Page 1

JUMAT 6 DESEMBER ER

33

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

GALIH COKRO/RaBa

MASSA: Ribuan guru anggota PGRI memadati ruas Jalan Adisucipto di depan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi siang kemarin.

Ribuan Guru Demo Kemenag Pencairan Tunjangan Profesi Macet 18 Bulan BANYUWANGI - Ribuan guru asal seantero Banyuwangi menggelar unjuk rasa di depan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi siang kemarin (5/12). Para anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Banyuwangi itu melakukan aksi solidaritas terhadap guru Pendidikan

Minta Dikembalikan ke Dispendik

Agama Islam (PAI) yang selama 18 bulan belum menerima tunjangan profesi pendidik (TPP). Aksi solidaritas itu juga dilakukan lantaran para guru PAI mengeluhkan pemotongan TPP sebesar dua persen sampai lima persen yang dilakukan oknumoknum di satuan pendidikan tempatnya mengajar. Dengan menumpang truk, mobil, dan motor, para pendidik itu serempak berkumpul di depan kantor Kemenag, Jalan Adi Sucipto, Banyuwangi n

SEMENTARA itu, keterlambatan pembayaran TPP itu ber buntut desakan agar pembayaran tunjangan para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dikembalikan ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi. Sebab, guru PAI memang berada di bawah naungan Dispendik. Sementara itu, kewe-

 Baca Ribuan...Hal 43

nangan pembayaran TPP-nya di bawah kendali Kemenag Banyuwangi. Hal itu disuarakan para demonstran saat menggelar unjuk rasa di depan kantor Kemenag Banyuwangi kemarin (5/12) n  Baca Minta...Hal 43

Warga Sutri Tolak Penggusuran Tahanan Tewas Untuk Pembangunan Gantung Diri Terminal Wisata Terpadu

BANYUWANGI - Puluhan kepala keluarga (KK) di Lingkungan Sutri, RT 02/RW 1, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, menolak rencana pembangunan Terminal Wisata Terpadu (TWT) di kawasan Pasar Sobo. Penolakan warga tersebut dilakukan karena pembangunan TWT itu akan

menggusur rumah mereka. “Warga sekarang resah. Ma sak rumah yang sudah ditempati puluhan tahun digusur,” cetus salah satu warga Ling kungan Sutri, Siti Mu zayanah, kepada Jawa Pos Radar Ba nyuwangi kemarin (5/12). Mujayanah mengaku, warga tidak pernah diberi tahu akan ada pembangunan TWT di Pasar Sobo. Apalagi, pembangunan tersebut membutuhkan lahan seluas 2,8 hektare (ha).

“Karena lahan Pasar Sobo tidak cukup, akhirnya men caplok perumahan warga,” katanya. Warga baru tahu akan dibangun TWT setelah diundang ke kantor Kecamatan Banyuwangi Selasa (26/11) lalu. Dalam sosialisasi yang dihadiri tim dari kantor Gu bernur Jawa Timur itu disebutkan, pu luhan rumah warga akan digusur guna pembangunan TWT. “Jujur kami kaget n  Baca Warga...Hal 43

HUKUM

Kejaksaan Akan Panggil Saksi Lain BANYUWANGI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi akan terus melakukan penyelidikan atas dugaan penyimpangan dalam pembangunan kampus Politeknik Banyuwangi (Poliwangi). Rencananya, sejumlah saksi akan segera dipanggil kembali ke Kejari n  Baca Kejaksaan...Hal 43

FemalE

GALIH COKRO/RaBa

DIPERCAYA menjadi Ketua Palang Merah Remaja (PMR) di SMAN 1 Genteng menuntut Rahayu Iga Mawardi harus tangkas memberikan pertolongan pertama apabila terjadi kondisi darurat di sekolah. ‘’Harus bisa kerja cepat dan tangkas. Kita harus tangguh,” ujar gadis yang lahir 11 Januari 1996 itu. Iga mengaku se pendapat bah wa se orang pe rempuan tidak boleh cengeng n

 Baca Perempuan... Hal 43

http://www.radarbanyuwangi.co.id

 Baca Tahanan...Hal 43

BERSIH: Salah satu sudut perkampungan di Lingkungan Sutri, Kelurahan Sobo, Banyuwangi.

Perempuan Harus Tangguh dan Tangkas

SHULHAN HADI/RaBa

SILIRAGUNG - Nasib tragis menimpa Niko Qodrat Yulianto, 26, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Siliragung, Banyuwangi. Lelaki yang baru empat jam dijebloskan ke ruang tahanan polsek Siliragung itu ditemukan sudah meninggal dunia dengan posisi gantung diri pagi kemarin (5/12). Niko yang ditahan karena dilaporkan membawa Saritem (nama samaran), gadis tetangga rumahnya yang masih berumur 14 tahun, itu meninggal dengan cara me ngikatkan lehernya ke pintu besi tahanan menggunakan kaus yang dipakai. “Ditemukan petugas jaga gantung diri,” terang Kapolsek Siliragung AKP Bakin. Guna mencari penyebab meninggalnya tahanan tersebut, jenazah Niko dikirim ke Instalasi Kedokteran Kehakiman (IKK) RSUD Blambangan. “Tahanan ini masih baru masuk, jadi belum sempat dilakukan pemeriksaan,” katanya. Menurut Kapolsek Bakin, Niko yang diduga telah membawa kabur Saritem itu, oleh warga diserahkan ke polsek sekitar pukul 00.30. Warga yang membawa tersangka meminta agar Niko diproses hukum karena diduga telah membawa kabur gadis di bawah umur. “Niko diantar keluarga Saritem dan warga ke polsek,” terangnya n

Empat Camat Senior Menjabat di Tiga Bupati Banyuwangi

Aziz dan Abin Menjabat selama 11 Tahun Dari 24 camat di Banyuwangi, ada empat camat senior yang sudah mengabdi kepada tiga bupati berbeda. Mereka adalah Abdul Aziz Hamidi (Camat Banyuwangi), Abin Hidayat (Camat Tegalsari), Kusiyadi (Camat Rogojampi), dan Nurhadi (Camat Kalipuro).

Warga Kendit mabuk setelah makan keripik gadung Mendem gadung rasanya seperti bakalan wurung

Teman Gembloh curanmor tertangkap di Glenmore Galo gini baru guapok !!

AF. ICHSAN RASYID, Banyuwangi EMPAT pegawai negeri sipil (PNS) itu mendapat promosi jabatan eselon III/a sebagai camat pertama kali pada era Bupati Samsul Hadi. Dua camat, yakni Abdul Aziz Hamidi dan Abin Hidayat, dipromosikan naik menjadi

ICHSAN RASYID/RaBa

Kusyadi

pejabat eselon III pada tahun 2002. Dua camat lain, Kusiyadi, dipromosikan jadi camat pada tahun 2004.

ICHSAN RASYID/RaBa

Nurhadi

ICHSAN RASYID/RaBa

Aziz Hamidi

Nurhadi naik eselon III jelang Bupati Samsul Hadi lengser pada awal tahun 2005. Empat PNS tersebut setidaknya

ICHSAN RASYID/RaBa

Abin Hidayat

sudah menjabat sebagai camat selama enam hingga sebelas tahun n  Baca Aziz...Hal 43

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


34

Jumat 6 Desember 2013

Sebar Tujuh Pendeteksi Tsunami BANYUWANGI - Topografi wilayah Banyuwangi yang begitu beragam tidak dapat dimungkiri mengakibatkan tingkat kerawanan bencana alam cenderung tinggi. Potensi tanah longsor mengancam penduduk yang bermukim di wilayah perbukitan. Bencana tsunami berpotensi melanda kawasan permukiman penduduk di sekitar pantai. Ber untung, pada tahun anggaran 2013 kali ini Badan Penanggulangan Bencana

Daerah (BPBD) Banyuwangi mendapat bantuan sejumlah peralatan pendeteksi bencana. Peranti pendeteksi bencana itu siap dipasang di sejumlah kawasan rawan di Bumi Blambangan. Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Wiyono mengatakan, pihaknya mendapat bantuan dua unit alat pendeteksi pergerakan tanah dan delapan unit peranti sistem peringatan tanah longsor dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi

Jatim. Tidak hanya itu, BPBD Banyuwangi juga mendapat bantuan tujuh unit alat peringatan dini tsunami dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dikatakan, dua peralatan pendeteksi pergerakan tanah tersebut sudah dipasang di kawasan rawan longsor padat penduduk, yakni di Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran. Alat pertama dipasang Juli lalu, sedangkan alat kedua dipasang awal Desember. “Alat tersebut berfungsi memberi-

KANTOR CABANG BANYUWANGI Jl. Jenderal Achmad Yani No. 12 Telp. (0333) 421444, 412285, 412777, 424888, Facsimile (0333) 424616, 412286 BANYUWANGI

PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN

KENANGAN: Prosesi pernikahan Slamet dan Nandi di Lapas Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Nomor : B. 5345 / KC-XVI / ADK / 12 / 2013 Berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996 dan Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi selaku pemegang Hak Tanggungan Peringkat Pertama atas kekuasaan sendiri akan menjual Obyek Hak Tanggungan melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember dan berdasarkan Surat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember Perihal Penetapan Hari dan Tanggal Lelang, terhadap: 1. Debitur : SUPARDI, Alamat : Dsn. Ringinsari Rt.05 Rw.01, Ds. Ringinpitu, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah sawah, LT. 3.200 m2 SHM No. 890 & LT. 3.700 m2 SHM No. 139, keduanya a/n. SUNARTIK, Ds. Tegaldlimo, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 249.000.000,- (Dua Ratus Empat Puluh Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 75.000.000,- (Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah). 2. Debitur : MULYONO, Alamat: Lingk. Tanjung Rt.02 Rw.03, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 106 m2, SHM No. 3732 a/n. MULYONO, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 83.000.000,- (Delapan Puluh Tiga Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 217 m2, SHM No. 3711 a/n. MULYONO, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 9.000.000,- (Sembilan Juta Rupiah). c. Tanah bangunan, LT. 235 m2, SHM No. 4023 a/n. MULYONO, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 133.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Tiga Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah). d. Tanah pekarangan, LT. 200 m2, SHM No. 4024 a/n. MULYONO, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 36.000.000,- (Tiga Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 11.000.000,- (Sebelas Juta Rupiah). 3. Debitur : Drs. MOCH. ACHYARUDIN, Alamat: Dsn. Curahsawo Rt.02 Rw.02 Ds. Sidodadi. Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 370 m2 SHM No. 1865 a/n. JUMARI, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 57.000.000,- (Lima Puluh Tujuh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 18.000.000,- (Delapan Belas Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 1815 m2 SHM No. 642 a/n. Doctorandus MOHAMAD ACHYARUDIN, Ds. Sidodadi, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi., harga limit Rp. 69.000.000,- (Enam Puluh Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 21.000.000,- (Dua Puluh Satu Juta Rupiah). 4. Debitur : SURYANI, Alamat : Dsn. Palurejo Rt.01 Rw.02 Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 3170 m2 SHM No. 1670 dan LT. 3170 m2 SHM No. 1671; keduanya a/n. SURYANI, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 225.000.000,(Dua Ratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 68.000.000,- (Enam Puluh Delapan Juta Rupiah). b. Tanah sawah, LT. 3150 m2 SHM No. 2456 a/n. SURYANI, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 80.000.000,- (Delapan Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 24.000.000,- (Dua Puluh Empat Juta Rupiah). 5. Debitur : EDI SUCIPTO WIBOWO, Alamat: Dsn. Bayatrejo Rt.54 Rw.11 Ds. Wringinpitu, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah sawah, LT. 1.230 m2, SHM No. 1066 a/n. EDI SUCIPTO WIBOWO PUTRO, Ds. Wringinpitu, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 77.000.000,- (Tujuh Puluh Tujuh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 24.000.000,- (Dua Puluh Empat Juta Rupiah). 6. Debitur : SUJIYANTO, Alamat: Dsn. Gladag Kembar Rt.21 Rw.04, Ds. Purwoagung, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 535 m2, SHM No. 69 a/n. SUJIYANTO, Ds. Purwoagung, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 272.000.000,- (Dua Ratus Tujuh Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 82.000.000,- (Delapan Puluh Dua Juta Rupiah). 7. Debitur : IMAM NAHROWI, Alamat: Dsn. Tegalsari Lor Rt.06 Rw.02, Ds. Purwoasri, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 421 m2, SHM No. 1203 a/n. ANISWATI, Ds. Purwoasri, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi, harga

Slamet Dihukum 3,5 Bulan Penjara BANYUWANGI - Masih ingat Slamet Budianto yang yang melangsungkan pernikahan di Lapas? Terdakwa yang menikahi Nanda Khoirun Nadiro, 18, di Lapas Banyuwangi bulan lalu (29/10) lalu itu akhirnya divonis ringan oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (5/12). Slamet yang dilaporkan ke polisi karena membawa kabur Nanda itu dinyatakan terbukti bersalah. Majelis hakim yang dipimpin Bawono Effendi SH dengan anggota Jamuji SH dan Imam Santoso SH menyatakan terdakwa Slamet melanggar Pasal 332 ayat 1 KUHP. “Terbukti melakukan perbuatan

pidana,” terang ketua majelis hakim saat membacakan amar putusannya. Perbuatan pidana yang telah dilakukan oleh terdakwa itu harus diberi hukuman pidana. Apalagi, tidak ada alasan yang membenarkan perbuatannya tersebut. “Terdakwa diberi hukuman pidana tiga bulan 15 hari penjara,” ujar hakim Bawono. Putusan majelis hakim itu jauh lebih ringan daripada tuntutan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) Wayan Wahyu Yudistira SH. Dalam tuntutannya, jaksa menyebut terdakwa yang telah membawa kabur Nanda itu

dianggap terbukti bersalah melanggar Pasal 332 ayat 1 KUHP. Berdasar fakta-fakta dalam persidangan, jaksa meminta majelis hakim menghukum terdakwa empat tahun penjara. “Mohon majelis hakim menghukum terdakwa empat tahun penjara,” jelasnya. Sidang dengan agenda putusan itu berlangsung haru. Nanda selaku istri terdakwa sempat menangis setelah majelis hakim membacakan putusan. “Dengan putusan ini, maka terdakwa langsung bebas,” terang penasihat hukum terdakwa, H. Tomi Yudianto SH. (abi/c1/bay)

Bandara Blimbingsari Gandeng Kejari BANYUWANG I - Untuk mengantisipasi problem hukum yang muncul, pengelola Bandara Udara Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi. Nota kesepakatan itu diteken bersama Kepala Satker Bandara Udara (Bandara) Blimbingsari Andi Hendra Suryaka dan Kejari Made Parma di Kantor Kejari Banyuwangi kemarin (5/12). Kerja sama yang ditekan itu meliputi kerja sama penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara. Dalam menghadapi persoalan hukum bidang perdata dan tata usaha negara yang dihadapi Bandara Blimbingsari dengan pihak ketiga, kejaksaan berwenang turun tangan untuk ikut menyelesaikan. Ke p a l a S a t k e r B a n d a ra Blimbingsari Andi Hendra

ISTIMEWA

SEPAKAT: Kajari Made Parma menyalami Kepala Satker Bandara Blimbingsari Andi Hendra Suryaka di kantor Kejari Banyuwangi kemarin.

Suryaka mengatakan, penandatanganan kerja sama itu merupakan tindak lanjut koordinasi pihaknya dengan Kejaksaan. Melalui kerja sama itu, Bandara Blimbingsari dan pihak kejaksaan dapat berjalan secara bersama-sama untuk menyelesaikan persoalan hukum perdata dan tata usaha negara. “Sesuai tugas dan fungsinya

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOH FAVORIT 2013 TAHAP 4

Andi Mulyo

Andriani, dr.

Irwan Setiawan

Mentik Rohimah

NO. 1 2 3 4

NAMA

masing-masing,” kata Andi. Melalui kesepakatan bersama itu, Andi berharap pelayanan umum di Bandara Blimbingsari dapat berlangsung dengan baik tanpa dihantui problem hukum. “Melalui kerja sama ini, kita ingin pelayanan di Bandara Blimbingsari berlangsung lebih baik daripada sebelumnya,” harap Andi. (afi/c1/bay)

HASIL (%)

Dadang Wigiarto Muslimin Fasyah Hadi Wijono Muh Hidayat, drs. H.

27.48 16.40 15.29 11.30

Arvy Rizaldy, SE Dadang Wigiarto

Muh Hidayat, Drs. H.

Muslimin Fasyah

NO.

NAMA

HASIL (%)

Irwan Setiawan 10.96 Umi Kulsum, SH 10.47 Guntur Priambodo,DR. Ir. MM 6.73 Arvy Rizaldy, SE 6.46

5 6 7 8

NO. 9 10 11 12

NAMA

HASIL (%)

Toni Hartono Mentik Rohimah Ficky Septa Linda Wendriawanto

Danny Farda M

Ficky Septa Linda

Guntur Priambodo, Dr. Ir. MM

Sri Utami Faktuningsih

Teguh Sumarno

Toni Hartono

Hadi Wijono

NO.

6.08 4.37 3.89 1.94

13 14 15 16

 Baca Sebar...Hal 43

limit Rp. 104.000.000,- (Seratus Empat Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 32.000.000,- (Tiga Puluh Dua Juta Rupiah).

PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk.

AGUS BAIHAQI/RaBa

kan peringatan berupa bunyi yang berbeda mulai tingkat waspada, siaga, hingga awas,” ujarnya. Menurut Wiyono, pihaknya sudah menyosialisasikan masing-masing bunyi peringatan tersebut kepada masyarakat Desa Kandangan. “Desa Kandangan dipilih sebagai lokasi penempatan sistem peringatan pergerakan tanah, karena di desa tersebut beberapa kali terjadi longsor,” kata dia n

8. Debitur : NOVYANTORO, Alamat : Jl. Macan Putih No. 01 Rt.03 Rw.03, Kel. Tamanbaru, Ds. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 290 m2, SHM No. 2063 a/n. SUGENG SANTOSO, Ds. Penganjuran, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 45.000.000,- (Empat Puluh Lima Juta Rupiah). 9. Debitur : SUROTO, Alamat : Dsn. Alasmalang, Ds. Alasrejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 1.645 m2 SHM No. 36 a/n. SUROTO, Ds. Alasrejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 279.000.000,(Dua Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 84.000.000,- (Delapan Puluh Empat Juta Rupiah). 10.Debitur : SLAMET, Alamat: Dsn. Dam Buntung Rt.03 Rw.01 Ds. Kedungasri, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah sawah, LT. 2.130 m2, SHM No. 449 a/n. SLAMET, Ds. Kedungasri, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah). 11.Debitur : TULUS KURNIAWAN, Alamat: Jl. Malabar 1 Rt.03 Rw.01 Kel. Singotrunan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 154 m2, SHM No. 393 a/n. TULUS KURNIAWAN, Kel. Pengantigan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 211.000.000,- ( Dua Ratus Sebelas Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 64.000.000,- (Enam Puluh Empat Juta Rupiah). Lelang akan dilaksanakan pada : Hari / Tanggal : Jum’at / 20 Desember 2013 Pukul : 14.00 WIB Tempat : KPKNL Jember Jl. Slamet Riyadi No. 244 A Jember Syarat-syarat Lelang : 1. Setiap peserta diwajibkan menyetorkan uang jaminan sesuai yang tertera dalam masing-masing point ke rekening Penampungan Lelang KPKNL Jember nomor : 143.0009894476 pada PT. Bank Mandiri Cabang Jember Alun-alun paling lambat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang telah efektif diterima, dengan menyebutkan identitas penyetor (dan kuasanya) serta nomor urut barang yang akan ditawar dan bagi peserta lelang penawarannya dianggap tidak sah apabila barang yang ditawar tidak sesuai dengan obyek yang disebutkan pada waktu menyetor uang jaminan. Terhadap barang yang sama setiap peserta hanya dapat mengajukan 1 (satu) penawaran. 2. Lelang dilaksanakan dengan penawaran secara tertulis dalam amplop tertutup atau akan ditentukan kemudian saat pelaksanaan lelang. 3. Peserta lelang wajib melakukan pendaftaran kepada Pejabat Lelang dengan menunjukkan identitas diri dan bukti setoran asli/sah. 4. Peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang dapat mengambil kembali uang jaminan lelang tanpa dikenakan potongan apapun setelah lelang berakhir. 5. Pemenang lelang yang ditunjuk wajib melunasi harga lelang dan bea lelang sebesar 1% dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sejak ditunjuk sebagai pemenang lelang dan BPHTB sesuai ketentuan yang berlaku. 6. Apabila sampai dengan waktu yang telah ditentukan pemenang lelang belum melunasi harga lelang, maka pemenang lelang tersebut dinyatakan wanprestasi dan uang jaminan lelang menjadi milik Negara yang disetorkan ke Kas Negara. 7. Semua barang yang akan dijual dalam kondisi sesungguhnya, dilokasi dan dengan semua cacat dan kekurangannya, kami menganjurkan peminat untuk melihat, memeriksa obyek yang bersangkutan sebelum mengikuti pelelangan. 8. Apabila karena sesuatu hal terjadi pembatalan / penundaan lelang terhadap salah satu barang atau beberapa barang tersebut diatas, pihak-pihak yang berkepentingan / peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan dalam bentuk apapun baik pidana maupun perdata kepada KPKNL Jember dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. 9. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi Nomor Telepon (0333) 421444, 412285, 412777, 424888. 10.Syarat-syarat lainnya akan ditentukan pada saat lelang. Demikian pengumuman lelang ini dan atas perhatian dan partisipasinya disampaikan terima kasih.

NAMA Teguh Sumarno Sri Utami Faktuningsih Ira Damayanti Andriani, dr.

I Made Cahyana

Ira Damayanti

Umi Kulsum, SH. Wiwik Eko Lestari

Wendriawanto

Banyuwangi, 06 Desember 2013 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi Ttd. I Wayan Puja M. Pemimpin Cabang

HASIL (%) 1.70 1.65 0.87 0.58

NO. 17 18 19 20

NAMA Wiwik Eko Lestari Andi Mulyo Danny Farda M I Made Cahyana

HASIL (%) 0.56 0.36 0.24 0.12

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


35

Jumat 6 Desember 2013

ADA APA LAGI

Stok Stabil, Harga Kedelai Fluktuatif

ABDUL AZIZ/RABA

APES: Pelaku ditahan di Mapolsek Glenmore kemarin.

Komplotan Gembloh Tertangkap di Glenmore GENTENG - Aksi pencurian motor yang dilakukan Agus Supriyanto alias Gembloh, 26, ternyata tak hanya dilakukan di Kecamatan Genteng. Dia juga beraksi di Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore. Dalam menjalankan aksinya, Gembloh mengajak Hairul Abidin, warga Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore. Kemarin, lelaki berusia 29 tahun tersebut berhasil ditangkap polisi dan dijebloskan ke ruang tahanan Mapolsek Glenmore. Korbannya adalah Kholis Nur Fahmi, 13, siswa SMPN I Glenmore asal Dusun Sugihwaras, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore. Motor yang dicuri adalah Vega RR bernopol P 4919 YR. Kapolsek Glenmore AKP Subardi melalui Kanitreskrim Ipda Abdullah Syajad mengatakan, kasus pencurian motor yang dilakukan kedua tersangka sebenarnya berlangsung pada 28 November. Pukul 14.00, Gembloh yang kini mendekam di ruang tahanan Mapolsek Genteng datang ke rumah Hairul. Namun, temannya tersebut tak ada di rumah. Saat itu juga Gembloh balik kanan. Namun, di tengah perjalanan, pria bertubuh bongsor tersebut bertemu Hairul yang sedang jalan kaki. Seakan sudah paham, keduanya menuju tempat wisata Umbul Besar di Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo. Begitu sampai di tempat tersebut, Hairul turun menuju tempat parkir untuk mencari sasaran. Gembloh langsung meninggalkan lokasi dan menunggu di dekat masjid, sekitar 500 meter arah timur dari tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa menit kemudian, Hairul menyusul membawa motor milik korban. “Motor itu ditukar dengan yang dinaiki Gembloh,” tuturnya. Kasus itu terbongkar setelah korban melapor ke Polsek Glenmore. Hasil penyelidikan polisi, termasuk keterangan seorang saksi di TKP, tersangkanya adalah Hairul. Keyakinan polisi bahwa tersangka adalah Hairul makin kuat setelah Gembloh berhasil ditangkap Polsek Genteng dan menyebutkan bahwa dia juga pernah melakukan pencurian motor di Glenmore bersama Hairul. “Tak lama setelah itu, Hairul kami tangkap di rumahnya,” tandasnya. (azi/c1/aif)

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

PROSES PRODUKSI TEMPE: Salah satu tempat pengolahan tempe di Desa Gendoh, Kecamatan Sempu.

SEMPU - Pengusaha tempe dan tahu harus jeli dalam menyiasati harga kedelai di pasaran. Harga kedelai yang fluktuasi, disiasati pelaku usaha dengan berbagai jalan. Salah satu yang dilakukan adalah memodifikasi ukuran hasil produksi. Itu siasat agar harga jual tetap alias tidak naik. Hal itu diungkapkan pengusaha tahu dan tempe asal Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Heri Sampurno. Dia menuturkan, harga kedelai memang tidak stabil. “Harganya sempat naik dan kini turun lagi,” tuturnya. Harga kedelai biasanya Rp 7500 per kg. Harga itu sempat melambung hingga menyentuh Rp 9.000 per kg. Tapi beberapa hari kemudian, harga itu turun Rp 500 per kg. Meski harga kedelai fluktuatif, Heri mengaku tidak masalah. Sebab, meski mahal, tapi kedelai tetap ada di pasaran. “Tidak masalah naik asalkan barangnya ada,” katanya. Menyiasati kemungkinan naiknya harga kedelai, Heri mengaku sudah menyiapkan langkah jitu. Dia lebih memilih memperkecil ukuran tahu dan tempe hasil produksinya daripada menaikkan harga. Sebab, menaikkan harga akan berdampak secara psikologis terhadap konsumen. (nic/c1/aif)

Diduga masih Ada Korban Lain Kasus Dukun Palsu Gandakan Uang BANGO0REJO - Korban penipuan yang dilakukan Subandi, 55, sang dukun yang mengaku bisa menggandakan uang, diduga bukan hanya Sumarsani, 45. Masih ada korban lain yang mengalami kerugian jutaan rupiah. Rekonstruksi yang dilakukan penyidik Reskrim Polsek Bangorejo kemarin sore menyebutkan, diduga kuat

korban penipuan warga Dusun Krajan, Desa Keradenan, Kecamatan Purwoharjo, itu bukan hanya seorang. Kapolsek Bangorejo AKP Heri Purnomo melalui Kanitreskrim Aiptu Karjon mengatakan, dalam rekonstruksi tersebut terungkap bahwa Subandi melakukan penipuan bukan hanya kepada Sumarsani. “Diduga, masih ada korban lain. Namun, korbannya warga Kecamatan Siliragung,” tuturnya. Berdasar pengakuan Sumarsani, korban penipuan dukun pengganda uang

tersebut tidak menutup kemungkinan akan melapor ke polisi. “Katanya temantemannya yang menjadi korban akan diberi tahu,” tandasnya. Karjono juga menyebutkan, saat ini polisi telah mengambil gentong kamulyan dari rumah Subandi yang diklaim bisa digunakan menggandakan uang. Seperti diberitakan kemarin (5/12), mengaku bisa menggandakan uang, seorang dukun bernama Subandi, 55, tega menipu temannya sendiri sesama

dukun, Sumarsani, 45, warga Dusun Kedungagung, Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo. Namun, perbuatan yang dilakukan pada Februari 2013 tersebut terbongkar dan mengantarkan mantan narapidana tersebut mendekam di ruang tahanan Mapolsek Bangorejo. Selain menahan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebuah gentong, daun sirsat kering, daun putri malu, rumput teki, sepuluh butir kerikil, dan sebuah kresek warna hitam. (az/c1/aif)

KOMUNIKASI PEMERINTAHAN

Rayakan Natal, Ratusan Umat Kristiani Doa Bersama

Bupati Anas Ajak Galakkan Tanam Pohon Ratusan umat Kristiani Banyuwangi menggelar perayaan Natal di Gesibu Blambangan pada, Rabu Malam kemarin (4/12). Kegiatan doa bersama yang mengawali perayaan Natal tahun 2013 yang dipimpin oleh Pdt. Simon Filanthropi asal Mojokerto. SUASANA khidmat pun meliputi seluruh umat Kristiani sejak kegiatan doa dimulai pada pukul 17.00. Usai gelar doa, pada pukul 19.15, Bupati Abdullah Azwar Anas hadir di lokasi untuk mengikuti acara serimonial. Pada kesempatan itu, Bupati Anas menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus mengajak seluruh umat Kristiani untuk bersyukur atas terjalinnya kerja sama yang harmonis antar umat beragama maupun antar umat beragama dengan pemerintah. Kekompakan merupakan modal pent-

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

KOMPAK: Bupati Anas bersama tokoh umat Kristiani saat menghadiri perayaan Natal di Gesibu Blambangan, Rabu Malam kemarin (4/12). ing bagi berlangsungnya pembangunan.“Mari kita bersyukur atas jerih payah kita semua untuk Banyuwangi yang lebih baik,” ajak Bupati Anas. Partisipasi masyarakat secara langsung dalam membangun Banyuwangi,

kata Bupati Anas, juga harus disyukuri. Dengan partisipasi masyarakat yang tinggi itu, Kabupaten Banyuwangi terus kondusif dan mengalami kemajuan dengan berbagai prestasi membanggakan. “Kemarin kita baru saja menerima peng-

SELAMAT DATANG: Panitia natal menyambut kedatangan Bupati Anas pada acara perayaan Natal di Gesibu Blambangan.

hargaan otonomi awards 2013 kategori khusus daerah dengan terobosan inovatif bidang pertumbuhan ekonomi, bidang partisipasi publik, serta grand champion kinerja politik,” ucap mantan anggota MPR/DPR RI itu. Prestasi itu berkat kekompakan masyarakat yang sangat hebat. Bupati Anas juga mengajak umat Kristiani untuk giat menanam pohon di lingkungan masing-masing. Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas diraihnya penghargaan juara 1 tingkat nasional gerakan menanam satu miliar pohon. “ Menanam pohon juga sebagai bentuk syukur kita atas anugerah alam yang telah diberikan bagi manusia, dan penghargaan itu bentuk nyata kerja kita semua,”katanya. Pendeta Simon Filantrhopi asal Mojokerto yang juga penggiat lingkungan, merasa bangga kepada Banyuwangi karena berhasil meraih penghargaan tingkat nasional di bidang lingkungan hidup. “Saya bangga pada Banyuwangi, tidak mudah meraih penghargaan menanam pohon. Ini berarti umat dan pemerintah juga Bupatinya sudah bersatu “ tuturnya. (afi/aif)

BERDOA: Anak-anak ikut berdoa sembari menyalakan lilin dalam acara perayaan Natal tahun 2013.

Ratusan Mahasiswa Poliwangi Dibekali Kewirausahaan Dosen Juga Digembleng Tingkatkan Mutu Mengajar BANYUWANGI - Ratusan mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) mendapat penyegaran materi kuliah kewirausahaan. Acara tersebut berlangsung di hall Pondok Wina Banyuwangi. Mahasiswa dari berbagai angkatan itu terlihat antusias saat mendengarkan paparan dari narasumber. Dalam kuliah tamu ini, Poliwangi menghadirkan dua narasumber, yaitu Kadin (Kamar Dagang Industri) Banyuwangi) yang diwakili Saiful Bahri, SE, M.Si dan Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi, Alief Rachman. Selain memberikan materi kewirausahaan kepada para mahasiswa, Poliwangi juga memberikan trainner kepada para dosen Poliwangi. Trainner untuk meningkatkan mutu dosen dalam mendukung proses sistem pembelajaran ini dibuka langsung oleh Direktur Poliwangi Ir. H. Asmuji, MM serta mengundang tiga trainer dari Politeknik Negeri Jember. Mereka adalah Wahyu Kuriawan Demanto, Ir. Wahyoe Widhijanto Basuki, MP dan Retnosari Maharani, SP, MM. Direktur Poliwangi Asmuji menjelaskan, materi kewirausahaan ini sangat penting untuk diberikan kepada semua mahasiswa Poliwangi. Tujuannya adalah membangun jiwa kemandirian ketika para mahasiswa tersebut telah mengakhiri masa studinya. “Harapan kami dengan materi kewirausahaan ini mahasiswa dapat merubah mindset tidak hanya terpaku menjadi pegawai setelah lulus kuliah, tetapi bisa lebih mandiri dengan membuat usaha,” jelas Asmuji.

Selain itu, kata dia, trainner untuk dosen ini bertujuan untuk memenuhi kualitas dosen, dimana status Poliwangi yang sudah berubah negeri serta bertambahnya jumlah mahasiswa mengharuskan Poliwangi untuk meningkatkan kompetensinya sebagai seorang dosen. Usaha peningkatan kualitas dosen melalui berbagai bentuk, baik formal maupun informal, adalah konsekuensi yang harus diupayakan. “Saya ingin dosen harus menguasai toefl dan harus meningkatkan disiplinnya. Saya tidak ingin ada dosen yang tidak masuk kelas tanpa ada alasan sehingga mahasiswa berkeliaran diluar kelas,” tegas mantan Direktur Politeknik Negeri Jember itu. (adv/aif)

NASIHAT: Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi, Ir. H. Asmuji saat membriefing para dosen. FOTO-FOTO: TOHA/RaBa

TRAINING: Dosen Politeknik Negeri Banyuwangi mendapat materi sistem pembelajaran dari Politeknik Negeri Jember di rumah makan Pondok Wina Banyuwangi, kemarin.

Jangan Pernah Berhenti Mencoba ANTUSIAS: Mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi saat mendengarkan materi kewirausahaan.

SEMENTARA itu, perwakilan Kadin Banyuwangi Saiful Bahri menjelaskan, seorang wirausaha memiliki ciri-ciri yaitu tidak putus asa, semakin banyak tantangan akan semakin matang dalam menjalankan usahanya. Yang perlu ditekankan, seorang wirausaha membutuhkan akses yang memiliki kapasitas yang mampu meningkatkan penjualan. “Anda harus punya mimpi menjadi seorang wirausaha. Dari situ akan muncul ide. Nah ciri

lain seorang wirausaha adalah punya ide yang akan menginspirasi Anda untuk melakukan,” jelas Saiful. Hal senada dikatakan oleh Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi, Alief Rachman. Menurut mantan Camat Wongsorejo itu, kewirausahaan tidak bisa diciptakan, tetapi muncul dengan sendiri di antara pelaku usaha. Menjadi seorang wirausaha gampang-gampang susah. Namun yang penting adalah kenali

peluang dan jangan pernah berhenti mencoba. Malaysia dan Singapura adalah salah satu contoh dimana tingkat kewirausahaannya tinggi. Singapura saja orang yang tertarik terhadap dunia usaha mencapai 30 persen. Sementara Indonesia di bawah dua persen. “Anda seorang teknokrat harus merubah mindset untuk mencari kerja, tetapi jadilah wirausaha yang mandiri, kuat dan selalu memiliki ide-ide,” pungkasnya. (adv/aif)


36

Jumat 6 Desember 2013

Warga Siap Terima Tukar Guling

BANJIR

ABDUL AZIZ/RaBa

MENGGENANG: Hujan membuat air di Jalan Candian menggenang.

Saluran Sempit, Air Menggenang ROGOJAMPI - Hujan yang melanda kawasan Banyuwangi dalam beberapa pekan terakhir ternyata menyisakan masalah. Salah satunya, air menggenang di sepanjang jalan akibat saluran drainase terlalu sempit. Seperti yang terjadi di Jalan Candian, Desa/Kecamatan Rogojampi. Meski hujan turun tidak terlalu deras, air menggenang. Akibatnya, tidak sedikit motor yang macet karena mesin kemasukan air. Warga menduga, menggenangnya air tersebut karena saluran drainase terlalu sempit dan pembuangan air tidak lancar.”Lubangnya kecil, jadi gampang banjir,” kata Firman, salah seorang warga. Hal senada diungkapkan Wanto, warga Candian, Rogojampi. Dia mengatakan, jalan tersebut mudah tergenang air hujan lantaran saluran drainase terlalu sempit dan minimnya lubang pembuangan ke sungai. Warga berharap, saluran drainase di Jalan Candian ditinjau kembali pemerintah daerah. “Kalau di cor, saluran air tidak bisa dikontrol. Kalau terjadi pendangkalan, apalagi kalau plengsengannya menyempit, tidak ada yang tahu” pungkas Wanto. (azi/c1/aif)

PROYEK JALAN

Warga Grajagan Tuntut Musdes PURWOHARJO - Belasan perwakilan lima dusun di Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, mendatangi balai desa setempat kemarin. Kehadiran warga itu merupakan protes atas ketidakterbukaan kepala desa terkait proyek jalan dalam Public Private Investment Program (PPIP) di desa itu. Sebagai bentuk kekecewaan atas kondisi tersebut, warga mengancam tidak akan membayar pajak bumi dan bangunan (PBB). Indikasi ketidakterbukaan proyek tersebut disampaikan perwakilan warga kepada Kepala Desa Grajagan, Supriyono, secara langsung. Kasiyanto yang menjadi perwakilan warga menuturkan, ada beberapa hal yang menyebabkan program tersebut terkesan tidak beres. Pertama, penentuan lokasi yang menjadi target pembangunan tidak melalui musyawarah desa (musdes). Penentuan lokasi diduga ditentukan sendiri oleh kepala desa. Yang membuat warga berang, penunjukan panitia pelaksana tidak diputuskan melalui musdes. Hanya orangorang dekat kades yang dilibatkan. “Malah anggota BPD yang semestinya mengawasi malah jadi panitia pelaksana proyek,” bebernya. Menanggapi tuntutan warga tersebut, Kepala Desa Grajagan, Supriyono menyatakan, akan mengkaji dan memusyawarahkan lagi masalah itu. Dia menegaskan, mekanisme yang berlaku sudah dilakukan. “Proyek ini baru akan diterima dan sampai saat ini belum terealisasi,” kata Supriyono. (nic/c1/aif)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

KALIBARU – Hutan berfungsi sebagai penyangga ekosistem. Mulai penyedia mata air hingga penyeimbang iklim. Sesuai amanat UndangUndang 41 tahun 1999 mengenai kehutanan, 30 persen dari luas Pulau Jawa adalah hutan. Namun pada realitanya, angka 30 persen tersebut tidak terpenuhi disebabkan oleh kondisi sosial masyarakat yang selalu berubah dari waktu ke waktu. Kawasan hutan negara yang dalam pengelolaan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyuwangi Barat terdapat 1.027 hektare berubah fungsi menjadi pemukiman penduduk dan aeal pertanian dengan segala fasilitasnya. Terkait pengelolaan lahan itu, kemarin diselenggarakan sosialisasi pemahaman tentang status kawasan hutan. Sosialisasi berlangsung di Dusun Lekap, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru. Seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agam di dusun tersebut hadir. Hadir juga Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat sebagai mediator; kepala urusan humas dan agraria Bakir; kejaksaan negeri, badan pertanahan negara (BPN), pemerintah daerah, muspika, dan masyarakat Dusun Lekap. Sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Dusun Lekap bahwa tanah yang sudah diduduki selama berpuluh-puluh tahun tersebut merupakan kawasan hutan Negara. Kawasan ini tidak boleh berubah fungsi. Dari pertemuan terse-

ISTIMEWA

DUDUK BARENG: KPH Perhutani Banyuwangi Barat, kejaksaan negeri, BPN dan Camat Kalibaru dalam sosialisasi di Dusun Lekap, Desa Banyuanyar, kemarin.

but disepakati bersama bagaimana mencapai upaya-upaya komunikatif dalam memecahkan masalah tersebut. Salah satu usulan adalah menukar kawasan atau yang biasa disebut tukar guling sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) nomor 32 tahun 2010.

Masyarakat akhirnya sadar dan paham tentang kawasan hutan negara tidak boleh berubah fungsi. Selanjutnya masyarakat menginginkan masalah status tanah yang mereka tempati agar diakui secara sah. Masyarkat juga menerima kesepakatan apabila terjadi tukar guling antara KPH Banyuwan-

gi Barat dengan dimediasi Pemkab Banyuwangi. Wakil Administratur KPH Banyuwangi Barat Agus A Fadholi menyambut baik hasil sosialisasi tersebut. ”Kesepakatan ini merupakan langkah awal dan kemajuan untuk proses selanjutnya,’’ kata Agus. (adv)

PT Astra Internasional Apresiasi Sekolah Alam GENTENG – Semangat Hari Sumpah Pemuda menginspirasi PT. Astra Internasional Tbk bersama anak perusahaan mengapresiasi karya anak bangsa. Atas dasar itu, PT. Astra memberikan apresiasi kepada Muhammad Farid. Pria tersebut sukses mengembangkan sekolah SD dan SMP Alam di bawah yayasan Banyuwangi Islamic School yang terletak di Dusun Jenisari, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, kemarin (5/12). Apresiasi dirupakan dengan memberikan bantuan pembinaan yang dikemas dengan kegiatan Satu Indonesia Awards. Hadir dalam pemberian bantuan antara lain pihak Astra yang diwakili oleh Grup Astra wilayah eks Karsidenan Besuki yang dipimpin langsung Djojo Purwono selaku Kepala

Cabang Auto 2000 Besuki; Camat Genteng Yusdi Irawan, perwakilan Bappeda Heni, dan beberapa pejabat setempat. Pada kesempatan itu, Djojo langsung menyerahkan bantuan untuk kebutuhan sekolah berupa laptop, papan tulis, buku tulis, alat tulis dan alquran. Bantuan diserahkan langsung kepada Farid, “Kita harus terus mendukung pemuda pemudi Indonesia yang sangat menginspirasi melalui karya dan manfaat yang diberikan sebagai generasi muda penerus kemajuan bangsa,’’ ujar Djojo. (adv)

TERIMA BANTUAN: Pengelola SMP Alam foto bersama dengan Camat Genteng Yusdi Irawan dan tim Astra. NUGROHO/RABA

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• STNK •

• Jl. JA. Suprapto •

• Pulau Santen •

• Dikontrakkan •

• Nissan •

• Toyota Hiace ‘82 •

• Xenia XI (Plat W) •

Hlg STNK P 6663 ZC, an. Efrily Dhona Ayu P.E, Krajan 03/12 Ketapang, Kalipuro

Dijual B.U Rmh Srtgs Jl. Jaksa Agung Suprapto 152 a, LT 450, LB 200 m Hrg 850 Jt Nego Lgs Pemilik 087738832093

Djl tanah sawah luas 10.715, cocok utk homestay, PP, wisata pulau santen, dll. Hrg Rp.200 ribu/meter. Hub: 0811354614

Dikontrakn 1 Toko, Bs utk Dealer, Sprmrkt, Gudang Lok.Sumberayu H:081231457220

Djl Toyota HIACE Th 1982 20 Jt Nego Hub 03338939244-03337770552 /08174745225

Dijual Mobil Xenia XI Plat W (Sidoarjo) Hub Tlp 085336525043

• Gardenia Estate •

SITUBONDO

Dptkn 5 pkt ntn PD Brazil, 3 Elgrand, 3 Teana U/ pmbln Nissan s/d tgl 31/12 ’13 & Dptkn bng mulai 0 %.3S tiap hari 08.0017.00 Nissan Banyuwangi Jln.S.Parman 147 Bwi 0333-4460222

Hlg STNK P 2123 ZC+SIM C an. Efi Fifiyanti, Sukowidi RT 03/05, Klatak, Bwi Hlg STNK P 2679 XJ, an. Rey Andrew Handoko, Perum Sobo Indah Permai A7 RT 01/02, Sobo Hlg STNK P 6463 XD, an. Sumedi, Krajan RT 01/01 Desa Singolatren, Singojuruh

Dijual Rmh Gardenia Estate LT 96 LB 55 Semi Furnish Hrg Nego Hub 082141861312

• Jl. Argopuro •

SITUBONDO

J. Tnh 9000m, Jl. Argopuro 15B 750 rb/m, 9600m Ry Lmgn Asb 200 rb/m 082333008871

• BPKB •

• Jual Rumah Kos •

Hlg BPKB No 6810690H, an. Bejo Handoyo, Krajan I 02/II Gambiran Gambiran

Djl Rmh Kost&Isi LT/LB:178,9 kmr terisi 8.Hrg 325 Jt Ng Hub 082231281892

• Rumah & Ruko • Djl rmh di Bwi L+350m msk gang 100m SHM hrg 130jt. Ruko kuat+kokoh L+350m2 lok Benculuk msk gang 100m hrg 400jt Hb 087755630534

BANYUWANGI

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK P 2178 ET, an. Heri Wijayanto, Kotakan Utara RT 01/01, Kotakan. Hlg STNK P 3147 EI an. Yudi Wiranata, Kp Krajan RT 03/02 Kapongan, Stb

ANDA INGIN PASANG IKLAN? HUBUNGI: 0333-412224

JEMBER

• Kepala Produksi •

• Telkomvision •

Dibthkn Kepala Produksi Pria Lulusan Min SMA/STM Mempunyai Semangat Kerja&Jujur Krm CV Ke Jl Ikan Wijinongko Perum Sobo Waterspring Blok A1/Kantor Pemasaran Perumahan H:082132212222

Telkomvision, 80+Chnel, gmbr jernih,one day service, info Reza 085231300123

• Body Kijang Kapsul • Dijual Body Kijang Kapsul Lgx Hrg 20 Juta Nego Hb 082142194111

Jual Innova G 2008 Abu2 Metalik, harga Rp. 187 juta nego

Honda Jazz ‘09 vs harga 179 juta, Panther lv ‘03 harga 125 juta

Avanza ‘11 G, Silver, 140 juta nego

Harga Nego. Cash, kredit, tukar tambah.

Cash & Kredit, Tukar Tambah

• Nissan •

Hub: 082142194111

Hub: 082142194111

Promo Nissan Akhir Tahun,DP Grand Livina 34 Juta&March 21 Juta,Diskon Besar untuk Semua Produk Nissan Hub Adzam 081232246632&087806542223

• Grand Livina ‘07 •

• Hyundai Trajet ‘04 •

• Toyota Kijang LGX ‘02 •

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.5 MT tahun 2007, abu-abu tua metalik, harga 141 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Hyundai Trajet G8 MT tahun 2004, abu-abu metalik, harga 91,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang LGX LF 80 STD (solar) tahun 2002, merah metalik, harga 121,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Toyota Avanza ‘10 •

• GranMax PU ‘12 •

• Toyota Innova ‘10 •

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60 IRM tahun 2010, silver metalik, harga 131,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Gran Max pick-up S40 IRP tahun 2012, putih, harga 82,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Inova 2010 Type G Diesel Matic warna abu2, pemakaian 70 Km-an,kondisi barang bagus, pemakaian tangan pertama Hrg 215 Juta Hb 082265599989

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.


41

OPINI

Jumat 6 Desember 2013

DEMONSTRASI

NUR HARIRI/RaBa

AKSI DAMAI: Mahasiswa PMII menuntut Kapolres Sampang dan Kapolres Sumenep dicopot.

Unjuk Rasa Kecam Kekerasan Mahasiswa SITUBONDO - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Situbondo menggelar aksi di depan gedung DPRD Situbondo kemarin (5/12). Mereka mengecam tindak kekerasan yang dilakukan oknum polisi terhadap mahasiswa yang terjadi di Sampang dan Sumenep, Madura. Selain mengecam tindak kekerasan itu, mahasiswa juga menuntut agar Kapolres Sampang dan Kapolres Sumenep dicopot dari jabatannya. Aksi tersebut dilakukan belasan mahasiswa sebagai bentuk protes terhadap pemukulan dan penyekapan yang dilakukan aparat kepolisian di Sampang dan Sumenep kepada sejumlah mahasiswa. “Stop kekerasan terhadap mahasiswa. Kami mengecam tindakan kepolisian di Sampang dan Sumenep yang melakukan kekerasan dan penyekapan kepada sahabat-sahabat kami. Mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi. Itu dilindungi undang-undang. Namun, aparat kepolisian telah mencederai hak menyampaikan pendapat di muka umum,” ujar Zainal Arifin, ketua PC PMII Situbondo, kemarin (5/11). Mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus di Situbondo itu juga membentangkan sejumlah poster bernada hujatan kepada aparat kepolisian yang melakukan tindak kekerasan. “Kami minta Kapolres Sampang dan Sumenep dicopot dari jabatannya. Selain itu, kami juga mendesak agar oknum polisi yang melakukan tindak kekerasan itu dipecat,” teriak Zainal dalam orasinya. (rri/c1/aif)

RAZIA

Kriminalisasi ataukah Supremasi? JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

KENA RAZIA: Ribuan sepeda motor diamankan di Satlantas Polres Jember karena tanpa disertai melengkapi surat kendaraan, Kamis kemarin (5/12).

Ribuan Motor Kena Tilang JEMBER – Hanya dalam tempo seminggu, sebanyak 1.565 sepeda motor ditilang polisi saat dilakukan razia kelengkapan motor oleh Satlantas Polres Jember. ‘’Dalam razia yang kami lakukan, ada ribuan kendaraan yang sudah diamankan,’’ kata AKP Akmal, Kasatlantas Polres Jember. Dijelaskan, rata-rata sepeda motor tersebut tidak dilengkapi spion. Selain itu, kondisi ban kecil, velg tidak standar, dan tidak dilengkapi surat lainnya. Menurut Akmal, razia juga dilakukan untuk sepeda motor yang dimodifikasi, namun tidak standar. Termasuk merazia keberadaan becak bermesin, kendaraan bernopol warna merah yang tidak lengkap, serta pelajar yang tidak menggunakan helm. Hal ini dilakukan polisi karena selain membahayakan pengendara, juga pengguna jalan lain. “Para pelanggar itu dikenai tilang. Mereka bisa mengurus dan mengambil kembali kendaraan. Tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, seperti mengembalikan kondisi kendaraan sesuai dengan standar yang ada,” paparnya. (rid/jum/c1/wnp/JPNN)

PROYEK STADION

HERU PUTRANTO/RADAR JEMBER/JPNN

PEKERJAAN MOLOR: Para pekerja masih terus menyelesaikan bangunan stadion utama di kawasan JSG yang dipastikan tidak selesai akhir Desember 2013 ini.

Minta Tambahan Waktu 50 Hari JEMBER – Prediksi penyelesaian pembangunan stadion utama dalam kawasan Jember Sport Garden (JSG) tidak tuntas akhir Desember 2013 akhirnya jadi kenyataan. Buktinya, 26 hari jelang batas akhir deadline, pihak PT Pembangunan Perumahan selaku rekanan yang mengerjakan mega proyek stadion senilai Rp 200 miliar ini, sudah mengajukan perpanjangan waktu penyelesaian. Menurut Ayub Junaidi, ketua Komisi D DPRD Jember, pihak rekanan telah mengajukan penundaan target pembangunan Stadion Utama JSG selama 50 hari lagi terhitung usai deadline 31 Desember 2013. Dengan demikian, penyelesaian JSG baru akan tuntas akhir Februari 2014 mendatang. “Info yang masuk hari ini, pihak rekanan meminta waktu penundaan hingga 50 hari,” ujar Ayub Junaidi, kemarin siang (5/12). Dijelaskan, jika dilihat dari batas waktu 31 Desember 2013, maka dapat diartikan penyelesaian stadion utama baru akan kelar akhir Februari 2014. Atas kondisi inilah, Komisi D bakal memanggil rekanan untuk meminta penjelasan dan crosscheck soal permintaan penundaan deadline penyelesaian stadion. Pemanggilan rekanan ini akan dilakukan usai Komisi D mengadakan kunjungan kerja pekan depan. Ayub sendiri mengaku kecewa dengan kenyataan penyelesaian pembangunan stadion yang molor dari deadline akhir Desember 2013. (ram/c1/wnp/JPNN)

Dalam UUD 1945 secara tegas dinyatakan bahwa negara kita berdasar atas hukum. Ciri utamanya adalah supremasi hukum, kesamaan kedudukan di depan hukum, dan jaminan HAM. Jadi, seseorang tidak dapat dipidana tanpa dasar hukum. Juga tidak ada seorang pun yang kebal hukum, termasuk dokter. Nah, dokter Ayu, dr. Henry Simanjuntak, dan dr. Hendy Siagian divonis bersalah. Ketiganya didakwa melakukan perbuatan alpa yang menyebabkan orang mati. Korban bernama Siska Makatey alias Julia Fransiska Makatey. Korban meninggal pada Sabtu 10 April 2010 di RSU Prof. Dr. RD Kandouw Malalayang Manado. Pertanyaan penting, apakah benar terjadi kriminalisasi? Hal itu harus jelas agar kita tidak bias dalam mengambil sikap atau tindakan dalam bentuk aksi solidaritas. Setuju Putusan MA Ada pihak yang menyatakan setuju. Mereka menganggap jika itu malapraktik, maka itu akan membuat dokter lebih berhati-hati, lebih teliti, dan menghargai pasien dan keluarga pasien. Seharusnya dokter memberikan penjelasan sedetail-detailnya terkait akibat apa pun yang akan diterima pasien terkait penyakit dan risiko tindakan medis yang akan dilakukan. Keluarga korban merasa tidak diperhatikan oleh dokter. Akhirnya, keluarga Siska Makatey tidak menerima permintaan maaf dokter Ayu dkk. Ekspektasi publik terhadap dokter begitu abesar dalam menyembuhkan pasien. Terkait hal itu, dokter dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) harus terus berbenah dan selalu siap menghadapi tuntutan hukum dari pasien atau keluarga pasien. Hal tersebut hanya satu contoh. Kemungkinan banyak kasus malapraktik lain, baik yang berhasil diselesaikan dengan mediasi maupun sampai harus ke ranah pengadilan. Itu menunjukkan bahwa dokter tidak kebal hukum. Siapa pun yang bersalah atau melanggar hukum, harus dihukum. Paradigma profesi dokter akhir-akhir ini mulai bergeser menjadi “nilai ekonomis” yang tinggi. Itu terbukti, untuk

masuk di fakultas kedokteran dibutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga orientasi “menolong” bergeser menjadi mengejar “uang kembali” dan mengabaikan standar operasional prosedur (SOP) . Tentu putusan MA itu dapat memberikan efek yang baik di dunia kesehatan dan kedokteran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat agar dapat lebih profesional dan berhati-hati. Tidak Setuju Putusan MA Putusan MA tersebut menjadi buah bibir di kalangan dokter. “Dampak putusan itu mungkin di kemudian hari tidak akan ada lagi dokter yang berani menolong pasien gawat, takut gagal,” kata Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) dr. Prijo Sidipratomo. Lebih lanjut dr.  Prijo mengatakan, jika itu terjadi, maka yang dirugikan sebenarnya bukanlah kalangan dokter melainkan masyarakat. “Masyarakat yang akan mengalami kerugian, terutama mereka yang di daerah terpencil dan miskin infrastruktur,” terangnya. Dia mengatakan, seorang dokter hanya bisa melakukan upaya penyelamatan seorang pasien. Dokter tidak bisa berjanji pasiennya akan sembuh. “Seorang dokter hanya melakukan upaya kedokteran yang maksimal, bukan menjanjikan hasil,” pungkasnya. IDI tentu sangat berkepentingan melindungi dokter-dokternya. Apalagi, para ahli obgin menganggap kasus tersebut adalah kasus risiko medis yang harus diterima pasien karena sifatnya darurat atau emergency, sehingga tidak sempat disampaikan ke keluarga pasien atas risiko yang akan dihadapi. Ada pula yang berpendapat bahwa itu adalah kecelakaan medis atau medical accident, yaitu sesuatu yang dapat dimengerti dan dimaafkan, tidak dipersalahkan, dan tidak dihukum. Implikasi terhadap UU Praktik Kedokteran Berdasar Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 4/PPUV/2007, maka sebagian ketentuan pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tidak lagi memiliki kekuatan hukum

Jika itu malapraktik, maka itu akan membuat dokter lebih berhatihati, lebih teliti, dan menghargai pasien dan keluarga pasien” O l e h

SAHID WAHID * mengikat. Keadaan itu sebenarnya merupakan kerugian besar bagi dokter. Dengan dikabulkannya seluruh permohonan judicial review, yakni ketentuan pidana dalam UndangUndang Praktik Kedokteran, maka setiap perbuatan dokter yang memenuhi unsur malapraktik akan dituntut menggunakan pasal di KUHP dan memiliki sanksi lebih berat daripada sanksi yang diatur Undang-Undang Praktik Kedokteran. Selain itu, juga tidak berlaku asas lex specialis derogat legi generali, yaitu asas penafsiran hukum yang menyatakan bahwa hukum yang bersifat khusus (lex specialis) dan mengesampingkan hukum yang bersifat umum. Dalam kasus dokter Ayu dkk, digunakan Pasal 359 KUHP. Tiga dokter RS Prof. Kandou Malalayang itu divonis penjara 10 bulan karena malapraktik. Hakim Agung Dr. Artidjo Alkostar menyatakan ketiganya alpa dan mengakibatkan orang meninggal dunia. “Menyatakan dr. Dewa Ayu Sasiary Prawarni Sp OG, dr. Hendry Simanjuntak Sp OG, dan dr. Hendy Siagian Sp OG, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbuatan yang karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain,” kata Artidjo di website MA. Duduk pula dalam majelis tersebut Hakim Agung Dr. Dudu Duswara Machmudin dan Dr. Sofyan Sitompul. Ketiganya

sepakat menghukum para dokter tersebut karena saat korban masuk RSU, keadaan korban lemah dan status penyakit korban berat. Para terdakwa sebelum melakukan operasi cito secsio sesaria terhadap korban tidak menyampaikan kepada pihak keluarga korban tentang kemungkinan yang dapat terjadi terhadap diri korban. Menurut D. Schaffmeister dkk, skema kelalaian atau culpa, pertama adalah culpa lata yang disadari (alpa), conscious atau kelalaian yang disadari alias sembrono (roekeloos), lalai (onachttzaam), dan tidak acuh. Seseorang sadar terhadap risiko, tapi berharap akibat buruk tidak akan terjadi. Kedua, culpa lata yang tidak disadari (lalai), unconscius atau kelalaian yang tidak disadari alias kurang berpikir  (onnadentkend), lengah (onoplettend), yaitu seseorang yang seyogianya sadar dengan risiko nyatanya tidak demikian. Yang menjadi pertanyaan, apakah dr. Ayu melakukan kelalaian ataukah tidak? Hanya dokter ahli obgin yang bisa menjawabnya, bukan ahli hukum. Keterangan dokter itulah yang akan melahirkan putusan. Seharusnya hakim terikat oleh kesaksian saksi ahli tersebut. Kita hanya berharap bahwa dokter yang memberikan keterangan ahli betul-betul independen dan bersaksi sesuai keahlian tanpa bermaksud melindungi teman sejawatnya. Sebaiknya pihak dokter melakukan upaya hukum, seperti judicial review daripada melakukan aksi demonstrasi, karena hal tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah. Hal yang perlu diketahui para dokter bahwa pembiaran terhadap pasien, terutama yang dalam kondisi darurat, merupakan perbuatan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 304 UU KUHP tentang meninggalkan orang yang memerlukan pertolongan. Dalam Pasal 75-80 UU No. 29 Tahun 2004 tentang praktik kedokteran diatur tentang pidana dalam pelayanan kesehatan kendatipun sebagian dari sanksi dihapus Mahkamah Konstitusi. Ketentuan pidana lain di atur dalam KUHP (di antaranya Pasal 263, Pasal 359, Pasal 304, Pasal 361 KUHP). Ketentuan

lain yang diakibatkan kelalaian (negligence) dan kesengajaan (dolus) dalam menjalankan kewajiban sebagai dokter (pemberi jasa) diatur dalam Pasal 45 UU Perlindungan Konsumen, Pasal 190-Pasal 201 (12 Pasal) UU No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dan Pasal 32 huruf q UU No. 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit. Pengabaian kewajiban profesi yang dilakukan dokter atau dokter gigi menurut Pasal 51 UU Praktik Kedokteran dapat dikatakan malapraktik medis yang berakibat pemidanaan jika (a) adanya tindakan atau perbuatan dokter yang bertentangan dengan etik dan moral; (b) bertentangan atau melawan hukum; (c) bertentangan dengan standar profesi medis; (d) kurangnya pengetahuan dan keterampilan atau ilmu yang dimiliki sudah ketinggalan zaman di dalam pelayanan kesehatan; (e) menelantarkan, lalai, kurang hati-hati, dan ada kesalahan dalam melakukan tindakan. Sementara itu, keberadaan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) dan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) tidak dapat dianggap memiliki kedudukan yang sama dengan peradilan pidana yang menyidangkan pelanggaran atau kejahatan. Kode etik lebih menekankan kepantasan dan kepatutan dalam menjalankan keluhuran profesi  dokter, sedangkan norma hukum lebih tegas menegakkan aturan yang bersifat mengikat tentang benar-salahnya suatu perbuatan atau tindakan yang mengganggu kepentingan publik. Aborsi ilegal, memperjualbelikan organ atau jaringan tubuh, tidak memberi pertolongan pertama terhadap pasien gawat darurat, merupakan jenis yang diancam pidana dalam UU Kesehatan. Hukum yang baik adalah hukum yang hidup dan berkembang seiring dengan masyarakat. Sebagai produk sejarah pemikiran dan kinerja manusia, tentu bersifat relatif dan akan terus diperbarui oleh pemikir-pemikir hukum dan pemerintah agar masyarakat tertata lebih baik dan tertib. *) Mahasiswa S2 Hukum di Jember.

Ugal-ugalan, SIM Cabut Saja SAYA selalu heran, kok bisa ya anak bawah umur boleh mengendarai motor dengan bebasnya dan tanpa memakai helm. Terbaru, saya lihat perempatan Cungking, Banyuwangi, beberapa hari lalu. Apalagi, tidak jarang mereka ugal–ugalan seakan berada di sirkuit balap. Kalau Anda ingin merasakan sensasi adrenalin, Anda boleh mencoba menyeberang di perempatan (kecil) di sekitar

SMPN 1 Banyuwangi. Saya sendiri pernah merasakan bagaimana sulitnya sekadar menyeberang di jalan tersebut. Membicarakan masalah lalu lintas tidak akan pernah selesai selama kita tidak memahami tata cara berlalu lintas dengan baik dan benar. Saya pun yakin polisi lalu lintas pun sudah bekerja maksimal dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Namun, kadang kita tidak

O l e h

DARMA ARDIYANTO * memahami (memang sebagian orang menganggap tidak perlu dipahami) rambu atau markah yang dipasang di badan jalan. Suatu waktu saya membawa tamu asing dalam rangka berlibur ke Banyuwangi. Hampir setiap saat dia bertanya kepada

saya tentang kesemrawutan lalu lintas. Berbonceng tiga, tanpa mengenakan helm, motor dipacu secara tidak benar, dan parkir sembarangan, menjadi pemandangan biasa bagi saya. namun, tidak untuk orang asing. Ugal-ugalan terkesan didahulukan, dan risiko kecelakaan dianggap urusan nasib. Bahkan, dikejar polisi seakan menjadi kebanggaan dan menjadi semacam trend setter.

Saya hormati polisi yang tiap malam mangkal di perempatan-perempatan. Sayang, di siang hari mereka tidak pernah terlihat batang hidungnya. Saya tertarik bahwa syarat membuat SIM di Jepang sangat sulit. Kita sebetulnya bisa menerapkan hal itu. Bahkan, jika ditemukan melanggar di jalan, SIM bisa langsung dicabut. *) Freelance guide.


42

Jumat 6 Desember 2013

Internasional Powercross Gratis BANYUWANGI - Atraksi pembalap nasional dan mancanegara dalam even Internasional Powercross Championship akan digeber mulai besok di Sirkuit Utun, Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring. Yang menggembirakan, even dalam rangkaian Banyuwangi Fe s t i v a l (B-Fest) 2013 itu tersebut bisa disaksikan tanpa dipungut biaya alias gratis. Dengan demikian, bisa dipastikan ajang yang digeber selama dua hari itu akan menarik banyak penonton. Masyarakat Banyuwangi tentu tidak sabar ingin menantikan aksi para rider berkelas tersebut. Seperti edisi pertama tahun 2012 di barat Stadion Diponegoro Banyuwangi, aksi rider memainkan motor membuat penonton yang menyaksikan geleng-geleng kepala. Tercatat ada sepuluh pembalap mancanegara dan 142 pembalap nasional yang unjuk gigi. Ratusan rider tersebut akan unjuk gigi dan bersaing ketat dalam beberapa kategori yang dilombakan, antara lain MX 2, MX 2 Junior, SE 55 CC, SE 65 CC, SE 65 Novice, SE 50 CC, MX 2 Novice, Eksekutif A, Eksekutif B dan Veteran. Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Ahmad Khoirullah mengungkapkan, perhelatan akbar itu bisa disaksikan semua lapisan masyarakat Banyuwangi secara gratis. Sebab, Pemkab Banyuwangi menggelar acara tersebut guna memberikan hiburan kepada masyarakat. Khoirullah menjelaskan, persiapan terus dimatangkan. Sirkuit sebagai venue agenda akbar tersebut juga terus dipercantik. Tempat untuk para penonton juga dipersiapkan sebaik mungkin. ‘’Mulai besok (Sabtu, red) masyarakat Banyuwangi sudah bisa menyaksikan atraksi para pembalap,” ujarnya. (ton/c1/bay)

ALI NURFATONI/RaBa

BERKELAS: Di Sirkuit Utun di Desa Trembelang, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, ini akan digeber Powercross Championship mulai besok (7/12).

PENERIMA PENGHARGAAN : Pjs Direktur PDAM Banyuwangi, Ayub Hidayat (3 dari kanan) bersama PDAM terbaik lainnya.

PDAM Banyuwangi

Dapat Penghargaan PDAM Terbaik se- Indonesia BANYUWANGI – Satu lagi penghargaan bergengsi diraih Banyuwangi. Kali ini penghargaan nasional diterima Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banyuwangi. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berkantor di jalan Adi Sucipto 20 Banyuwangi itu menerima penghargaan terbaik dalam kategori pelanggan 30.000 hingga 50.000. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Pjs. Direktur PDAM Banyuwangi, Ayub Hidayat pada acara Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Nasional (Mapamnas) XII yang berlangsung di Palembang pada 26- 29 November 2013 lalu. Mapamnas yang diselenggara-

kan oleh Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) diikuti oleh 410 kantor PDAM se-Indonesia. Sedangkan penganugerahan dan penilaian PDAM dilaksanakan oleh Badan Pendukung Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (BPP SPAM). Penyerahan penganugerahan sebagai PDAM terbaik untuk kategori dengan jumlah pelanggan 30.000 – 50.000 dis-

erahkan langsung oleh Direktorat Jenderal Pekerjaan Umum Pusat. Pjs. Direktur PDAM Banyuwangi, Ayub Hidayat menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelanggan pengguna air minum PDAM Banyuwangi atas kepercayaannya. ”Karena masukan dan kritik dari pelanggan, PDAM Banyuwangi bisa menjadi lebih baik dan terus meningkat,’’ kata Ayub. Penghargaan ini, kata dia, tak lepas dari dukungan penuh Bupati Abdullah Azwar Anas bersama seluruh SKPD terkait. Sementara itu, menyambut Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-241, PDAM Banyuwangi mengeluarkan program bagi masyarakat Banyu-

wangi yang ingin menjadi pelanggan baru. Selama Bulan Desember ini, bagi pelanggan baru bisa mengangsur biaya instalasi baru hingga lima kali angsuran. Bukan hanya angsuran, bagi masyarakat Banyuwangi bisa mendapatkan door prize menarik untuk pemasangan pelanggan baru pada stand pameran pembangunan tanggal 9 – 16 Desember 2013 mendatang. (adv/aif)

TERBAIK : Dirjen Pekerjaan Umum menyerahkan penghargaan untuk PDAM terbaik kategori pelanggan 30.000 - 50.000 di Hotel Arya Duta Palembang 27 November 2013 lalu.

HADIAH HARJABA : Pjs Direktur PDAM Banyuwangi, Ayub Hidayat menunjukkan penghargaan PDAM Terbaik. ISTIMEWA


BERITA UTAMA

Jumat 6 Desember 2013

43

HALAMAN SAMBUNGAN

Diduga Telat Mengirim Usulan Anggaran TPP n RIBUAN... Sambungan dari Hal 33

Bak mahasiswa yang tengah ber demonstrasi, para guru tersebut menggelar orasi dan mengusung beragam spanduk berisi kecaman atas ke terlam batan pembayaran TPP. “Kami datang mencari persahabatan, bukan mencari permusuhan. Kami tidak meminta yang bukan hak nya. Un tuk apa jabatan kalau ti dak bisa mengemban amanah” begitu tulisan dalam salah satu spanduk yang dibentangkan tepat di depan pintu gerbang kantor Kemenag Banyuwangi. “Pintere wong Kemenag teko guru. Kok mentolo ning gurune gedigu (pintarnya orang Kemenag dari guru. Kok tega memperlakukan guru seperti itu),” teriak salah satu guru. Uniknya, sejumlah perwakilan PGRI dari beberapa kabupaten tetangga, yakni Situbondo, Bondowoso, dan Jember, juga ikut membaur dengan massa

dan menuntut TPP guru PAI segera dicairkan. “Apabila keterlambatan pembayaran TPP karena kelalaian birokrasi Kemenag Banyuwangi, kami mendesak Kemenag Pusat memberikan sanksi kepada oknumoknum Kemenag Banyuwangi,” sahut seorang guru yang lain. Massa semakin bersemangat tat kala mengetahui Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Sulihtiyono hadir ke lokasi unjuk rasa. Sementara itu, banyaknya guru yang melakukan unjuk rasa siang itu mengakibatkan Jalan Adi Sucipto ditutup total selama sekitar satu jam. Polisi mengalihkan arus lalu-lintas dari dan menuju pusat Kota Gandrung melalui Jalan Brawijaya dan Jalan Kepiting. Ketua PGRI Banyuwangi, Husin Matamim mengatakan, aksi solidaritas itu dilakukan para anggota PGRI se-Banyuwangi untuk menyampaikan aspirasi guru PAI. Sebab, sudah 18 bulan guru PAI tidak menerima TPP.

Besarnya TPP setiap guru bervariasi tergantung golongan; ada yang di bawah Rp 3 juta per orang per bulan, ada pula yang di atas Rp 3 juta per orang per bulan. Menurut Husin, pihaknya sudah melacak prosedur pengajuan anggaran TPP tersebut, terutama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2013. “Kami konfirmasi ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur, Di rektorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag Pusat, hingga ke Menteri Agama. Ternyata anggaran TPP tidak tersedia karena Banyu wangi mengirim usulan ter lambat. Sehingga, (TPP) tidak mungkin ter-cover dalam APBNP 2013,” paparnya. Ironisnya, guru-guru lain yang TPP-nya dikelola Dinas Pendidikan (Dispendik) sudah cair semua. “Kami ingin ada kepastian. Di APBN 2014 tunjangan tersebut harus cair,” cetusnya. Husin menambahkan, apabila dugaan adanya pemotongan TPP

di sejumlah satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag Banyuwangi benar-benar terjadi, maka hal itu harus segera ditindaklanjuti. “Kalau betul-betul ada potongan TPP, maka harus dikembalikan,” tegasnya. Sementara itu, usai bernegosiasi dengan perwakilan PGRI, Kepala Seksi (Kasi) Pais Kemenag Banyuwangi, Chairul Anwar, naik ke atas truk didampingi Ketua PGRI Husin Matamim, Kadispendik Sulihtiyono, dan Sekretaris PGRI Siswaji. Kasi Pais Chairul mengatakan, Kemenag Banyuwangi sangat mendukung aspirasi para guru PAI se-Banyuwangi tersebut. Dijelaskan, TPP guru PAI seBanyuwangi bukan terlambat melainkan kurang. Salah satu contohnya, di tahun anggaran 2013, Kemenag Banyuwangi mengajukan anggaran Rp 90 miliar lebih. Namun, anggaran yang terealisasi hanya Rp 17 miliar. “Padahal, di tahun anggaran 2011 dan 2012, Kemenag masih punya utang. Total, TPP yang belum

terbayar sekitar 16 bulan,” jelasnya. Lebih jauh dikatakan, jumlah guru PAI yang pembayaran TPP-nya belum lunas mencapai 2.358 orang. Rinciannya, 1.123 guru pegawai negeri sipil (PNS) dan 1.235 guru non-PNS. Total TPP yang belum terbayar bagi seluruh guru PAI tersebut mencapai Rp 90 miliar, yakni Rp 73 miliar untuk guru PNS dan 17 miliar untuk guru non-PNS.

Masih menurut Chairul, seluruh kekurangan TPP itu sudah di usulkan kepada Kemenag Pusat. Bahkan, Kemenag Pusat sudah melakukan rapat dengar pen dapat (hearing) dengan Komisi VIII RI. Hasilnya, Komisi VIII sudah merekomendasikan agar seluruh TPP guru PAI seIndonesia yang besarnya mencapai Rp 3,056 triliun itu dianggarkan dalam APBN 2014.

“Bola sekarang di Kemenag dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Mudah-mudahan tercover di APBN 2014,” harapnya. Mengenai dugaan adanya pemotongan TPP, Chairul mengaku pihaknya akan menelusuri kasus tersebut di masing-masing satuan pendidikan. “Akan kami konfirmasi ke masing-masing satuan pendidikan,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Sosialisasi, Warga Dilarang Bertanya n WARGA... Sambungan dari Hal 33

Tim Gubernuran bilang, pembangunan itu merupakan pengajuan Bupati Banyuwangi,” ungkapnya. Menurut Mujayanah, lahan yang ditempati warga tersebut merupakan hak milik dan besertifikat. Sebagian besar warga sudah menempati rumah mereka puluhan tahun lalu. “Saat membangun rumah mereka, banyak yang mencicil dan utang. Nah, kini akan digusur,” ujarnya. Sementara itu, ketua RT 02, RW 1, Lingkungan Sutri, Adi Winarno menyebut, berdasar gam bar pembangunan TWT yang pernah ditunjukkan, se-

paro dari wilayah RT akan digusur. “Sekitar 40 rumah yang akan tergusur,” cetusnya. Winarno menyebut, warga se benarnya tidak menolak rencana Pemkab Banyuwangi mem bangun TW T di Pa sar Sobo. Hanya saja, pembangunannya jangan sampai menggusur perumahan penduduk. “Warga menolak penggusuran,” sebutnya. Hasil pertemuan warga, bila Pem kab Banyuwangi ngotot menggusur perumahan guna mem bangun T W T, semua warga sepakat akan melawan. “Warga sekarang resah. Mereka bingung bila pemerintah tetap menggusur rumahnya,” katanya. Winarno juga mengaku ke-

cewa dengan sosialisasi yang dilaksanakan di kantor kecamatan itu. Sebab, tidak diadakan dialog. Tim Gubernuran yang dipimpin Anwari dan Pemkab Banyuwangi yang diwakili Kepala Bagian (Kabag) Perlengkapan Henik Setyorini menolak warga bertanya. “Kita diundang hanya disuruh mendengarkan. Kita tidak boleh bertanya,” ujarnya. Sementara itu, Kabag Perlengkapan Pemkab Banyuwangi Henik Setyorini saat dikonfirmasi mengakui akan ada pembangunan TWT di Pasar Sobo tersebut. Proyek itu merupakan program Pemkab Banyuwangi. “Idealnya, pembangunan (TWT) membutuhkan lahan seluas tiga

hektare,” cetusnya. Me m b a n g u n T W T y a n g ideal, lanjut Henik, masih sulit dilakukan. Sebab, luas lahan milik pemkab yang kini di jadikan Pasar Sobo hanya sekitar satu hektare. “Lahan di Pasar Sobo hanya satu hektare. Berarti kurang dua hektare,” selorohnya. Henik membantah bahwa mem bangun TW T itu akan menggusur perumahan warga di sekitar Pasar Sobo. Sebab, Pemkab Banyuwangi tidak memiliki dana yang cukup untuk pembebasan lahan. “Membebaskan lahan kosong di belakang Pasar Sobo, kita (pemkab) sudah tidak ada anggaran,” kelitnya. (abi/c1/bay)

Masih Seputar Pengurus Yayasan n KEJAKSAAN... Sambungan dari Hal 33

Seperti para saksi yang telah di panggil sebelumnya, saksi lain yang akan diundang juga ma sih berasal dari Yayasan Pendidikan Tinggi Banyuwangi (YPIB). “Pemeriksaan para saksi akan kita lanjutkan,” cetus Kepala Seksi Pidana Khu sus (Kasi Pidsus) Kejari Ba nyuwangi Paulus Agung W. kemarin (5/12). Menurut Kasi Pidsus Agung, pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap delapan saksi itu belum banyak ditemukan data-data yang signifikan.

Sehingga, sejumlah saksi akan dipanggil lagi. “Sejumlah saksi akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” jelasnya. Atas laporan yang di sampaikan kalangan LSM, terang Agung, sebelum berstatus sebagai perguruan tinggi negeri (PTN), Poliwangi yang berlokasi di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, itu merupakan perguruan tinggi swasta (PTS) yang dikelola yayasan. “Yayasan pernah dibubarkan, lalu di bentuk lagi. Itu ada apa,” ujarnya. Ditanya terkait jumlah saksi yang akan mendapat gi liran dimintai keterangan, Kasi

Pidsus enggan mengungkapkan. Yang pasti, para saksi itu lebih dari satu dan masih berasal dari yayasan yang mengelola Poliwangi. “Kita masih mendata saksi yang akan kita panggil,” cetusnya. Meski menolak menyebut jumlah saksi yang akan dipanggil terkait penyelidikan dugaan penyimpangan pembangunan kampus Poliwangi, Kasi Pidsus menyebut pemanggilan para saksi itu akan dilakukan pekan depan. “Rencananya, pe manggilan saksi akan kita lakukan pekan depan,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan penyimpa-

ngan pembangunan kampus Poliwangi kembali dibuka Kejari Banyuwangi. Untuk mengungkap kasus tersebut, delapan orang yang pernah mengelola perguruan tinggi (PT) itu dipanggil. Kedelapan orang yang telah diundang ke kejari itu adalah pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Banyuwangi (YPIB) yang mengelola Poliwangi. Delapan orang yang telah dipanggil untuk dimintai keterangannya itu, jelas dia, Sukandi, Pudji Raharjo, Toeloes Sugijanto, Peni Han da yani, dan M. Ilyas. Tiga saksi lain Sugihartoyo, Sulihtiyono, dan Sabari. (abi/c1/bay)

Nurhadi Dipercaya selama 9 Tahun n AZIZ... Sambungan dari Hal 33

Empat camat itu merupakan pemegang rekor camat terlama di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Aziz Hamidi mendapat kepercayaan menjabat camat pertama kali pada tahun 2002 sebagai Camat Bangorejo. Jabatan Camat Bangorejo dijabat selama tiga tahun hingga 2004. Pada tahun 2004, Aziz digeser menjadi Camat Rogojampi. Jabatan Camat Rogojampi dipegang selama empat tahun hingga 2007. Pada Tahun 2007, Bupati Ratna Ani Lestari me-rolling Aziz menjadi Camat Giri hingga 2009. Pada tahun yang sama, Aziz ditarik ke Sekretariat Daerah untuk menjabat kepala Bagian Perekonomian Pemkab. Jabatan Kabag Perekonomian Pemkab dijabat tidak lama. Jelang Bupati Ratna lengser, Aziz digeser menjadi kepala bagian organisasi. Pada era Bupati Abdullah Azwar Anas, Aziz mendapat tugas merevisi Perda Organisasi Perangkat Daerah (OPD) peninggalan rezim Bupati Ratna. Tugas merevisi Perda OPD itu dilakukan hingga pelaksanaan OPD baru pada tahun 2011. “Selama satu tahun lebih saya dipercaya memegang jabatan sebagai Kabag Perekonomian dan Organisasi Pemkab,” paparnya. Pada tahun 2012, Bupati Anas menggeser Aziz ke habitatnya sebagai Camat Banyuwangi. Hingga tahun 2013 ini, PNS dengan pangkat IV/b itu sudah sebelas tahun menjabat sebagai camat di tempat berbeda-beda. Hal yang sama juga dialami Camat Tegalsari, Abin Hidayat. Pertama kali menerima

job eselon III/a pada era Bupati Samsul Hadi, dia ditugasi menjadi Camat Tegaldlimo (2002). Menjadi Camat Tegaldlimo dilalui hingga tahun 2004. Kemudian, dia mendapat tugas sebagai Camat Muncar. Camat Muncar dijalani selama tiga tahun hingga 2006. Pada awal era kepemimpinan Bupati Ratna, yakni tahun 2006, Abin digeser menjadi Camat Songgon hingga 2008. Pada tahun 2008 itu, Abin mendapat job baru sebagai Camat Cluring. Sebelum lengser, Bupati Ratna menarik Abin ke Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) menjadi kepala Bidang Pemerintahan Desa (PMD). Pada tahun 2010, Abin kembali ditugasi menjadi Camat Tegalsari hingga saat ini. Selama sebelas tahun lebih menjabat camat, Abin sudah menjajal lima kecamatan berbeda. Sementara itu, Camat Rogojampi Kusiyadi me nerima promosi jabatan eselon III sebagai camat Bangorejo pada tahun 2004. Jabatan Camat Bangorejo dijalankan Kusiyadi selama empat tahun hingga 2007. Pada tahun 2007, Kusiyadi digeser menjadi Camat Rogojampi hingga 2010. Pada tahun 2010, Kusiyadi ditarik ke lingkungan Sekretariat Daerah sebagai kepala Bagian Kesmas. Jabatan Kabag Kesmas hanya dijalani selama enam bulan sebelum akhirnya Bupati Ratna menempatkan Kusiyadi sebagai kepala Bagian Umum. Kabag Umum dipegangnya hingga 2011. Pada Juli 2011, Bupati Anas menggeser Kusiyadi menjadi Camat Rogojampi untuk periode yang kedua. Sementara itu, Camat Kalipuro Nurhadi merupakan PNS yang mendapat promosi sebagai camat pada tahun terakhir kepemimpinan Bupati Samsul Hadi. Nurhadi dilantik menjadi camat pertama kali pada

tahun 2005 sebagai Camat Gambiran hingga tahun 2007. Pada tahun 2007, Nurhadi digeser menjadi camat Bangorejo hingga tahun 2011. Pada era Bupati Anas, Nurhadi digeser menjadi Camat Kalipuro hingga saat ini. Di setiap era kepemimpinan, Nurhadi hanya digeser satu kali. Hingga tahun 2013 ini ,Nurhadi menjabat sebagai camat sudah berlangsung selama sembilan tahun. Nurhadi berbeda dengan tiga camat senior lain. Kalau tiga camat lainnya, pernah menjabat eselon III di lingkungan sekretariat daerah dan dinas, Nurhadi tidak pernah. Selama sembilan tahun Nurhadi menjabat sebagai camat di tiga kecamatan berbeda. Lalu, bagaimana kesan menjabat di tiga rezim berbeda? Empat camat itu mengaku, tiga pimpinan itu memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. Lalu, bagaimana kesan menjabat camat di beberapa tempat berbeda? Aziz mengaku menjabat Camat Rogojampi dan Banyuwangi memiliki kesan yang berbeda dalam menghadapi masyarakat. Bagi camat yang pernah bertugas di wilayah selatan dan utara, ada perbedaan cukup mencolok. Seperti yang dialami Nurhadi. Berhadapan dengan warga Banyuwangi Selatan cukup menyampaikan poinpoin saja, masyarakat sudah memahami. Tetapi, saat bertugas di Banyuwangi utara, tutur Nurhadi, aturan pemerintah harus dijelaskan secara detail kepada masyarakat. Jika tidak dijelaskan secara detail, warga sulit melaksanakan. “Setelah ada penjelasan detail, warga baru mau melaksanakan,” jelasnya. (c1/bay)

GALIH COKRO/RaBa

PENJELASAN: Dari kanan Kadispendik Sulihtiyono, Kasi Pais Kemenag Banyuwangi Chairul Anwar, dan Sekretaris PGRI Banyuwangi Siswaji bertemu para guru kemarin.

Bisa Jadi Percontohan Nasional n MINTA... Sambungan dari Hal 33

Pasalnya, saat pembayaran TPP guru PAI yang dilakukan Kemenag terhambat, pembayaran TPP para guru mata pelajaran lain yang dilakukan Dispendik sudah tuntas. Berdasar negosiasi perwakilan PGRI dan pihak Kemenag yang juga disaksikan Kepala Dispendik Banyuwangi, Sulihtiyono, tercapai kesepakatan akan mengirimkan permohonan pengembalian kewenangan pembayaran TPP itu kepada Dispendik.

“Ada kesepakatan PGRI, Kemenag Banyuwangi, dan difasilitasi Pemkab Banyuwangi, akan mengirim permohonan agar pembayaran tunjangan guru PAI di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dikembalikan ke Kemendikbud,” ujarnya. Sulihtiyono menambahkan, di tingkat nasional, pembayaran TPP guru PAI di bawah Kemendikbud memang dititipkan kepada Kemenag. “Kalau memang ini yang terbaik, mu dah-mudahan Banyuwangi bisa menjadi percontohan tingkat nasional,” harapnya. (sgt/c1/bay)

Diperiksa Pukul 06.00 masih Aman n TAHANAN... Sambungan dari Hal 33

Setelah dilakukan pendataan, jelas Bakin, Niko dimasukkan pe tugas penjagaan ke ruang ta hanan polsek sekitar pukul 02.30. Rencananya, pemeriksaan lelaki itu akan di lakukan pagi hari. “Hari ini (kemarin, Red) akan kita periksa,” cetusnya.

Niko diketahui petugas jaga polsek meninggal dengan kondisi menggantung di pintu besi tahanan sekitar pukul 06.20. Saat itu, salah satu petugas jaga se dang memeriksa tahanan. “Tahanan ini ternyata sudah meninggal,” jelasnya. Keterangan anggotanya, lanjut Bakin, Niko diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruang taha-

nan sekitar pukul 06.20. Sebab, pukul 06.00 pria tersebut masih terlihat sehat. “Pukul 06.00 anggota periksa tahanan dan masih aman,” sebutnya. Selama beberapa jam di tahanan, masih kata kapolsek, anggota yang tugas jaga tiga kali memeriksa tahanan. “Petugas yang jaga tiga kali melakukan pemeriksaan. Tahanan tidak apaapa,” terangnya. (abi/c1/bay)

Berbuat Baik untuk Orang Lain n PEREMPUAN... Sambungan dari Hal 33

Karena itu, putri pasangan Suwardi dan Irianti itu juga membekali diri dengan ilmu bela diri. Bahkan, dia cukup tangkas dalam seni bela diri. Buktinya, dia pernah jadi juara pencak silat dalam kejuaraan kabupaten (kejurkab) semasa

duduk di bangku SMP. Kini, cewek yang menggemari ilmu ekonomi itu tetap aktif dalam kegiatan PMR. Menurutnya, banyak hal yang bisa diperbuat dalam PMR. ‘’Selain wawasan mengenai kesehatan dan pertolongan pertama pada kecelakaan bertambah, kita bisa berbuat lebih kepada orang lain,” ujar siswi kelas XI jurusan Ilmu Sosial itu. (mg1/c1/bay)

Terbanyak di Pantai Laut Selatan n SEBAR... Sambungan dari Hal 34

Wiyono menambahkan, pihaknya juga menerima delapan unit alat peringatan tanah longsor berbentuk panel elektrik dari Dinas ESDM Jatim. Rencananya, masing-masing peralatan tersebut akan dipasang di sejumlah titik hari ini (6/11). Alat yang berfungsi memberikan peringatan berupa tulisan bagi pengguna jalan di kawasan rawan longsor, itu masingmasing dipasang dua unit di kawasan tanjakan Erek-erek dan

di Desa Pakel, Kecamatan Licin; serta dua unit di Gunung Kumitir, Kecamatan Kalibaru. Alat serupa akan dipasang satu unit di Desa Jelun, Kecamatan Glagah, dan Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo. Sementara itu, dalam waktu dekat Banyuwangi akan mendapat bantuan tujuh unit alat peringatan dini tsunami dari BNPB. Tsunami early warning system bantuan BNPB itu akan dipasang di Pantai Pancer dan Pantai Rajekwesi, Kecamatan Pesanggaran; Pantai Lampon, Kecamatan Siliragung; dan Pantai Grajagan, Kecamatan

Pur woharjo. Alat lain rencananya akan dipasang di Pantai Muncar, Kecamatan Muncar; Pantai Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi; dan Pantai Boom, Kecamatan Banyuwangi. Wiyono menambahkan, pemasangan alat pendeteksi dini tsunami itu dititikberatkan di kawasan Pantai Selatan yang berhubungan langsung dengan Samudera Indonesia. Sebab, di kawasan pantai sebelah timur Banyuwangi ada sejumlah “penghalang” tsunami, yakni semenanjung Sembulungan, Muncar, dan Pulau Bali. (sgt/c1/bay)

Dikenal sebagai Siswa Tegas n DIBESUK... Sambungan dari Hal 44

Menurut guru BK SMKN 1 Suboh tersebut, AHT sebenarnya dikenal sebagai siswa yang tegas. Bahkan, pihak sekolah memanggil siswa-siswa lain yang melakukan pelanggaran melalui dirinya. Karena itu, pihak SMKN 1 Situbondo merasa sangat terkejut saat mendapat kabar bahwa AHT terlibat kasus curanmor.

“Selama ini dia dikenal sebagai anak baik. Saya tahu betul karena saya guru BK. Bahkan, sejak masuk sekolah dia tidak punya catatan buruk. Hanya satu kali dia meninggalkan ruangan saat jam pelajaran,” kata Endang Sri Supraptiningsih. Data yang diperoleh koran ini, kehadiran sejumlah guru ke Mapolres Situbondo kemarin guna memberikan dukungan moral agar siswa tersebut tidak

shock menghadapi kenyataan tersebut. “Sanksi dari sekolah, sampai saat ini kami belum sempat membahasnya,” tegas Endang. Diberitakan sebelumnya, pelajar yang duduk di kelas 2 itu diduga terlibat aksi pencurian motor (curanmor) di delapan tempat. Begitu menjalani aksi curanmor yang kesembilan kali, pelajar itu berhasil ditangkap. (rri/c1/aif)


44

Jumat 6 Desember 2013

Mabuk setelah Makan Keripik Gadung SEMENTARA itu, gara-gara memakan keripik gadung (sejenis ubi), Suyut pusing seperti orang mabuk berat. Pria 56 tahun asal Kendit itu akhirnya menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Ceritanya, siang itu Suyut bekerja di kantornya di Kecamatan Panarukan. Ada seseorang yang membawa keripik gadung ke kantor tersebut. Seperti biasa, korban dan pekerja lain menyantap makanan ringan tersebut. Sayang, beberapa saat kemudian korban pusing berat. Dalam waktu singkat, korban mual hingga muntah. Hal itu membuat sejumlah pekerja panik. Mereka pun berinisiatif membawa korban ke rumah sakit. “Di kantornya makan gadung yang dibawa seseorang. Tapi tidak tahu lagi, tiba-tiba bapak ini merasa pusing dan mual-mual,” kata Muhammad Idrus, salah satu pekerja yang mendampingi korban, di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Semula beberapa pekerja

NUR HARIRI/RaBa

BELUM SIUMAN: Suyut mengaku pusing setelah mengonsumsi gadung. Dia kini dirawat di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo.

menduga Suyut pusing karena minum es buah. Tetapi, selang beberapa saat kemudian, ternyata ada pekerja lain yang juga pusing dan mual. “Dikiranya karena es buah. Tapi mungkin gadung itu, karena yang lain juga pusing,” katanya. Beberapa teman korban yang juga pusing dan mual, di antaranya Lena, Nuryanto, Ani, dan Sofi. Hanya saja, pusing dan mualmual yang mereka rasakan tidak separah yang dirasakan Suyut.

Korban yang di rawat di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo itu sempat muntah. Saat berada di Ruang Flamboyan, pria itu didampingi sejumlah anggota keluarganya dan beberapa teman sekantornya yang belakangan diketahui bekerja di UPTD Pendidikan, Kecamatan Panarukan. Karena korban lemah, korban pun harus menjalani rawat inap hingga kondisinya membaik. (rri/c1/aif)

Bicara Kurikulum 2013 di Seminar Nasional NUR HARIRI/RaBa

JALANI PERAWATAN: Warga menunjukkan sebungkus racun tikus yang diminum Santiwati kemarin (5/12).

Tenggak Racun Tikus, Ibu Muda Kelenger SITUBONDO - Tanpa sebab jelas, Santiwati, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Perumahan Banjir, Desa Talkandang, Kecamatan Kota Situbondo, nekat minum racun tikus. Akibatnya, ibu dua anak tersebut kelenger. Aksi nekat perempuan 30 tahun itu terjadi sore kemarin (5/12). Usai menenggak racun tikus Cap Padi, wanita tersebut tergeletak di depan rumahnya. Beruntung, beberapa saat kemudian ada anak kecil yang lewat di depan rumah korban. Melihat korban terkapar di jalan, sang anak kecil tersebut berteriak minta tolong kepada warga sekitar. “Pertama kali ditemukan

anak kecil. Katanya ada orang mati. Setelah dilihat, ternyata Santi tergeletak di jalan depan rumahnya,” terang salah seorang warga yang membantu mengevakuasi korban menuju rumah sakit. Sebelum dibawa ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, warga sekitar menemukan sebungkus racun tikus di lincak. “Di lincak dekat dirinya pingsan ditemukan racun tikus dan segelas air putih,” kata warga lain yang ikut membawa korban ke rumah sakit. Begitu sampai di RSUD, ibu asal Dusun Kandang, Desa Olean, Kecamatan Situbondo, itu langsung mendapat penanganan medis. “Dia

baru sekitar dua bulan tinggal di Perumahan Banjir, Desa Talkandang. Kami tidak tahu kenapa dia minum racun,” terang tetangganya. Data yang berhasil dikumpulkan, sebelum minum racun tikus, Santiwati meminta uang Rp 3 juta kepada orang tuanya pada malam harinya. Namun, orang tua korban tidak bisa memberinya. Dirinya pun kembali ke rumah yang baru dikontrak kawasan Perumahan Banjir itu. “Sebelumnya, dia minta uang kepada orang tuanya tiga juta. karena tidak punya uang, jadi tidak dikasih. Saya tidak tahu uang itu mau digunakan apa,” terang Siti Khodijah, salah satu kerabat

korban, saat berada di rumah sakit. Penyebab mengapa ibu dua anak itu minum racun tikus belum diketahui secara pasti. Petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab sebenarnya. Hingga berita ini ditulis, kondisi tubuh Santiwati masih tergeletak lemas di ruang IGD dan terus mendapat perawatan medis. “Saat ini korban masih dirawat. Kami belum bisa memastikan mengapa dia minum racun. Kasus itu masih dalam penyelidikan petugas,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. (rri/c1/aif )

Dibesuk, AHT Menangis di Pelukan Guru Siswa SMA yang Terlibat Curanmor

NUR HARIRI/RaBa

MENUNDUK MALU: Siswa yang terlibat curanmor saat dikunjungi gurunya di Mapolres Situbondo kemarin (5/12).

SITUBONDO - AHT, 17, seorang siswa yang terlibat kasus curanmor tak kuat menahan air mata ketika berada di ruang Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Situbondo. AHT menangis saat dijenguk lima gurunya di Mapolres Situbondo kemarin (5/12). Begitu melihat kelima gurunya, siswa tersebut langsung memeluk satu per satu gurunya tersebut. “Kami meminta agar dia bersabar dan kooperatif kepada tim penyidik.

Minggu yang akan datang sebenarnya dia mau ujian semester dan praktikum. Tetapi, bagaimana lagi, kondisinya begini,” ujar Endang Sri Supraptiningsih yang tak lain adalah guru bimbingan konseling di sekolahnya. Mendengar arahan dari gurunya agar dia bersabar dan kooperatif. Siswa tersebut hanya menganggukkan kepala beberapa kali. Di hadapan kelima gurunya, AHT juga mengaku menyesali perbuatannya dan ingin meneruskan sekolahnya lagi. “Saya menyesal, Bu. Saya ingin masuk sekolah lagi,” kata AHT n  Baca Dibesuk...Hal 43

Pilih Jadi Kades, Anggota FPPP di-PAW SITUBONDO - Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Situbondo dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan akhirnya digelar kemarin (5/12). Dalam rapat paripurna istimewa itu, Abu Yazid resmi menggantikan Dwi Widiyanti yang sebelumnya menjadi anggota Komisi I DPRD.

PAW di tubuh partai berlambang Kakbah itu dilakukan karena Dwi Widiyanti terpilih menjadi Kepala Desa Buduan, Kecamatan Suboh. Sebelumnya, Dwi Widiyanti memenangkan pilkades dan dirinya lebih memilih menjadi kepala desa. Pelantikan dan pengambilan sumpah anggota DPRD itu dipimpin Ketua DPRD Zeiniye.

NUR HARIRI/RaBa

PELANTIKAN: Abu Yazid saat diambil sumpahnya di ruang rapat paripurna DPRD Situbondo kemarin (5/12).

Dengan PAW tersebut, Abu Yazid akan menjadi anggota dewan hingga Agustus 2014 mendatang. Menurut Zeiniye, Abu Yazid akan menjadi anggota DPRD selama delapan bulan. Abu Yazid akan menggantikan Dwi Widiyanti di Komisi I DPRD Situbondo yang membidangi hukum dan pemerintahan itu. “Sekitar delapan bulan. Nanti selesai

Agustus,” terang Zeiniye. Sementara itu, usai mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah sebagai pengganti anggota DPRD, Abu Yazid yang berangkat dari dapil V tersebut mengaku akan mengemban amanah sebagai wakil rakyat dengan baik. “Saya akan bekerja sebaik mungkin. Yang jelas, segala amanah harus dijalankan,” janjinya. (rri/c1/aif)

BESUKI – Penerapan kurikulum 2013 merupakan salah satu upaya untuk menyamakan standar pembelajaran dengan negara-negara maju di luar negeri. Dengan demikian, penerapan kurikulum 2013 yang saat ini sudah mulai dilakukan masih merupakan sebuah proses menuju kesamaan standart pembelajaran di negara-negara maju. Hal itu kemarin terungkap dalam seminar nasional, implementasi kurikulum 2013 berbasis internasional yang mengambil tema, ‘Perbandingan Sistem Pelajaran Di Indonesia dengan Sistem Pembelajaran Internasional’. Seminar nasional ini digelar Pondok Pesantren Ibnu Kholdun Al Hasyimi, Desa Widoro Payung, Kecamatan Besuki. Pemeterinya terdiri dari Mr. Cholin Thomas Henning. Dia adalah tim relawan Amerika Serikat yang mengajar di Spepherd University. Selain Mr. Cholin Thomas, pemateri lainnya adalah Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Situbondo Dwi Totok Iriyanto

ISTIMEWA

NARA SUMBER: Pelaksanaan seminar nasional di PP Ibnu Kholdun Al Hasyimi, Widoro Payung, Besuki. dan Ketua Komisi I DPRD Situbondo Syaiful Bahri. Pesertanya terdiri dari kepala dan guru-guru SD/MI, MTs, MA dan SMU. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 12.00 ini berjalan hangat. Para peserta aktif melemparkan pertanyaanpertanyaan kritis. Para pemateri mengatakan, jika penerapan kuruikulum 2013 ini meruapakan sebuah upaya pemerintah untuk segera menyamakan standar pembelajaran di Indonesia dengan negara-negara maju di luar negeri. “Bagi saya penerapan kurikulum 2013 diharapkan akan

menjadi strategi baru pemerintah khususnya Kementrian Pendidikan dalam membentuk identitas para siswa, yang semakin lama prilakunya semakin mengkhawatirkan kita semua,” terang Syaiful Bahri. Ketua Panitia Kegiatan, Muchid SPd mengatakan, penyenggaraan seminar nasional salah satunya bertujuan untuk mengetahui keberadaan kurikumlum 2013 yang saat ini sedang gencar-gencarnya dilaksanakan.“Apakah memang sudah betul-betul mau menyamakan dengan kurikulum di luar negeri atau tidak?”tandasnya.(pri/adv/aif)

Radar Banyuwangi | 6 Desember 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi, Radar Genteng, Radar Situbondo

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you