Page 1

LEMBAGA PERS MAHASISWA EDENTS

KORAN EDENTS Dinamika Intelektual Mahasiswa

Dari Redaksi

w w w.lpmedents.com

Volume 8 Edisi 6 – 19 Juni 2016

Kordents Volume 8 Edisi 6 - 19 Juni 2016 Diterbitkan Oleh Lembaga Pers Mahasiswa Edents Pemimpin Umum : Akbar Sih Pambudhi; Pemimpin Redaksi : Nur Wahidin; Pemimpin Artistik : Anastania Shafira; Editor : Adhevyo Reza; Reporter : Dian Fauziah, Fana Insanu, Veronica Febrianan, Susi, Tio Kurniawan, Oktapiyani; Layouter : Fajar Sidiq Fansoer Sekretariat : Gedung PKM Lt. 1 FEB Undip, Tembalang Edents Call Center : 024-91181513

Gedung Kewirausahaan: Sarana Penunjang Kegiatan dan Ciri Khas FEB “Apa sih yang membedakan ekonomi Undip dengan fakultas ekonomi universitas lain? Kita ada warna khas nya yaitu ada itu membina kewirausahaan.” – Amie Kusumawardhani-Wakil Dekan Komunikasi dan Bisnis

G e d u n g Laboratorium Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) atau yang biasa disebut gedung KWU telah diresmikan sejak 14 Maret 2016. Meskipun sudah diresmikan lebih dari dua bulan, gedung tersebut masih belum sepenuhnya dimaksimalkan penggunaannya. Belum maksimalnya penggunaan gedung KWU dikarenakan belum tersedianya sarana inti penunjang gedung. Perguruan Tinggi Negeri yang merupakan milik instansi pemerintah harus melalui beberapa prosedur dalam pengadaannya. Prosedur inilah yang menyebabkan pengadaan sarana menjadi lebih lama, ungkap Wakil Dekan Bidang Komunikasi dan Bisnis FEB Undip, Dr. Amie Kusumawardhani MSc. Meskipun begitu, pihak Dekanat sedang mengusahakan pengadaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan guna memaksimalkan fungsi gedung KWU tersebut. Tempat kegiatan kewirausahaan mahasiswa Gedung KWU dibangun dengan beberapa tujuan yaitu untuk kegiatan kewirausahaan mahasiswa. Misalnya adalah Laboratorium berbagai Jurusan di FEB (Manajemen, Akuntansi, IESP, Ekonomi Islam), Laboratorium Pengembangan Akademis yang berjumlah sekitar sepuluh , Tempat praktek perpajakan (Tax Centre), dan simulasi kegiatan. Tetapi untuk saat ini, gedung KWU hanya dapat ditempati oleh Klinik Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis (KKIB). Sesuai dengan pertimbangan dan perecanaan yang telah dilakukan, gedung KWU direncanakan akan mulai difungsikan pada tahun 2016 ini setelah semua fasilitas lengkap. Beredarnya kabar bahwa sebagian gedung KWU akan difungsikan sebagai tempat Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) yang belum mendapat ruang sekretariat langsung disanggah oleh Amie, menurutnya Sekretariat UPK akan tetap berada di gedung PKM. Pembiayaan gedung Biaya pembangunan gedung KWU tidak berasal dari KWU melainkan bersumber dari APBN yang telah ditetapkan. Sampai dengan saat ini pun, gedung tersebut belum menggunakan dana bantuan dari para alumni FEB, namun untuk kedepannya tidak menutup kemungkinan jika para alumni akan diikut sertakan dalam pendanaan untuk proses penyempurnaan gedung tersebut Salah satu nya adalah

di

lpmedents.com

Laporan Utama

Sudah lebih dari dua bulan pasca diresmikan, Gedung Laboratirium Kewirausahaan terlihat masih lengang. Masih banyak pula mahasiswa yang tidak mengetahui kegunaan gedung baru ini. Tanggapan pihak Dekanat kami sertakan dalam rubrik Laporan Utama ini. Selain tanggapan dari pihak Dekanat, kami juga melakukan survei singkat kepada 100 responden terkait fungsi dan tujuan dibangunnya gedung KWU tersebut. Koran Edents Volume 8 edisi 6 – 19 Juni 2016 kali ini pun mengangkat Laporan Utama mengenai 100 hari masa kerja kabinet Harmonis yang dipimpin oleh Irfan Priambodo dan Sayogya Notohatmodjo. Apa saja pencapaianya selama 100 hari kerja ini? Bagaimana pula tanggapan dari Senat Mahasiswa dan Ormawa tentang kinerja mereka? Dapur redaksi menyajikan tanggapantanggapan tersebut dalam bahasa sehari-hari guna memudahkan pembaca sekalian. Rubrik kabar kampus kembali hadir di edisi ini, acara yang diselenggarakan oleh Undip Career Center yang bertajuk CEOTalk mampu menyedot animo yang besar dari mahasiswa. Sedangkan pada kabar prestasi, nama FEB Undip kembali harum oleh prestasi, dua mahasiswa FEB berhasil menjuarai kompetisi trading di Institut Pertanian Bogor, siapakah dia? Baca berita selanjutnya di Koran Edents volume 8 kali ini. Terakhir, dapur redaksi mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan dan menempuh ujian akhir semester genap ini. Ekonomi Jaya.

Kabar Kampus

Minggu Ini

untuk pengadaan lift di gedung ini, selain itu juga untuk memperbaiki hall Kewirausahaan yang berada di lantai 4 “Paling nanti kalau pun akan bantuan ya itu tadi, misalnya belum ada lift nya kan, nah kita nanti bisa minta bantuan dari alumni, kemungkinan loh ya, tapi sejauh ini bukan dari sumbangan alumni,” jelas Amie. Survei singkat Berdasarkan survey singkat mengenai gedung KWU yang telah dilakukan dengan melibatkan 100 orang mahasiswa FEB sebagai responden, didapatkan hasil sebanyak 54% dari jumlah responden menyatakan bahwa mereka sudah mengetahui kegunaan dari gedung laboratorium kewirausahaan yang ada di FEB. Sedangkan sebanyak 46% menyatakan belum mengetahui dengan jelas kegunaan gedung KWU. Dari survey tersebut diperoleh pula angka 54% mahasiswa menjawab fungsi dari laboratorium kewirausahaan adalah penungkang kegiatan kewirausahaan mahasiswa. Sebagian besar menjawab bahwa fungsi bangunan ini diantaranya untuk kegiatan seminar kewirausahaan, sarana penunjang praktik kegiatan kewirausahaan, laboratorium berbagai kegiatan perkuliahan, serta inkubator bisnis mahasiswa. Ciri khas fakultas Sesuai dengan tujuan utama KKIB yakni membina inkubator bisnis, gedung ini diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh semua pihak mulai dari mahasiswa, dosen sampai dengan seluruh masyarakat. Dibangunnya gedung KWU sekaligus menjadi sebuah warna khas yang membedakan antara Fakultas Ekonomi di Undip dengan Fakultas Ekonomi yang ada di universitas lain, “Apa sih yang membedakan ekonomi Undip dengan fakultas ekonomi universitas lain? Kita ada warna khas nya yaitu ada itu membina kewirausahaan,” tambah Wakil Dekan Bidang Komunikasi dan Bisnis ini. Gedung ini juga mendukung para mahasiswa yang ingin belajar membangun usaha sendiri setelah lulus dari universitas. “Apalagi dari hasil survey meskipun ini surveynya bukan survey yang khusus, terlihat lebih dari 20% mahasiswa itu kalo lulus ditanya mereka pengen punya usaha sendiri. Dulu jaman saya ya tahun 90an, 2000an, mahasiswa kalau lulus pengennya apa? Kerja di bank.,” tutup Amie. Selanjutnya, sudah direncanakan pula untuk mengundang para alumni yang bergerak di bidang wirausaha untuk bisa hadir memberikan pembelajaran bagi para mahasiswa dan semua kegiatan tersebut akan difokuskan di gedung laboratorium kewirausahaan. (nw)

UPK Tari FEB Sukses Gelar PADATARA 2016 FEB Undip (2/6) - Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Tari FEB Undip kembali menggelar acara tahunannya, yaitu Pagelaran Tari Nusantara atau biasa disingkat PADATARA. Bertempat di Dome Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), acara tersebut mengusung tema "Beksa Rajabrana Nuswantara" yang berarti Tarian sebagai Warisan Indonesia. "Tahun ini kita ambil tema Beksa Rajabrana Nuswantara, itu artinya Tarian sebagai Warisan Indonesia." tutur Alifia Kusumaningrum selaku ketua panitia. Seminar Nasional Tutup Rangkaian Acara Diponegoro Capital Market Days FEB Undip (28/5) - Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEB Universitas Diponegoro menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertajuk “It’s Time to be The Investment Society” merupakan puncak dari serangkaian kegiatan Diponegoro Capital Market Days (DCMD) 2016. Bertempat di Hall Laboratorium Kewirausahaan FEB Undip, Diponegoro Capital Market Days merupakan serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh KSPM FEB Undip yang berisi lomba online trading, debat, teka-teki silang, dan lainnya yang diikuti oleh perguruan tinggi se-Indonesia. ECOFORCE : Lestari Bumi Memberi Aksi FEB Undip (28/5) - Bertempat di Dome Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Tembalang, Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Ekonomi (FEPALA) menyelenggarakan kegiatan ECOFORCE yang mengusung tema “Lestari Bumi Memberi Aksi”. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa Undip, siswa-siswa pecinta alam dari SMK 2 Kendal dan SMA 2 Semarang. Tujuan diselenggarakannya ECOFORCE ini adalah ajang mengajak para masyarakat untuk lebih giat dalam melestarikan bumi Indonesia, salah satunya dengan menerapkan gaya hidup gogreen.

CEOtalk, Gambarkan Persaingan Karir di Skala Global Saat Ini “ Begitu banyak kompetensi yang harus dimiliki untuk menghadapi persaingan karir pada tingkat global. Kita harus mulai mempersiapkan diri mulai dari sekarang,” Marko Tatang-Penanggung Jawab Acara Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah di depan mata membuka peluang untuk berkarir dalam skala global. Undip Career Center (UCC) menggelar acara yang bertajuk CEOtalk. Dengan mengusung tema “Prepare for Your Global Career”, CEOtalk bertujuan untuk mengajak mahasiswa Universitas Diponegoro untuk mengetahui apa saja yang harus dimiliki dalam mengahapi persaingan karir di pasar global agar lulusan Undip menjadi lebih siap lagi dalam mengahapi MEA. Acara CEOtalk yang dilaksanakan di Gedung Laboratorium Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip menghadirkan tiga CEO maupun mantan CEO yang memiliki pengalaman memimpin perusahaan bertaraf internasional yaitu Bambang Widiyanto, Ahmad Yuniarto, dan CEO muda Anthony Soehartono. Jalannya acara Dimulai sejak pukul 08.30 WIB, acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Diponegoro oleh para peserta. Kemudian sambutan dari Fitrie Arianti, SE. M.Si selaku director UCC. Fitrie Arianti memaparkan bahwa kurang percaya dirinya lulusan Undip merupakan faktor terbesar dalam persaingan kerja. Selanjutnya acara CEOtalk dibuka oleh wakil Rektor II yaitu Dr. Darsono, SE., MBA., Akt. Rangkaian acara selanjutnya adalah pemaparan materi dari ketiga CEO mengenai persaingan karir di skala global saat ini yang dimoderatori oleh Ajeng Hilarysa Pramesti.

Tiap pembicara memberikan materi sesuai kapabilitas mereka dimulai dari Ahmad Yuniarto selaku mantan CEO dari Schlumberger yang mengutarakan bahwa ada delapan kompetensi yang harus dimiliki seseorang agar bisa bersaing dalam pasar global. Delapan kompetensi itu terdiri dari sikap kepemimpinan, kemampuan adaptasi, komunikasi efektif, penyelesaian masalah, kolaborasi multidisiplin, berfikir kritis dan analitis, kemampuan sintesis, dan yang paling penting adalah berani bertindak. Dia menilai semua kompetensi tersebut sangat diperlukan dalam dunia kerja. Tidak hanya di Indonesia ataupun Asia saja, pasar tenaga kerja Eropa juga membutuhkan delapan kompetensi tersebut. Pemaparan materi kedua di sampaikan oleh Bambang Widiyanto selaku Vice President of Human Resources Bali Turtle. Bagi Bambang, yang harus dimiliki seseorang dalam menghadapi kerasnya persaingan global adalah selalu berfikir optimis, siap sukses, harus mengetahui apa saja dan bagaimana cara mengahapi kedepannya, influence in english, dan harus bersikap profesional. Namun ada yang harus dipersiapkan seseorang sebelum terjun ke dalam persaingan tenaga kerja global antara lain harus bisa menciptakan jaringan komunikasi yang seluas-luasnya, berani berpendapat, dan selalu rendah hati. Pemaparan materi terakhir disampaikan oleh CEO muda dari Brand Partner Indonesia yaitu Anthony Soehartono tentang bagaimana membangun hubungan partnership dalam persaingan karir pada tingkat global. Antusiasme mahasiswa Acara yang diselenggarakan pada tanggal 31 Mei 2016 ini menyita antusiasme mahasiswa yang begitu tinggi. Terlihat dari 350 kursi yang disediakan oleh

panitia terisi penuh. Panitia memberikan apresiasi yang tinggi terhadap peserta yang telah hadir karena melebihi ekspektasi panitia, mengingat acara ini bertepatan dengan diadakanya SBMPTN dan hari libur untuk mahasiswa. “Kita menyediakan 350 kursi dan itu pun penuh, dan kami memberikan apresiasi bagi para peserta dan memotivasi kita untuk lebih baik pada acara selanjutnya,” ujar Clara Adistya yang bertindak sebagai penanggung jawab sie acara. Menurut Afifah Nur Azizah dari Fakultas Hukum, acara ini begitu menarik dan bermanfaat karena pembicara yang memiliki kompetensi dibidangnya. Afifah menilai acara ini bisa memberikan gambaran mengenai apa yang harus kita lakukan setelah lulus kuliah, “Dengan pemaparan materi dari para CEO tadi membuat saya memiliki gambaran yang jelas apa yang nantinya akan saya lakukan setelah lulus kuliah nanti, kompetensi apa yang harus saya persiapkan dalam menghadapi persaingan karir pada tingkat global,” terangnya. Harapan Ketika di temui setelah acara selesai, Marko Tatang selaku penanggung jawab acara berharap agar mahasiswa mengetahui persaingan karir di tingkat global saat ini dan berharap agar mereka lebih siap dalam mengahadapinya dan mempersiapkanya mulai dari sekarang. “Begitu banyak kompetensi yang harus dimiliki untuk menghadapi persaingan karir pada tingkat global. Kita harus mulai mempersiapkan diri mulai dari sekarang,” tutupnya. (nw)


Kunjungi ! Laporan Utama

w w w.lpmedents.com

Kordents Vol. 8 Edisi 6 - 19 Juni 2016

100 Hari Kepengurusan Kabinet Harmonis BEM FEB, Apa Saja yang Sudah Dicapai? "Kepengurusan Irfan dan Yogi sudah sesuai dengan visi misinya yaitu Harmonis."-Galuh Novinda, Ketua Senat FEB Undip

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (BEM FEB) Universitas Diponegoro pada tangal 27 Mei 2016 kemarin memperingati 100 hari berjalannya Kabinet Harmonis yang dipimpin oleh Muhammad Irfan Priambodo dan Sayogya Notohatmodjo. Peringatan 100 Hari Kabinet Harmonis ini merupakan yang pertama kalinya dalam Kabinet BEM FEB. Lantas, apa saja yang sudah dicapai oleh BEM FEB Kabinet Harmonis dalam 100 hari pertamanya?

desa binaan dari tahun sebelumnya karena jarak yang dianggap lebih dekat dan bisa lebih intensif dalam membantu desa tersebut. Kedua, mereka membutuhkan waktu untuk menganalisis apa yang dibutuhkan desa tersebut serta menyamakan paradigma antara FEB dan aparat desa. Yang terakhir, mereka berharap dengan desa binaan ini bisa turut menunjang mahasiswa baru 2016 untuk gambaran awal tentang Tridharma Perguruan Tinggi.

Membangun Sistem dari Awal Selain berjalan cukup efektif, Irfan dan Yogi mengungkapkan bahwa kesulitan pertama yang dihadapi adalah mereka harus membangun semua sistem media sosial dari awal karena beberapa media sosial milik BEM terkena hack. “Mungkin teman-teman melihat instagram kita, Line kita jauh lebih efektif, OA Line kita pun ganti baru karena yang sebelumnya kena hack, itu salah satu kesulitannya. Kita dari followers 0 sampai sekarang menyentuh 1200 dalam waktu tiga bulan itu menurut kami merupakan suatu pencapaian yang luar biasa juga dari teman-teman Humas,” ujar Irfan. Senada dengan Irfan, Yogi menambahkan bahwa pada 100 Hari pertama ini yang paling sulit adalah branding. Terkait Permasalahan UKT dan SPI Mengenai Permasalahan UKT dan SPI yang sedang hangat dibicarakan, Irfan dan Yogi menilai justru itu adalah salah satu pencapaian dari teman-teman Kesma yang lebih sigap dan lebih giat mengawal masalah ini. Selain itu, mereka mengungkapkan bahwa BEM FEB pada tahun ini diberi peran oleh dekanat untuk ambil bagian dalam penentuan golongan UKT. Dalam hal ini, Tim Kelompok Kerja (TIMPOKJA) melibatkan Himpunan dan Senat akan melaksanakan proses itu lebih lanjut. Namun, Irfan dan Yogi menyatakan bahwa mereka masih memiliki banyak kekurangan. Terlebih lagi, Irfan mengakui bahwa BEM FEB masih kurang mengangkat dan mengawal isu UKT dan SPI meskipun itu masih jadi konsumsi internal BEM FEB, Himpunan, dan juga Ormawa. Untuk kedepannya, Irfan menjadikan ini sebagai pembelajaran bagi BEM FEB dalam mengawal isu UKT dan SPI dan akan terus mengejar informasi terkait isu hangat ini dan membantu BEM Undip dalam merilis informasi. Yogi menambahkan bahwa posisi mereka sebagai BEM Fakultas selalu ada suara untuk menolak UKT dan SPI atau menerimanya dengan berbagai catatan.

Apa yang akan dilakukan setelah 100 Hari Kepengurusan Setelah 100 hari berjalannya Kabinet Harmonis ini, BEM FEB Universitas Diponegoro langsung mengagendakan LPJ tengah tahun guna mengevaluasi kinerja tiap departemennya. Dalam hal ini ada beberapa poin yang sangat vital dan akan segera dibenahi untuk kedepannya. Terkait permasalahan departemen minat dan bakat (Mikat) yang dianggap lebih menonjol daripada departemen kesejahteraan masyarakat dan pengabdian masyarakat (Kesma dan Dimas), Yogi mengatakan bahwa untuk saat ini Kesma memang lebih fokus ke banding golongan UKT, jadi mereka membantu masyarakat FEB yang memenuhi kualifikasi untuk mengajukan banding golongan UKT tersebut. Selain itu, Departemen Kesma telah menyusun beberapa program kerja (proker) seperti tentang lowongan kerja, publikasi tentang sertifikasi profesi, dan sedang bekerja sama dengan BEM Undip dalam lingkar Kesma untuk penyebaran informasi Penerimaan Mahasiswa Baru 2016. Mengenai desa binaan yang baru akan dijalankan, Yogi mengungkapkan bahwa memang untuk desa binaan sudah direncanakan akan dilaksanakan pada semester kedua. Hal ini terjadi karena ada beberapa hal. Pertama, mereka mengganti

Tanggapan dan Harapan Galuh Novinda selaku ketua Senat FEB Undip mengatakan bahwa kepengurusan Irfan dan Yogi sudah sesuai dengan visi misinya yaitu Harmonis. Selain itu, proker-proker yang mereka buat sudah bisa dibilang berhasil. Salah satu contohnya adalah pada bidang akademik yang sudah melibatkan beberapa kelompok studi dan himpunan dalam menciptakan budaya kritis di mahasiswa. Selain itu, Galuh mengatakan untuk kekurangan BEM FEB sendiri masih sama seperti tahun sebelumnya yaitu mengenai kurangnya ruang diskusi yang membahas tentang permasalahan kampus. Untuk itu, Galuh berharap kepengurusan BEM sekarang dapat mencipkakan ruang-ruang tersebut untuk menyatukan masyarakat FEB. Galuh menambahkan beberapa saran untuk Irfan dan Yogi yaitu agar bisa lebih menampung aspirasi warga FEB dan mengajak masyarakat FEB agar tidak bersifat apatis. Senada dengan Galuh, Yohanes Ario Hutomo selaku Ketua Kelompok Studi Masalah Ekonomi dan Sosial (KESMES) FEB Undip mengungkapkan sejauh ini apa yang BEM FEB kerjakan cukup bisa mewakili mengenai tagline FEB Harmonis. Namun, Yohanes juga mengatakan bahwa di sisi lain ia kurang merasakan apa yang sudah BEM lakukan untuk menjadi pelaksana kegiatan, terutama mengenai kesejahteraan mahasiswa. “Harapan kedepannya semoga BEM tidak hanya menitikberatkan fokusnya ke program kerja saja, tapi juga melihat dari sisi permasalahan yang sedang dihadapi mahasiswa saat ini seperti informasi beasiswa, pelatihan skill dan keterampilan, dan lain lain,” pungkas Yohanes. Tanggapan mahasiswa datang dari Melinda, salah satu mahasiswi jurusan akuntansi 2015. Melinda mengungkapkan bahwa sejauh ini program kerja yang BEM lakukan banyak yang bagus dan berdampak pada mahasiswa FEB. “Udah bagus sih, lebih ditingkatin aja, supaya bisa lebih mendongkrak kinerja BEM. Yang penting sih bisa bermanfaat untuk mahasiswa FEB dan Undip pada umumnya,” tutup Melinda. (nw)

Kabar Prestasi

Juara 10 Kali Tak Menyurutkan Semangat Dua Mahasiswa FEB Juarai Lomba Trading Di IPB ”Kesan mengikuti lomba Trading biasa saja, karena lomba ini udah lomba kesekian kalinya yang kita ikuti. Karena kita sudah menjuarai 10 kali lomba dari semester 3 sampai sekarang udah semester 8”,-Ammar Nasir, mahasiswa Akuntansi 2012 Mengikuti sebuah perlombaan tidaklah berpengaruh dalam proses belajar, dengan banyaknya lomba yang dapat diikuti akan menambah pengalaman dan pelajaran. Seperti dua mahasiswa dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) yaitu Risang Perwira dari Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) angkatan 2012 dan rekannya Ammar Nasir dari Akuntansi 2012. Mereka meraih juara pertama perlombaan Trading tingkat nasional di Institut Pertanian Bogor (IPB). Gain tertinggi Sistem perlombaan trading ini dengan memberikan modal 10 ribu dollar kepada peserta, dimana yang berhasil mendapatkan gain tertinggi dalam waktu 3 minggu akan lolos menjadi finalis lomba. Perlombaan ini di selenggarakan oleh Himpunan Profesi Manajemen IPB dengan menyeleksi 40 peserta menjadi 5 besar dari berbagai Universitas seperti Undip, UNS, UNBraw, Udayana, Atma Jaya Yogyakarta, UI, Indonesia Banking School, Pancasila, IPB, dan Sampoerna University. Risang dan Ammar termasuk dari 5 besar yang terseleksi untuk mewakili Undip dan yang menjadi juara pertama dibabak final Trading,

Risang mengungkapkan bahwa perlombaan ini dapat dilakukan dimana saja termasuk di dalam tempat kos. Ia menambahkan bahwa yang terpenting dalam presentasi final ia harus menguasai materi. ” Kesan mengikuti lomba Trading biasa saja, karena lomba ini udah lomba kesekian kalinya yang kita ikuti. Karena kita sudah menjuarai 10 kali lomba dari semester 3 sampai sekarang udah semester 8”, terang Amar. Tetapi rasa syukur dan rasa bangga selalu ada di hati Risang dan Amar, saat juara pertama lomba Trading tingkat nasional di IPB. Meraih juara 10 kali Untuk meraih juara 10 kali lomba berturut-turut tidaklah mudah bagi mahasiswa IESP ini, banyak rintangan dan tantangan yang harus dihadapi. Untuk perlombaan awal masih ada perasaan gemetar dan minder pada lawan-lawannya yang berasal dari universitas – universitas ternama di Indonesia, tetapi percaya diri yang mereka miliki adalah kunci meraih prestasi. “ Untuk pertama kali lomba saya di UGM itu merasa sangat deg-degan dan minder karena lawan, sampai ingin mutah. Tetapi disitu saya bisa juara 3, ” ujar Amar.

Menurut Risang tidak semua perlombaan berjalan mulus sesuai harapan, tetapi juga ada kendala yang menghadang didepan.” Kendala yang dihadapi lomba Trading ini adalah biaya, untuk memperoleh biaya di Undip sendiri masih terbilang sangat susah, bisa nunggu satu bulan sampai dua bulan untuk cairnya,” ujar Risang. Ia juga menambahkan persyaratan pencairan dana juga ribet seperti harus mengajukan proposal dan surat perjalanan dinas yang harus ditandangani Universitas bersangkutan dengan lomba. Adanya kendala tersebut tidak menyurutkan semangat Risang dan Ammar untuk selalu berprestasi dan mengharumkan nama Undip di kancah nasional maupun internasional. Karena dengan mengikuti lomba dapat mempunyai banyak pengalaman berharga terutama mendapatkan relasi. Terakhir, Risang dan Ammar berharap untuk Undip tambah baik lagi kedepannya, Universitas mendukung dengan memberikan dana, dan untuk adik kelas agar lebih percaya diri. (nw)

Kordentsdelapan  

Sudah lebih dari 2 bulan pasca diresmikan, Gedung laboratirium Kewirausahaan terlihat masih lengang. Masih banyak pula mahasiswa yang tidak...

Kordentsdelapan  

Sudah lebih dari 2 bulan pasca diresmikan, Gedung laboratirium Kewirausahaan terlihat masih lengang. Masih banyak pula mahasiswa yang tidak...

Advertisement