Page 1


Saudara-saudara terkasih, Di suatu kebaktian Korem (Komisi Remaja), tiba-tiba multi medianya ngadat, tidak bisa berfungsi. WL (worship leader) yang sudah mempersiapkan lagu-lagu dalam bahasa Inggris terpaksa nyaris menyanyi solo, karena tidak ada satu anak remaja pun yang hafal dengan lagu-lagu tersebut. Saya jadi sadar betapa pentingnya lagu-lagu pujian simpel yang lebih mudah dihafalkan. Saya ingat, kalau pas mati lampu atau kena macet, paling senang kalau bisa berdoa sambil menyanyikan lagu-lagu rohani. Kalau sulit mengingat-ingat lagu pujian, ya …, paling tidak masih ada lagu-lagu Sekolah Minggu atau lagu Natal yang tetap tertanam di otak sejak kecil. Bahkan seorang sahabat saya yang sudah berpindah agama karena menikah dengan seorang dari saudara sepupu, baru-baru ini mengatakan bahwa hal yang masih tersisa di dalam ingatannya dan kadang membuat dia ‘kangen’ kepada kekristenan adalah drama dan lagu-lagu Natal. Komentar teman saya ini tiba-tiba mengingatkan saya bahwa Natal telah datang lagi! Lagu-lagu Natal, hiasan-hiasan Natal; semuanya memang membuat kangen kepada suasana Natal. But … “No Christ, No Christmas”!!! Itu adalah tema Natal GKY BSD tahun ini. Suatu tema yang sangat benar, sebab apalah artinya Natal tanpa kehadiran Kristus itu sendiri. Bagaimana kalau standar normal kesalehan sudah tidak berfungsi lagi? Pertanyaan penulis “Fokus”, mengungkap kebingungan Yusuf yang dipaksa oleh Allah menjadi lakon yang membidani kedatangan Kristus. Righteousness yang dituntut Allah tak bisa masuk pola rasionalisasi apa pun. Maka Kristus harus hadir! Dan Dia telah hadir! Dan kehadiran Kristus telah menjadi inti sejarah kekristenan yang uraian tempat lahirnya dapat kita baca di “Teropong” edisi kali ini. Kita yang sudah mengalami kehadiran Kristus, tentulah rindu untuk menghadirkan kasih-Nya di tengahtengah dunia ini; yang tergambar dalam rubrik “Thought” yang mengupas mengenai pewartaan kasih Kristus melalui witnessing, dan tokoh yang diangkat di dalam rubrik “Capture” yang memberkati banyak orang melalui suara emasnya. Biarlah kita semua mengambil bagian kita di dalam menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana (2 Korintus 2:14). Selamat membaca, semoga setiap tulisan yang ada disini memberi inspirasi bagi saudara-saudara. Tuhan Yesus memberkati kita. 2

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 2

Salam, Redaksi

Penasehat Pdt Joni Sugicahyono, M.Div. Pembina GI Feri Irawan, M.Div. Majelis sub. bid. Literatur Kevin Kowinto Pemimpin Redaksi Elasa Noviani Wakil Pemimpin Redaksi Nico Tanles Tjhin, Arina Palilingan Editor Hendro Suwito, Titus Jonathan Proof Reader Yati Alfian Creative Design Juliani Agus, Christina Citrayani, Kezia Rusli, Glory Amadea Illustrator Ricky Pramudita, Thomdean Fotografer Yahya Soewandono Koordinator Narasumber Deirdre Tenawin Penulis Anton Utomo, Deirdre Tenawin, Elasa Noviani, Erwin Tenggono, Edna C. Pattisina, Feri Irawan, Hendro Suwito, Humprey, Jesslyn Catherine, Kevin Kowinto, Lily Ekawati, Lislianty Lahmudin, Nico Tanles Tjhin, Pingkan Palilingan, Titus Jonathan Kontributor Denis Condro, Ihan Martoyo, Joni Sugicahyono, Laazar Manuain Alamat Redaksi Sub bidang literatur GKY BSD Jl. Nusaloka E8/7 BSD Tangerang Telp/ Fax: 021-5382274 Email: nafiri@gkybsd.org

Kirimkan KRITIK, SARAN, SURAT PEMBACA dan ARTIKEL anda ke alamat redaksi ataupun lewat e-mail di atas

12/18/16 2:39 PM


F oku s

28 NO Christ No Christmas 46 Married by Accident, a Higher Rightousness 10 Enlightenment I Smile 84 Corner Kick

Jelas-jelas Yesus juga Jealous

98 Teropong Bertlehem Riwayatmu Kini

60 Thought

Trihadi Saptoadi

4 16 42 54 72 76 90 108 116 122 142 146

Suara Gembala Panggilan untuk Menjadi Berkat bagi Dunia Potret Lowell Percikan Lovely Character View Point Kristuskah di Balik Persepsi Orang pada Diri Anda? Refleksi Natal tanpa Kristus? Perspektif Doa Seorang Koruptor Kesaksian Trilogi Cinta Serpihan Perjalanan

Cinque Terre, dimana saya mengucap, “God is so good”

Luar Jendela Belajar, Berubah, dan Kembangkan Talenta di Melbourne Sh oo t MIndra J Citra Mandarin Corner

没有基督就没有圣诞

English Corner Choosing Soulmate Rightly

34 C a p t ur e

Herry Priyonggo 115 Quote 2 Zaman 132 Rekomendasi Buku The End of Me Komik 107 Bang ARIF 127 Sentilan 136 NAFIRI Hahaha

Event Notes 128 Pelatihan Masyarakat Terpadu Angkatan Kedua di Mintin 138 Outing Pasutri

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 3

3

12/18/16 2:39 PM


4

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 4

12/18/16 2:39 PM


Nats Alkitab Yohanes 6:1–15; Keluaran 16:1–5 Pendahuluan Dalam seluruh kitab Injil dicatat Yesus melakukan 35 mukjizat. Dari 35 mukjizat yang diperbuat Yesus, mukjizat “lima roti dan dua ikan” ini, adalah satu-satunya yang ditulis dalam keempat Injil (Matius 14:13–21; Markus 6:32–44; Lukas 9:10–17; dan Yohanes 6:1–15). Jika Yohanes mencatat sekali lagi mukjizat yang sudah dicatat baik oleh Matius, Markus, dan Lukas; hal ini menunjukkan adanya sesuatu yang luar biasa dalam peristiwa itu. Sepertinya Yohanes ingin kita belajar mengenal Yesus lebih dalam lagi melalui peristiwa mukjizat ini.

Konteks Peristiwa Pada waktu Yesus memberi makan lima ribu orang laki-laki (belum termasuk wanita dan anak-anak; menurut para ahli ada enam ribu wanita dan dua ribu anak-anak) maka konteksnya adalah peristiwa Paskah orang Yahudi. Ayat 4, “Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.” Paskah orang Yahudi (Passover) yaitu ketika orang Israel dituntun Tuhan Allah keluar dari perbudakan dan penindasan selama 430 tahun di Mesir (Keluaran 12:40). Tuhan menuntun mereka keluar dengan tangan yang perkasa, dengan mukjizat-mukjizat yang luar biasa yang membuat ilah-ilah Mesir tak berdaya; menuju Tanah Perjanjian. Ini pengertian Paskah Perjanjian Lama. Dalam Yohanes 6 ini, Yesus memurnikan makna yang sebenarnya dari Paskah tentang apa yang harus dipahami manusia mengenai relasi antara umat pilihan dengan Allah yang telah memilih dan memelihara mereka. Apa yang Yesus rombak? Apa yang Yesus murnikan? Makna apa yang Ia ajarkan? Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 5

5

12/18/16 2:39 PM


6

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 6

12/18/16 2:39 PM


Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 7

7

12/18/16 2:40 PM


8

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 8

12/18/16 2:40 PM


Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 9

9

12/18/16 2:40 PM


10

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 10

12/18/16 2:40 PM


/ GI Feri Irawan /

e r i b a h a s a Tiongkok ini membuat saya tidak mampu menahan tawa ketika pertama kali membacanya. Peribahasa ini membuat saya terkenang akan masa kecil di kampung halaman. Seingat saya, asuk-asuk (sebutan untuk om di kalangan Tionghoa) yang membuka toko kelontong atau kebutuhan bahan pokok di kampung tidak pernah menjadikan strategi senyum sebagai cara untuk membuat laris dagangan. Yang penting pintar ngomong, jujur, barang bagus, dan harga relatif murah; sudah cukup untuk menarik para pelanggan. Apalagi jika ditambah stok barang melimpah dan bisa dibuat kulakan oleh kios-kios lainnya yang lebih kecil. Dan, boroboro senyum, asuk-asuk yang sering saya temui dulu rata-rata galak dan nggak segan-segan berteriak keras atau memarahi anak buahnya.

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 11

11

12/18/16 2:40 PM


Tentu saja gaya berdagang asuk-asuk ini berbeda dengan mini market yang semakin menjamur di kampung-kampung zaman sekarang. Begitu kita masuk, petugas sudah menyapa kita, “Selamat datang di X-mart, selamat berbelanja.” Dan ketika kita hendak membayar di kasir, sang petugas akan memberikan kita senyuman terlebih dulu sebelum melayani traksaksi pembayaran kita. Lain mini market lain pula pelayanan di bank. Sekitar dua bulan lalu saya cukup dikesalkan dengan tertelannya kartu ATM saya di sebuah mesin ATM yang berada di sebuah mini market dekat gereja. Mesin ATM tiba-tiba ngadat dan kartu tidak bisa keluar dari mesin. Kekesalan saya kali ini memuncak, karena kejadian ini sudah yang kedua kalinya pada mesin yang sama dan di lokasi yang sama dengan selisih hanya beberapa bulan saja. Keesokan paginya, terpaksa saya kembali datang ke bank untuk mengganti kartu yang tertelan tersebut. Dalam form pernyataan kartu ATM yang tertelan ada bagian isian untuk hal yang diinginkan nasabah. Selain saya mencentang penggantian kartu ATM, saya mengisi bagian titik-titik kosong dengan tulisan, “Tolong mesin ATM yang rusak di X-mart ditarik karena telah merugikan banyak nasabah.” Membaca tulisan saya, petugas customer service tidak bisa menahan senyumnya. Sambil tetap tenang dan menebarkan senyum, ia menawarkan secangkir teh atau kopi kepada saya. “Hmm ... modus,” pikir saya. Tetapi gara-gara senyum dan keramahan itulah yang membuat kekesalan saya akhirnya berangsur-angsur mereda. Saya perlu mengacungkan jempol untuk cara officer bank tersebut dalam menangani keluhan nasabah.

12

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 12

12/18/16 2:40 PM


Memberikan senyuman merupakan sebuah tindakan sederhana dengan dampak yang cukup besar. Itulah mengapa dalam dunia pelayanan, senyum menjadi salah satu golden rule yang wajib diterapkan oleh karyawan dalam instansi-instansi pelayanan publik, termasuk Gereja dalam menyambut jemaat yang datang beribadah. Bahkan, sebuah swalayan berani memberikan statement, “Belanja anda gratis jika kasir kami tidak memberikan senyum kepada Anda.� Konon sebuah penelitian membuktikan bahwa orang yang suka tersenyum dapat memperlambat detak jantung dan mengurangi stres. Sementara stres yang berkepanjangan dan emosi negatif dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh kita. Bukan hanya itu, tetapi senyum dapat membawa ketenteraman jiwa. Dalam sebuah kutipan terkenal, Mother Teresa mengatakan, “Peace begins with a smile.� Sebuah senyuman bahkan mampu membawa kedamaian bagi jiwa yang galau, baik oleh si pemberi senyuman maupun bagi penerimanya. Saya menggambarkan sebuah senyuman yang ramah itu seperti sebuah alat terapi bagi jiwa yang gundah dan membara. Saat kita tegang atau frustrasi, senyum turut mengendurkan ketegangan dan menanggulangi rasa frustrasi itu. Dengan tersenyum membuat kita merasa lebih rileks dalam menghadapi persoalan dan membantu kita menjadi lebih ramah terhadap orang lain.

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 13

13

12/18/16 2:40 PM


Namun, tidak semua senyuman berdampak positif. Ada senyuman yang penuh misteri semisterius senyum Mona Lisa dalam lukisan Leonardo da Vinci. Ada pula senyuman yang tidak tulus yang bermodus penipuan yang menjerat harta orang-orang yang lengah dan tak berdaya. Demikian juga senyuman menggoda dari orang-orang yang bejat moral yang sering membawa kehancuran dalam rumah tangga. Senyuman-senyuman seperti itu penuh dengan tipu daya dan dosa. Tetapi, di luar semua itu senyuman adalah hal baik yang diberikan oleh Tuhan bagi kita untuk kita bagikan kepada dunia. Coldplay dalam sebuah lirik lagunya menulis, “God puts a smile upon your face.� Senyuman kita adalah sebuah perpanjangan senyum dari Allah bagi banyak orang yang cenderung tertekan dan penuh dengan beban hidup.

14

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 14

12/18/16 2:40 PM


Kita tidak harus menjadi orang yang berbahagia dan tanpa persoalan hidup terlebih dulu untuk bisa tersenyum dan membagikannya kepada dunia. Bahkan ketika kita sendiri masih ada dalam pusaran badai hidup, senyuman kita menjadi bukti bahwa kita memercayai janji Allah yang akan memberikan damai sejahtera-Nya atas hidup kita. Bagikanlah senyumanmu kepada orang-orang di sekitarmu, dan jangan lupa untuk memulainya dengan membagikannya kepada dirimu sendiri

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 15

15

12/18/16 2:40 PM


16

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 16

12/18/16 2:40 PM


/ Deirdre Tenawin /

“

LEBIH BAIK TIDAK DIKENAL ORANG

tapi Bekerja untuk

TUHAN � LOWELL

Di sebuah kota kecil bernama Nanga Pinoh, pada tanggal 14 Mei 1970, lahirlah seorang bayi laki-laki bernama Lowell. Ia lahir sebagai anak bungsu dari delapan bersaudara dalam lingkungan orang percaya karena Ayahnya sudah kenal Tuhan Yesus.

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 17

17

12/18/16 2:40 PM


Ayah Lowell menerima Tuhan Yesus sekitar tahun 1950, diperkenalkan oleh misionaris yang melayani di Nanga Pinoh pada masa itu. Kota yang terletak di Kabupaten Sintang, empat ratus kilometer dari Pontianak ini adalah salah satu kota yang sering menjadi tujuan para misionaris dari Amerika. Alasannya, Nanga Pinoh memiliki bukitbukit dan tanah lapang yang rata sehingga bisa menjadi landasan untuk pesawat kecil misionaris. “Dulu waktu kita kecil tuh jadi tontonan kalau pesawat datang, karena ada hiburan kan. Barang mewah lah bagi orang kampung,” kenang Lowell. Bergaul Dengan Misionaris Amerika Para misionaris ini memiliki hubungan yang sangat baik dengan keluarga Lowell, terutama ayahnya. Dari ayahnya Lowell tahu bahwa Injil mulai masuk ke Nanga Pinoh sekitar tahun 1930 dan ada beberapa keluarga yang kemudian menerima Kristus. Keluarga-keluarga ini mulai mengajak teman-temannya, termasuk di antaranya adalah ayah Lowell. Tahun 1940-an, bangunan gereja pertama kali berdiri di Nanga Pinoh. Di Nanga Pinoh tidak ada rumah sakit, hanya ada puskesmas. Para misionaris mendirikan rumah sakit di Kota Sulkam, dekat Singkawang dan cukup jauh dari Nanga Pinoh. Jika menggunakan jalur darat, banyak pasien yang tidak bisa diselamatkan. Sehingga dengan pesawat, misonaris membantu mengantarkan orang-orang yang sakit ke Kota Sulkam. Kedekatan ayahnya dengan para misionaris membuat Lowell kecil pun sering bermain ke rumah mereka. “Saya dengar penginjilannya lewat lagu. Jadi anak-anak kecil dikumpulkan, lalu ada laoshi yang mengajar lagu gereja. Dulu kita dikasih kartu pos aja sama misionaris sudah senengnya minta ampun loh,” cerita Lowell.

18

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 18

12/18/16 2:40 PM


Kedekatan itu juga yang membuat Lowell bisa mendapatkan mainan-mainan yang lebih canggih dibandingkan teman-temannya. Misalnya mainan pesawat terbang berbahan bakar avtur. Bahkan ketika kembali ke negara asalnya, barangbarang milik para misionaris ini banyak yang dijual kepada keluarga warga setempat. Mulai dari tempat tidur per sampai kulkas berbahan bakar minyak tanah. Sesuatu yang tidak lazim dimiliki orang-orang di Nanga Pinoh pada saat itu. Masa Kecil Yang Tidak Sempat Nakal Lowell kecil belajar di sekolah negeri. Sekolah pertama Lowell letaknya dekat dengan rumah. Setiap bel istirahat berbunyi, ia pulang dengan berjalan kaki untuk makan siang lalu kembali lagi ke sekolah. Lowell mengaku sempat beberapa kali pindah sekolah. Ada kalanya ia harus jalan kaki ke sekolah dengan melewati kebun karet yang jaraknya sekitar dua kilometer. Kalau sedang lapar, singkong yang ditemuinya di sepanjang jalan pun dicabutnya. Mungkin itu hal paling nakal yang pernah dilakukannya semasa kecil. “Saya gak sempat nakal karena keluarga saya keluarga sederhana. Dididik oleh apho (oma) saya dan dia orang yang keras. Dari kecil saya sudah harus kerja, bantu apho jualan.” Omanya sangat ketat mendidik Lowell, karena papanya adalah anak satu-satunya. Takut cucunya jadi penjudi, sejak kecil Lowell tidak diperbolehkan bermain kartu bahkan catur pun tidak. “Saya bersyukur hari ini saya tidak jadi sesuatu yang negatif.” Masa-Masa Penuh Perjuangan Lowell tumbuh di Nanga Pinoh hingga lulus SMP, lalu pindah ke Jakarta dan bersekolah di SMA 3 PSKD– tempat Gubernur Jakarta Ahok juga bersekolah. Tamat SMA, Lowell ingin masuk ke sekolah kedokteran. Ia bercita-cita ingin menjadi dokter karena mengingat kondisi di kampung halamannya yang minim tenaga medis. Tapi ada daya, niat itu terpaksa harus dikuburnya karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan. Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 19

19

12/18/16 2:40 PM


Akhirnya Lowell mengambil jurusan manajemen informatika di Universitas Binus (STEMIK namanya dulu) sambil bekerja di bagian administrasi supermarket. “Waduh setengah mati itu; bayangkan dari Cempaka Putih ke Tebet minimal dua kali naik bus, pulang kantor ke kampus, dari Tebet ke Palmerah. Pulang kuliah lewat Tanah Abang. Itu sudah tengah malam,” cerita Lowell mengenang suatu masa perjuangan yang sangat tidak mudah bagi dirinya. Berbekal bakat fotografi dan teknik mencuci film yang diturunkan oleh papanya, Lowell membuka sebuah studio foto di daerah Pasar Kemis paska lulus kuliah. Sayangnya studio foto ini hanya bertahan setahun dan kemudian tutup karena kurang berhasil. Apalagi Lowell juga terkena usus buntu dan pada masa itu, proses pemulihan operasi usus buntu masih cukup panjang. Setelah mulai sembuh, Lowell memutuskan untuk membantu menjaga toko elektronik milik cici-nya. Di situ ia kemudian bertemu dengan agen asuransi yang mengubah jalan karirnya. “Saya lihat agen ini rajin sekali bolak-balik datang, padahal dicuekin. Tapi dia tetap setia datang lagi. Suatu hari dia mau mengajak cici saya jadi agen, cici saya menunjuk ke saya dan berkata, ’Tuh adek saya nganggur.’ Dia bilang, ‘Ikut saya aja, training gratis, dapet makan lagi tiga kali.’ Saya pikir why not, saya penasaran. Tiga hari saya mengikuti training, wawasan saya terbuka. Saya lihat ada sesuatu yang bisa membantu orang. Saya pikir ini suatu pekerjaan baik. Di situ saya mencoba. ” Penghasilan sebagai agen asuransi dirasakan Lowell lumayan menopang kehidupannya. Padahal zaman itu, tahun 1996 adalah masa yang cukup sulit untuk menjual asuransi. Ada konotasi negatif yang diyakini cukup banyak orang bahwa agen asuransi adalah pekerjaan bagi yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan. Setelah tahun 1998, masyarakat baru sadar pentingnya asuransi. Banyak hal yang disukai dan disyukuri Lowell melalui pekerjaannya sebagai agen asuransi. Suatu ketika, pernah ada seorang nasabah yang bilang ke Lowell bahwa ia adalah ‘malaikat’ bagi orang itu. Karena waktu itu setelah ia beli 20

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 20

12/18/16 2:40 PM


asuransi, tempat usahanya terbakar. Kalau orang itu tidak punya asuransi, maka ia pasti sudah bangkrut. “Bagi saya itu bukan pujian yang membuat saya gimana, tapi itu membuat saya berpikir bahwa pekerjaan saya ini bisa menolong orang. Kejadian itu membuat saya makin bersyukur,� tutur Lowell. Pekerjaan sebagai agen asuransi itu kemudian dijalankan dengan setia olehnya hingga hari ini. Lowell bersyukur karena selama 21 tahun menjadi agen asuransi, ia tidak pernah bisa menjelaskan kepada orang lain bagaimana caranya menawarkan asuransi. Tidak pernah ia secara khusus pergi keluar rumah untuk mencari nasabah. Bahkan ia komit untuk tidak menawarkan asuransi di gereja. Tetapi selama ini selalu saja ada klien yang datang dengan sendirinya dan Lowell selalu meyakininya sebagai berkat dari Tuhan. Lowell yakin, tidak akan ada hari ini baginya tanpa pertolongan Tuhan di setiap fase hidupnya. Jatuh Cinta Di Tempat Retret Cinta itu datang, di suatu waktu dan tempat yang tidak diduga. Baik dan gesit, itulah kesan pertama yang dirasakan Lowell ketika bertemu dengan Yati di tempat retret. Padahal ia datang karena diajak temannya yang Katolik dengan iming-iming jalan-jalan saja. Ternyata Lowell justru ikut acara retretnya hingga selesai. Di situlah ia mengenal Yati yang pada saat itu masih Katolik. Kepada tim Nafiri; Yati bercerita bahwa setelah acara retret itu, Lowell sering main ke rumahnya dan ikut berbagai acara di gereja Yati. Cinta pun bersemi dan tumbuh di antara keduanya. Setelah pacaran dua setengah tahun, Lowell dan Yati menikah di Nanga Pinoh karena pada saat itu sedang ada kerusuhan di Jakarta. Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 21

21

12/18/16 2:40 PM


Keduanya menikah secara Kristen tetapi Lowell tidak pernah memaksa Yati untuk menjadi Kristen. “Dulu, saya sudah berjanji sama Romo, saya tidak akan pindahkan dia. Di mana dia bertumbuh, di situ dia harus berada. Yang penting di dalam Kristus,” ungkap Lowell. Perjuangan Yati untuk mengikut Kristus dan dibaptis secara Katolik juga tidaklah mudah. Berasal dari keluarga yang aktif sebagai pengurus wihara membuatnya harus sembunyi-sembunyi untuk pergi ke gereja. Baru setelah ayahnya meninggal karena sakit, Yati dibaptis pada tahun 1995. Suatu saat, Yati merasa tidak baik juga jika di dalam satu keluarga ada dua kepercayaan. Akhirnya ia memutuskan untuk mengalah dan pergi ke gereja Kristen dengan Lowell agar keduanya satu gereja. Mereka berjemaat di GKI Kwitang, sembari mencoba dan mencari gereja lain di sekitar BSD. Akhirnya Lowell dan Yati menemukan GKY BSD yang saat itu masih bernama GKJMB Pos PI. BSD. “Saya masih ingat tuh ada Pak Anton dan beberapa jemaat mula-mula. Di situ saya masuk kayaknya cocok dan bergereja di situ tahun 1998 dan saya bersyukur ketika dapat gereja GKY BSD,” kenang Lowell. Di GKY BSD, Yati merasa bertumbuh dan mengenal firman Tuhan lebih dalam. Tahun 2015 kemarin akhirnya Yati memutuskan untuk disidi di GKY BSD. “Saya biarkan dia sendiri terpanggil. Bukan saya yang suruh untuk itu,” ungkap Lowell.

22

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 22

12/18/16 2:40 PM


itu baik. Sekarang waktunya “ kitaTuhan ambil bagian melayani.

Delapan Belas Tahun Di GKY BSD Delapan belas tahun bukanlah waktu yang singkat. Lowell masih ingat masa dimana ia dikunjungi malam-malam oleh Hendrik Chandra dan Budi SW ketika baru berjemaat. Kunjungan itu sangat berkesan baginya. Lowell merasa diperhatikan. Apalagi Pak Budi mengajaknya untuk ikut dalam pelayanan dan persekutuan rumah tangga. Setelah beberapa kali mengikuti persekutuan rumah tangga, Lowell diminta menggantikan posisi Hendrik Chandra sebagai ketua wilayah. “Sempat mikir juga iya atau tidak. Cuma saya bilang sama istri saya, Tuhan itu baik. Sekarang waktunya kita ambil bagian melayani. Istri saya waktu itu diem aja. Tapi dalam hati dia dukung. Ya udah boleh dicoba.” Persekutuan rumah tangga pada waktu itu cukup ramai dan memiliki banyak anggota. Tanggung jawab itu dijalani Lowell selama tiga tahun, kemudian ia diminta untuk melayani sebagai Majelis Bidang Pelayanan Sosial. Sempat bergumul karena merasa tidak mengerti apa-apa, Lowell bersyukur karena banyak temanteman di tim diakonia yang mendukung dan membantunya. Dengan tim yang kompak dan bekerja sama dengan baik, Lowell menjalani pelayanannya dengan penuh sukacita. “Saya bersyukur saya masuk di gereja yang temen-temennya baik-baik, helpful, dan cukup beriman. Saya mulai dengan tidak bisa dan tidak mengerti, tapi Tuhan pimpin.” Setelah pelayanan sosial, Lowell diminta untuk membantu di pelayanan Pekabaran Injil (PI) pada periode kedua kepengurusannya. Baginya melayani di misi bukanlah sesuatu yang mudah. Ia harus kembali belajar tugas baru yang berbeda sekali dengan pelayanan sosial. “Tapi dua bidang ini seperti uang logam yang bersebelahan, pelayanan sosial dan PI. Dua bidang ini harus jalan. Gereja tanpa dua bidang ini gak ada artinya. Kita orang percaya, jadi anak Tuhan, Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 23

23

12/18/16 2:40 PM


perintah Tuhan sudah jelas. Kabarkan Injil dan berbuat kasih. Saya bersyukur dipercayakan Tuhan di dua bidang ini,” tutur Lowell. Di tim PI, Lowell pun merasakan tulusnya dukungan dari rekan-rekannya. Ia melihat semangat yang luar biasa dari teman-teman di tim PI. Hampir setiap bulan mereka berangkat ke Mintin. Tentu ada kalanya Lowell jenuh, capek, atau down ketika menghadapi pergumulan maupun tantangan di pelayanannya; apalagi ketika hasil di lapangan tidak seperti yang dibayangkan. Tapi ia bersyukur banyak jemaat yang membantu sehingga pelayanan PI, terutama Mintin mulai kelihatan arahnya. “Yang paling saya takutkan itu adalah ketika kita bangga dengan apa yang kita perbuat ketika melayani Tuhan. Saya selalu berdoa jangan sampai itu terjadi. Sebenarnya paling baik gak dikenal, tapi bekerja untuk Tuhan.” Menjadi majelis lebih-lebih dirasakan sangat tidaklah mudah bagi Lowell. Ketika semua mata jemaat tertuju pada kehidupan para majelis, maka ada kualitas hidup sebagai orang percaya yang harus benar-benar dijaga oleh ia dan seisi keluarganya. Tidaklah gampang karena kedagingan sebagai manusia tentu bisa membawanya mengalami jatuh bangun dalam kehidupan. “Tapi gak apa-apa, justru itulah saatnya Tuhan membentuk kita. Di kemajelisan itu saya benar-benar dibentuk Tuhan,“ aku Lowell. Saat ini Lowell aktif sebagai PIC Mintin. Pelayanan di Mintin adalah suatu proyek GKY BSD untuk membantu hamba-hamba Tuhan di daerah. Dimana kondisi di daerah kekurangan jumlah dan skill hamba Tuhan. Banyak gereja lokal yang membutuhkan bantuan sehingga dengan program terpadu “Melayani, Melatih, dan Mensejahterakan”, tim PI GKY BSD sudah bekerja sama dengan beberapa gereja lokal di Mintin.

paling saya takutkan itu adalah ketika kita bangga “ Yang dengan apa yang kita perbuat ketika melayani Tuhan.

Saya selalu berdoa jangan sampai itu terjadi. Sebenarnya paling baik gak dikenal, tapi bekerja untuk Tuhan.

24

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 24

12/18/16 2:40 PM


Sosok Lowell Di Mata Istri Dan Anak Di mata Yati; Lowell adalah sosok laki-laki yang baik, ulet, dan selalu ceria. Bahkan ketika mengalami pergumulan ekonomi dalam keluarga, Lowell tetap selalu nampak bersukacita. Tidak ada yang akan mengira bahwa Lowell sedang tidak punya uang. Ketika ditanya rahasianya dapat terus bersukacita dalam keadaan apa pun, Lowell menjawab, “Saya sih prinsipnya Tuhan gak akan biarkan kita sampai tergeletak. Itu yang selalu saya imani. Jalanin aja. Yang penting saya tetap kerja.� Saat ini Lowell dan Yati sudah dikaruniakan dua orang putri yang cantik, Jennifer dan Jessica. Yati menyebut Lowell sebagai good daddy, ayah teladan yang sangat

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 25

25

12/18/16 2:40 PM


gak akan biarkan kita sampai tergeletak. “ Tuhan Itu yang selalu saya imani.

bertanggung jawab terhadap keluarganya. Perhatian Lowell kepada kedua putrinya (Jennifer dan Jessica) membuat Yati bangga pada Lowell. Jennifer–putri sulung Lowell dan Yati–juga mengatakan bahwa Lowell adalah sosok ayah yang sangat perhatian dan selalu menanyakan kegiatannya di sekolah. Meski tegas, Lowell selalu memberikan alasan dan penjelasan ketika menasihati putri-putrinya. “Saya bersyukur istri dan anak-anak selalu support saya,” ungkap Lowell. Saat ini Jennifer aktif melayani sebagai pengurus di Komisi Remaja, sementara Jessica putri Lowell yang bungsu bercita-cita ingin menjadi hamba Tuhan

26

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 26

12/18/16 2:40 PM


Biodata Nama Lengkap Tempat/Tanggal Lahir Nama Istri Nama Anak

: Lowell : Nanga Pinoh, 14 Mei 1970 : Yati Susilo : Jennifer Angelya Lowell Jessica Alberti Lowell

Riwayat Pendidikan SDN 6 Nanga Pinoh, Kalimantan Barat 1976-1982 SMPN 1 Nanga Pinoh, Kalimantan Barat 1982-1985 SMA 3 PSKD Jakarta 1985-1988 STMIK Binus 1988-1992 Riwayat Pekerjaan • PT. Gelael Supermarket • Broker Insurance

1995 - 1995 1996 - Sekarang

Riwayat Pelayanan • BPMJ, Bidang Pelayanan Sosial dan Sub Bidang Oikmas & Penghubung Yayasan • BPMJ, Bidang Pekabaran Injil dan Bidang Pengembangan Pos • Sie PI Eksternal - PPMT Mintin • Sie PI Ekternal - PPMT Mintin dan koordinator Keb. Umum 2

2009 - 2012 2012 - 2015 2015 - 2016 2016 - 2017

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 27

27

12/18/16 2:40 PM


Christ MAS 28

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 28

12/18/16 2:40 PM


/ GI. Laazar Manuain /

e r t e n g a h a n November lalu sebuah koran nasional memuat iklan promo beberapa produk dengan diskon harga yang besar. Menarik bahwa iklan promo itu dikaitkan dengan Natal. Sementara kebanyakan gereja baru akan mengadakan Natal di bulan Desember. Apa kira-kira motif pembuat iklan dan apa yang terlintas dalam pikiran kita sebagai seorang Kristen ketika membaca iklan tersebut? Saya yakin motif dan tujuan si pembuat iklan berbeda dengan makna Natal sesungguhnya. Kemeriahan Natal orang-orang di luar gereja dan perayaan Natal oleh orang-orang percaya berbeda. Apa bedanya? Perbedaannya terletak pada tokoh Natal itu sendiri yaitu Kristus. Christmas without Christ itu sesungguhnya bukanlah Natal.

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 29

29

12/18/16 2:40 PM


Apa artinya Natal tanpa Kristus? Kata “Christmas” (hari Natal) berasal dari kata “Christes Maesse”, frasa dalam bahasa Inggris yang berarti Mass of Christ (misa Kristus). Sedangkan istilah “Natal” itu berasal dari bahasa Portugis yang berarti ’Kelahiran’ khususnya kelahiran Tuhan Yesus. Seringkali kita perhatikan di dalam kartu Natal kata “Christmas” di singkat menjadi Xmas. Tradisi ini diawali oleh gereja Kristen kuno, yakni di dalam bahasa Yunani, X adalah huruf pertama dalam nama Kristus (Christos). Huruf ini sering digunakan sebagai simbol suci. Natal adalah hari raya umat Kristiani untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Dalam merayakan Natal, tanpa penghayatan yang mendalam tentang Kristus adalah sesuatu yang aneh. Lalu, apakah Yesus lahir tanggal 25 Desember? Tidak. Tidak ada yang tahu tanggal berapa tepatnya Yesus lahir. Namun jangan hambar dan tawar hati dulu. Mari kita melihat hal yang hakiki dari perayaan Natal itu sendiri.

30

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 30

12/18/16 2:40 PM


Pertama, Yesus adalah tokoh yang nyata, bukan kisah fiktif. kelahiran Yesus merupakan kelahiran yang ajaib dan sudah dinubuatkan sejak dahulu kala oleh para nabi. C.S. Lewis menyebut kelahiran Yesus adalah “The grand miracle”. Penulis hanya mengambil beberapa contoh dari sekian banyak nubuat para nabi. Di dalam Mikha 5:1, sudah disebutkan bahwa Mesias itu akan lahir di kota Betlehem. Yesaya 7:14, “... seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” Jadi Yesus yang lahir itu adalah Mesias yang diurapi dan juga disebut sebagai Imanuel atau Allah menyertai kita. Selain itu di dalam Kejadian 44:10 juga disebutkan bahwa Mesias itu dilahirkan sebelum pemerintahan Yahuda dihancurkan. Jadi dari sini kita melihat bahwa sejak Perjanjian Lama sudah dinubuatkan tentang kelahiran-Nya dan bagaimana Yesus dilahirkan semua telah tergenapi dalam Perjanjian Baru. Dengan demikian seandainya ada perayaan Natal tanpa Yesus Kristus tentu adalah perayaan aneh, sekuler, dan hampa.

Kedua, Yesus memiliki hari ulang tahun. walaupun tanggal yang pasti tidak diketahui, Yesus pasti punya tanggal lahir. Kelahiran Yesus merupakan fakta di dalam sejarah manusia. Pada umumnya gereja Kristen menentukan tanggal 25 Desember sebagai hari Natal. Tradisi Natal diawali oleh gereja Kristen terdahulu untuk memperingati sukacita kehadiran Juruselamat “Mesias” di dunia. Sampai hari ini, hari raya Natal adalah hari raya umat Kristen di dunia untuk memperingati hari kelahiran “Raja Damai” Yesus Kristus. Kalender Masehi telah menetapkan 25 Desember untuk kita memperingati dan merayakan hari Natal. Namun yang menjadi penekanan bukan tanggal berapa Yesus dilahirkan, melainkan sikap dan tujuan kita merayakan Natal. Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 31

31

12/18/16 2:40 PM


Dengan melihat fakta sejarah yang begitu kuat dan benang merah dalam Alkitab yang tak terbantahkan, maka seharusnya kita tidak perlu perdebatkan atau persoalkan tanggal berapa Yesus lahir. Mempersoalkan tanggal berapa Yesus lahir terlalu ringan bobotnya dibandingkan dengan fakta dan tujuan kedatangan-Nya ke dalam dunia. Yang perlu disadari dan direnungkan adalah Yesus datang ke dunia untuk apa? Merayakan Natal tidak cukup hanya mengingat kelahiran-Nya saja, tetapi penghayatan dan refleksi diri.

32

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 32

12/18/16 2:40 PM


Sering kita melihat dalam perayaan Natal begitu banyak muatan lainnya yang hanya bersifat seremonial, hura-hura, tarian, makanan, artis, seragam, dan lain-lain; sedangkan porsi untuk merenungkan firman Tuhan begitu sedikit atau sekadar perlu ada agar kelihatan rohani. Natal yang dirayakan orang-orang percaya adalah berita sukacita bagi dunia. Dunia yang penuh dengan dosa membutuhkan Yesus. Oleh karena itu perayaan Natal seharusnya merupakan suatu kesempatan dimana kita dapat menyaksikan kepada dunia bahwa Juruselamat sudah dilahirkan. Natal mengingatkan kita akan kasih Allah. Penghayatan dan sukacita inilah yang seharusnya menggairahkan kita dalam merayakan Natal. Perayaan Natal adalah suatu perayaan yang memproklamirkan kepada dunia bahwa Yesus sudah lahir ke dunia ini untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa. Sudahkah dan akankah kita merayakan Natal secara tepat? Natal tanpa Kristus tidak akan pernah ada kasih yang tulus tanpa syarat. Selamat Hari Natal ‌ No Christ No Christmas

Penulis adalah Gembala GKY Pos Pamulang, Tangerang Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 33

33

12/18/16 2:40 PM


34

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 34

12/18/16 2:40 PM


/ Jesslyn Catherine /

go iyong tif r P y ak err uat H nak yang duan b m me k-a pa sten jadi ana i dalam hidup i r K m ny en ga eluar ranya m a menya iratif dala n suara k m a dala aud insp adua aja g suk Lahir audara- s nya yan n sosok nggota p nan rem ng a u s a i dan ereja. Ib merupak enjadi a gi pelay juga ser n n m g ja iri n apa dia dalam uara gere a sponta tuk meng nya itu, am persi iliki l y a m s Dirin musik un Bukan h maja da anya me i 15 . y r r e . r lik w u i He emain ingg kal para memba ah mem anan p m , h a j l o a gere n sekol elatih v lah yang t ini sud un perja rup p a a u d tah i sa al it jadi sia. G men yanan. H g sampa dalam 36 i Indone sendiri pela grup yan enerasi rohani d “ Yerikho� Berlin G ma sik 3g ah sebu um dan ntika mu . Nama V ng berna g runtuh n . a alb am bla erikho rry y erikho ya presikan e l Y a H d G p s ok Y rnya ma V diek egru karie ut berna rekan s iwa temb an iman h b g st terse uskan ole irasi peri jian den u dicet g terinsp ka puji-p i n t a e y k Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 35

35

12/18/16 2:40 PM


Album pertama VG Yerikho terjual hingga puluhan ribu pada tiga bulan pertama. Sumber Ria merupakan produser awal dan juga distributor album mereka sampai ke seluruh Indonesia. “Itu merupakan alat yang efektif untuk menjangkau seluruh Indonesia dan menjadi alat pemberitaan Injil,” ungkapnya. Lagu-lagu VG Yerikho pada saat itu diambil dari lagu rohani dari luar yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan beberapa ciptaannya sendiri. Setelah lebih produktif barulah grupnya menciptakan dan mengaransemen lagu mereka sendiri. Untuk video musik tidak banyak yang bisa merekam dengan baik pada saat itu, sehingga penjualannya terpaksa dihentikan. Studio yang mereka gunakan adalah Studio Irama Mas yang sama dengan yang dipakai oleh Chrisye pada zaman “Badai Pasti Berlalu” dimana kualitasnya cukup baik dan layak masuk dalam lingkungan gereja. Jika pada tahun 1980 VG Yerikho mengeluarkan album, setahun setelahnya mereka langsung bertransformasi mementaskan operet untuk kegiatan malam dana sekolah-sekolah Alkitab pada masa itu. Dalam operet tersebut Herry melakukan pembuatan naskah bersama Hengky Sulaiman, mengaransemen musik, dan melatih vokal para remaja yang turut berperan di dalamnya. Operet mereka dipentaskan di Balai Sidang dan Istora Senayan, yang memang memiliki tempat yang cukup untuk menampung banyak orang. Nama-nama yang digandengnya dalam pembuatan proyek-proyek seninya adalah yang memiliki kemampuan yang baik di bidangnya. Rekan-rekan dari JPCC yaitu Widya Kristianti, Sandy Luntungan, Jeffry Tahalele, Amos, dan belakangan Steve Tabalujan juga turut membantu. Lagu-lagu VG Yerikho cukup terkenal, salah satunya lagu “Jam Kehidupan” yang berkolaborasi dengan Mus Mujiono sebagai lead vocal dan “Mazmur 121”. Meski merasa semuanya ini adalah anugerah dari Tuhan, Herry tetap serius mempersiapkan album–ia lebih banyak bekerja dalam pembuatan notasi dan aransemen musik. Di balik sosoknya yang sederhana; urusan penciptaan lagu juga sama sederhananya, karena lagu-lagu VG Yerikho kebanyakan terinspirasi oleh perjalanan hidupnya dan jawaban dari pergumulannya dengan Tuhan. Seperti lagu “Tangan Tuhan” dan “Jalan Tuhan” misalnya, didapatnya dari hasil pengalamannya sendiri dimana Tuhan menjawab doanya.

36

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 36

12/18/16 2:40 PM


Di usia yang masih sangat muda dulu, Herry pernah menggeluti pekerjaan sebagai pelukis untuk mencari nafkah dan agar ia bisa membuktikan dirinya di tengah keluarga. Penolakan demi penolakan pernah dialami sebelumnya dalam keluarganya karena sebagai anak tengah, posisinya sangat tidak diperhitungkan di keluarga. Pada saat dirinya berada di kelas tiga SMA, seorang kepala sekolah SMAK 1 memintanya pindah ke Jakarta supaya bisa mengembangkan potensinya dengan lebih baik lagi di bidang seni lukis. Hampir sembilan puluh persen film besar yang ada di bioskop di Jakarta, poster-poster filmnya adalah hasil karya Herry.

Herry bersama anggota VG Yerikho pada peluncuran album

Subuh-subuh beliau bangun dari tidur dan mulai melukis, membuat sketsa hingga jam enam pagi lalu berangkat sekolah. Pulang sekolah dirinya masih mengerjakan hal yang sama hingga malam. Meski waktu itu sedang menghadapi ujian, pertolongan Tuhanlah yang membuatnya tetap memiliki kesempatan untuk bekerja menjadi pelukis, sekaligus tetap lulus dengan baik. Profesi tersebut digelutinya selama 5–6 tahun hingga niat melanjutkan pendidikan ke sekolah tinggi diurungkannya dan hari-harinya dipenuhi dengan bekerja. Faktor kecapekan, beban pekerjaan, dan keturunan itulah yang Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 37

37

12/18/16 2:40 PM


VG Yerikho dari masa ke masa

membawanya pada suatu penyakit yang bernama Parkinson yang menyebabkannya mengalami tremor. Pada masa kejayaannya sebagai pelukis, seringkali dirinya menerapkan “sistem kebut semalam� ketika mulai disambangi produser untuk secara cepat menyelesaikan lukisan posternya. Ketika sedang membuat lukisan dengan sangat cepat, secara tiba-tiba tangannya tidak bisa dikontrol dan menyapu kuas ke segala arah. Dokter demi dokter sudah didatanginya dengan berbagai macam pengobatan, tetap tidak bisa menyembuhkan tangannya bahkan tidak tahu apa penyebab penyakitnya. Sampai pada akhirnya, jauh beberapa tahun setelah itu baru diketahui penyakitnya. Penyakit itulah yang membuatnya tidak bisa melukis dengan baik lagi, semuanya terasa lambat dan ia tidak lagi menikmati pekerjaannya. Penyakit tersebut bisa datang kapan saja padahal saat itu ia sangat memaksakan diri menggunakan obat penenang untuk tetap bisa melukis. Akhirnya ia merasa lelah dan tidak bisa 38

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 38

12/18/16 2:40 PM


Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 39

39

12/18/16 2:40 PM


meneruskannya lagi. Herry bahkan ingin bunuh diri. Ketika perfilman nasional mulai menurun, saat itulah ia merasa bahwa waktu itu adalah saat yang tepat untuk berhenti sepenuhnya. Kepada Nafiri, Herry tak henti-hentinya menyebut nama Tuhan dan bersyukur kepada-Nya. Hanya oleh perkenanan dan kemurahan Tuhanlah, dalam setiap penampilan VG Yerikho ia masih boleh menyelesaikan acaranya tanpa kambuh penyakitnya. Dulu, begitu kecewanya Herry pada Tuhan dan ia pernah memaksa Tuhan untuk menyembuhkan penyakitnya dimana hal tersebut sudah dibawanya dalam doa selama setengah perjalanan hidupnya. Dirinya pernah berdoa semalam suntuk untuk meminta pertolongan Tuhan, “Jika saya sembuh, saya benar-benar percaya bahwa Tuhan itu ada,” sebutnya dalam doanya. Gereja pun pernah ditinggalkannya selama setahun penuh. Pikirannya pada saat itu adalah jika tangannya sembuh, akan ada nama Tuhan dipermuliakan di situ karena adanya mukjizat. Ia ‘mengancam’ Tuhan seperti itu karena imannya belum benar-benar bertumbuh pada saat itu.

40

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 40

12/18/16 2:40 PM


Sekarang, penyakit itu sudah bisa diterima karena mungkin Tuhan memang mau melakukan hal lain dalam hidupnya. Perjalanan 36 tahun VG Yerikho sampai saat ini dengan segala keterbatasan dan kelebihannya dalam dunia musik, menurutnya adalah sebuah rencana Tuhan untuk hidupnya. Dari sanalah lagu “Tangan Tuhan� tercipta. Tuhan tidak pernah memberi ular berbisa pada mereka yang minta roti. Herry akhirnya mengerti, baginya orang yang sudah percaya adalah orang-orang pilihan; sehingga meski dirinya sudah begitu jauh meninggalkan Tuhan, Tuhan yang merencanakan segala sesuatunya akan menjadi indah untuk masa depannya. Oleh karenanya dirinya yang sekarang sudah bisa menerima rencana-rencana Tuhan dalam hidupnya dan menjadi bahagia terhadap apa yang dijalaninya saat ini. Kasih Tuhan dalam hidupnya membawanya ingin berkarya lebih banyak lagi untuk kemuliaan nama Tuhan, sehingga pada album yang terakhir yang berjudul Kembali pada Kasih Semula menjadi sebuah album tentang misi dimana semua orang percaya memiliki tanggung jawab untuk membagikan kasih, menjadi jawaban doa bagi orang-orang, dan senantiasa bersinar untuk orang lain. Respons dari album terakhir ini sangat baik dimana orang-orang merasa terberkati dari lirik lagunya dan menggugah orang untuk tidak tinggal diam dan tidak hanya memikirkan kesulitan dan pergumulan diri sendiri tapi terus maju untuk memberitakan Injil. Album barunya kini yang berisi tiga generasi merupakan masa transisi dimana harapannya akan ada VG Yerikho Youth. Lagu “Yesus Sahabatku� diciptakan oleh anak Herry Priyonggo yang akan meneruskan VG Yerikho Youth yang lebih bernuansa musik kontemporer. Ke depan, VG Yerikho akan mengikuti perkembangan zaman dengan memasukkan konten albumnya ke dalam TV streaming atau mungkin ke dalam media lainnya yang membuat VG Yerikho dengan mudah dijangkau semua orang sebagai alat pekabaran Injil. Harapan Herry kepada para seniman Kristen agar selalu menyadari bahwa kesenian hanya sebagai media. Seringkali yang salah ketika karya seni menjadi fokus, bukan Tuhan. Media ini seharusnya dimaksimalkan sehingga orang melihat Tuhan dalam kesenian yang kita bawakan. Jika seniman bisa menghasilkan karya yang luar biasa, tentu lebih luar biasa lagi Sang Pencipta itu Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 41

41

12/18/16 2:40 PM


42

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 42

12/18/16 2:40 PM


/ Elasa Noviani /

D

alam suatu penerbangan saya duduk tepat di seberang seorang bapak bersama istri dan anak gadisnya. Karena suatu perkara yang sangat sepele, bapak ini marah kepada salah seorang awak kabin dan menjadi sangat tidak sabar. Dia memencet bel untuk minta pelayanan sampai berulang kali. Setelah dilayani pun dia tetap tidak puas, makanan yang tadinya menjadi tuntutannya, setelah diberikan malah tidak mau disentuhnya. Ngambek! Satu per satu awak kabin–yang mungkin cukup tinggi posisinya–mendatangi untuk meminta maaf kepadanya, bahkan ada di antara mereka yang sampai berlutut di samping kursinya untuk menenangkan dia. Tetapi usaha mereka tampaknya sia-sia. Pria ini tetap marah dengan mata penuh kebencian, yang bagi saya sangat mengerikan– saya melihat istri dan anaknya tampak malu namun tidak berani membantah. Benar-benar mirip dengan ungkapan ‘si

pria sulit’ yang kadang menjadi suatu sindiran. Tiba-tiba ide penulis Amsal yang memilih ‘tinggal di sotoh rumah’ menjadi lebih mudah dimengerti saat itu. Sekalipun pria ini mungkin kaya atau berkuasa dan merasa kuat, tetapi tentulah dia sangat tidak berbahagia. Bagi saya yang suka menjadwalkan berbagai kegiatan untuk mengisi waktu selama penerbangan, rasanya aneh melihat bagaimana pria ini menyianyiakan waktunya. Dia tidak melakukan apa-apa selama 3,5 jam perjalanan berikutnya. Dia tidak makan, tidak membaca, tidak tidur, tidak mengobrol, tidak mendengarkan musik, ataupun menonton film. Duduknya gelisah, setiap kali dia menengok lagi dan lagi ke belakang untuk mencari perhatian para awak kabin untuk disemprot, dan dia tetap fokus kepada kemarahannya selama penerbangan sampai kami mendarat. Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 43

43

12/18/16 2:40 PM


Sayang sekali, pria yang kuat ini mempunyai hati yang rapuh. Rapuh karena mudah tersinggung dan tindakannya dikuasai oleh kemarahannya sehingga tidak mampu menikmati hidup. Orang pun akan malas berada di dekatnya. Melihat pria itu, saya menduga tentulah dunia pribadinya berantakan. Saya pernah mendapat sebuah kartu bertuliskan “Some people make others happy by simply being who they are”. Tulisan itu saya foto, dan dipasang sebagai pp (profile picture) di WA (WhatsApp) saya. Habis itu langsung saya mendapat komentar dari para ‘pengamat’ pp dengan komentar, “Wah itu sih ‘Ela banget’ deh.” Hati saya langsung senang, komentar yang positif selalu sulit hilang dari ingatan saya. Memang saya disukai orang, pikir saya. Tak terasa kadang saya menganggap diri saya memang cukup mudah membuat orang lain nyaman dan ingin berada dekat dengan saya, selama mereka belum pernah kena omelan saya. Upppsss ... buka rahasia yaaa ... sebenarnya bukan itu maksud saya menceritakan hal ini. Saya diingatkan akan tulisan dalam kartu tersebut sebab saya baru aja membaca kitab Ester dan dibuat heran dengan kriteria pemilihan ratu pengganti Wasti yang tampaknya lebih menonjolkan karakter dari pada kecantikan. Padahal ajang pemilihan ratu tersebut 44

dilaksanakan oleh sebuah kerajaan yang sama sekali tidak mengenal Allah. Memang dikatakan bahwa “gadis yang terbaik pada pemandangan raja” yang nantinya akan menjadi ratu. Tetapi anehnya diskripsi tentang kemenangan Ester sama sekali tidak mengunggulkan sisi kecantikannya, sekalipun Ester dan semua kandidat ratu tersebut pasti sangat cantik. Namun lolos screening “paling cantik” saja tidak cukup untuk menentukan kemenangan. Di kitab Ester, yang berulang kali dikutip menjadi alasan atas kemenangannya dalam pemilihan ratu, adalah bagian ini: “menimbulkan rasa sayang”. Ester belum cukup waktu untuk menunjukkan kehebatan atau perbuatan kebaikan apa-apa, namun sudah mampu menimbulkan rasa sayang dari orangorang di sekitarnya. Menurut saya itu menunjukkan karisma dari dalam batin yang luar biasa. Ester memiliki karakter yang sangat lembut namun kuat, sampai mampu menaklukkan hati raja dan para pegawainya. Dalam ayat-ayat selanjutnya, lebih ditegaskan lagi, ”… menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.” Pasti kepada manusia seperti ini, orang berlombalomba ingin berada di dekatnya. This is the real inner beauty! Kebalikan persis dari pria yang saya ceritakan di atas. Ester tentulah bukan tipe wanita yang mengontrol laki-laki dengan daya tarik

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 44

12/18/16 2:40 PM


kecantikannya. Dia berdoa-puasa selama tiga hari tiga malam sebelum menghadap kepada raja. Saya percaya kekuatan karakter Ester merupakan hasil dari latihan ibadahnya yang tekun kepada Allah. Karena imannya yang teguh, Ester menjadi orang yang begitu fokus kepada target misinya, sehingga tidak ada hal lain sebesar apa pun yang mampu menyimpangkan pandangannya. Dari awal pemilihan ratu, dia sudah berbeda dari gadis-gadis lain. Dikatakan bahwa segala yang diminta oleh para kandidat (masih kandidat lho!) akan diberikan oleh pihak kerajaan, tetapi Ester memilih untuk tidak menuntut apa pun selain yang dianjurkan oleh sang mentor. Di lain peristiwa ketika diberi kesempatan oleh raja Ahasyweros untuk meminta apa pun, sampai tiga kali (tiga kali!!!) dijanjikan bahwa kalau dia meminta setengah dari kerajaan pun akan diberikan (wow!!!), tetapi Ester tidak tergiur. Gadis yatim piatu ini tetap lurus memegang misinya, tidak terdistraksi. Targetnya jelas. Dia mampu melupakan kesenangan pribadinya bahkan sudah bersiap untuk mati. Dan kita semua tahu kisahnya bagaimana Ester berhasil dalam menjalankan misinya untuk menyelamatkan bangsanya dari kepunahan.

Pasti dunia batiniah Ester sudah tertata dengan sangat rapi. Kalau membaca pasal-pasal setelah peristiwa itu, kekuatan karakter Ester mampu menyetir kekuasaan takhta raja Ahasyweros dalam berbagai keputusan besar lainnya. Dengan tetap sangat hormat kepada raja, Ester dan ayah angkatnya mengusahakan kebaikan bagi kerajaan asing ini. Dari kitab yang tidak menuliskan kata Tuhan ini, justru peranan Tuhan begitu nyata dan sangat dirasakan pengaturan-Nya terhadap umat-Nya. Dari kehidupan sang Ratu Ester yang seharusnya berada di lingkungan royal family yang glamor, saya malah belajar mengenai manusia batiniah yang rendah hati dan beriman teguh. Suatu kekuatan yang tersembunyi di dalam batin seseorang kadang mampu memberikan dampak yang lebih besar dan lebih positif dari pada kekuatan yang tampak dari luar

“Orang yang memiliki disiplin spiritual, bertumbuh kuat dalam dunia pribadinya.� (Gordon MacDonald dalam bukunya “Menata Dunia Pribadi, Meniti Sukses Sejati�)

Mengagumkan sekali karakter batiniah yang kuat di balik kelembutan wanita ini. Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 45

45

12/18/16 2:40 PM


46

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 46

12/18/16 2:40 PM


/ Ev. Ihan Martoyo /

Mat 1:18-25

a y a hamil!” kata perawan muda itu. Yusuf tunangannya, hanya diam. Berbagai perasaan berkecamuk di udara. Marah, kaget, dikhianati, tertolak. Berjuta pertanyaan ingin tumpah. “Dengan siapa? Mengapa? Apa yang terjadi?”

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 47

47

12/18/16 2:40 PM


Tapi tak ada dialog yang dicatat Matius. Apa yang bisa dijelaskan? Hamil oleh Roh Kudus? Penjelasan macam apa itu? Mungkinkah Maria memakai excuse itu ketika memandang wajah marah dan kecewa dari Yusuf? Yang pasti Yusuf tahu, walaupun sudah bertunangan ‘mereka belum pernah bersama’. Itulah istilah eufemisme yang dipakai Matius untuk menjelaskan kondisi mereka.1 Yusuf dan Maria belum pernah berhubungan intim...

Tapi Yusuf segera menyadari keseriusan dari situasi mereka. Hukuman untuk zina adalah hukuman mati (Imamat 20:10)! Yusuf mungkin memang tak bisa lagi menerima Maria yang dianggapnya sudah berkhianat, tapi dia mungkin juga masih mencintai Maria dan tak mau Maria mendapat celaka. Matius menulis bahwa Yusuf adalah seorang yang saleh (Matius 2 1:19 righteous). Namun buat Yusuf, kesalehan (righteousness) bukanlah sekedar mematuhi hukum dan melaporkan perzinaan Maria. Kesalehan juga adalah soal keadilan, dan terutama soal kemurahan hati (compassion). Bukankah Tuhan juga murah hati? Paling sedikit, itulah yang dimengerti Yusuf dari ajaran agama dan tradisinya. Jadi walaupun marah, kecewa, dan tak bisa mengerti; Yusuf tak bermaksud mempermalukan atau mencelakai Maria. Dia memutuskan menceraikan Maria secara sembunyi3 sembunyi. Nampaknya itu sudah keputusan terbaik yang dapat diambil seorang laki-laki saleh seperti Yusuf.

1

LAI menerjemahkan istilah before they came together dengan eufemisme yang lazim dalam bahasa Indonesia: “sebelum mereka hidup sebagai suami istri.” Walaupun begitu, dalam dunia Alkitab, bertunangan sebenarnya sudah terhitung sebagai suami istri. 2 LAI menerjemahkan righteous dengan “tulus hati.” 3 Karena pertunangan sudah terhitung sebagai suami istri dalam dunia Alkitab, berpisah berarti bercerai. 48

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 48

12/18/16 2:40 PM


Tapi rupanya kesalehan Yusuf tidak membebaskan dia dari belitan masalah. Seperti sengaja bercanda, Tuhan malah membuat situasi Yusuf tambah rumit. Seorang malaikat tampak kepada Yusuf dalam mimpi. “Yusuf anak Daud, janganlah takut mengambil Maria sebagai istrimu, anak di kandungannya adalah dari Roh Kudus!” Apakah Yusuf kaget bahwa seorang malaikat mengkonfirmasi cerita Maria yang absurd itu? Bayi yang dikandung ternyata benar dari Roh Kudus? Dan mengapa pula malaikat memanggilnya dengan nama nenek moyangnya, “Yusuf anak Daud?” Bukankah garis keturunan ini tak pernah mendatangkan keuntungan apa-apa buat Yusuf sampai sekarang? Dia tetap saja seorang tukang kayu. Seorang nobody. Kita tidak tahu apakah Yusuf dapat menangkap big picture dari apa yang sedang menimpanya. Malaikat itu berkata, “Maria akan melahirkan anak 4 laki-laki dan engkau akan menamai dia ‘Yahweh is salvation,’ karena dia akan menyelamatkan umatnya dari dosa.” Suatu misteri yang mungkin tak dapat ditangkap sepenuhnya oleh Yusuf. Apa yang terjadi kalau Allah sendiri yang turun tangan menyelamatkan bangsa-Nya, dan bukan lewat tangan nabi-Nya? Apa artinya “Yahweh is salvation?” Apa yang akan terjadi dengan Yesus? Matius menjelaskan apa yang menimpa Yusuf ini sebagai suatu fulfillment, 5 suatu penggenapan. Matius lalu mengutip Yesaya (7:14) yang berkata, “Sesungguhnya seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai dia Imanuel– ‘Allah beserta kita’.” Tapi sanggupkah Yusuf memahami sepenuhnya apa yang sedang terjadi?

4

Nama Yesus menggemakan lagi nama Yoshua, penerus Musa dari perjanjian lama, yang menyelamatkan bangsa Israel. 5 to fulfill merupakan kata yang banyak muncul dalam kitab Matius. Selain Mat 1:22-23, juga di Mat 2:5-6, Mat 2:15, Mat 2:17-18, Mat 2:23 Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 49

49

12/18/16 2:40 PM


Yusuf merasakan langsung tekanan ketika “Allah beserta kita”. Ada keputusan-keputusan yang harus diambil, yang kadang melanggar segala standar kesalehan yang kita tahu. Sama seperti ketika Yohanes Pembaptis bertemu Yesus di tepi Sungai Yordan dan mengeluh, “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, sekarang Engkau yang datang kepadaku?” (Matius 3:14). Dan bukannya memenuhi permintaan Yohanes Pembaptis, Yesus malah menjawab, “Lakukanlah, supaya kita menggenapi 6 seluruh kesalehan!” (Matius 3:15) . To fulfill all righteousness, begitulah alasan yang diberikan Yesus agar Yohanes membaptis diri-Nya. “Menggenapi kesalehan” rupanya bukan sekadar mematuhi suatu standar moral tertentu yang baik. Karena kadang Tuhan menuntut hal yang tak terbayangkan, suatu righteousness yang lebih tinggi! Mungkinkah menikahi gadis yang hamil di luar nikah adalah suatu kesalehan yang lebih tinggi?

6

LAI menerjemahkan to fulfill all righteousness menjadi “menggenapkan seluruh kehendak Allah.”

50

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 50

12/18/16 2:40 PM


Itulah dilema yang dihadapi Yusuf ketika dia bangun dari tidurnya. Bagaimana kalau standar normal kesalehan sudah tidak berfungsi lagi? Matius banyak sekali menantang standar kesalehan kita lewat perdebatan yang dia catat. “Mata ganti mata, gigi ganti gigi” sebenarnya sudah suatu standar keadilan yang baik. Artinya jangan meminta ganjaran yang lebih daripada yang seharusnya. Jangan jadikan kerugian harta alasan untuk meminta nyawa, misalnya. Tapi Matius punya gambaran righteousness yang lain, sesuatu yang kedengaran absurd, “Siapa yang menampar pipi kananmu, berikan juga pipi kirimu (Matius 5:38-39)!” Standar moral yang hampir mustahil. Itukah artinya jika Allah beserta kita? Mengikut Tuhan rupanya bukan Mengikut Tuhan rupanya bukan sekadar sekadar mengikuti seperangkat mengikuti seperangkat doktrin atau doktrin atau nilai moral. Allah nilai moral. Allah kita Allah yang hidup, kita Allah yang hidup, yang yang menantang kita masuk ke dalam menantang kita masuk ke dalam kesalehan yang tidak kita kenal. kesalehan yang tidak kita kenal. “Kasihilah sesamamu manusia!” Standar moral yang sangat baik ini saja sudah sangat sulit untuk kita lakukan. Namun Matius mencatat yang lebih absurd lagi, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (Matius 5:43-44)!” Righteousness tampaknya mendominasi seluruh pikiran Matius. “Seek ye first the kingdom of God, and his righteousness!” 7 “Carilah dahulu kerajaan Allah, dan kesalehannya (Matius 6:33)!” kata Matius. Namun standar kesalehan yang normal tidak cukup. Allah meminta Yusuf melakukan yang tak terbayangkan.

7

Saya memilih kata “kesalehan” yang menggemakan lebih banyak spektrum pengertian dari kata righteousness, daripada terjemahan LAI: kebenaran, yang kadang lebih dimengerti sebagai kebenaran doktrinal atau faktual saja. Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 51

51

12/18/16 2:40 PM


Matius tak bercerita sama sekali soal pergulatan batin Yusuf. Mungkin memang righteousness yang dituntut Allah tak bisa masuk pola rasionalisasi apa pun. Namun Yusuf memilih percaya pada Tuhan. Dia bangun, mengambil Maria menjadi istrinya, dan tak bersetubuh dengan dia sampai anaknya lahir. Tak ada argumen moral yang dapat membenarkan keputusan menikahi perawan yang hamil di luar nikah. Tidak di zaman Yusuf, tidak juga hari ini. Namun Allah yang hidup tidak terkurung dalam kotak-kotak moral kita. Mengikut Allah yang hidup bukan hanya persoalan melakukan yang benar menurut standar kesalehan yang baku. Dan kenyataan bahwa “Allah beserta kita”–Imanuel–justru sering memojokkan kita pada pilihan-pilihan yang lebih sulit lagi. Tapi Yusuf mengangkat bayinya dan mengucapkan namanya “Allah adalah keselamatan”– “Yahweh is salvation”–Yeshua. Iman memang selalu menyimpan misteri. Dan Maria menangis bahagia di Natal pertama

Penulis menyelesaikan pendidikan teologi di Duke Divinity School, Duke University, Durham, USA. Saat ini Penulis mengajar di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang dan Sekolah Tinggi Teologi Reformed Indonesia (STTRI) Jakarta

52

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 52

12/18/16 2:40 PM


Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 53

53

12/18/16 2:40 PM


54

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 54

12/18/16 2:40 PM


/ Edna C Pattisina /

a d a suatu sore, saya naik kereta ekonomi yang padat penumpang di pelosok Jawa. Perjalanan ini sudah berlangsung sekian tahun yang lalu. Waktu tempuhnya juga hanya sekitar setengah jam. Namun, pengalaman ini masih terus mengisi kalbu saya hingga sekarang.

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 55

55

12/18/16 2:40 PM


Lantai gerbong kereta itu lembap oleh tanah, debu, dan logam yang terus tergerus alas kaki yang diseret-seret di para penumpang yang berjejal. Beberapa penumpang juga ada yang berjalan-jalan dengan kaki telanjang, yang bagian telapak kakinya tidak lama kemudian tebal dengan campuran tanah, keringat, bahkan dahak yang bertebaran di mana-mana. Gerbong bertambah suram karena lampu-lampunya mati, dan orang-orang yang padat berjejal di pintu, menutup satu-satunya sumber cahaya. Kulit-kulit mereka banyak yang seperti tembaga, gambaran upaya dalam mencari nafkah yang murni bertumpu pada tenaganya. Kenapa saya bisa ada di situ, ceritanya panjang dan membosankan. Yang jelas, begitu gerbong beringsut pelan ditarik lokomotif yang kelelahan, seketika saya merasa asing. Ada juga rasa takut, teringat cerita-cerita tentang jambret dan rampok. Di tengah kerumunan orang yang wajahnya kelelahan, tumpukan barang dari sayur hingga kerupuk dan baju, udara terasa pengap. Apalagi ditambah bau keringat yang mengering. Di tengah suasana tertekan itu, tibatiba terdengar bunyi suara telepon genggam berbunyi. Dari suaranya yang pecah karena disetel dengan volume terbesar, seketika saya bisa menduga kalau itu handphone murah. Dalam hati, terbersit juga pikiran angkuh: Bedalah suaranya dengan iPhone gue. 56

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 56

12/18/16 2:40 PM


Suara itu semakin mengganggu, karena tidak saja suaranya keras dan cempreng, tetapi karena hampir setiap menit jenis deringnya berubah. Timbul lagi pikiran: Ini orang norak banget sih. Baru pertama kali beli handphone kali. Kalau mau milih nada dering, mbok ya di rumah aja. Setiap menit deringnya berubah. Emosi saya semakin memuncak. Pengen rasanya mencari si empunya handphone baru itu untuk mengajarkan sopan santun. Pikir saya: Mau pamer pasti; nih beli handphone baru. Anak Laki-Laki Kecil Selama dua puluh menit saya menahan emosi. Sampai kemudian, satu persatu penumpang mulai turun. Cahaya mulai menyeruak dari arah pintu. Setelah pandangan saya tidak terhalang orang-orang lagi, mulai tampak sumber dari suara dering yang masih terus berubah itu. Di tengah-tengah pintu kereta, duduklah seorang pria setengah baya di lantai kereta yang kotor, tanpa alas. Ia memangku seorang anak laki-laki kecil, berusia sekitar lima tahun yang walaupun terlihat bersih dan sederhana, dari ekspresinya terlihat kalau dia mengalami keterbelakangan mental. Mereka tertawa-tawa sambil memegang handphone monokrom yang juga sederhana. Setiap kali si bapak mengganti nada deringnya, setiap kali juga si anak bersorak gembira. Kalau lagunya punya ketukan yang cepat, sesekali si anak bergoyang-goyang. Mata mereka berbinar. Di tengah kesuraman dan kelelahan manusia, mereka bermain bersama. Seketika sudut pandang saya berubah. Melihat mereka duduk di pintu, dengan latar cahaya dari luar, pemandangan yang berubah dengan cepat seiring perjalanan kereta, adalah salah satu adegan terbaik yang pernah saya alami selama naik kereta. Suara-suara dering cempreng itu masih ada, tapi seperti lenyap dari pikiran. Keluhan selama puluhan menit pun menguap. Gerbong itu tetap kusam dan kumuh, tapi sudut pandang saya telah berubah. Sikap saya pun ikut berubah. Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 57

57

12/18/16 2:40 PM


Sudut pandang manusia memang tidak pernah sempurna. Salah satu buku yang membahasnya dengan menarik adalah Thinking, Fast and Slow karangan Daniel Kahneman, pemenang Nobel. Manusia–entah pintar, bodoh, kaya, miskin, tua, muda, berpendidikan, tidak berpendidikan–hampir selalu mengambil keputusan berdasarkan sudut pandangnya. Subjektivitas kerap lebih dominan daripada objektivitas. Sudut pandang ini kerap menimbulkan bias; seperti pikiran bahwa anak pintar pasti akan sukses di masa depannya, orang kaya pasti lebih bahagia daripada orang miskin, orang pintar pasti lebih bijaksana. Sebegitu dominannya bias ini, bahkan perang-perang besar seperti Perang Dunia I disebabkan karena bias beberapa negara yang berpikir bahwa negara lain akan menyerang, jadi lebih baik menyerang lebih dahulu. Sudut pandang ini, menariknya, berlaku timbal balik. Dari kita terhadap orang lain, dan dari orang lain terhadap kita. Banyak sudut pandang yang berasal dari pengalaman dan referensi. Sama seperti bias yang saya alami di atas kereta tadi, sudut pandang saya sebelum melihat anak dan ayahnya sudah keburu dibangun dari suasana kereta yang ada. Bahwa sudut pandang yang awal ternyata keliru, baru ketahuan belakangan. Pertanyaannya, bagaimana orang non-Kristen melihat kekristenan? Lewat pengalaman dan referensi mereka tentang orang-orang Kristen–alias diri kita. Hal ini bisa sangat sulit dijawab. Apalagi, ketika kita sibuk dengan komunitas Kristen kita. Tidak heran, dari luar, orang Kristen sering terlihat eksklusif. Pengalaman pribadi saya, temanteman aktivis persekutuan mahasiswa– yang saya kenal di masa lalu–hidup dalam gelembung perkawanan Kristen. Hari Sabtu ke persekutuan, hari Minggu ke gereja, hari Senin ikut Kelompok Tumbuh Bersama, hari Selasa rapat panitia Natal, hari Rabu olahraga bersama teman persekutuan, hari Kamis pembinaan, hari Jumat persekutuan kampus. Luar biasa … tertutupnya. 58

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 58

12/18/16 2:40 PM


Di Luar Kemampuan Walaupun kita ingin menyampaikan hal yang baik, cara menyampaikan juga ternyata penting. Kerap kali dalam film-film pop Barat, orang-orang Kristen digambarkan sebagai pribadi-pribadi fanatik yang keras kepala, bahkan aneh. Ada saja adegan disisipkan tentang orang-orang yang membawa poster bertuliskan “Kerajaan Allah sudah dekat�. Di Indonesia, persepsi tentang orang Kristen bisa menjadi sangat politis bahkan sering juga simplistis; dimana orang Kristen dipandang sebagai sekelompok orang kafir, kaya, dan ingin menguasai. Ada banyak dari persepsi orang-orang itu yang berada di luar kemampuan kita untuk mengubahnya. Seorang sahabat saya dari agama yang berbeda mengatakan yang ia ingat tentang kekristenan adalah orang-orang Kristen yang bagi-bagi mie instan di kampungnya di Jawa Timur sambil mengajak orang-orang untuk masuk Kristen. Hal ini sering jadi perdebatan kami bahwa itu bukanlah gambaran yang tepat, tapi toh tidak mudah untuk mengubah persepsinya. Sementara kita terbelit sudut padang sendiri, rasanya hampir tidak mungkin mengubah sudut pandang orang lain yang sudah bertahun-tahun terbelit nilainilai yang mungkin berbeda. Nilai-nilai itu bisa berupa agama, budaya, kebiasaan, dan banyak lagi. Saat kita merayakan Natal, marilah kita lihat bagaimana Bapa di Surga sebagai sumber sejati pembalikan sudut pandang manusia lewat Yesus Kristus. Ketika manusia menunggu hadirnya Yesus Sang Mesias dalam kebesaran seorang raja, Ia hadir di palungan yang sederhana. Ketika orang Yahudi menanti raja untuk memimpin pemberontakan melawan penjajahan Romawi, Yesus malah disalibkan dengan tidak berdaya. Bahkan murid-muridNya yang sudah bergaul erat dengan Yesus juga merasa shock dan sulit menerima kenyataan ini. Padahal, telah berkali-kali Yesus mengingatkan. Yah, persepsi memang sulit diubah. Kiranya Natal kali ini memberkati kita dengan sudut pandang yang datang dari Allah semata. Agar kita bisa menjadi saksi Kristus dan melakukan pekerjaanNya dengan menanamkan persepsi yang tepat dan jernih tentang kasih dan penebusan-Nya

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 59

59

12/18/16 2:40 PM


60

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 60

12/18/16 2:40 PM


/ Hendro Suwito /

rihadi Saptoadi adalah orang Indonesia yang paling ‘bersinar’ perjalanan karirnya bersama lembaga sosial-kemanusiaan Kristen global World Vision (WV). Mengawali karir sebagai fasilitator penerapan teknologi tepat guna di WV Indonesia tahun 1987, selama tiga puluh tahun perjalanan karirnya dia sudah pernah menjabat sebagai Direktur Nasional World Vision di tiga negara: Laos (2000–2001), Nepal (2001–2005), dan Indonesia (2006–2010). Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 61

61

12/18/16 2:40 PM


Ketika menjabat sebagai Direktur WV Indonesia, Trihadi ada di tengah pusaran penyaluran bantuan bagi korban tsunami di Aceh dan Nias. Tim gabungan WV Indonesia dan WV Internasional, bersama ratusan staf nasional dan lokal, menyalurkan bantuan darurat bagi sekitar seratus ribu korban tsunami; program pemberdayaan masyarakat, pembangunan berbagai fasilitas umum hingga pembangunan hunian-hunian sementara, puluhan sekolah, dan lebih dari tiga ribu rumah permanen. Sejak bergabung tahun 1987, karir Trihadi di WV Indonesia dengan cepat menanjak berkat kinerja dan komitmennya yang prima. Tahun 1992 dia sudah menjabat sebagai Direktur Operasional WV Indonesia. Dia juga menyelesaikan program MBA bidang Manajemen Internasional dari IPMI Jakarta dan Mount Eliza Business School, Melbourne. Karir internasionalnya bersama WV dimulai sebagai fasilitator pengembangan WV China berkedudukan di Hong Kong (1998–1999) dan kemudian diangkat menjadi Direktur Nasional WV Laos. Antara tahun 2010 hingga 2015, Trihadi diangkat menjadi regional leader berkantor di Singapura dengan tugas mengarahkan dan mengoordinasi pelayanan WV di Asia Selatan dan Pasifik yang mencakup tujuh negara: India, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Filipina, Indonesia, dan Timor Leste. Sekarang Trihadi berkantor di London sebagai Partnership Leader bidang Impact and Engagement. Dia juga telah ditunjuk sebagai co-chair Executive Committee dari inisiatif global untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak yang diprakarsai PBB bersama pemerintah berbagai negara dan sejumlah civil society organizations, termasuk World Vision. Inisiatif global ini diharapkan akan bermuara pada gerakan masif untuk meningkatkan perlindungan bagi anak-anak di dunia dari berbagai penderitaan dan ancaman. 62

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 62

12/18/16 2:40 PM


World Vision melayani di hampir seratus negara di dunia, termasuk Indonesia, untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak dan masyarakat yang paling tertinggal. Selain program-program pengembangan masyarakat jangka panjang di sejumlah provinsi yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan dasar, dan peningkatan ekonomi; WV juga aktif membantu masyarakat yang menjadi korban berbagai bencana seperti banjir, gempa bumi, dan tsunami. Redaksi Nafiri berkesempatan mewawancarai Trihadi suatu malam di bulan November lalu di daerah Bintaro ketika dia sedang refreshing sejenak di Jakarta bersama keluarganya. Pria Jawa-Bali yang lahir akhir 1961 ini menikah dengan Dwiarni Roosmalina Parang dan dikaruniai dua putri yang sedang beranjak dewasa: Ramani Gaia Putyarni dan Kinari Pilar Adiarni. Berikut adalah beberapa hal yang sempat kami soroti sambil menikmati kopi Toraja dan singkong goreng.

Nafiri (NF): Apa yang sedang dikerjakan Pak Trihadi saat ini? Trihadi Saptoadi (TS): Sejak Mei 2015, saya dipercaya memegang tugas yang baru. Sebelumnya sebagai Regional Leader South Asia and Pacific, tapi sejak Mei tahun lalu saya diangkat menjadi Partnership Leader yang langsung berada di bawah Kevin Jenkins (Presiden World Vision Internasional). Ada empat area yang saya tangani: Faith and Development, External Engagement, Transformational Development, dan Evidence and Learning. Sejak Juni 2016 ada penambahan portofolio termasuk health, education, humanitarian and emergency affairs, dan food management. Jadi, praktis hampir mencakup semua sektor yang menjadi perhatian pelayanan World Vision. Dengan penugasan ini, saya membawahi tiga kantor WV yang berada di New York, Brussel, dan Genewa.

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 63

63

12/18/16 2:40 PM


Sejak Agustus 2016, saya juga diangkat sebagai co-chair Executive Committee untuk campaign Global Partnership to End Violence Against Children. Ini adalah inisiatif PBB bersama pemerintah dan civil society untuk mendorong upaya-upaya global guna mengakhiri kekerasan terhadap anak. Inisiatif ini dideklarasikan oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon beberapa waktu lalu. NF: Apa permasalahan utama yang sedang dihadapi anak-anak secara global pada saat ini? TS: Proteksi untuk anak akan semakin menjadi pusat perhatian masyarakat dunia pada tahun-tahun mendatang. Permasalahan ini sudah disoroti dalam program Sustainable Development Goals nomor 16 (yang sudah disepakati secara global oleh PBB bersama 190 lebih negara anggotanya dan sejumlah civil society organizations). Itu sebabnya, upaya untuk melindungi anak-anak akan semakin gencar dilakukan. Yang menjadi keprihatinan kita semua adalah tetap rawannya kehidupan anak-anak secara global. Hampir semua masalah anak kembali bermunculan. Permasalahan ‘tradisional’ anak-anak yang seharusnya sudah lama hilang justru bermunculan lagi akibat terjadinya konflik di berbagai negara. Jutaan anak, misalnya, terpaksa mengungsi akibat konflik di Suriah. Kondisi ini kembali memunculkan permasalahan klasik, seperti child trafficking dan child labour. Pada sisi yang lain, dengan kemajuan teknologi, juga muncul masalah baru yag berkaitan dengan bagaimana melindungi anak terhadap ancaman dari keterbukaan dan kemudahan komunikasi secara online. Jadi, perlindungan anak bukan lagi hanya relevan bagi anak-anak miskin di negaranegara miskin seperti di masa lalu, tetapi juga bagi anak-anak di negaranegara yang bahkan paling maju sekalipun. Ini tantangan yang ada di hadapan kita. NF: Ditengah perubahan yang demikian cepat terkait permasalahan anak, apa peran dan kontribusi yang dapat dilakukan oleh gereja? TS: Kelihatan sekali gereja secara umum masih jauh dari siap, terutama terhadap perlindungan anak dari social media. Bahkan untuk perlindungan anak dari permasalahan yang tradisional pun–seperti pekerja anak, trafficking 64

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 64

12/18/16 2:40 PM


atau child abuse–banyak gereja yang masih belum siap, apalagi dengan permasalahan anak yang muncul akhir-akhir ini, seperti perlindungan anak dari ancaman social media. Permasalahan anak memang sangat kompleks dan tidak mudah untuk ditangani. Itu sebabnya dibutuhkan gerakan bersama, termasuk oleh gerejagereja, agar perlindungan dan pemberdayaan anak dapat ditingkatkan. World Vision, misalnya sedang meluncurkan kampanye dengan tema “It Takes a World”. Semua harus sama-sama ikut bergerak. Perlindungan anak tidak bisa hanya diserahkan kepada orangtua, sekolah, atau pemerintah saja. Orangtua tidak bisa menganggap semua sudah pasti beres kalau anak sudah ‘diserahkan’ kepada pihak sekolah. Tidak bisa. Orangtua, guru-guru, pemerintah, dan pihak-pihak lain yang terkait–termasuk gereja–harus samasama bergerak untuk menangani permasalahan yang sedang dihadapi anakanak kita.

“Kalau kita sebut berpusat pada Kristus, tidak cukup kalau itu dilakukan oleh orang Kristen dengan motivasi Kristen saja. Jangan iman kita hanya menjadi sekedar tempelan. Cara pembangunan dan pelayanannya harus benar-benar menunjukkan adanya iman Kristen.“ NF: Banyak gereja mulai berinisiatif untuk membantu masyarakat sekitar melalui program-program sosial-kemanusiaan, apa yang perlu diperhatikan oleh gereja? TS: Mungkin kita bisa memakai pendekatan yang dilakukan oleh World Vision sebagai pembelajaran. Kami punya pendekatan pembangunan atau pengentasan kemiskinan yang diterapkan secara distinctive (berbeda). Sebagai lembaga Kristen, harusnya program yang kita lakukan mempunyai keunikan tersendiri. Program pengembangan itu mencakup tiga hal. Pertama, berpusatkan pada anak. Salah satu fokusnya adalah membawa perbaikan bagi kehidupan anak. Kedua, pengembangan itu harus menuju pada pemberdayaan Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 65

65

12/18/16 2:40 PM


masyarakat; kita harus mendampingi dan bekerja bersama masyarakat– termasuk dengan mitra-mitra–agar dampak semakin optimal. Ketiga, program itu harus berpusatkan pada Kristus. Kalau kita sebut berpusat pada Kristus, tidak cukup kalau itu dilakukan oleh orang Kristen dengan motivasi Kristen saja. Sering kita merasa sudah cukup, padahal tidak cukup. Kalau kita ikut (nilai-nilai yang dijalankan) Tuhan Yesus, iman kita juga harus diintegrasikan dengan pembangunan itu sendiri. Jangan iman kita hanya menjadi sekedar tempelan. Cara pembangunan dan pelayanannya harus benar-benar menunjukkan adanya iman Kristen. Sebelum memulai suatu program sosial-kemanusiaan, gereja juga harus mau belajar dari berbagai pihak di luar lingkungannya. Pendekatan dalam SDGs (Sustainable Development Goals) yang sudah disepakati oleh bangsa-bangsa di dunia, misalnya, perlu dipahami oleh gereja. Seluruh dunia memakai platform SDGs dalam program-program pengentasan kemiskinan. Kalau gereja mau ikut berkontribusi ya harus memahami inisiatif dan platform global ini. Apakah program yang akan dilakukan gereja sejalan dan mendukung program pemberdayaan global ini atau tidak? Gereja tidak seharusnya menjalankan program yang tidak mengacu pada kesepakatan global ini. Gereja harus melihat lingkungannya–tidak bisa berjalan sendiri. NF: Apa permasalahan global yang mendesak untuk ditangani saat ini, termasuk oleh gereja? TS: Pada masa kini, permasalahan yang semakin menonjol dan memerlukan perhatian kita adalah masalah ketidakadilan dan perasaan kesenjangan yang masih tetap besar. Bisa jadi (di Indonesia) secara faktual tingkat kesenjangan sudah mengalami perbaikan, tetapi rasa kesenjangan masih besar. Itu sebabnya, banyak warga masyarakat tertarik dengan terobosanterobosan yang dilakukan oleh sejumlah pimpinan daerah–termasuk apa yang telah terjadi di Jakarta–karena telah terjadi perombakan mendasar pada birokrasi, dan diterapkannya good governance–termasuk dalam pemanfaatan anggaran–agar terjadi akselerasi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. 66

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 66

12/18/16 2:40 PM


Gereja perlu terus melakukan refleksi untuk menemukan permasalahan yang perlu diterjuni di luar bidang-bidang ‘tradisional’ yang selama ini sering dilakukan. Gereja perlu menemukan kembali suara kenabian dan keunikannya dalam membawa iman ke dalam pembangunan.

Lebih jauh, Trihadi bahkan melontarkan pertanyaan apakah gereja juga berani menjadi suara kenabian bagi jemaatnya sendiri. Kalau ada jemaatnya yang memiliki kekayaan yang tidak sinkron dengan jabatan atau pekerjaannya, apakah gereja berani menanyakan dari mana asal kekayaan yang dia punyai.

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 67

67

12/18/16 2:40 PM


NF: Banyak gereja membuka pelayanan sosial untuk melayani masyarakat sekitar. Apa yang perlu diperhatikan? TS: Inisiatif gereja untuk menolong meningkatkan kesejahteraan masyarakat perlu diapresiasi. Namun, gereja perlu benar-benar menggumuli apa inisiatif yang paling tepat untuk diterjuni. Kalau tidak digumuli dan dipersiapkan dengan baik kelangsungannya untuk jangka panjang, inisiatif gereja untuk membuka pelayanan sosial bisa saja menjadi mubazir. Ada sebuah gereja yang saya kenal, misalnya, sedang menjajaki untuk membuka klinik kesehatan bagi masyarakat sekitar. Inisiatif semacam ini tentu tidak salah. Tetapi, ini belum tentu sebuah pilihan yang tepat. Mengapa masih ingin membuka klinik? Apakah sudah dipikirkan baik-baik? Pertanyaannya, kalau gereja mempunyai sumber daya dan dana, apakah lebih tepat untuk membuka klinik sendiri atau diguakan untuk membantu warga miskin di sekitarnya agar dapat mengakses program BPJS yang sudah dijalankan pemerintah? Bisa jadi, akan lebih efektif kalau dana itu digunakan membantu masyarakat agar bisa ikut program BPJS. Ini merupakan pilihan yang bisa dijajaki oleh gereja; dan bisa jadi gereja justru dapat menolong lebih banyak orang miskin melalui inisiatif seperti ini. Kalau layanan BPJS masih kurang baik, gereja dapat berperan memberi masukan kepada pemerintah. Situasi yang memprihatinkan juga sedang terjadi di bidang pendidikan. Ratusan sekolah Kristen di berbagai daerah terpaksa tutup. Banyak siswa pindah ke sekolah-sekolah negeri yang sekarang digratiskan oleh pemerintah. Banyak sekolah Kristen tidak bisa bertahan karena kekurangan siswa. Sekolah-sekolah Kristen yang masih bisa bertahan adalah sekolah dengan kualitas premium untuk melayani masyarakat kelas atas di kota-kota. Gereja perlu terus belajar memahami lingkungannya dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kehidupan masyarakat; menjalankan peran dan membuka diri untuk bersinergi serta memberi kontribusi pada proses pembangunan. Yang menarik, Bank Dunia pun mulai punya ‘moral imperatif’ dalam mendukung Agenda 2030 SDGs dengan mewadahi unsur spiritualitas sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam proses pembangunan. Unsur spiritualitas diyakini dapat membantu dalam proses pembangunan dan pengentasan kemiskinan. 68

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 68

12/18/16 2:40 PM


NF: Kalau gereja mulai membuka pelayanan sosial yang menjangkau masyarakat dengan latar belakang majemuk, apa yang perlu diperhatikan? TS: Kalau saya melihat, teologi kesaksiannya harus diperhatikan. Kita sebagai orang Kristen punya pemahaman yang kaya tentang kesaksian. Kita mengenal tiga macam kesaksian yang berbeda pengertiannya. Banyak orang luar sering memahami kesaksian orang Kristen hanya sebagai upaya untuk kristenisasi. Padahal ada tiga macam kesaksian yang punya makna berbeda. Pertama adalah proselityzing. Ini adalah langkah-langkah untuk merayu atau memaksa orang lain agar memeluk agama kita. Misalnya, kita menawarkan bantuan tetapi dengan syarat agar mereka mengikuti agama kita. Ini tidak boleh. Itu bukan pemahaman kesaksian yang benar. Tetapi, kita punya dua istilah kesaksian yang lain, yaitu evangelism dan witnessing. Evangelism adalah menyebarkan Kabar Baik tetapi tetap memberikan kebebasan pada orang yang mendengar untuk menerima atau tidak. Ini bisa digambarkan seperti orang yang berjualan barang di pasar. Yang mau beli silakan, yang tidak mau beli ya tidak apa-apa. Kita aktif menyampaikan tentang Kabar Baik, tetapi tanpa ada paksaan apa pun. Saya pribadi melihat witnessing sebagai pendekatan yang sangat baik. Ini yang selama ini coba diterapkan dalam pelayanan

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 69

69

12/18/16 2:40 PM


World Vision. Witnessing adalah pendekatan dalam melayani masyarakat yang majemuk melalui karya pelayanan yang dilakukan dengan sebaikbaiknya. Kalau kita melayani dengan sangat baik, itu akan merupakan kesaksian yang positif. Ini akan dapat memunculkan rasa ingin tahu dan penghargaan dari masyarakat yang dilayani. Gereja juga perlu membuka diri untuk menjalin kerja sama dengan pihak-pihak lain yang memiliki latar belakang berbeda, apalagi jika itu adalah satu-satunya jalan untuk menolong kelompok masyarakat yang sangat membutuhkan dukungan. Ini adalah prinsip dasar dalam menjalankan bantuan kemanusiaan. Dalam Alkitab juga ada kisah-kisah dimana Tuhan memakai orang-orang dengan latar belakang berbeda untuk ikut berperan dalam merealisasikan rancangan-Nya, seperti kisah Rut dan beberapa yang lain. NF: Bagaimana dengan World Vision? Apa peran yang ingin dilakukan oleh World Vision secara global pada tahun-tahun mendatang? TS: Strategi World Vision secara global adalah kita ingin memastikan pada 10–20 tahun ke depan kita dapat melayani anak-anak yang paling vulnerable (paling rentan dan sangat membutuhkan bantuan) dengan sebaik-baiknya. Banyak dari mereka ini ada di negara-negara yang sangat sulit dijangkau seperti di Suriah, Sudan, Kongo, dan sebagainya. Ini merupakan panggilan Kristiani yang sangat menantang, sama seperti ketika Gembala yang Baik itu dengan sungguh-sungguh mencari satu domba yang hilang. Tantangan kedua adalah melayani masyarakat vulnerable di kota-kota besar. Separuh penduduk dunia sekarang tinggal di kota-kota besar dan jumlahnya akan semakin meningkat. Tantangan pelayanan di kota-kota sangat berbeda dibanding di desa-desa. Pertanyaannya: Apakah bijaksana untuk memakai dana dari lembagalembaga donor (dari luar negeri) untuk membantu masyarakat di kota-kota? Apakah justru seharusnya kita menjalin kerja sama dengan gereja-gereja dan lembaga-lembaga lain di kota-kota bersangkutan–yang sebenarnya memiliki sumber dana cukup signifikan–untuk membuat program-program bersama guna menolong masyarakat paling vulnerable di kota-kota mereka? 70

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 70

12/18/16 2:40 PM


Trihadi juga menyoroti tantangan pelik yang akan segera dihadapi oleh gereja-gereja di tengah munculnya berbagai permasalahan baru seperti LGBT, pernikahan sesama jenis, dan banyak lagi. Masalah kemanusiaan memang semakin kompleks; bukan lagi hanya soal pengentasan kemiskinan, tetapi juga permasalahan diskriminasi, akses pada hak-hak sipil, dan masih banyak lagi. Ini merupakan tantangan yang tidak mudah yang akan dihadapi oleh gereja. Masalah masih tidak dimilikinya akta kelahiran oleh jutaan anak di Indonesia yang tinggal di pedalaman, misalnya, dapat bermuara pada sulitnya pemberantasan perdagangan anak. Kalau mereka diculik dan diberi identitas baru akan timbul kesulitan untuk membuktikan asal-usulnya, ujar Trihadi yang tercatat sebagai anggota nomor urut satu di sebuah gereja GKI di daerah Tangerang Selatan yang ikut dia rintis pendiriannya pada tahun 1980-an. Karena malam mulai larut dan kopi dalam gelas semakin tandas, Nafiri pun mohon diri Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 71

71

12/18/16 2:40 PM


Natal tanpa Kristus? 72

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 72

12/18/16 2:40 PM


/ Erwin Tenggono /

D

alam kehidupan masa kini, mungkin Natal bukan sesuatu yang istimewa secara rohani. Natal tidak lebih adalah suatu perayaan duniawi; mungkin juga sebagai satu kebersamaan keluarga, atau saatnya berlibur bersama keluarga, atau saat sibuk di gereja sebagai kewajiban untuk membuat acara, atau saat untuk bagi-bagi hadiah untuk anak-anak dan orangorang yang kita kasihi. Di kala semua kegiatan dan aktivitas terpikirkan; maka semua perencanaan, energi, waktu, dan konsentrasi akan mengarah kepada apa yang kita tentukan sebagai aktivitas Natal bagi kita. Apakah kita menyediakan ruang

untuk memikirkan di mana Kristus dalam diri dan hati kita setiap kita merayakan Natal? Mungkin beberapa orang akan memikirkan itu; di kala mereka berduka atau kehilangan sesuatu, atau mereka yang sangat dewasa rohani. Sehingga di saat menjelang Natal mereka memikirkan di mana Kristus dalam hidup kita dan keluarga kita. Apakah Kristus penting dalam iman kekristenan dan kehidupan kita? Adakah Kristus dalam kehidupan kita, dalam keseharian kita, dalam ucapan dan tindakan, bahkan dalam lagu yang kita nyanyikan?

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 73

73

12/18/16 2:40 PM


Seseorang mengirimi saya sebuah acara televisi, yang berjudul “Keajaiban Kasih”. Lagu “Bagi Tuhan Tidak Ada yang Mustahil” dapat dinyanyikan dengan khusyuk dan baik oleh seorang pejabat negara non-Kristen. Dan semua yang beragama Kristen menyanyikan dengan baik bahkan ikut membagikan video cuplikan ini untuk menunjukkan kebersamaan sesama manusia tanpa melihat suku dan agama. Tentunya itu baik. Dan saya pribadi kagum dengan cara beliau menyanyikannya. Namun pada saat yang sama, saya berpikir, “Bagaimana kita membedakan dan menjiwai sebuah lagu rohani yang dinyanyikan sebagai orang Kristen? Atau mungkin lagu Kristen bersifat universal sehingga menjadikan anak-anak kita juga ikut menikmati bahkan mungkin juga bingung untuk membedakan apa makna Tuhan dalam lagu tersebut. 74

Bukankah hal itu terbentuk juga dalam kehidupan kita, di kala kita sibuk pada kegiatan dan aktivitas kita menjelang Natal? Sehingga makna Kristus dalam kehidupan kita sebagai pengikut-Nya menjadi sangat jauh. Bukankah kita juga menciptakan keadaan ‘Natal tanpa Kristus’ dalam kehidupan dan keluarga kita?

Why bother with the trees, why bother with the light …. Christmas without Christ, there’s no Savior, there’s no joy Christmas without Christ , there’s no reason to rejoice Christmas without Christ , oh it makes me wanna cry ... Why bother having Christmas without Christ ….

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 74

12/18/16 2:40 PM


Secuplik lagu anak-anak “Christmas without Christ� ini biarlah membuat kita bertanya, di manakah Kristus dalam kehidupan keluarga kita dan Natal ini khususnya. Untuk apa merayakan Natal tanpa Kristus; tidak ada keselamatan, tidak ada alasan untuk bersuka cita. Janganlah kita membodohi diri kita. Tanpa kekristenan dan tanpa pendidikan Kristen dan tanpa Kristus yang ditanamkan dalam kehidupan anak anak muda, kita sebenarnya sedang mengasuh penyembah berhala.

Let us not fool ourselves, without Christianity without Christian education, without the principle of Christ inculcated in young life, we are simply rearing pagans. (Peter Marshall, a Scots-American preacher, pastor of the New York Avenue Presbyterian Church in Washington, DC and twice appointed as Chaplain of the United States Senate)

Selamat menemukan Kristus dan merayakan Natal. Tuhan Yesus memberkati

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 75

75

12/18/16 2:40 PM


DOA SEORANG

KORUPTOR

76

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 76

12/18/16 2:40 PM


/ Titus Jonathan /

Tuhan, berilah aku hati yang bijaksana untuk menggunakan uang yang Kau berikan kepadaku hari ini melalui seorang pengusaha yang aku bantu memenangkan sebuah proyek. Sebenarnya aku agak gugup waktu menerima segepok uang yang dibungkus kertas koran dan ditaruh di pangkuanku oleh pengusaha itu, tapi bau lembaran-lembaran uang yang masih baru dan licin itu sangat menggodaku hingga tak sanggup aku menolaknya. Lagi pula aku tidak meminta, bukan? Pengusaha itu yang ikhlas memberi, katanya tidak baik menolak rejeki. Ia tampak begitu ramah dan senyumnya

tulus ketika menyodorkan bungkusan itu. Apakah itu suap, Tuhan? sedangkan pengusaha itu hanya ingin mengungkapkan terima kasih? Ah, Tuhan, aku kira hanya orang-orang yang sok suci sajalah yang menyebut hal itu sebagai suap. Tuhan, dengan segepok uang yang sudah kuletakkan di dalam brankas, izinkanlah aku menjelaskan rencanaku kepada-Mu, dan kumohon Engkau berkenan mendengarkan doaku dengan sabar. Jika besok matahari terbit tepat waktu dan cuaca cerah, aku akan mengajak istriku jalanjalan ke Singapura. Tiket perjalanan first class sudah

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 77

77

12/18/16 2:40 PM


disiapkan oleh teman baikku si pengusaha itu. Di sana nanti aku akan membelikan istriku sebuah tas bermerek Hermes seperti yang dipakai oleh istri pejabat di kantor sebelah, agar istriku tidak merasa minder pada waktu ia kumpul-kumpul dengan istriistri pejabat di waktu arisan. Sebenarnya aku kurang sreg membeli tas baru lagi untuk istriku, karena baru sebulan yang lalu ia kubelikan Louis Vuitton, tetapi aku tak tahan mendengar rengekan istriku, terlebih setelah ia bertemu dengan istri pejabat di kantor sebelah itu yang menenteng Hermes dengan pongah. Selepas dari Singapura nanti, Tuhan, aku akan membawa istriku ke Hong Kong. Di sana nanti aku akan mampir ke butik untuk mencari Prada, agar istriku terlihat anggun dan cantik pada waktu menghadiri

78

kondangan anak seorang pengusaha lain yang pernah aku bantu memenangkan proyek. Sebenarnya istriku bisa mengenakan Givenchy yang aku belikan tiga bulan yang lalu, tetapi rasanya ia akan komplain karena menurutnya pakaian yang sudah berumur tiga bulan itu sudah old-fashioned. Aku tidak mau dianggap pelit oleh istriku, Tuhan. Jika nanti aku sudah ketemu dengan Prada yang cocok buat istriku, selanjutnya aku akan mencari Jimmy Choo. Engkau jangan salah sangka, ya Tuhan, karena Jimmy Choo yang akan kucari itu bukan temanku, melainkan sepatu yang modis yang akan membuat kaki istriku bisa mengayunkan langkah satusatu bagai peragawati di atas catwalk. Dan menyempurnakan dandanan istriku itu,

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 78

12/18/16 2:40 PM


aku akan melengkapinya dengan parfum Chanel No. 5 yang legendaris itu. Percayalah, Tuhan, orang bakal terpesona ketika istriku lewat karena aroma yang dihembuskannya akan tertinggal di kepala setiap orang walaupun istriku sudah melangkah sejauh seratus meter. Paduan antara Hermes, Prada, Jimmy Choo, dan Chanel No. 5 bakal membuat istriku tersenyum semringah sambil memperlihatkan giginya yang gingsul itu. Tuhan, apakah aku terlalu memanjakan istriku? Kumohon Engkau tidak menuduhku demikian, karena ia memang harus berpenampilan seperti itu sebagai istri pejabat terhormat seperti aku. Engkau tentu tidak menginginkan hamba-Mu ini dipermalukan karena kami berpenampilan gembel,

bukan? Nanti dikira orang kami bukanlah orang-orang yang bertakwa kepada-Mu karena hidup serba mengirit. Nanti sepulang dari Hong Kong, tolong ingatkan aku ya Tuhan, akan janjiku kepada anak sulungku untuk mengantarkannya ke dealer Lamborghini. Ini adalah hadiah ulang tahun untuknya yang sempat tertunda karena kesibukanku sebagai pejabat. Memang sih, ia sudah punya Porsche tetapi katanya ia sudah bosan, karena temantemannya sudah mulai mengganti mobilnya dengan yang baru. Lagipula space garasiku juga masih luas dan masih cukup untuk memarkir empat sampai lima mobil yang lain. Dan bulan depan aku punya janji dengan anakku yang bungsu untuk mengantarkannya ke Amerika melihat-lihat beberapa universitas

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 79

79

12/18/16 2:40 PM


terkemuka. Kenyataannya di negeriku ini orang pintar lulusan luar negeri lebih dihargai, bukan? Jika anakku nanti pulang dari Amerika membawa gelar MBA, aku akan minta teman baikku pengusaha itu untuk mengajarinya berbisnis dengan cerdas. Ya, cerdas seperti dia, yang tidak cuma mengandalkan ilmu MBA-nya tapi juga pintar melakukan lobi kepada pejabat seperti aku. Aku sendiri akan mengajarinya untuk tidak kikir dan selalu membagi rejeki kepada para pejabat yang memegang kekuasaan. Aku sudah belajar untuk tidak serakah, sehingga bagi-bagi rejeki dari proyek merupakan suatu keharusan agar jalannya proyek aman. Tuhan, jika aku pergunakan uang pemberian pengusaha itu untuk membahagiakan keluargaku, tentu Engkau pun akan senang, bukan? Karena 80

keluarga yang harmonis dan berkelimpahan akan membantu pemerintah meringankan bebannya dalam mengurangi masalah-masalah sosial dan memperkecil kriminalitas. Engkau tentu tahu, Tuhan, banyak masalah di negeriku ini yang cara menyelesaikannya begitu gampang, hanya dengan uang saja semua persoalan akan beres. Lagipula Engkau tidak perlu ragu akan ketakwaanku kepada-Mu; karena sebagian dari uangku pasti akan aku salurkan kepada panti asuhan, yayasan-yayasan amal, dan juga untuk membangun tempat-tempat ibadah; agar semakin banyak orang dapat beribadah dan menyerukan Nama-Mu. Jika orang-orang rajin mendatangi tempat ibadah, tentu mereka akan menjadi orang yang saleh, bukan? Negeri ini butuh

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 80

12/18/16 2:40 PM


orang-orang saleh yang doa-doanya bisa menembus surga. Jadi biarkanlah kami berbagi peran, aku akan membantu teman-temanku pengusaha mengerjakan proyek, dan mereka yang saleh tetap beribadah dan mendoakan kami agar selalu dilancarkan dalam semua urusan proyek pembangunan. Tuhan, tolonglah kami terhadap ancaman pejabat-pejabat yang sok suci, yang selalu gembargembor akan pemerintahan yang bersih. Hari-hari belakangan ini mulai muncul model pejabat-pejabat yang sok sederhana dan dijuluki anti korupsi. Apakah mereka sudah berpikir waras, mana mungkin budaya proyek timbal balik yang sudah berlangsung puluhan tahun ini bisa diubah? Aku terkadang tersenyum, Tuhan, melihat mereka begitu bersemangat

mengumandangkan jargon revolusi mental. Apakah mereka tidak menyadari sikap yang gagah-gagahan itu bakal berisiko terhadap mereka sendiri? Tetapi, Tuhan, dari antara sejumlah pejabat seperti itu aku paling risau dengan seorang gubernur. Engkau pasti tahu yang aku maksudkan, seorang gubernur yang dianggap kafir oleh sebagian orang, yang sekarang kami anggap sebagai musuh bersama. Aku berdoa kepada-Mu memohon agar ia segera bertobat, dan kembali ke jalan yang benar. Semoga Engkau menghadirkan terang-Mu untuk menyingkap dosadosanya, karena gara-gara dia banyak proyek yang tidak jadi dikerjakan. Bagaimana mau mengerjakan proyek jika kami selalu dibayangbayangi ketakutan dituduh korupsi? Dulu aku tidak pernah merasa was-was, Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 81

81

12/18/16 2:40 PM


tetapi sekarang untuk makan siang dengan pengusaha aku harus sesering mungkin menoleh ke kanan dan ke kiri. Apa enaknya makan di restoran berkelas jika makan steak terasa makan tempe? Padahal sebelumnya, dalam setiap makan siang banyak terjadi deal-deal proyek yang ujung-ujungnya demi pembangunan dan kemakmuran rakyat. Engkau tentu mengerti, Tuhan, proyek yang tidak jadi dikerjakan akan berdampak terhadap ekonomi, karena tenaga kerja tidak bisa diserap sehingga mengakibatkan pengangguran meningkat. Harusnya gubernur itu tahu akan hal ini, tetapi ia begitu ketat dan teliti mengontrol anggaran,sehingga ruang gerak kami para pejabat dan para pengusaha menjadi semakin sempit.

82

Tuhan, bantulah aku untuk mengubah situasi ini. Jika gubernur itu tidak bisa bertobat dengan sukarela, mungkin kami harus membantunya untuk bertobat dengan cara kami. Aku dan teman-temanku sudah mencari-cari noda dan cela pada gubernur itu, berharap setidaknya ia tersandung korupsi walau sedikit, tetapi hasilnya nihil. Kami seperti mencari jarum di tumpukan jerami dan mengharapkan pohon mangga berbuah durian. Malahan, kami semakin geram karena justru ia memperoleh penghargaan anti-corruption award. Satu-satunya celah yang masih mungkin, seperti yang disampaikan oleh teman-temanku adalah mulutnya. Mulutnya yang ceplas-ceplos itu bisa menjadi peluang. Telah lama kami menunggu ia keseleo lidah,

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 82

12/18/16 2:40 PM


mengucapkan sesuatu yang salah yang nantinya bisa kami jadikan alasan untuk menjeratnya, tetapi lidahnya yang tajam itu walaupun membuat merah telinga, tak bisa dijadikan kasus hukum karena kata-katanya yang pedas itu memang terbukti benar. Dan yang membuat aku dan teman-temanku semakin membencinya adalah makin banyak orang yang memujanya. Mungkin Engkau bisa browsing di internet (apakah Engkau juga suka browsing internet, Tuhan?), ia telah menjadi media darling dan apa pun juga aktivitasnya selalu menjadi berita. Komentar-komentar dari netizen terhadap apa yang dilakukannya kebanyakan bernada positif. Aku sendiri heran, Tuhan, bagaimana para netizen itu begitu terpesona kepada gubernur

itu? Aku harap Engkau tidak seperti para netizen yang sok tahu dan kampungan itu, Tuhan. Inti dari doaku ini, Tuhan, jika aku dan temantemanku mengharapkan ia tersandung dan jatuh, hal itu semata-mata demi kepentingan rakyat. Oleh sebab itu, Tuhan, bantulah aku untuk mencegahnya terpilih kembali pada pemilihan gubernur yang akan datang. Aku berjanji pada-Mu, Tuhan, jika upaya kami berhasil, apa yang kami peroleh dari setiap proyek akan kami berikan tiga puluh persen untuk-Mu. Jika kurang, empat puluh persen bahkan lima puluh persen pun aku tak keberatan. Tapi sebelumnya kita perlu sepakat dulu, Tuhan, bahwa ini bukan suap, melainkan tanda terima kasih saja. Amin

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 83

83

12/18/16 2:40 PM


e r a w a l dari kisah nyata. Hari itu masih pagi sekitar pukul 06.00, nampak seorang ibu duduk di kursi penumpang bagian depan sebuah mobil travel Bandung tujuan ke BSD. Di kakinya ditaruh tas jinjing ukuran sedang yang biasa ia pakai untuk bepergian, sedangkan di pangkuannya ada sebuah keranjang dengan lubang-lubang kecil yang memiliki tutup yang bisa dibuka di bagian atasnya. 84

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 84

12/18/16 2:40 PM


/ Humprey /

Setelah kira-kira tiga puluh menit, hampir seluruh penumpang di baris tengah dan belakang tertidur, dengkuran sayup-sayup terdengar, diiringi suara musik dangdut dan deru mesin mobil. Sang supir sedang berkonsentrasi mengemudikan mobil sambil sesekali mengoceh tentang keadaan jalanan. Namun; ibu ini tetap diam dalam posisinya semula, nyaris tak bergerak, tidur pun tidak. Mata sang ibu tetap menatap ke depan, sambil terus mendekap keranjang plastik tersebut, seolaholah membawa batangan emas di pangkuannya. Kini sudah pukul 08.00, tiba-tiba ada sesuatu yang mulai bergerak di pangkuan ibu tersebut, apakah itu gerangan? Guk!!! Inilah ilustrasi penampakannya :p

“Astaga, apa tuh Bu!” pekik sang supir. Dengan wajah malu-malu kemerahan, sang ibu menjelaskan, “Ini titipan anak anjing untuk anak saya di BSD, dia udah punya seekor yang jantan, ini betinanya.” “Ya ampun Bu, kalau masih di kantor Bandung, ga boleh ini bawa beginian ….“ “Hehe … tapi udah nanggung, bentar lagi sudah masuk BSD kan Pak,” kilah sang ibu. Jessy of Meteor Garden, ampun deh nama anjing ini … (nama anjing ras memang terkadang norak

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 85

85

12/18/16 2:40 PM


sekaligus keren), namun itulah nama yang tertera di akte lahirnya, dengan jenis anjing ras Shih Tzu berusia dua bulanan. Singkat cerita, sampailah Jessy di BSD, ternyata di rumah itu sudah ada Oscar, anjing Shih Tzu jantan berusia lima bulanan. Bagaimana saat mereka bertemu? Kelihatannya Oscar senang karena kini dia memiliki teman main, namun bagaimana dengan Jessy? Jessy berperilaku berbeda. Sang tuan didekatinya dengan agresif apabila si tuan mendekati Oscar. Jessy menghalangi dan menggonggong keras-keras, takut si tuan kurang memperhatikannya. Please deh, gue baru mau makan atau bermanja-manja ama majikan gue, napa ini tamu ngiri banget ama gue sih, mungkin itu pikir si Oscar andai ia bisa berpikir. Loh, anjing juga bisa iri (jealous)? Lucu ya, kalau kita sejenak mengamati perilaku binatang dalam hal ini anjing. Ternyata anjing pun terkadang memiliki sifat dan perilaku mirip seperti manusia; mereka bisa merasa overprotective alias terlalu melindungi tuannya, bisa iri hati (jealous) bila tuannya memegang anjing lain, bisa marah, senang, ataupun kelihatan sedih. Masih 86

ingat kisah Hachiko, anjing setia jenis Akita yang dipelihara oleh Profesor Hidesamuro Ueno? Anjing ini mengantar dan menjemput sang profesor setiap hari di stasiun, dan meskipun pada suatu saat sang profesor tak kunjung pulang karena telah meninggal, Hachiko tetap setia menunggu di stasiun tersebut sampai akhirnya ia pun meninggal. Tanpa bermaksud membandingkan, akankah kita bercermin justru dari seekor anjing? Masa dibandingin ama anjing, ga level kali ya? Hehe ‌.

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 86

12/18/16 2:40 PM


Udah ya ngomongin tentang binatangnya, sekarang kita ngomongin tentang manusia aja. Gimana sifatsifat manusia yang kita sering temui; apakah semuanya setia, jujur, baik hati semua; ataukah tidak setia, jahat, iri hati (jealous)? Jangan-jangan malah lebih baik berteman dengan binatang ya, sampai-sampai ada ungkapan bahwa “Anjing adalah sahabat terbaik manusia.” Loh, malah ngomongin tentang binatang lagi … yuk mari kita kembali ke laptop ….^_^ Sejak tadi kita ngomong tentang jealous, kalau di kamus artinya apa sih? Nih, jealous di internet artinya “feeling or showing envy of someone or their achievements and advantages”. Makin puyeng? Intinya jealous itu perasaan atau memperlihatkan rasa iri hati/cemburu atas pencapaian atau kelebihan orang tersebut. Pernahkah kita merasa iri/ cemburu? Bohong banget kalau ga

pernah .... Sejak kita kecil; apabila adik atau kakak kita lebih diperhatikan oleh orangtua kita, dibelikan mainan yang lebih bagus, lebih dipuji, diajak ke suatu tempat sedangkan kita tidak diajak, dan lain sebagainya; pastilah kita merasa sesuatu yang kita namakan iri hati (jealous). Jealous ini mungkin tidak dapat secara mudah dijelaskan dengan kata-kata, karena berhubungan dengan perasaan yang bercampur baur; marah, hati terasa panas, muka merah padam, sakit hati, rasa ingin mengalahkan, dan yang sejenisnya. Contohnya; apabila kekasih atau suami/istri kita berjalan atau mengobrol akrab dengan lawan jenis, tentunya ada muncul setitik perasaan tidak nyaman, rasa tidak enak yang mengganjal dan rasanya ingin menarik pasangan kita itu lebih dekat ke sisi kita, entah kita menyadari perasaan tersebut atau tidak.

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 87

87

12/18/16 2:40 PM


Bagaimana dengan di Alkitab, apakah di Alkitab dibahas tentang iri hati/cemburu? Jawabannya kita lihat dalam ayat-ayat berikut ini: 1. 2. 3.

4. 5.

Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang (Amsal 14:30). Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya (Kejadian 37:11). Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati (Roma 13:12–13). Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat (Yakobus 3:16). Perbuatan daging telah nyata, yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, … iri hati, amarah …. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barang siapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (Galatia 5:19–21).

Kelihatannya jueelek … buanget ya (kalau dalam bahasa Jawa biasa disebutnya “Ueeeellleeek …) yang namanya iri hati? Ya, tidak ada satu bacaan pun terutama di Alkitab yang menyebutkan bahwa iri hati itu baik. Semuanya berkata bahwa iri hati itu tidak baik, merusak, hati-hati berdosa, dan sebagainya. Lalu, apakah iri hati itu sama dengan kata “cemburu” ? Yuk, mari kita tengok dalam firman Tuhan, 88

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 88

12/18/16 2:40 PM


“Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku.� (Kejadian 20:5) Tunggu dulu, ternyata menurut beberapa sumber, iri hati itu berbeda dengan cemburu. Iri hati itu apabila kita tidak senang karena orang memiliki apa yang bukan milik kita, sedangkan cemburu itu apabila kita tidak senang karena orang memiliki apa yang menjadi milik kita. Dalam konteks ini, apa yang Allah cemburui adalah apa yang memang merupakan milik kepunyaan-Nya. Ibadah dan pelayanan adalah milik-Nya semata-mata, dan hanya boleh diberikan kepadaNya, ini adalah cemburu Ilahi. Dalam contoh yang lebih sederhana; jika seorang suami melihat pria lain bersikap genit dan main mata dengan istrinya, dia berhak untuk merasa cemburu karena hanya dia yang boleh bersikap genit terhadap istrinya. Cemburu itu bisa jadi tanda cinta kali ya? Gimana dengan kita, apabila bisa memilih, akankah kita iri hati atau cemburu? Iri hati akan kesuksesan/kelebihan orang lain; itu buang-buang waktu, pikiran, dan tenaga; kecuali hal itu menjadi hal ‘positif’ yang membuat kita terpacu. Namun alangkah lebih baik apabila kita berusaha agar Tuhan Yesus tidak cemburu pada kita; yaitu cemburu akan sikap dan perilaku kita yang lebih mementingkan kesibukan pekerjaan, hubungan dengan teman-teman kita, daya tarik dan kenikmatan dunia; dengan cara memberikan segala yang terbaik kepada Tuhan; antara lain dengan memberikan waktu terbaik, waktu yang paling awal setiap pagi untuk bersaat teduh, berbicara, dan berdoa kepada Tuhan; maukah Anda melakukannya? Jelas-jelas Allah sampai cemburu apabila kita berpaling dari pada-Nya, masih tetapkah perhatian kita teralih dari pada-Nya? Allah cemburu karena Ia sangat mengasihi kita Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 89

89

12/18/16 2:40 PM


Trilogi Cinta

Keindahan, Kehilangan, Berkat

90

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 90

12/18/16 2:40 PM


/Nico Tanles Tjhin /

Yohan Candawasa (“Mendapatkan-Mu Dalam Kehilanganku�)

Setelah empat puluh tahun lebih memupuk cinta kepada Oce, siap tidak siap Gunawan harus melepaskan istrinya kembali ke sisi Tuhan. Terpukul, pilu, kehilangan; itulah yang dirasakan Gunawan. Tidak jarang ia terbangun jam tiga subuh memikirkan Oce dan sulit untuk kembali tidur. Tapi Tuhan tidak pernah diam. Dia punya banyak cara untuk menguatkan iman anakanakNya. Kutipan dari buku tersebut merupakan salah satu dari beberapa kutipan yang menguatkan iman Gunawan semenjak ia kehilangan istrinya pada tanggal 17 September 2016 silam.

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 91

91

12/18/16 2:40 PM


Keindahan Cinta Pria kelahiran Semarang tahun 1943 ini sempat ‘vakum’ dan jarang ke gereja selama beberapa tahun pada masa mudanya. Pertemuannya dengan Oce menjadi awal kebangkitan kehidupan spiritual Gunawan dan kemudian juga anak-anaknya mereka. Oce, yang nama resminya Sumarni Wiradi, lahir di Jakarta tahun 1953. Oce berasal dari keluarga yang harmonis dan ideal. Keluarga Oce– menurut Gunawan–sering duduk dan makan bersama sambil tertawa ria. Sementara itu, keluarga Gunawan bisa dibilang kurang begitu akrab satu sama lain. Mereka bertemu di sebuah perusahaan distributor obat, tempat mereka berdua bekerja. Cinta muncul, tanpa memandang jarak usia sepuluh tahun di antara mereka. Keyakinan

92

muncul, tatkala semakin mengenal satu sama lain lebih jauh. Komitmen muncul, ketika mereka dapat saling memahami dan menerima perbedaan latar belakang keluarga. Meski begitu banyak perbedaan, Oce mau menerima Gunawan apa adanya. Di sisi lain, Gunawan sendiri belajar banyak dari Oce dan keluarganya. Menjelang hari pernikahan, Augustinus Jozef Gunawan diteguhkan kembali imannya dan dibaptis sidi. Tepat pada tanggal 29 Mei 1976, Gunawan dan Oce memutuskan untuk mengambil komitmen sakral di dalam Tuhan; mengasihi satu sama lain, sehidup semati, seiya sekata. Setahun setelahnya, Oce melahirkan anak pertamanya, Indra. Lalu sekitar satu setengah tahun berikutnya disusul oleh kelahiran anak

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 92

12/18/16 2:40 PM


kedua yang diberi nama Ester. Dan kini, Gunawan sudah memiliki seorang cucu cantik bernama Madeleine yang berusia lima tahun. Pekerjaan dan kasih Tuhan begitu nyata di tengahtengah keluarga ini. Tuhan bekerja baik melalui perkara kecil dan besar, maupun dari berkat-berkat berlimpah yang boleh dinikmati oleh keluarga ini. Kehilangan Cinta Oce pertama kali menyadari penyakitnya pada tahun 2012 ketika ia merasakan adanya pembengkakan pada bagian rusuk sebelah kirinya. Setelah melakukan konsultasi dengan dokter di RS daerah Tangerang diketahui bahwa pembengkakan terjadi karena limpa yang membesar. Sampai pada satu malam, Oce merasakan kesakitan yang luar biasa dan kesulitan untuk bernapas karena limpa yang membengkak tersebut. Dia hanya bisa berdoa kepada Tuhan pada saat itu bahwa Tuhan pasti akan memberikan kekuatan buat dirinya. Dia memohon pada Tuhan melalui doanya apabila dia masih bisa hidup sampai keesokan paginya berarti Tuhan memperpanjang usianya.

Setelah berkonsultasi dengan beberapa dokter di Jakarta, Oce didiagnosis menderita penyakit kelainan darah sejenis leukemia, namun belum sampai pada kesimpulan jenis leukemia yang dideritanya. Setelah bergumul beberapa waktu dan atas saran dari beberapa teman, Oce dan Gunawan memutuskan untuk berobat ke Penang. Setelah diambil sumsum tulangnya oleh dokter di sana diketahui bahwa Oce menderita Myelofibrosis. Pada awalnya, di Jakarta, Oce merasa ketakutan saat akan diambil sumsum tulangnya. Namun ternyata dia sama sekali tidak didera ketakutan saat menjalani proses yang sama di Penang. Oce didiagnosis menderita Myelofibrosis dan sakitnya sebenarnya sudah berjalan beberapa tahun. Dokter berpesan agar Oce tidak perlu khawatir berlebihan akan penyakitnya. Myelofibrosis adalah salah satu jenis penyakit Leukemia (kanker sel darah putih) yang tergolong kronis dan serius. Myelofibrosis menyerang sumsum sehingga mengganggu produksi sel darah merah pada tubuh. Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 93

93

12/18/16 2:41 PM


Dampak yang ditimbulkan adalah anemia akut, kerentanan, kelelahan, dan pembengkakan limpa. Penderita Myelofibrosis pada umumnya akan semakin menurun keadaannya. Meskipun demikian, ada juga yang gejalanya mereda selama beberapa tahun. Dan benar, setelah mengonsumsi obat dari dokter dan melakukan kontrol rutin selama beberapa bulan, lambat laun pembengkakan pada limpa Oce semakin berkurang. Respons dokter juga positif, selalu memberikan semangat dan menenangkan Gunawan dan Oce. Perkembangan positif ini bertahan hingga hampir empat tahun. Bulan Maret 2016, Oce melakukan kontrol ke Penang, dan pada saat itu diketahui bahwa limpanya membengkak lagi. Dokter memberikan obat yang sama namun dengan dosis yang ditambah. Oce disarankan agar tidak melakukan kegiatan fisik yang melelahkan karena dapat membuat jantungnya melemah dan darah merahnya menurun. Padahal, Oce sebenarnya sudah membeli tiket untuk jalan-jalan ke 94

Turki. Hanya saja kebetulan Turki sedang mengalami gejolak akibat kudeta, sehingga pihak perusahaan tur membatalkan rencana ke Turki dan menggantikannya dengan tiket ke Hong Kong. “Daripada hangus tiketnya, dan kebetulan tanggal 29 Mei bertepatan dengan hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-40, ya sudah saya putuskan untuk menemani Oce pergi jalan-jalan ke Hong KongMakau-Shenzhen,� ujar Gunawan. Perjalanan tur ke Hong Kong ternyata sangat menguras tenaga karena waktu terbang yang sangat malam dan jadwal tur yang padat. Satu hari setelah pulang, Oce dan Gunawan kontrol lagi ke Penang karena kondisi kesehatan Oce agak menurun. Dokter mengatakan limpa Oce membengkak bahkan semakin besar. Dia masih tetap memberikan obat yang sama. Akhir bulan Juli, Oce memutuskan untuk kontrol kembali karena kondisinya masih kurang baik. Pada saat itu Oce sempat diopname tiga hari di Penang karena Hbnya sangat rendah dan dokter memutuskan untuk kembali mengambil sampel sumsum tulangnya

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 94

12/18/16 2:41 PM


untuk diselidiki sudah seberapa jauh penyakit yang dideritanya. Ternyata sakitnya sudah akut. Oleh karena itu dokter memberikan resep satu jenis obat yang bisa meredakan–tidak menyembuhkan– penyakit Oce dan obat itu harganya sangat mahal. Walaupun kondisinya sangat lemah, Oce masih demikian semangat untuk bersaksi tentang kasih Tuhan Yesus. Dia bersaksi tentang kasih Tuhan pada pasien yang sekamar dengannya yang sedang menderita sakit parah. Oce merasakan kasih Tuhan luar biasa besar buat dirinya lewat diri pasien yang dilayaninya. Oce diperbolehkan pulang karena kondisinya makin stabil. Dia sangat senang bisa berkumpul lagi dengan keluarganya. Selama seminggu kondisi Oce cukup baik. Dia bahkan sempat memberikan kesaksian di acara Komisi Wanita GKY BSD. Namun, kondisinya terus menurun, dia mudah lelah dan kakinya makin

lemah sehingga tidak mampu lagi naik ke kamarnya di lantai atas. Dia tidur di sofa di lantai bawah. Dia sempat melakukan transfusi beberapa kali dan bahkan diopname karena Hbnya menurun. Pada tanggal 16 September, dia kembali diopname di RS Bethsaida untuk transfusi. Dia berharap akan bisa lebih kuat agar bisa berobat lagi ke Penang. Namun Tuhan punya kehendak lain. Tepat pada hari Sabtu, 17 September 2016 pada jam 12 siang, Oce menghembuskan napas terakhirnya. Hingga saat-saat terakhir Oce tidak pernah mengeluh tentang penyakitnya. Dia selalu meyakinkan keluarganya bahwa dirinya baik-baik saja. Dia pernah mengatakan bahwa dia siap ikut kehendak Tuhan melalui sakit-penyakitnya, bahkan dia pernah berkata kepada adik perempuannya bahwa dia sudah siap apabila suatu saat Tuhan memanggilnya pulang.

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 95

95

12/18/16 2:41 PM


Berkat Cinta Minggu dan bulan berlalu sejak Oce pergi. Tapi setiap kali Gunawan menginjakkan kakinya di rumahnya, hatinya masih saja berdebar kencang. Dia masih belum bisa ‘melupakan dan melepaskan’ perempuan yang dikasihinya itu. Empat puluh tahun mereka menjalani hidup bersama, sulit rasanya membiasakan diri hidup tanpa Oce. Itu sebabnya, sarjana ekonomi ini sering tinggal di rumah anaknya yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Tidak jarang ia terbangun jam tiga subuh memikirkan Oce dan sulit untuk kembali tidur. Tetapi Tuhan tidak membiarkan Gunawan jatuh tergeletak. Satupersatu rekan Oce dan Gunawan, terutama dari gereja, memberikan dukungan kepadanya. Ada yang 96

memberikan kalimat-kalimat penghiburan melalui WhatsApp, ada yang memberi buku inspiratif, dan ada pula yang datang mengunjunginya. Rekan-rekan itu bercerita kembali mengenang kebaikan Oce. Gunawan tahu betul Oce sering membantu orang-orang yang mengalami kesulitan, hanya saja setelah ada rekan-rekan lain–yang pernah dibantu Oce juga–bercerita kepada Gunawan, dia baru sadar kalau sebenarnya masih banyak kebaikan Oce yang tidak dia ketahui sebelumnya. Oce memang dikenal dengan kemurahan hatinya dan kerap melayani. Hati Oce selalu rindu untuk pelayanan pembesukan pasien-pasien di RS, yang sudah dia lakukan sejak dia masih tinggal di Jakarta. Melalui pembesukan, Oce merasakan sukacita

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 96

12/18/16 2:41 PM


yang luar biasa dalam pelayanan. Dia merasa terpanggil untuk berbagi berkat kepada sesama. Dia bahkan memaksakan diri untuk belajar menyetir mobil saat usianya tidak muda lagi agar dia bisa mengantar jemput rekan-rekan Komisi Wanita saat pelayanan. Bukan hanya sifat murah hati Oce yang menginspirasi Gunawan dalam menjalani hari tanpa istrinya itu, tetapi juga ketekunan Oce dalam membaca firman Tuhan secara rutin. Spirit Oce untuk membaca dan merenungkan Alkitab menular begitu saja kepada Gunawan. Semenjak kepergian Oce, Gunawan berkomitmen lebih sungguhsungguh dan lebih konsisten membina hubungannya dengan Tuhan. Gunawan menggunakan Alkitab peninggalan

Oce yang dipenuhi oleh catatan dan tulisan tangan Oce. Suatu hari, Gunawan menemukan salah satu ayat yang digarisbawahi oleh Oce: Ayub 1:21. Ayat itu sungguh memberikan Gunawan pencerahan dalam menyikapi kepedihan yang ia rasakan. Ada juga catatan Oce yang memberikan Gunawan semangat ketika membacanya, “Hidup tidak selalu lancar. Andalkan Tuhan dalam segala perkara. Agungkan dan muliakan Tuhan.� Memang luar biasa almarhumah istri Gunawan ini. Ketika masih hidup, imannya membawa sukacita bagi orang lain; ketika sudah meninggal, jejak langkahnya masih terus memberikan inspirasi bagi orang-orang yang ditinggalkan

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 97

97

12/18/16 2:41 PM


M

alam itu cerah, angin berhembus pelan menyapa pepohonan rindang serta membelai semak dan rumput di padang penggembalaan yang luas. Sebuah bintang nan cerlang hadir menerangi setiap sudut lapangan yang dipenuhi domba yang dijaga para gembala. Tak seorang pun menduga hari itu akan berbeda dengan hari lainnya di sepanjang sejarah manusia, saat Tuhan hadir ke dunia dalam bentuk bayi mungil di kota kecil Betlehem. Para gembala yang sederhana tak akan pernah bisa melupakan pengalaman hidup mereka saat padang Efrata menjadi tempat paling terang di muka bumi kala berlaksa malaikat turun menyapa mereka. 98

NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 98

12/18/16 2:41 PM


/ Anton Utomo /

Ternyata padang penggembalaan di timur Kota Betlehem itu masih ada sampai sekarang dan masih digunakan sebagai tempat domba merumput. Bahkan di malam hari pun kita bisa melihat sekumpulan domba beristirahat di lapangan berumput yang nyaman, membantah anggapan para kritikus Injil yang menolak kisah Alkitab tentang gembala dan domba yang berkeliaran di malam hari, dimana seharusnya mereka beristirahat di kandangnya. Apa lagi yang tersisa di Betlehem, kota kecil berjarak sepuluh kilometer di selatan Yerusalem, yang menjadi bagian penting dari sejarah Kekristenan? Mari kita jelajahi kota tua di Tepi Barat Sungai Yordan yang kini berada dalam otoritas Pemerintah Palestina ini. Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 99

99

12/18/16 2:41 PM


Kota Tua yang Sarat Cerita Kota Betlehem sudah setua usia peradaban manusia. Uniknya, nama kota ini hampir tak mengalami perubahan sejak 3.500 tahun yang lalu, meskipun artinya berbeda menyesuaikan penduduk yang menempatinya. Awalnya ia bernama Beit Lachama, artinya ‘Rumah Lachama’. Lachama (Lachmo) adalah dewa kesuburan bangsa Kanaan– penduduk yang pertama kali menempati kota berhawa sejuk ini. Saat dikuasai bangsa Yahudi, nama kota ini menjadi Bet Lehem, artinya ‘Rumah Roti’. Kemudian, ketika bangsa Arab memerintah, namanya menjadi Bayt Lahm (‘Rumah Daging’). Walaupun memiliki nama lokal yang berbeda sepanjang sejarah, kota berpenduduk 25 ribu orang di bagian tengah Tepi Barat Sungai Yordan ini tetap populer dengan nama Bethlehem, nama internasionalnya. Betlehem dikenal juga sebagai Betlehem Efrata; untuk membedakannya dengan sebuah kota lain dengan nama sama yang terletak jauh ke utara, di dekat Nazaret, yang masuk dalam Betlehem masa kini (kiri) dan masa lalu (kanan)

100 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 100

12/18/16 2:41 PM


area suku Zebulon. Sedangkan Betlehem Efrata bagian dari tanah suku Yehuda, sehingga kerap disebut pula Betlehem Yehuda. Betlehem pertama kali disebutkan dalam Alkitab saat Rahel–isteri kesayangan Yakub– meninggal dunia kala melahirkan Benyamin. Dikisahkan dalam Kejadian 35, Yakub dan keluarga sedang melakukan perjalanan dari Betel ke Hebron, tempat leluhurnya. Di Betel, Yakub mempersembahkan kurban Kubur Rahel di atas tugu batu setelah Allah berfirman kepadanya di tempat itu. Rahel dikuburkan di sisi jalan ke Efrata, saat ini terletak di batas Kota Betlehem. Tugu dan menara yang dibangun Yakub tidak mengalami banyak perubahan sampai awal abad ke-20, suatu hal yang luar biasa untuk bangunan berusia sekitar tiga ribu tahun! Kini; bangunan makam yang sudah diperluas dan direnovasi beberapa kali oleh Pemerintah Israel tetap ramai dikunjungi umat Yahudi, Kristen, maupun Islam. Betlehem disebutkan juga dalam kitab Rut sebagai tanah kelahiran Elimelekh dan Naomi. Mereka mengungsi dari Betlehem bersama kedua putra mereka menuju tanah Moab karena ada bencana kelaparan di tanah Israel. Pada akhirnya Rut–perempuan Moab–turut pulang ke Betlehem bersama Naomi, sang mertua yang telah kehilangan suami dan kedua anaknya. Rut kemudian bertemu dan menikah dengan Boas, seorang bangsawan Betlehem. Selanjutnya, sesuai Alkitab, mereka kelak menjadi leluhur Daud dan Yesus. Tokoh Perjanjian Lama paling terkenal yang berasal dari Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 101

101

12/18/16 2:41 PM


Betlehem tentu saja Daud–raja terbesar yang dimiliki Israel. Isai–ayah Daud–tinggal di Betlehem sejak lahirnya. Di kota ini pula Samuel mengurapi Daud dengan minyak sebagai orang yang dipilih Tuhan menjadi raja Israel pengganti Saul. Penyebutan Kota Betlehem yang terakhir dalam kitab Perjanjian Lama adalah yang terpenting bagi kita umat Kristen, karena melalui Nabi Mikha, Allah memberikan konfirmasi kelahiran Anak-Nya di kota ini, “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” (Mikha 5:2). Kota yang Menyambut Kehadiran Tuhan Dua ribu tahun yang lalu, sekitar tahun 6–4 SM, Yesus dilahirkan di Kota Betlehem Efrata. Sejarah membuktikan bahwa sesuai Injil Lukas, Kaisar Agustus (memerintah 27 SM–14 M) tercatat pernah mengadakan sensus untuk mendata seluruh penduduk kekaisaran Roma. Akibatnya, Yusuf dan Maria, yang berdomisili di Nazaret (Yudea) harus melakukan perjalanan lebih dari 140 kilometer ke Betlehem (Galilea) karena di kota itulah leluhurnya berasal (Yusuf adalah keturunan Daud). Membawa seorang isteri yang sedang hamil

102 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 102

12/18/16 2:41 PM


tua menggunakan alat transportasi sederhana menyusuri jalan raya abad ke-1 tentu bukanlah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan. Alkitab bahkan menceritakan tak ada tempat penginapan yang kosong di Betlehem, hanya tersedia kandang dan palungan yang menyambut mereka. Maria pun melahirkan selepas tiba di Betlehem, sesuai nubuat Nabi Mikha ratusan tahun sebelumnya. Benarkah Yesus dilahirkan di kandang yang terletak di dalam gua, seperti yang diceritakan guru-guru Sekolah Minggu? Walaupun kedengaran aneh dan tak tercatat secara jelas dalam Alkitab, tampaknya ini benar. Sampai saat ini, banyak rumah di Betlehem dibangun di depan gua, sehingga gua yang terletak di belakang rumah biasa dijadikan gudang dan kandang hewan. Pada tahun 338, Kaisar Konstantin yang baru menjadi Kristen, bersama Helena– ibunya– datang ke Betlehem dan menemukan sebuah gua yang secara tradisi diakui sebagai tempat Yesus dilahirkan. Tampaknya itu tempat yang tepat, karena juga diakui oleh Bapak-Bapak Gereja pada abad sebelumnya seperti Origen dan Justin Martir. Di tempat itulah kemudian Helena mendirikan sebuah gereja yang sampai saat ini berdiri dengan kokoh, yang populer disebut sebagai Gereja Kelahiran Yesus (Church of the Nativity). Keturunan penerusnya, Kaisar Justinian I (Justinian The Great)–salah satu penguasa terbesar Byzantium (Romawi Church of Nativity Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 103

103

12/18/16 2:41 PM


Timur)–memperluas dan memperindah gereja tersebut setelah mengalami kerusakan berat karena pemberontakan Samaria tahun 527.

Betlehem Dalam Pusaran Zaman Pergolakan politik abad pertengahan tentu berimbas pula pada Kota Betlehem. Tentara Persia yang perkasa menguasai kota pada awal abad ke-7 (614 M), dan meluluhlantakkan hampir seluruh kota. Konon, Church of the Nativity yang terletak di pusat kota lolos dari penghancuran karena lukisan di dinding gereja. Kisah orang majus yang digambar di dinding gereja rupanya mengesankan para penyerbu karena pakaian mereka mirip orang Persia. Rasa hormat mereka kepada leluhur meluputkan gereja tua itu dari kehancuran. Tentara Muslim kemudian menyapu semua area di Timur Tengah hanya dalam waktu kurang dari seabad setelah kelahiran Nabi Muhamad, termasuk tentu saja Tanah Palestina dan Kota Betlehem. Namun, persahabatan dengan umat Kristen dan penghormatan mereka kepada Nabi Isa dan tokoh-tokoh Perjanjian Lama membuat Gereja Kelahiran dan tempat-tempat ziarah lainnya tetap aman dari ancaman pengrusakan. Perang Salib yang dimulai Agustus 1096 juga berdampak besar kepada Kota Betlehem. Tentara Salib dan Pasukan Muslim silih berganti menguasai kota, mengakibatkan kehancuran tembok kota yang berulang-ulang kemudian dibangun kembali. Syukurlah, Tuhan tetap melindungi area Gereja Kelahiran Kristus sehingga tetap utuh tak terjamah. 104 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 104

12/18/16 2:41 PM


Kini, mayoritas penduduk Betlehem adalah umat Muslim, namun sejumlah besar penduduk Kristen dari berbagai denominasi juga masih tinggal di sejumlah sudut kota. Sudah diduga, pariwisata adalah sumber pendapatan terbesar kota ini. Umat Kristen, terutama pada bulan Desember, ramai mendatangi Gereja Kelahiran, sementara umat Yahudi dan Islam juga kerap datang berziarah ke kubur Rahel yang terletak di batas Kota Betlehem. Lebih dari tiga puluh hotel dan ratusan pedagang cendera mata memadati kota yang hanya berpenduduk 25 ribu orang itu. Sayang sekali, kota ini tak pernah lepas dari serangkaian kekacauan politik dan bahkan agama. Pada bulan April 2002, saat pemberontakan Intifada Kedua terjadi, lima ratus orang Palestina bersenjata lengkap bersembunyi di Gereja Kelahiran Kristus selama 39 hari. Saat itu mereka dikepung oleh tentara Israel yang memutus aliran listrik dan logistik ke dalam gereja. Para peziarah dan rohaniwan mengalami nasib yang sama dengan pemberontak, walaupun mereka memiliki tujuan berbeda datang ke gereja. Pada hari ke-39 gereja dapat dibebaskan, dengan banyak korban jiwa di pihak pemberontak.

Interior Church of Nativity (kiri) dan tempat palungan (kanan)

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 105

105

12/18/16 2:41 PM


Bukan hanya kekacauan politik, pertikaian dalam administrasi Gereja Kelahiran Kristus juga terjadi. Akibat sejarah yang panjang, administrasi gereja diurus bersama oleh berbagai denominasi; antara lain Ortodoks Yunani, Katolik Roma, Armenian Apostolik, dan Ortodoks Syria. ‘Perebutan’ tempat ibadah kerap terjadi di antara mereka, belum lagi himne dan ritual ibadah yang saling menggangu satu dan lainnya. Contohnya; pada saat perayaan Natal yang bersamaan di bulan Januari, Gereja Koptik menggunakan ruang altar utama sedangkan Gereja Armenian di sisi altar (Koptik dan Armenian merayakan Natal pada bulan Januari, bukan 25 Desember). Bisa dibayangkan bagaimana ‘keriuhan’ suasana dalam gereja. Polisi Palestina sebagai pemegang otoritas di Betlehem kerap dipanggil untuk menenangkan suasana. Sudah seharusnya, beragam denominasi gereja bersatu dan menunjukkan kasih yang nyata kepada pihak lain maupun pengunjung gereja, sehingga warisan berusia dua ribu tahun itu tidak hanya tinggal sebagai benda mati namun menunjukkan bukti nyata kehadiran Juruselamat seluruh umat manusia

Sumber Bacaan : - http://www.bibleplaces.com/bethlehem/ - https://www.holylandnetwork.com/bethlehem/bethlehem.htm - https://en.wikipedia.org/wiki/Bethlehem - https://en.wikipedia.org/wiki/Church_of_the_Nativity - http://www.keyway.ca/htm2001/20010514.htm

106 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 106

12/18/16 2:41 PM


Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 107

107

12/18/16 2:41 PM


108 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 108

12/18/16 2:41 PM


/ Lily Ekawati /

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 109

109

12/18/16 2:41 PM


erjalanan kali ini terasa agak berbeda karena sebelum berangkat sering terdengar isu yang beredar dari kalangan teman-teman bahwa Italia merupakan salah satu negara yang paling banyak copetnya. Beberapa teman menyiapkan kantong tipis yang bisa disembunyikan dalam pakaian atau jaketnya sebagai upaya agar tidak tercopet. Saya sebetulnya tergoda untuk melakukan hal yang sama, namun khawatir tidak terbiasa dan malah jadi kikuk sendiri. Jadi; saya memutuskan untuk lebih berhatihati dan menitip doa pada suami, anak-anak, dan mama supaya dijauhkan dari segala kejahatan selama perjalanan itu berlangsung. Sesuai itinerary yang diberikan, kami akan berkunjung ke Milan, Venesia, Cinque Terre, Florence, dan Roma. Setelah kurang lebih lima belas jam penerbangan sampailah kami untuk melakukan city tour di kota Milan, pusat keuangan dan industri di Italia, sekaligus menjadi salah satu kota mode yang terkenal di dunia. Selain itu Milan juga terkenal dengan lifestyle, surga belanja, sepakbola, dan kehidupan malamnya. Kota dengan penduduk terpadat ke-2 di Italia ini meskipun kaya dengan sejarah kuno juga memiliki pemandangan modern. The Duomo salah satu katedral Gotik yang terbesar dan terhebat di dunia, La Scala salah satu opera house terbaik di dunia, Gereja Santa Maria delle Grazie, yang merupakan salah satu daftar UNESCO World Heritage, dimana lukisan terkenal Leonardo da Vinci yaitu “The Last Supper� dipamerkan. Hari pertama telah kami lalui, melelahkan akibat “tidur-tidur ayam� di pesawat malam sebelumnya, tapi bersyukur karena diberikan kesehatan yang prima. Malam itu kami terlelap sangat cepat. Keesokan paginya, saya terbangun karena mendengar lagu rohani diputar dari handphone teman sekamar saya. Saya melihat 110 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 110

12/18/16 2:41 PM


dia sedang berdoa dan menyembah Tuhan di pagi itu, seketika hati saya penuh dengan sukacita sekaligus haru. Saya mengingat masa awal kantor berdiri, saya berdoa supaya Tuhan sendiri yang mengirimkan temanteman sekantor yang cinta dan takut akan Tuhan, hari ini saya melihat bukti lagi. “God is so good”, bunyi pesan WhatsApp saya pada suami pagi itu. Hari itu, kami mengunjungi Venice yang disebut juga Venezia, salah satu tempat tujuan wisata yang masuk dalam daftar World Heritage. Kota ini membentang melewati 117 pulau kecil yang dipisahkan oleh kanal dan dihubungkan dengan jembatan-jembatan. Venice adalah ‘car-free area’ terbesar di Eropa. Cantik dan unik, kata yang tepat untuk menggambarkan Venice. Alunalun utamanya dinamai Piazza San

Marco (St. Mark’s) dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan yang berarsitektur indah. Dari sekian banyak jembatan di Venice ada satu yang paling terkenal yaitu Bridge of Sigh dimana mitos mengatakan bahwa jika pasangan berciuman di bawah jembatan ini menggunakan gondola (perahu klasik Venice) pada saat matahari terbenam maka cinta mereka akan abadi selamanya. Wow, mungkin ini salah satu kenapa Venice identik dengan kota yang romantis. Tentu saja kami juga mendapat kesempatan naik gondola. Satu gondola bisa diisi maksimal lima orang dewasa bersama ‘sopir’ yang mendayung dengan posisi berdiri di paling belakang. Kami sekantor masuk dalam satu gondola dan mulai menikmati ayunannya di Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 111

111

12/18/16 2:41 PM


atas air. Kami tidak boleh bertukar tempat duduk, karena menurut ‘sang sopir’ akan merepotkan dia mengatur keseimbangan. Alhasil ... kami duduk manis dan harus puas dengan fotofoto ala tongsis (terima kasih sekali lagi pada pencipta tongsis). Berkeliling di Venice seharian di tempat terbuka dan cuaca yang cukup dingin membuat kami harus pintar mengatur ritme input vs output cairan tubuh, bukan apa-apa, karena toilet semua bayar dan lumayan mahal. Sekali berkunjung ke toilet kami harus bayar 1,5–2 euro yaitu seharga

sebotol besar air minum ... baru terasa betapa ekonomisnya tinggal di Indonesia yang toilet umumnya hanya bayar 2.000 rupiah hahaha .... Sore hari kami meninggalkan Venice dengan naik kapal kembali ke hotel dengan membawa romansa kota ini dalam kenangan. Sebetulnya hal yang saya paling saya tunggu dalam perjalanan kali ini adalah Cinque Terre. Saya sudah terpesona dan sangat penasaran oleh fotonya pada saat pertama kali dipresentasikan oleh developer yang memberikan target penjualan. Waktu itu saya bilang ke teman yang duduk

112 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 112

12/18/16 2:41 PM


di samping saya, “Mau jualan ah ... kalau Tuhan izinkan pengen banget pergi ke sana dan lihat sendiri seperti apa bagusnya.” Dan di sanalah saya hari itu, syukur atas kemurahan-Nya. God is so good. Cinque Terre merupakan kumpulan lima desa kecil (Monterosso, Riomaggiore, Vernazza, Manarola, dan Corniglia) yang hanya dapat diakses dengan berjalan kaki, naik kereta api, dan dengan perahu boat saja; mobil tidak bisa masuk ke wilayah Cinque Terre. Kami pergi ke empat desa dan perjalanan kali ini cukup berat karena harus menahan diri untuk tidak mabuk laut. Namun pemandangan yang didapat sangat sesuai. Saya naik ke dek kapal dan melihat rumah-rumah kecil berwarnawarni terbentang di atas bukit di tepi laut, sungguh-sungguh cantik. Karena lokasinya yang tepat di pingir laut, sudah pasti kota ini kaya dengan hasil laut yang segar, salah satu yang harus dicoba adalah spaghetti seafood-nya. Hari itu sangat berkesan untuk saya, yang hari-hari kemarin harus menelan dengan susah payah masakan Italia akhirnya bertemu kepiting, ikan, udang, dan ‘teman-temannya’ dari laut yang semuanya segar dan lezat. Sekian kalinya, God is so good. Tiap pagi, kami mengawali hari dengan memutar pujian rohani di kamar hotel, entah dari YouTube atau jika Wi-Fi hotel tidak tersedia sampai ke kamar, kami memutar lagu yang sudah tersimpan di handphone. Ini pengalaman baru, meskipun beberapa kali saya sekamar dengan teman yang juga anak Tuhan tapi jarang yang bisa ‘sebebas’ teman saya ini dalam mengekspresikan rasa syukur dan cintanya pada Tuhan. Saya belajar banyak dari cerita tentang suaminya, yang hidup bersandar penuh pada Tuhan dan selalu menanyakan apa yang Tuhan ingin ia lakukan. Tiap siang suaminya membeli makanan dan selalu membungkuskan menu yang sama untuk diberikan pada siapa saja yang ketemu dengannya di jalan. Keluarga ini bukan keluarga yang berlebihan, tapi bagaimana dia rela berbagi dengan orang-orang sekitarnya bahkan membantu orang yang tidak dikenal sangat berkesan, katanya sebagai ucapan rasa syukurnya atas kebaikan Tuhan.

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 113

113

12/18/16 2:41 PM


Teman saya ini tinggal di Tangerang, bergereja di daerah Bandengan dan sangat aktif di sana. Dalam seminggu bisa tiga kali dia pergi ke gereja untuk beribadah dan mengerjakan tugas pelayanannya. Saya terdiam malu ketika mendengar jawabannya sewaktu saya tanya kenapa tidak cari gereja yang sealiran dan lebih dekat dari rumah? Jawabnya, ”Suami saya tuh ... dia bilang dia udah tanya Tuhan, di mana pun Tuhan tempatkan dia siap. Jadi karena belum ada konfirmasi Tuhan bilang suruh pindah ya kita tetap melayani di sana ....” Tolok ukurnya bukan kenyamanan pribadi, bukan mana yang praktis untuk keluarga dengan tiga anak dan orangtua yang tinggal bersama mereka, tapi apa yang Tuhan inginkan. Bagaimana dengan saya? Saya yang sering berkata pada suami, pada anak-anak, dan sekitar saya betapa baiknya Tuhan dalam hidup saya; apakah saya ingat untuk selalu bertanya pada Tuhan, apakah yang Engkau kehendaki dariku? Tanpa terasa kami hampir mendekati akhir dari perjalanan ini. Florence dan Roma merupakan persinggahan kami yang terakhir sebelum terbang kembali ke Indonesia. Sepuluh hari cukup untuk jeda dari kejenuhan pekerjaan, dan saya sudah rindu pulang ke rumah; bertemu suami, anakanak, keluarga besar, dan teman-teman. Menikmati perjalanan dengan teman seperjalanan yang menyenangkan dan diingatkan akan nilai-nilai kebenaran, apalagi yang dapat saya katakan selain, “God is so good?”

114 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 114

12/18/16 2:41 PM


Fanny J. Crosby (1820–1915) adalah ratu penulis lagu-lagu rohani. Lahir di utara kota New York, saat usianya belum genap dua bulan kedua matanya buta permanen akibat kesalahan dalam pengobatan. Ayahnya meninggal saat dia masih bayi, dia diasuh dan diperkenalkan pada Kristus oleh ibu dan neneknya. Sepanjang hidupnya, Fanny menulis lirik hampir sembilan ribu lagu. Lagu-lagunya demikian indah dan telah mewarnai kehidupan orang Kristen di seluruh dunia. Siapa yang tidak kenal dengan “Blessed Assurance”, “Pass Me Not, O Gentle Savior”, “To God Be the Glory”, “He Hideth My Soul” yang tak lekang oleh perubahan zaman?

Kalau kita anggap orang Tionghoa dan orang Kristen adalah bagian dari bangsa ini, harusnya kita bisa menjadi apa saja, kan? ... kalau kita ingin diperlakukan sederajat dan sama maka adanya orang Kristen dan orang Tionghoa di jajaran pemerintah adalah hal yang wajar, kita adalah bagian dari bangsa ini.”

– Pdt. Petroes St. Soeryo (Saat diwawancara oleh Nafiri untuk edisi September 2012 tentang permasalahan minoritas di Indonesia. Pdt. Petroes St. Soeryo adalah Direktur Utama Operasional Sekolah IPEKA)

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 115

115

12/18/16 2:41 PM


Maleakhi Agung Wijaya 116 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 116

12/18/16 2:41 PM


Saat ini aku kuliah semester tiga di University of Melbourne program bachelor Computer Science dan tahun ini mulai merangkap di diploma of Discrete Mathematics. Tujuanku memilih jurusan ini adalah karena aku tertarik untuk fokus di bagian develop algorithm and data structure yang sudah ter-support di uni tersebut. Pada dasarnya, yang kumaksud dengan algorithm di sini adalah cara untuk memecahkan masalah secara cepat dan tepat melalui bahasa program. Sedangkan untuk data structure sendiri adalah berbagai macam cara untuk menyimpan dan memproses data sesuai kebutuhan dengan eĂžsien dan efektif, sehingga menghemat memori komputer dan memungkinkan pengolahan data secara cepat.

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 117

117

12/18/16 2:41 PM


Pelayanan Christmas carol di panti jompo

118 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 118

12/18/16 2:41 PM


Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 119

119

12/18/16 2:41 PM


Panitia Easter Camp di ICC

120 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 120

12/18/16 2:41 PM


Bersama teman-teman di ICC

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 121

121

12/18/16 2:41 PM


122 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 122

12/18/16 2:41 PM


/ Pingkan Palilingan /

okoh “Shoot Majelis” kali ini adalah seorang aktivis yang wajahnya sudah sangat kita kenal baik. Keterlibatannya dalam kegiatan gereja secara rutin mungkin membuat banyak jemaat mengira beliau sudah beberapa kali terlibat di dalam kemajelisan. The truth? Ini kali pertamanya menjadi majelis. Dia adalah Mindra Juanda Citra.

Bukan tanpa alasan Tuhan menempatkan Mindra di bawah Sub Bidang Pelayanan Pasutri (Pasangan Suami-Istri), yang berada di bawah Bidang Persekutuan. Mari kita mengintip latar belakang mengapa pria kelahiran Surabaya ini bisa ‘nyangkut’ di dalam Komisi Pasutri. Mindra dan istrinya, Juliani, adalah aktivis gereja. Keduanya aktif terlibat di dalam kepanitiaan acara gereja seperti HUT GKY BSD, Paskah, dan lainnya. Selain juga melayani sebagai usher, Mindra juga pernah menjadi pengajar di dalam program Peduli Anak Serpong (PAS). Beliau sangat menikmati kegiatan berorganisasi, dimana ia dapat berinteraksi dengan banyak orang.

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 123

123

12/18/16 2:41 PM


Namun, kesibukan demi kesibukan datang menumpuk. Mindra dan Juliani masing-masing sibuk pelayanan secara terpisah, dengan jadwal yang berbeda. “Komunikasi di antara kami kurang, sementara konflik jadi banyak,” kenang Mindra. “Dari sana kami memutuskan untuk pelayanan berdua, supaya jadwal dan waktunya juga bareng-bareng. Dan berdiskusinya jadi nyambung, karena membahas–pelayanan– yang sama.” Akhirnya–setelah digumulkan– sepuluh tahun yang lalu Mindra dan istrinya bergabung dengan Komisi Pasutri karena dirasa paling klop. Tak lama, Mindra ditunjuk sebagai pengurus di dalam komisi tersebut, dan kemudian berlanjut kepada jabatan ketua selama tiga periode. Hingga sampai di tahun lalu, dimana Mindra ditawari posisi sebagai majelis. “Saya ditanya, bidang apa yang jadi kerinduan saya?” kata pria yang lahir di tahun 1968 ini. Jawabannya, Mindra masih ingin komit melayani Pasutri. Pasutri berupa sebuah komisi yang anggotanya pasangan yang sudah lama menikah dan diperuntukkan bagi mereka yang mengalami konflik keluarga yang pelik. Jika kedua hal tersebut merepresentasikan pikiran anda

terhadap Komisi Pasutri, tenang saja, anda bukan satu-satunya yang berpikir demikian. Yang benar: Satu, Pasutri juga ‘memeluk’ banyak keluarga muda; dan dua, Pasutri diperuntukkan untuk semua pasangan suami-istri. Selain menjadi tempat bertukar pikiran untuk masalah keluarga, Pasutri juga kerap menjadi ‘sekolah’ bagi pasangan muda untuk berguru kepada pasangan-pasangan senior. Mereka berbagi tips, bersamasama belajar hal baru, dan saling mendoakan. Tantangan suami-istri tak melulu hanya seputar keharmonisan rumah tangga. Mindra berbagi, “Isu di Pasutri itu seputar hubungan suamiistri, hubungan dengan orangtua atau mertua, dan hubungan dengan anak-anak. Ke depan ini tantangannya jadi semakin kompleks. Contohnya anak-anak dengan gadget.” Menurut pria lulusan Teknik Mesin Universitas Trisakti ini, tanggung jawab terbesarnya di dalam Pasutri adalah menekankan pemuridan. Setelah terlebih dahulu belajar dari seniornya, Mindra merasa tongkat estafet tersebut harus dilanjutkan olehnya.

124 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 124

12/18/16 2:41 PM


“Saya sendiri bukan orangtua yang ideal, karena saya dibentuk bukan dari keluarga yang ideal. Tapi itu tidak bisa menjadi alasan untuk kita tidak berjuang mengatasi permasalahan dalam keluarga. Pasangan muda kan tentunya melihat bagaimana kehidupan keluarga kami boleh menjadi garam dan terang, serta role model,” ujarnya. Apa yang telah didapatkan Mindra dan Juliani dari seniornya merupakan suatu berkat yang kemudian harus disalurkan kepada pasutri lain. Sekarang, setelah menjadi pasutri senior di dalam komisi, tugas itulah yang harus mereka emban.

“Kami, pasutri yang sudah lebih senior, tidak berarti lebih sempurna. Namun, ini yang terus kami perjuangkan: Bagaimana keluarga kami bisa jadi saluran berkat bagi teman-teman,” kata Mindra. “Keluarga adalah fondasi gereja,” demikian ujar Mindra. Apabila keluarga jemaat kuat, tentu gereja juga akan kuat. Maka itu, parenting atau edukasi dalam mendidik anak juga menjadi materi penting yang dibahas di dalam komisi ini. Agar gereja dapat melahirkan generasi muda yang beriman, taat firman Tuhan, dan mampu ‘mengestafetkan’ apa yang sudah mereka pelajari ke anak-anaknya secara turun temurun. Seperti kata Mindra, anak adalah jiwa yang dititipkan Tuhan kepada orangtua. Jangan sampai orangtua sibuk pelayanan ke sana kemari, tetapi keluarga sendiri terlantar.

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 125

125

12/18/16 2:41 PM


“Ketika kita berbicara tentang memenangkan jiwa, bukankah jiwa-jiwa itu sudah ada di dalam keluarga kita? Bukan berarti kita tidak perlu penginjilan, tetapi pemuridan paling efektif yaitu terhadap anak-anak kita sendiri.” Menurut Mindra, salah satu contoh yang bisa kita pelajari adalah Rick Warren, seorang pastor yang dipakai Tuhan secara luar biasa sekaligus pengarang buku The Purpose Driven Life, namun sayangnya harus menghadapi kematian anaknya yang bunuh diri. “Jangan sampai terjadi demikian. Kita sudah dibesarkan untuk tahu firman, tapi akhirnya anak-anak kita jauh dari Tuhan. Minimal kita do our best di lingkungan terkecil kita–yaitu keluarga. Itu dulu yang harus kita benahi,” demikian pesan Mindra bagi jemaat GKY BSD. Hendaknya melalui pengetahuan baru akan komisi ini, kita tidak lagi menyepelekan peran Komisi Pasutri. Kiranya Tuhan memberkati pelayanan Mindra

126 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 126

12/18/16 2:41 PM


Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 127

127

12/18/16 2:41 PM


128 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 128

12/18/16 2:41 PM


Pada tanggal 4 Oktober 2016 kembali dimulai Program Pelatihan Kedua yang diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Masyarakat Terpadu (PPMT) di desa Mintin, Kalimantan Tengah. Pelatihan terpadu–yang disebut sebagai program Melayani, Melatih, dan Mensejahterakan–berlangsung selama empat puluh hari. Program ini ditujukan untuk memperdalam kerohanian dan keterampilan praktis para peserta dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mereka dampingi. Program pelatihan terpadu ini dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GKY BSD Bapak Handi Widjaja, yang hadir bersama bersama beberapa rekan pelayanan dari GKY BSD, dan pemimpin gereja setempat. Pelatihan tahap kedua ini diikuti oleh 28 hamba Tuhan dan pekerja gereja yang berasal dari beberapa lembaga Kristen dan Gereja di wilayah ini; antara lain GKII, KIBAID, GPdI, GBI, BEM, Baptis, Gepembri, GSJA, dan KGBI.

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 129

129

12/18/16 2:41 PM


PPMT di Mintin dirintis dan didukung oleh GKY BSD. Melalui program pelatihan ini, GKY BSD bersama pengurus PPMT menghadirkan para nara sumber yang relevan untuk membekali dan melengkapi para peserta agar dapat lebih efektif dalam memenuhi panggilan misi dan mandat budaya mereka. Para nara sumber memfasilitasi agar para peserta mempunyai pemahaman teologi yang lebih mendalam dan benar, serta menguasai beberapa keterampilan praktis; seperti di bidang pertanian, peternakan, dan perkebunan yang dapat diaplikasikan dalam mendampingi masyarakat di wilayah pelayanan. Melalui keterampilan praktis itu, mereka juga disiapkan agar dapat hidup secara lebih mandiri. Hari berganti hari–dengan penuh disiplin–para peserta mengikuti rangkaian pelatihan yang diadakan,

termasuk berbagai kegiatan praktik lapangan. Walaupun cukup berat, suasana pelatihan selalu penuh canda dan sukacita. Pada saat program pelatihan ini berakhir pada tanggal 11 November 2016, para peserta bersyukur telah mendapatkan bekal pemahaman rohani dan keahlian praktis yang sangat berharga. “Program ini sangat memberkati para hamba Tuhan dan peserta yang mengikutinya,” ujar salah satu peserta. “Semoga dapat terus dilaksanakan pada waktu mendatang.”

130 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 130

12/18/16 2:41 PM


Beberapa peserta lain mengusulkan agar pada tahap berikutnya juga diajarkan keterampilan perbengkelan, pertukangan, dan instalasi listrik yang dapat bermanfaat dalam memperlengkapi pelayanan mereka. Acara ditutup dengan Kebaktian Syukur dipimpin oleh Pdt. Joni Sugicahyono. Acara penutupan ini dihadiri beberapa rekan dari GKY lain: Pdt. Gunawan Tanu, Bapak Yusak, Pdt. Haryanto Khouw, dan Pdt. Hari S. Beberapa rekan dari GKY BSD aktif mendampingi pengurus PPMT Mintin GI. I Wayan Lelobaya dan Pdt Woo selama program berlangsung. Di antaranya adalah Bapak Lowell, Bapak Budi SW, Bapak Hermanto, dan Bapak Poldi. Kiranya segala pelayanan yang telah dilaksanakan dapat memuliakan nama Tuhan / Kevin Kowinto

“Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.� (Lukas 10:2)

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 131

131

12/18/16 2:42 PM


ASI ND

KOME RE

the end of me Je Jesus “Kyle presents the

truth in a fresh and

persuasive way” - Rick warren

Where Real Life in the Upside-down Ways of Jesus Begins A book written by

Kyle Idleman No. of pages: 209

132 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 132

12/18/16 2:42 PM


Khotbah di Bukit adalah salah satu ajaran Yesus yang paling terkenal. Di bukit itulah Yesus mengajar para muridNya tentang cara baru dalam menjalani hidup. Dalam khotbah ini Yesus memulai dengan serangkaian paradoks yang sangat mengejutkan yang termuat dalam Matius 5:3– 12. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang rendah hati, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Dalam buku yang berjudul The End of Me (Akhir dari Keaku-an) inilah Kyle Idleman mengulas secara mendetail empat ayat di atas, dijabarkan dengan gaya bahasa yang ringan sekaligus sangat mengena.

Orang yang miskin dihadapan Allah, bukan bicara tentang uang. Cerita dalam Lukas 7 yang diambil oleh penulis, dapat menyampaikan arti kata miskin tersebut. Simon, seorang pemimpin agama Yahudi menjamu Yesus yang berkunjung ke rumahnya. Pada saat itu pula datanglah seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ia menghampiri Yesus, sambil menangis membasahi kaki-Nya dengan air mata, lalu menyeka dengan rambutnya dan meminyakinya dengan minyak wangi. Perempuan ini sudah sampai pada akhir dari ‘keakuannya’. Yesus mengampuni dosa perempuan yang jiwanya miskin dan hancur di hadapan-Nya. Sebaliknya Simon memperlakukan Yesus sebagai tamu biasa, padahal ia sudah belajar tentang Yesus sejak ia muda. Inilah ‘kerusakan’ Simon, ia merasa pantas, mentereng, dan kaya. Ayub tadinya mempunyai hidup yang sangat diberkati, Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 133

133

12/18/16 2:42 PM


namun dalam sekejap semuanya lenyap dari padanya, dan tinggalah ia sendiri dengan penyakit kulit yang dideritanya. Dan ternyata di titik itulah Ayub mengalami Allah dengan cara yang belum pernah ia alami sebelumnya. “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau� (Ayub 42:5). Ketika kita menderita, kita berdukacita. Ketika kita berdukacita, kita dihibur oleh Allah sumber segala

penghiburan (2 Korintus 1:3). Demikian pula dengan keangkuhan, ini bukanlah salah satu dosa yang mematikan namun induk dari semua dosa yang ada. Seringkali tanpa sadar kita menyerupai Farisi-Farisi kecil yang bersembunyi di balik kesalehan dan topeng kerendahan hati. Kita menemukan seorang atau dua orang pemungut cukai untuk dibicarakan dalam ruangan. Padahal Yesus akhirnya memberikan skor lebih tinggi pada pemungut cukai yang dengan hati yang hancur berdoa kapada Tuhan agar

134 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 134

12/18/16 2:42 PM


diampuni, dibanding si Farisi yang sering terlihat berdoa dan memuji diri sendiri. Kita orang-orang yang dengan bangga dan sombong merasa lebih mampu, lebih baik, lebih suci dibanding orang lain, sampai pada satu titik ketika kita dihancurkan, berdukacita, dan kosong. Semuanya untuk menjadikan kita utuh, bahagia, dan mengalami kepenuhan sejati. Inti dari buku ini diawali dan diakhiri dengan satu pertanyaan besar yang perlu direnungkan jawabannya oleh masing-masing kita .... “Yesus menjadi sungguh-sungguh

nyata ketika ....“ Jawaban yang beragam bisa kita dapatkan; namun dengan satu kesamaan situasi yaitu ketika badai hidup menerpa dan kita berada di titik kosong, tidak merasakan apa-apa lagi, tamat, dan putus asa. Inilah akhir dari keakuan diri. Semakin tidak berdaya kita, semakin kosong hidup kita, dan semakin rendah karena kegagalan kita, di situlah akhir keakuan kita, tidak ada tempat lain untuk pergi selain kepadaNya, dan di sanalah kita menemukan kekuatan-Nya

/ Lily Ekawati Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 135

135

12/18/16 2:42 PM


136 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 136

12/18/16 2:42 PM


/ Thomdean /

(dari berbagai sumber) Redaksi NAFIRI menyambut sumbangan humor untuk rubrik Nafiri HAHAHA! Silakan mengirimkan tulisan ke email: nafiri@gkybsd.org Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 137

137

12/18/16 2:42 PM


138 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 138

12/18/16 2:42 PM


Yosua 24:15 “... tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!� e t e l a h sembilan kali pertemuan pasutri membahas buku GKGW (Growing Kids God’s Way), untuk semakin mempererat ikatan dalam komunitas GKGW, Komisi Pasutri mengadakan outing di RM Remaja Kuring BSD pada tanggal 15 Oktober lalu. Komisi Pasutri, melalui pembahasan buku GKGW, ingin menekankan agar para pasangan suami-istri terus berjuang membangun keluarga yang sehat dan sejalan dengan tujuan Allah. Dalam membentuk keluarga dan membesarkan anak yang bermoral sesuai dengan standar Allah tentunya harus dimulai dari papa dan mama terlebih dahulu.

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 139

139

12/18/16 2:42 PM


Acara dibuka dengan puji-pujian yang mengingatkan tentang dasar pernikahan serta bagaimana kita tetap bersandar dan mengandalkan Tuhan saat sedang menghadapi masalah kehidupan. Acara selanjutnya adalah renungan singkat oleh GI. Edy Gurning yang diambil dari Yohanes 6:1–15. Perikop ini menceritakan bagaimana Tuhan Yesus memberi makan lima ribu orang. Penekanannya pada ayat sembilan. “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?� Ayat ini mengingatkan kita sebagai pasutri terkadang merasa kurang mampu berperan sebagai orangtua atau sebagai suami-istri, Namun, dalam keterbatasan yang ada pada kita, jika kita mengizinkan Tuhan Yesus masuk dalam hidup kita, maka Tuhan dengan kasih karunia dan anugerah-Nya akan memampukan para orangtua agar dapat mendampingi anakanaknya dengan lebih baik. Tentunya, ada bagian yang harus dikerjakan oleh para orangtua agar dapat menjalankan perannya dengan semakin sejalan dengan rancangan Tuhan.

140 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 140

12/18/16 2:42 PM


Ada kesaksian-kesaksian dari beberapa keluarga tentang GKGW, ada keluarga-keluarga yang sangat bersyukur karena pada saat anak-anak masih kecil, mereka sudah bisa bergabung dalam komunitas GKGW ini. Tapi ada keluarga yang usia anak-anaknya sudah lebih dari empat belas tahun, namun tetap mendapat berkat melalui program GKGW yang mereka ikuti. Outing kali ini menyiapkan banyak games kebersamaan yang sangat menarik untuk mengajak para orangtua agar dapat beraktivitas bersama anakanaknya dengan penuh sukacita. Kegiatan kebersamaan semacam ini terasa semakin langka karena cukup banyak suami-istri yang keduanya harus bekerja di Jakarta, sehingga sudah terlalu lelah sesampai di rumah untuk meluangkan waktu bermain dengan anak-anaknya. Banyak pasangan juga masih kurang terbiasa beraktivitas bersama dengan anak-anaknya. Semoga aku dan keluargaku dapat memuliakan Tuhan dan menjadi garam dan terang bagi sesama. Dan keluarga yang sehat adalah pilar yang kuat bagi gereja / Mindra J Citra

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 141

141

12/18/16 2:42 PM


没有基督就没有圣诞 提前一:15 “基督耶稣降世,为要拯救罪人,这话是可信的,是十分可佩服的” 。

基督教一般把十二月二十五日定为记念主耶 稣基督降生的日子; 但这日子并不是主耶稣基督 降生的确实日期,因为十二月间在巴勒斯坦是属 于寒冷的季节, 并不适合牧羊人在野地里放羊, 所以不会是主耶稣基督降生之日; 十二 月二十五 日本来是罗马帝国 拜太阳神的日子。主的救恩临 到罗马帝国之后, 这日子就改为用来记念主耶稣 基督的降生日。 但十二月二十五日既然已被普世人所接受, 基督徒也不必 反对,反而可以善用这一天来为主作见证。 若不是上帝爱世人,不将祂的独生子赐给我们,基督 没有降生, 就没有圣诞,但因上帝爱我们就差遣主耶稣基 督降生了, 成为人类的救主,祂的降生就叫圣诞节, 这日 子叫那坐在黑暗中的人可以看见并得着生命的光。约 8:12 耶稣又对众人说:“我是世界的光。跟从我的, 就 不在黑暗里走,必要得着生命的光。”

142 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 142

12/18/16 2:42 PM


/ Pdt. Denis Condro /

今天我们要把基督降生的独特意义向世人讲明: 1.基督的降生是空前绝后的事迹. 世上没有一个人的出生前会有人知道的,只有主耶稣基 督的降生, 祂日后的生活,祂的离世,都预言了,如 :赛 7: 14 “ 因此,主自己要给你们一个兆头,必有 童女怀孕生子, 给他起名叫以马内利(就是 神与我 们同在的意思)。” 这是主耶稣基督未降生前六百年 的预言。祂是借童女玛利亚降生到这 世界上,是出于 神对人类的救恩需要所采取的行动, 并有圣经多方面 的预言加以印证。是以前没有,日后也不可能有的。 2.基督的降生是惊天动地的历史事迹, 因祂降世的目的是要成为人类的救主。牧羊人听见天使 的宣告, 看见天上那惊天动地的赞美情景;东方的博 士从遥远之处来 寻访圣婴而引起希律王及合城的人心 中不安; 希律王发动大屠杀行动等, 都在说明神的真 光划破人类历史的黑暗而引起的反应。

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 143

143

12/18/16 2:42 PM


3.基督 的降生是叫人不可思议 的历史事实 因基督竟然可以从无限的永恒缩 小自己变为有限与受约束的人 , 在一个童贞女的怀孕之下诞生 。神的方法总是人无法想象,超 越 人类一切理智所能明白的奥秘 。荣耀的主为何在马槽出生? 尊 贵的主为何成为卑微的木匠? 生 命之主为何选择要为世人钉死在 十字架上? 这些事都叫人不可思 议,但事情就这样成就了。 144 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 144

12/18/16 2:42 PM


4.基督的降生是神给人类最珍贵的

4.基督的降生是神给人类最珍贵的 礼物, 是我们应当相信与接受的恩 礼物, 是我们应当相信与接受的恩 典。 典。

神爱我们,这是千真万确的; 要借着

神爱我们,这是千真万确的; 要借着 耶稣基督的救恩把我们引到永生之门,

耶稣基督的救恩把我们引到永生之门, 也是千真 万确的。我们还等待甚么?

也是千真 万确的。我们还等待甚么? 基督徒应把握时机传扬救恩, 未信的

基督徒应把握时机传扬救恩, 未信的 人也应相信神为人类所作的这一切是千

人也应相信神为人类所作的这一切是千 真万确的, 来接受祂的救恩吧!保罗 真万确的, 来接受祂的救恩吧!保罗 说: 说:

“基督耶稣降世,为要拯救罪 “基督耶稣降世,为要拯救罪 人,这话是可信的,是十分可佩服

人,这话是可信的,是十分可佩服 的。 ” 的。 ” 圣诞快乐,新年蒙恩 圣诞快乐,新年蒙恩  

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 145

145

12/18/16 2:42 PM


146 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 146

12/18/16 2:42 PM


/ Lislyanti Lahmudin /

Stepping into the teen world and their youth passion isn’t easy, especially when someone starts to fall in love with the opposite gender. Everyday their minds will be plagued about the special one whom they like. Falling in love is like living in the paradise you dreamt of many times over and over. Everything about her/him is absolutely wonderful.

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 147

147

12/18/16 2:42 PM


But, the question is... are you really sure about the person you choose? How do you know if he/she is the right one for you? How do you know if this is really God’s will or is this your own will? There are many things to consider in order to have the right choice. Below are the criteria you should consider when you choose your soulmate: The first and the most important thing is that he/she must be of the same faith. It is zero tolerance. Don’t ever think you can change people, changing their behavior is hard enough; don’t expect you can change the religion they were probably born with. For example if he/she has different religion than you, you would think it is easy, because you can ask him/her to go with you to the church and then tell him/her about Jesus, then you can have the same faith later right? No it isn’t. Another example, even If you are Protestant and the one you like is Catholic, don’t think that it is the same faith, because even though both believe in Jesus Christ and the Trinity, there are many other beliefs and teachings that go against each other. I won’t be discussing the differences because that is not my main purpose of writing this. Here are the criteria of choosing your soulmate, to make it easier to memorize we have the Alphabet system: (not in a particular order)

earance A : App ground B : Back er act C : Char tion D : Devo ation E : Educ ce F : Finan e guidanc be a G : God’s e is qualified to /Sh h you in Plus: He nced wit ) la a b is nd esis 2:18 n e G in helper a aid life (as s spiritual

148 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 148

12/18/16 2:42 PM


be proud Appearance k is acceptable. You should loo cal ysi ph the w ho er sid You should con people judge your isn’t a matter of how other s Thi . ked loo is e /sh he w shorter of ho For example, if the male is ce. tan ep acc r you of r tte ma couple, it is a blic place? If you’re when both of you are in a pu y oka you are , ale fem the than alright. not ashamed of it, then it’s ir family Background accept the background of the to le ab be and and rst de You need to un and the culture they uphold.

Character ental, don’t ever think in . Let say if he/is temperam ter rac cha r /he his w kno to w you want Try people don’t change into ho er, mb me Re e. ng cha l wil y the future the irit can change them. them to be, only The Holy Sp spiritual journey (and Devotion relationship with God and his nal rso pe r /he his is se clo w Ho struggles) e, you don’t Education couple should have a degre r you t tha ng ati inu ins ’t isn This criteria ucation is talking about has doctorate degree etc. Ed t tha ne eo som find to ed ne she only sses. For example: If he or sse po ne eo som e dg wle the level of kno s in communicating ool, there might be difficultie sch ry ma pri m fro d ate du have gra l one day be a parent so you wil y the t tha r be em rem each other and is through family s primary education (which en’ ldr chi r you t ou ab nk thi to socialization) financial Finance ney, how they manage their mo s ue val e /sh he w ho w You must kno re. waste money or not, and mo things, does he/she like to God’s guidance God to make him/her pray for your crush, not to ask and d Go to se clo life a e Liv This way you you if he/she is right or not. w sho to d Go ask to t bu your couple life. nce in every aspect of your can understand God’s guida ritual life is important. and be balanced in their spi r lpe he r you be to m the For ritual issues and each other when facing spi r nto me and e rag cou en Couples can ale closer to God because be the one leading the fem uld sho le ma e (th s gle ug str ns 5:23.) the family as said in Ephesia the male will be the head of Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 149

149

12/18/16 2:42 PM


Besides the criteria above, when you are walking together down the path of a relationship, think of this: Are you better than before? Of course healthy relationships should make you be a better person than you were before. It will be a positive impact on your habits, your daily devotion, your relationship with others, etc. As long as you go through a proper relationship, you can make a list of the positive and negative aspects about one another. Listing these will make you know him/her deeper. And the last is... you will feel it! Do you feel peace within your relationship? One of the things that you will know if it is the will of God or not is: you feel peace and harmony in your relationship. I wrote these based on my real experience when I struggled to choose the person I would be with for the rest of my life. It really helped me to choose the right person as my soulmate. May this help you in your journey and serve as a guide to use later on. Jesus Bless you

/ The article is written based on inspiration by GI. Chandra Arifin 150 NO CHRIST NO CHRISTMAS

NAFIRI DES 16 Print.indd 150

12/18/16 2:42 PM


Dia datang dala

m kehinaan Melawat duni a yang hancu r oleh kegelapan Membangun h arapan kepada yang tak berpe ngharapan Menjadi bang unan yang ko koh dan tak tergo yahkan

AFIRI Tim Redaksi N : mengucapkan

atal Selamat N

2016

Nafiri DESEMBER 2016

NAFIRI DES 16 Print.indd 151

151

12/18/16 2:42 PM


No CHRIST, No CHRISTMAS  

Buletin NAFIRI Desember 2016 - Media Informasi, Komunikasi dan Edukasi Gereja Kristus Yesus Jemaat Bumi Serpong Damai (GKY BSD) - Indonesia

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you