Issuu on Google+

SENIN 23 JUNI

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2014

Eceran Rp 5.750

HALAMAN 29

Sumberloh Dipagari Bambu Forpimka Singojuruh Pulangkan 23 PSK SINGOJURUH – Sudah dua bulan ini Lokalisasi Sumberloh resmi ditutup. Namun, penutupan itu belum sepenuhnya menjamin berhentinya praktik esek-esek di lokalisasi yang terletak di Dusun Padang Bulan, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh tersebut. Kendati sudah tutup, praktik prostitusi terselubung diyakini masih ada pada malam hari. Untuk menghentikan total aktivitas pekerja seks komersial (PSK), sore kemarin akses masuk menuju lokalisasi dipasangi bethek (anyaman bambu). Pemasangan ini dilakukan bersama Forpimka Singojuruh dan juga Satpol PP dan warga Sumberloh. Pemasangan itu bersamaan dengan upaya Forpimka Singojuruh memulangkan 23 orang mucikari dan PSK. Sore itu juga, mereka dikembalikan ke daerah masing-masing dengan menggunakan dua kendaraan. “Kita pulangkan 23 orang,” ujar Camat Singojuruh, Nanik Machrufi. Sementara itu, salah seorang penghuni Sumberloh Sariman mengatakan, pemasangan bethek ini sudah menjadi tradisi. Bedanya, kali ini pemerintah ikut terjun ke lapangan. Nanik menambahkan, mulai malam kemarin aktivitas di tempat tersebut lebih tenang dari sebelumnya n

PENDIDIKAN

Rp 8,5 Miliar untuk 17 Ribu Guru Ngaji BANYUWANGI - Sebanyak 17 ribu guru TPA/ TPQ se-Banyuwangi berkumpul di Pendapa Shaba Swagata Blambangan kemarin (22/6). Ribuan guru ngaji itu hadir untuk menerima insentif dari Pemkab Banyuwangi. Tidak tanggung-tanggung, jumlah insentif yang diberikan kepada guru ngaji tersebut dalam setahun mencapai Rp 8,5 miliar atau sebesar Rp 500 ribu per orang per tahun. Namun karena saat ini masih pertengahan tahun, insentif yang dibagikan kepada masing-masing guru ngaji sebesar Rp 250 ribu. Sisanya akan dibagikan pada akhir tahun 2014 mendatang. Sekadar tahu, insentif serupa rutin diberikan Pemkab kepada para guru ngaji menjelang Ramadan. “Insentif diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini kepada para guru ngaji yang telah berjasa besar membimbing anak-anak,” ujar Bupati Anas. Dikatakan, insentif bagi para guru ngaji dibagikan menjelang Ramadan. Meski jumlah insentif yang diterima masing-masing guru ngaji tidak terlalu besar, namun Bupati Anas berharap insentif tersebut bermanfaat n  Baca Rp 8,5 Miliar...Hal 39

PELABUHAN

GALIH COKRO/JPRaBa

ANTRE MASUK KAPAL: Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang mulai meningkat sejak dua hari lalu.

Jumlah Penumpang Kapal Naik 25 Persen KALIPURO - Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang sudah mulai meningkat. Peningkatan aktivitas penyeberangan di pelabuhan yang terletak di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro itu terjadi pada Sabtu kemarin (21/6). Manager Operasional ASDP Pelabuhan Ketapang, Saharuddin Kotto mengakui adanya peningkatan jumlah penumpang. Menurut Saharuddin, peningkatan itu terjadi sejak dua hari yang lalu, yakni, sejak Sabtu kemarin.Peningkatan aktivitas penyeberangan itu terlihat dari mulai banyaknya kendaraan yang masuk ke area pelabuhan untuk menyeberang. Kendaraan-kendaraan itu terlihat lebih banyak lagi pada hari Minggu kemarin n  Baca Jumlah...Hal 39

Mirip Kapal Perang Beneran Lomba Arung Kanal di Sungai Kebondalem BANGOREJO – Puncak acara arung kanal perahu hias yang berlangsung di sungai Dusun Tanjungrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, berlansung meriah kemarin malam. Ribuan pengunjung memadati ruas jalan yang berada di tepi Sungai Pekalen Sampean yang membelah Kecamatan Bangorejo dan Kecamatan Tegalsari tersebut n  Baca Mirip...Hal 39

 Baca Forpimka...Hal 39

Sejarah Baru itu Bernama: Kemiren Art Performance

Tontonan Spektakuler di Atas Sungai

AIR mata Has nan Si ngo di mayan berlinangan. Bukan karena bekas operasi kataraknya kambuh. Tapi, sesepuh seniman Banyuwangi itu tak kuasa menahan emosi. Rasa harunya membuncah. Dia tidak bisa berkatakata hingga pergelaran Kemiren Art Performance OLEH: (KAP) baru saja selesai. SAMSUDIN ADLAWI ’’Ini spektakuler. Benar kata Samsudin Adlawi, ini benar-benar pertunjukan yang spektakuler,’’ kata Hasnan sambil memeluk Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Banyuwangi, M. Bramuda n  Baca Sejarah...Hal 39

GLAGAH - Perhelatan Kemiren Art Performance benar-benar sukses menyuguhkan tontonan spektakuler dan sarat makna. Mengangkat legenda asal-usul nama Banyuwangi, pertunjukan yang disajikan secara live di atas Kali Gulung, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Sabtu malam (21/6) tersebut membuat penonton tak henti berdecak kagum. Penampilan para performer serta pemilihan latar yang tepat mampu mengajak penonton “menyelami” cerita rakyat n  Baca Tontonan...Hal 39 LEGENDA BANYUWANGI: Adegan saat Patih Sidopekso menyeret Sri Tanjung ke kali. SIGIT HARIYADI/JPRaBa

Rossiana dan Mayrieta, Siswi SD Pinggiran Peraih US Tertinggi

Rosi Rajin Puasa, May Gemar Menabung Dari ribuan pelajar sekolah dasar (SD), Rossiana Aulia Putri, 12, dan Mayreita Maharani Jazza, 12, tergolong siswi yang luar biasa. Kedua murid SDN 1 Sumbersewu, Kecamatan Muncar itu berhasil meraih nilai ujian sekolah (US) tertinggi se-Banyuwangi. Kedua pelajar SD pinggiran itu meraih nilai US 29,80. DIAN EFFENDI/JPRaBa

SUASANA SDN 1 Sumbersewu siang itu agak ramai. Maklum, sekolah yang lokasinya 55 kilometer arah selatan Banyuwangi itu sedang menggelar perpisahan siswa-siswi kelas VI. Dari 50 siswa http://www.radarbanyuwangi.co.id

PEMULANGAN

FOTO-FOTO SHULHAN HADI/JPRABA

ARUNG KANAL: Replika kapal laut dan kapal perang (bawah) memeriahkan puncak arung kanal kemarin malam.

MEMBANGGAKAN: Rossiana Aulia Putri (dua dari kiri) dan Mayrieta Maharani Jazza peraih nilai US tertinggi se-Banyuwangi.

yang dilepas, ada dua murid yang memiliki prestasi luar biasa. Dia adalah Rossiana Aulia Pu-

tri dan Mayrieta Maharani Jazza. Kedua pelajar itu ikut larut dalam hingar-bingar keramain perpisa-

han sekolah. Ketika koran ini masuk pelataran SDN Sumbersewu, Rossiana dan Mayrieta sibuk bermain dengan teman-temanya. Tak seberapa lama, kedua bocah itu dipanggil kepala sekolah setempat, Sugeng Hariyanto. Rossi dan May memang baru saja mengharumkan SDN ! Sumbersewu. Dia meraih nilai US 29,80. Nilai itu tertinggi di Banyuwangi. Tentu saja, prestasi itu juga mengejutkan kedua orang tuanya. Orang tua Rossi dan May tak percaya kalau anaknya berhasil memperoleh nilai tertinggi US se- Banyuwangi. Bahkan kabar itu dianggap berita bohong. “Saya sempat sakit, takut anak saya tidak lulus US. Tapi setelah mendapat kabar bahwa Rossi mendapat nilai tertinggi US se- kabupaten, saya kaget, n

Forpimka Singojuruh pulangkan 23 PSK Yang pasti bukan pelarian dari Dolly!

Rp 8,5 M untuk 17 Ribu Guru Ngaji Anggap saja pesangon jelang Ramadan!

 Baca Rosi Rajin...Hal 39 email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@jawapos.co.id


30

POLITIK & PEMERINTAHAN JPSI Deklarasi Dukung Prabowo

Jawa Pos

Senin 23 Juni 2014

R A D A R

B A N Y U W A N G I

FREDY RIZKI/RaBa

MERIAH: Suasana lomba burung berkicau di gelar di belakang kantor Kejaksaan Negeri Banyuwangi kemarin.

Kejaksaan Negeri Gelar Festival Burung Untuk Dedekatkan Diri Dengan Warga BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-54, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi menggelar lomba burung berkicau kemarin (22/6) . Lomba yang dikemas dalam festival burung itu diikuti beberapa Bird Club (BC) dari wilayah eks Karesidenan Be-

suki dan sebagian wilayah Bali. Lomba ini menghadirkan empat kelas lomba yaitu kelas Adhyaksa, kelas Eksekutif, kelas Bintang dan kelas Favorit. Dari kelas-kelas tersebut ada beberapa jenis burung yang dilombakan antara lain, Cucak hijau, Cendet, Kacer, Love Bird, Kenari, Murai Batu,Cucak Jenggot dan Punglor Merah. Ketua Panitia Festival Burung, Agus Suhairi menjelaskan, kelas Adhyaksa diadakan

sendiri oleh panitia. Untuk kelas ini uang pendaftaran yang paling besar dan hadiah yang disediakan juga paling besar dibandingkan kelas lain. Menurut Agus, kegiatan lomba burung berkicau ini merupakan kali kedua dilaksanakan. Dia berharap selanjutnya acara ini bisa dilaksanakan secara rutin. “Kejaksaan memiliki cara tersendiri untuk dekat dengan masyarakat, salah satunya melalui festival burung seperti ini,”

jelas Agus. Salah seorang pemenang lomba Cucak Hijau kelas Eksekutif, Lutfi mengatakan, acara ini sangat menarik. Selain hadiah cukup besar, kegiatan semacam ini bisa meningkatkan kualitas burung Cucak Hijau miliknya. Pria asal dari Bondowoso ini menyatakan, akan mengikuti lagi jika kejaksaan menyelenggarakan acara serupa tahun depan. (mg1/afi)

BANYUWANGI – Pemilihan umum (Pemilu) presiden dan wakil presiden 9 Juli 2014 tinggal 17 hari lagi. Tim pemenangan pasangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto memanfaatkan sisa waktu untuk menggalang dukungan. Setelah sehari sebelumnya Rhoma Irama dan Mahfud MD datang ke Banyuwangi, Minggu kemarin (22/6) giliran Jaringan Pemuda dan Santri Indonesia (JPSI) mendeklarasikan diri mendukung pasangan Prabowo-Hatta. Deklarasi berlangsung di posko relawan pemenangan Prabowo-Hatta Banyuwangi di Jl. Letkol Istiqlah. Jaringan Pemuda dan Santri Indonesia (JPSI) datang untuk mendeklarasikan dukungannya pada Prabowo. Ada sekitar 300 perwakilan santri yang datang pada acara hari itu. Mereka yang datang merupakan santri dan alumni pondok pesantren dari Kecamatan Wongsorejo, Kecamatan Kalipuro, Kecamatan Giri, Kecamatan Licin dan Kecamatan Banyuwangi. Koordinator JPSI Banyuwangi, Nanang Mustain mengatakan, dalam acara itu perwakilan santri yang hadir ada lima orang dari setiap desa dari lima kecamatan. Dalam pertemuan itu, hadir beberapa alumni dari pesantren besar di Jatim seperti Pondok Pesantren Salafiyah Safiiyah, Sukorejo

FREDY RIZKI/RaBa

NOMOR SATU : KH Saifudin Zuhri membakar semangat anggota JPSI dalam deklasi dukungan pada pasangan Prabowo-Hatta kemarin.

Situbondo, Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, serta beberapa alumni pesantren di Jombang dan alumni Pesantren Al-Qodiri Jember. Acara deklarasi itu dihadiri beberapa tokoh yang juga turut mendeklarasikan dukungannya pada capres nomor urut satu. Dari tokoh yang hadir pada deklarasi tersebut adalah KH Muhammad Ikhsan, KHi Kaprawi Adhim, KH Saha, KH Kaunaini dan KH Syaifudin Zuhri . Deklarasi tersebut dimulai dengan pembacaan doa dan istighotsah. Setelah doa, KH Saifuddin mengisi orasi politik dan mengajak kalangan pemuda dan santri pondok pesantren memilih calon pe-

mimpin yang amanah, yang dapat dipercaya. Menurutnya seorang pemimpin harus menepati janjinya. Dia menyatakan bahwa sudah cukup Indonesia dipimpin oleh mereka yang hanya mengobral janji. Menurut Saifuddin, sosok Prabowo adalah figur memiliki keimanan yang kuat. Beberapa ulama sudah pernah menguji pengetahuan dan keimanan Prabowo. Atas dasar itu, para kiai sepakat untuk mendukung Prabowo sebagai calon presiden RI. Di akhir orasinya, Siafuddin mengajak perwakilan santri yang hadir kerja keras dan menguatkan pilihan untuk memenangkan capres nomor satu. (*/mg1/afi)

Dukung Gagasan Revolusi Mental PKS Kampanye Kebaikan Ramadan MUNCAR – Penggalangan dana dan kampanye untuk menyukseskan pencalonan pasangan calon presiden Jokowi- Yusuf Kalla masih terus berlangsung. Relawan dari Komunitas Pendukung Khofifah (KPK) menggelar kampanye damai dan konvoi di Jalan Raya Jember Kecamatan Kalibaru. Mereka keliling jalan raya sambil mengenakan atribut Jokowi-JK. Selain itu juga mengajak masyarakat untuk memilih pasangan capres-cawapres nomor urut 2 tersebut. Sedangkan sore harinya giliran relawan Jokowi- JK yang d idomonisasi anak muda menggelar kampanye di Desa Sum-

berberas, Kecamatan Muncar. Mereka menggelar pentas musik reggae sambil menggalang dana untuk Jokowi-JK. Ratusan anak muda ini menggelar musik reggae hingga sore hari sambil mengajak masyarakat untuk mendukung pasangan capres-cawapres Jokowi “Salam dua jari, ayo kita pilih Jokowi,” ajak beberapa penyanyi reggae tersebut. Nurmala Fitri, tim sukses Jokowi-JK i, mengatakan pilihan untuk mendukung JokowiJK adalah keharusan karena akan melakukan perubahan di negeri ini. Gagasan revolusi mental yang akan dilakukan Jokowi-JK, adalah sebuah terobosan besar yang akan

mengubah wajah Indonesia menjadi lebih baik. “Indonesia kaya raya, kalau mentalnya yang mengelola negara ini bagus, In-

sya Allah Indonesia akan semakin maju,” tandas dosen Pasca Sarjana Universitas Indonesia tersebut. (azi/afi)

BANYUWANGI – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar pawai mengelilingi kota kemarin (22/6). Pawai ini bertujuan mengajak warga Banyuwangi menyebarkan anjuran kebaikan jelang datang bulan suci Ramadan. Ajak itu dilakukan melalui penyebaran melalui brosur dan orasi dakwa sepanjang rute pawai yang dilalui. Dalam pawai yang diikuti kader PKS

itu mengunjungiTaman Blambangan dan Taman Sritanjung. Disana peserta pawai membagibagikan brosur yang berisi tipstips menggapai berkah dan kebaikan di bulan suci Ramadan Pawai diikuti sekitar 100 orang yang terdiri dari anggota PKS yang membawa sanak keluarga termasuk anak-anak. “Acara ini bertujuan untuk mengenalkan kampanye yang ramah pada anak anak kami

maupun masyarakat umum,” jelas ketua DPC PKS Banyuwangi, MR Warang Agung. Sekitar pukul 10.30 peserta pawai kembali ke kantor DPC PKS di jalan Brawijaya. Saat melewati kantor Tim Pemenangan Prabowo-Hatta di jalan Letkol Istiqlah, menggelar deklarasi, peserta pawai meneriakkan yel yel PrabowoHatta kepada peserta deklarasi. (mg2/afi)

AGENDA KOTA

Bupati Anas Serahkan Motor Dinas UPTD HARI ini, Sabtu (23/6) Bupati Abdullah Azwar Anas pukul 09.00 rapat kerja bersama Kepala UPTD pendidikan se-Kabupaten Banyuwangi di SDN 3 Kabat sekaligus menyerahkan sepeda motor dinas untuk 24 Ka UPTD pendidikan Kecamatan dan Dinas Pendidikan Banyuwangi. Setelah itu pukul 13.00 Bupati Anas menghadiri rapat Paripurna DPRD dengan agenda penandatanganan nota kesepakatan KPUA dan PPAS P APBD 2014 dan PK terhadap raperda pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah dan raperda pencabutan beberapa perda. (*)

Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis (Koordinator), Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono Wakil Pemimpin Redaksi: Syaifuddin Mahmud Kepala Liputan: Agus Baihaqi Redaktur: Ali Sodiqin, A.F. Ichsan Rasyid Staf Redaksi Banyuwangi: Sigit Hariyadi, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni Redaksi Situbondo: Edy Supriyono (Kabiro), Nur Hariri Redaksi Genteng: Abdul Aziz (Kabiro), Shulhan Hadi Fotografer: Galih Cokro Buwono Editor Bahasa: Minhajul Qowim J

Direktur: Samsudin Adlawi Pemasaran dan Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, W. Nugroho (Genteng), Samsuri (Situbondo) Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah Administrasi Iklan: Fitria Arifiana Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan Event: Benny Siswanto Keuangan: Citra Puji Rahayu

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Kasir: Widi Ukiyanti Piutang: Anissa Windyah Sari Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti Perpajakan: Cici Irma Setyani Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982.

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

Website: www.radarbanyuwangi.co.id. Email: radarbwi@gmail.com, beritaraba@gmail.com, artikelradarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/ mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


SENIN 23 JUNI

31

Koranna Oreng Kota Santri

TAHUN 2014

Ketua DPRD Dinilai Salah Pahami Laporan Direktur PasPut Tak Terima Dinilai Tak Penuhi Target

NUR HARIRI/JPRS

BAHAGIA: Petugas medis menghitan salah satu peserta di halaman pendapa kabupaten kemarin (22/6).

Tangis Kebahagiaan Warnai Khitanan Masal SITUBONDO – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1435 hijriyah dan ulang tahun Bhayangkara ke-68, Pemkab Situbondo kemarin (22/6) menggelar khitanan masal di halaman pendapa kabupaten. Kegiatan sosial yang diperuntukkan bagi keluarga ekonomi lemah itu diikuti sebanyak 750 orang anak. Para peserta datang dari 17 kecamatan se-Kabupaten Situbondo.

Selain dikhitan gratis, mereka juga diberi sembako dan perlengkapan salat. Seperti kopiah, sarung, baju koko, dan uang transportasi. Untuk mensukseskan kegiatan ini, pemkab menggandeng seratus paramedis dari Dinas Kesehatan dan RSUD dr. Abdoer Rahem, Bank Mandiri, serta Dinas Koperasi dan UKM Situbondo. Kegiatan yang dimotori Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat

Pemkab ini merupakan yang kali keempat. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat yang tidak mampu dapat menyegerakan anak-anaknya untuk dikhitan. Semua biaya ditanggung APBD. Menurut bupati, alasan lain Pemkab Situbondo memfasilitasi kegiatan sunnatan masal ini karena dari ajaran agama maupun sisi kesehatan, berkhitan sangat bermanfaat n Baca Tangis...Hal 37

Jalan Kaki Banyuwangi-Cirebon Untuk Ziarah ke Makan Wali ASEMBAGUS – Tiga orang pemuda asal Ponpes Samaroturrdloh, Tegalsari, Banyuwangi ini terlihat sedang berjalan kaki Jl. Raya Asembagus. Ternyata, ketiga pemuda ini sedang melakukan napak tilas dari Banyuwangi menuju Cirebon hanya dengan berjalan kaki. Mereka mengaku melakukan hal ini untuk mengunjungi makam para wali yang tersebar di Pulau Jawa seperti di Gresik, Lamongan, Tuban, Kudus, Demak, Madura, Surabaya, Jepara, sampai Cirebon. Dengan menggunakan bantuan tongkat yang mereka bawa, ketiga pemuda ini terlihat penuh bersemangat

melanjutkan perjalanan sampai berkeringat karena cuaca siang ini memang cukup panas. Ketiga pemuda itu adalah Hoiron, 22, Musafi, 22, dan Maksum, 25. Mereka berasal dari Lampung dan Demak yang sedang mendalami ilmu agama di Ponpes Samaroturrdloh, Tegalsari, Banyuwangi. Maksum mengaku, dirinya melakukan napak tilas ini semata-mata karena ingin mengikuti kiai-kiai sebelumnya yang pernah melakukan hal ini. ”Sudah tiga hari ini saya dan dua teman saya melakukan perjalanan ini, semalam saya tidur di Baluran,” ujar Maksum. Musafimenambahkan,sebenarnya perjalan menuju Cirebon ini diikuti oleh empat orang. Karena dalam perjalanan salah satu te-

FERDIANSYAH/RaBa

DI BAWAH TERIK: Hairon dan kedua temannya sedang melanjutkan perjalan melewati Jl Raya Asembagus, kemarin (22/6)

man mereka mengalami keseleo, akhirnya mereka meninggalkan temannya tersebut. ”Teman saya

masih di daerah Banyuputih, tadi kakinya keseleo n Baca Jalan...Hal 37

BUNGATAN – Direktur Perusda Pasir Putih, Danial Maulana, angkat bicara terkait pernyataan Ketua DPRD Situbondo yang menyatakan realisasi pendapatan 2013 BUMD yang dipimpinnya tidak memenuhi target. Danial menilai, apa yang disampaikan ketua DPRD itu karena ketidakpahaman. Pria yang dulunya berprofesi sebagai advokad ini menjelaskan, dalam salah satu rekomendasi Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Situbondo, Perusda Pasir Putih dinilai hanya mampu merealisasikan pendapatan 2013 sebesar Rp 151.756.587 dari target Rp 180 juta. “Padahal, Rp 151.756.587 merupakan realisasi pendapatan tahun 2012 dari target PAD Rp 149.422.923,” tandas Danial. Sedangkan Rp 180 juta merupakan target PAD tahun 2013. Pada 2013, Perusda Pasir Putih

Edy S/JPRS

Danial Maulana

mampu merealisasikan pendapatan lebih hingga mencapai Rp 187.547.829. “Ketidakpahaman atau salah pemahaman ini terjadi karena kita saat membayar realisasi pendapatan mesti lewat tahun anggaran,” ungkapnya. Dia mencontohkan pendapatan tahun 2012, dibayarkan pada 2013 setelah dilakukan audit. Demikian juga pendapatan 2013, pembayaran realisasi pendapatan dibayarkan pada 2014. “Biasanya, audit itu selesai antara Bulan Maret dan April dalam tiap tahunnya.

Inilah yang kemudian salah dipahami oleh banggar ketua DPRD,” papar Danial. Danial menegaskan, Perusda Pasir Putih selama ini tidak pernah tidak memenuhi target dalam masalah pencapaian pendapatan. Karena itulah, dia sangat keberatan dengan pernyataan ketua DPRD Situbondo, Zeiniye, yang menyatakan ada kekurangan Rp 28.243.443 dalam pemenuhan target PAD Perusda Pasir Putih pada 2013. “Yang terjadi justru dalam setiap tahunnya kita selalu kelebihan dalam realisasi pendapatan. Misalnya pada 2012 ada kelebihan pendapatan Rp 1,1 juta. Makanya, saya merasa ada yang aneh saat disampaikan Perusda Pasir Putih tidak memenuhi target pendapatan,” tandasnya. Pria yang berdomisili di Kecamatan Panji ini menjelaskan, sumber terbesar PAD Kabupaten Situbondo dari Pajak restoran dan perhotelan. “Perusda Pasir Putih merupakan pihak terbesar dalam membayar pajak itu,” pungkas Danial. (pri/als)

PPDB Online Dibuka 30 Juni SITUBONDO – Dinas Pendidikan (Dispendik) Situbondo terus memperluas lembaga pendidikan yang menggunakan sistem online dalam kegiatan pendaftaran peserta didik baru (PPDB). Tahun ini, setidaknya ada lima SMP negeri yang menyusul menggunakan sistem online. Kepala Dispendik Fathor Rakhman melalui Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Agus HP mengungkapkan, tahun ini ada 27 SMP negeri yang PPDB-nya menggunakan sistem online. “Jadi, ada tambahan lima SMP dibanding tahun sebelumnya. Sisanya masih ada sekitar 13 SMP negeri yang belum menggunakan sistem PPDB online,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Situbondo tadi malam. Kata dia, SMP negeri yang belum menggunakan sistem PPDB online itu terkendala tidak adanya jaringan internet. Selain itu juga faktor kesiapan

Setiap tahun akan terus kita tingkatkan hingga semuanya menggunakan sistem PPDB online. Ini agar wali murid tak terlalu ribet. Agus HP Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen)

sekolah. “Yang pasti, setiap tahun akan terus kita tingkatkan hingga semuanya nanti menggunakan sistem PPDB online. Ini agar wali murid tak terlalu

ribet,” tegasnya. Sebanyak 27 SMP yang menggunakan PPDB online adalah SMPN 1 Banyuglugur, SMPN 1 Besuki, SMPN 1 Suboh, SMPN 1 Kendit, SMPN 1 Panarukan, SMPN 1 Situbondo, SMPN 2 Situbondo, SMPN 3 Situbondo, SMPN 4 Situbondo, SMPN 5 Situbondo, SMPN 1 Panji, SMPN 2 Panji, SMPN 1 Mangaran, SMPN 1 Kapongan, SMPN 1 Arjasa, SMPN 1 jangkar, SMPN 1 Asembagus, SMPN 1 Banyuputih, SMPN 2 Banyuputih, SMPN 3 Panarukan, SMPN 2 Kendit, SMPN 4 Panji, SMPN 2 Panarukan, SMPN 6 Situbondo, SMPN 1 Mlandingan, SMPN 3 Panji, dan SMPN 2 Asembagus n Baca PPDB...Hal 37

JELANG RAMADAN

NUR HARIRI/JPRS

CIPTA KONDISI: Petugas gabungan Polres Situbondo memeriksa kelengkapan surat kendaraan.

Galakkan Razia Lalin SITUBONDO – Menyambut datangnya bulan puasa Ramadan, petugas gabungan Polres Situbondo melakukan razia lalu lintas di sejumlah jalan Raya Pantura Situbondo. Razia jelang operasi ketupat ini dilakukan petugas untuk menindak pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas. Selain menindak pengendara yang nakal, pihak kepolisian juga bertujuan dapat menekan angka kecelakaan jelang puasa Ramadan. “Operasi lalu lintas jelang bulang puasa mulai dihttp://www.radarbanyuwangi.co.id

lakukan. Tujuannya untuk menindak tegas pengendara yang melanggar dan menekan angka kecelakaan,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo, kemrin (22/6). Dalam razia itu, petugas mendapati sejumlah pengendara yang tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan. Dari pengendara ada yang lupa, ada yang STNK-nya hilang dan berbagai alasan lain. “Pengendara yang melanggar langsug kita tilang,” tegasnya n

Baca Galakkan...Hal 37 email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


SITUBONDO SEKITAR

32

R A D A R

Jawa Pos

Senin 23 Juni 2014

S I T U B O N D O

PASAR ASEMBAGUS

DEDY JUMHARDIYANTO/JPRS

LENGANG: Salah seorang pedagang Pasar Asembagus saat menunggu pembeli yang datang.

Sepi Pembeli, Pedagang Mengeluh ASEMBAGUS – Sepekan pasca diresmikan Bupati Dadang Wigiarto, keberadaan Pasar Asembagus masih belum dirasakan nikmatnya oleh sebagian pedagang yang menempati los pasar baru tersebut. Fasilitas baru yang dinilai mewah tersebut tidak sebanding dengan penghasilan para pedagang. Hal ini dikeluhkan Jacky, 42, seorang pedagang daging sapi. Menurutnya, penataan lokasi pedagang di pasar baru Asembagus dinilai sudah sangat bagus. Selain itu kondisi bangunannya juga elit dan lebih baik. Hanya saja, sejak sepekan ini para pelanggannya masih tidak seramai di pasar lama. Jika di pasar lama, dalam sehari dirinya bisa menjual tiga sampai empat kuwintal daging sapi. Saat ini ia hanya bisa menjual satu sampai dua kuwintal daging saja perhari. “Pelanggan saya masih banyak yang kebingungan. Jadi lumayan sepi,” katanya. Hal yang sama juga dikeluhkan Ibu Dilla, pedagang sembako. Sejak dua bulan menempati los baru di Lantai 2, Pasar Asembagus pembeli masih terbilang sepi. Dia menduga, sepinya pembeli tersebut lantaran salah penempatan lokasi. Pasalnya, lokasi los pedagang sembako semuanya berada di lantai 2 n Baca Sepi...Hal 37

PILPRES 2014

DEDY JUMHARDIYANTO/JPRS

MELANGGAR: Salah satu alat peraga kampanye pilpres 2014 yang dipasang di depan Pasar Kapongan kemarin (22/6).

Pemasangan Alat Peraga Kampanye Ngawur KAPONGAN – Alat peraga kampanye pasangan caprescawapres di Situbondo ditengarai masih banyak terpasang dan melanggar aturan pemilu, karena terpasang ngawur. Sebagian berada di area fasilitas publik. Dalam pemasangan itu, sejumlah poster, banner, dan spanduk bahkan ada yang terlihat dipasang di sekitar pasar, sekolah, serta di fasilitas publik lainnya. Kondisi yang sama hampir ditemukan di wilayah kecamatan-kecamatan di Situbondo. Divisi Penindakan Penanganan Pelanggaran Pemilu Panwaslu Situbondo Eko Kintoko Kusumo mengatakan, Panwaslu tidak bisa berbuat banyak dengan hal tersebut. Pasalnya, peraturan KPU nomor 16 tahun 2014 tentang kampanye pemilihan umum presiden dan wakil presiden tidak mengatur sanksi bagi pelanggar pemasangan alat peraga kampanye. “Pada pasal 21 ayat 6 PKPU hanya diatur tentang penertiban APK yang menyalahi aturan, tidak ada penjelasan terhadap tindakan ataupun sanksi yang diberikan bagi tim pasangan capres-cawapres yang melanggar pasangan APK tersebut,” jelasnya. Sesuai aturan, panwaslu hanya berwenang memberi rekomendasi kepada KPU n Baca Pemasangan...Hal 37

RENDRA KURNIA/RABA

SERU: Pemilik burung yang sedang dilombakan menyemangati burungnya agar tetap berkicau.

Beri Pakan Jangkrik Agar Kicauan Merdu ASEMBAGUS – Sebenarnya yang dilombakan adalah suara kicau burung. Akan tetapi suara kicau burung tersebut tidak terdengar karena suara pemilik burung yang ada di pinggir arena perlombaan lebih ramai dan seru dibandingkan suara burungnya. Mereka berteriak-teriak menyemangati burung yang dilombakan agar terus berkicau. Karena pemenang dari lomba ini penilaiannya adalah suara

kicau burung tersebut. Lomba kicau burung di Desa Curahkarang, Asembagus, ini banyak diikuti peserta dari berbagai daerah. Selain dari Situbondo, peserta ada juga yang datang dari Banyuwangi dan Bondowoso. Peserta yang datang dari berbagai daerah ini banyak yang menggunakan mobil untuk mengangkut burung yang dilombakan. Burung yang dilombakan juga bermacam-macam. Ada cucak

ijo, cendet, love bird, kenari, kacer, murai batu, prenjak, dan cucak jenggot. Perlombaan kicau burung ini dilombakan sesuai dengan jenis burung tersebut. ”Kalau cucak ijo, ya cucak ijo semua yang dilombakan. Kalau sudah selesai, baru jenis burung lainnya,” ujar Afandi, 46 salah satu kordinator lomba. Hadiah yang diterima pun nantinya disesuaikan dengan pendaftaran yang peserta ikuti.

Selain hadiah berupa uang tunai, sang juara nantinya juga akan mendapatkan sertifikat dari panitia. ”Kalau daftar dengan uang Rp 60 ribu, nanti yang juara pertama dapat uang 600 ribu,” tambah Afandi. Menurut Misroto, 34 salah satu pemilik burung yang mengikuti lomba, lomba kicau burung ini hanya untuk hobi saja. Pasalnya, hadiah yang mereka terima nantinya tidak sebanding dengan

harga burung yang dia miliki. ”Cucak ijo saya dulu saya belinya Rp 8,5 juta,” tambah Misroto. Mengenai perawatan burung ini, menurut Misroto, tidak terlalu sulit. Setiap harinya burung miliknya diberi makan jangkrik pagi dan sore sebanyak lima ekor jangkrik. ”Saya beri makan jangkrik terus agar suaranya enak. Kalau menang kan nanti harga jual burung saya bisa naik,” jelas Misroto. (mg5/als).

Jamudin Tembus Malaysia ASEMBAGUS – Camilan dari jagung yang renyah ini banyak terdapat di Desa Kertosari, Asembagus. Pasalnya, Desa Kertosari merupakan salah satu desa penghasil jamudin yang boleh dibilang paling baik kualitasnya. Mistari, 46 salah satu pengusaha jamudin yang ada di Desa Kertosari ini menambahkan usahanya ini sudah dia mulai sejak empat tahun yang lalu. ”Awalnya, saya ikut ikutan tetangga. Alhamdulillah sampai sekarang lancar,” tambahnya. Jagung yang Mistari gunakan untuk dijadikan jamudin tidak sembarangan jagung. Jagung yang biasa gunakan adalah jagung dengan tipe P21 dan jagung P11. Hal ini dilakukan agar kualitas jamudin yang dihasilkan nantinya bisa renyah dan mengembang. ”Harus pakai jagung P21 dan jagung P11. Biar gak alot (keras) kalau dimakan,” tambah Mistari. Proses pembuatannya sen-

diri, menurut Mistari, tidak terlalu sulit. Jagung yang dia dapat dari petani direndam dulu ke dalam air selama satu hari. Kemudian jagung direbus sampai mengembang. Lalu direndam lagi menggunakan air kapur dengan tujuan agar kulit yang ada pada jagung bisa terkelupas. Setelah direndam dengan air kapur, jagung tersebut dijemur di bawah terik matahari selama tiga hari. Lalu digoreng. ”Kita tidak menggunakan pemanas seperti oven untuk menjemurnya. Harus dengan panas matahari agar jagungnya lebih mengembang. Kendalanya, kalau tidak ada matahari, kadang jamudin saya jadi hitam dan rasanya agak kecut,” tambah Mistari. Awalnya, Mistari memasarkan sendiri jamudin hasil buatannya ke berbagai daerah. Karena kualitas jamudin buatannya memang bagus, para pengepul sekarang tidak harus di-

RENDRA KURNIA/RABA

DIJEMUR: Sumiyati sedang menjemur jagung yang telah direbus di halaman rumahnya kemarin (22/6).

cari, tetapi mereka datang sendiri ke rumah Mistari untuk memesan jamudin buatannya. ”Kadang mereka (pengepul) juga cuma SMS saja ke saya,” tambah Mistari. Mengenai omsetnya sendiri, menurut Mistari, per bulan kalau dalam keadaan ramai bisa

mencapai Rp 75 juta. Tapi kalau sepi hanya Rp 8 juta per bulan. ”Pas puasa mesti ramai yang mengambil jamudin saya. Sehari saya bisa goreng dua ton jagung,” tambahnya. Jamudin ini sendiri selain dijual ke berbagai daerah, seperti Situbondo, Bondowoso, Jem-

ber, Malang, Surabaya dan Bandung. Juga dia ekspor ke Malaysia dengan harga per kilonya Rp 15 ribu. ”Ada juga pengepul dari Kalimantan yang ambil ke sini. Nantinya jamudin ini mereka kirim ke Malaysia. Orang Malaysia banyak yang suka,” jelas Mistari. (mg5/als)

Perjuangan Munaji dan Jahriyah, Pasutri Perajin Kerang

Sukses Sekolahkan Anak hingga Perguruan Tinggi Dengan ketekunan dan usaha yang keras, akhirnya usahanya berjalan lancar sampai saat ini. Produknya pun di ekspor sampai ke luar negeri. TAUFIK FERDIANSYAH, Mlandingan Berakit-rakit kehulu, berenang ke tepian. Susah-susah dahulu, senang kemudian. Mungkin itulah sedikit petikan pantun yang tepat untuk menggambarkan kehidupan Munaji dengan Jahriyah. Usaha yang diawali pasangan asal Dusun Pesisir, Desa Selomukti, Kecamatan Panarukan, memang tidak semudah yang dibayangkan. Munaji melewati kesuksesannya saat ini dengan melalui kerikil-kerikil terjal yang dihadapinya sebelum sukses sampai saat ini. Awalnya, Munaji nekat bersama kakanya pergi ke Bali untuk menjual kerang yang biasa dibuat hiasan pintu. Tekadnya untuk menjual barang dagangannya tersebut tidak

dibarengi dengan tujuan yang jelas. Pasalnya beliau pergi ke Bali tidak mengetahui harus menjual barang dagangannya kemana. Akhirnya beliau terkatung-katung di Terminal Ubung, Denpasar, Bali. Selama dua hari terkatung-katung di Terminal Ubung, Denpasar, Munaji mengaku bertemu seorang pria asli Bali yang mau membeli barang dagangannya. Setelah melalui nego harga antara pembeli dengan Munaji, kerang tersebut akhirnya jadi dibeli. Menurut Munaji, awal kesuksesannya tidak lepas dari bertemunya dia dengan pria asal Bali ini. Pria asal Bali yang menjadi sahabat Munaji sampai saat ini menyarankan untuk membuat kerang yang didapatnya menjadi kerajinan yang lebih berkualitas dan harga jualnya meningkat. Karena mendapat dorongan seperti itulah, Munaji kembali lagi ke Situbondo. Pada tahun 1999, Munaji mulai memikirkan apa yang dikatakan pria asal Bali itu. Akhirnya dia berinisiatif untuk membuat kerajian kerang yang biasa dibuat untuk hiasan pintu itu menjadi sesuatu yang lebih berharga.

TAUFIK FERDIANSYAH/JPRS

DIPOTONG: Munaji sedang memotong kerang bersama Jahriyah di rumahnya.

Dengan modal awal Rp 80 ribu, Munaji memulai usaha ini. Modal itu didapat dari dijualnya anting milik istrinya. Modal tersebut digunakan Munaji untuk membeli kerang yang akan dibuat mangkok, gelas, asbak, tempat tisu, pigura foto, pigura cermin, tempat buah, dan alat alat dapur lainnya. “Karena tidak punya uang sama sekali,

akhirnya saya jual anting istri saya untuk modal awal,“ ujar Munaji sambil meneteskan air matanya. Berangsur-angsur usahanya mulai menanjak seiring melonjaknya jumlah peminat kerajinan kerang. Sampai saat ini pendapatan Munaji boleh dikatakan lebih dari cukup. Pasalnya dengan usaha yang ditekuninya sejak

lama ini, dia yang mempunyai tiga anak bisa menyekolahkan kedua anaknya sampai Perguruan Tinggi. Munaji juga mengaku pada tahun ini sudah mendaftarkan dirinya dengan istri untuk pergi naik haji. “Anak saya yang pertama tidak kuliah, karena dulu belum punya uang. Anak kedua dan ketiga saya kuliahkan di Universitas Abdurahman Saleh sekarang,“ tambah Munaji. Sengaja, Munaji menguliahkan anaknya di Fakultas Ekonomi Manajemen. Hal ini bertujuan agar anaknya bisa mengatur keuangan dari usahanya kelak. Karena rencana, untuk ke depannya Munaji akan membuka Art Shop sendiri di Bali. Hasil kreasi kerang milik Munaji ini selain dipasarkan ke Bali, Jogja, dan Batam. Ada juga yang dipasarkan sampai ke luar negeri. “Pigura foto dan pigura cermin saya kirim ke Hongkong,“ tambah Munaji. Munaji menambahkan, pada tahun 2012, dirinya pernah mengirim hasil kreasinya tersebut sampai ke Amerika. Nampan untuk tempat sayur yang dikirim ke Amerika dipakai di restoran-

restoran besar di AS. Bahan baku yang didapat tidak hanya dari Situbondo sendiri. Bahan baku juga banyak didapat dari Madura, Banyuwangi, Lombok, Sulawesi, dan Sumbawa. “Bahan bakunya macammacam. Ada kerang abalon, kerang mutiara, kerang kupang, kerang mabe, kerang caping, dan kerang tumpeng,“ ujar pria penyuka kopi ini. Proses pembuatan kreasi kerang ini terbilang sangat rumit, pantas saja berharga jual mahal. Kerang yang masih utuh harus dia cuci dahulu, kemudian dia tempeli dengan isolasi kertas, kemudian dia tumbuk agar kerang tersebut menjadi retak bertujuan agar mudah dibentuk nantinya. Setelah menjadi pipih kerang ini ditempelkan di gelas maupun mangkok dari fiber glass menggunakan lem. Mengenai pendapatannya saat ini Munaji mengaku perhari bisa mendapatkan hasil bersih Rp 500-1 juta perhari. “Itu sudah saya potong untuk bayaran karyawan saya,“ tambah Munaji. Harapannya, kepada pemerintah untuk lebih memperdulikan produk buatannya ini. (als)


Jawa Pos

INFOTORIAL 33 SDN 1 Sumbersewu Raih Nilai US Tertinggi

Senin 23 Juni 2014

R A D A R

TOHA/RaBa

PENTAS SENI: Siswa-siswi SDIT Al Uswah saat tampil di acara pelepasan siswa kelas 6 pada Sabtu (21/6) di Gedung Bhayangkara Banyuwangi.

SDIT Al-Uswah Bersiap Jadi SDIT Unggulan BANYUWANGI—Sebelas siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Uswah Banyuwangi berhasil menyelesaikan pendidikannya. Pada tahun kedua, sekolah di bawah yayasan pendidikan Islam Al Uswah ini berhasil meluluskan siswanya ke jenjang tingkat selanjutnya. Sebagai wujud syukur atas kelulusan siswa-siswi kelas VI itu, pihak sekolah menggelar pelepasan dengan menampilkan pentas seni yang digelar pada Sabtu (21/6) di Gedung Bhayangkara Banyuwangi. Kepala Sekolah Djuwita Rarasmaya, M.Pd memberikan selamat kepada siswa-siswi yang telah menuntaskan sekolahnya di SDIT Al-Uswah. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada wali murid yang telah memercayakan anaknya menempuh pelajaran di SDIT Al Uswah. Meski baru berumur tujuh tahun, namun SDIT Al Uswah berperan

dalam berbagai kompetisi akademik dan berhasil menjadi bagian terbaik dalam kompetisi tersebut. Sebagai wujud keberhasilan pelayanan pendidikan itu, pada awal pendirian SDIT Al-Uswah siswa yang masuk hanya delapan siswa, namun lambat laut dengan berbagai pengenalan sporadis kepada masyarakat, setiap tahun ada kenaikan jumlah siswa yang mendaftar. “Dan alhamdulillah jumlah siswa SDIT AlUswah sudah mencapai 168 siswa lebih. Ke depan kualitas siswa akan kami tingkatkan dengan berbagai sarana dan prasarana yang menunjang ,” ujar Djuwita. Ketua Yayasan Al-Uswah Kar yono, S.Pd, MT turut memberikan apresiasi kepada siswa-siswi SDIT Al- Uswah. Menurut Karyono, salah satu diterimanya SDIT Al-Uswah sebagai sekolah favorit adalah mengenalkan serta menggam-

barkan kondisi akademik SDIT Al-Uswah kepada seluruh masyarakat. Selain itu, sekolahnya tidak hanya menerapkan delapan standar dari pemerintah namun menambah menjadi 11 standar kekhasan jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). “Tahun ini SDIT Al Uswah hanya membuka 3 kelas untuk siswa baru dan alhamdulillah sudah terpenuhi,” cetus pria yang juga menggeluti dunia trainer itu. Sementara itu, perwakilan UPTD Kalipuro, Edy Siswanto turut menyampaikan selamat kepada siswa-siswi SDIT Al Uswah yang telah menyelesaikan pendidikan dasarnya. Dia berharap agar nilai-nilai Islam selama menempuh pendidikan di SDIT Al-Uswah memberikan stimulasi perilaku yang baik di sekolah lanjutannya. “Sebagai alumni SDIT Al-Uswah maka kalian harus bisa menjadi teladan bagi teman di sekelilingnya,” ujar Edy. (*/afi)

Penjualan Seragam Sekolah Lesu BANYUWANGI – Tahun ajaran baru biasanya menjadi berkah bagi pedagang seragam dan peralatan sekolah. Beberapa pedagang mengaku penjualan seragam sekolah masih belum ada peningkatan dan masih normal seperti beberapa bulan sebelumnya. Menurut Erna Rahmawati, 41, salah pedagang seragam sekolah, penjualan seragam sekolah dalam lima tahun terakhir tidak se laris 10 tahun lalu. Ini terjadi karena beberapa sekolah membuat kebijakan untuk membuat seragam sendiri dengan cara membeli kain yang disediakan sekolah. Seperti almamater yang sedang trend sekarang. Desain almamater sekolah tidak mengikuti desain yang biasa dijual di pasaran. “Kami harap pihak sekolah mengurangi kebijakan seperti itu, karena setelah hampir semua sekolah menerapkan kebijakan seperti itu, usaha da-

membeli seragam di sekolah, jelang tahun ajaran baru seperti sekarang toko saya ramai diserbu pembeli mulai dari SD hingga SMA,” Jelas Sukarni. Kalau dulu, jauh hari sebelum tahun ajaran baru datang, pihaknya sudah memasok baju seragam sekolah, mulai dari SD hingga SMA . Semua stok seragaram itu ludes terjual. CHIN JULLIEN/RaBa MENUMPUK: Petugas toko menunjuk- Sedangkan saat ini, kan seragam yang masih belum terjual. hanya seragam sekolah dasar saja yang gang kami jadi sepi,” jelas Erna. banyak dicari. Sedangkan Ditemui terpisah, Sukarni, 51, seragam SMP dan SMA sepi. yang juga pedagang seragam Menurut Erna, seragam sekolah, mengalami nasib yang Pramuka SD desain baru bansama. Pihaknya merasa penjua- yak diburu. Ini terkait SK Kwartir lan seragam sekolah beberapa Nasional Gerakan Pramuka No. tahun ini menurun drastis. “Se- 174 Tahun 2012 yang mengabelum banyak sekolah yang tur perubahan desain seragam mengharuskan siswa untuk Pramuka. (mg2/afi)

B A N Y U W A N G I

MUNCAR – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Sabtu (21/6) menggelar syukuran atas prestasi dua siswinya Mayrieta Maharani Jazza, 12, dan Rossiana Aulia Putri,12. Kedua siswi kelas VI tersebut berhasil meraih nilai tertinggi ujian sekolah (US) se-Kabupaten Banyuwangi. Mayrieta dan Rossiana sama-sama memperoleh nilai US 29,80.Dengan rincian, pelajaran matematika dan IPA mendapat nilai 10,00 dan bahasa Indonesia memperoleh nilai 9,80. K e p a l a S D N 1 S u m b e rsewu, Sugeng Hariyanto SPd menjelaskan prestasi kedua siswinya tersebut tidak terlepas dari peran wali murid, dewan guru, dan komite sekolah. “Kekompakan dewan guru, komite dan wali murid akhirnya mampu melahirkan prestasi membanggakan. Ara-

KALIPURO—Perpisahan dan penyerahan siswa kelas VI pada wali murid SDN 1 Klatak berlangsung meriah Sabtu (21/6). Keceriaan siswa kelas VI yang berjumlah 86 juga menjadi bagian kemeriahan acara pagi itu. Meski acara baru dimulai pukul 09.00 namun para siswa cukup piawai dalam menghibur wali murid yang telah datang terlebih dahulu. Kepala Sekolah SDN 1 Klatak, Drs Sunarto mengatakan acara pelepasan siswa-siswi kelas VI ini dikemas dengan menampilkan bakat yang dimiliki siswa-siswi. Meski SDN 1 Klatak identik dengan sekolah ‘buangan’ namun prestasi akademik dan bakat sudah bisa menghapus kesan negatif tersebut. Diakui, kesan sebagai sekolah buangan itu menjadi cambuk bagi semua guru pengajar SDN Klatak untuk memacu potensi agar para siswasiswinya memiliki prestasi akademik sejajar dengan sekolah favorit lainnya. Untuk memacu prestasi siswa, pihak sekolah memberi kepercayaan penuh pada guru untuk berinovasi menjadi salah satu suksesnya SDN 1 Klatak dalam membentuk para siswanya. Hasilnya? Tentu saja dapat dibanggakan, dalam uji-

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Satpam & Office Boy

Exco Property

Mendut Regency

Jimny ‘95 & Panther ‘99

Dibutuhkan Satpam dan Office Boy (OB). Pria umur maksimal umur maksimal 27 tahun. Kirim lamaran ek BPC GapensI Jl Kol Sugiono 47 Banyuwangi

Profesional Property Agent Pertama di Banyuwangi Exco Property Specialist Jual & Beli Rumah, Ruko dan Tanah, Gratis Biaya Promosi, Hemat Waktu Tenaga Hub 0818643194

Djl/dikntrakkn Mendut Regency H-2 Plus Barang LT 146, 4 KM, 2 KM 082143942893

Djl Jimny 4X4 Th’95 Pth DK, Audio, AC, Modif, Panther Ryl Biru ‘99. H: 08123651374

Perum Kalipuro Asri

Honda Fit/Jazz ‘03

Green Sutawijaya

Dijual Cpt Rumah Perum Kalipuro Asri 140 M2 shm Tlp. 082232010444

Djl Honda Fit/Jazz Built Up 03 1,3 AT Silver Plat L 92 Jt Net 082143942893

HRG PERDANA Perum Baru Green Sutawijaya, Beli Sekarang Langsung Untung 7% Bayar Saat Serah Terima Kunci, Cicilan Tanpa Bunga Diskon Besar 30 Unit Pertama. H: 081248099993

Jl. Singosari

Nissan

Djl Rumah Jl. Singosari (Jati Rimba) LT. 550 m2 LB. ± 300 m2, 4 KT, 4 KM, Garasi 2 Mobil H: 081336450163

Nissan Banyuwangi Hadiri acara pesta jerok di Nissan BWI 20-22 Juni 2014, 09.00-17.00. Dptkn lucky dip Iphone, Samsung Tab, Handycam, V-Blj utk pemb Nissan slm acra. Jln. Letjend S. Parman 147.Ph. 0333-4460222

Dibutuhkan Segera Operator Penel Syarat Wanita/Laki2 Min SMA Bisa Komputer Kirim CV Ke PT. Sarifeed Indojaya, Jl. Pelabuhan 35 Muncar Tlp. 0333 593325

han Kepala UPTD pendidikan Kecamatan Muncar mempunyai andil besar atas keberhasilan ini.” Ujar Sugeng. Komite sekolah yang diketuai H Suyoto Ms mempunyai program untuk memotivasi wali murid untuk selalu pedu-

li pada pendidikan anaknya. Menurutnya, mustahil prestasi akan diraih tanpa dukungan dari wali murid. Oleh karena, komite sekolah sering menggelar pertemuan dengan wali murid untuk mendukung program sekolah.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Muncar, Drs Machsun MM hadir dalam acara tersebut untuk memberikan penghargaan kepada SDN 1 Sumbersewu atas keberhasilannya dalam meraih nilai US tertinggi tahun 2014. (*/afi)

SDN Klatak Bangkit, Nilai US Hampir Setara Kabupaten

BANYUWANGI

Operator Penel

DIAN EFFENDI/JPRB

NILAI TERTINGGI: Mayrieta Maharani Jazza dan Rossiana Aulia Putri (berseragam sekolah) bersama Kepala UPTD Kecamatan Muncar dan dewan guru SDN 1 Sumbersewu.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Mesin Kolter

Besuki

Dijual Mesin Kolter & Poles Automatic, Berminat H: 085239577395 Rogojampi

Raya Besuki-Stb, LT 2410 m2 1 st HOME. 03170606191 / 08121721556

TOHA/RaBa

MENYANYI BERSAMA: Paduan suara siswa-siswi SDN 1 Klatak memeriahkan acara perpisahan pada Sabtu (21/6).

an sekolah(US), SDN 1 Klatak berhasil mencapai prestasi terbaik kedua se-Kecamatan Kalipuro dengan nilai 29,10. Nilai ini juga tidak kalah jauh dengan nilai ujian sekolah tingkat Kabupaten Banyuwangi yang 29,96. “Namun nilai rata-rata, SDN 1 Klatak tertinggi se-kecamatan Kalipuro,” ujar Sunarto. Dikatakan, selama ini SDN 1 Klatak memang tidak menyampaikan prestasi akademik siswa ke publik. Namun untuk tahun ini, pihaknya bersedia

menyampaikan prestasi akademik untuk menghapus kesan sebagai sekolah buangan. Prestasi dengan nilai ujian nasional terbaik ini telah dipertahankan hingga tiga tahun ini. “Selain prestasi akademik, para siswa-siswi SDN 1 Klatak juga memiliki potensi minat dan bakat yang tidak kalah dengan sekolah lain,” ujarnya. Kepala UPTD Kecamatan Kalipuro Drs Hadi Suyono juga memberikan apresiasi atas semangat yang digelorakan

SDN 1 Klatak. Oleh sebab itu, dirinya sangat yakin SDN 1 Klatak akan menjadi SD yang memiliki akademik setara dengan tingkat kabupaten. Ini menunjuk nilai hasil ujian nasional yang tidak begitu jauh selisihnya dengan nilai ujian tingkat kabupaten. “Semangat para guru, dan wali murid untuk memberikan motivasi belajar kepada siswanya sangat baik. Dan ini adalah kesuksesan bersama. Selamat atas prestasi ini,” ujarnya. (*/afi)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Nissan

Kijang Innova

Daihatsu Xenia

Dijual Daihatsu Xenia tahun 014/013 hitam/slvr pmk hrg 139,5/129,5 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Nisan Evalia/G livina tahun 012/08 pmk pth pmk hrg 157/135 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Kjg Innova tahun 09/011/06 slr/ bsn slvr/bru pmk hrg 177/199/145 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Panther

Toyota Avanza

Corolla Twincam ‘90

Dijual panther LS tahun 02/01 bru/slvr pmk hrg 117/83 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota all new avanza 012/07/05 slr/bru/ijo hrg 149/117/107 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Djl hnya utk pmakai, Corolla Twincam’90 SE Limited Abu2 Mtlk, cat istmw, body tdk kropos, msin kering. Hrg Nego. Serius? T. 087857750239 (xl) 081332998704 (simpati) (No SMS)


OLAHRAGA

36

R A D A R

Jawa Pos

Senin 23 Juni 2014

B A N Y U W A N G I

BULU TANGKIS

SHULHAN HADI/JPRB

DUA MEDALI: Ovilia menunjukkan dua medali prestasi yang dia peroleh pada ajang O2SN.

Juarai Lomba O2SN 2014 CLURING – Nama Banyuwangi kembali harum di kancah nasional. Kali ini prestasi gemilang ditorehkan Ovilia Riza Wulandari, 11, dalam Ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Jakarta pada 16-20 Juni lalu. Dalam perlombaan yang diikuti siswa seluruh provinsi seluruh Indonesia (kecuali Kalimantan Utara) itu, siswa kelas V SDN 7 Tamanagung itu berhasil menjuarai cabang olahraga bulu tangkis. Tidak tanggung-tanggung, dalam lomba tersebut, wakil Jawa Timur untuk tingkat SD itu menyabet dua kategori sekaligus. “Juara satu tunggal putri dan juara 3 ganda,” ujar Ovilia. Menurut putri pasangan Sunyoto dan Rika Riana tersebut, tim yang paling berat justru dihadapi saat babak semifinal. Sementara pada final pertandingan berlangsung dalam kendali. “Yang paling berat melawan Jabar (Jawa Barat) di semifinal,” ungkap anak asuhan pelatih Jainul dari PB Sari Agung Genteng ini. Sementara itu, A. Fauzi pihak keluarga yang diwakili paman menyatakan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung prestasi anaknya. Capaian prestasi ini akan dijadikan modal untuk lebih membuat mereka memacu prestasi. Selain itu, untuk menghadapi kejuaraan berikutnya, latihan tetap akan dijalani lebih giat lagi. “Jelas latihannya akan semakin ditingkatkan,” ujarnya Menurut sang pelatih, Jainul, atas capaian itu anak asuhnya akan mewakili Indonesia dalam ajang serupa tingkat Asia Pasifik. Untuk itu, pihaknya akan memantapkan latihan menjelang pelaksanaan itu pada malam hari. Hal ini dikarenakan bersamaan dengan momen puasa. “Dia (Ovilia) akan mewakili Indonesia tingkat Asia Pasifik setelah lebaran, kalau ga di Thailand ya Singapura,” ujarnya. (sli/als)

GALIH COKRO/JPRB

ANGKAT POTENSI WISATA: Peserta Banyuwangi City Tour saat melewati PB Sudirman Banyuwangi kemarin. Even ini diikuti ribuan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pemanasan Tuan Rumah Porprov BANYUWANGI – Even balap sepeda fun bike and sport bertajuk Banyuwangi City Tour (BCTR) berlangsung sukses, Sabtu (21/6) lalu. Dengan keberhasilan itu, Banyuwangi semakin percaya diri saat menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang dihelat tahun 2015 mendatang. Even tersebut bisa dijadikan panggung pemanasan dalam menyongsong ajang multi even dua tahunan itu. Gebyar dan semarak menjadi ciri khas kota Gandrung dalam setiap even yang digelar. Hal itu berbanding lurus dengan tujuan bagi Bumi Blambangan untuk terus mengembangkan potensi wisata. Ketua panitia, Guntur Priambodo mengungkapkan, kesuksesan itu me-

mang buah kerja keras. Meski awal, ternyata banyak pembalap kaliber nasional memilih berpartisipasi dalam even kali ini. ‘’Padahal, kegiatan ini nyaris berbarengan dengan kejurnas. Tapi, pembalap-pembalap nasional pilih di sini,’’ ungkapnya. Lantas apa yang mendorong mereka memilih mengikuti BCTR? Dia menyebut, jika para pembalap memang sudah memiliki pengalaman khusus selama mengikuti berbagai even. Dikatakannya, even yang digelar di Banyuwangi paling bagus. ‘’Pengalaman di BTDI yang membuat mereka ingin kembali ke Banyuwangi,’’ terangnya. Dia membandingkan, kalau even ini paling meriah jika dibandingkan pelak-

sanaan di daerah lain. Terbukti, banyak pembalap profesional yang datang untuk mengikuti BCTR. ‘’Kalau dibandingkan dengan yang lain, kita ini sudah luar biasa,’’ papar ketua Ikatan Sepeda Sport Seluruh Indonesia (ISSI) Banyuwangi itu. Untuk itu, dia mengucapkan, banyak terima kasih kepada semua pihak yang terus membantu pelaksanaan BCTR dan berlangsung sukses. Selain itu, ucapan salut dan terima kasih disampaikan kepada masyarakat Banyuwangi secara umum. ‘’Mari kita terus tingkatkan untuk Banyuwangi agar terus berkembang,’’ harapnya. Dia menjelaskan, kesuksesan itu menjadi prestasi tersendiri bagi panitia secara khusus. Dengan prestasi itu,

kata dia, Banyuwangi memang sudah siap dalam menyongsong porprov V Jatim yang digeber Juni tahun 2015 mendatang. ‘’Semua ini panitia lokal. Porprov kita juga sudah siap. Semua akan kita persiapkan dengan matang,’’ tandasnya. Guntur Priambodo memang orang yang getol dalam dunia olahraga balap sepeda. Selama ini, dia piawai dalam menggerakkan roda organisasi dan berprestasi. Terbukti, tim balap sepeda yang dia bentuk, Banyuwangi Cycling Road Community (BRCC) tampil gemilang dengan mengalahkan timnas dalam Tour de Singkarak di Padang, Sumatera Selatan, tanggal 7-15 Juni lalu. (ton/als)

BALI & JEMBER Sehari, Perampok Beraksi di Dua TKP

Jumai/radar jember/jpnn

FINISHING: Apron atau tempat parkir pesawat di Bandara Notohadinegoro yang sudah selesai dibangun. Saat ini, bandara tersebut tinggal menunggu verifikasi akhir dari pihak-pihak terkait.

Ready, Tinggal Verifikasi Akhir JEMBER - Persiapan operasional Bandara Notohadinegoro Jember terus dikebut oleh Dinas Perhubungan Jember. Sejumlah sarana dan prasarana baik fisik maupun teknis sudah selesai dikerjakan. Termasuk pengerjaan apron atau tempat parkir pesawat pun terus dikebut dan tinggal finishing saja. Seperti pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi Bandara Notohadinegoro Jember, kemarin, sejumlah pekerjaan memang sudah dilakukan. Di antaranya pemasangan marka di landasan yang baru saja dilakukan penebalan. Land clearing di sekitar landasan

dan bandara juga selesai dilakukan. Sementara untuk apron, yang hampir selesai dilakukan. Pihak Dishub Jember pun sudah yakin jika sejumlah persiapan selesai dilakukan. Mereka pun sudah mengirimkan surat persiapan untuk diverifikasi akhir oleh pihak-pihak terkait. Baik itu dari Dirjen Perhubungan Udara, Otoritas Bandara, dan juga maskapai Garuda Indonesia. “Surat untuk verifikasi akhir sudah kami kirim kemarin (lusa kemarin, red),” jelas Isman Sutomo, Kepala Dishub Jember, kemarin. Surat kesiapan verifikasi ini menandakan jika Bandara

Notohadinegoro Jember sudah siap menerima penilaian kesiapan beroperasi setelah hampir 8 tahun mati suri. Terkait dengan apron yang masih belum selesai dikerjakan, diakui Isman, tidak akan lama lagi akan selesai digarap oleh rekanan. Bahkan, tidak sampai sepekan sudah bisa selesai. Diprediksi, tengah pekan ini juga akan selesai digarap untuk apron tersebut. “Kami tinggal menunggu verifikasi akhir saja kemudian langsung beroperasi,” tutur Isman. Verifikasi akhir ini nantinya bukan hanya untuk melihat kesiapan pekerjaan fisik di sejumlah titik di Bandara tetapi juga

kesiapan teknis bandara serta peralatan untuk penerbangan di bandara pun akan diverifikasi akhir. Mulai dari kalibrasi, Telekomunikasi Navigasi Listrik (Telnavlis), ATC, BMKG hingga Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP PK) pun tidak akan luput dari verifikasi akhir itu. Namun, sejumlah peralatan tersebut diakui Isman, sudah siap semua. “Bahkan sebelumnya juga ada penilaian dari tim-tim terkait,” jelasnya. Tim yang dimaksud adalah tim verifikator dari masingmasing peralatan itu. (ram/ wah/jpnn)

JEMBER – Setelah sempat tiarap sejenak, para komplotan perampok kembali beraksi di Jember. Aksi mereka pun semakin beringas. Selain menyekap dan menguras harta benda korban, meraka tak jarang menodongkan senjata tajam, bahkan pistol. Mereka tak segan melukai korbannya jika melawan. Seperti yang dialami warga Dusun Krajan Tengah, RT 02, RW 05, Desa Gumelar Balung, yang diketahui bernama Moch. Guntur. Pria yang dikenal sebagai pengusaha persewaan tenda pengantin itu harus rela kehilangan mobil, perhiasan, hand phone dan uang tunai senilai Rp 40 juta. Korban tidak berkutik karena para perampok sempat menodongnya dengan pistol. Menurut Guntur, empat perampok bercadar masuk ke rumahnya dengan mencongkel pintu belakang sekitar pukul 04.00, Sabtu (21/6). Saat itu korban sedang tertidur pulas dengan istrinya. “Saya tiba-tiba dibangunkan dengan todongan pistol. Setelah itu, mereka minta uang,” akunya, saat ditemui di rumahnya. Guntur mengaku tidak mampu berbuat banyak selain menuruti semua permintaan perampok. Terlebih, dia dan istrinya berada dalam todongan senjata api yang menempel di kepala bagian pelipis matanya. “Selain saya ditodong pistol, istri saya lehernya ditempeli pisau,” ungkapnya. Dia mengatakan, para pelaku

RULLY EFENDI/RADAR JEMBER/JPNN

RUGI RATUSAN JUTA: Korban menunjukkan kamarnya yang diacak-acak perampok Sabtu (21/6) lalu.

awalnya meminta uang tunai yang dimilikinya. Setelah uang senilai Rp 40 juta diserahkan, pelaku masih meminta perhiasan yang dipakai istri korban. Selain itu, tiga hand phone miliknya raib dirampas pelaku. “Setelah uang dan perhiasan saya serahkan, mereka meminta kontak mobil Honda Jazz sekaligus surat-suratnya,” katanya. Menurut dia, uang Rp 40 juta tersebut baru lima hari ada di rumahnya. Uang itu rencananya akan dipergunakan untuk selamatan 40 hari almarhumah ibunya. “Baru sekitar lima harian uang itu

ada di kami. Padahal mau kami buat selamatan,” tuturnya. Selain itu, Siti Aisyah, isti Guntur, mengakui bahwa para pelaku cukup beringas. Meskipuna dirinya tidak sempat dilukai pelaku, namun ancaman untuk menikam dan menembaknya membuat Aisyah trauma berat. Apalagi, dia melihat langsung para pelaku mengacak-ngacak barang dengan sangat brutal dan menakutkan. “Itu bajunya sampai berantakan,” kata Aisyah, sambil menunjukkan tumpukan baju yang sudah awut-awutan di kamar.(rul/har/jpnn)


Jawa Pos

SAMBUNGAN

Senin 23 Juni 2014

R A D A R

37

S I T U B O N D 0

Sebelumnya Operasi Bibir Sumbing Gratis n TANGIS... Sambungan dari Hal 31

Sehingga, pemkab perlu segera menyegerakan sampainya kemanfaatan tersebut kepada warga yang kurang mampu. “Kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan lebih, kami sampaikan terima kasih. Mudah-mudahan, kegiatan yang begitu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat ini bisa terus kita lanjutkan,” imbuh Bupati Dadang. Para peserta khitanan ratarata berusia sekitar 5 sampai 10 tahun ini. Di antara mereka, ada yang terlihat sangat berani dengan mendatangi sendiri tim medis, dan memintanya untuk dikhitan. Tetapi ada pula wajah peserta khitan yang terlihat malumalu. Juga sangat banyak di antara peserta khitan yang menangis karena masih takut disunat. Anak-anak yang berani sunat, sudah mulai tersenyum usai disuntik bius. Sementara mereka yang masih takut terus menangis dan beberapa anak sempat berlarian untuk meninggalkan halaman pendapa. Dan, setelah dirayu oleh oang tuanya, anak-anak tersebut akhirnya berani sunat. “Ada anak yang takut sampai lari-lari, tetapi setelah diberi penjelasan

SYAMSURI/JPRS

BANTU WARGA: Bupati Dadang Wigiarto menyalami peserta khitanan masal di pendapa kabupaten kemarin.

SYAMSURI/JPRS

JANGAN NAGIS, YA: Ny Umi Kulsum Dadang memberi semangat kepada peserta khitanan masal.

dan dirayu orang tuanya, mereka langsung mau,” kata Arif Rahman, salah satu anggota Satpol PP Situbondo.

Sebanyak 750 anak yang kurang mampu tersebut berasal dari 17 kecamatan yang ada di Situbondo. Mereka

dikhitan oleh tenaga medis dari masing-masing puskesmas yang ada di Situbondo. “Kami libatkan semua. Dari RSUD dr Abdoer Rahem dan dari seluruh puskesmas. Seluruhnya kami libatkan 250 tenaga medis, dokter, dan perawat,” terang H Imam Hidayat, sekretaris RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Pada saat khitanan masal dilangsungkan, ada dua peserta yang mengalami pendarahan. Hal ini terjadi pada s aat p ro s e s p e m o t o n ga n kulit penis disebutkan mengenai pembuluh darah dan m e n g a l a m i p e n d a ra h a n . Mereka dibawa ke rumah sakit untuk ditangani. “Sudah bisa diatasi, itu hanya pendarahan biasa karena kult penis saat dipotong, sekarang sudah teratasi,” terang Imam Hidayat. Sementara itu, sehari sebelumnya, Sabtu (21/6), Pemkab Situbondo melalui RSUD Besuki juga melaksanakan kegiatan sosial berupa operasi bibir sumbing gratis. “Walaupun untuk mencari pasien bibir sumbing ternyata tidak mudah, namun terus kita lakukan bagaimama penderita bibir sumbing di Kabupaten berkurang,” terang Bupati Dadang Wigiarto. (pri/*/als)

Hasil Seleksi Diumumkan 4 Juli n PPDB... Sambungan dari Hal 31

Di tingkat SMK neger i, ada enam lembaga yang menggunakan PPDB online. Yaitu SMKN 1 Panji, SMKN 1 Suboh, SMKN 1 Kendit, SMKN 1 Situbondo, SMKN

2 Situbondo, dan SMKN 1 Banyuputih. Sedangkan di tingkat SMA ada tujuh. Yakni SMAN 2 Situbondo, SMAN 1 Panarukan, SMAN 1 Panji, SMAN 1 Kapongan, SMAN 1 Asembagus, SMAN 1 Suboh, dan SMAN 1 Besuki. Agus menjelaskan, pendaf-

taran PPDB online untuk SMP, SMA, dan SMK akan dilaksanakan mulai 30 Juni hingga 3 Juli 2014 dari pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. Proses seleksi dilakukan selama 24 jam dari tanggal 30 hingga 3 Juli 2014. Pengumuman hasil akhir seleksi pada 4 Juli 2014

di sekolah dan internet. “Daftar ulang pada 5 hingga 8 Juli 2014. Hari pertama masuk sekolah pada tanggal 14 Juli 2014 dilanjutkan masa orientasi peserta didik dari tanggal tanggal 14 sampai dengan tanggal 16 Juli 2014,” papar Agus. (pri/als)

Segera Mengundang Tim Sukses Capres n PEMASANGAN... Sambungan dari Hal 32

Langkah penertiban alat peraga selanjutnya akan dikembalikan kepada masing-masing tim sukses pasangan capres-cawapres yang akan bertarung dalam Pilpres 2014. Sementara itu, Divisi Sosialisasi KPU Situbondo, Dini Noor Aini menjelaskan, pihaknya akan mengundang kedua tim sukses pasangan capres cawapres untuk

menyepakati surat keputusan bersama yang isinya termasuk soal zona pemasangan APK. “Saya masih di Surabaya, secepatnya kami akan undang tim sukses kedua pasangan capres-cawapres, untuk mensosialisasikan dan menandatangani SKB zona pemasangan APK ini,” katanya dihubungi via hand phone. Berdasarkan peraturan KPU nomor 16 tahun 2014 sudah jelas diatur. Ia menyebutkan, zona pemasangan APK di masing-

masing kecamatan tidak jauh beda dengan yang ditetapkan dalam zona pemasangan APK pemilu legislatif lalu. “Kalau batasan dan zona pemasangannya hampir samalah dengan pilpres kemarin,” katanya. Lebih lanjut Dini mengatakan, pemasangan alat peraga hanya diperbolehkan dengan jumlah terbatas, yakni tiga buah baliho/ banner untuk setiap desa atau kelurahan, dan lima buah spanduk setiap dusun atau kampung.

Soal pemasangan APK sebagaimana diatur dalam PKPU kata dia, tidak dipasang sembarang lokasi, termasuk menempelkannya di pohon pinggir jalan. “Jika sudah kami sosialisasikan dan disepakati dan masih ada pelanggaran, kami akan layangkan surat pemberitahuan ke masingmasing tim kampanye yang bersangkutan. Tapi penertibannya KPU menunggu rekomendasi dari Panwaslu,” pungkasnya. (mg4/als)

Perjalanan Ditarget Selesai 40 Hari n JALAN... Sambungan dari Hal 31

Kita bertiga disuruh jalan dulu, nanti katanya menyusul,” tambahnya. Tiga santri ini juga mengaku tidak membawa bekal apa

pun. Mereka hanya membawa perlengkapan salat yang ada di dalam tas yang mereka bawa dan juga uang untuk akomodasi selama perjalanan. ”Cuma bawa sarung sama baju salat aja,” tambah Hoiron, salah satu dari ketiga pemuda ini.

Tujuan mereka melewati Situbondo ini untuk menuju Pelabuhan Jangkar. Karena, nantinya setelah tiba di Pelabuhan Jangkar, mereka akan nyebrang laut menggunakan kapal menuju Pulau Madura. “Setelah dari Madura, kita

nyebrang laut lagi ke Surabaya. Lalu kita lanjutkan perjalanan darat menuju Cirebon. Insyaallah perjalanan ini bisa kita tempuh selama 40 hari,” jelas Hairon, sambil melanjutkan perjalanannya. (mg5/als)

Jalur Laut Pasir Bromo Digeser PROBOLINGGO - Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menggeser jalur kendaraan di kaldera laut pasir Gunung Bromo. Jika semula jalur tersebut berada di tengah, kini berada di tepi, dekat dengan dinding kaldera. Dalam pantauan Jawa Pos Radar Bromo pada Rabu (18/6) lalu, patok-patok yang menjadi penanda jalur menuju ponten laut pasir dan penanjakan, dicabut. Kemudian, patok tersebut dipindah ke jalur baru. Kepala Balai Besar TNBTS Ayu

Dewi Utari mengatakan, pemindahan jalur tersebut sudah direncanakan sejak lama, yakni 2013. “Laut pasir itu padang mahsyarnya masyarakat suku tengger, jadi perlu bersih, tidak menjadi tempat lalu lalang kendaraan,” katanya. Ayu menepis bila pemindahan tersebut semata-mata atas inisiatif TNBTS seluruhnya. Masyarakat Suku Tengger, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan pelaku wisata yang tergabung dalam Sahabat Bromo, telah ber-

sepakat dengan pemindahan jalur paris laut tersebut. Dengan langkah tersebut, di tengah laut pasir hanya akan ada kuda atau pejalan kaki. Kaldera laut pasir juga akan lebih bisa dinikmati dan lebih alami. Berkaitan dengan pemindahan itu, jalur lama akan ditutup agar tak dilewati kendaraan. Ayu mengatakan, pemindahan tersebut dilakukan secara bertahap dan dimulai sejak awal tahu. Pembiayaan untuk proses pemindahan, juga dilakukan bersama antara TN-

BTS, hotel di kawasan Bromo dan pelaku wisata. Beredar kabar bahwa pemindahan tersebut terkait dengan mesin kendaraan yang berpotensi mengganggu alat pantau milik Pos Pengamanan Gunung Bromo pada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Namun, hal itu ditepis Ayu. Ia menegaskan, pemindahan tersebut untuk kepentingan masyarakat adat, kepentingan untuk melestarikan kaldera laut pasir, dan kepentungan ekonomi sekaligus. (qb/aad/jpnn)

Bundaran Serang Dinilai Kurang Urgen PROBOLINGGO- Pengerjaan proyek bundaran di Jembatan Serang, di Jalan Mastrip, Kota Probolinggo, yang berlarutlarut sejak 2012, membuat DPRD setempat berpikir untuk mengalihkan alokasi dananya pada kegiatan lain. Apalagi, proyek yang dalam APBD 2014 dianggarkan Rp 3,5 miliar itu, dinilai belum mendesak. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD setempat Abdullah Zabut. Ia menilai, meski proyek jalan bundar ditunda, jembatan serang tetap bisa digunakan. “Kalau bisa ditunda dulu karena belum

begitu mendesak untuk pengaturan lalin (lalu lintas, Red). Di sana kan sudah ada traffic light,” katanya, beberapa waktu lalu. Kini pemkot mengalokasikan anggaran Rp 3,5 miliar untuk pembebasan 13 bangunan warga di sekitar jembatan. Empat bangunan berstatus sertifikat hak milik, sedangkan lainnya berdiri di atas lahan sutren kali. Zabut mengusulkan dana yang dialokasikan untuk memuluskan proyek itu dalam APBD dialihkan pada program lain yang belum disentuh. Salah satunya, untuk revitalisasi Pasar Baru.

Menurutnya, bagian dalam Pasar Baru sudah terlihat kumuh. Bila hujan, kondisi pasar kebanggaan warga Kota Probolinggo, itu becek. Karenanya, ia menilai lebih tepat bila dana proyek Bundaran Serang dialihkan ke Pasar Baru. “Ini belum pernah disentuh. Kami sudah lama mengusulkan agar direvitalisasi,” ujar politisi PKB itu. Berbeda dengan proyek Bundaran Serang, revitalisasi pasar tradisional seperti Pasar Baru, mendesak dilakukan. (qb/rud/jpnn)

NUR HARIRI/JPRS

MENGERING: Tomat yang dipanen petani di Desa Panji Lor mulai mati di saat harga tomat naik.

Harga Naik, Tomat Justru Mati PANJI – Kegembiraan sejumlah petani tomat di Situbondo mulai surut. Itu karena disaat harga tomat naik cukup tinggi, tanaman tomat di sawahsawah yang mereka tanam justru mulai mengering. Salah satunya dialami Tolak, 28, salah satu petani yang memanen tomat di persawahan, Desa Panji Lor, Kecamatan Panji. Jelang puasa Ramadan yang sudah tinggal sepekan ini, harga tomat di Situbondo ratarata mencapai sebesar Rp 4 ribu perkilogramnya. Tetapi bagi sebagian petani tomat yang tanamannya mulai mengering sudah tak lagi semringah lantaran harga tomat milik mereka tidak lagi masuk kategori super.

Akibatnya, tomat mereka pun hanya terjual dengan harga setengah dari tomat yang super. “Kalau sisa-sisa seperti ini harganya tidak penuh, jadi hanya setengah harga. Sekarang kan sekilo Rp 4 ribu, jadinya hanya Rp 2 ribu,” kata Tolak sambil memanen sisa tomat miliknya. Hal lain yang juga membuatnya jengkel karena kurang beruntung. Yakni pada saat tanaman tomat masih bagus-bagusnya dan menghasilkan tomat super. Harga tomatnya justru tidak mendukung dan sangat murah. Dirinya menyebut bahwa sekitar dua minggu lalu di saat tomat panenannya masih bagus, harga tomat berkisar antara Rp 1000 sampai Rp 1200 saja.

“Pas panen-panennya, harga tomatnya masih murah. Cuma seribu sampai seribu dua ratus waktu itu. Setelah tanaman tomat mulai kering mau mati, eh malah naik harganya. Untungnya tidak banyak,” terangnya. Meski begitu, Tolak mengaku bersyukur karena modal menanam tomat sudah kembali. Dengan modal seadanya itu dirinya mengaku akan kembali bercocok tanam dengan tanaman lain. Petani ini berharap tanaman di sawahnya akan lebih baik dan memberikan untung yang banyak. “Mungkin mau ditanami padi,” kata pria yang juga mencabut beberapa tanaman tomat yang sudah mati. (rri/als)

Diimbau Tidak Ugal-Ugalan n GALAKKAN... Sambungan dari Hal 31

Di samping menindak pengendara yang tidak dapat menunjukkan STNK dan SIM, petugas juga menindak mereka yang kendaraannya tidak standar. Pelanggaran kendaraan semacam ini kebanyakan karena kelengkapan sepeda motor dipreteli oleh pemiliknya dan diganti dengan kelengkapan motor yang tidak standar. “Pelanggaran yang satu ini masih didominasil oleh anak-anak

muda,” paparnya. Sementara itu, razia jelang puasa ini tidak hanya sekedar menegakkan disiplin lalu lintas saja. Selama razia petugas juga melakukan pengecekan secara detail untuk mengetahui apakah kendaraan yang diperiksa tersebut merupakan barang bukti pencurian atau bukan. Menurut Rizki, salah seorang anak muda asal Panarukan mengatakan, dirinya justru senang bila ada razia lalu lintas yang secara rutin dilakukan petugas. Dengan razia, bisa saja sepeda motor atau kendaraan jenis

lain milik seseorang yang hilang ditemukan tanpa disengaja. “Saya senang ada razia, kalau itu terus dilakukan pencuri motor gak bisa berkutik kalau ketemu,” kata pemuda 24 tahun tersebut. Wahyudi menghimbau, jelang bulan puasa yang sudah tinggal sepekan lagi ini meminta kepada masyarakat agar tidak ugalugalan dalam mengemudikan kendaraan. “Apalagi bulan puasa nanti biasanya agka kecelakaan cukup tinggi, maka kami imbau kepada semua pengendara motor agar lebih hati-hati,” pungkasnya. (rri/als)

Terancam Gulung Tikar n SEPI... Sambungan dari Hal 32

Padahal, menurut dia, sejak awal pembangunan pasar baru dimulai seluruh pedagang sudah mengajukan untuk menempati los daganganya di lantai bawah. “Kalau sembako kan barangbarangnya berat. Di bawah lebih enak. Kalau ditaruh di atas seperti ini, males orang mau beli. Belum belanja sudah capek duluan,” keluhnya. Jika dibanding waktu menepati pasar lama, penghasilannya di pasar baru justru jauh menurun drastis. Jika di tempat lama, dalam

sehari dia bisa membawa pulang uang hingga jutaan rupiah, kini untuk membawa pulang uang Rp. 500 ribu saja sulitnya minta ampun. Apalagi, ukuran los dagangannya juga relatif kecil. “Sekarang semua los pedagang luasnya sama. Rata 2,4 meter. Kalau dulu bisa 3 meteran,” katanya. Hal yang sama juga dirasakan Bu Ila, pedagang sembako lainnya. Kata dia, pemerintah tidak transparan dalam membagi kios baru. Dia menduga ada oknum Dinas Pasar yang bermain dengan menguasai kios baru. Akibatnya pedagang lama tidak mendapatkan tempat yang sesuai permintaan.

Selain itu, retribusi pasar juga dirasa sangat mahal dibanding pasar lama. “Kalau di pasar lama retibusinya cuman seribuan. Sekarang lima ribu perhari. Hasil saja belum, pengeluaran sudah pasti,” jelasnya. Para pedagang berharap, pemerintah dalam hal ini dinas yang mengelola pasar bisa memikirkan dan meninjau ulang penempatan dan pengelolaan pasar Asembagus. Kondisi ini sangat merugikan sebagian pedagang, terutama pedagang sembako. ”Kalau seperti ini terus dibiarkan, kami bisa gulung tikar,” tandasnya. (mg4/als)

Dhafir Diminta Menangkan Jokowi PKNU Yakin Prabowo Menang Telak BONDOWOSO - Ribuan w a r ga m e m e nu h i a c a ra ‘Deklarasi Tim Pemenangan Jokowi Jusuf Kalla’ di GOR Pelita Bondowoso, Minggu siang (22/6). Acara itu dihadiri, SekjenDPPPKBImamNahrawi, Ahmad Dafir sebagai Ketua Tim Pemenangan Jokowi JK, Irwan Baktiar Ketua DPC PDI Perjuangan yang merupakan wakil ketua tim pemenangan Jokowi JK, Ayub Junaedi Ketua DPC PKB Jember, KH Anwar jajaran Rois Syuriah dari PCNU Bondowoso Jember, bahkan ada KHMuhyidinAbdushomadKetua Rois Syuriah PCNU Jember. Sekjen PKB, Imam Nahrawi meminta Ahmad Dhafir untuk membantu memenangkan Jokowi JK pada pilpres 9 Juli mendatang. Bahkan, Nahrawi meminta Dafir memenangkan Jokowi JK dengan jumlah suara mutlak. Meski pada saat pilihan gubernur Jatim Dafir justru

membela Pak De Karwo-Gus Ipul, bukan Cagun KhofifahHerman. Namun hal itu sudah dimaafkan oleh DPP PKB. Nahrawi mengaku sudah sowan ke Bupati Amin Said Husni sebelum acara deklarasi. Bahkan, kata Imam, bupati Amin siap untuk mendukung PKB dan memenangkan pasangan Jokowi- Jusuf Kalla dalam pilpres mendatang.”Tadi Pak Bupati mengatakan siap memenangkan Jokowi JK di Bondowoso,” terangnya. S e m e n t a r a i t u , Pa r t a i Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) yang merupakan partai pemenang dalam Pileg 2009 di Bondowoso all out mendukung Prabowo – Hatta. Melalui sayap partainya Gerak Aswaja, PKNU menargetkan kemenangan mutlak untuk kemenangan pasangan nomor satu dalam pilpres mendatang. Hal itu diungkapkan oleh Syaiful Bahri Husnan, ketua tim pemenangan dari Gerak Aswaja Bondowoso. Pria yang akrab disapa Gus Syef

ini mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah aktif mengonsolidasikan kekuatan untuk kemenangan PrabowoHatta. Salah satunya dengan menggalang kekuatan dari kader-kader dan konstituen PKNU. “Gerak Aswaja adalah sayap PKNU yang bergerak untuk memenangkan pasangan Prabowo-Hatta. Maka dari itu, diwajibkan kader-kader PKNU untukmemenangkanpasangan ini,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember kemarin. Menurutnya, arus dukungan terhadap Prabowo – Hatta yang digalang oleh Gerak Aswaja sejauh ini ter us membesar. Saat ini saja, lanjut dia, ada sekitar 2326 relawan yang sudah digalang oleh Gerak Aswaja. “Relawan kita itu riil. Mereka terdaftar by name by addres,” tambahnya. Selain dari kader dan konstituen PKNU, pihaknya juga menggalang kekuatan dari tokoh-tokoh kultural di masyarakat.(eko/esb/sh/jpnn)


38

KOMUNIKASI BISNIS R A D A R

Jawa Pos

Senin 23 Juni 2014

B A N Y U W A N G I

HUT Ke-19, Telkomsel Launching NSP Lagu Osing

JOGET: Peserta dihibur goyangan artis-artis lokal Banyuwangi.

BERUNTUNG: Para pemenang Reward Outlet Competition berfoto bersama.

FOTO BERSAMA: Panitia dan perwakilan sales outlet yang berhasil mencapai target penjualan.

BANYUWANGI – Rangkaian ulang tahun ke-19 Telkomsel bertajuk Semarak 19 Ulang Tahun Telkomsel, Masa Depan Penuh Warna yang digelar di Gesibu Blambangan Banyuwangi Minggu kemarin (22/6) berlangsung meriah. Acara yang dikemas dengan kegiatan jalan santai yang mengambil start di depan kantor Bank Mandiri jalan Dr Sutomo itu tampak diikuti ribuan peserta. Tepat pukul 08.00 wib, bendera start dikibarkan oleh Arif Hidayatus, Branch Manager Telkomsel area Jember. Peserta jalan santai diajak menyusuri jalan Dr Sutomo, jalan Pierre Tendean, jalan Veteran, jalan Diponegoro dan finish di Gesibu Blambangan. Sampai di Garis finish, peserta dihibur goyangan artis-artis Banyuwangi, seperti Kiki Anggun, Fitri Tamara, dan Sigit Alvaro. Di sela-sela acara, dilakukan pengundian kupon berhadiah bagi peserta jalan sehat. Berbagai jenis hadiah dibagi habis untuk peserta yang beruntung. Selain itu, Telkomsel juga memberi reward kepada outlet yang mengikuti program Reward Outlet Competition (ROC). Peraih ROC adalah outlet yang berhasil mencapai target penjualan kartu perdana paket data Telkomsel. Tak tanggung-tanggung, Telkomsel

DIAN EFFENDI/JPRaBa

SEMARAK: Peserta jalan sehat HUT ke-19 Telkomsel dilepas di selatan Taman Blambangan.

memberi hadiah lima unit sepeda motor Honda Beat kepada empat outlet pemenang program ROC. Tato cell Muncar berhak meraih dua unit Honda Beat, sedangkan Raihan Cell Bangorejo, Indolaga Cell Banyuwangi, dan Trijaya Cell Situbondo masing-masing mendapat satu unit Honda Beat. Selain itu, tiga unit TV berwarna juga di berikan masingmasing kepada X Cell Situbondo, Spider Cell Situbondo, dan Trijaya 2 Cell Situbondo. Pada acara ini juga berlangsung launching Nada Sambung Pribadi (NSP) lagu Osing. NSP lagu Reny Farida yaitu Gundo Latar (kode:RNYAF), Kemulan Rupo (kode:RENAP), Nggudo Ati (kode:RFAAZ), Wujute

Roso (kode:RFRAA) dan Getun (kode:RYFAA). Sedangkan NSP Lagu Osing Demy yaitu Sing Biso (kode:DMYAF), Nggerogoti Ati (kode:DEMCX), Selat Bali (kode:DEMDC), Ngg o w o R o s o ( k o d e : D M YA K ) , G e t u n ( k o d e : E M YA A ) , P e rang Roso (kode:EMYAF), Nggowo Ati (kode:DEMDH), Sate Wedus (kode:DEMDM), Nggantung (kode:DEMDR), Gemulake Roso (kode: DEMDW), Ibarate (kode:DMYAP), dan Tutupe Wirang (kode:DEYAA). Untuk mengaktifkan NSP lagu Osing caranya cukup mudah, hanya dengan KETIK : KODE LAGU KIRIM KE 1212, Contoh

KETIK : RFRAA KIRIM KE 1212. Sedangkan untuk transfer NSP ke temanmu cukup dengan KETIK : GIFT<Spasi>KODE<Spasi>NO TUJUAN KIRIM KE1212. Telkomsel juga mempunyai program promo paket data internet. Di antaranya Simpati 2 Gb hanya Rp.30.000/bulan, Simpati Bundling 4.5 Gb hanya Rp.50.000,-/3 bulan dan aktif selamanya. Dan Simpati Loop untuk Blackberry hanya Rp.30.000/bulan. Untuk program tukar poin bagi pelanggan Telkomsel cukup dengan KETIK POIN KIRIM KE 777 dan untuk informasi poin cukup dengan KETIK INFO KIRIM KE 777. (*/als)

BPR ADY Undi Tabungan Ady Hari Raya GENTENG – BPR Anugerah Dharma Yuwana Banyuwangi atau yang akrab dikenal dengan sebutan BANK ADY semakin memanjakan para nasabahnya yang selama ini sudah mempercayakan masalah keuangan. Baik menabung maupun membutuhkan modal usahanya. BPR ADY yang berkantor pusat di Jalan Gajah Mada 202 Genteng dan bersama kantor cabang yang berada di Jajag Kecamatan Gambiran, kantor cabang Pesanggaran, serta kantor cabang Banyuwangi, Sabtu (14/6) lalu mengundang semua nasabahnya untuk mengikuti undian TADYRA 2014. Acara yang digelar di Gedung Hotel Surya Jajag itu dihadiri ratusan nasabah dan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Gambiran. Selain acara pengundian Tabungan TADYRA (Tabungan Ady Hari Raya) juga ada pengenalan produk tabungan lain yang selama ini sudah dikelola oleh BPR ADY Banyuwangi. TADYRA yang diadakan BPR ADY Banyuwangi ini bisa diikuti oleh semua lapisan masyarakat. Jadi, dengan adanya tabungan Ady Hari Raya, nasabah BPR ADY akan merasa lebih ringan dalam menghadapi kebutuhan saat hari raya Idul Fitri nanti. Menurut Direktur operasional BPR ADY,

BAHAGIA: Komisaris BPR ADY Banyuwangi. Didik Sugiarto Candra secara simbolis memberikan kunci motor ke nasabah pemenang undian TADYRA.

Rita Kumala Dewi. Tabungan TADYRA yang dikeluarkan BPR ADY ini bisa diambil setelah mendekati Hari Raya Idul Fitri. “Untuk TADYRA tahun ini (2014) sudah kita undi pada hari Sabtu(14/6) di hall gedung Hotel Surya Jajag, dan pemenang hadiah utama berupa satu unit Honda Vario Techno diraih oleh salah nasabah bernama Suryani, warga Desa Setail, Kecamatan Genteng,” ujar Rita.

Ditambahkan, untuk dua unit Yamaha Mio masing-masing diraih oleh Rintias Dwi Sumarni, warga Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, dan Christine Linanto, warga Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran. Selain hadiah utama berupa tiga unit sepeda motor juga ada puluhan hadiah yang diundi. Masih menurut Rita, dengan adanya

tabungan TADYRA, pihaknya bisa memberikan pelayanan yang lebih lengkap dan semakin mendekatkan BPR ADY Banyuwangi kepada semua nasabahnya. “Bagi para masyarakat yang ini mengikuti tabungan TADYRA, bisa datang langsung ke kantor BPR ADY Banyuwangi yang berada di jalan Gajah Mada 202 Genteng, BPR ADY Jajag Jl. Ahmad Yani 110, BPR ADY Pesanggaran Jl. Ahmad Kusnan 45,” katanya. Selain itu, masyarakat juga bisa dating langsung ke kantor kas yang berada di lima kecamatan, yaitu Rogojampi Jl. Raya Sempi No 17 Karetan, Stand Ruko Pasar Karetan Purwoharjo, Karangdoro, depan kantor Desa Karangdoro, Tegalsari, Sempu. Stand Ruko Pelita Tani no 1 Sempu, dan Songgon Jl.Ahmad Yani 313 Songgon. “Untuk TADYRA tahun 2015 BPR ADY telah menyiapkan hadiah utama berupa perjalanan umrah ke Tanah Suci untuk pemenang pertama. Makanya, untuk masyarakat yang ingin ikut silahkan datang dan daftar ke alamat kantor BPR ADY Banyuwangi.Tabungan TADYRA sudah mulai kita buka pendaftaranya mulai tanggal 16 Juni kemarin,” pungkas Rita. (*/als)

GRAND PRIZE: Komisaris utama BPR ADY Banyuwangi Luluk Indriyani foto bersama pemenang Honda Vario.

KOMPAK: Direksi BPR ADY Banyuwangi bersama Forpimka TERBUKA: Para nasabah BPR ADY Banyuwangi menyaksikan pengundian TADYRA di Hotel Surya Jajag Kecamatan Gambiran. BERUNTUNG: Pimpinan beserta karyawan BPR ADY Banyuwangi foto bersama usian acara pengundian TADYRA.

SELAMAT: Direktur operasional Rita Kumala Dewi memberikan hadiah TADYRA ke salah satu nasabah.

FOTO-FOTO: ISTIMEWA


Jawa Pos

BERITA UTAMA

Senin 23 Juni 2014

R A D A R

39

B A N Y U W A N G I

Fachri Raih Juara 3 Olimpiade Sains Kuark JAKARTA – Satu lagi pelajar Sekolah Dasar (SD) mengharumkan nama Banyuwangi dan Jawa Timur. Pelajar berprestasi itu adalah M. Hisbullah Fachri Akbar. Murid kelas II-D SD Negeri Model Banyuwangi itu berhasil meraih juara tiga dalam Olimpiade Sains Kuark (OSK) 2014 tingkat nasional yang berlangsung di gedung Universitas Prasetya Mulya Bussiness, Bekasi, Jakarta Selatan tanggal 21-22

Juni, kemarin. Anak pasangan M. Rohman Akbar dan Jezy Yuninda Paramita itu berhak membawa pulang medali. Dalam event berkelas nasional itu, pelajar yang tinggal di Jalan Brawijaya nomor 99 itu berhasil menyisihkan 9.140 peserta dari seluruh Indonesia. Pelajar kelahiran 25 September 2005 itu masuk 100 peserta terbaik yang merupakan finalis hasil seleksi ketat

selama enam bulan. Setelah diadu lagi, Hisbullah Fachri akhirnya berhasil meraih juara tiga. Dalam olimpiade itu, Hisbullah Fachri mewakili Banyuwangi dan Provinsi Jawa Timur. “Anak saya ikut olimpiade atas kemauan sendiri. Kami dan pihak sekolah hanya mendorong semangat saja,” kata M. Rohman Akbar, orang tua Hisbullah Fachri ketika dihubungi tadi malam.

WAKILI JATIM: Hisbullah Fachri Akbar menerima hadiah uang tunai dari panitia Olimpiade Sains Kuark di Jakarta kemarin.

Sekadar tahu, peserta yang lolos 100 terbaik akan masuk karantina dan mendapatkan berbagai uji kompetensi Kuark. Tidak hanya itu, sebagai media komik berdaya sains tinggi, juga mengajarkan rasa nasionalisme Indonesia. Majalah yang Dewan Redaksinya antara lain Prof. Yohanes Surya, PhD (pembina siswa-siswi yang diterjunkan dalam ajang TOFI – Olimpiade Fisika Internasional). (*/aif) ISTIMEWA

Jadi Saksi Inovasi Warga Kemiren n TONTONAN... Sambungan dari Hal 29

Cerita itu menggambarkan kesetiaan Sri Tanjung kepada suaminya, Patih Sidopekso. Musik serta properti berupa ratusan obor yang dijajar di kanan-kiri jalan menuju lokasi pertunjukan semakin menambah kesan megah pertunjukan malam itu. Cerita dimulai ketika tiga pria yang masing-masing berperan sebagai raja, yakni Prabu Sulahkromo; Patih Sidopekso; dan Tumenggung Tirtolewo, masuk ke panggung pertunjukan. Prabu Sulahkromo yang memendam hasrat ingin memiliki istri Patih Sidopekso yang berparas anggun dan halus budi bahasanya, yakni Sri Tanjung lantas menjalankan akal liciknya. Sang prabu memerintah Patih Sidopekso menjalankan tugas berat ke luar kerajaan. Prabu yakin, tugas berat tersebut tidak bisa diselesaikan oleh Patih Sidopekso. Maka, ketika Patih Sidopekso menjalankan tapa brata di hutan, Prabu Sulahkromo mendatangi Sri Tan-

jung. Dia membujuk perempuan berparas elok tersebut agar mau berbuat serong dengan dirinya. Ternyata ajakan tersebut ditolak oleh Sri Tanjung. Sri Tanjung dengan tegas mengatakan tetap setia kepada suami yang sangat dicintainya. Lantaran bujuk rayunya ditolak, Prabu Sulahkromo berang. Adegan selanjutnya, Prabu Sulahkromo mendengar kabar bahwa Patih Sidopekso masih hidup. Dia kaget. Dia malu dan berusaha mencari cara agar usahanya membujuk Sri Tanjung berbuat serong tidak diketahui Patih Sidopekso. Lagi-lagi Prabu Sulahkromo menjalankan akal liciknya. Ketika Patih Sidopekso kembali setelah menjalankan tugas, ia langsung menghadap Sang Raja. Prabu Sulahkromo memfitnah Patih Sidopekso dengan menyampaikan bahwa saat Sang Patih menjalankan titah raja meninggalkan istana, Sri Tanjung mendatangi dan merayu serta bertindak serong dengan Sang Raja. Tanpa berpikir panjang, Patih Sidopekso langsung menemui

Sri Tanjung dengan penuh kemarahan. Maka Patih Sidopekso menyeret Sri Tanjung ke tepi sungai yang keruh dan kumuh. Namun sebelum Patih Sidopekso membunuh istrinya itu, Sri Tanjung menyampaikan satu permintaan terakhir. Sebagai bukti kejujuran, kesucian, dan kesetiaan, ia rela dibunuh dan meminta jasadnya diceburkan ke dalam sungai keruh itu. Apabila darahnya membuat air sungai berbau busuk maka dirinya telah berbuat serong, tapi jika air sungai berbau harum maka ia tidak bersalah. Patih Sidopekso tidak lagi mampu menahan diri. Dia segera menikam keris ke dada Sri Tanjung. Darah memancar dari tubuh Sri Tanjung. Sri Tanjung pun tewas. Mayat Sri Tanjung segera diceburkan ke sungai (banyu) dan sungai yang keruh itu berangsur-angsur menjadi jernih seperti kaca serta menyebarkan bau harum atau wangi. Patih Sidopekso terhuyung-huyung, jatuh, dan ia jadi linglung, tanpa ia sadari, ia menjerit “Banyu wangi… Banyuwangi”. Dan blepp… seluruh lampu

panggung padam. Riuh tepuk tangan penonton terdengar. Saat lampu kembali menyala, seluruh performer berdiri di tengah pentas. Lagi-lagi penonton memberikan tepuk tangan meriah. Sementara itu, penonton pergelaran cerita rakyat yang digabungkan tari dan seni budaya Banyuwangi yang lain, itu sangat membeludak. Tidak hanya masyarakat umum, Wakil Bupati (Wabup), Yusuf Widyatmoko; Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), M Yanuarto Bramuda beserta jajarannya; Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Samsudin Adlawi dan jajaran DKB juga menyaksikan pergelaran spektakuler tersebut. Tidak hanya itu, jajaran Dinas Pariwisata Kediri, wisatawan asal Jakarta, jajaran dosen Universitas Jember (Unej), serta wisatawan mancanegara juga menyaksikan pertunjukan kali ini. Belum cukup sampai di situ, selain ratusan penonton yang memegang tiket, ribuan warga lain menonton dari luar pagar bambu pem-

batas. Saking banyaknya penonton, sebagian orang yang tidak kebagian tempat rela menyaksikan pertunjukan di bibir sungai. Dalam sambutannya sebelum pertunjukan dimulai, Plt Kepala Disbudpar M Yanuarto Bramuda mengatakan, Kemiren Art Performance mengangkat cerita rakyat Banyuwangi. “Cerita rakyat tentang asa-usul nama Banyuwangi diangkat menjadi tontonan dan tuntunan,” ujarnya pria yang karib disapa Bram tersebut. Bram menambahkan, Kemiren dipilih sebagai lokasi pertunjukan karena desa tersebut adalah desa adat Banyuwangi. Dia mengaku bangga bahwa meskipun tanpa bantuan APBD, masyarakat Desa Kemiren mampu menyeleng-

garakan pertunjukan seni budaya spektakuler tersebut. “Ini menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya daerah sangat tinggi,” kata dia. Ketua DKB Samsudin Adlawi mengatakan, malam itu seluruh penonton menjadi saksi inovasi warga Kemiren yang mampu menyelenggarakan pertunjukan seni budaya di atas sungai. Sebab, biasanya pentas seni tradisional digelar di taman Blambangan atau RTH yang lain di Banyuwangi. “Ini pergelaran pertama, pada pertunjukan kedua, ketiga, dan selanjutnya, akan menampilkan pertunjukan yang lebih spektakuler,” janjinya. Wabup Yusuf Widyatmoko tidak ketinggalan menyampaikan sanjungan. Menurut

Kostum Terlalu Dominan Warna Hijau n SEJARAH... Sambungan dari Hal 29

Yang dipeluk juga sama. Tak kalah melankolinya. Matanya berkaca-kaca. Dia sama sekali tidak menduka pertunjukan yang tiga bulan dirancang bersama DKB (Dewan Kesenian Blambangan) itu bakal sesukses itu. Dalam sambutan sebelum pergelaran dimulai kemarin malam, secara khusus saya memang menyebut KAP bakal menjadi pertunjukan yang spektakuler. Istilah spektakuler itu tidak muncul begitu saja. Saya sudah menangkap aura kehebatan KAP ketika kursi undangan masih kosong. Saya sengaja nyelonong ke tempat pergelaran mendahului para undangan. Tepatnya ketika para undangan menunggu santap ratusan tumpeng bersama Wabup Yusuf Widiyatmoko. Begitu melihat tata panggung panggungnya, kemudian lighting-nya dan dan setting suasana di sekitar panggung, saya tertegun. Menakjubkan. Gemirik air sungai yang mengalir di bawah panggung, ratusan obor di kanan-kiri dan terutama belakang panggung, serta posisi wiyogo meyatu padu dengan alam. Memancarkan aura pertunjukan yang spektakuler. Ya, saya memilih ke arena pertunjukan karena ini: 20 hari menjelang hari ’H’, saya tidak bisa mendampingi panitia dan para pemain dan pengisi acara. Bahkan, saat gladi bersih Sabtu sore, saya baru tiba dari Eropa. Selama di Italia dan Spanyol saya terus memikirkan KAP. Tapi saya tidak terlalu risau. Sebab, aktualisasi seni spesial

berjudul Sritanjung-Sidopekso itu ditangani dua maestro. Duo koreografer terkemuka di Bumi Blambangan: Soemitro Hadi dan Subari Sofyan. Di tangan mereka belum ada satu pertunjukan pun yang ’gagal’. Saya bertambah optimis karena ada dua dedengkot teater Abdullah Fauzi dan Pramu dalam penggerapan pentas kali ini. Ternyata benar. Sendratari Sritanjung-Sidopekso tidak hanya spektakuler. Tapi sekaligus tercatat sebagai dalam sejarah Banyuwangi. Baru kali ini ada pertunjukan digelar di pinggir sungai. Tepatnya di atas sungai. Malam hari lagi waktunya! Justru, sekali lagi, karena stage-nya di atas aliran sungai dan karena pertunjukannya di malam hari, itulah yang membuatnya spektakuler. Selain kerja keras temanteman dari Disparekraf, pengurus DKB, seniman dari sanggarnya Subari Sofyan dan Soumitro Hadi, seniman Kemiren, apresiasi juga patut diberikan kepada warga Kemiren. Utamanya sesepuh desa yang baru saja dikukuhkan sebagai Desa Adat itu. Saya mendapat informasi dari sekretaris DKB, Pak Bambang Lukito, singa hingga sore menjelang pertunjukan, ibu-ibu yang tinggal di sekitar lokasi melakukan kerja bakti. Menyapu bersama dan membersihkan segala hal yang kurang enak dipandang mata. Peran Bu Kades dan temanteman Pathok (Paguyuban Tholik Kemiren) juga tidak ternilai harganya. Sebagai pentas perdana, tentu saja masih terdapat kekurangan di sana sini. Tapi, k e ku r a n g a n - k e ku r a n g a n tersebut tidak terlalu meng-

ganggu pergelaran secara keseluruhan. Misal, tata lampu yang optimal. Saat memberi sambutan, saya sama sekali tidak bisa melihat undangan dan penonton. Serasa sedang menghadap tembok raksasa berwarna hitam. Ternyata hal yang sama juga dirasakan Pak Bramuda dan Pak Wabup. Itu terjadi murni karena manajemen lighting yang kurang sempurna. Hanya satu lampu strubo yang ditembakkan ke posisi standing mic (tempat berdiri pemberi sambutan). Sementara lampu di undangan dimatikan total. Kekurangan kedua lebih ke aksesoris. Ratusan obor yang dipasang mulai dari pintu masuk sampai ke sekitar panggung kurang besar. Lebih mirip lilin. Mustinya pakai obor yang nyalanya lebih besar, yang jelaganya sampai kelihatan. Tapi, karena harga minyak tanah sangat mahal, akhirnya panitia memilih memakai minyak goreng untuk bahan bakar obornya. Hasilnya, yang terlihat bukan obor, tapi lilin raksasa. Nah, untuk pementesan berikutnya hal itu tidak boleh terjadi. Harus diganti dengan obor yang sebenarnya. Sebab, nyalang api obor yang menjilat ke sana kemari akan membuat suasana makin spektakuler. Terasa suasana magisnya. Kekurangan yang terakhir adalah: kostum. Ya, kostum yang dipakai para penari dan pendukung acara yang lain terlalu dominan warna hijau. Bukannya warna hijau tidak bagus. Tapi, untuk pentas di alam terbuka yang didominasi latar belakang tetumbuhan, warna hijau tidak bisa menghidupkan suasana. Sebaliknya,

malah mematikan suasana. ’’Panggung alam kan cenderung sudah hijau,’’ tulis Pak Budianto (Depan Pleno DKB) lewat SMS. Masukan yang bagus sekali. Terutama bagi Subari Sofyan yang ahli di bidang kostum. Yang juga perlu mendapat perhatian: narasi. Warga kota The Sunrise of Java, sangat menikmati pementasan Sritanjung-Sidopeksp dalam KAP kemarin malam. Tidak tidak bagi undangan yang datang dari Jakarta, Kediri, dan Unej Jember. Bahkan, ada yang dari Prancis. Mereka tidak bisa menikmati pertunjukan secara utuh. Sebab, mereka tidak familiar dengan kisah Sritanjung-Sidopekso. Karena konsumsi pertunjukan KAP tidak hanya untuk warga Kota Gandrung, sebaiknya ada narasi yang menerangkan adegan per adegan sendratarinya. Dalam bahasa Indonesia. Bila perlu juga dalam bahasa Inggris. Narasi itu tidak akan merusak pakem. Justru akan menambah kekayaan pakem kisah yang sudaha ada. Akan lebih spektakuler lagi kalau misalnya, narasinya dibacakan oleh dalang. Seperti dalam opera van Java. Tentu saja, masih banyak kekurangan dalam pentas perdana KAP. Dan semua kekurangan dan masukan merupakan modal utama untuk menyempurnakan sejarah yang sudah kita toreh. Terutama bekal untuk pemetasan berikutnya. Selamat untuk penonton. Selamat untuk peman dan pendukung acara. Kita semua telah membuat sejarah: pentas seni di alam terbuka, di bibir sungai di malam hari. Salam budaya! (kaosing93@gmail.com)

Nilai Matematika dan IPA 10 n ROSI RAJIN... Sambungan dari Hal 29

dan alhamdulillah sakit saya langsung sembuh,” ujar Ulfi Masruroh, 41, ibu dari Rossiana Aulia Putri. Berbeda dengan Wijieni, 36, ibunda Mayrieta Maharani Jazza. Warga Desa Kumendung ini awalnya mengira kabar bahwa anaknya memperoleh nilai tertinggi US se-Banyuwangi adalah berita bohong, “Nggak percaya Mas, anak saya sekolah di desa, banyak sekolah unggulan di kota yang punya murid pintar-pintar,” ujarnya Meski tinggal di desa, ternyata tidak membuat kedua ibu ini patah semangat untuk mendidik kedua anaknya agar

menjadi siswa yang cerdas. Kedua ibu muda ini sudah menanamkan kesederhanaan kepada kedua anaknya sejak dini. Mengajari anaknya untuk tidak minder karena keadaan. Kedua bocah itu sudah berteman sejak kecil,tepatnya sejak keduanya masuk Taman Kanak-kanak. Pertemanan keduanya berlanjut hingga saat ini. Tak hanya itu, untuk belajarpun mereka juga berdua. Walau rumah mereka agak berjauhan, tapi tidak menjadikan jarak sebagi penghalang persahabatan. “Saya naik sepeda pancal kalau ke rumah Yossi, kadang juga diantar ibu,” ujar Mayrieta. Saat ditanya mengenai rahasia keberhasilan anaknya,

kedua ibu tersebut secara berbeda menjelaskan rahasia masing-masing. Ulfi Masruroh, ibu dari Rossiana Aulia Putri menjelaskan, dirinya mendidik anaknya untuk selalu rajin salat dan mengaji. Tak hanya itu, sejak kecil Rosi diajari puasa Ramadan, sehingga di kelas 1 SD sudah mampu sehari penuh. Sedang mengenai program belajar yang diberikan untuk anaknya, Ulfi mengaku tidak mempunyai program khusus. ”Dia hanya mengikuti anak lainnya, seperti les pelajaran umum,’’ kata Ulfi. Sementara itu, orang tua May, Wijieni menuturkan, anak pertamanya ini memang cerdas mulai kecil. Dia mena-

namkan kesederhanaan kepada anaknya tersebut. Sehingga, untuk pengeluaran keuangan harus dibatasi. “May setiap hari saya kasih sangu hanya Rp 2.000 dan harus ada yang disisakan untuk ditabung,” ujarnya. Kepala SDN 1 Sumbersewu S u g e n g Ha r i y a n t o m e n gatakan, kedua siswanya memang mempunyai kecerdasan yang luar biasa dibanding siswa lainnya. Pihak sekolah sering mengirim keduanya mengikuti kegiatan perlombaan. ”Kedua siswi kami samasama memperoleh nilai 29,80 untuk tiga mata pelajaran. Bahasa Indonesia memperoleh nilai 9,80, matematika 10,00, dan IPA 10,00,’’ tandas Sugeng Hariyanto. (aif)

dia, apa yang dilakukan Sabtu malam itu merupakan wujud konsistensi masyarakat Kemiren dalam melestarikan seni budaya lokal Banyuwangi. Apalagi, imbuh wabup, sejak beberapa tahun terakhir Pemkab Banyuwangi semakin gencar melakukan promosi wisata. “Pagelaran seni dan budaya merupakan cara untuk mendukung daya tarik wisatawan ke Bumi Blambangan,” cetusnya. Sementara itu, Tresya, 27, salah satu penonton mengaku sangat terpukau dengan pertunjukan Kemiren Art Performance tersebut. “Luar biasa. Tanpa saya sadari, air mata saya berlinang ketika menyaksikan adegan Sri Tanjung diseret dan dibunuh oleh suaminya. Padahal Sri Tanjung tidak bersalah,” pungkasnya. (sgt/aif)

SHULHAN HADI/JPRaBa

DITUTUP: Akses menuju eks Lokalisasi Sumberloh dipasang pagar penghalang dari bambu.

Resmi Tutup Sejak 30 April 2014 n FORPIMKA... Sambungan dari Hal 29

“Tidak ada musik lagi untuk saat ini,” imbuhnya. Pihaknya tidak menampik jelang Lebaran ini, Sumberloh bakal ramai kembali. Hal ini dikarenakan PSK yang telah hengkang akan balik ke lokalisasi. “Menjelang Lebaran bi-

asanya ramai. Mereka datang sendiri,” ujarnya. Dalam upaya pemulangan kali ini pihaknya berharap para PSK tidak lagi kembali lagi. Jika nantinya ditemukan ada PSK yang kembali dan melakukan transaksi seks dengan pengunjung, pihaknya tidak segan-segan menindak sesuai dengan undang-undang. “Jika nanti mereka

tetap bandel akan kita kenakan undang-undang perdagangan manusia,” tegasnya. Sekadar diketahui, sejak tanggal 30 April 2014 lalu, Lokalisasi Sumberloh resmi ditutup. Sejumlah PSK dari luar kota dipulangkan ke tempat asalnya. Petugas memasang papan penutupan di lokalisasi terbesar di Banyuwangi itu. (sli/aif)

Berharap Ada Perhatian Pemerintah n MIRIP... Sambungan dari Hal 29

Masyarakat tumpah ruah untuk menyaksikan gebyar puncak acara arung kanal tersebut. Ada delapan replika kapal laut, mulai dari kapal penumpang sampai kapal perang yang ditampilkan panitia. Acara dua tahunan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Banyuwangi AKBP Tri Bisono Soemiharjo yang secara secara simbolis melepas para peserta arung kanal. Semula, arung kanal ini akan dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas. Namun karena berhalangan hadir, akhirnya pembukaan

acara arung kanal tersebut diwakili oleh Wiyono, Asisten Pemerintahan Pemkab Banyuwangi. Kapolres Banyuwangi Bisono Soemiharjo yang baru beberapa hari bertugas di Banyuwangi mengaku kagum dengan krativitas warga Kecamatan Bangorejo. ”Ini tradisi yang perlu dilestarikan dan jangan sampai dihilangkan,” pesan Kapolres saat meninjau langsung acara arung kanal. Saat meninjau kegiatan, Kapolres naik skyboat bersama rombongan. Perwira polisi yang belum sepekan bertugads di Banyuwangi itu didampingi Forum Pimpinan Kecamatan Bangorejo serta

sejumlah Kapolsek di wilayah Banyuwangi Selatan. Ketua panitia arung kanal Syaman mengaku bangga karena acara tersebut bisa berjalan cukup meriah dan sukses. Dia berharap Pemkab Banyuwangi bisa memasukkan kegiatan dua tahunan itu ke dalam agenda wisata seperti tahun 2008. Apalagi acara tersebut merupakan tradisi peninggalan nenek moyang yang harus dilestarikan warga setempat. “Kami sangat berharap ada perhatian dari Pemkab Banyuwangi agar turut serta memperhatikan warisan budaya yang mungkin di Indonesia cuma ada di Banyuwangi,” tuturnya. (azi/aif)

Jadi Benteng Moral Anak-anak n RP 8,5 MILIAR... Sambungan dari Hal 29

“Jumlahnya, mohon maaf, tidak seberapa, tetapi ini cukup banyak bagi APBD, karena jumlah yang diberi ada 17 ribu, sudah Rp 8,5 miliar ini,” seloroh bupati berusia 41 tahun tersebut. Pada kesempatan tersebut Bupati Anas juga berpesan kepada

para ustad dan ustadah untuk ikut berperan aktif menjaga dan berkontribusi mengurangi tindak kekerasan terhadap anak. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan membentengi anakanak dengan akhlak yang baik. “Guru-guru yang jumlahnya 17 ribu ini bisa jadi benteng moral bagi anak-anak dalam mencegah kekerasan seksual

bagi anak,” kata Bupati Anas. Sementara itu, insentif guruguru ngaji diserahkan secara simbolis kepada perwakilan lembaga TPA/TPQ, yakni, Lembaga PPTKA BKPRMI, dan YPM NU Nabawi Banyuwangi. Sebelum penyerahan insentif dilakukan, acara sore kemarin diawali Salat Asar berjamaah serta siraman rohani. (sgt/aif)

Mendekati Puasa Semakin Ramai n JUMLAH... Sambungan dari Hal 29

Untuk hari Minggu mulai meningkat sejak pukul 02.00 dini hari. ”Ya, memang mulai ada peningkatan, terutama bus pariwisata. Kendaraan mulai ramai pukul 02.00 dini hari,’’ kata Saharudin kemarin. Untuk peningkatan penyeberangan sampai dengan Minggu kemarin mencapai 25 persen. Sebab, bus rombongan maupun reguler yang masuk pada 02.00 mencapai 300 bus. ”Untuk roda

dua jumlahnya juga tidak terlalu jauh,” ujar Saharuddin. Sedangkan kendaraan yang menyeberang selama dua hari kemarin, yakni Sabtu dan Minggu mencapai 6.000 lebih kendaraan. Sebab, tiap hari bisa mencapai 3.000 lebih kendaraan yang menyeberang. Saharuddin memperkirakan, meningkatnya penyeberangan itu akan berlangsung selama satu minggu ke depan. Selama satu Minggu ke depan, akan banyak bus pariwisata yang menyeberang. Selain bus pari-

wisata, kendaraan pribadi juga mulai meningkat. Wisatawan asing juga mulai banyak yang menyeberang ke Bali maupun ke Lombok. Selain bus pariwisata yang mulai meningkat juga kendaraan-kendaraan barang. Kendaraan-kendaraan barang itu mengangkut sembako. ”Untuk peningkatan kendaraan barang sudah berkangsung selama satu bulan kemarin. Itu karena mendekati pelaksanaan puasa,’’ tandas Saharuddin. (mg3/aif)


40

BANYUWANGI CITY TOUR

Jawa Pos

R A D A R

Boom Seperti Pantai Losari Sulap Pantai

EVEN bersepeda fun bike dan sport bertajuk Banyuwangi City and Race (BCTR) edisi pertama berlangsung spektakuler, Sabtu (21/6) lalu. Bagaimana tidak, jumlah peserta mencapai ribuan. Bahkan, saking membeludaknya, iring-iringan peserta selama perlombaan sangat panjang. Bayangkan, mengawali rute dari start di depan Pendapa Shaba Swagata Blambangan, ribuan peserta lepas landas tepat pukul 06.54. Bupati Abdullah Azwar Anas melepas langsung ribuan peserta yang juga diikuti Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) itu. Bupati Anas memimpin langsung cycling bersama itu. Sejak meluncur perdana, peserta paling belakang memiliki durasi waktu cukup panjang. Dari peserta pertama, peserta paling akhir baru bisa mengayuh sepeda dari garis start dengan rentang waktu hingga 10 menit. Ya, para penghobi gowes se-antero Bumi Blambangan serta berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta tampak tumplek-blek untuk ikut andil dalam acara memperebutkan Piala Bupati Banyuwangi dengan hadiah total senilai Rp 95 juta itu. Para peserta fun bike menempuh rute

CERIA: Bupati Anas foto bersama pemenang undian Honda Blade.

jalan di kota Banyuwang dengan jarak tempuh sekitar 8 kilometer. Rinciannya, mulai dari Start, semua peserta melewati Jalan

PB Sudirman. Kemudian, dari simpang lima terus menuju jalan Ahmad Yani dengan melintas di depan Pemkab Banyuwangi.

Selanjutnya, rombongan peserta terus melaju ke arah selatan dengan melewati Jalan Adi Sucipto hingga tembus di perempatan lampu merah Karangente. Rombongan pesepeda melanjutkan mancal melalui Jalan Kepiting, Jalan Letkol Sugiono, dan Jalan Pierre Tendean, Jalan Kartini, dan finis di Pantai Boom. Acara seremonial terus dilanjutkan usai rombongan fun bike finis di Pantai Boom. Hadiah utama satu unit sepeda motor Honda dipersembahkan untuk para peserta. Tentu, hadiah utama itu untuk satu orang yang beruntung. Selain itu, berbagai hadiah door prize juga dibagikan. Sehingga, ajang tersebut bisa dinikmati para peserta. Ketua Ikatan Sepeda Sport Seluruh Indonesia (ISSI) Banyuwangi Guntur Priambodo menyadari betul even tersebut pasti mengundang banyak wisatawan. Terbukti, peserta sangat banyak. Hal itu memang menjadi dasar utama tujuan gelaran itu adalah demi mempromosikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata baru. ‘’Pantai Boom setidaknya akan kita bangun seperti Pantai Losari di Makassar,’’ kata Guntur. (ton/*/als)

Satu Pembalap Sabet Dua Gelar MESKI baru kali pertama digelar, even Banyuwangi Tour and Race (BCTR) berlangsung semarak. Selain bersepeda kesan santai juga ada kategori race. Adu balap sepeda tersebut berlangsung menarik. Persaingan antar pembalap juga cukup sengit. Dalam kategori race, rute yang dilalui adalah dari start depan Pendapa Shaba Swagata melintasi di Jalan PB Sudirman. Setelah di simpang lima belok ke kiri dengan melalui Jalan KH Wahid Hasyim dan sampai melintasi di Jalan RA Kartini. Setelah itu, menuju finis di Pantai Boom. Khusus tingkat SD dan SMP, pembalap langsung menuju ke Pantai Boom. Mengingat, kelas BMX SD maupun SMP hanya satu putaran. Sedangkan, kategori lain lebih dulu kembali menuju ke Pendapa Shaba Swagata dengan melewati Jalan Jogopati. Rinciannya, balapan kategori MTB yang diikuti siswa setingkat SMA melakukan dua putaran. Sedangkan untuk tingkat open, kelas pemula 16 tahun menempuh 8 kali putaran. Junior 18 tahun mengelilingi rute sebanyak 10 kali putaran. Men Elite 19 tahun lebih panjang dengan 16 kali putaran. Pada kelas Women Elite dengan usia bebas mengelilingi rute sebanyak 8 kali putaran. Pada kelas master dengan usia di atas 35 tahun mengelilingi rute 8 kali putaran. Sementara, kelas executive menempuh hanya 6 kali putaran. Klasifikasi peserta kelas executive itu adalah khusus penghobi, non atlet, dan mantan atlet.

Senin 23 Juni 2014

B A N Y U W A N G I

PEMENANG BANYUWANGI CITY TOUR AND RACE Kategori SD 1. 2. 3. 4. 5.

M Ferdianto Saputra Arfian Indra Jana Arkana Galih Hafidz Rio Ari Widodo

SDN Kedungrejo, Muncar SDN Singolatren SDN Kepatihan SDN Tembokrejo SDN Temenggungan

Kategori SMP 1. 2. 3. 4. 5.

Moh Rizki Novan Novan Dika Rizki Erlangga Adam Ayu Tria Anggriana Firman Efendi

SMPN 2 Banyuwangi SMPN 1 Giri SMPN 1 Srono Tembokrejo, Muncar BRCC banyuwangi

Kategori SMA 1. Moh Rizki Novan SMPN 2 Banyuwangi 2. Tossan Ajie 3. Fadel Rufby SMAN 1 Giri 4. Ali 5. Novak Harwin Rozin Kelas Eksekutif 1. Agus Wiliam 2. Budi Utomo 3. Hariyadi Yung 4. Sibeng

BKCC BRCC Banyuwangi BRCC Banyuwangi BRCC Banyuwangi

Kelas pemula (Young) 1. 2. 3. 4. 5.

Fajar Suryana Mahrus Ali Surya Kencana Febrin Andi Rohmadoni

PPLP Jatim SCC Surabaya ISSI Malang

Kelas Junior 1. 2. 3. 4. 5.

Arifin Putra Fahmi Rizki Habibi Ari Abi Nanang Edi Hariyono

SRBC Surabaya Lumajang BRCC Banyuwangi BRCC Banyuwangi Surabaya

Kelas Women 1. 2. 3. 4. 5.

Krismonita Mahfirofika Dahliana Rosida Yuni Indah Lestari Isabela Febriyanti

PPLP Jatim Lamongan PPLP Jatim

Kelas Master 1. 2. 3. 4. 5.

Rasditya Bambang Wahyudi Dwi Sasongko Joko Agus Wiliam

Free Road Bike Surabaya Gajahmada Jakarta Jakarta SRBC Surabaya BKCC

Kelas Men Elite 1. 2. 3. 4. 5. DIBUKA: Bupati Anas menyampaikan sambutan sebelum start.

Untuk level SD, M Ferdianto tampil sebagai pemenang setelah finis di posisi terdepan. Siswa SDN Kedungrejo, Muncar, itu mampu mengungguli Arfian asal SDN Singolatren, Singojuruh, yang akhirnya finis di posisi kedua. Sedangkan, juara ketiga menjadi milik Indra Jana dari SDN Kepatihan. Sedangkan posisi keempat diraih Arkana Galih Hafiz. Hasil yang ditorehkan pembalap satu ini sangat menakjubkan. Bagaimana tidak, dia tercatat sebagai siswa kelas 1 SDN Tembokrejo, Muncar, dengan kelahiran tahun 2006. Padahal, mayoritas peserta kelas 5 dan 6. Sementara, posisi kelima disabet Rio Ari Widodo dari SDN Temenggungan. Ada kejutan besar dalam daftar jawara tingkat SMP dan SMA. Bagaimana tidak, pembalap tercepat diraih satu

JUARA TINGKAT SD

orang. Dia adalah Moh Rizki Novan. Bayangkan, dia berhasil menjadi yang terdepan baik di tingkat SMP maupun SMA. Padahal, dia masih tercatat siswa aktif di SMPN 2 Banyuwangi. Sedangkan posisi runner up tingkat SMP menjadi milik Novan Dika Rizki dari SMPN 1 Giri. Sementara, posisi kedua menjadi milik Erlangga Adam dari SMPN 1 Srono. Posisi keempat diraih pembalap wanita asal Tembokrejo, Muncar. Dia adalah Ayu Tria Anggriana. Juara kelima direbut Firman dari BRRC. Sedangkan posisi kedua untuk tingkat SMA adalah Tossan Ajie Chistanto. Juara ketiga diraih Fadel Rufby dari SMAN 1 Giri. Serta Ali dan Novak Harwin Rozin masing-masing peraih juara keempat dan kelima. (ton/*/als)

JUARA TINGKAT SMA

Abdullah Fatahilah Matnur Nur Arifijn Prayoga Bambang Suryadi Muhamad Taufik

UBK Pegasus Sidoarjo issi kota probolingo BRCC

IKUT TAMPIL: Ketua ISSI Banyuwangi Guntur Priambodo (hijau).

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

KOMPAK: Juara kelas eksekutif berfoto bersama dengan tim BRCC dan SRBC surabaya.

JUARA MEN ELIT

JUARA WOMEN OPEN

JUARA KELAS JUNIOR.


Radar Banyuwangi | 23 Juni 2014