Page 1

SELASA SA A

24 SEPTEMBER

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Ibu Muda Mencuri Dompet dan Perhiasan

Satu Perahu Bisa Dapat 30 Ton Ikan

SEORANG ibu muda ditangkap polisi di Situbondo kemarin. Saat mencuri dompet dan perhiasan emas, dia ketahuan pembantu pemilik rumah. Sebelum beraksi, ibu satu anak itu berpura-pura menumpang membasuh muka. (*)

NELAYAN Muncar kini mulai menikmati masa panen ikan. Bertonton ikan pun diturunkan dari perahu di Pelabuhan Muncar. Lokasi favorit yang cukup banyak ikannya adalah perairan Karang Ente. (*)

Baca Halaman Radar Situbondo

Baca Halaman Radar Genteng

Heboh Anjing Buangan Daerah Lain

Anjing Liar Masuk Licin n Menyerang Ternak Ayam dan Anak Kambing LICIN - Warga Kecamatan Licin, Banyuwangi, kini resah. Gara-garanya, beberapa pekan terakhir muncul populasi anjing di kawasan tersebut. Populasi anjing liar tersebut cukup mengganggu masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Licin. Apalagi, akhir-akhir ini anjing liar tersebut menyerang dan memangsa ternak-ternak milik warga setempat. Ternak milik warga yang menjadi mangsa anjing liar itu adalah ayam

dan anak kambing. Beberapa anak kambing mati dan sebagian lagi terluka akibat diserang sekumpulan anjing liar. Beberapa anak kambing yang mati itu, tidak diketahui sang pemilik saat diserang anjing liar. Ada juga anak kambing yang menjadi sasaran anjing liar tapi tak sampai mati, hanya terluka n  Baca Anjing...Hal 35

ah Langkntah ri Peme tan Licin a Kecam i

mbasm tim pe t a u b Mem ar. li buru anjing akan mem g liar. n as ji g n a tu e k a P enemb dan m gah mence g u dan n ji ta n n a a n m Me uanga b m e p in. aksi erah la dari da

Anjing Liar di Licin Populasi: belum diketahui Lokasi: Desa Segobang dan sekitarnya Dampak: menyerang ternak ayam dan anak kambing milik warga

GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

ADA APA LAGI

Pemkab Siap Ladeni Cakades di PTUN

GALIH COKRO/RaBa

MATI: Romy dengan kostum pocong menggelar aksi tunggal di depan Pemkab Banyuwangi kemarin

Demo Tunggal Berkostum Pocong BANYUWANGI - Aktivis mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banyuwangi, M. Romy Syahroni, menggelar aksi demo tunggal di depan kantor Pemkab Banyuwangi kemarin (23/9). Saat berdemo menolak penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu tersebut, Romy mengenakan kostum pocong. Dia sengaja tidur di atas trotoar depan kantor Bupati Banyuwangi di Jalan A. Yani. Dalam aksi tunggal yang dimulai pukul 07.30 tersebut, Romy juga membentangkan spanduk yang berisi penolakan atas penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu. “Kami menolak penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu,” cetus M. Romy Syahroni kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi n  Baca Demo...Hal 35

BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi tampaknya tidak mau pusing atas protes terkait pemilihan kepala desa (pilkades). Bila tidak terima dengan keputusan yang telah ditetapkan, pemkab menyarankan mereka yang tidak terima itu menempuh jalur hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Surabaya. Tantangan Pemkab Banyuwangi itu disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, Anacleto Da Silva, saat hearing (dengar pendapat) di ruang khusus DPRD Banyuwangi kemarin (23/9). Dalam acara itu, hadir para calon kepala desa (cakades) Banjar, Kecamatan Licin, bersama panitia pemilihan kepala desa (pilkades), dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Anacleto Da Silva menyebut, yang menetapkan hasil pilkades se benarnya BPD. Selanjutnya, BPD mengajukan kepada Bupati Banyuwangi agar mengesahkan dan melantik cakades terpilih.

Hearing Pilkades Dua Desa Ditunda SEMENTARA itu, hearing (dengar pendapat) yang digelar Komisi 1 DPRD Banyuwangi untuk membahas pemilihan kepala desa (pilkades) Desa/Kecamatan Wongsorejo dan Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, terpaksa ditunda kemarin (23/9). Gara-garanya, peserta dengar pendapat tersebut tidak lengkap n  Baca Hearing...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

PROTES: Warga Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, menggelar poster di DPRD Banyuwangi kemarin.

“Yang perlu diketahui, Bapak Bupati itu hanya mengesahkan, yang menetapkan ya BPD,” jelas Da Silva. Dalam pengajuan pengesahan dan pelantikan ke bupati, terang dia, BPD tidak boleh menambahkan embel-embel be-

rupa catatan atau apa saja. Bila suratnya itu berupa pengesahan, maka akan dianggap sudah tidak ada masalah. “Pengesahan dan pelantikan yang dilakukan bupati atau wakil bupati, pemkab menganggap sudah sah,” ujarnya n  Baca Pemkab...Hal 35

GALIH COKRO BUWONO/RaBa

HEARING: Cakades Banjar, Arifin, mengadukan keberatannya atas hasil pilkades yang tidak ditanggapi BPD dan Pemkab Banyuwangi.

Melihat Suasana Pemulangan Lima Jenazah TKI di Kalibaru

Berangkat Ajak Istri, Pulang di Dalam Peti Lima jenazah tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kalibaru akhirnya bisa dipulangkan semua ke rumah duka di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Bagaimana suasana penantian pemulangan jenazah korban laka lantas di Serawak, Malaysia, 9 September lalu itu?

MENANGIS: Keluarga TKI histeris begitu ambulans tiba di Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Minggu dini hari lalu (22/9).

Pemkab siap ladeni cakades kalah di PTUN Sudah siap untuk ’’menderita’’ lebih dalam lagi?

Kasus guru pukul murid berakhir damai Bukan cari menangkalah, ini patut diacungi jempol!

ALI NURFATONI, Kalibaru PAHLAWAN devisa itu akhirnya berpulang untuk selamanya. Lima dari enam pendulang devisa di Negeri Jiran Malaysia itu adalah Zainal Abidin, 24; Muhammad Rofik alias http://www.radarbanyuwangi.co.id

ALI NURFATONI/RaBa

Robert Mukhyar, 28; dan Munawar, 25. Ketiganya berasal dari Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru. Seorang lagi adalah Imron,

29, yang tinggal di Dusun Terongan, Desa Kebunrejo, Kecamatan Kalibaru. Empat jasad mereka tiba di rumah duka pada Minggu dini hari lalu (22/9).

Jenazah M. Sufyan, yang tinggal di Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, tiba di rumah duka pada Minggu malam n  Baca Berangkat...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Selasa 24 September 2013

Rantut Totok Belum Turun

CERMIN DIRI Maaf, BWI Bukan Daerah Buangan RESAH dan gundah gulana mendera warga Kecamatan Licin, Banyuwangi. Banyak peternak di kawasan tersebut yang tak bisa tidur nyenyak lantaran serangan gila sekumpulan anjing liar. Anjing liar itu menyerang dan memangsa ternak milik warga setempat. Ternak yang menjadi mangsa anjing liar itu adalah ayam dan anak kambing. Beberapa anak kambing mati dan sebagian lagi terluka akibat diserang sekumpulan anjing liar. Sejauh ini, belum pernah terjadi anjing liar sampai menyerang ternak di Kecamatan Licin. Karena itu, pihak pemerintah kecamatan setempat mencurigai anjing liar tersebut adalah binatang buangan dari daerah lain. Dugaan lokasi pembuangan anjing liar itu adalah tempat-tempat sepi terutama di Desa Segobang dan sekitarnya. Kemudian, anjing-anjing liar itu menyebar ke beberapa desa di sekitarnya. Meski pemerintah Kecamatan Licin tidak menyebut nama, tapi benak pembaca Jawa Pos Radar Banyuwangi sudah pasti akan mengarah ke Pulau Dewata. Karena Bali merupakan daerah di sekitar Banyuwangi yang memiliki ‘’problem’’ anjing liar. Kalau kita sedikit mundur ke belakang, yakni pertengahan November 2009 silam. Saat itu, Banyuwangi pernah jadi lokasi pembuangan anjing gila yang terinfeksi penyakit rabies. Kasus itu berhasil dibongkar. Saat itu, polisi berhasil mengungkap pengiriman 40 ekor anjing gila dari Bali di Pelabuhan Landing Craft Machine (LCM) Ketapang. hasil pemeriksaan klinis Instalasi Karantina Hewan Ketapang di Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, sekitar 99 persen anjing yang dikirim tersebut positif mengidap rabies. Nah, pengiriman anjing berpenyakit rabies itu tentu sangat berbahaya. Karena penyakit anjing gila termasuk penyakit yang menular ke manusia (zoonosa). Rabies merupakan penyakit zoonosis yang sangat berbahaya, ditakuti, dan mengganggu ketenteraman hidup manusia. Sekali gejala klinis penyakit rabies timbul, biasanya akan diakhiri dengan kematian. Dalam kasus anjing liar di Kecamatan Licin kali ini, sudah selayaknya kita semua waspada. Karena bukan mustahil anjing-anjing liar itu juga mengidap rabies. Tanggung jawab mengamankan Banyuwangi dari serbuan anjing liar tidak mungkin dibebankan kepada polisi dan aparat karantina hewan di pelabuhan. Pengawasan kawasan perbatasan sangat perlu melibatkan seluruh komponen masyarakat. Dengan begitu, semoga Banyuwangi tak lagi menjadi tempat pembuangan anjing gila. (*)

AGENDA KOTA

Pengajian Bulan Purnama MUSLIMAT Masjid Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi akan menggelar Pengajian Bulan Purnama nanti malam (24/9). Pengajian ini akan dimulai setelah salat Isak atau sekitar pukul 19.00. Panitia berencana menghadirkan embicara Nyai Hj. Ifadatul Hasanah dari Bangil, Pasuruan. (*/c1/bay)

NUR HARIRI/RaBa

BERI KETERANGAN: Kepala Desa Kukusan, In Nanik (kanan), memberikan keterangan kepada petugas di Mapolres Situbondo kemarin (23/9).

Tanda Tangan Dipalsu, Kades Laporkan Warga KENDIT - In Nanik, Kepala Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, melaporkan warga berinisial YP ke Mapolres Situbondo kemarin (23/9). Laporan tersebut dilakukan karena YP diduga memalsukan tanda tangan dirinya. Tidak hanya itu, saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu sekitar pukul 11.00, Nanik yang akrab disapa Bu Tinggi itu juga menunjukkan bukti dugaan pemalsuan stempel di tanda tangan yang dipalsukan YP itu. “Saya tidak pernah tanda tangan dan menyetempel surat ini,” terang Nanik kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Data yang berhasil dikumpulkan, dugaan pemalsuan tanda tangan dan stempel tersebut terungkap saat YP menggunakan surat keterangan itu untuk persyaratan sesuatu hal yang sangat penting. Dalam surat keterangan itu disebutkan bahwa ada dua nama yang dinyatakan sebagai satu orang. Dengan kata lain, surat itu menerangkan dua nama yang berbeda tersebut adalah satu orang, yakni YP. “Ada dua nama di surat keterangan itu,” katanya. Surat keterangan tersebut juga ditandatangani

PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk. KANTOR CABANG BANYUWANGI Jl. Jenderal Achmad Yani No. 12 Telp. (0333) 421444, 412285, 412777, 424888, Facsimile (0333) 424616, 412286 BANYUWANGI

PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Nomor : B. 4144/KC-XVI/ADK/09/2013 Berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996 dan Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi selaku pemegang Hak Tanggungan Peringkat Pertama atas kekuasaan sendiri akan menjual Obyek Hak Tanggungan melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember dan berdasarkan Surat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember Perihal Penetapan Hari dan Tanggal Lelang, terhadap : 1. Debitur : H. KOIRUL ANAM, Dsn. Sukopuro Rt.01 Rw.03 Ds. Sukonatar, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 1.330 m2, SHM No. 182 a/n. HAJJAH MUSLIKAH, & LT. 335 m2, SHM No. 1981 a/n. KHOIRUL ANAM, Ds. Kebaman, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 1.554.000.000,- (Satu Milyar Lima Ratus Lima Puluh Empat Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 467.000.000,- ( Empat Ratus Enam Puluh Tujuh Juta Rupiah ). b. Tanah sawah, LT. 3.370 m2 SHM No. 2058 a/n. HAJI KHOIRUL ANAM, Ds. Sukonatar, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 228.000.000,- (Dua Ratus Dua Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 69.000.000,- (Enam Puluh Sembilan Juta Rupiah). c. Tanah sawah, LT. 1.230 m2 SHM No. 2027 a/n. HAJI KHOIRUL ANAM, Ds. Sukonatar, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 222.000.000,- (Dua Ratus Dua Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 67.000.000,- (Enam Puluh Tujuh Juta Rupiah). d. Tanah sawah, LT. 9.700 m2 SHM No. 1106; LT. 4.870 m2 SHM No. 1107; LT. 3.500 m2 SHM No. 1623; ketiganya a/n. KHOIRUL ANAM, Ds. Kebaman, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 407.000.000,- (Empat Ratus Tujuh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 123.000.000,- (Seratus Dua Puluh Tiga Juta Rupiah). 2. Debitur : SUCIPTO, Alamat: Dsn. Ringinmulyo Rt.03 Rw.02, Ds. Pesanggaran, Kec. Pesanggaran, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 4.740 m2 , SHM No. 1390 a/n. SOECIPTO, Ds. Pesanggaran, Kec. Pesanggaran, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 175.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 53.000.000,- (Lima Puluh Tiga Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 300 m2 SHM No. 1833 a/n. SUCIPTO, Ds. Pesanggaran, Kec. Pesanggaran, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 98.000.000,- (Sembilan Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah) 3. Debitur : ABDUL WAHAB, Alamat : Dsn. Muncar baru Rt.02 Rw.03, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 600 m2 SHM No. 928 a/n. ABDUL WAHAB, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 420.000.000,- (Empat Ratus Dua Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 126.000.000,- (Seratus Dua Puluh Enam Juta Rupiah). 4. Debitur:SLAMETIRIYANTO,Alamat:Jl.CitarumRt.04Rw.02,Kel.Panderejo,Kec.Banyuwangi,Kab.Banyuwangi. a. Tanah kebun, LT. 2.640 m2, SHGB No. 692 a/n. SITI ROKAYA, Ds. Kalipuro, Kec. Giri, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 60.000.000,- (Enam Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 18.000.000,- (Delapan Belas Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 241 m2 SHM No. 910 a/n. NANI ASIANMY MUSTIKOWATI, Ds. Karangrejo, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 131.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah). 5. Debitur :DALIMAN, Alamat:Dsn.Bongkaran Rt.03 Rw.02 Ds.Parijatahwetan, Kec.Srono, Kab.Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 2.365 m2, SHM No. 774 a/n. SUTINAH, Ds. Parijatahwetan, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 126.000.000,- (Seratus Dua Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 38.000.000,- (Tiga Puluh Delapan Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 3.000 m2 SHM No. 1503 a/n. 1. DALIMAN 2. SUTINAH, Ds. Wonosobo, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 136.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 41.000.000,- (Empat Puluh Satu Juta Rupiah). 6. Debitur : ACHMAD NUR ALCHAFFAF, Alamat: Dsn. Sumberejo Rt.03 Rw.01, Ds. Songgon, Kec. Songgon, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 1.050 m2, SHM No. 1404 a/n. HAJI AHAMD NUR ALCHAFFAF, Ds. Songgon, Kec. Songgon, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 285.000.000,- (Dua Ratus Delapan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 86.000.000,- (Delapan Puluh Enam Juta Rupiah). b. Tanah bangunan LT. 341 m2 SHM No. 196 a/n. HAJI AHMAD NUR ALCHAFFAF, Kel. Singolatren, Kec. Singojuruh, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 450.000.000,- (Empat Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 135.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah). 7. Debitur : SUDIRMANSYAH, Alamat: Kel. Singotrunan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 130 m2, SHM No. 935 a/n. SUDIRMANSYAH & LT. 95 m2 SHM No. 936 a/n. SUDIRMAN SYAH, keduanya terletak di Kel. Singotrunan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 115.000.000,- (Seratus Lima Belas Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 35.000.000,- ( Tiga Puluh Lima Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 490 m2 SHM No. 678 a/n. RADEN MOCHAMAD NUR SYARIF, Kel. Singotrunan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 209.000.000,- (Dua Ratus Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 63.000.000,- (Enam Puluh Tiga Juta Rupiah). 8. Debitur : MOH. NEWI, Alamat: Dsn. Krajan Rt.03 Rw.01 Ds. Wongsorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 904 m2, SHM No. 637 a/n. MUHAMMAD NEWI, Ds. Wongsorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 705.000000,- ( Tujuh Ratus Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 212.000.000,- ( Dua Ratus Dua Belas Juta Rupiah ). 9. Debitur : HAERODIN, Alamat : Dsn. Benel Rt.01 Rw.01 , Ds. Licin, Kec. Glagah, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 1.005 m2 SHM No. 592 a/n. HAERODIN, Ds. Licin, Kec. Glagah, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 93.000.000,- (Sembilan Puluh Tiga Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 28.000.000,- (Dua Puluh Delapan Juta Rupiah). 10. Debitur : TULUS KURNIAWAN, Alamat: Jl. Malabar 1 Rt.03 Rw.01 Kel. Singotrunan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi.

YP. Letak tanda tangan dan stempel Kades Kukusan yang diduga palsu terletak di bagian kanan bawah surat. Begitu surat tersebut diperiksa, In Nanik merasa tidak pernah membubuhkan tanda tangan dan menyetempel surat keterangan yang digunakan terlapor. Sang kades pun merasa tanda tangan dan stempel itu telah dipalsu. “Saya tidak tahu siapa yang melakukan itu. Yang jelas, dugaan pemalsuan tanda tangan dan stempel yang dipalsu yang saya laporkan tidak ada kaitannya dengan yang lain,” terang Nanik kemarin (23/9). Konon, surat keterangan yang tanda tangan dan stempelnya dipalsukan itu digunakan YP untuk mencalonkan diri sebagai kades di desa setempat. “Saya tidak mempermasalahkan surat apa itu. Saya melaporkan pemalsuan tanda tangan dan stempel desa,” terang Nanik. Dikonfirmasi, Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi mengatakan, pihaknya masih mempelajari dan akan memintai keterangan terlapor seputar dugaan pemalsuan tersebut. “Masih diselidiki petugas. Yang jelas terlapor akan diperiksa,” kata AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

a. Tanah bangunan, LT. 154 m2, SHM No. 393 a/n. TULUS KURNIAWAN, Kel. Pengantigan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 211.000.000,- ( Dua Ratus Sebelas Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 64.000.000,- (Enam Puluh Empat Juta Rupiah). 11. Debitur : MOCH RUBA’I, Alamat:Dsn.Krasak Rt.05 Rw.02 Ds.Kaotan, Kec.Rogojampi, Kab.Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 1.170 m2 SHM No. 263 a/n. RUBAI, Ds. Kaotan, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 290.000.000,- (Dua Ratus Sembilan Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 87.000.000,- (Delapan Puluh Tujuh Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 129 m2 SHM No. 960 a/n. DENI LUTYAWATI, Ds. Balak, Kec. Songgon, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 80.000.000,- (Delapan Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 24.000.000,- (Dua Puluh Empat Juta Rupiah). 12. Debitur : MASDUR, Alamat: Jl. Letjend. Suprapto No. 34 Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a. Tanah, LT. 3.890 m2 SHM No. 1491 a/n. H. AHMATAMIN disebut juga Haji AHMATAMIN, Kel. Kalipuro, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 53.000.000,- (Lima Puluh Tiga Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 16.000.000,- (Enam Belas Juta Rupiah). b. Tanah, LT. 1.520 m2 SHM No. 1102 a/n. H. AHMATAMIN, Ds. Kalipuro, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 88.000.000,- (Delapan Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 27.000.000,- (Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah). c. Tanah bangunan, LT. 418 m2 SHM No. 2435 a/n. MASDUR, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 60.000.000,- (Enam Puluh Juta Rupiah). 13. Debitur : GINARTI, Alamat: Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 960 m2 SHM No. 1921 a/n. GINARTI, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 290.000.000,- (Dua Ratus Sembilan Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 87.000.000,- (Delapan Puluh Tujuh Juta Rupiah). 14. Debitur : WINARTI, Alamat: Dsn. Curahjati Rt.04 Rw.02 Ds.Curahjat , Kec. Purwoharjo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 1.110 m2 SHM No. 958 a/n. AGUNG SUMARDIYONO, Ds. Blambangan, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 301.000.000,- (Tiga Ratus Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 91.000.000,- (Sembilan Puluh Satu Juta Rupiah). 15. Debitur : NOVI ANTORO, Alamat: Jl. Macan Putih No. 01 Rt.03 Rw.03 Kel. Tamanbaru, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 290 m2 SHM No. 2063 a/n. SUGENG SANTOSO, Kel. Penganjuran, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 45.000.000,- (Empat Puluh Lima Juta Rupiah). 16. Debitur : ACHMAD ZAINULLAH, Alamat: Perum Griya Giri Mulya GH 08, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 125 m2 SHGB No. 938 a/n. AHMAD SAINULLAH, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 90.000.000,- (Sembilan Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 27.000.000,- ( Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah ). 17. Debitur : HERMANTO, Alamat: Jl. MH Thamrin No. 17 Rt.01 Rw.01 Kel. Singonegaran, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 265 m2, SHM No. 1674 a/n. RONY CAHYADI, & LT. 424 m2 SHM No. 1675 an. RONY CAHYADI Kel. Singotrunan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 621.000.000,- (Enam Ratus Dua Puluh Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 187.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Tujuh Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 202 m2 SHM No. 1679 an. RONI CAHYADI, Kel. Singotrunan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 528.000.000,- (Lima Ratus Dua Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 159.000.000,- (Lima Puluh Sembilan Juta Rupiah). c. Tanah bangunan, LT. 422 m2, SHM No. 1095 an. HERMANTO, tanah bangunan LT. 1090 m2 SHM No. 1097 an. HERMANTO, tanah bangunan LT. 480 m2 SHM No. 1096 an. LENY MARLINA, tanah bangunan LT. 389 m2 SHM No. 1094 an. LENY MARLINA, tanah bangunan LT. 85 m2 SHM No. 646 an. HERMANTO dahulu bernama THONG KIAN NYAN, tanah bangunan LT. 250 m2 SHM No. 1013 an. LENY MARLINA dahulu bernama LAUW TJHUN JIN, tanah bangunan LT. 146 m2 SHM No. 1012 an. LENY MARLINA dahulu bernama LAUW TJHUN JIN, tanah bangunan LT. 1015 m2 SHM No. 1067 an. HERMANTO dahulu bernama THONG KIAN NYAN, Kel. Singonegaran, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 7.000.000.000,- (Tujuh Milyar Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 2. 100.000.000,- (Dua Milyar Seratus Juta Rupiah). 18. Debitur :DIDI LIMANTO, Alamat :Dsn.Tratas Rt.04 Rw.05 Ds.Kedungringin, Kec.Muncar, Kab.Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 5.805 m2 SHM No. 2319 a/n. DIDI LIMANTO, Ds. Kedungrejoi, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, beserta mesin-mesin yang berdiri diatasnya, serta persediaan barang berupa bahan aval, bijih plastic dan kantong plastic, harga limit Rp.6.785.000.000,(Enam Milyar Tujuh Ratus Delapan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 2.036.000.000,- (Dua Milyar Tiga Puluh Enam Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 8255 m2 SHM No. 132 & SHM No. 82 a/n. DIDI LIMANTO, Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 4.595.000.000,- (Empat Milyar Lima Ratus Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 1.379.000.000,(Satu Milyar Tiga Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Rupiah). c. Tanah sawah, LT. 6755 m2 SHM 2579 & SHM No. 2742 a/n. DIDI LIMANTO, Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 912.000.000,- (Sembilan Ratus Dua Belas Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 274.000.000,- (Dua Ratus Tujuh Puluh Empat Juta Rupiah). 19. Debitur : H. KARYONO, Alamat : Dsn. Ringinmulyo Rt.02 Rw.03, Ds. Ringintelu, Kec. Bangorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 16.722 m2, SHM No. 1062, 1311, 1312, 1059, 1061, 1283, 22, 121 dan 43 kesemuanya a/n. KARYONO, Ds. Sukorejo/Ringintelu, Kec. Bangorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 3.900.000.000,- (Tiga Milyar Sembilan ratus Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 1.170.000.000,- (Satu Milyar Seratus Tujuh Puluh Juta Rupiah). 20. Debitur : HOTIJAH NURUL ALIFAH, Alamat : Lingk. Sukowidi Rt.03 Rw.02, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 140 m2 SHM No. 315 a/n. HOTIJAH NURUL ALIFAH, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 74.000.000,- (Tujuh Puluh Empat Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 23.000.000,- (Dua Puluh Tiga Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 715 m2 SHM No. 676 a/n. MOHAMAD YASIN, Kel. Giri, Kec. Giri, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 154.000.000,- (Seratus Lima Puluh Empat Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 47.000.000,- (Empat Puluh Tujuh Juta Rupiah). 21. Debitur : HARIYATI, Alamat : Dsn. Srono Rt.01 Rw.07 Ds. Kebaman, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 425 m2 SHM No. 1127 a/n. HARIYATI, Ds. Kebaman, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 63.000.000,- (Enam Puluh Tiga Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 19.000.000,- (Sembilan Belas Juta Rupiah). 22. Debitur :ARIZONA EL RIZA, Alamat :Dsn.Srono Rt.02 Rw.04 Ds.Kebaman, Kec.Srono, Kab.Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 202 m2 SHM No. 1963 a/n. AGUS DWI KURIYANTO; LT . 555 m2 SHM No. 1467, a/n. MAMIK SUMARTININGSIH, Ds. Kebaman, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 446.000.000,- (Empat Ratus Empat Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 134.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Empat Juta Rupiah).

BANYUWANGI - Sidang kasus narkoba dengan terdakwa ang gota DPRD Banyuwangi Totok Sugiharto, 43, yang akan digelar hari ini (24/9) terancam ditunda lagi. Sebab, jaksa penuntut umum (JPU) yang menangani kasus tersebut belum mengantongi rancangan tuntutan (rantut) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Bila sidang oknum anggota DPRD yang diduga terlibat kasus sabu-sabu (SS) itu memang tidak jadi dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) hari ini, berarti persidangan ditunda untuk yang kelima kali. “Rantut dari Kejati Jawa Timur belum turun,” cetus JPU Elseus Salakory SH kemarin (23/9). Menurut Elseus, agenda sidang lanjutan yang akan digelar tersebut adalah pembacaan tuntutan. Nah, tuntutan yang akan dibacakan itu masih menunggu rantut dari kejati. “Rantutnya memang harus dari kejati. Kita masih menunggu itu,” katanya saat ditemui di PN Banyuwangi kemarin. Elseus mengaku belum tahu

rantut dari kejati ini turun ataukah tidak. Tetapi, dirinya akan tetap berupaya agar persidangan yang sudah ditunda hingga empat kali itu dilaksanakan. “Mudah-mudahan sidang bisa dilanjutkan,” ujarnya. Meski rantut belum turun, kata dia, tidak menutup kemungkinan Kejati Jawa Timur akan menurunkan rantut itu, dan persidangan bisa dilanjutkan lagi hari ini. “Jika rantut itutidak turun, maka sidang lanjutan tidak bisa dilaksanakan,” imbuhnya. Seperti diberitakan se belumnya, sidang kasus narkoba dengan terdakwa Totok Sugiharto, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Glagah, pertama dilaksanakan awal bulan (2/9) lalu. Dalam persidangan perdana itu, dilakukan pembacaan dakwaan, lalu dilanjutkan keterangan saksi dan pemeriksaan terdakwa. Tetapi, setelah sidang perdana itu, majelis hakim belum pernah menyidangkan lagi kasus anggota DPRD tersebut. Sidang lanjutan untuk Totok itu sudah ditunda empat kali. (abi/c1/bay)

PENGUMUMAN Seluruh Aktiva dan Pasiva CV “Karya Bersama”, berkedudukan di Banyuwangi, yang didirikan dengan akta tanggal 20-4-2001 No. 2, bertalian dengan akta tanggal 299-2005 No. 4, keduanya dibuat dihadapan Notaris Heru Ismadi, SH dan akta tanggal 27-2-2009 No. 73 dibuat dihadapan Notaris Lubenah SH. Terhitung sejak tanggal 24-9-2013 akan dimasukkan sebagai modal dasar PT Hutama Karya Bersama, berkedudukan di Kabupaten Banyuwangi. Apabila ada sanggahan dan keberatan dapat diajukan kepada menteri Hukum dan HAM RI, selambatlambatnya satu bulan sejak pengumuman ini.

b. Tanah bangunan, LT. 237 m2 SHM No. 2104 a/n. SHINTA VIA EKA F.; LT. 465 m2 SHM No. 909 a/ n. ARIZONA EL RIZA; LT. 445 m2 SHM No. 589 a/n. ARIZONA EL RIZA; ketiganya berlokasi di Ds. Kebaman, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 750.000.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 225.000.000,- (Dua Ratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah). 23. Debitur : ABUNAWI/H. TAUFIQ, Alamat: Dsn. Alasmalang Rt.01 Rw. 03, Ds. Alasrejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 725 m2, SHM No. 398 a/n. TOLAKIYAH, Ds. Wongsorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 158.000.000,- (Seratus Lima Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 48.000.000,- ( Empat Puluh Delapan Juta Rupiah). b. Tanah sawah, LT. 7640 m2, SHM No. 445 a/n. BUNAWI PAK SYAIFUL BAHRI, Ds. Sumberkencono, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 86.000.000,- (Delapan Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 26.000.000,- (Dua Puluh Enam Juta Rupiah). 24. Debitur : CV. MULYA JAYA (EDI SASMITA), Alamat : Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 225 m2 SHM No. 975 a/n. EDY SASMITA, Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 178.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 54.000.000,- (Lima Puluh Empat Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 640 m2 SHM No. 2665 a/n. EDY SASMITA DJUNAIDI beserta mesin-mesin cold storage, freezer dan perlengkapannya milik Tuan EDY SASMITA DJUNAIDI, Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 1.803.000.000,- (Satu Milyar Delapan Ratus Tiga Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 541.000.000,- (Lima Ratus Empat Puluh Satu Juta Rupiah). c. Tanah bangunan, LT. 140 m2 SHM No. 3883 a/n. EDY SASMITA DJUNAIDI, Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 201.000.000,- (Dua Ratus Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 61.000.000,- (Enam Puluh Satu Juta Rupiah). 25. Debitur : MOH.YUSUF HASYIM, Alamat : Dsn. Curahuser Rt.05 Rw.01 Ds. Sumberanyar, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 253 m2 SHM No. 573 a/n. MOCHAMAD YUSUF HASYIM, Ds. Sumberanyar, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 110.000.000,- (Seratus Sepuluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 33.000.000,- (Tiga Puluh Tiga Juta Rupiah). b. Tanah tegalan, LT. 2.350 m2 SHM No. 1 a/n. MOHAMAD SYAIFUDDIN ARIF, Ds. Sidowangi, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 32.000.000,- (Tiga Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah). 26. Debitur : RUSLAN, Alamat: Ds. Krajan Rt.01 Rw.10, Ds.Wongsorejo, Kec.Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 500 m2, SHM No. 355 a/n. RUSLAN, Ds. Wongsorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 105.000.000,- (Seratus Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 32.000.000,- (Tiga Puluh Dua Juta Rupiah). 27. Debitur :UMAR ALI, Alamat :Dsn.Watukebo Rt.04 Rw.03 Ds.Watukebo, Kec.Wongsorejo, Kab.Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 532 m2 SHM No. 741 a/n. NISWATININGSIH, Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 75.000.000,- (Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 23.000.000,- (Dua Puluh Tiga Juta Rupiah). b. Tanah sawah, LT. 4.305 m2 SHM No. 669 a/n. NISWATININGSIH, Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 59.000.000,- (Lima Puluh Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 18.000.000,- (Delapan Belas Juta Rupiah). 28. Debitur : MISIYAH, Alamat : Dsn.Tratas Rt.02 Rw.05, Ds. Kedungringin, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 5.608 m2, SHM No. 126; 78; 76; 162; 166; 179; 182 a/n. MISIYAH, Ds. Kedungringin, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 803.000.000,- (Delapan Ratus Tiga Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 241.000.000,- (Dua Ratus Empat Puluh Satu Juta Rupiah). Lelang akan dilaksanakan pada : Hari / Tanggal : Selasa / 08 Oktober 2013 Pukul : 10.30 WIB Tempat : KPKNL Jember Jl. Slamet Riyadi No. 344 A Jember Syarat-syarat Lelang : 1. Setiap peserta diwajibkan menyetorkan uang jaminan sesuai yang tertera dalam masing-masing point ke rekening Penampungan Lelang KPKNL Jember nomor : 143.0009894476 pada PT. Bank Mandiri Cabang Jember Alun-alun paling lambat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang telah efektif diterima, dengan menyebutkan identitas penyetor (dan kuasanya) serta nomor urut barang yang akan ditawar dan bagi peserta lelang penawarannya dianggap tidak sah apabila barang yang ditawar tidak sesuai dengan obyek yang disebutkan pada waktu menyetor uang jaminan. Terhadap barang yang sama setiap peserta hanya dapat mengajukan 1 (satu) penawaran. 2. Lelang dilaksanakan dengan penawaran secara tertulis dalam amplop tertutup atau akan ditentukan kemudian saat pelaksanaan lelang. 3. Peserta lelang wajib melakukan pendaftaran kepada Pejabat Lelang dengan menunjukkan identitas diri dan bukti setoran asli/sah. 4. Peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang dapat mengambil kembali uang jaminan lelang tanpa dikenakan potongan apapun setelah lelang berakhir. 5. Pemenang lelang yang ditunjuk wajib melunasi harga lelang dan bea lelang sebesar 1% dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sejak ditunjuk sebagai pemenang lelang dan BPHTB sesuai ketentuan yang berlaku. 6. Apabila sampai dengan waktu yang telah ditentukan pemenang lelang belum melunasi harga lelang, maka pemenang lelang tersebut dinyatakan wanprestasi dan uang jaminan lelang menjadi milik Negara yang disetorkan ke Kas Negara. 7. Semua barang yang akan dijual dalam kondisi sesungguhnya, dilokasi dan dengan semua cacat dan kekurangannya, kami menganjurkan peminat untuk melihat, memeriksa obyek yang bersangkutan sebelum mengikuti pelelangan. 8. Apabila karena sesuatu hal terjadi pembatalan / penundaan lelang terhadap salah satu barang atau beberapa barang tersebut diatas, pihak-pihak yang berkepentingan / peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan dalam bentuk apapun baik pidana maupun perdata kepada KPKNL Jember dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. 9. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi Nomor Telepon (0333) 421444, 412285, 412777, 424888. 10. Syarat-syarat lainnya akan ditentukan pada saat lelang. Demikian pengumuman lelang ini dan atas perhatian dan partisipasinya disampaikan terima kasih. Banyuwangi, 24 September 2013 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi Ttd. I Wayan Puja M. Pemimpin Cabang

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Administrasi Biro Situbondo: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail. com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. 

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.



Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Selasa 24 September 2013

EKBIS

Satu Perahu Dapat 30 Ton Ikan

MUNCAR - Nelayan Muncar kini dihinggapi rasa gembira. Musim panen ikan membuat mereka senang. Berton-ton ikan pun diturunkan dari perahu; baik jukung maupun selerek. Kapasitas angkut selerek cukup besar. Selerek dikenal sebagai perahu pengejar ikan. Jumlah awak

kapal dalam satu selerek cukup banyak, yakni sekitar 40 orang. Pada musim panen ikan kali ini, para nelayan Muncar mendapatkan hasil yang cukup memuaskan meskipun ikan lemuru masih minim. ‘’Beberapa hari terakhir hasil tangkapan didominasi ikan jenis layang,” ujar salah satu pengepul

ikan Muncar, Umar, kemarin. Menurut dia, ikan tangkapan yang membeludak menyebabkan harga tawar ikan menurun. Sebab, akan ada persaingan harga. “Ikan yang rusak harganya juga turun,” terang pengepul yang biasa mangkal di Brak Kalimoro tersebut n  Baca Satu...Hal 35

ABDUL AZIZ/RaBa

MERANGKAK NAIK: Harga daging ayam di Pasar Rogojampi naik menyusul harga daging sapi yang juga naik.

BERANGKAT MELAUT: Perahu jenis selerek yang digunakan nelayan Muncar ini mampu mengangkut berton-ton ikan

Harga Daging Ayam Meroket ROGOJAMPI - Setelah daging sapi mengalami kenaikan harga cukup signifikan, kini giliran harga daging ayam potong jenis broiler yang meroket. Seperti terlihat di Pasar Rogojampi kemarin. Sebelumnya, harga daging ayam potong Rp 28 ribu. Kini harga daging ayam potong merangkak ke angka Rp 30 ribu. Siti Rohima, salah seorang penjual daging ayam di Pasar Rogojampi mengatakan, dia belum tahu persis penyebab kenaikan harga yang terjadi sejak seminggu lalu itu. Yang jelas, akibat naiknya harga daging ayam potong itu, omzetnya turun. “ Sehari biasanya bisa menjual dua kuintal, kini hanya 40 kilogram,” katanya. (azi/c1/aif)

ADA APA LAGI

Guru Pukul Murid Berakhir Damai KALIBARU - Kasus dugaan pemukulan yang dilakukan seorang guru berinisial WD terhadap muridnya, GRA, di SDN I Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, akhirnya berakhir damai. Pihak pelapor, Sunaryo, orang tua murid yang diduga dipukul, bersedia mencabut laporannya di Polsek Kalibaru. Kapolsek Kalibaru AKP Suwanto Bari mengatakan, Kamis lalu (19/9) pihak pelapor dan WD dipertemukan di Polsek Kalibaru. Mereka didampingi Lembaga Bantuan Hukum PGRI Banyuwangi, Achmad Wahyudi, kepala dan komite SDN I Kalibaru Wetan. Dalam kesempatan tersebut, mereka berembuk dan sepakat damai atas kasus dugaan pemukulan yang dilakukan WD kepada GRA tersebut. Kemudian, pertemuan itu ditindaklanjuti dengan pertemuan berikutnya yang juga dilakukan di Mapolsek Kalibaru pada Minggu (22/9). “Kemudian, pada Minggu itu dibuatkan surat pernyataan damai dan pihak pelapor mencabut laporannya,” katanya. Dengan demikian, lanjut kapolsek, kasus hukum dugaan pemukulan itu tak diteruskan. “Kedua belah pihak sepakat damai,” tandasnya. Seperti pernah diberitakan, diduga melakukan pemukulan kepada muridnya hingga memar, WD, seorang guru SDN I Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, dilaporkan ke Polsek Kalibaru. Pihak yang melapor adalah Sunaryo, orang tua WD. (azi/c1/aif)

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini: OPINI DAN REMBUGAN

GERDA/RaBa

Keluarga Terima, Pengusutan Mandek Kasus Tewasnya Tukang Parkir di Hotel Nusantara GAMBIRAN - Petugas Reskrim Polsek Gambiran akhirnya menghentikan penyelidikan kasus kematian Suwarno, 53, tukang parkir yang ditemukan meninggal dunia di kamar hotel Nusantara, Desa/ Kecamatan Gambiran. Penghentian penyelidikan tersebut karena pihak keluarga Suwarno menyatakan menerima kematian warga Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, tersebut. Kapolsek Gambiran AKP Ibnu Mas’ud melalui Kanitreskrim Aiptu Agus Rahmat mengatakan, kepolisian sebenarnya masih berupaya memperdalam kasus tersebut. Namun, saat mayat korban dibawa ke RSUD Genteng, istri korban dan keluarga mengaku sudah menerima kematian suaminya. “Mereka menerima dan membuat surat pernyataan tidak akan menuntut,” katanya. Saat dibawa ke RSUD Genteng, pihak dokter menyatakan korban meninggal dunia secara wajar. Hal itu bisa dilihat dengan tidak adanya tanda kekerasan di tubuh Suwarno.

ABDUL AZIS/RaBa

TELANJANG: Polisi mengevakuasi mayat Suwarno

Bagaimana dengan darah yang keluar dari mulut dan hidung Suwarno? Kapolsek Ibnu Mas’ud mengaku belum tahu persis. “Kalau ingin tahu penyakit dalamnya, memang mestinya dilakukan otopsi. Tapi pihak keluarga tidak mau,” tandasnya. Sementara itu, hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian,

diketahui bahwa selama ini korban menderita darah tinggi. “Selama ini para tetangganya mengenal Suwarno biasa-biasa saja. Korban tidak punya masalah dengan orang lain,” tutur kapolsek. Seperti diberitakan kemarin, tanpa sebab yang jelas, Suwarno, 53, tukang parkir yang biasa mangkal di pertigaan lampu merah Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, meninggal dunia di kamar mandi Hotel Nusantara, Desa/Kecamatan Gambiran. Saat ditemukan, mayat dalam keadaan telanjang dengan posisi tubuh miring ke kanan. Mulut dan hidungnya mengeluarkan darah segar dan tercecer di lantai. Kali pertama yang menemukan mayat korban adalah petugas hotel setempat bernama Murtiko Wardono, 30. Sebab, Suwarno yang masuk hotel pukul 17.30 (21/09) itu seharusnya check out pukul 12.00 kemarin (22/09). Namun, karena belum keluar, petugas hotel mengecek kamar tempat Suwarno menginap yang lokasinya di lantai dua. Saat membuka pintu kamar hotel, petugas melihat pintu kamar mandi terbuka lebar dan ada tubuh Suwarno tergeletak dengan kondisi miring ke kanan. Darah segar terlihat di lantai kamar mandi itu. (azi/c1/aif)

Naskah Opini panjang tulisan sekitar 850 kata. Sedangkan Rembugan maksimal 250 kata. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com. Sertakan nama dan identitas penulis. Naskah yang sudah dua minggu berada di redaksi dan tidak termuat otomatis dianggap kembali ke pengirim.

ALI NURFATONI/RaBa

SPORTIF: Janoko (jaket merah) merangkul rivalnya, Sahuni, saat syukuran di Desa/ Kecamatan Singojuruh Sabtu malam lalu (21/9).

Incumbent Kalah, Tetap Sportif SINGOJURUH - Pemilihan kepala desa (pilkades) di Banyuwangi yang digelar secara masal 4 dan 5 September tidak semua berakhir kisruh. Mayoritas kandidat yang kalah justru legawa dengan hasil pilkades. Salah satunya ditunjukkan Janoko, cakades incumbent, yang dinyatakan kalah dalam pilkades di Desa/Kecamatan Singojuruh 5 September lalu. Meski kalah dengan rival-nya, yaitu Sahuni, tapi dia tetap menunjukkan sikap sportif. Sikap gentle tersebut dia tunjukkan saat mengikuti syukuran pasca pilkades yang dimeriahkan tontonan seni pertunjukan janger Sabtu malam lalu di desa setempat n  Baca Incumbent...Hal 35

Tiga Cakades Kebaman Protes Minta Digelar Pilkades Ulang

SUARA PEMBACA Tulis permasalahan yang Anda hadapi terkait layanan publik. Baik terhadap intansi swasta maupun pemerintah. Sertakan alamat yang lengkap disertai fotokopi identitas dan nomor telepon Anda. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com

ABDUL AZIS/RaBa

OLAH TKP: Di Hotel Nusantara inilah Suwarno check in. Polisi sedang melakukan olah TKP di hotel yang beralamat di Gambiran tersebut.

SRONO - Polemik pemilihan kepala desa (pilkades) di Banyuwangi kembali muncul. Kali ini ribut-ribut pesta demokrasi enam tahunan tersebut terjadi di Desa Kebaman, Kecamatan Srono. Para cakades yang kalah kompak menyatakan tidak terima dengan hasil pilkades yang digelar 5 September lalu. Mereka menuding banyak pelanggaran dalam pilkades. Tiga kandidat yang kalah itu, antara lain Sirojudin, Sajito, dan Puji Utomo. Ketiga calon itu keberatan dengan pelaksanaan pilkades. Karena itu, mereka mengajukan beberapa tuntutan, salah satunya mendesak pilkades ulang. Mereka menduga banyak kecurangan dalam pilkades tersebut. Beberapa alasan yang dijadikan dasar adalah pemindahan sejumlah TPS tanpa persetujuan para calon. “6 dari 17 TPS tiba-tiba lokasinya dipindah,” cetus Sajito yang didaulat sebagai jubir (juru bicara) kemarin n  Baca Tiga...Hal 35


28

HEALTH

Selsas 24 September 2013

Sehat Dimulai dari Kita

Waspadai Berat Badan Berlebih MEMILIKI berat badan ideal tentunya menjadi dambaan bagi setiap orang. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, seakan menjadi sulit terutama bagi Anda yang memiliki masalah dengan kelebihan berat badan. Terkadang Anda menjadi tidak percaya diri dengan penampilan diri sendiri. Berat badan berlebih atau overweight terjadi karena terdapatnya akumulasi atau penimbunan lemak yang berlebihan di dalam tubuh. Faktor-faktor yang menyebabkan berat badan berlebih antara lain genetik (keturunan), life style (gaya hidup), psikologi (stres), jenis kelamin, usia, penyakit, obat-obatan.

Anda dikatakan memiliki berat badan berlebih apabila nilai Body Mass Index (indeks massa tubuh) berkisar antara 25-29,9. Adapun nilai BMI yang normal berkisar antara 18,5-24,9. Cara menghitung Body Mass Index (BMI) membagi antara berat badan dengan tinggi badan. Untuk tinggi badan yang sebelumnya dalam satuan cm (centimeter) diubah terlebih dahulu menjadi satuan m (meter), lalu hasil tersebut dikuadratkan atau pangkat dua. Misalnya: BB (berat badan) = 70 kg dan TB (tinggi badan) = 165 cm, maka BMI = (70) / (1,65)x(1,65) = 25,71. Berat badan berlebih dapat mengakibatkan Anda terserang berb-

agai macam penyakit. Per tama, olahraga Salah satu penyakit yang adalah solusi yang sanpaling banyak terkena gat tepat bagi Anda yang adalah penyakit jantung memiliki berat badan koroner. Penyakit janberlebih. Jadi, lakukan tung koroner adalah peolahraga apapun yang nyebab kematian ketiga paling Anda sukai dan terbanyak di dunia dan memungkinkan untuk setiap tahunnya angka dilakukan secara terpenderita penyakit ini atur. Kedua, menjaga semakin bertambah. pola makan. Diet secara OLEH Oleh sebab itu, tindakan sehat dengan makan dr. Herika Yulisa pencegahan maupun secara teratur namun pengobatan sangat dimengurangi jumlah perlukan dalam mengatasi berat porsi makanan yang dikonsumsi, badan berlebih. Berikut adalah tips- menghindari makanan berkaltips yang dapat membantu Anda ori tinggi (makanan cepat saji, es mengatasi berat badan berlebih: krim, roti, daging olahan, jajanan

gorengan, dan makanan berlemak lainnya), menghindari camilan, perbanyak konsumsi sayur-sayuran yang tinggi serat (contohnya: bayam, brokoli, jagung, kacang-kacangan, sawi dan sayuran berdaun hijau lainnya ) untuk memperlancar buang air besar, konsumsi buah-buahan serta minum air putih minimal 8 gelas sehari. Ketiga, menghindari stres. Salah satu studi yang dilakukan di Australia mengatakan bahwa stres dapat meningkatkan aktivitas hormon kortisol di dalam tubuh yang mengakibatkan seseorang untuk makan lebih banyak lagi. Meskipun presentasi ini tidak banyak ditemukan dalam

suatu populasi, tetapi stres dapat mempengaruhi aktivitas makan seseorang. Keempat, melakukan pemeriksaan kesehatan. Seseorang dengan berat badan berlebih sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan untuk menghindari resiko terjadinya penyakit lebih lanjut. Segera konsultasi ke dokter apabila merasakan adanya keluhan kesehatan. Semoga beberapa tips di atas dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian dan Anda tidak perlu khawatir lagi dengan berat badan berlebih. (*) *) Dokter Internship Puskesmas Sempu, Kabupaten Banyuwangi.

103 Pasien Ikuti Program Sterilisasi RS Al Huda Genteng Kembali Gelar MOW

FUNGSI PARU: Deteksi dini kemampuan fungsi paru dengan alat pick flow.

Badean Nyatakan Perang Lawan PTM

PUSKESMAS BADEAN FOR RaBa

POSBINDU: Deteksi dini terhadap resiko kegemukan dengan mengetahui Indeks Masa Tubuh (IMT).

BADEAN - Indonesia menghadapi berbagai masalah kesehatan (harapan hidup, transisi demografi, muncul penyakit tidak menular). Perubahan paradigma dari penyakit menular menjadi tidak menular, timbulnya penyakit yang lama muncul kembali, peningkatan Penyakit Tidak Menular (PTM). Data Riset Kesehatan Dasar 2007 menunjukan, PTM mendominasi 10 urutan teratas penyebab kematian pada semua kelompok umur, dan di Puskesmas Badean PTM menduduki urutan kedua dari sepuluh data kesakitan pada tahun 2012. Di dalam PTM terdapat faktor resiko yang meliputi resiko melekat (seks, umur, keturunan), resiko perilaku, dan faktor lingkungan. Kondisi penyakit umumnya tidak memberikan gejala. Faktor risiko ini bisa dikendalikan karena itu perlu dideteksi dan diintervensi secara dini agar tidak berlanjut menjadi fase akhir terjadinya penyakit. Mengacu pada permasalahan di atas, Puskesmas Badean tengah gencar melaksanakan program baru yang dikenal dengan nama Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Perlu diketahui, bahwa program ini satu satunya yang ada di jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi saat ini. Pengembangan pelayanan dan penyelenggaraan PTM di Puskesmas Badean meliputi promosi PTM, tata laksana PTM, deteksi dan tindak lanjut PTM, rujukan, rehabilitasi bersumberdaya masyarakat, serta respon cepat kegawatdaruratan cedera dan tindak kekerasan. Kepala Puskesmas Gunawan AP, SKM, M.MKes berharap, masyarakat memanfaatkan kegiatan Posbindu ini secara maksimal. Agar angka kesakitan dan kematian di wilayah Puskesmas Badean akan dapat ditekan, bahkan akan berkurang. “Kegiatan ini masih baru, maka perlu sosialisasi baik kepada kader pelaksana maupun sasaran,” kata Awan Plita Dewi, koordinator UKBM Puskesmas. “Terutama perlunya dukungan lintas sektor baik di tingkat desa maupun kecamatan,” imbuhnya. (*/als)

GENTENG - RS Al Huda Genteng Banyuwangi kembali menjadi bagian pendukung penyelenggaraan kegiatan Medis Operasi Wanita (MOW) pada Sabtu (21/9). RS Al Huda sebagai pusat MOW untuk Kabupaten Banyuwangi bagian Barat-Selatan menggelar MOW kedua kalinya setelah sukses mengelar MOW pertama pada 20 April lalu. Sebanyak 103 akseptor peserta MOW menjalani operasi di RS Al Huda Genteng Banyuwangi. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Banyuwangi, BKKBN Perwakilan Propinsi Jawa Timur, RSAL dr Ramelan Surabaya serta RSAH. Dukungan penuh juga diberikan oleh dr. Ivan Fauzan, MARS sebagai sekretaris BPPKB Kabupaten Banyuwangi. Program MOW BKKBN Jatim adalah untuk menggalakkan keluarga kecil bahagia sejahtera dengan dua anak cukup melalui program sterilisasi dengan ibu dari pasangan usia subur yang telah memilik dua anak dan berusia di atas lima tahun. Menurut dr. Soegeng Hery Priyanto, MMRS selaku Ketua Tim Medis RS Al Huda, selain menjadi tempat pelaksanaan operasi MOW, RSAH sekaligus menyediakan tim pendukung terutama untuk tahap pemulihan peserta. Lebih lanjut disampaikan-

RSAH FOR RaBa

SINERGI: Perawat RS Al Huda di dampingi petugas PLKB dan BKKBN mengantar pasien pasca MOW.

nya, bahwa operasi sterilisasi ini ditangani tim dokter dari RSAL dr. Ramelan Surabaya. Calon akseptor MOW ada 134 orang. Tetapi yang memenuhi persyaratan sebanyak 103 orang, Jadi 103 akseptor itu yang bisa dilayani MOW. “Ada proses seleksi untuk semua peserta, calon akseptor harus menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan, antara lain test urine, tensi (tekanan darah), dan test laboratorium untuk darah,” jelas Soegeng. Dikatakan, tidak semua peserta bisa mengikuti MOW. Peserta yang dinyatakan tidak bisa mengikuti MOW kali ini kebanyakan karena tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan bahkan ada juga yang positif hamil. Secara umum ke-

giatan ini terbilang sukses dan mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat. “Artinya bahwa kesadaran masyarakat untuk program keluarga kecil bahagia sejahtera semakin meningkat dan telah menyentuh hingga kelapisan masyarakat kalangan menengah kebawah,” urai Soegeng. RS Al Huda tidak hanya melayani kegiatan dengan instansi seperti BKKBN atau yang sejenis. “RS Al Huda juga bisa memberikan pelayanan kegiatan sosial bersama instansi atau komunitas lain seperti sunatan massal, pengobatan gratis, donor darah baik yang diadakan di RSAH atau diluar RSAH, dengan menghubungi RS Alhuda di nomer telepon 0333-842038. (*/als)

PUSKESMAS BAJULMATI FOR RaBa

INTERVENSI DINI: Peserta pelatihan SIDTK tampak bersemangat menerima materi yang diberikan oleh petugas dari Puskesmas Bajulmati.

Puskesmas Tampo Cetak Dokter Cilik Tranfer Ilmu Kesehatan CLURING - Guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, upaya-upaya kesehatan secara komperhensip harus terus di galakkan. Salah satu yang dilakukan adalah upaya kesehatan promotip. Puskesmas Tampo, Kecamatan Cluring, mengadakan pelatihan dokter kecil untuk siswa SD dan MI se-wilayah Puskesmas Tampo. Acara tersebut dihadiri oleh kepala Puskesmas Tampo, H. Sudarmawan, SKM. M. MKes, Camat Cluring Muhammad Narowi, S.Sos. M.Si, dan Kepala UPTD Pendidikan Dra.Khunti, M.Pd. Kepala Puskesmas Tampo, Sudarmawan mengatakan, upaya kesehatan ini menekankan pada pembelajaran kesehatan kepada masyarakat sebagai subjek dan objek dalam menjaga dan memelihara kesehatannya. “Lebih spesifik lagi memberikan pembelajaran kesehatan sejak usia dini, seperti pembelajaran bagi anak-anak usia sekolah melalui program dokter kecil,” kata Sudarmawan. Pelatihan dokter kecil yang dilaksanakan di Aula UPTD Puskesmas Tampo ini diikuti sekitar 20 Peserta didik SD & MI, serta 20 Pembina UKS dilaksankan tiga hari, dari

kepada Guru PAUD dan TK

PUSKESMAS TAMPO FOR RaBa

SIAPKAN GENERASI: Peserta pelatihan yang berasal dari SD/MI se-wilayah Puskesmas Tampo foto bersama nara sumber usai mengikuti pelatihan dokter cilik.

tanggal 23 sampai 25 September 2013. Acara tersebut dilatih oleh dokter umum, dokter gigi, kesmas dan masih banyak tenagatenaga pembimbing yang profesional lainnya. Ada 12 materi yang diberikan.

Sudarmawan berharap, lewat pelatihan ini, ada perubahan perilaku hidup sehat bagi anak-anak usia sekolah dan lingkungan terdekatnya. Baik di sekolah maupun di rumah. (*/als)

BAJULMATI - Menyadari pentingnya tumbuh kembang anak, Puskesmas Bajulmati memberikan pelatihan SIDTK (Stikulasi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang) bagi guru PAUD dan TK, serta kader taman Posyandu se-wilayah kerja Puskesmas Bajulmati. Menurut ketua penelitian, Istianah Amd Keb, setiap anak pada dasarnya akan melewati proses tumbuh kembang sesuai tahap usianya. Untuk dapat memantau setiap tahapnya dengan baik, pendidik dan kader perlu ilmu untuk mengenal sekaligus mengetahui ciri-ciri serta prinsip tumbuh kembang anak. Tujuannya memberikan stimulasi dan intervensi dini tumbuh kembang yang dibutuhkan anak untuk mencapai tumbuh kembang optimal. Menurut bidan koordinator

Puskesmas Bajulmati, Ni Made Suateri SST MMKes, transfer ilmu seperti ini merupakan kegiatan yang sangat baik dan efektif. Karena para guru mampu memberikan stimulasi dan intervensi dini kepada anak didiknya. Kegiatan yang dilaksanakan pada 12 September di Aula Puskesmas Bajulmati ini dihadiri guru PAUD dan TK, serta kader taman Posyandu. Mereka sangat antusias menyimak materi yang diberikan oleh narasumber yang kompeten. Antara lain, Ni Made Suateri SST MMKes dan Sri Mujiati SST. Hal ini menunjukkan besarnya kepedulian mereka terhadap tumbuh kembang anak. Pelatihan SIDTK diarahkan untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan psikososial. Upaya-upaya tersebut

harus dilakukan sedini mungkin, sejak dalam kandungan dengan perhatian khusus pada bayi dan anak balita yang merupakan masa emas bagi kelangsungan tumbuh kembangnya. Lebih lanjut, kepala UPTD Puskesmas Bajulmati H.M. Shadiq S.Kep M.Mkes mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan tenaga kesehatan dan jaringannya serta petugas lintas sektor dapat bekerjasama dalam melakukan upaya pembinaan dan pemantauan tumbuh kembang anak secara komprehesif, berkualitas, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan anak. “Sehingga dapat mempersiapkan anak menjadi Generasi Berbudi luhur Tangguh Berprestasi Sehat dan Ceria (GEBERTA BERSERI),” pungkas Shadiq. (*/als)


BALJEBOL

Selasa 24 September 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Rampok SPBU, Gondol Rp 12 Juta

RUSUH PUGER

Pelaku Terekam CCTV

RADAR JEMBER/JPNN

SIMBOLIS: Bupati Djalal menyerahkan bantuan kepada korban kerusuhan di Puger.

Pemkab Realisasikan Janji PUGER- Pemerintah Kabupaten Jember merealisasikan pemberian bantuan kepada korban kerusuhan Puger, yang terjadi pada Rabu 11 September lalu. Realisasi bantuan tersebut diberikan pada seluruh fasilitas yang rusak, seperti Rumah dan tempat ibadah. Sekitar pukul 10.00 WIB kemarin, (23/9) Muspida Jember bersama warga Puger Kulon berkumpul di Kantor Desa Puger Kulon. Sesuai janji Bupati Jember beberapa waktu lalu, pada kesempatan tersebut, MZA. Djalal, selaku Bupati Jember memberikan bantuan pada seluruh korban kerusuhan. Bantuan diberikan untuk 28 fasilitas rumah dan tempat ibadah yang rusak akibat kerusuhan di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Total bantuan yang diserahkan sebesar Rp 380 juta diambilkan dari pos bantuan sosial APBD Kabupaten Jember. Jumlah bantuan tidak sama untuk masing-masing penerima. “Besarannya tergantung tingkat kerusakan, jadi tidak sama untuk masing-masing penerima,“ ujar Bupati Djalal usai penyerahan secara Simbolis apda enam warga Puger Kulon. Dijealskan, bantuan itu bisa meringankan beban warga yang rumahnya rusak pasca kerusuhan itu. Kebanyakan, kerusakan terjadi pada kaca jendela, pintu, dan atap rumah. “Yang rumahnya hancur, yang kacanya pecah, juga yang perahunya rusak, bisa diperbaiki memakai bantuan itu,” lanjut Djalal. Bantuan tersebut diserahkan dalam bentuk uang tunai dan diserahkan langsung kepada mereka.(hud/jum/jpnn/aif )

WULUHAN – Aksi perampokan terjadi di SPBU Dukuhdempok, Wuluhan, kemarin (23/9) sekitar pukul 11.15. Enam orang pelaku berhasil menggondol uang milik SPBU sebesar Rp 12 juta. Para pelaku perampokan itu tergolong nekat. Sebab, mereka beraksi di siang hari dan ada beberapa konsumen yang saat itu tengah melakukan pengisian bahan bakar. Tetapi, karena berlangsung cukup cepat, aksi para pelaku tidak sempat dicegah oleh siapa pun. “Saya baru ngeh (ada perampokan, Red) saat melihat sebilah celurit yang ditenteng pelaku. Wah dirampok,” ujar Totok, pengawas SPBU milik H. Iswaluyo, itu. Saat dirinya sadar bahwa SPBU yang diawasinya tengah dirampok, para pelaku sudah bersiap untuk kabur. Begitu mengetahui SPBU yang diawasinya dirampok, Totok langsung menghubungi Polsek Wuluhan. Saat anggota kepolisian datang ke SPBU itu, para pelaku sudah melarikan diri. Dia menjelaskan, suasan SPBU saat itu

KENAKAN HELM: Aksi enam kawanan penjahat merampok uang di SPBU Dukuhdempok, Wuluhan yang terekam kamera CCTV.

RADAR JEMBER/JPNN

tidak terlalu ramai. Apalagi, BBM jenis premium sedang habis. Sehingga, karyawan hanya melayani pembelian solar dan pertamax. Ketika para pelaku beraksi, karyawan sedang bergantian jaga untuk istirahat dan persiapan salat dhuhur. Sekitar pukul 11.15, karyawan yang tadinya menjaga lima mesin pompa bergantian untuk istirahat dan persiapan salat. Saat itu hanya ada tiga karyawan perempuan yang bertugas. Yakni, Eka Okta, Efa Erna, dan Anisa. Mereka

menjaga mesin pompa 5, 4, dan 1. Saat itu, tiba-tiba ada tiga motor beriringan yang masuk ke SPBU tersebut. “Masing-masing berboncengan,” terang Totok. Dari hasil rekaman CCTV diketahui, tiga sepeda motor tersebut jenis dua Yamaha Vixion dan satu Honda Mega Pro. Seluruh pelaku mengenakan helm, sehingga wajahnya agak sulit dikenali. Dua sepeda yang paling depan mengapit satu karyawati yang saat itu berada di

Karyawan Icon Computer Tewas Mendadak

PROYEK PAGAR

HERU PUTRANTO/RADAR JEMBER/JPNN

TUNGGU NASIB: PKL Sabtuan harap-harap cemas menunggu hasil keputusan provinsi. Sementara kontraktor pelaksana pembangunan pagar tolak bersinggungan dengan PKL.

Kontraktor Ikut Gerah JEMBER – CV Generasi Wijaya selaku pemenang penggarap proyek pagar di lahan milik Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Pemprov Jawa Timur menolak dibenturkan dengan PKL Sabtuan. Mereka pun meminta kepada semua pihak terutama wakil rakyat untuk diberikan solusi yang tidak merugikan, terutama kepada pihaknya yang hanya pelaksana teknis pembangunan pagar pagar 180 meter tersebut Sekadar diketahui, seyogyanya kemarin (23/9), pihak kontraktor sebenarnya diundang ke Surabaya untuk melakukan sharing dengan PKL Sabtuan yang datang ke DPRD Jatim dan Kantor Disperikel Propinsi Jatim di Surabaya. Namun, pihak kontraktor menolak untuk melakukan hearing bersama PKL di Surabaya. Kontraktor menganggap pihaknya hanya pelaksana teknis terhadap lahan yang hendak diberi garapan mengerjakan pagar itu. Hal tersebut diungkapkan Siswono, pelaksana proyek dari CV Generasi Wijaya yang memenangkan tender proyek tersebut. “Prinsipnya kami ini hanya pelaksana teknis di lapangan dan hanya menggarap lokasi yang disediakan dinas,” tegas Siswono. Oleh karena itu, pihaknya tidak mau terlibat jauh dalam hal permasalahan PKL dan dinas yang memiliki lahan seluas sekitar 5 hektare itu. Siswono mengungkapkan, pihaknya tidak memiliki kepentingan dan wewenang untuk menindak PKL di Sabtuan. Ketika mendapat komplain dari warga atau PKL, maka pihaknya tidak mau terlibat dalam konflik tersebut. (ram/hdi/jpnn/aif)

mesin pompa nomor 5. Sementara, satu motor yang paling belakang mendatangi petugas yang berada di mesin pompa 1. Satu orang yang posisinya dibonceng langsung turun dan berusaha merampas tas yang berada di pinggang Erna. Edrna yang saat itu sendirian sempat kaget dan berusaha mempertahankan tas pinggangnya. Namun, pelaku lainnya mengancam dengan mengeluarkan celurit. “Saya diancam, jadi saya memilih untuk lari,” aku Erna. Akhirnya, tas berisi uang penjualan BBM itu berhasil direbut pelaku. Sementara, pelaku lainnya menghampiri Anisa yang saat itu sedang melakukan pengisian solar di sebuah pikup warna putih. Setelah mengancam Erna, seorang pelaku dengan membawa senjata tajam mendekati salah seorang penumpang pikup yang baru melakukan pembayaran. Pelaku langsung mengarahkan celurit ke penumpang pikap itu. Di CCTV terlihat, penumpang pikap tak berkutik setelah dikalungi celurit oleh seorang pelaku. (hud/ jum/har/jpnn/aif )

Hafid Asnan/Radar jember/jpnn

SULIT AIR: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelontor air bersih untuk warga yang desanya mengalami kekeringan.

Desa Kekeringan Bertambah LUMAJANG – Sebanyak 26 desa mengalami kekeringan saat musim kemarau. Jumlah desa tersebut diprediksi semakin bertambah karena hujan tak kunjung turun. Kekeringan yang diperkirakan meluas itu membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) semakin gencar menggelontor air bersih ke desa-desa. Rochani, Kepala BPBD Lumajang mengatakan, jumlah desa yang mengalami kekeringan bertambah. Dari 26 desa menjadi 29 desa, yang tersebar di enam kecamatan di Lumajang. “Jumlahnya sudah 29 desa,” terangnya. Rochani menjelaskan, warga di 29 desa tersebut mengalami kendala air bersih. Banyak warga yang mengeluhkan kondisi tersebut karena untuk mendapatkan air bersih harus menempuh jarak cukup jauh. Puluhan desa yang mengalami kekeringan ini tersebar di wilayah Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Randuagung, Padang, dan Gucialit. Untuk jumlah kecamatan yang mengalami kekeringan tidak mengalami tambahan. Tetapi untuk

jumlah desa perlu diantisipasi meluasnya lokasi desa yang kekeringan. Kecamatan-kecamatan tersebut, kata dia, selama ini memang menjadi langganan kekeringan. Untuk menangani masalah tersebut, pihak BPBD terus melakukan penggelontoran air bersih. Setiap hari dikirim air bersih di sejumlah titik lokasi kekeringan. Utamanya lokasi yang sangat kekurangan suplai air bersih. “Setiap harinya, BPBD menggelontor droping air bersih sebanyak 6 rit ke desa-desa,” ujarnya. Dorping ari bersih diatur sesuai penjadwalan, masing-masing rit sebanyak 6 ribu liter. “Kami terus men-droping air bersih,” ungkapnya. Untuk mengantisipasi kecamatan dan desa lain yang diprediksi mengalami kekeringan atau kendala air bersih, Rochani mengaku terus berkoordinasi dengan camat setempat. Setiap hari, informasi dari camat selalu di-update, sebagai bahan penanganan terhadap lokasi yang mengalami kekeringan. (fid/wnp/jpnn/aif)

LUMAJANG – Aktivitas di toko Icon Computer langsung terhenti. Ini setelah Fathul Ulum, salah satu karyawan meninggal secara mendadak. Polisi pun turun tangan dan melakukan identifikasi setelah mendapat laporan tentang kejadian tersebut. Informasi yang berhasil dihimpun wartawan Koran ini, awalnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan pada diri Fathul Ulum. Aktivitas karyawan asal Banjarwaru, Lumajang ini sejak pagi terlihat seperti biasa. “Semuanya normal, tidak ada gelagat mencurigakan,” ujar salah satu karyawan setempat. Siang harinya, Ulum pergi keluar hendak makan di warung utara toko. Di warung tersebut, pemilik warung mengatakan Ulum memang minta air hangat dan dibuatkan makanan. “Memang sebelum meninggal ke sini. Minta dibuatkan makan,” ujar Hendrik, pemilik warung. Namun, Ulum tidak sempat makan. Sejumlah warga yang juga nongkrong di warung tersebut menerangkan bahwa Ulum mengalami kejang-kejang. “Tidak sempat makan, dia (Ulum, Red) mengeluh sakit, lalu dinai-

kkan becak kembali ke tempat kerjanya (Icon Computer),” terang Samsul, salah seorang warga yang sejak pagi ada di warung tersebut. Setibanya di Icon Computer, Ulum dinaikkan di lantai II. Namun beberapa saat setelah itu, Ulum menghembuskan napas terakhirnya di toko komputer yang beralamat di jalan Gatot Subroto 109 itu. Sejumlah karyawan terhentak ketakutan melihat kondisi tersebut. Pemiliknya pun langsung melkaporkan kejadian ini ke Polsek Sukodono. Petugas yang mendapat laporan langsung melakukan identifikasi. AKP Sudartono, Kapolsek Sukodono mengatakan, proses identifikasi masih diperdalam. Pihaknya juga telah memintai keterangan dari pemilik toko komputer, semua karyawan, dan pemilik warung. “Masih didalami,” terangnya. Hasil sementara diketahui bahwa Ulum memang mengidap penyakit, yang terkadang kambuh sewaktu-waktu. Mengenai tanda-tanda kekerasan ataupun tindak kriminalitas lain masih belum bisa disimpulkan. (fid/wnp/jpnn/aif)

HAFID/RADAR JEMBER/JPNN

DIIDENTIFIKASI: Polisi memasang police line di toko komputer tempat meninggalnya Fathul Ulum.

Kegigihan Abdullah Naik Haji dari Hasil Ngayuh Becak

Saya Jadi Tukang Becak Semenjak Lulus SD Bila ada niat dan panggilan untuk menunaikan ibadah haji, siapapun pasti bisa menuju tanah suci Makkah. Inipula yang dialami Abdullah, warga Klanceng Desa/Kecamatan Ajung. Berkat kerja kerasnya menabung dan menyisihkan rezekinya dari mengayuh becak, tahun ini dia akan menunaikan ibadah haji. RULLY EFENDI, Jember TIDAK sulit mencari nama pengayuh becak yang biasa dipanggil Pak Dul tersebut. Meski nama sebenarnya adalah Abdullah, namun pria berusia 57 tahun ini cukup populer di lingkungannya. Apalagi, pengayuh becak yang biasa mangkal di sekitar Pasar Mangli itu, semakin terkenal karena hendak menunaikan ibadah haji, dalam beberapa waktu mendatang.

Meski demikian, ternyata tidak mudah mendatangi rumah pria berjanggut tersebut. Apalagi, rumah duda beranak dua itu, ada di perkampungan di ujung belakang lingkungan Klanceng Desa/Kecamatan Ajung. Apalagi, di sekitar rumahnya terdapat gudang rongsokan, yang semakin membuat samar rumah yang ada di RTI/RWI itu. Para pengendara motor pun, harus menuntun motornya dengan mesin yang harus dimatikan, jika hendak ke rumah pria yang gemar membaca Al Quran tersebut. Apalagi jika memakai mobil, harus memaksa kendaraannya di parkir di tepi jalan raya, tidak jauh dari gang itu. Ini mengingat, akses menuju rumah calon jamaah haji itu, harus melewati gang kecil seukuran satu meter. “Itu rumahnya Pak Dul. Rumah yang di depannya ada becak tua,” ujar salah seorang tetangga, yang berusaha menunjukkan rumah kakek yang dikarunia tiga cucu itu. Setiba di rumah bernomor 34 ini, Abdullah yang saat itu mengenakan songkok berwarna

RADAR JEMBER/JPNN

RAJIN MENABUNG: Abdullah merasakan kebahagiaan karena niatnya untuk berhaji kesampaian tahun ini

putih kusam, menyapa wartawan Koran ini dengan senyuman. “Iya saya sendiri Pak Abdullah, silahkan masuk,” sapanya lalu mempersilahkan masuk rumahnya. Diawali dengan kisah hidupnya menjadi anak orang tidak mampu, Abdullah menuturkan kisah hidupnya dengan hangat. Bahkan, anak kedua dari empat bersaudara itu, tidak

menunjukkan rasa mindernya, meski harus berkomunikasi dengan orang baru, yang datang ke rumahnya. “Saya jadi tukang becak semenjak lulus SD. Meski terpaksa, saya selalu mensyukuri pekerjaan ini,” tuturnya. Sekitar 42 tahun silam, Abdullah sudah memulai mengayuh becaknya untuk menghidupi keluarganya. Meski dengan becak hasil sewaan,

Abdullah tetap melakukan aktivitasnya dengan semangat. Bahkan sejak itu, Abdullah yang masih remaja, sudah mulai mengartikan pekerjaannya yang begitu berat itu, bagian dari sebuah ibadah. Banyak orang menilai, pekerjaan menjadi penarik becak tidak akan mampu mengubah nasibnya, menjadi orang yang berkecukupan dalam materi. Apalagi, bisa memberangkatkan dirinya menjadi seorang jamaah haji ke tanah suci. “Meski kata orang, tukang becak tidak boleh bermimpi. Tapi sejak saya pertama menjadi tukang becak, saya yakin nanti bisa menjadi seorang haji,” ujarnya dengan tersenyum. Dari sejak itulah, keinginan besar Abdullah mulai tumbuh dan berusaha dipupuk, meski sangat berat dijalaninya. Apalagi, dia harus membiayai hidup istri dan kedua anaknya. “Saya tidak hanya boleh bermimpi saja. Tapi saya harus usaha dengan kerja keras dan hasilnya saya tabung sedikit-demi sedikit,” ungkapnya. Bahkan katanya, dia juga sempat

menabung uang sejumlah Rp 10 ribu ke bank tidak jauh dari rumahnya. Usaha dan keinginan Abdullah tidak selamanya berjalan mulus. Berbagai rintangan pernah menghampirinya. “Dulu uang tabungan saya sudah cukup buat melunasi haji. Tapi karena anak mau nikah, saya ambil uang itu untuk biaya anak,” ujarnya. Belum lagi kebijakan pemerintah Arab Saudi yang memangkas sekitar 30 persen calon jamaah haji, yang hampir membuat dirinya gagal berangkat di tahun ini. “Yang membuat hati ini waswas, saat ada pemotongan jumlah calon jamaah haji. Tapi saya hanya pasrah dengan banyak berdoa dan salat malam,” tuturnya. Bahkan diakuinya, setiap pagi sebelum dia berangkat mangkal becak, dia harus melakukan salat dhuha terlebih dahulu. Namun, semangat yang dimiliki anak dari tukang pijat ini, selalu dia prioritaskan untuk menjadi seorang haji yang mabrur. Apalagi, ketika dia harus menengok perjuangan ibundanya, yang gigih berusaha menjadi seorang hajah. Meski ibundanya hanya seorang tukang pijat bayi. (*/wnp/jpnn/aif)


34

Selasa 24 September 2013

Dispora Usul Lampu Penerangan Stadion BANYUWANGI - Perencanaan jangka panjang mulai dilakukan Pemkab Banyuwangi dalam menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) edisi kelima mendatang. Demi mendukung agenda multieven tersebut, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mulai memetakan target pembangunan infrastruktur. Salah satu yang diperhatikan Dispora adalah lampu di Stadion Diponegoro. Dengan alokasi awal sebesar Rp 4 miliar, stadion itu diharapkan bisa menjadi pendukung venue utama Stadion Utama Banyuwangi di kawasan GOR Tawang Alun. Rencana penambahan lampu stadion itu disampaikan Plt. Kepala Dispora Banyuwangi Ahmad Khairullah. Di ruang kerjanya kemarin (23/9), dia menuturkan lampu akan dipasang mulai tahun depan. “Kita akan usulkan dalam RAPBD 2014. Total usul awal Rp 4 miliar. itu akan digunakan

memasang fasilitas itu,” bebernya. Lalu, bagaimana bila anggaran itu tidak genap? Saat ini Khairullah masih melakukan kalkulasi anggaran lampu tersebut. Anggaran yang dibutuh-

kan diperkirakan Rp 4 miliar. Bila nanti kurang, bisa diusulkan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Pemasangan lampu di Stadion Diponegoro merupakan bagian dari persiapan Banyu-

wangi menjadi tuan rumah Porprov 2015. Selain lampu, dalam APBD 2013, pemkab juga sudah mengalokasikan dana pembangunan tribun sisi selatan stadion senilai Rp 14 miliar. (nic/c1/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Toyota Avanza G09 (Hitam) 135 & 1300.08

Muscablub KONI Digelar 27 September

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

PESERTA MUSCABLUB: Sepak takraw merupakan salah satu cabang olahraga tradisional di bawah naungan KONI Banyuwangi.

LPI Tingkat Jatim Diputar Oktober BANYUWANGI - Jawara Liga Pendidikan Indonesia (LPI) regional Banyuwangi edisi 2013, SMAN 1 Rogojampi dan SMP 1 Srono, sepertinya harus mulai bersiap diri. Sebab, even serupa tingkat provinsi dalam waktu dekat akan diputar. Dijadwalkan, agenda tersebut mulai dilaksanakan awal Oktober mendatang. Diperkirakan, LPI regional Jawa Timur akan diputar 6 hingga 15 Oktober. Sidoarjo akan menjadi venue kompetisi sepak bola antar pelajar se-Jawa Timur tersebut. “Awal Oktober nanti LPI Jawa Timur akan digelar,” beber Ahmad Khairul, Plt kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.

Sekadar diketahui, prestasi wakil Banyuwangi di pentas LPI lumayan bagus. Di edisi 2012 lalu, SMA 1 Rogojampi mampu menembus babak grand final. Sayang, tim asuhan Nursamsi itu gagal meraih mahkota juara dan hanya mampu berdiri di posisi kedua alias runner up. Di LPI Jawa Timur tahun ini, Khairullah berharap wakil Banyuwangi bisa meraih prestasi lebih baik lagi; tidak hanya di kategori SMA yang diwakili SMA 1 Rogojampi, tapi juga di kategori SMP yang diwakili SMP 1 Srono. Mereka diharapkan bisa tampil maksimal di ajang tersebut. (nic/c1/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI - Persiapan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) KONI Banyuwangi terus dimatangkan. Usai membentuk panitia, berbagai persiapan lain terkait agenda kocok pilih pemegang tongkat komando di tubuh KONI mendatang itu telah dilakukan. Sesuai jadwal yang disepakati panitia pelaksana Muscablub KONI Banyuwangi, pemilihan ketua KONI periode 2013-2017 akan digelar 27 September. “Rencananya, kegiatan tertinggi dalam pengambilan keputusan di KONI itu akan dilaksanakan di Hotel Ikhtiar Surya pukul 13.00,” ujar ketua panitia muscablub, Muchsin. Menyangkut persiapan, kata Muchsin, segala sesuatu yang diperlukan sudah dipersiapkan. Undangan peserta juga sudah mulai disebar kemarin (23/9). Diharapkan, agenda tersebut berjalan lancar dan sesuai tujuan. Sekadar diketahui, muscablub menjadi kebutuhan KONI saat ini. itu disebabkan ketua umum sebelumnya, Yusuf Widyatmoko, yang juga Wakil Bupati Banyuwangi menyatakan mundur dari jabatannya. (nic/c1/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Rumah & Tanah •

• Kebun Gintangan •

• Tanah Kapling Dadapan •

• Innova ‘04 •

• Tes Drive Nissan •

Jual Rmh L 1485M2 Dpn Bank Rani-Rgj dan Tnh L 9600m2 Kebalen, L 23500m2 Pancoran,L 1150m2 Mendut, L 5000m2 Meneng, L 10650m2 Utara Meneng, L 7000m2 Dpn SG Hub 081703130988

Jual kebun di Gintangan RGJ L 3,3 Ha harga Rp 30 rb/m pas (murah sekali siapa cepat dapat hub 081333678910

Dijual tanah kapling (SHM) 1040M ada bangunan rumh lok.Secawan Dadapanbwi, hub 08123669969, 085335115873

Djl Innova 2004 G Solar Silver,170 jt ngo csh &krdt tkr tbh 082142194111/081335897888

• Jl. Yos Sudarso •

SITUBONDO

Test Drive Nissan showroom Nissan Banyuwangi tgl 21-21 Sept. Dptkn spesial price, bonus,G-Prize 2 Nissan All New Grand Livina slama bln Sept. Jl. S.Parman 147 Bwi buka tiap hari 0333-4460222

• Rumah Kos •

Djl Cpt tnh Jl. Yos Sudarso no 5-9 Bwi SHM LT. 1082 m2 HUB : 081330053988

Djl rmh kos LT1100 m bntk paviliun, 10 KT(kmr mnd dlm,tv,almari,springbed,AC)Mushola,R.Tamu,prkr luassbgndiswtower.Jl.IkanLayurSobo08123217389

• Jl. Anggrek • Dijual tnah Jl.Anggrek Gg 1 RT 1/04 Stb Luas 180 m2 hub 081336751668

• Dikontrakkan •

• G. Vitara ‘07 & H. City ‘07 • Djl G.Vitara 2007 samsat baru, Honda New City 2007 Silver stone. H. 081558101028.

• Promo Daihatsu Ayla •

Dikntrakn rmh nyaman 2 lnt 200LT, 200LB 4kt 3 km 20jt Jl Let. Sulaiman IIi/37 Sobo, Bwangi. Hub. Bagus 08123475668

BANYUWANGI

PEMBERITAHUAN

Djl rumh utk Ruko SHM L365m2 PLN 1300 Jl. PB.Sudirman. H:081336596124 Hrg Nego

• Rumah untuk Ruko • Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhatihati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

• Open Indent Avanza • OpenIndentAvanzaDPmin/prsaman&cpt/krdbs 5th/%ringan.Toni081336236483/081938221499

SITUBONDO • Visa/Master Card •

• STNK •

Hrg 110 juta nego cash & credit Hub Erwin 082142194111

• Nissan Xtrail ‘05 •

• Toyota Avanza ‘08 •

• Kijang Innova ‘08 •

Dijual Nissan Xtrail 2.5 ST AT tahun 2005 abu-abu metalik, harga 135 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.5 SF60 2RM (S) GMSFJJ tahun 2008 hitam metalik, harga 125 juta nego brg istimw, bisa cash /kredit, hub: (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang Innova VXS43 QS tahun 2008 hitam metalik, (solar) harga 215 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Daihatsu Xenia ‘10 •

• Isuzu Panther ‘07 •

• Toyota Avanza ‘11 •

Dijual Daihatsu Xenia F600RV-GMDFJJ (LI) tahun 2010 hitam metalik, harga 111 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Isuzu Panther TBR 54F Turbo tahun 2007 silver hrg 131,5 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3G th 2011, merah maroon metalic, hrg 150jt nego, brg istimewa, km 38000, jarang pakai, tangan pertama mulai baru. Hub 085236430269

Sgr miliki Daihatsu Ayla mli 80 jt-an, All New Terios AirBag mli 170 jt. Hub: HADI 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

Tarik Tunai & Pelunasan Visa/Master Card 0856 4529 7777 Situbondo

BANYUWANGI

• Yaris Type E • DjlYaris tpe E Manual mrah, 135 jt ngo cash&/ crdt, tkar tmbh 082142194111/081335897888

• Prima Mobil • PU T120SS, PU G.max, PUL300,PU futura, Xenia'06'011, Avanza '06'08'09, Espass'95'96'07, stw Futura'03, Kjg Krista'03, Inova dsl'08'12, Inova bnsn'08, Spark, Grandis'09, Merzy ne320'96, Escudo'98,Rush'08.H.0333-411655hp0811301676

Hlg STNK P 8574 VO, an. Iva Nila Sari, Purwosari 01/07 Benculuk, Cluring,Bwi Hilang STNK N 4875 GA, an. Maskur, Klatak Asri Blok G-3, Banyuwangi Hlg STNK P 6017 ZL, an. Martija, Pinggir papas RT05/02 Sidowangi, Wongsorejo

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK P5812EW, an. Wisnu Ugi W. Dsn Kalak RT01/02 Kalimas Besuki


BERITA UTAMA

Selasa 24 September 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Diduga Buangan dari Daerah Lain n ANJING... Sambungan dari Hal 25

Ada pula anak kambing yang patah kaki karena dikejar-kejar anjing liar. “Saya sudah menurunkan tim untuk melacak anjing liar itu. Hasilnya, anjing liar tersebut diduga buangan dari dae rah lain,” ungkap Plt Camat Licin, Muhammad Lutfi. Di Kecamatan Licin, kata Lutfi, belum pernah ada anjing liar yang sampai

menyerang ternak warga. Menurutnya, memang tidak jarang anjing liar dibuang oleh pihak-pihak tertentu di daerah sepi, masuk Desa Segobang. Kemudian, anjing-anjing liar itu menyebar ke beberapa desa di sekitarnya. Demi meredam keresahan warga, Camat Lutfi mengaku sudah menugaskan aparat agar melakukan antisipasi dan tindakan. Tindakan yang sudah dilakukan, kata dia, memburu anjing liar itu kemudian

di tembak. Be berapa anjing sudah berhasil ditembak mati. Namun, masih ada beberapa anjing liar yang masih berkeliaran dan memangsa ternak warga. Ti m p e m e r i nt a h k e c a mat a n ju ga tengah memantau pembuang anjing liar tersebut. Hingga kemarin (23/9) belum diketahui secara jelas siapa pembuang anjing liar itu. Seluruh warga Licin sudah diserukan agar mem buru anjing liar tersebut. (afi/c1/bay)

Cakades Bayar Rp 28 Juta n HEARING... Sambungan dari Hal 25

Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pe duli Wongsorejo (AMPW) itu diterima komisi 1 di ruang khusus DPRD Banyuwangi. Dalam hearing tersebut, mereka melaporkan dugaan ke cu rangan pilkades. Koordinator AMPW, Buhari, kepada anggota komisi 1 dan kepala bagian (kabag) Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, Anacleto Da Silva menyebut, penghitungan suara dilakukan tanpa disaksikan oleh saksi. “Penghitungan suara tanpa ada saksi,” cetus Buhari. AMPW juga menyampaikan, panitia pilkades dianggap tidak tegas dalam melaksanakan tugas. Saat istirahat, jelas dia, ternyata masih ada yang melakukan pencoblosan. “DPT (daf-

tar pemilih tetap) tidak sesuai surat suara,” katanya. Menanggapi temuan AMPW itu, sekretaris Komisi 1 DPRD Ba nyuwangi, Eko Susilo Nur Hidayat, yang memimpin hearing itu menanyakan saksi da lam coblosan. Anehnya, saksi dari cakades ada yang tidak ha dir dalam hearing tersebut. “Kita ingin hearing ini lengkap, ter masuk saksi dari cakades,” ujar Eko sambil menutup hearing. Sementara itu, saat komisi 1 menggelar hearing dengan AMPW, ratusan warga Desa Kumendung telah menunggu di luar ruangan. Selama berada di gedung DPRD, warga membentangkan poster terkait kecurangan pilkades di desanya. Di antara poster yang diusung warga itu bertulisan, “Pilkades Tidak Sah; Tatib Tidak Enak; Stop Pelantikan; Lo! di Lapas

Nyoblos; Panitia dan BPD Tanggung Jawab Mana?; Di Luar Negeri Nyoblos; dan Aku di Kalimantan Nyoblos”. “Orangnya tidak ada, tapi bisa nyoblos,” teriak salah satu warga. Warga dari Desa Kumendung yang datang ke DPRD itu juga diundang komisi 1 untuk hearing terkait sengketa pilkades di desanya. “Ini hearing kok seperti demo saja. Yang datang banyak,” sindir Ketua Komisi 1 DPRD, H. Abdurrahman. Saat diterima anggota DPRD, juru bicara warga Kumendung, Sumaji, membeber sejumlah kecurangan yang terjadi dalam pilkades di desanya. Dia menyebut, banyak yang tercatat mencoblos padahal mereka tidak ada. “Ada orang yang di luar negeri, di lapas, dan di luar kota, ternyata masih bisa nyoblos,” katanya. Sumaji menyebut, dalam pil-

kades itu tidak ada tata tertib (tatib) yang jelas. Bahkan, dalam pilkades itu tidak ada tatib sama sekali. “Untuk ikut dalam pilkades, setiap calon harus membayar Rp 28 juta lebih. Ini sangat mahal bagi pensiunan guru,” kata suami cakades Nurweni. Sayang, hearing tersebut terpaksa juga tidak dilanjutkan karena dalam pertemuan ini panitia pilkades dan BPD Desa Kumendung tidak hadir. “Biar tidak seperti kendang ditabuh sebelah, hearing tidak bisa dilanjutkan,” pinta anggota komisi 1, Sukarno. Permintaan tersebut ternyata disepakati semua peserta hearing. Meski ada yang kecewa, hearing itu akhirnya ditunda. “Karena panitia pilkades dan BPD tidak hadir, maka hearing ditunda,” sebut Eko Susilo Nur Hidayat yang memimpin hearing. (abi/c1/bay)

Pelantikan oleh Bupati atau Wabup n PEMKAB... Sambungan dari Hal 25

Dalam hearing tersebut, Da Silva menolak berdebat mengenai hasil pilkades yang digelar 20 April 2013 lalu dan pelantikan cakades terpilih 16 Agustus 2013 lalu. “Bagi pemkab, Nur Hariri itu sudah sah menjadi kepala Desa Banjar,” tegas pejabat yang akrab disapa Leto itu. Dia menolak menanggapi keberatan para cakades terkait hasil pilkades dan pelantikan itu. Bila memang tidak terima, mereka diminta menggugat melalui PTUN di Surabaya. “Kalau masih tidak terima, silakan menempuh melalui PTUN di Surabaya. Pemkab siap menghadapinya,” tegas Leto. Pernyataan Leto itu disampaikan saat menanggapi protes

para cakades yang kalah di Desa Banjar. “Dalam aturan sudah jelas, yang berhak melantik kepala desa hanya Bupati Banyuwangi. Tapi kepala Desa Banjar yang melantik wakil bupati. Ini jelas tidak sah,” cetus cakades Ali Taufiq. Cakades lain, Arifin menyebut, pilkades di desanya menyisakan persoalan yang belum tuntas. Kesalahan penghitungan di tempat pemungutan suara (TPS) 1 dan diakui para KPPS, ternyata tidak dituntaskan. “Saya sudah menyampaikan keberatan hasil pilkades ini, tapi tidak ditanggapi,” kata Arifin. Arifin mengaku tidak mempersoalkan kekalahannya dalam pilkades yang digelar 20 April 2013 lalu. Dirinya hanya ingin mencari keadilan terkait

dugaan kesalahan dalam pilkades di desanya itu. “BPD sudah melakukan verifikasi dan menemukan kesalahan di TPS 1, tapi hasilnya mana,” ujarnya. Cakades Banjar lain, Ainur Rofiq mengatakan, panitia dianggap tidak tegas dalam melaksanakan pilkades. Larangan se mua cakades bersama tim suksesnya menggunakan seragam khusus, ternyata tidak dilaksanakan. “Ada cakades mencoblos saat istirahat,” sebutnya. Menanggapi protes para cakades itu, ketua panitia Pilkades Banjar, Agus Hariyanto, mengaku sudah bekerja secara maksimal. Semua yang dilakukan sudah sesuai aturan dalam peraturan daerah (perda) dan aturan lain. “Kami sudah sangat berhati-hati dalam melaksanakan pilkades,”

tutur Agus. Ketua BPD Banjar, Abdul Halim, mengaku sudah menerima keberatan hasil pilkades dari para cakades. Keberatan itu juga sudah disampaikan kepada Pemkab Banyuwangi melalui Camat Licin. “Hasil klarifikasi yang kita lakukan, me mang ada kesalahan di TPS 1 dalam hitungan pilkades,” katanya. Hasil klarifikasi ini, jelas Halim, juga sudah disampaikan kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Tetapi, sampai saat ini belum ada tim dari kabupaten yang menanggapi la poran itu. “BPD memang mengajukan permohonan pelantikan kepada bupati. Tetapi, dalam surat kita sampaikan masih ada masalah hasil pilkades,” jelasnya. (abi/c1/bay)

BPD Salut dengan Sikap Janoko n INCUMBENT... Sambungan dari Hal 27

Dalam acara itu, dia berjabat tangan dengan Sahuni, pesaingnya yang dinyatakan menang. Tanpa dikomando, ra tu san warga bertepuk tangan saat melihat kedua cakades tersebut berpelukan. Forpimka Si ngojuruh yang hadir juga tampak senang melihat kedua calon tersebut berpelukan. Sikap yang ditunjukkan Janoko tidak menunjukkan bahwa dia kalah. Dia yang waktu itu

mengenakan jas warna merah tetap mengumbar senyum di hadapan masyarakat yang memadati acara tersebut. Dalam sambutannya, Janoko mengaku menerima hasil pilkades tersebut. Sebab, suara da lam pilkades merupakan amanat rakyat. ‘’Saya menerima dengan baik tentang hasil pilkades ini,” ungkapnya yang sontak mendapatkan aplaus dari masyarakat. Sejak awal dirinya sudah menyatakan siap kalah. Oleh karena itu, sudah seharusnya hal

tersebut ditaati. ‘’Jika selama ini pelayanan saya dan staf ada yang kurang, saya menyampaikan permohonan maaf setulus-tulusnya. Semoga Pak Sahuni bisa melanjutkan dengan lebih baik,” tuturnya. Dia menginstruksikan pendukungnya agar menerima hasil pilkades tersebut. Sebab, hal itu sudah menjadi kewajiban bersama demi mewujudkan desa yang kondusif. ‘’Alhamdulillah, pilkades berjalan damai,” tandasnya. Wakil Ketua BPD setempat, Bu-

wari, mengaku salut dengan apa yang ditunjukkan para kandidat. Menurut dia, sikap tersebut layak dijadikan contoh desa lain. ‘’Hal ini yang menjadi harapan kita bersama,’’ tuturnya. Camat Singojuruh, Nanik Machrufi, yang hadir dalam acara itu mengungkapkan bahwa semua pilkades di wilayah Singojuruh berjalan lancar dan kondusif. Ikrar damai para cakades yang digelar jelang pilkades terbukti berhasil. ‘’Ini kebahagiaan kita bersama,’’ tandasnya. (ton/c1/aif)

Ambulans Tiba Bikin Histeris Keluarga n BERANGKAT... Sambungan dari Hal 25

Jenazah korban satu ini dipulangkan berbarengan dengan jenazah TKI asal Kalisat, Jember, yaitu Surahman. Suasana duka jelas terlihat saat jenazah korban tewas tersebut tiba di rumah duka. Kedatangan ambulans yang mengangkut jenazah dari Bandara Juanda, Surabaya, disambut histeris para keluarga. Para tetangga merasa prihatin atas peristiwa yang merenggut nyawa para korban tersebut. Beberapa jam sebelum ambulans datang, keluarga dan tetangga sudah menunggu jenazah para pahlawan devisa yang gugur dalam kecelakaan lalu lintas di Serawak itu. Banyak warga sekitar yang rela tidak tidur untuk menanti kedatangan mobil ambulans yang berangkat dari Surabaya Sabtu sore itu. Hawa dingin yang menembus tulang malam itu tidak digubris oleh mereka. Mereka berkumpul di beberapa titik. Sejak Sabtu malam, banyak warga yang menunggu di pertigaan

jalur poros Banyuwangi-Jember. Sebab, rumah korban cukup jauh dari jalan poros. Sebagian lagi memilih menunggu dengan ce mas di kediaman rumah duka. Para warga itu masih kerap menceritakan insiden yang merenggut nyawa para tetangga mereka itu. Yang membuat warga semakin trenyuh adalah para korban yang meninggal dunia itu punya hubungan keluarga. Tentu musibah tersebut membuat pihak keluarga ter pukul. ‘’Tiga orang yang meninggal masih sepupu,” ujar Muhamad Musa, usai memimpin salat jenazah dua korban di masjid setempat Minggu dini hari lalu. Musa mengungkapkan, para korban bekerja di salah satu perusahaan konstruksi. Nah, sepulang bekerja, kendaraan yang ditumpangi mereka mengalami kecelakaan. Mobil minibus berpenumpang belasan pekerja itu menabrak bangkai trailer yang terbakar di badan jalan sehari sebelumnya. ‘’Ini sudah takdir,’’ terangnya dengan wajah sedih. Para korban nekat kembali ke luar negeri demi memenuhi kebutuhan ekonomi ke-

luarga. Sebelumnya, mereka bekerja di Malaysia sebagai buruh di perkebunan. ‘’Niatnya baik, yaitu ingin lebih berkecukupan, tapi Tuhan berkehendak lain,’’ paparnya. Yang membuat trenyuh lagi, para korban yang meninggal dunia itu ke Malaysia bersama istri. Namun, saat kejadian, istri mereka tidak ikut dalam rombongan. ‘’Istri mereka pulang mendampingi jenazah suami masing-masing,” kata Sukadi, 65, mertua Muhamad Rofik, dini hari itu. Meski begitu, Sukadi mengaku tidak mengetahui secara pasti menantu dan putrinya itu bekerja di mana. Dia hanya tahu, keduanya ingin memperbaiki hidup lebih baik dengan cara bekerja di Malaysia. ‘’Menantu dan anak saya belum genap setahun bekerja di sana,’’ paparnya. Duka juga menyelimuti keluarga Zainal Abidin. Dia bekerja di Malaysia juga bersama istri tercintanya. Pasutri itu memiliki putra yang masih berusia empat tahun. Dengan meninggalnya Zainal Abidin, praktis anak semata wayang itu menjadi tanggung jawab sang istri. (c1/bay)

Bubar Sekitar Pukul 09.00 n DEMO... Sambungan dari Hal 25

Dalam demo tunggal tersebut, Romy juga menggelar aksi bungkam. Di dahinya ada tulisan “Masyarakat”. Itu sebagai simbol bahwa masyarakat banyak yang akan menjadi korban bila penambangan emas itu tetap dilaksanakan. “Penambangan emas hanya akan merusak lingkungan,” ujarnya. Selama aksi diam yang dila kukan Romy itu, sejumlah Pengurus Cabang (PC) PMII Banyuwangi menyebarkan selebaran kepada para pengendara yang melintas di Jalan A. Yani. Di selebaran itu, PMII meminta

Bupati Banyuwangi mencabut izin usaha penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu. “Penambangan emas le bih banyak mudhorot-nya dibandingkan manfaatnya,” cetus Ketua PMII Banyuwangi, Bibit Ari Kuswanto. Di selebaran itu, para aktivis PMII Banyuwangi juga me minta Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI tidak mengeluarkan izin eksploitasi penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu. “Kami menuntut Undang-Undang (UU) Perlindungan, Lingkungan Hidup, dan Pertambangan Mineral dan Batu Bara dimaksimalkan,” katanya. Aksi yang dilakukan para

mahasiswa itu sebenarnya sudah dilarang anggota Satpol PP yang bertugas di Pemkab Banyuwangi. Tetapi, sejumlah ma hasiswa itu tetap nekat. Para mahasiswa sempat adu mulut dengan sejumlah anggota Satpol PP yang akan membubarkan aksi tersebut. Demo itu baru bubar pukul 09.00. Saat itu Kepala Bidang (kabid) Kewaspadaan Pencegahan dan Penanganan Konflik pada Bakesbangpol Banyuwangi, Agus Mulyono, didampingi anggota Satpol PP memaksa mahasiswa yang demo itu bubar. “Kantor pem kab tidak pantas dibuat seperti ini (protes),” ujar Agus Mulyono. (abi/c1/bay)

Hasil Pilkades Sudah Final n TIGA... Sambungan dari Hal 27

Jika ada TPS yang dipindah, maka para calon seharusnya diberi tahu sebelumnya. Sebab, mendapatkan informasi adalah hak para calon. ‘’Selain itu, ada pengoplosan saksi. Misalnya, saksi di TPS A dipindah ke TPS B. itu jelas pelanggaran,” tegasnya. Menurut para calon yang kalah, 6 TPS tersebut ilegal. Karena itu, mereka mendesak pilkades di 6 TPS tersebut digelar ulang. ‘’Pilkades tidak sah,’’ cetusnya. Para calon juga belum meneken berita acara hasil pemungutan suara. ‘’Sampai sekarang, kami semua belum tanda tangan,” kata Sajito.

Dia menambahkan, masyarakat yang hanya memiliki kartu tanda penduduk (KTP) dipersulit menyalurkan hak pilihnya. Padahal, sudah jelas bahwa hanya dengan KTP juga bisa melakukan pencoblosan. ‘’Mau coblos saja dipersulit, harus minta surat keterangan dari desa,’’ keluhnya. Atas temuan itu, dia sudah melayangkan surat keberatan kepada BPD setempat pada 10 September. Namun, hingga kini para calon belum mendapatkan jawaban pasti. ‘’Sampai sekarang belum ada ja waban. Kita mengadu ke bupati,’’ terangnya. Camat Srono, Nafiul Huda, mengungkapkan bahwa secara substansi pilkades yang digelar di Desa Kebaman sudah ber-

jalan lancar tanpa masalah. ‘’BPD sudah mengirim surat jawaban bahwa pilkades sudah sesuai peraturan dan tata tertib,” ujarnya saat ditemui di kantornya kemarin. Karena itu, hasil pilkades tersebut dianggap sudah final. Calon yang menang, yaitu Adi Sucipto, akan segera dilantik. ‘’Kita tunggu pelantikan. Surat penetapan sudah dikirim kepada bupati,” terangnya. Dia sudah mengetahui secara detail keberatan tiga cakades yang kalah. Bahkan, tiga cakades tersebut sudah memberi kuasa kepada lawyer. ‘’Pengacara mereka baru saja ke sini. Tapi, pilkades sudah berjalan sesuai prosedur,” pungkasnya. (ton/c1/aif)

Beroperasi Sampai Karang Ente n SATU... Sambungan dari Hal 27

Dia menyebut, para nelayan Muncar kerap beroperasi di daerah Karang Ente. Perjalanan yang ditempuh dari pelabuhan Muncar menuju Karang Ente

sekitar 10 jam. ‘’Ikan masih banyak di Karang Ente,’’ paparnya. Menurut Umar, satu selerek mam pu menampung 30 ton ikan. Selerek dengan 4 hingga 6 unit mesin diesel mampu mengangkut 30 ton ikan. ‘’Kemarin ada yang sampai dapat segitu,”

kata Umar. Kemudahan nelayan mendapatkan hasil laut di Pantai Muncar tidak lepas dari kondisi geografis Muncar. Kuatnya arus Selat Bali menyebabkan ikan terseret ke perairan paling timur Pulau Jawa tersebut. (ton/c1/aif)

Mengaku Baru Pertama Mencuri, Tepergok Pembantu n IBU MUDA... Sambungan dari Hal 36

Tidak disangka, kesempatan itu dimanfaatkan Vera dan RZ me lancarkan aksi jahatnya. Kemudian, Vera masuk ke kamar rumah korban dan RZ mengawasi di luar rumah. Di saat situasi dianggap aman, Vera mengambil sebuah dompet berisi uang tunai dan beberapa surat penting. Vera juga mengambil sebuah cincin emas milik korban. Beruntung, saat hendak kabur, pembantu rumah korban, Putri, memergoki Vera. Putri ak-

hirnya berteriak maling hingga beberapa tetangga di dekat rumah korban datang. Vera pun langsung ditangkap puluhan warga. Sementara itu, RZ berhasil ka bur. Konon, Vera dan RZ merupakan teman lama yang kenal melalui Facebook. “Saya kenal dia di Facebook,” kata Vera kepada polisi. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, selama digelandang ke Mapolres Situbondo, ibu muda itu terus-terusan menangis. Hal itu menyebabkan pemeriksaan identitasnya berlangsung lama. “Cuma sekali (mencuri), Pak,” akunya.

Saat pemeriksaan Vera berlangsung, salah seorang warga yang tak jauh dari kediaman Idayati bernama Fira mendatangi kantor kepolisian. “Dia juga masuk ke rumah saya. Ratusan ribu uang saya hilang. Saya mau bersaksi,” kata Fira di ruang SPKT Mapolres Situbondo. Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi menga ku, pihaknya langsung melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian tersebut. “Tertangkap basah masuk ke kamar rumah warga. Saat ini masih diperiksa,” tegas Wahyudi. (rri/c1/als)

Laporan Harus Sertakan Saksi n TIDAK... Sambungan dari Hal 36

Komisi I diharapkan akan men jadi pengontrol kinerja Tim Fasilitator. Sebab, Tim Fasilitator bisa saja bingung atas kewenangan yang dimiliki. Sebab, dalam perda tidak diatur secara jelas. “Jadi, ini bukan masalah menang atau kalah. Warga hanya mencari keadilan. Kalau kemenangan diperoleh dengan cara jujur tanpa tipu muslihat, saya kira siapa pun akan menerima. Tetapi, tidak demikian jika sebaliknya,” tandas Suharto Binar, kepala Desa Sumberanyar, yang telah menjabat dua periode. Khairul Anwar, kuasa hukum salah satu cakades meng ungkapkan, dalam perda

me mang tidak diamanatkan Tim Fasilitasi harus melakukan intensifikasi atas dugaan pelanggaran pilkades. Meski demikian, bukan berarti Tim Fasilitator salah jika melakukan itu. “Apalagi, dalam perda itu diamanatkan, informasi yang diperoleh harus komprehensif dan hasilnya dipublikasikan. Kami akan legowo jika memang tidak ditemukan bukti kecurangan. Jadi, sekali lagi ini bukan persoalan puas ataukah tidak puas, kalah ataukah menang. Ini proses pembelajaran politik bagi masyarakat. Ini harus dihargai dengan baik,” tandas Anwar. Hal yang sama disampaikan Ab durahman Shaleh, kuasa hukum 110 warga Dusun Alunalun, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, yang tidak bisa me-

nyalurkan hak pilihnya karena kartu suaranya diminta sang kepala dusun yang juga menjabat sebagai panitia. Dia mengaku sudah melaporkan panitia pilkades Jatisari itu kepada Tim Fasilitator sebagaimana amanat undang-undang dan perda. Namun, ternyata hingga detik ini saksi-saksi yang dise butkan dalam laporan itu ti dak pernah dipanggil. Yang dipanggil hanya panitia, itu pun sebatas klarifikasi. “Padahal, perda mengamanatkan bahwa la poran harus menyertakan saksi. Sudah kita sebut saksinya, tapi sampai sekarang saksi itu be lum diapa-apakan. Lalu, bagaimana kita mempercayai ha sil kerja Tim Fasilitator?” tanyanya. (pri/c1/als)

Penyelesaian Sengketa Diserahkan Kepada Tim Fasilitator n BPD ANGGAP... Sambungan dari Hal 36

“Saya tidak ikut campur. Saya percaya kepada Tim Fasilitator dalam menyelesaikan tudingan tersebut,” kata Subaidi. Dikatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada semua warga karena dalam pilkades

tidak ada gejolak. “Saya berterima kasih kepada panitia dan masyarakat. Pada saat pilkades tidak ada masalah, tapi keesokan harinya ada tudingan demikian,” katanya. Dia berharap warga Desa Sum beranyar terus menjaga keamanan desa. Sebab, setelah ada penyegelan ruang panitia

pilkades, masyarakat banyak yang takut datang ke kantor desa. Kepala Bagian Pemerintahan, Tulus Priatmadji mengatakan, pihaknya masih bekerja dengan Tim Fasilitator untuk menyelesaikan sejumlah kasus usai pilkades. “Saat ini semua ditangani Tim Fasilitator,” kata Tulus beberapa waktu lalu. (rri/c1/als)


36

Senin 23 September 2013

SDT Tersangka Korupsi PNPM Paowan SITUBONDO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo diam-diam melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan (MP) di Desa Paowan, Kecamatan Panarukan. Bahkan, kasusnya kini sudah meningkat ke penyidikan. Bersamaan dengan peningkatan status proses hukum tersebut, lembaga hukum pemerintah yang kini berkantor di Jalan Basuki Rahmat tersebut telah menetapkan seorang tersangka berinisial SDT. Meski demikian, peningkatan status SDT dari saksi menjadi tersangka itu tidak diikuti penahanan tersangka. Kasi Pidsus Kepala Kejari

Situbondo, Mohammad Khozin mengungkapkan, hingga kini penyidik belum memeriksa tersangka. Penyidik masih fokus memeriksa sejumlah pengurus kelompok demi memperjelas aliran dana. “Hingga kini kita sudah memeriksa lebih dari sepuluh saksi. Selanjutnya, kita akan meminta keterangan fasilitator tingkat kecamatan,” imbuh jaksa asal Pulau Madura tersebut. SDT sebagai tersangka sebenarnya sudah dua kali dipanggil. Namun, dia tidak pernah datang dengan alasan berada di luar kota. Tersangka berdomisili di Desa Paowan, Kecamatan Panarukan. Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Banyuwa-

ngi menyebutkan, dana PNPM yang dikelola SDT sekitar Rp 100 juta. Kejaksaan tertarik menyelidiki meski dananya kecil, karena program tersebut terkait langsung dengan masyarakat kecil. “Apalagi, ini laporan dari masyarakat langsung,” kata Khozin. Dana PNPM sebesar Rp 100 juta tersebut merupakan dana bergulir yang tidak bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya. Sejumlah warga yang menjadi anggota kelompok sudah membayar pinjaman dana bergulir tersebut. Anehnya, dana tersebut tak diketahui juntrungnya. “Dana yang dikelola sekitar Rp 100 juta, tapi tidak balik,” ungkap Khozin. (pri/c1/als)

Ormas Berperan Penting Terciptanya Kerukunan Beragama NUR HARIRI/RaBa

Ibu Muda Kepergok Mencuri

SITUBONDO - Vera Cahyani, warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, kepergok pembantu saat mencuri di kamar rumah Idayati, warga Lingkungan Paraaman, Kecamatan Situbondo, Minggu (22/9). Akhirnya, ibu beranak satu itu digelandang ke Mapolres Situbondo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ceritanya, sekitar pukul 17.00, wanita kelahiran Blitar itu bersama temannya berinisial RZ mendatangi

salon milik Idayati di belakang Rutan Situbondo. Sesampai di rumah korban, mereka berpura-pura numpang membasuh wajah. Sang pemilik salon, Idayati, pun mengizinkan. Namun, karena Idayati hendak menghadiri pengajian, dia langsung keluar rumah. “Ibu saya waktu itu mau ke pengajian, dan mereka pura-pura wudu,” kata Edo, putra korban Idayati n  Baca Ibu Muda...Hal 35

PURAPURA WUDU: Vera Cahyani digelandang menuju Mapolres Situbondo Minggu sore (22/9).

Tidak Turun Lapangan, Tim Fasilitator Diprotes SITUBONDO - Sejumlah massa dari Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, dan Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, memprotes cara kerja Tim Fasilitator Pemkab Situbondo yang menangani pengaduan polemik pemilihan kepala desa (pilkades). Mereka dinilai tidak pernah turun ke lapangan. Tim fasilitator dinilai hanya melakukan klarifikasi di belakang meja kepada satu pihak. Sehingga, akurasi data yang dijadikan sebagai pijakan dalam mengambil keputusan patut dipertanyakan. Pernyataan itu disampaikan saat dua massa dari dua desa berbeda itu mengadu ke Komisi I DPRD Kabupaten Situbondo kemarin (23/9). Mereka datang di waktu yang berbeda meski hampir bersamaan n  Baca Tidak...Hal 35

EDY SUPRIYONO/RaBa

ASPIRASI: Perwakilan warga Desa Jatisari mengadu ke Komisi I DPRD kemarin (23/9).

99Pilkades Pilkades Bermasalah Bermasalah DESA/KECAMATAN 1. Taman/Sbrmalang

PERMASALAHAN - Calon terpilih diduga berijazah palsu

TUNTUTAN Calon terpilih dibatalkan

2. Kalianget/Banyuglugur - Panitia diduga tidak netral - Penggelembungan suara - Penghitungan terlalu cepat

Perhitungan ulang

3. Widoropayung/Besuki

- Panitia diduga tidak netral - Politik uang

Cakades terpilih dibatalkan

4. Besuki/Besuki

- Panitia tidak netral - Banyak pemilih bukan warga Besuki - Calon terpilih mengampanyekan hal yang keliru

Pemilihan ulang

5. Sbrtengah/Bungatan

- Penghitungan terlalu cepat

Perhitungan ulang

6. Kukusan/Kendit

- Calon terpilih diduga berijazah palsu - Beda nama calon terpilih di ijazah dengan di surat suara. - Panitia tidak netral

Calon terpilih dibatalkan

7. Wringinanom/P.rukan

- Panitia tidak netral - Ada pemilih memilih dua kali

Calon terpilih dibatalkan

8. Desa Jatisari/Arjasa

- Warga satu dusun tak bisa mencoblos karena kartu suara ditarik oleh Kadus

Pilkades ulang

9. Sumberanyar, B.putih

- Panitia dan camat dinilai tak netral - Banyak pemilih di bawah umur

Pilkades ulang

SUMBER: TIM FASILITATOR PEMKAB

Tunggu Saja Hasil Rumusan SEMENTARA itu, Tim Fasilitator Pilkades Pemkab Situbondo sejak kemarin (23/9) sudah melakukan pertemuan untuk membahas dan mengkaji berbagai pengaduan. Setidaknya, ada sembilan desa yang memasukkan pengaduan ke Pemkab Situbondo (lihat grafis). Kabag Pemerintahan Pemkab Situbondo, Tulus Prijatmadji mengungkapkan, pertemuan pertama tim yang beranggota lembaga lintas sektoral itu baru sebatas pemaparan permasalahan pilkades di sembilan. “Selanjutnya Tim Fasilitator tinggal melakukan perumusan,” terangnya. Tulus membocorkan, salah satu yang dilakukan Tim Fasilitator saat pertemuan adalah mengklasifikasi pengaduan, yakni pengaduan yang masuk ranah pidana dan yang bisa ditangani Tim Fasilitator. “Terkait ijazah palsu, misalnya, kita kan bukan tempatnya. Nanti rekomnya ya seperti itu,” ungkapnya. (pri/c1/als)

BPD Anggap Panitia Bertugas Sesuai Aturan Polemik Pelaksanaan Pilkades Sumberanyar BANYUPUTIH - Dugaan adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pilkades Sumberanyar, Banyuputih, akhirnya diserahkan kepada Tim Fasilitator Kabupaten Situbondo. Pernyataan itu disampaikan langsung Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sumberanyar Junaidi Salat kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (23/9).

Menurut Junaidi, terkait tudingan adanya pelanggaran pilkades yang dilayangkan salah satu kubu cakades, pihaknya sudah menyampaikan hal itu kepada Tim Fasilitator. “Panitia pilkades sudah dimintai keterangan seputar dugaan kecurangan tersebut,” kata Junaidi. Menurutnya, panitia tidak menemukan pelanggaran yang krusial selama pilkades. “Panitia sudah menjalankan tugas sesuai peraturan,” terangnya. Meski begitu, panitia pilkades tetap akan menyelesaikan dugaan tersebut

dengan cara menyerahkan polemik tersebut kepada Tim Fasilitator. “Perbedaan itu tetap ada. Tetapi, kami menyerahkan sepenuhnya kepada Tim Fasilitator untuk memberikan keputusan,” kata Junaidi. Sementara itu, Subaidi, cakades Desa Sumberanyar yang mendapat suara terbanyak mengatakan, pihaknya tidak ikut campur terkait kasus itu. Subaidi mengaku memasrahkan sepenuhnya kepada Tim Fasilitator n  Baca BPD Anggap...Hal 35

PANARUKAN - Bupati Dadang Wigiarto membuka acara sosialisasi kerukunan umat beragama dan wawasan multikultural. Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan bidang keagamaan itu digelar di Aula RM Asri Panarukan kemarin (23/ 9). Tujuan digelarnya acara ini dalam rangka penguatan kerukunan dalam perspektif agama, guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Hadir pada acara tersebut, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Situbondo, KH. Syaiful Islam, Wakil Ketua FKUB, H. Munawar, jajaran dewan penasehat dan pengurus FKUB, yakni KH. Jais Badri Masduki, Habib. H. Mohammad Abu Bakar, PDT Martin, Albertus Rudi Afiyanto, Ignatius Sunaryo, Mamang Ambariyono dan beberapa nara sumber juga ikut hadir. Bupati Dadang Wigiarto dalam sambutannya berharap, lewat forum semacam ini, diharapkan mampu menjadi media silaturrahmi antara semua agama sekaligus sebagai media untuk mendiskusikan hal-hal yang faktual-faktual di masingmasing agama. “Tanpa kita sadari saat ini mulai muncul percikan-percikan pergesekan. Kalau hal ini dibiarkan tanpa ada campur tangan dari tokoh-tokoh agama, maka percikan itu bisa menjadi bara api yang tidak hanya

SYAMSURI/RaBa

PENTINGNYA PERAN ORMAS: Peserta sosialisasi tengah mendengarkan pemaparan materi dari salah satu nara sumber di Aula RM Asri Panarukan (23/9) kemarin.

menghanguskan kepercayaan dunia internasional, tetapi juga dunia investasi di daerah kita,” terang Dadang. Kepala Bakesbangpol dan Linmas, Herry Suryanto mengungkapkan, Untuk meningkatkan kesadaran dan peran serta organisasi masyarakat dalam usaha menciptakan kerukunan umat beragama, maka perlu adanya hubungan yang harmonis antarsesama pemeluk agama dan tokoh masyarakat. “Serta harus mempunyai wawasan multikultural yang kuat. Sehingga tidak mudah terpancing untuk dipecah-belah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Herry Suryanto. Herry berharap, adanya kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi umat beragama

di Situbondo. Sehingga dapat memberikan modal utama dan menjadi kekayaan bangsa yang besar. “Sehingga kabupaten yang kita cintai ini bisa maju, adil, makmur, aman, dan damai. Mudah-mudahan kegiatan ini mendapat ridlo dari Allah SWT. Amin,” harap Herry. Sementara itu, Kabid IB dan HAL Bakesbangpol dan Linmas, H. Achmad Munir menambahkan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan peran serta ormas dalam usaha menciptakan kerukunan umat beragama. “Selain itu bertujuan membangun jaringan kerjasama dengan berbagai pihak dalam pengembangan kerukunan umat beragama dan wawasan multikultural,” ujar mantan Kabag Humas tersebut. (adv/als)


Radar Banyuwangi 24 September 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you