Page 1

Koran Edents

LPM Edents

Dinamika Intelektual Mahasiswa Edisi 6 Juni - 20 Juni 2017

Dari Redaksi

RACE 2017 : Gali Potensi dan Jiwa Kompetitif Mahasiswa Akuntansi

Dok. Edents

Forum Mahasiswa Ekonomi Indonesia (FMEI) merupakan sebuah forum yang mempertemukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi seluruh Indonesia. Pada 1214 Mei 2017 silam, telah diadakan Kongres I FMEI yang bertempat di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto. Kongres yang mengangkat tema ‘Optimalisasi Penerimaan Amnesti Pajak untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia’ dihadiri oleh 70 mahasiswa ekonomi yang merupakan perwakilan dari 15 perguruan tinggi di Indonesia. Pada kongres kali ini juga menghasilkan keputusan Undip akan menjadi tuan rumah kongres FMEI kedua. Koran Edisi kali ini juga mengangkat tentang Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) melakukan kerjasama dengan PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam menerbitkan Kartu AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas). Terakhir Kabar kampus kali ini datang dari Himpunan Mahasiswa Departemen Akuntansi (HMDA) FEB Undip mengadakan RACE 2017 yang bertajuk ‘Mewujudkan generasi kritis dan kontributif dalam upaya peningkatan perekonomian guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia’.

Himpunan Mahasiswa Departemen Akuntansi (HMDA) FEB Undip mengadakan RACE 2017 yang bertajuk ‘Mewujudkan generasi kritis dan kontributif dalam upaya peningkatan perekonomian guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia’. RACE merupakan lomba internal khusus ditujukan untuk mahasiswa Akuntansi Undip. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 26-27 Mei 2017 yang bertempat di Gedung PKM Lantai 2 dan DOME FEB Undip. Irene Tesa Koeswandini, selaku Ketua Panitia RACE 2017 memaparkan bahwa persiapan acara ini dimulai pada bulan Maret hingga ke acara final pada tanggal 26-27 Mei 2017. Rangkaian acara ini dimulai dari pendaftaran peserta yang dibuka dari akhir bulan Maret hingga April. Sedangkan untuk proses pembuatan paper itu sendiri dimulai pada awal April hingga 15 Mei 2017, dimana para peserta diberikan waktu satu bulan untuk mengerjakannya. Adapun yang terakhir pengumpulan lomba LCC adalah tanggal 26 Mei 2017 dan finalnya adalah tanggal 27 Mei 2017 bersamaan dengan presentasi paper.

Kabar Prestasi

RACE untuk lomba LCC diikuti oleh 11 tim kemudian diseleksi menjadi 9 tim setelah melewati tahap penyisihan. Kesembilan tim tersebut kemudian mempresentasikan hasil karya LCC nya pada tanggal 27 Mei 2017 di DOME FEB Undip. Adapun perlombaan paper mendapatkan respon positif dari peserta, hal ini terbukti dari banyaknya tim yang mendaftar. “Untuk paper ada lumayan banyak kemudian kita ambil lima besar buat dipresentasikan di final. Sedangkan untuk LCC ini ada 11 tim yang daftar kemudian kita ambil 9 besar,” pungkas Irene. Irene mengatakan bahwa RACE bertujuan untuk mengembangkan potensi mahasiswa dan menumbuhkan jiwa kompetitif. “Tujuannya semoga ke depannya juara-juara RACE maupun temen-temen yang lain itu lebih terbuka lagi bahwa kuliah itu nggak sekedar kuliah maupun organisasi,” ucap Irene. Kesan positif untuk acara ini datang dari salah satu peserta. Diaz, salah satu mahasiswa akuntansi angkatan 2014 yang mengikuti acara ini mengungkapkan bahwa RACE dapat dijadikan ajang untuk mendapatkan prestasi. “Mumpung ada acara lomba dengan skala yang gede diikutin aja, untuk sekedar nyoba atmosfer lomba,” tutur Diaz. Perihal harapan. Irene mengatakan semoga RACE akan terus berlanjut dan berkembang menjadi lebih baik ke depannya. RACE diharapkan akan terus berlanjut menjadi program kerja rutin tiap tahunnya karena dapat meningkatkan kualitas mahasiswa, khususnya mahasiswa akuntansi. (SDW)

Volume

07

Pekan ini di lpmedents.com Ekonomi Kerakyatan Masih di Angan-angan FEB Undip (31/5) – Bertempat di selasar Gedung PKM lt.1, Divisi Advokasi dan Kebijakan Publik BEM FEB Undip mengadakan kajian dengan mengusung tema “Utopiskah Ekonomi Kerakyatan di Indonesia?”. Etika dan Netizen dalam Etalase Media Sosial, Tidak Lagi Terjebak Berita Hoax Undip (27/5) – LPM Opini FISIP Undip menggelar seminar nasional dan talkshow dengan tema Etika dan Netizen dalam Etalase Media Sosial. Acara yang bertempat di Auditorium Fisip ini menghadirkan M. Rofiuddin, mantan ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang, Wisnu Prasetya Utomo (Peneliti Media Remotivi) dan Admin Political Jokes sebagai pembicara. Peresmian Sekretariat Terpadu : Terwujudnya Penantian Lama Ormawa FEB Undip (23/5) – Senat Mahasiswa (SM) FEB Undip telah meresmikan Sekretariat Terpadu untuk 10 organisasi mahasiswa (ormawa) yang belum memiliki sekretariat.

Dok. PSM FKM

PSM FKM Undip Berjuang di 4th Singapore International Choral Festival 2017

Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNDIP akan berkompetisi ‘4th Singapore International Choral Festival 2017’ yang akan dilaksanakan di Singapura pada 12-15 Juli mendatang. Putri Nauragesti Salsabilah selaku Ketua PSM FKM 2017 menyatakan ini merupakan mimpi mereka untuk bisa ikut berpartisipasi dalam perlombaan internasional. Ada beberapa pilihan sebelum akhirnya memilih Singapore International Choral Festival yaitu perlombaan di Thailand, dan juga Bali yang juga merupakan perlombaan berskala internasional. Namun dengan berbagai pertimbangan seperti jadwal perlombaan, biaya dan lainnya, akhirnya PSM FKM menjatuhkan pilihan untuk mengikuti perlombaan di Singapura. Kordents Volume 7 Edisi 6 Juni - 20 Juni 2017 Diterbitkan Oleh Lembaga Pers Mahasiswa Edents

Sebelum mendaftarkan PSM FKM untuk mengikuti perlombaan ini. Pihak PSM FKM mengadakan seleksi internal untuk memilih anggota yang benar-benar berkomitmen dan bersungguh-sungguh mengikuti semua rangkaian perlombaan. Seleksi tersebut meliputi tes wawancara dan tes menyanyi, yang sebelumnya diadakan latihan selama dua minggu terlebih dahulu. Setelah terbentuk tim barulah mereka menyiapkan semua keperluan administratif yang diperlukan untuk mendaftar Singapore International Choral Festival ini. Sebelumnya, PSM FKM telah menorehkan beragam prestasi tingkat nasional, diantaranya first gold medal kategori folklore pada Lomba Paduan Suara Sapta Gita di Universitas Semarang (LPS Sapta Gita USM), Silver Medal pada Festival Paduan Suara di Institut Teknologi Bandung (FPS ITB) 2015, Silver A Medal dalam ajang Satya Dharma Gita National Choir Festival (SDGNCF) 2015, dan lainnya. Selain berusaha untuk latihan semaksimal dan sebaik mungkin, beberapa kendala yang dihadapi adalah fisik dan waktu peserta sendiri. Ia mengatakan bahwa para peserta

lomba juga harus mengatur jadwal agar semua peserta bisa terus hadir dalam setiap latihan yang diadakan. “Ingin menampilkan yang paling terbaik dari proses yang kami jalani selama ini, yang pasti nggak menutup kami ingin ada prestasi juga disana, tapi itu adalah hasil akhir nantinya. Yang penting aku cuma ingin apa yang sudah diperjuangkan sama anakanak itu betul-betul optimal, maksimal di panggung,” pungkas Naura. PSM FKM telah menggelar Pre-Competition Concert pada tanggal 19 Mei 2017 di Gedung Sakasari, Semarang. Acara ini bertujuan untuk meninjau sejauh mana kesiapan para peserta membawakan lagu yang akan dibawakan saat perlombaan berlangsung nanti. Nantinya total peserta yang akan berangkat adalah 41 orang, 1 orang konduktor dan juga 2 official dari anggota PSM FKM. Sampai saat ini Naura mengatakan persiapan PSM FKM telah mencapai 75% dan mereka terus melakukan latihan rutin untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental. Dalam kompetisi ini, PSM FKM akan mengikuti 2 kategori perlombaan yaitu kategori suara campuran dan lagu daerah. “Fakultas memberikan dukungan secara financial dan support kepada kami,” ujar Naura. Selamat Berjuang, PSM FKM Undip! (SDW)

Pemimpin Umum : Adhevyo Reza; Pemimpin Redaksi : Akhmad Sadewa S; Pemimpin Artistik : Henty Eka Palupy; Editor : Fana Mustika Insanu; Reporter : Rakintan, Pearlyta, Asma, Vefon, Alyani dan Mahardika ; Ilustator : Rismanto, layouting : Rahmat Rizal Muafiq Sekretariat : Gedung PKM Lt. 1 FEB Undip, Tembalang Edents Call Center : 024-91181513


Kunjungi !

Kordents Vol. 7 Edisi 6 Juni- 20 Juni 2017

w w w.lpmedents.com

Kongres I FMEI 2017: Sejauh Mana Reformasi Perpajakan di Indonesia?

Edit Henty

“Yang dibahas di reformasi perpajakan adalah yang pertama implementasi dari hasil tax amnesty yang sudah dilaksanakan selama tiga periode, yang kedua adalah bagaimana langkah selanjutnya dan bagaimana penyerapan dari hasil tax amnesty itu sendiri,” – Muhammad Yusuf Alfatha, Ketua BEM FEB Undip 2017

Forum Mahasiswa Ekonomi Indonesia (FMEI) merupakan sebuah forum yang mempertemukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi seluruh Indonesia. FMEI berfungsi sebagai wadah pemikiran mahasiswa ekonomi terhadap fenomena perekonomian Indonesia. Forum ini diharapkan mampu mengkritisi dan memberikan sumbangsih atas isu-isu ekonomi serta kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Anggota FMEI pada saat ini terdiri dari 13 Perguruan Tinggi Negeri dan 1 Perguruan Tinggi Swasta. Pada 12-14 Mei 2017 silam, telah diadakan Kongres I FMEI yang bertempat di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto. Acara ini merupakan agenda rutin FMEI yang diadakan setahun dua kali, yakni pada semester genap dan semester ganjil. Kongres yang mengangkat tema ‘Optimalisasi Penerimaan Amnesti Pajak untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia’ dihadiri oleh 70 mahasiswa ekonomi yang merupakan perwakilan dari 15 perguruan tinggi di Indonesia. Muhammad Yusuf Alfatha, Ketua BEM FEB Undip, mengungkapkan bahwa alasan pengangkatan tema tersebut karena perlunya pembahasan mengenai implementasi Tax Amnesty yang sudah dilaksanakan selama tiga periode. “Kongres kali ini membahas reformasi perpajakan, yang pertama implementasi dari hasil tax amnesty yang sudah dilaksanakan selama tiga periode, yang kedua bagaimana langkah-langkah penyerapan dari hasil tax amnesty itu sendiri,” tutur Alfa. Universitas Diponegoro (Undip) pada Kongres ini diwakili oleh 5 delegasi, yakni Muhammad Yusuf Alfatha (Ketua BEM FEB Undip), Adietya Hendy Kurniawan (Kepala Departemen Humas dan Media Informasi), Anisa Eka Pertiwi (Kepala Divisi Humas), Syahid Izzulhaq (Kepala Divisi Kajian Strategis), dan Dwi Pitari (Eksekutif Muda Kajian Strategis).

Undip pertama kali mengikuti kongres FMEI pada tahun 2015, namun belum menjadi anggota FMEI dan masih bersifat undangan. Pada 31 Oktober 2016, Undip resmi bergabung menjadi anggota FMEI. Ada pun syarat untuk menjadi anggota FMEI yakni pertama, perguruan tinggi yang mengajukan diri menjadi anggota harus datang minimal satu kali pada kongres sebelumnya, walau masih bersifat undangan. Kedua, mengumpulkan tiga kajian bertemakan perekonomian yang telah ditentukan oleh FMEI. Terakhir, saat kongres berlangsung mengirimkan minimal tiga delegasinya. “Ada manfaat yang diperoleh dari kita menjadi anggota FMEI, di antaranya kita dapat bertukar pikiran sesama dengan fakultas ekonomi di universitas lain, dapat menyerap informasi dan ilmu-ilmu yang ada di Undip sendiri, serta mampu berperan aktif dalam mencerdaskan seluruh mahasiswa ekonomi khususnya di Undip,” ungkap Alfa. Hari pertama diawali dengan pembagian kongres menjadi tiga forum. Pertama, forum yang berisikan ketua BEM FEB dari tiap perwakilan perguruan tinggi. Forum ini membahas arahan strategis dari FMEI. Kedua adalah forum eksternal, membahas peraturan-peraturan yang ada di FMEI, seperti mekanisme menjadi anggota serta reward and punishment bagi anggotaanggota FMEI itu sendiri. Ketiga adalah forum kajian strategis, membahas semua kajian yang telah dibuat oleh perwakilan dari tiap-tiap perguruan tinggi peserta kongres FMEI. Acara hari kedua dilanjutkan dengan musyawarah besar. Terdapat realisasi tindak lanjut dari musyawarah yang diadakan dengan mengundang petugas pajak dari Surakarta untuk menyampaikan aspirasi. Dilanjutkan dengan field trip di Baturraden, kemudian bermalam di Hotel Moro Seneng selama 2 malam. Kongres I yang diadakan di Unsoed beberapa waktu lalu menghasilkan beberapa keputusan. Pertama, kongres II akan

diadakan di Undip semester mendatang dengan mengusung tema Ekonomi Kerakyatan. Kedua, rencana-rencana strategis yang telah dibahas akan dilakukan FMEI sampai akhir tahun 2017 serta membuat rencana tindak lanjut tentang pengaruh FMEI serta apa yang akan diberikan FMEI kepada negara. Hasil kajian yang dibahas di FMEI sendiri dapat diakses di http:// www.fmeindonesia.com. Pemilihan tema ekonomi kerakyatan bukanlah tanpa alasan. Alfa berpendapat bahwa kondisi ekonomi saat ini sudah terlalu liberal karena terlalu mengedepankan pasar bebas. Selain itu, ketimpangan ekonomi dan sosial juga makin jauh, sehingga perlu adanya suatu gebrakan yang memihak rakyat. Pemilihan Undip sebagai koordinator Kongres FMEI disasarkan kepada anggota-anggota yang baru bergabung dengan FMEI. “Ditunjuknya Undip menjadi koordinator kongres pada semester kedua tahun ini dikarenakan Undip baru bergabung tahun lalu, dan langsung ditunjuk menjadi koordinator,” pungkas Alfa. Manfaat dari FMEI menurut Alfa, secara teknis belum berjalan dengan maksimal karena Undip sendiri baru bergabung dengan FMEI tahun lalu. Alfa berharap dengan bergabungnya Undip menjadi anggota FMEI, mahasiswa di FEB Undip khususnya di luar BEM FEB Undip bisa mendapat pengayaan dengan adanya kajian-kajian yang dihasilkan pada kongres FMEI. Selain itu, ia berharap mahasiswa bisa menyatukan sikap dan pandangan bila terjadi sesuatu kondisi-kondisi khusus serta isu-isu strategis di bidang ekonomi. Barda Rajaza, salah satu mahasiswa FEB Undip mengatakan bahwa dengan adanya FMEI -apalagi Undip tahun ini menjadi anggota FMEI- merupakan langkah besar menuju perubahan yang lebih baik lagi ke depannya. “Adanya FMEI apalagi Undip menjadi anggota FMEI merupakan hal baik, dan semoga untuk ke depannya mahasiswa FEB bisa lebih tau dan tercerdaskan tentang isu ekonomi saat ini dengan kajian yang dihasilkan pada kongres FMEI,” tutup Barda. (SDW)

Laporan Utama

Kartu AKSes: Penjamin Keamanan Investor di Pasar Modal Indonesia “Kita kerjasama dengan Bursa Efek Indonesia, dan itu sudah termasuk KPEI dan KSEI. Mereka kerjasama dan tanda tangan dengan Fakultas, kemudian di setiap galeri investasi itu harus ada sekuritas juga yang menaungi,” –Wahyu Ari Putra, Ketua KSPM FEB Undip 2017 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) melakukan kerjasama dengan PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam menerbitkan Kartu AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas). Dalam kelembagaan pasar modal Indonesia, KSEI merupakan salah satu lembaga independen di bidang sentral efek yang berbentuk Self Regulatory Organization (SRO), selain Bursa Efek Indonesia (BEI) serta Lembaga Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Ketiga lembaga tersebut merupakan regulator di bawah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berawal dari Kerjasama dengan Bursa Efek Indonesia Wahyu Ari Putra selaku Ketua Kelompok Studi Pasar Modal FEB Undip (KSPM FEB Undip) menuturkan, pada awalnya BEI telah bekerjasama terlebih dahulu dengan FEB Undip dalam hal Galeri Investasi. Oleh karena itu, KPEI dan KSEI bisa langsung masuk Galeri Investasi Undip yang dinaungi oleh Philip Sekuritas ini. Anak perusahaan seperti TICMI pun bisa langsung masuk. Terdapat tiga kerjasama yang terlibat dalam Galeri Investasi Undip, yakni BEI dengan fakultas, BEI dengan Philip Sekuritas, dan Philip Sekuritas

LPM Edents FEB Undip

dengan Galeri Investasi atau dengan Fakultas. Galeri Investasi Undip sendiri terlaksana karena Semarang merupakan kota dengan penduduk yang membuka akun saham terbanyak se-Jawa Tengah. Setidaknya ada 15 ribu akun saham yang dibuka. Sasaran KSEI sebenarnya untuk masyarakat umum, namun dilihat pada dua hingga tiga tahun ke belakang mayoritas mahasiswa yang membuka akun saham. Hal ini mungkin terjadi karena KSPM setiap universitas aktif mengadakan acara mengenai pasar modal dengan mahasiswa sebagai sasarannya. Terdapat dua belas Galeri Investasi di Semarang, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Pengeloaan Galeri Investasi universitas biasanya dibantu oleh KSPM masing-masing universitas. Setiap universitas bekerjasama dengan sekuritas yang berbeda. Sama dengan Undip, Kesebelas universitas lainnya juga dapat menerbitkan Kartu AKSes.

Membuat Investor Merasa Lebih Aman dalam Bertransaksi Setelah memiliki akun saham maka pemilik akun akan mendapatkan kartu AKSes dari KSEI, namun hanya sedikit pemilik akun saham yang login kartu AKSes. Persentasenya hanya sekitar satu banding sepuluh. Kartu AKSes merupakan KTP di pasar modal. Para investor akan mendapatkan nomor menyerupai nomor KTP yang disebut dengan nomor SID (Single Investor Indetification). Sebagai pengguna akun saham, Aprian Tri Fajar mengaku sangat terbantu dengan adanya Kartu AKSes. Ia menjelaskan bahwa Kartu AKSes dapat menjamin keamanan portofolionya. “Dengan adanya kartu akses ini, saya sebagai investor sangat terbantu sekali karena Kartu AKSes ini menjamin keamanan dari portofolio yang saya punya,” tutur Aprian. Aprian mengatakan bahwa biasanya dalam portofolio setiap sekuritas bisa terjadi kesalahan, misalnya apa yang dibeli belum

lpmedents.com

tercatat di portofolio. Kartu AKSes bisa melihat portofolio secara detail. Artinya segala transaksi yang telah dilakukan dapat dilihat detailnya di Kartu AKSes melalui website sehingga ketika kesalahan terjadi dalam sekuritas, maka kesalahan itu dapat terlihat di Kartu AKSes. Saat itu KSEI yang pertama kali akan menjamin para investor di lingkup pasar modal lalu dilanjutkan oleh OJK. Dengan demikian, investor dapat merasa lebih aman saat bertransaksi dalam sekuritas.

Cara membuat Kartu AKSes Putra mengatakan bahwa semua orang bisa membuat Kartu AKSes dengan syarat sudah memiliki akun saham. Akun saham dibuat dengan mengisi form online lalu diprint. Langkah selanjutnya yaitu melengkapkan data pribadi seperti fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), fotokopi Kartu Keluarga, dan sebagainya. Formulir online dan data pribadi tersebut kemudian diserahkan ke Galeri Investasi atau bisa melalui KSPM yang nantinya akan langsung disalurkan ke Sekuritas. Putra pun berencana akan mengadakan roadshow untuk mengenalkan pasar modal. “Semester depan aku bakal ngadain roadshow-roadshow ke berbagai fakultas, fakultas yang pertama itu FEB, buat ngenalin pasar modal. Setelah roadshow kelar, di sesi terakhirnya aku bikin pembukaan akun saham massal. Jadi biar ga satu-satu, biar sekalian banyak gitu.” ungkap Putra. Penjamin Keamanan Transaksi Bagi Para Investor Sebagai anggota KSPM yang ikut serta dalam mengelola Galeri Investasi, Putra berharap dapat membantu mewujudkan visi dan misi dari BEI, KPEI, dan KSEI. Ia juga berharap dapat memberikan informasi pada teman-teman yang sudah membuat akun saham mengenai pentingnya Kartu AKSes sebagai sebagai penjamin bagi kita yang berinvestasi. (SDW)

@tbv2341m

@lpmedents

Kordents volume tujuh  
Kordents volume tujuh  

Forum Mahasiswa Ekonomi Indonesia (FMEI) merupakan sebuah forum yang mempertemukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi seluruh...

Advertisement