Page 1

SENIN 27 JANUARI TAHUN 2014

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

Eceran Rp 5.750

29

JALAN SANTAI

GALIH COKRO/RaBa

SALING SERANG: Anggota AOS menaklukkan teroris dalam perang-perangan di area bekas tambang pasir dekat Koramil Kalipuro (atas). Baku tembak melawan teroris (bawah).

Baku Tembak di Bekas Tambang GALIH COKRO/RaBa

TEKAN ANGKA LAKALANTAS: Jalan sehat Polres Banyuwangi diikuti masyarakat umum, bikers, dan pelajar.

Ajak Pelajar jadi Pelopor Keselamatan Berlalu-lintas BANYUWANGI - Tidak dapat dimungkiri, kalangan pelajar merupakan salah satu penyumbang terbesar angka kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) di Banyuwangi. Karena itu, upaya menekan tingkat lakalantas, tersebut tidak akan berjalan optimal jika para pelajar tidak dilibatkan. Tak heran, jajaran korps baju cokelat, itu pun semakin intens menggandeng kalangan pelajar untuk mengampanyekan keselamatan berlalulintas. Tujuannya tak lain adalah untuk meminimalkan lakalantas di wilayah Bumi Blambangan. Seperti yang dilaksanakan jajaran Polres Banyuwangi pagi kemarin (26/1). Kali ini, Polres Banyuwangi menggelar pencanangan Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu-lintas di kawasan Gedung Seni Budaya (Gesibu Blambangan) n  Baca Ajak Pelajar...Hal 39

KALIPURO – Segerombolan orang berpakaian militer dan senjata lengkap terlibat perang gerilya, kemarin. Pertempuran itu berada di lokasi bekas penambangan pasir yang tak jauh dari Markas Komado Rayon Militer (Koramil) Kalipuro. Perang itu sekadar permainan yang dilakukan oleh puluhan orang yang tergabung dalam Airsofter Oesing Seduluran (AOS) Banyuwangi. Selain mengenakan atribut layaknya serdadu lengkap dengan senjata, mereka juga melengkapi diri dengan alat komunikasi yang canggih. Ketua AOS Banyuwangi Heru Santosa mengatakan, permainan tembak-tembakan ini sengaja memilih

tempat yang jauh dari keramaian. Selain untuk kenyamanan, faktor keamanan juga menjadi prioritas utama. “Biar aman dan tidak membahayakan orang,” ujarnya. Heru menambahkan, pemilihan tempat ini juga merupakan prosedur yang ditetapkan oleh Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin). Tidak hanya itu, seluruh anggota beserta unit (sebutan untuk senjata yang dipakai) juga telah didaftarkan di Perbakin dan kepolisian. Hal ini memang menjadi ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan Perbakin sebagai induk olahraga tembak menembak n  Baca Baku Tembak...Hal 39

Gulung ABK Pencuri Solar Beraksi di Atas Kapal Safina KALIPURO – Aksi pencurian solar di dalam tangki kapal yang diindikasi kuat berlangsung sejak bertahun-tahun lalu akhirnya berhasil dibongkar aparat kepolisian. Kali ini, Aparat Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi,

menggulung empat kawanan pelaku pencurian solar di dalam tangki Kapal Motor Penumpang (KMP) Safina, Sabtu sore (25/1). Bukan itu saja, polisi juga meringkus satu sopir truk yang diindikasi kuat sebagai penadah bahan bakar curian tersebut. Ironisnya, keempat tersangka pencurian

solar, itu tak lain adalah anak buah kapal (ABK) milik PT. Mahar, itu sendiri. Kini, baik tersangka pencuri solar maupun penadah solar curian, tersebut harus rela meringkuk di sel Mapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya n  Baca Gulung...Hal 39

Banyuwangi dianggap memiliki kepedulian paling tinggi di antara daerah lain di Jatim terhadap upaya peningkatan status gizi anak sekolah melalui tindakan yang nyata” dr. Widji Lestariono Plt. Kadinkes Banyuwangi

F

emal

Sabet Anugerah Gizi Award

E

Terusik Sampah Plastik Boom LAGI-lagi panorama wisata di Banyuwangi mengundang daya tarik warga asing. Banyuwangi dikenal memiliki garis pantai yang panjang. Beberapa objek wisata pantai memang sudah dikenal di mancanegara. Kali ini komentar datang dari Lisanne Kweekel, 23. Belum lama ini perempuan berasal dari Gemeente Soest, Ultrech, Belanda itu menjelajahi beberapa pantai yang ada di bumi berjuluk Sun Rise of Java tersebut. Menurut Lisanne, pantai di Banyuwangi Selatan sangat bagus. Seperti Pantai Pulau Merah dan Teluk Ijo. Wanita berusia 23 tahun itu sempat merasakan dinginnya udara di Kawah Ijen n  Baca Terusik...Hal 39

baru, namun izin operasional kapal tersebut menggunakan izin operasional operator lama. “Kapal itu bukan lagi milik PT. Labitra, sudah di jual,” kata Kepala Cabang PT. Labitra Ketapang, Iwan Santoso n

BANYUWANGI – Prestasi mentereng kembali berhasil direngkuh Pemkab Banyuwangi di awal 2014 ini. Kali ini, giliran bidang kesehatan yang memperoleh penghargaan Gizi Award tingkat Provinsi Jatim. Penghargaan tersebut diserahkan oleh ketua DPD Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Jatim, Andryanto, SH. MKes kepada Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko di Hotel Meritus Surabaya, Sabtu (25/1). Penghargaan Gizi Award yang diterima oleh Banyuwangi diberikan untuk Kategori Peduli Status Gizi Anak Sekolah n

 Baca KMP Safina...Hal 39

 Baca Sabet...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

RAWAN PENYIMPANGAN BBM: Deretan kapal LCT bersandar di pelabuhan LCM Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi, sore kemarin.

KMP Safina Belum Miliki Izin Operasional SEMENTARA itu, KMP Safina yang beroperasi di dermaga pelabuhan Landing Craft Tank (LCM) ternyata belum memiliki izin operasional dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Izin operasional yang dipakai KMP Safina itu masih mengguna-

kan izin operasional perusahaan lama. Awalnya, KMP Safina itu milik PT. Labitra Bahtera Pratama. Hanya saja, pada tahun 2013 lalu kapal tersebut sudah berpindah tangan menjadi milik PT. Mahar. Meski sudah berpindah tangan kepada pemilik

Lokakarya Komposisi Musik Liturgi di Sanggar Genjah Arum

Gubah Musik Osing jadi Pengiring Misa Gereja Tidak lama lagi, musik Osing aakan semakin akrab di telinga jemaat gereja Katolik seantero je Indonesia. Indo Pasalnya, Pusat Musik Liturgi (PML) Jogjakarta kini tengah menggelar lokakarya d di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah Glaga untuk menciptakan musik ber bernuansa khas Banyuwangi ke dalam lagu misa. SIGIT HARIYADI, Glagah AL ALUNAN musik etnik Osing terden dengar begitu rancak di kompleks Sang Sanggar Genjah Arum, Desa Kemiren, Kecam Kecamatan Glagah, Minggu siang kema(26 rin (26/1). Indah gerak tubuh tiga penari gandr gandrung remaja membuat puluhan orang yang berkumpul di sanggar terse-

but kian terkesima. Ditambah lengking suara khas Gandrung Temuk, nuansa etnik semakin kental mewarnai lokasi itu. Pisang dan ubi goreng hangat pun melengkapi nikmatnya suasana di sanggar yang terkenal dengan rumah asli Osing plus kopi khas Banyuwangi tersebut. Belakangan diketahui, di lokasi tersebut tengah digelar Lokakarya Komposisi Musik Liturgi Inkulturasi Musik Osing. Lokakarya diselenggarakan oleh Pusat Musik Liturgi (PML) Jogjakarta, dan Komisi Liturgi Keuskupan Malang. Liturgi adalah lagu dan musik yang digunakan pada saat pelaksanaan ibadah atau misa di gereja. Lantas apa hubungannya dengan musik Banyuwangi? Di sinilah hebatnya musik khas Banyuwangi tersebut. Betapa tidak, lokakarya yang diikuti 20 peserta asal seantero Keuskupan Malang, yakni Malang, n  Baca Gubah...Hal 39

Polisi KP3 gulung kawanan ABK pencuri solar Kok baru sekarang ditangkap, apa setorannya kurang?

Antisipasi teroris, sisir rumah kontrakan Paling-paling dapatnya ”teroris” yang lagi mesum!

SIGIT HARIYADI/RaBa

APRESIASI: Peserta lokakarya diajak menari jejer gandrung di Sanggar Genjah Arum, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

RAMADA KUSUMA/RaBa

http://www.radarbanyuwangi.co.id

email: radarbwi@gmail.com/beritaraba@gmail.com


30

Senin 27 Januari 2014

Antisipasi Teroris, Sisir Rumah Kontrakan BANGOREJO – Aparat Polsek Bangorejo melakukan pendataan ke sejumlah rumah kontrakan yang ada di Desa Ringintelu, Desa Temurejo dan Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo. Pendataan dilakukan sebagai bentuk antisipasi adanya penyelundupan teroris ke wilayah hukum setempat sehingga tidak sampai terjadi sesuatu yang bisa mengganggu keamanan. Kapolsek Bangorejo AKP Hery Purnomo mengatakan, dari hasil pendataan tersebut, tak ada satupun tempat kontrakan yang layak untuk dicurigai sebagai tempat penyelundupan teroris. Bahkan sebagian besar pemilik kon-

trakan justru sedang tidak ada di tempat. “Kebanyakan yang ngontrak rumah di tiga desa itu berasal dari Solo dan Jawa Tengah,” katanya. Para pendatang yang mengontrak rumah tersebut, kebanyakan adalah penyewa tanaman jeruk di Kecamatan Bangorejo. “Mereka kadangkadangs aja datang ke sini, terutama kalau jeruknya pas lagi panen,” tandasnya. Meski tak ada satupun tempat kontrakan yang layak untuk dicurigai, namun kapolsek dan jajarannya memastikan akan tetap waspada. Bahkan pendataan tersebut akan terus dilakukan. Hal ini penting dilakukan

Rekap Togel, Diciduk Polisi SONG G ON – Kedapatan merekap nomor togel, Hartono, 42, warga Dusun Wiyayu Barat, Desa Bedewang, Kecamatan Songgon, ditangkap aparat kepolisian setempat di rumahnya kemarin. Selain menangkapan dan menahan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang Rp 83 ribu, sebuah handphone, selembar kertas bertuliskan rekapan nomor togel, dan sebuah bolpoin.

Kapolsek Songgon AKP Ali Azhari melalui Kanitreskrim Aipda IGM. Kodana mengatakan, penangkapan Hartono bermula dari laporan warga yang menyebutkan bahwa Hartono, sedang merekap nomor togel di rumahnya.

Mendapat laporan itu, Kodana dan dua anggotanya langsung b erangkat menuju tempat kejadian perkara (TKP) sebagaimana laporan warga tadi. “Saat sampai di TKP, pelaku memang merekap nomor togel, sehingga langsung kita lakukan penangkapan,” tandasnya. (azi/aif)

ABDUL AZIZ/RABA

ANTISIPASI GANGGUAN KAMTIBMAS: Kapolsek Bangorejo AKP Hery Purnomo dan anggotanya melakukan pendataan ke rumah kontrakan.

karena bahaya teroris termasuk pengganggu keamanan Negara yang sangat memba-

hayakan. “Kita nggak mau terlena dalam masalah ini,” tuturnya. (azi/aif)

Hias Telur Setinggi Tujuh Meter

SYAIFUDDIN M/RaBa

UNIK: Panitia dan pengurus takmir berfoto di depan hiasan telur di Masjid Panglima Sudirman, Perum Kebalenan Indah Banyuwangi.

BANYUWANGI – Ada cara unik yang dilakukan warga Perumahan Kebalenan Indah, Banyuwangi. Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kemarin warga setempat menghias pohon pisang dengan telur. Yang menarik, tinggi pohon pisang mencapai 7 meter, sedangkan jumlah telurnya 1000 lebih. Awalnya, ide menghias telur itu digagas oleh Siswoto, warga setempat yang juga anggota Polres Banyuwangi. Ide tersebut akhirnya disetujui oleh pengurus takmir masjid Panglima Sudirman. ”Tahun lalu kirab endog-endogan dengan naik becak. Tahun ini kita menghias pohon pisang dengan seribu telur lebih,’’ kata Siswoto dibenarkan ketua Takmir Masjid setempat Ir. H. Slamet Subowo. Hiasan telur ini dipasang persis di depan teras masjid. Malam hari hiasan telur tersebut semakin menarik karena memedarkan cahaya warna-warni. ”Malam harinya kita menghadirkan KH. Achmad Sidiq dari Ponpes Al-Anwari Kertosari Achmad Sidiq untuk berceramah,’’ tandas Slamet Subowo. (aif)

Lupa Nyalakan Lampu Sein, Ditrabak Vario GAMBIRAN – Ini peringatan kepada siapa saja yang mengemudikan sepeda motor agar menyalakan lampu sein atau riting ketika hendak belok arah. Jika lupa menyalakan lampu, kecelakaan lalu lintas bisa terjadi setiap saat. Seperti yang dialami Tri Warni, 28, pengemudi sepeda motor Honda Prima bernopol DK 6782 AQ ini. Warga Dusun Krajan, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran itu mengalami kecelakaan lalu lintas karena belok tanpa menyalakan lampu sein. Motor yang dikemudikan dihantam pengendara motor Honda Vario bernopol P 2603 VX yang dikendarai oleh dua pemuda Moh. Farid Subagus, 16, dan Yanuar Trio utomo, 17. Keduanya warga Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Genteng. Peristiwa kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 20.00 saat Tri Warni baru pulang dari kerja di salah satu toko yang berada di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran menuju arah selatan. Begitu sampai di jalan raya Gambiran, tepatnya di Dusun Krajan, Desa Yosomulyo, dia

hendak belok ke kiri, namun Tri lupa menyalakan lampu riting. Kontan saja, belok tanpa menyalakan lampu risting tersebut membuat pengemudi di belakangnya terkejut dan tidak sempat mengerem lantaran jaraknya yang sangat dekat. Akhirnya motor yang dikendarai Tri dihantam dari belakang oleh vario tersebut dan kedua pengendara terlempar ke selokan, hingga mengejutkan warga sekitar tempat kejadian perkara. Akibat kecelakaan tersebut, Tri mengalami luka robek di dahi dan luka lecet disekujur tubuhnya, sementara itu Farid yang juga mederita luka di kepala bagian belakang. Yanuar mengalami luka lecet di sekitar wajah. Ketiganya kemudian oleh warga dilarikan ke Rumah Sakit Al-Huda, Kecamatan Gambiran, untuk mendapatkan perawatan medis. “Sedangkan kedua kendaraan yang mengalami kecelakaan tersebut kini sudah diamankan di Unit Laka Lantas Polsek Gambiran,” kata Kapolsek Gambiran AKP M. Ibnu Mas’ud melalui anggota Unit Lantas Gambiran Didit (azi/aif)

ABDUL AZIZ/RABA

LAKALANTAS: Motor Farid setelah kecelakaan, kemarin malam. Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti . Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


Senin 27 Januari 2014

4#&#421.+6+-

Baru 45 % Atribut yang Ditertibkan

PANGGUNG PEMILU

Rajin Serap Aspirasi CALEG DPR RI nomor 2 untuk daerah pemilihan (dapil) III Jatim, Sonny T. Danaparamita, terus melakukan konsolidasi di berbagai pelosok daerah. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Negeri Jember (Unej) ini seakan tak pernah lelah untuk menemui konstiuen di tiga wilayah pemilihan (Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso). Pria yang pernah dipercaya menjabat Sekretaris Jenderal Presidium GMNI ini mengatakan, seseorang yang akan mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif, minimal harus tahui apa tujuannya menjadi seorang caleg. Menurut mengetahui orang caleg yang kelak dipercaya menjadi wakil rakyat dia, seorang emen haruslah benar-benar membawa aspirasi rakyat di parlemen secara keseluruhan. a-Allah jika saya diper“Insya-Allah ntuk menjadi wakil caya untuk rakyat di DPR RI maka kan menghimpun, kami akan uskan, dan mempermerumuskan, an aspirasi rakyat baik juangkan ng ekonomi, sosial dan dibidang a,” ujar pria yang perbudaya, enjadi tim Kesekjenan nah menjadi DI Perjuangan itu. DPP PDI ga saat ini, imbuh Sonni, Hingga nya masih terus rajin pihaknya turun ke bawah untuk menjarpirasi masyarakat. ing aspirasi Diakui,i, banyak sekali salahan sosial, permasalahan mi maupun buekonomi ang selama ini daya yang belum tertangani. asalahan ini “Permasalahan esai jika pebisa selesai n rajin turun mimpin endengardan mendengarkan apaa yang mermpaikan, eka sampaikan, jangan menutup telinga ketika perahan itu masalahan as manada,” jelas ua DPC tan Ketua GMNI Jember /*) itu. (aif/*)

SHULHAN HADI/RaBa

KREATIF: Salah satu poster caleg yang mengusung jargon ormas NU dan Muhammadiyah.

Kalau PD, tak Perlu Bawa-bawa NU Abdullah Azwar Anas

31

SEMENTARA itu, jenjelang masa kampanye, banyak kontestan pemilu legislatif yang mengusung jargon ormas demi mendulang suara. Menyikapi fenomena tersebut, Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Banyuwangi mengambil sikap. Melalui Bendahara Umum Ahmad Hidayat, PCNU Banyuwangi tidak mempermasalahkan model kampanye seperti itu. Hidayat mengakui, kader NU memang tersebar di manamana. Namun, menurutnya, NU secara organisasi berbeda dengan orang atau kader NU. Setiap kader NU memiliki hak

berpolitik. Hidayat menambahkan, sebenarnya jika para caleg itu percaya diri (PD), tidak perlu membawa nama NU pun akan banyak warga yang mendukung. Selama ini NU dan ormas lain sering dijadikan senjata menjelang pemilu. “Ya, kalau percaya diri tidak perlu bawabawa NU. Kalau memang baik, yang memilih pasti banyak,” ujarnya. Langkah itu, kata dia, dilakukan untuk mengantisipasi gejolak sosial di tingkat bawah. PCNU berharap kepada para caleg yang mengikuti pemilu agar bisa membawa manfaat bagi masyarakat dan negara. “Terlebih

kader NU. Semoga kalau sudah jadi, bisa membawa manfaat,” tegasnya. (mg1/c1/als)

BANYUWANGI - Penertiban ini (kemarin) penertiban baru alat peraga kampanye milik partai sekitar 45 persen,” ujarnya. politik (parpol) maupun calon Dikatakan, rencana awal, agenda anggota legislatif (caleg) gencar penertiban dijadwalkan dilakudilakukan petukan di tiga kegas Satuan Polisi camatan dalam Pamong Praja sehari. Tetapi, (Satpol PP) berssetelah diterapama jajaran Panikan di lapangan, tia Pengawas Pe- Penertiban dilakukan penertiban di tiga secara bertahap. milu (Panwaslu) kecamatan sekalsejak beberapa igus dalam sehari Sampai saat ini pekan terakhir. itu tidak optimal penertiban baru Namun demikidalam meman, kenyataan di berantas atribut sekitar 45 persen” lapangan masih yang pemasanRorry Desrino Purnama banyak dijumpai gannya melangKetua Panwaslu Banyuwangi atribut kampagar aturan. “Senye yang dipasbenarnya keingiang menyalahi aturan. nan awal, penertiban dilakukan Ketua Panwaslu Banyuwangi di tiga kecamatan dalam sehari, Rorry Desrino Purnama tidak ternyata hasilnya tidak maksimal. menampik kenyataan tersebut. Jadi, agar hasil penertiban maksiDia mengakui bahwa dari selu- mal, penertiban dilakukan satu ruh atribut yang melanggar, baru hari satu kecamatan,” jelasnya. sekitar 45 persen yang sudah Meski demikian, Rorry meditertibkan. “Panwaslu mem- nyatakan pihaknya bersama Satpol berikan rekomendasi penertiban PP siap melaksanakan penertiban kepada Satpol PP sejak Desember. seluruh atribut kampanye yang Satpol PP sudah menindaklanjuti melanggar aturan. “Panwaslu sudah dengan melakukan penertiban. punya agenda berdasar hasil kesHanya saja, agar berjalan optimal, epakatan dengan Satpol PP, per hari penertiban harus dilakukan penertiban dilakukan di satu kecasecara bertahap. Sampai saat matan,” pungkasnya. (sgt/c1/aif)


32

Senin 27 Januari 2014

Merawat Kulit Perlu Hati-Hati ISTIMEWA

RINDANG: Koordinasi antar kepala sekiolah dilakukan di bawah pohon trembesi berumur tiga tahun.

Sejuknya Rapat Koordinasi di Hutan Sekolah BANYUWANGI – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Model ini memang pantas menyandang predikat sebagai Sekolah Adiwayita Nasional. Pasalnya, SD yang berlokasi di lahan seluas 10 hektare di wilayah Kelurahan Sobo, Banyuwangi, benarbenar menerapkan lingkungan sekolah yang sejuk, hijau, dan ramah lingkungan. Tidak ditemui lahan kosong dengan tanaman yang menjalar secara liar. Semua tertata dan terawat. Di setiap pojok masing-masing gedung, terdapat taman dengan berbagai ragam tanaman. Di sisi lorong sekolah kanan kiri terlihat limbah plastik yang tidak terpakai yang sudah disulap menjadi pot bunga. Bersih, indah, dan tertata. Kiasan yang pas buat SDN Model. Sejak di bawah asuhan Suhernik, tiga tahun lalu, SDN Model terus berbenah dan

berbenah, hingga memperoleh predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional. Di lahan yang terlihat luas, banyak pohonpohon besar nan rimbun. Salah satu jenis pohon yang berdampingan itu adalah pohon trembesi. Umur pohon tersebut masih tiga tahun. Namun sudah tumbuh subur dan menaungi segala sesuatu di bawahnya. “Banyak yang tidak percaya pohon trembesi ini masih berumur tiga tahun,” ujar Suhernik sambil menunjuk lebatnya dedaunan. Tentunya, pohon ini dirawat, dijaga, dan dipupuk. Sehingga tumbuh maksimal seperti saat ini. Untuk memacu kepala sekolah lain di lingkungan UPTD Kecamatan Banyuwangi, SDN Model didapuk sebagai tempat rapat koordinasi antar kepala sekolah SD se-Kecamatan Banyuwangi. Tempatnya di bawah naungan

pohon trembesi. Karena itu, suasana jadi berbeda, lebih sejuk, dan tidak perlu pendingin ruangan. “Sehingga bisa menghemat listrik,” kata Nurhamim, MSi, kepala UPTD Kecamatan Banyuwangi. Menurut Hamim, dengan ketersediaan oksigen yang begitu berlimpah, tentunya pikiran menjadi lebih fresh. Diharapkan, dengan pikiran yang jernih dan fresh dapat memunculkan ide-ide baru. Nurhamim berpesan, sekolah lain di bawah koordinasinya bisa meniru lingkungan di SDN Model ini. “Tidak harus sama persis. Karena setiap sekolah halaman dan luasnya berbeda-beda. Namun ide menghijaukan dengan berzakat oksigen dan satu miliar pohon bisa menjadi dasar pijakan,” pungkas pria yang juga wasit PSSI itu. (*/als)

BANYUWANGI - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bina Insan Kamil (BIKA) Banyuwangi menggelar seminar kecantikan dan kesehatan di Café VW Dadapan Regency Kabat, Minggu (26/1) kemarin. LSM yang bergerak dalam bidang pendidikan dan peningkatan skill ini mendatangkan narasumber Dr Prita Muliarini, SpOG (K), pakar kecantikan sekaligus pemilik Nadya Spa Malang. Dalam paparannya, Dr Prita Muliarini, SpOG (K) menjelaskan, kulit orang Asia Tenggara merupakan jenis kulit yang paling bagus. Jenis kulit ini dapat bertahan dalam kondisi apapun. Baik di daerah dingin maupun panas. Karena kandungan pigmennya yang cukup banyak. Oleh karena itu, kaum wanita diharapkan berhati-hati dalam menjaga kulit dan kesehatannya. Untuk tampil cantik dan sehat tidak perlu harus melakukan hal-hal yang berlebihan. Misalnya, agar kulit menjadi putih, maka menggunakan L-Glutathione. Dimana bahan ini memiliki kandungan untuk pemutih kulit dan memiliki efek samping. Glutathione yang digandakan dosisnya dapat menghambat produksi pigmen gelap kulit.

NARASUMBER TUNGGAL: Dr Prita Muliarini, SpOG (K) pakar kecantikan saat memberikan materi seminar di Café VW Dadapan Regency, kemarin (26/1).

TOHA/RaBa

Sebenarnya, Glutathione ini digunakan untuk merawat penyakit parkinson, atherosclerosis, diabates, efek samping chemotherapy, dan hemodialisis. Sehingga jika digunakan untuk hal yang tidak tepat bisa mengakibatkan kontradiksi. Contoh lain adalah perawatan untuk mengatasi obesitas dengan menggunakan Liposuction. Bahan ini sebenarnya bukan merupakan pengobatan untuk obesitas dan bukan merupakan pengganti olahraga dan bukan obat yang efektif untuk selulit. Sehingga, ketika ada orang mengkonsumsinya, dampak-

nya adalah kontur tubuh tidak merata, kerusakan kulit atau saraf, kehilangan cairan yang berlebihan, pendarahan, kerusakan struktur yang lebih dalam seperti saraf, pembuluh darah, otot, paru paru dan organ perut. “Oleh karena itu berhati-hatilah untuk merawat kulit Anda. Untuk tampil sehat sebenarnya mudah saja. Salah satunya adalah ketika kita habis keluar atau beraktivitas, cukup melakukan cuci muka atau wudlu bagi yang muslim. Bisa juga facial dengan menggunakan sabun wajah,” terangnya. Sementara itu, perwakilan

Bina Insan Kamil (BIKA) Banyuwangi, Dyah Ratnawati mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Ibu. Meski hari ibu jatuh pada tanggal 22 Desember 2013 lalu, namun bagi BIKA, hari ibu tidak mengenal tanggal. Bisa diperingati kapan saja. “Kegiatan ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab BIKA sebagai LSM yang bergerak di bidang pendidikan. Di mana kami memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi kaum hawa agar tampil sehat dan tetap cantik namun tidak menggunakan perawatan yang aneh-aneh,” jelasnya. (adv/als)

IKSASS Road Show Banyuwangi Cerdas

BANYUWANGI- Ingin tas Fila gratis? Yamaha siap memberikannya. Khususnya bagi Anda yang membeli motor Yamaha GT 125 E a g l e E y e. S e b a b, mu l a i Januari ini, produsen motor Jepang itu memberikan program-program khusus untuk setiap pembelian motor terbaru ini. Supervisor Promotion PT Rodasakti Surya Raya Jember, Yudi Ramadhani mengatakan, tas gratis Fila ini didesain sangat elegan, dan diberikan khusus untuk pembeli Yamaha GT 125 Eagle Eye. Apa kelebihan motor terbaru ini? Salah satunya adalah desain lampu depannya yang terinspirasi muscle car, bodi kit sirip hiu di bawah lampu utama juga menjadi ciri utamanya. Dan yang pasti ini motor ini bermesin 125 cc dan dilengkapi dengan YMJet-FI (Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection). Bagaimana konsumsi bahan bakarnya? Sekali lagi, motor

ini telah melewati uji coba di sirkuit sentul. Dalam uji coba itu, motor ini mampu mengkonsumsi bahan bakar dengan komposisi satu liter mencapai 78,98 KM. Yudi menambahkan, selain memberikan tas Fila gratis, pihaknya juga akan memberikan

program-program menarik yang bisa didapatkan oleh konsumen yang membeli motor ini. “Tentunya program ini ada masa periodenya. Mumpung masih ada kesempatan, silakan ganti motor Anda dengan Yamaha GT 125 Eagle Eye,” cetusnya. (*/als)

BANYUWANGI - Demi mendukung program Banyuwangi Cerdas, Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Sukorejo Rayon Banyuwangi telah mengagendakan berbagai program berbasis pendidikan dan peningkatan ekonomi. Di antara program tersebut, salah satunya melalui kegiatan road show Training IKSASS peduli pendidikan. Kegiatan yang juga digelar untuk memperingati usia 1 Abad Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo itu digelar di sepuluh tempat di Banyuwangi. Pelaksanaannya dijadwal setiap Minggu sejak tanggal 19 Januari hingga 30 Maret 2014 mendatang. Sebagai puncak road show ini, IKSASS akan bekerjasama berbagai pihak untuk mengadakan training peduli 1000 anak yatim, 100 PKL dan 100 guru ngaji. Adapun sasaran awal road show difokuskan kepada siswa tingkat SD/MI dan SMP/MTs. Road show pertama telah dilaksanakan Minggu (19/1) di studio Banyuwangi FM, Tamansuruh. Kegiatan yang diadakan hanya satu hari tersebut, diikuti oleh 458 peserta seKecamatan Kalipuro. Adapun

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Mendut •

• Ruko Glenmore •

• Mendut •

• Daihatsu Terios ‘12 •

• Kijang LGX ‘01 •

• Inova ‘10•

• Suzuki Splash ‘10 •

Dijual Daihatsu Xenia F 651 RV GMRFJ 4x2 MT tahun2012 putih harga 139,5 jt NEGO barang istimewa bisa cash/kredit hub (0333)631526 – 635176, 0811351148

Dijual kjg Lgx th 2001 silver solar hrga 125 jt nego bisa cdash&kredit atau tukar tambah Hb 082142194111

Dijual inova 2010 G silver disel Rp 210 Juta nego cash & Kredit tukar tambah hub 082142194111, 081335897888

Dijual Suzuki YV4 1.2 RII Splash MT th 2010 coklat mtl hrg 107,5 juta nego barang istimewabisa cash/kredit hub (0333)631526 – 635176, 0811351148

• Nissan •

• Avanza ‘13 •

• Innova ‘06 •

• Toyota Innova ‘08 •

Dptkn undian hdih lgs 1 Emas Btngn 10gram, 2 Samsung Note 3, 3 Garuda Travel Voucher @ Rp.5.000.000. 48 Shpping Voucher @ Rp.500.000. U/ pmblian all type Nissan bln Januari. Nissan Bwi: Jl. Letjend S.Parman 147 telp. 4460222, Gtg 7612727

Dijual cepat Avanza 1.3G A/T Putih Th 2013 Baru/Profit Harga 175 Nego Hub: Mawan 081336046319

Djual Innova Diesel Type E th 2006 warna apple grey plat P a.n sendiri, full var, harg 137,5jt hub 087857422944

Dijual Toyota Kijang Inova RW 41 Tahun 2008 hitam AC DBL VR Harga 148,5 jt NEGO barang istimewa bisa cash/kredit hub (0333)631526 – 635176, 0811351148

• STNK •

• Fighter ‘94 •

• Honda Jazz ‘12 •

• Daihatsu Xenia ‘07 •

• Panther ‘03/’08 •

Hlg STNK P 6294 WK, an. Isnaini Klatakan RT 02/02 Kel Klatak, Kalipuro

Djual Cpt Fighter Th ’94 Feat Nopol P Hub. 088803266664 Pelangi Sakti Motor

Dijual Honda Jazz GE8 15S MT CKD tahun 2012 putih mutiara Harga 185 jt. NEGO barang istimewa bisa cash/kredit hub (0333)631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Terios F 700 RG TX MT tahun 2007 merah MTL AC DVL Harga 143,5 jt NEGO barang istimewa bisa cash/ kredithub(0333)631526–635176,0811351148

Dijual Dua Unit Phanter LV 03/08 Trbo Pwr Silver Hrg 117,5/152,5 Jt Nego Bsa Tukar Tambah Hb 082142194111

Beli GT 125, Bonus Tas Fila

MEMBELUDAK: Suasana Road Show Banyuwangi Cerdas yang digagas IKSASS Rayon Banyuwangi.

ISTIMEWA

materi training meliputi Math fun, English fun dan Super memory. Tematik yang disampaikan oleh Trainers Mr. Farid, Mr. Yanto dan Team Alam tersebut cukup mengundang simpatik halayak. Mereka menilai, kontribusi 25.000 /peserta itu tidak ada nilainya dibandingkan dengan ilmu yang luar biasa dahsyatnya. Materi yang dianggap rumit, sulit, dan menjenuhkan tersebut ternyata dapat dipecahkan oleh siapapun dengan gamblang. Hal itu karena disajikan dengan metode games yang mudah dan menyenangkan. Kegiatan yang targetnya un-

tuk mengolah otak kanan dan membangun kecerdasan tersebut berbentuk tutor sebaya dengan formulasi 1 trainer membimbing 10 peserta. Pada akhir acara, training tersebut ditutup dengan olimpiade. Sebagai pemenangnya, adalah A. Nizar.Amrullah sebagai juara I dan Fahim Burhanudin sebagai juara II (masing-masing dari MI Nurul Islam, Kelir, Kalipuro). Sang juara berhak mendapatkan piala, piagam, dan beasiswa. Kegiatan road show training IKSASS peduli pendidikan ini dihadiri oleh Pengurus Pusat IKSASS dari Situbondo. Dalam

sambutannya, Ketua Pusat IKSASS, Dr. Munib Shaleh, menyampaikan pentingnya peningkatan mutu pendidikan, khususnya pendidikanpendidikan yang dikelola oleh pesantren. Sebagai wujud dan aktualisasi pemberlakuan Kurikulum 2013, pendidikan dituntut membuka diri dengan hal-hal yang update dengan tidak meninggalkan jati diri sebagai manusia yang bermartabat. “Hal ini sebagai ekspansi tentang pentingnya membangun karakter yang ideal untuk mencapai prototype muslim khaira ummah,” kata Munib. (adv/als)

Dijual Tanah Mendut-Bwi L.1150m2 & Tanah depan Pertamina-Meneng L 4845m2 Hub.0811301322/0818341688

BUTUH UANG, Dijual cepat rumah lantai 2, lokasiJlMendutGg12(belakangkantorpemkab Banyuwangi). Harga nego. Siapa cepat dapat. Hubungi08123531325

SITUBONDO

Dijual Ruko luas tanah 12 x 21 mtr. Luas bangunan 6'5 X 17,5 mtr. Alamat. Timur stasiun KAI Glenmore. Minat. Hub. 082131959539/087857352498

BANYUWANGI

BANYUWANGI • Les Mtk-Fisika • Les Matematika,Fisika SMP dan SMA Jl. Kalilo No.11 Bwi Telp (0333) 421948

• Desy Education • • Grand Panji •

NewLaunching,T100danT54,unittrbatas,Lok Strtgis, CCTV, Atap Galvalum, Genteng Beton, Drainase, Jln 8 m, One Gate System, Security, HrgPromo,H:085236828956,085234074222.

• Ruko Muncar •

Dijual murah Ruko luas tanah 38 m2 full bgn tingkat 3 pertokoan muntos Mcr pgr Jl Raya Hb 081249770939,(0333) 597632 Foto server 26 Jan)

Persiapan UAN / UNAS SMP /SMA, TOEFL utk umum.jaminan kualitas, segera dftr DESY EDUCATION ,Jl. Hayam Wuruk 75 Banyuwangi Telp. (0333) 424476, HP.085258036777

BANYUWANGI

Hlg STNK P 4956 ZB, an. Aq Suprayon Cungking 02/01, Mojopanggung, Giri

BANYUWANGI • Seminar VSI • Ikuti Seminar VSI (Bisnis Ust YM) Di Aula RS Fatimah 16 Feb ’14 Jam 10 Tiket 20 Rb Pemb H:Widi Hub:Dian 082331486450

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

M O BIL ANDA BELUM LAKU? HUBU N GI: 0333-412224


38

Senin 27 Januari 2014

Pemain Diikat Kontrak ALI NURFATONI/RaBa

DEMI PENUHI TARGET: Atlet Tarung Derajat berlatih di kawasan wisma atlet Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Bidik Gedung Bhayangkara Sebagai Venue Porprov 2015 BANYUWANGI - Para pengurus Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Cabang Banyuwangi tidak punya waktu santai pasca dilantik Rabu (22/1) lalu. Sebab, salah satu cabang olahraga (cabor) baru itu masih memiliki segudang pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan. Salah satunya, menyiapkan atlet yang akan tampil dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2015 mendatang. Kodrat mempunyai ambisi besar mendulang banyak medali dalam even dua tahunan tersebut. Selain menyiapkan atlet, Kodrat juga harus berpikir keras mencari tempat yang bakal digunakan venue pertandingan dalam porprov tersebut. Hingga kemarin, pengurus Kodrat masih mencari alternatif gedung yang bakal dijadikan arena pertandingan khusus para petarung Kodrat. ‘’Kita masih mencari gedung yang pas untuk dijadikan venue dalam porprov nanti,” ungkap Ketua Umum Kodrat Banyuwangi, Moch. Dimyati. Di sela-sela memantau atlet

Kodrat berlatih di halaman Wisma Atlet Gelora kemarin (24/1), Dia menuturkan venue pertandingan pada porprov nanti di seputar kota Banyuwangi. Sampai saat ini, sudah ada beberapa gedung yang dibidik sebagai gelanggang pertandingan. ‘’Yang kita pantau ada beberapa titik,” jelas dia. Dia menyebut, beberapa lokasi yang bakal menjadi pilihan itu, antara lain Gedung Bhayangkara di Jalan Letkol Istiqlah, Banyuwangi. Itu menjadi bidikan paling depan. Selain itu, Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) Blambangan. Lokasi lain yang menjadi alternatif adalah aula Kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi dan Hadi Futsal di Jalan Brawijaya. ‘’Gedung di Radar (Jawa Pos Radar Banyuwangi, red) juga akan kita lihat nanti,” paparnya. Menurut dia, venue pertandingan tersebut akan segera diputuskan. Jika sudah memutuskan venue, maka gambar gedung tersebut akan segera disodorkan ke Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi. ‘’Besok kita akan keliling untuk memastikan venue yang cocok untuk arena pertandingan,” tegasnya. (ton/c1/als)

BANYUWANGI – Proses seleksi pemain Persewangi sudah tuntas digelar. Hasilnya, sebanyak 20 nama sudah layak lolos dalam seleksi ketat yang berlangsung di Stadion Maron, Genteng, beberapa waktu lalu itu. Para pemain yang sudah terjaring untuk memperkuat The Lasblang itu pun sudah dipanggil untuk pranegosiasi kontrak. Perkembangan terbaru, para pemain tersebut akan mendapatkan kepastian soal gaji dan kontrak. Negosiasi kontrak dan gaji itu akan dilakukan secara bertahap. Setidaknya, sejumlah pemain sudah melakukan negosiasi kemarin (26/1). Sekitar delapan pemain diikat untuk membela tim sepak bola kebanggaan rakyat Banyuwangi itu. Kendala finansial memang tidak membuat pengurus Persewangi menyerah. Justru, dengan kerja keras, hambatan yang menimpa Persewangi lambat laut semakin sirna. Karena itu, pengurus Persewangi optimistis jika badai rintangan itu akan hilang. Salah satu pengurus Persewangi, Sunjoyo mengakui ada beberapa pemain yang dipanggil untuk negosiasi kontrak. Hanya saja, dia enggan untuk menyebut siapa pemain tersebut. ‘’Sudah ada yang kita ikat kontrak,’’ tegasnya. Menurut dia, cara pemanggilan pemain untuk negosiasi kontrak dan gaji itu dilakukan secara bergiliran. Memang awalnya, para pemain bakal dipanggil selama tiga hari. ‘’Tapi, karena pak ketua sedang mengikuti Konggres PSSI di Surabaya, maka sementara kita tunda dulu,’’ katanya. Dia mengatakan, pengurus sudah all out untuk menyiapkan materi pemain

ALI NURFATONI/RaBa

BALIK KANDANG: Mantan pemain Arema Junior, Rahmad Johansyah (dua dari kiri), ikut berlatih di Stadion Maron, Genteng, Jumat lalu (24/1).

yang berkualitas. Masalah pendanaan yang sempat melanda Persewangi juga lambat laun ada titik terang. ‘’Jadi, pemain tidak perlu cemas,‘’ ujar pria asal Desa/Kecamatan Sempu itu. Sebagai bukti tim sedang berbenah, jelas dia, pengurus Persewangi pun saat ini sedang dirombak. Tapi, pengurus lama tetap dipertahankan. ‘’Ada

beberapa orang yang masuk menjadi pengurus baru,’’ ulasnya. Para pengurus yang baru itu, sebut dia, ada Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Banyuwangi, Syaiful Alam Sudrajat. ‘’Pak Alam masuk wakil ketua Persewangi,’’ sebut pria yang menjabat sebagai sekretaris dua Persewangi itu.

Dengan perkembangan yang positif itu, maka Persewangi optimistis bisa melakoni kompetisi divisi utama dengan baik. Oleh karena itu, dia mengajak semua masyarakat Banyuwangi untuk mendukung langkah tim. ‘’Mari bersatu dan tidak perlu lagi saling menyalahkan,’’ harapnya. (ton/als)

Lima Atlet Tenis Meja Ikuti Selekda BANYUWANGI – Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Banyuwangi mengirimkan beberapa atlet untuk mengikuti seleksi daerah (Selekda) di Surabaya. Ajang tersebut digeber selama dua hari dan berakhir tadi malam (26/1). Semua petenis meja yang diterjunkan merupakan atlet terbaik Bumi

Blambangan sejauh ini. Semua atlet kontingen Banyuwangi itu mengusung ambisi besar dalam ajang yang dipusatkan di Gedung Tenis Meja milik KONI Jawa timur itu. Dalam selekda tahun 2014 itu, ada lima petenis meja Banyuwangi yang bersaing dengan kontingen lain di Jatim. Mereka adalah Riki Sadewo,

Ahmad Faris, dan Faiz. Dua nama pertama berkiprah di U-12 dan satu nama terakhir mengikuti di U-16. Dua petenis lain adalah Shulton dan Wahyu yang terjun pada U-18. Hingga kemarin, mereka masih berjuang untuk menjadi yang terbaik dalam ajang tersebut. ‘’Mohon doanya agar anak-anak bisa sukses,’’ pinta ketua umum PTMSI Banyu-

wangi, KGS Abd Sakur, kemarin (26/1). Menurut dia, selekda tersebut sebagai langkah awal untuk mengikuti ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang digeber Maret mendatang. Tentu, mereka yang menjadi pemenang yang bakal dipilih dalam ajang level nasional itu. ‘’Juara satu dan dua diikutkan kejurnas,’’ tandasnya. (ton/als)

PROFIL TOKOH FAVORIT Mengenal Guntur Priambodo, Kandidat Tokoh Favorit 2014

Otak Sukses Banyuwangi Tour de Ijen KALAU ada alat transportasi yang begitu disukai oleh Guntur Priambodo, salah satu jawabannya adalah sepeda. Jenis alat transportasi yang satu ini, selain bisa digunakan untuk bersantai, juga bisa untuk berolahraga. Tidak mengherankan, bila kemudian ada beberapa koleksi sepeda yang dimiliki oleh pria penghobi balapan ini. Hobinya mengayuh pedal sepeda menegaskan dia jatuh hati dengan moda transportasi yang satu ini. Setiap akhir pekan, dia selalu menyempatkan untuk menyusuri sejumlah ruas jalan di Banyuwangi. Lewat klub sepeda yang digagasnya, BRCC, media itu dijadikannya s e buah jalan untuk pembibitan dan pematangan potensi atlet balap sepeda yang ada di Banyuwangi. Belum cukup, Guntur juga ber-

ISTIMEWA

AKRAB: Guntur (kiri) bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Djoko Kirmanto.

kesempatan menjajal beberapa medan dan track dengan ragam karakter jalan di Sumatera, Jawa, hingga Bali. Tidak sekadar mancal, dalam sesekali kesempatan, pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas PU dan Pengairan ini juga turut andil dalam sederet kalender kejuaraan. Meski dari segi umur sudah tidak muda lagi, tapi kemampuannya masih sulit ditandingi dan diakui oleh jajaran atlet balap sepeda di Kota Gandrung. Kegandrungannya terhadap dunia balap sepeda inilah yang kemudian membuatnya mendapat kepercayaan penuh dari pemerintah daerah dan beberapa organ-

isasi keolahragaan. Dalam mendukung gaung promosi wisata yang dicanangkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Guntur Priambodo ditunjuk sebagai head charmain kejuaraan balap sepeda kelas internasional bertajuk Banyuwangi Tour de Ijen. Tantangan menggelar hajatan internasional itu pun dijawab dengan sukses di kalender pertama kejuaraan di tahun 2012 silam. Sederet pembalap nasional dan internasional turut serta dalam ajang yang mempertandingkan tiga stage ini. Kepercayaan itu pun berlanjut di tahun kedua. Guntur kembali mendapat tugas un-

tuk mensukseskan agenda serupa di tahun 2013. Cerita sukses itu pun berlanjut. Selain mempermak gelaran BTDI 2013 dari tiga etape menjadi empat etape, jumlah peserta ajang ini pun mengalami peningkatan. Tidak itu saja, sukses gelaran ini juga menaikkan grade ajang ini di level internasional. “Grade BTDI hanya satu digit di bawah even internasional lainnya, yakni Tour de Langkawi,” bebernya. Selain dikenal sebagai tukang mancal sepeda di jalanan , sepak terjang Guntur lainnya juga ada di beberapa organisasi bertitel olahraga prestasi. Jabatan yang pernah diembannya, di antaranya menjadi ketua umum PABBSI 2003-2007. “Di masa ini paling berkesan karena bisa menjadi juara umum di tingkat provinsi,” ujar suami Guntur Priambodo. Selain itu, dia memegang amanah sebagai Ketua ISSI Banyuwangi dan Pengprov ISSI Jawa Timur. Sebelumnya dia juga berpengalaman memegang tampuk organisasi olahraga lainnya seperti menjadi pengurus KONI Banyuwangi, Percasi Banyuwangi, hingga PTMSI. Meski banyak memanggul amanah di luar tugas pokoknya sebagai pegawai negeri sipil, tugas utamanya tidak terganggu dengan semua itu. Dengan tanggung jawab yang ada tersebut, membuatnya dituntut semakin profesional untuk bisa memberikan fokus, perhatian, dan tenaga bagi semua yang menjadi amanahnya saat ini. (nic/als)

Sudah Mengabdi di Lima Bupati

istri usai wisuda S3 di ITS. DOKTOR: Guntur bersama sang

tur Priambodo.

HARMONIS: Keluarga besar Gun

KIPRAH Guntur Priambodo di luar dinas rupanya juga berbanding lurus dengan perjalanan karirnya sebagai abdi negara. Berbagai posisi dan penghargaan pernah diterima oleh pria asli Blitar ini. Hingga akhirnya, kini dia dipercaya pemerintah daerah Banyuwangi sebagai Kepala Dinas PU dan Pengairan. Perjalanan karir Guntur sebagai abdi negara cukup panjang. Tercatat, mulai kurun waktu 1996 hingga sekarang, dia sudah memberikan tenaga dan pemikirannya kepada lima bupati yang pernah menjabat di Banyuwangi. Riwayat karir Guntur dimulai sebagai Direktur PDAM di tahun 1996 sampai 2000 saat era kepemimpinan Purnomo Turyono Sidik. Perjalanannya semakin melejit dengan penunjukkan dirinya sebagai Plt Kadis Pengairan dan Kabag Pembangunan di era Bupati Samsul Hadi periode 2000 hingga 2005. Di masa Bupati Ratna Ani Lestari, Guntur juga mendapat kepercayaan di beberapa posisi penting. Di antaranya Kepala Dinas Pengairan, Plt Kadis PU dan

Tentang Guntur KEHORMATAN: Guntur (kanan) bersama Bupati Anas dan Konsul Jenderal A.S. di Surabaya, Joaquin Monserrate.

Bina Marga dan Rata Ruang, Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi dan Pembangunan, Plt Kadis tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Kadis Pekerjaan Umum. Kini, di masa Bupati Abdullah Azwar Anas, Guntur juga mendapat kepercayaan di beberapa jabatan. Di antaranya sebagai Kadis Pekerjaan Umum dan saat ini menjabat sebagai kepala Dinas PU dan Pengairan. “Sudah lima bupati sampai saat ini,” ujarnya. Dalam perjalanan karinya, sejumlah

reward pernah diterimanya. Di antaranya lulusan terbaik Spama angkatan 51 oleh Kepala Badan Diklat Jatim tahun 2001, Setya Lencana Karya Satya oleh predisen tahun 2006, dan lulusan terbaik diklat Pim II angkatan XVI oleh Kepala LAN RI tahun 2008. Untuk mendukung kiprahnya tersebut, dia juga mempersiapkan diri dengan serangkaian penyegaran dan peningkatan pendidikan. Termasuk di antaranya

Nama Lahir Istri Pendidikan

: Guntur Priambodo : Blitar, 1 Mei 1966 : Linna Kurniawati : 1. SDN Tangkil I Wlingi 2. SMP Wlingi I 3. SMPP Blitar 4. S1 ITS Surabaya 5.S2UniversitasGajayanaMalang 6. S3 ITS Surabaya

dengan mengikuti serangkaian kegiatan bimbingan teknis hingga ke luar negeri seperti Singapura dan Thailand. Selain itu, dia juga berhasil meraih gelar doktor untuk jurusan teknik lingkungan hidup ITS Surabaya. Apa kunci dari semua yang telah diraih tersebut? Guntur menjawab cukup sederhana. Menurutnya, pencapaiannya saat ini semuanya berkat kerja keras (ikhtiar) dan kekuatan doa kepada pemilik kehidupan dan alam semesta ini. “Kerja keras dan dibarengi doa,” ujarnya. (nic/als)


40

Senin 27 Januari 2014

APA POLEH

NUR HARIRI/RaBa

ANTISIPASI: Mengantisipasi agar tidak roboh, warga di Kecamatan Banyuputih tebang pohon di Jalan Pantura kemarin.

Khawatir Tumbang, Warga Tebang Pohon BANYUPUTIH – Cuaca buruk dan angin kencang disertai turunnya hujan masih sering terjadi di sejumlah wilayah di Kota Santri. Hal ini membuat sebagian warga di Desa Semberanyar, Kecamatan Banyuputih, berinisiatif menebang beberapa pohon besar yang ada di pinggir jalur pantai utara (pantura) desa tersebut. Penebangan pohon yang dilakukan warga pagi kemarin dimaksudkan agar pada saat terjadi angin kencang dan hujan besar terjadi, pohon-pohon tersebut tidak tumbang. Sebab, selama cuaca ekstrem sekitar satu bulan ini, banyak pohon yang sudah roboh bahkan ada yang memakan korban jiwa. Karena itu, pohon besar yang ada di sebelah selatan jalur pantura ini ditebang oleh masyarakat. “Agar tidak roboh. Karena sewaktu ada angin, pohon ini goyangnya sangat keras. Apalagi jenis kayunya juga tidak keras. Mudah patah,” kata Sutik, warga sekitar. Dikatakan, jika pohon tersebut dibiarkan, maka akan mengancam keselamatan para pengguna jalan raya pantura yang melintas di Desa Sumberanyar tersebut. “Makanya, sebelum terjadi apa-apa pohon itu ditebang. Karena anginnya sangat besar dan masih terus turun hujan. Jadi, biar aman dan pengendara tidak ada yang tertimpa pohon,” terang Sutik. Pantauan koran ini, pohon besar yang diditumbangkan paksa sekitar pukul 07.00 tersebut memang sempat membuat arus lalu lintas tersendat. Pohon itu dirobohkan ke arah utara, melintang di tengah jalan. Tetapi, karena warga yang bekerja cukup banyak, tidak sampai 30 menit kemudian, ranting dan batang pohon sudah berhasil dievakuasi ke pinggir jalan. (rri/als)

NUR HARIRI/RaBa

MROTOLI: Kondisi papan reklame besar yang ada di jalan protokol Situbondo kemarin (26/1).

Papan Reklame Rusak Ancam Pengguna Jalan

SITUBONDO – Sejumlah papan reklame berukuran besar yang ada di Kota Santri banyak yang kondisinya mulai rusak karena diterjang angin kencang dan diguyur hujan. Seperti yang terletak di jalan protokol, tepatnya di depan Rumah Dinas Wakil Bupati Situbondo.

Kerusaka papan reklame ini terbilang paling parah. Papan reklame ini mengalami kerusakan sekitar dua pekan terakhir. Namun, pemandangan yang membuat orang khawatir tersebut belum juga mendapat respons dari pemerintah. “Setahu saya, ini rusak akibat angin

kencang. Hal ini sudah dua mingguan lebih,” kata Hartono, 26, pemuda asal Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan. Pantauan koran ini, jika tidak segera diperbaiki, dapat membahayakan para pengguna jalan n  Baca Papan...Hal 39

Jaksa Kena Tipu Rp 135 Juta SITUBONDO – Kasus penipuan yang berkaitan dengan lahan masih sering terjadi wilayah hukum Polres Situbondo. Korbannya pun tak pandang bulu. Seorang jaksa bernama Budi Siswanto, warga Perumahan Mutiara, Kabupaten Sidoarjo, menjadi korban penipuan sebesar Rp 135 juta.

Dugaan penipuan yang dialami pria 54 tahun ini sebenarnya terjadi pada Januari 2013 silam. Pada saat itu, ada seseorang berinisial SA, 60, yang diketahui berasal dari Desa Alasmalang, Kecamatan Panarukan, menggadaikan sawah seluas 17.120 meter persegi kepada jaksa tersebut.

Setelah melalui obrolan panjang terkait penggadaian lahan sawah, mereka akhirnya bersepakat bahwa sawah seluas 17.120 meter persegi milik SA itu digadaikan kepada korban Budi sebesar Rp 200 juta. “Dari laporan korban, sawah itu digadaikan sebesar Rp 200 juta,” terang AKP

Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. Untuk mengikat kesepakatan sebagai tanda jadi, pada Januari 2013 itu, korban Budi Siswanto, membayar uang muka sebesar Rp 135 juta kepada terlapor SA n  Baca Jaksa...Hal 39

Ditinggal Kuliah, Motor Hilang Tiga Jam Laporan, Motor Langsung Ditemukan

NUR HARIRI/RaBa

DITEMUKAN: Sepeda motor milik mahasiswi STKIP PGRI Situbondo yang diamankan di Mapolres Situbondo kemarin (26/1).

SITUBONDO - Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di Situbondo masih merajalela. Seperti kemarin (26/1) sepeda motor Honda Sepesy bernopol P 4964 FD, milik seorang mahasiswi hilang saat berada di parkiran

kampus Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Situbondo. Pemilik sepeda motor tersebut adalah mahasiswi semester satu jurusan ekonomi. Dia adalah Sifatul Hasanah, 18, warga Dusun Karang Malang, Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran. “Korbannya adalah mahasiswa dan kasus pencurian speda motor itu sudah dilaporkan oleh korban,” terang AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo.

Aksi pencurian itu dilakukan sekitar pukul 09.00 pagi kemarin (26/1). Saat itu, korban datang dan memarkir motornya seperti motor mahasiswa lainnya. Mahasiswa ini selanjutnya masuk ke ruang kelas untuk mengikuti perkuliahan. Namun, begitu korban hendak pulang dan menghampiri motornya, ternyata motor yang di parkir di halaman kampus itu sudah hilang ada yang mengambil n  Baca Ditinggal...Hal 39

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOH FAVORIT 2013 TAHAP 6 NO.

Andi Mulyo

Arvy Rizaldy

Dadang Wigiarto

Ficky Septa Linda

Guntur Priambodo Irwan Setiawan

BERLAKU 27-30 JANUARI 2014

Sri Utami Faktuningsih

Teguh Sumarno

Toni Hartono

Umi Kulsum

Wendriawanto

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

NAMA

HASIL (%)

Sri Utami Faktuningsih Guntur Priambodo Irwan setiawan Dadang Wigiarto Andi Mulyo Arvy Rizaldy Umi kulsum Toni Hartono Teguh Sumarno Wendriawanto Ficky Septa Linda

25.95 24.81 18.95 14.29 4.25 3.88 2.84 2.54 1.46 0.95 0.09


Senin 27 Januari 2014

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Sudah Berlangsung Bertahun-tahun n GULUNG... Sambungan dari Hal 29

Empat ABK tersangka pencuri solar itu masing-masing adalah Duwi,45, (masinis I), warga Perum Sakinah Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro; Anas, 35, (oil man), warga Lingkungan Arum Timur, Gilimanuk, Jembrana, Bali; Hadi santoso, 22, warga jalan Jalak Putih, Lingkungan Arum, Gilimanuk; dan Dedy Setiawan,33, (kepala kamar mesin/KKM), warga jalan Hotel Banyuwangi Beach no 4, Kelurahan Bulusan. Sedangkan sopir truk tersangka penadah solar curian adalah I Wayan Suardi, 60, warga Banjar Gelunggang, Selemadeg Barat, Tabanan, Bali. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa

Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, para tersangka beraksi saat KMP Safina sandar di pelabuhan Landing Craft Machine (LCM) Ketapang, sekitar pukul 17.00 Sabtu. Modus yang mereka gunakan sangat rapi. Satu orang bertugas mengawasi ABK yang lain, sedangkan tiga rekannya menguras solar yang berada di tangki kapal tempat mereka bekerja. Namun layaknya pepatah “sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga”, aksi kriminal yang mereka lakukan akhirnya dipergoki rekannya sesama ABK. Kejadian itu langsung dilaporkan kepada pihak perusahaan pemilik kapal, yakni PT Mahar. Selanjutnya, pengurus PT Mahar meneruskan laporan, itu kepada petugas Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi.

Mendapat laporan pencurian solar, sejumlah personel polisi dikerahkan untuk melakukan cek lokasi. Singkat cerita, polisi lantas menggiring keempat pelaku pencurian plus satu sopir truk penadah solar curian tersebut di Mapolsek Tanjung Wangi untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi, AKP Subandi membenarkan telah mengamankan lima tersangka terkait pencurian solar milik KMP Safina tersebut. “Kelima tersangka kami amankan di mapolsek. Empat orang di antaranya merupakan tersangka pelaku pencurian solar, satu orang lainnya tersangka penadah solar curian tersebut,” ujarnya kemarin (26/1). Dia menambahkan, selain mengamankan lima tersangka,

pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) satu unit truk yang digunakan untuk membeli solar curian. “Sedangkan BB solar tidak berhasil kita temukan. Sebab, begitu terpergok pengurus kapal, solar dan jeriken wadah bahan bakar curian, itu dibuang ke laut oleh para pelaku. Tetapi kejadian (pembuangan solar ke laut) itu banyak saksinya,” ungkapnya. Pihaknya mengindikasi aksi pencurian solar kapal telah berlangsung sejak bertahun-tahun yang lalu. Pihaknya berharap, tertangkapnya kasus pencurian yang dilakukan Duwi dan kawan-kawan (dkk), ini bisa menimbulkan efek jera kepada oknum-oknum yang lain, sehingga kejadian serupa tidak terulang. “Tersangka kami jerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian,” pungkasnya. (sgt/aif)

GALIH/RaBa

SOPIRNYA JADI TERSANGKA: Truk bernopol DK 9396 AT selaku penadah solar diamankan di arkiran LCM Ketapang.

Warga Disarankan Bikin Kolam Ikan Izin Operasi Pakai Bendera Lama

n SABET...

Sambungan dari Hal 29

“Kabupaten Banyuwangi dianggap memiliki kepedulian paling tinggi di antara daerah lain di Jatim terhadap upaya peningkatan status gizi anak sekolah melalui tindakan yang nyata,” ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Widji Lestariono yang ikut mendampingi Wabup Yusuf. Pejabat yang karib disapa dr. Rio itu menjelaskan, upaya peningkatan gizi anak sekolah tersebut dilakukan mulai tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA/sederajat melalui program usaha kesehatan sekolah (UKS). Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pemantauan status gizi siswa melalui kartu menuju sehat (KMS) di sekolah. “Kegiatannya meliputi penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan secara rutin di ruang UKS sekolah,” terangnya. Selain itu, wujud kepedulian kesehatan siswa juga dilakukan melalui pembinaan kantin sekolah lewat program UKS.

ISTIMEWA

PRESTASI: Wabup Yusuf Widyatmoko (tiga dari kanan) usai menerima piala Gizi Award Hotel Meritus Surabaya.

Perilaku anak didik yang membeli jajanan di luar pagar sekolah, kata Rio, menjadi tantangan tersendiri dalam upaya peningkatan gizi. Sebab, anak-anak masih belum mengerti perbedanaan jajanan sehat dan yang tidak sehat. “Anak-anak juga kita didik tentang makanan yang sehat dan bergizi melalui program UKS yang dibimbing langsung oleh petugas gizi puskesmas, guru UKS, maupun kader kesehatan sekolah agar tidak jajan sembarangan,” imbuh Rio. Untuk mengontrol para penjual makanan di luar pagar

sekolah, lanjut Rio, Dinkes Banyuwangi bekerja sama dengan BPOM Surabaya untuk melakukan sidak 3 bulan sekali. Sidak dilakukan terhadap para penjaja makanan di beberapa sekolah yang terindikasi menjual makanan tidak sehat. “Jika ditemukan pedagang yang menjual makanan tidak sehat dan berbahaya, maka Dinkes bersama BPOM menarik makanan tersebut dan memberikan penyuluhan kepada penjualnya, setelah dilakukan penyuluhan, maka Dinkes akan terus memonitor penjual makanan ter-

sebut,” kata dia. Selain peningkatan gizi anak, pemkab melalui Dinkes Banyuwangi juga melakukan upaya peningkatan gizi keluarga. Pemkab dan Dinkes menyarankan kepada warga yang memiliki lahan pekarangan untuk membuat kolam ikan yang bisa dikonsumsi sebagai tambahan asupan gizi. “Ini juga mengoptimalkan gerakan makan ikan,” cetusnya. Asupan iodium anak juga diperhatikan melalui monitoring keberadaan garam beryodium di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Caranya dengan mengambil sampel merek-merek garam yang beredar di pasaran untuk diukur kadar yodiumnya. “Dari sini masyarakat kita sarankan untuk mengonsumsi garam yang megandung cukup yodium,” pungkas dr. Rio. Sementara itu, selain diberikan kepada Banyuwangi, sejumlah kategori lain Gizi Award juga diberikan kepada Ibu Gubernur Nina Soekarwo, Kabupaten Situbondo, Kota Mojokerto dan Kota Surabaya. (sgt/aif)

Sportivitas Pemain Benar-benar Diuji n BAKU TEMBAK... Sambungan dari Hal 29

Novike, salah satu peserta dalam kegiatan itu mengaku jika kegiatan ini cukup menantang dan menyenangkan. Selain memacu adrenalin, lokasinya yang berada di alam bebas membuatnya lebih segar. “Lumayan me-

nantang dan menyehatkan, Mas,” akunya. Sekadar tahu, permainan air soft gun kali pertama dikenal di Jepang sekitar tahun 70an. Permainan ini merembet ke Indonesia sekitar tahun 90-an. Saat itulah bermunculan sejumlah komunitas penggemar air soft gun. Di Banyuwangi, anggota komu-

nitas bedil-bedilan ini cukup banyak. Anggotanya beragam latar belakang profesi. Ada polisi, PDAM, dan pekerja kantoran. Biasanya, mereka main tembak-tembakan pada hari libur atau pas tidak ada kesibukan. Tempat yang dipilih berpindah-pindah. Kadang di hutan, kadang di perkebunan. Dalam

aksinya, seolah-olah pemain ada yang berada dalam sarang teroris. Dalam permainan ini sportivitas pemain benarbenar diuji. Yang kena tembak harus langsung ngaku dan teriak fit. ”Sebab, cuma pemain yang kena tembak yang tahu pasti,’’ ujar Ramada, yang kemarin ikut bermain aif soft gun di Kalipuro. (mg1/aif)

Satu Pelaku Perempuan Berjilbab n DITINGGAL... Sambungan dari Hal 40

“Hilangnya sekitar jam 10.30 siang,” terang korban yang melaporkan kasus curanmor yang dialaminya ke Mapolres Situbondo. Beruntung, sekitar tiga jam setelah korban melaporkan hilangnya sepeda motor kepada polisi, sepeda motor Honda Spacy warna merah milik korban ditemukan oleh seseorang bernama Surahman, warga Dusun Kotakan Utara, Desa Kotakan, Kecamatan Kota.

Data yang berhasil dikumpulkan, penemuan sepeda motor tersebut tidak disengaja oleh Surahwi. Dirinya melihat di halaman rumahnya ada tiga orang yang berusaha membuka nopol sepeda motor tersebut. Pada saat ditegur, ternyata tiga orang pelaku terbirit-birit. Mereka langsung kabur dan meninggalkan sepeda motor Honda Spacy milik mahasiswi ini. Karena itu, ditinggal di depan rumahnya, Surahman langsung melaporkan penemuan sepeda motor yang ditinggal

kawanan pencuri itu ke Mapolres Situbondo. Oleh petugas, sepeda motor tersebut lantas diamankan ke Mapolres. Sementara itu, pelaku pencurian sepeda motor yang terjadi di kampus STIKP PGRI Situbondo ini diduga melibatkan orang dalam. Karena pelaku yang berjumlah tiga orang tersebut tampak mengenal betul kondisi di dalam kampus. Selain itu, satu dari tiga orang pelaku, diketahui adalah seorang perempuan yang mengenakan jilbab berwarna kuning.

Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi mengatakan, pihaknya telah berhasil mengungkap kasus pencurian motor milik mahasiswi STKIP PGRI Situbondo. Namun pihaknya belum berhasil menangkap pelaku. “Keterangan dari saksi, pada saat ditegur, satu pelaku adalah perempuan berjilbab. Sehingga ada dugaan bahwa pelakunya melibatkan orang dalam. Untuk saat ini kami masih berusaha mengungkap dan menangkap pelakunya,” tegas Wahyudi. (rri/als)

Diproyeksikan Hasilkan 40 Lagu Liturgi n GUBAH... Sambungan dari Hal 29

Banyuwangi, Jember, dan Probolinggo), itu ternyata bertujuan menghasilkan lagu-lagu liturgis bernuansa musik Osing. Tidak tanggung-tanggung, jika sudah jadi kelak, lagu liturgi yang memasukkan unsur-unsur musik Osing, itu akan digunakan di seluruh gereja paroki di seluruh Indonesia. Pimpinan PML Jogjakarta, Karl Edmund Prier yang hadir langsung memimpin pelaksanaan lokakarya kali ini mengatakan, kegiatan serupa sudah 56 kali dilakukan sebelumnya. Namun menurut dia, hasil lokakarya yang diselenggarakan di seantero Indonesia, mulai Nias sampai Papua, itu terasa belum lengkap tanpa diwakili unsur Banyuwangi. “Maka kami lengkapi studi kami di tengah masyarakat Banyuwangi,” ujarnya. Dikatakan, selama lokakarya di Banyuwangi sampai Senin pekan depan (2/2), pihaknya akan belajar musik Osing. Tujuannya musik Osing, itu

nantinya digunakan menjadi lagu ibadah di gereja. “Kami akan melengkapi tugas kami membuat lagu gereja khas Indonesia. Ini sebagai bunga rampai, sehingga musik gereja semakin kaya dengan unsurunsur musik daerah, termasuk musik Osing,” kata dia. Lokakarya tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan 30 sampai 40 lagu liturgi yang diwarnai musik Osing. Dijelaskan, walaupun mengandung unsur musik Osing, lirik lagu yang dihasilkan selama lokakarya di Sanggar Genjah Artum, itu berbahasa Indonesia dengan harapan maknanya bisa dipahami oleh seluruh umat Katolik di Indonesia. Meski demikian, umat Katolik Banyuwangi bisa menerjemahkan lirik musik liturgi bernuansa musik khas Banyuwangi, itu ke dalam bahasa Osing. “Kalaupun liriknya diterjemahkan dalam bahasa Osing, itu tugas umat Katolik Banyuwangi,” cetus Prier. Sementara itu, salah satu penggiat musik Osing, Andang CY Mengaku kegiatan

semacam lokakarya yang digelar PML Jogjakarta, itu sudah dia nantikan sejak lama. Bak gayung bersambut, kata Andang, di satu sisi, dengan adanya lokakarya, pihaknya bisa berpacu untuk meningkatkan mutu musik Banyuwangi. Sedangkan di sisi lain, peserta lokakarya yang berasal dari sejumlah daerah di tanah air, itu bisa memperoleh pengetahuan tentang musik Banyuwangi yang sebenarnya. Termasuk pengetahuan tentang prestasi musik Osing yang telah go internasional. Menurut Andang, selama ini pengetahuan masyarakat belum mewakili kemajuan yang telah dicapai musik Osing. Saat musik Osing sudah melanglang buana ke berbagai belahan dunia, tetapi keadaan di dalam, termasuk praktisi musik Osing, itu sendiri belum tertata rapi. “Belum waktunya kita menepuk dada terkait hasil yang kita capai. Masih perlu pemantapan ke dalam. Sebagaimana diketahui bersama, akhir-akhir ini musik Banyuwangi cenderung mengalami

penurunan mutu,” jlentrehnya. Dia menambahkan, salah satu bentuk penurunan mutu musik Banyuwangi, itu adalah syair lagu yang jorok, porno, dan bahkan menjurus ke pelecehan. “Ini yang perlu kita prihatinkan. Kalau lagu-lagu (bersyair jorok, porno, dan pelecehan) tersebut didengar orang luar, alangkah rendahnya kita. Padahal apa yang sudah dicapai musik Banyuwangi sudah banyak,” papar pria yang rambutnya sudah memutih tersebut. Karena itu, imbuh Andang pertemuan atau lokakarya seperti yang dilaksanakan di Sanggar Genjah Arum itu bisa dimanfaatkan sebagai wahana penyampaian ke dunia luar tentang musik Osing yang sebenarnya. “Musik Banyuwangi sudah dibawakan di festival di Osaka, Jepang; festival di Busan, Korea, dan lain-lain. Musik Banyuwangi juga sudah dibawakan musikus-musikus Amerika. Inilah waktunya menyampaikan musik Banyuwangi yang sebenarnya sambil terus melakukan penataan ke dalam,” pungkasnya. (aif)

n KMP SAFINA... Sambungan dari Hal 29

Menurut Iwan, PT. Labitra menjual KMP Safina bukan hanya kapalnya saja melainkan dengan izin operasional. Selain izin operasional, ABK juga secara otomatis tidak lagi menjadi karyawan PT. Labitra melainkan sudah berpindah menjadi karyawan PT. Mahar sebagai pembeli kapal. Manajer Operasional PT. ASDP Indonesia Fery (IF) Ketapang Saharuddin Koto membenarkan kapal belum

memiliki izin operasional dengan bendera perusahaan baru. Kapal tersebut, masih menggunakan izin operasional dari Kemenhub menggunakan bendera lama PT. Labitra. Mengacu pada akta jual beli notaris, kata Saharuddin, kapal KMP Safina dijual kepada pemilik baru berserta izin operasional. “Izin masih menggunakan perusahaan pelayaran lama. Izin baru menggunakan perusahaan baru, belum ada,” ungkap Saharuddin. Tidak hanya izin operasional, KMP Safina dengan bendera

perusahaan baru juga belum memiliki delivery order (DO) bahan bakar minyak (BBM) solar ke PT. Pertamina. Untuk mengoperasikan kapal itu, pemilik baru kapal itu masih pinjam dan menggunakan DO BBM perusahaan PT. Labitra. “Benar Pak, DO BBM masih menggunakan DO PT. Labitra,” kata Iwan. Keuntungan operasional KMP Safina itu, masuk ke kas perusahaan pemilik baru. Sementara, izin operasional dan DO BBM masih menggunakan bendera lama. (afi/aif)

Angka Lakalantas Naik 21,99 Persen n AJAK PELAJAR... Sambungan dari Hal 29

Tidak hanya masyarakat umum dan para bikers, ratusan pelajar juga dilibatkan kegiatan tersebut. Untuk semakin meningkatkan animo warga, Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu-lintas kemarin dikemas dengan acara jalan santai berhadiah satu unit sepeda motor. Hasilnya terbukti mujarab, ratusan warga menyambut kegiatan yang juga dihadiri Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P) Edi Eka S; Asisten Administrasi Umum (Asmin)

Pemkab Banyuwangi, Sulihtiyono; Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Adil Achmadiono; dan sejumlah anggota forum pimpinan daerah (forpimda), tersebut dengan antusias. Kapolres Banyuwangi, AKBP Yusuf mengatakan, pihaknya sengaja melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam pencanangan gerakan pelopor keselamatan berlalu-lintas tersebut. “Ini kami lakukan agar korban lakalantas tidak semakin bertambah,” ujarnya. Kapolres Yusuf menambahkan, pihaknya juga melibatkan kalangan pelajar dalam kegiatan kali ini lantaran selama ini

para pelajar merupakan salah satu penyumbang dominan pihak yang terlibat lakalantas. “Siswa dilibatkan karena salah satu pelaku lakalantas yang dominan adalah pelajar. Ini juga akan terus ditindaklanjuti dengan sosialisasi keselamatan berlalu-lintas di sekolahsekolah,” pungkasnya. Sekadar tahu, jumlah lakalantas di Banyuwangi selama tahun 2013 meningkat signifikan dibanding tahun 2012 yang lalu. Jika selama 2012 jumlah lakalantas hanya sebanyak 723 kasus, tahun 2013 meningkat sebesar 21,99 persen menjadi 882 kasus. (sgt/aif)

Kagumi Gunung Ijen n TERUSIK... Sambungan dari Hal 29

”Mountain tourism in Banyuwangi unusually attractive (wisata pegunungan di Banyuwangi luar biasa menarik, Red,’’ ujar perempuan yang mengaku tinggal dekat dengan Istana Soestdijk itu. Lisanne menambahkan, kon-

disi yang perlu diperhatikan di sini adalah persoalan kebersihan. Seluruh objek wisata di Banyuwangi sangat bagus dan menarik. Namun yang perlu diperhatikan adalah persoalan kebersihan saja. Salah satu tempat wisata yang mendapat perhatian adalah Pantai Boom yang berada di Kota Banyuwangi. Lisanne ber-

pendapat, sampah plastik yang mengotori pasir pantai di sana terlihat sangat mengganggu. Padahal hanya butuh langkah sederhana untuk membuat tempat itu menjadi lebih nyaman. Yakni membersihkan tempat itu dan menjaga kebersihannya. “Clean and keep the clean,” ajak istri Saiful Bahri ini. (mg1/aif)

Was-was Melihat Seng Menggantung n PAPAN... Sambungan dari Hal 40

Selain spanduknya yang tidak beraturan, seng pada papan reklame juga terlihat menggelantung dan hampir copot. “Pasti membahayakan pengguna jalan, bisa saja jatuh sewaktuwaktu,” katanya. Rasa khawatir juga diakui oleh Supardi, 39, warga Kota Situbondo. Saat dirinya melintas di bawah reklame tersebut, dirinya pasti mengambil jalan yang paling pinggir. Karena dia takut kejatuhan seng yang menggantung. “Karena saja was-was melihat seng menggantung,” terang Supardi. Data yang berhasil dikumn-

pulkan, selain papan reklame berukuran jumbo yang ada di depan rumah dinas wakil bupati tersebut, di lokasi lain juga ada dua papan reklame yang juga mulai rusak. Dua papan reklame yang juga berukuran besar itu, terletak di depan SDN Curah Jeru, Kecamatan Panji, serta papan reklame yang berada di depan Kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora). Warga berharap, pemerintah atau dinas terkait segera memperbaiki papan reklame yang mulai rusak. Tujuannya agar tidak ada masyarakat yang celaka. “Harapannya ya diperbaiki agar tidak memakan korban. Kalau tidak diperbaiki,

lebih baik dicopot saja,” kata Supardi. Kepala Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Situbondo, Tri Cahya Setianingsih mengatakan, konstruksi papan reklame sebenarnya merupakan urusan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) dan bukan DPKD. Karena DPKD hanya mengurus masalah pajak reklamenya saja. “Meski bukan tanggung jawab DPKD, namun kami berusaha untuk membantu memperbaikinya. Bahkan, kami sudah melaporkan ke Pak Sekretaris Daerah (Sekda) tentang rusaknya sejumlah papan reklame,” kata Tri Cahya Setianingsih kepada wartawan. (rri/als)

Lahan Masih Penguasaan Orang lain n JAKSA... Sambungan dari Hal 40

Pembayaran uang muka penggadaian sawah tersebut dilakukan di rumah salah seorang kerabatnya di Jalan Wijaya Kusuma Situbondo. Pada waktu pembayaran uang sebesar Rp 135 juta tersebut, korban berjanji melunasi sisa uang gadai sebesar Rp 65 juta kepada terlapor. Pembayaran sisa uang gadai ini rencananya akan dibayarkan oleh korban pada saat dirinya akan mulai menggarap sawah milik terlapor. Anehnya, beberapa bulan ke-

mudian, begitu korban hendak menggarap sawah dan akan membayar sisa uang gadai sebesar Rp 65 juta, ternyata ada yang kurang beres. Sawah yang semula digadaikan tidak bisa digarap. Sementara, uang gadai Rp 135 yang telah diberikan kepada terlapor juga tidak dikembalikan. Mendapat perlakukan yang demikian, korban akhirnya berusaha mencari tahu ada apa sesungguhnya yang tersebut. Setelah diusut, ternyata sawah seluas 17.120 M2 yang semula digadaikan kepada korban ternyata masih dalam penguasa-

an orang lain. Mengetahui hal tersebut, korban pun berusaha meminta agar uang miliknya dikembalikan. Namun hingga Januari 2014 ini, belum ada kejelasan mengenai uang tersebut hingga korban melaporkan dugaan penipuan ini ke Mapolres Situbondo. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi membenarkan laporan kasus penipuan itu. Untuk saat ini, dugaan kasus penipuan yang menimpa seorang jaksa tersebut masih dalam penyelidikan pihaknya. “Kasusnya masih ditangani penyidik,” pungkas AKP Wahyudi. (rri/als)


EMAIL

Senin 27 Januari 2014

dari

RANTAU

37

Bagaimana Kita Memperlakukan Difabel? “Hak mendengarkan khutbah Jumat adalah hak semua jamaah yang datang ke masjid. Untuk itu masjid UIN Sunan Kalijaga menyediakan penerjemah saat khutbah untuk jamaah yang tunarungu,” begitu bunyi salah satu berita di portal UIN Sunan Kalijaga.

EKO BUDIONO/RaBa

BIKIN BANGGA: Kepala SMAN 1 Genteng Mujib (dua dari kiri) bersama atlet pencak silat.

SMAN 1 Genteng

Empat Siswa Sabet Empat Medali Emas GENTENG - Empat siswa SMA Negeri 1 Genteng yang dikirim dalam ajang lomba pencak silat tingkat kabupaten (kejurkab) yang dilaksanakan 13-22 Januari lalu telah berhasil membawa pulang tropi bergilir dan empat medali emas. Kedatangan empat siswa pemenang kejuaraan yang digelar IPSI Banyuwangi itu langsung disambut Kepala SMAN 1 Genteng H. Mujib. Spd. di kantornya, Sabtu (25/1) sabtu lalu. Menurut Mujib, keberhasilan para siswa tersebut berkat latihan rutin melalui ekstra kurikuler di sekolah. Selain itu juga latihan tambahan dari perguruan masingmasing siswa. “Desi Tri wahyuni dari kelas X IPS II yang berhasil merebut satu emas dan perak untuk kelas A dan seni tunggal putri. Sedangkan Nur Kumala Sari, siswa kelas XII IPA IV, dan Rahayu Iga siswa kelas XI IPS I berhasil merebut medali emas untuk kelas B putri dan kelas seni ganda putri,” tutur Mujib. Sementara itu, masih menurut Mujib, satu atlet putra bernama siswa kelas XI IPS III bernama Ahmad Maulana juga berhasil membawa pulang emas untuk kelas B putra. Karena perolehan medali siswa SMAN 1 Genteng banyak, maka sekolah ini mendapat piala bergilir. “Saya ucapkan terimakasih kepada semua atlet pencak silat serta pembina. Ini adalah sebuah bukti bahwa selain prestasi akademik, kita juga berprestasi di bidang non akademik, kususnya di bidang olahraga. Semoga prestasi ini mampu menginspirasi siswa yang lain untuk berprestasi dalam segala bidang pengembangan potensi siwa,” harap salah satu guru favorit versi pembaca Jawa Pos Radar Banyuwangi itu. (adv/als)

PERNAHKAH membayangkan anak kita ada yang difabel? Difabel atau terkadang disebut disabilitas, ada juga yang menyebut dengan ABK/OBK (anak/orang berkebutuhan khusus) adalah memiliki arti orang-orang yang memiliki different ability (kemampuan yang berbeda).S aya lebih menyukai memilih kata difabel atau disabilitas dari pada cacat. Karena bagi saya mereka tidak cacat. Mereka hanya memiliki kemampuan yang berbeda dibandingkan dengan kebanyakan orang. Kemampuan berbeda ini tidak selalu berarti negatif. Karena banyak hal mereka memiliki kemampuan lebih baik di banding dengan yang lain. Bagi banyak orang tua, tentu tidak bisa membayangkan memiliki anak yang difabel. Namun bila kenyataan itu ada di depan mata, tentu tidak bisa lari. Pengalaman pertama saya berhubungan dengan difabel adalah dengan anak tetangga saya. Dia seorang tuna rungu dan tuna wicara. Kondisi rumah kami yang jauh dari kota dan juga kemampuan orang tua yang secara ekonomi sangat terbatas menjadikan anak ini tidak pernah mendapatkan pendidikan secara baik. Setiap hari aktivitasnya hanya jalan-jalan di sekitar area tempat kami tinggal. Kondisi dia yang secara fisik berbeda dengan kebanyakan orang menjadikan dia tidak bisa diterima dengan baik di lingkungan. Orang-orang mulai dari orang tua sampai yang kecil memilih memanggil dia dengan “auh” dari pada namanya. Panggilan “auh” disematkan kepadanya merujuk dari suara yang selalu keluar dari mulut anak ini. Bahkan, banyak orang tua menjadikan anak ini sebagai bahan untuk menakut-nakuti anakanak mereka. “Awas kalau gak mau makan nanti Auh datang lho,” kata-kata seperti itu sering kali terdengar di daerah saya. Jadi ketika saya membiasakan anak-anak saya memanggil dia den-

Bukan Mufassir Biasa TANPA terasa, masa belajar kami di Pesantren Bayt Alquran akan segera usai. Sebagaimana pernah saya tulis di halaman ini, bahwa di bawah naungan PSQ (Pusat Studi al-Qur’an) Yayasan Lentera Hati, 30 huffadz dari berbagai daerah menjalani kuliah kilatan sejak empat bulan lalu yang diajar oleh para dosen dan pakar ilmu-ilmu Alquran dari PSQ. Mungkin sebagian orang termasuk para ustadz dan kyai pesantren asal kami sudah menyimpan pertanyaan ‘‘Apa yang kami bisa setelah belajar di sini?’’ Apalagi melihat sejumlah pakar yang mengajar kami. Ada ahli tafsir kita Prof. M. Quraisy Shihab yang menjadi ikon Yayasan Lentera Hati. Kemudian guru besar ilmu qiro’at yang juga rektor IIQ, Dr. Ahsin Sakho. Ada juga Dr. Shahabudin bin Shahabudin dari Lombok yang merupakan pakar hadits dan salah satu santri dari Syekh Yasin Padang. Ada juga Prof. Thib Raya, salah satu dewan pakar PSQ, Prof D. Hidayat yang mempermudah pemahaman balaghoh dengan bukunya al-Balaghoh lil Jami’. Diperkuat beberapa ahli tafsir yang ikut andil dalam penulisan tafsir tematik Kementerian Agama. Masih dilengkapi materi psikologi dan pengembangan diri serta wawasan wirausaha. Sayang sekali, kehadiran kami di majelisnya Ketua PBNU, Dr. Said Aqil Siraj, dalam kajian filsafat tasawuf di Ciganjur adalah pertama dan terakhir karena kesibukan beliau. Salah satu rekan saya ada yang mengeluh bawa ia sudah ditunggu keluarganya yang mempunyai pesantren untuk mengajar tafsir. Padahal, meskipun ia orang yang sudah malang melintang sebagai hafidz undangan MTQ, lancar hafalannya, sering juara, tetapi ia tidak bisa baca kitab kuning. Ada lagi yang setelah di program ini malah kebingungan karena tidak bisa fokus pada satu pelajaran yang diminati. Terus terang, jadwal belajar kami termasuk padat. Dari jam kuliah mulai pagi, siang, sore, dan kadang malam hari. Meskipun banyak juga kosong karena dosen berhalangan hadir. Kadang juga refreshing ke Monas, Istiqlal, TMII, dll. Juga ada teman yang masuk mall sekedar ingin tahu rasanya mall.

OLEH Nasrudin

Maklum, bukan orang kota. Di sisi lain, latar belakang huffadz memang beragam. Ada yang mampu menguasai teks Arab klasik dengan baik, namun hapalannya kurang baik. Ada yang hapalannya lancar, tetapi kurang mampu membaca teks Arab. Ada yang sama sekali tak bisa membaca teks Arab. Padahal untuk menguasai materi terkait tafsir, qiro’ah dan sebagian besar materi di sini, penguasaan terhadap teks Arab klasik dan modern mutlak diperlukan. Normalnya waktu belajar di sini adalah enam bulan. Namun karena pertimbangan lain dari lembaga, akhirnya untuk angkatan kali ini diperpendek menjadi lima bulan. Dalam rentang waktu itu jadwal kami mengikuti kajian bersama Prof. Quraisy Shihab adalah dua kali perbulan. Sebulan sekali salat Jumat di Istiqlal dan mengikuti kajian Tafsir Tematik bersama Dr. Mukhlis M. Hanafi. Dua sampai tiga kali sebulan mengikuti kajian tafsir ar-Rozi dan asy-Sya’rowi di Depok bersama Dr. Khusnul Hakim. Materi qiro’ah sebenarnya mendapat porsi lebih, namun karena banyaknya mata kuliah lain yang dijejalkan, sehingga kerumitan ilmu satu ini hanya bisa dijangkau oleh beberapa orang. Lainnya hanya bisa wallohu a’lam. Jadi, sebagai alumni Program Singkat Pasca Tahfidz Pusat Studi Alquran, bisa dikatakan kami sekedar ber-tabarruk dan menambah pengetahuan kepada para pakar dan membuka wawasan Alquran. Memang tujuan awal program ini adalah sekedar membuka wawasan, memotivasi para huffadz agar tak merasa cukup dengan hanya lancar hapalan. Tetapi meningkat pada pemahaman dan penafsiran. Juga memberi pembekalan dasar wirausaha

serta melatih mental agar bisa menjadi da’i dan imam yang menggunakan hapalan Alquran-nya. Hasil nyata yang bisa dilihat antara lain bangkitnya keinginan, motivasi, dan semangat dari peserta untuk menambah pengetahuan tentang Alquran. Ada yang semula tak berniat kuliah tergugah untuk kuliah. Ada yang berusaha untuk kuliah di luar negeri. Ada yang mentalnya meningkat dari hanya sekedar hapal untuk diri sendiri, setelah melalui latihan tiap hari, berani menjadi imam dengan hapalannya. Salah satu teman yang agak gagap ketika jadi imam sekarang tiba-tiba lancar. Yang tak berani ceramah meningkat bisa bahkan lihai mengisi kultum. Yang jelas bukan menguasai tafsir dan qiro’ah sab’ah. Karena untuk dua hal terakhir ini perlu waktu sangat panjang untuk menguasainya. Bisa dikatakan, para huffadz ini mendapat polesan atau kemasan baik untuk diri mereka. Sedangkan isi dari kemasan itu kembali lagi pada bekal masingmasing yang mereka bawa dari tempat/pesantren asal. Semua hanya pembuka wawasan, sedikit kunci pengetahuan, sedikit wawasan usaha, dan bukan konsentrasi untuk mendapat hasil maksimal dalam waktu terbatas. Jadi, meski kami pulang “berstiker” nama Quraisy Shihab di kening, kami tetap bukan mufassir biasa, tetapi kami memang hanya santri biasa walaupun agak beda karena sudah bau kota. Akhirnya, kami ucapkan terimakasih banyak kepada PSQ dan pihak terkait. Selamat tinggal dan sampai jumpa, Bayt alQur’an. Selamat datang kepada angkatan IX. Dan sebagaimana yang dilakukan Dr. Ahsin Sakho, setiap selesai menerangkan materi asy-Syathibiyyah dan melihat kami hanya melongo, saya tutup tulisan ini dengan ucapan Wallahu a’lam bishshowaaab. (*/als) Penulis: Nasrudin Penulis adalah Santri PP. Darussalam Blokagung yang sedang mengikuti Program Pasca Tahfidz di PP. Bayt Aquran, Pondok Cabe Tangerang Selatan <nasrudinmaimun@yahoo.com>

ISTIMEWA

DORONG: Ninik, sapaan karib Nihayatul Wafiroh, sedang membantu Risnawati menaiki tangga-tangga di Candi Prambanan dengan kursi rodanya.

gan nama aslinya dan membiasakan mereka untuk berjabat tangan atau bermain-main bersama dengan anak ini, banyak orang yang kaget. Secara personal saya mulai memiliki teman-teman dekat dari orang-orang difabel ketika saya sudah menginjak dewasa. Tepatnya ketika mau melanjutkan studi master. Saya mendapat beasiswa dari International Fellowship Program (IFP) untuk master. Dari 40 penerima beasiswa angkatan saya, ada dua orang yang difabel, Risnawati dan Joni Yudianto. Risnawati mulai memakai kursi roda ketika usianya menjelang lima tahun. Dia divonis menderita polio dan saat itu pengobatan belum bagus, hingga dia mengalami persoalan dengan kakinya yang menjadikan dia harus menggunakan kursi roda. Sedangkan Joni Yudianto mengalami kebutaan sejak dia menginjak usia SD. Pertama dia masih low vision (berkurangnya penglihatan), kemudian lambat laun dia tidak bisa melihat total. Dua sahabat saya ini adalah orangorang luar biasa. Mereka telah melanglang dunia untuk study di United Kingdom, United States, Singapore. Mereka juga aktif menjadi konsultan PBB untuk masalah difabel. Mereka juga menjadi lokomotif gerakan-ger-

akan sosial untuk membantu difabel, dan mereka juga melakukan advokasi kepada pemerintah untuk mensupport peraturan-peraturan daerah yang ramah dan akomodatif kepada difabel. Dengan kata lain, secara intelektual dan aktivitas mereka luar biasa. Dari merekalah saya belajar banyak hal. Mulai bagaimana seharusnya kita mendorong kursi roda yang benar. Baik ketika jalan menanjak, turun, maupun datar. Saya juga belajar bagaimana seharusnya menemani berjalan orang yang buta dan bagaimana menerangkan lauk-lauk yang ada di piring untuk seseorang yang tidak bisa melihat. Dengan merekalah dan beberapa teman yang memiliki fokus yang sama akhirnya kami mendirikan perkumpulan Ohana (Organisasi Handicap Nusantara), yakni organisasi yang memfokuskan diri pada pendampingan bagi orang-orang difabel dan advokasi. Sewaktu saya mengambil kelas di Boston University untuk program visiting scholar, salah satu teman sekelas saya adalah orang tunarungu dan tunawicara. Alih-alih dia mendapatkan diskriminasi, dia bahkan mendapatkan pendamping khusus yang disediakan oleh universitas. Kelas yang berlangsung selama satu jam

dalam sekali pertemuan, dia didampingi dua orang penerjemah. Teman kami yang tunarungu ini akan duduk di deretan paling depan, dan di depannya akan berdiri penerjemah yang menerjemahkan setiap diskusi atau komunikasi yang berlangsung di dalam kelas. Penerjemah akan bergantian setiap 30 menit. Dari sini saya baru tahu bagaimana seharusnya menjadi seorang penerjemah. Mereka harus cepat menangkap dan menerjemahkan setiap pembicaraan yang ada di kelas. Di samping itu salah satu kunci keberhasilan menjadi penerjemah adalah ekspresi wajah ketika menerjemahkan. Terkadang bagi saya, melihat ekspresi penerjemah itu lebih menarik dari diskusi yang sedang berlangsung di kelas. :D Bagi saya, ini sesuatu yang luar biasa. Bagaimana seharusnya pendidikan itu benar-benar tidak melakukan diskriminasi. Dan, diskriminasi itu tidak hanya berdasarkan suku, agama, bahasa, gender dan kelas sosial, tapi juga kondisi fisik. Mari kita lihat bersama, berapa banyak sekolah luar biasa (SLB) yang ada di sekitar kita? Berapa banyak universitas yang memberikan perhatian kepada difabel? Setahu saya baru UIN Sunan Kalijaga, Univeristas Brawijaya, dan Universitas Indonesia yang gencar memperbaiki pelayanan kepada mahasiswa difabel. Pertanyaan terpenting adalah, bagaimana penerimaan masyarakat kita terhadap difabel? Saya selalu percaya bila pendidikan adalah basik yang paling menentukan kualitas manusia. Dengan pendidikan yang baik, orang-orang berkebutuhan khusus ini bukan saja akan menjadi pribadi yang mandiri untuk kehidupannya, tapi juga menjadi penentu perubahan di masyarakat. Bila pendidikan yang memadai diberikan kepada difabel, saya yakin tetangga saya yang selalu dipanggil “auh” akan tumbuh menjadi orang yang cemerlang. Tidak seperti sekarang yang diusianya hampir menginjak 20 tahun tidak bisa membaca dan hanya melakukan aktivitas yang tidak berarti. Saya sendiri meyakini bahwa semua orang tidak ingin dilahirkan dalam kondisi seperti itu. Jadi, ini terjadi karena sifatnya “given” atau pemberian dari Allah. Nah bila kita melakukan diskriminasi kepada mereka, bukahkah kita berarti juga mengolok-olok hasil ciptaan Allah? (*/als) Penulis: Hj. Nihayatul Wafiroh, M.A. Beralamat di ninikwafiroh@gmail.com

Radar Banyuwangi | 27 Januari 2014  

Jawa Pos, Radar Banyuwangi, Situbondo, Genteng