Page 1

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

RABU 11 JUNI TAHUN 2014

Eceran Rp 5.750 HALAMAN 33

Pecah Kaca, Rp 55 Juta Raib Penjahat Beraksi di Dekat Pos Satpam Bank Danamon

Kronologi Pecah Kaca Mobil Nasabah

BANYUWANGI - Aksi pencurian dengan modus memecah kaca mobil kembali kambuh di Bumi Blambangan kemarin (10/6). Kali ini korbannya Arif Efendi, 56, warga Jalan Letkol Istiqlah, Banyuwangi. Arif harus merelakan uang senilai Rp 55 juta. Uang tersebut disimpan bawah jok mobil Toyota Avanza hitam bernopol L 1708 CA. Uang puluhan juta rupiah tersebut raib digondol pencuri di halaman parkir bank Danamon Jalan A. Yani, Banyuwangi. ironisnya, kendaraan tersebut diparkir di dekat pos satpam di halaman bank tersebut. Aksi pecah kaca tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 kemarin. Aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil itu kini ditangani aparat Polsek Banyuwangi dan Polres Banyuwangi. Awalnya, Arif berangkat dari rumah di Jalan Letkol Istiqlah menuju bank BCA di Jalan A. Yani. Dari rumah, korban membawa uang tunai Rp 60 juta. Sebagian uang tersebut digunakan untuk membayar angsuran di bank BCA. Setelah membayar angsuran Rp 5 juta di bank BCA, Arif melanjutkan perjalanan ke bank Danamon yang juga beralamat di Jalan A. Yani. Jarak bank BCA dan bank Danamon hanya sekitar 300 meter ■

2 1

 Baca Pecah...Hal 43

3

4

Pukul 12.10: Arif mengambil uang Rp 25 juta di Bank Danamon

3

5

Pukul 11.55: Arif berangkat ke bank BCA Jalan A Yani Banyuwangi. Dia bayar angsuran Rp 5 juta.

Pukul 11.45 : Arif Efendi membawa Rp 60 juta di bawah jok mobil Toyota Avanza.

Pukul 12.15: Alarm mobilnya berbunyi di halaman Bank Danamon. Setelah dicek, uangnya di bawah jok Rp 55 juta raib.

b 510 ay

CVBHJMGHMGH

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RABA

OLAH TKP: Petugas memeriksa mobil Toyota Avanza nopol L 1708 CA yang pecah kacanya di halaman Bank Danamon Jalan A Yani Banyuwangi kemarin.

KORBAN: Arif Efendi di halaman Bank Danamon Banyuwangi kemarin.

SAVE PENYU

GERDA SUKARNO/RABA

PATROLI: Petugas Satpol PP ikut membantu memindahkan telur penyu ke sarang semi alami Pantai Boom, Banyuwangi, dini hari kemarin (10/6).

Satpol PP Bantu Tanam Telur BANYUWANGI - Seekor telur penyu lekang (penyu abu-abu) mendarat dan bertelur di dekat kawasan Watu Cengkih, Pantai Boom, Banyuwangi, sekitar pukul 00.30 dini hari kemarin (10/6). Relawan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) langsung mengamankan 126 butir telur penyu itu ke sarang semi alami di pantai tersebut ■  Baca Satpol...Hal 43

ADIPURA

Kian Gencarkan Bank Sampah BANYUWANGI - Piala Adipura yang berhasil diraih Banyuwangi dua tahun dira berturut-turut membuat para tenaga harian lepas (THL) di bawah naungan Dinas Kebersihan dan PerD ttamanan (DKP) semringah. Sebab, melalui momentum perolehan Piala Adipura tahun ini, Pemkab Banyuwangi berkomitmen meningkatkan gaji mereka senilai Rp 100 ribu per orang per bulan ■  Baca Kian...Hal 43

Pagu SMAN Wongsorejo Paling Sedikit BANYUWANGI - Pagu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA Negeri akhirnya ditetapkan. Tahun ajaran ini, Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi membuka ‘’lowongan’’ 4.580 kursi untuk siswa baru SMAN se-Bumi Blambangan. Pagu sebanyak itu tersebar di 17 SMAN di 16 kecamatan (selengkapnya baca grafis). Yang mendapat pagu terbesar adalah SMAN 2 Genteng, SMAN 1 Giri, SMAN 1 Rogojampi. Tiga SMAN tersebut mendapat pagu masing-masing 324 kursi. Yang mendapat pagu terkecil adalah SMAN 1 Wongsorejo dengan jatah 180 kursi, kemudian SMAN 1 Singojuruh dengan 216 kursi. SMAN 1 Glagah mendapat dapat jatah spesial karena ada kelas akselerasi, kelas pengayaan, dan kelas reguler. Sementara itu, pagu sejumlah itu akan diperebutkan belasan ribu lulusan 75 SMPN se-Banyuwangi. Selain itu, ribuan lulusan SMP swasta dan lulusan madrasah tsanawiyah (MTs) diprediksi juga akan berebut pagu tersebut. Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dispendik Banyuwangi, Suratno, melalui Kepala Seksi SMA dan SMK, Sutikno mengakui, pagu untuk SMAN ditetapkan 4.580 kursi. “4.580 kursi tersebut belum dibagi antara pagu PPDB reguler dan jalur mandiri,” ujar Sutikno. Seperti diberitakan sebelumnya,

pagu setiap sekolah bisa digunakan untuk jalur mandiri sebesar 20 persen. Jatah jalur reguler minimal 80 persen. Sutikno mengingatkan, calon pendaftar reguler online SMAN supaya menyesuaikan jumlah skor dengan jumlah peminat di SMAN yang dipilih. Saat ini pendaftaran online hanya bisa digunakan sekali. Karena itu, pendaftaran online tidak mungkin diulang jika terjadi kesalahan. Dengan mengetahui pagu yang tersedia, kata Sutikno, diharapkan para pendaftar dapat memperkirakan sekolah mana yang sesuai dengan nilai mereka. Sutikno menambahkan, sesuai Peraturan Bupati (Perbup) 2014 tentang PPDB, salah satu penilaian jalur mandiri adalah prestasi siswa. Karena itu, pendaftar yang memiliki sertifikat akademis maupun nonakademis bisa mendapat poin tambahan. Rinciannya, sertifikat juara satu hingga juara harapan dua tingkat nasional atau internasional bisa diterima langsung di sekolah yang dituju. ‘’Peraturan itu berlaku pula untuk juara satu sampai tiga tingkat provinsi. Mereka bisa langsung diterima lewat jalur mandiri,” ujarnya. Sementara itu, untuk mempersiapkan sistem pendaftaran online, Dispendik akan melatih tenaga operator PPDB hari ini (11/6). Petugas tersebut akan mengikuti pelatihan operator online PPDB 2014 di Telkom Banyuwangi. (mg1/c1/bay)

u Pag B PPD A SM 4 201

SMAN 1 Banyuwangi : 252 kursi SMAN 1 Giri : 324 kursi SMAN 1 Glagah :(total 296 kursi) ■ 20 kursi kelas akselerasi ■ 96 kursi kelas pengayaan ■ 180 kursi kelas reguler SMAN 1 Genteng : 288 kursi SMAN 2 Genteng : 324 kursi SMAN 1 Cluring : 252 kursi SMAN 1 Rogojampi : 324 kursi SMAN 1 Singojuruh : 216 kursi SMAN 1 Srono : 252 kursi SMAN 1 Gambiran : 288 kursi SMAN 1 Glenmore : 288 kursi SMAN 1 Pesanggaran : 252 kursi SMAN 1 Purwoharjo : 288 kursi SMAN 1 Tegaldlimo : 252 kursi SMAN 1 Wongsorejo : 180 kursi SMAN 1 Bangorejo : 252 kursi SMAN 1 Muncar : 252 kursi TOTAL

: 4580 KURSI SUMBER: DISPENDIK BANYUWANGI

Datangi Dispenda, Minta Izin Jualan di Tepi Jalan BANYUWANGI - Sekitar 30 pedagang mendatangi kantor Dinas Pendapatan (Dispenda) Banyuwangi sekitar pukul 9.30 kemarin (10/6). Mereka yang selama ini berjualan di dalam Pasar Banyuwangi itu kini meminta diizinkan kembali berjualan di tepi Jalan Satsuit Tubun pada sore dan malam hari. Pedagang itu minta diizinkan berdagang di tepi jalan pada pukul 15.00 sampai 07.00. Tiga perwakilan pedagang itu ditemui Kepala Bidang Pasar Dispenda, Sri Widiyanto. Ketiga wakil pedagang itu adalah Teguh, Yusuf, dan kuasa hukum pedagang kaki lima bernama Matasan. Dalam proses mediasi, Teguh mengaku, para pedagang sekarang kehilangan banyak omzet. Banyak pedagang yang gulung

tikar dan harus beralih profesi. Yusuf menambahkan, saat ini ada sekitar 50 pedagang yang nasibnya tidak jelas. Mereka nyaris kehilangan pendapatan selama satu bulan terakhir. Sementara itu, kuasa hukum pedagang, Matasan, juga mengeluhkan proses mediasi. Dia memperingatkan, bila pemerintah tidak bisa memberikan solusi, lebih baik semua pedagang yang berdagang bukan di tempatnya digusur. Termasuk pedagang di sekitar Taman Blambangan. Kabag Pasar Sri Widiyanto berjanji akan menyampaikan keluhan para pedagang kepada atasannya. Ketika pertemuan itu dianggap telah selesai, ternyata di luar kantor Dispenda ada beberapa pedagang yang memaksa masuk ■  Baca Datangi...Hal 43

FREDY RIZKI/RABA

BERKUMPUL: Kabag Pasar Dispenda Banyuwangi, Sri Widiyanto (kanan), menemui pedagang pasar di halaman Dispenda Banyuwangi kemarin.

Mengunjungi Kota-Kota Tim Elite Sepak Bola Eropa (3)

Juventus Stadium, Perintis Stadion tanpa Pagar Penonton Di sela-sela mengikuti kongres surat kabar dunia (WAN-IFRA), saya mencuri waktu bertandang ke Juventus Stadium kemarin (10/6). Sebuah stadion yang megah. Bahkan, saat ini paling modern di daratan Italia. JUMLAH gerbang utama Juventus Stadium ini ada 17 pintu. Pintu sektornya lebih dari 130. Penonton tidak perlu berjubel saat masuk ke dalam stadion. Pun pintu masuk luar. Semua serba mekanik dan otomatis. Penonton tinggal tempelkan tiketnya ke alat pemindai, secara otomatis pintu akan

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Pukul 12.00: Arif menuju bank Danamon 300 m selatan BCA.

terbuka. Setelah penonton masuk, pintu dengan cepat akan tertutup kembali. Sehingga, tidak ada penonton Laporan yang bisa nySAMSUDIN ADLAWI elonong meski Dari Torino, Italia tidak ada petugas penjaga pintu. Mengunjungi home base Juventus FC itu wajib hukumnya bagi gibol (penggila bola) seperti saya. Apalagi, tempat WAN-IFRA tahun ini di Torino alias Turin. Memang, jarak dari lokasi WAN-IFRA ke Juventus Stadium lumayan jauh ■  Baca Juventus...Hal 43

Satpol PP bantu tanam telur penyu Tak hanya muda-mudi pacaran, penyu pun dapat pembinaan

Kualitas bangunan dan gedung diatur perda Semoga yang menyusun dan mengesahkan perda juga berkualitas tinggi

SAMSUDIN ADLAWI/JAWA POS

PUAS: Setelah memegang rumput Juventus Stadium, penulis pun lega. email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


34

POLITIK & PEMERINTAHAN R A D A R

Jawa Pos Rabu 11 Juni 2014

B A N Y U W A N G I

AGENDA KOTA

Bupati Anas Sambangi Bajulmati HARI ini Rabu (11/6) pukul 09.00 Bupati Abdullah Azwar Anas akan menghadiri penutupan BBGRM dan HKG PKK ke 42 di Lapangan Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo. Setelah itu Bupati Anas menghadiri akhirussunnah pondok full day Sunan Ampel Bangorejo. Pukul 19.00 Bupati Anas menerima tim penilai tata nugraha dari Ditjen Perhubungan darat di Pendapa Swagata Blambangan . (*)

Desy Education TOEFL Internasional Hadir di Situbondo TEST TOEFL Internasional akan digelar pada hari Minggu, tanggal 15 Juni 2014 , Pukul 15.00 WIB s/d selesai, bertempat di Minihall Hotel Rosali, Jl. Raya PB Sudirman 52 Situbondo. Setiap peserta memperoleh full fasilitas: materi Test taker handbook, CD Listening dan tiga macam sertifikat Internasional dari ETS, New Jersey Amerika Serikat. Sertifikat bisa dipakai untuk pengajuan beasiswa ke Luar Negeri, Program S1 , S2 dan S3. Informasi Pendaftaran hubungi TOEFL TEST CENTER HP. 085258036777, PIN BB 2939D6E2, 740EB849 , email : desy.education@yahoo. co.id ,  segera daftar kuota terbatas. (*)

M2C Bangkitkan Indra Ke-6 METODE tercepat dunia dalam membangkitkan keajaiban spiritual dalam diri, mengoptimalkan otak kanan, heart power, kuasai metafisika modern, pengaruhi orang lain jarak jauh, proteksi diri, sembuh dari berbagai penyakit, rahasia hypnotis, menidurkan orang hanya dengan pandangan mata, pelaksanaan tanggal 15 Juni 2014, Banyuwangi pukul 15.00. Tiket Rp 250.000. Info kata hati 081358110511. (*)

ISTIMEWA

SEPAKAT: Bupati Anas menandatangani MoU pendirian Unair di Banyuwangi bersama Rektor Unair Prof. Dr. Fascih, Apt disaksikan Dirjen Dikti Kemendikbud Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso dan Ketua DPRD Hermanto kemarin.

PT Kelas Dunia Resmi Berdiri

OPINI DAN REMBUGAN

Bupati Anas dan Rektor Unair Teken MoU

Naskah Opini panjang tulisan sekitar 850 kata. Sedangkan Rembugan maksimal 250 kata. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com. Sertakan nama dan identitas penulis. Atau kirim langsung ke kantor Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Biro Genteng: Jalan Raya Jember 47 Genteng, Biro Situbondo: Jalan Wijaya Kusuma 60 Situbondo.

JAKARTA - Bupati Abdullah Azwar Anas menandatangani nota memorandum of understanding (MoU) kesepakatan pendirian kampus Universitas Airlangga (Unair) di Banyuwangi bersama

PARLEMEN

Targetkan PAK sebelum Lengser BANYUWANGI - Masa bakti DPRD Banyuwangi periode 2009-2014 akan berakhir Agustus mendatang. Kursi para wakil rakyat hasil Pemilu 2009 itu akan diduduki calon anggota legislatif (caleg ) terpilih hasil Pemilu 9 April 2014. Walau masa jabatannya tinggal dua bulan, tapi para wakil rakyat itu akan menuntaskan pembahasan rancangan perubahan anggaran keuangan (RPAK) tahun 2014 sebelum menanggalkan jabatannya. Wakil Ketua DPRD, Ruliyono mengatakan, semua anggota dewan sepakat kerja keras merampungkan pembahasan RPAK 2014 sebelum masa bakti berakhir. “Ini menyangkut waktu dan kesiapan. Kalau PAK dibahas DPRD baru, maka saya yakin akan molor,” ujar pria yang juga caleg terpilih asal Partai Golkar tersebut kemarin (10/6). Menurut Ruliyono, ada beberapa alasan yang melandasi kekhawatiran pembahasan PAK molor DOK.RaBa jika dilakukan anggota Ruliyono baru. Sebab, setelah anggota dewan dilantik, kata dia, di internal DPRD masih harus dilakukan pembentukan komisi-komisi, badan-badan, dan alat kelengkapan lain. Guna mengantisipasi pembahasan PAK molor, anggota DPRD saat ini harus kerja keras menyelesaikan pembahasan PAK 2014. “Kami siap membahas PAK hingga malam hari. Saat ini pun kita sudah bekerja hingga malam hari membahas sejumlah raperda,” cetusnya. Mantan sopir pribadi keluarga mantan Presiden Soeharto itu menambahkan, PAK harus disahkan tepat waktu agar pembangunan tidak terhambat. Jika pengesahan PAK molor, maka akan berdampak terhadap minimnya penyerapan anggaran APBD 2014. “Agar kepentingan rakyat Banyuwangi tidak terganggu, maka pembahasan PAK harus tepat waktu,” pungkasnya. (sgt/c1/afi)

Rektor Unair Prof. Dr. Fasich, Apt kemarin (1-/6). Penandatanganan kerja sama itu dilakukan di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Jakarta. Kerja sama penyelenggaraan program studi di luar domisili (PPD) Unair di Banyuwangi itu disaksikan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso dan Ketua DPRD Banyuwangi Hermanto. “Dalam MoU ini kami bersepakat mendorong penyelenggaraan Unair di Banyuwangi. Pihak pemkab dan Unair akan saling mendukung demi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah kami,” ujar Bupati Anas. Mulai tahun ini sudah ada empat program studi yang dibuka di Unair di Banyuwangi, yaitu kedokteran hewan, akuntansi, kesehatan masyara-

kat, dan budi daya perairan. Masing-masing jurusan itu menerima 50 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso mengapresiasi langkah cerdas Banyuwangi dalam memacu kualitas sumber daya manusia lewat pengembangan pendidikan tinggi. “Banyuwangi ini cerdas karena bisa membawa perguruan tinggi (PT) kelas dunia seperti Unair ke Banyuwangi,” tuturnya. Bupati Anas mengatakan, pengembangan pendidikan tinggi diharapkan bisa menggairahkan iklim pendidikan di Banyuwangi. Budaya riset diyakini bisa meningkat dan memberi kontribusi bagi pengembangan berbagai sektor di kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini. Program studi budi daya per-

airan dan kedokteran hewan, misalnya, bisa membantu menyelesaikan problem-problem sektor perikanan dan peternakan di Banyuwangi. “Kami memang sengaja meminta Kemendikbud dan Unair hanya membuka program studi yang relevan dengan kondisi sosialekonomi di tingkat lokal. Ke depan, Unair dan berbagai kampus yang sudah ada di Banyuwangi akan sama-sama berkembang membentuk kultur pendidikan yang kuat demi kemajuan daerah,” katanya. Bupati Anas optimistis, sinergisitas berbagai kampus di Banyuwangi dan penyelenggaraan program studi di luar domisili dari Unair bakal memacu daya saing daerah. “Saya meyakini sumber daya manusia adalah jantung daya saing sebuah daerah n  Baca PT Kelas...Hal 43

GALIH COKRO/RaBa

LELAH: Undangan paripurna DPRD tertidur saat mengikuti sidang.

Kualitas Bangunan dan Gedung Diatur Perda BANYUWANGI - Menjelang akhir masa bakti DPRD periode 2009-2014, para wakil rakyat kini tengah getol melakukan pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda). Seperti yang terjadi Senin malam kemarin (9/6), DPRD bersama Pemkab Banyuwangi menggelar dua agenda rapat paripurna

sekaligus, yakni penyampaian nota penjelasan bupati dan pandangan umum (PU) fraksi terhadap raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2013. Jumlah raperda yang dibahas dalam rapat paripurna malam itu mencapai lima raperda n  Baca Kualitas...Hal 43

PEMBETULAN ADA koreksi pada advertorial PPM Al Kautsar Siap Laksanakan Kurikulum 2013 edisi Senin (9/6). Disebutkan malam puncak peringatan Haul Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Kautsar, yang benar adalah malam puncak peringatan milad ke 20 PPM Al Kautsar. Prof. Dr. A. Muhadist Guru Besar UM Malang yang benar Guru Besar Universitas Negeri Malang. (*) Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis (Koordinator), Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono Wakil Pemimpin Redaksi: Syaifuddin Mahmud Kepala Liputan: Agus Baihaqi Redaktur: Ali Sodiqin, A.F. Ichsan Rasyid Staf Redaksi Banyuwangi: Sigit Hariyadi, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni Redaksi Situbondo: Edy Supriyono (Kabiro), Nur Hariri Redaksi Genteng: Abdul Aziz (Kabiro), Shulhan Hadi Fotografer: Galih Cokro Buwono Editor Bahasa: Minhajul Qowim J

Direktur: Samsudin Adlawi Pemasaran dan Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, W. Nugroho (Genteng), Samsuri (Situbondo) Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah Administrasi Iklan: Fitria Arifiana Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan Event: Benny Siswanto Keuangan: Citra Puji Rahayu

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Kasir: Widi Ukiyanti Piutang: Anissa Windyah Sari Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti Perpajakan: Cici Irma Setyani Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982.

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

Website: www.radarbanyuwangi.co.id. Email: radarbwi@gmail.com, beritaraba@gmail.com, artikelradarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/ mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


35

Koranna Oreng Kota Santri

RABU 11 JUNI TAHUN 2014

KOMENTAR TOKOH ”Dengan tiga halaman, lebih bisa memotret Kabupaten Situbondo lebih utuh. Pembangunan dan perkembangan daerah lebih ditonjolkan” Sugeng Yuwono Kabag Humas Pemkab Situbondo

Cangker Lepek Endang Wiji Lestari

Punya Ribuan Anak KEPALA SMA Negeri 2 Situbondo, Endang Wiji Lestari, ditakdirkan hanya melahirkan anak sekali. Namun,perempuan yang memiliki hobi membaca dan mengisi TTS (tekateki silang) itu merasa telah memiliki ribuan anak. Kok bisa? Maklum, Endang sudah menjadi guru selama 32 tahun. Dalam waktu segitu panjang, dia memiliki murid yang jumlahnya mencapai ribuan. “Meski tidak saya sebut namanya satu per satu, tapi mereka selalu saya doakan agar baik,” terangnya. (pri/c1/aif)

POLITIK

RENDRA KURNIA/RaBa

DIKEBUT: Pekerja sibuk menyelesaikan proyek jembatan limpas di Desa Seliwung, Kecamatan Panji, kemarin. Nilai proyek ini mencapai Rp. 3,2 miliar.

Lebaran, Jembatan Limpas Bisa Dilewati PANJI - Jembatan limpas yang menghubungkan Desa Seliwung, Kecamatan Panji, dengan Desa Kotakan siap dilewati sebelum Lebaran tiba. Pengerjaan proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut terus dikebut. Kemarin, sejumlah pekerja tampak sibuk menyelesaikan proyek jembatan yang hancur dihantam banjir bandang tersebut. Salah seorang pekerja proyek, Mamat, 50, mengatakan, pengerjaan jembatan itu dikebut sampai malam hari.

Pengerjaan proyek terkendala aliran sungai yang kerap besar. ”Mesin saya sudah tiga kali hanyut dibawa banjir bandang,” ujar warga Prajekan, Bondowoso, itu. Jembatan dengan volume 43 meter tersebut sudah direhab untuk kedua kali. “Yang pertama ambles dihantam banjir. Ini yang kedua,” imbuh Mamat. Sekadar diketahui, pengerjaan Jembatan Seliwung dibiayai dana alokasi khusus transportasi pedesaan tahun anggaran 2013 senilai Rp 3,2 miliar. (mg4/c1/aif)

RENDRA KURNIA/RaBa

DIBANGUN LAGI: Pemerintah menargetkan pembangunan jembatan Limpas ini tuntas sebelum Lebaran.

Puluhan Orang Robohkan Ponpes Motifnya Diduga Masalah Warisan

EDY SUPRIYONO/RaBa

GALANG TANDA TANGAN: Deklarasi tim pemenangan Prabowo-Hatta di RM Asri.

Langkah Awal Menangkan Prabowo-Hatta Radjasa SITUBONDO - Penggalangan tanda tangan dalam deklarasi tim kampanye pemenangan Prabowo-Hatta pada Minggu (8/6) di Rumah Makan Asri, Panarukan, menjadi bentuk dukungan resmi para relawan dan kader sejumlah parpol pengusung mereka berdua n  Baca Langkah...Hal 41

BEREMMA REA

KENDIT - Jelang pilpres yang tinggal sebulan lagi, kondisi keamanan dan ketertiban (kamtibmas) di Situbondo sedikit terusik. Sekelompok orang tak dikenal bertindak brutal. Mereka merobohkan bangunan pesantren di Dusun Karanganyar, Desa/Kecamatan Kendit. Bangunan Pesantren Nurul Ihsan yang selama ini diasuh Kiai Yusron Sofrowi itu dirobohkan sekitar 50 orang tak dikenal. Mereka disebut-sebut suruhan orang berinisial MR yang tidak lain saudara Kiai Yusron. Pantauan koran ini, bangunan yang dirobohkan itu tidak hanya berupa kamar. Beberapa bangunan pendidikan juga dibongkar. “Yang dibongkar sekitar tujuh ruang,” kata Yusron Sofrowi saat ditemui di

ISTIMEWA

JADI TONTONAN: Makhluk halus yang diduga tuyul dimasukkan dalam botol.

Heboh Tangkap Tuyul Paraaman NUR HARIRI/RaBa

RATA TANAH: Kondisi bangunan Pondok Pesantren Nurul Ikhsan di Desa Kendit usai dirobohkan.

rumahnya siang kemarin, (10/6). Perusakan itu mengagetkan warga sekitar. Sebab, pembongkaran pondok

pesantren oleh puluhan orang itu dilakukan secara tidak sopan dan urakan n  Baca Puluhan...Hal 41

SITUBONDO - Tertangkapnya makhluk halus sebangsa tuyul menghebohkan warga Lingkungan Paraaman, Kelurahan Dawuhan, kemarin malam. Dalam sekejap, warga pun berbondong-bondong mendatangi rumah Edi Kawesdianto, 50, si penangkap tuyul. Mulai magrib warga sudah menyerbu rumah Edi. Mereka ingin melihat dari dekat tuyul yang sudah dimasukkan dalam botol kecil tersebut n  Baca Heboh...Hal 41

Mengais Torabika di Pinggir Jalur Pantura Banyuputih

Penuh Risiko, Sehari Dapat Rp 24 Ribu RENDRA KURNIA/RABA

TAK TERAWAT: Jala gawang Stadion Abdurahman Saleh dibiarkan jebol.

Bagus di Depan, Bobrok di Dalam SITUBONDO - Kondisi Stadion Abdurahman Saleh cukup memprihatinkan. Rumput stadion tampak tidak terawat. Jala gawang jebol. Pagar pembatas lapangan tampak usang dan ditumbuhi berbagai tanaman liar n  Baca Bagus...Hal 41

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Berbagai cara dilakukan demi menyambung hidup. Seperti yang dilakukan tiga perempuan tua pencari biji torabika ini. Setiap hari mereka harus bertarung dengan deru mesin kendaraan yang melintas di Jalur Pantura, Banyuputih.

PENUH RISIKO: Tuning, Misnayah, dan Aminah, membersihkan biji torabika di pinggir jalan raya Banyuputih.

DEDY JUMHARDIYANTO, Banyuputih PAGI baru saja datang. Sang fajar masih terlihat menyingsing. Lalulalang kendaraan masih belum

RENDRA KURNIA/RaBa

ramai. Asap yang menyesakkan dada pun belum mengepul. Pagi itu, di Jalur Pantura, tepatnya di Taman Nasional Baluran,

Banyuputih, berdiri tiga perempuan memakai pakaian seadanya dan menggunakan penutup kepala. Tiga perempuan itu tampak

asyik memainkan alat sederhana yang dipegang kedua tangannya. Mereka bukan sedang bermain. Tiga perempuan itu sedang mengayak biji torabika. Biji torabika yang mereka dapatkan di hutan itu dijemur ditepi jalan. Itu agar biji-biji yang sudah kering itu tergilas kendaraan yang melintas. Aktivitasyang dilakukantigaperempuan itu tidak lain untuk mengumpulkan pundi-pundirupiah.Tuningsih,51,warga Dusun Ranurejo, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, mengaku tidak banyak yang dilakukan demi bertahan hidup n

Puluhan orang robohkan pesantren Anggap saja pemanasan jelang pilpres! Kawal pilpres, tolak politik uang Cukup terima serangan fajar saja!

 Baca Penuh...Hal 41

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


SITUBONDO SEKITAR

36

R A D A R

Jawa Pos

Rabu 11 Juni 2014

S I T U B O N D O

Tebar Jaring, Nelayan Asal Besuki Hilang

RENDRA KURNIA/RaBa

SIAP DIJUAL: Penambang menaikkan pasir ke bak truk di pinggir Sungai Sampean Baru, Desa Kotakan.

Menambang Pasir di Sungai Sampean SITUBONDO - Puluhan penambang pasir sepanjang aliran Sungai Sampean Baru, Desa Kotakan, mendapat berkah. Cuaca panas dan aliran sungai yang kecil memudahkan mereka menambang pasir di sungai. Salah seorang penam-

bang, Sunahra, 50, mengatakan, aliran sungai yang kecil membuat penambang tidak terlalu sulit menyelam. Maklum, cara para penambang mencari pasir adalah menyelam. Mereka mengeruk pasir dari dalam sungai dan menaruhnya di sam-

pan yang telah dipasangi jangkar. Pasir satu sampan dihargai Rp16.500. Dalam sehari, para penambang biasanya berhasil mengumpulkan pasir tiga sampan. “Sehari biasanya bawa pulang Rp 40 ribu setelah dipotong ongkos sampan dan

setoran pemilik lokasi tambang,” ungkap Sunahra. Yudha, 25, sopir pengangkut pasir, mengaku harga pasir sungai tergolong mahal jika dibanding pasir kering “Satu truk harganya Rp 350 ribu. Kalau jauh ada tambahan ongkos angkut,” pungkasnya. (mg4/c1/aif)

MENARIK: Salah satu narasumber memberikan arahan dalam diskusi di Hotel Sido Muncul Sabtu lalu (7/6). FERDI/RaBa

Kawal Pilpres, Tolak Politik Uang BUNGATAN - Pilpres mendatang merupakan momentum menentukan nasib bangsa ini selama lima tahun mendatang. Pemilu yang bersih merupakan harapan kita semua. Pilpres merupakan pintu masuk menuju kesejahteraan dan keadilan. Namun, ada bahaya besar yang selalu mengintai pemilu, yakni politik uang. Terkait masalah itu, Institute for Regional Development and Studies (IRDes) bekerja sama

dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Malang Corruption Watch (MCW) menggelar diskusi dalam rangka program pemantauan politik uang yang dilaksanakan di Jawa Timur, khususnya di daerah Tapal Kuda. Acara yang dibuka langsung Bupati Situbondo Dadang Wigiarto itu diikuti 75 peserta dari berbagai elemen, yakni pimpinan parpol, akademisi, dan ormas/LSM. Diskusi yang dilaksanakan di Hotel Sido

Muncul Sabtu (7/6) itu bertujuan menyadarkan masyarakat terkait bahaya politik uang. “Kita tularkan kepada masyarakat agar mereka sadar bahaya politik uang,” ujar Sainur Rasyid, dirut IRDes. Bupati Dadang Wigiarto mengatakan, politik uang memang dilarang. Akan tetapi, memberantas politik uang tidak hanya butuh peraturan, tapi juga kebijakan. Pemerintah pusat dianggap belum melakukan hal riil dalam

memberantas politik uang. “Butuh ketegasan seorang pemimpin untuk memberantas politik uang. Dalam hal ini saya katakan presiden,” jelas Dadang. Diharapkan, presiden yang terpilih nanti melakukan hal riil dalam memberantas politik uang. ”Presiden yang terpilih nanti mudah-mudahan mempunyai komitmen memberantas politik uang,” tandas bupati yang mantan pengacara itu. (mg5/c1/aif)

Nobar Harus Izin PT Krista Rafi SITUB OND O – Seluruh lapisan masyarakat di Situbondo maupun Banyuwangi yang akan menyelenggarakan nonton bareng (nobar) FIFA World Cup 2014 diimbau untuk meminta izin terlebih dahulu kepada PT. Krista Rafi. Sebab perusahaan yang berkantor di Gresik itu merupakan pemilik wewenang penuh dalam memberikan sosialisasi, pemasaran dan pengawasan komersialisasi siaran Nonton Bareng 2014 FIFA World Cup Brazil. PT. Krista Rafi Nusantara menjadi pihak penerima tugas resmi yang ditunjuk dari PT Nonbar Pusat melalui surat bernomor 035/NBB/SrtP-Rvs/ WC-ISL/I/2014. PT Nonbar Pusat yang berkedudukan di Jakarta, merupakan koordinator tunggal dalam pelaksanaan kegiatan Nonton Bareng 2014 FIFA World Cup Brazil dan Indonesia Super League 2014.

Banyuwangi dan Situbondo,’’ terangTeddy Anugrianto, pe-

ISTIMEWA

Teddy Anugrianto

PT. Nonbar Pusat juga telah ditunjuk secara resmi oleh PT. Inter Sports Marketing, sebagai Master Rights Holder Media Rights di Indonesia dan BV Sports. “Jadi, kita sebagai pelaksana resmi dari PT. Nonbar Wilayah Jatim merasa perlu menginformasikan ini terutama untuk wilayah

LANGGANAN IKLAN HUBUNGI (0338) 671982

jabat di PT. Krista Rafi Nusantara. (pri/aif)

BANYUGLUGUR - Nahas menimpa Nito, 36. Nelayan asal Dusun Lasanan Lor, RT 02/RW 02, Kecamatan Besuki, dinyatakan hilang di perairan Banyuglugur. Kabar hilangnya Nito disampaikan dua rekannya, Pak Rus dan Pak Tin. Menurut keduanya, Nito mendadak hilang saat menebar jaring di tengah laut. Sebelum dinyatakan hilang, Nito pamit kepada keluarganya mencari ikan di laut. Dia ditemani dua rekannya, Pak Rus dan Pak Tin. Ketiga nelayan asal Besuki itu pergi ke tengah laut menggunakan sebuah perahu mesin sekitar pukul 01.00. Tiga jam kemudian, ketiganya tiba di tengah perairan Banyuglugur. Kemudian, para nelayan itu menebar jaring ikan. Konon, Nito tiba-tiba hilang. Kedua rekannya menduga korban jatuh ke laut. Setelah melakukan pencarian dan ti-

FERDI/RaBa

PENYISIRAN: Petugas Satpolair, BPBD, dan TNI-AL, sedang melakukan pencarian di perairan Banyuglugur.

dak berhasil menemukan Nito, kedua rekan korban memilih pulang dan melapor. ”Kepastiannya, kami masih menunggu jasad korban ditemukan. Baru setelah itu dilakukan visum untuk menge-

tahui penyebab kematiannya. Dugaan sementara, korban jatuh ke laut dan tenggelam akibat epilepsinya kambuh,” ujar Kasubbag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi. (mg5/c1/aif)

72 Bus Berangkat Ziarah Walisongo PANJI - Tradisi ziarah ke makam Walisongo terus digalakkan Pondok Pesantren Walisongo asuhan KHR. Kholil As’ad. Tahun ini ponpes yang beralamat di Kecamatan Panji itu memberangkatkan ribuan peziarah yang diangkut 72 bus. Pemberangkatan tersebut menyebabkan Jalur Pantura sedikit terganggu. Puluhan personel kepolisian pun diterjunkan di titik pemberangkatan dan di persimpangan sepanjang jalur yang dilalui. Selain dipadati 72 armada bus, ribuan pengantar juga mema-

MACETKAN JALAN: Rombongan ziarah Walisongo berangkat dari Ponpes Walisongo, Kecamatan Panji.

RENDRA KURNIA/RaBa

dati jalan raya. Zaenal, 45, warga Panji mengatakan, tradisi berziarah Walisongo dilakukan tiap tahun.

“Ini termasuk sedikit karena ada yang berangkat umrah, biasanya sampai 80 bus,” kata Zaenal. (mg6/c1/aif)


Jawa Pos

Rabu 11 Juni 2014

RADAR BANYUWANGI R A D A R

37

B A N Y U W A N G I

Maling Jeruk Ditangkap Warga

ABDUL AZIZ/RaBa

TERSANGKA: Hermanto diamankan di Mapolsek Tegalsari kemarin.

TEGALSARI - Dipergoki mencuri jeruk, Hermanto, 25, warga Dusun Mojoroto, Desa/Kecamatan Tegalsari, ditangkap warga kemarin sore. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka sementara dijebloskan ke ruang tahanan Mapolsek Tegalsari. Hermanto ditangkap warga karena diduga mencuri jeruk di kebun milik Nurudin, warga Dusun Ngadirejo, Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo. Kebun jeruk itu berlokasi di Dusun Mojoroto, DesaTegalsari. “Kita juga amankan jeruk hasil curiannya sebagai BB (barang bukti),” cetus Kapolres Banyuwangi, AKBP Yusuf, melalui Kapolsek Tegalsari, AKP Suhardi. Pencurian jeruk yang dilakukan tersangka itu, jeruk hasil curian dimasukkan tobos. Aksi itu diketahui warga. “Tersangka punya kebun jeruk. Tobos ditaruh di dekat kebun jeruknya,” katanya. Warga yang melihat aksi tersangka langsung menangkap dan menyerahkannya ke polsek setempat. Selain tersangka, warga juga menyerahkan BB berupa 40 kilogram jeruk hasil kejahatannya. “Warga geram. Sudah empat kali ini pelaku mencuri jeruk di tempat yang sama,” ungkapnya. (azi/c1/abi)

Perpisahan TKIT Al Hafidz, Demo 2 MC Cilik BANYUWANGI –Sedikitnya 100 wali murid menghadiri pentas seni yang digelar TK Islam Terpadu (TKIT) Al Hafidz, Sabtu (7/6). Acara yang dilaksanakan di Gedung KORPRI, Banyuwangi, itu dalam rangka perpisahan siswa Kelompok B TKIT Al Hafidz. Pentas Seni yang bertema “Aku Anak Sholeh” dihadiri wali murid, komite sekolah, pengurus yayasan, serta beberapa tamu undangan. Dalam perpisahan itu, menampilkan berbagai macam gerak dan lagu serta tampilan yang menarik dan lucu. Tak jarang hal, aksi itu menimbulkan gelak tawa dan decak kagum para pengunjung. Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Banyuwangi, Nurhamim dalam sambutannya menyatakan kekagumannya kepada TKIT Al Hafidz. Terlebih, dengan program unggulan Al Hafidz yaitu hafalan Alquran. Bahkan secara spontan Hamim, panggilan akrabnya, menunjuk 2 orang MC cilik dari siswa TKIT Al Hafidz yang bertugas memandu acara pentas seni untuk melantunkan ayat-ayat yang telah di hafal. Al hasil, dua siswa itu mampu dengan lancar melafalkan surat Al ‘Adiyat . Sebagai bentuk apresiasinya, kedua siswi itu diberi hadiah uang masing-masing Rp 50.000. Kepala Sekolah (kasek) TKIT Al Hafidz, Neni Viantin DM mengatakan, pentas seni ini bertujuan mengembangkan dan menampung bakat serta kreativitas siswa.

CHIN JULLIEN/RABA

MERANGKAK: Pedagang daging sapi di Pasar Rogojampi mulai ketar-ketir menjelang datangnya Ramadan.

Harga Sembako mulai Merangkak ROGOJAMPI - Menjelang Ramadan, harga sembako mulai naik, terutama daging ayam dan telur. Daging ayam yang semula Rp 24 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 25 ribu per kilogram. Kenaikan harga daging ayam itu merupakan tradisi tahunan. Setiap menjelang Bulan Suci, harga daging ayam selalu naik. “Saya tidak tahu penyebab kenaikan ini, tapi setiap

akan puasa (Ramadan) selalu naik,” kata Ria, pedagang daging ayam di Pasar Rogojampi. Selain daging ayam, harga telur juga naik. Bila sebelumnya hanya Rp 17 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 18 ribu hingga Rp 19 per kilogram. “Harga telur naik sejak dua hari lalu,” cetus salah satu pedagang sembako, Hj. Romlah. Menurut Hj Romlah, harga

telur memang tidak pernah stabil. Tetapi, kali ini harga naik karena stok telur di Banyuwangi terbatas. “Padahal permintaan meningkat,” kata pedagang di Pasar Banyuwangi itu. Sementara itu, harga daging sapi relatif stabil. Saat ini harga daging sapi Rp100 ribu per kilogram. Para pedagang berharap, menjelang Ramadan tidak ada kenaikan harga.

Buntut Injeksi, Penjualan Vixion Melonjak Tajam

ISTIMEWA

APRESIASI: Kepala UPTD Banyuwangi Nurhamim kagumi 2 MC cilik siswi TKIT Al Hafidz yang menunjukkan kebolehannya menghafal surat pendek. Selain itu, dalam sambutannya kasek pamitan dan memperkenalkan kasek baru yang akan menggantikan memimpin TKIT Al Hafidz. “Ibu Tita yang Insya Allah akan memimpin TKIT Al Hafidz selanjutnya. Kemampuan beliau dalam mengatur lembaga sudah teruji ketika berada di Maluku,” ujar perempuan yang lolos menjadi anggota DPRD dalam pemilihan

lagislatif (Pileg) pada 9 April 2014. Pentas seni yang digelar TKIT Al Hafidz itu diawali dengan kirap dan konser drum band Tunas Keadilan . Selain pentas seni, juga digelar bazar di depan gedung Korpri dengan diisi 10 stand yang beraneka ragam. Setelah penyerahan piala dan pelepasan siswa Kelompok B, acara ditutup dengan foto dan bersalam-salaman. (*abi)

KEHADIRAN Yamaha New V-ixion ternyata mampu mendongkrak sales penjualan di segmen motor sport. Penjualan motor New Vixion mengalami kenaikan setiap bulannya. Kenaikan itu, tentu sangat mencengangkan karena gempuran motor sport di kelas serupa sangat tinggi. Tapi dengan mengeluarkan varian terbaru dari edisi sebelumnya, Yamaha New V-ixion mampu menunjukkan eksistensinya. Supervisor Promotion PT Rodasakti Suryaraya Jember, Yudi Ramadani mengakui Yamaha New V-Ixion jadi bintang motor sport tahun ini. Alasannya, varian ini yang pertama menggendong teknologi injeksi dan laku keras di pasaran. Penjualannya melonjak dan peminatnya mengalir. Sukses ini meneruskan cerita manis pendahulunya, V-Ixion yang berhasil merebut hati publik. Bukti Yamaha New V-Ixion merajai kelas motor sport sudah terlihat sejak pertengahan 2013, -- belum

termasuk angka penjualan hingga tutup tahun ini yang trennya terus menanjak. Hingga Juli 2013 saja, penjualan Vixion meroket. Khusus kelas motor sport, pada kurun waktu itu saja mencatat penjualan tertinggi di pasar Indonesia. “Yamaha memang sangat andal dalam mendesain motor buatannya. Yamaha V-ixion terdahulu saja masa jaya sangat lama. Makanya,

tak heran kalau New V-ixion semakin diburu konsumen. Sekadar gambaran, Yamaha New Vixion ini sudah dilengkapi dengan teknologi full injection yang lebih irit bahan bakar. Tampilan baru diberikan pada head lamp, bodi samping, lampu belakang, dan tangki bahan bakar. Tidak ketinggalan juga bagian knalpot yang mempunyai sentuhan baru dengan penambahan material seperti aluminium di bagian tepi. Nah, untuk memberikan apresiasi terhadap konsumennya itu, Yamaha memberikan promo bagi setiap pembelian Yamaha New V-ixion ini. “Khusus pembelian periode bulan Juni 2014, konsumen mendapat jaket biker dan potongan hingga Rp 3.100.000 ” ungkapnya. (*/abi)

“Kalau harga daging sapi naik, pelanggan bisa lari ke daging ayam,” ujarnya. Zaini mengharapkan pemerintah mengontrol para pemasok daging sapi lokal agar tidak menjual ke luar daerah. “Jika para tengkulak menjual daging ke luar daerah, stok bisa kurang dan harga pasti naik,” cetus pedagang daging sapi di Pasar Rogojampi itu. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) Kabupaten Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo, mengatakan meningkatnya pesanan telur karena banyak gebyar acara besar yang digelar di Kabupaten Banyuwangi, seperti kegiatan keagamaan dan pariwisata. Walaupun sekarang harga sembako relatif stabil, Disperindagtam tetap mewaspadai kenaikan harga yang belum bisa dipastikan pada Ramadan nanti. Pihaknya harus jeli mengamati mekanisme pasar. “Kami berharap masyarakat memahami dan mempersiapkan diri terkait kenaikan harga sembako,” katanya. Guna mengantisipasi kenaikan harga menjelang Ramadan dan Lebaran, terang dia, Disperindagtam akan melakukan kegiatan berupa inspeksi mendadak (sidak) dalam pendistribusian dari hulu hingga hilir. “Kami juga akan menggelar pasar murah di beberapa titik,” ungkapnya. (mg2/c1/abi)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

STNK

Kebun

Aveo

Kijang Innova

Isuzu Panther

Daihatsu Xenia

Nissan

Hlg STNK P 4878 ZQ an Bambang Hariyadi, Krajan Wetan RT01/03 Temuguruh,Sempu

Djl Murah Kebun Ada Jati, Gambalina L 5,4 HA, 70 Jt/HA Hub: 08179622454

Dijual Aveo 1.5L MT tahun 2005 hitam mtl hrg 87,5 juta nego barang istimewa bisa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Tyt kjg Innova G tahun 07/09/011 pmk slr/bsn hrg 129/176/144/143,5 juta nego barang istimewa bisa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Isuzu panther LS25 MT tahun 01/ 00 pmk bru/slv hrg 116,5/86,5 juta nego barang istimewa bisa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Xenia tahun 014/011 pmk pth/slv hrg 141,5/103,5 juta nego barang istimewa bisa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Nissan Evalia-grn livina pmk th 013/012/08 pth/slvr hrg 153,5/146,5/133,5 juta nego barang istimewa bisa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Toyota Dynasaurus ‘03

Nissan

Nissan

Dijual Toyota Dynasaurus tahun 2003 roda enam warna biru siap pakai harga bersahabat. Hubungi 085234622754

Dapatkan Nissan All New Grand Livina Dengan Proses Cepat dan Akurat, Cash/ Kredit, DP Ringan atau Angsuran Ringan Hub: Reza 085330522444-081937628089

Lebaran Sebentar lagi! Saatnya Beli Nissan Grand Livina, March, Evalia dan Juke, DP Ringan dan Harga Spesial Big Sale !! Hub: Rimbun 081252767281/085933784067

BANYUWANGI

Hlg STNK P 9970 WI an Rukidjah, Dsn. Jagalan RT. 01/04, Rogojampi

Jl. Basuki Rahmat

Hlg STNK P 6994 VI an Iswanto, Dsn. Jagalan RT. 01/04, Rogojampi

Djl tanah+bangunan Jl. Basuki Rahmat Bwi Kota 900m2 H:082232010444/08123488733

Tanah + 2 Rumah Djl Cpt Tanah 430 m2 SHM Rgjmpi + Rumah 2 Unit di Bwi Hp: 0822 3201 0444

SITUBONDO BANYUWANGI Djl Rumah Jl. Singosari (Jati Rimba) LT. 550 m2 LB. ± 300 m2, 4 KT, 4 KM, Garasi 2 Mobil H: 081336450163

Tanah 2 Kapling Djl Tanah 2 Kapling L 459 m2, Jl. Anggrek Harga 170 Jt 08563639318

Jl. MH. Thamrin Dijual Rumah 500 Jt di Jln. MH. Thamrin, Gentengan Hub: 081336659258

HONDA ODYSSEY 2003 Honda Odyssey Absolute Japan Sunroof 2003 sgt trawat, brsih, pjk baru. Djamin puas. Hub 081332510117

Brawijaya Residence Djl Cpt Rmh Perum Brawijaya Residence E-02 Hub. 081357884262 dan 082244213483

BANYUWANGI BANYUWANGI Honda Revo & Supra Dikontrakkan

BANYUWANGI CCTV Paket CCTV + Pasang = 4,5 Juta Hub: 085330883071/0817341291 ( P. Imam )

Cerutu Sedia Cerutu utk Pribadi, Diskotik, Hotel, Kafe, dll 081336659258

Dikontrakkan 2 Ruko/Showroom & 2 Gudang L 500 + m2 Hlmn Luas H: 081934881999

PT. BFI Finance 415959 Penawaran 1 Unit Honda Revo ‘07 P 2165 WA, Honda Supra 125 R ‘06 P 6176 WJ

4 Unit Ruko

Promo Lebaran Daihatsu

Dijual Murah 4 Unit Ruko Semuanya 300 Jt Di Jl. Kepiting, SHM, PLN, Air Bor Siap Pakai Hub: 08179622454

R-STOCK mobil untuk LEBARAN. All New XENIA DP mli 26 Jt, AYLA angs mli 1,7 Jt. Sgr Hub HADI 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

HOTLINE IKLAN HUBUNGI: RADAR BANYUWANGI 0333412224; BIRO SITUBONDO 0338671982; BIRO GENTENG 081336161357 THOMY 081336287999 EKO

MITSUBISHI COLT DIESEL 2000 Mitsubishi Colt Diesel 2000 100 ps, bks elpiji, sasis mulus, kaki Baru, Siap lgs kerja Hub: 081332510117


JEMBER & BALI Tiket Lebaran KA Ekonomi Habis

40

Jawa Pos

R A D A R

DENPASAR

ANDIRAN SUWANTO/RADAR BALI/JPNN

DIKEBUT: Panggung PKB ditarget kelar Kamis besok (12/6).

Panggung Pawai PKB Sudah Digarap

JEMBER – Masyarakat yang baru akan mencari tiket kereta untuk lebaran siap-siap gigit jari. Sebab, meski masa mudik lebaran masih kurang sebulan lebih, tiket kereta ekonomi untuk mudik dan balik lebaran dari Stasiun Jember dan sekitarnya sudah habis. Tiket yang paling dicari masyarakat adalah untuk KA Sritanjung dan Logawa. Kepala Humas PT KAI Daops IX Jember mengatakan, tiket kedua kereta api untuk mudik dan balik lebaran sudah habis. “Iya, tiket untuk dua kereta api untuk edisi lebaran sudah habis terjual,” jelas Sugeng Turniyanto, kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (10/6). Dia mengatakan, KA ekonomi Logawa jurusan Jember - Purwokerto dan KA Sritanjung jurusan Banyuwangi-

Jogja Lempuyangan sudah habis untuk keberangkatan 23 Juli hingga 4 Agustus 2014. PT KAI menyediakan tiket di masa tersebut sebanyak 742 kursi per hari per kereta. Mayoritas pembeli dari Jember tujuan kota-kota di Surabaya ke barat. “Kalau untuk jurusan Jember-Surabaya mungkin masih ada,” kata Sugeng. Di saat lebaran, banyak masyarakat yang memanfaatkan moda kereta untuk perjalanan jarak jauh. Dia menjelaskan, tiket KA-KA tersebut habis karena masyarakat sudah bisa membelinya H-90 hari keberangkatan. “Tiketnya juga bisa dibeli dengan sistem online,” katanya. Apalagi, dua kereta api ekonomi jarak jauh berAC itu mendapat subsidi pemerintah.

“Harga tiketnya murah, yakni Rp 30 ribu,” sambungnya. Selain itu, lanjut dia, masyarakat sekarang senang naik kereta karena walau kelas ekonomi sudah ber-AC. Selain itu, kereta dan stasiun sudah lebih bersih. “Pengguna jasa juga senang karena sudah tidak ada pedagang asongan yang berseliweran,” ungkapnya. Meski demikian, dia menerangkan, PT KAI sudah bersiap-siap untuk menambah satu gerbong tambahan per kereta. Gerbong tambahan itu sedianya diberangkatkan selama masa angkutan lebaran. Tetapi, tiket gerbong tambahan itu masih belum dijual karena menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah atau direksi PT KAI. Sementara, tiket untuk KA komersial

PERSIAPAN menyambut pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-36 tahun 2014 terus berjalan. Pembuatan panggung kehormatan untuk Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono beserta jajarannya dalam pawai PKB di depan monumen Perjuangan Rakyat Bali (selatan Lapangan Renon, Denpasar) juga telah dikerjakan. Komang Gede Arthayasa, manajer Ganetri Dekorasi yang ditunjuk Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bali mengatakan, panggung kehormatan tahun ini ukuran panggungnya sedikit lebih besar dari panggung kehormatan sebelumnya. Pengerjaan panggung sudah sejak Sabtu (7/6) malam dan ditargetkan kelar Selasa (10/6) kemarin sudah selesai pemasangan kerangka, dan hari ini (11/6) pangung tersebut akan dihias. Kemudian Kamis besok (12/6) mulai penataan panggung termasuk dekorasinya juga akan dirampungkan. (dwi/pit/JPNN/als)

Harga Merosot Tajam, Petani Tunda Panen

ANOM SUARDANA/RADAR BALI/JPNN

SEMPAT MELAWAN: Tersangka penyelundup unggas Ari Susianti (kanan) memegangi unggas jenis bebek saat diamankan di Mapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Jembrana, Bali.

JEMBRANA - Modus penyelundupan unggas yang dilancarkan Ari Susianti, 33, nyaris saja mengecoh petugas. Terbukti berkali-kali unggas yang diselundupkan dari Jawa ke Bali berhasil lolos dari Pelabuhan Gilimanuk. Namun Senin (9/6) lalu, penyelundupan ratusan ekor unggas yang dilakukan warga Dusun Purwodadi, Desa Krajan, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, itu terendus polisi.

Informasi koran ini, Susianti sudah cukup lama dan berkalikali berhasil menyelundupkan unggas dari Jawa ke Bali. Modusnya, unggas-unggas hidup maupun yang sudah dipotong dimasukkan ke dalam keranjang plastik yang bisa digunakan untuk tempat buah. Polisi yang bertugas di pos 2 atau pelabuhan curiga ketika mobil pikap Mitsubishi L 300 warna hitam DK 9871 AB yang dikemudikan Adi Subroto

Rubrik Pajak PERTANYAAN: Apakah syarat Wajib Pajak (WP) yang sudah membayar Pajak Penghasilan (PPh) final tarif 1% (satu persen) dan memiliki Surat Keterangan Bebas (SKB) agar tidak dipotong atau dipungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 dan Pasal 23 jika bertransaksi dengan pemotong atau pemungut pajak?

RADAR JEMBER/JPNN

Orok Dibuang ke Sungai SESOSOK bayi ditemukan tewas di sungai pinggir pemakaman umum Jalan Brantas Jember, Senin (9/6) lalu. Mayat orok yang diperkirakan baru dilahirkan itu ditemukan seorang warga setempat yang hendak memancing. Agus Sayudi, penemu mayat bayi itu mengungkapkan, awalnya dia tidak mengira jika sesosok mayat itu bayi. “Saya mengiranya bangkai kucing,” katanya. Namun dia merasa penasaran, ketika dia juga melihat tas ransel, di dekat mayat tersebut. Setelah didekati, ternyata mayat itu merupakan bayi yang masih bertali pusar. “Tali pusarnya masih ada, memang di bagian kepala terlihat luka,” imbuhnya. Bukan hanya itu, sekujur tubuh mayat tersebut, masih dilumuri darah segar seolah baru dilahirkan. Melihat temuannya adalah orok bayi, Agus pun langsung mengabarkannya ke sejumlah warga sekitar. Tak lama kemudian, warga langsung mendekati lokasi penemuan bayi tersebut. Sementara warga lainnya, berusaha melaporkan penemuan itu ke Mapolsek Sumbersari. Sejumlah petugas Polsek Sumbersari dan Polres Jember, langsung mengidentifikasi di sekitar kejadian, sejak pukul 16.30. Sedangkan korban, langsung dibawa ke RSD dr Soebandi Jember, untuk dilakukan autopsi. Menurut Kanit Polsek Sumbersari Aiptu Karsito, pihaknya selain telah mengamankan mayat bayi, mereka juga telah mengamankan tas berisi perangkat bayi, yang diduga milik pelaku pembuang mayat tersebut. “Tapi sebenarnya TKP termasuk wilayah Kelurahan Jember Lor Patrang. Karena penemuannya ada di seberang sungai,” paparnya. (rul/jum/JPNN/als)

JEMBER - Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan rayaDusun Krajan Desa Klatakan, Tanggul, Jember, Selasa dinihari kemarin (10/6). Dalam kecelakaan tersebut, Moh Toha, 52, sopir asal Dusun Polorejo Desa/Kecamatan Purwosari Pasuruan tewas seketika di lokasi kejadian. Truk yang dikemudikan korban oleng dan masuk ke sungai kering yang cukup dalam. Sementara kernetnya selamat dan hanya mengalami luka ringan. Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kecelakaan bermula saat truk Toyota Dyna N 9479 G yang dikemudikan Moh.Toha, 52 melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Lumajang ke Jember. Saat itu, Toha ditemani Deni Agus, 27, kernetnya. Tiba di lokasi, truk hendak mendahului kendaraan yang belum diketahui identitasnya, yang saat itu melaju searah di depannya. Namun diduga Toha mengemudi truknya dalam keadaan mengantuk sehingga, tiba-tiba truk oleng ke kanan.

Selanjutnya, truk menabrak pohon dan terjun bebas ke dalam sungai yang kering. Akibat benturan keras, bagian depan truk mengalami ringsek. Bahkan, tubuh Toha remuk akibat terjepit bodi yang ringsek. Beberapa menit kemudian, sopir truk ini meninggal dunia. Sementara kernetnya, Deni Agus selamat dalam peristiwa tersebut dan hanya mengalami luka ringan. Warga yang mengetahui kejadian itu, langsung bergegas menuju ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Bahkan, warga sekitar yang sebelumnya tertidur nyenyak, terbangun dan langsung mendatangi lokasi kecelakaan. Proses evakuasi tubuh korban berajalan cukup lama. Warga bersama petugas kepolisian dari Polsek Tanggul, terpaksa menggunakan linggis serta pipa besi, untuk mengeluarkan jasad Toha dari body yang ringsek. Setelah berjuang sekitar dua jam lebih, mayat Toha akhirnya berhasil dikeluarkan. (jum/wah/JPNN/als)

Gagalkan Penyelundupan Unggas ke Bali

JAWABAN: Terima kasih atas pertanyaan Saudara. Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-32/PJ/2013 tentang Tata Cara Pembebasan dari Pemotongan dan/atau Pemungutan Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak yang Dikenai Pajak Penghasilan Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

AKAN DIOTOPSI: Mayat bayi yang ditemukan di Jalan Brantas Jember ini masih dililit tali pusar dan berlumuran darah.

seperti KA Mutiara Timur siang dan malam serta KA lokal Pandanwangi serta Probowangi sampai sekarang masih cukup banyak. Jumlah tiket yang tersedia masih 60 persen. “Jadi masih baru terjual sekitar 40 persen untuk lebaran,” ungkap Sugeng. Dia mengimbau masyarakat yang memang akan melakukan perjalanan mudik dan balik lebaran 2014 menggunakan jasa akomodasi kereta api agar segera melakukan pemesanan tiket jauh-jauh hari. Jika terlambat, tiket akan habis. Masyarakat yangg hendak membeli tiket KA lebaran tidak harus mendatangi stasiun KA karena bisa dilakukan pembelian di mini market, website, atau aplikasi pada ponsel serta payment point. (ram/har/JPNN/als)

Truk Nyemplung Sungai, Sopir Tewas

JEMBER

NAIK turunnya harga cabai dan jeruk membuat para petani di Jember barat berusaha mencari momen terbaik. Salah satunya adalah dengan menunda panen sembari menunggu harganya membaik. Sanen, petani cabai asal Dusun Jatisongo, Desa Tegalwangi, Umbulsari, mengaku terpaksa menunda panen, meski cabainya sudah waktunya dipanen. Bahkan akibat penundaan panen itu, banyak cabai yang mengering di pohon. ‘’Harga cabai ke tengkulak hanya Rp. 2.500 per kilo. Sehingga saya tidak buru-buru memanen, karena kalau hanya Rp. 2.500, lebih baik dibiarkan dulu,” kata Sanen. Meskipun cabai mulai mengering, Sanen menambahkan, cabai tersebut akan tetap laku. Karena tidak akan membusuk apabila dibiarkan di pohonnya. Hal itu juga untuk menunggu naiknya harga jual cabai yang diperkirakan sepekan sebelum Ramadan. “Nanti kalau harganya naik, baru saya panen,” imbuhnya. Hal yang sama juga dialami oleh buah jeruk.  Setali tiga uang dengan cabai, petani jeruk juga menunda panennya. Tapi, hal tersebut bukan dikarenakan harga jeruk yang murah. Melainkan menggunungnya stok jeruk digudang para pemborong. Mustofa, salah satu kuli pemborong yang biasanya memanen jeruk mengaku, sementara ini tidak ada panen karena banyak jeruk yang belum dikirimkan ke luar kota seperti Surabaya dan Bali. “Sementara ini, panen jeruk libur,” katanya. Menurut Holila, pengusaha jeruk yang biasa mengirim ke luar kota, jeruk yang tidak dipanen, bisa rontok apabila terlalu lama dibiarkan tak dipanen. Dia juga menambahkan, selain banyaknya pasokan jeruk di gudang, penundaan panen juga disebabkan menumpuknya buah jeruk di pasar luar kota. Sehingga para pemborong sepertinya menunda panen jeruk yang sudah diborongnya dari petani. “Kalau pasokan jeruk hingga bulan puasa masih banyak di gudang. Bisa-bisa nilai kerugian pemborong seperti saya akan bertambah besar,” pungkasnya.(mg3/wah/JPNN/als)

Rabu 11 Juni 2014

B A N Y U W A N G I

Pemotong dan/atau pemungut pajak tidak melakukan pemotongan dan/atau pemungutan PPh untuk setiap transaksi yang merupakan objek pemotongan dan/atau pemungutan PPh yang tidak bersifat final apabila telah menerima fotokopi SKB yang telah dilegalisasi oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat WP menyampaikan kewajiban Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Permohonan legalisasi fotokopi SKB diajukan secara tertulis kepada Kepala KPP tempat WP menyampaikan kewajiban SPT dengan syarat : a. menunjukkan SKB; b. menyerahkan bukti penyetoran PPh yang bersifat final berdasarkan Peraturan Pemerintah No 46 Tahun 2013 untuk setiap transaksi yang akan dilakukan dengan pemotong dan/ atau pemungut berupa Surat Setoran Pajak lembar ke-3 yang telah mendapat validasi dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara, kecuali untuk transaksi yang dikenai pemungutan PPh Pasal 22 atas: 1. impor; 2. pembelian bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan pelumas; 3. pembelian hasil produksi industri semen, industri kertas, industri baja, industri otomotif dan industri farmasi; 4. pembelian kendaraan bermotor di dalam negeri; c. mengisi identitas WP pemotong dan/atau pemungut PPh dan nilai transaksi pada kolom yang tercantum dalam SKB; d. ditandatangani oleh WP, atau dalam hal permohonan ditandatangani oleh bukan WP harus dilampiri dengan Surat Kuasa Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 Undang-Undang KUP. Fotokopi SKB diajukan dalam rangkap 3 (tiga), yaitu : a. satu lembar untuk KPP tempat WP menyampaikan kewajiban SPT; b. satu lembar untuk diserahkan WP kepada WP pemotong dan/atau pemungut; c. satu lembar untuk diserahkan kepada KPP tempat pemotong dan/atau pemungut terdaftar. Legalisasi fotokopi SKB dilakukan dalam jangka waktu 1 (satu) hari kerja sejak permohonan legalisasi diterima lengkap.

Informasi lebih lanjut dapat berkonsultasi dengan Account Representative Saudara di Kantor Pelayanan Pajak dimana Saudara terdaftar atau hubungi Kring Pajak (021) 500200. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur III

melintas, tercium kotoran bebek. Mobil tersebut kemudian diperiksa. Begitu penutup terpal dibuka, ternyata di dalam kotak buah isinya unggas hidup dan daging bebek yang tidak dilengkapi dokumen pengiriman maupun surat keterangan kesehatan hewan dari Karantina daerah berasal. “Selain bebek, ada juga mentok, ayam, dan daging bebek yang diselundupkan dan akan dijual di Pasar Badung,” ujar Panit Reskrim Ipda Satrio Wibowo. (nom/rid/JPNN/als)

JUAMAI/JPRJ/JPNN

NAHAS: Truk bermuatan plastik yang masuk ke sungai di Klatakan Tanggul menjadi tontonan warga dan pengguna jalan.


Jawa Pos

SAMBUNGAN

Rabu 11 Juni 2014

R A D A R

Polisi Belum Terima Laporan Resmi n PULUHAN... Sambungan dari Hal 35

“Katanya ada sekitar 50 orang yang membongkar. Saya tidak dan keluarga tidak tahu karena saat itu sedang tidak di rumah. Saya sedang menghadir i undangan pernikahan tetangga. Jadi, ini tidak ada komunikasi,” papar Yusron. Kasus pembongkaran bangunan pesantren tersebut dilakukan sekitar sepuluh

hari lalu. Pesantren itu dulu didirikan Kiai Ihsan bersama masyarakat. Nah, diduga, saat ini lahan pesantren itu disengketakan pihak tertentu. Lahan dan bangunan Pesantren Nurul Ihsan tersebut dikatakan milik almarhum Kiai Ihsan. Almarhum Kiai Ihsan berwasiat agar pesantren itu dimanfaatkan untuk kepentingan umat. “Wasiat Kiai Ihsan, pesantren ini untuk masyarakat. Kalau begini, saya

tidak tahu,” jelas Yusron. Mengenai pembongkaran pesantren tersebut, pihaknya tidak mau pusing. Tetapi, karena pagar rumah pr ibadinya juga dir usak, pihaknya akan melaporkan kasus itu ke pihak berwajib. “S e l a m a i n i k a m i d i a m . Tapi ini milik pribadi saya juga dibongkar. Kami akan serahkan kepada polisi,” tegas pria yang juga sekretaris MUI Situbondo itu.

41

S I T U B O N D 0

Kasubag Humas Polres Si t u b o n d o A K P Wa hy u d i mengatakan, pihaknya belum menerima laporan s e c a ra re s m i t e r k a i t h a l itu. Tetapi, pihak Polsek Kendit telah mendatangi l o k a s i k e j a d i a n .“ B e l u m ada laporan. Polisi masih mengumpulkan data di lapangan. Pihak Polsek Kendit sudah mendatangi lokasi,” papar Wahyudi. (rri/ c1/aif )

Antarkan Situbondo Lebih Baik n LANGKAH... Sambungan dari Hal 35

Hal tersebut diharapkan akan menjadi langkah awal pemenangan pasangan Prabowo-Hatta. Sekretaris DPC Partai Gerindra Situbondo Jainur RIdho memastikan pasangan Prabowo-Hatta akan mendominasi perolehan suara di Situbondo. Salah satu indikatornya, sejumlah kiai karismatis di Situbondo telah satu suara, yakni mendukung ketua Dewan Pembina Partai Gerindra dan Ketua PAN tersebut. “Meski demikian kita akan tetap bekerja keras untuk me-

nambah dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta. Salah satu caranya, kita akan memaksimalkan segenap kekuatan di lini-lini parpol pendukung dan para relawan untuk mengumpulkan suara tambahan,” terang Jainur. KH. Mursyid Ramli, pembina Partai Gerindra mengungkapkan, pihaknya siap memenangkan pasangan Prabowo-Hatta. Sebagai mantan ketua PCNU Situbondo, pengasuh pesantren di Panarukan itu mengucapkan selamat datang kepada para parpol pengusung koalisi Merah Putih. “Kami tidak hanya siap memenangkan Prabowo-Hatta

dalam pilpres, melainkan juga  siap mengantarkan Situbondo ke arah yang lebih baik,” ungkap mantan ketua Dewan Syuro PKB Situbondo tersebut. Diberitakan sebelumnya, deklarasi tim kampanye pemenangan Prabowo-Hatta di Situbondo digelar Minggu (8/6) di Rumah Makan Asri. Acara itu dihadiri sekitar 300 orang dari unsur partai pengusung (Golkar, Gerindra, PPP, PAN, PKS, dan PBB). Selain itu, juga hadir ormas dan relawan Prabowo yakni, FKPPI, GM FKPPI, PPM, Veteran, Pepabri, Sarbumusi, HNSI, PAMMI, IPSI, Aswaja, dan Generasi Muda Anti-Narkoba. (pri/c1/aif)

Barang Milik Edi Sering Hilang n HEBOH... Sambungan dari Hal 35

Ditegur Polisi yang Kebetulan Lewat n PENUH... Sambungan dari Hal 35

Ia melakukan kegiatan itu demi tiga cucunya. ”Suami saya sudah meninggal. Saya tinggal bersama cucu. Anak saya kerja di Batam.” Ujar Tuningsih. Biji torabika yang sudah kering sengaja dijemur di tepi jalan raya. Selain agar cepat kering, juga agar biji-biji itu tergilas kendaraan yang me-

lintas. Selanjutnya, biji-biji itu disapu dari jalan raya dan dipisahkan dari kulitnya menggunakan tempeh. “Kalau digiling ongkosnya mahal, malah nggak dapat hasil,” kata Tuningsih. Harga biji torabika kering yang sudah bersih biasa dijual kepada salah seorang pedagang. Harga torabika kering per kilogram Rp 8.000. ”Sehari nggak tentu. Kalau panasnya terik dan banyak kendaraan

lewat bisa jual 3 kg. kadang nyampek 5 Kg. Sehari kadang bisa bawa pulang uang Rp 24 ribu,” akunya. Misnayah, 55, warga Dusun Karanganyar, Desa Sumberwaru menuturkan, biji-biji torabika yang dijual kepada pedagang biasanya digunakan campuran kopi agar lebih nikmat. “Cara nyampurnya saya nggak paham,” ujarnya. Meski pekerjaannya cukup berisiko karena di pinggir jalan

raya, Misnayah tetap melakukannya. Dia hanya harus lebih berhati-hati dan waspada. Tidak jarang ia ditegur polisi yang kebetulan lewat. “Kalau ada kendaraan, ya minggir, Pak. Sopirnya kadang juga ngebel,” katanya polos. Selama seharian di pinggir hutan dan tepi jalan, para pencari biji torabika itu juga sudah siap bekal dari rumah. ”Siang istirahat, makan dan minum di sini,” cetus Misnayah. (c1/aif)

Pasar Besuki Terkesan Kumuh BESUKI - Kesan bersih dan rapi tidak terlihat di Pasar Besuki saat ini. Pedagang meluber sampai menutup jalan. Kendaraan yang melintas terpaksa merayap karena jalan sempit. Sampah juga terlihat berserakan di pinggir jalan. “Ya mau gimana lagi, Mas. Kondisinya dari dulu seperti ini. Kita tetap jualan,” ujar Bu Mar, 36, pedagang Pasar Besuki. Minimnya kesadaran pedagang menjaga kebersihan membuat pasar tersebut semrawut. “Satpol PP kerap menertibkan pasar. Setelah petugas pergi, pedagang balik lagi ke pinggir jalan,” ujar Udik, 29, seorang pedagang. Kurangnya stan di dalam pasar membuat pedagang meluber sampai pinggir jalan. “Mereka jualan di pinggir jalan karena stan di dalam pasar penuh,” imbuh Udik. Dia berharap pedagang m e n ja g a k e i n d a h a n d a n kebersihan pasar yang terletak di samping Alunalun Besuki itu. Selain itu, pemerintah diharapkan

FERDI/RaBa

NGINTIP: Puluhan warga melihat tuyul di Lingkungan Paraaman, Kelurahan Dawuhan, kemarin malam.

Akhirnya, Edi mendatangkan paranormal. Berdasar penerawangan paranormal tersebut, di rumah Edi ada makhluk halus sebangsa tuyul. Dengan bantuan anak kecil, akhirnya si paranormal

berhasil menangkap tiga tuyul dan dimasukkan ke dalam botol. “ Tuyulnya terlihat merunduk malu,” ungkap seorang anak yang mengaku melihat tuyul itu. (mg5/c1/aif )

Akan Diberi Petugas Khusus n BAGUS... Sambungan dari Hal 35

Tidak hanya itu, kondisi base camp pemain di dalam lapangan juga jebol. Jika dilihat sepintas dari depan, kondisi Stadion Abdurrahman Saleh terlihat kinclong. Tidak ada kerusakan. Apalagi, seorang pekerja terlihat sibuk mengecat dinding pintu masuk stadion. Namun, kondisi luar stadion itu tidak sebanding dengan kondisi di dalam. Rumput stadion tidak rata, jala gawang jebol, dan atap base camp

pemain jebol. Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Situbondo sebagai pengelola stadion, Tri Cahya Setianingsih mengatakan, perbaikan Stadion Abdurahman Saleh sudah dilakukan tahun ini, yakni rehab r uang ganti pemain dan kantor di bawah tribun. “Tampak luarnya kan sudah bagus. Secara bertahap bagian dalam akan diperbaiki juga,” kata Tri Cahya. Pihaknya mengakui belum a d a t e naga k hu s u s ya n g menjaga dan merawat Stadion

Abdurahman Saleh. “Kalau ada kegiatan, ya kerja bakti bersama-sama,” jelasnya. Ke depan, Stadion Abdurahman Saleh akan diberi petugas khusus yang menjaga dan merawat stadion. Tri mengaku, peran s e r t a m a s y a ra k a t d a l a m menjaga stadion masih minim. Masyarakat seolah tidak merasa ikut memiliki fasilitas umum tersebut. “Kalau masyarakat merasa memiliki, minimal mereka ikut merawat dan menjaga,” pungkasnya. (mg4/c1/aif)

Pedagang Kembang Api mulai Marak FERDI/RaBa

SEMRAWUT: Beginilah pemandangan di Pasar Besuki setiap hari.

menyediakan tempat lain untuk pedagang yang tidak kebagian stan di dalam pasar. “Pemerintah seharusnya menyediakan tempat untuk pedagang

yang tidak kebagian tempat,” kata Udik. Dia berharap pedagang dan masyarakat lebih peduli terhadap keindahan dan kebersihan pasar. “Saya harap

setelah ditertibkan, pedagang tidak kembali lagi ke pinggir jalan dan peduli terhadap kebersihan pasar,” harap pria yang pernah kuliah di Banyuwangi itu. (mg5/c1/aif)

Atlet Difabel Butuh Sentuhan SITUBONDO – Semangat para difabel di Situbondo yang bersaing dalam ajang perlombaan perlu mendapat apresiasi. Pasalnya, empat atlet tuna netra dan tuna rungu wicara asal Situbondo ini berhasil mengharumkan nama kabupaten dengan meraih lima emas dari kejuaraan di Jawa Timur. Dua orang merupakan atlet tuna netra, yakni Ida Royani dan Sarip warga Desa Demung, Kecamatan Besuki. Sedangkan dua atlet tuna rungu wicara adalah Bakti Putra, asal Desa/ Kecamatan Kapongan, serta Selvi, asal Kelurahan Patokan, Situbondo. Dari keempat atlit itu tidak semuanya mendapatkan medali emas. Ida Riyani berhasil membawa pulang tiga

Bahkan, saking banyaknya warga, Edi terpaksa menutup pintu rumahnya. Warga hanya diizinkan melihat dari luar jendela. Meski begitu, warga tetap berdesakan dan berebut ingin melihat. Aparat kepolisian juga datang untuk mengamankan r u m a h p e g aw a i Pe m k a b Situbondo tersebut. ”Semakin malam semakin banyak orang yang datang ke sini,” ungkap Dewi, 40, warga setempat kepada koran ini kemarin malam. Diperoleh keterangan, tertangkapnya tuyul itu berawal dari sering hilangnya barangbarang dan uang milik Edi.

ISTIMEWA

DAPAT EMAS: Ida Royani atlet tuna rungu wicara saat lomba lompat se-Jawa Timur.

emas dari kejuaraan lompat jauh, tolak peluru, dan lari 100 meter, kategori tuna netra

putri. Sementara peraih medali dua emas yakni Bakti Putra dari kontingen lari berjarak 800

meter dan 400 meter kategori tuna rungu wicara putra. “Tidak semua atlet mendapat emas, tetapi keempat atlit dari Situbondo mampu membawa nama baik Situbondo. Dengan perolehan 5 emas tersebut, Situbondo ada di urutan ke 6 dari 22 kontingen se-Jawa Timur,” kata Luluk Ariyantini, salah satu anggota National Para Limpic Comeete (NPC) Situbondo. Dikatakan, sejauh ini perhatian pemerintah kabupaten kembali meredup, khususnya bagi lembaga yang berkaitan dengan ajang olah raga. “Dulu atlet normal yang hanya dapat dua perungu diparesiasi, tetapi untuk difabel belum ada. Padahal kita dapat lima emas,” kata Luluk. (rri/aif)

SITUBONDO - Kembang api yang sudah identik dengan bulan Puasa, kini mulai dijajar di pinggir jalan. Seperti biasa, menjelang Ramadan, pedagang kembang api mulai panen rezeki. Pendapatan mereka naik daripada hari-hari biasa. Durahman, 40, pedagang kembang api, mengatakan penjualan kembang api meningkat seiring dekatnya bulan Puasa. ”Saya jualan di sini setiap hari. Pendapatan

saya kali ini meningkat tiga kali lipat daripada hari biasa,” ungkap pedagang yang sudah sepuluh tahun mangkal di depan KDS Situbondo itu. Ada banyak macam kembang api yang diperdagangkan Durahman. Dia mengaku ada 50 jenis kembang api yang dijual. ”Macam-macam, ada yang dari China, kembang api biasa, kembang api gasing, dan lain lain,” tambah pria dua anak itu.

Widya, 31, salah satu pembeli menambahkan, dirinya sering ke lapak kembang api milik Durahman. “Belikan anak saya, karena teman temannya di rumah banyak yang main kembang api,” ujar Widya. Pihak kepolisian tidak melarang penjualan kembang a p i . “ Ke m b a n g a p i g a k dilarang. Yang dilarang itu petasan,” ujar Kasubbag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi. (mg5/c1/aif)

FERDI/RaBa

JELANG RAMADAN: Seorang warga sedang memilih kembang api yang akan dibeli.

Kerugian Capai Rp 720 Juta Dugaan Kasus Korupsi Program Sapi Bunting KRAKSAAN- Dugaan pemotongan d a n a b a n t u a n p ro g r a m s a p i bunting oleh mantan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kadisnak Keswan) membuat penyidik geleng-geleng. Bukan

hanya karena banyaknya duit yang dipotong. Tapi, gara-gara potongan itu, sekitar 1.440 sapi ur ung mendapat kucuran bantuan. Kanit Tipikor Iptu Mutadji saat mendampingi Kapolres Probolinggo Iptu Mustadji menuturkan, atas perbuatannya itu, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 720 juta. Angka tersebut merupakan

akumulasi dari pemotongan yang dilakukan tersangka terhadap 12 kelompok peternak. “Perkirakan sementara Rp 720 juta. Tapi, untuk kepastiannya, kami masih menunggu hasil audit dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) Jatim,” katanya, saat ditemui di kantornya di Jalan Raya Pajarakan, kemarin.

Mustadji lantas menjelaskan, perhitungan kerugian itu didasarkan pada dugaan pemotongan oleh tersangka Djaeni. Yakni, sebesar Rp 60 juta untuk masing-masing kelompok. Padahal, total kelompok peternak yang menerima bantuan Program Pengendalian Sapi/ Kerbau Betina (PBP) 2012, ini ada 12 kelompok. Dengan begitu, Rp 60

juta kali 12 kelompok, sama dengan Rp 720 juta. Seperti diketahui, Djaeni, mantan kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kadisnak Keswan) Kabupaten Probolinggo, dijebloskan ke tahanan, Senin (10/6) lalu. Penahanan itu terkait dengan dugaan pemotongan bantuan Program Pengendalian Sapi/Kerbau

Betina (PBP) tahun 2012 silam. Program yang bersumber dari pemerintah pusat (APBN) ini dimaksudkan untuk penguatan ternak sapi melalui penguatan sapi bunting. Ada 12 kelompok peternak y a n g d i ja d w a l k a n m e n e r i m a program ini. Masing-masing ekor sapi mendapat plafon sebesar Rp 500 ribu. (mas/aad/JPNN/aif)


42

EDUCATION

EXPO 2014

Jawa Pos Rabu 11 Juni 2014

Buka Pendaftaran Siswa Baru MAN Banyuwangi BANYUWANGI – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Banyuwangi memberikan pilihan pendidikan Islam yang berfungsi menanamkan fondasi keimanan dan ketakwaan bagi para siswanya dalam menghadapi era globalisasi seperti sekarang ini. MAN Banyuwangi membuka pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2014-2015

dengan jalur prestasi dan jalur reguler. Sedangkan pendaftaran jalur prestasi dibuka mulai tanggal 19 sampai 22 Mei 2014. Syaratnya adalah, beragama Islam, berijazah MTs/SMP, usia tidak lebih dari 18 tahun (per 1 Juli 2014), menyerahkan foto kopi raport semester 1 sampai 5 masing-masing satu lembar yang sudah dilegalisir, menyerahkan pas photo hitam putih ukuran 3x4 cm sebanyak lima

lembar, satu lembar foto kopi ijazah dan SKHUN yang sudah dilegalisir diserahkan setelah pengumuman kelulusan Mts/SMP. Bagi siswa yang memiliki prestasi non akademik (Juara 1 tingkat kabupaten) melampirkan foto kopi dan piagam aslinya. Untuk jalur reguler, pendaftaran di buka mulai tanggal 30 juni sampai 7 juli 2014. Dengan persyaratan beragama islam, berijazah

Mts atau SMP, usia tidak lebih dari 18 tahun (per 1 juli 2014), menyerahkan asli dan foto kopi ijazah dan SKHUN yang telah di legalisir sebanyak satu lembar, menyerahkan pas poto hitam putih ukuran 3x4 cm sebanyak lima lembar, Bagi siswa yang memiliki prestasi wajib melampirkan foto kopi dan piagam asli. Tempat pendaftaran di kampus MAN Banyuwangi, Jl Ikan Tengiri No. 2 Sobo Banyuwangi pada jam kerja. (*/als)

DIAN EFFENDI/JPRB

NUANSA ISLAMI : Gedung MAN Banyuwangi, disini para siswa dibekali ajaran islam untuk menghadapi era globalisasi

SMK MUHAMMADIYAH 6 ROGOJAMPI

Optimis Kirim 100 Lulusan ke Jepang BANYUWANG I – Bicara SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi memang tiada h a b i s n y a . P re s t a s i d e m i prestasi dan keberhasilan mengantarkan lulusannya ke dunia kerja merupakan sebuah nilai plus bagi sekolah ini. Selain banyak diterima di p e r u s a h a a n -p e r u s a h a a n

otomotif di indonesia, lulusan SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi mulai dilirik perusahaan Jepang dalam beberapa tahun terakhir. “Untuk tahun ini saja, ada permintaan 100 siswa untuk kerja di Jepang,” ujar Didin Setyorini MPd, 44, Pokja Humas SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi.

Didin menambahkan, tahun 2013 ada dua puluh anak yang di kirim ke Jepang dan untuk memenuhi target 100 anak yang akan di kirim ke Jepang, dirinya berupaya untuk memenuhinya. Saat ini pihak sekolah akan memanggil siswa yang sudah lulus untuk ditawari pekerjaan ke Jepang tersebut. Dengan prinsip

kejujuran dan kekeluargaan, Humas SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi bekerja keras untuk dapat menyalurkan lulusannya ke dunia kerja. Tidak hanya itu, kerja sama penempatan Prakerin dan program pendekatan ke wali murid juga merupakan bagian yang harus di lakukan oleh Humas. (*/als)

KERJA KERAS HUMAS: Lulusan SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi yang berhasil bekerja di Jepang.

ISTIMEWA

UNGGUL: Taruna SMK Pelayaran Pradana Giri berprestasi di ajang kejuaraan Karate antar pelajar.

ISTIMEWA

SMK PELAYARAN PRADANA GIRI

Disiplin Melalui Ekstrakurikuler SELAIN mendapat pendidikan dan keahlian pelaut, Taruna SMK Pelayaran Pradana Giri juga mendapat kegiatan ekstrakurikuler seperti futsal, bola voli, karate, pencak silat, dan renang. Selain untuk menambah variasi belajar, kegiatan ekstrakurikuler mampu membawa prestasi bagi sekolah ini. Tahun ini ekstrakurikuler karate berhasil menyabet juara 3 dalam Ke-

juaraan karate antar pelajar se Kabupaten Banyuwangi. Untuk tahun ajaran baru 2014-2015, SMK Pelayaran Pradana membuka tiga jurusan unggulan. Yaitu Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, dan Teknik Otomasi Industri/Elektro Pelayaran. Selain itu, taruna SMK Pelayaran Pradana akan mendapat sertifikat BST (Basic Safety Training), MEFA

(Medical First Aid), SCRB (Survival Craft and Rescue Board), dan AFF (Advand Fire Fighting) sebagai persyaratan bekerja di industri pelayaran. Untuk info pendaftaran taruna baru, silahkan kunjungi www.smkpradanagiri.sch.id atau datang langsung ke Kampus SMK Pelayaran Pradana Giri di Jl. Jaksa Agung Suprapto 140 Banyuwangi, Telp. 0333-422425. (*/als)

ESQ Luncurkan Paket Umrah Berkarakter EMOTIONAL Spiritual Quotient (ESQ) melalui salah satu unit usahanya, ESQ Tours & Travel, meluncurkan program baru untuk umat Islam yang akan beribadah Umrah. Tidak seperti Umrah biasa, program yang diselenggarakan ESQ ini merupakan program Umrah berkarakter. Seperti apa Umrah berkarakter? President Direktur ESQ Tours Travel Ary Ginanjar Agustian mengatakan, Umrah adalah ibadah yang seharusnya menjadi ajang peningkatan karakter dalam ajang perbaikan setelah pulang. Namun, dalam kehidupan masyarakat, Umrah saat ini hanya dijadikan ritual tanpa ada hasil yang signifikan bagi kehidupan pribadi seseorang dan lingkungan sekitarnya. Dengan berpanutan pada sifat Nabi dan menekankan agar terdapat sifat tujuh budi utama, yakni jujur, bertanggung jawab, visioner, kerjasama, disiplin, adil dan peduli, ESQ mencoba menggagas program Umrah berkarakter ini. Menurut data, lanjut Ary, setiap tahunnya orang Indonesia yang berangkat Umrah mencapai 600 ribu orang. Jika masyarakat Indonesia yang pergi Umrah memiliki sifat tujuh budi utama, maka akan dapat memperbaiki keadaan

bangsa. “Dengan 600 ribu orang jamaah Umrah setiap tahunnya itu menandakan bahwa banyak masyarakat Indonesia yang mampu. Tetapi yang terjadi justru malah krisis moral dan tidak seiring dengan tujuan dan manfaat Umrah tersebut,” ungkap Ary. ESQ Tours & Travel, tambah Ary, memiliki program Umrah yang berbeda dengan lainnya. Dengan harga yang relatif sama mulai 18 hingga 26 juta rupiah per paketnya, bukan hanya ritual keagamaan yang didapat, melainkan juga solusi penguatan karakter di dalam diri. Sasaran yang akan di capai adalah untuk perusahaan atau instansi pemerintahan. Hal ini bertujuan dapat menemukan titik permasalahan karyawan agar nantinya dapat meningkatkan kinerja dan prestasi. Namun, ESQ juga tetap menerima pendaftaran untuk perseorangan atau anakanak yang ingin beribadah Umroh. Perjalanan Umrah yang rata-rata 9-13 hari akan dipadatkan dengan kegiatan yang sudah disusun modulnya tanpa ada perubahan. “ Umrah itu bukan hanya memenuhi waktu luangnya untuk berbelanja seperti yang biasa dilakukan,tetapi materi penguatan karakter diri akan diberikan dan insya Allah me-

nambah kualitas diri,” ujarnya. General Manager ESQ Tours Muhammad Solihin mengatakan ada 1,4 juta alumni training yang pernah mengikuti training ESQ. Saat ini pun ESQ memiliki 60 trainer yang siap memberikan pendampingan pembentukan karakter kepada jamaah saat di Madinah dan Mekkah. “Saat ini ESQ Tours & Travel tetap memberangkat jamaah secara normal dengan meningkatkan kualitas bagi jamaah agar tetap merasa aman dan nyaman. Pelayanan bagi para jamaah sangat kami perhatikan,” jelas General Manager ESQ Tours & Travel Solihin. Saat di Mekkah, jamaah akan mendapatkan training pengenalan dan pendalaman mengenai kota tersebut. Selain itu, juga mendapat pendalaman terkait tawaf dan sa’i serta mengenai Padang Arafah dan Gua Hiro. Sementara di Madinah, jamaah akan mendapatkan training pendalaman mengenai Madinah dan Hijriah. Selain itu, pendalaman arti Kota Madinah, pendalaman mengenai Perang Uhud, dan kebun kurma. ”Itu kelebihan program kami. Kami memberikan dengan memadatkan jadwal jama’ah saat umrah untuk pembentukan karakter,” pungkasnya.(*)

ISTIMEWA

UMRAH FOR CHARACTER: Jamaah ESQ menjalani ibadah umrah dengan penuh makna dan kebersamaan. ESQ berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk kenyamanan dan keamanan para jamaahnya.


Jawa Pos

BERITA UTAMA

Rabu 11 Juni 2014

H A L A M A N

Tidak Ada Sarana CCTV ■ PECAH...

Sambungan dari Hal 33

Posisi bank Danamon berada di timur jalan (ke arah selatan dari bank BCA). Selama perjalanan menuju bank Danamon, sisa uang Rp 55 juta disimpan di sebuah tas plastik dan diletakkan di bawah jok mobil. Rencananya, Arif akan mengambil uang Rp 25 juta di bank Danamon. Selanjutnya, semua uang yang dia bawa itu akan disetorkan ke bank lain. Sialnya, saat hendak mengambil uang di bank Danamon, kor-

ban tiba-tiba mendengar suara alarm mobil. Merasa itu suara alarm mobilnya, Arif bergegas menuju halaman parkir bank Danamon. Benar, kaca mobil sebelah kanan kemudi sudah pecah. Uang tunai Rp 55 juta yang disimpan di bawah jok sudah raib digondol pelaku. Setelah alarm mobil korban berbunyi, yang tersisa hanya pecahan kaca mobil sebelah kanan. Peristiwa pecah kaca mobil Avanza di halaman bank Danamon siang itu berlangsung cepat. Selain itu, pelaku juga beraksi cukup bersih dan nyaris tanpa jejak.

Pelaku bisa beraksi dengan leluasa diduga karena situasi mendukung. Selain minim penjagaan, di halaman parkir bank tersebut ternyata tidak ada kamera closed circuit television (CCTV). Polisi yang mendapat laporan segera melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas yang datang ke lokasi sempat kesulitan mencari jejak pelaku. Selain minim saksi, polisi tidak mendapat data dari kamera pengintai. Kasus itu kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Korban langsung dimintai keterangan

terkait kasus itu. “Kasus ini masih kita dalami,” ujar Kapolsek Banyuwangi AKP Ketut Redana. Sekadar diketahui, aksi pecah kaca yang terjadi kemarin merupakan kali kedua selama sepekan terakhir. Sebelumnya, aksi pecah kaca mobil juga terjadi di Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Jumat (6/6) lalu. Saat itu korban tengah makan siang di sebuah warung. Mobil yang sedang diparkir dipecah kacanya oleh orang tidak dikenal. Akibat aksi tersebut, uang tunai Rp 95 juta raib digondol pelaku. (nic/c1/bay)

Mendarat saat Air Laut Pasang ■ SATPOL...

Sambungan dari Hal 33

Secara kebetulan, relawan BSTF yang sedang mengamankan telur penyu itu bertemu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang tengah patroli. Tak mau menyia-

nyiakan momen langka itu, para personel Satpol PP langsung membantu upaya pelestarian satwa dilindungi tersebut. Petugas penegak Perda itu pun bergabung dengan relawan dan ikut menanam telur penyu di sarang semi alami Pantai Boom. Relawan BSTF, Ardis Tensandi mengakui,

43

S A M B U N G A N

bulan-bulan ini merupakan puncak musim bertelur penyu. Biasanya, kata dia, penyu mendarat dan bertelur saat ombak besar dan air laut sedang pasang. ‘’Kalau air laut sedang pasang tinggi-tingginya, dapat membantu penyu melakukan pendaratan ke pantai untuk bertelur,” jelasnya. (c1/bay)

Hanya Minta Waktu Jualan Malam Hari ■ DATANGI...

Sambungan dari Hal 33

Rupanya mereka ingin mendengar langsung jawaban dari Dispenda. Selanjutnya, Sri Widiyanto yang didampingi beberapa staf dan Satpol PP menemui para pedagang. Dia menjelaskan bahwa setiap keluhan akan disampaikan kepada Kadispenda.

Namun, para pedagang yang tidak sabar mulai meneriakkan keluhan mereka. Siti, salah seorang pedagang tempe mengatakan, sekarang hampir tidak ada pembeli yang mau membeli dagangannya. Menurutnya, pembeli malas masuk ke dalam pasar karena lokasinya berjualan sangat sempit. “Saya hanya ingin diberi kebe-

basan berjualan di luar pasar. Karena di dalam pasar sempit, beberapa pedagang yang memiliki stan di dalam pasar kadang juga mengusir kami,” ujarnya. Akhirnya, pedagang sepakat memberi tempo tiga hari kepada Dispenda untuk membuat keputusan. Jika dalam tiga hari tidak ada solusi, mereka akan memaksa berjualan di luar pasar. (mg1/c1/bay)

Bantu Peningkatan Layanan Kesehatan ■ PT KELAS... Sambungan dari Hal 34

Masuknya Unair hanya salah satu ikhtiar yang bakal disinergikan dengan berbagai kerja sama dengan kampus lain di Banyuwangi seperti yang selama ini sudah kami jalankan,” tutur Bupati Anas. Rektor Unair Prof. Dr. Fasich, Apt mengatakan, pihaknya berharap kehadiran Unair bisa berkontribusi dalam upaya pemerataan dan pembangunan daerah Banyuwangi. Pembangunan di Banyuwangi yang semakin pesat diharapkan bisa semakin cepat

dengan kehadiran Unair. Kehadiran Unair juga akan meningkatkan kegiatan ekonomi, karena bisa menarik uang masuk ke Banyuwangi dari mahasiswa yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. “Para mahasiswa dari seluruh Indonesia itu membutuhkan pondokan, makanan, dan jasa penunjang lain. Tentu masyarakat lokal bisa memanfaatkan itu. Peredaran uang akan meningkat,” papar Bupati Anas. Tidak hanya dalam hal pendidikan, kerja sama Pemkab Banyuwangi dan Unair juga dimaksudkan meningkatkan kua-

litas pelayanan kesehatan di Banyuwangi dengan menjadikan dua rumah sakit daerah, yaitu RSUD Blambangan dan RSUD Genteng, sebagai rumah sakit jaringan pendidikan Unair. “Kita tahu Fakultas Kedokteran Unair adalah salah satu yang tertua dan terbaik di Indonesia. Tentu dengan kerja sama itu, Unair bisa membantu peningkatan pelayanan kesehatan di Banyuwangi. Calon-calon dokter dari Unair juga bisa melakukan penelitian dan membantu pelayanan di Banyuwangi,” jelas Bupati Anas. (c1/afi)

masyarakat Banyuwangi,” ujarnya. Raperda tentang perubahan ketiga atas Perda Nomor 7 Tahun 2007, kata Bupati Anas, merupakan tindak lanjut atas ditetapkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 64 Tahun 2013. Permendagri tersebut mengatur penerapan standar akuntansi pemerintah berbasis akrual pada pemerintah daerah. Dibentuknya raperda tentang ketertiban umum dilakukan mengingat penyelenggaraan ketertiban umum merupakan salah satu tugas pemerintah. “Posisi pemerintah adalah sebagai pelayan rakyat (public servant) atau pemberi layanan, sedangkan rakyat memiliki hak-hak atas pelayanan dari pemerintah,” cetus Bupati Anas. Raperda tentang gedung dan bangunan bertujuan mewujudkan bangunan gedung yang fungsional dan sesuai tata bangunan gedung yang serasi dan selaras dengan lingkungan. Raperda tersebut juga ditujukan untuk mewujudkan tertib penyelenggaraan bangunan gedung yang menjamin keandalan

teknis bangunan gedung dari segi keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Tujuan lain, raperda itu dapat mewujudkan kepastian hukum penyelenggaraan bangunan gedung. Setelah agenda penyampaian nota penjelasan atas diajukannya empat raperda usai, rapat paripurna dilanjutkan dengan agenda pandangan umum (PU) fraksi terhadap raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2013. Tidak hanya itu, rapat paripurna lanjutan dengan agenda jawaban bupati terhadap PU fraksi atas diajukannya raperda pertanggungjawaban APBD 2013 langsung digelar pagi kemarin (10/6). “Selanjutnya, tanggapan bupati tersebut akan dibahas fraksi-fraksi dan Badan Anggaran DPRD Banyuwangi. Setelah itu, Badan Anggaran DPRD akan melakukan pembahasan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),” kata Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono. (sgt/c1/afi)

Pendapatan Kotor Rp 20 Juta Sebulan Optimalkan Pengelolaan Aset

■ KIAN...

Sambungan dari Hal 33

Tidak hanya itu, DKP juga telah menyiapkan skema lain guna meningkatkan kesejahteraan THL. Bukan melalui dana pemerintah, DKP akan memanfaatkan peran Bank Sampah. Bahkan, melalui Bank Sampah, masyarakat umum, termasuk mereka yang tergabung dalam Dasawisma, bisa mening-

katkan kesejahteraan. Kepala DKP Banyuwangi, Arief Setiawan mengatakan, Bank Sampah sangat prospektif meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dikatakan, dari target 100 unit Bank Sampah se-Banyuwangi, saat ini yang sudah terbentuk mencapai 73 unit. “Dari modal awal Rp 3 juta sekitar 1,5 tahun lalu, saat ini perputaran uang di masing-masing bank sampah dalam sebulan bisa mencapai

Rp 20 juta. Pendapatan kotor Bank Sampah tersebut bisa Rp 15 juta sampai Rp 20 juta per bulan,” ujarnya kemarin (10/6). Menurut Arief, para THL harus lebih giat bekerja. THL harus memilah dan mengumpulkan sampah anorganik. “Semakin banyak sampah an-organik yang mereka kumpulkan, maka rezeki yang mereka dapat akan semakin banyak,” kata dia.

Dikatakan, THL di bawah naungan DKP Banyuwangi tidak hanya kalangan tenaga pesapon. Instansi yang satu itu juga membawahi THL urusan lampu penerangan jalan umum (LPJU), THL yang bertugas di sungai, di rumah kompos, di tempat pembuangan sampah akhir, dan lain-lain. “Sekali lagi, jika mereka semakin giat bekerja, maka semakin banyak rezeki yang akan mereka dapat,” cetus Arief. (sgt/c1/bay)

Pinggir Lapangan tak Dilengkapi Lintasan Lari ■ JUVENTUS...

Sambungan dari Hal 33

Naik bus butuh waktu sejam lebih. Tapi, tetap saja. Masih di wilayah Turin. Mumpung di Italia. Mumpung di Turin. He he he... Berkunjung ke Juventus Stadium tidak sulit. Cukup beli tiket bus seharga 1,70 Euro lalu naik bus nomor 72. Duduk manis selama satu jam, dijamin sampai tujuan. Begitu turun di halte, saya tidak bisa menyembunyikan rasa kagum saya. Juventus Stadium ternyata sangat megah. Dan, sangat modern. Berdiri anggun di areal yang sangat luas. Masuk ke stadion lewat kanan pintu utama, harus melalui mal besar. Mulai fashion, kuliner, hingga super market ada. Pokoknya lengkap. Mal itu masuk bagian areal stadion. Saat menunggu dimulainya pertandingan, para penonton bisa bersantai dulu di dalam mal. Atau, berbelanja di Juventus Store yang juga berada di dalam mal. Di Juventus Store, para Juventini (julukan fans Juventus) bisa berbelanja apa saja yang berbau Juventus. Ada jersey Juve (julukan Juventus) asli bertulisan nama pemain dan nomor punggungnya. Tinggal pilih sesuai pemain idolanya. Juga ada syal, topi, sepatu Nike (sponsor resmi Juve), jaket, jam tangan, boneka, dan tas. Dan masih banyak lagi aksesori Juve yang lain. Pokoknya semua pernak-pernik Juve ada di sana. Saat melihat-lihat tempat display jaket, saya terkejut bukan main. Begitu saya buka label di punggung tertulis made in Indonesia. Beberapa teman direktur Radar yang sudah telanjur jatuh cinta pada jaket-jaket itu, akhirnya jadi ill feel. Terpaksa balik kanan grak. ‘’Kalau buatan Indonesia, kenapa kita harus jauh-jauh datang ke sini untuk membeli,” celetuk Aris Sudanang, direktur Jawa Pos Radar Madiun. Meski sedang libur kompetisi, Juventus Stadium tetap dibuka untuk umum setiap hari. Tapi bukan untuk menonton pertandingan. Melainkan melihat-lihat dari dekat kondisi stadion. Dengan membayar 18 Euro (sekitar Rp 288.000 dengan kurs 1 Euro = Rp 16.000), kita diajak keliling stadion. Waktunya 70 menit. Bukan hanya luarnya. Tapi sudah termasuk jerohannya. Selama keliling, pengunjung dipandu staf khusus berbahasa Italia. Bagi orang asing disediakan mesin penerjemah sebesar hand phone, sehingga bisa mendapatkan informasi yang sama dengan pengunjung berbahasa Italia. Tur stadion dimulai dari pintu utama. Di atas pintu itu ada tulisan besar: Juventus Football Club. Lorong di pintu masuk itu ternyata tembus ke tribun. Tepatnya di bawah tribun VVIP. Begitu sampai tribun bola mata langsung tersedot oleh hamparan rumput stadion yang hijau dan rata, lengkap dengan garis lapangannya. Persis hamparan karpet. Karena sedang rehat kompetisi, kedua gawangnya dicopot. Belum hilang rasa kagum melihat rumput stadion, rasa kagum sudah datang bertubi-tubi saat melihat deretan 41.500 kursi penonton yang memenuhi tribun. Membentuk mozaik dua pemain Juve yang sedang menendang bola. Seketika itu aura keangkeran Juventus Stadium mulai terasa. Saya terpana. Seolah sedang menyaksikan pertandingan besar antara Juventus dan tim lawan. Juga terdengar sayup-sayup nyanyian dan yel-yel pembangkit motivasi pemain yang dipekikkan para Juventini. Mereka terus ber-

■ KUALITAS... Sambungan dari Hal 34

Agenda pertama, Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan penjelasan atas diajukannya empat raperda. Empat raperda itu adalah raperda tentang pencabutan dua peraturan daerah, raperda tentang perubahan ketiga atas Perda Nomor 7 Tahun 2007 tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah, raperda tentang ketertiban umum, dan raperda tentang gedung dan bangunan. Bupati Anas mengungkapkan, dua perda yang diusulkan dicabut adalah Perda Nomor 2 Tahun 1988 tentang pendirian Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Blambangan dan Perda Nomor 24 Tahun 2011 tentang pendirian perusahaan daerah perhotelan. “Tujuan eksekutif mencabut kedua perda tersebut semata-mata agar lebih mengoptimalkan pengelolaan aset-aset yang diatur dua perda tersebut, sehingga dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh pemkab demi kesejahteraan

Semua Sungai Diberi Patok ■ PERKEBUNAN...

Sambungan dari Hal 44

SAMSUDIN ADLAWI/JAWA POS

TANPA PAGAR: Tribun penonton terasa dekat dengan lapangan karena tidak ada pagar.

nyanyi dan mengibarkan bendera besar Juventus FC. Lamunan saya lenyap ketika pemandu tur stadion mengajak rombongan masuk ke dalam. Kali ini menuju ruang ganti pemain. Luar biasa. Tampak hanger bergelantungan di setiap blok di belakang kursi panjang. Di setiap blok ada tiga sampai empat hanger. Di bawah gantungan baju itu ada nomor punggung pemain. Lengkap dengan password locker-nya. Di ruang ganti pemain juga terdapat dua kamera. Jadi, pemain yang sudah memakai jersey bisa langsung berfoto. Di depan ruang ganti tersedia tempat massage dan jacuzzi. Jadi, usai pertandingan, pemain bisa langsung nyebur ke jacuzzi atau dipijat oleh terapis tim. Ruang ganti pemain Juventus itu berada di samping ruang ganti lawan. Dari ruang ganti pemain, kami diajak masuk ke stadion. Persis seperti saat pemain hendak masuk stadion. Ada perasaan deg-degan. Akhirnya, saya benar-benar bisa memegang rumput Juventus Stadium yang selama ini hanya bisa saya lihat di televisi. Ini mimpi yang menjadi kenyataan. Berada di pinggir lapangan Juventus Stadium seperti tidak sedang berada di lapangan sepak bola Italia. Tapi serasa sedang berada di dalam stadion klubklub Inggris. Ternyata Juventus Stadium memang berbeda. Stadion yang rampung dan baru dipakai pada 2011 itu disebut sebagai stadion pendobrak. Sejak peristiwa Bassel 1986 (pertandingan Juventus versus Liverpool yang berakhir rusuh), semua stadion di Italia diberi pagar tinggi di pinggir lapangan. Supaya penonton tidak bisa masuk ke lapangan. Nah, Juventus memelopori membangun stadion tanpa pagar pembatas. Selain tidak berpagar, Juventus Stadium tidak dilengkapi lintasan lari untuk atletik seperti umumnya stadion di Italia. Dengan begitu, tribun terdepan sangat dekat dengan garis pinggir lapangan. Jaraknya hanya beberapa meter. Pokoknya persis seperti stadion-stadion di Inggris. Juventus Stadium juga dilengkapi ruang media. Ada seratusan meja tempat wartawan mengetik berita. Juga ada ruang konferensi pers usai pertandingan dan sebelum pertandingan. Lalu, ada baby park dan Juventus

Legend. Di tempat yang terakhir itu dipampang foto para legenda Juventus: Michael Platini, Zinedine Zidane, Roberto Baggio, Dino Zoff, Stefano Tacconi, Gianluca Vialli, Antonio Conte, hingga Alessandro Del Piero. Foto aksi mereka juga dipajang di semua lorong. Khusus di lorong dari ruang ganti pemain menuju stadion, ada foto berukuran besar para pemain Juve sedang mengangkat beberapa trofi. Tujuannya, mungkin, untuk membakar semangat juang para pemain Juve. Puas keliling stadion dan melihat semua fasilitas modern, saya dan rombongan pindah ke museum. Ruangan yang amat luas itu berisi diorama perjalanan Juventus yang berdiri sejak 1897. Isi museum itu menceritakan perjalanan panjang Juve. Bola, sepatu, dan jersey pemain tahun 1800-an hingga yang modern di-display dengan apik. Pengunjung bisa mendapatkan informasi komplet tentang Juve meski hanya melihat semua benda yang memenuhi museum. Tertulis di dinding tahun Juve meraih scudetto (juara kompetisi Seri A Italia) mulai yang pertama hingga yang ke-32 pada kompetisi 2013/2014 Mei lalu. Lengkap foto selebrasi mengangkat trofi. Termasuk data dua kali Juve mengangkat trofi Liga Champion, enam kali Supercoppa Italia, dan dua kali Supercoppa Europea. Di salah satu dinding museum juga ditulis jumlah tifosi Juve (penggemar Juventus). Tercatat ada 11 juta tifosi di Italia. Di Eropa jumlah tifosi Juve ada 38 juta. Total di seluruh dunia sebanyak 180 juta orang mengaku sebagai penggemar tim berkostum kebesaran putih garis hitam itu. Pengetahuan tentang klub paling sukses di Italia saat ini tersebut, makin lengkap saat masuk ruang teater berbentuk bola. Di dalam mini teater itu diputar pertandingan Juve. Sebenarnya di Turin masih ada satu tim lagi yang berlaga di Seri A (kasta tertinggi Liga Italia), yakni, Torino. Prestasi Torino lumayan. Bertengger di urutan enam klasemen. Namun, Torino masih kalah mentereng dibanding Juventus. Makanya, kurang menarik kalau dikupas dalam catatan ini. Bisa-bisa malah mengganggu konsentrasi pembaca dalam menghayati Juventus. Maaf, saya jangan disemprit ya... (c1/bersambung)

Ketika pihak kontraktor akan memasang patok, mereka dihadang petugas keamanan kebun. Pihak kebun minta pemasangan patok dihentikan. Kedua pihak sempat debat kusir. Beruntung aparat Polsek Glenmore segera datang ke lokasi, sehingga tidak sampai ada adu fisik. “Patoknya kita amankan di polsek sambil menunggu penyelesaian di tingkat pemerintah daerah,” cetus Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf melalui Kapolsek Glenmore AKP Subardi. Kapolsek meminta semua pihak menahan diri dan tidak melakukan aktivitas hingga persoalan tersebut selesai. “Pak Camat sudah melapor ke atasannya. Pihak pemerintah daerah nanti akan memfasilitasi pertemuan semua pihak,”

ungkapnya. Sementara itu, Kepala Dinas DPU Pengairan Kabupaten Banyuwangi, Guntur Priambodo menjelaskan pemasangan patok itu dilakukan sebagai batas pengelolaan lahan tepi pengairan. Pemasangan patok oleh pihak DPU Pengairan itu bukan berarti penguasaan atau kepemilikan lahan. “Kami hanya ingin beri batasan, bahwa batas itu masuk pengelolaan Dinas Pengairan,” tuturnya. Menurut Guntur, sepanjang tepi aliran sungai, pengelolaan lahan menjadi kewenangan Dinas Pengairan. “Kalau lahan tersebut milik orang lain atau pihak lain, pengelolaannya harus sesuai sistem atau cara pengelolaan Dinas Pengairan,” tandasnya. Itu artinya, kata dia, pengelolaan lahan di tepi sungai tidak boleh menyebabkan sungai mu-

dah longsor dan banjir. “Kalau ada tanaman, juga tidak boleh ada tanaman produksi,” ujarnya. Guntur menegaskan, dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi kepada berbagai pihak terkait pengelolaan sungai di Kabupaten Banyuwangi. Apalagi, pemasangan patok di tepi sungai itu bukan hanya dilakukan di Perkebunan Kalirejo dan Jatirono. “Semua sungai kita beri patok pembatas,” katanya. Selain sosialisasi masalah patok, lanjut dia, pihaknya juga ingin menyampaikan bahwa pemanfaatan air sungai harus merata ke semua masyarakat di sepanjang aliran sungai. Meski sumber air berada di lokasi perkebunan, tapi manfaat air tidak boleh dimiliki perkebunan sendiri. “Para petani dan masyarakat lain juga berhak atas air tersebut,” ungkapnya. (azi/c1/abi)

Luka Leher dan Jari Putus ■ SUDARNO...

Sambungan dari Hal 44

Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf melalui Kapolsek Tegaldlimo AKP Hery Purnomo menyampaikan, pemeriksaan saksi dan tersangka terus dilakukan. “Tersangka kita periksa lagi guna melengkapi berkas,” ungkapnya. Seperti diberitakan harian ini

sebelumnya, aksi kekerasan dalam rumah tangga menimpa Siti Marminah, 57, warga Dusun Tegalsari Kidul, Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Sabtu (7/6). Perempuan itu harus menjalani operasi di Rumah Sakit (RS) Al-Huda Gambiran setelah lehernya ditebas senjata tajam oleh suaminya sendiri. Aksi pembacokan istri itu ter-

jadi sekitar pukul 07.00. Tersangka pembacokan dengan golok tersebut adalah suami korban bernama Sudarno, 58. Aksi membabi buta yang dilancarkan Sudarno mengakibatkan Marminah mengalami luka sepanjang 20 centimeter (cm) dan 10 cm di leher. Selain itu, jari telunjuk tangan korban juga putus. (sli/c1/abi)

Buka Pintu Sudah Kabur ■ MOTOR...

Sambungan dari Hal 44

Suwono mengaku, sekitar pukul 01.00 mendengar suara berisik di rumahnya. Hanya saja, dirinya tidak bangun karena dikira tikus. “Saya mendengar ada suara kresek-

kresek, saya pikir itu tikus,” kata suami Mujayanah itu. Kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Suwono mengaku terkejut saat bangun pintu belakang terbuka. Saat itu motor yang biasa digunakan anaknya tidak ada. “Maling masuk lewat jendela, ada

bekas cukitan,” ungkapnya. Salah satu tetangga korban, Imron, 49, mengaku sekitar pukul 01.00 mendengar suara motor dihidupkan. Hanya saja dirinya tidak curiga sama sekali. “ Saya buka pintu, sudah kabur,” katanya. (sli/c1/abi)

Bayar Rp 25 Ribu Per Bulan ■ PASIEN...

Sambungan dari Hal 44

Menurut Kayyin, masyarakat yang memanfaatkan program JKN itu merupakan peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). “Peserta BPJS

banyak yang melalui jalur mandiri. Mereka membayar Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu per bulan,” katanya. Sementara itu, warga yang tidak memiliki kartu Jamkesmas dan Jamkesda juga banyak yang datang ke RSUD Genteng. Mereka mendaftar menjadi peserta BPJS jalur

mandiri. “Setiap pagi selalu antre. Rata-rata yang mendaftar BPJS sekitar 30 orang per hari,” terang Untari, pegawai RSUD Genteng yang mengurus BPJS. Sejak BPJS digulirkan awal Januari 2014, masyarakat yang mendaftar sebagai peserta BPJS cukup tinggi. (azi/c1/abi)


RADAR GENTENG

44

R A D A R

Sudarno Mengaku Ingin Menakuti

BANGOREJO - Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terjadi di rumah Suwono, 51, warga Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, dini hari kemarin. Dalam aksinya itu, pelaku membawa kabur motor Suzuki Skydrive bernopol P 6975 XG dan tas laptop. Pelaku masuk ke rumah korban sekitar pukul 01.00 dengan cara merusak jendela ruang tamu. Selanjutnya, pelaku mengambil motor dan keluar lewat pintu dapur. “Saya tahu tadi pagi (kemarin pagi), bangun tidur motor sudah tidak ada,” terang Suwono ■

TEGALDLIMO - Aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan tersangka Sudarno, 58, warga Dusun Tegalsari Kidul, Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo, masih didalami penyidik Polsek Tegaldlimo. Sudarno yang diamankan polisi karena diduga membacok Siti Marminah, 57, istrinya, kembali diperiksa polisi kemarin. “Saya khilaf, tidak berniat membunuh,” terang tersangka kepada penyidik polsek. Tersangka mengaku menyesal atas perbuatan yang telah dilakukan. Demi menebus dosanya, dirinya bersedia melakukan apa saja. “Saya disuruh apa saja manut. Saya benar-benar menyesal,” katanya. Mengenai motif KDRT yang dilakukan, Sudarno mengaku hanya sepele. Saat kejadian, dia baru pulang dari sawah dan dikabari ada saudara meninggal. Istrinya, jelas dia, menolak diajak takziah. “Saya khilaf lalu mengacungkan golok untuk menakut-nakuti,” dalih kakek tiga cucu itu. Golok yang digunakan menakuti istrinya itu, jelas dia, memang tajam. Senjata tajam (sajam) itu setiap hari digunakan memotong bambu. “Golok itu biasanya saya gunakan motong bambu,” ungkapnya. Sementara itu, salah satu keluarga korban, Elok Johanianto, 29, menyampaikan bahwa keluarga telah menyelesaikan perkara tersebut secara kekeluargaan. “Terkait perkara hukumnya, kita menyerahkan kepada aparat berwajib,” kata menantu tersangka itu ■

 Baca Motor...Hal 43

KESEHATAN

Pasien RSUD 70 Persen Peserta BPJS GENTENG - Pemberlakuan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak Januari 2014 ternyata disambut baik masyarakat. Mayoritas pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng merupakan peserta Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS). Hampir setiap hari warga yang berobat di RSUD Genteng memanfaatkan program JKN tersebut. “Pasien kita (RSUD Genteng) hampir semua peserta BPJS. Jumlahnya sekitar 70 persen,” cetus Kepala Perawat RSUD Genteng, Muhammad Kayyin ■

Rabu 11 Juni 2014

Perkebunan Tolak Pemasangan Patok

OPO MANEH

Motor Skydrive Disikat Maling

Jawa Pos

B A N Y U W A N G I

Dinas Pengairan Sebut untuk Batas Pengelolaan GLENMORE - Pemasangan patok batas wilayah pengelolaan tanah oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi di sempadan sungai wilayah Perkebunan PTPN XII Kalirejo dan Perkebunan PTPN XII Jatirono, Desa Tegalharjo dan Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, dihadang pihak perkebunan kemarin. Pihak perkebunan keberatan dengan pemasangan patok itu karena berdasar peta, lahan di sekitar sungai itu masuk wilayah perkebunan PTPN XII. “Lahan HGU (hak guna usaha) kami (PTPN XII) sampai di tepi sungai. Jadi, tidak bisa kalau dipatok sampai jarak 50 meter dari tepi sungai,” kata Manajer Perkebunan PTPN XII Kalirejo, Ery Warman

Warman menyampaikan, selama ini Pengairan Banyuwangi atau pihak kontraktor belum pernah memberi tahu rencana pemasangan patok sebagai pembatas wilayah itu. “Kami tidak pernah diberi tahu sebelumnya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Pemasangan patok kali pertama yang dilakukan Dinas PU Pengairan melalui pihak kontraktor adalah di tepi sungai Perkebunan Kalirejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore. Saat patok ditaruh di tepi sungai, puluhan petugas keamanan kebun mengambil dan menyerahkannya ke polsek. Kejadian menegangkan terjadi saat pihak kontraktor didampingi petugas Pengairan Glenmore akan memasang patok di tepi sungai Perkebunan Jatirono, perbatasan Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, dan Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore ■  Baca Perkebunan...Hal 43

TEGANG: Kapolsek Glenmore AKP Subardi berusaha menenangkan massa dari Perkebunan Jatirono.

 Baca Sudarno...Hal 43 TERSANGKA: Sudarno masih diamankan di ruang tahanan Mapolsek Tegaldlimo.

 Baca Pasien...Hal 43

ISTIMEWA SHULHAN HADI/JPRB

Banyuwangi Bersih & Ramah PT IROHA SIDAT INDONESIA

Ekspedisi Kalilo dari Hulu hingga Hilir (27)

Sumber Kali Bajul Pernah Dihuni Buaya Siapa yang mengira di sumber air yang tenang di tengah kota pernah muncul seekor buaya. Kejadian itu terjadi sekitar tahun 1984 di mata air Lingkungan Krajan Utara, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi. SUMBER air yang berada di pinggiran Sungai Kalilo itu tiba-tiba muncul kadal besar. Saat diamati warga, ternyata itu seekor buaya kecil. Warga sekitar pun memanfaatkan buaya kecil itu untuk mengumpulkan dana. Setiap yang ingin melihat dimintai sumbangan seikhlasnya. Tiga hari kemudian, buaya kecil itu menghilang. Meski sebentar, dana yang terkumpul ternyata cukup banyak. Oleh warga, dana itu digunakan untuk memperbaiki sumber air dan membangun musala di sampingnya. Beberapa tahun kemudian, terbongkar bahwa sebetulnya buaya kecil itu sengaja ditaruh warga sekitar. Warga terpaksa melakukan hal itu karena kesulitan dana untuk memperbaiki sumber air dan musala. “Buaya pinjam kepada seorang pawang di Desa Sukojati, Kabat,” terang salah satu warga setempat, Pak Mun, 55. Meskipun cerita kemunculan

buaya itu sudah lama dan kontroversi, tapi warga sekitar tetap menyebut mata air di Kelurahan Tukangkayu itu Kali Bajul. “Kali Bajul itu dari Sumber Bajul,” katanya. Sumber air Bajul oleh warga dijaga kebersihannya. Setiap hari, warga yang tinggal di sekitar mata air itu menggunakan untuk mandi. “Kadang-kadang ditemukan kotoran orang, ini sedang kita selidiki,” ujarnya. (mg1/c1/abi)

SUNYI: Suasana Sumber Kali Bajul saat tidak digunakan warga.

FREDY RIZKI/RABA

Radar Banyuwangi | 11 Juni 2014  

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you