Page 6

6 VISION OF TOURISM

KAMIS - SELASA

15 - 20 MARET 2018

Pahami Elemen Kunci Tingkatkan Destinasi Wisata MENGELOLA bisnis pariwisata tidak sesederhana menjual produk jadi. Banyak elemen yang harus saling mendukung untuk memasarkan sebuah destinasi wisata di suatu daerah. Dalam mengelola sebuah destinasi, alam yang indah saja tidak cukup. Lantas bagaimana? Berikut elemen kunci yang bisa dipahami untuk mengembangkan sebuah destinasi wisata. Pada sebuah Lokakarya Pariwisata Nasional bertajuk Peningkatan Daya Saing Destinasi Wisata, Founder & Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya membagi menjadi dua model yang bisa digunakan. Model pertama adalah Attraction Model. Pada model ini, dipaparkan bahwa terdapat tiga modal yang bisa digunakan oleh sebuah destinasi untuk membangun sektor pariwisata mereka. Tiga modal tersebut adalah Nature, Culture, dan Man Made. “Alam yang indah saja tidak cukup. Budaya pun bisa dirusak oleh

pengaruh dari luar jika tidak dibangun dengan kuat. Bali salah satu pemilik budaya yang sangat kuat. Dan, Man Made bisa menjadi modal sebuah daerah,” jelas Hermawan. Dari Attraction Model, Hermawan menjelaskan, para pemasar bisa menuju ke model kedua, yaitu Destination Model. Pada model ini, Atraksi yang ada di suatu destinasi harus dapat dikelola menjadi sebuah destinasi dengan mengintegrasikan atraksi dengan aksesibilitas dan amenitas. “Untuk sukses di sini, pemasar jangan sampai hanya membuang-buang anggaran karena per-

encanaan yang salah. Perlu diingat, destinasi yang indah perlu ditata dan dikelola dengan rapi untuk membangun destinasi yang berkelanjutan,” lanjut Hermawan. Selanjutnya, setiap destinasi ini perlu dikembangkan sebagai destinasi yang kreatif atau yang berkelanjutan dengan menyasar quantity dan quality tourists. Obejktif dan pendekatan yang berlaku pun berbeda. Misalnya sebuah daerah ingin membangun destinasi wisata target jangka pendek bisa mendatangkan banyak turis. Daerah tersebut bisa mengembangkan tingkat kreativitas untuk daerah ini. Misalnya dengan membuat theme park dan sejenisnya. (mdc)

Taman Nasional Bali Barat Destinasi Terbaik se-Asia Pasifik KABAR gembira dari Berlin, Jerman. Taman Nasional Bali Barat terpilih sebagai destinasi terbaik se-Asia Paasifik pada Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin. Taman Nasional (TN) Bali Barat masuk dalam Best Top 100 Destination di Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin, Jerman, Rabu (7/3). Penghargaan untuk TN Bali Barat sebagai Best Top 100 Destination diserahkan di Palais am Funkturm, ITB Berlin. Total ada 5 kategori penghargaan yang diberikan. Mulai dari Best of Cities, Communities & Culture, hingga Best of Nature. Selain itu ada Best of Seaside, Earth Award, dan Best of the Planet. Untuk kategori Best of the Planet, masih dirinci menjadi 6 sub kategori lagi. Mulai

dari Best of Africa, Americas, Asia-Pacific, juga Europe. Ada juga Best of Atlantic dan Mediterranean. Berada di zonasi Benua Kuning, TN Bali Barat akhirnya terpilih sebagai Best of the Planet untuk Asia-Pasific. TN Bali Barat mendampingi High Pamirs Mountain Region (Tajikistan) yang terpilih sebagai pemenangnya. "Terpilihnya TNBB sebagai Best Top 100 Destination untuk Best of the Planet di Asia-Pasifik tentu sangat membanggakan. Sebab, prestasi ini memiliki fungsi yang sangat strategis khususnya bagi TN Bali Barat," tutur Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya seperti dalam siaran pers yang diterima detikTravel, Kamis (9/3/2018). "Ini juga menaikkan indeks daya saing pariwisata Indonesia," tutur Arief menambahkan. Apresiasi memang layak diberikan bagi

TN Bali Barat. Bersama Thailand, TN Bali Barat menjadi wakil ASEAN yang berkibar di ITB Berlin. Destinasi Tung Dap Village yang menjadi andalan Thailand, berada di urutan 6 besar kategori Best of Cities, Communities & Culture. Thailand kalah pamor dari destinasi Portugal yang berada di urutan pertama hingga empat. Persaingan ketat dihadapi spot yang masuk 100 top-sustainable destinations. Dari persaingan besar, lalu dikerucutkan menjadi 32 finalis. Screening terhadap destinasi terbaik dilakukan juri dari 12 organisasi internasional. Para juri ini independen. Beberapa kriteria penilaian mulai dari kualitas, daya tarik, dan keberlanjutan destinasi dalam industri pariwisata. "TN Bali Barat telah memenuhi berbagai aspek standard global. Masa depannya sangat bagus," tutup Arief. (/aff)

Profesor IPB: Objek Wisata di Basel Potensial Dikembangkan TOBOALI– Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. H. Musa Hubeis., MS., Dipl.Ing., DEA bersama Tim STIE-IBEK DR (C) Mimpin Sitepu dan DR. Rizal Manulang mengunjungi sejumlah kawasan wisata di Toboali, Rabu (7/3) sore. Kunjungan ke sejumlah kawasan wisata ini dalam rangka rencana STIE-IBEK Pangkalpinang untuk mengembangkan program studi ke depan yang salah satunya adalah Pariwisata. Kunjungan tersebut juga didampingi Ketua TP PKK Basel, Ekawati Jusatiar. “Pertama yang kita datangkan adalah Profesor Musa Husein dari IPB. Karena kita tahu, beliau paham betul tentang bagaimana manajemen kepariwisataan lewat berbagai tulisan dan bukunya tentang pariwisata. Kita berkunjung kesini dengan harapan nantinya ketika STIE-IBEK (misalnya) sudah pasti mengembangkan jurusan pariwisata, diharapkan bisa bersinergi mengembangkan pariwisata Basel dan Bangka Belitung, dan memang kita tahu Bangka Selatan ini sedang gencar-gencarnya mengembangkan pariwisatanya,” jelas Sitepu kepada LASPELA. Profesor Musa Husein menilai, objek wisata di Toboali Bangka Selatan sangat berpotensi untuk dikembangkan khususnya wisata laut ditambah hasil perikanannya yang luar biasa. Pengembangan pariwisata, menurut Profesor Musa, selain promosi yang terus menerus, juga harus didukung dengan sarana dan fasilitas seperti akses jalan yang mudah, fasilitas kamar mandi, toilet, dan tempat peristirahatan memadai bagi wisatawan. Selain itu, sistem informasi baik secara tulisan cetak maupun online harus dilakukan secara continue. “Saya sering berkunjung ke luar negeri dan manajemen pariwisatanya secara online terus mengirimkan ke email saya, menanyakan kapan lagi berkunjung. Promosi adalah yang utama, bisa juga kita mengundang tokoh-tokoh penting di luar negeri, sehingga mereka bisa menjadi agen marketing kita tanpa dibayar,” ujarnya. Di sisi lain, Musa mengungkapkan pengembangan pariwisata harus didukung dengan SDM Pariwisata yang baik melalui pendidikan tinggi Diploma atau Sarjana Pariwisata. Tak hanya didukung SDM yang mumpuni, Musa mengingatkan agar objek wisata harus ditata secara terpadu. “Seperti Batu Belimbing, lakukan kajian kerja sama bersama LIPI. Bagaimana terbentuknya mungkin sudah ribuan tahun, lakukan promosi secara online, agar turis asing berbondong-bondong ke sini. Ciptakan objek wisata secara terpadu,” pungkas Musa yang juga satu alumni SMAN 2 Jakarta dengan Ketua TP PKK Basel, Ekawati Justiar. (tra)

Wisata Digital Masuk Babel  

Media Satya Laskar pelangi

Wisata Digital Masuk Babel  

Media Satya Laskar pelangi

Advertisement