Issuu on Google+

JUMAT AT 6 SEPTEMBER

33

Pendorong P endorong Perubaha Perubahan dan Pembaruan

TAHUN TA T AH HU UN 2013 2013 20 13

Hotel Ritansa Roebeck Dilalap Api n Uang Tunai Rp 5 Juta juga Terbakar BANYUWANGI - Hotel Ritansa Roebeck (RR) yang beralamat di Jalan Sayu Wiwit, Kelurahan Kampung Melayu, Banyuwangi, terbakar kemarin siang. Hotel dan restaurant milik Hendry Gilson Roebeck, 65, warga berkebangsaan Australia itu nyaris habis dilalap si jago merah. Dari tiga lantai, hanya lantai dasar yang digunakan sebagai restaurant yang masih aman. Kamar-kamar hotel di lantai dua dan tiga, semua nyaris habis terbakar. “Api berasal dari bar dan tempat karaoke,” cetus Yuni dan Evi, karyawan hotel setempat. Ruang yang biasa digunakan karaoke adalah yang paling parah n  Baca Hotel...Hal 43

GALIH COKRO BUWONO/RaBa

JADI TONTONAN: Warga membantu menyemprotkan air ke arah sumber api yang melalap Hotel Ritansa Roebeck di Jalan Sayu Wiwit, Kelurahan Kampung Melayu, Banyuwangi siang kemarin.

Pelabuhan Ketapang Sarang Upal Sebulan Ditemukan Upal Rp 2 hingga Rp 3 Juta

CJH

KALIPURO - Pelabuhan Penyeberangan Ke tapang-Gilimanuk menjadi sasaran empuk peredaran uang palsu (upal). Dalam beberapa bulan terakhir, Bank Indonesia (BI) Jember menemukan pecahan kecil uang palsu yang beredar di Pelabuhan Ketapang

dengan nilai yang cukup fantastis. Deputi Kepala BI Perwakilan Jember Dwi Suslamanto mengung kapkan, dalam sebulan, BI me nemukan uang palsu yang be redar di Pelabuhan Ketapang mencapai Rp 2 juta hingga Rp 3 Juta. Uang palsu yang ditemukan di pelabuhan yang menghubungkan Jawa-Bali itu berupa pecahan

kecil, seperti Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, Rp 2 ribu, dan Rp 1000. Menurut Dwi, angka Rp 2 juta uang palsu pecahan kecil yang beredar di Pelabuhan Ketapang itu tergolong sangat besar. Selama ini, uang palsu pecahan kecil yang beredar tidak lebih dari Rp 1 juta di satu lokasi. “Penumpang kapal kita minta waspada terhadap peredaran uang palsu,”

GALIH COKRO BUWONO/RaBa

BANYUWANGI - Persiapan pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) mulai dimatangkan panitia haji Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi. Koper yang akan dibagikan kepada para tamu Allah itu sudah tiba di Kota Gandrung kemarin. Dengan diangkut truk, ratusan koper itu tiba di kantor Keme nag Banyuwangi se kitar pukul 08.00. Selanjutnya, koper itu disimpan di salah satu ruangan di kantor tersebut. “Koper milik para CJH itu akan datang dari kantor Kemenag Wilayah Jawa Timur,” terang Kepala Seksi Haji Kemenag Banyuwangi, Mukhlis, kemarin. Menurut Mukhlis, jumlah CJH asal Banyuwangi tahun ini 791 jamaah. Jamaah sejumlah itu akan masuk kelompok terbang (kloter) 53 dan 54. “Hampir semua CJH kondisinya baik. Hanya ada lima CJH yang belum menjalani tes kesehatan,” terangnya. Koper milik para CJH yang baru datang itu, terang dia, akan dibagikan kepada para CJH. Pendistribusian koper itu nanti akan diserahkan kepada Kantor Urusan Agama (KUA). “Semua koper akan kita kirim ke KUA biar KUA yang membagikan kepada CJH di daerahnya,” imbuh Mukhlis n  Baca Koper...Hal 43

 Baca Pelabuhan...Hal 43

Polisi Menduga Korban Ditabrak Mobil Panther

MASIH KURANG: Seorang pekerja menurunkan koper di kantor Kemenag Banyuwangi kemarin.

Koper Haji Sudah Tiba

pinta Dwi di sela-sela sosialisasi keaslian uang rupiah di Pelabuhan Ketapang kemarin (5/9). Selain menjadi lokasi empuk peredaran uang palsu, kata Dwi, Pelabuhan Ketapang juga menjadi sumber peredaran uang palsu. Dari beberapa kasus peredaran uang palsu yang terungkap, transaksi awal peredaran uang palsu berasal dari Pelabuhan Ketapang n

Rute Pengalihan Arus

Jalur BEC 3 Tahun 2013 Pagar Pengaman/Penutupan Jalan Arus Lalu Lintas GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Jalan Poros Kota

Tutup Total Antisipasi Kemacetan Pergelaran BEC Besok

BANYUWANGI - Selama Banyuwangi Eth no Carnival (BEC) berlangsung besok (7/9), beberapa arus lalu lintas akan dia lihkan. Jalan PB. Sudirman, Jalan dr. Soe tomo, Jalan A. Yani, dan Jalan Adi Sucipto, akan ditutup untuk kendaraan umum. Jalan Veteran, Jalan Susuit Tubun, Jalan PB. Sudirman, dan A. Yani, ditutup karena akan digunakan sebagai catwalk peserta BEC. “Hanya kendaraan tertentu yang boleh melintasi Jalan Adi Sucipto dan

Jalan dr. Soetomo,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika, Suprayogi. Suprayogi menjelaskan, pengalihan arus lalu lintas kendaraan akan dilakukan mu lai pukul 07.00 pada 7 Sep tember 2013. Kendaraan roda dua dan roda empat yang datang dari Jalan Ba suki Rach mat akan dialihkan ke Ja lan MH. Tham rin menuju simpang tiga Giri n  Baca Jalan...Hal 43

BANYUWANGI - Unit Kecelakaan (unit laka) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banyuwangi ternyata berpendapat lain terkait kecelakaan beruntun yang menelan dua korban jiwa di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di Diduga yang depan kantor Bank menabrak BII Banyuwangi korban adalah Rabu (4/9) lalu. Hasil olah tempat mobil Isuzu ke jadian perkara Panther” (TKP), polisi mend u ga ya n g m e IPTU MUJIONO nye babkan Ulfa Kanitlaka Polres Is nawati, 18, dan Banyuwangi Sel fiatul Kiptiah, 23, tewas adalah Isuzu Panther pelat merah yang disopiri Suroso, 45. “Diduga yang menabrak korban adalah Isuzu Panther,” terang Kanitlaka Satlantas Polres Banyuwangi Iptu Mujiono n  Baca Polisi...Hal 43

Cerita di Balik Kecelakaan yang Menimpa Ulfa dan Selfi

Bawa Ijazah untuk Melengkapi Syarat Masuk Kuliah Kecelakaan lalu-lintas yang merenggut nyawa Ulfa Isnawati, 18, dan Selfiatul Kiptiah, 23, mengundang kesedihan banyak pihak. Terlebih, dua gadis tersebut dikenal ramah dan ulet.

Satu lagi, jadi sarang pungli!

Polisi menduga Ulfa dan Selfi ditabrak Panther Nggak ada mobil boks, kambing hitam pun jadi!

SIGIT HARIYADI, Banyuwangi KARANGAN bunga bertulis ucapan belasungkawa dari Civitas Akademika Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi terpajang di depan rumah sederhana di Jalan Mawar, Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, pagi kemarin (5/9). Warga silih berganti keluar-masuk ke rumah bercat oranye yang menghttp://www.radarbanyuwangi.co.id

Pelabuhan Ketapang jadi sarang peredaran upal

GALIH COKRO/RaBa

TURUT BERDUKA: Karangan bunga terpasang di rumah Ulfa Isnawati di Jalan Mawar, Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri (kanan). Ulfa (berjilbab) sempat foto-fotoan beberapa jam sebelum kecelakaan.

hadap selatan tersebut. Rumah tersebut adalah kediaman mendiang Ulfa Isnawati, gadis malang

yang tewas akibat kecelakaan beruntun di Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi, pukul 14.15 Rabu (4/9) kemarin. Rumah

itu baru ditempati korban bersama keluarganya sekitar setahun terakhir n  Baca Bawa...Hal 43

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


34

Jumat 6 September 2013

AGENDA KOTA

Pelatihan Psycho Transmitter BANGKITKAN potensi diri mendayakan otak dan hati nurani, mampu mempengaruhi orang lain jarak jauh, memenangkan tender, meningkatkan omzet bisnis, menangkan Pilpres/Pileg, mengembalikan orang atau barang hilang, pengobatan diri dan orang lain. Hubungi kata hati 081358110511, 03314166601. Situbondo hari Sabtu (7/9) pukul 19.00. Jember hari Minggu (8/9) pukul 08.00. (adv)

PILKADES

ALI NURFATONI/RaBa

TOTAL: Sugiyanto (tengah) dengan Raja Sengon Muncar, Wahyu Widodo, bersama pendukung di Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, kemarin.

Semua Calon yang Didukung Raja Sengon Menang SRONO - Pemilihan kepala desa (Pilkades) secara masal di Banyuwangi tahap kedua berlangsung kemarin (5/9). Salah satunya yang menarik perhatian adalah pesta demokrasi di Desa Bagorejo, Kecamatan Srono. Bagaimana tidak, salah satu kandidat nomor satu atas nama Sugiyanto unggul mutlak dari empat pasangan lain. Bayangkan, kandidat yang didukung bos Raja Sengon Muncar tersebut berhasil meraup suara terbanyak 3.463. Bahkan, jika suara empat calon lain dikumpulkan, tetap tidak mampu mengalahkan perolehan suara dari Sugiyanto. Usai dinyatakan menang mutlak, Sugianto menuturkan, pihaknya berterima kasih terhadap dukungan masyarakat. Menurut dia, tanpa dukungan masyarakat secara total dirinya tidak ada apa-apanya. ‘’Terima kasih kepada masyarakat,’’ ungkapnya kemarin (5/9). Dia berjanji, setelah resmi dilantik nanti, dirinya akan segera merealisasikan program pembangunan, khususnya di bidang insfrastrukur. Mengingat, kawasan jalan di desa tersebut rusak berat. ‘’Yang jadi proritas kami adalah sektor pembangunan jalan,’’ terangnya. Menurut dia, pihaknya tetap bakal merangkul empat calon yang kalah. Sebab, keempat calon yang kalah tersebut tetap akan diajak rembug bareng masyarakat untuk membangun desa ke arah yang lebih baik. ‘’Ini adalah semua kemenangan masyarakat,’’ tandasnya. Kemenangan Sugiyanto tersebut tidak lepas dari dukungan penuh Bos Raja Sengon Muncar, Wahyu Widodo. Istri caleg DPRD Banyuwangi dari Partai Demokrat Nomor urut 4 dari dapil 3 (Srono, Muncar, Tegaldlimo, dan Cluring), Sri Utami Faktuningsih, tersebut all out dalam memenangkan Sugiyanto. ‘’Saya sudah optimistis bahwa saudara saya itu akan unggul mutlak,’’ ungkap Wahyu Widodo. Menurut dia, sosok Sugiyanto sudah tepat untuk menjadi pemimpin. Pasalnya, kiprah Sugiyanto kepada masyarakat sudah teruji. ‘’Kepedulian beliau patut ditiru. Sebagai wujud sukur, besok akan selamatan besar-besaran,’’ katanya. Di lain pihak, dukungan Raja Sengon terhadap cakades di desa lain juga menang. Antara lain, Nur Hadi, yang terpilih di Desa Wringin Putih, Muncar; H.Rahman Mulyadi, yang terpilih sebagai Kades Sraten, Kecamatan Cluring. Dia juga mendukung ketua Askab, Agus Tarmidi, yang kembali menang dalam pilkades di Desa Wonosobo, Srono. Cakades lain yang terpilih juga masih banyak. Salah satunya, cakades Purwanto dari incumbent yang menang dalam ajang enam tahunan itu di Blambangan, Muncar. ‘’Alhamdulillah, semua yang kita usung menang. Semoga bermanfaat bagi masyarakat,’’ pungkasnya. (ton/adv/als)

KDRT

Ditelantarkan, Istri Laporkan Suami

Kedelai Lokal Melimpah BANYUWANGI - Di tengah gejolak harga tahu dan tempe akibat kelangkaan pasokan kedelai impor, ternyata stok kedelai lokal di Banyuwangi justru melimpah. Produksi kedelai lokal hingga Juli 2013 mencapai 27.717 ton. Padahal, jumlah kebutuhan pasar atas komoditas tersebut selama periode yang sama “hanya” 5.859 ton. Itu artinya, ketersediaan kedelai di Bumi Blambangan mencapai 21.858 ton. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo mengatakan, stok kedelai lokal di Banyuwangi aman hingga enam bulan ke depan. “Persediaan kedelai lokal di Banyuwangi sampai Juli 2013 mencapai 21.858 ton aman untuk enam bulan ke depan,” ujarnya kemarin (4/9). Harry menjelaskan, gejolak harga tahu dan tempe di Banyuwangi disebabkan para produsen lebih memilih kedelai impor sebagai bahan baku tempe dan tahu. Padahal, harga kedelai impor sangat terpengaruh pelemahan nilai mata rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). “Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi sejak 26 Agustus sangat berpengaruh terhadap harga kedelai impor. Saat ini (kemarin) harga kedelai impor di pasaran Banyuwangi mencapai Rp 8.800 per kilogram (Kg). Padahal, pemerintah melalui Kementerian

GALIH COKRO/RaBa

STOK AMAN: Produksi kedelai lokal hingga Juli 2013 mencapai 27.717 ton.

Perdagangan telah menetapkan harga pokok penjualan (HPP) kedelai sebesar Rp 7.450 per Kg,” jelasnya. Sementara itu, produsen tahu dan tempe di Banyuwangi lebih memilih menggunakan kedelai impor sebagai bahan baku produknya. Itu dilakukan

demi mempertahankan kualitas tahu dan tempe lantaran kualitas kedelai impor dinilai bagus. “Karena itu, ada dua alternatif yang dipilih para produsen tahu dan tempe, di antaranya menaikkan harga jual atau memperkecil ukuran tahu dan tempe tersebut,”

paparnya. Lebih jauh dikatakan, di saat harga kedelai impor melambung hingga sekitar Rp 8.800 per kilogram (Kg), harga kedelai lokal tidak mengalami kenaikan signifikan, yakni sekitar Rp 7.500 hingga Rp 7.750 per Kg. (sgt/c1/bay)

Sikat Tabung Gas, Pemuda Ditangkap SILIRAGUNG - Ulah dua pemuda ini kena batunya. Ketahuan mencuri dua tabung elpiji milik Sulastri, 37, warga Dusun Sumbersuko, Desa Kesilir, Kecamatan Siliargung, keduanya harus rela dikejar dan ditangkap warga setempat, Rabu (4/9) lalu. Du a p e mu d a ya n g k i n i mendekam di ruang tahanan Mapolsek Siliargung itu adalah Umar Sajadi, 32, warga Dusun Bangosere, Desa Bangorejo; dan Heri Setiawan, 27, warga Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Ceritanya, Rabu (4/9) siang lalu, kedua pemuda tersebut naik motor Honda Supra X 125 nopol P 5702 ZW dari arah utara. Ketika sampai di toko milik korban, mereka berhenti hendak membeli obat batuk. Namun, saat itu kondisi toko sedang sepi. Sulastri, sang pemilik, sedang berada di dalam rumah. Melihat toko dalam keadaan sepi, timbul niat burut dua pemuda ini. Tanpa pikir panjang, mereka pun mengambil dua buah tabung elpiji dan hendak membawanya pergi. Namun, baru beberapa langkah dari toko, Sulastri keburu datang, Kontan saja, Sulastri meneriaki maling kepada calon pembelinya itu. “Maling... maling... maling...” katanya. Terikan tersebut membuat

kedua pemuda itu seketika lari tunggang langgang. Tapi, pada saat bersamaan, tetangga korban juga berhamburan keluar rumah. Mereka langsung mengejar Umar Sajadi dan Heri Setiawan. Sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian, tepatnya di sebuah tepian hutan, warga berhasil menangkap kedua tersangka. “Setelah berhasil menangkap, warga melapor ke kami,” kata Kapolsek Siliragung AKP Bakin, melalui Kanitreskrim Aiptu Sutomo kemarin (5/9). Selain menyerahkan kedua tersangka, warga juga menyerahkan barang bukti berupa dua tabung elpiji dan sebuah motor yang dibawa kedua pelaku. “Sekarang kedua tersangka barang bukti sudah kita amankan di polsek,” tandasnya. (azi/als)

RALAT

KENA BATUNYA: Kedua pelaku dan barang bukti tabung gas di Mapolsek Siliragung kemarin (5/9). Saat hendak ditangkap, Umar dan Heri sempat kejarkejaran dengan warga Desa Kesilir.

ABDUL AZIZ/RaBa

BADAN PERTANAHAN NASIONAL Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuwangi Jl. Dr. Sutomo No. 54 Telp. (0333) 421097, 416140, 413388 Banyuwangi Faximile (0333) 416140 Kode Pos 68411

PENGUMUMAN (Tentang Sertipikat Hilang) No. 360/300.3.35-10/IX/2013

Untuk mendapatkan Sertipikat baru sebagai pengganti sertipikat yang hilang berdasarkan ketentuan pasal 59 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, dengan ini diumumkan bahwa: Letak Tanah : Tanggal No. Nama / Alamat Jenis dan Nomor NIB Terdaftar Keterangan a) Jl / Lingk Pembukuan Pemohon Hak Atas Nama b) Desa / Kel c) Kecamatan 1 1.

3 Hak Milik No. 00402

4

PAIJAN

-

5 PAIDJAN

6 05-01-1982

7 a. – b. Barurejo c. Pesanggaran sekarang Siliragung

8 · Surat Pernyataan dibawah sumpah dan janji Hari Kamis Tgl. 01-08-2013

2.

MARYATI

Hak Milik No. 02026

02000

MARYATI

08-03-2006

a. – b. Sukonatar Banyuwangi

· Surat Pernyataan dibawah sumpah dan janji Hari Jumat Tgl. 16-08-2013

2

Dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal ini , bagi mereka yang merasa berkeberatan dapat mengajukan keberatan-keberatan kepada kami dengan disertai alasan dan bukti yang kuat, Jika setelah 30 (tiga puluh) hari tidak ada keberatan terhadap permohonan penggantian sertipikat diatas, maka sertipikat pengganti akan diterbitkan dan berlaku sah menurut hukum dan sertipikat yang dinyatakan hilang tidak berlaku lagi. Banyuwangi, 05 September 2013 KEPALA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BANYUWANGI Drs. S O E G I A R T O NIP. 196007131989031003

Berkaitan dengan pemuatan iklan iklan pengumuman sertifikat Hilang Badan Pertanahan Nasional Banyuwangi yang dimuat di Harian Jawa Pos Radar Banyuwangi tanggal 19 Juli 2013, terdapat kekeliruan penulisan tanggal. Tertulis 16 April 2013, yang benar 18 Juli 2013.

KENDIT - Bila tidak ingin dilaporkan polisi, jangan sekali-kali meninggalkan sang istri tanpa alasan yang jelas. Bila tidak, bisa dilaporkan polisi. Seperti yang dialami KF, warga Desa Rajekwesi, Kecamatan Kendit, yang dilaporkan oleh Anik, istrinya sendiri. Dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut berawal saat Anik merasa ditelantarkan oleh suaminya. Karena itu, wanita asal Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, tersebut tidak terima dengan perlakuan suaminya. Kepada polisi, perempuan muda berusia 20 tahun ini mengaku telah ditinggal oleh suaminya sejak 12 September 2012 lalu. Akibatnya, dia tidak mendapatkan nafkah baik lahir maupun batin. Padahal, pasangan suami istri muda itu baru mengikat perjanjian nikah pada 3 Juli 2012. Namun, baru menjalani rumah tangga sekitar tiga bulan, ternyata sang suami meninggalkan Anik begitu saja. Tidak diketahui jelas, penyebab ketidakharmonisan keluarga muda tersebut. Konon, sang suami meninggalkan korban karena urusan ekonomi. Namun, di sisi lain ada yang mengabarkan memang kurang harmonis. Lantaran sang istri sudah terlalu lama ditinggalkan suami, Anik pun tidak kuat menahan kesendirian hingga dirinya melaporkan kasus tersebut dengan dugaan KDRT alias penelantaran. Data yang berhasil dikumpulkan, ikatan suami istri muda ini berdasar akta nikah nomor 157/13/VII/12. “Ini akta nikahnya,” kata korban saat memberikan keterangan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Situbondo. Hingga berita ini ditulis, dugaan kasus penelantaran tersebut masih dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). “Laporan dugaan KDRT itu dalam penyelidikan petugas. Selain memanggil sejumlah saksi, kami juga memeriksa pelapor dan terlapor,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. (rri/c1/als) Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


35

Jumat 6 September 2013

Jagonya Menang, Gundul

Pemenang Pilkades Tahap II WILAYAH SONGGON 1. Desa Songgon: Suwarno 2. Desa Parangharjo: Panji 3. Desa Balak: Ribut Santoso 4. Desa Bedewang: Bambang Sudarsono WILAYAH SINGOJURUH 1. Desa Singojuruh: Sahuni 2. Desa Gambor: Saipul Badar 3. Benelan Kidul: Tatang Suradi 4. Desa Gumirih: Murai 5. Desa Padang: Muzaki 6. Desa Singolatren: Afandi WILAYAH ROGOJAMPI 1. Desa Bomo: Suratman 2. Desa Patoman: Suwito 3. Desa Pengatigan: Mulyadi 4. Desa Gitik: Hamzah 5. Desa Kedaleman: Taufik 6. Desa Gladak: Ahmad Haidir 7. Desa Mangir: Didik Isdiantoro 8. Desa Karangbendo: Budiarto 9. Desa Lemabangdewo: 10.Desa Gintangan: Rosdiana WILAYAH SRONO 1. Desa Wonosobo: Agus Tarmidi 2. Desa Bagorejo: Sugianto 3. Desa Sukonatar: Ali Masroni 4. Desa Parijatah: Wetan Suhariono 5. Desa Kebaman: Adi Sucipto WILAYAH CLURING 1. Desa Benculuk: Isak 2. Desa Seraten: Rohman Muliadi 3. Desa Plampang: Slamet T 4. Desa Sembulung: Suhantoko 5. Desa Simbar: Suparno

ALI NURFATONI/RaBa

LAMPIASKAN KEMENANGAN: Sejumlah warga cukur gundul karena jagoannya menang dalam pilkades di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, kemarin.

BERAGAM cara dilakukan masyarakat dalam meluapkan kegembiraan setelah mengetahui jagoannya menang dalam pemilihan kepala desa (pilkades). Sebagaimana yang terjadi di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Beberapa warga rela mencukur gundul setelah jagoannya menang. Seperti diketahui, calon kepala desa (cakades) Sumarto incumbent kembali terpilih setelah perolehan suaranya lebih banyak dibandingkan dengan rivalnya Joko Tri Yudo. Dia mendapatkan perolehan suara 9.143 berbanding 7.770 pada pilkades yang dihelat pada Rabu lalu itu. Nah, euforia para pendukung Sumarto terus berlanjut hingga kemarin. Beberapa pendukung rela mencukur gundul secara masal. ‘’Karena calon kami menang, warga sini cukur gundul semua,’’ kata Muhammad Nur di sela-sela aksi cukur plontos secara masal kemarin. (ton/c1/aif)

Rumah Cakades yang Menang Dilempari Batu Kisruh Pilkades di Desa Kalipait TEGALDLIMO - Pemilihan kepala desa (pilkades) yang digelar secara masal di Banyuwangi diwarnai insiden perusakan. Seperti yang terjadi di Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo. Rumah salah satu calon kepala desa (cakades), Puput Hendri Atmojo, dirusak pendukung kandidat lain. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, aksi perusakan tersebut terjadi jelang magrib Rabu lalu (4/9). Awalnya, cakades lain Bonadi beserta pendukung menyaksikan rekapitulasi akhir di lapangan desa setempat. Na-

mun, Bonadi pamit pulang lebih awal. Pada saat itu, perolehan suara yang dikantongi Bonadi kalah jauh dari rivalnya. Saat pulang Bonadi bersama puluhan pendukungnya mengendarai sepeda motor. Puluhan kendaraan sepeda motor tersebut melintas di depan rumah Puput. Entah karena apa, tibatiba terjadi pelemparan batu yang mengarah kepada rumah Puput. Akibatnya, kaca jendela di rumah tersebut pecah. Pada saat kejadian itu, di rumah Puput ada beberapa orang. Kontan saja, mendapatkan aksi serangan batu, sejumlah warga kaget. Mereka pun keluar rumah untuk mengetahui siapa yang tengah bertindak tak terpuji itu. Sejurus kemudian, para pen-

dukung tersebut melarikan diri. Pasca aksi anarkis itu, situasi desa setempat memanas. Aparat pun langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara untuk meredam aksi warga agar tidak meluber. Satuan Brimob dari Polda Jatim yang sebelumnya bersiaga di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar langsung bergeser di desa tersebut. Hingga larut malam, satuan pengamanan dengan menggunakan senjata laras panjang tersebut mampu meredam emosi masyarakat. Pasca kejadian, kedua kubu dipanggil Muspika untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Mengingat, aksi perusakan tersebut sudah menjadi tanggung jawab bagi para kandidat. Hasil pertemuan itu, kedua

kubu sepakat untuk memilih jalan damai. Dengan demikian, aksi serupa diharapkan tidak terulang lagi. Camat Tegaldlimo Ahmad Laini belum bisa dikonfirmasi. Dia tidak mengangkat ponsel saat ditelepon wartawan koran ini kemarin. Hanya saja, pada Rabu malam dia sempat mengatakan sedang menyelesaikan masalah. ‘’Saya masih di kantor, ini ada sedikit masalah,” kata Laini. Kanitreskrim Polsek Tegaldlimo Aiptu Yaman tidak bisa berkata banyak saat dimintai tanggapan mengenai kisruh tersebut. Saat itu dirinya sedang bertugas mengawal pilkades di desa lain. ‘’Saya nggak di TKP, Mas,” kata Yaman kepada koran ini. (ton/c1/aif)

Bangga Lihat Warga Gunakan Hak Pilih SINGOJURUH - Secara umum pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) yang digelar secara serentak selama dua hari berturut-turut berlangsung aman. Hanya beberapa desa yang sempat bergolak karena pendukungnya kalah. Untuk memastikan kelancaran pilkades masal itu, kemarin Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kembali turun ke lapangan. Rombongan Bupati Anas memantau pilkades di Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Desa Gitik, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi. Dilanjutkan ke Desa Bagorejo, Desa Sraten, Kecamatan Srono, dan terakhir ke Desa Singojuruh. Turut dalam rombongan itu Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Sekretaris Daerah Slamet Karyono, Kabag Pemerintahan Anacleto Dasilva, Kabag Perlengkapan Heni Setyorini, dan Kabag Kesra Nurul Cholili. Selama melakukan pemantauan pilkades, Bupati Anas ban-

DATANG KE TPS: Bupati Anas pilkades di Singojuruh.

yak memberikan support dan semangat kepada masyarakat yang tengah melaksanakan demokrasi di tingkat desa tersebut.. “Saya bangga melihat masyarakat antusias menggunakan hak

sanakan secara serentak  dan dibagi menjadi empat wilayah. Pilkades di wilayah I yang meliputi Kecamatan Kalibaru, Glenmore, Genteng, Sempu, dan Gambiran. Wilayah II terdiri Kecamatan Siliragung, Tegaldlimo, Purwoharjo, Bangorejo, dan Muncar, dilaksanakan Rabu (4/9) kemarin. Wilayah III dan IV digelar Kamis ABDUL AZIZ/RABA menyapa pemilih tua yang datang ke arena (5/9) kemarin. Wilayah III, antara lain Kecapilihnya untuk memilih kepala matan Cluring, Srono, Rogodesanya. Semoga sukses dan jampi, Kabat, Singojuruh, dan lancar,” kata Bupati Anas. Songgon. Wilayah IV yang  me  Kepala Bagian Pemerintah- liputi Kecamatan Wongsorejo, an   Anacleto Da Silva men- Kalipuro, Glagah, Licin, dan Giri. gatakan, pilkades masal dilak- (azi/c1/aif)

New Surya Hotel

Tawarkan Sesuatu Yang Beda GAMBIRAN - Seiring dengan tingginya permintaan ruang untuk kegitaan meeting kantor, pernikahan, seminar, serta acara lain-lain, bisa dilakukan di New Surya Hotel. Hotel yang beralamat di Jalan Yos Sudarso nomor 2 Jajag itu mempersembahkan sesuatu yang berbeda. New Surya Hotel mengenalkan ballroom terbarunya dengan fasilitas AC central, ruang interior yang sangat bagus, serta toilet yang ada dalam ruangan. Ballroom memiliki kapasitas 40 sampai 50 meja. Satu meja bisa diisi 10 orang, sedang untuk prasmanan bisa menampung 1000 orang. Mulai sekarang gunakan kesempatan untuk menikmati pelayanan dan fasilitas yang tak tertandingkan di New Surya Hotel Jajag. Demi kenyamanan para tamu. hotel ini juga menawarkan, function room, tannis court dan area parkir luas.

THOMY SILA/RABA

BERKELAS DAN MEWAH: Ballroom New Surya Hotel Jajag, Kecamatan Gambiran.

General Manager New Surya Hotel Suharto mengatakan, pihaknya ingin menawarkan sesuatu yang berbeda. “Saya berharap, dengan hadirnya New Surya Hotel Jajag kebutuhan para tamu akan function room bisa terpenuhi. Baik itu untuk

keperluan seminar, gathering, workshop, wedding party, birthday party dan karaoke keluarga. Mengingat pertumbuhan ekonomi dan investasi di Banyuwangi yang semakin baik,’’ tutur Suharto. Untuk acara pernikahan yang

menggunakan tempat di ballroom, pihak hotel memberikan bonus dekorasi, sound system, wedding cake, screen plus LCD projector, kamar pengantin, mobil pengantin. Yang pasti ruangan itu full AC dan full service,’’ tandas Suharto. (adv) 

REKAP SUARA: Seorang panitia sedang mencatat hasil perolehan suara di papan skor di Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, kemarin. ALI NURFATONI/RaBa

Ketua Askab Menang Tipis SEMENTARA itu, pilkades tahap II kemarin berlangsung lancar. Hasilnya, banyak calon kepala desa (cakades) incumbent bertumbangan. Namun, tidak sedikit pejabat sebelumnya terpilih kembali. Cakades incumbent yang menang dialami Agus Tarmidi. Cakades nomor urut 2 di Desa Wonosobo, Kecamatan Srono itu kembali terpilih setelah perolehan suaranya lebih banyak dengan rivalnya Rudi Budi Hartono. Agus Tarmidi yang juga ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (Askab) itu meraup 4.075 suara. Sedangkan, Rudi Budi Hartono hanya mendapatkan

perolehan suara 3.608. Sebab itulah, Agus Tarmidi berhak untuk menjabat lagi sebagai kades pada periode 2013-2019. Di lain pihak, kemenangan Agus Tarmidi tersebut kontras dengan Sekretaris Askab, Djoko Purnomo. Betapa tidak, pria yang menjabat sebagai Kades Bagorejo, Kecamatan Srono, itu gagal lolos dalam proses pencalonan. Tercatat ada lima cakades yang bertarung dalam pesta demokrasi enam tahunan itu. Mereka yang tampil adalah Sugiyanto, Busairi Rohmat, Agus Santoso, Ahmad Fauzi, dan Soedjito. Pada akhirnya, Sugiyanto terpilih dengan kemenan-

gan mutlak. Dikonfirmasi terkait hal itu, ketua panitia Pilkades Bagorejo Eko Sudarto mengungkapkan, bahwa Djoko Purnomo memang tidak lolos dalam tahap penyaringan. Sebab itulah, yang bersangkutan tidak ikut tampil dalam pesta demokrasi itu. ‘’Hanya lima cakades yang lolos dan ditetapkan,’’ kata Eko di sekretariat panitia kemarin. Menurut dia, Djoko Purnomo tersebut tidak memenuhi syarat yang diatur dalam perbup khususnya pasal 26 tahun 2007 tentang pencalonan, penetapan dan pemberhentian kades. (ton/c1/aif )


36

Jumat 6 September 2013

Mahasiswa Baru Untag Mulai Opspek BANYUWANGI - Sebanyak 992 mahasiswa baru menjalani masa Orientasi Program Studi dan Pengenalan Kampus (Opspek) di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi. Hampir seribu peserta tersebut berasal dari sebelas program studi dan enam fakultas. Kemarin siang (5/9), para mahasiswa baru itu mengikuti upacara pembukaan Opspek di halaman kampus Untag. Upacara dipimpin langsung oleh Rektor Untag Drs. Tutut Harijadi, MM. Dalam upacara tersebut, Ketua Panitia Opspek Untag Bambang Wicaksono, SE, MM, melaporkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan dalam Opspek kali ini antara lain pengenalan kepada mahasiswa baru mengenai sejarah dan akademik yang dilaksanakan di Untag. Ditekankan ke-

pada mahasiswa baru, jelas dia, Untag tetap berpegang pada taat asas, sosialisasi empat pilar kebangsaan, dan sosialisasi undang-undang antikorupsi. “Ada juga narasumber dari alumni Untag yang sukses di lapangan pekerjaan sebagai motivasi bagi mahsiswa baru,” terang Bambang kemarin siang. Dalam Opspek, imbuh dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi juga melakukan sosialisasi. Ada juga bakti almamater dan pengabdian masyarakat. “Opspek dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 5 September dan akan ditutup dengan malam inagurasi pada tanggal 6 September 2013 mulai pukul 17.00 hingga 21.30. Dengan menghadirkan bintang tamu Navicula Band dari Bali,” beber Bambang.

Selanjutnya, Bambang berpesan kepada mahasiswa baru bahwa berkaca dari kejadian menjelang Pra Opspek kemarin lusa. Dijelaskan telah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan meninggalnya dua calon mahasiswa baru. “Saya sampaikan kepada seluruh mahasiswa baru yang mengikuti Opspek supaya mampu menjaga kesehatan dan berhati-hati dalam berkendaraan mengingat padatnya acara Opspek,” pesannya. Sementara itu, Rektor Untag Drs. Tutut Harijadi, MM berharap pelaksanaan Opspek 2013 bisa berjalan dengan lancar, sukses, dan aman. “Semoga mahasiswa baru yang mengikuti Opspek mampu menyerap materi dengan baik, sehingga bisa lebih mengenal sejarah dan akademik yang dilaksanakan di Untag,” harapnya. (adv/als)

Umrah Maulid Bersama PT. Rosana

UNTAG FOR RaBa

ORIENTASI: Rektor Untag Drs Tutut Harijadi MM memimpin upacara pembukaan Opspek di kampus Untag kemarin siang.

Rumah Bersubsidi Tinggal Beberapa Unit

Harga Murah, Fasilitas Terbaik

Cukup UM Rp 500 Ribu, Gratis Desain, Langsung Pilih Kapling

ALUMNI jamaah umrah dan haji plus PT Rosana menghadiri acara halal bihalal dan launching program terbaru. Kurang lebih seribu alumni memenuhi Gedung P3GI Pasuruan pada (25/8) lalu. Kepercayaan terhadap Rosana sebagai biro perjalanan umrah dan haji plus tidak perlu diragukan lagi, tetap yang terbaik dan terpercaya. “Alhamdulillah semua program perjalanan umrah PT. Rosana di tahun 2013, sejak Januari 2013 umrah Maulid s/d Juli 2013 umrah Ramadan, berjalan dengan lancar dan baik. Ini atas pertolongan dan ridlo Allah SWT.,” jelas Hj Rosana Hayati, owner PT Rosana Tour & Travel. Dikatakan, meski quota dibatasi, semua visa tetap dapat terbit. Sehingga, semua rombongan jamaah umrah PT. Rosana dapat tetap berangkat sesuai jadwal. Terutama umrah di bulan Ramadan, dan ini yang sangat sulit quota dan visa umrah. Dimana banyak travel umrah yang tidak bisa memberangkatkan jamaahnya/gagal berangkat. “Tapi, kami PT. Rosana, alhamdulillah dapat memberangkatkan seluruh jamaah kami ke Tanah Suci,“ ungkapnya. Sementara itu, PT Rosana juga me-launching beberapa produk murah, tetap baik.

Yakni umrah Maulid yang akan berangkat bulan Desember 2013/Januari 2014. Hotel *5 GZZ paket 9 Hr. Umrah hemat paket 16 Hari murah. Umrah praktis 6 Hari (cocok untuk orang yang sibuk). Umrah plus Aqsho/Dubai/istanbul Turki, berangkat Februari 2014 (udara sejuk). PT. Rosana juga melayani talangan haji hanya Rp. 10 Juta sudah dapat nomor porsi haji plus. Tour luar negeri dan paket muslim ASEAN Rp. 4,9 Juta, pilihan: Singapore+Sentosa/ B a n g k o k + P a t t a y a / Ku a l a Lumpur+Genting, Vietnam,

Beijing Rp. 9 Juta, Korea, Jepang, Eropa dsb. Tour domestik: Jawa Timur/antar provinsi/ luar Jawa. Ziarah Wali: wali 5/ wali 9 /wali 7 bali. Juga sebagai agen resmi tiket pesawat dalam negeri dan luar negeri segala tujuan. Pasti murah. Tak salah pilih, berbekal pengalaman, insyaallah PT. Rosana pasti bisa. Dengan motto: profesional, kekeluargaan, dan Kebersamaan. Segera daftar, jangan kehabisan. Kejar quota visa umrah dengan DP USD 500 saja. Hubungi kantor PT. Rosana terdekat di kota Anda. KANTOR PUSAT:

Jl. Dr. Setia Budi No. 20 Ruko Rosana Square (Jalan Baru Lingkar Selatan) Pasuruan. Telp. 0343-421945, 411350, 426998 Fax. 0343-420847, HP. 08123329110. KANTOR PT. ROSANA Cabang BANYUWANGI Jl. KH. Agus Salim No. 5-A HP. 08113539056. Website: www.rosanatourtravel.com. Kantor Cabang Resmi: Pandaan • Malang • Surabaya • Gresik • Kediri • Madiun • Probolinggo • Lumajang • Jember • Situbondo • Bondowoso • Banyuwangi • Jakarta. Kantor Perwakilan Resmi: Kalimantan • Yogyakarta • Bali • Mataram. (adv/als)

UNTUK mendapatkan rumah di PT Sobo Asri (Bumi Arum Grup), Anda tidak perlu khawatir dengan uang mukanya. Sebab saat ini, pengembang memberikan subsidi uang muka. Jadi Anda hanya membayar uang muka sebesar Rp 500 ribu sudah bisa memilih kapling yang diingingkan. Tenor atau masa kredit pun diberikan hingga 20 tahun lamanya. “Subdisi uang muka ini terbatas, hingga sekarang masih tinggal beberapa unit. Saat ini kami membuka pameran di Roxy Supermarket, jadi jika anda ingin melihat dari dekat profil BAG silahkan datang,” ujar Owner Bumi Arum Grup, H Sulistiyono. Manager Marketing, Bumi Ar um Group, Riyo mengatakan, bila Anda sedang merencanakan membeli rumah, tidak ada salahnya melihat tiga lokasi. Tiga lokasi yang ditawarkan ini selain cocok untuk tempat hunian juga cocok untuk investasi masa depan. Nilai jual rumah yang terus merangkak naik, menjadi salah stau alasan mengapa anda harus terlebih dahulu melihat penawaran yang ditawarkan Bumi Arum Grup ini. ketiga lokasi perumahan ini ada di Perumahan Alam Pesona Asri Kertosari, Griya Pesona Karangrejo dan Perumahan

Pancoran Mas Griya Indah Rogojampi. Ketiga perumahan ini tidak hanya sudah terbentuk secara lingkungan namun fasilitas didalamnya juga sedang tahap pembangunan. “Inilah mengapa ketiga lokasi ini menjadi rebutan masyarakat untuk sekedar tempat huni. Malah warga diluar Banyuwangi ada yang memborong

empat sekaligus,” ujar Riyo. Selain itu, BAG memberikan hadiah langsung berupa satu televisi 21 inci, serta hadiah Xenia, Yamaha Jupiter, kulkas, dll. “Grand prize hadiah utama berupa uang senilai Rp 1 miliar,” ungkap Riyo. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Tanto di nomor 082143955993 dan 085236058438. (adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Toyota Avanza ‘07 •

• Honda Jazz ‘10 •

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60 IRM GMMFJJ tahun 2007, biru metalik, harga 116 juta nego brg istmwa, bisa cash /kredit, hub (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Honda Jazz GD3 1.5 IDSI AT tahun 2004 coklat muda metalik, harga 110 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Suzuki Splash ‘10 •

• Daihatsu Xenia ‘10 •

Bth uang cpt avanza S.1.5 T 2011 Istimewa, Putih, Silver 147 jt. Hub. 087822043316

Dijual Suzuki Splash YV4 1.2 RHD MT tahun 2010 coklat metalik, harga 122,5 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Xenia F60IRV-GMDFJJ tahun 2010 silver metalikXI deluxe, harga 116 juta nego brg istmw, bisa cash /kredit, hub (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Panther New Royal ‘00 •

• Nissan Xtrail ‘05 •

• APV ‘05 •

Dijual Isuzu Panther New Royal merah tahun 2000 istimewa dan antik , harga92 juta nego. Hubungi 085 859 015 720 atau 085 259 203 299

Dijual Nissan Xtrail 2.5 ST AT tahun 2005 abu-abu metalik, harga 136,5 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual APV type-X 2005,Plat DK, Hitam mulus, mesin ok, body list, sarung jok kulit, aki baru, pajak panjang, bemper, 104juta. hubungi 081357504037.

• Grand Livina ‘08 •

• Honda Odysey ‘03 •

• Nissan •

Dijual Grand Livina XV manual th 2008 (plat P) Pajak Baru, silver, istimewa H:139 juta NEGO, bisa bantu kredit. Hubungi: 0852 5920 3299

Dijual Honda Odysey Absolute Japan 2003 silver. Pajak panjang mobil sangat nyaman terrawat. Hrp 170 jt nego. Khsus yg cari mobil bagus & nyaman, Hub 081234587000

Gebyar promo Nissan Grand Livina DP 40 jt, Evalia DP 25jt, March DP 25jt, Juke DP 40 jt dan dapatkan bonus lainnya. Hub. Adwar Nissan Bwi 081259550876.

ISTIMEWA

PALING MURAH: Percayakan perjalanan umrah dan haji Anda di PT. Rosana Tour & Travel.

• KIA Motor •

• STNK •

• Kebun Gintangan •

• G. Vitara ‘07 & H. City ‘07 •

• Honda Jazz rs ‘09 •

Bth tng u/ otomotif R-4.Syrt Min SMAN, diutmkn prnh kuliah. Max P 35th, W 30th, pny kndraan sdr, SIM A/C. Diutmkn Dmisili Bwi. Krm ke CV Al Amin Semesta. d/a Prima Mobil Jl. Yos Sudarso 60 Bwi.Email: sdmtrijaya@gmail.com

Hlg STNK P 6178 WJ, an. Sungkono, Kebaman 2/5, Srono

Jual kebun di Gintangan RGJ L 3,3 Ha harga Rp 30 rb/m pas (murah sekali siapa cepat dapat hub 081333678910

Djl G.Vitara 2007 samsat baru, Honda New City 2007 Silver stone. H. 081558101028.

Djl Jazz RS 09 hitam pjk bru 182 jt nego cash/ krdt,tkrtmbh.H.082142194111-081335897888

Hlg STNK P 3108 VH, an. Nyoman August, Perum Villa Sukowidi B 07 01/04 Bwi

• Jl. Yos Sudarso •

• Akeno Digital Printing •

Hlg STNK P 3236 ZI, an. Hikmah, Jl. KH. Asyari No. 15 RT 03/03 Kel. Tukangkayu

Djl Cpt tnh Jl. Yos Sudarso no 5-9 Bwi SHM LT. 1082 m2 HUB : 081330053988

Hlg STNK P 3959 ZM, an. Namalda Hairum, Krajan 02/03 Dadapan, Kabat

• Tanah Kapling Dadapan •

Akeno Digital Dibutuhkan cepat Desainer, Operator, Lamaran kirim ke Sudirman nomor 21.

Printing. Counter, Finishing. J l . P. B .

Dijual tanah kapling (SHM) 1040M ada bangunan rumh lok.Secawan Dadapanbwi, hub 08123669969, 085335115873

• Bodi Kijang LGX •

• Great Corolla ‘93 •

Dijual body kijang kapsul Lgx Hrg 25 jt nego Hub 082142194111

Dijual toyota great corolla 93, abu2, Nopol P Bwi, Ex. Dokter nego+bonus. 0817264615.

• Innova ‘10 & Accord ‘01 •

• L300 ‘09 •

Djl Innova 010 tpe V,abu2 mtl, istw, 225jt ngo. New Accord01,bru,95jt,cash&credit.Tkrtmbh.082142194111

Djl L300 2009 hrg 112juta nego cash&kredit, tukar tambah 082142194111.

• L300 PU ‘10 • Jual L300 PU 2010 Colt Diesel FE71 Th 2008 4RD,TaftGT4X4th93ban33hub08123353223

• Tanah di Bbrapa Lokasi •

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Dijual rmh L.1485m2 dpn Bank R a n i Rgj; Tnh L.9600 m2; Kebalen L.23500m2; Pancoran L1150m2; Mendut, L.5000m2; Meneng, L.10650m2 Utara Meneng. Hub. 0811301322/0818341688

• Facial Murah•

• Dikontrakkan •

• Lingkar Ketapang •

APK Bwi Sehat Jl.P.Tendean 35.Facial murah pukul 14.30 - 15.00. Finda 081335368618.

Dikontrakkan rumah +toko L:497m2, tmpt strtgis, dpn toko Mitra Rgjampi. Hub: 081913935209

Djl tanah 2530 M2, Jl. Lingkar Ketapang Bwi, blh diambil sbagian. H. 082141046676.

• Investasi Jati & Sengon •

• Rumah+Toko Bangunan •

• Kebun + Sawah 9780m2 •

Peluang emas investasi pohon jati & sengon 1 Ha 3000 pohon, RP. 88 jt langsung sertifikat SHM. Hub 085204556344

Dijual cpt rumah+toko bangunan sdh berjalan. L 338M2, lokasi muncar. Harga Rp. 1 M nego. minat hub 081249679585

Kebun+sawah Simbar Cluring 9780m2 hrg 1,25M nego.T.085859713332, 085257089996

• Tanah 2 Kapling • Dijual 2 tanah Kapling msg2 uk: 10x20 M2, Lokasi Kebalenan, SHM Harga : 75 Juta Hub: 082141060580/083847407631

SITUBONDO • Tanah Sangat Murah • Dijual sangat murah tnh Luas 4,5 Ha, lok Ds. Ketowan Arjasa, mobil bs langsung k lokasi. Per Ha 65 jt. Hub: 08179622454

PROBOLINGGO • Tanah L2300m2 • Dijual tanah Lt2300 m2 Jl. Raya Pajarakan dpn pabrik sasa gending probolinggo hub 087791344411 / 0333420858/ 081336618649

SITUBONDO BANYUWANGI

TOHA/RaBa

BUKA PAMERAN: PT Sobo Asri (Bumi Arum Grup) memperpanjang masa pamerannya di Roxy Supermarket. Penawaran khusus uang muka Rp 500 ribu bisa Anda dapatkan di sini.

• Grand Livina SV • • Lemahbang Kulon • Dijual rumah Lemahbang Kulon no,or 51, Luas Tanah 700m2, Luas bangunan 180m2. Hub: 081217106757 Boentoyo

Djl. G.LIvina SV”10" MT. Grey MTL. H.142,5 NG. tgn 1. Brg Istw. H. 087857628108

• Chev PU & Suzuki Carry • DjlchevPU’84,SzkCary’88alexander.Tnh9000m2 @750Rbm.Argopuro15082333008871

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhatihati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

• Avanza ‘11 •


41

OPINI

Jumat 6 September 2013

KEBAKARAN

RULLY EFENDI/JPNN

HANGUS: Sejumlah warga berupaya memadamkan rumah milik keluarga Juri yang terbakar, Rabu malam kemarin.

Rumah Petani Hangus JEMBER - Sejumlah warga Dusun Krajan Barat, Desa Paleran Umbulsari, Rabu (4/9) malam kemarin, dikagetkan dengan terbakarnya rumah milik Juri, warga setempat. Apalagi, api yang menghanguskan seisi rumah milik petani itu, nyaris membakar rumah yang ada di sampingnya. Sekitar pukul 19.00 wib, api yang terlihat di atas genteng rumah korban, pertama kali dilihat oleh tetangganya yang bernama Mat Suhadi. Dia yang saat itu sedang berbincang di teras rumahnya bersama sejumlah tetangganya yang lain, melihat percikan api dari kabel listrik rumah korban. Selain tak lama kemudian, rumah Juri seperti terkepung api yang berkobar cukup besar. Mat Suhadi yang melihat kebakaran yang  ada di depan rumahnya itu, langsung berteriak minta tolong. “Melihat api membakar rumah pak Juri, langsung saya teriak minta tolong,” ungkapnya. Seketika itu, warga lainnya yang mendengar teriakan minta tolong saksi, langsung mendatangi sumber suara itu. Sementara itu, warga sudah mengetahui rumah korban terbakar, langsung bergegas memadamkan api yang berkobar semakin kencang. Namun meski hanya dengan puluhan ember dan mesin penyemprot hama sawah, puluhan warga mampu memadamkan api meski harus menunggu satu jam lamanya. (rul/hdi/jpnn)

KRIMINALITAS

JUMAI/JPNN

DIPENJARA LAGI: Ghozali setelah ditembak bagian kaki kirinya karena berusaha melawan petugas.

Melawan, Ghozali Ditembak JEMBER - Keluar masuk LP tidak membuat kapok. Ghozali, 35, warga Dusun Karangkokap Desa Sruni Kecamatan Jenggawah yang sudah empat kali mendekam di LP Jember dan 1 kali mendekam di LP Banyuwangi ini terpaksa ditembak karena berusaha melawan petugas saat akan ditangkap, dengan menggunakan clurit. Menurut informasi, tersangka melakukan pencurian di dua TKP yang masih satu desa. Namun, aksi kejahatan itu langsung tercium warga, dan polisi melakukan pengepungan. Tersangka diketahui akan melakukan pencurian depan masjid Dusun Bringin Lawang. Di lokasi ini gagal karena korban terbangun. Karena belum memdapat hasil, tersangka beraksi di rumah Kholik, 40, warga Dusun Bringinlawang Desa Wonojati Jenggawah. Disini berhasil membawa kabur 1 buah speaker aktif merk ACB Pro. Di rumah Kholik tersangka masuk dengan cara mencongkel pintu dengan menggunakan alat yang dibawa dari rumah. Tersangka yang sudah berhasil membawa hasil curian itu langsung melewati persawahan untuk menuju sepeda motor Suzuki Satria yang diparkir di tengah kebun sengon yang berjarak 500 meter dari TKP. Karena merasa aman, Ghozali masih ingin melanjutnya aksinya sekitar pukul 02.00 di rumah Horiri, 28, warga Dusun Krajan RT 03/RW 4 Desa Wonojati kecamatan Jenggawah. Di sini dia berhasil membawa mesin disel pompa air merk Honda. Namun saat akan membawa hasil curian pompa disel ini, tersangka sudah dikepung polisi dan warga. (jum/ram/hdi/jpnn)

KECELAKAAN

Masihkah Bangsa Kita Terjajah? MERDEKA! 17 Agustus 1945 telah ditetapkan sebagai hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seperti yang telah tercantumkan pada UUD 1945 alinea pertama; “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. Setiap Negara mencapai sebuah kemerdekaan tidak semudah membalik telapak tangan, melainkan membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar dan panjang. Contoh yang wajib kita ketahui adalah perjuangan rakyat Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Rakyat Indonesia melewati sekian banyak rintangan dalam melawan penjajah demi satu kata, yaitu MERDEKA. Banyak pula pengorbanan yang telah diberikan para pahlawan. Mereka gugur. Bahkan, anak, istri, suami, keluarga, dan para kerabat mereka menjadi korban. Darah manusia ada di mana-mana, mengalir layaknya Sungai Mahakam. Setiap negara menjunjung tinggi dan mempertahankan kemerdekaannya. Bukan hanya pejabat tinggi, bangsawan atau pejabat-pejabat negara yang wajib mempertahankan kemerdekaannya. Seluruh rakyat, baik kalangan mampu maupun kalangan tidak mampu, wajib mempertahankan kemerdekaan negaranya. Kenyataannya, generasi masa depan sekarang sangat meremehkan makna sebuah kemerdekaan. Bukti dari itu adalah Facebook. Anda men-

genal Facebook kan? Mungkin Anda bukan hanya mengenal Facebook melainkan telah menjadi saudara sedarah dengan Facebook. Facebook memberikan banyak dampak negatif yang secara tidak langsung bisa merusak karakter rakyat Indonesia. Memang Facebook sebagai sarana berkomunikasi jarak jauh sangat bagus. Namun, kini banyak yang telah salah memanfaatkan Facebook. Ungkapan hati, baik marah, jatuh cinta, maupun bahagia ditulis jelas-jelas di Facebook. Bahkan, aib seseorang juga kerap tertulis jelas di Facebook yang biasa kita kenal dengan istilah update status. Segala macam rahasia tertulis di situ. Padahal, sejatinya orang terdekat kita saja tidak tahu rahasia itu. Eh, kita malah menulisnya di Facebook yang jangkauannya hingga seluruh pelosok dunia. Anda pernah membaca status seseorang? Apa isinya? Pujian? Cemoohan? Aib? Bahkan, mungkin juga pernah membaca status seseorang yang menjelek-jelakkan negara? Mencemooh negara dan agama? Berarti, makna kemerdekaan telah diremehkan. Permasalahannya, mengapa generasi muda menganggap enteng sebuah kemerdekaan? Apa yang diinginkan generasi muda dalam kemerdekaan ini? Apa yang dilakukan generasi muda dalam berpartisipasi mengisi kemerdekaan negara? Masih adakah generasi muda yang cinta negara? Apakah akibat kemerdekaan yang terjajah? Yang paling penting adalah apa solusi dari semua hal negatif yang terjadi pada masa kemerdekaan ini? Setiap insan pasti tahu makna

O l e h

NURIN MAULIDA * kemerdekaan, walaupun mungkin pemahaman kita tidak sama. Faktanya, makna kemerdekaan kerap tidak diamalkan. Entah bagaimana cara generasi muda berpikir dan mengartikan kemerdekaan. Banyak remaja menganggap bahwa kemerdekaan adalah puncak perjuangan pahlawan di masa lalu. Jadi, tidak ada sangkut-pautnya dengan masa sekarang. Kecanggihan teknologi membuat generasi muda, baik anak–anak, remaja, maupun dewasa, lupa perjuangan pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Mereka menikmati hidup di negeri ini tanpa mau tahu dari mana asal negara Indonesia ini. seolah mereka berpikir bahwa segala sesuatu tiba–tiba ada dan mereka berhak menikmati dengan gratis. Itulah yang menyebabkan kita kerap menganggap kemerdekaan adalah hal yang sepele. Menjadi negara yang merdeka adalah keinginan semua rakyat di semua negara. Sayang, setelah kemerdekaan itu dicapai, kita sebagai rakyat malah salah mengartikan dan salah menyalahgunakan kemerdekaan, seperti menyia–nyiakan waktu, melakukan hal–hal negatif; mengonsumsi narkoba, melakukan hubungan seksual di luar nikah, melakukan tindak kriminal, dan lain-lain. Di era globalisasi ini, semakin maraknya teknologi baru membuat para remaja lupa diri; tidak suka diatur dan berlaku seenak hati. Seharusnya, di masa yang serba terpenuhi

ini, kita menyumbangkan sebagian tenaga kita demi negara dengan cara mengikuti berbagai kegiatan positif, seperti mengikuti Pramuka, karang taruna, remas, dan kegiatan– kegiatan positif lain. Sebagai warga negara yang baik, kita harus menjaga dan meningkatkan makna kemerdekaan. Setiap hari kemerdekaan Republik Indonesia, kita wajib mengikuti upacara bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Namun, itu kini hanya sebuah keinginan semu karena sifat itu sulit ditemui dalam diri generasi muda sekarang. Memang masih ada generasi muda yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan dan nilai Pancasila. Namun, versi saya, jika dibuat perbandingan antara remaja yang baik dan remaja yang buruk adalah 1:100.000. Kita harus tahu bahwa negara Indonesia memang sudah merdeka. Namun, moral dan sistem pemerintahan Indonesia masih sangat terjajah. Budaya Barat yang masuk ke Indonesia merupakan faktor pendukung utama penjajahan moral bangsa ini. Model baju yang serba mini menjadi ciri utama kebudayaan Barat. Teknologi yang serba canggih pula mendukung menyebarnya kebudayaan Barat. Sebenarnya, kebudayaan Barat tidak sepenuhnya berdampak negatif. Hanya saja, cara kita menerimanya kerap salah. Seharusnya, sebelum kita meniru kebudayaan Barat yang masuk ke negeri ini, kita harus memfilternya. Tujuannya, agar tidak berdampak negatif atau merusak moral.

Harus kita pahami pula bahwa negara–negara Barat identik dengan negara bebas (liberal). Jika kita tidak segera memfilter budaya–budaya Barat yang masuk, maka negara ini akan kembali terjajah. Sistem pemerintahan yang salah juga mengakibatkan kembalinya negara ini terjajah. Telah diakui semua negara bahwa Indonesia telah merdeka. Namun, faktanya, Indonesia masih sangat kurang jika disebut sebagai negara merdeka. Sebab, kemerdekaan bukan hanya ikrar, melainkan kenyataan. Kenyataannya, kemakmuran, keamanan, dan keadilan, di negeri ini masih porak-poranda. Pengangguran di mana– mana, kelaparan, pengemis, dan kolong jembatan digunakan sebagai tempat tinggal. Diakui ataukah tidak, Indonesia masih memiliki banyak kekurangan. Kita harus menyadari kekurangan–kekurangan itu. Jangan hanya menyalahkan sikap generasi muda yang memang tampak buruk. Para pejabat negara juga harus introspeksi diri; jangan hanya menuntut hak tanpa melakukan kewajiban. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. Kita harus menjaga dan mempertahankan kemerdekaan ini. Jangan hanya duduk dan diam. Kita harus aktif mengisi kemerdekaan, dan selalu tegap saat upacara bendera Merah Putih, terutama saat menyanyikan lagu “Indonesia Raya”. Itu langkah kecil menuju negara yang besar. *) Siswa SMKN 1 Banyuwangi.

Manisnya Gula tak Semanis Janji

JUMAI/JPNN

APES DI JALAN: Truk tebu yang disopiri Jumangin terguling di jalan raya Desa Tanggul Wetan malam kemarin.

Ban Meletus, Truk Tebu Terguling JEMBER - Gara-gara ban belakang sebelah kiri meletus, truk Toyota Rino P 8727 UQ yang disopiri Jumangin, 40, warga Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember, terguling di jalan raya Desa Tanggul Wetan pukul 24.00 kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun tebu yang diangkut sebagian besar tumpah ke jalan aspal dan selokan. Rencananya tebu itu akan dikirim ke PG Semboro. Untung lagi truk yang terguling tidak sampai mengganggu jalur lalu lintas baik yang dari arah barat maupun dari timur. Karena truk terguling ke sisi selatan jalan tak jauh dari Mapolsek Tanggul. Namun, meskipun tidak menggangu jalur lalin, anggota Polsek Tanggul tetap turun ke jalan untuk mengatur lalin yang dari arah timur. ”Apalagi truk yang terguling terjadi pada malam hari,” kata Suparto warga sekitar lokasi. Menurut sopir Jumangin, perjalanan menuju PG Semboro tidak ada yang janggal. Namun sampai di TKP, tiba-tiba ban belakang sebelah kiri meletus. ”Karena muatan berat, truknya oleng ke kiri hingga terguling,” katanya. (jum/rul/hdi/jpnn)

KENAIKAN harga gula di pasaran yang pernah menembus harga Rp 12.000 per kilogram cukup memberikan angin segar kepada petani. Apalagi, setelah pemerintah menaikkan harga BBM. Sebab, konsekuensi kenaikan harga BBM adalah kenaikan harga bahan-bahan pokok di pasar. Tentu hal itu menuntut kemampuan daya beli konsumen. Ujung-ujungnya, upah para buruh harus dinaikkan. Selain itu, kenaikan harga BBM juga berdampak pada kenaikan biaya operasional petani. Nah, akhirnya, kenaikan harga BBM dan biaya operasional usaha itu menyebabkan perubahan kebijakan produsen gula sebelum giling. Kebijakan itu disebut kebijakan rafaksi, yakni kebijakan yang bertujuan meningkatkan kualitas produksi. Yang harus dilakukan adalah pembersihan sogolan, pucuan, dan daduk. Jika program MBS (manisbersih-segar) tidak terpenuhi, maka pendapatan petani akan dipotong. Jelas sekali pemberlakuan kebijakan rafaksi terse-

but dalam rangka menaikkan angka rendemen. Di saat iklim kurang bersahabat yang dikenal dengan anomali alam, ditambah semua harga naik, perkembangan pertanian menjadi kurang baik, khususnya petani palawija dan hortikultura. Maka dari itu, muncullah alternatif lain, yaitu alih fungsi lahan. Para petani yang semula menanam palawija beralih menanam tebu. Itu merupakan keniscayaan. Para petani bergairah menanam tebu, selain memang lebih menguntungkan juga karena Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan tahun 2014 sebagai tahun swasembada gula. Pada masa giling tahun 2012 lalu, untuk 1.000 kuintal tebu dengan rendemen 9-10 persen, pendapatan kotor petani mencapai Rp 60.000.000. Dengan pendapatan dan prospek gula yang makin seksi itu, para petani tebu semakin terpacu meningkatkan produksi dan melebarkan lahan tebunya. Bahkan, tingginya sewa lahan tak mengurangi semangat pet-

O l e h

FATAH YASIN RAMLI * ani memperluas lahan tebunya. Lahan-lahan kritis pun kini berubah menjadi lahan tebu. Tahun ini, alih fungsi lahan kritis menjadi lahan tebu mengalami kenaikan drastis yakni hampir 10 persen. Itu dilakukan petani demi memenuhi target bahan baku gula seperti yang sering dikeluhkan pihak pabrik gula. Situbondo yang dikenal sebagai kabupaten yang memiliki pabrik gula terbanyak secara nasional sangatlah tepat jika ditarget sebagai lumbung gula dan produsen gula terbesar di Provinsi Jawa Timur. Akan tetapi, di saat jumlah petani tebu semakin menjamur dan support pemerintah daerah terkait perluasan lahan tebu sukses, petani tebu justru merasa kurang beruntung. Sebab, pada masa giling tahun ini ada beberapa persoalan, yakni terkait kebijakan dalam negeri yang dianggap kontroversial.

Melemahnya perekonomian dunia yang menyebabkan melemahnya sektor-sektor pendukung kestabilan ekonomi nasional pada akhirnya menyebabkan diberlakukannya kebijakan rafaksi. Kebijakan rafaksi tersebut digaransikan ke kenaikan rendemen. Ternyata, mulai awal pelaksanaan giling sampai sekarang, harapan dan pendapatan riil petani “jauh panggang dari api.” Dengan kata lain, bukan untung yang didapat malah penurunan pendapatan yang cukup drastis. Dibandingkan dengan pendapatan masa giling tahun lalu dengan produksi 1.000 kuintal, rendemen 9-10, pendapatan kotor para petani Rp 60.000.000. Nah, pada masa giling tahun ini, 1.000 kuintal tebu dengan rendemen rata-rata 7,5, pendapatan kotor para petani hanya Rp 40.000.000. Selain itu, petani masih harus menanggung beban kenaikan biaya TMA yang pasca kenaikan BBM mengalami kenaikan 40%. Dalam situasi yang sangat merugikan tersebut, muncul beberapa spekulasi yang tam-

bah menyebabkan petani tebu menjerit, yakni pemerintah berencana mendatangkan gula impor. Ditambah lagi keterlambatan Surat Keputusan (SK) Menteri Perdagangan dan Perindustrian tentang HPP (harga pokok penjualan) yang menyebabkan ketentuan tetap mengacu SK HPP tahun lalu, yakni RP 8100 per kilogram. Nah, kebijakan rafaksi yang seharusnya menjamin kenaikan rendemen justru semakin memberatkan para petani tebu. Persoalan fundamental yang sama sekali belum ada perbaikan adalah rendahnya rendemen, terlambatnya SK Menteri Perdagangan dan Perindustrian tentang HPP tahun ini. Itu akan menambah panjang penderitaan petani tebu. Apalagi, kini gempuran gula impor semakin membabi-buta. Ironisnya, pemerintah bergeming. Pemerintah tidak mau mengambil langkah-langkah yang bisa menyelamatkan pergulaan nasional dan para petani tebu. *) Direksi Perusda Perkebunan Banongan, Situbondo.


42

Jumat 6 September 2013

Kelas Taruna Beres, Remaja masih Seleksi BANYUWANGI - Tim seleksi Pengkab Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Banyuwangi semakin berpacu dengan waktu menghadapi Kejuaraan Tingkat Provinsi (Kejurprov) Jatim mendatang. Setidaknya, dua pelatih yang ditunjuk, Dedi Susanto dan Aditya Wahono, harus segera menyelesaikan tahap seleksi yang sudah dijadwalkan. Sekadar diketahui, menghadapi kejurprov bulu tangkis di Ponorogo pada 18-21 September mendatang, PBSI Banyuwangi akan menggelar seleksi calon pemainnya. Dalam seleksi yang digelar di aula Uniba Banyuwangi sejak Rabu (4/9) lalu, ada 15 pebulu tangkis yang turut ambil bagian. Dua kelas, yakni taruna dan remaja, menjadi titik fokus seleksi menghadapi kejuaraan

kali ini. “Seleksi secara umum sudah selesai. Kami tinggal menyelesaikan satu pekerjaan rumah saja,” ujar Aditya Wahono, pelatih PBSI Banyuwangi. Aditya menuturkan, seleksi sudah dinyatakan rampung untuk kategori taruna. Dua pebulu tangkis, Aditya Rico dan Mohamad Zakcy Hidayat, menjadi materi pemain yang akan dipasang dalam kejuprov mendatang. Lalu, bagaimana dengan kategori remaja? Peraih medali perunggu Porprov edisi 2007 ini menyatakan, belum ada komposisi untuk kelas tersebut. Dia menyebut masih akan menggelar lanjutan untuk calon atlet yang akan diberangkatkan ke Ponorogo mendatang. “Kelas remaja masih akan diseleksi lebih lanjut,” ujarnya. (nic/c1/als)

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

FULL LOKAL: Sejumlah peserta seleksi unjuk kepiawaian mengocek bola di Stadion Diponegoro kemarin (5/9).

Adu Piawai Senior dan Junior Seleksi Hari Pertama Calon Skuad Persewangi BANYUWANGI - Tahap penjaringan calon pemain Persewangi digelar di Stadion Diponegoro kemarin (5/9). Seleksi yang dipimpin duo pelatih Bagong Iswahyudi dan Ahmad Mustain itu diikuti sekitar 50 pemain. Seperti diharapkan pengurus tim berjuluk Laskar Blambangan, semua peserta seleksi

seratus persen pemain lokal. Di antara mereka yang turut hadir dalam seleksi ini terdapat beberapa mantan pemain Persewangi Divisi Utama musim lalu. Bahkan, beberapa pemain senior yang pernah memperkuat Laskar Blambangan di beberapa kompetisi sebelumnya, seperti Heri Viandoyo dan Nurcahyo, juga tampak hadir bersama peserta lainnya. Mereka tampak bersaing untuk menjadi bagian tim dengan pemain lain yang lebih junior. Pemain yang lolos dalam penjaringan ini akan diproyeksikan untuk

persiapan dua even. Yakni Piala Gubernur dan Divisi Utama. Ketua Persewangi Hari Wijaya menuturkan seleksi dilaksanakan selama dua hari. Dari seleksi inilah diharapkan dapat menjadi embrio bagi keberadaan skuad Persewangi di kompetisi Divisi Utama mendatang. “Sebagai awalan mereka akan diproyeksikan untuk Piala Gubernur Jatim,” tuturnya. Even pramusim inilah yang sekaligus akan menjadi tahap seleksi berjenjang bagi para pemain. Bila dinilai mampu tampil prima, bu-

kan mustahil status mereka akan dipermanenkan. Keikutsertaan Persewangi dalam Piala Gubernur nanti akan menjadi bahan pertimbangan untuk menambah atau memodifikasi komposisi kekuatan pemain yang ada. Terkait seleksi sendiri, Hari menyerahkan sepenuhnya kepada para pelatih. “Tapi pemain yang terjaring lewat mekanisme ini harus bisa memenuhi harapan untuk dapat bersaing di Piala Gubernur dan meningkat ke kompetisi regular Divisi Utama,” pungkasnya. (nic/c1/als)

Pelni Bawa Enam Petinju Amatir ke Popnas BANYUWANGI - Kebanggaan tersendiri diperoleh Pengkab Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Banyuwangi. Menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) yang digelar di GOR Ragunan, Jakarta, pada 14-21 September mendatang, sekretaris sekaligus pelatih tinju Banyuwangi, Pelni Rompis, didapuk sebagai pengiring kontingen Jawa Timur. Mantan petinju jawara nasi-

onal itu akan memimpin sekaligus menjadi pelatih dari duta tinju Jawa Timur di ajang tersebut. Ada empat petinju putra dan putri yang akan disertakan dalam ajang nasional untuk pelajar ini. Mereka tersebar dari sejumlah kabupaten atau kota yang ada di Jawa Timur. Di bagian putra, Pelni akan mengawal prestasi Feri Pristiawan asal Blitar yang tampil di kelas 52 kg, Arif Aldiana asal Jombang di kelas 49 kg, Fathur Suharjono asal

DOK.RaBa

Pelni Rompis

Jombang di kelas 46 kg, dan Bimo Aji asal Blitar di kelas 64 kg. Sedangkan di bagian putri, ada Fitri Ardana asal Pasuruan di kelas 45 kg dan Desi Astarica asal Banyuwangi di kelas 48 kg. “Mereka inilah yang akan menjadi tulang punggung kontingen Banyuwangi di Popnas mendatang,” ujar Pelni Rompis. Soal peluang anak asuhnya, Pelni menyebut anak didiknya siap memberikan yang terbaik. Dengan bekal penampilan di

Porprov IV di Madiun lalu dia yakin petinjunya bisa membuat kejutan di Popnas nanti. Tidak terkecuali satu-satunya petinju asal Banyuwangi, Deci Astarica yang turut serta dalam ajang ini. Pelni menyatakan, anak asuhnya tersebut siap bersaing dengan kontestan lainnya. “Kami optimistis anak-anak bisa maksimal dan memberikan hasil terbaik untuk Popnas mendatang,” pungkasnya. (nic/c1/als)

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

BARU SATU KELAS: Salah satu pebulu tangkis yang mengikuti seleksi di Aula Uniba sejak Rabu (4/9) lalu.


BERITA UTAMA

Jumat 6 September 2013

43

HALAMAN SAMBUNGAN

Paling Parah Ruang Bar dan Karaoke n HOTEL... Sambungan dari Hal 33

Bangunan di lantai dasar di sebelah selatan restaurant itu tidak ada yang tersisa. “Bar dan ruang pertemuan itu atapnya dari ijuk, jadi mudah terbakar,” terang Yuni. Kebakaran di Hotel RR terjadi pukul 10.10. Orang yang kali per tama mengetahui adalah Yuni dan Iwan, karyawan hotel. Saat itu, kedua karyawan itu sedang berada di bar dan tempat ka raoke. “Saya lihat di atap ada api. Mulanya apinya kecil,” jelasnya. Yuni bersama karyawan lain sudah berusaha memadamkan api yang menyala itu menggunakan air. Sayang, upaya itu tidak berhasil dan api malah se makin besar. Angin yang bertiup cukup besar membuat api semakin membara. “Dalam waktu tidak lama, api sudah membesar,” ungkapnya. Api yang semakin membesar itu membuat warga yang tinggal di sekitar hotel berhamburan keluar rumah. Jalan Sayu Wiwit di depan hotel tertutup

AGUS BAIHAQI/RABA

TINGGAL ARANG: Ruang bar dan karaoke setelah dilalap si jago merah.

lautan manusia dan mobil pemadam kebakaran (damkar). Sementara, arus kendaraan terpaksa dialihkan melalui Jalan Sri Tanjung. Satu mobil damkar yang dibantu tiga mobil tangki pengisi air terus berusaha memadamkan api. Angin yang cukup kencang membuat api semakin ganas. Bar dan tempat karaoke dengan atap ijuk itu hanya dalam waktu kurang dari 30 menit sudah ludes. Selanjutnya, api membakar ba ngunan hotel. Meski satu mobil damkar terus berjuang

menjinakkan api, tapi si jago merah tidak mau menyerah. Sejumlah kamar di lantai dua dan tiga akhirnya juga terbakar. Kebakaran yang terjadi di Hotel RR itu membuat sejumlah warga menangis histeris. Beberapa anggota keluarga pemilik hotel menangis hingga terpaksa harus dievakuasi menuju rumah warga di depan hotel. “Yang menangis itu keluarga yang punya hotel,” terang sejumlah warga kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Hampir satu jam petugas pemadam kebakaran berjuang

memadamkan api. Api akhirnya bisa dijinakkan setelah dua mobil damkar milik Pemkab Ba nyuwangi dan Pelabuhan Indonesia (Pelindo) datang. Api baru bisa padam pukul 11.30. Sejumlah petugas kepolisian yang dipimpin Wakapolres Kompol Agus Widodo sempat me meriksa semua ruangan yang habis terbakar itu. Pemilik hotel Henry Gilson Roebuck tampak memeriksa hotelnya sambil geleng-geleng kepala. “Ba nyak yang rusak,” cetus Henry Gilson Roebuck. Gilson mengaku tidak tahu asal api yang membakar hotelnya itu. Meski tinggal di hotel, tapi saat kejadian, dia sedang berada di luar. “Kerugian besar, tapi belum tahu jumlahnya,” ungkap Gilson dengan bahasa Indonesia yang masih kaku. Meski belum tahu jumlah ke rugiannya, Gilson sempat me nyampaikan uang simpanannya Rp 5 juta juga terba kar. Uang itu disimpan di kamar lantai dua. “Uang tunai ikut terbakar,” katanya sambil menunjukkan ikatan uang yang telah hangus. (abi/c1/aif)

Api Diduga dari Puntung Rokok SEMENTARA itu, sumber api yang membakar Hotel Ritansa Roebuck belum diketahui secara pasti. Polres Banyuwangi masih menyelidiki asal-usul api yang meludeskan bangunan berlantai tiga tersebut. Untuk mengungkap asal api, polisi akan menyelidiki secara ilmiah dengan mendatangkan petugas Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Jawa Timur. “Kami belum mengetahui asal api. Kami akan menyelidiki secara ilmiah kasus ini,” terang Wakapolres Banyuwangi Kompol Agus Widodo. Ditanya terkait dugaan asal api, Agus menolak mengungkapkan. Dirinya tidak mau berspekulasi atau menduga tanpa ada dasar dan bukti yang kuat. “Kita berencana mendatangkan tim Labfor dari Polda biar

semua jelas,” tandasnya. Keterangan beda disampaikan Yuni dan Evi, dua karyawan hotel itu menduga api yang telah membakar tempatnya bekerja berasal dari puntung rokok yang dilempar dari kamar hotel. “Mungkin api dari puntung rokok yang dilempar dari kamar hotel,” duga Yuni. Kamar hotel yang disebut Yuni itu adalah kamar 206 di lantai dua. Kamar itu jendelanya berada di sebelah selatan dan persis di atas tempat bar dan karaoke yang atapnya dari ijuk. “Kamar itu (206) ada orangnya,” terang Yuni kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Yuni menyebut, di hotel tempatnya bekerja hanya ada delapan kamar yang disewakan. Dari jumlah kamar itu, yang ada tamunya hanya empat kamar, termasuk kamar 206.

“Kamar yang jendelanya di atas tempat bar dan karaoke hanya kamar 206,” sebutnya. Saat api mulai merembet, Yuni bersama karyawan lain sempat mendatangi kamar 206 tersebut. Saat itu, orang yang menempati masih berada di kamar dan membantah membuang puntung rokok sambil menunjukkan jendela tertutup. “Saya kok yakin api dari puntung rokok,” jelasnya. Kata Yuni, saat api berkobar, aliran listrik masih menyala. Sehingga, terang dia, kecil kemungkinan kalau api yang membakar hotel itu berasal dari korsleting listrik. “Korsleting listrik sangat kecil kemungkinannya. Kalau listrik korslet, pasti lampu mati. Tapi ini masih hidup kok,” jelas Yuni. (abi/c1/aif)

Undangan VVIP Jalan Kaki dari Pendapa n JALAN... Sambungan dari Hal 33

S elanjutnya, kendaraan diarahkan menuju Jalan Hayam Wuruk, Jalan Gajah Mada, simpang empat Cungking ke Selatan hingga Jalan Brawijaya dan Patung Kuda. Kendaraan besar, seperti truk dan bus, kata Suprayogi, akan dialihkan dari simpang empat Sukowidi ke arah barat melalui Jalan Argopuro. ”Pada hari Sabtu besok, semua truk tidak boleh masuk kota dan harus melalui Jalan Argopuro,” katanya. Kendaraan roda dua dan empat dari arah selatan, kata

Suprayogi, ada dua alternatif yang bisa dilalui. Pertama, kendaraan roda dua dan roda empat yang menuju Ba nyuwangi kota, dari Patung Kuda (Karangente) akan dialihkan ke timur melalui Jalan Kepiting, Jalan Kolonel Sugiyono, Jalan MT. Haryono. Dari sim pang empat Hotel Slamet, ken daraan akan diarahkan ke timur me lalui Jalan Piere Ten dean menuju simpang empat kantor pegadaian, Jalan Ikan Cakalan, Jalan Segitiga Ber lian, Jalan Nusantara, Jalan DI Panjaitan, dan tembus di simpang empat Lateng. Alternatif kedua, kendaraan

roda dua dan roda empat yang hendak menuju Ketapang atau Situbondo dapat melalui Jalan Brawijaya, simpang empat Patung Kuda (Karangente) ke Barat. Khusus truk atau bus akan dialihkan ke barat melalui Jalan Brawijaya. Kepala Bagian Humas dan Protokol Juang Pribadi menambahkan, parkir kendaraan VVIP akan ditempatkan di halaman Ma kodim 0825 Banyuwangi. Parkir kendaraan undangan VIP akan ditempatkan di Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo hingga Jalan dr. Soetomo. Pintu masuk ke lokasi BEC, undangan VIP dan undangan umum lain melalui

pintu utama de pan Gesibu Blambangan. ”Ja lan depan kantor pos akan dikosongkan karena akan digunakan sebagai akses para undangan yang akan menghadiri pergelaran BEC,” ujar Juang. Undangan VVIP akan masuk melalui pintu depan Masjid Agung Baiturrahman. Bupati Abdullah Azwar bersama forpimda dan undangan VVIP akan berangkat bersama dari Pendapa Shaba Swagata Blambangan. Dari pendapa, undangan VVIP bersama Bupati Anas akan berjalan kaki menuju lokasi start penghelatan BEC. (afi/c1/aif)

Ulfa Sempat Berpesan agar Ibunya Tetap Sabar n BAWA... Sambungan dari Hal 33

Meski tergolong warga baru, Ulfa ternyata cukup familiar di mata warga sekitar. Seperti diungkapkan Yasin Soepardi, 43, warga yang rumahnya berdiri tepat di sebelah timur rumah korban. Di mata Yasin, Ulfa adalah gadis yang ramah, ceria, dan rajin. Sebelum meninggal, kor ban sering berkunjung ke rumah Yasin. Maklum, di sebelah barat rumah korban merupakan kantor konsultan manajemen, depan rumahnya adalah toko komputer, dan di sebelah selatannya adalah rumah sekaligus kedai milik Yasin. “Jujur, saya ikut merasa kehilangan. Sebelum wafat, korban (Ulfa) sering main ke rumah saya ini. Anaknya baik, ramah, dan ceria,” kenang Yasin. Lebih jauh Yasin mengatakan, meski bukan tulang punggung keluarga, sulung dari tiga bersaudara putri pasangan Budi Waluyo dan Titik Sulistiyani itu tergolong anak yang rajin bekerja. Pukul 02.30, Ulfa sudah bangun dan membantu ibunya memasak. Masakan tersebut dijajakan dengan cara dititipkan di kantin-kantin di pusat kota Banyuwangi dan sekitarnya. Karena kepribadian yang baik itu, saat Ulfa dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Penataban Rabu malam, ratusan rekannya semasa SMP dan SMA datang untuk mengantar korban ke tempat persemayaman terakhir tersebut. “Almarhumah (Ulfa) sangat baik. Karena terkenal baik, saat dimakamkan tadi malam (Rabu), ratusan rekannya semasa sekolah hadir. Tidak sedikit teman-teman korban yang menitikkan air mata,” kata pemilik Kedai Panorama tersebut. Masih kata Yasin, sebelum wafat, korban mendaftar kuliah di Untag Banyuwangi. Beberapa hari terakhir, Ulfa sibuk mem-

per siapkan segala hal yang diperlukan un tuk melengkapi syarat administrasi ma suk perguruan tinggi itu. “Mungkin karena itu, saat mengalami kecelakaan, korban membawa ijazah. Informasi yang saya dengar, korban sudah mau menjalani orientasi program studi dan pengenalan kampus (opspek) di Untag,” paparnya. Yasin mengungkapkan, kemarin Titik (ibu almarhumah Ulfa) menyampaikan hal yang cukup mengejutkan. Kepada istri Yasin, Titik mengungkapkan, sehari sebelum Ulfa dan rekannya menjadi korban dalam kecelakaan, mereka sempat memijat kedua tangan Titik. Kala itu Ulfa memijat tangan kanan Titik, dan rekannya itu memijat tangan kiri Titik. “Saat memijat ibunya, Ulfa mengucapkan katakata agar ibunya tetap sabar, tetap kuat, dan tetap tegar,” ungkapnya. Sementara itu, desas-desus yang berkembang menyebut bahwa saat kejadian, korban hendak melamar pekerjaan. Itu dilakukan korban agar saat kuliah tidak melulu mengandalkan biaya dari orang tuanya. Sementara itu, informasi yang digali war tawan di tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, saat kejadian, Ulfa dibonceng rekannya yang belakangan diketahui bernama Selfiatul Kiptiah. Keduanya menunggang motor merek Yamaha Mio warna merah. Hal yang menimbulkan pertanyaan warga yang melihat kejadian adalah, motor yang ditunggangi korban tampak telah dimodifikasi. Pasalnya, terdapat tuas rem di pijakan depan motor bernopol P 2528 W tersebut. Padahal tuas rem standar motor matik berada di setir. Nah, informasi yang digali Jawa Pos Radar Banyuwangi saat kedua jasad korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Blambangan Rabu sore (4/9), teka-teki itu terjawab. Seorang di antara beberapa warga

yang bergerombol di sekitar ruang jenazah RS pelat merah itu mengatakan bahwa tangan Silfi—panggilan karib Selfiatul Kiptiah— cacat. “Meski salah satu tangan Silfi cacat, tapi dia tetap lincah. Dia bisa menyetir motor,” terang perempuan tersebut. Lebih jauh dikatakan, kedua korban adalah teman karib sejak kecil. Maklum, sebelum Ulfa pindah ke Kelurahan Penataban, kedua perempuan malang itu samasama tinggal di Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi. “Keduanya anak baik. Saya mengenal mereka berdua cukup dekat. Karena dulu keduanya merupakan tetangga saya. Baru-baru ini saja Ulfa pindah rumah,” pungkas sumber tersebut. Diberitakan sebelumnya, Ulfa dan Selfi tewas mengenaskan setelah terlibat ke celakaan beruntun di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan kantor Bank BII Banyuwangi, Rabu kemarin (4/9). Kedua teman karib itu berboncengan mengendarai motor dari arah utara. Saat kejadian, Ulfa sedang membawa map biru berkop SMAN 1 Banyuwangi yang berisi ijazah dan berkas lain. Sesampai di lokasi kejadian, motor Yamaha Mio warna merah bernopol P 2528 W itu bersenggolan dengan motor lain yang juga melaju dari arah utara. Nahas, saat motor yang ditumpangi ke duanya oleng, dari arah berlawanan datang sebuah mobil Isuzu Panther pelat merah bernopol P 426 VP. Benturan pun tak dapat dihindarkan. Motor matic warna merah tersebut membentur bagian samping kanan mobil dinas jajaran Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banyuwangi tersebut. Benturan itu mengakibatkan kedua korban jatuh. Ironisnya lagi, tubuh kedua korban yang jatuh tersebut langsung dilindas mobil boks yang melaju tepat di belakang mobil pelat merah tersebut. (c1/aif)

Even BEC Rawan Peredaran Upal n PELABUHAN... Sambungan dari Hal 33

Karena itu, Dwi meminta semua stake holder yang melakukan aktivitas ekonomi di pe labuhan penyeberangan hendaknya waspada terhadap peredaran uang palsu. Masyarakat pengguna jasa pelabuhan juga diminta lebih berhati-hati melakukan transaksi di Pelabuhan Ketapang dan sekitarnya. “Sebelum transaksi, uang rupiahnya sebaiknya dilihat, diraba, dan diterawang,” saran Dwi. Hal itu penting dilakukan, kata Dwi, untuk memastikan keaslian uang rupiah. Untuk para

pedagang, Dwi menganjurkan agar melengkapi diri dengan alat pendeteksi uang palsu. Saatini,alatpendeteksiuangpalsu sudah beredar di pasaran dengan harga cukup terjangkau. Kejahatan pemalsuan uang semakin canggih dan uang palsu sulit dibedakan dengan yang asli. Kasus terbaru, beber Dwi, ada uang palsu yang beredar separo asli dan separo palsu. Uang asli dipecah menjadi dua untuk diedarkan menjadi uang palsu.“Tampakdepanuangnyaasli, namun tampak belakang palsu,” bebernya. Kasus itu merupakan trend ke jahatan pemalsuan uang yang terjadi pada tahun 2013. Pada tahun sebelumnya, pe-

redaran uang palsu separo asli dan separo palsu itu belum pernah terjadi. Selain itu, trend pemalsuan uang rupiah juga mulai bergeser. Beberapa tahun lalu, pemalsuan uang terjadi pada pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Namun, pada tahun 2013, pemalsuan bergeser pada pecahan kecil, seperti Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, dan Rp 2 ribu. Selain pelabuhan, tambah Dwi, pusat-pusat keramaian, SPBU, dan pasar, juga menjadi sasaran peredaran uang palsu. “Even-even tahunan, seperti Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), juga rawan sasaran peredaran uang palsu,” kata Dwi mengingatkan. (afi/c1/aif)

Suroso Merasa tidak Menabrak n POLISI... Sambungan dari Hal 33

Olah TKP tidak menunjukkan adanya mobil boks yang sempat disebut-sebut melindas kedua korban yang masih remaja tersebut. “Mobil boks nggak ada kok. Lebih jelasnya bisa temui Pak Hariri (Aiptu Hariri anggota Unit Laka),” saran Mujiono. Fakta itu berbeda dengan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian. Beberapa saksi menyebut, kedua korban meninggal karena dilindas mobil boks di belakang Isuzu Panther pelat merah tersebut. “Motor korban oleng setelah menyenggol motor lalu menghantam bagian samping mobil pelat merah. Setelah itu, tubuh korban jatuh ke jalan dan dilindas truk boks,” ujar seorang saksi yang enggan namanya dikorankan. Sumber lain menyebut, setelah melindas tubuh korban, so pir truk boks itu langsung kabur. Sopir mobil pelat merah

itu memilih menepikan kendaraannya. “Mobil pelat merah tidak menabrak motor korban. Sampean lihat sendiri. Ada bekas goresan di bagian samping mobil pelat merah ini. Di bagian depan tidak ada tanda-tanda bekas benturan,” kata sumber tersebut. Dua anggota Unit Laka Satlantas Polres Banyuwangi Aiptu Bambang W. dan Aiptu Hariri sempat membeber kronologi kecelakaan yang sempat membuat arus lalu lintas di pusat kota macet itu. “Mobil boksnya itu jauh,” terang Aiptu Bambang W. Bambang sempat membeber kronologi kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 14.15 itu. Dalam kecelakaan itu, kedua korban yang mengendarai motor Yamaha Mio melaju dari arah utara. “Di lokasi kejadian, motor korban menyenggol motor lain dan oleng,” terangnya. Selanjutnya, jelas dia, motor milik korban nyeleret ke arah ba rat dan menabrak mobil Isu zu Panther milik Badan

Ke pegawaian Daerah (BKD) Banyuwangi. “Korban jatuh terpelanting dan tertabrak mobil Panther itu,” ungkapnya. Ditanya posisi mobil boks, Aiptu Bambang menyebut masih jauh di selatan. Sehingga, tidak mungkin mobil boks itu menabrak kedua korban yang meninggal di lokasi kejadian. “Dugaan kami, yang menabrak ya mobil Isuzu Panther itu,” tandasnya. Sementara itu, sopir Isuzu Panther Suroso, 45, asal Desa Kemirin, Kecamatan Glagah, mengaku tidak merasa mobil yang disopirinya menabrak kedua korban. “Saya tidak merasa menabrak. Saya juga tidak tahu kalau disebut telah menabrak,” ujarnya. Suroso mengaku langsung meng hentikan mobilnya setelah ada motor menyerempet mobilnya. Saat berhenti, kedua kor ban sudah meninggal di jalan. “Saya kok tidak merasa menabrak,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. (abi/c1/aif)

Kekurangan Koper 28 Buah n KOPER... Sambungan dari Hal 33

Ditanya kapan koper itu akan dikirim ke KUA, pria asal Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, itu menyebut secepatnya. Bila perlu, semua koper akan dikirim pada Jumat ini. “Besok (hari ini),

semua koper akan kita kirim ke KUA yang memberangkatkan haji,” ungkapnya. Mukhlis menyebut, koper yang baru datang dari Surabaya itu ternyata masih belum lengkap. Dari 791 CJH, ternyata koper yang dikirim ke Banyuwangi ku rang 28 buah. “Saya juga

tidak mengerti, kopernya kok kurang 28 buah,” ungkapnya. Pihaknya menjamin kekurangan koperituakansegeradilengkapi.Bila Kemenang Jatim tidak mengirim, maka koper-koper itu akan diambil. “Bisa jadi, nanti koper yang kurang itu akan kita ambil di Surabaya,” tandasnya. (abi/c1/aif)

Petani Tolak Gula Impor n PETANI... Sambungan dari Hal 44

“Kami minta agar rafaksi itu dihapus. Sebab, hasil pemotongan ternyata juga digiling,” kata Sakik saat berada di halaman PG Asembagus kemarin (5/9). Tidak hanya itu, para petani juga menolak adanya importer gula dan tanaman tebu dari luar kota jangan sampai masuk ke pg Asembagus. Sebab, bila itu diteruskan, maka akan merusak rendemen tebu Asem bagus. “Potensi petani tebu Asembagus sangat besar, dan selama ini menjadi penopang PG-PG yang ada di bawah PTPN 11,” terangnya. Data yang berhasil di kumpulkan, adanya rafaksi mem-

buat tanaman tebu terpotong dan itu dianggap merugikan petani. Beberapa jenis tebu yang terkena rafaksi, yaitu sogolan terkena potongan sebesar 20 per sen, pucukan sebesar 15 persen, daduk 5 persen, dan tali pucuk sebesar 5 persen. Selain itu, rafaksi juga berlaku untuk cacahan yang dikenai pemotongan sebesar 15 persen, akar, dan tanah dipotong sebesar 10 persen. “Adanya rafaksi itu petani dirugikan. Karena pemotongannya banyak,” kata Marsuli salah seorang petani lain. Menurutnya, penerapan rafaksi terhadap tebu tersebut sudah berlangsung sekitar satu bulan setengah. Karena petani merasa rugi besar dengan sistem tersebut, akhirnya me-

reka aksi menuntut peng hapusan rafaksi, “Jika rafaksi itu dibiarkan, maka petani akan semakin merugi,” imbuh Marsuli, petani tebu lainnya. Sementara itu, akibat adanya mogok kerja yang dilakukan para petani, pihak PG Asembagus juga mengaku telah dirugikan. Sebab, dengan adanya demo tersebut, PG Asembagus tidak bisa operasional. “Kami juga dirugikan. Akibat aksi ini PG tidak operasional,” kata Buhari, Kepala Bagian Instalasi Penggilingan PG Asembagus. Menurutnya, hal paling utama bukan soal rafaksi. Tetapi lebih berdasar pada kualitas tebu yang baik. Sehingga rafaksi bertujuan meningkatkan produksi gula agar semakin baik. (rri/c1/als)


44

Jumat 6 September 2013

12 Desa Dilanda Kekeringan SITUBONDO - Musim kemarau yang terjadi sejak awal Agustus lalu mulai mengakibatkan air di sejumlah wilayah di Situbondo sulit didapat. Hingga kemarin (5/9), setidaknya ada 19 dusun dari 12 desa di 9 kecamatan yang dilanda kekeringan. Akibatnya, ratusan keluarga yang hendak memasak, minum, dan mencuci, harus mencari air bersih hingga jarak cukup jauh, yakni sekitar 3 kilometer. Data yang berhasil dikumpulkan, beberapa desa yang mulai mengalami kekeringan kritis tersebut terletak di kecamatankecamatan yang jaraknya sangat jauh. Lokasi kekeringan paling dekat adalah Dusun Alassumur,

Desa Balung, Kecamatan Kendit, yang jaraknya 31 kilometer dari jantung kota Situbondo. Sementara itu, kekeringan dengan jarak terjauh adalah Dusun Mindi, Desa Curah Tattal, Kecamatan Arjasa. “Sementara ini yang paling jauh adalah Dusun Mindi. Jarak dari kota mencapai 73 kilometer,” terang kepala BPBD, Zainul Arifin, kemarin (5/9). Menurutnya, beberapa lokasi yang dilanda kekeringan akan mendapat bantuan secepatnya dari BPBD Situbondo. Paling lambat, pengiriman air bersih akan dilakukan petugas BPBD minggu depan. “Suplai air bersih akan dilakukan minggu depan,” ujar Zainul.

WILAYAH YANG ALAMI KERING KRITIS 1. Leduk Selatan, Sumberejo, Banyuputih 2. Bendera, Sumberejo, Banyuputih 3. Cora Malang, Bantal, Asembagus 4. Timur Cora, Bantal, Asembagus 5. Padukuan Alang-alang, Bantal, Asembagus 6. Panapan, Sopet, Jangkar 7. Galingan, Sopet, Jangkar 8. Alas Sumur, Balung, Kendit 9. Telaga Sari, Curah Tattal, Arjasa 10. Polay, Jatisari, Arjasa

11. Bandusa, Jatisari, Arjasa 12. Krajan, Jatisari, Arjasa 13. Jerugen, Silomukti, Mlandingan 14. Krajan, Kalisari, Banyuglugur 15. Krajan, Tepos, Banyuglugur 16. Langsat, Semambung, Jatibanteng 17. Gebang Utara, Semambung, Jatibanteng 18. Kembangsari Timur, Kembangsari, Jatibanteng 19. Sokaan Utara, Gunung Putri, Suboh

Dijelaskan, jarak tempuh beberapa titik kekeringan memang berbeda-beda. Khusus 12 desa di 9 kecamatan itu, jarak untuk mendapatkan air bersih sekitar

3 kilometer. “Jarak tempuh 3 kilo itu masuk kategori kering kritis,” katanya. Dalam menyuplai air bersih nanti, sedikitnya ada sebanyak

40 titik kekeringan yang menjadi prioritas BPBD. Di 40 titik tersebut banyak tandon yang belum ada dan tendon yang kondisinya sudah rusak. “Sebenarnya ada 40 titik kekeringan, sementara ini kering kritis ada 12 desa,” katanya. Sementara itu, mengenai anggaran pengiriman air bersih sebenarnya ada dalam PAK. Namun, karena kondisi di lapangan sudah sangat membutuhkan, akhirnya pihak BPBD akan melakukan suplai air minggu depan. “Anggarannya di PAK, tapi masyarakat sudah sangat butuh dan kami harus mengirim air bersih kepada masyarakat,” pungkasnya. (rri/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

TERANCAM GAGAL PANEN: Sawah milik warga di Kecamatan Arjasa terlihat gersang kemarin (5/9).

DUDUK-DUDUK: Para petani tebu di PG Asembagus kemarin (5/9). Mereka mendesak penghapusan rafaksi karena merugikan.

Petani Tebu Mogok Kerja

Desak Sistem Rafaksi Dihapus ASEMBAGUS - Ratusan sopir truk pengangkut tebu dan petani tebu melakukan mogok kerja di sekitar Pabrik Gula (PG)

Kecamatan Asembagus kemarin (5/9). Para petani itu menuntut agar rafaksi (pemotongan/pengurangan terhadap harga barang karena mutunya lebih rendah) pada tanaman tebu tidak lagi diberlakukan. Dalam aksi tersebut, beberapa truk pengangkut tebu diparkir dengan di-

tempeli sejumlah tulisan desakan agar rafaksi segera dihapus. Akibatnya, pekerja PG Asembagus PTPN 11 terpaksa tidak melanjutkan operasional produksi gula selama seharian kemarin. Menurut Sakik, koordinator aksi, para petani sangat merugi lantaran pemo-

tongan dengan sistem rafaksi. Bahkan, sistem rafaksi itu juga membuat pemotongan dua kali. Yakni pada hitungan kuintal tebu dan potensi rendemennya. Ditambahkan, meski ada rafaksi, tetapi PG tetap menggiling hasil pemotongan n  Baca Petani...Hal 43

NUR HARIRI/RaBa

PILGUB

20 Warga Siliwung tak Dapat BLSM

EDY SUPRIYONO/RaBa NUR HARIRI/RaBa

MASUK GUDANG: Petugas menata bilik dan kotak suara di kantor KPUD Situbondo kemarin (5/9).

Logistik mulai Ditarik SITUBONDO - Usai penghitungan suara Pilgub Jatim di tingkat kabupaten, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo, menginstruksikan agar tahap pemilu tetap dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Kali ini, PPK di masing-masing kecamatan harus mengembalikan seluruh logistik pilgub ke kantor KPU Situbondo. Pantauan koran ini, hingga Kamis sore kemarin (5/9) sebanyak 5 PPK telah mengembalikan logistik ke KPU. Lima PPK tersebut adalah PPK Sumbermalang, Panarukan, Banyuglugur, Jangkar, dan Mangaran. “Hingga sore ini, baru ada 5 PPK yang mengembalikan logistik Pilgub Jatim ke KPU Situbondo,” kata Aunur Rofiq, Kasubag Bagian Logistik KPU Situbondo, kemarin (5/9). Menurutnya Aunur, semua logistik Pilgub Jatim 2013 yang harus dikembalikan ke KPU. Di antara logistik itu adalah surat suara, kotak suara, bilik, alat mencoblos, bantalan, kalkulator, dan semua berkas hasil Pilgub Jatim. “Sebagian PPK tidak mengembalikan beberapa kalkulator ke kantor KPU. Alasannya hilang,” beber Aunur Rofiq. Bagi PPK yang diketahui  tidak dapat mengembalikan kalkulator dengan alasan hilang, pihaknya meminta kepada PPK yang bersangkutan untuk segera mengganti uang untuk pembelian kalkulator yang baru. Uang yang menjadi pengganti kalkulator itu sebesar Rp 35 ribu untuk setiap kalkulator. “Karena logistik Pilgub Jawa Timur wajib dikembalikan ke Kantor KPU Situbondo,” kata Aunur Rofiq. Diperoleh keterangan, empat PPK yang mengembalikan kalkulator ke Kantor KPU Situbondo pada hari pertama tahap pengembalian logistik masing-masing PPK  Panarukan sebanyak 58 unit kalkulator, PPK Sumbermalang sebanyak 15 unit kalkulator, PPK Banyuglugur sebanyak 8 unit kalkulator, serta PPK Jangkar sebanyak 5 unit kalkulator.(rri/c1/als)

SIDANG LANJUTAN: DPP dan DPW PKNU meminta ganti rugi Rp 1 miliar dalam sidang penyampaian eksepsi kemarin (5/9).

Tergugat Minta Ganti Rugi Rp 1 M Sidang Lanjutan Gugatan DPC PKNU Kubu Dadang SITUBONDO - DPC Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Situbondo kubu Dadang WigiartoRa Malung diminta membayar ganti rugi immaterial sebesar Rp 1 miliar. Itu merupakan salah satu poin gugatan rekopensi yang diajukan DPW dan DPP PKNU dalam sidang lanjutan gugatan perdata di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo kemarin (5/9). Sidang lanjutan kemarin mengagendakan jawaban DPP PKNU dan DPW Jawa Timur selaku tergugat satu dan dua atas gugatan yang diajukan DPC PKNU Situbondo kubu Dadang Wigiarto-Ra Malung. Dalam eksepsi yang dibacakan di depan majelis hakim, kuasa hukum DPW Jatim dan DPP PKNU, Supriyono, menegaskan bahwa perselisihan partai politik seharusnya diselesaikan internal partai politik sebagaimana diatur AD/ ART partai. “Ini sebagaimana diatur UU No. 2 Tahun 2011 sebagai pengganti UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang partai

politik. Sudah ditegaskan bagaimana cara penyelesaian perselisihan partai politik,” ungkap Supriyono. Kata dia, penyelesaian perselisihan internal partai politik dilakukan suatu mahkamah partai politik atau sebutan lain yang dibentuk partai politik. “Makanya, jelas sekali bahwa Pengadilan Negeri (PN ) Situbondo tidak berwenang memeriksa atau memutus perkara ini. Sebab, belum diselesaikan dalam internal partai dan langsung dibawa ke PN oleh penggugat,” papar Supriyono. Selain melakukan eksepsi, DPW dan DPP PKNU kemarin juga menjawab pokok perkara penggugat. Ditegaskan, keputusan DPW PKNU mengeluarkan surat rekomendasi perubahan SK DPC PKNU Situbondo yang berujung terbitnya SK kepengurusan baru tidak dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum. Sebab, hal tersebut merupakan kewenangan DPP PKNU yang memang diatur dalam AD/ART partai. “Tidak ada motif atau keinginan DPP PKNU untuk menguntungkan atau merugikan pihak tertentu dengan terbitnya SK kepengurusan baru DPC PKNU Situbondo. Itu semata-mata dilakukan demi

kepentingan partai,” tegas Ymron Farcham, kuasa hukum DPW Jawa Timur dan DPP PKNU lain. Yang menarik, dalam kesempatan tersebut, para kuasa hukum DPW dan DPP PKNU juga menyampaikan gugatan rekopensi. DPC PKNU Situbondo dinilai telah melakukan perbuatan melawan hukum yang sangat meresahkan, membuat tidak nyaman, sekaligus merugikan DPP dan DPW PKNU Jawa Timur, baik secara moral maupun materiil. Untuk kerugian moral, DPP dan DPW PKNU merasa kewibawaan dan kehormatannya tercemar. Sehingga, mereka menuntut secara perdata kepada pihak penggugat dengan meminta maaf secara terbuka melalui media massa elektronik dan cetak selama tujuh hari berturut-turut. Terkait kerugian immaterial, DPC PKNU Situbondo kubu Dadang-Ra Malung diminta membayar ganti rugi kerugian immaterial sebesar Rp 1 miliar. itu demi harkat, martabat, dan kehormatan DPW dan DPP PKB. “Sebenarnya kerugian immaterial ini tidak dapat dinilai dengan sejumlah uang maupun barang berharga lain. Ini demi kepastian hukum,” imbuh Ymron. (pri/c1/als)

SITUBONDO - Sebanyak 20 warga Desa Siliwung, Kecamatan Panji, yang berhak menerima dana BLSM (bantuan langsung sementara masyarakat), ternyata belum menerima dana tersebut. Padahal, pencairan dana BLSM tahap kedua sudah usai. Belum diketahui secara pasti, apa penyebab mereka tidak menerima dana BLSM tersebut. Informasi dugaan penggelapan dana BLSM tersebut terungkap setelah ada warga penerima BLSM yang mengatakan bahwa nama mereka tercantum dalam daftar penerima BLSM. Bahkan, ke-20 warga itu juga tercantum dalam daftar nominatif dan pembayaran BLSM tahun 2013 pada tahap pertama. Saat dilakukan pengecekan di kantor Pos Cabang Situbondo, ternyata benar ada sekitar 20 orang yang berasal dari Dusun Blibis dan Dusun Krajan, Desa Sliwung, Kecamatan Panji, yang namanya terdaftar dalam penerima BLSM. Namun, mereka tidak menerima dana kompensasi kenaikan harga BBM tersebut. Selanjutnya, ketiga warga itu mendapat penjelasan agar melaporkan kasus tersebut ke Kecamatan Panji. Di kantor kecamatan, mereka ditemui Sopan Efendi, sekretaris Kecamatan Panji. “Ada tiga orang warga yang datang ke Kantor Kecamatan Panji. Mereka mengadukan adanya dugaan penggelapan BLSM. Mereka juga sudah dari Kantor Pos dan disarankan untuk ke pihak kecamatan,” terang Sopan Efendi, saat dihubungi melalui telepon selulernya kemarin (5/9). Ditambahkan, saat ketiga warga yang mendatangi kantor kecamatan mengadu di kantor pos, tiga nama warga yang belum menerima BLSM tahap 1 dan 2 ini ternyata tercantum dalam daftar penerima BLSM. “Saat di kantor pos itu, nama mereka katanya ada,” jelas Sopan. Pihak kecamatan langsung menyarankan agar 20 orang itu segera melengkapi administrasinya. Selanjutnya, pihak kecamatan bersama TKSK akan memfasilitasi dan mendampingi pengaduan tersebut. “Kami akan memfasilitasi pengaduan itu bersama TKSK yang juga mendampingi penerima BLSM. Sehingga benar tidaknya, nanti akan ketemu,” kata Sopan. (rri/c1/als)

Namanya Sudah Terdaftar sebagai Penerima Sejak Tahap Pertama


Radar Banyuwangi | 6 September 2013