Page 1

19

SELASA (WAGE) 4 FEBRUARI 2014 4 RABIUL AKHIR 1435 H SILIH MULUD 1947

Facebook: www.facebook.com/beliapr

Twitter: @beliapr

E-mail: belia@pikiran-rakyat.com FOTO: KEKE

ONG Xi Fa Cai! Xi Nien Kuai Le!” Kalau kru belia perhatikan, kalimat tersebut lagi berseliweran di mana-mana terutama di media sosial. Suasana serbamerah dan emas juga masih terlihat di beberapa sudut Kota Bandung. Mulai dari pusat perbelanjaan, baliho ucapan selamat, sampai dengan hiasan di sejumlah pertokoan. Walau udah lewat empat hari, keseruan Tahun Baru Imlek 2565 yang jatuh pada Jumat (31/1/2014) lalu masih berasa sampai sekarang, terutama di beberapa titik Kota Bandung seperti Jalan Kelenteng. Yap! Imlek memang identik dengan warna merah serta ucapan ”gong xi fa cai” yang berarti selamat, semoga banyak rezeki. Hari raya yang sudah ditetapkan menjadi libur nasional semenjak tahun 2003 ini sangat spesial bagi etnis Tionghoa karena menjadi simbol permulaan dari keberuntungan di hidup yang baru. Dengan berakhirnya tahun ular air, warga keturunan Tionghoa dan semua yang merayakan Tahun Baru Imlek berharap tahun kuda kayu ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Berbagai tradisi turun-temurun pun dilakukan dalam menyambut imlek. Berkunjung ke vihara pada malam tahun baru merupakan salah satu tradisi warga Tionghoa yang merayakan Tahun Baru Imlek. Seperti pada Vihara Tanda Bhakti yang didatangi kru Belia pada malam imlek, Kamis (30/01/2014). Tempat ibadah yang terletak di Jalan Vihara ini ramai dipadati pengunjung. Ada yang datang beribadah, ada pula yangingin melihat bagaimana serunya menghabiskan malam Tahun Baru Imlek di sana. Vihara ini terbuka bagi siapa saja yang

G

Sehat, Kuat, dan Bermanfaat

S

ERING kali kita tidak menyadari akan pentingnya nilai kesehatan. Saat tubuh didera sakit hingga sulit melakukan berbagai aktivitas, barulah kita menyesal telah mengabaikan kesehatan kita. Oleh karena itu, jangan tunggu hingga penyakit lebih dulu hinggap di tubuh kita dan berlarut-larut sampai menjadi kanker yang ganas, mengancam kelangsungan hidup kita, dan membuat masa muda kita sia-sia, baru kemudian kita menyadari keteledoran gaya hidup kita yang ”tidak sehat”. Mulailah sejak dini kita menjaga kesehatan secara menyeluruh, dimulai dengan mengontrol segala sesuatu yang kita konsumsi. Apa yang kita konsumsi akan menjadi bagian dari diri kita. Baik langsung maupun tidak langsung, juga akan turut membentuk karakter kita. Perhatikanlah setiap makanan yang kamu konsumsi, apakah akan menimbulkan manfaat untuk tubuhmu atau justru menimbulkan mudarat. Jangan bersikap egois dengan hanya memenuhi rasa lapar dari mata saja. Ingatlah, tubuhmu adalah satu kesatuan. Jika satu anggota tubuhmu sakit, maka anggota tubuh yang lainnya pun akan merasa terganggu. Konsumsilah makanan yang akan memenuhi kebutuhan seluruh tubuhmu, yaitu bisa menutupi rasa lapar dari matamu, juga bisa memenuhi rasa lapar fungsi-fungsi tubuhmu yang lainnya. Tidak hanya makanan, tetapi perhatikan pula informasi-informasi yang selama ini kamu konsumsi untuk memenuhi rasa lapar atas keingintahuanmu. Informasi yang sehat, tentu akan menyehatkan otakmu. Sebaliknya, informasi yang buruk, akan berdampak buruk bagi otakmu, sehingga bisa menyeret tubuhmu ke dalam pola konsumsi makanan-makanan yang buruk pula. Ingatlah, aktivitasmu banyak, sehingga kamu membutuhkan suatu kekuatan baik lahir maupun batin. Pandai memilih dan memilah apa yang kita konsumsi, akan membuat kekutan tubuh dan jiwa kita terjaga. Biasakanlah untuk tidak bersikap egois pada diri kita sendiri. Penuhilah kebutuhan-kebutuhan lahir dan batin kita dengan segala sesuatu yang bernilai positif secara menyeluruh, hingga membuat kita menjadi sosok yang positif secara total, agar kelak bisa memberi nilai positif pada lingkungan di sekelilingmu. Baik lingkungan keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat tempat kamu tinggal. Jadilah generasi penerus yang dengan kekuatannya bisa membawa manfaat bagi orang lain. Karena nilai dirimu, akan semakin bertambah indah seandainya bisa bermanfaat bagi orang lain. Jika kamu sudah pandai memilih dan memilah segala sesuatu yang kamu butuhkan untuk kamu konsumsi, hingga hal tersebut jadi membuatmu memiliki kekuatan lahir dan batin, maka mulailah berpikir untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lain. Fitrah kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa berinteraksi dengan orang lain. Dengan menjalani fitrah secara sehat, kuat, serta bermanfaat, tentu masa depan kita pun akan cemerlang. Negeri pun akan bergerak ke arah yang lebih baik lagi jika semua generasi penerusnya bisa menjadi generasi yang sehat, kuat secara lahir dan batin, serta memiliki keinginan untuk menjadi manusia-manusia yang bermanfaat.***

Indeks:

Quotes

Safira Kayyisa Zakiyah, Kelas VIII, SMPN 18 Bandung

“We will open the book. Its pages are blank. We are going to put words on them ourselves. The book is called Opportunity and its first chapter is New Year's Day.” ― Edith Lovejoy Pierce

<20> Skul: SMAN 24 Bandung

ingin mendekat dan ikut merasakan suasana malam Tahun Baru Imlek yang sangat kental. Musik berbahasa Cina dengan beat lambat yang terdengar adem di telinga serta berbagai wewangian bunga ikut menemani para umat yang beribadah. Karena dijaga oleh beberapa personel polisi di halaman luar, ritus keagamaan yang berlangsung di vihara pun dijamin tertib dan aman deh. Bagi umat yang sudah pulang sembahyang di vihara atau yang merayakannya di rumah, makan bersama sekeluarga adalah acara yang wajib banget dilakukan pada Tahun Baru Imlek. Seluruh anggota keluarga berkumpul untuk makan hidangan khas imlek seperti mi swa, lapis legit, buah-buahan, ikan, dan kue keranjang. Makanan yang disajikan mengandung arti tersendiri. Contohnya mi swa yang berbentuk mi tipis dari tepung beras melambangkan umur yang panjang dan lapis legit mencerminkan rezeki yang berlapis-lapis. Larangan di balik meriahnya imlek Ternyata tradisi yang dilakukan dalam merayakan Tahun Baru Imlek itu banyak banget, bukan cuma makan sekeluarga dan beribadah ke vihara. Larangan-larangan sebelum merayakan Tahun Baru Imlek pun masih dipercayai oleh warga Tionghoa yang menjalankan tradisi ini. Tidak boleh menyapu rumah, tidak boleh potong rambut, dan tidak boleh makan bubur adalah sebagian kecil dari larangan khas malam Tahun Baru Imlek. Setiap keluarga bisa saja memercayai larangan yang berbeda dan menjalankan ritus yang berbeda pula. Ada juga lho yang harus membakar uang Cina dan menyalakan semua lampu sepanjang malam tahun baru. Wah beragam sekali ya! Wajar dong, imlek kan sudah diperingati sejak ribuan tahun lalu dan budayanya juga bisa berkembang seiring waktu. Bahkan ada kok yang sudah tidak mengikuti larangan khas imlek ini, contohnya Anna Herluina. Siswi kelas X di SMA Trinitas ini mengaku tidak menjalankan ritus apa pun walaupun ikut merayakan Tahun Baru Imlek. ”Enggak ada ritus apa pun yang dilakukan,” ujar Anna ketika menceritakan pengalaman imleknya. Berbeda dengan Tanuwi Hendra, Locu atau wakil umat pengurus Vihara Tanda Bhakti yang sampai de-

ngan saat ini masih konsisten menuruti larangan-larangan tersebut. ”Itu kan tradisi kepercayaan, saya ngelakuin itu juga. Yang selama ini saya jalani, ya sudah sampai sekarang juga jalan,” tutur Tanuwi. Tradisi angpau Perayaan Tahun Baru Imlek memang nggak bisa lepas dari angpau, si amplop merah berisi hadiah buat sanak saudara. Pasti banyak banget kan belia yang merayakan Tahun Baru Imlek senang ketika harinya tiba, karena angpau pun tiba. Tradisi untuk membagikan uang dalam amplop oleh anggota keluarga yang sudah menikah ini berlangsung sejak dulu banget. Menurut Wikipedia, pada masa Dinasti Qin di Cina para orangtua biasa mengikat uang koin dengan benang merah. Uang tersebut dipercaya dapat melindungi dari penyakit dan kematian. Namun, sejak ditemukannya teknologi printing di Cina, benang merah pun terganti oleh amplop merah. Gimanapun sejarahnya tetap angpau yang jadi favorit, membuat Tahun Baru Imlek dinantikan oleh remaja-remaja yang belum menikah. Contohnya Sheerlen Livia Angel, siswi SMPK Gamaliel ini paling hobi berburu angpau di Tahun Baru Imlek. ”Biasanya sih kalau mau dapet angpau kita kiong hi, kayak kita ngucapin ’gong xi fa cai’ cuman kita minta gitu. Ke mama, papa, ke paman, ke saudara-saudara. Pernah dapet itu sekitar dua juta, bisa kurang bisa lebih tergantung kita nyarinya gimana,” ujar Sheerlen. Selain sobat Belia, seleb pun ternyata senang kalau dikasih angpau. Tina Toonita, penyanyi dan aktris yang kini sudah berusia 20 tahun ini juga suka banget kalau Tahun Baru Imlek datang. Menurut Tina, tradisi yang paling wajib dilakukan keluarganya dari dulu hingga sekarang itu adalah berbagi angpau. ”Kiong hi-kiong hi, yaitu yang udah nikah ngasih angpau. Yang belum (menikah), dikasih hehe. Termasuk aku masih dikasih. Lumayan kalau Tahun Baru Imlek dapat angpau tambahan karena banyak job imlek,” ujar penyanyi yang dulu dikenal sebagai Tina Toon ini.*** jannisha95@yahoo.com, dari berbagai sumber

Dengan berakhirnya tahun ular air, warga keturunan Tionghoa dan semua yang merayakan imlek berharap tahun kuda kayu ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

”Pas imlekan, biasanya kamu dan keluarga ngapain sih?” Tommy Christanto, SMAK Gamaliel

NGUMPUL bareng keluarga di rumah saudara. Makan bersama, ngumpul bareng keluarga dari luar kota datang ke sini. Biasanya makan makanan yang khas imlek, kayak dodol, bebek, babi biasanya ada. Kumpul dari jam 10 sampai malem. Malam imlek dari keluarga ayah, besoknya dari keluarga ibu.

Handi Setiadi, SMAK Gamaliel BIASANYA sebelum imlekan begadang dulu sampai jam 12. Katanya mah biar hokinya gede. Pokoknya kehitung sudah besok, baru boleh tidur. Lampu di rumah semua dinyalain, ngomongnya mah kan harus senang-senang, jadi ceria kalau terang gitu. Lagi imlek paling ngumpulngumpul, ngobrol-ngobrol, makan-makan sama keluarga dari mama dan papa, dan kumpul di rumah nenek. Makanan biasanya mah gurame, daging babinya ada, gado-gado, sama bakso gitu lah. Seneng pisan kalau imlek datang, nunggu-nunggu.

Sharleen Livia Angel, SMPK Gamaliel

minta gitu. Kalau udah nikah wajib ngasih, cuma kalau yang belum nikah itu nggak boleh.

Caroline Juliapuspita, SMA Trinitas KALAU beberapa tahun yang lalu sih pergi ke rumah saudara, ngumpul-ngumpul. Sekarang masih ngumpul-ngumpul juga cuma nggak di rumah saudara, tetapi di gedung serbaguna daerah Holis, Cijerah. Kami ngobrol-ngobrol karena setahun jarang ketemu sama makan-makan. Sebelum imlek nggak boleh sapu-sapu rumah, udah gitu lampunya harus dinyalain terus. Katanya mah kalau nyapu rumah kayak ngusir keberuntungan, nyalain lampu juga untuk ngedatengin keberuntungan.

Reiki Dharma Gita, SMP Waringin BIASA sih kalau pagi kita makan mi dulu, mi swa pake telor puyuh. Terus kita ke rumah saudara. Kita biasa dateng ke rumah saudara yang paling tua dulu. Nanti kumpulkumpul, makan juga, bagi-bagi angpau. Makan mi swa itu katanya biar panjang umur. Biasa sih kalau malam Sin Cia, bakar uang kertas Cina. Kenapanya belum tau. Seneng sih dapet banyak uang, dari semua keluarga yang udah married.

KALAU saya imlekan di rumah suka makanmakan sama keluarga. Suka keliling ke saudara-saudara di Kopo, di Pajajaran juga ada. Biasanya menjelang imlek itu kita ngga boleh makan bubur. Soalnya katanya bubur itu simbol kemiskinan. Kalau makan-makan bareng keluarga sih chinese food tentunya. Kalau mau dapet angpau sih kita kiong hi, kayak ngucapin ”gong xi fa cai” cuman kita juga

<21> Aksi: - Bandung Toys & Kids Expo 2014 - Pratama, Lomba Pramuka SMP Bakti Nusantara Cup 2014

<21> MusicTerritory: Launching Single Aldo Febriado

Rudra Aksa Patra, SMP Waringin BIASANYA makan bersama malamnya. Pagi ke rumah saudara, bagi-bagi angpau gitu lah. Makan chinese food, untuk makanan kecilnya kayak kacang-kacangan, kuaci, terus manisan. Tradisinya sembahyang sebelum

imlek di rumah bareng sekeluarga. Seneng karena setiap tahun bisa dapet uang, kadang banyak kadang sedikit. Tapi uangnya ga bakal saya pakai, ditabung uangnya.

Anna Herluina, SMA Trinitas KALAU lagi imlek biasanya saya dan keluarga pergi ke saudara-saudara yang lumayan jauh rumahnya tapi masih di Bandung. Suka makan bareng, disuguhin kue macem-macem. Dodol ada, jeruk juga ada. Nggak ada ritual yang dilakukan. Seneng soalnya bisa kumpul sama keluarga yang jauh jadi bisa ningkatin relasi lagi. Angpau biasanya dapetnya Rp 500.000-an lah. Uangnya ditabung, kayaknya lebih baik ditabung daripada dihabisin sekarang.

Birgitta Amelia Muliani, SMP Waringin MAKAN-MAKAN, terus nanti ada saudara yang dateng, dapet angpau. Kalau di rumah suka bikin sambel goreng, terus ada ikan, makanan kecil kayak permen, kacang, kuaci. Sembahyang di rumah sekeluarga, berdoa buat orangorang yang udah meninggal. Kalau udah malam imlek nggak boleh potong rambut nggak boleh sapu-sapu. Terus nanti kalau malem-malem teh harus dibuka jendelanya biar rezekinya masuk. Udah nggak boleh bersih-bersih, beresberes juga nggak boleh.***

VoxPop VoxPop jannisha95@yahoo.com

<22> Review:

<22> Chat: Pancasura


20

SELASA (WAGE) 4 FEBRUARI 2014 4 RABIUL AKHIR 1435 H SILIH MULUD 1947

FOTO: JANNISHA & DOK.

SMAN 24 Bandung

Sekolah di Pusat Perkembangan Budaya dan Seni Sunda EKOLAH Adiwiyata Nasional, Sekolah Berbudaya Lingkungan Tingkat Jawa Barat, dan Sekolah Menuju Adiwiyata Mandiri adalah beberapa prestasi yang menyangga kepedulian SMAN 24 Bandung terhadap lingkungan. Yap, sekolah di bilangan Ujungberung ini memang concern terhadap lingkungan hidup. Sungai yang melingkari wilayah utara hingga timur sekolah sempat bikin sekolah mengalami banjir pada satu dekade silam. Namun, itu justru mendongkrak semangat barudak SMAN 24 untuk menggalakkan kepedulian hingga sampai sekarang tetap dapat mempertahankan prestasi bidang lingkungan yang dibanggakan. ”Aktivitas siswa pun sampai bikin program Cijalupang Bersih, Cikapundung Bersih, hingga penanaman di Gunung Manglayang. Sementara itu, kondisi sekolah yang enggak terlalu luas juga jadi tantangan supaya kami bisa menata dan mengelolanya. Tujuan meraih Adiwiyata sendiri sebenarnya untuk pembiasaan dan jadi dorongan yang semakin memotivasi siswa,” ujar Pak Yusuf Mulyadi selaku wakasek bidang kesiswaan. Visi sekolah yang mengedepankan imtak, sains, bahasa Inggris, budaya daerah, dan lingkungan membuat SMAN 24 punya program komplet lainnya. Berlokasi di Ujungberung bikin sekolah juga punya banyak program kesenian daerah yang menghasilkan prestasi.

S

”Menurut sejarah, Ujungberung jadi pusat perkembangan budaya dan seni tradisional Sunda. Oleh karena itu, SMAN 24 juga punya aktivitas budaya daerah. Di sini kami punya kesenian kuda renggong, benjang, angklung buncis, angklung diatonis, dan banyak juru kawih yang berprestasi hingga tingkat provinsi,” tutur Pak Yusuf. Untuk urusan sains dan teknologi, sekolah yang berbasis IT tersebut pernah meraih juara nasional lho. Sementara di bidang lainnya, SMAN 24 punya program uji kompetensi bahasa Inggris dan uji kompetensi agama di mana terdapat impelementasi dari praktik keagamaan. So, pelajaran agama di sini enggak terbatas hanya dua jam. Enggak heran deh saking kompletnya berbagai prestasi akademik udah diraih dari bahasa Inggris, bahasa Jepang, akuntansi, hingga OSN dan FLS2N yang dapat beasiswa dari Direkotrat Pendidikan Menengah. Jumlah ekskul di sini juga banyak hingga mencapai 22 ekskul seperti Pramuka, PMR, Paskibra, basket, futsal, handball, karate, taekwondo, silat, angklung harpa, rampak kendang modern, gamelan, dan lain-lain. ”Kami enggak memaksa siswa, pokoknya kalau pengadaan ekskul itu dilihat dari siswanya sendiri. Mereka aktif di bidang apa, sekolah tinggal menyediakan fasilitas dan pelatih,” ujar Pak Yusuf. Senangnya didukung penuh oleh sekolah! *** siswanti.hanifa@yahoo.co.id

KAP3LA

S

UASANA asri yang ngebangun SMAN 24 enggak terlepas dari peran Kelompok Pelajar Peduli dan Penyayang Lingkungan Hidup a.k.a Kap3la nih. Berawal dari tahun 2004 karena mengalami banjir, tergugahlah untuk membuat ekskul yang fokus di bidang lingkungan. Oleh karena itu, Kap3la enggak sekadar ekskul pencinta alam, tetapi juga terjun langsung memelihara lingkungan. Kegiatannya pun beragam seperti penanaman 100 pohon hingga konservasi. ”Naik gunung mah hanya jadi selingan,” ujar Amel dari kelas XI IPA 1. Di sekolah, Kap3la juga mengelola kebun hidroponik dan aquaponik lho. Lahan sekolah yang terbatas enggak membuat mereka berhenti berkreasi untuk memanfaatkannya. Buktinya aja hasil panen sebanyak dua kali sebulan dari kedua kebun tersebut punya jumlah banyak, hasil segar, dan warna yang cerah! Oleh karena itu, enggak jarang kalau kemudian dijual kepada guru dan siswa di mana kegiatan ini juga jadi sarana latihan berwirausaha. Kehadiran kedua kebun tersebut juga jadi jawaban dari tantangan wali kota dalam menciptakan sekolah untuk bikin urban farming. Keren! ”Untuk program selanjutnya di bulan Februari, kami ingin bikin fun camp yang diakhiri penanaman buah di Curug Cilengkrang. Karena udah biasa main ke sana dan jadi tempat belajar, ini jadi semacam ucapan terima kasih. Alasan milih curug ini karena aliran sungai kan berasal dari sana, jadi kalau sumber masalahnya udah dibenahi, banjir di sini bisa diselesaikan juga,” tutur Amel. ***

Rizka Trinoviandayani Budiman, XII IPA 2

siswanti.hanifa@yahoo.co.id

Cebel

CEWEK yang ingin kuliah di jurusan teknik industri ini termasuk siswa yang aktif. Selain ikut ekskul kelompok pencinta mata pelajaran (KPMP) fisika, Rizka juga ikut PMR dan DKM. Bahkan di luar sekolah pun masih ikutan les. Hebatnya lagi semua itu bikin dia mendulang banyak prestasi di antaranya juara 1 OSN Kota Bandung dan juara 2 perawatan keluarga. Ia pun jadi kontingen Kota Bandung tingkat provinsi untuk mata pelajaran fisika. Rizka sih enggak kesulitan bagi waktu karena udah menyusun skala prioritas. Siswa yang hobi internetan ini pun rupanya punya beragam cita-cita lho, yaitu jadi akademisi bidang fisika, berkecimpung di dunia manajemen industri, penyiar, dan masuk dunia politik!

Gan Gan Hermawan, XII IPA 1

Visi sekolah yang mengedepankan imtak, sains, bahasa Inggris, budaya daerah, dan lingkungan membuat SMAN 24 punya program komplet lainnya.

Cobel

MANTAN ketua OSIS satu ini concern banget di bidang organisasi dan seni. Sempat jadi jajaka SMAN 24, Gan Gan aktif ngembangin budaya Sunda dengan cara memutar lagu-lagu Sunda ketika istirahat kedua. Keterlibatannya di ekskul angklung buncis dan karawitan bikin Gan Gan melipir ke berbagai acara kayak festival ultah Konferensi Asia Afrika hingga pembukaan olimpiade sains nasional. Cowok yang sekarang diangkat jadi Dewan Kehormatan MPK tersebut juga aktif di karang taruna RW dan kelurahan. Di sela-sela waktunya, Gan Gan pun terus ngembangin bakat seninya lewat pupuh. Meskipun banyak kegiatan, dia happy aja tuh karena selalu memegang moto untuk hadapi semuanya dengan senyuman dan enggak putus asa. *** siswanti.hanifa@yahoo.co.id

Suara Hati Pelajar

K u a p g n A

ALAU lagi nggak pakai seragam, kamu suka bingung nggak sih mau pilih baju atau pilih gaya apa? Kalau jawab iya, share dong, public figure mana yang suka jadi inspirasi gaya fashion kamu? Jangan lupa alasannya, ya. Sok kirimin opini dan cerita Belia yang paling seru dan enggak bokis ke Redaksi belia, paling lambat hari Jumat (7/2/14) ke Kantor Redaksi ”Pikiran Rakyat” Jln. Soekarno-Hatta No. 147 Bandung. Bisa juga lewat e-mail ke: belia@pikiran-rakyat.com. Inget, yang bukan pelajar dilarang ambil bagian! Opini yang dimuat melalui e-mail mendapat merchandise dari Pikiran Rakyat. (Hub. Bag. Marcomm Jln. Asia Afrika No. 77 Bandung) dengan menunjukkan kartu pelajar. Jangan telat ngirimnya ya!***

Leavina Gloria XI-B/19 SMKF BPK Penabur Bandung KALAU saya dapat angpau, biasanya saya suka pake buat nraktir temen-temen uangnya. Kalau masih ada sisa, saya belanjain deh, apa yang lagi saya mau saya beli.. hehehee... ^o^

Brian Filbert Pradharma / IX D / 8 SMPK 5 BPK Penabur Bandung UANG angpao tahun ini akan saya gunakan sebagai modal untuk berkreasi membuat bunga dari klobot jagung. Daripada liburan sehabis UN saya isi dengan menonton TV dan bermain game, lebih baik saya mengisinya dengan berkreasi. Dan juga berbisnis kecilkecilan, lumayan untuk tambahan uang jajan dari orang tua. Uang angpao saya pun akan berbunga di kemudian hari.

Marchelyn Lie [marchelynlie@yahoo.co.id] WAH.. biasanya setiap Imlek saya dan keluarga besar berkumpul di suatu tempat. Saya sangat bersemangat menyambut Imlek karena banyak saudara yang memberi saya angpao, untuk Imlek tahun ini saya ingin membeli external flash supaya hasil gambar jepretan saya terlihat lebih soft dan lebih bagus.

Matthew Michaelino/9A/13, SMPK 5 BPK Penabur Bandung SEBENARNYA saya tidak terlalu exciting tentang angpau, karena saya termasuk jarang mendapatkan angpau. Tapi siapa sih yang kalau mau dapat angpau tapi tidak senang? Jarang ya karena saya juga begitu, tapi sayangnya ada mau kasih saya angpau ga?

Maria Sinta Kusuma [sinta185@gmail.com] ANGPAO? Jujur sih, saya orang yang ngga ada keturunan Chi-

nanya sama sekali, jadi ga pernah ngerasain yang namanya dapat angpao. Tapi, seandainya, kalo saya dapat angpao, pertama uangnya bakal saya tabung (kalau dapat banyak), dibelanjain barang-barang yang lagi pengen (kalau ga begitu banyak).

Janice Natalia X-LSP A /09 SMAK 1 BPK Penabur Bandung KALO dapat angpau saat imlek, biasanya saya pakai untuk jalanjalan dan makan bersama teman-teman.Kadang-kadang saya juga memakai angpau untuk membeli sepatu atau baju baru. Tapi sepertinya, tahun ini saya mau menyisihkan uang angpau untuk membeli kado valentine yang special untuk si dia. Sekali-kali tidak ada salahnya berkorban untuk orang yang kita sayang!

Shelly Panda [shellytiffany13@gmail.com] IMLEK telah tiba yeay ! Kalau saya biasanya membeli baju baru kalau mendapat angpau. Tahun ini saya sih ingin sekali membeli handphone baru atau biola jika angpau yang saya dapatkan itu mencukupi. Kalau tidak cukup untuk membeli barang itu, saya akan menabungnya. Jika ada suatu keperluan, saya tinggal menggunakan uang saya sendiri tanpa meminta terus-menerus kepada orangtua. Walaupun sedikit, tapi lama kelamaan akan menjadi bukit. Hehe..***

Pengumuman BUAT Belia yang tulisannya dimuat (Inspirasi, Selancar, Cerpen Keren, dan Insight), kalo mau ngambil honor silakan kirimin nomor rekening, nama pemilik rekening, dan nama Bank. Sertakan scan-an identitas berupa KTP atau Kartu Pelajar. Nanti honor tulisannya kru belia transfer rekening bank tersebut. Jangan lupa, tulis juga tulisan yang dimuat apa, siapa nama penulisnya, terbitnya di belia edisi berapa.

Menembus Batas dengan Imajinasi

M

ENURUT guru kesenian saya waktu saya masih duduk di bangku SMA, karya seni terlahir dari buah pemikiran, perasaan, dan daya khayal. Menggarisbawahi daya khayal dari bagaimana suatu karya seni itu pada akhirnya bisa terlahir. Kenapa ketika membuat karya seni kita harus mengikutsertakan daya khayal di dalamnya? Daya khayal atau biasa disebut juga dengan daya imajinasi adalah suatu proses kerja otak yang menangkap reaksi dari apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan. Otak menyimpan begitu banyak memori setiap harinya sampai pada akhirnya memori itu mulai tersusun membentuk suatu pola (katakanlah seperti itu) yang kemudian merangsang otak untuk merencanakan sesuatu. Dari sanalah proses kerja kolektif otak dan tubuh kita bersinergi membuat suatu karya. Mungkin setiap orang bisa bermain musik atau berkesenian lainnya seperti menggambar, memahat, atau apa pun, selama dia mau belajar tentang kesenian itu. Akan tetapi, tak banyak yang bisa menghasilkan karya yang bagus dengan karakter yang kuat jika tidak dibarengi dengan daya imajinasi yang baik pula. Daya imajinasi membantu kita ketika berkarya sehingga kita bisa menembus batas apa pun. Pernah terpikir tidak bagaimana tembok besar di Cina bisa tercipta sedemikian indah, atau bagaimana megahnya bangunan Taj Mahal di India. Jika tidak dibarengi daya imajinasi yang baik, mungkin bangunannya tidak akan sebagus dan semegah itu. Imajinasi membuat semuanya mungkin untuk bisa diwujudkan. Dari mulai bangunan indah dunia sampai beberapa penemuan besar di dunia terlahir karena adanya daya imajinasi yang baik dari yang membuatnya. Apa jadinya Thomas Alva Edison yang katanya anak bodoh di sekolahnya jika tidak mempunyai imajinasi yang baik? Walaupun di sekolahnya dia diberi label ”anak bodoh”, tetapi dia percaya dengan apa yang dia yakini dan daya khayal dia yang baik malah kemudian membuatnya jadi penemu paling besar dan diperhitungkan sepanjang sejarah. Kembali kepada seni dan imajinasi yang melatarbelakangi suatu proses karya seni bisa terlahir, imajinasi erat kaitannya dengan karya seni, di mana persamaan keduanya adalah tidak dibatasi oleh apa pun. Dalam berkesenian semua hal menjadi mungkin untuk bisa diwujudkan dalam bentuk karya. Ketika orang yang hidup tanpa berkesenian menganggap jika rasanya tidak mungkin untuk bisa pergi ke bulan dengan hanya naik delman, lewat seni itu bisa saja. Hal ini dibuktikan dengan lagu yang berjudul ”Pergi ke Bulan” dari Teti Kadi. Lirik lagu tersebut berbunyi seperti ini ”ayo kawan kita berangkat

naik delman atau onta, kita ramai-ramai pergi ke bulan”. Tentunya lirik itu tidak sungguh-sungguh berbicara pergi ke bulan bisa dengan naik delman. Akan tetapi, dengan imajinasi sang pengarang lagu, lirik itu menjadi unik dan cepat ditangkap oleh pendengar musik karena tema lagunya menarik. Ditambah nada lagunya juga riang dan menyenangkan. Mengkhayal itu memang menyenangkan, tetapi jika hanya menyimpannya saja tanpa berusaha mewujudkan atau minimal menjadikan itu sebagai suatu bentuk karya, khayalan itu akan selamanya mengendap di kepala sampai menghilang begitu saja. Jika saja orang yang pertama kali mengkhayal ingin bisa terbang, tetapi tidak berusaha mewujudkannya dalam bentuk pesawat terbang, mungkin sampai detik ini kita tidak bisa merasakan bagaimana rasanya bepergian seperti kita seolah sedang terbang, dan selamanya kita akan iri dengan burung yang bisa dengan bebasnya mengelilingi angkasa. Kalau kata Bung Hatta sih ”kalian boleh memenjarakan aku di mana saja asal dengan buku, karena dengan buku aku bebas”. Kalimat tersebut menyiratkan jika dengan membaca buku Bung Hatta bisa menjelajah dunia tanpa merasa terbatasi meskipun raganya terpenjara. Imajinasinyalah yang membuat Bung Hatta bisa lepas bebas berkeliling dunia dan meraih mimpinya dengan buku yang dibacanya. Jadi jangan pernah berhenti berimajinasi tentang hal-hal yang baik, agar pada akhirnya hal-hal baik juga bisa terwujudkan. Mari berimajinasi. ***

”Imagination could push you struggling to reach your dreams” – Vinca Callista Angga Wiradiputra | @hitosick Penulis yang bermusik. Saat ini tergabung di sebuah band bernama Tamankota


21

SELASA (WAGE) 4 FEBRUARI 2014 4 RABIUL AKHIR 1435 H SILIH MULUD 1947

FOTO: KEKE & HANIFA

Bandung Toys & Kids Expo 2014

L

bisa dibilang jadi wahana mainan edukatif deh. Selain pameran, konten acara yang ditawarin juga menarik kayak belajar origami, workshop Gundam, presentasi edukasi, talkshow, lomba cosplay, lomba mewarnai dan menggambar, penampilan musik, wall climbing, hingga pertunjukan sulap dari Joe Sandy. Diecast race pun dihelat dengan memperebutkan gelar King of Champion! ”Konsepnya sengaja dibuat jadi satu yaitu mainan dan anak-anak. Oleh karena itu, di sini kami juga bikin pameran mainan mendidik, bimbel, dan alat peraga pendidikan. Mainan memang lebih identik den-

gan anak- anak, tetapi sebenarnya diminati juga oleh orang dewasa, terutama laki-laki. Perkembangan mainan sekarang besar banget dan lebih dari 80% pembeli biasanya laki-laki,” ujar Pak Freddy selaku panitia. Toys & Kids Expo sendiri sebenarnya digelar juga di kota lain seperti Yogyakarta, Malang, Solo, dan Semarang. Namun, menurut Pak Freddy, Bandung merupakan kota yang punya antusiasme pengunjung paling tinggi. ”Menurut survei, pengunjung Bandung selalu jadi nomor satu serta mengalahkan Jakarta dan Yogyakarta. Apalagi

komunitas pencinta mainan juga banyak di kota ini,” tuturnya. Hmm... kayaknya anggapan itu enggak berlebihan. Terbukti target sebanyak 10.000 pengunjung udah tercapai hanya dalam dua hari pergelaran. Wow! By the way, event pameran dunia mainan enggak hanya ada di bulan ini lho. Pak Freddy sih ngebocorin bakal ada event serupa dengan tema berbeda di bulan Juni dan akhir tahun 2014. Siap-siap menabung nih buat kamu yang berniat bermain dan belanja! ***

Selain pameran, konten acara yang ditawarin juga menarik kayak belajar orig ami, workshop gundam, presentasi edukasi, talkshow, lomba cosplay, lomba mewarnai da n menggambar, penampilan musik, wall clim bing, hingga pertunjukan sulap dari Joe Sandy.

siswanti.hanifa@yahoo.co.id

C e r p e n

K e r e n

ONG weekend yang berlangsung pada pekan lalu memang jadi magnet buat para pelancong. Nggak heran deh ribuan kendaraan pelat luar kota menyerbu Kota Bandung dari berbagai penjuru. Coba aja tengok segala tujuan wisata yang dipenuhi pengunjung. Apalagi di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh Bandung, Sabtu-Minggu (1-2/2/2014) juga tengah digelar Bandung Toys and Kids Expo. Semua perhatian tertuju pada deretan diecast, action figure, Gundam, Lego, mokit, dan lainlain. Makin aja ramai! Hihihi. Well gelaran bikinan Neo Organizer ini

FOTO:DOK

Pratama, Lomba Pramuka SMP Bakti Nusantara Cup 2014

T

EMEN-TEMEN kita dari Gerakan Pramuka Gugus Depan SMP Bakti Nusantara 666 Cileunyi Kwarran Cileunyi Kwarcab Kabupaten Bandung pada Minggu (26/1/2014), baru aja ngadain kegiatan perlombaan kepramukaan yang seru banget! Mengambil tema ”Pratama”, singkatan dari Pramuka Tangguh Mandiri, acara ini adalah lomba pramuka dalam gelaran SMP Bakti Nusantara Cup (Baknus Cup) 2014 yang diadakan oleh Pramuka SMP Bakti Nusantara barengan SMPN 1 dan SMPN 3 Rancaekek. Lomba pramuka untuk level SD dan SMP ini diikuti oleh sekitar 1.500 peserta anggota gerakan pramuka penggalang dari beberapa SD dan SMP dari daerah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Sumedang. Dalam sambutannya, Pak Agus Gandara selaku Mabigus (Majlis Pembimbing Gugus Depan) dan Kepala SMP Bakti Nusantara 666 menyampaikan bahwa

kegiatan ini ditujukan sebagai sarana mempererat persaudaraan juga melatih ketangguhan dan kemandirian seluluh peserta dalam pengetahuan kepramukaan, sehingga dalam lomba tersebut para pembina dan pelatih dilarang mendekat dan memberikan bantuan kepada para anak didiknya. Dalam lomba ini diperebutkan puluhan piala tetap, piala bergilir dari YPDM Bakti Nusantara, Gubernur Jawa Barat, dan Ketua Kwarda Jawa Barat serta ratusan door prize termasuk satu kambing sebagai hadiah hiburan. Juara umum untuk kategori sekolah dasar berhasil disabet Penggalang SDN Kencana Indah Rancaekek, sedangkan SMP Daarul Hufaz Rancaekek berhasil menjuarai kategori SMP. ***

An A

N sudah berapa kali aku ingatkan, janganlah kau seringsering datang menghampiriku. Apa kau lupa terakhir kali kau datang padaku berakhir begitu pahit dan menyakitkan? Kau selalu membuatku menjadi sangat jahat, kau yang selalu berhasil mengubah mata sayuku menjadi merah saga, membuat kulit kuning langsatku menjadi merah menyala, membuat dadaku berdebar, dan kepalaku seolah mau pecah. Kau biadab An, kau selalu menghasutku untuk murka, melampiaskan semuanya kepada orang lain, lalu kau pergi meninggalkanku. Kedatanganmu selalu menyisakan air mata dan penyesalan. An, kau bahkan berhasil membuatku membentak seorang wanita yang paling aku cintai, ibuku. Kau pasti hapal betul bagaimana kau menggodaku untuk mengeluarkan kata-kata kasar saat ibuku menasihatiku untuk pulang tepat waktu. Padahal itu adalah bentuk perhatian yang sangat manis dari seorang ibu untuk anak perempuan satu-satunya, tentu saja beliau khawatir jika putrinya pulang terlalu malam, lebih dari itu, untaian nasehat tersebut mengandung satu makna; rindu. Ibu yang merindukan anaknya untuk pulang, meskipun hanya pergi ke sekolah, tetapi mereka ingin kita selalu ada di sisi mereka. Namun, yang kau lakukan adalah berbuat picik, kau menghasutku untuk marah dan kesal dan menjadikan perhatian dan rasa sayang itu terdengar seperti kebencian, ”Marahi ibumu, bawel sekali dia!” hasutmu. Kau pula yang menjauhkanku dari keluarga yang mencintaiku dengan tulus. Aku masih hapal betul bagaimana kau menghasutku untuk membentak adikku yang merindukan bermain denganku, ”Usir dia, mengganggu sekali bocah ingusan itu, dia hanya ingin mengganggumu!” hasutmu lagi. Aku juga masih ingat bagaimana kau menghasutku untuk memaksa ayah membelikanku handphone terbaru di saat handphone lamaku masih sangat bagus, ”Sudah, paksa ayahmu untuk belikan handphone baru! Merengeklah, dia pasti membelikannya!” hasutmu lagi-lagi. An, cukup sudah aku menuruti hasutanmu. Aku tidak ingin kau menguasai diriku dan kehidupanku lagi. Semua ini terlalu menyakitkan bagiku, terlebih bagi orang lain yang menjadi korban amarahku karena hasutanmu. Semua hasutanmu selalu berakhir seperti ini, tangisan dan penyesalan yang menyesakkan dada. Aku meradang An, betapa banyak hati yang tersakiti karena aku menurutimu. Sudah, pergilah. Aku muak untuk menurutimu dan bersikap sepertimu, Antagonis!*** Linatri Purwati Latifah, SMAN 5 Bandung

Agus Gandara ditulis ulang oleh syauqy_belia@yahoo.com

S e l a n c a r

Launching Single Aldo Febriado nya disodorin Aldo dengan medley tembang milik Glenn Fredly. Mulai dari ”Cukup Sudah”, ”Sekali Ini Saja”, ”Terserah”, ”Januari”, hingga ”Akhir Cerita Cinta” terasa lain dengan aransemen baru yang benar-benar fresh. Baru deh setelah itu ”Demi Cinta” sebagai single yang ditunggu pun dapat giliran untuk dinyanyikan. FYI, single ini awalnya diaransemen oleh Aldo sendiri lho, tetapi kemudian dipoles lagi lebih khas oleh Tito P Soenardi, music director kawakan yang menangani Cakra Khan dan para finalis X-Factor Indonesia. ”Lagu ini ditulis sendiri dan ceritanya tentang harapan seorang cowok yang rela nungguin seorang cewek sampai kapan pun,” ujar Aldo. Momen keakraban lain pun dibikin cowok 23 tahun yang sempat tergabung di dalam band bergenre metal semasa SMA ini dengan memanggil sang mama dan memberikannya bunga sebagai wujud terima kasih. Wihh so sweet. Ditunggu rilis full albumnya ya! *** siswanti.hanifa@yahoo.co.id

FOTO: DOK

B

UAT kamu yang baca Belia edisi awal tahun 2014 pasti udah nggak asing lagi dengan sosok yang muncul di rubrik Chat ini: Aldo Febriado! Setelah malang-melintang di dunia musik, cowok yang menapaki karir sebagai penyanyi solo profesional sejak tahun 2010 tersebut akhirnya merilis single-nya, ”Demi Cinta”. Digelar di Green Cafe & Resto, Jalan Diponegoro, Bandung, Sabtu (1/2/2014), pesta launching pun dibikin dengan konsep yang akrab banget. Dibuka oleh band The Map yang meng-cover tembang-tembang hits dunia dari The Script hingga One Republic, aksi estafet di atas panggung pun langsung diisi oleh Aldo. Enggak perlu nunggu lama, rentetan lagu ”Ketika Kau Menyapa” milik Marcel, ”Treasure”-nya Bruno Mars, dan ”Takkan Terganti” dari Dea Mirella segera dibawain. Setelah diselingi door prize, suatu kejutan lain-

Hepatitis, Si ”Silent Killer”

A

KHIR-AKHIR ini di sekolahku banyak sekali yang terinfeksi virus hepatitis. Entah itu virus hepatitis A, B, C, D, atau E. Sebenernya ngeri juga ya ngomongin tentang penyakit hepatitis. Tapi, jika tidak dilakukan sosialisasi tentang peyakit hepatitis dengan cara bertukar cerita dan pengetahuan, kita tidak akan melakukan pencegahan sebelumnya, bukan? Hepatitis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang ke organ hati. Uniknya, jika virus hepatitis ini menginfeksi tubuh seseorang, seseorang itu tidak langsung merasakan sakit (silent killer). Berbeda dengan penyakit demam atau flu yang sering kalian rasakan, biasanya kalian langsung merasakan pusing, lemas, dll. Tetapi, virus hepatitis akan bereaksi dalam tubuh dan menimbulkan keluhan pada seseorang itu pada saat 15- 20 tahun kemudian. Kecuali, jika kita memeriksakan diri ke dokter

dan melakukan tes laboratorium. Virus hepatitis ini dapat menular melalui makanan, minuman, jarum suntik, dan transfusi darah. Secara umum, seseorang yang terinfeksi virus hepatitis akan mengalami gejala atau tanFOTO:THINKSTOCKS da-tanda seperti tidak enak badan, demam, mual, kurang nafsu makan, warna bola mata dan kulit menjadi kuning. Penyakit ini biasanya berlangsung selama 1 hingga 3 minggu. Dan bisa sembuh dengan istirahat yang cukup dan dibantu oleh asupan makanan yang bergizi. Namun, jika kita tidak langsung menindaklanjuti penyakit ini, bisa saja berlanjut menjadi penyakit sirosis hati atau berujung pada kematian. Hiihh..jangan sampai deh… Nah, supaya sobat Belia terhindar dari penyakit hepatitis, ada baiknya melakukan pencegahan, seperti memperhatikan kebersihan dan kesehatan makanan dan minuman yang kita konsumsi seharihari, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, istirahat cukup, rajin berolah raga agar tubuh selalu dalam kondisi prima, dan melakukan imunisasi antivirus hepatitis.*** Mayang Nadhira Hasna, X-Super Sains, SMA Al-Ma’soem


22

SELASA (WAGE) 4 FEBRUARI 2014 4 RABIUL AKHIR 1435 H SILIH MULUD 1947 FOTO: DOK.

Comic 8

ch at

: Mongol, Mudy Taylor, Ernest Prakasa, Kemal Palevi, Bintang Timur, Babe Cabiita, Fico Fachriza, Arie Kriting, Indro Warkop, Nirina Zubir, Nikita Mirzani Sutradara : Anggy Umbara Produksi : Falcon Pictures (2014) Durasi : 90 menit Pemain

A

PA jadinya kalo delapan orang stand-up comedian (baca: comic) bersekongkol menjadi anggota DPR? Hati-hati, DPR yang dimaksud di sini adalah Dewan Perwakilan Rampok! Yep, 8 orang comic bersekongkol untuk merampok sebuah bank! Awalnya ada tiga kelompok penjahat yang berbeda-beda yang merencanakan untuk merampok bank yang sama. Ada penjahat kelas teri, kelompok gangster profesional, dan terakhir adalah kelompok rampok gila yang beraksi sambil bermain gitar. Tiga kelompok dengan latar belakang dan motivasi yang berbeda-beda ini tumplek di sebuah perampokan bank dan terjebak dalam situasi penyanderaan yang super kocak. Mereka harus bekerja sama untuk lolos dari kepungan polisi di bawah pimpinan Nirina Zubir. Action Komedi. Genre yang nggak lazim dan jarang dilirik sineas-sineas lokal ini justru dipilih untuk mengemas film “Comic 8”. Sengaja tampil lebay dengan ade-

gan tembak-tembakan, kejar-kejaran di atas mobil, dan aksi ledakan menggunakan dinamit dan granat, adegan action jadi bumbu yang pas buat penyerta dagelan-dagelan konyol dari para comic yang eksis di film ini. Soal ceritanya sendiri, kru belia sih nggak bakal banyak ngasih bocoran. Soalnya banyak banget kejutan yang nggak bakal disangka-disangka nantinya muncul seiring dengan berjalannya cerita. Penampilan sejumlah cameo-cameo yang seru, seperti personel Coboy Junior, artis panas lawas Kiki Fatmala, news anchor Jeremy Teti, Candil, juga jadi bumbu yang membuat film ini kerasa manisnya pas. “Comic 8” adalah film yang cukup menghibur, dengan cerita ringan yang nggak terlalu perlu buat diambil pusing. Jokes-jokesnya mungkin nggak bikin kamu ketawa terpingkal-pingkal sampai guling-guling di atas bangku bioskop, namun cukuplah untuk bikin kamu merasa hepi begitu kelar nonton film ini. ***

Pancasura

syauqy_belia@yahoo.com

Sunyaruri E.P. Artis : Sarasvati Label : Self-Released (2013) Durasi : 24 Menit

A

KHIR tahun 2013 kemarin, tepatnya Desember, band indie asal Bandung, Sarasvati, merilis minialbum yang dikasih judul ”Sunyaruri”. Minialbum ini adalah rilisan ketiga dari Sarasvati setelah ”Story of Peter” di tahun 2010 dan ”Mirror” pada 2012 silam. Album ini dirilis pada Desember, berbarengan dengan konser yang juga menjadi momen rilis buku ketiga sang vokalis, Risa Saraswati, yang diberi judul sama. Hanya ada lima lagu dalam minialbum ini. Namun, warna baru yang lebih segar terasa sangat kental dalam minialbum ini. Maklum, Egi Anggara, principal arranger di dua album Sarasvati terdahulu, udah hengkang dari Sarasvati, posisinya diambil alih oleh duo gitaris-bassist Hinhin Akew dan Gallang Perdhana. Lagu-lagu Sarasvati yang identik dengan nuansa gloomy di album ini lebih dinamis dengan eksplorasi instrumen yang kaya. Masih didominasi dengan instrumentasi string untuk melodinya, menghadirkan nuansa yang megah dalam tiap lagu Sarasvati. Part piano yang biasanya sangat dominan pada materi di dua album sebelumnya, kini porsinya merata dengan gitar dan instrumen lainnya.

Warna horror yang udah nempel jadi citra band ini nggak kerasa dalam materi lagu-lagunya, terutama di album ini. ”Cerita Kertas dan Pena”, single pertama dari album ini, menampilkan track vocal dari frontman band punk Rosemary, Iink. Duet Risa dan Iink membawakan lagu pop melankolis menghadirkan atmosfer yang syahdu. ”Sunyaruri” mengisi track pertama, lagu yang menenangkan, kaya dinamika yang unik. Kejutan hadir pada lagu di track tiga, ”Senandung Hujan”, di mana Sarasvati menggabungkan elemen keroncong dalam sebuah lagu pop yang menghasilkan nuansa yang indah. Hinhin Akew turun tangan sendiri memainkan ukulele cuk yang menghadirkan sound khas keroncong. Vocal Risa pun terdengar sangat merdu ibarat penyanyi tempo doeloe. Album yang keren. Titik. Sayang, sampai ditulisnya review ini CD ”Sunyaruri” baru bisa kamu beli di sejumlah distro terbatas di Bandung. Ke depannya, label musik Demajors akan merilis minialbum ini untuk didistribusikan secara nasional. *** syauqy_belia@yahoo.com

B

ELUM genap tiga tahun sejak didirikan, grup musik asal Bandung ini udah merambah industri musik internasional dengan manggung di tiga negara. Malaysia, Cina, dan Turki pernah mereka kunjungi untuk memperkenalkan musik Indonesia ke luar negeri. Lima lagu hasil bikinan sendiri pun dibawakan ketika tampil di sana-sini. Keren banget! Mereka adalah Pancasura, grup musik beraliran ethnic fusion yang mengolaborasikan alatalat tradisional dengan gaya improvisasi jazz. Genre Pancasura bisa juga disebut world music karena mereka mainin musik etnik dengan konsep yang berbeda. Grup musik yang muncul pertama kali pada pertengahan 2011 ini diisi oleh delapan personel, yaitu Ade (guitar rhythm), Ardi (guitar lead), Yogi (violin), Wendi (kendang), Denmas (kendang), Ghea (bass), Dede Iwan (metal toys), dan Taofiq (flute/suling). Mereka udah wara-wiri di berbagai event seperti Sunday Jazz, Jazz Nagari, LocArt, Klab Jazz, dan Braga Festival setiap tahunnya. Penasaran nggak sih buat tahu lebih jauh tentang Pancasura? ”Kebetulan kami semua temen sekelas di kuliah. Sekitar tahun 2011 ada event festival akustik. Inisiatif ikutan tapi kami konsepnya pake kendang akustikannya. Dulu kami terbentuknya cuma lima orang, makanya dinamain Pancasura. Panca itu kan artinya lima, Sura itu kalau di Sunda artinya dewa,” tutur Ade, gitaris Panca-

sura yang sekarang lagi nyusun skripsi di STSI. Cie, jadi lima orang dewa nih? Tapi ternyata lima orang belum dirasa cukup sama Pancasura nih! Dengan formasi awal yang terdiri atas violin, metal toys, dua gitar, dan satu kendang, Pancasura menambahkan tiga alat lagi agar membuat musik mereka menjadi lebih kaya harmonisasi. ”Makin ke sini kami butuh alat yang lain juga kayak flute, tambahan bass, sama kendang satu lagi. Jadi delapan orang semuanya,” ucap Ade. Genre world music yang diangkat oleh Pancasura bukan tanpa alasan. Ternyata ada misi mulia terselip di balik idealisme grup musik yang pernah jadi juara 1 regional Bandung dalam lomba Like Performing Love Sony ini. ”Kenapa world music, kami mengupayakan musik-musik daerah kita ini dikenalin ke dunia. Itu sih awalnya,” ujar Ardi sang pencetus terciptanya Pancasura. Dengan berlatih dua kali seminggu, Ardi optimistis bisa lebih melebarkan sayap lagi ke luar negeri. ”Kami memang visinya pengen nembus pasar industri Barat, internasional. Itulah impian kami karena tujuannya ke sana,” katanya. Lalu apa saja sih usaha Pancasura agar mimpi mereka tercapai? ”Usahanya kami harus tetep bikin karya. Dari segi musik memang harus hati-hati. Ada berbagai alat, kami enggak boleh asal-asalan. Beberapa karya kami bener-

bener memainkannya. Contohnya kendang ala tradisi, tidak ubah kayak pola drum. Dari segi lainnya kami tetep koneksi dengan kawan-kawan kami di luar lewat jejaring sosial media. Tetep mencari ada event apa, kami tetep berjuang dengan ngirim-ngirim video, ngirim musik karya kami yang baru,” ujar Ardi. Dengan visi Pancasura yang ingin menembus industri musik Barat, bukan berarti Pancasura enggak mau unjuk gigi di negeri sendiri lho. Ada hal yang bikin Ardi cs segan untuk menjadikan lokal sebagai target pasarnya. ”Target ke depan kalau untuk di wilayah Bandung atau Indonesia kami agak sedikit pesimistis. Melihat fenomena industri yang sangat pesat dan pola pikir masyarakat pun lebih condong ke musik-musik yang populer kayak K-pop, boyband, girlband, yang seperti itu. Sementara band-band indie memang berjuang sendiri. Kalau band world music kayak kami ini agak kurang dapet perhatian dari masyarakat,” tutur Ardi. Wah sayang banget kalau ada banyak musik bagus tapi kurang terdengar sampai ke telinga kita. Buat Belia yang pengen dengerin musiknya Pancasura, bisa ngecek Soundcloud mereka di soundcloud.com/pancasura. Kru belia jamin, bakal nambah referensi musik kamu biar jadi lebih cihuy! ***

a r u s ca

n a P

jannisha95@yahoo.com

Princess, Bajak Laut, & Alien “Dulu kita terbentuknya cuma lima orang, makanya dinamain Pancasura. Penulis Tebal Penerbit

: Clara Ng dan Icha Rahmanti : 355 halaman : Plot Point

K

ESEDIHAN kadang membuatmu bisa melihat hal-hal yang sebenernya enggak pengen kamu lihat. Hehe, kalimat ini ada benernya juga sih menurut belia. Sama kayak yang dialami Mikal dalam cerita Princess, Bajak Laut, & Alien, karya bersama penulis Clara Ng dan Icha Rahmanti. Dua penulis ini udah kamu kenal dong ya. Nah, yang belom kenal, ada baiknya googling nama mereka dan cari buku karyanya. Princess, Bajak Laut, & Alien ini berkisah tentang banyak tokoh. Salah seorang tokoh sentralnya adalah Mikal. Cowok yang belum remaja dan masih dirundung sedih karena ayahnya belum lama meninggal karena kecelakaan. Mikal tinggal bersama ibunya di rusun yang padat penghuninya. Nah, di daerah mereka itu ada geng yang isinya anakanak yang lebih dewasa dari Mikal dan kerjaannya malakin anak-anak sekitar. Suatu saat, Mikal dan Mada, temannya, menghindar dari kejaran Gerombolan Galang. Mada lari entah ke mana, tetapi Mikal masuk ke Gang Siluman, gang yang enggak pernah dimasuki oleh siapa pun di kawasan sana. Mikal berjumpa dengan Buto, penghuni Gang Siluman. Buto bercerita banyak hal tentang dirinya dan sesuatu bernama kaleidoskop, membawa Mikal bertemu dengan Princess. Tak hanya Princess yang ia jumpai, tetapi Mikal pun ketemu Troy, ayah Princess yang disebut alien karena memiliki paras yang enggak tampan. Banyak keanehan yang dilihat Mikal dan banyak cerita aneh pula dari Princess dan Troy. Salah satunya nyambung dengan

Panca itu kan artinya lima, Sura itu kalau di Sunda artinya dewa.”

cerita kematian ayah Mikal dan Gwen, ibu Princess. Untuk memecahkan keanehan yang dirasakannya, Princess menyuruh Mikal untuk membaca cerita yang intinya: tidak ada hantu, yang ada hanyalah orang jahat. Penasaran? Kudu baca sendiri. Soalnya ada kelanjutan kisah Buto dan Agung. Yes, enak banget ini Clara Ng dan Icha Rahmanti nyambungin puzzle cerita mereka. Ada tokoh baru lagi bernama Agung yang juga merasa kalau sial adalah nama tengahnya. Berbagai kemalangan kerap menimpa dirinya. Kemalangan pertama adalah saat ia akan masuk SD. Tubuhnya seolah berhenti tumbuh dan fisiknya berubah. Ia menjelma menjadi sosok kerdil yang dikenal Mikal sebagai Buto. Terakhir, ada cerita tentang Troy dan Gwen yang tak lain adalah ortu dari Princess. Kisah Troy yang berjuang melawan keterasingan karena sejak kecil ia merasa minder dengan fisiknya. Lalu bagaimana Troy bertemu dengan Gwen, perempuan yang enggak pernah memandang fisik saat berteman membuatnya sedikit lega sekaligus heran. Namun, Troy juga mengalami kesedihan saat Gwen harus pergi dari dirinya. Sekali lagi, kesedihan kadang bisa membawa kita melihat hal-hal yang enggak diinginkan. Begitu pula dengan kisah mereka bertiga. Satu yang bikin kehidupan mereka nyambung adalah kaleidoskop. Tapi apakah kaleidoskop itu akan membawa kebahagiaan atau kesedihan yang lebih mendalam, kamu akan menemukannya kalo udah tamat baca buku ini. *** tisha_belia@yahoo.com

SMAN 17 Bandung mempersembahkan

”Kopi Moka”

14 Jumat, 7 Februari 20 g Trans Studio Bandun No. 289, Jalan Gatot Subroto Bandung

Crafty Days 8-9 Februari 2014 Pukul 9.00-18.30 nggugat Gedung Indonesia Me n No. 5 kaa rde me Ke tis rin Pe Jalan Bandung

SMA Taruna Bakti Go Green Festival 2014 Bersepeda keliling Bandung, lomba makan buah, lomba memungut sampah, hiburan band akustik, peresmian green house. Sabtu, 8 Februari 2014 Pukul 7.00-13.00 Kampus Taruna Bakti Jalan LLRE Martadinata No. 52 Bandung

Acara: pi Moka Pentas Seni Akbar ”Ko Bandung 17 AN SM rs” ge na Seventee g Jajaka jan Mo n liha mi Kompetisi Pe Se-Kota ri ge Ne A Pelajar Tingkat SM Bandung g tamu : Live music dari bintan TULUS THE SIGIT d feat. Siliwangi Unpa A at Be TH EBI dan lain-lain : Harga tiket masuk 0 (18-23 Januari .00 155 Rp II: e sal Pre 2014) .000 On the spot: Rp. 160 Fasilitas: uruh Wahana Gratis Menikmati Sel ndung Ba dio Stu Trans Meals Info dan kontak: 8 (Vivi) 0856 2470 199 90 (Sella) 0896 8912 74 nagers Twitter: @seventeee

2

1

“Herb is the healing of a nation, alcohol ― Bob Marley

is the destruction.”

SEJUMLAH siswa dan siswi SMA Daarul Quran Bandung memegang sertifikat kelulusan sidang karya tulis ilmiah, Senin (20/1/2014). Karya tulis ilmiah menjadi salah satu standar kompetensi lulusan siswa dan siswi SMA Daarul Quran Bandung di mana karya tulis ilmiah merupakan integrasi semua mata pelajaran. Siswa diberikan kebebasan memilih topik yang diinginkan dari semua mata pelajaran yang pernah dipelajari dan harus mempresentasikan karya tulis tersebut. * FOTO 1 & 2 (DOK DAARUL QURAN)

Epaper belia 4 februari 2014  

Suplemen BELIA Pikiran Rakyat Edisi 4 Februari 2014 versi Digital

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you