Issuu on Google+

19

SELASA (MANIS) 11 FEBRUARI 2014 11 RABIUL AKHIR 1435 H SILIH MULUD 1947

  

 

KAYAKNYA baru di event ini deh, kru belia nemuin konsep pentas seni yang disatuin gelaran pemilihan perdana Mojang Jajaka Pelajar Kota Bandung. Acara bertajuk Kopi Moka garapan barudak SMAN 17 Bandung ini emang dirancang untuk mengedepankan seni dan budaya Sunda. Digelar di Trans Studio Bandung, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jumat (7/2/2014), ajang pemilihan pun digelar setelah sebelumnya dilakukan berbagai tahapan seleksi. Para peserta yang mampu menembus gelaran final ini berasal dari delapan sekolah, yaitu SMAN 13, SMAN 17, SMAN 18, SMAN 22, SMAN 23, SMKN 1, SMKN 7, dan SMA Pasundan 1, semua dari Bandung. ENGAN bekerja sama bareng Paguyuban Mojang Jajaka Kota Bandung, Kopi Moka udah melaksanakan penjurian tertutup, para kandidat diberi berbagai macam tes seperti bahasa (Indonesia, Inggris, Sunda), wawancara, unjuk bakat, dan pengetahuan umum. Wawasan lain seperti kesenian Sunda dan public speaking juga jadi nilai lainnya. ”Persiapan acara ini sejak September 2013. Kami sudah sebar undangan ke 100 SMA dan SMK negeri dan swasta se-Kota Bandung dan sekolah yang mendaftarnya pun banyak. Kami memang ingin cari konsep berbeda yakni pemilihan mojang jajaka digabung dengan pentas seni,” ujar Salsabila dari kelas X IPA 1 sebagai salah seorang panitia. Grand final Kopi Moka sendiri diisi oleh penampilan delapan pasangan finalis yang kemudian mengerucut menjadi 5 besar. Di babak ini, setiap pasangan harus menjawab pertanyaan acak dengan topik beragam dari pelestarian flora dan fauna, kenakalan remaja, perusakan alam oleh manusia, hingga topik serius seputar keadaan perekonomian Indonesia yang menurun. Jawaban mereka pun harus jelas, lugas, dan singkat karena dibatasi waktu. Wow, menantang sekali! Nggak jarang kalau setiap jawaban yang telontar pun mengundang tepuk tangan penonton. Dengan tiket yang ludes terjual, Kopi Moka jadi gelaran seru dan menarik. Selain bisa nikmatin suguhan acara dan dapat pengalaman budaya dari para kandidat mojang jajaka, penonton juga dikasih kebebasan main sepuasnya di indoor theme park terbesar di Indonesia ini. Apalagi jajaran pengisi acaranya pun oke punya, kayak Ebith Beat A, Tulus, dan The S.I.G.I.T. Penampilan keren dateng dari Ebith yang ngasih aura hiphop dengan rasa kesundaan yang kental. Dibuka dengan suara karinding dan perlahan dicampur iringan DJ, Ebith langsung melempar lagu ”Teu Nyaho” yang disusul ”Saha Ngaran Maneh Saha”. Kejutan lain diberikan Ebith yang ngundang tim rap Siliwangi Squad! Grup sundanese hiphop se-Jabar Banten ini benar-benar semakin menyegarkan suasana. Kebayang nggak sih lirik berbahasa Sunda dipadukan rap dengan iringan DJ yang mendominasi? Lagu bertajuk ”Rempug” dan ”Ka Mana Atuh Gaya” kayaknya langsung jadi favorit para penonton deh. Penampilan lainnya datang dari band audisi yang dilanjutkan ekskul modern dance dan cheerleaders. Lagi-lagi nuansa daerah ditampilkan di sini melalui kostum yang nyunda abis meskipun tetap bermusik modern. Oh ya, lagu ”Es Lilin” pun sempat diremix lho dalam part ini. Keren! By the way, bocoran dari panitia sih katanya Kopi Moka bakal jadi gelaran rutin tahunan yang dibikin SMAN 17. So, kalau kamu ingin jadi mojang jajaka pelajar Kota Bandung selanjutnya, siapkan diri ya! ***

D

Kop iM oka

FOTO: KEKE

Paduan Mojang Jajaka dengan Pentas Seni

  Astari Ariffianti-Muhammad Rakha Pradana (SMAN 13 Bandung) SEBELUMNYA sih searching dulu di internet tentang kriteria mojang jajaka dan menggali wawasan. Pertama kali diseleksi di sekolah dengan dibagikan lembaran di setiap kelas, baru seminggu kemudian diseleksi lagi. Kami diberi tes bahasa Inggris, pengetahuan umum tentang Bandung, serta unjuk bakat dan diajarin latihan jalan. Setiap hari kami kerja keras sampai baru selesai latihan pukul 6 sore. Kami ingin ngenalin SMAN 13 bahwa sebagai sekolah di perbatasan, ada banyak prestasi di sini. Awalnya kami sempat pesimistis, tapi guru-guru selalu mendorong semangat dan mendukung. Mereka percaya bahwa kami harus yakin dan semaksimal mungkin. Sebagai juara pertama, kami ingin beri contoh yang baik dan ajak teman-teman mencintai budaya Sunda seperti angklung, pupuh, dan kawih. Sebagai mojang jajaka, kita harus talk less do more dan jadi generasi yang unggul, kreatif, inovatif, dan membanggakan.

Nazahah Sakinah Thahirah-Alhaq Prima Amini (SMKN 7 Bandung) PERSIAPAN untuk Kopi Moka ini terbilang sebentar, apalagi jadwal di SMKN 7 juga sedang padat. Makanya, sempat bingung ketika harus cari materi. Kami belajar materi tentang Kota Bandung, pariwisata, kepribadian, dan unjuk bakat nyanyi Sunda dan sajak. Sempat ngerasa deg-degan juga dan tegang karena persiapan kami hanya tiga hari. Tapi sekolah mendukung penuh dan memberi dispensasi walaupun pas final ini sedang ada praktikum. Motivasi kami ikutan Kopi Moka sih ingin jadi kebanggaan dan orang lain bisa mengikutinya dari sisi positif. Apa yang udah didapatkan dari sini ingin dibagi lagi ke orang banyak supaya termotivasi untuk melestarikan budaya.

Rahma Almuftiani-Hadi Abdilah (SMKN 1 Bandung) KEIKUTSERTAAN di Kopi Moka ini sempat hampir dibatalkan karena persiapannya yang nggak sampai seminggu, makanya kami nggak nyangka bisa masuk 5 besar. Saat unjuk bakat kemarin, tadinya kami mau tampilkan dongeng, kabaret, dan nyanyi, tapi jadinya kabaret doang. Kami selalu menyugesti diri sendiri supaya tetap tenang di atas panggung. Motivasi tetap ikutan acara ini yaitu ingin jadi mojang jajaka yang bertanggung jawab dan bangkitkan lagi budaya Sunda yang sekarang kurang diminati remaja. Sekolah juga ngedukung banget sampai mau ikutan riweuh sediakan kostum. Untuk ada di posisi ini bukan berarti segalanya, tapi jadi sesuatu yang baru untuk bisa kontribusi sebagai mojang jajaka pelajar.

Citra Ayu Widiantari-Bijaksana Syahasal Putra (SMAN 23 Bandung) DI sini benar-benar diuji secara materi dan mental karena banyak pertanyaan spontan. Kami sudah lewati audis seperti tes tertulis, pengetahuan umum, unjuk bakat, dan kenal dekat dengan sejarah dan budaya Sunda. Kalau Bijak latihan mental, baca materi pariwisata, dan program wali kota. Kalau Citra sih unjuk bakatnya akting dan storytelling. Sejak ikutan Kopi Moka, kami dapat pengalaman berharga dan pengetahuan baru. Motivasi kami ikutan pun ingin dapat membanggakan orangtua dan dapat teman baru. Kopi Moka itu acara yang lumayan besar. Selanjutnya kami juga berencana ikutan Mojang Jajaka dewasa Kota Bandung tahun ini.

siswanti.hanifa@yahoo.co.id

Oplosan Pencabut Nyawa

Nisrina Aprilia Putri-Windra Rachmawan (SMAN 22 Bandung)

”T

UTUPEN botolmu... Tutupen oplosanmu... Emanen nyawamu ojo mbok terus teruske mergane ora onok gunane....” Ssstt... Belia... Ada yang pernah dengar lagu ini nggak?? Pasti pernah donk?? Yap! Cuplikan lagu ciptaan Nur Bayan ini berhasil menarik perhatian sebagian besar masyarakat di Indonesia. Tapi ngomong-ngomong apa sih sebenarnya oplosan itu? Oplosan adalah sebutan untuk miras yang biasa dicampur atau dioplos dengan obat-obatan lainnya yang dapat membahayakan kesehatan. Lah miras apaan lagi tuh? Kalau miras sendiri adalah singkatan dari minuman keras yang akhir-akhir ini sedang marak diketahui masyarakat luas karena mampu merenggut nyawa penikmatnya. Berita mengenai maraknya miras yang beredar dan menelan cukup banyak korban jiwa dapat kita jumpai dengan mudah melalui berbagai media. Bagaimana tidak? Miras yang sebelumnya pernah dilarang beredar karena tidak baik untuk kesehatan, sekarang kembali populer di kalangan masyarakat. Pantas saja kalau penikmat miras bersukacita karenanya ditambah lagi dengan gaya baru miras dikonsumsi setelah dicampur dengan berbagai obat-obatan yang dapat membahayakan kesehatan. Iiihh syereeemm.... Bahaya yang lain jika penikmat miras adalah anak-anak remaja seperti kita. Zaman sekarang banyak ”remaja galau” yang sedang mencari jati diri. Biasanya mereka yang berteman dekat dengan miras adalah mereka yang berasal dari keluarga broken home. Selain itu, orangtua terlalu sibuk sehingga tidak ada waktu mengontrol anaknya sehingga akan terjerumus dalam lembah miras dengan mudah. Maka dari itu, buat sobat belia yang lagi pada galau, kurang waktu dengan orangtua, atau kalian yang berasal dari keluarga broken home sebaiknya kalian mulai bisa menjaga diri sendiri dari pergaulan-pergaulan yang membawa kita pada dampak negatif. Jangan sampai kita terjerumus dalam lembah miras. Apalagi sampai nyawa kita terenggut oleh miras.

BARU tahu bakal diaudisi itu dari semalam sebelumnya banget, makanya langsung siapkan materi dan baca sejarah dan menggali wawasan tentang Kota Bandung. Kami ikutan Kopi Moka karena memang dipilih sekolah dan ingin berpartisipasi membawa nama baik sekolah, jadi bukan mengejar gelar. Dukungan sekolah juga besar banget dari nganterisn saat seleksi sampai merias di salon. Kami ingin terus belajar sambil melestarikan budaya Indonesia. Sebagai mojang jajaka pelajar Kota Bandung, kami juga harus jaga image baik dan bisa kasih contoh nyata yang nggak hanya imbauan.*** siswanti.hanifa@yahoo.co.id



Quotes

Valerie Devina Rusli, XI IPS 2, SMAK Kalam Kudus Mekarwangi Bandung

Uncal tara ridueun ku tanduk -- paribasa Sunda

<21> Aksi: <20> Skul: SMPN 1 Panjalu, Ciamis

- J8W Cabaret Championship 2014 - Go Green Festival 2014

<21> Selancar: Mengapa Harus Cokelat?

<22> Review: <22> Chat: Adhitia Sofyan


20

SELASA (MANIS) 11 FEBRUARI 2014 11 RABIUL AKHIR 1435 H SILIH MULUD 1947

FOTO: KEKE & DOK.

SMPN 1 Panjalu, Ciamis

Bergema! W

ARNA islami, kegemaran menuntut ilmu, dan kesadaran mencintai alam sangat terasa di SMPN 1 Panjalu lewat tagline-nya: ‘bergema’. Di sini, visi dan misi sekolah berusaha menyeimbangkan kemampuan akademik dan non-akademik siswanya dengan sejumlah tatanan program untuk mencapai prestasi sekolah. Lingkungan skul juga ditata sedemikian rupa sehingga bikin betah, rindang, dan asri banget. Malahan setiap siswa wajib membawa tanaman dan memeliharanya di sekolah. Pokoknya harus tanggung jawab deh. Keren, ya? Selain ada operasi bersih setiap Jumat, para siswa juga kudu menjaga kebersihan kelas masing-masing. Metode yang dipakai cukup unik karena tiap kelas bakal dinilai dengan menggunakan bendera. Kalo kelas ditempelin bendera merah itu artinya dapet nilai kurang dari 78. Bendera hijau nilainya

antara 78-88, dan putih nilainya lebih besar dari 88. Kategori penilaiannya macemmacem, mulai dari kebersihan, keindahan, dan masih banyak lagi. Program yang udah berjalan sejak November tahun lalu itu pun disambut antusias karena bakal dapetin piala bergilir! Untuk keagamaan, SMPN 1 punya aturan untuk wajib salat Zuhur berjemaah dan Jumatan di sekolah. “Ada program khusus di mana setiap Sabtu pagi, para siswa berkumpul di lapangan untuk tadarusan Surat Yasin dengan dipandu guru agama,” ujar Pak Endang Rahmat selaku kepala sekolah. Serunya lagi, hal itu diimbangi dengan fasilitas ekskul yang beragam seperti voli, basket, sepakbola, taekwondo, silat, paskibra, PMR, pramuka, irmas, drumband, vokal, degung, hingga dayung yang saat ini tengah fokus ikutan porda. Nggak tanggung-tang-

gung, prestasi semua ekskul tersebut kerap berhasil menembus sampai tingkat provinsi! Makanya banyak yang senang beraktivitas di sini karena berkesempatan nerusin sekolah melalui jalur prestasi. Nggak sedikit lho sekolah yang melirik SMPN 1 berkat prestasi nonakademiknya yang gemilang. “Banyak SMA yang mencari siswa SMPN 1 Panjalu yang dominan berprestasi dalam olahraga dan seni. Kabupaten juga butuh pemain untuk dipusatkan menjelang kompetisi tingkat provinsi. Sekolah pun meresponsnya dengan baik, yaitu dengan memfasilitasi siswa melalui pengadaan alat-alat olah raga yang lengkap. Di mana pun minat mereka akan kami fasilitasi,” kata wakasek kesiswaan Pak Usep Suherman. Seru banget! *** siswanti.hanifa@yahoo.co.id

Dian Mara, VIII-B DIAN yang hobi baca buku ini bercita-cita jadi guru karena jasanya abadi dan punya moto ‘Jangan merangkak dalam keraguan dan berdirilah dengan penuh keyakinan’. Makanya ia yakin banget bisa jalanin aktivitasnya lewat manajemen waktu yang baik. Sebagai Ketua OSIS baru, penggemar pelajaran bahasa Inggris ini juga menginisiasi sebuah program yang yang mengedepankan perilaku dan kebersihan lewat pencantuman bendera di setiap kelas. Uniknya, ide itu didapatkannya begitu aja lho.

Cobel

Cebel Sadam Sultan, VIII-B SELAIN aktif di ekskul olah raga, Sadam juga megang jabatan sebagai sekbid kebugaran OSIS dan berprestasi di bidang bela diri. Dua kali ikutan turnamen taekwondo, ia berhasil menggondol juara 2 se-Priangan Timur dan juara 1 tingkat Jawa Barat! Dalam basket pun ia pernah dapat juara 2 tingkat kabupaten dan berhak mewakili ke tingkat provinsi. Di sepak bola, gelar juara 2 se-Kab. Ciamis juga berhasil diraih cowok yang hobi main game ini. Kalau ditanya cita-cita, Sadam ingin banget jadi atlet dan masuk pelatihan nasional taekwondo. *** siswanti.hanifa@yahoo.co.id

K Jagonya Sepak Bola

“Banyak SMA yang mencari siswa SMPN 1 Panjalu yang dominan berprestasi dalam olah raga dan seni.

EBERHASILAN prestasi SMPN 1 Panjalu memang didominasi oleh bidang olah raga, salah satunya sepak bola. Tim yang bernama Panjalu Negeri Satu a.k.a Panesa FC ini udah malang melintang dalam lintas persepakbolaan. Sejak tahun 1999 hingga sekarang, Panesa nggak pernah absen untuk menyumbangkan kebanggaan. Lewat kerja sama tim dan dipadu kepiawaian duet pelatih Pak Maman Sukarmanto dan Pak Pupu Nispuri, skuad ini udah mendapat banyak raihan seperti juara 3 turnamen Tutu Wuri Handayani, juara 2 se-Kab. Ciamis, hingga juara tingkat provinsi. Rutin berlatih dua kali seminggu, barudak Panesa juga enjoy karena selalu didukung oleh sekolah. “Apalagi sekolah juga nawarin bisa masuk SMA secara gratis kalau berprestasi. Jadinya nerusin sekolah juga nggak susah,” sambung Dona Nurdiana dari kelas IX-D sebagai anggota tim Panesa. *** siswanti.hanifa@yahoo.co.id

Suara Hati Pelajar

Fashion Style

J

IKA nggak punya kemampuan beladiri, gimana nih cara kamu untuk jaga keselamatan kalau sedang bepergian? Sok kirimin opini dan cerita Belia yang paling seru dan enggak bokis ke Redaksi belia, paling lambat hari Jumat (14/2/14) ke Kantor Redaksi ”Pikiran Rakyat” Jln. Soekarno-Hatta No. 147 Bandung. Bisa juga lewat e-mail ke: belia@pikiran-rakyat.com. Inget, yang bukan pelajar dilarang ambil bagian! Opini yang dimuat melalui e-mail mendapat merchandise dari Pikiran Rakyat. (Hub. Bag. Marcomm Jln. Asia Afrika No. 77 Bandung) dengan menunjukkan kartu pelajar. Jangan telat ngirimnya ya!***

Angel Gabriella / VIIIE / 03 SMPK 5 BPK PENABUR Bandung STUJU!! Emang ngebingungin kalo udah mau milih baju yang mau dipake ke mana pun, kecuali sekolah khususnya ke mall. Jadi kalo aku sih nanya dulu ke temen yang ikut pergi bareng, jadi sekalian janjian samaan baju gitu.. hehehe :D

Putri S. Aliyah XII IPA 2 - SMAN 1 Cikancung KALO bicara soal gaya atau style saat gak pake seragam putih abu-abu yah, seperti yang sedang digandrungi remaja sekarang. Tahulah style Korea sedang digandrungi saat ini. Seperti dress, hoodie, sepatu, dan pernak-pernik aksesoris berwarna cerah dan terkesan lucu. Meskipun aku berhijab, style gak kalah juga dong. Hijab dengan pernak-pernik lucu seperti pita-pita. Tak jarang memadupadakannya dengan pakaian lain. Alhasil, terciptalah style hijab ala Korea.

Siti hardiyanti - XI Alam 2 (SMAN 1 SUBANG) IYA, soalnya kan kalau pake baju seragam udah pasti nyambung pake bajunya. Tapi kalau pake baju bebas takut salah baju, apalagi kalau pake baju bebasnya setiap hari, terus kita tuh pakainya yang ituitu aja. Ntar temen kita pasti bilang "kok pakaiannya yang itu-itu aja."

Nadia Liftiani Nad [nadnadialiftiani@yahoo.co.id] SAYA adalah orang yang cukup bimbang dalam menentukan baju apa yang akan saya pakai, karena saya merasa bosan akan baju-baju yang saya miliki dan saya merasa "jelek" jika saya memakai satu baju dan cenderung seperti itu terus. Sehingga saya bingung baju apa yang akan saya pakai. Pada akhirnya saya lebih memilih untuk memakai kaos oblong yang sederhana , memakai celana jins, dan flat shoes.

Maryam, Kelas XI TTK, SMK Bintara Rancaekek SEBAGAI siswi yang berhijab, bagi aku ada banyak seleb yang bisa jadi anutan dalam berpakaian. Tapi dari sekian banyak artis yang berhijab itu, aku lebih suka meniru cara berhijab Oki Setiana Dewi, berpakaian rapi, sopan, dan menutup aurat, tidak ribet dalam cara berhijab, tapi tetap tampil cantik menawan, ya pokoknya tepat deh untuk anak muda zaman sekarang.. :)

Jessica Verina [jessica_verina@yahoo.com] Fashion yang saya sukai adalah gaya lolita. Gaya lolita adalah gaya yang memakai renda-renda sehingga terlihat lucu. Mungkin sudah jarang ditemui, tetapi gaya lolita yang dipadukan dengan model-model pakaian sekarang tetap terlihat keren. Orang yang menjadi panutan saya dalam berpakaian adalah Carly Rae Jepsen, gaya yang digunakannya terlihat simple, tetapi modis.

Priskila Yurika [priskila_yurika@yahoo.com] SAYA tidak bingung dalam berpakaian. Saya hanya memakai apa yang ada dalam lemari baju saya wkwk.. Palingan, saya baru mencari baju jika ada acara seperti Natal, Imlek, dll.***

Pengumuman BUAT Belia yang tulisannya dimuat (Inspirasi, Selancar, Cerpen Keren, dan Insight), kalo mau ngambil honor silakan kirimin nomor rekening, nama pemilik rekening, dan nama Bank. Sertakan scan-an identitas berupa KTP atau Kartu Pelajar. Nanti honor tulisannya kru belia transfer rekening bank tersebut. Jangan lupa, tulis juga tulisan yang dimuat apa, siapa nama penulisnya, terbitnya di belia edisi berapa.

#6thAACC:

T

ADI malam saya mengunjungi Gedung Asia Africa Cultural Center (AACC) sendirian. Sebelumnya saya ikut kegiatan peringatan bersama teman-teman dan keluarga korban insiden AACC. Agak lama saya melamun di sana. Enam tahun lalu di gedung ini terjadi sebuah insiden yang mengubah hidup banyak orang. Ada 11 korban jiwa. Semuanya anak muda. Mereka adalah Novi Febriana, Dicky Zaelani Sidik, Kristianto, M Yusuf Ferdian, Agung Fauzi Pratama, Dadi, Ahmad Wahyu Effendi, Yudi, Novan, Ahmad Forqon, dan Entis Sutisna. Saya tidak kenal semua secara pribadi. Sebagaimana kebanyakan orang-orang, kala itu mereka semua datang untuk bersenangsenang. Nyatanya di pengujung malam kita menemukan duka yang mendalam. Pengelolaan konser yang kurang profesional, aparat keamanan yang tidak sigap, penonton yang membeludak, serta terbatasnya kapasitas gedung menjadi kombinasi yang berujung maut. Peristiwa ini menjadi catatan kelam bagi perkembangan musik di kota kembang. 3 remaja dipenjara dan aparat yang bertugas kala itu dimutasi. Sekarang Gedung AACC sudah berubah nama menjadi Gedung New Majestic. Memang ada banyak yang berubah setelah 6 tahun berselang. Namun begitu secara umum situasi sebetulnya tidak banyak yang berubah. Ingatan manusia kadang menjadi semacam kutukan. Begitupun pengharapan. Insiden AACC membuka periode yang suram bagi perkembangan dunia musik di Bandung, khususnya komunitas metal. Pemberitaan media dan perbincan-

Melawan Lupa dan (Semoga) Mengobati Luka gan publik berkembang tak terkendali setelah insiden ini terjadi. Rata-rata pemberitaan yang ada mengecam musik dan keberadaan komunitas metal. Konser dibatasi dan beberapa band kemudian dicekal. Kelompok band Seringai mencatatnya dalam lagu “Dilarang di Bandung.” Kala peringatan 3 tahun insiden AACC, Kimung menerbitkan buku yang berjudul Memoar Melawan Lupa. Buku ini berisi catatan-catatan yang terkait dengan peristiwa yang dikenal oleh sebagian orang sebagai “Insiden Sabtu Kelabu”. Kimung secara khusus mempersembahkan penerbitan buku ini bagi semua korban yang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Pascainsiden AACC perkembangan musik di Bandung kemudian menemukan babak yang baru. Kondisi semakin membaik, meski dunia musik di kota kembang lalu direcoki oleh politik dan uang. Mungkin ini harga yang harus dibayar oleh komunitas yang tumbuh semakin besar. Sebagian orang mungkin ada yang mulai lupa, namun banyak yang terus berusaha untuk mengingat. Insiden AACC sebetulnya menyiratkan ironi yang mendalam. Meski menjadi pusat perkembangan musik di tanah air, sampai sekarang Kota Bandung belum mampu merangkul potensi warganya. Namun, para pelaku dan penggemar musik di Bandung pantang menyerah. Mereka semua terus berjuang dengan cara yang macam-macam. Belakangan perkembangan musik di Bandung reputasinya semakin diakui oleh dunia internasional.Tadi malam saya juga bertemu dengan Pak Marsion, ayah almarhum Ahmad Wahyu Effendi. Dia datang untuk

berkumpul dan mendoakan korban. “Musisi Bandung ulah kapok. Insiden ini kudu jadi pemicu perkembangan yang lebih baik.” Begitu dia bilang. Saya tahu dia masih kehilangan. Dia ayah yang luar biasa. “The struggle of man against power is the struggle of memory against forgetting.” Begitu tulis Milan Kundera dalam novel The Book of Laughter and Forgetting yang terbit pada 1979. Musik di Bandung sesungguhnya telah memberdayakan banyak orang dan menghidupkan semangat kebebasan. Meski begitu ada juga yang telah berkorban. Semoga kita tidak mudah lupa. Imam Bonjol, 10 Februari 2014 Catatan Kaki Insiden kericuhan di Gedung AACC pada 9 Februari 2008. Kala itu kelompok band Beside menggelar konser peluncuran album pertama yang berjudul “Against Ourselves”. Kronologi peristiwa yang dicatat oleh Eben (Burgerkill) bisa dibaca pada tautan ini: http://bit.ly/1jnzwnK Iman Rahman Angga Kusumah (Kimung), Memoar Melawan Lupa (Minor Books, 2011); http://bit.ly/1jnDUm Gustaff Harriman Iskandar | gstff.wordpress.com


21

SELASA (MANIS) 11 FEBRUARI 2014 11 RABIUL AKHIR 1435 H SILIH MULUD 1947

FOTO: KEKE

J8W Cabaret Championship 2014

Pertandingan Antarnegara

G

EDUNG Teater Tertutup Tam an Budaya Jawa Barat pad a Sabtu (8/2/2014) baru aja dijadiin tempat ber kumpul 12 delegasi negara PBB, lho! Ada Jepang, Prancis, Amerika Serikat, Jerman, Korea Sela anggota lainnya. Eh, tapi me tan, dan negara reka berkumpul bukan untuk mencanangkan misi dunia, melainkan untuk ber tanding dalam J8W Cabare t Championship 2014 di ajang United Cabaret Nations . Lomba kabaret yang diseleng garakan oleh ekskul Teater SMAN 8 Bandung ini memili J8W alias Jebew ki konsep seperti Perserikata n Bangsa-Bangsa. Setiap peserta yang ikut diumpam akan sebagai delegasi dar i negara-negara anggota United Cabaret Nations, per serikatan antarbangsa ala Jebew. Berbeda dengan konsep lomba kabaret pad a umumnya, Jebew benar-b enar mempersiapkan lomba ini seperti pertemuan negara dunia. Dengan ada nya penandatanganan deklarasi dan pengibaran bendera masing-masing neg ara di lobby Teater Tertutup Tambud, suasana perlom baan antareskul teater di Jaw acara pertemuan internasion a Barat ini makin mirip al. Tema unik yang diusung oleh Jebew 8 bisa mengedukasi ton yang hadir. Hal tersebu peserta dan penont dikatakan oleh Nadia Asti sebagai ketua pelaksana J8W Cabaret Championship 2014. ”Kita ngadain edukas i. Jadi, selama kita belajar melalui teater, kita juga dap et edukasi dari setiap teater ngebawain (kebudayaan) tiap-tiap negara,” ujar Nad ia. Terbukti sih, penonton yan g rata-rata dari kalangan remaja ini jadi tambah tah u gimana kebiasaan dari neg ara yang diwakilkan peserta. Hal tersebut bisa dilih at dari kostum, cerita, dekora si panggung, dan keseluruhan pertunjukan dar i setiap peserta yang bener-b ener mendalami, membuat penonton untuk sesaat seakan melihat langsung kebudayaan asli negara tersebut. Ditambah penam pilan seorang avatar alias maskot dari Jebew 8 yang mempertunjukkan budaya singkat dari setiap negara yang akan tampil. Alma Avida sebagai pelajar yan g menonton acara ini pun mengatakan hal serupa. ”Mereka kan bukan dari neg ara gak tau gimana caranya bua asal itu, tapi mereka bisa mendalami peran. Ngt mempelajarinya tapi kere n banget pokoknya. Nggak nyesel datang kesini,” ujar Alma. Selain untuk meningkatkan potensi bakat anak-anak kab dung, Nadia berharap den aret SMAN 8 Bangan terselenggaranya lom ba dalam United Cabaret Nation 2014 kabaret di Jawa Barat bisa bersatu untuk me ningkatkan kualitas kabaret Indonesia. Sebaga i pemicu semangat, ke-12 peserta yang berasal dari ekskul kabaret di SMA Jaw a Barat ini ditawarkan had iah utama jutaan rupiah. Jebew 8 sebagai penyelengg ara menyuguhkan hadiah dalam bentuk dollar sebagai mata uang dunia. Sela in tiga besar, 14 kategori pos isi terbaik juga diperebutkan dalam ajang ini termasu k juara favorit. Para peserta pun semangat untuk tampil maksimal sepanjang acara ini yang berlangsun g dari pagi hingga malam hari. Setelah ke-12 negara unju k gigi untuk memamerkan kemampuannya masingmasing, giliran Jebew SMA 8 sebagai Indonesia yang memberikan penampilan khusus. Grand closing dise lenggarakan apik oleh tua n rumah sebelum penentuan pemenang, memp ersembahkan kekayaan indo nesia dalam bentuk pertunjukan internasional. Saa t yang ditunggu-tunggu seh arian pun tiba, mengumumkan gelar juara pertam a yang disabet oleh Dejavo o Sentinel SMAN 16 Bandung sebagai Korea Selatan , disusul oleh Bosmat SMA N 7 Bandung sebagai Jepang dan Potret SMAN 19 Bandung sebagai Yunani. Selamat untuk para delegasi pemenang!*** jannisha95@yahoo.com

Go Green Festival 2014

Aksi Cinta Lingkungan Barudak SMA Taruna Bakti

U

DARA Sabtu (8/2/2014) pagi masih terasa segar dihirup oleh warga Bandung yang mulai beraktivitas, apalagi jika dinikmati sambil bersepeda keliling kota. Seperti yang dilakukan ratusan orang di Taruna Bakti (Tarbak) Jalan LLRE Martadinata, Bandung. Sebelum waktu menunjukkan pukul 7.00, mereka udah kumpul bersiap sepedahan seru keliling kota. Bersepeda bersama adalah kegiatan yang mengawali rangkaian Go Green Festival 2014 yang diadakan oleh SMA Taruna Bakti. Selama dua jam, sekitar 300 peserta mengikuti acara bersepeda keliling Bandung. Mulai dari murid TK sampai alumni Taruna Bakti ikut ngeramein acara ini. Sebenarnya agenda bersepeda keliling Kota Bandung sudah terlaksana sejak beberapa tahun silam dan dikenal sebagai acara Bike Day. Akan tetapi, untuk tahun ini, panitia merombak konsep acara Go Green Festival 2014 sedikit berbeda dengan mengadakan peresmian taman bacaan. ”Kita pengen juga selain bersepeda, bikin sesuatu yang beda. Kita mewujudkan impian untuk memiliki taman baca. Cara mendapatkan ini uangnya asli dari donatur siswa, uang OSIS, dan uang pendaftaran panitia,” ujar Muhammad Nasrullah Ahmad, ketua pelaksana Go Green Festival 2014. Acara ini juga berkoordinasi dengan mata pelajaran PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) di kelas, meminta partisipasi setiap siswanya membuat satu kelompok dan membawa satu pot tanaman untuk disimpan di taman baca hasil desain para panitia acara. Alhasil, ruangan kosong bekas kantin pun dialihfungsikan menjadi taman bacaan. Untuk melaksanakan fungsi dari reduce, reuse, dan recycle, Go Green Festival 2014 juga

menjadi kesempatan untuk menggunakan ulang barang-barang bekas di gudang sekolah. Dalam waktu sehari saja, barang bekas seperti lemari yang tidak layak pakai disulap menjadi meja untuk taman bacaan. Walau, Nasrullah mengakui bahwa hal tersebut tidak mudah karena harus memotong bahan kayunya dan dilakukan dalam waktu yang singkat. Salut! ”Kita mengabdi kepada sekolah. Tanpa pamrih kita ngasih ke sekolah, kita bikinin sesuatu yang berbeda. Mendaur ulang benar-benar berpegangan ke reduce, reuse, dan recycle tersebut. Kami ingin merealisasikannya di lingkungan Taruna Bakti,” tutur Nasrullah. Selain bersepeda dan peresmian taman bacaan, Go Green Festival 2014 juga makin asyik karena ada lomba makan buah dan pentas seni musik akustik yang penampilannya diisi oleh anak-anak Taruna Bakti. Lomba makan buah ini diakui Nasrullah ditujukan agar pesertanya bisa lebih menghargai hasil alam, kemudian mengajak mereka agar menjaga berkah sudah diberikan banyak oleh alam kepada manusia. Nggak afdal rasanya kalau cuma ngadain acara cinta lingkungan tanpa diikuti perubahan sikap seharihari. Akan tetapi, hal tersebut gak terjadi lho sama anak-anak Taruna Bakti. Dengan adanya Go Green Festival, terjadi perubahan perilaku pada siswa-siswinya yang diakui oleh Ibu Sofiati Ariwahjoedi. ”Walaupun di sekolah ada petugas kebersihan, tapi dengan adanya Go Green Festival dikombinasikan dengan pelajaran PLH mulailah anak-anak berinisiatif menjaga tanaman dan membersihkan lingkungan sekolah,” ujar Bu Sofiati selaku Kepala SMA Taruna Bakti. *** jannisha96@yahoo.com

FOTO: KEKE

Sadar Kawan!

Mengapa Harus Cokelat? S

OBAT, 3 hari lagi, hari apa, coba? Yaps! Valentine. Valentine atau Hari Kasih Sayang memang identik dengan cokelat, bunga dan warna pink. Semua itu memang menandakan cinta kasih. Sebenarnya, sah-sah saja jika sobat memberikan barang lain di Hari Kasih Sayang. Hanya, cokelat memiliki beberapa ciri yang dapat dikaitkan dengan cinta. Dan, yang menerima pun tak usah seseorang yang kita sebut pacar, tetapi bisa juga orang yang kita cintai seperti keluarga, teman, dan orangorang di sekitar kita sebagai tanda cinta kita kepada mereka. Cokelat. Makanan manis ini identik dengan cinta karena karakteristiknya mirip dengan cinta atau kasih sayang. Ciri -ciri cokelat yang mirip dengan cinta adalah: 1. Cokelat yang baik dan berkualitas pasti punya rasa pahit. Kadang kepahitan atau penderita akan menentukan kualitas cinta. Semakin pahit, kualitas cokelat itu semakin baik. Jadi, kalau cinta itu makin banyak cobaan dan kita bisa PICTURES.ORG/ ngatasinya, cinta itu seFOTO: VALENTINE makin kuat. 2. Memakan cokelat itu harus sabar, menunggu meleleh di lidah. Dalam menghadapi cinta juga begitu. Menunggu orang yang kita cintai mencintai kita pula. 3. Cokelat itu sifatnya lengket. Cinta membuat beberapa orang dekat dan saling mengasihi satu sama lain. 4. Rasa cokelat itu tahan lama di mulut, bahkan untuk menghilangkannya kita harus minum dulu. Cokelat itu juga

1

2

tahan lama, apalagi kalau disimpan di dalam kulkas. Kata orang, cinta itu abadi, tahan lama, tetapi kalau tidak dijaga bakal habis juga. 5. Kalau mendengar kata cokelat pasti kita ingat bahwa cokelat itu manis dan mahal. Sama seperti cinta, cinta itu manis dan berharga. Jadi, harus dijaga dengan baik. Nah, tradisi memberi cokelat sebenarnya hanya tambahan, itu pun dari budaya bumi sebelah barat. Kalau di Jepang, ada nih, yang namanya cokelat wajib yang wajib diberikan kepada kerabat dan teman-teman di hari Valentine. Orang-orang Jepang pun mengenal 2 hari yang berkaitan dengan Hari Kasih Sayang. Dua hari itu dibedakan dari siapa dan tujuan dari cokelat itu. Dua hari itu adalah Valentine Day, perempuanlah yang memberi cokelat dan satu lagi adalah White Day, laki-laki membalas cokelat yang didapatkan dari perempuan. Oh ya, cokelat wajib di Jepang diberi nama, yaitu Giri-Choco. Giri artinya wajib dan Choco artinya cokelat. Sobat, Hari Kasih Sayang itu tidak hanya mengasihi dalam arti kata ”pacar”. Namun, di saat Hari Kasih Sayang itulah kesempatan ketika kita dapat mencurahkan kasih kepada orang yang kita sayangi dan orang yang menyayangi kita yang berada di sekitar kita.*** Patricia Anita, VIIIc/26, SMP Waringin

D

ENGAN sedikit enggan aku membuka kedua kelopak mataku yang terasa begitu berat. Aku baru ingat bahwa aku ketiduran di atas sofa ditemani TV yang masih menyala. Beberapa menit kemudian aku bangkit dari sofa ke arah dapur, meninggalkan beberapa kaleng minuman soda dan cemilan yang berserakan di atas meja dan lantai begitu saja. Klik klok klik klok. Jam dinding di dekat dapu rmulai berbunyi. Jarum jam menunjukkan tepat pukul 3 sore. Tapi aneh, aku masih merasa kegerahan. Padahal biasanya jam segini matahari tidak begitu terik. Akhirnya kuputuskan untuk jalan-jalan keluar rumah untuk mendapatkan angin segar. Namun saat kubuka pintu, bukannya angin segar yang kudapat melainkan berganti dengan rasa kaget dan sejuta pertanyaan yang membuatku panik dan berteriak histeris. Pagar rumahku kini dipenuhi oleh tanaman liar yang merambat di sana-sini. Berbagai macam sampah mulai dari kaleng, kantong plastik, daun kering, popok bayi, kaca semuanya menjadi satu dan berserakan memenuhi halaman rumah hingga keluar halaman rumah. Baunya tajam menyengat. Aku seperti tahanan dalam rumahku sendiri. Refleks aku segera memakai sepatu dan berlari ke jalanan. Aku melihat sekelilingku dengan panik . Dan yang terlihat hanyalah pohon-pohon tanpa daun yang tumbuh secara liar. “Raksasa… raksasa….!” Teriak salah seorang anak bertubuh sangat pendek. ”Siapa raksasanya?”tanyaku dalam hati. Lalu tiba-tiba saja sekerumunan orang bertubuh kecil menghampiriku. Sebagian dari mereka menatapku dengan takjub, sebagian lagi terlihat ketakutan dan sebagaian lagi seperti ingin menangkapku. Dilihat dari wajah dan postur kelengkapan tubuh, mereka tak jauh berbeda denganku, layaknya seorang manusia biasa. Hanya saja mereka bertubuh jauh lebih kecil dariapada aku, mungkin serupa kurcaci. Setelah panas yang begitu menyengat kulit melanda. Rintikkan air hujan menyusul dengan begitu derasnya. Rasanya sangat perih saat jatuh mengenai kulit. ”Hujan asam. Ayo cepat kita kembali ke rumah!” Teriak salah seorang dar mereka. Semuanya berlarian mengikuti arah pemimpinnya. Lalu, sesuatu menjambak rambut panjangku dari belakang. Aku mengira itu perbuatan orang-orang tadi. Namun , saat kulihat ternyata itu adalah ranting pohon cemara tanpa daun.

Ranting itu terus menghempaskan tubuhku ke kanan dan ke kiri. Aku berteriak minta tolong sekencang mungkin. Tapi sepertinya tak ada tanda kehidupan lagi selain aku dan pohon ini. Ku hanya memejamkan mata dan hanya bias pasrah. Ketik aku membuka mataku lagi aku sudah ada di ruang UKS. ”Udah bangun Des? Syukur deh , aku kira kamu bakalan geger otak Cuma gara-gara kepeleset plastik di depan kantin. Jadi senjata makan tuan deh. Kan aku udah bilangin janagan buang sampah di situ lantainya basah”. Nasihat Sifa yang duduk di sampingku dengan ekspresi khawatir. Aku hanya tersenyum . Bayangan mimpi tadi terus membayangi otakku. Mungkinkah orang-orang yang tadi di mimpinya itu….. ”Ca anterin aku ke ruang OSIS yuk! ” Ajakku sambil menarik paksa lengan Sifa. Setelah itu aku beranjak keluar ruang OSIS bersamanya. Ia berkali-kali mengerutkan kening saat aku menyampaikan beberapa saran yang langsung dapat respon dari sang ketua OSIS baru kami. ”Kamu gak sakit kan Des? Masa kamu bisa-bisanya ngajuin usulan sama ketua OSIS kalau di sekolah kita ini perlu ada bank sampah untuk nantinya kita daur ulang. Pake acara ada hukuman denda buat anak-anak yang nggak ngelaksanain Jumsih lagi. Kamu sendiri aja masih sering buang sampah sembarangan Des”. ”Eit, mulai sekarang itu udah bukan aku lagi Fa. Aku sendiri sadar selama ini aku sering buang sampah sembarangan, tapi itu kan dulu. Sekarang aku cuma pengen saling mengingatkan dan ikut menyadarkan kita semua kalau bumi ini tuh perlu dijaga buat anak cucu kita nanti. Oh iya, rencananya aku juga mau ngusulin ke OSIS supaya sekolah kita nyediain 3 tong sampah di tiap kelas, biar sampahnya bias langsung dipisahin. Antara sampah plastik, kertas, dan makanan. Sekaligus kita meringankan para pesuruh sekolah kita juga sih sebenernya.” Akupun segera berlari ke ruangan kelas karena aku tahu sahabatku yang satu ini pasti akan mengomel lagi padaku soal masalah ini. Namun semua bermula dari hal kecil. Dan inilah secercah dari hal besar yang bias kulakukan untuk bumiku tercinta. Kalau bukan kita yang mengubah, siapa lagi?*** Nuke Widy Husein A, XII IPS 3, SMAN 1 Banjaran

3

4

SUASANA Crafty Days 8 di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung, Sabtu-Minggu (8-9/2/2014). Berbagai kerajinan unik terdapat di sini seperti bantal lukis, sandal rajutan, boneka jahitan, dan karya autentik lainnya. Sebanyak 41 stan dari berbagai kota hadir memamerkan dan menjual hasil karya mereka. Sebagian besar stand diisi oleh crafter asal Bandung, sedangkan yang lainnya berasal dari Yogyakarta, Tangerang, Jakarta, dan Bali. Pengisi stan juga nggak sembarangan lho, tetapi diseleksi dulu mana yang sesuai dengan kriteria yaitu unik dan bagus dari sisi desain dan material. Crafty Days adalah acara tahunan oleh Tobucil & Klabs sejak tahun 2007 yang mengakomodasi para crafter agar masyarakat bisa mengapresiasi karya buatan tangan. Pengunjung juga dapat membuat kerajinan sendiri melalui workshop. Merajut, merangkai bunga kertas, atau menciptakan album foto bisa dipelajari langsung ketika datang ke acara ini. Musik sore pun hadir dengan menampilkan Tesla Manaf, Deu Galih, Mustache and Beard, Nada Fiksi, dan Tetangga Pak Gesang. * JANNISHA (Foto 1 & 2) SETELAH beberapa waktu lalu Fiersa Besari merilis album berjudulTempat Aku Pulang via website secara online, pada Sabtu (8/2/2014) Fiersa kembali tampil dalam acara “Zocoustic”. Fiersa membawakan lagu-lagu hits miliknya, di antaranya “Tempat Aku Pulang”, ”Hidup Kan Baik-Baik Saja”, ”Home”, dan beberapa lagu lain di albumnya. Acara yang berlangsung hingga pukul sepuluh malam di Zombie Cafe - Jalan Braga Bandung ini sukses menarik puluhan pendengar setia dari karya Fiersa. Dalam waktu terdekat Fiersa siap meluncurkan album terbarunya loh, so siap-siap tunggu kejutan karya termanis darinya untuk kalian. * FEBI HARYANI (Foto 3) SEKOLAH Menengah Pertama Negeri 3, Cibadak, Kabupaten Sukabumi keluar sebagai juara pertama pada pertandingan “Indosat Pikiran Rakyat Futsal League V” setelah mengalahkan lawannya, tim futsal SMPN 51 Kota Bandung, di Lapang Futsal Liverpool, Kota Sukabumi, (8/2/2014). * ISTIMEWA (Foto 4)


22

SELASA (MANIS) 11 FEBRUARI 2014 11 RABIUL AKHIR 1435 H SILIH MULUD 1947 FOTO: NET

12 Menit



Pemain : Titi Rajo Bintang, Verdi Solaiman, Amanda Soetanto, Niniek L Karim, Didi Petet Sutradara : Hanny R Saputra

F

ILM ini dari poster udah keliatan menarik karena menghadirkan satu tim marching band. Hehe, katanya sih film ini terinspirasi dari kisah nyata. Kayak apa ya? Adalah Rene (Titi Rajo Bintang), pelatih marching band yang baru aja direkrut untuk melatih tim marching band asal Bontang, Kalimantan Timur. Rene ini diminta oleh Bimo (Verdi Solaiman), sang manajer Vincero untuk bisa membawa timnya tersebut ikutan Grand Prix Marching Band di Jakarta. Nggak gampang bagi Rene untuk melatih pasukannya karena kebanyakan dari mereka belum punya kemampuan maksimal untuk ikutan sebuah grand prix. Apalagi, waktu yang Rene miliki cuman tiga bulan. Tapi Rene nggak menyerah, ia justru menganggap hal ini sebagai tantangan serius. Membawa tim kecil dari luar pulau untuk bisa ikutan grand prix di ibu kota.

Konflik pun berdatangan, terutama dari tm Vincero-nya sendiri. Rene beberapa kali hampir putus asa dalam melatih mereka, tapi lama-kelamaan, ia menemukan sesuatu yang membuat cara pandangnya berubah. Tak hanya dalam melatih tim Vincero, tapi juga untuk dirinya sendiri. Ih, pas banget Titi Rajo Bintang memerankan tokoh Rene. Emosinya pas, nggak harus meledak tapi kena. Tokoh-tokoh kecilnya seperti Amanda Sutanto, Hudri, dan Arum Sekarwangi juga bisa mengimbangi akting Rene. Ada juga beberapa peran yang karakternya nggak maksimal tapi itu terobati lah dengan melihat penampilan marching band Bontang Pupuk Kaltim. Film yang menceritakan kerja keras sebuah tim memang punya nilai lebih yang membuat penonton menjadi kagum. ***

S

tisha_belia@yahoo.com

The Blessed Unrest Artis : Sara Bareilles Label : Epic Records (2013) Durasi : 50 menit 35 detik

M

ASIH inget kan sama Sara Bareilles? Yep, dia adalah musisi asal Amrik yang meraih kesuksesan lewat lagu “Love Song” yang dirilis pada 2007 silam lewat album keduanya, “Little Voice.” Nah, sekarang kru belia mau share ke kamu album keempat dari singer-songwriter cantik ini. Dikasih ngaran “The Blessed Unrest”, album terbarunya ini dirilis pada pertengahan 2013 yang lalu. Masih mengusung warna musik pop-rock yang agak nge-soul, Sara nyiapin 12 lagu di album barunya ini. Musiknya masih didominasi dengan instrumen piano, maklum, Sara emang jago maenin instrumen tersebut. Single pertamanya, “Brave”, adalah sebuah lagu pop ringan, bertempo sedang, dengan lirik dan reff yang sangat catchy. Permainan piano yang jadi kekhasan Sara, dibuat jadi lebih lengkap dengan tabuhan drums dan sound, menghasilkan harmoni yang sangat fun. Lagu ini sukses meraih nominasi Grammy Awards di tahun 2014, meskipun tidak berhasil menang. Kesuksesan lagu ini membuat album “The Blessed Unrest” sempet nangkring di peringkat 2 chart

SMP Taruna Bakti Bandung Mempersembahkan

Taruna Bakti Problem Solving Contest 2014 pada hari Jumat 14 Februari 2014 Jenis Lomba : Divisi Teknologi : spaghetti bridge, photo editing, photography contest, blog design Divisi Bahasa : spelling bee, speech, story telling, news reading, lomba cipta cerpen Divisi Seni : architecture, manga character, mural painting, cloth design, modern dance Divisi math & science : math Olympic, science Olympic. Hadiah : uang pembinaan + piala + sertifikat Pendaftaran langsung ke SMP Taruna Bakti Jl. LLRE Martadinata No 52 Bandung Contac person : Detty Nurwendah 081573201003 Wandi Riswandi 081322619610 ***

The SBR Interschool Spelling Bee & Debate Competition 2014 Sekolah Bogor Raya, Bogor, 15 Februari 2014 Info: www.sekolahbogorraya.com Email: competition@sekolahbogorraya.com CP: Adi (085624950024) ***

Workshop The Secret of Writing Tanggal 15 Februari 2014 Workshop untuk penulis pemula Gagas Media Lokasi: Gd. Wahana Bakti Pos Jln. Banda no.30 CP 081318124161 atau 081910502634 ***

Festival Pencak Silat Jawa Barat 2014 Minggu, 16 Februari 2014 pukul 08.00 - selesai Kiara Payung Sumedang Pemecahan Rekor MURI Gerak Jurus H. Yusyus Kuswandana Cultural Performance : Ega Robot Percussion, Sule Prikitiew, Bungsu Banduhng, SaratusPersen, CADOR Simpang Lima, Kuda Renggong, Sisingaan, Songah, Reak, Eksibisi, Seminar, Workshop, Pameran

Billboard 200 sebagai album terlaris di Amrik sono. Di single keduanya, “I Choose You”, Sara menyajikan musik yang lebih simple, namun tetep menyenangkan buat dikupingin. Lagu yang sangat cute, didominasi sound-sound ritmis sederhan dari synthesizer, dipadukan dengan vokal Sara yang lirih. Klop. “Manhattan” yang jadi single keduanya adalah lagu yang sangat kalem dan laid back. Hanya dengan iringan piano, Sara bercerita tentang putus cinta dengan setting salah satu daerah di Kota New York tersebut. Lagu yang sendu. Tapi nggak lantas jadi cengeng. Sara justru bisa menghadirkan keindahan dari kesdihan di lagu ini. Pretty cool, right? Kalo kamu pengen tahu lebih lanjut lagi soal album ini, monggo dikoleksi aja CD-nya. Masih ada banyak lagu-lagu asyik yang disiapin Sara di album ini, dengan lagu-lagu minimalis (dengan efek maksi di telinga) yang menonjolkan permainan piano. ***

Kontak: Cell Phone : 082126837899 Twitter: @fpsJabar2014 Website: http://silihwangi.org/ ***

Blending The Boundaries Road Show ‘A Video Mapping Documentary’ Kamis, 13 Februari 2014 pukul 18.30 - selesai Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jl. Ganesha No.10, Bandung Speaker : Adi Panuntun (Head Creative & CEO Sembilan Matahari) Sony Budi Sasono (Film Director) Dr. Intan RM (DKV ITB) Tiket: IDR 15.000 Contact Person: DKV ITB : 0813.9460.4159 (Lilis) Sembilan Matahari : 0857.8080.0181 (Oci) Twitter: @NMWorld ***

Pekan Literasi Asia Afrika

Sabtu-Selasa, 15-18 Februari 2014 Museum Konferensi Asia-Afrika – Gedung Merdeka, Jl. Asia Afrika No. 65, Bandung Taman Bacaan, Pameran Buku dan Bazaar Buku Anggota IKAPI Time: Saturday, February 15th, 2014 (08:00 am – 04:00 pm) Sunday, February 16th-18th, 2014 (09:00 am – 04:00 pm) Location: Galeri 1, 2, 3 Nonton Bareng Film Anak ‘SHREK’ Speaker : Andrew Adamson & Vicky Jenson Time: Monday, February 17th, 2014 (09:00 am – 11:00 am) Location: Ruang Pameran Tetap Note : Peserta Terbatas Hanya Undangan Galeri Kelas Inspirasi Bandung Time: Saturday-Tuesday, February 15th-18th, 2014 Story Telling ‘Cerita Rakyat Asia Afrika’ Time: Saturday, February 15th, 2014 (10:00 am – 10:30 am) Note : Peserta Terbatas Hanya Undangan Bedah Buku ‘Ujung Berung Rebels : Panceg Dina Galur’ Speaker : KIMUNG Time: Sunday, February 16th,

“You’ve been smoking again, haven’t you? Your eyes look like road maps and you’re in full bastard mode.”  Wayne Gerard Trotman, Ashes to Ashes: Screenplay

syauqy_belia@yahoo.com

2014 (10:00 am – 12:00 pm) Location: Ruang Audio Visual Note : Terbuka Untuk Umum Bedah Buku ‘Sang Pendobrak Sejarah’ Speaker : Ahmad Mansur Suryanegara Time: Sunday, February 16th, 2014 (02:00 pm – 04:00 pm) Location: Ruang Audio Visual Note : Terbuka Untuk Umum Bedah Buku ‘Melihat Dunia Tanpa Mata’ Speaker : dr. Diah Puspitasari, Sp.KK Time: Monday, February 17th, 2014 (01:00 pm – 03:00 pm) Location: Ruang Audio Visual Note : Terbuka Untuk Umum Pendaftaran: Contact Person : 0878.2133.4069 (Deddy Mulyana Surya) Museum KAA – Gedung Merdeka : Jl. Asia Afrika No. 65, Bandung *****

Pagelaran Seni Wayang NAHAWAYANG ‘Sacred Message of Bataguru’ Music Director : Langen Dumadi, Dalang : Apep A.S. Hudaya, Sutradara : Dedi Warsana Selasa, 18 Februari 2014 Sesi I : 14.00 - selesai Sesi II :19.00 - selesai Teater Tertutup Taman Budaya Dago Bandung (Dago Tea House) Cultural Performance : Rita Tila Orkestra Bumi Siliwangi UPI Paduan Suara Mahasiswa UPI Ensamble Gamelan Kyai Fatahillah Wayang Cyber Naha Dancer Seni Tari UPI Istiqomah Teater Fire Acrobat Tianlong Kungfu Tiket: Pre-Sale. Pelajar : IDR 30.000, Reguler IDR 45.000, VIP : IDR 70.000 On The Spot. Pelajar : IDR 40.000, Reguler IDR545.000, VIP : IDR 80.000 Contact Person: Adel : 08882118000 Selly : 087825796492 Febrina : 085624557050 Twitter: @NAHAWAYANG Facebook: Nahawayang

Adhitia Sofyan

Pengalaman paling seru yang pernah dirasakannya adalah saat manggung di Ambon. Para penonton yang nggak mengenal Adhitia justru apresiatif hingga ngasih tepuk tangan ketika ia tampil.

IAPA yang nggak kenal Adhitia Sofyan? Cowok berkacamata ini udah menelurkan tiga album dengan komposisi lagu yang diciptakannya sendiri secara independen di dalam kamar. Dari “Memilihmu”, “Adelaide Sky”, hingga “Blue Sky Collapse” udah sering berseliweran di telinga. Di usianya yang kini udah mencapai 36 tahun, ternyata Adhitia masih tetap setia berkarya lewat gitar akustik lho. “Awal belajar gitar itu usia 14 tahun dan akhirnya jadi hobi. Pas tahun 2007 mulai bikin lagu, rekaman, dan kirimin ke chart indie di radio. Nah dari situ mulai serius bermusik. Aku sendiri sebelumnya nggak pernah main alat musik lain selain gitar akustik dan memang nggak niat untuk belajar lagi. Untuk belajar itu kan perlu waktu bertahun-tahun lagi, jadi kalau butuh piano, ya cari pianis aja. Kalau perlu suara drum, tinggal pakai drummer,” tutur Adhitia. Cowok kelahiran Bandung dan sempat tinggal di Solo ini juga nggak merasa sulit untuk cari inspirasi membuat lagu. Menurut dia, inspirasi pun bisa datang dari kehidupan yang biasa aja. “Aku udah jadi musisi kamar sejak tahun 2007. Nggak perlu lagi ke studio, kecuali untuk produksi CD album kan ada proses masteringnya. Nah kalau sedang main gitar, biasanya tema lagu suka keluar sendiri. Aku juga nggak tahu gimana ceritanya, apalagi latar belakang keluarga juga nggak ada yang dari musik,” sambungnya. Dari sekian lagu dalam tiga album yang dirilisnya, “Quiet Down” (2010), “Forget Your Plans” (2010), dan “How To Stop Time” (2012), ada satu lagu yang kini jadi andalannya yaitu “Tokyo Lights Fade Away” dari album terakhir. Tembang ini bercerita tentang perasaan Adhitia saat melakukan perjalanan sepuluh hari ke Jepang. “Ini tentang hari terakhir aku di Tokyo yang dibikin ketika pulang lagi ke Indonesia. Selain ke Jepang, manggung di Singapura juga jadi pengalaman berkesan bagi aku. Berkesan dalam arti bahwa aku diundang sampai keluar negeri karena musik. Ini lebih berkesan ketimbang kita ke sana karena beli tiket. Terlepas dari destinasi, berada di suatu tempat karena musik adalah hal yang menyenangkan,” ucap cowok yang bekerja di bidang digital advertising ini. Di Indonesia, pengalaman paling seru yang pernah dirasakannya adalah saat manggung di Ambon. Para penonton yang nggak mengenal Adhitia justru apresiatif hingga ngasih tepuk tangan ketika ia tampil. “Jauh lebih bagus ketimbang beberapa penonton di Jakarta. Di mana kalau udah bosan, mereka main tablet, foto-foto, atau malah berantem. Jadi menonton itu hanya untuk kumpul bareng teman. Tapi bagi aku, pendengar itu sangat berarti karena aku datang bermain musik ya untuk mereka,” paparnya. Untuk rencana selanjutnya, Adhitia bilang sih masih jalanin promo album ketiga. Ia merasa masih perlu istirahat otak supaya bisa menyerap lagi apa yang sedang terjadi di sekitar. Ini supaya bisa jadi bahan inspirasi untuk proyek berikutnya. “Sekarang itu sedang era internet. Banyaklah belajar dan sekreatif mungkin. Sering-sering aja pamer karya karena siapa tahu bisa diangkat dan diajak berperan untuk berkreasi oleh komunitas atau orangorang terkenal di bidangnya,” tukas penggemar Glen Hansard dan Iron & Wine ini menutup obrolan *** siswanti.hanifa@yahoo.co.id febiharyani@gmail.com

Sunyaruri Penulis Tebal Penerbit

S

: Risa Saraswati : 333 halaman : Omu Press

ETELAH Danur dan Maddah, penulis sekaligus penyanyi ini balik lagi ke dunia buku dengan karyanya Sunyaruri. Masih menceritakan sahabat-sahabat kecilnya dari dunia lain, plus beberapa kawan baru yang ia temui. Di bab-bab awal, kamu akan merasakan kalau si penulis merasa kehilangan sahabat-sahabatnya: Peter, Hans, Janshen, Hendrick, Marianne, dan Norma, terutama empat sahabat kecil laki-lakinya sih. Kisah kehilangan Peter, Hans, Janshen, dan Hendrick dirangkum apik oleh Risa. Ya, gimana nggak, ini

kan cerita tentang mereka yang udah nggak ada. Tapi Risa semakin pandai memanusiakan kawan-kawan kecilnya ini. Disambung dengan beberapa kisah tragis yang punya benang merah dengan rasa kehilangannya, belia rasa kemampuan Risa bercerita nyaris menyamai kemampuannya bernyanyi di atas panggung. Kalau kamu termasuk golongan 'penakut' dan nggak mau baca buku-bukunya Risa Saraswati, sebenernya nggak usah khawatir sih. Soalnya hantu-hantu yang jadi objek cerita dalam buku ini udah nggak menyeramkan, malah kamu mungkin akan punya empati lebih setelah membaca kisah mereka yang dituturkan

Risa. Ada pula kisah cinta yang Risa tulis dalam Sunyaruri ini. Hehe, pasti kalian akan menuduh kisah cinta yang ditulis di buku ini pasti berakhir dengan tragis, ya? Salah satu cerita cinta favorit belia adalah kisah Elsja dan Djalil. Elsja anak perempuan dari keluarga Netherland yang jatuh cinta pada Djalil, pria inlander yang juga anak dari pembantu keluarga Netherland tersebut. Memang nasib Elsja berakhir tragis karena saat itu terjadi pembantaian atas orang Belanda di Indonesia oleh bangsa Jepang. Tak hanya hubungannya dengan Djalil yang kandas, tapi hubungan Elsja dengan orangtuanya juga ikutan rusak. Ah, masih banyak cerita bagus lainnya yang ditulis Risa dalam Sunyaruri. Nggak rugi deh, beli bukunya! *** tisha_belia@yahoo.com


Epaper belia 11 februari 2014