

Ecomporium Aqua Hub
Independent system on the verge resiliency
Dampak perubahan geografis dengan terus maraknya pembangunan pulau-pulau reklamasi di Indonesia tidak dapat dihindari. Memang tampak secara garis besar pembangunan pulau reklamasi bertujuan untuk mendorong ekonomi di Indonesia oleh industri-industri. Namun, kesejahteraan rakyat kecil yang langsung berhadapan dan merasakan dampak dari pembangunan ini memicu faktor kesejahteraan sosial dan ekonomi mereka dengan pendapatan yang semakin meningkat dan penghasilan yang semakin menurun.
Daerah kampung Kalibaru menghadapi pembangunan reklamasi yang dimulai pada tahun 2013 dimana mayoritas mata pencaharian sebagai nelayan tidak lagi memiliki akses secara langsung karena ada blokade dari pembangunan pulau reklamasi tersebut. Mengakibatkan isu yang fatal pada warga-warga Kalibaru dalam menghadapi kemiskinan secara ekonomi, tempat tinggal, dan identitas sosialnya.
Perancangan ini membuka peluang untuk menghadapi isu yang sudah terjadi namun berpikir secara jangka panjang bagaimana mereka dapat menciptakan sistem yang independen dan resilien untuk potensi isu yang mendatang dan mengatasi masalah kesejahteraan, ekonomi, dan identitas mereka sebagai warga Kalibaru yang sangat berpotensi untuk memasuki jendela tersebut.
Project Data
Location: Kalibaru, Jakarta Utara
Area: 30.000 m2 (3 Ha)
Project type: Coastal
Year: 2024
“Faith is to believe what you do not see; the reward of this faith is to see what you believe”
Saint Augustine

Ecomporium Aqua Hub
Independent system on the verge resiliency
Dampak perubahan geografis dengan terus maraknya pembangunan pulau-pulau reklamasi di Indonesia tidak dapat dihindari. Memang tampak secara garis besar pembangunan pulau reklamasi bertujuan untuk mendorong ekonomi di Indonesia oleh industri-industri. Namun, kesejahteraan rakyat kecil yang langsung berhadapan dan merasakan dampak dari pembangunan ini memicu faktor kesejahteraan sosial dan ekonomi mereka dengan pendapatan yang semakin meningkat dan penghasilan yang semakin menurun.
Daerah kampung Kalibaru menghadapi pembangunan reklamasi yang dimulai pada tahun 2013 dimana mayoritas mata pencaharian sebagai nelayan tidak lagi memiliki akses secara langsung karena ada blokade dari pembangunan pulau reklamasi tersebut. Mengakibatkan isu yang fatal pada warga-warga Kalibaru dalam menghadapi kemiskinan secara ekonomi, tempat tinggal, dan identitas sosialnya.
Perancangan ini membuka peluang untuk menghadapi isu yang sudah terjadi namun berpikir secara jangka panjang bagaimana mereka dapat menciptakan sistem yang independen dan resilien untuk potensi isu yang mendatang dan mengatasi masalah kesejahteraan, ekonomi, dan identitas mereka sebagai warga Kalibaru yang sangat berpotensi untuk memasuki jendela tersebut.
Project Data
Location: Kalibaru, Jakarta Utara
Area: 30.000 m2 (3 Ha)
Project type: Coastal
Year: 2024
Jakarta Utara masih menjadi bagian jakarta dengan tingkat kemiskinan tertinggi walaupun berada di daerah yang memiliki value tinggi untuk tingkat perekonomian

Pengaruh kemiskinan secara ekonomi dan sosial terhadap kualitas hidup mereka sangat tinggi








ADAPTING

Blocking direct access to sea

ECOLOGY

No accomodations (quickly replaced official)






Overtake fishing spot

Under-Developed Mixed Use High Density Residentials
Traditional Markets : Mostly for Fish and seafoods
Fish Auction & Trading
Frozen fish storage and market
Kalibaru Forestry Office
Kalibaru fishing boat quay
Plaza Kalibaru
Fishing Spot



Reclamation
Identity
Low Income
Slums
Shifting
Macro economics
High Expense Fishermen
The Chronic Stress of Kalibaru
Geographic Changes
Perubahan geografis di kampung nelayan Kalibaru menciptakan tantangan sosial dan ekonomi yang luas. Nelayan kehilangan akses ke wilayah laut akibat reklamasi, mengancam mata pencaharian mereka. Hal ini menyebabkan penurunan pendapatan dan ketidakpastian ekonomi di komunitas tersebut. Selain itu, perubahan ini juga mempengaruhi ikatan sosial dan identitas tradisional, mengakibatkan ketegangan sosial dan kesenjangan ekonomi yang lebih besar dalam masyarakat nelayan.
Reclamation Identity Slums
Reklamasi di kampung nelayan Kalibaru berdampak besar pada aspek sosial dan ekonomi. Kehilangan akses ke wilayah laut mengancam mata pencaharian tradisional nelayan, menyebabkan penurunan pendapatan dan kualitas hidup. Selain itu, perubahan ekosistem laut juga mengancam keberlangsungan sumber daya alam, mempengaruhi rantai pasok dan harga pangan laut. Ini meningkatkan ketidakpastian ekonomi dan memicu pergeseran sosial di komunitas nelayan dan menimbulkan macroshifting economy, menyebabkan ketegangan dan ketidakstabilan sosial.


Kawasan kumuh di kampung nelayan Kalibaru menciptakan tantangan sosial dan ekonomi yang signifikan. Infrastruktur yang buruk dan sanitasi yang tidak memadai mengancam kesehatan dan kesejahteraan penduduk. Kurangnya akses ke layanan dasar seperti pendidikan dan perawatan kesehatan memperparah kesenjangan sosial. Di sisi ekonomi, kawasan kumuh cenderung memiliki tingkat pengangguran yang tinggi dan pendapatan rendah, menyebabkan ketidakstabilan ekonomi dan ketegangan sosial

Krisis identitas sebagai nelayan kumuh di kampung nelayan Kalibaru merusak keseimbangan sosial dan ekonomi. Kehilangan identitas sebagai nelayan akibat reklamasi mengakibatkan kebingungan sosial dan ketidakpastian ekonomi dalam komunitas. Para nelayan yang menghadapi perubahan besar-besaran ini mungkin mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan pekerjaan dan mata pencaharian baru, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penurunan pendapatan dan ketidakstabilan sosial dalam komunitas.

Reclamation Issues

ONLY ACCESS
BLOCKED ACCESS
Fenomena pulau reklamasi yang terjadi langsung dihadapan mereka Nelayan yang menjadi identitas mereka sulit untuk bekerja dari dampak reklamasi ini.

Expense for non-food houses
After Before After

Perubahan macroeconomics dan meningkatnya pengeluaran dan penurunan pendapatan.
Reclamation
Shifting macroeconomics
Low Income
High Expenses
Sehingga membuat mereka didampak krisis ekonomi dan tidak memiliki kuasa untuk menghadapi perubahan ini .

After Before After
Occupation data after reclamation effect

19,86%
14,27%
11,23%
10,50% 8,98%
8,98%
5,68%
3,84%
3,33%
Tidak / belum bekerja
Karyawan Swasta
Wiraswasta
Mengurus rumah tangga
Buruh
Petani / Nelayan
Lain - lain
Pertukangan
PNS
Economic reclamation effect

Before
= 16.558 = 15976
= 11896 = 9360 = 8762 = 7495 = 4741 = 3204 = 2773

Data mata pencaharian yang diberikan dari dampak reklamasi sangat signifikan dimana, pengangguran masih menempati angka terbesar dalam data pekerjaan dan Petani/ Nelayan dimana kampung Kalibaru memiliki julukan kampung “nelayan” Kalibaru menduduki peringkat relatif dibawah yang membuktikan kegiatan ekonomi sangat terpengaruhi dari fenomena reklamasi dan menjadikan mereka krisis identitas dan ekonomi.

Educations




















TIPOLOGI



FUNGSI RESIDENTIALS

112 Slums housing on site





Dengan jumlah rata-rata tiap keluarga di Kalibaru berjumlah 5 orang, maka jumlah penduduk pada site berkisar 560 jiwa. As
TIPOLOGI KUALITAS SETTLEMENTS
Toilet
Independent MembayangkanEcosystem keberhasilan dalam kekuatan manifestasi, Ekosistem Independen memperjuangkan swasembada dengan mendorong praktik-praktik berkelanjutan. Dengan fokus pada penyediaan sumber pangan berkelanjutan melalui inisiatif pasar dan budidaya laut, hal ini membangun tulang punggung yang tangguh, memastikan otonomi dari kebutuhan dasar. Dengan memberdayakan masyarakat untuk berkembang melalui kemandirian, hal ini membuka jalan bagi masa depan di mana keyakinan terhadap keberlanjutan akan menghasilkan kelimpahan dan kesejahteraan bagi semua orang dan menghadapi segala potensi permasalahan mendatang untuk diatasi sebagai kawasan yang resilien.
Pliability
PerumahanHousing yang fleksibel untuk menata ulang permukiman dengan fokus pada kualitas ruang. Untuk mengatasi kondisi kehidupan yang tidak memadai, konsep ini diterjemahkan menjadi rumah yang memenuhi standar quality of space yang tinggi. Fleksibel dan dapat diperluas, penampahan fasilitas mengintegrasikan sistem irigasi air laut untuk kualitas pangan unggul, memastikan ketahanan dan keberlanjutan. Hal ini mewujudkan visi dimana keyakinan pada inovasi akan menghasilkan rumah yang tidak hanya memenuhi namun juga melampaui ekspektasi akan kualitas hidup.
Envisioning fruitfulness in power of
DESIGN CONCEPT
Resuscitate Characteristic Di tengah hilangnya identitas nelayan akibat dampak reklamasi, perancangan ini bertujuan untuk mengembalikan warisan budaya mereka. Dengan menunjukkan ketahanan, masyarakat membuktikan kemampuannya dalam mengatasi ancaman terhadap identitas mereka. Melalui perencanaan yang inovatif, proyek ini berupaya untuk merevitalisasi esensi desa, menegaskan kembali ketahanan mereka terhadap tantangan apa pun terhadap identitas mereka.
Econmporium

Aqua - Hub
Resilience in Reclamation through Sustainable Seafarm and Market Integration



Independent ecosystem



Pliability Housing

Resuscitate characteristic
Resilience



Define site access by defining ccess into site, ppro ching site will be e sier bec use it’s like h ving strong found tion to begin with.

Develop Axis Shaper
ACre ting xis to g in zoning connection between se front, se f rm, m rket, pl z , nd residenti ls by ccess.
Derive Seafront
Deriving se front for its zone to define tr nsisition l re between food pl z , m rket, nd se f rm.
Establish focus center
Focus center is going to be m rket for center of ll the ctivity in order to revive economic nd soci l problems.
Define zonin
Split the zone into e ch re nd defined from center of focus for its connectedness while m int ining focus on e ch other in soci l economic issues.
Inte ration development for Integrattraction tion between e ch other for ttr cting in l rger sc les nd fruitfulness on integr ted system to resuscit te K lib ru.
Baby corn farm

Store House
House
CT PLAZA
Locals Center
Restaurant Cook Shop
Shopping Street
Dock
Outdoor Park
Supporting Facilities
Sea Market
Urban
Sea
Farm
Fish
Auction
Seafront deck & dock
SEA FARM MARKET SER I D
Public Plaza
Administration