Jebor Jatiwangi Art Factory Sebagai Pusat Kultural Desa

Page 1


SEBAGAI PUSAT KULTURAL

LINIMASA

2000 1980 2017 2012 2015 inovasi material berkurang permintaan produksi genteng akibat

komunitas jatiwangi art factory berupaya menjaga keberlangsungan identitas jatiwang

LOKASI & TAPAK

UTARA perkampungan

BARAT perkampungan

SELATAN SDN Jatisura

TIMUR perkampungan

masterplan jatiwangi sebagai kawasan industri baru rencana bandar udara internasional kertajati

LATAR BELAKANG

SEJARAH DAN IDENTITAS JATIWANGI SEBAGAI MASYARAKAT INDUSTRI ASLI

KOMUNITAS JATIWANGI ART FACTORY YANG MULAI MERASAKAN LUNTURNYA IDENTITAS JATIWANGI

KEBUTUHAN AKAN RUANG KULTURAL DI JATIWANGI

munculnya pabrik genteng pertama di jatiwangi genteng sebagai komoditas utama warga jatiwangi 8000 pabrik 5000 genteng/hari JEBOR JATIWANGI ART FACTORY SEBAGAI PUSAT KULTURAL DESA

KERAGAMAN ARSITEKTUR JEBOR (PABRIK GENTENG)

mengembangkankompleksbangunanmereka

Ide perancangan Jebor Jatiwangi Art Factory sebagai pusat kultural desa berupaya menjaga keberlangsungan identitas desa dalam bentuk yang lebih kontekstual: ruang seni dan industri kreatif.

POTENSI &

GAGASAN

Eksist ng Jebor A memilik

dimensi 36 X 29 meter persegi, dengan struktur baja sebaga struktur utama dan dinding betonsebagaipelingkup.

Jebor A merupakan bekas gedung olahraga yang kemudian pernah beralih fungsi menjadi tempat pengeringan genteng, sehingga terdapat susunanbambu.

Eksisting Jebor B memiliki dimensi 12 X 12 meter persegi, dengan struktur kudakuda kayu sebagai struktur penyangga atap, kolom bata dan dind ng bata sebagaipelingkup.

Jebor B merupakan bekas gudang beras yangsaatproduksi beras sudah berhenti, beralih fungsi menjadi ruang serbaguna KomunitasJatiwangiArtFactory.

Eks st ng bekas cerobong mem lik dimensi 3 X 4 meter persegi, dengan struktur bata khas cerobong pabrik

JEBOR A
JEBOR A
JEBOR B
JEBOR B
SaatiniJeborAtidakmewadahifungsispesik.
genteng.
Saat ini bekas cerobong tidak memiliki fungs spesik, hanya sebagai atr but estetika di Kompleks Jatiwangi Art Factory.
modul susunan bambu
model kuda-kuda

karakter eklektik

atap miring:

- proporsi atap lebih besar dari badan

- pola segitiga

estetika cerobong lapangan luas

genteng

keterbukaan struktur ketidakpresisian

ALUR PENGGUNA - SKEMA PENERIMAAN

TRANSFORMASI DESAIN

AERIAL REDESAIN JEBOR

1 Pengembangan fungsi ruang menjadi theatre hall

2 Penambahan massa bangunan overlap dengan eksisting

3 Penambahan struktur baja overlap dengan eksisting, penggantian warna struktur baja menjadi merah

4 Modul susunan bambu yang dipertahankan dan difungsikan sebagai backlight panggung

1 Pengembangan fungsi ruang menjadi galeri

2 Penambahan massa bangunan overlap dengan eksisting bangunan menjadi dua tingkat

3 Penggantian warna struktur baja menjadi merah

1 Duplikasi modul cerobong

2 Pengembangan fungsi ruang menjadi ruang residensi, workshop - laboratorium kreatif dan rumah pengelola

3 Peningkatan modul cerobong menjadi dua tingkat

4 Kolom miring dengan reruntuhan yang dipertahankan

fasad wiremash sebagai penyelesaian dinding-dinding yang sudah bolong

fasad susunan genteng sebagai pengisi dinding, elemen estetika, dan penekanan pola khas jatiwang

fasad wiremash sebagai penyelesaian dinding-dinding yang sudah bolong

fasad susunan genteng sebagai pengisi dinding elemen estetika, dan penekanan pola khas jatiwang

TAMPAK UTARA
TAMPAK BARAT

+ 7.30

+ 2.90

AMPHITHEATRE

merupakan area pertunjukan yang berada di luar ruangan dengan kapasitas 160 orang

pertunjukan yang dapat diakomodir oleh ruang ini adalah pertunjukan yang bersifat kontemporer karena area ini tidak dilengkapi dengan area preparasi atau backstage

area ini bersifat paling publik (diletakkan di depan kompleks bangunan, langsung menghadap entrance tidak diturunkan melainkan ditinggikan) dan dapat diakses oleh semua pengguna kompleks jebor

transformasi bentuk dari kerukan tanah yang meningg dalam kompleks-kompleks jebor

JEBOR GALLERY

merupakan bekas tempat penggilingan beras yang dialihfungsikan menjadi galeri

karya yang dipamerkan di ruang ini merupakan karya seni kontemporer (tidak harus terkait genteng dan tanah) dan dikurasi oleh Komunitas Jatiwangi Art Factory dengan jenis pamer: diletakkan di panel dipasang di dinding dan digantung pada struktur

ruang ini bersifat publik

WORKSHOP & LABORATORIUM KREATIF

merupakan pengembangan modul cerobong yang terdiri dari enam modul

terdiri dari dua lantai, lantai bawah sebagai workshop dan workspace yang dibatasi

dengan partisi kaca sehingga dimensi ruang lebih eksibel, sedangkan lantai atas sebagai perpustakaan

ruangini bersifat publik semi privat

merupakan pengembangan modul cerobong yang terdiri dari tiga modul

terdiri dari dua lantai, lantai bawah sebagai ruang aktivitas dan lantai atas sebagai kamar tidur

ruang ini bersifat semi publik karena hanya ditujukan untuk rumah tinggal pengelola, namun tidak menutup kemungkinan digunakan juga oleh masyarakat sekitar (bertamu menginap, dsb)

RUMAH PENGELOLA

kapasitas 25 mobil kapasitas 60 motor

WARUNG BAWAH TANAH

merupakan pemanfaatan ruang di bawah amphitheatre menjadi warung, atau bentuk lain dari ruang interaksi sosial

merupakan fungsi tambahan sehingga dimensi ruang tidak terlalu besar, menampung sekitar 25 pengunjung makan dan minum

MUSEUM TANAH

merupakan pemanfaatan ruang di bawah tribun jebor theatre hall sebagai tempat untuk memuseumkan karya-karya yang khusus berasal dari tanah

museum ini lebih ditujukan sebagai ruang ekspresi masyarakat jatiwang

eksisting bambu bekas tempat pendinginan genteng menjadi bagian dari panggung sebagai grand backdrop dari jebor theatre hall PANGGUNG - 1.00 + 0.00 + 0.50 + 4.00 + 5.15 + 17.00

merupakan bekas gudang penyimpanan genteng yang difungsikan menjadi ruang pertunjukan tertutup atau theatre hall dengan kapasitas 200 orang JEBOR THEATRE HALL

JEBOR THEATRE HALL
JEBOR GALLERY

modul cerobong mempertahankan reruntuhan kolom sebagai daya tarik utama

RUMAH PENGELOLA

merupakan perpaduan sistem struktur baja (atap) dan sistem struktur beton (dinding)

1 JEBOR THEATRE HALL

PROFIL BAJA I 30/15

PROFIL BAJA C 15/7

PROFIL BAJA H 60/30

PROFIL BAJA H 30/15

PROFIL BAJA I 30/15

PROFIL BAJA C 15/7

PROFIL BAJA H 30/15

ATAP GENTENG JATIWANGI

2 JEBOR GALLERY

PROFIL BAJA I 20/15

PROFIL BAJA I 15/7

KUDA - KUDA BAJA

PROFIL BAJA H 15/15

PROFIL BAJA H 15/15

RING BALK BETON 15/15

KOLOM BETON 15/15

SLOOF BETON 15/15

PONDASI BET

merupakan perpaduan sistem struktur baja (atap) dan sistem struktur beton dengan dinding bata ATAP GENTENG JATIWANGI

ATAP GENTENG JATIWANGI

PROFIL BAJA I 15/10

PROFIL BAJA H 15/10 3 MODUL CEROBONG

AKSONOMETRI SISTEM STRUKTUR

mendukung konsep kehidupan komunal pada kompleks jebor, jalan yang merupakan sumbu eksisting utama tapak menjadi plaza di mana atraksi berdasarkan kegiatan pengguna terjadi di dalamnya dan menjadi daya tarik tersendiri

Tectona grandis

merupakan vegetasi asli yang sejak dulu banyak ditemukan di Jatiwangi (termasuk asal usul nama Jatiwangi) - mesk sekarang sudah jarang ditemukan

pohon jati ditanam kembali sebagai peneduh, pembatas dan penghasil kayu secara praktis; serta pengingat akan identitas desa secara non-praktis

LEE KWAN YEW

Vernonia elliptica

merupakan vegetasi yang dipilih berdasarkan estetika dan kemudahan perawatannya

vegetasi ini ditanam pada bidang-bidang vertikal yang menarik secara visual

merupakan vegetasi yang dipilih sebagai peneduh yang tidak membatasi pandangan, diletakkan pada titik-titik perhubungan sebagai pemicu ruang komunal

Agrostis stolonifera

merupakan vegetasi yang dipilih sebagai elemen perluasan bidang serapan karena ditanam di atas amphitheatre, juga sebagai penanda tempat duduk

merupakan vegetasi yang dipilih karena bentuknya yang estetis sebagai pengarah jalan dan pembatas yang‘lunak’

GENJER

Limnocharis aves

merupakan vegetasi yang sengaja ditanam untuk menjadi bahan panganan, cocok ditanam pada titik-titik saluran air

POHON JATI
Terminalia mantaly
POHON KETAPANG KENCANA
RUMPUT PEKING
Pennisetum setaceum
FOUNTAIN GRASS
DAUN

sentra pabrik genteng

secara umum, terdapat empat titik aktif sentra p a b r i k g e n t e n

dihubungkan dengan ide Jebor Walking Trail

TAPAK MAKRO

modul cerobong modul studio PENGEMBANGAN

STREET FURNITURE bangku

STREET FURNITURE signage

alun-alun jatiwangi eks pabrik gula

masih merupakan titik kumpul terbesar dan terpenting di jatiwangi sehingga perlu dihubungkan dengan JAF sebagai pusat budaya desa

masih merupakan area komunal terbesar kedua setelah alun-alun, secara ruang dan kegiatan merupakan presentasi kebudayaan jatiwang

TAPAK MESSO

homestay

Jebor Walking Trail

modul studio

tipologi rumah kampung dengan proporsi atap lebih tingg dari badan, halaman uas, dan pohon jati di sekitar tapak menjadi prototype rumah yang dapat dikembangkan menjadi homestay

sentra pembuatan alat musik tanah sentra pembuatan panganan tanah

rumah dengan tipo og serupa dengan prototype homestay ditambahkan dengan modul bata sebagai area pembuatan alat musik tanah

rumah dengan tipo ogi serupa dengan prototype homestay ditambahkan dengan modul bata sebagai area pembuatan panganan tanah

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
Jebor Jatiwangi Art Factory Sebagai Pusat Kultural Desa by Yuramia Oksilasari - Issuu