Issuu on Google+

SURAT KABAR MINGGUAN

EDISI 127 TAHUN II SENIN 25 MARET 2013

ECERAN DALAM KOTA

Rp 3.000

Korannya Orang Kepri

Cibiran yang Membuat Nadi Berdenyut Kuat Ketika Gerakan Sejuta Melayu (GSM) saya kemukakan ke hadapan publik beberapa waktu lalu, banyak kalangan memandang gerakan ini hanya bunga mimpi seorang Melayu. Oktavio Bintana

ADA pula cibiran soal sumber daya Melayu yang dinilai tak mampu melakukan perubahan di Kepri, sekalipun negeri ini negeri Melayu.Salah satu cibiran tersebut dapat dilihat pada komentar berita berjudul “Terbentuk, Pendiri Yayasan GSM” di www.kepribangkit.com, Minggu, 17 Maret 2013,

18:13:11 WIB. Bunyinya begini; “saya pesimis gsm eksis. krn sumber daya manusia melayu perlu di olah lagi”. Dari komentar ini jelas ada ketidakyakinan soal tumbuhnya GSM lantaran minimnya SDM orang Melayu. Saya hanya senyum membacanya. Mungkin yang berkomentar tidak mengerti tentang

indeks

Gerakan Sejuta Melayu, ataupun sekedar komentar saja. Ada juga kalangan yang begitu mendengar kata GSM langsung mencibir, apakah gerakan ini bisa membawa perubahan bagi masyarakat Kepri? Dan

Pawai Ta’aruf Awali STQ VIII Natuna

Bersambung ke Hal... 5

.....................................GALERI ANDA

Kondisi Raisyah 1 Maret 2013.

Kondisi Raisyah 9 Maret 2013.

Kondisi Raisyah 21 Maret 2013.

DOA UNTUK RAISYAH

FOTO-FOTO:DOK.RIANI

Direktur PT. Putra Rida Pers, Oktavio Bintana berbagi kebahagiaan di Panti Asuhan Al-Aqsho, Bengkong Sadai, Batam, Rabu (20/3) lalu. Bersama rombongan, Vio menggelar doa bersama puluhan anak panti dan pengurus untuk kesembuhan Raisyah (5) yang kini tengah berjuang melawan tumor mata dan kanker otak di RS Dharmais, Jakarta.

S

ELAIN Raisyah, maksud kunjungan ini juga untuk memperingati tujuh hari meninggalnya, Aulia (12), putri dari sahabat Oktavio Bintana. Bocah ini meninggal akibat ditabrak dan lambat mendapat perawatan medis.

4

6

45 Tersangka Jaringan Narkoba Ditangkap KEPRI BANGKIT

harap anaknya segera pulih seperti sedia kala walau proses perawatannya masih panjang. Kamis (23/3) Riani bertutur, bahwa Raisyah itu penyuka lagu-lagu lama. Seperti lagu karya Deddy Dores. Menurut Riani, hal ini karena ia sering mendengarkan ketika Riani

9

Mengabdi pada Kebenaran Aji Satrio Prakoso SH

Mengenal Kanker Mata pada Anak (Retinoblastoma)

Bersambung ke Hal... 5

Batam, Agussahiman beberapa waktu lalu. “Benar, LAM Riau Mendukung GSM. Ini disampaikan waktu acara pernikahan anaknya Pak Agus Sahiman,” ungkap Alfan. Hal ini tentu saja disambut dengan gembira oleh para pendukung GSM di Kepri. Betapa tidak, LAM Riau sudah menggiatkan GSM di Riau

Apa itu retinoblastoma? Retinoblastoma adalah kanker mata pada anak. Ini berasal dari retina, lapisan peka cahaya, di mata. Ini adalah mata yang paling umum tumor mata pada anak. . Tumor ini mungkin melibatkan satu (75% kasus) atau keduanya (25% dari kasus) mata pada anak. Diobati, retinoblastoma hampir selalu fatal, maka pentingnya diagnosa dini dan pengobatan Apakah itu keturunan? Ya dalam beberapa kasus mungkin turun temurun. Mayoritas kasus (90%) tidak memiliki riwayat keluarga penyakit tersebut, sedangkan sebagian kecil (10%) dari kasus baru didiagnosa memiliki anggota keluarga yang lain dengan retinoblastoma. Dari semua kasus retinoblastoma, dalam 60% kasus tidak mendapatkan ditransmisikan ke generasi berikutnya, sedangkan dalam 40% kasus mungkin bisa ditularkan pada generasi berikutnya. Oleh karena itu adalah penting untuk memiliki suatu konseling genetik sebelum memiliki bayi untuk menentukan resiko anak lain mendapatkan penyakit yang sama. Selain itu, saudara dan anak-anak dari pasien dengan

Bersambung ke Hal... 5

Raisyah bersama adiknya sebelum menderita tumor.

F.IST

Bersambung ke Hal... 5

Alamak, Bauksit Sekitar Kantor Kejati Dikeruk Lahan di sekitar kantor Kejaksaan Tinggi (Kajati) Tanjungpinang di Senggarang menjadi sasaran penambangan bauksit ilegal. Kendaraan loader bauksit dalam seminggu belakangan terlihat melakukan aktivitas pengerukan tanah di area belakang kantor Kajati Tanjungpinang. WARGA Griya Senggarang Permai, Bobi yang menyaksikan langsung aktivitas penambangan ilegal menyebutkan pihak penambang ilegal saat ini sudah mencoba merayu warga khususnya melalui aparat RT RW, dengan iming-iming memberikan uang kompensasi untuk warga. Pantauan di lokasi, di sekitar area

................................TANJUNGPINANG

...........................................KARIMUN

Bersambung ke Hal... 5

LAM Riau Dukung Penuh GSM

LEMBAGA Adat Melayu (LAM) Riau memberikan dukungan sepenuhnya terhadap Gerakan Sejuta Melayu (GSM) yang digagas Oktavio Bintana. Demikian disampaikan anggota tim perumus GSM, Alfan Suheiri kepada Putra Kelana, Minggu (24/3/13). Dukungan LAM Riau disampaikan pada kesempatan pelaksanaan pesta pernikahan anak Sekretaris Daerah Kota

1.168 Warga Tanjungpinang Terima Askesos

Boat Pancung Mudahkan Tranportasi Pelajar

“Sungguh membahagiakan bisa berbagi keceriaan seperti ini. Anak-anak ini merupakan asset bangsa yang harus terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Dan semoga Allah juga terus melimpahkan rahmat

Kepedulian yang Membuat Kuat SEMENJAK dipindahkan dari RS Awal Bros Batam, kondisi Raisyah (5) berangsur membaik. Salah satu indikasinya ia mulai bisa merespon keberadaan orang-orang sekitarnya. Sebelumnya, ia beberapa waktu tak sadarkan diri. Keadaan ini tentu saja membuat keluarga Raisyah bahagia. Riani, ibundanya bahkan ber-

3

Aktifitas pengerukan lahan di depan kantor Kejati Kepri di Senggarang.

F.DOK

penambangan ilegal tersebut terpancang papan bertuliskan tanah ini milik Pemprov Kepri. Sementara itu, di lokasi penambangan belakang Kajati seorang laki-laki menyatakan lahan yang diduga ditambang ini sebetulnya hanya pemerataan saja. Karena akan dibangun kawasan perumahan. Sedangkan lahan yang diratakan ini milik oknum anggota marinir berinisial Tj. Terkait adanya plang bertuliskan tanah ini milik Provinsi Kepri menurut pria tegap yang tidak menyebutkan nama tersebut menilai pemasangan papan nama tentang status tanah itu adalah salah. Dan sudah diurus untuk pencabutan plang itu dari lokasinya. Sementara itu Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertambangan dan Energi (KP2E) Tanjungpinang, Sumardi, belum memberikan komentar banyak masalah tersebut. “Nanti kita cek di lapangan,” katanya singkat.(Heni)

BERKEPALA plontos dan murah senyum serta suka menyapa, itulah Aji Satrio Prakoso SH. Penampilannya bersahaja, namun tetap berwibawa. Dia adalah Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang bertugas di Kejaksaan Negeri Kelas I Batam. Di lingkungan kejaksaan, ia cukup populer karena ketegasan sikapnya dan mudah bergaul dengan siapa saja. Dalam keseharian menjalani tugas, Aji Aji,panggilan akrabnya tidak segan-segan bersikap keras kepada terdakwa. Ia menyadari bahwa amanat yang diemban bukan sesuatu yang mudah. Bukan hanya bertanggungjawab kepada pimpinan dan di mata hukum, namun juga dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Selama Maret ini, sekitar 20 perkara ia tangani. Artinya, dalam satu hari ia menangani satu perkara. “Sebagai JPU, saya menjalankan amanat dari pimpinan sebaik-baiknya. Jabatan saya itu merupakan titipan Allah

Bersambung ke Hal...5

Dollar Sing 7,807

Dollas US 9.749 Ringgit Malaysia

3.131 SUMBER:BANK INDONESIA


SENIN 25 MARET 2013

2

pendapat

Investasi dan Upah Buruh P OLEH: Aswen Dores,SE Wakil Ketua DPD Gerindra Kepri

ERSOALAN upah buruh adalah persoalan tentang Kehidupan dan Kecerdasan bangsa yang harus kita fikirkan bersama. Dari kesejahteraan masyarakat akan tumbuh bangsa yang sehat dan yang mampu membangun Negara ini secara bersama-sama.Sebagian kita lupa untuk berfikir secara jangka panjang dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sebagian besar dari masyarakat kita adalah terdiri dari kaum buruh yang dari bulan ke bulan tidak habis habisnya memikirkan tentang biaya hidub, sewa rumah dan anak sekolah, sehingga sebagian mereka tidak sempat untuk membangun diri serta membangun masa depan anak anak mereka yang lebih baik kedepan. Seperti masalah upah buruh baru baru ini di Kota Batam misalnya, yang dalam hal ini pemerintah tidak mampu untuk mencari solusi yang

konkrit bagi mereka. Dan kita dihadapkan kepada hanya persoalan serupa dari tahun ke tahun. Disisi lain Investasi adalah berupakan asset daerah yang juga perlu kita fikirkan bersama. Karena tanpa Investasi tidak akan ada buruh dan sebaliknya tanpa buruh investasi juga tidak akan berarti. Artinya kedua bagian ini adalah asset yang berharga untuk bangsa ini. Selaku pemerintah yang berkuasa (Regulator) pemerintah Kota Batam harus sudah dapat berfikir serius tentang hal ini. Karena suksesnya dunia usaha dan sejahteranya masyarakat adalah keberhasilan dari pemimpinnya. Dan yang menjadi persoalan mendasar bagi masyarakat buruh adalah tentang biaya kehidupan yang memadai bagi keluarganya. Tetapi seperti yang kita lihat pada persoalan yang sama dari tahun ke tahun, walaupun upah minimum

yang telah di naikan tetap saja akan tidak ada perbedaan bagi masyarakat. Dan setiap upah naik harga pasar juga ikut naik. Dan disini jelas terlihat yang dituntut oleh kaum buruh hanya kecukupan untuk kehidupan. Solusi yang terbaik dalam hal ini adalah, pemerintah harus bisa mengontrol pasar dengan secara intens. Dan kalau seandainya pemerintah tidak mampu untuk melakukan hal tersebut, kenapa tidak pemerintah memberikan subsidi terhadap kebutuhan pokok bagi kaum buruh tersebut. Atau saran penulis pemerintah agar bisa membangun Super Market khusus bagi kaum buruh yang mengantongi kartu anggota saja bisa berbelanja. Dan kalau bisa pemerintah membangun super market tersebut di setiap kecamatan yang harga harga barangnya dapat dikontrol dengan mudah.

Hal serupa sukses dilakukan Negara jiran kita Singapura ditahun 1970 dengan super marketnya dinamakan NTUC (National Trade Union Congress) sehingga para buruh mereka tidak berdampak dari krisis kenaikan harga. Mungkin hal serupa bisa dilakukan oleh pemerintah Kota Batam melalui perusahaan BUMD yang selama ini belum nampak kiprahnya oleh kita. Persoalan lain bagi masyarakat saat ini adalah, mayoritas dari masyarakat pekerja kita dihadapkan kepada beban hutang yang sifat konsumtif. Terutama pada yang memakai fasilitas Finance (Lembaga Keuangan). Yang hal ini berdampak kepada perputaran dan pertumbuhan ekonomi sektor real atau daya pasar melemah. Secara fakta sebagian besar dari penghasilan mereka terserap pada beban hutang konsumtif tersebut.***

Menyikapi Kisruh Upah Sundulan

OLEH: Ricky Syahrul, Praktisi HRD

SETIAP tahun para pelaku industry di Batam selalu mengerjakan PR yang sama yang ujung-ujungnya adalah memberikan rekomendasi kepada Gubernur Kepri untuk menetukan UMK Batam. Tarik ulur, dead lock, walk out dan mengawal persidangan Dewan Pengupahan Kota Batam (DPK Batam) sangat kental mewarnai dinamika penentuan UMK Batam tahun 2012 yang lalu. Namun dari semua kerja keras DPK Batam dan Gubernur Kepri, masih ada satu hal penting yang terlupakan yaitu ‘upah sundulan’ yang berdampak pada lebih dari 75% pekerja di setiap perusahaan. Kebanyakan kita hanya fokus kepada besaran UMK, yang nilainya diberikan kepada pekerja lajang yang memiliki masa kerja kurang dari 1 tahun. Namun bagaimana dengan nasib pekerja yang sudah menikah atau telah memiliki masa kerja lebih dari 1 tahun? Belum ada yang mau memikirkan nasib mereka. Mulai dari pembahasan DPK Batam sampai SK Gubernur Kepri pun tidak pernah menyentuh nasib mereka. Padahal jumlah mereka sangat banyak sekali. Kealpaan DPK Batam dan Gubernur Kepri memikirkan nasib mereka merupakan penyebab rawannya gangguan keamanan dan ketertiban di dunia industry. Kita tidak bisa menyalahkan pak polisi dalam hal ini bahkan kita memberikan pekerjaan ekstra kepada aparat keamanan untuk memantau gejolak pekerja di setiap perusahaan paska UMK dimumkan. Ujung-ujungnya Dinas Tenaga Kerja Kota Batam akan kebanjiran perkara perselisihan di saat jumlah mediator hanya tinggal 2 orang saja, yaitu Pak Hendra Gunadi dan Pak Tukiman. Upah sundulan bukanlah terminology hukum. Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 1 Tahun 1999, kita diperkenalkan dengan istilah “peninjauan upah”. Pasal 14 ayat (3) Permenaker No. 1 tahun 199 berbunyi sebagai berikut: “Peninjauan besarnya upah pekerja dengan masa kerja lebih dari 1 (satu) tahun, dilakukan atas kesepakatan tertulis antara pekerja/ serikat pekerja dengan pengusaha” Jelas harus ada kesepakatan tertulis antara pengusaha dan pekerja dalam menetukan besaran upah sundulan. Mencapai sebuah kesepakatan

TERBIT SEJAK TANGGAL 19 AGUSTUS 2010

Jl. Raja Ali Haji Komp. Orchid Point Blok B No.9 Jodoh, Batam-Kepri Kantor Perwakilan: Jl. Pemuda Blok B No. 3 Tanjungpinang-Kepri

Email : redaksi@kepribangkit.com Diterbitkan oleh : PT. Putra Rida Pers MENHUMHAM RI No. AHU-45366.AH.01.01. Tahun 2010 SIUP NO. 503.15 / BP2T / 2669 / 2010 SITU No. 503.4/BP2T/4189/2010

bukanlah pekerjaan yang mudah. Apalagi mencari kesepakatan untuk sebuah nilai upah sundulan yang berdampak pada keseluruhan biaya bagi pengusaha dan harus dirasakan adil oleh pekerja. Inilah konsep semu yang sulit untuk mendapatkan kata sepakat dalam sebuah perundingan, apalagi perundingan antara pengusaha dan pekerja. Masing-masing akan unjuk kekuatan untuk memaksa para pihak menerima ‘kesepakatan’ besaran upah sundulan. Kondisi ini tentu rawan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban yang melibatkan lebih dari 75% pekerja di setiap perusahaan yang memiliki masa kerja lebih dari 1 tahun. Lalu apa tindakan yang harus diambil oleh DPK Batam dan Gubernur Kepri? Apakah ketentuan Pasal 14 ayat (3) Permenaker Nomor 1 Tahun 1999 di atas tidak bisa disikapi secara bijaksana untuk memberikan perlindungan hukum bagi pengusaha dan pekerja? Mari kita pikirkan bersama dengan merumuskan konsep perlindungan upah yang lebih adil bagi para pihak sehingga nilai perundingan antara pengusaha dan pekerja akan bergerak dalam rentang persentase yang telah ditentukan oleh SK Gubernur Kepri. Upah sundulan merupakan selisih UMK yang baru dengan UMK tahun sebelumnya. Dalam perundingan kenaikan upah sundulan, pekerja selalu menginginkan kenaikan upah sundulan yang diberikan itu adalah 100% dari nilai upah sundulan buat semua pekerja tanpa memperhatikan prestasi dan besaran upah yang telah diterima. Artinya upah sundulan yang diberikan kepada pekerja yang rajin dan pemalas, juga pekerja yang dapat upah beberapa juta dan puluhan juta rupiah adalah 100% dari selisih UMK tahun sekarang dengan UMK tahun sebelumnya supaya adil. Juga ditujukan untuk mempertahankan perbedaan upah masing-masing pekerja tetap terjaga, sehingga pekerja yang lama dan pekerja yang baru memiliki perbedaan yang adil dalam skala upahnya. Di sisi lain pengusaha akan berpendapat lain karena pekerja yang penerima upah sundulan ini berjumlah 75% dari jumlah seluruh

Komisaris Utama Komisaris Direktur

: M. Nur Hakim : Teddy Jun Askara : Oktavio Bintana

PU/Penanggung Jawab : Oktavio Bintana Wakil /Pimpinan Umum : Moel Akhyar Pimpinan Perusahaan : Kunto Parmadi

pekerja. Inilah kesempatan untuk menekan biaya sebesar mungkin, karena pekerja yang memiliki upah di bawah UMK dan memiliki masa kerja kurang dari 1 tahun tentunya tidak terlalu banyak sekali. Maka mulailah penawaran nilai upah sundulan diberikan sekecil mungkin bahkan ada juga yang tidak memberikan upah sundulan. Lama kelamaan pekerja yang memiliki masa kerja 3 – 5 tahun atau lebih akan tetap menerima upah sebesar nilai UMK yang berlaku. Pertanyaannya, apakah SK Gubernur Kepri selama ini memberikan perlindungan terhadap pekerja?

Jawabannya tentu tidak bagi pekerja yang memiliki masa kerja lebih dari 1 tahun. Sudah saatnya DPK Batam dan Gubernur Kepri melirik nasib pekerja yang memiliki masa kerja lebih dari 1 tahun dengan membuat aturan yang jelas tentang upah sundulan. Terobosan ini juga ditujukan untuk mengurangi tugas rutin tahunan para mediator dan aparat kepolisian agar mereka lebih focus pada tugas yang lain yang lebih penting. Mulailah DPK Batam dan Gubernur Kepri merumuskan nilai minimal upah sundulan yang harus dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja dalam SK Gubernur tentang Upah Minimum yang akan datang, yang ditentukan dalam kisaran persentase sehingga ada ‘jaring pengaman’ juga bagi pekerja yang memiliki masa kerja lebih dari 1 tahun. Dalam hal upah sundulan bagi pekerja yang memiliki masa kerja lebih dari 1 tahun, konsep yang dapat ditawarkan adalah dengan memperhatikan besaran nilai rupiah upah pekerja tahun sebelumnya. Misalnya kenaikan upah sundulan sebesar 100% hanya diberikan kepada pekerja yang mendapatkan upah di bawah Rp. 4 juta. Pekerja yang memiliki upah Rp. 4 juta s/d

Rp. 8 juta mendapatkan upah sundulan sebesar 75% dari upah sundulan dan bagi pekerja yang memiliki upah di atas Rp. 8 juta mendapatkan kenaikan upah sundulan sebesar 50% dari upah sundulan. Kisaran upah dan persentase di atas tentunya harus direkomendasikan oleh DPK Batam kepada Gubernur Kepri yang tentunya juga berdasarkan hasil survey pasar kerja di Batam. Dengan hasil survey yang dimiliki sehingga akan menentukan kisaran upah dan persentase kenaikan upah sundulan, tentunya akan memberikan paying hukum bagi pekerja yang memiliki masa kerja lebih dari 1 tahun dan upah mereka tidak akan terkejar oleh pekerja yang baru masuk bekerja. Nilai persentase kenaikan upah sundulan tersebut merupakan nilai minimal yang ditentukan dan para pihal masih dapat melakukan perundingan jika diperlukan. Namun sebelum perundingan dimulai, pekerja yang memiliki masa kerja lebih dari 1 tahun sudah mendapatkan nilai pasti kenaikan upah sundulannya, sehingga kemungkinan perselisihan akibat ulah kisruh upah sundulan dapat ditekan sebanyak mungkin. Kita akan tunggu apakah terobosan DPK Batam dan Gubernur Kepri tentang ‘upah kelompok’ juga akan menyentuh pembahasan tentang ‘upah sundulan’. Apapun istilahnya baik upah minimum, upah sektoral maupun upah kelompok, ketiga istilah secara ekslusif hanya diperuntukkan ‘kepada yang terhormat’ pekerja single yang memiliki masa kerja di bawah 1 tahun dan jumlahnya tidak seberapa di setiap perusahaan di Batam. Lalu bagaimana dengan ‘upah sundulan’ yang nasibnya masih menjadi anak tiri dalam setiap sidang DPK Batam. Semoga aka nada satu harapan baru kepastian hukum yang melindungi kepentingan pekerja yang memiliki masa kerja lebih dari 1 tahun dengan upah sundulannya. Semoga harapan baru itu juga akan menekan angka kisruh upah sundulan di Batam pada tahun 2014 yang akan datang. Selamat berjuang kepada DPK Batam, kami menambatkan harapan penuh kepada perjuanganmu!!! Batam, 22 Maret 2013

jati Diri Saatnya Dievaluasi BUPATI Bintan Ansar Ahmad dan Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah baru saja mengeluarkan surat edaran yang berisi menutup sementara pertambangan bauksit di Bintan dan Tanjungpinang. Para pengusaha bauksit diperbolehkan menghabiskan stock filed nya untuk ekspor hanya sampai tanggal 30 Maret ini. Aktivitas penambangan dan eksploitasi lahan bauksit belum diperkenankan lagi menyusul rencana evaluasi kegiatan tambang bauksit yang dilaksanakan di dua daerah tersebut. Beberapa pihak berharap evaluasi tambang bauksit di Pulau Bintan harus benar-benar dilakukan demi kepentingan daerah dan masyarakat luas. Ini sesuai spirit amanat pasal 33 ayat 3 UUD 1945 yang menyatakan “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.” Amanat pasal 33 UUD 1945 ini perlu dijadikan landasan bagi pemerintah daerah Tanjungpinang dan Bintan dalam melakukan evaluasi tambang bauksit. Hal ini dikarenakan, jangan sampai hasil tambang bauksit hanya dinikmati segelintir orang yang secara yuridis tidak sinkron dengan semangat pasal 33 UUD 1945 tersebut. Untuk itu, pemerintah daerah perlu terlibat langsung secara aktif baik dalam pengelolaannya maupun dalam pengawasan di lapangan. Kalau selama ini pertambangan bauksit di Pulau Bintan murni dikuasai oleh swasta, saatnya sekarang harus ikut berperan serta. Toh, Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan sudah mempunyai perusahaan daerah yang dikelola dengan profesional. Melalui Perusda tersebut tidak salah kalau ikut mengelola bisnis bauksit yang nantinya perolehan keuntungannya bisa memperbesar khas daerah. Sebab, ketentuan dalam Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945 mengamanatkan agar berbagai macam kekayaan alam yang terkandung dalam bumi “dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Karena bauksit merupakan salah satu dari kekayaan alam yang terkandung dalam bumi, maka sebagian besar hasil penambangan bauksit di Bintan seharusnya menjadi porsi pemerintah daerah. Hasil pertambangan itu selanjutnya dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan yang tujuan utamanya adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kemudian di sisi lain, dalam pengawasan juga tidak boleh lengah. Dari belasan perusahaan yang melakukan eksploitasi bauksit di Bintan belum ada satu pun perusahaan yang punya itikad baik untuk melakukan reklamasi atau pemulihan lahan bekas tambang. Pada hal dana reklamasi kabarnya sudah mencapai puluhan milyar rupiah yang disimpan dalam rekening khusus. Padahal keengganan perusahaan melakukan reklamasi berbuntut bencana yang diterima oleh masyarakat. Lihatlah, dalam tiga bulan terakhir bencana banjir yang melanda Tanjungpinang dan Bintan dalam setiap hujan deras mendera. Bencana banjir tersebut sesuai kajian tim teknis Dinas Pekerjaan Umum dikarenakan banyaknya lahan gundul akibat bekas penambangan bauksit yang tidak direklamasi. Air hujan yang tidak terserap mengalir ke jalan-jalan yang akhirnya membanjiri pemukiman penduduk. Total kerugian masyarakat akibat bencana banjir ini tidak sedikit. Untuk itu kalau memang penutupan sementara tambang bauksit dalam rangka evaluasi, semestinya harus benar-benar dilakukan dalam kerangka kepentingan masyarakat luas dan bukan kepentingan kelompok, penguasa atau segelintir orang yang terlibat dalam jaringan mafia bisnis bauksit. ***

Sentil Doa untuk Raisyah! Cepat Sembuh ye, Nak! Ramayan Dituntut Rp25 M! Nilai Segitu Baru Untung Satu Bulan....

Info REDAKSI menerima tulisan/artikel, opini, surat pembaca berupa saran, kritik dari pembaca. Sertakan identitas lengkap atau foto kopi KTP atau identitas diri. Tulisan bisa dikirim melalui surat atau Email : redaksi@kepribangkit.com Redaksi berhak mengedit, sepanjang tidak mengubah makna tulisan.

DIVISI PRODUKSI: Pimpinan Redaksi: Moel Akhyar. Redaktur Pelaksana Kompartemen: Saibansah Dardani. Kepala Perwakilan Tanjungpinang: Suyono. Karimun: Freddy. Redaktur: Baiq Desi. Liputan Batam: Mori Guspian, Nurullius S, Indralis. Tanjungpinang: Henny R, Chalima C. Natuna: Hardiansyah. Anambas: Delmadi. Lingga : Sholihin, Amin.Kepala Departemen: Website dan E-paper: Mirza Mosaddeq. Perwajahan: Hairunnas. HRD dan Umum: Dani S.Sos. Iklan dan EO: Merliana Ivonni Arisanti. Pemasaran dan Pengembangan: Taufik JM. Kepala Sekretariat Redaksi: Dani S.Sos. DIVISI USAHA: Manager Keuangan: Dewi Marlina. Kepala Perwakilan Tanjungpinang. Iklan: Lusia Mariyati. Pemasaran: Sukateman, Mahmuddin Daftar Tarif Harga Iklan: Iklan Umum/Display/BW 5.000 Iklan Ucapan Selamat 3.000, Iklan dukacita 2.500, Halaman Muka (BW 6.000, Halaman 1 FC 7.500, Sport/Colour 5.500 ,Ucapan Selamat/FC 5.000,Advetorial 3.000, Rubrik/ Galeri foto kegiatan,1 hal. 4 juta (hitam putih), hal warna 5 juta.

Dicetak Pada : PT. Ripos Bintana Press. Isi di luar tanggung jawab percetakan

Setiap artikel atau tulisan dikirim ke Redaksi hendaknya diketik dengan spasi rangkap,ditandatangani dan disertai identitas(Cantumkan nomor telefon dan faksimili kalau ada) Untuk format digital dikirimkan ke alamat Email : redaksi@kepribangkit.com atau alamat surat ke alamat Redaksi Jl. Raja Ali Haji Komp. Orchid Point Blok B No.9 Jodoh, Batam-Kepri Wartawan Putra Kelana selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima atau meminta apapun dari narasumber.


SENIN 25 MARET 2013

galeri anda

3

Ketua Panitia STQ, Izwar Asfawi menyampaikan laporan kegiatan.

Pawai Ta’aruf Awali STQ VIII Natuna

Wakil Bupati Natuna didampingi Ketua DPRD dan Sekda Natuna serta unsur FKPD.

S

ELEKSI Tilawatil Quran ke VIII Kabupaten Natuna resmi dimulai setelah Wakil Bupati Natuna Imalko membuka acara malam pembukaan STQ, Kamis (21/3) di Gedung Serbaguna Komplek Masjid Agung Natuna. Hadir pada acara tersebut masing-masing dari kalangan legislatif, eksekutif serta unsur FKPD Natuna, dan peserta STQ dari 12 Kecamatan. Imalko mengatakan, STQ yang diselenggarakan selama 4 hari dimulai 21-24 Maret 2013 itu dapat dilaksanakan dengan transparan, adil dan jujur. Hal ini demi terwujudnya prestasi yang baik bagi para peserta. “Ini kompetisi pasti ada yang

Unsur SKPD yang turut hadir di acara pelepasan pawai ta'aruf.

Kafilah Kecamatan Bunguran Selatan.

Imalko bersama istri.

Kafilah Kecamatan Bunguran Tengah.

Kafilah Kecamatan Midai.

Kafilah Kecamatan Bunguran Barat.

Pelepasan pawai diawali dengan marching band.

Kafilah Kecamatan Bunguran Timur Laut.

Kafilah Kecamatan Bunguran Timur.

menang dan kalah, namun bagi yang kalah janganlah berkecil hati tetapi anggap setiap kekalahan sebagai cambuk motifasi untuk meningkatkan kemampuan. Kemudian bagi yang menang jangan lantas berbangga hati tetapi disyukuri sebagai hasil kerja keras yang sudah diperbuat,” ujarnya. STQ, jelas Imalko, sebagai upaya membangkitkan rasa cinta kepada Al-Quran. Kemudian sebagai bentuk untuk meningkatkan kemampuan membaca, menghafal, dan memahami serta mengamalkan isi kandungan Al-Quran di kalangan masyarakat Islam.Ketua Pelaksana, Izwar Asfawi mengatakan, cabang yang diperlombakan pada STQ adalah cabang tilawah Qur’an putra putri dewasa dan anak-

anak. Dimana pada STQ ke VIII tahun 2013 diikuti 45 peserta golongan dewasa dan anak-anak putra putri dengan utusan kafilah sebanyak 12 Kecamatan. Kemudian cabang hifzil Quran, dimana dibagi menjadi beberapa golongan. Pertama golongan 1 juz dan tilawaf yang diikuti 11 peserta putra putri. Kedua golongan 5 juz dan tilawah yang diikuti 4 peserta putra putri. Ketiga golongan 10 juz yang hanya diikuti 1 peserta. “Pesertanya dari perwakilan 12 kecamatan, dan sebelum tampil di tingkat kabupaten, mereka di seleksi lebih dahulu di tingkat kecamatam,” ungkapnya.***

Narasi : Hardiansyah Foto : Hardiansyah

Masyarakat turut menyaksikan pawai ta'aruf.

Kafilah Kecamatan Bunguran Utara.

Seluruh kafilah dari 12 kecamatan.

Kafilah Kecamatan Pulau Laut..


tanjungpinang

SENIN 25 MARET 2013

4 Kawasan Mangrove Tanjungpinang Memprihatinkan

F.HUMAS

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengunjungi pasien yang terbaring sakit di RS Umum Daerah Tanjungpinang.

1.168 Warga Tanjungpinang Terima Askesos

TANJUNGPINANG (PK) Sebanyak 1.168 masyarakat kurang mampu di Tanjungpinang yang bekerja di sektor informal mendapatkan jaminan asuransi kesejahteraan sosial (Askesos) dari pemerintah. Penyerahan kartu Askesos ini secara simbolis dilaksanakan oleh Dinas Sosial Provinsi Kepri di aula kantor Gubernur Kepri lama Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang, Rabu (20/3). Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri, Drs Edi Rofiano MM, dalam kata sambutannya mengatakan program Askesos merupakan program pusat yang dianggarkan melalui APBN dan penyalurannya melalui kantor Jamsostek. Sasaran Askesos merupakan masyarakat

kurang mampu yang bekerja di sektor informal seperti tukang ojek, kuli bangunan, bengkel, sopir angkutan, nelayan dan sebagainya. “Dengan program Askesos ini lengkap sudah bantuan pemerintah yang diberikan kepada masyarakat. Ada raskin, RLTH, beasiswa, Jamkesda, Jampersal, Program Keluarga Harapan dan sekarang Askesos. Masyarakat perlu beterima kasih kepada pemerintah yang begitu peduli dengan masyarakatnya,” kata Edi Rofiano dalam kesempatan tersebut. Di Tanjungpinang, kata Edi, ada dua kelurahan yang dijadikan pilot project untuk program Askesos yakni Tanjung Unggat dan

Kelurahan Batu IX. “Untuk seluruh Kepri kurang lebih ada sekitar 3000 orang yang mendapat bantuan dari pusat untuk program Askesos ini,” katanya. Dalam kesmepatan tersebut, Edi Rofiano juga menjelaskan untuk tahun 2013 ini sebanyak 1.595 warga Tanjungpinang juga akan mendapatkan bantuan melalui Program Keluarga Harapan (PKH). “Bantuan ini meliputi ibu hamil yang mempunyai anak sekolah. Nanti bantuannya akan diberikan sesuai ketentuan yang sudah diatur,” jelasnya. Sementara itu Kepala Jamsostek Tanjungpinang Indra Kusuma dalam kesempatan yang sama mengatakan, program Askesos

hanya diperuntukkan untuk kepala keluarga yang bekerja di sektor informal. “Kalau ada kecelakaan kerja atau meninggal dunia maka bisa langsung mengklaim ke Jamsostek untuk mendapatkan bantuan. Dalam kepengurusan administrasi nantinya pihak pendamping yang akan memberikan bantuan,” kata Indra Kusuma. Salah seorang warga Kelurahan Batu IX, Zulkifli, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan Askesos yang sudah diterimanya. “Bantuan ini sangat berguna bagi kami dalam menjamin pekerjaan kami sebagai sopir lori,” kata Zulkifli singkat. (Heni)

460 TKI Deportasi, Satu Tak Bisa Jalan TANJUNGPINANG (PK) Dalam kurun waktu dua hari berturut-turut jumlah TKI yang dideportasi melalui pintu imigrasi pelabuhan Sri Bintan Pura Kota Tanjungpinang mencapai 460 orang. Terhitung mulai Kamis 21 sebanyak 309 orang, dilanjutkan Jumat 22 Maret 2013 sebanyak 151 orang. Staf Satgas TKI bermasalah Eko Irawan saat menjemput TKI bermasalah di Pelabuhan Sri Bintan Pura sekaligus mengecek dan mengurus pengangkutan TKI bermasalah menuju penampungan di Jalan Transito KM 7 dan Rumah Perlindungan Trauma Center di Sei Timun Senggarang, menyebutkan direncanakan TKI Bermasalah ini akan dipulangkan ke daerah asal pada 28 Maret 2013 mendatang mempergunakan kapal Pelni. Salah seorang TKI bermasalah Safruddin Nurdin asal Kerinci, Jambi, dalam kondisi memprihatinkan. Safruddin tidak bisa berjalan sehingga harus dibantu dengan kursi roda yang disediakan petugas. Safruddin tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang pada hari ini Jumat 22 Maret 2013 dari Kapal Telaga Ekspres langsung. Safruddin langsung diangkut dan duduk di kursi roda yang disediakan Satgas TKI B menuju rumah penampungan. Menurut keterangan petugas, Safrudin mengidap rematik dan tidak bisa berjalan. Alasan Safruddin yang telah bekerja selama 4 tahun sebagai kuli bangunan di Malaysia dideportasi karena tidak memiliki dokumen resmi yang sah sebagai TKI. “Saya sempat ditangkap dan dipenjara selama 10 hari di Malaysia. Selama dipenjara rematik saya kambuh dan akhirnya dipulangkan ke Indonesia,” katanya ketika ditemui di Pelabuhan Sri Indra Pura Tanjungpinang. (Heni)

Safruddin, seorang TKI deportasi yang lumpuh.

TANJUNGPINANG (PK) Kawasan mangrove di Kota Tanjungpinang terancam punah. Hal ini dikarenakan desakan perkembangan masyarakat yang terus menjadi pemicu tingginya perambahan kawasan hutan lindung tersebut. “Secara detail belum kita data kerusakannya. Akan tetapi, ancaman atas kerusakan sangat tinggi. Banyak kawasan mangrove sekarang sudah berubah menjadi kawasan pemukiman,” ujar Ketua LSM Air Lingkungan dan Manusia (ALIM) Kepri, Kherjuli. Kherjuli menambahkan, di masyarakat kerusakan hutan atau kawasan mangrove ini diakibatkan kebiasaan dan ketidaktahuan, seperti penebangan atau ambil kayunya serta untuk pembangunan perumahan. “Di Tanjungpinang sebagian besar sudah beralih fungsi. Wajar, kalau kian hari Tanjungpinang kian panas dan kekurangan air. Karena kawasan mangrove dan hutan

lindung sudah banyak yang habis,” jelasnya. Kegiatan masyarakat yang tidak terkontrol dalam merusak kawasan mangrove, dikategorikan tindakan pengrusakan ekosistem jika dilakukan dalam waktu lama dan terus menerus. “Saat ini kondisinya sudah krisis. Pemko Tanjungpinang tidak boleh diam saja. Melalui instansi terkait harus melakukan tindakan pro aktif dalam rangka meminimalisir kerusakan mangrove di kota ini,” jelasnya. Kherjuli mencontohkan di kilometer 8 dulunya merupakan hutan mangrove yang luas. Namun kini sudah berubah fungsi menjadi perumahan dan ruko. “Di beberapa tempat lainnya juga mengkondisikan yang sama. Ini harus dicegah agar model pelestarian mangrove atau hutan bakau di Tanjungpinang tetap terpelihara,” katanya lagi. Dalam kesempatan tersebut

Kherjuli

Kherjuli berharap, proses pelestarian mangrobe di Tanjungpinang perlu melibatkan semua pihak. Baik itu masyarakat dan pihak yang terkait. Hutan Mangrove sendiri memiliki banyak manfaat, baik secara biologis, ekologis dan ekonomi. “Kawasan mangrove merupakan ekosistem peralihan antara ekosistem air laut dan air tawar, serta di kawasan perpaduan seperti itulah terdapat keragaman hewan dan tumbuhan yang tinggi,” pungkasnya. (Yono)

Bos Teh Prendjak Bangun Parkir TANJUNGPINANG (PK) Pengusaha teh Prendjak di Km 8 Tanjungpinang, Bandi, saat ini tengah membangun kawasan parkir kendaraan di kawasan pusat keramaian di Kota Tanjungpinang. Tepatnya di depan Bestari Mall Tanjungpinang. Kawasan parkir tersebut saat ini sudah mencapai sekitar 80 persen. Dengan keberadaan parkir ini setidaknya akan mengurangi kemacetan jalan di area pasar baru Tanjungpinang. Karena kendaraan tidak lagi parkir sembarang tempat di badan jalan. Selain sarana parkir kendaraan, disamping kawasan parkir juga sudah dibangun petak kios jualan. Meskipun bangunan kios jualan sudah jadi namun belum difungsikan. “Mudah-mudahan dengan fasilitas parkir kendaraan yang kita bangun bisa membantu mengurai kemacetan di Jalan Merdeka dan Teuku Umar,” kata Bandi, Sabtu (23/3).

F.DOK

Sudah jelas ada tanda larangan parkir, karena tak ada tempat lain, terpaksa diparkir juga.

Menurutnya, kawasan parkir yang dibangunnya saat ini tengah dalam proses penyelesaian. Bandi menargetkan dalam tahun 2013 ini pembangunan kawasan parkir tersebut selesai dan sudah bisa difungsikan. “Kita memang ikut prihatin dengan

kondisi kemacetan yang sangat luar biasa di sekitar pasar. Mudahmudahan dengan adanya tempat parkir khusus bisa membantu nantinya dalam mengatasi kemacetan. Diharapkan area parkir ini ke depan juga difungsikan sebaikbaiknya,” pungkasnya. (Heni)

500 Anggota Forki Latihan Bareng TANJUNGPINANG (PK) Sekitar 500 karateka yang tergabung dalam federasi olah raga karate-do Indonesia (Forki) Tanjungpinang menggelar latihan bersama di halaman Gedung Daerah Tepi Laut Tanjungpinang, Minggu (24/3). Latihan gabungan bagi seluruh anggota Forki tersebut digelar dalam rangka ulang tahun Forki Tanjungpinang. Selain latihan gabungan, dalam kesempatan tersebut juga digelar parade penerapan senam jurus yang diperagakan oleh karareka-karateka handal anggota Forki. Setelah itu dilakukan gerak jalan santai yang kegiatannya dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Tanjungpinang Drs H Juramadi Esram MM Msi. Dalam kata sambutannya Juramadi Esram mengatakan, olah raga karate merupakan seni bela diri yang berfungsi dalam ikut membina mental dan disiplin

anggotanya. Karena itu perlu dikembangkan lebih lanjut lagi agar karate di Tanjungpinang ikut memberikan kontribusi positif dalam membangun mental generasi muda di kota ini. “Dunia olah raga karate di kota kita sudah berkembang cukup lama dan mempunyai nilai-nilai positif bagi kehidupan. Kita harapkan ke depan sumbang sih nilai-nilai positif ini tetap terus dipertahankan agar para karateka tidak hanya kuat dalam pengertian phisik tetapi juga kuat dalam memegang teguh disiplin dan mentalnya,” ujar Juramadi. Dia juga menjelaskan, Pemko Tanjungpinang sangat peduli terhadap seluruh cabang olah raga yang dikembangkan dengan baik dan penuh keseriusan. Untuk itu Juramadi berjanji akan membantu pengalokasian anggaran yang cukup bagi pengembangan olah raga karate di Tanjungpinang. “Nanti kita alokasikan

anggaran melalui APBD agar pembinaan olah raga karate tetap berjalan dengan baik,” katanya. Sementara itu Ketua Forki Tanjungpinang Drs Nazarudin MM kepada Putra Kelana seusai acara latihan bersama mengatakan, pihaknya akan berupaya maksimal dalam melakukan pembinaan terhadap anggota Forki. Menurutnya, olah raga karate di bawah naungan Forki di Tanjungpinang saat ini memang berkembang cukup pesat. Saat ini pusat-pusat latihan sudah menyebar ke berbagai wilayah tidak hanya di instansi pemerintah tetapi juga sudah ke panti asuhan, pondok pesantren bahkan ke kampung-kampung. “Perkemgbangan dunia karate di Tanjungpinang cukup menggembirakan. Dari tahun ke tahun peningkatan jumlah pusat latihan serta anggota karateka terus mengalami peningkatan. Ini dikarenakan masing-masing simpai (pelatih) melaksanakan tanggung jawabnya dalam pengembangan karateka,” jelas Nazarudin.(Yono)

F.HENI

Dalam ”Gonggongan Anjing” dan ”Air Rindu” (bagian 1)

OLEH: Abdul Kadir Ibrahim

Aku Bukan yang Anjing SEPANJANG membaca puisi dari berbagai buku kumpulan puisi dan banyak penyair, sepertinya belum lagi pernah terbaca apa yang dikenal dengan ‘’anjing”. Binatang itu memang jadi salah satu jenis binatang peliharaan, tapi oleh orang-orang tertentu saja. Dalam masyarakat Islam pada umumnya tak banyak yang memelihara anjing atau kata orang kampung saya-Natuna: asok. Jikapun mereka memeliharanya hanya sekadar untuk jadi anjing berburu, baik pelanduk ataupun babi. Tapi mereka tak memperlakukannya sebagaimana kucing. Meski demikian tetaplah ada orang yang memelihara anjing sebagaimana memelihara kucing, yang antara lain berada di dalam rumah tuannya, tak jarang dipeluk, dicium, dibawa tidur atau dibawa pergi ke mana saja. Bagi orang Islam ada perbedaan pendapat dan pandangan terhadap anjing. Dalam masyarakat, tentu ada di antaranya yang memandang dan menganggap anjing binatang yang tak perlu dipelihara dan kalau perlu dijauhi. Mereka selalu mempersamakan, membabit-babitkan atau mengait-ngaitkan anjing dengan perkara kotor, buruk, tak baik ataupun hina-dina. Misalnya pantun pusaka mengisyaratkan: bukan catuk bukan cawan/ tali gasing di bawah rumah/ bukan patut jangan dilawan/ seperti anjing memakan remah. Dalam ungkapan lain yang lazim: ‘’anjing menggongong, kafilah berlalu”. Maknanya mengesankan anjing sebagai tiada kemuliaan. Semasa sekolah dasar, saya suka memelihara anjing. Kegunaannya untuk memelihara kebun ubi atau padi dan kelapa. Juga untuk berburu babi, melapon

(memburu) pelanduk (kancil ataupun napuh) dan kera. Setiap petang saya selalu ke kebun untuk membuat api unggun (yang dalam bahasa kampung saya: api panduk) di dekat pondok. Lapon adalah serupa anyaman tali nilon serupa mata-mata jaring. Tapi dianyam tidak memanjang melainkan berbentuk bulat. Di pinggir atau di sekelilingnya diberikan bingkar rotan mudak seukuran belah dua jari kelingking yang dimasukan melalui mata-mata jaring lapon. Fungsinya seperti jerat atau lebih serupa tanggul atau tangguk. Lapon di pasang di setiap lorong yang diperkirakan sebagai jalannya pelanduk yang akan lewat. Selesai dipasang, maka seorang menjaga lapon itu dari tempat yang tersembunyi. Di bagian lain yang jauh beratus-ratus meter, bisa berkilo meter jaraknya, seseorang membawa anjing dan kemudian mengecuhnya supaya masuk ke rimba-raya tersebut. Diecuh-ecuh dan disorak-sorak, sehingga anjing pun melompat, mengambur-ngambur berlari nyasap sambil menyium-nyium bau pelanduk (kancil) dan kali berikutnya menyalak hebat. Sang tuannya pun mengikutinya dari belakang sambil bersorak-sorak sejadijadinya. Anjing terus memburu pelanduk sambil menyalak. Akhirnya pelanduk berlari melalui lorong-lorongnya dan hendak menyelamatkan diri dari terkaman anjing. Tapi sayang tatkala sedang berlari kencang itu tiba-tiba menyerang lapon dan langsung saja tersangkut dan tergandul. Maka seketika seseorang yang menunggu lapon tadi segera menangkapnya. Anjing pun berhenti menyalak.

Terengah-engah dan lidah terjulur segera duduk di dekat tuannya. Tapi terlihat anjing itupun senang sekali. Bukankah untuk memburu penjahat pun memakai anjing? Begitu juga untuk menemukan sesuatu barang terlarang? Kita kenal anjing pelacak yang menjadi bagian dalam membantu tugas pihak keamanan. Sepengetahuan saya, anjing meskipun juga memakan kotoran manusia sebagaimana juga ayam tapi sangat menjaga kotorannya sendiri. Anjing peliharaan di suatu rumah, maka yakinlah dia tidak akan pernah buang kotorannya di bawah rumah -jika rumah bertiang- dan termasuk di halaman bahkan tidak di sekitar semak belukar yang dekat dengan halaman rumah. Jika ia akan buang kotorannya dia akan berlari kencang ke semak-semak yang jauh dan buang kotoran di situ. Begitu juga kencing. Dia tidak akan kencing di sekitar halaman rumah. Hanya saja kalau kita bawa dia berjalan, maka sambil menyium-nyium kiri-kanan jalan yang berumput. Behenti dan kencing di situ. Sepanjang perjalanan tak terhitung kali anjing akan terkencing. Karena itu sebaiknya anjing tak usah diikat, karena dia akan buang kotorannya tidak di tempat pemeliharannya, tetapi nun di semak-semak belukar yang agak jauh dari pekarangan rumah tinggal sang tuannya. Anjing: binatang yang biasa dipelihara untuk menjaga rumah, berburu dan sebagainya @Lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia(1990: 40). Kita percaya tidak ada satupun mahluk yang dicipatakan Allah yang tiada berguna dan apalagi sia-sia! Bahkan dari sifat-sifat anjing kita dapat pelajaran dan i’tibar bagi

mengarungi hidup dan kehidupan ini. Adakah kita dapat lebih setia daripada kesetiaan yang ditunjukkan oleh anjing kepada tuannya?! Adalah Kazzaini Ks, salah seorang penyair tampil membaca puisi sempena Deklarasi Hari Puisi Indonesia, di Teater Idrus Tintin, Pekanbaru, Riau, 22 November 2012, yang berjudul ‘’Anjing yang Menggongong” @ dikutip dari antologi puisi Hari Puisi Indonesia, (2012: 167-168). Kubiarkan anjing menggonggong/ menyalak parau/ sampai melengking suaranya// kubiarkan anjing menggonggong/ dengan wajah yang beringas/ taringnya nyeringai keras/ pandangannya menghunjam dengan ganas// jika malam pun/ kubiarkan juga anjing menggonggong/ lolongnya panjang/ bahkan sampai merintih mengerang// kubiarkan anjing menggonggong/ dengan tubuh menggeram/ seakan ingin menerjang menerkam// kubiarkan anjing menggonggong/ walau kadang gerun juga/ tapi tak jarang aku terkikik pula/ pernah juga terpikir olehku/ untuk balas menggonggong/ menyalak parau/ melengking dan melolong panjang/ nampilkan wajah beringas/ nyeringai taring yang keras/ menghunjam pandang ganas/ tapi mana kubisa/ karena aku bukan anjing/kubiarkan anjing menggonggong/ karena dia memang anjing/ ah. Dasar anjing. (Seoul, 2012). Puisi tersebut memberi pemahaman kepada kita bagaimana sifat-sifat anjing dan perilakunya. Bagi kita sebagai manusia gonggongan anjing bisa menakutkan, bisa membisingkan, bisa menggeramkan, bisa pula hendak ditiru. Kita dapat menafsirkan pula apa-apa maksud gonggongan anjing tersebut.

Bisa jadi sebagai ia sedang risau, galau, berduka-cita, geram atau sebaliknya bersuka-cita. Atau mungkin juga sebagai pertanda dia sedang melihat makhluk gaib yang tiada kemampuan manusia untuk melihatnya. Atau sebagai tanda ia sedang memanggil-manggil suatu makhluk di jagat raya ini, siapa tahu?! Mana tahu itulah caranya ia sedang memuja Tuhan dan berdoa?! Segalanya menjadi serba mungkin, karena Allah Maha Mengetahui segala bahasa mahluk-Nya. Yang pasti anjing termasuk mahluk yang dikabarkan Alquran sebagai mahluk yang ikut menikmati tidur panjang selama masa beratus-ratus tahun di dalam gua bersama pemudapemuda beriman dan shaleh yang disebutkan dengan Azhabul Kahfi. Mereka menyelamatkan diri dari Raja yang zalim dan ingkar dari Allah. Mereka akhirnya diselamatkan oleh Allah di dalam gua. Adanya anjing bersama mereka pastilah sebagai pertanda bahwa binatang itu adalah mahluk yang amat berarti pula bagi manusia atau paling tidak sesiapa yang memeliharanya. Dalam kaitan ini tentulah atas petunjuk, pedoman dan tuntunan Allah dan RasulNya. ‘’Dan engkau mengira mereka itu tidak tidur, padahal mereka tidur, dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua”. (Q.S.18:18). Tentang anjing itu disebut lebih dari sekali leh Allah di dalam Alquran (Q.S.18:22). Dengan demikian dapat dipahami bahwa anjing dalam kenyataan pemuda di dalam gua itu tak lain sebagai penjaga. Bersambung....


SENIN 25 MARET 2013

sambungan

5

Dalang Demo DK FTZ DiKecam Kepedulian yang Membuat Kuat Sambungan dari halaman 1 memutar lagu-lagu tersebut sewaktu di rumahnya. “Ia tenang kalau dengar lagu Dedy Dores yang syairnya itu lho. Jangan pisahkan aku dan dia, Tuhan tolonglah, ku cinta dia,” beber Riani. Sempat pula terucap kekecewaan dari mulut Riani. Adalah soal kepedulian Pemerintah Kota Batam karena tak ada satupun perwakilannya yang mau melihat secara langsung kondisi Raisyah di Jakarta. Baik Pemko, DPRD, tak satupun yang tampak mempedulikan Raisya. “Pernah waktu di Awal Bros, ada orang Pemko nelepon katanya mau nengok, tetapi tidak

ada. Saya tidak mengharapkan uang, hanya dukungan dan kepedulian,” ujar Riani. Riani mengatakan, orangtuanya adalah asli warga Batam. Ia mengaku mendapatkan banyak bantuan moril dan meteril dari tetangga-tetangganya di Tanjung Uma. “Saya sebetulnya iri, sedih lihat pasien sebelah yang orang Padang. Camatnya jauh-jauh datang ke Jakarta buat nengok warganya yang sedang sakit,” lanjutnya. Kepada Batam Pos Group, Oktavio Bintana dan sahabat-sahabatnya, Riani mengaku terharu. “Sampai saat ini mereka membuat kami menjadi semakin kuat menghadapi cobaan ini,” ujarnya. Menurut Riani, Vio juga selalu

menanyakan kabar Raisyah secara intensif. “Bang Vio sering tanya kabar Raisyah, bilang kalau ada yang perlu dibantu lagi jangan sungkan-sungkan. Tapi saya kan nggak enak kak. Saya benar-benar terharu dengan sikapnya,” lanjutnya. Bantuan dari berbagai pihak lainnya sepertinya tidak sia-sia. Raisyah yang cantik itu saat ini sudah menunjukkan banyak perkembangan. Pertama tiba di RS Dharmais Jakarta, Raisyah mulai aktif banyak gerak. Perkembangan setelah 2 minggu yaitu Raisyah sudah bisa bicara. “Kadang nangis, bilang pusing,” tutur Riani. (Nurul)

Mengabdi pada Kebenaran Sambungan dari halaman 1 SWT. Jadi, selain bertanggung jawab pada pimpinan, lebih besarnya bertanggungjawab kepada Allah,” ujarnya. Dalam menjalani hidup, Aji selalu memegang teguh prinsip yang ditanamkan kedua orangtuanya. “Hidup ini sementara, kejujuran bekerja adalah lambang kehidupan,” akunya. Aji Satrio Prakoso anak dari tiga ber-

saudara. Lahir 21 Maret 1984, dan kini berusia 29 tahun. Berzodiak Pisces, masih lajang. Memiliki hobby membaca buku-buku hukum dan menonton. Hidup baginya adalah memberikan apa yang bisa diberikan untuk kepentingan orang banyak. “Berbuat sajalah yang baik, sesuai kebenaran yang kita anut. Niscaya, Allah akan selalu memberikan jalan yang baik pula,” tutupnya.

Sikapnya yang ramah dan murah senyum serta rajin menyapa siapa saja membuat banyak orang senang padanya. “Sejhak kecil memang selalu ditanamkan sikap tidak sombong, selalu berpikir positif saja,” ujarnya. Dengan sikpanya itu pula, Aji dimanapun berada selalu memberi arti bagi lingkungannya. (Indralis)

Doa untuk Raisyah Sambungan dari halaman 1 serta hidayah kepada kami untuk selalu berbagi,” ujar Oktavio Bintana. Usai berdoa, dilanjutkan makan bersama dan bercengkrama dalam suasana santai. Kepada anak-anak panti, Vio memberi motivasi. “Walaupun tinggal di panti asuhan, bukan berarti adik-adik tak bisa menggapai cita-cita. Rajin belajar biar bisa jadi orang berguna,” ujar Vio. Terkhusus untuk Raisyah, Vio menyebut bocah ini “Putri Kecilku”. Simpati Vio terhadap penderita tumor mata ini bermula dari informasi yang menyebutkan Raisyah

butuh biaya untuk perobatan. Tak berpikir dua kali, Vio langsung menuju RS Umum Embung Fatimah, Batuaji, Batam. Disana, sudah beberapa hari Raisyah terbaring tak sadarkan diri. Benjolan dimatanya yang sebesar kepalan tinju orang dewasa tampak diperban seadanya. Saat itu juga Vio meminta kepada pihak RS Embung Fatimah untuk memberi perawatan terbaik, dan segera dioperasi. Karena tak memiliki alat memadai, Raisyah dirujuk ke RS Awal Bross. Seminggu dirawat di Awal Bros, dokter menyarankan Raisyah dirujuk ke Jakarta. Sampai sejauh ini Raisyah masih di

Jakarta. “Mudah-mudahan Allah berikan kesembuhan kepada Raisyah. Semoga doa kita semua dikabulkan,” harap Vio. Dalam kesempatan itu, Vio mengucapkan terima kasih terdalam atas simpati yang luas dari berbagai kalangan yang turut membantu Raisyah, baik secara moral, tenaga maupun biaya. “Dan kepada semua sahabat saya, baik dari pemerintahan, wartawan berbagai media, LSM serta pribadi-pribadi lainnya, semoga kebersamaan yang terjalin semakin erat untuk membantu sesama,” terang Vio.(Mirza)

Mengenal Kanker Mata pada Anak (Retinoblastoma Sambungan dari halaman 1 retinoblastoma harus diperiksa secara berkala di masa kecil mereka untuk mendeteksi kemungkinan tumor dini. Apa saja gejala retinoblastoma? Saat anak tidak mengeluh dari setiap visi miskin, tumor mungkin tetap tidak terdeteksi. Cara yang paling umum dari presentasi adalah refleks putih (leukokoria) di belakang murid. Hal ini kadang-kadang disebut mata kucing refleks. Mungkin ada penyebab lain putih refleks ini juga, tetapi evaluasi oleh dokter mata adalah suatu keharusan di semua anak-anak untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit ini hidup serius dan berpotensi mengancam. Ini juga dapat hadir sebagai juling (mata juling) , visi miskin , mata merah menyakitkan, peradangan pada jaringan di sekitarnya mata, penonjolan bola mata (proptosis), dll Kadang-kadang terdeteksi pada pemeriksaan mata rutin oleh dokter mata, terutama di seorang anak dengan riwayat keluarga penyakit ini. Bagaimana hal itu dapat dideteksi secara dini? Waktu yang paling umum deteksi tumor ini adalah sekitar satu tahun, ketika kedua mata terlibat, dan sekitar dua tahun saat hanya satu mata yang terlibat. Sebuah evaluasi berkala terhadap anak oleh dokter mata, terutama jika ada riwayat keluarga penyakit ini dapat membantu dalam mengambil tumor dini. Setiap kali anak diduga memiliki visi miskin atau jika ada gejala di atas mencatat, dokter mata harus dikonsultasikan. Untuk menegakkan diagnosis, dokter mungkin perlu memeriksa anak di bawah anestesi umum. Sebuah tes khusus beberapa seperti ultrasonografi, CT Scan, X-ray, tes darah MRI,, tekan tulang belakang, sumsum tulang dll biopsi dapat dilakukan untuk menetapkan diagnosis dan untuk mengetahui sejauh mana penyakit. Jika anak telah didiagnosa memiliki retinoblastoma dalam satu mata, dapat ia juga mengembangkan penyakit yang sama di mata yang lain? Ya. 25% dari tumor ini dapat mempengaruhi kedua mata. Mata yang lain juga harus dievaluasi secara menyeluruh untuk kehadiran tumor apapun. Juga pada beberapa kasus, mata yang lain dapat mengembangkan tumor sedikit kemudian. Oleh karena itu pada kunjungan tindak juga, mata yang lain harus diperiksa. Apakah anak juga pada risiko untuk penyakit lain atau tumor? Beberapa dari anak-anak, terutama di mana tumor melibatkan kedua mata, berada pada risiko mengalami tumor lain seperti sarkoma osteogenic (tumor kanker yang mempengaruhi tulang). Terapi radiasi untuk tumor (radioterapi sinar eksternal) ini meningkatkan risiko tumor lainnya. dokter mata Anda akan membahas masalah ini dengan Anda. Anak saya telah didiagnosa memiliki

retinoblastoma. Haruskah saya mendapatkan anak-anak lain saya diperiksa juga? Seperti kita ketahui, beberapa kasus mungkin turun-temurun, sehingga semua saudara kandung anak yang terkena dampak harus mendapatkan evaluasi untuk mengesampingkan penyakit ini. Bagaimana kemungkinan bahwa anak berikutnya yang akan lahir akan memiliki penyakit yang sama? Kesempatan ini bisa berkisar dari terendah 1 dalam 15.000 sampai setinggi 45%, dan tergantung pada banyak faktor dan seperti apakah ada riwayat keluarga dari tumor tersebut, apakah tumor yang melibatkan kedua dll mata A konseling genetik harus dicari ketika merencanakan untuk bayi lagi. Demikian pula, ketika seseorang diperlakukan dengan retinoblastoma rencana untuk memiliki anak, dia juga harus berkonsultasi dengan dokter untuk konseling genetik. Apakah dapat disembuhkan? Ya. Jika terdeteksi pada tahap awal, kehidupan dan pemandangan kali dan mata anak bisa diselamatkan. Setelah pengangkatan tumor, kemungkinan hidup sangat baik pada anak-anak. Apa saja pilihan pengobatan? Tujuan pengobatan di retinoblastoma, menurut urutan prioritas, adalah untuk menyelamatkan nyawa, mata, penglihatan dan cosmesis anak. Ada banyak modalitas pengobatan untuk tumor ini. Ini adalah: Enukleasi: Ini berarti penghapusan mata. Mata dengan tumor akan dihapus dan dikirim untuk laporan patologi. Ruang ini digantikan oleh implan buatan yang terbuat dari plastik, karet atau karang. Anak itu dilengkapi dengan mata protesa atau buatan, dibuat untuk pertandingan mata lainnya. Mata buatan ini, tentu saja, tidak memiliki visi apapun. Eksternal berkas radiasi: sebagai alternatif untuk enukleasi, metode ini memberikan pengobatan radiasi ke mata bisa mengobati tumor sambil mempertahankan mata. Seperti tumor sangat radiosensitive, metode pengobatan ini sangat efektif. Meskipun radiasi dapat menyebabkan kerusakan pada struktur sekitar mata, misalnya, lensa (katarak), sistem lakrimal (mata kering), orbit (maldevelopment tulang) dll juga meningkatkan kemungkinan mengembangkan tumor sekunder tulang, terutama di anak-anak dengan tumor yang melibatkan kedua mata. Localized Plak terapi radiasi: Metode ini melibatkan penerapan dekat plak radioaktif ke tumor pada sclera, dan dengan demikian memberikan terapi radiasi di daerah lokal. Secara signifikan mengurangi komplikasi lokal yang terkait dengan terapi radiasi. Photocoagulation: Laser pengobatan untuk tumor efektif dan aman untuk tumor yang lebih kecil dalam ukuran. Dalam kasus-kasus yang tepat, pengobatan ini dapat membantu dalam melestarikan mata serta melihat anak. Cryotherapy: ini melibatkan pembe-

kuan tumor dengan menggunakan probe khusus pada permukaan luar mata (sklera). Perawatan ini dilakukan dengan observasi langsung dan efektif dalam menyelamatkan mata dan penglihatan pada pasien dengan tumor kecil. Kemoterapi: Pengobatan dengan obat antikanker. Telah ada preferensi barubaru ini terhadap pengobatan dengan obat sistemik sebagai pengobatan tambahan. kemoterapi ini dapat mengurangi ukuran tumor sehingga membuatnya lebih bisa menerima perawatan lokal seperti laser, cryotherapy dan radiasi plak. Yang pilihan pengobatan yang terbaik? Perlakuan terhadap retinoblastoma adalah individual untuk setiap pasien. Modalitas pengobatan untuk anak yang diberikan ditentukan berdasarkan faktor penting. Ini adalah: Ukuran tumor, Lokasi tumor, Apakah tumor telah menyebar, Status mata lainnya, Asosiasi komplikasi seperti ablasi retina, glaukoma, Sejarah keluarga Keinginan dan kekhawatiran orang tua, Ketersediaan fasilitas. Karena ini adalah keputusan yang sulit dibuat berdasarkan banyak faktor, disarankan untuk membahas dengan dokter mata mengobati tentang pilihan pengobatan terbaik untuk anak yang bersangkutan. Semua kelebihan dan kekurangan setiap pilihan harus ditimbang sebelum mengambil keputusan. Hal ini juga penting untuk membahas rehabilitasi dan koreksi kosmetik setelah operasi. Apa yang dilakukan jika anak memiliki tumor di kedua mata? Dalam kasus ini, biasanya mata lebih buruk adalah enucleated dan mata yang lain dicoba untuk menyelamatkan dengan menggunakan metode lain untuk pengobatan. Namun, sayangnya dalam beberapa kasus, kedua mata mungkin harus dihapus. Mengapa deteksi dini penting? Seperti disebutkan sebelumnya, prosedur merusak aman dan kurang dapat diambil bila tumor berada dalam tahap awal. Dengan mendeteksi dan mengobati tumor awal, kita dapat menyelamatkan kehidupan, penglihatan dan mata anak. Apa konsekuensi jangka panjang retinoblastoma? Meskipun retinoblastoma adalah hidup mengancam penyakit, namun jarang satu fatal jika diobati dengan tepat. Dengan perawatan yang benar di tangan seorang dokter mata berpengalaman, pasien retinoblastoma memiliki kesempatan yang sangat baik hidup panjang, penuh, dan bahagia. Hal ini sangat penting untuk memiliki tepat tindak lanjut dengan dokter mata untuk mengobati tumor mata serta untuk deteksi dan pengobatan tumor lainnya mungkin. Frekuensi tindak lanjut tergantung pada jenis tumor dan jenis pengobatan yang diberikan. Juga pada anak-anak dengan hanya satu mata kiri, perawatan ekstra harus dilakukan untuk menghindari luka pada mata yang baik.***

TANJUNGPINANG (PK) Unjuk rasa mengatasnamakan diri dari Aliansi Mahasiswa untuk Kesejahteraan (AMUK) Kepri, Kamis (21/3) di Bundaran HI Jakarta, diketahui oleh kalangan pengusaha Kepri. Namun aksi terkait suksesi Ketua DK FTZ Kepri itu bukannya mendapat simpati. Justru sejumlah pengusaha mengecam dalang atau otak di balik aksi itu. Kecaman itu salah satunya dari Ketua Kadin Lingga yang juga CEO Askara Group, Teddy Jun Askara. Baginya, aksi ini adalah bentuk perlawanan terhadap Undang-Undang (UU) perdagangan bebas, di mana kewenangan pencalonan Ketua DK FTZ adalah hak dari seorang Gubernur Kepri. ”Kalau saya mengecamnya bukan kepada para pedemo, tapi para aktor intelektual yang mendalangi aksi tersebut,” tegasnya. Teddy membaca arah politik kekuasaan ini coba dimainkan oleh Kadin Kepri, ada petinggi Kadin Kepri yang akan coba diusung ke Ketua Dewan Kawasan (DK) FTZ. Olehnya Kadin Lingga menolak keras jika sampai ketua atau pengurus Kadin Kepri lainnya, yang berencana maju dalam bursa pencalonan. ”Tidak ada yang lebih pantas untuk memimpin DK FTZ selain GUbernur Kepri, HM Sani. Olehnya kami dari Kadin Lingga menolak, jika sampai Ketua Kadin Kepri, Johanes Kenedy ataupun pengurus lainnya maju mencalonkan diri.

Kalau beliau (Johanes, red) sampai maju, saya akan mundur dari Ketua kadin Lingga,” tegasnya. Teddy menduga kuat, dalang dari berbagai aksi penolakan HM Sani ke DK FTZ dipelopori oleh sejumlah oknum di Kadin Kepri. Dugaanya diperkuat dengan undangan yang diterimanya pada akhir pekan lalu, dimana ia bersama ketua-ketua kadin se Kepri lainnya coba dikumpulkan di sebuah hotel di Kota Batam, oleh Kadin Kepri dan Kadin Batam. Tujuannya, dalam rangka menyusun strategi untuk mendukung orang Kadin Kepri ke DK FTZ. ”Saya sudah baca gelagat itu, makanya saya tidak datang dalam pertemuan itu. Dan setahu saya, ada juga ketua kadin lainnya yang tidak datang, yakni Ketua Kadin Bintan, Hengky Suryawan,” sebutnya. Teddy mengatakan, pengurus Kadin Kepri tidak perlu merebut jabatan di Ketua DK FTZ. Pasalnya, sampai saat ini saja, Kadin Kepri pun belum bisa berbuat banyak untuk memajukan perekonomian Kepri secara keseluruhan melalui lembaga kadin. ”Ngurus organisasi saja belum benar, mau maju pula ke DK FTZ. Kita sebagai pengusaha seharusnya memberikan masukan kepada pak gubernur bukan menyudutkan beliau, maupun menjegal beliau sebagai ketua dewan kawasan, jangan lah kadin itu memaksa kehendak mereka,” ketusnya. Teddy menyampaikan bahwa, jika

pengurus kadin atau pengusaha terlibat dalam kepemimpinan DK, maka ini akan sangat kental dengan aroma kepentingan pribadi. Sehingga ke depannya, DK FTZ sendiri hanya akan dijadikan gerbong untuk memuluskan semua usaha dan kepentingan orang-orang tersebut. ”Saya sependapat dengan penegasan Anggota DPRD Kepri, Rudi Chua. Karena bagaimanapun, pengusaha tidak etis berada di DK FTZ. Itulah kenapa di Undang-Undang (UU) tidak menyarankan pengusaha duduk di DK, yaa…karena takut kepentingan pribadi itu tadi,” bebernya. Teddy juga menyayangkan, sikap Wakil Ketua Kadin, Alfan Suheiri yang berani pasang badan dan terkesan menjadi pioner dari petinggi Kadin Kepri. Padahal misi ini sarat dengan kepentingan politik kekuasaan pribadi. ”Sudahlah, Bung Alfan tidak perlu membela ataupun menjadi jubir untuk kepentingan oknum di Kadin Kepri. Karena kami sudah tahu maksud di balik semua ini,” tukasnya. Soal unjuk rasa ini sebelumnya memang sudah disampaikan Wakil Ketua Kadin Kepri, Alfan Suheri, Senin (18/3). Kepada Tanjungpinang Pos waktu itu, Alfan mengatakan, “Minggu lalu kan mahasiswa. Nanti dalam satu dua hari ke depan, akan ada puluhan orang dari LSM dan penggiat ekonomi lainnya akan berangkat ke Jakarta dengan misi menggelar demo di depan istana.”(TA)

Cibiran yang Membuat Nadi Berdenyut Kuat Sambungan dari halaman 1 apakah juga GSM ini bisa membuka mata dan telinga mungkin juga hati nurani bagi orang yang merasa dirinya malu-malu untuk mengakui bahwa dia adalah Melayu? Saya kembali hanya tersenyum. Tapi, apakah kita malu mengaku kita ini orang Melayu? Cara berpikir kalangan orang pesimis seperti itu tak sedikitpun merobohkan semangat saya untuk terus mengobarkan kebangkitan Melayu lewat GSM. Soal SDM Melayu yang dinilai tidak mampu, menurut saya itu tudingan tak berdasar dan jelas bukan komentar orang cerdas. Begitu juga prediksi GSM tidak akan eksis, itu tidak benar. Pasalnya, sumber daya manusia Melayu Kepri tidak kalah dengan daerah lain. Hanya saja, mereka lebih banyak diam karena tidak diberi kesempatan. Dan tak sedikit mereka yang kini ada di luar Kepri mampu mengembangkan diri. Saya bersama kawan-kawan yakin GSM ini akan jadi motor perubahan ekonomi yang sangat penting kedepannya untuk masyarakat Kepri. Optimisme keberhasilan GSM sudah menampakkan tanda-tanda. Pertama, saat diadakan pertemuan di Hotel Comfort pada 25 Februari 2013. Seluruh tokoh Melayu yang tak diragukan kapasitas dan kemampuannya hadir. Dari dunia usaha ada Rida K Liamsi, dari dunia politik ada Nur Syafriadi. Rida merupakan pengusaha yang bergerak di bidang media dan itu sudah terbukti dengan julukan beliau sebagai raja media di Sumatera. Sedangkan Nur Syafriadi, saat ini tercatat sebagai Ketua DPRD Provinsi Kepri dua kali berturut-turut. Pertemuan itu juga dihadiri para Ketua LAM se Provinsi Kepri. Dari pemerintahan yang hadir kala ialah Sekdaprov Kepri, Suhajar Diantoro. Para tokoh muda yang merupakan ketua organisasi kemelayuan di kepri, pun tak kalah kualitasnya. Dari pertemuan tersebut, beberapa konsep yang dipaparkan disambut antusias. Masing-

masing tokoh berbagi pengalaman sesuai bidangnya sehingga semua sepakat untuk menjadi bagian dari terbentuknya suatu perusahaan dan Yayasan GSM. Pada 10 Maret 2013, pertemuan soal GSM juga digelar di Gedung Lembaga Adat Melayu Kota Batam sebagai tindaklanjut pertemuan pertama di Tanjungpinang. Para tokoh pemuda Melayu Kota Batam serta pengurus LAM menyatakan sepakat dan mendukung GSM dengan aksi nyata. Selanjutnya digelar pertemuan pada Minggu 18 Maret 2013 di Hotel Nagoya Plaza. Kali ini dihadiri beberapa perwakilan dari kabupaten dan kota se Kepri. Pertemuan memutuskan untuk segera menetapkan LAM se Provinsi Kepri sebagai pendiri di akte Yayasan GSM.Selain itu, hasil rapat juga memutuskan untuk segera dilaksankan deklarasi Yayasan Gerakan Sejuta Melayu. Insyaallah akhir April 2013 diresmikan atau dideklarasikan oleh LAM se Provinsi Kepri dengan masyarakat Kepri menjadi saksi keberadaan Yayasan GSM. Direncanakan, pada saat deklarasi itu, LAM Riau dan Kepri akan membuat suatu pernyataan bersama yang sangat penting bagi rakyat Kepri; Menjadi Tuan Di Negeri Sendiri. Dukungan dari LAM Riau sungguh tanpa saya duga. Ini bukan sekedar dukungan. Ini merupakan keinginan bersama, sebagai bentuk dukungan sesama orang Melayu untuk mempererat silatuhrami dan juga rasa persaudaraan. Di Provinsi Riau, Gerakan Sejuta (Genta) Melayu telah berhasil membuat beberapa perusahaan. Antara lain sebuah media harian yang dinamakan Koran Riau, perusahaan kemasan air minum yang diberi nama Genta Melayu. Spirit yang diberikan oleh LAM Provinsi Riau merupakan tambahan energi baru bagi GSM sebagai roh kebangkitan ekonomi demi kemakmuran rakyat Kepri di masa yang akan datang. Tidak hanya itu. Sahabat saya, Burhanuddin Nur bersama rekan-rekannya akan membacakan sumpah

setia Bugis kepada Melayu. Ini seperti sejarah yang berulang. Pendek kata, Sumpah Setia diucapkan dan, tentu wajib dilaksanakan, dengan matlamat utama mengangkat marwah: rakyat, penguasa, dan negeri. Dengan Sumpah Setia diharapkan rakyat dan penguasa akan seia-sekata, senasib-sepenanggungan, dan seaib-semalu. Matlamatnya tentulah negeri aman, sejahtera, dan makmur. Keinginan untuk melakukan perubahan yang lebih baik kedepannya dari sisi ekonomi, sosial maupun budaya bukanlah sesuatu yang mudah sebagaimana membalikkan telapak tangan. Namun, bukan pula sesuatu yang mustahil jika keinginan itu muncul dari hati kita untuk bersama-sama bahu-membahu. Yang penting, nawaitunya murni menjadikan Melayu tuan di negeri sendiri. Saya yakin, dengan kebersamaan dan tekad yang sama, Kepri akan menjadi lebih baik lagi dengan ekonomi masyarakat yang semakin mapan. Untuk berdaulat terhadap ekonomi, salah satu yang harus diubah orang Melayu adalah kebiasaan dan pola pikir. Mulailah menghilangkan sikap cibir sana cibir sini seakan sudah berbuat banyak untuk kemajuan daerah. Tak perlu banyak cerita, yang penting berbuat dengan tindakan nyata. Yang juga mulai harus dihilangkan adalah kebiasaan kongkow-kongkow di kedai kopi dari pagi sampai sore. Sebab bukan saja buang-buang waktu, namun juga tradisi yang sangat merugikan orang Melayu. Cobalah bayangkan, kita adalah contoh. Apa yang kita perbuat hari ini akan menjadi pedoman generasi yang akan datang. Dan itu terbukti kini. Cerita di kedai kopi, menurut saya hanya sekitar lima persen saja yang benar. Selebihnya, gosip belaka. Jika kebiasaan ini tidak dihilangkan perlahan-lahan, saya yakin, sampai empat belas generasi pun Melayu tak akan pernah bertuan di negeri sendiri. Mari, bersama GSM kita dobrak perubahan untuk ke depan lebih baik. ***

LAM Riau Dukung Penuh GSM Sambungan dari halaman 1 sejak beberapa tahun lalu. “Di Riau, GSM sudah jalan. Sudah lama sekali sejak beberapa tahun lalu,” ujar Alfan. Wajar saja jika LAM Riau mendukung GSM di Kepri. Sikap ini tak ubahnya memberikan dukungan bagi saudaranya sendiri. Karena, salah satu sosok yang ada di belakang GSM Riau tak jauh-jauh dari salah satu tokoh yang ikut mengukir sejarah berdirinya GSM Kepri. Ia adalah Rida K Liamsi. Menurut Alfan, GSM di Riau sudah berjalan lancar. Mereka sudah memiliki berbagai badan usaha. Diantaranya yaitu usaha air minum dan distributor sembako. “Usaha tersebut maju pesat, jadi bisa kita jadikan contoh,” ujarnya. Semangat GSM di Riau pun sejalan dengan semangat GSM di Kepri. Semangat mewariskan Tamadun yang cemerlang dan secara nyata diakui. Meskipun masyarakat Melayu, khususnya di Provinsi Riau, dahulunya memang masyarakat yang sudah seperti itu adanya, maju dan telah menyumbangkan tamadun yang cemerlang. Seiring perkembangan zaman, dalam berbagai aspek kehidupan peran masyarakat Melayu dirasakan kian melemah. Terutama dalam bidang sosial dan ekonomi. Bahkan makin banyak masyarakat Melayu yang berada di bawah garis kemiskinan, baik secara struktural, maupun dalam hal kualitas. “Demikian pula dengan masyarakat Melayu di Kepri,” beber Alfan. Gerakan GSM ini adalah gerakan yang berorientasi ekonomi dan bisnis, bukan gerakan politik. Maka organisasi usaha

dan pola pengembangannya tentulah harus mengacu pada konsep dan pengembangan ekonomi dan bisnis. “Ini sesuai dengan pemikiran Pak Rida yang sudah deterapkan di Riau. Harus dikelola dengan semangat bisnis dan investasi,” lanjut Alfan. Semangat bisnis dan investasi berdasarkan pemikiran Rida K Liamsi itu antara lain, institusi bisnis yang didirikan merupakan badan usaha yang dapat melibatkan masyarakat Melayu dalam kuota lebih banyak sebagai stake holder-nya. Institusi bisnis seperti itu, sebaiknya berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Sebuah badan hukum usaha yang sudah teruji dan legal. Hal yang tidak boleh dilupakan, institusi bisnis atau perusahaan yang akan didirikan itu harus sejalan dengan semangat gerakan sejuta Melayu. Dasar pemikiran yang melatarbelakanginya juga harus visioner dan moderen. Kemudian, pemegang sahamnya adalah sejumlah orang yang mewakili masyarakat Melayu yang ada di Kepri. Jumlahnya diatur sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, terutama undang-undang PT dan undang-undang penanaman modal dan pasar modal. Selanjutnya, bidang usaha yang akan dikembangkan diutamakan adalah usaha yang bersifat mempercepat proses pemberdayaan kemampuan, baik manajemen, maupun kapital, serta kebijakan mempercepat proses penguasaan asetaset strategis. Ini memang dimulai dari sebuah langkah kecil, sebuah kebijakan mikro. GSM ini diharapkan dapat dilakukan di berbagai tempat yang menjadi jantung

gerakan Melayu baru, seperti di Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan juga di Malaysia. Jika hal ini terlaksana maka akan menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa besarnya. GSM dapat menjadi pilar bisnis yang cukup potensial bagi membangun hari depan ekonomi masyarakat Melayu. Dia akan menjadi sebuah awal dimana harkat dan martabat orang Melayu tegak dan dihormati. Sebagai wujud dukungannya, LAM Riau akan hadir dalam acara deklarasi GSM Kepri di lapangan Engku Putri pada akhir April nanti. Menurut Alfan, LAM Riau juga siap memberikan dukungan manajemen pengelolaan usaha yang akan didirikan GSM Kepri itu. “Dukungan moril maupun materiil siap diberikan LAM Riau untuk GSM Kepri,” ujarnya. Saat ini, pendiri GSM Kepri sudah terbentuk. Tim pendiri GSM yang telah dibentuk seminggu yang lalu di Hotel Nagoya Plaza terdiri dari 23 orang. Salah satunya, tak lain dan tak bukan adalah Gubernur Kepri, HM Sani. Tim pendiri ini nantinya akan membentuk pengurus yayasan. “Paling lambat akhir April pengurus yayasan GSM harus sudah ada karena GSM ini akan dideklarasikan pada akhir April. Jadi tinggal satu bulan lagi,” ujar Alfan. Saat ini, para pendiri GSM sedang dalam proses mengurus akhad Yayasan GSM. Alfan mengatakan, badan usaha yang akan dibentuk kemungkinan mengikuti konsep dari GSM Riau. “Distributor sembako menarik karena berkaitan dengan masyarakat luas,” jelasnya.(Nurul)


SENIN 25 MARET 2013

karimun

6

Ini, Dua Calon Kuat Sekda Karimun

F.HUMAS

Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq menyerahkan secara simbolis bantuan boat pancung.

Boat Pancung Mudahkan Tranportasi Pelajar KARIMUN (PK) Kesulitan alat transportasi laut bagi anak sekolah yang tinggal di di kecamatan Moro Kabupaten Karimun terjawab sudah. Kamis (20/3), Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq menyerahkan dua unit boat pancung kepada Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Moro. Dalam seremoni sederhana di Pelabuhan Sri Mandah Moro, wakil bupati menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut kepada M. S. Sudarmadi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun. Sejumlah Kepala UPTD lainnya turut menyaksikan. Bantuan dua unit boat pancung ini, kata Aunur Rafiq, memang diperuntukkan bagi alat transportasi anak-anak sekolah yang ada di beberapa desa di Kecamatan Moro. “Ini bantuan dari pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Karimun yang dimasukkan dalam APBD tahun anggaran 2013,” ujarnya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, M.S. Sudarmadi mengatakan, dua unit boat pancung ini diharapkan dapat mengatasi masalah transportasi bagi pelajar

F.HUMAS

Inilah boat pancung yang digunakan untuk transportasi siswa ke sekolah.

yang tinggal di beberapa desa yang ada di kecamatan Moro seperti Keban, Buluh Patah, Rawa Jaya, Selat Belinga, Kampung Kang dan Judah. “Boat pancung ini sangat membantu. Soalnya hanya inilah yang dibutuhkan para pelajar tersebut untuk pergi kesekolah,” Kata M.S Sudarmadi. Soal biaya operasional boat pancung, sudah dimasukkan dalam pos anggaran di APBD Kabupaten Karimun tahun 2013 melalui pos bantuan siswa miskin. Sementara untuk pengawasan, diserahkan sepenuhnya ke masyarakat setem-

pat dibawah koordinasi Camat Moro dan UPTD Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun di Moro. Erdan Firdaus, Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, mengatakan, bukan hanya desa yang ada di Kecamatan Moro saja dibantu Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun untuk sarana transportasi laut. “Kedepan, Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun mengalokasikan dana untuk pembuatan boat pancung yang digunakan bagi pelajar yang ada di Kecamatan Ungar,” tuturnya. (Freddy)

KARIMUN (PK) Bupati Karimun, DR. Nurdin Basirun.S.Sos M.Si belum menentukan siapa calon pengganti Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karimun, Anwar Hasyim. Jabatan Sekda ini akan kosong pada April 2013, seiring dengan mundurnya Anwar Hasyim untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Sejauh ini, sudah beredar sejumlah nama pejabat eselon II di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Karimun yang bakal menggantikan Anwar Hasyim. Antara lain T.S Arif Fadillah, Raja Usman, Djunaidy, Hurnaini, dan Samsuardi. Namun dari nama–nama yang beredar di masyarakat tersebut, nama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun, Hurnaini dan Kepala Bappeda Kabupaten Karimun T.S Arif Fadillah cukup santer terdengar sebagai calon Sekda Kabupaten Karimun. Putra Kelana mencoba mencari jawaban. Kepala Dinas Sosial Kabupaten karimun, Drs. Hurnaini. M.Si ketika ditanyakan soal ini berujar, dirinya belum mendengar kabar siapa pengganti Anwar Hasyim. Namun sebagai

Hurnaini

T.S Arif Fadillah

PNS dia selalu siap jika memang jabatan itu diamanahkan padanya. “Saya tak tau, kalau akan diusulkan sebagai calon Sekda Karimun bersama T.S. Arif Fadillah,” terang Hur, panggilan akrab lelaki kelahiran Moro ini. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Karimun, Drs .H. Kamarullazi ketika dikonfirmasi mengatakan, Anwar Hasyim sudah mengajukan pengunduran diri sebagai Sekda Kabupaten Karimun beberapa bulan lalu. Ketika ditanya, siapa menggantikan posisi Anwar Hasyim, Kamarullazi mengatakan belum diketahui pasti. Ia hanya mengungkapkan, dalam pengusulan nama untuk jabatan Sekda,

biasanya diusulkan minimal sebanyak tiga nama. Selanjutnya, kata Kamarullazi, tiga nama pejabat yang diusulkan Bupati Karimun ke Gubernur Provinsi Kepri akan digodok atau diuji kepatutan dan kelaikan oleh tim Pemprov Kepri. Lalu diserahkan ke gubernur lagi sebelum dilanjutkan ke Mendagri. Dari Kemendagri akan turun 1 dari 3 nama untuk ditetapkan sebagai Sekda Karimun. “Jabatan Sekda merupakan jabatan penting dalam birokrasi pemerintahan. Dan siapa pun pejabat yang diusulkan sebagai calon Sekda tentulah orangnya sudah teruji dan memenuhi sejumlah persyaratan,” jelas

Kamarullazi. Menurut Kamarullazi, mengingat jabatan Sekda ini memegang peranan penting dalam tatanan pemerintahan, kemungkinan Bupati Karimun tidak akan berlama-lama menunjuk siapa pengganti ANwar Hasyim. Dari catatan Putra Kelana, penggantian Sekda Karimun sejak terbentuknya Kabupaten Karimun baru tercatat sebanyak satu kali yakni dari H. Muhammad Taufik Ilyas kepada H. Anwar Hasyim. Sebelum ditunjuk sebagai Sekda Karimun H. Taufik Ilyas menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karimun. Sementara H. Anwar Hasyim ketika dipercayakan sebagai Sekda Karimun menjabat Asisten III Bidang Administrasi. Kalau dilihat dari dua pejabat Sekda Karimun sebelumnya memang belum satu pun jabatan Sekda itu dihuni oleh mantan atau Kepala Bappeda. Hingga kini pun, tidak menutup kemungkinan hal itu terulang lagi. Namun hanya Bupati karimun, Nurdin Basirun saja yang akan menjawabnya. (Freddy)

Pencerahan dari Sekda untuk Pegawai Honorer KARIMUN (PK) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Karimun mengumpulkan seluruh pegawai honor yang ada dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Karimun selama dua hari, Kamis (20-21 Maret 2013) di Ruang Rapat Kantor Bupati Karimun. Kepala BKD Kabupaten Karimun, Drs.Kamarullazi, M.Si mengatakan, para honorer itu diberi

pengarahan oleh Sekda Karimun. Tujuannya semata-mata meningkatkan kinerja dan disiplin. Sebab, meski mereka bukan pegawai negeri sipilwajib mengikuti aturan yang selama ini diberlakukan bagi seorang PNS. “Pengarahan yang diberikan Sekda adalah bentuk motivasi atau lebih memberi semangat kepada para pegawai honorer dalam

melaksanakan tugasnya masingmasing dan selalu menjaga kedisiplinan,” katanya. Kamarullazi menambahkan, selama ini tingkat kedisiplinan tenaga honor dapat dikatakan cukup bagus. Terlebih belakangan ini diberlakukan kembali apel pagi dan apel sore bagi seluruh pegawai yang ada di lingkungan Pemkab Karimun. (Freddy)

Anwar Hasyim

galeri anda SEBANYAK 35 peserta dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Karimun ikut serta dalam pelatihan wasit sepak takraw yang digelar Kantor Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karimun. Pelatihan ini berlangsung mulai Sabtu 23 Maret sampai 1 April 2013 di ruang rapat Hotel Erison Tanjungbalai karimun dan Gedung Olahraga tertutup Karimun. Peserta pelatihan dipandu instruktur atau wasit nasional yang didatangkan khusus dari Medan, Sumatera Utara, Provinsi Kepri dan wasit nasional yang ada di Karimun. Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karimun, Umar S.Pd M.Pub mengatakan, pelatihan wasit sepak takraw se Kabupaten Karimun ini merupakan salah satu program

Pelatihan Wasit Sepak Takraw memunculkan wasit-wasit terbaik. Nantinya wasit ini dibutuhkan dalam memimpin turnamen atau event sepak takraw yang dilaksanakan Kanpora maupun Pengcab sepak takraw Karimun. “Peserta diberikan sejumlah pengetahuan yang berkaitan dengan peraturan perwasitan, peraturan permainan serta sertifikat wasit,” ujar Umar. Dia berharap, kegiatan ini dimanfaatkan sungguhsungguh agar para wasit yang ada bisa menjadi wasit profesional. “Dibandingkan menjadi wasit sepak bola,

sangat sedikit sekali orang ingin menjadi wasit sepak takraw. Soalnya selain honornya tak terlalu besar, turnamen sepak takraw jarang digelar,” katanya. Sekretaris Kanpora Karimun, Abdullah menerangkan, pelatihan wasit sepak takraw merupakan salah satu dari sejumlah kegiatan pelatihan wasit yang pernah dilaksanakan. “Kanpora juga sudah pernah mengadakan kegiatan pelatihan wasit bola kaki maupun wasit pencak silat. Semua kegiatan bertujuan menciptakan para wasit disetiap cabang olahraga yang ada di Kabupaten Karimun,” urainya. Untuk pelatihan wasit sepak takraw, masing-masing

Decky Zein Tanjung

kecamatan mengutus dua peserta. Beruntungnya peserta, mereka mendapatkan pelajaran langsung dari Decky Zein Tanjung, wasit nasional sepak takraw serta Taufik, wasit lokal yang sudah mempunyai lisensi wasit nasional.***

Narasi : Freddy Foto : Freddy

Umar, Decky, Taufik

Amir, Erwan, Taufik, Decky, Umar, dan Abdullah.

Peserta mendengarkan pemaparan instruktur.

Peserta, Instruktur dan Kanpora Karimun poto bersama.

Erwan dan Umar

Eva Ramadhani

Abdullah dan Amir.


SENIN 25 MARET 2013

7

seni & budaya

Tugu Pinsil, Riwayatmu Kini D

OLEH: Syafaruddin, S.Sn, MM

OLEH: ABDUL MALIK Budayawan Kepulauan Riau

ISENARAIKAN, bebas buta huruf diumumkan tahun 1962. Negeri Riau yang diwakili Kabupaten Daerah Tingkat II Kepulauan Riau, tatkala Prof. Prijono menjadi Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, adalah wilayah yang didiami oleh warga sudah dapat baca tulis. Catatan sejarahnya diperlambangkan dengan sebuah Tugu Pinsil pantai Teluk Keriting, Bukit Tembok Batu Arang. Tugu bebas Buta Huruf daerah Riau itu dicipta oleh putra daerah setempat, Ir. Nizar Nasir yang diresmikan penancapannya pertengahan tahun 1962 dalam sebuah upacara “buka selubung merah putih” oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Prijono. Tepuk tangan berderai-derai, hujan panas gerimis, suasana bercorak kuning menegakkan bulu roma. Mereka bangga menjadi warga kabupaten yang terbebas buta huruf. Konon menurut hasil peneitian para ahli di zaman itu, sejak Indonesia Merdeka 1945-1962, setelah diadakan masa kewajiban beajar yang diberi nama Pemberantasan Buta Huruf yang disingkat PBH antara tahun 1955-1959. Hasilnya 100% penduduk menjadi warga dapat baca tulis. Hal ini dikuatkan lagi dengan banyaknya ibuibu dan nenek-nenek yang dapat membaca syair, perukunan, dan hikayat yang beraksarakan “arab melayu”. Alangkah majunya penduduk masa silam itu, warga Negara Indonesia yang bermastautin di Kepulauan Riau tahu tulis baca, seimbang dengan gejolak pembangunan harkat manusia dalam takaran ”duduk sama rendah, berdiri sama pula tinggi”. Ini prasangka, asumsi dan dugaan pasti tersemat di hati generasi penerus dewasa ini atau mereka yang berakal mau memikirkannya. (BM Syamsuddin, Haluan Padang, 3 Januari 1984). Cuplikan berita yang ditulis BM Syamsuddin di atas memberi gambaran kepada kita semua betapa Tugu Pinsil menjadi kebanggaan

AKHLAK adalah istilah dalam bentuk jamak (plural) yang berasal dari kata bahasa Arab khuluq. Arti harfiahnya ‘adat kebiasaan, perangai, tabiat, watak, adab, agama, sifat semula jadi, marwah, gambaran batin, dan atau budi pekerti’. Menurut Muhammad Alfan (2011:21), akhlak dalam bahasa Arab mencakup empat konsep: (1) sajiyyah ‘perangai’, (2) mur’uah ‘budi’, (3) thab’in ‘tabiat’, dan (4) adab ‘sopan santun’. Akhlak mencakup dua ranah: ranah ilmu dan ranah terapan. Sebagai ilmu, akhlak merupakan bagian dari filsafat moral atau etika. Walaupun begitu, etika umum—atau tepatnya etika yang bersumber dari Barat—tak mengenal konsep akhlak. Akhlak adalah konsep yang khas dan hanya satu-satunya ada dalam etika Islam. Akhlak, berdasarkan etika Islam, dibentuk oleh rukun iman dan rukun Islam melalui proses ihsan, ikhlas, dan takwa. Sebaliknya, etika umum (Barat) hanya sekadar berdasarkan akalpikiran. Dalam ranah terapan, akhlak menjelma dalam pikiran, perasaan, sifat, sikap, perangai, dan perilaku umumnya. Prof. Ahmad Amin, guru besar Universitas AlMishriyah, Kairo, Mesir (2012:2) mendefinisikan akhlak sebagai ilmu yang menjelaskan makna baik dan buruk, bagaimana seharusnya berinteraksi dengan sesama manusia, dan matlamat yang hendak diperoleh dalam segala aktivitas. Ilmu ini yang akan menerangi jalan untuk suatu perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Perbuatan yang menjadi objek ilmu akhlak adalah perbuatan yang disengaja atau yang dilakukan secara sadar. Dalam ranah terapan (pelaksanaan dalam hidup), akhlak berhubung dengan kualitas baik atau buruk tentang perkataan, perbuatan, tingkah laku, perangai, dan tabiat manusia. Acuan yang menjadi dasar adalah nilainilai baik dan buruk menurut ajaran Islam dan nilai-nilai budaya suatu masyarakat yang bersumberkan nilainilai Islam. Sebagai sebuah kata, akhlak dalam bahasa Arab seakar dengan kata makhluk yang berarti ‘yang diciptakan’ dan Khalik yang bermakna ‘Yang Menciptakan’. Dengan demikian, konsep akhlak berkaitan dengan perhubungan antara makhluk dengan Sang Pencipta yakni Allah s.w.t. Dengan demikian, buruk-baik perkataan, perbuatan, kelakuan, perangai, dan tabiat manusia harus dipulangkan kepada hukum Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Banyak definisi yang dibuat oleh para sarjana tentang akhlak ini. Ahmad Amin mengatakan bahwa akhlak adalah kehendak yang dibiasakan. Maksudnya, kehendak itu bila membiasakan sesuatu atau menyebabkan sesuatu itu

masyarakat Kepulauan Riau umumnya dan Tanjungpinang khususnya. Tugu Pinsil adalah lambang Intlektualitas masyarakat yang mendiami kawasan ini. Tugu Pinsil menjadi saksi kegigihan masyarakat Kepulauan Riau dalam mengejar ketertinggalan dari daerah lain. Pencanangan sebagai kawasan yang bebas buta huruf telah menggugah para orang tua untuk menyekolahkan anaknya. Pentingnya pendidikan menjadikan orang tua berlomba-mba agar anaknya menuntut ilmu setinggi mungkin. Selintas Tugu Pinsil hanyalah sebuah bangunan batu tercacak tegak membisu. Namun disebalik itu Tugu Pinsil memiliki nilai arsitektur dan bukti kemampuan anak daerah dalam membangun. Jika para pelaku sejarah kala itu masih hidup, tentunya terbayang akan kondisi masa lalu dan bangga melihat keberadaan Tugu Pinsil . Teringat mereka akan keinginan orang tua-tua dahulu agar anaknya terus dapat menuntut ilmu. Anak Melayu tidak boleh ketinggalan dari anak-anak daerah lain. Terbukti memang banyak anak-anak Kepulauan Riau yang sukses di berbagai bidang. Tetapi mungkin juga mereka akan bersedih bila mengetahui kondisi Tugu Pinsil saat ini. Kebanggaan masyarakat akan kemajuan pendidikan tidak lagi tergambar dengan melihat kondisi Tugu Pinsil di malam hari. Tempat ini dijadikan lokasi mesum dan pesta miras. Kemudian kotor karena dijadikan tempat berjualan. Fungsi Tugu Pinsil sebagai monumen yang seharusnya dijaga dan dibanggakan menjadi bertolak belakang dengan kondisi sekarang. Perhatian yang diberikan oleh pemerintah terhadap Tugu Pinsil cukup besar. Di usianya yang sudah menginjak 51 tahun, wajah tugu pinsil semakin terserlah. Jika kita berayar dengan fery dari Batam, di kejauhan teah terpampang tulisan yang cukup besar menandakan lokasi Tugu Pinsil. Secara tidak langsung mengundang orang ke sana. Di dalamnya ada

tempat-tempat kreativitas remaja, olah raga, joging dan menikmati matahari terbenam di sore hari. Namun sayang kondisi yang baik ini dirusak oleh pengunjung yang tidak bertanggung jawab. Semakin hari kondisi semakin tidak terurus. Jika kita melihat beberapa monumen di daerah lain, tidaklah seperti apa yang terjadi di Tugu Pinsil. Monumen seharusnya jauh dari aktivitas yang tidak ada kaitannya dengan keberadaan monumen tersebut. Dengan demikian seharusnya monumen Tugu Pinsil harus bebas dari kegiatan yang tidak berkaitan dengan pendidikan. Tapi kenyataan hari ini, Tugu Pinsil terlihat kumuh dan tidak terurus. Siapa yang harus mengurus Tugu Pinsil? Mungkin ini pertanyaan bodoh yang diajukan. Tapi kenyataannya memang demikian. Tidak jelas siapa yang harus mengurus Tugu Pinsil. Sejak di renovasi oleh Pemerintah Propinsi Kepulauan Riau, kepengurusan Tugu Pinsil semakin tidak jelas. Awalnya sebelum direnovasi, Tugu Pinsil diawasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang. Beberapa tahun kemudian di tempat itu dipakai sebagai lokasi berjualan. Tidak jelas siapa yang memberi izin. Setelah renovasi selesai tahun 2011 yang lalu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang mencoba menelusuri kembali. Akan tetapi terhenti karena tidak jelas serah terima pekerjaannya. Camat Tanjungpinang Barat pernah mencoba memfasilitasi bersama Kantor Kebersihan dan Pertamanan, namun sampai sekarang belum terealisasi. Jadilah Tugu Pinsil seperti anak kehilangan induk. Jadi wajar saja jika hari ini kondisi Tugu Pinsil dijadikan tempat mesum dan pesta miras di malam hari. Beban kerja Satpol PP-pun semakin bertambah karena harus meronda lokasi tersebut. Untuk itu perlu upaya segera untuk mengembalikan marwah Tugu Pinsil sebagai monumen kemajuan pendidikan di Kepulauan Riau. Sebenarnya area Tugu Pinsil tidaklah luas. Ukurannya lebih kurang 25m X 30m. selebihnya adalah area baru yang dibuat oleh Propinsi Kepulauan Riau. Area yang tidak begitu luas ini sebenarnya tidak sulit untuk menatanya. Yang terpenting adalah kejelasan pengelola di kawasan ini. Dengan demikian ada penanggung jawab pemeliharaannya. Siapa yang

Akhlak Mulia menjadi kebiasaan, maka kebiasaan itu dinamakan akhlak. Akhlak, kata Imam Al-Ghazali pula, adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan yang senang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Muhammad bin ‘Iaan Shidieqy mengatakan bahwa akhlak adalah suatu pembawaan dalam diri manusia yang dapat menimbulkan perbuatan baik dengan cara yang mudah, tanpa dorongan dari orang lain. Menurut Abdul Karim Zaidan, akhlak adalah nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengan sorotan dan timbangannya seseorang manusia dapat menilai perbuatannya baik atau buruk, yang pada gilirannya dapat memilih untuk melakukannya atau meninggalkannya. Abu Bakar Jabir al-Jazairy pula mendefinisikan akhlak sebagai bentuk kejiwaan yang tertanam dalam diri manusia yang menimbulkan perbuatan baik dan buruk atau terpuji dan tercela dengan cara yang disengaja. Karena akhlak berkenaan dengan tingkah laku, tindakan, dan atau perbuatan manusia; kesemuanya itu harus sesuai dengan petunjuk atau pedoman yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Pedoman itu tak hanya dalam perhubungan antara manusia sebagai makhluk dengan

Allah sebagai Khalik sahaja, tetapi juga perhubungan manusia dengan sesama manusia, makhluk selain manusia, dan lingkungan alam sekitar. Jika dalam semua perhubungan itu seseorang manusia mengikuti petunjuk Ilahi, maka dia telah menampilkan akhlak yang mulia. Telah disebutkan di muka bahwa akhlak berdasar kepada Islam, iman, ihsan, ikhlas, dan takwa. Persoalan Islam, iman, dan takwa, antara lain, yang menjadi rujukan adalah sabda Rasulullah s.a.w. yang diriwayatkan oleh Muslim. “Suatu hari kami (Umar bin Khattab r.a. dan para sahabat) duduk-duduk bersama Rasulullah s.a.w. Tiba-tiba muncul di hadapan kami seseorang yang berpakaian serba putih. Rambutnya hitam sekali dan tak nampak tandatanda perjalanan. Tak seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah s.a.w. Kedua kakinya menghimpit kedua kaki Rasulullah dan kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah, seraya berkata, ‘Wahai Muhammad, beri tahu aku tentang Islam.’ Lalu Rasulullah s.a.w. menjawab, ‘Islam adalah bersyahadat bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan salat, menunaikan zakat, puasa Ramadan, dan mengerjakan haji apabila mampu.’ Kemudian, dia bertanya lagi, ‘Kini beri tahu aku tentang iman.’ Rasulullah s.a.w. menjawab, ‘Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitabkitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada kadar baik dan buruknya.’ Orang itu lalu berkata, ‘Benar, kini beri tahu aku tentang ihsan.’ Rasulullah berkata, ‘Beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya walaupun engkau tak melihat-Nya karena sesungguhnya Allah melihat engkau. Dia bertanya lagi, ‘Beri tahu aku tentang asSa’ah (azab Kiamat).’ Rasulullah menjawab, ‘Yang ditanya tak lebih tahu dari yang bertanya.’ Kemudian, dia bertanya lagi, ‘Beri tahu aku tentang tandatandanya.’ Rasulullah menjawab, ‘Seorang abdi perempuan melahirkan nyonya besarnya. Orangorang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat, dan penggembala unta masingmasing berlumba-lumba membangun gedung-gedung bertingkat.’ Kemudian, orang itu pergi menghilang dari pandangan mata. Lalu, Rasulullah s.a.w. bertanya kepada Umar, ‘Hai Umar, tahukah engkau, siapakah orang yang bertanya tadi?’ Lalu, aku (Umar) menjawab, ‘Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui.’ Lalu, Rasulullah s.a.w. berkata,

paling tepat untuk mengelola Tugu Pinsil? Tentu itu pertanyaan yang timbul. Jika menilik pada umur yang sudah mengiunjak 51 tahun, maka Tugu Pinsil termasuk Cagar Budaya. Sebagai cagar budaya maka Tugu Pinsil sebaiknya dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Jika tanggung jawab ini sudah jelas, barulah dipikirkan bagaimana cara “memonumenkan”, Tugu Pinsil tersebut. Banyak hal yang dapat dilakukan terhadap Tugu Pinsil. Pertama adalah menjadikan kawasan Tugu Pinsil yang tidak luas itu sebagai tempat yang bernuansa pendidikan. Pentas-pentas sastra yang berskala kecil dapat dilakukan di lokasi tersebut. Para pelaku ekonomi yang ada dapat digeser lebih ke pantai, jika memang tidak bisa dipindahkan. Dengan demikian para seniman yang saat ini kekurangan ruang kreativitas dapat tersalurkan di tempat yang tepat. Kedua, memanfaatkan gedung yang ada di Tugu Pinsil yang dibuat oleh Propinsi Kepulauan Riau sebagai pusat informasi Tugu Pinsil. Di dalam ruangannya dapat diisi perjalanan sejarah pendidikan di Kota Tanjungpinang. Dengan demikian sesiapa yang mengunjungi Tugu Pinsil tentunya tidak hanya melihat tugu semata, tetapi ada informasi yang dapat dijumpai disini. Jika penataan Tugu Pinsil dapat berjalan dengan baik, ke depan akan mampu memberikan kontribusi pada dunia pariwisata Kota Tanjungpinang. Pada Siang hari Tugu Pinsil dapat menyediakan berbagai informasi tentang pendidikan, pada malam hari disuguhkan dengan pertunjukan sastra dan aneka kesenian. Jika ingin menikmati kuliner, dapat bergerak ke bawah agak ke pantai. Di sana tersedia berbagai makanan yang dijual. Untuk merealisasikan itu harusah ada perbincangan dari berbagai pihak. Jauhkan dari berbagai kepentingan orang perorang. Kedepankan marwah negeri dan rasa tanggung jawab akan keberadaan Tugu Pinsil.*** SYAFARUDDIN Pengamat Lingkungan Budaya, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan Ilmu Pengetahuan pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Tanjungpinang

‘Itulah Jibril datang untuk mengajarkan agama kepada kamu sekalian.” Bagaimanakah pula halnya tentang takwa yang juga menjadi sumber akhlak mulia? Allah s.w.t., antara lain, memberi kita pedoman tentang iman dan takwa di dalam Al-Quran, Surat AlBaqarah:177, “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, melainkan sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberi harta yang dicintai kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orangorang yang meminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila dia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang yang bertakwa.” Berhubung dengan ikhlas pula, Allah s.w.t. berfirman, “Katakanlah, apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami dan bagi kamu amalan kamu; dan hanya kepada-Nya-lah kami mengikhlaskan hati.” (Q.S. Al-Baqarah:139). Nabi Muhammad s.a.w. pula menegaskan perihal ikhlas itu dengan sabda Baginda, “Agama adalah keikhlasan.” Lalu kami bertanya, “Ikhlas kepada siapa, wahai Rasulullah?” Rasulullah s.a.w. menjawab, “Kepada Allah, kepada kitab-Nya (Al-Quran), kepada rasul-Nya, kepada penguasa muslimin, dan kepada rakyat sekaliannya” (H.R. Muslim). Jelaslah bahwa ikhlas adalah perbuatan yang suci yakni dikerjakan dengan niat yang sematamata hanya karena Allah, menjauhkan diri dari perbuatan riya (menunjukkan kepada orang lain) ketika mengerjakan perbuatan yang baik. Niatlah yang menjadi dasar dan ukuran segala perbuatan. Umumnya, niat yang baik akan menghasilkan perbuatan baik, begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, ruang lingkup akhlak meliputi akhlak terhadap Allah dan terhadap makhluk (lih. juga Quraish Shihab, 1999). Akhlak terhadap sesama manusia meliputi kepada Rasulullah s.a.w., kedua orang tua, sesama manusia, diri sendiri, guru, tetangga, dan lain-lain. Akhlak terhadap lingkungan sekitar pula meliputi kepada tumbuh-tumbuhan, hewan, dan benda-benda ciptaan Tuhan. Selain itu, masih ada akhlak terhadap keadilan dan akhlak mulia bagi para pemimpin. Rasulullah s.a.w. bersabda, “Akhlak yang baik dapat mencairkan dosa laksana air yang mencairkan gumpalan salju. Sebaliknya pula, akhlak yang buruk dapat merusak amal salih bagaikan cuka merusak madu” (H.R. Baihaqi). Alhasil, konsep budi pekerti yang kita anut semakna dengan akhlak. Manakala budi yang baik atau kehalusan budi yang hanya dan semata-mata berpedoman kepada petunjuk Allah dan Rasulullah s.a.w. itulah yang akan memancarkan cahaya akhlak yang mulia. Wallahu a’lam.***

Redaksi menerima kiriman naskah baik berupa essei, catatan kebudayaan ataupun laporan yang berkenaan dengan seni dan budaya. Kirimkan tulisan ke Email : redaksi@kepribangkit.com


galeri anda

SENIN 25 MARET 2013

8

Pimpinan panti asuhan AL Aqso bersama Oktavio Bintana.

Khusyuk berdoa agar keinginan dikabulkan Allah SWT.

Doa Bersama di Panti Asuhan Al Aqsho

Anak panti asuhan menyalami Oktavio Bintan dan rombongan.

D

IREKTUR PT. Putra Rida Pers, Oktavio Bintana mengunjungi Panti Asuhan Al-Aqsho, Bengkong Sadai, Batam, Rabu (20/3) lalu. Kedatangannya ke panti bersama rombongan ini disambut hangat anakanak. Kedatangan ini selain dimaksudkan

untuk berbagi kebahagiaan, juga minta anak-anak panti asuhan mendoakan kesembuhan Raisya, “putri kecil” Oktavio Bintan yang kini tengah berjuang melawan keganasan kanker mata yang dididapnya di RS Dharmais, Jakarta. “Sungguh membahagiakan bisa berbagi keceriaan seperti ini. Anak-

anak ini merupakan asset bangsa yang harus terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Dan semoga Allah juga terus melimpahkan rahmat serta hidayah kepada kami untuk selalu berbagi,” ujar Oktavio Bintana. Usai berdoa, dilanjutkan makan bersama dan bercengkrama dalam suasana santai. Kepada anak-anak

panti, Vio memberi motivasi. “Walaupun tinggal di panti asuhan, bukan berarti adik-adik tak bisa menggapai cita-cita. Rajin belajar biar bisa jadi orang berguna,” ujar Vio.*** Oktavio Bintana akrab bersama anak panti asuhan.

Narasi : Mirza Foto : Mirza

Pimpinan panti asuhan membacakan doa.

pendidikan

Wajah polos anak panti asuhan

Berdoa bersama.

Kualifikasi dan Uji Sertifikasi Guru

Mudiarlis bersama anak-anak yang belajar di bimbingan belajar yang ia dirikan. F.HENI

Pusat Pendidikan Ababil

Dari RW Kembangkan Bimbel di Tanjungpinang LEMBAGA Pendidikan Kursus (LPK) dan bimbingan belajar (Bimbel) Ababil dengan alamat di Jalan Raja Haji Fisabilillah Nomor 21 Tanjungpinang tercatat sudah dua tahun menyelenggarakan kegiatan di bidang pendidikan. Namun kegiatan ini baru mendapat izin Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang pada 2012 lalu, tepatnya usai hari Raya Idul Fitri. Pendirian lembaga pendidikan ini dilatarbelakangi banyaknya anak usia sekolah di kawasan KM 8 atas tepatnya di sekitar perumahan Jala Bestari Tanjungpinang. Melihat kondisi anak usia sekolah yang mempergunakan waktu luang untuk bermain, terbersit dalam benak Mudiarlis seorang ketua RW 01 Mekar Jaya Kelurahan Batu Sembilan Kecamatan Tanjungpinang Timur untuk mendirikan lembaga pendidikan yang menampung mereka. Akhirnya dibentuk lembaga pendidikan Ababil tahun 201. LPK dan bimbel Ababil saat ini sudah membuka bimbingan belajar untuk murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman kanak-kanak, SD, SMP. Dengan merekrut empat tenaga pengajar. Jumlah anak didik untuk bimbingan belajar PAUD dan TK sebanyak 10 hingga 12 anak, peserta Bimbel tingkat SD sebanyak 30- an murid demikian juga peserta bimbel

tingkat SMP juga 30-an murid. Meski terbatas ruangan belajar, pelaksanaan bimbingan belajar dilakukan baik pagi hari maupun sore. Untuk anak didik PAUD dan TK berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 09.30 WIB. Sedangkan anak didik tingkat SMP dan SD dilaksanakan dua shift mulai pukul 14.00 hingga 15.30 WIB dan 15.30 WIB hingga 17.00WIB. Ditemui Sabtu 23 Maret 2013, Mudiarlis menjelaskan, Lembaga Pendidikan dan Kursus Ababil dalam tahap pemula ini masih mempergunakan sarana dan prasarana belajar secara sederhana. Diantaranya bangku belajar, meja belajar, ruang belajar dan lainnya masih sangat sederhana. Meski demikian jumlah anak didik senantiasa meningkat dari waktu ke waktu. “Niat Saya, hanya tulus agar anak anak di sekitar tempat tinggal mempergunakan waktu

bermain untuk belajar dan terus belajar. Mengingat dengan ilmu maka membuka cakrawala dan wawasan anak didik,” paparnya. Pendapatnya, ilmu harus ditanamkan dan disebarluaskan sejak anak usia anak-anak. Dengan harapan anak didiknya kelak menjadi generasi penerus bangsa yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia. Sementara itu, terkait pemberian gaji kepada tenaga pengajar didasarkan dari jumlah murid. Semakin banyak jumlah murid maka penghasilan semakin besar. Karena system gaji menganut bagi hasil antara pengelola dan guru. Harapan Mudiarlis, Lembaga Pendidikan dan Kursus Ababil mendapat perhatian dari pemerintah baik Provinsi Kepri maupun Pemko Tanjungpinang. Mengingat keberhasilan penyelanggaraan pendidikan bergantung pada tiga faktor, sekolah, masyarakat dan pemerintah.(Heny)

SETELAH disyahkannya UU Nomor 14 tentang Guru dan Dosen tahun 2005, profesionalisasi guru semakin tercabar. Sosok guru profesional dalam UU tersebut adalah guru yang memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Meskipun sejak dulu soal profesionalisasi guru menjadi buah mulut yang tak berkesudahan, tetapi belum memiliki kekuatan hukum yang jelas. Kehadiran UU Guru dan Dosen telah menjadikan keprofesionalan guru kian mendasar, mutlak, dan harus dijadikan sebagai prasyarat utama. Namun, berbagai persoalan bisa muncul. Persoalan yang menjadi fokus utama berbagai pihak adalah kualifikasi dan uji sertifikasi guru. Di samping untuk meningkatkan taraf kesejahteraan guru, kualifikasi dan sertifikasi bermaksud mengampu tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional yang tertuang di dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas tidak akan tercapai kalau sosok guru sebagai tenaga profesional belum terwujud. Untuk merealisasikan ini, bukan hanya pemerintah Pusat yang bertungkus-lumus, tetapi keberadaan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota hendaknya berpadu memikirkan konsep jitu dalam menerapkannya. Programprogram penyetaraan pendidikan dan pelaksanaan pelatihan sudah semestinya dilakukan menurut jalur yang sah. Kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi sudah sepatutnya memperhatikan kelayakan dan kesesuaian, bukan semata-mata untuk memperoleh ijazah S-1 atau pamer gelar yang selama ini sudah menjadi wabah penyakit yang merebak di tanah air. Begitu banyak penyetaraan S-1 dikemas dalam bentuk proyek yang sangat merugikan guru, terutama jika dikaitkan dengan persyaratan kualifikasi akademik uji sertifikasi. Kualifikasi akademik guru ditunjukkan dengan ijazah yang merefleksikan kemampuan yang dipersyaratkan bagi guru untuk melaksanakan tugas sebagai

Catatan Oemar Bakrie

OLEH: Maswito Adalah penulis buku Nasibmu Oemar Bakri (Catatan Nurani Seorang Guru) dan Ismeth Abdullah Sang Penggerak Pembangunan Kepri pendidik pada jenjang, jenis, dan satuan pendidikan atau mata pelajaran yang diampunya sesuai Standar Nasional Pendidikan. Kualifikasi akademik guru diperoleh melalui program pendidikan formal S-1 atau D-IV kependidikan atau nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi. Kualifikasi akademik guru bagi calon guru dipenuhi sebelum yang bersangkutan diangkat menjadi guru. Sementara itu, sertifikat pendidik diperoleh melalui program pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah atau masyarakat, dan ditetapkan oleh pemerintah. Bagi guru TK/ RA, kualifikasi akademik minimal D-4/S-1, latar belakang pendidikan tinggi di bidang PAUD, Sarjana Kependidikan lainnya, dan Sarjana Psikologi. Bagi guru SD/MI, kualifikasi akademik minimal D-4/S-1 latar belakang pendidikan tinggi di bidang pendidikan SD/MI, Sarjana Kependidikan lainnya, atau Sarjana Psikologi. Bagi guru SMP/MTs dan SMA/MA/SMK, kualifikasi akademik minimal D4/S-1, latar belakang pendidikan tinggi dengan program pendidikan yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Persoalan mendasar muncul pada guru pendidikan menengah (SMP/MTs dan SMA/MA/SMK). Tidak sedikit guru pendidikan menengah di Indonesia yang

terjebak mengambil program penyetaraan S-1 yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan sebelumnya. Misalnya, guru matematika D-III mengambil penyetaraan S-1 Bahasa Indonesia. Jika yang bersangkutan dalam tugasnya mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, maka bisa ikut uji sertifikasi bidang studi Bahasa Indonesia. Yang jadi persoalan, guru bersangkutan masih tetap kembali ke ‘’habitatnya”, yaitu mengajar siswa pada mata pelajaran Matematika. Apapun alasannya, inilah kenyataannya. Bukankah ini suatu bukti bahwa dunia pendidikan tinggi kita pun masih bisa diotak-atik oleh duit, tanpa mempertimbangkan segi keilmiahan sebagai simbol perguruan tinggi. Sejak tahun 2007 pemerintah sudah melaksanakan uji sertifikasi guru. Dalam uji sertifikasi ini, ada beberapa kompetensi yang menjadi bahan tes, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Tampaknya, ini suatu upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu guru sekaligus kesejahteraannya. Guru yang berhasil dalam uji sertifikasi ini memperoleh tunjangan profesional sebesar gaji. Tunjangan ini diharapkan memberikan suatu perubahan dalam kepribadian guru sebagai tenaga pendidik. Perubahan yang diharapkan antara lain, yaitu (1) menambah wawasan kependidikan, (2) menjawab cabaran uji sertifikasi, (3) berkeinginan untuk mengubah nasib ke yang lebih baik, dan (4) menjadi tenaga yang benar-benar profesional dalam bidangnya. Uji sertifikasi yang direncanakan selesai paling lambat tahun 2014 ini merupakan tantangan baru bagi pendidik. Sikap malas, lambat, dan sambalewa akan mematikan daya saing untuk perubahan masa depan. Bagaimanapun, uji sertifikasi merupakan jaminan masa depan yang lebih gemilang. Guru-guru dicabar untuk menjawab tantangan ini dengan segala kemampuan dan upaya yang dimiliki. Ini tidak bisa dielak. Perubahan zaman menuntut segalanya untuk berubah. Jika

ingin dikatakan sebagai tenaga profesi, guru sudah selayaknya bergegas mempersiapkan dan melibatkan diri untuk uji sertifikasi. Pemikiran-pemikiran negatif, cemeeh, dan pesimis seharusnya tidak layak lagi duduk di benak kita saat ini. Pemikiranpemikiran demikian hanya melahirkan kehancuran pada kepribadian guru. Keberadaan uji sertifikasi dalam kehidupan sehari-hari, secara tidak resmi, bisa dikatakan sebagai bentuk pengakuan masyarakat terhadap profesionalisasi guru. Sudah selayaknya profesi guru dikembalikan seperti semula, yaitu seperti dalam sejarah. Tantangan yang dilakukan melalui uji sertifikasi ini nantinya merupakan bukti kuat tentang eksistensi guru. Masa depan adalah perubahan. Dalam kehidupan, yang tidak berubah justru perubahan itu sendiri. Dunia pendidikan, yang merupakan kehidupan nyata guru, tidak bisa membebaskan diri dari perubahan zaman. Tentu saja dinamika ini menuntut berbagai kematangan, keunggulan, persaingan, kepribadian yang mantap, dan sederet perangai pembangunan masa depan. Karena itu, uji sertifikasi bukanlah suatu upaya untuk memperkecil langkah guru untuk menggapai kesejahteraan. Bukan pula suatu gejala ketidakikhlasan pemerintah dalam hal meningkatkan kesejahteraan guru. Selentingan negatif bahwa ini merupakan ”niat setengah hati” dari pemerintah patut kita humban jauh-jauh. Sudah sepatutnya, uji sertifikasi dipandang sebagai gugahan semangat untuk melecut berbagai kompetensi guru. Dengan demikian, banyak harapan yang dapat kita gantang. Melahirkan pikiran-pikiran negatif terhadap suatu perubahan tidak akan memberikan apa-apa, kecuali kekecewaan yang berkepanjangan. Justru kekecewaan ini berbalik pada diri kita sendiri sebagai pendidik. Lebih baik kita berupaya menghadapinya daripada ”berpikir negatif”, tetapi kita ikut di dalamnya. Kepada guru, mari bersiap sedia menjawab tantangan zaman dengan segantang harapan melalui uji sertifikasi.***


kepri bangkit

SUBUH DZUHUR

ASHAR

MAGHRIB

04:50 WIB

15:08 WIB

18:11 WIB

12:08 WIB

Berita Online Cepat & Terpercaya

Target 97 Persen Kelulusan UN

Yotje Mende

Bersambung ke Hal...10

kabar hukum

Kekeliruan Paradigma Pengentasan Kemiskinan “Kalau saja kemiskinan itu berwujud manusia, niscaya akan kubunuh dia” (Sayyidina Ali Ra)

F.IST

Ramayana Tanjungpinang atau dikenal dengan sebutan mal Tanjungpinang kini tengah menghadapi masalah hukum terkait lahan yang digunakan.

Ramayana Dituntut Rp25 M

TANJUNGPINANG (PK) Nelmawati, PNS di DPRD Provinsi Kepri menggugat Mall Ramayana dan PT Gema Nusa terkait kepemilikan tanah seluas 20X 65 m yang saat ini dipergunakan sebagai bangunan tepatnya ruang genset Mall Ramayana dan belum diganti rugi. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kota Tanjungpinang, Kamis 21 Maret 2013, Nelmawati menye-

butkan dirinya telah membeli lahan dari Zaenudin tahun 1982, dengan status tanah saat itu surat tebas. “Saya telah membeli tanah dari Zaenudin sebesar Rp5juta kala itu,” papar Nelmawati usai persidangan.

Sidang dipimpin hakim ketua Jarihat Simarmata SH MH tersebut dengan agenda menghadirkan saksi. Semula saksi yang akan dihadirkan sebanyak dua orang, namun karena saksi yang kedua sudah berusia lanjut dan mengenakan celana pendek maka dibatalkan. Nelmawati dalam kesempatan ini

Bersambung ke Hal...10

Transaksi Perkara di Kantin Pengadilan

Susilawati (36) dan Siti Hafsah (40).

F.INDRALIS

Divonis Ringan, Penjual Bayi Menyesal BATAM (PK) Dua terdakwa kasus penjual bayi, Susilawati (36) dan Siti Hafsah (40) divonis 1 tahun 6 bulan kurungan penjara oleh Pengadilan Negeri Batam, Rabu (20/3). Mereka dinyatakan terbukti menjual bayi seharga Rp 5 juta. Vonis yang mereka

Bersambung ke Hal...10

BATAM (PK) Sidang kasus penggelapan ruko dengan terdakwa Wendi alias Windi yang mengagendakan pembacaan tuntutan untuk yang ke 6 kalinya kembali tertunda, Kamis (21/3) sekitar pukul 14.00 WIB. Alasannya, tiga orang hakim tidak hadir. Anehnya, ada pandangan mengejutkan terjadi di kantin Pengadilan Negeri Batam. Seorang sekretaris pengacara yang membela Windi terangterangan menyerahkan segepok uang pecahan Rp50 ribu kepada Jaksa Penuntut Umum, Lukman. Modusnya

F.ILUSTRASI

dimulai dari bercerita, lalu pelan-pelan sekretaris tersebut merogoh tas mengambil uang untuk diserahkan.

Ketika penyerahan uang berlangsung, ada beberapa wartawan yang ngepos di PN Batam melihat. Dalam beberapa kasus, sekretaris pengacara berinisial R tersebut sering melakukan hal begini. Dimaksudkan untuk pelicin perkara, meringankan hukuman, dan lainnya terkait kasus yang sedang berjalan. Setelah uang berpindah tangan, Jaksa Lukman langsung kabur. Kejadian seperti ini dinilai sudah biasa. Dan memang begitulah hukum, bisa dijual belikan. (Indralis)

Saparman Pasrah Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Terdakwa Abdullah ketika menjalani persidangan di PN Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG (PK) Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna Abdullah, didakwa melakukan tindak pidana korupsi anggaran tahun 2007 senilai Rp 346 juta. Sementara

itu PPTK kegiatan Porseni SD, SMP dan SMA se-Kabupaten Natuna, Kaidali, juga didakwa melakukan kejahatan serupa yang merugikan keuangan negara senilai Rp200 juta.

Dakwaan tersebut disampaikan Jaksa Penuntut umum Bambang SH didanpingi Indra SH dalam sidang

Bersambung ke Hal...10

Merasa Tak Bersalah, Kim Long Banding

TANJUNGPINANG (PK) Mantan Bendahara Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang Saparman dituntut hukuman kurungan 2 tahun 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum Abdurachman SH. Saparman didakwa terjerat kasus korupsi senilai Rp93 juta di dinas tempat dia bekerja. Tuntutan disampaikan dalam sidang tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri Kota Tanjungpinang

Bersambung ke Hal...10

Bersambung ke Hal...10

Risau Kudeta DUL Lambe datang tergopoh-gopoh ke rumah Mat Pukel. Padahal pagi baru saja mulai. Mat Pukel yang masih berbalut handuk karena baru selesai mandi, tentu saja kaget. “Pagi-pagi sudah menggedor rumah orang. Ada apa sih, Dul?” tanya Mat Pukel sambil masuk kamar untuk memakai baju. “Ini lho Mat, koq kayaknya negara kita dalam kondisi bahaya. Mau ada kudeta, katanya. Saya baca koran dan nonton tivi, soal berita kudeta ini lagi ramai, Mat,” jawab Dul Lambe sambil duduk di teras rumah Mat Pukel. “Ooo..itu. Saya pikir ada apa. Nggak usah dipikirin Dul. Urusan kudeta mengkudeta itu hanya di berita saja. Lagian yang mau kudeta itu siapa. Apa kita mau kudeta? Lha wong bedil saja nggak punya koq mau kudeta,” ujar Mat Pukel dari dalam kamar sambil merapikan bajunya. Tak lama kemudian Mat Pukel keluar kamar dan ikut duduk di teras menemani Dul Lambe. “Nggak usah mikirin kudeta. Kalau menggulingkan kekuasaan dengan jalan tidak sah itu melanggar hukum. Lebih baik, kita ngopi aja, yuk,” ajak Mat Pukel. Pembicaraan serius dua orang sahabat itu nampaknya dari tadi didengar oleh Sri Kribang, istri Mat Pukel. “Tak usah ngopi kat luar. Kalau nak ngopi mantap ni saye bikinkan. Saye curiga, benta-benta nak ngopi kat luar terus,” kata Sri Kribang sambil

Bersambung ke Hal...10

Jangan sinis memandang mimpi. Sebaliknya, jangan berhenti untuk bermimpi. Meski diketawakan banyak orang sekalipun, apalagi itu mimpi besar!

F.HENI

Bersambung ke Hal...10

INDONESIA dinilai sebagai negara terburuk dalam menanggulangi kemiskinan. Meski kaya akan berbagai sumber alam, tapi Indonesia satu-satunya negara di Asia Tenggara yang jumlah orang miskinnya meningkat tiga tahun terakhir ini. Hasil penghitungan terbaru menunjukkan penduduk miskin Indonesia meningkat 2,7 juta orang tiga tahun terakhir ini. Yang lebih memalukan lagi, jangankan dibanding Thailand atau Malaysia, Indonesia bahkan tertinggal dari Kamboja dan Laos dalam mengurangi kemiskinan. Kemiskinan mempunyai dimensi yang khas dalam konteks hubungan antara adanya konsentrasi penduduk, ketersediaan lahan produksi, pengaturan tata ruang, kesempatan kerja dan proses pengambilan kebijakan yang menyangkut nasib orang banyak. Kebutuhan manusia untuk memenuhi hak-haknya terus berkembang dan bertambah unsurnya. Kemiskinan yang dikaitkan dengan pemenuhan hak-hak manusia tidak saja mencakup aspek ekonomi akan tetapi juga sipil, politik, sosial dan budaya. Oleh

Membaca Mimpi Basirun

”Saya Tak Tahan Dipukuli Terus, Pak Hakim” Dua Staf Diknas Natuna Korupsi Dana Porseni TANJUNGPINANG (PK) Joni, terdakwa pengedar 4 kg narkoba yang tertangkap di Pelabuhan Sri Bintan Pura Desember 2012 lalu, membantah keterangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang disusun kepolisian. Hal ini terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kota Tanjungpinang yang digelar pada

9

MENINGGALNYA beberapa orang sakit yang tidak mendapatkan kamar di rumah sakit Jakarta menjadi salah satu topik diskusi dies natalis.. baca di www.kepribangkit.com

Bersambung ke Hal...10

BATAM (PK) Sejak 1 April 2012 lalu hingga 8 Maret 2013, Polda Kepri berhasil mengungkap 35 kasus narkotika dan obat terlarang dengan jumlah tersangka sebanyak 45 orang. Kapolda Kepri, Brigjend Pol Yotje Mende mengungkapkan, untuk bulan Februari terdapat sebanyak 26 kasus dengan 31 tersangka, sedangkan sampai 8 Maret sebanyak 9 kasus dan 14 tersangka. “Barang bukti yang berhasil diamankan yakni ganja sebanyak 643,46 gram senilai Rp2.845,00, shabu-sahbu 4.863,39

SENIN 25 MARET 2013

Tahun Dag-dig-dug Tidak Hanya untuk Politisi

TANJUNGPINANG (PK) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Yatim Mustafa mentargetkan prosentase kelulusan siswa di Provinsi Kepri dalam mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun 2013 sebesar 97 persen. Target kelulusan ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. “Target kelulusan sebelumnya 99 persen. Sedangkan tahun ini 97 persen, turun 3 persen,” papar Yatim usai menghadiri rakor perbatasan di Hotel Aston Tanjungpinang, Rabu 20 Maret 2013. Menurut penuturan Yatim, penurunan target kelulusan tersebut berkaitan dengan adanya variasi 20 soal untuk 20 siswa dalam 1 ruang kelas saat pelaksanaan UN tahun ini. Dengan adanya variasi soal tersebut maka siswa untuk tahun ini mengalami proses penyesuaian soal UN. “Tetapi kita berharap

45 Tersangka Jaringan Narkoba Ditangkap

ISYA’ 19:18WIB

SUMBER:PKPU.OR.ID

Kim Long

BATAM (PK) Terdakwa Kim Long alias Along tak terima hukuman 1 tahun penjara, denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan penjara oleh majelis hakim dalam persidangan di PN Batam, Selasa (19/3). Majelis hakim, Reno Listowo, Ranto Indrakarta dan Ridwan, menurut Kim Long, tidak objektif memutuskan vonis. Kim Long mengajukan banding karena menurutnya tidak ada perbuatannya mengandung unsur merugikan negara. “Saya tidak terima karena tidak merasa bersalah. Kalaupun bersalah, hukuman yang dijatuhkan tidak setimpal, karena selama ini yang saya tidak merugikan masyarakat. Malah sebaliknya, memberi bantuan kepada mereka

yang kurang mampu untuk mendapatkan gas kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya kepada wartawan. Dikatakan Kim Long, gas yang ia ambil bukannya gas subsidi tapi gas non subsidi. Pun, selama ini iia tidak melakukan penimbunan. “Saya bukannya menimbun. Contohnya, jika kamu sebagai penjual minyak goreng, dan minyak goreng tersebut tidak habis, besoknya kamu jual kembali, apakah itu yang dinamakan penimbunan,” ucapnya. Selama ini, kata Kim Long, usahanya memiliki izin dari Disperindag Kota Batam. Dibanding yang lainnya, gas yang dijual memilki kualitas dan harga yang murah.(Indralis)

ENTAH kapan Nurdin Basirun bermimpi membangun Jembatan Selat Malaka (JSM) yang akan menghubungkan Pelalawan-Karimun-Kukup Malaysia. Atau, tidur di mana Bupati Karimun ini sampai “tersenggol” mimpi itu?

Bersambung ke Hal...10


SENIN 25 MARET 2013

kepri bangkit

Dewan Ekonomi Singapura Ajak Buruh Batam Diskusi BATAM(PK) Singapore Economic Development Board (SEDB) dan Kementerian Tenaga Kerja Singapura mengunjungi kota Batam, Selasa (19/3/ ). Mereka bersama pihak terkait tripartite Kota Batam di Hotel Vista mendiskusikan materi workshop hubungan industrial yang akan diselenggarakan di Singapura pada Juni nanti. Seluruh elemen dari serikat pekerja datang pada diskusi tersebut. Dari SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) ada Surya Darma Sitompul dan Mazmur,

dari SPSI (Serika Pekerja Seluruh Indonesia) ada Saiful Bahri, dari FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) ada Yoni Mulyo Widodo, dan dari SPN (Serikat Pekerja Nasional) ada Yunus. “Acara dibagi dua sesi, sesi pertama diskusi dengan serikat pekerja,” ujar Surya Dharma Sitompul. Disnaker kota Batam diwakilan Kasi Penyelesaian Perselisihan Tenaga Kerja, Hendra Gunadi. Sedangkan dari pihak organisasi pengusaha yang hadir adalah Dewan Penasehat Kadin Batam,

Gosse Abdullah. Kementerian tenaga kerja dari Indonesia juga mengutuskan wakilnya. “HRD perusahaan Singapura yang hadir ada HRD dari PT Ghim Li, Unisem, HWG, dan Nexus,” lanjut Surya. Serikat pekerja mengusulkan lima hal untuk dibahas dalam workshop nantinya. Lima hal tersebut yaitu system pengupahan, Jamsostek, kesejahteraan buruh, dan kebebasan berserikat bagi buruh. “Ini adalah perjuangan untuk buruh,” jelas Surya.(Nurul)

Saparman Pasrah Dituntut 2,5 Tahun Penjara Sambungan dari halaman 9 yang digelar pada Selasa 19 Maret 2013. Sidang tersebut dipimpin hakim ketua Edy Junaedi SH MH didampingi hakim anggota Jarihat Simarmata SH MH. Sementara itu terdakwa Saparman dalam sidangnya didampingi Nirwansyah SH selaku penasehat hukumnya. Dalam tuntutannya, Abdurachman menyatakan Saparman dituntut hukuman kurungan 1 tahun 6 bulan plus denda Rp50 juta subsider 3 bulan. Serta membayar uang pengganti Rp93 juta. Jika dalam tenggang waktu 6 bulan

tidak bisa membayar uang pengganti maka diganti hukuman kurungan selama 9 bulan. Menanggapi tu n t u t a n J a k s a Penuntut Umum, dijadwalkan Saparman melalui kuasa hukumnya Nirwansyah SH akan menyampaikan pledoi atau jawaban. Harapan terdakwa, usai pembacaan Pledoi dalam sidang yang dijadualkan minggu depan nantinya bisa langsung dilanjutkan dengan vonis oleh majelis hakim. “Sebenarnya saya lebih suka lebih cepat dijatuhkan vonis dan pindah ke Lapas Km 18 Kijang. Dari pada berada

lama-lama di lapas di Jalan Penjara Kampung Jawa Tanjungpinang. Karena lebih banyak berangin atau berada diluar kurungan. Selama ini waktu berangin di Lapas Jalan Penjara hanya 1 jam saja dalam sehari,” papar Saparman usai sidang. Menanggapi tuntutan jaksa penuntut umum, Saparman mengaku bisa menerima. Hanya saja keberatan membayar uang pengganti senilai Rp93 juta. “Kalau ada uang tak apa bayar uang pengganti. Tapi apalah saya, uang sebanyak itu tak ada. Ya terpaksa jalani hukuman 9 bulan saja,” keluhnya. (Heni)

Divonis Ringan, Penjual Bayi Menyesal Sambungan dari halaman 9 terima itu terhitung ringan, namun tetap membuat mereka menangis menyesali perbuatannya. Semula, Jaksa Penuntut Umum menuntut dua tahun penjara. Ketua Majelis Hakim, Thomas Tarigan mengatakan, vonis ini lebih ringan karena kedua terdakwa sudah berdamai dengan Ernawati, ibu dari bayi yang berusaha dijual kedua terdakwa. “Mereka berdua sudah berdamai dengan ibu bayi tersebut. Selain itu mereka juga sangat kooperatif selama menjalani proses persidangan,” ungkap Thomas ketika ditanya mengapa terdakwa divonis rendah. Pertimbangan lain, terang Thomas, salah satu terdakwa masih memiliki bayi yang baru berumur delapan bulan. Sementara yang memberatkan kedua

terdakwa karena sudah meresahkan masyarakat. Kedua terdakwa ini dikenakan pasal 330 junto pasal 55 KUHP terkait penarikan orang dibawah umur. Usai divonis, Siti Hafsah meneteskan air mata. Dia ia tak mau berkomentar banyak tentang vonis yang ia terima. Sementara rekannya, Susilawati pasrah dan menerima vonis hakim serta mengaku akan menjalani hukuman. “Ya saya terima saja, mau bagaimana lagi,” kata Susi. Susi mengaku, ia tak berniat menjual bayi Ernawati. Bayi tersebut hendak diadopsi orang lain. Sementara Siti menurut Susi hanya memperkenalkan orang yang hendak mengadopsi bayi tersebut. Dalam persidangan sebelumnya terungkap, kedua terdakwa menawarkan sejumlah uang kepada Ernawati,

saat kandungannya sembilan bulan. Ernawati sepakat soal harga bayi itu dan akan menyerahkan setelah lahir. Namun setelah melahirkan, Ernawati berubah pikiran. Apalagi suaminya telah pulang dari luar kota dan keberatan bayi mereka dijual. Agar rencana bisa mulus, Susilawati menawarkan Ernawati tinggal di rumahnya dan mengurus semua persalinan mencari jalan dengan berpurapura hendak membawa bayi Ernawati ke dokter untuk cek kesehatan. Saat itu usia bayi dua hari. Ernawati yang masih dalam keadaan lemas cuma bisa menurut. Bukannya ke dokter, Susilawati malah bertemu dengan Siti Hafsah untuk melakukan transaksi jual beli dengan Rosmalinda lalu memberikan uang Rp 5 juta untuk Susilawati dan Hafsah. (Indralis)

Membaca Mimpi Basirun Sambungan dari halaman 9 Yang pasti, mimpi besar lulusan Sekolah Pelayaran itu sudah bersepakat dengan Bupati Pelalawan M Harris dan telah pula dipaparkannya kepada Pemerintah Pusat. Mimpinya adalah jika JSM jadi dibangun, maka Kabupaten Karimun akan menjadi gerbang ekonomi baru wilayah Sumatera di Indonesia. Terlepas dari sejumlah pendapat yang bernada skeptis dan penuh rasa psimis bahkan membahasnya di kedai-kedai kopi sambil tertawa kecut, mimpi besar ini layak disimak. Terutama, setelah melihat sepak terjang Nurdin Basirun lima tahun terakhir. Jangan lihat Bupati Karimun dari track record beground pendidikannya. Tapi coba arahkan pandangan pada jaringan yang telah dibangun Nurdin saat ini. Setidaknya ada dua hal yang menggelitik penulis untuk mem-bual soal Nurdin dan “mimpi besarnya” itu. Pertama. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Bos Artha Graha Group Jakarta, Tommy Winata (TW) banyak menanamkan investasinya di Kabupaten Karimun. Biasanya, jika uang TW sudah mendarat di satu daerah, apalagi dalam

jumlah besar, maka komunikasi yang terbangun antara TW dengan kepala daerahnya sudah dijamin oke punya. Sebuah kabar berhembus di telinga penulis, Nurdin kerap menginap di Hotel Borobudur Jakarta, hotel milik bos Artha Graha itu. Lalu apa hubungan antara JSM dengan TW? Kita tahu bahwa jembatan terpanjang di Indonesia saat ini, Suramadu (Surabaya-Madura) sepanjang 6,5 kilometer, bakal tak ada apa-apanya jika Jembatan Selat Sunda sudah terbangun. Siapakah yang paling siap membangun jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera itu? TW! Kembali ke JSM. Jika proyek “mimpi besar Nurdin” ini benar-benar terealisasi, kepada siapakah Nurdin bakal menawarkan pekerjaan besar ini? Jika jembatan Selat Sunda saja sudah siap dibangun, apa salahnya jika JSM juga ditawarkan kepada TW? Kedua. Masih terkait dengan sepak terjang Nurdin dan jaringannya, siapa yang tidak tahu hubungan Nurdin dengan mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah. Pada saat menjabat, Ismeth menempatkan Nurdin di posisi yang istimewa. Salah satu buktinya, Ismeth

berani pasang badan untuk menjamin masuknya investasi galangan kapal terbesar di Kepri, Seipem. Dan jaminan itu diberikan jika Seipem menanaman modalnya di Kabupaten Karimun. Lalu, apa hubungan posisi spesial Nurdin di mata Ismeth dengan megaproyek JSM? Selain sebagai “atasanbawahan” hubungan Nurdin-Ismeth adalah juga hubungan “guru dan murid”. Ismeth adalah mentor politik Nurdin yang sedikit banyak memberi warna pada pola berpolitik Nurdin. Dan berkaca dari success story Ismeth menuju kursi Gubernur Kepri lalu, tak bisa dipisakan dengan ide besar membangun Jembatan Batam-Bintan (Babin). Konsep Babin inilah yang menjadi “jualan” politik Ismeth yang significan mengantarkannya menuju Kepri-1. Sekali lagi, apa hubungannya Jembatan Babin dengan Jembatan Selat Malaka? Pertanyaan ini boleh dijawab dengan pertanyaan pula. Apakah karir politik Nurdin Basirun bakal berakhir setelah periode keduanya sebagai Bupati Karimun berakhir? Tidakkah ada “syahwat” politik Nurdin untuk mencicipi duduk di kursi yang pernah ditempati oleh mentor politiknya itu? *

Kekeliruan Paradigma Pengentasan Kemiskinan Sambungan dari halaman 9 karena itu kemiskinan harus dipahami dalam keragaman dimensi. Tanpa mengurangi arti pentingnya pembangunan yang selama ini diupayakan, peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin mengindikasikan bahwa konsep model yang dibangun dan dipraktekkan selama ini belum mampu membangun kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tangguh. Program-program pembangunan termasuk penanggulangan kemiskinan seringkali dibuat tanpa perencanaan yang matang, tanpa konsolidasi, tanpa panduan yang jelas, dan tidak adanya mekanisme program yang berkelanjutan. Beberapa kekeliruan paradigmatik penanggulangan kemiskinan yang selama ini terjadi, diantaranya; Pertama, masih berorientasi pada aspek ekonomi daripada aspek multidimensional. Pengentasan kemiskinan yang berorientasi pada aspek ekonomi tidak akan mewakili persoalan kemiskinan yang sebenarnya. Mengingat fenomena kemiskinan juga berkaitan dengan dimensi budaya (sikap, harapan, dan motivasi), hambatanhambatan struktural sosial yang sistematik (ketidaksamaan dalam kesempatan dan penindasan kelompok miskin oleh kelompok kapitalis), dan rendahnya partisipasi kelompok miskin dalam akses politik (perencanaan partisipatif dalam pembangunan). Kedua, masih bersifat karitatif (kemurahan hati) ketimbang produktifitas. Penanggulangan kemiskinan yang didasarkan atas kemurahan hati (Bantuan Langsung Tunai, Program Raskin dan sebagainya), tidak akan memunculkan dorongan dari masyarakat miskin itu sendiri untuk mengatasi kemiskinannya.

Padahal program penanggulangan kemiskinan seharusnya diarahkan pada upaya-upaya membentuk masyarakat yang produktif. Ketiga, masyarakat miskin masih diposisikan sebagai obyek ketimbang subyek. Masyarakat miskin diposisikan sebagai kelompok yang dijadikan sasaran perubahan, bukan sebagai subyek atau pelaku perubahan. Mencermati kekeliruan pendekatan program penanggulangan kemiskinan tersebut diatas, barangkali perlu dipertimbangkan beberapa-beberapa strategi dibawah ini sebagai pendekatan program pengentasan kemiskinan diantaranya : Pertama, program penanggulangan kemiskinan tidak hanya memprioritaskan aspek ekonomi, namun juga memperhatikan dimensi-dimensi lainnya (non-ekonomik). Strategi pengentasan kemiskinan harus diarahkan pada perbaikan nilai-nilai budaya negatif seperti ; apatis, apolitis, fatalistis, ketidakberdayaan dan sebagainya. Termasuk juga mengatasi hambatan-hambatan struktur sosial dan politik. Kedua, diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dan mendorong produktifitas kelompok miskin, melalui peningkatan kemampuan dasar untuk meningkatkan pendapatan melalui perbaikan kualitas kesehatan, akses pendidikan bermutu, peningkatan keterampilan usaha, akses teknologi, perluasan kesempatan kerja serta akses informasi. Ketiga, meningkatkan partisipasi masyarakat miskin dalam keseluruhan proses penanggulangan kemiskinan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi, bahkan pada proses pengambilan keputusan, untuk

menjamin program penanggulangan kemiskinan dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran. Keempat, data dan informasi kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan serta pencapaian tujuan atau sasaran dari kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan. Penanggulangan kemiskinan memerlukan strategi besar yang bersifat holistik dengan program yang saling mendukung satu dengan lainnya sehingga upaya pemahaman terhadap penyebab kemiskinan perlu dilakukan dengan baik. Adapun yang menjadi elemen utama dalam strategi besar tersebut adalah pendekatan people driven dimana rakyat akan menjadi aktor penting dalam setiap formulasi kebijakan dan pengambilan keputusan politis. Peran pemerintah yang semakin berkurang seharusnya dapat ditutupi dengan meningkatnya peran civil society organization (CSO). CSO sejatinya tidak hanya berperan sebagai advokasi bagi masyarakat, tetapi juga harus dapat berperan dalam melakukan pendampingan bagi masyarakat miskin dalam program-program penanggulangan kemiskinan yang di inisiasi oleh pemerintah. Selain itu, prakarsa-prakarsa lokal harus ditingkatkan, misalnya dengan memandirikan kelompok-kelompok sasaran dalam jumlah terbatas. Masyarakat tidak hanya membutuhkan pelatihan, tetapi juga pendampingan secara terus menerus, sehingga pada akhirnya, setiap program yang dibuat dapat berkelanjutan dikembangkan dan tidak berhenti saat pendampingan telah usai.***

10

Rp1,07 T untuk Pulau Terdepan TANJUNGPINANG (PK) IndoDitempat yang sama, Wakil Gubernur mendapatkan akses pelayanan adnesia merupakan negara kepulauan Kepri, Dr Soerya Respationo SH MH ministrasi dari negara tetangga,” katanya. terbesar di Dunia. Dimana didalamnya dalam sambutannya mengatakan bahwa Sebab, dari pengamatan langsungnya memiliki lautan yang sangat luas, serta pembangunan pulau-pulau tersebut di lapangan, ia mengakui fasilitas yang belasan ribuan pulau yang tersebar dari mutlak dilakukan. Sebab, pulau-pulau didapatkan masyarakat yang tinggal di sabang sampai merauke. Dan dari terdepan itu merupakan ujung tombak perbatasan masih kurang memadai. jumlah tersebut, Provinsi Ke“Untuk itu, kita harus berpri merupakan salah satu dari BERIKUT 19 PULAU TERDEPAN/TERLU- sama-sama membangun segelintir Provinsi di Indonesia pulau-pulau perbatasan AR TERSEBUT, ANTARA LAIN yang memiliki ribuan pulau. tersebut dari sekarang. Bayangkan saja, wilayah Jangan ketika sudah ada 1. Pulau Iyu Kecil (kosong, luas 0,5 ha) Kepri hanya terdiri dari 4 masalah baru kita berge2. Pulau Karimun Kecil (12 KK, luas 8,10 ha) persen daratan dan memiliki rak,” pinta pria yang akrab 3. Pulau Nipah (sudah direklamasi 60ha) 2408 pulau. disapa Romo itu. 4. Pulau Palempong ( 5 KK, Luas 1 ha) Hebatnya lagi, beberapa dari Oleh karena itulah pi5. Pulau Batu Berhenti (luas 90 m2) pulau terdepan itu berbatasan haknya mengajak seluruh 6. Pulau Nongsa (Kosong, luas 1 ha) langsung dengan negara elemen masyarakat bersa7. Pulau Tokong Malang Biru (kosong, luas 1 ha) tetangga. Strategisnya wilayah ma Pemerintahan Provinsi 8. Pulau Damar (kosong, luas 0,25 ha) Kepri ini mendapat perhatian Kepri dan Badan Nesional 9. Pulau Mangkai (kosong, Luas 30 ha) khusus dari pemerintah Pusat. Pengelolaan Perbatasan 10. Pulau Tokong Nanas (kosong, luas 1 ha) Untuk tahun 2012 lalu, Kepala (BNPP) untuk sama-sama 11. Pulau Tokong Berlayar (kosong, luas 1 ha) Badan Perbatasan Provinsi menjaga dan mengelola 12. Pulau Tokong Boro (kosong, luas 1 ha) Kepri Edi Sofyan mengatakan wilayah perbatasan seba13. Pulau Semiun (kosong, luas 8 ha) bahwa Kepri mendapat bangai beranda depan NKRI 14. Pulau Sebetul (kosong, luas 30 ha) tuan alokasi dana dari peyang aman, tertib, dan maju. 15. Pulau Sekatung (kosong, 20 km2) merintah pusat sebesar Hal tersebut sengaja di 16. Pulau Senoa (berpenghuni, luas 50 ha) Rp179,2 miliar. tekankan mengingat, bagi 17. Pulau Subi (berpenghuni, luas 200km2) “Untuk tahun ini, diperkiPemerintah Provinsi Kepri, 18. Pulau kepala (kosong, luas 3 ha) rakan meningkat hingga mengelola wilayah perba19. Pulau Sentut (kosong, luas 3 ha). mencapai Rp1,07 triliun,” kata tasan menjadi hal yang Edi saat membuka rapat sangat penting dan stratekoordinasi pembangunan 17 kecamatan kedaulatan negara Republik Indonesia. gis.Yang pada akhirnya akan memdi Provinsi Kepri yang dilangsungkan di “Disisi lain, negara tetangga seperi bangkitkan rasa memiliki di kalangan hotel Aston, Rabu (20/3/2013). Anggaran Malaysia dan Singapura, justru telah masyarakat, sehingga nasionalisme akan tersebut berupa dana dekon, tugas membangun pusat-pusat pertumbuhan selalu terjaga. perbantuan dan Dana Alokasi Khusus dan koridor perbatasan melalui berbagai “Dengan kata lain, keberhasilan dan (DAK). “Untuk itu, kita akan menyusun kegiatan ekonomi dan perdagangan. Dan kegagalan pengelolaan wilayah rencana pembangunan bagi pulau-pulau jangan sampai masyarakat yang tinggal perbatasan menjadi tanggung jawab kita yang terdepan kita,” kata Edi. di pulau perbatasan tersebut lebih mudah bersama,” tutupnya. (Heni)

Risau Kudeta Sambungan dari halaman 9 membawa dua cangkir kopi yang masih panas. “Kami ini mau diskusi serius soal Kudeta yang katanya mau menggulingkan Tuanku Presiden itu lho, Bu,” timpal Mat Pukel. “Tak usah sok jadi jadi pengamat pule yang mau bicara soal kudeta segale. Tuh, periuk nasi di dapur dah lame

tergolek,” kata Sri Kribang sambil berkacak pinggang. Mat Pukel memang udah dua minggu ini menganggur karena cuaca kurang mendukung untuk pergi berlayar ke laut mencari ikan. Mendengar ocehan Sri Kribang, kedua sahabat itu tak jadi pergi. Mat Pukel kembali menghempaskan pantatnya di kursi. Wajahnya galau

karena tak bisa menikmati kopi di kedai pagi ini bersama Dul Lambe. “Ya, sudahlah Mat. Kita duduk di sini saja tak apa. Tak enak pula istrimu sudah bikinkan kopi kita masak mau pergi juga ke kedai kopi,” ujar Dul Lambe menghibur. Keduanya kemudian menikmati kopri racikan Sri Kribang sambil ngobrol tentang isu kudeta yang merisaukan Dul Lambe tadi.***

45 Tersangka Jaringan Narkoba Ditangkap Sambungan dari halaman 9 gram senilai Rp7,2 miliar dan ekstasi sebanyak 15,5 butir senilai Rp4,5 juta, dengan total keseluruhan Rp7,3 miliar. Sehingga jika diasumsikan dapat menyelamatkan pengguna sebanyak

24.653 jiwa,” ujar Yotje didampingi Ditnarkoba Polda Kepri, Kombes Pol Agus Rahmad dan Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono Jumat (22/3). Menurut Yotje, masalah narkoba ini adalah masalah yang rumit. Rumit

maksudnya, karena polisi termasuk BNN harus mengungkap jaringan narkoba dengan cara investigasi. Empat bagian besar dalam jaringan narkoba antara satu bagian dengan bagian lain saling berhubung. (Indralis)

Target 97 Persen Kelulusan UN Sambungan dari halaman 9 mudah-mudahan bisa melampui target,” katanya. Dijelaskannya, untuk menghadapi UN sudah dilakukan persiapan matang diantaranya try Out maupun pemantapan bagi guru. Namun pihaknya mengharap dukungan penuh dari siswa untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk belajar. Demikian juga orang tua siswa juga diminta untuk mendukung dan

senantiasa mengawasi putra putrinya. Pelaksanaan UN tersebut dijadwalkan digelar 15-18 April 2013 untuk tingkat SMA sederajat, sedangkan UN tingkat SLTP akan berlangsung 20-25 April dan UN bagi SD sederajat mulai 6 Mei mendatang. Untuk soal UN SMA dan SMP sederajat dibuat dan diperbanyak di pusat. Sedangkan untuk soal UN SD sederajat akan diperbanyak di Provinsi Kepri. Dan saat ini dalam proses lelang. “Tahun lalu

pemenang lelang untuk cetak soal UN SD perusahaan dari Kota Batam,” papar Yatim. Soal UN dijadualkan sudah berada di tiap kabupaten kota sebelum hari H. Untuk Kabupaten Natuna, Anambas, Lingga soal UN sudah sampai didaerah itu pada H-3. Sedangkan untuk Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun dan Kota Tanjungpinang soal UN dijadualkan sudah sampai H-1. (Heni)

Ramayana Dituntut Rp25 M Sambungan dari halaman 9 meminta langkah konkrit walikota Tanjungpinang yang baru sesuai visi dan misi untuk menyelesaikan sengketa lahan di Kota Tanjungpinang. Sementara itu, kuasa hukum dari Mall Ramayana dan PT Gema Nusa Togap Marpaung SH menegaskan, sebelum Nelmawati, Mall Ramayana digugat oleh Marpaung juga dalam persidangan. Kali

ini kembali Nelmawati menggugat Mal Ramayana. Dijelaskannya Mal Ramayana dibangun di atas lahan bersertifikat tahun 2001. Tanah bersertifikat tersebut dibeli dari PT Gema Nusa. “Semula berupa tanah negara yang diajukan permohonan kepada Kanwil BPN Riau. Selanjutnya dalam permohonan tersebut mendapat tanggapan. Salah satunya untuk permohonan ini harus diberikan ganti rugi kepada pihak

yang memiliki kepemilikam maupun menggarap lahan di tanah negara itu. Dan telah diberikan ganti rugi kepada penggarap kala itu dibuktikan dengan surat kepemilikan yang ada,” papar Togap usai persidangan. Lebih jauh Togap menyebutkan atas gugatan Nelmawati ini pihaknya akan menggugat balik Rp25 miliar. Karena sudah mengaku ngaku memiliki lahan di Mall Ramayana. (Heni)

Dua Staf Diknas Natuna Korupsi Dana Porseni Sambungan dari halaman 9 tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri Kota Tanjungpinang Kamis 21 Maret 2013 dengan hakim ketua Jarihat Simarmata SH MH dengan penasehat hukum terdakwa Abdullah yang ditunjuk oleh Majelis Hakim yakni J.Welerubon SH. Sementara itu, terdakwa Kaidali memberi kuasa J.Welerubon SH selaku penasehat hukum. Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Indra SH kegiatan Porseni dengan

anggaran mempergunakan dana APBD Natuna tahun 2007 senilai Rp546.320.000 telah masuk ke rekening Dinas Pendidikan dan dicairkan Rp 200 juta oleh Bendahara Abdullah selanjutnya diserahkan kepada Kaidali sebagai PPTK. Namun, ternyata kegiatan Porseni tidak digelar. Sedangkan anggaran senilai Rp346.320.000 juga sudah dicairkan oleh Bendahara Abdullah namun tidak dipergunakan untuk Porseni. Sementara itu, kedua pihak diminta mengembalikan

anggaran Porseni ke kas daerah namun tidak juga dikembalikan. “Kedua terdakwa dengan bukti dan keterangan saksi telah jelas melakukan tindak pidana korupsi,” jelas JPU Bambang SH dalam persidangan. Atas perbuatan terdakwa maka telah melanggar Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 yang ditindaklanjuti Undang Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Sidang keduanya akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda tuntutan jaksa. (Heni)

”Saya Tak Tahan Dipukuli Terus, Pak Hakim” Sambungan dari halaman 9 Kamis 21 Maret 2013. Menurut Joni, saat memberi keterangan di kepolisian dirinya mengaku di bawah tekanan. “Saya tak tahan dipukuli terus, Pak Hakim. Karena tak tahan dipukuli terus, ya saya mengakui saja,” papar Joni dihadapan majelis hakim dengan hakim ketua Prasetyo Ibnu Asmara SH MH serta jaksa penuntut Soleh SH. Dalam persidangan Joni membantah semua keterangan yang diberikannya dalam BAP yang menyebutkan sudah ketiga kali menjadi pengedar narkoba. “Saya belum pernah membawa narko-

ba Pak Hakim. Baru satu kali ini. Ini pun saya tidak tahu kalau di dalam tas titipan ini berisi narkoba,” papar Joni di persidangan. Menanggapi pernyataan Joni, hakim ketua Prasetyo menjawab sah-sah saja mengelak dari BAP. “Itu hak saudara untuk menolak dan menerima BAP. Yang jelas, kasus ini sekarang sudah disidangkan,” kata Ketua Majelis Hakim Prasetyo Ibnu Asmara. Selanjutnya jaksa penuntut umum Soleh SH mempertanyakan biasanya pulang dari Malaysia ataupun Singapura langsung kemana? Jawab Joni ke Batam. Hal ini menimbulkan pertanyaan, lalu kenapa pertengahan Desember 2012 saat

ditangkap pulang ke Tanjungpinang? Selanjutnya Joni mengelak dengan menjawab mencari lokasi untuk berjualan HP di Tanjungpinang. “Saya tak langsung ke Batam karena mau cari lokasi untuk membuka bisnis jualan HP di Tanjungpinang, pak. Rencananya memang cari lokasi strategis untuk buka counter HP di Tanjungpinang sehingga tidak langsung ke Batam,” kata Joni menjawab pertanyaan JPU. Setelah selesai memintai keterangan dari terdakwa, sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU. (Heni)


SENIN 25 MARET 2013

galeri anda

11

Sekdaprov Kepri, Suhajar Diantoro memukul gong tanda pembukaan pelatihan guru-guru se Kepri dibuka secra resmi.

D

Pembukaan Pelatihan Guru se Kepri

INAS Pendidikan Provinsi Kepri TA 2013 menggelar pelatihan guru tingkat SD, SMP, SMA dan kepala sekolah di Hotel BBR Tanjungpinang. Acara yang dibuka

Sekdaprov Kepri, Suhajar Diantoro ini diikuti 370 peserta. Rangkaian pelatihan diisi dengan materi pembelajaran Bahasa Inggris dan pelatihan angka kredit jabatan guru. Sekdaprov Kepri, SUhajar Diantoro

berpesan, kegiatan pelatihan ini bernilai positif bagi pengembangan kualitas guru dalam memajukan dunia pendidikan. “Guru adalah kunci sukses generasi penerus. Meningkatnya kualitas guru, secara

otomatis akan meningkatkan kualitas masa depan bangsa,� katanya.***

Narasi : Hasyim HS Foto : Hasyim HS

Sambutan Sekdaprov Kepri, Suhajar Diantoro.

Narasumber pelatihan memberikan arahan kepada peserta. Ramah tamah antara peserta pelatihan dengan pejabat eselon II Pemprov Kepri.

Pejabat eselon II di Pemprov Kepri menghadiri pembukaan pelatihan guru se Kepri.

Sekdaprov Kepri, Suhajar Diantoro mengalungkan tanda kepesertaan.

Narasumber pelatihan Bahasa Inggris tingkat SD memberikan penjelasan.

Peserta pelatihan angka kridit mendengarkan arahan narasumber.

Peserta pelatihan Bahasa Inggris guru-guru se Provinsi Kepri.

Penjelasan dari nara sumber penilaian angka kridit Dr. Sucipto MPd.


SENIN 25 MARET 2013

natuna-anambas

12

Sekda: Pembangunan Butuh Biaya dan SDM Handal NATUNA (PK) Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Syamsurizon mengatakan, Musrenbang pada intinya menitikberatkan pada tujuh poin utama dalam mengukur kemajuan pembangunan. Diantaranya pengentasan kemiskinan, penurunan pengangguran, peningkatan pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan, dan infrastruktur dasar, implementasi serta peningkatan pelayanan publik. Demikian disampaikannya saat membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) Kabupaten Natuna tahun 2013 di Aula Asrama Haji Komplek Gerbang Utaraku, Selasa (19/3/13). Acara ini berlangsung 2 hari dan dihadiri Ketua DPRD Natuna, unsur FKPD, SKPD, LAM, MUI, BEM STAI, LSM, dan seluruh unsur masyarakat. “Keberhasilan pembangunan di suatu daerah selain membutuhkan anggaran yang tinggi perlu juga sumber daya manusia yang

F.HARDI

Ketua DPRD Natuna Hadi Candra menjadi narasumber dalam acara Musrenbangda tahun 2013.

handal,” ujarnya. Memang dalam pertumbuhan ekonomi Natuna mengalami kemajuan yang lumayan, semula 6,25 persen meningkat menjadi 6,41 persen. Selain itu, dalam penyusunan Rancangan Kerja

Warga tengah asyik menyaksikan pemandangan di sekitar Bendungan Tapau.

Pembangunan Daerah pada tahun 2014 nanti akan diselaraskan dengan arah kebijakan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Natuna tahun 20112016, yang bertuju pada pengem-

F.MARZANI

bangan infrastruktur wilayah untuk menunjang seluruh aktivitas masyarakat serta pelayanan kesehatan dan pendidikan diselaraskan dengan aspek tata ruang. “Pembangunan juga harus diproritaskan pada pengembangan

SDM khususnya tenaga kerja dan aparatur pemerintah, guna meningkatkan produktifitas dan serta meningkatkan pendapatan masyarakat dalam mendorong perekonomian daerah,” tutupnya.(Hardiansyah)

F.HARDI

Objek wisata yang butuh pengembangan.

Potensi Wisata yang Menunggu ”Sentuhan” NATUNA (PK) Syairul, salah satu pemilik lahan seluas 5,5 hektar berpemandangan indah berharap pemerintah memberikan perhatian. Dia bercita-cita menjadikan lahannya itu sebagai objek wisata baru di Kabupaten Natuna. Hamparan lahan itu telah dibersihkan dari segala pepohonan yang menutupi pemandangan. Sua-

sana sekitarnya masih alami, belum terjamah. “Saya berharap ada investor. Sejauh ini belum ada pemerintah melirik lokasi ini, padahal kalau dijadikan objek wisata pasti ramai peminatnya,” ungkapnya. Syairul mengaku tak punya biaya besar mengembangkan lahannya itu menjadi lebih menarik.

Minimnya objek wsiata di Natuna terlihat dari ramainya masyarakat menjadikan Bendungan Tapau, yang terletak di Desa Air Lengit Kecamatan Bunguran Tengah sebagai tempat rekreasi. Saat libur akhir pekan, disini ramai orang menghilangkan penat beraktivitas. Alasan kenapa mereka lebih suka memilih Bendungan Tapau

Tahun Ini, Berdiri SMK Kelautan dan Perikanan ANAMBAS (PK) Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas berencana membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perikanan dan Kelautan. Alasan utama didirikannya sekolah ini karena Anambas memiliki kekayaan alam perairan yang sangat besar. “Dengan adanya SMK Perikanan dan Kelautan diharapkan mampu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sejak dini,” ujar Kepala Dinas Pendidikan KKA Herianto. Sejauh ini, pembangunan sekolah itu masih tahap pembebasan lahan. Akan dibangun di kawasan Siantan, Tarempa. Menurut Herianto, program ini sudah dicanangkan jauh-jauh hari, mengingat

Herianto

potensi kelautan dan perikanan di Anambas sangat memungkinkan untuk mendidik generasi muda yang menguasai perikanan dan kelautan. Tak hanya membebaskan lahan, juga sudah diajukan sema-

cam akreditasi sekolah kejuruan ke Provinsi Kepri dan pemerintah pusat. Alhamdulillah sudah mendapatkan respon positif. Targetnya, tahun ini SMK tersebut sudah berdiri dan menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Langkah Disdik Anambas ini sejalan dengan rencana Pemprov Kepri yang akan memprioritaskan pembangunan SMK daripada SMA di tahun-tahun mendatang. Lulusan SMK lebih menjanjikan dan memiliki keahlian sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya dibandingkan SMA, karena bisa langsung bekerja. Dan pembangunan SMK di Kepri, sewajarnya disesuaikan dengan bidang dan potensi yang di miliki oleh kabupaten/kota.(Del)

F.IST

Tarempa-Jemaja Tiap Hari dengan Ferry Cepat Anambas, Erson Gempa, pembukaan jalur pelayaran ini diharapkan memperlancar aktifitas masyarakat dan sekaligus meningkatkan aktivitas perekonomian. Sebab, selama ini transportasi antar pulau masih menggunakan pompong yang memerlukan waktu tempuh lebih lama. “Perusahaan pelayaran yang

unhkap Erwin Prasetio (20), warga Ranai. Selain pemandangan indah, di Bendungan itu merupakan lokasi asyik untuk memancing ikan air tawar, seperti ikan gabus, lele, seluang, nilem dan masih banyak lagi. Jika dikelola dengan baik, objek ini akan diminati.(Hardi/ Marzani)

NATUNA (PK) Masyarakat Natuna hendaknya mengawasi pembangunan dari adanya kucuran dana segar Rp136 Milyar dari APBN untuk infrastruktur. Demikian ditegaskan Ketua Indonesian Corruption Watch (ICW) cabang Natuna, Amrullah. Menurut Amrullah, tahun ini, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Natuna banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang pendanaannya sharing dengan provinsi dan pusat. Dia berharap semua anggaran yang sudah dialokasikan terserap dengan baik. Jangan seperti yang selama ini terjadi. “Banyak pembangunan yang kita lihat terkesan mencari keuntungan semata, tanpa mementingkan kebutuhan masyarakat. Kemudian banyak juga misalnya pembangunan jalan yang sudah mengalami kehancuran dan mengakibatkan kecelakaan bagi pengguna jalan,” ungkapnya. Bahkan, lanjutnya, ada jalan yang nyaris tidak dapat dilalui saat musim hujan. Padahal, jalan tersebut barus aja selesai dikerjakan. Menanggapi pernyataan ICW, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Natuna, mengatakan,

Amrullah

dana sebesar Rp136 Milyar dari APBN itu sebagian proyeknya sudah dilelang, sebaghian lagi dalam proses. Anggaran APBN tersebut terbagi diantaranya yaitu, jalan Hotmix tahun ini Cemaga Sungai Ulu peningkatan atau pelebaran dengan volume 7,5 Km, Cemaga Sungai Ulu pembangunan yang belum diaspal sepanjang 4 Km. Kemudian peningkatan Overlay dari Ranai ke Simpang Tanjung 2 Km, dan Overlay 12,5 Km dari Simpang Tanjung ke Tanjung Datuk, pembangunan jalan Simpang Tanjung- Tanjung DatukTeluk Buton 5 Km. “Juga pembangunan 5 jembatan lainnya,” kata Minwardi. (Hardiansyah)

DPD Dorong Pemerintah Pusat Perhatikan Natuna NATUNA (PK) Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia asal Kepri, Hj. Aida Z. Nasution Ismeth, SE. MM mengunjungi Natuna, belum lama ini. Kunjungan kerjanya meninjau langsung pembangunan infrastruktur pada daerah perbatasan. Bersama Aida, beberapa anggota lainnya juga turut. Diantaranya H.T Bachrum Manyak dari Nanggro Aceh Darussalam, Hafidz Asrom dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Aksa Mahmud dari Sulawesi selatan, Prof. Istibsyaroh dari Jawa Timur. “Kabupaten Natuna sebagai wilayah perbatasan sudah seharusnya menjadi prioritas pembangunan pemerintah pusat dibidang infrastruktur karena sudah jelas sebagai aset terbesar dalam daerah penghasil minyak dan gas,” kata Aida. Namun, apa yang tersaji? “Setelah bertahun-tahun hasil

Aida Ismeth

alam Natuna dieksplorasi, masyarakatnya belum juga merasakan dampak kesejahteraan,” keluh Aida. Kondisi inilah yang menjadi perhatian DPD RI. Aida berjanji mendorong pemerintah pusat memberi perhatian lebih kepada Natuna dalam semua bidang. “Natuna memiliki potensi kekayaan alam yang berlimpah serta wilayah yang strategis dari segala akses,” ujarnya.(Hardiansyah)

RTLH akan Dibangun Perusahaan Minyak

Gubernur Kepri menyalami Kadishub KKA, Erson Gempa.

ANAMBAS (PK) Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Anambas berencana membuka pelayaran antar pulau tiap hari menggunakan kapal cepat berbahan fiber. Berkapasitas 100 kursi, kapal ini akan melayani masyarakat dari dan ke Tarempa. Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan

sebagai tempat untuk menghabiskan liburan akhir pekan adalah, karena suasananya cocok untuk bersantai sambil menikmati indahnya alam. “Ya biasanya kalau orang Ranai kan sukanya ke Pantai Tanjung kalau libur. Tapi sudah bosan kesana. Akhirnya kami putuskan ke Bendungan Tapau. Suasananya itu beda,”

Penting, Pengawasan Pembangunan oleh Masyarakat

melayani Tarempa-Jemaja adalah PT Baruna. Tinggal persetujuan DPRD,” ungkap Erson. Kapal cepat ini, lanjut Erson memang berbahan fiber. Namun PT Baruna menjamin kekuatannya setara dengan kapal berbahan aluminium. Soal harga tiket, nanti akan disepakati setelah DPRD menyetujui.(Del)

TANJUNGPINANG (PK) Perusahaan pengeboran minyak dan gas (offshore) di Natuna dan Anambas yang tergabung di Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) siap mengucurkan sebagian keuntungannya untuk membantu pemerintah daerah membangun rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kepri. Meski jumlahnya belum diketahui, namun niat pihak sejumlah perusahaan yang ada sudah disampaikan dalam pertemuan Forum Corporate Social Responsibility (CSR) di Natuna, belum lama ini. Chris Triwinasis, Kepala Biro Ekonomi Pemprov Kepri yang hadir dalam pertemuan itu, mengatakan, yang dibahas saat itu adalah terkait program apa yang akan dilakukan pihak perusahaan tahun 2013. “Mereka sudah menyediakan anggarannya. Namun, programnya belum tahu. Sebab, yang tahu persoalan di tengah-tengah masyarakat adalah pemerintah. Makanya, mereka minta masukan dari pemerintah apa yang akan dikerjakan dengan dana CSR itu,” ujarnya. Saat pertemuan itu, pemerintah mengusulkan beberapa hal mulai dari rehabilitasi RTLH, bantuan beasiswa untuk siswa dan mahasiswa, membangun lampu jalan dengan solar sel dan lainnya. Saat itu, pihak perusahaan yang tergabung di K3S itu menyanggupi akan membangun RTLH dan juga beasiswa itu. Hanya saja, jumlahnya belum diketahui berapa. Sebab, data dari pemerintah baru masuk. Pembangunan RTLH melalui dana CSR sudah dimulai sejak tahun 2012 lalu di Anambas. “Tahun ini Natuna akan melakukannya juga. Kita berharap, perusahaan di daerah lain seperti Bintan, Karimun dan Batam bisa melakukan hal yang sama,” harapnya. Dijelaskannya, ada 4 Forum CSR di Kepri yakni CSR Him-

Bupati KKA T Mukhtaruddin saat menempelkan stiker pada rumah layak huni yang disaksikan Gubkepri.

punan Kawasan Industri (HKI) 11 kawasan, K3S (tahun 2012 sebanyak 18 perusahaan), Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA) sekitar 80-an perusahaan dan BUMN (34). Secara ekonomi, jelasnya, CSR seluruh perusahaan di Kepri bisa membantu mensejahterakan masyarakat. Peningkatan ekonomi bisa juga dilakukan apabila penempatannya benar-benar baik. Namun, berdasarkan data dari Asisten I Pemprov Kepri, potensi dana CSR Kepri mencapai Rp500 miliar per tahun. Tetapi yang terealisasi hanya sekitar Rp65 miliar. Masih banyak perusahaan yang tidak mengeluarkan dana CSR-nya. Dana CSR dikelola forum tersebut. Sebab, dana itu tidak diperbolehkan masuk kas daerah. Kecuali ada persetujuan DPRD, sesuai Undang-undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Daerah. Pihak perusahaan juga tidak boleh mengalokasikan dana CSR yang tidak sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Gubernur Kepri, HM Sani pernah meminta agar kalangan pengusaha ikut ambil andil dalam mempercepat penyelesaian RTLH di Kepri. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, jumlah RTLH di Kepri tahun 2010 sekitar 35 ribu unit. Sejak pasangan HM Sani dan Soerya Respationo, Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri menjabat tahun 2010 lalu, dalam dua tahun terakhir sudah menyelesaikan RTLH bersama seluruh kabupaten/kota di Kepri sebanyak 4 ribu setahun. “Dalam dua tahun berarti sekitar 8 ribu unit. Kalau lima tahun, akan selesai 20 ribu unit. Masih tersisa 15 ribu unit. Kita berharap, yang 15 ribu unit ini bisa dibantu pemerintah pusat dan pengusa-

F.IST

ha,” ujarnya. Rehabilitasi RTLH merupakan salah satu program utama SaniSoerya dalam menuntaskan kemiskinan. Inilah salah satu yang paling berhasil dikerjakan selama ini. Meski demikian, RTLH ini diperkirakan bertambah terus karena setiap tahun ada saja rumah yang makin rusak terutama di hinterland. Sekedar diketahui, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) adalah para kontraktor yang memiliki hak untuk melakukan kegiatan eksplorasi, eksploitasi dan pemasaran minyak dan gas di Indonesia. Di Natuna dan Anambas, ada beberapa perusahaan yang sudah menghasilkan minyak dan gas. Namun, sebagian perusahaan lainnya masih melakukan pencarian sumur minyak dan gas baik di darat maupun di dasar laut. (TP/mas)


SENIN 25 MARET 2013

meranti

13

Tanjung Harapan, Ikon Bandar Niaga Meranti MERANTI (PK) Masyarakat Kepulauan Meranti patut berbangga hati. Pasalnya lanjutan pembangunan pasar percontohan yang berlokasi di Jalan Tanjung Harapan, Selatpanjang persis di samping Pelabuhan Pelindo akan dapat dilaksanakan sampai selesai. Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sudah dipastikan akan mendapatkan sebesar Rp15 miliar lagi dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Perdagangan. Nantinya dengan anggaran tersebut akan dibangun lagi gedung sayap kanan dan kiri pasar. Sementara tahun lalu, kabupaten termuda muda di bawah kepemimpinan pasangan Bupati, Drs Irwan MSi dan Wakil Bupati, Drs H Masrul Kasmy MSi telah mendapatkan sebesar Rp15 miliar untuk pembangunan gedung pasar utama yang sudah selesai dikerjakan. Selanjutnya masih tetap diharapkan tahun 2013 ini kucuran pusat terus bertambah pada APBN perubahan nantinya. Setelah selesainya pembangunan pasar itu nantinya diharapkan menjadi ikon bagi Kepulauan Meranti yang berkomitmen dalam visi dan misi kepala daerah untuk menjadikan daerah berpulau itu sebagai bandar niaga. Apalagi memang sejak dulu karakteristik masyarakatnya memang menggantungkan hidupnya dari berdagang. Keseriusan pemerintah kabupaten untuk membangun sektor perdagangan ditunjukkan dengan pembangunan pasar yang tidak main-main itu. Bahkan pembangunan pasar itu nantinya bisa menjadi salah satu sumber majunya perekonomian masyarakat di Kepulauan Meranti. “Tahun 2013 ini kita mendapatkan Rp15 miliar setelah tahun 2012 lalu mendapatkan sebesar Rp15 miliar. Kita akan melaksanakan lanjutan pembangunan pasar percontohan ini hingga selesai dikerjakan pada 2014 nantinya. Sebab paling lama tahun depan kita juga akan membangun taman dan pelabuhan di depan pasar ini untuk sebagai pintu masuk dari laut ke pasar ini,” ungkap Bupati, Drs Irwan MSi belum lama ini saat melakukan kunjungan meninjau pembangunan pasar tersebut. Kemudian lanjutnya di tengah-tengah gedung pasar akan dibangun lanscap atau taman dan pada tepi laut juga akan

dibangun pelabuhan rakyat. Sehingga aktivitas perdagangan di pasar percontohan itu nantinya bukan hanya dari Selatpanjang atau dari wilayah Kepulauan Meranti saja, tapi juga dari luar Meranti seperti Tanjung Balai Karimun, Bengkalis, Siak dan sejumlah daerah lainnya di sekitar wilayah kabupaten muda itu. “Setelah pembangunan tahap 2 di tahun 2013 ini selesai, maka akan dilanjutkan terus hingga tuntas pada tahun 2014. Setelah selesai, sekitar pada akhir tahun 2014 maka pasar ini bisa kita resmikan dan gunakan untuk mendukung daerah kita yang akan menjadi pusat niaga,” kata Irwan. Ditegaskan orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu dalam pembangunan pasar percontohan itu merupakan komitmen Pemerintah Pusat kepada Pemkab Meranti untuk membangunkan pasar yang representatif. Namun begitu kata Irwan hingga kini Pemerintah Kabupaten tetap saja mengharapkan kepada Pemerintah Provinsi Riau bisa membantu pembangunan pasar percontohan itu nantinya. Dengan begitu nantinya pasar tersebut bisa terbangun lebih megah dan benar-benar menjadi ikon bukan hanya bagi masyarakat di Kepulauan Meranti, tapi juga bagi daerah lainnya yang ingin memanfaatkan pasar tersebut. Menurut Irwan, pasar percontohan tersebut di desain sesuai dengan kondisi geografis dan karakteristik Kabupaten Kepulauan Meranti yang bercirikan daerah bahari ataupun daerah kepulauan. Kemudian, pasar itu juga dibangun bukan hanya diperuntukan bagi masyarakat Kota Selatpanjang saja, akan tetapi akan menjadi pasar induk bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti. Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada PT Pelindo yang mendukung penggunaan lahan. Karena lahan yang digunakan tersebut merupakan alokasi tata ruang pelabuhan, yang mana alokasi pola ruang itu akan diubah melalui peraturan daerah akan menjadi daerah kawasan perdagangan di Kepulauan Meranti. “Sebagaimana kita ketahui, daerah kita ini merupakan potensi perdagangan yang terbengkalai. Oleh karena itu akan dipoles menjadi kawasan perdagangan

F.IST

Suasana ibu-ibu berbelanja di pasar (kanan). Maket pasar modern yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Meranti jika kelak beroperasi. Ini juga akan menjadi ikon Meranti sebagai bandar dagang terkemuka.

yang memang menjadi primadona untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kita,” sebutnya.

berkembang. Apalagi Bupati menginginkan konsep pasar tersebut nantinya semi mal.

Dikelola BUMD Lebih jauh, Irwan menginformasikan nantinya dalam rencana operasional pasar percontohan itu pada akhir tahun 2014 akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Meranti. Hal itu dilakukan agar lebih efektif dan bisa memaksimalkan operasional pasar itu sendiri. Meski demikian BUMD sendiri akan berkoordinasi langsung dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. “BUMD yang akan mengelolanya nanti, bukan kita,” sebutnya. Irwan mengharapkan dengan dikelola BUMD tentunya dapat menjadikan pasar percontohan tersebut bisa

Pedagang Tempatan Lagi ditegaskan Bupati Irwan, dalam operasionalnya pasar percontohan tersebut nantinya akan diisi oleh pedagang tempatan asli Selatpanjang dan sejumlah wilayah di Kepulauan meranti. Artinya dipastikan nantinya tidak ada pedagang dari luar yang akan mengisi kios-kios di pasar terbesar di Kepulauan Meranti itu. “Pasar ini kita buat untuk menampung seluruh pedagang di wilayah kita terutama di Selatpanjang ini. Jadi tidak ada lagi pedagang yang tidak mendapatkan kios, apalagi pedagang yang saat ini memanfaatkan jalan dan tempat umum menjadi lapak berjualan,” terangnya.

Mantan Camat di Lubuk Baja Kota Batam itu, mengharapkan nantinya pasar itu menjadi ikon bagi pusat niaga yang digadang-gadangkan selama ini menjadi visi pemerintahannya. Dengan begitu dia juga menaksir perekonomian masyarakat di wilayah Kepulauan Meranti akan meningkat secara drastis. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Falzan Surahman SSi juga menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan pasar tersebut. Sebab menurutnya pasar itu akan dapat menjadi tulang punggung bagi ekonomi masyarakat di Kepulauan Meranti khususnya di Kota Selatpanjang. “Kita akan terus mendukung pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab selama itu membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Apalagi pembangunan pasar percontohan ini sejalan dengan visi dan misi daerah untuk

menjadikan Kepulauan Meranti pusat kawasan niaga,” kata Falzan menambahkan. 480 Kios dan Meja Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kadisperindagkop UKM), Syamsuar Ramli menjelaskan, tahun 2013 ini pengerjaan pasar percontohan akan kembali dilaksanakan setelah diselesaikannya pembangunan gedung utama. Dengan kembali mendapatkan alokasi sebesar Rp15 miliar akan dibangun gedung sayap kiri dan kanan pasar yang akan menjadi ikon di Kepulauan Meranti itu di sektor perdagangan. Di dalam pasar itu terdapat sebanyak 480 kios dan meja yang siap diperuntukkan bagi pedagang asal Kepulauan Meranti dari berbagai wilayah.(RP)

Abrasi Ancaman Serius di Perbatasan Pompong, salah satu alat transportasi masyarakat Kabupaten Meranti melakukan aktivitas antar pulau. F.IST

Rp45 M untuk 96 Desa

MERANTI (PK) Alokasi Dana Desa (ADD) untuk 96 desa se-Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak Rp45 miliar lebih. Rata-rata masing-masing desa akan menerima anggaran untuk mendukung operasional dan pembangunan desa itu mulai dari Rp400 juta sampai dengan Rp600 juta. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Ikhwani, menyebutkan nanti dalam melakukan pencairan ADD nantinya harus tetap melalui mekanisme yang berlaku. “Sekitar Rp45 miliar lebih totalnya untuk semua desa. Anggaran ini untuk

mendukung operasional dan kegiatan serta pembangunan di desa,” ujarnya. Maka mulai saat ini kepada Kepala Desa diminta sudah harus menyampaikan Surat Pertanggung Jawaban (SPj) alokasi Dana Desa (ADD) penggunaan tahap 2 sebesar 40 persen dari tahun 2012 lalu. Karena hal itu nantinya akan menjadi syarat untuk melakukan pencairan ADD tahap 1 tahun ini. Sebab ADD tahun ini sudah bisa dibayarkan nantinya pada Mei mendatang. “Mei nanti pencairan ADD sudah bisa dilakukan. Jadi Kades sudah bisa menyampaikan SPj ADD terakhir

(tahap 2 tahun 2012) kepada kita. Supaya nantinya tidak keteteran lagi seperti tahun lalu,” ungkapnya. Diakui Ikhwani memang saat ini sudah ada beberapa Kades yang menyampaikan SPj kepada BPMPD namun hanya baru beberapa saja. Meski demikian kata Ikhwani pihaknya masih akan menunggu penyampaian SPj keseluruhannya.“Kita hanya proses administrasinya saja. Kita targetkan pencairan bisa dilakukan pada Mei. Mudah-mudahan dalam pencairan tahun ini tidak ada masalah dan berjalan lancar,” katanya.(RP)

MERANTI (PK) Pengikisan tepian pantai oleh ombak atau yang lebih dikenal dengan abrasi terus saja terjadi di sejumlah wilayah di Kepulauan Meranti, khususnya empat pulau yang ada di kabupaten muda itu di antaranya Pulau Rangsang, Pulau Merbau, Pulau Padang dan Pulau Topang. Abrasi yang sudah terjadi sejak lama itu juga menjadi masalah pokok di bidang perbatasan. Secara rata-rata pengikisan yang terus menggerus daratan di wilayah Meranti sekitar 8,4 meter tiap tahunnya. Bahkan menurut analisa para ahli, Pulau Rangsang akan hilang dalam 400 tahun mendatang apabila tidak segera ditanggulangi. Seperti yang dikeluhkan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Masrul Kasmy MSi, dalam Rapat Kordinasi Pembangunan Wilayah Perbatasan (Rakorbangtas) yang dilaksanakan di Grand Meranti Hotel, Jalan Kartini, Selatpanjang, Senin, (18/3) kemarin. Dia menjelaskan, kondisi tersebut harus segera mendapat perhatian bersama, baik pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah kabupaten. “Abrasi di Meranti bukan lagi fenomena, tapi sudah menjadi bencana alam. Bahkan menurut para ahli, dalam 400 tahun mendatang, Pulau Rangsang akan hilang. Ini sudah sangat mendesak, empat pulau yang menjadi langganan abrasi harus segera ditanggulangi,” kata Wabup.

F.IST

Abrasi yang terus menggerus pantai Pulau Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti.

Hadir dalam Rakorbangtas tersebut, Kabid Perencanaan Pengelolaan Infrastruktur Pemerintahan, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Rusdi Badu, Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lantamal) Dumai Kolonel Laut Budi Purwanto, Kepala BPP Kepulauan Meranti Said Asmarudin, anggota DPRD Kepulauan Meranti Emiratna SH dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Meranti. Wabup Masrul menuturkan, empat pulau besar tersebut berada di tepian Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan Malaysia. Oleh karena merupakan wilayah perbatasan, tentunya menjadi wilayah pertahanan yang layak men-

dapat perhatian lebih. Selama ini, warga yang berada di wilayah perbatasan, kata Wabup, masih dalam kondisi belum sejahtera. Bahkan sangat banyak dari warga terutama laki-laki yang bekerja di Malaysia. “Tentunya ini menjadi keprihatinan kita bersama, karena ternyata negara lain menjanjikan hal yang lebih kepada warga yang belum mampu kita sejahterakan,” tutur Wabup. Karena Selat Malaka merupakan perairan internasional, Wabup juga menyinggung kapal-kapal tanker yang berlayar sehingga hempasan gelombangnya menghantam daratan Kepulauan Meranti.(RP/hen)

Salah satu sudut kota Selatpanjang, ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti. F.IST

Petugas Kebersihan Digaji Rp1,5 Juta Per Bulan MERANTI (PK) Gaji petugas kebersihan seperti tukang sapu jalan, tukang angkut sampah, potong rumput dan lainnya akan naik sebesar Rp1,5 juta. Angka itu naik sebesar Rp500 ribu dari gaji awal yang hanya sebesar Rp1 juta pada tahun lalu. Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Kepulauan Meranti (DPKP), Teddy Mar. “Kenaikan gaji tersebut sudah pasti dan diberlakukan sejak Januari lalu. Hal itu setelah disahkannya APBD kita,’ ungkapnya. Sementara pembayaran gaji kepada

seluruh petugas kebersihan itu akan dilakukan pada Maret ini. Hanya saja katanya saat ini pihaknya belum bisa mematikan tanggal berapa. “Jumlah petugas kebersihan kita sebanyak 350 orang semuanya. Bulan ini akan kita bayarkan gajinya sejak Januari lalu,’ sebut Teddy. Kepala DPKP Kepulauan Meranti itu juga menegaskan bahwa dalam melaksanakan tugas membersihkan jalan dan taman di Kota Selatpanjang pihaknya mengaku sangat kekurangan orang. Termasuk dalam membersihkan wilayah kecamatan lainnya di Kepulauan Meranti.

“Makanya kita mengusulkan dilakukan penambahan petugas kebersihan nantinya. Agar dalam membersihkan wilayah dapat dilakukan maksimal nantinya dan dapat memberikan pelayanan kebersihan yang maksimal sehingga kita dapat menjadi salah satu kota terbersih nantinya, bukan hanya di Riau, tapi juga di Indonesia,” tuturnya. Dalam menambah jumlah tenaga kebersihan untuk di Kepulauan Meranti, Teddy mengaku sudah memiliki daftar tunggu ratusan orang. Makanya dia mengaku kesulitan dalam menjaring mereka.(RP/amy)


SENIN 25 MARET 2013

galeri anda

14

Penutupan Pelatihan Guru se Kepri

K Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Yatim Mustafa menutup kegiatan pelatihan.

Secara simbolis peserta pelatihan mengembalikan kartu tanda pengenal.

5 hari ini sangat berguna, sekaligus pelajaran kepada guru-guru untuk menambah ilmu, yang diberikan narasumber di setiap kelas masing-masing. Yatim menegaskan selepas ikut pelatihan, ilmu yang didapat hendaknya segera diterapkan kepada anak didik. “Peran guru sangat penting untuk kemajuan dunia pendidikan. Manfaatkanlah ilmu yang didapat,�

EPALA Dinas Pendidikan Provinsi, Yatim Mustafa secara resmi menutup pelatihan guru dan kepala sekolah se Kepri, di Hotel BBR, Sabtu (9/3). Yatim berharap, pelatihan yang digelar memberi manfaat besar bagi pengembangan kualitas guru memberikan pelajaran kepada anak didik. “Pelatihan yang diselenggarakan selama

katanya. Senada itu, Panitia Penyelenggara Teknis Kegiaran, sofian mengatakan, kegiatan ini semata-mata bertujuan memajukan dunia pendidikan. Pelatihan ini diikuti 131 peserta.***

Narasi : Hasyim HS Foto : Hasyim HS

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Yatim Mustafa menyerahkan sertifikat pelatihan.

Peserta outbond istirahat.

Pejabat Dinas Pendidikan dalam acara penutupan kegiatan.

Peserta out bond berbagiceria.

Permainan untuk mengasah ketangkasan dan kekompakan.

Outbond sebagai kegaiatan penutup pelatihan guru se Kepri.

Pemenang outbond poto bersama.


SENIN 25 MARET 2013

bintan

15

Bintan Punya Salak Sari Intan F.HUMAS

Wakil Buoati Bintan melantik pejabat eselon di lingkungan Pemkab Bintan.

Ansar dan Khazalik Roadshow Pesisir Bintan BINTAN (PK) Bupati Bintan, Ansar Ahmad didampingi wakilnya, Khazalik meninjau proses pembangunan di pulau-pulau kecil di wilayah Bintan Pesisir, Rabu (20/3). Peninjauan yang melibatkan sejumlah pimpinan SKPD teknis tersebut, Ansar dan Khazalik menjaring aspirasi dari masyarakat pulau untuk semua bidang. Kunjungan pertama dilaksanakan di Desa Air Glubi dilanjutkan ke kampung Pulau Kecil. Pada saat peninjauan daerah tersebut, masyarakat meminta agar pemerintah membuka akses jalan tanah dan beberapa fasilitas air bersih. Selain itu, masyarakat mengharapkan bantuan alat tangkap nelayan serta mencari solusi

mengenai pemenuhan kuota solar bersubsidi. Saat berkunjung ke Pulau Kelong, Bupati Bintan Ansar mengutamakan peninjauan pembangunan masjid besar Kecamatan Bintan Pesisir yang diperkirakan akan selesai akhir 2013 ini. Untuk penataan lebih baik, Ansar Ahmad dan Khazalik merencanakan halaman masjid besar akan dibangun batu miring dan pemindahan kantor pertemuan yang berada di sekitar masjid. Tidak hanya masji, pembangunan jalan di daerah Kelong masih perlu ditingkatkan. “Pada tahun 2013 ini, pemerintah pusat memberikan bantuan dana untuk pembangunan pasar rakyat. Dana tersebut akan kita

alokasikan untuk pembangunan pasar di Kelong. Setelah ditinjau, pasar akan dibangun di sekitar Kantor Camat. Untuk pematangan lahan kita minta bantuan dari pihak swasta. Termasuk dukungan dari masyarakat seperti pembebasan lahannya,” kata Ansar Ahmad di sela-sela peninjauan. Peninjauan dilanjutkan ke gugusan Pulau Numbing, Gin Besar dan Gin Kecil dan beberapa pulau sekitar. Saat peninjauan, pemerintah meninjau kondisi sekolah dasar (SD) Negeri 001 Numbing, SMA Negeri 7 Bintan dan SMP Negeri 18 Bintan Pesisir. Untuk sektor pendidikan, pemerintah akan meningkatkan kualitas jalan menuju sekolah.(TP/fre)

Kijang Miliki Pabrik Es Kapasitas Besar BINTAN (PK) Masyarakat nelayan di Bintan Timur kini tidak perlu lagi resah karena susahnya untuk mendapatkan es balok guna membantu mengawetkan ikan hasil tangkapan biar tetap segar. Karena mulai saat ini sudah ada pabrik es balok berkapasitas 10 ton per hari di Barek Motor Kecamatan Bintan Timur. Pabrik yang dibangun dengan bantuan anggaran APBD 2012 senilai Rp2 milyar lebih tersebut keberadaannya sangat membantu para nelayan pencari ikan di Bintan Timur. “Pabrik es ini kapasitas produksinya cukup besar. Mudahmudahan akan membantu para nelayan di Bintan Timur ini,” jelas Bupati Bintan Ansar Ahmad ketika meninjau pabrik es tersebut pada Kamis (21/3).

Sebelumnya pabrik ini telah memiliki mesin penghasil es curah untuk 5 ton/hari guna kebutuhan nelayan. Total es balok yang dihasilkan nantinya akan ditingkatkan menjadi 15 ton/ hari. “Pabrik ini dikelola oleh HNSI Bintan. Dan sejauh ini cukup bagus dalam pemeliharaan dan pengoperasiannya,” ujar Ansar sambil meminta agar kawasan pabrik es tersebut dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh sehingga dapat dijadikan contoh kawasan terpadu. Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, UKM dan Koperasi Kabupaten Bintan Edi Pribadi dalam kesempatan tersebut mengatakan, dengan keberadaan pabrik es

lingga

balok berkapasitas besar akan membantu menaikkan pendapatan nelayan setempat. “Es baloknya dijual dengan harga yang cukup murah dan mudah mendapatkannya. Karenanya kita berharap selain nelayan mudah mendapatkan es balok juga membantu menaikkan pendapatan nelayan karena mereka tidak perlu membeli dengan harga yang tinggi,” jelas Edi. Pabrik es balok di Bintan Timur, katanya, bisa memenuhi kebutuhan es balok para nelayan di Kijang, Mantang, Air Kelubi, Dendun dan daerah sekitarnya. “Karena kapasitas produksinya besar saya yakin kebutuhan es para nelayan di Bintan Timur dan sekitarnya bisa terpenuhi,” pungkas Edi. (Desi)

BINTAN (PK) Kabupaten Bintan saat ini sudah berhasil mengembangkan bibit salak varietas 295 jenis baru yang bernama Sari Intan. Pengembangan varietas baru bibit salak ini memakan waktu cukup lama yakni lebih dari 9 tahun sebelum akhirnya dilepas ke para petani budi daya salak di Bintan. Bupati Bintan Ansar Ahmad dalam kesempatan penyerahan bibit salak Sari Intan varietas baru kepada 50 kelompok tani di Bintan Timur, Kamis (21/3), mengatakan, varietas salak temuan baru tersebut memiliki beberapa keunggulan. Diantaranya, daging tebal, rasa harum dan manis serta tidak ada rasa sepat seperti salak biasanya. “Ini ciri khas salak Bintan yang nantinya akan kita kembangkan untuk kebutuhan pasar domestik bahkan kalau memungkinkan bisa ekspor. Petani-petani kita terus dibina agar mengembangkan salak ini menjadi produk budi daya pertanian yang membanggakan bagi Kabupaten Bintan,” jelas Ansar. Menurut Ansar, salak jenis baru tersebut bukan termasuk Salak Pondoh meski agak sedikit ada kemiripan. “Memang, sedikit agak mirip, tapi dagingnya lebih tebal dan harum serta manis rasanya,” kata Ansar.

Bupati Bintan Ansar Ahmad memamerkan buah salak varietas baru. F.YONO

Sejauh ini, upaya penangkaran (pembibitan) telah dilakukan oleh Balai Benih Kabupaten (BBK) Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bintan. Bibit atau pohon induk salak asli Bintan ini terjaga keasliannya sebagai plasma nutfah asli Bintan. Bupati Bintan Ansar Ahmad yang saat itu langsung melaunching bibit salak ini mengungkapkan, adanya Salak Sari Intan bertujuan untuk membuat branding buah di Bintan. Sebab, sudah sepatutnya Bintan memiliki ciri khas tersendiri dari segi pertanian, seperti Salak Sari Intan. “Saya harapkan, Salak Sari

Intan ini bisa benar-benar dikembangkan di tingkat petani. Bahkan, kita akan terus mendukung. Kalau perlu pupuk, kita juga siap memberi pupuk,” kata Ansar. Selain Salak Sari Intan, tentunya juga ada buah yang dikembangkan di Bintan dengan satu ciri khasnya. Yakni, durian daun, yang enak dan tidak berbau. Kemudian, duku Bintan juga masih diteliti saat ini, juga untuk dibuat varietas unggulan. Itu semua, kata Ansar, dilakukan untuk membuat branding Bintan, agar bisa memberdayakan petani dan memanfaatkan pasar

Ada PKL Centre di Bintan Timur BINTAN (PK) Bupati Bintan Ansar Ahmad meresmikan pembangunan sarana penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Centre bantuan Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2012 serta peresmian pabrik es di Kijang Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan, Kamis (21/03/2013). Menurut Bupati Ansar, pembangunan sarana penataan pedagang kaki lima (PKL) Centre akan dikelola Koperasi Jaya yang berada di Bintan Timur. Ia mengatakan bahwa koperasi punya kemampuan dalam melaksanakan tugas yang baik. Ia berharap Koperasi Jaya dapat mengemban tugas mengembangkan dan menata pedagang kaki lima yang berada di Bintan dengan lebih baik. Bupati mengungkapkan, perkembangan koperasi di Bintan cukup berarti, dengan jumlah 278 buah, walaupun sampai saat ini yang aktif berjumlah 148 berjalan

F.HUMAS

Ansar Ahmad mebuka selubung peresmian PKL Centre di Bintan.

sesuai dengan kualifikasinya masing-masing. Untuk itu Pemkab Bintan masih memiliki tugas untuk mengatur kualitas koperasi yang ada di Bintan. “Ke depan, koperasi sebagai soko guru ekonomi harus dibantu kiprahnya agar menjadi penggerak ekonomi

kerakyatan yang lebih baik lagi,” ujarnya. Khusus PKL Centre di Bintan Timur, Ansar menjelaskan, Pemkab Bintan berkomitmen memperhatikan pembangunan kawasan PKL ini dengan memberikan fasilitas paping blok me-

Mahasiswa Desak Tuntaskan Kasus Penyelewengan Dana Guru

LINGGA (PK) Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Lingga (KAML), Adri Afrianna Putra, meminta kasus penyelewengan dana insentif dan pemalsuan tanda tangan guru, penjaga sekolah, dan pesuruh sekolah dituntaskan. Kepada Putra Kelana, Kamis (21/3), ia mengultimatum Bupati Lingga, Daria menindak tegas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Didikpora) Lingga dan pejabat lainnya yang terlibat kasus itu. Jumlah guru dan tenaga lainnya yang insentifnya ditilap itu sekitar 64 orang dengan anggaran Rp400 juta lebih di APBD tahun 2012. “Bupati sudah seharusnya turun tangan dalam menyelasaikan masalah dana insentif tersebut,” ujarnya. Ketegasan KAML ini juga diikuti oleh Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) di Tanjungpinang. Ketua IMKL, Firman meminta aparat penegak hukum sesegera mungkin menuntaskan perkara tersebut. “Tangkap dan adili oknum-oknum yang

IKLAN ANDA

terlibat menyelewengkan uang insentif guru. Ini tak ubahnya rekayasa pencurian uang,” ujar Firman kepada Putra Kelana. Menurut Firman, terkuaknya kasus ini akan membuka tabir kasus-kasus lainnya yang lebih besar. “Kami menilai kinerja Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Lingga sangat bobrok dan tak ada kemajuan,” ujarnya. Firman berjanji akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas dan berharap aparat penegak hukum berlaku profesional. Akibat akibat tidak dibayarnya insentif tersebut mempengaruhi kinerja para guru. Sebab, guru honorer maupun guru tidak tetap penghasilannya bergantung pada dana insentif tersebut. “Penanganan perkara ini jangan hanya fokus pada Rudianto, PPTK saja. Sebab, sesuai pernyataan yang bersangkutan dana insentif itu mengalir ke atasannya,” tegasnya. Kasat Reskrim Polres Lingga, AKP. Abu Zanar mengungkapkan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan sudah ditangani Polres Lingga.(Amin)

yang masih terbuka lebar. Sebab, dengan hasil pertanian, kesejahteraan juga bisa didapatkan. “Kita juga terus merubah paradigma, bahwa petani identik dengan kemiskinan. Kita mau merubahnya, jadi pertanian itu menjanjikan kesejahteraan,” papar Ansar. Dalam kesempatan tersebut Bupati Ansar juga menyerahkan bantuan bibit karet varietas unggul PB 260 untuk 7 kelompok sebanyak 4 ribu batang, bantuan motor roda 3 untuk 4 kelompok usaha tani dan hand traktor sebanyak 8 buah untuk kelompok usaha tani.(Desi)

Pelabuhan Desa Benan Tak Terawat

F.IST

Gunung Daik, ikon Kabupaten Lingga, mengandung aura misteri sebagai Bunda Tanah Melayu.

lalui dana DAK desa & kelurahan tahun 2012 yang lalu melalui anggaran APBN. Ke depan Pemkab akan melengkapi fasilitas lainnya seperti drainase, parit keliling PKL Centre, runing/atap dikeliling tempat ini sepanjang 3 s/d 4 meter. “Mudah-mudahan dalam APBD perubahan nanti bisa kita wujudkan,” katanya. Tidak hanya di Bintan Timur, Pemkab Bintan saat ini juga akan menyelesaikan pembangunan dan penataan sejumlah pasar yang berada di kecamatan lain. Tahun lalu Pemkab telah menyelesaikan pasar Kawal Kecamatan Gunung Kijang dan akan mengusahakan memanfaatkan pasar ikan baru di Tanjung Uban, sehingga semua pasar termanfaatkan dan berhasil guna. “Kita sangat berharap, kondisi pasar yang refresentatif akan memacu perputaran perekonomian masyarakat di desa-desa dan kelurahan,” katanya.(Desi)

LINGGA (PK) Kabid Perhubungan Laut, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Lingga, Mawardi menyayangkan melihat kondisi ruang tunggu pelabuhan Desa Benan yang sangat memprihatinkan. Lantai kramik ruang tunggu sudah banyak yang pecah dan mengelupas. Toilet juga demikian, tak pernah dibersihkan sehingga tak bisa digunakan secara layak. “Sangat disayangkan bangunan yang dibangun mengunakan anggaran daerah milyaran rupiah dibiarkan seperti itu,” sesalnya sambil memperlihatkan photo kondisi ruang tunggu tersebut. Semes- Mawardi tinya Kades Benan, lanjut Mawardi, menempatkan penjaga untuk pelabuah Desa Benan, agar terjaga dan terawat. Terlebih dari Dinas Perhubungan belum menempatkan pegawai disana. “Kita kadang heran ketika mengusulkan pembangunan, ngotot minta dibangun. Namun setelah dibangun tidak diperhatikan, ini yang sangat saya sayangkan kalau kondisi seperti itu dan dibiarkan dan tak dirawat,” katanya.(Amin)


16 galeri anda Wartawan Tanpa Kompetensi, Ape Nak Jadi? SENIN 25 MARET 2013

P

ERSATUAN Wartawan Indonesia (PWI) cabang Propinsi Kepulauan Riau (Kepri) bekerja sama dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam serta didukung Polda Kepri dan Polres Barelang menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Aula Pusat Informasi Haji (PIH) Batam Centre, Sabtu (23/3/13). Sebanyak 47 wartawan dari berbagai media di Provinsi Kepri mengikuti UKW ke IV ini. Menariknya, UKW kali ini dihadiri langsung Sekjend PWI Pusat, Hendry CH Bangun. Dalam sambutannya ia mengatakan, UKW menjadi konsentrasi PWI untuk terus meningkatkan pendidikan dan latihan bagi kalangan wartawan agar profesional. “Produk jurnalistik akan semakin diakui kualitasnya jika dihasilkan oleh wartawan yang profesional. Untuk mewujudkan hal itu, standar kompetensi menjadi dasar bagi wartawan untuk dapat bekerja dan

Panitia Uji Kompetensi Wartawan IV PWI Kepri poto bersama tim penguji sebelum pelaksanaan ujian.

Saibansah Dardani, Ketua Panitia UKW IV, Ramon Damora, Ketua PWI Kepri, Oktavio Bintana, Pemimpin Umum PT Putra Rida Pers, bersama dua penguji UKW.

Deputi IV BP Batam, M Prijanto dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Hendry CH Bangun.

Saibansah Dardani, Ketua Panitia UKW IV

Ramon Damora, Ketua PWI Kepri.

Peserta UKW Kelompok Muda sedang diuji.

Suasana uji peserta kelompok madya.

Sesi wawancara peserta kelompok muda.

Peserta UKW kelompok utama.

Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Hendry CH Bangun.

berlaku profesional,” ujarnya. UKW menjadi syarat mutlak yang harus diikuti setiap wartawan sebagai bentuk profesioanlitas. Sebab, saat ini persoalan dunia kewartawanan bukan hanya wartawan asli atau gadungan. Namun profesionalitas menjadi pertaruhan dalam menghasilkan karya jurnalistik berkualitas. “PWI ingin semua wartawan berkompeten. Wartawan Tanpa Kompetensi, Ape Nak Jadi?” kata Hendry menyebut tema UKW IV PWI Kepri ini. PWI telah menggelar uji kompetensi sebanyak 74 kali dan ada 2.639 wartawan yang lulus. Catatan itu menjadi jumlah yang terbesar, dalam data wartawan berkompeten, yang terdaftar di Dewan Pers dari berbagai lembaga penguji. UKW ke-IV PWI Kepri ini dibuka oleh M Prijanto, Deputi IV BP Batam.***

Narasi : Mirza Foto : Panitia UKW

Para penguji UKW IV PWI Kepri.

M Prijanto, Deputi IV BP Batam memukul gong tanda mulai acara.

Peserta kelompok muda tengah serius mengisi lembaran ujian UKW.

Wawancara terjadwal, salah satu mata uji.

Rapat redaksi antara kelompok muda dan madya.


Putra Kelana Edisi 127