Page 1


Pembaca Nafiri terkasih,

Sejenak saat merenung, saya teringat saat masih di bangku sekolah dulu. Apakah bapak dan ibu guru kita otomatis langsung pandai dan tahu apa yang hendak diajarkan? Tentunya tidak. Mereka bisa mengerti dan mengajarkan semua ilmu pelajaran tersebut karena mereka pasti telah belajar dan menyiapkan terlebih dahulu sebelum membagikannya kepada kita. Mirip dengan inti tema kali ini yang menyangkut pemuridan. Penulis “Fokus-1” membahas tentang “Reproduksi Rohani”, antara lain mengenai harapan Paulus kepada Timotius; yaitu untuk meneruskan apa yang telah ia dengar kepada orang-orang yang dapat dipercayai, dan nantinya orang yang dapat dipercayai itu dapat meneruskan dengan menjangkau orang yang lain lagi. Dengan penekanan yang berbeda, namun dengan inti yang sama; penulis “Fokus-2” memilih cerita pohon ara yang setelah ditunggu bertahun-tahun ternyata tidak juga berbuah, sehingga pemilik kebun meminta agar pohon itu ditebang saja. Nikmati ulasannya sambil mengevaluasi diri kita sendiri. Apabila Tuhan datang dan memeriksa buah-buah rohani kita, apakah yang akan dilakukan-Nya? Dalam rubrik khusus “Memorabilia” lima ratus tahun reformasi, penulis membahas tentang perlunya pembaruan yang harus membangunkan kembali kehidupan rohani gereja-Nya dari ngantuk dan tidur lelap, di saat dunia sekitarnya terus maju dan bergerak. Lain lagi dengan “Capture”; kita diajak mengenal Tracy Trinita, seorang model yang sedang memasuki pentas dunia, yang tiba-tiba memilih ‘banting setir’ melayani Tuhan. Dia mendalami apologetika dan ikut berjuang membangun generasi muda yang cinta dan hormat akan Tuhan. Tidak semuanya serba serius. Kocaknya gambar komik “Bang Arif” dan “Sentilan Ucil” bisa membuat kita senyum-senyum sendiri, walau di dalamnya terkandung pesan positif agar kita lebih sungguh-sungguh berjuang membawa jiwa baru kepada Tuhan. Ingat ya, kapasitas gereja kita akan membesar kalau gedung gereja yang baru mulai dapat digunakan akhir tahun ini. Masih banyak tulisan menarik dan inspiratif; semua sangat bermakna dan sangat sayang untuk dilewatkan. Selamat membaca dan menikmati sajian kami pada edisi kali ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Salam, Redaksi 2

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 2

Penasehat Pdt Joni Sugicahyono, M.Div. Pembina GI Feri Irawan, M.Div. Majelis sub. bid. Literatur Kevin Kowinto Pemimpin Redaksi Humprey Wakil Pemimpin Redaksi Nico Tanles Tjhin Editor Hendro Suwito, Titus Jonathan Proof Reader Yati Alfian Creative Design Juliani Agus, Christina Citrayani, Kezia Rusli Illustrator Ricky Pramudita, Thomdean Fotografer Yahya Soewandono, Djenny Tanius Penulis Anton Utomo, Deirdre Tenawin, Elasa Noviani, Erwin Tenggono, Edna C. Pattisina, Eric Ganiwijaya, Feri Irawan, Hendro Suwito, Humprey, Jesslyn Catherine, Kevin Kowinto, Lily Ekawati, Lislianty Lahmudin, Nico Tanles Tjhin, Sarah A Palilingan, Thomdean, Titus Jonathan Kontributor Effendy Susanto, James Krisnanda, Joni Sugicahyono, Kristiyani Sinjaya, Laura Surjantoro, Metty Irawati S, Royke J Ngajow, Sun Chong Alamat Redaksi Sub bidang literatur GKY BSD Jl. Nusaloka E8/7 BSD Tangerang Telp/ Fax: 021-5382274 Email: nafiri@gkybsd.org

Kirimkan KRITIK, SARAN, SURAT PEMBACA dan ARTIKEL anda ke alamat redaksi ataupun lewat e-mail di atas

9/16/17 9:13 AM


F oku s

16 Murid yang Memuridkan 46 Bereproduksi atau Mandul Rohani

90 Thought Esther Susabda

10 Enlightenment TUHAN di Ruang-ruang Gelap 80 Kesaksian DIA Memanggil Saya Pulang untuk Menyaksikan Keajaiban-NYA 134 English Corner More Than Meets the Eye

4 Suara Gembala Belajar Mengampuni seperti Kristus Mengampuni 24 Potret David Imam Santosa & dr Hilda 36 Teropong Menjadi Poros Baru Dunia Kristen 66 Memorabilia 500th Reformasi 74 S ho ot GI Martin H Ghazali 102 Corner Kick Kacamataku vs Kacamata-MU 110 Refleksi Sudahkah Anda Tumbuh Subur dan Berbuah Lebat? 116 Liputan Khusus Memperhatikan, Meregenerasi, dan Bermultiplikasi 124 View Point Seandainya Keselamatan seperti Kurva Lonceng 140 Lentera Misi Ordinary People Called for the Extraordinary 154 Perspektif Apokalips Zombi 160 Mandarin Corner

56 Capture Tracy Trinita 35 Quote 2 Zaman 170 Rekomendasi Film The Shawshank Redemption Komik 65 Bang ARIF 173 Sentilan 174 NAFIRI Hahaha Event Notes 130 IDMC 2017 150 Mission Trip Kaltim 166 KW - I Love Indonesia

作基督门徒的基础 他们走路的时候,有一人对耶稣说:“你无论往 哪里去,我要跟从你。”耶稣说:“狐狸有洞,天空的

Nafiri OKTOBER 2017

3

飞鸟有窝,只是人子没有枕头的地方。”又对一个人 说:“跟从我来!”那人说:“主,容我先回去埋葬我 的父亲。”耶稣说:“任凭死人埋葬他们的死人,你 NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 3 只管去传扬 神国的道。”又有一人说:“主,我要

9/16/17 9:13 AM


Belajar Mengampuni seperti Kristus Mengampuni Nas Alkitab: Matius 18:21–35

4

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 4

9/16/17 9:13 AM


/ Pdt Joni Sugicahyono /

Mengampuni itu sangat sulit karena menuntut kemampuan dan kemauan. Namun hal pengampunan ini sangat penting karena Yesus sendiri pernah berkata, “Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” (Matius 6:14–15). Jadi tolak ukur agar Bapa mengampuni kita adalah bila kita juga dapat mengampuni orang lain. Robert Frost mengatakan kemampuan untuk mengampuni itu menyebabkan kita bisa bermasyarakat; “To be social is to be forgiving”. Manusia adalah makhluk sosial, kemampuan mengampuni akan membuat kita bisa hidup bersama dengan orang lain. Pasangan suami-istri harus belajar saling mengampuni, karena sebagai pasangan pasti kita akan membuat kesalahan. Selama kita menjalin relasi dengan orang lain, kita membutuhkan pengampunan, dan sebaliknya kita juga harus bisa mengampuni. John Wesley pernah berbincang dengan pemimpin koloni Inggris di Georgia bernama Jenderal James Oglethorpe yang pernah berkata, “Saya tidak akan pernah mengampuni.” Kemudian Wesley menjawab, “Jika demikian, saya berharap Jenderal tidak akan pernah berbuat kesalahan.” Jawaban Wesley ini membuat Jenderal itu bungkam dan berpikir ulang akan pernyataannya. Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 5

5

9/16/17 9:13 AM


Matius 18:26–30 menceritakan hamba yang mempunyai hutang sepuluh ribu talenta senilai dengan 60 juta Dinar adalah untuk upah kerja 60 juta hari (164 tahun lebih). Artinya hutangnya tak akan terbayar seumur hidup. Namun hutangnya dihapuskan oleh rajanya. Sebaliknya, temannya yang berhutang jauh lebih sedikit padanya justru tidak dia ampuni. Nyata di sini kalau mengampuni itu sangat sulit. Mengapa kita sulit mengampuni? 1. Karena kita lebih suka menerima daripada memberi Ada penelitian yang menguatkan pernyataan Yesus bahwa lebih berbahagia memberi daripada menerima. Disimpulkan dari penelitian terhadap ribuan relawan bahwa memberi itu menyehatkan, mengurangi rasa stres/rasa sakit, meningkatkan hormon endorfin yang menimbulkan rasa tenang dan bahagia. Profesor David McClelland seorang psikolog dari Harvard menulis, “Melakukan sesuatu yang positif terhadap orang lain memperkuat sistem kekebalan tubuh. Namun orang kikir akan sering terserang penyakit, tubuhnya akan mengeluarkan hormon kortisol yang mengurangi kekebalan tubuh. Memberi akan meningkatkan kesehatan dan meningkatkan harapan hidup.� John Davison Rockefeller seorang jutawan yang tidak bahagia, sulit tidur sehingga divonis hidupnya tidak akan lama. Akhirnya setelah ia mengubah hidupnya dan menjadi seorang yang sangat dermawan. Dia hidup sampai usia 98 tahun dan dikenang sebagai seorang yang banyak menolong orang lain.

6

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 6

9/16/17 9:13 AM


2. Karena kita suka mengingat-ingat kesalahan orang, bukan kebaikan orang Celana yang digunakan kaum pria umumnya mempunyai dua kantong: depan dan belakang. Kantong depan mudah diingat karena kelihatan. Kantong belakang sering tidak diingat karena tidak terlihat. Sebagai ilustrasi, kita sering kali menaruh kebaikan orang lain dan kesalahan sendiri di kantong belakang, dan menaruh kesalahan orang lain di kantong depan. Akibatnya, kita sebagai manusia berdosa cenderung mudah menilai dan mengingat kesalahan orang lain, tetapi bodoh karena sering lupa akan kebaikan orang dan kesalahan kita sendiri. Ada kata-kata yang sering kita dengar: “To forgive and to forget”. Kita berpikir kita bisa mengampuni kalau kita bisa melupakannya. Apa benar? Bagaimana mungkin kita bisa melupakan pengkhianatan, fitnah, penindasan, dan penganiayaan yang pernah kita alami? Jika mengampuni harus bisa melupakan maka perkara mengampuni adalah hal yang mustahil. Donald W. Shriver Jr. dalam karyanya An Ethic for Enemies, Forgiveness in Politics mengatakan, “Bukan melupakan baru bisa mengampuni, tetapi ‘remember and forgive’—ingatlah dan ampunilah!” Inilah pengampunan sejati. Saat mengingat rasa sakit yang berasal dari momen dikhianati dan kemudian kita tetap bisa mengampuni, maka itu adalah pengampunan sejati. Kalimat agung Tuhan Yesus di atas kayu salib, “Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Yesus tidak lupa akan dosa kita, Ia mengingatnya. Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 7

7

9/16/17 9:13 AM


Namun Ia mengampuni. Ingat bukan untuk membalas dendam, tetapi ingat namun mengampuni. Ingat kalvari! Ingat penderitaan Kristus yang mati menghapus dosa kita. 3. Karena kita selalu ingin menguasai dan berada di atas; ingin ‘playing God’. Adam jatuh dalam dosa karena ingin menjadi seperti Allah (Kejadian 3:5). 4. Karena kita punya kecenderungan mendendam Kisah Lamekh, keturunan Kain, manusia yang pertama kali berpoligami (Kejadian 4:23–24). Ia berkata kepada istrinya, “... jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh (harus dibalaskan) tujuh puluh tujuh (77!) kali lipat!” Manusia makin lama makin cenderung lebih pendendam. Donald W. Shriver pernah mengatakan bahwa pengampunan tidak berarti melepaskan seseorang dari hukuman atas kejahatannya, yang dihapuskan adalah segala dendam. Janganlah kita menjadi pendendam! 5. Karena kita sering tidak sadar akan dosa kita yang begitu besar yang telah lebih dulu diampuni oleh Tuhan. Kita cenderung mudah melupakan anugerah Tuhan yang besar. Mengapa sulit mengampuni? Seringkali kita tidak mau mengampuni orang lain karena kita tidak sadar bahwa kita sudah diampuni oleh Allah. Kita sulit mengampuni kesalahan orang. Ini menunjukkan bahwa kita jarang dengan sungguhsungguh hati mengakui dosa-dosa kita di hadapan Allah. Kalau orang mengenal dirinya sebagai orang berdosa yang butuh belas kasihan Allah, dia tidak akan memberikan tanggungan yang lebih berat kepada orang lain untuk memikul dosa yang 8

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 8

9/16/17 9:13 AM


dia sendiri tidak mampu memikulnya. Saat orang lain jatuh, kita seharusnya mendampingi bukan menghakimi, seperti yang Tuhan Yesus sudah lakukan bagi kita. Sudahkah kita mengampuni kesalahan orang lain? Maukah kita mengampuni kesalahan orang yang menyakiti hati kita?

Kesimpulan: 1. Kita punya kesalahan dan dosa yang sangat besar yang tidak mungkin dapat kita selesaikan sendiri. 2. Hanya anugerah Tuhan yang bisa menghapus dosa-dosa kita. 3. Karena kita sudah diampuni, maka kita pun harus bisa mengampuni orang lain yang bersalah pada kita. 4. Efesus 4:32—Kita harus saling mengampuni seperti Kristus yang telah mengampuni kita. 5. Matius 6:14–15—Jika kita mengampuni, Bapa juga akan mengampuni. Jika kita tidak mengampuni, Bapa juga tidak akan mengampuni kita. Amin

/ Khotbah Pdt. Joni Sugicahyono pada Kebaktian Umum II, tanggal 18 Juni 2017; disarikan oleh Lislianty Lahmudin

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 9

9

9/16/17 9:13 AM


Tuhan di Ruang-Ruang Gelap

10

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 10

9/16/17 9:13 AM


/ Titus Jonathan /

Wajah kemunafikan selalu berjumlah dua, tetapi manusia pintar memilih untuk memakai salah satunya.

D.L. Moody mengerti siasat manusia seperti itu, maka ia

mengatakan, “Character is what a man is in the dark.” Jika di tempat terang manusia memakai wajah malaikat, di ruang gelap wajah aslinya akan terungkap.

Pada waktu Yesus menjalankan pelayanan-Nya di tanah

Israel sekitar dua ribu tahun yang lalu, situasi masyarakat saat itu terbelah menjadi dua, antara kelompok orang yang disebut beragama dan rakyat biasa—yang tidak terlalu paham soal-soal agama. Orang-orang yang beragama itu sering memandang rendah kepada mereka orang-orang biasa.

Suatu hari Yesus bercerita mengenai dua orang yang

datang ke Bait Allah. Yang seorang adalah orang Farisi—yang terpandang sebagai orang yang beragama, hafal ayat-ayat Kitab Suci, dan melakukan semua yang tertulis dalam Kitab Sucinya dengan sangat ketat dan cermat. Yang seorang lainnya adalah pemungut cukai, yang hidupnya jauh dari aturan hidup beragama, yang bahkan mungkin tidak pernah mengerti ayatayat Kitab Suci apalagi melakukannya. Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 11

11

9/16/17 9:13 AM


Orang Farisi itu berdiri di barisan terdepan di Bait Allah

itu lalu berdoa, “Ya Allah, aku bersyukur karena aku mengerti kitab-Mu, aku berdoa kepada-Mu setiap waktu, aku berpuasa dua kali dalam seminggu, aku memberikan persembahan kepada-Mu dari penghasilanku, aku bukan perampok, bukan pezinah, dan aku pun tidak seperti pemungut cukai itu.”

Orang Farisi itu sengaja menyebut “Aku bukan seperti

pemungut cukai itu” seolah menegaskan betapa kontras perilaku hidupnya dengan pemungut cukai itu. Ia seperti menuduh bahwa pemungut cukai itu hidupnya sembarangan dan tidak mengenal Tuhan, yang perilakunya berlepotan penuh dosa seperti air comberan yang hitam dan berbau busuk.

Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh di barisan

paling belakang di Bait Allah itu, di ujung, di tempat yang kalau bisa tersembunyi. Ia merasa malu dan tidak layak menginjakkan kakinya di Bait Allah, kemudian menundukkan kepalanya dalamdalam, dan sambil memukul dadanya ia berdoa terisak-isak, “Ya Allah … kasihanilah aku orang berdosa ini .…”

Betapa pemungut cukai itu ‘rumangsa’ (tahu diri) dan

begitu jujur mengakui bahwa ia memang berlepotan dosa seperti air comberan yang tidak pantas untuk mendekati Bait Allah apalagi memasukinya. Oleh sebab itu ia hanya berani berdiri di barisan belakang, dan hanya bisa menundukkan kepala seperti pesakitan di hadapan algojo yang menyandang pedang tajam. Pemungut cukai itu merasa begitu hina dina bahkan siap kalaupun ia harus dipenggal kepalanya. Yang ia minta hanya belas kasihan dari Allah.

12

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 12

9/16/17 9:13 AM


Tetapi indah sekali Yesus menutup kisah itu, “Orang

biasa yang tidak mengerti soal-soal agama itu pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan oleh Allah, tetapi orang Farisi itu tidak, sebab barang siapa meninggikan diri akan direndahkan, tetapi yang merendahkan diri akan ditinggikan.”

Di waktu yang lain ketika Yesus sedang mengajar, pada

suatu pagi, orang-orang yang beragama itu datang bergerombol dan menyeret seorang perempuan yang tertangkap basah berbuat zinah. Mereka menuntut agar perempuan itu dilempari batu sampai mati. Yesus diam. Ia jongkok lalu mencoret-coret tanah dengan jarinya, entah apa yang ditulis-Nya. Ia tidak meladeni tuntutan gerombolan orang ‘suci’ itu, yang satu berkata begini dan yang lain menimpali dengan berkata begitu.

Mereka semua menuding perempuan itu sebagai biang

keberdosaan dan menyudutkannya seperti tikus yang terpojok di ujung tembok. Yesus tetap diam. Tetapi karena orang-orang itu terus mendesak-Nya, Ia berdiri dan berkata, “Barang siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia terlebih dahulu mengambil batu dan melempari perempuan ini.” Kemudian Ia jongkok kembali, mencoret-coret tanah, dan menunggu.

Suasana di pagi itu mendadak senyap, padahal ada

gemuruh kemarahan dalam hati gerombolan bigot itu, Mendidihlah darah kemunafikan dalam dada yang ingin membuncah keluar tetapi tertahan karena malu. Perkataan Yesus yang pelan tapi tajam itu seperti sorot lampu yang terang, yang menelusuri setiap lorong dan sudut ruang hati mereka yang gelap gulita. Mereka seperti ditelanjangi di depan

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 13

13

9/16/17 9:13 AM


perempuan yang mereka anggap nista itu. Siapa di antara manusia tidak pernah berdosa? Mendengar perkataan itu, maka satu demi satu mereka yang mendakwa perempuan itu beranjak pergi, dimulai dari yang paling senior—yang jenggotnya paling panjang untuk mengesankan sebagai pemuka agama yang paling suci—sampai yang paling junior, hingga semuanya ngeloyor pergi tak tersisa.

Sekali lagi indah sekali Yesus menutup kisah di

pagi itu, “Di manakah mereka semua? Tidak adakah yang menghukummu?” tanya Yesus kepada perempuan itu. “Tidak ada, Guru,” jawab perempuan itu. “Aku pun tidak menghukummu. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi,” kata Yesus.

Kejadian di pagi itu sebenarnya mengherankan.

Mengapa gerombolan bigot itu hanya membawa perempuan itu saja? Di manakah laki-laki ‘partner’ zinahnya yang seharusnya juga adalah seorang pezinah? Bagaimana mungkin mereka pagipagi sudah keluyuran dan menangkap basah perempuan itu ketika sedang berbuat mesum? Apa mereka tidak ada kerjaan? Ahh ... Mungkin mereka memang hobi melakukan sweeping, sambil mengendap-endap sekalian juga mengintip, atau bahkan bisa jadi menjadi pelanggan perempuan itu.

Yesus sebenarnya ‘males’ melihat gerombolan bigot itu,

sebab Ia tahu mereka yang mendakwa perempuan itu otaknya juga mesum. Mereka melabeli perempuan semacam itu sebagai “perempuan berdosa”, padahal di ruang-ruang gelap mungkin mereka juga mencicipi dosa itu. Mereka berusaha menutupi pikiran yang kotor dengan pakaian putih, jubah yang panjang, dan menyangka orang lain tidak tahu perbuatan mereka

14

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 14

9/16/17 9:13 AM


di tempat tersembunyi. Tetapi Yesus tahu. “Mereka seperti kuburan yang dilabur putih, dari luar kelihatan indah tetapi di dalamnya penuh tulang belulang yang busuk,” kecam Yesus.

“Sometimes it seems that the louder someone claims

sainthood, the bigger the horns they are hiding,” kata Steve Maraboli. Banyak orang berusaha dengan keras untuk menunjukkan bahwa mereka adalah orang suci. Padahal, semakin agresif mereka berusaha membuktikan ‘kesucian’ mereka, sesungguhnya semakin banyak kebusukan yang tersembunyi yang sedang mereka buka sendiri secara perlahanlahan.

Kisah orang Farisi di atas yang menceritakan semua

‘kesucian’-nya di hadapan Tuhan pada waktu berdoa di Bait Allah, sebenarnya adalah sebuah bentuk penghinaan kepada Tuhan Yang Mahatahu. Ia menganggap bisa membohongi Tuhan. Ia begitu bangga memamerkan kegiatan keagamaannya di hadapan Tuhan. Tetapi mengapa Tuhan tidak menerima ibadahnya? Mengapa Tuhan menolak doanya? Karena Tuhan selalu melihatnya di ruang gelap.

Di ruang-ruang gelap itu Tuhan selalu ada. Dia tahu, tapi

membisu .…

God has given you one face, and you make yourself another. / William Shakespeare

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 15

15

9/16/17 9:13 AM


Memaknai Amanat Agung Tuhan Yesus

Murid yang Memuridkan:

REPRODUKSI ROHANI

16

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 16

9/16/17 9:13 AM


/ GI. Royke Jenly Ngajow /

Y

esus memanggil kita bukan hanya untuk datang

menikmati berkat-berkat yang disediakan-Nya bagi kita, tetapi Dia memanggil kita untuk pergi bagi Dia. Dalam Amanat Agung kepada murid-muridNya, Yesus berkata, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.� (Matius 28:19–20)

Melalui Amanat Agung ini kita dapat memahami dengan jelas apakah yang menjadi kehendak Yesus bagi kita dan bagi segenap penghuni bumi ini, yaitu menjadi murid yang memuridkan. Di dalam Alkitab, orang percaya identik atau sama dengan murid Kristus. Artinya, semua orang percaya adalah

murid Kristus. Jika kita berkata bahwa kita percaya kepada Yesus maka kita adalah murid Kristus. Itu berarti tugas kita adalah untuk menjadikan orang lain murid Kristus. Ya, tentunya untuk memuridkan orang lain maka kita sendiri terlebih dahulu harus menjadi murid Kristus. Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 17

17

9/16/17 9:13 AM


Bill Hull 1, mendefinisikan murid (disciple) sebagai seorang pembelajar atau pengikut—biasanya seorang yang berkomitmen kepada seseorang yang berotoritas. Maka secara sederhana, murid Kristus adalah orang yang berguru atau belajar kepada Yesus. Bill Donahue 2 menggambarkan seorang pengikut Kristus atau murid Kristus sebagai orang yang sedang bertumbuh dewasa dalam “5G”, yaitu:

Grace

Anugerah Murid-murid Kristus memahami dan sudah menerima anugerah keselamatan Kristus secara pribadi serta mempunyai kerinduan menyalurkan anugerah yang mereka terima kepada orang lain melalui: Penginjilan pribadi dan partispasi dalam pelayanan gereja bersama dalam komunitas mereka, negara, dan seluruh dunia.

Growth

Pertumbuhan Murid-murid Kristus menyadari bahwa anugerah Allah yang menyelamatkan mereka hanyalah awal dari karya-Nya di dalam diri mereka sehingga mereka dengan secara aktif menekuni proses pertumbuhan rohani seumur hidup itu di dalam Kristus, dan berusaha menjadi serupa dengan-Nya. 1. Bill Hull, “Panduan Lengkap Pemuridan – Menjadi dan Menjadikan Murid” (Yogyakarta: Yayasan Gloria, 2014) 2. BillDonahue, “Membimbing Kelompok Kecil Untuk Mengubah Hidup” (Yogyakarta: Gloria Graffa, 2010)

18

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 18

9/16/17 9:13 AM


Group

Kelompok Murid Kristus menghormati panggilan Allah untuk berpartisipasi dalam komunitas agar mereka dapat bertumbuh seperti Kristus, mengungkapkan dan menerima kasih serta melakukan tugas pelayanan gereja, terhubung dalam sebuah kelompok kecil—yang di kalangan GKY BSD dikenal dengan CGF (Caring Group Fellowship).

Gifts

Karunia Murid-murid Kristus menyadari bahwa gereja terdiri dari anggota-anggota yang saling bergantung, yang masing-masing diberi karunia Roh Kudus secara unik untuk membangun tubuh dan memperluas pelayanan gereja. Karena itu; mereka berusaha menemukan, mengembangkan, dan menggunakan karunia yang diberikan Allah itu, serta mencari tempat pelayanan di dalam gereja, dengan dukungan dan peneguhan tubuh Kristus.

Good Stewardship

Penatalayanan

Murid-murid Kristus menyadari bahwa mereka sudah ditebus dengan darah Kristus yang mahal, sehingga segala keadaan dan keberadaan mereka pun adalah milik-Nya. Oleh karena itu, mereka rindu menjadi pengelola yang

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 19

19

9/16/17 9:13 AM


bertanggung jawab atas segala harta yang dipercayakan Tuhan kepada mereka. Mereka memahami perpuluhan (sepuluh persen dari pendapatan) sebagai persembahan dalam Alkitab dan di samping itu, dalam menanggapi pemberian Kristus yang makin melimpah, mereka semakin menyerahkan harta milik mereka kepada Tuhan yang memiliki mereka, dengan menunjukkan kemurahan hati dan sukacita dalam mendukung pekerjaan gereja serta menjangkau dunia yang kesusahan dengan belas kasih. Siapakah yang harus kita muridkan? Yaitu semua suku bangsa yang ada di dunia ini; hal ini berarti semua orang yang menghuni bumi ini harus menjadi murid-Nya. Perintah ini bukan diberikan secara khusus kepada sekelompok orang saja tetapi merupakan suatu perintah yang wajib dikerjakan oleh setiap individu yang telah memperoleh anugerah keselamatan melalui karya yang telah dikerjakan Yesus di kayu salib. Pemuridan untuk Semua Orang Bill Hull 3 membedakan istilah pemuridan (disciple-making) dengan kemuridan (discipleship). Pemuridan yang berasal dari kata kerja matheteusate, berarti “membuat/menjadikan murid” (Matius 28:19). Kemuridan berarti keadaan sebagai seorang murid atau orang Kristen umumnya mengartikan sebagai proses dalam mengikut Yesus. Pemuridan merupakan salah satu aspek yang sangat penting bagi pertumbuhan gereja. Namun ironinya semangat pemuridan di kalangan gereja-gereja Injili sekarang ini sangat kurang bahkan sangat memprihatinkan. Elton Trueblood 4 menggambarkan masalah yang dihadapi oleh gereja-gereja Injili sekarang ini dengan menggunakan istilah militer sebagai berikut: Mungkin kelemahan terbesar dalam gereja Kristen masa kini adalah bahwa jutaan orang yang terlihat sebagai anggotanya itu tidak sungguhsungguh terlibat di dalamnya, dan lebih gawat lagi adalah, mereka tidak 3. Bill Hull, “Panduan Lengkap Pemuridan – Menjadi dan Menjadikan Murid” (Yogyakarta: Yayasan Gloria, 2014) 4. Mark Shaw, “Sepuluh Pemikiran Besar dari Sejarah Gereja” (Jakarta: Momentum, 2010)

20

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 20

9/16/17 9:13 AM


menganggap hal tersebut sebagai suatu keanehan. Begitu kita memahami bahwa rencana Kristus adalah untuk menjadikan gereja-Nya layak sebagai sebuah markas militer, kita segera akan memaklumi betapa pengaturan konvensional itu sama sekali tidak memadai. Takkan pernah ada suatu kesempatan riil untuk memenangkan sebuah pertempuran, jika sembilan puluh persen dari prajurit tidak terlatih dan tidak terlibat. Tetapi demikianlah keadaan kita saat ini. Dari gambaran yang dipaparkan oleh Elton Trueblood di atas maka disimpulkan bahwa setiap orang percaya/anggota gereja harus terlibat dalam gerakan pemuridan tersebut. Pemuridan bukan hanya dikhususkan pada orangorang tertentu atau pada sekelompok orang tertentu melainkan tugas dan tanggung jawab setiap orang yang telah menerima anugerah keselamatan dari Kristus. Reproduksi dan Pelipatgandaan Rohani adalah Kunci Strategis Dalam Pemuridan Reproduksi atau penambahan dan pelipatgandaan atau multiplikasi rohani di dalam pemuridan merupakan rancangan Allah. Allah merindukan agar mereka yang terhilang dan belum mendengar Injil dapat menerima Injil serta menjadi murid Kristus yang terus bertumbuh secara holistik oleh firman dalam aspek 5: Pengajaran : Memiliki dasar iman yang Alkitabiah dan tidak gampang diombang-ambingkan rupa-rupa pengajaran yang salah. Kerohanian : Menjadi seorang murid yang menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. Karakter : Memiliki kerinduan yang mencerminkan nilai-nilai Kristen yang sejati. Pelayanan : Memiliki konsep dan praktik pelayanan yang benar. 5. Ppt, “Roadmap To A Disciple-Making Church� (Timotius Fu: Bahan Seminar Konferensi Rohaniwan Sinode GKY 2017)

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 21

21

9/16/17 9:13 AM


Sehingga orang yang telah menerima Injil bertanggung jawab untuk meneruskan Injil kepada orang lain juga, sebagaimana dikatakan oleh Dr. Ironside, “The Christian is responsible not only to grow in knowledge of word of God himself: but he is to pass on to others that which he has learned and these are in turn to pass on to still others.” 6 Yesus sendiri tidak pernah berniat hanya memuridkan satu generasi, seperti terlihat dalam Markus 3:14, “Ia menetapkan dua belas orang, yang juga disebut-Nya rasul-rasul, untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil.” Demikian pula dengan Paulus. Dia memikirkan untuk memuridkan generasi selanjutnya ketika ia memberi tahu Timotius, “Apa yang telah engkau dengar dariku di depan banyak saksi, percayakanlah kepada orang yang dapat dipercayai, yang juga pandai mengajar orang lain” (2 Timotius 2:2). 6. Dean fatterhoff, “The Making Of A Man Of God” (Indiana: BHM Books, 1976)

22

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 22

9/16/17 9:13 AM


Memuridkan Timotius tidaklah cukup. Paulus mengharapkan Timotius meneruskan “apa yang telah ia dengar” kepada orang-orang yang dapat dipercayai, dan nantinya orang yang dapat dipercayai itu menjangkau orang yang lain lagi. Inilah yang disebut reproduksi rohani. Prinsip utama terjadinya reproduksi dan pelipatgandaan rohani adalah keteladanan. Sebagaimana yang dikatakan juga oleh Bill Hull. Dia mengatakan bahwa prinsip di balik kemuridan memang meliputi satu orang yang memberi pengaruh pada satu orang lainnya—yang menghasilkan suatu perubahan dalam hati dan pikiran—kemudian memancarkan Kristus dan memberi pengaruh kepada orang-orang di sekitarnya. 7 Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam reproduksi dan multiplikasi rohani: 1. Reproduksi dan Multiplikasi adalah tanggung jawab kita. Kita bertanggung jawab memelihara Injil dan memercayakannya kepada orang lain serta mendorong orang lain untuk reproduksi dan multiplikasi. 2. Reproduksi dan multiplikasi memerlukan tindakan berulang-ulang yang disengaja. Dibutuhkan kedisiplinan! 3. Selektif. Tidak semua orang mampu untuk melakukan reproduksi dan multiplikasi. Harus orang yang setia dan dapat dipercayai serta mempunyai kemampuan dalam mengajar. 4. Keteladanan merupakan aspek utama dalam reproduksi dan multiplikasi rohani sebagaimana Paulus menjadi teladan bagi Timotius. Akhirnya, marilah kita memenuhi panggilan kita untuk menjadi ‘KristusKristus kecil’ yang mengubah dunia tempat kita tinggal, bekerja, dan bergaul melalui sebuah pemuridan 7. Bill Hull, “Panduan Lengkap Pemuridan – Menjadi Dan Menjadikakan Murid” (Yogyakarta: Yayasan Gloria, 2014)

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 23

23

9/16/17 9:13 AM


David Iman Santosa dan Hilda Soerjadi

24

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 24

9/16/17 9:13 AM


/ Elasa Noviani /

Every Day,

Every Time, Every Step,

Every Breath …

David tidak pernah menyangka bahwa acara perayaan ulang tahun omanya telah menjadi momen yang membawa ‘berkat besar’ bagi dirinya. Betapa tidak, sejak ia lahir sampai menginjak kelas satu SMA saat itu, dia baru tahu bahwa om dan tante yang tinggal tepat di seberang rumahnya memiliki seorang anak gadis yang sangat istimewa. “Sejak malam itu langsung dah, dalam hati aku berkata dia harus dikejar!” kata David mengenang momen pertemuannya pertama kali dengan Hilda. Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 25

25

9/16/17 9:13 AM


Selama belasan tahun sebenarnya mereka telah bertetangga di Jalan Yakin di kota Bandung. Keduanya bahkan sama-sama bersekolah di Aloysius, tetapi tidak saling mengenal sebelum kejadian malam itu. David sudah duduk di kelas satu SMA, sedangkan Hilda masih kelas dua SMP. “Padahal saya hampir setiap hari nongkrong di depan rumah bersama teman-teman. Main kartu lah atau ngobrol-ngobrol sampai larut malam, tetapi sekali pun tidak pernah melihat dia. Soalnya Hilda tidak pernah ke luar dari rumah siiihh …,” kata David sambil mengerling jenaka ke arah istrinya. Hilda tersipu. “Saya memang terbiasa hidup individualistis sejak kecil,” canda Hilda.

... tiap-tiap hari saya harus bergantung penuh kepada Tuhan.”

26

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 26

9/16/17 9:13 AM


David Iman Santosa harus menunggu sekitar dua tahun sebelum akhirnya benar-benar berani berpacaran dengan Hilda Soerjadi. Setelah lulus SMA, David meneruskan kuliah di Universitas Parahyangan Bandung di jurusan arsitektur. “Saya lulus kuliah tahun 1998 dan hari saat saya mengambil ijazah di kampus adalah hari ketika semua TV menyiarkan Pak Harto yang memutuskan untuk lengser dan digantikan Pak Habibie sebagai Presiden Republik Indonesia (peristiwa Mei 1998),” cerita David. “Setelah itu Indonesia memasuki masa krisis ekonomi yang luar biasa. Itu sebabnya, saya mencoba untuk mencari scholarship ke luar negeri sampai akhirnya saya diterima untuk mengambil program master di bidang urban planning di Belanda.” David terbiasa hidup dalam zona nyaman di tengah keluarga, dimana banyak hal yang dia perlukan sudah ada yang menyediakan. Perpindahannya ke Belanda merupakan tantangan yang sangat berat karena semua harus dia lakukan dan hadapi sendiri. “Selama dua tahun di Belanda, saya ditolong Tuhan sehingga tidak sampai stres berlebihan dan juga untuk bisa berdamai dengan sifat perfeksionis saya.” Dia menggambarkan masa-masa itu sebagai, “Kondisi dimana tiap-tiap hari saya harus bergantung penuh kepada Tuhan,” karena berbagai pergumulan yang dia hadapi. Dia belajar untuk senantiasa berlutut di hadapan Tuhan hampir di dalam setiap hal yang akan dia lewati. Sampai akhirnya dia mampu mengerti bahwa jalan yang dibukakan bagi dia untuk ke Belanda ini adalah campur tangan Tuhan. Dalam keadaan jauh dari keluarga dan dari sang pacar itu ternyata telah semakin mendekatkan dirinya dengan Tuhan. Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 27

27

9/16/17 9:13 AM


“Spiritual Father” Dia bersyukur mempunyai banyak mentor rohani yang ditempatkan oleh Tuhan untuk mendampingi hidupnya. Salah satu di antaranya adalah Pendeta Hendra G. Mulia, yang sudah dikenalnya pada saat dia masih kelas empat SD, dan yang terus setia menjadi mentornya hingga saat ini. Sekalipun orang tua dan neneknya merupakan orang-orang Kristen yang taat, David mengaku bahwa dia baru sungguh-sungguh percaya kepada Kristus saat kelas satu SMA dan terus dibimbing oleh Pak Hendra yang disebutnya sebagai ‘spiritual father’ bagi dirinya. Walaupun begitu dia sering menganggap dirinya adalah “Israel yang bandel” karena acap kali Tuhan harus mengintervensi dirinya untuk meluruskan jalannya.

28

Berbeda dengan David yang berasal dari keluarga Kristen, ayah Hilda adalah seorang Konghucu moderat yang menikah dengan ibunya yang ‘Kristen KTP’. Awalnya Hilda hanya pergi ke gereja karena kewajiban dari sekolah untuk meringkas khotbah dan meminta tanda tangan pendeta. Setelah berpacaran dengan David, Hilda diajak berkenalan dengan Pak Hendra dan beribadah di gereja yang sama, yaitu di Ka Im Tong, Bandung. Pada suatu hari, Hilda sedang galau karena mengalami suatu masalah. David mengajak pacarnya ini untuk berkonsultasi dengan Pak Hendra. Di situ justru Pak Hendra menginjili Hilda dan ini menjadi titik awal dimana dia mengalami kelahiran baru yang sesungguhnya. Hilda menyebut saat-saat itu seperti perasaan cinta pertama yang berkobar-kobar kepada Tuhan Yesus. Dia mulai bertumbuh dan aktif melayani Tuhan sebagai anggota paduan suara dan pemain musik. Sementara David sendiri dipercaya menjadi ketua kelompok pemuda. Keduanya juga terlibat aktif di dalam KTB (Kelompok Tumbuh Bersama) bersama dengan para remaja yang lain.

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 28

9/16/17 9:13 AM


Selepas SMA, Hilda melanjutkan kuliah di Universitas Padjajaran mengambil jurusan kedokteran. Setelah lulus, dia sempat dua kali mencoba mengambil spesialisasi, tetapi tidak diterima. Dia memutuskan untuk bekerja di klinik. “Saya ini ‘orang klinis’, jadi saya lebih suka bertemu dan mendiagnosis pasien,” kata Hilda yang pernah menangani klinik umum, klinik gereja ketika di Bandung, dan di GKY Green Ville. Bahkan ketika PTT dia sempat menangani klinik sebuah pesantren di Ciputat. Rumah Sakit belum menjadi pilihannya karena pertimbangan jadwal kerja dokter umum yang dirasa kurang pas bagi seorang ibu rumah tangga. “Waktu itu—saat PTT—saya punya anak. Jadi setelah itu saya malah lebih banyak menjadi ibu rumah tangga untuk mengurus anak,” kata Hilda yang saat ini aktif melayani Tuhan melalui Klinik Shalom dan sebagai pemusik di GKY BSD. David dan Hilda menikah tahun 2004 dan dikaruniai dua orang anak: Christophe Amadeus Santosa (2005), sesuai harapan David dan Hilda, nama Christophe mempunyai arti “ia yang selalu menyimpan Tuhan di dalam hatinya” dan Chiara Faith Santosa (2007) yang artinya “iman yang selalu bersinar”. Christophe, sudah sekitar 160 cm tingginya, duduk di kelas satu SMP; sedangkan Chiara masih di SD.

... perasaan cinta pertama yang berkobar-kobar kepada Tuhan Yesus.”

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 29

29

9/16/17 9:13 AM


Sebab apa yang dilihat Tuhan berbeda dengan apa yang dilihat manusia. Yang lebih penting, apakah dalam prosesnya kita berjalan dengan Tuhan atau tidak, sebab Tuhan lebih melihat proses daripada hasil.”

Setelah lulus program magister di Belanda, David sempat mencoba untuk melamar pekerjaan di sana. Tetapi pada hari dia mendapat kesempatan interviu, lagi-lagi terjadi hal yang mengejutkan. Pada hari itu peristiwa 911 terjadi, yaitu serangan teroris di Amerika (11 September 2001). Akibatnya jadwal interviu berubah menjadi acara nonton bareng di TV. Peristiwa ini membuat perekonomian di Belanda dan seluruh Eropa langsung stagnan. David pun memutuskan untuk pulang ke Indonesia.

30

Relasi dengan Tuhan David memulai karirnya di Lippo Group pada tahun 2002 dan berkarya di situ selama hampir tiga belas tahun sebelum akhirnya pindah ke Astra Property sampai sekarang. Di Lippo dia masuk sebagai internship dan ketika memutuskan untuk berhenti dia sudah berada di posisi direktur. Ketika David masuk ke Grup Astra, perusahaan ini baru memulai proyek propertinya yang pertama, yaitu pembangunan Menara Astra dan proyek apartemen Anandamaya Residences di CBD Sudirman, Jakarta. Pada akhir tahun 2017 proyek Menara Astra yang tingginya sekitar 260 meter ini diharapkan akan selesai pembangunannya. Astra Property juga sedang siap-siap meluncurkan proyekproyek baru. David—yang dipercaya sebagai Chief of Astra Property—memandang perjalanan karirnya bukan hanya sebagai tantangan untuk mencapai kesuksesan

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 30

9/16/17 9:13 AM


semata. “Saya melihat bahwa apa pun yang kita jalankan di dunia kerja sebenarnya adalah suatu pembelajaran untuk berjalan dan membangun relasi dengan Tuhan secara terus-menerus,” kata David dengan sepenuh hati. “Karir merupakan salah satu mandat yang Tuhan ingin kita jalani supaya kita semakin mengerti akan kasih karunia Tuhan.” Dia menyadari bahwa Tuhanlah yang bekerja di dalam semua yang dia kerjakan. Ketika David mengenang kembali perjalanan hidupnya bersama Tuhan, dia menandai tonggak-tonggak penting yang mewarnai hidupnya. Hari pertemuannya dengan Pak Hendra ‘his spiritual father’, hari ketika dia menerima Kristus ‘his first love to God’, hari pertemuannya dengan Hilda ‘his true love’, hari-hari ketika dia bergumul dan berdamai dengan sifat perfeksionisme dan stres di Belanda, hari-hari ketika dia bekerja di tempat kerja yang pertama dan di tempat kerja saat ini. Baginya semua tonggak-tonggak penting itu mengajarkan kasih Tuhan yang mengintervensi jalan hidupnya supaya dia makin dekat dengan Dia. Hilda sendiri juga menyadari bagaimana dia ingin terus mempunyai cinta yang berkobar kepada Tuhan seperti ketika dia pertama kali bertobat. Tetapi, setelah hari-hari kehidupan menjadi rutin, cinta itu kadang terasa memudar. Dia menceritakan, “Dulu waktu anak-anak masih kecil dan saya menimang-nimang mereka; selalu sambil mengatakan, ‘Buat mami yang paling penting anak-anak menjadi anak yang takut pada Tuhan’.” “Tetapi giliran anak-anak sakit sepertinya saya khawatir sekali dan melupakan apa yang terpenting itu.” Jadi Tuhan mengintervensi dan mengingatkan supaya dia tetap percaya dan tidak terlalu terfokus hanya kepada hal-hal fisik anak-anaknya. “Kami juga menyadari bahwa hidup kami tidak boleh hanya begini-begini saja. Kami ingin menjalani hidup yang lebih berarti bagi sesama sesuai dengan kehendak Tuhan,” kata Hilda. Bagi keluarga ini, mempunyai sahabat rohani sangatlah penting, khususnya ketika menghadapi pergumulan hidup. Pada tahun-tahun terakhir, misalnya, keluarga mereka banyak didukung oleh saudara-saudara seiman di kelompok Domba Kristus, dimana mereka juga terlibat pelayanan di dalamnya.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 31

31

9/16/17 9:13 AM


Bernapas dengan Tuhan David menyimpulkan bahwa, “Berjalan dengan Tuhan itu ‘every day, every time, every step, every breath’.” Sebagai orang Kristen, menurut David, kita harus berhati-hati dan perlu senantiasa mengevaluasi diri supaya jangan terjebak di dalam rutinitas kehidupan sehari-hari dan rutinitas aktivitas keagamaan. Sebab kadang kita merasa diri sudah menjadi orang Kristen yang baik dan benar kalau kita rajin ke gereja, rajin melayani, berdoa beberapa kali setiap hari, rutin saat teduh, memberi persembahan, dan lain-lain. Tetapi apakah benar kita bertemu Tuhan dalam setiap kegiatan itu? Apakah ada Tuhan di situ? Apakah kita terus-menerus berjalan dengan Tuhan, bernapas dengan Tuhan? Apakah ketika melakukannya hati kita benarbenar tertuju kepada Tuhan? “Saya sendiri masih terus belajar, bahkan saya merasa diri saya seperti orang yang bebal, sebab pada suatu hari saya bergumul dengan apa yang saya baca di dalam saat teduh, tetapi di hari berikutnya saya lupa lagi,” ujar David dengan polos.

32

Ketika menghadapi pergumulan dalam pekerjaan, David makin memahami, “Ternyata dalam segala sesuatu, penilaian yang terpenting adalah menurut standar Tuhan; bukan penilaian kita sendiri, bukan penilaian orang lain, bahkan bukan penilaian pimpinan atau business owner sekalipun.” “Sebab apa yang dilihat Tuhan berbeda dengan apa yang dilihat manusia. Yang lebih penting, apakah dalam prosesnya kita berjalan dengan Tuhan atau tidak, sebab Tuhan lebih melihat proses daripada hasil.” “Adakalanya mungkin hasil yang kita capai tidak sempurna menurut hitungan kita, tetapi kalau kita sudah do the best for Him, berproses di dalam penyerahan total kepada Tuhan dan melakukannya dengan sepenuh hati—dan tentunya bisa mempertanggungjawabkannya—di hadapan Tuhan, maka saya percaya sekali bahwa kita sudah berbuat hal yang benar, hal yang menyenangkan hati Tuhan dan berproses di dalam Dia,” tandasnya.

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 32

9/16/17 9:13 AM


David bersyukur bahwa di dalam kehidupannya dia diberikan mentor-mentor spiritual yang takut akan Tuhan, yang setia membimbing, dan menjadi role model rohani baginya. Dimulai dengan neneknya yang membawa seluruh keluarga David menjadi percaya kepada Tuhan, ‘spiritual father’ yang selalu memberikan masukan dan mau mengikuti naik-turun kehidupannya, dan ‘superior’ maupun teman seiman di kantor yang bisa saling belajar dan mengasah satu dengan yang lain. Menurut David, orang-orang Kristen yang setia akan memberi dampak yang luar biasa di marketplace (dunia bisnis dan dunia nyata), bahkan orang dunia pun akan mengakuinya. “Saya melihat kalau para Christian leaders bisa memiliki spiritualitas yang baik, maka mereka akan memberi dampak yang besar bagi marketplace, bagi orang-orang yang dipimpinnya, bagi networking yang ada di dalam lingkungan mereka,” ujar David. “Di dalam amanat budaya/kerja inilah kita dipanggil untuk terus berproses menjadi semakin serupa dengan Dia.”

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 33

33

9/16/17 9:13 AM


BIODATA Nama Lengkap Nama Panggilan Tempat/Tanggal Lahir Nama Istri Nama Anak

: David Iman Santosa : Kwang-kwang : Bandung, 7 November 1975 : Hilda Agustina Soeryadi : Christophe Amadeus Santosa Chiara Faith Santosa

31 Agustus 1978 14 Oktober 2005 11 Desember 2007

Riwayat Pendidikan Suami SD SDK Paulus Bandung SMP St Aloysius Bandung SMA St Aloysius Bandung Perguruan Tinggi Arsitektur Universitas Parahyangan (S1) Urban Planning, TU Delft, Holland (S2)

1982-1988 1988-1991 1991-1994 1994-1998 1999-2001

Riwayat Pendidikan Istri SD SDK Trimulia Bandung SMP St Aloysius Bandung SMA St Aloysius Bandung Perguruan Tinggi Kedokteran Universitas Padjadjaran

1984-1990 1990-1993 1993-1996 1996-2003

Riwayat Pekerjaan • Intern sd Senior Manager PT Lippo Karawaci TbK • General Manager PT Lippo Karawaci TbK • Board of Directors PT Lippo Cikarang TbK • Chief of Astra Property PT Astra International TbK

2002–2010 2011 2012 2013–sekarang

Riwayat Pelayanan • Ketua Komisi Pemuda GKI Ka Im Tong, Bandung • Ketua CBC(Christian Businessman Community) GKY GreenVille, Jakarta

34

1996 2010

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 34

9/16/17 9:13 AM


Extraordinary afflictions are not always

the punishment of extraordinary sins, but sometimes the trial of extraordinary graces.” – Matthew Henry (1662–1714)

Matthew Henry lahir di desa di Inggris tahun 1662. Sempat kuliah di bidang hukum, dia akhirnya memutuskan mendalami teologi. Dia diangkat menjadi pendeta gereja Presbyterian di Chester tahun 1687. Matthew dikenal karena karya fenomenalnya: Exposition of the Old and New Testaments (1708–1710). Eksposisi yang terdiri dari enam jilid ini memberi penjabaran ayat demi ayat secara mendetail dari kitab Kejadian hingga Kisah Para Rasul. Dia meninggal mendadak tahun 1714 dalam perjalanan dari Chester ke London. Karyanya dilanjutkan oleh tiga belas pendeta hingga kitab Wahyu. Satu kutipan Matthew yang paling terkenal adalah, “The woman was made of a rib out of the side of Adam; not made out of his head to rule over him, nor out of his feet to be trampled upon by him, but out of his side to be equal with him, under his arm to be protected, and near his heart to be beloved.”

Tidak adanya keharmonisan atau kedamaian seseorang dengan masyarakat, alam, dan diri sendiri adalah hasil dari masalah yang jauh lebih dalam, yaitu tidak berdamai dengan Allah..”

– Pdt. Paulus Surya (Dalam tulisannya berjudul “Damai, Akankah Sekadar Menjadi Utopia” yang dimuat ‘Nafiri’ pada edisi Desember 2013) Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 35

35

9/16/17 9:13 AM


Menjadi Poros Baru

Dunia Kristen Sejarah Kekristenan di Tiongkok Bagian Kedua

36

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 36

9/16/17 9:13 AM


/ Anton Utomo /

D

alam dua kurun waktu yang berbeda, Injil diberitakan di Tiongkok selama delapan ratus tahun sejak abad ketujuh, dan dua kali pula umat Tuhan tersapu habis tak bersisa (ikuti kisahnya pada Nafiri edisi Lalu). Ketika Mateo Ricci–seorang misionaris Katolik–tiba di Guangzhou pada tahun 1583, ia tak melihat seorang Kristen pun di sana, sama halnya ketika ia menjelajahi kota-kota lain di Tiongkok. Apakah upaya para misionaris akan kembali gagal untuk ketiga kalinya? Apakah kebanggan orang Cina akan adat dan budaya leluhur begitu kuatnya sehingga Injil pun tak dapat menembusnya? Waktu membuktikan sebaliknya! Kini kota demi kota di negeri Cina mulai dipenuhi bangunan gereja yang dipadati umat Tuhan. Namun, itu memerlukan waktu berabad-abad dengan darah ribuan martir yang telah membasahi bumi Tiongkok selama ratusan tahun. Inilah sebagian kisah mereka .‌

Mateo Ricci, salah satu perintis penginjilan ke Tiongkok yang berhasil

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 37

37

9/16/17 9:13 AM


Menembus Negeri yang Tertutup Sungguh ironis, ketika Tiongkok dikuasai bangsa Tionghoa sendiri (suku Han), perkembangan agama Kristen dan semua yang berbau asing sangat dihambat. Dinasti Ming yang menguasai Tiongkok sejak 1368 menggantikan Dinasti Yuan (Mongol) mulanya membuka diri terhadap dunia luar. Laksamana Cheng Ho yang tersohor juga dikirim oleh Kaisar Ming sebagai duta persahabatan ke negaranegara Asia, termasuk Indonesia. Tapi tak berapa lama kemudian, Tiongkok kembali menutup diri dengan rapat, semua ekspedisi diakhiri; dan segala yang berbau asing dilarang, termasuk penyebaran agama Kristen. Untunglah, masih ada misionaris seperti Pastor Ricci yang diterima di istana karena mereka membawa pula ilmu pengetahuan/sains yang dikagumi kaisar. Sebelum Pastor Ricci, ada Fransiskus Xaverius yang mendambakan pula masuk ke negeri Tiongkok. Ia mendengar dari orang Jepang, bahwa mereka menerima seluruh kebudayaan dari Tiongkok. Karena agama Kristen bukan dari Tiongkok, maka bagi orang Jepang mustahillah agama Kristen bermutu. Mendengar itu, Fransiskus sangat rindu membawa Injil ke pusat kebudayaan Asia Timur itu. Dari sana, nanti pasti lebih mudah menginjili Jepang dan Korea, pikirnya. Namun tampaknya itu bukan kehendak Tuhan. Sampai di akhir kehidupannya, Fransiskus Xaverius yang sudah berkelana bahkan sampai ke Kepulauan Maluku itu tidak pernah menginjakkan kakinya di negeri Cina. Ia hanya dapat memandang pantai daratan Tiongkok dari Pulau Sangchuan, tempatnya menutup mata selamanya. Pastor Ricci cukup lama berkarya di Tiongkok. Ia diterima dengan baik di istana kaisar Ming; bahkan saat meninggal (1608), ia sudah menjadi orang terhormat di Beijing. Itu, antara lain, karena ia menghadiahkan peta dunia yang digambarnya sendiri, juga buku-buku ilmiah yang ditulisnya dengan bahasa yang indah. Karena jasanya, sebuah gereja didirikan di Beijing dan saat itu sudah ada dua ribu orang Kristen di seluruh Tiongkok. Sebelum meninggal, ia sempat berpesan, �Pintu sudah terbuka lebar untuk kemenangan besar, namun hanya dapat diperoleh dengan penderitaan berat dan perjuangan panjang!� Pesan 38

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 38

9/16/17 9:13 AM


ini bagai nubuat bagi orang Kristen di Tiongkok pada abad-abad berikutnya. Pergolakan Dinasti Terakhir Tiongkok Ribuan tahun sejarah dan sekian banyak dinasti di Tiongkok diakhiri pada tahun 1644 oleh Dinasti Qing–yang berasal dari suku bangsa Manchu– dengan meruntuhkan Dinasti Ming yang telah berkuasa hampir tiga ratus tahun. Walaupun awalnya tidak terjadi persekusi terhadap umat Kristen, gereja tidak bisa berkembang pesat. Bahkan, di masa Kaisar Qianlong (1711–1799), semua misionaris diusir meninggalkan negeri Cina. Yang berkeras tinggal dihukum mati. Sebagian besar gereja turut dihancurkan. Sikap anti Kristen bertambah kala terjadi Pemberontakan Taiping, yang terjadi pada 1850–1864. Hong Xiuquan– pemimpin pemberotakan–mengaku Kristen namun menerima ajaran dari sumber bacaan dan guru yang sesat. Ia mendirikan Kerajaan Surgawi Perdamaian dan ia memproklamirkan diri sebagai adik Yesus! Pemberontakan itu berlangsung lama dan memakan korban puluhan juta jiwa, bencana kemanusiaan terbesar di Tiongkok sejak penaklukan Qing dan paling berdarah dalam sejarah manusia. Dampaknya,

Kaisar K’ang-hsi, kaisar terbesar Dinasti Qing, sedang mendapatkan penjelasan tentang bola dunia dari seorang misionaris.

Kaisar Q’ianlog yang mulanya menerima misionaris di istana, namun kemudian mengusirnya.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 39

39

9/16/17 9:13 AM


Pemberontak Taiping dikalahkan saat hendak merebut Beijing dari tangan pemerintah Qing.

Hong Xiuquan, pemimpin pemberontakan Taiping.

pemerintah Qing mempersalahkan orang Kristen dan semakin menindas mereka dengan kejam. Namun pemerintahan Tiongkok sudah semakin lemah. Berbagai konsesi terpaksa diberikan kepada pasukan Inggris dan Perancis yang berdatangan demi kepentingan politik dan ekonomi. Puncaknya, pemberontakan kaum boxer (boxer rebellion) yang hanya berlangsung kurang dari dua tahun (1899–1901) akhirnya benar-benar meruntuhkan sendi-sendi kekaisaran Qing. Pemberontakan Boxer adalah perlawanan rakyat Tiongkok terhadap kekuasaan asing di semua sektor

Pemberontakan Boxer yang banyak menelan korban para misionaris barat. 40

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 40

9/16/17 9:13 AM


kehidupan, termasuk agama. Memulai aksinya sebagai gerakan anti asing yang dipelopori petani di Tiongkok Utara, mereka juga menyerang orang Kristen yang dianggap bertanggung jawab mendominasi budaya Tiongkok. Pada Juni 1900, Boxer menyerbu Beijing dan membunuh 230 orang non-Tionghoa, sebagian adalah misionaris asing. Banyak kisah menyayat hati saat pembantaian terjadi. Eva Florence–seorang misionaris Protestan (zendeling)–sempat menulis beberapa hari sebelum ia dan suami serta anak perempuannya dibunuh kaum boxer, “30 Juni 1900. Sejauh ini kami aman, tapi hidup dalam ketegangan mencekam yang tak terbayangkan .… Bila kami dibunuh, kami berdoa itu berlangsung dengan cepat .… Hati kami sepertinya menolak bersikap tabah, kaki kami gemetar walau seharusnya tampil berani, percaya kepada Tuhan. Kami tetap percaya kepada-Nya! ‘Jangan takut, semuanya baik.’ Ini kesaksian kami .… Kalau kami mati, kami mati dalam damai!“ Karya Misionaris Protestan Sejak awal sampai pertengahan abad kesembilan belas jumlah umat Katolik terus turun akibat penindasan. Kemudian tibalah misionaris Protestan dengan persiapan yang lebih baik. R. Morrison tiba di Guangdong tahun 1807 sebagai juru bahasa East Indian Company. Ia belajar bahasa Tionghoa sambil menerjemahkan Alkitab sampai tahun 1824. Dengan karyanya, Morrison meletakkan dasar bagi perkembangan umat Protestan di Tiongkok. Melalui terjemahan Morrison pula, istilah Shangdi ‘Penguasa Langit’ yang semula diusulkan oleh Ricci tetap dipakai untuk menyebut Allah. Membicarakan penginjilan di Cina, pada akhirnya kita harus

Robert Morrison bersama kedua asistennya sedang menerjemahkan alkitab ke bahasa Mandarin.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 41

41

9/16/17 9:13 AM


Hudson Taylor, pendiri CIM yang menyampaikan injil sampai ke pedalaman Tiongkok

menyebutkan nama James Hudson Taylor. Tanpanya, kekristenan di Tiongkok tentu akan menempuh jalan berbeda. Lahir di Inggris, Hudson Taylor menghabiskan waktu lebih dari lima puluh tahun di Tiongkok. Ia mendirikan CIM (China Inland Mission) yang kemudian sangat berperan mengabarkan injil sampai ke pelosok negeri Cina. CIM bertahan lama dan kini berganti nama menjadi OMF International. Hudson Taylor dan para misionaris CIM berpakaian tradisional Cina, sehingga mereka kerap ditertawakan sebagai

“Pigtail Mission�, karena rambut mereka berkuncir seperti kebiasaan warga Tiongkok masa itu. Ribuan pria dan wanita bangsa asing maupun Tionghoa bergabung dalam CIM dan tanpa lelah mengabarkan kabar baik ke seluruh negeri. Salah satu misionaris yang bergabung dalam CIM adalah George Stott,

Misionaris Barat pada akhir abad ke-19 di pedalaman Tiongkok

42

Sun Yat Send dan isteri. Presiden pertama Republik Tiongkok, penganut Protestan yang taat.

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 42

9/16/17 9:13 AM


kerap dijuluki “One-legged Scottsman” karena hanya berkaki satu. Sebagai salah satu misionaris paling awal bergabung dengan CIM, bersama istrinya Grace ditugaskan ke kota Wenzhou pada tahun 1866. Ia berkarya selama 22 tahun di kota berhawa sejuk di Tenggara Cina itu. Kini, kota Wenzhou dijuluki “Yerusalem di Cina” karena memiliki lebih dari satu juta umat Kristen dan ribuan gedung gereja. Pada tahun 2014 lalu, ribuan salib diturunkan dari gedung-gedung gereja yang berdiri menjulang ke langit oleh pemerintah komunis Cina yang merasa gerah akan perkembangan umat Kristen di kota itu maupun di seluruh Provinsi Zhejiang.

Dari Atas - Puluhan gereja di Wenzhou diratakan dengan tanah pada tahun 2014. - ‘Perlawanan’ jemaat saat penghancuran gereja-gereja di Wenzhou tahun 2014 - Salib-salib juga diturunkan dengan alasan ‘penertiban’ di kota Wenzhou, yang dijuluki Yerusalem di China.

‘Perlawanan’ jemaat saat penghancuran gerejagereja di Wenzhou tahun 2014

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 43

43

9/16/17 9:13 AM


Poros Baru Kekristenan Penderitaan berat umat Tuhan Gereja bawah tanah di Tiongkok terjadi saat komunisme menguasai yang tetap beraktifitas saat Tiongkok, dan puncaknya adalah saat penganiayaan terjadi. Revolusi Kebudayaan digemakan tahun 1965–1976. Tentara Merah menangkapi para cendekiawan, tak terkecuali umat Kristen dan gereja. Semua gereja ditutup dan dihancurkan, umat Kristen dianiaya dan dipenjara; Suasana kebaktian di Tiongkok saat ini. sepertinya kekristenan akan tinggal Bahkan tangga pun dipenuhi jemaat. nama lagi seperti beberapa abad sebelumnya. Tetapi itu tidak terjadi! Kali ini Tuhan sudah mempersiapkan anak-Nya menghadapi pencobaan yang maha berat. Umat Kristen tetap beribadah di bawah tanah sampai angin sejuk berembus kembali pada dekade Gereja dipadati pengunjung saat mulai 1980-an seiring naiknya Deng Xiaoping dibuka kembali. sebagai pemimpin Cina yang membawa berbagai perubahan di negeri tengah itu. Sungguh menakjubkan, sebelum terjadi penindasan, jumlah umat Kristen hanya 1–3 juta orang (1949) dan seolah hilang selama masa penganiayaan. Namun, setelah gereja-gereja dibuka kembali, jemaat semakin memadati gereja dan kini jumlahnya mencapai lebih dari seratus juta jiwa, dengan Protestan Injili dan Karismatik mendominasi dan berkembang paling cepat. Masa penuaian telah datang, setiap hari ada 70 ribu orang dibaptis sebagai anggota gereja. Zhao Xiao, mantan pejabat Partai Komunis yang bertobat, mengatakan bahwa jumlah orang Kristen saat ini di Tiongkok telah melebihi jumlah anggota Partai Komunis yang berjumlah 75 juta. Puji Tuhan, kini pemerintah Cina juga 44

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 44

9/16/17 9:13 AM


mulai bisa menerima pertumbuhan gereja yang pesat, karena pragmatisme mereka yang melihat pertumbuhan spiritual juga diperlukan untuk menangkal dampak negatif dari pertumbuhan ekonomi yang pesat. Orang Kristen dihormati dalam masyarakat karena menunjukkan kehidupan sosial dan perilaku individual yang patut dicontoh. Di komunitas Kristen, tercipta masyarakat yang damai dan penuh kekeluargaan. Lembaga riset independen kini memprediksi, dalam 10–15 tahun lagi, Tiongkok akan memiliki jumlah orang Kristen terbanyak di dunia— melebihi penduduk Kristen di Amerika Serikat! Negeri Cina akan menjadi poros baru dan Yerusalem baru bagi kekristenan, dan dari sana Injil akan menyebar ke Jepang, Korea Utara, dan seluruh dunia! Akan muncul banyak ‘John Sung’ baru. Amin

Kini orang Kristen di Tiongkok sudah lebih banyak daripada anggota Partai Komunis China.

Sumber Bacaan: 1. Christianity in Asia, Jilid II, Dari Yerusalem sampai ke Beijing, A. Heuken SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, cetakan pertama, 2008 2. http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/asia/china/10776023/China-on-course-tobecome-worlds-most-Christian-nation-within-15-years.html 3. https://www.chinacenter.net/2016/china_currents/15-1/protestant-christianity-in-thepeoples-republic/ 4. https://en.wikipedia.org/wiki/Protestantism_in_China

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 45

45

9/16/17 9:13 AM


Bereproduksi Atau Mandul Rohani? ( Sebuah narasi reflektif ) 46

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 46

9/16/17 9:13 AM


/ Ev. Metty Irawati Sudharma /

Lelah … lelah hati ini Menggapai hatimu, tak jua menyatu Lelah … lelah hati ini Bagaimana kelak ku akan melangkah di sisimu

Masih ada yang ingat tembang lawas ini? Lagu yang dipopulerkan oleh Rafika Duri ini menceritakan curhat dari seseorang yang telah berjuang, mengupayakan dengan cinta—dan segalanya—untuk menggapai hati orang yang ia kasihi. Namun sosok yang dikasihi ini tidak juga paham, tidak juga mengerti, dan sebab itu si dia tidak juga (dapat) memberi respons atas cinta dan perhatian yang dilimpahkan kepadanya.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 47

47

9/16/17 9:13 AM


Pergumulan serupa walau tidak sama pernah dialami oleh ‘seorang tukang kebun’ dalam Alkitab. Tukang kebun ini punya sebuah kebun anggur, dan di dalam kebun anggurnya ada sebuah pohon yang sangat istimewa. Bukan pohon anggur. Nama Latinnya: Ficus carica. Nama bekennya: pohon ara. Biasanya apel ditanam di kebun apel. Bunga ditanam di kebun bunga. Pohon ara seharusnya ditanam di kebun ara. Tapi oleh pemilik kebun, pohon ara ini ditanam di kebun anggur miliknya. Aneh tapi nyata! Kita lihat buktinya di Lukas 13:6a: Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini, “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya.” Ya, ini adalah sebuah perumpamaan yang diceritakan oleh Yesus. Namun ini bukan perumpamaan biasa. Ada pelajaran penting yang Yesus hendak sampaikan di dalamnya. Untuk apa pohon ara—yang wujudnya jauh lebih besar dari pohon anggur—ditanam di kebun anggur? Jika pernah berkunjung ke Kota Hujan, Bogor, kita masih bisa menjumpai sejumlah pohon besar—walaupun tidak banyak jumlahnya—yang batang pohonnya demikian besar sehingga memerlukan 7–10 orang untuk bisa membuat lingkaran tautan tangan mengelilinginya. Tapi di antara pohon-pohon besar yang tumbuh di kota Bogor, beberapa sengaja ditanam di tempat spesial: Kebun Raya Bogor. Ketika masih menempuh studi di IPB, penulis bersama teman-teman kuliah pernah beberapa kali mendapat tugas penelitian di sana. Di tempat yang istimewa ini pohonpohon besar dari berbagai spesies itu tumbuh lebih subur dan terawat ketimbang pohon-pohon besar yang tumbuh di tepi-tepi jalan. Alasannya jelas, karena mereka mendapat fasilitas yang lebih spesial: seperti perawatan, penjagaan, dan perlindungan dibandingkan dengan pohon-pohon yang tumbuh di tepi jalan. 48

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 48

9/16/17 9:13 AM


Untuk apa pohon ara ditanam di kebun anggur? Pada masa itu yang namanya kebun anggur adalah harta yang sangat berharga bagi setiap pemiliknya karena menjadi sumber penghidupan. Sebab itu, pemilik kebun anggur pasti akan menjaga kebun anggur miliknya dari hama dan binatangbinatang yang bisa merusak kebunnya, dan juga dari incaran para pencuri. Pohon ara itu ikut menikmati semua fasilitas istimewa ini! Dia ikut terlindungi dari hama dan binatang yang bisa merusak serta dari para pencuri. Jadi pohon ara ini ikut menikmati fasilitas yang oke punya, yang top banget! Dalam konteks perumpamaan ini, pohon ara digunakan untuk melambangkan bangsa Israel—umat Tuhan. Dalam Alkitab kadang kala Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 49

49

9/16/17 9:13 AM


umat Tuhan dilambangkan dengan pohon zaitun atau pohon anggur. Tapi dalam kisah ini Yesus secara khusus memilih pohon ara. Dan perumpamaan ini juga berlaku bagi kita. Kisah ini juga ingin menggambarkan semua orang Kristen sebagai pohon ara. Bukan pohon ara yang tumbuh liar di sembarang tempat, tetapi pohon ara yang ditanam di tempat khusus: Di kebun anggur milik Allah. Wow, keren. Kira-kira apa tujuannya? Patut diketahui, pohon ara adalah pohon yang lebat buahnya. Tidak ada pohon buah-buahan yang dapat menandingi pohon ara dalam hal kelebatan buahnya. Pohon apel yang baik dan subur sanggup berbuah selama Kita semua org Kristen dilambangkan empat bulan dalam setahun. sebagai pohon ara. Bukan pohon ara Itu sudah dianggap luar biasa yang tumbuh liar di sembarang tempat... istimewa. Tapi pohon ara lebih dari itu. Pohon ini bisa berbuah tapi pohon ara yang ditanam di tempat sepanjang sepuluh bulan dalam khusus: di kebun anggur milik Allah. setahun! Artinya ia mampu berbuah hampir di setiap musim: musim dingin, musim semi, musim panas, maupun musim gugur. Bisa dibayangkan bagaimana hampir setiap saat, sang pemilik kebun dengan bersemangat akan bergegas menuju ke kebun anggurnya untuk melihat pohon ara miliknya itu dan menikmati kelebatan buah-buahnya. Tapi, ternyata tidak seperti itu yang terjadi .‌ Nyanyian ala Rafika Duri di atas seakan menjadi lagu galau yang dilantunkan sang pemilik kebun selama tiga tahun; setiap kali ia pergi ke kebun anggurnya. “Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya.â€? Kalimat ini pasti diucapkan dengan nada yang sangat kecewa. Berdasarkan kisah di Alkitab dan budaya orang Yahudi pada masa itu, seseorang yang menanam pohon ara dan pohon-pohon lain memang tidak berharap untuk menikmati buahnya pada empat tahun pertama.

50

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 50

9/16/17 9:13 AM


Dalam Imamat 19:23–25 Tuhan berpesan, “Kalau kamu sudah masuk ke negeri itu dan menanam bermacam-macam pohon buah-buahan, selama tiga tahun pertama jangan memetik dan memakan buahnya .…” Jadi selama tiga tahun pertama, pohon akan dibiarkan tumbuh dan diberi perawatan yang diperlukan. Lalu tahun keempat bagaimana, apakah sudah boleh? Belum. Tuhan berpesan, “Tahun yang keempat segala buahnya harus menjadi persembahan kudus sebagai puji-pujian bagi TUHAN .… Barulah pada tahun yang kelima kamu boleh memakan buahnya, supaya hasilnya ditambah bagimu ….” Aturan ini diberikan oleh Allah kepada umat-Nya supaya mereka selalu ingat bahwa semua itu adalah milik Tuhan. Itu berarti sang pemilik kebun anggur dalam perumpamaan yang Yesus ceritakan mulai mencari buah di tahun yang kelima. Kalau dikatakan bahwa sang pemilik kebun anggur sudah tiga tahun mencari buah dari pohon ara, itu berarti dia sudah menunggu selama empat tahun ditambah dengan tiga tahun, alias tujuh tahun. Dalam Alkitab, tujuh itu angka yang sempurna. Tujuh tahun itu batas kesabaran tertinggi, paling pol yang bisa diberikan. Tujuh tahun menyerap makanan terbaik, menikmati penjagaan terbaik di tempat yang super … tapi tidak berbuah! Para ahli botani sepakat jika sampai batas waktunya sebuah pohon tetap tidak berbuah, maka mustahil ia akan berbuah. Itu sebabnya dengan sedih dan kecewa pemilik kebun itu akhirnya berkata, “Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!” Ya … kesempatan bagi pohon ara itu sudah habis. Kapak sudah tersedia di akar pohon .… Sebuah tanda sudah dibuat di batang pohon itu, dan sang algojo segera akan melaksanakan tugasnya. Masih ingatkah Anda pohon ara ini melambangkan siapa? Umat Tuhan. Setiap pohon ara yang tidak berbuah—setiap umat Tuhan, setiap orang Kristen yang hidupnya tidak berbuah—pasti ditebang! Mari berandai-andai. Andaikan, jikalau, seumpama, misalkan saat ini, Sang Pemilik kebun datang .… Lalu Dia berjalan di antara umat-Nya, memeriksa hidup mereka satu persatu, apakah Tuhan bisa menemukan buah-buah yang Dia kehendaki dalam diri kita? Yakinkah saudara dan saya bahwa hidup kita sudah berbuah lebat? Yakinkah saudara dan saya bahwa kita sudah ‘bereproduksi’ dengan baik, atau sebaliknya sama seperti pohon ara dalam perumpamaan yang Yesus ceritakan: hidup kita mandul, tidak berbuah? Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 51

51

9/16/17 9:13 AM


Yakinkah Saudara dan saya bahwa hidup kita sudah berbuah lebat? Yakin kah Saudara dan saya, bahwa kita sudah “bereproduksi” dengan baik, atau sebaliknya sama seperti pohon ara dalam perumpamaan yang Yesus ceritakan, hidup kita mandul, tidak berbuah?

Seperti apa hidup yang berbuah lebat? Sederhana sekali. Ingat iklan salah satu produk minuman di stasiun televisi? “Masak jeruk makan jeruk?” Buah yang kita hasilkan tidak untuk dinikmati sendiri, tapi untuk menjadi berkat bagi orang lain. Hidup yang berbuah lebat adalah hidup yang menjadi berkat buat sesama. Menjadi berkat buat suami/istrinya, menjadi berkat buat orang tua/ anak-anaknya, menjadi berkat buat adik/kakak, berkat buat rekan di tempat kerja/ di gereja, berkat buat orang-orang yang kita jumpai sehari-hari. Itu buah manis yang dicari oleh Tuhan. Baiklah kita masing-masing merenungkan selama ini mana yang lebih sering terjadi: Menjadi berkat atau membuat hati orang-orang yang kita kasihi dan orang-orang di sekitar kita menjadi kecewa dan sedih? Mana yang lebih sering terjadi, membuat hati Tuhan senang dan bangga atas apa yang saudara dan saya lakukan atau justru kecewa? Mari bersikap jujur .… Siapa yang hidupnya siap diperiksa oleh Tuhan? Siapa yang belum siap? Pohon ara dalam cerita di atas tidak siap dan tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah menerima hukuman. Untungnya, pada saat yang sangat menegangkan, tiba-tiba muncul seorang pembela .… “Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!” Siapa gerangan sang pembela ini dan bagaimana caranya ia menolong pohon ara yang mandul hidupnya itu?

52

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 52

9/16/17 9:13 AM


Pernah menonton film Cinderella? Salah satu hal yang menarik adalah ketika ibu peri— setelah menyulap Cinderella menjadi seorang putri dengan kereta kencana dan kuda-kuda yang cantik serta kusir kereta yang gagah—berkata, “Pergilah Cinderella, namun ingat kekuatan sihirku hanya bertahan sampai jam 12 malam. Jadi, sebelum jam 12 malam engkau harus meninggalkan istana. Sebab bila lonceng sudah berdentang, maka segala sesuatu akan lenyap, kembali seperti semula.” Dengan gembira Cinderella pun pergi. Dia tiba di istana, berdansa dengan pangeran, dan ketika jarum jam hampir berhenti di pukul 12 … Cinderella sadar bahwa dia harus meninggalkan Sang Pangeran. Aduh rasanya kita ingin ikut menahan laju jarum jam supaya berhenti dulu sejenak; supaya Cinderella bisa sedikit lebih lama berdansa dengan Sang Pangeran. Tapi jelas tidak bisa … Cinderella harus meninggalkan istana dengan tergesa-gesa, bahkan sampai sepatunya tertinggal sebelah. Karena sebentar lagi lonceng berdentang, sebentar lagi segala sesuatu akan kembali pada keadaannya semula. Ketika Tuhan Yesus menderita di atas kayu salib di Bukit Tengkorak, Alkitab mencatat Dia memohon sesuatu kepada Bapa. Apa yang Dia minta? Bapa, segera kirimkan dua belas pasukan malaikat dan hancurkan mereka …. Lihat apa yang telah mereka lakukan pada-Ku? Bukan! Bukan itu! Lalu apa? Dengan tubuh penuh luka dan sekarat, Putra Allah itu memanjatkan permohonan, ”Father … forgive them .…” Bapa, ampuni mereka. Di dalam dunia Yunani Kuno kata forgive punya arti lebih dari sekadar mengampuni. Forgive adalah istilah untuk menggambarkan hutang yang ditangguhkan, ditunda pelunasannya. Jadi, yang Yesus lakukan saat itu sama seperti yang dilakukan sang pembela atas pohon ara dalam perumpamaan tadi. Atau lebih tepatnya: Sang pembela dalam perumpamaan yang Yesus ceritakan adalah gambaran dari Tuhan Yesus sendiri saat Dia memohon kepada Bapa di surga, “Father … forgive them .…” —memohon sebuah penundaan. Penundaan hukuman!

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 53

53

9/16/17 9:13 AM


Tunggu … tunggu dulu Tuan .… Jangan tebang pohon ara ini .… Aku tahu, pohon ara ini memang terbukti bersalah … tapi aku mohon: ‘forgive’— tundalah hukumannya sedikit lagi .… Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menolongnya; berilah kesempatan ekstra kepadanya, kesempatan terakhir … supaya ia bisa berbuah lebat! Seperti kisah Cinderela, saatnya akan tiba dimana jarum jam bergerak ke angka 12 … dan “Teng!” Segalanya akan lenyap. Tapi manusia masih jauh lebih beruntung dari Cinderela karena punya Tuhan yang begitu mengasihi kita. Melalui penebusan yang Yesus lakukan di atas kayu salib, ‘jari Allah’ yang perkasa seolah-olah menahan supaya jarum jangan bergerak dulu. Kita memang patut bersyukur sebab Dia mau memberikan pinjaman waktu kepada kita—waktu ekstra, kesempatan terakhir—supaya orang-orang yang percaya kepada-Nya tidak lagi hidup sia-sia, tidak lagi mandul hidupnya sehingga harus ditebang! Allah sungguh ingin agar Anda, saya, dan semua orang percaya bisa memberikan hidup yang membuat Tuhan bangga, hidup yang bereproduksi, berbuah dengan lebat, hidup yang jadi berkat buat sesama! Bagaimana caranya? Sederhana. Menjadi berkat melalui perkataanmu, melalui kelebihanmu yang mencukupkan kekurangan, melalui penghiburanmu, melalui pertolonganmu, melalui perhatian tulusmu bagi orang lain. Maukah? Ayo bergegas, tunggu apa lagi .… Jangan biarkan Tukang Kebun Ilahi yang begitu mengasihi kita menunggu lama. Bereproduksilah, persembahkan buah-buah kehidupanmu bagi Dia. Soli Deo Gloria

Penulis adalah Pelayan di Komisi Anak dan Komisi Praremaja GKI Ngupasan, Yogyakarta dan Pengajar tidak tetap di School of Discipleship, GKI Gejayan, Yogyakarta

54

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 54

9/16/17 9:13 AM


Tunggu, tunggu dulu Tuan, … jangan tebang pohon ara ini…. tundalah hukumannya – sedikit lagi… Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menolongnya, tapi berilah kesempatan ekstra kepada nya, kesempatan terakhir…supaya ia bisa berbuah lebat!

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 55

55

9/16/17 9:13 AM


Dari Jalur Model ke Jalan Tuhan 56

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 56

9/16/17 9:13 AM


/ Edna C Pattisina /

Siapa sih yang gak tau wajah Tracy? Wajahnya sudah terkenal sejak lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Sejak usia empat belas tahun, Tracy sudah melanglang buana sebagai model kelas dunia. Ia direkrut salah satu agensi model ternama dunia, Elite Model Look tahun 1995. Hal ini membuat Tracy menjadi supermodel kelas dunia pertama yang berasal dari Indonesia.

Kepergiannya ke New York menjadi perhatian publik karena Tracy seperti “mendapat durian runtuh�. Wajahnya yang eksotis, perpaduan Tionghoa-Brasil-Kalimantan-Minahasa membuatnya mendapatkan pekerjaan yang menjadi impian sebagian besar gadis-gadis muda se-Nusantara. Bayangkan ... ia akan menggunakan baju-baju terbaik, difoto majalah-majalah fesyen utama, pesta-pesta jetset, dikejar-kejar pria-pria ganteng dan kaya mulai dari musisi kelas dunia sampai bankir, belum termasuk honornya yang besar disertai dengan apartemen dan mobil mewah serta tiket-tiket kelas satu. Wow!

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 57

57

9/16/17 9:13 AM


58

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 58

9/16/17 9:13 AM


Tracy tampil di berbagai panggung peragaan busana di ParisNew York-Milan-Madrid-Rio de Janeiro-Australia-Hong Kong; membawakan karya-karya desainer terkemuka seperti Yves Saint Laurent, Jean Paul Gaultier, Louis Féraud, Jean Louis Scherrer, Kenzo, Franck Sorbier, Lolita Lempicka, Lecoanet-Hemant, NYC 2000, dan banyak lagi. Ia juga pernah menjadi gadis sampul dan model untuk berbagai edisi internasional berbagai majalah, seperti: Seventeen, Cleo, TOP Model, Cosmopolitan, Mademoiselle, YM, Elle, Bazzar, Vogue, Glamour, dan lain-lain. Ia dikontrak untuk kosmetik IMAN dan menjadi model ekslusif untuk iklan-iklan internasional United Color of Benetton. Saat ditanya, Tracy tidak ingin menyebutkan berapa honornya. Akan tetapi, berbagai riset finansial menyebutkan angka sekitar 3,3 juta rupiah untuk seorang model menengah untuk berjalan satu langkah di catwalk. Sekali lagi, satu langkah. Tracy mengakui, pekerjaan sebagai model memang mengasyikkan. Apalagi dengan segala keuntungan materi yang diperoleh. Namun, pekerjaan sebagai model bukannya pekerjaan ringan. Dalam waktu delapan jam; tanpa henti ia harus berpose, berganti baju, ganti make up, dan mengulanginya terus. “Aku tahu, banyak orang berpikir: Dulu jauh dari Tuhan bisa punya segalanya, sedangkan sekarang nggak. Tapi mereka nggak tahu, banyak hal yang gak bisa dinilai dengan uang dan barang,” kata Tracy. Ia sekarang bangun pagi dengan hati yang ringan. Ada kewajibankewajiban yang harus dikerjakannya. Pekerjaannya juga bukan pekerjaan yang mudah, tetapi dikerjakan dengan hati yang ringan dan gembira. “Terima kasih Tuhan, Engkau yang membawa saya menemukan panggilan hidup saya. Bangun pagi saya selalu senang. Yes, hari ini saya akan bekerja,” cerita Tracy.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 59

59

9/16/17 9:13 AM


Tracy kini bekerja sebagai apologis untuk yayasan Ravi Zacharias International Ministries (RZIM). Apologis adalah seorang yang menjelaskan tentang apologetika. Sementara, apologetika adalah metodologi untuk mempertahankan/menjelaskan iman. Tidak heran, ia banyak berkeliling Indonesia dan Asia Pasifik untuk berbagi tentang apologetika. “Aku berpikir, kerja di dunia modeling telah membuat aku sudah terbiasa dengan ritme ini. Banyak perjalanan dan sering harus sendiri,” kata gadis Bali ini. Bisa dikatakan, perjalanan hidup Tracy juga berawal dari apologetika. Di tengah pekerjaannya sebagai model, Tracy merasakan ada sesuatu yang kosong. Ia merasa ada banyak pertanyaan yang sulit. Kenapa ia ada di dunia ini, apakah Tuhan itu, dan sebagainya. Masalahnya, keluarga Tracy terdiri dari berbagai agama, seperti: Islam, Kristen, Hindu, dan Budha. Keluarga intinya sendiri tidak pernah membicarakan Tuhan, apalagi berdoa. “Aku gelisah, pergumulan mulai tahun 1999,” katanya. Ia terus bertanya pada berbagai orang, membaca, dan akhirnya menemukan bahwa Kristus yang bisa menjawab semua kegelisahannya. Tahun 2001, Tracy kembali untuk berkarir di tanah air. Mulai tahun 2002, ia menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya. Seorang sahabatnya, Veronika memperkenalkan pada apologetika. Ia memberikan Tracy sebuah buku dari RZIM yang menjelaskan iman secara logika, tetapi juga tetap kena di hati. Sayangnya waktu itu Tracy belum bisa berbicara sama sekali. Ia tidak bisa mengartikulasikan pikirannya. Lidahnya kelu. Selama tahun 2004–2005 ia hanya mempelajari apologetika untuk dirinya 60

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 60

9/16/17 9:13 AM


sendiri. Baginya, apologetika itu seperti gunung besar yang tidak bisa ia daki. Apologetika hanya cocok untuk orang yang super pintar, jago debat, dan mampu untuk mengungkapkan pendapatnya secara jelas. Bagi Tracy, apologetika adalah metoda atau ilmu yang harus dipelajari semua orang Kristen. Ia mengutip 1 Petrus 3:15, “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.” Menurut Tracy, setiap orang yang beriman harus dapat menjelaskan, bagaimana kita tahu bahwa sesuatu hal bisa dipercaya. Harus ada keseimbangan antara logika dan percaya. “Jangan sampai hanya emosional, begitu ditantang dengan pertanyaan sulit tidak bisa menjawab. Sebaliknya; sangat logis, sampai tidak memiliki iman. Apologetika itu membuat orang berpikir untuk percaya dan orang percaya untuk berpikir,” kata Tracy. Sejak tahun 2002 itu, ia merasakan sendiri bagaimana Yesus mulai mengubah dirinya. Ia mengalami pemurnian hati. Sifat-sifatnya yang jelek pelan-pelan berubah. Tracy pun mulai ikut berbagai kegiatan Kristen. Ia kerap bersaksi tentang perjalanan hidupnya. PANGGILAN Suatu hari, saat sedang memberi kesaksian di Manado, Tracy mendapat kejutan dari Tuhan. Ia baru saja memberi kesaksian tentang hidupnya. Ia mengutip Amsal 30 yang berbunyi, “Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan …. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 61

61

9/16/17 9:13 AM


itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.” Seorang pembicara yang dijadwalkan berbicara setelah Tracy rupanya memperhatikan kesaksian sepuluh menit Tracy. Sebelum naik ke panggung, pembicara itu—Michael Ramsden—memberi Tracy sepotong kertas “Selamat, Anda mendapat beasiswa untuk Oxford Centre for Christian Apologetics”. Tracy terkejut. Ia menangis terisak-isak. Dadanya sampai sesak. “Tidak ada orang yang mengerti. Buat aku tawaran ini luar biasa,” ceritanya bersemangat. Tracy lalu bercerita tentang harihari yang hilang sejak ia menjadi model pada usia belasan tahun. Ia kehilangan kesempatan untuk kuliah, karena ia memilih untuk bekerja. “Ketika aku dapat beasiswa pada umur 25 tahun, aku menangis. Aku kira kesempatan itu sudah hilang. Tuhan, nggak mungkin. Ini Oxford,” kata Tracy. Omanya yang ada di sebelah Tracy memberi cucunya ini semangat. “Kalau Tuhan yang panggil, Tuhan yang cukupkan. Kalau Tuhan yang panggil, kamu nggak boleh nolak,” kata Oma. Tracy yang masih syok—antara senang dan takut—lalu menemui Profesor Michael Ramsden itu usai acara. Ia mengatakan, ia menerima beasiswa itu walau ia berterus terang pada Michael bahwa ia bukan seseorang yang akademis. Profesor Ramsden membesarkan hatinya dengan mengatakan, ia sudah berdoa untuk siapa beasiswa itu akan diberikan. Dan nama Tracy yang diberikan Tuhan padanya. Tracy sempat memperkenalkan beberapa orang yang ia anggap pantas mendapatkan beasiswa itu pada Michael Ramsden. Tapi, rupanya Tuhan berkehendak lain. Setelah itu dalam dua minggu 62

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 62

9/16/17 9:13 AM


semua berubah. Tracy yang masih ragu berdoa, kalau Tuhan tidak mau ia berangkat, kiranya ia tidak usah mendapat visa. Ternyata, visa pelajarnya keluar dalam dua hari. Padahal, untuk ke Inggris, visa turis saja biasanya dua minggu. “Aku tinggalin semuanya di Indonesia. Ini yang aku percaya sebagai anugerah Tuhan. Aku gak layak dan nggak pantas. Tapi Tuhan mau aku ke Oxford. Aku nggak berani tolak,� kata Tracy. Maka mulailah kerja keras Tracy di RZIM’s Oxford Centre for Christian Apologetics (OCCA). Belakangan ia juga mengambil kelas teologi di Wycliffe Hall, Oxford. Tracy bercerita, tanpa bekal akademik maupun teologi yang cukup, ia harus banyak membaca. Setiap hari ia bisa belajar di perpustakaan sampai jam 2 pagi. Baru bulan keenam, ia mulai bisa mengikuti pelajaran. Tahun ke dua, tiba-tiba Tracy merasa ada beban. Tuhan menyuruhnya sekolah di Oxford tidak untuk bertambah pintar Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 63

63

9/16/17 9:13 AM


saja, tapi untuk bisa lebih dipakai Tuhan. Masalahnya, dalam posisi apa? Apakah ia harus jadi pekerja penuh atau tidak? Tracy tidak ingin membagikan kegelisahannya itu pada siapa pun karena ia tidak ingin ada intervensi selain dari Tuhan. Tiba-tiba, Pendeta Dave Kenney dan International English Service di Jakarta menawarkan Tracy jadi pekerja penuh di gerejanya. Pulang dari Oxford, tahun 2009–2013, Tracy pun bekerja di IES. Tahun 2013, dia diundang jadi pembicara di University of Bath, Inggris. Di sana, ia ditawarkan untuk bergabung dengan RZIM. “Aku seneng banget, itu yang jadi referensi aku dari kegelisahan aku waktu masih di modeling,” kata Tracy. Kini, Tracy sering berkeliling untuk bicara tentang apologetika. Ia bertemu dengan banyak orang. Mulai dari orang Kristen yang ingin belajar tentang cara menjelaskan imannya, sampai orang yang non-Kristen agar percaya. Kerap kali, Tracy mendapat pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang non -Kristen. Misalnya, kenapa orang Kristen begitu sombongnya sampai yakin masuk surga? Tracy pun berusaha menjelaskan imannya. “Kalau aku bilang, aku bisa bawa kamu ke surga. Padahal aku nggak punya kekuasaan. Aku juga belum pernah ke surga, tapi kalau orang yang punya surga sendiri yang bilang dia akan ajak kita ke sana terus kita nggak mau, nah itu baru sombong,” kata Tracy. Impiannya saat ini adalah membangun generasi yang cinta Tuhan, takut akan Tuhan, dan bisa menjelaskan imannya. Ia berharap bisa membantu orang lain tentang cara menjelaskan Allah Tritunggal, kenapa orang Kristen percaya Yesus Kristus adalah Allah. Tracy sore itu melanjutkan perjalannya. Namun; ia meninggalkan sebuah pikiran yang provokatif tentang tugas kita menjelaskan iman kita dengan bertanggung jawab, dengan kasih, dan hormat 64

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 64

9/16/17 9:13 AM


Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 65

65

9/16/17 9:13 AM


Memperingati 500 tahun gerakan Reformasi

Semper Reformanda:

“ALWAYS BEING REFORMED” 66

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 66

9/16/17 9:13 AM


/ Pdt Effendi Susanto /

Saat Martin Luther memakukan tulisannya yang kemudian dikenal sebagai “95 Tesis� di pintu gereja Wittenberg (Jerman) pada tanggal 31 Oktober 1517, itulah momen yang kemudian dijadikan sebagai tonggak mulainya gerakan Reformasi. Maka tahun 2017 ini diperingati dengan angka bagus “500� tahun Reformasi. Kita rindu memperingati hari Reformasi bukan sebagai memori masa lalu saja, tetapi spirit pembaruan dan penerobosan bagi iman dan spiritualitas kekristenan terus hidup sepanjang zaman.

Memang terbukti bahwa selama melewati masa lima

ratus tahun sampai hari ini, pembaruan iman dan spiritualitas dalam gereja perlu terjadi tatkala gereja mulai terlena dan lalai menggembalakan zamannya. Kita terus perlu membawa dan menghidupi semangat semper reformanda: always being reformed. Senantiasa diperbaharui dan direformasi.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 67

67

9/16/17 9:13 AM


Michael Horton menulis artikel inspiratif “Reformed and

Always Reforming” (Always Reformed: Essays in Honor of W. Robert Godfrey, h. 116–134) yang menyebutkan asal usul frasa “semper reformanda” ini. Perkataan ini pertama kali muncul di tahun 1674 dalam sebuah buku renungan yang ditulis oleh Jodocus van Lodenstein. Dia adalah seorang tokoh gereja dalam the Dutch Second Reformation (Nadere Reformatie), yang rindu melihat jemaat gereja Belanda—yang tentunya berdoktrin reformed— terus mengejar reformasi dalam kehidupan iman dan kerohanian mereka. Horton menulis bahwa penting untuk mengetahui keseluruhan kalimat dari frasa “semper reformanda” dari van Lodenstein ini yaitu: ecclesia reformata, semper reformanda secundum verbi Dei (the church is reformed and always being reformed according to the word of God). Gereja yang reformed adalah yang selalu direformasi seturut dengan firman Tuhan.

Bagaimana mengerti spirit semper reformanda ini?

Horton melihat bahwa kata Latin reformanda dalam tulisan van Lodenstein ini berbentuk pasif. Lebih tepat diartikan “always being reformed” ketimbang “always reforming”. Maka penting bagi setiap orang Kristen pahami—walau besar sekali tekanan yang diberikan dunia sekitar—: kita bukannya mereformasi Alkitab, melainkan Alkitab yang mereformasi gereja dan hidup orang Kristen; bukan perubahan orthodoxy confession of faith dari Alkitab yang dipegang oleh gereja Reformasi Protestan; bukan penambahan atau pergeseran standar utama otoritas Alkitab.

68

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 68

9/16/17 9:13 AM


Kita perlu pembaruan yang mengokohkan Injil Kristus

kepada kedudukan yang utama yang seharusnya dalam gereja. Memperingati Reformasi lima ratus tahun dengan spirit semper reformanda yang selalu memperjuangkan firman Tuhan sebagai berita ilahi yang mutlak dan relevan bagi dunia dan budaya dimana kita berada. Gereja mengalami reformasi dan vitalisasi agar pusaka Injil Kristus jangan pernah jadi berita sejarah lampau, basi, dan kuno. Transformasi seperti apa? Yesus Kristus ingatkan bahwa kita adalah garam dan terang dunia, tetapi garam itu bisa hambar dan tidak relevan, saat itu kehilangan sifatnya. Jika zaman dulu terang itu dibawa dengan obor, sekarang terang itu dibawa dengan lampu LED.

Kita perlu membedakan antara esensi yang memiliki kuasa

transformasi dengan medium, sarana, dan kendaraan yang dipakai untuk membawa terang itu. Kita senantiasa harus diperbarui dan direformasi; sebab sejarah gereja kerap memperlihatkan kesalahan dengan mengidentikkan obor sebagai esensi terang, padahal hanyalah ‘kendaraan’ membawa terang. Di tengah dunia yang berubah; tidak heran berita Injil yang dikabarkan gereja terlihat hambar, kuno, dingin, kaku, dan sekarat. Jodocus van Lodenstein hidup 150 tahun sesudah Reformasi Martin Luther, dan dia tahu pada eranya gereja perlu semper reformanda.

Banyak sekali yang dapat kita pelajari dalam sejarah

gereja lima ratus tahun mulai dari tonggak Reformasi 1517 sampai sekarang. Perjuangan Reformasi Luther, Calvin, Zwingli, dan para reformator di tahun-tahun awal abad ke-16 adalah soal iman sejati, doktrin alkitabiah, kesalehan spiritual, dan kemurnian gereja; dan

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 69

69

9/16/17 9:13 AM


bukanlah perpecahan gereja dengan Katolik atau pemberontakan politik melawan pemerintahan. Namun karena ikatan yang dekat antara gereja, penguasa politik, dan kerajaan; maka selama seratus tahun dari 1517, reformasi menjadi pergolakan gereja, kuasa politik, dan kerajaan yang penuh dengan peperangan antar kaum Reformasi dengan Katolik. Iman sejati, kebenaran doktrin, keyakinan pemurnian reformasi dipertaruhkan dengan nyawa. Tapi justru oleh api aniaya dan perang, iman dimurnikan dengan menjunjung keutamaan Kristus dan otoritas Alkitab.

Setelah perang antar Katolik dan Reformasi selesai

dari tahun 1650-an, dalam suasana aman dari perang agama, Protestan mulai mengembangkan sistem dogma ortodoksi dengan penekanan pada pemuasan intelektual. Muncullah era Scholasticism Protestant, khususnya dalam Lutheran Jerman, yang menaruh minat bicara teologi sebagai “to know God� ketimbang bagaimana ekspresi doktrin ke dalam praktik hidup. Ini adalah era munculnya filsafat rasionalisme dan empirical science, yang mempengaruhi gereja membahas teologi dan doktrin sebagai sebuah ilmu (berkembanglah higher criticism kepada Alkitab di Jerman), bagaimana memasukkan reason dan natural law dalam pemahaman teologis gereja (berkembang pemahaman Deisme di Inggris), menguatnya power of state dan nasionalisme sehingga divine ruling agama Roma Katolik tidak lagi jadi kekuatan tunggal: pemisahan agama dan state menguat. Semua faktor-faktor ini mempengaruhi Protestan di tahun 1650-an dan selanjutnya menjadi agama formalisme dan rasionalisme.

Di tengah situasi nyaman dan aman; mayoritas masyarakat

di wilayah Jerman mengaku beragama Lutheran, namun perlahan 70

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 70

9/16/17 9:14 AM


kekristenan hanya menjadi agama yang tercantum di KTP saja tetapi tidak merubah hati dan perilaku. Tergenapilah nubuat Martin Luther sendiri, ”Firman Tuhan jarang bisa terpelihara kemurniannya di satu tempat melebihi periode dua puluh tahun atau sekuatnya empat puluh tahun. Orang-orang mulai terbiasa dengannya, menjadi dingin dalam kasih kristiani mereka, dan menikmati anugerah Allah tanpa berterima kasih.” Semper reformanda perlu terus terjadi. Maka bangkitlah kebangunan rohani di Jerman yang bernama Pietisme. Pietisme menjadi gerakan berdoa, disiplin mengaplikasi firman Tuhan, dan bagaimana menjalankan hidup kristiani yang saleh. Pietisme bukanlah mistisisme. Mistisisme mengajak pengikutnya menarik diri keluar dari kehidupan seharihari di dalam dunia, sedangkan Pietisme mengajak untuk berkarya dengan rendah hati dan mempraktikkan hidup yang berguna di masyarakat.

Saya percaya cetusan ecclesia reformata, semper

reformanda secundum verbi Dei (gereja yang reformed adalah yang selalu direformasi seturut dengan firman Tuhan) lahir dari pergulatan rohani yang bernyala bagi Tuhan karena Jodocus van Lodenstein melihat kondisi dead orthodoxy kaum Protestan di Eropa, dan tentunya juga gereja Reformed Belanda. Ada seorang pendeta Reformed Belanda yang sezaman dengan Jodocus van Lodenstein yang patut kita pelajari yaitu Theodorus Jacobus Frelinghuysen (1691–1747). Ia adalah pendeta Belanda yang dikirim dari Eropa kepada jemaat Reformed Belanda di benua baru Amerika. Sejarawan gereja mendaulat Frelinghuysen sebagai “the Father of American Pietism”.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 71

71

9/16/17 9:14 AM


Dan Joel R. Beeke, dalam bukunya Puritan Reformed

Spirituality (h. 353–375), menyebutnya sebagai pembuka jalan bagi the Great Awakening (Kebangunan Rohani yang besar di Amerika pada abad 18-19). Bahkan George Whitefield sendiri menyebutnya sebagai “the beginner of the great work”. Pola ibadah dan kehidupan rohani gereja Reformed Belanda di Amerika tidak jauh berbeda dengan induknya di Belanda. Gereja memasuki era dead orthodoxy yang bangga dengan tradisi kehebatan dan keakuratan doktrin dengan standar pengakuan iman Reformed yang terbaik dihasilkan seperti: Pengakuan Iman Belgic (Belgic Confession of Faith, tahun 1561), Katekismus Heidelberg (Heidelberg Catechism, tahun 1563), dan Canon of Dort (1618–1619); yang dikenal sebagai Three Form Unity.

Problem Protestan Reformed abad ke-18 ini dituliskan

dengan baik oleh teolog Abraham Messler, yang menerjemahkan beberapa khotbah Frelinghuysen sehingga kita bisa mengetahui gelombang pengalaman rohani yang ia bawa kepada gereja Belanda di Amerika, “The necessity of a new heart had almost entirely been lost sight of … formalism and self-righteousness almost universally prevailed. Christians were not ashamed to ridicule Christian experience, and many had become very resolute in opposing it” (Tuntutan untuk memiliki sebuah hati yang diperbaharui telah tertimbun lenyap oleh … formalisme dan rasa benar diri yang dipertontonkan. Orang Kristen tidak malu mentertawakan pengalaman rohani orang Kristen lainnya, dan bahkan mereka dengan bangga menentangnya).

72

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 72

9/16/17 9:14 AM


Inilah ortodoksi yang mati (dead orthodoxy). Ibadah gereja

begitu panjang, tanpa emosi, kaku, berkhotbah tanpa gairah, pola berdoa yang itu-itu saja dengan Doa Bapa Kami setiap minggu, dan berita khotbah yang tidak menyentuh persoalan kehidupan seharihari dari umat. Pembaruan ibadah dengan cara doa yang bebas penuh passion dan gaya khotbah yang menekankan panggilan pertobatan dan lahir baru dan hidup suci sebagai buah pertobatan, menjadikan pelayanan Frelinghuysen disebut sebagai pencetus experiental preaching dan mempengaruhi Gilbert Tennent dan George Whitefield, dan terjadilah kegerakan reformasi spiritual di Amerika yang dalam sejarah gereja dinamakan “The Great Awakening�.

Pembaruan yang harus membangunkan kembali

kehidupan rohani gereja-Nya dari mengantuk dan tidur yang terlelap, di saat dunia sekitarnya terus maju berjalan yang sangat perlu suara kenabian yang menuntun ke arah yang benar. Gereja akan terus didengar ketika dengan setia menyampaikan suara ilahi yang benar, dan ia tidak akan ditinggalkan dan dianggap kuno dan basi; sebab suara gereja selalu jujur, benar, segar, dan relevan bagi budaya dunia sekarang ini. Asal gereja memiliki spirit ecclesia reformata, semper reformanda secundum verbi Dei

/ Penulis adalah Gembala Sidang Reformed Evangelical Church of Indonesia (RECI Sydney), Sydney, Australia

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 73

73

9/16/17 9:14 AM


74

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 74

9/16/17 9:14 AM


/ Lislianty Lahmudin /

GI. Martin H. Ghazali

Mendorong Jemaat agar Makin Intim dengan

TUHAN

Ada pepatah yang mengatakan “tak kenal maka tak sayang�. Kali ini mari kita berkenalan lebih dekat dengan GI. Martin Hartawan Ghazali, gembala GKY Bakal Jemaat Gading Serpong sejak tujuh tahun yang lalu.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 75

75

9/16/17 9:14 AM


Sejak awal, ketika memutuskan menyerahkan diri dengan masuk sekolah teologi, beliau hanya punya keinginan sederhana: menyenangkan Tuhan dan melayani Dia. Setelah lulus, yang ada dalam pikirannya saat itu hanyalah bagaimana dapat melayani di ladang Tuhan dengan sebaik-baiknya; belum sepenuhnya memikirkan mengenai apa visi misi pelayanan ke depan. Setelah delapan tahun melayani di GKY Cimone, pada tahun 2007 majelis Cimone meminta GI. Martin untuk melayani sebagai gembala pos di Mahkota Mas. Menyadari adanya tanggung jawab yang semakin besar, beliau pun lebih menggumulkan bagaimana melayani dan memimpin 76

jemaat mulai dari anak-anak, remaja, pemuda hingga dewasa agar dapat bertumbuh bukan hanya secara kuantitas tetapi yang lebih utama secara rohani. Beliau pun mulai membuat perencanaan secara seksama bagaimana pelayanan yang sudah ada saat itu di pos Mahkota Mas dapat ditingkatkan kualitasnya— langkah dan program apa saja yang perlu dibuat. Seiring berjalannya waktu, beliau menyadari bahwa pada hakikatnya semua orang percaya dipanggil untuk mengarah kepada satu tujuan tertinggi, yaitu bertumbuh dan diproses untuk makin serupa dengan Kristus. Amanat Tuhan supaya kita pergi menjadikan segala bangsa

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 76

9/16/17 9:14 AM


murid Kristus merupakan hal yang tidak terpisahkan dari panggilan Tuhan kepada kita untuk mengikut Dia. Menjadi murid dan memuridkan merupakan panggilan utama Tuhan bagi gereja. Tugas (misi) GI. Martin sebagai gembala adalah memikirkan, mengusahakan, dan mengarahkan jemaat agar masuk dalam proses pertumbuhan dan pendewasaan tersebut sehingga dapat terus berjalan ke arah yang tepat. Pada tahun 2010, Guru Injil yang memiliki minat khusus dalam bidang musik-ibadah dan pengajaran ini ditunjuk untuk merintis pelayanan sebagai gembala pos GKY yang baru dibuka di perumahan Gading Serpong. Tugas yang sangat menantang ini ditanggapi oleh GI. Martin dengan dengan hati yang makin berserah pada pimpinan dan hikmat Tuhan. Seiring dengan bertambahnya jumlah jemaat di pos pelayanan yang baru ini, beliau bergumul untuk mengarahkan dan mendorong pertumbuhan dan pendewasaan mereka.

Ketika jumlah jemaat semakin berkembang, GI. Martin menyadari perlunya pembentukan kelompokkelompok kecil agar mereka dapat saling belajar dan menguatkan dalam menjalani proses pendewasaan imanpercaya mereka. Akhirnya, pada tahun 2014 dibentuklah Persekutuan Kelompok Kecil (PKK) sebagai perpanjangan tangan penggembalaan supaya jemaat dapat lebih diperhatikan, dapat lebih saling mengenal dan bertumbuh. Masih banyak yang perlu dievaluasi dan ditingkatkan. Misalnya, bagaimana agar kuantitas jemaat dapat ditingkatkan, pelayanan kunjungan ke rumah-rumah jemaat dapat ditingkatkan, dan bagaimana

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 77

77

9/16/17 9:14 AM


dapat menyegarkan kembali semangat para pemimpin kelompok dan pemerhati yang mulai mengalami kejenuhan. Program pembinaan dan pembekalan terus ditingkatkan bagi para pemimpin dan pemerhati PKK agar mereka dapat memberi semangat bagi para anggota kelompok yang lain. Melalui mimbar khotbah, jemaat juga terus diberikan pemahaman dan motivasi tentang pentingnya persekutuan dalam wadah kelompok kecil. Satu hal yang sangat disyukuri, memasuki tahun keempat saat ini, ada sekitar lima puluh persen jemaat yang terjangkau melalui PKK dan banyak sekali hal positif yang telah Tuhan kerjakan melalui kelompok kecil seperti ini. Jemaat yang tadinya tidak dikenal dan tidak mengenal yang lain, melalui PKK dapat memiliki teman-teman seiman sebagai keluarga rohaninya. Ada yang melalui PKK akhirnya ikut dalam pelayananpelayanan, baik di dalam lingkungan gereja maupun pelayanan bagi masyarakat.

78

GI. Martin melihat proses untuk menggembalakan jemaat semakin kompleks, antara lain akibat semakin tingginya intensitas kesibukan jemaat dalam pekerjaan, studi, dan dalam kehidupan sehari-hari. Semakin tingginya persaingan dan tuntutan hidup sangat menguras waktu dan energi para jemaat. Ditambah lagi masalah-masalah pribadi, keluarga, dan tarikan godaan dunia, termasuk gadget yang begitu mendominasi kehidupan sehari-hari, menyebabkan fokus dan perhatian jemaat terhadap hal-hal rohani menjadi tantangan yang sangat serius. GI. Martin melihat dasar fondasi hidup kita yang bersumber dari relasi kita dengan Tuhan itulah yang perlu terus dikuatkan dan diprioritaskan. Banyaknya program dan aktivitas gereja tidak dapat menjamin pertumbuhan kerohanian jemaat. Yang menjadi kunci pertumbuhan dan pendewasaan para jemaat adalah ketika mereka dapat memiliki kehidupan rohani yang intim dengan Tuhan

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 78

9/16/17 9:14 AM


Nama Lengkap

: Martin Hartawan Ghazali

Tempat/Tanggal Lahir

: Jakarta, 30 Juli 1974

Nama Istri

: Nelly Shintawaty

Nama Anak

: Valerie Evangelica Ghazali

Samuel Christopher Ghazali

Giovanno Elhanan Ghazali

Riwayat Pelayanan 1995–1999 Pelayanan akhir pekan di Gereja Sidang Jemaat Allah Gading Ayu, Kelapa Gading, Jakarta 1999–2000 Praktek satu tahun di Gereja Kristus Yesus, Cimone 2000–2006 Pelayanan penuh waktu di Gereja Kristus Yesus, Cimone 2007–2010 Pelayanan penuh waktu sebagai gembala pos di Gereja Kristus Yesus, Mahkota Mas 2010–2015 Pelayanan penuh waktu sebagai gembala pos di Gereja Kristus Yesus, Gading Serpong 2015–saat ini Pelayanan penuh waktu sebagai gembala bajem di Gereja Kristus Yesus, Gading Serpong

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 79

79

9/16/17 9:14 AM


Dia

Memanggil

Saya Pulang

untuk Menyaksikan

Keajaiban Nya Robby Hartono & Melinda Kurniawati

80

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 80

9/16/17 9:14 AM


/ Lily Ekawati /

Pada 26 Juni 2011 lahirlah Charissa di tengah keluarga Robby dan Melinda, seorang bayi perempuan yang cantik dan montok. Sampai usia empat bulan perkembangan Charissa normal walau jarang menangis. “Saat harus imunisasi saya bela-belain cuti, hanya supaya bisa mendengar dia menangis, saking lamanya dia tidak menangis,” kenang Robby.

Perbedaan yang dirasakan oleh suami istri ini—antara bayi Charissa dengan kakaknya Vincent ketika bayi—mendorong mereka untuk mencari jawaban pada banyak dokter. Sampai delapan belas dokter mereka kunjungi untuk menjawab keingintahuan mereka, tapi bahkan dokter yang membantu kelahiran Charissa berkata pada Melinda betapa beruntungnya mereka punya angel baby. “Kami seperti memaksa dokter untuk periksa dan melakukan diagnosis … apa yang terjadi; kok setelah fase tengkurap ga ada perkembangan lagi ...,” kata Melinda. “Fisioterapi pun kami coba ke mana-mana ga ada hasil … dari semangat sampe hopeless,” sambung Robby. Dari dokter satu ke dokter lain, terapi demi terapi mereka lalui, tidak ada perkembangan berarti dari Charissa.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 81

81

9/16/17 9:14 AM


Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Suatu hari saat Charissa berumur dua tahun, mereka melihat spanduk tentang tes sidik jari waktu jalan-jalan ke Living World Alam Sutera dan iseng-iseng mampir. Hasil tes baru bisa diambil dua minggu kemudian di GymnAdemics. Saat mengambil hasil tes itu, konsultannya mengenalkan pada pemilik GymnAdemics yang menganjurkan supaya Robby dan Melinda mendaftar di seminar yang diadakan The Institutes-Glenn Doman di Singapura seminggu kemudian, karena ia mencurigai ada brain-injured pada Charissa. Harga seminar itu tidak tanggung-tanggung: 25 juta rupiah/pasutri selama lima hari; belum termasuk tiket pesawat, hotel, dan makan. “Saat itu kami sebetulnya lagi bokek ... tapi ya daftar dulu,� kata Melinda. Ternyata saat Robby ngobrol dengan bos lamanya yang kebetulan telepon dari Amerika tentang seminar ini, si bos langsung mendukungnya untuk pergi dan menyediakan semua biayanya. Banyak sekali hal yang mereka dapatkan selama seminar. Bahwa anak spesial tidak punya kemampuan untuk mendetoks sendiri semua zat yang terserap di tubuhnya, sehingga apa yang masuk ke tubuh si anak harus terkontrol. Seminar itu hanyalah awal dari perjalanan selanjutnya. Jika memang mereka ingin memberikan pengobatan yang tepat untuk Charissa, ada terapi intensif yang harus dikerjakan dengan komitmen penuh dari orang tuanya dan berlokasi di Jepang. Awal terapi seharusnya dilakukan di Glenn Doman pusat di Philadelphia, USA. Namun dengan mempertimbangkan jarak plus biaya, Melinda daftar untuk bisa mengikuti terapi Glenn Doman di Jepang. Hari demi hari, bulan demi bulan;

82

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 82

9/16/17 9:14 AM


follow up terus diupayakan untuk mendapat jatah terapi, tapi panggilan itu tak kunjung datang. Mei akhir, mereka memutuskan untuk refreshing dan mengajak Vincent ke Singapura, di sana Melinda mendapat kabar bahwa Charissa bisa ikut terapi di Jepang. Saatnya tiba mereka berangkat sekeluarga ke Jepang untuk melakukan sesi terapi. Setiap hari Melinda harus mencatat asupan apa yang masuk ke anak dan apa saja yang dilakukan dalam sehari itu. Advokat di Jepang (istilah untuk terapis di sana) menuntut orang tua untuk terlibat dalam terapi itu 24 jam sehari. “Parents harus support untuk kemajuan anak, kita bikin laporannya itu udah kayak orang gila,” jelas Robby. Glenn Doman mengubah semua cara hidup mereka: asupan organik, serat, lemak semua ditimbang; no parfum, no kimia. Tabung oksigen selalu tersedia di rumah dan bawa saat perjalanan. Karena braininjured akan lebih parah ketika oksigen di otak kurang. Pergi kemana pun Melinda juga memboyong ‘dapur Charissa’ yaitu perlengkapan memasak khusus demi menjaga kebersihan makanannya. “Bukan kami berlebihan, tapi memang kondisi yang memaksa harus begini,” jelas Melinda.

Aku menyangka dalam kebingunganku, “Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu.” Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 83

83

9/16/17 9:14 AM


Meskipun tidak pernah menyerah dalam proses pengobatan Charissa, rasa lelah sudah pasti mereka hadapi. Pada saat itu Robby hanya mengunjungi gereja Katolik di waktu Natal dan Paskah, karena punya prinsip, “Mendingan saya melakukan hal yang benar meski gak ke gereja daripada ke gereja tapi ga benar.” Melinda yang masa mudanya aktif di gereja Kalam Kudus Malang, beberapa kali mengajak Robby ke gereja namun selalu mendapatkan penolakan. Tahun 2012 mereka mengikuti kelas GKGW (Growing Kids God’s Way ). Awal-awal Robby sering enggan hadir di pertemuan besar maupun kelompok. Mindra (saat ini majelis komisi pasutri di GKY BSD) sebagai teman bermain bulu tangkis juga sering mengajak untuk hadir kebaktian umum. Tapi Robby masih merasa berat hati. Hingga suatu ketika, Robby tertidur lelah di kamar Charissa dan saat terbangun matanya sudah penuh air mata dan ia bicara ke Melinda, ”Saya mau pulang ke rumah Tuhan.” Akhirnya mereka memilih GKY BSD. “Ga tau kenapa, tiba-tiba muncul pemikiran di benak saya, gimana caranya mengenalkan Tuhan ke anakanak kalau kami saja tidak pernah bergereja,” kata Robby. Mereka mulai mengikuti kelas katekisasi. Beberapa saat sebelum baptis, Robby merasa kurang yakin. Ia putuskan mengundang GI. Edy Gurning untuk bertanya secara detail tentang kekristenan. GI. Edy menjelaskan dengan buku-buku yang sudah ia persiapkan hingga Robby mantap

84

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 84

9/16/17 9:14 AM


untuk baptis secara Kristen, bukan hanya berdua dengan Melinda bahkan sekaligus dengan anak-anak. Momen kembali pada Tuhan itu mengubah banyak hal. Yang tadinya setiap melihat Charissa mereka merasa kasihan, sejak saat itu mereka melihat Charissa adalah anak yang sangat beruntung. “Dia punya papa, mama, koko yang sangat sayang sama dia; makanan dan segalanya selalu kita usahakan yang the best … kenapa kita kasihan pada dia?” kata Robby. Keluarga ini sangat bersyukur dengan adanya Vincent, sebagai penghibur dan juga ‘tim terapis’ untuk Charissa. “Puji Tuhan kami bisa menjalani ini bersama-sama, kami juga tetap diingatkan untuk membagi perhatian ke Vincent yang sangat sayang dan sabar dengan adiknya,” ujar Robby. Waktu ke The Institutes-Glen Doman di Jepang, hari pertama adalah wawancara apa yang terjadi selama enam bulan ke belakang—apa saja yang dilakukan—dan Vincent membantu banyak sebagai translator. Ketika mereka pergi ke tempat akupunktur, Vincent ikut hadir dan bahkan ikut terlibat dalam menemani anak-anak special needs lainnya. Di situ mereka melihat penghiburan dan anugerah Tuhan yang diberikan melalui kehadiran Vincent. “Kalau ga ada Charissa, kita belum tentu tahu dan sadar akan kelebihan koko,” kata Robby. Tuhan mengubahkan hati mereka seiring dengan proses pengobatan Charissa. Pada awalnya mereka tertutup dan malas untuk bergaul karena capek dengan pertanyaan orang ketika melihat Charissa. Tapi saat mereka mulai ke gereja, membuka diri dengan teman-teman dan dengan sesama orang tua yang anaknya berkebutuhan khusus; banyak hal positif yang mereka rasakan. “Sekarang kalau kita bisa sharing dan hasilnya positif untuk anak-anak lain, kita seratus persen ikut senang—bukan lagi mikirin kenapa ke anak dia ada efeknya tetapi kok anak kami gak,” senyum Robby.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 85

85

9/16/17 9:14 AM


Bergaul dengan komunitas orang tua dengan anak yang punya special needs juga membuat mereka dikuatkan ketika rasa lelah melanda. “Ada yang badannya melengkung kayak udang, ada yang duduk saja tidak pernah bisa lurus; kami seperti diingatkan untuk menikmati Charissa ... senyumnya cantik, badannya bagus,” ujar Melinda. ”Waktu ga ada suster saya sempat stres, sehari Charissa ditargetkan sejumlah kalori, dia buka mulut aja cuma setengah sentimeter paling masuk beberapa butir nasi, kapan habisnya … tapi saya dikuatkan ketika suatu hari lihat anak lain bernapas saja penuh perjuangan, apalagi makan,” kenang Melinda. Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib .…

Berbagai terapi yang tidak murah, waktu dan tenaga terus mereka upayakan. ”Semua karena kemurahan dan mukjizat Tuhan. Ketika kami merasa semua pintu sudah tertutup tiba-tiba Tuhan beri satu jalan lagi yang tidak terpikir dan tidak terbayangkan sebelumnya,” ucap Melinda penuh syukur. Melalui pergumulan tentang vitamin Charissa dan alat-alat yang harus mereka beli setiap kali juga menyadarkan Robby dan Melinda betapa baiknya Tuhan. Belum lama ini, mereka membeli alat bantu berjalan (walker) yang besarnya seperti dua koper besar berjajar. Rasa was-was sudah menghantui ketika mereka di bandara Penang, dengan keyakinan Tuhan pasti kasih jalan ternyata bisa lolos dari petugas tanpa dibongkar. Antrian sangat panjang, namun karena

86

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 86

9/16/17 9:14 AM


mereka membawa Charissa, mereka bisa masuk lebih dulu lewat jalur khusus. Sampai di Bandara Soekarno-Hatta mereka harus mendorong bagasi termasuk kotak super besar itu. “Saya sudah sedia lakban, saya pikir pasti akan diperiksa petugas … ternyata diizinkan lewat tanpa dibongkar,” ujar Robby. Itu pun mereka yakini kuasa Tuhan yang bekerja. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Betapa banyaknya penyertaan Tuhan yang mereka lihat melalui Charissa. Beberapa waktu lalu, Charissa menjalani akupunktur lidah selama dua puluh hari oleh sinse dari Hong Kong, meskipun sempat gentar ketika mendengar biaya US$6,000. “Cara Tuhan ajaib, tiba-tiba teman yang dulu pernah saya bantu setup pabrik kasih angpau dalam bentuk US$ juga,“ kata Robby. Setelah beberapa kali akupunktur, Charissa bisa mempertemukan tangan kanan dengan tangan kiri. “Dulu Vincent kecil bisa jalan dan berlari kita rasa biasa saja, tapi sekarang melihat Charissa bisa menepuk tangan sekali saja sudah amazing,” kata Robby tentang keajaiban Tuhan yang ia saksikan. Robby yang

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 87

87

9/16/17 9:14 AM


dulunya berantakan sekarang teratur membersihkan seisi rumah. “Masalahnya kalau sampai Charissa sakit semua perkembangan yang didapatkan berbulan-bulan langsung drop dan masalah kecil seperti pilek jadi panjang urusannya,” kata Melinda. “Kalau masuk rumah sakit bisa kena antibiotik, padahal pencernaan dia ga tahan. Ada yang namanya jamur candida itu menghabiskan semua nutrisi dalam tubuh sampai waktu itu Charissa sempat jadi kurus sekali,” tambah Melinda. Mukjizat dalam pekerjaan juga didapatkan oleh Robby. “Tempat kerja sekarang, buat saya nilainya paling tinggi, saya pernah ditawari untuk pegang Asia Pasifik ... tapi saya pikir kapan saya pulang kalau gitu. Di sini, saya bisa membereskan pekerjaan dari rumah, setahun bisa beberapa kali izin bawa Charissa terapi,” ujar Robby. Anugerah yang besar mereka rasakan dengan kehadiran Vincent dan Charissa. Robby berkata, “Sekarang kita jalani dengan sukacita, jangan sampai parents dengan anak spesial malah merasa bahwa kita ini dapat barang reject, bahkan mempertanyakan siapa yang bikin reject.”

88

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 88

9/16/17 9:14 AM


Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.

Robby dan Melinda saat ini sangat terbeban untuk membantu orang tua lain yang punya anak dengan kebutuhan khusus. Mereka ingin mengumpulkan teman-teman dan membentuk wadah informasi untuk membantu mereka yang membutuhkan. “Di luar negeri bahkan Singapura saja sangat banyak alat yang memang bisa digunakan untuk melatih anak-anak ini, di sini hampir tidak ada, dan kecenderungan orang tua malah seperti memasung—membatasi ruang gerak mereka,” kata Melinda. Menikmati, menanti hal-hal kecil perkembangan dari Charissa membuat mereka sekeluarga melihat kebaikan Tuhan yang tiada henti dalam kehidupan mereka. Mereka sangat sadar sudah begitu banyak usaha, tenaga, waktu, dan dana tak terhitung untuk mengobati Charissa; tanpa jaminan akan berhasil, tapi semua tetap mereka kerjakan dengan kasih. “Kami tidak berani menuntut Tuhan beri hasil seperti apa, kita hanya berusaha ... menjalani dengan sukacita. Kami yakin Tuhan beri yang terbaik untuk kami, apa pun itu,” kata Robby menutup kesaksiannya

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 89

89

9/16/17 9:14 AM


Esther Susabda:

Kalau Tetap Tidak Mau Bertobat ... Ya “Goodbye” Saja 90

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 90

9/16/17 9:14 AM


/ Hendro Suwito /

D

r a. Est h er S u sabda , P h . D. adalah satu dari sedikit tokoh

Kristen yang secara intensif mulai memperkenalkan layanan konseling bagi masyarakat di Indonesia empat dekade lalu. Bersama suaminya— Pdt. Yakub B. Susabda, Ph.D.—tidak terhitung jumlah klien yang pernah merasakan pendampingannya.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 91

91

9/16/17 9:14 AM


Pada tahun-tahun terakhir, Ibu Esther aktif melayani melalui Hope Counseling & Assessment Center di Karawaci. Hope Counseling & Assessment Center, yang berada dalam lingkungan kampus Universitas Pelita Harapan, menyediakan layanan konseling tanpa dipungut biaya dan sejumlah tes psikologi/ kepribadian. Layanan ini didukung oleh Sekolah Tinggi Teologi Reformed Indonesia dan Pelita Harapan. Bu Esther juga aktif sebagai dosen STTRI bidang Psikologi, Konseling, dan Teologi Praktika. Doktoranda lulusan Universitas Maranatha Bandung (1973) ini melanjutkan studi ke Biola University di La Mirada di dekat Los Angeles. Di universitas Kristen terkemuka di Amerika ini, Bu Esther meraih gelar Ph.D. di bidang pendidikan, khususnya tentang perkembangan jiwa anak. Keluarga selalu menjadi fokus utama layanan konseling Bu Esther, baik berkaitan dengan hubungan suami-istri maupun hubungan orang tua dengan anak-anaknya. Beliau mendalami banyak bidang seputar kehidupan keluarga. Dalam kuliah, seminar, atau perbincangan melalui radio; Bu Esther menyoroti berbagai topik seperti komunikasi suami-istri, forgiveness in the family, emotional divorce, mengasihi pasangan yang sulit, hubungan menantu-mertua, mendampingi anak bermasalah, anak dan autisme, woman of faith, peran ayah dalam pendidikan anak, mengembangkan anak yang tangguh, dan banyak lagi. Redaksi Nafiri menemui Bu Esther di kantornya di Gedung Hope pada paruh kedua bulan Juli untuk berbincang tentang berbagai permasalahan yang sering membuat kerdil kehidupan keluarga, termasuk keluarga-keluarga Kristen. Nafiri berharap tulisan ini dapat menjadi berkat, menambah wawasan dan kewaspadaan, serta bisa menjadi bekal saat menakhodai keluarga kita di tengah badai ‘kemajuan zaman’ yang terus mencoba menenggelamkan bahtera keluarga kita. 92

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 92

9/16/17 9:14 AM


Nafiri (NF): ): Bagaimana perkembangan layanan konseling saat ini? Apakah kesadaran masyarakat sudah semakin meningkat untuk mencari layanan konseling saat sedang mengalami masalah kehidupan? Esther Susabda (ES): Iya benar .... Dan kebutuhannya luar biasa sekali. Kalau dulu orang-orang merasa malu, sekarang tidak lagi. Sekarang kesadaran untuk mengakses layanan konseling sudah semakin tinggi. Situasinya sudah jauh berubah. Apalagi kalau tempatnya seperti di sini (Hope di Karawaci) yang kesannya tidak seperti di poliklinik atau kampus (teologi). Orang merasa lebih nyaman untuk datang. Kalau seperti di kampus (teologi), orang masih mikir untuk datang, apalagi kalau latar belakang agamanya berbeda. NF: Apakah Hope menetapkan biaya bagi orang yang datang untuk mendapatkan layanan konseling? ES: Sejak dibuka, kami tidak menetapkan biaya bagi orang yang datang untuk konseling. Tujuannya agar semua orang dari berbagai latar belakang tidak terhalang untuk datang. Banyak yang memerlukan layanan konseling justru orang yang sedang mendapat masalah, termasuk kondisi finansialnya. Mereka harus mencari bantuan ke mana kalau layanan seperti ini menetapkan biaya, apalagi kalau cukup mahal. Misalnya mereka yang mengalami KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) dan kondisi keuangannya tidak memungkinkan untuk membayar, terus mereka mau ke mana? Yang membutuhkan konseling itu dari berbagai kalangan, bukan hanya mereka yang punya uang. Kami menyediakan kotak sumbangan untuk mereka yang tergerak secara sukarela mendukung layanan ini. Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 93

93

9/16/17 9:14 AM


Kalau ada konflik antara suami dan istri, misalnya, istri diperlakukan secara kasar oleh suaminya, selalu akan membawa dampak pada kehidupan anak-anaknya. Bisa saja, gejala yang muncul adalah anak yang jadi nakal, bandel, tidak mau sekolah, dan sebagainya ....

NF: Fokusnya tetap pada permasalahan keluarga ya Bu? Dan sekarang ini apa saja permasalahan keluarga yang paling banyak terjadi? ES: Permasalahan antar suami-istri masih menjadi permasalahan utama. Kalau ada konflik antara suami dan istri, misalnya, istri diperlakukan secara kasar oleh suaminya, selalu akan membawa dampak pada kehidupan anakanaknya. Bisa saja, gejala yang muncul adalah anak yang jadi nakal, bandel, tidak mau sekolah, dan sebagainya. Dulu, kalau anak sudah sangat berat masalahnya baru orang tuanya datang mencari bantuan. Misalnya, ketika anaknya ketahuan memakai narkoba. Sekarang sudah jauh lebih terbuka, tidak malu lagi. Orang tua lebih sadar untuk mencari bantuan ketika melihat anaknya mengalami kesulitan. Ketika kita bicara dengan anaknya, kadang kita terkaget-kaget karena anaknya langsung menjawab, “I am a gay.” Anak sekarang jauh lebih terbuka. Dulu kita harus congkel-congkel dari berbagai sisi baru anak mau terbuka kalau dia mengalami masalah seksual seperti ini. Kita harus gali lingkungannya, pergaulannya, dan sebagainya. Sekarang tidak .… Ada anak SMA kelas dua, umur tujuh belas tahun, tidak mau sekolah .... “Kenapa tidak mau sekolah? Mengapa orang tuamu sampai bo hwat?” “Nothing .… Maybe because I slept with women.” Ada kasus-kasus anak muda yang bermasalah secara seksual, ada pemuda yang gay atau gadis yang lesbi. Baik anak laki-laki atau perempuan bisa mengalami permasalahan seperti ini. 94

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 94

9/16/17 9:14 AM


NF: Sebenarnya kasus-kasus lesbian, gay, dan penyimpangan seksual seperti ini baru melonjak akhir-akhir ini atau sudah dari dulu? ES: Dari dulu juga sudah cukup banyak. Tetapi sekarang memang ada ekspose sosial media yang sangat luar biasa dan vulgar. Dulu pada saat saya mau menikah saja saya masih belum tahu apa-apa. Sekarang, anak-anak kecil bahkan sudah terekspose pada pornografi. Film-film gay dan lesbi banyak sekali dan mudah sekali diakses, juga hubungan seks yang tidak wajar. Sekali anak muda mencoba-coba; mereka akan ketagihan, mereka ingin terus mengalami. Dan sekali mereka merasakan, akan sulit sekali untuk dikoreksi. Cukup banyak keluarga mengirim anaknya belajar ke luar negeri. Maksudnya baik, tetapi banyak orang tua tidak memikirkan apakah anak-anak itu sudah siap atau belum. Mereka hanya memikirkan karir anak-anaknya di masa depan, tapi gagal untuk memberikan pembekalan yang memadai bagi mereka untuk menghadapi situasi yang akan dimasuki di sana. NF: Umumnya apa yang menjadi pemicu terjadinya kasus-kasus lesbian, gay, atau penyimpangan seksual? ES: Yang menjadi pemicu utama adalah ketidakberesan kehidupan orang tuanya. Kalau orang tua tidak menjadi contoh, akan sulit bagi anaknya. Bagaimana kalau ayahnya ada afair; ibunya ada afair .... Hubungan dalam keluarga pasti kacau dan anak-anaknya pasti akan terkena dampaknya. Ada kasus keluarga yang punya anak tunggal—perempuan, cantik—dari keluarga Kristen yang dianggap baik. Tetapi, ternyata dia menjalin hubungan sesama jenis dengan seorang pelayan toko. Dia berbohong akan ikut retret, tetapi ternyata dia menginap di tempat kos pelayan toko itu. Papanya tak sengaja melihat kok ada anak perempuan mirip anaknya sedang naik angkot. Dia ikuti angkot itu. Dan benar, anaknya turun dan jalan masuk ke sebuah rumah yang ternyata adalah tempat kos si pelayan toko. Ketika anak ini dibawa oleh orang tuanya untuk konseling, orang tuanya sulit untuk memahami kalau anaknya sedang bermasalah. Mereka cenderung hanya menyalahkan sang pelayan toko, bukan anaknya. Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 95

95

9/16/17 9:14 AM


NF: Bagaimana orang tua seharusnya menyikapi jika terjadi situasi seperti ini? ES: Kemajuan teknologi sekarang ini memang membawa tantangan jauh lebih berat bagi orang tua. Anak-anak demikian mudah terpengaruh pada pornografi, kehidupan gay, lesbian, seks bebas, atau hubungan seksual yang menyimpang. Dampaknya sangat luar biasa bagi kehidupan anakanak sekarang kini. Orang tua dituntut untuk aktif mengikuti perkembangan teknologi sehingga bisa lebih memahami pergumulan anak-anaknya dan bisa mendampingi mereka dengan lebih baik. NF: Apakah lesbian dan gay ini lebih disebabkan faktor genetis saat kelahiran atau ‌? ES: Bukan (hanya itu). Sekarang lebih banyak karena faktor gaya hidup .‌ Ada dorongan untuk ikut coba-coba karena melihat film-film yang mengekspose hal-hal seperti itu. Kalau saat anak menghadapi situasi semacam ini dan orang tuanya gagal memberi pendampingan yang sangat dibutuhkan; anaknya bisa terjerat jadi gay, lesbi, atau mengalami penyimpangan seksual. NF: Apa yang harus dilakukan oleh orang tua kalau ada anaknya yang mengalami masalah seksual seperti ini? ES: Tidak ada jalan lain kecuali mereka mau bertobat. Obat yang paling dibutuhkan adalah kalau orang tuanya bertobat. Umumnya, yang menjadi akar dari permasalahan seperti ini adalah kehidupan orang tuanya yang kacau. Kalau mereka tidak mau bertobat ya tidak bisa (terjadi perbaikan). Orang tua harus mau menyediakan diri dan mengalokasikan waktu bagi anak-anaknya. Mereka harus mau benar-benar masuk ke dalam kehidupan anak-anaknya, mendampingi mereka dalam menghadapi masalahnya, dan menjadi teman bicara mereka. Mereka harus mau mengikuti bahkan tentang tugas-tugas sekolah anaknya, dan mendampingi sesuai tahapan perkembangan usia anaknya. Anak-anak juga bisa merasa sumpek dan tertekan hidupnya. 96

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 96

9/16/17 9:14 AM


NF: Bagaimana kalau orang tua tetap keras hati atau sibuk dengan diri mereka sendiri? ES: Kalau orang tua tetap tidak sadar dan tidak mau bertobat saat anakanaknya mengalami kehidupan yang melenceng … ya ‘goodbye’ saja. Kalau hubungan antara suami dan istrinya tetap kacau dan bertengkar terus, hubungan mereka dengan anak-anaknya pasti akan makin jauh dan anaknya akan terperosok semakin dalam. Ada pasangan yang usianya sudah empat puluhan saat menikah. Mereka punya seorang anak perempuan. Karena anak satu-satunya, dia terlalu dimanja. Ketika anaknya remaja, usia orang emajuan teknologi sekarang ini memang tuanya sudah enam puluhan; membawa tantangan jauh lebih berat bagi dan sudah sulit mengikuti orangtua. Anak-anak demikian mudah perkembangan yang sedang dialami oleh putrinya. Mereka terpengaruh pada pornografi, kehidupan gay, tidak mengerti internet dan media lesbian, seks bebas atau hubungan seksual sosial. Hubungan mereka berdua yang menyimpang. Orangtua dituntut untuk juga bermasalah dan bertengkar aktif mengikuti perkembangan teknologi terus. Akhirnya anaknya terjebak sehingga bisa lebih memahami pergumulan pada kehidupan seksual dengan sesama jenis. anak-anaknya dan bisa mendampingi mereka Ketika mereka menyadari dengan lebih baik. ada yang salah dengan anaknya, kondisinya sudah sangat sulit. Mereka mau mendekati dan membelai-belai anaknya, tapi dia sudah tidak mau. “Ndak ... ndak ....” Mau diajak jalan-jalan agar bisa bicara dari hati ke hati juga sudah tidak mau. Deep down in her heart dia sangat membutuhkan bantuan, tetapi hubungan dengan orang tuanya sudah terlanjur rusak.

K

NF: Bagaimana kita harus menyikapi perkembangan teknologi yang demikian besar dampaknya pada kehidupan anak-anak? ES: Kita tidak bisa sekadar menolak (kalau anak minta dibelikan gadget). Kita harus mau belajar dan memahami apa yang bisa dilakukan oleh gadget itu.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 97

97

9/16/17 9:14 AM


You have to know apa yang akan kamu beli untuk anakmu. Tanggung jawab atas apa yang digunakan oleh anak-anak kita ada pada orang tuanya. Dampak perkembangan teknologi pada anak-anak sangat luar biasa. Salah sekali kalau kita berikan gadget pada mereka supaya mereka tidak mengganggu kita, supaya mereka asyik dengan dirinya sendiri. Ini sangat salah. Kita harus tahu apa isi dan fungsi gadget-gadget itu. Jangan sampai anak justru addicted pada hal-hal yang akan merusak hidup mereka. Orang tua kadang baru kaget ketika anaknya ketahuan membuka situssitus porno. Mereka langsung menyita gadgetnya. Ini bukan solusi. Anak bisa pergi ke rumah teman, ke tetangga, atau ke warnet untuk mengakses situssitus semacam itu. NF: Bagaimana agar pasangan-pasangan muda bisa lebih seimbang dalam mendampingi anak? Bagaimana agar mereka bukan hanya mati-matian mengejar karir dan materi yang justru akhirnya menelantarkan keluarganya? ES: Harus ada rasa takut akan Tuhan. Kita mau melihat maksud dan rancangan Tuhan bagi keluarga kita atau tidak. Keluarga harus mau hidup dalam rasa takut/hormat pada Tuhan. Sangat salah kalau pasangan menunggu hingga usia empat puluh tahun lebih atau kalau sudah kena strok baru mikir bagaimana harusnya mendampingi anak. Sudah terlambat. Memang masyarakat sering mengukur kesuksesan hidup dari karir dan kecukupan materi seseorang. Banyak pasangan muda yang ingin kaya dengan cepat sehingga bisa pensiun dan menikmati hidup pada usia empat puluh. Ini mimpi mereka ... which is impossible. Tanpa ada rasa takut akan Tuhan dan step by step mencoba memahami dan menata nilai-nilai hidup yang benar dalam keluarga ‌ ya sulit. Hubunganmu dengan Tuhan bagaimana? Banyak keluarga gagal mendampingi anak-anaknya pada masa awal pertumbuhannya atau saat mereka sedang benar-benar membutuhkan kehadiran orang tuanya. Nanti baru setelah dua puluh tahun mereka sadar dan sudah terlambat karena anak-anaknya sudah jauh melenceng. Kalau sudah begini kan orang tuanya mati ngenes (sangat merana). 98

BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 98

9/16/17 9:14 AM


Jadi sejak anak masih usia balita, orang tuanya sudah harus secara intensif memberikan pendampingan yang sesuai dengan tahapan perkembangan usia mereka. NF: Bagaimana pendampingan bagi anak yang sesuai dengan tahapan perkembangan mereka? ES: Kita orang Asia kebiasaannya ‘telling’ … memberi arahan lewat katakata, termasuk menegur atau memarahi anak-anak kita. Ini hanya cocok bagi anak-anak pada tahapan usia di bawah enam tahun. Untuk anak yang lebih besar, 7–12 tahun, tidak cocok lagi. Yang cocok adalah ‘teaching’. Tetapi, pada tahapan ini banyak orang tua yang gagal karena mereka sedang sibuk-sibuknya meniti karir. Mereka terus memakai pola ‘telling’ yang sudah tidak efektif lagi. Pada usia tiga belas hingga delapan belas tahun beda lagi. Yang harus dilakukan oleh orang tua adalah ‘participating’. “Ooo, kamu mau beli baju baru? Baik, kamu juga ikut menabung ya.” Kalau mereka sudah lebih besar, pola pendampingan yang sesuai adalah ‘delegating’— memberi mereka kesempatan dan kepercayaan untuk melakukan berbagai hal dalam kehidupan keluarga. NF: Apa yang dapat dilakukan oleh gereja untuk jemaatnya dalam menghadapi permasalahan keluarga yang semakin kompleks? ES: Gereja punya peran sangat penting dalam membina kehidupan jemaatnya. Gereja perlu punya wadah dimana suami-istri bisa belajar untuk membina pernikahan mereka. Di STTRI ada pelajaran psikologi dan teologi keluarga. Semua mahasiswa harus mengambil mata pelajaran ini.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 99

99

9/16/17 9:14 AM


Dari situ mereka tahu maksud dan tujuan Tuhan akan pernikahan dan keluarga. “Ooo sebetulnya God’s purpose terhadap pernikahan itu begini ....” Ini untuk melengkapi para calon hamba Tuhan agar punya pemahaman yang benar tentang pernikahan dan keluarga. Pada banyak gereja ada komisi wanita dimana para istri belajar bagaimana harus bersikap sebagai istri dan sebagai ibu. Komisi semacam ini sangat berguna untuk memperlengkapi para istri agar mereka dapat menjalankan perannya dalam kehidupan keluarga. Kalau tidak mulai dari kita—gereja dan jemaatnya—bagaimana bisa terjadi perubahan? Kalau cuma teriak-teriak saja ya tidak bias .… NF: Bagaimana dengan kaum pria? Apakah perlu wadah untuk bisa saling ‘sharing’ antara suami-suami karena masih sangat jarang ada komisi pria di gereja-gereja? ES: Kalau bisa diadakan forum semacam itu pasti akan sangat baik. Pada forum seperti ini para suami bisa saling berbagi pengalaman. Dari hasil riset, 98 persen dari para lelaki memang lebih mementingkan karir dan pekerjaan daripada bagaimana menjalankan perannya dalam keluarga, termasuk dalam mendidik anak-anaknya. “Itu kan kerjaan perempuan (istri) … bukan kerjaan suami .…” Pemikiran yang keliru seperti ini bisa diluruskan dalam forum semacam ini. Mulai saja dengan pertemuan-pertemuan informal, misalnya lima hingga tujuh orang kumpul-kumpul untuk saling berbagi. Pasti dampaknya akan sangat positif. Dan inisiatif ini akan membuat orang-orang yang lain ingin bergabung. Forum seperti ini bisa diadakan sebulan sekali secara independen dan tidak memberi beban tambahan bagi hamba Tuhan yang ada. Kalau forum semacam ini makin bertumbuh dan berkembang, gereja pasti akan sangat bersyukur. Bagaimanapun, dalam kehidupan keluarga, para suami adalah pilarnya. Banyak keluarga terperosok dalam berbagai masalah karena para kepala keluarga tidak menjalankan fungsi dan perannya secara benar. Keluarga sangat membutuhkan adanya maleness in the family: ayah-ayah yang melakukan perannya secara benar sebagai breadwinner, yang jantan, gigih, punya daya juang, punya semangat, dan bisa menjadi contoh bagi anak100 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 100

9/16/17 9:14 AM


anaknya. Kalau dalam keluarga tidak ada ayah seperti ini, pasti anak-anaknya akan mengalami masalah. Forum kaum pria seperti ini tidak bisa ditunggu lagi. Harus ada. Harus mulai dijalankan agar bisa membawa dampak lebih positif bagi keluarga para jemaat dan bagi perkembangan anak-anaknya....

“

Hubunganmu dengan Tuhan

bagaimana? Banyak keluarga gagal mendampingi anak-anaknya pada masa awal pertumbuhannya atau saat mereka sedang benarbenar membutuhkan kehadiran orangtuanya. Nanti baru setelah 20 tahun mereka sadar dan sudah terlambat karena anak-anaknya sudah jauh melenceng.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 101

�

101

9/16/17 9:14 AM


kacamataku vs kacamata-Mu

102 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 102

9/16/17 9:14 AM


/ H u m p re y /

“Gunung Sahari, Bang!” panggil seorang pria langsing sambil melompat ke jok belakang ojek motor langganannya (saat itu belum ada ojek online). Sesampainya di suatu kantor, bergegas ia ke toilet untuk mencuci muka dan merapikan pakaian yang dikenakan. Tidak lupa ia mengecek isi tasnya dan memastikan bahwa senjata andalannya sudah ia bawa. Apa itu? Kacamata. Memangnya ia tidak bisa melihat jauh tanpa kacamata? Bisa, hanya agak kurang jelas. Lalu mengapa kacamata itu jadi andalan? Apakah ia perlu melihat jarak jauh? Tidak juga. Ternyata ia akan wawancara kerja. Mengapa harus pakai kacamata? Biar lebih pede (percaya diri), lebih kelihatan serius, lebih terpelajar alias pintar … hmmm … ya itu pemikirannya saat itu. Siapakah pria di atas? Saya sendiri … hehehe .… Ya itulah yang pernah saya lakukan saat awal-awal melamar kerja di tahun 2003 di sebuah lembaga keuangan. Kacamata selalu menemani di tas kerja. Padahal waktu itu paling-paling mata saya hanya minus satu.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 103

103

9/16/17 9:14 AM


Sebuah situs menyebutkan bahwa Anda akan terlihat lebih mengesankan jika mengenakan kacamata saat diwawancarai oleh pencari kerja. Benarkah begitu? Kesan ‘mata empat’ alias berkacamata mengisyaratkan bahwa orang itu senang membaca, berotak encer, atau kutu buku terutama saat di bangku sekolah. Menurut Cary Cooper, profesor bidang psikologi, ”Tidak mengherankan jika perusahaan ingin mempekerjakan staf yang cerdas, dan gagasan bahwa orang cerdas biasanya berkacamata merupakan stereotip lama yang belum hilang.” Fakta yang mengejutkan adalah empat puluh persen dari orang berpenglihatan normal akan mempertimbangkan memakai kacamata jika hal itu akan meningkatkan peluang mereka mendapatkan pekerjaan. Hehehe .… Bukan cuma gue kan? ☺ Padahal, apakah benar memakai kacamata itu artinya pintar dan senang membaca? Bisa jadi karena kebanyakan nonton televisi dari jarak dekat, membaca di tempat gelap, dan kebiasaan kurang baik lainnya hingga matanya rusak kan? “Jangan membaca di tempat gelap! Jangan membaca sambil tiduran! Jangan menonton televisi terlalu dekat!” (Bila diubah dalam nada positif, contohnya: Membacanya di tempat terang ya … :p). Mungkin hal itulah yang sering kita dengar dari orang tua kita di masa lalu. Kalau sekarang mungkin di tambah, ”Jangan lihat tab (tablet/pad) handphone terlalu dekat!” :p Sudah sejak lama, kacamata digunakan oleh hampir semua kategori umur, bahkan oleh anak TK. Coba dicek dulu, mungkin mereka seperti saya yang waktu kecil menganggap pakai kacamata itu keren, sehingga saya mengabaikan semua peringatan orang tua saya dan ‘merusak’ mata saya sendiri dengan membaca di tempat gelap atau kegiatan kurang positif lainnya agar dibelikan kacamata. Bodohnya. Menyesal? Iya, tapi apa daya mata sudah minus. Untungnya, walau saya jarang memakai kacamata justru mata saya semakin membaik/minusnya bahkan hilang (beda dengan kata dokter ya?). 104 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 104

9/16/17 9:14 AM


Saya pikir, kacamata saat ini sudah banyak bergeser fungsinya. Dulu mungkin orang menggunakan kacamata karena minus. Ada juga yang ingin bergaya dengan mengenakan kacamata hitam. Namun, sekarang fungsinya justru bergeser menjadi aksesori fesyen. Kacamata adalah tren fesyen yang dapat membuat seseorang semakin ganteng, imut, manis, dan cantik setelah memakainya. Ga percaya? Nih lihat buktinya:

Yang cowok mirip saya ga? Gaklah ya ‌ lebih gantengan saya pastinya ‌ pede aja lagi ‌ hahaha ... Kembali ke soal kacamata, ternyata ada tiga tipe kacamata yang lagi ngetren di tahun 2017 (baru tahu juga, maklum ga ngikutin tren) : 1. Clear or transparent eyeglasses

Kacamata dengan bingkai bening ini ternyata lagi banyak digandrungi oleh orang fesyen. Kacamata dengan ukuran bingkai yang lebih besar lagi ngehit di tahun ini. Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 105

105

9/16/17 9:14 AM


2. Tortoise shell eyeglasses

Kacamata jenis ini disebut tortoise shell eyeglasses karena bingkainya yang mirip corak tempurung kura-kura. Dibanding sama kacamata dengan bingkai yang seluruhnya berwarna bold seperti hitam atau coklat, tortoise shell eyeglasses ini lebih ngasih kesan softer di wajah kita. 3. Gold metal wire frame eyeglasses

Bingkai kacamata yang hit tahun 90-an ini ternyata balik lagi jadi tren di pasaran. Bentuknya simple and straight to the point. Desain bingkai ini juga bisa membuat kita terlihat elegan dan unik. Kacamata jenis ini lebih cocok dipakai di dalam ruangan karena fragility dari kacamata ini bisa membuat kita sulit beraktivitas di luar. Bingkainya yang tipis juga memberi kesan fresh untuk wajah kita. 106 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 106

9/16/17 9:14 AM


Tunggu dulu, apakah setiap bentuk kacamata akan cocok dengan muka kita? Simak dulu teori berikut ini:

Hayo … sudah tahukah bentuk muka kita sendiri? Kalau belum … ayo lihat cermin dulu … hehe …. Dari uraian di atas, kita bisa saja sangat memperhatikan kacamata dan penampilan kita. Sejumlah toko mungkin kita telusuri untuk mendapatkan kacamata yang cocok bagi kita; kacamata yang bisa membuat kita melihat lebih jelas warna-warni kehidupan, dunia sekitar, gemerlap kota, dan keluarga kita. Namun, sudahkah kita menyadari bahwa itu semua hanya kacamata manusia biasa? Maukah Bapak dan Ibu menggunakan kacamata lain yang bisa membuat kita melihat kehidupan kita dengan lebih jelas? Kacamata apa nih? Kacamata Allah, itu jawabannya. Apakah Allah berkacamata? Tentunya tidak. Ini hanya sekedar kiasan saja. Kiasan ini sering dipakai, baik di kalangan orang Kristen maupun nonKristen. Intinya kurang lebih sama: Kacamata Allah adalah cara pandang dari sudut Allah. Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 107

107

9/16/17 9:14 AM


Cara pandang Allah itu seperti apa maksudnya? Yuk kita ingatingat kembali cerita di Perjanjian Lama. Bangsa Israel ingin memiliki raja yang gagah seperti bangsa-bangsa lain, dan dengan kata lain mereka menolak Tuhan sebagai raja. Dipilihlah seorang calon raja pertama dari antara sejumlah kandidat, seseorang yang berperawakan gagah dan elok parasnya—top bangetlah kalau dari kacamata manusia. Namanya Saul. Namun, singkat cerita, pada akhirnya Tuhan menolak dirinya sebagai raja Israel karena kesombongannya, kesalahan yang dilakukannya dalam hal mempersembahkan korban bakaran yang seharusnya menjadi tugas imam, rasa iri dengkinya, dan hal-hal lain yang membuatnya tidak berkenan menurut kacamata Allah. Apakah Allah lebih mengutamakan penampilan fisik seseorang yang akan diurapinya? Mari kita lihat di 1 Samuel 16:7, “Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel, ‘Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah, manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.’” Ayat ini membahas kelanjutan kisah bangsa Israel; bagaimana Tuhan menyuruh Samuel ke rumah Isai, seorang yang tinggal jauh di Betlehem, untuk mengurapi seorang anaknya menjadi raja. Kakak-kakak Daud mungkin berpenampilan jauh lebih gagah dan keren daripada Daud, tetapi dengan kacamata-Nya Tuhan justru melihat Daud yang masih muda kemerahan dan seorang penggembala kambing domba, si bungsu yang tidak ‘dikandidatkan’ oleh ayahnya. Hasilnya, Daud dipilih menjadi raja. Walaupun dia pernah melakukan kesalahan, namun dalam kacamata Tuhan, Daud diakui sebagai hamba-Nya dan seorang yang setia kepada Allah sampai akhir hayatnya.

108 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 108

9/16/17 9:14 AM


Tidak hanya di Perjanjian Lama; di Perjanjian Baru ada kisah Zakheus, seorang yang pendek dan mungkin kurang sedap dipandang. Dari kacamata orang Yahudi masa itu; Zakheus adalah pemungut cukai, kelas rendahan, pengkhianat bangsa yang memeras saudaranya sendiri. Dari kacamata Tuhan? Zakheus adalah jiwa yang terhilang dan perlu diselamatkan. Zakheus adalah contoh dan teladan pertobatan. Banyak orang, yang tadinya mencibir karena Yesus singgah di rumahnya, akhirnya tercengang karena Zakheus mengembalikan hingga beberapa kali lipat uang yang pernah dia peras. Jelas beda kan kacamata manusia dengan kacamata Allah? Sabar, doakan, dan belajarlah untuk memahami cara pandang Tuhan. Kacamata-Nya jelas berbeda dengan kita. Mata-Nya melihat jauh ke depan, sesuatu yang mungkin tidak akan pernah kita sangka dan pikirkan. Namun Ia pasti akan memberikan yang terbaik untuk kita yang bersandar pada-Nya. Percayalah kepadaNya dengan segenap hatimu. Tuhan memberkati

Look at all your problems with GOD GLASSES on and view your circumtances through HIS EYES! Roman 8:28 “And we know that God causes all things to work together for good to those who love God, to those who are called according to His purpose.�

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 109

109

9/16/17 9:14 AM


Sudahkah Anda Tumbuh Subur dan Berbuah Lebat?

110 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 110

9/16/17 9:14 AM


/ Erwin Tenggono /

Pagi itu saya menemani istri ke pasar, sambil mengajak anak kami yang paling kecil. Kami membeli sayuran hijau yang segar dan buah-buahan ranum yang seakan sudah terasa manisnya.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 111

111

9/16/17 9:14 AM


Saat melihat sayur hijau dan buah-buahan, pikiran saya mendadak melayang pada seorang sahabat dalam pelayanan yang terjun dalam bisnis di bidang pertanian, khususnya hortikultura. Dia pernah bercerita tentang bagaimana proses dari sejak bibit ditanam hingga dipanen. Dia harus mengatur dan sangat memperhatikan kondisi tanah, pengairan, kadar asam basa, dan faktor lain yang bisa dikontrol. Di luar itu; juga ada faktor cuaca, angin, dan kelembaban udara yang akan mempengaruhi pertumbuhan sayur atau buah yang ditanam. Dan setiap tanaman sayur atau buah berbeda penanganannya. Sobat saya ini bahkan berbagi cerita bagaimana memakai hama untuk mematikan hama, kemudian baru diobati agar tanaman dapat bertumbuh lebih baik. Kalimatnya yang selalu saya ingat adalah, “Bisnis saya ini rada susah dikendalikan karena berurusan dengan alam (yang sulit untuk kita atur). Kalau loe nggak punya passion, nggak akan bisa. Dan setiap saat perlindungan Tuhan sebagai penguasa alam semesta itu nyata.� Saya kurang suka dunia pertanian dan perkebunan walau saya sangat menikmati segarnya buah dan sayur-mayur atau kebun yang hijau indah dan terawat. Saya bersyukur sahabat saya ini memberi suatu pemahaman mengenai dunia hortikultura. Sekarang saya lebih memahami bahwa di balik buah dan sayur-mayur yang saya nikmati ada pekerjaan besar yang dilakukan banyak orang dan bahkan faktor alam yang sangat bergantung pada pengaturan Tuhan. Sudah Sangat Berbeda Cerita di atas memberikan saya suatu analogi. Bukankah kehidupan kita manusia juga berjalan seperti itu? Sama seperti sayur dan buah yang tumbuh di tanah yang berbeda-beda, dirawat oleh petani yang berbeda, dan dalam kondisi

112 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 112

9/16/17 9:14 AM


alam yang berbeda; kita juga punya latar belakang dan tumbuh secara berbeda-beda. Kita lahir dalam lingkungan masyarakat yang berbeda, di keluarga yang berbeda latar belakang dan nilai-nilainya, dan banyak lagi faktor berbeda yang mempengaruhi pertumbuhan kita. Di balik semua itu ada maksud Tuhan yang khusus bagi kita dan keluarga kita, termasuk anak-anak kita. Namun, betapa sering kita sebagai orang tua mengharapkan anak-anak kita untuk tumbuh dan berkembang persis seperti kita. Padahal, ‘tanah dan lingkungan’ di mana kita bertumbuh sangat berbeda dengan ‘tanah dan lingkungan’ di mana anak-anak kita bertumbuh. Nilainilai dalam keluarga, sekolah, gereja, pergaulan, perkembangan teknologi, dan zaman yang kita alami sudah sangat berbeda dengan yang dialami anak-anak kita. Dan itu juga belum memperhitungkan faktor-faktor lain yang diatur oleh Tuhan bagi kita masing-masing. Sebagai seorang ahli di bidang hortikultura, sobat saya dan para karyawannya bisa melakukan banyak hal agar sayur atau buah yang ditanam mempunyai peluang menghasilkan panen yang optimal. Tetapi, ada faktor alam yang tidak bisa dikendalikan yang bisa membuat kebunnya sangat berhasil atau bahkan gagal total. Faktor alam ini hanya Tuhan yang tahu dan berkuasa untuk mengatur. Dan ini mengajarkan pada sobat saya itu untuk selalu bersandar dan mengandalkan bisnisnya hanya pada Tuhan Sang Pemilik Alam Semesta. TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya (Mazmur 24:1).

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 113

113

9/16/17 9:14 AM


Bagaimana kita menjalani kehidupan kita hingga saat ini? Apakah kita menganggap ‘tanah, proses, dan lingkungan’ yang membentuk diri kita selama ini kurang baik sehingga kita menjadi seperti ini sekarang? Apakah kita membandingkan ‘tanah, proses, dan lingkungan’ yang membentuk kita dengan ‘tanah, proses, dan lingkungan’ yang membentuk orang lain sehingga kita mudah menjadi iri hati dan menyalahkan segala hal yang membuat kita menjadi seperti ini? Pikiran-pikiran semacam ini sempat saya pertanyakan pada diri saya semasa saya muda dan sedang mencari jati diri. Rasa galau itu terus mewarnai pikiran saya hingga saya akhirnya mengenal Yesus Kristus dan mau menjalani suatu proses pembentukan yang baru. Semua yang telah ikut membentuk saya sebagai pribadi, yang dulu sering saya pertanyakan, kini saya fahami dalam pengertian baru bahwa semua itu dirancang dan diizinkan oleh Tuhan dalam perjalanan pembentukan kehidupan saya. Dua ayat Alkitab berikut ini memberi jawaban atas proses pencarian itu dan bagaimana saya boleh belajar untuk menjadikan Tuhan Yesus sebagai tempat bersandar. Yeremia 1:5, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau .…” Mazmur 71:6, “Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji.” Saling Mengingatkan Proses pembentukan itu kini terus berjalan di ‘tanah dan lingkungan’ yang baru. Melalui perenungan akan firman Tuhan, pergaulan dengan saudara-saudara seiman, dan kegiatan pelayanan yang saya terjuni; semua itu menjadi kesatuan dalam proses pembentukan diri saya. Saya bersyukur bisa terlibat dalam pelayanan, mengikuti seminar-seminar pembinaan kerohanian, ikut dalam kelas pendalaman Alkitab, mendengarkan firman, atau mendiskusikan pergumulan hidup dengan teman-teman sepelayanan.

114 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 114

9/16/17 9:14 AM


Dalam keluarga; kami juga berjuang untuk menumbuhkan kualitas kehidupan semua anggota keluarga, mendorong istri dan anak-anak ikut aktif dalam pelayanan, dan saling mengingatkan satu sama lain dalam kasih Kristus. Semua itu saya dapatkan sebagai anugerah yang tak terhingga nilainya karena saya telah dipindahkan di lahan yang lama pada lahan yang baru untuk bertumbuh kembang serta memilih untuk terus setia menjalani prosesnya. Pembentukan itu terus berjalan, dan saya percaya akan terus berjalan dengan baik walau kadangkala terasa sangat berat. Saya percaya di kala ‘tanah dan semua faktor lain’ yang membentuk kita itu benar adanya, kita akan dapat bertumbuh dengan baik dan akhirnya akan dapat menghasilkan buah-buah yang segar dan lebat. Biarlah kita boleh terus saling mengingatkan dan bertanya pada diri kita masing-masing: Apakah ‘tanah, kadar asam basa, angin, cuaca, hama, dan semua unsur lain’ yang akan membentuk bibit kehidupan kita semuanya sudah tepat? Apakah justru bibit hidup kita masih ada di lingkungan yang tidak seharusnya dan tidak mendapatkan perawatan yang semestinya? Apakah kita berani untuk berserah dan bersandar pada Tuhan penguasa alam semesta yang punya rancangan terbaik bagi kehidupan kita masing-masing? Allah Bapa yang memilih kita telah mengenal dan menjaga kita sejak dari dalam kandungan. Biarlah kita boleh terus bersandar pada-Nya dan dengan setia menjalani proses pembentukan yang Dia lakukan bagi kita karena rancangan-Nya selalu yang terbaik bagi masing-masing anak-Nya. Jadikanlah ibadah di gereja, kekuatan firman yang kita renungkan, rekan-rekan sepelayanan, dan komunitas di mana kita bergaul sebagai faktor penunjang bagi pertumbuhan kita. Dan dengan terus bersandar penuh pada kemurahan dan anugerah Tuhan, kita percaya bahwa pada saatnya nanti kita akan dapat menghasilkan buah-buah kehidupan yang kekal bagi kemuliaanNya. Tuhan Yesus memberkati

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 115

115

9/16/17 9:14 AM


116 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 116

9/16/17 9:14 AM


/ Humprey /

Memperhatikan, Meregenerasi, dan Bermultiplikasi Caring Group Fellowship (CGF) PATMOS

Sebelum kita masuk ke Caring Group Fellowship (CGF) Patmos, ada baiknya kita mengenal istilah Patmos ini sendiri. Patmos, yang dalam bahasa Yunaninya adalah Πάτμος (nah bingung kan bacanya), adalah sebuah pulau kecil di Laut Aegea. Pulau ini merupakan bagian dari Prefektur Dodecanese, Yunani. Luas wilayahnya 34,6 kilometer persegi dan kini memiliki populasi ±2.500 jiwa. Pulau ini adalah tempat Rasul Yohanes mendapat wahyu dari Allah, sehingga ia bisa menulis kitab Wahyu.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 117

117

9/16/17 9:14 AM


Setelah sepintas kita mengetahui tentang Pulau Patmos, sekarang mari kita masuk ke pembahasan mengenai CGF Patmos. Mengapa dinamakan CGF Patmos? Kurnia, salah satu jemaat yang saat ini bertempat tinggal di kawasan Foresta bercanda, ”Mungkin karena jauhnya ya, ini kan di daerah pengembangan BSD 2 dan sekitarnya … hahaha ….” Menurutnya ini hanya penamaan saja, namun beliau sendiri agak lupa apakah ini usul dari jemaat sendiri atau dari gembala.

Kurnia “Lalu bagaimana cikal bakalnya terbentuk CGF Patmos ini?” tanya saya. Kurnia menjawab, “CGF Patmos sendiri terbentuk awalnya karena beberapa jemaat yang mulai pindah ke kawasan baru tersebut. Kawasan baru mana yang termasuk di dalamnya? Vermont, Virginia, Foresta, Green Cove, Icon, De Park, Vanya Park, Eminent, Cisauk, dan wilayah-wilayah sekitarnya mengikuti perkembangan pemukiman di daerah barat (West BSD). Awal mulanya anggota CGF Patmos pun masih tergabung di beberapa CGF lain, lalu mulai berkembang dan dimulailah CGF Patmos di kawasan klaster Vermont dan Virginia dengan beranggotakan baru beberapa orang.” Untuk posisi CGL (Caring Group Leader) di CGF Patmos sendiri saat ini dijabat oleh Tazri Gunarso dan Amiruddin (biasa dipanggil John Kim). “Tuhanlah yang meregenerasi, bahkan saya lihat Caring Group Leader/ketua CGF itu sekarang aktif sekali.” Caring sendiri itu mulai dari menyapa, memperhatikan. Beliau teringat saat kunjungan, ada seorang jemaat yang membuat ia tertegur saat jemaat itu berkata, ”Saya pernah di satu gereja, selama satu tahun ga ada yang negur saya.” Kekeluargaan itu perlu ada di jemaat, tidak hanya datang ibadah, 118 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 118

9/16/17 9:14 AM


harus ada komunitas secara utuh dalam keluarga. Seolah-olah kita itu keluarga besar lagi kumpul, dalam satu area, satu gereja. Kalau lagi ada kedukaan, pernikahan, dan lain-lain sama-sama datang. Ucapan untuk menguatkan dan doa itu sangat membantu sekali, jadi orang ga merasa sendirian. Pesan Kurnia untuk pembaca; kita welcome untuk bisa bergabung dengan CGF Patmos supaya lebih mengenal dan bisa saling support sesama jemaat, bisa saling mengetahui pergumulan masing-masing dalam keluarga, dan tentunya jadi bisa terlibat aktif dalam pelayanan gereja. John Kim dan Sui Lang Hmmm … apa kata John Kim? Sekitar tahun 2015 John ditunjuk sebagai CGL, karena saat itu Tazri ditunjuk sebagai majelis, maka perlu ada regenerasi, sehingga sampai saat ini John dan Tazri bekerja sama memimpin CGF ini. “Kita pasti bisa, yang pasti dari hati. Yang penting kita memberikan hati kepada Tuhan, yang penting iya dulu kalau kita ditunjuk sebagai pelayan—misal sebagai worship leader—entar Tuhan yang tambah-tambahkan kemampuan kita,” kata John. Saat pertama kali ia diajak Tazri ikut CGF Patmos, ia merasakan bahwa CGF Patmos ini merupakan sebuah komunitas keluarga besar Kristen. Dalam komunitas tersebut ada sukacita, damai sejahtera; dan bila ada kesukaran kita bisa saling sharing, bisa bantu juga dalam doa. John menyadari, bila tanpa komunitas, sesama jemaat bisa saja tidak bisa saling kenal. Oleh karena itu, ia besyukur dengan adanya komunitas CGF, saat ia ke gereja, ia memiliki banyak kenalan baru. Pesannya untuk jemaat di kawasan Patmos, ayo ikut bergabung di CGF.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 119

119

9/16/17 9:14 AM


Tazri Back to topic, Tazri Gunarso yang awalnya berada di CGF lain, kemudian bersekutu di CGF Patmos. Dia menyadari perumahan makin besar, makin rame, karena itu perlu adanya multiplikasi. Idealnya memang, anggota CGF menurut beliau adalah dua belas orang, jangan sampai kita terlalu enjoy dan terlalu takut CGF ini setelah bermultiplikasi malah menyusut anggotanya. Berbekal dari seminar di Bandung, ia mengingatkan bahwa awal pertemuan itu kita harusnya menyambut dulu sehingga sejak awal sudah tahu apa pergumulan anggota CGF dan kita jadi tahu kesaksian jemaat tersebut. Harus berani berkembang; misal CGF di Virginia 1, Green Cove 1, Foresta 1, Icon 1, Cisauk 1, dan seterusnya. Ia menambahkan, “Pembinaan CGL itu harus serius, karena CGL merupakan bagian-bagian dari gembala kecil. Jemaat udah seribu lebih itu tak mungkin tergembalakan dengan sempurna. Dengan adanya CGL-CGL ini bila ada yang sakit didoakan, dibesuk; jika ada yang ultah dikasi ucapan selamat. Waktu ibu dari Dalaya butuh transfusi golongan darah O karena akan operasi jantung … wuiiih jadi terharu … luar biasa, secara spontan dan langsung, itu sangat terasa sekali; sekitar delapan jemaat dari BSD dan lima dari Jakarta berdatangan malam-malam untuk mendonorkan darah ke rumah sakit,” kenang Tazri. Di CGF Patmos sendiri, Tazri berharap agar yang membawakan firman bisa bergantian, asal mau dilatih lama-lama pasti bisa. Dengan goal CGF untuk penggembalaan dan misi mencari jiwa, ia mengingatkan agar kita berani membawa jiwa baik yang seiman maupun tidak seiman. Walaupun demikian; goal persekutuan ini lebih disederhanakan, lebih ringan, bukan doktrin berat, dan lebih ke persekutuan yang praktikal saja namun pesan firman Tuhan harus tersampaikan.

120 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 120

9/16/17 9:14 AM


Saat ke Bandung Gathering CGF Patmos ke Bandung beberapa waktu lalu sangat berkesan bagi Tazri. “Kebersamaannya indah banget. Yuk kapan-kapan CGF Patmos naek kereta bareng-bareng ke Cirebon, Jogja,” ajaknya.

Dalaya & Fam saat ultah George Bagi Dalaya dan istrinya—Li Oen—serta keluarganya; selama tiga tahun di CGF Patmos, mereka merasakan kebersamaan. Kita ini bukan cuma sekadar ceremony atau pertemuan besar. Saat kita butuh, teman-teman kita bergerak, kita saling mendoakan satu sama lain. Namun pesannya, sudah saatnya kita bergerak keluar, bukan hanya menjadi berkat bagi kelompok CGF kita sendiri; ikutlah misi keluar—kita pikirkan, kita kerjakan, dan dukung sama-sama.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 121

121

9/16/17 9:14 AM


GI. Feri Irawan Eh, jangan sampai lupa kesan GI. Feri Irawan, hamba Tuhan yang melayani di CGF Patmos. Begini penuturan beliau, ”Selama lebih dari lima tahun ada dalam komunitas CGF Patmos, saya merasa komunitas ini benar-benar menjalankan prinsip pemerhatian satu dengan yang lain, bahkan dengan jemaat-jemaat yang belum ada waktu bergabung, CGF Patmos tetap setia melayani dan memperhatikan. Sesama anggota yang dulunya tidak saling kenal, sekarang malah menjadi seperti keluarga kedua di komunitas CGF Patmos. Kita bukan cuma dapat komunitas, tetapi mendapat ‘keluarga’ di CGF, dimana kita bisa nggak ‘jaim’ satu dengan yang lain. Karena itu sangat disayangkan jika kita masih belum mau bergabung dengan CGF.”

122 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 122

9/16/17 9:14 AM


Ayo teman-teman yang belum bergabung di CGF, bergabunglah di wilayah masing-masing dan nikmati persekutuan yang indah dengan komunitas Kristen yang saling memperhatikan satu sama lain. Khusus teman-teman yang berada di West BSD, Cisauk, dan sekitarnya: Welcome to CGF Patmos. Tuhan memberkati

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 123

123

9/16/17 9:14 AM


SEANDAINYA

KESELAMATAN seperti KURVA LONCENG

124 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 124

9/16/17 9:14 AM


/ James Krisnanda /

Sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu universitas di daerah BSD, salah satu hal ‘menakutkan’ yang membawa dampak dominan pada mahasiswa di universitas kami adalah grafik distribusi normal atau disebut juga dengan bell curve. Grafik ini adalah salah satu distribusi probabilitas yang paling banyak digunakan di dalam analisis statistika. Seringkali disebut dengan istilah bell curve atau kurva lonceng karena hasil perhitungan berbentuk seperti lonceng.

Tipe probabilitas ini digunakan untuk mengukur fenomena kuantitatif di lapangan dengan titik berat perhitungan pada nilai rata-rata, termasuk di dalamnya adalah grading nilai mahasiswa. Secara sederhana, nilai dari seorang mahasiswa ditentukan oleh performa mahasiswa yang lain. Ini berarti kuota grading bersifat fix. Secara langsung, mahasiswa yang mendapatkan nilai bagus akan mempersulit mahasiswa yang lain untuk mendapatkan nilai yang setara. Karena setiap grading mempunyai slot yang terbatas, semua harus berlombalomba agar tidak ‘tertarik’ ke kelompok nilai yang jelek.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 125

125

9/16/17 9:14 AM


Hal ini seringkali memunculkan fenomena unik di kalangan mahasiswa di kampus. Mahasiswa yang mendapatkan nilai di atas rata-rata justru seringkali menjadi public enemy, musuh bersama. Akibat nilai yang bagus dari mahasiswa itu, renggang kurva akan semakin jauh dan memperkecil peluang mahasiswa yang lain untuk lulus dari mata kuliah itu dengan nilai yang baik. Dari sisi pandang mahasiswa, sistem penilaian ini terasa kurang menguntungkan dan cenderung menimbulkan persaingan yang kurang sehat. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa sistem penilaian seperti ini adalah salah satu perhitungan yang

dianggap sangat adil. Nilai-nilai yang didapat sepenuhnya bergantung kepada performa para mahasiswa; tidak dipengaruhi oleh kinerja dosen pengajar karena setiap mahasiswa mendapatkan hasil pengajaran yang sama. Itu sebabnya sistem kurva lonceng ini sudah mulai diadaptasi di berbagai kampus di Indonesia. Apabila sistem kurva lonceng ini didesain dengan adil dan jelas, mengapa banyak mahasiswa yang justru merasa dirugikan oleh penilaian seperti ini? Menurut saya pribadi, seiring dengan bertambahnya semester dan tingkatan, ada kecenderungan mahasiswa untuk ’take it for granted’. Makna

126 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 126

9/16/17 9:14 AM


harafiahnya berarti sesuatu dianggap biasa karena seringkali terjadi dan mudah didapatkan. Nilai yang didapat seiring berjalannya waktu dianggap sebagai hal yang sudah biasa terjadi. Kalau pada awalnya mendapatkan nilai B atau rata-rata, pasti setelah itu tidak susah untuk mendapatkan nilai B lagi. Padahal, realitasnya, seiring dengan naiknya semester kesempatan untuk memperbaiki nilai akan semakin susah. Di Atas Rata-Rata Melalui fenomena kurva lonceng ini, saya menjadi berandai-andai, bagaimana kalau keselamatan yang Tuhan berikan juga menggunakan sistem ini dimana yang mendapatkan keselamatan adalah mereka yang memiliki ‘nilai kerohanian’ lebih baik daripada mayoritas umat manusia pada umumnya. Dengan artian, segala perilaku kita di dunia ini akan diakumulasikan suatu saat nanti dan dinilai berdasarkan grading distribusi normal dan persentase semua orang yang mengaku Kristen. Unsur-unsur perbuatan baik, konsistensi membaca Alkitab, beribadah ke gereja sampai kepada menghindari perbuatan dosa dijadikan sebagai dasar penilaian. Orang Kristen yang memiliki nilai kerohanian di atas rata-rata adalah mereka yang berhak menerima keselamatan. Lantas, terlintas dipikiran saya, seandainya Tuhan menggunakan ‘cara adil’ ini, berapakah nilai kerohanian yang akan saya dapatkan saat saya dipanggil nanti?

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 127

127

9/16/17 9:14 AM


Apakah saya akan termasuk ke dalam kelompok unggulan dengan nilai di atas batas atas dan label A yang dalam kurva hanya bisa dinikmati oleh tujuh persen dari keseluruhan? Atau malahan saya masuk ke dalam kelompok ‘korban’ dengan nilai D atau F dan dinyatakan tidak lolos? Atau mungkin saya hanya masuk ke dalam kelompok ‘mayoritas’ dengan persentase 38 persen dengan nilai sekadarnya dan asal menjalankan rutinitas kerohanian? Kembali dalam kehidupan di kampus, salah satu ironi yang saya lihat adalah sedikitnya mahasiswa yang hadir saat diadakan persekutuan doa mingguan. Padahal, di semua angkatan dan jurusan, jumlah mahasiswa yang beragama Kristen cukup banyak. Saya percaya dan paham bahwa kualitas lebih baik dari pada kuantitas. Jumlah anggota persekutuan tidak menentukan pertumbuhan iman dan kepercayaan seseorang terhadap Kristus dan sebagainya. Tetapi, fenomena ini adalah indikator terhadap permasalahan yang sama, yaitu take it for granted; dimana

persekutuan doa dianggap selalu ada setiap minggu dan semua mahasiswa bisa datang dan tidak dengan mudah. Tidak Dapat Diukur Untungnya, Tuhan tidak menggunakan cara ‘adil’ seperti ini untuk menentukan standar keselamatan umat manusia. Dia telah memberikan solusi yang jauh lebih baik, yaitu pengampunan. Salah satu ayat favorit yang paling sering dikutip adalah Yohanes 3:16. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Dengan jelas, tertulis bahwa “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa”; bukan “supaya setiap orang yang memiliki nilai kerohanian yang baik dan di atas rata-rata tidak binasa”. Tuhan tidak sekadar memberikan standar yang adil, tetapi Dia juga memberikan karunia keselamatan yang tidak dapat diukur oleh standar manusia.

128 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 128

9/16/17 9:14 AM


Ini bukan berarti kita bisa berleha-leha karena karunia keselamatan kita sudah terjamin. Seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus kepada jemaat Korintus, “… larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!” … bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! (1 Korintus 9:24) Dan akhirnya, setelah kembali diingatkan mengenai karunia keselamatan yang telah Tuhan berikan, apakah kita masih mau terus termasuk orang yang ‘take things for granted’ saja? Apakah kita tetap hanya ingin sekadar menjadi orang Kristen yang menjalani hidup ini sebagai rutinitas belaka?

Daftar gambar: https://unsplash.com/photos/qXgs8u1vqnc (Photo by Luke Palmer on Unsplash) http://www.hrwale.com/wp-content/uploads/2015/05/graph-1-01.jpg

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 129

129

9/16/17 9:14 AM


Back to Basics THE HEART OF DISCIPLESHIP

Konferensi Intentional Disciple Making Churches (IDMC) dengan tema “Back to Basics: the Heart of Discipleship” diadakan di Hotel Harris di Bandung tanggal 21–22 Juli lalu. Acara ini diikuti sekitar 2.200 peserta dari 100 lebih gereja; termasuk 25 orang dari GKY BSD yang terdiri dari hamba Tuhan, majelis, dan pengurus komisi serta caring group. 130 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 130

9/16/17 9:14 AM


Konferensi IDMC—yang pada tahun 2016 diadakan di Surabaya— dimaksudkan untuk menjadi wake-up call dan motivator bagi gereja. IDMC mengingatkan akan panggilan untuk kembali kepada ‘gereja yang menghasilkan murid Kristus’ dengan cara terstruktur dan kontinu, bukan sesekali dan sambil lalu. Ada setidaknya empat pengaruh negatif yang perlu diantisipasi gereja, yaitu: • • • •

Merosotnya kualitas jiwa karena kesibukan sehingga banyak jemaat kehilangan pondasi dalam doa dan firman. Rusaknya kesatuan keluarga yang membuat hubungan suami-istri serta orang tua dan anaknya jauh dari apa yang diajarkan firman Tuhan. Hilangnya generasi muda yang menuntut upaya lebih serius untuk menarik mereka kembali ke gereja. Penyesatan cara pandang dunia (sekularisme, ateisme, dan lain-lain) dan perlunya menegakkan kembali cara pandang yang alkitabiah agar arah hidup kita menjadi benar.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 131

131

9/16/17 9:14 AM


Pemuridan adalah suatu proses membawa orang ke dalam hubungan yang dipulihkan dengan Allah, dan membina mereka menuju kedewasaan penuh di dalam Kristus melalui rencana pertumbuhan yang intensional, sehingga mereka bisa melipatgandakan keseluruhan proses ini kepada orang lain. Para peserta diajak untuk melihat kepada empat hal yang mendasari hati kemuridan, yaitu: • Kembali pada hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan Yesus. • Perjalanan penebusan dari pemuridan. Meskipun masa lalu kita tidak bisa diubah, tapi Tuhan sanggup menebus masa lalu untuk masa depan mulia yang disediakan Tuhan bagi kita. • Membangun kembali komitmen yang sungguh-sungguh seorang murid dalam doa dan firman. • Reproduksi diri kita demi generasi yang akan datang.

132 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 132

9/16/17 9:14 AM


Keseluruhan pleno dibawakan secara bergantian oleh Rev. Tony Yeo dan Rev. Tan Kay Kiong, keduanya adalah pendeta senior dari Convenant Evangelical Free Church di Singapura. Selain itu, peserta juga dapat memilih dua lokakarya dari lima lokakarya yang diadakan, yaitu: • “Kemuridan dalam Dunia Usaha” oleh Ps. Lim Keng Yeow. • “Kemuridan dalam Generasi Berikutnya” oleh Ps. Matthew Lo. • “Membangun Resonansi dalam Tim Kepemimpinan” oleh Rev. Tonny Yeo. • dan Pnt. Johnny Tan • “Kemuridan dalam Kelompok Kecil” oleh Ps. Andy Lew. • “Kemuridan dalam Keluarga” oleh Ps. Sharon Fong dan Felix Wong. Momen pleno terakhir IDMC ditutup dengan panggilan bagi para peserta muda untuk mendedikasikan diri dalam melayani Kristus. Kiranya melalui IDMC Bandung 2017 ini ada gerakan spiritual yang bergelora dalam diri kita untuk ditularkan kepada orang lain. Cara pandang kita diubahkan untuk kembali kepada prinsip dasar, yaitu menjadi murid Kristus yang autentik, dan menjadi pribadi yang mau dibentuk semakin hari semakin serupa dengan Dia, Pencipta kita. Terpujilah nama Tuhan

/ Kristiyani Sinjaya Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 133

133

9/16/17 9:14 AM


ore M

Than

Meets the

Eye

134 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 134

9/16/17 9:14 AM


/ Sarah A Palilingan /

Your beauty should not come from outward adornment, such as elaborate hairstyles and the wearing of gold jewelry or fine clothes. Rather, it should be that of your inner self, the unfading beauty of a gentle and quiet spirit, which is of great worth in God’s sight. 1 Peter 3:3-4

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 135

135

9/16/17 9:14 AM


b

eauty standards have evolved from time to time. Society have molded a basis of what is desired and what’s not. Take a walk around the beauty section in drugstores or skincare outlets, and count how many products claim to make you look a certain way. Every product promises to defy whatever it is considered natural to human’s aging process. Billboards, magazines, the media professes its promises on desired beauty and instant excellence. Believe it or not, Indonesia is one of the most targeted countries when it comes to skin-whitening and slimming products. We are dictated by companies that believe we are not good enough. Imagine if we truly love the way we look, how many beauty companies would go bankrupt. Suddenly loving ourselves becomes an act of defiant, even questioned in society. I remember after going back from a fun trip to the beach I was teased because of my dark and burnt skin, as if that’s not supposed to happen when you live in a country that lies along the Equator. Beauty is subjective, hence the saying, “Beauty is in the eyes of the beholder.” Each of us has different concepts of beauty. Each of our concepts are based on how we are exposed to factors in our 136 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 136

9/16/17 9:14 AM


daily lives that promote preferences in the population we grew up in. Take our own country for example, Indonesia believes that women with lighter skin tone are attractive and women of color are not. Women with milky-white skin tone are regarded as more educated, wealthier, and healthier, while women with darker skin tone are considered of working class and therefore less educated and “unattractive”. In a world that demands perfection, our vision is blurred on what Jesus passionately sees in us. While our opinions are strongly focused on physical attractiveness, God never determines beauty from what is visible through the eyes. There are less records on how Noah and Moses visually look like than the qualities that God truly sees in them. Noah’s obedience and patience to God in a godless culture make Him the father of the “new world”. Moses’s faith and control over God’s people make Him the man of meekness. However, there are those who are noted for their charms but what’s inside don’t reflect much on the beauty that meets the eye. Rebekah, well-known for her beauty (Genesis 24:16) is a disappointment for her deceitful acts against Isaac. Saul, a tall and handsome man (1 Samuel 9:2) chosen by the Israelites, ended His own life after what could be a breakthrough of His kingship as the leader of God’s nation only because His subsequent disobedience towards God.

But the Lord said to Samuel, “Do not consider his appearance or his height, for I have rejected him, The LORD does not look at the things man looks at. Man looks at the outward appearance, but the LORD looks at the heart. / 1 Samuel 16:7 Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 137

137

9/16/17 9:14 AM


Beauty is vain. But a heart that fears the Lord (Proverbs 31:30) and love Him with all our heart, soul, mind, and strength (Mark 12:30) is what will be held accountable when we enter eternity with Jesus. God has never mentioned outward appearance as a prerequisite for beauty. However, there are times where women are required to have longer hair than men, to differentiate genders among the people, men and women are prohibited to cross-dress which means women cannot wear pants and men cannot wear dresses, etc. Nonetheless, the Bible focuses on the story of salvation, if it doesn’t claim so, what’s the difference between the Bible and magazines that bore us with its demands for the so-called ideal self? But it’s imperative to note that it doesn’t make it less important to dress modestly and care for our body (1 Timothy 2:9-10; 1 Corinthians 3:16-17). For physical training is of some value, but godliness has value for all things, holding promise for both the present life and the life to come. / 1 Timothy 4:8 We’ve been taught that our values lie outside of ourselves. I’m not pretty enough until I buy the newest anti-aging moisturizer. If I have less likes than that girl’s selfie, I must be uglier than her. Beauty constructs these days are corrupted. We constantly venture on a hunt for what makes us feel more than what we actually are, lost children. We will never understand our true value before we drift our gaze from the mirror to the cross.

Remember who you are in Christ and there lies your true value

138 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 138

9/16/17 9:14 AM


No, in all of these things we are more than conquerors through him who loved us. For I am sure that neither death nor life, nor angels nor rulers, nor things present nor things to come, nor powers, nor height nor depth, nor anything else in all creation, will be able to separate us from the love of God in Christ Jesus our Lord. / Romans 8:37-39

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 139

139

9/16/17 9:14 AM


140 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 140

9/16/17 9:14 AM


“Jika Yesus yang adalah Tuhan itu telah mati bagiku, maka tidak ada pengorbanan sebesar apa pun yang sebanding yang dapat kuberikan kepada-Nya.” – Charles Thomas Studd

Saya sangat diberkati telah terlahir dalam keluarga Kristen dan dibesarkan oleh orang tua yang mengasihi Tuhan. Keluarga kami tidaklah sempurna tetapi kami berbahagia. Saya belajar banyak hal melalui kehidupan orang tua kami yang juga merupakan bagian terbesar kenapa saya menyerahkan hidup saya pada Kristus dan melayani-Nya.

1. God does not call the qualified, but He qualifies the call Allah tidak memanggil orang-orang yang memenuhi syarat tetapi memperlengkapi orang-orang yang dipanggil-Nya. Sejak dini saya sudah mengenal kasih Allah dan pekerjaan misi. Ayah saya yang seorang pendeta sering membawa saya bersamanya ketika beliau pelayanan di berbagai gereja. Pada tahun 2001–2004, keluarga kami bersama-sama melayani di sebuah kapal misi milik Operation Mobilization (OM) bernama Logos II ke Eropa Timur, Eropa Barat, Karibia, dan Amerika Latin. Di sini saya memperbarui komitmen saya untuk mengikut Tuhan dan memberikan hidup saya kepada-Nya. Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 141

141

9/16/17 9:14 AM


142 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 142

9/16/17 9:14 AM


Memang, tumbuh dalam keluarga Kristen, apalagi keluarga misionaris bukanlah hal yang mudah. Saat kembali ke Indonesia pada tahun 2004, saya mengalami transisi yang luar biasa sulit dimana saya mulai meragukan kasih Tuhan. Di saat-saat ini saya mulai marah kepada orang tua, gereja, bahkan Allah karena saya merasa tertekan oleh tuntutan ’agama’. Namun, Allah yang Mahakasih itu membawa saya kembali ke pelukan kasih-Nya dan memperbarui kasih mula-mula saya kepada-Nya. Saya baru berumur tujuh belas tahun saat lulus SMA dan ingin melayani Tuhan secara khusus selama dua tahun sebelum api yang berkobar di hati ini padam. Saya bergabung dengan badan misi OM dan melayani melalui kapal misi bernama Logos Hope. Beberapa dari teman saya bertanya-tanya dengan herannya, “Kenapa kamu tidak langsung kuliah selepas lulus SMA?”, “Kamu pintar, kok malah meninggalkan semuanya demi pelayanan?” (Hal ini karena saya diberkati selalu ranking 1 dan mendapat kehormatan terpilih sebagai pemain All Star Basketball DBL Indonesia ke Australia). Tapi saya yakin inilah hal yang benar untuk dilakukan dan ini merupakan cara Tuhan yang ajaib untuk membentuk saya dalam umur yang begitu muda untuk mengasihiNya.

2.

Melayani Tuhan dengan sukacita

Badan misi OM adalah lembaga internasional dan interdenomisani yang melayani di lebih seratus negara dan sekarang hanya memiliki satu kapal misi yang aktif melayani yakni Logos Hope. Logos Hope berkeliling dunia untuk membagikan Kabar Baik dengan cara membuka toko buku di dalam kapalnya. Orangorang lokal juga dapat mengikuti berbagai seminar dan pelatihan Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 143

143

9/16/17 9:14 AM


yang diselenggarakan di dalam kapal. Juga tim-tim kami ke berbagai gereja pada hari Minggu. Kapal Logos Hope memiliki tiga tujuan utama, yakni memberikan pengetahuan, pertolongan/bantuan, dan pengharapan. • Pengetahuan. Melalui buku-buku yang kami bawa dan bagikan ke banyak tempat serta acara-acara yang kami buat bagi penduduk setempat, kami membagi bukan hanya pengetahuan semata-mata, tetapi juga pengetahuan akan Tuhan. Kami membawa lebih dari lima ratus ton buku-buku yang setengahnya adalah buku-buku rohani dan selebihnya buku-buku pendidikan. • Pertolongan/Bantuan. Kami juga melakukan kerja praktis di berbagai negara dengan mengirim tim-tim untuk membangun toilet umum, perpustakaan, mengadakan pelayanan medis seperti pemeriksaan gigi dan mata gratis. • Pengharapan. Hal inilah yang terpenting. Semua yang kami lakukan ini bertujuan untuk membagikan pengharapan. Harapan di dalam Kristus. Membukakan kepada orang-orang bahwa masih ada pengharapan di hidup mereka, yaitu harapan di dalam Yesus Kristus. Kami semua yang melayani di kapal Logos Hope adalah sukarelawan—tidak ada yang digaji— termasuk kapten dan direktur kapal. Ada sekitar empat ratus awak dari lima puluh bangsa utusan gereja-gereja yang berhati misi. Kami datang dengan tujuan yang sama yakni membagikan kasih Allah. Dalam pelayanan ini saya belajar bahwa kami harus melayani Tuhan dengan sukarela dan sukacita. Kami tidak memiliki ‘pembantu’. Setiap orang harus bekerja agar kapal dapat berfungsi dengan baik, kami semua ditempatkan pada tugastugas yang sudah ditentukan; apakah itu di bagian akomodasi, 144 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 144

9/16/17 9:14 AM


membersihkan toilet, di dapur, toko buku, maupun ruang mesin. Kami belajar bahwa di mana pun kami berada dan di mana pun Tuhan menempatkan kami, kami harus melayani-Nya dengan penuh sukacita.

3.

Rela melakukan apa saja bagi Tuhan

Karena kami semua adalah tenaga sukarelawan maka semua harus bekerja. Sepuluh bulan pertama saya di kapal, saya Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 145

145

9/16/17 9:14 AM


ditempatkan di bagian kebersihan kapal/cleaning service. Melalui ini saya belajar kerendahan hati untuk rela melakukan apa saja bagi Tuhan. Dengan berjalannya waktu, saya diberkati dengan pengalaman bekerja di bagian service desk/penerimaan tamu dan juga bekerja di bisnis office selama sisa satu tahun pelayanan saya. Sepuluh bulan pertama bekerja di bagian kebersihan merupakan tantangan tersendiri bagi saya. Kami harus mulai kerja pagi sekali sebelum orang lain bangun, dan membersihkan toilet-toilet kotor dari berbagai bangsa pada pagi buta bukanlah sesuatu yang ingin Anda lakukan apalagi sebelum sarapan. Di sini saya mulai bertanya-tanya, ” Ya Tuhan ... apa yang saya lakukan di sini?” Tetapi setiap kali saya mulai ragu dan mempertanyakan, Tuhan berbicara pada saya, bahwa di mana pun saya berada Ia dapat memakai saya. Suatu hari di negara Emirat Arab ketika saya pergi keluar di hari libur bersama teman-teman ke pantai, saya mengunjungi sebuah toilet umum dan melihat seorang gadis membersihkan toilet. Sebagai sesama petugas kebersihan, saya berkata dalam hati, “Saya tahu bagaimana perasaanmu.” Lalu saya berterima kasih padanya atas kerja kerasnya dan dia kelihatan kaget sekali. Dari situ kami mulai berbincang. Saya bercerita bahwa saya juga kerja sebagai petugas kebersihan dan dia mulai membuka dirinya. Kami berbincang tentang kehidupan, keluarga, kenapa saya ada di sini. Dan gadis ini bersedia didoakan. Lagi-lagi Tuhan mengingatkan bahwa Dia dapat memakai saya sekalipun saya hanya bertugas membersihkan toilet. Di mana pun Tuhan menempatkan kita, selalu ada tujuan untuk menjadi berkat bagi sesama. Kita hanya perlu untuk berani melakukannya.

146 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 146

9/16/17 9:14 AM


4.

Dunia ini haus akan firman Allah dan kasih Allah

Di samping kami yang menjangkau keluar, setiap hari pelayanan kapal kami dikunjungi oleh beribu-ribu orang. Ketika saya melihat antrean orang-orang yang begitu panjang untuk masuk ke dalam kapal, saya menyadari bahwa kita hidup di dunia yang penuh derita, dunia yang haus akan firman dan kasih Allah. Banyak orang bersedia untuk menanti berjam-jam di garis antrean agar dapat masuk ke dalam kapal untuk memperoleh Alkitab. Hal ini sungguh mengharukan. Begitu banyak orang yang masih mencari-cari arti hidup namun sedikit yang mau berbagi kasih kepada mereka. Pekerjaan praktis dengan menggunakan tangan kami juga merupakan salah satu bagian dari pelayanan kami. Menunjukkan kepada dunia meskipun kami berasal dari berbagai budaya yang berbeda tetapi dapat hidup secara harmonis dalam kasih Tuhan dan juga memberikan bantun praktis di negara yang memerlukan; misalkan membangun perpustakaan kecil, WC, pelayanan pemeriksaan mata, pelayanan rumah sakit, pelayanan anak, pelayanan filter air, donasi buku, dan banyak lagi.

5.

Keluar dari zona kenyamanan

Dengan memberikan diri saya untuk dipakai Tuhan, Tuhan membentuk dan memakai saya dengan cara yang tidak pernah saya bayangkan. Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 147

147

9/16/17 9:14 AM


Selain pelayanan praktis (khotbah, seminar, dan lain-lain), kami memiliki juga beragam pelayanan kreatif untuk menjangkau kawula muda. Saya belajar keluar dari zona kenyamanan saya dan mempelajari berbagai tarian budaya dan drama. Melalui semua pertunjukan ini, kami mengadakan acara besar yang disebut “Malam Internasional� dimana ratusan bahkan ribuan orang datang untuk menonton. Entah acara itu di mal, di gelanggang olah raga, di STAIN, di dalam atau luar kapal. Kami menampilkan acara keragaman budaya, drama, kesaksian, dan juga firman Tuhan pada puncak acara. Tuhan bekerja secara luar biasa pada saat seperti ini. Dengan adanya tim pendoa yang berdoa selagi acara berlangsung, banyak orang menyerahkan hidup mereka bagi Kristus serta menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka.

6.

God works in mysterious ways

Di akhir masa pelayanan saya, kapal memasuki waktu dry dock atau istilah umumnya renovasi di Filipina. Saya ditugaskan di ruang mesin, membantu pekerjaan mengikis karat, mengebor, mengecat, dan lain-lain. Saya tidak punya latar belakang mesin kapal. Mungkin kami, para gadis-gadis Asia yang mungil, dipilih agar dapat masuk ke dalam lubang dan tangki-tangki kapal karena ukuran badan kami. Pada bulan-bulan ini kami harus bekerja dari jam tujuh pagi hingga enam sore. Pada saat saya sedang mengetok karat dengan alat mesin yang tajam, di suhu yang panas sekali dan kotor, badan saya penuh dengan luka memar karena tempat yang sempit sehingga saya hampir melukai kepala saya, saya menangis di dalam tangki itu. Saya sangat lelah secara fisik, emosi, dan mental. Lagi ... Tuhan bekerja secara misterius. Ketika saya sedang menangis, sebuah ayat terlintas di kepala saya, yaitu 2 Korintus 12:9. Ketika saya lemah, Dia kuat. 148 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 148

9/16/17 9:14 AM


Dan saya kembali tegak di atas kaki saya menyadari bahwa apa pun yang saya lakukan, saya melakukannya bagi Dia. Selalulah berpegang pada janji-Nya meskipun keadaan menjadi sulit. Inilah sedikit kesaksian pelayanan yang Tuhan percayakan di berbagai negara (Malta, India, wilayah Timteng, Sri Lanka, Filipina, dan lain-lain). Ternyata Allah yang Mahabesar itu memakai orang-orang lemah, sederhana, dan biasa untuk pekerjaan-Nya yang luar biasa. Semua talenta yang diberikan-Nya pasti akan terpakai. Profesi apa pun yang kita kerjakan sekarang dapat dipakai-Nya untuk memberkati orang lain, khususnya mereka yang belum mengenal Dia. Bukan full-time yang penting, tapi full-hearted; hatiku lebih penting daripada apa yang saya lakukan. Tuhan tidak pernah minta saya melakukan sesuatu yang tidak sanggup untuk saya lakukan. Tugas saya adalah berserah penuh, membiarkan Allah bekerja melalui saya dan menaati Dia / Penulis bekerja di GBA Ships (MV Logos Hope) untuk pelayanan misi Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 149

149

9/16/17 9:14 AM


“MISSION TRIP” KALIMANTAN TENGAH

2017:

MENABUR BERKAT, MENUAI BERKAT

150 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 150

9/16/17 9:14 AM


“Aku Cinta indonesia� Kalimat singkat berikut gambar peta Indonesia yang tertera di kaos peserta mission trip dari pemuda pemudi Chuncheon Dongbu Presbyterian Church, Korea Selatan, ini menjadi bukti keseriusan mereka untuk menjadi berkat bagi Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah. Bukan hanya sekali mereka mengunjungi gereja-gereja di Kalimantan Tengah, tapi sudah kedua kalinya mereka memprogramkan pelayanan mission trip ke Indonesia. Pelayanan mission trip yang diselenggarakan pada 25–28 Juli 2017 lalu merupakan buah kerja sama antara tim dari GKY BSD yang didominasi oleh pemuda pemudi dari sekitar BSD, tim pelayanan dari GKY Citra, dan pemuda pemudi Korea dengan lokasi pelayanan di beberapa gereja di Kalimantan Tengah, baik di desa Mintin, Wono Agung maupun Pangkoh. Selain program pengobatan gratis, KKR anak dan KKR umum, pelayanan kali ini juga memberkati masyarakat dengan penyediaan air bersih melalui program sumur bor yang didanai oleh GKY Citra dan gereja Korea di dua lokasi berbeda. Sementara tim pemuda pemudi Korea sangat mendukung pelayanan KKR dengan beberapa atraksi seperti tarian, skit, dan pujian dengan bahasa Indonesia yang menjadi berkat bagi gereja-gereja di sana. Perjalanan darat yang kurang nyaman dan memakan waktu cukup lama, ditambah dengan jalanan yang dilalui sebagian besar rusak, tidak menyurutkan seluruh peserta untuk menjalaninya. Bahkan pimpinan Tuhan sangat nyata

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 151

151

9/16/17 9:14 AM


dirasakan oleh semua peserta. Ketika menempuh perjalanan menuju desa Pangkoh, tim harus ekstra hati-hati mengingat beberapa kali harus melalui jalanan yang rusak cukup parah dan agak berlumpur akibat hujan sehari sebelumnya. Ketika malam hari meninggalkan desa Pangkoh, setelah titik-titik medan yang sulit itu terlewati, barulah Tuhan mengirimkan hujan deras dalam perjalanan pulang ke home base peserta di Mintin. “Nggak kebayang lho kalau hujannya turun sebelum kita melewati jalan rusak tadi, mobil bisa selip dan nggak bisa pulang,� kesaksian salah satu peserta mengenang bagaimana tuntunan Tuhan selama pelayanan hari itu. Indahnya melayani Tuhan membuat tidak ada satu keluhan pun yang terucap, karena pelayanan mission trip ini bukan hanya memberkati gereja-gereja yang dilayani, tetapi justru telah menjadi berkat bagi para peserta. Terbukti beberapa peserta memberi kesaksian bahwa mereka merasa bersyukur ikut terlibat dalam pelayanan mission 152 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 152

9/16/17 9:14 AM


trip ini. Pada saat mereka belajar menabur berkat pelayanan, justru mereka menerima kembali berkatberkat rohani yang berlimpah melalui pelayanan tersebut. Sebagaimana lagu “tiada lebih indah kumelayani Yesus ...,� melayani Yesus memang akan selalu memberikan sukacita dalam hati bagaimana pun sukarnya. Karena itu, yuk makin giat melayani di ladang-Nya!

/ Feri Irawan

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 153

153

9/16/17 9:14 AM


Apokalips Zombi 154 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 154

9/16/17 9:14 AM


/ Nico Tanles Tjhin /

membaca rubrik “Perspektif” kali ini membutuhkan sedikit

imajinasi. Hehehe … Karena kita akan membahas tentang apokalips zombi. Sebuah keadaan dimana virus zombi telah menyebar dan melanda dunia ini. Hanya segelintir orang yang dapat bertahan hidup, menghindar dari serangan zombi di dunia yang kacau balau. Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 155

155

9/16/17 9:14 AM


Sekacau apa dunia ini ketika apokalips zombi terjadi? Serangan dari zombi yang agresif itu sudah menjadi hal yang pasti. Tetapi permasalahannya menjadi lebih rumit ketika persediaan makanan dan air menjadi langka, obat-obatan terbatas, aliran listrik padam, tidak ada media komunikasi elektronik, sistem pemerintahan tidak berjalan, hukum tidak lagi berlaku, tidak ada lagi sekolah bagi anak-anak, tidak ada lagi hiburan, dan sebagainya. Susah membayangkannya? Memang perlu sedikit imajinasi. Resident Evil, I Am Legend, World War Z, dan Train to Busan adalah sebagian dari film tentang zombi yang bisa membantu kita memahami keadaan apokalips zombi. Film bertema zombi yang paling mempengaruhi imajinasi saya sendiri adalah The Walking Dead. Bukan bermaksud mempromosikan film serial Barat ini sih; tetapi karena konsepnya paling mendekati realitas, film yang dibuat berdasarkan komik karya Robert Kirkman ini mampu membuat saya berimajinasi seakan saya benar-benar hidup pada zaman apokalips zombi. Saya selalu membayangkan, bagaimana jika saya memainkan salah satu peran yang ada di film tersebut? Apa yang harus saya perbuat untuk bertahan hidup? Ke mana saya harus mencari perlindungan? Ke sebuah gedung? Pulau? Peternakan? Hutan?

156 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 156

9/16/17 9:14 AM


Ketika membayangkan betapa menyeramkannya keadaan apokalips zombi, sebagian besar orang mungkin akan mengucap doa di dalam hatinya, “Tuhan, semoga ini tidak terjadi.â€? Mungkin Anda juga adalah salah satu di antaranya. Namun saya selalu melihat apokalips zombi dari perspektif yang berbeda. Sebenarnya, saya penasaran bercampur excited dan tidak keberatan kalau hal ini terjadi hehehe ‌. Beberapa teman saya menganggap saya aneh, bahkan gila; ketika saya membagikan pandangan ini kepada mereka. Tapi saya bukannya tidak punya alasan. Mari kita mengobservasi lebih jauh hal apa saja yang menarik ketika apokalips zombi terjadi. Saya membayangkan betapa serunya ketika kita harus keluar dari zona nyaman dan hidup apa adanya. Hidup di zaman apokalips zombi, mencari makanan dan air pasti sulit. Biasanya hanya butuh lima menit untuk jalan ke mini market seberang rumah; sekarang harus bercocok tanam, beternak, atau berburu untuk mendapatkan makanan. Hal ini membuat kita tidak take things for granted. Kita terkondisikan untuk tidak menyia-nyiakan berkat yang Tuhan berikan. Kita belajar hidup apa adanya dan menjadi pribadi yang tough. Ternyata masih ada hal positif yang bisa diambil dari musibah yang begitu mengerikan ini, ya? Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 157

157

9/16/17 9:14 AM


Jika diobservasi lebih jauh lagi, pada zaman apokalips zombi, dunia semacam dimulai dari awal. Posisi atau jabatan yang manusia sudah capai dengan susah payah sebelumnya tidak lagi berarti. Semuanya dimulai dari awal. Seorang presiden, menteri, jenderal, pejabat, rektor, pemilik perusahan, CEO, direktur, manajer, public figure, karyawan, pedagang, tukang kebun, cleaning service, dan semuanya menghadapi permasalahan yang sama. Status tersebut tidak lagi menentukan keberhasilan mereka dalam bertahan hidup. Jika saat ini orang menimbang-nimbang harus berlaku baik atau berlaku hormat kepada siapa, maka zombi tidak akan memilih-milih antara daging seorang presiden atau daging seorang cleaning service. Apokalips zombi menghancurkan konsep pemikiran dunia, dimana ketampanan dan kecantikan adalah sesuatu yang utama. Di zaman sekarang ini, tingkat ketampanan atau kecantikan menentukan berapa banyak orang yang mengejarmu. Semakin kecantikan ditonjolkan, semakin banyak pula follower di Instagram. Dunia terlalu sibuk mengurusi penampilan luar sampai-sampai mengabaikan keindahan karakter dan sikap. Lebih banyak waktu dihabiskan untuk memikirkan baju apa yang mau dikenakan supaya bisa foto bertagar #OOTD (Outfit of the Day) daripada menghabiskan waktu untuk mengasah karakter, hati, dan pemikiran. Ketika apokalips zombi terjadi, tingkat ketampanan atau kecantikan tidak menentukan berapa banyak yang mengejarmu. Semua zombi akan mengejarmu. Di tengah tekanan dan ancaman yang begitu besar, apokalips zombi menyingkapkan hati dan karakter seseorang yang sesungguhnya. Banyak tokoh-tokoh di film The Walking Dead dan film bertema zombi lainnya membuat penonton tidak menyangka. Mereka yang awalnya terlihat baik, perlahan-lahan muncul sifat aslinya. Mereka menjadi sangat egois dan jahat. Tidak segan mencuri, mengkhianati, bahkan membunuh sesamanya demi bertahan hidup. Sebaliknya, beberapa tokoh yang terlihat keras karakternya di awal cerita, ternyata rela mengorbankan dirinya untuk melindungi yang lain dari serangan 158 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 158

9/16/17 9:14 AM


zombi. Apokalips zombi membantu kita membedakan mana teman mana lawan yang sesungguhnya. Dari sini manusia bisa belajar bahwa posisi, jabatan, gelar, harta, penampilan bukan segalanya. Seorang preman jalanan bisa menyelamatkan kita dari bahaya; dan seorang guru bisa mengorbankan diri kita demi keselamatannya. Apa pun bisa terjadi. Manusia, terlepas dari status sosial yang dia miliki, akan melakukan hal yang tidak terduga sama sekali ketika dirinya benar-benar terdesak. Apokalips zombi membuat kita benar-benar merenungkan nilai apa yang bersifat kekal. Hal ini juga dapat menjadi bahan refleksi bagi setiap kita. What we are doing is not our being. Apa yang kita lakukan tidak menentukan siapa kita. Pekerjaan kita boleh jadi mulia di mata manusia, perilaku kita mungkin tidak pernah melanggar norma yang ada, pelayanan kita di gereja mungkin begitu banyak, dan kita mungkin begitu sering membantu orang. Tapi doing tidak selalu menggambarkan being. Ujian akan selalu ada. Ada kalanya masa-masa sulit muncul dalam hidup kita; ketika kekuasaan/jabatan dipercayakan pada kita atau ketika tidak ada orang lain yang melihat kita, akankah kita tetap mampu menjaga integritas di dalam Kristus? Namun, kita juga tidak perlu menunggu apokalips zombi benar-benar terjadi baru memutuskan untuk menjadi orang yang berintegritas, bukan? Kristus telah datang ke dunia menyelamatkan orang berdosa tanpa memandang status dan latar belakang. Sebagai orang yang telah diselamatkan, baiklah kita juga demikian dalam menyebarkan kasih-Nya; tidak membeda-bedakan orang berdasarkan status, jabatan, penampilan, atau kekayaan. Apokalips zombi mungkin tidak akan pernah terjadi sampai kiamat sekalipun, namun kedatangan Kristus kedua kalinya ke dunia itu pasti (Wahyu 1:7). Marilah kita mulai mengerjakan keselamatan kita dengan menghidupi buah-buah Roh (Galatia 5:22–23) sampai Ia datang kembali untuk menjemput kita Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 159

159

9/16/17 9:14 AM


作基督门徒的基础 作基督门徒的基础 他们走路的时候,有一人对耶稣说:“你无论往

他们走路的时候,有一人对耶稣说:“你无论往

哪里去,我要跟从你。”耶稣说:“狐狸有洞,天空的

哪里去,我要跟从你。”耶稣说:“狐狸有洞,天空的 飞鸟有窝,只是人子没有枕头的地方。”又对一个人

飞鸟有窝, 只是人子没有枕头的地方。”又对一个人 说:“跟从我来!”那人说:“主,容我先回去埋葬我 说:“跟从我来!”那人说:“主,容我先回去埋葬我 的父亲。”耶稣说:“任凭死人埋葬他们的死人,你 只管去传扬 神国的道。”又有一人说:“主,我要 的父亲。”耶稣说:“任凭死人埋葬他们的死人,你 跟从你,但容我先去辞别我家里的人。 ”耶稣说:“手 只管去传扬 神国的道。”又有一人说:“主,我要 扶着犁向后看的,不配进

神的国。( ” 路 9:57-62)

跟从你,但容我先去辞别我家里的人。”耶稣说:“手 扶着犁向后看的,不配进

神的国。( ” 路 9:57-62)

160 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 160

9/16/17 9:14 AM


/ GI Sun Chong / 这段经文描述了三种作主门徒的实际挑战。这段经文的前面提到彼得对 耶稣的认信,三个门徒亲眼见证了耶稣在山上变像的荣耀,而耶稣自己却是 两次预言自己将要受难。然而,对耶稣认信以及见证祂荣耀的门徒却彼此争 大,甚至完全不明白耶稣的心,竟要求耶稣允许他们降火烧灭不接待他们的 撒玛利亚人。因此不能明白耶稣基督心意的人、不愿与耶稣遭遇苦害认 同的人,在跟随主,作主门徒的路上一定不能专心,一定不能彻底。 如何作一个纯粹的、绝不妥协的基督的门徒呢?就要从我们对耶稣的认 信上要清晰,以及在对祂的委身上要坚决这个基础上开始。耶稣主动放下天 国的荣耀来到世界,祂盼望跟随祂的人也甘愿放下世间的一切,跟从祂回到 父家!人若真知道天国的主和天国的荣耀,就有力量接受生活中实际的挑战, 肯定愿意放下世间一切去跟随祂。

一、 对耶稣基督的认信 “耶稣是谁?”这个问题,世人有着自己的答案,犹太人的智慧人也有 着自己的看法,而耶稣要自己的门徒准确地知道这个答案,因为祂怎能将自 己交给那些不认识祂的人呢?所以,耶稣问:“你们说我是谁?”彼得回答 说:“你是基督,是永生神的儿子。”之后耶稣马上就说:“西门巴约拿,你 是有福的!”耶稣这样说是因为这个答案回答超过了彼得自身的智慧,乃是 “我天上的父指示的。” 随后,耶稣一方面预言自己的受难,一方面叫门徒看见祂的荣耀和神国 得胜的能力,可见耶稣的受难和荣耀是连在一起的。而门徒们却以为神的国 是像世俗的国度一样,因此他们彼此争大,他们仍以为只有他们的以色列国 Nafiri OKTOBER 2017 161 才是属神的,因此他们毫无怜悯地、绝情地要烧灭别国的百姓。因此对耶稣 有怎样的认识,就会有怎样的跟随者。今天的教会中没有人会说自己不是跟 NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 161

9/16/17 9:14 AM

随耶稣的,然而自己所跟随的究竟哪一个或者哪一种答案的耶稣呢?是否是


是有福的!”耶稣这样说是因为这个答案回答超过了彼得自身的智慧,乃是 “我天上的父指示的。” 随后,耶稣一方面预言自己的受难,一方面叫门徒看见祂的荣耀和神国 得胜的能力,可见耶稣的受难和荣耀是连在一起的。而门徒们却以为神的国 是像世俗的国度一样,因此他们彼此争大,他们仍以为只有他们的以色列国 才是属神的,因此他们毫无怜悯地、绝情地要烧灭别国的百姓。因此对耶稣 有怎样的认识,就会有怎样的跟随者。今天的教会中没有人会说自己不是跟

一、 对耶稣基督的认信 随耶稣的, 然而自己所跟随的究竟哪一个或者哪一种答案的耶稣呢?是否是 “天上的父所指示的”呢? 我们每一个人对耶稣(神)都有所期待,作为人性完全败坏的我们来说, 我们所有的期待也都是有问题的,需要耶稣基督的救赎。否则,我们所跟随 的耶稣就只是我们自己用期待所定义的“那一位耶稣”,也就出现了“成功 神学”,就出现了仅仅为医治而有的“医治大会”等,也就出现不是福音的 福音,不是教会的教会,不是门徒的门徒。 圣经中论到耶稣是要把属神的百姓从罪恶中救出来,祂是神在起初就应 许的“女人的后裔”,祂是神所预备的赎罪的羔羊,祂是道成肉身的神,却 为我们多人的罪做了挽回祭,代替我们做了赎价,接受了父神对犯罪的我们 的刑罚,祂被钉在十字架上,三天后从死里复活,因此成就了在创世以来三 一神所预备的救恩。这也正是我们对耶稣认信的焦点和核心。 若我们只是把耶稣当成榜样,把祂的教训当作智慧的准则,我们就自以 为自己可以听从耶稣的教训和能够效法祂的生活,我们就是在忽略我们犯罪 的事实,在否认耶稣基督代替我们受死的必要。所以,我们首先要知道耶稣 一切的教训和行为都是为要显明祂是神所预备的圣洁、顺服的羔羊,是代替 我们承担神忿怒惩罚的。 “基督耶稣降世,为要拯救罪人。 ”这是耶稣的目的, 我们所认信的、所跟随的耶稣应该是一个代替我们来背负我们罪孽的耶稣, 而非要满足我们的期待,不是要满足和建立我们“地上的国” 。 我们是否看见自己处在罪恶过犯之中?我们是否想到自己活在神的忿 怒之中?我们是否认识自己无法摆脱败坏的本性?我们是否承认自己不可 能主动恢复与神的关系?我们是否相信若不是耶稣的救赎,自己将被丢在可 怕的永恒的死亡里?因此,作基督门徒的基础就是准确知道自己所信的内容。 162 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 162

9/16/17 9:14 AM


一、 对耶稣基督的认信 一、 对耶稣基督的认信 二、 对耶稣基督的委身 一、 对耶稣基督的认信 二、 对耶稣基督的委身 门徒称呼耶稣为“主” ,在实际的关系上却常以自己为主,自己不想就 二、 对耶稣基督的委身 门徒称呼耶稣为“主” ,在实际的关系上却常以自己为主,自己不想就 要求耶稣做事达成门徒自己的心意- - “降火烧死他们”、“容我先回去埋葬 门徒称呼耶稣为“主” ,在实际的关系上却常以自己为主,自己不想就 要求耶稣做事达成门徒自己的心意- - “降火烧死他们” 、“容我先回去埋葬 我的父亲” 、 “但容我先回去辞别我家里的人” 。殊不知我们的意思常常是 “杀 要求耶稣做事达成门徒自己的心意- - “降火烧死他们” 、“容我先回去埋葬 我的父亲” 、 “但容我先回去辞别我家里的人” 。殊不知我们的意思常常是 “杀 人”,而主的意思却是“救人” ;我们以为是在尽孝道,实际是咋显明自己的 我的父亲” 、 “但容我先回去辞别我家里的人” 。殊不知我们的意思常常是“杀 人” ,而主的意思却是“救人” ;我们以为是在尽孝道,实际是咋显明自己的 义,而不愿接受耶稣基督的义;……就这一点上,我们也可以分辨自己是徒 人” ,而主的意思却是“救人” ;我们以为是在尽孝道,实际是咋显明自己的 义,而不愿接受耶稣基督的义;……就这一点上,我们也可以分辨自己是徒 有虚名的“门徒” ,还是真跟随耶稣的门徒。 义,而不愿接受耶稣基督的义;……就这一点上,我们也可以分辨自己是徒 有虚名的“门徒” ,还是真跟随耶稣的门徒。 所以,作主的门徒不是一个定义,而是在实际生活中体现出来的活生生 有虚名的“门徒” ,还是真跟随耶稣的门徒。 所以,作主的门徒不是一个定义,而是在实际生活中体现出来的活生生 的真理。每一位信徒都应该是主的门徒,而且迫切追求作主的门徒。换句话 所以,作主的门徒不是一个定义,而是在实际生活中体现出来的活生生 的真理。每一位信徒都应该是主的门徒,而且迫切追求作主的门徒。换句话 说,我们的生活应该被所认信的来支配,都应该像扶着犁耕地的农夫 的真理。每一位信徒都应该是主的门徒,而且迫切追求作主的门徒。换句话 说,我们的生活应该被所认信的来支配,都应该像扶着犁耕地的农夫 一样,不回头。 说,我们的生活应该被所认信的来支配,都应该像扶着犁耕地的农夫 一样,不回头。 我们是否蒙召去受苦呢?是否蒙召去为主捐躯呢?这 颗 可 怜 软 弱 的 心 回 答 一样,不回头。 我们是否蒙召去受苦呢?是否蒙召去为主捐躯呢?这 颗可怜软弱的心回答 说 :“噢 , 不 , 永 不 。”但是,要把祝福带进世界,这话是什么意思呢?对主而言是 我们是否蒙召去受苦呢?是否蒙召去为主捐躯呢?这 颗可怜软弱的心回答 说 :“噢 , 不 , 永 不 。”但是,要把祝福带进世界,这话是什么意思呢?对主而言是 什么?对众使徒又是什么?这是主走过的路,仆人岂可不步祂的后尘呢? 说 :“噢 , 不 , 永 不 。”但是,要把祝福带进世界,这话是什么意思呢?对主而言是 什么?对众使徒又是什么?这是主走过的路,仆人岂可不步祂的后尘呢? 在这大群以好流人血为乐的群众当中,我仍然存活至今,这实在是件奇事…… 什么?对众使徒又是什么?这是主走过的路,仆人岂可不步祂的后尘呢? 在这大群以好流人血为乐的群众当中,我仍然存活至今,这实在是件奇事…… ---吴正兴 Mr.Alfred Woodroffe(1872-1900) 唯我们却以所受的苦为乐。 在这大群以好流人血为乐的群众当中,我仍然存活至今,这实在是件奇事…… 唯我们却以所受的苦为乐。 ---吴正兴 Mr.Alfred Woodroffe(1872-1900) 这是一名英国宣教士的话,他的生活也是被他所宣告的来支配。这不是 唯我们却以所受的苦为乐。---吴正兴 Mr.Alfred Woodroffe(1872-1900)

这是一名英国宣教士的话,他的生活也是被他所宣告的来支配。这不是 他的力量,他也是软弱可怜的人,这乃是他接受了福音,有了圣灵内在的工

这是一名英国宣教士的话,他的生活也是被他所宣告的来支配。这不是 他的力量,他也是软弱可怜的人,这乃是他接受了福音,有了圣灵内在的工 作而相信耶稣所带来的。他的“信”不单单是一个观念,而是实际发生了与 他的力量,他也是软弱可怜的人,这乃是他接受了福音,有了圣灵内在的工 作而相信耶稣所带来的。他的“信”不单单是一个观念,而是实际发生了与 耶稣基督的联合- - “现在活着的不再是我,乃是基督在我里面活着。”(加 作而相信耶稣所带来的。他的“信”不单单是一个观念,而是实际发生了与 耶稣基督的联合- - “现在活着的不再是我,乃是基督在我里面活着。”(加 2: 20) 耶稣基督的联合- - “现在活着的不再是我,乃是基督在我里面活着。”(加 2: 20) 2: 20)

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 163

163

9/16/17 9:14 AM


这绝非只是宣教士或者牧师传道才应有的生活实际,而是在说每一个认 信耶稣基督之人的活法。我们已经不再是罪恶的奴仆,乃是耶稣基督重价赎 买回来的人,属于神的儿女,我们的生命已经换了主人;死和罪不能在统治 我们,乃是受复活的主支配和管理。“我们若在祂死的形状上与祂联合,也 要在祂复活的形状上与祂联合。”(罗 6: 5) 当我们认信且委身于祂时:基督的义归算在我们这罪人的身上,祂是儿 子因此我们也被收纳成为儿子,祂的生命使我们里面开始结出圣灵的果 子……,然而我们也不能忽略祂的使命和命运也必成为我们的命运和使命, 即基督所做的事,是我们今天有意要做的;基督所遭遇的,也是我们无法逃 避且愿意接受的。祂要我们真实地经历祂的得胜,祂要我们参与到祂的救赎 计划中来。可怜的是,我们口称耶稣为主的人,太多人拒绝背十字架,我们 被错误的期待和认信所欺骗,谬解和只关注“因祂受的刑罚我们得平安,因 祂受的鞭伤我们得医治。”等类似的经文。 如今,我们都当从这最基本的认信来挑战自己,在委身耶稣基督的这个 过程里,让假的信心暴露出来,让不信的恶心不能隐藏,真实地面对自己, 以致我们自己有机会真实地来到耶稣面前得蒙拯救。

你们哪一个要盖一座楼,不先坐下算计花费,能盖成不能呢?恐怕安了 地基,不能成功,看见的人都笑话他,说:‘这个人开了工,却不能完工。’ 或是一个王出去和别的王打仗,岂不先坐下酌量,能用一万兵去敌那领二万 兵来攻打他的吗?若是不能,就趁敌人还远的时候,派使者去求和息的条款。 这样,你们无论什么人,若不撇下一切所有的,就不能作我的门徒。”(路 14:28-33) 164 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

你预备好了吗? NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 164

9/16/17 9:14 AM


以致我们自己有机会真实地来到耶稣面前得蒙拯救。

你们哪一个要盖一座楼,不先坐下算计花费,能盖成不能呢?恐怕安了 地基,不能成功,看见的人都笑话他,说:‘这个人开了工,却不能完工。’ 或是一个王出去和别的王打仗,岂不先坐下酌量,能用一万兵去敌那领二万 兵来攻打他的吗?若是不能,就趁敌人还远的时候,派使者去求和息的条款。 这样,你们无论什么人,若不撇下一切所有的,就不能作我的门徒。”(路 14:28-33)

你预备好了吗?

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 165

165

9/16/17 9:14 AM


I Love Indonesia Komisi Wanita memperingati hari kemerdekaan RI ke-72

166 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 166

9/16/17 9:14 AM


Dalam rangka memperingati hari ulang tahun RI yang ke-72, maka Jumat 18 Agustus 2017 Komisi Wanita menaikkan pujian syukur kepada Tuhan dan mengadakan berbagai kegiatan, sebagai ungkapan rasa cinta para wanita kepada negara dan bangsa Indonesia.

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 167

167

9/16/17 9:14 AM


168 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 168

9/16/17 9:14 AM


S

etiap wanita yang hadir pada hari itu mengenakan beraneka busana daerah. Ada lima belas wanita yang dipersiapkan menjadi utusan yang akan dinilai keunikannya dari lima belas kelompok yang ada di dalam Komisi Wanita; yaitu yang berasal dari grup CGF Ararat, Basan, Betel, Efraim, Gerizim, Hermon, Horeb, Karmel, Libanon, Moria, Nebo, Pisga, Sinai, Sion, dan Tabor. Kelima belas wanita ini mengenakan busana daerah dari lima belas suku yang ada di Indonesia; yaitu Lampung, Jawa, Bali, Madura, Sunda, Minangkabau, Dayak, Betawi, Bangka, Riau, Batak, Aceh, Sulawesi Selatan, Tionghoa, dan Papua.

Ada tiga kontes dalam penilaian juri: “Aku Wanita Indonesia”, “Aku Wanita Cerdas”, “Aku Wanita Kompak”. Adapun yang menjadi tim juri adalah GI. Eliyani, GI. Feri Irawan, GI. Bidawaty, dan GI. Royke. Pesan firman Tuhan yang disampaikan oleh GI. Eliyani, agar para wanita Indonesia menjadi wanita yang “3B” (Bersyukur kepada Tuhan, Beriman kepada Tuhan, Berharap kepada Tuhan). Sehingga ketika masalah datang, tidak hilang pengharapan; ketika kesulitan ekonomi menerpa, tidak kehilangan pegangan; dan ketika menghadapi pergolakan, tidak bimbang; tetapi melalui hidupnya menunjukkan kualitas iman yang nyata. Dengan demikian masyarakat yang tinggal di sekitar kita dapat melihat ada Tuhan Allah yang besar; melalui dampak dan sumbangsih yang diberikan para wanita dalam hidupnya untuk orang lain, masyarakat, dan Indonesia. Biarlah pesan firman Tuhan ini terus menggema dalam diri para wanita Indonesia yang mencintai Tuhan. Amin

/Kristiyani Sinjaya

Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 169

169

9/16/17 9:14 AM


ASI ND

KOME RE

Hope is a good thing, maybe the best of things, and no good thing ever dies 170 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 170

9/16/17 9:14 AM


“Harapan adalah hal yang baik, mungkin yang terbaik, dan tidak ada hal baik yang bisa hilang,” kata Andy, narapidana dalam film The Shawshank Redemption kepada Red, sahabatnya—juga narapidana. Andy dihukum penjara seumur hidup karena didakwa membunuh istrinya sendiri. Padahal, dia tidak melakukannya. Red, seorang narapidana senior yang dikenal sebagai ‘toko serba ada’ karena bisa menyediakan apa pun di dalam penjara. Ada sesuatu dengan Andy (Tim Robbins) yang menarik perhatian Red (Morgan Freeman). Andy terlihat ‘berbeda’ dari narapidana-narapidana lain. Awalnya dia terlihat aneh dan lemah. Maklum, sebelum masuk penjara, Andy adalah bankir sukses. Toh dengan keculunannya itu, Andy kemudian menjadi sosok yang tak terduga. Semua karena ada daya tahan mental yang tak terpatahkan. Bahkan, setelah ia mengalami hal terburuk di dalam penjara. Ada sesuatu juga dengan The Shawshank Redemption, yang walaupun diproduksi pada tahun 1994, baru tahun 2010 film ini dinobatkan sebagai film terbaik dan terfavorit sedunia, oleh situs terkemuka imdb.com. Peringkat satu itu masih didudukinya hingga hari ini. The Shawshank Redemption bercerita tentang harapan seseorang, yang bahkan ketika seluruh dunia berusaha mengalahkannya, ia mampu bertahan. Sepanjang film, Andy selalu terlihat kalah. Apalagi yang bisa dimenangkan oleh seorang narapidana? Namun, hidup manusia tidak terdiri tubuh saja, tetapi juga dikerjakan oleh jiwa dan roh. Sosok Andy menggambarkan ‘kemenangan’ lewat daya tahan karena ada harapan. Harapan yang tidak bisa dimengerti bahkan oleh Red sahabatnya, sampai saat-saat terakhir. Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 171

171

9/16/17 9:14 AM


Walau ditulis oleh penulis horor kenamaan, Stephen King; The Shawshank Redemption bukan film horor klasik dengan roh gentayangan, kejutan-kejutan, darah, dan teror. Kengerian justru terjadi dalam diam. Penonton dibuat bergidik; membayangkan seorang manusia harus bertahan hingga 10, 20, atau 30 tahun dalam ketidakadilan yang konstan, keterbatasan yang rutin, tanpa kuasa membuat keputusan untuk dirinya. Jangan juga bayangkan film ini sebagai film yang berat, penuh khotbah atau kesuraman penjara. The Shawshank Redemption bercerita dengan lancar bahkan sesekali melucu. Tidak heran, durasi dua setengah jam berlalu tanpa terasa bosan. Tidak banyak film yang membuat penonton bisa menikmati beberapa adegan sederhana seperti: adegan Andy berjalan dengan sepatu mengkilat di lorong penjara, atau ketika ia ’menyiram jiwa’ para narapidana dengan memutar piringan hitam penyanyi seriosa perempuan di pengeras suara penjara. Film ini juga mentertawakan para munafik lewat tokoh seorang kepala penjara. Ruangnya penuh dengan ayat Alkitab, hidupnya penuh dengan doa, dan kalimat-kalimatnya tidak jauh dari firman. Kalau hanya mendengar kata-katanya, terkesan bahwa tugas sebagai kepala penjara adalah tugas dari Tuhan untuk melaksanakan keadilan. Ternyata, jargon Tuhan hanya menjadi pembenaran untuk dia menindas kaum yang lemah. “Aku hanya percaya pada dua hal: disiplin dan Alkitab. Di sini kalian akan menerima keduanya. Percayalah pada Tuhan, tapi aku yang berkuasa di sini. Selamat datang di Shawshank,” kata kepala penjara

/ Edna C. Pattisina

172 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 172

9/16/17 9:14 AM


Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 173

173

9/16/17 9:14 AM


Sendok Suatu kali sebuah keluarga pebisnis yang terkenal kaya mengundang pendeta gereja mereka untuk membawakan acara syukuran di rumah dan akan ada makan bersama. Undangan ini hanya kepada pendeta gereja itu saja. Setelah ibadah kecil selesai dan acara makan bersama pun selesai, maka pendeta ini pulang ke rumahnya. Namun, ketika pendeta ini pulang, sang istri yang empunya rumah itu berkata kepada suaminya demikian, “Pa, sendok kita hilang satu. Kayaknya … sendok kita dicuri pendeta.” Mendengar kejadian itu, sang suami pun hanya diam saja menenangkan sang istri bahwa itu hanya sebuah sendok saja. Dan peristiwa sendok hilang itu pun menjadi misteri sampai satu tahun. Setahun kemudian, keluarga pebisnis ini mengundang kembali pendeta gereja dan sekaligus dengan seluruh anggota gereja untuk mengadakan acara syukuran dan makan-makan bersama. Tapi, kali ini berbeda, karena di saat suasana ramai seperti ini, sang istri ini menanyakan kepada pendeta peristiwa satu tahun lalu. Ketika pendeta itu sedang mengantri di barisan untuk makan, ibu ini dengan lantang menanyakan kepada pendeta di depan banyak anggota jemaat, “Pak pendeta, tahun lalu ketika pendeta makan di sini, sendok kami hilang satu. Pendeta bawa yah?” Pendeta dengan santai menjawab, “Ibu, sendok ibu saya selipkan di dalam Alkitab yang ibu berikan untuk saya pakai membacakan Ayat bacaan ketika ibadah kecil itu.” Sang ibu pun terdiam beserta suami dan seluruh isi keluarganya. Mereka menjadi malu di depan seluruh anggota jemaat, karena ketika mereka membuka Alkitab yang dimaksud oleh sang pendeta, mereka menemukan sendok yang hilang itu di dalamnya.

Survei di Tempat Ada seorang pengusaha mata duitan yang bergerak di bidang jual beli tanah bertanya pada pak pendeta. “Pak, apakah di surga nanti ada lahan yang bisa dijual, ya? Pasti pendapatannya sangat besar, soalnya banyak jemaat kita yang ingin tinggal di surga.” “Oh, begitu. Kenapa Bapak sendiri nggak survei duluan aja?” 174 BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 174

9/16/17 9:14 AM


/ Thomdean /

Yunus

Seorang anak yang baru pulang dari sekolah minggu langsung menemui ibunya dan mengadu bahwa gurunya hanya memberi nilai “5” pada gambar yang sudah susah payah ia kerjakan. Si ibu penasaran dan meminta si anak untuk menunjukkan gambar itu. Ketika ibu melihat gambar yang ditunjukkan, ia heran karena gambar itu hanyalah gambar sepasang bola mata dengan latar belakang seluruhnya warna hitam. Ibu bertanya, “Memangnya apa sih yang kamu gambar?” Dengan polos si anak menjawab, “Nabi Yunus yang sedang berada dalam perut ikan, Bu.”

Letak Galilea

Herman pulang dari gereja dengan wajah cemberut. Dia merasa bahwa hari ini adalah hari yang tidak baik untuknya. “Kenapa wajahmu masam, Nak?” tanya bapaknya. Herman menjawab, “Tadi saya tidak bisa menjawab pertanyaan guru sekolah minggu, Pak.” “Memangnya, apa pertanyaan gurumu?” tanya bapaknya lagi. “Bu Endah bertanya, di mana letak Galilea.” “Oh, gitu. Ya sudah. Tidak usah sedih. Lain kali kalau meletakkan sesuatu, ingat baik-baik tempatnya, ya,” kata bapak sambil mengelus kepala Herman. (dari berbagai sumber) Redaksi NAFIRI menyambut sumbangan humor untuk rubrik Nafiri HAHAHA! Silakan mengirimkan tulisan ke email: nafiri@gkybsd.org Nafiri OKTOBER 2017

NAFIRI OKT 17 FINAL.indd 175

175

9/16/17 9:14 AM


BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI  
BEREPRODUKSI atau MANDUL ROHANI  

BULETIN NAFIRI Media Komunikasi, Eduksasi dan Informasi GKY Jemaat BSD Edisi Oktober 2017 / Th 14

Advertisement