Issuu on Google+

22 JUNI

TAHUN 2014

Eceran Rp 5.750 HALAMAN 29

KUCUR UCUR

NGOP NGOPAI PAI

SURATNO

YULI ERNAWATI

Sibuk Legalisasi Piagam Siswa Berprestasi

Dulu Kewalahan, K Kini Terbiasa

BEBERAPA siswa atau wali murid yang sering berkunjung ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi tentu tidak asing dengan Suratno. Lelaki yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) itu akhir-akhir ini memang sibuk. Tak hanya mengurus tetek bengek PPDB, dia juga sibuk menangani legalisasi piagam siswa SMP dan SMA.

Pria yang lahir 6 Agustus us 45 tahun lalu itu selalu melayani ani siswa atau wali murid yang membutuhkan legalisasi. Dia mengaku selalu berusaha membuat uat mutu pendidikan di Banyuwangi ngi menjadi lebih baik. ‘’Manusiaa berkualitas bukan hanya maju u dalam IPTEK, tapi juga maju mental-spiental-spiritual,” ujar penggemar pecel itu. (mg1/c1/bay)

DITUNJUK menjadi m guru pembimbing khusus ((GPK) membuat Yuli Ernawati semakin sema semangat mengajar di SDN 3 Karangrejo, Kar Banyuwangi. Tahun 2008 2008lal lalu masih ada dua anak berkebutuhan khusus (ABK) yang menimba ilmu di SDN 3 Karangrejo. Awalnya, Yuli se sempat kerepotan menangani ABK ter tersebut. Namun, setelah mengikuti pelatihan pela di Malang, akhirnya dia terbiasa dengan kelakuan anak didiknya tersebut. terseb Sampai sekarang sek Yuli bersama

satu rekannya menangani 45 siswa ABK. Menurut Yuli, tidak ada pembedaan dalam menangani anakanak tersebut. Hanya tunadaksa yang diberi keringanan pada mata pelajaran olahraga. Cara menangani siswa berkebutuhan khusus sedikit berbeda. Siswa ABK itu dianggap anak sendiri oleh Yuli. “Pelayanan, pembelajaran, dan fasilitas yang diberikan, sama dengan siswa normal lainnya,” ujar Yuli. (*/c1/bay)

FREDY RIZKI/RABA

GERDA SUKARNO/RABA

Jalanan Kota Full Sepeda BANYUWANGI - Ajang olahraga bersepeda bertajuk Banyuwangi City Tour and Race (BCTR) 2014 benar-benar banjir peserta. Sekitar 10 ribu warga ikut ambil bagian dalam pergelaran hasil perpaduan sepeda santai keliling kota (fun bike/city tour) dan balap sepeda (race) yang kali pertama digeber di kabupaten berjuluk Sunrise of Java ini. Bendera start fun bike dikibarkan Bupati Abdullah Azwar Anas di depan Pendapa Sabha Swagata Blambangan sekitar pukul 06.30 kemarin. Usai mengibarkan bendera tanda pemberangkatan peserta, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Banyuwangi tersebut langsung menunggang sepeda pancal dan ikut membaur bersama para cyclist tua-muda, laki-laki dan perempuan, yang datang dari seantero Bumi Blambangan tersebut. Bukan hanya masyarakat umum, city tour kali ini juga diikuti Jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi. Menariknya, para pembalap sepeda profesional asal beberapa tim papan atas tanah air ikut ambil bagian dalam kegiatan gowes bersama tersebut. Beberapa tim balap sepeda profesional yang menerjunkan pembalap pada BCTR edisi pertama kemarin. Salah satunya adalah tim Polygon Sweet Nice (PSN) dan United Bike Kencana (UBK) ■  Baca Jalanan...Hal 35

GALIH COKRO/RABA

MENYEMUT: Ribuan peserta Banyuwangi City Tour and Race (BCTR) 2014 di garis start Jalan Sritanjung, Banyuwangi, pukul 06.30 pagi kemarin.

LEGISLATIF

Nilai Diumumkan, Bidik Sekolah Lanjutan

Penyebab Laka masih Diselidiki FREDY RIZKI/RABA

PENJAHIT: Beberapa calon wakil rakyat terpilih mengikuti pengukuran seragam di ruang rapat khusus DPRD Banyuwangi kemarin (21/6).

Caleg Terpilih Ukur Tiga Jenis Seragam BANYUWANGI - Calon anggota legislatif (caleg) terpilih tak lama lagi akan resmi dilantik menjadi anggota Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi periode 2014/2019. Terkait persiapan pelantikan tersebut, Sekretariat DPRD melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengundang 50 caleg terpilih tersebut kemarin (21/6). Para calon wakil rakyat yang akan dilantik tersebut diundang untuk kegiatan pengukuran seragam dan pengisian biodata. Kepala Bagian Protokol dan Humas Sekretariat DPRD Banyuwangi, Imam Basuki mengatakan, tidak semua yang diundang hadir dalam pengukuran seragam kemarin. Beberapa anggota dewan terpilih dari Partai Golkar dan Partai Gerindra tidak hadir karena ada kegiatan. Imam menambahkan, baju seragam yang diukur tersebut ada tiga macam. Yang pertama adalah pakaian seragam lengkap (PSL), berikutnya pakaian seragam resmi (PSR), dan pakaian dinas harian (PDH). “Baju PSR dan PDH akan dibuat dua setel, sehingga totalnya lima setel,” jelasnya ■  Baca Caleg...Hal 35

GIRI - Penyebab kecelakaan maut yang merenggut nyawa Yudha Wijaya, 16, tampaknya belum bisa diketahui dalam waktu dekat. Sebab, polisi masih menunggu penyelidikan kecelakaan yang terjadi Jumat (20/6) siang itu selesai. Selain memeriksa saksi, polisi juga akan memeriksa kondisi kendaraan yang terlibat kecelakaan di Jalan HOS Cokroaminoto, Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, itu. Kasatlantas Polres Banyuwangi AKP Gathut Bowo mengatakan, penyebab kecelakaan dua truk dan satu angkutan kota (lin) itu masih dalam penyelidikan. Beberapa dugaan yang muncul itu nanti akan dibuktikan lewat serangkaian pemeriksaan petugas ■  Baca Penyebab...Hal 35

Sementara itu, berbekal nilai yang mereka dapatkan, para lulusan SD itu mulai memilih sekolah menengah pertama (SMP) yang akan menjadi pelabuhan berikutnya. Seperti yang terlihat di SDN Mojopanggung 1, KecamatanGiri,kemarin. Parasiswasekolahtersebut ramai-ramaimelihatpengumuman nilai ujian akhir ■  Baca Nilai...Hal 35

NIKLAAS ANDRIES/RABA

FREDY RIZKI/RABA

BELUM EVAKUASI: Bangkai truk nahas masih dibiarkan berada di tepi Jalan HOS. Cokroaminoto, Banyuwangi, hingga siang kemarin (21/6).

ANTUSIAS: Para siswa melihat papan pengumuman di SDN 1 Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi, kemarin (21/6).

M. Kodik, Pawang Seni Jaranan dan Barong di Desa Kelir

Bisa Sadarkan Delapan Pemain Kesurupan Sekaligus Sejak kecil Mohammad Kodik bercita-cita menjadi seniman Banyuwangi. Entah itu seniman gandrung, jaranan, maupun barong Osing. Hingga usianya mencapai 62 tahun, dia tetap konsisten menggeluti seni barong dan jaranan di Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro. FREDY RIZKI, Kalipuro KEBANYAKAN pawang jaranan menyadarkan para pemain jaranan yang kesurupan satu per satu. Tetapi, cara konvensional seperti itu tidak berlaku

http://www.radarbanyuwangi.co.id

BANYUWANGI - Para siswa kelas enam sekolah dasar (SD) melihat pengumuman kelulusan di sekolah masing-masing kemarin (21/6). Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, pengumuman kelulusan itu disikapi berbeda-beda oleh tiap siswa. Ada siswa yang antusias menunggu pengumuman hasil ujian, ada pula siswa yang adem ayem di hari kelulusan itu.

bagi Kodik, pawang jaranan asal Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro. Kodik biasanya sanggup menyadarkan delapan pemain yang kesurupan sekaligus. Dia mewarisi kemampuan sebagai pawang jaranan dari ayahnya, alm Misbahul Anam. Sejak kecil Kodik sangat tekun mempelajari seni yang diajarkan orang tuanya. Saat ditanya tentang kemampuan menyadarkan pemain kesurupan dengan cara tidak lazim itu, Kodik mengaku hal itu sebetulnya mudah, yakni hanya dengan menjaga tata krama. Meski berbeda dengan manusia, tapi bangsa jin juga senang jika dihormati. Agar mudah menghilangkan jin yang merasuki tubuh pemain jaranan, Kodik biasanya meminta dengan sopan kepada para jin itu agar berbaris.

Caleg terpilih mulai ukur seragam Biasa, daftar ulang dulu sebelum masuk

REGENERASI: Mohammad Kodik bersama beberapa seniman remaja grup seni barong dan jaranan.

Janji kembalikan uang, 4 oknum wartawan-LSM tidak ditahan Janji adalah utang, utang bisa dikemplang

FREDY RIZKI/RABA

Dengan bantuan jin perewangannya yang bernama Setan Kobar, Mbah Cilik, dan Ratu Tanggal Siji, jin yang berbaris itu dile-

paskan dari tubuh para pemain jaranan yang kesurupan secara bersamaan ■  Baca Bisa...Hal 35 email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


30

RADAR GENTENG R A D A R

Jawa Pos

Minggu 22 Juni 2014

B A N Y U W A N G I

Rhoma Ajak Pilih Prabowo-Hatta

MUNCAR - Raja dangdut Rhoma Irama kembali hadir ke Kota Gandrung. Bersama Soneta Grup, Rhoma kali ini hadir dalam rangka kampanye pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto-Hatta Radjasa di Stadion Untung Suropati, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, kemarin sore. Sambil meneriakkan yel-yel dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta, Rhoma seolah menghipnotis peserta dengan lagu-lagu yang sudah tidak

Bandung Lautan Yamaha, Pesta Bikers City Touring Konsumen Antre Panjang, 70 Unit R25 Terjual BANDUNG-Pesta bikers Yamaha di Bandung digelar. Bandung lautan Yamaha semarak pada Sabtu, 8 Juni 2014 dengan City Touring dan puncaknya World’s Premiere YZF-R25 Revs Party Launching. Lautan itu sudah bergerak mulai pagi hari, dari Jakarta dengan Yamaha Revs Club (YRC) Indonesia City Touring dengan start dari Yamaha DDS 1 Cempaka Putih. 20 peserta memacu R1, R6, dan T-Max menuju Bandung. YRC Indonesia bersatu membuat “Bandung Lautan Yamaha” lewat City Touring dengan komunitas R15, R25, dan R6, juga Community V-Ixion Bandung. Dimulai dari Trans Studio Mall menuju ke Jalan Braga, Jalan Merdeka (BIP),  Jalan Dago, Gedung Sate, dan finis kembali di Trans Studio Mall. Setelah melewati Gedung Sate, peserta dari Bandung beristirahat di Green Café Jalan Diponegoro menunggu kedatangan YRC Indonesia, lalu bersama-sama ke Venue Revs Party di Trans Studio Mall. ”Kami buat Bandung jadi Lautan Yamaha. Dengan berseliweran motor-motor sport baru Yamaha yang lebih menghidupkan market Indonesia, dan menciptakan komunitas baru pecinta Yamaha, mereka pun bersama menyaksikan peluncuran motor

terbaru R25,” ujar Eko Prabowo, GM Marketing Communication & Community Development Yamaha Indonesia. Ketua Yamaha Revs CBU (YRC) Indonesia, Sjahroedin Fatulyakin, yang akrab disapa Illy mengomentari City Touring dan peresmian komunitas yang dipimpinnya. ”Touring kali ini untuk mempererat hubungan antar anggota dan ”praktek lapangan” dari apa yang dipelajari dalam event defensive riding. Juga menunjukkan eksistensi YRC Indonesia sebagai bagian dari keluarga besar Yamaha. Dan pastinya, mendukung peluncuran R25 dan peresmian YRC Indonesia oleh Yamaha,” tutur Illy. Konsumen juga “gila” antre panjang demi mendapatkan R25 saat event launching itu. Sebanyak 70 unit motor berhasil terjual, memuaskan dahaga mereka memiliki motor sport Yamaha teranyar itu. Respon luar biasa dari konsumen ini, semakin menguatkan optimisme pabrikan Garpu Tala akan penjualan bagus R25. Sejak akhir tahun lalu hingga Mei 2014, Yamaha beruntun memperlihatkan kebesarannya melahirkan motor-motor besar yang diincar masyarakat Indonesia. Empat CBU (R1, R6, T-Max, V-Max), R15, dan R25 telah menjadi favorit masyarakat dan telah terbukti dengan penjualannya yang laris manis. (*/abi)

SHULHAN/RaBa

RAJA DANGDUT: Rhoma saat kampanye di Stadion Untung Suropati di Desa Tembokrejo, Muncar T A M U

K I T A

Dikunjungi Siswa MTs N Cluring SEBANYAK 60 siswa-siswi MTs Negeri Cluring berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, kemarin. Mereka ingin melihat langsung proses pembuatan koran. Selama kunjungan, siswa diberi penjelasan seputar teknis mencari dan menulis berita. ”Harapan kami, siswa bisa menulis berita sesuai kaidah jurnalistik,’’ ujar guru pembina, Furqon Hidayat, Spd. (*)

Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis (Koordinator), Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja

J

Direktur: Samsudin Adlawi Pemasaran dan Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, W. Nugroho (Genteng), Samsuri (Situbondo) Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah Administrasi Iklan: Fitria Arifiana Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan Event: Benny Siswanto Keuangan: Citra Puji Rahayu

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

Dalam orasinya, mantan capres PKB itu juga menjanjikan kemudahan fasilitas usaha kepada para petani, nelayan, dan pedagang. Bahkan, juga mengupayakan pendirian pabrik jaring terbesar di Muncar. “Tadi kelompok nelayan minta dibangunkan pabrik jaring terbesar di Banyuwangi,” katanya. Isu agama juga disampaikan guru besar UII Jogyakarta itu. Pasangan capres yang diusung Prabowo-Hatta memiliki komitmen tinggi terhadap kebebasan menjalankan ritual keagamaan. (sli/c1/abi)

Pilih Jokowi-Jk Karena NU

SIGIT HARIYADI/RaBa

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono Wakil Pemimpin Redaksi: Syaifuddin Mahmud Kepala Liputan: Agus Baihaqi Redaktur: Ali Sodiqin, A.F. Ichsan Rasyid Staf Redaksi Banyuwangi: Sigit Hariyadi, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni Redaksi Situbondo: Edy Supriyono (Kabiro), Nur Hariri Redaksi Genteng: Abdul Aziz (Kabiro), Shulhan Hadi Fotografer: Galih Cokro Buwono Editor Bahasa: Minhajul Qowim

asing di telinga mereka. “Ekonomi rakyat harus dibangun dengan baik,” cetus Rhoma sambil menyanyikan lagu “Gali Lubang Tutup Lubang”. Ketua pemenangan pasangan nomor urut 1 Prabowo-Hatta, Mahfud MD, juga hadir dalam kampanye terbuka yang dihadiri ribuan pendukung dan simpatisan partai Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP, PKS, dan PAN, itu. “Indonesia adalah negara merdeka dan berdaulat. Kita akan membangun kedaulatan politik kita,” cetus Mahfud MD.

J

SEMENTARA itu, pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), juga menggelar kampanye dengan mendatangkan juru kampanye nasional (jurkamnas). Dalam kampanye terbuka di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Kecamatan Tegalsari, pasangan capres itu menghadirkan Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPP PKB Imam Nahrawi. “Ini adalah pilihan kita semua, pilihan warga NU dan PKB,” cetus Imam Nahrawi. Dalam orasinya, Nahrawi yakin Banyuwangi akan memberi sumbangan suara yang besar untuk kemenangan pasangan Jokowi-JK. Sebab, kata dia, dalam pemilihan bupati (pilbup) 2010, PKB mampu memenangkan pemilihan kepala daerah hingga Bupati Abdullah Azwar Anas terpilih. Begitu juga saat pemilihan gubernur (pilgub) Jatim, ketika PKB mengusung Khofifah Indar Parawansa, Banyuwangi juga memberikan suara signifikan. “Kami yakin dalam pilpres, suara untuk Jokowi-JK di Banyuwangi akan menang signifikan. Paling tidak 80 persen suara,” katanya. Menurut Nahrawi, PKB mendukung pasangan Jokowi-JK bukan tanpa alasan. Itu sudah melalui pertimbanganmatang.“PakJokowi jelas orang muslim dan kultur NU, sedangkanPakJKsampaisekarang masih aktif sebagai mustasyar PBNU,” tandasnya. (azi/c1/abi)

Kasir: Widi Ukiyanti Piutang: Anissa Windyah Sari Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti Perpajakan: Cici Irma Setyani Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982.

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

KAMPANYE: Nahrawi diapit Rais Syuriah PCNU KH. Hisyam Syafaat dan Ketua Dewan Syuro DPC PKB KH. Masruhin Aba Hidayat kemarin. ABDUL AZIZ/RaBa

Website: www.radarbanyuwangi.co.id. Email: radarbwi@gmail.com, beritaraba@gmail.com, artikelradarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 27.000/mmk, berwarna depan Rp 54.000/ mmk, berwarna belakang Rp 42.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 42.000/baris, Lowongan: Rp 53.500/baris, Sosial: Rp 24.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


MINGGU 22 JUNI TAHUN 2014

31

Koranna Oreng Kota Santri

4 Oknum Wartawan dan LSM Tidak Ditahan

EKONOMI BISNIS

DEDY JUMHARDIYANTO/RaBa

STABIL: Pedagang daging di Pasar Asembagus sapi melayani pembeli pada Sabtu (21/6).

Harga Daging Sapi Rp 100 Ribu per Kilogram

Janji Kembalikan Uang dan Korban Akan Cabut Laporan

ASEMBAGUS - Ramadan tinggal sepekan lagi. Harga daging sapi di Pasar Asembagus masih belum ada tandatanda kenaikan. Sampai saat ini harga daging masih berkisar Rp 90 ribu per kilogram hingga Rp 100 ribu per kilogram. Harga daging sapi Rp 100 ribu per kilogram itu daging kualitas super. Daging seharga Rp 90 ribu per kilogram itu daging untuk rawon atau daging campur lemak. “Harga itu masih normal,” cetus Jajak, 52, pedagang daging sapi di Pasar Asembagus. Daging sapi yang belum naik menjelang Ramadan itu, terang dia, karena sampai saat ini permintaan masih sepi. Selama ini pembeli daging masih didominasi para penjual bakso. “Menjelang Ramadan harga sembako mulai naik. Harga daging masih normal,” ungkapnya. Menurut Jajak, biasanya harga daging sapi naik jika harga ternak sapi mengalami kenaikan atau stok sapi berkurang. “Kalau petani susah cari pakan ternak, harga sapi mahal. Imbasnya, harga daging juga naik,” cetusnya. (mg4/c1/abi)

APA POLE

RENDRA KURNIA/RaBA

MANULA: Gepeng berusia lanjut meronta saat akan diangkut truk milik Satpol PP kemarin.

Satpol PP Garuk Belasan Gepeng

DEDY JUMHARDIYANTO/RaBa

HANGUS: Hutan jati di Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, terbakar Jumat sore (20/6).

Hutan Jati Terbakar ARJASA - Hutan jati di Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, terbakar Jumat (20/6). Api yang tidak diketahui asalnya itu membakar habis daun jati yang rontok karena kering. Daun jati itu rontok karena beberapa bulan terakhir cuaca di Kabupaten Situbondo terik. “Kebakaran itu terjadi sore. Saya tidak tahu api dari mana,” terang Aini, 32, penjual es degan yang mangkal di tepi jalan sekitar hutan jati. Aini menyebut, api yang membakar habis dedaunan di sekitar hutan jati itu mulanya kecil. Karena angin bertiup kencang, api membesar dan akhirnya menghanguskan semua daun di hutan tersebut. “Saya taunya api sudah menjalar,” katanya. Warga Desa Lamongan itu menduga, api yang menghanguskan hutan jati itu berasal dari puntung rokok orang yang beristirahat di sekitar hutan. “Puntung rokok dibuang sembarangan,” ungkapnya. Sutopo, 54, juga warga Desa Lamongan, mengatakan, kebakaran hutan di kampungnya itu memang sering terjadi. Hanya saja, sampai saat ini belum tahu orang yang membakar. “Biasanya yang terbakar luas sekali,” ungkapnya. Penjual bakso itu mengaku sering mengingatkan warga yang sedang istirahat di sekitar hutan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. “Asapnya mengganggu. Kadang mau nyebrang jalan saja tidak kelihatan kendaraan,” pungkasnya. (mg4/c1/abi)

SITUBONDO - Razia besar-besaran dengan sasaran gelandangan dan pengemis (gepeng) digelar tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Sosial (Dinsos), dan Polres Situbondo, kemarin (21/6). Dalam operasi itu, belasan gepeng yang biasa mangkal di sekitar kota Situbondo digaruk. Razia dalam rangka mewujudkan kota Situbondo bersih dari gepeng itu berlangsung histeris. Sejumlah gepeng berusia lanjut (manula) me-

nolak diangkut truk. Mereka berteriak dan menangis keras. Petugas penertiban pun terpaksa menggendongnya. “Razia ini untuk menegakkan aturan,” cetus Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial di Dinsos Kabupaten Situbondo, Dwi Totok Irianto. Menurut Totok, operasi gepeng itu dilakukan mulai wilayah Situbondo Timur, Tengah, hingga Barat. Saat ini pihaknya masih melakukan operasi di wilayah timur dan wilayah tengah. Selan-

NUR HARIRI/RaBa

STERIL: Sebanyak 533.262 surat suara pilpres telah tiba di KPU Situbondo.

lembaran. Pelipatannya kami akan melibatkan seluruh staf KPU Situbondo,” ujarnya. Rofiq berharap surat suara pilpres 9 Juli 2014 itu tidak banyak yang rusak. Sehing-

 Baca 4 Oknum...Hal 35

jutnya, razia akan dilanjutkan ke wilayah barat hingga sore. ”Di wilayah Situbondo Timur dan Tengah, kita menjaring 13 gepeng,” ungkapnya. Sementara itu, menurut Dwi Totok, ada indikasi para gepeng yang berkeliaran di kota Santri itu dikoordinasi oknum tertentu. Caranya, oknum itu menjerat para gepeng itu dengan utang. “Kami sudah berkonsultasi dugaan gepeng yang diduga dikoordinasi itu pada Polres Situbondo,” katanya. (mg5/c1/abi)

Surat Suara Pilpres Tiba di Situbondo SITUBONDO - Sebanyak 533.262 surat suara pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli 2014 telah diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Situbondo kemarin (21/6). Logistik berbentuk surat suara itu tiba di kantor KPU Jalan Cenderawasih, Situbondo, sekitar pukul 09.00. Selain surat suara, logistik lain yang juga telah diterima KPU Situbondo berupa formulir model C1 dan lampiran. Formulir model C plano lengkap ATK, 1.753 lembar  alat peraga, dan 1.753 lembar daftar pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), juga sudah diterima. Logistik untuk pilpres yang dikemas dalam 267 dus dan diangkut truk boks itu langsung dimasukkan ruang khusus. “Logistik yang datang langsung kami amankan di ruangan. Sedikitnya ada 267 dus,” kata Ainur Rofiq, petugas bagian logistik KPU Situbondo. Data yang berhasil dikumpulkan, sebelum surat suara tersebut dikirim ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), petugas akan melakukan pemilahan terhadap ratusan ribu surat suara tersebut. “Meski tidak sebanyak logistik pileg, petugas akan tetap melakukan pemilahan sesuai kebutuhan masing-masing kecamatan. Bila ditemukan ada yang rusak, akan diajukan penggantinya,” katanya. Surat suara pilpres yang tiba di KPU Situbondo, itu dalam bentuk lembaran dengan lebar 19 centimeter dan panjang 22 centimeter. “Surat suara ternyata masih berbentuk

SITUBONDO - Empat kawanan oknum wartawan dan anggota LSM yang ditangkap polisi karena diduga telah memeras dua pemilik toko di wilayah Kecamatan Asembagus dan Banyuputih ternyata oleh polisi tidak ditahan. Mereka diperbolehkan pulang setelah berjanji akan mengembalikan uangnya. Keempat pelaku yang sempat dibawa ke Mapolres Situbondo itu adalah Muhammad Yunus Nasution, 40, warga Desa Kembang, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso; Nusul Bahri, 33, warga Desa Sukosari, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso; Nanang Ervandi, 33, warga Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso; dan seorang lagi warga asal Situbondo bernama Santoso, 49, yang tinggal di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo Kab a r k aw a na n o k nu m wartawan dan LSM yang telah

meresahkan warga dan tidak ditahan itu, disampaikan langsung oleh Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP H. Sunarto. “Tadi malam (kemarin malam), mereka kita lepaskan, jadi mereka tidak ditahan. Tetapi, itu bukan berarti proses hukumnya tidak berlanjut. Proses hukum akan terus dilanjutkan,” kata kasatreskrim kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Menurut kasatreskrim, keempat oknum wartawan dan anggota LSM yang ditangkap di Alun-alun Kota Situbondo, itu berjanji akan mengembalikan uang milik para korban yang telah diambil dengan cara memeras. “Mereka berjanji akan mengembalikan uangnya. Uangnya belum dibayar, jadi masih janji,” ungkapnya. Selain itu, lanjut dia, oknum wartawan dan anggota LSM yang diduga terlibat dalam perkara pemerasan itu, tidak ditahan karena para korban berencana akan mencabut laporannya. Rencana pencabutan, jelas dia, akan dilakukan setelah uang korban dikembalikan n

ga, tahap-tahap dalam pilpres bisa dilalui dengan baik dan pendistribusian logistik tidak molor. “Semoga tidak banyak yang rusak,” harapnya. (rri/c1/abi)

NUR HARIRI/JPRS

IDENTITAS: KTP, kartu anggota LSM, dan pers, sempat disita polisi untuk didata.


34

EDUCATION

EXPO 2014

Jawa Pos Minggu 22 Juni 2014

SMK Al-AZHAR SEMPU

STIKES BANYUWANGI

Kerja Bareng Studio 13 Entertainment SEMPU – Studio 13 Entertainment merupakan studio musik dan recording yang menjalin kerjasama dengan SMK Al-Azhar untuk mendidik siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler musik. Dengan kerjasama ini, band binaan SMK Al-Azhar mendapat kesempatan berlatih di Studio 13 untuk

TOHA/RaBa

bermain musik dan olah vokal. Tak hanya itu, masing-masing personil grup band juga mendapat pelajaran tentang teknik rekaman lagu. Studio 13 Entertainment memiliki alat musik dan recording yang cukup modern dan lengkap. Studio ini juga memiliki tutor yang berpengalaman mendidik band pemula. Dengan polesan dari Studio 13, band binaan SMK AL-Azhar sudah banyak yang berhasil menciptakan lagu sendiri. Iwan Setiawan, 33,

owner Studio 13 Entertainment menjelaskan, bahwa SMK Al-Azhar ingin mengangkat potensi yang dimiliki siswanya dalam bermain musik. Sehingga dia merasa tertantang untuk menjadikan band binaan SMK AlAzhar mampu menjadi band yang eksis dan mandiri. “Biasanya banyak band yang hanya bisa m e -

nyanyikan lagu orang lain, tapi disini saya ingin setiap band binaan SMK Al-Azhar mampu menciptakan lagu sendiri” tegas Iwan. Studio 13 juga memiliki distro yang menjual produk clothing. selain itu juga memiliki ruang yang digunakan khusus untuk memajang kerajinan hasil kreativitas siswa SMK Al-Azhar. Selain itu Studio 13 juga sering menggarap proyek album band indie dari sekolah lain. (*/als)

mengembangkan kemampuan

SUMPAH NERS: Mahasiswi Stikes menerima sertifikat pendidikan dari Ketua Stikes Dr H Soekardjo, S.Kep, MM di acara pelantikan dan pengambilan sumpah NERS ke-5, Sabtu (21/6).

24 Mahasiswa Keperawatan Stikes Diambil Sumpah BANYUWANGI - Sebanyak 24 mahasiswa Sarjana Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Ners (perawat), Sabtu (21/6) lalu, di Hall Stikes Banyuwangi. Tiga mahasiswa Ners yang berhasil menyabet prestasi terbaiknya selama menempuh pendidikan di Stikes menjadi kebanggaan tersendiri bagi wali mahasiswa yang datang. Mereka adalah Wiky Kakasa dengan IPK 3,96, Rani Diana IPK 3,94, dan Fajri Rachmawan IPK 3,92. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah Ners ke-5 ini sebagai bentuk penghargaan sesudah pencapaian jenjang pendidikan S1 Keperawatan. Dalam prosesi itu, selain dihadiri wali mahasiswa, juga dihadiri civitas akademik Stikes Banyuwangi, yayasan Stikes, Ketua PPNI Jatim Ahmad Yusuf, mitra rumah sakit, dan puskesmas. Dalam sambutannya, Ketua Stikes Banyuwangi, Dr H Soekardjo, S.Kep, MM menjelaskan, program studi profesi Ners merupakan kelanjutan Pendidikan Sarjana Keperawatan di Stikes. Dengan demikian, maka program ini bertujuan mendidik Sarjana Keperawatan (S.Kep). Selain itu, 24 mahasiswa/mahasiswi ini telah memiliki kompetensi kelulusan dan kewenangan dalam memberikan asuhan keperawatan pasien yang menjadi tanggung  jawabnya, melakukan asuhan dan layanan keperawatan, melakukan riset sederhana secara mandiri atau berkelompok, mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien dan mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya. “Begitu pentingnya peran dan fungsi tenaga keperawatan ini, maka mereka yang lulus Ners harus disumpah untuk bersungguh-sungguh melakukan asuhan keperawatan kepada kliennya,” ujar pria yang mendapat pengakuan dari pusat rekor sebagai As The Best Inspiration Education ini. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jatim, Ahmad Yusuf, memberikan selamat kepada mahasiswa/mahasiwi yang telah berhak menyandang Ners. Menurut dia, perawat adalah profesi yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap kesehatan. Setelah terjun ke masyarakat, perawat akan memulai pejaran non formal. “Bekerjalah untuk memenuhi tuntutan harapan masyarakat, dengan seluruh karakter dan kebutuhan mereka yang unik. Saya juga berpesan kepada para lulusan untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme sebagai tenaga kesehatan yang handal, melayani dengan hati dan kasih. Junjung tinggi almamater, terus belajar dan melayani sepanjang hayat, ” kata Yusuf. (*/als)

AGENDA KOTA

Bupati Serahkan Insentif Guru Ngaji  BUPATI Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, hari ini akan menghadiri sejumlah acara. Pukul 07.00, menghadiri istighosah Dzikru Syafaah di Pondok pesantren Darun Najah, Dusun Tanjungsari, Desa Sraten, Cluring. Pukul 14.00, menyerahkan insentif guru ngaji di Pendopo Sabha Swagata, dan pukul 18.00 dilanjutkan pengajian akbar dalam rangka Haflatul Imtihan di PP Bustanul Makmur, Kebunrejo, Genteng.(*)

Test Toefl Internasional Bulan Juli DESY Education akan menggelar Test Toefl Internasional pada Minggu tanggal 6 dan 13 Juli 2014 , Pukul 09.00 hingga selesai. Acara itu dilaksanakan di Toefl ITP Test Center, Jalan Hayam Wuruk 75 – 77 Giri, Banyuwangi. Peserta memperoleh test taker hand book, modul, dan sertifikat toefl dari ETS , New Jersey, Amerika Serikat. Sertifikat dapat digunakan untuk pengajuan beasiswa Program S1, S2, dan S3 di Australia, Inggris, dan Amerika Serikat. Waktu pendaftaran 22 – 30 Juni 2014. Untuk Konfirmasi peserta test hubungi Toefl ITP Test Center, HP. 085258036777, PIN BB 2939D6E2, 740EB849, email : desy.education@yahoo.co.id , segera daftar kuota terbatas. (*/abi)

ISTIMEWA

MODERN: Studio 13 Entertainment sebagai mitra SMK Al-Azhar Sempu untuk mengorbitkan grup band binaan.

Peran Komite Turut Tingkatkan Prestasi BANYUWANGI – Untuk menjadikan sekolah yang mampu mengantar lulusannya ke gerbang kesuksesan, peran komite sekolah ternyata sangat dibutuhkan untuk mendukung program sekolah dalam meningkatkan prestasi siswanya. Komite sekolah SMA 17 Agustus Banyuwangi patut dijadikan contoh yang baik. Sinergi antara kepala sekolah dengan ketua komite menghasilkan banyak terobosan yang mampu membawa sekolah ini tetap bisa mempertahankan eksistensi dan menjaga prestasi.

Kepala SMA 17 Agustus Banyuwangi, Drs H Anton Sunartono MPd mengapresiasi langkah ketua komite sekolah karena sangat peduli dan proaktif terhadap kebijakan pengembangan sekolah. “Banyak terobosan yang sudah dilakukan Drs Ayub Hidayat sebagai ketua komite, salah satunya akan membangun gedung baru SMA 17 di Jl Brawijaya Banyuwangi,” ujar Anton. Berkat peran komite sekolah, banyak program yang dicanangkan pihak sekolah berjalan dengan baik. Komite berperan memberikan masukan ke-

pada pihak sekolah terutama kepada sekolah untuk menciptakan program dan menjalankan kebijakan. Selain itu, peran wali murid juga sangat mendukung program-program di SMA 17 Agustus Banyuwangi, terutama dalam hal kegiatan siswa mengikuti kegiatan di luar sekolah. (*/als) ISTIMEWA

HARMONIS: Kepala SMA 17 Agustus Banyuwangi, Drs H Anton Sunartono MPd bersama Drs Ayub Hidayat selaku Ketua Komite Sekolah.

SMK GAJAH MADA

Tingkatkan Kompetensi Guru, Gelar Workshop Kurikulum 2013 BANYUWANGI – SMK Gajah Mada Banyuwangi menggelar kegiatan workshop penyusunan Kurikulum 2013, Sabtu kemarin (21/6). Workshop yang berlangsung mulai pukul 08.00 tersebut dihadiri oleh seluruh guru SMK Gajah Mada Banyuwangi. Workshop yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru itu mempunyai tiga agenda penting. Yaitu sosialisasi Kurikulum 2013, teknis penyusunan RPP (Rencana Program Pembelajaran), dan penyusunan dokumen 1 Kurikulum 2013. Itta Kr istiana SPd, 32, panitia

ISTIMEWA

DEMI PRESTASI: Kepala SMK Gajah Mada Banyuwangi, Drs Jamhari MPd (dua dari kiri) membuka workshop penyusunan kurikulum 2013, Sabtu kemarin (21/6).

pelaksana kegiatan ini menjelaskan bahwa dengan diadakannya work-

Asyiknya Nonton Sambil Ngopi HEBOH Samba 2014 tampaknya tak hanya dinikmati warga yang berada di Brazil, tempat dilangsungkannya gelaran Piala Dunia. Namun juga di Lingkungan Kauman, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi. Tampak sejumlah warga tengah asyik begadang sambil menonton tayangan Piala Dunia yang disediakan pemilik warung. (*)

shop Kurikulum 2013 ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru.

Sehingga mampu meningkatkan prestasi siswa. Hal ini sesuai dengan program sekolah yang berstandar ISO 9001:2008 yang mengutamakan pelayanan kepada siswa. Workshop yang rencana ditutup hari ini tersebut menghadirkan nara s u m b e r d a r i D i na s Pe n d i d i k a n Provinsi Jawa Timur yaitu Dra Hj Ni Made Sri Utami (Kasi Kurikulum Prov jatim), Drs H Handarpati Bailly SE MPd (Pengawas SMK Prov Jatim wilayah Banyuwangi), dan Drs Hery Trijono MM (Pengawas SMK Provinsi Jatim). (*/als)


Jawa Pos

Minggu 22 Juni 2014

BERITA UTAMA H A L A M A N

Bisa Berlanjut City Tour Sekuel 2 dan 3 ■ JALANAN...

Sambungan dari Hal 29

Ada juga tim Continental Pegassus, Surabaya Road Bike Community (SRBC), Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) Probolinggo, dan tentu saja Banyuwangi Road CyclingCommunity (BRCC). Sementara itu, setelah start di depan Pendapa Sabha Swagata Blambangan, para peserta fun bike BCTR keliling kota Banyuwangi sejauh delapan kilometer (8 Km), yakni melalui Jalan PB. Sudirman, Jalan A. Yani, dan Jalan Adi Sucipto. Sesampai di kawasan Patung Tirtawangi (Karangente), rombongan melanjutkan gowes melalui Jalan Kepiting, Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Pierre Tendean, Jalan Kartini, dan finish di Pantai Boom, Banyuwangi. Sementara itu, setelah city tour, tiba giliran race dilaksanakan. Giliran pertama, para peserta race kategori SD, kemudian disusul kategori SMP. Mereka melahap rute sepanjang 2,7 Km dari pendapa kabupaten, ke Jalan PB. Sudirman, Simpang Lima, Jalan Pierre Tendean, dan finis di Pantai Boom. Race kategori SMA menempuh rute yang sama, tapi dua putaran. Selain tiga kategori tersebut, ada beberapa kategori lain yang juga dilombakan dalam BCTR kali ini, di antaranya kelas man elite,

Mayoritas Kader Golkar dan Gerindra Absen ■ CALEG...

Sambungan dari Hal 29

Bagi mereka yang tidak dapat mengikuti pengukuran kemarin, kata Imam, mereka bisa melakukan pengukuran sendiri di rekanan penjahit yang ditunjuk. Imam menjelaskan, yang paling penting dalam kegiatan kemarin adalah pengisian biodata. Sebab, biodata tersebut akan digunakan sebagai database Sekretariat DPRD dan pembuatan surat

jaminan kesehatan. Selama ini, Sekretariat DPRD belum memiliki data lengkap masing-masing calon wakil rakyat tersebut. Kelengkapan data setiap anggota dewan itu tanggung jawab sekwan. Sehingga Imam meminta anggota dewan terpilih yang tidak hadir kemarin segera menemuinya. “Selain biodata, ada yang harus dilengkapi, seperti tiga lembar fotokopi kartu keluarga, KTP, dan foto 4 X 6 dengan latar warna kebesaran partai,” jelasnya. (mg1/c1/bay)

Dilepas karena Akan Mengembalikan ■ 4 OKNUM... Sambungan dari Hal 31

GALIH COKRO/RABA

ANAK-ANAK: Banyuwangi city tour dan race juga melombakan balap sepeda kategori khusus untuk pelajar SD.

kelas woman, kelas pemula, kelas junior, dan kelas executive. Ketua ISSI Banyuwangi, Guntur Priambodo mengatakan, peserta BCTR cukup merepresentasikan kekuatan balap sepeda nasional. “Tim-tim papan atas nasional ikut ambil bagian dalam ajang kali ini,” ujarnya. Dikatakan, selain sebagai ajang pemanasan sebelum balap internasional, yakni Banyuwangi Tour de Ijen (BTdI), BCTR diselenggarakan untuk mengajak masyarakat bersepeda seraya menikmati hasil pembangunan di wilayah kota Banyuwangi.

“Karena itu, city tour melewati beberapa titik yang kerap dijadikan jujugan masyarakat, di antaranya pendapa, Taman Sri Tanjung, Taman Blambangan, dan Pantai Boom,” terangnya. Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, BCTR merupakan bagian dari upaya memasyarakatkan olah raga kepada masyarakat Banyuwangi, khususnya olahraga bersepeda. “BCTR berbeda dengan BTdI. Jika BTdI konsepnya sport tourism kelas internasional, dalam BCTR masyarakat umum bisa ikut bersepeda bersama-sama dan race

untuk pembalap-pembalap profesional,” cetusnya. Bupati Anas mengungkapkan, dengan persiapan yang cenderung singkat, tapi animo masyarakat mengikuti kegiatan yang kali pertama dilaksanakan di Banyuwangi tersebut sangat bagus. “Mungkin nanti ada BCTR 2 dan BCTR 3. Tidak harus di kota Banyuwangi. Kegiatan tersebut bisa digelar di kecamatan lain, misalnya Genteng dan lain-lain. Ini upaya pelibatan masyarakat yang lebih luas. Ada makna konsolidasi, wisata, dan olahraga pada kegiatan BCTR ini,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Evakuasi Terkendala Mobil Derek dan Jaringan Listrik ■ PENYEBAB...

Sambungan dari Hal 29

“Sejauh ini penyebabnya masih dalam penyelidikan,” kata AKP Gathut saat acara pisah-kenal Kapolres Banyuwangi Jumat malam lalu. Terkait beberapa dugaan yang muncul, seperti rem blong, menurut Kasatlantas Gathut, hal itu bisa saja terjadi. Hanya, untuk membuktikan apakah benar rem truk itu tidak berfungsi, harus menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Satlantas Polres Banyuwangi belum memberikan kesimpulan terkait penyebab kecelakaan tersebut. Mengungkap penyebab kecelakaan ini, tampaknya polisi butuh waktu. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi siang kemarin (21/6), dua bangkai truk yang menyeruduk siswa SMK itu masih dalam tahap evakuasi. Truk tersebut masih berada di tempat kejadian hingga siang kemarin. Proses evakuasi kendaraan itu sedikit molor, karena ada beberapa kendala. Selain belum ada kendaraan derek, petugas juga terkendala adanya kabel listrik bertegangan tinggi yang melintang di lokasi kejadian. Sebab, truk tersebut sempat menerjang

35

S A M B U N G A N

“Yang laporan itu baru satu korban, pemilik toko di Banyuputih. Untuk korban lain di Asembagus, sampai sekarang belum laporan,” paparnya. Meski empat oknum wartawan dan anggota LSM dengan korban berencana menyelesaikan kasus tersebut secara damai, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi. “Yang jelas kasus ini tetap kita tindak lanjuti. Dan

pada Senin (23/6) besok, kita akan gelar perkara dengan sejumlah pihak terkait,” terangnya. Diberitakan sebelumnya, empat oknum wartawan dan LSM ditangkap tim Resmob Polres Situbondo di Alun-Alun Kota Situbondo karena diduga melakukan pemerasan terhadap dua pemilik toko. Korban pertama adalah Hj Darmawati, pemilik toko Ferajaya, warga Dusun Curah Temu, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih yang mengaku diperas Rp 5 juta. Korban kedua adalah pemilik toko Rukun,

di Kecamatan Asembagus, yang juga mengaku diperas Rp 5 juta. Empat oknum yang ditangkap polisi adalah Muhammad Yunus Nasution, 40, warga Desa Kembang, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso; Nusul Bahri, 33, warga Desa Sukosari, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso; Nanang Ervandi, 33, warga Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso; Dan seorang lagi warga asal Situbondo bernama Santoso, 49, yang tinggal di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo. (rri/c1/abi)

Yang Dinilai Suara dan Penampilan ■ AJANG...

Sambungan dari Hal 36

Dan, yang tidak kalah pentingnya, latber juga dimanfaatkan sebagai sarana perekat silaturahmi para penghobi burung tersebut. Uniknya, format lomba dikemas mirip arisan. Dalam setiap latber, masing-masing anggota mengumpulkan uang senilai Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu (tergantung kesepakatan). Uang hasil iuran peserta itu lantas diberikan kepada pemilik burung yang menjadi jawara latber. Selain uang, pemilik burung yang keluar sebagai jawara tersebut juga berhak menerima piagam. Saking banyaknya komunitas pencinta burung, di wilayah Kota Banyuwangi dan sekitarnya saja, agenda latber dilaksanakan enam kali dalam sepekan. Setiap Senin, latber digelar di jalan Kenanga, Kelurahan Singonegaran. Selasa giliran latber di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Selain itu, setiap Rabu, latber digeber di wilayah Kelurahan/ Kecamatan Giri. Sedangkan hari

Kamis, Jumat, dan Sabtu, masing-masing giliran latber yang diselenggarakan di Jalan Progo, Banyuwangi; Pasar Pujasera; dan Kelurahan Kertosari. M. Yasin, 29, pencinta burung asal Perum Villa Bukit Mas, Kelurahan/Kecamatan Giri mengatakan, jenis-jenis burung yang dilombakan dalam latber biasanya terdiri dari cucak hijau, cendet, kacer, love bird, dan kenari. Dikatakan, untuk cucak hijau, penilaian didasarkan pada suara dan tampilan burung, misalnya jambul dan ekspresi tubuh burung yang menggigil layaknya orang tengah kedinginan. Sedangkan penilaian burung cendet, didasarkan pada suara dan show (kemampuan burung berdiri tegak). Penilaian lomba burung kacer terdiri dari suara dan show berupa kemampuan burung memekarkan bulu-bulunya. “Penilaian lomba kategori burung love bird berupa kemampuan burung mengeluarkan suara ngekek. Semakin panjang kekekan semakin bagus. Sedangkan penilaian lomba

burung kenari didasarkan panjang suara kicauan burung tersebut,” ujar Yasin. Menurut Yasin, selain latber, para pencinta burung di Banyuwangi juga memiliki agenda latihan prestasi (latpres). Latpres digelar setiap hari Minggu secara bergiliran di titik-titik lokasi latber di Bumi Blambangan tersebut. Bedanya dengan latber, imbuhnya, pendaftaran peserta latpres cenderung lebih mahal, yakni sekitar Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per burung. “Selain mendapat uang, juara latpres mendapat piala,” terang ayah satu anak tersebut. Ditanya kesenangan apa yang dirasakan dari hobi memelihara burung, Yasin mengaku akan mendapat kepuasan tersendiri jika burung piaraannya tersebut bisa menampilkan kemampuan terbaik saat lomba digelar. Sebab, meskipun memiliki suara bagus tetapi saat lomba digelar burung tersebut tidak bisa menampilkan kemampuan terbaik, akan sia-sia. “Soal juara atau tidak, itu bonus tambahan,” pungkasnya. (sgt/c1/als)

Merawat Burung Tidak Susah ■ PUTAR...

NIKLAAS ANDRIES/RABA

AWAS SETRUM: Petugas mengerahkan kendaraan khusus untuk mengepras dahan pohon dan mengamankan jaringan listrik dalam proses evakuasi dua truk yang terlibat kecelakaan di Jalan HOS Cokroaminoto, Cungking, Kecamatan Giri, Banyuwangi, siang kemarin.

tiang lampu jalan umum dan tiang listrik. Imbasnya, beberapa kali listrik di sekitar lokasi dipadamkan. Demi menghindari hal yang tidak diinginkan, polisi memasang police line di sekitar lokasi kejadian. Sebab, tempat tersebut dijubeli warga yang ingin melihat bangkai truk itu lebih dekat. Banyak pengguna jalan yang

berhenti dan melambatkan laju kendaraan untuk melihat bangkai dua truk tersebut. Seperti diberitakan kemarin, kecelakaan maut merenggut nyawa Yudha Wijaya, siswa kelas I SMKN Banyuwangi. Dia meninggal dunia setelah diterjang dua truk di tepi Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Mojopanggung, Banyuwangi. Korban

luka serius di kepala. Saat itu korban baru saja mengambil rapor bersama ayahnya, Iwan. Keduanya berniat pergi ke Malang untuk berlibur. Selain merenggut korban jiwa, kecelakaan itu juga melukai dua orang lainnya, yakni seorang siswi penumpang angkutan kota dan seorang sopir truk Colt Diesel. (nic/c1/bay)

Sambungan dari Hal 36

Seperti dilontarkan pencinta burung bernama M. Yasin, 29. Dikatakan, pada waktu-waktu tertentu, khususnya malam hari, burung perlu diputarkan kaset, compact disk (CD) atau peranti elektronik lain yang berisi suara burung berkicau. “Itu dilakukan agar burung mampu menirukan su-

ara kicauan burung yang diputar tersebut,” kata pria yang juga hobi memancing tersebut. Menurut Yasin, hal yang paling disenangi dari hobi memelihara burung adalah suara kicauannya yang mampu menimbulkan kesan damai dan nyaman. “Merawat burung tidak susah. Berbagai jenis pakan burung juga mudah di dapat di sekitar kota Banyuwangi ini,” pungkasnya. (sgt/c1/als)

Ingin Daftar ke Sekolah Terdekat ■ NILAI...

Sambungan dari Hal 29

Setelah itu, mereka langsung membahas SMP yang akan dituju. Beberapa siswa yang memperoleh nilai rata-rata tinggi, terlihat bersemangat. Siswa yang memperoleh nilai tidak terlalu tinggi, terlihat bingung memilih sekolah lanjutan. Tidak sedikit lulusan SD itu

yang terlihat meminta pertimbangan kepada orang tua yang mendampinginya. Sementara itu, situasi agak berbeda terlihat di SD Kelir 1, Kecamatan Kalipuro, kemarin. Sekolah tersebut terlihat lengang. Beberapa siswa duduk dan bercanda seperti hari biasa seolah tidak ada pengumuman kelulusan. Tidak pula tampak wali murid menemani anaknya di

hari pengumuman kemarin. Kepala SDN 1 Kelir, Sri Supiyati mengatakan, orang tua siswa memang tidak diundang dalam pengumuman kemarin. Siswa akan diberi amplop berisi lampiran nilai masing-masing. Dia berpesan kepada para siswa bahwa amplop tersebut hanya boleh dibuka orang tua masing-masing. Ketika para siswa ditanya

mengenai nilai, mereka mengaku sudah diberi tahu sebelumnya oleh guru. Sehingga, mereka tidak penasaran lagi dengan nilai ujian masing-masing. Terkait sekolah tujuan, umumnya mereka ingin melanjutkan ke SMP terdekat. “Kalau tidak masuk ke MTsN, ya bisa mendaftar ke SMP 2 Kalipuro. Karena nilainya pas-pasan,” ujar Kharisma dari SDN 1 Kelir. (mg1/c1/bay)

Grup Seni Libatkan Kader Anak dan Remaja ■ BISA...

Sambungan dari Hal 29

Selain itu, lelaki yang lahir tahun 1952 itu tidak hanya berkecimpung di kesenian jaranan. Ada beberapa kesenian yang pernah diikutinya. Terkadang dia tampil sebagai pemain musik atau sebagai pawang. Sejak tahun 1971 Kodik sudah ikut beberapa rombongan kesenian, seperti gandrung, janger, barong, dan tetet. Kesenian tetet, menurutnya sekarang agak susah ditemukan. Kesenian itu unik karena menggabungkan kuda dan penari gandrung. Dalam kesenian tetet, kuda menari-nari karena ada penari gandrung yang mengiringi. Untuk tetap melestarikan cita-citanya dalam

menjaga kesenian Banyuwangi, Kodik bersama beberapa teman seperjuangan, yakni Asri, Atim, Timbul, dan Busama, membangun grup kesenian barong dan jaranan Sekar Arum. Dengan bantuan dana seorang warga pencinta seni yang biasa dipanggil Mas Yon, Kodik mulai membangkitkan geliat seni yang diawali dari kampungnya itu. Melestarikan sebuah kesenian, menurut Kodik bukan hal yang mudah. Dia pernah diundang pemerintah tampil di Surabaya. Dia pun sangat bangga dapat memainkan kesenian Banyuwangi di luar kota. Tetapi, pernah juga dia menampilkan seni barong di salah satu dusun di daerah Kelurahan Telemung di Kecamatan Kalipuro yang dihadiri hanya sedikit orang. Ditambah lagi, pemain musik

tradisionalnya juga orang-orang setempat yang tidak menguasai dengan baik. “Isun kecewa kerono pemaine luput. Kabeh sing tepak tabuhane, ngisin-ngisini (Saya kecewa karena pemain musik kurang menguasai. Semua tidak pas mainnya, memalukan, Red),” ujarnya. Dengan bermacam pengalaman dirinya, Kodik berpendapat bahwa pengetahuan tentang seni barong dan jaranan harus dikenalkan sejak dini. Karena itu, grup kesenian Sekar Arum banyak melibatkan anak usia belasan tahun. Kodik berharap dia masih memiliki kesempatan memperkenalkan kesenian Banyuwangi lebih jauh. Bukan hanya di luar Banyuwangi, dia juga berharap bisa mengenalkan seni jaranan dan barong ke mancanegara. (c1/bay)

NIKLAAS ANDRIES/RABA

PERKENALAN: AKBP Tri Bisono dan istri menyapa tamu dalam malam pisah-kenal di halaman Mapolres Banyuwangi Jumat malam lalu (20/6).

Pejabat-Politisi-Pengusaha Sambut Kapolres Baru BANYUWANGI - Malam pisah-kenal Kapolres Banyuwangi benar-benar menjadi ajang kumpul berbagai komponen di Banyuwangi. Selain dihadiri kalangan pengusaha dan aparat kepolisian, acara yang digelar di halaman mapolres Jumat malam lalu (20/6) itu juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh politik Bumi Blambangan. Selain kapolres lama, AKBP Yusuf, dan Kapolres Banyuwangi yang baru, AKBP Tri Bisono Soemiharso, juga kompak hadir bupati, wakil bupati, pimpinan DPRD, dan jajaran forum pimpinan daerah (forpimda). Mereka secara khusus hadir untuk menyaksikan pisah kenal kedua pejabat di lingkungan korps seragam cokelat itu. Dalam sambutannya, AKBP Tri Bisono mengaku cukup terkesan dengan apa yang diraih Banyuwangi sejauh ini. Sebelum masuk dan bertugas di Banyuwangi, alumnus Akpol 1994 itu sudah mendengar mengenai sepak terjang kabupaten paling timur

Pulau Jawa ini. “Saya ingin belajar caranya untuk memajukan ilmu itu di sini,” akunya. Selain itu dalam kesempatan itu, Kapolres Tri Bisono juga meminta kerja sama dan dukungan semua elemen dalam pelaksanaan tugasnya di Banyuwangi ke depan. Dia berjanji akan meneruskan semua keberhasilan yang telah diraih seniornya, dalam membantu menciptakan kondisi aman dan tenteram selama di Banyuwangi. Hal senada juga dikatakan oleh AKBP Yusuf. Perwira yang mendapat promosi sebagai Wadirlantas Polda Jawa Timur itu mengaku cukup terkesan selama bertugas di Banyuwangi. Dengan masa dinas sembilan bulan, banyak hal positif yang diperolehnya selama ada di Banyuwangi. Akhirnya, acara pisah kenal ini pun ditutup dengan pemberian cenderamata kepada AKBP Yusuf. Selain itu, pisah sambut ini juga diisi dengan sejumlah pertunjukan kesenian daerah asli Banyuwangi. (nic/c1/bay)


MINGGU 22 JUNI 2014 HALAMAN 36 Q

Q

Ajang Lomba Sekaligus Tukar Informasi itu ternyata menyebabkan pergeseran tren di kalangan para pencinta burung Bumi Blambangan. Jika sebelumnya mereka hanya berkumpul untuk berbagi informasi, akhir-akhir para penghobi burung asal kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini punya agenda rutin, yakni latihan bersama (latber). Bukan sekadar sebagai sarana bertukar informasi, latber tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang perlombaan pamer dan perlombaan burung-burung milik para anggota komunitas tersebut â– 

Komunitas pencinta burung sebenarnya sudah ada di Banyuwangi sejak bertahuntahun lalu. Namun, baru sekitar lima tahun terakhir komunitas penghobi satwa berkicau tersebut semakin marak layaknya cendawan di musim hujan. UNIKNYA, semakin berkembangnya jumlah komunitas pencinta burung

 Baca Ajang...Hal 35

Cendet (Bencek)

Cemblek/Cipret

Makanan : Jangkrik, Kroto Habitat : Hutan Pedesaan Kecamatan Licin, Kalipuro, dan Songgon Harga : Rp 200 Ribu - 15 Juta

Makanan : Serangga Habitat : Hutan Perkampungan Banyuwangi. Harga : Rp 50-500 ribu

Cendet atau biasa dipanggil bencek ini memiliki kelas sedikit di bawah cucak ijo. Burung ini memiliki ciri khas bulu berwarna hitam di daerah kepala. Konon semakin luas bidang hitamnya, semakin mahal harganya. Cendet memiliki kicauan unik karena dapat menirukan beberapa bunyi hewan. Suara ayam, tokek dan kucing biasanya sering ditirukan cendet. Burung ini bagi beberapa penggemar burung pedesaan dianggap peniru 1001 suara. (mg1/c1/als)

KICAUAN burung ini paling familiar yang sering kita dengar. Jika berada di kawasan hutan permukiman di beberapa tempat di Banyuwangi, pasti kita sering mendengar. Keberadaan Burung ini, menunjukkan masih baiknya kondisi lingkungan yang ada. Burung cemblek atau biasa dipanggil cipret sangat senang berkicau bersahutan. Jika satu dari mereka mendengar kicauan, maka mereka akan terus bersahutan. Maka jika mereka masih di dalam habitatnya, dapat dipastikan kawasan tersebut ramai dengan bunyi sahut-sahutan dari si cemblek. (mg1/c1/als)

FOTO-FOTO: GALIH COKRO-GERDA SUKARNO/RABA

DIJUAL BEBAS: Bermacam jenis burung berkicau bisa didapatkan dengan mudah di beberapa pasar burung di Banyuwangi, salah satunya di kawasan Pasar Pujasera, Kelurahan Karangrejo.

Putar Kaset atau CD agar Ditiru Burung

Burung Hantu Makanan : Jangkrik Habitat : Hutan Perkampungan Banyuwangi. Harga : Rp 150-500 ribu Burung hantu bukan jenis burung berkicau. Bagi para pencinta burung berkicau, burung seperti ini mungkin kurang menarik. Tetapi, bagi para pencari burung berkicau, burung hantu layaknya sumber uang mereka. Mengapa? Karena burung hantu biasanya dijadikan pemancing (jontrot) burung-burung berkicau. Konon, jika melihat burung hantu, burung-burung lain akan mendekat. Para pemburu biasanya memasang getah di sekeliling jontrot. Jadi, ketika mendekat, para burung itu akan menempel di getah. (mg1/c1/als)

Pleci

Sirpu

Makanan : Serangga Kecil Habitat : Perkebunan Warga Daerah Glenmore, Kalipuro, dan Songgon. Harga : Rp 10 - 300 ribu

Makanan : Serangga Kecil Habitat : Perkebunan Buah di daerah Banyuwangi Harga : Rp 20 - 300 ribu

DI antara burung berkicau lainnya, pleci memiliki harga paling murah. Namun, jangan dilihat harga dan ukurannya. Burung kecil ini jika dilatih dengan baik, bahkan dapat berkicau seperti cucak ijo dan cendet. Burung ini juga terkadang diikutkan dalam lomba. Karena keunikan serta kerasnya suaranya, pleci tetap memiliki tempat tersendiri di kalangan pencinta burung. (mg1/c1/als)

BURUNG jenis sirpu ini tergolong burung berkicau kecil. Burung yang memiliki tubuh seukuran burung pipit sawah ini memiliki kicauan mirip peluit. Jika didengarkan maka suaranya mirip peluit panjang yang terputus-putus. Sirpu umumnya memiliki warna kuning. Terkadang burung ini digunakan sebagai pelatih suara burung berkicau besar. Meskipun sering dijumpai di pohon mangga, sirpu menyukai serangga kecil sebagai makanannya. (mg1/c1/als)

Cucak Ijo Makanan: Pisang, Jangkrik, Kroto Habitat: Hutan Tepi Pantai, Alas Purwo dan Alas Baluran Harga : Rp 1 - 25 juta BAGI para penggemar burung berkicau, cucak ijo merupakan salah satu primadona. Burung dengan ciri khas warna hijau pupus ini memang sangat menarik. Selain karena memiliki kicauan yang bervariasi, burung ini juga sangat kuat dan tidak mudah stres. Di daerah Banyuwangi sendiri, burung ini banyak ditemukan di sekitar wilayah Wongsorejo dan Alas Purwo. Tetapi menurut para penggemar burung, cucak ijo yang berasal dari Banyuwangi utara yang paling dicari. Habitat dengan perpaduan iklim laut dan gunung batu menciptakan burung yang berkarakter kuat. (mg1/c1/als)

MEMELIHARA burung ternyata gampanggampang susah. Agar burung piaraan sehat dan memiliki kemampuan prima, dibutuhkan ketelatenan dan kedisiplinan dalam merawat satwa tersebut. Sebagai contoh, setiap pagi burung harus dimandikan dengan cara disemprot air. Usai mandi, burung tersebut diberi pakan. Setelah mandi dan “sarapan�, burung lantas dijemur sampai sekitar pukul 10.00. Pasca dijemur, sangkar burung ditutup dengan sarung khusus. Sore hari, sarung penutup sangkar burung

kembali dibuka. Binatang bersayap tersebut kemudian diangin-anginkan hingga menjelang magrib. Setelah itu sangkar burung kembali dimasukkan ke dalam rumah atau tempat tertentu yang telah disediakan. Selain perawatan fisik, burung juga perlu mendapat pelatihan keterampilan. Nah, para pencinta burung punya kiat jitu agar binatang piaraannya memiliki kemampuan berkicau yang prima â–   Baca Putar...Hal 35

Kacer Makanan : Cacing dan Serangga Tanah Habitat : Hutan Perkampungan (terutama daerah kebun buah) Harga : Rp 400 ribu - 2 juta EKOR yang mengipas-ngipas menjadi ciri khas dari burung kacer. Ketika burung ini berkicau ekornya mengikuti. Semakin meliuk kicauannya semakin keras putaran ekornya. Burung yang masuk kategori menengah ini memiliki harga pasaran yang stabil dan cukup kuat. Kacer biasa tinggal di daerah kebun-kebun penduduk di wilayah pedesaan Banyuwangi. Habitat burung ini adalah di tanah, bukan di pepohonan seperti burung kebanyakan. Karena itu, kacer mengonsumsi cacing sebagai makanannya. (mg1/c1/als)

Tlendekan PENYALURAN HOBI: Setelah dimandikan, burung diberi pakan dan dianginanginkan.

SIGIT HARIYADI/RABA

Makanan : Serangga Habitat : HutanPerkampunganBanyuwangi Harga : Rp 200 - 750 ribu JIKA ada suara burung yang paling nyaring dan bersih, mungkin tlendekan salah satu juaranya. Burung kecil bersayap biru ini menjadi hewan khas dari Banyuwangi. Meski pamornya jauh daripada cucak ijo, tapi kicauannya tidak jauh menarik. Untuk mereka yang suka ketenangan, kicauan tlendekan cukup untuk membuat nyaman. Namun sayang, karena mungkin banyak diburu, burung ini sudah mulai langka ditemui. (mg1/c1/als)


Radar Banyuwangi | 22 Juni 2014