang-orang ini memang sudah menjadi sahabat-sahabatku dalam kehidupan yang sebelumnya, dan itu menurutku keren. Kalau bisa, kenapa tidak mencari sahabat yang bukan hanya sahabat pada kehidupan ini, tapi juga pada kehidupan-kehidupan selanjutnya? Kalau belajar barengnya bukan dalam hal sama-sama mengembangkan diri dan spiritual, tentu sulit untuk bisa kebetulan sama-sama lahir jadi manusia dan bertemu kembali dengan sahabatsahabat lama ini kan?”

PARAMITA 54

Serendipity

Ia menambahkan, “Sebelumnya sudah aku katakan kalau aku tidak menganggap jabatan kerja itu sebagai prestasi. Jadi apa prestasi bagiku? Prestasi itu menurutku lebih ke perkembangan diri. Mengapa? Jabatan itu 90% hoki/karma baik, 10% ya usaha untuk mengondisikannya, sedangkan untuk perkembangan dalam diri sendiri itu 90% usaha kita sendiri, 10%-nya, ya, barulah hoki itu. Perkembangan dalam diri itu akan dibawa sampai mati, sedangkan jabatan hanya sampai kehidupan ini saja, setelah meninggal sudah tidak ada lagi.” Suatu kutipan lain dari salah satu guru, yang mungkin juga membantu seorang Elvan Adiyan Wijaya untuk keluar dari krisis eksistensinya, dan mulai hidup dengan tujuan yang ditemukannya. Kutipan tersebut ialah: “Kenapa belajar itu sangat penting? Butuh banyak belajar untuk bantu banyak orang.” Kutipan itu diyakininya, sehingga mendapatkan tujuan hidup yang berharap dapat memberikan impact, atau dampak yang baik terhadap orang banyak. “Seminimalnya, kehidupan ini dapat digunakan untuk memberikan impact kepada orang lain,” katanya . Namun, pembelajarannya tidak berhenti sampai di sana. Ada dua pelajaran penting yang menurutnya tidak akan dapat dikuasai sepenuhnya dalam kehidupan ini, yaitu:


diriku. Bisa saja pada nyatanya, orang tersebut sudah berusaha, sudah menerapkan KMK dengan baik, sudah menanamkan banyak karma baik dan mahir dalam membuat kondisi agar karma baik mereka dapat berbuah. Sedangkan jika kita belum berusaha, maka tidak heran, bukan, kalau mereka lebih sukses daripada kita? Kalau kenyataannya begitu, dan saat ini aku belum bisa mengubah keadaan, berarti lebih cepat menerima kenyataan lebih baik, toh? Daripada aku hidup ngenes dan sedih, mending hidup ngenes tapi hepi, kan?” Tapi tentu, hal ini memang lebih mudah diucapkan daripada diterapkan.

PARAPROFILE

“Pertama, belajar berhenti menipu diri. Berhenti menganggap bahwa kita sudah baik, atau sudah benar menjadi orang, karena pada dasarnya masih banyak yang bisa diperbaiki. Kalau sudah menganggap kita hebat, itu akan menghentikan kemauan kita untuk belajar. Jika tidak ada kemauan belajar, tidak ada perkembangan; padahal untuk membantu orang lain, itu perlu mengembangkan diri dahulu, dan jika tidak bisa membantu orang lain, maka tujuan hidup orang itu tidak berguna, tidak memberi dampak. Kedua, belajar menerima kenyataan. Menurutku ini lebih sulit. Ketika mengalami masalah, atau ketika membandingkan orang lain yang lebih sukses dari kita, itu harus dipahami dahulu. Bakal down, kecewa mengapa kita menderita, mengapa orang lain lebih bahagia, dll. Tapi seperti kata guruku lagi, ‘Everyone deserves to be happy,’ termasuk

(SAL /SHA)

Serendipity

PARAMITA 54

49


PARAFACT

Aplikasi Berguna di Masa Daring Oleh: Shania Valencia Malson - FIB 2020

Semenjak pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak awal tahun 2020, banyak aktivitas mahasiswa pun beralih dilakukan secara online. Selain kegiatan perkuliahan, semua kegiatan sosialisasi seperti masa pengenalan pun dilakukan melalui aplikasi-aplikasi konferensi video. Cara para mahasiswa berkenalan satu sama lainnya pun tak lain adalah melalui pesan instan ataupun panggilan, baik panggilan suara maupun panggilan video. Namun, berganti pesan dapat menjadi hal yang membosankan jika sudah dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Berikut adalah aplikasi-aplikasi yang bisa digunakan untuk mengeratkan ikatan antara satu dan lainnya:

50

PARAMITA 54

Serendipity


PARAFACT

1. Tonton apa pun bersama teman? Caracal.club adalah solusinya!

C

aracal.club adalah sebuah website yang bisa digunakan untuk menonton bersama. Kita bisa menonton melalui semua laman yang tersedia di internet. Caracal pun dapat digunakan baik secara gratis maupun berbayar. Satu ruangan dapat menampung sebanyak 20 orang. Pada hari dan jam tertentu, antrian Caracal dapat membludak! Jadi, pastikan mengantri lebih cepat jika ingin bermalam minggu dengan teman-teman. 2. Mendengarkan lagu bersama? Spotify Group Session bisa sampai 5 orang! Tahun lalu, layanan streaming musik Spotify merilis fitur yang bernama “Group Session” untuk para pengguna akun premium yang ingin mendengarkan lagu (streaming) bersama orang lain. Layanan ini dapat diikuti oleh sebanyak 5 orang, baik teman maupun keluarga! Tentunya live dan dapat di-custom oleh masing-masing pendengar. Melalui fitur ini, Anda dapat membagikan lagu-lagu kesukaan kepada orang-orang terkasih. Bukankah seru jika kita berbagi cerita melalui sebuah lagu? Serendipity

PARAMITA 54

51


PARAFACT

3. Bermain tebak gambar yang seru? Jawabannya adalah gartic.io!

Tentu saja, permainan yang satu ini adalah permainan yang sudah cukup dikenal. Cara bermainnya adalah satu orang akan menggambar objek tertentu dan pemain lain harus menebaknya. Aplikasi ini adalah wadah yang tepat bagi orang yang mempunyai kemampuan menggambar yang hebat! Nah, apakah teman-teman bisa menebak apa jawabannya? 4. Chess.com: bermain dan produktif secara bersamaan.

C

hess.com adalah website yang digunakan untuk bermain catur secara daring antara dua orang pemain. Tentu saja permainan ini tidak memungut biaya apa pun. Bermain catur ternyata memiliki segudang manfaat. Dimulai dari menjaga daya ingat, meningkatkan kecerdasan, mengasah kreativitas, hingga mempertajam fokus otak. Melatih mengolah pikiran sembari bermain bersama teman itu seru, lho!

52

PARAMITA 54

Serendipity


PARAFACT

4. Kosmi.io: bertemu daring jadi lebih mudah!

Kosmi.io adalah aplikasi yang bisa digunakan untuk menonton video bersama, bermain gim, atau hanya sekadar berbincang dengan teman. Kosmi.io sangat praktis karena ia tidak memerlukan aplikasi, cukup laman browser saja. Penggunaan Kosmi sendiri cukup nyaman dan mudah untuk dimengerti.

Serendipity

PARAMITA 54

53


PARAFACT

6. Ingin melatih kecepatan mengetik? TypeRacer cocok untukmu! Di zaman online ini, mengetik untuk tugas atau sekedar berbincang adalah hal yang hampir dilakukan setiap saat. Jika Anda kesusahan mengetik, sebaiknya Anda mencoba TypeRacer. TypeRacer adalah permainan yang memacu kecepatan dan keakuratan pengetikan kita. Bahkan, tersedia tiga pilihan; yang pertama untuk melatih kemampuan mengetik diri sendiri, yang kedua adalah lomba mengetik dengan orang acak, lalu terakhir lomba mengetik dengan teman. Tentunya, TypeRacer sangat seru untuk dimainkan!

(DAV/MUD)

54

PARAMITA 54

Serendipity


Oleh : Davin FKM 20

PARAFICTION

Keberuntungan Terlahir Menjadi Lalat Terlahir sebagai manusia merupakan sebuah keberuntungan. Namun, pernahkah terpikirkan di benak anda bagaimana bila kita tidak terlahir menjadi manusia? Bagaimana jika suatu hari, entah di kehidupan keberapa, kita terlahir menjadi seekor lalat? Ya, lalat, makhluk hitam kecil pembawa penyakit yang dibenci oleh banyak orang.

Serendipity

PARAMITA 54

55


PARAFICTION

Tidak ada yang pernah tahu, sama hal nya seperti Raja Heri. Ia adalah seorang raja yang sangat berkuasa dan kejam pada masanya. Raja Heri tidak segan membunuh orang yang menganut kepercayaan apa pun. Ia ingin semua orang hanya menyembahnya, dan bukan menyembah yang lain. Suatu hari, saat sedang berperang, Raja Heri tertembak panah sehingga ia meninggal dunia. Beliau terlahir kembali menjadi seekor lalat di tengah hutan yang jauh dari keramaian. Saat sedang lapar, ia berusaha mencari makanan dan tidak sengaja menemukan cahaya di tengah hutan. Cahaya itu berasal dari sebuah biara. Lalat Heri yang berani tidak segan untuk masuk ke biara itu. Dia pun terheranheran karena tidak ada yang mengusir atau membunuhnya. Semuanya tampak diam. Ternyata mereka sedang bermeditasi. Heri kesal sehingga ia pun mengganggu para biarawan, tetapi tidak ada yang bereaksi. Ia pun berhenti terbang dan hinggap di sebuah permukaan karena lelah. Sewaktu itu, para biarawan sudah selesai bermeditasi dan waktu mendengarkan Dhammadesana telah tiba. Heri yang memang lelah pun terpaksa ikut mendengarkannya. Semakin didengar, semakin tenanglah perasaan si Lalat Heri. Perasaan itu terasa aneh baginya sebab ia tidak pernah merasa setenang itu. Menjadi seorang raja membuat batin dan pikirannya tidak pernah tenang, selalu terpikirkan nyawanya yang bisa dicabut kapan saja. Juga memikirkan kerajaannya yang bisa dikudeta atau diserang oleh kerajaan lain.

56

PARAMITA 54

Serendipity


PARAFICTION Si Lalat Heri pun memutuskan untuk meninggalkan biara itu dan kembali berkelana mencari makanan. Namun, di tengah hutan tentunya tidak setenang di dalam biara. Heri yang tidak pernah ditinggal sendirian merasa ketakutan, terlebih ia sedang berada di tengah hutan terpencil sendirian. Heri pun memutuskan untuk kembali ke biara itu dan terpaksa menetap. Hari-hari Heri dilalui layaknya seorang biarawan; mendengar Dhammadesana, bermeditasi, dan mencari makanan. Begitulah kehidupan yang Heri jalani. Akan tetapi, terdapat sesuatu yang berbeda. Heri merasa lebih tenang dan tidak memiliki beban pikiran. Heri tampaknya sangat menyukai Dhamma padahal ia tidak pernah mendengarkannya ketika menjadi seorang raja. Ia tidak pernah terlambat untuk ikut mendengarkan Dhamma dan bermeditasi. Ia juga membantu para biarawan dengan membangunkan mereka bila sudah pagi, ia juga menyuruh lalat-lalat lainnya untuk tidak mengganggu biarawan sewaktu bermeditasi atau mendengarkan Dhamma. Kegiatan ini terus Heri jalani hingga akhir hayatnya. Heri sangat beruntung. Meskipun terlahir menjadi seekor lalat yang jorok, ia mempunyai keberuntungan untuk mendengarkan Dhamma bahkan dapat bermeditasi serta membantu para biarawan sampai akhir hayatnya. Ia juga akhirnya dapat menikmati ketenangan batin, berbeda dengan kehidupannya yang sebelumnya. Setelah itu, ia terlahir kembali menjadi seorang manusia berkat perbuatannya. Ia menjadi seorang manusia yang sangat senang mendengar Dhamma. Ketika dewasa pun ia memutuskan untuk menjadi seorang bhikkhu dan terus menekuni ajaran Buddha serta mempraktikkannya. Ia juga menyebarkan Dhamma ke beberapa tempat lain. (SHA/YIU) Serendipity

PARAMITA 54

57


WHAT DO THEY SAY

What DoThey S ay ? Oleh: Yiu Cen FIB 2020

58

PARAMITA 54

Serendipity


WHAT DO THEY SAY

Di dalam hidup, tentunya banyak kejadian baik dan buruk yang terjadi. Adakah kejadian tak terduga yang terlihat buruk tetapi setelah direnungkan, ternyata ada baiknya? Pernahkah kamu merasa begitu beruntung dalam hidupmu hingga kamu tidak mempercayainya? Ceritain, dong!

Serendipity

PARAMITA 54

59


WHAT DO THEY SAY

Muhammad Arifin Ramzy Lubis Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2019 Wakil Ketua Biro PSDM BEM UI 2021

Wah, ada! Mungkin bukan kejadian dalam s atu waktu, tapi dalam jangka panjang. Saat SMA , aku menjadi pengurus OSIS yang tekanannya s angat berat menurutku pada s aat itu. Aku meras a sulit melaks anakan kegiatan akademik s ambil menjalankan tanggung jawab sebagai pengurus OSIS . Setiap hari aku tidak dapat memikirkan apa yang ingin aku lakukan karena aku sudah meras a terlalu overwhelmed . Setelah melepas jabatanku di kelas 1 2 , aku pikir beban pikiranku akan lebih ringan. Akan tetapi, ternyata tetap s aja ada beban pikiran yang lain seperti ujian-ujian sekolah, seleksi PTN, dan lain-lain. Aku selalu meras a ingin cepat bertemu dengan esok hari s ambil berharap beban pikiran bis a hilang, tanpa tahu bagaimana caranya. Setelah aku lulus dan masuk kuliah, khususnya fakultas dengan lingkungan yang mendukungku untuk berkembang, aku s adar bahwa setiap hari adalah pembelajaran untuk kita. Apabila aku melihat mas a SMA lagi, aku telah dipertemukan dengan teman-teman yang luar bias a hebatnya dalam membantuku melewati mas a penuh tekanan itu. Banyak pula pembelajaran yang membuatku lebih kuat dari sebelumnya. Bila aku tidak menjadi pengurus OSIS , aku tidak akan menjadi diriku yang sekarang. Berkat pengalaman-pengalaman penuh tekanan tersebutlah aku bis a menjadi lebih menikmati hari-hariku dan live my life even more than before karena bagiku, kita bis a menjadikan keseharian kita lebih menyenangkan dan lebih menikmatinya ketika kita tahu selalu ada kesempatan untuk belajar dan melihat kebaikan dalam kehidupan. Aku bukan siswa yang punya banyak prestasi di sekolah dan akademikku pun bias a s aja. Saking bias anya, aku sempat tidak ingin memilih UI sebagai tujuan kampusku karena meras a pesimis. Dengan kemampuan yang aku pikir bias a s aja, aku buka pengumuman hasil SIMAK UI dengan hati yang sudah siap apa pun hasil yang akan keluar. Benar-benar tidak dis angka kalau aku dapat lolos s ampai aku refresh laman pengumuman itu entah berapa kali. Pada s aat itu aku meras a s adar bahwa aku s angat beruntung dapat diterima menjadi mahasiswa UI di fakultas dan jurus an yang aku inginkan.

60

PARAMITA 54

Serendipity


WHAT DO THEY SAY

Gregorius Dimas Herlambang Kesehatan Masyarakat 2019 Kepala Biro PSDM BEM IM FKM UI 2021

S aat aku berada di bangku SMP, hal tidak terduga yang membuatku menjadi down adalah aku menjadi korban perundungan. Pelakunya tidak hanya s atu orang, melainkan s atu sekolah. Pada s aat itu, ibuku s ampai memintaku untuk pindah sekolah, tetapi aku bersikeras untuk tetap bertahan. Aku adalah seorang anak yang pendiam, tetapi kejadian itu membuatku menjadi kuat dan ingin menunjukkan pada orang-orang bahwa aku mampu melakukan sesuatu. Akhirnya, aku bergabung dalam OSIS dan mencalonkan diri sebagai Ketua OSIS . Aku memang kalah, tetapi aku jadi tertantang untuk ikut berbagai kegiatan organis asi dan semacamnya. Meskipun kejadian itu buruk , tanpa kejadian itu, aku tidak akan jadi aku yang sekarang. Mungkin aku masih akan jadi seorang yang pendiam dan tidak peduli dengan sekitarku. Hal-hal beruntung yang aku miliki adalah memiliki orang tua yang suportif dengan kegiatanku dan dilancarkan jalannya menuju Universitas Indonesia. Seluruh kegiatanku itu begitu menyibukkan dan seringkali membuat pusing s atu rumah. Tak jarang orang tuaku menjadi kecewa karena aku lebih mementingkan aktivitasku di luar. Meski begitu, orang tuaku tetap mendukung setiap langkahku. Aku meras a s angat beruntung. Selain itu, dapat diterima menjadi mahasiswa UI juga suatu keberuntungan karena aku tidak pernah masuk ke dalam ranking 20 bes ar di SMA . S ampai sekarang pun aku masih tidak percaya kalau aku diterima di UI. Terima kasih!

Serendipity

PARAMITA 54

61


WHAT DO THEY SAY

Nabila Fahira J. Teknik Kimia 2019 Wakil Kepala Bidang I Kewiraus ahaan BEM F TUI 2021

Kejadian yang tak terduga mungkin adanya pandemi ini. Aku kira pandemi di rumah bakal bosen dan tidak bis a melakukan apa-apa, tetapi ternyata aku malah punya banyak waktu luang yang digunakan untuk mencari hal yang aku suka selain fokus ke perkuliahan seperti belajar des ain dan belajar merajut. Selain itu, aku juga ternyata bis a lebih dekat dengan keluarga dan teman-teman. Kalau meras a beruntung, s alah s atunya mungkin waktu aku masuk kuliah. Aku meras a bertemu orang-orang yang cocok dengan aku. Banyak banget bantuan yang aku dapatkan dari lingkunganku untuk mas alah akademis, organis asi, juga personal. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk menjadi orang sebaik mereka, tetapi karena aku dibantu, aku jadi berpikir untuk harus bis a membantu orang seperti itu juga.

62

PARAMITA 54

Serendipity


WHAT DO THEY SAY

Irbah Khalidina Pangeran Gizi 2019 Anggota Independen MPM IM FKM UI 2021 Fraksi Reguler 2019

Waktu SMA kelas 1 2 , aku pernah s akit TB. Awalnya aku tidak tahu aku s akit apa. Lalu, aku bolak-balik ke dokter untuk obser vasi penyakitku kurang lebih 6 bulan. Setelah ketahuan TB, aku langsung menjalankan pengobatan selama 8 bulan. Selama itu, badanku benar-benar drop dan aku menjalaninya bers amaan dengan persiapan untuk ujian akhir dan masuk kuliah. Awalnya aku pikir, “Kenapa sih aku harus s akit sekarang? Semua ras a s akit dan pengobatan ini benar-benar menyita waktu belajarku.” Alhamdulillah, aku sudah sembuh sejak Agustus 2020. Dari kejadian ini, aku mulai merenung. Aku yang awalnya berpikir s akit ini adalah hambatan, malah ternyata membuatku mendapatkan banyak pelajaran, terutama soal mental dan nikmat sehat. Aku jadi bersyukur pernah mencicipi penyakit ini (tapi jangan s ampai s akit lagi sih hehehe). Sebenarnya, aku tidak terlalu percaya keberuntungan, sih. Hal itu karena aku percaya all things happen for a reason dan pasti sudah diatur oleh Tuhan. Menurutku, diterima di UI itu jadi hal yang benarbenar aku syukuri. Bahkan s ampai sekarang aku masih amazed banget. Dengan latar belakang ceritaku yang pernah s akit dan effort aku untuk belajar mungkin tidak sebanding dengan teman-temanku, tapi ternyata Tuhan menakdirkan aku untuk bis a berkuliah di sini.

(JAY/SAL)

Serendipity

PARAMITA 54

63


PARAJOURNAL

Makrab C’Bond 18-20 Desember 2020

Events : Valentine’s Day 19 Februari 2021

Rapat Program Kerja 20-21 Februari 2021

Perayaan Magha Puja 27 Februari 2021

64

PARAMITA 54

Serendipity


PARAJOURNAL

Pelatihan Desain 12 Maret 2021

Alumni Talks I 27 Maret 2021

KBM Saddha I 28 Maret 2021

Pelatihan Kestari 3 April 2021

Pelatihan Penulisan Artikel 17 April 2021 Serendipity

PARAMITA 54

65


PARAJOURNAL

KBM Saddha II 25 April 2021

Visit Alumni 4 Mei 2021

Alumni Talks II 8 Mei 2021

Piket Kestari 8 Mei 2021

66

PARAMITA 54

Serendipity


Serendipity

PARAMITA 54

67


68

PARAMITA 54

Serendipity


Serendipity

PARAMITA 54

69


70

PARAMITA 54

Serendipity


Serendipity

PARAMITA 54

71


DUDU

U D DU

Dari: Anonim Untuk : Semuanya di KMBUI Betrand Peto makan Geprek Bensu Arigato Gozaimasu!

D ar i: A ku U n tu k : K it a se m ua

Se m an ga t te m en -t em en ! Ak u ta hu ki ta la gi be ra da ko nd is i ya ng su di s ah . Ku lo n ud ah bi ki n je nu h ba ng et . Pe ng en ce pe t- ce pe t of fl in e su pa ya bi s a ke te m u s am a te m an -t em an se ca ra la ng su ng . Na m un ki ta sy uk ur i s aj a. Se ti da kn ya de ng an be ra da di ru m ah , ja di he m at on gk os ja la n he he he h.

Da ri : Ay o di te ba k Un tu k : W ar ga KM B

h km b Ja nl up be lan ja me rc a @ ca ric ua n.g oo ds ya

72

PARAMITA 54

Serendipity

di

D a ri : B P H K M B U I X X IX U n tu k : P e m b a ca

Yu k bi s a yu k


D ar i: A ku U nt uk : Ka m u

mu Se m an ga t bu at ka ya ng di s an a! !

DUDU

D ar i: Le n U nt uk : Ci Sw as

s an Ja ng an bo s an bo ci :) di ke rj ai n ak u ya

Da ri : Ja la n An gk as a ni Ga ng Sp oo r Un tu k : A Si Pe ng hu He i

ka mu ,

se ma ng at

me nj ag a

in te rn al,

ya ng ga n lu pa ist ira ha t jag a ke se ha ta n, jan s aa t da ng , s am pa i ju mp a cu ku p, jan ga n be ga kit a be rte mu

D ar i:L en U nt uk : Ly , ai , er , m el , yc , ja y, sh an

Pe s an : Th an ky ou uu uu uu

uu ba ng et tt tt t ka lia n uw u uw u ba ng et tt ud ah s an ga t be rd ed ik as i m em aj uk an PA RA M IT A . . . . se m an ga tt t te ru s ka lia n di ku lia h da n se m ua ke gi at an ya ng se da ng ka lia n ja la nk an . . . . ka la u ad a ke su lit an , ja ng an lu pa be rb ag i ce ri ta ya aa bi ar bi s a le bi h le ga a. . . . se ne ng ba ng et bi sa ke te m u ka lia n di PA RA M IT A

Serendipity

PARAMITA 54

73


DUDU

Dari: tidak diaduk Untuk : keluarga diaduk maupun tidak diaduk mkasi ya dah s abar mau dngerin alas anku tiap mau leave zoom

D ar i: p en yu ka ci m in U n tu k : ya n g m ak an ke n ta n g s am a n u ge t d ic el u p in ke m cf lu rr y

Ja la n ja la n na ik ku da Ny am pe ny am pe ad a

di ac eh M ak as ih ud ah se la lu ad a St op bi ki n or an g m ak in re ce h

D ar i: A ku U nt uk : A na k- an ak ku di PA R A M IT A

Ha i ka lia n. . . Te ri m a ka si h ud ah be rj ua ng da n tu m bu h be rs am a di PA RA M IT A <3 Pe rj al an an pa nj an g m as ih nu ng gu di de pa n s an a, m er ek a nu ng gu bu at or an g he ba t bi s a uk ir la gi se bu ah se ja ra h. Ka la u ca pe k , ja ng an lu pa is tir ah at ya . Pu nd ak ku ad a bu at be rs an da r, te lin ga ku ad a un tu k m en de ng ar , da n ak u ad a ta np a pe rl u ka lia n ke ja r. 74

PARAMITA 54

Serendipity


D ar i: X X V II I IX U nt uk : KM B U I X X

ra ha si aK D ar i: pe ng ge m ar M ai tr i U nt uk : A ng el in e

a ga bi m ba ng la in ka li se m og di v la gi ya <3 m ili h gt b at au ra

DUDU

n ha de pi n, ya ng la gi ka lia ah al as m un Ap ap ka lia n co ba ga n ya ng la gi ap ap un ta nt an an ga t se la lu lu pa un tu k se m an ng ja , in ai s se le ar in pa nd em i BU I 29 !! Ja ng an bi te m en -t em en KM an ga t ka lia n tiv ita s da n se m ea kr gi an al gh m en ! ro w To ge th er ya a! un tu k se la lu #G

Dar i: ._. Unt uk : Mel i Sem ang at kem ban gin diri nya wkw kwk

D ar i: Le n U nt uk : Ch en Sa ls a

Th an ky ou uu u

ba ng et tt t ch en s al s aa ya ng se la lu ba nt u ak u da n in ge tin ke tik a ak u ad a s al ah . . . . se m an ga t te ru s ya a ka lia n di ku lia h ya ng pa st in ya si bu k ba ng et tt t. . . . se m og a bi s a la nc ar te ru s ku lia h da n se m ua ur us an ka lia n di m an ap un ka lia n be ra da

Serendipity

PARAMITA 54

75


Dari: Adit Untu k : Warg a KMB BEM IKM FKUI

DUDU

Terim a yang

kasih

untuk

kalian

masih

semua

tetap berjua ng dalam s ams ara ini. Perjal anan belum seles ai, mari temuk an #Happ inessI nside kita

bers ama!

D ar i: A n o n im U n tu k : P at ri ci a A n ge li n FK 20

ha i pa tr ic ia ! gi m an a ka ba rn ya ? se m og a ba ik ya , ak u cu m an m au bi la ng ke ka m u ka la u ka m u tu h ke re n ba ng et , se m an ga t ya ku lia hn ya .

D ar i: 20 17 U nt uk : 20 17

ga ke ra s a gu ys be nt ar lg ud h pa da lu lu s ra s an ya ke m ar in ba ru fa m ga th :”” ” se m an ga t te m an 2 ya ng sk ri ps i at au m ag an g at au ap ap un bu at ke lu lu s an ny aa a <3 33 3 le t’s ha ng in th er e !!! ! ka la u ca pe ja ng an lu pa is tir ah at , ev en ka la u cu m a ng el ak ui n 10 % da la m 1 ha ri , ud ah ba ka l be rg un a ba ng et bu at 90 % yg la in . ka la u st re ss jg n lu pa ng ob ro l ke te m en 2 de ke t! !! 76

PARAMITA 54

Serendipity


DUDU

D ar i: St ep h en U n tu k : B P H 29

Th an k yo u ka lia n ud ah ng el ak ui n ya ng te rb ai k un tu k KM B, yu k bi s a yu k se te ng ah ta hu n la gi i! Di tu ng gu ka r ya ka r ya he ba t di pa ru h ke du aa

D ar i: A no ni m IX U nt uk : KM B U I X X

IX , se m og a bu at KM BU I XX s ru te t ga an m Se ak hi r te rj ag a hi ng ga p ta te a ny jik ba m ot iv as i lu ar ga an ny a. m ak in er at ke ke se a og m se n da i da pa t n di de pa n na nt ga an nt ri la ga se Se m og a da n se m og a ng an bi ja ks an a de n ka ai s le se di ai . Sa dd hu 3x BU I da pa t te rc ap se m ua im pi an KM

aj al ah PA RM IT D ar i: Pe ni m bu n m ak PA RM IT U nt uk : Se m ua an

an ak la lu ng ew ad ah in M ak as i ud ah se pr es i, k te ru s be re ks an ak KM B un tu ka lia n da eb ak !

Serendipity

PARAMITA 54

77


DUDU

Dari: Anak CE yang s anga t uwu Untu k : Kawa n-kaw anss di dept CE Seman gattt teruss gengg sss, sering g” adain ngobr ol baren g yakk aowko wkw,

soalny a hari itu telat masuk meet nya :”

Dar i: UR LOV ELY BPL KES TAR I Unt uk : CI FIK A A <3

HII CII FIK A A YAN G BAIK HAT I, TIDA K SOM BON G, DAN RA JIN MEN ABU NG! Actu ally, we don ’t know wha t to s ay, but we’r e gon na reve al wha t we feel . We are real ly grat eful to have u and be a part of Kest ari ci. You are the pati ent and warm hear ted pers on that we have ever met ! Just wan na s ay than ks for all thin gs and less ons u gave to us. We coul dn’t give back to you ci, but we alwa ys wish all the best for u cii, goo d luck in ever ythi ng u do, and keep bein g the hum ble fika ! We Wuf ff u ci!! <3 <3

78

PARAMITA 54

Serendipity


DUDU

Dar i: BPL KES TAR I Unt uk : Chi ka <3

Halo Chik a si sibu k yang baw elll bang ett xixi, than k you yaa for all of ur effo rt di Kest ari espe ciall y for Pela tiha n Kest ari! We are real ly happ y and grat eful

to know and have u as one of our fam ily in Kest ari. Sem anga t dan goo d luck buat apap un yang seda ng dan akan dila kuka n. Stay bein g the talk ativ e and pow erfu l Chik a yaas ! we love u, muc h~

S TA R I D a r i: B P L K E <3 U n tu k : W in

a ri w k w . si g n in K e st e d f o r e d, , th e m a st o n e ta le n te H e lo o w W in to y o u th e s k n a th ch say mu a ll y h a p p y Ju st w a n n a rs o n ! W e re e p d n o sp ! a n d fa st re in in K e st a ri p a ss io n a te , e ta le n te d w th e v a h d n know a u p w in ! a n d lu ck y to o f it ! K e e p it ll a , ce ie rp v e u r m a st e u n ia d e si g n W e re a ll y lo ru s u n tu k d te s se k su n ngat da <3 te te p se m a B P L K e st a ri M u ch lo v e , ! B E F i d a y a ln d a n fi n a n si

Serendipity

PARAMITA 54

79


S TA R I D a r i: B P L K E nka <3 U n tu k : J o v a

DUDU

a ri w k w . W e rs o n in K e st e p t n ce o n m o st in K e st a ri . H a ii Jo , th e u r e ff o rt in f o ll a r fo s a y th a n k s gat a re a n d s a n ju st w a n n a ra n g y a n g c o i d ja n e m h su d a h n d lu ck y Te ri m a k a si er y happy a v re a e w , d . H o n e st ly angat w a rm h e a rt e K e st a ri . S e m in y il m fa a u have you as se d a n g a ta to k n o w a n d apun yang p a t a u b o o d lu ck e you te ru s d a n g ti st ! W e lo v n e d re tu fu our la k u k a n y a , akan kamu Jo jo , m u ch !

Dar i: BPL KES TAR I Unt uk : Ivan a <3

Halo oo Ipee , the lil cute st one in Kest ari wkw k . Just wan na s ay than ks for all of ur effo rt in Kest ari till this time espe ciall y in Pela tiha n Kest ari! Sem oga bis a mem beri kan ben efit buat Ipee ! We are real ly happ y and grat eful to know and have you as a part of fam ily in Kest ari! We know you are the brav e, pass iona te, and warm hear ted pers on, keep it up ipee e!! Sem anga t teru s dan goo d luck buat apap un yang seda ng dan akan di laku kan, teru tam a juga buat di MIPA ! We Love you Ipee , muc h!

80

PARAMITA 54

Serendipity


DUDU

Dar i: BPL KES TAR I Unt uk : The res ia <3

Hi Ther ee, the hum ble and lil cute st one in Kest ari! We just wan na s ay than ks for all of ur effo rt in Kest ari till this time . We are real ly happ y and luck y to have u as a part of fam ily in Kest ari! We know u as a frien dly and ver yy warm hear thed pers on ever ! So keep it up Ther e!! Sem anga t teru s dan goo dluc k buat apap un yang seda ng dan akan Ther e laku kan. We Love you Ther e, muc h~

S TA R I D a r i: B P L K E y <3 U n tu k : D e n n

i. K e st a ri h ih ll e r/ sp y d i o tr n co a k si S a b id a d ib e ri k a n Hi Denny yang udah rt o ff e a a mu a a b u a t se ve you Thankyou y d h a p p y to h n a l fu k n a a ll y th ri . W e a re re , fr ie n d ly , u n tu k K e st a re a h u m b le a u o y w o n k a ti v e K e st a ri ! W e n y y a n g ta lk a s a p a rt o f n e D i d ja p n ! Te te a rt e d p e rs o se m a n g a t a n d w a rm h e sabar dan r a b a S . w k wk lu ck a a t cu rc o l st a ri . G o o d te ru ta m a s a ya d i Ke u m se i m a hadapi k la k u k a n ! te ru s m e n g akan Denny n a d g n a d se papun yang ju g a b u a t a P L K e st a ri ~ W it h L o v e , B

Serendipity

PARAMITA 54

81


DUDU

e p K e s ta r i D a r i: W a k a d n p Saddha <3 fa rm a si , d a U n tu k : K a d e s a d d h a , ib u a n a k -a n a k

f th a n k s e p , ib u d a ri H ii i ib u k a d s a y a lo tt t o a n n a w st ix i. Ju mau u m d e sb in x k yaa udah k a y ju g a ib u se k n a b u o . Thanky k in d e st o n e n ju g a g a to y o u th e ms gue, da le b ro p n a la n d g e ri n cu rc o tt fo r m e . I’m se ri n g d e n It m e a n s a lo . e m to n e iv ic e y o u ’v e g te ru s b u a t lu p a a ll a d v ! Semangat u o y w o n k y to e rf u l, fu l a n d lu ck u a re a p o w o y re a ll y th a n k w o n k I ! bu kadep ! ukannya ya n y o u th in k se m u a k e si b o n m o re th a rs e p s u lo u a n d fa b p a ss io n a te , th in k . e rs o n w h o u p e th , e v lo W it h

Dar i: Wak ade p Kes tari Unt uk : Wak ade p CE <3

Hiii ange laa, the warm hear ted one ! Just wan na s ay than k you for all of your supp ort and kind ness to me. I’m real ly grat eful and luck y to know and beco me one of

ur fr wen ns. I know you as a pow erfu l and hum ble pers on ever , so keep it up girl! Sem anga tt teru ss dan goo d luck buat sem ua kesi buka nnya di CE dan juga FH!

With love , the pers on who you thin k abt.

82

PARAMITA 54

Serendipity


DUDU

D ar i: 我 U nt uk : 你 (M r. ha m st er ) 你 好 不 好 ? Ca n I’m

fa lli ng lo ve ag ai n,

w ith yo u?

rer t Admi e r c e S n ‘ 17 Dari: a Steve r d n a C epi Untuk: us LINE ak , n e g n Beb ka a a j a :( keman u m a k nih

D a ri : A n o m im U n tu k : B P H K M B U I X X IX

Se m an ga t te ru s! !

D ar i: CP D U D U U nt uk : Ka li an ya ng is i D U D U

M ak as ih

ka lia n

se m ua ya ng ud ah m er am ai ka n DU DU ! Ja ng an lu pa m in um ai r m ua h

Serendipity

PARAMITA 54

83


84

PARAMITA 54

Serendipity


LIV

Serendipity

PARAMITA 54

85


LIV

86

PARAMITA 54

Serendipity


PARACOMIC

OLEH ANONIM Serendipity

PARAMITA 54

87


Dharma Natharina Fakultas Ilmu Budaya-2019 Freelancer Des ain

88 88

PARAMITA 54 PARAMITA 54

SERENDIPITY

Serendipity

Davin Edb Fakultas Kesehatan Freelance


bert Yang n Masyarakat-2020 er Artikel

LIV

Mudhita Putri Fakultas Teknik-2019 Freelancer Artikel

SERENDIPITY

Serendipity

PARAMITA 54

PARAMITA 54

89 89


ARTIKEL PARAMITA

Berbicara Serendipity dalam Kompetisi Katanya hidup bukanlah permainan keberuntungan dan jika kau ingin menang, kau harus bekerja keras. Apakah kalian sudah pernah mendengar kalimat di atas? Berbicara tentang hidup, selain hubungan sosialnya, hidup juga tak luput dari kompetisi. Entah itu kompetisi dengan orang lain, maupun yang katanya kompetisi dengan lawan terbesar kita, yaitu diri sendiri. Seringkali ego manusia turut andil sehingga mereka berlombalomba mencapai titik puncak tercepat . Hingga terkadang mereka yang belum sempat mencapai titik puncak itu mengatakan bahwa ia yang berhasil hanyalah karena dapat keberuntungan yang lebih banyak . Lantas apakah kamu percaya adanya keberuntungan dan menurut kamu apa itu keberuntungan yang sesungguhnya? Ayo kita cari tahu lebih lanjut , apa kata mereka yang ada di balik Depar temen PARAMITA!

Aku percaya akan adanya keberuntungan dan menurutku keberuntungan adalah buah karma dari kehidupan masa laluku dan aku juga menganggap keberuntungan seperti buah yang masak pada waktu yang tepat. oleh Swastika Tios ara Padma

Aku percaya keberuntungan itu ada. Bagiku keberuntungan adalah hal-hal kecil yang seringkali tidak aku sadari seperti hidup di keluarga yang bahagia. Bisa menuntut ilmu di Universitas Indonesia dan bertemu dengan orang-orang hebat seperti kalian semua juga adalah keberuntunganku. Meskipun aku sangat mempercayai adanya keberuntungan, aku berharap tidak ada yang lupa bahwa dalam hidup kita tidak bisa hanya mengandalkan keberuntungan. Bekerja keraslah kawan, maka kita akan meraih apa yang kita inginkan. oleh Helen

Ya, aku percaya. Menurut aku, keberuntungan itu adalah buah dari karma baik ku yang tumbuh. Bagiku keberuntungan juga merupakan reward tambahan dari usaha aku. Aku percaya keberuntungan yang datang adalah buah dari perbuatan baik aku. oleh Mellysia

90

PARAMITA 54

Serendipity


ARTIKEL PARAMITA

Keberuntungan itu ibarat kumpulan karma bajik yang telah kita kumpulkan dan tiba-tiba berbuah. Layaknya ikan liar di sungai yang banyak terkira dan hanya kita temui jikalau waktunya tepat. Aku percaya keberuntungan itu ada karena secara tidak langsung keberuntungan itu ditanam oleh diriku sendiri. Banyak dari hidup yang sudah kujalani ini berisikan keberuntungan dan disetiap keberuntungan yang dijalani itu jangan lupa untuk mengucapkan syukur. oleh Michael Chen

Percaya atau tidak percaya, sadar atau tidak sadar, seringkali kita bertemu sesuatu yang katanya ‘keberuntungan’. Sering merasakan di titik terpuruk yang ada saja ‘keberuntungan’ datang hingga bisa bangkit kembali. Namun, dalam konteks kompetisi rasanya tidak pas jika kesuksesan seseorang diukur karena mereka beruntung. Bukankah karma turut andil dalam segalanya? Terlebih, kembali lagi ke perkataan “usaha yang tidak pernah mengkhianati hasil”. Mungkin secara tidak langsung, kita yang menciptakan keberuntungan tersebut dan memang tanpa bisa diatur ia datang pada waktu yang tepat. oleh Sals a Sangha Mitta

Berbicara mengenai keberuntungan, saya setuju bahwa jika kita ingin menang, kita harus bekerja keras. Karena pemikiran seseorang yang sukses adalah tidak menggantungkan nasib mereka pada keberuntungan. Menurut pendapat saya, saya melihat keberuntungan sebagai ketika adanya suatu kesempatan, kita mengambilnya, lalu berusaha sebaik mungkin untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dengan kerja keras. Disitulah keberuntungan akan muncul dan tidak ada cara lain selain kita perlu berusaha dan terus melakukan kebajikan baik dengan pikiran, ucapan dan perbuatan. Percaya atau tidak dengan keberuntungan, saya melihatnya sebagai sesuatu yang netral. oleh Ailisia Dharmaputri

Menurut aku, keberuntungan itu pasti ada dan bisa dipandang dari berbagai macam sudut. Ketika kita sedang merasa tertekan atau dalam masa sulit, pastinya hal baik yang kecil pun bisa dianggap sebuah keberuntungan yang besar. Namun, terkadang keberuntungan sulit kita sadari karena sifat alami kita yang mudah melihat keberuntungan orang lain. Sesungguhnya, begitu banyak keberuntungan yang bisa kita cari di berbagai situasi yang kurang menyenangkan. Malah terkadang, kita bisa bersyukur bahwa kejadian yang menguntungkan sekarang mungkin hanya akan terjadi jika kita melalui hal yang tidak beruntung dulu. oleh Erika Tanuwijaya

Serendipity

PARAMITA 54

91


ARTIKEL PARAMITA

Aku percaya adanya keberuntungan dalam dunia ini. Keberuntungan ditemukan ketika persiapan bertemu dengan peluang ( when preparation meets opportunity ). Persiapan yang dimaksud adalah usaha dan kerja keras, yang tentunya akan menanamkan karma baik jika dilakukan dengan motivasi benar. Ketika karma baik itu tumbuh dan berbuah, dalam bentuk peluang, saat itulah aku dapat simpulkan bahwa aku telah bertemu dengan yang namanya "keberuntungan“ dalam dunia ini. oleh Jaysen Ekajuve Thiadi

Saya percaya dengan adanya keberuntungan. Namun, keberuntungan bukan datang dengan serta-merta tanpa sebab. Keberuntungan adalah hasil karma baik yang berbuah tanpa kita minta. Karena kedatangannya yang tidak direncanakan, ia menjadi 'keberuntungan‘. oleh Shania Malson

Sebenarnya dalam diri aku sendiri, aku percaya bahwa keberuntungan itu ada. Mereka menemani kita tanpa kita sadari. Berkaca dari kehidupan aku sendiri, sering kali aku mengalami hal-hal yang tak terduga dari keberuntungan itu. Kadang keberuntungan muncul di saat yang tepat, kadang pula tidak. Sebagian orang mungkin berpikir bahwa untuk mencapai segala sesuatu yang kita impikan hanya perlu kerja keras dan usaha. Memang benar, usaha dan kerja keras sangat diperlukan. Tetapi, menurut aku pribadi, segala sesuatu yang kita jalani itu perlu adanya keberuntungan untuk menyempurnakan hal yang kita impikan. Menurut aku keberuntungan itu hal yang abstrak, tidak bisa dipikirkan dengan logika, dan aku anggap sebagai hal yang dapat 'membuat kita tidak bisa berkata-kata‘. oleh Vinda Olyfia

Sebagai peserta yang berhasil lolos SNMPTN, bohong banget kalau aku tidak percaya dengan keberuntungan. Aku percaya bahwa lolos SNMPTN itu ya karena keberuntungan. Mengenal sahabatsahabatku juga sebuah keberuntungan dalam hidup. Selain itu, mengenal Triratna dan memiliki dua orang kakak beradik berusia senja yang dengan sukarela merawatku hingga sekarang juga sebuah keberuntungan yang paling berharga. oleh Yiu Cen

92

PARAMITA 54

Serendipity


ARTIKEL PARAMITA

Setelah mendengar pendapat dari teman-teman PARAMITA, jadi, bagaimana? Kamu percaya adanya keberuntungan? Atau malah sedang mulai membuat suatu keuntungan? Ayo ceritakan keberuntungan versi kamu! (SHA/YIU)

Serendipity

PARAMITA 54

93


PARAFACTS

Bahasa dengan Penutur Asli Terbanyak di Dunia Oleh Frodewald Grimbert-FIB Apakah kalian tahu bahasa dengan penutur asli terbanyak di dunia? Pasti kebanyakan dari kalian menjawab bahasa Inggris. Sayangnya, kalian kurang tepat, bahasa dengan penutur asli terbanyak di dunia adalah bahasa Mandarin.

Lah, bukannya bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak dipakai di dunia? Eitss tenang dulu teman-teman, yang saya tulis di atas kan bahasa dengan penutur asli terbanyak di dunia. Mari saya jelaskan.

Bahasa yang paling banyak digunakan di dunia dapat diukur berdasarkan jumlah penutur asli dan jumlah keseluruhan penutur. Jumlah penutur asli adalah jumlah dari seseorang yang memperoleh suatu bahasa sebagai bahasa pertama sejak kecil atau biasa disebut bahasa ibu. Sedangkan

94

PARAMITA 54

Serendipity

jumlah keseluruhan penutur adalah jumlah dari seseorang yang menguasai suatu bahasa, baik sebagai penutur asli maupun non-penutur asli. Nah, sudah jelaskan? Ada juga fakta yang menunjukkan bahwa penutur asli bahasa Inggris hanya menempatkan posisi ketiga. Selain itu, perbedaan penutur asli bahasa Inggris dan Mandarin mencapai hampir 3 kali lipat loh. Menurut website babbel.com, penutur asli bahasa Mandarin terdapat sekitar 917 juta jiwa, sedangkan bahasa Inggris hanya sekitar 379 juta jiwa. Wow, bedanya sangat jauh ya teman-teman. Namun, untuk jumlah penutur bahasa terbanyak tetap dipegang oleh bahasa Inggris dan yang kedua baru Mandarin.


Fakta pertama, penulisan aksara mandarin bukan disebut huruf mandarin, melainkan disebut dengan karakter mandarin. Lah, memang apa bedanya? Nah, bedanya adalah huruf itu hanya melambangkan bunyi, sedangkan karakter menggambarkan bentuk, bunyi, dan makna. Tenang, teman-teman, jangan bingung dulu, akan saya kasih contoh.

PARAFACTS

Mungkin kalian yang membaca artikel ini sedikit banyak sudah tahu tentang bahasa Inggris. Oleh karena itu, kali ini saya akan membahas tentang fakta-fakta menarik dari bahasa dengan penutur asli terbanyak di dunia, yaitu bahasa Mandarin. Mari kita mulai pembahasannya.

Coba kita lihat kata “kayu”, “kayu” terdiri dari huruf k,a,y,u. Gabungan huruf tersebut baru akan menghasilkan bunyi “kayu” yang langsung bisa kita interpretasikan ke otak berupa batang pohon, bahan pembuat meja, dan lainnya. Kita tidak akan tahu makna dari huruf “k”, huruf “a” kecuali gabungan huruf yang membentuk suatu kata yang sudah kita sepakati maknanya. Sedangkan bahasa Mandarin berbeda, dengan satu karakter 木 sudah mewakili bunyi, tona dan maknanya yaitu mù (kayu). Karena hal inilah huruf dan karakter sangat berbeda. Jadi teman-teman setelah membaca ini jangan bilang huruf Mandarin lagi ya.

Serendipity

PARAMITA 54

95


PARAFACTS

Fakta kedua, bahasa Mandarin ternyata memiliki lebih dari 86 ribu karakter atau hanzi loh. Wah, jumlahnya sangat banyak, lalu bagaimana penutur bahasa Mandarin? Kok bisa menghafal sebanyak itu? Walaupun memiliki karakter sebanyak itu, seseorang bisa dikatakan sebagai penutur jika menguasai empat ribu sampai enam ribu karakter saja. Jadi, bagi teman teman yang ingin belajar bahasa Mandarin jangan patah semangat ya. Fakta ketiga, apakah kalian tahu bahwa karakter-karakter Mandarin adalah gambaran langsung dari bentuk atau kejadian asli? Iya, dari bentuk atau kejadian asli. Tidak percaya? Mari kita lihat gambar dibawah ini.

Sudah percaya kan? Gambar di atas menunjukkan beberapa contoh evolusi dari karakter Mandarin. Tidak bisa dipungkiri bahwa bahasa Mandarin merupakan salah satu bahasa tertua di dunia. Sudah banyak terjadi evolusi perubahan hingga menjadi karakter yang kita kenal sekarang. Oleh karena itu, saat kalian sedang menghafal karakter Mandarin, coba saja cari asal terbentuknya karakter tersebut, pasti lebih cepat ingat.

96

PARAMITA 54

Serendipity


PARAFACTS

Fakta keempat, saya yakin kebanyakan dari kalian sudah tau bahwa Mandarin memiliki 2 jenis karakter, yaitu simplified Chinese dan traditional Chinese. Tapi, kalian tahu tidak alasan di balik kenapa bisa ada 2 jenis karakter? Pada awalnya, karakter Mandarin hanya memiliki satu jenis karakter, yaitu yang tradisional. Namun, karena karakter Mandarin tradisional cukup sulit untuk dipahami dan diingat maka banyak masyarakat Tiongkok yang buta huruf. Padahal Pemerintahan Republik Rakyat Tiongkok yang baru terbentuk pada pertengahan abad 20 itu sedang gencar-gencarnya menyebarkan aturan melek huruf ke seluruh penjuru daerah. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut dibuatlah karakter Mandarin versi simplified. Cara ini terbukti ampuh sampai sekarang. Nah, sangat menarik bukan bahasa Mandarin itu. Semoga dengan membaca fakta-fakta ini kalian bisa semakin tertarik untuk mempelajari bahasa Mandarin ya teman-teman. Oh iya, menurut saya fakta-fakta ini agak jarang diangkat di artikelartikel. Kalian bisa menemukan fakta lain selengkapnya di internet. Terima kasih teman-teman yang sudah membaca artikel ini. Salam hangat dari saya. (SAL/JAY)

Serendipity

PARAMITA 54

97


PARADHAMMA

Keberuntungan: Puncak Rapuh Sang Gunung Es Oleh Vandana Budhi - FT 2017 98

PARAMITA 54

Serendipity


Seiring dengan kemajuan di bidang pendidikan, sebuah kejadian pada suatu wa k t u d i a n g ga p m a m p u diprediksi dengan persentase kemungkinan yang berbedabeda. Sejak SD pun kita telah diajari konsep matematika terkait hal itu. Secara matematis, koin yang dilempar hanya dapat menunjukkan satu dari dua kemungkinan saat jatuh, yaitu antara angka atau gambar. Ketika perkiraan kita sesuai dengan kenyataan yang ada, terlebih lagi apabila kejadian tersebut dirasa sulit terjadi, hal itulah yang disebut d e n ga n ke b e r u n t u n ga n . Lantas bagaimana jika koin yang jatuh tidak mengalami salah satu dari keduanya? Bagaimana jika ada potensi kejadian ketiga yang sering diabaikan? Bukankah mungkin sebuah koin menggelinding dan berhenti berdiri setelah dilempar? Kejadian yang tidak terprediksi ini sering disebut sebagai serendipity atau kebetulan tak terduga.

Serendipity

PARAMITA 54

PARADHAMMA

Sejak dahulu, untung dan rugi adalah sepasang fenomena yang sangat menarik untuk dikaji. Nenek moyang kita pun telah mencoba berbagai metode untuk mengungkapkan tabir keberuntungan dengan cara yang umum disebut sebagai ramalan. Meskipun sering dianggap irasional, berdasarkan catatan sejarah, berbagai bentuk ramalan telah dipraktikkan di Tiongkok Kuno, Mesir, Kasdim, dan Babilonia sejak 4000 SM. Sampai sekarang, telah muncul beragam cara meramal seperti astrologi, numerologi, serta pemanfaatan benda-benda seperti kartu remi, daun teh, bola kristal, dadu, api, air, garam, dan lainnya. Malahan, praktik-praktik ini semakin menjamur bersamaan dengan perkembangan teknologi informasi.

99


PARADHAMMA 100

Apabila dilihat dari kacamata Dhamma, sebenarnya keberuntungan dan serendipity tidak pernah berbeda, keduanya dapat dijelaskan berdasarkan hukum karma. Secara sederhana, kedua fenomena tersebut ada akibat dari bertemunya sebab dengan kondisi-kondisi yang tepat, sehingga menciptakan sesuatu yang menyenangkan. Kondisi di sini juga amat bervariasi tergantung pada sekecil apa kondisi tersebut dapat ditelusuri. Jangan pernah melupakan bahwa hal-hal baik, khususnya keberuntungan, merupakan hasil tumpukan karma baik yang mungkin telah dikumpulkan sejak masa yang tak terhitung lamanya. Nahasnya, keberuntungan ini sangat mudah untuk hilang, layaknya puncak gunung es yang terlihat amat indah, tetapi pijakannya tak pernah solid dan mudah hancur, bahkan ketika manusia tidak melakukan apa pun. Dalam masa sulit seperti beberapa bulan ke belakang, sebenarnya manusia tetap memiliki beragam keberuntungan. Entah disadari atau tidak, masih memiliki pekerjaan, mampu makan 3 kali sehari, memiliki lingkungan sosial yang suportif, dan tetap sehat selama pandemi adalah keberuntungan yang sangat berharga. Jika tidak setuju, coba PARAMITA 54

Serendipity

bandingkan kondisi-kondisi tadi dengan pasien COVID-19 atau mereka yang kehilangan pekerjaan dan kesulitan makan selama pandemi berlangsung. Terlepas dari tingkat relativitasnya bagi setiap orang, keberuntungankeberuntungan ini haruslah disyukuri. Berdasarkan Buddhisme, salah satu keberuntungan bagi seorang makhluk adalah dapat terlahir sebagai manusia. Bagi beberapa kalangan tertentu, perumpamaan dalam Bālapaṇḍita Sutta, Majjhima Nikāya 129 adalah kisah klasik yang sering didengar. Dalam sutta ini, terdapat perumpamaan tentang betapa sulitnya seorang makhluk untuk terlahir kembali sebagai manusia ketika ia terlahir di alam binatang. Dikisahkan ada seseorang yang melemparkan sebuah cincin ke laut dengan angin kencang yang bertiup tak tentu arah, sehingga cincin selalu terombangambing tanpa pernah diam. Kemudian, ada seekor kura-kura buta yang muncul


menyimpang. Kemudian setelah melakukan perbuatan menyimpang dan meninggal, ia akan terlahir kembali di alam menderita. Jika sekarang kita telah lahir sebagai manusia tanpa memiliki atribut-atribut di atas, maka dapat diasumsikan bahwa kita memiliki cukup karma baik dari kehidupan-kehidupan lampau. Jelas dengan “modal” ini kita harus terus berusaha agar menciptakan “keuntungan-keuntungan” lagi. Dikatakan untuk terlahir sebagai manusia yang didukung dengan kondisi baik memerlukan sebab dan kebajikan yang tak terhingga banyaknya, sehingga seseorang perlu mengembangkan moralitas (sila) dan sifat luhur yang sempurna (paramita) dengan tekun. Kehidupan sebagai manusia bahkan diinginkan oleh para dewa. Dalam Pubbanimitta Sutta, Itivuttaka 83, ketika seorang dewa akan meninggal, dewa lainnya yang mengetahui ini akan mendorongnya dengan ucapan: “Pergilah dari sini, sahabat, ke tujuan yang baik. Setelah pergi ke tujuan yang baik, raihlah apa yang baik untuk diraih. Setelah mendapatkan apa yang baik untuk diraih, mantapkanlah diri di dalamnya.” Sang Buddha menjelaskannya sebagai berikut: “ Ke h i d u p a n m a n u s i a i t u l a h tujuan yang baik. Setelah menjadi Serendipity

PARAMITA 54

PARADHAMMA

ke permukaan laut setiap satu abad sekali. Pertanyaannya, apakah kura-kura tersebut dapat memasukkan lehernya ke dalam cincin itu? Berapa lama waktu yang diperlukan? Ternyata menurut Sang Buddha, kura-kura itu memerlukan waktu yang lebih cepat untuk memasukkan kepalanya ke cincin tersebut daripada waktu yang diperlukan oleh seorang makhluk dari alam binatang untuk terlahir kembali sebagai manusia. Fenomena ini dapat terjadi karena tidak ada praktik Dhamma yang dapat dilakukan di alam binatang. Sebagai binatang, hal yang dapat dilakukan hanyalah saling memangsa dan membantai makhluk yang lebih lemah, sehingga ia akan s e m a k i n b a n ya k menciptakan karma buruk. Apabila suatu saat nanti ia terlahir kembali menjadi manusia, ia akan lahir dalam keluarga rendah, miskin, selalu kekurangan, hidup dalam kondisi sulit, buruk rupa, cacat, berpenyakitan, dan berperilaku

101


PARADHAMMA 102

manusia, memperoleh keyakinan dalam Dhamma dan Vinaya adalah hal yang baik untuk diraih. Ketika keyakinan itu mantap dalam dirinya, berakar dalam, kuat, dan tidak dapat dihancurkan oleh makhluk manapun di dunia ini, inilah yang disebut dengan mantap.” Berdasarkan sutta ini, dapat disimpulkan bahwa hanya alam manusia yang mendukung pembelajaran Dhamma karena tidak terlalu menyenangkan maupun terlalu menyedihkan. Lalu, dikatakan dalam Dhammapada 182, tidak hanya sulit untuk dapat terlahir sebagai manusia dan bertahan hidup, tetapi juga sulit untuk dapat mendengarkan Dhamma, terlebih lagi hidup dan belajar Dhamma dalam periode Buddha mengajar. Sebab kelahiran seorang Buddha adalah sesuatu yang paling langka di dunia. Mari kita renungkan kembali, jika kita melihat ke sekeliling, jumlah manusia lebih sedikit daripada jumlah binatang yang ada, sehingga dapat diasumsikan populasi manusia lebih sedikit daripada binatang. Kemudian dalam populasi manusia, terdapat sekitar 7.000 kematian bayi baru lahir setiap hari, yang merupakan 47% dari semua kematian anak di bawah usia 5 tahun pada t a h u n 2 0 1 9 ( W H O, 2 0 2 0 ) . PARAMITA 54

Serendipity

Selanjutnya dari total populasi manusia sekarang, mungkin kurang dari sepersepuluhnya y a n g b e r ke s e m p a t a n u n t u k mendengarkan Dhamma dan menjadi seorang Buddhis. Apalagi menjadi manusia yang belajar Dhamma selama periode 45 tahun Buddha Gotama mengajar di dataran India, tanpa adanya teknologi informasi yang maju. Meskipun demikian, janganlah bersedih karena kita masih hidup di zaman keberadaan Dhamma. Malahan, Dhamma telah tersebar ke penjuru dunia dan sangat mudah untuk diakses dari berbagai media. Terlepas dari segala kondisinya saat ini, tubuh manusia yang kita miliki sangatlah rapuh. Walaupun d i rawa t s e b a i k m u n g k i n , i a akan terus berderap mendekati ke h a n c u ra n s e b a ga i s e b u a h keniscayaan terhadap Sang Waktu. Jika dengan tubuh manusia pun kita masih beralasan tak mampu atau tak sempat untuk belajar dan praktik Dhamma, kapan lagi kita melakukannya? Layaknya sebuah puncak gunung es, tubuh manusia belum tentu akan bertahan lama seperti yang kita perkirakan dan sewaktu-waktu ia dapat mati dan hancur. Terlebih lagi, kondisi yang mendukung pembelajaran juga belum tentu datang setiap saat.


PARADHAMMA

Jika sekarang kita telah memiliki cukup kondisi untuk belajar Dhamma maka lekaslah bergerak. Potensi keberuntungan tak akan pernah menjadi kenyataan apabila tak ada aksi untuk meraihnya. Memang wajar untuk menikmati hidup, tetapi amat salah ketika terbuai dan tidak berpraktik Dhamma. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini untuk sekadar lewat bagaikan setetes air di gurun pasir. Segera tentukan ke mana tujuanmu dan selamat berjuang! See you around! (DAV/JAY)

Referensi : https://www.britannica.com/topic/fortune-telling https://samaggi-phala.or.id/tipitaka/balapandita-sutta/ https://www.dhammatalks.org/suttas/KN/Iti/iti83.html https://www.accesstoinsight.org/ptf/dhamma/sagga/loka.html https://www.dhammacakka.org/?channel=ceramah&mode=detailbd&id=458 https://dagporinpoche.id/ajaran/tahapan-jalan/menjadi-buddhis/kelahiranmanusia-yang-berharga/ https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/newborns-reducing-mortality Serendipity

PARAMITA 54

103


_

PARATANYA

New Document - Notepad File

Edit

Format

View

Help

Narasumber: YL Heni

104

PARAMITA 54

Serendipity

x


_

New Document - Notepad Edit

Format

View

Help

1. Namo Buddhaya YL Heni. Saya izin bertanya, mungkin pertanyaannya cukup aneh tapi saya cukup kepikiran sampai sekarang. Sebagaimana yang dijelaskan bahwa umat Buddha harus berprinsip Ehipassiko dalam hidup kami, tetapi bagaimana cara kita mempercayai apa yang telah diajarkan itu benar tanpa kita bisa Ehipassiko pada apa yang dipercaya tersebut? Terima kasih YL Jawaban:

PARATANYA

File

x

Saya melakukan Ehipassiko itu karena diajarkan oleh Nagarjuna melalui apa yang disebut empat jenis penalaran. Empat jenis penalaran ini tentunya sesuatu yang bisa dipelajari. Apa saja? Yaitu penalaran dari segi ketergantungan, penalaran dari segi fungsi, penalaran yang dibentuk atau disahikan dengan menggunakan alasan, dan penalaran yang kita lihat berdasarkan daripada sifat alami suatu fenomena. Pertanyaan ini sebenarnya adalah pertanyaan yang bagus. Ini bukan pertanyaan yang aneh, melainkan hal yang seharusnya kita pikirkan karena moto daripada prinsip Ehipassiko dalam hidup itu selalu didorong dalam Buddhis. Tapi, apa yang menjadi patokan dari Ehipassiko itu tidak dijelaskan. Sebenarnya dalam Ehipassiko, misalnya, bagaimana cara kita bisa meng-Ehipassiko-kan atau membuktikan apa yang telah diajarkan itu benar atau tidak, ada beberapa hal yang sepertinya tidak bisa kita buktikan atau kita Ehipassiko-kan. Nah, kita harus tahu bahwa cara membuktikan sesuatu itu dibagi menjadi dua; pembuktian secara nalar dan pembuktian menggunakan kutipan yang sah. Dari hal inilah, kita bisa membuktikan sesuatu. Misalnya untuk pembuktian pertama, kita membuktikan secara langsung jika api itu bersifat panas dan itu tidak bertentangan dengan apa yang dikatakan orang-orang. Lalu yang kedua adalah kita bisa melihat ketika kita mencoba untuk menalarkan sesuatu.Munculnya satu panas tertentu, tergantung daripada apa yang disebut ‘api’, dan ini pun kita bisa buktikan sebenarnya melalui penalaran logika. Kita juga bisa membuktikan bahwa sesuatu itu, misalnya suara tidak kekal karena ia adalah sesuatu yang diproduksi dan semua yang diproduksi itu tidak kekal. Kembali lagi, harus terdapat pendalaman, ya. Lalu, kita lihat lagi: “Oh ya, di dalam kutipan-kutipan yang bisa dipercaya, memang dinyatakan api itu bersifat panas.” Serendipity

PARAMITA 54

105


_

PARATANYA

New Document - Notepad File

2.

Edit

Format

View

Help

Prinsip pembuktian yang lain dengan kita menggunakan tiga cara pembuktian. Pertama, ketika kita menilai suatu fenomena tertentu tidak bertentangan dengan pemahaman kita secara indrawi atau kognisi yang dijelaskan, seperti ketika kita melihat benda secara langsung. Misalnya, ketika kita melihat tumbuhan dan sebagainya adalah sesuatu yang harus kita buktikan: itu tidak bertentangan dengan hal tersebut. Lalu yang kedua adalah kita harus memeriksa apakah ia bertentangan dengan apa yang disebut dengan pembuktian dari segi pemahaman kognisi yang berdasarkan kesimpulan. Jadi, ini harus berdasarkan satu rangkaian logika; kita harus menggunakan logika untuk membuktikan hal tersebut, dan ini pun sebenarnya perlu dipelajari. Lalu yang ketiga adalah saat ia tidak bertentangan dengan kutipan-kutipan yang bisa dipercaya. Dari ketiga ini, ketika tidak ada kontradiksi; maka hal itu bisa kita anggap benar. Namo Buddhaya. sebagai seorang Buddhis baru, saya kesulitan untuk melaksanakan meditasi. Adakah kiat untuk memulai rutinitas meditasi? Terima kasih, YL. Jawaban: Meditasi adalah hal yang baik untuk dilakukan bagi umat Buddhis maupun non-Buddhis. Kita bisa memulai meditasi dengan melakukan sesi-sesi sederhana. Sebenarnya ini akan tergantung dari kecenderungan seseorang. Apakah seseorang itu mempunyai kecenderungan yang harus diatasi dari meditasi? Namun, jika seseorang itu tidak punya sesuatu yang spesial, saya menyarankan untuk memulai dengan Anapanasati, atau meditasi pernapasan. Karena meditasi ini adalah yang mudah untuk semua orang. Semua orang memiliki napas dan bisa memperhatikan napasnya. Ada banyak sekali hal yang bisa didapatkan dari meditasi Anapanasati ini. Jadi, jika ingin memulai, bisa dimulai dengan sesi-sesi ringan, misalnya seperti 5 menit per hari. Jika sudah ditetapkan 5 menit per hari, maka lakukanlah meditasi selama 5 menit. Apa pun yang terjadi dalam 5 menit itu, usahakan jangan beranjak dari meditasi. Walaupun pikiran kita tidak bisa dikendalikan, tetaplah diam dalam posisi dan memegang komitmen untuk bermeditasi. Lama-kelamaan, orang tersebut akan mulai terbiasa untuk bermeditasi.

106

PARAMITA 54

Serendipity

x


_

New Document - Notepad Edit

Format

View

Help

Hal yang perlu diperhatikan adalah ketika sudah menetapkan jangka waktu, dan ternyata saat meditasi kita dapat ‘melakukan lebih’, jangan dilakukan. Simpan untuk sesi selanjutnya. Hal ini untuk memicu kedisiplinan diri dalam komitmen yang sudah kita buat. Ini pun dapat mendorong rasa senang dalam bermeditasi. Jika membutuhkan bantuan, ketukan irama dari alat musik ikan kayu dapat mengarahkan batin kita menuju ketenangan. Begitu juga dengan musik relaksasi.

PARATANYA

File

x

Lalu, jika dirasa meditasi ternyata menyenangkan untuk Anda, dan ingin dipelajari lebih lanjut, berusahalah untuk mempelajari lebih banyak tentang meditasi tersebut. Seperti mencari guru untuk pengarahan, karena meditasi itu membutuhkan guru. Semoga kiat ini bisa berguna, dicoba saja.

3. Namo Buddhaya YL. Saya ingin bertanya soal keinginan. Seperti yang kita ketahui dari penjelasan Buddha bahwa keinginan merupakan sebab dari penderitaan. Lalu apakah keinginan untuk mencapai pembebasan (Nibbana) juga menjadi sebab penderitaan baru bagi kita? Jika tidak, apa yang membedakan keduanya? Jika iya, bagaimana sebaiknya kita sebaiknya menyikapi cita-cita luhur tersebut agar tidak menjadi penderitaan baru? Terima kasih. Jawaban: Kita harus membedakan apa keinginan kita dalam kategori ingin mencapai pencerahan atau pembebasan dan yang satu lagi ingin mendapat makanan enak, atau ingin mendapatkan harta orang lain, atau ingin mendapatkan kualitas orang lain. Tapi, itu hanya berdasarkan kemelekatan terhadap hal tersebut dan hanya berdasarkan karena kita iri. Tanpa perjuangan tentunya. Kita perlu membedakan dua “ingin” ini, satunya bersifat negatif dan satu bersifat positif. Ingin yang bersifat negatif itu adalah hal yang mengacu pada objek yang kita lekati atau yang kita benci. Misalnya, “aku ingin memukul orang yang aku benci”, “aku ingin menyuarakan bahwa ia tidak benar”. Halhal seperti ini adalah ingin yang bersifat negatif. Kalau ingin yang bersifat positif adalah ingin menolong makhluk lain, ingin memperbaiki diri, ingin membuat orang-orang yang telah berjasa bagi kita Serendipity

PARAMITA 54

107


_

PARATANYA

New Document - Notepad File

4.

Edit

Format

View

Help

merasa berbahagia dengan apa yang kita lakukan, ingin membuat pengemis berkurang penderitaannya, dan sebagainya. Nah, dua ingin ini harus kita lihat; ternyata berbeda dari sudut pandang faktor batin. Jika dalam bahasa Pali, cetasika adalah ‘faktor batin’. Cetasika ini membedakan antara ingin yang positif dan ingin yang negatif. Ingin yang dalam sisi negatif itu adalah bentuk sebuah kemelekatan, ketika kita melihat sebuah objek tertentu dan kita melekat kepadanya, inilah sumber penderitaan. Cirinya adalah ketika misalnya kita ingin mendapatkan makanan enak, tetapi kita akan marah ketika tidak mendapatkannya. Jadi, kita merasa tidak damai. Terkadang ketika kita mengalami suatu masalah tertentu, kita akan lari (pelampiasan) ke makanan, inilah yang disebut kemelekatan kepada makanan. Inilah hal yang tidak baik dan disebut sebagai “raga” atau kemelekatan. Lalu yang kedua adalah ingin yang bersifat positif, itu berupa aspirasi dan pastinya bersifat positif. Yang misalnya “Aku ingin mencapai Nibbana”, itu adalah contoh dari aspirasi dan sebuah ingin yang positif. Ini adalah hal yang penting dan harus dipelajari. Belakangan ini peminat dan antusiasme kegiatan rohani di kalangan anak muda dan di KMBUI mengalami penurunan. Apakah saya boleh meminta testimoni YL Heni mengenai bagaimana ajaran Sang Buddha telah membantu YL semasa menjadi mahasiswa dan hingga sekarang? Jawaban: Tentu, ajaran Sang Buddha telah banyak membantu saya selama di kuliah sampai sekarang. Saat saya menghadapi sebuah masalah, ajaran Sang Buddha ini sangat practical dan membantu menyelesaikannya dengan bijak untuk kedua pihak yang sedang bersinggungan. Banyak prinsip Buddhis yang bisa menjadi panduan untuk menjadi pemimpin dan bagaimana cara kita menyelesaikan masalah dengan adil dan tidak berpihak. Semua itu ada di ajaran Buddha. Terus terang, menurut saya, ajaran Buddha ini menenangkan orang-orang terutama di masa pandemi ini. Kita yang sudah dibekali ajaran Buddha bisa menjadi dewasa. Banyak orang yang mengalami ‘sakit mental’ dan hanya bisa

108

PARAMITA 54

Serendipity

x


_

New Document - Notepad Edit

Format

View

Help

disembuhkan dengan sesuatu yang bersifat ‘pendamaian terhadap batin’. Inilah yang diajarkan Sang Buddha. Semua penderitaan itu dari batin; dari stres muncul banyak penyakit yang lain. Ketika muncul suatu kekotoran di dalam batin, lalu kita melakukan sesuatu hal yang buruk (misalnya membunuh), itu akan berpengaruh ke fisik kita, menjadi fisik yang penyakitan. Makanya, kita perlu melihat bahwa semua kesakitan sumbernya dari batin. Cara menyembuhkan batin ini adalah dengan mengikuti ajaran Sang Buddha karena memang ajaran Sang Buddha ini diperuntukkan untuk batin. Filsafat yang diberikan oleh Sang Buddha, mayoritas itu untuk batin (ajarannya).

PARATANYA

File

x

Semua orang punya masalah, punya penderitaan. Bukan hanya kita yang menderita di dunia ini. Nah, tapi, kita punya dan bertemu caranya; kita adalah seorang Buddhis yang memiliki ajaran Sang Buddha untuk dipelajari. Jangan berpikir jika mempelajari agama Buddha nantinya akan menjadi Bhikkhu/Atthasilani. Justru, praktisi rumah tangga yang memiliki tantangan lebih banyak dan sangat membutuhkan Dhamma. Karena di situlah suatu kebijaksanaan dan ketenangan hidup dapat diperoleh. Semua orang ingin hidup bahagia, bagaimana caranya? Ya, dengan mempelajari agama Buddha. Jika membutuhkan testimoni yang lebih gamblang, ketika saya sedang menjadi mahasiswa. Kita lihat, segala sesuatu itu tidaklah kekal. Misalnya, kita sedang bermusuhan dengan seorang teman. Suatu saat, teman kita yang kita musuhi itu akan pergi. Kita pun juga akan pergi, meskipun tidak tahu kapan pastinya. Kalau kita menyimpan suatu kemarahan, itu sebenarnya untuk apa? Ingin dibawa sampai mati? Saatnya untuk memecahkan masalah. Dendam kemarahan itu untuk apa? Apa poinnya? Untuk kalian para mahasiswa, ini sangat berguna. Lalu misalnya, “Oh iya, saya bodoh banget pelajaran di kuliah ini,” Sesuatu yang di batin ini, semuanya tidak kekal. Tidak akan ada orang yang bodoh selamanya, dan orang yang pintar selamanya. Jadi yang pintar janganlah sombong, kepintaran itu bisa hilang kapan pun. Kalau bodoh, jangan “minder”. Jika kita mau berjuang, kita pasti bisa. Kita harus berjuang lebih banyak dibanding orang pintar. Ajaran sang Buddha ini tidak ada kurangnya sama sekali untuk mengatasi semua masalah di dunia ini. Testimoni pun tidak bisa saya sebutkan semuanya. Jika tidak mengenal ajaran Sang Buddha, Serendipity

PARAMITA 54

109


_

PARATANYA

New Document - Notepad File

5.

Edit

Format

View

Help

Namo Buddhaya. Aku mau bertanya, bagaimana perspektif Dhamma mengenai overthinking (memikirkan suatu hal secara berlebihan)? Terima kasih. Jawaban: Tentu ada suatu bagian yang mempelajari tentang overthinking. Overthinking ini adalah sesuatu yang mengganggu dan merupakan penghalang yang besar ketika kita ingin meditasi. Bagaimana cara melatihnya? Tentu kita harus menggunakan yang namanya “kewaspadaan” dan kita perlu cukup jeli untuk melihat hal ini. Jadi, jangan overthinking. Terutama overthinking biasanya diasosiasikan dengan hal negatif karena ini adalah hal yang berbahaya. Ketika kita berpikir yang macam-macam, hal yang kecil pun bisa menjadi berkembang dan membuat kita menilai seseorang sangat buruk. Ini adalah hal yang berbahaya dan perlu dilawan dengan “kejernihan”. Karena hidup kita ini penuh dengan overthinking, sebenarnya.

Overthinking juga bisa mengarah ke sebuah kemelekatan. Perlu keseimbangan dalam memikirkan sesuatu. Namun, overthinking yang lebih berbahaya adalah overthinking yang negatif, dan itu perlu diatasi. Karena dari overthinking ini, muncullah kilesa (kekotoran batin). Dari kilesa, muncullah kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Ini bahkan tertulis di teks. buddhaya YL Heni, dalam Dhamma kita diajarkan untuk 6. Namo hidup berkesadaran dengan menyadari saat ini, atau biasa disebut hidup “here and now”. Pertanyaan saya, bagaimana cara yang tepat bagi mahasiswa untuk dapat mempersiapkan masa depan dengan tetap hidup “here and now” tanpa mencemaskan apa yang ada di depan? Terima kasih YL. Jawaban: Hidup yang disebut hidup berkesadaran “here and now”, apakah kita harus memikirkan masa depan? Tentu saja! Walaupun kita tahu hidup tidak kekal, tentu saja kita harus memikirkan masa depan. Misalnya, apakah seseorang yang mengejar Nibbana tetap harus berpikir bagaimana caranya saya bisa mencapai pencerahan sempurna? ‘Kan tetap harus berpikir. Bukan yang overthinking, 110

PARAMITA 54

Serendipity

x


_

New Document - Notepad Edit

Format

View

Help

tentunya. Jadi, “here and now” itu sebenarnya apa sih? Itu adalah sesuatu latihan diri di mana kita menyadari di setiap momen yang kita lalui, kita harus mengembangkan hal tersebut. Ketika kita berjalan, kita harus sadar ‘apa sih motivasiku melakukan ini?’ Itu yang disebut “here and now”. Kita harus berusaha menjaga hal itu untuk bersih. Misalnya saat berdana kepada yang membutuhkan, kita harus menjaga batin kita tetap bersih ketika melakukan itu. Kenapa? Karena kalau kita ingin mendapat buah yang baik, kita harus melakukan segala sesuatu dengan hati yang bersih. Ketika kita marah, kita harus sadar bahwa kemarahan itu hanya merusak diri kita.

PARATANYA

File

x

Tapi ingat, di sini kita juga harus mengatasi yang namanya kecemasan yang berlebihan. Ada orang yang anxious tentang masa depan. Ini perlu dijadikan catatan dan kita harus berhati-hati supaya tidak terjebak di lubang. Saat merencanakan masa depan, kita harus merancang tujuan dan mengatur visi kita serta menggunakan setiap momen dengan baik. Bukan berpikir yang terlalu jauh, contohnya jika saya menyelesaikan tugas ini, saya akan naik pangkat, lalu gaji saya akan naik, lalu bisa memberikan orang tua sebuah rumah. Bukan itu. Berfokuslah pada menyelesaikan tugas itu. Tidak perlu sampai berlebihan seperti itu. Jadi, sebenarnya prinsipnya adalah “Do the best NOW, for the BET.TER future.”

(SHA/YIU)

Serendipity

PARAMITA 54

111


PARAPLUS

Cave in The Snow Gua Gunung Salju oleh: Victoria Diora Artha (FH 2017) dan Regina Dana (FH 2017)

Judul Buku : Gua Gunung Salju (Kisah Pencarian Spiritual Seorang Perempuan) Cave in The Snow (A Western Woman’s Quest For Enlightenment) Penulis : Vicki Mackenzie Penerjemah : Lenny Hidayat, Heni Rostami, Hendra Wijaya Jumlah Halaman: 262 Penerbit : Penerbit Serlingpa Dharmakirti Tanggal Terbit : Maret 2008 Bahasa : Indonesia (terjemahan Inggris)

112

PARAMITA 54

Serendipity


PARAPLUS

Buddhisme telah ada selama lebih dari 2560 tahun yang lalu dan praktiknya tetap berkembang hingga saat ini. Bahkan, pada zaman modern ini, kita masih dapat mengenal para praktisi Buddhis seperti His Holiness the Dalai Lama, Tich Nhat Hanh, Ajahn Brahm, dan masih banyak lagi. Namun, dari banyaknya praktisi Buddhis, berapa banyak praktisi perempuan yang kalian kenal? Gua Gunung Salju merupakan buku yang menggambarkan bahwa perempuan mempunyai kekuatan yang sama dengan laki-laki dalam hal praktik maupun pencapaian spiritual. Seorang praktisi perempuan barat bernama Tenzin Palmo membuktikannya dengan praktik meditasi selama 12 tahun di sebuah gua salju terpencil, 13.200 kaki di atas permukaan laut (4023 mdpl) di Pegunungan Himalaya seorang diri. Ia adalah salah satu Bhikkhuni barat pertama yang ditahbiskan dalam tradisi Vajrayana yang pada kala itu didominasi laki-laki. Ia berjuang melawan segala stigma mengenai praktisi perempuan, terlebih perempuan barat pada saat itu.

“Saya telah bersumpah untuk mencapai pencerahan dalam tubuh perempuan, sebanyak apa pun kehidupan yang harus saya lalui,”

Serendipity

PARAMITA 54

113


PARAPLUS 114

Kisah Hidup Tenzin Palmo

Terlahir sebagai seorang barat di negeri Inggris membuatnya dikelilingi oleh kebudayaan yang sepenuhnya barat. Namun, sejak kecil ia merasa dirinya lahir di tempat yang salah, ia merasa dirinya adalah seorang Asia. Selayaknya kebanyakan orang barat, ia tumbuh dalam paham Kristiani, namun dalam pencahariannya, ia tertarik dengan Buddhisme. Pada suatu saat ia bertanya pada ibunya mengenai siapa itu Buddha, dan ibunya menjawab, “Dia semacam dewa orang Timur.” Tenzin Palmo dengan penuh keyakinan menjawab, “Tidak, dia hidup dan memiliki sebuah cerita, seperti Yesus.” Itu hanyalah masalah waktu sebelum ia menemukan secara tepat kisah yang sebenarnya. Pada usianya yang ke-21, ia akhirnya berangkat ke India, negeri yang selama ini ia impikan. Perjuangannya pun akhirnya dimulai, ia berhasil bertemu dengan Gurunya dan ditahbiskan menjadi seorang Bhikkhuni tiga bulan setelahnya. Namun, pada kenyataannya, praktiknya tidak berjalan semudah itu, ia berjuang melawan diskriminasi terhadap praktisi perempuan. Stigma kejam seperti perempuan yang “kotor” dan “emosional” berhasil ia singkirkan. Ia juga berhasil menjelaskan bahwa perempuan bahkan memiliki kelebihan berupa welas asih yang tinggi dan lebih mudah untuk membangkitkan Bodhicitta.

PARAMITA 54

Serendipity


Pada suatu waktu, Gurunya akhirnya memberikan ia kesempatan untuk berpraktik lebih keras di gua bersalju di Pegunungan Himalaya seorang diri. Sebagian orang menganggap bahwa gua adalah pelarian, sedangkan menurut Tenzin Palmo, kehidupan duniawi yang justru merupakan pelarian. Di dalam gua, apa pun yang terjadi, tidak ada yang bisa diandalkan selain diri sendiri. Pada salah satu pengalamannya, Tenzin Palmo harus terjebak dalam bongkahan es sisa badai salju Himalaya selama berharihari dengan sedikit sekali oksigen. Namun, tak seperti di tempat lain, tidak ada pertolongan yang bisa didapatkan, tidak ada hal yang dapat dilakukan kecuali menerima dan mengandalkan diri sendiri. Selama 12

PARAPLUS

Gua Gunung Salju

tahun, ia tak pernah lari, ia berpraktik dengan keras, melawan kronis dinginnya gunung Himalaya, ancaman binatang buas, bahkan berhadapan dengan kematian.

Kelebihan Hal lain yang paling menarik adalah buku ini tidak hanya menceritakan betapa hebatnya seorang praktisi perempuan. Namun, juga menceritakan sisi humanis dari perempuan hebat. Bahwa bahkan praktisi perempuan sehebat dan setangguh Tenzin Palmo juga memulai perjuangannya sebagai perempuan biasa. Ia mengalami indahnya jatuh cinta, rasa sakit patah hati, bahkan mengalami keadaan berada di persimpangan keraguan untuk melanjutkan jalur spiritual. Buku ini memberikan semangat kepada semua orang, khususnya perempuan, bahwa asal mempunyai tekad dan keinginan yang kuat, semua orang mampu menjalani praktik menuju pencerahan. (SAL/YIU)

Serendipity

PARAMITA 54

115


KMBUI INSIDE

Kaderisasi Pemantapan Organisasi Oleh Bryan Jonathan Yahya-FMIPA 2019

Kaderisasi Pemantapan Organisasi (KPO) adalah program kerja yang diselenggarakan oleh Departemen RnD yang dilaksanakan setiap awal kepengurusan KMBUI. KPO bertujuan untuk memberikan bekal kepada anggota agar nantinya mampu bekerja sama dan dapat menjalankan tugas dengan baik di departemen masing-masing ataupun antar departemen. Selain itu, KPO juga bertujuan untuk memperkuat sinergi dari tiap anggota KMBUI. 116

PARAMITA 54

Serendipity


R

KMBUI INSIDE

Tema yang diangkat pada KPO tahun 2021 ini adalah “Connect to Ignite your Potential” yang digagas oleh Project Manager KPO Denny Hartanto (FT 2019). Tema ini dipilih agar setiap anggota dapat mengembangkan potensi dalam dirinya masing-masing dan dapat menggunakan potensi tersebut untuk saling membangun antaranggota KMBUI. KPO tahun ini hanya dilaksanakan sekali, tidak seperti tahun lalu, dan diadakan secara daring melalui platform Zoom. Acara dibagi menjadi dua hari. Hari pertama diisi dengan games dan roleplay sebagai pencair suasana dan ajang mengakrabkan anggota-anggota terlepas dari perbedaan departemen. Sedangkan hari kedua diisi dengan seminar oleh dua alumni KMBUI yaitu Frengki Chua (FEB 2015) dan Andrew Prasettya Japri (FKM 2017). Pada hari pertama, seluruh anggota KMBUI XXIX non-RnD berperan menjadi utusan semut yang ditugaskan oleh ratu untuk mencari vaksin untuk menyembuhkan wabah CT-101 yang menginfeksi kerajaan mereka.

oleplay dibagi menjadi enam sesi dimana setiap sesinya ada te

ka-teki yang harus dipecahkan para anggota dengan bekerja sama.Dalam berjalannya permainan peran, para peserta yang dibagi menjadi sembilan kelompok akan dibimbing oleh fasilitator dari RnD XXIX, ketua umum KMBUI XXIX, dan BPH tahun lalu. Games yang dimainkan dalam roleplay antara lain puzzle, tebak lagu, dan geoguessr. KPO hari pertama berlangsung dari jam 10.00-16.00 WIB dan dipandu oleh Carles (FMIPA 2020) sebagai pemandu acara. Esensi dari games dan roleplay yang dilakukan adalah untuk melatih problem solving, berpikir kritis, kerja sama, pantang menyerah, leadership, percaya diri, dan masih banyak lagi.

Serendipity

PARAMITA 54

117


KMBUI INSIDE

Hari kedua KPO difokuskan untuk mendengarkan seminar dari Andrew Prasettya Japri dan Frengki Chua. Ko Andrew memimpin sesi workshop melalui fitur breakout rooms dari Zoom. Setiap kelompok harus mendiskusikan pertanyaan yang diberikan pada setiap sesi breakout. Sesi ini merupakan sesi yang cukup menarik, sebab kita dapat melihat pola pikir yang berbeda dari tiap breakout room untuk menjawab pertanyaan yang ada. Sedangkan sesi dari Ko Frengki merupakan sesi penyampaian materi tentang cara berorganisasi yang baik. Dalam sesi ini Ko Frengki mempunyai metode agar semua peserta dapat aktif berpartisipasi, yaitu dengan mengajak semua peserta untuk menyiapkan kertas dan pulpen lalu menggambarkan flowchart berisi 5 orang terdekat kita serta hubungan timbal baliknya. Dengan metode ini para peserta dapat mengetahui bagaimana hubungan relasinya dengan orang terdekatnya. Diharapkan dengan adanya KPO ini dapat menambah kompetensi dari tiap anggota KMBUI XXIX agar semakin mahir bekerja sama dan menjalankan tugas selama masa kepengurusan dengan sebaik-baiknya. Diharapkan pula setelah mengikuti KPO ini ada skill baru yang dapat diperoleh seperti problem solving,

critical thinking, leadership, dan teamwork. (SHA/YIU)

118

PARAMITA 54

Serendipity


Oleh: Salsa Sangha Mitta-FKM 19

Jadi, sudah berapa lama kamu hidup? 17 tahun, 18 tahun, 19 tahun, atau sudah lebih dari 20 tahun? Lalu, sudah berapa kali kamu sakit selama kamu hidup? Sekali, dua kali, tak terhitung jumlahnya, atau kamu belum pernah sakit sama sekali? Sering kali kamu pasti mengeluh ketika merasakan sakit. Demam yang tidak turun, sakit perut berkepanjangan, pusing, mual, bahkan hingga masuk ke rumah sakit akibat penyakit-penyakit lanjutannya. M u n g k i n terkadang kita juga mengatakan diri sendiri bahwa “kita lemah,” hanya minum es sekali saja sudah kena flu. Tahukah kamu? Tubuh manusia memiliki suatu sistem pertahanan terhadap benda asing dan patogen yang disebut sistem imun.

Ketika ada benda asing atau zat yang dianggap toksin masuk ke dalam tubuh, maka tubuh kita akan melawan benda-benda tersebut. Respons imun manusia akan muncul karena adanya reaksi yang dikoordinasi selsel dan molekulmolekul terhadap mikrob dan bahan lainnya. Respons imun tubuh ini dibagi menjadi dua, ada respons imun spesifik dan respons imun nonspesifik. Ketika kita terlahir ke dunia, kita sudah diberikan pelindung dalam diri dengan sendirinya. Mereka melindungimu tanpa kamu s a d a r i dan kamu dapat menyebutnya sebagai respons imun nonspesifik. Respons imun nonspesifik (innate immunity) merupakan Serendipity

PARAMITA 54

PARAMEDIC

Mereka Melindungi Tanpa Kamu Sadari

119


PARAMEDIC

imunitas bawaan yang dapat melindungi tubuh dari zat asing walaupun belum terpapar oleh zat tersebut. Innate immunity berperan sebagai pertahanan paling awal pada manusia untuk mengeliminasi mikrob patogen bagi tubuh. Respons ini dapat bekerja pada sejumlah mikroorganisme (ke semua jenis mikrob) dengan respons yang cepat, tetapi kurang kuat. Mereka tidak memiliki memori terhadap infeksi sebelumnya, berbeda dengan respons imun spesifik. Jenis pertahanan sistem imun nonspesifik dibagi menjadi empat, sebagai berikut:

Pertahanan Fisik Pertahanan fisik merupakan pertahanan garis terdepan pada lapis pertama, Pertahanan ini terdiri dari kulit, selaput lendir, batuk, bersin, dan silia saluran pernapasan yang akan mencegah masuknya berbagai kuman patogen ke dalam tubuh. Jika pertahanan fisik rusak, contohnya saluran pernapasan yang rusak akibat terpapar rokok, maka dapat meningkatkan risiko terhadap adanya infeksi. Pertahanan Biokimiawi Pertahanan biokimiawi adalah pertahanan kedua setelah pertahan fisik, Bahan yang disekresi mukosa saluran pernapasan, kelenjar minyak kulit, telinga, spermin dalam semen mengandung bahan yang berperan dalam pertahanan tubuh secara biokimiawi. Contohnya, pH asam pada keringat yang dilepaskan kulit memiliki efek denaturasi terhadap protein membran sel sehingga dapat mencegah infeksi yang dapat terjadi melalui kulit. 120

PARAMITA 54

Serendipity


PARAMEDIC

Pertahanan Seluler Pertahanan seluler pada sistem imun nonspesifik utamanya diperankan oleh sel darah putih. Fagosit mampu menghancurkan organisme patogen melalui proses fagositosis. Mereka memiliki kemampuan menelan dan menghancurkan mikrob dan material asing yang masuk ke dalam tubuh. Di sisi lain, ada sel NK yang berjaga di sistem peredaran darah dan limfatik. Sel NK mampu melisis dan membunuh sel kanker serta sel tubuh yang terinfeksi virus sebelum diaktifkannya sistem kekebalan adaptif (sistem imun spesifik). Sel NK menyerang membran sel target dengan melepaskan senyawa kimia yang disebut perforin. Pertahanan Humoral Berbagai bahan dalam sistem sirkulasi berperan dalam pertahanan tubuh secara humoral. Pertama, komplemen yang dapat meningkatkan fagositosis dan mempermudah destruksi bakteri dan parasit. Kedua, interferon yang mengandung nukleus dan dilepas sebagai respons terhadap infeksi virus. Ketiga, protein C-reaktif yang berperan sebagai opsonin dan dapat mengaktifkan komplemen. Nah, tanpa kamu sadari atau bahkan tidak ketahui keberadaannya, mereka selalu menjaga kamu setiap saat. Jadi, ayo kita jaga mereka dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta konsumsi makanan bergizi seimbang. Dengan menjaga kesehatan sistem imun, maka akan berkurang juga faktor risiko penyakit menyerang tubuh kita. Terlebih pada masa pandemi sekarang, sistem imun tentunya berperan penting dalam menjaga kesehatan. Walaupun vaksin sudah mulai diberikan, seharusnya hal itu tidak membuat kita lengah terhadap menjaga imunitas. So, stay safe and stay healthy, jangan lupa untuk menjaga imunitas diri sendiri! (JAY/SHA) References: 2021. Daya Pertahanan Tubuh, Kekebalan Tubuh. Universitas Indonesia Suardana, I., 2017. Diktat Imunologi Dasar Sistem Imun. Universitas Udayana.

Serendipity

PARAMITA 54

121


PARAPLUS

Dia Yang

Datang Oleh Dheniza – F T 2020

A

ku ber jalan tanpa tahu arah tujuan Sampai lupa jalan pulang Terasa letih dan berat K adang kala pun aku tersesat Entah apa tujuanku sebenar nya Hari ini pun sama Aku kembali ber jalan Melewati kesunyian Menelusuri pahit manisnya kehidupan Entah apa yang ingin kug apai Langit mulai menghitam Cahayanya mulai redup Meniupkan angin kencang Sampai menusuk kulit Kini aku di mana... Hanya g elap yang aku lihat Hanya sunyi yang aku rasa Melewatinya seorang diri Tak mudah bagiku Semak belukar meng g oresku sedikit demi sedikit Memberikan luka kecil tapi sung guh sakit Memberikan bekas yang terkenang

122

PARAMITA 54

Serendipity


PARAPLUS

Tolong... Tolong aku Kumohon tolong diriku Tolong... Tolong aku Kumohon tolong diriku Ke mana mereka semua? Ke mana para manusia itu Melihat tapi pura-pura buta Mendeng ar tapi pura-pura tuli Tak terasa bendung an yang kubuat hancur Membasahi pipi ini Semakin deras Sambil kusebut nama-Nya Pedih hati sulit terelakkan Akankah ada keajaiban? Akankah dia mendeng ar? Hing g a cahaya itu muncul Membawaku pergi Kini aku di sini bersama-Nya Berdiri teg ak dalam lindung an-Nya Secuil harapan mulai ter tanam Seolah tak ada lagi keg elapan Kini ku punya tujuan Ini semua kar na dia

Serendipity

PARAMITA 54

123


PARAVISION

Keberuntungan yang Sesungguhnya Evelyn FT 2018 “Hai, pembaca. Apa kabarmu? Siapapun kamu yang sedang membaca ini, aku harap harimu menyenangkan. Ceritakan dong, keberuntungan apa sih yang datang kepadamu hari ini? Oh, kalau aku? Hm...” “Kabarku baik. Hari ini juga, aku sangat bersyukur. Masih dapat memandang langit, mendapat asupan gizi yang cukup, dan menghirup udara yang penuh dengan polusi kota ini. Aku beruntung, tinggal di bawah bangunan beratap, memiliki pekerjaan yang didambakan mayoritas orang, dan hidup tanpa 124

PARAMITA 54

Serendipity

memikirkan uang untuk sesuap nasi di esok hari. Hanya saja, entah mengapa langit terlihat abu. Hari-hari tidak berjalan sesuai ekspektasiku. Pasta favorit di mejaku tak terlihat sedap dan setiap hembusan nafasku terasa berat. Bukan aku tidak bersyukur dengan apa yang aku miliki. Bukan aku sedang memberi ruang bagi mereka untuk mengkritik generasi muda yang katanya ‘bermental tempe’. Hanya saja... Hanya saja aku sedih, aku tidak puas, aku merasa tersakiti, dan hanya saja...”


Kamu tidak percaya? Kalau begitu, yuk ingat-ingat bagaimana respons temanteman kamu terhadap stresor yang sama. Satu berita buruk yang sama, dengan respons yang berbeda. Ada yang merasa sangat marah hingga ke ubun-ubun, ada yang merasa sedih, ada yang merasa biasa saja.

PARAVISION

Itulah jawaban yang akan kuberikan pada kala itu. Aku terjatuh ke dalam lubang ruminasi pikiran. Apakah kamu sedang merasakan hal ini sekarang? Jika iya, biar kuberitahu satu rahasia. Suatu rahasia yang seharusnya diketahui banyak orang, bahwa 50% dari kebahagiaanmu telah ditentukan sejak lahir.

P

erhatikan kata ‘merasa’. Dari manakah datangnya perasaan kita? Apakah datangnya dari alam bawah sadar? Faktanya, 50% dari perasaan telah ditentukan oleh gen kita seumur hidup, seperti roti bulat yang tidak bisa dipisahkan dari hamburger. Saat terdapat stresor, terdapat reaksi kimiawi dan terjangan hormon yang bervariasi di otak kita. Unik untuk setiap orangnya, hingga perasaan yang dihasilkan pun berbeda pula.

Serendipity

PARAMITA 54

125


PARAVISION Tetapi, untaian-untaian DNA yang tak terhitung jumlahnya ini hanya bertanggung jawab atas 50% perasaan kita. Sisanya, 10% dari pengaruh lingkungan dan 40% ada di bawah kendali kita. Mungkin kamu sudah terlahir memiliki amarah yang besar, atau kesedihan yang kronis, atau kebahagiaan yang meluapluap. Tapi jangan biarkan otakmu memanipulasi dirimu. Ketika luapan hormon telah membanjiri dirimu, selalu ingat bahwa kamu punya 40% kontrol untuk mengembalikan perasaanmu ke netral. Seperti layaknya masakan yang sudah gagal dibuat enak kembali oleh koki bintang 5, jadilah koki bintang 5 yang membumbui hambarnya hidup dengan topping kebahagiaan. Kalau kata orang, bahagia itu adalah pilihan, bukan? 126

PARAMITA 54

Serendipity

Aku baik-baik saja. Aku sudah cukup. Meskipun aku tidak baikbaik saja, pun tidak apa, karena aku tau aku akan selalu memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik di masa depan. Aku sadar bahwa perasaan yang menekan diriku ini merupakan respons alamiku terhadap stresor, dan aku sadar bahwa aku akan selalu memiliki kendali untuk membawa perasaanku kembali ke netral". “Tapi, aku berbeda dari orang lain. Aku selalu gagal. Dunia ini tidak adil terhadapku. Hanya aku saja…”


Eits, stop. Ingat bahwa

dirimu, rasakanlah kebahagiaan dari penerimaan diri dalam hatimu. Bukan demi siapapun, bukan untuk pencitraan, tapi demi kedamaian hatimu sendiri. Keberuntungan yang sesungguhnya?

PARAVISION

50% perasaan ini hanya merupakan hasil dari permainan molekul dan hormon. Jangan biarkan kendalimu disabotase olehnya. Apapun kondisimu, kamu tidak apa-apa. Rangkul dan peluk

(MUD/SAL)

Lupakanlah soal keberuntungan. Waspada akan perubahan suasana hati, pegang erat setirmu, dan jadilah orang paling beruntung, yang tidak memerlukan keberuntungan di hidupnya untuk menjadi ba hagia.

Serendipity

PARAMITA 54

127


PARAFICTION

Tanggal Lahir yang Tertukar Oleh Bella-FIB 2020

128

PARAMITA 54

Serendipity


Rabu sore, pertama kalinya Chris berhasil mengajak Anna pergi makan berdua. Sebelumnya, Anna selalu menolak setiap ajakan Chris dengan alasan masih ada hati lain yang harus ia jaga. Chris juga tahu bahwa Anna memiliki lelaki lain di hatinya, namun ia pantang menyerah untuk bisa mengajak Anna pergi berdua. “Kamu kapan jadian sama Jo? Atau jangan-jangan sudah putus?” tanya Chris dengan sedikit meledek saat di perjalanan. “Tidak tahu, tidak mau pacaran juga,” jawab Anna dengan singkat. Sebenarnya, Anna sudah putus dengan Jo beberapa hari lalu, sekarang ia bebas pergi berdua dengan lelaki lain. Namun, Anna belum mau memberitahunya karena ia hanya menganggap Chris sebagai sahabat baiknya, tidak lebih. Mulai dari hari itu, mereka sering pergi berdua. Chris sering menjemput Anna untuk pergi ke sekolah bersama dan juga mengantarnya pulang. Chris juga mengajak Anna menonton DBL bersama sepulang sekolah.

Di setiap hari Minggu, Chris dan Anna sering ke vihara bersama mengikuti kebaktian remaja di salah satu vihara yang terletak di Pluit. Anna bertemu dengan papa, mama, dan adik perempuan Chris pertama kalinya di acara Fangsheng dari vihara. Saat itu Anna sangat malu, namun ternyata mereka sangat ramah terhadap Anna. Setelah pulang dari vihara, mereka sering mengajak Anna untuk ikut pergi bersama. Awalnya ia merasa tidak nyaman ikut dengan keluarga Chris karena belum terbiasa. Selain itu, adik perempuan Chris juga terlihat tidak terlalu menyukai kehadiran Anna di sana.

PARAFICTION

I. Kencan Pertama

Lama kelamaan, perasaan Chris semakin mendalam, ia selalu menemani Anna mengantri panjang demi mencoba semua minuman boba berbeda merk yang sedang hype pada masanya. Jo -mantan Anna- masih sering mengganggu dan menghubunginya. Mengetahui hal ini, Chris menjadi marah, padahal ia tidak punya hak apa pun untuk itu. Chris juga selalu marah ketika ada lelaki lain yang menghubungi Anna, dan sifat inilah yang membuat Anna belum bisa menyukai Chris. Namun, Chris selalu meminta maaf dan merasa bersalah setelahnya. Ia menebus itu dengan memberikan kejutan kecil manis yang membuat Anna senang kembali.

Serendipity

PARAMITA 54

129


PARAFICTION

II. Perasaan Hati Mereka sudah berteman sejak kelas dua SMA dan menjadi sangat dekat di kelas tiga. Di tahun terakhir sekolah, Chris les di BTA untuk mempersiapkan UTBK masuk ke universitas impiannya, Universitas Indonesia, sama dengan Anna. Tempat les Chris cukup jauh dari rumah dan sekolahnya, sehingga ia perlu menghabiskan banyak waktu dan tentu melelahkan. Meskipun begitu, ia masih pergi untuk membelikan boba dan mengantarkannya ke rumah Anna. Malam itu, hujan turun sangat deras, Chris harus menunggu hujan reda agar bisa pergi ke rumah Anna. Kejutan ini berhasil membuat Anna terharu, ia terharu dengan usaha yang dilakukan oleh Chris. Bukan hanya sekali, tetapi setiap minggu sepulang les, Chris selalu menghampiri Anna dan mengajaknya pergi ke tempat-tempat yang sangat ingin Anna kunjungi. Karena Chris sering memaksakan dirinya yang sudah lelah demi pergi bersama Anna, akhirnya Chris sakit dan tidak masuk sekolah. Anna merasa ada yang kurang, kesepian seperti kehilangan seseorang yang biasa selalu berada di sampingnya saat Chris tidak masuk sekolah. Pada saat itu juga, Anna menyadari dan berpikir,

“Apakah ini artinya aku sudah memiliki perasaan kepada Chris? Mengapa aku merasa kesepian saat Chris tidak ada di sebelahku?” Sepulang sekolah Anna menjenguk Chris di rumahnya dan bertemu dengan mama Chris. Saat itu mereka bekerja sama untuk memberikan kejutan kepada Chris yang sedang sakit. Ketika Chris membuka pintu rumahnya, Anna berdiri membawakan bubur dan buah untuknya. Chris terlihat senang sekali karena untuk pertama kalinya Anna mau mengunjungi Chris.

130

PARAMITA 54

Serendipity


PARAFICTION “Terima kasih sudah datang membawakan bubur dan buah untukku,” kata Chris. “Iya sama-sama. Kapan ulang tahunmu?” tanya Anna. “Aneh, tiba-tiba tanya ulang tahunku, mau kasih kejutan dan hadiah?” Chris meledek Anna. “Berkhayal setinggi langit saja sana,” jawab Anna dengan jutek. “Iya-iya, ulang tahunku tanggal 7 bulan 9, cantik,” kata Chris sambil ditertawai oleh mamanya. “Terbalik dengan tanggal ulang tahunku dong, aku tanggal 9 bulan 7 loh,” kata Anna. Baru pertama kali Anna menemukan teman laki-laki yang tanggal ulang tahunnya terbalik dengannya. Anna sempat berpikir, “Apakah ini hanya

kebetulan? Atau ada kaitannya dengan karma di kehidupan yang lalu?”

“Nanti kita foto berdua di depan Balairung UI pakai jaket kuning ya. Kamu pasti diterima melalui jalur SNMPTN, sedangkan aku harus giat belajar agar bisa lulus SBMPTN dan menyusul kamu ke UI,” ucap Chris mengejutkan Anna yang sedang melamun. “Oke,” jawab Anna. Saat itu Anna sangat percaya diri ia akan diterima SNMPTN sehingga malas belajar untuk persiapan UTBK, berbanding terbalik dengan Chris.

Serendipity

PARAMITA 54

131


PARAFICTION

III. SNMPTN dan SBMPTN Tidak lama setelah UN dibatalkan karena ada pandemi, tiba saatnya pengumuman SNMPTN. Anna sangat bersemangat menunggu pengumuman itu, Chris juga tidak sabar sehingga selalu meneleponnya. Air mata langsung mengalir membasahi pipi Anna ketika tahu ia tidak lolos SNMPTN. Chris berusaha menghibur dan mengajaknya belajar mempersiapkan UTBK bersama. Ia kembali bersemangat dan bahkan menjadi lebih rajin belajar dibandingkan Chris. Setelah berbulan-bulan belajar dan berdoa agar bisa lolos SBMPTN untuk diterima di UI, mereka tes UTBK di tempat dan waktu yang berbeda. Hingga tiba saatnya pengumuman SBMPTN, yang lolos hanyalah Anna, sedangkan Chris tidak. Anna senang bercampur sedih. “Bagaimana dengan janji mau foto berdua di depan Balairung UI pakai jaket kuning?” tanya Anna. “Tenang saja, Arif dan Tipang tetap bisa foto berdua di depan Balairung walaupun Arif tidak kuliah di UI,” jawab Chris.

132

PARAMITA 54

Serendipity


PARAFICTION

IV. Status “Ternyata kita sudah dekat selama satu setengah tahun ya, waktu cepat sekali berlalu sampai tidak terasa,” kata Anna. “Memang. Kalau sekarang jadi pacar aku, mau tidak?” tanya Chris. Anna terkejut, “Kamu tembak aku? Tidak mau ah.” “Yah, jadi aku ditolak nih?” Chris sudah lesu. “’Kan, aku sudah ada yang punya,” kata Anna. “Punya siapa?” tanya Chris dengan terkejut. “Chris,” jawab Anna singkat sambil tertawa. “Terima kasih, Ann. Aku tidak akan berubah menjadi laki-laki yang tidak kamu inginkan,” kata Chris. Seperti inilah cara mereka meresmikan hubungan, mungkin bagi pembaca, kisah ini adalah kisah yang sangat biasa. Tapi aku yakin, kisah ini tidak terasa biasa saja bagi Anna dan Chris yang menjalaninya. (MUD/SHA)

Serendipity

PARAMITA 54

133


PARATRAVEL

Mau ke Borobudur? Yuk, Cobain Tempat ini! Oleh Mudhita Putri-FT-2019

I

ngin pergi ke Candi Borobudur? Atau sekadar jalanjalan di Magelang? Enam tempat makan ini bisa jadi rekomendasimu untuk berkumpul santai bersama teman-teman atau makan bareng keluarga. Cus dicek!

134

PARAMITA 54

Serendipity


PARATRAVEL PARATRAVEL PARATRAVEL PARATRAVEL

1. Bond Cafe & Bakery, Magelang Rating : 4,3 (Google Maps) Lokasi : Jl. Pajang No. 18, Kemirirejo, Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah. (Buka: Senin-Minggu, 10.00 – 21.00 WIB) Harga : Rp7.000,00 – Rp50.000,00 Menyediakan makanan Asia dan Western, kafe ini bisa jadi pilihan buat kamu yang ingin merasakan tempat masa kini dengan keluarga besar!

21. . The Cabin Coffee Bar Rating : 4,5 (Google Maps) Lokasi : Jl. Ikhlas No. 39-40, Magersari, Magelang Selatan, Kota Magelang, Jawa Tengah. (Buka: Selasa-Minggu, 08.00 – 21.00 WIB) Harga : Rp15.000,00 – Rp50.000,00 Tempat asyik dan ciamik buat kalian yang merupakan penyuka kopi dengan sentuhan senja, juga makanan-makanan ringan dan berat ditemani tempat yang aesthetic banget.

Serendipity

PARAMITA 54

135


PARATRAVEL

1. 3. Hideout Patisserie & Cafe Rating : 4,5 (Google Maps) Lokasi : Jl.Bambang Sugeng 449, Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah. (Buka: Selasa-Sabtu, 11.00 – 22.00 WIB; Minggu, 13.00 – 22.00 WIB) Harga : <Rp75.000,00/orang Cocok untuk kamu yang sweet-toothed! Namun jangan salah, kafe ini menyediakan makanan berat lainnya yang akan

1. 4.

136

BS Resto Rating : 4,3 (Google Maps) Lokasi : Jl. Mayor Kusen KM. 2,4, Mungkid, Pabelan, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah. (Buka: 08.00 – 16.00 WIB) Harga : Rp75.000,00 – Rp200.000,00/orang Tempatnya bersamaan dengan penginapan, sehingga bisa menjadi pilihan one-stop-stay untuk kamu yang berniat untuk datang ke Borobudur. BS Resto memiliki tempat yang luas juga: area outdoor, indoor, dan bahkan sawah, yang tentunya asyik untuk dikunjungi bersama keluarga.

PARAMITA 54

Serendipity


Terracotta Resto Borobudur Rating : 4,5 (Google Maps) Lokasi : Jl. Mayor Kusen, Nomor 8, Citran, Paremono, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah. (Buka: Senin-Minggu, 08.00 – 21.00 WIB) Harga : < Rp75.000,00/orang Mengusung tema Jawa dengan tempat yang luas, tempat ini sering digunakan untuk acara pesta pernikahan dan juga event besar lainnya, cocok untuk kamu yang memiliki keluarga besar.

6.

Joglo Ndeso Restoran dan Kebun Rating : 4,3 (Google Maps) Lokasi : Jl. Dukun, Dusun Kuthan, Desa Sedayu, Kecamatan Muntilan, Kadirojo, Muntilan, Kec. Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. (Buka: Senin- Minggu, 08.30 – 19.00 WIB) Harga : Rp30.000,00 – Rp80.000,00 Sesuai dengan namanya, tempat makan ini menampilkan suasana pedesaan dan juga kebun hidroponik, sehingga dapat menjadi wisata ajar bagi anak-anak sekaligus tempat bersantap kuliner Indonesia.

PARATRAVEL

5.

Sumber gambar : Instagram Sumber Wacana : Alfiyan, F., 2020. 7 Rekomendasi Cafe Instagramable di Magelang | Dosen Wisata. [online] Dosen Wisata. Available at: <https://dosenwisata.com/7rekomendasi-cafe-instagramable-di-magelang/> [Accessed 19 March 2021]. (DAV/JAY) Serendipity

PARAMITA 54

137


ARTIKEL LOMBA 138

SERENDIPITY Oleh : Mudhita Putri/ FT 2019

Ini mungkin bukan kehidupan beruntungnya, dan rasanya ia punya hubungan buruk dengan rintikan air dari langit satu itu. Aiden

sadar semenjak ia masuk ke dunia yang lebih dewasa, bagaimana ia selalu mengalami hal-hal memalukan sepanjang hidupnya, mulai dari terkena air kubangan ketika berjalan, kakinya harus terkena tanah karena tidak memperhatikan jalan saat hujan, dan jatuh ke lubang karena menganggapnya kubangan biasa. Ia banyak bersikap hati-hati karena itu, menyiapkan payung di dalam tasnya yang tanpa dirasakan pun terlihat berat, meskipun berita pagi ini menyatakan bahwa cuaca seharian penuh akan cerah tanpa sedikitpun awan.

PARAMITA 54

Serendipity


itu

Aiden tahu bahwa kesan pertama penting, karena itu

ia mencoba untuk bersikap senormal mungkin di antara semua keteledoran yang sering dibuatnya. Ia tidak pernah mencoba

mendekat ataupun menjauh dari orang yang selalu memberikannya senyuman di pagi dan sore hari itu. Jaraknya akan selalu sama, berbataskan sebuah balkon dan tirai di setiap pagi, serta sebuah pagar dan tanaman semak setiap sore. Aiden tidak memungkiri bahwa ia menyukai bagaimana garis lengkung itu terukir dari sudut bibir orang itu, ditemani dua cacat wajah menawan yang selalu muncul, ia akan melakukan hal yang sama setiap senyuman itu hadir. Tidak pernah ada percakapan yang berarti di antara keduanya, hanya sebatas sapaan ‘selamat pagi’ dan ‘selamat sore’ saja sudah membuat Aiden sempat tidak bisa tidur semalaman. Aiden bukannya tidak mau berharap lebih, sungguh! Ia bahkan setengah mati ingin tahu nama orang yang tinggal di samping rumahnya itu, tetapi ia tidak ingin membiarkan ekspektasinya melampaui kenyataan dan membuatnya terlihat aneh karena berusaha sok akrab. Karena menurutnya dapat melihat orang itu setiap hari saja sudah cukup membahagiakan, setidaknya sebelum hujan lebat turun di bulan Oktober ini dan membuat semua orang memilih tinggal di dalam rumah dibandingkan keluar dan bertemu dinginnya hari.

Serendipity

PARAMITA 54

139


ARTIKEL LOMBA

Tayangan film hari itu cukup membuat Aiden kebosanan, tidak, dia bukan pengangguran, tapi pekerjaannya memang terfokus di rumah, lebih tepatnya ia memang pekerja rumahan yang setiap minggu akan ke kantor untuk menyerahkan pekerjaannya. Pekerjaannya sudah selesai sejak beberapa saat lalu, dan kini kantuk perlahan menyerangnya. Awalnya ia hanya ingin tidur setelah film ini berakhir, tetapi bunyi petir bersahutan sejak tadi membuatnya memilih untuk tidur sekarang. Ia masih memegang keyakinan orang tua zaman dahulu, ketika banyak guntur di luar, ada baiknya mematikan alat elektronik yang mengeluarkan sinyal. Namun, tepat saat ia menekan tombol off pada remote televisi, bunyi bel pintu membuatnya berjalan beberapa langkah menjauh dari pintu kamar hanya untuk melihat siapa yang ada di depan rumahnya. Siapa yang

masih ada di luar dan berniat bertamu ke rumahnya di saat hujan turun dengan deras seperti ini?

O

rang itu menunjukkan senyumannya begitu pintu dibuka, beriringan dengan titik air hujan yang turun perlahan dari rambutnya, mengucapkan maaf karena mengganggu selarut ini dan berniat berteduh sementara ia mencari kunci rumahnya yang hilang entah kemana. Aiden tanpa sadar membuka pintu itu lebih lebar, mempersilakan orang itu masuk. Masih dengan tubuh yang basah kuyup, orang itu terus tersenyum sambil memeriksa tasnya dengan 140

PARAMITA 54

Serendipity


semangat, tidak berniat tinggal lebih lama, mungkin karena merasa tidak enak ataupun canggung di rumah orang asing. Hanya saja Aiden bahkan memberikannya sehelai handuk kering yang baru ia ambil dari tempat cuci, membuat orang itu tersenyum semakin lebar dan menerima tawaran handuknya. “Terima kasih … ” “Aiden, Aiden Emerson.” Orang itu tersenyum lebar, bahkan lebar sekali sampai memunculkan kedua lesung pipi di wajahnya itu dan matanya hilang ditelan senyumannya, Aiden bahkan rasanya tidak bisa bernapas dengan benar ketika orang itu kembali berbicara selanjutnya. “Terima kasih Aiden, namaku Margot, senang berkenalan denganmu.” Sungguh, Aiden tidak pernah berharap lebih dari sekedar nama. Namun, mungkin sekarang ia bahkan ingin mengetahui lebih banyak lagi dari orang itu. Mungkin ini bukan kehidupan terburuknya, dan

hujan mungkin tidak seburuk itu.

- FIN (SAL/SHA)

Serendipity

PARAMITA 54

141


KMBUI INSIDE

Magha Puja KMBUI 2021

142

PARAMITA 54

Serendipity


KMBUI INSIDE

Sabtu malam, 27 Januari 2021, tampak orang-orang melalui Zoom memfokuskan batin, melantunkan paritta-paritta suci. Meskipun dilaksanakan secara daring, puja tetap berlangsung khusyuk. Diikuti tuntunan oleh Bhikkhu Sangha, mereka mengikuti membacakan tiga kalimat perlindungan serta lima sila. Tak kurang dari 60 peserta di tempat dan pada waktu itu membacakan Magha Puja Gatha. Sebelum memberikan Dhammadesana, Bhante mengajak untuk memfokuskan pikiran, memancarkan metta bagi segenap makhluk dalam meditasi selama kurang lebih 10 menit. Pada saat itu, KMBUI sedang mengadakan puja di bulan Magha yang diadakan untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya dilaksanakan secara luring di Pusgiwa UI. Berdasarkan literatur Buddhis, Magha Puja merupakan salah satu nama bulan dalam penanggalan Buddhis yang biasanya jatuh sekitar bulan Februari pada penanggalan Masehi. Bulan ini juga menjadi penanda atau peringatan Caturanggasanipata atau 4 Peristiwa. Yang pertama adalah berkumpulnya 1250 Arahat Kinasava di Vihara Veluvana. Kedua, Arahat yang hadir merupakan Bhikkhu yang ditahbiskan oleh sang Buddha sendiri dengan Ehibhikkhu Upasampada. Kemudian yang ketiga, mereka yang hadir serempak datang tanpa adanya undangan, perjanjian, ataupun pemberitahuan sebelumnya. Dalam pertemuan itu, Sang Buddha melakukan visuddha-uposatha dengan membabarkan khotbah singkat yang bernama Ovada Patimokkhha.

Serendipity

PARAMITA 54

143


KMBUI INSIDE Selain pembabaran mengenai apa yang dirayakan pada Magha Puja, Bhante juga menjelaskan bagaimana “implementasi nilai bagi mahasiswa” sesuai dengan inti Ovada Patimokkha. Di antaranya mengenai apa saja yang diajarkan oleh para Buddha terdahulu, seperti kesabaran dan ketabahan sebagai sarana pengembangan batin, mengembangkan kebajikan, Nibbana sebagai tujuan tertinggi, dan tak berbuat keburukan. Setelah Dhammadesana dan sesi tanya jawab, rangkaian acara ditutup dengan pemberkatan oleh Bhikkhu Sangha, sebagai bentuk pelimpahan jasa bagi leluhur dan sanak keluarga yang meninggal, menyempurnakan kebajikan yang telah dilakukan oleh peserta Magha Puja malam itu. Meskipun dilaksanakan secara daring, pelaksanaan Magha Puja masih dapat memberikan esensi dan makna bagi peserta yang hadir. Bhikkhu Dhammiko Thera, pembicara saat itu, mampu menjelaskan mengenai inti dari pembabaran Buddha 2564 tahun silam di bulan Magha, yaitu Ovada Patimokkha, kepada mahasiswa KMBUI secara sederhana dan mudah dipahami untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Tak lupa ditutup dengan pelimpahan jasa, peserta mendapat kesempatan untuk memupuk karma baik. Tak nyana, pelaksanaan Magha Puja Online KMBUI tidak terlepas dari kekurangan maupun kesalahan. Namun, melihat dari dampaknya, dapat dikatakan bahwa pelaksanaan Magha Puja Online KMBUI kali ini berjalan dengan baik dan mampu memenuhi ekspektasi anggotanya. (JAY/SAL)

Oleh: T homson (FT 2019) 144

PARAMITA 54

Serendipity


Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya, bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya. Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya. Dhammapada, Yamaka Vagga, Ay at 1 dan 2

Serendipity

PARAMITA 54

145


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
PARAMITA Magazine KMBUI 54th Edition by Paramita Magazine KMBUI - Issuu