Page 1

Edisi XII/ 16 Juli - 31 Juli 2013 email : liputanbisnisdotcom@gmail.com| Harga Rp. 3000,-

INDEX 6 >> BLSM Tidak Mendidik 8 >> Jalan Rusak Hambat Ekonomi dan Pariwisata 10 >> Aroma Durian Seharum Rupiah 12 - 13 >> Telkom Group Bantu Korban Gempa 15 >> Sudah Layakkah Tarif PDAM Naik? 17 >> Medan Pasar Potensial 22 >> Bubarkan Managemen PLN


TAJUK DAFTAR ISI

2. KPS 'sakti' tidak mandraguna

Liputan Khusus

Laporan Utama

Info

Tajuk

15. Sudah layakkah tarif PDAM naik?

3 - 6. Menelisik program BLT 2005 2008; Kontroversi kartu ‘sakti’; Jumlah penerima di Sumut turun 20%; BLSM tidak mendidik

16. Pegadaian siapkan dana pinjaman tak terbatas

Regulasi

17. Medan pasar potensial

7-8. Perekonomian China didukung infrastruktur; Jalan rusak hambat ekonomi & pariwisata

Fengshui 9. Style rambut pengaruhi lucky & personality

Hot Profile 10. Aroma durian seharum rupiah

Kiat Sukses 11. Rintis konveksi bergaransi

CSR 12-13. TelkomGroup bantu korban gempa

Citizen 14. KNIA zona ekonomi baru

Market Review Travel 18-19. Keliling dunia tanpa batas bersama Panorama World Medan

Showbiz 20. Jualan aksesoris online; Usaha kuliner menjanjikan

Kuliner 21. Kafein Cafe ‘It’s all about taste’

Ragam 22. Bubarkan managemen PLN; Bisa digugat!

Society 23. IWAPI penggerak perekonomian rakyat

Program 24. Berbagi di bulan keberkahan: AAG Pertayakan Putusan MA

Penerbit: PT. Sentrum Multi Media Dinamika Pimpinan Umum: Ir. Paulus Tamie, MM Pimpinan Perusahaan: Nagian Toni, SSi. MM Wakil Pimpinan Perusahaan: Hendra W. Kusuma, BCom, MBus Pimpinan Redaksi: Haslan M Tambunan Wakil Pimpinan Redaksi: Erwinsyah Putra Parinduri Dewan Redaksi: Laksamana A. Tarigan- Dr. Ferry Yonawan Ir. Martono A. Purba, SH. MM. MHum - Nagian Toni, SSi. MM - Ade P Nasution, SE - Kok Wie - H. Syaiful Hadi JL - Ir. Perry Iskandar Hendra, SE - Ir. Paulus Tamie, MM - Ir Tommi Wistan - Hendra W Kusuma, BCom. MBus - Johan Brien, SE. SH. MM. MBA Chairuddin Pasaribu Dewan Penasehat: Parlindungan Purba, SH. MM - Prof. Bismar Nasution, SH. MH - Prof. Dr. H.M. Yamin Lubis, SH MS. CN Penasehat Hukum: DR Haposan Siallagan, SH. MH Redaktur Pelaksana: Ridho Redaktur: Darwinsyah Purba Reporter: Reza Nasution - Yaumil Fauzi (Jatim) Sekretaris Redaksi: Hairunnisyah SP Sekretaris Perusahaan/Keuangan: Sumini Salem, BSc. MM. MBA Iklan: Jimmy Chanaka, SKom. MBA - Fitri Sriwahyuni Pemasaran: Martin Desain / Layout: Ucup Loper: Hariyanto, SE Alamat Redaksi: Jalan Haji Misbah Komplek Multatuli Blok G No. 7 Medan - Telp: (061) 4555668 email: liputanbisnisdotcom@gmail.com website: www.liputanbisnis.com Reporter LIPUTAN BISNIS dibekali dengan Surat Tugas atau Kartu Identitas dari Redaksi

2

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

KPS 'Sakti' Tidak Mandraguna By | M. Darwinsyah Purba KENAIKAN harga BBM yang baru saja terjadi kemarin, cukup berdampak bagi semua kalangan. Tak cuma pebisnis level atas, pengusaha kelas bawah apalagi rakyat biasa dibuat ketar-ketir. Semua mengeluh, beragam alasan pun terlontar mulai dari pro dan kontra. Namun apapun komentar ataupun kritikan pedas yang disampaikan, BBM tetap naik. Sebagai pengobat rasa (katanya), seiring dengan itu ditebarkanlah dana Bantuan Langsung Sementara untuk Masyarakat atau lazim disebut BLSM. Dimana orang-orang masuk kategori susah ataupun miskin, akan memperoleh kartu sakti mandraguna tersebut. Mengapa dikatakan demikian, karena kartu BLSM atau Kartu Perlindungan Sosial (KPS) ini konon katanya bisa multifungsi. Bagi masyarakat yang sudah memperolehnya, bisa langsung merasakan manfaat. Antara lain untuk penarikan uang tunai bantuan pemerintah yang sudah ditetapkan, pengambilan beras miskin (raskin), jatah dana pendidikan untuk siswa/i tak mampu. Dari kategori di atas, Kartu BLSM cukup mumpuni dan pantas menyandang gelar sakti mandraguna. Namun yang menjadi masalah adalah, nama-nama masuk di daftar KPS tidak semuanya valid. Pasalnya, keterlibatan perangkat kelurahan dan Kecamatan hingga Kepling untuk mendata ditiadakan. Semua berdasarkan survey BPS, dan ini belakangan menjadi masalah besar. Warga berontak, lantaran merasa seharusnya dirinya berhak tapi malah tak terdaftar. Sebagian warga pun mengadu pada kantor kelurahan setempat. Ternyata masih banyak yang ingin mendapat BLSM, tapi mereka tidak masuk kategori, sementara merasa dirinya miskin.

Jika data itu tidak valid, berarti bisa jadi masyarakat yang mendapatkan BLSM itu sudah mampu, tidak miskin lagi. Jadi, tidak layak lagi mendapatkan BLSM. Tapi, kalau benar masih miskin, berarti pemerintah sukses dalam memelihara rakyat miskin, dalam artian membiarkan rakyat tetap miskin atau malah bila perlu dimiskinkan. Yang paling kasihan adalah yang dulunya masih mampu dan sekarang miskin, karena tidak ada pendataan ulang, maka orang tersebut tidak menerima BLSM. Roda kehidupan akan tetap berputar. Orang tidak selamanya miskin, tidak juga selamanya kaya. Dengan adanya kejadian-demi kejadian, data KPS jangan sampai jadi bumerang bagi pemerintah. Semoga kartu KPS tetap sakti dan berada di tangan yang tepat. (***)


LAPORAN UTAMA

Menelisik Program BLT 2005-2008 Bersamaan dengan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM pada Juni 2008, maka pemerintah kembali melaksanakan program BLT melalui Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2008 (Inpres 3/2008) tanggal 14 Mei 2008. Hal ini terkait pelaksanaan program Bantuan Langsung Tunai untuk Rumah Tangga Sasaran (RTS).

P

rogram BLT ini memberikan Rp 100.000,- per bulan dimulai pada bulan Juni berakhir di bulan Desember tahun 2008, selama tujuh bulan. Sebelumnya pada tahun 2005-2006, Pemerintah pernah memberikan BLT kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) akibat kenaikan harga BBM pada bulan Oktober tahun 2005. Program pemberian BLT tahun 2005 berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2005 (Inpres 12/2005) yang dikeluarkan pada tanggal 10 September 2005 tentang Bantuan Langsung Tunai kepada rumah tangga miskin. Program ini ditujukan untuk mengurangi dampak negatif kenaikan harga BBM pada kalangan yang paling miskin. Program ini bersifat temporer, dan diarahkan sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan ketergantungan dan tidak mendorong menguatnya the culture of poverty. Program BLT dirancang sebagai pengganti kenaikan biaya hidup yang akan terjadi jika harga BBM dinaikkan. Karena itu, besaran BLT dihitung sebagai kenaikan biaya hidup penduduk miskin karena kenaikan harga (inflasi) yang diakibatkan langsung maupun tidak langsung oleh kenaikan harga BBM. Program BLT tahun 2005 tersebut telah dilaksanakan selama satu tahun pada periode 2005 2006. BLT disalurkan kepada rumah tangga miskin sebesar Rp 100.000,- per bulan yang diterimakan per triwulan sebesar Rp 300.000,-. Data dasar yang digunakan untuk BLT tahun 2008 adalah data untuk pelaksanaan BLT tahun 2005-2006. Dan terus mengalami pemutakhiran data dasar yang digunakan mencerminkan keadaan tahun 2006. Setelah itu BPS melakukan pemutakhiran data di 1000 kecamatan berkaitan dengan program keluarga harapan (PKH). Di

Medan | T Bobby Lesmana

samping itu, PT Pos melakukan penyesuaian sehubungan dengan adanya rumah tangga sasaran yang berpindah alamat, meninggal dunia atau tidak mengambil uang tunai pada program BLT 2005-2006. Selanjutnya pemutakhiran data melalui sensus rumah tangga sasaran akan segera dilakukan oleh BPS. Tujuan program BLT tahun 2008 bagi RTS dalam rangka kompensasi pengurangan subsidi BBM, adalah: (1) membantu masyarakat miskin agar tetap dapat

memenuhi kebutuhan dasarnya, (2) mencegah penurunan taraf kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi, dan (3) meningkatkan tanggung jawab sosial bersama. Penerima BLT adalah rumah tangga sasaran sebanyak 19, 1 juta RTS hasil pendataan BPS, yang meliputi rumah tangga sangat miskin (poorest), rumah tangga miskin (poor), dan rumah tangga hampir miskin (near poor) di seluruh wilayah Indonesia. (***)

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

3


LAPORAN UTAMA

Kontroversi Kartu 'Sakti' Kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sejak 2005, 2008 dan kini 2013, berbuah kontroversi. Meski kenaikan BBM dibarengi 'penyejuk hati' bagi si miskin, namun bantuan yang diberikan cuma bersifat sementara. Sebab, masih terpendam kepalsuan di hati para pejabat negeri ini dengan mencampuradukkan unsur kepentingan politik dengan pemberlakukan kebijakan. Medan | Erwin - Ridho

P

ada 2008, pemerintah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 19,1 juta penerima Rumah Tangga Sasaran (RTS). Lima tahun kemudian, tepatnya 2013 ini jumlah penerima RTS sekitar 15,5 juta. Artinya, pemerintah mengklaim bahwa terjadi angka penurunan jumlah masyarakat miskin. Padahal istilah BLT pada 2005-2008, sekadar pengganti label di 2013 ini. Pemerintah pun menggunakan istilah Kartu Perlindungan Sosial (KPS). Kartu 'Sakti' KPS disalurkan langsung oleh PT Pos ke seluruh Indonesia sejak Juni lalu. Lagi-lagi kompensasi yang diberikan kepada warga miskin ini imbas dari kenaikan premium sekira Rp 1.500 dan solar Rp 1.000. Parahnya lagi, kompensasi yang diberikan berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) untuk mengobati rakyat miskin tak sebanding dengan kenaikan bahan pokok lainnya. Cuma Rp 150.000 per bulan yang diberikan selama empat bulan. Sedangkan pembayaran yang diambil langsung ke kantor Pos terdekat di seluruh Indonesia dibayarkan 2 bulan sekaligus, dengan besaran Rp 150.000 x 2 bulan = Rp 300.000. Pembagian pemegang KPS pun tak merata seolah terkesan pilih kasih. Termaktub juga dalam kartu 'Sakti'yang diklaim pemerintah sebagai upaya perbaikan pelaksanaan program perlindungan sosial ini, para pemegang kartu mendapatkan uang tunai, beras miskin (raskin) dan program bantuan siswa miskin (BSM). Aturannya, siswa dari keluarga yang menerima KPS dapat membawa kartu tersebut ke sekolah tempat siswa terdaftar untuk dicalonkan sebagai penerima manfaat program BSM paling lambat hingga 31 Juli 2013 mendatang. Pemegang KPS juga harus menyertakan salah satu bukti tambahan, seperti halnya kartu keluarga yang nama kepala keluarganya sama dengan nama Kepala Rumah Tangga (KRT) di KPS atau Surat

4

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

Keterangan bahwa anak/siswa berasal dari Rumah Tangga penerima KPS dari KepalaRT/RW atau Dusun. Khusus bagi rumah tangga memperoleh KPS dan juga memperoleh Kartu Calon Penerima BSM, dapat membawa salah satu dari kedua kartu tersebut ke sekolah/madrasah tempat siswa terdaftar. Pada pertengahan bulan September 2013, Kemendikbud dan Kemenag akan mengeluarkan Surat Keputusan Penetapan Penerima Program BSM sebagai dasar penyaluran dana Program BSM Tahun Pelajaran 2013/ 2014 untuk semua Jenjang Pendidikan. Bagi tingkat SD/ MI sebesar Rp 225.000/semester, SMP/MTs Rp 375.000/ semester dan SMA/SMK/ MA Rp 500.000/semester. Pada akhir September 2013, siswa dapat mengambil secara langsung dana BSM 1 (satu) semester plus manfaat tambahan tahun 2013 sekaligus ke Lembaga Penyalur yang ditunjuk dengan membawa dan menunjukkan beberapa dokumen antara lain, surat pemberitahuan penerima BSM dari Kepala Sekolah/ Madrasah, bukti identitas lainnya (seperti akte kelahiran, kartu keluarga, rapor, ijazah dan lainnya). Memang, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono juga mengungkapkan KPS memuat informasi Nama Kepala Keluarga Rumah Tangga, Nama Pasangan Kepala Rumah Tangga, Nama Anggota Rumah Tangga lain, Alamat Rumah Tangga, Nomor Kartu Keluarga, dilengkapi dengan kode batang (barcode) beserta nomor identitas KPS yang unik sehingga lebih aman dan tidak dapat digandakan. Data penerima KPS berasal dari Basis Data Terpadu yang diolah dan dimutakhirkan dari hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011. "Sebagai Penanda Rumah Tangga Miskin, pemegang kartu ini berhak untuk mendapatkan program Raskin sebanyak 15 kg dan juga nantinya Program

Perlindungan Sosial lain yang termasuk dalam program percepatan dan perluasan perlindungan sosial dan juga untuk program kompensasi khusus kenaikan BBM yang saat ini diusulkan oleh pemerintah melalui APBN-P 2013 dan sedang dibahas oleh DPR," ujarnya. Tak hanya untuk BLSM, KPS nantinya juga ditujukan untuk program-program pemerintah pro-rakyat dengan anggaran sekitar Rp28 triliun yang diambil dari pengurangan subsidi BBM. "Dengan kartu tersebut warga kurang mampu nantinya akan mendapatkan beras murah seharga Rp 1.600. Untuk saat ini kami baru membagikan kartu. Kartu ini dapat digunakan selama 2 tahun. Kami ingin mengetahui langsung, kevalidan data supaya benarbenar tepat sasaran," ujar Agung Laksono. Pemerintah juga menyediakan layanan pengaduan terkait dengan kepersertaan KPS ini melalui layanan aspirasi dan pengaduan online rakyat (Lapor UKP4) yang dapat disampaikan melalui situs www.lapor.ukp.go.Id atau melalui SMS ke 1708 dengan mengetik KPS (spasi) Nomor KPS (spasi) isi aduan, sementara bagi yang bukan penerima KPS dapat mengirimkan ke nomer tersebut dengan mengetik KPS (spasi) isi aduan. "Bagi rumah tangga yang merasa tidak termasuk dalam kelompok miskin dan rentan tetapi menerima KPS, karena beberapa hal seperti perubahan status sosial ekonomi masyarakat maupun karena inclusion error, diimbau agar dapat mengembalikan kartu kepada aparat desa/kelurahan setempat untuk dialihkan kepada rumah tangga yang benar-benar berhak," kata Menkokesra.

Tak Tepat Sasaran Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengakui penyaluran BLSM ini tak akan


LAPORAN UTAMA sempurna. Namun pemerintah terus berbenah diri sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan. Disebutkan pula pemerintah telah menarik 10 ribu Kartu Perlindungan Sosial (KPS), bagian dari BLSM. Hanya saja, penarikan KPS bermasalah tersebut, bukan karena pembagian BLSM yang tidak tepat sasaran. "Ada sekian ribuan yang akan ditarik, dibandingkan dengan jumlah BLSM yang akan dibagikan 15,5 juta rumah tangga sasaran, tentu ada yang di sana sini yang salah, karena ada yang meninggal, ada perubahan kemampuan dan sebagainya," kata Hatta. Sementara di Kecamatan Medan Utara, Sumut ratusan kepala keluarga tidak mendapatkan BLSM. Diperkirakan ada sebanyak 500 KK nelayan skala kecil di Medan Utara ini tak tersentuh program perlindungan sosial dan akhirnya mengadukan nasib mereka ke Presiden dan DPR-RI. Mereka meminta agar pemerintah tidak pilih kasih menyalurkan batuan ke masyarakat yang tergolongan prasejahtera ini. Ratusan warga miskin itu berasal dari Kelurahan Pekan Labuhan, Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan, Kelurahan Belawan Lama dan Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan. Selain mengadukan nasibnya ke Presiden dan DPR-RI, ratusan nelayan sekala kecil itu juga sampaikan keluhannya ke DPRD Provinsi Sumatera Utara yang sedang dalam Penanganan Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir. Pengaduan yang dilengkapi dengan foto copi KRT dan KTP itu sebagai bukti keseriusan harapan masyarakat nelayan terhadap Presiden RI. Mereka berharap agar Presiden RI mengabulkan permohonan mereka sebagai penerima bantuan langsung tunai, BLSM, PKH, Maupun penerimaan raskin. "Kami yang miskin ini protes ngak dapat BLSM sementara yang mampu dapat bang, entah kayak mana tim surveynya dulu masakan ngak ada libatkan Kepling dan Lurah, asalkan fotocopy KTP dan kami itu disalah gunakan untuk pencalegkan, "ujar warga mengingatkan. Terpisah, wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir menerima keluhan masyarakat nelayan itu. Rencananya Chaidir yang saat ini sedang berada di Jakarta akan menampung keluhan melalui audiensi tatap muka, dan memindaklanjutinya. Beda di Medan Utara. Di Kabupaten Bantul, Yogyakarta hampir 50 persen kepala keluarga di dusun Carikan, desa Mulyodadi, menerima BLSM dari kalangan mampu. Akibatnya, warga miskin yang menerima BLSM memilih untuk membakar kartu undangan pengambilan Kartu Perlindungan Sosial (KPS). "Ini bentuk protes dan keprihatinan kita kepada pemerintah,"kata Wahono Ketua RT 03, Dusun Carikan, Desa Mulyodadi, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, DIY. Sebagai Ketua RT, Wahono sebelumnya telah meminta persetujuan kepada seluruh warga penerima BLSM untuk membakar undangan. Tetapi, Wahono juga mempersilakan kepada warga untuk mengurus kembali kartu undangan kepada kelurahan jika ada warga yang ingin mengambil bantuan BLSM. (***)

SEKILAS INFO

Jumlah Penerima di Sumut Turun 20% Medan | Darwinsyah - Erwin PENERIMA dana kompensasi kenaikan harga BBM di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dalam bentuk bantuan langsung masyarakat (BLSM) pada tahun ini dipangkas 20 persen dari program sejenis yang dikucurkan pada 2008. Pemangkasan ini disesuaikan denga penurunan jumlah penduduk miskin di Sumut selama rentang 2008 hingga 2013. Berdasarkan survei BPS pada Maret 2008, jumlah penduduk miskin di provinsi ini mencapai 1,613 juta jiwa atau 12,55 persen dari total penduduk. Sementara itu, data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menyebutkan jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumatra Utara berdasarkan survei September 2012 berkurang menjadi 1,378 juta jiwa, atau 10,41 persen dari total jumlah penduduk. "Pada 2008, penerima dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) mencapai 1,38 juta kepala keluarga, sedangkan tahun ini, penerima BLSM sekitar 1,1 juta KK," jelas Kepala kantor Pos Medan Mukhlis. Khusus Medan, jelasnya, PT Pos Indonesia (Persero) mendistribusikan BLSM kepada 73.110 rumah tangga sasaran (RTS), mengacu kepada kartu perlindungan sosial (KPS) dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan Kementerian Sosial. "Ada juga pembayaran yang dilakukan oleh Kantor Pos Besar Medan dengan menggunakan jasa pihak ketiga atau komunitas yang melibatkan perangkat kecamatan, karena di wilayah itu tidak ada kantor pos," ujar Abdullah Ginting, Sekretaris Satgas Pembayaran BLSM Kantor Pos Besar Medan. Dia mencontohkan Kecamatan Sibirubiru sebanyak 3.296 RTS akan dibayarkan melalui Kantor Camat Sibirubiru, Kecamatan Hamparan Perak sebanyak 5,161 RTS dibayarkan melalui Kantor Camat Hamparan Perak. Kemudian Kecamatan Bulu Cina sebanyak 2.287 RTS dibayarkan melalui Kantor Camat Bulu Cina, Kecamatan Tandem Hilir sebanyak 1.209 RTS dibayarkan melalui Kantor Camat Tandem Hilir. "Untuk wilayah Paluh Manan, Paluh Kurau, Kota Datar, Tanden Hilir II terdapat 2.512 RTS yang akan dibayarkan melalui Kantor Camat Kota Datar. Wilayah Labuhan Deli Helvetia, Labuhan Deli Manunggal, Labuhan Deli Pematang Johar terdapat 1.787 RTS yang akan dibayarkan melalui perangkat pemerintahan di Labuhan Deli Manunggal," tambah Abdullah. Lebih jauh, dia menjelaskan dari total dana yang telah disalurkan Kantor Pos Besar Medan, belum termasuk jumlah RTS di wilayah Titipan sebanyak 6.113 RTS, Labuhan Deli sebanyak 12.794 RTS dan Belawan sebanyak 8.222 RTS yang saat ini proses pembayaran masih berlangsung. Dalam program pembayaran dana BLSM ini, ungkap Abdullah, total penerima BLSM yang harus dibayarkan oleh Kantor Pos Besar Medan sebanyak 123.137 RTS yang tersebar di wilayah Kota Medan dan sebagian di Kabupaten Deliserdang. "Kantor Pos Besar Medan menargetkan pembayaran ini akan selesai hingga 17 Juli 2013. Namun, bagi warga yang belum mendapatkan dana BLSM, masih dapat mengambil dana tersebut dengan mekanisme yang akan diatur di kemudian hari," ujarnya. Dikatakan lagi pembayaran BLSM di Kantor Pos Polonia, Jalan Sudirman Medan, tambah Dani, petugas Kantor Pos Polonia, pembayaran BLSM kepada RTS sudah tersalurkan sebanyak 1.294 RTS dari total sebanyak 1.837 RTS.

"Sedangkam sisanya sebanyak 543 RTS, pembayaran dilakukan di Kantor Pos Besar, tidak lagi di Kantor Pos Polonia, karena jumlahnya sudah sedikit, maka diambilalih oleh Kantor Pos Besar Medan," jelasnya. Sedangkan sebagian wilayah Kabupaten Deliserdang yang menjadi tugas Kantor Pos Besar Medan dalam membayarkan dana BLSM adalah meliputi Kecamatan Labuhan Deli sebanyak 12.794 RTS, Kecamatan Sunggal sebanyak 846 RTS, Kecamatan Pancur Batu sebanyak 6.247 RTS. Kemudian, Kecamatan Deli Tua sebanyak 1.451 RTS, Kecamatan Namorambe sebanyak 1.344 RTS, Kecamatan Bandar Baru sebanyak 1.087 RTS, Kecamatan Batang Kuis sebanyak 1.759 RTS.

Capai 70 Persen Penyerapan Hingga dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Medan sudah di atas 70 persen dan hingga kini penerima sudah mencapai 71,79 persen dan diprediksi angka ini akan terus bergerak. "Untuk saat ini penyerapan BLSM di Medan persentasenya hanya 71,79 persen. Angka ini terus bergerak ke angka yang lebih tinggi. Bisa saja hinga ditutup nanti yakni pada pukul 17.00 persentase menjadi 80 dari keseluruhan alokasi yang dibayarkan," ujarnya. Ia menjelaskan, untuk saat ini persentase 71,79 persen ini nilai pembayaran sebesar Rp 15.745.500.000 dengan jumlah penerima sebanyak 52.485 Rumah Tangga sasaran (RTS). "Untuk alokasi BLSM kota Medan sendiri sebanyak 73.110 RTS dengan jumlah keseluruhan pembayaran senilai Rp 21.933.000.000, Jadi dari total alokasi keseluruhan pembayaran BLSM di medan, sisa dana yang belum tesalurkan sebanyak Rp 6.185.500.000 dengan jumlah penerima sebanyak 20.625 RTS dan total persentasenya sebesar 28,21 persen," jelasnya. Gubsu Gatot Pujo Nugroho juga mengklaim penyaluran BLSM sudah tepat sasaran. Menurut Gatot, dari hasil evaluasi yang dilakukan Pemprovsu dari total 745.000 an masyakarat Sumut penerima BLSM tahun ini semuanya sudah tepat sasaran. "Warga miskin yang tidak terdaftar menjadi penerima BLSM kemungkinan akibat pembatasan dari kuota pemerintah pusat, namun meskipun demikian dimungkinkan warga miskin ini nantinya akan didaftarkan dalam program Keluarga Harapan," ujarnya. Sementara itu, Herman, selaku Kepala PT Pos Indonesia Wilayah Sumatera bagian Utara mengatakan hingga saat ini pihaknya telah menyalurkan hingga 70 persen dana BLSM kepada para penerimanya di Medan. Namun untuk wilayah Sumbagut baru mencapai 40 persen. (***)

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

5


LAPORAN UTAMA

Pemerintah Incumbent Jual Program Pro-rakyat

BLSM Tidak Mendidik I

roninya, kendala demi kendala terus menerus terjadi pada pendataan masyarakat pra sejahtera. "Makanya saya tidak tahu bagaimana cara pemerintah melakukan pendataan rakyat pra sejahtera sehingga tidak tepat sasaran dalam penyalurannya karena masih banyak pra sejahtera tidak menerima BLSM," kata kata kader Partai Gerindara, Hendy Ong kepada liputanBISNIS, terkait amburadulnya pendataan dan penyaluran BLSM saat ini. Dijelaskan Hendy Ong yang mendaftarkan diri menjadi calon legislatif DPRD Tingkat II Medan Dapil III ini, BLSM dan BLT formatnya sama serta waktunya mendekati pemilu legislatif 2014 mendatang. Dikhawatirkan, program BLSM ini hanya sebuah program pencitraan pemerintah 'Incumbent'untuk menarik simpati rakyat saat ini. "Jika melihat ke belakang pada tahun 2011 sempat BBM akan naik, di mana harga minyak dunia meroket tajam tapi tidak disetujui oleh DPR sehingga gagal pemerintah menaikan BBM saat itu. Malah, pada tahun 2013 ini harga minyak dunia jatuh pada tingkat terendah saat ini malah APBN kita 'jebol' tidak dapat menahan subsidi BBM dan pemerintah memaksakan diri menaikkan BBM dengan 'iming-iming' BLSM," ulas Hendy. "Dua fakta kontradiktif dan bertolak belakang sebab program ini. Meskipun, program ini sudah bergulir namun masayarakat tetap mawas diri dan berpikir jernih dengan dapat melihat secara keseluruhan. Apakah program ini murni dari pemerintah dalam membantu rakyat atau sebatas program pencitraan pemerintah 'incumbent' ataupun ada niat pemerintah membeli suara rakyat secara terang-terangan dengan uang tunai untuk menarik suara rakyat pada pemilu legislatif mendatang," sebutnya. Hendy Ong juga memaparkan, kenaikan BBM ini sudah tentu mempengaruhi inflasi pada biaya transportasi, produksi pemberian kompensasi BLSM atas kenaikan harga BBM) bersubsidi tidak akan meredam dampak inflasi, yang bisa muncul dari kenaikan harga BBM. Kompensasi tersebut hanya membuat masyarakat miskin yang terkena dampak paling signifikan tidak menjadi lebih susah hidupnya. "Kalau inflasi tetap akan tinggi," singkatnya. Dia menambahkan, bantuan berupa BLSM justru tidak mendidik masyarakat karena akan mengakibatkan ketergantungan. Memberikan batuan untuk mengembangkan usaha kecil, produktif, dan rumah tangga dianggap lebih bisa membantu masyarakat untuk lebih berkembang. "Mendingan diberikan bantuan untuk usaha-usaha produktif yang ada di rakyat. Jadi, efeknya akan lebih positif, tidak diberikan dalam bentuk BLSM seperti ini artinya pemerinta jangan memberikan ikan tetapi memberikan pancing. Sebab, pemberikan uang, memberikan cash sehinga memberikan pendidikan yang tidak baik untuk masyarakat terkesan perintah mengajari rakyat menjadi pengemis dan seperti pembodohan bagi rakyatnya sendiri," tegasnya. Namun menurut Pengamat Ekonomi Sumut, Wahyu Ario Pratomo yang juga Dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU), meminta semua terkait termasuk masyarakat melakukan pengawalan ketat terhadap dana BLSM itu."Meski dana BLSM itu dinilai kurang mendidik masyarakat, tetapi karena itu sudah program pemerintah, maka harus dilaksanakan secara baik dan benar. Penyaluran dana itu harus dikawal,"katanya.

6

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) merupakan program pencitraan bagi pemegang tampuk kekusaan saat ini. Apalagi kalau ditilik bahwa BLSM tidak jauh beda dengan BLT pada 2008 lalu, tepatnya menjelang pemilu legislatif 2009. Dan dalam periode itu, pemerintah menaikkan harga BBM. Medan | M Darwinsyah Purba Dia menjelaskan di mana pengawalan mulai melihat apakah dana itu memang tepat sasaran yakni bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu atau berhak dan termasuk juga tidak ada potongan. "Jangan sampai program itu menjadi ajang kolusi dan korupsi baru di Indonesia. Penyelewengan dana itu bukan hanya merugikan masyarakat tetapi juga pemerintah karena dananya juga dari APBN,"akhiri Wahyu. Sedangkan pengamat kebijakan publik dari UI, Andrinof Chaniago menilai pembagian BLSM amburadul karena datanya sudah kadaluarsa, data BPS 2011 seharusnya diperbaharui untuk kepentingan sekarang. Tapi, karena nekad digunakan sekarang, maka tak terelakkan, banyak orang yang sudah meninggal masih diberi jatah, penerima pindah rumah, dan sudah berubah status menjadi tidak miskin lagi. Pembagian kali ini memang sangat buruk, masih lebih baik pembagian BLT pada 2008 silam. Saat itu ada data yang baik, ada sosialisasi, dan persiapan cukup waktu. BLSM kali ini tidak ada sosialisasi. Iklan-iklan di teve atau koran yang disampaikan pemerintah, bukan untuk sosialisasi, tapi untuk mengubah pikiran bahwa pemakai BBM saat ini tidak tepat sasaran, karena 60 persen digunakan oleh orang kaya. Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Golkar Tubagus Ace Hasanudin menyatakan, data 15 juta kaum miskin yang dipakai oleh pemerintah untuk pembagian BLSM memang sangat tidak cocok lagi, karena hal itu merupakan hasil sensus tahun 2011. Seharusnya ada sensus baru agar jumlah kaum miskin yang ada sekarang benar-benar cocok dengan kenyataan. Menurut Ace, pemerintah sendiri sudah menyatakan, jumlah angka kemiskinan sudah turun sekian persen. Ini artinya, kalau masih memakai data BPS 2011, jelas bertentangan dengan penjelasan pemerintah

itu sendiri. Data itu makin mendesak untuk diperbarui, karena juga untuk pemabgian raskin (Beras untuk keluarga miskin), dan Bantuan Sosial Miskin (BSM). Dikatakannya, PT Pos sudah menjelaskan, setelah pemerintah membagikan 10 juta Kartu Perlindungan Sosial (KPS), ternyata sejak 30 Juni 2013 ada 9386 KPS yang dikembalikan. Ini karena ada yang salah sasaran, misalnya yang meninggal 12 persen, salah penerima 16 persen, pindah alamat rumah tanpa pemberitahuan 53 persen, tidak dikenal ada 21 persen, pindah, dan sebab lainnya. (***)


REGULASI

Perekonomian China Didukung Infrastruktur pembiayaan internasional dan peluang instrumen pembiayaan kreatif.

Perlu Pembenahan

Fasilitas infrastruktur sangat mendukung kemajuan perekonomian di suatu negara. Begitu juga halnya negara China yang menunjukkan tingkat kemajuan perekonomian yang sangat signifikan. Maka dari itu tak salah kalau sekarang ini kiblat perekonomian mengarah ke negeri tirai bambu tersebut. Medan | M. Darwinsyah Purba

“A

da persamaan antara Indonesia dengan China. Salah satunya adalah mengenai pembangunan jangka waktu lima tahun. Dan kita masih ingat pencanangan pembangunan lima tahun ke depan itu adalah mantan Presiden kita yaitu Soeharto. Dan, negara China pun masih memegang metode pembangunan lima tahun ke depan tersebut," kata Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sumut, Hendra Wijaya Kesuma mengisahkan pertemuannya dengan konsul China dan sempat berdiskusi soal pembangunan China yang dinilai sangat pesat saat ini. Dengan metode pembangunan lima tahun yang dilakukan China, ternyata dibarengi dengan pembangunan insfrastruktur yang mumpuni. "Coba saja lihat, China masih menggunakan program tersebut. Namun, mereka mampu membangun infrastruktur seperti mengembangkan sumber energi listrik dengan menggunakan batubaru. Padahal, jarak sumber energi yang berada di bagian Selatan dapat memenuhi wilayah industri yang berada

dibagian barat negara tersebut. Hal ini menunjukan bahwa perekonomian China didukung oleh infrastruktur yang baik sehingga negara mereka jauh lebih maju dibandingkan dengan Indonesia,” ungkap Hendra di acara dialog infrastruktur bersama Staff Ahli Khusus Menteri Pekerjaan Umum, Prof DR TECH Ir Danang Parikesit, Msc berperan sebagai narasumber dan Parlindungan Purba (DPD RI) sebagai pembicara mewakili MTI Sumut dan Umar Hasibuan mewakili HPJI Sumut di Hotel Grand Elite Medan, pekan lalu. Ketua Umum MTI & Staff Ahli Khusus Menteri Pekerjaan Umum, Prof. DR. TECH. Ir Danang Parikesit, Msc mengatakan catatan bagi kebijakan tranportasi kedepan hasil dari kajian khusus mengenai koordinasi dan kerja sama antarlembaga didukung regulasi standar pelayanan dan kewajiban pemerintah pada case PT KAI serta sekuen kebijakaan yang kurang tertata dalam ini case khusus jalan Sumatera Selatan. "Partisipasi swasta dan penugasan BUMN yang lebih jelas dan ketiadaan kebijakan alternatif serta perencanaan yang komprehensif tata ruang juga masterplan contohnya di Bandara Kualanamu saat ini yang menjadi penghambat laju pertumbuhan pembangunan saat ini," katanya. Dia menjelaskan dalam pembangunan infrastruktur permasalahan mengenai sarana dan merupakan komitmen Program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3I). Perencanaan yang komprehensif berbasis tata ruang dan masterplan kawasan dibutuhkan SPV pembangunan kawasan sebagai bentuk koordinasi ultimit dari berbagai entitas bisnis yang berkaitan dengan pengembangan kawasan. Pemerintah daerah memiliki bagian saham untuk mendorong keterkaitan dengan kebijakan RTRW tersedia

Menyoroti Indonesia khususnya di Sumut, selama ini pembangunan belum bersinerja dengan infrastruktur yang ada. Terbukti, jalan lintas Provinsi tepatnya di Desa Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Sumut rusak parah. Jalan lintas yang terletak di KM 153 dari Medan atau KM 24 dari Pematang Siantar (KM 21 dari Parapat) ini hanya bisa dilintasi satu mobil saja. Sedangkan untuk memperlancar lalu lintas, terpaksa mobil yang lain antrian terlebih dahulu. Parahnya lagi, kondisi rusaknya jalan yang disinyalir disebabkan hujan sehingga mengakibatkan longsor di areal jalan, belum juga diperbaiki oleh pemerintah kabupaten, begitu juga pihak provinsi. Pantauan liputanBISNIS, pengendara yang kerap melintas di jalan tersebut haruslah berhati-hati. Apalagi tepatnya dari arah Siantar menuju Parapat terdapat sudah tiga retakan di jalan tersebut. Malahan apabila tidak cepat ditangani dikhawatirkan menyebabkan keretakan jalan itu lebih banyak lagi dan imbasnya jalan lintas bakal terputus. Kata salah seorang pengguna jalan, arus lalulintas di Jalan lintas Provinsi tepatnya di Desa Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun kerap menimbulkan kemacetan hingga 150 meter. “Karena yang bisa lewat hanya satu kendaraan saja. Makanya kita minta instansi terkait, baik itu dari pemerintah kabupaten serta provinsi sedini mungkin memperbaiki jalan ini,” tukas pengguna jalan. Seperti diketahui bahwa kerusakan jalan provinsi/jalan nasional di Sumut sepanjang 750 kilometer lebih. Dan sekitar 33 persen (rusak) dari 2.281 kilometer jalan nasional yang ada di Sumut. Sementara itu sekitar 67 persen jalan nasional di Sumut katagori mantap atau dalam kondisi cukup baik dan layak digunakan. Dia mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi untuk pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemda untuk menangani infratruktur tersebut. Tentunya, hal ini mengganggu stabilitas dan mobilitas transportasi bagi pengguna jalam dalam hal menyangkut keselamatan dan distribusi logistik ke daerah tersebut. “Apabila kondisi seperti itu, pengiriman barang yang biasa enam jam bisa menjadi delapan jam sangat mengganggu distribusi logistik. Kalau sudah seperti ini terjadilah ‘high cost’ yang tinggi bagi pengusaha transportasi dan hal ini sudah pasti berdampak kepada laju perekonomian di Sumut karena transportasi juga merupakan salah satu jantung perekonomian,” paparnya. (***)

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

7


REGULASI | martin | IS N IS B n a t u ip foto:l

Jalan Rusak Hambat Ekonomi & Pariwisata Medan | M Darwinsyah Purba

S

eperti halnya, baru-baru ini terekam liputanBISNIS, jalan lintas provinsi tepatnya di Desa Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Sumut mengalami rusak parah. Jalan lintas yang terletak di KM 153 dari Medan atau KM 24 dari Pematang Siantar (KM 21 dari Parapat) ini amblas sehingga hanya bisa dilintasi satu mobil saja. Sedangkan untuk memperlancar lalu lintas, terpaksa mobil yang lain antrian terlebih dahulu. Parahnya lagi, kondisi rusaknya jalan yang disinyalir disebabkan hujan sehingga mengakibatkan longsor di areal jalan, belum juga diperbaiki oleh pemerintah kabupaten, begitu juga pihak provinsi. "Sumatera Utara masih belum bisa maksimal meningkatkan perekonomian dan menarik investor karena infrastruktur yang tidak memadai," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Parlindungan Purba kepada liputanBISNIS, belum lama ini. Anggota DPD RI asal Sumut ini menjelaskan, berdasarkan data Dinas Bina Marga Sumut tahun 2012, jalan dalam kondisi baik hanya 15.219.543 km, sisanya sedang, rusak dan rusak berat serta kondisi yang tidak dirinci. "Harusnya tidak ada alasan bagi pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota bahwa perbaikan jalan itu terhambat kekurangan dana menyusul kesiapan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) kementerian Keuangan yang siap mengucurkan dana pinjaman untuk investasi yang dibutuhkan masyarakat serta keinginan kuat pengusaha bekerja sama,” papar Parlindungan Purba.

8

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

Kerusakan infrastruktur di Sumatera Utara makin parah. Data yang diperoleh menunjukkan dari 34.109.418 Km jalan di Sumut (nasional, provinsi dan kabupaten/kota), lebih banyak jalan yang dalam keadaan sedang, rusak dan rusak berat ketimbang dalam posisi baik. Kondisi itu membuat pertumbuhan ekonomi tidak maksimal dan mengurangi minat investor. Selain jalan, infrastruktur lainnya seperti gas dan listrik juga masih tidak memadai. Menurut dia hari ini, pemerintah memang tidak bisa lagi mengandalkan dana dari pendapatan asli daerah (PAD) untuk membiaya pembangunan karena hal itu otomatis menambah beban masyarakat dan pengusaha yang akhirnya bisa menghambat pertumbuhan perekonomian daerah. “Pemerintah perlu kreatif seperti melakukan kerja sama dengan pihak swasta yang tentunya juga harus mempertimbangkan keuntungan besar untuk masyarakat,” tambahnya. Dia mengatakan, fakta menunjukkan, Selain di Simalungun hingga kini banyak jalan raya menuju sejumlah kawasan wisata di Sumut rusak, minim perawatan dan kerap terjadi kemacetan karena ruas jalan kurang lebar. Kondisi infrastruktur jalan raya yang belum optimal tersebut menjadi salah satu faktor yang

memengaruhi pertumbuhan bisnis, jasa pariwisata, serta arus wisatawan domestik dan mancanegara yang melancong ke daerah itu belum maksimal. “Sebagian besar infrastruktur jalan raya menuju kawasan wisata di Sumatera Utara masih perlu dibenahi, tidak hanya parawisata di Danau Toba di Tanah Karo terutama menuju Berastagi saat ini pun masih dipermasalahkan, dengan buruknya infrastruktur menuju kawasan tersebut,” ujarnya. Dia menambahkan, saat ini barisan angkutan barang dari dan ke Medan masih terus berseliweran sehingga selalu menimbulkan kemacetan panjang plus pada waktu yang cukup lama. Menurutnya, solusi persoalan jalan wisata Medan-Berastagi juga arus diperhitungkan untuk kebutuhan jangka panjang. “Perlu dilakukan pembangunan infrastruktur yang sampai sekarang masih minim, Padahal Tanah Karo adalah pintu gerbang pariwisata internasional. Belum lagi daerah daerah kampung yang masih belum beraspal,” tambah. Sementara itu, Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia Sumatera Utara (ASITA) Sumut, Solahuddin Nasution menambahkan, selama ini permasalahan infrastruktur menjadi salah satu kendala maju pesatnya perkembangan parawisata di Sumut. Sebagai contoh, kata Solahuddin, saat ini untuk menempuh perjalanan wisata dari Medan-Parapat biasanya ditempuh hanya dalam waktu 3-4 jam, namun saat ini bisa lebih, hal ini dikarenakan infrastruktur yang rusak juga akibat kemacetan yang semakin parah diruas jalan tersebut. “Jangankan dari Medan-Parapat, dari MedanTebingtinggi saja biasanya bisa ditempuh dalam waktu 11,5 jam, sekarang ditempuh memakan waktu 2 jam, akibat macet,” tandasnya. (***)


FENGSHUI

Style Rambut Pengaruhi Lucky & Personality Gaya dan model rambut berpengaruh pada penampilan dan pribadi seseorang. Karena setiap orang mempunyai unsur lahir sendiri sesuai dengan sifat nomor KUA pribadi. Misalnya saja nggak semua orang berani dengan warna aneh. Tetapi ada orang dengan rambut warnawarni justru tambah PD. Nah daripada warna ngawur coba resep feng shui berikut. TIPS ini menjelaskan konsep warna dan bentuk yang mempengaruhi penampilan seseorang juga sukses seseorang. Di mata masyarakat kuno takdir seorang manusia selalu berada di tubuhnya. Karir, kesehatan, jodoh, hoki, dsb diyakini sudah terpateri sejak seorang bayi lahir ke dunia. Namun hanya orang-orang tertentu yang mampu “membaca” keadaan ini, yang sekarang lazim disebut peramal nasib. Bagian dari tubuh yang dianggap mampu menceritakan watak dan peruntungan (Lucky) seseorang antara lain adalah rambut dan bulu. Dibandingkan pria, rambut dan bulu pada wanita justru mempunyai “nilai lebih” karena sejak zaman purba hal itu banyak diteliti oleh pakar-pakar fisiognomi dari banyak suku bangsa di dunia. Kita mulai dari yang paling atas, yakni rambut. Rambut dipandang sebagai ukuran dari daya tahan dan kekuatan diri. Memang, rambut adalah “mahkota” seorang wanita sebagaimana tampilan iklan-iklan sampo. Mode rambut dianggap dapat mempengaruhi kehidupan pribadi dan profesional seorang wanita. Akan tetapi, dalam ajaran Feng Shui Tubuh yang lebih penting adalah kualitas rambut, jumlah rambut, warna rambut, kilauan rambut, arah pertumbuhan rambut, dan keseluruhan rambut tubuh secara umum. Disyaratkan, rambut tidak boleh terlalu tipis atau tebal. Juga tidak terlalu keras atau lembut. Kalau terlalu banyak sama buruknya dengan terlalu sedikit. Arah pertumbuhan rambut harus dapat dikenali dengan mudah. Campuran atau kelainan merupakan aspek yang tidak menguntungkan. Warna alami rambut harus kuat, demikian pula kilauannya. Syarat lain, rambut wanita harus lebih halus dan lembut daripada rambut pria. Menurut pakar fisiognomi China, rambut yang bagus harus subur, tumbuhnya tidak kasar, halus, tidak jarang, tidak terlalu kaku, tidak terlalu lemas, lurus, dan tidak keriting. Juga tumbuhnya tidak menutupi dahi, sementara di bagian belakangnya tidak sampai tumbuh di bagian leher.

l Wanita yang dahinya penuh rambut, lehernya pun penuh rambut, kendati rambut itu begitu bagus, selain membuat kurang manis wajahnya, menandakan dia tidak bisa berpikiran luas. l Wanita yang rambutnya hitam, tebal, besarnya sedang, mengkilap, tidak sampai menutupi dahi, tidak tumbuh sampai leher, menandakan kejujuran. Namun kalau dia bertabiat keras, kekerasannya berada pada jalan yang benar. l Wanita yang rambutnya tidak bisa tumbuh panjang, bisa menjadi nyonya kaya, tetapi tidak bisa mendapatkan kesenangan. Demikian menurut pakar fisiognomi China. Dikatakan oleh pakar lainnya, rambut hitam sekali menandakan pantang menyerah, tidak gampang putus asa, dan disukai banyak orang. Kalau agak ikal berarti mudah terpengaruh, namun berotak cerdas. Kalau agak kemerahan maka kelakuannya tidak bisa diduga dan tidak suka hidup teratur, namun kehidupannya menyenangkan. l Kalau hitam lemas, maka dia tulus hati, namun pikirannya mudah berubah. Kalau hitam berkilauan, dia suka ilmu pengetahuan. Dia juga sabar namun tegas. l Rambut jarang pertanda tidak pandai menyimpan uang dan keras kepala. Rambut kaku menunjukkan pantang menyerah, tegas, dan berani. Rambut lebat berarti dia pandai bicara dan banyak akal. l Kalau rambut menutupi dahi memperlihatkan dia menderita sesuatu yang tidak ingin dikemukakannya, lagi pula wataknya cantik dan lembut meski sering tidak terlihat seperti itu. Sementara kalau menutupi pipi, dia sangat berani dan penuh keraguan, juga sering bermasalah dalam setiap jenis hubungan.

Dilihat dari Sisirannya * Disisir dari tengah Maka dia jujur, berani, dan realistis. Disisir ke kiri menandakan kecenderungan romantis. * Disisir ke belakang Tidak selalu menunjukkan perasaan yang sebenarnya, memiliki watak yang mulia, dan sangat pengertian pada anak-anak. Menurut Fisiognomi Barat wanita yang rambutnya menutupi pelipis, kurang memiliki penalaran dan logika. Kalau garis rambutnya bulat mulus, dia mudah diajak bergaul dan didekati. Yang bikin repot adalah kalau garis rambutnya bergerigi atau tidak rata. Biasanya wanita demikian bersifat pemarah, pemberontak, dan suka merajuk. Sementara, menurut Fisiognomi Suriah disebutkan bahwa rambut tidak bisa tumbuh panjang berarti dia suka pada percintaan muluk tetapi sering mengalami kegagalan. Sedangkan kalau cepat beruban, akan berpisah dengan sanak keluarga ke lain tempat atau bakal mengalami dua kali perjodohan. Menurut Fisiognomi India, kualitas yang bagus dari rambut adalah halus, hitam, lembut, berkilau, dan sedikit ikal pada ujungnya. Ini menandakan kebahagiaan dan kemakmuran. Kalau rambut tebal, kasar, ujungnya bercabang, jarangjarang, dan kering atau berwarna putih, dia akan menderita dan miskin. (***)

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

9


FENGSHUI

Aroma Durian Seharum Rupiah DI kalangan penggemar Durian di Kota Medan, nama Ucok Durian (43) pasti sangat familiar. Karena di lokasinya berjualan, tepatnya di kawasan Jalan Wahid Hasyim/ Sei Wampu, nomor 30-32, Medan, Sumatera utara, berdiri dua rumah mewah tempatnya menggelar dagangan. Tak cuma di sana, lokasinya merintis buah berduri ini pun tetap buka di Jalan Iskandar Muda, nomor 75c-75d. Namun jangan salah, kesuksesannya yang sekarang bukanlah tanpa perjuangan. Melainkan penuh kerja keras, peluh serta kejujuran menjadi modal utama. Sehingga Zainal Abidin, kerap dipanggil Ucok bisa menuai hasil. Sebagian besar pembeli datang dari luar kota di sekitar Medan. Namun, tak sedikit pembeli yang datang dari Jakarta. Mereka berasal dari kelompok sosial beragam, mulai dari guru, politikus, pejabat, sampai artis. Dalam sehari di akhir pekan, jumlah pengunjung bisa 500 sampai 600 orang. Pada hari biasa, hanya dua pertiga dari jumlah pengunjung di akhir pekan itu. Rata-rata seorang pembeli menghabiskan uang Rp 50.000 sampai Rp 100.000. Dalam sehari di akhir pekan, jumlah pengunjung bisa 500 sampai 600 orang. Pada hari biasa, hanya dua pertiga dari jumlah pengunjung di akhir pekan itu. Rata-rata seorang pembeli menghabiskan uang Rp 50.000 sampai Rp 100.000. Dari hasil penjualan buah berduri itu, Ucok punya dua mobil bak terbuka, sebuah mobil Grand Vitara, dan rumah toko (ruko) senilai Rp 750 juta. Ruko ini sekaligus sebagai cabang Ucok Durian lantaran kedai di jalan Iskandar Muda tak lagi mampu menampung pelanggan. ”Ini hasil kerja keras dan doa kami,” kata Ucok.

Merasa punya jaringan dan pengalaman, tahun 1995 Ucok mulai menjual sendiri durian yang dia ambil dari tengkulak dengan sistem konsinyasi. Awalnya dia menjual 200 buah dan ludes. Lalu meningkat hingga 1.000-an buah. Tahun 1999, setelah menikahi Asni Koto, dia lebih semangat lagi bekerja. Dia merasa perlu membeli mobil bak terbuka untuk usahanya. Seorang rekannya meminjamkan modal untuk kredit mobil bak terbuka. Bersama seorang rekan lainnya yang dia kenal lama di dunia durian, Ucok berburu sendiri durian ke kampungkampung di Sidikalang, salah satu sentra durian. ”Saat itu, saya untung Rp 100.000. Sudah besar kala itu,” ujarnya. Ucok lazim membeli durian sedikit lebih mahal dari pembeli lain. Durian yang Rp 5.000, dia beli Rp 5.500 per buah. Dia pun mulai dikenal di kalangan petani durian di seantero Sumatera Utara. Biasanya, para petani menghubungi Ucok saat pohon duriannya baru berbunga. Berarti, lima bulan lagi Ucok harus datang membeli. Selain berhubungan langsung dengan petani, Ucok menjalin hubungan baik dengan para tengkulak di sejumlah daerah, mulai dari Sidikalang, Karo, Pematang Siantar, Langkat, Padang Sidimpuan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, sampai Pekan Baru (Riau). Mereka ikut membantu Ucok memetakan waktu dan tempat durian siap panen. Bulan Maret sampai Mei bukanlah musim durian. Saat itulah Ucok mengandalkan tengkulak dan petani. ”Dari pengalaman, setiap hari ada durian matang, tinggal cari tempatnya. Itulah gunanya kawan di kampung-kampung,” ujarnya. Dengan pola ini, kedai Ucok tak pernah kosong durian. Kedai-kedai lain mungkin tutup lantaran sedang tidak musim durian. Kedai Ucok Durian ibarat musim durian sepanjang tahun.

Putus Sekolah Mempertahankan Pelanggan Ucok yang lahir dengan nama Zainal Abidin merupakan anak kedua dari enam bersaudara. Ayahnya, Agus Mali (82), bekerja serabutan, tetapi lebih sering sebagai kuli bangunan. Penghasilan Agus yang tak menentu memaksa Ucok kecil harus menghentikan sekolahnya ketika dia hendak masuk SMP. Sebagai anak lelaki tertua, dia terdorong untuk mandiri. Hari-harinya diisi dengan bekerja sebagai tukang angkut di Pasar Pringgan yang hanya berjarak 500 meter dari rumahnya. Kadang dia menjadi juru parkir. Ucok mendapatkan upah Rp 2.000 per hari. Di pasar inilah dia kerap dipanggil ”Ucok” yang tenar sampai sekarang. Merasa bosan dengan pekerjaan itu, Ucok menawarkan tenaganya kepada para penjual durian di sepanjang Jalan Iskandar Muda. Pada tahun 1980-an hingga awal 1990-an, puluhan petani menjual durian di Jalan Iskandar Muda setiap musim durian tiba. Mereka duduk berderet sampai 500 meter di kanan kiri jalan dengan hanya beralas tanah. Ucok pun bekerja mengangkut durian dengan upah Rp 10.000 per hari. Juragannya kerap membawanya keliling kampung-kampung di pelosok Sumatera Utara mencari durian untuk dijual lagi. Dari sini, Ucok mulai hafal bulan musim durian di sejumlah daerah.

10

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

Untuk menjaring dan mempertahankan pelanggan, Ucok menerapkan tips menarik: bila rasa buah tidak enak atau tak sesuai selera, pembeli dipersilakan menukarnya. Tips ini banyak ditiru oleh penjual durian di Medan. Lantas, bagaimana nasib buah durian yang sudah telanjur dibuka? Ucok menjalin kerja sama dengan pengusaha kue, es, dan makanan kecil berbahan durian. Durian-durian tadi didistribusikan ke sana. Tidak ada yang terbuang percuma. Pria berdarah campuran Padang dan Batak Mandailing ini pun memahami kesulitan pembeli saat hendak membawa durian ke Jakarta atau kota lainnya menggunakan pesawat terbang. Biasanya mereka membawanya dalam kondisi bulat-bulat dengan dibungkus kardus. Ucok menyiasatinya dengan membuka isi durian dan menaruhnya di dalam kotak plastik. Untuk mengelabui aroma durian, dia membubuhinya dengan daun pandan atau kopi dan membungkus rapat. Cara ini kini juga banyak ditiru penjual durian lantaran lebih praktis. Pokoknya, di tangan Ucok buah durian sepertinya tidak mengenal musim. Selalu tersedia sepanjang tahun.

25 Ribu Butir Perhari Setiap hari, Zainal menyediakan 25 ribu butir durian dengan harga jual Rp 25 ribu per butir. Kalau sedang bukan musimnya dan barang kualitas nomor wahid sulit didapat, paling mahal komoditi khas Indonesia itu dibanderol Rp 30 ribu. Durian-durian itu, didatangkan dari seluruh Sumatera, antara lain Aceh, Pematang Siantar, Sidikalang, Berastagi, Padang, Mandailing Natal hingga Lampung. Pendapatan Zainal yang tenar dengan nama Ucok Durian, bagi wisatawan dalam negeri hingga Cina, Taiwan, Singapura dan Malaysia, tak main-main. Dalam sehari, omzet kotor yang masuk koceknya mencapai Rp 45 juta. Ini berarti, pemasukannya perbulan sebesar Rp1,35 milyar. Angka fantastik untuk ukuran pedagang kecil menengah yang tak buka cabang di lokasi lain ini. Penghasilan kotor sebesar itu, tak dinikmati Ucok sendirian. Setiap pegawai yang totalnya berjumlah 22 orang, menerima upah kerja Rp 300 ribu perhari paling kecil Rp 200 ribu. Itu, tergantung ramai tidaknya pelanggan yang datang. Ini jauh lebih besar dari kebijakan Pemerintah yang menetapkan Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 2,2 juta perbulan. Ucok termasuk pedagang yang patuh pada peraturan. Setiap pegawai, tak boleh bekerja lebih dari delapan jam sehari. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pun, sudah dikantongi untuk menyetorkan pajak penghasilannya kepada petugas setempat.Dalam waktu dekat, Surat Izin Usaha miliknya juga akan segera dipegang untuk mematenkan merk dagang 'Ucok Durian'. "Obsesiku yang paling besar, tidak hanya terkenal di Indonesia. Tapi se-Asean," katanya. Beberapa waktu lalu, pemerintah menetapkan pajak sebesar 1 persen bagi pengusaha UMKM berpenghasilan di bawah Rp 4 milyar perbulan. Bagi Ucok, itu bukan masalah asal infrastruktur dan segala pelayanan penunjang usahanya bisa diperbaiki. Ketika disinggung soal total aset usaha miliknya, Ucok mengatakan seluruh aktifitasnya bernilai lebih dari Rp7miliar. Namun ketika sampai pada jumlah harta kekayaan, dia enggan menyebutkan. (***)


KIAT SUKSES

Drs H Fahmi Ahmad

Rintis Konveksi Bergaransi Medan | M. Darwinsyah Purba

D

emikian salah satu kata kunci yang terungkap dari mulut Fahmi Ahmad saat membuka wawancara dengan reporter liputanBISNIS, kemarin. Melalui kata kunci itu pula, kini Fahmi Ahmad telah berhasil membangun usaha di bidang konveksi yang diberi label 'UD Alfahmi Konveksi'. Awalnya, kata Fahmi memulai kisah, bahwa dirinya sama sekali tak punya keahlian di bidang jahit menjahit. Namun dirinya meyakini kerja keras akan membuahkan hasil maksimal. Terbukti, sejak 8 tahun silam merintis usaha UD Alfahmi KOnveksi, kesuksesan itu direngkuh dengan manis. Yang masih terganjal di pikiran, kenapa Fahmi menggeluti bidang usaha konveksi, meski tanpa skill. Dengan suara ringan, Fahmi menguraikan trik kenapa dirinya memilih usaha konveksi. Katanya, usaha konveksi itu paling rendah resikonya, baik dari segi kerugian dan pemasaran. “Usaha konveksi adalah usaha yang paling rendah risiko, bisa dikerjakan gotong-royong, dan bisa dibilang tidak perlu modal. Sejauh kita memiliki kemampuan marketing yang baik khususnya membangun jaringan melalui relasi yang ada, usaha apapun bisa sukses,� ucap Fahmi di lokasi usahanya di Komplek Pusat Industri Kecil (PIK) No A42-A43 Jalan Menteng VII Medan.

Modal adalah penopang, sedangkan kerja keras adalah kunci utama. Kalau modal ada tapi tak dipacu dengan semangat, hasilnya sama dengan nol. Namun, kalau kerja keras telah tertanam di jiwa, modal itu akan datang dengan sendirinya. Salutnya lagi, di sela perbincangan Fahmi pun kerap memperhatikan kerja karyawannya. Sesekali lelaki yang mengenakan baju koko dan celana keper biru ini memberi pengarahan kepada karyawan. "Sebab yang harus kita jaga itu kualitas. Dengan mutu yang baik otomatis pelanggan akan terpuaskan," sebutnya. Dengan pertimbangan resiko rendah itu pula, pada 2005 dirinya mengawali usaha dari rumah dengan borongan seragam partai dan seragam sekolah. Pengerjaan ini dilakukannya sendiri sembari dibantu sejumlah karyawan yang tak lain kenalannya. Perlahan tapi pasti, keuntungan sedikit demi sedikit itu pula ditabung Fahmi untuk membeli satu unit rumah toko dua lantai di kompleks PIK. Menghuni lantai dua, lantai satu pun dijadikan tempat bekerja dengan peralatan yang sederhana. Melalui relasi yang dibangun dari pertemanan masa lalu, ayah dari tujuh anak ini perlahan membenahi

peralatan yang ada. Order yang terus bertambah terlebih setelah berkembang di konveksi khusus kaos, dua ruko kembali dibeli. "Untuk langganan kita tidak hanya dari Medan, tetapi juga datang dari Aceh, Siantar, Sidempuan dan daerah lainnya, memesan baju di kiosnya," kata suami dari Rasyidah Mardani ini . Kini H Fahmi mencatat 24 pegawai dengan peralatan yang modern untuk menghasilkan produksi yang besar dan berkualitas. Selain jumlah produksi yang besar tadi yaitu 300 kaos per hari, UD Alfahmi Konveksi pun menawarkan harga yang bersaing. Untuk kaos mulai dari harga Rp 8.500 hingga Rp 37.000 perpotongnya. Untuk tas, Fahi merinci seharga Rp 12.000 hingga Rp 80.000, sedangkan Topi Rp 12.000 hingga Rp50.000. Tak hanya itu, demi memuaskan pelanggan Fahmi pun rela menggaransi produk yang dijualkan kepada pelanggan. Begitu juga 200 pasang seragam sekolah tiap hari juga dia kerjakan. Dengan demikian pesanan yang besar pun dapat dipenuhi sesuai dengan harapan para konsumen. Tak heran di masa paceklik seperti Februari-Mei pekerjaan selalu ada seperti borongan baik baik dari relasi maupun dari pemerintahan . “Sekarang ada delapan pengusaha konveksi yang kita ajak kerja sama. Jadi borongan itu bisa kita bagi sehingga mereka juga ada pekerjaan ,� kata alumni Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara (IAIN SU) ini. (***)

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

11


CSR

TELKOM Bantu Korban G

12

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013


CSR

M Group Gempa Bumi Gayo-ku menangis. Duka mendalam masih dirasakan seluruh rakyat Indonesia, umumnya warga Aceh dan khususnya korban gempa. Puluhan nyawa melayang, ratusan warga pun masih menjalani perawatan. Gayo| Erwin - Darwinysah

T

etesan air mata membasahi tanah Gayo. Sekira 2 Juli siang lalu, sejumlah desa di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah kini rata dengan tanah. Bantuan demi bantuan pun berdatangan sebagai ucapan simpati rasa duka. Begitu juga halnya yang dilakukan TELKOMGroup yang turut ber-empati terhadap para korban gempa Gayo tersebut. Dan akhirnya, tiga hari berkelang pasca gempa bumi melanda Gayo, TELKOMGroup melalui GM Telkom Witel Aceh Mukhni menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi para korban tepatnya di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Bantuan Telkom ini secara simbolis diserahkan GM Witel Aceh, Mukhni kepada Sekdakab Bener Meriah T Islah di Posko Utama Bencana Aceh Tengah - Bener Meriah di Redelong. Hadir menyaksikan penyerahan bantuan itu, Manager SAS Area Sumatera Erwan H. Bakri, Kakandatel Lhokseumawe Subhan, Wakil Ketua DPW Sekar Sumatera Syamsul Bahri dan Ketua DPD Sekar Aceh Akmal. Pada kesempatan itu Mukhni menyampaikan rasa prihatin manajemen Telkom dan karyawan atas musibah yang terjadi Aceh Tengah dan Bener Meriah. Dijelaskan pula bahwa total bantuan yang diserahkan Telkom untuk korban Gempa Gayo senilai Rp 100 juta diperuntukkan untuk masyarakat dan internal Telkom. Dikatakan, bantuan Telkom ini menyesuaikan situasi dan kondisi yang dibutuhkan masyarakat seperti selimut, handuk dan kain sarung mengingat dataran tinggi Gayo merupakan kawasan yang memiliki suhu udara yang dingin. “Selain itu, Telkom menyiapkan bantuan sembako seperti beras, mie instan, biskuit, makanan bayi, susu dan air mineral,” sebut Mukhni. Telkom juga membawa puluhan senter dan baterai yang dapat digunakan sebagai alat penerang di lokasi tersebut. “Kami berharap bantuan sosial yang disumbangkan Telkom ini dapat meringankan warga korban gempa di lokasi pengungsian,” imbuh Mukhni.

Bumi Gayo Menangis

Sekdakab Bener Meriah T Islah menyampaikan apresiasi atas kepedulian Telkom pada musibah gempa bumi yang terjadi. "Kami akan segera mendistribusikan bantuan ini kepada masyarakat yang berhak," jelasnya. Bantuan material dan makanan untuk korban gempa ditampung pada Bagian Logistik Posko Gempa Bumi di Pendopo Bener Meriah untuk didistribusikan kepada masyarakat. Dari lokasi musibah dikabarkan, jumlah korban yang meninggal mencapai 45 orang dan ribuan orang luka-luka.

Speedy Normal Menyangkut layanan telepon dan Speedy yang sempat terganggu, Mukhni mengatakan saat ini sudah normal, Kamis malam pukul 18.12 Wib. Kata Mukhni, akibat gempa bumi dengan kekuatan 6,2 SR telah mengakibatkan gangguan pada infrastruktur dan jaringan akses pada ruas Biruen - Takengon. "Kami mohon maaf atas terjadinya gangguan tersebut," jelas Mukni. Mukhni juga menjelaskan untuk mendukung kelancaran operasional dan fasilitas ICT Posko Utama Bencana di Redelong, Telkom menyediakan layanan Media Center berupa Speedy 2 Mb dan Indonesia Wifi 3 Mb yang dapat diakses media dan tim recovery secara gratis selama masa tanggap darurat berlangsung.

Sinyal Telkomsel Jangkau Lokasi Gempa Aceh Gempa sebesar 6.2 Skala Richter mengguncang wilayah Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Nangroe Aceh Darussalam. Gempa terjadi pukul 14.37 WIB. Informasi yang dihimpun dari BMKG lokasi gempa berada di 4,70 Lintang Utara, 96,61 Bujur Timur atau 35 meter Barat Daya Kabupaten Bener Meriah. Gempa berada di kedalaman 10 meter. Gempa tidak berpotensi tsunami. Terdapat lebih dari 2300 Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel Nangroe Aceh Darussalam. Jumlah ini merupakan bagian total lebih dari 6700 BTS di Regional Sumba-

gut (Sumut dan NAD) yang kini melayani lebih dari 13 juta pelanggan. Menurut Head Of Group Area Sumatera Telkomsel – Herry Setiawan, Telkomsel turut prihatin atas musibah gempa bumi yang terjadi di Aceh. "Terkait layanan Telkomsel dapat kami sampaikan bahwa untuk lokasi terdekat dengan pusat gempa yaitu wilayah Takengon dan Bener Meriah, kenyamanan pelanggan memang tidak maksimal seperti kondisi normal sebelum gempa, hal ini disebabkan karena ada sejumlah BTS yang tidak dapat melayani dengan baik karena mengalami pemadaman listrik, dan untuk tetap dapat melayani dengan baik Telkomsel mengaktifkan genset sebagai catuan daya listrik cadangan," katanya. Untuk menjaga performansi jaringan di daerah terkena dampak bencana, team Network Operation Telkomsel secara terus menerus memantau perkembangan performansi Network agar tetap dapat melayani pelanggan dengan baik. Selain itu, Telkomsel juga berupaya melakukan mobilisasi genset untuk meningkatkan catuan daya listrik cadangan bagi wilayah yang berpotensi mengalami pemadaman listrik. Untuk kebutuhan komunikasi selain tetap menjaga kualitas jaringan, Telkomsel juga menjamin ketersediaan produk Telkomsel baik paket perdana kartu prabayar simPATI dan kartu AS, maupun pulsa isi ulang hingga ke tingkat Oulet yang tersebar di wilayah ini. Dijelaskan pula saat ini Telkomsel telah mengaktifkan posko bantuan berupa layanan TELEPON GRATIS yang ditempatkan di Kapubaten Bener Meriah dan Takengon. Di Posko ini, para pengungsi dapat memanfaatkan layanan Telepon Gratis yang dapat digunakan berkomunikasi secara GRATIS untuk mengabarkan kondisi terkini warga terutama bagi warga yang memiliki kerabat dekat yang jauh dari lokasi mereka saat ini. Selain itu Telkomsel juga menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa makanan instan dan siap saji, serta keperluan lain yang dianggap perlu bagi pengungsi. Dan Telkomsel juga tetap memantau kebutuhan bantuan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi terkini warga yang terkena dampak gempa bumi. (***)

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

13


CITIZEN Pergerakan perekonomian mendatang tak hanya berkutat di Kota Medan saja. Namun pergerakan ekonomi akan mengarah ke Bandara Kuala Namu Internasional Airport (KNIA) dan Kota Lubuk Pakam seiring peningkatan trip lintas kereta api. Demikian dikatakan Ketua DPD Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI) Sumut, Umar Hasibuan di Medan.

KNIA Zona Ekonomi Baru Medan | M. Darwinsyah Purba

D

ikatakan Umar yang kini menjabat Walikota Tebing Tinggi ini, infrastruktur di Sumut mengarah menuju ke Bandara KNIA saat ini. Bayangkan, menurut rencana KNIA akan diresmikan pada tanggal 25 Juli 2013 mendatang sangat tidak sesuai dengan kondisi infrastruktur yang terjadi di lapangan. "Kita lihat saja sendiri sekarang saja telah terjadi perubahan pola pergerakan traffic orang dan barang menuju ke Kuala Namu. Maka tak salah kalau ke depan adanya pembentukan zona ekonomi baru di Sumut," ujar Umar Hasibuan pada dialog infrastruktur bersama Staff Ahli Khusus Menteri Pekerjaan Umum, Prof DR TECH Ir Danang Parikesit, Msc berperan sebagai narasumber dan Parlindungan Purba (DPD RI) sebagai pembicara mewakili MTI Sumut dan Ketua MTI Sumut, Hendra Wijaya Kesuma. Dengan pertambahan trip kereta api, katanya, diperkirakan terjadi kemacetan di persilangan KA yang akan berimbas keseluruhan jaringan kota Medan. Berdasarkan hasil peninjuan belum adanya jalan tol baru Medan-Kuala Namu dan belum terbangunnya 'ramp' langsung dari flyover Amplas masuk ke tol Amplas. Sehingga, menuju KNIA meskipun via jalan tol tetap harus melintas di bawah flyover dan kondisi ini akan terjadi penumpukan arus lali di persimpangan sebidang Amplas/ dibawah flyover. "Jalan tol Tanjung Morawa existing dan akses arteri non tol tidak satu simpul. Saat ini, lalulintas dari jalan tol menuju KNIA masih harus melalui persimpangan Kayu Besar akan selalu terjadi kemacetan dipersipangan Kayu Besar terutama dari arus balik dari arteri non tol menunju gerbang tol Tanjung Morawa," sebutnya. Disamping itu, belum tersedianya rambu-rambu penunjuk jalan atau rute jalan akses dari KNIA terutama untuk masyarakat pengguna jalan bandara dari luar kota Medan terutama arah Selatan dan Barat juga dipastikan menjadi permasalahan. Beberapa proyek jalan yang sedang berlangsung seperti flyover simpangan di Jalan Jamin Ginting, pembangunan jembatan Sei Belumai, perbaikan jalan/recycling plus media jalan arteri Tanjung Morawa ke Lubuk Pakam dan belum jelasnya jadwal kontruksi jalan tol.

14

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

"Diperlukan percepatan penyelesaian kontruksi penambahan jam kerja 24 jam dan manajemen lalulintas. Dengan kondisi fisik infrstruktur masih belum mendukung perlu dipikirkan untuk menunda soft operation Bandara KNIA sampai dengan Hari Raya Idul fitri mengingat traffic lalulintas sangat tinggi di Jalur lintas Sumatera bagian Timur karena perpindahan bandara Polonia ke KNIA bukan pekerjaan kecil dan tidak bisa coba-coba," terang Umar. Ketua Umum MTI & Staff Ahli Khusus Menteri Pekerjaan Umum, Prof DR TECH Ir Danang Parikesit, Msc mengkritisi KNIA di mana Angkasa Pura, PT KAI, toll operation, BUMN dan kawasan industri merupakan satu kesatuan sistem yang perlu ditata ulang dengan SPV-Regional Davelopment Coorperation. Sehingga di sekitar kawasan tersebut terbentuk konsep Aerotropolis di mana bandara menyedia berbagai fasilitas perekonomian yang memadai. "Konsep aerotropolis harus dikembangkan di sekitar bandara yang melibatkan banyak pihak dalam memajukan dibutuhkan penataan sekuen kebijakan dimana kebijakan pemihakan pada masyarakat sehingga sistem yang terpenting bagaimana bandara teroneksi dengan kota-kota lain menjadi satu paket," ucap Danang. Selain penataan ulang, diperlukan juga strategi maupun infrastruktur dengan saling berkoordinasi dengan pihak terkait. "Apabila sekuen ini tidak ditata dengan baik akan menimbulkan kekacauan pada masyarakat. Memang, seandainya dipaksakan soft operation pada tanggal 25 juli mendatang pasti membutuhkan kerja keras. Ya, kalau ke Kuala Namu estiminasi kita memprediksikan tiga jam perjalan ke sana," terangnya. Dia menambahkan Indonesia tidak boleh melewatkan kesempatan untuk tumbuh dan naik kelas menjadi negara maju. Pemerintah sebenarnya telah memiliki banyak ide bagus serta 'learning curve' yang baik. Namun, koordinasi, kerja sama, perencanaan komprehensif, konvergensi regulatir dan operator sert ketiadaan alternatif merupakan penghambat implementasi yang progresif dari sistem transportasi publik.

Strategi Konsep SPV Menanggapi hal tersebut, Dewan Penasehat MTI Sumut yang juga anggota DPD RI, Parlindungan Purba mengkhawatirkan soft operation Bandara KNIA tersebut sebagai wakil rakyat Sumut dirinya akan meminta pertanggungjawaban Menteri BUMN mengenai hal tersebut. "Apabila dipaksakan kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi dan soal Amdal lalulintas saja masih belum jelas. Oleh sebab itu, MTI Sumut akan mencoba merumuskan kembali strategi dengan menggunakan konsep SPV dalam pembangunan Sumut," kata Parlindungan. Seperti yang digembar-gemborkan sebelumnya, Bandara Internasional Kuala Namu tetap akan diluncurkan atau soft operation Kamis 25 Juli ini. Walau pun faktor pendukung diluar sisi udara belum rampung 100 persen. Direktur Kebandaraan PT Angkasa Pura II Salahuddin Rafi mengatakan kalau operasional Bandara Kuala Namu ditunda lagi. "Artinya 2×28 hari lagi harus diberitahukan kepada pemangku kepentingan bandara internasional di dunia. Kalau tidak dioperasikan berarti dua bulan lagi dari tanggal 25 Juli. Ini berarti Indonesia akan menjadi bahan lededan dunia internasional,” ujarnya, kemarin. Menurutnya, operasional Bandara Kuala Namu sudah pernah ditunda karena sisi darat a.l. jalan dan sebagian pendukung lain belum memadai. “Sekarang kondisi jalan sisi darat sudah mendekati 98 persen. Sedangkan sisi udara 100%. Simulasi sudah dilakukan. Jadi, pukul 00.00 WIB, Kamis 25 Juli Bandara Kuala Namu resmi dioperasikan dengan penerbangan perdana pukul 6.00 WIB,” tuturnya. Dikatakan Bandara Kuala Namu dan Polonia masih dioperasikan sekaligus menunggu perpindahan secara bertahap. “Buat sementara dioperasikan kedua bandara itu secara bersamaan,” tuturnya tanpa menyebutkan batas sampai kapan kedua bandara itu akan tetap dioperasikan secara bersama-sama. Rafi menambahkan Kereta Api Bandara Kuala Namu telah siap dengan melakukan perjalanan 15 kali pergi dan 15 kali pulang. Demikian juga taksi bandara, lanjutnya, sudah diujicoba, walaupun jalan arteri belum selesai 100 persen. “Wah kalau operasional Bandara Kuala Namu lagi, repot kami,” papar Rafi. (***)


LIPUTAN KHUSUS

Sudah Layakkah Tarif PDAM Naik? Medan | Erwin - Ridho

P

enyesuaian penaikan tarif air minum ini sesuai dengan Keputusan Gubsu Nomor 188.44/147/KPTS/2013 tentang tarif air minum dan retribusi air limbah PDAM Sumatera Utara tanggal 11 Maret 2013 dan Keputusan Direksi PDAM Tirtanadi Nomor 64/KPTS/2013 tanggal 3 Juni 2013 tentang penyesuaian tarif air minum dan retribusi air limbah di Kota Medan dan sekitarnya. Menurut Direktur Operasi PDAM Tirtanadi Mangindang Ritonga, tarif baru air minum ini berlaku mulai dari pemakaian air pelanggan dari tanggal 3 Juli 2013 sampai dengan 25 Juli 2013. “Artinya, pembayaran tarif baru air minum itu dilakukan pada penerbitan rekening air di bulan Agustus 2013,” kata Mangindang, belum lama ini. Sementara Divisi Operasional Zona I PDAM Tirtanadi Zulkifli Lubis, mengatakan penyesuaian penaikan tarif air minum sebesar 25 hingga 60 persen berlaku untuk seluruh golongan pelanggan air minum PDAM Tirtanadi. Misalnya, sebut Zulkifli, untuk pelanggan kelompok sosial, penyesuaian tarif air minum untuk pemakaian lebih kecil dari 10.000 liter, kenaikannya sebesar Rp 1 perliter dari tarif awal hanya sebesar Rp0,57 perliter. “Untuk pemakaian di atas 10.000 liter, kenaikannya sebesar Rp 1 liter. PDAM sekarang memakai penghitungan liter untuk penggunaan air, tidak lagi menggunakan hitungan meter kubik,” ujar Zulkifli. Menurut Zulkifli, dalam hitung-hitungan, 1000 liter sama dengan 1 meter kubik, berarti 10.000 liter sama dengan 10 meter kubik. “Dalam peraturan lama, ada 3 kelompok tarif, yaitu di bawah 10 meter kubik, 10 meter kubik hingga 20 meter kubik dan di atas 20 meter kubik,” kata Zulkifli. Sekarang ini, sebut dia, PDAM Tirtanadi mengacu pada hitungan peraturan baru yang menerapkan 2 kelompok tarif, yaitu pemakaian air 0 liter sampai 10.000 liter dan pemakaian diatas 10.000 liter. Untuk tarif air niaga, kata Zulkifli, penyesuaian penaikan tarif air sebesar Rp20 perliter untuk pemakaian di bawah dan di atas 10.000 liter.

Masih Amburadul Kenaikan tarif air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi hingga 60 persen mengejutkan sejumlah anggota DPRD Sumut. Apalagi keputusan itu tidak pernah dibicarakan bersama wakil rakyat di gedung dewan. Maka DPRD meminta agar kenaikan tarif ditunda. “Kita minta tunda dulu kenaikan itu," kata Wakil Ketua DPRD Sumut, M Afan. Afan mengatakan, meskipun posisi Tirtanadi sulit dan harus menaikan tarif, perlu ada perimbangan dan kejelasan antara pelayanan dan tarif yang dikenakan. Menurutnya, selama ini perusahaan milik Pemprovsu itu belum memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan. “Perlu diperjelas hitung-hitungannya dan penentuan tarif kenaikannya, agar masyarakat bisa menerima,” sebutnya. Sisi lain, Afan juga meminta PDAM Tirtanadi melakukan pembersihan meteran. Ada laporan masyarakat yang menyatakan beberapa bulan terakhir hanya membayar tarif dasar, karena meteran pada tagihan nol sehingga dikhawatirkan terjadi tunggakan karena pencatatan dan akhirnya menjadi tanggungan saat tarif naik. Ketua Komisi C DPRD Sumut, Zulkarnain mengatakan, dalam rapat terakhir dengan PDAM Tirtanadi, ada disampaikan usulan kenaikan tarif, dengan alasan sudah 7 tahun tidak ada kenaikan. Namun belum ada keputusan mengenai besaran tarif yang akan berlaku dan kapan pelaksanaannya.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Pemprovsu menerapkan penyesuaian penaikan tarif air minum pada 2013 ini sebesar 25 hingga 60 persen untuk seluruh pelanggan di Kota Medan dan sekitarnya.

“Rapat terakhir, kita minta tunda dulu. Kalaupun naik, kita minta setelah Idul Fitri,” sebutnya. Komisi C akan memanggil dan mempertanyakan kenaikan itu. Meskipun aturan memberi kewenangan perusahaan daerah menaikkan tarif, perlu juga kajian-kajian rasional dalam penetapan tarif. “Masyarakat perlu mengetahui, mengapa tarif harus naik, berapa beban produksi dan bagaimana juga tuntuan pendapatan asli daerah harus juga dipenuhi,” sebutnya. Sementara, Wakil Ketua DPRD Sumut, Kamaluddin Harahap menyatakan terkejut atas kenaikan tarif itu. “Belum ada pembicaraan di tingkat DPRD mengenai itu. Seharusnya ada pertimbangan DPRD mengenai kenaikan tarif,” katanya. Menurutnya, sebelum menetapkan dan memberlakukan kenaikan tarif, harus melihat posisi masyarakat saat ini, di mana perekonomian ditekan inflasi dan kenaikan harga bahan bakar minyak yang mendorong kenaikan harga kebutuhan hidup. Dia mengatakan, tarif air di Sumut tidak bisa dibandingkan dengan daerah lain seperti Jakarta yang harus mengeluarkan biaya besar untuk produksi 1 liter air bersih.”Kita masih ada air bawah tanah dan sumber lain, jadi jangan dibanding-bandingkan dengan daerah lain,” tegasnya. Kamaluddin menambahkan, saat ini PDAM Tirtanadi belum mampu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Sering keluhan dari masyarakat mengenai air terkadang keruh, mati atau lamban mengalir. Padahal dana APBD sudah digelontorkan sebagai penyertaan modal untuk peningkatan kapasitas dan pelayanan pelanggan. Wakil Ketua DPRD Sumut, Chaidir Ritonga mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara perlu membahas lebih jauh mengenai perusahaan yang mengelola hajat hidup orang banyak ini. “Sejak dulu kita memberi ide, bahwa sebaiknya PDAM itu dikelola seperti Bank Sumut. Ada pemegang saham pengendali, misalkan Sumut 30 persen, 40 persen dan selebihnya oleh kabupaten dan kota, sehingga misi perusahaan public service obligations (PSO) terpenuhi,” katanya. Dengan demikian, katanya, perusahaan ini tidak orientasi bisnis, melainkan pelayanan publik.

Waktunya Tak Tepat Terkait kenaikan tarif air yang rencananya akan berlaku per-Agustus mendatang, dinilai sangat memberatkan pelanggan. Seperti diutarakan Ridho kepada tim liputanbisnis, awal Juli kemarin. "Waktu tak tepat, karena hal tersebut disaat awal-awal anak masuk sekolah, moment puasa dan lebaran. Jadi saling tumpang tindih biaya yang akan dialokasikan. Lagipula pelayanan Tirtanadi selama ini masih sangat buruk. Kita tau sama tau, air sekarang bukannya mengalir melainkan menetes bahkan mati sama sekali. Di tempat saya di Jalan Prof HM Yamin, kalau siang hari air mati. Jadi rata-rata warga juga menggunakan sanyo (mesin penyedot) agar air bisa mengalir. Sudah tentu cost (biayanya bertambah) dua kali lipat," kata Ridho. Diharapkan PDAM Tirtanadi Medan mempertimbangkan kenaikan ini, agar mengambil waktu yang tepat. "Kita setuju dengan adanya kenaikan tarif, tapi harus dibarengi dengan pelayanan dan kualitas air yang baik. Sudahlah air tak jalan, kadang juga warnanya keruh. Jadi tirtanadi jangan mau enaknya sendiri saja," tandas Ridho. (***)

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

15


INFO

Pegadaian Siapkan Dana Pinjaman Tak Terbatas PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah Sumut-Aceh telah menyiapkan dana Rp 1,2 triliun selama Ramadhan dan lebaran Idul Fitri. Jumlah itu naik 30% dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 1,1 triliun. Hal ini disampaikan, Kabag Humas PT Pegadaian Kantor Wilayah Sumut-Aceh, Lintong Parulian Panjaitan, di Medan. Dana pinjaman yang telah disediakan, terdiri dari dana pinjaman syariah Rp 500 miliar dan pinjaman konvensional Rp 700 miliar. "Dana ini sudah kami perhitungkan dan kami optimis target pinjaman bisa tercapai. Selama Ramadhan biasanya kebutuhan setiap orang meningkat sehingga memerlukan dana yang besar," ujarnya. Biasanya, kata Lintong, hampir 90% masyarakat menggadaikan emas perhiasan. Selebihnya, barang-barang elektronik. Masyarakat yang menggadaikan barang juga bervariasi, mulai dari pelaku usaha, eksekutif sampai kepada masyarakat biasa seperti ibu rumah tangga. "Kalau pelaku usaha paling tidak untuk menambah modalnya. Biasanya, selama Ramadhan, pelaku usaha mengaku kalau ada peningkatan permintaan sehingga mereka juga harus menggenjot kuantitas produksinya," katanya. Peningkatan dana pinjaman yang disediakan PT Pegadaian di Sumut juga akan berpengaruh terhadap jumlah barang yang digadaikan. Menurut data kinerja yang dirilis Pegadaian Kantor Wilayah Sumut-Aceh, pada April 2013 terjadi peningkatan nasabah menjadi 130.912 orang jika dibanding bulan lalu yang hanya 126.075 orang.

16

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

Dana Tak Terbatas Medan | M. Darwinsyah Purba Dia mengatakan, PT Pegadaian saat ini telah memiliki 61 kantor cabang di Medan yang membawahi 240 unit dan semuanya dapat memenuhi kebutuhan para nasabah yang memanfaatkan jasa Pegadaian. Lebih lanjut dia menambahkan untuk harga emas saat ini masih relatif stabil. Nilai emas yang dijual kepada nasabah Rp 472.000/gram, gadai perhiasan standar taksiran logam (STL) 437.000/ gram, logam mulia tanpa sertifikan Rp 415.000/ gram dan untuk logam muliah bersertifikat Rp 437.000 /gram. Lintong juga membenarkan kenaikan harga BBM bersubsidi akan mendongkrak pertumbuhan pinjaman Pegadaian sekitar 5%-10%. “Efek naiknya harga BBM bersubsidi bisa mendongkrak pertumbuhan pinjaman pegadaian 5-10 persen,”ungkapnya. “Hal ini menurutnya disebabkan bertepatan kenaikan BBM bersubsidi dengan momen tahun ajaran baru serta bulan suci ramadhan. Maka apabila harga BBM bersubsidi sudah naik, ini akan semakin meningkatkan pertumbuhan pinjaman nasabah, mengingat Pegadaian menjadi salah satu pilihan masyarakat di Kota Medan untuk mendapatkan dana segar, tentunya dengan cara mengadaikan emas yang mereka miliki,”ujarnya.

Perseroan Terbatas Pegadaian Kantor Wilayah I Medan, Sumatera Utara, menyatakan siap memenuhi kebutuhan pinjaman dana masyarakat pada bulan puasa. “Berapa pun dana pinjaman siap dicairkan. Akan tetapi, biasanya pada bulan puasa pinjaman tidak terlalu besar karena sebelum Ramadan sudah banyak pinjaman untuk bisnis, termasuk pedagang jajanan berbuka musiman,” kata Humas Pegadaian Kanwil I Medan, Lintong Parulian Panjaitan, di Medan. Bahkan, kata dia, mendekati Lebaran, justru banyak nasabah yang menebus gadainnya mulai emas perhiasan, kenderaan, dan barang elektronik karena untuk dipakai pada hari besar keagamaan itu. Semua kantor cabang, termasuk kantor unit pembantu cabang yang sudah tersebar di seluruh kabupaten/kota di Sumut, kata dia, diinstruksikan untuk melayani pinjaman nasabah semaksimal mungkin. Ia menargetkan peningkatan dana pinjaman menjelang Ramadan lalu naik rata-rata 30 persen. Pada bulan Juli ini, lanjut dia, ditargetkan pinjaman syariah mencapai Rp500 miliar dan konvensional Rp700 miliar. “Meski harga emas tren melemah, minat gadai emas masih cukup tnggi,” katanya. Melihat kondisi itu pulalah, kata dia, manajemen menginstruksikan semua kantor cabang dan UPC yang tersebar di kabupaten/kota meningkatkan pelayanan agar masyarakat makin mudah mendapatkan dana pinjaman dengan cepat dan kinerja perusahaan semakin bagus. (***)


MARKET REVIEW

Topgrowth Futures

Medan Pasar Potensial

B

ahkan rencananya untuk beberapa waktu ke depan, perusahaan instrumen keuangan seperti Indeks Futures & Investasi Foreign Exchange, bakal melebarkan sayap bisnisnya ke wilayah Makassar. Sementara itu, Medan diyakini sebagai Pasar Potensial, dimana tingkat penghasilan masyarakatnya terus bertambah. Selanjutnya untuk merambah bisnis di bidang keuangan ini, Topgrowth Futures secara resmi membuka cabangnya di Medan, baru-baru ini, di lantai 3 gedung B&B JW Marriot, Jalan Putri Hijau. Ratusan undangan tampak hadir untuk mengikuti acara, sekaligus temu ramah dengan staf dan pimpinan Topgrowth Futures Medan. Dalam kesempatan kemarin, sesi kegiatan dimulai dengan doa bersama berlanjut dengan pembukaan tirai penutup label perusahaan dan diselingi dengan makan siang. Di tengah-tengah acara grand opening tersebut, Bernardus Yudhy P selaku Branch Manager Topgrowth didampingi Narif Rahmat Santosa sebagai Complience Director, kepada liputanBISNIS menyatakan bahwa cabang yang ketiga ini diharapkan mampu memenuhi keinginan dan keamanan konsumen dalam berinvestasi serta menjadi mitra keuangan. "Sekarang banyak perusahaan-perusahaan investasi bodong, namun tidak demikian halnya dengan Topgrowth. Atas dasar kepercayaan konsumen, maka sekarang kami bisa hadir di Medan melanjutkan perkembangan bisnis dari Jakarta dan Banjarmasin. Medan saya yakini sebagai kota yang pergerakan ekonominya

Medan | Ridho

“

Sebagai Kota Metropolitan dan juga yang terbesar di Indonesia, Kota Medan cukup potensial untuk pengembangan pasar dan ekonomi. Karena hal mendasar tersebut, Topgrowth Futures membuka cabangnya yang ke tiga di kota ini, setelah Jakarta dan Banjarmasin.

“

cukup tinggi, sehingga jadi salah satu dasar investasi bisnis," terang Bernardus. Selain itu, ujar Bernardus, Topgrowth benarbenar berkomitmen untuk menjadi mitra yang dapat dipercaya. Memberikan panduan, dan asisten dalam melakukan investasi. Jangan ragu untuk memberitahu kebutuhan konsumen dan keprihatinan, karena Topgrowth

bersedia membantu dengan strategi investasi yang paling sesuai. "Hidup adalah masalah pilihan. Membantu Anda dalam membuat keputusan yang tepat dengan pelayanan yang memadai, jujur dan ramah tentu kehormatan kami. Tapi yang paling penting adalah bahwa hidup ini juga berlimpah dengan peluang yang baik dan positif. Kemungkinan yang sama berlaku pada mempersiapkan masa depan Anda yang lebih baik dengan instrumen keuangan seperti Indeks Futures & Investasi Foreign Exchange. Mengelola risiko dan penangkapan peluang menguntungkan dapat dipelajari dan dipraktekkan oleh siapa saja, termasuk Anda," tandas Bernardus diamini Narif. Untuk mengontrol dan memantau aktivitas perdagangan Futures Departemen Perdagangan telah membentuk BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) atau BAPPEBTI (Commodity Futures Trading Badan Pengatur) berdasarkan UU No 32 tahun 1997. BAPPEBTI adalah untuk memastikan bahwa kegiatan Perdagangan Berjangka dilakukan dalam cara yang adil, efisien dan efektif tertib dan sesuai dengan kebijakan yang dibuat oleh Departemen Perdagangan dan regulator hukum. Topgrowth membuat debutnya di Indonesia dengan membawa tahun keahlian dalam perdagangan online untuk valuta asing dan komoditas. Perusahaan membawa ke Indonesia keahlian yang unik di pasar valuta asing. Valuta asing dan komoditas adalah yang paling bersemangat dan likuid dari semua pasar keuangan memungkinkan pedagang dari seluruh dunia untuk memanfaatkan atas kesempatan trading round-theoclock. (***)

Branch Manager Topgrowth Medan, Bernardus Yudhy P

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

17


SOCIETY

Keliling Dunia Tanpa Batas Bersama Panorama World Medan r Penawaran Paket Jalan-jalan Hemat 18

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

Medan | Ridho


KULINER Bingung merencanakan liburan bersama keluarga, teman atau relasi bisnis? Panorama world Medan adalah solusinya. Sebagai perusahaan tours dan travel yang sudah berpengalaman selama puluhan tahun, tentu memiliki kelebihan. SELAIN menguasai pasar, Panorama World juga mempunyai cabang-cabang di seluruh dunia, misalnya Singapore, Kuala Lumpur, Beijing dan Paris, sehingga mampu menjangkau lokasi-lokasi wisata yang berada di belahan bumi manapun. Tentunya liburan harus tetap nyaman, sehingga konsumen dan pelanggan benar-benar merasa terpuaskan. Untuk kesekian kalinya, Panorama World membuka cabang baru di Medan, tepatnya di Jalan Jamin Ginting No 41. Akhir pekan lalu, tim liputan BISNIS berkesempatan berkunjung ke lokasi dan diterima Michael Yudha, selaku owner sekaligus Direktur Panorama World Medan. Kepada wartawan, Michael menuturkan bahwa Panorama World Medan siap bersaing bisnis dengan perusahaan travel lainnya. Karena di Panorama World, tingkat kepercayaan konsumen dan kepuasan pelanggan sudah terbukti. Apalagi kantor cabangnya sudah ada hampir di seluruh Indonesia, termasuk di Medan meski baru soft opening pada 17 Juni 2013 kemarin. Michael menuturkan, bahwa liburan dan berwisata bersama Panorama World Medan adalah paket tour yang benar-benar nyaman, rileks, inspiratif, ceria serta membahagiakan konsumennya. Hal ini dikarenakan Panorama World memberikan fasilitas kenyamanan yang lengkap di dalam setiap paket tournya. “Tour atau liburan seharusnya menjadi moment yang paling membahagiakan dan berkesan bagi seseorang. Jangan sampai justru menambah stres dan menjengkelkan konsumen, gara-gara terlalu lama di bus, pelayanan hotel dan pesawat yang kurang memuaskan, atau pilihan tujuan wisata yang asal-asalan. Di Panorama, liburan atau tour merupakan investasi bagi seseorang, agar sepulangnya dari tour, pikiran dan wawasan lebih fresh dan terbuka, bahkan mendorong munculnya ide-ide bisnis baru atau semangat baru dalam bekerja dan keluarga,” katanya. Untuk itulah, lanjut Michael, paket tour rancangan Panorama sudah diatur sedemikian sehingga semua komponen wisata yang diperlukan konsumen dapat terpenuhi dengan pelayanan yang maksimal.

Bagi Panorama, customers is the King, maka pelayanan yang memuaskan dan kenyamanan dalam tour benar-benar diperhatikan. Selain paket tour yang sudah dibuat oleh Panorama, konsumen juga bisa menentukan sendiri tujuan dan lama perjalanan wisatanya, baik ke luar negeri maupun domestik-Indonesia. Jadi nantinya Panorama akan membuat paket sesuai keinginan dan kebutuhan konsumen. "Panorama World Medan juga menawarkan paket-paket wisata tours and travel dengan harga yang terjangkau, kami punya produk “JAHE” (Jalan-jalan Hemat) atau “TUREZ” (Tour Easy). Menurut Michael, ada 5 hal yang menentukan besarnya harga sebuah paket tour/wisata. Pertama, katanya, adalah pilihan waktu keberangkatan; “peak season” atau “low season”. Peak season seperti liburan Natal-tahun baru, libur lebaran, libur sekolah, di mana-mana orang pada traveling, maka mengikuti hukum pasar ketika demand tinggi harga pun ikut naik. Jika tour saat low season pada bulan Februari-Maret atau September-Oktober, harga tentu lebih murah. Yang kedua, adalah pilihan airlines dan jenis hotel berbintang, ini mempengaruhi harga sebuah paket tour. Ketiga yaitu jumlah negar, kota dan tujuan wisata yang dikunjungi. Keempat, fasilitas pendukung seperti suttle bus, tour guide, asuransi dan tour merchandism. Kelima, rute tour; jika mengikuti rute tour yang sudah jadi dan dikeluarkan Panorama, tentu lebih rendah harganya daripada konsumen membuat rute tour sendiri (tailor made / customized). Nah, kelima hal tersebutlah, yang menuru Michael menenukan besaran biaya sebuah paket perjalanan wisata. Sehingga, katanya, membandingkan sebuah produk/paket tour satu dengan lain haruslah dilihat detailnya dan harus dilakukan secara “apple to apple.” Karena di Panorama World Medan semuanya ada, termasuk paket Jahe alias Jalanjalan Hemat. Namun meski hemat, bukan berarti pelayanan kelas bawah, melainkan full service sejak keberangkatan sampai dengan pulang kembali. Panorama juga menyediakan souvenir sebagai bentuk terimakasih atas kepercayaan pelanggan," terang Michael. Selaku Direktur di Panorama World Medan, Michael juga menyatakan masyarakat sekarang sudah selektif memilih travel yang menyediakan paket-paket liburan. "Kenapa harus Panorama World Medan? Karena disini kami sangat mengutamakan kualitas pelayanan travel. Apalagi Panorama memiliki jaringan yang kuat, seluruh dunia dan Indonesia. Pelayanan maksimal tentu menjadi prioritas untuk seluruh konsumen. Termasuk safety (keselamatan) dalam perjalanan mulai dari pesawat, ketepatan waktu dan booking hotel serta tujuan-tujuan wisata yang diinginkan," katanya. Untuk lebih memudahkan konsumen dalam memilih perjalanan sesuai dengan dana yang dimiliki, Panorama World Medan juga memberikan konsultasi gratis. "Jadi ada semacam pertimbangan, serta beragam pilihan diberikan kepada konsumen. Tak cuma paket liburan di katalog, Panorama tentu memberikan paket tour by request alias diluar jalur seharusnya. Bisa saja, karena itu adalah permintaan pelanggan. Panorama sangat siap untuk hal tersebut dan dengan harga spesial. Salah satu kelebihan panorama ini adalah selain produk dan layanan berkualitas, juga menyediakan armada yang nyaman," beber Michael. Selain aneka paket tour internasional ke lima benua dan domestik, voucher hotel dan tiket airlines, Panorama juga memberikan layanan untuk kepentingan MICE (Meeting, Incentive, Conference, Event), jasa pengadaan transportasi/bus pariwisata, pengurusan dokumen perjalanan dan bisnis (passport, visa) serta asuransi perjalanan dan ziarah rohani (Holy Land dan Umroh). Konsumen yang dapat dilayani oleh Panorama adalah perorangan, group, bisnis/ korporat maupun organisasi non-profit.Saat disinggung mengenai optimisme Panorama World Medan terhadap pasar di Sumatera Utara ini, Michael mengaku sangat siap dan optimis. "Setiap orang pasti butuh liburan, apalagi Medan sebagai kota yang pertumbuhan ekonominya stabil, di atas rata-rata nasional. Jadi kami selaku perusahaan bisnis, siap melayani anda kemana saja, liburan ke belahan dunia manapun termasuk lokal ataupun luar negeri. Untuk kesekian kalinya, Panorama dapat penghargaan “No. 1 in Tour and Travel Category di 2013 ini. Tunggu apa lagi, ayo ke Panorama World Medan," pungkasnya. (***)

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

19


SHOWBIZ t Devy Permatasari

Jualan Aksesoris Online

BISNIS online dewasa ini menjadi trend di masyarakat. Bahkan sejumlah publik figur dan artis tertarik untuk menseriusinya. Artis sinetron Devy Permatasari mengaku tengah menekuni bisnis aksesoris secara online. "Karena saya melihat sekarang ini ke arah sana (bisnis online). Karena jalanan macet dengan duduk di rumah bisa mesan barang, praktis," kata Devy Permatasari di Kantor RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Bisnis ini sudah diawali sejak Devy mulai menggenakan hijab, sekitar 3 tahun silam. Sambutan teman dan masyarakat luas membuatnya semangat untuk mengembangkannya. "Bisnis aksesoris saya mulai pas saya berhijab. Dulu pas saat saya menggunakan hijab belum terlalu banyak pilihan. Saya mencoba membuat aksesoris untuk diri saya sendiri dan kebetulan teman-teman saya suka, ya sudah lanjut sampai sekarang," lanjutnya. Barang aksesoris produksinya yang dijual online meliputi kerudung, bros, kalung, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan hijab. Seiring waktu, kini semakin bertambah hingga harus menambah karyawan. "Bahan dasar dari logam, kain, kristal, yang design saya sendiri tapi saya punya karyawan. Karyawan saya 5 orang," tandasnya. (int)

20

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

Usaha Kuliner Menjanjikan TERJUN ke dunia bisnis seperti restaurant, tempat karaoke, dan pakaian kini menjadi trend di kalangan selebriti Indonesia. Namun, menurut Charles Bonar Sirait, berbisnis toko kue menjadi salah satu yang banyak mendatangkan keuntungan. Ditemui saat pembukaan toko kue Clairmont Patisserie di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, pria kelahiran Jakarta, 19 Maret 1971 ini menganggap kue merupakan sesuatu yang selalu ada di setiap moment bahagia seseorang. "Bisnis kue itu paling banyak keuntungannya. Kue selalu ada kan di setiap momen-momen bahagia sebagian besar orang," ungkap Charles. "Setiap momen bahagia pasti ada unsur kue. Kalau ulang tahun ada kue, pernikahan, hari raya, dan acaraacara bahagia lain pasti ada unsur kue," lanjutnya. (net)


KULINER

Kafein Cafe ‘It’s All Dorong About Taste’ Program MAMPU ILO

Perempuan Jadi Pengusaha Pemula

BELUM lama ini di Jalan Halat No 69, Kota Matsum, Medan, ramai didatangi pengunjung. Mulai dari remaja serta kalangan dewasa menyempatkan diri singgah di lokasi tersebut. Tanya punya tanya, rupanya tempat singgahan muda mudi itu adalah tempat tongkrongan yang tanpa menguras isi kantong. Itulah dia Kafein Cafe yang baru menggelar grand opening. Yang masih menjadi tanda tanya, kenapa Kafein Cafe nekat bersaing di antara menjamurnya kafe di Kota Medan ini. Padahal, mungkin ratusan kafe tongkrongan muda mudi dan orang dewasa telah banyak menghiasi ibukota Sumut tersebut. Hanya saja, Kafein Cafe tetap mengacu pada kekhasan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmatnya. Dalam grand opening Kafein Cafe terkuak bahwa kafe itu mengusung konsep Ulee Kareng Coffe & Life Style. Mengangkat jargon 'It’s All About Taste', mengartikan bahwa Kafein Cafe punya rasa tersendiri sehingga para pengunjung tak bosan untuk datang kembali. Disamping itu, pengunjung juga dimanjakan dengan sajian cita kopi Ulee Kareng yang beda dari kafe lainnya di Kota Medan. Bahkan di kafe ini, penyeduhan kopi tak hanya sekadar seduh. Sang pemilik kafe pun nekat mendatangkan Chef Septian dari Bandung sebagai koki penyeduh serta pengolah resep makanan steak. Pastinya bagi pengunjung tak perlu kecewa untuk bertandang. Sebab, di Kafein Cafe disediakan fasilitas WIFI gratis dan juga ruangan VIP bebas rokok, serta ruang rapat.

Konsep santai nan menyejukkan hati otomatis pilihan pemilik kafe di Kota Medan. Malahan dengan meningkatkan jumlah penggemar kopi, pengusaha kuliner melirik minuman seduh seruput itu menjadi lumbung rupiah. Medan | Reza Nasution

"Kafein Cafe hadir untuk memanjakan lidah para penikmat kopi dan pecinta kuliner khas Medan. Memiliki nuansa dan atmosfir yang nyaman serta dilengkapi dengan akses free WIFI/Hotspot. Nah, Kafein Cafe adalah sebuah pilihan tepat untuk meluangkan waktu santai bersama keluarga atau teman-teman karib kamu. Kita juga menyediakan fasilitas ruang khusus untuk meeting (VIP Room), yang dapat digunakan untuk event formal/corporate," kata seorang pelayan di kafe tersebut. Untuk itu, tak ada salahnya bagi anda menghabiskan waktu sembari menikmati sajian khas berkualitas ala Kafein Cafe bersama teman, keluarga dan rekan kerja. (***)

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

21


RAGAM

Bubarkan Managemen PLN PT PLN (persero) melakukan pemadaman khususnya pada beban puncak mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB ke pelanggan industri di Sumut untuk mengamankan pasokan listrik ke pelanggan umum selama Ramadhan. Sebab, saat ini perusahaan plat merah tersebut masih mengalami defisit 240,60 megawatt (MW) akibat perawatan mesin pembangkit yang belum selesai sehingga tidak mencukupi kebutuhan listrik pada beban puncak 1.345,39 MW. liputanbisnis.com

22

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

Tapi Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Laksamana Adyaksa meminta PLN segera mengganti seluruh manajemennya dan pemerintah dapat mengaudit hasil kerja PLN selama ini. Sebab, katanya, krisis listrik dari tahun ke tahun tidak juga dapat diselesaikan. “Bubarkan saja manajemennya. Ini artinya mereka tidak mampu. Kerja tanpa ada perencanaan. Seharusnya dengan berjalannya waktu, perusahaan itu semakin bagus, bukan malah bertambah parah seperti PLN ini,” ucapnya. Laksamana mengatakan, pihaknya tidak setuju adanya pemadaman, khususnya pada industri besar. Selama ini tidak ada yang gratis, jadi PLN tidak berhak menentukan kapan memadamkan atau menyalakan listrik ke pelanggannya. Industri besar itu harus beroperasi selama 24 jam, jadi kalau malam harus dipadamkan maka akan mengganggu volume produksi yang dihasilkan.”Kita kan bayar, jadi seharusnya kita yang tentukan kapan mati atau nyala. Bukan PLN sesukanya mematikan. Untuk industri besar, cost akan naik karena harus memakai genset dan ini akan mengakibatkan harga barang ke masyarakat naik,” tuturnya. Deputi Manager Hukum dan Humas PLN Wilayah Sumut, Raidir Galingging, mengakui meski ada pasokan daya listrik sudah masuk dari GT 11 sebesar 117 MW dan PLTU Labuhan Angin, serta transferan dari Inalum sebesar 90 MW, namun masih belum mencukupi kebutuhan listrik keseluruhannya. Maka PLN pun harus melakukan pemadaman pada siang hari dengan daya yang dilepas sebesar 14 MW untuk pelanggan umum dan melakukan pemadaman bergilir hingga 17 Juli pada pelanggan industri sebesar 46 MW dan pelanggan industri captive power atau pelanggan industri besar yang memiliki mesin listrik sendiri tersebar di Sumut, sebesar 50 MW. Selain itu, katanya, juga dilakukan pemadaman pada pelanggan umum di daerah-daerah tertentu yang minim umat muslimnya sebesar 40 MW. “Pemadaman tersebut disebabkan masih adanya defisit akibat terkendalanya perbaikan pada beberapa mesin pembangkit yang seharusnya selesai sebelum bulan Ramadhan. PLN terus berupaya permasalahan ini bisa segera diatasi dan diperkirakan pada 17 Juli semuanya bisa diatasi dan kembali normal,” ujar Galingging. Dia menjelaskan total daya yang dipadamkan akibat defisit sebesar 136 MW pada malam hari. Sedangkan untuk siang hari, pemadaman yang dilakukan secara bergilir kepada pelanggan umum di Sumut sebesar 14 MW, karena pelanggan industri kemba-

li dinyalakan untuk keberlangsungan industri yang ada di Sumut. Pemadaman bergilir tersebut dilakukan selama antara satu jam hingga dua jam. Sementara berdasarkan pantauan, pemadaman listrik masih terjadi pada malam hari atau saat pelaksanaan shalat tarawih pertama di bulan Ramadhan ini, yakni di kawasan Medan Denai, Pasar 1 Setia Budi dan juga di Medan Tembung. Pemadaman terjadi mulai pukul 18.00 hingga 21.00 wib, hingga membuat warga terpaksa shalat tarawih dalam kondisi gelap. Manajer Bidang Distribusi PT PLN Wilayah Sumut, Ahmad Hidayat Pane, saat dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya sudah mendapat transferan daya dari PT Inalum sebesar 90 MW kemarin malam sehingga pada saat beban puncak tidak terjadi pemadaman listrik ke pelanggan umum.”Alhamdulillah kemarin malam ibadah tarawih berjalan lancar. Tidak ada defisit pada pelanggan umum. Hanya pada industri besar saja yang dilakukan pemadaman dan seluruhnya beralih ke genset saat beban puncak antara jam 19.00 sampai 23.00 Wib,” katanya. Pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Medan (Unimed) M Ishak mengatakan, PLN boleh saja melakukan subsidi silang atau pengaturan distribusi listriknya ke pelanggan. Tapi krisis ini sudah terjadi tiap tahun, berarti ada mekanisme yang membuat manajemen PLN tidak mampu mensuplai listrik masyarakat.”Manajemennya gagal. Alasan mereka selalu saja karena ada perawatan intensif pada mesin pembangkit yang memang sudah tua. Tidak ada solusi yang mereka buat, padahal bisa saja mereka menjual dua mesin tuanya sekaligus untuk membeli mesin baru yang kinerjanya akan lebih baik. Jadi, masyarakat pun tidak akan mengeluh lagi meski kenaikan TDL diberlakukan,” pungkas Ishak. (***)

Bisa Digugat! MASYARAKAT maupun konsumen yang merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan Perusahaan Lisrik Negara (PLN) Cabang Medan dapat melakukan upaya hukum dengan menggugat ganti rugi ke pengadilan. “Gugatan bisa saja dilakukan konsumen yang merasa dirugikan akibat seringnya terjadi pemadaman listrik yang dikelola Badan Usaha Milik Negara [BUMN] itu,” jelas pakar hukum Universitas Sumatra Utara Pedastaren Tarigan. Seringnya terjadi pemadaman listrik tersebut, menurut dia, mengakibatkan banyaknya kerugian yang dialami warga, karena rusaknya peralatan berupa komputer, kompor listrik, kulkas dan perlengkapan rumah tangga lain. “Pemadaman listrik tersebut menimbulkan kesengsaraan yang cukup besar bagi masyarakat dan wajar mereka selalu memprotes perusahaan PT PLN yang dinilai kurang bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan,” ujarnya. Apalagi, jelas Pedastaren, PT PLN sebagai perusahaan milik negara itu, semestinya harus memberikan yang terbaik bagi konsumen, dan bukannya membingungkan dengan seringnya terjadi pemadaman. Oleh karena itu, katanya, disinilah peranan PT PLN yang harus tetap memberikan penerangan yang aman dan lancar, serta tidak adapermasalahan yang dialami masyarakat.(liputanbisnis.com)


SOCIETY

IWAPI Penggerak Perekonomian Rakyat Wanita memiliki peranan penting dalam pembangunan. Apalagi 49 persen atau sebanyak 500 juta penduduk Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian kerakyatan dan separuhnya adalah dipegang kaum wanita. Bahkan di Sumut sendiri, 50 persen UMKM dikelola wanita. Medan | Darwinsyah Purba

“T

erimakasih kepada DPP IWAPI yang telah membina dan memberikan kesempatan kepada kami. Bagi kami kepengurusan DPD IWAPI Sumut merupakan amanah yang sangat besar untuk dipegang dan dikembangkan kedepannya dengan misi dan visi yang kami emban saat ini,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (IWAPI) Sumut terpilih periode 2013-2018, Luafi Thahir, SE, saat memberi sambutan usai pelantikan yang dilantik langsung Ketua DPP IWAPI, Dr Elza Syarif, SH.MH di Aula Martabe Kantor Gubsu, belum lama ini. Dijelaskan Luafi Thahir, bahwa selama ini kontibusi yang dilakukan kaum wanita di Sumut sangat berarti dalam peningkatan pembangunan. Apalagi dengan gebrakan dan startegi yang mapan sehingga UMKM dapat terus bertahan ditengah-tengah masyarakat Sumut. “Oleh sebab itu, denga adanya IWAPI Sumut nantinya kita akan membina dan memberikan peluang kepada wanita-wanita yang tidak memiliki keahlian apa-apa akan kita tampung di wadah ini sehingga mereka dapat mandiri bagi dirinya sendiri maupu keluarga,” tambahnya. Ketua DPP IWAPI Dr Elza Syarif berharap dengan terbentuknya IWAPI Sumut ini hendaknya dapat menjadi organisasi yang mandiri. Artinya, kaum wanita di Sumut ini dapat membangun citra diri dalam memajukan perekonomian Indonesia yang saat ini sedang mengalami keterpurukan. Apalagi Sumut mendapatkan peringkat ketiga dari perekonomiannya bila dibanding dengan kota-kota besar lainnya. Dengan demikian, Sumut menjadi peluang yang bisa kita ambil untuk dapat menggerakkan perekonomian di Indonesia. Sebagai visi misi IWAPI, wanita itu harus berperan dalam pergerakan perekonomian yang tangguh dan menjadi tonggak perekonomian di Indonesia. "Dengan banyaknya pengusaha-pengusaha wanita kita harapkan dapat mem-

berikan kontribusi kepada wanita-wanita di sekeliling kita yang tidak mempunyai pekerjaaan dan dapat membuka peluang kerja bagi wanita-wanita lainnya," imbuhnya. Diakui Elza, IWAPI sangat prihatin dan berempati dengan wanita-wanita yang menjadi TKI saat ini. "Kita ketahui kasus yang tidak manusiawi dialami TKI wanita menjadi tolak ukur bagi kita semua untuk dapat melindungi dan membina mereka agar bersama-sama membina dengan mengenalkan mereka (TKI-red) tentang wirausaha sehingga wanita Indonesia tidak perlu lagi mencari pekerja hingga ke luar negeri,” katanya. Dia berharap IWAPI sebagai organisasi wanita pengusaha dapat menampung dan membina untuk beriwirausaha dalam mengatasi permasalah klise seperti ini. selain, IWAPI konsen kepada perekonomian kerakyatan saat ini. Pihaknya, juga konsen terhadap wanita Indonesia yang selama mengalami mimpi buruk di luar negeri sebab apa? sebab mereka tidak mandiri dan memiliki skill yang dapat diandalkan. “Saya meminta kepada DPD IWAPA Sumut agar dapat menampung mereka dengan melakukan pembinaan dan belajar ketrampilan untuk membuka lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kodratnya sehingga kita mampu nantinya bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” pintanya. Dia berharap IWAPI sebagai organisasi wanita pengusaha dapat menampung dan membina untuk beriwirausaha dalam mengatasi permasalah klise seperti ini. selain, IWAPI konsen kepada perekonomian kerakyatan saat ini. Pihaknya, juga konsen terhadap wanita Indonesia yang selama mengalami mimpi buruk di luar negeri sebab apa? sebab

mereka tidak mandiri dan memiliki skill yang dapat diandalkan. “Saya meminta kepada DPD IWAPA Sumut agar dapat menampung mereka dengan melakukan pembinaan dan belajar ketrampilan untuk membuka lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kodratnya sehingga kita mampu nantinya bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” pintanya. Pengacara kondang ini juga mengakui keberadaan IWAPI saat ini sedang dalam tahap proses pendewasaan. Bahkan, katanya, ada beberapa pihak lain yang ingin menjengal langkah IWAPI. "Intinya, legalisasi IWAPI sedang diuji. IWAPI cuma satu, inilah IWAPI yang memiliki legalitas di mata hukum. Karena kita negara hukum sebagai organisasi kemasyarakatan kita sudah tercatat di Kesbangpol Pusat Menhum HAM. Dan, masalah ini kita sudah pernah diproses di MA dan kitalah pemenangnya sebagai IWAPI yang legal,” tegasnya. Sejauh ini sejumlah pihak yang mengklaim keberadaan IWAPI sedang diproses di Mapolda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “IWAPI ilegal harus segera dibubarkan hukum dan kebenaran harus ditegakkan," tegasnya. Dia mengimbau agar seluruh kepengurusan dan anggota IWAPI tetap menyatukan visi-misi dan bersatu untuk memajukan organisasi ini. "IWAPI saat ini telah bekerja sama denga Polandia, Amerika, Belanda dan China dalam membuka peluang usaha. Kita juga telah mengutus delegasi ke negeri tersebut untuk mempelajari bagaimana memanajem usaha yang selama ini banyak tidak dimiliki oleh kita bagaimana memanajemen yang baik dalam suatu usaha. (***)

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

23


PROGRAM

l Berbagi di Bulan Keberkahan

Medan| Erwin Parinduri

AAG Pertanyakan Putusan MA S

elain memberi bantuan paket lebaran, manajemen Asian Agri Group (AAG) juga menggelar Safari Ramadhan kepada warga di sejumlah masjid yang berada di lokasi perusahaan. “Harapan kami pemberian paket lebaran dan Safari Ramadhan yang dilaksanakan ini dapat membantu meringankan beban dan memberikan kebahagian tersendiri bagi saudara-saudara kita sekalian,” kata Head SSL Asian Agri Group, Supriyadi Syam ketika menggelar acara silaturahmi bersama kalangan pers di gedung Uniland Medan, baru-baru ini. Di sela gelaran silaturahmi tersebut, Supriyadi Syam mengatakan bahwa belakangan ini muncul isu terkait pemberitaan perpajakan Asian Agri Group. Dan, hal ini berawal dari putusan kilat Mahkamah Agung yang memutuskan bahwa perusahaan telah kurang membayar pajak pada periode 2002-2005. “Maka dari itu MA memerintahkan agar Asian Agri Group membayar sejumlah denda atas kekurangan pajak tersebut,” singkatnya. Hanya saja, lanjut Supriyadi Syam, Asian Agri mempertanyakan putusan tersebut. Pasalnya, Asian Agri bukan merupakan pihak dalam perkara tersebut, tapi nyatanya telah dihukum. Selain itu penetapan jumlah kekurangan pajak melebihi total keuntungan dari ke 14 perusahaan di dalam Group Asian Agri periode 2002-2005. “Padahal perlu diketahui bahwa pada periode 2002-2005 Asian Agri adalah pembayar pajak yang cukup besar, dan bahkan Grup Asian Agri termasuk dalam

24

Edisi XII 16 Juli - 31 Juli 2013

Asian Agri Group berbagi rezeki kepada kaum dhuafa pada Ramadhan 1434 H ini. Rezeki yang diberikan berupa paket lebaran bagi 4.411 kaum dhuafa dan fakir miskin. Diharapkan melalui paket lebaran ini, kalangan yang menerima paket bisa terbantu dan memberi manfaat. salah satu pembayar pajak yang besar di antara perusahaan industri kelapa sawit. Kita juga berkeyakinan bahwa perusahaan telah membayar jumlah pajak yang benar sesuai dengan peraturan yang berlaku,” sebutnya. Di sisi lain, ungkap Supriyadi Syam, sebagai perusahaan yang taat hukum dan kooperatif, Asian Agri berkomitmen untuk tetap melakukan kewajiban pembayarana pajak terhadap Surat Ketetapan Pajak (SKP) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terhadap 14 perusahaan. Bahkan, katanya lagi, sejak akhir Juni Asian Agri sudah membayar 50 persen secara bertahap sesuai dengan tanggal jatuh tempo. “Untuk itu 14 perusahaan Group Asian Agri akan mengajukan keberatan sesuai ketentuan yang berlaku demi tegaknya keadilan,” ujar Supriyadi. Ironinya lagi, belakangan muncul dalam pemberitaan menyatakan pemerintah membekukan 14 usaha Asian Agri. “Kami tegaskan bahwa hingga saat ini perusahaan tetap beroperasi sebagaimana mestinya. Untuk itu kita sangat menyayangkan pemberitaan tersebut yang menimbulkan keresahaan di masyarakat dan

juga para stakeholder khususnya karyawan perusahaan,” tukasnya.

Tetap Bermitra Perusahaan Asian Agri sejauh ini telah mempekerjakan lebih dari 25 ribu karyawan. Tak hanya itu, hingga saat ini pihak perusahaan telah membina 29 ribu keluarga

petani plasma dan bermitra dengan 25 ribu petani swadaya. “Maka dari itu kita berkomitmen menjamin keberlangsungan usaha perusahaan agar terus berjalan dengan baik sekali pun adanya polemik perpajakan yang ditimpakan kepada Asian Agri,” sahut Supriyadi Syam. Disampingi itu, mengingat begitu banyaknya orang yang bergantung terhadap perusahaan, maka sudah selayaknya Asian Agri mendapat dukungan dari banyak pihak. “Terutama kita berharap dukungan dari pemerintah yakni berupa perlindungan bagi dunia usaha serta kepastian hukum yang jelas dan seadil-adilnya terutama dalam hal terkait polemik perpajakan saat ini,” akhirinya. (***)

Cetakan edisi xii libis  

Informasi Bisnis Terpercaya

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you