Majalah Elshinta Edisi Juni 2011

Page 1



Surat dari Redaksi

Bergaul Dengan Mereka Yang Sukses B anyak orang yang menyarankan bahwa bila Anda ingin sukses, maka ber gaullah dengan orang-orang sukses. Ya, benar sekali, asalkan selama dalam pergaulan itu, Anda betul-betul belajar dari mereka. Bagaimana mereka berbicara, memimpin rapat, bernegosiasi, menyusun proposal, laporan, hingga bagaimana mereka mengambil keputusan pada saat-saat yang sulit sekalipun. Jika Anda tidak memerhatikan hal-hal tersebut, maka percuma saja bergaul dengan orang sukses, karena Anda hanya akan dianggap s e b a g a i pengganggu saja. Orang-orang yang sukses, bukan asal sukses, tapi mereka memang memiliki keahlian dan intuisi dalam bidangnya, sehingga kesuksesannya bukanlah ke­b eruntungan se­s aat. Mereka meng­k aji dan me­nganalisa dengan caranya sendirisendiri. Mereka bergaul dan bersosialisasi sambil mengembangkan bisnis. Mereka berpikir, berkata dan ber tindak sejalan dengan upayanya untuk memperluas usaha, sehingga apabila kita mengatakan kesuksesan itu adalah sebuah keberuntungan, maka orang-orang tersebut akan sangat sering mendapatkannya. Mereka selalu dalam kondisi siap, saat peluang dan kesempatan datang ke hadapan mereka.

Anda tidak akan sulit menjumpai orangorang sukses atau yang berjiwa sukses. Anda bisa mencarinya di sekitar tempat kerja, lingkungan keluarga, relasi dan pertemanan. Selama Anda berniat tulus untuk belajar, maka hati dan pikiran Anda akan terbuka, sehingga akan mudah menyerap ilmu dari berbagai situasi. Karena model belajar yang kita dapatkan dari mereka bukanlah belajar seper ti di bangku sekolah atau kursus. Anda betul-betul belajar dari realita bukan teori. Di situ mata, telinga dan logika Anda benar-benar harus fokus. Seandainya tak ada satu orang pun yang Anda anggap sukses sebagai tempat Anda belajar, maka kami berharap para pembaca yang budiman dapat me­metik berbagai pengalaman berharga dari orang-orang sukses yang kami turunkan melalui Majels tercinta ini. Pembelajaran akan menjadi lebih menarik lagi jika Anda turut berinteraksi melalui akun twitter Majels @MajalahElshinta, karena di sana banyak sekali wirausahawan sukses dan para pakar bisnis yang saling bertukar pengalaman. Ya, akan selalu ada kesempatan bagi mereka yang serius mau belajar, berusaha dan sukses! Salam Takjub!

Juni ‘11

Tahun 3

3


DAFTAR ISI Juni 2011

12 MAESTRO

Bob Sadino,Juragan Pangan Dari Dagang Telur Bermula dari seorang sopir taksi lalu menjadi tukang batu dan dagang telur kemudian sukses menjadi juragan di bidang pangan dan peternakan.

Penerbit: PT NUANSA KARYA BERITA SIUPP 1102/SK/MENPEN/ SIUPP/ 1999 Pemimpin Redaksi. Iwan Haryono Redaktur Pelaksana. Er Prianggodo Redaktur. Ahmad Setiawan Wendy Danoeatmadja Sekretaris Redaksi. Natalia Risma Reporter. Cucun Hendriana, Anto Kurniawan, Donda Naibaho Fotografer. Okie AZ Desain Grafis. Abdul Kholis, Rusmanto Produksi. Ahmad Alawi, Matsani Distribusi/Sirkulasi. A. Sukarno, Budhi Sutisna, Yayat Supriyatna, Sugi Handono, Yosida B.A Keuangan: Susanti Marketing: Arief Anditantyo, Dedy Setiadi AS Telp. (62-21) 584 2285 Fax: (62-21) 587 3750 Risma T Sidabutar Telp. (62-21) 58359109 Fax. (62-21) 58359093 Alamat Redaksi/Sirkulasi/Iklan Jl. Kedoya Duri Raya No. 36 Kebon Jeruk Jakarta Barat 11520 Telp. (62-21) 58359112, 58359108 Fax: (62-21)58359094 Email: majalahelshinta@gmail.com Hotline Berlangganan (62-21) 93938019 Perwakilan Majalah Elshinta Jawa Tengah /DI Yogyakarta: Albert Marbun Jln Kelud Utara II/4 Semarang Telp: (024) 70116152 HP: 08174862781 Fax: (024)8313415 Agus (Yogyakarta)

22 PENCERAHAN

Beragam usaha dengan banyak inspirasi yang bisa kita pelajari,mulai dari mengolah barang rongsokan dengan omset puluhan juta per bulan sampai dengan pengusaha kaca patri yang karyanya memperindah gedung-gedung di berbagai belahan dunia.

4

Tahun 3

Juni ‘11

Rekening Pembayaran: Bank BCA a.n PT NUANSA KARYA BERITA A/C. 459.30.21.958 Cabang Wisma Indocement Percetakan: PT. Gramedia (Isi diluar tanggung jawab percetakan)


Peluang dan Inspirasi Bisnis

49 PROSPEK

Musim liburan membawa berkah bagi beberapa tempat usaha seperti Villa,outbond,restoran dan tentunya jasa travel yang banyak memberikan kemudahan dan Diskon. Simak peluangnya di rubrik ini!

96 FRANCHISE

Robotic Education Center,peluang usaha di musim Festival Robot yang banyak diikuti oleh anak-anak usia dini.

108 INFO UKM

Berawal dari pertemanan tiga ibu muda dan cara promosi yang sederhana kini Produk Simply Idea mampu merambah ke tingkat yang lebih tinggi

70 BISNIS SELEB

Thomas Nawilis, selain sebagai artis dan produser film, ia juga mewarisi usaha orangtuanya di bidang otomotif dari segi spooring dan balancing roda

112 SENTRA BISNIS

Bazaar Bintaro, di sini ajang wirausaha UKM yang terdiri mahasiswa, para pensiunan, hingga eksekutif. Tersedia barang branded dengan harga kaki lima.

76 KOMUNITAS

Rumah Wirausaha,Satu Keluarga Satu Pengusaha. Komunitas dengan program yang bertujuan membangunkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kemandirian serta dampaknya bagi kesejahteraan keluarga mereka.

Ft Cover: Dok. Majalah Nirmala

Juni ‘11

Tahun 3

5


Surat Pembaca

Termotivasi Wirausaha Sulit Mencari Salon Muslimah Saya sangat terbantu dengan adanya majalah Elshinta, saya jadi termotivasi untuk berbisnis, mengembangkan usaha saya. Jika bisa majalah Elshinta menambah kuis, undian berhadiah, agar pembaca tambah bersemangat juga peminatnya ber tambah banyak. Maju terus majalah Elshinta Budi Junaidi Gunung Simping Cilacap Siap! Usul segera diusahakan. Terimakasih

Dear redaksi majalah Elshinta, nama saya Windhi saya selalu mengikuti perkembangan terbitnya majalah Elshinta di setiap bulannya. Pada edisi bulan April 2011 saya tertarik ingin tahu lebih lengkap mengenai salon muslimah MOz5. Bisa kiranya saya diberikan informasi alamat dan no telp salon di Jakarta terutama jika sudah ada cabang di Jakarta Utara atau Kelapa Gading karena domisili saya disana. Untuk informasinya saya mengucapkan banyak terima kasih. Sukses buat majalah Elshinta Windhiana Yaleswara Jakarta Utara Untuk informasi Salon Muslimah MOz5 silakan hubungi: Jln. Margonda raya No: 455, Depok, Telpon: 021-7872360

Marketing Media Cetak Ingin Berlangganan Aku tinggal di Surabaya, tapi agak sulit menemukan majalah Elshinta jika di Surabaya ingin beli majalah Elshinta dimana ? Jika langganan gimana caranya? Maaf mungkin memang Anda kalah cepat dengan yang lain yang membeli di agen maupun di Indomaret. Tapi Anda bisa berlangganan langsung menghubungi Hot Line 021-93938019 Yopie Surabaya

6

Tahun 3

April Maret‘11 ‘11

Jika Anda seorang wanita yang ingin mengembangkan diri di dunia Marketing, silakan bergabung bersama PT Nuansa Karya Berita (NKB) yang memiliki beberapa media cetak. Kualifikasi: 1. Wanita usia tidak lebih 26 tahun 2. Mandiri, menyukai tantangan, bisa bekerja tim 3. Pendidikan minimal D-3 4. Pengalaman 1 tahun di bidang Marketing 5. Domisili Jabodetabek Kirimkan CV, fotokopi KTP, fotokopi transkrip nilai dan ijazah, serta foto berwarna ukuran 4 x 6 via pos ke: HRD PT. Nuansa Karya Berita Jl. Kedoya Duri Raya No. 36 Kebon Jeruk Jakarta Barat 11520 Atau email ke : majalahelshinta@gmail.com


@MajalahElshinta thony_leong @MajalahElshinta terbit berapa bulan sekali?8:58 AM May 5th via web in reply to MajalahElshintaRetweeted by you Untuk sementara masih terbit sekali sebulan. terimakasih

twitNsave Dapatkan voucher diskon 50% untuk wisata/ outbound di Griya Sawah Lega, Cisarua Puncak, yg bisa dipotong di halaman 79 @ MajalahElshintaFri May 06 2011 14:40:26 (SE Asia Standard Time) via web

Profesioneur Kapan pak @sandiuno muncul di cover @ MajalahElshinta ? Ditunggu2 sama forum kita nih :)Mon May 09 2011 08:34:56 (SE Asia Standard Time) via web Sudah di-schedule tinggal menanti kesiapan Beliau. Terimakasih

princessCHIBY @MajalahElshinta ada lowongan kerja gitu ngga di Elshinta ? aku ngga pernah beli soalnya jadi ngga tauFri May 06 2011 14:54:08 (SE Asia Standard Time) via Snaptu Silakan mulai sekarang beli Majels, ada lowongan marketing. Terimakasih

wahyu27 wow akun @MajalahElshinta ternyata sudah 1 tahun sejak 5 mei 2010 - 5 mei 2011, congrats ya! ;DFri May 06 2011 14:55:37 (SE Asia Standard Time) via ÜbеrSocіal

mohdsahuleka RT @MajalahElshinta: Selamat berakhir pekan sahabat Majels :) Have fun with your family...Sat May 07 2011 16:52:40 (SE Asia Standard Time) via ÜberSocial

andisakab @MajalahElshinta kapan rencana inspiraTrip diadakan lagi?Mon May 09 2011 16:06:37 (SE Asia Standard Time) via Mobile Web in reply to MajalahElshinta Dalam waktu dekat rencana ke Bandung, secepatnya diinformasikan. Terimakasih

haloadri Wah, di @MajalahElshinta edisi Mei ada profil pengusaha idola saya, @elang_ gumilang :)Sun May 08 2011 13:46:57 (SE Asia Standard Time) via Twitter for BlackBerry®

malin_ndaa @MajalahElshinta biaya untk ikut inspiratrip brapa y?Fri May 13 2011 09:27:01 (SE Asia Standard Time) via m.tweete.net in reply to Nanti kami informasikan. Terimakasih

Twitter: @majalahelshinta Menerima saran-saran, kritik, opini dan lain-lain dari Anda yang akan di muat di rubrik ini.

Juni ‘11 Maret ‘11

Tahun Tahun 33

7


TAMU

Reza Artamevia

Bisnis Resto Nasi Kebuli

P

enyanyi yang melejit lewat lagu berjudul Pertama, Reza Artamevia, kini sedang mejajali dunia bisnis. Tepatnya, ibu dari Zahwa dan Aaliya ini membuka usaha restoran nasi kebuli bersama dua sahabatnya, Larasati dan Layla yang sudah terlebih dahulu merintis restoran yang diberi nama La Ruz Kebuli House. Wa n i t a b e r n a m a lengkap Reza Ar tamevia

8

Tahun 3

Juni ‘11

Adriana Eka Suci ini, sebelum serius berbisnis restoran yang menyajikan masakan Timur Tengah, mengaku kalau dirinya memang hobi makan nasi kebuli. “Kita sahabatan dari dulu pas anak-anak sekolah, saya sering pesan, makanannya macam-macam dan paling spesifik adalah nasi kebulinya, rasanya pun beda. Awalnya cuma sebatas hobi, berkembang dan kemudian sama-sama serius dan saya ikutan di sini. Sekarang kita saling berkolaborasi,� papar Reza. Wanita kelahiran Jakarta 29 Mei 1975 ini mengaku, bisnis kuliner tersebut benar-benar dimulai dari nol. Tapi bukan berarti Reza tidak bisa melakukan apa-apa untuk usaha barunya ini. Sebaliknya, Reza justru banyak memberi usulan dan meracik sendiri resep nasi kebuli yang menjadi menu andalanya. Restoran La Ruz Kebuli House bukan hanya restoran yang menyajikan nasi Kebuli, tapi masih banyak menu variatif lainnya dan juga catering. Selain itu, restoran ini telah mengalami perkembangan pesat dengan memiliki beberapa cabang di kawasan Jakar ta. Diantaranya, terdapat di jalan Limau- Kebayoran Baru, Pluit dan Cempaka Mas. Teks: Donda, berbagai sumber/ foto: ist


Hedi Yunus

EO Kla Project Delapan Kota Vokalis dari band Kahitna, Hedi Yunus, saat ini tengah disibukkan dengan pekerjaan barunya. Bukan berperan di atas panggung untuk menghibur penggemarnya, melainkan di balik panggung dan penonton yang masih berhubungan dengan dunia musik. Resmi sejak bulan November 2010, Hedi Yunus membangun usaha Event Organizer (EO) diberi nama HY Project. Walaupun terbilang baru, tapi EO HY Project sudah mendapat kepercayaan untuk menggelar event musik besar, seperti Tour 8 Kota KLa Project yang bertajuk Surya 16 ‘An Exclusive Experience With KLa Project Exellentia. Sukses menggelar konser musik, tidak membuat pria kelahiran Bandung 24 Agustus 1968 ini tinggi hati. Buktinya, Hedi

Yunus masih malumalu kalau disebut promotor. “Berat kalau dibilang promotor. ‘HY’ ini project yang baru dibangun, tapi Alhamdulillah diberi kepercayaan untuk tanggung jawab konser KLa. Tantangan juga buat saya dan teman-teman,” ujar pria yang bernama asli Hedi Suleiman ini. Walaupun bisnis EO miliknya ini sedang berkembang, pria yang suka mengkoleksi Donal Duck ini mengaku tidak akan meninggalkan karir musik yang sudah membesarkan namanya. Teks: Donda, berbagai sumber/foto:ist

Rossa

Target Setahun 15 Karaoke Bisnis karaoke selebritis populer dimiliki pedangdut Inul Daratista. Namun sebentar lagi, penyanyi Rossa akan mengikuti jejaknya. Jumat (1/4), Rossa resmi mengenalkan bisnis karaoke sekaligus branch terbarunya bernama Diva Family Karaoke. Selain itu, Rossa juga memaparkan target utama dalam usaha barunya tersebut. “Ini adalah branch pertama dari saya. Beberapa bulan ke depan akan buka di tempat lain. Dalam satu tahun targetnya buka sekitar 15 cabang. Setelah Jakarta, disusul Bandung, Bogor, Palembang, Manado. Mungkin di Papua juga,” jelas Rossa. Untuk menarik perhatian pelanggan, ar tis bernama lengkap Sri Rossa Roslaina Handayani ini, mematangkan konsep ruangan dan fasilitas karaoke yang berdomisili di Jl. Mangga Besar Raya No. 96, Jakarta Pusat. Warna ungu menjadi tema warna ruangan pada Diva Family Karaoke. Alasannya karena warna ungu disukai baik wanita maupun pria. Sedangkan lobby entrance dipadukan dua warna, yaitu putih dan ungu, agar pelanggan serasa berada di dalam Mall. Mantan istri Yoyo Padi ini pun memberikan fasilitas yang tidak tanggung-tanggung. “Di sini tersedia 40 kamar. Sound-systeemnya saya jamin bagus. Siapapun yang bernyanyi di sini, akan bagus suaranya. Mau merasakan jadi diva semalam? Nyanyilah di Diva Karaoke,” ajak Rossa sambil berpromosi. Teks: Donda, berbagai sumber/foto: ist Juni ‘11

Tahun 3

9


TAMU

Manohara

Produksi Kosmetik Berkualitas Sejak menghebohkan masyarakat lewat kasus pernikahannya dengan Pangeran Kelantan Malaysia, Manohara Odelia Pinot, sekejap menjadi seleb tanah air dan kebanjiran tawaran bermain sinetron. Meski tidak sekencang dua tahun sebelumnya. Alih-alih jarang tampil di layar kaca, artis kelahiran Jakarta, 28 Febuari 1992 ini memilih fokus bisnis kosmetik yang memang sudah dipersiapkan sejak tahun lalu. Bintang sinetron Super Girl ini berinisiatif mengusung namanya sendiri sebagai label produk kecantikannya. Awalnya Manohara berencana kuliah ilmu bisnis manajemen terlebih dahulu, sebelum merintis sebuah usaha. Ternyata rencananya berubah, Mano justru memutuskan untuk langsung berbisnis, menurutnya ilmu bisnis bisa diperoleh sambil menjalankan usahanya.

Nova Eliza

Baginya, meluncurkan produk kosmetiknya tidak terlalu rumit. Hanya memakan banyak waktu untuk urusan formulir perizinan. Meski saat ini banyak beredar kasus produk kosmetik yang mengandung mercur y dan zat berbahaya lainnya di pasaran, wanita keturunan Indonesia-Perancis ini menjamin produknya aman digunakan. “Tenang saja, produk Mano aman kok, and it’s very high quality product, dan alhamdulillah sudah ada permintaan ekspor dari India dan Srilanka. So this is going well,” ungkap Manohara. Teks: Donda, berbagai sumber/foto:ist

Bisnis Yoga Sesuai Hobi Setelah menikah dengan sutradara, Mir wan Suwarso dan memiliki buah hati Naima Malinka, Nova Eliza hampir tak ada satu judul sinetron pun yang dibintanginya. Hal ini dikarenakan, Nova sibuk mendampingi sang suami bermain di beberapa judul film sejak tahun 2006 dan mengurus rumah tangganya. Kini, wanita kelahiran Aceh, 4 Juni 1980 ini kembali dengan mengenalkan kesibukan barunya, yaitu berbisnis. Nova mencoba peruntungan dengan membangun usaha tempat olahraga Yoga dan body shape, berlabel Bodylicious Studio di Kemang Jakarta. Bisnis pusat olahraga ini sebenarnya sudah direncanakan sejak dua tahun lalu, semenjak dirinya mengandung Naima. “Dari dua tahun lalu, saya sudah kepikiran ingin berbisnis, saat saya hamil. Jadi saya prepare sejak itu. Lagi pula waktu hamil saya tidak ada kegiatan, tidak bisa ke mana-mana. Akhirnya saya pikir mengerjakan sesuatu yang masih ada hubungan dengan hobi saya di bidang olahraga, akhirnya buka fasilitas ini dan berjalan sampai sekarang,” jelas pemeran film Susahnya Jadi Perawan ini. Teks: Donda/foto:ist

10

Tahun 3

Juni ‘11



Maestro

Bob Sadino

Juragan Pangan Dari Dagang Telur Keliling 12

Tahun 3

Juni ‘11


Siapa tak kenal sosok unik Bob Sadino, pengusaha sukses berusia 78 tahun. Dalam dunia usaha ia pantas menjadi panutan, meski hidupnya bisa dibilang nyaris tanpa rencana. Betapa tidak, bermula dari seorang sopir taksi lalu menjadi tukang batu dan dagang telur kemudian sukses menjadi juragan di bidang pangan dan peternakan. Pemilik jaringan usaha Kemfood, Kemfarm dan Kemchick ini mengaku, bertindak adalah kata kunci yang menuntun kesuksesannya.

Training bersama Om Bob

O

m Bob, begitu ia disapa banyak orang, memang terlahir dari keluarga yang berkecukupan. Saat orang tuanya meninggal, Bob kecil masih berusia 19 tahun dan mewarisi seluruh kekayaannya. Di usia yang masih belia, ia berobsesi untuk bisa berkeliling dunia. Sebagian har tanya pun dihabiskannya untuk itu. Namun, belum tuntas misi itu, di Belanda ia sudah kehabisan bekal. Dengan terpaksa ia menetap dan bekerja di negeri kincir angin, bahkan hingga 9 tahun lamanya. Dalam kurun waktu itulah, ia bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed. Lama di negeri orang, Bob pun rindu pulang ke tanah air. Dengan berbekal 2 mobil Mercedes, di tahun 1967, ia dan keluarganya pulang ke Indonesia. Satu mobilnya dijual untuk membeli tanah di bilangan Kemang. Yang lain dipakai dan dijadikan taksi gelap. Bob sendirilah yang menjadi sopirnya. Naas, suatu ketika mobilnya rusak parah akibat kecelakaan. Ia pun beralih profesi menjadi tukang batu meski dengan gaji Rp 100. Semua itu dilakukannya hanya untuk bertahan hidup. Cukup lama ia menderita dalam kehidupan yang serba susah. Puncaknya, ia bahkan sempat mengalami depresi karena tekanan hidup yang bertubi-tubi. Beruntung, seorang

Om Bob bersama mantan Presiden RI Soeharto (Alm) Juni ‘11

Tahun 3

13


Maestro

Om Bob dalam seminar

teman mengingatkan dan menyarankannya untuk berbisnis telur ayam negeri. Ia bersama sang istri menjual beberapa kilogram telur itu dari pintu ke pintu, tak kenal lelah. Dari sinilah, pundi-pundi uangnya kembali mengalir. Sukses di telur, ia pun merambah ke dunia agribisnis

lainnya seperti menjual daging segar, daging olahan dan sayuran. Sejarah mencatat, di tahun 1985 saja, dalam sebulan ia bahkan bisa menjual rata-rata 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar. Secara gamblang pengusaha yang memiliki ciri khas selalu memakai celana pendek ini membeberkan kepada Majalah Elshinta, bagaimana ia bisa bertahan hidup dan bangkit dari penderitaan hingga berbuah kesuksesan.

Bagaimana dengan masa kecil Anda? Masa kecil saya tidak jauh berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Saat saya berusia 19 tahun, orang tua saya meninggal. Saya anak terakhir dari lima bersaudara. Karena kakak-kakak saya saat itu sudah mapan, saat ayah tiada semua harta itu diwariskan ke saya. Ayah saya hanya seorang guru. 14

Tahun 3

Juni ‘11


Anda sempat berkeliling dunia dan menetap di Belanda selama 9 tahun? Ya, memang. Bagi saya, hidup itu adalah sebuah perjalanan. Saya sempat menetap di Belanda dan Jerman. Di sana, saya bekerja di Djakarta Lloyd di kota Amsterdam, Belanda, juga di Hamburg, Jerman. Dan di sana saya ber temu istri saya, Soelami Soejoed. Namun, hidup tanpa tantangan itu ternyata membosankan. Hidup menjadi tidak menarik.

gaji harian 100 rupiah dari tahun 1969-1970. Saat itu, saya merasakan betul bagaimana pahitnya menghadapi hidup tanpa memiliki uang. Untuk membeli beras saja susah, karena itulah saya tidak merokok agar keluarga tetap bisa makan. Tapi saya tak mau menyerah. Menyerah berarti gagal. Itu sebuah tantangan. Saat saya tidak punya uang dan memiliki tanggung jawab pada keluarga, saya bisa merasakan kekuatan dahsyat sebagai orang miskin. Saya percaya, dalam hidup itu, suka dan duka selalu ada. Tidak ada suka tanpa duka, begitu pula tak ada duka tanpa suka.

Kondisi ekonomi Anda di Belanda Cara Anda untuk bangkit? saat itu? Saat itu, hidup disana sudah enak lah, gaji besar. Siang kerja, malamnya pesta, begitu seterusnya. Tapi ya itu tadi, sangat membosankan. Dengan berbekal 2 mobil Mercedes, di tahun 1967 akhirnya saya memutuskan untuk pulang ke Indonesia.

Lalu, bagaimana memulai kembali hidup di Indonesia? Saya jual tuh mobil untuk membeli tanah. Yang satunya saya pakai untuk bekerja sebagai sopir taksi selama satu tahun. Suatu ketika, mobil saya hancur karena kecelakaan. Saya beralih profesi menjadi kuli bangunan dengan

Saya tak punya cara apa-apa, dibiarkan mengalir saja. Hanya satu hal yang saya lakukan, ber tindak. Karena hanya dengan itu saya bisa mendapatkan sebuah akibat dari tindakan saya. Soal akibat, saya terima akibat itu positif maupun negatif, karena itu merupakan anugerah Tuhan. Saya yakin setiap langkah menuju sukses itu akan selalu diimbangi dengan kegagalan, peras keringat dan bahkan jungkir balik. Jika Anda berbisnis, Anda mau untung atau rugi? Saya kira Anda pasti mau untung, tidak ada yang mau rugi. Kalau saya tidak! Saya justru mau rugi. Untung maupun rugi sama-sama anugerah

Fose bersama Om Bob Juni ‘11

Tahun 3

15


Maestro Tuhan. Jadi kenapa harus kita tolak? Kalau Anda tolak, berarti Anda menolak anugerah Tuhan, dong. Untung dan rugi itu dibutuhkan sebagai keseimbangan. Saya ini pengambil risiko. Saya tidak mau mengambil risiko yang kecil, saya mau risiko sebesar-besarnya. Anda tahu kenapa? Kalau risikonya besar, untungnya juga pasti besar. Jadi, kalau Anda makin memperkecil risiko, ya untung Anda bakal kecil terus.

Bagaimana dengan dukungan keluarga? Keluarga itu bagi saya segalanya. Dukungan istri terhadap saya sangat penting. Kalau tanpa dia, mungkin Anda tidak bisa melihat saya seperti sekarang. Dan tanpa dia, saya tidak tahu akan menjadi apa. Saya itu bukan siapa-siapa tanpa dukungan istri dan keluarga.

Berarti begitu besarnya dukungan keluarga terhadap karir Anda? Ya terserah Anda lah, bagaimana menerjemahkannya. Yang jelas seperti itu tadi. Keluargalah yang membuat saya bisa seperti sekarang. Totalitas Bob memang tak diragukan lagi. Betapa tidak, ia harus melakoni drama kehidupan bermula dari menjual beberapa kilogram telur ayam negeri dari rumah ke rumah. Dialah orang pertama yang memperkenalkan telur ayam negeri, ayam broiler dan sayuran hidroponik ke Indonesia. Perlahan, ia juga mulai beternak ayam. “Setiap hari, saya dan istri terus berjualan telur keliling. Setengah tahun kemudian, saya memiliki banyak pelanggan terutama orang asing yang tinggal di kawasan Kemang,� ujarnya. Tak jarang, Bob memperoleh hujatan dari

Aktivitas Bob Sadino

16

Tahun 3

Juni ‘11


pelanggannya. Namun, ia tak patah semangat. Bob terus meningkatkan dan memperbaiki pelayanannya termasuk mengubah pribadinya dari feodal menjadi pelayan. Berkat kemauan, komitmen yang tinggi dan keberaniannya mengambil peluang, ia pun berhasil mendobrak pintu kesuksesan. “Hanya karena kebodohan saya, saya bisa cepat bergerak. Yang diperlukan dalam mencapai sesuatu itu adalah ber tindak! Saya tidak pernah merencanakannya. Itulah perbedaan orang bodoh dan orang pintar. Saya ini bodoh, makanya dalam setiap tindakan saya tidak

pernah melakukan rencana apapun, jadi bisa lebih cepat bergerak. Kalau orang pintar, mereka selalu disibukkan dengan rencanarencana. Lalu kapan bisnisnya kalau hanya sibuk mengurusi rencana? Di saat orang pintar masih menghitung untung rugi, orang goblok seper ti saya sudah melaju cepat,� jelas Om Bob. Lebih lanjut ia mengatakan, orang pintar kalau bertemu kegagalan, mereka cenderung mencari kambing hitam untuk menutupi kekurangannya. Sedangkan orang bodoh, mereka tidak pernah merasa gagal, karena Juni ‘11

Tahun 3

17


Maestro Maestro Maestro mereka merasa sedang belajar. “Harus diingat, sukses itu bukan teori. Namun didapat dari aplikasi nyata berupa perjuangan dan kerja keras,” ungkap pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1933 ini.

Saat ini, Anda sudah sukses. Apa tipsnya? Saya tidak pernah memakai tips untuk menjadi sukses, dibiarkan mengalir saja, tanpa rencana tanpa tujuan dan tanpa harapan. Dan saya pun tidak tahu apa itu sukses, karena saya tidak pernah mencari sukses. Kalau dikatakan saya sekarang sukses dalam arti ‘pencapaian sesuatu’, orang lain kan yang bilang, bukan saya? Ya, itu kata mereka, karena saya tak pernah merasa sukses. Saya tidak pernah merencanakan kesuksesan. Yang terpenting, saya bangun bisnis. Setelah itu, saya tak pikirkan apa-apa, tapi saya bisa menjadi seperti sekarang.

18

Tahun 3

Juni ‘11

Selain itu, ada yang lebih spesifik tentang kunci sukses Anda? Memangnya sukses itu hanya sebuah kunci? Selama 48 tahun perjalanan hidup saya, itulah kuncinya. Tapi kalau Anda tetap keukeuh dan memaksa ingin tahu, jawaban saya hanya tiga hal. Pertama, bebaskan diri Anda dari rasa takut. Kedua, bebaskan juga diri Anda dari tindakan terlalu berharap. Jadi, kalau Anda berbisnis, jangan belum apaapa sudah membayangkan keuntungannya. Ketiga, bebaskan diri Anda dari pikiran sendiri. Pikiran itu bisa berupa konsep, keyakinan, anggapan dan lain-lain. Jalankan saja dulu bisnis Anda itu seolah-olah Anda tidak tahu apa-apa, karena ilmunya akan datang dengan sendirinya. Anda ‘tahu’ maka Anda akan ‘bisa’, setelah itu Anda pun akan ‘terampil’ bahkan ‘ahli’ pada dunia bisnis yang Anda tekuni.


Foto bersama Claudia Cintya Bella

Jadi, Anda tak pernah belajar ilmu bisnis untuk menjadi sukses? Belajar darimana? Saya ini kan orang bodoh. Pendidikan saya hanya sampai SMA. Saya itu hanya punya pengalaman bukan ilmu. Selama 48 tahun saya membangun bisnis dari nol. Ya dari situlah saya belajar. Skill

saya terbentuk dari jalanan. Lagi pula, kenapa pula saya harus belajar? Memangnya sukses ada pelajarannya? Mengalir saja‌ Ada 2 juta sarjana pengangguran di luar sana. Konon mereka berpendidikan dan berilmu tinggi.

Tanpa ilmu, bagaimana Anda bisa mengembangkan perusahaan hingga menjadi besar? Siapa bilang saya mengembangkan bisnis? Saya tidak pernah mengembangkan apa pun apalagi dikembangkan. Kalau bisnis saya berkembang, itu iya. Bisnis saya berkembang dengan sendirinya meski saya tidak mengembangkannya. Anda tentu tahu apa perbedaan ketiga kosakata itu? Saya pun tidak mau bisnis saya menjadi lebih besar. Tapi ini terjadi begitu saja, mengalir. Satu perusahaan saja sudah cukup bagi saya. Satu perusahaan saja saya sudah begini, apalagi dua, tiga dan seterusnya. Juni ‘11

Tahun 3

19


Maestro

Seminar Entrepreneur bersama Om Bob

Dulu, saat memulai bisnis berapa modal Anda? Memangnya modal itu apa? Kalau pengertian Anda modal itu uang, saya tidak pakai uang untuk memulai bisnis. Modal saya adalah otak saya. Otak saya tak terbatas, bisa mencapai trilyunan. Itu modal terbesar bagi saya. Kalau Anda mempunyai otak, meski tanpa uang, Anda bisa berbisnis. Sebaliknya, jika Anda tak punya otak, meskipun Anda diberi uang trilyunan sekali pun, Anda tetap tidak bisa berbisnis. Malahan, bisa jadi Anda gila, karena tak tahu uang tersebut untuk apa. Tuhan itu

Maha Pemurah, manusia dikasih modal begitu besar berupa otak. Maka syukurilah.

Lalu, apa Anda juga mewariskan bisnis ini kepada anak-anak Anda? Saya membangun bisnis ini dari nol hingga bisa mencapai ke titik ini. Kenapa saya harus memikirkan anak saya? Biarkan saja mereka membangun bisnis sendiri. Itu urusan mereka, masa depan mereka, keputusan mereka bukan saya. Kalau ditanya soal regenerasi, saya tidak mengerti apa itu regenerasi. Kalau mau hidup enak, ya cari sendiri.

Jumlah karyawan Anda saat ini? Saya tidak punya karyawan. Bagi saya, yang ada adalah anak saya. Hingga saat ini, saya sudah punya lebih dari 1.000 anak yang bekerja di perusahaan saya. Sebagai seorang bapak, saya banyak melakukan pendekatan pada mereka. Begitu juga mereka dekat dengan saya. Sebagai seorang bapak, saya juga berkewajiban mengurus mereka dari kecil hingga dewasa, dari mulai mereka belajar bekerja hingga piawai. Saya benar-benar mendidiknya dari nol. ď ŽTeks: Cucun Hendriana/ Foto: Dok. Majalah Nirmala, Istimewa 20

Tahun 3

Juni ‘11


elshinta 170x240mm BB julie.pdf 1 16/05/2011 11:23:18

C

M

Y

CM

MY

CY

CMY

K


Pencerahan

Daur ulang barang rongsok

Giling barang - barang plastik bekas

Hj. Halimah

Jutawan Berkah Barang Rongsokan 22

Tahun 3

Juni ‘11


Menjemur biji plastik siap jual

Jangan pernah remehkan keuntungan usaha yang hanya uang recehan! Meski didapat dari rongsokan sampah, jika dikalkulasikan hasilnya, omzet perbulannya bisa mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta. Itulah bisnis Hj. Halimah, sang jutawan barang rongsokan!

Juni ‘11

Tahun 3

23


Pencerahan

W

alaupun semua keluarganya petani dan ia sama sekali tidak pernah mengenyam bangku sekolah, namun otak bisnis Hj Halimah dan suaminya almarhum Suhada mampu membaca peluang usaha berkah dari barang rongsokan dan sampah. Kejelian membaca peluang yang hebat karena kini usahanya itu dapat mendatangkan untung puluhan juta sampai ratusan juta rupiah. Semuanya itu tidak didapat dengan mudah. Sejak awal pernikahannya dengan almarhum Suhada di Cirebon, keduanya bersama-sama mulai merintis usaha menjadi pengepul barang-barang bekas. Usaha ini membutuhkan modal yang tidak sedikit dan sekitar tahun 1973 terkumpul uang sebesar 50.000 rupiah dari hasil tabungannya selama berbulan-bulan. Halimah dan Suhada pun memulai bisnis menjadi pengepul kecil-

24

Tahun 3

Juni ‘11

kecilan. Pada waktu itu ia mulai membeli barang-barang rongsokan dan sampah-sampah plastik dari pemulung. Lalu, dengan hanya bermodal ongkos, Halimah dan suaminya nekat merantau ke daerah Bogor untuk mencoba mengepakan sayap bisnis dan mempermudah pengiriman barang ke penampung di Jakarta. Ternyata hidup di daerah orang tak semudah yang dibayangkan, terutama jika tidak punya modal hidup. Peristiwa pahit pernah dialaminya. Ketika usahanya maju, pemilik kontrakan mengusirnya dan kemudian membuka bisnis yang sama! Dengan kekecewaan yang mendalam, ibu beranak 6 ini pulang ke kampungnya di Cirebon, menjual sawah untuk membeli sepetak tanah di daerah Bogor. Ia pun membuka usahanya kembali di jalan baru Bogor.


Agen mainan plastik produk - produk China Dengan kerja keras, ambisi, kemauannya yang besar untuk maju dan kerjasama dengan almarhum suaminya, bisnis barang rongsokan dan sampah ini kemudian menjadi sumber pundi-pundi uang yang fantastis. ‘’Mumpung masih muda, masih ada jalan dan masih ada obsesi, ya harus semangat kerja,â€? ungkap wanita ramah ini. Saat itu ia dan suaminya mampu mem­ pekerjakan ratusan kar yawan. Mobilnya berjejer menghiasi garasi rumah. Pasangan suami istri ini mampu menyekolahkan ke enam anaknya sampai jenjang perguruan tinggi. Tidak ada yang mengira semua itu didapat dari penjualan barang-barang rongsokan, besi-besi bekas, limbah karet, kardus bekas dan sampah-sampah plastik.

Masa Sulit Pada tahun 90-an, Halimah dan suaminya menghadapi masa sulit. Keduanya terlilit hutang bank dengan bunga sangat besar untuk para peminjam modal. Kondisi itu dipersulit harga barang yang merosot drastis. Padahal stok di gudang sangat banyak. Ditambah manajemen yang kurang matang, bisnis Halimah pun tergerogoti kerugiaan. Tak tanggung-tanggung, 125 juta pun melayang.

Maka, ketika ada sebuah perusahaan ingin membeli tanahnya yang terbilang sangat strategis, Halimah pun merelakannya. Hasil penjualan tanah ia gunakan untuk menutupi hutang -hutangnya dan membeli tanah lagi. Masih di daerah Bogor, tanah yang dibelinya seluas 3000 meter persegi dan kembali digunakan untuk membuka usahanya lagi. Tahun 1996, Halimah membeli mesin penggiling. Ini adalah langkah yang sudah diper timbangkan matang-matang. Dengan mesin penggiling tersebut, stok barang di gudang tidak memakan banyak tempat. Biaya pengiriman barang lebih efisien dan lebih murah. Satu truk besar bisa mengangkut 8 ton. Berbeda jika barang belum digiling, satu truk hanya cukup untuk satu ton barang saja. Kesulitan kembali menimpa Halimah dan suaminya di tahun yang sama. Tempat usahanya diterjang banjir. Kerugiannya tidak sedikit. Semua barang di gudang ludes tersapu banjir. Halimah dan Suhada hanya pasrah. Lalu datang masalah lain. Penduduk sekitar merasa keberatan karena mesin penggiling yang dipergunakannya menimbulkan polusi udara. Halimah pun akhirnya memutuskan untuk pindah tempat, membeli tanah yang ditempatinya sampai sekarang. Juni Juni‘11 ‘11

Tahun Tahun 33

25


Pencerahan

Manajemen Yang Baik, Masa Tua dan Anak – Anak Yang Sukses Di lahan yang di tempatinya sekarang, ia mulai membenahi semua aspek usahanya. Berbekal pengalaman, manajemen yang baik, pengelolaan keuangan dan selalu mengontrol usaha, tak berapa lama usahanya mulai bangkit kembali. Dengan mempekerjakan 20 orang karyawan, keuntungan yang diraihnya sekali mengirim barang mencapai 50 juta. Padahal sebulan Halimah bisa mengirim 3 sampai 4 kali. Walhasil, omzet 200 juta rupiah perbulan diraupnya, Dari pengalaman, ia tidak begitu saja percaya pelanggan yang baru dikenalnya. “Bisnis itu harus hati-hati, jangan mudah percaya pelanggan yang baru dikenal yang menjanjikan untung yang lebih besar. Giliran harga sedang turun, tiba-tiba menghilang!” ungkapnya dengan raut muka serius.

Berjualan sepeda baru dan bekas 26

Tahun 3

Juni ‘11

“Harus hati-hatilah memilih pelanggan itu!” Menurutnya, jangan mudah tergiur keuntungan besar diawal. Harus pintar-pintar mengatur keuangan karena sebenarnya uang itu berputar dan tidak datang tiba-tiba. Uang harus digunakan sebaik-baiknya untuk pengeluaran usaha dan modal. Seperti kata pepatah, buah tak mungkin jatuh jauh dari pohonnya, tiga dari enam anak Halimah mengikuti jejaknya menjadi pengepul barang-barang bekas dan sampah di lokasi yang berbeda. Masing-masing memiliki spesialisasi ; pengepul khusus rongsokan besi-besi, pengepul kardus-kardus bekas dan satunya pengepul karet dan kayu. Halimah sendiri sekarang lebih khusus menjadi pengepul sampah plastik. Dengan arahan yang baik, kini anak-anaknya pun mengikuti jejak kesuksesan kedua orangtuanya. Wanita kelahiran Cirebon tahun 1956 ini, kini tinggal menikmati masa tuanya. Walau pun suaminya wafat setahun silam, tapi kehadiran anak-anaknya yang sukses mengikuti jejaknya membuat ia tak merasa kesepian. Apalagi, Halimah kini menginvestasikan hasil kerja kerasnya dalam bentuk sawah yang sudah dibelinya di daerah Cirebon seluas 15 hektar, bisnis sampingan toko mainan anak-anak dan bisnis sampingan bengkel sepeda dan jual beli sepeda baru dan bekas. Sekali lagi, semuanya itu bisa didapatnya dari penjualan barangbarang rongsokan.  Teks: Imas Maslihah /Foto : Okie AZ


Juni ‘11

Tahun 3

27


Pencerahan

Fahrul Umam

Bangun Seribu Sepeda Fixie 28

Tahun 3

Juni ‘11


Menjamurnya trend sepeda fixie membawa berkah bagi Fahrul Umam. Sarjana Sastra lulusan UI ini sejak 2 tahun lalu menggeluti bisnis sepeda fixie. Meski hanya membangun sepeda, Fahrul bisa menangguk untung hingga di atas Rp 10 juta perbulannya. Di 2 tahun itulah, ia sudah membangun tidak kurang dari 1.000 unit sepeda.

B

erangkat dari hobi ngoprek, Fahrul membuktikan bisa sukses di bisnis sepeda. Meski ia seorang sarjana, ia sama sekali tak canggung bergelut dengan urusan bongkar membongkar sepeda. Selain berbisnis, secara tak langsung ia juga telah turut mengkampanyekan go green, cinta lingkungan. “Saya mulai tekuni usaha bengkel sepeda fixie ini sejak dua tahun lalu. Awalnya, saya bisnis di bengkel juga, tapi di vespa. Selain berbisnis, di sepeda ini saya juga turut membantu kampanye go green. Alam kita sudah penuh dengan polusi,” ucap Fahrul. Saat sepeda fixie -- sepeda yang menggunakan gir mati (fix) dultrap atau terpedo -- menggila dan digandrungi banyak orang, Fahrul menangkap peluang baru. Tanpa modal, hanya berbekal keterampilan, ia memberanikan diri terjun ke dunia ini. Meski masih tergolong pada bisnis skala kecil, tapi peminat yang memakai jasa Fahrul cukup besar. Berbagai komunitas sepeda, kalangan remaja, mahasiswa maupun umum dari berbagai wilayah di Jabodetabek kerap mengunjungi bengkelnya di bilangan Kebayoran Lama, hanya untuk upgrade atau memodifikasi sepedanya. “Dulu, jasa perbaikan sepeda ini hanya sambilan, yang utama adalah vespa. Sekarang malah jadi terbalik,” akunya. Bukan hanya Jakar ta dan sekitarnya, konsumennya ada pula yang datang dari luar Jawa seperti Sumatera. “Memang saya tidak stok barang. Namun, banyak teman saya yang memasukkan barang ke sini. Barangnya impor, ada yang dari China, Taiwan, Singapura, Malaysia, Thailand, Amerika, Inggris, Italia dan lainnya. Teman saya sediakan barang, saya yang mengerjakan untuk bangun sepedanya,”

jelas pria berusia 35 tahun ini. Menurutnya, prospek bisnis di bengkel sepeda fixie masih sangat menjanjikan. Apalagi, saat ini pengguna sepeda fixie sudah mewabah ke berbagai pelosok. “Sekarang sepeda fixie menjadi fenomena. Jenis sepeda ini lebih disukai mungkin karena lebih simpel ketimbang sepeda-sepeda lainnya. Di sini orang bisa bangun sepeda fixie dari awal, mengubah frame, buat custome atau ganti warna. Meski saya hanya pemain kecil dari sekian banyak pemain besar, dengan kualitas pembuatan yang saya tawarkan, alhamdulillah saya bisa tetap bertahan,” kilahnya.

Sebulan Bangun 20 Sepeda Berkat kualitas yang dijaganya, tak aneh jika dalam sebulan ia mampu mendapat orderan bangun sepeda hingga 20 unit. Selain membangun, ada pula yang hanya ubah frame atau sekadar ganti warna. “Disinilah uniknya sepeda fixie. Kebanyakan orang biasanya suka main warna, terus gonta-ganti. Bentuknya pun

Juni ‘11

Tahun 3

29


Pencerahan

macam-macam dan lucu-lucu. Dalam sebulan, saya bisa bangun sepeda hingga 20 unit. Semuanya orderan baik dari Jakarta maupun luar kota. Proses pembuatan satu sepeda bisa memakan waktu 1 - 2 mingguan,” ucapnya. Karena kualitas pula, bengkel yang dinamainya Sea Road itu bisa dikenal di banyak pecinta sepeda fixie, meski ia mengaku tak pernah melakukan promosi apapun. “Kualitas

30

Tahun 3

Juni ‘11

itu yang selalu saya jaga. Karena saya yakin, kalau kualitas kita bagus, konsumen akan membawa konsumen-konsumen lainnya. Hanya melalui mulut ke mulut saja dan mungkin forum dan milis di internet. Itu saja,” ungkap Fahrul. Terkait kualitas, Fahrul mengaku hanya mempekerjakan 6 karyawan yang bertugas mulai dari ngelas, ngecat hingga merakit.


“Kualitas mekanik itu penting. Karena kalau mekaniknya tidak berkualitas, ya hasilnya pun akan jelek. Selama ini sih, banyak pelanggan saya yang mengaku puas dengan sepeda buatan Sea Road,” ulasnya bangga. Di 2 tahun itulah, Fahrul sudah membangun sekitar 1.000 unit sepeda yang disebar ke berbagai wilayah di Indonesia. “Sampai saat ini, saya sudah bangun sekitar 1.000 unitan. Karena karakter penggila sepeda fixie ini berbeda-beda. Kalau sudah kecanduan, terkadang ada orang yang bahkan bisa membangun sepeda hingga 2 atau 3 unit sekaligus. Adapula orang yang hanya suka upgrade, mengubah frame dan lain-lain,” kisahnya.

Untung Besar Mengenai harga yang ditawarkan untuk membangun satu unit sepeda, ia tawarkan

variatif tergantung bahan dasar dan merk apa yang dipakai. “Kalau saya biasa bangun sepeda mulai dari 1,5 juta sampai 4 jutaan rupiah. Ini tergantung pada kualitas dan merk yang dipakai, tergantung si pemesannya. Tapi rata-ratanya, karena harga sepeda fixie sedang melambung, harganya sekitar 2 juta rupiah perunitnya,” ujar Fahrul. Dikatakannya, saat ini harga sepeda fixie bahkan ada yang sampai 5-10 juta perunitnya. Jelas, bangun sepeda di Sea Road menjadi lebih murah. Soal omset, ia mengaku, perbulannya saja ia harus mengeluarkan pengeluaran rutin hingga 10 juta rupiah. “Satu bulan, saya harus mengeluarkan uang sekitar 10 juta untuk keperluan aktivitas bengkel dari mulai gaji karyawan, listrik dan lain-lain. Sisanya, ada lah,” pungkasnya sambil terkekeh. Teks: Cucun Hendriana/ Foto: Okie AZ

Juni ‘11

Tahun 3

31


encerahan Pencerahan

Brian Yaputra

Tukang Kain Sukses ‘Mematri’ Dunia 32

Tahun 3

Juni ‘11


Seni seperti halnya udara bagi Brian Yaputra, yang tidak dapat dipisahkan dari dirinya. Kecintaannya terhadap seni khususnya kaca patri, dimulai saat kunjungannya ke Turki. Membawa pria anak tukang kain asli Semarang ini, mempopulerkan seni kaca patri di Indonesia. Melalui Eztu Glass Art, bahkan Brian menapaki jejak bisnis di bidang kaca patri dengan menghiasi sejumlah bangunan di mancanegara.

S

esekali, perhatikan bangunan-bangunan ini ; Pasaraya, Bank Tabungan Negara, Rumah Sakit Dharmais, Gedung BPPT, Kedubes Rusia, Museum Purna Bhakti Pertiwi (TMII), Johar Shopping Centre Semarang, Bali Hilton Octopusy Discotheque, Masjid Bank Indonesia, dan Gereja Kristen Indonesia Jatinegara. Brian juga menangani proyek kaca patri untuk Apartemen Da Vinci, Belleza, Palazzo, Plaza Crystal, Kimia Farma, Indosat, Medco, Batavia Tower, Bank Indonesia, Taman Sahid Bogor, BNI 1946, Gedung Ar yo (Indofood), Pasar Glodok, Hotel Patra Jasa, Novotel, Hilton Executive Club, Hotel Classic, Hotel Ibis Slipi,

Juni ‘11

Tahun 3

33


Pencerahan

Omni Batavia, Holiday Inn Crowne Plaza, Cilantro BNI City, serta seluruh gerai baik Holland Bakery maupun McDonald’s. Jika Anda menemukan kaca-kaca yang terpatri indah, itulah karya Brian Yaputra. Produk-produk kaca patrinya menghiasi berbagai bangunan, mulai dari gedung perkantoran, apartemen, pusat perbelanjaan, rumah tinggal, sampai tempat ibadah, seperti masjid dan gereja. Produk kaca patri Brian banyak pula memperindah bangunan-bangunan di berbagai belahan dunia, semisal: Masjid Zirjah (Dubai), Hotel The Shanghai Equatorial (Cina), Masjid Café Town (Afrika) hingga Disneyland (Hong Kong). Bagi bapak tiga anak ini kaca patri tidak hanya sebagai lahan bisnis tapi juga sebagai cawan tempatnya mengekpresikan jiwa seninya. Semuanya berawal saat Brian mengunjungi Turki. Di negeri tersebut Brian jatuh cinta pertama pada seni ini. Brian saat itu terpesona dengan keindahan kota-kota di Negara yang berada di kawasan Eurasia ini, yang sarat dihiasi kaca-kaca patri yang indah. Brian yang 34

Tahun 3

Juni ‘11

sebelumnya berkecimpung di bisnis peralatan elektronik rumah tangga milik keluarganya ini pun merasa menemukan passion yang selama ini dicarinya. Terdorong sense of art yang kental dan rasa penasaran akhirnya menarik Brian untuk mempelajari kaca patri lebih jauh. Sesampainya di Tanah Air ia sempat menjadi kolektor panel kaca yang ia beli dari rumah-rumah tua. Kenapa ia tertarik kepada jenis benda seni yang satu ini, ia sendiri susah untuk mengerti. “Pertamanya memang saat saya ke Turki dan melihat kaca patri begitu Indah. Tapi sebenarnya saya penyuka warna yang bagus dan desain menarik. Intinya saya suka seni, Saya sendiri juga kurang mengerti bagaimana awalnya saya menyukai seni ini karena dulu saya adalah pedagang. Pokoknya hanya terpanggil saja,” ujar Brian. Namun semuanya seakan berhubungan dengan masa kecil dan remajanya saat di Semarang. Ia menduga latar belakangnya sebagai anak penjual kain agaknya menumbuhkan persepsi khusus kepada penglihatan dan pemahaman Brian atas sifat harmonisasi


warna. Ia merasakan adanya korelasi antara keramaianan warna di kain dengan biasan warna di kaca patri. Jiwa berdagang sendiri telah diturunkan oleh ayahnya yang memang seorang padagang kain grosiran. Ayah Brian memiliki toko bernama Yoe Ho Kongsi. Di toko ini Brian acapkali membantu ayah dan ibunya berdagang, dari mulai mengangkat gelondongan kain dari tumpukan sampai membungkus kain yang dibeli orang. Semua dilakukannya seusai sekolah. Jika kebanyakan orang Tionghoa pada saat itu lebih menginginkan anaknya pintar berdagang, beda dengan Brian yang memang dididik dengan kepedulian terhadap dunia pendidikan. Sebenarnya Brian kecil juga cukup familiar dengan seni ini. Ia sering melihat kaca patri yang menghiasi rumah peninggalan Belanda hingga gereja di Semarang yang sering dikunjunginya. Semua itu tanpa disadari membuatnya menyukai seni ini. Di awal tahun 1981 Brian diajak mengunjungi AS oleh seorang kawannya dan diajak pula menyambangi studio pembuatan kaca patri. Di sana ia melihat ada 6-8 orang bekerja membuat kaca patri. “Saya lihat kok kelihatannya gampang,” kata Brian. Lantas tanpa ragu ia pun membeli beberapa material kaca, rangka dan timah dari sana. “Dasar tidak mengerti apaapa, suka tapi caranya masangnya kurang tahu. Lalu saya datangkan satu lot dari Amerika tapi

karena tidak tahu caranya sampai tangan saya terkena solder. Jadi awalnya semuanya belajar secara otodidak,” paparnya sambil tertawa. Karena sudah terlanjur jatuh cinta, Brian terus mempelajari seni kaca patri ini dari majalah dan buku. Ketika datang brosur dari Carolina Utara mengenai pelatihan membuat kaca patri dari tempatnya dulu ia membeli material kaca, tanpa ragu ia mengutus Freddy Sudjadi untuk mempelajari bisnis ini. “Akhirnya saya minta orang saya untuk pergi ke Amerika belajar. Begitu datang dia melihat hal ini bisa menjadi peluang bisnis yang besar karena di Indonesia waktu itu, lagi booming properti. Akhirnya pada 1981 saya mendirikan Eztu Glass Art (EGA). Saya mulai bikin kaca patri tapi hasilnya masih jauh dari sempurna,” jelas ayah dari Mounty Augusta, Ken Binsar dan Dien Moontly ini.

Juni ‘11

Tahun 3

35


Pencerahan Pada awalnya, klien-klien Brian adalah teman-teman dan relasi yang memesan kaca patri yang ia produksi di garasi rumahnya. Terhitung masih usaha yang sangat muda, Brian pun harus turun tangan sendiri untuk menyelesaikan pesanan. Terbakar solder patri hingga tersayat kaca sudah sering dialaminya. “Jika tukang kaca tidak kebeler (tersayat, bahasa Betawi – Red.) maka bukan tukang kaca namanya. Saat itu saya juga tidak ngerti caranya gimana. Bahkan saat partai pertama datang pecah semua,” jelasnya. Hal itu tidak lantas membuatnya menyerah. Walau tidak memiliki background seni, namun Brian percaya bahwa yang ia yakini pasti akan berhasil. Brian terus mencoba dan berpikir positif bahwa apabila ia kelak menjadi pengusaha seni kaca patri, ia sudah mengenal seluk beluknya dari hal yang terkecil hingga yang terbesar. Prinsipnya jika seseorang bisa memahami persoalan dari hulu sampai ke hilir, ia akan menyongsong kemajuan perusahaan dengan penuh keyakinan. Seiring gencarnya pembangunan kawasan real estate, order pun terus berdatangan. Karena itu, produksi yang semula hanya dikerjakan di garasi dengan tiga karyawan pada 1986 dipindahkan ke Cikupa. Untuk mendukung pemasaran, Brian

36

Tahun 3

Juni ‘11

membuka ruang pamer di Jalan S. Parman dan Jalan Biak, Jakarta. Bahkan kini ia telah memiliki pabrik sendiri seluas 8.000 persegi meter persegi di Cikupa, Tangerang, Banten dan mempekerjakan kurang lebih 300 karyawan. Dalam perkembangannya kemudian, EGA juga memperkenalkan sistem triplon glass atau unit triple glazed yang merupakan pelapisan panil kaca patri atau panel bevel dengan kaca tempered. Selain bermanfaat menghemat energi, triplon glass juga bisa berfungsi sebagai peredam suara.Produknya pun telah diekspor ke berbagai negara, antara lain Amerika, Inggris, Rusia, Jepang, Hongkong, Malaysia dan Australia. “Perkembangan industri kaca patri di tanah air membuat EGA harus melakukan ekspor. Hal ini lebih karena seni kaca patri ini milik dunia dan merupakan warisan budaya dunia, bukan hanya cerminan budaya orang bule saja,” ucapnya. Pertama menapaki bisnis ini tidak terlintas oleh kakek lima cucu ini akan sukses seperti sekarang. “Saya tidak mengira ini jadi bisnis,” kata Brian. Keteduhan, kedamaian kekhusyukan dan sekaligus keindahan warna yang disampaikan lewat mozaik, sepertinya menggugah naluri kesenian dan pikiran industrinya. “Awalnya saya mengerjakan hal ini adalah demi kesenangan untuk menghasilkan sebuah karya seni yang indah. Lama-lama melalui kaca patri saya ingin mewarnai Indonesia agar lebih damai dan indah,” tandasnya. Teks : Kurniawan/ Foto : Anto, Doc Eztu Glass Art.


Juni ‘11

Tahun 3

37


Pencerahan

Juananda Sutan Assin

Inovasi 2000 Alas Laptop 38

Tahun 3

Juni ‘11


I

Melalui ide kreatif dan jeli melihat peluang membuat Juananda Sutan Assin sukses mengembangkan bisnis alas laptop yang ia beri nama LapTopper. Produknya yang unik dan inovatif mampu menghasilkan omzet hingga Rp. 200 juta perbulan.

de untuk membuat sesuatu yang kreatif dan inovatif memang bisa datang dari mana saja. Seperti kebanyakan pengguna laptop, Nana – begitu ia biasa dipanggil, kerap memangku laptop di atas paha. Atau menggunakan majalah atau bantal sebagai alas laptop jika berada di tempat tidur. Ibu dua anak ini juga sering melihat anak-anaknya bingung meletakkan laptop. Di tengah penggunaan laptop yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Nana lantas menuangkan ide untuk membuat alas laptop yang trendi juga nyaman dengan merek Lap Topper. “Usaha ini dimulai dari hanya sekedar melihat kebutuhan kami di rumah. Mulailah kami merintis ; survey dan study produk LapTopper ini. Setelah 3 bulan melakukan research dan test models, penyesuaian ukuran, berat, model dan bahan baku, kami mulai produksi. Awalnya hanya 50 buah setiap pembuatan,� ujarnya. Sejak Desember 2007, perempuan kelahiran 11 Agustus 1960 ini melalui bendera PT Juara Radya Kencana mulai serius membuat alas laptop untuk penahan laptop agar bisa dipangku dengan nyaman. Ide yang dicetuskan dan dimulai dari home industry ini ternyata disambut baik oleh para pengguna komputer jinjing. Permintaan terhadap produk ini terus meningkat seiring

Juni ‘11

Tahun 3

39


Pencerahan

dengan pertumbuhan penjualan laptop atau notebook yang juga naik. “Kami mulai masuk market dengan berpar tisipasi di pameran, yaitu di Citos. Respond nya sangat baik, kami banyak menerima pesanan. Public awareness menanjak luar biasa, yang membuat kami harus aktif dalam berbagai macam pameran,” jelas Nana. Produk yang 100% hand-made dan menerapkan quality control yang maksimun ditambah bentuknya yang cantik membuat LapTopper ini banyak diminati. Sebagai sebuah produk yang diproduksi sendiri, awalnya Nana melakukannya semuanya sendiri mulai dari merancang hingga pembelian bahan baku. “Sampai dengan saat ini, saya sendiri yang memilih fabrics dan kombinasi antara wood dan fabricsnya. Belanja raw materials pun masih saya lakukan sendiri. Hal ini memberikan kepuasan tersendiri. Dan saya selalu melihatnya sebagai service excellence yang kita berikan kepada customers. Alhamdulillah, customer kami tidak hanya sekali beli, namun rata-rata kembali membeli LapTopper lagi untuk keluarganya ataupun untuk pemberian,” ungkapnya. Semua merupakan buah dari kerja keras yang ditanamkan dalam keluarga yang mengutamakan pendidikan. Ini membuat 40

Tahun 3

Juni ‘11

Nana terbiasa belajar dan bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu. Memulai karir sebagai konsultan di Price Waterhouse Coopers (PwC) selama tiga tahun, Nana kemudian menjajal karier baru di dunia perbankan. Namun jiwa entrepreneur telah melekat, membuat ia hanya bertahan lima tahun di dunia perbankan dan keuangan. Lalu ia memulai karir dengan membangun usaha food and beverages di Jakarta dan Bali. Saat 2007, ketika bisnisnya meredup, Nana melihat peluang berbisnis alas laptop. Ia lantas memutar modal. Ibu tiga anak ini menggunakan modal Rp 50 juta untuk membeli mesin jahit. Selanjutnya, ia merekrut

Usaha yang didukung suami


dua tukang jahit untuk mengerjakan desain bantalan. Sisa uang ia pakai untuk membeli material seperti kayu, busa dan kain pelapis. “Modal awal pada saat itu kurang lebih Rp. 50 juta untuk raw materials awal, dokumentasi perusahaan dan hak patent karena kami melihat pentingnya hak patent untuk design ini,” jelas Nana.

Produknya Terbang Hingga Mancanegara Nana mulai memasarkan produksinya dengan membawa 50 LapTopper untuk dipamerkan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Dari sini, pesanan mulai berdatangan. Ia tak menyangka, animo masyarakat sangat tinggi. Nana sempat kewalahan memenuhi permintaan. Ia pun tidak hanya mengikuti sejumlah pameran di Indonesia tapi juga di luar negeri. Pemasaran via website laptopperonline. com yang terbukti efektif. Kini pangsa pasar LapTopper tidak hanya sebatas Jakar ta, Jawa Timur, Jawa Tengah serta Bali, tapi juga sudah mencapai ke beberapa Negara. “Untuk mancanegara, kami sudah mempunyai Agent atau Reseller di Singapore, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Perancis, Spanyol, Irlandia, Italia, Swedia dan Inggris. Kami juga sedang persiapkan untuk Taiwan,” jelasnya. Saat ini, LapTopper tersedia dalam tiga ukuran yakni ukuran S (40 cm x 30 cm) yang dijual seharga Rp 195.000, ukuran M (40 cm x 50 cm) dengan harga Rp 250.000 dan ukuran L (40 cm x 60 cm) yang dijual dengan harga Rp 285.000 per unit. Untuk di Jakarta LapTopper sendiri bekerja sama dengan beberapa perusahaan atau toko baik itu secara cash ataupun konsinyasi. Produk lapTopper dapat ditemui di Office2000, Chic Mar t, Infinite Apple Shop, PaperClips, Global Teleshop, EMAx, Estore, Istore, hingga Kemang88.

Bersama keluarga Kini, Nana bahkan mampu memproduksi hampir 2.000 unit LapTopper tiap bulan dengan omzet perbulannya mencapai lebih dari Rp. 200 juta. Melihat animo public untuk produk ini serta semakin populernya penggunaan laptop, Nana yakin aksesoris laptop seper ti produknya akan ter us berkembang. “Seterusnya kami akan terus mengembangkan produk LapTopper dan juga mengembangkan produk-produk lainnya sesuai kebutuhan. Hal ini terus kami lakukan dengan research kami dan saat ini sudah ada beberapa products in-line yang akan kami launching,” tandasnya. Teks : Anto Kurniawan/ Foto : Doc. Juni ‘11

Tahun 3

41


Pencerahan

Firly Ferdiansyah

Sukses 9 Bubur Jakarta di Kota Gudeg 42

Tahun 3

Juni ‘11


Di tengah kota Yogyakarta yang khas menyajikan gudeg, Firly Ferdiansyah justru menyuguhkan Bubur Ayam Jakarta Syarifah. Menu alternative yang berbeda ini, justru menarik minat orang untuk menyantapnya. Kesuksesannya terbukti dengan berdiri 9 cabang dengan konsumen selalu mengantri.

S

yarifah adalah nama almarhumah ibu kandung Firly Ferdiansyah yang mer upakan anak bungsu dari 5 bersaudara. Sebenarnya usaha ini didirikan untuk beliau, namun ibu Syarifah meninggal di bulan Maret 2004, 3 hari sebelum berdirinya warung bubur ayam ini. Usaha ini termasuk pionir Bubur Ayam Jakar ta tipikal Bubur Cirebon di kota Yogyakar ta. Berawal dari warung kaki lima untuk sarapan dengan jam buka dari pukul 06.00 hingga 11.00 WIB. Segmentasi pasarnya masyarakat umum, baik mahasiswa, pegawai maupun keluarga. Jadi punya prospek di semua lingkungan yang ramai, baik lingkungan kampus, perkantoran atau perumahan. Seiring dengan berjalannya waktu, Bubur Ayam Jakarta Syarifah mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat. Hasil yang menggembirakan itu membuat Firly dapat menyewa tempat di daerah Sagan, Yogyakarta. Di situlah ia menjalankan usahanya dengan menambah menu-menu hasil inovasi dan kreasinya sendiri. Di luar dugaan, pelanggan bubur ayam Syarifah semakin banyak. Firly pun memutuskan membuka cabang bisnisnya ini. Sampai sekarang sudah ada 9 cabang yaitu Bubur Ayam Jakarta Syarifah di Samirono, Sagan, Jakal, Kaliurang Km. 12, Mangkubumi, Seturan, Pugeran, Tajem dan Kusumanegara yang baru dibuka pada 26 April 2011. Setiap Sabtu dan Minggu, Firly se­ lalu menambah jumlah dagangannya. persediaannya, Sebab, akhir pekan adalah saat dimana pengunjung mencapai puncaknya. Apalagi, hari Senin, warung bubur ayam ini tutup. “Khusus warung yang berada di Sagan, buka mulai pukul 6 pagi hingga 21 malam.

Mengawali usaha dengan gerobak Saat ini, akan ada banyak berbagai menu spesial selain bubur ayam. Diantaranya lomie ayam, yamien manis, yamien asin,yamien polos dan masih ada puluhan menu tersedia untuk memuaskan selera para pembeli,” ungkap Firly. Tidak seperti kebanyakan warung penjual makanan, Bubur Ayam Jakar ta Syarifah memang unik. “Kami hanya buka 6 hari dalam seminggu dan kurang lebih 11 bulan dalam setahun. Hari Senin kami libur, begitu juga sepanjang bulan Ramadhan. Buat kami itu bukan halangan melainkan sebuah tantangan dan kebaikan. Jadi saya dan kar yawan dapat fokus ibadah di bulan Ramadhan. Ini akan memberi efek positif untuk 11 bulan selanjutnya,” papar Firly. Juni ‘11

Tahun 3

43


Pencerahan

Selalu dipadati oleh pengunjung

Bubur Ayam Bervisi Pria kelahiran 22 Agustus 1980 ini yakin usaha bubur ayamnya menjadi salah satu makanan yang diminati banyak orang. Ia punya alasan. “Konsep awal usaha ini sejak berdiri sampai sekarang tidak berubah. Itu yang saya yakini membuat usaha ini berjalan baik. Kami memiliki visi, menjadikan bubur ayam Jakarta kami pionir dalam bisnis kuliner bubur ayam

di Yogyakarta dan Indonesia. Visi lain yaitu membuka peluang kerjasama dan membuka lapangan pekerjaan. Juga menyebarkan motivasi bahwasanya rejeki tidak perlu ngotot dicari. Dengan usaha secukupnya namun dimaksimalkan dengan terus memperbanyak sedekah dan berbagi,� ujarnya. “Sedangkan misi yang dibangun dalam usaha ini adalah membuat outlet berkonsep semi permanen

Salah satu cabang Bubur Ayam Jakarta 44

Tahun 3

Juni ‘11


9 cabang dengan 30 karyawan sehingga biaya investasi dapat diminimalisir. Misi lainnya adalah menggunakan tenaga kerja muda produktif yang akan turut mengurangi jumlah pengangguran, turut serta menguatkan jaringan ekonomi di sektor riel sebagai pilar penyangga ekonomi umat dan menjadi wadah berinvestasi pemilik dana dengan selalu menyebarkan kebaikan, selalu saling membantu,” tutur suami dari Ajeng Wahyu Setyaningsih ini. Jika ditelisik lebih dalam keunggulan bisnis Firly memang ada semua aspek. Di aspek produksi, rasa bubur ayam ini disesuaikan

dengan lidah orang Indonesia. Bahan bakunya berkualitas. Proses produksinya efisien. Di aspek penjualan, bubur ayam ini menggunakan wadah yang sama di semua cabang. Untuk pelayanan take-away, wadahnya berbahan mika, bukan stereofoam seperti kebanyakan bubur ayam lain. Ini tentu lebih hiegenis dan sehat. Standar pelayanan pun sama di semua cabang. Pelayanan yang menyenangkan dan strategi jitu menangani komplain membuat Bubur ayam Jakarta Syarifah menjadi tempat makan yang menyenangkan. Para pegawai juga dilatih dan dipilih khusus. Mereka diharuskan memiliki daya ingat tinggi untuk melayani pesanan masing-masing pembeli yang berbeda selera. Hingga kini Firly menjalankan usahanya dibantu oleh 30 orang karyawan yang bekerja setiap hari melayani konsumen dari berbagai kalangan. Selain menjalin komunikasi sesama karyawan, Firly juga menekankan pentingnya menjalani komunikasi dengan pelanggan. ”Kami sangat menjaga hubungan baik dengan pelanggan,” ujarnya. Teks/Foto : Agus Susanto, Elshinta Yogyakarta Juni ‘11

Tahun 3

45


Pencerahan

Howard Schultz

Anak Supir Truk Miliki 15 Ribu Starbucks Keberhasilan Starbucks menjadi kedai kopi kelas dunia merupakan kisah keberhasilan sebuah ide. Awalnya hanya toko biji kopi, lantas berkembang menjadi kedai kopi, dengan manjemen yang luar biasa beranak pinak menjadi 15 ribu gerai. Ide itu berasal dari anak supir truk miskin bernama Howard Schultz!

L

ahir dari keluarga Yahudi yang miskin, membuat Howard memiliki cita-cita yang tinggi. Muncul ke dunia pada 19 Juli 1953, Schultz kecil dibesarkan di pemukiman miskin Brooklyn, New York. Sejak kecil berkeinginan tidak bekerja sebagai pegawai seperti orang tuanya - Fred Schultz dan Elaine yang hanya mendapat bayaran rendah dan tidak mendapat

jaminan kesehatan. Ayahnya adalah seorang mantan tentara AS dan kemudian menjadi supir truk. Schultz harus melakukan berbagai pekerjaan mulai dari pengantar koran, penjaga kantin, pabrik tenun dan bahkan menguliti binatang untuk perusahaan pengrajin kulit. Demi terlepas dari jeratan kemiskinan, Howard melihat olahraga menjadi salah satu

Kerja keras Fred Schultz membangun Starbuck 46

Tahun 3

Juni ‘11


Bersama karyawannya

jalan keluar. Di sekolah tinggi, Schultz unggul pada bidang olahraga dan mendapatkan beasiswa untuk Northern Michigan University. Beasiswa olahraga tersebut seakan menjadi tiket baginya untuk keluar dari himpitan kemiskinan. Namun selepas lulus dari universitas dia memilih bekerja pada perusahaan Xerox yang kala itu sangat terkenal dengan program pelatihan bagi manajer muda. Selanjutnya pada tahun 1979 ia menjadi manajer operasi pada perusahaan Hammarplast, produsen alat mengolah kopi asal Swedia. Saat di Hammarplast ia memperhatikan salah satu kliennya, pedagang kopi di Seattle dengan nama Starbuck, selalu membeli mesin pembuat kopi - drip coffeemaker - dalam jumlah besar. Itu membuatnya tertarik mengunjungi toko kopi tadi. Toko kopi Starbuck sendiri telah berdiri sejak tahun 1971. Didirikan oleh Jery Baldwin, Zev Siegel, dan Gordon Bowker yang menjual biji kopi baik utuh maupun yang telah digiling halus. Awalnya Starbuck dapat disebut toko kopi ketimbang sebuah kedai kafe. Mereka hanya sebuah toko kecil menjual biji kopi pilihan. Konsep awal Starbucks adalah mereka hanya menjual biji kopi yang berkualitas. Orang membeli biji kopi dan menggilingnya di toko tersebut kemudian pulang untuk menikmati kopi di rumah mereka. Saat mengunjungi Starbuck pada 1982, Schultz terkesan dengan aroma kopi olahan di toko tersebut. Akan tetapi, yang lebih memikatnya adalah totalitas orang-orangnya dalam memilih dan mengolah kopi. “Saya pergi

dari tempat itu seraya berkata, “Tuhan, betapa hebatnya perusahaan itu, betapa hebatnya kota itu. Saya ingin sekali menjadi bagian darinya,” kata Schultz mengenang. Setahun kemudian, impian Schultz terwujud. Bos Starbucks menerimanya dan mengangkatnya sebagai direktur pemasaran dan operasional. Itulah titik balik perjalanan Schultz, dengan misi “menyuguhkan secangkir kopi hebat” kepada dunia. Setahun bergabung ia mendapatkan tugas untuk melakukan lawatan bisnis ke Milan, Italia. Di Milan, Howard takjub melihat begitu banyak coffee shop dan bagaimana orang Italia begitu menikmati minum kopi. Di Italia kopi memang menjadi perekat kehidupan sosial masyarakat. Maka tidak heran ada lebih dari 200.000 kedai kopi seantero Itali. Schultz benar-benar menyukai suasana romantis dan tentram yang menjadi ciri khas kafe-kafe di Italia. Gambaran tentang semuanya itu memberikan ide pada Howard untuk menjadikan Starbuck sebuah cof fee shop. Ia sangat ter tarik dengan kedai kopi di Italia yang menyediakan kehangatan tempat bertemu, selain berjualan kopi dan expresso. Kembalinya ke Seatlle, Howard mengusulkan Starbuck untuk mengadaptasi konsep tersebut. Tapi, trio guru bahasa Inggris Jerry Baldwin, guru sejarah Zev Siegel, dan penulis Gordon Bowker, sebagai pemilik Starbucks, tak setuju. Alasannya, ide memasukkan bisnis minuman akan menjauhkan perusahaan itu dari fokus utamanya berdagang biji kopi olahan kualitas Juni ‘11

Tahun 3

47


Pencerahan tinggi dan peralatan pengolah kopi. Lagi pula, menurut mereka, orang minum kopi, ya di rumah. Schultz yang begitu yakin akan idenya, akhirnya keluar dari Starbuck dan mendirikan jaringan warung kopi Il Giornalle pada 1985. Dua tahun kemudian pemilik Starbuck memutuskan untuk menjual bisnisnya. Schultz melihat ini sebagai suatu kesempatan untuk bergabung kembali dengan Starbuck yang dicintainya. Ia kemudian maju dan menggelontorkan dana 4 juta dollar untuk mengambil alih Starbuck. Dengan kemampuan menjualnya Schultz berhasil meyakinkan sejumlah investor. Walau dengan talenta bicaranya yang dahsyat dari sejumlah pendekatan yang dia lakukan tetap hanya sebagian saja yang berhasil membuat orang berinvestasi untuknya.

ketika terluka saat bekerja,” katanya. Itu sebabnya Schultz menerapkan kebijakan yang tak lazim dalam dunia ritel. Seluruh pegawai, organik ataupun tidak, yang bekerja paling sedikit 20 jam dalam sepekan berhak mendapat tanggungan kesehatan komprehensif. Pegawai mendapat opsi kepemilikan saham, termasuk pegawai paruh waktu. Selain itu, Starbuck juga menjaga komitmen tinggi pada tanggung jawab sosial korporat (corporate social responsibility/CSR). Menurut Orin Smith, pengganti Schultz sebagai CEO pada 2000, CSR menjadi bagian tak terpisahkan dari Starbucks, yang menjadi langganan daftar For tune’s 100 Best Company. “Tanpa itu, perusahaan kami tak mungkin beroperasi,” kata Smith. Starbucks sangat memedulikan pemangku kepentingan (stakeholders), mulai

Bersantai di gerai Starbuck Mereka yang melakukan investasi ke Starbucklah yang kelak akan menjadi bagian dari bisnis yang paling menguntungkan di era 90-an. Kemudian Howard mengganti nama cof fee shop miliknya Il Giornale menjadi Starbucks dan bisnispun berjalan sukses. Kesuksesan menempel seiring dengan prinsip seperti yang dikemukakannya ; membangun sebuah perusahaan dengan jiwa. Prinsip tersebut sangat dipegang Schultz karena getir hidup sang ayah. Ayahnya bekerja mati-matian dengan gaji rendah dan sampai akhir hayatnya tetap menderita. “Dia direndahkan dan tidak dihormati. Dia tidak punya asuransi kesehatan dan dia tak mendapat kompensasi 48

Tahun 3

Juni ‘11

mitra (pegawai), petani kopi sampai ke pelestarian lingkungan. Dan, kepentingan pemegang saham tetap terpenuhi dengan laju pertumbuhan tinggi. Kepada petani yang meningkatkan standar kualitas, kepedulian lingkungan, sosial dan ekonomi, Starbucks bahkan menghadiahinya status pemasok pilihan dan membayar harga ter tinggi. Hal tersebutlah yang membuat Starbuck menjadi sejarah terbesar dunia dalam bisnis coffee shop. Starbucks mendunia! Saat ini Starbucks telah menjadi coffee shop terbesar di dunia dengan lebih dari 15.000 gerai yang tersebar di lebih dari 44 negara. Teks : Anto Kurniawan/Foto:Ist.


Bisnis Liburan

Peluang Menjala Uang

Bulan Juni –Juli menjadi tradisi liburan di tanah air. Meskipun yang berlibur anak-anak sekolah, namun kesempatan ini juga dimanfaatkan para orangtua ambil cuti panjang dan berlibur bersama keluarga. Bagi pelaku bisnis, liburan adalah peluang mendatangkan uang. Mulai dari usaha travel, tempat rekreasi outbond, permainan anak-anak, villa penginapan, hingga kuliner. Saat peak season seperti ini perlu peningkatan pelayanan, promosi, bahkan memainkan rate, namun harus tetap menjaga kualitas. Bagaimana kiat para pengusaha dalam menjala rejeki di bulan liburan? Ikuti kiprah beberapa nara sumber , seperti: Sawah Lega, Jagoan Travel, Resto Bandar Jakarta, Jadul Village Villa & Spa dan Kidzania.. ď ŽTeks: Choen, Anto, Wendy, Donda, Er Foto: Okie AZ, Doc. Jadul Village Villa & Spa, Ist

Juni ‘11

Tahun 3

49


Prospek

Shandra, Kepala Pengembangan Bisnis Bandar Djakarta.

Bandar Djakarta

Resto Seafood 1.000 Pengunjung

K Kepiting saus lada hitam

Ikan kerapu saus bumbu rujak 50

Tahun 3

Juni ‘11

ehadiran restoran di berbagai tempat hiburan dan wisata adalah sesuatu yang niscaya. Bandar Djakarta, sebuah restoran yang mengusung aneka masakan seafood hadir di area wisata Ancol sejak tahun 2001. “Awalnya kami hanya menyediakan 100 kursi saja, tidak terlalu besar. Namun, karena perkembangannya cukup bagus, perlahan kapasitasnya pun kami tambah,� ujar Shandra, Kepala Pengembangan Bisnis Bandar Djakarta. Tahun 2009, untuk pertama kalinya, Bandar Djakarta pun melebarkan sayap atau


Memilih ikan sebelum dimasak ekspansi ke bilangan Alam Sutera, Serpong, Tangerang. Di sini, kemajuan pun begitu cepat terjadi. Betapa tidak, saat ini jumlah pengunjung yang datang untuk makan di Bandar Djakarta Serpong bisa capai 1.000 orang perharinya. “Ya, rata-ratanya bisa sampai 800 hingga 1.000 pengunjung. Kalau untuk yang di Ancol sendiri, bisa lebih dari 1.000 orang perharinya,” jelas Shandra. Tahun 2011 ini pun, Bandar Djakarta akan membuka cabang keduanya di daerah Pluit. Dengan konsep seafood garden restaurant yang dilengkapi dengan pasar ikan, dimana orang bisa berbelanja ikan layaknya di pasar pada umumnya, Bandar Djakarta Serpong tak ayal menjadi buruan para pecinta kuliner di selatan Jakarta. “Memang, kami menciptakan konsep ini, orang datang ke sini itu bukan hanya untuk makan, tapi mereka pun bisa melihat terlebih dahulu apa yang mau mereka makan. Mereka bisa pilihpilih ikan mana yang akan disantapnya, atau yang selain ikan seperti kepiting, kerang dan lobster,” imbuhnya. Untuk memenuhi kebutuhan para pelanggannya, setiap 6 bulan sekali, pihak resto pun menghadirkan sajian menu baru.

Saat ini, dari 3 jenis bahan pokok seperti ikan, kepiting dan lobster saja, bisa diolah menjadi aneka ratusan menu masakan. “Dari bahan dasar ikan misalnya, ini bisa dijadikan puluhan varian menu yang berbeda-beda. Tak aneh, jika banyak masakan kami yang menjadi favorit para pengunjung. Karena bagi kami, untuk eksistensi sebuah resto itu diperlukan inovasi dan kreasi. Itulah yang kami lakukan!” beber Shandra.

Juni ‘11

Tahun 3

51


Prospek

Hewan laut dalam keadaan hidup

Proses pemasakan hidangan

Mengenai kapasitas, Anda jangan kuatir, karena resto ini mampu menampung hingga 1.300 orang. Selain itu, yang mungkin membuat Anda tertarik untuk berkunjung ke sini adalah soal harga yang kompetitif. Misalnya saja, untuk satu kilogram kerang, di sini hanya dijual seharga Rp 17.000. “Selain itu, kami juga menyediakan paket nasi pakai sambal lalap dengan harga hanya Rp 7.000 sampai puas. Kami pun menyediakan aneka menu dengan harga terjangkau, bisa disesuaikan dengan budget pengunjung. Ini juga yang membuat seafood kami bisa bersaing dengan yang lainnya,” kilahnya. Sedangkan untuk harga tertinggi dipatok sebesar 250 ribuan rupiah perkilonya. Menjamurnya resto seafood serupa di berbagai tempat, Bagi Shandra tidak begitu mempengaruhi pengunjung ke Bandar Djakarta. “Ya, pesaing kita mungkin banyak. Tapi dengan konsistensi yang kami lakukan baik melalui pelayanan, kesegaran bahan baku dan rasa, kami tetap bisa menjaga pelanggan hingga bertahan sampai sekarang. Servis itu penting, begitu juga kesegaran ikan, kepiting dan lobster. Karena pelanggan biasanya 52

Tahun 3

Juni ‘11

melihat dari sisi ini. Selain ini mengenai rasa, rasa yang kami sajikan di Ancol dan Serpong itu sama, tidak ada perbedaan sama sekali,” ujarnya. Soal bahan baku, Shandra mengaku bisa mendatangkan dari berbagai wilayah di tanah air. “Karena permintaan terus bertambah, kami harus sampai mencari bahan baku ke berbagai belahan daerah di Indonesia seperti Kendari, Bangka, Makasar dan kota-kota penghasil produk laut lainnya. Alhamdulillah, selama ini kami tidak pernah kekurangan stok bahan baku,” pungkas Shandra. Kini, Bandar Djakarta Serpong telah mempekerjakan tidak kurang dari 200 karyawan dan beroperasi mulai pukul 10.00 WIB sampai 23.30 WIB. 

Tips bisnis: • • •

Lakukan servis yang baik Upayakan harga bisa dijangkau berbagai kalangan Jalin kerjasama dan promosi dengan berbagai pihak


IKLAN

Juni ‘11

Tahun 3

53


Prospek

Griya Sawah Lega

Berlibur di Atas Lahan 3 Hektar

M

emasuki liburan sekolah, biasanya setiap keluarga, sekolah-sekolah, sampai institusi berburu tempat hiburan dan wisata untuk mengisi waktu liburan mereka. Dari sekian banyak pilihan tempat, berlibur dengan wisata alam juga banyak diminati sebagai pilihan untuk mengisi waktu liburan. Tidak heran kalau saat memasuki liburan sekolah, tempat berwisata alam mengalami lonjakan pengunjung yang drastis selama sebulan. Di kawasan PuncakBogor banyak tempat wisata yang bisa dijadikan referensi tempat berlibur. Salah satunya, usaha wisata Griya Sawah Lega yang berada di Cisarua, Bogor. Adi Warsito

Berkemah di lereng gunung 54

Tahun 3

Juni ‘11


Bermodal awal tanah yang dibeli mencicil, Adi Warsito mengembangkan wisata alam yang makin digemari. Mengutamakan kepuasan pengunjung, wisata alam lengkap di kawasan Puncak ini, panen rezeki di musim libur. Griya Sawah Lega memang bukan satusatunya tempat wisata yang menonjolkan keindahan alam. Namun, Griya Sawah Lega termasuk tempat wisata yang memiliki kelebihan dalam menyediakan fasilitas dan permainan. Di atas tanah seluas 3 hektar tersebut, kurang lebih ada 17 fasilitas dan permainan untuk para pengunjung. Seperti, Flying Fox, Mountain Bike, berkuda, bersepeda, perahu dayung, kolam renang, kolam pancing, kolam lumpur, paint ball, wisata Agro dan fun-game lainnya. Terdapat juga rumah bambu untuk tempat dan aula. Sampai saat ini Griya Sawah Lega adalah satu-satunya tempat wisata yang memiliki Flying Fox terpanjang diantara tempat wisata lainnya di daerah Puncak. Panjangnya mencapai 200 meter. Kelebihan lainnya dari tempat wisata

Villa bergaya etnik ini adalah, Griya Sawah Lega sangat memprioritaskan kepuasan pengunjung. Dengan tidak menerima rombongan lain bila sudah ada yang membooking atau menyewa fasilitas, sekalipun itu dalam jumlah besar. “Kalau sudah ada yang membooking atau memakai sarana Griya Sawah Lega, kami tidak akan menerima rombongan lain. Hal ini kami lakukan agar pengunjung puas bermain dan tidak terganggu dengan kelompok lain. Sekalipun saat liburan sekolah, dimana kami mengalami kenaikan jumlah pengunjung. Kecuali, bila rombongan yang bentrok itu satu institusi, hanya beda cabang saja, itu dibolehkan� jelas Suci Vidiani selaku Humas Griya Sawah Lega. Griya Sawah Lega awalnya hanya sebuah villa bernama Villa Hejo atau Hijau, yang berfungsi sebagai tempat peristirahatan atau liburan keluarga dan teman-teman Adi Warsito, pemilik Griya Sawah Lega. Namun lama-kelamaan ada tuntutan dari temanteman Adi yang berkunjung ke Villa Hejo untuk ditambahkan beberapa fasilitas. Misalnya, tempat pemancingan, kolam renang dan ruangan untuk kumpul-kumpul. Karena banyaknya permintaan, Adi pun berpikir untuk mengembangkan dan mengkomersilkan Villa Hejo. “Dari sinilah saya mulai terpikir untuk mengkomersilkan tempat ini. Saya mulai membongkar interiornya menjadi beberapa Juni ‘11

Tahun 3

55


Prospek

Anak - anak bermain di kali kamar, 4 cottages yang terbuat dari kayu khas Tomohon dan menambah sarana-prasarana yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Tepat pada tahun 2007, Villa Hejo berubah menjadi tempat wisata dengan nama Griya Sawah Lega,” cerita Adi Warsito. Dalam membangun dan mengembangkan Griya Sawah Lega, Adi mengaku sulit untuk menghitung modal awal yang dia butuhkan untuk berbisnis tempat wisata ini. Pasalnya, Adi sudah memiliki sebidang tanah di daerah Kampung Cidokom, Desa Kopo sejak 20 tahun yang lalu. Dengan cara menyicil, Adi membeli lahan dari warga setempat dan menatanya menjadi lahan wisata, hingga menjadi Griya Sawah Lega seperti sekarang. “Membangun Griya Sawah Lega ini saya harus menunggu uang terkumpul, baru bisa beli tanah. Kalau sudah ada uang lagi, saya beli tanah lagi. Jadi saya tidak menggunakan modal dalam jumlah tertentu. Seperti kata pepatah, sedikit demi sedikit menjadi bukit” ujar Adi Selain menjadi tujuan mengisi liburan, Griya Sawah Lega juga menjadi refrensi tempat untuk mengadakan kegiatan lainnya. Seperti, gathering, training, rapat, camping, outbond dan retreat. Untuk menikmati liburan atau mengadakan kegiatan di Griya Sawah Lega, pengunjung dikenakan biaya dari Rp. 50.000 - Rp. 350.000 per-peserta, sudah termasuk fasilitas permainan, makan dan snack. Dengan harga variatif tersebut, dalam sebulan Griya Sawah Lega mendapat kunjungan antara 500-1200 orang, baik 56

Tahun 3

Juni ‘11

tamu yang menginap atau pun tamu yang melakukan One Day Tour. Walaupun di daerah Puncak-Bogor banyak tempat wisata, namun Adi Warsito tidak mau ambil pusing soal persaingan usaha di bidang tempat wisata. Adi malah menjadikan persamaan bisnis sebagai teman usaha. “Setiap tempat wisata punya kekurangan dan keunggulan masing-masing. Dengan begitu, sesama tempat wisata ada baiknya bisa saling mengisi, saling memberi infromasi dan saling membantu mengatasi kendala yang terjadi,” ujar pria yang tinggal di Pondok Pinang, Jakarta ini. Adapun kendala yang sering dihadapi dalam mengelola bisnis tempat wisata menurut Adi biasanya masalah pungutan. “Maklumlah kalau ada gula, pasti ada semut. Saya berangkat dari niat hanya untuk tempat istirahat dan berkembang menjadi usaha, mau tidak mau pasti banyak ‘semut’ yang datang,” sindirnya. 

Flying Fox anak - anak

TIPS: Jangan takut melangkah. Kalau ada kesalahan, paling tidak Anda sudah berada di depan


Ari Kartika S. Si, M.

KidZania

Simulasi Profesi 1200 Pengunjung Bagi para entrepreneur jeli, kebingungan orang tua memilih tempat atau kegiatan liburan bagi anakanak mereka bisa menjadi peluang untuk meraih keuntungan. Contohnya KidZania, pelopor theme park berkonsep edutainment ini. Saat musim libur, KidZania bisa dipenuhi hingga 1200 pengunjung yang bermain dengan berbagai simulasi profesi!

S

ukses KidZania tidak terlepas dari konsep edutainment yang kuat. Ini mencuri perhatian tidak hanya anak-anak, namun juga orang tua dan guru. Wajar saja, sebab orang tua dan guru kerap mendambakan masa liburan yang digunakan tidak hanya untuk bersenang-senang tapi sekaligus mendidik. “Sejak pertama didirikan, pemilik Kidzania ingin memberikan terobosan terhadap dunia pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Konsepnya KidZania ini memadukan tiga unsur ; pendidikan, entertainment, dan juga advertising,� ujar Ari Juni ‘11

Tahun 3

57


Prospek

Kartika S. Si, M. Si GM Marketing Partnership & Communication KidZania. Melalui permainan peran layaknya orang dewasa, KidZania memberi kesempatan pada anak-anak dan orang tua untuk melihat gambaran masa depan mereka melalui peran-peran profesi-profesi yang dimainkan. Di KidZania, anak-anak memainkan peran dengan bekerja layaknya orang dewasa serta mendapat bayaran dari pekerjaan yang mereka lakukan. Anak-anak dapat belajar lebih menghargai profesi dan nilai uang, sekaligus memberikan pengetahuan terhadap mereka bahwa ada beragam profesi selain pilot, dokter, polisi yang umum mereka ketahui. Permainan peran ini diwujudkan pada 75 establish dengan 120 profesi yang dapat dimainkan. Konsumen anak-anak membuat KidZania harus selalu berusaha memberikan pelayan yang terbaik demi memberikan kesenangan yang tidak melupakan unsur pendidikan. “Kita harus terus memberikan servis yang terbaik kepada pengunjung, karena pengunjungnya di sini itu beda. Bukan orang tua melainkan anak-anak. Maka kita harus berpikir seperti halnya mereka,” ujar Ari. “Contohnya, bagi

Pemadam kebakaran 58

Tahun 3

Juni ‘11

Meneliti bakteri

Koki membuat kue

orang tua sudah OK, tapi buat anak-anak belum tentu. Hal itu menjadi tantangan terus,” ucapnya lagi Makin ketatnya persaingan bisnis rekreasi,,KidZania juga kerap melakukan inovasi. Selain strategi promosi, mereka juga melakukan KidZania Go ke sekolahsekolah. Di sana mereka mengenalkan konsep KidZania - membawa mini KidZania dengan sekitar 5 sampai 10 profesi. “Kita ada juga event setiap minggu yang kita beri nama coaching clinic. Ada pelatihan dari para ahli langsung kemudian dipraktekkan. Seperti kita mengundang pembalap A1 Satrio Hermanto atau racer Rifat Sungkar yang memberi coaching seputar balap mobil tentang pentingnya sabuk pengaman dalam


balap atau bagaimana menikung dalam arena balap. Semuanya lalu dipraktekan langsung di area KidZania,” jelas Ari. Lalu ada juga join promo bekerja sama dengan beberapa brand. Ada juga parenting skill bagi para orang tua, jadi saat orang tua menunggu, ada acara yang mengedukasi mereka. Ada juga lomba hingga special event yaitu kongres pada bulan Juni - Juli dan Miss KidZania di bulan Desember. Melihat prospek pada bisnis ini membuat pihak KidZania yang merupakan waralaba dari Meksiko ini berupa untuk melebarkan sayapnya. “Di Indonesia, kami rencananya mau membuka lagi di Surabaya, namun semuanya masih dalam tahap evaluasi apakah cocok di sana. Kami ingin KidZania bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” tandas Ari.. Terkait pertumbuhan bisnisnya - dengan nilai total investasi kurang lebih US$ 14 Juta

Panjat gedung

- walau baru berjalan tiga tahun kehadiran Kidzania telah mampu bersaing dengan tempat rekreasi lain yang sudah terlebih dulu ada. “Pada bulan liburan di Juni - Juli biasanya memang akan bertambah untuk pengunjung dan banyak juga yang berasal dari luar kota. Rata-rata seharinya itu bisa mencapai 1700 orang yang terdiri dari 1200 anak dan 500 dewasa dan itu adalah kuota maksimal yang bisa kita terima dalam satu shift,” ungkap Ari. 

Airport KidZania

Tips : •

• • • Pilot pesawat terbang

Memberikan pelayan yang terbaik karena disini yang menjadi konsumen adalah anak-anak dengan keinginan yang sulit ditebak. Selalu melakukan inovasi. Memperhatikan bidang promosi. Memperkuat konsep yang akan ditawarkan Juni ‘11

Tahun 3

59


Prospek

Jagoan Travel.Com

On Line 85 Ribu Hotel Dunia

Edwin Tjahjadi Widjaja President Director Jagoan Travel

E

ra globalisasi membuka peluang dunia travelling menjadi lebih cepat dan akurat. Kemajuan ini terutama didukung adanya sistim IT yang canggih. Terobosan ini dilakukan Jagoan Travel. Com, untuk reser vasi hingga pembayaran hotel cukup dilakukan melalui sistim e-commerce dalam hitungan menit. Edwin Tjahjadi Widjaja sebagai President Director Jagoan Travel, merintis bisnis travel secara on-line ini sejak Juli 2010. Dan kemudahan ini dapat dinikmati konsumen pada 85 ribu hotel yang tersebar di 174 negara.

60

Tahun 3

Juni ‘11


Menurut Edwin, perubahan travelling mode di masa depan tak akan terelakkan lagi dengan adanya kemajuan dunia internet dan penggunaannya. “Kami mencoba melakukan terobosan dalam bidang e-commerce pada kebutuhan orang bepergian. Untuk langkah awal, kami menyiapkan hotel-hotel dalam dan luar negeri yang dapat dibeli secara full on line (payment gateway untuk Visa/Master dan BCA e-commerce) dalam website www.jagoantravel. com , termasuk full on line payment. Dalam hal ini, kami yang pertama di Indonesia,” tutur pria kelahiran Jakarta, 12 November 1969. Bisnis yang menguras modal awal Rp 800 juta dari tiga pemegang saham ini, tentu tidak langsung familier di masyarakat. Dan tentu memiliki kekurangan dan kelebihan, seperti diutarakan pria lulusan BPLP Bandung ini, “Kelebihannya, konsumen dapat mencari data hotel dan harga untuk 85.000 hotel di 174 negara, melakukan reser vasi, pembayaran on line dan menerima invoice dan voucher hanya dalam hitungan menit selama 24 jam. Konsumen tak perlu lagi repot-repot melakukan

hubungan telepon yang memakan waktu,” katanya. Dan kekurangannya, “ Kami harus terus melakukan pengembangan program dan pada saat ini, konsumen belum semuanya terbiasa dengan system e-commerce.” Jagoan Travel yang berkantor di Citra Garden City Jakarta Barat, memang masih terus melakukan pengembangan system ticketing. Diakui, untuk domestic flights, sangat membutuhkan waktu karena tidak mendukungnya system penerbanganpenerbangan domestic di Indonesia. Sehingga saat ini tidak membuka system penjualan tour di dalam websitenya karena begitu kompleksnya perihal tour. Pesanan biasanya mencapai peak season di musim liburan bulan Juni, Lebaran dan Desember. Apakah konsumen bisa membuat usaha tour secara pribadi? “Tentu saja memungkinkan di era globalisasi. Saat ini globalisasi secara perlahan telah berjalan walaupun market terkadang tidak menyadarinya,” ucap pria yang telah mengunjungi 63 negara ini. Untuk itu Jagoan Travel juga mengembangkan Juni ‘11

Tahun 3

61


Prospek

sistem franchise. Seorang franchisor dapat melakukan penjualan langsung ke konsumen mereka dengan system web tersebut, kapan saja dan dimana saja 24 jam. Franchisor dapat pula melihat hasil-hasil penjualan mereka setiap saat dalam admin web yang mereka miliki. Mengenai harga franchise suami dari Juliana Widjaya dan ayah Celine dan Nathan ini mengungkapkan, “ Nilai nominalnya saat ini, Rp. 15 juta per tahun. Yang mereka miliki adalah full auto penjualan hotel voucher di seluruh dunia tanpa perlunya sdm yang harus memantau atau melakukan pekerjaan admin dan pembookingan. Seluruhnya full auto dalam web kami. Mereka akan menerima komisi dari hasil-hasil penjualan yang mereka lakukan.” Kini, saatnya Anda membuka bisnis travel secara mandiri. Tips Bisnis Travel On Line: Passion!

62

Tahun 3

Juni ‘11


IKLAN ATKI

Juni ‘11

Tahun 3

63


Prospek

JADUL VILLAGE VILLA & SPA

Vila Kuno Layanan Bintang Lima

B

ingung mencari villa untuk liburan? Jangan! Coba tengok Bandung. Ada Jadul Village Villa & Spa. Ini Village yang menawarkan nuansa tradisional dan tempo dulu yang kental namun hadir dengan pelayanan mumpuni. Ada 3 jenis villa di sini, Gebyog, Joglo dan Limasan. Masing-masing menawarkan keunikan sendiri. Tapi kualitas pelayanannya sama ; top markotop alias Bintang Lima. Memang, Jadul Village dirancang untuk keluarga atau individu yang mengutamakan kualitas tempat dan pelayanan. “Kami memang hadir dengan nuansa tempo dulu

64

Tahun 3

Juni ‘11

dengan mengangkat wisata dan sejarah!” ujar Managing Director Jadul Village Windiyana Putra. “Sasarannya semua kalangan, termasuk keluarga!” tambahnya. Bagi mereka yang butuh nuansa baru selama masa libur, village ini masuk rating atas. Bagi keluarga, village ini juga bisa memberi anak-anak Anda edukasi soal bangunan dan pernak-pernik jaman dulunya yang memang menjadi ciri khas village ini. Terutama, jika mereka terbiasa dengan kehidupan modern dan post-modern yang cenderung kaku, suasana village ini memberi nuansa lingkungan yang teduh


dan menyegarkan. Bukan hanya villa yang bernuansa tempo dulu, lingkungan village juga dihiasi nuansa serupa. Ada gerbanggerbang bernuansa tradisional dan tempo dulu dari Cina, Bali, Jawa dan sebagainya. Selain bangunan-bangunan fungsional utama, Jadul Village juga dilengkapi Galeri yang mengkoleksi beragam pernak-pernik bersejarah. “Termasuk kamera dan mesin jahit kuno!” ujar Windiyana. Tak hanya itu, di area taman, terdapat wajan kuno peninggalan Raden Patah yang ditemukan di Semarang. Berasal dari tahun 1912, wajan ini asli dan merupakan wajan terbesar di Indonesia. Diameternya mencapai 4,8 meter! Uniknya lagi, semua karyawan Jadul Village dilatih untuk menguasai informasi sejarah yang disajikan di Jadul Village. “Kami selalu mewajibkan karyawan untuk menawarkan tur keliling pada tamu,” ungkap Windiyana. Lokasi Jadul Village di pinggiran

Juni ‘11

Tahun 3

65


Prospek

Bandung dan Lembang membuat village ini mudah diakses. “Kami terletak di lokasi yang termasuk wilayah Wisata 1000 bunga,” tambahnya. Jadi, Anda bisa membayangkan sendiri bagaimana Suasana asri di dalam dan di luar village ini. Dan jangan anggap remeh nuansa tradisional! Village ini juga sanggup meng­ hadirkan atmosfir romantic yang dicari pengantin baru. Tak cuma menyediakan paket honeymoon, Jadul Village juga menyediakan paket Wedding dan pre-wedding photo. Satu paket lengkap yang membuat calon

pengantin tidak perlu pusing tujuh keliling. Selain itu, Jadul Village juga menyediakan sarana spa yang semuanya berkonsep jaman dulu. “Semua bahan spa kami natural,” ujar Windiyana. “Untuk scrub misalnya, kami menggunakan kopi atau beras, bukan bahan kimia!” Rate sesuai dengan pesonanya, misal Gebyok sekitar Rp 1.500.000, Joglo Rp 2.500.000 dan Limas berkisar Rp 3.500.000. Selain villa, Jadul Village yang buka sepanjang tahun ini juga menyediakan sarana untuk meeting. Kapasitasnya mencapai 200 orang. Restorannya sanggup menampung 400 orang. Village yang mulai beroperasi 22 Desember 2011 ini ternyata banyak diminati wisatawan lokal dan mancanegara. “Namun sampai sekarang, wisatawan lokal, terutama dari Jakarta, masih lebih banyak,” ungkap Windiyana. “Mencapai 80%.” Ini mungkin bukti bahwa peluang usaha berbasis konsep tradisonal, masih terbuka lebar! 

TIPS

• Konsep harus unik dan terintegrasi • Pelayanan harus prima

66

Tahun 3

Juni ‘11



Konsultasi

Psikologi Bisnis Dr Andri SpKJ adalah seorang psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik dan Psikiatri Liaison. Kini ia sebagai wakil Indonesia satu-satunya di American Psychosomatic Society dan The Academy of Psychosomatic Medicine, organisasi Psikosomatik yang berkedudukan di Amerika. Aktif di World Psychiatric Association pada bidang Psychiatric, Medicine and Primary Care. Tugas rutinnya mengajar di FK UKRIDA dan dokter penanggung jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang.

Dr. Andri SpKJ

Usaha Dunia Periklanan Dok saya punya usaha di bidang iklan dan reklame. Untuk menarik pelanggan, saya harus memperbesar data dari kenyataan, misal jumlah pembaca atau status ekonomi. Memang klien saya banyak, tapi nurani saya sering berontak, kenapa harus tidak realistis. Saya takut jadi kebiasaan dalam kehidupan saya. Mohon solusi? Terimakasih. Damono Lukito, Yogya Menjalani usaha memang sulit sulit gampang. Dalam usaha anda yang sangat mementingkan persepsi daripada kenyataan maka anda terkadang hidup dalam dunia fantasi. Saya pernah mengatakan bahwa jaman sekarang ini �Perception is more important than

68

Tahun 3

Juni ‘11

Realityâ€?. Ini akibat kondisi jaman yang semakin berubah dan mengandalkan pencitraan. Bagi usaha anda memang agak sulit menguranginya. Namun saya berharap ketika anda mendapatkan klien, anda bekerja baik untuk klien tersebut. Jadi tidak terus berbohong demi mendapatkan keuntungan sepihak. Karena kalau seperti itu pasti usaha anda tidak akan maju seperti sekarang. Pesan saya hanya satu, jangan bawa kondisi ini ke dalam kehidupan pribadi anda. Anda harus pisahkan masalah kantor dengan pribadi. Berusaha menjadi orang yang apa adanya ketika bersama keluarga yang anda cintai. Karena ketika dengan keluarga yang kita cintai, kita akan berani menjadi diri kita apa adanya. ď ŽFoto: Ist


’Apa-Apa’ di Balik Bisnis Laris

Saya membuka usaha di bazaar rutin setiap minggu. Ada sebuah counter yang tidak pernah sepi, selalu dirubung pengunjung. Otomatis tempat tersebut menjadi gossip para pengusaha lainnya, “Wah dia pasti pakai ‘apaapa’ biar laris!” Tapi saya tidak ambil pusing, bagi saya usaha keraslah yang membuahkan kesuksesan, bukan begitu Dok? Mediana Pratiwi, Karawaci - Tangerang Iri atau tidak senang melihat kebahagiaan orang adalah salah satu tanda awal dari suatu keluhan kejiwaan yang dinamakan paranoid. Seharusnya kita selalu berpikir positif terhadap

diri kita dan orang lain, karena itulah definisi orang yang sehat jiwanya. Ketika kita berpikir positif maka aka n ada kecenderungan kita berpikir kreatif. Kita senang bahwa orang lain sukses, kita ingin mengikuti jejaknya. Kita berpikir apa yang sekiranya dilakukan supaya kita juga bisa seperti dia. Dengan berpikir seperti itu anda akan semakin mencari cara terbaik dalam usaha anda. Sebaliknya jika anda sibuk bicara tentang kejelekan atau berguncing tentang orang tersebut, maka energi anda akan terbuang percuma serta menimbulkan energi negative yang tidak baik untuk badan dan pikiran anda. Foto: Ist

Bila Anda memiliki problematika psikologi dalam menjalankan usaha, Anda dapat menemukan solusinya pada Rubrik Konsultasi Psikologi ini. Dr Andri SpKJ akan memberikan sharing agar Anda terlepas dari belenggu permasalahan. Silakan kirim keluhan Anda ke Redaksi Majalah Elshinta atau email ke majalahelshinta@gmail.com.

Juni ‘11

Tahun 3

69


Bisnis Seleb

Usai menuntut ilmu penyutradaraan di Negeri Paman Sam, Thomas Nawilis tidak langsung mempraktekkan ilmunya di dunia akting dan perfilman Indonesia. Sebaliknya, dia memilih untuk turun tangan mengurusi usaha bengkel keluarga secara profesional. Ketika karir entertainnya kian menanjak, bengkel keluarga yang dikelolanya pun juga ikut populer.

Thomas Nawilis

Pelopori Spooring dan Balancing Komputer

D

alam berkendara mobil, stabilitas kemudi harus akurat, sehingga tidak oleng ke kanan maupun ke kiri yang mengganggu kenyamanan maupun keamanan. Untuk ketepatannya dibutuhkan sistim Spooring and Balancing. Kini teknologi Spooring dan Balancing di Indonesia telah dilakukan dengan komputerisasi hingga mendapatkan pengerjaan yang cepat dan akurat. Tapi tahukan Anda, keberadaan perangkat ini di Indonesia dipelopori oleh Jusuf Nawilis pada tahun 1973, pendiri 70

Tahun 3

Juni‘11

bengkel Nawilis yang tidak lain adalah kakek dari aktor sekaligus sutradara Thomas Nawilis. Menjadi yang pertama dalam memperkenalkan service Spooring and Balancing dalam berwirausaha bengkel memang tidak mudah. Di saat dunia otomotif Indonesia masih dalam kondisi berkembang, dan jarang masyarakat yang memiliki kendaraan mobil, bengkel Nawilis malah berani membuka usaha bengkel mobil. Awalnya bengkel Nawilis hanya menjual ban,


Pelayanan

an

yang nyam

tapi seringnya mendapat keluhan pengguna mobil yang mengalami ban mobil goyang, setir mobil membanting sendiri dan cepat menipisnya permukaan ban, dijadikan peluang usaha bagi sang kakek dan ayah Thomas, Peter Nawilis. Dengan mengimport mesin Balancing dari Amerika dan mesin Spooring buatan Denmark yang dibeli langsung dari Bangkok, bengkel Nawilis dengan pesat menjadi bengkel spesialis Spooring and Balancing. Setelah 38 tahun berdiri dan mempunyai beberapa cabang - diantaranya di Tanah Abang, Radio Dalam dan Bogor - kini bengkel Nawilis dikelola oleh putra-putri dari Peter Nawilis, termasuk Thomas. Aktor yang pertama kali bermain sinetron Disini Ada Setan ini memang sempat benar-benar turun tangan mengembangkan bengkel keluarganya. Tepatnya, pada tahun 2001.

Lokasi Nawilis yang strategis Juni ‘11

Tahun 3

71


Bisnis Seleb Saat itu Thomas baru pulang dari Amerika setelah menyelesaikan sekolah penyutradaraannya. “Saya sempet pegang bengkel yang di Tanah Abang tahun 2001. Waktu itu saya pertama kali pulang dari Amerika dan dipercaya untuk mengelola bengkel ini. Tapi sekarang karena kesibukan di dunia entertain, saya tidak bisa intens turun tangan langsung mengelola bengkel ini. Tapi setidaknya saya masih bisa memantau bengkel setiap hari sebelum saya beraktifitas di dunia entertainment” jelas pria jangkung ini. Walaupun sibuk dengan karir akting dan penyutradaranya, namun pria kelahiran Jakarta, 26 November 1978 ini tidak pernah absen ambil bagian untuk tetap mengembangkan bengkel keluarganya ini. Tidak jarang Thomas mengajak teman sesama artis untuk melakukan perawatan mobil mereka di bengkel Nawilis. Sebut saja, Adi Nugroho, Duta Sheila On 7, Once. Selain promosi dikalangan artis, Thomas juga sering mempromosikan bengkel Nawilis lewat jejaring sosial. Baik lewat facebook, twitter sampai fan pagenya. Hal ini juga diakui oleh sang ayah, Peter Nawilis, kalau nama besar anaknya dalam dunia entertaiment mempunyai pengaruh besar untuk perkembangan bengkel. “Dulu bengkel Nawilis hanya diketahui kalangan orangtua saja, mungkin karena bengkel ini sudah ada sejak tahun 1973. Tapi berkat Thomas yang sering mempromosikan bangkel

Balancing automatis 72

Tahun 3

Juni‘11

Langganan mobil berkelas lewat status akun facebook, twitter dan fan pagenya, bengkel Nawilis sekarang menjadi langganan anak muda juga,” papar Peter. Bengkel spesialis Spooring and Balancing ini tidak hanya sibuk berpromosi, tapi juga meningkatkan kualitas pelayanan service. Salah satunya dengan mengupdate mesin Spooring yang digunakan. Bengkel Nawilis saat ini memiliki Beissbarth, yaitu mesin spooring asal Jerman yang memiliki layar 3D, dengan 12 kamera dan full sensor tanpa menyentuh pelek sama sekali. Mesin istimewa ini merupakan mesin pertama di Asia dan hanya dimiliki Bengkel Nawilis. Dengan kualitas mesin yang luar biasa tersebut, maka tidak aneh kalau bengkel ini sehari bisa menerima 20-25 mobil untuk di service, dengan biaya service spooring antara Rp. 150.000-Rp. 700.000 per-mobil dan service balancing Rp. 30.000-Rp. 140.000 per-roda. Selain memiliki mesin Spooring luar biasa dan nomor satu di Asia, dalam waktu dekat bengkel Nawilis akan membuka cabang di Serang dan kota Surabaya. Teks: Donda/ Foto:okie, Istimewa

Spooring balancing


Majalah Kumpulan Cerpen Remaja story teenlit magazine

EDISI 22 / Th. I I/ 25 Mei 2011 - 24 Juni 2011 / Rp. 18.000,cover#22.indd 95

18/05/2011 11:28:14

Bacaan

wajib displayELSHINTA.indd 108

cewek yang

masih

punya

cinta! 18/05/2011 11:57:59


Konsultasi Ir. Royandi Junus, MBA Royandi Junus adalah seorang arsitek yang meraih S2 di bidang finance. Berkat pengalaman puluhan tahun di bidang bisnis development, membuatnya paham segala hal seputar franchise. Ia bergabung dengan pioneer konsultan franchise di Indonesia, yaitu International Franchise Business Management (IFBM). Tekadnya adalah membantu para Franchisor asing maupun lokal untuk mengembangkan usahanya di Indonesia.

Franchise Aman Sesuai ‘Passion’

Kepada Pak Royandi Banyaknya pilihan franchise yang ada, membuat saya agak ragu untuk memilih salah satunya. Menurut Pak Roy, Franchise apakah yang aman yang dapat saya pilih sebagai pemula dalam hal bisnis ? Ferry Bekasi Jawab: Bila Anda ber tanya apakah sistem franchise itu aman? Jawabnya relatif ya tapi bergantung peran Anda dalam mengikuti anjuran dari Franchisor. Apakah bisnis 74

Tahun Tahun 33

April Juni‘11 ‘11

Anda aman bila mengikuti saran dan anjuran dari Franchisor? Jawabnya adalah relatif ya tapi bergantung kerja keras Anda dalam menjalankan bisnis tersebut. Apakah bisnis Anda aman bila bekerja keras? Jawabnya relative, tapi tetap bergantung pada daya tahan Anda. Pada dasarnya semua bisnis mempunyai resiko, bahkan deposito yang saat ini dianggap paling aman pun mempunyai resiko. Mungkin Anda pernah merasakannya pada waktu krisis moneter pada tahun 1998 yang lalu. Franchise hanyalah sebuah sistem, atau tepatnya hanyalah sebuah bentuk dari sebuah sistem pemasaran. Sebuah bisnis menjalankan sistem franchise adalah disebabkan keinginan untuk ekspansi bisnisnya secara cepat dengan pembatasan atas modal. Hanya dampak dari sistem franchise ini sangat luar biasa terhadap branding dan ekspansi dari bisnis tersebut. Dalam sistem franchise, duplikasi dari bisnis tersebut adalah mengenai tata cara membuat sebuah bisnis menjadi sukses bila dijalankan oleh orang lain dengan


Redaksi Majalah Elshinta menerima pertanyaan seputar konsultasi bisnis Franchise. Jika Anda memiliki keluhan dan problematika mengenai seputar bisnis Franchise yang akan atau sedang dijalankan, silakan kirimkan pertanyaan Anda ke alamat redaksi kami atau melalui e-mail: majalahelshinta@gmail.com. cara mengikuti saran akan pengalaman dari Franchisor yang telah sukses dalam bisnis tersebut. Setidaktidaknya Franchisor adalah seorang/ se­ buah badan yang telah master y atas bisnis tersebut. Dia tahu cara menghadapi masalah-masalah yang timbul dan atau akan timbul pada bisnis tersebut. Mungkin dia sudah mengalami pasang surut atau bahkan bangkrut dalam bisnis tersebut, tetapi dia tetap berusaha memecahkan masalah tersebut sehingga sukses kembali. Kesuksesan inilah yang kemudian dijadikan sebuah sistem dalam bentuk bisnis model untuk diduplikasi. Saat ini banyak bisnis yang menyatakan dirinya menjalankan sistem franchise (menjadi Franchisor), tetapi pada dasarnya mereka tidak mengerti atau tidak menjalankan apa yang seharusnya dijalankan dalam sistem franchise. Bila Anda ingin tahu apa syarat untuk menjadi Franchisor yang baik, dapat mengunduh syarat tersebut pada website Kementrian Perdagangan, yaitu Peraturan Pemerintah No. 42 tahun 2007 tetang Waralaba (PP No.42 tentang Waralaba) serta Peraturan Menteri Perdagangan No.31 tahun 2008 tetang Waralaba (PerMenDag No.31 tahun 2008 tentang Waralaba). Jadi bisnis apa yang aman? Menurut saya, jawabannya adalah bisnis yang Anda minati dari hati anda (passion). Kenapa demikian, karena bisnis yang kita jalankan dengan hati,

apapun yang dikatakan orang sebagai masalah dan atau kegagalan, maka dihadapan Anda akan terlihat bukan sebagai suatu masalah, tapi sebagai sebuah tantangan. Contoh klasik adalah pernyataan Thomas Alva Edison dalam eksperimennya, yaitu bahwa dalam ketidakberhasilannya dia menyatakan bahwa dia tidak gagal, tapi hanya telah menemukan 10.000 cara yang membuat eksperimennya tidak berjalan sesuai harapannya. Artinya, dia mengetahui 10.000 cara lebih banyak dari orang lain, yang membuat sesuatu tidak akan berjalan secara sukses. Jadi sekali lagi, bisnis franchise apa yang aman? Jawabnya adalah bisnis franchise (atau bisnis apapun juga) yang Anda jalankan dengan hati, atau sesuai dengan minat. ď ŽFoto: Ist

Email: franchiseconsultant@ifbm.co.id www.konsultanwaralaba.com April Juni‘11 ‘11

Tahun Tahun33

75


Komunitas Bisnis

Valentino Dinsi bersama keluarga dan Bob Sadino

Rumah Wirausaha

Satu Keluarga, Satu Pengusaha 76

Tahun 3

Juni ‘11


Di tengah kebutuhan agar terjadi peningkatan jumlah pengusaha di Tanah Air, muncullah sebuah gerakan moral dan sosial entrepreneur yang bercita-cita mencetak satu keluarga satu pengusaha. Di prakarsai oleh Valentino Dinsi yang dikenal sebagai penulis buku bestseller Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian ini, mencoba berbagi pengalaman sebagai pengusaha yang telah berhasil membantu anggota keluarga yang lain. Ia mencoba menularkan semangat tersebut lewat komunitas Rumah Wirausaha.

S

ekarang ini, menjadi pengusaha di dalam keluarga merupakan hal yang wajib. Minimal satu orang di dalam keluarga harus jadi pengusaha guna menaikkan taraf hidup. Jika dibandingkan dengan Singapura yang 7% penduduknya pengusaha dan Amerika dengan 11% dari jumlah penduduknya menjadi pengusaha, maka Indonesia masih tertinggal. Hanya

0,18% dari jumlah penduduk Indonesia menjadi pengusaha. Padahal negara akan makmur dan sejahtera jika minimal 2% saja penduduknya jadi pengusaha atau wirausaha. Itu mendorong Rumah Wirausaha me­ ncanangkan gerakan nasional Ayo Mandiri untuk menggugah banyak pihak mengenai pentingnya kemandirian di dalam setiap Juni ‘11

Tahun 3

77


Komunitas Bisnis

Seminar Rumah Wirausaha keluarga. Diharap gerakan ini akan melahirkan jutaan wirausaha baru. “Walau terbilang baru berdiri pada tahun 1999, sebagai sebuah gerakan moral dan sosial yang ingin mencetak satu keluarga satu pengusaha, Rumah Wirausaha mempunyai misi untuk mencetak 50 juta keluarga pengusaha di tahun 2030,” jelas Valentino Dinsi, SE, MM, MBA. Valen selaku ketua Rumah Wirausaha juga menambahkan, agar terlaksana dan tersosialisasi Gerakan Ayo Mandiri dengan taglinenya Satu Keluarga Satu Pengusaha maka dilakukan empat tahap perubahan yang disebut dengan 4P Formula. “4P sendiri adalah penyadaran, pendidikan, pendanaan, dan pendampingan. P pertama yaitu Penyadaran, dimana program ini bertujuan membangunkan kesadaran atau awareness masyarakat akan pentingnya kemandirian serta dampaknya bagi kesejahteraan keluarga mereka. Secara ekonomi dan status sosial mereka akan terangkat,” jelasnya. Adapun aktivitas yang dilakukannya meliputi, penyebaran brosur dan pamflet, pemasangan spanduk motivasi, website, hingga advertorial di media massa. Setelah sadar akan pentingnya kemandirian dengan menciptakan satu keluarga satu pengusaha, maka langkah selanjutnya adalah memberikan 78

Tahun 3

Juni ‘11

pendidikan agar menguasai keahlian dan keterampilan tertentu yang dibutuhkan untuk mandiri. Pendidikannya sendiri dilakukan dalam bentuk seminar, pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan pendidikan, minat dan bakat hingga kunjungan wirausaha. Sedangkan P ketiga adalah pendanaan. “Untuk menjamin keterampilan serta keahlian yang dimiliki dapat diterapkan dalam bentuk usaha nyata, maka dibutuhkan dana. Hal ini penting dilakukan dikarenakan mereka akan bertanggung jawab atas dana yang mereka kelola karena berasal dari mereka sendiri,” ucap Valen. Artinya dibutuhkan juga injeksi dari pihak ketiga dalam bentuk dana hibah atau dana CSR. Valen juga menambahkan bahwa hal ini masih akan terus dikembangkan.

Valentino Dishi bersama dengan Hidayat Nurwahid


Strateginya adalah Rumah Wirausaha menerapkan pendampingan. Alasannya kebanyakan usaha mikro gagal dan bangkrut atau tidak bisa berkembang karena kesalahan pada tahap P1 sampai P3. Namun tidak sedikit mereka yang melakukannya secara benar dalam tahap P1 sampai dengan P3, tapi gagal juga untuk berkembang. Hal itu disebabkan ketiadaan pendamping dalam bisnis atau tidak adanya Business Coach. “Untuk itulah kami bekerjasama dengan MuslimCOACH International, ActionCOACH International dan lembaga business coaching lainnya yang akan mendampingi mereka dengan teknik, metode serta tool bisnis yang sudah terbukti di dunia untuk membantu bisnis mereka tumbuh dan berkembang,’ jelas Valentino. Untuk keanggotannya, Rumah Wirausaha mengandalkan sistem on line yang bisa dilihat diakses di ayomandiri.org. Namun tidak tertutup juga bagi yang ingin bergabung secara offline. “Tahun 1999 Rumah Wirausaha beranggotakan hampir sekitar 4 ribu. Lebih berbasis on-line sedangkan untuk off-line kurang begitu aktif. Namun saat seminar ada saja yang datang sekitar ratusan orang,” tambahnya. Dalam mendirikan Rumah Wirausaha ini, Valen tidak terlepas dari pengalamannya sebagai pengusaha sejak kecil akibat

Seminar dengan para Pengusaha

Kampanye Gerakan Nasional Ayo Mandiri ditinggal oleh ayah. “Karena tidak ada bapak, untuk mengurus adik dan kebutuhan makan, maka saya sekolah sambil dagang dan juga jadi orang suruhan. Mulai dari mengantar anak sekolah dengan upah 45 ribu sebulan,” ucapnya Valen mampu menyekolahkan adikadiknya, dan pengalaman itu membawanya pada niat menulis sebuah buku seputar dunia usaha. Ternyata buku tersebut mampu diterima pasar dan terjual kurang lebih 90 ribu eksemplar. “Saat itu, dalam buku itu ada kartu anggota dan 20 % dari yang terjual, kembali ke saya dalam bentuk kartu. Maka tercetuslah untuk dibuat komunitas, jadilah Rumah Wirausaha,”’ tandasnya. Valen mengandeng Habibie Afsayah, seorang anak muda berusia 20 tahun pengidap multiple scelerosis - hanya bisa duduk di kursi roda dan menggerakkan satu jarinya saja - namun berhasil berbisnis on-line dan mampu menghasilkan income yang tidak sedikit sehingga dapat membantu keluarganya. Teks:Anto Kurniawan/Foto:Dok. Rumah Wirausaha Juni ‘11

Tahun 3

79


Expo

Bisnis Laris Dari Bibit Lele Pecel lele banyak disukai penggemar kuliner, kedainya pun menjamur hampir di setiap pinggir jalan. Tentu potensi bisnisnya sangat menggiurkan. Bila Anda memiliki sedikit lahan, bisa dimanfaatkan untuk membudidayakan lele. Beternaknya sangat mudah, benihnya juga sangat murah tersedia dari ukuran 1 cm- 9 cm dengan harga berkisar Rp 50 hingga Rp 250 perekor.

Bebek Dagingnya lebih gurih dari ayam, maka dari itu bebek (itik) menjadi makanan favorit banyak orang. Digoreng, bumbu pedas atau dibakar, menjadi racikan yang sangat lezat menggoyang lidah. Di samping telornya mahal harganya. Kalau Anda memiliki lahan di tepi sawah, manfaatkan untuk beternak bebek. Bibitnya diperoleh dengan harga Rp 2.500-Rp 5.000 perekor, dalam 2 – 3 bulan dapat dipanen dengan harga Rp 35 000 perekor.

Ayam Serama Ayam bagi pehobi hewan unggas ini asalnya dari Malaysia. Memiliki keunikan model lebih kecil dari ayam kate, termini di dunia (sekitar 300 gram) dengan tubuh berdiri tegak. Karena banyak diadakan kejuaraan, maka harga jualnya tidak ada patokannya yang termahal sampai Rp 100 juta. Jika Anda ingin menekuni bisnis ini, bibit yang baru menetas bisa didapat dengan harga Rp 300 ribu sampai setengah juta rupiah. 80

Tahun 3

Juni ‘11


Bila Anda ingin berwirausaha pembudidayaan produk dengan memanen nilai tambah. Tidak perlu memulai dari nol, karena ada beberapa item pembibitan yang sudah tersedia. Misal ternak itik, ayam serama atau lele, penanaman jamur tiram, pohon Jabon dan buah naga. Yang jelas bibit-bibit ini berpotensi meraup keuntungan.

Jabon Jabon provenan pulau Jawa ( Anthocepalus cadamba )­­­kini banyak ditanam orang. Pohonnya seperti Jati, tapi cepat sekali besar dan tinggi. Daunnya yang lebar tidak disukai binatang hingga aman dari hama. Kayunya di atas kwalitas pohon sengon, sangat bermanfaat untuk pembuatan lapisan plywood, tentu memiliki pasar tersendiri bagi industri. Dengan harga bibit perpohon Rp 2.000, Anda dapat memanen Rp 900 ribu perkubik.

Jamur Tiram Anda tentu tergiur dengan camilan ‘jamur kriuk’? Banyak gerobak franchise menjual jamur ala fried chicken ini, sebagai alternative penganan di sore hari. Rasanya memang gurih seperti kulit ayam, dijual dengan harga Rp 5.000 perkantong. Selain itu juga banyak tukang sayur menjajakan jamur tiram sebagai bahan masakan yang lezat. Potensi bisnis ini bisa Anda kembangkan cukup sederhana, bibitnya bisa diperoleh dari pembiak jamur dengan harga kurang lebih Rp 7.000 per botol.

Buah Naga Semakin masyarakat peduli pada obat-obatan herbal, maka buah naga menjadi komoditi yang potensial. Buah berwarna merah dengan daging putih dan berbiji lembut ini, kabarnya memiliki berbagai khasiat diantaranya sebagai pendingin panas badan. Tidak saja banyak ditemui di supermarket, tapi juga di beberapa penjual buah siap santap pinggir jalan. Sejenis kaktus ini bisa ditanam di taman rumah Anda, ukuran 25 cm-120 cm harganya berkisar Rp 12 ribu hingga Rp 25 ribu. Juni ‘11

Tahun 3

81


Potensi Daerah

KABUPATEN SUBANG

Gali Kekayaan Laut Hingga Gunung K abupaten Subang adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang terletak di sebelah utara. Dengan luas wilayah 205.176,95 ha atau 6,34 % dari luas Provinsi Jawa Barat. Secara geografis terletak di antara 107º 31’ sampai 107º 54’ Bujur Timur dan 6º 11’ sampai 6º 49’ Lintang Selatan. Secara administratif berdasarkan Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2007 tentang Pembentukan Wilayah Kerja Camat, Kabupaten, Subang terdiri dari 30

82

Tahun 3

Juni ‘11


Apel Malang, Mangga Indramayu, Jeruk Garut, maka Nanas Subang. Terkenal dengan jenis nanas Si Madu, namun kini Subang tengah menggairahkan pepaya sebagai buah idola terbaru. Dan dalam rangka HUT ke 63 (5 April), Subang telah bergiat menggalakkan potensi yang dimiliki mulai dari kekayaan laut hingga gunung.

kecamatan, 245 desa, 8 kelurahan, 943 RW dan 6088 RT. Batas-batas wilayah Kabupaten Subang di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat, sebelah barat dengan Kabupaten Purwakarta dan Karawang, di sebelah timur dengan Kabupaten Sumedang dan Indramayu dan sebelah utara dengan Laut Jawa. Secara topografi, Kabupaten Subang memiliki wilayah dataran tinggi, dataran rendah dan wilayah pantai. Untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki, Pemerintah Daerah Kabupaten

Subang menerapkan strategi Desa dan Kelurahan Mandiri Gotong Royong yang artinya desa atau kelurahan yang aparatur dan masyarakatnya mampu mengatasi permasalahannya dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki dan dilakukan dengan cara gotong royong membangun rasa kebersamaan dan kepedulian.

Beragam Potensi Bentang alam Subang menyediakan potensi beragam dan siap digali. Pertanian misalnya. Subang adalah kabupaten dengan

Juni ‘11

Tahun 3

83


Potensi Daerah

lahan persawahan terluas ketiga di Jawa Barat. Luas lahan sawah pada tahun 2009 tercatat seluas 84.167 hektar atau sekitar 41,71% dari total luas wilayah Kabupaten Subang. Ini menjadikan Subang sebagai kontributor beras ketiga terbesar di Jawa Barat. Tahun 2009 saja, Subang menyumbang padi sebesar 1.128.353 ton untuk stok padi nasional. Produksi padi tersebut dihasilkan dari persawahan 1.121.600 ton dan sisanya dari ladang. Sedangkan varietas padi yang banyak ditanam di antaranya verietas Ciherang, Cimelati dan Cigeulis. Sentra produksi padi di Kabupaten Subang terdapat di Kecamatan Binong, Pusakanagara, Ciasem, Pamanukan, Patokbeusi dan Blanakan. Hasil pertanian lain adalah jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah dan kacang kedelai. Hasil palawija ini merupakan potensi bahan baku beragam industry makanan yang siap dikembangkan. Semuanya tersebar di kecamatan Cipeundeuy hingga Dawuan. Untuk sayuran, primadonanya adalah kacang panjang. Sedangkan buah-buahan, tetap 84

Tahun 3

Juni ‘11

nenas yang terkenal dengan nama Nenas Simadu. Rambutan dan mangga juga potensi yang siap digali.

Perkebunan hingga Peternakan Kabupaten Subang sudah menjadi daerah perkebunan sejak sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Hingga saat ini perkebunan besar masih menjalankan usahanya secara


Juni ‘11

Tahun 3

85


Potensi Daerah efektif, dengan komoditas utamanya karet, teh serta tebu. Perkebunan besar yang ada, pada saat ini diusahakan oleh PT. Perkebunan VIII untuk komoditas karet dan teh. Sedangkan perkebunan tebu dikelola Pabrik Gula PT. Rajawali III. Areal perkebunan besar di kabupaten Subang meliputi wilayah seluas 17.281,01 ha yang terdiri atas perkebunan karet di Jalupang seluas 3.771,25 ha, di Wangunreja 2.392,19 ha, perkebunan teh di Tambaksari 2.013,65 ha dan Ciater 3.777,62 ha ser ta perkebunan Tebu PT. Rajawali III mencapai 5.326,30 ha. Sektor kehutanan juga masih menyimpan potensi besar. Luas hutan di Kabupaten Subang pada tahun 2009 tercatat 20.703,97 hektar terdiri dari hutan produksi seluas 19.634,22 hektar dan hutan lindung 1.069,75 hektar. Berdasarkan data dari Perum Perhutani, pengelolaan hutan di Kabupaten Subang dibagi ke dalam 5 BKPH yang terdiri dari BKPH Tambakan, Subang, Kalijati, Pamanukan dan Cisalak. Sektor kehutanan ini member peluang untuk ekowisata yang masih belum banyak dikembangkan. Untuk sektor perikanan dan peternakan, Subang juga menyimpan potensi yang menggiurkan. Tahun 2009, produksi ikan air tawar mencapai kurang lebih 10.834,44 ton, yang terdiri dari : kolam air tenang sebanyak 6.256,97 ton dengan nilai produksi Rp 124.509.020,00; sawah atau mina padi

86

Tahun 3

Juni ‘11

sebanyak 1.168,87 ton dengan nilai produksi Rp. 29.556.800,00; Running Water/kolam air deras sebanyak 2.873,00 ton dengan nilai produksi Rp 56.974.000,00,- dan Perairan Umum sebanyak 539,60 ton dengan nilai produksi Rp 4.844.200,00. Dengan sum­ berdaya alam yang demikian kaya atas potensi perikanan, menjadikan Kabupaten Subang sebagai salah satu sentra produksi ikan air tawar. Potensi perikanan laut juga sangat besar. Lahan tambak di Kabupaten Subang pada tahun 2009 mencapai 12.885,72 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. 255.297.580,00 yang tersebar di Kecamatan Sukasari, Pusakanagara, Legonkulon dan Blanakan. Peluang usaha budidaya laut di Kabupaten Subang ini sangat besar sebab panjang pantai mencapai 68 km dan sangat potensial untuk pengembangan usaha budidaya laut. Komoditas yang sangat cocok untuk dikembangkan adalah Rumput Laut, Kakap, Kerapu, Udang Windu, Udang Putih, Bandeng dan kerang-kerangan serta jenis ikan lainnya. Seiring dengan besarnya peluang usaha tambak, peluang usaha pembenihan (hatcher y) pun sangat besar. Sedangkan potensi sumber daya ikan laut hasil tangkapan (non budidaya) di Kabupaten Subang pada tahun 2009 mencapai 18.240,95 ton, dengan nilai produksi sebesar Rp. 127.550.972,00. Untuk sector peternakan, Subang memiliki beragam pilihan. Ternak kecil seperti kambing, domba dan babi. Juga peternakan unggas


seperti ayam pedaging dan petelur juga itik. Sapi potong juga banyak diternakan terutama untuk menyuplai kebutuhan daging di Jakarta dan Bandung. Sapi perah dan kuda, juga merupakan pilihan hewan ternak yang bisa dikembangkan di kabupaten ini.

Migas dan Mineral

Kabupaten Subang merupakan salah satu daerah penghasil minyak bumi dan gas alam, bahkan potensi migasnya terbilang cukup besar. Hingga tahun 2006 tercatat 65 sumur telah di ekplorasi di 17 lokasi produksi, dengan jumlah produksi gas alam mencapai 250 MMSCF dan produksi minyak bumi sebesar 2.100 BOPD per hari. Kabupaten ini juga memiliki berbagai jenis sumber daya mineral. Potensi sumber daya pada sektor ini yang paling besar adalah bahan galian C. Dari jenis bahan mineral tersebut yang paling banyak ditambang dan dimanfaatkan adalah jenis bahan galian untuk bahan bangunan seper ti batu belah, pasir dan sirtu. Sedangkan jenis bahan galian yang potensial untuk ditambang antara lain tanah lempung hingga belerang dan batu gamping. Industri besar dan kecil juga berkembang pesat di kabupaten ini. Industri kecil dari industri makanan hingga kerajinan tangan umumnya dikembangkan untuk mendukung

sektor wisata. Sedangkan industry menengah dan besar mencakup agrobisnis hingga kimia.

Wisata dan Budaya Subang juga memiliki potensi wisata dan budaya yang masih bisa dikembangkan. Lokasi wisata andalan antara lain Ciater dengan air panasnya. Lalu ada beragam curug atau air terjun yang pengembangannya bisa dilakukan untuk memancing jumlah pengunjung. Untuk penyuka wisata petualangan ada Capolaga Adventure Camp yang menyediakan wisata dan ekosistem sungai. Juga beragam Desa Wisata dengan keunikan tersendiri. Di kawasan utara, beberapa pantai telah dikelola untuk menjadi tujuan wisata, antara lain Pantai Kalapa Patimban dan Pondok Bali. Uniknya, terdapat penangkaran buaya di Blanakan. Untuk penyuka olahraga, Pacuan Kuda di Ciater Highland Resort merupakan daya tarik tersendiri. Subang juga memiliki seni budaya yang cukup menarik untuk dijual. Ada yang bisa ditampilkan sendiri seper ti Doger Kontrak hinggak adat istiadat turun temurun seperti Mapag Dewi Sri, Nadran dan beragam lainnya, yang menarik dikembangkan sebagai sebuah paket wisata budaya. Wendy Danoeatmadja/Dari Berbagai Sumber, Foto: Istimewa. ď Ž

Juni ‘11

Tahun 3

87


Potensi Daerah

Wakil Bupati Subang ; Ojang Sohandi, S.STP, M.Si

Jangan Hanya Euphoria Sesaat!

Ojang Sohandi, S.STP, M.Si

P

rogram Desa Mandiri Gotong Royong yang merupakan strategi Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk menggali potensi daerah memiliki beragam program. Salah satunya Gerakan Tanam Pepaya yang diapresiasi dengan baik oleh warga. Terutama karena program ini telah memberi hasil nyata. Jika sudah besar tidak menutup kemungkinan Subang akan menjadi salah satu sentra pepaya terbesar. Program ini muncul seiring anjuran Bupati Subang Eep Hidayat untuk mengkonsumsi 88

Tahun 3

Juni ‘11

papaya secara rutin. Begitu lekatnya anjuran ini hingga varietas papaya California/Calina IPB 9 yang banyak ditanam di Subang sering disebut sebagai Gedang Eep (Gedang ; pepaya, bahasa Sunda. Red.) Menurut Wakil Bupati Subang, Ojang Subandi, perlu dilakukan upaya meningkatkan nilai jual pepaya. Diantaranya dengan membangun pabrik pengolahan buah pepaya. “Sehingga yang kita jual bukan hanya mentahan saja,” kata Wakil Bupati. Namun Ojang juga mengingatkan perlunya memperhatikan ketersediaan bahan baku. “Kita lihat dulu. Sudah siap belum? Jangan sampai kita membangun pabrik tidak ada bahan bakunya!” ujarnya. Begitupun Ojang yakin potensi ini bisa dikembangkan. Apalagi pepaya merupakan bahan baku yang bisa diolah menjadi beragam jenis olahan makanan. “Saya yakin potensi pepaya sangat besar.,” ujarnya optimis. Hingga kini, beberapa pengusaha lokal telah mampu menghasilkan papaya dalam jumlah besar walau tetap tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar. Hal yang sama terjadi pada beras produk Subang. H. Ahmad Zaelani, Ketua Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Subang yang juga Ketua Gapoktan Pusakajaya Subang,


berobsesi mengangkat beras Subang. Salah satunya dengan cara menawarkan kepada pemerintah supaya PNS diberikan jatah beras dari produk petani Subang. Obsesi Ahmad Zaelani, kata Ojang perlu didukung karena selama ini Subang dikenal sebagai tempat penelitian varietas beras terbaik, yaitu BB Padi yang berlokasi di Sukamandi Ciasem. “Tapi kenapa masyarakat lebih mengenal beras Cianjur?” tanyanya lagi. “Ini tantangan. Bisa saja dimulai dari PNS-nya yang mau mengkonsumsi beras Subang,” katanya lagi. Yang terpenting, sambung Wakil Bupati, ialah kualitas yang dihasilkan dan upaya menjaga kualitas tersebut. Mengenai kemungkinan PNS akan diberikan beras yang baik, Wakil Bupati akan memper timbangkan regulasinya. “Untuk itu kita akan kaji regulasinya dari berbagai aspek. Jika kualitasnya bagus, kenapa tidak?” pungkasnya. Apresiasi yang ditunjukkan masyarakat dan pengusaha lokal terhadap program-

Proses pengemasan beras

H Ahmad Zaelani Tunjukkan Kemasan

program Pemerintah Daerah semata karena terbukti memberikan peningkatan kepada kesejahteraan petani itu sendiri. Atas apresiasi tersebut, Ojang sangat ber terima kasih. Ia juga berharap dukungan pemerintah bisa ter us berjalan. “Jangan sampai hanya euphoria sesaat,” ujarnya.. 

Penulis di Kebun pepaya Yusuf

Juni ‘11

Tahun 3

89


Potensi Daerah

H. Dedi Sobandi

Menangguk Laba Bisnis Pepaya

A

njuran Bupati Subang untuk meng­ konsumsi buah pepaya membawa berkah bagi petani buah-buahan. Salah satunya petani pepaya di Kecamatan Pur wadadi, H. Dedi Sobandi yang mengaku kewalahan melayani permintaan konsumen pepaya. Dedi bersama 13 anggota Kelompok Tani Bhineka menanam 13.600 pohon di atas tanah seluas 10 hektar. Ceruk pasar papaya ternyata sangat menjanjikan. Berawal mengelola 2 hektar yang ditanami 3000 pohon dengan investasi Rp 42 juta selama 2 tahun telah membukukan omset sebesar Rp 48 juta. Harga yang dijualnya berkisar Rp 2 ribu – Rp 3 ribu/kg tergantung kualitas diklasifikasikan KW-1, KW-2 dan KW-3. Para pembelinya berasal dari Pur wadadi, 90

Tahun 3

Juni ‘11

Pamanukan, Ciasem, Sukamandi, Patokbeusi dan Cilamaya Karawang. Permintaan dari waktu ke waktu terus meningkat. Untuk mengantisipasinya, dilakukan saling mengisi bersama kelompok tani lain di desa tetangga atau sesama rekan petani. Pasar pepaya di Subang cukup besar, ditambah kebutuhan pasar luar Subang yang sering mencari sumber ke Purwadadi. Diantaranya 4 toko swalayan besar di Subang, Purwakarta dan Cikampek memintanya untuk disuplay pepaya dengan kuota masing-masing 1 kuintal/hari dan permintaan Kementerian Per tanian dengan kuota 10 ton/minggu. “Itu teh belum permintaan dari pengepul perorangan. Sudah 3 orang pengepul yang meminta 4 – 6 kwintal per 3 hari dengan


KW-1. Permintaan tersebut hingga kini belum bisa dipenuhi. Setiap kali panen selalu habis diserap pasar,” ujar Dedi Usaha mengelola pepaya kata H. Dedi Sobandi, berawal dari saran putri sulungnya alumni IPB Bogor yang membawa bibit papaya California/Calina IPB 9. Semula mendapat tentangan dari sang istri yang tidak meginginkan tanaman rambutannya diganti oleh pepaya. “Nyaah (sayang) atuh kalau harus diganti oleh pepaya. Apalagi pohon rambutannya sudah besar,” ujar Dedi menirukan perkataan istrinya. Setelah mem­berikan alasan yang kuat akhirnya istrinya mengijinkan lahan 2 hektar untuk ditanami pepaya. Bersama putrinya Dedi mencoba me­n anam 3000 pohon pepaya dengan cara disemai. Untuk luas lahan 2 hektar Dedi menginvetasikan modal Rp 42 juta untuk biaya bibit, pengolahan tanah dan pemeliharaan. Selama 3 bulan panen telah membukukan omset sebesar 85 juta rupiah. Selama itu banyak inovasi yang dilakukan. Diantaranya cara memberantas hama kutu putih yang efektif dengan menggunakan detergent. “Dibandingkan insektisida, saya lihat paling efektif menggunakan deterjen. Selain hasilnya sama, biayanya jauh lebih murah,” katanya. Karena adanya permintaan bibit pohon pepaya, Dedi secara khusus menginvestasikan 4 juta untuk penyemaian. Selama dua bulan penyemaian Dedi menjual hasil dengan kisaran harga Rp 1.000 sampai Rp 2.500 dengan bibit setinggi 10 cm, 15 cm dan 20 cm. Dari Rp 4 juta telah menghasilkan omset sebesar Rp 5,5 juta. Sedangkan di wilayah Utara Subang, yaitu Compreng marak pula budidaya pepaya diantaranya dilakukan oleh Yusuf Supriadi. Pada awalnya Yusuf menanam di atas lahan seluas 1 Ha dengan kapasitas 1200 pohon di Kampung Karangsari Desa/Kec. Compreng. Pasar yang diincar oleh Yusuf ialah pasar Bogor dan Bekasi dengan harga ditingkat petani berkisar kelas A Rp 3000,- per kilo,

kelas B Rp 2000,- per kilo sedangkan kelas C Rp 1500,- per kilo. Pasar pepaya di dua daerah tersebut, kata Yusuf masih terbuka lebar dengan harga yang relatif stabil, kisaran di tingkat pembeli Rp 4.000,- s/d Rp 4.300,per kilo untuk kelas A dengan sasaran akhir pasar-pasar swalayan. Guna menambah pasokan untuk mengisi pasar, Yusuf menggandeng beberapa anggota keluarga yang memiliki lahan lebih luas di Desa Wanajaya Kecamatan Tambakdahan. Pepaya pun mulai digarap di atas lahan hingga 20 hektar. Tantangan yang dihadapi untuk di Utara Subang umumnya ialah penyakit busuk batang dan mata itik. Untuk mengatasinya diantisipasi dengan penyemprotan.  Teks/ Foto: Tedy

Juni ‘11

Tahun 3

91


Direktori Franchise

Peluang bisnis dari makanan, minuman hingga pendidikan, masih terus terbuka. Silahkan pilih sesuai minat dan keuangan.

KUBUS WARNET, INTERNET & GAMES Ingin bisnis warnet berprospek? Coba Kubus! Ini adalah franchise khusus warnet dan games yang sudah memiliki banyak cabang. Selain menyediakan layanan prima, Kubus juga hadir dengan mengedepankan kepuasan pelanggan. Estimasi investasi 250 – 500 juta. UMIKU CREPES & BURGER Menyediakan franchise untuk burger dan crepes. Uniknya, franchise didasari sistem syariah. Di bawah manajemen CV Cinta Umiku, telah ada 120 cabang di seluruh Indonesia. Estimasi investasi : Rp 6.500.000– Rp 15.000.000 HAPPY PLAY Franchise untuk jasa peyediaan permainan anak-anak. Selain masih sedikit, usaha bidang ini jelas berjangka panjang. Selain menyediakan saran bermain anak, juga menawarkan lounge dan family café. Estimasi investasi: Rp 30.000.000 GOOD TEA Peluang bisnis minuman, terutama the, memang tetap menggiurkan. Selain the merupakan minuman yang disukai semua kalangan, bisnis makanan-minuman umumnya member peluang keuntungan berlipat. Estimasi investasi : Rp 4.500.000 MANTIKA LEARNING CENTER Peluang bisnis pendidikan bahasa juga cukup besar. Mantika Learning Center menawarkan franchise dengan 3 paket pilihan yang bisa disesuaikan dengan lokasi dan modal. Estimasi investasi Rp 25.000.000 – Rp 50.000.000 juta.

92

Tahun 3

Juni ‘11


File Women Power Day 2011

Peran Wanita Menopang Ekonomi Keluarga

S

aat ini, peran wanita Indonesia sangat jauh berbeda bila dibandingkan beberapa puluh tahun lalu. Beberapa wanita Indonesia malah sudah mampu berpikiran maju dan berhasil dalam bidang yang mereka tekuni. Dibalik proses kemandirian tersebut, tetap saja wanita tidak bisa lepas dari tanggung jawab keluarga. Bukan hanya mengurus keluarga di rumah saja, kini wanita juga sudah ikut berperan dalam meningkatkan perekonomian keluarga. Untuk menanggapi masalah tersebut, sekaligus memperingati hari Kartini, UKM Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) mengadakan acara Women Power Day 2011 di Auditorium FEUI Depok. Dengan mengusung tema The Powerful Women and Their Economic Contribution, acara ini terbagi beberapa sesi, yaitu talkshow, workshop, bedah UKM dan Expo UKM. Acara yang digelar untuk kedua kalinya ini turut menghadirkan narasumber wanitawanita yang berperan dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Hadir sebagai pembicara pembuka dalam acara ini, Dr. Ir. Nining I. Soesilo, selaku Direktur UKM Center FEUI dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Linda Amalia Sari Gumelar. Sedangkan dalam sesi workshop,

hadir sebagai pembicara, Mita Sirait penulis buku The Young Social and Eco Entrepreur, dari British Council. Siti Maryam sebagai pengusaha TKI dan Elly Susilowati, seorang pengusaha sepatu berstatus single parent. Ketiga wanita, berbagi cerita dan kunci kesuksesan mereka dalam berkarir dalam dunia bisnis. Hadir juga, Ligwina Hananto, wanita yang berprofesi sebagai Financial Planer. Dalam pembicaraannya, Ligwina mengajak para wanita Indonesia untuk menjadi manager keuangan keluarga dan berbagi trik dan tips mengelola keuangan keluarga menjadi produktif. Sebagai sesi terakhir, yaitu Bedah UKM, hadir sebagai pembicara Nuning Priyatna, selaku pengusaha Agribisnis. Nuning mengupas habis kesuksesannya beriwirausaha agribisnis lewat peternakan kelinci. ď ŽTeks: Donda Naibaho/foto:Wendy Danoeatmadja, Doc. UKM Center FEUI

Juni ‘11

Tahun 3

93


File

iPhone 4 Putih

Siap Menyerbu Pasar

J

ika sebelumnya iPhone 4 hanya tersedia untuk satu warna saja yaitu hitam, maka tak lama lagi iPhone 4 Putih siap masuk pasar ponsel pintar di Tanah Air. Head of MDS Device Management XL, Agung Wijanarko mengatakan, iPhone 4 warna putih dihadirkan untuk menjawab respon positif masyarakat dan pelanggan atas peluncuran paket bundling XL-iPhone 4 belum lama ini. “Untuk fitur sendiri tidak ada perubahan hanya berbeda pada casing. Tapi yang putih

juga eksklusif karena limited edition jadi tidak sebanyak iPhone hitam yang kita pasarkan. Apalagi Apple sendiri pun terbatas tidak massal,” tambahnya. iPhone 4 Putih XL tersedia dengan harga Rp 6.999.000 untuk 16GB dan Rp 7.999.000 untuk 32GB. Paket ini sudah termasuk gratis internet unlimited, gratis telepon 150 menit, gratis 150 SMS, gratis 15 MMS. iPhone 4 disebut-sebut sebagai salah satu ponsel paling inovatif di dunia. Sejumlah fitur yang jadi andalan adalah retina display, layar dengan resolusi tinggi serta FaceTime yang membuat panggilan video menjadi nyata. Paket iPhone 4 warna putih bisa didapatkan di XL Center tertentu, Apple premium reseller seperti EMAX, iBox, infinite, dan e Store. Selain itu, juga bisa didapatkan di outlet-outlet resmi Erafone, Global Teleshop, Oke shop, Investore, C Palm, pcMax dan Pazio. Anto Kurniawan/ Foto: Okie AZ

Seminar Entrepreneur Mahasiswa

E

ksistensi mahasiswa sebagai agent of change tak diragukan lagi. Untuk itulah, dalam rangka mengisi Hari Pendidikan Nasional, Ikatan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Kuningan (IPPMK) Jakarta bekerjasama dengan UKM Pramuka Nyi Mas Gandasari UIN Syarif Hidayatullah menggelar seminar nasional dengan tajuk ‘Menumbuhkan Tunas Bangsa yang Berjiwa Entrepreneurship’. Seminar ini diisi oleh mantan Dirut PT Siemens Indonesia, Dipl. Ing. Osriman Oesman, MM dan staf ahli dari PT Charoen Pokphand Indonesia, Dr Syahrir Akil yang merupakan salah satu perusahaan di bidang perunggasan terbesar di kawasan Asia Tenggara. Dalam kesempatan itu, Osriman menjelaskan, usaha adalah soal kejelian melihat peluang dan langsung melakukan tindakan

94

Tahun 3

Juni ‘11

untuk hal itu. Sementara itu, selaku Ketua IPPMK, Tendi Nathan mengatakan, “Seminar ini digelar agar mahasiswa tidak hanya memiliki jiwa entrepreneur di area teoritik saja melainkan juga di tataran praktik,” jelasnya. Cucun Hendriana/Foto: IPPMK


Restoran Eropa Citarasa Asia

D

engan perubahan gaya hidup metropolitan saat ini, ternyata mempengaruhi selera kuliner masyarakat juga. Hal ini terlihat dari masyarakat yang sering datang ke restoran. Bukan hanya sekedar ingin mengisi perut dan melepas dahaga saja melainkan mereka lebih mempertimbangkan kualitas citarasa makanan dan tempat yang nyaman. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kini sudah hadir Velpa Restaurant yang berlokasi di Gandaria City lantai dasar. Restoran ini mengusung jenis menu makanan Eropa, seperti steak, tetapi citarasanya sudah disesuaikan dengan lidah Asia. Sedangkan untuk minuman, Velpa menyediakan minuman jenis cocktail dan wine. “Kehadiran Velpa Restaurant akan menjadi alternatif pilihan tempat bagi masyarakat modern yang selalu mengedepankan kenikmatan. Dengan

suasana cozy dan hangat, Velpa Restaurant dapat menjadi tempat yang cocok untuk meeting point dengan rekan bisnis, kerabat dan sahabat, atau sekedar kumpul dengan keluarga” jelas Lego Setioyoso, General Manager Velpa Restaurant. Donda Naibaho/ Foto: Okie AZ

Java Princess Alam Sutra Serpong

Franchisee Ke-14 Mustika Ratu

B

isnis perawatan tubuh spa saat ini sudah menjamur di beberapa daerah dan kota-kota besar di Indonesia. Dalam rangka mengembangkan bisnis spa dengan konsep kuat dan bereputasi nasional bahkan international, Java Princess selaku brand spa dari PT. Mustika Ratu melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama Franchise di

lantai Penthouse Graha Mustika Ratu. Penandatangan dilakukan antara July Wahjusari Sugiharja, pemilik Java Princess Alam Sutra Serpong, sebagai franchisee dan Putri Kuswinuwardhani selaku CEO PT. Mustika Ratu. July selaku investor mengaku, membidik Java Princess sebagai mitra bisnisnya, dikarenakan PT. Mustika Ratu memiliki support sistem yang kuat dalam menyediakan tenaga kerja, IT sistem dan manajemen yang profesional. Sampai saat ini Java Princess sudah memiliki 14 franchisee yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam kata sambutannya, Putri Kuswinuwardhani mengatakan, daerah Alam Sutra Serpong sangat berpotensi dalam bisnis spa. Melihat daerah tersebut sudah menjadi daerah sub urban dan berkembang pesat. Donda Naibaho/foto: Okie AZ Juni ‘11

Tahun 3

95


Info Franchise

Robotics Education Center

Mencetak Si Jenius Sejak Dini Konon teknologi robot masih dimiliki Jepang, namun belakangan ajang festival robot dunia banyak dimenangkan anak-anak negeri. Potensi jenius ini patut digali sejak dini di usia kanakkanak. Untuk itu, Robotics Education Center (REC) menawarkan sistem pendidikan untuk mengasah kreatifitas murid-muridnya sebagai peluang di bidang pendidikan masa depan.

Para staff Robitic Education Center 96

Tahun 3

Juni ‘11

Siswa mengerjakan project kompetisi


B

anyak hal yang bisa dilakukan orangtua untuk memancing daya kreativitas anak. Salah satunya, memberikan sang anak dengan berbagai macam pendidikan non formal. Untuk menarik perhatian para orangtua, lembaga pendidikan kursus ramairamai melakukan penawaran yang menggiurkan. Dari sistem proses belajar yang efektif, paket harga pendidikan yang murah, sampai fasilitas pendidikan yang mewah. Memasuki era informasi, masyarakat kini dengan mudah bisa mendapatkan informasi apapun dari internet. Dan ke depannya nanti, kita

akan memasuki era kreativitas, dimana setiap orang yang punya kreativitas tinggi akan dihargai, memiliki nilai jual tinggi dan mampu bersaing di masa depan. Maka sejak dini dibutuhkan sistem belajar atau pendidikan yang dapat mengasah kemampuan anak, supaya kelak mampu bertahan dalam era kreativitas. Robotics Education Center (REC) adalah lembaga pendidikan non formal yang menawarkan sistem belajar yang memacu daya kreativitas anak, dengan cara menyeimbangkan kemampuan otak kanan dan otak kiri. “Sekolah formal atau lembaga pendidikan lain, pada Juni ‘11

Tahun 3

97


Info Franchise

Siswa REC dari berbagai cabang di Jakarta mengikuti kompetisi Robotic umumnya hanya menyentuh otak kiri atau hanya menyentuh sisi rasional dan logika anakanak saja. Sedangkan imajinasi, semangat, antusiasme, visi dan kreativitas itu adanya di otak kanan. Secara umum, REC memang mengajarkan anak-anak membuat robot atau mesin sesuai daya imajinasi mereka. Dengan mewujudkan imajinasi tersebut dalam bentuk kenyataan, itulah kreativitas� jelas Mar tin Wijaya, Manager Robotics Education Center. Dalam proses belajarnya, Robotics menyediakan arena dan memberikan misi yang dipadukan dengan rintangan. Dengan misi dan tantangan yang sudah diberitahukan oleh guru, otomatis anak akan berpikir ingin membuat robot seperti apa, agar bisa melewati tantangan dan menyelesaikan misi tersebut. Pada saat siswa

Robotics menggunakan logo education 98

Tahun 3

Juni ‘11

sudah membayangkan building atau mekanik yang akan mereka buat, secara otomatis para murid akan menggunakan imajinasi. Setelah imajinasi itu dituangkan dalam bentuk nyata atau mekanik, maka timbullah kreativitas. REC terdiri dari 5 tingkatan kelas. Dimana setiap levelnya, murid menerima materi yang berbeda. Pertama, level Mozaik. Di level ini, siswa terhitung golongan Preschool dan TK, yang berusia 5 tahun. Disini para murid belajar tentang 1 dimensi, 2 dimensi, 3 dimensi, dan mengenal aneka bentuk. Level selanjutnya, adalah Fun With Machine dengan usia murid antara 6-7 tahun. Pada level ini siswa belajar mekanika sederhana dan lebih bermain pada logika. Setelah itu, siswa naik ke level Fun With Programing. Untuk tingkatan ini dikuasai anak usia 7-8 tahun, dengan materi pembelajaran tentang standart program mekanik dan belajar robotic basic. Selanjutnya, siswa memasuki level Mechanical Engineering. Di level ini biasanya diikuti anak berusia 8 tahun dan sudah praktek membuat mekanik dengan perangkat yang lebih kecil. Dan level terakhir adalah kelas Programing. Disini para siswa sudah merancang mekanik dengan program komputer, dasar-dasar programing dengan mengenal warna, pergerakan maju-mundur dan logika programing. Tempat kursus yang berdiri sejak tahun 2005 ini, memang termasuk lembaga pendidikan


yang memilih bidang studi yang unik. Tidak heran kalau REC disebut lembaga pendidikan pertama di Jakarta yang memberikan inovasi dalam dunia pendidikan. Selain belajar dengan mengasah kemampuan motorik anak, REC juga memiliki kelebihan lainnya, dibandingkan jenis tempat kursus pada umumnya. Seperti, REC mengajak para siswanya belajar merakit robot dengan cara yang menyenangkan, REC memiliki kurikulum yang lengkap untuk mendukung kemampuan seni kreativitas, imajinasi, desain dan estetika untuk anak pada usia dini. REC memperkenalkan science and technology, REC memakai Lego education, REC berorientasi pada sistem pembelajaran praktek, bukan hanya teori. REC mampu melatih anak menjadi problem solver. Dan REC aktif menggelar Jakarta Junior Robotic Competition (JJRC), ikut serta dalam kompetisi nasional (IRO) dan kompetisi internasional (WRO) Karena kelebihan-kelebihan tersebut, membuat REC dilirik banyak investor untuk dijadikan mitra usaha. Kini, lembaga pendidikan yang berkantor pusat di Kelapa Gading ini, membuka kesempatan bermitra usaha dalam bentuk Bisnis Opportunity (BO), tapi support terhadap mitra usaha mirip franchise. “Memang konsep mitra usaha kita bukan franchise, tapi sebenarnya support kita seperti franchise. Karena harga jual tiap cabang beda-beda. Dari 22 cabang yang tersebar di Indonesia, biaya kursus per-anak dikenakan antara Rp. 250.000Rp. 350.000. Sedangkan kalau franchise harus sama tarifnya di semua cabang. Namun, dibilang lisensi juga tidak. Karena lisensi itu hanya beli merk, dan sistem bebas. Sedangkan REC masih

Murid yang menjuarai kompetisi

bagi sistem dengan m i t r a usaha, dan sistem tersebut juga fleksibel. Dalam arti, sistem kita boleh dipakai dan dikembangkan. Intinya, konsep kerjasama REC adalah BO, tapi supportnya cenderung mirip franchise,â€? jelas Martin. Paket harga untuk BO dimulai dengan harga Rp. 75.000.000 juta sampai Rp. 100.000.000. Untuk paket Rp. 75.000.000, mitra usaha tidak mendapatkan tools pengajaran, tetapi hanya tools marketing. Sedangkan untuk paket Rp. 100.000.000 atau paket lengkap dan istimewa, mitra usaha akan mendapatkan tools pengajaran dari level terendah sampai tertinggi, worksheet pengajaran, tools marketing, seperti banner, spanduk dan brosur. Selain itu juga tools administrasi, seperti kwitansi, formulir pendaftaran, tas, kaos. Modal investasi tersebut belum termasuk biaya penyewaan gedung. Sedangkan untuk sistem pembagian keuntungan, REC memberlakukan sistem royalty fee, sebesar 15% dari omset per-bulannya. Mar tin menjelaskan, kalau dari modal investasi dan potongan royalty fee tiap bulannya, mitra usaha akan mengalami balik modal dalam kurun waktu satu setengah tahun dan paling lama dua tahun. Perkiraan ini diperoleh bila ratarata setiap cabang memiliki 70 murid, dengan biaya kursus per-anak Rp. 300.000. Maka bisa diperhitungkan owner akan mendapat laba bersih sampai Rp. 10.000.000 per-bulan. Untuk menjadi mitra usaha REC, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan. Selain harus memiliki modal, calon owner juga harus memiliki jiwa pendidikan dan aktif dalam mengembangkan usaha. Sedangkan masalah tempat, lokasi yang tepat untuk mendirikan REC adalah di dekat sekolah atau berdekatan dengan tempat kursus lainnya. ď ŽTeks: Donda Naibaho/Foto:Donda, Dok. REC Juni ‘11

Tahun 3

99


Info Dari 36 peserta InspiraTrip, sebagian besar adalah mereka yang telah membuka jalur usaha. Bagaimana sepakterjangnya di dunia bisnis, mari kita ikuti profilnya setidaknya menjadi inspirasi bagi Anda dalam berwirausaha.

Irma Murti Kusuma Anggara

Pelatihan ICT Guru SD

M

etode mengajar konvensional seringkali menimbulkan kebosanan pada siswa. Sehingga siswa menjadi tidak konsentrasi, acuh tak acuh dengan penjelasan guru dan bahkan ter tidur di kelas. Atas dasar itulah, metode pengajaran dengan memakai media Powerpoint di komputer menjadi lebih efektif. Hal ini pula yang ditekuni Irma Murti Kusuma Anggara, peser ta InspiraTrip Majalah Elshinta sejak setahun lalu. Wanita kelahiran Jakarta, 9 September 1986 ini secara intensif menggalang kerjasama dengan berbagai sekolah untuk memberikan pelatihan ini. “Dari tahun ke tahun, metode pengajaran begitu saja, tidak berubah sehingga siswa menjadi bosan. Cara mengajar dalam bentuk Powerpoint sepertinya bisa menjadi solusi mengatasi kebosanan itu. Selain lebih efektif, ini pun sekaligus menjadi media agar para siswa melek teknologi,” ujar Irma. Melalui CV Natripa Media, Irma dan kar yawan lainnya telah melakukan banyak training ke berbagai Sekolah Dasar (SD) di wilayah Jadetabek dan sekitarnya. “Kami berusaha agar belajar itu menjadi sesuatu yang menyenangkan. Saat ini kami fokus untuk memberikan training ke guru-guru SD. Ada modul pembelajarannya berupa VCD. Kami perkenalkan notebook - karena banyak guru 100

Tahun 3

Juni ‘11

yang sama sekali buta teknologi, proyektor dan media lainnya. Disediakan 10 notebook untuk 10 orang guru dalam sekali training,” jelasnya. Mengenai biaya, sekali training dikenakan biaya sekitar 2 juta rupiah untuk 10 orang guru. “Terkadang kan banyak guru yang sama sekali tidak bisa komputer, sehingga kami harus mengajarinya dari nol. Tapi kami jamin, dengan administrasi tersebut, kami ajari sampai bisa. Tiap bulannya ada saja yang order ke kami,” imbuh sarjana lulusan UI ini. Soal pesaing, Irma mengaku, usaha di bidang ini masih sepi persaingan. “Mungkin, usaha yang hampir mirip dengan kami ada, tapi rasa-rasanya masih sangat jarang,” pungkasnya. Teks: Choen/ Foto: Majels


Yandi Juniansyah

Ritel Online Segala Produk

P

eser ta InspiraTrip majalah Elshinta yang satu ini memiliki ritel online yang menjual beragam kebutuhan, seper ti perlengkapan elektronik, pakaian bahkan sampai hewan ternak. Melayani pelanggan secara online memudahkan Yandi dan kawan- kawan memenuhi kepuasan pelanggan. Setiap produk yang dijual Yandi melalui www.flamboyan.co.id ini dapat dipesan melalui yahoo messenger, telephone, faximile dan sms, yang tentu memudahkan para pelanggan mendapatkan barang kebutuhan yang diinginkan. Mengutamakan kepuasan pelanggan, ritel online ini memberikan pelayanan maksimal tanpa ongkos kirim, untuk pemesanan segala macam produk dengan transaksi Rp. 250. 000 untuk wilayah Jabodetabek. Toko online ini tidak saja menyasar masuk ke pasar ritel tapi juga turut memasok kepada reseller dan koperasi untuk pembelian dalam partai besar. Dengan kata lain, harga jual yang ditawarkan Flamboyan juga cukup kompetitif di tengah persaingan usaha sejenis. Yandi pun memberi banyak potongan harga yang ia berikan kepada seluruh member yang setia berbelanja di Flamboyan dengan transaksi minimal Rp. 5 Juta. Pria lajang kelahiran 11 Juni 1986 di Sukabumi ini tengah mempersiapkan ritel onlinenya untuk bisa difranchisekan.”Itu sebabnya saya ikut InspiraTrip Majalah Elshinta,” ujarnya Yandi yang pernah membuka

usaha ternak lele, jamur tiram dan jati ini. Meski secara online, Ritel Flamboyan juga memiliki 4 jaringan toko di wilayah Jakarta, Bogor dan Tangerang. Kemudahan akses dan efisiensi waktu menjadi keutamaan Flamboyan dalam memanjakan para konsumennya. Karena berbasis online, toko ini melayani pemesanan konsumen 24 jam. Beromset Rp. 200 juta perbulan membuat sarjana Ekonomi Pertanian IPB ini semakin yakin menjalankan usaha ritel onlinenya. Pria yang gemar berselancar di dunia maya ini terinspirasi membuka ritel beragam kebutuhan secara online lantaran telah banyak sebelumnya usaha yang menawarkan produk lewat forum jual beli. Saat itu pula Ia terinspirasi untuk menjual berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan e l e k ­t r o n i k sampai hewan ternak. Farhan Dwitama/ Foto Dok. Inspiratrip

Juni ‘11

Tahun 3

101


Info

Resmi Pengurus IAC Satu Semangat kebersamaan menjalin wirausaha, benar-benar tercermin dalam aktivitas alumni InspiraTrip Yogyakarta. Setelah tersepakati nama IAC (InspiraTrip Alumni Community), tour ala entrepreneur angkatan pertama ini langsung membentuk kepengurusan IAC Satu. Resmi dilakukan di kediaman salah seorang peserta Betsy Monoarfa (11/5) di Jati Bening, Pondok Gede, Bekasi.

M

eski tidak seluruh peserta (36 orang) hadir, namun suasana pertemuan cukup semarak. “Maklum mengumpulkan pengusaha itu tidak gampang, masing-masing memiliki aktivitas yang tak bisa ditinggalkan,” ujar JB. Basuki, Ketua IAC Satu. Namun kwalitas pertemuan akan lebih berarti, terutama dengan sharing maupun presentasi produk usaha masingmasing. Setelah ketuk palu kepengurusan IAC Satu, program-program kerjanya pun segera dilansir sebagai kesinambungan perolehan ‘ilmu wirausaha’ saat di Yogya. Pada kesempatan ini, IAC sekaligus mengunjungi usaha Betsy Monoarfa, CV Fiva Food & Meat Supply, berupa trader daging sapi impor dan lokal serta produsen makanan olahan daging basis sapi, ayam dan ikan. Anggota IAC diperkenankan untuk melihat proses produksi seperti sosis, bakso, kornet, rollade, chicken drumstick, nuget dan lain sebagainya. Kesuksesan langkah bisnis Betsy juga disharingkan pada anggota, “ Awalnya saya hanya menempati ruangan 9 m2 terbatas hanya menyediakan daging beku,” kenang Betsy, Wakil Ketua IAC. Istri Subagyo (Komisaris Utama, PT. Sarinah) ini mengandalkan gizi serta kehalalan produknya (sertifikasi MUI 1997) serta mengutamakan faktor higienis dalam proses

produksinya. Tak heran jika Fiva Food memiliki lebih 100 pelanggan untuk catering di Jawa, Pekanbaru, Batam, juga supply daging untuk beberapa supermarket. Presentasi lainnya diberikan Dody Andrian kontraktor bidang proper ty, tentang aspek pembangunan rumah yang didetail dengan fungsi, ukuran, bahan, berikut rincian pembiayaan. Demikian juga Ismail, pemilik usaha ‘Multichip’ yakni penjualan voucher pulsa telepon. Dengan sebuah alat chip, Anda dapat mengakses bisnis pulsa tanpa harus membuka counter. Bagaimana modal, pembiayaan, cara pembelian pulsa hingga perhitungan keuntungan dibeber gamblang dalam kesempatan ini. Inilah kwalitas dan kesinambungan InspiraTrip yang akan berlanjut diprogram berikutnya. Er/Foto: Anto

Pengurus IAC ( InspiraTrip Alumni Community) Satu Penasehat: Bpk. Wahyu Adhitama Pembina: Bpk. Subagyo, Bpk Budi Prasetyo Ketua : Bpk. JB. Basuki Wakil Ketua: Ibu Betsy Monoarfa Sekretaris : Irma Murti Kusuma Anggara Bendahara: DM. Rosa Tim Pengembang Usaha: Bpk. Iwan D. Simatupang, Bpk Yandi Bpk. Ismail Email: inspiratrip.satu@yahoo.com 102

Tahun 3

Juni ‘11


Juni ‘11

Tahun 3

103


Konsultasi Bisnis

Niam Muiz, Msc, MPsi Ia adalah seorang inspirator handal dan konsultan bisnis, master trainer tamatan Amerika Serikat yang telah menelorkan lebih dari 8.000 eksekutif pada berbagai level jabatan dan fungsi di berbagai wilayah Indonesia. Pria berusia 49 tahun yang sudah malang melintang selama 20 tahun di dunia training ini, kini menjadi Presiden Direktur PT Inspira Consulting, Jakarta.

Memilih Bisnis Atau Kerja?

Pertanyaan: Saya bekerja di perusahaan finance dengan gaji cukup lumayan. Di samping itu saya juga merintis wirausaha laundry kilo yang cukup potensial. Ada dua cabang income-nya bagus, tapi dengan catatan harus selalu saya kontrol. Bila dilepas maka pendapatannya akan berkurang. Saya minta persetujuan istri untuk keluar dari pekerjaan, tapi setelah dihitung-hitung ternyata salar y saya masih lebih besar dari penghasilan usaha saya. Pak Niam, apa yang harus saya lakukan? Terimakasih. Sulhan, Yogyakarta Jawaban: Selamat ! Anda sudah berhasil menemukan bisnis yang “menghasilkan” buat Anda. 104

Tahun 3

Juni ‘11

Selamat pula Anda dengan cepat memasuki tantangan tahap 2. Tanya deh kawankawan Anda yang memulai bisnis, kapan pertama mereka sujud syukur ketika mulai menjalankan bisnis? Pasti sujud syukur mereka lakukan ketika (istilah Anda) income-nya bagus. Nah, sesudah suatu bisnis menghasilkan, tahap kedua yang harus Anda lakukan adalah menjalankan manajemen agar income berjalan konstan dan kalau bisa terus meningkat. Anda jadi pebisnis kelas “tukang” jika untuk itu Anda harus menerapkan “manajemen kontrol secara fisik/kehadiran”. Disisi ini saya tidak setuju Anda mundur dari pekerjaan. Mengapa? Karena itu tadi, berarti manajemen Anda kelas “tukang” yang me-mandor-i bisnis Anda. Jika ini diterapkan, kapan Anda akan buka cabang baru?! Anda HARUS mengupayakan kontrol tanpa kehadiran. Caranya: pakai form, pakai sistem komputer, atau apapun yang kegiatan maupun kinerja pekerja di outlet bisnis Anda dapat dipantau secara real time. Anda pasti tahu bagaimana menerapkannya.


Atasi Pekerja Tidak Betah Pertanyaan: Usaha saya bidang kuliner, saya memiliki sebuah restoran masakan Jepang di sebuah foodcour t. Omsetnya bagus, karena saya menerapkan har ga terjangkau kantong menengah ke bawah. Tentu saja, chefnya khusus yang berpengalaman. Saya ada kendala ketika juru masak saya ini mengundurkan diri, dalam setahun saya ganti 4 kali. Mohon petunjuk bagaimana membuat SDM khususnya koki saya agar betah bekerja. Terimakasih. Bobi, Jakarta

Niam Muiz, Msc, MPsi

Jawaban: Bisnis itu proses learning. Tidak boleh ada bisnis yang mengandalkan satu o r a n g . Wa l a u p u n harus diakui bahwa dalam domain kuliner, seorang chef adalah segala-galanya. Namun output bisnis Anda harus team oriented. Anda bisa tempatkan asisten chef, bahkan lebih dari satu orang. Pastikan ada “training hour” dimana para asisten

itu menimba ilmu si Chef. Pastikan juga si Chef paham bahwa program ini bukan untuk “menggeser” dirinya, melainkan dalam rangka meringankan tugas yang bersangkutan. Bukankah menyenangkan jika si Chef hanya tinggal mengawasi saja, jika para asisten telah mampu bekerja sekualitas Chef-nya. Supaya lebih elok dan luwes, para asisten itu perorang bertugas menguasai sebagian saja dari ilmu sang Chef. M i s a l ­n y a s a j a , asisten 1 diwajibkan untuk menguasai dan menimba ilmu “menu mie”, asisten 2, menimba ilmu “menu soup”, asisten 3 menimba ilmu “gorenggorengan” dan begitu seterusnya. Jadi si Chef tidak merasa terancam oleh 1 orang yang bisa menyainginya. Lalu, bagaimana jika si Chef tidak mau berbagi ilmunya? Ya, suruh buka warung sendiri saja. Bukan menjadi pegawai Anda, tentunya. Tiap level dan jabatan itu ada konsekuensinya, Bung.

Redaksi Majalah Elshinta menerima pertanyaan seputar konsultasi bisnis. Jika Anda memiliki keluhan dan problematika mengenai bisnis yang akan atau sedang dijalankan, silakan layangkan pertanyaan Anda ke alamat redaksi kami atau melalui e-mail: majalahelshinta@gmail.com. Juni ‘11

Tahun 3

105


Tips

Branding Itu Penting!

K

ata dasar branding adalah brand . Ini didefinisikan sebagai nama atau simbol dagang suatu produk yang membedakannya dengan produk lain. Brand sering kali diartikan sebagai merek dagang. Jadi branding kerap diartikan secara umum sebagai upaya untuk menciptakan nama atau simbol sebagai merek dagang suatu produk. Itu artinya, nama perusahaan penghasil produk dan nama produknya bisa saja berbeda. Lalu apa keuntungan branding? Merek dagang memberi kesempatan pasar untuk mengenali produk Anda. Ini penting! Produk Anda – terutama yang general seperti sepatu, misalnya, memiliki ribuan pe­saing. Merek yang bagus memberi kesem­patan produk Anda untuk mencuri perhatian dan menumbuhkan loyalitas. Branding juga memberi kesempatan pasar untuk mengembangkan citra perusahaan Anda sebagai perusahaan yang besar, berkualitas, berpengalaman dan realibel. Apalgi jika merek dagang Anda, maju ke tengah persaingan dengan ciri khas dan kualitas tersendiri. Namun, upaya branding juga membebani Anda. 106

Tahun 3

Juni ‘11

Yang pertama adalah biaya. Percayalah, branding bukan perkara murah meriah! Kedua, waktu. Anda harus yakin, gigih dan sabar sebab branding relative membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Branding juga membuat produk Anda tidak lagi bersifat pribadi karena selalu dan akan selalu diasosiasikan dengan sesuatu. Aqua misalnya, selamanya akan diasosiasikan dengan air mineral. Padahal, perusahaannya sendiri sudah memproduksi beragam produk minuman lain. Branding juga membuat merek dagang itu melekat dengan kuat. Jika Aqua adalah brand bagi air mineral berkualitas, usaha untuk menjadikan Aqua sebagai merk computer, hampir bisa dipastikan gagal total! Betapapun canggihnya computer itu! Sekarang, bagaimana Anda bisa melakukan branding? Inilah tipsnya. 1. Nama dan Logo yang mudah dikenal dan diingat.

2.

3.

Menciptakan nama dan logo yang mudah dikenal dan diingat bukan perkara mudah. Anda bisa menciptakannya dari elemen-elemen bisnis Anda atau mengambilnya dari elemen di luar bisnis Anda. Apapun pilihannya, nama dan logo itu harus sederhana namun memikat. Unik namun familiar. Contoh, bagaimana Anda bisa mengasosiasikan logo Nike dengan produknya? Nama dan Logo yang mengambarkan kekuatan bisnis. Nama dan Logo juga harus menggambarkan kekuatan produk sebagai sebuah produk bisnis. BBC untuk British Broadcasting Company, misalnya. Kata British dengan jelas melambangkan kekuatan dan kebesaran perusahaan sebagai sebuah lembaga pers akurat dan objektif – seperti sifat bangsa Inggris, umumnya. Profesional Nama dan logo juga harus terlihat profes-


Aqua, Levi’s, Indomie, Teh Botol, pompa air Sanyo, adalah produkproduk yang memiliki branding kuat, sehingga konsumen akan menyebut merek tersebut sekalipun mereknya beda. Menurut ahli, ada produk yang membutuhkan branding, ada yang tidak. Semua tergantung dari seperti apa dan mau kemana bisnis Anda. Jika harus melakukan branding, bagaimana caranya?

sional. Ini karena nama dan logo akan Anda gunakan pada semua elemen bisnis Anda ; mulai dari kemasan hingga kop surat dan kartu nama. Profesionalitas ini ditentukan oleh banyak hal, misalnya warna dan bentuk, juga pilihan huruf. Tentu saja, semua tergantung dari citra seperti apa yang ingin Anda lekatkan pada produk Anda. 4. Paparan Maksudnya ada bagaimana merek dagang Anda diperkenalkan dan dihadirkan terus menerus ke dalam ruang pasar. Ini juga penting, makin sering dan tinggi frekwensi paparan, makin besar kemungkinan produk Anda dikenal dan diingat. Ada beberapa jalan untuk membawa merek dagang produk Anda ke pasar :  Iklan : Ini cara termudah sekaligus termahal. Pilihannya beragam, media elektronik dan cetak. Anda harus benar-benar memiliki dana yang besar sebelum memulai strategi ini. Sebab, iklan yang efektif juga memakan waktu.  Public Relations : Public Relations relative lebih murah namun tentu saja meminta lebih banyak waktu dan cakupannya pun terbatas. Anda tidak perlu memiliki PR sendiri, cukup menyewa konsultan PR untuk mulai menginvasi pasar dengan produk Anda.  Mulut ke Mulut : Jangan remehkan kekuatan mulut ; terutama yang bicara soal kualitas produk Anda. Intinya, Anda pun harus mau melakukan upaya pengenalan produk Anda secara personal. Strateginya adalah dengan menggaet seorang speak person – juru bicara. Biasanya dari kalangan tertentu yang memiliki kemampuan menjadi

trendsetter ; artis, misalnya. Kontinuitas Produksi : Setelah semua publikasi dan promosi dilakukan, kontinuitas produksi harus diperhatikan. Jangan sampai ketika pasar mulai mengenali dan menerima produk Anda, produk itu justru menghilang atau susah didapat. Ini akan menghancurkan citra produk yang sudah Anda bangun!  Trademark : Melindungi merek Anda secara hokum juga penting. Apalagi, Anda tentu mahfum, persaingan bisnis kerap meghalalkan segala cara. Pesaing yang panic bisa saja menghancurkan citra produk Anda dengan membuat merek yang sama namun dengan mutu yang rendah. 

Intinya, branding adalah sebuah usaha terus menerus yang terkonsep dan terintegrasi. Produk Anda mungkin membutuhkan branding jika Anda bermaksud untuk mempeluas pasar atau melakukan diversifikasi usaha. Rencanakan strategi branding Anda dengan baik dan terinci. Ingat, branding membutuhkan biaya! Wendy Danoeatmadja/Dari Berbagai Sumber, Foto: Istimewa

Juni ‘11

Tahun 3

107


Info UKM

Perlengkapan Anak dan Bayi Modal Rp 3 Juta

D

alam menggeluti sebuah bisnis diperlukan kreasi serta inovasi, agar beda dengan produk-produk yang beredar di pasaran. Demikian pula dengan Simply Idea, produksinya pun diperlebar dengan melengkapi penunjang kamar tidur anak seperti kap lampu, gordyn, kelambu, furniture dan sebagainya. Tidak sampai disitu, clothing dan perlengkapan solat anak, seperti

108

Tahun 3

Juni ‘11

mukena menjadi suatu produk yang dipasarkan di saat bulan Ramadhan. Kabarnya, pada saat itu omsetnya meningkat tiga kali lipat hingga Rp. 150 Juta. “Setiap orangtua pasti akan memberi yang terbaik bagi anaknya, tidak saja pada penataan ruang tapi juga penampilan. Selain itu, produk kami juga cocok untuk buah tangan,� ungkap Dinar Esfandiari, salah seorang pengelola Simply Idea.


Berawal hanya membuat bedcover dan sprei, kini Simply Idea berkembang memproduksi perlengkapan kamar bayi dan anak. Dengan sentuhan kreasi seni serta inovasi, produksinya diakui konsumen dengan meraup omset hingga Rp 150 juta.

Dinar Esfandiari, salah seorang pengelola Simply Idea Berawal dari omset yang membaik, Simply Idea yang berdiri sejak tahun 2004 semakin menguatkan diri pada industri perlengkapan kamar bayi dan anak. Menurut Dinar, kala itu produsen yang berkecimpung di bisnis tersebut masih minim, karena kebanyakan produk import dengan harga jual jauh lebih mahal. Sementara produsen lokal lainnya hanya bermain pada produk printing, yang jelas berbeda dengan produk buatan Simply Idea yang kaya akan disain dan kreasi seni yang membuat anak-anak ter tarik. Warna cerah, kaya motif, bentuk lucu dan imajinatif bagi anak, mutlak menjadi padanan disain setiap produk Simply Idea. Agar tidak berkesan ‘pasaran’ Simply Idea sengaja tidak menciptakan motif tokoh karakter. Hubungan perkawanan setelah dua tahun mengantarkan anak-anaknya di sekolah TK, tiga Ibu muda diantaranya Dinar Esfandiari, Rani Sugeng, dan Ira Pramiasih berlanjut pada urusan bisnis. Coba – coba mendirikan sebuah

usaha patungan dengan modal yang sangat minim, “Saat itu modal kami hanya Rp 3 Juta, dari masing – masing Rp 1 juta. Karena hanya coba – coba dan sama sekali belum ada pengalaman bisnis. Ya kalau tidak mendapat untung setidaknya tidak terlalu rugi, ” ujar Dinar selaku PR dan Marketing Simply Idea. Dari ketekunannya menjalankan usahanya itu, Simply Idea meraih penghargaan dari majalah Femina dan Bank BNI sebagi Pemenang 3 Wanita Wirausaha 2010. Padahal hanya didahului dengan promosi yang sangat sederhana untuk memperkenalkan Simply Idea, “ Teman – teman dekat dan saudara itu pasar awal kita mengenalkan produk Simply Idea. Dari pengalaman dan keter tarikan mereka, baru kita

Juni ‘11

Tahun 3

109


Info UKM

memberanikan diri mengikuti pameran dan bazaar.” ungkap Dinar. Dari kualitas dan jenis produknya Simply Idea memang ditargetkan untuk menggaet pasar kelas menengah ke atas. Selain dua counter yang berada di Metro Departement Store, Simply Idea juga bekerjasama dengan seluruh jaringan Mother Care Indonesia dalam memasarkan produknya. Untuk dapat menitipkan produk Simply Idea di Metro Departement store tidaklah mudah. “Beberapa standard harus dipatuhi Simply Idea untuk bisa menembus pasar kelas menengah atas ini. Selain memiliki standar kualitas produk yang baik, kemasan yang apik juga turut diperhatikan,” tambah Dinar. Teks : Farhan Dwitama, Foto : Ist

110

Tahun 3

Juni ‘11



Sentra etra BBisnis isnis

Bazaar Bintaro

Wirausaha UKM Mahasiswa Hingga Eksekutif

C

obalah sesekali ke Sektor VII Bintaro, tepatnya di Bintaro Trade Centre (BTC) saat weekend. Anda akan terkesima melihat pasar kaget yang ramai. Karena bukan pasar permanen (tenda-tendanya hanya terpasang hari SabtuMinggu saja) mereka yang berjualan di sini bukan hanya pedagang asli, namun juga kar yawan bahkan eksekutif yang nyambi 112

Tahun 3

Juni ‘11

berbisnis, ibu rumah tangga, pensiunan hingga mahasiswa. Seper ti Edhiyoso Widodo yang menggeluti bisnis kuliner sejak satu tahun lalu. Usahanya adalah dimsum bermerk Bee Bee Dimsum. Di pasar kaget yang dikenal dengan nama Bazaar Bintaro ini, tidak sedikit omzet yang mampu diraupnya. “Di Bazaar Bintaro sudah berjalan empat


Jangan ditunda-tunda bila Anda akan berwirausaha. Agaknya inspirasi ini menjadi penyemangat seseorang dalam berbisnis. Bazaar Bintaro, menjadi arena bagi komunitas ini, ada mahasiswa hingga eksekutif menjalankan usahanya. Produknya pun berbagai macam mulai dari fashion sampai kuliner. Karena banyak barang branded harga kaki lima, tak ayal menyedot kalangan menengah ke bawah belanja di sini.

Berbagai produk tas dan pakaian bulan. Saya memilih berjualan di sini karena tempatnya strategis. Setiap SabtuMinggu kita bisa jual sampai 150 porsi,� ujar Edhy, yang menjual dimsumnya Rp 2.500 perbuah. Berawal dari usaha orang tua yang bergerak di bidang kuliner, ser ta hobinya makan dan jalan-jalan. Membuat pria dengan background IT ini rela menerima gaji separoh sebagai kar yawan agar lebih fokus dalam memajukan usahanya. Baginya Dimsum produksinya cukup praktis, “Produk yang satu ini sangat simple dan memang belum banyak di pasar. Cukup dikukus saja tanpa minyak, tentu menyehatkan, � ungkap Edhiy yang membuat website untuk fasilitas promosi berikut menjalankan franchisenya. Begitu juga dengan Irene Dyahayu,

Boneka-boneka untuk anak-anak Juni ‘11

Tahun 3

113


Sentra etra BBisnis isnis

Baju - baju fashion wanita yang bekerja sebagai HRD di sebuah perusahaan rental otomotif kalangan asing ini, bersama suaminya membuka kuliner Gudeg Yogya Bu Dibyo. Makanan tradisi memang banyak diminati dengan lauk telor, bacem tahu-tempe dan ayam opor atau kremes, “Buat belajar ber wirausaha, pulang kerja saya masak, kebetulan gudeg harus dimasak beberapa hari agar ber warna cokelat dan berasa nikmat,” ujar Irene yang menyediakan menu gudeg komplit harga berkisar Rp 25.000. Tidak hanya menawarkan beragam kuliner, pada Bazaar Bintaro ini juga terhadap beragam multi produk. Seper ti fashion, batik, sepatu, tas, aksesori, jam, hingga mainan anak-anak. Banyak barang branded sekelas mall dengan harga amat

Aneka jam tangan 114

Tahun 3

Juni ‘11

Produk - produk kacamata miring. Maka dari itu, banyak konsumen berduit dari kalangan Bintaro, BSD dan sekitarnya berburu barang di sini. Hal ini juga diakui Wani, seorang wirausaha fashion yang sehari-harinya berprofesi sebagai direktur sebuah perusahaan di bidang for wading. Anie Collection menjadi tempat usahanya sejak awal Bazaar Bintaro berdiri, menawarkan baju-baju impor maupun lokal. “Penjualan di bazaar ini cukup lumayan jika dibandingkan dengan di Mall. Istilahnya produk Mall harga kaki lima, kualitas bagus tapi harga lebih murah. Bahkan saya juga ada produk harganya di atas satu juta tapi itu barang impor,” ucapnya. Bagi perempuan asli Medan ini, jiwa berdagang di keluarganya merupakan


Irene, Gudeg Bu Dibyo

Wani bersaudara

warisan turun temurun. Maka tidak heran jika di Bazaar Bintaro ini ada empat stand yang masing-masing dibuka anggota keluarganya, mulai dari usaha aksesoris, baju wanita maupun anak-anak hingga aneka kuliner khas melayu seper ti kari kambing hingga lontong Medan. “Kita semua sehari-hari juga bekerja. Sabtu, minggu di hari libur kita mengisi kegiatan dengan berdagang di Bazaar ini,” ujarnya. Bazaar yang dibuka sejak pukul 06.00 hingga jam tiga sore ini, menjadi wahana bagi mereka yang hobi berbelanja, terutama untuk produk yang sedang trend. Di Bazaar Bintaro Trade Center, kita tidak lagi berhadapan dengan barang murah meriah tapi juga soal gaya dan melibatkan

Edhy franchise Dim Sum

berbagai kelas sosial. “Kita memang menyasar untuk semua kalangan. Tapi bagi beberapa produk kita bisa lihat memang di peruntukkan bagi kelas menengah ke atas,” ujar Teddy Far yadi, selaku pihak Tunas Organizer sebagai pengelola. Peluang memanfaatkan keinginan konsumen untuk mendapatkan barang bagus dan bermerek dengan harga yang relatif murah. Maka membuat sentra bisnis yang lebih merakyat ini akan tetap tumbuh layaknya jamur di musim hujan. Sebagai peluang usaha yang nantinya mampu bersaing untuk kelas yang lebih besar. Bazaar Bintaro juga mengalami perkembangan, awalnya di sektor 9 di belakang Mc Donalds, kemudian di halaman Ayam Bakar Wong Solo, dan kini berada di BTC berdekatan dg Café D’Cost. Di lokasi ini ditempati sekitar 160 pedagang. “Pedagang sekitar 60 % warga seputar Bintaro. Selebihnya dari wilayah Pamulang, BSD, Bekasi hingga Jakar ta Utara. Dengan tingkat kunjungan konsumen yang setiap minggunya mengalami peningkatan, tentunya hal ini berdampak positif bagi potensi bisnis kita ,” jelas Teddy. Teks/ Foto:Anto Kurniawan Juni ‘11

Tahun 3

115


Mediasi

Menjaring Untung Lewat Jejaring

Komunitas dalam facebook menjadi incaran bagi pewirausaha dalam mempromosikan produknya. Cukup effisien, karena selain gratis, hubungan pertemanan menciptakan suasana aman dalam berbisnis. Jika terjadi penipuan hanyalah prosentase kecil. Ribuan orang bisa mengakses jejaring ini, tentu omset akan mengalir.

Jangkauan Lebih Luas Menjangkitnya bisnis via online saat ini memang sangat membantu dan mempermudah system perdagangan, khususnya dalam hal promosi. Kalau dulu kita harus mengeluarkan budget tambahan untuk sebar brosur, buat spanduk dan mengiklankan. Kini, dengan bisnis online kita bisa mendapatkan pangsa pasar lebih besar dan jangkuannya juga lebih luas, sampai seluruh Indonesia. Saya mempromosikan bisnis konveksi saya lewat jejaring sosial facebook sejak tahun 2004, dan hasilnya hampir setiap sebulan saya bisa memproduksi 1.000 baju dan 5.000 potong bordir komputer. Anindhya Medita Pemilik Bisnis Online Medium Konveksi 116

Tahun 3

Juni ‘11


Cara Mudah Cari Pelanggan Untuk orang yang ingin berwirausaha, namun belum punya modal untuk sewa toko, bisnis online adalah solusi paling tepat dilakukan. Cara paling mudah dan efisien adalah membuat shopping online lewat jejaring sosial facebook. Selain bisa meraup untung, bisnis online juga bisa menambah kenalan, sehingga mudah bagi kita untuk mendapatkan pelanggan. Keuntungannya sudah saya alami sendiri. Baru dua bulan saya membuka shopping online, saya sudah berhasil menjual 400 tas dan kaos. Namun, tidak seterusnya bisnis online itu berjalan lancar, pasti ada saja kendalanya. Masalah yang pernah saya alami dalam berbisnis online, adalah pada saat proses pengiriman barang dagangan yang dipesan pembeli. Christina Naiborhu Pemilik Shopping Online Buahhati Bunda

Media Promosi Efektif Promosi lewat jejaring sosial seper ti Facebook, Twiter dan lainnya itu sangat efektif karena dengan promosi lewat jejaring sosial banyak teman, kenalan, saudara atau teman dari teman kita kalau di FB friend of friend bisa melihat jadi tahu bisnis dan produk yang kita jual. Semakin banyak orang yang mengetahui barang / situs milik kita, semakin besar peluang penjualan kita terutama bila ada teman yang merekomendasikan ke orang lain. Caranya posting link dari web untuk memberitahu produk, barang yang kita jual, tag foto produk, tag link web kita, melalui FB ada juga fasilitas iklan dengan membayar sekian rupiah untuk per klik web kita. Selain cara ini lebih mudah, murah bahkan gratis, banyak penggunanya, bisa menjual dengan sistem jaringan hal itu beberapa keuntungan yang membuat FB populer. Sigit Tri Wibawa Pegawai dan Pemilik nadnetshop.com

Relasi Dongkrak Bisnis Selain me­ mungkinkan kita untuk memperoleh teman, baik teman baru maupun teman semasa sekolah yang sudah lama tidak berjumpa, sampai dengan teman kerja, semuanya dapat disuppor t oleh Facebook. Namun selain itu kita juga dapat memanfaatkan Facebook untuk mendongkrak bisnis yang kita tekuni, dengan menekankan dalam membangun jejaring pertemanan di dunia internet. Dengan banyaknya teman maka otomatis kita memiliki banyak relasi untuk menawarkan bisnis kita. Dengan cara melakukan share bagi produk atau jasa yang kita tawarkan kepada mereka yang telah menjadi teman kita. Bisa juga dengan cara membuat akun untuk membuat semacam tempat bagi mereka yang tertarik terhadap produk bisnis kita. Yanuar Setiawan Pegawai Swasta Juni ‘11

Tahun 3

117


Bisnis Unik

Hanny’s Craft

Mainan Jadul Omset 400 Juta Siapa bilang mainan tempo dulu tak potensial untuk dibisniskan? Meisny membuktikan, ia mampu menangguk untung hingga 400 juta pertahun dari usaha ini. Meski modalnya tidak terlalu besar, kini aneka mainannya telah tersebar di berbagai kota besar di Indonesia bahkan mancanegara. ď Ž Teks: Cucun Hendriana/ Foto: Dok. Pribadi

B

erawal dari tahun 2000, Meisny mencoba peruntungan baru di dunia bisnis mainan anakanak tempo dulu. Bisnis ini dibidiknya agar mainan yang sudah turun temurun dan menjadi warisan itu tidak ludes digerus zaman. “Saat itu masih krisis moneter, saya berpikir kira-kira bisnis apa

118

Tahun 3

Juni ‘11

yang bagus untuk dijalankan dengan modal yang tidak terlalu besar. Nah, terpikirlah untuk mencoba bisnis di dunia mainan anak-anak,� kisahnya. T i d a k t e r l a l u b e s a r, saat memulai bisnis ini, ibu berusia 35 tahun yang dibantu sang suami Bambang Budi Har tono ini bermula


membuat empat item mainan tempo dulu seperti gangsing, yoyo dan lainnya. “Ternyata, banyak juga anak-anak yang menyukai aneka mainan lawas ini. Karena selain bentuknya yang lucu-lucu, saya juga membuatnya agar bisa didengar seperti suara binatang. Dengan begitu, mudah-mudahan saya bisa memper tahankan budaya tradisional berupa mainan anak-anak,” ucapnya. Mengenai modal awal, Meisny mengaku, ia hanya menghabiskan uang tidak kurang dari 10 juta rupiah. Untuk mengembangkan sayap bisnis agar lebih dikenal masyarakat, tak jarang usaha yang dinamainya Hanny Craft itu mengikuti banyak kegiatan pameran di berbagai kota besar. Walhasil, kini produknya bisa dikenal di berbagai wilayah di tanah air. “Alhamdulillah, dengan banyak mengikuti pameran, bisnis saya bisa makin berkembang. Mainan saya dipasok ke berbagai kota besar di Indonesia seper ti Jakar ta, Bandung

dan kota lainnya,” ujar wanita yang membuka usahanya di Jombang, Jawa Timur ini.

Pasok 10.000 Buah, Omset 400 Juta Berkat keseriusannya menangani bisnis, kini bisnisnya sudah merambah ke pasar mancanegara seperti Malaysia. Saat ini, ia baru bisa mengembangkan 10 item mainan anak-anak. “Ya, mainannya baru 10 item. Masing-masing item itu terdiri dari 1.000 buah mainan yang disebar ke banyak wilayah. Bahkan, saya sudah menjalin kerjasama dengan beberapa agen untuk mengekspor mainan ke Malaysia,” aku Meisny. Meski begitu, ia tak memungkiri persaingan bisnis di dunia mainan anak-anak. Apalagi hal itu diperparah dengan masuknya aneka mainan produk China yang semakin mewabah. “Ya itulah tantangan saya. Mainan produk China makin menjamur. Saya harus ber tahan dari gempuran itu agar mainan

tradisional tetap langgeng,” kata ibu satu anak ini. Mengenai harga, produk buatan Meisny terbilang masih sangat kompetitif. Untuk harga eceran, ia mematok harga dari mulai Rp 5.000 sampai Rp 20.000. Sedangkan untuk harga grosir bermula dari Rp 1.500 hingga Rp 7.500 perbuahnya. “Selain produk kami aman untuk anak-anak, harganya pun masih sangat murah,” kilahnya. Ke depan, ia pun berencana untuk memperbanyak lagi jumlah item yang dijual dengan menggunakan kemasan yang lebih menarik. Soal omset, jangan di­ tanya, ia bisa meraup untung hingga Rp 400 juta pertahun dari produk yang dibuatnya. “Alhamdulillah, kerja keras saya dan suami selama lebih dari 10 tahun bisa terbayar. Produk saya bisa diminati dan dinikmati oleh banyak anak-anak di Indonesia adalah sebuah kebanggaan. Kunci sukses bisnis di dunia mainan ini, ya ketelatenan,” pungkasnya. Juni ‘11

Tahun 3

119


#Pengusahahaha

Polah Aneh Justru Lucu Tidak saja pengusaha, karyawan dalam perusahaan pun kadang berpolah aneh. Tapi justru menjadi lucu untukmengurangi stress. Buktikan?

Blackberry Baru

Karena harga cabe Rp 100 ribu perKg, ada dua petani cabe mendadak menjadi pengusaha dan langsung membeli Blackberry. Ucup : “Cep ngapain kamu megangin pager rumah?” Acep : “Ini Cup, gw lagi mau isi pulsa...” Ucup : “Eh, apa hubunganya nempel di pager sama isi pulsa Cep? Telpon operator saja. Susah amat sih.” Acep : “Itu masalahnya,dari tadi aku disuruh operator tekan pager, nah sudah tekan pager berkali-kali kok nggak bisa juga. Sampai bonyok nih jempol.” Ucup : “Aku lebih parah Cep.” Asep : “Memang kamu kenapa?” Ucup : “Aku malah disuruh mencet bintang.”

Buka Bank, Pegang Uang

Ada dua orang sahabat mempunyai citacita ketika masih remaja. Remaja pertama, berkata kalau besar pingin membuka bank. Remaja kedua, punya cita-cita memegang uang banyak. Setelah keduanya beranjak dewasa, ternyata cita-cita mereka kesampaian: Remaja pertama mewujudkannya dengan menjadi security bank, dan remaja kedua menjadi seorang kasir di bank yang sama.

120

Tahun 3

Juni ‘11

Ditilang Polisi

Karyawan perusahaan delivery ditangkap Polisi lalu ditilang : “Apa salah saya Pak? Saya pakai helm, pakai jaket, punya SIM, bawa STNK, kenapa saya di tilang ?” Polisi menjawab dengan enteng : “Sebel saja lihat kamu… muter-muter pakai jaket dan pakai helm tapi nggak pakai motor”

Syukurlah Kalau Begitu

Seorang karyawan baru dua hari kerja di sebuah perusahaan asing, si karyawan menelpon ke bagian dapur sambil berteriak, “Ambilkan aku kopi...cepat!.” Ternyata jawaban dari balik telepon tidak kalah keras dan marahnya. “Hei bodoh... kamu salah pencet extention? Kamu tahu dengan siapa kamu bicara?,” gertak dari ujung telepon. “Tidak...,” karyawan menyahut. “Saya Direktur Utama di sini, dasar idiot. Saya pecat kamu nanti!,” ancam si Boss. Tidak kalah gertak dan lebih teriak si karyawan balas menyahut, “Dan Bapak tahu siapa saya?” “Tidak!,” jawab Boss itu. “Syukurlah kalau gitu” sahut si karyawan cuek sambil menutup telepon.


HAL 85.indd 85

8/16/2010 8:32:46 PM


Otak Atik Pertanyaan : Mendatar 2. Mukadimah 4. Sangat terlatih: cakap 5. Gelas dari keramik 6. Gejala kekurangan oksigen 9. Dibuat notaris 10. Kurang hati-hati 12. Kredit Usaha Rakyat - Singkatan 15. Pusat 17. Honor, imbalan yang bersifat rutin 20. Salah satu teknik menjernihkan air dengan sinar matahari 21. Penggarapan secara tekun dan cermat

Peluang dan Inspirasi Bisnis

FORMULIR BERLANGGANAN MAJALAH ELSHINTA Untuk berlangganan

Rp 59.400 (6 Bulan)

Rp 112.200 (12Bulan)

Nama : ...................................................................................................................... Alamat : .......................................................................................................................

.............................................................................Kode Pos ..............................

Telp/ Hp : ...................................................................................................................... Transfer pada tanggal ............................................a/n PT. Nuansa Karya Berita, No rekening BCA 459.30.21.958 Cabang Wisma Indocement Mengirim Uang Sejumlah Rp ................................................................................................... Permintaan edisi .........................................s/d......................................................................... Untuk wilayah Jabodetabek harga sudah termasuk ongkos kirim Untuk wilayah lain harap hubungi Redaksi Majalah Elshinta Telp : (62-21) 58359108 (62-21) 58359112 Fax : (62-21) 58359094 * Bukti transfer dan data diri bisa dikirim melalui fax : (62-21) 58359094-95 ** Konfirmasikan fax Anda ke Hotline Pelanggan

122

Tahun 3

Juni ‘11

Tanda Tangan

(

)

Menurun 1. Sanak saudara : kerabat 2. Surat penawaran kerjasama 3. Jenis kopi yang terkenal di dunia 7. Campur tangan dalam perselisihan 8. Kemauan yang pasti 11. Kaidah 13. Kapal Selam - Inggris 14. Selat antara Inggris dan benua Eropa 16. Nama perusahaan internasional milik Sir Charles Barnson 17. Badan ; tubuh 18. Jahitan khusus pada tepi kain 19. Bersifat dasar ; pokok




Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.