Page 1

MAJALAH

Edisi : VII-II/19 Rp. 45.000,-

BALI REALISTIS,

EKSOTIS & DINAMIS

Ariyanto

Owner Bengkel Panji Laras

Kreatif Menangkap Peluang Bengkel Otomotif Destinasi

Pesona Keindahan Kelingking Beach Nusa Penida yang Membius Mata

10

4

Kuliner

Tradisi

Keseruan Perang Ketupat Desa Adat Kapal di Bali

15

7 Makanan Khas Bali Terlezat yang Akan Membuatmu Ketagihan

21

MAJALAH BALI | 1


DAFTAR ISI

22

8

16

4

24

12

TOKOH : 4

Ariyanto Kreatif Menangkap Peluang Bengkel Otomotif

8

Widyawati Surga Kuliner di Tengah Kota Sedia Aneka Menu Penggugah Selera

12

Agus Nyoman Pariawan Tawarkan Pelayanan Cepat, Aman dan Nyaman

16

Hendri Tan Berani Keluar dari Zona Nyaman

18

Ni Wayan Ariantini Layanan Home Service dari Terapis Profesional

22

Komang Wastika Mengangkat Kuliner Pedesaan dalam Konsep Prasmanan

24

Wayan Bendiasa Ketekunan sebagai Bekal Perjalanan Menggapai Asa

MAJALAH

BALI REALISTIS, EKSOTIS & DINAMIS

18

10

15

Keseruan Perang Ketupat Desa Adat Kapal di Bali

21

PENERBITAN | KANTOR REDAKSI & IKLAN ALAMAT : Jl. Drupadi XIII no 5 Renon Denpasar TELP : 0361-4749540 E-MAIL : redaksi@majalahbali.com majalahbali@gmail.com

2 | MAJALAH BALI

27

Pesona Keindahan Kelingking Beach Nusa Penida yang Membius Mata

Advertisement

7 Makanan Khas Bali Terlezat yang Akan Membuatmu Ketagihan


MAJALAH

BALI REALISTIS, EKSOTIS & DINAMIS

PEMIMPIN UMUM Wayan Arimbawa

PEMIMPIN REDAKSI Komang Widiantara

EDITOR Panji Wirawan

PHOTOGRAPHY Cahya Novi

DESAIN GRAFIS/LAYOUT Edi Sudiantara

KONTRIBUTOR Berlianto Ayu Kusuma Dewi

FOLLOW US

MAJALAH

Edisi : VII-I/19 Rp. 45.000,-

BALI REALISTIS,

EKSOTIS & DINAMIS

Instagram

majalahbalicom

twitter

@majalahbali

FACEBOOK

Majalah Bali

ISsUU

Majalah Bali

I Wayan Rena Wardana, S.H.,M.H. Owner Restoran Apung

Pensiunan Hakim yang Sukses

Membangun Restoran Terapung di atas Danau Batur 4 Tradisi

Destinasi

Pesona Keindahan The Blooms Garden Bedugul

Manfaat

5 Fakta Menarik di Balik Tari Kecak Bali

10

9 Manfaat Buah Kesemek

16

21 MAJALAH BALI | 3


TOKOH

Ariyanto Owner Bengkel Panji Laras

Kreatif Menangkap Peluang Bengkel Otomotif 4 | MAJALAH BALI


TOKOH

Keterbatasan dalam mengakses pendidikan bukan suatu jaminan seseorang tidak bisa menggapai mimpinya. Terpenting adalah semangat bekerja keras dibarengi kejujuran yang akan mampu mengantarkan seseorang menuju gerbang kesuksesan. Itulah pelajaran hidup yang dapat dipetik dari kisah kehidupan Ariyanto, wirausahawan sukses di bidang reparasi kendaraan. Pria yang hanya lulusan SD tersebut nyatanya berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang lewat usahanya Bengkel Panji Laras. Bekerja setulus hati dalam memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggan. Demikian prinsip kerja yang dimiliki Ariyanto soal mengembangkan usahanya. Menurutnya membangun suatu bisnis merupakan perkara yang mudah. Namun membangun kepercayaan konsumen justru menjadi tantangan tersulit bagi pelaku usaha jasa perbaikan kendaraan. Maka terbukti, dengan mengutamakan kepuasan pelanggan, Bengkel Panji Laras Motor yang dikelola langsung oleh Ariyanto ini mampu eksis bertahan selama puluhan tahun.

Kecintaan Ariyanto pada dunia reparasi otomotif telah dimulai sejak ia menamatkan pendidikan dibangku Sekolah Dasar (SD). Sang ayah yang mengaku angkat tangan untuk menyokong biaya sekolahnya, menyarankan Ariyanto untuk terjun ke dunia kerja. Ia pun menerima nasihat sang ayah tanpa mengeluh sedikit pun dengan bekerja di bengkel reparasi kendaraan bermotor. Sejak itulah ia getol mempelajari cara memperbaiki kerusakan pada kendaraan juga membenahi body kendaraan yang rusak.

Merantau Hingga tibalah pada tahun 1984, di mana Arianto telah berumur 22 tahun. Ia diajak oleh Sang Paman untuk bekerja di luar negeri, tepatnya di negara Kaledonia Baru (New Caledonia). Di sana ia menekuni pekerjaan tak jauh dari bidang yang selama ini dicintainya yaitu reparasi kendaraan. Pengalaman bekerja di tempat itulah memberikan banyak wawasan bagi seorang Ariyanto, terutama soal body repair mobil. Dalam waktu lima tahun ia pun berhasil menguasai seluk beluk bisnis bengkel. MAJALAH BALI | 5


TOKOH

Ariyanto bersama Keluarga Bahkan atasannya pun mempercayainya dalam hal manajemen keuangan di kala bosnya itu tidak sedang ada di tempat. “Kepercayaan itu mahal harganya. Agar bisa mendapat kepercayaan dari orang lain, kita harus selalu menjunjung nilai kejujuran,� ujar Ariyanto mengenang masa perjuangannya meniti karir. Tak terasa tujuh tahun sudah pria kelahiran Banyuwangi, 21 Juni 1962 itu merantau jauh dari tanah air, jauh dari keluarga tercinta yang bertransmigrasi ke Merauke. Saat itulah Ariyanto memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Awalnya permintaan itu ditolak oleh atasannya yang masih merupakan kerabatnya itu. Lantaran ia dinilai menjadi tulang punggung perusahaan, sehingga sulit bila melepaskannya keluar dari perusahaan. 6 | MAJALAH BALI

Hanya saja tekadnya sudah bulat, maka di tahun 1991 ia pun pulang ke tanah air. Sesampainya di Indonesia, ia sudah memiliki rencana untuk memanfaatkan skill yang telah dikuasainya selama ini. Ia ingin merintis usaha di bidang reparasi kendaraan. Beberapa lokasi sempat jadi pertimbangannya untuk dijadikan tempat membangun usaha. Pertama di daerah tempat tinggal keluarganya di Merauke. Namun tempat itu urung dipilih sebab prospek usaha di sana masih kurang menjanjikan. Sedangkan daerah Jawa yang menawarkan kesempatan besar, justru menjadi lokasi usaha dengan persaingan bisnis yang ketat. Akhirnya Pulau Dewata menjadi tempat berlabuh bagi kapal perjuangan Ariyanto demi menjadi seorang wirausahawan

sejati. Bali dianggap memiliki prospek menjanjikan sekaligus peta persaingan yang masih belum ramai. Sehingga di daerah tujuan wisata dunia itulah ia mendirikan Bengkel Panji Laras. Doa Seorang Ibu Meski perjalanan usaha yang dijalani Ariyanto selama ini tidak lepas dari berbagai tantangan, namun ia sendiri pantang untuk menyerah. Pada awalnya ia membuka usaha bengkel mendapat pelanggan yang ingin memperbaiki ban kendaraan saja. Namun semakin berkembangnya usaha, ia semakin dikenal lewat kemampuannya memperbaiki badan kendaraan yang rusak. Ia pun bekerja sama dengan perusahaan asuransi dalam hal menangani klaim perbaikan kendaraan. Padahal untuk mampu mendapat


TOKOH

kepercayaan dari perusahaan asuransi tersebut, ia harus melewati serangkaian tes yang cukup ketat. “Semua tes yang diajukan pada saya, merupakan bidang yang sangat saya kuasai. Sehingga saya cukup tenang dalam melalui tes tersebut,� tutur Ariyanto. Hanya dalam kurun waktu satu tahun, usahanya itu mulai menunjukkan perkembangan positif. Putra sulung dari 9 bersaudara ini pun mengisahkan bahwa dalam waktu singkat berhasil membeli sebuah rumah berkat kerja kerasnya tersebut.

Pengusaha yang telah menginjak usia 57 tahun ini mengaku, peran orangtuanya sangat besar dalam perjalanan hidupnya. Terutama sosok Sang Ibu yang berkontribusi besar dalam hal memberikan pendidikan karakter sejak ia berusia kanak-kanak. Dari ibunya itu, Ariyanto banyak belajar mengenai keikhlasan berkorban untuk keluarga. Pada ibunya pula, ia selalu meminta didoakan agar setiap usahanya dapat berjalan lancar. Ibu saya pernah berkata, “Tidak ada orangtua yang tidak akan mau

mendoakan anak-anaknya.� Saya pun percaya kekuatan doa seorang ibu, ungkapnya. Ariyanto pun berpesan pada generasi muda saat ini yang baru saja menapaki karir di dunia bisnis atau tertarik menjadi pengusaha, untuk tidak lekas menyerah jika menghadapi kesulitan. Ketekunan melakoni bidang yang disukai menjadi rahasia keberhasilannya selama ini, jadi tidak ada salahnya untuk diteladani. Yang tidak kalah penting adalah sikap kejujuran yang dapat membangun kepercayaan dengan para relasi usaha.

MAJALAH BALI | 7


TOKOH

Deretan kendaraan berjajar memenuhi lahan parkir sebuah tempat makan di Jalan Teuku Umar, Denpasar. Mengisyaratkan betapa ramainya pengunjung di dalamnya. Sekilas tempat makan tersebut tak ada bedanya dengan resto lainnya. Namun pemandangan unik bisa didapatkan ketika benar-benar sudah masuk ke dalam. Tampak berbagai macam tenan atau penjual makanan dengan menu unggulan masing-masing berderet menjadikan tempat ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang suka berwisata kuliner.

Widyawati Owner Jebak (Jejak Bali Kuliner)

Surga Kuliner di Tengah Kota

Sedia

Aneka Menu Penggugah Selera

Sejak kemunculannya di Bali pada tahun 2014, Foodcourt bernama Jejak Bali Kuliner tersebut langsung menarik perhatian masyarakat, khususnya yang bermukim di Kota Denpasar. Pertama, karena nama tempat makan ini yang disingkat Jebak, terkesan “nyeleneh� untuk ukuran sebuah tempat menawar rasa lapar. Kedua, banyaknya variasi menu makanan tersedia sekaligus di tempat ini, membuat orangorang semakin penasaran untuk menyambanginya. Berbagai menu tersedia, mulai dari yang biasa kita temui sehari-hari hingga menu 8 | MAJALAH BALI

inovatif. Seperti es gayung yang secara harfiah menggunakan gayung mandi sebagai wadahnya. Es ini terdiri dari potongan buah, bubble, serta es krim di atasnya. Sangat cocok dinikmati di udara panas pada siang hari yang terik. Selain itu, aneka seafood di tempat ini menjadi salah satu jenis makanan yang harus dicicipi. Adalah pasangan suami istri, Widyawati dan Hendra Gunawan yang menjadi tokoh penting dibalik berdirinya Jejak Bali Kuliner. Berkat kejelian dalam menangkap peluang usaha, mereka pun berhasil menghadirkan sebuah tempat

makan yang diminati masyarakat dari segala kalangan. Selain itu, pemilihan lokasi usaha yang strategis juga menjadi faktor pendukung lainnya dalam cerita perjuangan Widyawati dan suaminya meniti karir sebagai entrepreneur. “Kami menyediakan sebuah tempat makan dengan mengemasnya dalam bentuk foodcourt di mana ada beberapa tenan yang hadir di sini menawarkan berbagai pilihan menu khas Nusantara, Asia, dan Western. Sehingga konsumen dapat bebas mencicipi beragam jenis makanan cukup datang ke satu restoran saja,� tutur Widyawati.


MANFAAT TOKOH

Ia menjelaskan alasan membuat usahanya mengusung konsep foodcourt lantaran melihat belum ada pusat penjualan makanan yang berlokasi di luar kawasan pusat perbelanjaan. Kalau pun ada yang bertempat di pinggir jalan, suasananya kurang tertata dan menarik. Maka dari itu, Widyawati mencoba menghadirkan foodcourt dengan suasana yang nyaman, bersih, serta menarik untuk dijadikan tempat berswafoto. Salah satu spot berfoto yang sayang untuk dilewatkan yaitu patung “Dadong Cemot” yang menjadi ciri khas tempat makan ini. Patung ini bisa ditemukan di dekat pintu masuk, seolah menyambut para pengunjung yang datang. Di waktu reguler banyak pengunjung yang datang untuk makan baik perseorangan maupun dalam bentuk grup. Tak sedikit pula yang datang untuk menyelenggarakan event seperti merayakan ulang tahun, anniversary, rapat, dan lain sebagainya. Berani Mengolah Peluang Sejak awal tahapan menyusun konsep restoran, mendesain penataan interior, memilih tenan yang ingin diajak kerja sama, hingga mempromosikan Jebak, semua dilakukan Widyawati berdua bersama suami. Perempuan berkacamata ini mengaku tidak memiliki background di bidang bisnis maupun skill memasak. Ia sendiri memiliki pengalaman bekerja di dunia perbankan. Namun keinginan untuk bisa mandiri sebagai wirausahawan

melecutkan semangatnya dan suami sehingga berani mengambil keputusan berbisnis. Lebih lanjut Widyawati menuturkan, kualitas makanan merupakan bagian krusial dari keberadaan usaha kuliner. Tidak mau mengambil risiko, ia pun sangat ketat dalam proses menyeleksi tenan yang bekerja sama dengannya. Salah satu yang menjadi aspek penilaian tentu saja cita rasa makanan. Selain itu ia juga memilih sesuai kategori makanan agar di tempatnya itu tidak ada menu makanan sejenis pada dua tenan yang berbeda. Jika kualitas makanan telah memenuhi standar, maka hal lainnya yang menjadi fokus perhatian Widyawati dalam mengelola usahanya itu adalah kualitas service. Ia selalu menekankan pentingnya nilai keramahan dalam kegiatan melayani konsumen kepada para SDM yang ada di Jebak. Ia bahkan tak jarang mengajak para stafnya untuk bersantap di restoran lainnya agar bisa mengadopsi budaya positif dari tempat itu sehingga bisa mengaplikasikannya ke diri sendiri. Fasilitas lainnya yang disediakan Jebak Kuliner adalah arena permainan anak-nak, tempat makan indoor dan outdoor dengan kursi sejumlah 300 kursi. Selain itu, juga tersedia free wifi, tempat sholat, meeting room, katering prasmanan bagi acara-acara penting, nasi kotak dan nasi besek.

Lima tahun sudah perjalanan Jejak Bali Kuliner di industri Horeka di Pulau Dewata. Widyawati tidak menampik adanya pasang surut dalam usahanya itu. Namun ia tidak pernah menyerah di saat menemui hambatan atau merasa tinggi hati saat berada di titik keberhasilan. Baginya semua itu adalah bagian dari perjalanan hidup yang mesti disyukuri. Ia yakin, segala sesuatunya yang terjadi adalah berkat campur tangan Tuhan. Tanpa restu dari Beliau, ia yakin belum tentu bisa berada di posisi seperti sekarang ini. “Ketika Tuhan telah memberikan kebaikan-Nya, saya yakin ‘Dia’ ingin agar saya bisa melakukan kebaikan untuk yang lainnya juga,” ucap Widyawati. Ia pun memotivasi anak-anak muda yang ingin mengeksplorasi dunia kewirausahaan untuk pantang menyerah dalam berjuang. Menurutnya sebuah usaha yang ditekuni dengan rasa kecintaan pada bidang tersebut akan mengalahkan rasa berputus asa. Maka penting untuk mengawali bisnis di bidang yang memang disukai. Meski sebenarnya tidak ada background pengalaman di bidang tersebut, seperti yang telah dibuktikan oleh para pengusaha sukses di balik Jejak Bali Kuliner. MAJALAH BALI | 9


DESTINASI

Pesona keindahan

Kelingking Beach Nusa Pnida

yang Membius Mata

Bali terkenal akan keindahan pantainya seperti Pantai Kuta, Pantai Pandawa, Pantai Sanur, Pantai Jemeluk dan masih banyak pantai yang lainya yang tidak kalah keindahannya. Bagi kamu–kamu yang ingin berlibur ke Bali jangan lewatkan untuk berkunjung ke Pantai Kelingking atau Kelingking Beach yang terletak di Pulau Nusa Penida. Pantai ini tidak begitu di kenal banyak orang seperti Pantai Kuta maupun pantai lainnya tapi pantai ini bisa membius banyak mata para pengunjungnya. Pantai Kelingking atau Kelingking

10 | MAJALAH BALI

Beach, salah satu spot pantai yang paling populer saat ini, pantai ini bisa kamu kunjungi saat liburan ke Nusa Penida, tidak ada yang tahu pasti kenapa pantai ini dinamai Kelingking Beach, dan warga lokal sendiri mengenal pantai ini dengan sebutan Pantai Karang Dawa, andai kamu mau berlibur ke sini, pastikan untuk bertanya pada masyarakat setempat “Pantai Karang Dawa�, pura yang ada di dekatnya bisa menjadi patokan. jika tidak mau ribet sekarang sudah banyak tour guide yang menyediakan paket tour ke nusa penida mereka akan mengantarmu ke tempat

wisata yang ada di nusa penida. Pada pantai Kelingking ini terdapat tebing karang yang tampil unik, keunikan tersebut muncul karena bentuknya yang menyerupai leher Tyrannosaurus Rex atau T-Rex dan kemudian menjorok ke bagian pantai, tebing tersebut berpadu dengan sempurna menuju karang kecil lainnya, sehingga menampilkan pemandangan alam yang lebih memukau. Apalagi mengingat bagian tebing tersebut ditutupi dengan tumbuhan hijau yang lebih menyegarkan.


DESTINASI

Banyak wisatawan yang nyasar ke Kelingking beach Pagi wisatawan yang biasanya mengunakan motor sewaan dan dikarenakan jalan menuju ke kelingking beach begitu kurang bagus dan berkelok kelok biasanya banyak wisatawanyang nyasar dan selain menggunakan GPS yang kurang sinkron di nusa penida. bagi pengunjung yang berkunjung pastikan untuk mencari dan bertanya ke penduduk sekitar pantai karang dawa atau manta point karena panti kelingking beach ini terletak di daerah Karang Dawa. Keindahan Kelingking Beach yang menakjubkan dengan kumpulan manta di bawahnya Di tempat ini selain melihat pemandangan tebing yang tampak kehijauan membelah lautan menjadikan view ini sangat luar biasa kamu dapat berfoto dan bersefie ria di sini dan biasanya di tempat ini pula kamu dapat

melihat sekumpulan manta dibawahnya yang nampak dari ketinggian tebing sehingga tempat ini juga di juluki dengan Manta Point. Jika mau tertarik untuk mengunjungi tempat ini kamu bisa naik fast boat dari pantai sanur yang langsung menuju pulau Nusa Penida dan perjalanan ke

Pulau Nusa Penida menempuh perjalanan kurang lebih sekitar 1 jam dan sesampai di sanu kamu bisa sewa motor dan menikmati petualangan liburanmu ke manta poin atau kelingking beach.

MAJALAH BALI | 11


TOKOH

Agus Nyoman Pariawan bersama putrinya ; Meita

Tawarkan Pelayanan Cepat, Aman dan Nyaman Memulai, ialah satu kata yang bagi pemula dalam merintis usaha memiliki makna yang dalam, di mana terdapat perjuangan dari setiap tetes keringat yang jatuh menjadi saksi dalam pergulatan tekad menggapai asa. Agus Nyoman Pariawan, mengawali bisnis fast cruises dari nol, dengan mempelajari seluk beluk membangun bisnis ini secara otodidak. Sebelumnya pria asal Nusa Penida ini, bekerja sebagai pemandu wisata. Tak ingin berpuas diri sampai di titik tersebut, ia terus mengembangkan dan mengexplore diri sejauh mana ia mampu melangkah.

12 | MAJALAH BALI


TOKOH

A

gus Nyoman Pariawan tak pernah berhenti untuk terus belajar terutama dari orangorang yang telah memiliki pengalaman untuk mencapai kesuksesan. Ia memiliki keyakinan, jika memiliki keinginan kuat, ia harus terus meningkatkan kualitas diri, jalan menuju kesuksesan tersebut akan terbuka lebar. Lahir dalam keluarga petani dengan pemilik lahan di Nusa Penida, tak menyurutkan langkah Pariawan untuk menapaki dunia bisnis. Meski ia mengambil mata kuliah yang jelas berbeda dengan bisnis yang ia geluti saat ini, bukan berarti kesempatannya

untuk belajar terbatas. Tak hanya berbekal ilmu, lewat motivasi orangtua pun terus mendorong Pariawan untuk terus maju. Beralamat kantor di Jalan Pantai Matahari Terbit (Arcade Matahari Terbit) No. 10, Sanur, EL Rey Junior Fast Cruise telah didirikan pada Januari 2018 ini terdiri dari kapten dan kru yang telah terakreditasi. Menawarkan perjalanan wisata menuju Nusa Penida dengan jadwal tiga kali perjalanan dengan transportasi lengkap termasuk layanan penjemputan ke hotel. Wisatawan akan dimanjakan dengan tempat duduk mewah dan pemandangan indah di

atas kapal pesiar cepat EL Rey Junior terbaru. EL Rey Junior Fast Cruise memiliki kecepatan tertinggi 35 - 40 knot yang akan memastikan perjalanan kapal cepat dan nyaman ke pulau Nusa Penida dalam 30 menit. Staf yang ramah pun akan membantu wisatawan saat menaiki Kapal Pesiar Cepat EL Rey Junior dengan mudah. Bagi Pariawan yang didampingi putrinya Meita dalam berbisnis, El Rey Junior diharapkan memberi pelayanan yang cepat, aman, dan nyaman, sesuai dengan komitmen sejak awal pendiriannya. MAJALAH BALI | 13


TOKOH

“Tidak ada kata terlambat untuk berwirausaha, namun anda sangat terlambat bila tidak memulainya.�

Pariawan selalu menomor satukan wisatawan dengan memberikan fasilitas teratas seperti seperti memakai mesinmesin terbaru dan terbaik, kabin yang sangat nyaman dengan 100 kursi berbaring, asuransi dan peralatan keselamatan yang meliputi 100 life jacket untuk dewasa, 25 Jaket pelampung untuk bayi, 2 Unit Life Rafts, kotak obat pertolongan pertama, Sistem GPS & Radio VHF, 5 Unit Mesin

14 | MAJALAH BALI

Suzuki 300 PK, 5 unit cincin kehidupan, 6 unit pemadam api dan Asuransi oleh PT. Jasa Raharja. Untuk mengetahui info dan schedule lebih lanjut, wisatawan dapat mengunjugi alamat website http:// elreyjuniorfastcruise.com/. Berkaca pada diri yang kini telah mampu menggapai asanya, Pariawan berharap agar generasi muda Bali khususnya juga memiliki tekad yang kuat

juga, apalagi di zaman sekarang teknologi sudah sangat mumpuni. Semua bisa belajar tanpa harus ada guru, karena dunia online pun sudah menjadi guru kita. Tidak ada kata terlambat untuk berwirausaha, namun anda sangat terlambat bila tidak memulainya. Itu satu kunci yang harus dipegang dalam setiap sanubari penerus nanti.


TRADISI

Keseruan

Perang Ketupat P

Desa Adat Kapal di Bali

erang Ketupat ada sebagai bentuk rasa syukur kepada sang Maha Pencipta atas segala keberkahan yang dilimpahkan. Masyarakat yang ada di Desa Kapal sendiri juga mempercayai, bahwa dengan digelarnya perang ketupat ini akan mendatangkan kesejahteraan. Tradisi yang satu ini sudah ada sejak tahun 1970-an. Perang Ketupat Desa Adat Kapal melibatkan dua kelompok laki-laki dimana mereka masing-masing mempersenjatai diri mereka dengan sejumlah ketupat dan kue bantal nasi Prosesi Perang Ketupat Desa Adat Kapal Sebelum upacara perang ketupat dimulai, warga Desa Kapal akan melakukan persembahyangan bersama terlebih dahulu di pura setempat, yang dipimpin oleh seorang pemangku agama. Setelah persembahyangan, pemangku akan memercikan tirta atau air suci kepada para warga, hal itu bertujuan agar selama prosesi berlangsung tidak ada gangguan atau hambatan, sehingga dapat berjalan lancar. Selanjutnya warga

yang telah siap dengan ketupatnya masing-masing dikumpulkan untuk bersiap melawan musuh. Para warga yang telah dibagi menjadi dua kelompok ini akan saling berhadapan di jalan raya Kepal depan pura dengan membawa ketupat mereka. Para lakilaki yang turut dalam perang ini harus bertelanjang dada. Ketika aba-aba diteriakkan, mereka langsung saling lempar ketupat. Banyak sekali ketupat berterbangan serta berceceran di jalan. Ketupat-ketupat tersebut juga mengenai badan hingga bagian kepala para warga. Walaupun terlihat seperti sebuah pertempuran, dalam perang ketupat ini tidak ada kata dendam. Semua aksi lempar-lemparan ketupat ini berjalan sorak sorai dan seru. Mereka bergembira bersama, bahkan kepada orang yang baru saja dikenal sekalipun. Perang ketupat ini berjalan kurang lebih selama 30 menit. Setelah saling lempar ketupat, para warga pun mengakhirinya dengan tawa dan saling berjabat tangan. Perang ketupat diadakan terbuka, jadi

apabila anda beruntung anda dapat menemui perang ketupat ini dang menyaksikan keseruannya. Anda yang datang dari Denpasar dapat menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit dengan berkendara untuk sampai di Desa Kapal. Anda akan sangat beruntung jika menyaksikan tradisi Perang Ketupat Desa Adat Kapal ini sebab, tradisi ini dilakukan setahun sekali. Tradisi Perang Ketupat ini terbuka untuk umum. Jika Anda menyaksikannya siap-siap kemungkinan Anda akan ikut dilempari ketupat. Tentu Anda dapat membalasnya melempar ketupat tersebut. Semua dilakukan dengan suka cita tanpa ada dendam.

MAJALAH BALI | 15


TOKOH

BERANI KELUAR dari ZONA NYAMAN Wirausaha sejatinya jiwa yang dimiliki oleh individu yang jeli melihat peluang dan memanfaatkannya sehingga dapat membantu kehidupan orang banyak. Berdasarkan definisi tersebut, sangat memungkinkan bagi seseorang untuk memanfaatkan peluang usaha di luar zona nyaman yang selama ini dikuasainya. Hal ini dibuktikan oleh Hendri Tan, salah seorang pegiat usaha di industri pariwisata Bali. Meski memiliki latar belakang pengalaman kerja yang tidak berelasi dengan dunia pariwisata, tak menyurutkan langkahnya untuk mengembangkan usaha biro perjalanan wisata bernama Prima Indo Wisata Tour and Travel.

Selalu energik dan antusias mengembangkan inovasi baru dalam usaha. Itulah gambaran singkat mengenai sosok Hendri Tan. Dirinya menjadi salah satu pelaku usaha yang senantiasa optimis terhadap pertumbuhan pariwisata meski beberapa kali industri ini menghadapi beberapa tantangan. Nampaknya ia tetap setia mencintai Bali, terlepas dari pasang surut kondisi pariwisatanya. Rasa ketertarikan itu akan selalu sama seperti pertama kali ia menginjakkan kaki di Pulau Seribu Pura ini. Jauh sebelum cerita kesuksesan Hendri Tan dalam mengibarkan bendera usaha 16 | MAJALAH BALI

Hendri Tan Owner Prima Indo Wisata Tour & Travel bernama Prima Indo Wisata Tour and Travel, pria ini pernah mengalami likaliku perjuangan hidup. Ia lahir dan bertumbuh disalah satu pulau kecil yang berada di Kepulauan Riau, yaitu Tanjung Batu. Sejak kecil Hendri terbiasa hidup dalam kesederhanaan namun ia beruntung dibesarkan dalam keluarga yang mau bahu membahu berjuang untuk hidup.

Sadar mengenai keadaan ekonomi keluarga yang tidak bisa dikatakan berkecukupan, Hendri pun berusaha memanfaatkan kesempatan mengenyam pendidikan sebaik-baiknya. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi sejak masa sekolah, sehingga ia dikenal sebagai sosok yang pandai bergaul dan memiliki jejaring relasi yang luas.

“Sewaktu saya berkuliah, kakak saya harus menjahit baju sampai larut malam agar bisa membiayai kami. Jadi saya sangat memahami kesulitan hidup semacam itu,� kenang Hendri Tan.

Berkat kepandaiannya dalam bersosialisasi, ia kerap mendapatkan kesempatan yang umumnya jarang didapatkan orang lain. Salah satunya ketika ia mendapat tawaran kerja di salah satu perusahaan tambang.


TOKOH

Hendri Tan bersama Staf Awalnya ia ditugaskan di sebuah Pulau Tambang sebagai petugas lapangan. Dalam kurun waktu satu setengah tahun ia berhasil mendapatkan tawaran karir pada level manajemen di kantor pusat. “Menurut saya jika kita ingin berhasil, kita harus memiliki kemampuan komunikasi dan koordinasi yang baik serta juga harus mau berbagi,� tutur Hendri. Memiliki karir yang cemerlang di suatu perusahaan tidak serta merta membuat Hendri Tan larut dalam kenyamanan. Ia justru tertarik mencoba tantangan baru yaitu menjadi seorang pengusaha. Keinginan untuk bisa berdikari di usaha milik sendiri ternyata direstui oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dalam bentuk ajakan kerja sama dari salah seorang saudara. Hendri Tan dipercaya mengelola sebuah usaha tour and travel, kemudian diambil alih sepenuhnya oleh dirinya. Hendri mengakui banyak tantangan yang harus dihadapi tatkala menjalankan usaha, khususnya di sektor pariwisata. Meski demikian ia yakin dapat

Dengan keluarga Besar di Batam

Hendri Tan bersama Istri menghadapi setiap tantangan itu berkat kemampuan tim yang telah ia bangun secara berkelanjutan. Menurutnya tidak masalah jika seseorang tidak menguasai bidang usaha yang digelutinya, asalkan mampu menjalin tim usaha yang solid. Sedangkan keutuhan sebuah tim sangat bergantung pada kultur komunikasi yang dibangun bersama. “Seorang menteri pun tidak harus datang dari latar belakang yang sama dengan bidang kerjanya. Terpenting adalah kemampuan dalam mengkomunikasikan visi dan misi kita kepada para staf bawahan,� ujar Hendri mencontohkan. Adaptif dan Inovatif Prima Indo Wisata Tour and Travel yang dikelola Hendri merupakan perusahaan yang berfokus pada bidang inbound alias mendatangkan wisatawan dari luar ke Bali. Saat ini ia berfokus pada target market dari Taiwan, Hongkong, dan Cina. Namun ia mengaku tidak menutup kemungkinan untuk mencoba peluang market domestik. Menurutnya

wisatawan domestik sangat potensial karena jumlahnya yang besar dan tingkat spending money yang tinggi. Selain berkeinginan menyambut pasar domestik secara lebih serius, Hendri Tan juga selalu dinamis dalam menghadapi perkembangan jaman. Salah satunya dengan ikut serta memanfaatkan kemajuan teknologi dalam upaya melestarikan eksistensi usaha. Sebab banyak usaha biro perjalanan yang justru tergilas oleh kemajuan teknologi komunikasi. Padahal menurut Hendri, seorang pebisnis harus mau adaptif agar bisa semakin berkembang. Terobosan lainnya yang dibuat Hendri yaitu mengembangkan sebuah tempat tujuan wisata yang dapat mengakomodir para wisatawan. Ia dan rekan usahanya mendirikan sebuah beach club yang bisa menjadi rekomendasi tempat wisata yang ditawarkan kepada pengguna jasa tour and travel miliknya. Usaha ini sekaligus sebagai bentuk upaya merespon tren wisata beach club yang mulai menjadi ikon wisata di Bali.

Cruise dgn yatch di Nusa Lembongan

MAJALAH BALI | 17


TOKOH

Layanan Home Service dari TERAPIS PROFESIONAL Pengalaman buruk di masa lalu hendaknya tidak dijadikan sebagai beban penghalang untuk maju. Justru pahit getir pengalaman itu dijadikan sebagai pelecut semangat dalam rangka meraih asa di masa depan. Prinsip itulah senantiasa dipegang teguh oleh perempuan inspiratif bernama Ni Wayan Ariantini. Entrepreneur perempuan tersebut memilih bergerak maju meninggalkan memori sedih di masa lalu demi menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk orang-orang di sekitarnya.

Kesuksesan Ni Wayan Ariantini dalam mengelola bisnis spa milik sendiri bukan didapat secara instan. Berbagai rintangan mewarnai dinamika perjalanan bisnisnya yang telah dimulai sejak 2003 silam. Berkat kerja keras serta ketekunannya, ia pun mampu membesarkan brand jasa spa miliknya yang diberi nama Spa Bali Moon. Tempat perawatan tubuh dan wajah yang berlokasi Jl. Pangkung Sari No.30 Kerobokan, menjadi salah satu spa service yang diminati wisatawan mancanegara.

18 | MAJALAH BALI

Ni Wayan Ariantini Owner Spa Bali Moon Sebelum memberanikan diri menjadi seorang wirausahawati, Wayan Ariantini telah terlebih dahulu mengecap pengalaman bekerja di usaha spa milik orang lain. Selama bekerja di salah satu spa di kawasan Kerobokan, Wayan Ariantini banyak belajar mengenai seluk beluk dunia spa. Tidak hanya soal teknik menterapi para pelanggan, tapi juga ia belajar mengenai tata cara pengelolaan bisnis spa. Bagi Wayan Ariantini, menjadi seorang spa terapis bukan sekedar

pekerjaan. Hal itu juga merupakan tanggung jawab moril untuk memberikan rasa kepuasan kepada pelanggan terhadap segala aspek pelayanan. Karena itu ia selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk semua konsumen. Sehingga pelan tapi pasti, Ariantini memiliki pelanggan tetap yang selalu rutin memakai jasanya. Melihat potensi bisnis spa yang semakin menggeliat didukung rasa kepercayaan diri terhadap kemampuan yang dimiliki,


TOKOH

mendorong Wayan Ariantini untuk membuka usaha sendiri. Keterbatasan modal tidak jadi halangan baginya, sehingga jalan meminjam dana dipilihnya agar bisa mewujudkan cita-citanya tersebut. Maka di tahun 2003, ia membuka outlet spa perdananya di Kerobokan. “Saya memulai spa ini berawal dari tiga bed saja,� kata Wayan Ariantini. Ia juga berkisah di awal pendirian usahanya ia mempekerjakan dua karyawan saja. Sementara itu ia juga masih memenuhi pesanan klien yang datang dari berbagai villa di kawasan Kuta, Seminyak, dan sekitarnya. Ariantini mengatakan bahwa tantangan di dunia bisnis spa terutama yang menyasar pangsa pasar wisatawan adalah pasang surut jumlah konsumen yang tidak menentu. Menurutnya hal itu adalah kondisi yang wajar dihadapi sebuah

bisnis yang bergantung pada iklim pariwisata. Meski demikian dirinya senantiasa mensyukuri apa pun keadaan yang tengah dihadapi. “Setidaknya setiap hari selalu ada yang datang kemari menggunakan jasa terapi dari kami. Hal itu selalu saya syukuri mengingat banyak juga usaha sejenis yang tidak bisa bertahan lama,� ujar Ariantini. Motivasi Perempuan asal Karangasem ini mengaku selalu bersemangat dalam mejalankan setiap pekerjaannya lantaran ingin membahagiakan orang-orang di sekitarnya. Terutama keluarga yang selalu mendukung karirnya selama ini. Selain itu ia termotivasi oleh karakter pekerja keras dari Almarhum Sang Ayah. Ia menjelaskan bahwa sosok ayah tercinta menjadi teladannya hingga

saat ini. Hanya saja suatu ketika ayahnya tersebut mengalami sakit yang sudah sangat parah. Pada waktu itu Ariantini masih berstatus karyawan di sebuah spa. Karena ketiadaan biaya untuk melaksanakan pengobatan untuk Sang Ayah, akhirnya ia memilih jalan meminjam uang. Meski sempat kecewa lantaran tidak mendapat dukungan dari keluarga pihak ayahnya, ia tidak menyerah mencari akal agar bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Akhirnya ia berhasil meminjam dari atasan tempat ia bekerja. Uang senilai dua juta rupiah ia gunakan untuk membawa ayahnya ke rumah sakit di Singaraja. Sayangnya Sang Ayah hanya mampu bertahan selama tiga hari. Rasa sedih yang tidak mampu diwakilkan oleh katakata apa pun di dunia menyelimuti perasaan Ariantini.

MAJALAH BALI | 19


TOKOH

Ia tidak hanya kehilangan sosok seorang ayah, tapi juga orang yang selalu memberikan wejangan serta petuah bijak sebagai bekal mengarungi hidup yang penuh tantangan ini. “Salah satu pesan yang saya ingat dari bapak yaitu agar selalu bekerja keras, apapun pekerjaan yang dilakoni asalkan tidak merugikan orang lain,� kenang Ariantini. Ia juga selalu mengingat pesan ayahnya agar mampu menjadi sosok pengayom bagi keluarganya yang kini menjadi satu-satunya harta berharga bagi Ariantini. Amanah itu selalu diingat Ariantini hingga saat ini. Satu persatu harapan ayahnya dipenuhi, salah satunya dengan mendukung biaya pendidikan adiknya. Semua itu mampu diwujudkannnya lewat kerja keras dibarengi sikap pantang menyerah.

Spa Bali Moon Spa Bali Moon menawarkan layanan pijat tradisional Bali untuk beristirahat dan memulihkan pikiran, tubuh, dan jiwa. Sebagai salah satu pijat terbaik di area Seminyak, Spa Bali Moon memiliki terapis yang sangat terlatih selama lebih dari 7 tahun, membuktikan keandalan dan layanan spa & pijat yang berstandar tinggi. Meski mengutamakan kualitas layanan namun paket perawatan yang ditawarkan dipatok dengan tarif tidak begitu mahal. Salah satu paket perawatan yang menjadi primadona di tempat ini adalah pijat batu hangat tradisional. Sesuai namanya, jenis pelayanan yang satu ini menggunakan sarana berupa batu alam yang sudah dihangatkan kemudian dipijatkan ke tubuh konsumen. Sensasi pijatan dari batu hangat ini tidak hanya menimbulkan efek relaksasi juga dapat memberikan manfaat

kesehatan bagi penggunanya. Selain perawatan tubuh, ada juga perawatan kecantikan lainnya seperti facial treatment, cream bath, dan perawatan kuku kaki serta tangan. Bagi pelanggan yang tidak sempat datang ke outlet Spa Bali Moon, tenang saja. Terdapat layanan panggilan dimana para terapis handal di Spa Bali Moon siap datang ke tempat pelanggan. Service ini banyak dimanfaatkan oleh para wisatawan yang ingin bersantai di hotel atau villa tempat mereka bermalam selama berlibur di Bali. Terlebih hanya dengan menambah biaya Rp 50ribu saja, terapis profesional siap memberikan pelayanan home service tersebut. Spa Bali Moon Jl.Pangkung Sari No.30, Petitenget, Kerobokan, Kuta – Bali. balimoonspa@gmail.com

Spa bali moon 20 | MAJALAH BALI


KULINER

Khas Bali Terlezat 7yangMakanan Akan Membuatmu Ketagihan Jangan lewatkan tujuh makanan khas Bali terlezat berikut ini yang dijamin akan membuatmu ketagihan dan tak ingin meninggalkan Pulau Dewata. 1. Ayam Betutu Ayam betutu adalah makanan khas Bali pertama yang wajib Anda cicipi begitu kamu tiba di Bali. Rasanya yang pedas sangat kaya akan bumbu rempah khas Bali. Dibungkus dengan daun pisang lalu dipanggang.

2. Nasi Campur Ayam Bali Selain ayam betutu, makanan khas Bali berikutnya yang juga sangat layak kamu coba adalah nasi campur ayam Bali. Kamu bisa merasakan berbagai lauk yang disajikan sekaligus bersama dengan nasi, di antaranya adalah sate lilit, lawar ayam, suwiran ayam sisit. Semuanya terasa begitu lezat di lidah sampaisampai kamu ingin memesan satu porsi lagi.

3. Sate Lilit Sate lilit juga merupakan makanan khas Bali yang harus kamu pesan pada saat menghabiskan waktu di Bali. Makanan yang satu ini sudah sangat populer di Indonesia, dan mungkin juga di luar negeri. Tidak seperti sate-sate pada umumnya, sate lilit dibuat dengan cara melilitkan daging cincang pada batang daun serai. Dibalur dengan bumbuh rempah khas Bali, sate lilit menawarkan rasa yang tiada duanya.

1. Ayam betutu

para wisatawan yang berlibur ke Bali. Bagi Anda yang menyukai babi, maka tak ada salahnya mencoba makanan khas Bali yang satu ini.

5. Serombotan Serombotan merupakan kumpulan sayuran yang dicampur dan diberikan bumbu-bumbu yang lezat sehingga rasanya menjadi sangat nikmat. Mereka yang bukan merupakan pecinta sayuran pun pasti akan sangat menyukai makanan khas Bali yang satu ini.

6. Rujak Bulung dan Rujak Kuah Pindang

2. Nasi Campur Ayam Bali

3. Sate Lilit

Rujak bulung adalah makanan yang terdiri dari rumput laut di dalam kuah ikan tuna, yang sering disebut kuah pindang. Sementara rujak kuah pindang biasanya berisi irisan mangga.

7. Lawar Kuwir Campuran daging babi cincang dan sayur-sayuran ini dimasak dengan menggunakan bumbu khas Bali, rasanya sudah pasti nikmat. Kami juga memasukkan lawar kuwir sebagai makanan khas Bali yang patut kamu coba.

4. Babi Guling

5. Serombotan

4. Babi Guling Babi guling memang tidak bisa dimakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, namun kenikmatan babi guling sangat populer di kalangan

7. Lawar Kuwir

6. Rujak Bulung dan Rujak Kuah Pindang MAJALAH BALI | 21


TOKOH

Mengangkat Kuliner Pedesaan dalam Konsep Prasmanan

Komang Wastika Owner Warung Nami Rasa Langkah Komang Wastika untuk membangun bisnis kuliner Warung Nami Rasa berawal dari kegiatan gotong royong atau yang biasa orang Bali sebut, ngayah di banjar. Pada saat itu orangtua yang bertugas untuk memasak, secara tidak langsung memperlihatkan keterampilannya dalam memasak dan berhasil menarik perhatian warga Desa Wanasari dengan hasil makanan yang lezat. Melihat ada sebuah peluang dari skill 22 | MAJALAH BALI

orangtua dalam memasak, Komang Wastika kemudian belajar memasak terutama dalam menu-menu tradisional khas pedesaan. Setelah memiliki ilmu yang cukup, ia pun memperoleh kepercayaan dari keluarga dan warga untuk membangun bisnis kuliner. Bisnis kuliner yang berlokasi di Tabanan, tepatnya di Jalan Batukaru No. 115, ini diberi nama “Nami Rasa� memiliki filosofi, sebuah resep masakan yang berasal dari warisan orangtua (Nami),

dengan menggunakan bahan-bahan yang sederhana dan cara pengolahan khas pedesaan. Menu spesial dari Nami Rasa meliputi ikan bakar, ayam betutu dan nasi campur, yang menggunakan aneka bahan sayur seperti sayur paku, sayur gonda, sambal pangi, sambal matah yang disajikan dalam konsep prasmanan. Selain aneka makanannya yang beragam, lokasi yang ditawarkan pun nyaman untuk menikmati santap siang atau


TOKOH

makan malam Anda. Bila Anda datang bersama keluarga maupun rombongan disediakan beberapa bungalow untuk menyantap hidangan, bahkan kuliner ini juga menyediakan ruang meeting dan aula untuk berbagai kegiatan pesta maupun pernikahan. Namun terlepas dari fasilitas yang disediakan, Nami Rasa konsisten untuk memberikan kualitas dan cita rasa masakan terbaiknya demi mempertahankan kepuasan kepada para pengunjung, dengan terjun langsung memperhatikan cara pengolahan apakah sudah sesuai dengan standar Warung Nami Rasa. Jauh sebelum Komang Wastika membangun bisnisnya, ia lahir dalam keluarga sederhana, ayah bekerja sebagai pedagang dan ibu sebagai petani dengan kepemilikan sawah pribadi, namun tidak banyak. Untuk membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup, ia juga mengambil pekerjaan sebagai peternak ayam dan babi. Selain pekerjaan orangtua sebagai petani dan pedagang, ternyata skill orangtua dalam dunia kuliner tidak main-main, hal tersebut pun membukakan jalan untuknya belajar memasak, menggunakan bumbu dan rempah-rempah tradisional yang merupakan warisan turun temurun dari orangtua. Kecintaannya dalam

memasak pun tumbuh menjadi hobi, atas dorongan orangtua dan warga desa, ia pun memiliki inisiatif untuk membangun bisnis kuliner. Hingga saat ini, Warung Nami Rasa sudah berusia 16 tahun, segala tantangan telah dilalui untuk mencapai usia bisnis kulinernya hingga saat ini. ‘‘Astungkara, apa yang menjadi harapannya dapat berjalan’’ ucap Komang Wastika. Sebagai bentuk rasa syukur, ia pun berbagi kepada masyarakat khususnya generasi muda, agar mulai bangkit menjadi entrepreneur yang menggerakan roda ekonomi kehidupan. Berhenti menjadi penumpang, dan mulailah untuk menjadi pengendali kehidupan ekonomi sendiri, ia yakin generasi muda saat ini justru lebih memiliki kreativitas dan kesempatan untuk menuangkan ide mereka lebih luas. Namun semuanya kembali lagi, kepada pribadi masingmasing, apakah siap untuk menerima tantangan tersebut atau tidak. MAJALAH BALI | 23


TOKOH

Tidak ada jalan pintas untuk menuju kesuksesan. Pahit getirnya perjuangan dan tempaan waktu merupakan titian tangga yang harus dilalui oleh seseorang demi merengkuh asa. Bagi mereka yang pantang menyerah, setiap tantangan dalam kehidupan merupakan ujian diri untuk menjadi pribadi yang lebih hebat. Demikian prinsip hidup salah seorang putra Bali bernama Wayan Bendiasa. Pengusaha di industri pariwisata ini telah melakoni perjuangan yang berliku sebelum berhasil menggapai mimpimimpinya. Hanyalah kerja keras dan ketekunan yang menjadi wahana mengantarkannya pada kesuksesan berwirausaha.

Wayan Bendiasa Owner Nau Villa Ubud

Ketekunan

sebagai

BEKAL PERJALANAN

Menggapai Asa Tidak dapat dipungkiri bahwa manisnya “kue pariwisata� telah menarik pengusaha dari luar Bali untuk berinvestasi di Pulau Dewata. Sehingga muncul anggapan bahwa orang Bali hanyalah menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri. Namun anggapan itu berusaha ditepis oleh Wayan Bendiasa. Pemilik usaha Nau Villa Ubud ini meyakini bahwa SDM di Bali tidak hanya cakap dalam memberikan pelayanan hospitality akan tetapi juga piawai dalam menangkap peluang 24 | MAJALAH BALI

usaha sebagai entrepreneur sejati. Merajut Impian Jauh sebelum cerita kesuksesannya dimulai sebagai seorang pengusaha, Wayan Bendiasa terlebih dahulu memulai perjuangan karirnya dari bawah. Pria asal Nusa Dua ini sejak kecil telah terbiasa bekerja mencari pundi-pundi rezeki dengan cara berjualan asongan di objek wisata yang ada di daerah paling selatan Pulau

Bali tersebut. Lewat pengalaman itu ia kerap berkomunikasi dengan para wisatawan asing yang tertarik membeli dagangannya. Ternyata Bendiasa kecil pun menikmati interaksinya dengan para “bule� itu yang membuatnya semakin hari semakin fasih berbahasa Inggris. Pun dari interaksi sosial yang demikian intens dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia, Bendiasa diam-diam merajut asa untuk bisa berplesiran ke luar negeri. Ia


TOKOH

Bendiasa bersama keluarga juga ingin mengunjungi negara-negara tempat asal para wisatawan yang pernah ditemuinya. Maka pada saat kedua orangtuanya menawarkan untuk membiayai pendidikan di perguruan tinggi, Bendiasa pun mantap memilih melanjutkan ke Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali yang memang terkenal sebagai kampus pariwisata terbaik di Pulau Dewata. Bendiasa memilih jurusan food and beverage dan menjadi angkatan pertama yang menjadi mahasiswa di jurusan tersebut. Sejak itulah pengalamannya dimulai di bidang hospitality. Bendiasa kerap mengikuti training di berbagai hotel guna menambah wawasan dan pengalamannya.

hanya akan mengantarkannya pada kesuksesan finansial. Melainkan tentu saja menjadi batu loncatan untuk meraih mimpinya selama ini yaitu pergi ke luar negeri.

yang berarti selama bekerja di atas laut. Pengalaman pada saat itu betul-betul menjadi memori yang berharga bagi Bendiasa sebab saat itulah ia menyadari, salah satu impiannya telah tercapai.

“Saya pun mendaftar di salah satu Cruise-Line yaitu Holland American Line,� kenang Bendiasa. Sebelum resmi berangkat, ia mengaku harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu agar memiliki skill yang cukup saat bekerja di kapal nanti.

Berwirausaha

Ketika panggilan kerja di kapal pesiar itu tiba, Bendiasa pun memanfaatkan kesempatan itu dengan bekerja sebaikbaiknya. Dirinya telah terbiasa bekerja keras sejak duduk di bangku sekolah dasar itu tidak mengalami kesulitan

Setelah dua tahun mengarungi lautan dan jauh dari tanah kelahirannya, akhirnya Bendiasa memutuskan untuk tidak melanjutkan kembali kontrak kerja di kapal pesiar. Salah satu alasan terkuat adalah ia ingin melanjutkan bahtera hidup bersama keluarga kecilnya setelah mempersunting Sang Istri Tercinta. Tentu saja keputusan itu bukan merupakan suatu hal yang kecil bagi seorang pelaut sebab ia pun harus memikirkan langkah

Sejalan derap langkah waktu, Bendiasa menyadari jika ia terus mengandalkan pekerjaannya pada saat itu, rasanya mustahil untuk bisa menggapai mimpinya yang semakin hari semakin tertanam kuat dalam batinnya. Hingga akhirnya di tahun 1990-an ia mendengar bahwa ada kesempatan kerja untuk bekerja di kapal pesiar. Dari sanalah ia menyadari bahwa peluang ini tidak

MAJALAH BALI | 25


TOKOH

Nau Villa Ubud konkret untuk melanjutkan kehidupan. Berbekal kemampuan dan pengalamannya sebagai pedagang, Bendiasa pun memutuskan untuk berwirausaha. Kegiatan usaha yang pertama kali dijajalnya adalah bisnis reparasi kendaraan alias bengkel otomotif. Ia melihat peluang menjanjikan pada bisnis ini meski pun ia menyadari bahwa ia tidak memiliki wawasan di bidang tersebut. Akhirnya ia mengajak salah satu teman untuk berkerja sama bisnis dengannya. Demikian usaha bengkel itu berjalan di mana Bendiasa bergerak sebagai pemilik modal. Di luar bisnis tersebut, Bendiasa juga melirik peluang bisnis di industri pariwisata. Ia merasa bahwa di bidang itulah yang menjadi passionnya selama ini sehingga ia optimis dapat mengantongi kesuksesan. Ia memilih bisnis akomodasi dengan mendirikan sebuah villa di kawasan pinggiran Ubud yang dinamakan Nau Villa. Daerah di Kabupaten Gianyar itu

26 | MAJALAH BALI

dipilihnya lantaran merupakan salah satu primadona destinasi wisata di Bali. Selain itu atmosfer ketenangan yang masih terjaga di kawasan Ubud serta keramahtamahan masyarakat di sana juga menjadi alasan bagi Bendiasa memulai usahanya di sana. Nau Villa Ubud merupakan akomodasi berkonsep tradisional Bali dan natural, berlokasi di tengah kawasan pedesaan yang masih asri. Tempat ini dikelilingi pemandangan sawah sejauh mata memandang, membuat para tamu yang menginap melupakan penat mereka selama ini. Terdapat fasilitas kolam renang yang menghadap ke panorama alam sehingga cocok dijadikan tempat berelaksasi. Sementara di tiap kamarnya terdapat fasilitas lengkap di antaranya jaringan internet gratis, pendingin ruangan, TV layar datar, kamar mandi pribadi dengan perlengkapan mandi gratis, serta bak mandi air panas. Selain menjalankan bisnis akomodasi,

Bendiasa juga mengembangkan sayap usahanya dengan mendirikan restoran di kawasan Nusa Dua. Ia mengaku bahwa perjuangannya selama ini di dunia kewirausahaan tidak terlepas dari pengalamannya bekerja sama dengan rekan bisnisnya. Menurutnya, hubungan profesional dengan partner usaha dalam bisnis adalah “resep rahasianya” dalam upaya merengkuh kesuksesan. “Bagi teman-teman yang memulai bisnis dengan sistem kerja sama, saya berpesan untuk selalu menjaga niat positif selama bekerja dengan partner bisnis. Saya bisa maju seperti sekarang karena selalu menjaga hubungan baik dengan partner usaha saya,” ujar Bendiasa. Ia pun berbagi saran kepada generasi muda yang saat ini tengah berjuang menggapi impian untuk selalu optimis dalam berusaha. “Saya percaya jika kita mau berusaha dengan giat, pasti kita akan menemukan cara untuk mencapai impian kita,” kata Bendiasa.


ADVERTISEMENT NEW MOON CAFE Alamat:Jl.Pantai Kedonganan, Kedonganan, Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361 Telepon: 0819-3609-2272

WARUNG LAOTA JIMBARAN Alamat: Jl.By Pass Ngurah Rai 77x-Puri Mumbul J i m b a r a n Bali Telepon: 0851-0306-9393

ADI ASSRI BEACH RESORT & SPA Alamat: Jl. Seririt-Gilimanuk, Pemuteran, Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali 81155 Telepon: (0362) 94838

WARUNG BABI GULING IBU OKA 2 Alamat: Jl. Raya Mas, MAS, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571 Telepon: 0812-3830-9927

DESA VISESA UBUD

BREW ME TEA

Alamat: Jl. Suweta, Banjar Bentuyung Sakti Ubud - Gianyar 80571

Alamat: Jl. By Pass Ngurah Rai No.482, Sanur, Kec. Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali 80222

Telepon: (0361) 2091788

GOLDEN KIRRIN “ 70 “

FAHRENHEIT KOFFIE FACTORY

Alamat: Jl parigata, Jl. Raya Kampus Unud, Jimbaran, Kec. Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali 80361 Telepon: (0361) 8953708

Telepon: (0361) 285960

GRIYA BUGAR Alamat: Ruko Tuban Plaza, Jl. By Pass Ngurah Rai No.27, Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361 Telepon: (0361) 759441

MAJALAH BALI | 27


Instagram

28majalahbalicom | MAJALAH BALI

twitter @majalahbali

FACEBOOK

Majalah Bali

ISsUU

Majalah Bali

MAJALAHBALI.COM

Profile for Majalah Bali

Majalah Bali - Edisi Juli 2019  

Majalah Bali - Edisi Juli 2019  

Advertisement

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded