Page 1

Edisi : VIII-I/19

MAJALAH

Rp. 45.000,-

BALI REALISTIS,

EKSOTIS & DINAMIS

Ev. Kristyaningsih.S, S.E. Owner Miyagi Tour & Travel

Pensiun Dini dari Pramugari

Kini Jadi Pengusaha Wanita

yang Berdikari

Destinasi

Pantai Pasir Putih Virgin Beach Perasi, Karangasem, Bali

Manfaat

Kesehatan

8

4

Bahaya Tidur Menggunakan Kipas Angin

15

Khasiat dan Manfaat Daun Jambu Biji untuk Kesehatan

23

MAJALAH BALI | 1


DAFTAR ISI

20

10

16

4

24

14

TOKOH : 4

Ev. Kristyaningsih. S., SE Pensiun Dini dari Pramugari Kini Jadi Pengusaha Wanita yang Berdikari

10

Ni Ketut Lisyawati Sajikan Menu Sehat dari Bahan-Bahan Organik

14

Cindy Wujudkan Kenyamanan Sofa Jadi Prioritas Utama

16

Willy Halim Konsisten dan Ideal, Bekal Pengusaha Menjemput Kesuksesan Bisnis

18

Markus Menikmati Bir sambil Bersantai di Beer & Co

20

Ni Made Resmini Petualangan dari Jerman Hingga Sukses Meraih Impian

24

18

15

Ketut Sudiarsa, SE 19 Tahun Eksis Membangun Biro Perjalanan Wisata

MAJALAH

BALI REALISTIS, EKSOTIS & DINAMIS

8

Pantai Pasi Putih Virgin Beach Perasi Karangasem Bali

23

Khasiat dan Manfaat Daun Jambu Biji untuk Kesehatan

Bahaya Tidur Menggunakan Kipas Angin

PENERBITAN | KANTOR REDAKSI & IKLAN ALAMAT : Jl. Drupadi XIII no 5 Renon Denpasar TELP : 0361-4749540 E-MAIL : redaksi@majalahbali.com majalahbali@gmail.com

2 | MAJALAH BALI

27

Advertisement


MAJALAH

BALI REALISTIS, EKSOTIS & DINAMIS

PEMIMPIN UMUM Wayan Arimbawa

PEMIMPIN REDAKSI Komang Widiantara

EDITOR Panji Wirawan

PHOTOGRAPHY i Gusti Ngurah Ardha

DESAIN GRAFIS/LAYOUT Edi Sudiantara

KONTRIBUTOR Berlianto Ayu Kusuma Dewi

FOLLOW US Instagram

majalahbalicom

twitter

@majalahbali

FACEBOOK

Majalah Bali

ISsUU

Majalah Bali

MAJALAH BALI | 3


TOKOH

Kehidupan masa kecil Kristyaningsih yang sulit, sempat mati suri di usianya yang ke 4 tahun, kabur dari rumah karena tidak menyetujui pernikahan yang diinginkan orang tuanya, naik angkot sampai ke kota bermodalkan ijazah, menghantarkan dirinya kepada pengalaman berharga tiada duanya yang kini menjadi kunci membuka pintu kesuksesan yang bersinar terang berkat tekad dan kegigihannya.

Ev. Kristyaningsih.S, S.E. Owner Miyagi Tour & Travel

Pensiun Dini dari Pramugari

Kini Jadi Pengusaha Wanita

yang Berdikari

4 | MAJALAH BALI


TOKOH

Sebelum sukses menjadi seorang pengusaha, Kristyaningsih pernah bekerja sebagai pramugari di maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Namun, karena pada dasarnya ia adalah pribadi yang aktif dan tidak bisa berdiam diri, wanita asal Pati 12 Desember 1974 ini, memanfaatkan waktu libur dan cutinya untuk berbisnis sampingan membangun sebuah agen distributor, butik dan jahitan yang berkembang dengan sangat baik. Selain alasan tersebut, ia pun berpikir pekerjaan pramugari yang ia jalani, tidak bisa ia tekuni hingga usia 56 tahun, karena suatu saat nanti ia pun akan memiliki keluarga yang menjadi fokus utamanya. Meski berkembang cukup pesat hanya dalam kurun waktu enam bulan, ada sisi kehidupan Kristy yang membuat ia merasa tidak nyaman, akibat putus cinta setelah perpisahan dengan mantan kekasih. Sambil mengingat kembali kisahnya saat itu, dengan wajah tersipu malu ia menceritakan keputusannya untuk pindah ke Bali dan bertekad untuk

menjadi wanita yang lebih baik dalam karir terutama bijak dalam pola pikir. Meninggalkan Jakarta, dan pindah ke Bali pada tahun 2002, bisnis ini kemudian di take over kepemilikannya kepada teman dekat. Pada tahun 2006, ia kemudian menikah, selang dua tahun tepatnya pada tahun 2008-2011, ia meneruskan kuliah di jurusan Ekonomi Pariwisata. Kristy menjalani kuliahnya sembari bekerja sebagai pramugari Garuda yang membuka base baru di Bali. Sang suami yang memiliki bisnis bernama Miyagi Tour & Travel yang awal mulanya berlokasi di Yogyakarta, telah lama ditinggal mulai ditekuni pada tahun 2008, meski belum begitu mengerti menjalankan bisnis ini, sehingga bisnisnya berkembang dengan lambat. Hari demi hari ia menjalankan bisnis tour & travel dengan serius, semakin mengerti dan semakin banyak juga relasi yang ia kembangkan dengan mengikuti beberapa grup bisnis di

Yogyakarta, sehingga mempermudah jaringan usahanya semakin melebar, lalu tidak menunggu lama ia kembangkan lagi bisnisnya dari nol, merambah ke pulau Bali di bidang tour & travel dan property pada tahun 2010 yang sekarang mempunyai tim sendiri dan manajemen dengan nama yang sama, yakni Miyagi Tour & Travel. Tahun 2015, ia memutuskan untuk pensiun dini dari Garuda setelah selama 21 tahun masa kerja, lebih awal empat tahun dari masa pensiun. Dengan strategi mengkombain beberapa usahanya dan membuat beberapa paket yang menarik dalam bisnisnya, menjadikan Miyagi Tour & Travel dan property miliknya diminati banyak orang di pasarnya, dan berkembang dengan pesat dengan jumlah tujuh orang karyawan di daerah Pecatu, sedangkan bisnisnya di Yogyakarta yang terus berkembang dengan tujuh orang karyawan tetap dan beberapa karyawan freelance lainnya yang membuat bisnis Travel dan Propertinya semakin kuat.

MAJALAH BALI | 5


TOKOH

Mati Suri di Masa Kecil Sejujurnya dari lubuk hati yang paling dalam Kristy mengatakan, masa kecilnya di kampung terbilang sulit. Ia dilahirkan sebagai anak ketiga dari empat bersaudara, dari rahim seorang ibu yang bernama Elizabeth Sulastri yang bekerja sebagai pedagang di pasar dan sang ayah bernama Filemon Suwito sebagai pencukur rambut. Kedua orang tuanya adalah sosok yang sangat berjasa seakan tak kenal lelah membesarkan ke empat anaknya “Dulu makan beras susah, di kampung dulu lebih sering makan nasi jagung dan singkong, makan telur pun mungkin cuma satu minggu sekali” ungkapnya. Untuk membantu keluarganya, Kristy terkadang harus membantu tetangga untuk mencuci piring dan bersih-bersih rumah. Sempat mati suri di usia empat tahun, saat bermain Kristy terjatuh dari sepedanya tanpa ada denyut di nadinya. Seluruh warga di kampung menenangkan Ibunya untuk mengikhlaskannya kembali ke sisi Tuhan. Ibunya sendiri justru yakin bahwa anaknya belum meninggal dan menolak untuk menguburkannya. Sungguh keajaiban Tuhan datang berkat keyakinan dan doa sang ibu. Kristy kembali tersadar dari mati surinya, kembali ke dunia dengan banyak harapan yang tentunya akan dibawa di kehidupan barunya dimulai saat itu. Pribadinya sedari kecil memang sudah dikenal aktif, seiring perkembangan kedewasaannya, Kristi banyak menjuarai perlombaan kelas ataupun kampungnya, 6 | MAJALAH BALI

diantaranya adalah paskibraka dan menulis, membuat dirinya menjadi primadona juga kembang desa yang dikenal akan bakatnya. Sehingga setelah menamatkan sekolah, banyak orang kaya di kampungnya yang datang untuk melamar dirinya, orang tuanya pun pada saat itu menyetujui dirinya dinikahkan dengan orang yang jauh lebih bergelimang materi dibandingkan dengan kehidupan keluarganya. Hal itu semata karena alasan ekonomi agar Kristiy bisa meneruskan kuliah, tapi tidak baginya, dirinya masih sangat muda untuk berkeluarga, karena menurutnya berkeluarga dan mengurus anak pada saat itu justru membuat dirinya terkurung dan tidak berkembang. Ia kemudian memutuskan untuk kabur dari rumah, disaat inilah Kristy memulai perjalanan hidupnya. Kebulatan tekad Naik angkot sampai ke kota, berbekal ijazah dan kebulatan tekad untuk menjadi orang yang sukses, saat itu peran kakaknyalah yang menyokong biaya kebutuhan hidup Kristy dalam pelariannya. Pada saat itu Kristy tidak mengulur waktu dan terlalu lama menyusahkan kakaknya, ia pun segera mengikuti tes perekrutan pramugari yang infonya ia dapat dari koran, diikutinya tahap demi tahap, hingga kesabaran, kegigihan juga tekatnya membuahkan hasil. Akhirnya Kristy pun diterima sebagai pramugari di PT. Garuda Indonesia. Bekerja dengan rajin adalah motivasinya

untuk menjadi seseorang yang sukses, dengan latar belakang keluarga yang sulit, sosok kedua orang tuanya tentu sangat menginspirasi dirinya untuk terus berjuang dengan apa yang dimiliki. Tapi walaupun begitu, sosok religius orang tuanya juga sangat menjadi pengingat Kristiyaningsih untuk selalu berlutut dan berdoa kepada tuhan. “Tuhan tidak mungkin kasih jika kita tidak minta” begitu kata perempuan penyayang keluarga yang akrab di panggil kristy ini. Sekarang Kristy sangat sadar dengan karakter Ibunya yang keras dalam mendidik anaknya, tidak lain tidak bukan karena mengkhawatirkan masa depan anaknya kelak, teringat lagi sosok ibunya yang giat untuk memulai aktifitas dari jam 4 pagi untuk berjualan dipasar, dan bapaknya yang bekerja tak kenal lelah pagi, siang dan malam, menjadikan pribadi kristy kuat dan fokus untuk meraih impiannya. Sebuah buku dan harapan Kristy yang sedari dulu suka dengan aktivitas tulis-menulis dan dibantu oleh beberapa tim yang sangat tertarik dengan kisah hidupnya, akhirnya mempublikasikan sebuah buku berjudul “Panggil Aku Kristy”. Buku yang berisi tentang lika-liku perjalanan hidupnya dan sebuah harapan akan memotivasi generasi muda dan orang-orang yang membacanya, bahwa untuk mencapai sesuatu itu tidaklah instan, mimpi akan menjadi kenyataan bila dilandasi kemauan yang keras.


TOKOH

Pesan itulah yang ingin Kristy sampaikan kepada adik-adiknya, juga generasi muda di kampung halamannya di Pati, Jawa Tengah, bahwa hal itu akan menjadi mungkin jika kita mempunyai keinginan. “Lakukanlah yang terbaik bagi keluarga dan teman teman terdekat agar hidupmu berarti� Kalimat inilah yang menjadikan tolok ukur sukses Kristy saat ini, bukan lagi persoalan kaya secara materi, tetapi menurut Kristy hidup di dunia ini haruslah berarti dan bermanfaat bagi orang lain disekitarnya. Hal ini untuk siapapun yang mempunyai tekad yang kuat, bukan persoalan dirimu kaya ataupun miskin, punya ataupun belum punya, jangan padamkan semangat yang ada dalam diri kita, karena jika kita punya semangat dan doa semuanya akan baik-baik saja. Kisah Kristy yang dulunya anak singkong yang mati suri, lalu menjadi pramugari di sebuah maskapai penerbangan

Indonesia, dan sukses meniti karir bisnisnya hingga sekarang ini sempat dilirik oleh beberapa sutradara film Indonesia yang tertarik untuk mengulas kisahnya untuk di produksi dilayar lebar, bahkan penyunting film, Kiki Nuriswan pun sempat menulis skenario kisah hidup dirinya. Memang kisah hidup Kristy sangat menarik untuk diterjemahkan dalam rekam visualnya, memang setiap langkah kehidupnya seperti benang yang dirajut dengan susah payah namun menghasilkan sebuah kain mahal yang indah. Selain berkutat aktif menjalankan bisnisnya di Bali dan Yogyakarta, saat ini dirinya yang telah dikaruniai dua orang anak bernama Elizabeth Retko dan Thomas Christian, juga fokus untuk mendidik putra putrinya. Salah satunya mengajak mereka ikut dalam kegiatan bisnisnya, harapannya hal ini dapat mengedukasi anak-anaknya agar kelak mereka terbiasa dengan ritme pekerjaan

yang ia lakukan. Terlepas ingin menjadi apa anakanaknya kelak, hal terpenting yang dilakukan Kristy sebagai Ibu adalah terus memotivasi anaknya untuk menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi orang-orang tersayang dan juga lingkungan. Karena keluarga merupakan sumber energi positif dalam menjalankan aktivitas hariannya, tanpa dukungan dari mereka ia tidak akan menjadi sosok pribadi yang kuat seperti saat ini. Dirinya pun berharap dapat memberi waktu yang berkualitas untuk keluarga. Diselasela kesibukannya yang lain, ia akan melanjutkan kuliah Theologi pada Juli 2019 dan melalui proses pentahbisan evangelist, ia dapat meningkatkan pelayanan kepada Tuhan, sebagai bentuk puji syukurnya atas segala anugerah dan pencapaiannya yang telah ia terima dalam hidup. MAJALAH BALI | 7


Pantai Pasir Putih

Virgin Beach

Perasi, Karangasem Bali

Bali memang memiliki banyak daya tariknya, objek wisata pantai di pulau Bali, tidak hanya di pantai Kuta atau Sanur. Pulau dewata Bali juga memiliki banyak pantai yang indah untuk tempat liburan. Bila mencari pantai pasir putih terbaik di Bali, dengan kriteria lokasi pantai tersembunyi, pasir putih dan tidak ramai pengunjung, mungkin Virgin Beach Perasi Karangasem jawabannya.

Pulau Bali sangat luas dan di kelilingi oleh lautan. Karena hal ini pulau Bali memiliki banyak pantai, baik pantai pasir putih ataupun pantai dengan pasir hitam. Pantai pasir hitam tidak terlalu diminati oleh wisatawan karena

8 | MAJALAH BALI

sangat panas di siang hari. Salah satu pantai pasir putih yang patut dikunjungi di Karangasen Bali yakni White Sand Beach Bali atau lebih terkenal dengan sebutan Virgin

Beach. Karena pantai Perasi Bali masih asri, tenang, sepi dan bersih, maka wisatawan asing menyebutnya dengan nama Virgin Beach Bali.


Lokasi Pantai Virgin Beach Bali Untuk saat ini, masih sedikit wisatawan Indonesia yang ingin berkunjung ke pantai Virgin Beach. Karena lokasinya sangat jauh dari tempat wisata terkenal di Bali. Selain itu, tidaklah mudah untuk mencapai lokasi pantai Virgin Beach karena lokasi pantai tersembunyi. Tapi bagi Anda yang ingin liburan ke tempat wisata pantai yang sepi, jauh dari keramaian, bersih dan tidak polusi, maka pantai Virgin Bali yang harus Anda kunjungi selama liburan di Bali, walaupun jarak agak jauh.

Daya Tarik Pantai Perasi Karangasem Pantai Virgin Bali dapat dikatakan sebagai salah satu pantai terbaik di Bali dan sangat sering disebutkan dalam buku panduan wisata perjalanan luar negeri. Pasir di pantai ini warnanya tidak benarbenar putih, lebih condong berwarna kuning, dan sedikit bercampur dengan pasir hitam, tapi dikenal dengan sebutan pantai pasir putih. Kafe-kafe kecil banyak tersedia di sini, menjual makanan dan minuman tentunya harganya

jauh lebih murah dari pada harga makanan dan minuman di kawasan wisata Kuta. Tidak hanya pantai dan kafe, anda juga dapat melihat perahu tradisional yang digunakan oleh nelayan lokal. Jika Anda datang ke sini di saat cuaca cerah, Anda akan melihat air laut berwarna biru jernih dan sangat cocok untuk aktivitas berenang atau snorkeling. Di tempat ini juga tersedia kursi geladak (sun deck) untuk berjemur dan payung, yang terletak di depan kafe kecil. Jika anda ingin menggunakan kursi geladak (sun deck) untuk berjemur dan payung, Anda dapat meminta kepada staf kafe.

MAJALAH BALI | 9


TOKOH

Oka’s Bakery & Café, merupakan salah satu kuliner sehat dan berbahan organik di daerah Canggu, yang telah berdiri sejak 2009. Bila Anda sedang berlibur ke Bali, bosan dengan makanan berminyak dan pedas, Anda wajib mengunjungi daerah Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Ni Ketut Lisyawati Owner Oka’s Bakery & Cafe

Sajikan Menu Sehat dari Bahan-Bahan Organik Awalnya Ni Ketut Lisyawati memproduksi roti-roti dengan standar Indonesia, seiring berjalannya waktu, karena banyaknya permintaan wisatawan, baik itu internasional maupun lokal untuk mengembangkan usaha kuliner yang sehat, ia pun mulai belajar memproduksi roti yang sehat dari wisatawan dan chef-chef mancanegara. Agar memiliki kesempatan yang lebih leluasa dalam bertanya, ia meminta waktu khusus kepada para chef, agar lebih mengedukasi dirinya dalam 10 | MAJALAH BALI

menghasilkan produk yang berkualitas dan sehat, sejak proses pemilihan bahan, produksi, hingga siap dipasarkan. Roti-roti yang diproduksi Ketut Lisyawati tak hanya di konsumsi oleh para tamu yang memilih makanan sehat mereka, di Oka’s Bakery & Café. Café yang beralamat di Jalan Batu Bolong 27A, Canggu ini, juga menyuplai ke vila-vila dan beberapa restoran di Canggu. Oka’s Bakery & Café tak hanya

menawarkan roti-rotinya yang sehat, berbagai menu breakfast, seperti Oka’s smoothing bowl, energy smoothies bowl, banana porridge, omelet campur, scrambled tofu, healthy dragon breakfast, breakfast wrap dan minuman meliputi aneka coffee, tea, juices, smoothies, soft drinkbeer. Selain itu ada juga creamy pasta gluten, nachos (makanan dari Meksiko dengan keripik tortilla goreng disiram keju cair dan ditaburi cabai hijau besar Meksiko),smoke salmond, salad, panini


TOKOH

sandwich dan beraneka cake vegan, fruittart dan masih banyak makanan sehat lainnya. Ni Ketut Lisyawati lahir dalam keluarga besar dengan jumlah enam saudara, sejak kecil ia adalah tipikal yang aktif, selain membantu orangtua, kewajibannya dalam belajar pun tak terbengkalai, ia selalu meraih juara di kelasnya. Namun, saat akan melanjutkan ke SMA, keluarganya tidak memiliki biaya, sehingga ia langsung bekerja di sebuah hotel saat itu. Walau ia tidak bisa menggunakan bahasa Inggris, kemauan yang kuat untuk belajar bahasa asing dan mulai mengenal dunia paiwisata.

Akhirnya tertarik untuk membuat roti saat Ni Ketut Lisyawati bekerja di restoran, ia ikut tur para wisatawan yang tak jarang singgah di bakery. Dari sana ia melihat sebuah peluang membuka bisnis bakery di Canggu. Dalam membangun bisnis kulinernya, Ni Ketut Lisyawati mendapat dukungan dari keluarga, khususnya sang suami dan anak-anak. Suami yang merupakan lulusan sarjana teknologi pertanian, ia perkenalkan kepada dunia pariwisata untuk berbisnis, meski banyak wisatawan mancanegara asing yang menawarkan kerja sama, namun ia lebih memilih untuk menjunjung keharmonisan keluarga seiring dengan

perjalanan membangun bisnisnya. Selain membangun bisnis kuliner, bersama keluarga ia juga mengembangkan beberapa guest house. Ketut Lisyawati menghargai sebuah proses belajar dalam membangun bisnis, awalnya ia tidak tahu bagaimana produksi roti, karena memiliki keinginan kuat untuk menjadi pribadi yang terus berkembang dengan intelektual dari orang-orang yang telah berpengalaman di bidangnya. Astungkara, atas pencapaiannya saat ini dapat memberi kesempatan untuk mengelola, berbagi rejeki dengan orang-orang sekitar.

Oka’s Bakery & Cafe

MAJALAH BALI | 11


TOKOH

HARMONI SOFA FACTORY

Wujudkan Kenyamanan Sofa

Jadi Prioritas Utama

M

enampilkan kenyamanan merupakan prioritas yang dijanjikan oleh Harmoni Sofa Factory. Tidak sekedar wacana, Harmoni Sofa senantiasa untuk terus berinovasi, berkomitmen mempersembahkan yang terbaik kepada para pelanggan dalam sebuah ruang ide dan imajinasi. Bagaikan sebuah ruang ide dan imajinasi, sofa berjejer rapi penuh warna dan berbalut kehangatan, bentuk karya seorang anak rantau dari Riau, yang tak mengenal pantang menyerah untuk membangun impian dari bisnisnya. Cindy jauh merantau ke pulau Dewata Bali pada awal 2009, awalnya masih bergantung dengan bekerja di sebuah toko sofa dari pagi hingga menjelang malam. Selama 12 jam, Cindy bekerja pada toko sofa tersebut, karena saat itu hanya ia dan sang pemilik yang mengelola toko dengan gaji 1,5 jt. Merasa tidak cukup dengan penghasilan tersebut, ia mencari penghasilan tambahan, di antaranya menjual kain pantai yang ia kirim ke Sumatera, membuka online shop hingga menjadi agen asuransi. Pekerjaan-pekerjaan tersebut ia ambil, atas seizin pemilik toko sofa, karena ia pernah meminta kenaikan gaji, namun tidak memperoleh persetujuan.

Cindy Owner Harmony Sofa Factory 12 | MAJALAH BALI

Dari kejadian tersebut, Cindy berusaha untuk mengabaikan keinginannya, bahkan dengan dengan besar hati ia bertahan selama tiga tahun bekerja di


TOKOH

toko tersebut tanpa kenaikan gaji, padahal perkembangan dalam penjualan sofa tersebut begitu pesat. Karena sikap pemilik toko sudah tidak bisa ditolerir lagi, ia pun memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan tersebut dan pulang ke kampung halamannya, di Sumatra. Mendengar dirinya berada di Sumatra, teman-temannya dengan nada heran, menanyakan kepulangannya ke kampung halaman. Padahal ia telah memiliki relasi yang sangat luas saat mengelola toko sofa tersebut. Ibu dari dua orang anak ini pun, membenarkan pendapat teman-temannya, dan kembali ke

Bali. Sesampai di bandara, dengan membawa sebuah harapan baru, Cindy dijemput teman-temannnya yang memiliki perhatian khusus padanya. Ia kemudian tinggal di sebuah kost bersama temantemannya yang lain, sambil mencari lokasi untuk membuka usaha di bidang, yang tak berbeda dari pekerjaannya terdahulu. Di lokasi pertama, di Matahari Duta Plaza ia ditawarkan sebuah ruangan berukuran 3x4 m2 dengan harga 6 juta rupiah. Sedangkan jumlah uang dalam rekeningnya, hanya 8

juta rupiah, bila ia mengambil lokasi tersebut, modal untuk membeli bahan-bahan produk sofa tentu berkurang. Ia menceritakan hal itu pada temannya, dan mendukungnya untuk mengambil saja lokasi tersebut. Ia kemudian meminjam uang untuk memodalkan bisnisnya dan membiayai lokasi tersebut. Bermodalkan tekad dan semangat pantang menyerah, usaha tersebut menghasilkan omset sebesar 150 juta di bulan pertama, tentu menjadi sebuah hal yang luar biasa dan kebanggaan tersendiri untuk Cindy. Setelah menikah, selain kesibukan

MAJALAH BALI | 13


TOKOH

sang suami yang juga mengelola bisnis, bantuan sang suami pun lumayan terbantukan dalam bisnis yang ia beri nama Harmony Sofa Factory. Kini kian berkembang tak hanya dikenal oleh masyarakat di Pulau Dewata saja yang meliputi hotel, vila dan pemerintahan, bahkan hasil produksi dari perusahaan sofa miliknya telah pula dieksport oleh pelanggannya ke berbagai negara. Dengan jaminan kualitas bahan, bentuk, warna dan ukuran, Harmoni Sofa menjawab permintaan Anda dengan menggunakan bahan pilihan dan berkualitas. Bila Anda ragu, Harmoni Sofa Factory, yang berlokasi di Jalan Pulau Komodo No. 22, Dauh Puri Kelod ini, memberikan garansi untuk busa (spons) anti kempes. Selain itu Anda juga dimanjakan untuk melihat langsung bahanbahan yang digunakan pada sofa sesuai dengan pesanan Anda yang meliputi kain atau kulit sintetis, kayu, spon dan pegas.

dalam sebuah katalog, bila Anda sudah mantap memilih desain yang diinginkan, dalam kurun waktu sekitar 15-20 hari, sofa akan dikirim ke tempat Anda dalam pengemasan yang rapi.

Harmoni Sofa Factory memberikan harga terbaik di kelasnya, Anda tetap bisa membawa desain sendiri, atau meminta pada kami untuk mewujudkan keinginan Anda. Bisnis ini pun memiliki berbagai desain

Setelah kesuksesan Harmony Sofa Factory, Cindy tak pernah ingin melupakan pengalamanpengalaman pahit manis yang telah menjadi bagian dari kesuksesan bisnisnya. Teman-teman yang

14 | MAJALAH BALI

senantiasa memberikan bantuan dan saran kepadanya, keluarga yang selalu memberi dukungan, menjadi harta yang paling berharga dalam hidupnya. Sebagai hadiah atas kebaikan yang telah ia terima, sebuah rumah telah ia hadiahkan kepada kedua orangtua di Riau, dan kesetiaan akan setiap sejengkal kebaikan, akan ia teruskan untuk berbuat kebaikan-kebaikan selanjutnya.


KESEHATAN

Bahaya Tidur Menggunakan Kipas Angin Penurunan Suhu Tubuh Suhu tubuh optimal pada orang dewasa sekitar 95 derajat Farenheit atau 37 derajat Celcius. Dan tubuh kita harus dalam kondisi suhu yang seimbang untuk mencegah invasi oleh bakteri, virus, jamur penyebab infeksi. Suhu yang seimbang juga penting untuk kelancaran proses metabolisme. Salah satu cara tubuh untuk menjaga suhu tubuh adalah dengan berkeringat. Namun ketika kipas angin diarahkan ketubuh secara terus-menerus maka bisa membuat kulit mengering dan akhirnya mengecilkan pori-pori. Dengan demikian maka dampaknya keringat yang ada dalam tubuh akan sangat sulit dikeluarkan, artinya tubuh kehilangan cara untuk mengatur suhunya.

Kulit Kering Hal ini terkait dengan kipas angin menyebabkan tubuh kekurangan cairan, yang diimana mana kulit kita juga butuh cairan agar terjaga kelembabannya. Banyak masalah terkait kulit kering seperti kulit bersisik, kulit bagian luar atau epidermis mengelupas, bahkan pembengkakan dan terinfeksi serta jerawat. Bahkan efek kipas angin yang langsung diarahkan ke tubuh ini bisa lebih buruk daripada efek AC.

Tubuh Bisa Kekurangan Cairan JIka tubuh terpapar angin di dalam ruangan dalam waktu yang lama akan membuat tubuh kita kekuarangan cairan. Hal ini karena air memiliki sifat bisa menguap, salah satunya hembusan angin bisa menyebabkan air menguap.Tubuh manusia terdiri dari 80% air, sehingga air memainkan peran penting pada semua proses tubuh. Dengan demikian, kipas angin bisa dipastikan tidak sehat kalau diarahkan ke tubuh secara langsung secara terus menerus.

Tubuh Kekurangan Oksigen Penggunaan kipas angin secara langsung pada wajah memang bisa mengganggu sirkulasi udara disekitar hidung. Hal ini jika kita terus-menerus menghadapkan kipas tepat ke wajah maka karbondioksida yang sejatinya kita keluarkan hidung akan berkutat disitu-situ terus, bercampur dengan oksigen dan akan kita hirup lagi. Karena sirkulasi udara yang ada disekitar wajah tidak baik karena bercampur dengan karbondioksisa, maka tubuh bisa kekurangan oksigen – yang mungkin bisa menyebabkan tubuh lemas, kurang fit dan segar saat bangun, bahkan bisa fatal terutama bagin orang yang memiliki sesak nafas atau penyakit jantung.

MAJALAH BALI | 15


TOKOH

Setiap insan manusia hendaknya memiliki jiwa idealisme yang kuat. Terutama seorang pebisnis yang berpegang teguh dengan prinsip idealisme, tentunya akan selalu mempertahankan pemikiran dan konsistensinya untuk terus berusaha membangun usahanya. Seperti yang terekam dalam jejak perjalanan seorang entrepreneur bernama Willy Halim yang mengembangkan usaha biro perjalanan wisata berbekal prinsip idealisme yang kuat. Baginya, bisnis di industri pariwisata tidak melulu memperhatikan soal kuantitas. Ada pun kualitas pariwisata perlu diperhatikan agar bisa terus eksis di tengah kompetisi persaingan global.

Willy Halim Owner VIP Tour

Konsisten dan Ideal

Bekal Pengusaha Menjemput

Kesuksesan Bisnis

Tidak hanya dihadapkan pada tantangan persaingan usaha antar destinasi lainnya, Bali juga tengah menghadapi tantangan yang bersifat internal seperti isu keamanan dan ketertiban. Mereka yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan pariwisata di Bali mesti memutar otak agar roda pariwisata dapat berputar. Lantas, bagaimana pandangan pelaku usaha di dunia pariwisata Bali menyikapi berbagai tantangan tersebut? Menurut Willy Halim, pendiri sekaligus pengelola VIP Tour, Bali akan tetap selalu berada dalam daftar destinasi wisata favorit dunia. “Bali is never die,� tegas Willy Halim ketika menuturkan 16 | MAJALAH BALI

pandangannya mengenai peluang pariwisata Bali di masa depan. Keyakinan pengusaha yang telah 30 tahun bekerja di industri pariwisata Bali ini diperkuat oleh pengalamannya selama ini. Beberapa kali Bali dihantam permasalahan baik peristiwa Bom Bali I, Bom Bali II, isu kesehatan, hingga yang terakhir bencana alam erupsi Gunung Agung. Sebagai saksi perkembangan pariwisata di Pulau Dewata, Willy melihat betapa tegarnya masyarakat Bali menghadapi setiap permasalahan. Bahkan meledaknya bom yang diakibatkan oleh oknum intoleran tidak serta merta meledakkan amarah

masyarakat Bali yang bisa memunculkan aksi anarkis pada golongan tertentu. “Semakin dihantam, Bali justru semakin terkenal. Itu karena masyarakat Bali mampu menyikapi permasalahan tidak dengan kekisruhan, sehingga mendapatkan simpati dari kalangan internasional,� ujar pria yang cakap berbahasa Inggris dan mandarin ini. Prinsip Idealisme Lebih jauh Willy menjelaskan bahwa kompetisi usaha di industri pariwisata memang menuntut para pelaku usaha agar semakin kreatif untuk mendapatkan konsumen. Berbagai cara dilakukan


TOKOH

demi menarik minat wisatawan, mulai dari meningkatkan kualitas pelayanan hingga menawarkan produk atau jasa dengan harga yang murah. Namun Willy sangat tidak setuju bila para pelaku usaha akhirnya melakukan perang tarif demi bisa mendapatkan customer. Justru inilah yang akan menyebabkan awal kehancuran pariwisata Bali. Apalagi beberapa waktu lalu Bali sempat diramaikan dengan isu bahwa Bali dijual murah. Isu tersebut kian merebak sejak diungkapnya praktik penjualan souvenir tak berizin yang menyasar market Tiongkok. Willy Halim yang juga memfokuskan target market Tiongkok mengakui praktik tersebut memang sudah lama ada di Bali hanya saja pihaknya tidak mau melakukan strategi usaha seperti tersebut. “Pariwisata itu tidak hanya tentang uang dan sesuatu yang bersifat komersil. Kita harus selalu ingat bahwa munculnya pariwisata dilatarbelakangi oleh keinginan seseorang mencari kenyamanan di luar rutinitas kesehariannya. Sehingga kepuasan wisatawan dapat diraih dengan menjaga kualitas pelayanan,” kata Willy Halim. Prinsip Idealisme yang selalu dipegang Willy yaitu tidak hanya mengejar kuantitas wisatawan tapi juga mewujudkan pariwisata yang berkualitas. Menurutnya dengan tetap menjaga kualitas jasa, baik dari segi fasilitas maupun pelayanan wisatawan akan berdatangan dengan sendirinya tanpa perlu “mengobral” Bali dengan harga murah.

Konsisten Usia 30 tahun tentunya bukan hitungan yang singkat untuk ukuran sebuah usaha. Rahasia kelanggengan usaha yang dijalankan Willy Halim tidak lain konsisten dan fokus dalam menjalankan sesuatu. Willy mengaku usahanya berkali-kali diterpa masalah, mulai dari ditipu konsumen hingga harus berutang pada beberapa vendor lainnya. Namun ia tidak menyerah begitu saja justru tetap tekun mengerjakan apa yang telah ia mulai. “Seandainya waktu terkena masalah saya langsung angkat tangan, tentunya tidak akan ada VIP Tour seperti sekarang ini. Itulah kenapa seorang pebisnis yang sukses adalah seseorang yang optimis, bukan seorang yang bermental tempe,” tutur Willy. PT. Valencia Intan Permata atau dikenal dengan nama VIP Tour merupakan perusahaan operator tour yang menawarkan berbagai paket perjalanan wisata. Mulai dari wisata di darat seperti kunjungan ke berbagai objek wisata yang menarik, wisata adventure yang memacu adrenalin, hingga wisata bahari yang merupakan pengalaman tak terlupakan. Perusahaan yang berlokasi di Jl. Mertanadi Komplek Kuta Family Estate B3,Kerobokan ini siap memandu para wisatawan dengan mengutamakan kualitas pelayanan. Willy Halim mengawali kegiatan memandu wisata dari hobinya berkelana ke berbagai tempat. Pria yang berasal

dari Medan, Sumatra Utara ini sempat beberapa tahun mengisi waktunya dengan memandu wisatawan asal Eropa berkeliling menyaksikan keindahan alam Pulau Sumatra. Pada tahun 1999 ia melabuhkan tujuannya ke Pulau Bali dan menetap hingga saat ini. Pria yang langsung jatuh cinta dengan budaya masyarakat Bali ini pun mencoba peruntungan dengan membuka bisnis biro perjalanan. Ia pun telah berpengalaman mengantar wisatawan sejak bandara Bali masih sangat sederhana hingga terlihat megah hingga saat ini. Bisa dikatakan ia merupakan salah satu saksi perkembangan pariwisata di Bali. Selain konsisten dan teguh pada prinsip yang dijunjungnya, Willy mengatakan bahwa kekuatan doa menjadi salah satu faktor kesuksesannya dalam berbisnis. Ia sangat mempercayai campur tangan Tuhan dalam setiap langkahnya sehingga pada saat berada di titik keberhasilan ia senantiasa ingat untuk bersyukur kepada Sang Maha Kuasa.

MAJALAH BALI | 17


TOKOH

Menikmati Bir sambil Bersantai di Beer&Co Bermula dari mutase pekerjaan ke Bali, seorang pria bernama lengkap Markus semiring atau yang akrab dipanggil Markus yang saat ini menjadi otak dari sebuah tempat yang bernama BEER & CO, Memulai usaha dengan ide yang tidak sengaja melintas dalam pikirannya nyatanya mampu menghantarkan Markus menuju kesuksesan.

Markus Owner Beer & Co

Kepindahannya ke Bali pada tahun 2012 sebagai karyawan perusahaan swasta di bidang manufaktur industri, menuntut Markus untuk bertemu dan berkomunikasi dengan banyak orang, hal ini juga yang menjadi pangkal relasi yang ia ciptakan, ritme pekerjaan yang monoton membuat Markus dan temanteman sering menyinggahi cafetaria yang menyediakan Beer ataupun Kopi hanya untuk berkumpul dan berbincang melepas penat. Markus melihat Bali sebagai kota pariwisata dengan ragam macam orang dari berbagai Negara yang seakan tak henti-hentinya menyinggahi Pelau Dewata ini, dilihatnya banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang 18 | MAJALAH BALI

untuk mencari hiburan ataupun sekedar duduk berbincang sembari meminum Beer. Budaya barat yang lekat dengan meminum Beer untuk menemani aktivitas itu melatarbelakangi dirinya memunculkan ide untuk membuat sebuah Beer House. Dikarenakan melihat potensi dan konsumsi yang besar pada produk Beer, akhirnya ia membuka gerai yang mengkerucutkan Beer lokal sebagai produk utamanya, lalu terciptalah gerai pertamanya bernama BEER & CO pada tahun 2014 dikawasan Legian dengan konsep tempat yang jauh dari kata kebisingan dan malah sangat santai sehingga pengunjung masih bisa bisa menikmati Beer sambil bercengkrama.

Pengalaman bekerja di perusahaan asing hampir 10 tahun dan banyak melalangbuana di perusahaan lokal di bidang financial, membentuk dirinya menjadi pribadi yang komunikatif sehingga bisa mempertahankan bisnisnya sampai sekarang. Walaupun dari segi finansial pekerjaan kantornya saat ini terasa cukup, tidak membuat dirinya terbuai oleh zona nyaman itu. Bagi Markus membuat bisnis adalah sebuah langkah yang menuntut dirinya untuk terus berprogress. Dia pun berharap karyawannya juga bisa termotivasi untuk melangkah membangun usaha miliknya sendiri, itu adalah sebuah kebanggan untuk dirinya sendiri. “Jangan cepat menyerah terhadap target keberhasilan, pilihlah lingkungan yang baik dan


TOKOH

bergaulah dengan orang-orang yang penuh dengan motivasi positif� menurut Markus hal itu juga yang berpengaruh besar membentuk kehidupannya. “Membuat suatu usaha itu tidak harus langsung besar tapi yang terpenting adalah bagaimana usaha itu bisa tetap berprogress, berinovasi lalu yang paling utama adalah konsep dari usaha itu sendiri haruslah kuat�, Begitu kata pria berkacamata kelahiran medan 20 januari 1981 ini. Dirinya mengungkapkan sebagian besar produk yang ditonjolkan ditempatnya adalah produk lokal beer Indonesia dengan konsep pengemasan yang baik, Beer Indonesia juga tidak kalah bersaing dan mempunyai kualitas yang baik, hal itu terbukti dengan banyaknya wisatawan mancanegara yang sangat menggemari mengonsumsi produk lokal Beer Indonesia ditempatnya.

Bicara lebih lanjut mengenai bisnisnya, kesempatan, kesiapan juga lingkungan membuat Markus bersama BEER & CO masih setia dengan konsep awalnya sebagai tempat berkumpul dan bersantai. Selain BEER & CO, tahun 2019 ini ada outlet baru lagi yang bernama LOVSTER sehingga total keseluruhan 30 karyawan yang berkolaborasi sebagai tim didalam BEER & CO, menjadikan tempat ini terus berprogress dan berinovasi sehingga menjadi opsi utama, keluarga juga kolega untuk bersantai, meminum Beer bukan lagi sebuah rutinisas biasa di sela waktu, meminum Beer telah menjadi tren juga gaya hidup masyarakat urban saat ini. MAJALAH BALI | 19


TOKOH

Ni Made Resmini Owner Teluk Karang Resort

Perempuan Bali satu ini dikenal gigih dalam memperjuangkan harapan tanpa takut pada segala rIsiko yang menanti di depan. Meninggalkan keluarga tercinta demi bisa belajar ilmu hospitality di Benua Eropa pun dilakukan meski harus hidup tanpa kerabat yang dikenal. Tak jarang ia menuai kegagalan silih berganti, namun semangat mengaktualisasikan kemampuan diri tak pernah padam hingga ia pun mampu memetik keberhasilan. Srikandi dari Bali ini bernama Ni Luh Resmini yang berhasil mengubah guratan nasib dari anak petani hingga menjadi entrepreneur sukses dari Bali Utara.

Petualangan

dari JERMAN Hingga SUKSES MERAIH IMPIAN Jalannya nasib memang ditentukan oleh Tuhan namun manusia harus tetap berusaha mengubah tantangan menjadi suatu peluang. Demikian pula dengan perjuangan Ni Made Resmini saat membuktikan bahwa dirinya punya definisi yang berbeda tentang arti kata sukses. Kesuksesan menurutnya tidak melulu identik dengan karir profesional di suatu perusahaan melainkan menurutnya mampu mandiri mengembangkan suatu usaha. Sehingga nantinya buah kesuksesan itu tidak dinikmatinya secara pribadi melainkan juga memberikan manfaat bagi banyak orang. Lahir dan bertumbuh di lingkungan pedesaan menjadikan Resmini menjadi sosok perempuan sederhana yang tidak neko-neko dalam menjalani hidup. 20 | MAJALAH BALI

Meski ayah dan ibunya bekerja sebagai petani sekaligus peternak, namun kedua orangtuanya itu selalu mendukung anakanak mereka mendapatkan pendidikan sebaik-baiknya. Bahkan Ni Made Resmini dan saudara perempuannya yang lain tidak dibedakan perihal pendidikan. Walau banyak cemohonan datang dari banyak pihak, lantaran di masa itu ada paradigma yang membuat anak perempuan dianggap tidak perlu bersekolah sebab nantinya akan “diambil orang� alias menikah. “Ayah saya justru selalu memotivasi anak-anaknya untuk meraih kesuksesan dengan cara menuntut ilmu sebaikbaiknya agar bisa mengaktualisasikan kemampuan diri di dunia kerja,� ujar Resmini. Sewaktu remaja, Ni Made Resmini

sempat memupuk cita-cita ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil atau PNS. Lantaran ia melihat salah satu kakaknya yang sudah bekerja sebagai PNS memiliki kehidupan yang mapan. Anak kelima dari sembilan bersaudara ini pun bersemangat tatkala lulus SMA, ia melaksanakan tes seleksi polisi wanita (POLWAN) di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sayangnya pada waktu itu ia tidak lolos karena tidak memenuhi persyaratan fisik. Meski kecewa, Ni Made Resmini tidak lantas menyerah. Ia mengikuti kata hatinya dengan mencoba belajar bahasa Jerman. Dirinya mengakui lebih nyaman belajar bahasa tersebut tinimbang bahasa internasional umum lainnya seperti bahasa Inggris. Setelah mampu menguasai percakapan sederhana ia


TOKOH

Teluk Karang Dive & Spa Resort mendapat kesempatan mendampingi Sang Kakak yang seorang tour guide wisatawan Jerman. Hanya saja dalam beberapa kali pengalaman tur Resmini merasa tidak menemukan passion pada pekerjaan itu. Ke Negeri yang Asing Setelah sempat pulang kampung, ia kembali mencoba lagi dengan menjalani kursus salon kecantikan. Pada tahun 2001, ia bertemu dengan pemilik sebuah hotel yang merupakan orang Jerman. Ni Made Resmini pernah menanyakan pada Si pemilik usaha itu mengenai kesempatan kerja di sana. Namun justru ia mendapat tawaran untuk mengikuti training kerja di restoran milik tamu wisatawan Jerman di hotel tersebut yang ada di negara asalnya. Bagi Ni Made Resmini ini merupakan suatu peluang yang tidak akan datang untuk kedua kalinya. Sehingga ia sangat bersemangat menyetujui ajakan itu.

Betul saja, pada tahun 2002 ia berangkat ke Jerman dengan dibiayai oleh orang yang mengajaknya itu. Sementara untuk tempat tinggal Ni Made Resmini tidak perlu mencarinya karena Sang Pemilik mau memberikan tempat secara cumacuma. Berbekal bahasa Jerman yang masih sangat sederhana, ditambah harus beradaptasi dengan lingkungan yang asing tanpa sanak saudara, Ni Made Resmini dengan gigih bekerja tanpa mempedulikan segala rIsiko yang kemungkinan bisa terjadi.

Setelah bekerja dari level karir terbawah hingga berada di level asisten manajer, Resmini mendapatkan banyak pengalaman kerja yang sangat berharga. Ia belajar cara menghadapi tamu yang menginap berdasarkan ilmu hospitality yang didapatkannya dari luar negeri. Terkadang juga menemani tamu dari Jerman tur keliling Bali. Semua itu disyukurinya sebagai kesempatan dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga tidak ada kata mengeluh dalam kamus kehidupan perempuan satu ini.

Setelah tiga bulan di Jerman, ia langsung direkrut menjadi pegawai di Alamanda Resort. Namun karena upah kerja yang dianggap tidak sesuai, Ni Made Resmini pun memutuskan untuk kembali ke Jerman. Pada tahun 2003, ia mendapat tawaran kerja kembali dari Alamanda. Kembali ia mendapatkan peluang bekerja di salah satu hotel di Jerman, namun kali ini ia tidak menerima ajakan itu lantaran tidak mau meninggalkan keluarganya lagi.

Berwirausaha Tidak perlu waktu lama bagi Ni Made Resmini untuk mengambil keputusan besar dalam hidupnya tatkala bertemu dengan Sang pujaan hati yang kini menjadi pasangan hidupnya. Setelah menikah, Ni Made Resmini mengikuti ke manapun langkah kaki suami yang merupakan anggota polisi.

MAJALAH BALI | 21


TOKOH

Teluk Karang Dive & Spa Resort

Namun tetap ia tidak melupakan visinya yaitu menjadi perempuan mandiri. Akhirnya keinginan itu pun terakomodir saat itu bertemu dengan kenalannya seorang WNA dari Jerman. Orang Jerman itu mengajaknya kerja sama membangun usaha. Di sini momentum titik balik Ni Made Resmini, dari karyawan kini menjadi seorang wirausahawan. Pada tahun 2005, harapan itu ia realisasikan dengan mendirikan bangunan Vila Teluk Indah di atas lahan 15 are, sembari bekerja di Bali Villa sebagai Manager dengan jumlah karyawan 10 orang. Tahun 2010, ia kembali membangun akomodasi bernama, Teluk Karang Dive & Spa Resort Bali, di atas tanah 45 are, yang resmi dibuka pada tahun 2011 hingga sekarang. Akomodasi itu langsung mendapat antusiasme setelah tahap pembangunan selesai. Dibantu dengan 2 orang karyawan saja, Resmini juga turun langsung menangani kegiatan bisnis di resort tersebut. Ia juga harus menangani perijian usaha, mengurus kebutuhan listrik, hingga memikirkan detail kecil seperti peralatan makan. Semua itu dilakukannya dengan 22 | MAJALAH BALI

semangat tinggi sebab ia merasa inilah dunia yang ia cari-cari selama ini. Teluk Karang Resort berlokasi di Jalan Setra, Penuktukan, Tejakula, Kabupaten Buleleng. Merupakan akomodasi yang berkonsep natural-tradisional Bali sehingga cocok bagi tamu yang menginginkan pengalaman tinggal dengan atmosfer khas Pulau Dewata. Meski konsep arsitektur yang diusung tradisional namun akomodasi ini dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti kolam renang, WIFI, dan pendingin ruangan. Lokasi resort yang berdekatan dengan laut memungkinkan para tamu untuk melaksanakan aktivitas bahari. Teluk Karang Resort pun siap mengakomodir keinginan wisatawan yang ingin menikmati sensasi menyelami keindahan alam bawah laut Bali Utara. Selain itu bagi wisatawan yang ingin melepas kepenatan bisa juga mencoba layanan spa yang disediakan di resort ini. Bagi Ni Made Resmini, kesuksesan sesungguhnya adalah mampu membantu orang lain melalui

kemampuan yang dimilikinya. Lewat usaha yang dikelolanya saat ini, Resmini membuka peluang kerja bagi masyarakat di sekitar. Ia pun mengaku banyak dari SDM yang ia rekrut bukan dari latar belakang sekolah pariwisata. Bahkan ada pula yang hanya lulusan sekolah dasar. Ni Made Resmini yakin jika SDM di Bali memiliki potensi daya saing tinggi di bidang hospitality karena telah mempunyai sifat keramahtamahan yang alami. Tinggal memberikan pelatihan dan diimbangi dengan praktek langsung di lapangan, dalam waktu singkat para karyawannya itu telah mampu bekerja tanpa menimbulkan keluhan dari para tamu. Ni Made Resmini telah membuktikan bukan strata sosial dan ekonomi yang menentukan kesuksesan seseorang. Hanyalah kerja keras dan ketekunan yang akan mampu mengantarkan seorang manusia pada gerbang keberhasilan yang diharapkan. Kesuksesan juga tidak mengenal gender, baik lelaki atau perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam mencapai impiannya.


MANFAAT

Khasiat Dan Manfaat Daun Jambu Biji Untuk Kesehatan

5 Manfaat Daun Jambu Biji

1. Mencegah dan Mengobati diare

lalu minum air rebusan tersebut secara rutin dan teratur 2 kali sehari.

Bagi anda yang mengalami masalah diare, anda dapat meminum ramuan dari daun jambu biji secara rutin dan teratur.Caranya membuat ramuannya yaitu : Pertama-tama siapkan 6 lembar pucuk daun jambu biji, lalu cuci bersih dan rebus dengan segelas air sampai mendidih. Setelah itu, diamkan sampai air rebusan hanya tersisa ½ gelas saja dan saring. Kemudian minum dalam keadaan hangat secara rutin dan teratur 2 kali sehari, biasanya setelah minum air rebusan ini akan langsung terasa khasiatnya.

3. Mengobati Luka

2. Mengobati Maag Caranya yaitu : Siapkan 8 lembar pucuk daun jamu biji, lalu cuci bersih. Setelah itu, rebus daun tersebut dengan 3 gelas air bersih sampai mendidih. Kemudian diamkan sampai air rebusan hanya tersisa 1 gelas saja,

Caranya yaitu : Ambi 3 pucuk daun jambu biji yang masih segar, lalu kunyah sampai halus. Kemudian bersihkan luka dengan air hangat, lalu tempelkan daun yang telah dikunyah pada bagian tubuh yang luka. Diamkan hingga kering dan bersihkan. Hal ini bertujuan untuk menghentikan pendarahan dan mempercepat penyembuhan.

4. Menghilangkan Keputihan Caranya yaitu : Ambil 10 lembar daun jambu biji dan 10 lembar daun sirih, lalu cuci hingga bersih. Setelah itu rebus dengan 2 liter air sampai mendidih dan berubah warna, lalu diamkan hingga air rebusan hangat. Kemudian gunakan untuk

membersihkan daerah kewanitaan secara rutin setiap hari.

5. Mengobati Perut Kembung pada Anak Caranya yaitu : Siapkan 3 lembar daun jambu biji, 5 buah adas dan 2 cm kulit batang pulasari. Kemudian rebus dengan 1,5 liter air bersih dan rebus sampai airnya tersisa setengahnya, lalu saring dan ambil airnya. Setelah airnya hangat, berikan pada anak dengan dosis 3 kali sehari 1 sendok makan untuk anak dibawah 3 tahun dan 2 sendok makan untuk anak diatas 3 tahun. Berikan secara teratur dan jika dalam 3 hari tidak membaik, maka segera periksakan ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. MAJALAH BALI | 23


TOKOH

19 Tahun Eksis

Membangun Biro Perjalanan Wisata

Ketut Sudiarsa S.E Owner Bali Permata Tour Ketut Sudiarsa dilahirkan di Desa Gunung Sari, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng pada tahun 1972. Orangtuanya merawat dan membesarkannya bersama sembilan orang anak lainnya, melalui kegiatan pertanian yang saat itu masih menjadi sektor andalan warga Buleleng selain sektor kelautan. Bertumbuh di lingkungan keluarga yang sederhana dengan memiliki banyak saudara, Sudiarsa harus merelakan perhatian orangtuanya harus terbagi-bagi. Hal 24 | MAJALAH BALI

itu praktis menempa Sudiarsa menjadi pribadi yang mandiri. Sehingga pada tahun 1993, ia mantap untuk merantau jauh dari desa kelahiran. Kota Denpasar pun menjadi tujuannya lantaran tempat ini diyakini menawarkan peluang karir yang menjanjikan dibandingkan kota lainnya di Bali. Sesampainya di Denpasar, Sudiarsa yang hanya bermodalkan uang tiga ribu rupiah ini menetap di kawasan Sanur. Ia menerima ajakan kawannya

Industri pariwisata di Bali telah menjadi tulang punggung perekonomian di Bali, apalagi sejak masyarakatnya kian meninggalkan sektor pertanian. Sayangnya tidak semua orang Bali yang mampu berdikari di industri pariwisata, sebab kalah terhadap kekuatan investor asing yang lebih jago mengelola sumber daya di Pulau Dewata. Dari segelintir putra daerah yang berhasil mengembangkan usaha milik sendiri di pariwisata, terdapat nama Ketut Sudiarsa, S.E. Pria asal Bali Utara ini sukses mengibarkan bendera usahanya yakni Bali Permata Tour yang telah eksis selama 19 tahun. untuk tinggal di sana sembari mengikuti training menjadi pemandu wisata di sebuah perusahaan biro perjalanan. Perjuangan Perjuangan Sudiarsa menggapai asa untuk bisa berkarir di dunia tour guiding harus menempuh perjalanan yang berkerikil dan berliku. Ia harus belajar bahasa Inggris terlebih dahulu sebagai dasar agar bisa berkomunikasi dengan wisatawan yang akan diantarkannya


TOKOH

berkeliling menikmati panorama Bali. Ia harus belajar bahasa Inggris dari level dasar di sebuah lembaga kursus yang cukup populer di kawasan Diponegoro. Meskipun harus berjalan kaki dari Sanur ke Diponegoro, kurang lebih berjarak sekitar 9 Km, namun Sudiarsa senantiasa bersemangat pergi belajar. Sayangnya setelah menamatkan level pertama, Sudiarsa tidak mampu lagi melanjutkan ke level berikutnya karena ketiadaan biaya. Di situ ia tak lantas berputus asa. Semangat belajar masih tetap membara dalam diri Sudiarsa membuatnya tidak segan belajar melalui teman-temannya di tempat training yang sudah fasih berbahasa asing. Ia juga mendapat tawaran untuk langsung terjun dalam perjalanan wisata bersama para tamu mancanegara. “Saya dipercaya menjemput wisatawan dari bandara dan mengantarkan mereka sampai di hotel tempat menginap. Pada waktu itu kunjungan wisatawan sangat tinggi, sementara keberadaan tour guide masih sangat minim jumlahnya,� kata Sudiarsa membuka ingatan tentang pariwisata di tahun 1990-an. Pengalaman yang pernah dilaluinya sebagai tour guide yang masih berstatus training adalah beberapa kali mendapat cemohoan baik dari supir travel maupun rekan sesama tour guide. Namun itu

semua tidak menjadikan Sudiarsa seketika berputus asa. Justru setiap katakata negatif dari orang lain ia jadikan sebagai cambuk pelecut semangat agar bisa bekerja lebih giat lagi. Sehingga nantinya ia mampu meraih cita-cita yaitu sebagai seorang tour guide yang profesional dan sukses secara finansial. Maka lewat kerja keras dan ketekunan yang presistent, akhirnya ia pun berhasil membuktikan diri sebagai tour guide dengan bayaran termahal di perusahaan tempatnya bekerja. Tentu hal itu tidak hanya membanggakan, Sudiarsa sekaligus membuktikan bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin didapatkan asal mau berusaha secara giat. Berwirausaha Pada tahun 1995, Sudiarsa memutuskan mendirikan bendera usaha sendiri. Menurutnya jika mau meraih pencapaian lebih besar, seseorang harus mau keluar dari zona nyaman. Meski terbiasa mendapat penghasilan besar dari perusahaan yang menaunginya,

MAJALAH BALI | 25


TOKOH namun ia yakin bahwa dirinya akan berhasil berdikari lewat usaha sendiri. Seperti kata pepatah, “Sekecil-kecilnya usaha, jikalau milik sendiri tetaplah terasa membanggakan sebab bisa menjadi bos untuk diri sendiri�. Sepertinya pepatah itu sangat tepat menggambarkan semangat Sudiarsa dalam mendirikan perusahaan milik sendiri. Setelah lima tahun merintis usaha akhirnya pada awal milemium 2000, izin usahanya pun akhirnya keluar. Sudiarsa pun dapat menjalankan usahanya secara legal dengan mengusung nama usaha Bali Permata Tour. Sebelumnya perusahaan ini lebih banyak bergerak di bidang inbond yang mendatangkan wisatawan ke Bali. Namun tidak ada yang menyangka dua tahun setelah usahanya berjalan, periatiwa Bom Bali mengguncang pariwisata Bali. Seketika aktivitas di dunia pariwisata lumpuh sekaligus berimplikasi pada geliat

26 | MAJALAH BALI

perekonomian di Bali yang terlanjur mengandalkan perputaran roda pariwisata. Sudiarsa yang berprinsip pantang untuk menyerah akhirnya tidak mau berdiam diri begitu saja menunggu situasi mulai membaik. Ia memutuskan mengarahkan fokus usahanya ke bidang outbound, merupakan divisi pada usaha tour and travel operator yang mengirimkan wisatawan ke luar negeri. Mulai pada tahun 2005 terlihat angka pengguna jasanya kian meningkat seiring dengan tingginya minat orang lokal untuk berplesiran ke luar negeri. Bali Permata Tour berlokasi di Jalan Kertadalem No. 1A, Sidakarya, Denpasar melayani paket perjalanan ke berbagai negara di Benua Asia dan Australia. Beberapa negara yang menjadi primadona tujuan wisata masyarakat Indonesia yaitu Singapura, Thailand, Jepang, Korea, Hongkong,

dan masih banyak lainnya. Perusahaan biro perjalanan wisata ini menawarkan jasa pelayanan dengan mengutamakan kualitas serta profesionalisme dari para tour guide yang akan menemani berwisata di negara asing. Lewat usahanya, Bali Permata Tour ini, Sudiarsa pun mampu mengembangkan taraf perekonomian keluarganya di kampung halaman. Selain itu, ia juga dapat lebih intens berbagi terhadap sesama yang membutuhkan. Bagi Sudiarsa, kesuksesan yang telah diraihnya tidak lain berkat campur tangan Tuhan Yang Maha Kuasa, di samping kerja keras yang telah dilakukan selama ini. Sehingga apa pun kebanggaan dan kebahagiaan yang dinikmatinya sekarang, menurut Sudiarsa tidak boleh membuatnya jumawa. Serta tidak alpa untuk mensyukuri anugerah yang telah dilimpahkan sehingga tidak muncul keserakahan untuk mencurangi hak orang lain.


ADVERTISEMENT WARUNG BILLY’S D’DESA Alamat: Jl. Raya Denpasar No.102, Perean Tengah, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali 82191 Telepon: 0819-9937-7000

WARUNG LAOTA JIMBARAN Alamat: Jl.By Pass Ngurah Rai 77x-Puri Mumbul J i m b a r a n Bali Telepon: 0851-0306-9393

ADI ASSRI BEACH RESORT & SPA Alamat: Jl. Seririt-Gilimanuk, Pemuteran, Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali 81155 Telepon: (0362) 94838

WARUNG BABI GULING IBU OKA 2 Alamat: Jl. Raya Mas, MAS, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571 Telepon: 0812-3830-9927

DESA VISESA UBUD

BREW ME TEA

Alamat: Jl. Suweta, Banjar Bentuyung Sakti Ubud - Gianyar 80571

Alamat: Jl. By Pass Ngurah Rai No.482, Sanur, Kec. Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali 80222

Telepon: (0361) 2091788

GOLDEN KIRRIN “ 70 “

FAHRENHEIT KOFFIE FACTORY

Alamat: Jl parigata, Jl. Raya Kampus Unud, Jimbaran, Kec. Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali 80361 Telepon: (0361) 8953708

Telepon: (0361) 285960

GRIYA BUGAR Alamat: Ruko Tuban Plaza, Jl. By Pass Ngurah Rai No.27, Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361 Telepon: (0361) 759441

MAJALAH BALI | 27


Instagram

28majalahbalicom | MAJALAH BALI

twitter @majalahbali

FACEBOOK

Majalah Bali

ISsUU

Majalah Bali

MAJALAHBALI.COM

Profile for Majalah Bali

Majalah Bali - Edisi Agustus 2019  

Majalah Bali - Edisi Agustus 2019  

Advertisement

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded