Issuu on Google+

SURAT KABAR MINGGUAN

ECERAN DALAM KOTA

EDISI 120 TAHUN II SENIN 04 FEBRUARII 2013

RP 4.000

Berpegang Amanah, Menjunjung Marwah

”Supersemar” untuk Soerya PARUH waktu 2,5 kedua hitungan kalender periode pemerintahan Sani-Soerya baru akan jatuh akan pada Selasa, 19 Maret 2013 nanti. Tapi, Soerya sudah lebih dulu “mencicipi” menjadi Gubernur Kepri sungguhan, meski hanya 21 hari. Periode pemerintahan 21 hari Soerya menjadi Gubernur Kepri itu terjadi ketika Gubernur Sani berobat ke International Neuroscience Institute (INI) di kota Hanover Jerman, 19 November hingga 5 Desember 2012

2 HMS, 2,5 SANI, 2,5 SOERYA?

Bersambung ke Hal...5

Ambisi Para Pengikut SECARA teori politik, tidak mungkin Gubernur M. Sani mengikat dirinya dengan sebuah perjanjian antar lelaki, gentlement agreement, dengan wakilnya Soerya Respationo, untuk membagi waktu pemerintahannya. Karena itu, Pengamat Politik Kepri yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Raja Haji Tanjungpinang, Zamzami Zamzami A. Karim, melihat isu 2,5 : 2,5 itu tak lebih dari sekadar ambisi para pengikutnya saja. “Itu ambisi para pengikutnya saja,” ungkap Zamzami kepada Putra Kelana, Ahad, 3 Februari 2013. Ditambahkan Zamzami, ambisi para

Selasa, 19 Maret 2013. Adalah ‘hari keramat” bagi pemerintahan pasangan 2 HMS, H.Muhammad SaniH.Muhammad Soerya Respationo, memimpin Provinsi Kepri. Karena itulah hari pertama pada paruh kedua periode 20102015 kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri itu.

PERJALANAN kepemimpinan duet ini selalu menarik untuk disimak dan dipejari. Bukan karena pasangan ini berada di dua sisi yang berbeda, seperti dua sisi sebuah

Bersambung ke Hal... 5

SUBUH DZUHUR

ASHAR

MAGHRIB

ISYA’

04:41 WIB

15:30 WIB

18:07 WIB

19:20 WIB

12:05 WIB

Bersambung ke Hal... 5

Kisah Djodi, ”Pemilik” Separuh Pulau Bintan, Penyelamat ”Wibawa” Pemko Tanjungpinang

SUMBER:BADAN HISAB & RUKYAT BATAM DEPAG BATAM 2012

Ringgit Malaysia

3,231 Dollar Sing

7,948

Dollar US

coin yang saling melengkapi. Sani sudah sepuh-Soerya masih gagah. Sani seorang birokrat-Soerya politisi berbasis pengacara. Sani putra tempatan-Soerya tokoh etnis Jawa. Tapi,

ada satu kesamaan dari keduanya : sama-sama santun dalam bertutur kata. Meski demikian, bukan berarti 2,5 tahun paruh pertama perjalanan kepemimpinan dua tokoh terbaik Kepri ini sepi dari terpaan isu politik. Salah satu itu adalah soal pembagian jatah waktu memerintah, fifty:fifty. Ya, 2,5 tahun paruh pertama buat Sani dan 2,5 tahun paruh kedua buat Soerya. Jika

9,733 SUMBER:BANK INDONESIA

F.ODI

Lis melihat jalan yang diberi pembatas

SEORANG diantara wartawan dan polisi yang turun meninjau makam bernilai sejarah di Ulu Sungai Riau, Selasa (29/1) mengeluarkan pertanyaan. Siapa pemilik lahan dimana makam ratusan tahun berkategori benda cagar budaya itu berada?

Seperti dikomando, beberapa orang menyahut. “Ya, Djodi lah. Djodi Wirahadikusumah”. Belum sempat meluncur pertanyaan berikutnya, ada suara menyeletuk. “Separuh Pulau Bintan ini miliknya Djodi. Dimana-mana dia punya tanah, punya lahan. Ini buktin-

ya. Jangankan hutan kosong, makam leluhur saja dia beli”. Lalu cerita soal apa dan siapa Djodi mengalir. Dari pembicaraan itu terungkap bahwa Djodi juga dikenal sebagai salah satu “orang kuat” di Pulau Bintan. Dia berkuasa melebihi kuasa wali kota. Bahkan kuasanya jauh melampaui kuasa Kapolres. Djodi disebut-sebut banyak “jasanya”. Mulai dari pemerintah, aparat, sampai pengangguran dia asuh. Apa benar? Mungkin bisa dipercaya, mungkin juga tidak. Tapi simaklah kejadian beberapa waktu lalu. Djodi bersama anak buahnya memblokir jalan menuju Jembatan Gugus, proyek multiyears Pemko Tanjungpinang di kilometer 8, belakang RSU Provinsi Kepri. Proyek bernilai miliaran rupiah dan menggunakan duit rakyat itu nyaris tak bisa digunakan dan terancam mubazir. Sempat terjadi ketegangan antara orang bayaran Djodi dengan Satpol Polisi Pamong Praja yang berusaha

Bersambung ke Hal...5

Ketua FKB, Oktavio Bintana bersama meninjau makam yang dibakar

F.ASTU

Diantara Janji Dan Tak Bisa Berbuat Banyak TANJUNGPINANG (PK) Ketua Forum Kepri Bangkit (FKB), Oktavio Bintana bersama sejumlah aparat Kepolisian Resort Tanjungpinang meninjau kawasan makam bernilai sejarah di Ulu Sungai Riau, Selasa (29/1). Kunjungan Vio kali ini juga

diikuti perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, yakni Maswito, Kepala Seksi Sejarah dan Kepurbakalaan. Polisi yang turun bersama Vio mengaku terkejut

Bersambung ke Hal...5

Dokumen Siteplan Pastikan Proyek PU Batam Melenceng BATAM (PK) Dokumen paket proyek pembangunan peningkatan jalan menuju SMPN 31 Anggrek Sari Batam, semakin menjelaskan bahwa proyek ini melenceng. Dalam gambar siteplan jelas-jelas jalan yang dibangun adalah akses menuju sekolah, tapi ini justru dilencengkan ke perumahan Angrek Sari Batam. Bahkan, yang lebih “menarik” lagi, akses jalan itu melewati depan rumah anggota dewan Ruslan Kabulatov. Investigasi Putra Kelana juga mengungkap, bahwa kontraktor proyek senilai Rp 1 miliar lebih ini juga tidak membangun basecamp (kantor kontraktor) di lokasi proyek. Selain itu, kontraktor pemenang tendernya, PT. Hadi Lestari juga tidak melibatkan personel konsultan pengawas lapangan. “Masih banyak pelanggaran dan kejanggalan lain di proyek ini,” ungkap sumber Putra Kelana. Ditambahkan, mengenai konstruksi dan teknik sipil mengungkapkan, proyek proyek

Siteplan yang dilanggar.

F.SAIBAN

Email : redaksi@kepribangkit.com

pembangunan peningkatan jalan menuju SMPN 31 Anggrek Sari Batam ini harusnya menggunakan aspal shear (aspal cair) yang berfungsi untuk menjaga elastisitas jalan. “Ini saya lihat tidak ada aspal shearnya,” ungkap sumber itu. Proyek ini mengindikasikan bahwa sejumlah proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam diduga melenceng. Selain itu, Dina PU Kota Batam juga diduga tidak efektif dalam menangani program pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan jalan serta jembatan pada tahun anggaran 2012. Indikasinya, banyak ditemukan kejanggalan dan penyimpangan dalam pelaksanaanya. Serta, tata pelaksanaan proyek dan mekanismenya tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Sampai menjelang deadline cetak, Suratno, Pejabat Pembuat Komitmen Dinas PU Batam, belum bersedia memberikan keterangan atas konfirmasi Putra Kelana. (sas)


2 SENIN 04 FEBRUARI 2013

Pendapat

GERAKAN SEJUTA MELAYU,

Hidupkan Kembali Roh Melayu OLEH : Kerjuli Aktivis Air dan Lingkungan Hidup Kepri

Sempat Ingin Pindah Suku Waktu itu, sekitar dua tahun yang lalu, Saya mendatangi Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas). Saya bertemu dengan salah seorang Pegawai yang ada disana. Tanpa basi-basi, saya langsung meminta formulir proses pindah suku. Saya berpikir, pindah kewarganegaraan saja bisa, apalagi hanya sekedar pindah suku. Debatpun terjadi. Tanya jawab berakhir pada sebuah kesimpulan. Tidak ada layanan pindah suku di kantor itu. Tidak ada legalitas formal yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menguatkan bahwa seseorang/individu itu benar berasal dari suku bangsa tertentu. Yang ada hanya pengakuan terhadap organisasi/lembaga social/ ormas yang menaungi suku bangsa tertentu. Lantas, kemana lagi Saya akan mengadu? Apakah ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kantor Camat, atau ke kantor LAM seperti yang disarankan teman Saya? Ternyata pindah suku tidak semudah yang Saya bayangkan. Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Saya justru ditertawakan. Dianggap mengada-ada. Padahal Saya serius dan saat itu emosi memang sudah tidak bisa dibendung. Ingin segera pindah dari suku melayu. Tetapi kenyataannya lain, pindah suku tidak seterang pindah kewarganegaraan. Beberapa alasan mengapa ingin pindah dari suku melayu saat itu: Pertama, Saya merasa, roh Melayu di daerah ini telah mati suri. Marwah melayu lenyap dari bumi. Walaupun baunya wangi, tetapi isinya busuk. Ya, melayu bagaikan durian busuk. Ada ulat yang hidup disebalik wanginya. Ulat-ulat itulah yang menjadikan melayu jatuh harga. Ulat-ulat dari luar yang masuk kedalam dan ingin berkuasa dengan politik ekonominya. Lewat intrik dan rekayasa. Kedua, Saya melihat, pengganti saya sudah ada. Lebih dari satu orang. Mereka adalah elit-elit berduit yang “dimelayukan” dengan gelar melayu. Seperti gelar Datok, Datin dan lainnya. Bukan main, mereka begitu disanjungsanjung oleh si pemberi gelar. Nama mereka diharum-harumkan melebihi wangi puspa pusaka. Padahal sesungguhnya, bukan asli bunga ocia. Ketiga, Saya yakin, setiap waktu akan lahir putra-putri melayu dari tetes darah dan rahim melayu. Tak

melayu hilang dibumi. Saya jamin, hilang satu akan tumbuh seribu. Termasuk populasi orang yang dimelayukan, akan semakin bertambah. Seandainya yang elit diantara mereka berkuasa. Tentu ibarat semut dengan gula. Tak peduli, mengenal adat atau tidak. Tahu marwah atau tidak. Padahal, Saya dan orang asli melayu yang dilahirkan dari tetesan darah dan rahim melayu, diperkenalkan adat dan marwah sejak dari susuan dan buaian (bayi) lagi. Enak-enak saja mereka (sekelompok kecil orang melayu) yang ocial gelar itu. Besar kepala lah mereka yang dimelayukan itu. Keempat, Saya ingin hijrah bersama istri dan anak-anak ke Bandung untuk mencari kehidupan yang lebih baik lagi. Saat itu yang Saya rasakan, negeri ini bukan negeri yang nyaman untuk cari makan. Meskipun terbilang negeri yang kaya, tetapi penuh dengan

bisikan setan. Orang asli melayu sering dipecundang. Mau diadu domba oleh kedudukan dan uang yang tak seberapa nilainya. Sehingga Saya berpikir, hujan emas di negeri orang akan lebih baik ocialng hujan bauksit dan dusta di negeri sendiri. Itulah beberapa alasan mengapa emosi ini tidak bisa dibendung lagi dan ingin segera pindah dari suku melayu ketika itu. Andaikan dulu Saya jadi pindah dari suku melayu dan hidup di Bandung, Saya akan berusaha menjadi warga Bandung yang baik. Saya akan berusaha untuk tidak pernah bermimpi menjadi Pangeran di tanah Pasundan. Menjunjung tinggi adat istiadat dan nilai-nilai budaya ocia. Membangun kehidupan yang lebih baik secara bersama-sama. Saya ingin seperti saudarasaudara saya (non melayu) yang ada di negeri ini. Mereka ocial dari

luar dan mencari makan di negeri ini dengan damai. Mereka sungguh santun dengan kerjas keras saling membangun. Sebenarnya, hanya sebagian kecil saja mereka (non melayu yang dimelayukan) yang lupa diri dan ingin berkuasa di negeri kami. Selebihnya, mereka sudah seperti saudara sekandung. Kita bisa merasakan damainya negeri dan mencari makan bersama-sama. Kita masih bisa duduk berkendaraan mengangkang. Tidak ada paksaan menggunakan jilbab. Belum ada Perda ocial yang mengatasnamakan agama, budaya dan kerarifan ocia yang memberatkan pendatang. Enak bukan ? Meskipun demikian, Saya berharap, biarkan melayu menjadi Raja dan Tuan Rumah di negerinya sendiri. Sekarang era otonomi daerah. Kami akan menjamu tuan dan puan dengan sebaik-baiknya. Jangan berebut makanan, apalagi kekuasaan. Karena negeri ini bertuan. Upaya untuk pindah secara resmi dan terhormat dari suku melayu tak terwujud. Hijarah ke Bandung juga gagal. Saya masih menjadi bagian dari melayu dan hidup bersama keluarga tercinta di negeri bertuah ini. Sejak saat itu, Saya sudah tidak lagi menghiraukan melayu dalam dinamika politik, ekonomi dan budaya. Saya kembali kepada tanggungjawab dan kapabilitas sebagai aktivis air dan lingkungan. Ya, sekuat tenaga dan daya upaya untuk menjadikan negeri ini berAIR tanpa bencana. Mengajak semua orang untuk senantiasa peduli terhadap air dan lingkungan. Jangan membuat kerusakan di bumi melayu. Mendukung Gerakan Sejuta Melayu Ketika membaca artikel yang ditulis sahabat Saya, Oktavio Bintana di media cetak dan online yang berjudul, “Gerakan Sejuta Melayu”, hati Saya tersentuh. Sebelumnya, Beliau juga menulis artikel, “Jangan pernah mimpi menjadi Raja di negeri kami”. Menurut Saya, dua tulisan itu dapat menghidupkan kembali roh melayu yang telah mati suri itu. Dapat menyacakkan kembali marwah melayu ke bumi. Dapat menjadikan durian ocia lebih berharga, baunya harum dan isinya sedap serta bebas dari ulat. Dapat membangkitkan semangat untuk menjadi orang melayu yang berbudaya. Sebagai peringatan bagi non melayu dan non melayu yang dimelayukan untuk tidak bermimpi menjadi raja di negeri ini. Sebagai

rambu-rambu bagi pemimpin melayu untuk tidak lupa diri, membangun ekonomi yang kuat dikalangan masyarakat melayu. Bagi Saya, tidak ada ocial untuk tidak mendukung Gerakan Sejuta Melayu itu. Karena tujuannya memang ingin memberdayakan masyarakat melayu secara ekonomi agar untuk menjadi tuan di negerinya sendiri. Peningkatan Kapasitas LAM Tujuan Gerakan Sejuta Melayu lainnya adalah untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, mendorong kiprah dan peran LAM untuk menjadi ocial adat yang kuat dalam melindungi adat istiadat masyarakat melayu dan menjadi ocial budaya dari semua budaya yang ada di negeri melayu ini. Menurut Saya, tidak saja dari dua variable itu saja, yakni adat-istiadat dan budaya, melainkan juga kepada variable kehidupan lainnya. Sebab, apalah artinya adat dan budaya, bila masyarakat melayu masih mengemis kursi, kedudukan, jabatan dan menjadi raja dirumahnya sendiri. Apalah artinya Cogan, bila orang melayu masih mengais sisa-sisa makanan non melayu yang dibuang. Apalah artinya Tanjak, kalau masyarakat melayu di level bawah masih terancam kelaparan, kebodohan dan kemiskinan (ekonomi). Apalah artinya Petuah Alam, bila bumi melayu masih terus dirusak. Tetapi sebaliknya, apalah arti semuanya itu bila tidak beradat, berbudaya dan bermarwah. LAM diharapkan dapat berfungsi seperti Majlis Perwakilan Rakyat (MPR) daera. Atau Majlis Tertinggi daerah, yang mampu memberikan saran dan masukan serta pertimbangan kepada Gubernur/ Bupati/Walikota untuk melahirkan kebijakan yang bijak, bermarwah dan bermartabat, demi kesejahteraan masyarakat melayu dan kepulauan riau umumnya. Kita berharap, kehidupan berpolitik, ekonomi, sosial, pendidikan, lingkungan hidup dan bidang-bidang lainnya dapat terus ditingkatkan melalui lembaga LAM. Harus ada reformasi regulasi, kelembagaan, dan kebijakan di tubuh LAM itu sendiri. Soal aturan main (AD/ART) LAM, bisa saja disesuaikan sepanjang bisa implementasikan dan memiliki tujuan dan manfaat yang lebih besar daripada mudoratnya. Kepada saudara-saudara (non melayu dan non melayu yang dimelayukan) Saya berharap untuk selalu memegang peribahasa ini. “lebih baik hujan batu di negeri sendiri, daripada hujan emas di negeri orang”. Artinya, biarkan kami yang punya negeri ini memanen emasnya. Jangan khawatir, kesejahteraan akan dibagikan secara adil. Tetapi ingat, jangan menambah pemerataan kemiskinan di negeri kami. Saran Saya kepada generasai penerus, jangan pernah terpikir untuk pindah dari suku melayu. Jangan pula sampai rela menggadaikan marwah melayu untuk kepentingan pribadi. Jangan mau dipecundang. Apalagi sampai diadu-domba.***

Pemimpin Ummat Sepanjang Zaman

Zamroni. SH, HR Manager PT. Ria Bintan, Lagoi, Bintan

TANGGAL 24 Januari 2013 kemarin bertepatan dengan bulan Rabiul Awal, bulan MaulidurRasul, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kita sebagai umat muslim berkewajiban menjunjung dan mengagungkan nama Rasul Muhammad SAW. Maka setiap 12 Rabiul Awal akan disambut dan diperingati kelahiran baginda. Sebagaimana yang kita yakini, Nabi Muhammad adalah pembawa agama Islam. Baginda mengajar kita segala ajaran agama. Nabi meminta kita sebagai umatnya agar terus berpegang teguh kepada dua perkara, yaitu Al-Quran dan AsSunnah. Selain itu Nabi juga meninggalkan keturunannya serta orang-orang yang beriman. Apa yang penting, Al-Quran dan AsSunnah hendaklah menjadi pedoman untuk memastikan kita termasuk ke dalam kumpulan orang-orang yang beriman. Al-Quran adalah petunjuk dan

TERBIT SEJAK TANGGAL 19 AGUSTUS 2010

Jl. Raja Ali Haji Komp. Orchid Point Blok B No.9 Jodoh, Batam-Kepri Kantor Perwakilan: Jl. Pemuda Blok B No. 3 Tanjungpinang-Kepri

Email : redaksi@kepribangkit.com Diterbitkan oleh : PT. Putra Rida Pers MENHUMHAM RI No. AHU-45366.AH.01.01. Tahun 2010 SIUP NO. 503.15 / BP2T / 2669 / 2010 SITU No. 503.4/BP2T/4189/2010

panduan bagi hidup kita semua tidak terkeluar daripada apa yang diajar oleh Nabi Muhammad SAW. Sementara As-Sunnah adalah apa yang dicontohkan oleh Nabi untuk kita semua ikuti. Kerana Nabi merupakan pemimpin kita dan contoh kepimpinan umat di sepanjang zaman. Dengan mencontoh kepimpinan Nabi itu, maka setiap kita adalah pemimpin dan sebagai pemimpin seharusnya kita mampu menzahirkan kepemimpinan yang menjadi tauladan bagi masyarakat. Apalagi sekarang kita memasuki tahun politik dimana masyarakat dituntut untuk memilih pemimpinpemimpin yang mengikuti ajaran Nabi. Kepimpinan politik Nabi Muhamad (saw) memang sudah terlihat sejak Baginda Nabi masih di Kota Makkah yaitu waktu Baginda dipercaya menyelesaikan masalah pemindahan Hajar alAswad ke tempat asalnya di Ka’bah. Selain itu juga waktu

Komisaris Utama Komisaris Direktur

: M. Nur Hakim : Teddy Jun Askara : Oktavio Bintana

PU/Penanggung Jawab : Oktavio Bintana Wakil /Pimpinan Umum : Moel Akhyar Pimpinan Perusahaan : Kunto Parmadi

peristiwa Perjanjian Aqabah, di mana Baginda telah menunjukkan peristiwa kepimpinan politik yang matang. Akan tetapi peristiwa itu hampir dilupakan oleh musuhmusuhnya, termasuklah kaum Yahudi selanjutnya perjalanan hijrah Baginda ke Madinah. Mereka sebagai orang pelarian, dan sekaligus memberikan penghormatan yang besar kepada kaum musyrikin Makkah kerana berhasil menghalau Baginda dari kota itu. Akan tetapi niat buruk di hati mereka itu terbongkar ketika orang Islam memenangi perang Badar pada tahun ke-2H. Namun begitu, sebagai seorang pemimpin politik yang berkaliber dunia Nabi Muhamad SAW tidak menunjukkan permusuhan terhadap kaum Yahudi, malah Baginda terus mengadakan perundingan dengan mereka. Setelah perundingan gagal, barulah Baginda membuat tindakan menyingkir mereka dari bumi Madinah. Penyingkiran mereka ini dilakukan secara

terhormat. Kepimpinan politik Nabi Muhamamad (saw) bukan hanya tersebar di tingkat lokal, tetapi di tingkat antar bangsa dan dunia. Baginda boleh dianggap sebagai seorang diplomat yang handal kerana inisiatifnya mengantar perwakilan ke luar Negara seperti Habsyah, Mesir, Byzantine dan Parsi untuk memperkenalkan ajaran Islam kepada mereka. Dari misi diplomatik ini tenyata cepat dicapai, tidak sampai setengah abad lamanya semua negara berkenaan telah tunduk di bawah pemerintahan Islam. Di samping itu Baginda Nabi juga memperkenalkan sistem syura atau musyawarah walaupun Baginda merupakan pemimpin tingkat dunia tetapi Baginda tidak pernah arogan dalam mengambil suatu kebijakan. Sistem syura atau musyawarah ini dilaksanakan di semua tingkatan dan semua bidang, khususnya dalam bidang politik dan ekonomi.***

Jati Diri

Jernih Membaca Sinyal Politik DALAM beberapa kesempatan, Gubernur Kepri H.M. Sani kerapkali memuji Bupati Ansar Ahmad. Bukan karena Ansar sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepri. Partai tempat dulu Sani menyalurkan aspirasi politiknya. Tapi lebih karena prestasi Ansar dalam memimpin Bupati Bintan selama dua periode. Diantara yang kerap dipuji Sani dari dari seorang sarjana ekonomi jebolan Universitas Riau (Unri) itu adalah karena Kabupaten Bintan prestasi Ansar dalam hal tata kelola dan pelaporan keuangan daerah, khususnya menyangkut Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang mendapat prediket Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebagai politisi, pujian Sani kepada Ansar, tentu bukanlah hanya sekadar puja-puji belaka. Ada sinyal-sinyal politik yang dilempar untuk diterjemahkan oleh para pendukung Sani dan Ansar. Sinyal itulah yang saat ini, mulai samar-samar terdengar, bahwa Sani akan berpasangan dengan Ansar Ahmad pada periode pemilihan Gubernur Provinsi Kepri peiode 20152020. Sinyal politik yang dikirim, baik oleh Gubernur Kepri H.M. Sani maupun oleh wakilnya, Soerya Respationo, haruslah dibaca dengan jernih. Terlebih dahulu melepaskan kepentingan dan interest pribadi atau golongan. Sebab, jika itu yang kita lakukan, maka penilaian sinyal politik dari kedua tokoh itu akan bias. Nah, bias sinyal politik itulah yang kemudian memendar menjadi energi negatif, bahkan kontra produktif bagi perjalanan pemerintah kabinet pasangan 2 HMS. Termasuk, kita juga harus jernih membaca isu politik lokal Kepri soal pembagian waktu kekekuasaan antara SaniSoerya. 2,5 tahun pertama buat Sani dan sisa paruh berikutnya buat Soerya. Isu politik ini masih terlalu dini untuk dijadikan alasan mengambil sikap. Baik itu oleh para bikrokrat yang berada di belakang keduanya, atau pun bagi para pengusaha dan investor sebelum menenamkan modalnya di Kepri. Karena sebagai isu politik, hal ini bergerak liar dan berkembang. “Persaingan” yang terjadi di lingkungan Pemprov Kepri tidak terlalu kentara di mata publik. Namun sejumlah nama sudah beredar di kalangan pejabat Pemprov Kepri yang dipersiapkan untuk menduduki jabatan-jabatan tertentu. Misalnya, posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri saat ini, Suhajar Diantoro yang dikenal sebagai “orangnya” Sani, posisinya bakal segera bergeser kepada orangnya Soerya. Sejumlah nama beredar menjadi calon pengganti Suhajar, diantaranya adalah Naharuddin yang saat ini menjabat sebagai Kadispenda Provinsi Kepri.***

Sentil 2 HMS, 2,5 Sani, 2,5 Soerya Macam Bagi-bagi Jatah nampak?.... Pemko dan DPRD Batam akan Dikepung Ade Perampok ke?

Info REDAKSI menerima tulisan/artikel, opini, surat pembaca berupa saran, kritik dari pembaca. Sertakan identitas lengkap atau foto kopi KTP atau identitas diri. Tulisan bisa dikirim melalui surat atau Email : redaksi@kepribangkit.com Redaksi berhak mengedit, sepanjang tidak mengubah makna tulisan.

DIVISI PRODUKSI: Pimpinan Redaksi: Moel Akhyar. Redaktur Pelaksana Kompartemen: Saibansah Dardani. Kepala Perwakilan Tanjungpinang: Suyono. Redaktur: Baiq Desi. Liputan Batam: Mori Guspian, Nurullius S. Tanjungpinang: Henny R, Chalima C. Natuna: Hardiansyah. Anambas: Delmadi. Lingga : Sholihin.Kepala Departemen: Website dan E-paper: Mirza Mosaddeq. Perwajahan: Hairunnas. HRD dan Umum: Dani S.Sos. Iklan dan EO: Merliana Ivonni Arisanti. Pemasaran dan Pengembangan: Taufik JM. Kepala Sekretariat Redaksi: Dani S.Sos. DIVISI USAHA: Manager Keuangan: Dewi Marlina. Kepala Perwakilan Tanjungpinang. Iklan: Lusia Mariyati. Pemasaran: Sukateman, Mahmuddin Daftar Tarif Harga Iklan: Iklan Umum/Display/BW 5.000 Iklan Ucapan Selamat 3.000, Iklan dukacita 2.500, Halaman Muka (BW 6.000, Halaman 1 FC 7.500, Sport/Colour 5.500 ,Ucapan Selamat/FC 5.000,Advetorial 3.000, Rubrik/ Galeri foto kegiatan,1 hal. 4 juta (hitam putih), hal warna 5 juta.

Dicetak Pada : PT. Ripos Bintana Press. Isi di luar tanggung jawab percetakan

Setiap artikel atau tulisan dikirim ke Redaksi hendaknya diketik dengan spasi rangkap,ditandatangani dan disertai identitas(Cantumkan nomor telefon dan faksimili kalau ada) Untuk format digital dikirimkan ke alamat Email : redaksi@kepribangkit.com atau alamat surat ke alamat Redaksi Jl. Raja Ali Haji Komp. Orchid Point Blok B No.9 Jodoh, Batam-Kepri Wartawan Putra Kelana selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima atau meminta apapun dari narasumber.


Iklan

3 SENIN 04 FEBRUARI 2013


4 SENIN 04 FEBRUARI 2013

Tanjungpinang Bangunan di Atas Drainase Harus Dibongkar TANJUNGPINANG (PK) Fokus penanganan banjir menjadi salah satu gebrakan yang diprioritaskan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah dan Wakilnya, Syahrul. Melalui talk show di RRI, Jumat (1/2), Lis Darmansyah berusaha mengakomodir permasalahan banjir sekaligus keluhan masyarakat terkait banjir yang ada di Tanjungpinang. Dalam talk show ini, Lis Darmansyah menyertakan ketua Tim pencegahan banjir Tanjungpinang, Ahadi dan Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan PemakaSejumlah pegawai man Tanjungpinang, Maryati dan Pemko Asisten Ekonomi Pembangunan Tanjungpinang dan Kesra, Wan Samsi, untuk menggelar gotong mendengarkan langsung keluhan royong di Batu 8 warga. Sehingga, bisa lebih ceTanjungpinang. pat mengatasinya. Beberapa permasalahan seperti disampaikan Landong warga Kampung Bulang, ada penimbunan di belakang Swalayan Kurnia mengakibatkan saluran air tersumbat. Begitu juga disampaikan Safailis, Ketua RW Ganet mengatakan izin yang diberikan pe-

PROGRAM GEBRAK TANJUNGPINANG

Kota Bersih Diluncurkan

TANJUNGPINANG (PK) Sabtu 2 Februari 2013, Pemko Tanjungpinang melaksanakan 2 agenda kegiatan yakni peluncuran program Gebrak Tanjungpinang Kota Bersih dan massal secara rutin karyawan dan para staf di lingkungan Pemko Tanjungpinang. Walikota Lis Darmashyah dan Wakil Walikota Syahrul turun langsung dalam agenda tersebut. Untuk gotong royong massal, titik fokus pada kali ini di beberapa lokasi diantaranya Jalan Angrek Merah, Teluk Keriting, Sei Jang, Kompleks Imigrasi dan Kampung Bugis. Acara diawali oleh pembukaan Gebrak Tanjungpinang Kota yang dibuka secara langsung oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, H Syahrul, SPd di halaman Mamak Den Square, tepi laut. Acara Gebrak Tanjungpinang Kota bersih ini dalam rangka mengajak peran serta masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, nyaman dan asri di wilayah-

nya masing-masing. Turut serta dalam peluncuran Gebrak Tanjungpinang Kota Bersih ini adalah instansi pemerintah, polsek kota, Polsek KKP, Polairud, Marinir dan POMAL, Syahbandar, Bea Cukai, Karantina Pelabuhan, tokoh masyarakat setempat, serta organisasi binaan kelurahan. Lokasi Gebrak Tanjungpinang Kota Bersih ini ditempatkan di berbagai titik fasilitas umum, seperti seputaran tepi laut dan jalan Merdeka sekitarnya. “Untuk kedepannya, kita akan melibatkan pihak perbankan untuk berpartisipasi dalam Gebrak Tanjungpinang Kota Bersih,” ujar Bobby selaku lurah Tanjungpinang Kota. Wakil Walikota Tanjungpinang, H Syahrul memberikan apresiasi program aksi bagi masyarakat Tanjungpinang kota dalam hal menjaga kebersihan di lingkungannya. Ini mewujudkan visi dan misi tanjungpinang. Kita ketahui bahwa Kebersihan adalah sebahagian dari imam, oleh karena itu

apa yang akan kita lakukan ini berkesinambungan terus menerus. Agar masalah yang kita rasakan pada waktu waktu tertentu seperti banjir dapat kita minimalisisr dari sekarang. Setelah ditelusuri bahwa sebenarnya banjir ini adalah akibat dari tangan manusia sendiri, yang membuang sampah sembarangan dan dikarenakan drainnase yang tidak berfungsi dengan baik. Harapannya, ini akan menjadi contoh bagi kelurahan lain untuk terus menjaga kebersihan di kelurahannya masing masing dan partisipasi RT/RW menghimbau masyarakatnya untuk menjaga lingkungan sekitar. Jangan hanya membuang sampah itu sebagai slogan, tapi jadikan itu sebagai action dalam berprilaku bermasyarakat. Di tempat berbeda, walikota tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH turut langsung bergotong dengan karyawan karyawati dan masyarakat di sekitaran kelurah-

an Sei Jang. Ratusan pegawai pemko yang dari pagi bergotong royong terus bersemangat walaupun terik matahari menyengat pagi itu. Dengan peralatan gotongroyong, Lis dan karyawan pemko dengan semangat membersihkan pekarangan kantor Lurah Sei Jang. Tak lupa, walikota juga mengecek kelengkapan kelurahan. Berbagai masukan dan arahan dari walikota untuk kelurahan sei jang dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakatnya. Beranjak dari Sei Jang, walikota bergerak menuju Gang Salam KM 8 atas. Di sana masyarakat telah menunggu kedatangan walikota untuk bergotongroyong bersama. Dengan peralatan seadanya dan semangat gotong royong masyarakat Gang Salam, penggalian drainnase yang dangkal dan penyumbatan gorong gorong air merupakan salah satu menyebabkan Drainnase di sekitaran Gg. Salam tidak berfungsi dengan baik.(desi)

Ketua Tim Pencegahan Banjir Ahadi memantau pengerjaan drainase

merintah kota (pemko) kepada pengembang tidak disertai drainase. Banyak keluhan lain yang disampaikan seperti pembuangan sampah di laut, pabrik yang buang sampah sembarangan, penutupan drainase dengan bangunan, dan lainnya. Lis Darmansyah menanggapi beberapa permasalahan tersebut mengatakan semenisasi yang dilakukan di atas parit harus dilakukan pembongkaran.”Seperti kata

warga ada rumah yang membangun tempat parkir di atas parit di Jalan Perintis. Itu harus dibongkar karena sampah bertumpuk di drainase,” kata Lis Darmansyah. Berkaitan dengan pembangunan perumahan jika tidak memperhatikan dampak lingkungan juga untuk tidak memberikan izin. Seperti dicontohkan pembangunan Top 100 yang dulunya drainase di depan bangunan itu memiliki kedalaman 2,5 meter sekarang 0,5 meter.***

Rumah Tahfidz Luncurkan Wisata Quran

Aktivitas remaja di Rumah Tanfidz Pulau penyengat

TANJUNGPINANG (PK) Rumah tahfidz bekerjasama dengan Pengurus Remaja Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat menggelar program wisata Alquran. Kegiatan ini merupakan upaya untuk mendorong Pulau Penyengat sebagai pusat wisata religi yang ada di Tanjungpinang ibukota Propinsi Kepulauan Riau. Hal ini seperti yang diungkapkan Rully Oktoberyanto, Pengurus Rumah tanfidz. Pulau penyengat sebagai salah satu tujuan utama para wisatawan bila datang

ke Tanjungpinang, dahulunya merupakan pusat perkembangan islam di masa kerajaan melayu. Berdiri megah Mesjid Sultan Riau sebagai bukti kuatnya perkembangan islam saat itu. Bahkan beberapa pemuda dikirim ke mesir untuk belajar Islam, dan salah satu hasilnya adalah 2 buah mushaf tulisan tangan asli penduduk penyengat. “Sebagai wujud keinginan masyarakat pulau penyengat untuk mengembalikan kejayaan islam di Pulau Penyengat saat ini

secara rutin setiap hari Ahad/ Minggu diadakan kegiatan Wisata Qur’an di mesjid Sultan Riau Penyengat. Dalam wisata qur’an ini ada beberapa kegiatan yaitu Tausiyah, Ahad Tahfidz (Kegiatan menghafal Al Qur’an untuk anak-anak SD/SMP/SMA), Bimbingan Tahsin dan Tahfidz untuk dewasa, Bazar Produk Islam (Buku islam, Al Qur’an, Souvenis khas Wisata Qur’an penyengat, Baju Muslimah),” kata Rully. Kegiatan ini terbuka untuk umum dimulai jam 08.00 s.d 11.00 setiap hari minggu. Mari bawa keluarga anda ikut Wisata Qur’an Pulau Penyengat dan nikmati keindahan pulau penyengat didalam naungan Al Qur’an. Terpisah, Ketua Umum PD KAMMI Kepulauan Riau Raja Dachroni sangat mendorong upaya Rumah Tahfidz menjadikan Penyengat sebagai pusat wisata religi dengan programnya. “Kita mendukung gerakan ini dan saya nilai ini gerakan yang sangat positif dan aktivis KAMMI pun kita rekomendasikan untuk menjadi pementor pada program ini,” kata Raja Dachroni.(desi)


Lanal Tarempa Amankan 75 Nelayan Asing ANAMBAS (PK) Untuk mengatasi berbagai ancaman maupun aksi oleh pelaku kejahatan laut di wilayah perairan Kepulauan Anambas, Pangkalan TNI AL (Lanal) Tarempa beserta jajarannya siap mengamankan kawasan perairan itu. Demikian yang diungkapkan Komandan Lanal Tarempa, Letnan Kolonel Laut (P) Agung Jaya Saktika di Aula Markas Lanal Tarempa. “Langkah-langkah antisipasi awal yang kita lakukan, yakni secara rutin melakukan patroli di wilayah perairan Anambas. Dengan fokus terhadap kapal-kapal berbendera asing maupun kapal berbendera Indonesia yang menggunakan tenaga berwarga negara asing. Seperti Thailand dan Vietnam,” kata Agung. Agung menyebutkan, jumlah kapal patroli yang dimiliki Lanal Tarempa saat ini berjumlah 6 unit. Diantaranya Kalbaruk, Patkamla Tarempa, Patkamla Serasan, Patkamla Nuansa dan Patkamla Benoa. Kapal-kapal patroli ini tersebar di sejumlah wilayah kawasan perairan Anambas. Seperti di Tambelan, Jemaja dan di wilayah perairan Mengkait

maupun Tarempa sendiri. Dikatakannya, sejak tahun 2012 hingga awal 2013 ini, pihaknya telah berhasil mengamankan sebanyak 6 unit kapal berbendera Vietnam. Termasuk 1 unit kapal berbendera Thailand, yang barubaru ini ditangkap oleh personil Lanal Tarempa di perairan Anambas. “Jumlah kapal asing yang berhasil diamankan Personil kita, sebagian besar dilakukan oleh kapal patroli dari Lanal Tarempa,” ungkapnya. Selain hasil tangkapan kapal ikan berbendera asing tersebut, jajaran Lanal Tarempa juga berhasil mengamankan sejumlah pelakunya. Terutama dari Kapten Kapal yang dinilai paling bertanggungjawab dalam aksi kejahatan tersebut sebagai tersangka. Kemudian diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku oleh hakim di pengadilan. “Jumlah warga negara asing yang kita amankan saat ini sebanyak 75 orang berwarga negara Vitenam. Sekitar 69 orang diantaranya berprofesi sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Sedangkan sisanya sebanyak 6 orang, kita jadikan tersang-

ka. Saat ini para tersangka itu tengah menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Perikanan di Natuna,” ungkapnya. Sedangkan tangkapan pada awal tahun 2013 ini, pihaknya juga tengah mengamankan sebanyak 8 orang ABK asal negera Thailand yang ditangkap oleh kapal Patroli KRI. Termasuk 1 orang kapten kapalnya yang dijadikan tersangka. “Untuk ABK kapal asing tersebut, kita lakukan tindakan isolasi di kapal mereka masing-masing, sebelum akhirnya dipulangkan ke negara mereka masing-masing oleh pihak Imigrasi maupun dari pihak TNI AL sendiri. Sementara bagi tersangkanya, kita serahkan kepada pihak Pomal untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ucapnya. Diterangkannya, ABK kapal yang diamankan tersebut juga sudah dikoordinasikan ke pihak imigrasi untuk proses pemulangan mereka ke negara asalnya. Namun akibat keterbatasan pihak Imigrasi Tarempa, maka proses pengamanan sementara dilakukan oleh Lanal Tarempa.***

2 HMS, 2,5 Sani, 2,5 Soerya? Sambungan dari halaman 1 isu politik ini benar, maka satu bulan ke depan, maka Provinsi Kepri akan dipimpin oleh Romo, demikian karateka sabuk hitam itu biasa disapa. Untuk mencari “cahaya terang” dari isu tersebut, Putra Kelana, menghubungi sejumlah sumber dan tokoh yang berada di dekat keduanya. Tak hanya itu, Putra Kelana juga mencoba memahami sejumlah analisa dari akademisi dan pengamat politik Kepri. Hasilnya, isu 2,5 : 2,5 itu memang sampai ke telinga mereka. “Ya saya mendengar isu itu, tapi samar-samar” ungkap Pengamat Politik Kepri yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Raja Haji Tanjungpinang, Zamzami A. Karim kepada Putra Kelana, Ahad, 3 Februari 2013. Meski samar-samar terdengar, tapi isu politik itu sudah ditindaklanjuti dengan “langkah taktis” oleh para pengikut keduanya. Sudah bukan rahasia umum lagi di Kepri, apalagi di Ibukota, Tanjungpinang, bahwa baik Sani maupun Soerya punya “orang-orang” di kabinet pasangan 2 HMS itu. “The Sani Boys” yang dikenal publik adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Suhajar Diantoro, Isdianto (Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Kepri yang “kebetulan” adik kandung Sani) dan beberapa pejabat lainnya dari

Kabupaten Karimun. Sedangkan The “Romo Boys” yang paling dikenal publik adalah Guntur Sakti (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri), Martin L. Maromon (Kepala Biro Perlengkapan) dan beberapa pejabat dari Kota Batam serta Kabupatern Bintan. Maka, publik Kepri mudah membaca, program-program di SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang ada di Kabinet Sani-Soerya pun diterjemahkan sebagai kontribusi masing-masing tokoh yang sama-sama berinisial HMS itu. Jika program itu digarap oleh Guntur maka itu adalah kontribusi HMS-2. Sebaliknya, jika program itu digarap oleh Suhajar, maka itu adalah kontribusi HMS-1. Begitulah sebagian masyarakat Kepri membaca 2 HMS. Termasuk, ketika sejumlah persoalan muncul di tengah masyarakat, maka yang dibaca adalah siapa “biangnya”. Jika persoalan itu adalah masalah eksplorasi bauksit yang merusak lingkungan, maka kemudian dibaca sebagai “kontribusi” HMS-1. Maka, tak heran jika kemudian, dalam satu kasus eksplorasi bauksit di Pulau Dompak, HMS-2 menurunkan Martin L. Maromon untuk “membereskan”. Termasuk, membongkar bedeng-bedeng para penambangnya. “Pertarungan” antar “the boys” ter-

jadi di lapangan. Meskipun bos mereka duduk manis dan menikmati sedapnya kopi di satu meja yang sama. Toh isu politik pembagian waktu kekuasaan itu terus saja berhembus ke manamana. Bahkan, sampai juga ke telinga tokoh perjuangan pembentukan Provinsi Kepri, Datuk H. Huzrin Hood. Menjawab Putra Kelana, mantan Bupati Bintan itu mengkonfirmasi bahwa memang ada pembagian “kekuasaan” diantara 2 HMS itu. “Memang ada pembagian kekuasaan itu,” ungkap Huzrin, singkat. Hanya saja, Huzrin tidak secara tegas mengatakan, bahwa keduanya akan berbagi waktu memerintah, 2,5 : 2,5. Tapi, sebagai mantan kandidat calon Gubernur Kepri yang mengarahkan suara pendukungnya kepada pasangan 2 HMS itu mengakui bahwa keduanya sudah terikat dalam “gentlemen agreement”, perjanjian antara dua laki-laki sejati. Yaitu, perjanjian politik. Terlepas dari benar tidaknya isu politik 2,5 : 2,5 itu, publik sudah membaca penampilan Soerya yang menonjol dalam berbagai kegiatan pemerintahan Kepri. Menjawab itu, Soerya menjelaskan, itu hanya itu saja. “Itu hanya isu saja mas, kami hubungannya baikbaik saja sampai sekarang ini,” kata Soerya, belum lama ini. Benarkah? Silakan Anda analisa sendiri. (sas)

Diantara Janji Dan Tak Bisa Berbuat Banyak Sambungan dari halaman 1 melihat kondisi makam yang ada. Mereka mengaku geram dan berjanji mengusut tuntas apa yang dilaporkan Vio sebelumnya. “Kami kumpulkan semua bukti ini untuk ditindaklanjuti hingga tuntas,” ujar salah satu dari polisi di lokasi makam. Seorang polisi lainnya juga sepakat bahwa tindakan membakar makam itu merupakan tindakan biadab, tak menghargai nilai-nilai sejarah dan budaya negeri ini. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah makam di Ulu Sungai Riau, habis dibakar dan dilindas lori. Makam-makam yang ada disana secara fisik berkategori sebagai benda cagar budaya. Dikhawatirkan makam itu akan hilang. Sebab, tak jauh dari lokasi tersebut, perusahaan pertambangan terlihat giat mengeruk bauksit. Mereka terkesan tak peduli terhadap makam atau benda cagar budaya yang ada disana. “Kami mendesak aparat kepolisian menindak pelaku pembakaran makam ini. Apapun alasannya, pembakaran makam leluhur ini tak bisa ditoleransi. Ini peninggalan sejarah dan harus dilindungi sebagaimana diatur Undang Undang,” tegas Vio. Janji polisi akan menindak tegas terhadap satu masalah, bukan hanya terdengar kali ini. Oleh karena itu Vio mewanti-wanti; polisi jangan hanya bisa berjanji, namun realisasinya tak ada. Pengakuan Anak Buah Djodi Yang Bikin Emosi Pernyataan seorang anak buah Djodi yang mengaku sebagai penjaga lahan makam yang dibakar di Ulu Sungai Riau membuat emosi Ketua FKB, Oktavio Bintana meledak, Selasa (29/ 1). Dengan raut tanpa dosa dan tenang dia meyakinkan bahwa di lahan itu tak ada makam. “Saya menjaga lahan ini sudah lama. Yang dibakar itu bukan makam. Hanya batu yang disusun,” ujarnya. Dia beralasan demikian karena pada batu tersebut tak ada nisan sebagaimana layaknya sebuah makam. Berulang-ulang dia katakan tak ada makam disana dan pembakaran yang dilakukan semata-mata untuk membersihkan lahan. Tak hanya itu, seolah menantang, lelaki kurus tersebut mengatakan tak ada peraturan dan Undang Undang yang dilanggar karena membakar lahan itu.

“Bos saya (Djodi,red) sudah tahu bahwa bapak-bapak akan datang ke lokasi ini. Kami siap hadapi sesuai Undang Undang,” katanya yakin. Ketika berdebat soal Undang Undang Benda Cagar Budaya dengan Ketua FKB, Oktavio Bintana, lelaki ini tergagap-gagap memberi jawaban. Lalu dari mulutnya meluncur pengakuan bahwa dia hanya menjalankan perintah Djodi si pemilik lahan. Dia juga tak dapat mengelak ketika ditunjukkan sebuah makam yang nyaris rata dengan tanah. “Apakah itu bukan makam? Menurutmu itu kerjaan orang iseng menyusun batu-batu,” sergah Vio. Lelaki itu terdiam. Seperti ada penyesalan bertahan dengan alasan mengatakan bahwa lahan yang dibakar tak ada makam. Padahal, secara kasat mata sudah jelas, di lahan itu terdapat banyak makam tua bernilai sejarah. Vio berpesan kepada lelaki tersebut untuk disampaikan ke Djodi bahwa harus bertanggungjawab terhadap masalah ini. Memang bukan Djodi yang membakar langsung lahan itu, tapi semuanya terjadi atas suruhan Djodi. “Sampaikan ke Djodi. Keruklah bauksit sebanyak mana dia suka. Tapi, jangan sesekali ganggu makam leluhur kami. Biadab namanya itu dan kami tak akan diam,” kecam Vio. Lelaki itu manggut-manggut tak banyak cakap. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri, Arifin Nasir berjanji memberi perhatian serius soal keberadaan benda cagar budaya dan pemeliharaan makam bernilai sejarah. Khususnya terhadap makam yang dibakar pengusaha lahan di Ulu Sungai Riau bersebelahan dengan situs Istana Kota Rebah, Tanjungpinang, belum lama ini. Rabu (30/1) di kantornya, Arifin mengungkapkan, tahun ini dinas yang dia pimpin menyediakan anggaran untuk penyelamatan dan pemeliharaan benda cagar budaya. Berapa besar anggarannya, Arifin belum mau membeberkan. Dia menyesalkan mengapa kejadian pengrusakan makam bersejarah terjadi lagi. Dan mengapa pemerintah setempat tidak cepat tanggap. “Sangat disayangkan. Saya mengutuk hal (pembakaran makam,red) itu,” kata Arifin. Arifin berjanji secepatnya akan mengutus tim untuk menangani masalah ini. Namun, katanya, tetap saja Dinas kebudayaan Provinsi Kepri tidak bisa ber-

buat banyak, pasalnya yang punya wilayah adalah pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Kota Tanjungpinang. Pada Juli 2012, Arifin pernah mengunjungi situs makam Panglima Hitam dan makam Sultan Ibrahim Syah yang lokasinya berseberangan dengan makam yang dibakar belum lama ini. Beberapa makam di sekitar dua makam itu juga sudah hilang. Mungkin terbawa bersama bauksit yang dieskpor ke luar negeri. Arifin sempat menitikkan air mata seraya berjanji akan mencari solusi. Janji seperti itu dia ulang lagi dalam kasus pembakaran makam ini. “Arifin Nasir hanya bisa buat janji. Realisasi janjinya banyak mungkir,” Ketua Forum Kepri Bangkit, Oktavio Bintana memberi tanggapan terhadap janji Arifin. Menurut Vio, usai mengunjungi makam Panglima Hitam dan makam Sultan Ibrahim Syah, nyaris tak terdengar ada solusi berarti dari Arifin sampai munculnya kasus lain. Walau akhirnya beberapa makam terselamatkan, peran Arifin sebagai Kepala Dinas Kebudayaan nyaris tak ada selain hanya berkunjung. Dinas yang ia pimpin lebih banyak mengurus soal tari menari, seminar-seminar dan seremoni belaka. “Kontra sekali antara janji dan apa yang dia buat. Dia bilang menyadari pentingnya menjaga benda-benda bersejarah. Tapi yang dia lakukan lebih banyak kegiatan yang bersifat pertunjukan, pamer. Seolah kebudayaan hanya tari-tarian dan seminar kebudayaan. Kalau begitu, tak perlu diberi nama Dinas Kebudayaan, tapi Dinas Selebriti,” kecam Vio. Dikatakan Vio, bukannya tari-tarian dan seminar tak penting. Tapi, harus ada skala prioritas yang mana harus diselesaikan segera dan yang mana bisa ditunda. “Persoalan menyelamatkan makam bersejarah ini harus cepat, tak boleh menunggu lama. Inilah bukti nyata adanya peradaban yang melahirkan kebudayaan di negeri ini. Kalau itu sudah hilang, sebesar apapun ruh kebudayaan yang digaungkan, nyaris tiada arti,” tegas Vio. Untuk janji Arifin yang kedua kali ini, Vio mencoba meyakini. Namun, apabila sama dengan janji pertamanya, “Sebaiknya Gubernur Kepri mempertimbangkan kembali menempatkan Arifin sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri,” tutupnya.(Mirza)

Sambungan

5 SENIN 04 FEBRUARI 2013

FKP UMRAH Miliki Fasilitas Labor Bernilai Rp9 M

FAKULTAS Kelautan Perikanan UMRAH sudah memiliki peralatan labor bernilai Rp9 miliar.

TANJUNGPINANG (PK) Dekan Fakultas Kelautan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Tengku Afrizal, mengatakan pengadaan laboratorium untuk fakultas tersebut sudah selesai dilaksanakan tahun 2012. Proyek ini, kata Tengku, menelan anggaran sekitar Rp9 miliar dari pagu anggaran yang disiapkan Rp11 miliar. “Proyek itu dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI,” terang Tengku, Jumat (1/2). Dijelaskannya, proyek ini adalah un-

tuk pengadaan alat-alat labor kelautan perikanan, dan bukan pembangunan fisik laboratorium. Adapun alat-alat labor tersebut diantaranya, perlengkapan selam, alat untuk mengukur tingkat oksigen dilaut, dan alat untuk penelitian kadar air di kedalaman, serta alatalat penelitian lainnya. “Semuanya ada kok. Kalau mau dicek saya tak keberatan untuk mengantarkan, sambil melihat-lihat alat labor Fakultas KP UMRAH,” ajak Tengku. Memang, kata dosen Universitas Riau (Unri) ini, yang gagal sebenarnya bukan alat-alat labor Fakultas KP, me-

lainkan pembangunan gedung berupa 60 Ruang Kelas Baru (RKB) di Dompak. Salah satu dari 60 gedung itu, nantinya akan dipergunakan sebagai laboratorium kelautan perikanan. “Oleh karena gedung itu gagal, makanya sampai sekarang alat-alat labor Fakultas KP masih ditaruh di Kampus Senggarang,” sebutnya. Ditanya mengenai gedung yang gagal tersebut, Tengku menjelaskan, sebenarnya itu bukan hanya milik Fakultas KP, melainkan milik UMRAH secara keseluruhan. Di tahun 2012 lalu, UMRAH mendapat bantuan pembangunan RKB baru di belakang gedung UMRAH Dompak yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Akan tetapi gedung yang sedianya dibangun 60 RKB itu tidak selesai, dan akhirnya UMRAH memutus kontrak perusahaan yang tidak bisa menyelesaikan kewajibannya itu di tahun 2012. “Anggaran yang sudah diserap sekitar Rp14 miliar, sedangkan realisasi fisik baru sampai di pembangunan struktur bangunan. Nampak RKB nya saja belum. Makanya langsung diputus kontrak,” tegasnya. Kini, sambung Tengku, pihak UMRAH mengajukan lagi permohonan bantuan ke Kemendikbud dalam rangka penyelesaian 60 RKB itu. Adapun besaran anggaran yang dibutuhkan untuk membangun total gedung tersebut sekitar Rp33 miliar. “Kami mengajukan lagi, tapi sampai sekarang belum ada jawaban dari Kementerian Keuangan (Kemkeu) yang menelaah permohonan bantuan tersebut,” ujarnya mengakhiri.***

Ambisi Para Pengikut Sambungan dari halaman 1 pengikut itu mengakibatkan pergesekan di level menengah di kabinet SaniSoerya. Sesama “the boys” akan bersaing untuk mendapatkan jabatan penting yang diinginkan. Tentu saja, ambisi itu akan semakin dekat rasanya jika bos mereka benar-benar memegang “tongkat komando” pemerintah di Provinsi Kepri. Memang, persaingan itu tidak terlalu kentara di mata publik. Namun sejumlah nama sudah beredar di kalangan pejabat Pemprov Kepri yang dipersiapkan untuk menduduki jabatan-jabatan tertentu. Misalnya, posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri saat ini, Suhajar Diantoro yang dikenal sebagai

“orangnya” Sani, posisinya bakal segera bergeser kepada orangnya Soerya. Sejumlah nama beredar menjadi calon pengganti Suhajar, diantaranya adalah Naharuddin yang saat ini menjabat sebagai Kadispenda Provinsi Kepri. Itu baru satu posisi Sekda. Masih ada sejumlah posisi jabatan di eselon II dan III yang juga mencari incaran para follower. Namun Zamzami berharap, persaingan para pengikut ini jangan sampai menciptakan iklim kontraproduktif di tengah-tengah birokrat Kepri. Kepemimpinan duet 2 HMS harus seiring sejalan dan kompak sampai akhir masa jabatan 2015 mendatang. Ditambahkan Zamzami, secara pri-

badi sebagai masyarakat, saya bersyukur kalau isu yang pernah beredar mengenai adanya konflik kecil diantara kedua pemimpin Kepri itu hanya sekadar isu belaka. “Sebab, kalau pemimpin sudah tak sejalan, pasti pemerintahan jalan di tempat,” tegasnya. Karena energinya akan habis untuk persaingan dua kelompok besar, dimana ada pejabat di yang berada di belakang barisan Sani dan ada kelompok di barisan Soerya. “Saya yakin, yang akan muncul persaingan tidak sehat. Dan akhirnya mereka lupa pekerjaan membenahi kesejahteraan masyarakat Kepri, yang pada 2010 lalu menitipkan amanah kepemimpinan kepada Dua HMS,” tambah Zamzami. (sas)

”Supersemar” untuk Soerya Sambungan dari halaman 1 lalu. Pada periode itu, Sani meninggalkan sebuah “Supersemar” berupa mandat kepada Soerya untuk menggantikan posisinya sebagai orang nomor satu di Kepri. Kepada pers, Soerya mengungkapkan, Gubernur Sani berangkat ke Eropa bersama rombongan Presiden SBY. Beliau juga bilang akan cek kesehatan di Jerman. Karena itulah, diterbitkan keputusan, bahwa saya sebagai wakil menjalankan tugas gubernur seharihari, sampai beliau kembali ke Tanjungpinang. Selama memegang mandat itulah, Soerya banyak melakukan kegiatan aktivitas safari ke sejumlah pulau di Anambas, Natuna dan kawasan lain di Kepri. Lalu, kegiatan itu di-follow up dengan galery foto di beberapa koran lokal terbitan Kepri. Sehingga, membangun opini publik bahwa Soerya lebih aktif melakukan kegiatan “blusukan”

melintas perbatasan dibandingkan Sani yang sudah sepuh. Ini memang bukan “training” Soerya menjadi Gubernur Kepri. Ini murni karena Sani memang sakit di lehernya. Bahkan, sepulang dari Jerman, Jum’at, 7 Desember 2012, Sani langsung mengumpulkan seluruh pejabat di lingkungan Pemprov Kepri. Penulis buku “Untung Sabut” itu pembantunya didampingi istri, Ny Aisah Sani, dan wakilnya Soerya Respationo, menuturkan perihal gangguan kesehatan yang sudah dideritanya selama 10 tahun terakhir. Lalu, dari hasil konsultasi dengan dokter, Sani memutuskan menjalani terapi di Hanover Jerman. Setahun lalu, memang keadaan saya terlihat cukup prima. Namun, leher saya mulai terganggu. Pinggang saya terganggu. Saya agak sulit menoleh ke kanan. Gangguan ini sangat terasa saat saya naik atau turun tangga. Dari hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Sani mengalami

penyempitan pada saraf punggung yang disebabkan oleh tulang yang tumbuh, kemudian menekan saraf belakang. “Saya sempat menjalani pengobatan akupuntur. Namun, itu belum menyembuhkan. Maka saya lalu berkonsultasi pada dokter di Mounth Elizabeth - Singapura dan dokter di rumah sakit Mahkota Melaka serta prof dr Hilman, teman SMA saya. Mereka anjurkan supaya segera dioperasi,” tutur Sani ketika itu. Setelah sepakat dengan keluarga saya, tambah Sani, akhirnya diputuskan untuk dilakukan operasi di International Neuroscience Institute (INI) di Hanover Jerman. Syukurlah, operasi berjalan lancar dan Sani pun kembali sehat. Itu artinya “Supersemar” Sani untuk Soerya harus segera dicabut dan “tongkat komando” harus segera dikembalikan kepada Sani. “Supersemar” Sani tak sesakti dengan Supersemar Pak Harto yang misterius itu. Hingga hari ini. (sas)

Kisah Djodi, ”Pemilik” Separuh Pulau Bintan, Penyelamat ”Wibawa” Pemko Tanjungpinang Sambungan dari halaman 1 membuka blokir tersebut. Bahkan ketika polisi dan anggota dewan turun tangan, Djodi pun tak bergeming. Sampai Selasa (29 Januari 2013), ketika Ketua FKB Oktavio Bintana meninjau makam bernilai sejarah bersama polisi, blokir itu masih ada meski masih bisa dilewati mobil. Blokir itu seperti dinding kandang ayam berbentuk pagar. Kayu-kayunya terlihat rapuh, tapi terkesan angkuh; kontras dengan megahnya jembatan yang kini menjadi lokasi wisata masyarakat Tanjungpinang itu. Tak jauh dari pagar-pagar berkayu lapuk itu, ada sebuah showroom mobil yang juga mewah. Tapi menjadi tak bernilai karena blokir Djodi belum dibuka. Djodi mengklaim, separuh jalan aspal yang dibangun pemerintah menggunakan duit rakyat itu adalah tanah miliknya. Seorang penjaga lahan milik Djodi mengaku hanya menjalankan perintah untuk memagari lahan tersebut. “Saya disuruh Pak Djodi untuk memagari sebelum proses ganti rugi selesai pagar ini tidak boleh dibongkar,” katanya. Harus dibilang wow gitu? Luar biasa. Seorang Djodi dan kepentingannya mengalahkan kepentingan pemerintah dan masyarakat banyak. Atas tindakannya memblkoir fasilitas umum ini, mantan Kepala Polres Tanjungpinang AKBP Suhendri sempat berencana memanggil Djodi untuk diproses secara hukum. Menurut Suhendri, Djodi berpotensi melanggar peraturan yang berlaku. Namun, belum sempat itu terjadi, Suhendri lebih dulu “di-

panggil” untuk jabatan baru. Dia digantikan AKBP Patar Gunawan. Sebagai “orang baru” di Polres Tanjungpinang, masalah ini tentu menjadi PR bagi Patar. Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah juga mengeluarkan ultimatum agar Djodi segera membuka blokir tersebut. Ultimatum itu dikeluarkan pada Sabtu 26 januari 2013. Hanya tiga hari, berarti sampai tanggal 29 Januari. Jika ultimatum tak diindahkan, wali kota mengancam masalah ini akan dibawa ke jalur hukum. Hanya saja, sampai Selasa 29 Januari 2013 pukul 17.00 WIB, sebagaimana tenggat yang diberikan itu, pagar berkayu lapuk tersebut masih menjadi pengganggu meski untuk sebuah mobil bisa melewatinya. Kesadaran Djodi “Selamatkan” Wibawa Pemko Tanjungpinang Pengusaha Djodi Wirahadikusumah akhirnya “tunduk” terhadap ultimatum Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. Rabu (30/1), dia dengan sadar merobohkan sendiri pagar blokir menuju Jembatan Engku Putri Raja Hamidah, belakang RSU Provinsi Kepri, Batu 8 Tanjungpinang. Sebagaimana sebelumnya, wali kota mengeluarkan ultimatum agar Djodi merobohkan blokir yang terpasang sejak Desember 2012 lalu. Ultimatum itu berlaku tiga hari dari 26 sampai 30 Januari. Jika Djodi tak merobohkan blokir yang menggangu fasilitas publik itu, dia akan berhadapan dengan hukum. Sebelumnya Djodi berkeras mempertahankan pagar itu dengan alasan pembangunan jalan berada diatas lahan miliknya. Sempat pula terjadi ketegangan

antara anak buah Djodi dengan Satpol PP dan anggota DPRD yang mendesak agar pagar itu dirobohkan. Sesuatu yang berbeda pada Rabu (30/ 1). Tak ada ketegangan, tak juga ada perlawanan. Pagar blokir itu dirobohkan orang bayaran Djodi tanpa dibantu Satpol PP. Djodi yang terkenal sebagai pengusaha lahan ini menunjukkan sikap bijak dan taat sebagai warga negara; mengalah demi kepentingan umum. Atas kesadaran Djodi ini, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengucapkan terima kasih karena telah sadar. “Ini fasilitas bukan untuk saya, tapi untuk seluruh masyarakat Tanjungpinang,” kata Lis ketika meninjau lokasi itu. Lis mengatakan, soal Djodi yang mengklaim lahan itu miliknya, dibicarakan nanti. Akan ada perundingan atau sekiranya kesepakatan tak tercapai, bisa saja masalah ini diserahkan ke pengadilan. “Yang paling penting, akses publik ini tak terganggu. Tak perlu ada arogansi, sebab pemerintah bisa saja lebih tegas dari itu,” kata Lis. Lis berencana mengundang Djodi untuk menyelesaikan permasalahan ini. Menurutnya, tak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan musyawarah. Setelah pembongkaran ini, aktivitas lalu lintas dari dan menuju Jembatan Gugus sudah lancar. Kayu pagar yang terlihat rapuh namun angkuh itu tidak lagi menjadi perusak pemandangan. Ultimatum Lis Darmansyah yang dilantik 16 Januari lalu itu juga menyelamatkan wibawa dan marwah Pemko Tanjungpinang pasca arogansi Djodi Wirahadikusumah memblokir akses jalan umum. (Mirza)


6 SENIN 04 FEBRUARI 2013

Seni & Budaya

SEKOLAH SEBAGAI WADAH P

OLEH : Riki Utomi

Kecil Nafas Teater

ERTAMA-tama mengapa saya sebutkan sekolah? Hal ini tak bukan adalah karena sekolah sebagai wadah untuk menggerakkan segala aktivitas yang ada. Salah satunya adalah aktivitas yang bersifat dunia seni pertunjukan, teater. Sekolah juga dapat membentuk karater positif dari manusia sebagai pembelajar. Setidaknya minat dan bakat dapat tersalurkan dengan baik dengan wadah-wadah alternatif yang ada di sekolah. Berbicara masalah teater dalam tulisan sederhana ini adalah sebagai bentuk untuk sedikit “peduli” pada dunia teater. Saya melihat bakat dan minat siswa mesti ada yang harus mengembangkannya karena di dalam diri siswa pasti ada sebuah harapan yaitu kemampuan potensinya. Tinggal sejauh mana peran pelaku dan penggiatnya untuk membentuk dan mengangkat potensi yang dimiliki siswa itu tersalurkan. Dunia teater, khususnya Riau pada hari ini, telah berangsur-angsur menunjukkan sebuah geliat positif dalam arti telah menggairahkan. Kita dapat mengikuti beberapa pertunjukkan teater yang digelar seperti di Taman Budaya, Gedung Seni Idrus Tintin, atau tempattempat lain di mana ada nafas-nafas seni yang peduli dengan dunia seni peran ini. Tapi dari semua itu, sebenarnya masih sebuah kegelisahan. Kegelisahan disini dimaksudkan adalah sebagai bentuk tindak-tanduk dari semua komponen. Teater pada satu sisi adalah sebuah seni yang mana sangat dominan bergerak pada naluri. Insting yang menjadikan manusia mau untuk menemukan dirinya dalam realitas kehidupan itu sendiri karena teater adalah tiruan dari kehidupan itu sendiri. Ini sangat memungkinkan untuk manusia memiliki rasa rentan terhadap perasaannya. Akan dapat mengajak

manusia itu sendiri melihat, merasakan, dan menyentuh. Hal tersebut dapat menjadi sebuah realitas yang mesti kita perhitungkan. Mengingat hal tersebut akan membawa dampak panjang pada kesenian di Riau itu sendiri. Ini berarti banyak tuntutan yang harus kita benahi dan pikirkan. Hal tersebut membuktikan selain mencari sesuatu yang bermanfaat dari dunia teater semakin jauh dalam bentuk aktivitas itu sendiri. Meneropong bakat terpendam Menggali potensi memang bukanlah hal yang mudah. Setiap individu—siswa, dalam hal ini tentu memilikinya. Dalam hal ini diharapkan ada hal-hal yang mengarah ke masalah dunia seni, khususnya teater. Hal tersebut dapat tersalurkan seperti adanya sanggarsanggar yang ada di sekolah. Disinilah letak salah satu nafas teater. Keberadaan sebuah sanggar (ini juga bergantung pelaku seni) menunjukkan hidupnya aktivitas seni yang ada dalam wadah pendidikan, sekolah. Keberadaan sanggar sangat membantu terbentuknya karakter kemampuan siswa dalam mengembangkan otak kanan yang berfungsi menciptakan karya-karya seni. Kemampuan seni—salah satu teater— bergelut dan bergumul di sisi otak kanan. Disinilah secara jauh penggalian bentuk kemampuan siswa di bidang seni teater dapat digali. Ini tidak jauh dari peran sekolah yang terut ‘peduli’ untuk menciptakan nuansa-nuansa pembelajaran seni yang bergairah. Maka, keberadaan sebuah sanggar sangat memungkinkan untuk terwujudnya harapan-harapan pelaku seni yang peduli pada seni, khususnya teater. Kita dapat merasakan sebuah nuansa yang baik dari hal-hal seni pertunjukan ini. Maka, sekolah yang sebagai wadah tempat terbentuknya bakat-bakat ini tentu mengambil peran

yang penting. Maka, peran dari semua pihak tidak menutup kemungkinan turut mengambil peduli. Katakanlah sekolah memberikan kesempatan kepada penggiat seni (teater) untuk dapat bekerja sama dengan sekolah, semisal sastrawan tempatan atau orang-orang yang telah berpengalaman di bidang tersebut untuk mau berbagi pengalaman dan pengetahuan pada siswa. Juga peran dewan kesenian yang mungkin ada di tiap daerah tersebut untuk memberi fasilitas dan kerja sama dengan sekolah. Ini tentu sebuah hal positif yang menggairahkan bagi perkembangan kesenian teater. Dengan adanya peran dari berbagai pihak yang berkecimpung dalam bidang seni tersebut bekerja sama dengan sekolah tentu akan membawa dampak positif yang dapat mengembangkan bakat-bakat terpendam. Selain itu tentu mesti ditunjang oleh semangat dari masing-masing penggiat itu dalam menjaga sikap kontinyu dalam mengarahkan pelatihan-pelatihan itu. Ini penting mengingat ada bakat-bakat terpendam tentunya yang harus digali dari diri siswa, meski tidak semua, tetapi dalam ruang lingkup sekolah hal itu juga alternatif yang terang untuk menunjukkan langkah awal bahwa bakat-bakat mereka dapat tersalurkan. Penulis melihat dari pengalaman ketika menyaksikan helat-helat seni yang dilakukan di daerah penulis tinggal, beberapa sekolah memang ada yang menunjukkan kemampuan dalam hal tersebut. Sebuah sanggar seni yang ada teater di dalamnya seperti Sanggar Tuah Selat dari SMA Negeri 1 Tebingtinggi dan Sanggar Tiram Bertuah dari MAN Tebingtinggi, Selatpanjang, sedikit banyak sebagai contoh dimana sekolah bisa menjadi wadah menyalurkan bakatbakat seni pertunjukan itu. Kedua

sanggar di Selatpanjang itu, cukup memiliki gema dalam setiap helat seni dalam menampilkan karya-karya mereka. Hal di atas memang tidak mudah untuk merealisasikannya. Menghidupkan dunia seni pertunjukan tidak segampang menghidupkan aktifitas seperti olahraga atau aktifitas yang bersifat eksakta. Ada hal-hal yang harus dilihat lebih jauh ke depan. Lebih jauh terarah yang harus kita yakini bahwa dunia seni khususnya pertunjukan juga memberi andil besar dalam mendidik manusia menjadi peka terhadap lingkungan dimana dia berada karena seni petunjukan (teater) juga adalah sebagai pencerminan sikap-sikap manusia. Bukankah kita dapat berperan menjadi apa saja dari peran-peran yang apik? Dengan teater seseorang dapat memberi ide, harapan, pandangan, juga kritik-kritik sosial yang mungkin hal itu tak dapat diungkapkan oleh bidangbidang lain. Ini tentu sebuah keunggulan bagi sekolah yang memiliki sikap menghargai tinggi kegiatan yang bersifat pertunjukan seni peran tersebut. Dari semua itu tentu merupakan tantangan besar bagi sebuah sekolah dan juga orang-orang penggiat seni pertunjukkan tersebut atau lembaga-lembaga seni yang ada di daerah untuk menyikapi pertumbuhan dan perkembangan teater, karena seni teater juga sebuah karya berestetika tinggi. *** Selatpanjang, Januari 2013 Riki Utomi peminat dan penikmat seni pertunjukan. Pernah berproses di FLP Riau. Sejumlah karya telah dimuat Lampung Post, Suara Merdeka, Padang Ekspres, Sabili, Batam Pos, Haluan Kepri, Riau Pos, dan terangkum dalam antologi bersama. Diundang dalam baca sajak Penyair Jemputan Serumpun 2012 oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Tinggal dan berkarya di Selatpanjang.

Pengemis yang Bertandang di Pagi Gerimis

OLEH: Musa Ismail adalah sastrawan Riau dan staf mengajar di SMAN 2 Bengkalis. Karya-karyanya telah dimuat di berbagai media massa. Bermastautin di Bengkalis. SEORANG lelaki tua bersongkok hitam datang bertamu di pagi sepi. Panas matahari baru saja menyoroti penjemur pakaian yang dibuat suamiku dekat samping rumah. Kalau tak salah ingat, hampaian itu sudah ketiga kali diganti oleh suamiku karena keboi. Aku menjemur pakaian di sana. Lelaki tua itu langsung menghampiriku. ”Salam dulu, Buk!” disodorkan tangan kanannya ke arahku. Aku mundur beberapa langkah karena kaget. Rasa curiga menahanku untuk menyambut tangannya. ”Maaf, Pak. Tangan saya kotor. Tunggu sebentar,” aku berkilah dan langsung ke rumah tetangga. Terus terang, aku takut masuk ke rumah karena jalan ke pintu terhadang oleh tubuhnya yang tidak begitu ceking. Sebenarnya, aku juga takut dihipnotis. Maklumlah, beberapa waktu lalu, Hamidah kawanku, dihipnotis seseorang melalui salaman. Tanpa sadar, semua perhiasan yang dipakainya ketika itu ”disedekahkannya” begitu saja kepada penipu keparat itu. ”Buk, mengapa Ibuk ke rumah tetangga,” lelaki itu protes pula,”mengapa tak masuk ke rumah Ibuk?” Aku diam. Bergegas langkahku menyelinap ke rumah Kak Ida, tetangga kami. Degup jantungku tak beraturan. Mukaku agak pucat juga. Pagi itu, aku tinggal sendirian. Suamiku, sebagai seorang guru, pagipagi sudah berangkat ke sekolah untuk mencerdaskan anak bangsa. ”Isna kenapa,” tanya Kak Ida agak heran. ”Ada lelaki tua. Saya ketakutan.” Untung saja, di pagi itu, suami Kak Ida masih di rumah. Aku minta tolong kepada mereka bagaimana caranya agar lelaki tua yang mencurigakan itu segera pergi. Aku mengintai dari daun tingkap rumah Kak Ida ketika suaminya menuju lelaki tersebut. ”Bapak mau apa?” sapa suami Kak

Ida sopan. ”Sebenarnya, saya hanya minta sedekah. Saya dari jauh, tak punya siapa-siapa dan tak punya apa-apa,” wajahnya sedikit berubah dan memelas. Iba sekali hatiku mendengar kata-katanya. ”Tapi, mengapa dia harus berlakon begitu?” bisik otakku meragukan. ”Kalau gitu, ini uang Rp10.000. Lain kali, Bapak tak perlu bertingkah aneh begitu.” ”Bertingkah aneh? Bapak tidak bertingkah aneh,” matanya menyipit. ”Kalau tingkah kita mengecutkan orang lain, itu artinya kita aneh. Bagaimana mungkin orang bisa simpati.” ”Kalau gitu, saya mohon maaf. Terima kasih. Permisi!” ”Tunggu dulu, Pak!” aku menghentikan langkahnya. ”Ini saya tambah Rp10.000. Maafkan saya karena curiga.” ”Maafkan saya juga karena sempat membuat Ibuk ketakutan. Terima kasih!” Lelaki itu berlalu bersama duit Rp20.000. Kulihat wajahnya cerah. Kuduga-duga, kembang di hatinya merekah dan menyembulkan aroma wangi. Aku menarik napas lega. Aku tengok pak tua itu ceria dengan duit hasil jerih payahnya hari ini. Aku kembali menjemur pakaian yang sempat terkendala oleh kecurigaanku. Dadaku terasa plong. Lapang di hatiku, rasanya tak bertepi. Sepertinya, aku sudah terlepas dari sebongkah kesalahan ketika memberikan sedikit rezeki kepada pak tua itu. Aku tak tahu, apakah pak tua itu benar-benar merasa senang dengan pemberian suami Kak Ida dan pemberian dariku. ”Kita masih beruntung didatangi pengemis. Suatu saat, akan tiba masanya, tidak ada lagi pengemis. Kita tidak bisa memberikan apa-apa kepada orang lain. Ketika itu, terasa hidup kita tak akan berguna bagi orang lain,” begitu kata suamiku dari ceramah agama yang pernah didengarnya. Karena itulah, aku selalu ingin memberikan kepada peminta seadanya, sesuai kemampuanku. Terus terang, aku tak mau seperti tetanggaku, Suriana. Ibu beranak tiga ini selalu saja beralasan tak berduit jika pengemis tiba di mulut rumahnya. Bahkan, dia sampai hati mendiamkan dirinya di dalam kamar ketika pengemis di luar memanggilmanggil. Celakanya lagi, kadang dia berlakon sebagai pembantu rumah tangga. ”Maaf, Pak. Tuan rumah lagi pergi,” katanya kepada pengemis suatu ketika. Itu sudah beberapa kali dilakukannya. Setelah ucapan itu, pengemis pun berlalu membawa kekesalan yang amat berat. Suriana tak pernah tahu soal beban kekesalan yang dikarenakan oleh dirinya. Yang dia tahu, hanya mengirit duit agar tidak meloncat ke kantong orang lain, apalagi kepada pengemis. Dalam

Cerpen Musa Ismail *) matematiknya, memberikan duit kepada pengemis atau orang lain berarti mengurangi kekayaan harta. Dalam pikirannya, itu sangat berbahaya. Bisa mengancam dan memicu persoalan dalam keluarganya. Suamiku terkejut mendengar ceritaku tentang tetangga kami. ”Apa dia tak tahu tentang keajaiban sedekah?” suamiku bertanya. ”Tak mungkin, Bang. Adik rasa, sesuatu perasaan negatif telah mendera jiwanya. Dia itu ’kan sarjana agama. Jadi, tak mungkin tak paham soal sedekah,” aku menimpa pertanyaan suamiku. ”Kadang-kadang, ada yang tak mengetahuinya. Manalah tahu?” Aku kisahkan lagi tentang sikap tetanggaku itu kepada suamiku. Kalau pengemis datang ke rumahnya, Suriana menghantamnya dengan seribu pertanyaan. Perempuan itu bagaikan wartawan. Macam-macam pertanyaan disodorkannya sehingga pengemis itu lemas. ”Maaf, ya,” begitulah ujung-ujung perkataan yang keluar dari mulut Suriana setelah memberondong pengemis dengan berbagai pertanyaan laksana polisi menginterogasi penjahat. Tak sepeserpun duit diberikannya kepada pengemis itu. Kasihan sekali. Sebagai tetangga, aku merasa berkewajiban memberikan pandangan kepada Suriana. Sering juga aku bertandang ke rumahnya. Yang jelas, bukan mau menggunjing orang lain, tetapi ingin mengubah pandangannya tentang sedekah dan pengemis. Suatu ketika, aku ceritakan saja pengalamanku pada pagi ketika sedang menjemur pakaian. Aku ingin mengatakan padanya bahwa tidak semua pengemis itu busuk hati. Sama juga seperti kita, tidak semuanya baik hati. Suriana selalu saja menangkis pendapatku dengan hal-hal yang telah menyumbat urat saraf di otak, terlebih di hatinya. ”Pengemis itu tak bisa diberi hati. Mereka itu orang-orang malas yang hanya mau mengaut harta orang lain dengan jalan mudah. Menjadi pengemis bukan suatu pekerjaan. Itu suatu penyakit. Kalau dibiarkan atau kalau kita memberikan uang, berarti kita tak mau menyembuhkan penyakit itu. Atau, sama saja menyuburkannya. Wajar saja kalau pengemis bertambah banyak sebab kita terlalu memanjakan mereka. Apalagi kadang-kadang, alasan mereka tak masuk akal,” penjelasan Suriana yang masuk di akal juga. ”Tapi, memberikan uang kepada pengemis jangan memperhatikan hal-hal lain. Berikan saja apa adanya,” aku berkilah. ”Isna, percayalah, pengemis akan berduyun-duyun ke rumahmu karena kau tak pernah mempersoalkan kedatangan mereka. Aku tahu akan kesucian niatmu. Kau akan berikan

siapa saja pengemis yang datang walaupun cuma beberapa ribu rupiah. Tetapi, apakah mereka ikhlas menerima pemberian darimu?” ”Itu tidak penting, menurutku. Yang paling penting, keikhlasan itu justru harus dari pemberi.” Aku teringat suatu ketika. Kebetulan aku lagi bulan tua, pengemis yang datang kuberikan Rp5.000. Aku mendengar gerutuannya. ”Heh, payah,” suara pengemis itu kesal. Aku hanya geleng kepala. ”Apa kau tidak curiga duit itu digunakan untuk dirinya?” ”Itu pun tak penting. Yang terpenting, aku berniat bersedekah. Untuk pribadinya atau untuk anak yatim, silakan saja.” Aku tahu juga bahwa beberapa pengemis yang datang ke rumahku, tidak semuanya berniat elok. Dari cara dan tingkah lakunya, aku dapat menebak bahwa beberapa di antaranya hanya berpura-pura membawa bermacam surat untuk memungut sumbangan. Tetapi, duit yang diperoleh mereka gunakan untuk kantong pribadi. Tingkah mereka tak ubahnya seperti para koruptor juga. Bahkan, ada yang datang dari luar provinsi yang cukup jauh. Kalau diperkirakan untuk biaya perjalanan saja, uang hasil pungutan sumbangan itu tak mungkin mencukupi. Aku berupaya melepaskan pikiranku dari semua teror-teror setan itu. ”Kau akan tahu betapa nikmatnya berbagi setelah kau menyisihkan sebagian kecil harta kita untuk orang lain. Secara matematika kita, harta memang akan berkurang. Tetapi, itu tidak berlaku di depan matematika Allah. Sebenarnya, berbagi itu bukan sesuatu yang susah. Cuma, hati kita selalu dibatasi oleh suatu dinding yang sangat dahsyat gelapnya,” aku berbicara seperti seorang ustazah. Geli juga hati kadang-kadang bercakap seperti itu. Semua itu, demi untuk mengubah pola pikir tetangga dekatku. ”Hatiku selalu ragu ketika mau memberi pengemis. Sepertinya, tak mau terima kehadiran mereka di muka pintu. Kadang-kadang, aku benci melihat wajah mereka yang berpura-pura susah itu,” ketus Suriana menyilang penjelasanku dengan air muka agak sedikit kusut. ”Isna, sudah dulu bual kita. Biasanya, waktu segini pengemis lewat sini. Aku tak mau terserempuk dengan mereka. Mual,” Suriana cepat-cepat masuk rumah dan menutup pintunya. Aku hanya aneh melihat kelakuannya. Tetanggaku ini benar-benar telah dihantui hati dan pikirannya sendiri. Dari kejauhan, seorang pengemis sedang mengetuk pintu rumahnya sambil menebar salam. Tak ada jawaban salam terdengar dari dalam rumah mewah itu. Kekosongan melintas-lintas dan menyusupi melalui ruang-ruang

angin hingga ke dapur tetanggaku. Pengemis itu berlalu dengan kekosongan harapan. Aku pun heran mengapa dia tak singgah ke rumahku. *** Ramadan baru tiba bertamu dengan senyum. Aku tahu ini perjalanan rutinnya setiap satu tahun. Ke rumahku, dia tak pernah alpa. Bagaimana pun keadaannya, Ramadan tetap akan menyempatkan langkahnya ke gubuk ini. Selain sahabatku, dia pun sahabat terdekat suamiku. Kami sudah seperti kakak beradik yang tak bisa dipisahkan. Aku dan suamiku baru sekali singgah ke rumahnya yang penuh cahaya. Hari ini, baru pertama kali juga dia bertandang ke rumah kami yang baru ditempati sebelum puasa ini. ”Inilah gubuk baru kami. Semoga kau selesa,” sapa suamiku akrab. ”Itu jangan kaurisaukan. Aku tak pernah memilih. Tapi menurutku, rumah ini betul-betul memancarkan kebahagiaan. Kalian bahagia sekali kelihatannya tinggal di rumah ini,” Ramadan senyum. ”Alhamdulillah.” ”Tentu bukan karena harta, ’kan? Sebab, aku merasakan sesuatu yang lain di rumah ini. Suatu kebahagiaan yang jarang diperoleh oleh orang lain.” ”Ah, kau bisa saja. Tapi, semua itu berkat nasihatmu setahun lalu. Alhasil, kebahagiaan kami ini akan sompek kalau tak mau lagi berbagi.” ”Apalah artinya diri kita jika hanya bercokol pada diri sendiri. Kemanusiaan sejati hanya akan kita peroleh seandainya kehidupan ini kita hiasi dengan berbagi. Kebahagiaan orang lain adalah kebahagiaan kita juga. Derita orang lain, juga derita kita. Kalau sudah sampai pada keadaan ini, kita akan meraih kebahagiaan yang tak dapat kita bayangkan sebelumnya. Semuanya akan di luar dugaan kita,” suara Ramadan berat mengeluarkan kalimat-kalimat bijak. Ramadan hanya sebulan bertandang ke rumah kami. Aku dan suami senantiasa senyum bahagia menyambut kedatangannya setahun sekali. Aku dan suami selalu merinduinya. Kerinduan kami padanya—terkadang—meluap-luap. Sama halnya dengan kerinduanku pada dua tanah suci. Ramadan sudah kami anggap seperti Kakanda kandung yang sering membawa secangkir air mineral di tengah kekeringan batiniah. Kalimat-kalimat yang keluar dari mulutnya penuh dengan nasihat-nasihat yang membuat jiwa menjadi kenyang dan segar. ”Ingat. Setiap kedatangan ke rumah, aku hanya membawa satu buah tangan, yaitu kejujuran. Di negeri ini, kejujuran sudah kian lebam. Karena itu, kejahatan bisa terjadi di mana-mana, bahkan di berbagai setrata kehidupan sosial,” masih terngiang ucapannya sebelum dia berangkat ke negeri seberang beberapa hari lalu.

Seperti biasa, pagi-pagi aku dan Suriana selalu bertemu di kedai Wak Rahman. Dua hari lagi, Idul Fitri menjelang. Itu artinya bulan Ramadan pulang. Kalau panjang umur, setahun lagi baru berjumpa. Biasalah, menyambut Raya semua ibu-ibu sibuk dengan urusan dapur. Macammacam yang hendak dibeli. Di kedai Wak Rahman, daging sapi tampak segar-segar. Terus terang, aku harus berhati-hati memilih daging karena sekarang banyak pedagang menjual daging bermasalah. Sebelum menentukan pilihan, aku akan membolak-balik daging yang akan dibeli. Namun di kedai pak haji ini, aku tak pernah sedikit pun was-was. Aku tahu betul bahwa orang tua itu taat sekali dengan Islam-Nya. Gerimis mulai turun. Tiba-tiba saja, seorang pengemis menghampiriku sambil mengulurkan tangannya meminta. Kebetulan, suamiku baru mendapat dana kesra dari pemerintah. Kuberikan saja dua-puluh ribu kepada pak tua itu. Uang yang kuberikan itu diciumnya beberapa kali. Aduh, ada perasaan puas ketika kulihat wajah pak tua itu benar-benar berseri menerima pemberianku. ”Semoga rezeki Ibu terus berlebih. Terima kasih,” katanya sambil berlalu dan membungkukkan badannya. Uang yang kuberikan dimasukkan ke kocek celananya yang lusuh. ”Semoga Bapak selalu sehat,” balasku dengan senyum. Langkahnya terhenti. Hujan lebat menderu tiba-tiba. Pengemis itu duduk bersimpuh di sisi tiang kedai. Entah apa yang mendorong, satu per satu ibu-ibu yang berbelanja di kedai Wak Rahman, memberikan sedekah kepadanya. Wak Rahman pun ikut bersedekah pula. Pak tua itu tampak heran tak percaya. Di tengah hujan lebat, dia diguyur hujan duit menjelang Raya. Melihat pemandangan aneh, Suriana menjadi heran. Kelebat risih menyerang dirinya. Batinnya berkecamuk dalam pertengkaran dahsyat: ikut bersedekah atau biarkan saja. Semua mata memandang ke arahnya. Wajar saja sebab hanya tinggal dirinya yang belum menyisihkan sedikit rezeki kepada pengemis itu. ”Ini, Pak,” Suriana menyodorkan uang lima-puluh ribu. Aku dan ibuibu yang lain terbeliak. ”Maaf, Bu. Bukan saya menolak rezeki. Tapi, ini sudah mencukupi,” pengemis itu memegang uang yang telah diperolehnya dari ibu-ibu yang lain, termasuk dariku. ”Apa masih kurang? Ini saya tambah lima-puluh ribu lagi,” Suriana gemas. ”Maaf, Bu. Saya permisi.” Pengemis berlalu dalam hujan yang sudah mereda. ”?” Tubuh Suriana tercakang tak bisa bicara. Matanya menatap pengemis tua itu yang menghilang dalam gerimis pagi. Lalu, tubuhnya rubuh. Kedai Wak Rahman heboh.***

Redaksi menerima kiriman naskah baik berupa essei, catatan kebudayaan ataupun laporan yang berkenaan dengan seni dan budaya. Kirimkan tulisan ke Email : redaksi@kepribangkit.com


Seni & Budaya

B

ERGERILYANYA warna lokal dalam khasanah sastra Indonesia tak dapat dimungkiri lagi. Entah kapan persisnya kegiatan ‘massif’ ini dimulai memang memerlukan banyak data dan fakta. Akan tetapi sesungguhnya warna lokal tersebut sudah muncul sejak dimulainya periode sastra Indonesia, misalkan kawin paksa dalam roman Siti Nurbaya. Karya Marah Rusli ini meskipun dalam warna lokal namun mampu menciptakan cita rasa nasional atau mungkin di luar Indonesia sendiri meskipun pengaruh politik kolonial ada dalam produk Balai Pustaka ini. Namun reformasi paling tidak telah menjadi gerbang pembuka untuk karya-karya cita rasa lokal ini. Sekarang coba kita lihat warnawarna lokal dalam sastra. Di satu sisi terdapat suatu demokrasi dalam sastra di mana setiap pengarang bebas merayakan semangat lokalitasnya. Namun di sisi lain juga terdapat pretensi penonjolan jati diri untuk diakui eksistensi. Kadang hampir mirip upaya Pemda/Pemprov yang mencari-cari atribut dan warna lokal untuk suatu komodifikasi. Dalam hal sastra sendiri warna lokal selain dari latar yang mengelilinginya juga terlihat dari idiom-idiom yang tidak ada atau diupayakan tidak ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia sehingga melahirkan catatan kaki yang bejibun. Budaya dan istiadat juga menjadi hal yang sangat dieksplorasi mengenai masyarakat itu sendiri. Sedangkan dalam segi tataran nilai selain terdapat upaya penonjolan identitas lokal juga terdapat upaya gugatan pada lokalitas itu sendiri. Hal ini bisa dilihat dari karya Suhunan Situmorang berjudul Sordam. Sebuah novel dengan warna suku Batak Samosir, Sumatera Utara. Dari judulnya memang kita sebagai orang awam atau bukan orang Batak akan bertanya-tanya, Apa itu Sordam? Kata itu sendiri adalah suatu alat musik dari bambu yang lebih besar dari alat tiup bambu biasanya. Namun penggunaannya adalah untuk memanggil arwah untuk masuk ke dalam tubuh orang yang memainkannya agar bisa berbicara dengan orang yang menghendaki. Sordam dimainkan oleh orang pintar atau dukun dengan dilengkapi tetek bengek mistik yang lain seperti jeruk purut, gambir, kapur sirih, pinang, arang dan kemenyan. Dalam novel ini Sordam digunakan untuk memanggil tokoh utama Paltibonar yang belum diketahui hidup atau mati. Hal ini dilakukan demi kepastian untuk mengubur jasad ibu yang telah lima hari kaku namun masih menunggu Paltibonar yang tak ada kabar selama dua tahun. Sedangkan secara keseluruhan cerita Sordam sendiri adalah kisah seorang putra Samosir bernama Paltibonar Nadeak yang merantau ke Jakarta dengan segala lika-liku kehidupan yang akhirnya meninggal dalam kerusuhan Partai Banteng sebelum reformasi. Dari segi bahasa tampak sekali warna lokalitasnya sehingga orang yang tak tahu bahasa Batak sedikitpun akan berkerut. Namun fokus penonjolan warna lokalitas sendiri kebanyakan hanya pada kata, hanya sebagian kecil sekali yang berbentuk kalimat. Warna yang sangat khas yang dapat dilihat dari novel ini ialah cara pemanggilan seseorang dan

NOVEL

SEMARAK LOKALITAS

dalam Sastra

sebutan untuk seseorang sesuai dengan kedudukannya. Beberapa di antara panggilan itu adalah Namboru, Inangtua, Ompu, Nabolon, Inanta, Amani, Sintua, Amanguda, Amangtua, Ompung, Dahahang dan masih banyak yang lainnya digunakan dalam novel ini. Sedangkan contoh panggilan untuk suatu kedudukan seperti ‘Saurmatua’ untuk orang yang telah memiliki anak yang telah menikah semuanya dan apabila meninggal akan lebih dihargai karena berketurunan banyak adalah simbol kedigdayaan yang dikenal dengan istilah ‘Hagabeon’. Selain itu kata berwarna Batak terdapat pada nama benda dan peristiwa seperti Sordam itu sendiri, ulos dan berbagai macam jenisnya, uortor, gondang sabarungan, ogung, dan lain sebagainya yang dapat dilihat artinya di novel ini. Dari segi tataran nilai ada suatu budaya yang ingin ditonjolkan sebagai manusia Batak dalam novel ini. Salah satunya adalah budaya merantau untuk menempuh pendidikan. Walaupun tujuan utamanya adalah untuk kehidupan yang lebih baik, namun dominannya Masyarakat Batak merantau untuk bersekolah atau kuliah. Berbeda dengan suku-suku lain seperti Minang yang umumnya untuk mencari rezeki dengan berdagang ataupun orang Jawa yang pergi untuk bekerja. Latar belakang merantau sendiri berangkat dari kondisi alam Samosir sendiri yang tidak begitu memberikan penghidupan bagi penduduknya. Di balik keindahannya Danau Toba tak pernah memberikan ikan yang berlimpah dan Pulau Samosir yang berbukit-bukit itu hanya cocok ditanami tanaman keras dan rumput ilalalang. Sehingga mau tak mau harus diupayakan kehidupan yang lebih baik, namun tidak dengan mencari penghasilan langsung, dibutuhkan suatu jembatan yakni pendidikan. Pentingnya arti

Oleh: Bayu Agustari Adha pendidikan sendiri sebagai nilai bagi masyarakat Batak dipengaruhi oleh misionaris Jerman Nommansen yang selain meng-Kristen-kan masyarakat Tapanuli namun juga menanamkan nilai-nilai pendidikan melalui misi pencerahannya, tidak seperti misionaris negara lainnya yang hanya menganggap masyarakat Tapanuli sebagai objek ‘Gospel’nya. Budaya orang Batak juga menjadi hal yang ingin digambarkan dalam novel ini. Menyangkut masalah pendidikan, budaya orangtua adalah mementingkan anaknya untuk bersekolah tinggi, tak peduli dengan apa akan dibiayai uang kuliah. Seperti pada tokoh utama Paltibonar yang orang tuanya hanyalah seorang petani bawang. Jika dilihat secara logika, takkan mampulah mereka membiayai, namun dengan perjuangan yang keras mereka tetap berhasil membiayai anak mereka. Dalam hal seksualitas, masyarakat Batak melihat itu sebagai hal yang tabu sekali. Apabila ada pembicaraan ke arah itu, maka akan dianggap tidak sopan. Apabila ada hamil di luar nikah merekapun menganggap itu sebagai aib dan tak bisa menikah di gereja HKBP. Dalam pernikahanpun seks bukanlah tujuan yang utama, karena yang menjadi hakikat pernikahan adalah untuk keturunan, pencarian nafkah dan adat. Sangat jarang kasus perceraian akibat ketidakpuasan seksual meskipun ada yang mengalami. Di samping ingin menonjolkan nilai lokalitasnya, karya ini juga memuat gugatan terhadap warna lokalnya sendiri. Hal ini bisa dilihat dari resistensinya terhadap ritual adat dalam upacara kematian dan tata cara penentuan perkawinan. Juga terdapat kegelisahan terhadap situasi terkini dan profesi yang umumnya digeluti

orang Batak yakni Pengacara. Dalam perlawanannya terhadap prosesi ritual adat yang telah berlangsung lama, tentu ini dipengaruhi oleh pendidikan yang lebih menanamkan rasionalitas dalam berfikir dan cenderung matematis. Hal ini menjadi simpul terbalik di mana akhirnya pendidikan yang didapat dan diidamkan oleh para orang tua akhirnya malah menjadi senjata yang akan mencoba mendekonstruksi tatanan adat. Dalam upacara kematian sendiri terdapat narasi yang memperlihatkan sudut pandang narator bermakna sindiran atas peristiwa yang ada. Dapat dilihat dari kalimat ketika meninggalnya orangtua perempuan Paltibonar. ‘’(Orang-orang di kampung itu sebagaimana kebiasaan orang Batak Toba umumnya, selalu menyikapi kematian dengan raung tangis, tak jadi soal usia si mati)”. Terdapat suatu sindiran terhadap masyarakat Batak yang terlalu menyikapi kematian dengan berlebihan, meskipun kematian adalah hal yang harus sangat dimaklumi, cukuplah ratapan dihadirkan dengan sekedarnya. Akan tetapi di kultur ini mengenal istilah ‘andung-andung’, peristiwa yang sepertinya telah menjadi prosesi yang berisi ratapan yang mendayu-dayu. Peristiwa ini seakan-akan telah disakralkan sebagai suatu proses tata cara menyambut kematian. Selain itu narator juga melugaskan kalimat ‘’Ada pesta di tengah duka, ada suka cita di tengah berlinangnya air mata”. Di sini jelas sang narator memberikan parodi terhadap peristiwa kematian itu. Hal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya tetek bengek dalam upacara kematian. Sebelum jenazah tiba, masyarakat sekitaran orang yang meninggal telah menyiapkan kerbau, babi, ayam, ikan mas, kayu bakar, kopi, gula, teh, beras

yang dipesan dan dibeli. Hal ini dilakukan dengan dalil penghormatan karena yang meninggal telah berposisi sebagai ‘Saurmatua’, seseorang meninggal dalam keadaan di mana anak-anaknya telah menikah dan berketurunan. Hajatan ini akan dilakukan tiga sampai lima hari. Dalam hari-hari tersebut seperti dalam novel ini, Para pelayat wajib dijamu, pagi, siang, malam. Gelasgelas kopi, teh, tuak, bir, akan terus dialirkan. Kedai-kedai kopi, pedagang rokok dan jajanan akan muncul di sekitar rumah duka. Belum lagi ‘tortor’ beriring ‘gondang sabangunan’ yang patutlah digelar, orang-orang yang mengasihi yang meninggal pantaslah menari sepanjang malam. Tak hanya habis sampai di situ, adalagi upacara ‘’mangongkal holi” untuk menggali tulang belulang kakek nenek dan segenap keturunannya, diurut sejak tiga generasi di atasnya. Kesemua tulang belulang itu akan dikumpulkan dan masing-masing diletakkan dalam piring keramik Cina berlapiskan kain putih dan ulos sebelum dimasukkan ke peti mati berukuran kecil. Sesudah diupacarai tiga hari tiga malam, kesemua tulang dan tengkorak itu akan dimasukkan ke dalam bangunan tugu yang disebut ‘batu napir’ atau ‘tambak napir’. Gondang sabangunan dan tortor pun digelar dan tak lupa puluhan karung beras, lima ekor kerbau, 20 ekor babi besar, puluhan ekor ayam, berkratkrat bir dan berbagai minuman beralkohol serta ringan telah disiapkan. Dalam prosesi yang bagi Paltibonar adalah penggalian tulang ayahnya, dia menyiratkan nada tak sepaham dengan upacara itu. Dalam narasi diceritakan ‘’Ia merasa tak patut sisasisa tubuh yang telah kembali ke asalnya itu dipindahkan, dipisahkan dari daging yang sudah menyatu dengan tanah”. Menurut Palti prosesi ini hanyalah suatu ajang memperlihatkan status sosial di mana

7 SENIN 04 FEBRUARI 2013 orang-orang akan berlomba menghias tugu dengan berbagai arsitektur. Dalam pikiran Palti mengapa setelah mati itu diberikan semua, yang ketika hidup tak pernah mendapatkannya. Kegalauan dan kegelisahan ini juga menjadi warna sendiri dalam hal warna lokalitas di mana tak melulu lokalitas itu dibangga-banggakan namun ada juga upaya kritis untuk menggugat kemapanan yang telah ada. Gugatan lain yang ada dalam novel ini adalah terhadap prosedur perkawinan yang memberatkan orang yang ingin menikah. Hal itu adalah yang dikenal dengan ‘Sinamot’ yang merupakan semacam mahar dalam perkawinan Batak. Diceritakan perkara temannya yang batal menikah hanya gara-gara ‘Sinamot’ tidak cocok jumlahnya dengan yang diinginkan. Ketidaksepahaman lain juga dialami oleh Paltibonar dalam hal penentuan jodoh di mana dia menemukan cinta seorang Jawa, namun orangtua lebih memilih untuk anaknya menikah dengan sesama Batak. Bahkan dalam cerita inipun Paltibonar akhirnya menikah dengan orang Inggris, akibatnya Ibunya meraung-raung akan ulahnya. Pada saat Paltibonar pulang pun setelah itu Ibunya tak menyambut dengan senang, bahkan tak ingin menyentuhnya. Sementara itu kegelisahan sebagai orang beridentitas Batak juga dialaminya di dalam dunia kerjanya sebagai advokat. Tak dimungkiri lagi memang banyak pengacara di Indonesia ini berasal dari etnis Batak. Di sini Palti mengungkap kotornya permainan yang dilakukan oleh para advokat di mana hukum hanya bekerja atas legal fee seorang klien tanpa mengindahkan hukum nurani. Segala hal dilakukan untuk melindungi yang bersalah dengan mencari-cari celah dalam undangundang yang ada. Tak hanya itu permainan juga dilakukan dengan berkongkalingkong dengan aparat hukum lain. Sementara bila ada kasus hukum yang tak mempunyai angka rupiah, para advokat seperti menutup mata untuk membela, dalam cerita ini kasus buruh. Gugatan tak hanya diberikan pada suatu kebiasaan masyarakat Batak, namun juga pada kondisi terkini. Dia melihat telah banyak juga terjadi praktek kolusi dan korupsi di tanah kelahirannya. Mengenai kepala daerah yang semakin tak memperdulikan rakyat, di sini dengan contoh diizinkannya perusahaan pulp untuk membabat hutan Samosir. Kegelisahannya dalam konflik sekte Protestan yang bahkan memisahkan para kerabat. Gundah juga dia melihat pola hidup anak Medan yang semakin elitis tanpa adanya persaudaraan. Jelas di sini terlihat gugatan yang dilakukannya bukan hanya terhadap sesuatu yang telah mapan di tanahnya, namun juga menggugat pada perubahan yang terjadi. Dalam kata lain ada hal kontradiktif, di satu sisi dia menggugat untuk adanya suatu perubahan dan di sisi lain menggugat karena telah berubahnya suatu keadaan.*** Bayu Agustari Adha Lulusan S1 Sastra Inggris Universitas Negeri Padang. Karya-karyanya dimuat di berbagai media massa seperti Riau Pos, Padang Ekspres, Singgalang dan lainnya.

Karaoke Grazie Ileno (Bagian 5)

CAK IBAN Pengasong Jasa Tulis

HARI sudah larut. Puluhan wanita berbikini seksi itu saling bergosip dan bercengkerama di ruang showroom. Di ruang kaca itulah mereka setia menunggu tamu. Untuk membunuh waktu, sekitar lima puluhan wanita muda itu menonton dua buah layar monitor televisi layar datar. Satu monitor memutar film box office, satu lagi memutar klip lagu hits. Sebagian lagi mematut diri di depan cermin sambil memperbaiki bikini super short atau lipstiknya. ”Ayo sayang, semua kontes ya!” Mami Rosa buyarkan perhatian mereka. Dengan sigap mereka bergegas merapikan diri. Ada yang sibuk merapikan baju, memeriksa lipstik di bibirnya lipstik, menyisir rambut sampai dengan memasang wajah sumringah dengan senyum merekah. Pokoknya, inilah saat saling menentukan untuk mengais rezeki. Sebab, jika diantara mereka tak terpilih malam ini, kecil kemungkinan akan duduk di ruang VIP. Sebab, hari sudah tengah malam. Jarang ada tamu lagi setelah itu. Karena jam operasional Karaoke Grazie Ileno hanya sampai pukul 02:00 WIB. Kecuali, tamu-tamu yang memang sudah jadi langganan para PR. Itu pun sudah pasti memilih wanita langganannya saja. Semua PR pun mengikuti mami Rosa dari belakang, berjalan berjejer beriring kayak semut. Melewati lorong koridor. Tiba di ruangan VIP Chelsea, semua PR masuk dan bersalaman. ”Ayo sayang, semua masuk.” Para PR yang sudah lama dan kenal sama tamu itu langsung memilih bergeser ke pojokan dan menundukan kepala. Para PR senior sudah tahu siapa mereka tamu yang duduk di sofa di depan mereka. Mereka yang akan menjadi tamu yang harus mereka layani malam ini. Mereka itu adalah para tamu yang resek dan suka bikin rusuh. Ya, rombongan tamu tidak kurang dari

Tamu Rese’ Datang Lagi lima orang ini, seperti baru saja selesai rapat. Mereka pun belum sempat ganti jaketnya. Lengkap dengan logo salah satu partai politik. Semua PR pun berjejer. Mami Rosa pun menanyakan kepada tamu satu-persatu dengan godaan kecilnya “Pilih yang mana abang?” Tanpa merespon pertanyaan mami, seseorang tamu berbadan tegap yang sedari tadi asyik bernanyi langsung menarik beberapa PR dengan kasar. Pria berambut cepak itu pun sama sekali tidak memperdulikan ekspresi perempuan muda yang ditariknya dari barisan. Baginya, wanita yang dipajang di depan mereka itu, tak ubahnya seperti barang yang dijajakan. Menunggu untuk dipilih. Jika tak sesuai selera, tinggal dikembalikan saja kepada mami-nya. Lima orang PR sudah dipilih. Pilihannya jatuh kepada Citra, Amel, Nara, Dhia dan Laura. Kontes pun selesai, PR yang tidak terpilih berhamburan keluar berjalan secepat-cepatnya seperti perasaan takut. Hanya ada satu keinginan di benak mereka, cepat-cepat menjauh dari para tamu yang resek itu. Sementara lima orang PR yang terpilih mengutuk dalam hati. Meratapi nasib malangnya malam itu. Semua perempuan cantik memilih duduk di sebelah tamu mereka. Perkenalan standar pun dimulai. Tanya nama, nawarin minum, nawarin lagu lalu nyanyi bareng, atau diam menunggu reaksi dari para

tamu. Mereka sudah membayangkan pengalaman buruk bakal mereka alami malam itu. Kalau tidak diremas-remas dan digerayangi, mereka juga akan dipaksa menelan ineks. Sepuluh menit pertama, para tamu masih

pasang muka serius dan sok jaim. Tapi para perempuan berbaju bikini itu sudah tahu, mereka sedang duduk dengan para petinggi partai politik. Sedangkan pria berambut cepak yang menarik mereka dengan kasar itu adalah seorang aparat penegak hukum. Bahkan pistolnya pun masih tampak jelas nongol dibalik kaosnya. Para PR sudah sangat hapal dengan pria yang kasar itu. Mereka biasa memanggilnya, Kadut. Bertemu dengan Kadut, adalah

mimpi buruk. Lebih baik mereka tak terpilih dua hari daripada duduk bersama satu ruangan dengan Kadut dan tamu-tamunya. Tapi bagi PR yang terpilih, tak ada pilihan. Mereka harus menjalani detik demi detik di dalam ruangan VIP yang serasa di neraka itu. Mereka harus profesional. Kalau masih betah kerja di Grazie Ileno. Termasuk menjaga rapat-rapat kelakuan para tamu kepada tamu lain. Karena privasi tamu adalah yang harus mereka jaga. *** Begitu cepatnya waktu berlalu di ruangan VIP karaoke. Sudah belasan lagu mereka nyanyikan, sendiri maupun duet, duduk maupun sambil berjoget. Dua Chivas 21 pun habis hanya dalam waktu tak sampai 1 jam. Dan mereka pun memesan lagi, lagi dan lagi, seperti meminum air laut saja. Tiga jam telah berlalu, para tamu dan PR semua sudah mabuk karena minum terlalu banyak. Tapi semabuk apa pun, PR harus tetap mengontrol diri, karena harus hati-hati dengan tamu yang baru saja kita kenal. Semua di dalam ruangan VIP room begitu happy. Mereka harus meriahkan suasana. Ada yang ingin mencium PR, mengelus paha dan mengajak mereka check in hotel. Itulah yang dialami Citra. Ia duduk bersama dengan tamu yang sudah berumur sekitar lima puluh tahun. Di tangan kirinya tampak kilau Rolex yang selalu mengecek Blackbarry Dacota-nya. Awal ABG tua itu masih sok jaim. Enggan duduk bersama perempuan pemandu lagu itu. Tapi dinginnya ruangan membuat keduanya duduk semakin dekat lalu saling menempel. Bahkan, tangan tamu tua ini sesekali

mengelus dan memegang pahal Citra. “Nama kamu siapa.” tanya tamu tua itu “Citra bang.” “Kamu mau gak ikut saya ke hotel.” Rupanya ABG tua ini senang main tembak langsung. Citra kaget mendengar ajakan itu. Ingin rasanya dia tampar muka ABG tua itu. Udah bau tanah, masih saja gatel. Demi profesionalitas, Citra menolak ajakan itu dengan sopan. “Maaf ya bang, Citra gak bisa ikut bapak.” “Lho kenapa? Saya pasti bayar kok, kamu mau berapa saya kasih!” “Iya saya tahu bapak punya uang, tapi tidak semua perempuan karaoke bisa bapak bayar dengan uang bapak.” “Apa sih yang kamu cari di sini Citra. Mending kamu jadi istri simpanan saya saja.” Emosi Citra pun meletup, membuncah. Sampai akhirnya, perempuan muda berkulit mulus itu harus mematahkan ajakan bertubi si ABG tua itu. “Maaf ya pak, saya memang kerja malam, tapi saya hanya kerja saja. Saya tidak mau ikut tamu ke hotel. Saya rasa uang dari hasil kerja saya satau bulan dan uang tips itu yang saya teruma sudah lebih daru cukup untuk menyambung hidup saya sehari-hari. Bahkan saya bisa shopping dan holiday, saya rasa itu udah cukup untuk saya.” Mendengar penolakan yang bernada menggurui itu, tamu Citra langsung ilfil. Bete dan dingin. “Ya udah kalau begitu Citra.” Seketika itu juga, tamu tua itu berdiri dan memencet bel sinyal ingin close bill. Dan semua tamu pun ikut berdiri mengikuti ABG tua tadi. Termasuk, Kadut, yang menahan geram akibat sikap Citra tadi. “Ah dasar munafik kau, sok jual mahal! Kau tahu, kau udah kecewakan bapak itu, kau tak tahu siapa dia.” (Bersambung)


8 SENIN 04 FEBRUARI 2013

Natuna

Distamben Tekan APMS Agar Kerjasama NATUNA (PK) Pemasalahan yang berujung kerugian para pihak pangkalan, dalam penyaluran BBM jenis tertentu (subsidi) dari Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) kepada pangkalan yang mengalami pengurangan jumlah kuota, dan diduga rawan korupsi. Akhirnya, senin pagi beberapa pangkalan yang berada dibawah naungan APMS Natuna Perkasa dalam penyaluran dan pendistribusian BBM bersubsidi berkumpul diruang rapat tertutup kantor Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Natuna. Hal ini dibenarkan oleh kepala Distamben Ilham Kauli, S. Sos, M.Si diruang kerjanya usai rapat tersebut. Senin (28/1). Ia menjelaskan, berdasarkan keputusan Bupati Natuna nomor 285 tahun 2012 tentang wilayah pendistribusian BBM tertentu (bersubsidi) Ilham Kauli Kabupaten Natuna, pada poin ke empat yang telah ditetapkan APMS/ AMT yang melakukan pelanggaran wilayah distribusi, pemerintah kabupaten natuna akan melakukan pembinaan sampai dengan pencabutan perizinan yang dikeluarkan oleh pemkab natuna dan proses selanjutnya diserahkan kepada pihak PT.Pertamina. Selain itu, peran Pemeritah Daerah dalam hal ini untuk mengawasi sesuai dengan amanat Perpres nomor 15 tahun 2012. Memang secara juglak dan juknis garansi belum ada, tetapi pemerintah kabupaten Natuna sudah mengeluarkan beberapa kebijakan diantaranya wilayah distribusi untuk BBM Subsidi yang dilakukan oleh APMS yang berada di Natuna. Kemudian Pemerintah Kabupaten Natuna sudah menetapkan harga eceran tertinggi dalam rangka untuk mempermudah pengawasan jangan sampai terjadi harga yang cukup tinggi dimasyarakat karena tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Tambahnya, dari hasil itu, menyepakati perlunya ada suatu ikatan kerjasama antara pangkalan dengan APMS Natuna Perkasa untuk penyaluran BBM jenis tertentu (bersubsidi), dan masing-masing pihak sepakat untuk membuat perikatan kerjasama. Kemudian rencananya APMS PT. Natuna Perkasa siap untuk membuat rancangan ataupun draf daripada ikatan kerjasama antara PT.Natuna Perkasa dengan pangkalan. Sementara salah satu pangkalan yang berada disekitar kecamatan bunguran timur yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, pihaknya dipanggil oleh instansi terkait untuk mengikuti rapat dan menyelesaikan permasalahan pendistribusian.(Hardiansyah)

Pembangunan TPS Terbentur Lahan NATUNA (PK) Setelah mendapatkan bantuan alat maupun kendaraan oprasional sampah, sekarang yang menjadi kendala untuk Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah adalah lahan yang tidak jauh dari pemukiman masyarakat hal ini diungkapkan oleh kepala bidang kebersihan dan pertamanan Sihar Simamora diruang kerjanya. Senin (28/1). Dengan adanya bantuan tersebut, pihaknya sangat berterima kasih lantaran baru kali ini mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengadaan alat dan kendaraan oprasional sampah. “Memang untuk pengadaan alat dan kendaraan oprasional sampah tersebut, bukan wewenang kita, tetapi semuanya itu dari Badan Sihar Simamora Lingkungan Hidup,” ungkapnya. Tambahnya, sekarang kendala yang dihadapi adalah pembebasan lahan TPS yang sampai saat ini tidak tau harus ditempatkan dimana, karena banyak masyarakat yang enggan menerima keberadaan TPS dekat pemukiman penduduk. Sementara selaku kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Raja Hamzah membenarkan, bahwa pengadaan alat dan juga kendaraan oprasional tersebut melalui anggaran DAK, dan untuk teknisnya diserahkan langsung kepada dinas Pekerjaan Umum dibawah naungan kabid Kebersihan dan Pertamanan. “Kami hanya mengajukan untuk pengadaan barang dan jasa pada tahun 2012 dan untuk 2013 mudah-mudahan kembali dianggarkan. Jadi untuk oprasionalnya, di dinas PU dan lebih jelasnya Bidang Kebersihan dan Pertamanan,” pungkasnya. (Hardiansyah)

F.HARDIANSYAH

Bupati Natuna dan Wakil Bupati Natuna serta Wakil Ketua I DPRD berfoto bersama penerima elektronik KTP

E-KTP Mulai Dibagikan

NATUNA (PK) Pemerintah Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna, mulai membagikan KTP elektronik (e-KTP) kepada masyarakat di daerahnya. Acara tersebut dilaksanakan dikantor Camat Bunguran Timur, pada kamis (31/01). Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Natuna Ilyas Sabli, wakil Bupati Imalko, Camat Bunguran Timur Ferizaldy, pejabat SKPD, FKPD dan seluruh tamu undangan

yang hadir pada saat itu. Acara tersebut berjalan lancar dan sesuai rencana. Dalam sambutannya Camat bunguran Timur Ferizaldy, mengatakan ucapkan terima kasih kepada tamu undangannya yang telah sudi hadir dalam acara tersebut. Dan dirinya memohon maaf sebesarbesarnya atas kondisi yang tidak memungkinkan, dimana ruang rapat yang dijadikan tempat penyerahan e-KTP perdana tersebut san-

gatlah sempit. “Sudah hampir satu tahun, namun baru bisa kami bagikan sekarang. Karena kami sendiri masih menunggu keputusan dari pusat. Jadi kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang belum bisa menerima e-KTP hari ini,” Kata Ferizaldy. Sementara itu Bupati Natuna Ilyas Sabli dalam kesempatan yang sama mengatakan, keterlambatan penyerahan e-KTP kepada masya-

rakat Natuna karena memerlukan proses yang panjang. Hal ini karena perekaman data dilakukan di Natuna sementara pembuatan eKTP nya di Jakarta. “Masuk datanya di Ranai, sedangkan yang mengeluarkannya dari Jakarta sana, wajar bila ada keterlambatan. Jadi mohon dimaklumi kalau terjadi keterlambatan,” Ujar Ilyas Sabli. Ilyas berharap agar masyarakat yang sudah menerima e-KTP terse-

but bisa menjaga dengan baik jangan sampai disia-siakan oleh pemilik e-KTP tersebut. “Jangan smpai hilang KTP yang sudah di bagikan, karena jika hilang untuk mengurus kembali sangat susah. Kita harus menunggu lagi keputusan dari pusat untuk mengeluarkan KTP yang baru lagi. Jadi saya minta kepada seluruh masyarakat yang sudah ada KTP agar dapat menjaga sebaik-baiknya,” kata Ilyas mengakhiri.(Marzani)

RPJMDES Tak Pernah Ditanggapi NATUNA (PK) Sekitar puluhan Kepala desa se-kabupaten natuna, mendatangi kantor DPRD natuna untuk meminta ketegasan dan mempertanyakan mengapa selama tiga tahun rancangan pembangunan jangka menengah desa (RPJMDES) tidak pernah diprioritaskan sebagai pembangunan disetiap desa. Hal ini diungkapkan oleh koordinator para kades se-kabupaten natuna Yohanis kades sabang mawang kecamatan pulau tiga. Selasa (29/1). Sudah hampir tiga tahun rancangan maupun usulan yang telah dibuat para kades se-kabupaten natuna tidak pernah menjadi prioritas pembangnan. hal ini diperparah lagi banyak pembangunan disetiap desa hanya kepentingan elit politik saja, tanpa adanya rancangan yang telah dimasukan dalam RPJMDES. Dwitra Gunawan “Untuk itu, kami selaku kades dan koordinator meminta agar pemerintah daerah dalam hal ini bupati natuna untuk meninjau kembali RPJMD kabupaten bisa diselaraskan dengan RPJMDES,” ujarnya. Tambahnya, pihaknya juga meminta kepada legislatif khususnya ketua DPRD natuna membuat semacam MoU agar program yang telah dibuat dalam RPJMDES bisa terlealisasikan juga. Sementara selaku Wakil Ketua II DPRD natuna Dwitra Gunawan usai menghadiri rapat tersebut mengatakan, dalam hal ini pihak DPRD menyambut baik niat dan aspirasi dari para kades tersebut. “Seperti yang disampaikan oleh ketua DPRD saat memimpin rapat tersebut, menjelaskan bahwa hering yang dilaksanakan ini akan ditinjau kembali pada hari kamis nanti dengan menghadirkan langsung bupati natuna, untuk menjelaskannya,” pungkasnya. Dilain kesempatan, kamis (31/1) usai menghadiri acara penyerahan E-KTP di Kecamatan Bunguran Timur Bupati Natuna menerangkan, bahwa penganggaran untuk desa tidak ada yang dipangkas, hanya proritas terlebih dahulu yang diutamakan. Karena ketika ada istemet untuk pembelanjaan pihaknya memberi patokan dalam penganggaran tahun 2013 ini kemampuan menganggarkan maksimal 1,6 triliun. “Untuk itu ada proritas dalam kegiatan tersebut, karena dalam kegiatan yang diajukan oleh para kepala desa tidak mungkin harus terakomodir semuanya.(Hardiansyah)

F.HARDIANSYAH

Kepala Dishubkominfo Natuna Wan Siswandi saat menyampaikan penjelasannya

Subsidi Trayek Kapal Perintis akan Diputus NATUNA (PK) Setelah desakan dari para anggota DPRD Natuna, maupun pemberitaan tentang kelayakan kapal yang sama sekali tidak ada peningkatan mulai peresmian yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, akhirnya subsidi trayek kapal pelayanan jasa angkutan laut bagi masyarakat Kabupaten Natuna yang bernilai sekitar 23 Milyar itu diputus kontraknya. Pada acara hering yang dilaksanakan diruang rapat paripurna DPRD Natuna, Jumat (1/2) yang dipimpin oleh Wakil Ketua I Daeng Amhar dan wakil Ketua II Dwitra Gunawan serta para anggota dengan menghadirkan Bupati

Natuna Ilyas Sabli dan Kepala Perhubungan Pos dan Informatika (Dishubkominfo) Natuna Wan Siswandi beserta staffnya. Selaku pimpinan rapat Daeng Amhar, sebelumnya mempersilahkan kepala Dishubkominfo untuk memjabarkan dokumen maupun kelengkapan administrasi yang ada pada subsidi trayek kapal pelayanan jasa angkutan laut tersebut. Dalam penjabarannya Wan Siswandi mengatakan, berdasarkan hasil keputusan lelang yang pernah di muat dalam LPSE bahwa persyaratan yang dimiliki oleh pihak ketiga lengkap, maka dengan keputusan pemenang lelang

yang memenuhi peryaratan tersebut adalah PT. Putra Anambas Shipping dengan alamat komplek orchid centre blok A no.28. Namun dalam pengoprasiannya waktu peresmian, memang mengalami kendala maupun halangan, tetapi untuk masalah melepas maupun mengijinkan kapal untuk beroprasi kembali itu semua wilayahnya syahbandar. Sejak beberapa kendala yang dialami kapal kawaranae 2 dan 3, pihaknya juga sudah memberikan teguran maupun sangsi yang disampaikan langsung kepada pihak ketiga, dan pihak ketiga akan mencoba memperbaikinya. Sementara salah satu anggota

DPRD Natuna Harmain Usman mengatakan, bahwa bupati Natuna sudah dibohongi oleh oknum, lantaran kelengkapan administrasi maupun kelengkapan awak kapal tidak ada sama sekali. “Kami selaku anggota DPRD meminta agar kapal untuk mengangkut penumpang dan barang tersebut diputuskan kontraknya, dan diganti dengan kapal yang layak bagi penumpang. Karena kami tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali dan harus memakan korban,” ungkapnya. Selaku Bupati Natuna Ilyas Sabli, usai mendengarkan keluhan maupun saran dari beberapa anggota DPRD Natuna, pihaknya

sepakat bahwa subsidi trayek kapal jasa angkut tersebut agar diputus kontraknya. “Untuk itu, saya menyerahkan sepenuhnya kepada dinas terkait dalam proses teknisnya maupun administrasi, sehingga subsidi kapal ini bisa lebih tepat sasaran dan jangan sampai merugikan masyarakat,” jelasnya. Setelah pembahasan tersebut, selaku ketua rapat Daeng Amhar memutuskan bahwa subsidi trayek kapal angkut diputus kontraknya dengan pertimbangan jika tidak sampai memenuhi untuk mengganti dengan kapal yang baru, maka akan diputus. (Hardiansyah)

Penting Ada Media Centre

Helmi wahyuda

NATUNA (PK) Sudah saatnya pemberitaan tentang pembangunan kabupaten Natuna kedepan yang lebih baik bisa diakses melalui media sentre. Hal ini diungkapkan Kepala bagian Humas Helmi wahyuda dengan beberapa wartawan diruang kerjanya, Rabu (30/1). Lanjutnya, dengan adanya Media Sentre ini bertujuan guna menjalin persaudaraan dan membina kerjasama untuk membangun Kabupaten Natuna lebih

baik. Kemudian dengan terus terjalinnya persaudaraan ini, diharapkan bisa lebih memberikan masukan maupun pandangan dalam membangun Natuna kedepan yang baik lagi. Ia mengakui, bahwa pemkab Natuna masih banyak kekurangan dalam memberikan informasi pada setiap kegiatan yang dilaksanakan, sehingga segala pemberitaan yang ada selalu sebelah pihak saja, untuk itu kedepannya pemkab akan lebih proak-

tif guna memberikan pemberitaan. “Memang banyak para awak media selalu kesulitan untuk mendapatkan informasi dari narasumber, lantaran terbenturnya komunikasi yang terputus antara para SKPD dengan wartawan, sehingga pemberitaan yang terbit selalu sebelah pihak saja,” ungkapnya. Tambahnya, rencana dalam waktu ini, pihaknya sudah menempatkan beberapa alat penun-

jang bagi kebutuhan media senter tersebut, sehingga pada waktu pengoprasiannya nanti para awak media sudah bisa mempergunakannya. Ia juga mengharapkan, kepada awak media juga harus bisa membedakan kepentingan pribadi dengan profesi tersebut, karena banyak juga para wartawan tidak mengetahui perbedaan tersebut, sehingga segala sesuatunya selalu disamaratakan. (Hardiansyah)


Bintan-Anambas

9 SENIN 04 FEBRUARI 2013

RRI Pusat Launching Program Laut Biru Di Bintan BINTAN (PK) Bupati Bintan Ansar Ahmad SE MM melakukan dialog interaktif dalam program “Blue Ocean Radio” yang digelar oleh RRI Pusat Programa PRO 3 Jakarta bersama RRI Tanjungpinang di Desa Berakit Kecamatan Teluk Sebong, Kamis (31/01/2013). Program Blue Ocean Radio ini merupakan siaran langsung antara RRI Tanjungpinang dengan RRI Jakarta bersama RRI Ambon dan RRI Makassar yang dilaunchingkan di Kabupaten Bintan. Acara Blue Ocean Radio juga menghadirkan langsung nara sumber yaitu Direktur Utama RRI Pusat Dra Rosarita Niken Widyastuti dan Badan Info Geospasial Gatot Haryo P, Badan Pengawas RRI Pusat Tyas Anggoro dan Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bintan Ir Tatang Suhenda. Pada saat pembukaan dialog Bupati Bintan Ansar Ahmad mengatakan bahwa program Blue Ocean Radio adalah program pengembangan Laut Biru guna menjaga kelestarian laut di Bintan sebagai kawasan yang luar biasa. Bintan merupakan daerah berbasis kelautan 98,3% laut dan 1,3% daratan. Dimana 159 pulau tersebar di Bintan, 49 buah yang berpenghuni dalam usaha pengembangan dan memanfaatkan potensi laut secara maksimal. Pemkab Bintan juga menyusun master plan dan pengembangan budidaya ikan kerapu dan zona kawasan nelayan tangkap. Bintan dikenal sebagai kawasan konservasi padang lamun, dimana terdapat 11 jenis spesies la-

mun dari 12 jenis yang ada di dunia. Lamun dikenal sebagai penghasil oksigen dan makanan ikan. Di kawasan Berakit merupakan kawasan konservasi ikan duyung/dugong, yang dulunya ikan ini menjadi konsumsi masyarakat maka sekarang tidak diperbolehkan dan wajib dilestarikan. Program laut biru juga diterapkan di dalam pelajaran disekolah-sekolah melalui muatan lokal guna melestarikan laut biru, dengan distribusi buku-buku laut biru. “Melalui cormap kita lestarikan laut biru dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Tahun 2011 kita sudah menganggarkan melalui APBD dan APBN sebesar Rp40 milyar untuk bantuan para nelayan. Sementara tahun 2012 lebih dari Rp26 milyar juga telah kita anggarkan untuk program yang sama,” kata Ansar dalam dialog tersebut. Ditambahkan Ansar, saat ini Bintan telah menata dan membuat zona-zona pada kawasan pesisir, seperti zona karakteristik laut, zona mangrove, konservasi dan lain-lain. Pengembangan 10.500 rumah tangga nelayan dan pengusaha juga dibuat zonasi. Usaha nelayan budidaya dan nelayan tangkap, rumput laut juga dikembangkan. Pihaknya senantiasa memberikan pengertian dan pengarahan kepada masyarakat bahwa laut adalah kehidupan jangka panjang, tempat masyarakat mencari usaha yang harus tetap dilestarikan. “Dulunya banyak pengemboman, sekarang sudah tidak ada

lagi. Selain itu nelayan-nelayan asing yang masuk ke perairan juga selalu diawasi aparat berwenang dengan ketat,” ujarnya. Sementara itu Direktur Utama RRI Pusat Dra Rosarita Niken W mengatakan bahwa Program Laut Biru merupakan program baru RRI setelah sukses melaksanakan program Green radio (pelestarian lingkungan, dan penanaman pohon). Indonesia yang terdiri dari 75% laut dan 25% darat diharapkan dapat meningkatkan potensi Kelautan yang dimiliki, baik dalam bidang perikanan, wisata bahari, pertambangan laut, dan keanekaragaman biota laut. Dipilihnya Kabupaten Bintan sebagai tempat launchingnya program Blue Ocean radio yang akan dilaksanakan oleh RRI di seluruh Indonesia ini dikarenakan Kabupaten Bintan merupakan kabupaten yang telah berhasil memakmurkan masyarakatnya dan melestarikan lautnya sehingga menjadi daerah yang indah dan bersih. “Kabupaten Bintan sangat luar biasa dalam mengembangkan potensi lautnya, baik dalam bidang perikanan maupun wisata, dan dapat dijadikan contoh bagi daerah lainnya di indonesia,” tutur Niken. Pada saat acara juga diserahkan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Bintan kepada nelayan yaitu bantuan pabrik es, bantuan rumah kemasan, pabrik pakan, kapal motor dan beberapa unit sampan. Kegiatan diakhiri dengan penanaman pohon bersama di Desa Berakit. (Desi)

Bupati Bintan Ansar Ahmad Menyerahkan Cinderamata kepada Dirut RRI Pusat Niken Rosarita W dan Kepala Badan Info Geopasial RRI Pusat Gatot Haryo P Dalam Acara Launching Program Laut Biru di Berakit

Pendidikan Tetap Prioritas K3S

Ketua K3S Bintan, Dewi Kumalasari Ansar menyerahkan atribut kepada petugas sosial saat kegiatan Bimtek Manajemen Pelaporan

BINTAN (PK) Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Bintan mengingatkan agar petugas sosial masyarakat (PSM)

tetap melakukan pemantauan terhadap sektor pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Meskipun kegiatan sosial itu sudah

diserahkan kepada Pemkab Bintan paska diterbitkan Kartu Bintan Sejahtera (KBS). Dalam bimbingan teknis manajemen pelaporan tugas PSM, Ketua K3S Bintan, Dewi Kumalasari Ansar, menjelaskan, sejak 2005 lalu, K3S Bintan menjalankan berbagai program penanganan masalah sosial di tengah masyarakat. Baik berupa penanganan anakanak terlantar, anak penyandang cacat, lansia sampai dengan pendidikan dan kesehatan bagi keluarga kurang mampu. Untuk penanganan sosial terhadap anak keluarga kurang mampu dan anak penyandang cacat itu, K3S memberikan bantuan berupa pakaian sekolah serta makanan bergizi bagi anak yang belum sekolah. Bantuan itu mendapat dukungan dari Pemkab Bintan. Tahun 2013 ini, penanganan pendidikan dan kesehatan anak dari

keluarga kurang mampu sudah diambil alih oleh Pemkab Bintan. Kebijakan penuh penanganan dari Pemkab Bintan melalui dinas terkait tersebut dilakukan setelah dikeluarkan KBS. Pendidikan dan kesehatan sosial tidak lagi jadi perhatian utama K3S. “Meski sudah ada KBS, petugas sosial masyarakat di bawah naungan K3S tetap melakukan pemantauan terhadap pendidikan maupun kesehatan masyarakat itu. Minimal, petugas sosial masyarakat memberikan informasi atau mengecek ke lokasi,” ujar Dewi saat membuka Bimtek di Wisma Karya Antam Kijang, Selasa (29/1). Bagi K3S, dalam menjalankan tugas sosial masyarakat, anggoat PSM harus memiliki wawasan dan pengetahuan. Sehingga peran PSM di tengah masyarakat tetap andil dan meringankan beban keluarga kurang mampu.

“Kegiatan-kegiatan yang dijalankan PSM maupun program K3S tetap dievaluasi setiap tahun. Untuk membuat pelaporan tugas itu, perlu diberikan pengetahuan kepada pelaksana di lapangan,” tambah Dewi. Pada kesempatan lain, seorang petugas sosial masyarakat, Indra, menyebutkan, saat Pemkab Bintan mengadakan dialog interaktif, ada warga yang mengaku janda dan tinggal di Desa Tembeling di rumah gubuk. Janda tersebut menyatakan, tidak pernah menerima bantuan RTLH. Atas informasi itu, PSM setempat langsung mengecek ke lokasi. Tapi, informasi yang diberikan tidak ada. “Kita berharap agar informasi yang diberikan itu benar. Orang yang tidak bertanggungjawab jangan membuat isu yang tidak benar,” saran Indra. (TP/fre)

7 Pejabat Eselon II Bintan Diganti BINTAN (PK) Sebanyak 7 orang pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Bintan hari Kamis 31 Januari 2013 dilantik oleh Bupati Bintan Ansar Ahmad. Pelantikan di lakukan di aula kantor Bupati Bintan Bandar Seri Bentan dan dihadiri oleh segenap SKPD. Ke tujuh orang pejabat eselon II yang dilantik diantaranya adalah Drs Muhammad Hendri yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kesatuan Bangsa & Politik dilantik sebagai Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Bintan, Agusnawarman dilantik sebagai Sekretaris DPRD Bintan menggantikan Patimura. Patimura menempati posisi baru sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup. Sementara Dian Nusa menempati posisi baru sebagai Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja. Kepala Kesbangpol sebelumnya dijabat oleh Muhammad

Hendri. Kemudian Edi Pribadi yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Bintan dilantik dalam jabatan baru sebagai Kadis Koperasi, UKM & Perindag menggantikan Agusnawarman. Ir Karya Harmawan menempati posisi baru sebagai Kepala Dinas Perhubungan menggantikan Drs Ahmad Izhar yang dilantik sebagai Kepala Satuan Pamong Praja. Karya Harmawan sebelumnya Kepala Badan Lingkungan Hidup Bintan. Dalam sambutannya Bupati Bintan Ansar Ahmad mengatakan, Pemkab Bintan terus melakukan perubahan dalam rangka pelayanan guna membangun kinerja pemerintahan yang lebih baik. “Selamat saya ucapkan kepada saudara yang baru saja dilantik. Mutasi jabatan di kalangan eselon II ini sudah sering dilakukan berulang-ulang, dan eselon II yang dilantikpun sudah sering memegang jabatan. Hal ini tetap kita lakukan guna penyegaran dan pen-

Bupati Bintan Ansar Ahmad Melantik Pejabat Eselon II

ingkatan kinerja di SKPD,” tutur Ansar. Bupati berharap agar pejabat eselon II yang baru saja dilantik dapat senantiasa melaksanakan kinerja dengan baik dan sungguhsungguh sesuai perkembangan

masing-masing dinas, guna memenuhi pelayanan masyarakat yang sebaik-baiknya. Ia juga mengucapkan terimakasih atas tugas-tugas dan kinerja eselon II ditempat yang lama yang telah dilaksanakan dengan baik.

“Eselon II adalah kebanggaan kami dan kita semua masyarakat Kab. Bintan, untuk itu tetaplah selalu menjadi pemimpin yang terbaik dimana saja berada,” tutup Bupati Bintan yang juga Ketua Golkar Provinsi Kepri itu. (Desi)

Dinkes Anambas Ultimatum Toko dan Supermarket ANAMBAS (PK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepuluan Anambas (KKA) bersama aparatur terkait lainnya, akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap sejumlah produk makanan yang dikonsumsi masyarakat yang beredar di pasaran, terutaman di wilayah Tarempa. Upaya Diskes KKA tersebut, sebagai langkah antisipasi terhadap peredaran sejumlah produk makanan yang dinilai kurang layak, atau sudah kadaluarsa yang masih tetap beredar dipasaran. Hal ini di katakan kepala dinas kesehatan SAID M Damrie. “Kegiatan sidak terhadap produkproduk makanan dipasaran tersebut memang sudah rutin kita lakukan setiap tahunnya. Hal ini sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap produk makanan yang kadaluarsa dan dapat membahayakan bagi kesehatan masyarakat sebagai peng- Said M Damrie gunanya,” kata Said. Dijelaskan, Dinkes selama ini belum pernah mengeluarkan perizinan terhadap suatu produk makanan, baik yang diproduksi oleh masyarakat atau pengusaha makanan yang ada di daerah ini, maupun sejumlah produk makanan yang datang dari luar daerah KKA. “Jika pun ada label di salah satu produk makanan dari Dinas Kesehatan, itu bukan kita yang membuatnya. Karena hingga saat ini, kita belum pernah satu pun mengeluarkan lebel tentang produk kesehatan tersebut,” ungkapnya. Pernyataan Said Damri tersebut, terkait adanya temuan atau laporan di lapangan oleh masyatakat yang menyebutkan adanya peredaran produk minyak makan curah di pasaran yang berlabel dari Dinas Kesehatan. “Jika ada label dinas kesehatan pada kemasan atau wadah pada minyak makan tersebut, bukan kita yang keluarkan perizinannya. Bisa jadi dari dinas kesehatan di daerah lain,” ucapnya. Lebih lanjut disebutkan, hasil sidak terhadap produk makanan yang pernah dilakukan oleh Diskes KKA bersama instansi terkait lain sebelumnya, sering menemukan adanya sejumlah produk makanan yang sudah kadaluarsa atau kurang layak di konsumsi oleh masyarakat Anambas. Temuan berbagai jenis makanan tersebut, kemudian disita untuk dimusnahkan. “Biasanya sidak kita lakukan setiap 6 bulan sekali. Hasil sidak sebelumnya, sering kita dapati produk makanan yang sudah tidak layak lagi di konsumsi oleh masyarakat. Langkah selanjutnya, produk makanan itu kita sita lalu dimusnahkan. Sedangkan terhadap para pedagang yang menjualnya, juga kita berikan surat teguran untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya,” ucap Said. Said juga mengingatkan kepada para pemilik toko maupun supermarket, senantiasa melakukan pengecekan masa berlaku produk yang diperdagangkan. Dia juga berharap para pedagang menghentikan penjualan barang yang membahayakan kesehatan, jika tidak mau terkena sanksi pidana hingga lima tahun. (Delmadi)

Ratusan Buruh Subkon PT Conoco Philips Mogok

Para buruh saat melakukan negosiasi dengan Disnaker.

ANAMBAS (PK) Ratusan Buruh PT SUPRACO yang merupakan SUB kontrak PT CONOCO PHILIP melakukan mogok kerja di ruang tunggu gerbang pintu masuk perusahaan Jumat (1/2) Palmatak. Mogok tersebut dilakukan meminta agar pihak perusahaan dapat menaikan gaji mereka yang saat ini dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan layak hidup saat ini. Aksi yang dilakukan oleh para buruh ini berlangsung dengan damai dan diwarnai orasi yang di kawal ketat oleh kepolisian serta security, dalam orasinya para buruh menuntut agar aspirasi mereka dipenuhi seluruhnya oleh perusahaan. Aksi mogok yang di lakukan oleh para buruh tidak ada kordinator yang mengomandoi yang mana aksi yang di lakukan murni dari keinginan para buruh masing-masing, ini di katakan oleh beberapa buruh saat di tanyakan .

Ada tujuh tuntutan yang akan disampaikan oleh para buruh kepada manajemen PT Supraco. Salah satu hal yang medasar yakni, mereka meminta kenaikan Upah Minimum Sektoral (UMS) dari Rp1.609.650 menjadi Rp4 juta. Selain itu, mereka juga menuntut agar manajemen memberikan kenaikan tunjangan, status karyawan yang lama agar menjadi permanen dan karyawan harian menjadi karyawan kontrak dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). Setelah dua hari melakukan mogok kerja akhirnya antara buruh dengan perusahaan dapat menghasilkan kata sepakat dengan perjanjian-perjanjian yang di sepakati bersama, yaitu salah satunya diantara perjanjian bahwa dari 7 tuntutan buruh poin satu (1) yaitu tentan KLH akan di agendakan dan akan di bahas di DPRD. Sedangkan para buruh di minta bekerja kembali seperti biasa baik yang

masih berjalan masa kontraknya maupun yang sudah berakhir masa kontrak kerjanya tangal 2 februari 2013, maka masa kontraknya di perpanjang. Bupati Kepulauan Anambas, Tengku Mukhtaruddin dalam aksi buruh sebelumnya menyampaikan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang migas itu hanya memenuhi sebagian tuntutan buruh saja. “Dari beberapa item tuntutan buruh, sebagian sudah dipenuhi oleh perusahaan. Namun sebagian lagi tidak bisa dipenuhi karena di luar kemampuan perusahaan,” kata Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Tengku Mukhtaruddin kepada wartawan, Jumat(1/3/ 2013). Bupati juga menambahkan, pada item pertama dari UMS 2012 sebesar Rp1,6 juta ditambah mejadi Rp2 juta. Namun pengesahan tersebut harus melalui tahapan sidang atau rapat dewan pengupahan.

Ada beberapa item yang tidak bisa dipenuhi oleh pihak perusahaan sepenuhnya, karena di luar kemampuan dan tuntutan karyawan tidak mendasar. “Ada tuntutan karyawan tidak mendasar, seperti kebutuhan hidup layak (KHL) yang dinyatakan Rp3,6 juta tapi tidak melalui survei yang resmi. Semenatara survei resmi dari pemerintah dan BPS KHL Kabupaten Kepulauan Anambas hanya, Rp 2,4 juta dan hal ini sudah ditetapkan,” ujarnya. “Kita telah berusaha untuk memperjuangkan tuntutan masyarakat, saya berharap mereka dapat berpikir secara jernih dan mau bekerja seperti semula. Karena jika mereka tidak bekerja maka semua yang akan dirugikan, satu jam saja tidak beroperasi sudah berapa kerugian yang kita alami. Kalau menurut kerugian secara ekonomi satu hari ConocoPhillips tidak beroperasi bisa mencapai Rp1,5 miliar,” katanya. (Delmadi)


10 SENIN 04 FEBRUARI 2013

Profil

HARAP UNTUNG DARI MELAYU

Square dan Anjung Cahaya Tahun 2013, menjadi harapan banyak orang untuk berbenah dalam segala hal. Termasuk juga BUMD Kota Tanjungpinang. Tahun 2013 ini merupakan tahun penting bagi BUMD untuk melakukan berbagai lompatan kebijakan dalam rangka peningkatan kualitas kerja. “Saya akan benahi BUMD, mulai programprogramnya. Termasuk juga SDM nya,” begitu komitmen yang dibuat Eva Amalia, selaku Direktur BUMD Kota Tanjungpinang ketika ditemui PUTRA KELANA, Sabtu 2 Februari 2013 lalu.

J

UJUR saja, kata Eva, masih banyak hal yang belum maksimal dan perlu pembenahan di perusahaan daerah yang dipimpinnya. Mulai dari penguatan dalam membangun sebuah sistem kinerja dalam BUMD sendiri maupun masalah-masalah eksternal yang memerlukan rumusan pemikiran cerdas agar bisnis BUMD tetap berkibar. Karenanya tidak ada alasan bagi Eva selain kembali melakukan evaluasi terhadap seluruh program kerja di tahun 2012 lalu agar tahun 2013 sebagai tahun pembenahan BUMD Tanjungpinang bisa lebih eksis lagi dalam menjalankan roda bisnisnya. Dan optimisme itu mulai diperlihatkan BUMD Tanjungpinang di tahun ini karena ada titik cerah soal pengelolaan beberapa tempat pusat jajanan yang ada di Kota Tanjungpinang. Terutama soal Melayu Square dan Ocean pCorner. Dua Pusat kuliner paling ramai di Tanjungpinang itu nantinya akan dikelola secara penuh oleh BUMD. Dan itu secara otomatis akan menambah pundi-pundi keuntungan yang akan masuk ke kantong BUMD. “Mengapa saya bangga dengan pelimpahan wewenang atas pengelolaan dua pusat jajanan itu? Sebab, selama ini BUMD sering dituding mendapat keuntungan besar dari beberapa pengelolaan pusat jajanan Melayu itu. Jelas saya membantah keras tudingan itu. Melayu Square dan Ocean Corner itu saya sedikitpun tak pernah menyentuhnya. Sebab memang kita tak punya hak atas pengelolaannya,” terang Eva ketika sebelumnya ada tudingan BUMD sebagai pengelola dua pusat makanan Melayu itu. Selama ini, BUMD hanya bisa mengelola tempat yang sudah ada sesuai SK dari Walikota. Seperti sejumlah pasar yang ada di Tanjungpinang, akau Potong Lembu dan Anjung Cahaya di tepi laut. Tahun ini, setelah ada SK Wako soal pengelolaan Melayu Square dan Ocean Corner, maka BUMD berkewenangan penuh mengendalikannya. Pertama, tentu harus disosialisasikan ke pedagang di kedua tempat tersebut, bahwa saat ini BUMD punya hal penuh membuat segala peraturan yang berkenaan dengan tempat tersebut. Maka, pedagang pun harus mematuhinya. “Setiap hari saya berusaha bertemu pedagang. Menjelaskan tentang perubahan kewenangan soal pengelolaan lokasi Melayu Square dan Ocean Corner. Insya Allah, pelan-pelan, sosialisasi ini sudah selesai dalam jangka waktu satu bulan ini,” terangnya meyakinkan. Masih kata Eva, soal pajak Melayu Square ia sendiri sempat geleng-geleng kepala dengan jumlah pajak yang disetor ke kas daerah. Nilainya sangat minim sekali. “Padahal, dalam perhitungan saya, cukup besar. Nah, tahun 2013 ini, saya akan coba kelola tempat tersebut semaksimal mungkin dengan membenahi segala hal yang ada di dalamnya. Termasuk fasilitas yang ada di Melayu Square,” paparnya lagi. Sementara itu Direktur Pusat Kajian Kebijakan Publik UMRAH Tanjungpinang, Suradji, menilai perlu adanya transparansi sistem kerja yang dijalankan PT Tanjungpinang Makmur Bersama selaku BUMD milik Pemko Tanjungpinang. Selama ini masyarakat tidak mengetahui secara pasti unit usaha apa saja yang dikelola BUMD termasuk perkembangan aset, keuntungan dan transparansi pengelolaan keuangannya. “Sebagai perusahaan daerah masyarakat perlu tahu apakah BUMD itu perusahaan yang sehat atau tidak. Termasuk perusahaan yang memang betul-betul dikelola

dengan jiwa enterpreneurship atau hanya sekedar perusahaan papan nama,” jelas Suradji. Suradji mendukung perlunya pembenahan baik internal maupun eksternal. Namun pembenahan harus dilakukan dalam tataran betul-betul ingin membangun sebuah perusahaan yang bonafit dengan SDM yang punya kapabilitas. “Pembenahan harus dilakukan dalam rangka memenuhi tuntutan pasar dan bukan sekedar formalitas semata,” katanya. Menurut Suradji, untuk dapat mengoptimalkan perannya dan mampu mempertahankan keberadaannya dalam perkembangan ekonomi dunia yang semakin terbuka dan kompetitif, BUMD perlu menumbuhkan budaya profesionalisme antara lain melalui pembinaan pengurusan dan pengawasannya yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip tata-kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). BUMD sesungguhnya memiliki karakteristik yang sama dengan BUMN. Secara legal, BUMN dan BUMD samasama merupakan bagian dari keuangan negara (berdasarkan UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara). Namun sayang, meski BUMD memiliki karakteristik yang sama, kinerja BUMD jauh ketinggalan dibanding BUMN. “Ini dikarenakan dalam rekruitment personil yang menggerakkan BUMD oleh pemerintah daerah dilakukan tidak secara profesional. Banyak karyawan BUMD yang direkrut yang tidak punya kompetensi di dunia bisnis dan enterpreneur. Akibatnya banyak bisnis BUMD yang tidak bisa berkembang,” jelasnya. Suradji juga melihat adanya stakeholders BUMD Tanjungpinang yang kurang responsif dalam mengikuti dinamika yang ada, khususnya dinamika pengelolaan (governance) di BUMN. Padahal, jika dicermati, banyak hal yang berlaku di BUMN dapat menjadi role model atau benchmark bagi pengelolaan BUMD. “Tetapi ini belum banyak dilakukan. Dengan alasan keterbatasan regulasi, BUMD kita masih lebih banyak berkecimpung di bisnis tradisional seperti pengelolaan pasar dan pusat jajanan,” katanya. Padahal sebagai perusahaan milik masyarakat, BUMD dituntut tumbuh dan berkembang yang ditandai dengan peningkatan volume penjualan, pangsa pasar, besarnya laba dan aset perusahaan. “Beberapa tindakan sekiranya dapat dilakukan agar BUMD kita terus tumbuh berkembang diantaranya adalah mengkonsentrasikan bisnis pada produk yang representatif, melakukan perluasan pasar, pengembangan produk baru, dan integrasi horizontal dan/atau vertikal di berbagai sektor bisnis,” pungkasnya. (Desi)


Pendidikan

11 SENIN 04 FEBRUARI 2013

Madrasah Aliyah Negeri Tanjungpinang

Menuju Rintisan

MAN UNGGUL MAN Tanjungpinang yang berlokasi di Jalan Raja Ali Haji merupakan satu satunya sekolah MAN di Kota Tanjungpinang. Sesuai anjuran dari pusat, sekolah ini dianjurkan untuk menjadi sekolah Rintisan MAN Unggulan. Meskipun sekolah umum berupa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) sudah dibubarkan oleh Mahkamah Konstituasi (MK).

U

NTUK mewujudkan keinginan dari pemerintah pusat tersebut, sekolah ini berupaya meningkatkan kualitas mulai peningkatan sarana dan prasarana serta kompetensi guru. “Fasilitas di sekolah sudah memadai, kemampuan gurupun sudah tidak diragukan lagi. Hanya tinggal keinginan dan semangat siswa untuk memanfaatkan fasilitas di sekolah dan belajar dengan tekun,” papar Kepala MAN Tanjungpinang Drs Karnain melalui Kepala Tata Usaha Kamsul Mahdan Sag ditemui di sekolah Sabtu 2 Februari 2013. Rintisan MAN Unggul diwujudkan dengan adanya proses pembelajaran mempergunakan dua bahasa yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Sehingga kepala sekolah, guru, tata usahapun harus bisa berbahasa Inggris dan Arab di sekolah. Fasilitas sekolah yang telah tersedia meliputi workshop lokomotif, workshop tata boga, workshop TI Komputer, workshop multimedia, Laboratorium Biologi, Labor atorium Fisika, Laboratorium Kimia, laboratorium bahasa, lapangan olahraga Voley Ball, lapangan sepak takraw, lapangan futsal, Aula, mesin ketik berbahasa Arab, masjid, asrama putri dan lainnya. Sementara itu, kualitas guru rata rata sudah berpendidikan S1. Bahkan sudah guru tamatan S2 maupun S3. Selama ini peserta didik MAN Tanjungpinang tidak seluruhnya berasal dari tamatan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Melainkan ada yang tamatan SMP umum. Itupun tamatan yang sebagian besar tidak tertampung di sekolah favorit tingkat SLTA yang ada di Kota Tanjungpinang. Oleh karena itu, kemampuan siswa baru tidak sama. Sementara program jurusan yang ada di MAN ada dua yakni Jurusan IPA dan IPS. Kamsul menyebutkan, pernah dilakukan diuji coba untuk membuka satu jurusan lagi yakni Agama, namun ternyata peminat jurusan ini sangat minim sekitar 6 siswa saja. Oleh

Kamsul Mahdan

Catatan Oemar Bakrie

OLEH: Maswito Adalah penulis buku Nasibmu Oemar Bakri (Catatan Nurani Seorang Guru) dan Ismeth Abdullah Sang Penggerak Pembangunan Kepri

karena itu, rencana membuka jurusan agama dibatalkan. Mengingat jumlah ini kurang untuk membuka satu lokal. Jumlah siswa siswi MAN Tanjungpinang saat ini mencapai 333 orang, dengan jumlah rombongan belajar sebanyak 15 rombongan. Didukung tenaga pendidik dan kependidikan sebanyak 48 orang. Seluruh peserta didik belajar mulai pagi hari pukul 07.00 WIB hingga 14.00 WIB. Sehingga meskipun jumlah peserta didik tergolong cukup besar namun ketersediaan ruang kelas mencukupi. Setiap hari Jumat digelar Muhadarah mulai pukul 07.15 WIB hingga 07.45 WIB. Dalam kesempatan ini, setiap kelas digilir untuk melakukan Muhadarah. Biasanya wali kelas akan mengatur kegiatan muhadarah ini. Berupa kegiatan ceramah agama mempergunakan 3 bahasa yakni Arab, Inggris dan Melayu, dibarengi kreasi music Qasidah atau lainnya. Kegiatan ekstra kurikuler lain di sekolah diantaranya Pramuka, PMR, Marching Band, kesenian dan lainnya. Muatan lokal yang diajarkan berupa Nahusyaraf yakni kegiatan yang mendukung teori. Diantaranya me-

mandikan sekaligus mensholatkan jenazah dan lainnya. Kegiatan ini memiliki penekanan tentang ibadah. Menghadapi Ujian Nasional (UN) yang akan berlangsung dalam waktu beberapa bulan kedepan, sekolah ini sudah membahas bersama dengan siswa siswi, bahwa mereka memilih mengambil terobosan dan les di luar sekolah. “Peserta didik telah memutuskan untuk les di luar sekolah menghadapi UN tahun ini,” ungkapnya. Sehingga untuk tahun ini pihak sekolah tidak memberikan terobosan. Tahun sebelumnya dilaksanakan terobosan di sekolah ternyata hanya beberapa siswa siswi yang datang ke sekolah. Dengan alasan, sudah mengikuti les di luar sekolah dan waktunya berbenturan dengan jadual terobosan di sekolah. Hasil UN sekolah ini tahun lalu mencapai kelulusan 100 persen. Peserta didik MAN Tanjungpinang berasal dari pelosok Provinsi Kepri seperti Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan, Kota Tanjungpinang. “Sebagian besar siswa siswi berasal dari Kota Tanjungpinang,” ungkap Kamsul. Bagi siswi MAN yang berasal dari Kabupaten lain, telah tersedia asrama putri gratis. Bahkan ada siswa MAN yang mempergunakan rumah berde-

katan dengan Masjid di sekolah untuk tempat tinggal. Sehingga mereka menunaikan tugas selaku Muadzin yang mengumandangkan azan jika saat sholat tiba. Jika sekolah melaksanakan kegiatan malam hari, maka siswi yang berada di asrama dilibatkan. Dan selama berada di asrama, siswi dikontrol langsung oleh ibu asrama. Dipaparkan Kamsul untuk tahun ini ada kabar menggembirakan bagi orang tua dan peserta didik. Pasalnya, pemerintah melalui dana APBN mengucurkan dana rintisan Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk sekolah jenjang SMA. Hal ini berkaitan dengan program wajib belajar 12 tahun yang diprogramkan pemerintah pusat. Sebelumnya, dana BOS hanya diperuntukkan bagi pelajar tingkat SD dan SLTP saja. Dana tersebut dikucurkan Januari hingga Juni 2013 sebesar Rp10 ribu per siswa. Selanjutnya mulai Juli hingga Desember akan dinaikkan menjadi Rp90 ribu per siswa per bulan. Dengan adanya dana BOS ini, maka SPP siswa senilai Rp75 ribu per bulan masih berjalan mulai Januari hingga Juni 2013, mengingat nilai dana BOS lebih rendah dari SPP. Sedangkan pencairan dana rintisan BOS baru dilakukan Maret 2013 mendatang. Oleh karena itu, biaya SPP masih diberlakukan. Dana rintisan BOS ini dipergunakan untuk membiayai kegiatan ekstra kurikuler anak didik sekaligus konsumsi serta transportasi anak didik. Jika dana rintisan BOS

periode Juli hingga Desember 2013 cair, maka pihak sekolah akan mengadakan pertemuan bersama komite sekolah untuk menentukan apakah SPP dihapus atau diberlakukan. Sementara itu, kebijakan sekolah bagi siswa siswi kurang mampu diberikan bantuan dana senilai Rp1 juta per siswa, diberlakukan mulai tahun 2013. Tercatat ada 100 siswa kurang mampu di sekolah. Anggaran untuk memberikan bantuan bagi siswa kurang mampu berasal dari anggaran sekolah. Selain itu, pada saat penerimaan siswa baru, diberikan bantuan dana untuk seragam sekolah bagi 20 siswa kurang mampu. Mengingat jumlah siswa kurang mampu lebih banyak dari kuota penerima bantuan seragam, maka mereka yang tidak mendapat bantuan seragam dari Pemko Tanjungpinang diberikan bantuan dari sekolah. Sesuai instruksi dari walikota, bagi siswa kurang mampu yang berprestasi mendapat prioritas harus diterima sekolah.(Heni)

Mengembangkan Potensi Anak Usia Dini

DI NEGARA-negara maju, konsep pembangunan sumber daya manusia (SDM) telah dilakukan sejak anakanak usia dini. Pembangunan anakanak usia dini meliputi aspek gizi, kesehatan dan pendidikan (psikososial) dilakukan sejak anak-anak dalam kandungan lagi. Di negara maju yang kehidupan ekonominya sudah mapan seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan misalnya, hampir semua anak-anak usia dini telah terlayani PAUD. Di Malaysia, pelayanan PAUD sudah meliputi lebih dari 70 persen. Sementara di negara Asia Tenggara lainnya seperti Philipina, Thailand, Vietnam, Brunai Darusalam kendati masih dibawah Malaysia, tapi sudah di atas 50 persen. Rendahnya kualitas pendidikan kita, tentu pula berdampak pada rendahnya mutu SDM Indonesia, antara lain disebabkan masukannya (input), terutama calon siswa sebagai row input-nya. Karena perhatian terhadap pendidikan terhadap anak–anak usia dini masih sangat rendah, mutu calon siswa kita di sekolah dasar menjadi rendah pula. Akibatnya, kualitas pendidikan kita, baik proses maupun hasilnya (output), tentulah juga sangat rendah. Bagi anak–anak usia dini, pendidikan harus dimaknai secara luas, bukan hanya memberikan pengalaman belajar. Pendidikan bagi anak usia dini harus berfungsi untuk mengembangkan kapabilitas kecerdasan secara optimal. Dalam hal ini pendidikan harus meliputi seluruh proses stimulasi psikososial sesuai dengan tahap-tahap perkembangan anak. Apakah dilakukan sendiri di lingkungan keluarga atau

dilakukan oleh lembaga pendidikan. Temuan penelitian dalam bidang neutrologi menunjukkan kenyataan ini. Sebelum anak dilahirkan, 250.000 neuron sel otak tumbuh setiap menitnya melalui proses pembelaan sel (mitosis), sehingga ketika bayi lahir, struktur intelegensi yang bersumber pada otak, secara genetis (potensial) telah disediakan dan memiliki 100 sampai 200 miliar neuron sel otak. Tak tanggung-tanggung, neutron itu siap mengelola bertrilun-triliun informasi. Namun, cara otak berfungsi sangat dipengaruhi oleh lingkungan dalam memperlakukan anak. Inilah yang terkadang kurang disadari oleh orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak-anak mereka. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa upaya layanan tumbuh kembang anak yang dilakukan secara persial kurang efektif dan efisien. Menurut Dr. Leon Einsenberg, psikiater anak dari Univeritas John Hopkin, otak seorang bayi dapat dianalogikan seperti sebuah computer. Semakin banyak “input” yang dimasukkan ke dalam otaknya, maka akan semakin dan semakin baik “output” yang dihasilkan. Ini artinya, bila bayi diberi kesempatan yang banyak untuk “memprogram” otaknya yaitu dengan member masukan sensorik dan metorik maka kecerdasannya akan jauh berkembang. Selama tahun-tahun pertama, otak bayi berkembang sangat pesat dengan menghasilkan triliun-trilunan sambungan antar neuron yang jumlahnya melebihi dari yang diperlukan. Sambungan itu harus diperkuat dengan berb-

agai ransangan psikososial. Pasalnya, sambungan yang tak diperkuat akan mengalami penyusutan dan musnah. Hal itulah yang mempengaruhi tingkat kecerdasan anak-anak. Penelitian Baylor College of Medicine menemukan bahwa jika anakanak memperoleh ransangan pendidikan, perkembangan otaknya lebih kecil 20 – 30 persen dari ukuran anakanak normal seusia. Perkembangan kecerdasan anak– anak terjadi sangat pesat pada tahuntahun awal kehidupannya. Sekitar 50 persen kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berusia empat tahun. Selanjutnya, tambahan 30 persen lagi (menjadi 80 persen) telah terjadi ketika anak berusia delapan tahun. Perkembangan kecerdasan anak mencapi titik kulminasi, dengan tambahan hanya 20 persen, ketika remaja berusia 18 tahun. Jadi 10 dari perkembangan kecerdasan manusia terjadi pada empat tahun pertama sehingga perlu diberi penguatan dengan pendidikan yang baik dan bermutu. Usia 0-8 tahun disebut usia emas (golden gold) karena sangat penting untuk mengembangkan seluruh potensi anak-anak. Pada masa ini sangat diperlukan untuk mengotimalkan fungsi-fungsi organ tubuh, sekaligus juga memberikan ransangan terhadap perkembangan otak. Pada perode ini juga semua potensi kecerdasan anak-anak harus berkembang menjadi kemampuan melalui intervensi pendidikan. Pada gilirannya, periode itu sangat menentukan perkembangan kualitas SDM, meliputi

kualitas fisik, kualitas akal budi, kualitas kalbu, dan kualitas nafsu. Baik buruknya penanganan anak-anak pada usia kritis itu akan berdampak pada masa depan bangsa. Peran Lingkungan Menurut ahli psikonalisasi, lingkungan memberikan peran yang sangat besar dalam pembentukan sikap, kepribadian dan pengembangan kemampuan anak. Dari lingkungan anak aktif melakukan proses belajar. Kemampuan otak dapat terus ditingkatkan melalui belajar dan melakukan kegiatan yang menambah pengalaman. Pendidikan bagi anak usia dini tidak sekedar berfungsi untuk memberikan pengalaman belajar bagi anak, tetapi yang lebih penting berfungsi secara luas yang mencakup seluruh proses stimulasi psikososial dan tidak terbatas pada proses pembelajaran yang terjadi dalam lembaga pendidikan saja. PAUD dapat berlangsung di mana saja, kapan saja, teman sebaya, dan dari hubungan dengan orang-orang yang memiliki hubungan kedekatan dengan anak. Pendidikan tidak terlepas dengan proses belajar, namun proses belajar bersifat bermakna, sehingga anak dapat terlibat secara aktif dalam pengamatan, pemahaman, hingga pada tahap penghayatan tentang sesuatu yang dipelajarinya. Mengingat pengembangan kemampuan SDM unggul dimulai sejak anak dalam kandungan, maka seyogyanya seluruh orang tua dan masyarakat yang melaksanakan pendidikan anak usia dini patut mendapat pengayaan tentang pengetahun tersebut. Hasil penelitian

menyatakan bahwa pendidikan yang diberikan sejak usia dini memiliki kontribusi yang besar terhadap pengembangan kualitas SDM pada saat dewasanya. Oleh karena itu Malik dalam rekomendasinya meminta pemerintah memberikan perhatian khusus untuk PAUD. PAUD sudah selayaknya mendapat perhatian yang serius dan dapat menyentuh semua anak yang ada di negeri ini. Karena kehidupan pertama anak berada pada lingkungan keluarga, maka sudah sepantasnya pula orangtua menjadi pendidik yang utama selain dari pada pendidikan yang diselanggarakan di luar lingkungan keluarga. Rendahnya mutu SDM bangsa ini menunjukkan lemahnya penanganan masalah pendidikan terhadap generasinya. Supaya semua ini tidak berlanjut maka dari sekarang mulailah kita memberdayakan potensi yang terdapat pada anak usia dina melalui program PAUD. Keberadaan PAUD sendiri diharapkan dapat memberikan solusi dan ruang bagi anak usia dini untuk mendapatkan pendidikan, kesempatan bereksporasi, mengekpresikan diri dalam wadah yang benar-benar mengayomi anak. Program PAUD juga diharapkan dapat mencetak tunas-tunas bangsa yang bermutu agar kelak tercipta generasi yang gemiloang dan cemerlang. Sekarang semuanya bergantung pada kita, terutama orang tua. Akankah kita menyia-nyiakan potensi anak usia dini yang luar biasa ini? Tidak, itulah jawabannya.*)


12 SENIN 04 FEBRUARI 2013

Cakap Ade Angga, Ketua Partai Golkar Kota Tanjungpinang

�TARGET 8 KURSI DI 2014� Mungkin, tak banyak yang tahu, ketua partai yang satu ini usianya terbilang cukup belia. Lahir dan dibesarkan di Tanjungpinang, pada 5 Oktober 1981. Mengawali karir politiknya, sebagai Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Kepri. Mendampingi kepemimpinan Ketua Partai Golkar Kepri Ansar Ahmad, cukup membuatnya berpengalaman. Dalam agenda Musda ke-2, namanya didaulat sebagai Wakil Ketua Bidang UKM Golkar Kepri. Selanjutnya, dalam pemilihan ketua partai Golkar Kota Tanjungpinang, pada 2009, namanya terpilih secara aklamasi untuk memimpin partai berlambang pohon beringin ini. Tak disangka, ternyata dialah ketua partai termuda se-Indonesia waktu itu.

D

I bangku kuliah, Ade pernah menjabat sebagai Presiden BEM UNRI, pada 2002-2003. Jangan salah, meski usianya terbilang masih muda, hampir saja mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI, untuk daerah pemilihan (dapil) DKI. Berhubung ada satu hal, membuatnya memilih mundur saja dari pencalonannya waktu itu. “Mungkin, jika saya mecalonkan diri di dewan waktu itu, usia saya juga yang termuda. Sepertinya belum ditakdirkan jadi wakil rakyat waktu itu. Akhirnya, ya saya gabung saja ke Golkar Kepri sampai sekarang,� kisahnya. Bagaimana kiprahnya di dunia politik, Ade pun bercerita panjang lebar kepada wartawan koran ini, Sabtu, (2/2). Berikut petikan wawancaranya: Belum lama ini, kota Tanjungpinang baru saja melaksanakan pilwako. Mengapa Golkar tidak punya calon untuk dijagokan pada pilwako kemarin. Apa karena Golkar tidak punya kader yang handal untuk dimajukan? Tidak juga. Golkar punya kaderkader handal yang siap bertarung waktu itu. Namun, Golkar saat itu masih harus banyak menimbang. Jika di pilwako kalah, bagaimana nanti d pileg dan pilpres. Ini yang menjadi bahan pertimbangannya. Maka, golkar pun memutuskan untuk mengusung calon eksternal partai. Dalam perolehan suara secara nasional, golkar unggul. Namun, kita akui, untuk kader golkar Kota Tanjungpinang, untuk dijagokan sebagai bupati/wako, masih sangat minim. Sedangkan kader golkar yang akan dimajukan ke kursi dewan, golkar punya kader andalan yang cukup banyak. Seperti halnya kader senior Golkar, Syahniar Usman, Zarnizar, Lamen Sarihi, Mansyur Razak dan masih banyak lainnya. Pada

perolehan suara saat pemilu di beberapa kab/kota, suara golkar cukup signifikan. Bukankah publik juga sempat mendengar bahwa anda sendiri, selaku ketua partai akan dimajukan dengan calon lain yang mana dengan dr Maya Suryanti. Mengapa tidak direalisasikan saja waktu itu? Iya karena kami mempertimbangkan masalah kelanjutan pemilu di masamasa yang akan datang. Saat ini sepertinya masyarakat mulai bosan dengan janji-janji politik yang diumbar oleh para kandidat calon anggota dewan dari partai. Jadi, apa tanggapan Golkar soal masalah ini? Ya tidak ada cara lain selain melakukan pendekatan ke masyarakat. Apa Golkar yakin dengan cara itu bisa mendapat tempat di hati masyarakat? Insya Allah. Tentu, tidak hanya sekedar melakukan pendekatan belaka. Intinya, mesin politik akan digerakkan, dibarengi dengan program-program lainnya yang menyentuh langsung ke masyarakat. Pada pemilu 2014 (pemilihan calon anggota legislatif/ pileg) hanya sepuluh partai yang bisa ikut serta pada pesta demokrasi tersebut. Apakah saat ini sudah ada caleg dari partai lain yang menyatakan ingin bergabung lewat perahu Golkar untuk maju ke kursi pileg nanti? Sudah ada. Namun, kali ini saya tidak bisa menyebut partai mana. Yang jelas, sejumlah partai sudah melakukan komunikasi dengan Partai Golkar dan menyatakan ingin memakai perahu

Golkar untuk maju ke caleg 2014 mendatang. Tanggapan Golkar sendiri? Bagaimanapun, Golkar tetap menyambut baik niat mereka bergabung di Golkar. Bahkan, Golkar memberikan kesempatan untuk mereka, dengan quota, 30 persen quota untuk kader caleg yang senior, 30 persen untuk kader caleg muda, 30 persen untuk caleg perempuan dan 10 persen untuk caleg eksternal partai. Seperti tokoh masyarakat. Tokoh agama, dan ada tokoh etnis tionghoa. Saat ini, siapa saja yang bisa dipastikan akan maju ke pileg 2014? Kader senior Golkar yang saat ini masih menjabat sebagai anggota dewan kepri, Syahniar Usman, zarnizar yang tak lain anggota dewan kota. Lalu, ada Mansyur Razak. Lamen Sarihi, Dalmasri Syam. Di dapil Bukit Bestari, ada nama Betty, Suryana, Rita Herlina. Di dapil bukit bestari, kita sangat berharap para srikandi andalan golkar tersebut akan berhasil dan mendapat tempat di hati masyarakat Tanjungpinang, sehingga mereka bisa memperjuangkan aspirasi kaumnya. Berapa kursi target Golkar di pileg 2014 mendatang? Insya Allah kami bertekad merebut 8 kursi. Menurut anda, daerah mana yang menjadi tantangan berat untuk 2014? Daerah Tanjungpinang Barat. Di dapil ini, ada 5 ketua partai akan bertarung disana. Saya, lalu Ketua partai PKS, PDIP, PKB, NasDem. Namun, semua kita kembalikan ke masyarakat, siapa yang akan mereka percaya untuk duduk di kursi wakil rakyat. Saat ini yang terpenting bagi golkar adalah berbuat untuk kepentingan rakyat. Tahun 2013 ini adalah tahun kekaryaan golkar. Berkarya untuk masyarakat dan 2014 adalah tahun pemenangan golkar. Suara golkar adalah suara rakyat. Apakah Golkar sudah menentukan siapa-siapa saja yang akan maju ke kursi dewan pada 2014? Dalam daftar caleg sementara, akan diputuskan dalam minggu ini. Selanjutnya mereka akan dipantau oleh tom khusus yang akan dibentuk golkar. Selanjutnya, golkar akan memutuskan, siapa diantara para caleg itu yang benar-benar layak untuk.diusung ke pileg 2014 nanti. Mereka yang sudah dicatat dan ditetapkan sebagai calon anggota dewan sementara, ternyata di lapangan mereka tidak bekerja atau tidak turun ke lapangan untuk mendekati masyarakat, atau tidak bersosialisasi, maka dengan terpaksa namanya akan dicoret dan digamtikan dengan nama orang lain yang dalam survei di lapangan lebih memenuhi syarat dan kriteria golkar.(desy)

IKLAN


13 SENIN 04 FEBRUARI 2013

Dari Buli, Ria Berdikari Ingin Angkat Harga Diri TIBA di lokasi ini saya diberi pilihan: naik jip atau sepeda motor trail.baca di www.kepribangkit.com

Belanda Tak Jauh Lagi, Bung! F.DOK

Aksi demi buruh yang sempat melumpuhkan Kota Batam beberapa waktu lalu

6 FEBRUARI, FSPMI Kepung Pemko Dan DPRD Batam

BATAM (PK) Ribuan buruh anggota F-SPMI Kota Batam dipastikan akan mengepung kantor Walikota Batam dan gedung DPRD Kota Batam pada tanggal 6 Februari 2013 mendatang. Hal itu dipastikan Koordinator Garda Metal SFPMI Kota Batam, Suprapto pada Minggu, 3 Februari 2013. “Tanggal 6 aksi buruh FSPMI di Pemko dan DPRD Kota Batam. Ada 5 tuntutan yang akan kami sampaikan,” ungkapnya.

Demo itu dilakukan bertepatan dengan hari jadi FSPMI ke 14. Serikat pekerja cabang Batam yang memiliki jumlah anggota 21 ribu buruh dari 48 PUK tersebut melakukan demo untuk merayakan hari ulangtahun sekaligus menyampaikan tuntutan-tuntutannya. “Kami memutuskan untuk turun ke Pemko dan DPRD karena di sanalah tempat wakil rakyat,” lanjut Suprapto. Namun, sampai dengan berita ini

ditulis, Suprapto belum bisa memastikan apakan jumlah 21 ribu buruh akan diterjunkan semua atau tidak. Suprapto hanya menyampaikan, demo tersebut akan menyampaikan 5 tuntutan yaitu jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, jaminan pensiun untuk seluruh rakyat Indonesia, UMK dengan 84 item KHL, tolak kenaikan TDL, dan tolak penangguhan UMK 2013. “Semua tuntutan kami untuk kesejahteraan seluruh

rakyat Indonesia. Meskipun kami organisasi buruh tapi kami tidak hanya berjuang untuk buruh,” jelas Suprapto. Berkenaan dengan SFPMI Day, Suprapto berharap agar ke depannya SFPMI semakin besar dan terus bersemangat berjuang untuk masyarakat. SFPMI selama ini berjuang dan berorganisasi dengan merangkul semua elemen masyarakat termasuk LSM, tidak hanya sebatas buruh dan ketena-

gakerjaan. Meskipun SFPMI saat ini sudah memiliki sayap politik bernama JASMETAL (Jaringan Simpul Pekerja Metal) , namun menurut Suprapto belum ada niat bagi serikat buruh ini untuk mendirikan partai sendiri. “Kami belum ada arahan untuk mendirikan partai. Anggota bebas berpartai, tapi kami tidak mengarahkan mendukung siapa. Itu hak mereka,” ujar Suprapto. (Nurul)

F.HENY

Dokter Akan Keluarkan Cairan dari Kepala Nurul TANJUNGPINANG (PK) Anak kecil itu sebentar-bentar menangis di tempat tidur. Ibunya tak henti menghibur agar si anak diam dan tenang dalam

perawatan di rumah sakit umum Provinsi Kepri di KM 8 Tanjungpinang.

Bersambung ke Hal...14

Rumah warga Dompak yang dinilai tidak layak dan terlihat kontras dengan megahnya bangunan milik Pemprov Kepri F.DESI

Kisah Warga Dompak yang Terabaikan SEKITAR 2 km dari kampus STISIPOL RAJA HAJI, di sebuah kampung Dompak Lama, RT 001/ RW 004 Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjuninang. Tepatnya di depan perusahaan

beton, ada dua tempat tinggal milik warga yang kondisinya sangat memprihatinkan. Satunya, rumah papan yang

Bersambung ke Hal...14

NATUNA (PK) Sagu adalah salah satu makanan pokok khas di Kabupaten Natuna. Pengolahan sagu menjadi makanan pokok pengganti beras di Natuna sudah dilakukan sejak dulu. Sampai saat ini masyarakat di Kabupaten Natuna, masih menganggap sagu adalah salah satu makanan pengganti nasi yang sangat populer. Namun sayangnya, kini sagu makin sulit di dapatkan di Natuna khususnya di Desa Air Lengit, Bunguran Tengah. Pada hal desa tersebut selama ini dikenal sebagai sentra penghasil sagu yang cukup potensial di Natuna. Kelangkaan sagu di desa tersebut bukan karena pohon sagunya yang tidak ada. Tetapi ternyata disebabkan mesin pengolahan sagu yang sudah tidak beroperasi lagi. Hal ini seperti yang disampai-

F.MARZANI

sudah tidak beroperasi lagi. Maklum, modal kami sangat tipis sehingga untuk sementara

Bersambung ke Hal...14

Lembaga Adhoc Sebaiknya Dikoordinir Di Satu Tempat TANJUNGPINANG (PK) Lembaga komisioner atau lembaga adhoc di beberapa lokasi terpisah baik di Tanjungpinang maupun di Batam sebaiknya dikoordinir dalam satu tempat. Lembaga-lembaga adhoc yang dimaksud diantaranya Komisi Penyiaran Informasi Daerah Kepulauan Riau yang ada di Batam. Demikian pendapat Suradji, Direktur Pusat Kajian Kebijakan

Publik UMRAH. “Komisi Informasi yang menyewa ruko di Batu 7 Tanjungpinang dan Komisi Perlindungan Anak di batu 5 merupakan contoh lembaga adhoc yang masih belum terkoordinir dengan baik,” ujarnya. Suraji mengatakan, setiap tahun pemerintah provinsi Kepri memberikan suntikan dana

Bersambung ke Hal...14

Idrus Jas, mantan anggota kepolisian yang siap mengabdi di jalur politik praktis

F.MAHMUDDIN

terbaik Polresta Tanjungpinang. Kini Idrus ingin tetap mengabdi kepada masyarakat melalui jalur politik sebagai anggota DPRD Kota Tanjungpinang.

Idrus mengaku, tujuan maju sebagai calon anggota DPRD Tanjungpinang didorong oleh keinginan untuk melakukan perubahan terhadap nasib masyarakat yang

BUKAN tidak perlu kehadiran pasukan marinir di wilayah perbatasan Provinsi Kepri. Tapi jauh lebih penting adalah mensejahterakan warga yang tinggal di beranda depan republik itu. Demikianlah benang merah yang menguat dalam Seminar bertema “Menjalin Silaturahim Elemen Kelompok Bangsa dalam Upaya Memperkuat NKRI di Wilayah Perbatasan KarimunKepri” yang digelar Komunitas Merah Putih bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Karimun, pekan lalu. Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau Iskandarsyah yang menjadi narasumber menegaskan, kemiskinan akan berdampak melemahkan ketahanan nasional di perbatasan. Ingat, pengalaman buruk kasus lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan di Kalimantan ke Malaysia yang lebih disebabkan masalah ketimpangan kesejahteraan dan pembangunan. Ketimpangan inilah yang dilihat Malaysia secara jeli. Belajar dari sejarah, kekalahan Indonesia di Mahkamah Internasional (MI) dalam sengketa Sipadan-Ligitan, tidak terlepas dari peran Inggris yang pernah menjajah Malaysia, melakukan pendekatan kesejahteraan dan pembangunan di dua pulau tersebut. Selama ini, pengelolaan perbatasan lebih pada pendekatan keamanan daripada pendekatan kesejahteraan. Paradigma pembangunan hanya sebatas pada pulau-pulau besar, sedangkan pulau kecil dan laut masih jauh tertinggal padahal sebagai negara kepulauan wilayah lautnya lebih luas daripada daratan. Jika kata kunci kesejahteraan ini tidak diperhatikan, maka bukan tidak mungkin salah satu dari 19 pulau terluar di Provinsi

Bersambung ke Hal...14 Suradji

Idrus Jas Siap Rebut Kursi DPRD Tanjungpinang TANJUNGPINANG, (PK) Komisaris Polisi (Kompol) Purnawirawan (Purn) H Idrus Jas siap maju untuk meraih kursi DPRD Kota Tanjungpinang. Dengan missi pengabdian terhadap masyarakat, Idrus Jas siap bertarung di gelanggang politik. “Tujuannya, demi masyarakat. Saya ingin mengabdi kepada masyarakat tanpa henti, selagi bisa,” ujarnya kepada Putra Kelana. Idrus Jas saat ini sudah pensiun dari keanggotaan Polri. Idrus terakhir menjabat sebagai Kasat Bimas Polres Tanjungpinang, purna tugas setahun yang lalu. Idrus Jas naik pangkat dari Ajun Komisaris Polisi menjadi Komisaris Polisi pada akhir tahun 2011. Surat kenaikan pangkat Idrus diteken langsung oleh Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Ketika itu, Kapolresta Tanjungpinang AKBP Suhendri sebagai inspektur upacara kenaikan pangkat Idrus, mengaku bangga dengan anak buahnya itu. Idrus Jas merupakan salah satu personel

Kata Kunci: Hanya ada satu kata kunci mengamankan wilayah perbatasan, kesejahteraan.

Prosesas membuat tepung sagu

kan oleh Kholiq (45), salah seorang warga Desa Air Lengit pemilik mesin pengolahan sagu, Kamis (31/1). “Mesin pengolahan sagu kami

Bersambung ke Hal...14

Kesejahteraan

Tidak Ada Modal, Pengolahan Sagu Di Natuna Terancam Nurul Hidayah Digendong Ibunya

TENANG bung, Belanda masih jauh. Entah bagaimana dulu jargon ini bisa tercipta dan begitu akrab dalam kehidupan kita. Saya masih ingat, ketika saya duduk di bangku SMP dulu. Ada seorang guru Fisika yang cukup galak. Tidak hanya galak, guru tersebut juga sering memberikan pekerjaan rumah (PR) tentang soal-soal Fisika yang sulit. Karena sulitnya PR tersebut, kami mengerjakannya secara berkelompok untuk mencari jawaban yang benar. Upaya mengerjakan PR secara bersama-sama untuk menghindari kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal Fisika itu. Karena kalau salah, sudah jelas hukumannya. Berdiri di depan kelas selama dua jam pelajaran! Suatu ketika dalam mengerjakan PR Fisika itu ada salah seorang teman sekelas saya yang belum selesai. Pada hal waktu tinggal dua hari. Namun dia tenang saja sambil berkata, “Tenaaanng, Belanda masih jauh.” Sebuah kata-kata yang seolah menenangkan diri dari persoalan yang sebenarnya cukup menghantuinya. Sebuah kalimat yang seolah mampu meyakinkan dirinya bahwa “heey, come on..don’t give up, we still have time”. Sebuah kalimat yang membangkitkan kembali semangat untuk menunda sebuah pekerjaan, walaupun pada akhirnya toh dia dipaksa untuk tetap menyelesaikan

belum merasakan pembangunan selama ini. Niat dan tekad idrus Jas ini didukung oleh tokoh masyarakat Tanjungpinang, terutama tokoh masyarakat Kecamatan Bukit Bestari, Idrus Jas mengaku sudah mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) dari Partai Demokrat (PD) tanggal 21 Januari 2013 lalu. “Insya Allah saya tetap akan mengabdi kepada masyarakat. Selama ini saya sudah mengabdi sejak tahun 1975 sampai sekarang sebagai anggota Polri. Tapi pengabdian saya akan terus saya lalukan, kalau didukung oleh masyarakat, pengabdian melalui kursi DPRD,” kata Idrus. Bekal Idrus Jas untuk maju ke kursi DPRD Kota Tanjungpinang, selain dorongan dari tokoh masyarakat, terutama warga Lembah Purnama, dia juga mendapatkan dorongan dari Ketua Purnawirawan PP Polri Tanjungpinang,

Bersambung ke Hal...14

Ansar Gubernur Kepri

BERDASARKAN voting kandidat calon Gubernur Kepri 2015 di www.kepribangkit.com, hingga terhitung Minggu, 03 Februari 2013, Ansar Ahmad masih teratas. Voting yang belum lama diadakan ini ternyata cukup diminati pembaca. Kami menggunakan sistem satu IP (internet protocol) untuk satu vote. Jadi, satu IP tidak bisa memberi vote dua kali. Dari 239 visitor, Ansar Ahmad, memimpin dengan perolehan 121 dukungan atau 51 persen. Lalu ada nama Wakil Gubernur Kepri, HM Soerya Respatiano. Dia memperoleh 36 suara atau 15 persen. ***


14 SENIN 04 FEBRUARI 2013

www.kepri bangkit.com

Areal Makam Panglima Hitam Lancang Kuning Dipagar TANJUNGPINANG (PK) Setelah mendapatkan sorota tajam dari tokoh seniman dan budayawan di Kepri dan Tanjungpinang, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, Kehutanan dan Energi (KP2KE) Kota Tanjungpinang Irianto bersama pengusaha lokal, Suryono mendatangi kawasan makam bersejarah di Sei Carang, Kamis (31/1). Turut hadir di Makam Panglima Hitam Lancang Kuning ini adalah sejumlah pegawai Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, juga zuriat Panglima Hitam Lancang Kuning, Tengku Fuat. Kedatangan Suryono karena komplek makam ini masuk dalam kuasa tambang PT Telaga Bintan Jaya.

Menurut Irianto, Suryono sebagai pemenang KP di kawasan komplek Panglima Hitam Lancang Kuning, bersedia untuk memagar keliling komplek makam tersebut. Supaya kelestarian dan situs-situs yang ada di komplek Makam Panglima Hitam Lancang Kuning tidak punah. Dan diharapkan setelah dipagar, kemudian dibenahi oleh dinas terkait, bisa dijadikan sebagai objek wisata religius di Tanjungpinang. “Pak Suryono mau mengeluarkan dananya, untuk memagar sekeliling kompleks Makam Panglima Hitam Lancang Kuning, supaya situs-situs sejarah tersebut tetap terjaga dan terawat dengan baik,” kata Irianto.

Kemudian, orang suruhan Suryono, langsung bekerja, mengukur keliling komplek Makam yang akan dibangun pagar, didamping ketua RT setempat dan Lurah Air Raja. Suryono mengatakan, kawasan Makam Panglima Hitam masuk dalam wilayah KP-nya. Sebagai warga Tanjungpinang yang peduli dengan situs-situs sejarah, ia akan mengeluarkan anggaran untuk mempercantik situs sejarah dari kepunahan. “Saya akan memagarnya sesuai arahan dari pemerintah,” ungkapnya. Tengku Fuat mengatakan berterim kasih kepada semua pihak yang tergerak hatinya menjaga kawasan bersejarah.***

Jangan Bedakan Antara PNS dan PTT BELAKANGAN, disiplin pegawai menjadi sorotan media. Kebiasaan pegawai mangkal di kedai kopi, sudah menjadi tradisi yang tak pernah bisa dihilangkan begitu saja. Ironisnya, masing-masing pimpinan kepala SKPD kurang peduli dengan bawahannya. Bagaimana mereka akan menjadi pelayan masyarakat yang baik, sementara pekerjaan mereka saban hari hanya menghabiskan waktunya berjam-jam di kedai kopi? Terkait banyaknya pegawai yang tak disiplin, pegawai tidak tetap (PTT) pun menjadi kambing hitam. Rencananya, Pemko Tanjungpinang akan membuat kebijakan untuk membedakan antara seragam PNS dan PTT. Kebijakan ini, dinilai Ketua PPP Kota Tanjungpinang, Syaiful SE, bukan sebuah solusi yang tepat. ‘‘PTT itu juga manusia dan dijamin haknya oleh negara, terkait ketidakdisiplinan PNS akhirakhir ini, yang sering menjadi sorotan

media, sehingga antara PNS saling tuding dan bahkan memojokkan dan menjadikan pegawai tidak tetap ( PTT ) sebagai kambing hitam. Menurut saya membedakan pakaian seragam itu bukan sebuah solusi,’’ kata Syaiful. Untuk meningkatkan kedisiplinan para PNS, terkesan membela keberadaan PNS dan mendiskriminasikan keberadaan PTT. Status PTT terkesan kurang dihargai. Ditambah lagi gaji mereka yang tidak seberapa. Dijelaskan lagi oleh Syaiful, ia sering mengamati para PNS dan PTT. Justru yang PNS hanya tukang perintah. Tidak mau bekerja seperti PTT. Padahal, gaji PNS lumayan sangat tinggi. Namun, kesannya mereka tidak mau bekerja dan hanya main perintah pada PTT. ‘‘Saya sering juga mengikuti kegiatan-kegiatan di salah satu dinas ( skpd ) , malahan PTT nya yg krasak krusuk atau sibuk bekerja sementara PNS-nya main perintah saja. Jangankan untuk

mengerjakan tugas kantor. Untuk kepentingan pribadi (PNS) seperti membeli rokokpun menjadi kerjaan PTT. Ini kan namanya PTT tidak dihargai. Saya berharap saling menghargai,’’ katanya. Para pimpinan SKPD juga kiranya bisa menerapkan sebuat sistim kedisiplinan dan memberi sanksi dan reward kepada bawahannya. Jadi, bukan dengan membedakan seragamnya. Menurut Syaiful, disiplin atau tidaknya pegawai, tergantung dari pengawsan masing-masing pimpinan SKPD. Jika pengawasan dan tidak adanya sanksi dari pimpinan masing-masing SKPD, maka jangan harap bisa melakukan pemantaun terhadap mereka yang suka bolos alias mangkir kerja. Bahkan dampak pelanggaran akan semakin meluas. Para pimpinan SKPD dan juga badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan, dapat bekerja secara profesional dan jangan main lempar masalah yg saling menyalahkan satu sama lain.(desy)

Kata Kunci: Kesejahteraan Sambungan dari halaman 13 Kepri juga akan mengalami nasib serupa Sipadan dan Ligitan. Jika kata kunci itu tidak diperhatikan, apalagi diabaikan. Siapa yang dapat menjamin 19 pulau itu akan tetap menjadi bagian dari Kepri? Memang, sejak lima tahun terakhir, alokasi untuk mensejahterakan

masyarakat di pulau terluar Indonesia terus mengalami peningkatan. Tapi itu masih jauh dari sejahtera. Saat ini konsentrasi pembangunan memang masih di mainland, pulau utama. Sehingga, jurang ketimpangan pembangunan antara maindland dan hinterland masih menganga. Diperlukan komitmen kuat untuk merealisasikan kata kunci itu.

Terkait dengan masalah anggaran itu, alangkah tepatnya jika Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau Iskandarsyah yang memperjuangkan besaran alokasi anggaran itu. Karena itu adalah bagian dari Tupoksinya. Selain mengingatkan di forum-forum seminar, alangkah lebih afdhol-nya jika langsung diikuti dengan langkah kongkrit. Bukankah begitu pakcik? *

Lembaga Adhoc Sebaiknya Dikoordinir Di Satu Tempat Sambungan dari halaman 13 operasional ke beberapa lembaga adhoc tersebut yang nilainya mencapai milliaran rupiah. Salah satu pengeluaran rutin mereka adalah untuk membayar listrik, sewa ruko atau tempat,,untuk membayar air dan se-

bagainya. Jika saja semua lembaga adhoc tersebut dijadikan “satu atap” dengan menempati gedung eks kantor gubernur di basuki rahmat, maka apbd kepri dapat terselamatkan. Minimal dapat ditekan sehingga efesiensi anggaran dapat terpenuhi.

Selain itu dengan terpusatkan seluruh lembaga adhoc, maka efektifitas kerja juga dapat diwujudkan. :Untuk itu diminta Gubernur dan DPRD mendorong agar semua lembaga adhoc disatukan dalam dalam “satu atap” sehingga mengurangi beban APBD provinsi Kepri,” ujar Suradji.(Nurul)

Tidak Ada Modal, Pengolahan Sagu Di Natuna Terancam Sambungan dari halaman 13 tidak bisa dioperasikan lagi. Akibatnya, sagu di derah kami tidak bisa diolah karena memang mesinnya tidak bisa dioperasikan,” jelas Kholiq. Menurutnya, modal untuk mengoperasikan mesin pengolahan sagu cukup besar. Sementara dirinya saat ini kekurangan modal untuk bisa tetap

mengoperasikan mesin tersebut. “Memang banyak masyarakat yang mengeluh, namun mau bagaimana lagi modal nggak ada,” ujarnya. Agar mesin pengolahan sagunya tetap beroperasi, Kholiq pernah berupaya mengajukan proposal permohonan modal ke Pemkab Natuna. Namun bantuan yang diberikan Pemkab Natuna kurang memadai. “Sudah bantuan-

nya tidak besar, dipotong lagi. Jadi bagaimana kami mau mengoperasikan mesin ini,” tanyanya lebih lanjut. Saat ini Kholiq jarang memantau lagi kondisi mesin pengolahan sagu miliknya tersebut karena sibuk mengurusi pekerjaan lainnya. “Tidak pernah lagi saya pantau alat-alat mesin penggiling sagu saya. Saat ini saya sibuk masalah pekerjaan lain,” pungkasnya. (marzani)

Dokter Akan Keluarkan Cairan dari Kepala Nurul Sambungan dari halaman 13 Anak itu bernama Nurul Hidayah dan baru berumur 9 bulan. Anak dari pasangan Rio (52) dan Zaedah (43) ini sudah satu minggu lebih dirawat di RSUP Kepri karena menderita schezenchepally atau lebih dikenal dengan hidrosephalus, sebuah penyakit yang ditandai dengan pembesaran kepala karena kelebihan cairan. Karena pembengkakan, diameter lingkar kepala Nurul Hidayah saat ini 57 cm, pada hal untuk ukuran normal anak seusianya semestinya hanya 42 hingga 46 cm. Orang tua Nurul Hidayah yang hanya bekerja sebagai buruh tani pemotong getah di Kabupaten Lingga ini mendapatkan bantuan dari Jamkesda untuk mengobati anak perempuannya tersebut.

Menurut dr HM Rizqa MKes SpA, dokter yang menangani Nurul, penyakit Schezenchephaly merupakan penyakit yang jarang ditemukan dan dialami anak. “Dari 10 ribu kelahiran ditemukan 1 bayi yang menderita penyakit ini,” ujar dr HM Rizka, Sabtu (2/2). Dijelaskan Rizka, penyakit hidrocephalus dikarenakan adanya produksi cairan di otak yang mengisi rongga kepala secara berlebihan. Karena jumlah cairan yang diproduksi melebihi normal maka lama kelamaan menekan batok kepala yang menyebabkan diameter kepala terus bertambah sehingga kepala semakin lama semakin besar. Gejala penyakit hidrocephalus, kata Rizka, sudah terlihat sejak anak usia 2 bulan setelah kelahiran. Gejala tersebut diantaranya penderita menangis kuat yang membuat orang tua kewala-

han. Setelah itu diikuti tanda lain berupa kejang kejang dan lama kelamaan kepala mengalami pembesaran. “Penyebab terjadinya penyakit ini ada beberapa hal. Ada bawaan genetik, virus, obat obatan yang dikonsumsi sang ibu selama mengandung serta radiasi. Untuk wanita di atas usia 42 tahun bila mengandung resiko anaknya terkena hidrocephalus juga besar,” paparnya. Langkah yang akan diambil tim medis diantaranya dalam waktu dekat melakukan operasi dengan memasukkan pipa untuk menyedot cairan di kepala. “Setelah itu kita akan terus memantau perkembangan dan pertumbuhan Nurul Hidayah. Untuk operasi ini melibatkan dokter spesialis syaraf, spesialias mata dan lainnya,” jelasnya. (heny)

Kisah Warga Dompak yang Terabaikan Sambungan dari halaman 13 sudah roboh separuh. Di sebelahnya, juga rumah papan yang full sambungan disana-sini. Rumah itu, masuk dalam daftar warga. Di depan rumah, ada rongsokan sampah teronggok. Ada jemuran pakaian yang terlihat sudah kusam. Di depan rumah itu, ada bengkel kecil. Di rumah papan yang disambung tak beraturan itu, Mahyunis (45) dan dua anaknya, Iis , Purwasih (20) serta Sabihi Mahyulis (18) tinggal disana. Selain berdinding papan yang tak beraturan, pintu kayunya rumah ini hanya diikat dengan tali rapia. Kaca hitam depan ruang tamu pun, sama tak beraturan ukurannya, sama seperti papanpapan penutup dinding. Sepertinya asal pasang saja, untuk sekedar menutupi rumah. Sudah 13 tahun Mahyunis mengaku tinggal di rumahnya itu, bersama sang suami dan kedua anaknya. Selama itu juga, Mahyunis tak pernah merasakan yang namanya program bantuan be-

dah rumah atau program RTLH. Padahal, sudah berapa kali petugas kelurahan datang ke rumahnya untuk melakukan pendataan. KTP dan KK miliknya juga sudah diserahkan kepada petugas. Namun, sepertinya tak ada tindak lanjut dari pendataan itu. Buktinya, rumah Mahyunis hingga kini masih seperti kandang ayam. Kamar mandi rumahnya pun tak ada. Ketika buang air besar pun langsung cemplung ke bawah rumah panggungnya yang tak lain adalah rawa-rawa. Selain dinding rumahnya yang bolong disana-sini, atap rumahnya juga ditutup dengan seng yang karatan. “Jika hujan, rumah kami bocor,” cerita Mahyunis. Namun, suasana itu bagi Mahyunis dan anak-anaknya, bukan lagi hal yang menyedihkan. Kata Mahyunis, sudah biasa susah. Jadi, baginya itu tidak masalah. Ia masih bersyukur masih punya tempat tinggal meski kondisinya tidak bagus. Mahyunis juga sering mendengar dari orang lain, untuk mendapatkan bantu-

an pemerintah, khususnya bantuan rehab rumah, hanya tinggal mengadu ke pihak kelurahan. Tapi, ironisnya, ketika rumahnya sudah didata, ternyata tidak ada tindak lanjutnya. Untuk memperbaiki rumah sendiri, Mahyunis mengaku tak sanggup. Pekerjaannya saban hari, hanya cukup untuk membeli kebutuha hidupnya sehari-hari. Ia bekerja sebagai buruh kupas bawang di pasar. Upahnya, sekitar Rp40 ribu. Tetapi, tak tentu juga penghasilannya itu. Jika ada kerja mengupas bawang, maka ia bisa dapat uang hari itu. Jika tidak ada bawang yang hendak dikupas, maka ia pun terpaksa makan hasil uang pendapatan kemarin. Dulu, suaminya sempat mendapat bantuan pompong bermesin. Karena jembatan Dompak sudah jadi, ditambah lagi dengan aktifitas tambang bauksit, membua aktifitas nelayan terganggu. Sekarang, suaminya mencoba peruntungan nasib dengan bekerja sebagai kuli bangunan di daerah lain.(desy)

F.DOK

Ketua FKB Oktavio Bintana (kuning) melakukan gotong royong di makam Panglima Hitam di Sei Carang

HADIRI MAULID NABI, Lis Darmansyah Ditodong

TANJUNGPINANG (PK) Kehadiran Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah di Masjid Al-Husein yang terletak di Perumahan Griya Indonusa Lestari RW 8 Kelurahan Air Raja Tanjungpinang Timur ini disambut antusias warga setempat. Bukan hanya kalangan orang tua saja yang menanti, tetapi anak-anak juga memadati Masjid tersebut dalam rangka peringatan Maulid nabi Muhammad SAW yang disajalankan dengan silaturahim warga dengan Walikota. Lis mengajak warga untuk meneladani sifat-sifat Rasullah dan mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. ”Meskipun Nabi dihina, dicaci maki oleh kaum Yahudi, namun ia tetap sabar dan menyebarkan Islam dengan jalan damai,” ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada warga setempat yang telah memilih dirinya serta memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Tanjungpinang 5 tahun kedepan dan ia berjanji akan menjalankan amanah untuk Tanjungpinang lebih baik lagi. Lis juga akan menghidupkan suasana religi Tanjungpinang yang dimulai dari tahun ini dengan pelaksanaan perayaan 1 Muharam tahun baru Islam.

Setiap Masjid diminta untuk mengadakan berbagai pertandingan keagamaan dengan berbagai hadiah yang akan diberikan, dan puncak acara akan diperingati di Masjid Raya Al-Hikmah Tanjungpinang. Usai ceramah agama yang disampaikan Ustad Suhardi, dilanjutkan dengan dialog. Berbagai macam masukan, saran dan kritikan disampaikan masyarakat kepada Lis. Ada permintaan 1 set kompang dari Ibu-ibu majelis Taklim, permintaan pengaspalan jalan oleh tokoh masyarakat mulai dari gerbang Indonusa hingga tembus ke Kota Piring, serta pengaspalan jalan dari pintu gerbang Masjid sampai ke Masjid. Selain itu juga permintaan peralatan bola voolly dan seragam takraw oleh kelompok pemuda. Ada juga permintaan dari pengurus Masjid berupa saguhati untuk para imam masjid seperti layaknya RT/RW yang diberi tunjangan rutin, serta bantuan pembangunan masjid. Menanggapi hal tersebut Lis mengatakan, untuk peralatan kompang ia akan langsung memberikan kepada ibu-ibu Majelis taklim karena masih ada stok barang tersebut di kediamannya. Begitu juga dengan pakain seragam

takraw, sarana olah raga nanti juga akan diusahakan. Untuk pengaspalan jalan perumahan ia mengatakan yang bisa diakomodir hanyalah jalan-jalan yang sudah ada pengalihan dari Developer kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang, sehingga nantinya akan masuk kedalam neraca sebagai aset Pemko. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi polemik dikemudian hari bila tidak ada pengalihan. Bila persyaratan tersebut sudah terpenuhi ia berharap nantinya usulan tersebut dimasukkan dalam Musrenbang 2013 sehingga dapat direalisasikan melalui dana APBD. Terkait insentif para imam masjid ia mengaku sudah direncanakan tetapi bukan di tahun ini, karena terbatasnya anggaran untuk tahun 2013. Bahkan sebelum APBD disyahkan ia sempat ikut membahasnya dalam waktu 4, waktu yang singkat tersebut dimanfaatkannya untuk menyamakan kegiatan 2013 dengan visi dan misinya, sehingga belum semua bisa diakomodir di tahun ini. Menyangkut bantuan pembangunan untuk masjid Alhusein ia minta kepada pengurus masjid agar mengajukan proposal kepada Pemko Tanjungpinang. (Desi)

Belanda Tak Jauh Lagi, Bung! Sambungan dari halaman 13 pekerjaan itu. Sedemikian kuatnya, sehingga kalimat “Belanda masih jauh” tetap ada hingga saat ini. Mungkin sebagian yang lain memiliki perspektif berbeda tentang makna “Belanda masih jauh” tapi bagi kita “Belanda masih jauh” adalah sebuah kalimat yang memberikan pengharapan di saat benar-benar kita tak boleh berharap. Dalam dunia politik tak ada David Coperfield, sang ilusionis kaliber internasional. Pat gulipat sulap dalam politik, hanya berlaku di ujung cerita (biasanya setelah ada pihak yang kalah dan patah). Tapi jika urusannya etape panjang nan melelahkan, proses yang terjadi senyatanya adalah fakta dan rangkaian aktivitas. Para politisi yang masuk dalam daftar caleg sementara kudu mengambil nafas panjang dan mengumpulkan energi sebanyak mungkin. Sekarang pun bukan main tantangan yang meng-

hadang. Tidak hanya lawan eksternal, di internal saling sikut, saling sodok dan menjatuhkan. Bisik-bisik tetangga malah ramai dengan cemooh: Belanda masih jauh! Anda tentu mahfum, candaan itu arahnya adalah mimpi menjadi caleg yang lolos dan bisa duduk di singgasana dewan yang empuk nan menggoda dan masih akan ditentukan pada 2014 mendatang. Dan cemoohan itu sengaja dibuat agar anda kendor, terlena oleh waktu dan lambat mengambil start. Karena tetangga anda sangat berharap anda terlempar dari caleg yang terpilih dan dia bisa melenggang tenang menikmati kursi dewan itu. Karenanya sebagian politisi yang tanggap situasi, saat ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh tersia-siakan. Waktu satu tahun adalah waktu yang sangat pendek. Ya, Belanda tidak jauh lagi, bung! Para Caleg harus bergegas bekerja, menabur simpati dan meraih pesona masyarakat.

Mereka menganggap Pemilu 2014 tinggal sekejap mata. “Kalau tidak sekarang bergerak, saya bisa ketinggalan kereta,” kata mereka. Maka gerilya politik pun dilakukan. Bisa berbungkus kunjungan kerja, kegiatan sosial kemasyarakatan, kegiatan bantuan sosial dan keagaman serta kumpul-kumpul dengan tokoh masyarakat sambil melakukan konsolidasi dengan satu tujuan merebut simpati rakyat. Mereka berlomba-lomba membuat strategi masing-masing demi tercapainya tujuan yang diinginkan. Masing-masign Caleg membuat siasat dan berbagai cara, mulai dari pembuatan kartu nama, brosur, spanduk, baliho sampai ke media cetak dan elektronik yang kesemuanya mengatasnamakan rakyat. Karena baginya, pertarungan di 2014 adalah pertarungan hari ini. Pertarungan energi, kekuatan modal politik dan strategi yang semuanya dimulai hari ini. Selamat berjuang. ***

Idrus Jas Siap Rebut Kursi DPRD Tanjungpinang Sambungan dari halaman 13 AKBP H Sumardi.” Saya memilih ini, tentu saja setelah mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik dari masyarakat maupun para purnawirawan Polri di Tanjungpinang. Meskipun saya sudah tidak aktif lagi di kepolisian, namun saya tetap minta izin kepada Kapolres Tanjungpinang, Ini sudah saya lakukan. Insya Allah, mereka sangat mendukung,” lanjutnya. Hal yang ingin dilakukan Idrus, jika terpilih menjadi anggota DPRD yaitu melakukan perubahan di Tanjungpinang. Idrus bertekat melakukan perubahan di bidang pembangunan di Kota Tanjungpinang yang merata, meneingkatkan kesejateraan masyarakat, dan mewujudkan bantuan untuk masyarakat seadil-adilnya, merata, tanpa diskriminasi atau pilih kasih. Satu perubahan sederhana namun berdampak besar yang rencananya akan dilakukan Idrus Jas jika kelak berhasil menduduki kursi DPRD Kota Tanjungpinang yaitu optimalisasi siskamling untuk meningkatkan keamanan. Buah pikiran yang tak jauh dari profesi yang pernah ia sandang, yaitu sebagai polisi yang mengayomi masyarakat.

Idrus melihat masih banyak masyarakat belum memanfaatkan pos siskamling sebagai salah satu wadah keamanan lingkungan. Pos siskamling merupakan wadah untuk menjaga lingkungan dan harus dilaksanakan dengan baik.” Saya 10 tahun menjadi Ketua RT di Lembah Purnama. Mengayomi masyarakat tidak hanya ditunjukkan dengan menjadi seorang polisi aktif. Meski sudah pensiun, seorang mantan polisi bisa tetap mengabdi kepada masyarakat banyak,” demikian pemikiran Idrus. Kemudian soal sampah. Kebersihan kota karena pengelolaan sampah yang belum optimal ternyata juga diperhatikan Idrus. ‘’Banyak persoalan Kota Tanjungpinang, seperti masih banyak ditemukan penampungan sampah yang ilegal, di tengah-tengah permukiman masyarakat,” tambah Idrus. Idrus Jas yang mengaku mendapatkan dukungan dari tokoh sentral pembentukan Provinsi Kepri, Huzrin Hood menjelaskan alasannya merapat ke Partai Demokrat. Menurutnya Partai Demorkat merupakan partai yang sudah teruji programnya untuk masyarakat. ”Semua partai baik, malah banyak petinggi partai mengajak saya untuk bergabung di partainya. Tapi saya tetap

memilih Demokrat,” tegasnya. Idrus memprediksikan, mungkin dirinya satu-satunya purnawirawan Polri yang mendaftar sebagai bacaleg untuk DPRD Kota Tanjungpinang. ”Selama saya menjadi anggota Polisi, saya dikenal sebagai dai atau pendakwah. Bahkan saya menjadi dai sampai ke Polda Kepri di Batam,” paparnya. Saat disinggung, berapa dana yang disiapkan, untuk maju sebagai bacaleg DPRD Tanjungpinang, mengingat berpolitik itu biayanya mahal, Idrus mengaku belum bisa menjawabnya. Karena, ia baru pertama kalinya maju ke kursi DPRD Tanjungpinang. Bahkan, baru pertama kalinya mengikuti pemilihan dan memberikan hak suaranya. “Selama ini saya hanya mengawal jalannya pemilu, baik pemilu pilres, legislatif. Tapi sekarang setelah purnawirawan baru pertama nyoblos di Pemilihan Wali Kota kemarin,” ungkapnya. “Saya akan maju sebagai caleg dari daerah pemilihan Kecamatan Bukit Bestari. Karena sejak tahun 1975 hingga tahun 2012 telah mengabdi kepada masyarakat, saya rasa saya telah memahami apa yang diinginkan oleh masyarakat Tanjungpinang,” katanya. (Nurul)


Property

15 SENIN 04 FEBRUARI 2013

Ada Yu Sheng Di Hotel Harris

Rudi, Executive Chef Harris Hotel menyajikan Yu Sheng.

F.IST

BATAM,(PK) Yu Sheng, menu makanan khas Imlek. Masyarakat China yang tinggal di Singapura dan Malaysia sangat menyukai makanan ini saat tiba Tahun Baru China, terutama para pebisnis dan pekerja. Yu Sheng hadir di Harris Hotel pada Imlek tahun ini. “Kami memang membidik konsumen Singapura dan Malaysia. Kami mengerti kebutuhan dan selera mereka,” ujar Asisten Marketing Communication Manager, Dino kepada Putra Kelana, Rabu 30 Januari 2013. Harris melalui Rudi, Executive Chef Harris Hotel akan menyajikan Yu Sheng sebagai menu makan malam prasmanan untuk Anda. Makanan Yu sheng memiliki simbol kesejahteraan, kemakmuran, dan keberuntungan bagi bisnis mereka. “Yu Sheng sebagai hidangan Imlek di Harris Hotel Batam Centre, kali ini kami sediakan untuk 70 orang,” lanjut Dino. Sebagaimana diketahui, Yu Sheng merupakan salad Asia yang dipagu dengan irisan sayuran. Salad tersebut disajikan bersama beragam topping, sweet plum sauce, dan irisan daging salmon segar (salmon sashimi). Saus dihidangkan terpisah dan

dicampur sendiri dengan sumpit oleh orang yang memakannya. Menurut tradisi, ketika diaduk dengan saus, ikan dan sayuran harus diangkat tinggi-tinggi di atas piring. Semakin tinggi Yu Sheng terangkat, maka semakin baik pula peruntungan di tahun yang baru. Yu Sheng diaduk bersamasama oleh orang yang duduk satu meja sambil saling mengucapkan selamat tahun baru Imlek. Tradisi mengaduk Yu Sheng dan mengangkatnya tinggi-tinggi disebut lo hei. Yu sheng didasarkan pada faktor berkumpulnya anggota keluarga dan terjaganya hubungan kekerabatan karena porsi satu piring besar Yu sheng bisa disantap sampai 8 orang sehingga tidak cocok untuk dimakan sendiri saja. Yu sheng ini tampaknya mulai populer sebagai makanan khas imlek dan menunya keluar setahun sekali. Di Singapura dan Malaysia, makanan ini dihidangkan sebagai makanan pembuka, dan biasanya dimakan pada hari Renri (hari ke-7 bulan pertama kalender Imlek). Di Indonesia, menu Yu Sheng biasanya hanya ada di hotel-hotel mewah dan berkelas. (Nurul)

seharga 1,5 juta rupiah. Ada juga TV cabinet yang dijual 900 ribu rupiah saja sedangkan untuk cabinet TV LCD dijual dengan diskon 20%. Demikian pula dengan Pia Furniture yang menggelar promo Imlek. Beberapa koleksinya dijual dengan harga khusus. Spring bed merk Kingkoil Queen ukuran 152x190 dijual seharga 1,68 juta rupiah plus bonus sepasang bantal. Harga normal spring bed ini yaitu 2,5 juta rupiah. Meja makan kayu dengan 4 kursi dijual seharga 580 ribu rupiah. Harga normal yang dipasang yaitu 800 ribu rupiah. Sebuah rak Tv yang dijual dengan harga normal 900 ribu rupiah, harga promonya menjadi 600 ribu rupiah. Sedangkan kursi office dijual dengan harga mulai dari 180 ribu rupiah. Demikian pula dengan pengusaha pengembang perumahan pun tak mau ketinggalan. Mereka juga ramai-ramai menggelar launching dan diskon pada momen perayaan Imlek ini. Seperti Royal Property, pengembang hunian Royal Grande mempersiapkan angpao senilai 388,8 juta rupiah untuk dibagi-bagikan bagi pem-

beli rumah di Royal Grande pada periode 8 Januari sampai dengan 8 Febriari 2013 ini. Royal grande terdiri dari rumah type 62, 73, 95, 111, 132, 150, 172, dan 191. Type 111 baru dilaunching pada bulan Desember lalu sebanyak 11 unit. Bangunan ini didesain dengan dua lantai, dengan luas lahan beragam mulai dari 142 sampai 246 meter persegi. Ada pun spesifikasi bangunan blok baru ini, terdiri dari dua lantai, dua kamar tidur di lantai atas, serta satu kamar tidur di lantai bawah dengan konsep penataan ruang yang baik dan nyaman untuk penghuninya, seperti tinggi plafon rumah didesain 3,2 meter, tinggi pintu utama 2.58 meter dan pintu kamar 2,53 meter. Sedangkan desain sistem pencahayaan dan penghawaan juga begitu terencana dan juga fungsi ruang dalam tertata. Royal Grande sendiri, hadir dengan konsep modern living yang dibangun di area seluas 14 hektar dengan lokasi strategis di kawasan perkotaan Batam Center. Perumahan ini hadir sangat dekat dengan ruas jalan protokol row 50 meter.(Nurul)

IMLEK, HIASI RUMAHMU! BATAM (PK) Seperti apa imajinasi anda tentang suasana imlek di rumah? Aneka kue, hiasan lampion, atau juga merencanakan mengganti furniture? Hampir semua pemilik atau pengelola toko dan swalayan memanfaatkan moment Imlek untuk meningkatkan kuantitas penjualannya melalui program diskon. “Setiap menjelang Imlek biasanya ada diskon,” ujar Fani, karyawan Hypermart di Mega Mall kepada Putra Kelana. Imlek identik dengan hiasan lampion. Aneka model lampion dijual dengan diskon 70% di Hypermart Mega Mall. Selain Hypermart, Utama Houseware juga sudah memajang lampion dagangannya sejak dua minggu lalu. Harga hiasan gantung sebagai property Imlek di Houseware mulai dari 7 ribu rupiah. “Ada harga special menjelang Imlek,” uajr Mulia, Store Manager Utama Housware. Berbagai model gantungan property Imlek tersedia di Utama Houseware. Ada lampion dengan lampu listrik, aneka lampion dari kain maupun kertas dengan berbagai ukuran. Aneka property Imlek untuk mobil juga tersedia.

Demikian pula dengan Samarinda Houseware juga menjual aneka property Imlek dengan berbagai diskon dan harga menarik. Berdasarkan pengamatan Putra kelana, lampion listrik dijual dengan diskon 30%. Ada juga lampion kain dijual dengan diskon 25%. Aneka lampu imlek dan hiasan gantung dijual dengan diskon 25%. Ada juga aneka bunga sakura yang dijual dengan harga mulai dari 7800 rupah. Bukan hanya aneka property Imlek. Menjelang Imlek, berbagai produk furniture juga didiskon. Seperti di Herman’s Living Lifestyle yang memberikan diskon 10% untuk aneka dagangan spring bednya. Hiken juga tak kalah dengan menawarkan bedset anak mulai dari 7,5 juta. Diskon 75% diberikan oleh Taffeta Dekor untuk gorden, wallpaper, aneka karpet, dan sofa. Selanjutnya, Image Furniture Warehouse Desaign dalam menyambut Imlek inimenawarkan Divan lengkap dengan matras Queen seharga 2,15 juta rupiah masih ditambah bonus bantal sepasang. Sofa bed di sini dujual dengan harga 1,5 juta rupiah sedangkan sofa L shape juga dijual

F.IST

Lobby Hotel Harris Batam Centre

SAMBUT TAHUN ULAR

Di Harris Hotel

BATAM (PK) Rayakan imlek di Harris Hotel, smbut tahun ular bersama keluarga, teman, atau kerabat tercinta. Original menu dan hiburan Imlek di negara tirai bambu siap dihidangkan untuk Anda. Serba khas Cina dan khas Imlek. “Kami merayakan Imlek dengan kesan orisinal, sebagaimana Imlek dirayakan di negara asalnya. Target untuk 70 orang,” ujar Asisten Marketing Communication Manager , Dino kepada Putra Kelana pada hari rabu, 30 Januari 2013. Kesan original dihadirkan sejak pertama kali Anda melangkahkan kaki menuju pintu utama Harris Hotel. Aneka ornament khas Imlek disajikan sebagai dekorasi halaman dan loby Harris. Ada banyak lampion merah dan pintu gerbang khas Cina. “Unsur ini dihadirkan tanpa menenggelamkan khas Harris,’ lanjutnya.

Untuk hiburan, Harris Hotel mengundang group Barongsai yang akan beratraksi di siang hari dan malam hari. Barongsai di sore hari. Barongsai yang atraksi di siang hari ini diundang untuk memberikan berkah bagi Harris Hotel. Barongsai juga di undang untuk menghibur para tamu sambil menyantap hidangan malam pergantian tahun Cina. Ada juga alunan lagu mandarin yang dipersembahkan oleh Residence DJ. Aneka hadiah juga disiapkan. Hidangan makan malam khas Imlek dari negara Cina yaitu Yu Sheng dan Steam Boat. Sebagaimana diketahui, Yu Sheng merupakan menu makanan khas Imlek. Masyarakat China yang tinggal di Singapura dan Malaysia sangat menyukai makanan ini saat tiba Tahun Baru China, terutama para pebisnis dan pekerja.

Sedangkan Steam boat sebagai hidangan andalan akan tersaji sebagai bagian dari hidangan utama. “Kami menyediakan dua pilihan sup yaitu sup ayam dan sup tom yum, selain sup kami juga menyediakan berbagai ragam pilihan makanan untuk steamboat ayam maupun ikan. Tamu bisa memilih sesuai dengan selera mereka,” tutur Executive Chef, Rudi. Semua hidangan dan hiburan Imlek di atas tersaji di Harris Hotel Batam Center dalam sebuah paket menginap senilai Rp. 1.795.000 nett/kamar/malam. Harga ini sudah termasuk hidangan makan malam untuk 2 orang dan juga HARRISSIMO Pizza untuk makan siang. Harris Hotel juga mengakomodir kemasan hidangan makan malam beserta perayaan pergantian tahun baru Cina dengan harga Rp. 250.000 per orang. (Nurul)

Ready Stok di Taman Legenda Bali BATAM (PK) Informasi menarik bagi anda yang berencana membeli rumah di Batam yang siap huni dengan kriteria dekat mall dan bandara. PT.Kencana Raya Maju Jaya selaku pengembang perumahan Taman Legenda Bali Batam Centre, memberikan menyuguhkan lokasi strategis untuk sebuah perumahan yang berlokasi di dekat daerah Bandara Hang Nadim. Penawaran ini dijamin bakal semakin memudahkan konsumen untuk memperoleh rumah tinggal yang nyaman dan terletak di lokasi strategis di jantung kota Batam. Bukan hanya satu mall, perumahan ini dekat dengan dua mall. Anda yang tinggal di hunian ini dapat dengan mudah mencapai Kepri Mall. Jarak rumah anda di Taman Legenda Bali dengan Kepri Mall hanya 500 meter atau tidak sampai 1 km. Hunian ini juga hanya berjarak 10 menit dari Mega Mall. Saat ini rumah yang berstatus ready stock yang bisa langsung dinikmati konsumen antara lain rumah tipe 110

dan ruko. Lebih menguntungkan lagi, rumah siap huni tersebut berada di titik paling strategis yakni tepat di dekat jalan utama menuju bandara Hang Nadim dan menuju pusat Kota Batam Center yaitu hanya 5 menit. Kesimpulannya, posisi perumahan sangat strategis, konsumen langsung bisa menghuni, dan posisinya juga dekat jalan raya utama. Taman Legenda Bali sendiri saat ini sudah dilengkapi dengan pelbagai sarana penunjang aktifitas yang cukup lengkap. Beberapa yang sudah ada antara lain sarana pendidikan mulai dari playgroup sampai SD, masjid, jalan lingkungan row 7 dan lapangan olahraga dan fasilitas lainnya yang tentunya akan membuat setiap penghuni perumahan ini merasa nyaman. Spesifikasi rumah yang dibangun di Taman Legenda Bali yaitu menggunakan beton bertulang. Dinding dibangun menggunakan bata merah dan tentu saja diplaster juga di aci serta menggunakan finishing cat. Lantai meng-

gunakan keramik ukuran 30x30 cm berwarna putih polos untuk type 43 dan 51 sedangkan untuk type 110 dan type 115 menggunakan keramik motif. Flafon dibangun menggunakan gypsum, rangka kayu dan list profile. Kusen pintu terbuat dari kayu meranti atau yang sekelas. Daun jendela menggunakan kaca polos ketebalan 55mm.Atapnya menggunakan genteng beton dan baja ringan. Selanjutnya, kamar mandi dibangun menggunakan keramik, baik lantai maupun dindingnya. Untuk lantai, keramik yang digunakan yaitu ukuran 20x25 cm sedangkan keramik untuk dinding ukuran 20x25 cm. Bak mandi yang dipasang menggunakan bahan fiber sedangkan pintunya dari PVC. Untuk klosetnya yang digunakan adala 3 macam. RUmah type 43 dipasang kloset jongkok. Rumah type 51 menggunakan kloset duduk tanpa tabung sedangkan untuk rumah type 110 menggunakan kloset duduk komplit. (Nurul)


16 SENIN 04 FEBRUARI 2013

Pro Bisnis

PONSEL CINA

Tetap Laris

Acer Bangun Pabrik di Indonesia USAHA pemerintah untuk mendorong industri teknologi informasi membuahkan hasil. Pasalnya Vendor produk teknologi informasi asal Taiwan, Acer telah memulai pembangunan pabrik di Indonesia. Presiden Direktur Acer Indonesia Jason Lim berkata Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi Acer. Selama delapan tahun Acer telah menjadi brand nomor satu untuk produk personal computer (PC) dan notebook dengan market share 38 persen. “Untuk itu kami berinvestasi di sini, sehingga bisa memberi nilai tambah bagi Indonesia, tidak hanya dijadikan market,” ungkapnya saat ditemui di acara peluncuran produk tablet Iconia B1-A71 di Jakarta, Rabu (30/1). Pembangunan pabrik yang berlokasi di Jakarta itu, lanjut Lim, telah dimulai quartal IV tahun lalu. Pabrik itu digunakan untuk merakit berbagai produk Acer khususnya PC. Mengenai kapasitas dan besarnya investasi yang dikeluarkan ia enggan mengungkapkan. Ia hanya berkata masyarakat bakal mendapat harga yang lebih kompetitif dengan adanya pabrik itu. Lim berharap dengana adanya pabrik tersebut dapat semakin memperkuat posisi Acer. Selain membangun pabrik, ia telah menyiapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kinerjanya. Setelah merajai produk PC dan Notebook, tahun ini pihaknya bakal fokus menggarap pasar tablet. Lim mengatakan, prospek tablet tahun ini sangat bagus. Menurut data Growth from Knowladge (Gfk) penjualan tablet di Indonesia, tahun lalu mencapai 1,6 juta unit. Diperkirakan, tahun ini bakal tumbuh menjadi 3 juta unit atau naik 80 persen. “Ini tentu peluang yang besar. Tahun ini, diiap kuartal kami akan mengeluarkan jajaran produk tablet terbaru,” jelasnya.***

DAFTAR HARGA ELEKTRONIK DI BATAM Sumber : Service Centre PT Immotech Indonesia cabang Batam BATAM (PK) Ponsel Cina tetap eksis di Batam. Meskipun berbagai ponsel dengan merk ternama berlomba meluncurkan produk barunya, ponsel buatan Cina telah memiliki pangsa pasarnya sendiri. Ponsel buatan Cina ada dua macam. Pertama, ponsel Cina yang mengusung merk sendiri. Kedua, ponsel Cina KW yang merupakan ponsel yang menggunakan casing merk ternama namun perangkat dalamnya berbeda. “Semua ada peminatnya. Ada yang memilih (ponsel Cina) dengan merknya sendiri, ada juga yang minatnya tiruan. Seperti merk Blackberry dan Nokia,” ujar Anton, pemilik konter ponsel di kawasan Top 100 kepada Putra Kelana. Berdasarkan pengamatan Putra Kelana, ponsel China memang memiliki beberapa karakteristik yang memenuhi kebutuhan kalangan konsumen tertentu. Pertama, harganya murah. Harga ponsel Cina yang beredar di Batam mulai dari 170 ribuan rupiah. Harga ini tentunya disesuaikan dengan fasilitas yang dibenamkannya. Ponsel harga termurah ini dihadirkan bagi konsumen yang sekedar ingin berkomunikasi dengan berbicara atau melalui pesan singkat. Beberapa merk dari ponsel Cina juga membesutkan fasilitas hiburan seperti game pada ponsel murah tersebut. “Merk Xevian yang harga 170 ribuan ada gamenya kok,” ujar Anton lagi. Hal lain yang membuat ponsel Cina menarik bagi konsumen tertentu yaitu casingnya yang elegan. Mayoritas ponsel Cina memang didesain mewah, mirip dengan ponsel-ponsel bermerk yang termahal seperti Iphone dan Blackberry. Harga murah disanding-

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31.

kan dengan casing yang mewah ini menarik minat pembeli kalangan menengah ke bawah. “Cocok buat bergaya. Kalau yang tiruan Blackberry casingnya sama persis, tapi nggak bisa buat bbm. Dalamnya beda. Kualitasnya beda jauh lah. Kameranya juga nggak sebagus aslinya,” kata Anton. Murah dan bergaya, itulah ponsel Cina. Selain itu, fasilitasnya juga cukup lengkap. Untuk ponsel Cina yang harganya di atas 400 ribu, ada yang sudah difasilitasi kamera minimal 1 megapixel. Selain itu juga dilengkapi slot memori eksternal, pemutar musik MP3 dan MP4, perekam video, browsing internet, dan social networking. Pengguna sudah bisa mengoperasikan google dan mengakses facebook dengan ponsel 400 ribuan rupiah ini, namun masih mengandalkan teknologi edge atau GPRS kelas rendah. “Kalau yang harga di atas 700 ribu sudah ada yang pakai android lho,” katanya lagi. Bicara soal kualitas, para pedagang ponsel tidak bisa memastikan mengenai daya tahan ponsel Cina. Beberapa ponsel Cina diakui tidak tahan lama atau mudah rusak. Kerusakan pada umumnya terjadi pada keypad dan charger. “Kalau layar, resolusinya pada umumnya nggak bagus. Rusak seringnya keypad, koneksi charger, suka ngehang.” Beber Anton. Ponsel Cina banyak diburu konsumen kalangan menengah ke bawah, perempuan maupun laki-laki, tua maupun muda. Sebagaimana dituturkan Anton, konternya menjual ponsel Cina berbagai merk dengan jumlah 30 sampai 40 ponsel per bulannya. “Ngambil untungnya nggak banyak lho,” akunya. (Nurul)

Harga 1,55 juta 1,54 juta 1,51 juta 1,75 juta 1,53 juta 1,6 juta 1,7 juta 1,93 juta 1,95 juta 1,95 juta 1,95 juta 1,55 juta 1,82 juta 1,73 juta 980 ribu 2,2 juta 2,5 juta 2,42 juta 2,4 juta 3,26 juta 3,42 juta 3,44 juta 3 juta 3 juta 3,18 juta 3,64 juta 3,65 juta 2,65 juta 2,65 juta 2,22 juta 4,34 juta

DISTRIBUTOR TUNGGAL XEVIAN BATAM, NAGOYA HILL No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

ICONIA TAB ACER A101 SPESIAL DI ERAFONE BATAM, (PK) – Iconia Tab Acer A101 free hard casing dan promo potongan harga spesial di Toko Erafone Batam. Demikian disampaikan Front Liner Erafone Mega Mall Batam. “Yang ini (Iconia Tab Acer A101) harganya Rp3 juta, gratis aplikasi,” ujarnya kepada Putra Kelana.30 Januari 2013. Tablet produk Cina ini memiliki desain unik dan menarik. Terbuatt dari bahan plastik glossy yang mewah. Iconia Tab A101 memiliki dimensi 195 x 117 x 13,1 mm dengan bobot 470 gram. Dilihat dari tampilan, tak ada bedanya dengan Android lain pada umumnya. Anda pun bisa menikmati tombol back, play, next, shuffle, dan repeat. Kelebihan pada pemutar musik, terdapat Dolby Mobile, menjadikan kualitas suara dari musik jernih dan tidak pecah. Acer Iconia Tab A101 ini menggunakan jenis dual core 1Ghz Cortex-A9, chipset Tegra 2 T20, dan GPU ULP Getforce. Tablet ini juga dibekali beberapa kelengkapan dan instrumen di sekeliling bodinya. Pada sisi atas terdapat microphone, tombol power on/off/lock, dan audio port 3,5 mm. Sedangkan pada sisi bawah terdapat tombol reset, duah buah speaker, port micro HDMI, port docking, port charger, dan port microUSB.

Blackberry Seri 8520 white (Gemini) 8520 black (Gemini) 8520 hot pink (Gemini) 9105 black (Pearl) 9220 black (davis) 9220 white (davis) 9220 white Arabic (davis) 9320black ( amstrong) 9320blue/red ( amstrong) 9320 purple ( amstrong) 9320 white ( amstrong) 9300 purple (Gemini 3G) 9300 white (Gemini 3G) 9300 rubby red (Gemini 3G) 9300 black (Gemini 3G) 9380 black (Orlando) 9360 white (Apollo) 9360 black (Apollo) 9360 pink (Apollo) 9780 white (Onyx2) 9790 black (Bellegio) 9790 white (Bellegio 9800 black (Torch 1) 9800 red (Torch 1) 9800 white (Torch 1) 9800 grey (torch 2) 9810 white (Torch2) 9860 black (Monza) 9850 black (Verizon) 9900 black (Dakota) 9900 white (Dakota)

Xevian Seri CX 88 CX 22 X 66 CX 99 X 33 X 77 CX 55

Harga (rupiah) 339 ribu 279 ribu 189 ribu 439 ribu 179 ribu 299 ribu 269 ribu

ERAFONE No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

Nokia Seri Asha 305 Asha 306 Asha 308 Asha 309 Asha 311 Asha 302 Asha 202 Asha 200 C6 C6-01 X7 X2-02 Lumia 900 Lumia 610

Harga (rupiah) 849 ribu 899 ribu 949 ribu 999 ribu 1,15 juta 1,049 juta 830 ribu 739 ribu 1,8 juta 2 juta 4 juta 675 ribu 4,49 juta 1,949 juta

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Samsung Seri Harga Galaxy Tab 2 P5100 4,999 juta Galaxy Note II N7100 7, 499 juta Galaxy Ace Duos S6802 1,999 juta Galaxy Young S5360 1,249 juta C 3303 Champ 499 ribu Galaxy TAB 2 P3100 3,499 juta Galaxy SIII 6,499 juta Galaxy Nexus 3,75 juta Galaxy W 2,499 juta

ERAFONE Lalu pada sisi kanan, terdapat tombol rotation lock, slot SIM card, slot Micro SD, dan tombol pengatur volume. Untuk sisi sebelah kiri, bodi dibiarkan polos tanpa sentuhan instrumen. Selain itu pada sisi back cover, seperti biasa terdapat lensa kamera utama, 5 megapixels, sedangkan pada sisi front cover ditempatkan lensa kamera sekunder untuk kebutuhan video call, resolusinya 2 megapixels. Acer mengusung user interface. Pada bagian home screen terdapat lima halaman yang dapat dimasukkan berbagai item dengan menyentuh tombol + seperti Widget, Shortcut, atau sekedar mengganti wallpaper. Disebelahnya terdapat tombol Apps untuk melihat seluruh aplikasiaplikasi yang terinstall. Bagian kiri atas terdapat tombol search Google dan tombol voice command. Kelebihan yang dimiliki Acer Iconia Tab

A101, sudah dilengkapi kamera 5 megapixels (2592 x 1944 pixels) dengan autofokus, kelengkapan yang ada mencakup LED Flash dan beragam pengaturan seperti zoom, flash mode, white balance, color effect, scene mode, store location, focus mode, exposure, picture size, dan picture quality. Untuk kemampuan rekam video, Iconia Tab A101 sudah mengusung resolusi HD 720p dengan spesifikasi 30 frame per detik. Terdapat pengaturan seperti zoom, flash mode, white balance, color effect, video quality, time lapse interval. Untuk pemutar musik dibekali menu artist, album, songs, playlist, dan genres. (Nurul)

Konsumen Bicara Ponsel Cina

Mito 600, Kecil Banget! BATAM (PK) Baru-baru ini, produsen ponsel Cina merk Mito merilis produk terbarunya. Mito merilis ponsel mini M 600, paket ekonomis kebutuhan trend yang dipadukan dengan fasilitas internet. Ponsel dengan casing unik ini harganya cukup murah. “Mito 600 harganya 600 ribu. Mito modelnya memang unik-unik, lucu-lucu. Harganya juga murah. Yang android juga ada,” ujar Monik, karyawan sebuah toko ponsel di bilangan Jodoh, Batam. Mito selain mengikuti selera konsumen masa kini juga membuat ciri khas melalui bentuk bodynya. Mito tidak hanya mengerti kebutuhan konsumen terhadap akses internet,hiburan, dan fotografi, juga tren touch screen dan penggunaan android. Mito didesain dengan aneka model unik seperti ponsel jam tangan, ponsel mini, dan ponsel lipat yang fashionable. Mito 600 sebagai keluaran terbaru dari produk ponsel Cina ini sepertinya diciptakan bagi konsumen yang mengutamakan kebutuhan internet. Aplikasi yang dibenamkan cukup simple, dual GSM on, kamera, Bluetooth, perekam audio maupun video, tv turner, radio, dan memori eksternal. Namun istimewanya, ponsel murah ini sudah menggunakan teknologi 3G untuk akses internetnya. Uniknya, terlalu mininya body Mito 600 ini bahkan sampai bisa diselipkan di headset. Bayangkan saja, ukurannya hanya 72x45 cm dengan ketebalan 11 mm. Dengan bodi mini, seri ini dilengkapi layar seluas 2,2 inch yang dapat dioperasikan untuk menjelajah menu dengan QVGA Touchscreen resistif. Mito 600 menyediakan dua menu tampilan, antara lain tampilan normal dan widget. (Nurul)

MURAH, bergaya, dan mencukupi kebutuhan. Tiga hal tersebut merupakan alasan yang sering dikemukakan oleh pengguna ponsel Cina. Sebagaimana diakui Rara, ibu satu anak yang bekerja sebagai karyawan swasta di Batam Center. “Mau beli yang mahal, sayang uangnya,” ujarnya kepada Putra Kelana sambil tertawa. Karena tak memiliki cukup uang untuk membeli ponsel bermerk, Rara memilih ponsel Cina. Pilihannya adalah ponsel model Qwerty. “Biar sedikit bisa gaya juga. Kemaren punya yang layar sentuh itu, tapi rusak kebanting anak. Anakku kan masih kecil, masih 2 tahun,” ujarnya lagi. Rara sebetulnya juga ingin memiliki ponsel bermerk, tapi uangnya belum cukup. Saat ini, dia mengaku sedang mengumpulkan uang untuk membeli Blackberry. “Tapi kalau dipikir-pikir buat apa ya, teman saya jarang yang pakai Blackberry. Mau BBM an sama siapa. Kalau kredit, ini motor belum lunas. Jadi beli Blackberry Cina saja lah,” katanya lagi sambil tertawa.

Kebutuhan Rara mengenai smartphone cukup tinggi. Selain bertelepon dan sms, Rara mengaku suka membuka facebook. “Saya bisa update status 10 kali sehari. Kalau lagi suntuk. Saya juga hobi narsis foto-foto. Hape saya ini lumayan bisa digunakan,” ujarnya, masih sambil tertawa. Rara mengaku, ponsel Cina sebenarnya cukup awet. Menurutnya, semua tergantung pemakaiannya. “Aku pakai (ponsel) ini belum setahun sih. Nggak ada yang rusak kok, baik-baik saja. Tapi temanku ada juga yang pakai ponsel Cina, katanya sinyalnya nggak bagus,” ujarnya. Demikian pula Rahmat, seorang pemuda penjual makanan siap saji mengaku beberapa kali dikecewakan ponsel buatan Cina. Namun sampai sekarang dia tetap menggunakan ponsel Cina meskipun dia sudah memiliki ponsel Blackberry. “Ponsel Cinaku yang pertama trackpadnya lari-lari. Trus ganti lagi, suaranya kalau buat telepon pecah, kresek-kresek. Yang sekarang lumayan tahan lama, be-

lum setahun sih,” ujarnya. Ponsel Cina tersebut digunakan Rahmat hanya untuk menonton TV, mendengarkan musik, bertelepon, dan sms. “Kalau internetan aku pake Blackberry lebih cepet.,” tambahnya. Senada dengan Rara, Rahmat juga berpendapat bahwa daya tahan ponsel Cina tergantung pemakaiannya. “Kalau aku sih tergantung cara memakainya. Memang sih ada yang mudah rusak tapi untungnya aku belum pernah beli yang itu. Buatku ponsel Cina lumayanlah,” ujarnya. Lain halnya dengan Adi, seorang karyawan rumah makan di bilangan Jodoh mengaku tidak berminat menggunakan ponsel Cina. Dia mengaku lebih suka menggunakan ponsel bermerk dengan harga termurah. “Nokia saya ini harganya 500 ribu rupiah. Biasa saja bentuknya. Kalau dibelikan hape Cina dapat yang bagus. Tapi saya pilih Nokia saja, gampang pakainya, dan tidak mudah rusak,” akunya. (Nurul)

Awal Maret, AXIS Pasarkan Blackberry 10 AXIS menyatakan akan meluncurkan ponsel pintar BlackBerry 10 di awal Maret 2013. Informasi lebih lanjut mengenai waktu dan harga akan diumumkan segera. “AXIS telah meluncurkan beragam ponsel pintar berteknologi tinggi terkini dalam beberapa bulan terakhir, sekarang kami juga akan menjadi pengadopsi pertama dari BlackBerry 10,” kata Daniel Horan, Chief Marketing Officer AXIS. “Kami yakin layanan BlackBerry berkualitas AXIS yang digabungkan dengan ponsel berteknologi tinggi BlackBerry akan memberikan nilai terbaik bagi pelanggan,” kata Daniel menambahkan. Sementara itu, AXIS juga telah memperpanjang promo paket layanan AXIS BlackBerry Fun hingga 30 April 2013. Pelanggan yang mendaftarkan paket AXIS BlackBerry Fun sebelum 30 April 2013 akan menghemat Rp14.900 dari harga normal, Rp44.900 plus bonus tambahan seperti GRATIS 200 telepon, GRATIS 200 SMS dan GRATIS 40 MB setiap bulan selama periode promosi diperpanjang. (BP/thr)

Outlet ponsel Cina ramai dikunjungi

F.DOK


Pro Bisnis

17 SENIN 04 FEBRUARI 2013

RAYAKAN IMLEK

dan Valentin di Hotel Aston

TANJUNGPINANG (PK) Hotel Aston Tanjungpinang, menyediakan suguhan menarik menyambut hara raya Imlek dan Valentine ceria di bulan Februari ini. Bagi yang merayakan Chinese New Year, 9 Februari mulai pukul 19.0007 dapat menikmati Chinese New Year Buffet Dinner. Harganya hanya dengan Rp150 ribu ++ (belum termasuk pajak) per orang di Gazebo Swimming Pool. “Tamu akan dimanjakan dengan menumenu pilihan dari kami seperti Yee Sang, Crab Corn Soup, Chinese Roast Duck, Chicken Kungpao, Fish Black Bean Sauce, Cereal Fried Prawn, Mapo Tofu, Lo Han Cay, Chow Mien Noodle, Yangchow Fried Rice, Steamed Rice dengan dessert Ice Longan with White Fungus, Mango Sago Pudding dan irisan buah segar,” kata Public Relation Hotel Aston Tanjungpinang, Putri Agitiara, Jumat (1/2). Selain itu Hotel Aston juga menyedia-

Putri Agitiara

kan untuk harga paket, hanya dengan Rp 2,5 juta ++ (belum termasuk pajak) untuk minimal 10 orang di Verbena Café & Bar. Putri mengatakan disamping itu juga dapat menikmati set menu special dengan free flow Chinese tea dan soft drink. Sementara untuk 14 Februari dengan thema “ Be My Valentine “, tamu dapat menikmati makan malam romantis di

Gazebo Swimming Pool hanya dengan harga Rp 225 ribu ++ (belum termasuk pajak) per orang. Berbagai menu disajikan seperti menu Cupid of Prawn Timbale, River of Love the Creamy Tomato dan dengan pilihan menu Lovely Tender of Beef Medalion atau Pink Tasmanian Salmon Never Ending Love Story atau Chicken Florentine d Amore dengan dessert Duo Temptation of Love termasuk bunga mawar. Putri Agitiara, Public Relations Aston Tanjung Pinang mengatakan pada acara Imlek & valentine juga mereka akan membagi-bagikan doorprizes seperti voucher kamar, voucher massage, voucher KTV dan dinner voucher. Specialnya lagi di acara valentine diadakan Best Couple Dress Awarded, yaitu pasangan yang terlihat memakai busana yang kompak dan serasi akan diberikan hadiah. Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi Putri Agitiara (Public Relations) di 0771-442 947. (BP/asr)

Yamaha Malaka Abadi II Raih Dua Penghargaan Nasional

F.IST

Amril, Manajer PT Yamaha Malaka Abadi II memegang 2 penghargaan

TANJUNGPINANG (PK) Yamaha Malaka Abadi II Tanjungpinang, meraih dua penghargaan nasional. Penghargaan pertama Yamaha business review (YBR) 2012 kategori best productivity. Penghargaan kedua, bengkel resmi Yamaha terbaik 2012 wilayah Riau-Kepri. Penghargaan diserahkan Executive Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Dyonisius Beti kepada owner dealer PT Yamaha Malaka Abadi II Tanjungpinang, Pieter di Mata Elang International Stadion Ancol Jakarta, Sabtu (26/1). ”Dua penghargaan tersebut kami per-

sembahkan untuk kebanggaan masyarakat Kepri khususnya konsumen Yamaha. Karena kami akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat minimal mempertahankannya. Kami memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, senyaman mungkin seperti mereka di rumah sendiri,” ujar Manajer Yamaha Malaka Abadi II Tanjungpinang, Amril. Penghargaan yang disabet Yamaha Malaka Abadi II, di ajang Yamaha 3 S (Sales, Sparepart, Service) dealer meeting yang diikuti 500 dealer Yamaha seluruh Indonesia. Pertemuan tersebut di-

hadiri pembalap internasional Jose Lorenzo dan Valentino Rossi yang akan menjadi pembalap membawakan brand Yamaha. Peserta pertemuan dihibur band Noah sebagai band ikon Yamaha. “Terima kasih kepada semua tim yang bahu-membahu kerja sama hingga mendapatkan penghargaan ini,” ujar Amril sambil mengangkat dua tropi penghargaan yang diraih Yamaha Malaka Abadi II. Amril mencontohkan kategori bengkel, Yamaha Malaka Abadi II mengusung konsep hijau peduli lingkungan (green enviroment). Bengkel didesain terbuka dengan kursi yang banyak dan suasana santai. Saat motor konsumen diservis, konsumen bisa melihat sendiri dan berkonsultasi dengan mekanik. Kalau ada siuku cadang yang mau diganti, tersedia lengkap. Bengkel Yamaha Malaka Abadi II dilengkapi back lift. Setiap kendaraan yang diservis, ada standar waktu. Sehingga, tidak terjadi antrean waktu yang panjang untuk menangani servis motor. “Mekanik Yamaha Malaka Abadi II telah terampil menangani motor dengan teknologi injeksi (nonkarburator). Tren teknologi motor sekarang, sudah mengarah ke injeksi seperti mobil. Mekanik kita semua sudah dilatih terampil menangani teknologi tersebut,” bebernya. (BP/ ash)

DAFTAR HARGA SEMBAKO DI BATAM PADA DESEMBER 2012 No Jenis Komoditi

Volume

Senin/10 Des 12 Borongan Eceran

Beras A.MEDIUM 1) Rambutan Merah 25kg 2) Cucak Rowo 25 kg B. PREMIUM 1) Arum Biru 25kg 2) Bumi Ayu 25 kg 2. Gula 1) Lokal 1 kg 2) Impor 1 kg 3. Minyak Goreng 1) Curah 1 kg 2) Bimoli 1 liter 3) Mitra 1 liter 4. Mentega 1) Kiloan 1 kg 2) Blue Band 250 gram 5. Daging 1) Ayam ras 1 kg 2) Ayam kampung 1 kg 3) Sapi lokal 1 kg 4) Sapi impor beku 1 kg 6. Telur 1) Ayam ras 1 papan 2) Ayam kampung 1 butir 7. Susu (Kental Manis) 1) Cap Indomilk 1 kaleng 2) Cap Bendera 1 kaleng 3) Cap Prendjak 1 kaleng 8. Tepung terigu 1) Segitiga biru 1 kg 2) Cakra kembar 1 kg 9. Pertanian A. SAYURAN 1) Cabe merah keriting 1 kg 2) Cabe hijau 1 kg 3) Cabe rawit 1 kg 4) Bawang merah jawa 1 kg 5) Bawang merah putih 1 kg 6) Bawang merah medan 1 kg 7) Wortel 1 kg 8) Timun 1 kg 9) Bayam 1 kg 10) Kangkung 1 kg 11) Kol 1 kg 12) Tomat buah 1 kg 13) Toge 1 kg B. KACANG-KACANGAN 1) Kacang tanah 1kg 2) Kacang hijau 1kg 3) Kacang kedele 1kg 10. Perikanan 1) Ikan tongkol 1kg 2) Ikan kembung 1kg 3) Ikan Sela 1kg 4) Udang 1kg 5) Cumi-cumi 1kg 6) Ikan asin kembung 1kg

Selasa/11 Des 12 Borongan Eceran

HargaKeterangan

1.

175.000 215.000

8.000 9.000

175.000 215.000

8.000 9.000

248.000 248.000

10.500 10.500

248.000 248.000

10.500 10.500

10.000 8.500

10.000 8.500

9.000 13.000 11.000

9.000 13.000 11.000

10.000 8.000

10.000 8.000

23.000 55.000 90.000 60.000

25.000 58.000 100.000 60.000

28.000 1.500

28.000 1.500

7.500 8.000 7.000

7.500 8.000 7.000

12.000 11.000

12.000 11.000

20.000 20.000 18.000 20.000 18.000 8.000 18.000 7.000 13.000 13.000 7.000 8.000 6.000

20.000 20.000 18.000 20.000 18.000 8.000 17.000 8.000 12.000 12.000 6.000 8.000 6.000

18.000 12.000 12.000

18.000 12.000 12.000

18.000 23.000 33.000 55.000 32.000 40.000

20.000 25.000 35.000 55.000 35.000 40.000

Naik 2 ribu Naik 3 ribu Naik 10 ribu

Turun 1.000 Naik 1.000 Turun 1.000 Turun 1.000 Turun 1.000

Naik 2.000 Naik 3.000 Naik 2.000 Naik 3.000

Sumber: Disperindag dan SDM Pemko Batam (Update 3-4 kali seminggu) CATATAN : Terdapat beberapa harga yang naik dan turun untuk omoditi daging, sayuran, dan ikan, tapi tidak begitu banyak. Kenaikan yang paling tinggi yaitu daging sapi segar, mencapai 10 ribu. Kenaikan harga pada umumnya karena menjelang natal dan tahun baru (menurut citra, staf disperindag), kenaikan daging sapi bisa jadi karena efek kenaikan harga sapi hidup yang berawal dari pulau jawa kemudian merambah ke sumatera. Daging sapi hidup naij juga karena permainan importir yang menahan stok (analisis wacana pemberitaan media nasional dan info dari tukang potong daging sapi di Tanjungpinang).

Outlet baru Takadeli di batu 10 Tanjungpinang

F.IST

TAKAdeli Cake Boutique Buka Outlet di Batu 10 MANAGER Marketing TAKAdeli Cake Boutique Tanjungpinang, Andre Prayudha mengatakan, TAKAdeli kini terus memperlebar sayap bisnisnya di Kota Tanjungpinang. Sabtu (2/2) kemarin, pihaknya menggelar opening new outlet di Batu 10 tepatnya di Jalan D I Panjaitan Nomor 4 Batu 10 Tanjungpinang. Andre Prayudha menambahkan, dengan hadirnya outlet baru ini, TAKAdeli telah mempersiapkan berbagai produk andalan seperti paket

mini-mini cake, cup cake, aneka lapis legit, chocolate truffle, cheese cake, rainbow cake, bika ambon, fruit cake, aneka brownies, bolu gulung, jajanan pasar, dan masih banyak produk lainnya. Tidak itu saja, TAKAdeli telah mempersiapkan diskon 25 persen untuk setiap pembelanjaan dan pemesanan cake ulang tahun khusus dari 2 Februari sampai dengan 4 Februari 2013. Dia mengharapkan, dengan pembukaan outlet baru, dapat memenuhi

kebutuhan pelanggan yang berdomisili di sekitar outlet TAKAdeli. Terlebih lagi dalam waktu dekat warga Tionghoa akan merayakan imlek dan kawula muda akan merayakan Hari Kasih Sayang, Valentine. ”Masyarakat Tanjungpinang khususnya yang berdomisili di Batu 10, mari ramai-ramai mengunjungi outlet TAKAdeli baru ini, agar memperoleh dan memanfaatkan diskon yang sedang berlangsung,” ujarnya. (TP/dri)

Di Toko Jam Sepuluh, Bisa Pesan Jam Dinding Stiker ADAKALANYA sebuah organisasi atau perusahaan ingin memberikan kenangan-kenangan kepada anggota atau membernya. Jika ingin mencari benda yang bisa dijadikan hadiah serta bermanfaat, produk yang ditawarkan Toko Jam Sepuluh ini, bisa dicoba. Bentuknya jam dinding, namun berlogo. Nah, logo inilah yang bisa dipesan sesuai nama perusahaan atau organisasi konsumen. Toko Jam Sepuluh yang menjual berbagai merek dan model jam tangan hingga jam dinding berkualitas ini, kini menghadirkan program terbaru, di mana melayani masyarakat yang ingin memiliki jam dinding berstiker lambang organisasi, gambar tokoh dan sebagainya sesuai keinginan konsumen. Tentunya ini juga pas buat para calon-calon anggota legislatif maupun partai politik yang ingin berkampanye dan sosialisasi. Alex Tan, pemilik Toko Jam Sepuluh, mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan pembuat stiker yang andal di bidangnya. Hal ini membuatnya berani untuk menerima pesanan konsumen yang menginginkan jam dinding berstiker. Konsumen tidak perlu khawatir.

Sebab pembuat stiker ini mampu membuat stiker, dengan bentuk gambar yang rapi sesuai keinginan konsumen. Stiker yang dimaksud di sini ialah stiker cutting. Kekuatan stiker ini ialah gambar desain lebih tampak nyata, karena dibuat dari bahan berkualitas dengan mesin cutting sticker. ”Jadi bukan dibuat manual, melainkan dengan mesin,” katanya. Alex mengatakan, melayani pemesanan jam dinding berstiker ini minimal tiga pieces jam dinding yang dibuatkan stiker. Untuk pilihan jam dinding Jam Toko Sepuluh ini, menye-

diakan berbagai bentuk dan merek berkualitas.Toko ini buka dari jam 10.00 pagi hingga pukul 6.00 sore. ”Dan semenjak promosi jam stiker ini dibuka, sudah banyak konsumen yang memesan jam dinding berstiker ini, seperti kantor- kantor pemerintahan dan perusahaan-perusahaan swasta ternama,” sebut Alex. Penyelesaian stiker ini sangat cepat, dimana hanya dalam waktu dua hari stiker telah tertempel di jam dinding yang diinginkan konsumen. Untuk pemesanan bisa langsung datang ke toko yang terletak di Jalan Bintan Center Komplek Pinlang Mas ini. (TP/cr15)


18 SENIN 04 FEBRUARI 2013

Pro Bisnis

JANUARI 2013,

Inflasi Tanjungpinang 1,89 Persen

ADA ANGPAO DI KAVELING GOLF RESIDENCE DUA BATAM (PK) PT Adhya Mitra Bangun Sarana (AMBS) pengembang perumahan dan kawasan kaveling Taman Golf Residence Tahap 2 memberikan angpao kepada pembeli yang closing selama Februari berjalan. “Promo angpao ini kami berikan dalam rangka menyambut tahun baru Imlek 10 Februari mendatang,” ujar Marketing Supervisor PT AMBS, Erlin. Erlin mengatakan, bonus angpao kali ini lebih spesial dibandingkan promo tahun lalu, pasalnya, di tahun ular ini, mereka memberikan angpao pilihan berupa member golf, serta free AJB dan sertifikat. “Bonus berganda ini kami berikan untuk setiap pembelian kaveling dengan luas 200 m2,” kata Erlin.

Dia menambahkan, kaveling Taman Golf Residence tahap dua ini kini hadir dengan unit terbatas. Hanya 8 unit lagi dengan pemandangan langsung hamparan padang golf Sukajadi. Taman Golf Residence Sukajadi merupakan hunian mewah di kawasan terpadu Bukit Indah Sukajadi. Kawasan ini sudah dilengkapi fasilitas lengkap seperti kolam renang, taman, jogging track, play ground, padang golf, sarana ibadah, perkantoran, pusat bisnis dan pertokoan, serta club house. Lokasinya sangat strategis, karena berdampingan langsung dengan pusat perbelanjaan Kepri Mall, pasar segar, serta pusat kuliner terbesar se-Asia tenggara Dermaga Paradise Culi-

nary. “Kawasan ini juga sudah dilengkapi sistem keamanan 24 jam,” kata Erlin. Masih dalam promosi Imlek, PT AMBS juga memberikan harga spesial pembelian rumah tipe 97 dan 109. Rumah mewah berlantai dua di kawasan elit hadir dengan konsep pemukiman padang golf yang berdampingan dengan sektor 9 dengan akses cepat dari pintu 3 Bukit Indah Sukajadi. “Promosi khusus pembelian rumah, kami juga memberikan bonus pilihan berupa cash back dan CCTV atau cash back dan free legalitas atau free legalitas dan CCTV,” jelas Erlin. Ke depan, kawasan ini juga akan diramaikan dengan hotel bintang lima dan pusat perkantoran. (BP/cha)

TANJUNGPINANG (PK) Kota Tanjungpinang pada Januari 2013 mengalami inflasi sebesar 1,89 persen. Penyumbang terbesar terjadinya inflasi tersebut akibat kenaikan harga kelompok kebutuhan bahan makanan. Laju inflasi di Tanjungpinang pada Januari 2013 dibandingkan Januari 2012 mencapai 4,60 persen. Inflasi Januari 2013 di Tanjungpinang ini menempati peringkat ke 8 dari 62 kota di Indonesia yang mengalami inflasi. Tercatat kelompok pengeluaran bahan makanan naik 5,34 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,08 persen. Kelompok perumahan, air,listrik, gas dan bahan bakar naik 0,11 persen. Kelompok sandang 1,05 persen, kelompok kesehatan 0,13 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,17 persen. Sedangkan untuk transportasi, komunikasi dan jasa keuangan tidak mengalami kenaikan.

Setidaknya ada 75 komoditi yang memacu terjadinya inflasi di Tanjungpinang pada Januari 2013 ini. Selain sektor jasa yang mengalami kenaikan juga bahan dasar makanan. Diantaranya sotong, ikan tongkol, cabe rawit, ikan bawal, kue basah, ikan kakap merah, kangkung, ikan belanak, ikan tenggiri, pepaya, ati ampela, bawang merah, udang basah, ikan kembung, ketela pohon, ikan selar dan kacang panjang. Sementara itu ada 14 komoditi justru menurun harga yakni seng, pompa air listrik, cat tembok, makanan bayi, minyak goreng, VCD/ DVD player dan pembersih lantai. “Inflasi se-Sumatera pada bulan Januari 2013 tertinggi di Sibolga sebesar 3,78 persen sedangkan inflasi terendah di Palembang 0,64 persen,” papar Kepala BPS Kepri Badar SE dalam rilis 1 Februari 2013 di kantor BPS Kepri Km 7 Tanjungpinang. Menurut Badar, salah satu

Badar SE

penyebab terjadinya inflasi di Tanjungpinang juga berkaitan erat dengan kondisi cuaca. Salah satunya saat gelombang tinggi maka pasokan barang juga terhambat. Demikian harga ikan juga melonjak karena nelayan susah mendapatkan ikan. Selanjutnya dari 66 Kota di Indonesia tercatat 62 kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi di Sibolga dan inflasi terendah di Kota Pontianak sebesar 0,01 persen. Sementara itu, ada 4 kota

yang mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi di Sorong sebesar 0,98 persen dan deflasi terendah 0,20 persen terjadi di Ternate. Badar menyebutkan Inflasi di Kota Batam pada Januari 2013 terjadi inflasi 0,94 persen. Pemicu inflasi di Kota Batam disebabkan kenaikan harga 6 kelompok pengeluaran yakni kelompok bahan makanan 2,01 persen, kelompok makanan jadi, minuman, roko dan tembakau 1,19 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,14 persen, kelompok sandang 0,08 persen, kesehatan 0,18 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,09 persen. Sebaliknya kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan justru menurun sebesar 0,29 persen. Untuk inflasi pedesaan di Provinsi Kepri mencapai 0,96 persen, dengan penyumbang terbesar dari sub kelompok bahan makanan mencapai 1,72 persen. (Heny)

Perumahan Pinang Mas Residence

Serah Terima Mulai Agustus TANJUNGPINANG (PK) PT Pinang Mas Propertindo (PKP Group) terus menggesa pembangunan Perumahan Pinang Mas Residence di atas lahan seluas 7,8 hektare di Jalan Mekar Jaya 1 Batu 8 Atas Tanjungpinang. Dikatakan pimpinan proyek PT Pinang Mas Propertindo (PKP Group), Bernard Sidabutar, saat ini untuk perumahan Cluster A yang terdiri dari rumah tipe 38 sampai dengan tipe 72 sekitar 150 unit, sudah siap diserahterimakan kepada konsumen mulai Agustus sampai dengan Desember 2013 mendatang. Perumahan ini dengan sistem cluster mempunyai keunggulan, yaitu hanya dapat dilewati satu pintu dan keamanan 24 jam monitoring, sehingga memberikan rasa nyaman warga penghuninya. Lokasi perumahan terletak di ketinggian 20 meter sampai 30

meter dari permukaan laut, sehingga dijamin bebas banjir. Selain itu, saluran drainase atau pembuangan air hujan juga dibangun dengan memadai. Lebih jauh diutarakan Bernard, untuk saat ini progress perumahan di lapangan sudah berkisar 20 persen sampai 30 persen. Sehingga jadwal serah terima ke konsumen bakal tepat waktu mulai bulan Agustus 2013 nanti. ‘’Lokasi perumahan ini sangat startegis, untuk menuju ke pelabuhan Sri Bintan Pura hanya memakan waktu maksimal 15 menit, sedangkan kalau untuk menuju ke bandara membutuhkan waktu maksimal 10 menit. Tidak itu saja, perumahan ini dekat dengan rumah sakit dan akses jalan provinsi,” jelas Bernard lagi. Sampai awal tahun 2013 ini, rumah yang sudah terjual sekitar 30 persen yang terdiri dari perumah-

an dan ruko. Pengembang memasarkan rumah dengan tipe 38, tipe 45, tipe 54 dan juga tipe 72. Nah, menyambut perayaan Imlek yang jatuh pada 10 Februari mendatang, ada program bonus bagi pembeli. ‘’Soal bonusnya bagaimana, bisa langsung hubungi ke marketing kami dengan nomor ponsel

081270122009, 081364153765, 081364145957 dan 085263679565,” sebut Bernard lagi. Dia juga menambahkan, kemudahan kepemilikan rumah, perumahan ini bekerja sama dengan KPR Bank Bukopin, Bank Muamalat, BTN, NISP dengan bunga KPR yang bersaing.(TP/ ANDRI)

Bayar Tunai, Cash Back Rp10 Juta

Belanja Baju Anak Secara Online TIDAK ada waktu keluar rumah untuk mencari baju-baju si buah hati? Jangan bingung, kini belanja tak harus datang ke toko atau pusat perbelanjaan lagi. Cukup belanja lewat internet alias belanja online. Di Tanjungpinang, cara ini sudah banyak diterapkan oleh sejumlah kalangan pelaku bisnis. Dijamin bisa dipercaya dan produk yang ditawarkan juga berkualitas. ‘’Pembayaran dilakukan setelah barang diterima,” ujar Tracy Lee atau yang biasa dipanggil Juju, salah seorang pengelola bisnis online di Tanjungpinang. Juju kini menjual berbagai macam baju, sepatu, sendal, celana untuk anak perempuan dan laki-laki. Cukup bermodalkan fasilitas BlackBerry Messenger (BBM), dia sudah bisa memasarkan produknya. Menurut Juju, bisnis yang dikelolanya ini berawal saat dirinya

membeli baju buah hatinya. Juju melihat banyak jenis fashion untuk anak-anak ini yang unik. Makanya dia tertarik untuk melakukan bisnis ini. ‘’Barang-barang yang dibeli dari distributor merupakan barang-barang yang berkualitas, berbahan bagus dan nyaman dipakai untuk anak-anak,” ujar Juju. Hingga sekarang Juju mengaku telah banyak konsumen yang memesan barang kepadanya. Selama ini juga tidak ada konsumen yang protes atas barang yang dijualnya. Dan tidak perlu khawatir untuk masalah pembayaran bisa langsung membayar ketika barang sudah sampai di tangan pembeli. “Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terjadi penipuan, sebab selama menjalankan bisnis ini, kita tidak pernah memaksa dibayar terlebih dahulu. Hingga kini

harga yang dijualpun lebih murah dari pada di toko-toko,” ujarnya Juju lagi. Wanita ramah ini juga mau mengatarkan barang yang dipesan jika alamat konsumen diketahuinya dengan jelas, atau bisa langsung datang ke rumahnya yang beralamat di Jalan TK Mawar, Tambak No 23 Tanjungpinang. Baju anak-anak yang dijualnya mulai dari usia 0 hingga 7 tahun. Jenisnya banyak, mulai dari baju tidur, dresh, bando, sandal, sepatu, celana jeans, celana kain, baju kemeja pendek hingga kemeja panjang. Untuk anak laki-laki tersedia baju tidur, baju kaus, baju kemeja pendek, baju kemeja lengan panjang, sendal, sepatu, celana jeans pendek, celana jeans panjang, baju kemeja pendek, celana kain pendek, celana kain panjang dan yang lainnya. (TP/cr15)

TANJUNGPINANG (PK) Jika ingin memiliki rumah dengan akses jalan yang terhubung ke jalan utama, Perumahan Palm Hill merupakan pilihan yang tepat. Perumahan ini dibangun PT Karya Bintan Sejati (KBS) Properti. Lokasi perumahan sangat strategis yakni di Jalan Ganet KM 11 Tanjugpinang. Desain rumahnya sengaja dibuat minimalis namun elegan. Harganya juga tidak mahal. Hanya Rp140 juta per unit. Jika dibeli secara cash, akan diberi diskon atau cash back Rp10 juta. “Jadi, harga rumah itu hanya

Rp130 juta saja per unit karena diberi cash back,” ujar Juju Goh, Pengelola Perumahan Palm Hill. Jumlah rumah yang dibangun pun terbatas. Hanya 113 unit. Desain yang bagus mempercatik rumah tipe 40 ini. Masyarakat yang tak memiliki uang tunai sebanyak Rp130 juta, tak perlu khawatir, sebab KBS Properti bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN). Masyarakat boleh meminjam uang ke bank tersebut dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan sebelumnya. Maka bank ini siap memberi-

kan pinjaman buat masyarakat untuk melakukan Kredit Perumahan Rakyat (KPR). Siap akad kredit, rumah boleh dihuni. Semua kemudahan-kemudahan ini merupakan bentuk pelayanan yang diberikan KBS Properti untuk membantu masyrakat mendapatkan rumah idaman dan nyaman. Untuk spesifikasi rumah ini, lantai full keramik, plafond gypsum, pondasi tapak beton, struktur batang tulang, pintu utama panel lainnya double triplek, atap spandek tambah kuda-kuda baja ringan, jendela almunium tam-

bah kaca 5 centi meter (cm), jalan aspal, listrik PLN, air sumur atau PDAM. Lebih jauh Juju mengatakan tempat ini strategis, karena dekat dengan Bandara Udara Batu 12, dekat dengan pertokoan atau Pasar Bintan Center. tempat yang mudah di akses. “Kini rumah yang kita bangun sudah siap huni. Sebab sudah tahap penyeselesaian. Bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah cantik dan murah bisa langsung datang ke kantor KBS Properti di Jalan Batu Lima Atas,” ujarnya.(TP/DESI)


In Memoriam

19 SENIN 04 FEBRUARI 2013

Bhineka Soerya Sam

MEMUKAU DALAM KATA,

Meliuk Dalam Zapin

OLEH:Teja Alhabd, penyair Aku adalah apa yang ada padamu apa yang ada pada kau apa yang ada pada kalian … Aku tidak bercerai… dengan yang mati dengan yang hancur Aku adalah Tuhanmu tapi… Tuhanmu bukanlah aku!!! … Aku lebur dalam diri Aku karam dalam arungan…

IKLAN ANDA

BEGINILAH gaya bahasa sajaknya yang terkesan agak kontroversial yang bersumbu dalam kajian tasawuf, diperlukan sebuah pemahaman kekuatan akal dan kecerdasan rohani jika kita ingin mengupas sajaksajaknya. Tok Mok, adalah panggilan kesayangan yang bermula dari kecintaannya dalam berzapin oleh murid-muridnya dengan berbagai latar belakang dan berbagai pelosok di Kepulauan Riau (Riau dalam arti sebenarnya) ini. Dengan tubuh besar yang tambun, ia sangat piawai dan lincah dalam gerak, cerdas dalam komposisi, mampu membangkitkan decak kagum orang yang melihatnya yang tak lain dan tak bukan adalah Bhineka Soerya, seorang polisi yang mengambil keputusan mundur dengan hormat dari anggota Kepolisian Republik Indonesia, yang ia ceburi dan lokoni sejak tahun 1978 – 1999, untuk mengabdikan hidupnya secara total pada kecintaan dalam dunia seni. Dukungan yang hebat dari keluarga dan kesetiaan istrinya Anggia Murni, adalah pendorong serta penyumbang terbesar dalam keberhasilannya itu, serta dua cahaya mata kehidupannya, yaitu Meitia Karisma Putri dan Anggika Rarasati sang penerus generasi dalam mempertahankan tradisi, sebab semasa hidupnya Ia berzapin karena makrifat, Ia berzapin karena hakekat, Ia berzapin karena tarekat, dan Ia berzapin karena syariat. Jika kita telusuri makna katakata zapin sendiri ditafsir berasal dari kata Arab, zafin yang berarti melangkah atau langkah. Bisa pula dari kata zaf (alat petik berdawai 12 pengiring tarian) atau dari al-zafn (mengambil langkah atau mengangkat satu kaki). Dan hal ini jugalah membuat Tok Mok melang-lang buana dalam mencari dasar-dasar tari zapin melalui pendekatan kepada orang-orang tua yang mengerti akan makna zapin seperti Encik Bakar dari Lingga, Long Husin di Pulau Parit Karimun, Wak Anjang di Parit Senggarang Sungai Ungar Tanjungbatu Kundur, dan pernah juga menimba ilmu zapin di Johor Malaysia. Kecintaaanya semakin besar terhadap seni tari zapin, ini

terlihat ketika ia mendirikan sebuah sanggar tari yang bernama ”Selasih” yang khusus dalam pembinaan gerak tari zapin tradisi dan kecintaannya semakin besar disaat Ia mendaulat diri menjadi Syech Zapin di Kepulauan Riau. (Riau dalam arti sebenarnya) karena pada tahun 2008, ia menjadi koreografer penari zapin binaannya dalam pencatatan Record Muri Zapin Tempurung yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang, dan pada tahun 2009, ia menggelar tari zapin massal yang berjumlah 6500 orang penari dilapangan Sulaiman Abdullah Tanjungpinang yang berjudul ”Zapin Shalawat”. Iben adalah panggilan akrab sesama penyair yang sebaya, Tok Mok adalah panggilan timangan anak didiknya, Ia selalu tepat waktu, keras, lembut dan tak mengenal hujan atau panas, berduit atau tak berduit, dibayar atau tidak dibayar sekalipun jika panggilan melatih zapin telah diijab kabulkan keujung dunia pun akan ditempuh dan dirempuhnya. Begitu juga dalam aktifitas kepenyairannya, ia sudah banyak kenyang dengan asam garam dunia sastra di Kepulauan Riau ( Riau dalam arti sebenarnya) ini, yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari, satu persatu mulai menghadap Tuhan yang selalu saja dianak tirikan oleh pemerintah di bandingkan dengan dunia seni yang lain, jadi tidak salah suatu saat kelak, kita akan sampai ke titik nol yang artinya, akan kehilangan karya dan penyair, sebab pembangunan kesusastraan di Kepulauan Riau khususnya Kota Tanjungpinang ini jauh daripada perhatian yang menjadi dermaga sastra Indonesia. Achhhhhh.. tiba-tiba penulis menjadi melankolis ketika sudah berbicara sastra, mungkin esok atau lusa para penyair, sastrawan yang masih hidup dan tersisa masih mampu menulis satu atau dua buah kata, sebelum ajalnya akan dijemput sehingga kelak menjadi batu nisan para penyair yang menjadi bukti bahwa ia pernah ada dimuka bumi ini. Innalilillahi Wainnalillahi Rojiun, Selamat jalan sahabat, selamat jalan Ben, Selamat jalan bang Iben, selamat jalan Tok Mok, Alfatiha kami akan menemanimu menghadap Tuhan, yang Ku panggil Allah. ***

Bhineka Soerya Sam semasa hidupnya tunak kepada dunia kesenian terutama zapin dan menulis puisi

F.DOK


20 SENIN 04 FEBRUARI 2013

Selebriti

HANYA RAFFI YANG TAK DIBAWA

ke Panti Rehabilitasi

Hotman: Raffi Ahmad Tak Bisa Jadi Terpidana

SETELAH ditetapkan sebagai tersangka pengguna dan kepemilikan narkoba, kini Raffi Ahmad masih ditahan di gedung Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk 20 hari ke depan. Tak seperti hari sebelumnya, gedung BNN tampak lengang. Padahal, hari sebelumnya dipenuhi awak media mengikuti kelanjutan

kasus penggunaan narkoba yang disangkakan kepada Raffi Ahmad dkk. Namun, sekitar pukul 13.00 WIB, ke enam tersangka WT, MT, RJ, MF, KA, dan JA dibawa pihak BNN ke pusat rehabilitasi Lido, Jawa Barat, guna menjalankan rehabilitasi. Sementara itu, untuk tersangka

(RA) Raffi Ahmad masih tetap dalam pengamanan di gedung BNN cawang, Jakarta Timur karena kepemilikan 14 butir atau 3,4 methylon dan 2 linting ganja. Raffi masih harus menjalani pemeriksaan. Raffi memang menjadi tersangka yang paling banyak dijeratb pasal karena rumahnya yang menjadi lokasi

pemakaian narkoba. “Raffi masih dibutuhkan keterangannya makanya belum di panti rehabilitasi. Proses hukum masih tetap berjalan. Keenam tersangka siang tadi sudah dibawa ke panti rehabilitasi Lido Jawa Barat,” ujar humas BNN Sumirat Widyanto saat dihubungi wartawan, Sabtu (2/ 2/2013).(rik)

Jessica Iskandar Pernah Coba Bunuh Diri

JAKARTA- Pengacara kondang, Hotman Paris, angkat bicara mengenai kasus hukum yang menimpa Raffi Ahmad. Dia menilai presenter Dahsyat itu tidak dapat dijerat hukum dengan zat narkoba, Methylone. Hal tersebut karena zat itu belum diatur di dalam undang-undang di Indonesia, sehingga menurutnya Raffi tidak bisa dijadikan sebagai terpidana. “Karena BNN mengatakan belum diatur, maka itu seharusnya bukan suatu tindak pidana. Raffi seharusnya tidak dapat menjadi terpidana karena zat methylone itu,” ucap Hotman ditemui di Dante Cafe, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (1/2/2013) Hotman melanjutkan, mantan kekasih Yuni Shara itu memiliki hak untuk mencari seorang dokter untuk membuktikan berkaitan dengan hasil pemeriksaan BNN yang menyebutkan dia positif dalam penggunaan Methylone. “Raffi berhak mencari dokter sendiri untuk membuktikan,” katanya. Dia menuturkan meski diancam dengan hukuman penjara 12 tahun namun Raffi Ahmad memiliki kans untuk lepas dari jeratan hukuman yang dapat menghabisi karirnya di dunia hiburan itu.(uky)

JAKARTA- Di buku terbarunya “Jedar”, Jessica Iskandar membuat pengakuan yang cukup mengejutkan. Dalam buku tersebut, dia mengaku pernah melakukan percobaan bunuh diri. Namun, dia bersyukur hal tersebut tidak benar-benar terjadi. “Di buku ini diungkapkan percobaan bunuh diri. Dulu aku pernah mau bunuh diri. Tapi untungnya itu enggak sampai terjadi, aku bersyukur sekali. Karena itu hal yang sangat bodoh,” ucap Jessica ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (1/2/2013). Dia mengungkapkan, sejak kecil memiliki sifat pendiam dan tertutup terhadap lingkungan sekitar. Jessica lebih suka menyendiri dan sulit mengungkapkan sesuatu. “Dulu waktu kecil punya sifat diam tertutup, susah mengungkapkan isi hati. Dulu lebih suka menyendiri, jadi lebih memendam sesuatu, susah menungkapkan sesuatu,” tukasnya. Presenter Dahsyat pun mengaku heran kenapa memiliki ide untuk melakukan bunuh diri. Namun, dia mengaku beruntung tak melakukan hal bodoh itu. “Akhirnya sedih, kesal, terlalu emosi, enggak tahu kenapa bawaanya mau mati saja. Untungnya itu enggak sampai terjadi,” ungkapnya. (rik)

Melly Goeslaw Yakin Raffi Ahmad Dijebak JAKARTA- Melly Goeslaw dan Anto Hoed kembali mendatangi Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN). Sebelumnya Melly sempat menjenguk Raffi pada Selasa lalu. Kali ini, dia datang bersama para personel Bukan Bintang Biasa (BBB). Melly merasa bahwa kasus Raffi Ahmad ini sangat bertele-tele. Dia mengatakan kalau Raffi Ahmad benar dijebak dan ia meminta BNN segera menangkap penjebaknya. “Ini bertele-tele, kalau memang dijebak ya tangkap penjebaknya buruan. Ini bukan tayangan striping,” ketus Melly saat ditemui di BNN, Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (2/2/2013). Melly merasa Raffi hanyalah korban. Dia pun sangat kangen dengan sosok Raffi yang baik dan humoris. Melly juga menambahkan, jangan menilai orang dari luarnya saja. “Saya melihatnya begitu (Raffi itu korban). Saya kangen, Raffi itu kocak. Balik ke hati nurani saja masing-masing, semua orang jangan dilihat dari packagingnya. Banyak hal positif yang saya kenal dari dirinya,” tutup Melly.(rik)

Tersandung Skandal Seks, Personel AKB48 Cukur Rambut JENNIFER LAWRENCE CEMAS PAYUDARANYA TIDAK RATA LOS ANGELES- Jennifer Lawrence mengaku khawatir dengan payudaranya yang tidak merata. Bintang film The Silver Playbook ini mengungkapkan baru tahu hal itu setelah menjalani pemeriksaan di dokter. “Aku pergi ke dokter, aku melakukan pemeriksaan x-ray di paru-paruku dan

IKLAN ANDA

menemukan bahwa payudaraku tidak merata,” aku Jennifer seperti dikutip Femalefirst, Sabtu (2/2/2013). Bintang Hunger Games mengaku sempat tidak nyaman saat menjalani pemeriksaan itu. Namun, artis cantik 22 tahun ini berharap hasil pemeriksaan xray tidak akan dipublikasikan atau bocor.

“Aku seperti berdiri di sana dengan dokter dan mereka seperti melihat paruparuku, lalu aku seperti, ‘apakah payudaraku tidak rata?’. Dia seperti, kami ahli radiologi akan kembali menjelaskan tentang paru-parumu’. Lalu aku seperti, ‘Dan payudaraku?’,” katanya.(rik)

TOKYO- Personel AKB48, Minami Minegishi memutuskan untuk mencukur rambutnya. Hal itu dilakukan sebagai permintaan maaf setelah personel girl band asal Jepang tersebut tersandung skandal seks belum lama ini. Minami memosting sebuah video di YouTube untuk meminta maaf lalu memotong rambutnya. Skandal yang menerpa Minami terkuak ketika gadis 20 tahun itu terlihat meninggalkan apartemen kekasihnya, Alan Shirahama usai menghabiskan malam bersama. Padahal, manajemen AKB melarang personelnya untuk berpacaran agar bisa digemari fans pria. Minami mengaku salah karena melanggar aturan dari manajemennya. “Aku tidak yakin dengan melakukan ini (cukur rambut) aku bisa diampuni atas apa yang aku lakukan. Tapi satu hal yang paling penting adalah aku tidak ingin keluar dari AKB48,” ujar Minami seperti dikutip Digitalspy, Sabtu (2/2/2013). “Aku mohon dari lubuk hati yang paling dalam. Semua yang aku lakukan sepenuhnya salahku. Aku sangat menyesal,” tuturnya. (rik)


Olah raga

21 SENIN 04 FEBRUARI 2013

Mancini: Balotelli Akan Kembali MANCHESTER – Kepindahan Balotelli dari Manchester City ke AC Milan memang terbilang mengejutkan karena terjadi menjelang akhir-akhir ditutupnya transfer window musim dingin ini. Terlebih, presiden AC Milan, Silvio Berlusconi sempat melempar statement negatif terhadap Balo. Meski sudah merelakan stikernya ke Milan, namun pelatih Manchester City, Roberto Mancini ternyata masih menyimpan keyakinan bahwa suatu saat pemain yang akrab disapa Balo tersebut akan kembali ke Premier League. “Mengapa tidak? usianya kini baru 22 tahun, (Balotelli kembali ke Premier League) bisa saja terjadi karena dia masih muda,” ucap Mancini, seperti dikutip The Sun, Minggu (3/2/2013). “Tahun depan mungkin dia akan rindu dengan media dan paparazzi di Inggris, di Italia memang lebih mudah daripada di Inggris (perlakuan media). Apapun yang media Inggris pernah lakukan kepadanya, suatu saat dia (Balotelli) pasti akan rindu itu semua,” tambahnya. Meski merasa kehilangan salah satu striker terbaiknya, Mancini tetap merasa senang dengan hengkangnya pemain bernama lengkap Mario Barwuah Balotelli tersebut ke San Siro karena dengan begitu, kesempatan bermain yang didapatkannya akan lebih banyak. Hal itu pula yang diyakini Mancini akan memberikan prores yang positif bagi perkembangan Balotelli di usianya kini yang masih muda. Mahar sebesar 20 juta euro harus dikeluarkan Milan untuk memboyong mantan penyerang Inter Milan itu dari Etihad Stadium. Jumlah tersebut lebih rendah dari yang sebelumnya diminta The Citizen yang dikabarkan sebesar 37 juta euro. Balotelli dikontrak Milan sampai Juni 2017. Di San Siro dia dikabarkan akan mendapat bayaran empat juta euro per tahun plus bonus.(acf)

FERRARI PAMERKAN F138,

Sauber Optimis dengan C32 F

ERRARI akhirnya secara resmi memamerkan jet daratnya yang diberi nama F138 untuk kompetisi 2013 ini. Diharapkan kehadiran dari mobil anyarnya ini, bisa mematahkan dominasi Red Bull dalam tiga musim belakangan ini. Pabrikan yang bermarkas di Maranello meluncurkan mobil terbaru mereka di mana nama F138 diambil dari perpaduan antara tahun 2013 dengan konvigurasi mesin V8. Dalam statement resminya, tim Kuda Jingkrak ini akan menggunakan V8 untuk terakhir kalinya. Namun pada F138 ini Ferrari tetap menggunakan system suspense pullrod di bagian depan dan belakang mobil.

Vazquez: Chicharito, Kejam & Pembunuh LONDON – Miguel Vazquez akan berhadapan dengan Ricky Burns dalam pertarungan unifikasi gelar juara di Wembley Arena. Vazquez berjanji akan tampil ‘kejam’ di atas ring. Dia terinsipirasi dengan kehebatan Javier Chicharito Hernandez yang dianggapnya pembunuh berdarah dingin di dunia sepakbola. Chicharito sekarang merupakan pemain sepakbola yang bermain untuk Manchester United. Penampilan cemerlang diperlihatkan penyerang asal Meksiko itu ketika mencetak dua gol, saat Setan Merah menumbangkan Fulham 4-1 di FA Cup. Vazquez, yang menjadi juara di kelas IBF, berjanji akan bermain seperti rekan senegaranya itu, ketika menghadapi Burns. Vazquez berambisi untuk merebut gelar juara milik sang rival, juara kelas ringan versi WBO. “Ketika saya bertarung melawan Burns, saya akan bertarung seperti Chicharito, dingin, kejam dan pembunuh. Tidak akan ada belas kasih ketika saya menghadapi Burns,” ungkap Vazquez, diberitakan Onthebreak, Kamis (31/1/2013). “Chiharito adalah seorang pahlawan di Meksiko, saya melihat pertandingannya Sabtu kemarin dan saya mengatakan saya harus bermain seperti itu untuk mengalahkan Burns. Seorang penyerang dan petinju memiliki pemikiran yang sama,” sambungnya. “Seorang penyerang harus memiliki insting kuat untuk mencetak gol. Sedangkan seorang petinju harus melontarkan pukulan yang mematikan. Ketika pertandingan dimulai itu akan menjadi akhir bagi Burns,” tambahnya. (hmr)

Setelah Lotus, McLaren, Ferrari, dan Force India memperkenalkan mobil terbaru

yang akan digunakan pada kompetisi Formula One (F1) musim 2013, kini giliran Sauber yang melakukan hal serupa. Bernama Sauber C32, mobil tersebut diharapkan membawa perbaikan prestasi bagi tim dibanding tahun lalu. Musim 2012 lalu, Sauber yang diperkuat Kamui Kobayashi dan Sergio Perez, menempati peringkat enam klasemen akhir konstruktor F1. Kini, dengan mengandalkan duet Nico Hulkenberg dan Esteban Gutierrez, Sauber berharap bisa meraih prestasi lebih baik, dan mampu bersaing dengan tim-tim papan atas. Kepala tim Sauber, Monisha Kaltenborn mengaku antusias terhadap acara launching C-32 ini. Menurutnya, menyaksikan peluncuran mobil yang akan menjadi salah satu kekuatan tim selama satu musim ke depan selalu menjadi sesuatu yang menarik sebelum memulai kompetisi. “Saya sangat senang. Peluncuran mobil selalu menjadi momen yang sangat spesial setiap tahunnya. (Mobil) tersebut akan bersama Anda dalam melakukan pekerjaan selama hampir satu tahun ke depan, dan Anda akan mendapatkan impresi pertama tentang pekerjaan yang telah Anda lakukan,” ujar Kaltenborn, seperti dilansir Crash, Minggu (3/2/2013). Sementara itu, kepala designer tim, Matt Morris mengatakan banyak perubahan pada mobil tahun ini, yang dinilainya lebih stylish. “Pada intinya, regulasi untuk musim 2013 tak berubah banyak. Tapi, seperti yang bisa Anda lihat, secara visual, kami merancang mobil yang berbeda dari tahun lalu,” ujar Morris.(dit)

”Rossi Korban DNA Ducati”

Bos MotoGP Terkesan Rancangan Sirkuit Wales MADRID – CEO Dorna yang juga bos MotoGP, Carmelo Ezpeleta, mengaku terkesan dengan rancangan Circuit of Wales, yang direncanakan akan rampung 2015 mendatang. Ada wacana yang memungkinkan bahwa sirkuit ini, akan jadi pengganti yang pas buat Silverstone. Sirkuit yang akan memakan biaya sekitar 250 juta pounds itu, tak hanya akan menghampar MotoGP. Manajemen sirkuit juga akan berupaya membawa serta sejumlah ajang lainnya, seperti World Superbikes, World Motocross dan World Touring Cars. Ezpeleta sendiri berharap proyek yang berlokasi di Ebbw Vale itu akan rampung tepat waktu, agar 2015 mendatang bisa dimasukkan ke agenda MotoGP 2015 untuk GP Inggris Raya. Kemungkinan itu semakin besar mengingat kerja sama dengan Silverstone, akan berakhir 2014 mendatang. “Jika sirkuit ini bisa lulus dalam uji standarisasi, semoga kami bisa segera membawa MotoGP ke sini. Rancangannya fantastis. Saya rasa, sirkuit ini akan jadi program penting untuk MotoGP dan semua ajang motorsport secara keseluruhan,” beber Ezpeleta, seperti disadur Crash, Sabtu (2/2/2013). “Rancangannya juga akan bagus manfaatnya buat area dan orang-orang di sekitar sini. Saya yakin, mereka juga akan membantu untuk berbagai hal yang diperlukan untuk program ini. Kami juga selama ini sudah menjalin kerja sama dengan mereka dan akan terus melanjutkannya. Kami sangat senang dengan program sirkuit ini.(raw)

Sementara perubahan yang paling mencolok terjadi pada bagian belakangnya, di mana bisa mempengaruhi lay out system pembuangan. “Tujuan utama adalah kami harus bisa secepatnya menciptakan mobil yang kompetitif untuk para pembalap kami. Sayangnya dalam beberapa musim terakhir, apa yang kami dapat di musim dingin tak bisa langsung bisa berada dalam performa top,” ucap bos Ferrari, Stefano Domenicalli, seperti dilansir Autosports, Jumat (1/2/2013). “Kami telah mencoba untuk melihat organisasi kami yang akan jauh lebih efektif dalam persiapan selama seminggu mendatang,” sambung Domenicalli. Kini dengan sisa sebulan lagi, Ferrari bakal mencoba memaksimalkan F138 dan tentunya menghindari faktor inkonsisten sepanjang musim 2013 digelar. Pembuktian F138 akan mulai dibuktikan pada GP Australia yang akan berlangsung 17 Maret 2013 mendatang.

Superliga Badminton Indonesia 2013

Sony Siap Curi Poin Pertama dari Hayom SURABAYA - Laga pertama Djarum Superliga Badminton Indonesia 2013 akan mempertemukan tim tuan rumah Jaya Raya Suryanaga Surabaya dengan tim Djarum Kudus, Minggu (3/1/2013). Duel dua tim pun diyakini bakal seru, pasalanya akan mempertemukan Sony Dwi Kuncoro dan Dionysius Hayom Rumbaka. Meskipun dua pertemuan terakhir dimenangkan oleh Sony, namun ia dan Hayom sering latihan bersama di Pelatnas Cipayung. Artinya Hayom tentu sudah

mengantongi kelebihan dan kekurangan Sony, begitu juga sebaliknya. Sony tercatat pernah mengalahkan Hayom di Kejurnas PBSI 2012 dengan skor 18-21, 23-21, 21-7 lewat pertarungan sengit selama 65 menit. Sebelumnya di Indonesia Open Grand Prix Gold 2012, Sony juga menang, 21-11, 2111. “Saya yakin bisa mencuri poin pertama dari Hayom. Penampilan saya cukup baik pada beberapa turnamen terakhir, jadi saya semakin percaya diri” ujar Sony seperti

dilansir laman resmi PBSI. Tim Djarum yang didominasi pemain-pemain muda, kemungkinan akan menghadapi gempuran dari nomor tunggal. Selain Sony, tim Jaya Raya Suryanaga juga diperkuat dua pemain tunggal putra asal Hong Kong, yaitu Hu Yun dan Wong Wing Ki. “Tim kami berpeluang menang atas tim Djarum, peluangnya 55 : 45 untuk Jaya Raya Suryanaga. Sony terakhir bertemu juga berhasil menang dari Hayom” kata Hadi Sugiyanto, pelatih tim Jaya Raya Suryanaga.(min)

BOLOGNA – Kendati sudah kembali ke pabrikan Jepang – Yamaha Factory, pengalaman dua musim Valentino Rossi bersama Ducati, masih hangat diumbar, terutama oleh bos baru Ducati, Bernhard Gobmeier. Menurutnya, reputasi Rossi menjadi korban DNA nan ganjil kuda besi Italia itu. Gabung ke Ducati sejak 2011, Rossi sempat diharapkan mampu meneruskan sukses Ducati yang pernah dijejaki Casey Stoner. Namun entah mengapa, dari seri ke seri bahkan dari musim ke musim, julukan The Doctor yang disandang Rossi, bak tak mempan untuk menjinakkan Ducati dari berbagai problem. Sedianya tak hanya Rossi, kompatriotnya, Marco Melandri, mengalami hal yang sama dan ceritanya tak beda dengan Nicky Hayden, yang kini masih bertahan. Sepanjang dua musim, Rossi pun hanya mengoleksi tiga podium, berbeda jauh dari raihan 23 kemenangan seri yang pernah dituai Stoner. Sejatinya, Gobmeier juga mengaku heran dengan fenomena yang dialami Rossi, yang memang terbiasa menunggang pabrikan Jepang. Ducati seperti memberi respons dan reaksi berbeda dan aneh dan tak menyenangkan kala ditunggangi Rossi. “Saya percaya dan Ducati juga percaya bahwa Valentino, salah satu pembalap terhebat yang pernah ada. Tapi saya rasa, dia juga menjadi korban gen/DNA Ducati. Ducati memang tak berubah banyak dari 2007 sampai 2012,” ujar Gobmeier, seperti disadur

MCN, Rabu (30/1/2013). “Performa motor bisa lebih baik, tapi pembalap macam Melandri atau Valentino yang memang sangat sensitif, mereka mengharapkan reaksi tertentu terhadap motor mereka seperti sebagaimana mestinya. Jadi saat mereka tak mendapat reaksi seperti biasanya, mereka kebingungan,” lanjutnya. “Cara mereka berinteraksi dengan motor, sama sekali tak ada kecocokan. Saya yakin bahwa Valentino, yang datang dengan antusiasme setelah sukses di Yamaha, kerepotan mengembangkan style baru dari gaya yang sudah biasa dia lakukan,” tambah Gobmeier. Memang, tak mudah bagi pembalap manapun, mengganti “ideologi” style masing-masing saat menghadapi motor dengan karakter berbeda. Rossi bisa berhasil bersama Honda dan Yamaha, lantaran sudah terbiasa menunggangi dua karakter pabrikan Jepang tersebut, sejak meniti karier profesionalnya. “Para pembalap sudah belajar membalap sejak mereka masih belia. Mereka tak melakukannya dengan otak, melainkan feeling yang alami. Mereka bergantung pada refleks dan jika Anda memberikan beberapa saran baru, pasti akan terasa aneh buat mereka,” sambungnya. “Feeling alami mereka tak terbiasa menerima hal baru dan mereka harus terus berpikir, apa yang harus dilakukan. Sekalinya mereka harus memikirkan itu, takkan pernah keluar solusi dengan cepat karena itu tak terjadi secara alami,” tuntas Gobmeier. (raw)


22 SENIN 04 FEBRUARI 2013

Senggang TOGETHER FOREVER di Valentine HARRIS H

Nicholas Saputra Jatuh Cinta pada Akting SEJAK membintangi Ada Apa Dengan Cinta pada 2002, Nicholas Saputra jatuh cinta pada akting, khususnya film. Saat akhirnya menyelesaikan pendidikannya di Universitas Indonesia jurusan Arsitektur, dia pun tetap fokus di bidang film. Belum terpikir baginya untuk menekuni arsitektur secara profesional. ”Mungkin, saya sudah terlanjur suka (akting) sejak pertama kali bekerja pada usia 15 tahun, bermain untuk film Ada Apa Dengan Cinta,” katanya. Menurutnya, arsitektur dan seni saling berkaitan. Keduanya memiliki kesamaan pola, dari awal menyusun perencanaan hingga tahap eksekusi. Jadi, bukan persoalan besar kalau akhirnya dia tidak bekerja sebagai arsitek. ”Arsitektur sebenarnya bisa diaplikasikan pada berbagai bidang. Misalnya, dalam pembuatan film, mulai dari proses perancangan hingga pembuatannya ada kesamaan pola. Begitu pun di fashion, musik, dan desain,” tuturnya. Dan dia bukan satu-satunya pekerja seni yang mengantongi gelar Sarjana Arsitektur. Sebelumnya, ada Erwin Gutawa dan Jay Subiakto. ”Mereka arsitek, tetapi berkarya dan sukses di bidang-bidang yang bukan arsitektur,” pungkasnya. (jpnn)

SETELAH dua bulan lamanya berolah musik dan vokal, akhirnya Kilimanjaro Band pamit pulang ke kampung halaman, Yogyakarta. Untuk mengusung kepergian grup band yang dibentuk September 2000 silam ini, Pub M-One menggelar acara

ARRIS hotel mengusung tema TOGETHER FOREVER untuk valentine day 2013 ini. Live music juga tersedia sebagai hiburan bagi 40 pasangan. “Harganya juga sangat menggambarkan kebersamaan, 222 ribu rupiah untuk paket kebersamaan yang privasif, hiburan, dan paket makan malam,” ujar Asisten Marketing Communication Manager, Dino kepada Putra Kelana pada Jumpa Pers di Hotel Harris, 30 Januari 2013. Valentine Menu yang dipersembahkan HARRIS Hotel melalui Executive Chef Rudi terdiri dari Deep Fried Coconut Shrimp, Cream of Carrot Soup, Pan Seared Rib-Eye Steak, Roast Chicken, Mango Crepes, Coffe or Tea, Wine, Cocolate, dan Rose Flower. Paket ini bukan sekedar menu, tapi juga kenangan yang mengesankan. Pertama, Deep Fried Coconut Shrimp. Menu ini terdiri dari udang yang digoreng dengan minyak kelapa yang benar-benar matang (deep fried coconut). Gurih udangnya sudah pasti. Disajikan bersama asparagus panggang (grilled asparagus) dan krim keju (cream cheese). Bisa dibayangkan gurih yummy nya. “Menu ini disajikan agar ada seafoodnya. Karena kan serba daging, jadi ini untuk yang menginginkan seafood,” ujar Rudi.

Kilimanjaro Band Balik Kampung spesial yang bertajuk Back to Jogja, Rabu (30/1) malam. “Event Back to Jogja ini sengaja kami gelar sebagai apresiasi M-One kepada

Kilimanjaro Band, dan juga untuk clubbers Batam yang setia mengujungi M-One,” ujar Suta, Manajer Operasional M-One. Untuk memuaskan pengunjung

M-One dan penggemarnya, grup band yang digawangi Faizal Masjhur (gitar), Hendwi Swasto (bass), Ricko Miri Aditia (keyboard), Dudi Permana

Santana dan Deep Purple Konser di Singapura SANTANA dan grup band legendaris Deep Purple dijadwalkan bakal menggelar konser di Singapura, Maret mendatang. Santana bakal manggung terlebih dulu, yakni pada 4 Maret 2013 bertempat di Singapore Indoor Stadium. Sementara Deep Purple akan konser di The Star Theatre @Rochester pada 12 Maret 2013. Tiket konser keduanya dijual dengan harga variatif. Tiket konser Santana tersedia mulai dari harga 102 dolar Singapura sampai 252 dolar Singapura. Sebagian hasil dari penjualan tiket ini akan disumbang-

kan untuk yayasan milik Santana sendiri, yakni Carlos Santana’s Charity Milargo Foundation. Sementara tiket Deep Purple dijual lebih murah. Yakni mulai 88 dolar Singapura sampai 168 dolar Singapura. Demikian sebagaimana dirilis di www.sistic.com.sg selaku pihak penyelenggara konser kedua musisi papan atas dunia itu. Tiket konser keduanya bisa dibeli di seluruh outlet Sistic. Reservasi tiket juga bisa dilakukan melalui telepon di +65-63485555 atau melalu situs www.sistic.com.sg. (BP)

Ke dua, Cream of Carrot Soup. Benar, sup krim wortel yang disajikan sangat cantik berbentuk heart. Rasanya benar-benar wortel yang manis. Warna orangenya menggugah selera, segar dipandang. “Warna orange merupakan brand HARRIS. Rasanya seperti namanya, wortel,” jelas Rudi. Pan Seared Rib Eye Steak. Menu ini merupakan stik iga yang disajikan dengan saus lada hitam (black pepper sauce), tumis sayuran, dan nasi kuning goreng. Lezatnya bisa dibayangkan. Roast Chicken. Seperti judulnya, menu ini merupakan daging ayam panggang. Tentunya menggunakan daging pilihan. Sama lezatnya. “Ini merupakan menu pilihan. Pan Seared Rib Eye Steak atau Roast Chicken ini. Tidak ada pedasnya, namun kita sediakan sambal,” jelas Rudi. Mango Crepes yang disajikan dengan mango coulish sebagai hidangan penutup. Rasanya juga benar-benar mangga yang dibalut crepes renyah. Red Wine. Selain coffee atau tea, Rudi juga menyajikan red wine dalam paket valentine ini. “Menumenu yang saya sajikan merupakan menu eropa yang disesuaikan denganl idah asia. Wine selalu disajikan bersama Pan Seared Rib Eye Steak atau Roast Chicken,” tambah Rudi.(Nurul)

(drum), Petrus Loupatty, Diah Septiani dan Annis Hasan (vokal) ini akan memberikan suguhan spektakuler sebagai ajang penampilan terakhir mereka di pub yang terletak di kawasan Harbour Bay, Batuampar, ini.(BP)


Lifestyle

KELELAHAN mata adalah penyebab umum sakit kepala. Senam mata sederhana seperti menggerakkan mata ke atas dan ke bawah, dan dari sisi ke sisi, ‘palming’, memutar kepala, dengan leher terjulur, maju dan mundur 3 kali, searah dan berlawanan arah jarum 3 kali, dapat meredakan kelelahan mata.

23 SENIN 04 FEBRUARI 2013

TEKANAN darah tinggi dapat menyebabkan sakit kepala yang menghantam, yang biasanya dimulai di bagian belakang kepala sewaktu bangun di pagi hari. Pengobatan yang aman, rendam betis di bak air panas selama 15-20 menit. Ini guna menarik darah dari kepala dan turun ke kaki, menghilangkan sakit kepala. JUS bayam mentah adalah makanan obat bagus lain untuk pencegahan dan pengobatan penyakit gusi karena memiliki efek yang baik pada gigi dan gusi.

KETIKA rasa sakit terjadi selama menstruasi, berarti rahim sedang mengalami peradangan. Kondisi ini dapat dihilangkan dengan perhatian makan yang tepat dan mandi duduk panas (mandi sambil duduk) tepat sebelum datang haid dan mandi duduk dingin antara masa haid. PENDERITA hipertensi harus memastikan setidaknya 8 jam tidur nyenyak, karena istirahat adalah aspek penting dari pengobatan. Paling penting dari semua itu, pasien hendaknya menghindari ketegangan, kekhawatiran, kemarahan dan tergesa-gesa berlebihan. UNTUK menurunkan berat badan, maka berkeringatlah! Olahraga dan mandi uap sama-sama efektif. ORANG dengan kadar kolesterol darah tinggi harus minum setidaknya 8 sampai 10 gelas air setiap hari karena minum air secara teratur merangsang aktivitas pembuangan sampah tubuh dari kulit dan ginjal. Hal ini pada gilirannya mempermudah penghapusan kolesterol berlebihan dari sistem.

Inilah yang Terjadi Pada Tubuh si Peminum Alkohol ALKOHOL jelas berbahaya bagi tubuh. Meski Anda bukan pecandu dan hanya peminum moderat atau peminum sosial, alkohol tetap memberikan efek buruk bagi tubuh. Inilah yang terjadi pada tubuh orang yang suka minum alkohol. Efek buruk alkohol yang langsung terasa biasanya adalah mabuk. Tapi jauh dibalik itu, bila minuman ini terus-menerus dikonsumsi, maka kesehatan yang jadi taruhannya. Berikut beberapa efek yang terjadi pada tubuh bila Anda suka minum minuman beralkohol, seperti dilansir Boldsky, Minggu (3/2/2013): 1. Sirosis hati Penyakit ini seperti musuh dari semua peminum alkohol. Alkohol adalah seperti racun bagi sel-sel hati yang dapat menimbulkan bekas luka jaringan hati. Akhirnya hati yang begitu rusak berhenti bekerja sama sekali. Sirosis (pengerasan hati) adalah penyakit yang berpotensi fatal.

2. Tekanan darah tinggi Alkohol akan membuat Anda ‘high’ atau melayang. Perasaan ini berasal dari sistem saraf simpatik yang mengontrol tekanan darah Anda. Ketika Anda melakukan pesta minuman keras, sangat mungkin terjadi lonjakan tekanan darah secara tiba-tiba. 3. Kegemukan (obesitas) Vodka, bir dan gin adalah minuman beralkohol yang cukup menggemukkan. Sebenarnya Anda bisa mendapatkan lebih banyak kalori dari alkohol ketimbang dari makanan. Kebanyakan pecandu alkohol kronis memiliki ‘perut bir’ alias buncit. Obesitas adalah awal dari banyak masalah kesehatan yang serius. 4. Penyakit pembuluh darah Jika tekanan darah Anda tinggi, itu jelas akan memberikan tekanan pada jantung. Peminum alkohol cenderung lebih rentan dan berisiko mengalami serangan

Seks Bakar Banyak Kalori? Itu Cuma Mitos SEKS telah lama digembar-gemborkan sebagai salah satu cara jitu untuk membakar kalori dan ‘menyulap’ tubuh Anda menjadi lebih kurus. Bahkan konon saat bercinta jumlah kalori yang terbakar mencapai 300 kalori. Tapi nyatanya sebuah studi terbaru menemukan bahwa ini hanyalah mitos belaka. Menurut peneliti David Allison dari University of Alabama, Birmingham, setiap sesi aktivitas seksual yang dilakukan pasangan rata-rata hanya berlangsung selama enam menit dan membakar sekitar 21 kalori saja, sama halnya dengan berjalan kaki. Kesimpulan ini diperoleh setelah Allison mereview sejumlah riset tentang berbagai hal yang dikatakan meningkatkan risiko obesitas seseorang seperti ngemil, melewatkan sarapan atau pelajaran kesehatan jasmani di sekolah pada anak-anak. Allison menegaskan bahwa mengikuti kelas olahraga, baik yang durasinya lama atau intens sekalipun tak dapat memberikan perbedaan berarti bagi penurunan berat badan. Begitu juga dengan melewatkan sarapan karena itu bergantung pada kebiasaan orang yang bersangkutan, apakah ia sering melewatkan sarapan atau tidak. Lagipula untuk urusan menurunkan berat badan, Allison menyimpulkan bahwa tak ada studi yang mengindikasikan bahwa ngemil memiliki efek negatif terhadap program diet yang dilakukan seseorang. Bahkan orang-orang yang berhasil menurunkan berat badannya dengan cepat justru memiliki berat badan yang lebih rendah ketimbang orang-orang yang berupaya untuk kurus dengan cara yang lebih lambat. Untuk itu, Allison malah menyarankan agar orang-orang yang ingin kurus untuk memiliki target penurunan berat badan yang sangat ambisius karena itu akan memberikan motivasi tinggi dan terbukti berhasil bagi sebagian orang. “Yang penting buktinya dulu,” pungkas pakar biostatistika tersebut seperti halnya dikutip dari Daily Mail, Sabtu (2/2/2013).(vit/vit)

Wanita Mulai Banyak Naksir PRIA JAGO GADGET

jantung. Alkohol juga membuat platelet darah menggumpal yang mengarah pada penyumbatan jantung. 5. Anemia Ketika Anda minum alkohol, oksigen yang dibawa oleh darah akan berkurang. Ini menyebabkan anemia jenis tertentu yang membuat tubuh Anda terasa lelah dan sesak napas, bahkan saat tidak melakukan apa-apa. 6. Asam urat Asam urat merupakan jenis radang sendi (arthritis) yang disebabkan karena akumulasi asam urat pada sendi. Jika Anda seorang peminum alkohol, asam urat akan terasa lebih menyakitkan ketimbang orang biasa. 7. Kerusakan pankreas Alkohol dapat menyebabkan peradangan pada pankreas dan menghambat sistem pencernaan yang normal. Kondisi ini sangat susah diobat dan juga dapat menyebabkan kematian. 8. Kerusakan saraf Alkohol juga merupakan racun pada sel-sel saraf, yang dapat menyebabkan sindrom yang disebut alcoholic neuropathy. Anda mungkin akan merasakan seperti tertusuk jarum di ujung jari tangan atau kaki, atau mati rasa di beberapa bagian tubuh. (mer/vit)

Umumnya pria yang dianggap seksi adalah pria yang kekar, tinggi dan metroseksual. Agaknya parameter pria seksi kini mulai berubah. Jika dulu pria yang gemar mengoprek komputer dan gadget elektronik dianggap cupu, kini malah sebaliknya.

S

EBUAH survei yang dilakukan situs bernama Crucial.com menemukan bahwa pria yang mahir dalam urusan teknologi dan gadget serta canggih mengoperasikan ponsel pintar kini mulai dianggap seksi oleh wanita. Pria-pria ini mendapat sebutan ‘techno sexual’. Di antara seluruh wanita yang disurvei, hampir dua pertiganya mengaku amat mengagumi pria yang memiliki kemampuan mengoperasikan dan memperbaiki komputer ataupun hardware lainnya. Kecenderungan ini melebihi 49% wanita lain yang menganggap pria yang mahir memperbaiki mobil lebih seksi. Di antara responden pria, sebanyak 40% di antaranya mengaku cakap memperbaiki dan mengupgrade gadget, komputer dan laptop. Priapria ini memahami bahwa ketrampilan tersebut amat diperlukan dalam upayanya mengesankan lawan jenis, kekasih ataupun gebetan. “Teknologi mempengaruhi kehidupan semua orang, maka tidak mengherankan jika orangorang berharap memiliki pemahaman yang lebih mengenai itu dan bagaimana cara memperbaiki atau mengupgradenya ketika diperlukan,” kata Roddy McLean, pakar komputer dari Crucial.com seperti dilansir Female First, Sabtu (2/2/2013). Kecenderungan makin banyaknya pria ‘techno sexual’ ini menunjukkan makin tergantungnya manusia pada teknologi. Sekitar 60% responden yang disurvei berharap tahu lebih banyak mengenai teknologi. Jumlah ini melebihi jumlah orang yang berharap lebih paham mengenai mobil (33%), properti (28%), musik (17%), fashion (14%) atau olahraga (11%). Temuan ini tentu menjadi kabar gembira bagi para pegiat IT dan mereka yang bergelut di dunia gadget. Tapi ingat, kekaguman wanita tidak akan bertahan lama jika tidak disertai sikap baik. Salah-salah malah cuman dimanfaatkan sebagai teman dekat sekaligus tukang servis gadget gratis.(pah/vit)

Bisa Beli Barang yang Diinginkan Belum Tentu Bikin Bahagia TAMPAKNYa ungkapan kebahagiaan itu tak bisa dibeli dengan uang memang benar adanya. Bahkan menurut sebuah studi baru, hal ini juga berlaku bagi orang yang paling materialistis sekalipun. Secara rinci, peneliti juga mengungkapkan bahwa orangorang yang materialistis merasa paling bahagia hanya tepat sebelum membeli barang yang diinginkannya. Tapi ketika barang itu sudah ada di tangannya, kebahagiaan itu seketika akan hilang. Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti Marsha Richins, profesor pemasaran dari University of Missouri di Columbia mensurvei 329 mahasiswa. Pada survei pertama, responden ditanya apa barang yang ingin mereka beli dalam satu semester ini dan survei berikutnya menanyai responden tentang perasaan mereka setelah berhasil membeli barang yang mereka inginkan. Bahkan Richins mengelompokkan responden ke dalam dua grup besar;

materialisme ‘tinggi’ atau ‘rendah’ berdasarkan seberapa besar responden menilai barangbarang yang mereka miliki. “Ternyata responden yang materialismenya tinggi jauh lebih bahagia dan bersemangat ketimbang rekan-rekannya tepat sebelum mereka membeli barang yang diinginkan. Kendati begitu, perasaan itu akan berubah begitu cepat pada mingguminggu setelahnya,” tandas Richins seperti dikutip dari health.com, Sabtu (2/2/2013). Dalam survei terpisah yang melibatkan 180 konsumen AS, Richins juga menemukan sejumlah petunjuk tentang alasan mengapa orang-orang yang materealiastis tampak begitu

bersemangat sebelum membeli barang yang diidamkan: mereka cenderung percaya bahwa barang-barang seperti mobil, TV

layar datar atau laptop akan mengubah hidup mereka menjadi lebih baik. Sebaliknya orang yang tingkat materealismenya rendah tak begitu percaya barang-barang itu akan memberikan efek yang signifikan bagi hidupnya,

meskipun mungkin mereka sangat ingin memiliki mobil atau TV. Senada dengan studi ini, seorang asisten profesor pemasaran dari NYU Stern School of Business, Tom Meyvis juga menemukan bahwa setiap orang rata-rata berharap terlalu banyak pada barang-barang yang mereka beli. Bahkan itu tidak hanya berlaku bagi mobil dan barang-barang elektronik saja. Orang-orang juga berharap terlalu banyak pada hal-hal seperti anak anjing yang mereka adopsi dan rencana atau tempat berlibur mereka, meskipun sebenarnya liburan itu tak berjalan sesuai yang mereka inginkan, catat Meyvis. Dengan kata lain orangorang cenderung berharap terlalu

tinggi bahwa kejadian atau pengalaman yang mereka alami akan mempengaruhi kebahagiaan mereka dalam jangka panjang. “Masalahnya, orang-orang ini biasanya tak mau belajar atau mengambil hikmah dari kondisi semacam ini. Jika Anda percaya bahwa sesuatu (barang) atau pengalaman tertentu akan membuat Anda lebih bahagia dalam hidup maka kepercayaan itu akan terus melekat pada diri Anda,” tandas Meyvis. Dari situ Meyvis menyarankan agar ketika akan membeli sesuatu, seseorang diminta untuk mempertimbangkannya matangmatang, terutama untuk barangbarang yang besar atau mahal. Jadi ketika Anda menginginkan sesuatu hanya karena Anda merasa itu akan membuat Anda lebih bahagia maka cobalah ingat kapan terakhir kali Anda mempercayai hal itu dan bagaimana hasilnya. “Bisa jadi upaya itu akan membendung Anda membeli barang-barang tertentu yang sebenarnya tak dibutuhkan,” tutupnya.(vit/vit)


24 SENIN 04 FEBRUARI 2013

Hiburan

W

DOPE CLUB

dan Sedikit Love Suasana sebuah malam di Dope Club, Tanjungpinang. Ramai peminat terutama kaum muda dari golongan menengah atas

Pagi menjelang, membunuh malam yang bergelimang senang pada Minggu (2/2) dini hari. Dentuman house music masih mengalir kencang ketika jarum jam menunjukkan pukul 02.00. Beberapa hits milik para rapper menawarkan keceriaan di ruang remang-remang itu. Meski pengunjung masih ramai namun sejumlah sofa panjang dan kursi-kursi itu satu demi satu kosong. Maklum, seperti dikatakan para eksekutif muda yang sebagian setengah teler di tempat itu, malam minggu memang bukan waktu tepat untuk mengusir lelah di Dope Club. Para pengunjung yang kebanyakan orang muda itu memilih meninggalkan pub itu entah pulang ke rumah atau mampir ke hotel bersama teman wanitanya.

F.DOK

ANITA bertubuh semampai yang berumur belasan tahun dan mengaku bernama Cindy itu terus merajuk. Dia mengajak pergi lelaki yang digandengnya. Jalannya sempoyongan menuju mobil. Pengaruh tequila coktail yang ditenggaknya membuatnya sedikit melayang dan hampir kehilangan keseimbangan. Lelaki yang diajaknya hanya meracau tak karuan. Mungkin pengaruh minuman telah membuatnya kurang terkontrol dalam berbicara. Cindy nampaknya agak kesal. “Ayolah bang, kita ke hotel saja. Udah hampir pagi nich,” katanya setengah merajuk. Sang lelaki hanya berdehem sambil menuju ke sebuah mobil porsche warna merah yang mentereng. Keduanya masuk ke mobil dan langsung melaju membelah malam yang beranjak pagi. Entah pulang ke rumah atau ke hotel, hanya mereka berdua yang tahu. Segalanya memang bisa terjadi di Dope Club. Dari sekadar clubbing, omong-omong kosong, dan berlanjut pada desahan di telinga. Semuanya serba memungkinkan. “Kamu di sini terus atau mau kita pergi?” kata seorang laki-laki lainnya di salah satu sudut ruangan di Dope Club. Laki-laki yang berumur sekitar 35an itu juga ditemani perempuan muda yang cukup cantik dan seksi. Wanita itu matanya sendu dan jari-jarinya sesekali dimainkan di rambutnya yang terjurai hitam. Seperti kalah dengan keadaan, dia akhirnya membiarkan tubuhnya tersandar di dada laki-laki itu dengan embusan napas panjang. Namun tak lama kemudian keduanya juga keluar dari Dope Club dan beranjak pergi dengan sebuah mobil, entah kemana. Sementara di sudut lain di Dope Club yang berlokasi di kawasan Rimba Jaya Jalan Gudang Minyak Tanjungpinang itu beberapa perempuan muda mengumbar senyum dan kerlingan nakal kepada setiap lelaki yang datang tanpa pasangan. Ketika datang ke tempat itu mereka berkelompok seolah satu tim yang ingin happy bersama. Namun setelah di dalam, mereka berpencar mencari pasangan yang mau mengajaknya duduk bersama. Sebagaimana tempat hiburan malam lain, para wanita malam di Dope Club datang tak sekadar menikmati hingar bingar musik. Mereka sejatinya pemburu rupiah dan bahkan dollar Singapura. Liukan tubuh, dandanan

menggoda, dan lirikan nakal adalah sekian dari beragam jerat untuk mengelabui mangsa. Tentu saja tak semua agresif. Banyak juga yang jaga imej (jaim). Mereka kebanyakan berkulit putih mulus dengan wajah di atas rata-rata. Namun gesture itu sesungguhnya tak lebih dari jinakjinak merpati belaka. Para lelaki jomblo Tanjungpinang enteng saja menyebut mereka jablay. Kalau bahasa ibu kota Jakarta mereka ini dikatakan sebagai purel yang penulis sendiri sebenarnya nggak begitu paham apa maksudnya. Ketika Dope Club mulai buka sekitar pukul 21.00 wib, belum banyak yang terlihat. Barulah ketika menjelang tengah malam mereka terus berdatangan. “Apalagi kalau malam minggu seperti sekarang, dari sore saja sudah banyak yang ke sini,” kata Anton salah seorang eksekutif muda yang rajin clubing di Dope Club. Anton mengaku jarang datang ke Dope Clu membawa pasangannya. “Pacar saya di Jakarta. Saya selalu datang sendiri ke sini,” katanya sambil meneguk segelas Vodka. Bagi Anton, untuk sekedar mencari teman wanita yang mau diajak duduk dan ngobrol di Dope Club bukan susah. Dengan penampilan meyakinkan dan mau memberinya minuman gratis akan banyak wanita muda yang menemaninya. “Yang penting, gaya kita nggak norak amat. Kalau malu mencari sendiri, ada guide yang siap mencarikan,” katanya sambil terbahak. Para wanita muda itu, katanya, tidak hanya mau menemani minum selama di Dope Club saja. Mereka juga siap untuk “cinta satu malam” jika memang ada kesepakatan. “Soal tarif tinggal nego. Bahkan kalau kita pintar merayu, tak usah bayar yang penting happy bersama,” kata Anton lagi. Namun kuncinya, kata Anton, boleh cinta atau suka tapi sedikit saja. Tidak boleh membabi buta. “Karena malam ini bersama kita, besok mungkin sudah sama orang lain lagi. Mereka kan hanya one night stand saja,” katanya sambil mendekati seorang perempuan muda berambut ikal yang duduk sendiri tak jauh darinya. Dari pembicaraan perkenalannya dengan Anton, perempuan itu bernama Cavila. Ngakunya bekerja sebagai sales promotion girls sebuah produk kosmestik di Tanjungpinang. Entah iya, entah tidak hal itu bukan sesuatu yang penting bagi Anton. Yang terpenting baginya Cavila mau menemaninya menghabiskan malam Minggu. (suyono)


Putra Kelana Edisi 120