Issuu on Google+

Di Balik Pembangunan Masjid, Tersimpan Berbagai Harapan

ELM P A

EDISI XLVI/April/2012

DARI KAMI UNTUK MAHASISWA

cover design : Agung Gunawan Sutrisna

Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Pasundan Bandung


EDITORIAL

Beasiswa, Oh Beasiswa

B

2

salam redaksi Assalamu’alaikum wr. wb Salam Mahasiswa!

S

easiswa merupakan dana bantuan belajar yang diberikan kepada siswa maupun mahasiswa. Sumber dananya pun beragam, mulai dari dana yang dianggarkan secara mandiri oleh pihak kampus, maupun kucuran dana dari pihak luar, seperti instansi pemerintah, yayasan maupun perusahaan swasta. Di Universitas Pasundan (Unpas) sendiri, tidak kurang dari 12 instansi telah mengucurkan dananya secara rutin untuk beasiswa, beberapa di antaranya adalah Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, PT. Sanbe Farma, PT. Djarum, Bank Jabar, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Pembangunan Daerah, dll. Keberadaan dana bantuan tersebut tentunya menjadi barang rebutan di kalangan mahasiswa. Begitu pula dengan sosialisasi mengenai tata cara, kriteria dan persyaratan yang harus disiapkan sebelumnya. Hal tersebut bagaikan barang mahal yang kejelasan informasinya sulit untuk diperoleh. Hasil polling Pelma menunjukkan 772 orang dari sekitar 900 sampel suara mahasiswa Unpas mengaku tidak pernah mendapatkan sosialisasi perihal beasiswa tersebut. Kriteria dari masing-masing instansinya pun beragam. Tidak hanya beasiswa dalam bidang akademik, ada pula beasiswa untuk prestasi non akademik, mahasiswa dengan keadaan ekonomi lemah hingga beasiswa wirausaha mahasiswa pun lengkap keberadaannya di Unpas. Beragamnya patokan verifikasi beasiswa yang ada di Unpas tersebut harusnya bisa menjadi peluang besar terciptanya atmosfer persaingan yang sehat di lingkungan kampus. Hanya saja, lagi-lagi masalah arus komunikasi menjadikan keberadaan beasiswa ini tidak diketahui mahasiswa. Lempar tangan masalah sosialisasi tentunya bukan lagi hal yang mencengangkan. Namun di luar itu, mahasiswa hanya membutuhkan kejelasan. Beasiswa diperuntukkan bagi mahasiswa, maka bukankah sudah seharusnya mahasiswa mendapatkan informasi yang jelas perihal beasiswa? Haruskah mahasiswa menelusuri sendiri jejak beasiswa? Lantas di mana peranan pihak universitas dalam mensosialisasikan setiap informasi yang harusnya menjadi hak mahasiswa? Redaksi

engaja pekikan semangat ala mahasiswa kami sampaikan di awal sebagai pembangkit semangat. Alhamdulillah, Buletin Pelma dapat kembali hadir di tengah para pembaca melalui edisi ke 46. Semoga Pelma edisi kali ini dapat memunculkan jiwa-jiwa penuh semangat yang gigih mengejar haknya, ‘beasiswa’. Selamat menciptakan persaingan yang sehat mahasiswa. Selamat kepada seluruh anggota muda angkatan ke-17 Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Pasundan Bandung atas penggarapan buletin pertamanya. “Jangan biarkan pikiran cemerlang kalian menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah. Hargai waktu, cintai deadline!” (red). Tetap semangat dan teruslah mengabarkan kebenaran! Semoga semangat baru kalian dapat memberikan semangat yang baru pula bagi para pembacanya. Selamat membaca!

Pelma menerima tulisan berupa : Surat Pembaca, Artikel, Opini, Renungan, Laporan Perjalanan, Ilustrasi, Foto, dll. Redaksi berhak mengedit tulisan tanpa merubah isi. Tulisan dikirim dalam hasil print atau dalam bentuk softcopy

Pelindung Rektor Universitas Pasundan Bandung Penasihat Pembantu Rektor III Universitas Pasundan Bandung Pemimpin Umum Excaferina Sri Utami Pemimpin Redaksi Fuji Astuti Sekretaris Redaksi Intan Pariztyan Editor Imas, Eriel, Widi Artistik Mutia, Taufik Perusahaan & Iklan Rachman, Gita Staf Redaksi Nanda, Kharis, Chintya, Ega Penerbit Lembaga Pers Mahasiswa ‘JUMPA’ Universitas Pasundan Bandung Alamat Redaksi Jl. Tamansari No. 6-8 Bandung 40116 Telepon (022) 4261259 Email jumpaunpas@yahoo.com Facebook Lpm Jumpa Unpas Twitter @lpmjumpa Website www.jumpaonline.com

PELMA edisi XLVI 2012

Wassalamu’alaikum wr. wb

surat pembaca Kampus PGSD Sarana dan prasarana PGSD kurang lengkap dan letaknya jauh dari kampus pusat sehingga kami sulit mendapatkan informasi. Kami berharap aktivitas UKM dilakukan juga di PGSD. Wina Ulfah, FKIP PGSD 2011 Dosen Unpas Sebaiknya dosen mengajar sesuai dengan bidangnya agar materi yang disampaikan lebih spesifik. Rianty Hedianty, FT Teknologi Pangan 2010 Nilai Telat Mahasiswa sering terhambat ketika akan mengajukan beasiswa karena nilai sering telat keluar. Yunda Budiarti, FT Teknik Informatika 2008 Akademik, Fasilitas dan Jadwal Kuliah Bagi saya akademik di Unpas sudah cukup baik, hanya saja ruangan yang disediakan masih terbatas. Hal tersebut membuat kegiatan perkuliahan tidak lagi efektif karena jadwal terpaksa mundur hingga malam. Satria Rafli Putra, FT Teknik Informatika 2011 Pelma edisi 45, “Masa Jabatan Rektor Diperpanjang, Kebijakan atau Kepentingan” Pelma edisi 45 Top. Kita selaku mahasiswa memang perlu tahu kondisi-kondisi pelik yang tidak terpublikasikan oleh pihak kampus. Kapan LPM ‘Jumpa’ akan mengadakan pelatihan jurnalistik untuk umum? Mahasiswa FKIP 2011 Tanggapan Redaksi : Terima kasih atas komentarnya. Untuk Pelatihan dan Pendidikan Jurnalistik, LPM ‘Jumpa’ memiliki agenda rutin tiap tahunnya dalam rangka penerimaan anggota baru dan terbuka untuk umum.


pelita opini

Inovasi atau Mati Ida Hindarsah, M.M, M.Si*

K

ekuatan negara adalah terbangunnya generasi tangguh untuk menyelamatkan kedinamisan dan kesinambungan negara. Oleh karena itu, perlu proses berkesinambungan. Kampus punya peran penting karena pendidikan merupakan manifestasi pengembangan potensi diri dan masyarakat. Kampus adalah sarana sosialisasi dan akulturasi budaya karena sifatnya heterogen hasilnya pun beragam. Ini harus disikapi secara bijaksana karena tiap mahasiswa punya potensi untuk dikembangkan. Geliat untuk bangkit dan berkembang harus jadi semangat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pemikiran, dedikasi, loyalitas keilmuan, kemampuan organisasi dan kecerdasan berpikir. Kampus adalah pencetak idealisme yang mampu melakukan rekonstruksi dan dekonstruksi terhadap fenomena kini. Kesadaran intelektual memberi harapan pengembangan dan perbaikan bangsa tapi tidak demikian banyak mahasiswa sulit mencari pekerjaan dan tidak tahu kemana. Fenomena ini terasa pilu ketika daya serap mahasiswa di dunia industri tidak sesuai harapan. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah mahasiswa dan juga civitas akademiknya. Untuk mengurangi pengangguran banyak hal bisa dilakukan, di antaranya meningkatkan kualitas kampus, menjalin kerjasama dengan stakeholder, menyelesaikan masalah melalui penelitian dan membuka akses ke luar negeri. Penting untuk menumbuhkan kemandirian mahasiswa

dengan menciptakan kewirausahaan di dunia kampus. Kewirausahaan adalah keberanian, keutamaan serta keperkasaan memenuhi kebutuhan dengan kekuatan pribadi. Kemandirian adalah barang mahal bagi mahasiswa karena itu perlu pemahaman betapa pentingnya kemandirian dan perubahan orientasi dari mencari kerja menjadi membuka lapangan kerja. Program kewirausahaan diharapkan mengurangi pengangguran, kemiskinan dan meningkatkan integrasi sosial. Kewirausahaan tidak hanya menciptakan wirausaha baru. Sikap dan jiwa kewirausahaan yang diterapkan di segala bidang pekerjaan dan ruh kewirausahaan adalah kreativitas dan inovasi. Proses kreatif diawali ide baru, sedangkan inovasi adalah hal yang baru. Hal yang baru dan beda adalah nilai tambah yang bisa jadi peluang melalui pengelolaan sumber daya manusia dengan cara berbeda, kelak akan diperhitungkan sehingga akan tetap bertahan dan berkembang. Beberapa unsur yang harus dimiliki kewirausahaan adalah kemampuan, keberanian dan keteguhan hati. Pendidikan kewirausahaan perlu diterapkan dengan harapan mencetak ciri dan karakteristik mahasiswa yang beda dengan yang lain. Apalagi kreativitas dan inovasi adalah keharusan, jadi tidak salah ada ungkapan ‘Inovasi atau Mati’.

*Penulis, Ketua Jurusan Administrasi Bisnis Universitas Pasundan

Pelangi yang Indah karena Banyak Warna

renungan

Yaya Satariah*

H

al yang ingin saya lihat ketika hujan usai adalah pelangi. Pelangi yang indah dengan berbagai warna dan memancarkan cahaya yang luar biasa. Allah SWT selalu mempunyai maksud dari apa yang Dia ciptakan dan firmankan, termasuk pelangi yang saya suka. Allah punya maksud lain dibalik penciptaan-Nya yang bukan sekadar hiasan semata. Firman Allah, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang yang berakal.� (Q.S Ali-Imran : 190) Kita tahu bahwa pelangi memiliki berbagai warna. Pernahkah kita berpikir ketika sebuah pelangi itu hanya memiliki satu warna? Jika pelangi hanya satu warna mungkinkah masih indah seperti sekarang? Mari kita renungkan dan belajar dari sebuah penciptaan Allah yang luar biasa. Jika pelangi indah karena banyak warna yang ia pancarkan maka hidup pun akan indah karena adanya perbedaan. Namun, yang kita lihat sekarang dari sebuah perbedaan hanyalah perselisihan antar individu. Di mana perbedaan itu menjadi sebuah hambatan dari mulai perbedaan pendapat, karakter, cara menyikapi masalah sampai perbedaan keyakinan. Padahal jika kita pikirkan secara lebih terperinci, bahwa

kita diciptakan oleh Allah dengan perbedaan, baik itu perbedaan karakter, jenis kelamin, sampai keyakinan. Jadi kita sangat dekat dengan perbedaan. Jika perbedaan itu halangan, apakah bisa kita menghindari perbedaan itu? Kita dengan perbedaan seperti halnya kita dengan aturan Allah. Ketika kita tidak menerima aturan yang Allah terapkan di dunia, Allah memper-silakan kita untuk keluar dari dunia. Dengan begitu, bukankah luar biasa amanah yang Allah berikan kepada kita untuk menghadapi sebuah perbedaan? Dan betapa Allah bangga ketika kita lulus dalam menjalankan amanah itu. Seperti halnya kita bangga mencapai nilai IPK yang sempurna. Perbedaan itu Allah gambarkan seperti pelangi yang kaya warna, mereka berdampingan tetapi tidak melebur menjadi satu warna. Begitupun kita, sebagai hamba Allah bukankah sulit menyatukan beberapa pemikiran menjadi satu? Tetapi kita bisa berjalan berdampingan membentuk barisan yang saling melengkapi sehingga melukiskan keindahan. Keindahan saling menghormati, membantu dan menjaga. Semoga Allah memberi hadiah surga ketika kita berhasil menghadapi perbedaan itu. Amin. *Penulis, Mahasiswa FKIP Jurusan PGSD 2009

PELMA edisi XLVI 2012

3


pelita utama

Arus Beasiswa yang Tak Naik ke Permukaan

Mutia Nurfitriana easiswa dibutuhkan oleh mahasiswa karena sedikitnya dapat meringankan biaya perkuliahan. Di beberapa instansi pendidikan, sumber beasiswa berasal dari pemerintah, swasta dan dana mandiri instansi tersebut, termasuk Universitas Pasundan (Unpas) menyediakan beasiswa bagi mahasiswanya. Informasi beasiswa sangat dibutuhkan para mahasiswa. Namun, apa jadinya bila informasi mengenai beasiswa tersebut kurang tersosialisasikan kepada mahasiswa. “Banyak mahasiswa yang belum tahu bagaimana cara mendapatkan beasiswa, jenis serta teknisnya seperti apa,” ujar Derry Rindiansyah, Ketua Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Himhi) kepada Pelma saat ditemui beberapa waktu lalu. Beasiswa di Unpas berasal dari luar atau bersifat eksternal karena Unpas tidak mengeluarkan dana beasiswa, hanya uang pembinaan untuk yang berprestasi. Besarnya satu juta rupiah diberikan secara tunai pada www.bisnis.com REKTOR Unpas, Didi Turmudzi (tengah) ketika menerima dana mahasiswa berprestasi di bidang non akademik. “Di kampus Unpas sendiri tidak mengeluarkan bea- bantuan beasiswa dari Bank Mandiri tahun lalu. siswa, hanya ada uang pembinaan bagi mahasiswa berprestasi itu pun kalau ada event tertentu, contohnya Pekan Dana Pendidikan dan Pembangunan (DPP), hal tersebut Olahraga Mahasiswa (POM). Kalau dulu ada beasiswa dari dilakukan agar beasiswa yang diberikan tepat guna. Adapun Unpas untuk aktivis, tapi itu sekitar enam tahun yang besaran dana beasiswa itu bermacam-macam tergantung lalu. Tapi sekarang sudah diganti dengan uang pembinaan,” dari instansi yang memberikan beasiswa tersebut. tegas Iin Martini, Kepala Staf Bagian Kesejahteraan MahaDalam sosialisasi beasiswa, banyak mahasiswa tidak siswa Unpas saat ditemui di ruangannya. puas karena informasinya tidak jelas dan dinilai telat oleh Beasiswa eksternal berasal dari Direktorat Jendral mahasiswa. Salah satunya Rizal, mahasiswa HI 2010 yang Pendidikan Tinggi (Dikti), PT. Djarum, PT. Sanbe Frarma kesulitan ketika akan mengajukan beasiswa karena kurang dan program kemitraan masing-masing fakultas terkait sosialisasi dan transparansi mengenai beasiswa, “Sosialiseperti Bank Mandiri yang mengadakan Memorandum Of sasi dan transparansi lebih gencar agar mahasiswa mengeUnderstanding (MOU) dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu tahui prosedur pengajuan beasiswa,” ujarnya kepada Pelma. Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Ekonomi (FE). Adapun Menurut Ketua Himhi, Derry Rindiansyah, memaparjenis beasiswanya dari Dikti di antaranya Bantuan Belajar kan bahwa sosialisasi dulu ada hanya teknisnya kurang Mahasiswa (BBM) untuk mahasiswa kurang mampu dan jelas biasanya langsung berurusan dengan dekanat tapi Penelusuran Prestasi Akademik (PPA) bagi mahasiswa kalau dari jurusan sendiri tidak ada. yang memiliki prestasi akademik. Sedangkan PT. Djarum Tetapi, ada fakultas yang menyerahkan sosialisasi pada ada program Beswan Djarum untuk mahasiswa berprestasi jurusan karena jurusan dirasa lebih tahu latar belakang dan aktif di organisasi ekstra maupun intra kampus, serta mahasiswanya. Seperti yang dilakukan oleh pembantu beasiswa PT. Sanbe Farma untuk mahasiswa kurang dekan (PD) III Fakultas Ilmu Sosial Politik, Deden Ramdan. mampu. “Beasiswa yang diinformasikan oleh pihak universitas “Sanbe memberikan beasiswa dengan mengutamakan saya serahkan kepada jurusan masing-masing karena yang mahasiswa yang kurang mampu dari segi ekonomi, itulah memiliki mahasiswa itu adalah jurusan,” ujarnya singkat. yang menjadi kriteria kami,” ujar Tutiyanti, pihak yayasan Informasi beasiswa seharusanya seluruh mahasiswa PT.Sanbe Farma, saat diwawancarai Pelma. berhak tahu karena dapat menjadikan mahasiswa lebih Beasiswa Bank Mandiri diberikan pada mahasiswa yang bersemangat belajar di kampus dan dapat menciptakan berprestasi dari segi akademik, salah satunya adalah Dina persaingan ke arah yang positif. Rosmawati, mahasiswa FE Akuntansi angkatan 2010 yang “Sosialisasi beasiswa lebih gencar lagi, supaya mahamendapatkan beasiswa karena memiliki Indeks Prestasi siswanya juga lebih bersemangat belajar di kampus, lebih Kumulatif (IPK) 3,90. aktif lagi yang pasti persaingan ke arah positif yang lebih “Saya dapat beasiswa prestasi dengan IPK 3,9,” tutur baik. Serta diharapkan tidak akan banyak lagi mahasiswa Dina saat ditemui di kampus Unpas Tamansari. yang bolos karena merasa bosan belajar di kampus,” tutur Iin menambahkan bahwa beasiswa yang diberikan Dina Rosmawati. kepada mahasiswa berupa uang tunai yang kemudian [Reporter : Taufik, Rachman, Eriel, Fuji, Mutia, Gita] secara otomatis akan dikonversikan untuk pembayaran

B

Waktu berlalu, waktu berpacu . . . Kebenaran harus tetap dikabarkan . . .

17 Tahun Lembaga Pers Mahasiwa “JUMPA” Universitas Pasundan Bandung 6 April 1995 - 2012

4

PELMA edisi XLVI 2012


pelita utama

Permasalahan di Balik Beasiswa

Fuji Astuti osialisasi merupakan upaya memasyarakatkan Politik. suatu informasi sehingga menjadi dikenal dan Lain halnya dengan Anton Freddy Susanto, Ketua dipahami oleh ruang lingkup yang lebih luas. Ketika Jurusan Hukum. Ia berpendapat bahwa untuk sosialisasi kita berbicara mengenai sosialisasi, maka hal tersebut beasiswa merupakan tanggung jawab PD III. akan mengarah kepada sebuah peranan (role theory) karena “Untuk masalah sosialisasi, PD III yang memiliki dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus tanggung jawab dalam mengkoordinasikannya,” tegasnya. dijalankan oleh individu. Universitas telah membagi Skema sosialisasi yang tersusun dari pihak kemahabanyak bagian dalam struktur kepegawaiannya untuk siswaan universitas, PD III tiap-tiap fakultas, ketua menangani masing-masing permasalahan. Tiap-tiap bagian jurusan hingga ke BEM dan himpunan mengalami kendala tersebut tentunya memiliki peranan dan tanggung jawab dalam pengaplikasiannya. “Kami tidak mendapat yang berbeda. Dalam proses sosialisasi, khususnya di area sosialisasi dari pihak dekanat, maka kami tidak bisa kampus, tentunya sudah terdapat bagian-bagian yang mensosialisasikannya ke mahasiswa,” terang Gugi, Ketua khusus mengatur masalah tersebut. BEM Hukum. Kesulitan memperoleh informasi mengenai beasiswa, Ardhyan Witanto, Wakil Ketua Federasi Mahasiswa Famenjadikan keberadaan dana bantuan belajar tesebut kultas Teknik menyatakan hal serupa ketika ditanyai melayaknya barang mahal. Berdasarkan hasil ngenai sosialisasi dari pihak dekanat, “Hanya berupa isu polling yang dilakukan oleh Redaksi Pelma saja, tidak ada pertemuan langsung untuk sosialisasi. kepada sekitar 900 mahasiswa Universitas Sehingga tidak ada sosialisasi dari kami ke mahasiswa,” Pasundan (Unpas), mereka dominan tidak terangnya saat ditemui Pelma beberapa waktu lalu. mengetahui mengenai tata cara mendaMenanggapi hasil polling yang dilakukan patkan beasiswa. Sosialisasinya kurang, Pelma mengenai sosialisasi yang dinilai bahkan sempat ada salah satu mahasiswa kurang oleh mahasiswa, Dadang Jatnika, yang berujar, “Saya tidak tahu mengenai Bagian Minat dan Bakat Mahasiswa keberadaan beasiswa di Unpas, tidak hanya berujar singkat, “Ya sepertinya pernah ada sosialisasi,” terang Ratri pemberitahuan sosialisasi tidak cukup Aini, mahasiswi Pendidikan Biologi hanya dengan surat,” jelasnya. angkatan 2007. Uluran Tangan Terkesan Tanpa Saling Lempar Bola Panas SosiaSambutan. Tepat Sasarankah? lisasi PT. Sanbe Farma adalah satu dari Top bottom communication, begitulah kiranya sekian instansi swasta yang memberikan alur komunikasi dalam kampus yang seharusnya dana bantuan belajar ke pihak Unpas. Tidak dibangun ketika kita berbicara mengenai beasiswa. “Dari tanggung-tanggung, dananya diberikan ke pihak kemahasiswaan universitas, selanjutnya informasi bea- Unpas secara rutin dan diberikan hingga mahasiswa tersiswa tersebut diberitakan ke pembantu dekan (PD) III sebut lulus. tiap-tiap fakultas. Lalu pihak fakultas mensosialisasikan “Setiap tahun kami rutin memberikan beasiswa dan lagi ke jurusan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) atau kami memberikan beasiswa sampai mahasiswanya lulus”, himpunan. Barulah lembaga tersebut mensosialisasikan- terang Tutiyanti (20/3), Bagian Yayasan PT. Sanbe kepada nya ke mahasiswa,” terang Iin Martini (28/2), Kepala Staf Pelma. Kesejahteraan Mahasiswa Unpas ketika ditanyai mengenai Namun pernyataan Tutiyanti tersebut kontradiktif alur sosialisasi. dengan apa yang diungkapkan Yaya M. Abdul Aziz, PR III Dalam penerapannya, alur sosialisasi tersebut dinilai Unpas. Ia berujar bahwa sampai saat ini tidak ada mahabelum efektif. Banyak mahasiswa yang ketika ditanyai siswa yang mendapatkan dana beasiswa sampai lulus. perihal beasiswa masih mengaku tidak tahu, terlebih “Kami harus melihat data terlebih dahulu. Namun mengenai proses dan tata cara pengajuannya. “Saya sampai saat ini tidak ada mahasiswa yang mendapatkan mengetahui beasiswa hanya sebatas dari pamflet dan beasiswa hingga lulus,” terangnya. brosur pada saat pendaftaran mahasiswa baru saja, namun PT. Sanbe memberikan beasiswa kepada mahasiswa informasinya sangat minim,” keluh Yanti Yulianti, maha- tidak mampu. Dari data pihak PT. Sanbe, sampai saat ini siswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2009. ada sekitar 30 sampai 40 mahasiswa Unpas yang terdaftar Minimnya informasi mengenai beasiswa pun dibenar- menjadi penerima beasiswa. Tidak ada kriteria khusus kan oleh Iin, bahwa menurutnya sosialisasi belum berjalan untuk tingkatan semester, siapapun bisa jadi berhak secara efektif. mendapatkannya. “Saya pun menilai sosialisasi ini belum efektif, pihak “Tidak ada ketentuan untuk tingkatan semester, yang fakultas cenderung kurang dalam hal penyampaian infor- menjadi patokan verifikasi kami adalah mahasiswa yang masi. Akibatnya banyak mahasiswa yang bertanya perihal tidak mampu,” ujar Tutiyanti singkat. beasiswa langsung ke pihak universitas, padahal yang PT. Sanbe berharap, beasiswa yang mereka berikan bisa memiliki andil dalam sosialisasi itu sebenarnya fakultas,” tepat sasaran dan mahasiswanya tidak malas kuliah. tambah Iin. “Untuk pengawasan, kami bekerjasama dengan pihak Tanggung jawab mengenai sosialisai bagaikan bola universitas. Tentu kami tidak mau mahasiswa yang menpanas yang terus dilempar tangankan. Hal tersebut kem- dapatkan beasiswa bermalas-malasan. Jika memang begibali berimbas kepada mahasiswa. Tentu saja hak akan tu, beasiswanya akan kami cabut,” tegas Tutiyanti. informasinya menjadi terpinggirkan. Jika Yaya M. Abdul Aziz, PR III Unpas berkata bahwa “Apabila ada beasiswa yang diinformasikan oleh pihak tidak ada mahasiswa yang mendapatkan beasiswa hingga universitas, saya serahkan kepada jurusan masing-masing lulus, tentunya hal tersebut memunculkan pertanyaan. karena yang memiliki mahasiswa adalah jurusan,” terang Tepat sasarankah dana bantuan belajar tersebut? Deden Ramdan, PD III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu [Reporter : Imas, Mutia, Fuji, Rachman, Eriel]

S

PELMA edisi XLVI 20125

5


pelita utama

Sosialisasi Maksimal, Lajur Beasiswa Lancar

Widi Hernawan agi suatu lembaga pendidikan beasiswa adalah hal sosialisasi beasiswa didasari oleh surat dari bidang yang sangat penting, terutama bagi mahasiswa yang kemahasiswaan Unpas, melalui surat itu jurusan membutuhkan. Beasiswa juga bisa jadi adalah suatu memanggil himpunan untuk melakukan sosialisasi. bentuk perhatian atau penghargaan kepada mahasiswa Dengan kerjasama yang baik antar lembaga tentunya yang berprestasi di lingkungan akademiknya, maka dari sosialisasi akan lebih jelas dan maksimal seperti yang itu, sudah sepantasnya beasiswa menjadi hak bagi diharapkan oleh Dina Rosmawati, mahasiswi Akuntansi mahasiswa. Beasiswa agar dapat tersalurkan dengan baik Fakultas Ekonomi (FE) 2010. tentunya harus ditopang oleh sosialisasi yang maksimal. “Sosialisasi lebih terbuka dan lebih jelas karena tak Sosialisasi tentunya hal yang penting agar informasi hanya saya yang mengharapkan adanya informasi beasiswa beasiswa dapat diketahui oleh semua mahasiswa. Namun di Unpas,” ungkapnya. selama ini di Universitas Pasundan (Unpas) sosialisasinya Hal senada juga diungkapkan oleh Yanti Yulianti, kurang efektif. Seperti diungkapkan oleh Ratri Aini, mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unpas Mahasiswi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan ilmu 2009. “Harus lebih jelas sosialisasinya,” tegasnya. Pendidikan (FKIP) 2007. Tapi tetap saja untuk memaksimalkan sosialisasi “Kurang disosialisasikan karena masih banyak beasiswa akan lebih baik jika Unpas memiliki lembaga mahasiswa yang tidak tahu tentang adanya berbagai khusus yang membidangi masalah beasiswa, seperti yang macam beasiswa itu. Yang tahu tentang beasiswa itu diungkapkan oleh Toto Ramadhan, Ketua Jurusan Teknik hanya orang-orang yang benar-benar aktif dalam suatu Industri. organisasi saja,“ tuturnya (3/3) saat diwawancarai Pelma. “Harusnya di tingkat universitas ada badan khusus Bahkan, Rizal, mahasiswa Hubungan Internasional untuk menangani beasiswa dan lembaga lebih aktif (HI) 2010 yang mengetahui adanya informasi beasiswa mencari beasiswa untuk di Unpas,” simpulnya. mengaku belum pernah mengajukan beasiswa karena tidak Dalam menanggapi hasil polling yang menunjukan mengetahui tata caranya, “Belum karena tidak tahu cara banyak mahasiswa tidak mengetahui sosialisasi beasiswa, untuk mengajukan,” ungkapnya. pihak bidang Minat dan Bakat mahasiswa,Dadang Jatnika Tentunya hal tersebut menjadi masalah yang cukup mengatakan bahwa ke depannya untuk sosialisasi tidak besar, ditambah lagi dengan adanya saling tuding hanya dengan surat tetapi juga akan disertai oleh spanduk mengenai siapa yang bertanggung jawab agar mahasiswa banyak yang mengetahui informasi mensosialisasikan beasiswa. Padahal sosialisasi beasiswa. beasiswa seharusnya menjadi tanggung jawab bersama “Dari pihak kemahasiswaan, tidak cukup hanya dengan dari semua kelembagaan terkait yang ada di Unpas. surat. Malahan kemarin kita sempat memasang spanduk “Yang bertugas mensosialisasikan itu adalah bersama. seperti beasiswa dari Bank Jabar. Ke depannya untuk Yaitu dari bidang kemahasiswaan fakultas mengadakan beasiswa Pemerintah Kota akan kita umumkan melalui rapat kelembagaan dengan ketua Keluarga Mahasiswa spanduk,” ungkapnya. (KM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan ketua [Reporter : Gita, Rachman, Taufik, Imas, Mutia, Nanda] himpunan tiap jurusan untuk mebicarakan informasi Berikut ini hasil polling yang dilakukan oleh Pelma ini. Kemudian setelah itu KM dan himpunan bertugas untuk mensosialisasikan kepada mahasiswa,” jawab kepada 911 mahasiswa Unpas terkait hal beasiswa

B

Heriwanto, pembantu dekan (PD) III Fakultas Ilmu Seni Sastra (FISS) di sela-sela kegiatannya. Pendapat tersebut diperkuat oleh pernyataan Iin Martini, Kepala Staf Kesejahteraan Mahasiswa Unpas, ”Cara sosialisasinya yaitu dimulai dari bidang kemahasiswaan Unpas, diinformasikan ke tiap-tiap PD III fakultas, selanjutnya pihak fakultas mensosialisasikan ke jurusan, BEM, ataupun himpunan untuk dilanjutkan informasinya kepada seluruh mahasiswa,” katanya. Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis yang mengaku memiliki bidang Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yang bertugas mensosialisasikan beasiswa ke kelas-kelas dan menyampaikan informasi pada mahasiswa. “Dari himpunan kita ada bidang Kominfo, jadi kita masuk ke kelas lalu mensosialisasikan kepada mahasiswa,” ungkap Agung Rizkita, Ketua Himpunan Administrasi Bisnis 2009 saat diwawancarai oleh Pelma. Untuk menjamin beasiswa yang diberikan tepat sasaran, seperti di Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi yang meng-gunakan bantuan dari himpunan untuk menelusuri calon penerima beasiswa. “Cara menelusuri mahasiswa yang mendapatkan beasiswa, memang jurusan tidak memiliki data lengkap mahasiswa yang tidak mampu, terkadang jurusan meminta bantuan pihak himpunan karena sebagai mitra, mereka dengan teman-temanya lebih hafal tiap angkatan yang kate-gori miskin,“ ungkap Sutrisno, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi. Untuk mekanismenya sendiri, Sutrisno mengatakan

6

PELMA edisi XLVI 2012

1. Apakah Anda pernah mendapatkan sosialisasi mengenai beasiswa di Unpas? a. Pernah (13%) b. Tidak pernah (85%) c. Tidak mau tahu (2%) 2. Apakah Anda mengetahui mengenai tata cara mendapatkan beasiswa di Unpas? a. Tahu (13%) b. Tidak tahu (85%) c. Tidak mau tahu (2%) 3. Sejauh ini apakah Anda sudah puas dengan sosialisasi besiswa yang ada di Unpas? a. Puas (5%) b. Tidak puas (90%) c. Tidak peduli (5%)


pelita utama Untuk lebih mengetahui sejauh mana dana beasiswa itu diperuntukkan, Pelma berkesempatan mewawancarai Yaya M. Abdul Aziz, Pembantu Rektor III Unpas. Berikut petikan wawancaranya. Apakah Unpas mengeluarkan beasiswa? Iya, tapi bentuknya dana pembinaan. Seperti yang pernah diberikan kepada juara Liga Mahasiswa se-Jawa Barat (Lismajab) dan yang ikut serta pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Direktorat Jendral Perguruan Tinggi (Dikti). Apakah dana tersebut diberikan kepada setiap mahasiswa yang berprestasi? Kepada setiap mahasiswa yang berprestasi, dana tersebut diberikan. Berapa jumlah (nominal) dana yang diberikan kepada mahasiswa berprestasi? Dana tersebut tergantung jenis prestasi mahasiswanya sendiri. Kemarin yang Juara 2 Lismajab mendapat dana pembinaan sekitar Rp 2.500.000,- sedangkan tiga orang mahasiswa yang mengikuti PKM itu mendapat masingmasing Rp 1.000.000,-. Apakah dana tersebut rutin? Yah setiap ada yang berprestasi, baru kami berikan. Dari manakah kucuran dana beasiswa yang diberikan oleh instansi luar kampus? Dari Dikti, PT. Djarum, Bank Jabar, PT. Sanbe dan sekarang sedang mengajukan dana kepada Pemerintahan Kota (Pemkot). Namun untuk PT. Sanbe yang mengatur dari pihak PT. Sanbenya karena dana dari PT. Sanbe itu khusus

bagi mahasiswa yang sama sekali tidak mampu dalam biaya dan untuk penyeleksiannya pun bukan oleh pihak Unpas melainkan oleh PT. Sanbe sendiri. Begitu pula dengan PT. Djarum, dari pihak merekalah yang menyeleksinya, pihak Unpas hanya memberikan rekomendasi. Apakah dana dari instasi luar kampus tersebut diberikan rutin? Rutin, seperti Dikti itu turun dananya setiap tahun.

Fuji/JUMPA

“Unpas memberikan dana beasiswa kepada setiap mahasiswa yang berprestasi� - Yaya M. Abdul Aziz, Pembantu Rektor III Universitas Pasundan

Bagaimana cara Unpas men-dapatkan beasiswa tersebut? Apakah dengan kerjasama, kompetisi atau seperti apa? Kalau beasiswa yang diberikan oleh Dikti sendiri sudah menjadi program pemerintah karena Unpas sudah dipandang sebagai universitas yang sudah besar jadi mendapat jatah, tahun ini ada beasiswa untuk 125 orang. Apakah dana dari Dikti tersebut dibagikan merata kepada tiap fakultas? Ya, termasuk kepada kelembagaan mahasiswa. [Reporter : Fuji, Widi, Eriel]

“Sanbe memberikan dana beasiswa kepada mahasiwa yang tidak mampu. Tapi kami juga tidak sembarangan memberikan, kami akan kroscek apakah mahasiswa tersebut benar-benar tidak mampu. Kami ada tim penelusuran untuk itu�. Berikut hasil wawancara Pelma dengan salah satu pemberi dana beasiswa kepada Unpas, PT. Sanbe Farma. Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa kriterianya harus dari semester berapa? Tidak ada ketentuan. Semuanya tergantung pihak yayasan yang memberikan rekomendasi dan pihak kita-lah yang melakukan wawancara untuk penyeleksian. Apakah beasiswa tersebut diberikan kepada mahasiswa hingga mahasiswa tersebut lulus? Iya, hingga lulus. Namun ada pertimbangan lain, jika mahasiswa tersebut jarang kuliah, maka akan kita cabut beasiswanya. Bagaimana cara pihak Sanbe mengawasi mahasiswanya? Kita kan kerjasama dengan pihak Unpas. Berapa jumlah mahasiswa yang tahun ini (2012) mendapatkan beasiswa dari pihak Sanbe? Sekitar 30 sampai 40 orang.

Apakah beasiswanya diberikan hingga semester delapan? Ya tergantung. Kalau benar-benar tidak mampu ya kami berikan. Tapi kami juga tidak sembarangan memberikan, kami akan kroscek apakah mahasiswa tersebut benarbenar tidak mampu. Kami ada tim penelusuran untuk itu. Kerjasama dengan fakultas mana saja? Kita bekerjasama langsung dengan universitas. Sejauh ini bagaimana hasil penelusurannya? Ya sesuai dengan data. Selain dengan Unpas, Sanbe bekerjasama dengan universitas mana saja? Universitas Padjadjaran dan Institut Teknologi Bandung

[Reporter : Fuji, Widi, Eriel]

PELMA edisi XLVI 2012

7


pelita khusus

Di Balik Pembangunan Masjid, Tersimpan Berbagai Harapan

U

Intan Pariztyan Erliana

niversitas Pasundan (Unpas) sekarang tengah mengadakan pembangunan masjid di kampus Setiabudhi. Sebagai sebuah institusi pendidikan, Unpas barang tentu harus menjamin mengenai pengadaan fasilitas ibadah. Terlebih lagi Unpas mengusung slogan Pengkuh Agamana sebagai salah satu visinya yang ditujukan untuk memuliakan agama Islam. “Pengkuh agamana itu berarti Unpas harus menjadikan Islam sebagai salah satu orientasi, menjadikan bangunan masjid sebagai salah satu pusat aktivitas kampus,” ungkap Defbry Margiansyah (6/3), Ketua Dewan Keluarga Masjid (DKM) Ulul Abshor saat ditemui Pelma. Irwan Mulyana, Manajer C.V Wanaperih (tim pelaksana pembangunan masjid) mengungkapkan bahwa pembangunan masjid ini diperkirakan akan memakan dana sebesar 4,1 milyar.

Agung/JUMPA

PEMBANGUNAN masjid di kampus Unpas Setiabudhi yang baru mencapai 30 persen.

“Menurut rancangan yang kami buat anggaran pembangunan masjid totalnya sekitar 4,1 milyar,” tuturnya. Bangunan masjid ini direncanakan memiliki ukuran yang lebih besar dari masjid yang sebelumnya berdiri. Mensiasati keterbatasan lahan, maka masjid akan dibuat menjadi dua lantai. “Masjid ini akan dibangun dua lantai dengan luas keseluruhan 600 meter persegi untuk setiap lantainya, kirakira muatlah untuk 600 orang jamaah,” tutur Irwan. Lokasi masjid yang baru ini memanfaatkan lahan di pinggir seberang masjid yang dahulu. Menurut Irwan, pembangunan ini sudah berjalan sejak hampir lima bulan yang lalu dan direncanakan akan selesai pada bulan Maret 2012. “Pembangunan masjid dimulai sejak awal November 2011 dan rencananya selesai dalam waktu enam bulan, harusnya bulan April ini selesai, tetapi hingga saat ini persentase bangunan baru selesai sekitar 30 persen,” paparnya. Irwan juga menjelaskan bahwa keterlambatan dari target pembangunan ini sendiri karena ada beberapa ketidaksesuaian desain masjid yang dirasakan oleh pihak rektorat. Oleh karena itu, pembangunan masjid harus menunggu sampai gambar revisi selesai. “Karena ada revisi gambar, perubahan struktur dan arsi-tektur, kita dari pihak pelaksana masih menunggu gambar final yang dibuat oleh konsultan perencana dari pihak Unpas. Revisi ini terjadi karena rektor langsung turun ke lapangan dan melihat ada ketidaksesuaian dalam segi ran-cangan bangunan,” jelasnya. Namun, ketika Pelma hendak meminta konfirmasi

8

PELMA edisi XLVI 2012

kepada Teddy Subarsyah, pembantu rektor (PR) II Unpas sebagai Ketua Pelaksana pembangunan masjid, dia enggan memberikan keterangan. “Saya sedang sibuk sidang di Cirebon,” ungkapnya via pesan singkat beberapa waktu lalu. Setelah gambar revisi selesai dibuat, pembangunan masjid dianalisa Irwan akan selesai pada bulan Agustus tahun ini. “Setelah ada gambar revisi, Agustus nanti mungkin sudah selesai,” katanya. Pembangunan Masjid di Setiabudhi Mengundang Banyak Harapan Unpas sendiri sebagai universitas dengan kampus yang terpencar sebenarnya sudah menyediakan bangunan masjid di masing-masing kampusnya. Akan tetapi, bangunan masjid di tiap kampus tersebut sebenarnya dapat dikatakan belum memenuhi harapan. Idris Nawawi, dosen Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ekonomi Unpas berpendapat bahwa fasilitas ibadah di kampus Unpas selain Setiabudhi pun sebenarnya perlu dioptimalkan. “Sebenarnya fasilitas ibadah di Lengkong, Tamansari dan Kliningan pun belum memenuhi standar. Taraf standar minimal sih mungkin masuk, tapi Unpas mengangkat visi untuk memuliakan agama Islam, memuliakan berarti melaksanakan seoptimal mungkin,” katanya. “Misalnya di Lengkong, tempatnya terlalu sempit untuk jum’atan, ya setidaknya bangunan ibadah itu muat untuk menampung anggota civitas akademika yang melangsungkan kegiatannya di situ,” tambah Idris. Selaras dengan Idris, mahasiswa pun merasakan bahwa dalam beberapa hal, fasilitas ibadah di setiap kampus belum memenuhi ekspektasi, baik itu dari segi kapasitas bangunan maupun dari segi-segi lainnya. Seperti yang diungkapkan oleh Lindawati, mahasiswi PGSD 2011, “Di Kliningan tempat salatnya sempit, apalagi tempat akhwat padahal di sini kan mayoritasnya akhwat,” keluhnya. Selain Lindawati, Nazwa, mahasiswi Hukum 2011 mengatakan bahwa fasilitas di masjid Lengkong masih memiliki beberapa kekurangan. “Tempat wudhu cewek-nya di luar, jadi kalau wudhu suka takut kotor lagi, selain itu gak ada sajadah,” paparnya. Kabar mengenai pembangunan masjid, selain mendapatkan respon yang baik, juga mengundang harapan. “Pembangunan masjid di Setiabudhi itu merupakan ide yang bagus, tapi kalau bisa sih sekalian diadakan pembangunan di Lengkong juga,” ungkap Nazwa sambil tertawa. Senada dengan Nazwa, Linda pun berharap pembangunan masjid diadakan di kampus-kampus lainnya. “Ya, semoga aja pembangunan masjid di Setiabudhi ini menjadi titik awal dibangunnya masjid di kampus-kampus Unpas lainnya, gak hanya di Setiabudhi,” harapnya. Jika menilik harapan dari mahasiswa, sebenarnya seperti yang diketahui bahwa pembangunan masjid mengalami keterbatasan lahan. Idris berpendapat bahwa walaupun mengalami keterbatasan lahan, seharusnya dari pihak tata kelola universitas sendiri dapat mensiasatinya. “Dari dulu memang pembangunan selalu mengalami masalah klasik, yakni keterbatasan lahan. Tapi kan bisa disiasati, misalnya dengan cara membangun masjid menjadi dua lantai atau mungkin dibangun di basement,” tutupnya. Akankah pembangunan masjid berlanjut ke kampus Unpas lainnya? Kita lihat saja nanti. [Reporter : Intan, Widi, Imas, Taufik]


pelita artikel

Meningkatkan Potensi Ekonomi di Wilayah Perbatasan

B

Ade Priangani*

erdasarkan hukum internasional, penetapan garis batas laut wilayah Indonesia-Singapura telah diatur dalam Konvensi Hukum Laut tahun 1928, di mana kedua negara merupakan pihak pada konvensi. Pasal 15 pada konvensi hukum kelautan tersebut telah mengatur secara garis besar mengenai cara melakukan pembagian perairan teritorial antara negara-negara yang berbatasan. Perbatasan adalah konsep geografis spasial. Namun ketika kita berbicara mengenai masyarakat yang menghuni atau melintasi daerah perbatasan, maka konsep tersebut akan berubah menjadi sebuah konsep sosial. Perbedannya, ketika masalah perbatasan ditinjau dari segi konsep geografis spasial, hal tersebut akan terselesaikan ketika kedua belah pihak yang memiliki wilayah perbatasan menyepakati batas-batas wilayah negaranya. Lain halnya ketika permasalah ditinjau dari segi perspektif sosial, karena sejak saat itulah batasan-batasan yang konvensional mencair. Menurut Riswanto Tirtosudarmo (2002), perbatasan negara atau state’s border dikenal bersamaan dengan lahirnya negara. Perbatasan selalu menjadi wilayah perebutan kekuasaan antar negara untuk memperluas batas-batas antar negara. Kawasan perbatasan merupakan kawasan strategis dan vital dalam konstelasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Secara geografis, kawasan perbatasan pada umumnya memiliki potensi sumber daya alam dan peluang pasar yang besar karena jaraknya berdekatan dengan negara tetangga. Namun tuntutan ideal yang dialami Indonesia justru berbeda, hampir semua wilayah perbatasan darat antara Indonesia dan Malaysia mengalami keadaan masyarakat yang terbelakang (Marginalized Society). Sebagai daerah yang merupakan garda depan dalam menjaga kedaulatan NKRI, sistem manajemen pertahanan di kawasan perbatasan masih kurang optimal. Kurangnya sarana-prasarana jalan, keterbatasan transportasi, komunikasi dan pos-pos pengamanan serta jajaran aparatnya merupakan bukti nyata bahwa pemerintah Indonesia, khususnya Departemen Percepatan Pembangunan Tertinggal belum efektif dalam mengatasi masalah di wilayah perbatasan. Berdasarkan data Global Fire Weapon tahun 2008, jumlah armada dan jajaran Angkatan Laut (AL) Indonesia dinilai belum ideal untuk luas kepulauan yang besar. Total kapal perang Indonesia hanya sebanyak 150 buah yang berpangkal di 10 pelabuhan AL. Lemahnya sistem

http://www.mgi.esdm.go.id

manajemen pertahanan berdampak pada rendahnya jaminan hukum dan penegakan hukum di perbatasan. Menurut catatan Departemen Kelautan dan Perikanan, setiap tahunnya terdapat lebih dari 3.000 kapal asing yang memasuki perairan Indonesia untuk menjala ikan. Akibatnya, Indonesia ditaksir kehilangan jutaan ton hasil tangkapan laut per tahun dengan kerugian sekitar Rp 30

triliun. Dalam UU No. 43 tahun 2008 dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan kawasan perbatasan adalah bagian dari wilayah negara yang terletak pada sisi dalam sepanjang batas wilayah Indonesia dengan negara lain. Pada bagian penjelasan UU tersebut dinyatakan bahwa sisi terluar dari wilayah negara atau yang dikenal sebagai wilayah perbatasan, merupakan kawasan yang strategis dalam menjaga integritas wilayah negara. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan secara khusus. Pengaturan tersebut dimaksudkan untuk memberikan kepastian h u k u m mengenai ruang lingkup wilayah net kewenangan terhadap pengelolaan wilayah negara, n e g a r a dan hak-hak berdaulat. Penentuan titik-titik koordinat pada batas laut wilayah Indonesia dan Singapura didasarkan pada prinsip sama jarak (equidistance) antara dua pulau yang berdekatan, di mana pengesahannya merupakan hasil kesepakatan kedua pemerintah. Titik koordinat tersebut terletak di Selat Singapura. Namun masih terdapat area yang belum mempunyai perjanjian perbatasan, di mana wilayah tersebut merupakan wilayah perbatasan tiga negara, yakni Indonesia, Singapura dan Malaysia. Masalah perbatasan Indonesia-Singapura muncul setelah Singapura gencar melakukan reklamasi pantai di wilayahnya sehingga terjadi perubahan garis pantai ke arah laut (ke arah perairan Indonesia) yang cukup besar. Bahkan dengan reklamasi, Singapura telah menggabungkan beberapa pulaunya menjadi daratan yang luas. Untuk itu batas wilayah perairan Indonesia-Singapura yang belum ditetapkan harus segera diselesaikan. Singapura akan mengklaim batas lautnya berdasarkan garis pangkal terbaru dengan alasan garis pangkal lama sudah tidak dapat diidentifikasi. Namun dengan adanya perundingan antara Indonesia dan Singapura yang telah berlangsung sejak 2005, maka perjanjian mengenai batas laut kedua negara akhirnya mengalami ratifikasi mulai 30 Agustus 2010, bahwa batas laut yang ditentukan adalah Pulau Nipa dan Pulau Tuas. Upaya peningkatan kerjasama bilateral pun menjadi tujuan selanjutnya. Kedua Menteri Luar Negeri bertukar pandangan dan membahas mengenai berbagai upaya untuk meningkatkan pengelolaan kawasan perbatasan, keamanan navigasi, lingkungan hidup, pemanfaatan sumber daya alam, termasuk di bidang politik, perdagangan dan investasi. Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa wilayah perbatasan Indonesia-Singapura memiliki karakteristik sebagai daerah yang strategis dan memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, hanya saja kesejahteraan masyarakatnya masih belum merata dan tata kelola wilayah perbatasannya belum memiliki standarisasi. *Penulis, Ketua Jurusan Hubungan Internasional Universitas Pasundan

PELMA edisi XLVI 2012

9


resensi

Perjuangan Seorang Ibu Mengobati celoteh Autisme Anaknya Widi Hernawan Rosahdi* Pelayanan Tata Usaha

B

uku ini bercerita tentang autisme yang nyatanya belum bisa perjuangan seorang ibu disembuhkan. Namun usaha Karyn bernama Karyn Seroussi yang tidak berjalan mudah, banyak orang berusaha untuk menyembuhkan tua yang menolak menerapkan pola autisme yang didediet pada anakrita oleh anaknya, anaknya. Bahkan Miles. Bermula kediet ini pun tidak ditika Karyn tiba-tiba akui oleh dunia menemukan Miles kedokteran, orangberteriak histeris, orang kedokteran tubuhnya bergetar banyak yang terdan suhunya menancam dipecat oleh capai 41 derajat celinstansi tempat mesius. Saat itulah, reka bekerja. Ada perilaku Miles berpula yang menjaubah. Miles sering dikan alasan diet menjerit, kehilasebagai pengobatan ngan kontak mata yang menyiksa dabahkan mengalami lam perebutan hak kesulitan bicara. asuh anak dan hal Dokter menduga ini menyebabkan Miles memiliki kesang dokter tempat lainan pada spektanak itu berobat rum autisme, artiterancam pencanya Miles seorang butan izin praktik. anak autis. Informasi meJudul : Untukmu Segalanya Karyn bersama ngenai autisme tesuaminya yang berrus disebarkan oleh Edisi : Soft Cover nama Allan tidak Karyn. Teleponnya Halaman : 400 pernah menyerah. terus berdering, Penulis : Karyn Seroussi Mereka memutusbanyak orang tua kan untuk berusaha yang ingin berkonmenyembuhkan anaknya dengan ber- sultasi dengannya. Dia pun terlilit bagai cara, mulai dari mencari infor- hutang dan hal lain tidak diperhatikan masi di internet, terapi sampai meng- tapi hal itu tidak menjadi halangan. hadiri konferensi yang berkaitan ten- Karyn mendirikan Autism Network for tang autisme. Setelah mendapat infor- Dietary Intervension (ANDI), yayasan masi bahwa diet produk susu dan yang bergerak di bidang intervensi gandum bisa memperbaiki perilaku biologis pada anak-anak yang autis pada anak, Karyn menerap- mengidap autisme. kannya pada Miles. Hasilnya positif. Selain menceritakan usaha Karyn Sejak saat itu Karyn semakin ber- dalam menyembuhkan Miles, buku ini semangat untuk memulihkan keadaan juga dilengkapi dengan petunjuk diet anaknya. Secara tidak sadar, Karyn dan resep masakan yang aman bagi menjadi pakar diet dan rujukan para pengidap autisme. Kelebihan dari orang tua yang memiliki masalah buku ini adalah memuat jawaban dari serupa. pertanyaan yang biasa diajukan Saat mengobati Miles, Karyn ber- mengenai autisme. Selain itu, buku temu banyak orang, mulai dari Bill yang ditulis langsung oleh Karyn Shaw, Lisa Lewis, Dr.Rimland, Jill Seroussi ini pun memuat informasi Pavone, dll. Mereka menambah keper- lembaga rujukan bagi para pengidap cayaan Karyn bahwa Miles bisa disem- autisme. Hanya saja ketika buku ini buhkan. Seiring berjalannya waktu, hendak dibaca oleh orang yang awam teka-teki penyebab autisme yang mengenai istilah-istilah kedokteran, diderita anaknya semakin terbuka, maka akan kesulitan memahami mulai dari alergi makanan, protein, karena buku ini memuat banyak antibiotik, vaksin, dll. Meski pada istilah teknis seperti fenol, gluten, akhirnya Miles dinyatakan sembuh, kasein, peptida yang tidak semua namun perjuangan Karyn tidak pembaca tahu apa itu. berhenti sampai di situ. Karyn terus berusaha agar autisme yang diderita oleh siapapun bisa disembuhkan karena tidak semua anak bisa *Penulis, Mahasiswa FE Akuntansi 2010, aktif seberuntung Miles. Banyak penderita sebagai Anggota Muda LPM Jumpa

10

PELMA edisi XLVI 2012

di Unpas gimana sih?

Kurang ramah

Denal Miftah Fadil, FISIP Ilmu Komunikasi 2011

Kurang ramah dan sistem pembayarannya dipersulit. Leli Rakhmawati, FISIP Ilmu Komunikasi 2011 TU Lengkong harus buka tiap hari, jangan menjelang UAS/UTS saja. Iqbal Tahwakal, FISIP Administrasi Bisnis 2008 Loketnya hanya ada dua, harusnya ditambah demi kenyamanan. Bagus Putra Rukmana, FISIP Administrasi Negara 2010 Buka terlalu siang dan tutup sebelum waktunya seperti dikejar setoran dan pekerjaan rumah. M. Daud Abdulah, FT Teknik Informatika 2009 Lambat dan membuat mahasiswa merasa jenuh. Marsiana Tya Bon, FKIP Biologi 2011 Jutek, harus selalu tersenyum. Mochamad Rendy Maliki, FE Akuntansi 2011 Kurang maksimal dan profesional. Rully Ginanjar A, FE Akuntansi 2010 Kurang ramah. Seharusnya pembayaran bisa dilakukan juga di Kliningan tidak hanya di Tamansari. Wina Ulfah, FKIP PGSD 2011 Terlalu tegas dan tidak ada toleransi. M. Faizal Fathurrohim, FKIP Biologi 2011 Lambat, kurang ramah, kurang senyum, hanya memberikan informasi seperlunya saja. Deri Munggaran P, FE Akutansi 2010 Terlalu bersantai-santai dan kurang ramah. Puput Puspita Sari, FKIP Biologi 2011 Cukup bagus namun beberapa staf kurang ramah dan sering mempersulit. Ayu Kenia Risnawati, FE Ekonomi Pembangunan 2011 Cukup baik akan tetapi ada sebagian yang kurang mengayomi. Faizal, FE Manajemen 2011


lensa mahasiswa

Selamatkan Bumi dengan Aksi Peduli Lingkungan Gita Widiana

“Biarkan anak cucu kita belajar di bawah pohon Biarkan anak cucu kita menghirup udara segar Biarkan mereka tumbuh bersama hijaunya daun Jangan biarkan mereka mati dimakan hama kehidupan”

P

etikan dari lagu Iwan Fals yang berjudul ‘Tanam Siram Tanam’ di atas sangat relevan untuk menggambarkan kegiatan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Pasundan (Unpas) Bandung. Adalah Mahasiswa Pecinta Kelestarian Alam (Mapak Alam) yang pada hari Minggu tanggal 4 Maret 2012 melaksanakan kegiatan penanaman pohon dan penyebaran bibit ikan di Situ Ciburuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan tersebut menggelar aksi penanaman 1.000 bibit pohon dan penyebaran 5.000 benih ikan. Aksi Penanaman 1.000 pohon serta penyebaran 5.000 bibit ikan di Situ Ciburuy ini mengusung tema ‘Selamatkan Ekosistem Air Untuk Kehidupan Sekarang dan Masa Yang Akan Datang’. Pada kegiatan itu turut dihadiri oleh Yaya M. Abdul Aziz (Pembantu Rektor III Unpas), Darojat (Bagian Kemahasiswaan), Dadang Bainur (Humas Unpas), tokoh masyarakat Desa Ciburuy dan penggiat alam, seperti Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dan Siswa Pencinta Alam (Sispala), serta perwakilan dari Bupati Bandung Barat. Tidak hanya melibatkan mahasiswa dari dalam kampus, kegiatan ini pun dihadiri oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari SMA 3 Pasundan dan SMK Taruna Ganesha. Kegiatan ini merupakan acara puncak dari rangkaian acara Mapak Alam Bersatu Untuk Kepedulian 2012. Sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan Donor Darah pada tanggal 21-22 Februari 2012, dilanjutkan dengan kegiatan Talk Show Lingkungan Hidup pada tanggal 25 Februari 2012 yang dihadiri oleh Siswa-Siswi SMA seBandung Raya. Acara tersebut dibuka oleh pentas seni tari dari anakanak penduduk sekitar Situ Ciburuy. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Dari pihak kemahasiswaan, Yaya M. Abdul Aziz mewakili sambutan tersebut. Dalam sambutannya Yaya menghimbau, umumnya kepada warga sekitar, khususnya kepada peserta untuk menjaga lingkungan sekitar. “Lingkungan sangat penting untuk dijaga karena hal itu dok Mapak Alam KEGIATAN penanaman bibit pohon se- akan membuat kita cara simbolis dilakukan oleh Pembantu nyaman. Kita dan warga sekitar mesti Rektor III Unpas, Yaya M. Abdul Aziz.

dok Mapak Alam

PESERTA kegiatan Mapak Alam Unpas yang tengah menyebarkan 5.000 bibit ikan di Situ Ciburuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (4/3).

bekerjasama untuk menjaga dan merawat bibit pohon yang akan ditanam, begitu pula dengan bibit ikan yang akan disebar,” katanya. Selain menjaga makhluk hidup, Yaya menambahkan, situs bersejarah pun harus dirawat untuk menjaga kelestariannya. “Di sekitar ini pun kita punya situs bersejarah, seperti ada terletak di belakang kita. Di sana terdapat goa Pawon. Itu adalah peninggalan bersejarah,” tambah Yaya. Menurut Arip Budi Wandoyo, Wakil Ketua Pelaksana, mengatakan bahwa kegiatan ini ialah lanjutan dari kegiatan pada tahun 2010 tentang lingkungan. “Acara ini sebagai kepedulian kami terhadap lingkungan mengingat tempat ini memiliki debit air yang semakin berkurang,” kata Arip (4/3) kepada Pelma di sela-sela kegiatan. Sedangkan, Ari Umar Sidik, Ketua Mapak Alam berujar bahwa kegiatan terhadap kepedulian lingkungan ini akan bermanfaat di masa yang akan datang. “Penanaman pohon dan penyebaran bibit ikan ini bermanfaat untuk hasil sekarang, 50 tahun atau puluhan tahun ke depan,” kata Ari penuh harap. Penanaman dan penyebaran bibit ikan secara simbolis oleh Pembantu Rektor III, Yaya M. Abdul Aziz, Ketua Umum Mapak Alam Ari Umar Sidik dan Anggota Luar Biasa Mapak Alam, Budi Rahman. Penanaman pohon dilanjutkan oleh para peserta. Para peserta menanam pohon bersama di kawasan Situ Ciburuy dengan dibimbing oleh masing-masing pembimbing dalam kelompoknya. Dengan penuh semangat, masing-masing peserta membawa pohon buah maupun pohon keras yang akan ditanam. Penanaman Pohon dilakukan dengan dua sesi, di mana pada sesi pertama dilakukan setelah penanaman pohon secara simbolis dan pada sesi kedua setelah Isoma (Istirahat, Solat, Makan). Seusai kegiatan penanaman pohon dan penyebaran bibit ikan, para peserta kemudian dihibur dengan kegiatan Pentas Musik Hijau dan kegiatan ini ditutup dengan pembagian Door Prize kepada para peserta yang beruntung.

[Reporter : Fuji, Agung, Gita, Nanda]

PELMA edisi XLVI 2012

11


gado - gado 2

Mendatar

1. Pulau terbesar di Maluku 4. Gunung tertinggi di P. Bali 7. Klu Klux Klan 9. Perombakan susunan kabinet 11. Kain tenun khas Melayu 12. Palang Merah Indonesia 14. H2O 15. Memorandum of Understanding 17. Anti Sosial 20. Kita (b. Arab) 22. Mata uang Italia 23. Perayaan suatu peristiwa 24. Tingkatan masa 27. Kota diselenggarakannya Konferensi Meja Bundar 29. Simpangan terjauh dari titik keseimbangan pada getaran 30. Alat musik tradisional Aceh 33. Permainan tradisional ; jangkungan 34. Jenis kayu 35. Masa peralihan musim 36. Seorang aktivis dan tokoh buruh Indonesia 37. Seni melipat kertas dari Jepang

12

PELMA edisi XLVI 2012

Menurun 2. Teori yang dikemukakan Albert Einstein 3. Rubrikasi ulasan buku/film di Pelma 5. Kamp konsentrasi yahudi 6. Padang pasir yang luas 7. Hewan mamalia yang bisa terbang 8. Salah satu organ tubuh yang keras 10. Federal Bureau of Investigation 13. Selat antara Sumatera & Malaysia 15. Ibu Kota Uruguay 16. Gunung tertinggi di Jepang 18. Wahid 19. Disebut juga Seattle Sound 21. Semut tentara 25. Pendidikan Anak Usia Dini 26. Makna berbeda tetapi lafal atau ejaan sama 28. Anti Pembajakan Pesawat Udara 31. Tokoh sepakbola Brazil 32. Bahan kimia yang terkandung dalam rokok

Pemenang Kuis TTS Pelma Edisi 45

1. Muhammad Triy Wahyudi, FKIP Biologi 2011 2. Isti Suci Wulandari, FE Akuntansi 2011 3. Sri Yuni Boru Sitepu, FE Akuntansi 2011

Ikuti Kuis TTS Pelma edisi 46 Dapatkan tiga hadiah menarik bagi tiga orang pengirim pilihan. Jawaban dikirimkan ke Sekretariat LPM Jumpa dalam bentuk copy. Pengiriman paling lambat pada tanggal 16 April 2012. Cantumkan Nama, NRP dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Connect With Us! www.jumpaonline.com jumpaunpas@yahoo.com www.facebook.com/jumpaunpas @lpmjumpa


Buletin pelma 46