OCEANSIGHT EDISI 2: Teknik Kelautan dalam Arus Maritim Dunia

Page 1

OCEANS GHT TEKNIK KELAUTAN DALAM ARUS MARITIM DUNIA

Edisi 2 Ocean Engineering Magazine



Embarcadero Tropical, Malaga sumber gambar : http://www.1freewallpapers.com/tropical-pier/es


TIM REDAKSI

Yustin Riana Bendahara

Aisyah D. Larasati Bidang Artistik

Dinda Nurianti Sekretaris

Yoseph SIlalahi

Dwi Khoirin Nisa

Bidang Editorial

Bidang Eksternal

Meiya Narulita S.

Nurcholish Fauzi

Raka Firmansyah

Antaliesta Cintya N.D.

Divisi Layout

Divisi Ilustrator

Divisi Layout P. Abel Amanta Gde Pandu B.P.W Samuel A.S.

Divisi Ilustrator

Divisi Riset dan Peliputan

Divisi Produksi

Divisi Editor

Divisi Riset dan Peliputan Alda T.F. A ar Mahdi K. Iah S.H. Mujahid B.A. Prayla P.A.B.

Fajrul Mutaqin

Ovan Indra Abdi P.

Divisi Editor Agil Pramudya K. Na sa Nandalianadhira Rianto J.V.

Divisi Produksi Bella Listya Prasadini Fikri Aismon

4

OCEANS GHT


SAPA REDAKSI Honey Ruth Angie Pimpinan Redaksi

Sekitar

70% permukaan bumi kita adalah air. Pengetahuan tersebut mungkin sudah sering kita dengar semenjak jenjang sekolah dasar. Begitu luasnya lautan yang menutupi permukaan bumi sehingga banyak potensi-potensi yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan dari lautan. Meski begitu, kebanyakan perkembangan khususnya dalam teknologi masih berfokus di daratan maupun udara. Dewasa ini, teknologi dunia sudah semakin berkembang. Hal ini pun menjadi tantangan bagi bidang Teknik Kelautan untuk berinovasi maupun berkarya untuk turut serta mengembangkan teknologi dunia khususnya di bidang kemari man. Karya-karya tersebut akan semakin menunjukkan peran dari Teknik Kelautan itu sendiri dalam perkembangan teknologi dunia. Salah satu hambatan yang membuat perkembangan teknologi bidang kemari man belum terlalu maju yaitu kurangnya SDM yang memadai di bidang tersebut. Masih banyak yang belum sadar akan potensi mari m itu sendiri, khususnya di Indonesia. Hal ini pun berdampak pada respon dan peran dari masyarakat dalam menanggapi perkembangan teknologi di bidang kemari man, dimana masih banyak yang belum tahu maupun masih ragu. Maka dari itu, kami merasa perlu untuk berbagi informasi maupun pengetahuan tentang Teknik Kelautan kepada banyak kalangan. Dengan terbitnya majalah OceanSight edisi kedua dengan tema “Teknik Kelautan dalam Arus Mari m Dunia� ini diharapkan dapat semakin mengenalkan masyarakat tentang peran bidang Teknik Kelautan dalam perkembangan kemari man di Indonesia maupun di dunia. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

OCEANS GHT

5


Waves are the voices of tides. Tides are life. They bring the new food for shore creatures, and take ships out to sea. They are the ocean’s pulse, and our own heartbeat. - Tamora Pierce



KONTEN

Pengantar

9

Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia

Fakta

13

Pembangunan

16

Kupas Tuntas Siklon Tropis Dahlia

Pelabuhan-Pelabuhan Baru Pembangun Indonesia

13

Isu Pembangunan

22

22

Indonesia - Negara Maritim yang Kekurangan Garam

26

Inland Waterways Cikarang Bekasi Laut

9

Kajian Tol Laut sebagai Jembatan Perdagangan Dunia

28

Isu

34

Opini

42

Teluk Benoa, Pilu di Pulau Dewata

Siapkah Indonesia Mengibarkan Bendera Poros Maritim Dunia?

42

KMKLight

47

Company Visit Diskusi Kajian Isu Nasional oleh Ekstrakampus Pengabdian Masyarakat

Discover Indonesia

55 64

61

World in Sight

OCEANS GHT

61

The Water Discus Underwater Hotel

Kata Kahim

8

55

Best Beaches in Indonesia You’d be Crazy to Miss

64


Indonesia Negara Maritim sumber gambar : http://www.greeners.co/berita/

oleh Alda Tazkia

Indonesia

sebagai Poros Maritim Dunia Setelah lebih dari 400 tahun Indonesia berkembang

menjauhi bidang kemaritiman, Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla akhirnya mengusung visi untuk mengembalikan kejayaan maritim Indonesia. Tahun 2030 menjadi target terbentuknya Indonesia sebagai poros maritim dunia. Mimpi tersebut dikumandangkan pada Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur pada tanggal 13 November 2015 yang diadakan di Nay Pyi Taw, Myanmar.

Pengantar

OCEANS GHT

9


Pada pidatonya, Jokowi juga mengajukan lima buah gagasan untuk mendukung perwujudan mimpi, yaitu pembangunan kembali budaya maritim Indonesia, komitmen dalam menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut, komitmen mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim, diplomasi maritim, dan pembangunan kekuatan pertahanan maritim. Sejak pendeklarasian tersebut, berbagai usaha pun

Lautan Indonesia yang kaya akan sumber daya alam pun perlu dijaga dan dikelola dengan baik. Menurut Presiden Jokowi, potensi industri kemaritiman bernilai hingga sekitar Rp 19 ribu triliun. Akan tetapi, potensi tersebut kurang dimaksimalkan sejak Indonesia merdeka. Pencurian ikan yang dilakukan oleh kapal-kapal asing pun turut memperparah kondisi tersebut. Hal ini menjadikan Indonesia menempati posisi urutan ke-3 di ASEAN dalam pengeksporan ikan.

sudah dilakukan. Salah satu upaya pembangunan kembali budaya maritim Indonesia diwujudkan dengan diresmikannya Hari Maritim Nasional tahun 2017 lalu. Peresmian tersebut tertera pada Surat Keputusan Presiden RI Nomor 249/1964 tentang Penetapan Tanggal 23 September Menjadi Hari Maritim Nasional. Adanya hari nasional ini diharapkan dapat menjadi pengingat dan pengembali jiwa kemaritiman bangsa. Bentuk perayaan yang mendukung harapan tersebut dilakukan oleh Kementrian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut. Sebagai rangkaian acara Kampanye Keselamatan Pelayaran, Hari Maritim Nasional tahun 2017 dirayakan dengan melakukan kegiatan sosial dan gerakan bersih pantai di seluruh UPT Ditjen Perhubungan Laut.

Kearifan Lokal Laut Indonesia sumber gambar : http://www.rmol.co/read/2015/09/02/215642/Potensi-MaritimIndonesia-Harus-Dikelola-dengan-Kearifan-Lokal!-

10 OCEANS GHT

Selain itu, menurut survei tahun 2003-2013, sebanyak 115 pengekspor legal tutup karena bahan baku turun. Akan tetapi, dengan adanya Pasal 69 ayat (4) dalam UU No. 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan yang memiliki serangkaian hukum terhadap kegiatan illegal ďŹ shing, aturan main pun berubah. Seiring berjalannya waktu, kebijakan tersebut membuat ikan hasil tangkapan jauh meningkat. Menurut data, stok ikan yang pada tahun 2014 hanya sebesar Rp 6,5 juta naik menjadi Rp 12,5 juta pada tahun 2017.

Pengantar


Tol laut juga turut serta dalam mendukung Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia. Lautan yang terdapat di antara pulau-pulau di Indonesia dulu dianggap sebagai pemisah. Perekonomian pesisir pun kurang baik karena tidak terintegrasinya sistem transportasi antarpulau. Biaya logistik di daerah-daerah yang jauh untuk dijangkau pun sangat mahal karena kapal datang ke pelabuhannya dengan isi yang penuh dan pergi dengan keadaan kosong. Di situ lah tol laut berperan.

Menteri Kelautan dan Perikanan - Presiden Republik Indonesia sumber gambar : http://nasional.kompas.com/read/2018/01/10/18411311/beda-dengan-jk-danluhut-jokowi-dukung-susi-terus-tenggelamkan-kapal

“ Kesinergisan

antarkomponen yang berkontribusi

di dalamnya diperlukan agar suatu program

“

berjalan dengan maksimal. Diplomasi maritim

yang berjalan dengan baik dapat mewujudkannya.Akan tetapi, hal tersebut kurang tercermin dalam keberjalanan Indonesia menjadi poros maritim dunia. Banyak pihak yang merasa belum puas terhadap implementasi program tersebut, di antaranya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan para penulis buku Arungi Samudra Bersama Naga, yaitu Tenaga Pengkaji Lemhannas Laksamana Muda TNI Untung Suropati, dosen Universitas Achmad Yani yang juga Direktur Dengan sistem tol laut saat ini, konektivitas

Institute for Defense and Strategic Reasearch

antarpulau sudah lebih mudah. Jokowi juga

(IDSR) Yohanes Sulaiman, serta peneliti IDSR

mengatakan bahwa disparitas harga, terutama

Ian Montratama. Mereka menyatakan bahwa

di wilayah timur Indonesia, sudah mengalami

program yang dibawa oleh Jokowi tidak

penurunan. Berdasarkan laporan Menteri

tertuang dalam masterplan atau cetak biru. Hal

Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar

ini menyebabkan instansi-instansi pemerintah

Penjaitan, harga di wilayah timur Indonesia

masih bergerak sendiri-sendiri. Selain itu,

turun sekitar 20-25%. Dengan diberlakukannya

meski Kementrian Kelautan dan Perikanan serta

sistem tol laut dan dilakukannya pengembangan

Tentara Nasional Indonesia sudah memiliki

terhadap pelabuhan, kapal dengan ukuran

cetak birunya tersendiri, banyak instansi

10.000 teus sudah ada yang bisa bersinggah

lainnya yang program kerjanya masih sama

di Pelabuhan Tanjung Priok.

Pengantar

OCEANS GHT

11


dengan tahun-tahun sebelumnya tanpa adanya program kerja tambahan yang mendukung Indonesia menuju kemaritiman. Bahkan, pendidikan yang berperan penting dalam pembentukan mindset tidak turut serta dalam perubahan yang sedang dilakukan oleh Jokowi. Hal-hal ini tentu menjadi penghambat dalam pengembalian kejayaan maritim bangsa.

Alutsista Maritim Indonesia sumber gambar : http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/01/11/ojlakh 368-tni-al-miliki-tiga-kapal-perang-baru

Selanjutnya, kondisi geograďŹ s Indonesia membuat pembangunan kekuatan pertahanan maritim salah satu gagasan yang vital. Garis pantai Indonesia yang panjang merupakan anugerah sekaligus ancaman bagi negara. Panjangnya garis pantai berarti banyak area yang harus dipantau dan terjaga dari bahaya yang dapat merugikan negara. Dengan mengetahui tantangan tugas TNI Angkatan Laut, komponen-kompenen di dalamnya tentu harus ditingkatkan kualitasnya. Menurut Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI, Ade Supandi, SE, M.AP, pembangunan komponen Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) harus diikuti dengan peningkatan profesionalisme prajurit, perbaikan manajemen logistik dan mekanisme alat utama sistem senjata (Alutsista), serta validasi organisasi dengan mengedepankan keterpaduan matra laut dalam kerangka Trimatra Terpadu TNI.

12 OCEANS GHT

Semua hal tersebut diupayakan oleh pihak TNI, Kementerian Pertahanan, dan pemerintah. Pihak TNI dan Kementrian Pertahahan terus menyusun strategi yang terbaik untuk menghadapi tantangan yang dihadapi. Di sisi lain, pemerintah pun telah mengalokasikan dana untuk meningkatkan Alutsista agar lebih optimal dengan berteknologi modern dan memiliki daya tangkal yang tinggi. Indonesia memang masih jauh untuk menyandang gelar poros maritim dunia. Kurangnya koordinasi antarinstansi dan tidak adanya masterplan menjadi penghambat yang nyata. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, kekurangan-kekurangan yang ada sedikit demi sedikit dibenahi dan progresnya pun dapat dilihat. Meski demikian, apabila kecepatan peningkatan progres masih sama, target Indonesia sebagai poros maritim dunia tidak akan tercapai pada tahun 2030 sebagaimana rencana semula. Indonesia hanya akan menjadi poros maritim dunia saat semua elemen-elemen di dalamnya bergerak menuju ke sana dan gagasan-gagasan yang diajukan Jokowi terpenuhi. Banyak sekali hal yang masih harus dilakukan agar Indonesia dapat mengembalikan kejayaan maritimnya. Agar tahun 2030 menjadi tahun yang didambakan, kita semua perlu bekerja lebih keras lagi. (atf)

Pengantar


Kupas Tuntas Siklon Tropis

DAHLIA

Beberapa waktu lalu, Indonesia dihebohkan dengan siklon tropis yang sempat terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Siklon

oleh Nurcholish Fauzi

tropis yang bernama 'Dahlia' ini

menghembuskan angin kencang disertai hujan di wilayah Sumatera, Jawa, dan Bali. Banyak dampak yang terjadi akibat siklon tropis Dahlia ini seperti gelombang setinggi 2,5 hingga 6 meter yang merobohkan tenda-tenda waru di kawasan Pantaisari, Pekalongan, Jawa Tengah, pada Jumat (1/12/2017). Apa sebenarnya siklon tropis Dahlia itu? Mengapa dapat terjadi? Apa akibatnya terhadap bidang kelautan? Pertanyaan ini akan terungkap dalam artikel ini.

Siklon Tropis Dahlia sumber gambar : http://jogja.tribunnews.com/2017/11/30/bmkg-prediksi-siklon-tropisdahlia-lebih-kuat-dan-awet-ketimbang-siklon-cempaka

Fakta

OCEANS GHT

13


Dahlia setelah Cempaka :

KELAHIRAN SIKLON BARU Sebelumnya, siklon tropis 'Cempaka' telah lebih dahulu menunjukkan eksistensinya dengan cara merendam sebagian wilayah di Pulau Jawa. Saat siklon tropis tersebut mulai melemah dan meninggalkan kawasan laut Indonesia, BMKG menyatakan kelahiran suatu siklon tropis baru, bernama 'Dahlia'. Sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Kepala BMKG mengatakan siklon tropis yang tercipta pada 8,2 Lintang Selatan dan 10,8 Bujur timur sekitar 470 km barat daya Bengkulu pada pukul 19.00 WIB itu berdampak pada peningkatan hujan lebat di pesisir barat Bengkulu hingga Lampung, Banten, dan Jawa Barat bagian selatan. Siklon tersebut juga bertanggung jawab atas gelombang yang terjadi di Perairan Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, serta beberapa wilayah lainnya.

Apa yang menyebabkan lahirnya siklon tropis Dahlia? Dikutip dari kompas.com, menurut Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu, M Fajar Handoyo, menyebutkan bahwa siklon tropis Dahlia terjadi di bawah garis ekuator wilayah selatan Indonesia. Matahari yang berada di belahan selatan menyebabkan tekanan rendah di sekitar Samudra Hindia. “Tekanan rendah itu berbentuk memutar (siklonik). Kondisi ini juga ditambah dengan pasokan uap air sehingga menjadi sebuah badai. Karena posisinya di wilayah tropis, maka disebutlah siklon tropis,” papar dia.

Menurut

Gerak-Gerik Dahlia :

KEKUATAN DARI SEBUAH SIKLON TROPIS

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Mulyono

Rahadi Prabowo, pergerakan siklon tropis dahlia akan lebih kuat dan awet dibandingkan dengan siklon tropis Cempaka. “Besok akan mengikat lagi intensitasnya. Meski pergerakan siklon tropisnya bergeser 7 knot atau 12 km per jam tapi kecepatan angin maksimum di pusat siklon bisa sampai 85 km per jam” kata Mulyono, sebagaimana tertulis dalam artikel berjudul “Siklon Tropis Dahlia, Lebih Kuat dan Tahan Lama Dibandingkan Cempaka”. Hal ini terjadi karena sumber energi siklon berasal dari suhu muka laut yang lebih hangat. Siklon tropis ini diprediksi bisa bertahan hingga 5-7 hari.

14 OCEANS GHT

Fakta


Akhir dari Dahlia:

WASPADA CUACA EKSTREM Seperti

ditulis laman Tribunnews.com, Kepala

BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan “Siklon tropis dahlia telah melemah, dan menjadi depresi tropis,� walaupun siklon tropis telah melemah, tapi dalam 3 hari ke depan, menurut Dwikorita, masih terdapat potensi cuaca ekstrem, di antaranya hujan lebat di Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Selain itu juga ada angin kencang lebih dari 20 knot yang diprediksi melanda Sumatera Utara dan Aceh. Siklon Tropis Dahlia di Indonesia sumber gambar : https://asset.kompas.com/crop/45x0:870x550/750x500/data/ photo/2017/11/29/2556885185.jpg

Berdasarkan analisa BMKG, perairan barat Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu dan Perairan Selatan Jawa Timur diprediksi akan dihantam gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter dan Perairan Pulau Enggano, Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah, Samudera Hindia barat Lampung hingga selatan Jawa diprediksi akan dihantam gelombang dengan tinggi 4 hingga 6 meter. Menurut Antaranews.com, gelombang laut setinggi sekitar 2,5 hingga 6 meter dan curah hujan lebat disertai angin kencang yang dipicu siklon tropis Dahlia menyebabkan robohnya tenda warung yang ditemukan warga akibat gelombang lain di Pantaisari, Pekalongan, Jawa Tengah, pada Jumat (1/12/2017) awal desember lalu. Selain gelombang laut yang tinggi, curah hujan di sejumlah titik di kawasan Pekalongan

DAMPAK Siklon Tropis Dahlia

Utara menyebabkan kawasan tersebut direndam banjir.

Fakta

OCEANS GHT

15


Port of Long Beach, LA

http://www.carreonphotography.com/photos/industry/industrial_photography_030.jpg

PelabuhanPelabuhan Baru Pembangun Indonesia 16


Oleh: Prayla Putri A.

BANDUNG, OCEANSIGHT – Setelah genap mencapai 2 tahun keberjalanan sistem Tol Laut, pengembangan tidak pernah berhenti. Mulai dari pengembangan pelabuhan-pelabuhan yang ada hingga pembangunan pelabuhan-pelabuhan baru. Poin utama yang ingin dicapai adalah terwujudnya konektivitas antar pulau di nusantara, sehingga tercipta Indonesia yang lebih merata dalam berbagai bidang. Pembangunan demi pembangunan atas pelabuhan sedang giat dilaksanakan dari Sabang sampai Merauke. Skalanya pun berbeda – beda, mulai dari pelabuhan internasional sampai pelabuhan pengumpan. Berikut ini merupakan dua pelabuhan muda yang terletak di sebelah barat dan timur Indonesia.

17


Tanjung Api-Api: Pelabuhan Internasional di Sebelah Barat Indonesia. Pelabuhan Tanjung Api-Api merupakan pelabuhan yang terletak di Kabupaten Banyuasin. Berjarak 80 km dari Kota Palembang, pelabuhan ini merupakan salah satu pelabuhan besar di Indonesia. Pelabuhan ini baru menyelesaikan pembangunan fisiknya pada tahun 2017 lalu dan mulai beroperasi di bulan Desember. Pelabuhan ini memiliki draft (kedalaman) sebesar 5 meter dan akan dikeruk sampai maksimal 14 meter, diharapkan dermaga Pelabuhan Tanjung Api-Api dapat disandari oleh kapal dengan kapasitas 1000 DWT, dengan ukuran dermaga 50 x 20 meter, trestle ukuran 118 x 8 meter dan causeway ukuran 100 x 8 meter. Fasilitas fisik pelabuhan ini meliputi dermaga kapal feri, dermaga peti kemas dan lapangan container. Oleh sebab itu, pelabuhan ini dapat melayani pelayaran penyeberangan ataupun pelayaran barang. Fungsi lain dari pelabuhan ini adalah memfasilitasi logistik barang. Sehingga, untuk mewujudkan fungsinya dengan baik, pelabuhan ini harus terintegrasi dengan infrastruktur transportasi darat yang baik. Meskipun masih memiliki akses darat yang kurang baik, Pelabuhan Tanjung Api-Api diproyeksikan untuk terintegrasi dengan jalur kereta api batu bara dari Tanjung Enim ke Tanjung Api-Api, dan juga terhubung dengan tol

18

Pelabuhan Tanjung Api-Api, Banyuasin, Sumatera Selatan

Sumber: http://kek.go.id/assets/images/blog/2017/07/13-Tanjung-Api-Api.jpg

dari Kota Palembang menuju Tanjung Api-Api. Keberadaan sebuah pelabuhan sangat ditopang dari produk-produk industri sekitar, harapan lainnya adalah pelabuhan ini akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api. Pelabuhan Tanjung Api-Api merupakan salah satu infrastruktur pendukung utama KEK Tanjung Api-Api karena jarak pelabuhan dan KEK hanya sejauh 2.5 km. KEK Tanjung Api-Api memiliki luas area sebesar 2.030 Ha dan diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 149.000 orang. Pelabuhan Tanjung Api – Api yang terletak pada Provinsi Sumatera Selatan ini memiliki sumber daya yang cukup melimpah. Wilayah ini memiliki komoditas utama karet, kelapa sawit dan beberapa barang hasil tambang seperti batu bara. Dengan potensi yang melimpah, industri yang mendukung, serta terwujudnya konektivitas antar moda, keberadaan Pelabuhan Tanjung Api-Api diharapkan dapat mengembangkan kawasan banyuasin dan meningkatkan tingkat perekonomian Provinsi Sumatera Selatan.


Pelabuhan Wasior: Titik Terluar Tol Laut Selain mencakup wilayah dengan produktivitas industri yang sangat berpotensi, pelabuhan pelabuhan di Indonesia juga harus tersebar pada tiap titik terluar Indonesia. “Jadi masyarakat Aceh bisa naik kapal ke Jawa, Sulawesi, Maluku langsung kalau mau ke Wasior,” tutur Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, saat meresmikan Pelabuhan Wasior. Presiden Jokowi merupakan salah satu tokoh yang memprakarsai program tol laut. Pelabuhan Wasior diresmikan pada 5 April 2016. Pelabuhan ini terletak di Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat. Pelabuhan yang digadangkan akan menjadi pelabuhan penghubung dalam program tol laut ini merupakan sarana transportasi utama dari dan menuju wasior. Melalui kementerian perhubungan, pemerintah melakukan pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Wasior. Pelabuhan Wasior merupakan sebuah pelabuhan pengumpul. Menurut Rancangan Kriteria Bidang Transportasi Laut, pelabuhan pengumpul adalah pelabuhan yang menangani bongkar muat dengan jumlah menengah, dan angkutan penyebrangan dengan jangkauan pelayanan antarprovinsi. Selain itu, pelabuhan pengumpul juga dapat menjadi tempat asal tujuan penumpang atau barang. Dengan tugasnya sebagai pelabuhan pengumpul, Pelabuhan Wasior menunjang kegiatan perekonomian di Wasior dan sekitarnya. Pelabuhan ini memiliki luas total

Pembangunan Pelabuhan yang terintegrasi dengan tol laut merupakan satu perwujudan dari upaya pemerintah dalam pemerataan wilayah seluruh Indonesia

sebesar 55.718 m2. Dengan fasilitas laut penunjangnya berupa dermaga seluas 174 x 10 m2. Fasilitas lainnya adalah, terdapat 2 trestle, trestle I berukuran 48 x 8 m2 dan trestle II berukuran 47 x 8 m2, selain itu terdapat 2 causeway dengan ukuran 160 x 6 m2 dan 127 x 8 m2. Trestle dan causeway berfungsi untuk menghubungkan dermaga dengan wilayah daratan. Kolam dermaga pada Pelabuhan Wasior memiliki draft sebesar -10 mLWS. Dengan kedalaman yang dimiliki, dermaga ini dapat disandari oleh kapal general cargo dengan kapasitas mencapai 3.500 DWT. Selain itu, Pelabuhan Wasior juga didukung oleh fasilitas darat berupa terminal penumpang seluas 25 x 17 m2, lapangan penumpukan seluas 104 x 70 m2, dan juga gudang seluas 40 x 15 m2. Pelabuhan Wasior merupakan pela-

19


buhan yang penting karena disinggahi oleh kapal perintis. Kapal perintis merupakan kapal kecil yang biasanya dioperasikan oleh masyarakat umum sekitar pesisir. Maka dari itu, pelabuhan ini menunjang perekonomian masyarakat tingkat menengah ke bawah. Selain dilalui oleh kapal perintis, Pelabuhan Wasior juga dilalui oleh jalur tol laut. Pelabuhan ini menghubungkan daerah Kabupaten Wasior dan sekitarnya dengan pulau lain di Indonesia. Karena terhubung dengan tol laut, wilayah sekitar Pelabuhan Wasior dapat meningkatkan kegiatan ekonominya. Selain itu, banyak kebutuhan penduduk yang lebih mudah terpenuhi. Hingga saat ini, Pelabuhan Wasior dilalui oleh satu dari tiga trayek tol laut yang direncanakan. Pembangunan pelabuhan yang terintegrasi dengan jalur tol laut ini merupakan salah satu perwujudan upaya pemerintah akan pemerataan seluruh wilayah Indonesia. Dengan begitu, diharapkan wilayah timur dapat berkembang dan memaksimalkan potensi yang dimilikinya hingga dapat bersaing dalam segala aspek dengan pulau-pulau lain terutama Pulau Jawa. (ppab)

20

Pelabuhan Wasior, Papua Barat

Sumber : http://port.trikarsa.com/wp-content/uploads/2016/09/ Pelabuhan-Wasior-3-1.jpg


Why do we love the sea? It is because it has some potent power to make us think things we like to think. - Robert Henri


Indonesia:

Negara Maritim yang Kekurangan Garam?

Oleh: Nurcholish Fauzi

Tambak Garam Terpal

22

Sumber: http://i1.wp.com/makobar.com/wp-content/uploads/2017/08/garam-terpal.jpg


BANDUNG, OCEANSIGHT – Indonesia merupakan negara kepulauan yang didominasi oleh lautan. Sekitar 64,85% wilayah Indonesia adalah lautan, terdiri atas luas laut teritorial, luas zona ekonomi eksklusif, dan luas laut 12 mil. Dari begitu luasnya lautan yang dapat tereksplorasi dan eksploitasi, ternyata pada bulan agustus lalu Indonesia sempat gempar dalam kegiatan mengimpor garam. Bahkan dilansir dari cnnindonesia.com, Indonesia sudah impor garam sejak 1990 silam. Dilansir dari detik.com, Indonesia sudah sejak lama mengimpor garam. Pada November 2013, Indonesia mengimpor sebesar 217 ribu ton. Pada Januari 2014, tercatat ada 278 ribu ton garam impor yang masuk. Pada 2015, garam yang diimpor mencapai 2,1 juta ton. Selajutnya pada 2016, tercatat ada 276.299 ton garam impor masuk pada bulan maret, 95.263 ton pada bulan april, 152.366 ton pada bulan mei, dan 179.195 ton pada bulan Juni. Terakhir, pada April 2017 sebanyak 319,9 ribu ton garam diimpor. Garam yang diimpor ke Indonesia paling banyak berasal dari negara Australia dan India. Lantas, mengapa Indonesia harus mengimpor banyak garam dari luar? Menurut Kepala Pusat Riset Kelautan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Riyanto Basuki, dalam artikel ‘Pasokannya Langka, Begini Kondisi Produksi Garam di RI’ pada situs detik.com, mengatakan tak semua pantai bisa dijadikan sentra produksi garam yang baik. “Produksi garam kan sangat tergantung cuaca, tingkat curah hujan, temperatur, angin, kelembaban, dan lainnya. Kalau curah hujan dan kelembaban tinggi, itu akan menghambat proses evaporasi (penguapan), menjadikan air laut jadi air tua (bahan baku garam) menjadi agak lambat. Ini membuat produktivitas petambak garam rendah,” Selain itu, pengelolaan garam di Indonesia juga masih dilakukan secara tradisional sehingga garam hasil produksi

Indonesia memiliki tambak garam seluas 25.766 hektar. Tambak garam seluas itu seharusnya dijadikan sebagai modal utama pemerintah untuk dapat keluar dari permasalahan impor garam.

kurang optimal baik kebersihan dan volume. Skala produksi garam yang kecil juga membuat panen garam kurang maksimal. Lahan sempit yang terfragmentasi kecil-kecil menjadi juga menjadi kendala produksi garam. Seberapa besar tingkat konsumsi garam di Indonesia hingga harus melakukan impor garam? Menurut Penasihat Senior Bidang Ekonomi Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero pada wawancaranya dengan liputan6.com, diperkirakan kebutuhan garam di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 4,3 juta ton. Setiap tahunnya kebutuhan garam untuk konsumsi langsung adalah 750 ribu ton dan 3 juta ton untuk kebutuhan industri sedangkan pada 2016, Asosiasi Industri Pengguna Garam di Indonesia (AIPGI) menyatakan, petani garam hanya mampu memproduksi garam kurang lebih 144 ribu ton.

23


Menurut Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Susan Herawati Romica, dalam artikel “Impor Bukan Solusi Krisis Garam� di rmol.co, “Kebijakan ini merupakan upaya mangkirnya kehadiran pemerintah dari tahun ke tahun untuk menyelesaikan permasalahan dasar pergaramanan Indonesia.� Kata Susan. Kebijakan impor garam yang dinilai solusi instan seharusnya tidak dilakukan karena Indonesia memiliki tambak garam seluas 25.766 hektar. Tambak garam seluas itu harusnya dijadikan sebagai modal utama pemerintah untuk dapat keluar dari permasalahan impor garam. Menurut pusat data dan Informasi Kiara pada 2017, tercatat jumlah petambak garam Indonesia menurun drastis dari 30.668 jiwa pada tahun 2012 menjadi 21.050 jiwa pada tahun 2016. Hal ini dapat terjadi karena adanya kebijakan impor garam di Indonesia. Adanya permasalahan krisis garam ini seharusnya dapat menjadi perhatian untuk mewujudkan swasembada garam, salah satunya adalah kepastian usaha pegaraman sebagaimana teramanatkan dalam Undang-Undang No. 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam. (nf, atf) Editor : Antaliesta

24


Salt-gathering in Cambodia. Image by: Elizabeth Curtis

https://lonelyplanetwpnews.imgix.net/2017/07/Salt-gathering-in-Cambodia-Image-by-Elizabeth-Curtis-768x1024.jpg

25





Kondi s i e xi s t i ng be be r a pa pe l a buha n di I ndone s i adi j e l a s ka ns e ba ga ibe r i kut .

Pe l abuhanT anj ungPr i ok , J ak ar t a. Sal ah s at u pe l abuhan hub i nt e r nas i onaldi I ndone s i a

d i b. we d. l wor me i t i r :ma r Sumbe

t i da k bi s a be r s a nda r .J uml a h ba r a ng ya ng di a ngkutde nga nka pa ls e t e l a hme di o1990a n s e ma ki nme ni ngka t ,ya ngbe r a r t ime mbut uhka n ka pa ll e bi h be s a runt uk me nga ngkutba r a ng. Se ma ki nbe s a rukur a nka pa l ,s e ma ki nbe s a rpul a ke da l a ma n kol a m pe l a buha n ya ng di pe r l uka n s e ba ga i pe r s ya r a t a ns ua t u pe l a buha n da pa t di s i ngga hika pa l .

P e l a b u h a nT a n j u n gP r i o k

Ke l e bi ha nya ngdi mi l i kiol e hPe l a buha nTa nj ung Pr i oka da l a hkol a mpe l a buha nnyaya ngme mi l i ki ke da l a ma ns e be s a r18m. LWS, s e hi nggaba nya k ka pa l ka pa li nt e r na s i ona l ya ng me nj a di ka n pe l a buha ni nis e ba ga ihubme r e ka .Se l a i ni t u, pe l a buha ni ni t e r i nt e gr a s i de nga n ka wa s a n i ndus t r i di s e ki t a r nya ( Ca kung, Ci l i nc i ng, Be ka s i , Ka r a wa ng, Ta nge r a ng da n Ba nt e n) me l a l uij a l a nr e lda nj a l a na ks e st olPe l a buha n.

Se i r i ng de nga ns e ma ki ns i buknya Pe l a buha n Ta nj ung Pr i ok ma ka pe me r i nt a h me mba ngun Ne wPr i okPor t ya ngdi ba ngunme l a l ui r e kl a ma s i diut a r ape l a buha ne xi s t i ng.Sa l a hs a t u ya ng s uda hdi r e s mi ka na da l a hNe w Pr i okCont a i ne r Te r mi na l 1 ( NPCT 1) ya ng s a nggup P e l a b u h a nB e l a wa n , S u ma t e r aU t a r a m e n g a k o m o d i r 3 0 0 . 0 0 0 T E U S ( T w e n t yf oot Ke l e bi ha n ya ng di mi l i kiPe l a buha n Be l a wa n va l e ntUni t s )s e t i a pha r i nya .Di pr oye ks i ka n a da l a hl oka s i ya ng s t r a t e gi s .Pe l a buha ni ni Equi dat a hun20192025,pe l a buha nTa nj ungPr i ok be r t e mpa tdit e piSe l a tMa l a ka ,ya ngme r upa ka n pa m e n c a p a i k a p a s i t a s 2 j u t a T E U S . l a l ul i nt a sut a mape r da ga nga nduni ada r iEr opa da nAf r i ka me nuj u ke Ti murJ a uh,t e r da pa t pot e ns ihi nt e r l a nd( da e r a hpe nunj a ngpe l a buha n) ya i t uke l a pas a wi t( CPO,PKO) ,ka r e t ,kopi ,da n t e mba ka u ya ng me r upa ka n komodi t a se ks por I ndone s i a .Kondi s ie xi s t i ngbe r upake da l a ma n kol a m pe l a buha n me nc a pa is e be s a r10 m di ba wa h muka a i rl a uts ur utt e r e nda h( LWS) , s e hi ngga da pa tdi l a kuka n pe nge r uka n unt uk me ma ks i ma l ka nki ne r j ape l a buha n.Pe me r i nt a h n g e mb a n g a nPe l a b u h a nNe wPr i o k . Di t a r g e t k a n RIbe r upa yame ma ks i ma l ka npot e ns ii nide nga n Pe k i n e r j ap a d a2 0 2 5me n c a p a i2j u t aTEUS me mba ngunpe l a buha nl a utda l a m( De e pWa t e r Su mb e r :g b g i n d o n e s i a . c o m Por t )diKua l aTa nj ung,Ka bupa t e n Ba t uba r a , Pe l a b u h a nBe l a wa n , S u ma t e r aUt a r a , t e r l e t a kd it e p i S e l a tMa l a k ay a n gme r u p a k a nj a l u rp e r d a g a n g a n d u n i a Su mb e r :t r a n s l o g t o d a y . c o m

29


: r e mb Su m o c . ws e n o d n i s . o t o h p

P e l a b u h a nB i t u n g

m o c . t s o p a t r a k a j e h :t r e mb Su

Pe l a buha nBi t ungt e r l e t a kdiBi t ung,Sul a we s i Ut a r a .Pe l a buha ni nime mi l i kipot e ns ihi nt e r l a nd be r upa komodi t a se ks porya i t u va ni l i ,kopr a , c e ngke h,pa l a ,ka c a ng ke de l a ida ni ka nt una . De nga n pos i s ipe l a buha n pa daSe l a tLe mbe h ma kape l a buha ni nime mi l i kike da l a ma nkol a m l a b u h a nJ a y a p u r a , Pa p u a . Be r p o t e n s ime n j a d i pe l a buha nya ngc oc okunt ukdi s i ngga hika pa l Pe p e l a b u h a n h u b i n t e r n a s i o n a l d a n g e r b a n g Pos t Pa na ma xPl usde nga ndr a f t15m.Se l a i ni t u, p e r d a g a n g a nI n d o n e s i ad iAs i aPa s i f i k . pos i s ipe l a buha nBi t ungs a nga tpot e ns i a ls e ba ga i ge r ba ngpe r da ga nga nNor t hSout h( da r iJ e pa ng, pa li nt e r na s i ona l da pa t be r s a nda r di s i ni . Chi na ,Kor e aSe l a t a nme nuj ukeAus t r a l i ada n ka ya ngnyapa dawi l a ya hPa pua ,t e r ke nda l aol e h Se l a ndi a Ba r u) .Akhi r a khi ri ni , Pe l a buha n Sa r us ba r a ng ya ng mi ni m da n kur a ng Bi t ung di mi na t i ol e h APM Te r mi na l s ya ng a m a k s i m a l n y a p o t e n s i s u m b e r d a y a m a n u s i a . me r upa ka na na kpe r us a ha a nAPMa e r s kMol l e r a l a hs a t u pe r us a ha a n pe l a ya r a n duni a , I nc ,s l a buha nJ a ya pur a ,Pa pua .Be r pot e ns ime nj a di s e ba ga ipe l a buha nhubunt ukkomodi t a se ks por Pe pe l a buha n hub i nt e r na s i ona l da n ge r ba ng va ni l i ,kopr a ,pa l ada nc e ngke h. pe r da ga nga n I ndone s i a di As i a Pa s i f i k. Se ba ga i ma na di j a ba r ka n di a t a s ,I ndone s i a me mi l i kiba nya kpot e ns ii nf r a s t r ukt urya ngj i ka di ke mba ngka n da pa tme nunj a ng pe r da ga nga n I ndone s i a .De nga ni nf r a s t r ukt urpe l a buha nya ng ba i k,ma ka di s t r i bus iba r a ng me nj a dil e bi h l a nc a r .Pr ogr a mt oll a uti nidi ha r a pka n da pa t t e r i nt e gr a s i de nga n j a l ur pe l a ya r a n duni a s e hi nggame ma c upe nda pa t a nne ga r aI ndone s i a . Aka nt e t a pi , ma s i ht e r da pa t ke nda l a , ya i t u be be r a pa pe l a buha n s e l a i n me nga l a mi Pe l abuhanBi t ung,Sul awe s iUt ar a. pe nda ngka l a n,j ugat i da kme mi l i kia l a tbongka r Be r pot e ns ime nj adige r bangpe r dagangan mua ts e pe r t iShi pt os hor eCr a ne( STSCr a ne ) I ndone s i aunt uks e k t orNor t hSout h da nMobi l eHa r bourCr a ne ;a ks e sj a l a nme nuj u kepe l a buha nya ngr us a k,s e hi nggas a a tba r a ng ke l ua r da r i pe l a buha n,ha r ga nya me nga l a mi P e l a b u h a nJ a y a p u r a pe ni ngka t a n. Pe l a buha nJ a ya pur at e r l e t a kdiTe l ukJ a ya pur a , Pa pua .Pe l a buha nJ a ya pur abe r pot e ns ime nj a di Dis a mpi ngi nf r a s t r ukt urpe l a buha nya ngkur a ng ge r ba ngpe r da ga nga nI ndone s i adiAs i a Pa s i f i k me ma da i ,ma s a l a h pokok ya ng t e r j a dia da l a h me l a l uis e kt orEa s t We s t ;me mi l i kike l e bi ha n mi ni mnyaa r usba r a ngda r iI ndone s i aTi murke t e r hi nda r da r i ge l omba ng t i nggi ka r e na I ndone s i a Ba r a t da n mi ni mnya e ks pl or a s i ge l omba ngdi Te l ukJ a ya pur ac ukupt e na ng, s e r t a komodi t a se ks pors e hi nggat e r j a dike t i mpa nga n ke da a l a ma nkol a m pe l a buha nya ngc ukupbe s a ra r usba r a ng.Ke t i mpa nga ni nidi a t a s is e me nt a r a 12 m. LWS s e hi ngga me mungki nka n ka pa l - ol e hPe me r i nt a hde nga nme nyubs i dika pa lya ng

30

mua t a nnyakos ongda r iI ndone s i aTi mur .Aka n t e t a pit i mbuls ua t u pe r t a nya a n,s a mpa ika pa n s ubs i dii nia ka nt e r usbe r l a ngs ung?



S O L U S I

l e ngke ngda nka c a ngke de l a i , ; Sul a we s i Se l a t a n d e n g a n k o m o d i t a s k o p i d a n k a k a o ; S u l a w e s i Al t e r na t i fs ol us iya ngda pa tdi t a wa r ka na da l a h Te nga h de nga n komodi t a s Ce ngke h,Kopr a , s e ba ga ibe r i kut . Va ni l i , da nha s i l l a ut ( Uda ng, Lobs t e r ) ; Sul a we s i a r ade nga nkomodi t a sVa ni l i ,Ce ngke h,Pa l a , 1.Unt uk masal ah pendangkal an,pengel ol a Ut da ,da nI ka nt una( BPS,2017) pel abuhan ( dal am kont eks i niPT .Pel i ndo) La dapat mel akukan penger ukan ( dr edgi ng) .

Bi a ya pe nge r uka n ya ng ma ha lda pa tdi a t a s i de nga n me ngguna ka n me t ode s ubs i dis i l a ng, ya i t uka pa li nt r na s i ona lya ngs a nda rdi ke na ka n t a r i fs a nda r . Da r i pe nge l ol a a nt a r i fs a nda r t e r s e but ,da pa tdi guna ka nunt ukme nye waka pa l ke r uk. Al t e r na t i fl a i n, Pe me r i nt a h me l a l ui Ke me nt e r i a nPe r hubunga nbe ke r j a s a made nga n ga l a nga nga l a nga nka pa lunt ukme mbua tka pa l ke r uk s e ndi r i ,s e hi ngga di s a mpi ng da pa t me na mba h pe nda pa t a n ne ga r a , ma s a l a h pe nda ngka l a nda pa tt e r a t a s i .

Me nge na ima s a l a hbus uknyas a yurda nbua h s a a ts a mpa idipe ne r i ma ,da pa tdi a t a s ide nga n pe nga da a n ka pa lpe ndi ngi n( r e e f e rs hi p)da n pe t i ke ma sde nga npe ndi ngi n( r e e f e rc ont a i ne r ) . 3.Masal ahkekur angankapalper i nt i sdapat di at asidengan pengadaan kapalper i nt i s mel al uigal angangal angankapaldisel ur uh r ai nida pa tme mba wama nf a a t I ndonesi a.Ca

ga nda ,ya i t ume ma c ui ndus t r iga l a nga nka pa l ya ngbe r a ki ba tpa dat e r s e r a pnyat e na gake r j a da nme mi ni ma l i s i rpe nga nggur a n,s e r t adis i s i l a i n m a s a l a h k e b u t u h a n t r a n s p o r t a s i d i w i l a y a h 2.Unt ukmasal ahmi ni mnyaar usbar angdar i T( Te r l ua r ,Te r de pa n da n Te r pe nc i l )da pa t I ndonesi a Ti mur , di har apkan pemer i nt ah 3 t e r a t a s i . daer ahdapatber si ner gidenganmasyar akat

unt uk mengekspl or komodi t as ekspor t , unt uk meni ngkat kan keper cayaan negar anegar a pengi mpor , pemer i nt ah mel al ui Kement er i an Per t ani an, dan Luar Neger i akt i f Kmenet er i an mempr omosi kan komodi t as I ndonesi a di nt ohnya ,komodi t a s pasar i nt er nasi onal . Co

4.Unt ukmasal ahmi ni mnyaal atbongkardi pel abuhandipul aupul aut er t ent u,sebagai bagi an dar i pengadaan al at , dapat i ma na di gunakan Mobi l e Har bourCr ane,d

a l a t i ni da pa t e f e kt i f be ke r j a pa da pe l a buha npe l a buha n ke c i l , da n bi a ya bua hbua ha nt r opi sdiUSAda nKa na dadi pa s ok ope r a s i ona l ya ng l e bi h mur a h ke t i mba ng me l a l ui ne ga r a ne ga r a Ame r i ka Te nga h da n Shi pt oShor eCr a ne( STSCr a ne ) . Ame r i kaSe l a t a n,mi s a lEkua dorda nHondur a s ya ngme nge ks porpi s a ngda nna na s ,Gua t e ma l a 5.Sosi al i sasipot ensiSumber Daya Al am a z i lya ngme nge ks porkopia t a uTha i l a nd I da nBr me r i nt a hDa e r a hda nPe me r i nt a h ndonesi a.Pe ya ngme nge ks porDur i a nMont ong. pus a tme l a l uike me nt e r i a nke me nt e r i a nt e r ka i t , BUMN, s e r t a pe ngus a ha da pa t a kt i f I ndone s i ame r upa ka n ne ga r aya ng ka yaa ka n be r pa r t i s i pa s ipa dapr ogr a mt oll a utde nga nc a r a pot e ns i pl a s ma nut f a h, t e r l e bi h bua hbua hn a kt i fme nyos i a l i s a s i ka npot e ns i pot e ns is umbe r t r opi s ya ng t e r s e ba rdit i a p da e r a h;s e ba ga i da ya a l a m I ndone s i a ,pot e ns ii nve s t a s ida n c ont oh:Suma t e r aUt a r ade nga nkomodi t a sbua h pa r i wi s a t a di I ndone s i a s e r t a pot e ns i Dur i a n,kopi ,t e mba ka u,da nl a da ;La mpungda n i nf r a s t r ukt urI ndone s i a ,s e hi nggabuka ns ua t u Suma t e r aSe l a t a nde nga nkomodi t a skopida n ha lya ngt i da kmungki nba hwadit a hunt a hun bua hduku;J a waBa r a tde nga nkomodi t a st e h, me nda t a ng,I ndone s i ada pa tme me ga ngke nda l i na na s , pi s a ng, ma nggada nr a mbut a n;J a wa Se kopi , l a tMa l a kaya ng s e l a mai nidi kua s a iol e h Te nga hde nga nkomodi t a sc e ngke h,t e mba ka u, Ma l a ys i ada nSi nga pur a , da nI ndone s i ame nj a di kopi ,t e h,ka ka o,pa pa yada npi s a ng;J a waTi mur pe nge ks por bua hbua ha n t r opi s da n ha s i l de nga nkomodi t a spe pa ya ,ma ngga ,j a mbu,da n- pe r t a ni a nya ngdi s e ga niduni a .

32


Because there's nothing more beautiful than the way the ocean refuses to stop kissing the shoreline, no matter how many times it's sent away. - Sarah Kay








Editor : Antaliesta


Selat Bali Fotografer : Raka Firmansyah


?

SIAPKAH INDONESIA MENGIBARKAN BENDERA POROS MARITIM

DI DUNIA 42OCEANS GHT

Opini


Anchor sumber gambar : http://wallpaperswide.com

Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla periode 2014-2019 ini muncul gagasan strategis berupa tujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia.

Gagasan strategis tersebut dimunculkan

Mengingat masalah ini gaungnya sudah

guna meningkatkan perekonomian

menggema dan membumi ke seantero jagat

Bangsa melalui sektor kelautan. Namun

raya, tinggal menunggu realisasinya saja dari

untuk mewujudkan Indonesia sebagai

pemerintah Indonesia. Lantas bagaimana

poros maritim dunia ini, seberapa

pendapat elemen kampus berikut mengenai

siapkah Indonesia sebenarnya dalam

kesiapan ataupun kemampuan Bangsa

menghadapi tantangan ke depannya,

Indonesia untuk mencapai gagasan strategis

ditambah lagi banyaknya permasalahan

tersebut?

internal di negeri ini yang cukup kompleks dan belum teratasi sepenuhnya.

Opini

OCEANS GHT

43


Farhan Qalbain Iman Arsitektur 2016

Ide dari Indonesia sebagai Poros maritim dunia bagus banget, karena potensi kemaritiman indonesia emang besar banget. Tapi dengan catatan harus dikerjakan secara gotong royong antara pemerintah dan rakyat Indonesia. Bahasanya, seluruh warga Indonesia mendukung apa yang pa Jokowi wacanakan. Selain itu, harus di lakukan juga “sosialisasi� dari dampak Indonesia sebagai poros maritim dunia, agar tumbung awareness dari masyarakatnya sendiri.

Great Barrier Reef Beautiful sumber gambar : https://www.shutterstock.com

Dari segi politiknya, sebenernya masih sulit terwujud selama

Anonim

hegemoni kedua blok masih kuat di Indonesia. Ataupun jika

-

terlaksana, Indonesia posisinya akan kurang netral dan terkesan memihak ke salah satu kubu. Ditambah apabila masih banyak pejabat publik yang korupsi dan kondisi bangsa yang masih terpecah. Jadi intinya, untuk mewujudkan konsep tersebut, Indonesia harus memperkuat posisi politiknya terlebih dahulu.

44OCEANS GHT

Opini


Tujuan menjadikan indonesia sebagai poros maritim itu udah baik banget. apalagi tujuan utamanya untuk kesejahteraan rakyat itu sendiri, karena yang saya pahami adalah dengan indonesia jadi

M. Ababil Akram T. Geo isika

poros maritim, pastinya kebutuhan dan alur logistik serta perekonomian bakal lebih menguntungkan kalo semuanya lewat Indonesia. dan menurut saya juga dengan perbaikan pelabuhan serta fasilitas yang menunjang kemaritiman itu sendiri selain bisa membantu menjadikan indonesia sebagai poros maritim dunia, juga jelas bisa membantu menghubungkan antar rakyat indonesia dengan mudah dan lebih eďŹ sien.

Dermaga Kayu sumber gambar : https://gangdua.wordpress.com

Dari kondisi geograďŹ s, mengembangkan kemaritiman Indonesia sangat baik, karena dari kondisi tersebut, Indonesia memang memiliki potensinya. Namun untuk mewujudkan Indonesia sebagai

Zein Radita T. Industri 2015

poros maritim dunia masih banyak tantangan sinergisasinya. Mulai dari pembenahan fasilitas, konektivitas in-land, kawasan industrinya, dan lain lain. Selain dari pembenahan fasilitas, sumber daya manusia di Indonesia juga harus di kembangkan lagi, karena di bidang industri kita (Indonesia) udah ketinggalan banget dan belum siap berkembang. Jadi intinya harus mengembangkan lebih banyak lagi aspek aspek dan mau untuk bersinergisasi satu sama lain. Intinya, dalam pelaksanaan konsep Indonesia sebagai poros maritim dunia masih banyak tantangan yang akan dihadapi kedepanya, dan Indonesia masih harus banyak belajar.

Opini

OCEANS GHT

45


Pewawancara: Alda Tazkia F., Prayla Puti A. B., Mujahid Bina A.

Tau ga kalau indonesia mau jadi poros maritim dunia? Tau! Soal 'kapan'nya entah lah.

Hal apa yang kamu ketahui tentang poros maritim dunia itu? Erat kaitannya dengan alur rantai pasok dan jalur logistik laut internasional. Secara geogra is, sangat potensial untuk menjadi transhipment kapal2 logistik internasional. Coba cek peta supply chain internasional, dan lihat posisi Indonesia. Dampak dan urgensitas ada di berikutnya.

Penting ga sih menurutmu jadi poros maritim itu? Penting. Soal dijadikan 'prioritas' keberapanya mungkin berbeda2. Dampak yang dapat terasa adalah dengan menjadi poros maritim, Indonesia dapat meningkatkan pendapatan sektor maritim, lewat tax/bea cukai karena semakin banyak kapal-kapal internasional yang singgah di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. Hal ini penting mengingat dua pertiga area Indonesia adalah lautan sehingga kedaulatan dan kemandirian terhadap laut nusantara haruslah dicapai, salah satu cara terbaiknya adalah dengan grand design poros maritim dunia.

Harapan jika nanti Indonesia menjadi poros maritim dunia? Rakyat makmur, pelabuhan2 makin 'advance', infrastruktur maritim semakin memadai.

Narasumber : Izzudin Baqi / Teknik Transportasi Laut ITS 2016

46OCEANS GHT

Opini


KMKLight


Company Visit ke

COMPANY

VISIT

PT.Pelindo II – Terminal Petikemas NPCT1 Kunjungan proyek atau yang disebut Company Visit diadakan oleh K e l u a r g a M a h a s i s w a Te k n i k Kelautan Institut Teknologi Bandung. Kunjungan ini diadakan pada tanggal 16 september 2017 ke PT Pelabuhan Indonesia II (persero) yang berlokasi di Tanjung Priok,Jakarta Utara. Acara ini boleh diikuti oleh seluruh anggota keluarga mahasiswa teknik kelautan (KMKL). Mahasiswa teknik kelautan yang mengikuti acara ini didominasi oleh mahasiswa tingkat satu dan dua, karena salah satu tujuan kegiatan ini diadakan adalah untuk memperkenalkan dunia kerja teknik kelautan pada mahasiswa yang baru bergabung di KMKL.

Acara diawali keberangkatan rombongan mahasiswa teknik kelautan menggunakan dua bus dari depan taman kubus pukul 5 pagi. Sesampainya di gedung seminar PT.Pelindo II, mahasiswa menunggu beberapa waktu terlebih dahulu, dikarenakan rombongan sampai lebih cepat dari waktu yang diperkirakan. Setelah itu mahasiswa m e n g h a d i r i r u a n g a n s e m i n a r. Dari pihak Pelindo menyiapkan 3 topik seminar, oleh tiga pembicara yang berbeda. Seminar pertama diawali dengan pengenalan gambaran besar PT.Pelindo dan pengenalan anak perusahaan dari PT.Pelindo itu sendiri, pengembangan Pelindo yang sedang dijalankan.

Mahasiswa Melihat Proyek Dermaga Reklamasi

48OCEANS GHT

KMKLight


Setelah seminar, para mahasiswa dibawa ke dermaga petikemas NPCT-1, mahasiswa diberi 1 jam kesempatan untuk melihat lokasi dipandu oleh beberapa karyawan dari Pelindo. Para mahasiswa bebas berinteraksi dengan para karyawan sambil melihat-lihat dermaga dan dermaga yang sedang dibangun. Terminal NPCT-1 dibangun dengan dua tipe, Deck on Pile dan Deck di atas tanah.

Yang para mahasiswa kunjungi adalah dermaga dengan tipe Deck on Pile, Deck dermaga dibangun di atas tiang pancang. Adapun dermaga yang sedang dibangun untuk perluasan terminal tanjung priok sendiri di atas reklamasi, tetapi sayangnya mahasiswa tidak bisa mengunjungi area tersebut karena para mahasiswa tidak membawa pelampung sebagai syarat perlengkapan untuk bisa ke lokasi tersebut, sehingga para mahasiswa hanya melihat dari seberang. Setelah melihat-lihat terminal petikemas, mahasiswa berkumpul ke gedung seminar untuk makan siang bersama beberapa karyawan Pelindo. Setelah itu kembali ke bandung menggunakan bus yang di pakai untuk berangkat.

Mahasiswa Diskusi Bersama dengan Karyawan Pelindo

Foto Bersama di Penghujung Acara Company Visit

KMKLight

OCEANS GHT

49


Diskusi Kajian

Isu Nasional HIMITEKINDO Wilayah III Reklamasi Teluk Benoa Bali

Divisi Ekstrakampus KMKL ITB

Diskusi ini diadakan pada hari Minggu, 15 Oktober 2017 yang dihadiri oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Kelautan ITB (KMKL-ITB), Himpunan Mahasiswa OseanograďŹ ITB (HMO ITB), Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan Unpad (HIMAIKA Unpad), dan Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB (HIMATIKA IPB). Pada kesempatan ini, setiap himpunan akan memaparkan hasil kajian internal menurut pandangan dari masing-masing keilmuan, dimana dari hasil pemaparan-pemaparan yang dilakukan, bersama-sama akan dibahas disertai solusi atas permasalahan Teluk Benoa Bali.

“ Diskusi kajian isu nasional yang

Kajian isu nasional ini dihadiri oleh warga asli Provinsi Bali, Gusti Bagus P.C, yang merupakan perwakilan dari HIMATIKA IPB, sehingga dalam pembahasan isu ini peserta diskusi kajian dapat mengetahui keresahan dari salah satu rakyat Bali dan juga trauma yang pernah menimpa rakyat Bali mengenai 'Reklamasi'.

Adapun Reklamasi Teluk Benoa memiliki beberapa dampak positif seperti memperluas hutan mangrove, memperluas lapangan kerja, dan mengurangi alih fungsi lahan pertanian, fasilitas umum, dan destinasi pariwisata. Sedangkan dampak negatifnya yaitu '13 D u s t a R e k l a m a s i Te l u k B e n o a ' (Hilangnya fungsi konservasi, rentan bencana, abrasi, bencana ekologis meluas, murahnya harga tanah untuk investor, kebijakan yang pro terhadap investor, pembangunan yang tak berimbang, terbuai janji manis investor, mengingkari komitmen CTI, dan kebangktutan pariwisata.

Reklamasi adalah proses pembuatan daratan baru dari dasar laut atau dasar sungai. Kegiatan reklamasi ini sudah banyak dikerjakan seperti di Palm Jumeirah di Dubai, Sentosa Island di Singapura, juga rencana NCICD di Jakarta.

50OCEANS GHT

diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (HIMITEKINDO) Wilayah 3 digelar di Labtek VI, Gedung T.P Rachmat, Institut Teknologi Bandung, Bandung.

KMKLight


D

alam kajian ini, KMKL-ITB diwakilkan oleh Alif Akbar dari divisi PKBK (Pengembangan Kajian dan Bidang Keprofesian) dimana KMKL-ITB lebih memaparkan hal-hal teknis dari proyek Reklamasi Teluk Benoa Bali.

“Teluk Benoa itu teluk intertidal, hanya ada 1 mulut. Di Teluk Benoa dialiri 5 DAS (Daerah Aliran Sungai), yaitu Badun; Mati, Sama; Bualu; dan Tuban. Di Teluk Benoa sedimentasinya sangat parah, distribusi sedimentasi itu dari sungai yang dibawa, bukan dari lautnya. Kemudian abrasi di Teluk juga sangat parah dan juga sungai di daerah tersebut meluap karena semua aliran air akan dijadikan daratan”, ujar Alif Akbar yang menyampaikan hasil kajian KMKL-ITB. Selanjutnya, HIMAIKA Unpad memaparkan dampak reklamasi ini terhadap distribusi lamun, dan karang.

“Pasang surut dan arus air akan berkurang, reklamasi dapat memengaruhi operasional pelabuhan, meningkatnya polutan, memengaruhi kualitas air laut, serta terjadinya pengurangan populasi vegetasi akibat penambahan input nutrient dari sungai, dan pengurangan vegetasi pesisir di bagian utara” Ujar perwakilan HMO ITB. Terakhir, pemaparan dari HIMITEKA IPB, yang perwakilannya merupakan warga asli Bali. “Saat ada perpres Reklamasi tentang teluk Benoa dari konservasi menjadi penyangga, itu sangat kontra sekali dengan Perpres tahun 2012. Adanya Reklamasi membuat masyarakat Bali merasa terancam dan terganggu, sampai membentuk gerakan 'Bali Not For Sale'. Masyarakat Bali merasa 'dianak tirikan' karena peristiwa ini. Seharusnya reklamasi dilakukan di daerah non-konservasi” Ujar perwakilan

“Jika dilakukan reklamasi, semua distribusi itu akan hilang. Mangrove fungsinya sangat besar, yaitu untuk menyumbang oksigen untuk daerah Bali. Lamun sendiri juga hampir memiliki fungsi yang sama seperti mangrove. Terumbu karang pun sendiri mungkin tidak akan terkena dampaknya secara langsung, tetapi dalam jangka panjang”

HIMITEKA IPB yang juga menyebutkan:

Ujar perwakilan HIMAIKA Unpad.

Lalu HIMITEKA IPB juga menceritakan peris-

“Di daerah utara (Singaraja) dikeruk kemudian akan dibawa ke Bali Selatan, mengakibatkan Bali Utara akan tenggelam dan Bali Selatan akan terjadi peningkatan sedimentasi. Sampai- sampai anak umur 16 tahun, ikut demo tentang Reklamasi ini dan Investor mencari kesempatan dalam kesempitan tersebut”

tiwa yang membuat penduduk Bali mengalami HMO 'TRITON' ITB dalam kajian ini memaparkan dampak dari reklamasi sendiri dengan mengambil contoh dari Teluk Xinghua, RRC.

KMKLight

trauma terhadap 'Reklamasi'. “Teluk Benoa

bukan daerah yang pertama kali direklamasi. Pulau Serangan, yang dahulu adalah tempat konservasi penyu, nelayan pun mencari ikan disitu. Namun, karena adanya reklamasi di Pulau Serangan, biota banyak yang mati dan mata pencaharian masyarakat OCEANS GHT

51


atau nelayan hilang, kemudian pindah ke Bali Selatan. Dan di Pulau Serangan sudah tidak

3.Dilakukannya revitalisasi mangrove, lamun, terumbu karang, dan organisme lainnya

ada lagi kehidupan, hanya ada batu kapur

4.Pembangunan bendungan

bahkan di tanam tanaman saja tidak bisa�

5.Mediasi untuk meningkatkan kualitas air

Ujar perwakilan HIMITEKA IPB.

6.Peninjauan

ulang

Mengenai

Dampak

Setelah pemaparan dari setiap perwakilan himpunan, didapatkan beberapa rangkuman serta solusi, yaitu :

AMDAL

(Analisis

Lingkungan)

yang

berlaku untuk reklamasi Teluk Benoa 7.Peninjauan ulang semua konstitusi yang berhubungan dengan reklamasi

1.Teluk Benoa bisa dilaksanakan apabila diiringi dengan metode dan pemeliharaan yang tepat 2.Dilakukannya penanaman mangrove di hilir DAS (Daerah Aliran Sungai)

Dokumentasi Usai Diskusi Isu Nasional pada Tanggal 15 Oktober 2017

52OCEANS GHT

KMKLight


Pengabdian Masyarakat KMKL-ITB Sekilas tentang Kegiatan Sistem dan Teknologi Pengelolaan Sampah Laut Terpadu di Wilayah Teluk Jakarta Jakarta (22/01/18) - Keluarga Mahasiswa Teknik Kelautan ITB (KMKL-ITB) turut berkontribusi dengan melaksanakan kegiatan “Community Development” pada Sabtu-Minggu, 20-21 Januari 2018 di kampung nelayan Muara Angke dibawah arahan Peneliti Pusriskel Dr.-Ing. Semei di Husrin dan Dr. Devi Dwiyanti S dan beberapa staf UPPP (UP3) Muara Angke.

Kegiatan ini merupakan salah satu inisiasi kegiatan pemetaan sosial ekonomi dalam Sistem dan Teknologi Pengelolaan Sampah Laut Terpadu di Wilayah Teluk Jakarta” sebagai wujud dukungan program pemerintah pusat dalam kerangka Rencana Aksi Nasional ( N) Pengurangan Sampah Laut 2025; yang merupakan hasil kerjasama KKP, BNI dan BPPT sejak Desember 2017. Berikut merupakan gambaran sekilas kegiatan yang dilaksanakan.

Acara edukasi mengenai pentingnya kebersihan yang ditanamkan sejak dini pada anak-anak usia sekolah di Sekolah Nurul Bahri pada Sabtu, 20 Januari 2018.

2

H F Wawancara dengan warga agar dapat memetakan kondisi lingkungan PHPT Muara Angke (social mapping) pada Sabtu, 20 Januari 2018.

E KMKLight

T OCEANS GHT

53


Z

4

Diskusi kelompok besar untuk membahas hasil observasi dan wawancara yang dilakukan sebelumnya pada Sabtu, 20 Januari 2018

H

Massa KMKL-ITB bersiap untuk menuju PHPT Muara Angke untuk melakukan bersih-bersih desa

X

L

R

E 54OCEANS GHT

G

Bersih-bersih desa yang dilakukan oleh KMKL-ITB dan anak-anak sekolah Nurul Bahri

Penutupan di Sekolah Nurul Bahri, PHPT Muara Angke, pada Minggu, 21 Januari 2018

KMKLight


The Water Discus

UNDERWATER

HOTEL oleh Bella Listya Prasadini

Water Discus Hotels comprise two discs an underwater and above-water one.

This combination will allow guests to admire the depths of the ocean while making the most of the warm climate. The two parts of the structure are connected by ďŹ ve solid legs and a vertical shaft containing a lift and stairway. The size of each disc has been adjusted to local conditions.

World in Sight

OCEANS GHT

55


External View 56OCEANS GHT

ater Discus gives the unique opportunity to experience being in the very heart of the underwater world day and night through beautiful external design.

W

World in Sight


World in Sight

OCEANS GHT

57


Internal

View

Enjoy the luxury views from underwater appartment with just one 'click', the shade system allows you to adjust the window's transparency to your atmosphere expectatios

58OCEANS GHT

World in Sight


Marine

Adventure A

de luxe hotel combined with a real marine adventure and breathtaking views found only in the heart of the ocean.

World in Sight

OCEANS GHT

59


ModuleBased

Construction 2

A single Water Discus is an independent structure with a usable area of approximately 1000 m fully equipped to ensure a high level of safety and comfort. It can serve as an individual module - a component of a bigger complex.

Space A number of such individual modules may be used to build a hotel complex of minimum 2 2000 m , which can be further extended with additional modules (1000 - 1500 m2 each).

Location The aforementioned complex may be constructed anywhere in the world. Each design will be tailor-made to suit its future users and local conditions, such as the shape of the coastal line and depth of water around the coral reef.

for further information : http://www.deep-ocean-technology.com/home/projects/ underwater_hotel.html

60OCEANS GHT

World in Sight


Discover

Indonesia


I

Imagine warm sand between your toes, the sun on your skin and the sound of waves crashing on the shore. You might even have a cold beer or cocktail in your hand, it's your dream so you can make it what you want! Being a country that is made up of five islands, and then surrounded by thousandsof smaller islands, Indonesia is not short of pristine beaches and is the perfect spot to make your idyllic paradise beach dream a reality.

Best Beaches in

Indonesia

You'd be Crazy To Miss

Derawan Beach, East Kalimantan Kicking off the list is the beautiful Derawan Beach, located in Berau, East Kalimantan. Considered as a candidate for a world heritage site by UNESCO in 2015. Derawan Beach is one of the best snorkeling and diving locations, boasting a stunning coastal ecosystem from coral reefs and seagrass beds to mangrove forests. You can also expect to see a lot of protected species here, including turtles, whales, dolphins, giant clams, coconut crabs, and many other species!

Kanawa Beach, Flores If you're looking for a secluded place, Kanawa Island in Flores is paradise both above and below the surface. This little island in Komodo National Park is a sight to behold, with a stunning white-sand winding beach. With simply stunning landscapes, Kanawa is also armed with some of the best off-the-beach snorkeling in Indonesia. Even without diving, you can see schools of barracuda, sea turtles and reef sharks! In the shallows, bright corals will steal your attention away from the many lionfish and bat fish. The incredible variety here will seriously drag you into an underwater paradise!

62OCEANS GHT

Discover Indonesia


Nusa Penida Beach, Bali Island Often referred to as Bali's hidden paradise, Nusa Penida had to make our best beaches in Indonesia list! Other people must agree, as this beach has been moving up the ranks for being the best destination for scuba diving. If diving is your thing, here you will see manta ray's and if you're lucky, whale sharks! All that is left to do is hire a motorbike and go exploring as has some of the most beautiful views imaginable!

The Raja Ampat Islands The Raja Ampat Islands are a truly beautiful and untouched paradise. Literally translated as “the Four Kings,” the stunning archipelago is made up of over 1,500 small islands and four daddy islands! Located in the Coral Triangle, one thing is for sure, these are all first-class diving spots! As well as containing many species that you won't find anywhere else, Raja Ampat also scores points for its sheer pristine landscapes. This one location contains so many relatively unexplored areas that you could be the first to stumble onto a new beach that no one has ever gone before!

Belitung Island, East Sumatra Belitung Island is simply stunning, offering a range of beaches from white sand fringed with coconut trees to elaborate granite rock formations. Let's just say, when you come across these world-class beaches, you'll know exactly why they are on our best beaches in Indonesia list. The beaches themselves are gorgeous, but they really come alive when you mix them with activities.

reference : www.adventureinyou.com/indonesia/best-indonesia-beaches

Discover Indonesia

OCEANS GHT

63


K

ata AHIM


Assalamualaikum Wr.Wb Salam sejahtera untuk kita semua, Yang pertama-tama saya panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas izin dan karunianya majalah keprofesian Keluarga Mahasiswa Teknik Kelautan (KMKL-ITB) “ Oceansight “ edisi ke 2 ini dapat terbit dan diharapkan dapat menjadi wahana pengembangan dan penambah wawasan kepada pembaca. “Indonesia Sebagai Poros Mari m Dunia” adalah gagasan dan cita-cita besar bangsa Indonesia dalam rangka mengembangkan negara ini, dimana Laut dimaknai sebagai unjung tombak dalam kehidupan, dimana semua berawal dari laut, baik itu kebijakan maupun teknologi. Dalam rangka mewujudkan “Indonesia Sebagai Poros Mari m Dunia”, Teknik Kelautan memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk turut berkontribusi, dimana banyak aspek dari keilmuan Teknik Kelautan yang sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kemari man di Indonesia. Teknik Kelautan dalam Arus Mari m Dunia, tema besar dalam majalah “ Oceansight “ edisi ke 2 ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang teknologi kelautan dan menumbuhkan semangat jiwa bahari dise ap individu-individu kita, dan semoga terwujudlah mimpi besar bangsa ini, “Indonesia Sebagai Poros Mari m Dunia”.

Faris Abdussalam Ketua Keluarga Mahasiswa Teknik Kelautan ITB 2017/2018


With every drop of water you drink, every breath you take, you're connected to the sea. No matter where on Earth you live. Sylvia Earle, Oceanographer -



Keluarga Mahasiswa Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung Jln. Ganesha No. 10 Bandung 2018