Page 1


Saudara-saudara terkasih,

Di hari performance appraisal dengan atasan saya bulan lalu, ada komentar dia yang membuat saya berpikir. Atasan saya mengatakan: “It takes time to make you agree on doing something, but once you get convinced, you will do it in a right way. It is good, because that’s also good for you to know why you are doing something”. Ketika kita mengambil keputusan untuk terjun dalam suatu pelayanan, apakah kita mengetahui alasan mengapa kita masuk di dalamnya? Apakah kita melakukannya hanya sekedar karena didorong dan diminta oleh bapak gembala, karena mungkin itu adalah bidang yang kebetulan merupakan hobi? ataukah memang kita benar-benar mempunyai alasan yang sangat kuat yang melandasi komitmen kita? Sosok dalam rubrik Thought kali ini pasti mempunyai alasan kuat sehingga di usianya yang ke -68 tahun tetap giat melayani Tuhan. Mantan Ketua Sinode GKY, Bapak William Ho telah memberi teladan bagi kita bagaimana menghidupi pelayanan nyata yang sesuai dengan tema dari NAFIRI kali ini: “Merajut Kasih Surgawi Dalam Pelayanan”, selama lebih dari empat puluh tahun tak kenal lelah melayani di GKY. Selain itu, tokoh-tokoh jemaat dan majelis yang kita angkat dalam edisi ini juga mencerminkan kasih, kerendahan hati dan sukacita di dalam melayani Tuhan. Kita juga membaca English Corner yang ditulis oleh seorang penulis belia yang mengusik motivasi kita: “Just imagine, receiving something that we can never afford and cannot be found anywhere else apart from The Giver Himself …. What should I give back to God?” Apakah kobaran kasih surgawi itu masih menjadi alasan kuat di dalam kita melayani, ataukah kita hanya melakukannya karena terjerat oleh suatu komitmen yang terlanjur kita ungkapkan? Francis Chan mengevaluasi pelayanan kita: “Dalam skala satu sampai sepuluh, seberapa besar Anda mencintai gereja (sesama kita)? Ketika Anda mengedarkan pandang pada saudara-saudari seiman anda, apakah Anda berpikir, saya sangat mencintai orang-orang ini. Saya berdoa agar Tuhan memberdayakan saya dalam beberapa cara untuk mendorong orang-orang ini menuju jalan yang lebih dalam bersama-Nya?” Selamat membaca, semoga setiap tulisan yang ada di sini memberi inspirasi bagi saudara-saudara. Tuhan Yesus memberkati kita. Salam, Redaksi 2

Penasehat Pdt Joni Sugicahyono, M.Div. Pembina GI Feri Irawan, M.Div. Koordinator Literatur Yahya Soewandono Pemimpin Redaksi Elasa Noviani Wakil Pemimpin Redaksi Deirdre Tenawin, Arina Palilingan Editor Hendro Suwito, Titus Jonathan Proof Reader Yati Alfian Creative Design Juliani Agus, Arina Palilingan Illustrator Ricky Pramudita, Thomdean Fotografer Yahya Soewandono Penulis Anton Utomo, Arina Palilingan, Elasa Noviani, Erwin Tenggono, Edna Pattisina, Hendro Suwito, Humprey, Nico Tanles Tjhin, Pingkan Palilingan, Titus Jonathan Kontributor Cathryne B. Nainggolan, Gandadinata Thamrin, Pdt Joni Sugicahyono, Lily Ekawati, Lislianty Lahmudin, Louis Liu Pengfei, Meirika Huang, Rinne Sange, Sarah Amanda, Sucipto Asan Alamat Redaksi Sub bidang literatur GKY BSD Jl. Nusaloka E8/7 BSD Tangerang Telp/ Fax: 021-5382274 Email: nafiri@gkybsd.org

Kirimkan KRITIK, SARAN, SURAT PEMBACA dan ARTIKEL anda ke alamat redaksi ataupun lewat e-mail di atas

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 2

3/24/15 11:51 AM


26 42 34 63 102 62 Thought

Pdt William Ho

4 8 13 54

22 C a p t ur e

Hendra Setiawan

60 78

10 126

82 88

132

96

140

110 116

成为一个有智慧的人 在1974年美国政府修缮自由女神像,一切完工之后产出了很多的垃圾, 不知道要放到哪里?政府开始寻求愿意处理这些垃圾的人,当然,政府会 支付费用的。但是,没有任何人敢做这项工作。因为,在美国禁止随意扔

144 146 41 50 106 130

垃圾。当时,有个犹太人正好在巴黎度假,当获取以上消息,立即赶回美 国,与政府签订了工作协议。他敢于处理这堆垃圾。别人都认为他疯了。 知道他做了什么吗?他将垃圾分类,他使用所有的材料制作小型的自由女 神像,经出售获利350万美元。这真是有智慧的人。问题是我们要如何成为

NAFIRI MARET 2015

3

一个有智慧的人? 透过箴言书九章,我要分享三点:首先成为一个有智慧的人必须敬畏耶和华并认识 至圣者;其次成为一个有智慧的人必须准备好被同一信仰的弟兄批评纠正;最后成为一

NAFIRI MAR15个有智慧的人必须敢于对同一信仰的弟兄给与教导。 final.indd 3 一、箴言书九10节告诉我们,成为有智慧的人必须敬畏耶和华并且认识至圣者。

3/24/15 11:51 AM


4

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 4

3/24/15 11:51 AM


a y at ba ha sa n

/ Pdt. Joni Sugicahyono /

Filipi 2: 12-18

Memasuki tahun yang baru ini, saya berdoa untuk saudara-saudara .... Kiranya tahun ini boleh menjadi tahun yang penuh berkat, tahun yang penuh pengharapan, penuh dengan pertolongan dan kasih karunia dari Tuhan yang boleh dilimpahkan kepada kita semua yang setia beribadah dan hidup dengan memperkenankan hati Tuhan. Kita tidak gentar menghadapi apa yang ada di depan kita, karena Tuhan bersama-sama dengan orang yang percaya kepada Dia. ema Gereja kita tahun 2015 adalah “Mengalami Sukacita Pelayanan”. Dalam buku Purpose Driven Life, Rick Warren menyebutkan bahwa manusia diciptakan/dibentuk untuk melayani Tuhan. Ini adalah maksud Tuhan dalam menciptakan kita. Fungsi kita sebagai manusia telah ditentukan sejak awal oleh Tuhan, yaitu untuk melayani. Kita ini adalah buatan Allah; diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yaitu melayani Tuhan. Kita adalah hand made–special edition; karya agung dari Allah, yang dirancang untuk suatu tujuan yang tiada duanya. Daud merespons dalam Mazmur 139:14, “Aku bersyukur kepadaMu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib ....” Daud menyadari bahwa kejadian penciptaan itu ajaib dan unik, tiada duanya. Dalam ayat yang ke-16 juga dikatakan “Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.” Artinya Tuhan telah merencanakan dan membentuk hari-hari didepan kita sebelum kita mengalaminya. Allah peduli terhadap detil setiap kejadian yang akan terjadi terhadap kita. Tak ada satu pun yang tidak penting di hadapan Allah, tak ada satu pun yang terjadi tanpa sepengetahuan Allah. Allah memakai semuanya itu untuk membentuk kita dalam melayani Tuhan. NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 5

5

3/24/15 11:51 AM


Filipi 2:12–18 mengingatkan kita untuk mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar. Paradoks Apakah pelayanan itu pengabdian kita atau panggilan Allah? Hal ini tampaknya dua hal yang berkontradiksi. Namun sebenarnya ini bukan sesuatu yang berlawanan, namun merupakan suatu paradoks. Karena Allah memanggil kita untuk melayani Dia. Tapi pelayanan juga adalah pengabdian kita; butuh pengabdian dari kita yang telah dipanggil. Saya pernah membaca berita pada tahun 2013 mengenai abdi dalem di Keraton Yogyakarta. Begitu banyak dan berat pekerjaan si pengabdi itu. Tetapi, untuk satu hari bekerja dia hanya mendapat imbalan yang sangat kecil yang pasti tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun ia begitu bahagia karena itu adalah pemberian Sang Sultan. Abdi dalem itu setia mengabdi puluhan tahun kepada Sultan walaupun upah yang diterimanya begitu minim jumlahnya. Karena rasa cinta, bangga dan hormat kepada Sultan (rajanya) maka ia rela mengabdi sedemikian rupa. Bagaimana halnya dengan kita sebagai anak Allah yang mempunyai Raja di atas segala Raja? Seharusnya kita melampaui abdi dalem Keraton itu. Dalam mengabdikan hidup kita kepada Tuhan, kita tidak seharusnya memikirkan upah yang akan diperoleh, tapi kita sebaliknya memikirkan bagaimana kita bisa menyenangkan Tuhan? Bagaimana kita bisa menghormati dan mencintai Dia? Pelayanan adalah pengabdian kita, tetapi juga adalah panggilan Allah. Yang mendasari panggilan Allah dan respon kita adalah bagaimana kita mengabdi kepada Allah. Pelayanan juga adalah pengorbanan kita. Dalam Matius 16: 24 Tuhan Yesus berkata bahwa dalam melayani harus menyangkal diri dan memikul salib. Jadi pelayanan adalah pengorbanan kita. Ada bagian yang akan kita pikul yang menjadi beban kita. Jika kita bisa menyangkal diri kita maka Tuhan akan memberi kita kekuatan agar bisa memikul salib kita. Tapi Tuhan tidak menjanjikan beban yang kita pikul itu enak dan ringan. Jadi pelayanan adalah panggilan Allah, pengorbanan dan pengabdian kita. Inilah uniknya pelayanan. Bagaimana kita dapat mengalami sukacita pelayanan? Kalau kita berpikir dalam pelayanan tidak pernah ada pertentangan, maka kita tidak akan pernah merasakan sukacita. Rasul Paulus adalah rasul yang penuh dengan penderitaan, namun Paulus adalah rasul yang penuh dengan sukacita. 6

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 6

3/24/15 11:51 AM


Mari kita belajar dari Tuhan Yesus sendiri. Dalam Injil Lukas 10: 21 dicatat Yesus bergembira dalam Roh Kudus. Konteksnya disini adalah dalam pelayanan; waktu Yesus mengutus tujuh puluh murid untuk mengabarkan Injil. Yesus mengecam kota-kota yang menolak Injil, seperti Khorazim dan Betsaida. Dalam melayani, ada yang menolak dan ada yang menerima. Namun itu tidak mengurangi sukacita melayani. Yesus bergembira bukan karena hasil pelayanan. Hal ini berbicara dalam konteks kedaulatan dari Allah. Walau hasilnya tidak memuaskan (kota-kota itu mengecam), namun jika kita mengerti kedaulatan Allah maka kita akan mengalami sukacita yang sejati dari Tuhan. Kita akan mendapatkan anugerah yang kekal, nama kita dicatat di sorga. Ini adalah inti dari rahasia pelayanan Yesus yang memiliki sukacita pelayanan. Kerjakan Keselamatanmu Orang percaya adalah orang yang meresponi ucapan syukur atas keselamatannya dengan melayani. Melayani tidak mesti untuk mendapatkan jabatan. Melayani adalah membawa hidup kita seturut kehendak Tuhan agar kita dapat dibawa untuk mendapatkan tahta Allah yang kekal dannama kita dicatat di sorga. Dalam Filipi 2: 13 dikatakan, “Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” Jadi Allah yang berkerja di dalam kita. Jadi kalau begitu, apa bagian kita? Hal ini terjawab di ayat 12: “... tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar ….” Bagian kita dalam hal ini yaitu: mengerjakan! Apakah ayat ini berarti keselamatan itu adalah sesuatu yang harus kita kejar? Sesuatu yang harus kita kerjakan untuk memperoleh keselamatan itu? Jika demikian, artinya hal ini bertentangan dengan bagian lainnya dari Kitab Suci. Hal ini tampaknya bertentangan dengan Efesus 2: 8–9: keselamatan adalah anugerah Allah. Keselamatan itu bukan hasil usaha kita, tapi anugerah Allah di dalam Kristus Yesus. Juga dalam Roma 3: 24 disebutkan bahwa keselamatan adalah karya Allah yang diberikan seratus persen kepada kita secara cumacuma. Tidak ada andil dari manusia. Roma 3: 28 dikatakan, “manusia dibenarkan karena iman”.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 7

7

3/24/15 11:51 AM


Namun seperti yang kita tahu surat Filipi, Efesus dan Roma ditulis semuanya oleh Paulus, orang Farisi yang sangat ketat memelihara Taurat, dikenal sangat detil,teliti, akurat dan logis dalam menulis. Jadi tidak mungkin hal-hal ini bertentangan. Jika kita dalami lagi Filipi 2 ayat 12 tertulis kata “kerjakan� keselamatanmu (work out atau mengerjakan keselamatan yang sudah diperoleh. Disini bukan work for atau mengerjakan untuk mendapatkan keselamatan). Dan di ayat 13 dilanjutkan dengan “karena Allahlah yang mengerjakan (work in) di dalam kamu�. Jadi Allah sudah work in di dalam kita, sehingga kita bisa work out apa yang telah dikerjakan Allah di dalam diri kita. Jadi keselamatan itu sudah diberikan kepada kita semata-mata karena anugerah Allah, sehingga kita harus mengerjakan keselamatan itu, dengan cara melayani Tuhan dengan takut dan gentar. Jadi orang yang sudah percaya Tuhan sungguh-sungguh tidak bisa tidak melayani. Sungguh lucu kalau orang Kristen tidak melayani. Ketika Allah sudah work in ada motivasi untuk melayani, yang membedakan orang yang sudah sungguh-sungguh percaya. Kedewasaan Rohani Mengapa banyak anak Tuhan yang mengaku sudah percaya namun melayani asal-asalan? Atau mengapa melayani kadang semangat,kadang meredup; kehilangan kesungguhan melayani; tidak bisa konsisten terusmenerus seumur hidup kita? Hal ini adalah karena tidak adanya self motivation, motivasi dari dalam diri sendiri. Paulus memberi nasihat kepada jemaat Filipi yaitu menekankan self motivation (ayat 12). Baik Paulus ada ataupun tidak, Paulus menasehati agar jemaat Filipi tetap semangat melayani. Motivasi dari diri sendiri itu bisa ada jikalau orang sudah memiliki kedewasaan rohani. Yaitu akan tetap setia dan semangat melayani walaupun lingkungan sekitar tidak mendukung, atau bahkan walaupun ada konflik sekalipun. Bagaimana kita mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar? Yaitu dengan melayani.Mengapa kita melayani? Karena kita harus mengerjakan keselamatan yang telah Tuhan berikan.

8

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 8

3/24/15 11:51 AM


Bagaimana caranya agar kita dapat mengalami sukacita dalam pelayanan? Hal ini dapat kita alami jika .... • • • •

Melayani dengan tidak bersungut-sungut. Melayani bukanlah paksaan, tetapi kerelaan. Melayani adalah karunia dari Tuhan. Janganlah pikir kalau kita yang berjasa untuk Tuhan. Tapi kita yang harus berterima kasih pada Tuhan karena diberikan kesempatan untuk melayani. Melayani jangan dengan kekuatan sendiri. Melayani dengan tidak berbantah-bantahan. Melayani dengan berpegang pada firman Tuhan. Melayani dengan mengandalkan firman Tuhan, bukan mengandalkan bakat, talenta, uang, kekuasaan dan pengalaman kita. Hal ini supaya pelayanan kita tidak percuma. Melayani dengan konsep “meskipun” bukannya “jikalau”. Contohnya seperti Rasul Paulus meskipun dianiaya, menderita dan dipenjara namun tetap melayani dengan sukacita. Melayani itu tidak tergantung dari lingkungan, keluarga, pekerjaan, bisnis dan harga diri.

Bagaimana dengan kita? Kalau tahun lalu kita belum sempat melayani, saya rindu setiap kita bisa mengambil bagian dalam pelayanan. Tidak setiap kesempatan itu Tuhan berikan kepada kita. Waktu yang sudah lewat tak akan kembali. Kronos–waktu yang kita pikir masih panjang karena umur kita masih muda–namun hal ini bisa menjadi kairos–waktu yang sempit–jika tiba-tiba saja kita divonis suatu penyakit yang membuat sisa hidup kita tinggal satu bulan lagi. Janganlah sia-siakan waktu yang ada. Mari kita berikan hidup kita untuk melayani dengan sukacita. Jangan tunggu diri kita beres, persoalan kita beres atau tunggu semua yang kita impikan tercapai baru kita mau melayani Tuhan. Hal ini tidak akan pernah bisa kesampaiansampai kapan pun. Meskipun ada persoalan, meskipun ada hal ini dan itu ... marilah kita tetap setia melayani. Saya rindu setiap anggota keluarga di GKY BSD bisa melayani. Saudara, maukah kita menjadikan tahun ini menjadi tahun untuk melayani Tuhan? Terus melayani dengan setia sampai akhir hidup ini .... (Khotbah Pdt. Joni Sugicahyono pada Kebaktian Umum ke-2, tanggal 4 Januari 2015; disarikan oleh Lislianty Lahmudin). NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 9

9

3/24/15 11:51 AM


10

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 10

3/24/15 11:51 AM


/ He n d ro Su w ito /

ife is where we are going. Kalimat sederhana ini pernah saya tulis besarbesar di atas kertas warna dengan dihiasi gambar kaki bersepatu yang sedang diayunkan. Poster hand-made itu saya pajang di dinding kamar kos saya saat saya kuliah.

Saya sangat suka dengan kalimat itu. Saat itu usia saya 23-24 tahun dan saya memang masih bergumul dengan pertanyaan: ke mana langkah hidup saya sedang menuju? Sebagai pengikut Tuhan Yesus, tentunya kita semua tahu dengan pasti ke mana langkah hidup kita sedang menuju. Tuhan sudah menganugerahkan hidup kekal bagi kita yang membuka hati bagi penebusan-Nya. Kaki-kaki kehidupan kita sedang melangkah menuju kekekalan di Rumah Bapa. Adakah anugerah yang lebih luar biasa daripada mendapatkan keabadian bersama Tuhan? Apakah dengan begitu semua selesai? Belum. Seperti diuraikan secara mendalam oleh Pendeta Joni Sugicahyono beberapa waktu lalu, kita masih mempunyai tugas untuk mengisi hari-hari kehidupan kita di dunia ini. Dan itu adalah untuk setia meneladani nilai-nilai, karya dan amanat yang diperintahkan oleh Kristus. NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 11

11

3/24/15 11:51 AM


... yang sering membuat saya gagal melaksanakan amanat untuk menyatakan kasih Kristus bagi sesama adalah k e m a l a s a n ....

Kalau kita berani terus setia mengikuti teladan Kristus, kita akan dapat mengakhiri perjalanan hidup kita di dunia ini sebagai pemenang. Kita tidak akan berakhir dengan tubuh dan pakaian gosong dan compangcamping saat melewati kobaran api ujian kehidupan kita. Kalau kita ‘membangun’ hari-hari kehidupan kita dengan bahan dari emas atau perak, kita bahkan semakin berkilau-kilau dan murni ketika melewati lautan api yang menguji hidup kita. Mungkin kisah Gatotkaca dalam pewayangan bisa memberi gambaran lebih nyata tentang proses ujian kehidupan ini. Ketika Gatotkaca diceburkan ke dalam Kawah Candradimuka, tubuhnya tidak hangus atau hancur menjadi abu. Dia justru berubah menjadi sakti mandraguna dengan otot (seperti) kawat dan tulang-tulang (seperti) besi.

12

Sakit Hati Masalahnya: menjalani hari-hari kehidupan kita dengan sepenuh hati dan meneladani Kristus memang bukanlah sesuatu yang mudah. Kawah Candradimuka kehidupan kita benarbenar lautan api yang panas sekali dan bisa dengan mudah melelehkan diri kita kalau kita tidak sepenuhnya bergantung pada kemurahan dan pimpinan Tuhan sendiri. Saat teman atau pasangan kita, walaupun sebenarnya tanpa sengaja, mengucapkan kata-kata yang merendahkan atau menyinggung diri kita, kita dengan mudah bisa terperangkap dalam rasa sakit hati berkepanjangan. Saat ada saudara seiman sedang ditimpa kemalangan, kadang kita demikian sulit untuk benar-benar mau datang mengunjungi, membuka mata, telinga dan hati kita untuk mendengarkan keluhan dan derita mereka, meluangkan waktu untuk mendampingi, atau menyisihkan sebagian dari rejeki kita untuk membantu memecahkan kesulitan mereka.

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 12

3/24/15 11:51 AM


“Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing dan memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?” Kita semua tahu jawaban yang diberikan oleh Kristus bahwa semua yang kita lakukan bagi sesama kita yang paling hina dan menderita adalah identik dengan apa yang kita lakukan bagi Tuhan sendiri. Pesan yang diucapkan oleh Kristus ini pasti sudah bertahun-tahun merasuk ke dalam sanubari kita yang menyatakan diri sebagai pengikut-Nya. Tetapi, berapa banyak langkah nyata yang telah kita lakukan? Jawabannya bisa sangat beragam. Saya yakin, sudah banyak dari kita yang sangat rajin melakukan tindakan nyata meneladani ajaran Kristus ini. Tetapi, tentu juga masih banyak sekali yang masih menemui hambatan untuk melaksanakannya. Tanpa Daya Kalau saya boleh menjadikan diri saya sebagai contoh, yang sering membuat saya gagal melaksanakan amanat untuk menyatakan kasih Kristus bagi sesama adalah kemalasan. Rasanya memang lebih enak untuk tidur beberapa jam lagi atau nonton televisi daripada mengunjungi saudara seiman yang sedang terbaring tanpa daya di rumah sakit, atau untuk mengunjungi dan berakrab-akrab dengan teman yang sedang kesepian di masa tuanya, atau untuk melayat mereka yang anggota keluarganya meninggal dunia, misalnya. Tidak mudah memang untuk berani meninggalkan kenyamanan keseharian kita dan melangkah menuju ‘ketidaknyamanan’ saat membuka diri kita untuk menjangkau kehidupan orang lain, apalagi kalau kita sebenarnya belum benarbenar kenal atau orang itu memiliki kepribadian yang tidak mudah untuk diajak berakrab-akrab. Tetapi, setelah membantu menemani istri saya dalam sejumlah lawatan kepedulian semacam ini selama bertahun-tahun, saya–yang aslinya sangat kurang bergaul alias ‘kuper’–justru telah mendapatkan rewards atau ganjaran yang lebih bermakna dibanding semua waktu atau ‘pengorbanan’ yang telah saya lakukan selama ini. NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 13

13

3/24/15 11:51 AM


Tanpa sepenuhnya saya sadari, lingkaran pertemanan dan persaudaraan saya dengan orang-orang lain semakin membesar. Pertemanan saya dengan saudara-saudara seiman juga semakin mendalam. Dan, saya menemukan betapa hangatnya hati ini ketika bisa bertukar senyum, sapa, kata dan tawa tulus dengan lebih banyak saudara dan sesama. Pastilah keguyuban dan kehangatan persaudaraan seperti ini yang dijanjikan Tuhan bagi kita di dalam Rumah-Nya nanti. Life is where we are going. Ayo kita berlomba-lomba mengisi perjalanan kehidupan kita dengan melayani sepenuh hati dan mari kita temukan sukacita surgawi di balik semua ‘ketidak-nyamanan dan pengorbanan’ yang harus kita jalani

14

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 14

3/24/15 11:51 AM


ng, but fur nishedhrienstdlehimssselmaf terwrialotefornobothioks

” and songs of gratitude and praise Schaff

Philip 3 0 1 Januari 1819–2 Oktober 189

{

us juga lah seorang teolog Jerman, sekalig (Philip Schaff, lahir di Swiss, ada German di r gaja men aff Sch ical Literature. profesor Church History dan Bibl Amerika di a tam per i inar sem rg, Pennsylvania, Theological Seminary of Mercersbu Serikat pada tahun 1843. g diajarkannya gat berpengaruh melalui apa yan Pandangan-pandangan Schaff san kerja kerasnya u himne yang ia ciptakan, melalui di Mercersburg, melalui lagu-lag pada masa itu. un liturgi ibadah gereja reformed yus men g yan ite kom a ketu i aga seb n komite rah gereja, Schaff menjadi preside Selain dikenal sebagai penulis seja Bible yang kan “American Standard Version” penerjemahan Alkitab yang melahir saat ini). dipublikasikan dan dipakai hingga

}

ereja harus meno korupsi. Jangan menginjili dalak persembahan dari perbuatan orang daripada gereja penu ri uang korupsi. Lebih baik sedikit harus kritis terhadap korupsi.h dengan kepura-puraan. Gereja Jangan sampai tempat pencucian uang. Pe gereja menjadi bagaimana kita tahu itu mo rtanyaannya memang Apalalagi kalau orang taruh ney laundering. tahu ini sulit, tapi kita harus diam- diam. Saya kita membenarkan sesuatu waspada. Jangan tujuan, misalnya perkabaranhanya karena sebuah Inj tidak dikabarkan karena tidak il, berdalih Injil ada uang

Pdt. Dr. Andreas A. Yewa ng (Saat diwawancarai oleh NA oe FIR tentang koruptor yang memb I untuk NAFIRI edisi September 2013– erikan persembahan untuk gereja).

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 15

15

3/24/15 11:51 AM


PRAPTI

16

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 16

3/24/15 11:51 AM


/ Humprey /

o t r e t NAFIRI kali ini adalah tentang seorang ibu yang bernama Prapti, yang lahir di Palembang, Sumatera Selatan. Ayah Prapti yang berasal dari Wonosari merupakan anggota ABRI dan karena panggilan dinas, pindahlah mereka ke Jakarta sehingga Prapti justru tumbuh besar di Jakarta. Walaupun memiliki orangtua yang berbeda agama, Prapti dan ibunya yang berasal dari Gunung Kidul mengikuti ayahnya yang beragama Kristen, namun saat itu pengetahuannya mengenai agama Kristen baru sebatas didikan orangtua saja.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 17

17

3/24/15 11:51 AM


Pasangan yang Tidak Seiman Terlahir sebagai orang Kristen, ikut sekolah minggu, aktif di persekutuan Oikumene dan bergereja, tidak serta merta membuat Prapti pasti selalu kokoh dalam imannya. “Sempat tumbang saat memiliki suami yang tidak seiman,” kata Prapti. “Saya tunggu jawaban Tuhan kok ga cocok-cocok, iman saya ga sekuat ini, akhirnya salah jalan.” Walaupun Juanda, calon yang kini menjadi suami Prapti tidak masalah untuk menikah secara Kristen, namun lingkungan keluarga dan tetangga calon suaminya berkata lain. Akhirnya menikahlah Juanda dan Prapti pada tahun 1991. Saat itu Prapti berumur 29 tahun. Pergumulan yang berat melanda Prapti, dia tidak mau menikah di rumah. Ia tidak mau orang melihat ia yang orang Kristen menikah secara non-Kristen. Dengan dihadiri hanya oleh empat orang saja, menikahlah mereka di Bekasi. Namun memang telah ada komitmen sejak awal mengenai agama, mereka menempuh jalan masing-masing. “Sungguh aneh campur tangan Tuhan waktu akad nikah itu,” Prapti melanjutkan ceritanya. “Foto saat akad nikah itu tidak ada satu pun yang jadi (bisa dicetak).” Foto yang saat ini dipasang di ruang tamunya itu ternyata foto setelah tiga hari menikah. Selama menjalani pernikahan, Prapti kerap kali dihantui rasa berdosa, karena menjalani pernikahan yang tidak didasari oleh iman Kristen. Ada kala suara hatinya berkata, “Berzina ga nih … berzina ga nih?”. Hal ini berlangsung sampai puluhan tahun, sehingga kerapkali timbul rasa tawar hati, dan hal ini sering membuatnya tidak bahagia.

18

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 18

3/24/15 11:52 AM


Prapti dan Juanda

Ujian terkadang bisa pula datang dari lingkungan rumahnya, dimana saat itu rumahnya kadang diadakan persekutuan. Sempat ada tetangga baru yang agak fanatik pindah ke dekat rumahnya, dan nampaknya tetangga baru itulah yang melarang rumahnya untuk dipakai ibadah, dengan mengirimkan himbauan yang ditembuskan sampai ke lima pihak. Namun, Prapti yang justru bergaul baik dengan lingkungan sekitarnya justru mendapatkan dukungan, dan mereka mempersilakan Prapti ibadah seperti biasa. “Aduh Tuhan saya harus bagaimana, untuk sementara waktu mungkin saya ikutin aja.” Dan sewaktu ibu dari Prapti yang berjemaat di GKI Panglima Polim pindah ke dekat rumahnya, diadakanlah kebaktian ucapan syukur, dan ternyata tidak ada masalah, tetangga-tetangga pun mendukungnya.

Di kawasan Serpong ini Prapti tinggal sejak tahun 1997, namun masih beribadah di Jakarta, sehingga setiap minggu ia pergi ke gereja pukul 06.30 dan baru pukul 14.00 ia sampai di rumah kembali. “Ini perjuangan,” pikirnya. Namun ia merasa kasihan juga dengan anaknya. “Tuhan, tolong tunjukkan kepada saya di mana gereja yang membuat saya lebih efisien dari segi waktu dan transpor,” doa Prapti. Di tahun 1999, tanpa diajak siapa pun, mampirlah ia ke gereja lama GKY BSD di Rawa Buntu, dan diberitahu bahwa gereja telah pindah ke gedung baru. Setelah beberapa waktu ikut Kebaktian Umum, mulailah ia aktif di Komisi Wanita (KW) dan merasakan pertumbuhan imannya. Ia aktif pula di Paduan Suara Sharon.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 19

19

3/24/15 11:52 AM


Bersama putri tercinta, Tiara

Prapti teringat, ketika ia belum bersungguh-sungguh di dalam Tuhan, ia seringkali bertengkar dengan suaminya. Saat itu Juanda di-PHK dari Bank PSP dikarenakan kacaunya kondisi ekonomi saat itu. “Hampir-hampir kalau suami berkata ingin cerai, walau iman Kristen saya berkata tidak mau cerai, saya ingin cerai,” kata Prapti. “Aku heran ya ama kamu, tiap hari ke gereja, tapi itu sifat ga berubah, keras kepala banget,” kata Juanda. Prapti menjawabnya dengan berkata, ”Justru karena aku orang berdosa, makanya aku cari Tuhan, supaya aku bisa berubah, bisa bertumbuh, kamu ga berdosa mungkin?”. Demikian pertengkaran Prapti yang saat itu hanya sebagai ibu rumah tangga, ia saat itu tidak merasakan adanya peran suami sebagai imam. Ia merasa tidak bisa mempengaruhi suaminya, dan hanya bisa memberi contoh lewat perilaku dan kebiasaan sehari-hari. 20

Sampai suatu saat, GI. Anita (istri Pdt. Agus Mulyono Susanto– Gembala jemaat GKY BSD kala itu), membimbingnya dan mengajarkannya menghargai suami. Ia mulai belajar bersyukur, karena diberikan suami seperti ini. “Saya tidak mau mencintai kelebihannya, saya olah lagi yang saya dapat, saya tunjukkan bahwa saya berusaha mengasihi dia dalam kelemahan dia.” Setelah mengganggur selama tiga tahun, Juanda bekerja di Puskesmas. Demi menyambung hidup, Prapti membuka rental PlayStation (PS) di rumahnya. Prapti merasa pada saat membuka rental PS dulu memang lumayan laku, tetapi ia merasa bahwa game ini tidak bersifat mendidik malah sebaliknya yang terjadi anak-anak berbicara dengan bahasa yang kasar dan kotor, sehingga akhirnya Prapti memutuskan untuk menutupnya.

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 20

3/24/15 11:52 AM


“Itulah suara Roh Kudus yang mengingatkan saya karena usaha ini tidak menjadi berkat bahkan merusak mental anak-anak,” kenang Prapti. “Sebelum saya menutup PS itu hidup saya khususnya telinga saya sangat terganggu mendengar bahasa mereka tapi akhirnya kami mendapatkan ketenangan, tadinya ini merupakan keputusan yang berat bagi kami tapi saya tahu ini keputusan yang baik.” Selalu Tersedia Berkat untuk Tiara Adapun Tiara, putri dari Prapti yang saat ini sedang memasuki semester 8 Manajemen Pemasaran di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengikuti ibunya beribadah di KU1 atau KU2. Puji Tuhan Tiara selalu menjadi anak yang terbaik di lingkungannya. Tiara selalu menginginkan sekolah yang terbaik, demikian pula saat ia masuk SMP dan SMA. Namun, dikarenakan kondisi keuangan suami yang saat itu kurang mencukupi, Prapti mendapat bantuan dari gereja. Tiap hari Prapti bangun dan bersyukur. ”Untung saya jadi anak Tuhan, kalau bukan mungkin saya tidak bisa menikmati menikmati hidup yang luar biasa ini,” ujarnya sambil berurai air mata. “Anak saya ingin kuliah, sudah jadi impian saya anak

bisa kuliah, bener bisa ga dengan gaji suami 600 ribu, bagaimana bisa anak saya kuliah?” pikirnya. “Tuhan, kalau anak saya sudah sudah menunjukkan tanggung jawab sebagai pelajar dengan nilai yang baik, pasti Tuhan akan tunjukan jalan untuk kami semua. Setelah Tiara mengabari bahwa ia diterima di UNJ, Prapti melonjak gembira, ”Puji Tuhan!”, namun ia juga merasa gemetar dan gentar, “Bagaimana saya harus bilang pada anak saya, saya ga mampu. Dia telah berjuang, dia tunjukkan bisa jadi anak yang baik. Saya berserah ama Tuhan, kalau dia bisa kuliah ya kuliah, kalau ga ya udah.” Berbeda reaksi dengan Juanda, “Ha diterima? Mau kuliah pake apa?”. Reaksi Juanda sempat membuat Tiara kecewa, namun Prapti menghiburnya dan berkata, “Nak, kita punya Tuhan, kita minta ama Tuhan. Saat itu ia bersaksi di KW, “Saya merasa sebagai anak Tuhan, saya ga pernah minta-minta, namun saya bersyukur anak saya bisa diterima di UNJ”, walaupun tidak sanggup membayar kuliahnya. Puji Tuhan, bantuan uang dalam amplop datang bertubi-tubi. Berdasarkan info dari tetangga, uang masuk kuliah itu sebesar 7 juta. Sewaktu daftar ke UNJ, Prapti bertanya,”Pak, berapa NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 21

21

3/24/15 11:52 AM


uang masuknya. “3.5 juta Bu untuk jurusan anak ibu,” kata karyawan UNJ. “Saya kaget luar biasa, saya sampai nangis di situ. Tuhan Engkau kok hebat luar biasa Tuhan, sesuatu yang saya tidak duga, Engkau tunjukkan,” ujar Prapti. Setelah itu, Prapti mencari kos untuk anaknya, dan ia berikan DP 100 ribu karena takut penuh. Namun, ternyata Tiara merasa tidak cocok. Prapti berdoa lagi, “Tuhan, 100 ribu udah masuk nih, tolong saya Tuhan saya masih butuh uang ini, supaya uang itu bisa diambil lagi.” Ternyata uang itu bisa kembali utuh, “Luar biasa pertolongan Tuhan,” ujarnya. Prapti seringkali menasihati Tiara. Sewaktu SMA ia tidak membelikannya komputer, dan berkata “Dek, kamu yang minta sekolah di sini, kamu harus berjuang, apa pun yang terjadi kamu harus berjuang. Tapi satu hal yang kamu harus percaya, diawali dengan Kristus, Tuhan juga akan mengakhiri semua dengan indah, itu yang harus kamu camkan.” Saat Tiara kuliah dan membutuhkan computer, Prapti saat itu berkata kepada seorang ibu di KW, ”Anak saya butuh komputer, saya hanya punya uang arisan yang belum keluar 1.5 juta, tolong bantu saya cari komputer second, nanti saya bayar.” 22

Tak disangka, ibu itu memberinya komputer gratis dan baru. “Lihat Pah, pertolongan Tuhan buat orang yang percaya ama Dia”, itulah kekeluargaan orang Kristen itu erat, satu sakit semua ikut merasa sakit, kata Prapti kepada Juanda. Dengan keadaan keuangan yang sulit, gaji suami yang 600 ribu, bayar kos anak 250 ribu, Prapti hanya bisa memberi uang makan dan ongkos pulang ke rumah kepada Tiara 90 ribu per minggu. “Kamu prihatin ya dek, karena ini kamu yang mau,” kata Prapti kepada Tiara. Ujian hidup Prapti tidak berhenti sampai di sana, suatu ketika bagian Diakonia bertanya, “Bu gimana udah bisa dilepas belum bantuannya, kalau udah bisa saya lepas ya.” Namun Prapti percaya bahwa imannya kepada Tuhan Yesus, bukan kepada manusia, ini yang setiap hari menjadi kekuatannya, ia percaya pertolongan Tuhan luar biasa.

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 22

3/24/15 11:52 AM


Karena sudah lebih dari satu kali Diakonia bertanya begitu, akhirnya Prapti menghentikan bantuan sembako karena merasa tidak enak. Dengan hati yang gentar untuk bertahan hidup tanpa bantuan, Prapti bersyukur tidak pernah tidak ke gereja karena tidak punya uang. Saat seorang teman menanyakan bagaimana kabar Tiara dan kaget mengetahui kondisi keuangannya, teman itu berjanji memberikan bantuan hingga Tiara lulus kuliah. Prapti pun selalu mengingatkan pada suaminya, kalau sudah cukup ia tidak mau dibantu terus. Prapti rindu ingin memberi perpuluhan, namun berbeda dengan orang lain, orang memberi perpuluhan di awal, Prapti justru di akhir. ”Bukan sisa, tapi saya berusaha menahan uang belanja, supaya saya bisa kasi persembahan untuk Tuhan, puji Tuhan saya bisa kasi yang menurut saya itu besar. Tuhan tahu kerinduan saya, ingin memberi, kemampuan saya ga sampe kesana. Apa yang saya bisa berikan saya berikan, tanpa perlu didikte, karena itu kerinduan saya,” ujarnya. Saat ada presentasi pembangunan gereja, Prapti mengingat talentanya membuat kue dan berikrar,”Tuhan tahu perjuangan saya, saya buat kue, 50% untuk Tuhan, 50% Tuhan izinkan untuk saya, ini kesempatan saya bisa memberi sesuatu untuk gereja Tuhan, ini kesempatan”. Ia pun kadangkala merasa takjub, setelah ia memberi persembahan, ada saja yang memberinya amplop bantuan berisi uang. “Dek (Tiara), kamu lihat, mungkin uang itu belum dihitung, tapi Tuhan sudah balikin, Tuhan ga butuh uang kita, Tuhan hanya menguji kesetiaan kita.” Saat ini Prapti telah memasuki Gerakan Baca Alkitab (GBA) di tahun yang ke-7, walau saat memasuki tahun ke-5 ia merasa mau berhenti namun ia merasa Tuhan berkata lain, ”Aku tidak mau kamu stop, bacalah sampai matamu buta.” Tuhan banyak membentuk karakter Prapti dengan suaminya. Saat ini hubungan dengan suaminya telah banyak membaik, padahal dulu suaminya ingin mencari pendeta untuk mendidik Prapti yang keras hatinya.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 23

23

3/24/15 11:52 AM


biodata Nama lengkap Nama panggilan Tempat/Tgl lahir Nama Suami Nama anak

: Prapti Wuryani : Prapti : Palembang, 27 Desember 1962 : Juanda (1965) : Tiara Cindi Widayani (1994)

Riwayat Pendidikan: SDN Paripurna, Jakarta (Lulus th. 1976) SMP Dharma Karya, Jakarta (Lulus th. 1979) SMEA 29, Jakarta (Lulus th. 1983) Riwayat pekerjaan : PT. Colombia Computer, Jakarta (1995-1996) PT. Satya Birawa Persada, Jakarta (1990-1993) PT. Space Computer, Jakarta (1989-1990) PT. Wulandari Prima, Jakarta (1986-1989) Sales Counter, Jakarta (1984-1985) Pelayanan : Ketua Kelompok Komisi Kaleb, Gereja Kristus Yesus (GKY) BSD (2014-sekarang) Ketua Kelompok Komisi Wanita, Gereja Kristus Yesus (GKY) BSD (2014-sekarang) Pengurus Komisi Wanita, Gereja Kristus Yesus (GKY) BSD (2007-2011) Sekretaris Komisi Wanita, Gereja Kristus Kebayoran Baru (GKKB) (2000-2003) Guru Sekolah Minggu, Gereja Kristus Indonesia (GKI) Panglima Polim (1982-1991)

Saya ga akan mati kalau “ suami saya belum terima Kristus, jangan panggil saya dulu, karena ini tugas saya ... semoga Tuhan dengar ...

24

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 24

�

3/24/15 11:52 AM


Optimis Suami Kelak Percaya Kristus Kesaksian hidup datang dari para dokter di tempat kerja Juanda, “Pak, saya tau gaji bapak cuma segitu, tapi anak bisa kuliah. Bisa bayar kos, uang makan tuk anak, itu istrinya kayak gimana”. Juanda berkata istrinya biasa-biasa aja, tapi kalau dia ngatur uang itu disiplin. Prapti dengan tegas berkata,”Jangan bilang istri kamu hebat, baik ama dokter maupun perawat, bukan istri yg hebat, itu karya Tuhan, penyertaan Tuhan yang hebat dalam rumah tangga kamu, jangan bilang aku yang hebat!”. Prapti berusaha mengajaknya ke gereja, namun belum terlaksana, sampai sempat ada momen yang baik namun Tuhan berkata lain, Prapti merasa banyak yang masih harus diubah dulu dari dirinya. “Saya ga akan mati kalau suami saya belum terima Kristus, jangan panggil saya dulu, karena ini tugas saya, semoga Tuhan dengar,” pinta Prapti dalam doa. Prapti ‘membiarkan’ suaminya beribadah menurut agamanya, dan berharap pada waktunya suaminya ‘bertemu’ Tuhan Yesus.

Prapti kembali mengingatkan, “Kalau kita memberi jangan kita menoleh ke belakang, kenapa saya bisa memenuhi komitmen saya, 50% tuk Tuhan, 50% tuk saya, karena ia merasa ini kesempatan memberi untuk gereja Tuhan, Tuhan akan memberkati.”

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 25

25

3/24/15 11:52 AM


26

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 26

3/24/15 11:52 AM


/ Rinne Sange /

e b e l u m Allah menciptakan kita, Allah telah memutuskan peran apa yang Dia ingin kita mainkan di dunia. Allah merencanakan dengan persis bagaimana Dia ingin kita melayani Dia. Kita ada sebagaimana adanya kita karena kita dijadikan untuk suatu pelayanan khusus.” / Rick Warren, The Purpose Driven Life

Rasul Paulus mengatakan: “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10). Kata puisi berasal dari kata Yunani yang diterjemahkan buatan. Artinya kita merupakan karya seni buatan tangan Allah. Kita adalah sebuah karya agung asli yang dirancang untuk satu tujuan yaitu: “untuk melakukan pekerjaan baik”. Apa yang dimaksud dengan “pekerjaan baik”? Pekerjaan baik bisa dipahami sebagai perbuatan baik atau menjalani pola kehidupan yang baik. Dalam konteks Efesus pasal 2, NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 27

27

3/24/15 11:52 AM


pekerjaan baik dapat dikontraskan sebagai lawan dari perbuatan daging atau perbuatan kegelapan. Bila perbuatan daging pada hakekatnya merupakan sebuah kehidupan yang melayani dosa atau diperhamba dosa, berpusat pada diri sendiri, maka “pekerjaan baik” adalah kebalikannya, yaitu sebuah kehidupan baru yang berbalik dari berhala-berhala kepada Allah, untuk melayani Allah yang hidup dan benar. Jadi “pekerjaan baik” berarti “melayani Tuhan”. Dalam konteks yang lebih spesifik menurut Efesus 4:11-16, melayani Tuhan berarti melakukan segala sesuatu yang bermanfaat untuk membangun tubuh Kristus atau gereja. Di dalam gereja kita mendapati begitu banyak keragaman: bangsa, suku, bahasa, budaya, status sosial, dan lain-lain. Keragaman ini sumbernya dari Allah. Keragaman ini bertujuan untuk memuliakan Allah. Tetapi pada kenyataannya keragaman ini sering menjadi dasar perbedaan yang membawa kepada perseteruan. Dalam gereja mula-mula selalu ada dua pembagian kelompok orang: orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain (Roma 3:29; 9:24; 1 Kor 1:23) atau orang Yahudi dan orang Yunani (Roma 3:9; 1 Kor 1:22). Dua kelompok ini, walaupun sudah percaya Tuhan Yesus bisa saling bertentangan dalam pelayanan karena identitas kelompok mereka (Kisah Para Rasul 6:1). Pertentangan itu bahkan menyebabkan perpecahan dalam jemaat. Bagaimana gereja dapat melakukan “pekerjaan baik” di tengah-tengah keragaman tersebut? Perlu adanya kesatuan. Melayani membutuhkan kesatuan tetapi konsep kesatuan itu harus tepat dan benar. Kesatuan dalam Kristus Paulus menegaskan, “Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus” (Efesus 2:13). Artinya Kristus yang menebus orang berdosa menciptakan satu komunitas baru yang disebut ciptaan baru. Mereka yang disebut ciptaan baru bersekutu dan beribadah dalam satu persekutuan atau dalam satu jemaat. Di dalam Kristus mereka yang dari latar belakang yang berbeda ini menjadi satu, one in Christ.

28

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 28

3/24/15 11:52 AM


Selanjutnya dalam Galatia 3:28, Paulus mengajar, “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.” dan di Kolose 3:11, ia mengajar, “dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” Dua ayat ini tidak berarti bahwa kesatuan di dalam Kristus meniadakan keragaman, tetapi kesatuan di dalam Kristus menghargai dan mempersatukan. Realitas keberagaman tidak mungkin disatukan, namun cara pandang terhadap keberagaman tersebut bisa menjadi satu. Kita tidak mungkin, misalnya, meminta orang Jawa berbicara seperti orang Batak, atau orang Kalimantan bersikap seperti orang Manado. Itu adalah realitas. Ketika mereka yang dari beragam suku ini percaya kepada Kristus, maka mereka dapat saling menerima seperti Kristus menerima mereka. Dasar untuk menerima adalah Kristus. Demikianlah kita mengerti bahwa di dalam Kristus orang percaya menjadi satu.

Bagaimana gereja dapat melakukan “pekerjaan baik” ditengah-tengah keragaman tersebut? Perlu adanya kesatuan

Kesatuan yang Penuh Kasih Kristus bukan hanya mendamaikan manusia dengan Allah namun sekaligus mendamaikan manusia dengan sesamanya. Itulah kedamaian yang sejati. Efesus 2:14 berkata, “Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan.” Damai sejahtera tersebut bukanlah hasil upaya atau kerja keras manusia, namun adalah karunia Allah. NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 29

29

3/24/15 11:52 AM


Damai yang dari Allah itu tidak terletak pada situasi dan kondisi yang damai, dimana tidak ada masalah atau perbedaan pendapat. Bukan pula pada momen atau peristiwa tertentu, misalnya pada saat Natal. Kedamaian itu berdasarkan kasih Allah yang hidup dan nyata dalam kehidupan orang percaya, yang sudah menjadi satu dalam “keluarga Allah” (Efesus 2:19). Istilah “keluarga” yang dipakai Paulus menunjukkan suatu relasi yang sangat dekat, yaitu relasi karena “sedarah dan sedaging”. Perselisihan orangtua dan anak atau kakak dan adik tidak pernah akan meniadakan fakta hubungan sedarah dan sedaging itu. Kasih Kristus menjadi sumber kedamaian bagi tiap anggota keluarga Allah. Kasih itu pula yang mengikat semua anggota keluarga menjadi satu. Kasih Kristus justru terlihat jelas dalam situasi dan kondisi yang sangat tidak damai dan nyaman, yaitu di kayu salib. Kasih yang menghancurkan tembok pemisah antara Allah dan manusia. (Efesus 2:14-16). Dan kasih itu jugalah yang menghancurkan tembok pemisah antara kita dan sesama kita. Hal ini tidak akan terwujud bila kita tidak berada di dalam Kristus. Hanya dengan tetap berada dalam Kristuslah kita bisa saling mengasihi yang membawa damai ke dalam dan ke luar komunitas kita.

30

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 30

3/24/15 11:52 AM


Hanya dengan tetap berada dalam Kristuslah kita bisa saling mengasihi yang membawa damai ke dalam dan ke luar komunitas kita.

Kesatuan yang Diperkaya oleh Kepelbagaian Karunia Menurut John Stott “Persekutuan dan kesatuan jemaat menggairahkan justru karena kepelbagaiannya. Orang Kristen berbeda satu sama lain karena budaya, sifat dan kepribadian, dan khususnya karena Kristus mengaruniakan karunia yang berbeda-beda untuk memperkaya kehidupan bersama.” Dalam Efesus 4:12, Paulus menjelaskan maksud Kristus memberikan karunia-karunia rohani kepada jemaat, yaitu “untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan”. Karunia rohani dikaruniakan guna memperlengkapi jemaat untuk melayani Tuhan, supaya tercapai tujuannya yang terakhir, yaitu “pembangunan tubuh Kristus” Jadi adalah jelas , tubuh Kristus sebagai jemaat akan bertumbuh bila setiap anggota memanfaatkan karunianya. Dalam kesatuan dalam Kristuslah kita sebagai orang percaya dapat menjadi alat yang luar biasa dalam memuliakan nama Tuhan Yesus. Dan dimana ada kesatuan dalam Kristus, di situ ada kedamaian yang sejati, karena berlandaskan dan bersumber pada kasih Yesus Kristus sendiri. Menjadi satu bukan saja menjadi tujuan namun juga sebagai sarana untuk melayani. Tujuan kesatuan bukan hanya untuk kehidupan orang percaya saja, namun bagaimana kesatuan itu menjadi alat yang dasyat dalam memperlihatkan Kristus bagi orang lain, baik kepada orang yang sudah percaya maupun yang belum percaya (Kis 2:46-47 – “Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan”)

/ Penulis adalah lulusan M.Div. dari Sekolah Tinggi Teologia Amanat Agung. Saat ini melayani di GKY Gading Serpong

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 31

31

3/24/15 11:52 AM


32

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 32

3/24/15 11:52 AM


/ Pingkan Palilingan /

itemui di kediamannya di salah satu perumahan di Cibubur, atlet badminton ini mengaku baru saja menyelesaikan latihan hariannya. “Biasa Senin, Selasa, Kamis latihan seharian penuh. Sementara Rabu dan Sabtu hanya latihan setengah hari,� ujarnya pendek. Memang benar apa yang dikatakan media massa; Hendra adalah seorang yang kalem dan tidak banyak bicara. Seolah melengkapi kesederhanaan pribadinya, kala itu Hendra mengenakan kaos berlengan pendek dengan tulisan Yonex serta bercelana pendek. Ternyata impresi awal seringkali hanya terbatas pada pengamatan visual. Siapa yang mengira di balik semua kesederhanaan itu tersembunyi jiwa dan determinasi seorang juara dunia? Hendra Setiawan telah memenangi beragam kejuaraan bulu tangkis, termasuk kompetisi yang paling bergengsi. Salah satunya adalah kejuaraan All England 2014 dimana Hendra dan partnernya dalam kompetisi ganda, NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 33

33

3/24/15 11:52 AM


Mohammad Ahsan, meraih juara pertama ganda putra. Gelar ini merupakan sebuah hadiah bagi Indonesia yang telah menanti sebelas tahun lamanya sejak terakhir kali ganda putra Sigit Budiarto/Chandra Wijaya memenangkan All England pada 2003. Enam tahun sebelum itu, Hendra dan partner sebelumnya, Markis Kido, memenangkan medali emas pada Olimpiade 2008 di Beijing. “Sebenarnya sebulan sebelum itu kaki saya cedera pada saat latihan. Menjelang pertandingan, kaki saya masih sakit tapi walaupun begitu saya masih coba. Tapi akhirnya juara,” kata Hendra membeberkan pengalamannya. Mengherankan. Meski cedera, Hendra/Kido masih bisa merebut medali emas. Jawabannya yang pendek dan lugas itu membuat seolah-olah memenangkan turnamen internasional itu nampak mudah. Namun, begitulah sifat Hendra. Meski nampaknya gelar itu mudah diraih, hanya segelintir orang yang tahu betapa disiplin dan kerasnya ia berlatih. Siang dan malam. Jarak rumahnya ke Cipayung (lokasi Pelatnas) ditempuhnya setiap hari demi mengasah kemahirannya. Hasilnya? Belasan medali emas, perak, dan perunggu. 34

Sudah sejak Kecil “Saya mulai berlatih badminton sejak umur tujuh tahun,” akunya. Hendra lahir di Pemalang pada 1984 dari pasangan Ferry Yoegianto dan Kartika Christyaningrum. Sang papa yang adalah pelatih atlet badminton memberikan pengaruh besar hingga Hendra mencintai olahraga kebanggaan Indonesia ini. Lantaran sering diajak menonton papanya melatih atlet, Hendra kecil lama-lama penasaran ingin menjajal badminton. “Waktu pertama kali aku bermain badminton, aku masih sebatas suka-suka saja,” ujar pria berumur tiga puluh tahun ini. Namun, ternyata keinginan untuk menekuni badminton mulai muncul setelah ia memenangkan turnamen. Setelah memenangkan kejuaraan badminton tunggal di Porseni SD, Hendra memenangkan kompetisi di tingkat Kotamadya Pekalongan. “Awal mula bermain memang karena ikut-ikutan cici, tapi karena menang, lama-lama senang,” kata anak bungsu dari tiga bersaudara ini.

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 34

3/24/15 11:52 AM


NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 35

35

3/24/15 11:52 AM


Hendra dan Markis Kido

Melihat hal itu, orangtua Hendra mendukungnya untuk menekuni badminton dengan bergabung ke dalam klub. Umur tiga belas tahun, Hendra pindah ke Jakarta dan masuk ke dalam klub Jaya Raya. Kedua kakak perempuan Hendra sebelumnya juga pernah masuk ke Jaya Raya, namun karir keduanya di dalam dunia badminton tak berlangsung lama. Hendra mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi seorang atlet nasional sejak mulai bermain badminton. “Tidak kepikiran tuh ingin jadi juara dunia ataupun atlet. Ketika masuk Jaya Raya juga belum ada keinginan untuk jadi atlet. Baru pada saat saya sudah bisa jadi juara nasional saya mulai berpikir mungkin bisa nih saya kejar gelar juara dunia,” Hendra berbagi. 36

Jatuh Bangun Juara nasional diraihnya dalam pertandingan Indonesia Open tahun 2005 untuk permainan ganda putra bersama Markis Kido, partnernya. Dulu Hendra sebenarnya ingin menjadi pemain tunggal, tetapi rupanya menjadi pemain ganda lebih pas baginya. “Setelah juara nasional di ganda, setelahnya selalu menang di ganda. Sementara itu tunggalnya kalah terus,” ujarnya terkekeh. Memang benar, ia lebih sering merebut medali emas untuk permainan ganda dibandingkan tunggal. Juara satu sering diraih Hendra/Kido dalam turnamen nasional dan internasional seperti di tingkat Asia dan Eropa.

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 36

3/24/15 11:52 AM


Hendra sudah berteman dengan Kido sejak tahun 1998. Keduanya berasal dari klub yang sama. Pasangan ini tergolong kompak, padahal sebenarnya jarang sekali ada pemain ganda putra badminton yang bisa menduduki peringkat pertama secara konsisten selama bertahun-tahun. Kata Hendra, kunci utama untuk menjaga chemistry keduanya adalah dengan menjaga komunikasi yang terbuka. Komunikasi bukan saja harus dijaga di dalam lapangan, tetapi juga di luar waktu latihan demi mengenal pribadi masing-masing lebih dalam. “Sangat penting ketika di lapangan untuk menghindari senioritas. Jangan berpikir bahwa partner saya lebih senior, atau saya lebih senior. Keduanya harus sama dan setara. Dengan demikian, kita berdua bisa saling menegur. Jadinya bebas dan santai,” ujar Hendra. Ia pun belajar untuk menyeimbangkan karakter dengan partnernya. Contohnya emosi Kido sempat meledak beberapa kali pada saat pertandingan. Tetapi Hendra tetap berusaha tenang. “Karakter kita harus saling melengkapi. Kalau sudah marah kan kita jadi nggak fokus bertanding,” kata penggemar video game ini.

Kemenangan yang paling berkesan bagi Hendra adalah ketika ia dan Kido menjadi juara dunia di kejuaraan BWF World Championship 2007, Olimpiade 2008 di Beijing dan Asian Games 2010. Namun, pada tahun 2011 prestasinya sempat merosot. Beberapa kali ketika turnamen, Hendra dan Kido mengalami kekalahan pada babak awal. Faktor utamanya yakni cedera di lutut kanan Hendra yang sudah dialaminya sejak sebelum turnamen Asian Games 2010. Pada tahun itu berbagai upaya pemulihan cedera dilakukan, salah satunya dengan berobat ke Singapura. Setelah cedera teratasi, muncul hambatan selanjutnya. Hendra/Kido gagal masuk ke dalam turnamen Olimpiade 2012. Kala itu penggemar mantan atlet badminton Tony Gunawan ini sangat kecewa. Setelah berpikir matang, keputusan final pun diambil: Hendra dan Kido memutuskan berpisah. “Memang kita berpasangan sudah sejak 2003. Awalnya memang agak sungkan untuk meminta ganti partner, karena kita sama-sama merintis dari bawah,” ia bercerita. “Tapi akhirnya saya mengungkapkan keinginan untuk ganti partner bermain, untuk mencari tantangan baru. Kido pun setuju.” Walau berpisah, Hendra NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 37

37

3/24/15 11:52 AM


dan Kido hingga kini masih tetap dekat. Hendra kemudian berpasangan dengan Mohammad Ahsan, juniornya. Hendra dan Mohammad Ahsan Bertekad Hendra kembali bangkit. Duo Hendra/Ahsan menjuarai turnamen dunia BWF World Championship 2013 di China. Di tahun yang sama, Hendra/Ahsan juga memperoleh medali emas di tingkat nasional. Keduanya bertekad untuk menyabet medali emas pada turnamen All England 2015 bulan Maret tahun ini. Tetapi ada suatu pertanyaan yang mengusik. Setiap hari berlatih badminton sudah menjadi rutinitas. Berbagai medali dan piala turnamen juga sudah memenuhi rumahnya. Apakah pernah ia merasakan kekosongan dan kebosanan di satu titik? “Menurut saya sangat disayangkan kalau sampai ada perasaan itu,” katanya lugas. Mendekati usia pensiun seorang atlet (biasanya 35 tahun), ia malah ingin mempergunakan kemampuannya secara maksimal. “Saya enggak mau berpikir, ‘saya sudah memenangkan ini dan itu lo.’ Setelah menjuarai sesuatu, saya langsung melihat ke depan.” “Ketika ingin mengejar sesuatu, saran saya ya jangan tanggungtanggung. Harus total,” ujarnya. “Namun begitu, untuk muda-mudi yang ingin menjadi atlet, jangan sampai melupakan sekolah. Di saat yang sama juga harus tetap disiplin dalam berlatih.”

38

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 38

3/24/15 11:52 AM


Memang ada kalanya kejenuhan menyergap Hendra. Ketika itu terjadi, ia berusaha mengisi waktu luang dengan hal-hal yang menyenangkan. Setelah itu, pikirannya difokuskan kembali. Hendra terbiasa menetapkan target agar bisa fokus pada saat berlatih. Yang membuat semangatnya bergelora kembali biasanya adalah ketika ia bertemu dengan lawan main yang sulit dikalahkan. Menentukan Langkah Melihat ke belakang, Hendra banyak bersyukur akan berbagai gelar juara yang telah diraihnya. Bukan hanya prestasi, bapak dua anak ini juga selalu bersyukur akan kecukupan hidup yang ia boleh nikmati; salah satunya adalah kehadiran keluarga di sampingnya. Tahun 2011, Hendra

menikah dengan Sandiani. Tiga tahun kemudian, keduanya dianugerahi anak kembar: Richard dan Richelle. “Setelah menikah dan punya anak, rasanya lebih memotivasi saya di dalam pertandingan,” ujarnya. “Saya dan istri juga kaget mendapat anak kembar, karena kita kan pakai metode bayi tabung. Dokter juga bilang kalaupun berhasil ataupun tidak, harus bersyukur.” Menurut Hendra, selalu ada banyak hal yang bisa disyukuri. Menjalani kehidupan sebagai seorang atlet, ia pun tahu pasti bahwa kejayaan yang dialami akan berakhir suatu hari nanti. Pada hari itu, seorang atlet harus pensiun dan tak dapat lagi bertanding. “Enggak bisa membayangkan gimana kalau suatu hari saya harus terpisah dengan badminton,” katanya dengan raut muka serius. Menurut Hendra, mungkin setelah pensiun ia akan menjadi pelatih badminton seperti sang ayahanda. Akan tetapi semua itu ingin ia kesampingkan dulu untuk saat ini demi menjaga pikirannya bersih dari gangguan. “Mungkin nanti habis turnamen Olimpiade baru saya pikirkan lagi rencana ke depan. Saya ingin fokus dulu menjadi atlet,” ujarnya mengakhiri perbincangan NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 39

39

3/24/15 11:52 AM


40

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 40

3/24/15 11:52 AM


/ Sucipto Asan /

elayani sebagai Perintah Sebagai manusia kita tidak dapat hidup hanya untuk diri sendiri. Kita membutuhkan orang lain untuk dapat bertahan hidup. Sebagai orang Kristen bahkan kita dituntut lebih. Sebagai anggota tubuh Kristus kita tidak dapat berdiam diri dan mementingkan diri (1 Kor. 12:12–27). Setiap kita diperintahkan untuk melayani (Yoh. 13:14). Dan Kristus menambahkan “berbahagialah” jika kita melakukannya (Yoh. 13:17). Pelayanan yang dimaksud tentu bukanlah sekedar soal teknis membasuh kaki (Yoh. 13:12–17), tetapi juga soal kepedulian. Dan kepeduliaan berarti hadir untuk menjadi solusi bagi orang lain. Tentu kita tidak dapat begitu saja hidup dan hadir bagi orang lain. Hidup yang sepenuhnya berpusat pada orang lain dan tidak mempedulikan hidup dan sumber hidup itu sendiri akhirnya hanya akan berantakan. Gagasan bahwa hidup yang berpusat pada orang lain adalah sebuah bentuk kerohanian tertinggi adalah suatu kesalahpahaman tentang konsep kehidupan rohani yang benar dan alkitabiah.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 41

41

3/24/15 11:52 AM


Kita dapat dengan mudah menerima pendapat yang mengatakan makin banyak kita terlibat dalam pelayanan , makin berkembang kehidupan rohani kita. Ini tidak selalu benar. Pelayanan dapat berubah menjadi rutinitas yang tidak lagi memberi kehidupan, bahkan bisa membuat kita lelah, lemah, letih, lesu, loyo baik secara fisik maupun rohani. Kita bisa sampai di titik dimana kita tidak lagi terinspirasi bagaikan sepotong kayu yang kaku terapung di air, mengalir tanpa tujuan dan tanpa arah yang benar. Saat hal ini terjadi apa yang dapat kita lakukan? Kita dapat saja tetap mempertahankan pelayanan kita dan menunggu datangnya hari yang lebih baik. Atau kita juga dapat berhenti dan tidak melakukan apa-apa. Tidak ada alasan untuk mencoba keduanya. Hal terbaik untuk dilakukan adalah melepaskan diri bukan dari dunia yang sibuk namun dari pelayanan yang menyibukkan. Lalu merenungkan kembali dua hal ini, “Apa hakekat pelayanan” dan “Apa motivasi saya dalam melayani”. Mari kita bahas dua hal ini. Hakekat Pelayanan Apa makna dari suatu pelayanan? Mengapa sampai itu diperintahkan Tuhan? Paling tidak ada tiga hal yang mendasari hakikat suatu pelayanan. 1. Pelayanan sebagai ekstensi dari keunikan identitas pribadi Tuhan Pelayanan yang Tuhan perintahkan itu penting karena ia mengingatkan pada umat-Nya bahwa Tuhan telah terlebih dulu melayani kita (1 Yoh 4:10). Alkitab adalah buku tentang pelayanan. Tuhan adalah Tuhan yang memperkenalkan diri sebagai ‘pelayan’. Dimulai dari Kitab Kejadian Tuhan mencipta dunia dan isinya untuk dapat dinikmati oleh semua mahkluk hidup termasuk manusia. Setelah kejatuhan manusia Tuhan mengutus Abraham, Nuh, Musa, dan para nabi untuk membawa umat Tuhan yang tersesat kembali kepada-Nya. Bangsa Israel adalah prototipe dari cara Tuhan melayani manusia, dan Kristus adalah puncak dari simbolisasi Yesus dalam membasuh kaki para murid-Nya. Pembasuhan itu adalah gambaran dari pelayanan Tuhan yang teragung saat di kayu salib karena Ia memberikan diri-Nya agar mereka yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan mendapat hidup kekal. 42

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 42

3/24/15 11:52 AM


Jika Tuhan memberikan totalitas diri-Nya pada kita, alasan apa yang dapat menjadi dasar kita untuk tidak memberikan bagian terbaik dari diri kita kepada-Nya? Alkitab banyak memuat kisah orang yang digerakkan Tuhan melayani oleh karena telah disentuh oleh kebaikan dan kasih Tuhan. Salah satunya adalah mertua Simon Petrus (Mrk. 1:29–31). Begitu sembuh atas pelayanan Yesus, ia langsung ambil bagian dalam melayani orang lain. Kisah lain adalah Maria, adik Lazarus yang begitu terharu dengan kebaikan Yesus pada keluarganya. Ia menghampiri kaki Yesus dan menuangkan minyak narwastu yang sangat mahal dan menyeka dengan rambut yang merupakan kehormatan seorang wanita (Yoh. 12:1–8). 2. Pelayanan sebagai proses pembentukan kesadaran akan kebutuhan terhadap anugerah Allah. Adalah Kehendak Tuhan agar kita dapat lebih mengenal keterbatasan diri kita (Yes. 6:5; Gal. 2:11–14; 1 Kor. 12:7). Pelayanan adalah cara Allah untuk menunjukkan potret diri kita yang rapuh dan terbatas. Saat kita melayani kita menjadi terbuka untuk dinilai dan dievaluasi. Dan kerap kali kita menemukan diri kita yang ‘tidak indah’. Keadaan dimana aku benar-benar tidak layak, terbatas, dan rapuh karena tidak dapat menyamai standar yang seharusnya. Kondisi itulah yang dialami oleh Yesaya, Petrus dan Paulus saat berhadapan dengan Allah. Yesaya merasa najis bibir, Petrus merasa munafik dan Paulus merasakan ‘duri dalam daging’. Dengan kita mengenali keterbatasan dan ketidaklayakan kita, kita disadarkan kebutuhan akan anugerah-Nya. Kesadaraan kebutuhan akan anugerah itulah sesungguhnya yang merupakan indikator pertumbuhan rohani yang autentik dan sehat (2 Ptr. 3:17–18).

Jika Tuhan memberikan totalitas diri-Nya pada kita, alasan apa yang dapat menjadi dasar kita untuk tidak memberikan bagian terbaik dari diri kita kepada-Nya? NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 43

43

3/24/15 11:52 AM


Tidak ada pelayanan yang sempurna, karena kita sering berbuat salah dan kita lemah. Pelayanan yang dilakukan dengan maksud baik kadang bisa mendatangkan luka karena kita salah menempatkan diri. Dalam melayani kita bisa merasa kosong setelah memberi begitu banyak, dan bisa saja tidak dihargai. Kadang makin kita pikirkan semua hal di atas makin takut kita melayani. Hal ini tidak boleh terjadi. Secara sederhana apabila kita lemah dan salah kita wajib jujur untuk mengakui. Namun kita perlu berhati-hati karena kita bisa berhenti bertumbuh dan berkembang. Kita bisa menjadi orang Kristen yang kehilangan ‘keasinannya’. Pertumbuhan kita berhenti saat kita tidak lagi berfokus pada Tuhan. Ketika kita merasa sudah berbuat banyak dan merasa berjasa, kita tidak lagi membutuhkan anugerah Tuhan. Saat kesombongan seperti itu menyusup, hal pertama yang rusak adalah dasar kerohanian kita. Pada titik itu kerohanian kita membusuk dan pelayanan kita sekalipun tampak baik dan dipuji banyak orang, akan berubah menjadi kenajisan dan kekejian bagi Tuhan (Yes. 29:13).

Kesadaraan kebutuhan akan anugerah itulah sesungguhnya yang merupakan indikator pertumbuhan rohani yang otentik dan sehat 3. Pelayanan sebagai sarana anugerah mengenal dan menikmati diri-Nya (Mzm. 73:26–28) Allah menciptakan manusia agar manusia dapat mengenal, menikmati dan memuliakan-Nya. Kita tidak dapat menjelaskan manis dan renyahnya buah apel hanya dengan melihat. Bibir dan mulut kita harus mencicipi setiap bagian dari buah tersebut. Sama halnya dengan kehadiran dan penyertaan Tuhan. Allah hanya dapat kita nikmati saat kita mau berhenti dan meluangkan waktu untuk menemukan betapa baik, indah, benar dan menakjubkannya Dia di tengah kesibukan kita. 44

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 44

3/24/15 11:52 AM


Melalui pelayanan kita diberi kesempatan untuk terlibat menjadi solusi atas kebutuhan sesama. Ia dapat menjadi aktivitas yang melelahkan dan menyibukkan. Jika hal ini terjadi pelayanan hanya akan menjadi beban dan bukan sukacita. Pusat dari pelayanan bukanlah hasil dan prestasi kita, tetapi kemuliaan Tuhan. Dengan demikian orang yang melayani tetapi tidak bertumbuh, bisa jadi ada yang salah. John Piper menguraikan: “Kasih Allah kepada kita terutama bukanlah soal bagaimana Ia mengutamakan kita, tetapi soal bagaimana Ia memberi kemampuan kepada kita untuk selamanya menjadikan Dia sebagai yang terutama. Dengan kata lain kasih Allah kepada kita mempertahankan posisi Allah sebagai pusat hidup kita. Jika kasih Allah menjadikan kita sebagai pusatnya dan berfokus pada nilai milik kita, kasih itu akan menjauhkan kita dari apa yang paling berharga yakni Dirinya Sendiri, Sang Sumber Segala yang Indah.� Pelayanan yang Hambar vs Sukacita Dari butir pemikiran di atas, berikut ini beberapa hal yang dapat menjadi penyebab pelayanan terasa hambar dan berpotensi kehilangan sukacita: 1.

Karena konsep dan fokus yang salah, karena fokusnya bukan Tuhan. Pelayanan menjadi tangki keegoisan pribadi ataupun kelompok, ajang untuk membangun prestasi dan memelihara reputasi. Tidak sedikit menjadikannya pelarian menghindari kebosanan dan tanggung jawab. Ada juga yang menjadikannya sebagai transaksi dagang. Jika Tuhan berkehendak lain dan sedang menguji kita, kita langsung ‘mengambek’.

2.

Karena kelelahan rohani. Kelelahan rohani terjadi saat pelayanan dijadikan berhala, dimana Tuhan tidak lagi ditempatkan sebagai yang utama. Begitu sibuk melayani hingga tidak punya waktu berhenti, dan tidak punya ruang untuk membangun relasi dan kebersamaan dengan Tuhan dalam pelayanan.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 45

45

3/24/15 11:52 AM


Sebaliknya dari hakekat pelayanan di atas kita juga juga dapat menarik kesimpulan apa yang dapat membuat pelayanan menjadi sukacita: 1. Melayanilah dengan motivasi yang benar yakni untuk menikmati dan memuliakan Allah bukan untuk menyenangkan manusia (1 Kor. 10:31). 2. Melayanilah dengan perspektif yang benar. Pahami paradoks kebenaran ini: ”Saat saya berpikir sedang melayani Tuhan sesungguhnya Tuhanlah yang sedang melayaniku.” (Rm. 5:8; 1 Yoh. 4:19). 3.

Melayanilah dengan orientasi hati yang benar. Jadikan pelayanan seabagai ibadah dan persekutan dengan Allah. Harapkan anugerah dan pertolongan Allah. Buka hati untuk diisi dan dikoreksi agar bertumbuh semakin serupa dan semakin menikmati Dia. (2 Kor. 3:18; 1 Yoh. 2:5–6)

Penutup Ada sebuah buku klasik tentang cara melayani dengan benar berjudul Practicing the Presence of God. Buku tersebut ditulis pada abad ke-17 oleh Brother Lawrence, seorang juru masak sebuah biara di Perancis. Melalui tulisannya Brother Lawrence menguraikan perspektif yang unik. Ia mengubah perspektif kita dalam soal bekerja dan melayani. Penghayatan akan Allah memampukan dia bercakap-cakap dengan Allah sementara dia melakukan tugas-tugas yang paling umum dan kasar sekalipun, seperti menyediakan makanan dan mencuci piring. Brother Lawrence menuliskan doa yang terkenal: “Lord of all pots and pans and things ... make me a saint by getting meals and washing up the plates” (Tuhan dari periuk, kuali dan peralatan … jadikanku seorang yang kudus dengan menyajikan makanan dan mencuci piring-piring ini). Kunci menuju persahabatan dengan Allah menurut dia, adalah tidak mengubah apa yang kita kerjakan, tetapi mengubah perspektif dan sikap hati kita terhadap apa yang dilakukan. Sebagaimana diungkapkan dalam tulisannya: “We ought not to be weary of doing little things for the love of God, who regards not the greatness of the work, but the love with which it is performed” (Kita tidak boleh lelah dalam melakukan hal-hal kecil sebagai ekspresi dari kasih kita terhadap Allah oleh karena Allah kita tidak memperhitungkan kebesaran dari pekerjaan kita melainkan kasih yang mendasari pelayanan kita). 46

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 46

3/24/15 11:52 AM


Tidak ada waktu yang ideal untuk melayani Tidak ada waktu yang ideal untuk melayani . Kita hanya akan terus menunggu jika kita pikir akan ada waktu yang ideal untuk melakukan pelayanan. Gunakan kesempatan selagi bisa. Gunakan waktu senang maupun susah untuk melayani. Pasti ada kekurangan dan kesalahan yang kita buat, karena kita terbatas dan lemah. Kita harus melakukan apa yang Tuhan kehendaki dan dalam anugerah-Nya kita dimampukan. Melayanilah bukan karena ia akan mendatangkan sukacita melainkan sebagai ekspresi sukacita itu oleh karena Raja kita telah terlebih dahulu melayani kita dan kini kita diberi hak istimewa menjadi jendela dan sarana anugerah-Nya untuk membawa orang berjumpa dengan-Nya. Maukah engkau menjadi jendela dan sarana anugerah-Nya? Selamat melayani dalam dan dengan sukacita

/ Penulis adalah lulusan Sarjana Teologi & Master of Arts in Christian Studies dari STT Bandung (1997) dan Sarjana Sosial, Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka, Bandung, (2005) Saat ini melayani di Universitas Pelita Harapan sebagai Manager HRD dalam bidang Recruitment & Talent Management

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 47

47

3/24/15 11:52 AM


erlipan 6000 lampu dari pohon setinggi 4,5 meter yang berlilit 70 meter kain batik menjadi pemandangan yang menarik mata ketika kita memasuki ruang ibadah GKY Jemaat BSD sepanjang bulan Desember. Ada nuansa yang terasa berbeda pada Natal kali ini, yaitu nuansa etnik nusantara yang diusung pada malam Natal, 24 Desember. Sebagian besar jemaat datang dalam balutan batik pada dua kebaktian yang diadakan pada pukul 16.00 dan 19.00. Mereka disambut oleh para Majelis yang 48

berpakaian tradisional khas Betawi di pintu masuk. Tidak hanya itu, pemandangan di panggung pun tidak kalah menarik yang menghadirkan rumah khas Betawi layaknya setting di sinetron era 90-an, Si Doel Anak Sekolahan. Ibadah malam itu pun menyesuaikan tema etnik yang ada. Lagu-lagu pujian dalam bahasa daerah, seperti: bahasa Sunda, Papua, Betawi dan Batak ikut dikumandangkan pada malam itu. Musik yang dibawakan pun bernuansa etnik. Tampak kehadiran seruling dan gendang berkolaborasi dengan alat

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 48

3/24/15 11:52 AM


musik modern lainnya. Nats Kitab Suci pada malam itu pun dibacakan dalam beberapa bahasa daerah, menunjukkan kekayaan budaya yang kita punya di Indonesia sekaligus mengingatkan kita bahwa Kristus

datang bagi semua suku bangsa. Ibadah malam Natal juga dimeriahkan oleh Paduan Suara Sion yang membawakan berbagai lagu diiringi gerakan dan tarian khas nusantara.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 49

49

3/24/15 11:52 AM


Sebuah drama bertajuk Tuhan Lupe Kali Ye? dibawakan dengan apik untuk menekankan pesan Natal pada malam itu. Kehidupan sebuah komunitas masyarakat marginal Betawi Kristen dengan pergumulan mereka menjadi tema pada drama kali ini.Kesulitan ekonomi,berada di bawah tekanan, bahkan dikhianati oleh orang yang dilayani, namun dapat mempertahankan iman bahkan menjadi saluran berkat bagi orang lain. Pesan sederhana yang berhasil dikemas dengan menarik oleh para pemainnya sehingga tak urung membuat sebagian jemaat meneteskan air mata. Pemberitaan firman Tuhan dilayani oleh Pdt. Effendi Susanto dari Reformed Evangelical Church of Indonesia (RECI) Sydney 50

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 50

3/24/15 11:52 AM


dan dilanjutkan dengan acara penyalaan lilin pada malam Natal tersebut. Pada keesokan harinya, pada puncak perayaan Natal 25 Desember, ketika datang pagi itu, jemaat diperhadapkan pada suasana yang hendak menggambarkan ‘sorga’ dengan awan-awan putih serta balonbalon putih kebiruan. Kantata Natal berjudul Hark, The Herald Angels persembahan Paduan Suara Anak The White Lily ikut memeriahkan kebaktian yang berlangsung dua kali, yaitu pada pukul 07.00 dan 10.00. Kantata yang pernah dipentaskan pada Natal 2002 itu bercerita mengenai hiruk pikuk di sorga di antara para malaikat menjelang kelahiran Sang Juru Selamat ke dalam dunia. Pemberitaan firman Tuhan kembali dilayani oleh Pdt. Effendi Susanto menekankan tema Natal tahun ini “Kristus Datang Membawa Kelimpahan”. Jemaat pulang dengan membawa lagu tema yang telah dipelajari dan dinyanyikan selama masa Natal ini. Hadiah Natal terbesar Allah bagi kita adalah Kristus yang datang untuk menyelamatkan kita dan setiap orang yang percaya serta setia pada-Nya akan merasakan kelimpahan yang Dia bawa / Meirika Huang NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 51

51

3/24/15 11:52 AM


/ Gandadinata Thamrin

,,

Life in all its fullness

,,

Aku datang supaya engkau memiliki hidup berkelimpahan

(Yohanes 10:10)

Naskah drama ini dibuat berdasarkan inspirasi dari foto yang saya dapatkan dari komputer saya yang dibuat pada tanggal 20 Maret 2013 kejadian kebakaran sebelah rumah saya pada pukul 12 malam dan dalam hitungan ‘menit’ rumah habis terbakar dan ini membuat kami sekeluarga panik dan terkagetkaget dengan peristiwa ini. Peristiwa tersebut membuat pemilik rumah juga shock karena harta benda lenyap dalam satu malam bahkan dalam beberapa menit saja. Ini tidak berlebihan karena kami sekeluarga menjadi saksi peristiwa itu dan kami hanya berdoa agar api tidak menjalar keatap rumah kami yang cuma berjarak 10 meter (hanya selang satu rumah saja). 52

Penantian tangan Tuhan bekerja saat itu menjadi refleksi bagi keluarga kami bahwa benar dikatakan dalam Yakobus 4:14 “… kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 52

3/24/15 11:52 AM


lenyap”. Tidak ada yang pasti dengan hidup ini walaupun sedetik di depan kita pun tidak ada yang tahu kecuali Tuhan sendiri”. Kami semua manusia yang tidak berdaya apa-apa sama sekali. Ide ini menjadi pokok cerita Drama Natal 2014 “Tuhan lupe kali ye?” yang disutradarai oleh Chandra Joko yang mengisahkan tentang 4 tokoh utama yaitu bang Syukur, mpok Minah, Eep, dan bang Oji. Berikut ini ringkasan ceritanya. Kehidupan keluarga Bang Syukur (diperankan oleh Djenny Tanius) yang cukup kaya memiliki usaha dari orangtuanya dan secara tiba-tiba mengalami begitu banyak cobaan dari bangkrutnya usaha keluarga, orangtuanya yang kena stroke, anak semata wayang meninggal dunia dan dia pun akhirnya meninggal karena perampokan di rumahnya. Walaupun begitu banyak peristiwa getir yang terjadi dalam hidup Bang Syukur, dia tetap bersyukur pada Tuhan. Tidak ada satupun kata yang tidak baik yang keluar dari mulutnya kecuali ucapan syukur pada Tuhan dan dia tetap melayani anak-anak jalanan. Salah satu anak asuhnya bernama Eep mengkhianati dan merampok bahkan melukai Bang Syukur.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 53

53

3/24/15 11:52 AM


54

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 54

3/24/15 11:52 AM


/ Gandadinata Thamrin., SE., MM., MA. adalah dosen pada Language and Life Skills Department, FLA. Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 55

55

3/24/15 11:52 AM


illustrasi: Thomdean 56

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 56

3/24/15 11:52 AM


/ Titus Jonathan /

uatu siang,

di sebuah warung soto Madura di pinggir jalan, saya dan sahabat saya makan dengan lahap sembari asyik mengobrol. Warung soto Madura mempunyai kekhasan dengan menyediakan nasi putih yang dibungkus kecil-kecil dengan daun pisang. Bungkusan-bungkusan nasi tersebut ditaruh di atas meja sehingga pelanggan bisa bebas mengambil, asalkan jangan lupa mengaku berapa bungkus yang kita habiskan waktu membayar.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 57

57

3/24/15 11:52 AM


Biasanya sahabat saya mengukur kadar kenyangnya dari jumlah berapa bungkus nasi yang saya habiskan. Kalau saya habis tiga bungkus, dia empat. Kalau saya habis empat, dia lima. Itulah cara uniknya untuk berhenti makan, karena memang porsi makannya lebih banyak dari saya. Momen makan siang bersama sahabat di sebuah warung sambil mengobrol merupakan momen yang sangat kami nikmati. Sambil membuka bungkus nasi yang ketiga, sahabat saya bercerita mengenai bosnya. Hampir setiap siang sahabat saya dipanggil oleh bosnya hanya untuk disuruh makan siang di rumahnya. Rumah bosnya itu menempel di belakang tokonya, sebuah toko yang berjualan alat tulis kantor. Di toko itulah sahabat saya bekerja, mengontrol keluar/masuk barang, dan mencatat. Toko itu memang terlihat penuh sesak dengan barang-barang jualan, tetapi rumah bosnya tertata rapi dan dihiasi dengan perabotan yang berkelas. Jadi jika bosnya tidak sedang keluar toko, jika jam sudah berbunyi dua belas kali, sahabat saya diajak masuk ke belakang untuk makan siang. Menu makanan yang terhampar di meja makan itu selalu lengkap terdiri atas sayur-sayuran, daging, ikan, ayam, telur, tahu, tempe, dan nasi. Buah-buahan selalu menemani untuk menyegarkan mulut di akhir sesi makan. Sayur-sayuran biasanya lebih dari dua macam, sedangkan daging bervariasi, terkadang dibikin empal goreng, rendang atau sup. Kalau ayamnya, terkadang hanya digoreng saja, dan di hari lain dijadikan ayam bumbu rujak atau ayam rica-rica. Sering juga menu tetap tersebut masih ditambah dengan udang goreng atau jenis-jenis seafood lainnya. Dan yang tidak pernah absen untuk hadir di meja makan itu tentunya, adalah sambal. Pada saat-saat awal, sahabat saya itu merasa canggung, karena tidak pernah ia makan siang dengan menu selengkap itu. Ia lebih canggung lagi melihat bosnya hanya mengambil 3–4 sendok nasi, setengah mangkuk sup atau sayur dan sepotong kecil ayam goreng. Sedangkan teman saya menyantap dengan lahap nasi, sayur dan beberapa macam lauk-pauk di atas meja, sebanyak yang ia inginkan. Pada hari lain, bosnya mengambil 3–4 sendok nasi, setengah mangkuk sup atau sayur dan sepotong kecil rendang. Dan hari-hari berikutnya pun tetaplah sama, bosnya makan begitu sedikit dan serba terbatas.

58

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 58

3/24/15 11:52 AM


Suatu hari ketika mereka selesai makan, sambil mengobrol ditemani oleh apel, jeruk dan rambutan, mereka mengobrol. Dalam bincang-bincang itu mengertilah sahabat saya bahwa bosnya sedang dalam kondisi sakit yang membuatnya harus banyak berpantang makanan, atau makan dengan menu yang serba ditakar. Tetapi menurut sahabat saya, bosnya tidak pernah memperlihatkan bahwa ia sakit. Ia tetap bergairah dalam bekerja dan memperlakukan semua karyawannya dengan baik dan ramah. “Wah, jadi kamu tiap hari makan enak ya?” tanya saya. “Lah iya, tapi aku lama-lama sungkan ….” jawabnya sambil tersenyum nyengir. Walaupun saya tidak mengenal bosnya itu, tetapi dari cerita yang disampaikannya itu, saya yakin ia adalah seorang yang murah hati. Ia tidak bisa ikut menikmati semua makanan yang dihidangkan, tetapi ia memberikannya kepada orang lain untuk menikmati. Ia mengajak ngobrol karyawannya, membagikan wawasan dan pengalaman bisnisnya serta mengajarkan attitude yang patut agar kelak karyawannya bisa berhasil. Mungkin ia menyadari, bahwa berapa pun dan semewah apa pun makanan yang bisa ia beli dan sediakan, tetapi toh hanya 3–4 sendok saja yang bisa ia makan. Tubuhnya yang sakit itu telah membatasinya. Ia tidak bisa merasakan makanan sebanyak dan sesuka hatinya. Ia merasa sudah cukup dengan itu saja, dan “menjamu” orang lain sungguh merupakan kesempatan yang ia syukuri, lebih-lebih kepada sahabat saya yang merasa tak bisa membalas budi baiknya. NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 59

59

3/24/15 11:52 AM


Di kesempatan lain, saya bertemu dengan sahabat saya semasa kami bersekolah di kota kecil kami dulu. Setelah lebih dari dua puluh tahun kehilangan jejak, kami dipertemukan oleh Facebook (Thanks Mr. Zuckerberg!). Akhirnya kami janjian bertemu. Rumah tempat kami bertemu adalah sebuah kompleks perumahan yang mewah. Di rumah itu saya lihat tiga mobil: sebuah BMW, sebuah Honda CRV dan sebuah Kijang Inova. Ketiganya belum berumur tiga tahun. Sahabat saya keluar dari rumah itu sambil cengengesan. Dandanannya parlente. Lalu dia mengajak saya ke sport club di kompleks itu yang hanya berjarak sepelempar batu dari rumahnya. “Wuahh … hebat kamu … hebat .…” saya memulai obrolan sambil menarik kursi. “Hehehe … apanya yang hebat? Hehehe…,” tawanya tetap cengengesan. “Lah … itu … ck..ck..ck ….” jawab saya terkagum-kagum sambil melirik tiga mobil yang berderet di depan rumahnya. “Oooo … itu punya bos ....” “Bos? Piye (bagaimana) maksudmu?” tanya saya tak mengerti. “Hehehe … iya itu punya bos, aku kerja di sini.” “Ahhh ... yang bener … piye sih?” “Lah dikandhani (dibilangin) kok, aku ikut bos …suruh bawa itu,” jawabnya sambil menunjuk ke BMW yang nongkrong di depan rumah. Setelah panjang lebar ngobrol, mengertilah saya bahwa sahabat saya ini bekerja sebagai seorang sopir. Bosnya bekerja sebagai orang yang posisinya cukup penting di sebuah perusahaan yang mengurusi soal-soal migas. Beberapa tahun sebelum ia ikut bosnya itu, ia pernah mempunyai bisnis tetapi bangkrut. Bangkrutnya itu bukan hanya sekali, tetapi beberapa kali hingga akhirnya ia harus meninggalkan kotanya menuju Jakarta. Di situlah ia bertemu dengan bosnya itu. Bosnya memperlakukannya dengan sangat baik. Sahabat saya disuruh memboyong istrinya sekalian ke Jakarta, dan menyediakan tempat tinggal untuk mereka di dalam rumahnya yang sangat besar itu. Sehari-hari istrinya dipercaya untuk mengelola rumah, ya ... seperti deputi kepala rumah tangga begitulah 60

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 60

3/24/15 11:52 AM


(kepala rumah tangganya sendiri adalah nyonyanya), sedangkan sahabat saya layaknya menjadi ajudan yang sehari-hari ‘mengawal’ bosnya kemana pun bosnya pergi dan bertugas. Anak mereka ditinggalkan di kampung bersama neneknya, dan sesekali berkunjung ke Jakarta untuk kangen-kangenan dengan ibu bapaknya. “Wis jangan pindah-pindah lagi kamu.” kata saya. “Ndak … aku ndak mau walaupun kadang-kadang ada orang yang mengajak,” jawabnya sambil senyum cengengesan. Saya agak terharu waktu mendengar ceritanya. Betapa tidak, sahabat saya itu dulunya adalah anak seorang pejabat yang cukup berada. Rumahnya mentereng, ia sendiri sudah dipercaya pakai sepeda motor ke sekolah. Semua keperluan sekolahnya dipenuhi oleh orangtuanya. Ketika saya dan temanteman lainnya belum pakai arloji, ia sudah mengenakan arloji merek terkenal. Pendeknya, ia tak kekurangan apa pun. Dari sekian banyak teman-teman masa remaja saya yang sempat dipertemukan oleh Zuckerberg, hanya sahabat saya ini yang profesinya sebagai sopir. Yang lainnya sudah sukses secara pekerjaan, jabatan dan ekonomi: sebagai pengusaha, profesional kantoran, camat, polisi, tentara ataupun profesional bebas misalkan pelukis, penerjemah bahasa, atau arsitek. Ada juga teman saya yang akan mencalonkan diri pada pilkada di daerahnya. Bertemu sahabat lama yang menjadi sopir tersebut sungguh menggugah hati saya, dan saya terkesan dengan bosnya yang memperlakukannya dengan sangat baik. Ketika mengenang dua sahabat saya itu, saya teringat sahabat saya yang lain, yang memperlakukan PRT (Pembantu Rumah Tangga)-nya dengan sangat murah hati. Apa yang dilakukan oleh sahabat saya ini sederhana tetapi sangat mulia dan meaningful, misalkan dalam soal makan. Ia selalu mengambilkan bagian untuk PRT-nya itu terlebih dahulu, baru kemudian ia makan. Tidak pernah ia makan dulu, baru kemudian sisanya diberikan untuk PRT-nya. Soal ini saya juga berpesan pada istri saya, agar setiap kali kami mau makan, ia harus mengambilkan terlebih dahulu yang menjadi bagian PRT atau babysitter di rumah kami, jangan memberikan sisa. Soal gaji, saya juga berpesan, agar gaji PRT atau babysitter jangan sampai terlambat, jangan ditahan-tahan. Ini prinsip, karena mereka sudah bekerja dan NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 61

61

3/24/15 11:52 AM


berhak menerima gaji tepat pada waktunya. Siapa tahu ia perlu untuk segera mengirimkan uang ke kampungnya karena mungkin ibu/bapak atau anaknya di kampung sangat membutuhkan? Memperlakukan ‘orang kecil’ dengan ramah dan murah hati sungguh sangat bermakna. Mengapa? karena orang-orang ini tidak dapat membalas apa yang sudah kita lakukan dan berikan. Bukankah Tuhan Yesus juga mengajarkan hal ini? “Jika engkau mengadakan perjamuan, jangan mengundang yang kaya, sebab mereka akan membalasnya dengan ganti mengundang kamu. Tetapi undanglah mereka yang miskin, maka kamu akan berbahagia karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya,” kata-Nya (Lukas 14:14–15). Kita mengenal adagium “We are what we eat”, sebuah encouragement untuk mengkonsumsi makanan sehat untuk tubuh yang sehat. Tetapi itu hanya berhenti pada soal lahiriah, Maka saya ingin mengganti adagium “We are what we eat” menjadi “We are how we (tr)eat”. Kita adalah bagaimana kita memperlakukan orang lain, terutama bawahan kita atau orang kecil yang kita temui. Dari sinilah bersumber kebahagiaan kita yang sesungguhnya. Dua orang sahabat saya yang saya ceritakan di atas tentu sangat bersyukur merasakan berkat atas kebaikan bosnya masing-masing, tetapi saya yakin mereka tidak lebih berbahagia daripada bosnya yang memperlakukan mereka sedemikian baik. Demikian juga PRT dari sahabat saya yang ketiga, rasa senangnya tidak mungkin bisa mengalahkan kebahagiaan sahabat saya, karena dalil “lebih berbahagia memberi daripada menerima” sudah teruji dalam kehidupan. “Kamu juga menyekolahkan anak mereka ya?” tanya saya kepada sahabat saya yang ketiga. Dan sahabat saya tersenyum manis sekali

“My father said there were two kinds of people in the world: givers and takers. The takers may eat better, but the givers sleep better” / Margaret Julia Thomas 62

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 62

3/24/15 11:52 AM


NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 63

63

3/24/15 11:52 AM


Pdt William Ho:

64

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 64

3/24/15 11:52 AM


/ Pingkan Palilingan /

e t i k a merefleksikan kembali ulang tahun Gereja Kristus Yesus (GKY) yang ke70, sudah pasti ada nama-nama yang kerap disebut karena telah berperan besar di dalam perkembangan GKY. Salah satu nama tersebut adalah Pendeta William Hosanna, seorang tokoh yang telah membangun dan memupuk GKY hingga menjadi gereja yang sekarang kita kenal. Ho Mushi (Red. Pendeta Ho), demikian beliau dipanggil, merupakan tokoh penting di dalam pembentukan yayasan-yayasan di bawah nama GKY. Sekolah Kristen IPEKA, STT Amanat Agung, Yayasan Gema Kasih Yobel, adalah beberapa yayasan di antaranya. Simaklah bincang-bincang tim NAFIRI dengan seseorang yang telah melayani Tuhan selama 40 tahun dan dipakai begitu hebat oleh Tuhan hingga saat ini, Pendeta William Ho.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 65

65

3/24/15 11:52 AM


Nafiri (NF): Bagaimana Ho Mushi pertama kali bisa melayani di GKJMB? Pdt. William Ho (WH): Saya sudah pelayanan semenjak 1969. Ketika lulus dari Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) saya langsung terjun dalam pelayanan, masuk ke Gereja Kristen Jemaat Mangga Besar (GKJMB) pada tahun 1973 bulan Februari, seminggu setelah saya menikah. Saya pelayanan di GKY sudah empat puluh tahun. Di tengah pelayanan GKY, saya melayani selama delapan tahun di Dallas, Amerika Serikat, menjadi gembala di sana. Namun tiap tahun saya ambil cuti sebulan untuk melayani di GKJMB. Waktu saya masuk ke GKJMB, sebenarnya ketika itu gerejanya cukup sulit. Seorang hamba Tuhan yang pernah melayani di sana malahan mengatakan kepada saya, “Kamu dua tahun saja (pelayanan di GKJMB), setelah itu angkat koper.� NF: Apa yang terjadi? WH: Gereja kita memang gereja yang tradisional. Kebanyakan jemaatnya pendatang dari Tiongkok. Masih totok betul. Jemaatnya kebanyakan adalah orang dari provinsi Hokkian, yaitu yang tinggal di bagian Selatan Tiongkok. Mereka merantau ke Jakarta dan berdagang. Nah, kebanyakan mereka bergereja di GKJMB yang telah didirikan semenjak 1945. Pada waktu itu hanya ada satu kali kebaktian di GKJMB. Hamba Tuhan tidak diperbolehkan masuk dalam rapat majelis. Konsep ini di denominasi apapun dan bahkan di Alkitab pun tidak ada. Ketika saya masuk ke GKJMB, saya masih muda. Jadi saya lumayan takut dan gentar, juga blank. Tapi akhirnya saya terima saja kondisi ini hingga lewat lima tahun. Pada tahun 1977, saya ditahbiskan sebagai pendeta di GKJMB. Ketika itu saya adalah pendeta kedua di sana. Pendeta pertama yang sebelum saya terakhir kali di GKJMB pada tahun 1945. Jadi bayangkan, dalam periode dua puluh tahun itu tidak ada pendeta di GKJMB. Hanya penginjil-penginjil.

66

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 66

3/24/15 11:52 AM


NF: Mengapa tidak ada yang boleh ikut rapat selain majelis? WH: Karena pada waktu tahun 50-an pernah terjadi crash antara gembala dan majelis. Setelah itu majelis mengatakan sebaiknya gembala tak diikutsertakan dalam rapat majelis, sampai ketika Bapak Simon Gozali menawarkan saya untuk membuka GKJMB di Pluit. Nah tapi bagaimana caranya saya menyampaikan itu ke majelis apabila saya tidak diperbolehkan masuk ke rapat? Akhirnya saya lobi ketua majelis akan hal ini dan akhirnya saya diundang masuk ke dalam rapat untuk men-sharing-kan rencana pembukaan GKJMB di Pluit. NF: Bagaimana Ho Mushi menghadapinya? Apalagi Ho Mushi sudah ditahbiskan, apakah ada perasaan bahwa anda dianggap sebagai seorang outsider? WH: Tentu saya merasa sangat tertekan. Saya dianggap sebagai orang kedua; jadi bukan sebagai co-worker, tetapi di luar co-worker. Ini sebetulnya tidak cocok dengan firman Tuhan. Ketika mereka mau mentahbiskan saya, tadinya saya nggak mau. Tapi akhirnya saya bersabar dan mau ditahbiskan. Saya tidak memberi syarat apa pun. Saya tahu bahwa GKJMB butuh seorang pendeta. NF: Tentunya ini pergumulan yang sangat berat. Sebenarnya apa yang salah dari konsep itu? WH: Ketika itu doa saya hanya meminta Tuhan untuk mempertahankan jumlah jemaat, “Tuhan pertahankan saja (jumlah jemaat), pokoknya jangan sampai kuranglah. Satu kali kebaktian 125 orang.� Saya tahu konsep itu memang salah. Bagaimana jika Tuhan memberi kita talenta untuk mengundang seribu jemaat? Kuantitas itu perlu loh, juga kualitas. Kualitas yang baik akan menghasilkan kuantitas. Itu konsep mula-mula. NF: Bagaimana keberlanjutannya? WH: Akhirnya setelah pentahbisan, saya berbicara empat mata dengan ketua majelis. Saya sampaikan bahwa dengan ini (tidak mengundang pendeta masuk dalam rapat majelis) tidak Alkitabiah. Saya memintanya untuk menggumulkan hal ini. Mereka pun menggumulkannya. Dan akhirnya sejak saat itu bukan hanya saya yang diperbolehkan masuk rapat, saya juga mengundang rekan-rekan penginjil–khususnya mereka yang sedang praktik (dari SAAT). NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 67

67

3/24/15 11:52 AM


Bayangkan, waktu itu hanya saya dan istri serta dua orang guru injil, juga guru agama di IPEKA yang melayani di GKJMB. Sekarang hampir 170-an hamba Tuhan yang melayani full time. Semenjak itu dari satu gereja dengan satu kebaktian berkembang menjadi empat puluh gereja–termasuk di luar negeri– dengan jumlah jemaat mencapai 16 ribu dewasa dan 6 ribu anak-anak dan remaja. NF: Mengapa pada akhirnya para majelis mau mendengarkan saran Ho Mushi? WH: Karena saya pelan-pelan membangun (kepercayaan) sebagai hamba Tuhan. Gereja di Mangga Besar itu dulu langganan banjir. Setiap kali terjadi hujan lebat, saya ajak Pak Asa–pegawai gereja–untuk membersihkan gereja bersamasama. Ketika itu ketua majelis datang dan melihat apa yang kami lakukan. Ketika awal mula pelayanan di GKJMB, saya sekeluarga tinggal di gereja. Saya, istri, dan tiga anak kami tinggal di satu kamar yang kurang lebih luasnya tiga puluh meter persegi yang mana lebih kecil dari ruang kantor saya sekarang. Tidur dan belajar di kamar itu. Tiap Minggu, sekolah Minggu tepat di depan kamar saya. NF: Bagaimana GKJMB berkembang selanjutnya? WH: Sekitar tahun 1980, kami membuka enam gereja/pos dalam kurun sepuluh tahun. Sekarang beberapa pos tersebut menjadi megachurch; di antaranya Pos Green Ville, Pluit, Sunter, Palembang.

Memiliki talenta dari Tuhan itu kan mempertanggungjawabkan. Dedikasi harus dikembalikan kepada Tuhan. 68

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 68

3/24/15 11:52 AM


Penolakan jelas ada dalam proses itu. Memiliki talenta dari Tuhan itu kan mempertanggungjawabkan. Dedikasi harus dikembalikan kepada Tuhan. Ada dua ayat penting, dalam Yohanes 1:50 Yesus mengatakan kepada Natanael, “Engkau akan melihat lebih besar.” Kemudian di Yohanes 14:12 kata Yesus, “Engkau akan mengerjakan lebih besar dari Aku.” Kedua ayat ini membawa dampak besar di dalam pikiran saya. Kemudian pada tahun 1980 saya berkesempatan ke Korea, dimana wawasan saya dibukakan. Di sana para jemaat bersemangat mengikuti kebaktian doa. Saya ikuti gospel explosion di Yoido Plaza, kira-kira ada dua juta orang yang ikut. Di sana saya melihat kekuatan doa. Setelah itu, saya ke Tiongkok di tahun yang sama. Pada saat penginjilan di sana, saya banyak bertemu ibu-ibu karena semua bapak-bapak kan cenderung komunis. Ada terbuka kesempatan penginjilan di antara mereka. NF: Apa dampak kunjungan anda itu terhadap pertumbuhan GKJMB? WH: Dari situlah kebaktian doa mulai bangkit (di GKJMB). Bermula dari 20–25 orang, bertambah hingga 300. Tempat tidak cukup sampai harus menggunakan pinggiran tempat parkir. Akhirnya membludak sampai harus diadakan dua kali kebaktian doa. Mulai saat itu berkembanglah pembangunan pos-pos lain seperti Pluit dan Green Ville. NF: Bagaimanakah perjalanannya setelah itu? Apakah mulus-mulus saja? WH: Tahun 1990, tuan tanah dari Gereja Mangga Besar menjual sertifikat tanah seharga 1 miliar untuk luas tanah 1,2 hektar. Pada saat itu gereja kami hanya menyewa seluas 600 m2. Di saat yang sama, Salim Group juga tertarik untuk membeli tanah itu. Maka dari itu kita memutuskan untuk mengambil. Tapi kita nggak punya uang! Tapi Puji Tuhan, ada 10 saudara kita yang bersedia untuk membeli terlebih dahulu. Belum selesai sampai situ, tanah yang kita beli itu ada penduduknya, yang mana harus dibebaskan semua satu persatu selama lima tahun! Kita melepaskan mereka dengan Rp1–2 juta per meter. Jadi GKY Mangga Besar itu cukup berjiwa besar.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 69

69

3/24/15 11:52 AM


NF: Apa yang bisa dipetik dari itu semua? WH: Pembangunan GKY Pluit itu 90 persen didukung oleh Mangga Besar, sementara Green Ville 80 persen. Makanya, saya selalu ingatkan kepada jemaatjemaat untuk tidak lupa untuk mengembalikan apa yang kalian nikmati sekarang ini. Maksudnya, ketika mempunyai visi dan misi, jangan cuma tahu sendiri saja dan fokus ke dalam. Mental itu harus diubah. Kalau ketujuh megachurch GKY memahami ini dan mempunyai mental yang sama, (penginjilan) bisa meledak. NF: Kita tahu Ho Mushi mendirikan lima yayasan. Dan Sekolah Kristen IPEKA adalah yayasan pertama yang tercetuskan dari pemikiran Ho Mushi. Bagaimana seseorang yang tidak ada background dalam bidang pendidikan, bisa mendirikan IPEKA? WH: Beban mendirikan sekolah itu timbul ketika kami membuka pos GKY di Pluit, itu anak-anak jemaat Pluit bersekolah di Tarakanita yang adalah sekolah Katolik. Waktu itu di Pluit tidak ada sekolah Kristen. Jadi ini datang karena suatu kebutuhan. Bergumullah saya dan sempat ditentang oleh majelis karena beberapa alasan. Alasan pertama, karena pada tahun ’58 sekolah Tionghoa yang sayap Taiwan Nasionalis ditutup oleh pemerintah. Juga setelah peristiwa Gestapu tahun ’65, setahun kemudian sekolah Tionghoa ditutup dan diambil pemerintah. Alasan kedua, lebih baik tidak usah membuka sekolah sekalian apabila kurikulumnya tidak berbahasa Mandarin. Pikiran mereka itu totok, jadi konsepnya semua harus Mandarin. Saya katakan kepada mereka, “Memang Mandarin itu penting, saya pun lulusan SMA Mandarin, akan tetapi Injil lebih penting. Injil bisa masuk ke sekolah, kenapa tidak?” NF: : Tapi anda kan tidak punya dana? WH: Saya meminta kesempatan untuk mencari dana dari jemaat. Tapi tidak gampang, arus penolakan masih besar. Kita pun meminjam garasi salah satu jemaat untuk pendaftaran murid karena belum punya tempat. Sekolahnya masih berbentuk bedeng semipermanen, cuma menampung lima kelas. Pertama kali kita buka, hanya 92 anak. Dulu banyak yang ‘menyerang’ IPEKA. Tapi sekarang orang-orang malah bilang, untung dulu IPEKA buka.

70

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 70

3/24/15 11:52 AM


NF: Bagaimana bisa IPEKA berkembang menjadi salah satu sekolah yang diperhitungkan? Apa kuncinya? WH: Kita strict dalam guru dan bidang rohani. Saya tidak mengatakan IPEKA sempurna; masih banyak yang perlu diperbaiki. Kita juga harus hati-hati karena tantangan permintaan itu sekarang besar sekali. Pendidikan itu mahal. Dan IPEKA memberikan perpuluhan untuk pekerjaan misi untuk menunjang beasiswa untuk calon guru dan beberapa sekolah lain yang memerlukan bantuan dana dan SDM. NF: Jadi walaupun pendidikan itu mahal, tetapi IPEKA tetap membantu pendidikan juga? WH: Iya. Memang yang menjabat di yayasan di IPEKA tidak ada honor. Semuanya volunteer. Yang penting ada satu hati untuk melayani. Saya latar belakang memang bukan pendidikan, tetapi saya berani untuk memakai orang dan mencari mereka yang mau membantu. Sebenarnya saya pernah terbeban untuk mendirikan universitas, tetapi karena terjadi kerusuhan Mei 1998, kami mengurungkan niat kami. NF: Ho Mushi juga mendirikan institusi pendidikan lain, yaitu Sekolah Tinggi Teologi Amanat Agung (STTAA). Mengapa terbeban mendirikan STT? WH: STTAA didirikan tahun 1997. Pada saat itu jemaat GKY sudah mencapai enam ribu orang. Kita memerlukan hamba Tuhan tambahan dan sudah mencari kemana-mana namun masih kekurangan. Kalau kita gereja besar saja kekurangan, gereja kecil pasti lebih setengah mati. Dari sanalah muncul dalam benak kita: kita musti membuat ‘pabriknya’. Lulusan STTAA bukan hanya melayani di GKY saja, tetapi juga di gereja lain. Mereka yang lulus dikembalikan lagi ke gereja. NF: Sesudah STTAA, apalagi yayasan yang Ho Mushi dirikan? WH: Yayasan pertama yang didirikan adalah IPEKA pada tahun 1979. Kemudian Yayasan Hidup Baru yaitu poliklinik tahun 1984. Selanjutnya Gloriamus tahun 1991. Kita mendirikannya karena harapan agar gereja memiliki orkestra sendiri. Daripada mengatakan musik ini dan itu kurang baik, lebih baik kita membuat suatu music centre. Setelah itu STTAA. Kelima adalah Yayasan Gema Kasih Yobel (YGKY) yang saya pimpin sekarang yang berdiri tahun 2011.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 71

71

3/24/15 11:52 AM


NF: Apa dasar didirikannya Yobel? WH: Sebetulnya dari dulu GKY itu disebut sebagai gereja orang kaya. Saya pikir ini anggapan yang salah, karena gereja itu harus melayani semua lapisan. Saya sudah punya konsep itu. Jadi saya bergabung pada tahun kedua setelah Yobel didirikan. Setelah saya emeritus, gereja meminta saya untuk memimpin Yobel. Tapi pada saat itu dana yang tersedia hanya Rp10 juta. Betul-betul modal dengkul. Setelah kami berbagi kepada jemaat tentang kesulitan kami, ternyata respon jemaat positif. Puji Tuhan, dalam dua tahun ini sudah ada tujuh proyek yang kami kerjakan, yang mana enam milik GKY. NF: Seperti kata Ho Mushi, tahun pertama tidak berjalan dengan baik. Memang ternyata sekedar visi saja tidak cukup; harus ada orang yang memotivasi agar visi tersebut bisa terimplementasi. WH: Saya hanya orang biasa. Cuma saya ada keberanian untuk melangkah. Kalau melihat negatifnya terus nggak bakal jalan. Seribu langkah itu dimulai dari langkah pertama. Begitu ingin melangkah, banyak yang bilang akan repot atau tidak ada dana, SDM, dan pengalaman. Komitmen itu harus ada pengorbanan. Jadi hal-hal semacam ini (kesuksesan Yobel) tidak ada rahasianya. Satu saja, mau tidak mengambil langkah. Bukan berarti kita tidak merencanakan dan tidak memperhitungkan kesulitan. Tetapi penyertaan, kuasa dan janji Tuhan harus dihitung. Justru kuasa Tuhan terlihat pada saat kita melangkah. Pimpinan gereja itu harus punya visi, menjadi orang yang visioner.

72

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 72

3/24/15 11:52 AM


NF: Yobel juga mendirikan sekolah. Lalu, apa yang membedakannya dengan IPEKA? WH: IPEKA itu melayani pendidikan di kota besar, sementara Yobel berkonsentrasi pada pendidikan di kota kecil. Kita mengerjakan pelayanan sosial. Kelemahan negara ini adalah pendidikan. Nah, Presiden Jokowi membuat pendidikan gratis yang bagus. Ini jadi tantangan bagi Yobel. Kalau kita tidak punya nilai lebih, kita akan kalah. Ketika kita memberikan pendidikan gratis, negara juga menyediakan yang gratis. Sekarang Yobel sudah ada di Lubuk Linggau (Sumatera Selatan), Nias (Sumatera Utara), Singkawang (Kalimantan Barat), Bekasi, dan Lampung. Untuk proyek di Lampung dulunya dimulai oleh GKY BSD, sekarang bermitra dengan Yobel dan kita yang meneruskan. NF: Apa proyek terbaru Yobel? WH: Rencananya di pinggiran Kupang. Kita tinggal menunggu approval dari Badan Pertanahan Negara. Tidak apa kita dapat di pinggiran, karena nanti akan ada pembangunan jalan. Jangan sampai ketika wilayahnya sudah ramai dan harga tanah sudah mahal, baru kita memutuskan untuk mulai kerja di wilayah itu. NF: Ho Mushi sepertinya pandai melihat kesempatan ya? WH: Ada dua konglomerat teman saya yang pernah berkata bahwa saya harusnya menjadi pedagang. Saya jawab mereka dengan candaan, “Kamu harus buka franchise gereja juga!” NF: Mengapa Yobel membangun Sekolah Kristen Yobel (SKY) di Singkawang? GKY pernah berencana membangun gereja di sana tapi tidak berhasil. WH: Enam tahun lalu GKY mau membuka gereja di sana, tapi ‘mental’. Penduduk Singkawang itu enam puluh persen orang Tiongkok yang hampir semuanya Buddha. Singkawang sendiri didaulat sebagai Kota Seribu Kelenteng. Jadi ya, membuka gereja di sana langsung ‘mental’. Setelah kita membuka sekolah, penduduk di sana banyak yang menyerahkan anak-anaknya ke kita untuk dididik. Istilahnya “Anak saya mau diapain, silakan saja, yang penting dia bersekolah dan jadi pintar”. Sekarang sudah 210 siswa yang terdaftar dengan waiting list sekitar 80 anak. Setelah sekolah berdiri, sekrang malah ada fasilitas sekolah minggu. Tidak sampai tiga bulan, jumlah jemaatnya 250 anak. KKR Natal kemarin pun ada 360 anak yang datang, dan dengan antusias bersedia menerima Yesus Kristus. NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 73

73

3/24/15 11:52 AM


NF: Mengapa Sekolah Minggu bisa berhasil? WH: Ketika grand opening SKY di Singkawang, orangtua murid pada bertanya kok sekolah Kristen tidak ada sekolah minggu-nya? Karena permintaan itu, akhirnya tak lama GKY Mangga Besar membuka sekolah minggu. Nah, ternyata orangtua murid ingin ada sekolah minggu karena mereka kan juga berdagang setiap hari Minggu. Daripada anak-anak mengganggu aktivitas dagang, lebih baik ke sekolah minggu saja. Mereka senang, kita juga senang. “Yang penting anak saya pintar,� seperti itu kali ya pikiran mereka. Dulu, anak-anak di Singkawang berbicara dalam dialek Khek. Mereka tidak bisa bahasa Indonesia. Setelah ada SKY, mereka sudah bisa berbicara bahasa Indonesia. Uang sekolah di SKY banyak yang digratiskan. Paling mahal cuma harus membayar Rp75 ribu, sedangkan setiap anak seharusnya membayar Rp250 ribu per bulan. Itu karena dukungan dari jemaat-jemaat GKY. NF: Bagaimana pendanaan untuk Yobel? WH: Untuk pembangunan di Singkawang perlu 7,5 miliar. Itu untuk renovasi, menambah lima belas kelas, dan membangun aula untuk gereja. Jadi tahun ini kira-kira Yobel memerlukan 8 miliar. Saya kan tidak punya massa, kadang-kadang takut juga uang gereja jadi tersedot. Yobel itu anak perusahaan GKY yang paling kecil dan muda. Saya bukannya memaksa untuk memberikan bantuan, tetapi meminta dengan sopan. Kalau ada berkat sisa dari persembahan dan perpuluhan gereja, tolong ingat kami.

74

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 74

3/24/15 11:52 AM


NF: Umur Ho Mushi sudah hampir memasuki kepala tujuh. Apakah Ho Mushi sudah menyiapkan strategi kaderisasi untuk meneruskan pekerjaan sekarang? WH: Sebetulnya pengkaderan itu sudah ada. Selama ini kan ada banyak rekanrekan hamba Tuhan yang mendukung di samping saya. Mereka juga pimpinan karena mereka memegang jemaat. Saya ini selalu menyerahkan pekerjaan saya. Saya bukan tipe orang yang mengangkat dan nggak mau melepas. Saya bisa mengangkat dan bisa melepas. Cuma kita terus mencari orang yang betul-betul mempunyai visi dan komitmen. Saya orang biasa kok. Saya hanya punya kemauan. Mau nggak mau, saya sudah termakan umur. Cucu saya sudah hampir tujuh. Puji Tuhan, meski sudah berumur 68 tahun, kondisi saya masih prima. NF: Apakah Ho Mushi masih memiliki visi yang belum tercapai? WH: Saya melihat ada satu krisis di GKY. Suku Batak punya HKBP (Huria Kristen Batak Protestan), suku Sunda punya GKP (Gereja Kristen Pasundan), sementara Jawa punya GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan). Orang Tionghoa harus ada gereja bahasa Mandarin. Gereja dengan dialek Khek sudah banyak di Indonesia. Sementara yang memakai dialek Hokkian ada dua gereja. GKY adalah gereja orang Hokchia satu-satunya di Jakarta. Tahun lalu, Presiden SBY mencabut istilah Cina menjadi Tiongkok atau Tionghoa. Pemerintah sekarang sudah berubah sikapnya terhadap etnis Tionghoa. Dulu kita berdoa untuk China, sekarang pemerintah komunis di sana sudah membukakan pintu. Mereka banyak yang bermigrasi kesini untuk berdagang dan banyak yang belum dilayani. Sekarang Tuhan sudah mengantar mereka ke gerbang kita. Kita yang aslinya gereja Hokchia, malah sudah mau hilang. Apabila ini hilang, maka ciri khas panggilan untuk melayani etnis Hokchia–misi yang khusus itu akan hilang. Saya ingin katakan jangan lupa leluhur. Kita tetap warga negara Indonesia, mencintai Indonesia. Seperti Ahok (Gubernur DKI Jakarta) yang mengatakan bahwa dia adalah orang Tionghoa, tapi buktinya dia lebih Indonesia daripada orang Indonesia. Ahok mencintai dan melayani negara ini. Dan juga tetap berbakti untuk Kerajaan Sorga. Kita yang keturunan Tionghoa pun lahir dan makan di negara ini, jadi harus tetap membela bangsa dan negara Indonesia.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 75

75

3/24/15 11:52 AM


NF: Biasanya ketika kita berbicara mengenai etnisitas, selalu tidak jauh dari perdebatan. Bukankah kita semua satu dalam Kristus? Sebenarnya ini Alkitabiah atau tidak? WH: Mengingat leluhur itu Alkitabiah. Contohnya Yusuf. Dia orang Israel/ Yahudi, namun ia menjadi perdana menteri di Mesir yang setia menjaga dan membangun Mesir. Sampai terakhir dia mati, dia minta tulangnya dipindah. Jadi intinya dia tidak melupakan leluhurnya, tetapi berbakti kepada negara dimana dia dipercayai. Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Nama mereka diganti. Mereka setia melayani dan jadi orang kepercayaan raja, tetapi mereka adalah orang Yahudi dan mereka tetap ingat akan hal itu. Jadi, saya meminta generasi muda Tionghoa untuk memahami dan mengingat leluhur, setidaknya mempertahankan bahasa Mandarin. NF: Apakah nantinya tidak akan terjerumus menjadi gereja yang ekslusif? WH: Itulah visi kedua saya. Saya tidak ekslusif. Proyek yang dikerjakan Yobel juga menyelamatkan orang Indonesia. Hanya satu saja, di Singkawang yang Tionghoa. Tapi mereka pun juga sama-sama orang Indonesia. Sinode kami memutuskan untuk membeli gereja yang sudah berdiri di Sydney selama 150 tahun. Ini hal yang baik. Pertanyaannya, mengapa gereja yang begitu bagus kok bisa kosong dan dijual? Karena tidak ada orang yang beribadah di sana. Kenapa bisa? Karena Tuhan sudah tinggalkan. Kenapa? Karena unsur dunia atau sekuler masuk ke dalam gereja itu. NF: Bukankah jumlah jemaat juga penting? WH: Yesus mau jumlah orang banyak, tetapi Ia tidak takut jumlah yang sedikit. Dari seratus anaknya apabila ada satu yang hilang, Yesus akan mencarinya hingga dapat. Petrus pun menulis, hati Allah itu tidak ingin satu orang binasa. Ia ingin menyelamatkan semua. Jangan katakan jumlah itu nggak penting. Jumlah itu penting, saya pun orang yang peduli dengan jumlah. Tapi Yesus tidak takut apabila jemaatnya hanya sedikit. Ketika Ia khotbah, orang-orang meninggalkanNya karena Ia tidak melakukan mujizat. Kebetulan juga waktu itu khotbahnya agak berat, yaitu tentang tubuh dan darah-Nya. Nah, Yesus kan nggak bilang, “Sori, sori, sini kembali lagi, yuk saya adakan mujizat”. Enggak, kan? Yesus hanya mengatakan, “Kamu juga mau pergi, Petrus?” Petrus jawab, “Tidak.” 76

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 76

3/24/15 11:52 AM


Kalau mau beradu dengan dunia ya gereja pasti ketinggalan. Ini adalah krisis yang harus diperhatikan. Kalau tidak, suatu saat Tuhan akan meninggalkan gereja kita. Kita tidak bisa menambah jumlah jemaat dengan memasukkan unsur dunia. Kalau begitu, habislah gereja. Sekarang kan banyak gereja yang memasukkan unsur konsumerisme untuk menyesuaikan dengan interes mereka, yang penting orang datang. Musik pun harus dijaga. Saya bukan termasuk orang yang kolot, tapi jangan sampai nightclub dan gereja tidak ada bedanya. Bukan berarti kita tidak melihat kebutuhan muda-mudi. Akan tetapi, sekali lagi, kita berbakti untuk Tuhan. Bukan untuk muda-mudi ini. Yang terpenting, firman Tuhan ada atau tidak di dalam gereja? Ada kepedulian dan kasih atau tidak di dalam gereja? Itulah hal yang paling penting. Kalau mau beradu dengan dunia, ya gereja pasti ketinggalan. Ini adalah krisis yang harus diperhatikan. Kalau tidak, suatu saat Tuhan akan meninggalkan gereja kita. Ini yang saya tekankan di dalam khotbah saya. Memang saya sudah termakan umur, tetapi setidaknya sejarah sudah mencatat saya mengatakan hal ini NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 77

77

3/24/15 11:52 AM


78

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 78

3/24/15 11:52 AM


/ Erwin Tenggono /

BSD 22 tahun hadir di BSD. Terima kasih untuk rekan-rekan yang sebagian besar duduk, hadir di ruangan gereja dan yang telah berkontribusi dengan mengorbankan waktu keluarga, energi, dan pikiran. Satu semangat adalah mereka ingin melayani Tuhan, mereka dipercayakan Tuhan. Sebagian dari mereka telah meninggalkan kita dan bersama Bapa di sorga.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 79

79

3/24/15 11:52 AM


Terima kasih Tuhan, terima kasih rekan-rekan, sehingga kami hari ini dapat duduk nyaman dan beribadah di gereja ini. Mari terus kita melayani bersama hingga akhir hidup kita. Terus saling mengingatkan, menjaga dan membantu agar terang Kristus dalam diri kita dapat bersinar terang dan memancarkan cahaya yang terang di BSD sehingga semua orang dapat melihat cahaya itu dan mendekati terang itu. Terima kasih rekan-rekan terkasih dalam Kristus. Satu kebanggaan dan sukacita bisa melayani Bapa bersama rekan-rekan sekalian. Itulah kalimat yang berkumandang dan saya renungkan saat saya duduk di gerejapada perayaan ulang tahun gereja ke-22 bulan Februari lalu. Mulai dari ibadah doa pagi di 7 Feb 2015 hingga perayaan di 8 Feb 2015. Hati saya penuh rasa syukur. Saya menoleh melihat sekeliling mencari muka teman-teman yang telah melayani selama ini, satu bisikan lembut saya sampaikan: “Terima kasih, terima kasih.� Terima kasih Tuhan telah memilih mereka. Lalu saya bertanya kepada diri saya, apakah karya dan peran saya di gereja ini? Sekian tahun, saya duduk tenang sebagai jemaat, melihat hal yang tidak beres, membicarakan hal itu, bahkan kadang mengeluhkan bagaimana majelis dan hamba Tuhan bekerja. Lalu pulang meninggalkan gereja setiap ibadah. Hari ini, karena anugerah Tuhan, saya dimampukan melayani di tengah kesibukan kerja, macet, kadang kala mengorbankan waktu keluarga.Terkadang saya malas, bahkan bersungut sungut dan kelelahan. Tapi tidak terlintas sedikit pun di pikiran saya ingin meninggalkan pelayanan. Tuhan yang memampukan, dan Tuhan yang akan membentuk diri kita. Ada sukacita yang begitu besar yang saya tidak dapatkan ketika saya hanya duduk diam di gereja. Sukacita melayani yang saya dapatkan hanya dengan saya belajar dan terlibat melayani. Dan sukacita pelayanan itu tidak akan pernah bisa dirasakan di saat kita hanya duduk diam. Bukankah kita satu tubuh Kristus? Gereja adalah tubuh Kristus. Itulah yang disampaikan Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus. Kita semua diberikan karunia yang berbeda satu dan lainnya. Kita dipilih dan dipanggil dalam GKY BSD. “Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih�(Efesus 4:16)

NAFIRI MAR15 final.indd 80

3/24/15 11:52 AM


Ada Roh Kudus dalam diri orang percaya, ada karunia-karunia Roh yang diberikan Tuhan kepada semua orang percaya. Semuanya itu Tuhan berikan hanya dengan tujuan membangun tubuh Kristus (Roma 12:3-6: Efesus 4:11,12,16). Rekan-rekan terkasih kita adalah orang-orang percaya itu. Kita adalah orang yang diberikan karunia itu, kita adalah orang-orang yang dipanggil untuk membangun tubuh Kristus. Kita adalah orangnya . Mari kita bersamasama melayani, bertumbuh dan membangun kasih dan mengalami sukacita Kristus. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membangun tubuh Kristus. Jangan ragu, setiap karunia yang diberikan dalam diri kita akan memampukan kita, diberikan Allah untuk semua karya dan pekerjaan kita dengan satu tujuan membangun tubuh Kristus. Kita semua rindu bersama-sama melayani. Kita bukanlah jemaat yang hanya duduk diam dan menikmati serta mengabaikan karunia itu, tetapi kita semua adalah bagian dari gereja yang terlibat dalam pelayanan. Biarlah kita semua berdoa kepada Tuhan agar dia yang memampukan kita untuk terlibat dalam pelayanan bersama. Salam dalam Kasih Kristus

(rekan yang ingin terlibat dalam pelayanan, jangan ragu menghubungi kami majelis; Ketua CGF; ataupun hamba Tuhan, untuk berdiskusi. Di buku agenda gereja 2015 lembar ketiga dan lembar kelima, ada nomor telepon hamba Tuhan, ketua CGF dan majelis yang dapat dihubungi)

NAFIRI MARET 2014

NAFIRI MAR15 final.indd 81

81

3/24/15 11:52 AM


pakah orang yang bekerja di lingkungan Kristiani pasti terjamin akan mempunyai kedewasaan rohani yang lebih matang dibandingkan dengan mereka yang bekerja di dunia sekuler?

82

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 82

3/24/15 11:52 AM


/ Elasa Noviani /

Dulu saya pernah berpikir begitu. Sampai-sampai saya sempat takut untuk melangkah bekerja di dunia sekuler, karena banyak mendengar cerita-cerita tentang beberapa kakak rohani yang sudah dilatih untuk menjadi ‘pembuat murid’ di pelayanan kampus, ternyata malah imannya melemah. Ada yang ‘mejen’ (istilah bahasa Jawa untuk mercon yang tidak bisa meletus) karena terlalu sibuk bekerja dan stop melayani, bahkan ada juga yang tenggelam oleh gemerlapnya arus kenikmatan yang ditawarkan oleh dunia kerja sekuler. Namun seseorang meyakinkan saya bahwa kita tetap dapat terus menerus menikmati kehadiran Tuhan dan pertumbuhan rohani yang nyata sekalipun bekerja di dunia sekuler. Keputusan mengenai pekerjaan, bagi saya merupakan keputusan terpenting ketiga setelah dua keputusan besar dalam hidup. Keputusan terpenting pertama tentunya adalah ketika saya percaya kepada Kristus yang berdampak kekekalan, dan yang kedua adalah ketika saya memutuskan untuk menikah dengan suami saya. Jadi saya mendoakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh sebelum memutuskan untuk memilih lowongan yang mana. Awalnya saya hanya mendoakan kriteria-kriteria dan menceritakan kepada Tuhan mengenai jenis pekerjaan yang saya inginkan. Saya menginginkan pekerjaan yang sedapat mungkin tidak terlalu menyulitkan untuk menaati Allah. Misalnya, saya pasti akan otomatis menolak tawaran untuk bekerja di perusahaan rokok, minuman beralkohol, bekerja di tempat-tempat yang basah atau yang agak erotis. Saya tidak menghakimi mereka yang bekerja di sana, saya hanya mengukur iman saya mungkin tidak cukup teguh untuk bertahan supaya tidak berkompromi di tempat-tempat sulit itu. Saya NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 83

83

3/24/15 11:52 AM


juga menghindari tawaran yang mewajibkan untuk rutin masuk kerja pada hari Minggu, bahkan untuk kenyamanan, salah satu kriteria yang saya doakan adalah tempat kerja yang libur pada hari Sabtu. Sekali lagi saya menganggap bahwa memilih tempat kerja merupakan keyakinan pribadi yang tidak pernah membuat saya boleh menghakimi orang lain. Saya percaya keputusan tentang jenis pekerjaan asalkan halal adalah suatu keputusan mengenai hal yang ‘terbaik’ dari hal-hal yang ‘baik’, jadi bukan suatu perkara yang mempunyai batasan yang jelas seperti: hal ‘dosa’ atau ‘bukan dosa’. Namun demikian, saya merasa perlu memegang suatu keyakinan sebelum melangkah, supaya saya tidak mudah terombang ambing. Saya ingat, ketika saya akan pindah ke tempat saya bekerja sekarang, saya berdoa untuk tiga perusahaan, mereka menawarkan fasilitas yang mirip-mirip. Karena saya sudah mendoakan beberapa kriteria yang spesifik, maka saya memutuskan berdasarkan apa yang saya yakini adalah kehendak Tuhan bagi saya. Dua minggu setelah saya pindah, beberapa perusahaan lain menghubungi saya, bahkan ada yang sudah mengenal saya sebelumnya menawarkan gaji yang sangat tinggi. Kalau saya tidak mempunyai keyakinan sebelum melangkah, mungkin saya akan bimbang. Ternyata mengambil keputusan berdasarkan keyakinan sangatlah penting. Ketika saya ada masalah dengan bos, anak buah, dan ketika saya ragu atau takut, saya biasanya berlari kepada Tuhan, dan akan sangat dikuatkan kembali oleh catatancatatan doa yang saya buat saya sebelum mengambil keputusan ini. Hal-hal yang penting untuk didoakan bagi saya mencakup jenis pekerjaan, sistem, jarak tempat kerja dari rumah, fleksibilitas waktu, dan lain-lain. Sebagai orang Tionghoa dari Jawa Tengah, saya merasa lebih cocok dengan gaya kerja Eropa yang masih menghargai relasi dengan keluarga dibandingkan dengan perusahaan Amerika yang menurut beberapa teman sangat individualistis, dan sangat kompetitif. Saya tidak ingin stres dalam pekerjaan, walaupun saya selalu tetap melakukannya dengan sungguh-sungguh. Entrepreneur belum pernah menjadi pilihan saya karena alasan yang sama: tidak ingin stres dalam pekerjaan. 84

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 84

3/24/15 11:52 AM


Karena pada dasarnya saya bukan orang yang terlalu terobsesi dengan uang, maka biasanya saya tidak mencantumkan batasan gaji sebagai salah satu kriteria. Itu bukan karena iman saya kuat, sama sekali tidak. Saya hanya menganggap bahwa mengejar kenyamanan dalam pekerjaan itu sendiri jauh lebih penting daripada berapa jumlah uang yang akan diperoleh. Alasan lain, mungkin karena saya seorang wanita yang mengejar kenikmatan yang berbeda dibandingkan dengan suami saya yang lebih rasional dan menjadi penanggung jawab keuangan rumah tangga. Ketika wawancara pun saya sengaja tidak mengubah penampilan atau memoles janji-janji saya. Prinsip saya, kalau mereka bisa menerima ketika saya apa adanya, mereka pasti akan senang ketika saya memberikan lebih nantinya. Di tempat saya bekerja sekarang, cukup sering diadakan celebration, farewell party atau penyambutan tamu di bar. Awalnya tentu susah sekali untuk tetap memikirkan Tuhan di tengah-tengah hiruk pikuknya bar. Kadang-kadang bos dan teman-teman ngomong jorok, membuat lelucon mengenai baju yang dipakai oleh waiters, dan biasanya acara baru akan selesai nyaris tengah malam. Karena

saya selalu minta izin untuk pulang lebih awal maka saya mendengar dari beberapa teman bahwa bos menjadi kurang suka, dia kadang membuat joke-joke untuk menyindir saya, karena saya tidak bisa mengikuti gaya hidup mereka. Tetapi saya tetap konsisten dan serius dalam pekerjaan, dan bersyukur bahwa Tuhan memberkati dengan hasil-hasil yang baik. Di kemudian hari bos sangat menghargai saya dan mengganti joke-nya menjadi lebih positif, dia memanggil saya: “Mother Teresa” dan mengungkapkan kalimat-kalimat seperti: “I love Ela as she is” atau “Be yourself, Ela”. Dalam perjalanan rohani saya sendiri saya mengalami pergeseran paradigma mengenai pekerjaan, yaitu ketika saya mulai mengerti bahwa tujuan Allah menciptakan saya adalah untuk memuliakan nama-Nya. Dulu doa-doa saya lebih berfokus kepada jenis pekerjaan itu sendiri, saya bangga atas pencapaian, dan gengsi apabila tidak bekerja dengan standar perusahaan tertentu, namun Tuhan mengubah saya. Seorang hamba Tuhan mengingatkan saya bahwa di mana pun, dan apa pun pekerjaan saya, status saya sebagai anak Tuhan harus tetap melekat. Pekerjaan kita hanyalah ‘sarana’ untuk kita memuliakan Tuhan, sehingga NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 85

85

3/24/15 11:52 AM


kita seharusnya tidak memisahkan dunia sekuler dari dunia rohani. Satu hal yang sangat penting dia katakan adalah: “Kita harus melayani Tuhan di tempat kerja kita dimana sebagian besar waktu kita terpakai, sebab kalau hanya melayani di luar jam kerja, berarti kita telah memberikan sisa-sisa waktu kepada Tuhan”. Saya setuju. Sejak menyadari hal ini, saya mulai terus-menerus memikirkan bagaimana saya bisa menerapkan pelayanan di tempat kerja. Tentunya metodanya harus sangat berbeda dari konotasi ‘pelayanan’ yang biasa dilakukan di gereja atau di organisasi-organisasi rohani. Saya memang pernah mencoba memberi bimbingan PA (pemahaman Alkitab) kepada seorang teman di tempat kerja, seperti yang pernah dilatihkan kepada saya sebelum ini. Namun satu dua kali ekstra waktu untuk mengadakan pertemuan di luar jam kerja sangat tidak praktis, dan akhirnya tidak berjalan dengan baik karena lokasi rumah yang berjauhan. Di waktu lain, saya mencoba untuk bersaksi, dan jujur menyampaikan prinisip-prinsip Kristen, atau bahkan membicarakan firman kepada teman-teman yang belum terlalu saya kenal, sebagai akibatnya ternyata sebagian teman malah cenderung untuk bersikap palsu 86

kalau pas ada saya, dan sebagian lagi melecehkan keyakinan saya dengan membuat lelucon. Jadi saya mencoba metoda yang lain, yaitu dengan personal ministry atau heart to heart, saya belajar untuk lebih cerdik, peka tetapi juga fleksibel. Tuhan mengaruniakan kepada saya untuk mudah dekat dengan orang, sebab saya sangat terbuka dan tidak mempunyai hidden agenda. Saya biasanya mendoakan satu atau dua orang, dan berfokus kepada mereka. Saya berusaha untuk tidak lagi menghiraukan status pada perkembangan lahiriah mereka, namun berfokus hanya kepada perubahan yang ada di dalam batin. Tentu saja tidak selalu semuanya berjalan mulus, tetap ada peperangan rohani yang saya rasakan. Kadang-kadang berupa konflik, atau cobaan terhadap nafsu dan kedagingan saya. Saat ini ada beberapa teman yang sudah menjadi bagian dari doa-doa saya. Bersyukur karena mereka merasakan ketulusan saya. Saya memang tidak sedang ‘mengkristenkan’ mereka secara lahiriah, sebab sasaran saya adalah dunia batiniah mereka. Saya sering membagikan iman saya dengan hatihati, namun tetap tulus. Hubungan dengan beberapa teman ini sudah

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 86

3/24/15 11:52 AM


sampai pada level dimana saya bisa sharing berkat-berkat rohani dengan sangat leluasa, memberikan bukubuku rohani, dan mendiskusikan prinsip-prinsip mengenai pengorbanan Kristus di atas salib. Walau mereka tetap dengan status agamanya, tetapi persahabatan kami menjembatani terbukanya hati kepada kebenaran di dalam Kristus. Yang tidak kalah penting dalam perjalanan karir saya adalah pengenalan yang semakin dalam bahwa Tuhanlah yang berdaulat atas semua hasil pekerjaan saya. Saya pernah mengalami mendapat kontrak yang sangat besar namun tiba-tiba pabrik di Jerman terbakar. Sebaliknya, ada kalanya ketika saya sedang menganggap sangat tidak mampu, bahkan tidak mungkin, ternyata Tuhan memberi jalan dan hasil yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Perintah untuk tidak mengandalkan diri sendiri sering terasa begitu nyata saya alami, memang benar-benar Tuhan berdaulat atas semuanya.

Saya mendapati bahwa dengan mencatat berkat-berkat dan campur tangan Tuhan setiap hari, sangat menolong saya untuk menyadari penyertaan-Nya langkah demi langkah dalam setiap hal yang saya kerjakan. Beberapa hari terakhir ini, saya ditolong untuk membuat komitmen sebagai dasar ketika saya bekerja, yaitu untuk tetap: “Kudus, Tulus, Lurus, dan Becus�. Intinya adalah melakukan tugas saya dengan hati yang mengasihi Tuhan. Saya selalu ingat bahwa hidup hanya sekali, dan pekerjaan bukanlah hal yang terpenting dalam hidup ini, walaupun tentu saja penting. Saya berharap agar Tuhan memakai saya untuk memuliakan nama-Nya di dalam pekerjaan saya, dan nilai-nilai yang mendasarinya semata-mata untuk kekekalan. Seorang teman memberikan kutipan sebuah doa yang sangat saya sukai:

“God, open my eyes to see that there are eternal consequences in even the smallest choices of my life. Remind me to look past what is temporary and focus on what will last forever. Teach me to live in light of eternity. Amen� NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 87

87

3/24/15 11:52 AM


IYEN

88

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 88

3/24/15 11:52 AM


/ Nico Tanles Tjhin /

e r i k u t adalah kesaksian hidup tentang Iyen, salah satu jemaat GKY BSD, yang membuktikan memang benar bahwa dari kesengsaraan dapat muncul sebuah ketekunan, dan dari ketekunan menimbulkan tahan uji, dan dari tahan uji menimbulkan sebuah pengharapan yang sejati di dalam Tuhan.

Masa Kecil Kurang Beruntung Ketika tim NAFIRI bertanya tentang nama panjangnya, wanita berpenampilan sederhana ini menjawabnya dengan sederhana juga, “Iyen saja. Iya, di KTP seperti itu, Iyen saja.� Namun di balik kesederhanaannya ada permasalahan masa lalu yang tidak sederhana.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 89

89

3/24/15 11:52 AM


Iyen lahir di Jakarta, 13 Maret 1977 , sebagai anak yang lahir di luar pernikahan. Bahkan orang tuanya yang dahulu bertetangga, sampai sekarang tidak pernah menikah. Ketika kecil, Iyen tidak pernah merasakan kasih sayang orang tuanya, terlebih ayahnya, karena sang ayah tidak tinggal bersama mereka. Justru pada saat ibunya mengandung, sang ayah malah pergi menikah dengan tetangga yang lain. Iyen bersama ibunya ‘ditampung’ oleh sepupu Iyen yang hampir sama umurnya dengan sang ibu. Sepupunya ini mempunyai toko yang menjual keperluan-keperluan bahan pokok, mirip seperti toko kelontongan. Dia jugalah yang membiayai Iyen supaya bisa bersekolah. Untuk membalas budi, Iyen dan ibunya ikut bekerja di toko tersebut, toko yang memang letaknya di rumah tempat mereka tinggal. Mungkin pada saat itu Iyen termasuk cewek jagoan, karena dia harus mengangkat-angkat barang berat seperti karung beras dan karung tepung. Di saat anak-anak seumurannya bisa fokus bersekolah dan bermain, Iyen harus bersekolah sekaligus bekerja di toko dan melakukan pekerjaan rumah.

90

Sejak kecil Iyen tidak punya siapa-siapa untuk berbagi. Ibunya mendidiknya dengan keras dan dingin. Sedangkan sepupunya memperlakukan dia seperti pembantu rumah tangga semata. Mereka tidak memperlakukannya sebagai anak yang butuh kasih sayang. Keadaan ini membentuk Iyen menjadi pribadi yang tertutup dan terbiasa menanggung semua beban hidup sendiri. Iyen sempat merasa dirinya tidak berharga dan tidak diinginkan. Mengakhiri hidup sempat terbesit beberapa kali di benaknya. Pencarian Pegangan Hidup Hampir semua kegiatan dan pembelajaran agama pernah dijalani oleh ibu dari dua orang anak ini. Pada waktu kecil, Iyen dibesarkan di keluarga Kong Hu Chu. Namun heran, dia tidak pernah dilarang apabila pergi ke Sekolah Minggu. Di satu sisi, Iyen kecil bersekolah di sekolah negeri yang mewajibkannya belajar agama Islam. Hanya Hindu agama satusatunya yang belum sempat dialami. Semua ini dijalaninya seperti makan gado-gado. Belajar beragam agama, tetapi tidak ada yang menyangkut di hati.

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 90

3/24/15 11:52 AM


Pada tahun 2007 awal, terdapat sebuah kejadian yang membuat Iyen sungguh-sungguh bertanya akan apa yang menjadi pegangan hidupnya. Suami dari sepupunya, yang sudah dianggap seperti ayah angkat sendiri, dipanggil Tuhan. Di satu sisi Iyen merasa sangat berduka karena kehilangan sesosok ayah yang selama ini bisa dibilang paling memberikan perhatian dan kasih sayang yang tulus kepada dirinya. Iyen juga merasa galau ketika menyaksikan detik-detik terakhir ayah angkatnya itu meninggalkan dunia. Permasalahannya, ayah angkatnya juga belum mempunyai keyakinan yang pasti saat masih hidup di dunia. Ia ingat Islam yang dipelajarinya di sekolah. “Dulu saya di sekolah diajarkan, orang setelah meninggal pasti ditanya Tuhan apa iman kita selama di bumi? Dan saya sendiri masih bingung sebenarnya iman apa yang saya pegang selama ini?� katanya. Tidak lama setelah kejadian itu, Roh Kudus membimbing langkah kaki Iyen untuk datang ke GKY BSD. Tanpa ada yang mengundang, tanpa ada kenalan, dan tanpa tahu apa-apa, Iyen membulatkan tekad untuk mencari kebenaran dengan mengikuti kebaktian umum di gereja ini secara rutin. Pada awalnya Iyen mengakui bahwa di gereja terasa dingin. Tidak ada yang menyapa dan memperhatikan orang baru. Baru setelah beberapa minggu kemudian, Pdt. Agus Mulyono Susanto (Gembala jemaat waktu itu), bertegur sapa dengan Iyen. Dari situ kuasa Tuhan terasa sungguh menggerakkan hati. Pada akhir tahun 2007, Iyen pun akhirnya dibaptis.

... menghadapi semua permasalahan dengan hati yang lembut dan sabar, sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan ...

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 91

91

3/24/15 11:52 AM


Berjumpa dan Mengenal Tuhan Yesus Dengan jujur dan terbuka Iyen mengakui sebenarnya hatinya belum yakin betul ketika memutuskan untuk dibaptis. “Memang bisa dibilang prosesnya cepat, dibaptis di tahun yang sama pada saat mulai bergereja di GKY BSD. Tapi saya merasa belum terlalu ‘click’. Ibadah pun berlalu setiap Minggu begitu-begitu saja.” Beberapa saat setelah itu barulah Iyen merasakan sentuhan Roh Kudus yang memanggilnya untuk lahir baru kembali, bukan hanya secara simbolis melainkan juga secara hati, pemikiran, perbuatan, dan perkataan. Di malam sebuah KKR, Iyen menyerahkan diri seutuhnya pada saat altar call. Sejak melakukan konseling dan didoakan pada malam itu, hidupnya benar-benar diubahkan. Ternyata tidak lama setelah menjadi konseli, Iyen mengambil pelayanan untuk menjadi seorang konselor. Iyen rutin menjalani pembekalan dan sangat menikmati pelayanan sebagai konselor. Padahal sebelumnya Iyen sendiri merasa untuk menjadi seorang konselor adalah hal yang mustahil untuk dia jalani. Tapi justru karya Tuhan terlihat di sini. Tuhan bisa memakai siapa saja untuk menjadi alat-Nya. 92

Yang tadinya menjadi ‘ikan’, sekarang sangat berhasrat melayani sebagai ‘penjala ikan’

Dari situ dia mengenal pribadi Kristus lebih jauh lagi. Dari situ konsep ke-Kristenan pelan-pelan mulai Iyen pahami secara komprehensif. Dan dari situ juga, Iyen merasakan imannya dalam Kristus bertumbuh pesat. Yang tadinya menjadi ‘ikan’, sekarang sangat berhasrat melayani sebagai ‘penjala ikan’. Ikut Tuhan Yesus Makin Menderita Mengikut Tuhan Yesus tidak membuat permasalahan hidup Iyen semakin sedikit. Justru satu persatu permasalahan baru muncul. Melihat frekuensi datang ke gereja Iyen bertambah menjadi 2–3 kali seminggu, suaminya protes. Menurut suaminya yang pada saat itu belum percaya, pergi ke gereja cukup satu kali seminggu saja, tidak usah pelayanan macam-macam. Maka percekcokan di antara mereka pun semakin rumit.

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 92

3/24/15 11:52 AM


Ditambah lagi suaminya sudah tidak mempunyai pekerjaan, karena usia yang terpaut jauh di antara Iyen dan suami (23 tahun). Hal ini membuat Iyen harus menjadi tulang punggung keluarga satu-satunya. Belum lagi mereka berencana untuk membeli rumah setelah selama ini mengontrak di sebuah rumah yang sangat sederhana. Di saat yang bersamaan, Iyen juga harus mengurus anak dan pekerjaan rumah. Hal ini membuat percekcokan di keluarga semakin tajam. Keluarga Iyen pada masa-masa sulit itu terancam bubar. Rasanya titik terang tidak kunjung ditemukan. Namun permasalahan-permasalahan yang Tuhan izinkan terjadi, membuat Iyen lebih tekun di dalam imannya, dan menjadikannya seorang yang tahan uji. Ilmu konselor yang diberikan Tuhan kepadanya ternyata sangatlah berguna dalam menghadapi permasalahan di keluarganya, terutama dengan suami.

Mengalami Lahir Baru Perubahan drastis sebagai ciptaan baru dialami Iyen di tengahtengah beban hidup yang berat. Iyen menghadapi semua permasalahan dan penderitaan dengan hati yang lembut dan sabar, sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan. Iyen tidak lagi mengandalkan pemikiran dan kekuatan diri sendiri. Sebagai konselor dia diberikan kebijaksanaan oleh Tuhan tentang metode terbaik dalam memperlakukan suaminya di bawah tekanan. Iyen membalas semuanya dengan kasih, yaitu kasih yang dipelajari dari pribadi Yesus. Melihat perubahan yang luar biasa di dalam diri istrinya, Edi, demikian nama suaminya, disentuh hatinya oleh Roh Kudus untuk datang mengenal Tuhan. Di suatu Minggu pagi tahun 2010, anaknya yang pertama mengajak Edi pergi ke gereja dan dia tidak keberatan. Dan luar biasanya dalam kurun waktu satu tahun, Edi akhirnya mau menyerahkan diri untuk ikut Tuhan Yesus.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 93

93

3/24/15 11:52 AM


Satu demi satu orang-orang terdekat Iyen mulai percaya kepada Tuhan Yesus. Tuhan memakai Iyen sebagai kesaksian hidup di tengah keluarga yang tidak percaya. Mulai dari ibunya; anaknya; suaminya; dan bahkan sanak saudara yang lain, yang dulu sangat acuh tak acuh terhadap Iyen, kini sudah bertobat.

Meskipun permasalahan tetap ada, ... dapat menjalani hidup dengan sukacita

94

Pengharapan Sejati Kini Iyen dapat melihat karya Tuhan yang nyata dalam hidupnya. Meskipun permasalahan tetap ada, dia dapat menjalani hidup dengan sukacita. Memiliki masa lalu yang kelam, tidak lagi jadi masalah bagi Iyen. Pulang pergi dari rumah (BSD) ke kantor (Pluit) setiap hari dengan mengendarai sepeda motor, juga tidak masalah baginya. Hidup dengan ekonomi pas-pasan pun tidak jadi masalah. Karena Iyen tahu dan yakin bahwa dia memiliki pengharapan yang sejati di dalam Yesus Kristus

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 94

3/24/15 11:52 AM


NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 95

95

3/24/15 11:52 AM


96

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 96

3/24/15 11:52 AM


e r e j a Korintus adalah salah satu gereja yang mengambil banyak porsi hati dan perhatian Paulus selama pelayanannya. Betapa tidak, ialah yang membidani gereja yang berkembang ini bersama pasangan Akwila dan Priskila sejak awal. Namun, sayangnya ketegangan orang Yahudi Kristen dan non-Kristen di kota Korintus ditambah intrik politik kekuasaan Roma memaksa Paulus untuk keluar dari kota ini.

/ Cathryne B. Nainggolan /

Kumpulan surat-surat Korintus yang ditulis Paulus menjadi bukti bahwa ia tetap memberikan perhatian layaknya seorang bapak yang memantau perkembangan anaknya dari jauh. Surat 1 Korintus cukup unik dikarenakan keseluruhan isi dari surat ini adalah tulisan Paulus yang merespon isu-isu utama atau penting yang muncul dalam gereja kala itu. Khususnya pada pasal 12, Paulus merespon perdebatan tentang karunia yang sedang terjadi di dalam gereja Korintus. Pada bahasan Paulus di pasal ini, tampak jelas aroma kompetisi sedang terjadi di dalam gereja. Tampaknya gereja Korintus terperangkap pada pandangan sosial kala itu, bahwa kelas-kelas sosial memang ada dan harus ada untuk mempertahankan eksistensi gereja. NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 97

97

3/24/15 11:52 AM


Pada masa gereja Korintus berkembang, komposisi jemaat sangat beragam. Kebanyakan jemaat adalah budak Kristen atau budak dari seorang Kristen. Secara ekonomi mereka tidak sanggup mendanai kebutuhan gereja. Namun perkembangan gereja Korintus terbantu oleh kehadiran beberapa orang kaya yang dengan kekuatan ekonominya mereka menyokong pelayanan gereja. Bukan hanya karena ada penyokong dana yang membuat gereja Korintus dapat berkembang, faktor sosial lain adalah adanya budaya klub pada kebudayaan Romawi. Pada masa itu, seseorang akan dianggap sukses dan memiliki pengaruh jika ia memiliki akses dengan pemerintah Romawi, memiliki kekuatan finansial atau menjadi kerabat dari orang-orang tersebut. Dengan demikian, kelas-kelas sosial memang tak terelakkan terbentuk dalam kebudayaan Romawi. Tampaknya gejala yang sama terjadi di dalam gereja Korintus. Ketika terdapat banyak karunia di dalam gereja, mereka terjebak untuk melakukan pengklasifikasian karunia di dalam gereja seperti yang terjadi pada masyarakat. Ada karunia-karunia yang dianggap lebih bergengsi dibanding karunia-karunia lain. Karunia-karunia nubuat dan mujizat pastilah menempati kelas yang elit dibandingkan karunia mengajar dan menasihati. Pengklasifikasian ini menyebabkan terjadinya pertengkaran dan pertikaian dalam gereja. Maka, Paulus memberikan nasihatnya dengan mendasarkan kesatuan karunia dalam gereja ada pada pengakuan akan ketuhanan Yesus. Segala pekerjaan dan pelayanan gereja bersumber pada kekuatan Allah di dalam Kristus yang mengerjakan segalanya melalui gereja (ayat 3–6). Dengan dasar tersebut, tidak lagi dapat diterima pengklasifikasian karunia-karunia dalam kelas elit dan non-elit. Analogi yang dipakai Paulus adalah tubuh. Tubuh yang normal adalah satu dan terdiri dari berbagai anggota tubuh. Setiap anggota tubuh melakukan bagian dan perannya masing-masing dalam pembangunan tubuh. Oleh karena setiap anggota terkoneksi dalam satu jaringan tubuh, maka sebenarnya setiap anggota adalah satu. Perbedaan fungsi dari tiap anggota seharusnya tidak membawa pada anggapan ada yang lebih layak dan pantas dari yang lainnya. Perbedaan fungsi dan peran itu saling melengkapi dan menolong satu sama lain demi pembangunan tubuh. 98

MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 98

3/24/15 11:52 AM


Berdasarkan analogi tersebut, maka Paulus menegur cara jemaat yang mengotak-ngotakkan karunia yang ada dalam jemaat. Keseluruhan karunia dalam jemaat saling terhubung dan saling mendukung sehigga perpecahan seharusnya tidak mengambil tempat (ayat 25). Gereja adalah satu tubuh dengan banyak anggotanya yang saling bekerja sama dengan karunia-karunia yang ia miliki untuk membangun gereja. Pengajaran ini mengingatkan gereja hari ini bahwa tidak ada kelompok karunia yang kelas atas, kelas menengah atau kelas bawah dalam gereja. Setiap karunia, entah yang tampil di depan publik atau yang dibelakang layar, baik itu yang berurusan dengan regulasi dan keseharian adalah anggota-anggota tubuh yang saling terkoneksi. Yang terpenting adalah Kristuslah yang bekerja di dalam semuanya itu untuk pembangunan tubuh itu. Mari melihat diri kita dan sesama anggota tubuh sebagai satu kesatuan di dalam Kristus

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 99

99

3/24/15 11:52 AM


100 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 100

3/24/15 11:52 AM


NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 101

101

3/24/15 11:52 AM


102 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 102

3/24/15 11:52 AM


NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 103

103

3/24/15 11:52 AM


104 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 104

3/24/15 11:52 AM


NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 105

105

3/24/15 11:52 AM


erayaan hari jadi Gereja Kristus Yesus Jemaat BSD tahun ini berlangsung sederhana namun tetap penuh makna dan kesan mendalam. Dimulai sejak Kebaktian Doa Sabtu pagi tanggal 7 Februari sampai kebaktian perayaan HUT Minggu malam 8 Februari, jemaat terus diajak untuk mengucap syukur atas penyertaan Tuhan selama lebih dari dua dekade keberadaan gereja kita di Serpong. Selepas Kebaktian Doa Sabtu pagi, panitia telah menyiapkan 106 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 106

3/24/15 11:52 AM


berbagai acara menarik sepanjang hari. Beragam games/permainan dan lomba diadakan dalam suasana riuh di ruang kebaktian. Gelak-tawa dan kegembiaraan yang dipandu MC yang kocak berlangsung sampai pukul sebelas siang, sebelum jemaat disambut dengan Food Truck Festival di halaman gereja. Berbagai jenis makanan dan minuman yang memancing selera tersaji rapi di atas kendaraan jemaat yang disulap sedemikan rupa sehingga menjadi ‘gerobak dorong’ yang menarik. Antusiasme jemaat bukan hanya membuat berbagai sajian lekas licin tandas lantaran nikmatnya serasa di lidah, tetapi juga spirit kebersamaan yang ditunjukkan membuat indahnya serasa di hati. Memang ada kelompok wilayah CGF yang mendandani kendaraan seadanya, namun ada pula yang berhasil menyulap bak mobilnya menjadi kedai penjual gudeg dengan beragam pajangan yang sangat memikat. Tak ayal bila akhirnya kelompok CGF ini yang memenangkan kontes Food Truck Festival. Sesuai dengan tema gereja tahun

ini yang menjadi tema HUT juga, yaitu “Mengalami Sukacita dalam Pelayanan”, maka pada hari minggu diadakan pula Ministry Fair, pameran yang menjadi ajang perekrutan jemaat yang ingin melayani di berbagai komisi maupun sub bidang. Lebih dari sepuluh stand menampilkan aktivitas pelayanan yang ada pada setiap komisi/sub bidang. Komisi Wanita, Kaleb dan Remaja yang menata standnya paling menarik, meraih penghargaan dari panitia. Puji Tuhan, cukup banyak jemaat yang berkomitmen terjun dalam pelayanan setelah mereka mendengar presentasi dan menyaksikan foto kegiatan dan alat peraga yang terpampang dengan menarik. Puncak acara HUT diisi dengan Kebaktian Pengucapan Syukur yang dipimpin oleh Pdt. Kornelius Kuswanto dari Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT), Malang. Melalui firman Tuhan yang disampaikan, kita dapat ‘menyaksikan’ indahnya persekutuan dan pelayanan kepada sesama melalui contoh kehidupan Kristus dan kedua belas murid-Nya saat Ia hadir diantara manusia berdosa dua ribu tahun yang lalu /Anton Utomo

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 107

107

3/24/15 11:52 AM


108 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 108

3/24/15 11:52 AM


/ Edna Pattisina /

a l yang paling penting dari sebuah perjalanan bukan tujuan perjalanan. Akan tetapi, perjalanan itu sendiri. Karena, dalam perjalanan itulah kita bertemu dengan banyak hal baru yang pada akhirnya membawa kita pada diri sendiri dan terkadang, kalau kita sadar dan beruntung, membawa hubungan kita dengan Tuhan.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 109

109

3/24/15 11:52 AM


Di penutup tahun 2014, saya beruntung mendapatkan perjalanan yang bisa mengalami Tuhan. Setelah berbulanbulan berdoa, bertanya, apa kehendak Tuhan dalam hidup saya, jawaban justru datang lewat hal yang tidak terduga, yaitu perjalanan yang penuh penyertaan-Nya. Perjalanan itu tidak selalu menyenangkan, tetapi, kekayaan makna memang kerap terjadi tidak lewat hal-hal menyenangkan.

Pangkalan Bun

Setelah mendapat kabar jatuhnya pesawat AirAsia, maka perhatian media dan masyarakat pun tercurah ke sana. Begitu juga dengan kantor saya, sebuah perusahaan media. Sesuai kebiasaan, saya jarang cuti akhir tahun. Harapannya, tidak banyak hal-hal darurat di akhir tahun, jadi walau tidak menghabiskan jatah cuti, pekerjaan tidak berat. Akhir tahun ini, saya sudah berjanji pada seorang petinggi TNI untuk ikut malam tahun baru di pedalaman NTT. Sekalian jalanjalan, pikir saya. Eh, ternyata semua tidak sesuai rencana. Berhubung akhir tahun banyak yang cuti, maka semua wartawan, termasuk saya, dikerahkan untuk meliput kecelakaan pesawat terbang AirAsia. Berhubung saya yang berkecimpung di liputan militer, maka tugas saya memantau kegiatan TNI dalam kecelakaan itu.

110 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 110

3/24/15 11:52 AM


Dugaan sementara, pesawat jatuh di sekitar Kepulauan Riau, kapal-kapal dan wartawan sudah dikerahkan ke sana. Jadi, sebenarnya tugas saya tidak berat-berat amat. Sehari sebelumnya, saya nongkrong dan ngobrolngobrol di pusat operasi TNI AU di Halim Perdanakusuma, sambil tentunya mencatat perkembangan dan melaporkan ke kantor. Saya sempat berkenalan dengan seorang marsekal TNI AU yang menceritakan beberapa background informasi. Hari itu, sesuai rencana saya ke Mabes TNI di Cilangkap untuk melihatlihat pantauan satelit pergerakan kapal menuju Kepulauan Riau. Tiba-tiba ada informasi kalau lokasi jatuhnya pesawat di dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Saya segera menelepon Marsekal TNI AU yang kemarin, dan rupanya dia yang pertama menemukan

reruntuhan pesawat AirAsia itu. “Confirmed,� katanya. Kebetulan pertama. Konfirmasi informasi secepatnya sangat penting karena berkaitan dengan pengambilan keputusan setelahnya. Saya segera menelepon ke kantor, dan tentu saja dianggap penting dan darurat, karena semua orang sedang mengarah ke Kepulauan Riau. Tiba-tiba atasan saya menelepon dan meminta saya segera ke Halim PK, karena diajak Menteri Perhubungan Ignasius Jonan segera berangkat ke Pangkalan Bun. Masalahnya, hanya ada selang waktu tiga puluh menit. Saya yang terdekat, dari daerah Taman Mini, jadi segera sopir saya suruh ke Halim. Sampai di Halim, saya langsung masuk dan bertemu Jonan. Sayang, Jonan berkata kalau saya cuman cadangan. Buat saya itu sih tidak masalah, yang penting sudah usaha. NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 111

111

3/24/15 11:52 AM


Tidak sampai lima belas menit, Jonan berkata, saya tidak bisa berangkat karena sudah full. Walau agak kecewa, saya tidak merasa bersalah dan kebetulan saya dapat kabar petinggi TNI yang mau ke NTT itu akan mendarat di tempat yang sama lima menit lagi, jadi saya menunggu di landasan. Pesawat Kementerian Perhubungan sudah siap-siap akan take off. Tiba-tiba pesawat yang cuma muat sebelas orang itu membuka pintunya kembali. Seseorang berlari-lari ke arah saya dan berkata kalau disuruh Jonan ikut pesawat. Saya sempat bingung, tapi ya hanya menikmati saja. Saking buruburunya, saya tidak sempat memberi tahu bos dan sopir. Di pesawat Jonan bilang, “Kalau memang kamu nasibnya ikut, pasti ikut. Siap-siap pulangnya besok.”

Saya yang cuman bawa tas selempang berisi dompet, HP, power bank, dan buku cerita cuman nyengir saja. Rupanya, ada bawahan Jonan yang disuruh duduk di WC jadi pesawat bisa mengangkut dua belas orang. Dalam hati saya berkata lain. “Kalau Tuhan pengen saya ikut, ya pasti emang ikut.” Kebetulan kedua. Sampai di Pangkalan Bun, bisa dikatakan tidak banyak wartawan. Padahal, sisasisa pesawat yang pertama ditemukan yaitu peluncur darurat sudah dipastikan berasal dari AirAsia. Jonan memutuskan pulang malam itu ke Jakarta. Namun, entah kenapa ada dorongan yang kuat dalam hati saya untuk tinggal. Maka petualangan pun dimulai. Saya belum pernah ke Pangkalan Bun sebelumnya. Hari sudah jam delapan malam. Untung, pegawai Dinas Perhubungan di Pangkalan Bun mau pulang,

112 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 112

3/24/15 11:52 AM


dan kamar hotel Jonan kosong. Saya pun numpang mobil dan menginap di kamar yang seharusnya untuk menteri itu. Untung saya bawa kartu kredit dan ATM, sehingga urusan uang tidak jadi masalah. Tinggal mampir ke pasar untuk beli pakaian sekedarnya. Tak disangka, jalan dari bandara ke kota melewati hampir dua km hutan belantara. Tapi saya bersyukur ada tumpangan dan dapat hotel bagus. Kebetulan ketiga. Enggak kebayang kalau harus jalan kaki di tengah kegelapan, tanpa tahu berapa lama di kota yang asing, tanpa ada yang dikenal.

Esok paginya, saya bangun dengan segar walau bingung. Pertama kali tentunya bagaimana caranya ke Bandara Iskandar, Pangkalan Bun. Setelah itu, apa yang harus dilakukan. Tapi saya ingat, semakin genting keadaan, semakin sibuk sebuah hari, semakin lama kita harus saat teduh. Walaupun cukup menggemari saat teduh, saya bukan orang yang rajin dan rutin. Untungnya, ada langganan email saat teduh di mailbox handphone saya. Saya pun NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 113

113

3/24/15 11:52 AM


saat teduh dengan ditutup doa sederhana : “Kalau Tuhan berkenan, pakailah aku hari ini.� Sehabis itu, tanpa beban saya sarapan sebanyak mungkin, biar badan fit. Seorang tentara duduk sendiri di tepi kolam. Dengan sok akrab saya bergabung, daripada duduk sendiri. Kami ngobrol-ngobrol cukup lama, karena rupanya dia menunggu bosnya. Di tengah obrolan, saya sempat ke resepsionis untuk sewa mobil, tapi karena tidak ada karena sudah dekat tahun baru. Saya juga diingatkan untuk check out lusa karena kamar sudah fully booked. Kembali ke meja makan dengan lesu, si tentara bertanya ada masalah apa. Dia lalu menawarkan mobilnya dipakai selama saya liputan di Pangkalan Bun. Awalnya, saya menolak. Sempat browsingbrowsing, yang akhirnya tanpa hasil. Akhirnya, saya terima juga tawaran itu. Kebetulan keempat.

Hari itu, akan datang dua wartawan lagi dari Jakarta. Tugas saya jadi tambah berat, karena berarti saya harus mengkoordinasikan wartawan di lapangan di wilayah yang saya belum kuasai. Mobil pinjaman itu sangat berguna, dengan stiker infanteri sebesar setengah badan orang dewasa di kaca depan. Mobil itu yang berjasa mengantarkan saya dan kawankawan ke tiga tempat liputan. Siang itu, mobil dan sopirnya yang juga tentara mengantarkan saya dan seorang kawan makan ikan bakar paling enak di Pangkalan Bun. Salah satu tantangan di lapangan adalah membuat liputan yang paling ekslusif yang tidak dimiliki media lain. Karena cuaca buruk, helikopter jadi susah terbang. Padahal, salah satu yang belum didapatkan adalah foto dari udara. Tibatiba, teman saya memberi informasi kalau seorang petinggi

114 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 114

3/24/15 11:52 AM


TNI yang saya kenal akan berangkat ke Pangkalan Bun dengan pesawat kecil untuk memantau dari udara. Saya segera meneleponnya, dan ia mengiyakan kalau teman saya fotografer akan ikut. Kebetulan kelima. Sedang saya sibuk teleponteleponan itu, seorang pria menepuk saya dari belakang. Ah, ternyata teman menyelam saya dari TNI AL. Dia bukan komandannya, tapi Bovlen, sebutan bagi yang paling piawai menyelam. Kami pernah menyelam bersama di Kepulauan Seribu dan berteman sejak itu. Senang sekali rasanya bertemu seseorang yang kita kenal di tempat yang asing. Melihat Bovlen, sebuah ide tercetus. Saya berpikir, kalau sampai reruntuhan AirAsia ditemukan, Bovlen pasti akan menyelam pertama. Spontan saya berkata. “Eh, ikut ya. Ke kapal.�

Dia tertawa dan langsung mengiyakan. Wah saya terkejut karena biasanya TNI penuh prosedur. Tapi dia hanya tersenyum dan menyuruh saya ikut ke kapal. Saya menggeleng dan menyuruh dua wartawan untuk ikut, dengan pesan tentunya jangan bilang ke siapa-siapa biar ekslusif. Untung saya ketemu Bovlen. Kebetulan keenam. Sayangnya, cuaca buruk sehingga kapal yang mengangkut Bovlen dan tim intai amfibinya terus tertunda berangkat. Keesokan harinya mereka masih ada di pelabuhan. Saya yang lagi sarapan di hotel tiba-tiba melihat wakil komandan KRI Bung Tomo yang merupakan kapal paling canggih sehingga paling sering mondar-mandir di perairan Pangkalan Bun. Kami sudah berkenalan beberapa hari sebelumnya waktu Jonan masih ada. Sayangnya, dia tidak ada NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 115

115

3/24/15 11:52 AM


rencana kembali ke kapal dalam beberapa hari karena dengan heli cuaca buruk. “Tapi kalau mau naik kapal nelayan, bisa. Karena kapal lagi dekat teluk,” katanya. Saya segera menelepon teman yang ada di pelabuhan dan menyuruhnya untuk menyewa kapal nelayan segera untuk menyusul KRI Bung Tomo. Walau ia sempat bimbang, akhirnya ia berangkat juga. Saya hanya berpesan, jangan memaksa alam. Akhirnya, setelah terombang-ambing empat jam ia bisa naik ke kapal itu dan jadi wartawan pertama yang memotret potongan pesawat dengan tulisan “AirAsia”. Seandainya saya tidak bertemu wakil komandan kapal, hal ini terbayang pun tidak. Kebetulan ketujuh. Perjalanan saya di Pangkalan Bun ditutup satu pengalaman menarik lain. Setelah tegang karena berpikir untuk liputan, masalah justru datang dari hotel. Karena hotel fully booked, saya dan 116 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 116

3/24/15 11:52 AM


seorang teman harus mencari hotel lain pada malam tahun baru. Berputar-putar kota di tengah malam, yang ada hanya hotel papan bawah yang superlengkap, sampai wanita penghibur yang sudah ada di dalam kamar. Tapi, pilihannya hanya tidur di mobil atau mushola, atau di hotel seharga Rp100 ribu semalam. Berjalan di lorong hotel, bikin saya mau tertawa tapi meringis, karena hotel tanpa AC itu pintu-pintu terbuka dengan perempuan berpakaian daster, ber-makeup lengkap di dalammya. Di dalam kamar, saya tidur dengan jin, dan tidak berani menggunakan bantal. Di luar, keriuhan tahun baru terdengar di televisi. Tapi, saya memaksakan tidur sambil berdoa mengucap syukur atas pengalaman ini.

Perlahan, seperti film, peristiwa-peristiwa yang sudah lalu muncul di kepala saya. Deretan kebetulan, termasuk kebetulan ke delapan tidur di hotel ini bukan lagi jadi deretan kebetulan, tetapi tanda-tanda penyertaan Tuhan. Saya merenungkan, bagaimana orang-orang yang sebagian besar ingin menghabiskan malam tahun barunya di Singapura tetapi malah terkena musibah, bagaimana setiap detik adalah perjalanan hidup itu sendiri dan perjalanan akan jauh lebih bermakna dan mengasyikkan ketika berjalan bersamaNya. Sejujurnya, tidak selalu kesadaran ini ada pada saya, ketika kehidupan setiap hari bergulat dengan rutinitas dan jadwal yang ketat. Namun, saya bersyukur ada saat-saat dimana kehadiran-Nya nyata dalam harihari saya yang sederhana NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 117

117

3/24/15 11:52 AM


118 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 118

3/24/15 11:52 AM


/ Anton Utomo /

e p a t pada hari raya Paskah 2007 yang lalu, sebuah tayangan televisi yang disiarkan Discovery Channel telah menggegerkan dunia kekristenan, khususnya di Amerika dan Eropa. Tayangan berupa film dokumenter bertajukThe Lost Tomb of Jesus itu dibuat berdasarkan buku bertema sama The Jesus Family Tomb karya Simcha Jacobovici dan Charles Pellegrini. Tidak main-main, tayangan dengan produser James Cameron yang sukses dengan film Titanic itu dibuat dengan biaya besar dan penggarapan yang apik dan menarik sehingga mampu menyihir jutaan penonton di seluruh dunia. NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 119

119

3/24/15 11:52 AM


Dikisahkan dalam tayangan itu, pada tahun 1980 diketemukan 10 buah osuarium (peti kecil berisi tulang belulang sisa jenasah) di sebuah kompleks perumahan bernama Talpiot, di sebelah Selatan kota tua Yerusalem. Saat itu para pekerja sebuah perusahaan kontraktor sedang membongkar tanah untuk membangun apartemen. Tiba-tiba, terungkaplah sebuah komplek makam kuno berusia 2000 tahun yang berisi sejumlah osuarium. Osuarium adalah peti mati terbuat dari batu gamping berukuran 60 x 40 x 30 cm yang berisi tulang belulang orang mati. Sesuai tradisi Yahudi masa itu, orang mati ‘disimpan’ lebih dulu dalam gua/lubang di bukit-bukit selama 1-2 tahun. Baru sesudahnya, tulang belulang mereka dipindahkan ke osuarium dan dimakamkan secara permanen di dalam tanah seperti kuburan masa kini. Penemuan itu tentu sangat berharga ditinjau dari sudut arkeologi, namun tak akan begitu menghebohkan bila saja nama-nama yang tertulis pada osuariom itu bukan nama yang begitu akrab dengan dunia kekristenan. Dari sepuluh osuarium, empat tak bernama, dan enam lainnya tertulis nama yang kita kenal dalam Injil. Berturut-turut ke-6 nama itu adalah Mariamne E Mara (oleh pembuat film diduga Maria Magdalena, istri Yesus), Yehuda Bar Yeshua (Yudas anak Yesus dari istri Maria Magdalena), Matya (Matius saudara Yesus), Yeshua bar Yehosef (Yesus anak Yusuf), Jose (Yusuf ayah Yesus), Maria (Maria ibu Yesus, istri Yusuf).

120 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 120

3/24/15 11:52 AM


Penelitian arkeologis menunjukkan kebenaran usia osuarium yang sejaman dengan masa kehidupan keluarga Yesus dan kenyataan bahwa berdasarkan tes yang dilakukan, DNA ‘Yesus’ dan ‘Maria Magdalena’ ditemukan berbeda (bukan saudara seibu), menunjukkan mereka adalah pasangan suami istri! Semua penelitian yang tampaknya ilmiah, para ilmuwan yang menyodorkan berbagai bukti, hipotesa dan kesimpulan, dan penyampaian melalui media televisi yang begitu memukau, telah mengguncang dunia kekristenan di dunia Barat yang sangat rasional. Bila makam Yesus dan keluarganya ditemukan, berarti Ia tidak bangkit dari kematian. Bila Ia tidak bangkit, untuk apa kita merayakan Paskah? Kebangkitan Kristus adalah inti ajaran Kristen. Bila itu dibuktikan sebaliknya, maka runtuhlah sendi-sendi kekristenan dan kehancuran iman Kristen sudah di ambang pintu. Menurut penelitian, hampir lima persen orang Kristen di Amerika kehilangan iman mereka karena berbagai ‘serangan’ yang dilancarkan media, sejak buku Da Vinci Code-nya Dan Brown sampai The Jesus Family Tomb terbit. Lima persen kelihatannya tidak banyak, tapi itu berarti sekitar sepuluh juta orang kehilangan keselamatan mereka! Crossan, mantan pastor yang menjadi ateis bahkan berani sesumbar bahwa penemuan makam Talpiot adalah paku terakhir yang ditancapkan pada peti mati kekristenan. Beberapa orang Kristen yang ‘putus asa’ berusaha memberi jawaban rasional, bahwa mungkin saja Kristus tidak bangkit secara fisik, tapi hanya secara spiritual (roh). Bahkan, seorang pendeta Kristen di Indonesiaberani menulis di harian Kompas bahwa kita harus menerima dengan lapang dada bila bukti sains telah menunjukkan kebenaran kubur keluarga Yesus. Tapi, apakah Yesus Talpiot sama dengan Yesus Kristus? Benarkah bukti arkeologis dan sains menunjukkan buktiakurat bahwa makam Talpiot adalah makam Kristus? Justru para ahli Kristen dan non-Kristen yang sangat kredibel menunjukkanyang sebaliknya! Berbagai argumentasi dari para ahli Yahudi (nonKristen) yang mengenal budaya Yahudi pada masa itu, menyangkal dengan keras kesimpulan yang diambil pengarang buku yang menghebohkan itu. Profesor William G. Dever, sang ahli arkeologi biblikal yang mengaku bukan Kristen berkata ,” I’ve known about these ossuaries for many years and so have many other archeologists, and none of us thought it was much of a story, because these are rather common Jewish names for that period. It’s publicity stunt, and it will make these guys very rich and it will upset million of innocent NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 121

121

3/24/15 11:52 AM


people because they don’t know enough to separate fact from fiction.” Berbagai bukti dan argumentasi berikut ini menyangkal dengan tegas kesamaan Yesus Talpiot dengan Yesus Kristus, Juruselamat kita.

Nama Yesus, Yusuf dan Maria adalah Nama yang Sangat Umum Seperti nama Wayan dan Ni Luh di Bali, atau Slamet dan Sri di Jawa, demikian juga nama Yeshua (Yesus), Yusuf dan Maria begitu umum di Palestina pada masa itu. Bahkan penulis buku The Jesus Family Tomb sendiri mengakuinya dan menuliskan dalam bukunya bahwa diperkirakan selama penggunaan osuarium di Yerusalem, jumlah penduduk laki-laki 80.000. Dari jumlah tersebut, 7.200 bernama Yesus dan 11.200 bernama Yusuf. Bahkan, perempuan dengan nama Maria jauh lebih umum lagi, kita bisa melihat contohnya dari makam Talpiot ini, ada 2 Maria dari 6 osuarium yang memiliki nama. Jadi, terlalu gegabah bila memastikan bahwa kubur Talpiot berisi keluarga Yesus Kristus. Apalagi bila kita ikuti argumentasi selanjutnya.

Yesus Kristus dari Nazaret (Galilea) Bukan Yerusalem (Yudea) Melalui tradisi Yahudi pula kita bisa memastikan bahwa nama Yeshua bar Yehosef dimiliki oleh orang yang berasal dari Yerusalem. Bila ia berasal dari daerah lain, apalagi jauh dari Yerusalem, maka–sesuai tradisi–nama lengkapnya ditulis bersama daerah asalnya. Seperti Yusuf (dari) Arimatea, Maria (dari) Magdalena/Magdala, seharusnya nama di osuarium adalah Yesus (dari) Nazaret. Hanya penduduk yang berasal dari daerah tersebut (Yerusalem) saja yang namanya dicantumkan lengkap dengan nama sang ayah. Pengikut dan murid Yesus pun, seperti kita baca dalam Injil, tidak pernah memanggil Yesus dengan sebutan “Yesus putra Yusuf”. Lagi pula, Yesus lahir di Betlehem dan dibesarkan di Nazaret. Ayah, ibu dan saudara-saudara-Nya dipercaya tinggal di Nazaret sampai meninggal. Mengapa mereka harus dikuburkan di Yerusalem? Jelaslah, bahwa Yesus Talpiot dapat dipastikan seorang ‘putra asli’ Yerusalem yang kebetulan memiliki ayah bernama Yusuf. Ia bukan Yesus Kristus,sang putra Allah.

122 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 122

3/24/15 11:52 AM


Makam Keluarga Hanya Dimiliki Kaum Terhormat Keluarga Yesus bukan berasal dari kalangan atas. Jika tak ada Yusuf Arimatea, mungkin keluarga-Nya kesulitan menguburkan jenasahNya saat diturunkan dari tiang salib. Pada masa itu, hanya keluarga kaya yang memiliki komplek pemakaman seperti yang ditemukan di Talpiot. Seorang arkeolog dari NCU Chapel Hill, Jodi Magness, mengatakan, pada masa hidup di Palestina, Yesus berasal dari keluarga miskin. Talpiot (di Yerusalem) berada di wilayah Yudea. Sedangkan keluarga Yesus berada di wilayah Galilea. Jika Yesus berasal dari keluarga kaya, makam keluarganya yang permanen tidak akan ditempatkan di Yerusalem.

Tes DNA Tidak Bisa Membuktikan Hubungan Perkawinan Adalah mengherankan bila tim pembuat film hanya melakukan tes DNA kepada ‘Yesus’ dan ‘Maria Magdalena’, namun tidak kepada empat osuarium lainnya. Hasil tes DNA hanya membuktikan keduanya tidak memiliki ibu yang sama. Berarti, bisa saja mereka memiliki hubungan ayah-anak, kakekcucu, nenek-cucu atau sepupu, tidak harus suami istri. Kita juga tidak dapat memastikan hubungan empat osuarium lainnya. Lebih jauh, sains termodern pun tak ada yang bisa memastikan dua orang berbeda adalah suami-istri hanya dengan tes DNA. Makam Keluarga Terdiri dari Beberapa Generasi Para ahli menemukan fakta bahwa makam keluarga Yahudi sekitar abad pertama juga berasal dari keluarga besar yang berasal dari beberapa generasi. Jadi, yang dimakamkan bersama di dalam makam keluarga bukan hanya anggota keluarga terdekat (keluarga inti) dari satu atau dua generasi. Fakta ini cocok, karena nama Matya, Yose dan Maria di Talpiot tidak disebutkan nama NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 123

123

3/24/15 11:52 AM


ayah mereka, dan mungkin dari angkatan yang berbeda dalam garis keturunan yang sama. Kemungkinan besar, makam Talpiot juga adalah makam antar generasi, yang penghuninya tidak saling mengenal.

Mariamne e Mara Bukan Maria Magdalena Menurut sumber-sumber non-Alkitab, Maraimne e Mara adalah Maria sang master yang berkedudukan sosial tinggi, bahkan disebut sebagai tokoh dan nabi. Sebaliknya, Maria Magdalena adalah seorang wanita sederhana yang darinya Yesus mengusir tujuh roh jahat. Namun, melalui kesaksian wanita sederhana ini, dari Injil kita mengetahui bahwa ia menjadi saksi kebangkitan Kristus. Faktanya, Yesus tidak pernah mengalami kubur kedua (osuarium), apalagi dikuburkan bersama Maria Magdalena. Adalah sangat menggelikan bila Mariamne disamakan dengan Maria Magdalena, dua pribadi yang berbeda langit dan bumi. Sains Tak Mampu menjadi Hakim bagi Alkitab Telah terbukti selama ratusan tahun, sains tidaklah superior dibandingkan Alkitab. Apa yang dipercayai sains sebagai kebenaran hari ini, belum tentu diterima sebagai kebenaran di masa yang akan datang. Hukum Newton bertahan lebih dari 200 tahun sebelum diragukan kebenarannya; planet Pluto yang ditemukan tahun 1930 kini diragukan keabsahannya sebagai sebuah planet. Demikian pula kebenaran dan fakta Alkitab telah berulang-kali diragukan orang karena dianggap berbenturan dengan sains. Pada akhirnya–seiring dengan perjalanan waktu–akan terbukti Alkitab yang benar. Sebenarnya, Alkitab tak perlu legitimasi sains untuk menunjang kebenarannya, karena pada dasarnya, sebagai firman Tuhan, tentu ia lebih superior dibandingkan sains yang ciptaan manusia. Sebagai pengikut Kristus hendaklah kita tak mudah goyah oleh pesona media yang sering dipakai iblis untuk menggoyang keteguhan iman kita. Sejak zaman kekristenan awal banyak kitab gnostik dikarang, dan kini ia telah ‘beranak-cucu’ menjadi karya-karya modern yang kebanyakan isinya menentang kebenaran Alkitab. Pengarangnya menjadi kaya raya karena karya mereka yang 124 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 124

3/24/15 11:52 AM


sensasional, kendati tidak ada sesuatu yang baru dan benar dalam karya mereka. Simaklah ucapan Amos Kloner, arkeolog senior di Israel yang menyaksikan sendiri penggalian osuarium Talpiot pada tahun 1980, ”It makes a great story for a TV film, but it’s completely impossible. It’s nonsense!” Jadi, jangan pernah ada keraguan di hati lagi. Rayakan Paskah dengan keteguhan iman bahwa Ia telah bangkit dari kematian. Tak ada yang tersisa di kuburan-Nya. Selamat merayakan Paskah

Daftar pustaka 1. Yesus Nazaret VS Yesus Makam Taliot oleh Ir Harold Lolowang, M.Sc. (penerbit Andi) 2. Merekayasa Yesus (Fabricating Jesus) oleh Craig A Evans (Pnerbit Andi) 3. http://en.wikipedia.org/wiki/The_Lost_Tomb_of_Jesus 4. http://en.wikipedia.org/wiki/Talpiot_Tomb 5. http://www.biblicalarchaeology.org/daily/archaeology-today/ biblical-archaeology-topics/the-tomb-of-jesus-wrong-on-everycount/

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 125

125

3/24/15 11:52 AM


oel jo San toso selalu tampil tenang dan bersahaja. Dia selalu tampil santai dan murah senyum. Banyak orang tidak pernah menyangka bahwa sejatinya dia adalah seorang dokter dengan segudang pengalaman. 126 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 126

3/24/15 11:52 AM


/ Elasa Noviani /

Pria berusia 58 tahun ini telah menjadi salah satu orang kepercayaan di sebuah perusahaan farmasi yang menjadi salah satu pemasok untuk program BPJS. Lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta ini mengepalai bagian marketing untuk seluruh Indonesia. Ketika ditanya mengenai latar belakang dia ditunjuk menjadi Majelis untuk bidang Pemerhati dan Pelawatan, dengan polos Moeljo menjawab: “Sesungguhnya saya juga tidak tahu pasti mengapa saya ditugaskan ke bagian itu. Tetapi, saya memang selama ini terbeban untuk melayani Tuhan di bagian ini. Jadi tentu (penunjukan ini) karena Tuhan saja yang telah memilihkan bagian pelayanan yang tepat untuk saya.� Sebelum menjadi majelis bidang Pemerhati dan Pelawatan ini, Moeljo sudah menjadi aktivis di bidang Diakonia. Bidang Pemerhatian dan Pelawatan ini mempunyai tugas utama untuk mengetahui keadaan jemaat secara keseluruhan. Tugas lainnya adalah untuk mengarahkan jemaat agar saling memperhatikan dan melayani. Biasanya Moeljo juga bekerja sama dengan bidang Diakonia. Pelayanan yang sering dilakukan oleh bagian Pemerhati dan Pelawatan adalah memberi perhatian dengan mengunjungi jemaat, terutama yang baru bergabung, dan mendekati jemaat yang kurang aktif agar bisa aktif kembali dalam bergereja, bahkan agar bisa mengikuti kegiatan pembinaan atau pelayanan yang ada, misalnya ikut dalam pertemuan Caring Group Fellowship, Komisi Wanita, Komisi Kaleb, Pasutri, dan lainnya. NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 127

127

3/24/15 11:52 AM


Menurut Moeljo, bidang Pemerhati dan Pelawatan ini dimaksudkan agar terjadi kedekatan dan kehangatan yang nyata antar jemaat dalam satu gereja. “Melalui pelayanan ini, saya menjadi lebih peka dan lebih bisa mengerti permasalahan jemaat, khususnya jika jemaat itu membuka diri dan menceritakan permasalahannya kepada saya,” ujar Moeljo. Kalau masalahnya cukup berat, Moeljo meminta dukungan pada hamba Tuhan agar jemaat bersangkutan dapat dikunjungi, didekati dan didukung dalam doa secara lebih intensif. Yang harus dia jaga secara serius adalah agar masalah jemaat bersangkutan tidak tersiar ke luar atau berkembang menjadi gosip. Sukacita Luar Biasa Ketika ditanya bagaimana caranya untuk mengetahui apakah Si A atau Si B mempunyai masalah cukup berat dan membutuhkan kunjungan dan bantuan, Moeljo mengatakan biasanya dia mendapatkan informasi dari teman-teman sesama jemaat yang sering berhubungan dengan orang itu. Kadang, dia mengetahui masalah jemaat itu setelah melakukan kontak langsung dengan jemaat bersangkutan berdasar daftar jemaat yang ada di gereja. Awalnya, dia menghubungi jemaat itu untuk membina hubungan dan mengetahui keadaan mereka. Tetapi, setelah melakukan kunjungan dan berbincang-bincang–kadang hingga berkali-kali–masalah yang dihadapi oleh jemaat itu akhirnya diungkapkan. Moeljo merasakan sukacita luar biasa kalau jemaat itu akhirnya bisa dibantu mengatasi permasalahannya melalui proses pendampingan yang intensif dan dukungan doa yang dilakukan bersama teman-teman pelayanan yang lain dan hamba Tuhan dari gereja. 128 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 128

3/24/15 11:52 AM


“Pelayanan ini tidak mungkin bisa dikerjakan sendiri saja,” ungkap Moeljo. Bidang Pemerhati dan Pelawatan ini memang tidak mempunyai struktur organisasi yang kaku. Itu sebabnya, selalu dibutuhkan kerja sama dan dukungan dari bidangbidang yang lain. Biasanya, Moeljo menjadwalkan kunjungan ‘tidak resmi’ minimal sebulan dua kali bersama dengan teman-teman jemaat yang aktif di CGF. Di samping itu ada jadwal satu bulan sekali dimana dia akan mengatur kunjungan dengan ditemani oleh anggota majelis yang lain dan hamba Tuhan. Dalam melakukan kunjungan, Moeljo dan kawan-kawan juga sekali-sekali mengalami penolakan, sikap ketus dan bahkan cenderung kasar dari warga jemaat yang akan dikunjungi. Namun itu tidak menyurutkan semangat Moeljo untuk menjalankan tugas pelayanannya dengan penuh sukacita dan rasa syukur. Bisa jadi sikap kasar itu karena jemaat itu sedang mengalami permasalahan kehidupan yang cukup berat dan belum siap untuk berbagi dengan orang lain.

“Pelayanan ini memang harus dijalankan dengan sepenuh hati, tulus, rendah hati dan juga harus banyak berdoa,” ujar ayah tiga orang anak ini. “Saya sendiri merasakan perubahan kerohanian saya melalui pelayanan ini. Pelayanan ini sangat berbeda dengan pekerjaan yang saya jalani seharihari.” Dalam dunia kerja, ujar Moeljo, dia bisa saja mengatur dan memberi perintah secara subjektif agar orang lain mengikuti apa yang dia inginkan. “Namun, dalam pelayanan rohani semacam ini, kita harus melakukan semuanya dengan lebih berhatihati, sabar, tulus dan bersedia untuk merendahkan diri kita.” Moeljo menambahkan program gereja yang secara spesifik termasuk dalam bidang cakupannya adalah program CGF (Caring Group Fellowship) yang saat ini sudah terbagi menjadi 15 kelompok. Dia selalu mendampingi pembinaan dalam pembekalan para CGL (Caring Group Leaders) setiap hari Sabtu seminggu sebelum CGF diadakan. Untuk memaksimalkan kunjungan ke rumah jemaat, termasuk untuk mendorong mereka untuk ikut pertemuan CGF, waktu kunjungan sering diatur beberapa hari sebelum jadwal CGF dilaksanakan. NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 129

129

3/24/15 11:52 AM


Air yang Mengalir Walaupun dia cukup sibuk dengan pekerjaannya di kantor, Moeljo berusaha untuk memberi prioritas pada pelayanannya di gereja. “Selama ini saya mencoba menjalani tugas pelayanan ini seperti air yang mengalir. Saya akan coba menyesuaikan diri antara tugas kantor dengan waktu untuk melakukan kunjungan.” Untunglah dia mempunyai cukup fleksibilitas dalam mengatur waktu kerjanya di kantor. Tahun ini Moeljo akan mengakhiri masa jabatannya di kemajelisan setelah mengabdi selama hampir enam tahun di bidang yang sama. Dia telah berusaha melakukan tugas pelayanannya dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh sukacita. Dia berharap agar majelis bidang pemerhati dan pelawatan yang berikutnya akan dapat menjalankan tugas pelayanannya dengan lebih baik lagi. “Semoga majelis yang baru juga bisa melakukan pelayanan ini dengan rendah hati, tulus dan penuh sukacita,” kata suami dari Nanni Tandahardja ini. Moeljo mengakhiri perbincangan dengan menekankan bahwa dukungan isteri dan anak-anak adalah kunci bagi kelancaran pelayanannya. “Segala kesulitan dan tantangan yang dihadapi akan menjadi mudah dan lebih lancar untuk ditangani apabila pasangan dan anak-anak kita memberikan dukungan, termasuk melalui dukungan doa dari mereka,” pria yang selalu bersemangat ini menekankan. Moeljo sendiri sangat bersyukur karena memiliki pasangan yang demikian setia pada Tuhan. Dia dapat mengenal kasih Kristus juga karena diperkenalkan oleh istrinya. Pengenalan itu telah mengubah seluruh perjalanan hidup dan pelayanannya

130 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 130

3/24/15 11:52 AM


/ Thomdean /

illustrasi: Thomdean

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 131

131

3/24/15 11:52 AM


I remember the time I went through the songs on my iPod, choosing what I wanted to listen to. I couldn’t decide, so I chose shuffle and let my iPod decide. The music played and I recognized this old song that I used to listen countless times. It is called From The Inside Out by Hillsong. Upon listening to it, I experienced a small kick of nostalgia of how I felt every time I listened to this beautiful song. It is not the music that I adore the most, but the lyrics that crept into my heart gave me tingles of wonders. 132 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 132

3/24/15 11:52 AM


Eternal reservation in heaven, constant mercy and endless love are a package that we should celebrate every day. By celebrating, I refer to an act of remembrance that is practiced through the things we live by everyday. Just imagine, receiving something that we can never afford and cannot be found anywhere else apart from The Giver Himself. Surely it is an unexplainable act of God that puts us in wonder and amazement. But I realized that our job doesn’t stop at that point. We are called to spread the joy of what we’ve experienced in Christ through our deeds. However, I keep on wondering how could someone possess a love so big. I believe it is love no one can ever comprehend. I remember the times I had spent on trying to “pay back” what He gave me by doing acts of kindness. But then I realized that by doing so, I only decrease the value of what I’m trying to “return”, which means God’s grace is something that is so cheap for us to pay back. It is the exact opposite of what Christianity derives of. The questions of “What should I give back to God?” lingered on my head and it’s rotted as I continue on living with the idea that I can never return it.

Weeks have passed and I cannot stand letting the unresolved question curled up in the corner of my mind. After I struggled through prayers, a little voice whispered in my heart, which made me come to a conclusion. “Maybe His love for us is never meant to be paid back. Maybe His grace is to be cherished every day. The only thing we can do to cherish it is by being so grateful that we decided to do anything according to His likings.” At times we may fail on obeying His words whether it is on purpose or not. And there are times where we feel tired of ourselves for making the same mistakes over and over again. There were points in my life where I decided to give up on being a better person in God, because I was so consumed by my own belief that at the end I always fail. Thereupon, God responded my decision on a verse that I came across. NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 133

133

3/24/15 11:53 AM


But He said to me, “My grace is sufficient for you, for my power is made perfect in weakness.” Therefore I will boast all the more gladly about my weaknesses, so that Christ’s power may rest on me. That is why for Christ’s sake, I delight in weaknesses, in insults, in hardships, in persecutions, in difficulties. For when I am weak, then I am strong. (2 Corinthians 12: 9-10)

134 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 134

3/24/15 11:53 AM


I learned that all those times I had spent making efforts and thinking that I am capable of being what He destined me for gone to waste. I was so conceited for thinking that I am capable on doing what’s right without the guidance from The Master, Himself. That being so, I see God as the helper that I call whenever I feel like I need Him. I was wrong. On the contrary, He is the One that guides, teaches us with love and compassion along with completing His work in us.

However, I believe we stumble upon numerous temptations where we are challenged to choose what God wants instead of what we want. As His treasured sons and daughters, we shouldn’t even hesitate on choosing which one we should give in to. Because if we are truly devoted to Jesus, we’d be in love with His ways so much they would grow and blossom in us, which then soon turn into our way of living. The lyrics that I’ve mentioned earlier described God’s never-ending mercy that drowns us every single day. Even when we find ourselves in the same pit for the hundredth time, still His hands are always there for us to hold. I’ve encountered moments where I decided to abandon God and walk solo, as I’ve briefly brought up on the previous paragraphs. It didn’t last long. He always finds a way to carry me back home, even through the simplest form of reminder: A verse of a song

/ The author is currently finishing High School NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 135

135

3/24/15 11:53 AM


Komposisi nada dan lirik yang disebut “lagu” itu menyentuh perasaan setiap kita, membangkitkan memori di masa lalu dan memberikan warna dalam hidup kita. Sekuat itukah dampak sebuah lagu terhadap insan manusia? Siapa sih yang ga suka sama lagu? Denger lagu, nyanyiin lagu, bahkan bikin lagu. Hampir setiap orang di muka bumi ini tertarik sama yang namanya lagu, apapun alirannya itu. Suara gue unik (baca: fales) dan gue ga bisa baca not balok maupun not angka, tapi gue tetep suka sama yang

namanya nyanyi, tetep suka denger lagu, bahkan gue sering kali mencoba buat bikin lagu (yang ujung-ujungnya selalu gagal). Kamar mandi, tempat tidur, mobil, dapur, kantor, semua udah jadi tempat langganan konser tunggal gue sehari-hari. Bisa bayangin apa jadinya dunia ini tanpa lagu? Kalau kata Delon “Hidup ini tanpa cintamu, bagai dunia tanpa lagu.” Tsah. Pernah ga ketika lu lagi denger sebuah lagu, tiba-tiba lu jadi ngerasa adem hatinya? Pernah ga gara-gara dengerin lagu tertentu, tiba-tiba lu jadi galau karena keinget kejadian masa lalu yang kelam? Atau gara-gara denger lagu yang asyik, lu bawaannya jadi pengen joget tiba-tiba? Lagu bisa bikin perasaan kita menjadi dinamis.

136 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 136

3/24/15 11:53 AM


Dan perasaan kita sebenarnya dikontrol oleh pikiran kita. Jadi lagulagu yang kita dengar secara sadar ga sadar telah mempengaruhi pikiran kita. Lagu cinta, lagu persahabatan, lagu gereja, lagu kebangsaan dan sebagainya mempunyai pengaruh yang kuat dalam hidup kita seharihari. Contoh praktis, dengan mendengarkan lagu The Man Who Can’t be Moved oleh The Script itu akan mempengaruhi pengambilan keputusan lu untuk move on dari mantan lu atau ga.

Setiap lagu punya filosofinya sendiri-sendiri. Lagu diciptakan dengan alasan dan tujuan yang jelas. Orang bijak akan selalu mencoba menelaah latar belakang dari lagu yang dia dengar. Karena pencipta lagu ingin menyampaikan pesan melalui nada dan lirik kepada pendengarnya sehingga pendengarnya dapat merasakan apa yang dia rasakan. Maka itu banyak lagu yang nada dan liriknya sangat puitis, dalem, dan ngena banget deh pokoknya. Salah satu alat ukur kesuksesan sebuah lagu adalah pengaruh yang diberikan lagu itu terhadap pendengarnya.

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 137

137

3/24/15 11:53 AM


Masing-masing orang juga punya ketahanan yang berbeda-beda terhadap pengaruh nada dan lirik lagu. Ada yang perlu berkali-kali mendengar sebuah lagu agar bisa mengerti arti lagu tersebut. Ada juga yang bisa hafal dan mendalami lirik sebuah lagu hanya dengan mendengarnya 2-3 kali aja. Biasanya, para remaja yang lagi ngalamin apakah itu puber, jatuh cinta, patah hati, kesepian, galau, dan sebagainya, bisa menjadi sangat sensitif terhadap lagu-lagu yang didengar. Emosi mereka cenderung lebih mudah terbawa oleh lagu. Maka dari itu, di artikel The Youngsters kali ini gue pengen ngajak kita lebih aware sama lagu yang kita denger sehari-hari. Coba kita perhatiin beberapa lagu yang sempet ngetrend pada zamannya:

I don’t Bruno Mars – “Today by ” ng So y az “L my ng. I just wanna lay in feel like doing anythi tai kalau mau santai-san bed.” Gue ga bilang iin at rh pi kalau kalian pe di rumah itu salah. Ta itu santai-santai di lagu semua liriknya, cara kan, ta ga a riset yang men agak melenceng. Ad ngerin lagu ini terus kalau kita seharian de ran menjadi males bene berkali-kali, kita akan an Efesus 5:16 bilang, “d t ga In . tif uk od pr ga dan hari yang ada, karena haripergunakanlah waktu ini adalah jahat.”

138 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 138

3/24/15 11:53 AM


“Shut Up” by Simple Plan – “So shu t up, shut up, shut up, don’t wanna hea r it! Get out, get out, get out, get out of my way!” Gue lumayan ngefans sama Simple Plan dan gue akui lagu ini secara musik ena k didenger. Tapi kita mesti perhatikan liriknya lagi. Ini adalah sebuah lagu yang me nyatakan pemberontakan terhadap orangtua den gan tidak sopan, terutama bagi budaya ora ng Timur. sepuluh hukum Allah yang keli ma mengingatkan: “Hormatilah ayah dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tan ah yang diberikan Tuhan.” (Keluaran 20:12).

tuh dan “Butiran Debu” by Rumor – “Aku terja m lautan tak bisa bangkit lagi. Aku tenggelam dala dalem, luka dalam.” Lirik lagu ini sangat puitis dan baik sehingga pesannya tersampaikan dengan u gala kepada pendengarnya. Tapi ketika lu lagi ini gara-gara putus cinta terus lu dengerin lagu s eles hop dari awal sampai akhir, lu bakal ngerasa lu ngerasa banget. Seakan-akan hidup tanpa Tuhan, yang lu ga berdaya hanya karena ditinggal orang bilang sayang. Padahal jelas Mazmur 118:13–14 pi teta “Aku ditolak dengan hebat sampai jatuh, dan Tuhan menolong aku. Tuhan itu kekuatan ku.” Anak mazmurku; Ia telah menjadi keselamatan ti mereka Tuhan sejati ketika mereka patah hati, pas Tuhan. m tetap ga akan hilang pengharapan di dala

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 139

139

3/24/15 11:53 AM


“Bang Bang” by Jessie J feat Ariana Grande & Nicky Minaj – “She got a body like an hourglass, but I can give it to you all the time. She got a booty like a Cadillac, but I can send you into overdrive.” Lagu ini bukan ngomongin soal abang-abang atau snack favorite anak SD, melainkan ngomongin soal seks. Lagu ini boleh dibilang simbol feminism yang ekstrim. Musiknya memang enak didengar, tapi nilai dalam liriknya jelas tidak Alkitabiah sama sekali. Penyair dengan sudut pandang wanita menawarkan tubuhnya (keperawanannya) agar bisa mendapatkan hati si pria. Paulus udah ingetin kita lewat 1 Tesalonika 4:3 “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan.”

“Sadis” by Afgan – “Semoga Tuhan membalas semua yang terjadi kepadaku suatu saat nanti.” Lagu ini menggambarkan kesakitan hati yang begitu dalam karena penyair merasa dikhianati oleh orang yang dia sayang. Kalimat doa yang tercantum pada lirik lagu tersebut bertentangan dengan apa yang Paulus ajarkan di Efesus 4:32 “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” Ketika dunia mengajarkan untuk membenci dan mendendam, kita harus belajar untuk bisa mengasihi dan mengampuni kesalahan-kesalahan orang lain terhadap kita. 140 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 140

3/24/15 11:53 AM


Masih banyak lagu di luar sana yang bertentangan dengan nilai-nilai Alkitab. Gue ga bilang lagu-lagu semacam itu haram buat didengerin. Tetapi jelas kita ga bisa ngebiarin pikiran kita (sering kali secara ga sadar) terlarut dalam makna lagu-lagu tersebut. Kita tetep bisa ngedengerin lagu tanpa “mengamininya”, hanya sekedar masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Dan yang paling tau sampai sejauh mana “ketahanan” kita terhadap lagulagu tertentu adalah diri kita sendiri. Seperti ada pepatah Perancis yang bilang “You are what you eat”. Bagaimana dengan “You are what you listen to” ?

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 141

141

3/24/15 11:53 AM


P ada tanggal 1 Maret 2015, gereja GKY BSD mengadakan pemungutan suara untuk memilih penatua/majelis yang akan menjalankan tugas untuk periode 2015 – 2018 (tiga tahun). emungutan suara yang dilakukan secara serentak tersebut (oleh jemaat GKY BSD, GKY Pamulang dan GKY Gading Serpong) berlangsung secara demokratis, langsung, bebas dan rahasia seperti layaknya proses pemilu untuk memilih para anggota legislatif dalam tataran negara. Bedanya hanya dua hal, yaitu jemaat tidak melakukan di bilik tertutup tetapi di ruang gereja, dan nama atau gambar calon yang dipilih tidak dicoblos melainkan diconteng. Sebelum hari pemungutan suara tersebut, 29 calon majelis sudah diseleksi melalui proses yang cukup ketat dan panjang. Orang-orang yang dicalonkan tentu harus lolos dalam seleksi secara administratif maupun secara kualitatif dengan memperhatikan masukan dari berbagai sumber. Setelah proses seleksi selesai, ditetapkan 29 nama

calon sebagai calon tetap penatua/ majelis. Nama-nama tersebut kemudian dipublikasikan melalui lembaran daftar calon tetap penatua/ majelis selama beberapa minggu agar jemaat mendapat informasi yang cukup siapa saja calon yang akan dipilih. Dalam tahap pengenalan para calon kepada jemaat tersebut, terbuka sanggahan jika memang ada nama-nama yang oleh jemaat dianggap perlu dipertimbangkan lagi karena alasan tertentu. Sanggahan disampaikan secara tertutup kepada majelis incumbent dan hamba Tuhan. Dalam pemilihan kali ini, tidak ada sanggahan sama sekali dari jemaat terhadap 29 calon tetap tersebut. Setelah jemaat cukup mendapatkan informasi terhadap seluruh calon tetap tersebut, pada tanggal 1 Maret dilakukan pemungutan suara.

142 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 142

3/24/15 11:53 AM


Dari proses pemungutan suara, setelah dilakukan perhitungan perolehan suara masing-masing calon, ditetapkan 23 nama dengan jumlah suara terbanyak teratas setelah perolehan suara dihitung dan diurutkan. Berikut 23 nama yang ditetapkan sebagai penatua/majelis terpilih (diurutkan berdasarkan abjad): 1. Andriani Yuwana 2. Arief Leo Sutanto 3. Arum Tratiningsih 4. Boedi Tjusila 5. Dicky Pranoto Laksono 6. Djulia Matio 7. Erwin Tenggono 8. George Hadi Santoso 9. Handi Wijaya Chuhairy 10. Hartomuljo Setionegoro 11. Hartono Basuki 12. Indawati Kamil

13. Johan Budihartanto 14. Kevin Kowinto 15. Kristiyani Sinjaya 16. Kwee Pao Tjoe 17. Mindra Juanda Citra 18. Pol Roliadi 19. Priscillia Winoto 20. Tazri Gunarso 21. Titus Jonathan 22. Triana Dewi 23. Welan Palilingan : incumbent

Setelah terpilih 23 nama penatua/majelis di atas, selanjutnya akan dilakukan proses penempatan/penugasan ke dalam bidang, sub bidang dan komisi. Kita ucapkan selamat atas terpilihnya 23 orang tersebut, diiringi dengan doa dan harapan untuk berkarya dan melayani demi kemuliaan nama Tuhan / Titus Jonathan Suasana proses penghitungan suara

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 143

143

3/24/15 11:53 AM


ASI ND

KOME RE

Penerbit: Waskita Publishing Jumlah halaman: 254 halaman 144 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 144

3/24/15 11:53 AM


B

uku ini ditulis oleh seorang pastor sebuah gereja yang cukup besar, dan ditulis berdasarkan pergumulannya untuk menata kembali dunia pribadinya akibat banyaknya tumpukan tugas dan tanggung jawab yang harus ia kerjakan. Pada satu titik, ia merasa begitu tertekan dengan segala kesibukannya seolah-olah ‘menabrak tembok’ dan mulai hari itu ia mengusahakan keteraturan dalam hidupnya. Bagian akhir buku ini dilengkapi dengan panduan studi yang menarik untuk direnungkan secara pribadi. Kenyataan yang ada, manusia hidup dalam dua dunia yang berbeda, dunia publik yang tampak dari luar dan dunia dalam yang lebih bersifat spiritual. Dunia publik dipenuhi dengan begitu banyak permintaan atas waktu, kesetiaan, uang, dan tenaga kita yang seringkali lebih menuntut perhatian kita daripada dunia pribadi kita yang sebetulnya merupakan medan peperangan yang penting di zaman ini. Dunia pribadi merupakan tempat untuk melakukan ibadah dan pengakuan dosa, misalkan ketika kita melakukan saat teduh. Penulis mempelajari bahwa dalam penjelajahan dunia pribadi, seseorang bisa dipilah menjadi dua pribadi, yaitu pribadi yang terdorong dan pribadi yang terpanggil. Orang-orang yang

terdorong adalah orang-orang dengan tingkat stres yang tinggi, karena mengejar pencapaian dan kesuksesan hidup yang lebih dan lebih banyak lagi. Ia lebih menghargai hasil daripada proses. Orang terdorong suka menjadi bagian dari suatu ekspansi, terus bergerak, mencari peluang terbesar dan terbaik, sedikit menghargai integritas, tidak peduli tentang peningkatan keterampilan orang lain, cenderung suka berkompetisi atau bersaing, punya tingkat kemarahan yang dahsyat, sibuk secara tidak wajar dan menghindari ibadah rohani. Hal-hal ini merupakan ciri-ciri orang dalam keadaan terdorong. Contoh dalam Alkitab adalah Saul, yang menikmati kesuksesan cepat ketika ia menjadi raja Israel. Saul lupa bahwa dirinya perlu orang lain, dan lalai dalam memupuk relasi dengan Allah. Ia merasa dirinya penting sehingga berani melangkahi wewenang Nabi Samuel dan mempersembahkan kurban sendiri (1 Samuel 13:8–14). Sebaliknya, orang yang terpanggil memiliki kekuatan dalam hati. Inilah suatu kualitas ketekunan dan ketahanan terhadap terpaan dari luar. Alkitab dipenuhi contoh orang yang terpanggil, misalkan Maria, Kaleb, dan Yohanes Pembaptis. Orang-orang ini adalah model utama dari orang yang terpanggil. Yohanes tahu siapa dirinya, yang dipakai sebagai pelopor bagi NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 145

145

3/24/15 11:53 AM


Gordon MacDonald Kristus. Ia siap menjadi penatalayan dan rela ketika tiba saatnya ia mundur dan melepas semua pengikutnya menjadi pengikut Kristus ( Yohanes 3:29–30). Orang terpanggil sadar bahwa semua karier, aset, karunia alami dan spiritual, atau kesehatan bukan miliknya melainkan pemberian dari Kristus. Ketika orang terdorong kehilangan semuanya, itu merupakan krisis besar, sementara bagi orang terpanggil kehilangan semua itu tidak

mengubah dunia pribadi mereka, bahkan makin kuat. Menata dunia pribadi bagaikan berkebun rohani, mengolah tanah rohani kita. Bila kebun batin dirawat baik, dan Roh Allah hadir, panen akan teratur. Buahnya adalah keberanian, pengharapan, kasih, ketahanan, kesukaan, luapan kedamaian, kapasitas luar biasa untuk mengendalikan diri dan kesanggupan membedakan kejahatan dan menemukan kebenaran. Tanpa diolah, kebun dalam dunia pribadi kita tidak dapat bertahan lama, dan akan segera terjangkiti dengan berbagai tumbuhan yang membuatnya tidak menarik. Menata dunia pribadi berarti mengatur pemakaian waktu kita. Dunia ini penuh dengan orang yang tidak teratur yang telah lepas kendali atas waktu mereka. Penulis menemukan tiga cara untuk merebut kembali waktu, yaitu: mengenal irama keefektifan maksimal kita, prioritas penggunaan waktu, dan menjadwalkan segala hal yang harus dilakukan. Dunia kita dipenuhi dengan gadget, suara musik, pergunjingan, dan jadwal yang padat. Dengan gangguan begitu banyaknya suara, bagaimana kita bisa mendengarkan suara Allah? Ada saat dimana kita perlu menyendiri,

146 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 146

3/24/15 11:53 AM


menarik diri dalam keheningan. Hal ini bukan hal yang mudah bagi seorang yang aktif, tapi perlu untuk dilakukan. Buat sebagian orang lebih mudah menuliskan jurnal, apa yang menjadi pergumulannya saat itu, ketakutan dan peristiwa-peristiwa yang ia alami. Keasyikan insting kita dengan kenyamanan dan penawaran hal-hal duniawi saat ini sering membuat doa sebagai penyembahan dan syafaat menjadi tantangan yang sukar. Hal ini harus diperjuangkan sampai akhirnya doa penyembahan dan syafaat menjadi bagian dari kebiasaan kita. Kita yang adalah orang-orang yang kelelahan membutuhkan istirahat karena Allah sendiri yang menunjukkan bagi kita suatu kunci untuk menata dunia pribadi kita (Kejadian 2:2). Istirahat merupakan keharusan bagi kita yang ingin mengalami pertumbuhan dan kedewasaan, bukan karena pekerjaan kita telah selesai. Hidup dimaksudkan untuk dihidupi dari sebuah pusat, sebuah Pusat Ilahi. Setiap kita dapat menghidupi hidup dengan kuasa, damai, ketenangan menakjubkan, keyakinan, integrasi, dan kesederhanaan jika kita mengurus sampai tuntas keteraturan dalam dunia pribadi kita.

Buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca sebagai sebuah koreksi atas gaya dan irama hidup kita selama ini, dan tuntunan agar kita dapat kembali menata kehidupan pribadi kita untuk mengalami kedekatan dengan Sang Pusat dari segalanya

Tentang Penulis: Gordon MacDonald telah menggembalakan gereja selama lebih dari empat puluh tahun. Kini ia melayani sebagai editor kepala untuk Leadership Journal dan sebagai ketua World Relief. Buku-bukunya antara lain The Life God Blesses, Renewing Your Private Passion, Rebuilding Your Broken World dan When Men Think Private Thoughts. MacDonald sering dijumpai mendaki gunung di New England atau Swis dengan istri dan cucu-cucunya. /Lily Ekawati/

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 147

147

3/24/15 11:53 AM


ASI ND

KOME RE

1 . Foreve r Yours 2 . Te rp ujila h Na m a -Mu 3 . Satu A la sa n 4 . You A re My Hiding Pla ce 5 . Consta nt Savior 6. O u r God Be Glorified 7. Holy, H oly, Holy 8. B e jan a -Mu 9. Holy is Our God 1 0. A jaib Ka u Tuha n

148 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 148

3/24/15 11:53 AM


D

ikenal lewat pelayanan musik mereka yang luar biasa, gereja JPCC memang tidak pernah setengahsetengah dalam mengemas dan memproduksi lagu-lagu mereka. Dari album ke album, usaha mereka untuk menciptakan karyakarya baru dan berbeda begitu menginspirasi banyak orang dari berbagai kalangan. Namun fokus mereka selalu sama, supaya nama Yesus senantiasa dimuliakan dan membawa lebih banyak jemaat menikmati kasih-Nya lebih dalam lagi melalui musik. Di album akustik mereka yang bertajuk ONE Acoustic (versi akustik One tahun 2013), mereka sekali lagi menarik banyak elemen unik dan segar ke dalam aransemen akustik lagu-lagu mereka dari album-album terdahulu. Simak suara merdu worship leader Umbu Kaborang yang mengkomplemen alunan biola dan detak halus beat cajon dalam “Bejana-Mu”. Nikmati juga “Terpujilah Nama-Mu” yang mengajak para pendengar ikut bertepuk tangan. Lalu jangan kaget

jika alat musik tradisional China, guzheng, tiba-tiba menggema dengan cantik di intro “You Are My Hiding Place” dan melengkapi harmoni sempurna dari piano, gitar, double bass, dan pianika. Direkam secara live di Aruba Room, The Kasablanka, bakat dan keapikan JPCC dalam bermusik membuat album ini terasa sangat menyatu dan menyeluruh terlepas dari semua elemen unik di sini. Walau akan sangat menarik bagi generasi muda, lagu-lagu dalam ONE Acoustic tidak mengenal umur. Dan lebih dari pada itu, semangat dan sukacita menular yang ada di dalam album ini akan membuat ONE Acoustic melekat di hati banyak orang CD ONE Acoustic terdapat di tokotoko musik rohani terdekat dan di Benih.com. Atau kunjungi iTunes Indonesia untuk mendapatkan versi digitalnya. /Arina Palilingan/

NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 149

149

3/24/15 11:53 AM


The Pistol

ASI ND

KOME RE

The Birth of A Legend Judul: The Pistol – The Birth of A Legend Pemain: Adam Guier, Millie Perkins, Nick Benedict, Tom Lester, Boots Garland Produser: Darrel Campbell, Rodney Stone Produksi: Campbell-Stone Media, LLC Didistibusikan oleh: Maranatha (PT. Stora Adhiswara) Tahun release: 15 Juni 2009

D

engan banyaknya film mancanegara yang sarat dengan teknologi canggih, efek memukau, namun bermuatan kekerasan dan berbau seks bebas, ada baiknya kita dapat lebih mensortir film yang kita tonton, apalagi bila kita menontonnya bersama keluarga termasuk anak-anak kita. Mungkin kita kadang lupa bahwa sebenarnya film-film yang inspiratif itu masih banyak di luar sana. Selain film Facing The Giants dan film inspiratif lain yaitu Fireproof, Alex Kendrick selaku produser juga memproduksi film The Pistol. The Pistol dalam film ini tidak diartikan sebagai senjata. Film ini bercerita

150 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 150

3/24/15 11:53 AM


tentang kisah nyata Pete Maravich, seorang pemain basket yang masih di kelas 2 SMP namun justru dilirik oleh pelatih basket SMA di tim Lions. Yang menarik dan sangat menonjol dari film ini adalah bagaimana karakter kuat sang ayah yang terus menyemangati anaknya agar selalu percaya diri dan agar sang anak (Pete) bisa meraih impiannya. Berikut salah satu ucapan sang ayah, �Pete, kamu mengira kamu bisa melakukannya, ayah berkata kamu pasti bisa.� Ini mungkin sisi positif budaya Barat yang nampaknya agak jarang kelihatan pada budaya Timur kita, khususnya di Indonesia. Dengan tinggi 155 cm dan berat 40 kg, Pete yang dijuluki Pistol Pete oleh wartawan ini mengejutkan banyak pihak, karena walaupun fisiknya jauh lebih kecil dari rekan satu tim dan lawan mainnya, namun bakat alaminya dalam bermain basket membuat iri Buddy, anak pelatih basket, karena Sandy, pacar Buddy tertarik kepadanya. Bermodalkan 10.000 jam berlatih di depan garasi bersama ayahnya, Pete mendapatkan kesempatan pertama setelah 10 kali pertandingan hanya ditempatkan di bangku cadangan. Namun, kecelakaan terjadi dan hampir semua orang menyalahkan dirinya.

Apakah ayah Pete menyalahkannya? Tidak, dia terus menyemangatinya. “Mimpi tidak lebih dari tantangan untuk diri sendiri, Pete. Kami tidak punya uang untuk membiayai kuliahmu, mudah-mudahan dengan gift (bakat) dari Tuhan ini, kamu bisa meraih impianmu dan memperoleh beasiswa,� ujar ayah Pete. Tidak berhenti sampai di sana, ayah Pete yang juga pelatih basket di tingkat universitas, menantang pelatih Pete di tengah isu rasialis pada tahun 1959 agar mau bertanding dengan tim sekolah Cleveland yang dipenuhi pemain-pemain hebat berkulit hitam. Dalam kegentaran dan kekhawatiran adanya penolakan, Pete bersama pelatih dan timnya berdoa. Sanggupkah mereka menghadapi tim Cleveland yang kabarnya nomor satu di kotanya? Selamat menonton bersama keluarga Anda. Film ini sangat direkomendasikan untuk memotivasi semangat anak-anak kita dalam menggunakan talenta yang telah diberikan oleh Tuhan. DVD film ini tersedia di Kolportase GKY BSD. Tuhan memberkati keluarga kita semua

/Humprey/ NAFIRI MARET 2015

NAFIRI MAR15 final.indd 151

151

3/24/15 11:53 AM


成为一个有智慧的人 成为一个有智慧的人

在1974年美国政府修缮自由女神像,一切完工之后产出了很多的垃圾 在1974年美国政府修缮自由女神像,一切完工之后产

不知道要放到哪里?政府开始寻求愿意处理这些垃圾的人,当然,政府会 出了很多的垃圾,不知道要放到哪里?政府开始寻求愿意 处理这些垃圾的人,当然,政府会支付费用的。但是,没

支付费用的。但是,没有任何人敢做这项工作。因为,在美国禁止随意扔 有任何人敢做这项工作。因为,在美国禁止随意扔垃圾。

垃圾。当时,有个犹太人正好在巴黎度假,当获取以上消息,立即赶回美 当时,有个犹太人正好在巴黎度假,当获取以上消息,立

即赶回美国,与政府签订了工作协议。他敢于处理这堆垃 国,与政府签订了工作协议。他敢于处理这堆垃圾。别人都认为他疯了。 圾。别人都认为他疯了。知道他做了什么吗?他将垃圾分

知道他做了什么吗?他将垃圾分类,他使用所有的材料制作小型的自由女 类,他使用所有的材料制作小型的自由女神像,经出售获

利350万美元。这真是有智慧的人。问题是我们要如何成 神像,经出售获利350万美元。这真是有智慧的人。问题是我们要如何成为

一个有智慧的人?

为一个有智慧的人?

透过箴言书九章,我要分享三点:首先成为一个有智慧的人必须敬畏耶和华并认识

至圣者;其次成为一个有智慧的人必须准备好被同一信仰的弟兄批评纠正;最后成为一 个有智慧的人必须敢于对同一信仰的弟兄给与教导。

一、箴言书九10节告诉我们,成为有智慧的人必须敬畏耶和华并且认识至圣者。

为什么?因为在雅各书三17节“惟独从上头来的智能、先是清洁、后是和平、温良柔顺、 152 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

满有怜悯、多结善果、没有偏见、没有假冒(雅各书三17)。这意为着一个有智慧的人,

必须行出这节经文所写的内容。让我们省察我们自己,作为主耶稣的跟随者,是否已经 NAFIRI MAR15 final.indd 152

3/24/15 11:53 AM


成为一个有智慧的人 在1974年美国政府修缮自由女神像,一切完工之后产出了很多的垃圾, 不知道要放到哪里?政府开始寻求愿意处理这些垃圾的人,当然,政府会 支付费用的。但是,没有任何人敢做这项工作。因为,在美国禁止随意扔 垃圾。当时,有个犹太人正好在巴黎度假,当获取以上消息,立即赶回美 国,与政府签订了工作协议。他敢于处理这堆垃圾。别人都认为他疯了。 知道他做了什么吗?他将垃圾分类,他使用所有的材料制作小型的自由女 神像,经出售获利350万美元。这真是有智慧的人。问题是我们要如何成为 / Louis Leavitt Liu Pengfei / 一个有智慧的人? 透过箴言书九章,我要分享三点:首先成为一个有智慧的人必须敬畏耶和华并认识 至圣者;其次成为一个有智慧的人必须准备好被同一信仰的弟兄批评纠正;最后成为一 个有智慧的人必须敢于对同一信仰的弟兄给与教导。 一、箴言书九10节告诉我们,成为有智慧的人必须敬畏耶和华并且认识至圣者。 为什么?因为在雅各书三17节“惟独从上头来的智能、先是清洁、后是和平、温良柔顺、 满有怜悯、多结善果、没有偏见、没有假冒(雅各书三17)。这意为着一个有智慧的人, 必须行出这节经文所写的内容。让我们省察我们自己,作为主耶稣的跟随者,是否已经 有他的形象。透过雅各书我们看到智慧有七个种类。回到箴言书九1,同样有七。就是 智慧建造房屋,立起七根柱子。他们之间有何关系?在犹太人的传统里面,数字“七” 是完美的意思,因此,有七根柱子的房屋是非常豪华的。主耶稣不是曾说过吗“在我父 的家里、有许多住处(约翰福音十四2上)。 我若去为你们预备了地方、就必再来接你们 到我那里去.我在那里、叫你们也在那里(约翰福音十四3)。”成为一个有智慧的人, 我们生活每个层面的首要事情就是要敬畏耶和华并且认识至圣者。 成为一个有智慧的人 家里、有许多住处(约翰福音十四2上)。 我若去为你们预备了地方、就必再来接你们到 深知一切都源自主耶稣。或许,现在我们正经历烦心之事;我们在每日的生活中正经历 我那里去.我在那里、叫你们也在那里(约翰福音十四3)。”成为一个有智慧的人, 困苦;还有很多我们无法解决的事情。定睛仰望主耶稣,因为,他已经向所有信他的人 我们生活每个层面的首要事情就是要敬畏耶和华并且认识至圣者。成为一个有智慧的人 应许,有一天,他要回来,接我们与他同住在天上父家所准备好的房子里。是否,我们 深知一切都源自主耶稣。或许,现在我们正经历烦心之事;我们在每日的生活中正经历 困苦;还有很多我们无法解决的事情。定睛仰望主耶稣,因为,他已经向所有信他的人 1 应许,有一天,他要回来,接我们与他同住在天上父家所准备好的房子里。是否,我们 已经真正的认识祂?是否,我们真正敬畏祂?是否,我们明白祂正在为我们准备的?是 否,我们预备好了回到天上父的家? 二、成为一个有智慧的人必须准备好被同一信仰的弟兄批评纠正。箴言书九8告诉

NAFIRI MARET 2015

153

我们必须准备好被同一信仰的弟兄批评纠正。因为这样,我们能够看到在朋友的眼中我

们有多么的重要。同一信仰的弟兄批评纠正我们,使得我们依然行走在正路上,在神所 喜悦的道路上,我们不选择走向灭亡的道路。作为人,我们天性喜欢选择愚蠢所预备的 NAFIRI MAR15 final.indd 153 3/24/15 11:53 AM 道路。愚蠢为没有智慧的人所预备的道路记录在13-18节,在那里唯有灭亡。当我们被


我们生活每个层面的首要事情就是要敬畏耶和华并且认识至圣者。成为一个有智慧的人 深知一切都源自主耶稣。或许,现在我们正经历烦心之事;我们在每日的生活中正经历 困苦;还有很多我们无法解决的事情。定睛仰望主耶稣,因为,他已经向所有信他的人 应许,有一天,他要回来,接我们与他同住在天上父家所准备好的房子里。是否,我们 已经真正的认识祂?是否,我们真正敬畏祂?是否,我们明白祂正在为我们准备的?是 否,我们预备好了回到天上父的家? 二、成为一个有智慧的人必须准备好被同一信仰的弟兄批评纠正。箴言书九8告诉 我们必须准备好被同一信仰的弟兄批评纠正。因为这样,我们能够看到在朋友的眼中我 们有多么的重要。同一信仰的弟兄批评纠正我们,使得我们依然行走在正路上,在神所 喜悦的道路上,我们不选择走向灭亡的道路。作为人,我们天性喜欢选择愚蠢所预备的 道路。愚蠢为没有智慧的人所预备的道路记录在13-18节,在那里唯有灭亡。当我们被 同一信仰的弟兄责备的时候,千万不要像愚蒙人和亵慢人。箴言书十17上同样记载“谨 守训诲的、乃在生命的道上”。成为一个有智慧的人必须准备好被同一信仰的弟兄责备。 你准备好了吗? 三、成为一个有智慧的人必须敢于对同一信仰的弟兄给与教导。以便我们可以在 主耶稣基督里面一同成长。因为,智慧的宴席已经预备好。侍女们在城的高出呼叫,以 便所有敬畏神并且认识至圣者的可以同赴佳美宴席。记得上学的时候,一位老师曾经这 样说:“当你看到有弟兄行事不正时,你要满有爱心对其教导,要敢于批评纠正。不要 等到有一天,他被学校开除时,你才意识到没有做正确的事情。”成为一个有智慧的人, 必须敢于对同一信仰的弟兄给与教导。那是我们主内弟兄姐妹的责任。我们是一群被主 分别为圣的人,当我们还在世上的时候,必须拥有光盐的功用。我们都是耶稣基督里的 一个身体。让我们在主耶稣基督的爱里面相互教导。 箴言要使人晓得智慧和训诲,分辨通达的言语,敬畏耶和华是知识的开端。我们要 保守我们的心、胜过保守一切,因为一生的果效、是由心发出。 是否我们已经预备好, 在二〇一五年当中成为一个有智慧的人,的确敬畏耶和华、是智慧的开端.认识至圣者、 便是聪明。因为,我们藉着智慧、日子必增多、年岁也必加添。 让我们一起祷告,成为一个有智慧的人。 1

/ Penulis berasal dari Chengdu, propinsi Sichuan, Cina. Merupakan seorang single parent dari seorang putri berusia 21 tahun. Menyelesaikan studi di SAAT, Malang tahun 2014, saat ini sedang praktek di GKY BSD. 154 MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN

NAFIRI MAR15 final.indd 154

3/24/15 11:53 AM


GURU SEKOLAH MINGGU TIDAK MAU KALAH Endah si guru sekolah minggu, bercerita : “Anak, anak, hari ini ibu punya cerita. Begini, Pada saat Tuhan Yesus akan datang ke Yerusalem, ada seorang bernama Lazarus yang hendak melihat kedatangan Tuhan Yesus. Tapi karena badannya pendek, maka ia hendak memanjat pohon.” Tiba-tiba, Jimmy berkata, “Ibu guru, bukan Lazarus tapi Zakheus....” Anak-anak lainnya juga mulai menimpali. Ibu itu terkejut dan lalu mencari alasan. “Anak-anak, ibu belum selesai. Nah, karena disitu Lazarus, maka Tuhan berbicara. Hai Lazarus, turunlah... Disitu bukan tempatmu tapi tempat Zakheus...!”

KEBAKTIAN PASKAH SEKOLAH MINGGU Agar lebih menghayati kebangkitan Yesus, sebuah sekolah minggu mengadakan kebaktian Paskah pada waktu subuh. Seperti biasa, anak-anak diberitahu bahwa selain ibadah Paskah, akan ada juga acara mencari telur. Anak-anak pun senang dan datang dengan penuh sukacita pada hari Paskah. Mereka bergembira memuji Tuhan dan mendengarkan kisah Paskah dari Bu Endah, guru sekolah Minggunya. Bu Endah: “Adik-adik, pagi-pagi benar, ada serombongan wanita datang ke kuburan Yesus. Mereka datang untuk apa, ada yang tahu?” Anak-anak: (dengan serentak) “Mencari telur, Bu ...!”

“Siapa bertelinga hendaklah ia mendengar” (dari berbagai sumber)

‘CINTA UANGsumbangan humor untuk rubrik Nafiri HAHAHA! Redaksi NAFIRI menyambut MARET 2015 155 Silakan mengirimkan tulisan keNAFIRI email: nafiri@gkybsd.org NAFIRI MAR15 final.indd 155

3/24/15 11:53 AM


MERAJUT KASIH SURGAWI DALAM PELAYANAN  

Buletin Nafiri Maret 2015 - Media Informasi, Komunikasi dan Edukasi Gereja Kristus Yesus Jemaat Bumi Serpong Damai (GKY BSD) - Indonesia

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you