Page 1

ISSN 0215-0255


DARI REDAKSI Edentser 2016-2017

Pada Juli 2016 silam, pemerintah mengesahkan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak (tax amnesty). Berdasarkan UU tersebut, setiap Wajib Pajak berhak mendapatkan pengampunan pajak, yang diberikan melalui pengungkapan harta yang dimilikinya dalam Surat Pernyataan (SP). Tax amnesty bukan kali pertama dilakukan Indonesia. Kebijakan ini pernah diterapkan di era Presiden Soekarno pada 1964 dan era Presiden Soeharto pada tahun 1984. Kebijakan tax amnesty ini tentu berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Untuk melihat sejauh mana dampak dan kinerja tax amnesty terhadap perekonomian, LPM Edents berinisatif untuk mengangkat topik ini ke dalam majalah Edisi XXVI kami. Tema utama yang kami tuangkan dalam majalah ini adalah “Menilik Kinerja Tax Amnesty�. Pada laporan utama, kami membahas mengenai seluk beluk dan latar belakang tax amnesty, kaitan tax amnesty dengan ekonomi kerakyatan, dampak tax amnesty terhadap kinerja perbankan, serta transformasi makroekonomi setelah pemberlakuan tax amnesty.

Selain laporan utama, majalah kali ini juga mengangkat tiga laporan khusus. Laporan khusus pertama adalah Trump Effect, yang akan membahas imbas terpilihnya Presiden Amerika Serikat, Donald John Trump, terhadap perekonomian global. Sementara Laporan khusus kedua dan ketiga akan membahas dampak tax amnesty terhadap dunia bisnis khususnya UMKM dan rencana pemerintah menerapkan area suaka pajak (tax havens). Beberapa rubrik menarik juga telah kami sajikan yang tentunya menarik untuk disimak, seperti geliat usaha, wisata Semarang, kabar kampus, sudut profesi, dan sebagainya. Puji dan Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena tepat di ulang tahunnya yang ke 41, LPM Edents dapat meluncurkan majalah edisi XXVI volume 1 ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga Wadya Bala Edents yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan majalah ini. Tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada para pembaca setia yang selalu menantikan produk-produk kami. Terakhir, kritik dan saran selalu kami tunggu demi produk LPM Edents yang lebih baik. Selamat membaca!

MAJALAH EDENTS diterbitkan oleh:

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Edents ISSN 0215-0255 Pelindung: Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., ; Pembina: Darwanto, S.E., M.Si., Surya Rahadrja, S.E., M.Si., Akt. ; Pemimpin Umum: Adhevyo Reza; Pemimpin Redaksi: Akhmad Sadewa S; Pemimpin Perusahaan: Dewi Setyoningrum; Pemimpin HRD: Gracye Atriana Pane; Pemimpin Marketing Communication: Samuel Petra N; Pemimpin Artistik: Henty Eka Palupy; Redaktur Pelaksana Majalah: Yulina Masyrifatun Nisa'; Redaktur Pelaksana: Dias, Fana, Afnurul; Staf Redaksi: Niki, Mutia, Oktapiyani, Eka; Layout: Rismanto, Alyani; Foto: Fajar; Illustrasi: Radey, Rahmat; Staf Artistik: Abdan, Hesti, Anum; Staf HRD: Vero, Agung, Emmanuela, Lin,ShieshieLia, Tio, ; Staf Perusahaan: Luthfi, Dian Fauziah, Cynthia, Dian Prastiwi, Dewi H, Susi, ; Staf Marcomm: Niri, Yayuk, Novi, Herdini, Sequoia, Anisa Fatmawati, Fajar Ayu Magang Edents : Aditya Mila, Alyani, Arvita, Asma, Ayu, Dirga, Fanny, Farah, Fatyatul Ulfa, Fendiawan, Haritz, Julian, Mahardika, Mariani, Muhammad Fauzan, Nadia, Nisa, Nisrina, Pearlytha, Rafi'qurnia, Rahmat, Rakintan, Sekar, Trinindita, Vefon, Wakhidatun, Yolanda.


Daftar Isi LAPORAN

UTAMA

Menilik Kinerja Tax Amnesty

5

POLLING

16

Tax Amnesty di Mata Mahasiswa TENTANG

MEREKA

18

Who You Are, Sepenggal Kisah dari Mantan Edents

22

SOSOK

Kemajuan Negara Harus Dipikirkan oleh Mahasiswa

27

21 SUDUT PROFESI

GELIAT USAHA

The Next Level of Tutoring by BukaBuku

Konsultan Pajak: Sebuah Profesi Menjanjikan

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

1


Daftar Isi

39

KOMUNITAS

28

Undip Cats Lovers (UCL) Wadah Bagi Pecinta Kucing di Undip

38

Ketimbang Ngemis Semarang: Indahnya Berbagi, Wujudkan Masyarakat Anti Mengemis

29

KABAR KAMPUS

BRT TransSemarang Luncurkan Bus Rute Undip-Unnes

43

Miskonsepsi Tax Amnesty

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

LAPORAN KHUSUS Trump Effect: Antara Kontroversi dan Peluang

35 KOLOM REDAKSI

SOCIAL MOVEMENT

Sosial Budaya Taman Budaya Jawa Tengah: Jembatan Pelestarian Kebudayaan Nasional

2


EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

33


EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

4


LAPORAN UTAMA

Tax Amnesty: Wajah Baru Perpajakan Indonesia Oleh : Novi Pusparini, Rismanto Irawan, dan Dias Rawikarani

Ilus: Henty

Pada tahun 2015 pemerintah Indonesia tidak dapat mencapai target di sektor pajak yang kemudian berimbas pada revisi APBN dan pemotongan anggaran di beberapa sektor. Menanggapi hal tersebut pemerintah mengeluarkan kebijakan inkonstitusional yakni Tax Amnesty atau pengampunan pajak. Kebijakan ini muncul ketika pemerintah mengetahui terdapat setidaknya Rp. 11000 triliun dana orang Indonesia di luar negeri yang tidak dilaporkan kepada pemerintah. Akibat kondisi APBN yang defisit, kebijakan Tax Amnesty semakin gencar dibahas di DPR untuk disahkan menjadi undang-undang. Secara fundamental, kebijakan Tax Amnesty adalah pengampunan sanksi administratif, sanksi pidana, dan sanksi lainnya yang disebabkan karena melakukan penggelapan pajak. Hal tersebut menjadikan wajib pajak hanya melunasi utang pajak yang mereka gelapkan dengan cara mengungkapkan harta dan membayar uang tebusan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak. Tax Amnesty bukan kali pertama dilakukan Indonesia. Kebijakan ini pernah diterapkan pada era Bung Karno tahun 1964 yang tujuannya untuk mengembalikan dana revolusi melalui perangkat

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia. Karena jumlah penerimaan dari Tax Amnesty masih kurang dari target, pemerintah pada masa itu melakukan perpanjangan sebanyak dua kali. Tax Amnesty pada tahun tersebut tergolong gagal yang salah satu penyebabnya yaitu adanya pemberontakan Gerakan 30 September 1965. Tax Amnesty yang kedua diselenggarakan pada era Presiden Soeharto tepatnya tahun 1984. Tujuannya untuk mengubah sistem perpajakan di Indonesia dari officialassesment (besarnya jumlah pajak ditentukan oleh pemerintah) menjadi self-assesment (besarnya pajak ditentukan oleh wajib pajak sendiri). Kebijakan ini kembali mengalami kegagalan dikarenakan sistem perpajakan pada saat itu belum terbangun. Tax Amnesty bukanlah barang baru, tercatat lebih dari 31 negara telah melakukan kebijakan tersebut baik negara maju maupun negara berkembang. Dikutip dari Berita Satu edisi 21 Juni 2016, Pengamat Perpajakan Universitas Indonesia, Danny Darussalam, menjelaskan bahwa dari total 50 negara bagian Amerika Serikat, sebanyak 90% pernah melakukan Tax Amnesty, ada yang sukses ada pula yang gagal. Negara-negara yang tercatat pernah sukses melaksanakan Tax Amnesty yaitu

5


LAPORAN UTAMA

India, Argentina, Italia, dan Afrika Selatan. Sementara menurut Direktur Eksekutif Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo, Tax Amnesty bukanlah hal yang tabu namun lebih didorong oleh kondisi adanya kepatuhan wajib pajak di berbagai negara yang masih rendah dan belum sepenuhnya bekerja secara optimal.

Titi Muswati Putranti, Wakil Ketua Tax Centre UI, mengatakan bahwa dalam proses pemberlakuan kebijakan Tax Amnesty ini perlu kesiapan dari berbagai pihak. Ia memandang kebijakan Tax Amnesty ini tidak memiliki kelemahan dari segi sistemnya melainkan dari kesiapan berbagai pihak, salah satu kelemahannya adalah kesiapan wajib pajak, “Kelemahannya tentu saja ada, misal dari kesiapan wajib pajak itu sendiri, apakah wajib pajak tersebut sanggup mengungkapkan data secara benar dan jujur,” jelasnya. Titi juga menyebut koordinasi antar lembaga masih perlu ditingkatkan di masa depan agar kebijakan Tax Amnesty dapat berhasil. Sejalan dengan Titi, Gunadi menambahkan bahwa dari pihak petugas pajak terkadang masih tidak paham betul dengan kebijakan-kebijakan Tax Amnesty. Oleh karenanya perlu dimantapkan kembali bekal pengetahuan tentang Tax Amnesty bagi para petugas pajak.

Tujuan Tax Amnesty Dalam Tax Amnesty terdapat potensi penerimaan yang akan bertambah dalam APBN dan akan berdampak baik pada tahun berlakunya Tax Amnesty maupun tahun sesudahnya. Selain itu, APBN akan lebih sustainable dan kemampuan pemerintah untuk melakukan belanja juga akan semakin besar sehingga akan berdampak pada semakin terbantunya program pembangunan. Pembangunan tidak hanya infrastruktur namun pada kesejahteraan masyarakat juga akan mengalami perbaikan. Sasaran Tax Amnesty Untuk menjadikan pengampunan “Dengan adanya Tax Amnesty Kebijakan Tax Amnesty maka ada potensi penerimaan menyasar pada seluruh pajak ini sebagai momentum yang akan bertambah dalam wajib pajak baik pribadi APBN kita tahun ini atau maupun badan dengan reformasi perpajakan, harus tahun-tahun sesudahnya yang objek pajak harta yang akan membuat APBN kita belum dilaporkan di ada reformasi peraturan lebih sustainable,” jelas Dasto SPT tahunan. Terdapat perundangan dan sumber Ledyanto, Kepala Direktorat beberapa syarat yang Jenderal Pajak Jawa Tengah I. harus dipenuhi oleh daya manusia, termasuk Di lain pihak, Gunadi selaku wajib pajak dalam ketua Tax Centre Universitas mengajukan Tax Amnesty, kapasitas, profesionalisme, Indonesia berpendapat bahwa diantaranya membayar kebijakan Tax Amnesty pada uang tebusan, melunasi dan kompetensinya. Gunardi dasarnya adalah sebuah seluruh tunggakan, mengatakan bahwa reformasi solusi dari ketidakpatuhan surat pernyataan dalam hal membayar pajak. menginvestasikan harta pajak harus lebih berkeadilan agar ke wilayah NKRI, serta Ia menambahkan bahwa kepatuhan sukarela akan surat pernyataan tidak mendorong orang-orang menjadi meningkat setelah program mengalihkan harta ke Tax Amnesty dilakukan. Hal luar wilayah NKRI. Selain lebih patuh. ini didasari pada harapan itu, terdapat kriteria yang bahwa setelah program Tax tidak berhak menerima Amnesty dilakukan wajib kebijakan Tax Amnesty, pajak yang sebelumnya menjadi bagian dari sistem administrasi seperti wajib pajak yang proses penyidikannya telah P-21 perpajakan, maka wajib pajak tersebut tidak akan bisa mengelak atau lengkap untuk dinaikkan ke pengadilan, wajib pajak yang dan menghindar dari kewajiban perpajakannya. menjalani peradilan, dan wajib pajak yang sedang menjalani Kejujuran dalam pelaporan sukarela atas data harta kekayaan hukuman atas tindak pidana pada bidang perpajakan. setelah program Tax Amnesty menjadi tujuan selanjutnya dari Wajib pajak yang menjadi peserta Tax Amnesty memperoleh pemberian Tax Amnesty. Dalam konteks pelaporan, pemberian berbagai fasilitas pajak. Pertama, penghapusan pajak terutang amnesti juga bertujuan untuk mengembalikan modal yang yang belum diterbitkan ketetapan pajak, tidak dikenai sanksi ‘terparkir’ di luar negeri tanpa perlu membayar pajak atas modal administrasi perpajakan, dan tidak dikenai sanksi pidana di yang di ‘parkir’ di luar negeri tersebut. Pemberian Tax Amnesty bidang perpajakan untuk kewajiban perpajakan dalam masa atas pengembalian modal yang di parkir di luar negeri ke bank pajak, bagian tahun pajak, dan tahun pajak, sampai dengan akhir di dalam negeri dipandang perlu karena akan memudahkan tahun pajak terakhir. Kedua, penghapusan sanksi administrasi otoritas pajak dalam meminta informasi tentang data kekayaan perpajakan berupa bunga, atau denda, untuk kewajiban wajib pajak kepada bank di dalam negeri. perpajakan dalam masa pajak, bagian tahun pajak, dan tahun pajak, sampai dengan akhir tahun pajak terakhir.

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

6


LAPORAN UTAMA

Fasilitas ketiga adalah tidak dilakukan pemeriksaan pajak, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan, atas kewajiban perpajakan dalam masa pajak, bagian tahun pajak, dan tahun pajak, sampai dengan akhir tahun pajak terakhir. Dan yang keempat, penghentian pemeriksaan pajak, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan, dalam hal wajib pajak sedang dilakukan pemeriksaan pajak, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan atas kewajiban perpajakan, sampai dengan akhir tahun pajak terakhir, yang berkaitan dengan kewajiban PPh, dan PPN atau PPnBM. Harta yang diikutkan dalam program Tax Amnesty dapat menggunakan dua jalur. Pertama, cukup deklarasi atau melaporkan saja, baik harta di dalam negeri maupun di luar negeri. Jalur kedua adalah repatriasi, yaitu membawa pulang harta yang disimpan di luar negeri. Program Anwar Nasution, Guru Besar Tax Amnesty di Indonesia dilaksanakan dalam tiga periode. Apabila harta direpatriasi, maka akan dikenai tebusan sebesar 2% pada periode I, 3% pada periode II, dan 5% pada periode III terhadap harta yang dideklarasikan. Akan tetapi apabila harta tidak direpatriasi, maka uang tebusan akan meningkat dua kali lipat pada setiap periode. Khusus untuk wajib pajak dengan peredaran usaha, apabila harta kurang dari Rp10 Milliar maka akan terkena tebusan sebesar 0.5% dari total harta tersebut. Jika harta lebih dari Rp10 Milliar maka akan dikenai tebusan sebesar 2% dari total harta tersebut. Dana tebusan akan di investasikan dengan harapan dapat mendorong pembangunan perekonomian Indonesia. Tax Amnesty sebagai Momentum Reformasi Pajak Target penerimaan pajak tahun 2011 sampai 2015 selalu tidak memenuhi target. Misalnya di tahun 2015, pencapaian pajak hanya Rp1.061,2 Triliun dari Rp1.294,3 Triliun (82%). Bercermin dari masih rendahnya tingkat kepatuhan yang mengakibatkan masih rendahnya pencapaian penerimaan pajak, sudah sepantasnya Indonesia melakukan reformasi perpajakan. Reformasi perpajakan dapat dilakukan menyangkut beberapa aspek, antara lain: [1] kebijakan perpajakan melalui Undang-

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

Undang Perpajakan; [2] administrasi perpajakan melalui peraturan pelaksanaan UU; [3] struktur organisasi Badan/ Lembaga pemungut pajak; [4] basis data perpajakan; dan [5] pelayanan WP atau Pembayar Pajak (PP). Untuk menjadikan pengampunan pajak ini sebagai momentum reformasi perpajakan, harus ada reformasi peraturan perundangan dan sumber daya manusia, termasuk kapasitas, profesionalisme, dan kompetensinya. Gunardi mengatakan bahwa reformasi pajak harus lebih berkeadilan agar mendorong orang-orang menjadi lebih patuh. Dukungan database yang baik juga amat diperlukan. “Reformasinya itu harus lebih berkeadilan agar patuh dan didukung dengan database yang lengkap. Agar valid maka data tersebut harus update, kekinian, masih berlaku dan jangan menggunakan data tahun lalu dan kalau bisa data tersebut diambil secara langsung/ sistem terakses bukannya dikirim secara manua,” jelasnya. Kebijakan FEB Universitas Indonesia Tax Amnesty seyogyanya harus diikuti dengan kebijakan lain seperti penegakan hukum yang lebih tegas dan penyempurnaan Undang-undang perpajakan serta kebijakan strategis lain di bidang perpajakan dan perbankan. Hal yang juga penting bahwa reformasi perpajakan dimulai dari kepercayaan masyarakat kepada pemerintah soal pengelolaan pajak di dalam negeri. Hal tersebut sudah tercermin dari banyaknya perolehan dana tebusan di periode awal yang mencapai Rp. 93,7 Trilliun. Kepercayaan itu nantinya akan dimanfaatkan untuk menggali potensi pajak. Kebijakan ini juga tidak akan diberikan secara berkala, setidaknya hingga beberapa puluh tahun ke depan. Adanya kebijakan Tax Amnesty akan membantu upaya pemerintah untuk memperbaiki kondisi perekonomian, pembangunan dan mengurangi pengangguran serta memperbaiki kondisi ketimpangan. Di sisi lain, kebijakan Tax Amnesty yang diharapkan akan membantu stabilitas makroekonomi. Kebijakan Tax Amnesty dapat dilihat strategis karena berdampak secara makro bagi perekonomian Indonesia. “Jadi kami melihat bahwa kebijakan ini (Tax Amnesty –red) sangat strategis karena dampaknya yang bersifat makro, menyeluruh, dan fundamental bagi perekonomian Indonesia,” jelas Dasto Ledyanto. (sdw)

7


LAPORAN UTAMA

Tax Amnesty : Untuk Rakyat atau Siapa? Oleh : Fana Mustika Insanu, Henty Eka, Riya Niri

Ilus: Henty

Tax amnesty disahkan oleh Presiden Jokowi dalam undangundang pengampunan pajak sebagai Undang-Undang (UU) No 11 tahun 2016. Dalam UU tersebut ditegaskan bahwa pengampuan pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan sebagaimana yang diatur

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

dalam undang-undang ini. Ada pun tarif tebusan sebesar 2% untuk periode penyampaian surat pernyataan di bulan pertama sampai akhir bulan ketiga dan 3 % untuk periode penyampaian surat pernyataan pada bulan keempat. Kemudian yang terakhir sebesar 5% untuk periode penyampaian surat pernyataan terhitung 1 januari sampai akhir periode tax amnesty. Tepat

8


LAPORAN UTAMA

tanggal 31 Maret 2017 silam, kebijakan tax amnesty ini ditutup secara resmi. Pada pelaksanaannya, program ini ramai dibicarakan karena banyak menuai pro dan kontra terkait pelaksanaannya. Salah satunya adalah hubungan antara tax amnesty dan ekonomi kerakyatan.

Tax Amnesty dan Ekonomi Kerakyatan Sebuah program kebijakan ekonomi fiskal pada dasarnya dirancang untuk mengatur hajat hidup rakyat banyak, salah satunya adalah program tax amnesty. Menurut Dumairy, pakar Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, ada sebuah ‘ketidakjelasan’ jika kita berbicara mengenai hubungan program tax amnesty dengan ekonomi kerakyatan. Sasaran utama dari tax amnesty itu sendiri adalah dana repatriasi yang berasal dari dana luar negeri agar kembali ke Indonesia, sedangkan lainnya hanya sebagai sasaran pelengkap. Dana repatriasi yang sudah diampuni dan berbagai macam dana-dana tebusan nantinya akan dikenai beberapa konsekuensi dimana harta yang direpatriasikan wajib diinvestasikan ke dalam negeri selama tiga tahun. Harta tersebut dalam bentuk Surat berharga; Obligasi Badan Usaha Milik Negara; Obligasi lembaga pembiayaan yang dimiliki oleh Pemerintah; Investasi keuangan pada Bank Persepsi; Obligasi perusahaan swasta yang perdagangannya diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan; Investasi infrastruktur melalui kerja sama Pemerintah dengan badan usaha; Investasi sektor riil berdasarkan prioritas yang ditentukan oleh Pemerintah; dan/ atau bentuk investasi lainnya yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dari kedelapan item lahan investasi dari dana repatriasi tersebut, menurut Dumairy tidak ada yang secara spesifik tersurat untuk kegiatan atau program ekonomi yang terkait langsung dengan rakyat. Sehingga, hal ini akan menimbulkan keraguan dalam pelaksanaan tax amnesty untuk rakyat banyak. Tidak adanya aturan yang tegas tentang penggunaan dana repatriasi untuk sektor yang langsung menyentuh rakyat

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

menimbulkan pertanyaan; apakah dana dari hasil tax amnesty terutama repatriasi juga akan dinikmati oleh rakyat? Pada dasarnya, rakyat hanya menjadi penonton setia kegiatan kebijakan pemerintah tersebut. Seharusnya, kebijakan fiskal tax amnesty -yang dimana pada penjelasan pemerintah bertujuan untuk ekonomi rakyat- memberikan investasi-investasi untuk sektor-sektor yang langsung berhubungan dengan rakyat banyak. Sebagai contoh, misalnya jika dana repatriasi tersebut diinvestasikan ke sektor riil berdasarkan keputusan pemerintah untuk pembangunan jalan atau membangun jalan di kawasan terisolir. Hal itu akan bermanfaat langsung dan dinikmati oleh rakyat banyak. Namun, jika dana tersebut digunakan untuk infrastruktur jalan dalam bentuk membangun jalan tol atau rehabilitasi jalan tol, otomatis penikmat dari pembangunan tersebut mayoritas hanya kalangan menengah ke atas. Jika diistilahkan dalam bahasa ekonomi : ‘for whom dan for what’. Apakah sasarannya hanya lower class, middle class atau bahkan high class. Sehingga dari penjelasan di atas, kebijakan tax amnesty sendiri belum sejalan dengan konsep ekonomi kerakyatan karena penekanan pada tax amnesty adalah ‘bagaimana caranya agar dana dapat kembali ke dalam negeri’. Sedangkan untuk realisasinya belum ditegaskan secara jelas dalam regulasi perihal penggunaan dana dari hasil tax amnesty itu sendiri. Evaluasi Tax Amnesty dalam Menunjang Ekonomi Kerakyatan Kebijakan tax amnesty sering dikatakan sebagai bentuk untuk melindungi kejahatan trans-nasional. Hal ini dikhawatirkan dapat memicu tindak pencucian uang. Ketika petugas pajak mengerjakan tax amnesty, penekanan yang terpenting bagi mereka hanyalah wajib pajak tersebut harus melaporkan hartanya. Padahal, uang yang direpatriasikan itu belum termasuk kewenangan petugas tersebut. Hal ini menimbulkan perspektif bahwa jika pemilik uang atau wajib pajak tersebut berasal dari kegiatan ekonomi gelap atau ilegal akan merasa disahkan dan sudah diakui dalam harta yang terkait dana tersebut Hal ini menyiratkan bahwa secara tidak langsung keadaan ini dapat dimanfaatkan pihak-pihak nakal untuk mencuci uangnya. “Tax amnesty itu kalau diibaratkan dalam Islam itu bagaikan zakat yang akan mensucikan harga. Wah ini sudah nebus sekian persen ya kan dengan tarif yang sudah ditentukan mestinya sudah halal dong, sudah bersih. Nah, saya khawatir gitu. Jadi dianggap kayak zakat mensucikan harta ya kan. Jadi sah secara hukum,” pungkas Dumairy. Selain dari bentuk melindungi kejahatan trans-nasional, UU tax amnesty dalam hal ini juga terkesan telah menikung rakyat. Hal ini terjadi karena sebelum kebijakan ini disosialisasikan, sasaran yang pertama adalah repatriasi. Dalam pelaksanaannya nampak lebih diperhatikan dana dari dalam negeri yang dimana

9

Kunjungi! www.lpmedents.com

“Tax Amnesty itu seperti merehabilitasi kejahatan orang yang punya uang, karena saya menganggap bahwa membawa lari uang kita ke luar negeri itu adalah kejahatan. Nah kalau itu diampuni kan sama saja kayak mengampuni kejahatan,” –Dumairy, Kepala Pusat Studi Kerakyatan FEB UGM.


masyarakat kecil, terlihat belum memiliki dampak langsung dengan rakyat. Sebaliknya, kebijakan ini merehabilitasi kejahatan orang yang memiliki uang di luar negeri. “Andaikata itu dibawa kejahatan, tax amnesty bisa jadi pengampunan kejahatan, itu ga cuman pengampunan pajak,” jelas Dumairy.

dok. Edents Dumairy, Pakar Ekonomi Kerakyatan FEB Universitas Gajah Mada hampir semua wajib pajak dalam negeri disurati oleh kantor pajak setempat untuk mengikuti tax amnesty. Padahal, apabila dibandingkan nilai harta dari dalam negeri jauh lebih kecil dibandingkan dengan nilai di luar negeri. Menanggapi hal ini, Dumairy mengatakan tidak ada prioritas dalam pengampunan dana yang direpatriasikan. “Tidak ada prioritas dalam pengampunan dana yang direpratiasikan, gak tercantum secara spesifik bahwa UU tax amnesty itu 16 miliar bahwa itu akan ke perusahaan investasi itu nggak spesifik. Sasaran tembaknya ya repatriasi, deklarasi harta pemilik yang dilaporkan dan ditebus,” tutur Dumairy. Dampak Tax Amnesty bagi Ekonomi Kerakyatan Kebijakan Tax amnesty yang dilakukan Indonesia merupakan pencapaian tersukses di dunia. Hal tersebut dilihat dari deklarasi harta yang sudah dilaporkan mencapai sekitar Rp 4.813 triliun pada 31 Maret 2017. Total tersebut diperkirakan sama besarnya dari sepertiga PDB nasional. Namun, manfaat yang bisa dinikmati oleh rakyat belum diketahui dengan jelas. Hal ini karena konsepnya adalah pemilik uang atau wajib pajak hanya membawa uangnya untuk ‘pulang kampung’ ke Indonesia dan sifatnya hanya berpindah tempat saja. Sehingga belum nampak tersirat menguntungkan bagi ekonomi kerakyatan. Tax amnesty mempunyai nilai tambah penghasilan bagi penerimaan pemerintah yang kemudian membuat perekonomian tumbuh pesat. Namun, siapa yang akan menikmati nilai tambah tersebut? Pun kejelasan perihal hasil tax amnesty yang nantinya akan masuk ke dalam pos penerimaan seperti apa sifatnya masih simpang siur. Sebab bila penerimaan tersebut tercampur dengan penerimaan negara yang lain, maka itu akan menyebabkan keleluasaan lagi alokasi penggunaan dana hasil tax amnesty. Pada dasarnya tax amnesty belum memihak terhadap

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

Tax Amnesty di Mata Pengusaha Ahmad Failasuf, salah seorang pengusaha Batik yang mengikuti program tax amnesty ini angkat bicara perihal perspektifnya dalam memandang kebijakan pemerintah yang menuai pro kontra tersebut. Menurut Failasuf program pengampunan pajak yang diberikan oleh pemerintah saat ini sangat bagus untuk para pengusaha, khususnya pengusaha UMKM seperti dirinya. Dengan mengikuti tax amnesty, pengusaha menjadi lebih paham tentang perpajakan ke depannya dan adanya pemerataan pembayaran pajak bagi seluruh UMKM. Tax amnesty itu sendiri menciptakan iklim yang baik bagi para pengusaha dalam pemahaman alur perpajakan. “Dampak tax amnesty sementara sih kita jadi lebih paham tentang pajak dan yang kedua jadi diberikan arahan bagaimana sih perpajakan ke depan dan mungkin pemerataan membayar pajak bagi seluruh UMKM,” ungkap Failasuf. Selain itu, adanya program tax amnesty membuat para pengusaha dan pegiat UMKM merasa lega karena telah melaporkan hartanya dan menciptakan iklim yang lebih aman dalam menjalankan usaha. Tax amnesty diharapkan oleh para pengusaha agar merasa diringankan dalam menjalankan usahanya dan tidak ada hambatan dalam membayar pajak. Selain itu, harapan perihal penggunaan dana repatriasi dari tax amnesty untuk dapat digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan negara dan masyarakat adalah hal yang utama. Selain itu, untuk pengaruh yang signifikan dari tax amnesty terhadap UMKM Indonesia adalah pengusaha dapat menjalankan usahanya tanpa rasa takut dan bingung dalam perihal ‘bayar membayar’ pajak. Hal ini akan berimbas positif kepada para pengusaha atau pegiat UMKM agar dapat lebih mengembangkan usahanya menjadi lebih baik. (sdw)

Dok. pengampunanpajak.com

10


LAPORAN UTAMA

Perbankan, Salah Satu Pemain Penting dalam Tax Amnesty Oleh: Mutia Rahmania, Tio Kurniawan

Ilus: Henty

Rangkaian program tax amnesty telah resmi berakhir pada tanggal 31 Maret 2017 lalu. Jumlah peserta tax amnesty sampai dengan penutupan tercatat mencapai 891.577 orang. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan wajib pajak wajib lapor Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang mencapai 20,1 juta orang dan wajib pajak yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang mencapai 32,7 juta orang. Jumlah tersebut juga masih jauh di bawah target peserta yang sebelumnya telah ditetapkan, yaitu sebanyak 2 juta orang. Sementara itu, realisasi penerimaan tax amnesty sampai dengan penutupan adalah sebesar Rp147 triliun dana repatriasi dan Rp114 triliun dana tebusan. Untuk dana tebusan, rinciannya terdiri atas wajib pajak orang pribadi non usaha mikro, kecil, dan menengah Rp88,6 triliun; wajib pajak orang pribadi usaha mikro, kecil, dan menengah Rp7,19 triliun; wajib pajak badan non usaha mikro, kecil, dan menengah Rp13,4 triliun; dan wajib pajak badan usaha mikro, kecil, dan menengah Rp0,53 triliun. Sama halnya dengan target peserta yang jauh dari realisasi di lapangan, jumlah tersebut juga tidak mencapai target yang diharapkan, yaitu Rp1000 triliun untuk dana repatriasi dan Rp165 triliun rupiah untuk dana tebusan. Menilik dari data-data tersebut, tentu dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan tax amnesty masih kurang efektif. Hal ini

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

tidak sebanding dengan optimisme yang digembor-gemborkan oleh pemerintah pada awal pelaksanaan tax amnesty. Namun, bukan berarti program ini dapat dikatakan gagal 100%.

Potensi Dana Repatriasi Dalam pelaksanaan tax amnesty, banyak pihak-pihak lain yang terlibat selain Direktorat Jenderal Pajak. Salah satu yang memegang peranan cukup penting dalam program ini adalah pihak perbankan sebagai penampung dana repatriasi. Saat ini tercatat ada dana sebanyak Rp103 triliun yang masuk ke sistem perbankan. Dengan dana sebesar itu, terdapat harapan akan adanya penurunan suku bunga bank yang dapat meningkatkan pertumbuhan kredit secara signifikan. Secara teori, ketika ada dana masuk dari luar negeri ke Indonesia, suku bunga akan ditentukan oleh penawaran dan permintaan uang. Penawaran tersebut akan meningkat seiring dengan adanya dana yang masuk dari luar negeri, namun jika permintaan tetap, semestinya suku bunga akan turun. Namun, menurut Nugroho selaku akademisi FEB Undip, terdapat beberapa hal yang menyebabkan suku bunga tidak lantas lekas turun, antara lain karena biaya operasional

11


LAPORAN UTAMA perbankan di Indonesia yang masih cukup tinggi, kemudian ada faktor risiko dimana banyak dari sisi perbankan yang menilai bahwa risiko pemberian kredit di Indonesia masih cukup tinggi, dan terakhir adanya bank pemimpin yang menjadi panutan bank-bank lain dalam hal penentuan suku bunga. Kemudian mengenai kredit macet atau Non Performing Loan, Nugroho menilai bahwa hal tersebut berhubungan dengan pengelolaan risiko oleh bank, “Kalau kita melihat, memang dari waktu ke waktu rasio kredit bermasalah ini makin lama makin turun karena perbankan tidak mau mengambil risiko untuk dinilai sebagai bank dengan kinerja yang buruk, sehingga menjaga kredit bermasalah ini pada level yang rendah di bawah standarnya Bank Indonesia,” ujarnya.

Pengawasan dan Regulasi Mengingat peran perbankan yang cukup besar dalam program tax amnesty, tentu perlu dilaksanakan suatu program pengawasan. Pihak yang berwenang dalam hal ini adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini juga sudah ditindaklanjuti oleh OJK dengan adanya penyesuaian regulasi di bidang perbankan, yaitu POJK Nomor 25/POJK.03/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 27/ POJK.03/2015 Tentang Kegiatan Usaha Bank Berupa Penitipan dengan Pengelolaan. Perubahan ini terdapat pada pasal 20 POJK Nomor 27/POJK.03/2015 dengan adanya penambahan kriteria nasabah perorangan dari sebelumnya khusus nasabah Perusahaan. Pelaksanaan regulasi tersebut pun disambut baik oleh pihak perbankan, terutama dalam mempercepat proses perizinan terkait produk dan/atau aktivitas baru yang disampaikan kepada OJK yang terkait dengan tax amnesty dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Hingga sampai saat ini, seluruh bank yang berpartisipasi dalam tax amnesty dapat dikatakan telah memenuhi ketentuan yang berlaku serta tidak ada permasalahan serius yang terjadi. OJK sebagai otoritas pengawas Gateway berupa Bank, Manajer Investasi (MI), dan Perantara Pedagang Efek (PPE) sangat mendukung kebijakan tax amnesty. “Mendukung program Tax Amnesty yang merupakan inisiatif Pemerintah RI (Kementrian Keuangan RI) dengan cara meyakini bahwa Gateway yang berada di bawah pengawasan OJK melaksanakan program Tax Amnesty dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tulis pihak OJK Semarang saat diwawancara via surat elektronik (surel). Namun demikian, tidak ada pengawasan khusus yang diterapkan OJK dalam rangka tax amnesty. Fungsi dan peran pengaturan dan pengawasan dana repatriasi tax amnesty tetap berada di Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Keberlanjutan Program Salah satu masalah yang cukup mendasar dalam program tax amnesty adalah langkah lanjutan seperti apa yang akan diambil untuk memanfaatkan dana repatriasi yang telah terkumpul. Mengingat jumlahnya yang cukup signifikan, diharapkan dana repatriasi ini dapat mendorong pertumbuhan perekonomian. Pada masa inilah peran perbankan sesungguhnya sebagai penampung dana berjalan. Hal ini pun turut diamini oleh Nugroho, “Kalau dilewatkan melalui perbankan, ya bagaimana perbankan tersebut dapat menyalurkan dalam bentuk kredit yang bisa mendorong perekonomian,” ungkap Nugroho. Perbankan sendiri mempunyai fungsi sebagai intermediasi atau perantara dari pihak yang menyimpan dana ke pihak yang membutuhkan dana. Namun, pada kenyataannya

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

fungsi ini belum berjalan secara optimal karena risiko pemberian kredit yang masih cukup besar. Biasanya, bank akan memilih jalan yang lebih aman, semisal ditempatkan di Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Sebagai surat berharga milik Bank Indonesia, SBI dianggap sebagai instrumen keuangan tanpa risiko. Hal ini menjadi tantangan tersendiri mengenai bagaimana menyalurkan dana repatriasi ke sektor-sektor yang lebih produktif, tidak hanya ditumpuk di SBI saja. Kemudian, hal lain yang tidak kalah penting adalah salah satu isu yang turut mendasari dilaksanakannya program tax amnesty, yaitu perjanjian Sistem Pertukaran Informasi Otomatis atau Automatic Exchange System of Information (AEoI) antarnegara dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Turki. Salah satu aturan main yang harus dipenuhi adalah kesanggupan melakukan pertukaran data perbankan untuk kepentingan perpajakan antarnegara pada tahun 2018.

Imbas Tax Amnesty terhadap Perbankan Perjanjian tersebut membawa dampak positif serta negatifnya sendiri. Dampak positifnya, kebijakan ini memungkinkan pembagian data perbankan serta data pajak antarnegara. Selain itu, kebijakan ini juga mampu mendeteksi ‘wajib pajak nakal’ yang menyembunyikan aset ilegal di luar negeri, sehingga pemerintah dapat memantau penerimaan warga negaranya. Hasil akhirnya, kebijakan ini berpotensi meningkatkan penerimaan negara, khususnya di sektor pajak pribadi. Perbankan pun meluas perannya dalam bidang perpajakan, selain sebagai penampung dana juga sebagai pusat informasi. Kemudian untuk dampak negatifnya, ada kemungkinan diberlakukannya perubahan pada UndangUndang (UU) Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 1992 dimana di dalam UU tersebut, segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya tergolong sebagai rahasia bank. Hal ini tentu akan mengganggu privasi para nasabah. Pihak OJK berharap agar terus berkomitmen kuat untuk mendukung kesuksesan program tax amnesty. “Dan harapan ke depan Gateway yang berada di bawah pengawasan OJK lebih mendukung dan melaksanakan program Tax Amnesty secara optimal dalam koridor ketentuan yang berlaku,”.

“Kalau dilewatkan melalui perbankan, ya bagaimana perbankan tersebut dapat menyalurkan dalam bentuk kredit yang bisa mendorong perekonomian.”- Nugroho, Akademisi FEB Undip

12


LAPORAN UTAMA

Usaha Pemerataan Antarwilayah, Reformasi Perpajakan, Hingga Judical Review MK

Dok. slidesharecdn.com/ddtcfilosofitax-amnesty

Oleh: Niki Agni Eka Putra Merdeka, Dewi Setyoningrum, dan Cynthia Farah Sakina

“Target jangka panjang lainnya dari Tax Amnesty adalah reformasi perpajakan di Indonesia,” - Gunadi, Ketua Tax Center Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia

Tax Amnesty (pengampunan pajak) bukanlah hal yang baru di Indonesia. Pada tahun 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan kebijakan Tax Amnesty yang bertujuan untuk mengembalikan dana revolusi. Penerapan Tax Amnesty kembali dilakukan pada era Soeharto yakni untuk mengubah sistem perpajakan. Kebijakan Tax Amnesty tidak melulu hanya soal pajak, tapi merupakan kebijakan dengan dimensi yang lebih luas dan dilihat secara umum. Mengapa? Dengan adanya Tax Amnesty maka akan ada potensi penerimaan yang akan bertambah dalam APBN baik di tahun ini atau sesudahnya yang akan membuat APBN menjadi lebih berkelanjutan. APBN Indonesia lebih berkelanjutan dan kemampuan pemerintah untuk belanja juga semakin besar sehingga akan banyak membantu program-program pembangunan, tidak hanya infrastruktur tapi juga perbaikan kesejahteraan masyarakat. Setelah melewati badai ekonomi di tahun 2015, pemerintah merasa yakin perekonomian akan semakin membaik di tahun 2016. Pada satu sisi, dengan adanya Tax Amnesty tahun ini dan seterusnya akan sangat membantu upaya pemerintah memperbaiki kondisi perekonomian, pembangunan, mengurangi pengangguran dan kemiskinan serta memperbaiki ketimpangan. Akan tetapi di sisi luar pajak, dengan kebijakan Tax Amnesty diharapkan akan sangat membantu stabilitas ekonomi makro. Apakah itu dilihat dari nilai tukar rupiah, cadangan devisa,

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

neraca pembayaran, atau bahkan sampai kepada likuiditas dari perbankan. Tax Amnesty dan Pemerataan Antarwilayah Di tahun 2016, lahirnya Undang-undang nomor 11 tahun 2016 menjadi tanda Tax Amnesty kembali hadir untuk yang ketiga kalinya di Indonesia. Menurut Miyasto, Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, salah satu alasan Tax Amnesty kali ini adalah karena pemerintah Indonesia sedang membutuhkan dana besar untuk pemerataan antarwilayah, terutama infrastruktur. Melihat tax ratio Indonesia yang relatif rendah dan adanya potensi yang besar di sektor perpajakan, maka pemerintah mengambil langkah untuk mengadakan Tax Amnesty. “Karena kita melihat sebetulnya dana orangorang Indonesia yang tersimpan di luar negeri itu banyak dan mereka sebetulnya enggan masuk ke Indonesia karena salah satunya adalah berkaitan dengan masalah pajak. Oleh karena itu dilakukanlah Tax Amnesty, nanti mungkin yang lalu-lalu diampuni, namanya amnesty, tidak dikenakan denda, tidak dikenakan sanksi (diganti dengan uang tebusan,–red). Tapi sebenarnya Tax Amnesty itu tujuan utamanya adalah untuk memperluas tax base dan untuk memperluas sistem pendataan,” terang Miyasto. Dalam konteks ini, Tax Amnesty dipandang sebagai senjata pemerintah dari sisi fiskal untuk membantu defisit anggaran. Pengampunan pajak meniadakan atau memutihkan pajak

13


LAPORAN UTAMA yang terutang, baik yang tercatat atau yang tidak tercatat dan berdasarkan pada aturan hukum yang berlaku. Secara tidak langsung amnesti pajak juga berimplikasi pada terkumpulnya data dan informasi tentang wajib pajak dan kewajibannya sehingga dirasa mampu meningkatkan pengawasan terhadap upaya penghindaran dan penggelapan pajak.

Akibat dan Tingkat Keberhasilannya Dilansir dari halaman resmi Direktorat Jenderal Pajak, program Tax Amnesty telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp 105 Triliun dari hampir 800.000 wajib pajak yang mengikuti program tersebut. Dari yang ditargetkan pemerintah sebesar Rp 165 Triliun, menurut Miyasto, program Tax Amnesty ini cukup berhasil jika dilihat dari sudut pandang jangka pendek. Dana triliunan yang terkumpul tersebut masih harus digunakan pemerintah untuk merealisasikan target mereka di awal yaitu pemerataan antarwilayah dari segi infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan masyarakat. Inilah yang menjadi target jangka panjang dari diadakannya Tax Amnesty, karena penghasilan dari pajak tidak akan berguna jika penggunaannya tidak sesuai dengan strategi pembangunan nasional. “Tax Amnesty ini untuk jangka panjang belum bisa dilihat keberhasilannya, tapi kalau jangka pendek tentu iya hal ini bisa dilihat dari keberhasilan targetnya berapa sehingga terlihat tercapainya berapa. Penerimaan pajaknya juga cukup meningkat sehingga mampu memperkuat kapasitas fiskal kita, sehingga kalau untuk tujuan jangka panjang itu mesti dilihat lagi dari akselerasi pembangunan tersebut,” jelas Miyasto. Target jangka panjang lainnya dari Tax Amnesty adalah reformasi perpajakan di Indonesia. Gunadi, Ketua Tax Center Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa secara administrasi, Tax Amnesty diibaratkan sebagai pengibaran bendera putih oleh pemerintah. “Kita tidak mampu lagi atau berkehendak dengan melakukan enforcement untuk mengatasi ketidakpatuhan wajib pajak ini dengan mengeluarkan Amnesty. Amnesty ini juga merupakan upaya untuk ‘melupakan’, yaitu melupakan masa lalu yang tidak bagus dan menuju masa depan yang bagus. Tentunya ke depannya harus ada reformasi pajak tadi,” jelas Gunadi. Reformasi yang dimaksud adalah dalam hal tax base. Pajak harus lebih berkeadilan dan data-datanya harus lebih valid, komprehensif, dan terintegrasi sehingga dapat dipantau kepatuhan waib pajak. Kantor pajak harus tahu persis berapa penghasilan seseorang. Kesempatan untuk tidak patuh harus ditutup serapat mungkin, dengan demikian tidak perlu lagi adanya pengampunan pajak. Menghadapi Judicial Review Kebijakan pemerintah untuk mengampuni para wajib pajak ‘nakal’ ini tentunya mengundang suara sumbang dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan Satu Keadilan, yang sempat mengajukan judical review ke Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap UU nomor 11 tahun 2016 tentang Tax Amnesty. Sugeng Teguh Santoso, Ketua Yayasan Satu Keadilan, menjelaskan alasan Yayasan Satu Keadilan bersama sejumlah elemen masyarakat menggugat UU tersebut

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

dikarenakan adanya indikasi untuk melakukan pencucian uang. Indikasi yang mereka temukan yakni di dalam ketentuan UU Tax Amnesty, yang disebut sebagai pengampunan pajak adalah pembebasan tuntutan pidana dan denda administratif bagi wajib pajak yang mengikuti Tax Amnesty dengan membayar uang tebusan. Wajib pajak yang tidak patuh, yang memiliki dana di luar negeri, tidak wajib melakukan repatriasi tapi cukup dengan membayar denda, kemudian dana tersebut bisa diparkir. “Orang-orang yang punya uang di luar negeri yang diduga sebagai “uang haram” hasil korupsi Orde Baru, hasil korupsi pasca Orde Baru, uang-uang korupsi politik, hasil kejahatan narkoba, perdagangan manusia, ataupun pencucian uang, mereka simpan di luar negeri dengan membayar uang tebusan yang besarnya ditetapkan mulai dari 2%, 3%, sampai 4%. Kemudian uang ini dicuci, tidak lagi dimasalahkan, yaitu tidak dapat dijadikan dasar dilakukan penyelidikan. Dengan demikian, UU Tax Amnesty ini dalam kerangka pemikiran kami adalah cara legal pencucian uang,” jelas Sugeng. Kejanggalan lainnya, menurut pria yang juga duduk sebagai Sekretaris Jenderal Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), adalah dalam pasal 22 yang mengindikasikan kekebalan hukum terhadap pejabat yang berkaitan dengan pelaksanaan Tax Amnesty. Indikasi bahwa UU ini adalah pesanan politik juga disampaikan oleh Sugeng. “Kemudian, kalau repatriasi menjadi wajib, tidak akan ada yang mau ikut Tax Amnesty. Dugaan saya, UU Tax Amnesty ini sebetulnya pesanan. Supaya ketika terjadi kesepakatan internasional mengenai pertukaran informasi antar negara secara otomatis, mereka sudah aman. Ini adalah proyek politik,” jelas Sugeng. Pada tanggal 14 Desember 2016, MK memutuskan untuk menolak judicial review yang diajukan oleh Yayasan Satu Keadilan dan elemen masyarakat lainnya. Penolakan tersebut disertai catatan bahwa apabila ditemukan satu hambatan terhadap proses penegakan hukum atas dugaan harta kekayaan di luar negeri dan aparat tidak melakukan penyidikan, maka Yayasan Satu Keadilan dipersilakan menggugat kembali. Saat ini Yayasan Satu Keadilan masih terus mengawal dengan terus mendorong pemerintah agar transparan akan data-data dari Tax Amnesty dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar menyelidiki harta mencurigakan wajib pajak peserta Tax Amnesty yang diparkir di luar negeri. Bukan Solusi Jangka Panjang Tax Amnesty, dengan segala transformasi dalam bidang fiskal maupun dengan segala kelemahan dalam hal hukum dan keadilan, bukanlah suatu solusi jangka panjang bagi perekonomian. Miyasto berharap bahwa Tax Amnesty ini bisa menciptakan iklim yang kondusif dalam sektor perpajakan seperti adanya keterbukaan fiskal dan adanya assessment sistem yang digunakan secara baik, terutama untuk pelayanan birokrasi. “Diharapkan pemerintah dapat menimbulkan rasa kepercayaan masyarakat mengenai uang yang mereka keluarkan untuk membayar pajak ini memang digunakan sesuai yang seharusnya. Maka nantinya tidak akan perlu adanya pengampunan-pengampunan lagi,” tutup Miyasto. (sdw)

14


Wisata Semarang

dok. Edents

Berkunjung ke Pagoda Tertinggi di Indonesia Oleh : Akhmad Sadewa S Semarang merupakan kota yang multikultur. Penduduk kota ini merupakan kombinasi dari berbagai agama dan suku bangsa, seperti suku Jawa, Arab, dan Tionghoa. Di Semarang pun banyak kita jumpai bangunan ibadah yang menjadi ikon wisata Semarang, salah satunya adalah Vihara Avalokitesvara Buddhagaya Watugong. Vihara berlanggam Tionghoa ini berdiri megah di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, tepat berada di depan Kodam Diponegoro. Lokasinya yang berada di pinggir jalan akses Semarang-Solo membuat vihara ini mudah untuk dijangkau. Komplek vihara ini terdiri dari 5 bangunan dengan 2 bangunan utama, yaitu Pagoda Avalokitesvara dan Vihara Dhammasala yang dibangun pada tahun 1955.

Penuh Filosofi Di dalam komplek Vihara Buddhagaya ini terdapat sebuah pagoda bernama Pagoda Avalokitesvara. Pagoda yang dibangun untuk menghormati Dewi Kwan Im ini memiliki ketinggian 45 meter, menjadikannya sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Pagoda ini terdiri atas tujuh tingkat. Angka tujuh memiliki makna bahwa kesucian akan dicapai apabila telah mencapai tingkat ketujuh. Tingkat kedua hingga ketujuh masing-masing dihiasi oleh empat patung dewi Kwan Im. Setiap patung Dewi Kwan Im ini menghadap empat penjuru mata angin. Hal ini bermaksud agar sang Dewi dapat memancarkan welas asihnya ke segala penjuru mata angin. Untuk diketahui, Dewi Kwan Im

adalah penjelmaan Buddha dalam sifat welas asih yang berasal dari Asia Timur. Di dalam komplek vihara ini juga terdapat 5 buah pondok yang menggambarkan 5 ajaran moral Buddha, yakni Pancasila.

Lingkungan yang Teduh dan Asri Meskipun berada di pinggir jalan, Kompleks Vihara Watugong memberikan suasana yang asri dan sejuk. Hal ini karena di areal pagoda ditanami dengan pohon-pohon rindang sehingga menimbulkan suasana yang asri. Sebuah patung Dewi Kwan Im akan menyambut pengunjung yang datang dan di dekat patung Dewi Kwan Im tersebut terdapat sebuah pohon Bodhi yang berukuran cukup besar. Singkat cerita, pada tahun 1934, Narada (seorang Pendeta Buddha) membawa dua pohon Boddhi ke Indonesia kemudian ditanam di kompleks candi Borobudur. Salah satunya kemudian dipindahkan dan ditanam di komplek Vihara Watugong pada tahun 1955. Masuk ke bangunan utama, bau hio langsung menyambut pengunjung yang datang. Untuk masuk ke bangunan utama, pengunjung diwajibkan untuk melepas alas kaki dan berlaku sopan. Di ruang sembahyang utama terdapat patung Kwan Im berukuran besar yang diselimuti jubah berwarna merah muda. Pengunjung diperbolehkan untuk berfoto dengan syarat tidak mengganggu kekhusyukan umat yang sedang bersembahyang. Jika berkeliling lebih lanjut, pengunjung akan menemukan patung Buddha dalam posisi tidur. Jadi Alternatif Liburan Lokasinya yang mudah dijangkau membuat pagoda ini menjadi alternatif liburan warga Semarang dan sekitarnya. Ditambah lagi, pengunjung yang datang tidak dikenakan tiket masuk dan hanya perlu membayar uang parkir seikhlasnya. Dewi, salah satu pengunjung yang datang mengaku tertarik mengunjungi tempat ini karena memberi atmosfer yang berbeda. “Kebetulan saya sedang ada kerjaan di Semarang. Dan teman saya ngajak ke sini karena katanya suasananya seperti di Cina,� ungkapnya. Ia juga mengapresiasi pengelola vihara yang sangat memerhatika segi keamanan dan kenyamanan pengunjung. Ia berharap keberadaan pagoda ini dapat dapat dijaga oleh seluruh elemen masyarakat Kota Semarang. “Harapannya sih semoga pagoda ini tetap terus terjaga, karena pagoda ini juga ngegambarin kerukunan umat beragama di Semarang,� tutupnya.

dok. Edents EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

15


TAX AMNESTY DI MATA MAHASISWA Oleh: Emmanuela Hana R. Siregar

Terobosan baru dunia perpajakan: Tax Amnesty, yang mana sudah diberlakukan sejak 1 Juli 2016 dan berakhir pada 31 Maret 2017 silam. Sebelumnya, pada tahun 1984 dan 2004 program ini sudah sempat dilaksanakan, tapi berujung kegagalan dikarenakan kurangnya dukungan dari berbagai pihak. Tax Amnesty merupakan sebuah terobosan yang disebut-sebut sebagai solusi masalah perpajakan di Indonesia dan diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan perekonomian. Tim Litbang LPM Edents berusaha menggali pengetahuan mahasiswa tentang Tax Amnesty itu sendiri melalui polling yang telah disebar. Pendistribusian kuesioner dilakukan mulai 8 s.d 23 April 2017. Berikut kami sajikan hasil polling tersebut: Saya mengetahui apa itu Tax Amnesty

Saya mengetahui dan paham kapan mulai dan berakhirnya Tax Amnesty.

Darimana saya mengetahui informasi terkait Tax Amnesty.

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

Saya setuju dengan diberlakukannya kebijakan Tax Amnesty di Indonesia.

Saya setuju bahwa Tax Amnesty merupakan solusi dari perpajakan di Indonesia

Menurut saya, pelaksanaan Tax Amnesty ini disambut baik oleh berbagai pihak (terutama para pengusaha target dari Tax Amnesty).

16


POLLING Menurut saya, pelaksanaan Tax Amnesty sejauh ini sudah berjalan efektif

Dampak yang timbulkan dengan adanya program Tax Amnesty ini bagi perekonomian Indonesia sangatlah besar.

Saya optimis dengan adanya kebijakan Tax Amnesty ini dapat membantu menyelesaikan masalah perpajakan di Indonesia.

Saya setuju jika Indonesia tetap melanjutkan program ini

Saya setuju jika ikut serta dalam Tax Amnesty merupakan sebuah upaya dalam membantu pemerintah mempercepat pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi serta bagian dari reformasi perpajakan yang lebih berkeadilan.

Berdasarkan hasil survei di atas, didapatkan kesimpulan bahwa Dari 140 responden, 88% mengatakan mengetahui tentang tax amnesty, 8% mengatakan ragu-ragu dan sisanya 4% mengatakan tidak mengetahui. Tingginya angka ini juga berhubungan dengan kepekaan mahasiswa ekonomi terkait isu-isu dan kebijakan ekonomi. Tax amnesty dilakukan dalam tiga periode. Periode I dimulai 1 Juli s.d 30 September 2016. Periode II dimulai dari 1 Oktober s.d 31 Desember 2016. Dan Periode III dimulai dari 1 Januari s.d 31 Maret 2017. Akan tetapi, dari 140 responden, hanya 55% memahami tentang periode tax amnesty (dimulai dan berakhirnya tax amnesty). Sosial media menjadi media utama dalam penyebaran informasi terkait tax amnesty. Terbukti sebanyak 57% responden mendapatkan informasi tentang tax amnesty dari sosial media. Ini berarti menjadi tugas pemerintah dan instansi terkait untuk lebih menggenjot penyebaran informasi tax amnesty di semua media. Tax amnesty dianggap menjadi angin segar bagi perekonomian nasional, khususnya perpajakan. Sebanyak 66% responden mengaku optimis bahwa dengan adanya kebijakan tax amnesty ini dapat membantu menyelesaikan masalah perpajakan di Indonesia, 18% mengaku tidak optimis dan sisanya 16% mengaku sangat optimis dengan kebijakan ini. Sebanyak 72% responden juga mengaku setuju jika mengikuti tax amnesty merupakan sebuah upaya dalam membantu pemerintah mempercepat pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi. Mereka juga mendukung tax amnesty sebagai bagian dari reformasi perpajakan yang lebih berkeadilan. (sdw)

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

1714


Tentang Mereka

Who You Are, Sepenggal Kisah dari Mantan Edents Oleh: Afnurul Widya Permata

Dok

. Ede nt s

Tidak hanya itu, kemampuan berbahasa asing juga penting. Bahasa Indonesia dan Inggris belum cukup. Bahasa Jepang,Tiongkok, Jerman, Perancis, dan bahasa internasional lainnya perlu dikuasai agar memiliki nilai jual tersendiri. Selain itu, penyertaan Curriculum Vitae (CV) yang lengkap dan menarik perlu dimiliki pula. Sekarang ini bentuk CV sudah mengarah ke digital. Membuat blog pribadi juga menjadi salah satu ajang untuk mengekspresikan diri. Melalui blog, semua dapat ditulis dan dari situlah perusahaan dapat menilai pelamar kerja.

“Kamu tidak akan menjadi orang yang berhasil kalau hidupmu normal,” Imanul Yaqin Imanul Yaqin adalah salah satu Mantan Edents angkatan 1987. Bersama Edy dan DT, mereka mengembalikan nama Edents yang dulu sempat vakum. Pria asal Jakarta ini merupakan lulusan Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB Undip. Economic Student, Edents, menjadi wadah untuk mengekspresikan diri. Keahlian khususnya di bidang IT menorehkan banyak prestasi. Who you are adalah tentang prestasi. Banyak hal yang ia dapatkan selama berkiprah di Edents. Tidak hanya belajar jurnalistik tetapi juga tentang kekeluargaan. Sampai saat ini pun silahturahmi terus terjalin. Terlebih lagi pada tanggal 5 November 2016 lalu semua Edentser (sebutan untuk anggota Edents –red) berkumpul bersama, mulai dari angkatan tua sampai magang turut menghadiri acara tersebut. “Ini menarik sekali. Selain mengetahui how to express dengan media, mereka 99% termasuk orang yang berintegritas. Integritas itu mahal,” ujarnya. Budaya inilah yang hingga sekarang masih tertanam di Edents. Kebiasaan di Edents Ditularkan ke Anaknya Seperti pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, buah hati dari pria berkacamata ini mengikuti jejaknya. Kebiasaan yang ia dapatkan di Edents menular ke anaknya. Dunia digital yang terus berkembang menjadi daya tarik tersendiri. Perlahan-lahan pria alumnus SMA 78 Jakarta ini mengajarkan semua kepada anaknya hingga pada akhirnya dunia terbalik. Kini ia justru diajarkan oleh buah hatinya. Ketika itu anaknya membutuhkan uang saat kuliah. Kemudian mulailah ia membuat desain, majalah, kaos, hingga web sendiri. Menurut Imanul Yaqin, dunia digital harus dimasuki karena menjadi peluang terbesar dalam lapangan pekerjaan. “Digital ini sekarang sudah menjadi pilihan, must have, ikuti trend yang ada,” sarannya.

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

Pengalaman Organisasi Jadi Nilai Tambah Pengalaman organisasi juga menjadi sorotan khusus bagi perusahaan. Mereka memberi poin tinggi pada aktivis saat masih kuliah dulu. Ini bukan tentang almameter tetapi who you are. Semua mempunyai hak yang sama. Hanya saja yang membedakan adalah personality. “Memang kelebihan Undip memiliki network yang bagus, ibarat lahan itu sudah subur. Cuman, anda ini bibit unggul yang ada di lahan subur perlu disiram, dirawat agar optimal. Kenali diri sendiri dan gali potensi anda. Peluang sangat terbuka, semangat harus punya dan kita harus bersaing,” ujarnya.

Gemar Menulis dan Membaca itu Penting Nothing menjadi something. Hal-hal sederhana seperti suka menulis dan membaca dapat menambah nilai jual pada individu. Investasi tidaklah harus berupa emas. Buku pun lebih berharga daripada emas. Buku adalah jendela dunia. Benar, dengan banyak membaca dapat memiliki wawasan yang lebih luas. Membaca tidak hanya sekadar baca buku, televisi, internet, alam pun perlu. Dengan demikian, kita dapat melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Tatkala memiliki sebuah kesukaan hingga lupa waktu, bisa jadi itu adalah bakat. Semua orang mempunyai bakat yang berbeda. Memang perlu dilatih supaya bakat dapat muncul pada diri seseorang. Ketika hal tersebut sudah ditemukan, mencoba menekuni dengan senang hati. Jika sudah seperti itu, gaji tidak perlu dipikirkan. “Banggalah dengan prestasi Anda. Hidup itu pilihan. Main tidak apa-apa, yang penting tahu batasnya. Masa depan Anda ada di tangan Anda,” ujarnya. Ada istilah berpikir out of the box, inside the box dan thinking in a new box, namu istilah itu tidak berlaku bagi dirinya. “Kagak usah ada box-box-an, without the box saja. Jadi kita bebas berpikirnya,” jelasnya. Hal terpenting ialah mau dan niat. Setelah mengetahui kemauan yang ada pada diri kita, fokuslah dengan jalan yang sudah dipilih. Tentu setiap tindakan ada konsekuensinya, namun setelah melalui proses tersebut akan lebih mudah untuk mencapai tujuan. Seseorang yang dipilih menjadi sukses yaitu memilih dirinya sendiri menjadi sukses. “Kamu tidak akan menjadi orang yang berhasil kalau hidupmu normal,” tutupnya. (sdw)

18


Frisca Devi Choirina yang kini menjabat sebagai Co Founder Investor Saham Pemula (ISP) merupakan lulusan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro tahun 2014. Meskipun belum genap tiga tahun meninggalkan bangku kuliah, lulusan program studi Manajemen ini mampu membuktikan pepatah “sukses tak menunggu tua”. Perempuan yang kerap disapa Frisca ini, seringkali mendapat undangan untuk menjadi pembicara, baik itu mengenai seminar pasar modal maupun sekedar berbagi pengalaman kesuksesannya. Kegemarannya terhadap dunia pasar modal, rupanya membawa Frisca semakin menggeluti passion-nya tersebut, hingga ke titik sekarang ini. Sebelum mendirikan bisnisnya sendiri, Frisca mengawali karirnya sebagai supervisor di sebuah perusahaan sekuritas. Hal ini sesuai dengan rencana Frisca semenjak masih duduk di bangku kuliah, di mana setelah lulus ia berkeinginan untuk terjun penuh di industri pasar modal Indonesia. Pada saat masih mengenyam bangku pendidikan, Frisca dikenal sebagai seorang yang aktif berorganisasi bahkan ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua OSIS di SMA-nya. Pada saat kuliah pun, ia menjabat sebagai Manager Human Resources Development (HRD) di Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEB Undip. Pengalaman keorganisasian yang dia peroleh membuat kualitas dirinya semakin ter-upgrade dan menambah jaringan pertemanan (networking) yang ternyata sangat bermanfaat pada saat dirinya mulai merambah ke dunia kerja. Selain itu, melalui organisasi Frisca memperoleh kemampuan public speaking dan negosiasi, di mana dua hal ini merupakan hal yang sangat menunjang profesinya sekarang. Dampak besar organisasi terhadap karir membuat Frisca sangat menekankan kepada mahasiswa agar tidak menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Mahasiswa harus memanfaaatkan masa kuliahnya semaksimal mungkin untuk menggali potensi dan menemukan hal-hal yang menjadi passion-nya terlepas dari kemampuan akademiknya. Frisca menuturkan bahwa mahasiswa jangan hanya terfokus terhadap IPK tinggi saja tetapi soft skill serta pola pikir yang didapatkan selama proses perkuliahan tak kalah penting untuk diperoleh. “Mahasiswa harus memiliki peran lebih di masyarakat, sehingga ilmu yang ia dapatkan di bangku kuliah tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri saja, tetapi juga harus bermanfaat bagi orang lain,” tukasnya. Setelah lulus kuliah, perempuan yang menjadikan Sri Mulyani sebagai role modelnya ini bekerja di industri pasar modal selama dua tahun. Setelah itu, ia memutuskan untuk terjun secara penuh di komunitas yang dicetuskannya bersama rekannya yaitu, Tias Nugraha Putra, yang juga seorang alumni FEB Undip. Komunitas ini bernama Investor Saham Pemula (ISP), yang merupakan komunitas gerakan sosial skala nasional yang berfokus pada bidang edukasi pasar modal untuk masyarakat Indonesia dari berbagai usia maupun kalangan. Komunitas ini menjadi tempat bernaung untuk investor saham berbagi pengetahuan dan pengalaman khususnya kepada calon investor saham yang sedang mencari pengetahuan mengenai pasar modal. Komunitas ini menjadi tempat sharing informasi

mengenai rekomendasi saham berdasarkan data akurat serta analisis teknikal atau analisis fundamental. ISP telah tersebar di 27 kota di Indonesia dengan jumlah anggota kurang lebih 7000 orang.

Komunitas ISP dibentuk karena keprihatinan Frisca terhadap masyarakat Indonesia yang sering terjebak oleh investasi bodong atau skema penipuan berbentuk investasi atau pernah menderita kerugian di forex (pasar valas) atau pasar saham, sehingga akhirnya skeptis terhadap dunia investasi di Indonesia. Frisca berpendapat bahwa masyarakat Indonesia sesungguhnya ingin berinvestasi di bidang keuangan tapi mereka bingung harus bertanya ke mana dan mendatangi siapa. Semua itu pasti dirasakan oleh masyarakat yang belum melek pasar modal, bahkan seorang mahasiswa Ekonomi atau bahkan alumni sekalipun pasti ada banyak yang masih belum tahu mengenai pasar modal secara keseluruhan. Semua hal itu dirasakan secara langsung oleh Frisca, sehingga hal tersebut menjadi latar belakang berdirinya komunitas ISP di mana ia sekarang diamanahi sebagai Ketua Umum. ISP memiliki visi besar untuk memajukan pasar modal di Indonesia dengan berbasis investor domestik yang cerdas. Dalam mengedukasikan pasar modal ke seluruh masyarakat Indonesia, ISP dibantu oleh ISP Ambassador yang terdapat di setiap regional. ISP Ambassador merupakan mahasiswa aktif atau fresh graduate yang memiliki passion di bidang pasar modal untuk menjadi agent of change. Menjadi seorang pemimpin tentunya bukanlah perkara yang mudah, apalagi di perusahaan berskala nasional seperti ISP. Tak heran Frisca pun kerap beberapa kali menemui kendala terutama dalam hal manajemen sumber daya manusia (SDM). Mau tidak mau tenaga dan pikirannya harus bekerja berkali-kali lipat dibanding dengan sebelumnya. Tetapi ia menganggap hal itu sebagai pembelajaran dalam ilmu kehidupan yang tidak akan ia jumpai di bangku kuliah. Meskipun akan ada banyak ujian yang datang dari setiap proses transisi dalam hidup seseorang, Frisca memiliki prinsip bahwa selama ia selalu berprasangka baik kepada Sang Pencipta maka semuanya akan baik-baik saja. Selalu berfikir positif merupakan kunci kesuksesan dari Frisca. Frisca berpesan kepada para mahasiswa agar terus berkarya dan berkontribusi bagi bangsa Indonesia melalui bidang keahlian masing-masing. “Jaga dan tingkatkan jiwa nasionalisme, karena jiwa nasionalisme akan selalu membuat orang mau berkorban demi kemajuan bangsanya, terlepas dari bidang apapun,” tutur Frisca. (sdw)

“Belajarlah menemukan hal-hal yang disukai dan bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang banyak dan tentunya always love what you do,” – Frisca Devi Choirina, Co Founder Investor Saham Pemula (ISP)

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

19

Kunjungi! www.lpmedents.com

Oleh: Yayuk

Dok. Edents

Frisca dan Kisahnya Menjadi Co Founder Investor Saham Pemula

Tentang Mereka


Tentang Mereka

Dok. media.licdn.com

Mawapres FEB 2017: Sibuk Organisasi Bukan Jadi Halangan Berprestasi Oleh: Hesti Hardana

“We are so much more than the looks, we born not to just exist but to make a different,” – M. Priaji Adhikara, Mawapres FEB 2017 Sebagai mahasiswa, kita dituntut untuk memiliki kemampuan hardskill dan softskill. Mohammad Priaji Adhikara yang merupakan sosok yang kritis, detail, dan mudah bergaul ini adalah salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro dengan hardskill dan softskill yang tidak diragukan lagi. Melalui prestasi akademik, ia berhasil memperoleh gelar Mahasiswa Berprestasi FEB tahun 2017. Tidak hanya itu, mahasiswa Departemen Akuntansi angkatan 2014 ini juga aktif di berbagai kegiatan organisasi kampus maupun lingkungan sosial lainnya. Prestasi Oke, Organisasi Oke Salah satu indikator penilaian Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) adalah prestasi akademik yang telah dicapai. Priaji mendapatkan hal tersebut tentunya bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Menjadi salah satu penerima KPMG ASEAN SCHOLARSHIP, Juara II Debating Contest DSPC, TOP 10 Essay 40th Edents Day, Juara I Regional Jawa Tengah-DI Yogyakarta IAI-ICAEW Business Challenge dan akan melanjutkan kompetisi ke tingkat Nasional adalah prestasi akademik yang mendukung keberhasilannya menjadi Mawapres I Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP tahun 2017. Tidak hanya unggul di bidang akademik saja, Ajik, begitu ia kerap disapa, juga aktif di berbagai organisasi. Dua tahun ia menjadi bagian dari KSPM (Kelompok Studi Pasar Modal) FEB Undip dan saat ini juga adalah tahun ketiganya di HMDA (Himpunan Mahasiswa Departemen Akuntansi). Selain itu, saat ini ia tengah diamanahkan sebagai Ketua Acara Diponegoro Accountings Harmony (DASH) yang merupakan kompetensi tingkat nasional yang diperuntukkan untuk mahasiswamahasiswa Akuntansi seluruh Indonesia. Di luar kampus, ia juga melakukan kegiatan sosial seperti mengajar anak jalanan yang tergabung dalam Volunteer Peduli Pendidikan Semarang. Organisasi Bukanlah Halangan Tuk Berprestasi Bagi Ajik, aktif di organisasi bukanlah hal penghalang dalam meraih kesuksesan di perkuliahan. Organisasi justru menjadi media untuk berlatih dalam mencapai keberhasilan atas prestasi. “Melalui organisasi kita bisa melatih kemampuan hardskill yang telah didapatkan selama kuliah dan mengembangkan kemampuan softskill sehingga keduanya dapat sejalan. Dengan kata lain, prestasi juga terbentuk dari proses pembelajaran yang terdapat di organisasi,” tuturnya.

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

Menjadi sosok yang aktif berorganisasi dapat membantu kita dalam melatih kemampuan softskill yang tentunya sangat dibutuhkan pada saat di dunia kerja. Sementara itu, kemampuan hardskill juga harus dipupuk agar dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan. Sebagai mahasiswa yang benilai tinggi kita harus menyeimbangkan kedua hal tersebut serta diikuti oleh kecerdasan spiritual yang baik. Menurut Ajik, ada empat tips untuk menjadi mahasiswa yang dapat menyeimbangkan hardskill dan softskill. “Jangan pernah menyerah sama tugas kuliah, jangan pernah menganggap tugas kuliah itu berat. Terus yang kedua, jangan pernah menganggap organisasi itu sebagai hal yang menghambat prestasi, karena dalam berorganisasi ada banyak pelajaran yang tidak dapat kita peroleh melalui akademik seperti latihan berkomunikasi dengan banyak orang. Ketiga, selalu ingat pesan orang tua dan tetap berbakti kepada keduanya, karena doa orang tua itu terutama Ibu adalah doa untuk membuka segalanya dan tetap berserah diri sama Allah. Terakhir, belajar untuk berlapang dada dan menerima kegagalan, itu yang paling penting. Karena ketika kita bisa menerima kegagalan, kita akan bangkit dari kegagalan itu serta tidak berputar dengan yang namanya frustasi,” ungkapnya.

Senantiasa Memberikan Manfaat untuk Orang Lain Motivasi Ajik untuk bisa berprestasi dan dapat menginspirasi orang lain adalah ingin mendapat pekerjaan sebelum lulus kuliah yang salah satu caranya adalah dengan mencapai prestasi di kampus. Selain itu, ia juga berpedoman pada suatu pepatah yang memberi ia motivasi untuk berprestasi. “Kita lebih dari yang orang lain lihat, kita lahir di dunia bukan cuma untuk hidup dan diketahui keberadaannya. Tetapi kita juga harus menciptakan perubahan dan bermanfaat untuk banyak orang,” ungkap Ajik. Menurut Ajik, fokus utama baginya agar dapat menginspirasi adalah memberi manfaat kepada orang lain. “Ketika kamu berusaha di kampus dan selalu berdoa, Allah juga akan memberikan peluang bagi kamu untuk mendapatkan prestasi,” tambahnya. “We are so much more than the looks, we born not to just exist but to make a different.” Jangan pernah pernah pedulikan perkataan orang selama perkataan itu hanya untuk merendahkan dan menyepelekan diri kita sendiri, karena seseorang itu lebih dari apa yang mereka lihat dan nasib seseorang ditentukan oleh diri mereka sendiri. Di sisi lain, kita di dunia ini hendaknya berupaya untuk menciptakan perbedaan bukan untuk diam dan apatis. (sdw)

20


Geliat Usaha

The Next Level of Tutoring by BukaBuku Oleh : Sequoia Mohammad Satrio Romadhon

Sebagai mahasiswa terkadang kita mengalami kesulitan dalam menerima materi kuliah dari dosen-dosen yang mengajar, apalagi bagi mahasiswa-mahasiswa baru lintas jurusan. Mahasiswa baru biasanya mengalami fase culture shock, dimana mahasiswa baru yang sebelumnya terbiasa dengan metode belajar di SMA, sekarang harus beradaptasi dengan metode baru. Cara mengajar dosen yang berbeda-beda, materi pelajaran yang lebih sulit lagi, jam kuliah yang berbeda-beda, membuat mahasiswa harus belajar lebih ekstra lagi. Hal itu yang membuat M. Rizky AlCesar dan rekan-rekannya membuat suatu wadah belajar untuk para mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam belajar yang dinamakan BukaBuku. Mahasiswa asal Bandung ini mengaku tujuan utama mendirikan usaha ini adalah untuk meningkatkan standar kompetensi mahasiswa FEB, baik dari indeks prestasi (IP) maupun pengetahuan yang lain. Selain itu, mahasiswa yang akrab dipanggil Eki ini mengaku BukaBuku memiliki tujuan untuk membantu mahasiswa yang merasa kesulitan pada tahuntahun pertama di dunia perkuliahan. “Kadang di bangku kuliah ada dosen yang mengajar materi perkuliahan ‘se-kena-nya saja’, sehingga mahasiswa baru tersebut harus terbiasa dan mencari jam tambahan untuk belajar di luar jam perkuliahan,” tutur Eki. Dia juga menyoroti fenomena banyaknya mahasiswa yang lintas jurusan di FEB. “Mahasiswa baru yang dulu di SMA-nya jurusan IPA biasanya sedikit kesulitan di mata kuliah seperti Ekonomi dan Akuntansi. Sedangkan mahasiswa baru yang dulu di SMAnya jurusan IPS biasanya sedikit kesulitan di Matematika Bisnis,” tambah Eki. Modal untuk mendirikan BukaBuku ini berasal dari dana pribadi. “Modal BukaBuku didapat dari uang pribadi. Saya dan rekan saya bersama-sama berkomitmen untuk mendirikan ini, dan memberikan modal yang sama untuk diawal. Tidak banyak, hanya semampunya,” ujar Eki. Dari awal berdiri hingga sekarang, setiap keuntungan yang didapat, diputar untuk pengadaan barang-barang operasional seperti papan tulis, spidol, dan lainlain. BukaBuku, Beda Dari yang Lain Sisi unik dari bisnis ini adalah BukaBuku hanya menarik konsumen dari kalangan mahasiswa saja. BukaBuku menawarkan beberapa tipe kelas, yaitu Private Class yang terdiri dari tiga peserta didik, Group Class yang terdiri dari 5-8 peserta

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

Dok. BukaBuku

“Mahasiswa baru biasanya mengalami fase, yang tim kami sebut fase ‘culture shock’. Di mana cara mengajar dosen yang berbedabeda, materi pelajaran yang lebih sulit lagi, jam kuliah yang berbedabeda, sehingga membutuhkan kesadaran lebih dan kemauan individu untuk belajar,” - M. Rizky AlCesar, owner BukaBuku. didik, dan Reguler Class yang berjumlah 10-12 peserta didik. Ada juga kelas untuk persiapan UTS dan UAS yang disebut Kelas Cumlaude I dan II. Selain hanya menarik konsumen dari kalangan mahasiswa, yang membedakan dengan bimbingan belajar lain adalah BukaBuku menawarkan suasana baru dan menarik dalam proses kegiatan belajar mengajarnya. “Kami belajar di café-café mitra yang tersebar di Tembalang dan Pleburan agar suasananya lebih fun dan sesuai dengan keinginan mahasiswa saat ini, yaitu nongkrong atau menghabiskan waktu di café,” tutur Eki. Bahkan BukaBuku memberikan service tambahan untuk para konsumennya dengan memberikan fasilitas makanan dan minuman saat belajar. Sampai saat ini, BukaBuku sudah memiliki empat café mitra, yaitu Kedai Ada Eskrim dan De Lasco Restaurant di Tembalang, Papan Kitchen & Co-working dan Hans Kopi di Pleburan. Untuk menarik konsumen, BukaBuku juga sering mengadakan kuis dalam rangka memperingati hari besar di mana para pemenang akan mendapatkan kupon potongan harga untuk kelas di bulan berikutnya. Suka, Duka, dan Kendala Eki mengaku kendala utama dalam usaha ini adalah perbedaan kelas antara S1 dan D3, jadwal beberapa kelas yang bertabrakan, sampai para kakak-kakak pengajar yang mendadak tidak bisa mengajar. “Cara mengatasinya yaitu berkoordinasi dengan tim terlebih dahulu Selain itu, sekarang kami juga memiliki SOP tersendiri seperti cara mengajar, cara pendaftaran, dan sebagainya,” jelas Eki saat ditanya cara mengatasi kendala tersebut. Konsumen yang meng-cancel kelas, kapasitas kelas yang berlebih, hingga hujan lebat yang mengganggu proses belajar mengajar merupakan sedikit dari pengalaman Eki dalam menjalankan usaha ini. “Suka duka selama menjalankan usaha ini sih kadang ada customer yang ngeyel atau mendadak mengcancel kelas, padahal kakak pengajar sudah stand by di café mitra. Pernah juga kapasitas kelas melebihi kapasitas saat kelas Cumlaude, dan mendadak hujan besar di café mitra sehingga kegiatan belajar sedikit terganggu,” ungkap Eki. Meskipun begitu Eki dan rekan-rekannya memiliki “Mimpi” yaitu BukaBuku hadir di setiap universitas yang ada di Jawa Tengah pada tahun 2020, bahkan ke depannya BukaBuku bisa hadir di seluruh pelosok Indonesia. (sdw)

21


SOSOK

Kemajuan Negara Harus Dipikirkan oleh Mahasiswa Oleh : Samuel Petra N

Dok. kemenkeu.go.id

“Tolong kita mulai pikirkan apa yang harus dilakukan untuk negeri ini, karena kalau bukan mahasiswa yang pikirkan siapa lagi� -Suryo Utomo, Staff Ahli Kepatuhan Pajak Kementerian Keuangan RI.

Suryo Utomo, Staff Ahli Kepatuhan Pajak Kementerian Keuangan Ri Suryo Utomo merupakan pria kelahiran Semarang, 26 Maret 1969 yang saat ini sedang mengemban amanah sebagai Staff Ahli Kepatuhan Pajak Kementerian dan Keuangan RI. Pria yang akrab disapa Suryo ini merupakan alumni dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro program studi Akuntansi angkatan 86. Dengan berlatarbelakang Ilmu Pengetahuan Alam saat SMA, awalnya ia mendaftar ke jurusan Teknik Kimia. Tetapi Tuhan berkehendak lain dan akhirnya ia diterima di jurusan Akuntansi. Setelah sempat bekerja, ia kemudian melanjutkan pendidikan S-2 dan pada tahun 1998 berhasil mendapatkan gelar Master of Business Taxation di University of Southern California, Amerika Serikat. Bagaimana perjalanan karir Bapak hingga sukses seperti sekarang ini? Kalau dibilang sukses tergentung orang menilai ya. Saya masuk Undip tahun 86 Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi. Saya sebenarnya background-nya IPA tapi karena tidak diterima di Teknik Kimia saya akhirnya diterima di Fakultas Ekonomi. Kemudian saya lulus cukup lama untuk lulusan S-1 yaitu 6 tahun. Tahun 1993 saya melamar ke Kementerian Keuangan. Dan kemudian berhasil diterima pada April tahun 1993 juga. Masuk disana saya tidak langsung bekerja, saya masuk pendidikan dahulu. Waktu saya lulus kan tidak mengerti pajak, nah, supaya mengerti pajak Kementerian Keuangan memberikan pelatihan. Kemudian saya baru mulai bekerja reguler. Kalau soal jabatan bergerak segala macam, terakhir 2009-2010 saya menjadi Kepala Kantor Wilayah di Semarang, kemudian saya kembali ke Jakarta menjadi Direktur di bagian peraturan (Direktur Extend) dan terakhir saya menjadi Staff Ahli Kementerian Keuangan tahun 2015 kemarin. Apa kegiatan yang Bapak ikuti saat masih menjadi mahasiswa? Saya terus terang saja orang "pinggiran", jadi tidak ikut apa-apa. Senat saya tidak pernah ikut, himpunan tertentu saya juga tidak ikut, saya jalan sendiri. Saya naik gunung sendiri. Kegiatan saya main bulutangkis, jadi bisa dibilang saya tidak punya kegiatan khusus lah.

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

Apa hal yang paling mengesankan waktu Bapak menjadi mahasiswa? Hal yang paling mengesankan waktu mahasiswa jelas gondrong terus kita bebas. Saya terus terang aja nggak punya buku catatan yang bagus. Saya cuma punya satu buku untuk satu semester, saya lipat dan saya kantongin. Itu yang paling mengesankan. Karena prinsipnya bagi saya apa yang saya dengar, bukan apa yang saya catat waktu kuliah. Kalau satu hal yang mengesankan, kuliah itu basis ya. Waktu bekerja hal berbeda lagi akan muncul. Jadi saya pesan ke teman-teman di sini kuliah itu basis kita, pastikan kita punya basis dulu. Sepeti pajak ya basisnya kan akuntansi, tuh kita kuatin di akuntansinya. Jadi waktu kita masuk ke pajak tidak ada masalah yang berat. Apa motto hidup Bapak sehingga bisa sukses seperti sekarang? Motto hidup, kerja ikhlas berikan yang terbaik. Jangan berpikir akan mendapat reward apa dari aktivitas dan kerja total, jadi jangan berpikir kalau aku kerja segini nanti dapet apa ya. Karena apa yang kita kerjakan belum tentu akan kita dapatkan hasilnya pada waktu pekerjaan selesai. Mungkin di lima sampai sepuluh tahun baru kita dapatkan hasilnya.

Apa pesan Bapak untuk mahasiswa dan pemuda Indonesia saat ini pak? Ya mahasiswa dan pemuda Indonesia sebagai calon penerus negara ini tolong betul-betul memahami apa yang ada di negara ini. Kalau dari kami sisi Kementerian Keuangan, negara ini hidup dari mana, negara ini hidup harus melakukan apa. Maksud saya melakukan apa, pasti akan memberikan problem kepada masyarakatnya. Diperlukan sesuatu yang lebih besar, berupa sumber penerimaan kalau saya melihatnya seperti itu ya. Jadi mulai aware kesitu khususnya perpajakan yang sebagian besar peneriman negara dari pajak, jadi ada awareness mengenai pajak. Bukan hanya sebagai wajib pajak, tapi juga agennya pajak, membahasakan kepada orang lain juga bahwa ada kewajiban yang tidak bisa ditinggal dan harus ditunaikan namanya perpajakan. Nah, bagaimana kita dapat melakukan penunaian pajak dengan baik harus ada sinkronisasi antara petugas pajak (orang kita) dengan institusi perpajakan. Tolong kita mulai pikirkan apa yang harus dilakukan untuk negeri ini, karena kalau bukan mahasiswa yang pikirkan siapa lagi. Karena kita sebentar lagi pensiun, jadi harus mahasiswa. Kalau mahasiswa tidak tahu peta jalannya, mau dibawa kemana negara ini. Jadi tolong tongkat estafet harus dijalankan. Apa yang bisa diberikan oleh orangtua saat ini kita share. Serta apa yang mahasiswa mau bisa dikomunikasikan kepada kita. (sdw)

22


POTRET

Peresmian BRT TransSemarang Koridor V (Mateseh-PRPP) dan Koridor VI (Undip-Unnes) EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

23


Sebanyak 28 Armada Bus disiapkan untuk melayani Koridor V dan VI

EDENTS

Bus berwarna biru melayani Meteseh-PRPP. Bus warna Merah melayani Undip-Unnes

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

24


EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

25


Eko dan Nomi | Komik

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

26


Sudut Profesi

Konsultan Pajak: Sebuah Profesi Menjanjikan Oleh: Fajar Sidiq Fansur

Profesi seorang konsultan pajak dewasa ini menjadi suatu hal yang santer dibicarakan oleh banyak orang. Perusahaanperusahaan besar dalam negeri, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, perusahaan multi nasional, pengusaha, para profesional seperti dokter, arsitek serta wajib pajak orang pribadi yang secara undang-undang berkewajiban melakaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya membutuhkan konsultan pajak. Prospek seorang konsultan pajak dinilai menjanjikan, mengingat Indonesia menerapkan Self Assesment System yang artinya setiap wajib pajak secara mandiri harus menghitung, memungut, menyetorkan dan melaporkan besaran pajaknya kepada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayahnya. Akan tetapi, realitas di lapangan sebagian besar wajib pajak belum memahami cara dan prosedur perpajakan seperti cara menghitung dan melaporkan pajak atas penghasilan yang diterimanya, mengisi surat setoran pajak (SSP) dan melaporkan SPT massa atau tahunan. Apalagi saat ini pemerintah yaitu Kementerian Keuangan yang menaungi Direktorat Jendral Pajak (DJP) membuat kebijakan Tax Amnesty yang dibagi dalam tiga gelombang yang harus diakui banyak menimbulkan kebingungan bagi wajib pajak. Di kondisi seperti inilah profesi seorang konsultan pajak banyak dibutuhkan. Membutuhkan Proses Pengalaman dan Pembelajaran Untuk menjadi seorang konsultan pajak pun tidak serta merta terjadi secara instan, tapi membutuhkan proses pengalaman dan pembelajaran. Sebuah jasa konsultan pajak harus mempunyai kemampuan dan pengalaman tersebut sebelum didirikan dan mendaftarkan diri resmi di bawah naungan IKPI (Ikatan Konsultan Pajak Indonesia). Yuli Hartadi, salah seorang konsultan pajak di Hartadi Umbaran Tax Consultant mengaku keinginannya menjadi konsultan pajak berangkat dari pengalamannya bekerja di beberapa perusahaan. Hampir semua perusahaan tempat ia bekerja menggunakan jasa Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk mengaudit serta melaporkan potensi pajaknya. Padahal, secara aturan KAP yang dipercaya perusahaan dalam mengaudit tidak boleh merangkap sebagai konsultan di bidang perpajakan, karena dikhawatirkan akan menimbulkan self interest. KAP murni hanya bertugas untuk memberikan opini hasil auditnya tentang kewajaran dari sebuah laporan keuangan dan menilai sejauh mana perusahaan itu menyusun laporan keuangannya serta menyajikannya dengan data-data yang dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan sebagai konsultan pajak, membantu wajib pajak baik itu badan maupun orang pribadi yang wajib melakukan pembukuan untuk melihat potensi pajaknya dan memberikan advice kepada wajib pajak tentang pembukuan pajaknya sesuai peraturan perpajakan yang berlaku, sehingga tidak sampai wajib pajak tersebut menyalahi aturan perpajakan yang menimbulkan punishment. Berangkat dari pengalamannya itulah akhirnya Yuli bertekad ingin mendirikan sebuah jasa konsultan di bidang perpajakan. Memutuskan menjadi seorang konsultan pajak, berarti harus siap untuk membantu orang yang kesulitan khususnya dalam hal perpajakan, baik itu aturan maupun praktiknya. Hanya menguasai aturan pun tak cukup, karena bagaimana bisa menyusun laporan pajak yang baik apabila justru laporan pajak tersebut inputnya berasal dari laporan keuangan yang kurang baik. “Jadi tugas kami bukan hanya membina dari segi kepatuhan perpajakan, tapi juga dalam hal penyusunan laporan keuangan yang baik,” ungkap Yuli.

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

Sama halnya dengan profesi lain, sebagai seorang konsultan pajak juga memiliki kode etik yang harus dipatuhi, baik itu secara tertulis maupun tidak. Jika seorang akuntan memiliki wadah yaitu Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), para konsultan pajak pun memiliki wadahnya sendiri yaitu Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) yang memiliki kaidah-kaidah dan kode etik yang harus dipatuhi oleh para konsultan yang bernaung di bawahnya. Bicara masalah kualifikasi yang harus dimiliki sebagai seorang konsultan pajak, Yuli menuturkan bahwa konsultan pajak dituntut untuk dapat membaca laporan keuangan dan melihat potensi pajak apa yang terkandung di dalamnya, tentunya dengan proses koreksi fiskal yang harus dilakukan. “Kualifikasi lain seperti brevet pajak A untuk menangani wajib pajak orang pribadi, brevet pajak B untuk menangani wajib pajak orang pribadi dan badan serta brevet C untuk wajib pajak orang pribadi, badan dan PMA, mutlak kualifikasi tersebut harus kami pelajari,” jelasnya.

Mitra Direktorat Jenderal Pajak Sebagai seorang konsultan pajak, Yuli mengaku selalu memposisikan diri sebagai mitra dari Direktorat Jenderal Pajak untuk membantu membina para wajib pajak. “Kami pasti akan selalu memberi pemahaman untuk masyarakat luas tentang peraturan perpajakan dan kewajibannya, karena tidak dipungkiri bahwa bahasa hukum di Indonesia seringkali sulit dipahami, khususnya oleh masyarakat awam yang kadang menimbulkan kebingungan,” jelasnya. Dalam kondisi seperti ini konsultan pajak berperan sebagai partner dari pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak untuk mengedukasi masyarakat luas. Edukasi yang dilakukan bisa berupa pembinaan terhadap wajib pajak untuk meningkatkan kesadaran pajak. Para konsultan pajak harus siap berhadapan dengan masingmasing wajib pajak yang memiliki tingkat kepatuhan berbedabeda. Butuh kesabaran dan kerja keras untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada para klien, agar lebih meningkatkan kepatuhannya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. “Kalau berbicara prospek, mari kita lihat di Jepang jumlah petugas pajaknya lebih sedikit daripada jumlah konsultan pajak. Padahal Indonesia punya potensi pajak yang begitu besar, tetapi yang terdaftar sebagai wajib pajak hanya sepersekian persen saja,” jelas Yuli. Pandangan Tentang Tax Amnesty Program Tax Amnesty merupakan salah satu momentum pemerintah untuk “bersih-bersih” dalam memperbaiki sistem perpajakan di Indonesia. Intinya pemerintah menghimbau para wajib pajak untuk melaporkan harta yang belum dilaporkan untuk segera dilaporkan, karena pasca berakhirnya program Tax Amnesty, punishment untuk para pengemplang pajak akan diperberat. “Ini artinya pemerintah sangat serius menangani penerimaan negara yang bersumber dari pajak. Bukan hanya mencari potensi pajaknya saja tapi sistem yang dibuat juga semakin baik, yang menuntut semua untuk bekerja secara profesional tak terkecuali konsultan pajak,“ ungkap Yuli. Untuk jangka panjang, manfaat Tax Amnesty ini bisa dirasakan karena secara tidak langsung Ditjen Pajak mempunyai basis data yang sudah baik, sehingga penerimaan negara yang bersumber dari pajak tidak mudah untuk dimanipulasi. (sdw)

27


Social Movement Ketimbang Ngemis Semarang: Indahnya Berbagi, Wujudkan Masyarakat Anti Mengemis Oleh : Susi Susanti dan Fajar Ayu Suryani

“Hal yang ingin dicapai yaitu kesadaran warga Semarang, khususnya kawula muda, bahwa di Semarang masih banyak orang kurang mampu yang butuh uluran tangan dari kita. Jadi, tujuan KN Semarang yaitu menjembatani orang-orang yang ingin bersedekah dengan rakyat yang kurang mampu secara langsung,” – Faezal Rachman, staf Divisi Humas KN Semarang

Memiliki Tujuan Mulia Faezal Rachman, yang saat ini menjabat sebagai staf divisi Hubungan Masyarakat Ketimbang Ngemis Semarang, menuturkan bahwa awal terbentuknya KN Semarang dilatarbelakangi oleh banyaknya golongan tidak mampu di wilayah Semarang yang tidak mendapat perhatian dari pemerintah setempat sehingga sangat membutuhkan uluran tangan dari masyarakat langsung. Alasan lainnya yaitu banyaknya masyarakat lanjut usia yang masih gigih bekerja di usia senja mereka dengan berbagai keterbatasan. Ketimbang Ngemis Semarang didirikan bukan sematamata tanpa arah dan tujuan. Sesuai dengan visinya yaitu menjadi sarana media dan komunitas yang dapat berguna bagi masyarakat demi mewujudkan karakteristik manusia yang mandiri dan selalu berusaha. “Tujuan didirikannya KN Semarang yaitu menjembatani orang- orang yang ingin bersedekah dengan rakyat yang kurang mampu secara langsung. Jadi di akun Instagram Ketimbang Ngemis Semarang, pasti kami selalu upload detail siapa saja yang akan diberikan bantuan. Jadi donatur dan relawan juga tahu, hasil donasi itu disumbangkan kepada siapa, pekerjaannya apa, kondisinya bagaimana,” terang Faezal. Mewujudkan Kesadaran Peduli Terhadap Sesama Faezal beserta Tim Ketimbang Ngemis Semarang memiliki cita-cita yaitu mewujudkan kesadaran masyarakat Semarang khususnya para kawula muda untuk peduli terhadap sesama.

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

Mereka juga ingin menunjukkan kepada masyarakat yang masih mengemis bahwa masih banyak pekerjaan lain yang bisa mereka lakukan dan lebih mulia daripada mengemis. Dalam memilih targetnya, Ketimbang Ngemis Semarang tidak lepas dari adanya survei terhadap target. Kategori target yang dibidik oleh Ketimbang Ngemis Semarang yaitu kaum lanjut usia yang benar-benar bekerja, tidak meminta-minta, dan memiliki penghasilan Rp15.000-20.000/hari. “Hal tersebut dilakukan dengan tujuan mengetahui kondisi target yang sebenarnya, apakah benar target tersebut memang layak untuk diberi sumbangan atau tidak,” jelas mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro ini. Dalam hal pendanaan, Ketimbang Ngemis Semarang mendapatkannya dari kegiatan dan acara seperti membuka sumbangan untuk warga Semarang (open donate) dan melakukan kegiatan rutin berupa garage sale pakaian bekas. Tim Ketimbang Ngemis Semarang juga menjual berbagai macam merchandise dan souvenir unik seperti stiker, pin magnet, totebag, mug, dan sebagainya. Cara lain yang dilakukan yaitu dengan iuran rutin dari para anggota. Selain menghimpun dana, Ketimbang Ngemis juga rutin mengadakan gathering anggota tingkat Jawa Tengah dan DIY setiap tahunnya.

Tanggapan Positif Kegiatan yang dilakukan oleh Ketimbang Ngemis Semarang ternyata mendapat tanggapan positif dari masyarakat Semarang dan sekitarnya. “Alhamdulillah positif, banyak warga yang penasaran sama KN Semarang. Setelah tahu, mereka juga mulai donasi lewat kami baik dalam bentuk materiil maupun tenaga, dan banyak juga yang ngasih informasi dan follow up lewat Instagram,” tutur Faezal. Ketimbang Ngemis Semarang selalu meng-update dan posting segala kegiatan yang dilakukan “Kami publikasi lewat Instagram sehingga masyarakat tahu bahwa donasi mereka benar-benar jatuh ke tangan yang tepat,” ungkap Faezal. Hingga saat ini, Ketimbang Ngemis Semarang telah memiliki anggota resmi berjumlah 29 orang dan volunteer berkisar 40 orang. Anggota yang sebagian besar masih berstatus sebagai mahasiswa perguruan tinggi di Semarang, menjadikan komunitas ini selalu kritis terhadap keadaan di sekitarnya. Untuk sistem perekrutan anggotanya, Ketimbang Ngemis Semarang melakukannya tanpa terjadwal, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan komunitas. Perekrutan dilakukan melalui dua tahap yaitu pengisian berkas pendaftaran dan seleksi wawancara. Bagi para volunteer yang benar-benar aktif berkontribusi akan secara otomatis menjadi anggota dari Ketimbang Ngemis Semarang. Faezal berharap semoga ke depannya Ketimbang Ngemis Semarang menjadi sebuah komunitas sosial yang lebih besar, maju dan semakin dikenal oleh masyarakat. Ia juga berharap Komunitas Ketimbang Ngemis semakin menyebar ke berbagai regional sehingga semakin banyak masyarakat kurang mampu yang bisa mendapatkan bantuan. (sdw)

28

Kunjungi! www.lpmedents.com

Di era globalisasi seperti sekarang ini, penggunaan teknologi internet terutama media sosial semakin meluas hampir di segala bidang kehidupan masyarakat. Kini media sosial banyak dimanfaatkan sebagai sarana promosi dan pengenalan berbagai macam bisnis, lembaga, maupun komunitas. Salah satu yang memanfaatkan media sosial sebagai ajang promosi dan penggalangan dana adalah Komunitas Ketimbang Ngemis. Komunitas Ketimbang Ngemis adalah sebuah komunitas yang bergerak di bidang sosial. Didirikan oleh Rizky karena terinspirasi oleh sosok-sosok tua yang masih berjuang keras dengan bekerja di tengah keterbatasan fisik dan usia. Dilatarbelakangi oleh hal tersebut, Rizky yang berasal dari Jogjakarta membentuk sebuah akun Instagram yang diberi nama Ketimbang Ngemis pada 12 Juni 2015. Dengan menggunakan Instagram, Komunitas Ketimbang Ngemis mulai mendapat beragam tanggapan positif dari masyarakat. Tidak heran jika Komunitas Ketimbang Ngemis mulai berkembang luas ke daerah lain di Indonesia, seperti Jakarta, Semarang, Pati, Kudus, Blitar, Magelang, Kebumen, dan daerah lainnya. Salah satu yang selalu aktif menggalang dana di media sosial adalah Ketimbang Ngemis Semarang (KN Semarang). Berdirinya Ketimbang Ngemis Semarang digagas oleh Andro Alif Rakhman pada tanggal 18 Juni 2015 dan terus berjalan hingga sekarang, di bawah pimpinan Erik Prakoso.


Tax Amnesty | Laporan Khusus

Trump Effect: Antara Kontroversi dan Peluang Oleh: Aradeya Tangguh, Veronica Febriana, Dian Priastiwi

Dok. thestar.com

“Presiden Trump adalah seorang narsis, dan butuh perlakuan khusus,” – Suzie Sudarman, Direktur Kajian Wilayah Amerika Serikat Donald John Trump–atau yang biasa disingkat menjadi Donald Trump–merupakan nama yang tidak asing, bahkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Seorang pria yang telah memimpin The Trump Organization–perusahaan induk utama untuk semua usaha properti dan bisnis lainnya– sejak 1971 ini, telah terpilih sebagai presiden Amerika Serikat ke-45 pada pemilihan presiden (pilpres) November silam. Trump yang berasal dari Partai Republik berhasil mengalahkan rivalnya yang berasal dari Partai Demokrat, Hillary Clinton. Terpilihnya Trump sebagai Presiden Amerika Serikat memunculkan banyak reaksi tidak hanya berasal dari masyarakat Amerika Serikat, bahkan juga masyarakat dunia. Salah sikapnya yang cukup kontroversial adalah sikapnya yang dinilai rasis. Namun di sisi lain, masih banyak kebijakan Trump yang tentu saja akan memiliki dampak terhadap negara lain, termasuk Indonesia. Pasca Terpilihnya Trump Sebagai presiden Amerika Serikat yang baru, Trump memunculkan berbagai kebijakan yang berbeda dengan presiden sebelumnya, Barrack Obama. Setelah masa pemerintahan Obama berakhir, Partai Republik yang menguasai badan eksekutif, legislatif, dan yudikatif akan menghapuskan beberapa hal yang telah dicapai di rezim Obama. Hal-hal tersebut di antaranya perjanjian dengan Iran, aturan-aturan lingkungan hidup, keluar dari Perjanjian Paris tentang perubahan iklim, serta deportasi para imgran gelap atau kaum dreamers–mereka yang dibawa ke Amerika Serikat sejak kecil. Direktur Kajian Wilayah Amerika Serikat, Suzie Sudarman menjelaskan bahwa kalangan liberal kurang mahir menjelaskan pentingnya peran pemerintah bagi individu maupun bisnis sehingga beberapa peraturan pemerintah yang bertujuan untuk melindungi warga pun akan ditiadakan. “Padahal peraturan-peraturan pemerintah ditujukan untuk melindungi dari kejahatan korporasi yang akan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan publik,” terang Suzie. Donald Trump dinilai sebagai presiden yang sudah terbiasa

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

untuk berhati-hati dalam merundingkan, mendapatkan bisnis, dan menjalankan komitmen. “Presiden Trump adalah seorang pembangun dan sudah terbiasa untuk secara berhati-hati merundingkan, dan mendapatkan bisnis serta melakukan komitmen. Dia diharapkan akan melanjutkan kebiasaan ini dalam masa pemerintahannya,” ungkap Suzie. Trump adalah presiden Amerika Serikat pertama sejak Perang Dunia II yang tidak mendukung integrasi Eropa. Pada kenyataannya, Uni Eropa menjadi sebuah pasar untuk bersatunya bisnis Amerika Serikat, dimana negara ini adalah benteng untuk menjaga Uni Eropa dari pengaruh komunisme yang ada. “Dengan pecahnya Uni Soviet, Uni Eropa meluas ke arah Timur ke bekas negaranegara komunis dan mendorong tumbuhnya rule of law dan stabilitas seraya menumbuhkan perekonomian,” tambah Suzie.

Trump Effect dalam Ekonomi, Sosial, dan Politik Tak diragukan lagi, kemenangan Trump memberikan dampak bagi Amerika maupun global baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun politik. Perekonomian global telah terseret pengaruh Trump, seperti halnya bagi ekonomi Indonesia. Terbukti dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah melemah sejalan dengan pelemahan indeks saham di berbagai negara di dunia pasca terpilihnya Trump. Menurut Suzie, dari sisi sosial politik, Trump effect yang pertama adalah memperbaiki hubungan Amerika dengan Rusia dan Tiongkok. Jika Amerika Serikat mampu menyesuaikan kepentingannya dengan Rusia dan Tiongkok, maka tentu Indonesia harus bisa mengikuti. “Indonesia adalah sebuah demokrasi fungsional yang mengukuhkan kekuatan presiden Indonesia. Presiden Jokowi adalah manifestasi transisi tersebut,” terang Suzie. Enny Sri Hartati, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengaku bahwa kebijakan Donald Trump memang kontroversial, tapi hal tersebut hanya berlaku pada kebijakan politik dan luar negeri saja. “Nah, sebenarnya kebijakan ekonomi itu sebenernya kalau dengan kalkulasi kebutuhan ekonomi Amerika, menurut saya ada beberapa hal mungkin memang tepat,” ungkapnya. Beberapa

29


Laporan Khusus | Tax Amnesty

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

di Indonesia masih sangat kurang. Kualitas SDM saat ini tidak akan memungkinkan Indonesia untuk melakukan penetrasi pasar ke luar negeri serta pemasukan modal asing ke Indonesia. “Penduduk kita ini tidak punya pendidikan, tidak punya keahlian,” ujar Anwar.

Amerika Serikat dan Tax Amnesty Anwar menganggap bahwa tidak ada yang perlu dilakukan oleh Amerika Serikat terkait dengan amnesti pajak, apalagi jika untuk meniru sistem yang ada di Indonesia. “Amerika sana ya kembali itu, keras sekali. Itulah, didirikan FBI itu untuk mengejar orangorang yang tidak bayar pajak,” ujar Anwar. Bahkan menurutnya, tax ratio di Indonesia dengan Amerika Serikat terpaut cukup jauh yaitu pada angka 11% di Indonesia dan 30% di Amerika Serikat. “Kalau kau tidak bayar pajak (di Amerika Serikat-red), jangan coba-coba, bisa langsung masuk penjara,” pungkasnya.

Menghadapi Trump Effect Menurut beberapa kalangan, Presiden terpilih Donald Trump memiliki kecenderungan untuk konfrontatif dan sulit diprediksi. Kebijakan Trump akan semata-mata terpengaruh pada keuntungan bagi Amerika Serikat. “Ketidakpastian di masa kepresidenannya bisa menjurus ke pecahnya peperangan. AS adalah negara yang membangun jaringan institusi internasional yang membangun tatanan global yang berdasarkan aturan (rules-based order),” ujar Suzie. Untuk itulah, kecakapan membuat kesepakatan menjadi penting dalam menghadapi presiden Trump. Bilamana memungkinkan, Indonesia seharusnya bisa mengembangkan start-up di Amerika Serikat dengan supply chain–rantai pasokan untuk menghadapi kebijakan Trump. “Sebagai misal membuka toko-toko industri kreatif untuk bersaing dengan Pier One di A.S. yang menjual barang-barang industri kreatif,” ungkap Suzie. Dengan demikian, hal ini dapat menghasilkan pekerjaan di Amerika Serikat dan juga sekaligus di Indonesia. Menurut Suzie, dalam menghadapi Trump haruslah mengesampingkan hal-hal yang bersifat etis. Harus melakukan pendekatan secara keras serta dengan memahami seni kesepakatan. “Ia harus dibuat agar merasa cerdas, berkuasa dan dicintai karena ia cenderung berubah-ubah, tapi jangan menunjukkan rasa marah. Presiden Trump adalah seorang narsis, dan butuh perlakuan khusus,” tutup Suzie. (sdw)

Dok. Edents

tahun ini Amerika bisa dikatakan sedang menghadapi tekanan akibat liberalisasi perdagangan Internasional. Jika diamati, pertumbuhan industri di Amerika dapat dinilai cukup lambat karena mengalami persaingan yang ketat dengan Tiongkok. Hal ini berkaitan dengan industri berteknologi tinggi di hampir seluruh negara di dunia melakukan proses assembling-nya di Tiongkok. “Jadi sekarang kalau kita lihat, prototype industri di Amerika itu kan mereka mengembangkan industri-industri yang high technology,” ujar Enny. “Donald Trump ini akan kembali pada sistem proteksi,” ujar Anwar Nasution, Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Indoneisa (FEB UI). Hal ini akan mengakibatkan proses globalisasi di Amerika Serikat menjadi terhambat. “Begitu juga dengan Inggris ya, padahal tadinya kedua negara ini yang merupakan promotor dari liberalisasi, promotor demokratisasi, promotor perdagangan bebas ya, dan migrasi tenaga kerja antar negara,” tambah Anwar. Kembali terkait persaingan dengan Tiongkok, Trump memberlakukan kebijakan proteksi yang dinilai cukup ekstrim, yakni memberikan bea masuk hingga sebesar 45% terhadap produk-produk yang berasal dari Tiongkok. Namun, Enny beranggapan bahwa hal ini tidak akan diberlakukan terhadap negara lain karena industri teknologi tinggi yang sedang dikembangkan oleh Amerika Serikat membuat negara tersebut tidak akan kembali lagi kepada industri di bidang lain. “Saya tidak yakin bahwa Amerika akan proteksi ke semua negara dan semua komoditas dan produk, nggak mungkin,” ungkap Enny. Enny menganggap bahwa kebijakan-kebijakan Trump yang banyak menimbulkan sentimen-sentimen negatif ini seharusnya bisa dilihat dari sisi peluangnya terutama bagi Indonesia. Reaksi penolakan dari berbagai macam negara terhadap kebijakan Trump ini ditakutkan akan menurunkan investment grade Amerika Serikat sehingga akan mengganggu program-program Trump untuk konsolidasi terhadap perekonomian domestiknya. “Karena sebenarnya apakah itu proteksionis, apakah itu cut tax–penurunan pajak– dan sebagainya sebenarnya ‘kan targetnya Trump adalah untuk membuat recovery perekonomian domestik mereka, untuk meningkatkan kembali atau untuk mencapai target pertumbuhan Amerika minimal di atas 2,5% gitu,” ujar Enny. Memang kebijakan-kebijakan Trump akan relatif berorientasi pada ketidakpastian, tapi demikian hal itu merupakan cakupan yang secara global. “Yang harus kita manfaatkan itu adalah peluang-peluang yang sifatnya bilateral,” tambah Enny. Trump Effect dan Indonesia Ketidakmungkinan Trump untuk memproteksi segala produk dan komoditas dari seluruh negara membuat Indonesia masih memiliki peluang dalam hal perdagangan terhadap negara adidaya ini. “Kalau Indonesia mampu memanfaatkan peluang ini, maka sebenarnya penetrasi perdagangan bilateral antara Indonesia dan Amerika justru kemungkinan bisa mengalami perbaikan,” pungkas Enny. Peluang ini dapat muncul karena neraca perdagangan Indonesia dengan negara-negara besar yang saat ini masih relatif surplus adalah dengan Amerika Serikat. “Dengan Jepang juga up and down, kadang defisit kadang surplus tetapi dengan Amerika masih surplus,” tambah Enny. Di sisi lain, Indonesia menjadi salah satu negara tujuan ekspor Amerika Serikat yang sangat potensial. “Karena ekspor terbesar Amerika ‘kan juga kalau dari sisi pangan atau pertanian ‘kan gandum, kedelai, dan itu yang bisa menyerap sangat besar ya hanya Indonesia,” jelas Enny. Anwar Nasution beranggapan bahwa masa depan perekonomian Indonesia pasca terpilihnya Trump akan bergantung pada kebijakan-kebijakan di pemerintahan presiden Jokowi saat ini. Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) ini menganggap bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM)

Anwar Nasution, Guru Besar FEB Universitas Indonesia

30


Tax Amnesty | Laporan Khusus

Tax Amnesty Membuat Lesu Dunia Bisnis, Benarkah? Oleh: Dewi Hastuti, Abdan Husnan Zulkaisi, Yulina Masyrifatun Nisa’

Istilah Tax Amnesty tidak bisa dipisahkan dengan dunia bisnis. Sasaran Tax Amnesty adalah pengusaha-pengusaha besar terutama yang menyimpan hartanya di luar negeri dengan harapan ia bisa membawa pulang hartanya itu untuk disimpan di dalam negeri, atau istilahnya repatriasi. Selain itu, UKM (Usaha Kecil Menengah) pun turut menjadi sasaran Tax Amnesty. Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, Tax Amnesty merupakan pengampunan atau pengurangan pajak terhadap properti yang dimiliki oleh perusahaan yang diatur dalam UU Pengampunan Pajak, dengan kata lain Tax Amnesty berarti adalah pengampunan pajak ataupun penghapusan pajak terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, penghapusan sanksi pidana pada bidang perpajakan, maupun sanksi pidana tertentu yang diharuskan membayar dengan uang tebusan. Pengampunan pajak ini objeknya bukan hanya yang disimpan di luar negeri, tapi juga yang berasal dari dalam negeri yang laporannya tidak diberikan secara benar. Dalam sejarah panjang dari negara kita, keberadaan pengampunan pajak sejatinya sudah pernah diberlakukan di Indonesia. Tepatnya pada tahun 1984 dan 2004 yang lalu. Tahun 2016 ini pemerintah kembali memberlakukan Tax Amnesty yang dibagi menjadi tiga periode. Periode pertama pada bulan September 2016, dilanjutkan dengan periode kedua pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2016, serta periode ketiga yang dilangsungkan pada bulan Januari 2017 sampai dengan bulan Maret 2017.

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

Keberadaan Tax Amnesty mempunyai beberapa tujuan yang jelas antara lain repatriasi atau menarik dana warga negara Indonesia yang ada di luar negeri, meningkatkan pertumbuhan nasional, meningkatkan basis perpajakan nasional, yaitu aset yang disampaikan dalam permohonan pengampunan pajak dapat dimanfaatkan untuk pemajakan yang akan datang, serta untuk meningkatkan penerimaan pajak terlebih pada penerimaan pajak tahun ini. Adapun beberapa peran Tax Amnesty bagi pembangunan nasional Indonesia yaitu, adanya Tax Amnesty dapat menurunkan tingkat suku bunga bank, dapat menjadi momentum sistem perpajakan Indonesia, menambah penerimaan negara untuk APBN tahun 2016 maupun untuk tahun-tahun berikutnya. Warga Negara Indonesia yang mengikuti program pengampunan pajak akan terhindar dari penegakan hukum perpajakan, dapat meningkatkan nilai tukar rupiah, dan membaiknya pasar modal Indonesia. Serta adanya aliran dana Tax Amnesty ke depannya diharapkan bisa digunakan sebagai modal pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terdapat satu penjabaran singkat mengenai beberapa faktor penting yang mendasari tentang pemberlakuan pengampunan pajak di Indonesia, antara lain yaitu adanya pelaku pajak yang belum melaporkan hartanya di dalam dan luar negeri serta belum dikenai pajak di Indonesia. Rendahnya kepatuhan wajib pajak dalam melaporkan kewajiban perpajakan, serta masih rendahnya penerimaan pajak di Indonesia. Hal ini dibuktikan

31


Dok.Linkeld.im

Laporan Khusus | Tax Amnesty

I Made Sukresna, Akademisi FEB Undip dengan adanya tingkat tax ratio Indonesia yang tergolong cukup rendah dibandingkan dengan beberapa negara-negara tetangga lainnya, yakni berada pada kisaran 12%. Untuk diketahui tax ratio Malaysia pada kisaran angka 16.10%, Singapura 13.97%, dan Thailand 16.50%. Dampak Tax Amnesty bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia Berikut terdapat penjabaran sederhana mengenai pemberlakuan Wajib Pajak bagi UMKM di Indonesia : Sumber daya manusia di Indonesia, tidak terpisahkan oleh adanya para pelaku usaha. Menjamurnya jumlah bisnis yang ada di Indonesia, tidak luput dari perhatian pemerintah, dalam hal ini yaitu wajib pajak. Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia yang dikenakan wajib pajak, merupakan UKM yang memiliki omzet sampai dengan Rp 4,8 Miliar pada tahun pajak terakhir. Akan tetapi, terdapat perbedaan tarif yang diberlakukan bagi pelaku usaha yang pelaku usaha yang mempunyai omzet lebih dari Rp 4,8 Miliar. Seperti yang dinyatakan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.03/2016 pada pasal 11 ayat (1) dan (2) yakni Wajib Pajak yang memiliki kriteria sebagai UMKM adalah yang memiliki peredaran usaha hanya bersumber dari penghasilan atas kegiatan usaha dan tidak menerima penghasilan dari pekerjaan dalam hubungan kerja dan atau pekerjaan bebas. Pekerjaan bebas yang dimaksud merupakan pekerjaan yang tidak terikat oleh suatu hubungan kerja, antara lain dokter, notaris, akuntan, arsitek maupun pengacara.

Sehubungan dengan hal tersebut, bagaimanakah peran istansi terkait yang membawahi UMKM di Indonesia? Ngakan Widyana, selaku kepala bidang UMKM Dinas Koperasi Kota Denpasar, menyatakan bahwa peran instansi terkait khususnya Dinas Koperasi adalah menganjurkan UKM untuk bisa berpartisipasi dalam Tax Amnesty. “Memang, kalau peran kita kan hanya menganjurkan saja. Menganjurkan kepada pelaku UMKM untuk bisa ikut dalam Tax Amnesty, tidak usah takut. Karena ini sebenarnya, untuk pendataan tentang perpajakan kita, tentang UMKM kita, tentang berapa jumlah pengusaha-pengusaha yang ada dan sebagainya. Dari sekian pengusaha tersebut, berapa persen yang sudah ikut dalam perpajakan itu.” ujarnya. Dinas Koperasi sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan sosialisasi dan pembinaan berupa pendampingan kepada wajib pajak yang berpotensi ikut Tax Amnesty. Akan tetapi, belum semua UKM mau memanfaatkan kesempatan Tax Amnesty ini terbukti dengan masih rendahnya partisipasi UKM yang ikut. Berbicara tentang kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Tax Amnesty, I Made Sukresna (Akademisi FEB Undip) berpendapat bahwa masih banyaknya pengusaha dengan omzet besar tapi belum memilki NPWP. “Ini salah satu contohnya adalah distributor pupuk yang omzetnya satu M tapi belum punya NPWP. Itu sebuah permasalah utama,” tuturnya. Lalu yang kedua itu banyak wajib pajak yang hendak mengikuti Tax Amnesty punya masalah arus kas yang terbatas bila harus melunasi tunggakan seluruhnya sebelum mengajukan Tax Amnesty. “Lalu soal sosialisasi yang kurang terhadap UKM. Ini mungkin pendapat sepihak saja. Padahal UKM perlu sosialisasi dan pendampingan yang lebih mendetail,” tambahnya. Kemudian apakah Tax Amnesty membawa pengaruh yang besar ke dunia bisnis Indonesia? Secara umum, Tax Amnesty memang berpengaruh terhadap dunia bisnis. Meskipun dana repatriasi yang terkumpul belum mencapai target yang telah ditentukan, tetapi sebagian besar target pemerintah terutama dengan munculnya wajib pajak baru, sudah dapat dikatakan berhasil. Dengan munculya wajib pajak baru sebesar 44 ribu jiwa maka akan meng-upgrade basis data perpajakan yang ada di Dirjen Pajak. Untuk permasalahan arus kas terbatas yang dialami oleh beberapa pengusaha, I Made Sukresna menyarankan bahwa sebaiknya dilakukan perpanjangan waktu pelunasan pokok tunggakan pajaknya. “Berhubungan dengan arus kas yang terbatas tadi, sebaiknya dilaksanakan perpanjangan waktu untuk melunasi pokok tunggakan pajaknya, sampai akhir tahun ini, bukan berarti ada Tax Amnesty lagi,” jelasnya. (sdw)

Dok.infobisnis.id

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

32


Tax Amnesty | Laporan Khusus

Untung Rugi Suaka Pajak di Indonesia

Dok. wp.com/semarak.news

Oleh: Gracye Atriana Pane, Albertus Agung P, Lin ShieShieLia Intan S

Indonesia merupakan negara potensial untuk berinvestasi, tetapi sebagian besar rakyat Indonesia malah memilih menginvestasikan uangnya di negara lain yang memiliki tarif pajak lebih rendah. Penelitian Tax Justice Network pada tahun 2010 mengungkapkan bahwa orang Indonesia memiliki aset yang berada dalam tax havens dengan jumlah melebihi 331 miliar dollar AS atau Rp 4500 triliun. Lembaga lain, yaitu McKinsey, mengatakan bahwa aset orang Indonesia di luar negeri adalah sebesar Rp 4000 Triliun. Oleh karena itu, wilayah dengan tarif pajak lebih rendah atau bahkan nol, dikatakan sebagai tax havens atau suaka pajak yang diterminologikan ibarat surga bagi para wajib pajak.

Rencana Menjadikan Batam sebagai Area Suaka Pajak R. Machrijal Desano, Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen, dan Penyidikan Direktorat Jenderal Pajak mengungkapkan bahwa suaka pajak itu lebih kepada perlindungan karena tidak dikenakan pajak, bisa aman, tidak terkait dengan pemberian informasi atau privasi yang dijamin. Dengan latar belakang tersebut, Indonesia berencana menetapkan kawasan di sekitar pulau Batam sebagai wilayah suaka pajak. Deden Dinar Iskandar, akademisi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap suaka pajak tersebut. Hal tersebut karena konsep dasar dari suaka pajak tersebut yakni satu daerah yang memberikan suatu kebebasan pajak untuk aktivitas ekonomi yang dilakukan di luar negeri, sedangkan aktivitas ekonomi yang dilakukan di sana masih dikenakan pajak sesuai aturan yang berlaku. “Ada kontribusi positif itu tidak berarti

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

dana akan masuk ke dalam negeri, itu salah. Dana akan tetap di luar negeri, cuma basisnya ada di dalam negeri,� ujarnya. Kebijakan tentang suaka pajak ini diberlakukan menyusul setelah berakhirnya Tax Amnesty. Tax Amnesty akan mengembalikan pajak yang dimiliki oleh wajib pajak. Sedangkan tax havens menarik kembali orang Indonesia yang berinvestasi di luar negeri agar investasi mereka kembali ke negeri sendiri. Miyasto, Guru Besar FEB Undip, mengungkapkan bahwa perlunya dikeluarkan kebijakan atau Undang-undang tentang suaka pajak yang tetap in line dengan UU Tax Amnesty. Hal tersebut juga sejalan dengan pendapat Machrijal yang mengungkapkan bahwa pertimbangan sebelum diberlakukan suaka pajak diantaranya yakni sudah didukung dengan regulasi yang kuat, aparaturnya memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi, dan skema pengawasan yang efektif. Seperti yang disebutkan sebelumnya, Indonesia juga memiliki potensi lokal yang dapat menarik investasi ke dalam negeri. Machrijal mengungkapkan bahwa daerah yang berpotensi untuk diberlakukan suaka pajak adalah suatu daerah yang dapat diterapkan regulasi, ada sistem perbankan, dan di daerah tersebut ada kemudahan dan diberikan satu daerah yang khusus. Miyasto mengungkapkan bahwa di pulau Batam terdapat wilayah yang berpotensi untuk didatangi kapal-kapal asing, sumber daya yang baik, dan juga terdapat fasilitasfasilitas publik sehingga daerah tersebut sudah cukup baik. “Sekarang mungkin banyak yang tidak terurus sehingga kalau misalkan suaka pajak di situ mungkin juga akan bisa, tapi masih harus dilakukan studi kelayakan juga. Apa betul nanti dengan memberikan suaka pajak ini akan memberikan efek positif bagi perekonomian daerah,� ujarnya. Melihat dari tax ratio

33


Laporan Khusus | Tax Amnesty

dok. Edents

R. Machrijal Desano, Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen, dan Penyidikan Direktorat Jenderal Pajak

Indonesia, perbandingan antara penerimaan pajak dan total Produk Domestik Bruto (PDB) adalah sebesar 11-12% yang masih tergolong dalam taraf rendah. Suaka pajak ini diharapkan nantinya akan menumbuhkan wilayah tersebut yang kemudian mengundang para pengusaha untuk membangun infrastruktur di daerah tersebut. Miyasto mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini sebenarnya sudah mulai beralih dari sektor agraris ke sektor jasa, terutama di daerah Batam. Daerah tersebut harus dikembangkan secara bertahap agar dapat menjadi kawasan ekonomi yang kemudian mampu mengejar ketertinggalan dari negara lain seperti Singapura. Dalam mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan unsur utama berupa clean government dengan sistem pemerintahan yang mulai diberikan prioritas. Pulau Batam, yang direncanakan menjadi suaka pajak, tentu akan menerima dampak paling besar dengan adanya hal tersebut. Sedangkan untuk perekonomian nasional, diharapkan terjadi pemerataan seperti beralihnya penduduk ke wilayah suaka pajak dan mengurangi ketimpangan antar wilayah. ”Ya harapannya sebetulnya kalau di daerah Batam itu karena merupakan salah satu pintu masuk yang berkembang, ini akan berimplikasi pada wilayah-wilayah lain,” ujar Miyasto. Bertolak belakang dengan Deden yang berpendapat bahwa belum tentu suaka pajak tersebut akan mengembangkan perekonomian daerah yang lebih luas. “Tax Haven lebih bersifat aktivitas dan transaksi keuangan. Pengaruhnya terhadap daerah ya hanya pengaruh terhadap lokasi tax haven tersebut, seperti pajak, tapi pengaruh ke daerah yang lebih luas saya tidak yakin itu signifikan,” ujarnya. Suaka pajak dikatakan efektif apabila dampaknya dapat menyejahterakan masyarakat. “Jadi kalau adanya suaka pajak itu berarti bisa menimbulkan investasi yang besar di wilayah itu ya, kemudian bisa menimbulkan potensi ekonomi daerah yang besar, pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan juga semakin bagus ya. Ini sebetulnya boleh dikatakan efektif,” ujar

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

Miyasto. Namun, ada hal-hal yang harus dipertimbangkan yaitu mengurangi kerusakan lingkungan, bukan hanya lingkungan alam, tapi juga lingkungan sosial, politik, dan sebagainya. Di sisi lain, Machrijal mengungkapkan bahwa keefektifan suaka pajak dapat dilihat setelah ada kajian komprehensif dari pemerintah terkait suaka pajak tersebut. Suaka Pajak dan Implikasinya Berjalannya suaka pajak yang telah ada di negara asing saat ini menimbulkan dampak-dampak negatif seperti pencucian uang. Machrijal mengungkapkan bahwa cara untuk mengantisipasi hal tersebut adalah berdasarkan regulasi. “Jadi kalau kajian komprehensif tadi yang saya katakan sudah dipikirkan sebelum mengambil keputusan bahwa suatu daerah atau kawasan dijadikan tax haven,” ujarnya. Machrijal berharap bahwa suaka pajak ini akan menjadi suatu alternatif solusi yang akan didukung oleh kajian kebijakan secara komprehensif oleh pemerintah. Ia juga berharap bahwa proses suaka pajak ini dapat dipercepat karena mangingat proses-proses pembangunan yang akan berjalan terus. Miyasto berharap suaka pajak ini dilindungi dengan payung hukum yang in line dengan peraturan lain sehingga pemberlakuan suaka pajak tidak melanggar peraturan yang lain. Kemudian, suaka pajak akan berhasil apabila diimbangi juga dengan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas para demokrasi sehingga tercipta good government. Hal tersebut ditunjukkan dengan tidak adanya korupsi, pelayanan birokrasi yang semakin cepat, dan lain-lain. Sementara Deden berharap bahwa suaka pajak tersebut tidak dilakukan. Ia mengatakan bahwa banyak sekali peyimpangan yang bisa terjadi. ”Indonesia dilihat dari kesiapan sistem, kesiapan kelembagaan, dan integritas orangorang yang melaksanakan di lapangan, kita masih tidak berada di level negara-negara maju. Dana yang harusnya lewat pajak, tidak dipajaki. Ada operational cost yang hilang di situ,” ujarnya. (sdw)

34


Sosial Budaya

Taman Budaya Jawa Tengah: Jembatan Pelestarian Kebudayaan Nasional Oleh: Luthfi Setia Mardani

Dok. TBJT

SENA DIDI MIME INDONESIA TEATER - JAKARTA Taman Budaya adalah institusi pemerintah yang berkedudukan dan atau berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Institusi ini dibuat untuk melayani kebutuhan masyarakat, terutama dalam hal berekspresi seni. Institusi inilah yang kemudian bertugas membuat dan melaksanakan kebijakan yang tepat berkenaan dengan fasilitas seni yang dikelolanya.

Sejarah Awal Berdirinya TBJT Gagasan didirikan pusat-pusat kebudayaan di Indonesia yang bernama Taman Budaya bermula dari adanya kesadaran bahwa potensi seni dan budaya Indonesia yang kaya dan beragam. Selain itu, dari hasil evaluasi kunjungan kerja Direktorat Jenderal Kebudayaan ke negara-negara maju di Eropa pada akhir 1970an melihat bahwa kehidupan seni dan budaya memiliki tempat terhormat di tengah masyarakat Eropa. Pusat-pusat kebudayaan tumbuh dan berkembang karena dikelola dengan baik dan sangat profesional. Keberadaannya sangat dibutuhkan sebagai wadah kreativitas, produktivitas, dan wahana apresiatif, sehingga mampu menjadi daya tarik pariwisata domestik setempat, bahkan pariwisata dunia. Oleh sebab itu, dengan pendirian Taman Budaya, diharapkan bahwa di setiap provinsi akan dapat memberikan wadah bagi hadirnya puncak-puncak kebudayaan daerah yang dimiliki dan dibanggakan oleh masyarakat daerah. Obsesi tersebut pertama kali direalisasikan dengan berdirinya Art Center di Provinsi Bali pada tahun 1972, di

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

mana aktivitas kebudayaan seperti kesenian tradisional, upacara adat dan religi berlangsung di dalamnya. Keberadaan Art Center di Provinsi Bali inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal pendirian Taman Budaya di Indonesia.“Sejarah berdirinya Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta ini diawali oleh adanya Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 0276/0/1978 tanggal 16 Agustus 1978 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Taman Budaya Jawa Tengah,� ujar Wijang Jati Riyanto, Kepala Divisi Pengembangan Seni TBJT. SK tersebut menyatakan Taman Budaya merupakan Unit Pelaksana Teknis di bidang kebudayaan di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal Kebudayaan. TBJT, Sebuah Kekhususan Biasanya keberadaan Taman Budaya terletak di Ibukota provinsi, namun, untuk TBJT yang berada di Kota Surakarta adalah sebuah kekhususan. Kekhususan ini terkait dengan latar belakang sosiokultural Kota Surakarta, seperti adanya Keraton Kasunanan dan Keraton Mangkunegaran sebagai pusat kebudayaan Jawa. Adanya institusi seni waktu itu, seperti Sekolah Menengah Konservatori Indonesia (SMKI) dan Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI), serta perguruan tinggi negeri Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) juga mendukung pendirian TBJT di Surakarta.

35


Dok. TBJT

Sosial Budaya

Selama kurang lebih enam tahun, kegiatan Taman Budaya menempati salah satu bangunan milik Keraton Surakarta, yaitu di Sasonomulyo, Baluwarti, Surakarta, sebelum akhirnya pada tahun 1987 semua aktivitas TBJT dialihkan ke lokasi baru di Jalan Ir. Sutami 57 Kentingan, Jebres, Surakarta. Menempati lahan seluas sekitar 5 hektar dan memiliki point of interest berupa Pendopo Ageng berarsitektur Jawa, berbentuk joglo yang besar dan monumental. Sejak tahun itu juga secara bertahap mulai dibangun sarana dan prasarana lain sebagai penunjang aktivitas berkesenian bagi masyarakat yang membutuhkan fasilitas untuk berekspresi seni. Kehadiran TBJT sebagai pusat kesenian ini sejak awal memang diharapkan mampu menunjang setiap usaha pengembangan kebudayaan. Selain itu, TBJT diharapkan dapat menanggulangi proses pemiskinan nilai-nilai budaya yang dapat mengakibatkan pendangkalan pengetahuan serta kelesuan kreativitas dan daya inovatif di bidang seni. Searah dengan hal itu, potensi kedua lembaga pendidikan tinggi, baik Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Surakarta yang sekarang statusnya telah menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan UNS yang lokasinya sebelah menyebelahi dengan TBJT, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari cita-cita tersebut.

Kompleks TBJT Kompleks TBJT terdiri dari beberapa jenis bangunan, seperti Pendopo Ageng, Galeri Seni Rupa, dan Pendopo Wisma Seni. “Pendopo Ageng merupakan ikon Taman Budaya Jawa Tengah. Di tempat ini biasa digunakan untuk kegiatan-kegiatan hampir semua cabang kesenian,” tutur Wijang. Kegiatan yang rutin dilakukan di sini antara lain wayang kulit setiap Jumat kliwon, lesehan keroncong asli, seni, tari, teater modern maupun daerah, serta kegiatan nonkesenian yang memungkinkan untuk ditampilkan misal seminar, gathering produk, dan pameran. Galeri Seni Rupa dibagi menjadi dua gedung, satu galeri seni

rupa besar dan galeri seni rupa kecil. Sesuai dengan namanya tentu fungsi utama sebagai pameran seni rupa, tapi di bisa juga digunakan untuk workshop seni rupa, diskusi, dan screening film. Ada pula Pendopo Wisma Seni yang merupakan tempat untuk menginap bagi seniman-seniman yang pentas di TJBT dan bisa digunakan untuk umum. Semua bangunan ini juga dimungkinkan dapat digunakan untuk kegiatan nonkesenian, disesuaikan dengan tempat dan jadwal kegiatan yang berlangsung di TJBT. Taman Budaya Jawa Tengah memiliki program kegiatan unggulan yaitu program Pelestarian dan Pengembangan Kesenian dan Cagar Budaya, dengan kegiatan peningkatan pelayanan karya seni dan apresiasi masyarakat di Taman Budaya Jawa Tengah. Adapun sub kegiatan unggulannya adalah; Pergelaran Wayang Kulit Malam Jumat Kliwon, Pergelaran Lesehan Keroncong Asli, Festival Seni Tradisional Jawa Tengah, Festival Seni (Modern) Jawa Tengah, Pameran Seni Rupa Jawa Tengah, dan Temu Karya Taman Budaya Se Indonesia. Sebagian besar penyaji berasal dari mahasiswa, pelajar, serta untuk umum. Program-program ini cukup menarik antusiasme dari masyarakat, khususnya pecinta seni. “Minat penonton terbanyak pada kegiatan wayang kulit Jumat kliwon,” ungkap Wijang. Pada malam Jumat kliwon masyarakat berbondong-bondong untuk menonton pagelaran wayang kulit sekaligus bernostalgia akan kebudayaan yang sempat eksis di zamannya yang kini mulai terkikis modernisasi. Harapan TBJT Kedepannya Wijang berharap bahwa masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan Taman Budaya Jawa Tengah sebagai pusat aktivitas kreatif, baik dalam proses produksi (latihan) maupun sosialisasi dan apresiasi karya seni. Tentu saja dengan mematuhi regulasi atau peraturan yang telah ditetapkan. “Sesungguhnya kami berharap, Taman Budaya Jawa Tengah menjadi ‘rumah kedua’ bagi para seniman dan budayawan untuk menggali dan mengasah potensi kreatif mereka,” imbuh Wijang. (sdw)

Dok. Pribadi

“Sesungguhnya kami berharap, Taman Budaya Jawa Tengah menjadi ‘rumah kedua’ bagi para seniman dan budayawan untuk menggali dan mengasah potensi kreatif mereka,” - Wijang Jati Riyanto (Kepala Divisi Pengembangan Seni TBJT) Wijang Jati Riyanto, Kepala Divisi Pengembangan Seni TBJT.

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

36


Diantara Kita

Dok. Edents

Failasuf, Tetap Setia Lestarikan Batik Pesisir Oleh: Dian Fauziyah

“Kalau mau sukses ya harus kerja keras, jujur, berani, dan mau melayani konsumen dengan baik,” - Ahmad Failasuf, Pemilik Batik Pesisir Failasuf

Ahmad Failasuf, Pemilik Batik Pesisir Failasuf Batik merupakan salah satu kain khas Indonesia. Kain yang sarat makna dan filosofi ini muncul pada zaman Kerajaan Majapahit. Pada saat kerajaan Majapahit memperluas wilayah kekuasaanya, batik pun ikut berkembang dan menyebar ke seluruh pelosok nusantara. Sejak 2 Oktober 2009, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Suka dengan Batik Sejak Kecil Batik Pesisir adalah salah satu motif batik tulis khas Pekalongan yang telah dikembangkan dan mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan dan permintaan konsumen. Salah seorang pengrajin yang tetap konsisten dalam melestarikan Batik Pesisir adalah Ahmad Failasuf. Batik karya Failasuf ini sudah beberapa kali dikenakan oleh para pejabat, model hingga artis. Misalnya saat menjadi presiden, Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono pernah membeli batik hasil karya Ahmad Failasuf Meski begitu, Failasuf tidak cepat berpuas diri. Ia mengembangkan karyanya agar bisa semakin bersaing dengan produk lain dengan cara terus berkarya dengan lebih kreatif dan membuat batiknya lebih fashionable sehingga harga jualnya bisa lebih tinggi. Pengusaha batik asal Pekalongan ini mengawali bisnisnya sejak masih kuliah yaitu mulai tahun 1999 dan usahanya diberi nama Batik Pesisir Failasuf. Kecintaan akan batik yang diturunkan secara turun menurun dari keluarga,

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

menjadi awal mula Failasuf mendirikan bisnis ini. “Alasannya ya karena saya suka dengan batik, selain itu cita-cita saya adalah menjadi pengusaha,” ujar Failasuf. Layaknya tak ada gading yang tak retak, setiap usaha pasti memiliki kendala. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat Failasuf untuk terus berkarya. Ia tetap bisa menjalankan bisnisnya meski terhalang beberapa kendala mulai dari tertipu teman sendiri, mendapatkan bayaran dengan giro kosong sampai terlilit hutang. Menurutnya kunci keberhasilan dalam menjalankan usaha adalah kerja keras, jujur, berani, dan mau melayani konsumen dengan baik. “Kalau mau sukses ya harus kerja keras, jujur, berani, dan mau melayani konsumen dengan baik,” tukas Failasuf. Ikut Program Tax Amnesty Ahmad Failasuf merupakan salah seorang pengusaha yang mengikuti program tax amnesty. Menurut Failasuf program pengampunan pajak yang diberikan oleh pemerintah saat ini sangat bagus untuk para pengusaha, khususnya pengusaha UMKM seperti dirinya. Dengan mengikuti tax amnesty, pengusaha menjadi lebih paham tentang perpajakan ke depannya dan adanya pemerataan membayar pajak bagi seluruh UMKM. “Dampak tax amnesty sementara sih kita jadi lebih paham tentang pajak dan kedua jadi diberikan arahan bagaimana sih perpajakan ke depan dan mungkin pemerataan membayar pajak bagi seluruh UMKM,” ungkap Failasuf. Failasuf juga menuturkan dampak positif dengan adanya ax Amnesty membuat pengusaha merasa lega telah melaporkan hartanya dan merasa lebih aman dalam menjalankan usaha. Failasuf berharap dengan adanya tax amnesty para pengusaha merasa diringankan dalam menjalankan usahanya dan tidak kesulitan dalam membayar pajak. Failasuf juga berharap penggunaan pajak dari tax amnesty digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan negara dan masyarakat. “Harapan dengan adanya tax amnesty adalah yang pertama para pengusaha diringankan dalam menjalankan usahanya. Kedua, pengusaha tidak kesulitan dalam membayar pajak, kemudian seterusnya adalah penggunaan pajak digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan negara dan masyarakat,” ujar Failasuf. Selain itu, untuk UMKM Indonesia Failasuf berharap setelah adanya tax amnesty pengusaha bisa menjalankan usahanya tanpa rasa takut dan bingung dalam membayar pajak, sehingga pengusaha bisa lebih berkonsentrasi dalam mengembangkan usahanya dan menjadi lebih baik. (sdw)

37


Kabar Undip

BRT TransSemarang Luncurkan Bus Rute Undip-Unnes Oleh : Rafi’ Qurnia Nawandaputra, Julian Karinena Berlianti

EDENTS

Dok. Edents

Undip (31/03) - Bus Rapid Transit (BRT) TransSemarang koridor V dan resmi diluncurkan. Peluncuran ini digelar di dua tempat yaitu di Kampus Universitas Diponegoro (Undip) yang bertempat di Lapangan Widya Puraya dan di kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes). Di Undip, launching BRT dilaksanakan pukul 13.30, dihadiri pejabat Kota Semarang dan beberapa pimpinan universitas. Launching BRT ini dilakukan dengan sambutan dari pejabat kota Semarang serta dari pihak pengelola BRT. Pertunjukan tari juga ikut mewarnai acara peluncuran BRT ini. Jalur BRT koridor V melayani rute Meteseh-PRPP (bus berwarna biru) dan jalur BRT koridor VI menghubungkan Undip-Unnes (bus warna merah). Untuk tarif BRT sendiri, mahasiswa dan pelajar harus membayar Rp. 1.000 dan Rp. 3.500 untuk umum. Tarif ini hanya berlaku pada hari Senin sampai dengan Jumat. Sementara hari Sabtu dan Minggu, mahasiswa dikenakan tarif umum yaitu Rp. 3.500. Mahasiswa dianjurkan untuk menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) untuk membantu petugas tiket mengenali bahwa calon penumpangnya adalah mahasiswa. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Tri Wibowo atau yang biasa disapa Bowo, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang “Nanti memang untuk mahasiswa dan pelajar bayarnya 1000 rupiah. Mungkin kalau pelajar sudah ketahuan dari seragamnya, tapi untuk mahasiswa diharapkan untuk membawa kartu mahasiswa sehingga penarik karcis bisa tahu kalau itu mahasiswa,” tuturnya. Untuk pengenalan BRT koridor V dan VI, pemerintah memasang tarif gratis untuk 3 hari pertama peluncuran. Peluncuran koridor baru BRT ini banyak menuai pro dan kontra. BRT koridor V dan VI sempat mendapat penolakan dari supir angkutan umum. Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas Perhubungan mengatakan bahwa pada prinsipnya pemerintah kota tidak akan mematikan suatu usaha. Jika memang ada hal yang perlu dibicarakan maka pemerintah kota menerima dengan tangan terbuka untuk membicarakan masalah dan mencari solusinya bersama-sama. Hal serupa juga diungkapkan operator TransSemarang. Menurutnya, supir angkutan umum juga harus ada keterlibatan mengenai masalah ini. Jika supir angkot tidak terlibat maka akan muncul masalah baru seperti berebut penumpang. Rute baru BRT ini masih banyak yang perlu disesuaikan, salah satunya yaitu jumlah shelter (pemberhentian). Menurut Bowo, shelter yang dibangun belum maksimal terpenuhi, baik secara kualitas maupun kuantitas. Nantinya jumlah shelter akan menyesuaikan animo permintaan penumpang sehingga diharapkan penumpang tidak akan terlalu jauh berjalan. “Shelter yang kita bangun memang belum secara maksimal terpenuhi. Memang masih kurang lebih 2/3 dari yang kita butuhkan, ini nanti tergantung dengan animo permintaan penumpang di jalur V dan VI. Sudah barang tentu nanti halte-halte yang sudah kita bangun nanti kita geser karena menyesuaikan permintan penumpang, jangan sampai nanti penumpang terlalu jauh

berjalan. Sehingga kita sudah berkomitmen bahwa kita memang by the service, jadi kita memang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat,” kata Bowo. Jumlah shelter saat ini masih dirasa kurang karena BRT jalur V dan VI masih tergolong jalur percobaan dan masih butuh banyak penyesuaian. Pemilihan jalur Undip-UNNES diharapkan dapat membantu mahasiswa terutama mahasiswa kost yang tidak memiliki kendaraan pribadi untuk memudahkan mobilitas mereka. “Sebagian besar memang mahasiswa. Mungkin nanti dengan rute yang familiar, kalau ini kan belum tahu, dia akan menyesuaikan dia harus berhenti di mana, dia harus berjalan di mana, wajar kalau sebulan ini belum tahu rutenya. Rugi mahasiwa kalau tidak menggunakan ini, 1000 rupiah,” ujar Bowo. Dengan adanya jalur baru dari BRT yaitu jalur V dan VI Bowo berharap masyarakat dapat lebih memanfaatkan angkutan umum daripada kendaraan pribadi supaya jalanan tidak lagi macet. “Sebenarnya, misi saya adalah bagaimana masyarakat meninggalkan angkutan pribadi dan menggunakan angkutan massal sehingga jalan tidak semakin macet,”ungkap Bowo. Adanya BRT jalur V dan VI ini menuai berbagai macam tanggapan dari mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa menanggapi positif adanya rute TransSemarang baru ini. Salah satu mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Joko Purwanto. “Dengan adanya BRT ini kan membantu apalagi kalau pingin pergi antara UndipUnnes. Terus juga kan lebih murah. Cuma kan untuk rute-rute yang disekitar Undip masih kurang, kayak dari sekitar Undip ke Banjarsari. Sayangnya cuma itu aja sih. Coba kalau rutenya menyentuh rutenya anak-anak Undip, apalagi kalau hujan itu kan pasti membantu banget” ungkap mahasiswa yang kerap disapa Joko ini. Sama seperti mahasiswa lain, Joko berharap setelah adanya BRT jalur V dan VI ini, kemacetan di kawasan Undip dapat berkurang. “Semoga nanti dengan adanya BRT, Undip jadi lebih nggak macet,” kata Joko. (sdw)

“Sebenarnya, misi saya adalah bagaimana masyarakat meninggalkan angkutan pribadi dan menggunakan angkutan massal sehingga jalan tidak semakin macet,”- Tri Wibowo, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

38


Komunitas

Undip Cats Lovers (UCL) Wadah Bagi Pecinta Kucing di Undip Oleh: Herdini Nur Islamiati

Karena kucing-kucing berhak mendapatkan hidup yang layak seperti manusia

Dok. instgram/UndipcatLovers

Kunjungi! www.lpmedents.com

Kucing merupakan hewan yang banyak dijumpai di sekitar kita. Tingkah lakunya yang manja dan menggemaskan membuat kucing menjadi pilihan untuk dijadikan hewan peliharaan selain anjing. Selain itu, kucing juga termasuk hewan yang cerdas dan dikenal bersih. Jenisnya pun beragam, mulai dari kucing Ras Persia sampai kucing ras domestik atau yang kita kenal dengan kucing kampung.

Berawal dari Keprihatinan akan Kucing Kampung Undip Cat Lovers (UCL) merupakan wadah bagi mahasiswa di Universitas Diponegoro untuk berbagi pengalaman, menjalin silaturahmi hingga kegiatan amal untuk membantu kucingkucing yang membutuhkan bantuan. Komunitas ini di ketuai oleh Teguh Imam Setiawan mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, (FISIP) Undip. Awalnya, komunitas UCL ini dibentuk karena rasa iba akan seekor kucing kampung yang terlantar di jalan hingga timbul rasa keinginan Teguh untuk mengadopsi kucing tersebut. Setelah mengadopsi seekor kucing tersebut Teguh mendirikan tempat penitipan kucing sehingga banyak mahasiswa Undip yang sering menitipkan kucing-kucing tersebut kepada Teguh, Berita ini tersebar dari mulut ke mulut sehingga banyak pecinta kucing di Undip yang memiliki rasa kepedulian terhadap kucing namun belum ada wadah untuk berkumpul. Oleh karena itu, ia bersama tiga rekannya berinisiasi untuk mendirikan komunitas Undip Cat Lovers. Undip Cat Lovers sendiri bediri sejak bulan Mei 2016. Jumlah anggota komunitas UCL ada 175 orang, 30 diantaranya merupakan anggota aktif. Teguh menambahkan bahwa anggota komunitas UCL sendiri rutin mengadakan kumpul setiap sebulan sekali. Agenda kumpul anggota UCL sendiri yakni sharing pengalaman merawat kucing hingga mengadakan amal yang seperti baru-baru ini UCL lakukan. UCL sedang menggalang dana untuk membantu Ibu Asti, seorang wanita yang merawat 40 kucing kampung di rumahnya. UCL membantu dalam hal donasi, tenaga, hingga obat-obatan. Selain itu komunitas UCL kerap kali membantu kucing-kucing yang butuh penanganan

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

khusus, seperti kucing yang terluka, terjangkit virus, hingga kucing-kucing yang terlantar.

Aktif Kampanyekan Peduli Kucing Komunitas UCL juga sedang aktif mengampanyekan seruan untuk memberi makan kucing-kucing di jalanan. Mereka juga giat berkampanye untuk melindungi kucing yang sakit mupun terluka karena kucing-kucing berhak mendapatkan hidup yang layak seperti manusia. Teguh mengatakan bahwa hendaknya kucing divaksin minimal setahun sekali dan melakukan grooming (memandikan kucing) paling tidak sebulan dua kali agar kucing tidak terjangkit virus. Karena apabila kucing sudah terjangkit virus obat untuk kucing sulit ditemukan di pasaran. Untuk pakan sendiri sebaiknya kucing diberikan makanan kering kucing atau dapat diberikan daging namun harus direbus tanpa bumbu. Teguh tidak menganjurkan pemberian makan kucing berupa daging mentah, karena dapat menyebabkan kucing terjangkit virus. Teguh menuturkan, pemeliharaan kucing secara khusus membutuhkan kocek Rp300 ribu perbulan. Sementara, pemeliharaan dengna threatment biasa cukup dengan Rp 150 ribu perbulan. Adapun syarat mahasiswa Undip jika ingin bergabung di Undip Cat Lovers cukup mudah. "Kita gak punya syarat apa-apa yang penting suka sama kucing bisa langsung join soalnya Insha Allah walaupun gak punya kucing nantinya karena sering main bareng kita bisa kecemplung untuk punya kucing," kata Teguh. Teguh menggunakan rumah miliknya di Kelurahan Bulusan sebagai basecamp. Regenerasi kepengurusan menjadi harapan utama Teguh. Ia berharap komunitas ini dapat melakukan rekrutmen anggota dan mendapat animo yang besar dari pecinta kucing di Undip. Karena komunitas ini bergerak atas dasar kemauan pribadi sehingga mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap kucing dapat bergabung dengan komunitas ini. Terakhir, ia berharap komunitas pecinta kucing ini dapat bermanfaat untuk sesama. (sdw)

39


KABAR

KAMPUS

Jalan Sehat Pererat Hubungan Warga FEB Undip Oleh: Dirga Ardian Nugroho dan Fatyatul Ulfa

dok. Edents

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kini telah berumur 57 tahun. Dalam memperingati hari jadinya ini, FEB Undip menyelenggarakan berbagai macam acara, seperti: Seminar Nasional, Donor Darah, Ekonomi Memancing (EKOCING), Fashion Show, dan berbagai macam acara lainnya. Puncaknya adalah Jalan Sehat Dies Natalis Ke-57 FEB Undip yang telah terselenggara 18 Maret silam. Jalan sehat ini diperuntukan bagi seluruh warga FEB Undip, baik dosen, karyawan, dan mahasiswa. Tak ketinggalan juga, alumni-alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (IKAFE) turut memeriahkan acara ini. Turut hadir pada Jalan Sehat ini, Mohamad Nasir selaku Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti); Yos Johan Utama, Rektor Undip; Heru Sudjatmoko selaku Wakil Gubernur Jawa Tengah; dan Suharnomo selaku Dekan FEB Undip. Acara diawali dengan senam bersama oleh seluruh peserta, dan dilanjutkan sambutan dari Suharnomo dan Yos Johan Utama. Dalam sambutannya, Suharnomo menyampaikan agar warga FEB tetap menjaga semangatnya dan terus berkontribusi untuk memajukan FEB. Ia juga mengapresiasi banyaknya alumni FEB yang telah berhasil mencapai kesuksesan. Dalam sambutannya, Yos juga memuji FEB karena mampu menjadi salah satu fakultas yang sudah terakreditasi internasional. Pemotongan pita dan pelepasan balon oleh Nasir secara simbolis membuka acara tersebut. Rute jalan sehat kali ini dimulai dari FEB, menyusuri jalan menuju Fakultas Ilmu Budaya (FIB), berlanjut ke Widya Puraya dan Rektorat Undip, melewati jalan sekitar Fakultas Sains dan Matematika (FSM), menuju ke Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan kembali lagi ke FEB. Di tengah perjalanan, peserta diberikan kupon yang nantinya akan diundi dalam pembagian doorprize. Sesampainya di FEB, peserta disuguhi berbagai macam makanan dan minuman gratis yang telah disiapkan oleh pihak panitia. Ada berbagai varian makanan dan minuman seperti mi kopyok, nasi soto, siomay, bubur ayam, es krim, es teh, air mineral, dan masih banyak lagi. Tak ketinggalan juga berbagai macam door prize yang dibagikan di acara ini, seperti: televisi, lemari es, sepeda gunung, telepon genggam (handphone), microwave, dan masih banyak lagi. Tak tanggung-tanggung, dua unit sepada motor dibagikan sebagai hadiah utama. Selama jalannya acara pembagian doorprize, seluruh peserta yang hadir sangat terlihat antusias. Acara jalan sehat kali ini juga diisi pengisi acara dari berbagai kalangan, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga alumni yang semakin membuat meriah jalannya pembagian doorprize tersebut. Bahkan Rektor

Undip dan Dekan FEB pun turut menyumbang suara dengan menyanyikan lagu “Kopi Dangdut”. Jalan Sehat ini tidak lain bertujuan untuk meningkatkan hubungan seluruh warga FEB. “Menjalin hubungan dari warga FEB sendiri, khususnya kita kan disponsori dari IKAFE jadi alumni-alumni bisa reuni lah jalan santai gitu,” jelas Annisa Eka Pertiwi, Ketua Panitia Jalan Sehat Dies Natalis Ke-57 FEB Undip. Ia juga menyatakan bahwa pelaksanaan acara yang menggunakan panggung dan bertempat di depan Gedung C merupakan salah satu pembeda dibandingkan acara tahun kemarin. “Kita bikin panggung terus disediakan makanan dari beberapa sumbangan alumni 81 dan 96. Bazar juga banyak sekali bisa sampai hampir 40 bazar. Kayak lebih meriah sih,” tukasnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa acara ini juga memiliki kendala yang berhubungan langsung dengan pihak IKAFE. “Mungkin dari follow up IKAFE-nya, soalnnya kan panggung sama tendanya dari IKAFE. Jadi kita kendalanya kayak dari follow up-nya,” ujarnya. Annisa berharap agar FEB ke depannya semakin baik. “Harapan buat FEB sendiri semoga ke depannya semakin baik. Di warganya sendiri, mahasiswa kayak memacu semangat mereka untuk lebih produktif memberikan prestasi untuk fakultas kita”. Wirdatul Badi’ah, salah satu peserta jalan sehat, mengaku sangat senang setelah memperoleh doorprize televisi 40 inch. “Perasaannnya ya senang alhamdulillah,” ujarnya. Wirda mengharapkan agar ke depannya acara ini bisa lebih baik. “Harapannya itu biar lebih meriah, lebih ramai saja, nanti siapa yang mau nonton kalau ngga kita-kita,” jelasnya. (sdw)

“Menjalin hubungan dari warga FEB sendiri, khususnya kita kan disponsori dari IKAFE jadi alumni-alumni bisa reuni lah jalan santai gitu,” jelas Annisa Eka Pertiwi, Ketua Panitia Jalan Sehat Dies Natalis Ke-57 FEB Undip

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

40


KOLOM PU

Menempatkan Semuanya Pada Tempatnya

Dok. .akumassa.org

Oleh: Adhevyo Reza*)

Apalagi yang ramai diperbincangkan hari-hari ini selain PIlkada DKI Jakarta? Mulai dari televisi, radio, warung kopi, hingga ke pelosok daerah. Sebentar, ada yang menarik untuk kita simak. Objek yang menjadi perbincangan tadi bernama Pilkada DKI Jakarta, tetapi perbincanganya hingga ke pelosok daerah. Pernah kita yang tinggal di kota besar ( seperti Semarang) membicarakan Pilkada Sulawesi Tenggara atau bahkan Nusa Tenggara Timur? Tentu tidak, jawabanya sendiri terletak di objek yang menjadi perbincangan; DKI Jakarta.

DKI Jakarta sebagai Magnet Pertama-tama dalam melihat fenomena, penulis melihat ini sebagai fenomena bukan menjadi masalah seperti yang banyak orang lain lihat. Penulis merasa segala yang terjadi belakangan ini hingga beberapa waktu ke depan merupakan sebagai fenomena guna pembelajaran demokrasi di Indonesia yang konon katanya merupakan negara dengan kesuksesan demokrasi kedua terbesar di dunia. Kita akan melihat sudut pandang tersebut kemudian. Pertama yang harus kita lihat DKI Jakarta memang sebagai magnet dari segala bidang. Mulai dari orang-orang dari berbagai pelosok daerah yang berbondong-bondong untuk datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Anak-anak berusia akhir 20 tahun yang mencoba peruntunganya untuk mencari kuliah di Ibu Kota. Hinggga yang entah tak tahu mau berbuat apa di Ibu kota. Mungkin agaknya gemerlap lampu jalan dan gedung pencakar langit yang tinggi menjulang juga menjadi salah satu magnet. Pemeritahan terletak di sana, DPR, Kementerian, dan Istana

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

Negara ada disana. Pusat perniagaan baik barang ataupun jasa. Universitas-universitas kenamaan, panggung hiburan, gemerlap dunia malam, semuanya ada di Jakarta. Jakarta sendiri merupakan salah satu daerah dengan otonomi khusus di Indonesia selain Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua, dan Nangroe Aceh Darussalam karena keistimewaanya sebagai daerah ibu kota negara. Dari semua penjelasan diatas tak heran maka pemilihan kepala daerahnya menyedot perhatian seluruh Indonesia tanpa terkecuali. Banyak anggapan bahwa Pilkada DKI Jakarta merupakan barometer pemilihan presiden Indonesia. Pemberitaan yang Masif Sejak jauh hari, bulan, bahkan sebelum tahun berganti pemberitaan tentang pilkada DKI Jakarta sangat gencar di media masa seperti televisi. Mulai dari pasang surut calon yang namanya muncul ke permukaan, dari yang pentolan band ternama, hingga entah siapa. Mulai dari elektabilitas petahana yang sangat tinggi, relawan yang dengan sukarela membantu yang ternyata pada akhirnya terayu oleh rayuan partai politik tidak hanya satu bahkan empat. Lalu di detik-detik akhir muncul nama mantan presiden Indonesia ke 6 dan mantan menteri yang belum lama di-reshuffle. Tidak ada yang salah dengan itu semua, tapi porsi pemberitaan yang sangat besar lah yang mau tidak mau menyedot atensi dari seluruh masyarakat Indonesia. Semula kita yang tidak acuh dengan pemberitaan tersebut akhirnya mulai memperhatikan setiap. Seharusnya para media nasional perlu

41


KOLOM PU menyadari bahwa berita yang mereka siarkan adalah dalam skala nasional bukan daerah DKI Jakarta saja.

Penistaan Agama yang Menjadi Gongnya Sebelum kasus penistaan agama yang menimpa salah satu Calon Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Sebelumnya mungkin tidak ada yang menyangka bahwa elektabilitasnya akan menurun drastis setelah video yang merekam aktivitasnya di Kepulauan Seribu beredar luas. Di sini penulis tidak akan membahas masalah hukum yang terjadi dan tentang salah dan benar. Akan tetapi kasus penistaan agama tersebut lah yang menurut penulis menjadi gong beberapa friksi dan suasana panas yang belakangan ini terjadi. Mulai dari saling lapor antara pengunggah video dan sang petahana. Hingga beberapa aksi mulai dari 411, aksi 212 dan aksi-aksi tandingan lainya yang memanfaatkan penanggalan sebagai identitasnya. Aksi-aksi ini berniat untuk menuntut proses hukum kepada petahana yang disangkakan melakukan penistaan agama. Namun karena yang menjadi “objek” penistaan tersebut adalah agama maka reaksi pun berasal dari segala lapis masyarakat dan beragam daerah yang merasa agamanya sudah dinistakan. Entahlah, namun salah atau benar memang relatif. Tetapi setalah tuntutan awal dipenuhi untuk memproses hukum kasus tersebut muncul beberapa tuntutan tambahan hingga yang terbaru seruan untuk “Tamasya Al-Maidah’ guna mengamankan TPS-TPS. Yang menjadi rancu adalah orang-orang yang melakukan “tamasya” ini berasal dari luar kota bukan hanya DKI Jakarta yang notabene melakukan pemilihan kepala daerah

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

Menempatkan Semuanya Pada Tempatnya Kamis, 19 April 2017, setelah melalui proses yang cukup panjang dan menguras tenaga hari pemilihan pun tiba. Apapun hasilnya nanti semoga hasil ini dapat diterima oleh semua pihak. Semua pihak, memang hasil nanti harus dapat diterima oleh semua pihak, bukan hanya yang kalah. Karena hasil ini tentu akan menguras perhatian masyarakat Indonesia. Adapun nanti calon yang kalah dan para pendukungnya harus dapat berlapang dada, dan kembali mendinginkan suasana, karena jika suasana panas ini bertahan lama tentu akan menguras tenaga dan mental bangsa kita. Belum lagi, tahun 2019 nanti merupakan tahun pemilihan presiden Indonesia yang tidak menutup kemungkinan hingar bingarnya sudah mulai terdengar dari tahun 2018. Jika kita berlama-lama larut dalam permasalahan pilkada DKI Jakarta ini kita harus ingat bahwa banyak hal lain yang harus kita lakukan sesuai sebagaimana mestinya. Jadi tempatkanlah semuanya pada tempatnya dan let's move on! *Tulisan ini dibuat tepat saat hari pemilihan, dan sengaja tidak memasukan hasil perhitungan cepat karena konsentrasi tulisan yang lebih kepada fenomena di masyrakat. (sdw)

Dok. Edents

Dunia Maya yang Memecah Belah Selain dari memang suhu politk yang memang tinggi dari para elit politik di negeri ini, gesekan-gesekan lain yang muncul berasal dari masyarakat yang paling bawah. Jamak sekali sekarang kita melihat bagaimana pertentangan dan peredebatan yang dilakukan di dunia maya yang hanya melihat dari satu sisi dan tanpa penyelesaian pada akhirnya. Berbeda dengan perdebatan secara langsung lewat interaksi yang biasa digunakan, kita terbiasa untuk mendengar pendapat dari lawan bicara kita. Jika di dunia maya semuanya terjadi satu arah dan tanpa akhir yang jelas. Coba bagaimana mungkin seseorang dapat menjelaskan analisisnya hanya melalui 140 kata dan hanya dibantu oleh tanda baca tanpa yang membaca tahu bagaimana seseorang tersebut melakukan penekanan dan nada bicara dalam analisisnya? Lalu bagaimana bisa kita meilai penjelasan orang dari situs berbagi video, youtube, yang kita tidak tahu gestur tubuhna secara langsung? Budaya diskusi yang sudah mulai berkurang dan tergantikan oleh penjelasan-penjelasan satu arah di sosial media. Belum lagi ditambah dengan perdebatan-perdebatan tersebut dilakukan oleh para tokoh yang berpengaruh di masyarkat kita bisa sebut artis, politikus, dan lain-lain. Berpolitik dan menyampaikan pendapat pendapat mereka memang dilindungi oleh undang-undang. Namun satu hal yang harus para tokoh masyarakat ini sadari pendapat mereka ini bagai pisau bermata dua, yang jika sesuai dengan keinginan dan dilakukan dengan cara yang benar bisa mengajak orang untuk memilih, namun jika tidak malah dapat memecah belah masyarakat yang menerimanya mentah-mentah begitu saja. Ditambah lagi dengan akun-akun baik di Facebook, Twitter, dan Instagram yang melakukan propaganda-propaganda yang

menjatuhkan calon yang tidak mereka suka. Jumlahnya bukan hanya satu, ratusan, bahkan ribuan. Kemudahan dalam membuat akun-akun inilah yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah bangsa. Ada baiknya kebebasan di negara kita untuk mengakses media sosial tersebut dimanfaatkan dengan bijaksana sebelum negara kita melakukan restriksi terhadap media sosial seperti Tiongkok.

*) Penulis adalah Pemimpin Umum LPM Edents Tahun 2016/2017

42


KOLOM REDAKSI

Miskonsepsi Tax Amnesty Oleh : Akhmad Sadewa Suryahadi*)

Dok. pixabay.com

Tax amnesty (pengampunan pajak) merupakan pengampunan yang diberikan oleh pemerintah kepada wajib pajak. Kebijakan ini dilakukan pemerintah untuk menghasilkan penerimaan pajak yang selama ini belum atau kurang dibayar. Dalam beberapa kasus, undang-undang tax amnesty juga membebankan hukuman yang lebih berat pada mereka yang memenuhi syarat untuk melakukan tax amnesty tetapi tidak melakukannya. Kebijakan pemerintah untuk memberlakukan tax amnesty dirasa cukup menggemparkan masyarakat. Banyaknya pemberitaan dan spanduk yang bertebaran di jalan berisi ajakan untuk menebus pajak membuat masyarakat kebingungan dalam memahami tax amnesty. Apakah masyarakat sudah memahami makna dari pengampunan pajak?

Diampuni Bukan Berarti Bebas dari Pajak Diampuni tidak semerta-merta wajib pajak bebas dari membayar pajak. Masyarakat kemudian berpikir setiap warga negara tidak perlu membayar pajak lagi. Anggapan ini tentu keliru karena tax amnesty hanya menghapus sanksi dan denda yang kemudian diganti dengan uang tebusan. Pengampunan pajak sejatinya adalah memutihkan pajak yang terutang, baik yang tercatat atau yang tidak tercatat dan berdasarkan pada aturan hukum yang berlaku.

Sasaran Tax Amnesty adalah seluruh Warga Indonesia Program tax amnesty yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi terbilang sukses. Lebih dari 350.000 wajib pajak mendeklarasikan hartanya dengan total dana deklarasi Rp 3.620 triliun. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, dana tebusan yang masuk ke kas pemerintah sebesar Rp 97,2 triliun. Di balik kesuksesan tax amnesty, kebijakan ini mendapat ‘kecaman’ dan kritik dari masyarakat. Sebut saja misalnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan Satu Keadilan yang pernah

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) -meski pada akhirnya MK menolak judicial review tersebut-. Mereka menganggap tax amnesty sebagai satu momentum bagi para pengemplang pajak. Kemudahan bagi para penghindar pajak ini menimbulkan kekecewaan mendalam bagi warga dengan pendapatan pas-pasan yang taat membayar pajak. Perlu diluruskan dan dipahami bahwa sasaran tax amnesty bukan hanya mereka yang tinggal di luar negeri, pengemplang pajak, atau orang kaya saja, tetapi seluruh warga negara Indonesia. Sasarannya adalah setiap wajib pajak baik orang pribadi dan badan (termasuk Usaha Mikro, Kecil, Menengah). Meski demikian, sasaran utama dari kebijakan ini adalah para wajib pajak yang menyimpan uangnya di luar negeri. UMKM Pun Ikut Tax Amnesty Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2008. Mendengar kata UMKM mungkin yang terbesit di pikiran kita adalah usaha skala kecil milik rakyat tidak mampu. Akan tetapi, konsep UMKM lebih luas dari itu dan dapat diklasifikasikan berdasarkan omzet dan asetnya. Untuk mengklasifikasikan sebuah usaha apakah itu termasuk usaha mikro, usaha kecil, atau usaha menengah, pemerintah memberikan batasan berdasarkan undang undang sesuai dengan kriteria jenis usaha masing masing. Klasifikasi ini didasarkan atas peredaran usaha dan atau jumlah aktiva yang dimiliki. Usaha mikro adalah usaha yang memiliki total asset maksimal Rp 50 juta dan total omzet maksimal Rp 300 juta. Usaha kecil adalah usaha yang memiliki total aset Rp 50 Juta – 500 juta dan beromzet Rp 300 Juta – 2,5 Miliar. Sedangkan usaha menengah adalah usaha dengan aset total Rp 500 Juta – 10 Miliar dan beromzet 2,5 Miliar – 50 Miliar. UMKM dengan omzet di bawah

43


KOLOM REDAKSI

Rp 4,8 miliar dikenakan tarif tebusan 0,5 persen sedangkan yang beromzet di atas Rp 4.8 miliar dikenakan tarif tebusan 2 persen. Dari penjabaran tersebut dapat disimpulkan bahwa usaha mikro dan usaha kecil dikenakan tarif tebusan 0.5 persen sementara usaha menengah dikenakan tarif tebusan 2 persen. Pada akhir periode pertama amnesti pajak, jumlah wajib pajak UMKM yang yang ikut tax amnesty hanya 69,5 ribu. Padahal, jumlah wajib pajak UMKM yang terdaftar mencapai 600 ribu. Pemerintah kemudian memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM yang ingin menebus pajaknya. Pemerintah memberikan relaksasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangka pengampunan pajak. Relaksasi yang diberikan berupa kemudahan penyerahan Surat Pernyataan Harta (SPH). Pelaku UMKM dapat menyerahkan SPH secara kolektif/perwakilan dari asosiasi dan bentuk SPH tidak harus berupa digital/softcopy. SPH kolektif harus diserahkan ke kantor pajak minimal di tingkat kabupaten. Hal ini dilakukan untuk mendongkrak partisipasi pengusaha kecil dalam program amnesti pajak.

Dok. amazonaws.com

Jadi Pembelajaran untuk Semua Miskonsepsi tax amnesty yang terjadi di masyarakat hendaknya menjadi pembelajaran baik untuk pemerintah, masyarakat, maupun instansi yang terkait. Kesalahpahaman yang terjadi menunjukkan adanya transfer informasi yang tidak sempurna, sehingga terjadilah miskomunikasi yang berujung kepada miskonsepsi. Pemerintah seyogianya lebih memikirkan secara matang strategi komunikasi seperti apa yang akan digunakan

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

Dok. Edents

Tidak Semua Peserta Tax Amnesty adalah Pengemplang Pajak Kata ‘amnesty’ yang berarti ‘pengampunan’ menyiratkan bahwa peserta tax amnesty adalah orang yang wajib ‘diampuni’. Wajib diampuni menimbulkan stigma bahwa peserta tax amnesty adalah orang bersalah, dalam hal ini berarti mereka adalah pengemplang pajak. Akan tetapi, anggapan tersebut salah besar. Meskipun orang yang mengikuti tax amnesty itu berarti mengakui ada aset yang tidak dimasukkan ke dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Bahkan bekas perusahaan milik Presiden Jokowi pun ikut tax amnesty. Ini berarti semua kalangan bisa ikut tax amnesty dan bukan berarti mereka semua adalah pengemplang pajak.

*) Penulis adalah Pemimpin Redaksi LPM Edents Tahun 2016/2017

44

Kunjungi! www.lpmedents.com

Kata ‘amnesty’ yang berarti ‘pengampunan’ menyiratkan bahwa peserta tax amnesty adalah orang yang wajib ‘diampuni’.

dalam penyampaian pesan kepada masyarakat, mengingat daya tangkap masyarakat Indonesia yang berbeda-beda. Pemerintah khusunya Kemenkeu dan Direktorat Jenderal Pajak juga harus menerima kritik dan masukan terkait kebijakan yang akan datang. Pun begitu dengan masyarakat, jangan mudah menerima informasi hanya dari satu pihak saja. Rasa kuriositas harus ditumbuhkan, apalagi terkait kebijakan yang makrosektoral. Terakhir, pemerintah harus benar-benar menjaga dan menggunakan dana hasil amnesti pajak supaya tidak dicolong oleh ‘Gayus Tambunan’ lainnya. (sdw)


OPINI

Wahai Para Generasi Muda, Nasib Negeri Ini Ada di Tanganmu Oleh: Pearlytha M*)

Dok. rumahkeluargaindonesia.com

aturan, turunnya tata krama sosial, anarkisme, hedonisme dan sebagainya. Tentu ini bertolak belakang dengan fungsi dasar generasi muda, yang seharusnya lebih bersatu demi memajukan dan menyejahterakan republik ini. Langkah awal untuk memajukan negeri ini adalah dengan menjadi generasi muda yang lebih baik. Generasi muda yang baik adalah generasi yang mampu mempertahankan ideologinya dan tidak terpengaruh dengan sesuatu menyimpang atau sesuatu yang bukan berasal dari negaranya. Generasi yang tidak ingin dijajah dengan bangsa lain dalam bentuk apapun. Generasi yang mampu membela negaranya tanpa harus berpikir dua atau tiga kali. Dengan menjadi generasi muda yang baik, tentu kita akan mengetahui dengan jelas permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia. Sehingga kita dapat memperjuangkan apa yang benar dan memperbaiki yang salah. Menjadi generasi yang lebih baik dapat dimulai dari diri kita sendiri. Dengan cara memperbaiki sikap-sikap buruk dan menghilangkan sifat negatif dalam diri. Berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan selalu bersemangat dalam melakukan kebaikan. Terus belajar dari bebagai disiplin ilmu dan pantang menyerah dalam segala hal. Sifat nasionalisme dan rasa cinta terhadap tanah air pun harus terus ditumbuhkan. Karena dengan rasa cinta itulah, kesadaran untuk mempertahankan akan muncul dengan sendirinya. Wahai generasi muda, marilah kita majukan negeri ini bersama. Ciptakan perdamaian, persatuan dan kesatuan di antara kita. Wujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Karena nasib bangsa ini ada di tanganmu. Bangsa di mana kita dilahirkan dan kita tumbuh. Bangsa dimana kita berpikir dan bertindak. Bangsa ini butuh kita, sebagai penegak dan pejuangnya. Bersama kita kuat! Bersama kita mampu! Ayo berjuanglah generasi muda, untuk Indonesia yang lebih baik!

“Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia�. Begitulah ucap Bung Karno yang membangkitkan semangat seluruh pemuda Indonesia. Pasti kita sudah tak asing lagi mendengar kalimat petuah dari Sang Proklamator itu. Dalam kalimat tersebut, Bung Karno menggambarkan peran pemuda yang begitu besar dalam pergerakan dan perubahan dunia. Sebagai seorang pemuda, sudah sepantasnya memang kita menjadi harapan dan tumpuan bangsa, karena masa depan bangsa ini tidak selamanya akan dipegang oleh orang-orang tua saja namun juga kita sebagai generasi muda tentu harus mengambil andil dalam menentukan arah dan tujuan bangsa ini. Generasi muda adalah kekuatan terbesar dalam suatu negara. Karena itu, setiap pemuda Indonesia baik yang masih berstatus pelajar, mahasiswa ataupun yang sudah menyelesaikan studinya memiliki tanggung jawab masingmasing untuk memajukan negeri ini. Semangat tinggi yang dimilikinya serta ide dan gagasan yang lahir dari pemikiran mereka akan membawa perubahan bagi negeri tercinta ini, terlebih bagi seorang mahasiswa. Mahasiswa adalah kaum intelektual yang memiliki ilmu yang tinggi. sehingga mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan gagasan-gagasan baru yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bangsanya. Mahasiswa berasal dari masyarakat dan sudah semestinya ia juga mengabdi kepada masyarakat. Pada kenyataannya, para pemuda dan mahasiswa saat ini malah terkesan acuh dengan nasib bangsanya sendiri. Banyak yang tak peduli dengan permasalahan dan polemik yang sedang terjadi dengan negaranya. Mereka lebih mementingkan kehidupan pribadinya sendiri. Bahkan tanpa kita sadari, generasi muda kini justru malah menjadi ‘momok’ yang paling utama dalam berbagai permasalahan. Seperti halnya kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, penyimpangan norma dan *) Penulis merupakan Best Monthly Article 2017. Magang Edents 2016

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

45


Resensi

Teka-Teki Kehidupan Sri Ningsih; Sebuah Pembelajaran Hidup Tere Liye, seperti biasa selalu sukses membawa pembaca terhanyut dalam ceritanya. Ia dikenal piawai dalam memainkan alur cerita, membolak-balikkan perasaan pembaca, dan berakhir dengan ending yang tidak terduga. Tentang Kamu, salah satunya. Novel ini menceritakan kisah perjalanan hidup Sri Ningsih, seorang perempuan yang meninggal dunia dengan mewariskan seluruh kekayaannya kepada kerabat dekatnya. Kisah ini bermula dari seorang pemuda bernama Zaman Zulkarnaen yang merupakan mahasiswa Universitas Oxford dan bekerja sebagai junior associate di sebuah firma hukum ternama di Belgrave Square, Kota London. Meskipun baru bekerja selama dua tahun, Zaman ditugaskan untuk menyelesaikan kasus besar yaitu mengurus warisan dari seorang klien yang baru saja meninggal di Paris, yaitu Sri Ningsih. Sri adalah seorang perempuan tua, berusia 70 tahun, dan belasan tahun terakhir tinggal di Panti Jompo. Ia mewariskan aset berbentuk kepemilikan saham senilai satu miliar poundsterling atau setara 19 triliun rupiah. Demi menyelesaikan tugasnya, Zaman langsung menuju Panti Jompo tempat di mana Sri Ningsih tinggal. Di sana ia mendapatkan petunjuk tentang kehidupan Sri Ningsih melalui buku diary milik Sri. Hanya ada beberapa bait paragraf dan sebuah foto pada setiap tulisannya. Buku diary ini terbagi menjadi 5 juz yang membantu Zaman menelusuri kehidupan seorang Sri Ningsih. Juz pertama tentang kesabaran yang dimulai dari kehidupan masa kecil Sri Ningsih di Pulau Bungin. Sri Ningsih adalah anak perempuan dari Nugroho dan Rahayu. Namun Rahayu wafat setelah melahirkan Sri. Beberapa saat setelah itu ayah Sri menikah lagi dengan Nusi Maratta, dan dianugerahi seorang putra bernama Tilamuta. Belum genap Tilamuta dapat berjalan, ayah Sri harus berlayar menuju Surabaya dan naas, ia tenggelam dalam perjalanan pulang ke Bungin. Hal ini yang membuat cinta Nusi Maratta berubah menjadi kebencian pada Sri Ningsih. Akan tetapi Sri tidak sedikit pun menaruh dendam pada Nusi Muratta walau telah menyakiti dan menyiksanya setiap hari. Juz kedua tentang persahabatan. Setelah Nusi Maratta tewas dalam musibah kebakaran di rumahnya, Sri dan Tilamuta meninggalkan Pulan Bungin dan membangun harapan baru di Pondok Pesantren Kiai Ma’sum di Surakarta. Hidup Sri tak berjalan mulus seperti yang dia inginkan, bertubi-tubi masalah datang menghampirinya termasuk persahabatan yang rusak karena amarah dan kedengkian. Tentang Mbak Lastri dan Mas Musoh yang bergabung dengan komunis saat itu. Tentang penyerangan dan pembantaian di pondok pesantren. Tentang Tilamuta yang tewas mengenaskan. Juga tentang Sri yang harus memilih antara kebenaran atau persahabatan. Alur cerita yang begitu dramatis membuat pembaca bisa ikut merasakan kehidupan Sri Ningsih. Juz ketiga tentang keteguhan hati. Sri Ningsih memutuskan pergi ke Jakarta untuk melanjutkan hidupnya. Sri memulai karir dengan menjadi guru di Sekolah Rakyat, bekerja sebagai kuli angkut di Tanah Abang, menjadi kasir, berdagang nasi goreng di Monas dan berjualan bakso serta minuman. Sejarah kemunculan gerobak kaki lima pun terjawab dari cerita Sri di Jakarta. Semakin banyaknya orang berjualan dengan gerobak membuat Sri banting setir mendirikan rental mobil. Usahanya sukses besar. Namun disaat mencapai puncaknya, usaha Sri terjerembab. Tragedi Malari, Malapetaka 15 Januari 1974, menghancurkan delapan belas mobil usahanya. Sri kemudian memulai usaha dari bawah lagi, menjadi karyawan di pabrik sabun cuci. Hingga kemudian Sri memutuskan keluar dan mendirikan pabrik sabun mandi

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

Judul Buku : Tentang Kamu Penulis : Tere Liye Tebal Buku : 524 + vi halaman Penerbit : Republika Tahun Terbit : Oktober 2016 Peresensi : Anisa Fatmawati

dengan tidak menjadi saingan pabrik yang membesarkannya. Perusahaan baru itu pun berkembang pesat. Segera menjadi pesaing perusahaan kelas dunia. Namun, mendadak Sri pergi secara misterius. Menjual perusahaan dengan ‘cara jenius’ yaitu 100 % pabrik ditukar dengan 1 % kepemilikan saham perusahaan raksasa dunia. Kemudian Sri pergi ke London. Juz keempat tentang cinta. Setibanya di London, Sri bekerja menjadi supir bus rute 16 di Victoria Stasiun Bus. Perjalanan cinta Sri dimulai, ia bertemu dengan pemuda asal Turki bernama Hakan Karim. Pemuda yang mengorbankan waktunya hanya untuk mengobrol dengan Sri lima menit setiap harinya dengan memaksakan diri naik bus yang dikemudikan Sri, padahal rute tersebut berkebalikan dengan rute menuju tempat ia bekerja. Hakan melakukan kebiasaan gilanya tersebut selama satu tahun. Pada akhirnya Sri dan Hakan menikah pada akhir tahun 1984. Dari pernikahan tersebut, mereka dianugerahi bayi yang kemudian meninggal saat usia janin tujuh bulan. Itu merupakan pukulan bagi Sri. Setelah bisa melupakan kejadian tersebut, Sri kembali mengandung. Bayinya selamat saat dilahirkan, tapi kembali meninggal enam jam setelahnya karena gagal jantung. Cobaan datang bertubi-tubi pada Sri. Setelah dua tahun, Hakan jatuh sakit dan akhirnya meninggalkan Sri Ningsih. Juz kelima, memeluk rasa sakit. Sri menerima dengan lapang semua kejadian yang menimpanya. Ia memutuskan untuk memeluk erat-erat rasa sakitnya daripada terus menyesalinya. Ia akan selalu tersenyum bahagia karena semua hal itu pernah terjadi, bukan menangisinya. Kemudian Sri akhirnya memilih pergi ke Paris dan menghabiskan sisa hidupnya di Panti Jompo. Setelah selesai menelusuri perjalanan hidup Sri, Zaman tetap tidak menemukan ahli waris. Namun, Zaman menemukan surat wasiat Sri Ningsih dalam kotak yang selalu dibawanya semenjak dari Surakarta. Ternyata Sri sudah menuliskan siapa saja yang berhak untuk mewarisi hartanya di dalam kotak tersebut. Alur cerita yang dikisahkan oleh sang penulis produktif ini sungguh apik. Setiap cerita yang dituliskan oleh Tere Liye berhasil membuat pembaca hanyut dalam kisah kehidupan Sri Ningsih. Sri adalah seorang perempuan yang memiliki hati luas dan sabar yang tidak berbatas, ia berprinsip 1000x jatuh maka harus dipastikan 1001x bangkit, Sri Ningsih juga merupakan orang yang cerdas dan brilian. Dia bisa memutuskan segala hal dengan pemikiran yang sangat matang. Dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga, Tere Liye mampu membius pembaca agar tetap terus membaca dan memecahkan teka-teki kehidupan Sri Ningsih. Sosok Zaman berperan apik dalam menelusuri kehidupan Sri Ningsih. Dari novel ini, kita bisa belajar untuk memiliki kesabaran, keteguhan hati dan etos kerja yang tinggi untuk mencapai sebuah impian. (sdw)

46


Review Film

Beauty and the Beast; Cerita Lama yang Dikemas Secara Apik Rilis : 17 Maret 2017 Genre : Family, Fantasy, Musical Penulis Skenario : Evan Spiliotopoulos, Stephen Chbosky Sutradara : Bill Condon Rumah Produksi : Walt Disney Pictures Pemain : Emma Watson, Dan Stevens, Kevin Kline, Luke Evans, Josh Gad Peresensi : Oktapiyani

Diadaptasi dari dongeng legendaris A Tale as Old as Time yang pernah dibuat dalam versi animasi pada tahun 1991, Beauty and the Beast sukses membut penonton berdecak kagum. Meskipun tidak jauh berbeda dengan versi animasinya, film live action yang disutradarai Bill Condon ini tak hentinya membuat para penggemar karya Disney terpesona. Latar belakang yang mewah, perpaduan akting yang apik, dan alunan musikalnya sangat memanjakan penonton. Emma Watson dengan piawai memerankan karakter Belle, seorang gadis cantik yang dianggap aneh karena kegemarannya membaca buku. Namun rupanya pesona Belle membuat Gaston, yang diperankan oleh Luke Evans, tergila-gila dan menghalalkan segala cara untuk dapat mempersunting Belle. Alur Cerita Di prolog film, seorang peri menyamar menjadi seorang wanita tua yang ingin menginap semalam di istana seorang pangeran, diperankan oleh Dan Stevens, dengan bayaran setangkai mawar. Ketika sang pangeran mengusirnya, peri itu marah dan mengutuknya menjadi binatang atau biasa di sebut Beast serta para pelayan juga dikutuk menjadi perabotan rumah tangga. Sang peri memberi Beast sebuah cermin ajaib di mana Beast dapat melihat tempat-tempat yang jauh. Sang peri juga memberi Beast setangkai mawar yang pada ulang tahun ke-21 Beast, kelopak mawar terakhir akan jatuh. Apabila sebelum kelopak mawar terakhir jatuh, Beast mencintai seseorang dan cintanya dibalas, Beast dan pelayan-pelayannya akan berubah menjadi manusia. Namun kalau yang terjadi sebaliknya, Beast dan pelayan-pelayan tidak akan dapat menjadi manusia lagi. Suatu ketika, Maurice (ayah Belle) terjebak masalah dan ditawan oleh Beast. Belle berhasil menemukan ayahnya dan dia bersedia menukar dirinya dengan ayahnya menjadi tawanan Beast. Walau Maurice tidak rela, Beast sudah memasukkan Maurice ke kereta yang membawa Maurice pergi. Belle sangat sedih dan dia bersikeras tidak mau berhubungan apa-apa dengan Beast. Sementara itu, Beast sudah tertarik dengan Belle. Pelayan-pelayannya pun mendukung Beast untuk mengejar Belle. Lumiere, salah satu pelayan Beast, paling berambisi untuk menjadi manusia lagi. Beast memberi Belle kamar dan mengizinkan Belle ke semua ruang di istana kecuali West Wing, kamar Beast. Namun Belle tidak mengindahkan perkataan Beast dan menemukan bunga mawar, yang hampir habis kelopaknya,

EDENTS

Volume 1 Edisi XXVI Tahun 2017

di West Wing. Beast sangat marah dan Belle melarikan diri ke hutan. Di hutan, Belle diserang serigala. Untunglah Beast segera datang menyelamatkannya, tetapi Beast sendiri malah terluka. Belle mengurung niatnya untuk kabur dan membawa Beast kembali ke istana. Belle membalut luka Beast, berterimakasih pada Beast. Sejak itu, hubungan mereka mulai membaik. Apakah kisah Belle dan Beast berakhir dengan bahagia? Akankah Beast berhasil mendapatkan cinta Belle sebelum jatuhnya kelopak terakhir bunga mawar? Akankah Beast dan yang lainnya yang dikutuk oleh penyihir dapat kembali menjadi manusia? Tentu hal ini sudah bisa ditebak.

Perpaduan Akting yang Apik Emma Watson, yang telah dikenal memiliki karakter yang cerdas dan pemberani semenjak menjadi Hermione di Harry Potter, mampu memerankan karakter Belle dengan sangat apik. Dipasangkan dengan Dan Stevens, perpaduan akting mereka sungguh luar biasa. Dan berakting sangat apik padahal ia harus mengenakan kostum Beast yang beratnya hampir 18 kg. Gaston, dengan karakternya yang congkak dan menganggap semuanya bisa menjadi miliknya, sangat pas diperankan oleh Luke Evans. Luke sukses membuat karakter Gaston menjadi lebih hidup sehingga membuat alur cerita semakin menarik. Ia dengan gigihnya ingin mendapatkan Belle tanpa memedulikan apapun caranya. Bahkan ia dengan apiknya memainkan karakter Gaston yang licik di mana ia menusuk Beast dari belakang di akhir cerita. Disney kembali sukses membuat para penggemarnya puas dengan film live action yang disuguhkannya. Bahkan di awal, trailer Beauty and the Beast meraup xxx penonton mengalahkan Captain America xxx. Semuanya itu adalah film besutan Disney Film ini sangat cocok untuk ditonton semua kalangan, bagaikan membawa kembali kenangan masa lalu tapi dikemas dengan cara yang sangat berkelas. Di akhir cerita, Belle mengakui bahwa dia mencintai Beast sebelum kelopak mawar terakhir jatuh dan Beast berubah menjadi manusia. Ketika Beast dan Belle berciuman, seluruh istana menjadi indah kembali. Para pelayan menjadi manusia lagi. Film berakhir ketika Belle dan Beast menari di ruang dansa, dilihat Maurice dan orang banyak, termasuk pelayan-pelayan Beast. (sdw)

47


Majalah Edents Volume l1 Edisi 26  
Majalah Edents Volume l1 Edisi 26  

Telah terbit Majalah Edents Volume 1 Edisi XXVI dengan tema utama "Menilik Kinerja Tax Amnesty" Dalam majalah kali ini, laporan utama yang...

Advertisement