Page 1

17

SELASA (pAhing) 15 AgUSTUS 2017 22 ZULKAiDAh 1438 h hApiT 1950

LEMBARAN KHUSUS REMAJA Facebook: www.facebook.com/beliapr

Twitter: @beliapr

E-mail: belia@pikiran-rakyat.com

Instagram: beliapr

MEMASUKI pertengahan bulan Agustus pasti mulai terasa ya suasana 17-an? Mulai dari jalan-jalan dan gedung-gedung di dekorasi serbamerah putih sampai persiapan segala lomba-lomba untuk memperingati Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Anyways, dalam rangka memperingati hari kemerdekaan ini belia mau membahas nasionalisme di kalangan generasi jaman ayeuna a.k.a barudak millenials alias kita-kita apalagi di tengah kepungan teknologi digital. Cusss yuk!

PIXABAY

NasioNalisme daN Kita! ERTAMA-TAMA apa sih emangnya nasionalisme teh? Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, nasionalisme adalah paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri; sifat kenasionalan: -- makin menjiwai bangsa Indonesia; 2 kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu; semangat kebangsaan. Hmmm udah kebayang kan artinya? Ngomongin nasionalisme pada generasi jaman sekarang tentunya nggak bisa kalau cuma nanya sama barudaknya sendiri, sama kayak kita nggak bisa dong nilai diri sendiri. Makanya nih belia ngobrol sama beberapa yang beda generasi. Menurut ibu Hana Rohana, salah satu orang tua siswa, memerhatikan kalau nasionalisme pelajar saat ini tuh berbeda dengan jaman dulu. “Kalau saya lihat-lihat ya, berbeda itu. Misalnya kalau mendengar lagu Indonesia Raya itu, dulu kita (generasi Bu Hana) kalau dengar lagu itu sikapnya harus berdiri tegak karena menghormati dan merasakan makna lagu itu, kalau sekarang kok saya lihat ya santai-santai aja cuek begitu. Padahal kalau direnungi itu lagu punya arti yang luar biasa,” ujar Bu Hana. Terus masalah pengetahuan umum seputar kenegaraan juga dinilai Bu Hana jauh berkurang dibanding dahulu. “Jaman saya sekolah itu nama-nama mentri kabinet kita hafal semua. Terus

P

Nama & Sekolah

Millenials itu Siapa sih?

D

ARI tadi bahas-bahas generasi millenial. Emang siapa sih millenial tuh? Mengutip dari rumahmillenials.com, millennials atau kadang juga disebut dengan generasi Y adalah sekelompok orang yang lahir pada kisaran tahun 1980 - 2000an dan kalian juga bisa dibilang termasuk. Dari hasil conference Millenials and Digital Culture di IFI Bandung, 3 Agustus 2017 kemarin, kru belia bakal ngasih tau kamu fakta menarik soal generasi ini. Kuy! l Melek Teknologi Dibanding generasi sebelumnya, generasi millenial ini spesial karena dekat dengan teknologi masa kini. Media sosial kayak instagram, youtube, atau chat messenger kayak line udah jadi keseharian. Makanya hal itu bikin generasi milenial termasuk tipe yang User Generation Content. Contohnya, untuk beli barang nggak lagi bermodal kepercayaan iklan TV atau radio doang, tapi perlu cari tahu testimoni atau review dari orang yang udah pernah nyoba barang yang sama. l Haus Perhatian Karena perkembangan teknologi itu, secara nggak sadar bikin banyak dari generasi milenial jadi orang yang attention seeking. Online 24/7 bakal dijabanin demi nunggu like ratusan bahkan ribuan di postingan medsos terbarunya. Nggak jarang juga, cyber bullying makin menjadi karena orang-orang bisa dengan bebasnya bersuara di media sosial tanpa harus takut nunjukkin pribadi aslinya, ini nih yang berbahaya kalo teknologi yang dipake nggak digunakan dengan bijak.

l Online Activist Sobat belia pernah nggak ngeliat postingan yang suruhannya 1 like/1 share sama dengan doa? Hal ini bisa ditemuin dari postingan-postingan yang bermaksud mencari bantuan buat orang-orang yang lagi kesusahan, kayak misalnya bencana alam atau perang. Meskipun nggak selalu ngebantu dengan materi, tapi generasi milenial bakal memviralkan hal tersebut biar makin banyak orang tau. Petisi online semacam change.org atau crowdfunding kayak kitabisa.com banyak ngebantu dalam menumbuhkan jiwa sosial dari generasi milenial ini. l Banyak Start-Up Baru Nggak usah khawatir kalau di masa mendatang nanti, sobat belia bakal kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemauan dan kemampuan kalian. Industri kreatif sekarang makin menjamur dan itu bikin generasi ini berusaha keras buat ngebikin perusahaan start-up yang cocok dengan passion yang diminatinya. Meskipun terbilang perusahaan rintisan baru, start-up jadi zona yang menyenangkan karena orang-orang yang berkontribusi di dalamnya nggak terkekang pakem. Ibarat dua mata koin, tiap generasi pasti punya baikburuknya. Yang penting adalah, gimana cara kita buat menumbuhkan kebaikan-kebaikan itu dan membuang yang buruk-buruknya. Siapapun kita, dari generasi apapun kita, tapi jangan lupa buat bareng-bareng ngebangun Indonesia yuk. So, see you on top!***

dhianynadya@gmail.com anisyyya@gmail.com

asysyifaahs@yahoo.com

Nominal

Tes Pengetahuan

pahlawan-pahlawan juga kita hafal, namanya siapa, lahir dan meninggal di mana, pokoknya tau semua itu. Anak sekarang mah saya lihat di tv ditanya Pancasila aja belum tentu hafal. Padahal itu dasar negara, paling inti. Walaupun memang jaman sekarang gampang kalau ditanya tinggal googling aja kali ya jadi mereka nggak dihafalkan lagi,” curhat Bu Hana. Terus belia juga ngobrol sama satu pengamat sosial yang akrab disapa Kang Maman. Ngomongin nasionalisme kalau kata Kang Maman nih daks, lihat aja ke lirik lagu yang dinyanyiiin sama Coklat yang judulnya “Bendera”. Dari situ kita bisa dapet makna nasionalisme yang lebih sederhana. “Nasionalisme itu sederhana kok. Cukup dengan nggak berbuat sesuatu yang merugikan negeri ini, tidak jadi koruptor, itu nasionalis,” tuturnya. Menurutnya meski generasi milenial ini tumbuh dengan kecanggihan teknologi dan internet rasa bangga akan jadi orang Indonesia tetap terus ada kok. Malahan daks dengan jaman yang serba canggih remaja-remaja Indonesia bisa berkarya di luar negeri dan tetap menjalin hubungan dengan Indonesia. Jadi nggak harus tetep diem di Indonesia buat mencintai Indonesia. Kalau ngomongin cinta Indonesia mungkin berat banget yah daks. Tapi semuanya bisa dilakukan kok dengan terus memberikan karya sesuai kemampuan dan nggak jadi beban buat negeri ini.***

Rifaldi Octafadila, SMAN 6 Cimahi

Cut Mutia

Hmm.. Nggak tau

Nggak tau

Frans..Frans Kaisiepo!

Sam Ratulangi

Nggak tau

Soekarno-Hatta

Shanice Stacia, SMAK BPK Penabur

Cut Mutia

Frans bukan sih?..Eh

Idham Chalid

Frans!

*ketawa doang*

Nggak tau

Soekarno-Hatta

Tania Nurfitri, SMAN 7 Bandung

Cut Nyak Dien

Nggak tau

Duh siapa ya hehe

Frans Kasipo

Ki Hajar Dewantara

Ir. Juanda

Bung Karno dan Bung Hatta

Bintang Hafidz A, SMPIT Raudhatul Muttaqin

Cut Mutia lah

Bentar.. hmm.. Nggak tau hehe

Kayaknya Sri Sultan Hamengkubuwono

Nggak tau

Siapa ya... Otto Iskandardinata

I Gusti Ngurah Rai bukan sih...

Soetta sama Moh Hatta

Nggak tau

Nggak tau

KH Idham Chalid

Nggak tahu

JJ Sam Ratulangi

Ir. Juanda Kartawidjaja

Ir. Soekarno dan Moh. Hatta

Arigi Rizky, SMKN 15 Bandung

”NasioNalisme itu jalah suatu itikad; suatu keiNsyafaN rakjat bahwa rakjat itu ada satu goloNgaN, satu ’baNgsa’!” - Sukarno, Di Bawah Bendera Revolusi : Jilid 1

18> Skul: smk bhakti kencana Ciamis 19> Ensiklobelia: fakta seru upacara bendera 19> MusicTerritory: showcase & rilis single ”binasa”

19> Aksi: l Pensi SMPN 5 Java Straat l Ulang Tahun Yayasan Pendidikan Sumatra 40 19> Chat: fita, lintang, feby


18

SELASA (pAhing) 15 AgUSTUS 2017 22 ZULKAiDAh 1438 h hApiT 1950 FOTO: ANISYA & DOK.

SMK Bhakti Kencana Ciamis

Pusat Inovasi HOLLA sobat Belia, ada yang tau nggak kru belia main ke sekolah mana lagi kali ini? Yap kali ini kru belia main ke SMK Bhakti Kencana Ciamis. Sekolah yang satu ini bisa kalian temuin tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Sindangrasa, Kabupaten Ciamis. Sekolah yang satu ini juga nggak kalah kerennya lho. Sejumlah inovasi dan prestasi berhasil diraih sama barudak dan guru-guru di sini. Mau tau selengkapnya? Langsung aja simak hasil liputan kru belia kali ini ya!***

Prestasi Siswa

anisyyya@gmail.com fifify@gmail.com

SELAIN sekolahnya punya beragam inovasi, siswa-siswanya juga tak kalah berinovasi dengan berbagai prestasi yang diraihnya lho sobat Belia. Yuk kita kenalan dengan siswa-siswa SMK Bhakti Kencana Ciamis. Galih Tresna Say hi to Galih Tresna! Cewek mungil yang satu ini adalah juara I lomba debat bahasa Indonesia lho. Awalnya Galih ditunjuk kakak kelas buat ikutan seleksi peserta di sekolah. Karena udah kepilih, lanjut deh ikutan latihan caracara debat yang baik dan benar. Dengan waktu latihan selama satu bulan, Galih bisa menyabet gelar juara I. Menurut dia, kalau ada kesempatan ikut lomba, kenapa nggak? When there’s a will, there’s the way. Salsabil Nasywa

Keunikan dalam Inovasi

Guru Inovatif juga Ada Lho SEBAGAI sekolah pertama jurusan farmasi di Ciamis dan menjadi sentral inovasi, pastinya guru-guru di SMK Bhakti Kencana tak kalah inovatifnya juga. Contohnya Bapak Hendrik, mendapatkan gelar Bapak Terinovatif, kenapa ya? Pak Hendrik membuat salep untuk penyembuh luka dari bahan getah pohon pisang dan lendir bekicot lho. Awal mulanya keinginan Pak Hendrik untuk membuat bangga sekolah. Inovasi yang Pak Hendrik buat berawal dari keisengan semata, tetapi ada guru lain yang membantu untuk membuat hasil inovasi Pak Hendri menjadi sebuah karya ilmiah dan diikutsertakan dalam lomba. Tak disangka, hal itu membawa hasil yang mengagetkan dengan posisi juara harapan I dan juara harapan II se-Kabupaten Ciamis dalam tingkat SMK umum. Tak berhenti sampai di situ, inovasi selanjutnya yang dibuat Pak Hendrik adalah membuat permen jeli berbahan dasar bunga rosela. Meski sampai di tingkat provinsi, namun sayang inovasinya tersebut harus rela berada di posisi ke-8. Namun, hal tersebut tidak membuat Pak Hendrik putus semangat. Pak Hendrik juga tetap menyuntikkan semangat untuk siswa-siswanya agar tetap berinovasi. Pak Hendrik memiliki pemikiran yang sederhana yakni bagaimana caranya membuat hal yang biasa menjadi luar biasa, dan mengembangkan sesuatu yang sederhana menjadi luar biasa. Hebat banget ya Pak Hendrik. Pantas saja dirinya disebut sebagai Bapak Terinovatif di SMK Bhakti Kencana Ciamis sobat Belia. ***

SMK Bhakti Kencana Ciamis yang berdiri sejak Juli 2003 lalu merupakan sekolah farmasi pertama yang ada di Ciamis lho sobat Belia. Berada di bawah naungan Yayasan Adiguna Kencana, tujuan SMK Bhakti Kencana Ciamis adalah menjadikan bibit-bibit tenaga farmasi yang andal. Tenang aja, tidak hanya jurusan farmasi yang ada di SMK Bhakti Kencana. Mulai 2014 lalu, SMK Bhakti Kencana Ciamis juga sudah ada jurusan keperawatan buat sobat Belia yang ingin menjadi perawat. Sebagai sekolah jurusan farmasi pertama di Ciamis, SMK Bhakti Kencana Ciamis ini menjadi salah satu tempat pelatihan tenaga pengajar SMK Bhakti Kencana se-Jawa Barat lho sobat Belia. Kepala SMK Bhakti Kencana,

Bapak Abdul Tasyakur mengatakan bahwa mulai tahun 2007 SMK Bhakti Kencana Ciamis menjadi tempat pelatihan guru. Di pelatihan tersebut bertujuan mengembangkan tenaga pengajar dan sebagai sumber pembaruan informasi mengenai penyampaian materi dan pendampingan dalam kelas praktik. Inovasi lainnya dari SMK Bhakti Kencana adalah menjadi sarana uji kompetensi untuk guru-guru pengajar. Semenjak Kementerian Kesehatan sudah tidak melakukan uji kompetensi, dibentuklah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) oleh SMK Bhakti Kencana dan menjadikan SMK Bhakti Kencana sebagai tempat uji kompetensi. Selain itu Pak Abdul sebagai kepala sekolah juga merupakan Ketua LSP dan Ketua Persatuan SMK Kesehatan Indonesia (Persemki) Jawa Barat.***

Masih sama-sama debater juga nih sobat Belia. Kali ini namanya Salsabil Nasywa. Kalau cewek yang satu ini pernah ikut lomba debat bahasa Inggris. Berawal dari latian sama kakak pembimbing eskul doi jadi best speaker dan akhirnya berani ikutan lomba debat. Argumen-argumen orang lain yang janggal menurut Salsabil itu harus diluruskan biar sejalan. Keren!***

Aktivitas OSIS SESAMPAINYA di SMK Bhakti Kencana, Belia nggak lupa buat ngobrol sama barudak OSIS di sana. Soni Nugraha, selaku Ketua OSIS ramah banget loh waktu nyambut kru belia. Ketos yang satu ini cerita kalau selama jadi ketua OSIS dia jadi tau gimana cara mimpin orang lain dan cara mimpin organisasi. Barudak OSIS di sini juga selalu menjaga komunikasi dan koordinasi sama eskul-eskul supaya kerja samanya lancar jaya. Nah, salah satu program yang lagi bikin Soni dan temen-temennya excited adalah peringatan hari nasional yang sebentar lagi bakalan dilaksanakan. Dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus nanti, Soni cerita nih kalo barudak OSIS-nya akan mengadakan berbagai macam lomba khas 17-an serta jalan santai ke daerah sekitar sekolah bareng guru-guru juga.***

Be Calm, Be Strong, Be Grateful Penulis : Wirda Mansur Penerbit : Kata Depan Tebal : 284 halaman Rating :

Pesan Kanvas Putih Kalian terlahir membawaku Siapa aku? Kalian tak perlu tahu Karena kalian tak memedulikanku Jika kalian ingin tahu, kanvas putih lah aku Aku kanvas putih Mohon dengarkan pesanku kawan Lukislah aku sebuah pelangi Agar hidupmu jadi cerah Namun, ingatlah kawan! Janganlah lukis aku sebuah badai Karena hidupmu kan gelap Dan bukankah masih banyak keindahan di dunia ini Namun, tugasku

hanya menyampaikan pesan ini Karena semua kembali ke tangan kalian Kalian yang menentukan lukisan ini Karena kalianlah pelukisnya

B

‘’…Dan sungguh di dalam tubuh terdapat sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka baik pula seluruh tubuhnya. Dan apabila daging itu buruk, maka buruk pula seluruh tubuhnya. Dan itulah hati”. (HR Bukhari Muslim) M Hilmi Azkia PP Darul Arqam Muhammadiyah Daerah Garut

Art Class Tridaya & Faber Castell menyelenggarakan:

Workshop Hand Lettering Minggu, 27 Agustus 2017, 08.00- 12.00 WIB Jalan Van de Venter No 4 Bandung Limited only for 50 participants Info: 081324510919 (WA) / art class tridaya (LINE) Music Chamber #14

"Dayung! bersama GRACE SAHERTIAN" Jumat, 18 Agustus 2017, 19.00 WIB Lawangwangi Creative Space, Jalan Dago Giri 99 Bandung GRATIS!

Nama Akun Platform Jenis konten Eksis sejak

: @makanpakereceh : Instagram dan Website : Foto, Artikel : 2014

KALAU sobat Belia ngetik #kulinerbandung di kolom pencarian Instagram, pasti bakal ada banyak banget akun-akun foodies yang bermunculan. Dari sekian banyak itu, kru belia mau ngasih rekomendasi akun yang ngebantu kalian untuk wisata kulineran di Bandung yang enak di lidah dan di kantong juga. Cobain deh follow @makanpakereceh di Instagram, bakal ada Mang Mimin dan Ms. Mimin yang ngajak kalian jalan-jalan ke berbagai tempat makan hits dan murah di Kota Kembang ini. Bermodal recehan aja, kalian udah bisa nongkinongki cantik dan kenyang di tempat makan yang instagramable hasil ulasan mereka, beneran bakal hemat uang deh! Akun @makanpakereceh ini jadi favorit belia kare-

na informasi yang ditampilkan di caption Instagram udah cukup lengkap, nggak cuma nyebutin identitas nama, alamat, dan jam buka tempat makan, tapi juga review singkat dan harganya termasuk info gratisan atau potongan harga yang seru buat dicoba bareng temen-temen. Eh, ada verdict juga nih dari Mang Mimin yang kadang usil dan bikin ngakak wkwk. Dan siap-siap sih tergoda sama makanan/minuman yang ditampilin dan nggak sabar buat caw sekarang juga ke tempat makan tersebut, abis foto-fotonya ciamik pisan euy. Yang belum follow, segerakan atuh! Biar hepi, yuk, pergi #makanpakereceh!***

Follow Yuk!

asysyifaahs@yahoo.com

UAT anak-anak zaman sekarang, siapa sih yang nggak tau Wirda Mansur? Influencer yang juga anaknya Ustadz Yusuf Mansur ini mulai terkenal dari kemampuannya menghafal Quran dan eksis di berbagai medsos kayak Instagram, ask.fm, sampai Youtube. Sukses dengan buku pertamanya berjudul Reach Your Dreams, Wirda kembali menerbitkan buku kedua dengan buku yang sedikit lebih tebal. Di buku ini, doi masih bercerita seputar mimpi-mimpinya yang tinggi, daily life yang dijalani, perjuangan untuk menghafal Quran, hingga beragam cerita konyol yang dia temui dan dituturkan dengan gaya khas yang Wirda banget. Ibaratnya nih, baca buku ini kayak diajak ngomong langsung sama Wirda, kadang ada terharunya, tapi nggak jarang juga yang bikin senyum cekikikan wkwk. Memuat 21 bab, Wirda ngejelasin nih makna dari judul bukunya sendiri. Be Calm, bahwa sabar itu adalah bakat terbesar yang sesungguhnya. Doi berpesan supaya kita nggak jadi orang bersumbu pendek, alias yang dengan gampangnya tersulut emosi. Be Strong, kuatlah untuk menghadapi masalah apa pun, never give up! Sebab besar kecilnya masalah tergantung gimana cara kita nyikapinnya. Namanya juga hidup pasti selalu ada masalah kan? Dan yang terakhir, Be Grateful, bersyukur adalah kunci terpenting dalam hidup. Kadang kita sering merasa iri dengan segala pencapaian-pencapaian orang lain, tapi jangan lupa untuk memutarbalikkan rasa iri itu untuk jadi motivasi dalam meraih cita-cita yang diinginkan. Last but not least, Wirda juga menyajikan konten cerita berupa jawabanjawaban dari kumpulan pertanyaan para penggemarnya. Buat kamu yang juga pengen ngikutin jejaknya untuk bisa seberani itu dalam menggapai mimpi, nggak ada salahnya ngeluangin waktu untuk membaca buku ini. Worth to read kok :D *** asysyifaahs@yahoo.com


19

SELASA (pAhing) 15 AgUSTUS 2017 22 ZULKAiDAh 1438 h hApiT 1950

Ulang Tahun Yayasan Pendidikan Sumatra 40

Bersama dalam Perubahan

FOTO: DOK.

tari-tarian Nusantra, tarian daerah, seperti kesenian angklung, jaipongan, kendang pencak, marching band, dan lain-lain. ”Masing-masing sekolah menampilkan para wakilnya untuk menampilkan kreasi eskul yang selama ini mereka dapat dari sekolah, moment ini adalah salah satu tahapan untuk menyongsong lomba-lomba yang di adakan sekolah atau pun di luar sekolah,” ujar Fitri Junia. ”FYI, tim paskibra sendiri pernah menjadi juara nasional dari segi disiplin lho,” tambah Fitri penuh semangat. Sementara itu, ada juga komentar Yulia dari Eskul marching band mengatakan, ”Harapan saya marching band Sumatra 40 ini terus dilatih agar menjadi juara baik ditingkat lokal Bandung, regional maupun nasional, dan alhamdulillah team kami kemarin berhasil masuk meskipun jadi juara harapan di tingkat Kota Bandung.” Di tempat terpisah, Direktur Pendidikan RP Hartoyo, Bapak Budi Stya Putranto mengatakan, yayasannya ingin menjadikan sekolah ini sebagai rumah kedua bagi para siswa siswinya. ”Jadi selain untuk proses belajar mengajar, mereka di sekolah juga bisa bermain dan berinteraksi dengan teman-temannya, maka disini keperluan untuk hal itu kami fasilitasi, dimulai dari pembuatan lapangan futsal, main musik, serta kegiatan ekstrakurikuler yang membuat para siswa betah tinggal di sekolah,” ujar Pak Budi Stya Putranto. (Rena Effendi Somantri Yayasan Sumatra 40)***

A

KAN bagaimana ya jadinya ketika sekolah level SMP, SMA, SMK, semuanya bergabung dalam menyongsong memperingati ulang tahunnya yang ke-37. Yups, pasti keseruan, keramaian, serta keakraban antarsiswa dan siswinya akan terasa banget. Para siswa siswi yang terdiri atas barudak SMA Sumatra 40, SMK Sumatra 40, dan SMP Sumatra 40 ini berbaur menjadi satu untuk menampilkan kreasi seninya masing-masing. Mulai pementasan pengibaran bendera oleh anggota Paskibra SMP, drumband dari anak SMK, nggak ketinggalan kabaret yang ditampilkan oleh barudak SMA. Menurut Bapak Rena Effendi nih sebagai penangung jawab acara, acara pentas seni serta haul tahunan ini bertujuan agar semua anak didik yang berada di bawah naungan Yayasan RP Hartoyo, yayasan yang menaungi SMP, SMA, dan SMK Sumatra 40, memiliki semangat kebersamaan dalam bingkai harmoni perubahan, demikian jelas Pak Rena Effendi. Acara yang berlangsung pada Senin (7/8/2017) ini juga dihadiri oleh Ketua Yayasan, Direktur Pendidikan RP Hartoyo, serta para tamu undangan dari pemerintahan dan nggak ketinggalan para alumnus sekolah. Kalau Kata Fitri Junia, salah seorang peserta yang mengikuti pentas paskibra, dalam acara ini semua siswa masing-masing sekolah mementaskan kabisanya di acara ini, di antaranya ada

FOTO: ANISYA

Seru, Gratis! H

ELLO sobat Belia! Gimana weekendnya kemarin, kalian main ke mana aja nih? Kalau belia sih, Sabtu (12/8/2017) sempet main-main ke acara Java Straat Festival and Family Day. Acara yang digelar sama SMPN 5 Bandung ini seru loh, daks! Ada yang dateng kesana juga nggak? Buat yang ngga sempet dateng ngga usah kecewa karena belia udah siap bagi-bagi cerita soal acaranya hihihi simak ya!

ISTIMEWA

Pensi SMPN 5 Java Straat

Mulai dari jam 9 pagi, belia dan pengunjung lain udah disuguhi performances yang menyegarkan. Mulai dari tari tradisional, angklung, cheerleader, sampai band-band siswa juga ada. Sambil nikmatin performance, belia juga datengin beberapa stan yang ada di sana. Ada stan yang jual makanan, minuman serta buku. Stan makanannya cukup variatif loh daks! Setelah keliling-keliling belia nemuin takoyaki, sate, minuman dingin, masih banyak deh yang pasti bikin ngiler semua. Di sana, kru belia juga loh sempet ngobrol-ngobrol sama panitia acaranya. Menurut Prasetyo Sriwibowo, selaku ketua pelaksana bazar ini, seluruh panitia merupakan anakanak OSIS SMPN 5. Acara mereka juga dinamain Java Straat, diambil dari bahasa Belanda, yang artinya Jalan Jawa, sesuai dengan lokasi SMPN 5 Bandung. Selain itu, panitia acara ini juga mengharapkan keluarga dari siswa-siswa sekolah turut serta untuk hadir dan nikmatin acara barengbareng. Apalagi nih daks acara yang

digelar dari pagi sampai sore ini gratis..tis.. tis..! Jadi kalau mau dateng tinggal bawa diri, temen-temen, dan keluarga kalian. Semakin siang, sekolah yang ada di Jalan Jawa ini makin rame aja daks. Gimana nggak, semuanya pengen banget ngeliat HiVi dan JAZ yang turut hadir memeriahkan acara ini. Oiya, belia juga sempet ngobrol nih daks sama salah satu orang tua yang ikut hadir dan menikmati acara ini, namanya Bu Yayu. Beliau bilang kalau acara ini bagus, dan semoga ke depannya bisa semakin meningkat. Karena pensi ini acara tahunan, belia juga berharap yang sama loh kayak Bu Yayu, semoga semakin seru dan sampai ketemu lagi di acaranya taun depan yah, See you!***

Fakta Seru Upacara Bendera

D

anisyyya@gmail.com

FOTO: DHIANY

Showcase & Rilis Single ”Binasa”

Upacara Proklamasi yang Sederhana Berlangsung di Jalan pegangsaan Timur No. 56, upacara proklamasi dulu nggak dibuat semeriah kayak sekarang. Nggak ada protokol khusus, musik pengiring lagu kebangsaan, bahkan nih tiang benderanya aja dibuat dari batang bambu yang baru disiapkan menjelang upacara. Di sisi lain, sobat Belia yang pernah baca materi pelajaran Sejarah juga pasti tau, di hari itu Ir. Soekarno lagi nggak enak badan karena menderita penyakit malaria. Meskipun demikian, momen kemerdekaan Indonesia yang sederhana itu jadi awal dimulainya Indonesia bebas dari para penjajah selama kurang lebih 350 tahun itu. Salut!

Perkenalan Diri Swara Langit

A

NOTHER newborn talent from Parijs van Java. Yess, Kota Bandung, katanya sih emang gudang dari musisi-musisi keren nan berbakat. Ibaratnya sih, kota yang satu ini nggak bakal pernah kehabisan musisi saking banyaknya benih-benih baru yang muncul dari beragam genre. Salah satunya adalah Swara Langit. Band bergenre folk/ambience yang baru terbentuk di 2017 ini digawangi oleh Fikri (gitar), Wyman (bas), Rery (drum), Bege (trompet), Thantri dan Ica Mariza (vokal). Meski belum lama terbentuk, Swara Langit nggak sabar buat memperkenalkan diri pada khalayak skena musik. Minggu (13/8/2017) kemarin mereka resmi meluncurkan single pertamanya lewat sebuah showcase yang diadakan di But-

terfield Kitchen Jalan Dipatiukur Bandung. Single berjudul ”Binasa” ini jadi item perkenalan yang dibawakan Swara Langit. Katanya sih ”Binasa” ini bercerita tentang berbagai problema hidup yang bertolak belakang kayak keegoisan dan memperdulikan kehidupan orang lain sampai akhirnya membuat bimbang. Tetapi dari cerita itu pula timbul kesadaran kalau segala sesuatu itu pasti akan binasa, mau itu kesedihan atau kebahagiaan, semua nggak ada yang abadi. Terdengar rumit ya? Tenang aja kalau denger lagunya mah enak dan nggak harus rumit-rumit kok hehehe. Swara Langit nggak sendirian di showcase perdana mereka ini. Sebagai pembuka ada

Fita, Lintang, Feby

UA hari lagi peringatan momen kemerdekaan Indonesia nih. BTW, gimana suasana Agustusan di sekitar lingkungan sobat Belia? Udah pada rame dan masang-masangin bendera merah-putih belum? Semoga nggak cuma atributnya aja yang semarak, tapi semangat ’45 dan sikap nasionalisme kita makin tumbuh tinggi untuk terus mencintai negara ini. Nah, ngomong-ngomong soal 17 Agustus nih, belia bakal ngasih kamu fakta-fakta menarik seputar upacara peringatan hari kemerdekaan di tanggal ini, yuk disimak!

Mesopotamia yang membawakan lagu-lagu mereka plus satu cover ”Sebelah Mata”-nya Efek Rumah Kaca. Dilanjut oleh duo Curly Me yang sakses bikin chill suasana sebelum menanti penampilan puncak dari si empunya acara. Oh iya, sebagai pelengkap juga ada penampilan dari seniman pantomin dan pembacaan puisi di tengah penampilan Swara Langit. Apik nian! Buat kalian yang kemarin gnggak sempat datang juga bisa langsung cek single mereka yang available di Spotify, Deezer, Amazon, dan Youtube. Well, goodluck terus buat Swara Langit semoga single-single lainnya segera menyusul. Amin!*** dhianynadya@gmail.com

WR Soepratman tidak Merasakan Kemerdekaan Hayo siapa yang nggak tau WR Soepratman? Pencipta lagu kebangsaan ini ternyata nggak pernah mengecap hari kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1924 saat di Bandung, beliau menciptakan lagu ”Indonesia Raya” dan di Kongres Pemuda II, Oktober 1928, lagu tersebut kemudian diperdengarkan di depan para peserta kongres. Karena kemampuannya tersebut, WR Soepratman selalu diburu Belanda, bahkan hingga lagu karangannya yang terakhir berjudul ”Matahari Terbit”, ia ditangkap dan akhirnya meninggal pada 17 Agustus 1938 di Surabaya karena jatuh sakit. Nah, selain menyanyikan lagu ini di kala upacara, patut buat kita untuk menjunjung tinggi lagu ”Indonesia Raya”, apalagi kalo tau gimana perjuangan sang penciptanya.

Formasi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Untuk pengibaran bendera Merah Putih, memang nggak sembarang orang yang bisa melakukannya. Mereka disebut sebagai Pasukan Pengibar Bendera yang udah dilatih dan terlatih selama beberapa waktu sampai akhirnya mampu mengemban tugas yang istimewa itu. Nah, untuk paskibra yang bertugas di Istana Merdeka, Jakarta ada formasi khususnya nih, dengan susunan kelompok 17, kelompok 8, dan kelompok 45 mengikuti hari kemerdekaan Indonesia. Kelompok 17 merupakan anggota Paskibraka yang berada di posisi paling depan sebagai pemandu/pengiring dengan dipimpin oleh satu Komandan Kelompok. Kelompok 8 berada di belakangnya sebagai pasukan inti dan pembawa bendera. Di sini ada 4 anggota TNI/Polri sebagai pengawal dan satu orang Paskibraka putri sebagai pembawa bendera, 3 orang Paskibraka putra sebagai pengibar/penurun bendera, dan 3 orang Paskibraka putri di barisan belakang sebagai pelengkap. Yang terakhir ada Pasukan 45 sebagai pasukan pengawal/pengaman yang biasanya ditugaskan kepada anggota TNI/Polri atau bahkan Paspamres. Nggak ketinggalan, keseluruh pasukan ini dipimpin oleh Komandan Pasukan (Danpas) yang berada di sebelah kanan Danpok 17. Pengibaran Bendera Indonesia Setiap peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, bendera negara wajib dikibarkan nih, baik di rumah, sekolah, kantor, gedung-gedung, sampai sarana transportasi. Pengibarannya sendiri dilakukan dari mulai matahari terbit sampai matahari terbenam. Oiya, sobat Belia udah tau belum berapa panjang bendera pusaka yang dulu dipakai pada saat Upacara Proklamasi 17 Agustus 1945? Bendera dwiwarna yang dijahit Ibu Fatmawati saat itu berukuran 200x276 cm dan ada aturan khusus mengenai proporsi bendera yang tercantum dalam Pasal 4 Ayat (3) UU Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, yakni 200 x 300 cm untuk ukuran bendera di halaman Istana Kepresidenan dan di lapangan umum berukuran 120 x 180 cm.*** asysyifaahs@yahoo.com

Suka Geregetan! HAI guys.. Masih inget kan kompetisi sains yang belia datangi beberapa waktu lalu? Nah belia berkesempatan ngobrol sama salah satu juaranya nih yaitu Fita, Lintang, dan Feby dari SMAN 3 Malang. Tiga cewek ayu ini berinovasi melalui ”Smart Bin Model” yaitu tempat sampah yang bisa memilah sendiri sampah apa yang masuk ke dalamnya. Keren banget ya? Kira-kira gimana nih ceritanya mereka bisa bikin inovasi tersebut? Simak langsung deh obrolan belia! Kuy! Hai Fita, Lintang, Feby! Selamat ya karya kalian terpilih jadi salah satu juara. Boleh dong diceritain gimana sih kalian kepikiran buat bikin Smart Bin Model ini? Selama ini kami suka liat tempat sampah tuh udah bagus-bagus, colorful juga. Ada wadah berbeda buat sampah anorganik dan organik, tapi selama ini orang-orang buangnya ya asal aja. Kayak kertas dibuang ke wadah yang organik. Entah mereka itu nggak mau baca atau emang males. Jadi kami suka geregetan... Dari situ pengen bikin tempat sampah yang pas orang buang ke situ tuh dia kepilah sendiri, jadilah kami bikin smart bin ini. Kalau bikin rangkaiannya modelnya gimana? Konsepnya sih dari kami sendiri cuma kalau rangkaiannya masih dibantu juga. Konsultasi sama guru-guru, nanya ke teman yang lain juga.

FOTO: TISHA

Berapa lama proses pembuatannya?

Sebenernya udah beberapa bulan cuma karena menghadapi kompetisi ini, buat prototipenya dua minggu aja. Kami baru bikin yang detektor metal soalnya, belum telalu trial and error. Jadi sebenarnya sistem kerja Smart Bin Model ini gimana? Jadi kalau ada sampah masuk itu nanti terdeteksi sama sistem ultrasonik, itu mendeteksi keberadaan sampahnya. Nanti kalau sampahnya ada, nanti detektor kumparan kawatnya itu mendeteksi lagi dia metal atau nonmetal. Bakal ada pengembangan lainnya nggak? Rencananya kami memang mau ngembangin lagi, untuk pemilah sampah organiknya. Semoga aja ada yang support, karena pasti yang organik lebih sulit dan banyak errornya hahaha. Apalagi riset kan nggak murah.

Tantangan apa sih yang menurut kalian paling berat selama bikin ini? Tantangannya yaitu jenis sampah yang banyak banget. Organik ada yang gimana dulu, anorganik ada yang gimana dulu... Susahnya karena kami indikatornya itu pakai massa jenis, semua sampah kan beda-beda massa jenisnya ada sampah kayak kertas dan aluminium yang dah didaur ulang berkali-kali tapi masih sama gitu. Di situ kesusahannya, kami harus bisa bedain. Last nih, kalian cewek semua kan, kata kalian gimana sih wanita dalam bidang sains? Wanita harus berani ngejar cita-citanya, harus berani invent sesuatu jangan kalah sama cowok. Apalagi cewek itu sabar, harusnya lebih bagus jadi ilmuwan karena jadinya lebih telaten. Saat ini kan banyakan laki-laki, ke depannya itu jangan begitulah. Wanita harus banyak juga.*** dhianynadya@gmail.com

Epaper Belia 15 Agustus 2017  

Epaper Belia 15 Agustus 2017

Epaper Belia 15 Agustus 2017  

Epaper Belia 15 Agustus 2017

Advertisement