Page 1


2

Edisi No. 1 / 24 Juni 2013  MTQ Mahasiswa Nasional XIII

DAPUR DAFTAR ISI

Dapur....................................2 Salingka Minang..................3

ub Yak

Spekta MTQ..........................4 Penyambutan Kafilah MTQ Mahasiswa Nasional XIII di Sumatera Barat

Spekta MTQ..........................5 Liputan………......................6

SALAM REDAKSI

A

lhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami kesempatan bernafas dan berkarya dengan Buletin Harian Edisi Khusus Genta Andalas dalam rangka memberikan informasi seputar MTQ Mahasiswa Nasional XIII tahun 2013. Dikali ke tiga belas ini MTQ diselenggarakan di Sumatera Barat terkhusus Universitas Andalas tercinta. Salawat beserta salam dengan lafaz “allahumma salia’la sayyidina Muhammad wa ala alihi sayyidina Muhammad” semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, Rasul akhir zaman yang mempunyai pengaruh utama terhadap peradaban dunia sampai hari ini. Banyak kendala dan onak duri yang kami (tim redaksi) lewati demi terbitnya buletin MTQ ini. Delapan tahun silam Genta Andalas juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan nasional yakni Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) tahun 2005 yang

diselenggarakan di tempat yang sama. Buletin ini terbit ntuk menjaga eksistensi dan peran Genta Andalas sebagai media kampus yang peduli, damai dan bermoral. Yang mana untuk saat ini diamanahkan sebagai panitia humas dan informasi pelaksanaan MTQ Mahasiswa Nasional XIII. Hujan-badai, panas-terik, dan hangatnya mentari pagi begitu terasa disaat pengumpulan data dan perwajahan buletin di ‘ruang kotak’ sekretariat Genta Andalas. Terimakasih atas ide dan masukan dari Dewan Redaksi yang sangat membantu tim redaksi dalam menentukan rubrik yang dimuat selama lima hari kedepan. Syukron jazakillah kepada ex.pimred Agseora Ediyen yang telah bersedia turun tangan merangkul tim redaksi untuk pembagian teknis kerja selama acara berlangsung. Kepada pengurus yang tidak berada di tempat dikarenakan sedang

mengemban amanah yang mulia yakni pengabdian kepada masyarakat yang biasa disebut Kuliah Kerja Nyata (KKN), semoga program kerja yang dibuat berjalan sukses dan dapat membawa nama baik almamater dalam bakti kepada masyarakat. Doa dan harapan pengurus yang sedang bertugas tentu selalu kami amin-kan terkait kesuksesan buletin MTQ edisi khusus Genta Andalas ini. Akhir kata, semoga media informasi dan komunikasi edisi khusus MTQ Mahasiswa Nasional XIII tahun 2013 ini dapat memenuhi kebutuhan informasi setiap harinya. Kami Genta Andalas mengucapkan selamat datang di Ranah Minang, Sumatera Barat. Selamat mengukir prestasi bagi para khafilah dari seluruh tanah air di kampus hijau Universitas Andalas.

Pelindung: Dr. H. Werry Darta Taifur, SE, MA Penasihat: Prof. Dr. H. Novesar Jamarun, MS Pembina: Rembrandt, SH, M.Pd Pemimpin Umum: Abdirian Syaputra Sekretaris Umum: Nitri Asriani Bendahara Umum: Desi Faiturrahmi Tabloid Mahasiswa Genta Andalas diterbitkan oleh: Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Genta Andalas dengan SK No. 373/ XIII/ Unand-2001

Pemimpin Redaksi: Fikri Azardy Pemimpin Perusahaan: Harly Meta Asbani Pemimpin Produksi: David Murdi Oka Putra Pemimpin Litbang: Silvia Ningsih

Sosok....………......................7 Galeri.....................................8

Allahuakbar!

Dewan Redaksi: David Oliver Purba, Meta Orlanda Pradezi, Yusran Ilyas, Fadli Wardi, Septriadi, Novelia Dewi Moore, Lisa Oktaviana, Agseora Ediyen, Ulfa Devita Dartias, Dhearien Fizwa, Fitria Lonanda, Midha Husni, Erna Surniyanti, Ulfa Yulius, Osa Minarsa, Khairunnisah, Noni Mulya Sari, Mairisdawenti, Dedy Citra Permata, Andri Hardinata, M. Taufik Esman, Prana Citra, Wildati Syukraini Redaktur Pelaksana: Suhelnida Eka Putri, Redaktur Tulisan: Aivi Yola Dwiputri, Amelia Putri, Redaktur Bahasa: Asra Hayati Syahrul Nova, Melisa Harniati, Redaktur Online: Yudi Irfan, Bisnis & Periklanan: Amalia Permata Sari, Marketing & Sirkulasi: Khairat, Layouter: Nurweni Putri, Kepala Desain Grafis: Metriadi Afrikh Heru, Desainer Grafis: Violita Kresna Wuri, Kepala PSDM: Eka Ananda Putri, PSDM: Adrizal, Event Organizer: Ria Andriani, Riset dan Survei: Dona Ariani Tim Redaksi MTQ MN XIII: David, Meli, Nuri, Irfan, Reporter: Pengurus dan Calon Anggota Genta Andalas 2013.


Salingka minang

Edisi No. 1 / 24 Juni 2013 MTQ Mahasiswa Nasional XIII

3

Seni Arsitek Rang Minangkabau

“RUMAH ADAT KAMPAI NAN PANJANG, RUMAH ADAT INDAK BAPAKU“ Oleh: Riki Eka Putra*

P

etang sudah datang ketika saya melaju dengan motor SupraFit merah bersama Hebby, salah seorang rekan dari Idealita. Kami berangkat dari rumah Hebby menelusuri sudut jalan melintasi jalan Supanjang menuju Rambatan yang merupakan jalanjalan raya yang terdapat di Batusangkar. Kami sengaja mengambil jalur alternatif ini karena dari rumah Hebby lebih dekat ke Balimbing. Sebuah kampung yang bernama kampung Balimbing layaknya nama buah-buahan, memang menjadi tujuan utama perjalanan kami. Suasana aman, tentram dan damai, serta menggambarkan sebuah kampung yang jauh dari keramaian hiruk pikuk kendaraan bermotor Kota Batusangkar dan masyarakatnya yang ramah menjadi ciri khas kampung tersebut. Apalagi dengan adanya berbagai rumah gadang dengan gaya arsitek yang bermacam-macam serta unik dan bangunan-bangunan masjid yang sudah diperbaiki menjadi modern tanpa meninggalkan nilai-nilai religinya melengkapi keindahan Kampung Balimbing yang lumayan jauh dari Pusat Kota Batusangkar. Dalam perjalan ke kampong tersebut saya dan Hebby menikmati indahnya sawah-sawah yang terhampar di samping kanan dan kiri jalan. Sesaat saya asyik menikmati pemandangan itu. Akhirnya selama 30 menit perjalanan sekitar jam 17.30, kami sampai di tujuan utama kami yaitu mengunjungi Kampung Belimbing untuk melihat Rumah Adat Indak Bapaku. Tanpa pikir panjang, saya dan Hebby memberhentikan mesin motor di luar perkarangan dan kami langsung mengambil beberapa foto dari luar perkarangan tersebut. Dengan diselimuti oleh langit yang biru dan awan yang putih, Kampung Belimbing menyambut kedatangan kami. Sekilas dari depan terlihat sebuah rumah gadang dengan cat berwarna hitam. Dilihat dari bentuknya rumah gadang ini layaknya rumah gadang biasa yang kita lihat. Namun setelah melangkahkan kaki melewati gerbang memasuki halaman rumah yang bewarna hitam yang terlihat indah dan sederhana itu, ada suatu hal yang mampu menarik rasa penasaran kami untuk mengetahui lebih banyak. Hembusan angin seakan menyambut kedatangan kami dengan sebuah tarian dan seolah menarik kami untuk masuk ke dalam rumah tersebut, apa lagi kami sampai di lokasi ketika hari sudah menjelang senja. Penelusuran kami bermulai dengan semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi. Kami melangkahkan kaki sambil mengambil beberapa foto dari luar sebelum kami masuk ke dalam rumah tersebut. Tidak ketinggalan saya juga ikut berpose di halaman rumah adat tersebut. Sebuah rumah adat yang sudah cukup tua dengan halaman yang cukup luas dan bersih serta tertata rapi. Jalan dari gerbang menuju tangga yang tersusun dari batubatu menambah keindahan dan keunikan rumah adat tersebut serta di tambah lagi

dengan suasana sore yang mewarnai keadaan di sekitar rumah adat itu. Rumah adat yang di depannya terhampar luas sawah-sawah serta diapit oleh sebuah rumah gadang lain di sebelah kanan dan kirinya menambah keunikan tersendiri dari rumah adat tersebut. Rumah Adat Kampai Nan Panjang tetapi lebih dikenal dengan Rumah Adat Indak Bapaku itulah nama asli rumah tersebut. Sebab dari sekian banyak rumah adat yang ada, hanya rumah gadang di Kampung Balimbing inilah yang pembuatanya tidak memakai paku. Konon rumah ini dibangun oleh niniak mamak orang Balimbing terdahulu, sekitar 350 tahun yang lalu. Rumah Adat Indak Bapaku baru diresmikan pada tahun 1990-an oleh suaka purbakala dengan sebutan “Balai Palestarian Peninggalan Purbakala Batusangkar�. Rumah Gadang ini kemudian dilindungi oleh UU No 5 Tahun 1992. Rumah warisan nenek moyang urang Minangkabau ini terdiri dari 9 kamar yang pintunya berbentuk oval, serta atapnya yang terbuat dari ijuk dan ditopang oleh 12 tonggak besar yang tepat berada di dalam ruangannya. Biasanya rumah ini digunakan untuk musyawarah, dan juga untuk pesta hajatan keturunan dari datuak-datuak yang ada di rumah gadang tersebut. Semenjak rumah ini dibangun sampai sekarang, telah ada 7 keturunan yang secara estafet memimpin rumah ini, salah satunya adalah Datuak Panghulu Basa. Rumah adat ini merupakan rumah tempat tinggal yang memiliki arsitektur bergaya khas Minangkabau, rumah panggung dengan atap yang bergonjong empat yang masih beratap ijuk. Lantainya rata dan tidak beranjung dibagian ujung, dan dinding yang terbuat dari bilah bambu yang bersusun-susun. Sepanjang rumah bagian belakang yang menuju kamar terdapat bagian lantai yang lebih tinggi satu anak tangga membujur serta membentuk huruf U ke ujung kiri dan kanan, ruangan ini digunakan sebagai tempat duduk para pemuka adat saat musyawarah atau rapat. Nampaknya rumah ini masih dipakai untuk berbagai kegiatan. Rumah Adat Tuo yang diperkirakan sudah berumur 350 tahunan ini memiliki 6 ruang yang digunakan sebagai kamar atau dalam bahasa Minagkabau disebut bilik. Rumah Gadang pada umumnya memiliki ruangan dengan jumlah yang ganjil, seperti 5 ruang, 7 ruang dan 9 ruang. Rumah Gadang ini tidak berloteng sehingga bagian langit-langit terlihat kerangka-kerangka yang menyusun rangka atapnya, kecuali yang di bagian ujung sebelah kiri yang ada loteng seperti

loteng tempat penyimpanan. Tepat di kiri dan kanan setelah pintu masuk terdapat peti kayu berbentuk persegi panjang. Ukuran panjangnya kira-kira lebih panjang sedikit dari ukuran manusia dewasa yang tidur membujur, mungkin ukurannya sekitar 2 meter. Bentuknya seperti peti mati dengan bagian penutup yang bisa dibuka dengan cara mengangkat atau menggesernya. Peti yang dinamakan Aluang Bunyian yang terbuat dari kayu jati ini merupakan tempat penyimpanan bajubaju adat terdahulu dan barang-barang adat lainnya. Tidak jauh dari Aluang Bunyian di bagian kiri dalam rumah terdapat satu ruang terbuka yang agak menyerupai dapur, karena terdapat tungku-tungku yang disusun dari batu. Peninggalan benda-benda beharga dan bersejarah di rumah ini tidak terlalu banyak karena sudah banyak yang dirampas bangsa Belanda sewaktu masa penjajahannya, hanya 2 buah Aluang Bunyian yang terletak sebelah kiri dan kanan pintu masuk yang masih tersisa. Sebuah Aguang sebuah alat musik seperti gong yang besar, berfungsi untuk memberikan informasi kepada masyarakat Kampung Belimbing. Di sini juga ada sebuah Kapuak atau sebuah tempat penyimpanan padi, yang terletak di atas loteng. Di sudut ujung lain juga terdapat sebuah kotak unik yang berisi denah daerah Balimbing yang tersusun rapi yang masih menghiasi isi rumah adat tersebut. Di taman rumah adat ini terdapat batu-batu yang berserakan konon katanya batu itu sudah ada semenjak rumah ini berdiri. Batu itu disebut dengan nama Panta-Panta. Dari segi arsiteknya, atap yang terbuat dari ijuk, lantai yang terbuat dari bambu yang tersusun rapi dan tiangnya terbuat dari kayu yang kokoh serta dinding yang tersusun dari helaian kayukayu jati menggambarkan ciri khas asli orang Minang. Fungsi dari rumah adat ini pada zaman dahulunya adalah sebagai

tempat tinggal oleh niniak mamak beserta keluarga besarnya. Akan tetapi karena perkembangan zaman, sekarang rumah ini digunakan untuk tempat bermusyawarah, acara perkawinan, ataupun perkumpulan muda-mudi kampung Balimbing dan sekitar. Biasanya untuk mengisi waktu luang para pemuda-pemudi mengisi kegiatan mereka dengan membuat kerajinan tangan yang terbuat dari rotan yang kemudian dipajang di dalam rumah adat tersebut dengan tujuan agar orang yang berkujung ke rumah adat itu bisa menikmati hasil karya anak-anak Kampung Belimbing. Tapi karena rumah adat ini sudah tercatat sebagai aset budaya, maka apapun yang berhubungan dengan rumah adat tersebut sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah khususnya suaka purbakala. Semua hal ini sudah termasuk perbaikan-perbaikan rumah adat demi kemajuan wisata-wisata yang ada di Balimbing ini khususnya. Ketika kami masih asyik melihat dan memotret tiba-tiba suara adzan maghrib sudah berkumandang, lalu kami memutuskan untuk kembali pulang. Tapi dalam fikiran saya terlintas kenapa orang dulu mampu membuat rumah tanpa menggunakan paku, suatu hal yang tidak pernah terfikirkan lagi oleh orang-orang jaman sekarang. Jaman sekarang masyarakat cenderung membuat rumah dari tembok dengan gaya arsitekturarsitektur modern dan melupakan ciri khas minang itu sendiri. Sesaat sebelum kami meninggalkan lokasi dari luar perkarangan kami bertemu dengan warga yang akan menunaikan shalat magrib. Sembari di atas motor saya menyempatkan kembali untuk memotret rumah adat itu dan kami melaju pulang meninggalkan rumah adat tersebut dengan hati yang masih tersimpan banyak pertanyaan-pertanyaan sekitar isi dalam Rumah Adat Indak Bapaku tersebut. *Penulis adalah Redaktur Pelaksana dan Layouter Idealita tahun 2011


4

Edisi No. 1 / 24 Juni 2013  MTQ Mahasiswa Nasional XIII

spekta mtq

ARTI LOGO MTQ MAHASISWA NASIONAL KE XIII

S

uatu kehormatan dan kebanggan tersendiri mengingat Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional XIII tahun 2013 dilaksanakan di Sumatera Barat tepatnya di

Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang. Untuk menampilkan ciri khas dan budaya dari Sumbar terdapat logo yang di desain khusus untuk pelaksanaan MTQ ini. Berikut ini merupakan makna dari detail logo yang telah dirancang sempurna sebagai tanda pengenal pelaksanaan MTQ MN XIII: Kota Padang sebagai ibukota Provinsi Sumatera Barat tempat beradanya Unand dan UNP sebagai panitia penyelenggara dan tuan rumah MTQ Mahasiswa Nasional yang ke XIII. Bentuk logo ini berupa lingkaran roda berputar yang diartikan sebagai pelaksanaan MTQ Mahasiswa Nasional ke XIII ini dilaksanakan silih berganti.

Warna dominan dari logo yaitu warna hijau dan kuning. Hijau adalah warna ciri khas Unand, diartikan sebagai kesuburan. Kuning adalah warna ciri khas UNP, diartikan sebagai generasi penuh kecemerlangan. Bentuk persegi enam diartikan sebagai rukun iman.

Bentuk buku terkembang diartikan sebagai Alquran kitab suci umat Islam.

- Gambar kubah dengan melambangkan Mesjid sebagai tempat beribadah bagi umat Islam. - Gambar bintang di puncak kubah artinya menggambakan watak bangsa Indonesia berdasarka Pancasila yang pertama Yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. - Rumah beratap gonjong diartikan sebagai Rumah Gadang sebagai tempat orang yang dimuliakan di Minangkabau. - Al quran, Mesjid, Rumah adat diartikan sebagai Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, Adat mamakai syara’ mangato.

Tulisan Alam Takambang Jadi Guru berwarna putih dengan bacground biru diartikan sebagai ilmu yang seluas samudera, tututlah ilmu sebanyak banyaknya karena alam ini dijadikan oleh Allah berupa pelajaran bagi orang yang mau mempelajarinya.

Tulisan MTQ 13 dan 13 buah riak atau ombak air yang diaptasikan seperti tulisan kaligrafi arab serta angka 2013, artinya MTQ ini sudah dilaksanakan sebanyak 13 kali dan saat ini tepat pada tahun 2013.

Lambang UNP dan Unand ialah sebagai panitia penyelenggara MTQ Mahasiswa, sedang lambang TUT WURI adalah lambang pendidikan nasional.

Api lilin artinya penerang kegelapan, yang berkorban demi kemajuan. Pena atau mata pena artinya kecerdasan atau ketajaman atau kekritisan pola pikir.

Warna-warna dalam logo adalah warna merah, kuning, hitam, hijau, biru dan putih artinya: -Merah, kuning, dan hitam (warna marawa). Di Minangkabau artinya penyambutan tamu dan acara perhelatan. Warna merah artinya berani, kuning artinya keramaian, hitam artinya tahan . - Warna biru melambangkan langit atau air warna biru kesejukan kekuasaan. - Hijau artinya warna keislaman atau subur - Putih artinya suci bersih atau tak bernoda.

Gambar rangkiang adalah tempat penyimpanan padi p e r l a m b a n g kesejahteraan masyarakatnya.

Ornamen atau hiasan ini adalah motif ukiran yang terdapat pada Rumah Gadang Minangkabau.

Jadi, apabila semua poin digabung maka terciptalah suatu logo yang historis atau sejarah untuk MTQ Mahasiswa Nasional Ke XIII yang dilaksanakan di Padang tahun 2013.


SPEKTA MTQ

Edisi No. 1 / 24 Juni 2013 MTQ Mahasiswa Nasional XIII

5

SEPUTAR MTQ MAHASISWA NASIONAL XIII

A

l-Qur’an sebagai pedoman dan pegangan hidup manusia yang utama memiliki isi dan kandungan yang bersifat fleksibel sehingga tak satupun manusia dapat mengubahnya dari zaman ke zaman. Al-qur’an mempunyai semua aspek informasi yang dibutuhkan manusia untuk hidupnya, memiliki bahasa yang indah, dan semakin kita mendalami kandungannya semakin tinggi juga keyakinan kita terhadap Allah. MTQ telah ada di Indonesia sejak tahun 1940-an sejak berdirinya Jami’iyyatul Qurro wal Huffadz yang didirikan oleh Nahdlatul Ulama, ormas terbesar di Indonesia. Sejak tahun 1968, saat menteri agama K.H. Muhammad Dahlan (salah seorang ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) MTQ dilembagakan secara nasional. MTQ pertama diselenggarakan di Makassar pada bulan Ramadan tahun 1968. Di era modern ini, alangkah baiknya kita menjaga diri dari keberpihakan zaman yang cenderung menjadikan kita berlalai-lalai dengan waktu dan tak punya kesempatan untuk mengkaji Al-qur’an. Aroma hedonisme kerap mewarnai kehidupan manusia modern, terlebih di kalangan generasi muda. Seolah-olah waktu untuk menonton TV dan membaca buku-buku yang kurang bermanfaat lebih banyak ketimbang membaca selembar ayat Al-qur’an. Jika kita menyempatkan waktu untuk menggali isi dalam Al-quran, maka akan terasa betapa indahnya pedoman hidup kita. Islam itu indah, Islam itu menghargai perbedaan, Islam itu teduh dan menjauhi permusuhan. Sungguh, akan sangat bermanfaat apabila konsep Islam teraplikasi dengan jelas dalam kehidupan kita sehari-hari. Apalagi dalam kehidupan bangsa yang morat-marit, sangat dibutuhkan siraman kesejukan Alquran. Sangat disayangkan karena lantunan ayat Al-quran yang begitu indah, mulai tenggelam di kalangan generasi muda. Menghayati dan mengamalkan Alquran perlu ditumbuh kembangkan mengingat Al-quran adalah sumber hukum Islam dan dapat menjaga silaturrahmi antara umat muslim. Hal ini juga dapat memperlihatkan kepada seluruh rakyat Indonesia falsafah adat Minangkabau yakni “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”. Berlatarbelakang demikian, digelarlah ajang Mushabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQ MN) ke XIII tahun 2013di Sumatera Barat (Sumbar) tepatnya di Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang. Setiap dilaksanakannya sebuah agenda, tentu ada hal yang menjadi tujuan tertentu. Diantaranya, meningkatkan pemahaman Al-Quran dikalangan mahasiswa melalui pendalaman dan pengamalan isi kandungan Al-Quran, mengaktualisasikan nilai-nilai kandungan Al-Quran di kalangan mahasisiwa dalam kehidupan, meningkatkan Ukhwah Islamiyah melalui budaya baca Al-Quran pada MTQ antar Perguruan Tinggi seIndonesia serta melestarikan seni dan budaya bangsa Indonesia berkenaan dengan Al-Quran. Penyelenggaraan MTQ Mahasiswa Nasional Tahun 2013 ini memiliki Tema “Membentuk Mahasiswa yang Beriman, Bertaqwa dan Berakhlakul

Karimah”. Sesuai dengan tujuan dilaksanakannya MTQ di Sumatera Barat, dampaknya adalah tema ini sendiri yakni membentuk pribadi mahasiswa yang berakhlak mulia yang terus mengaplikasikan pedoman Al-quran dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjalankan sebuah program tentu harus memiliki aturan dan bukan semaunya kita saja. Dasar pemikiran pelaksanaan kegiatan MTQ yaitu dari undang-undang, peraturan pemerintah, surat keputusan bersama, keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan, pola pengembangan kemahasiswaan, dan SK Dirjen DIKTI. Dasar pelaksanaan tersebut disusun dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah No. 60, Tahun 1999, tentang Sistem Pendidikan Tinggi, Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negri, No. 182.A, Tahun 1988 dan No. 48, Tahun 1988 tentang Organisasi Lembaga Pengembangan Tilawah Quran (LPTQ). Bab VII pasal 9 ayat 1, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 155/O/ 1998, tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi, Pola Pengembangan Kemahasiswaan (Polbangmawa), Tahun 2006, dan SK Dirjen DIKTI No.1177.1/DIKTI/Kep/2012 tentang Penetapan Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang sebagai penyelenggara Musabaqah Tillawatil Quran (MTQ) mahasiswa Tingkat Nasional Tahun 2013. Rangkaian kegiatan yang diadakan di Unand memiliki dua venue yang telah disepakati yakni Convention Hall dan Auditorium Universitas Andalas. Untuk pelaksanaan kegiatan di UNP dilaksanakan di ruang serbaguna Fakultas Teknik, GOR UNP, Ruang MM UNP, teater tertutup UNP, dan ruang sidang senat UNP. Untuk penginapan peserta lomba yang akan dilaksanakan di Unand, maka peserta akan di tempatkan di asrama dan mess Unand, sedangkan untuk penginapan peserta lomba yang dilaksanakan di Universitas Negeri Padang akan di tempatkan di LPMP- UNP dan Asrama Haji Provinsi Sumatera Barat. Jenis perlombaan yang diadakan di Universitas Andalas yakni tilawatil qur’an, hifzhil qur’an 1 juzz, hifzhil qur’an 2 juzz, hifzhil qur’an 5 juzz, khattil qur’an, dan qiraat sab’ah. Jenis perlombaan yang pertama Musabaqah Tilawatil Qur’an yaitu bidang lomba membaca Al-Qur’an dengan bacaan mujawwad, yaitu bacaan Al-Qur’an yang mengandung nilai ilmu tajwid, seni, dan adab membaca. Berikutnya Musabaqah Hifdzil Qur’an adalah bidang musabaqah menghafal Al-Qur’an dengan bacaan murattal. Peserta terdiri dari putra (Hafidz) dan putri (Hafidzah). Materi pertanyaan yang diambil untuk 1 juz adalah juz 1 atau juz 30, untuk 2 juz adalah juz 2 dan juz 3, dan untuk 5 juz adalah juz 1 sampai dengan juz 5. Kemudian Qira’at Sab’ah dengan maqra’ Surah : Al Baqarah 21–23, Al Baqarah 285–286, Ali Imran 133–136, Ali Imran 144–145, Ali Imran 190–192, An Nisa’ 1–2, An Nisa’ 7–10, Al Maidah 9092, A An’am 144–145, Al Anfal 2–4, Fathir 28–30, Asy Syu’ara’ 20–22, Fusshilat 30–33, Al Hadid 20– 21, dan Surah Al Mulk 1 – 4.

Selanjutnya Musabaqah Khaththil Qur’an adalah bidang musabaqah menulis indah Al-Qur’an yang menekankan kebenaran dan keindahan tulisan menurut kaidah khath yang baku. Golongan yang dimusabaqahkan adalah golongan dekorasi. Khattil Qur’an ini menampilkan bakat-bakat kaligrafi peserta dari seluruh nusantara. Kompetensi ini diikuti oleh 32 provinsi dengan jumlah 121 universitas seIndonesia. Universitas yang mengikuti MTQ MN dikali ketiga belas ini diantaranya: Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Syiah Kuala, Universitas Riau, Universitas Brawijaya, Universitas Palangkaraya, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung, Politeknik Negeri Padang, Politeknik Negeri Pontianak, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Institut Teknologi Telkom, dan masih banyak universitas lain yang mengikuti ajang bergengsi ini. Pembukaan MTQ Nasional XIII dilaksanakan pada hari Minggu 23 Juni 2013 di Gedung Olah Raga H.Agus Salim, Khatib Sulaiman, Padang. Merupakan suatu kehormatan karena even nasional ini diresmikan oleh Muhammad Nuh selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kemudian dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno beserta petinggi-petinggi Sumbar lainnya. Juga tak kalah penting, Rektor kedua Universitas yang menjadi tuan rumah pada acara akbar ini. Untuk pembukaan MTQ di Unand dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Unand, Limau Manih. Peserta dari Universitas Andalas berjumlah sebanyak 27 orang dan telah dilepas pada tanggal 14 Juni 2013 lalu. “Diharapkan dengan adanya MTQ Mahasiswa Nasional di Unand ini, dapat mengangkat nama Universitas di bidang kajian Islam seperti MTQ ke tingkat nasional, juga mari kita

semangati para kandidat yang telah mewakili Unand untuk menang diberbagai perlombaan” Ungkap Novesar Jamarun, Wakil Rektor III Universitas Andalas, selaku ketua panitia pada pelaksanaan MTQ Mahasiswa Nasional XIII di Unand. Untuk teknis kegiatan, pada hari Sabtu tanggal 22 Juni 2013 kedatangan Dewan Hakim di Hotel Basko, Padang. Hari Minggu siang, para kafilah masingmasing Perguruan Tinggi mengadakan Technical meeting dengan official dan pengambilan nomor peserta. Kemudian pada malam harinya yakni malam ramah tamah, penyelenggaraan acara pelantikan Dewan Hakim MTQ Mahasiswa Nasional XIII dan pembukaan MTQ yang disemarakkan oleh penampilan tari massal oleh mahasiswa Universitas Andalas yang ditargetkan meraih rekor MURI. Perlombaan berlangsung selama lima hari, Senin sampai Jum’at dari tanggal 23 hingga 29 Juni 2013. Terdiri dari babak penyisihan, ¼ final, semi final dan babak final . Upacara pengumuman pemenang dan penutupan MTQ Mahasiswa Nasional XIII tahun 2013 ditutup kembali di GOR H.Agus Salim, Padang. Diharapkan kepada seluruh partisipan MTQ Mahasiswa Nasional mulai dari peserta, panitia, LO, dan audien selalu menjaga semangat positif dari awal pembukaan sampai akhir penutupan agar acara MTQ ini mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia.  Meli


6

liputan

Edisi No. 1 / 24 Juni 2013  MTQ Mahasiswa Nasional XIII

Semangat Geladi Resik Pembukaan Melalui Formasi Tari

Malam Ta’aruf dan Pelantikan Dewan Hakim Berlangsung Khidmat

S

abtu (22/06), telah dilaksanakan Malam Ta’aruf dan Pelantikan Dewan Hakim di Auditorium Istana Gubernur sehubungan dengan akan diselenggarakannya Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional XIII oleh Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Negeri Padang (UNP) selaku tuan rumah. Diawali dengan jamuan makan malam dan tari pasambahan, acara dilanjutkan dengan pembacaan Al-qur’an dan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya. Pembacaan Surat Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi

akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. Keputusan-keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta, 14 Juni 2013 oleh Dirjen Dikti, Joko Susanto. Berdasarkan lampiran keputusan Dikti No. 39/Dikti/ Kep/2013 14 Juni 2013 tentang susunan Dewan Hakim dan Dewan Pengawas MTQ MN XIII , ditetapkan Dewan Pengawas berjumlah 7 orang, dan Dewan Hakim sebanyak 11 orang, yang secara langsung dilantik oleh Dr. H. Ali Asmar, M.Pd sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat mewakili Gubernur Sumatera Barat yang berhalangan hadir

Foto: Irfan GELADI PEMBUKAAN: Suasana Geladi Resik Pembukaan MTQ MN XIII di GOR H Agus Salim Sabtu 22 Juli

P

enari massal meriahkan Gladi resik Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQ MN) ke XIII tahun 2013 sore hari pada 22 Juni di GOR Agus Salim. Antusias peserta tari membuat mereka tidak kehilangan semangat meski sudah berjemur berjamjam. Back sound musik yang silih berganti membuat riuh lapangan, begitupun dengan formasi tari yang beranekaragam membuat gladi resik ini semakin sore semakin meriah. Setiap penari memakai kostum yang berbeda-beda dikarenakan jenis tarian yang berbeda. Tari pasambahan mengenakan baju merah. Tari piring memakai baju serba biru seperti melambangkan tarian mereka juga lembut. Untuk penari marawa dan tambua menggunakan kostum hitam-hitam. Untuk penari indang yang notabene penari terbanyak menggunakan atasan putih dan bawahan hitam.

Jenis formasi masing-masing tarian juga berbeda, untuk tari indang membentuk formasi empat huruf hijayyah pertama yakni alif, ba, ta, tsa. Tari piring membuat formasi Allah dalam huruf arab. Sedangkan, tari marawa yang membawa marawa berwarna merah, kuning, hitam yang biasa digunakan saat baralek atau upacara pernikahan di Minangkabau. Tari marawa bermakna mengenai sejarah masa lalu mengenai masuknya Islam di Minangkabau yang pada saat itu terjadi perang besar-besaran. Iringan musik yang semangat membuat tari ini menarik, ditambah gerakan silat yang heroik menunjukkan tarian peperangan. Lain lagi dengan tarian beduk, dengan back sound ‘a duo diateh an, duo di bawah in, duo di dapan un, an,in,un” membuat tari ini enak disimak. “Seperti kembali ke TPA waktu SD,” celetuk Henra seorang LO yang sedang bertugas mengawasi jalannya gladi resik.  Meli

Sekretariat MTQ Unand Dikunjungi Tamu Penting

S

abtu (22/06), dalam menyambut kedatangan para kafilah-kafilah MTQ dari berbagai daerah di Indonesia, panitia pelaksana MTQ Nasional yang bertempat di Sekretariat MTQ Nasional XIII Fakultas Kedokteran Limau Manis sedang melakukan persiapan menjelang kedatangan para kafilah dengan semaksimal mungkin. Lebih dari puluhan bus kampus dikerahkan untuk menjemput para kafilah yang sudah sampai maupun yang akan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) hari ini. Setiap bus kampus yang berangkat membawa beberapa orang Liaison Officer (LO) yang nantinya akan mendampingi para kafilah dalam perjalanan ke Universitas Andalas (Unand). LO sendiri dikoordinasi langsung oleh Dr. Anatona, M.Hum, yang merupakan Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Budaya. “Ada 121 orang Liaison Officer yang ditugaskan untuk mendampingi para kafilah dari masing-masing daerah,” ungkap Rahmad, salah satu Liaison Officer (LO). “Khusus untuk LO yang akan menjemput kafilah yang berasal dari pulau Jawa mengenakan pita merah

sebagai penanda,” tutur salah satu LO ketika ditanya mengapa mereka memakai pita merah. Panitia MTQ Nasional Unand juga menyediakan satu meja registrasi dan empat meja loket. Dinda, yang diberikan tanggung jawab di meja registrasi menuturkan sudah ada beberapa universitas yang mendaftar. “Sudah ada empat universitas yang mendaftar kemarin. Untuk hari ini belum ada yang mendaftar,” ungkapnya. Pendaftaran dibuka tiga hari yaitu Jumat, Sabtu, dan Minggu. Dibuka dari pagi hingga sore hari. “ Untuk hari ini mungkin akan sampai magrib,” tambah Suci, yang juga ditugaskan di meja registrasi. Untuk prosedur pendaftarannya melalui meja registrasi untuk mendaftarkan universitas masing-masing dari kafilah. Kemudian menuju meja loket, di mana official didampingi langsung oleh LO yang ditunjuk. Sahad, mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi adalah salah satu panitia MTQ Nasional XIII yang mendapat tanggung jawab di meja loket 2. “Kami bertugas untuk mencatat nama-nama dari peserta dan bidang perlombaan yang diikuti. Kami juga memastikan konsep

Foto: Meli FOTO BERSAMA: Dewan Hakim terpilih berfoto bersama diakhir acara malam ta’ruf (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) No. 39/Q/X/2013 tentang Dewan Pengawas dan Dewan Hakim MTQ MN XIII di Unand dan UNP tahun 2013. Surat Keputusan terdiri dari tujuan pendidikan tinggi yaitu untuk mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu cukup, kreatif, mandiri, terampil, kompeten dan berbudaya untuk kepentingan bangsa sesuai dengan standar pendidikan tingkat nasional tahun 2013. Mengingat Undang-Undang (UU) RI No.12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi Negara RI No.158 tentang rancangan lampiran Negara RI No. 5336 yang menetapkan keputusan tentang tugas Dewan Pengawas yaitu mengawasi jalannya MTQ di Unand dan UNP sesuai dengan pedoman MTQ MN XIII tahun 2013. Mengenai tugas Dewan Hakim sendiri adalah melaksanakan penilaian terhadap semua cabang MTQ dan dalam melaksanakan tugasnya Dewan Hakim dan Dewan Pengawas bertanggungjawab kepada Dikti Kemendikbud, selain itu segala biaya yang ditimbulkan akibat pelaksanaan dibebankan kepada anggaran rektorat pembelanjaan kemahasiswaan Unand dan UNP 2013. Jika terdapat kekeliruan dalam setiap keputusan maka

karena sedang berada dalam perjalanan tugas ke Jakarta. Rektor UNP, Pil Yanuar Karim, dalam kata sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Dewan Hakim dan Dewan Pengawas yang telah terpilih dan beliau berharap dapat memberikan suatu yang bermanfaat dan memohon dukungan agar acara MTQ MN XIII ini dapat berjalan dengan baik. Didalam kata sambutannya, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Walikota beserta jajarannya, dan juga ucapan kepada Dirjen Dikti yang telah memberikan kepercayaan kepada Unand dan UNP sebagai penyelenggara MTQ, dan semoga MTQ dapat memberi berkah kepada Ranah Minang. Harapan Dirjen Dikti, yang pada malam itu diwakilkan oleh Dr. Syahril Chaniago, “Semoga MTQ MN XIII dapat membentuk mahasiswa yang berkarakter ke depannya dan untuk Sumbar dapat membangkitkan batang tarandam,” katanya. Akhir acara ditutup oleh do’a, serta dua tarian tradisional yaitu tari rampak salendang yang menggambarkan keceriaan muda-mudi dalam mengisi pembangunan, dan tari dantiang. Acara foto bersama menjadi akhir dari acara malam ta’aruf dan pelantikan Dewan Hakim. Dira, Tya

kata-kata yang akan disampaikan ketika universitas yang terkait memasuki lapangan pada malam pembukaan,” ungkapnya. Salah satu official Universitas Negeri Gorontalo yang biasa dipanggil Rusdi mengaku sampai di Padang pukul 23.00 WIB kemarin malam. “Kafilah yang mengikuti MTQ Nasional berjumlah 11 orang. Ada Sembilan cabang perlombaan yang kami ikuti. Yaitu Tilawatil, hifzil 1 jus, hafiz laki-laki, tartil untuk putri, fahmil Qur’an, debat Bahasa Inggris, Karya Tulis Ilmiah, dan Kaligrafi,”

ujarnya. Ada enam orang official yang mendampingi kafilah dari Universitas Negeri Gorontalo. Selain official yang mendampingi, dari pihak universitas juga akan dihadiri oleh Wakil Rektor III Universitas Negeri Gorontalo. “ untuk Wakil Rektor III akan sampai nanti siang, sedangkan Rektor sendiri tidak bisa hadir karena ada rapat di Bali,” tutupnya. Para kafilah yang telah sampai di Padang langsung ditempatkan di tempat-tempat yang telah ditunjuk di wilayah masingmasing.  Desi, Yuli


sosok

Edisi No. 1 / 24 Juni 2013 MTQ Mahasiswa Nasional XIII

7

Sofi Yuanita, Pelatih Tari Massal Pembukaan MTQ

Seni Tari dan Musik Sebagai Paubek Ati putri dari pasangan legendaris Sumatera Barat. Ayahnya Yusaf Rahman adalah seorang maestro seni musik k o n t e m p o r e r Nama : Sofi Yuanita Minangkabau, dan ibunya Syofyani Panggilan : Ade Bustamam, tokoh tari yang luar biasa yang TTL : Bukittinggi, 15 April 1975 terkenal karena Asal : Bukittinggi kemampuannya menari piring diatas pecahan Motto : kaca. Ketika banyak Percaya pada kemampuan sendiri, jalani orang yang mengerahkan dan hadapi yang ada di depan mata kemampuan untuk mendapatkan jiwa seni dengan belajar seni dalam waktu yang tidak singkat, Ade tidak perlu berupaya lebih karena telah Salah satu sosok dibalik suksesnya mendapatkan pelajaran tentang seni pelaksanaan pembukaan Musabaqah bahkan sejak dalam kandungan. Masa Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional kecil Ade habiskan di Bukittingi sampai (MTQ MN) ke XIII tahun 2013, yaitu Sofi ia beranjak kelas dua Sekolah Dasar. Yuanita. Wanita kelahiran Bukittinggi, Terbiasa berada dalam lingkungan Sumatera Barat, pada 15 April tiga puluh kesenian mempermudah Ade mendalami tahun silam ini merupakan pelatih Tari seni tari dan musik yang secara tidak Indang dalam rangkaian acara pembukaan langsung telah mendarah daging dalam MTQ MN XIII. Anak bungsu yang biasa dirinya dipanggil Ade tersebut memiliki aliran Dalam berkarya, Ade memakai darah seni yang kuat dalam dirinya. Enam filsafat “Percaya pada kemampuan bersaudara ini merupakan salah seorang

sendiri, jalani dan hadapi yang ada di depan mata”. Motto hidup ini menjadi semangat di tengah warisan kemampuan ibunya untuk bisa menari piring di atas kaca. “Konsentrasi dan berani serta tidak ragu atau takut merupakan kunci utama untuk bisa menari piring di atas pecahan kaca” tutur Ade. Ade kecil sudah turut serta menjalani berbagai kegiatan di Sofyani Dance and Music Ensemble Group yang dibangun oleh pasangan Sofyani Bustamam dan Yusaf Rahman sejak tahun 1953. Meskipun telah menempuh pendidikan tinggi yang bukan bidang seni, seni seolah tidak mampu dilepaskan darinya. Ade mengaku seni tari dan musik yang telah mendarah daging di dalam dirinya itulah dunia yang membuatnya merasa nyaman dan bahagia. “Walaupun telah kesana kemari sepertinya dunia seni tari dan musik-lah yang menjadi paubek ati saya,” tutur Ade. Melalui usaha keras pendiri dan loyalitas anggota sanggar, Sofyani Dance and Music Ensemble Group telah tumbuh menjadi kelompok seni terkemuka, yang sampai saat ini telah melahirkan 3000 alumni dengan ratusan prestasi di dalam maupun luar negeri. “Work as a team as one” Ade mengemukakan kata pamungkas yang dijadikannya prinsip selama menjalankan sanggar. Menurutnya

bekerjasama dalam satu tim sebagai satu kesatuan merupakan kunci awal segala prestasi yang diraih sanggar. Jiwa kerja sama tim dan tidak mementingkan ego adalah hal paling penting yang harus ditanamkan kepada tiap tiap anggota. Pengurus utama Sofyani Dance and Music Ensemble Group Padang ini bersedia berbagi cerita tentang bagaimana dirinya ditawarkan sebagai pelatih dan penanggung jawab rangkaian pertunjukan seni tari dan musik pada acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional ke XII tahun 2013 di Sumatera Barat. “Tari dzikir yang ditarikan ketika acara pembukaan merupakan tari yang dibuat oleh orang tua saya, ibu saya menciptakan tarinya, dan ayah saya mengkomposisikan musiknya,” jelasnya. Tarian dzikir pernah ditampilkan ketika Sumatera Barat mejadi tuan rumah MTQ Nasional tahun 1983 dan ketika ditawarkan oleh panitia acara untuk kembali menampilkan tarian bersejarah itu, membawa Ade ke kenanangannya di masa lalu, ketika tarian tersebut pertama kali ditampilkan, dan mendapatkan apresiasi luar biasa dari banyak pihak. Ade berharap tarian yang ditampilkan pada pembukaan MTQ Mahasiswa Nasional ke XIII tahun 2013 ini sama suksesnya seperti pertama kali ditampilkan.  Tim

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

OASE

GHIBAH Oleh: Prof. Dr. H. Yaswirman, MA.

G

hibah berarti gunjingan atau umpatan. Menurut Ibn Manzur alAnsari (ahli gramatika Arab), ghibah adalah memperbicangkan aib seseorang yang seharusnya disembunyikan. Gunjingan termasuk penyakit masyarakat yang adakalanya muncul karena tidak senang melihat keberhasilan seseorang, dan adakalanya karena melihat tindakan seseorang melanggar norma yang berlaku. Kata ghibah pada mulanya berarti sesuatu yang tersembunyi, tidak kelihatan, seperti ghaabatisy-syams (matahari telah terbenam/ tersembunyi). Permainan umpatumpatan (sembunyisembunyian) pada masa kanak-kanak diambilkan dari istilah ini. Kemudian berkembang menjadi makna gunjingan atau umpatan, sesuatu yang seharusnya disembunyikan, dimunculkan melalui tindakan yang tidak terpuji. Dalam al-Qur’an surah al-Hujuraat: 12 Allah berfirman: “Hai orang yang beriman, jauhilah olehmu banyak prasangka, karena sebagian prasangka itu adalah dosa, jangan mencari-cari kesalahan orang lain dan jangan pula bergunjing/ mengumpat satu sama lain...” Berbeda dengan berprasangka yang merupakan tindakan sepihak, ghibah atau bergunjing memerlukan pihak lain. Karena itu Allah menambahkannya

dengan kalimat “satu sama lain”. Kalau dipahami larangan ini, maka pertanyaan Allah pada lanjutan ayat ini: “sukakah salah seorang dari kamu memakan bangkai saudaranya?”, seakan-akan Allah berkata b a h w a o r a n g

Yakub

yang banyak prasangka, mencari-cari kesalahan seseorang dan bergunjing satu sama lain, identik dengan memakan daging bangkai saudara sendiri. Karena itu ia harus dijauhi. Larangan bergunjing, sebagaimana larangan saling menghina, mencela diri sendiri dan saling memanggil dengan panggilan yang tidak

baik (dalam ayat sebelumnya), ditujukan kepada sesama orang beriman, sebagaimana ditekankan oleh Allah bahwa pada hakikatnya sesama orang beriman adalah bersaudara (QS. al-Hujuraat, 49: 10]). Larangan berbuat ghibah sejalan dengan larangan menyebarluaskan berita bohong seperti berita yang ditujukan terhadap Aisyah r.a yang dituduh melakukan tindakan tidak terpuji dengan Safwan ibn Mu‘attal (QS. an-Nuur, 24: 11).

Sejalan juga dengan melancarkan tuduhan palsu seperti dengan tujuan meminta kembali pemberian terhadap istri yang diceraikan, kendati bukan untuk tujuan kawin dengan perempuan lain (QS. anNisaa’, 4: 20). Kendati ghibah terlarang dalam Islam, namun pada saat-saat tertentu dapat diperbolehkan. Umpamanya: 1) memperbincangkan kezaliman seseorang dengan tujuan agar ada yang mau membela pihak yang dizaliminya; 2) sebagai kontrol sosial bagi penguasa untuk merubah kemungkaran yang dilakukan seseorang pada masa sebelumnya guna melakukan tindakan perbaikan; 3) sebagai pembuktian atau persaksian di depan pengadilan demi keadilan dan kepastian hukum; 4) sebagai tindakan preventif agar tidak dirugikan oleh pihak lain, seperti memberitahukan kepada calon istri tentang penyakit menular calon suaminya; 5) memperbincangkan keonaran yang dilakukan seseorang secara terangterangan di muka umum; 6) memperkenalkan seseorang melalui cacat yang ia miliki, yang tidak mungkin diperkenalkan kecuali dengan cara itu.

Foto


galeri

Edisi No. 1 / 24 Juni 2013 MTQ Mahasiswa Nasional XIII

8

Profile for XXXX

Tabloid MTQ Edisi 1  

Tabloid MTQ Edisi 1  

Advertisement