Page 1

1

SELASA 30 JULI 2013 NO.0170 | TAHUN II Koran Madura

SELASA

Harga Eceran Rp 3.500,- Langganan Rp 70.000,-

30 JULI 2013

g PAMANGGHI

Ironi Mesir Oleh : Miqdad Husein

Kolumnis tinggal di Jakarta

Embun pagi mulai menebarkan udara dingin. Adzan subuh baru berkumandang, diiringi riuh rendah puluhan jamaah yang mengambil air wudhu, yang bersiapsiap melaksanakan sholat subuh. Lalu, ketika sholat dimulai, “Saat rakaat kedua tiba-tiba berondongan senjata melabrak barisan jamaah yang sholat,” tutur seorang TKI, yang bekerja di Mesir. Teriakan, kekalutan dan suara tubuh rebah bergelimpangan berbauran. Lalu amis bau darah menebar, di antara rintihan jamaah sholat subuh yang meregang nyawa. Kesaksian yang dipublikasikan beberapa website organisasi Islam itu, menggambarkan fakta memilukan yang merenggut lebih 80 orang aktivis cinta perdamaian, yang menolak kedeta militer Mesir. Ia kebetulan berada tak jauh dari tempat pembantaian mengerikan itu. Ia juga melihat keraguan tentara pada barisan pertama, yang mungkin memiliki nurani. Lalu keganasan tentara barisan kedua, tanpa peduli memuntahkan timah panas pada jamaah sholat subuh itu. Sangat tragis, terasa luar biasa ironis. Bukankah kudeta militer diteriakkan untuk menyelamatkan Mesir? Untuk menebarkan kesejahteraan pada rakyMesir saat atnya. Lalu ini adalah logika macam potret paling apa yang dapat kontekstual membenarkan tentang ironi pembantaian kekuasaan. rakyat, yang awalnya diteriakan mensejahterakan mereka? Anatomi politik kekuasaan memang paling ironis di dunia ini. Semua yang berada di dalamnya menegaskan bersemangat mengabdi. Berniat mensejahterakan rakyat. Ingin memakmurkan negara, propinsi atau daerahnya. Ada bungkus keikhlasan luar biasa. Namun ketika kekuasan telah berada di tangan, pelan semangat pengabdian menguap. Lalu berkembang metamorfose frontal yang menjungkirbalikkan logika sehat. Tak ada lagi gaung untuk pengabdian. Semua yang dikedepankan kepentingan kekuasaan dengan mengatasnamakan kepentingan rakyat dan pengabdian. Dan cengkraman tangan begitu kokoh mengamankan kekuasaan. Berbagai cara yang jauh lebih mengerikan ditempuh. Jika saat merebut kekuasaan batas halal dan haram yang dilabrak, saat mempertahankan kekuasaan pagar paling berharga “nilai kemanusiaan” dihancurkan. Mesir saat ini adalah potret paling kontekstual tentang ironi kekuasaan. Atas nama kepentingan kekuasaan, yang sebelumnya ditegaskan untuk menyelamatkan dan demi kemakmuran rakyat, secara tragis justru digunakan untuk menghancurkan nilai kemanusian. Entah berapa lagi, manusia yang akan meregang nyawa setelah pembantaian lebih dari 80 yang sedang sholat subuh itu. Para pembantai yang awalnya berteriak akan menyelamatkan rakyat Mesir itu berobah menjadi monster mengerikan, yang tak bisa lagi membedakan persaudaraan dan ikatan suci keagamaan. Pengaruh kekuasaan memang luar biasa. Mampu melahirkan tragedi demokrasi paling memilukan di era modern ini. Inilah ironi terbesar tentang politik. Mereka yang berkuasa teriak bersemangat mengabdi pada rakyat tetapi pada waktu yang sama, mereka tanpa ragu menumpahkan darah dan air mata rakyat. Tanpa ada rasa bersalah sedikitpun. Tragis. =

ant/zabur karuru

UNJUKRASA PEDAGANG KAKILIMA JAKARTA. Pengunjuk rasa dan pedagang kaki lima yang tergabung dalam Rakyat Jakarta Jahit Mulut menyaksikan atraksi beladiri khas Betawi ketika menggelar aksi di depan Balai Kota, Jakarta, Senin (29/7). Pengunjukrasa bersikeras bertemu dengan wakil gubernur DKI.

Nasib KPU Jatim Ditentukan Besok JAKARTA- Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada Senin (29/7) pukul 11.00 WIB kembali menggelar sidang lanjutan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu dengan Teradu Ketua dan anggota KPU Jawa Timur. Agenda sidang ketiga kalinya ini mendengarkan pendapat Ahli yang diajukan oleh Teradu yakni Emanuel Sujatmoko dari Universitas Airlangga. Rencananya, DKPP akan membacakan putusan dugaan pelanggaran kode etik oleh semua komisioner Komisi KPU Jawa Timur, pada Rabu (31/7). . “Kami punya waktu hari ini sampai besok, Selasa (30/7) malam, sehingga putusan akan dibacakan Rabu. Rabu, kita akhiri kisah Juli kelabu,” ujar Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie, dalam sidang pemeriksaan terakhir kasus dugaan pelanggaran kode etik oleh komisioner KPU Jatim di DKPP, Senin (29/7). Sementara itu, dalam penjelasannya yang berkaitan dengan Partai Kedaulatan (PK), Emanuel mengatakan, seharusnya KPU Provinsi Jawa Timur melakukan verifikasi terhadap kepengurusan partai untuk mencari kejelasan terkait administrasi partai. “Maka saya lihat ada keraguan, ada yang salah dari KPU. Jadi KPU harus melakukan verifikasi pengurus (Partai Kedaulatan),” ucap Emanuel, saat memberi kesaksian, di ruang sidang DKPP, Jakar-

ta, Senin (29/7). Selain itu, kata Emanuel, KPU sebagai intitusi negara yang berperan sebagai penyelenggara pemilu seharusnya bisa menjaga kepercayaan publik. Sehingga, keputusan dan kebijakan KPU bisa menjadi landasan pasti peserta pemilu. “Dalam hal ini KPU harus melandaskan pada asas kecermatan,” terangnya. Ketua Majelis Sidang Jimly Asshiddiqie mengatakan, penjelasan dari saksi ahli hanya bersifat mendengarkan keterangan secara normatif dan menggunakan pendekatan ilmiah. “Jadi keterangan saksi ahli ini (Emanuel Sujatmoko) bersifat normatif, dan yang digunakan adalah pendekatan kerangka teori ilmiah,” ungkap Jimly. Sebagaimana diketahui, Ketua dan anggota KPU Jawa Timur diadukan balon Khofifah Indar Parawansa dan Herman Suryadi Sumawiredja dalam Pemilu Gu-

bernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2013, yang dinyatakan “Tidak Memenuhi Syarat (TMS)”. Melalui kuasa hukumnya Otto Hasibuan, Pengadu menyangka telah terjadi pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu. Jimmly optimis, persoalan antara bakal calon gubernur Jatim Khofifah dengan Soekarwo bisa segera diselesaikan. Karena itu, DKPP meminta semua pihak yang berperkara menerima putusan dan menenangkan pendukungnya jika nanti putusan DKPP mengalahkannya dan menyatakan keduanya tidak layak jadi peserta Pilkada Jatim. Hal yang sama juga diminta kepada pihak teradu yaitu KPU Jatim agar tidak marah

jika DKPP memberi sanksi kepada yang bersangkutan. “Sebagai pemimpin harus menenangkan pengikut. Begitu juga dengan teradu. Jangan ada emosi,” kata Jimly. Semakin cepat perkara tersebut diputuskan, semakin cepat pula tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) Jatim dijalankan sesuai jadwal yang telah disusun. “Sehingga pada 1 Agustus 2013, jadwal yang lain sudah bisa dilanjutkan,” kata dia. Siap Dipecat Sementara itu, Ketua KPU Daerah Provinsi Jawa Timur Andry Dewanto menyatakan siap menerima apa pun putusan DKPP.

Jadwal

KRIMINAL

MA Tambah Hukuman John Kei dari 12 Menjadi 16 Tahun Tunggu Sekali waktu Matrawi, yang kerja sebagai supir angkutan umum mendapat tiga penumpang aktivis keagamaan yang fanatik. Pakaiannya mirif orang-orang yang di Timur Tengah, wajahnya Melayu. Baru beberapa menit mobil berjalan, satu dari penumpang menegor Matrawi. “Pak Supir tolong musik dimatikan. Di jaman Nabi Muhammad, tak ada musik,”katanya. Pelan-pelan Matrawi mematikan musik. Namun dengan sigap ia kemudian secara tiba-tiba meminggirkan mobil. “Silahkan turun pak,” katanya. Tiga penumpang itu tersentak spontan turun. Kaca mobil dibuka Matrawi lalu, “Bapak-bapak. Di jaman Nabi tak ada mobil. Silahkan bapak tunggu Onta atau kuda,” kata Matrawi sambil menginjak pedal gas.

Cak Munali

“Kalau kemudian saya dipecat, tidak ada masalah. Pekerjaan lain masih banyak,” kata Andy, usai sidang pemeriksaan terakhir dugaan pelanggaran kode etik KPUD Jatim, di Jakarta, Senin (29/7). Dia mengaku telah bekerja secara profesional dalam melakukan verifikasi atas dukungan partai politik (parpol) terhadap pasangan Khofifah dan Herman sebagai bakal calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Jatim. Menurut dia, KPUD telah bekerja sesuai prosedur dan mekanisme yang ditetapkan peraturan perundang-undangan dan peraturan KPU Jatim. (gam/abd)

JAKARTA- Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan terdakwa kasus pembunuhan Bos Sanex Steel Tan Harry Tanoto alias Ayung, Jhon Refra Kei dan memperberat hukumannya dari 12 tahun menjadi 16 tahun penjara. “Menolak kasasi dan mengadili kembali perkara yang diajukan John Kei dan Jaksa Penuntut Umum,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur, di Jakarta, Senin. Dia mengatakan bahwa putusan lengkap kasasi ini masih dalam tahap minutasi. Ridwan mengungkapkan bahwa perkara bernomor 732 K/PID/2013 diputus pada 24

Juli 2013 oleh majelis kasasi yang diketuai Timur Manurung dengan anggota Gayus Lum-

buun dan Dudu D Machmudin. Dia juga mengatakan bahwa putusan kasasi ini memper-

baiki vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang hanya menghukum Jhon Kei selama 12 tahun penjara. Dalam pemberitaan sebelumnya, Majelis hakim PN Jakarta Pusat menyatakan Jhon Kei terbukti membunuh Bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono alias Ayung. Vonis pengadilan tingkat pertama yang menjatuhi hukuman 12 tahun ini masih jauh lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Jaksa meminta hakim memvonis John Kei selama 14 tahun penjara. Putusan pengadilan tingkat pertama ini diperkuat majelis hakim di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. (ant/rid)

1434 H

Maghrib

17:31

Isya

Imsak

Subuh

18:44

04:13

04:23

*Untuk Surabaya dan sekitarnya


2

Pembayaran Pembebasan Lahan Bandara Baru Terealisasi SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Senin (29/7) melakukan pembayaran pembebasan lahan perluasan bandara tahap ke-3. Pembayaran tersebut dilakukan di ruang rapat Aria Wiraraja Pemkab setempat dengan disaksikan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) setempat. Bupati A Busro Karim mengucapkan terima kasih terhadap semua pihak terkait, baik pemilih tanah langsung atau kepala desa yang ikut berpartisipasi dalam pembebasan tanah. Dia menilai, pembebasan tanah ini merupakan bagian dari ibadah jariah para pemilik tanah untuk peningkatan pembangunan Sumenep. ‘’Ini bagian dari amal jariah para pemilik tanah, meski diberi ganti rugi tapi tanpa ada kerjasama yang baik dari para pemilik tanah, perluasan bandara tidak akan terlaksana. Untuk itu, kami sampaikan banyak terima kasih yang telah membantu peningkatan pembangunan Sumenep,’’ kata Bupati dalam sambutannya, Senin (29/7). Kehadiran Forpimda dalam realisasi pembayaran pembebasan tanah, kata Busyro, merupakan bentuk upaya transparansi yang dilakukan pemkab, karena transparansi ini merupakan upaya pemkab untuk memperbaiki sistem. ‘’Kami sengaja undang Forpimda dalam realisasi pembayaran pembebasan tanah untuk perluasan bandara ini,’’ ujarnya. Pasca pembayaran pembebasan tanah tahap ke-3, pembangunannya harus selesai tahun ini dengan menggunakan dana APBN. ‘’Pasca pembayaran tanah ini, kami tinggal koordinasi

SUMENEP

SELASA 30 JULI 2013 NO. 0170 | TAHUN II

PERLINDUNGAN KONSUMEN

Waspadai MakananMinuman Kadaluarsa SUMENEP – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Senin (29/7) melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional di daerah tersebut. Dalam sidaknya, dinkes menemukan banyak makanan dan nimunan yang sudah kadaluarsa. Pantauan Koran Madura, di Pasar Tradisional Kecamatan Lenteng, petugas dari dinkes bersama Satpol PP melakukan pemeriksaan dan pendataan terhadap sejumlah makanan dan nimuman yang tidak layak konsumsi karena kedaluarsa, tapi masih dijual. Kepala Dinas Kesehatan Anugerah Riska Rahadi mengatakan, sidak tersebut untuk melindungi masyarakat dari makanan dan munuman yang sudah kadaluarsa. “Kami tak menghendaki jualan yang sudah kedaluarsa dan membahayakan kesehatan para konsumen tetap dijual oleh sejumlah pedagang,” paparnya. Namun, sekalipun ditemuan sejumlah makanan dan mimuan yang sudah kadaluarsa, dinkes hanya memberikan surat teguran, tidak mengamankan. Dinkes tidak bisa mengamankan barang yang sudah kada-

luarsa karena mengaku tidak memiliki kewenangan. Ketua Tim Sidak Mamin Rahwini Suwandi menjelaskan, para penjual hanya diberi surat teguran peringatan untuk tidak menjual produk yang sudah tidak layak konsumsi, karena jika hal itu tetap dilakukan akan sangat membahayakan kesehatan konsumen. Dalam sidaknya, ia mengaku menemui banyak produk yang sudah kadaluarsa namun masih diperjualbelikan. “Macam-macam jenis yang dipajang, Mas, seperti susu kaleng kadaluarsa, minuman kadaluarsa dan sudah tidak ada keterangan kadaluarsanya,” ungkapnya. Salah satu penjual makanan dan minuman, Ruqayyah, mengaku tidak tahu soal adanya barang dagangannya yang sudah kadaluarsa. Ia hanya menjual dan memajang barang dagangannya, dan tidak pernah melakukan pengecekan apakah salah satu dagangannya ada yang kedaluarsa. “Saya tidak tahu, Pak. saya hanya memajang dan baru diambil jika ada yang mau beli,” tuturnya. (athink/mk)

TUNJANGAN HARI RAYA

dengan pusat, bahwa pembebasan tanah sudah selesai dan tidak ada persoalan lagi, tinggal dibangun oleh pusat,’’ paparnya. Kepala Dinas Perhubungan, Hery Koentjoro, menambahkan, pasca pembebasan lahani, pihaknya akan menyampaikan ke Kementerian Perhubungan bahwa sudah siap dilakukan perpanjangan runway karena pembebasan tanahnya sudah selesai dilakukan. ‘’Langkah selanjutnya, kami akan menyampaikan hasil pembebasan lahan ini kepada pusat agar ditindak lanjuti,’ ‘ungkap Heri. Jumlah pemilik lahan yang menerima pembayaran adalah Ibu Muridah, H,

Moh Djatim, H. Abdurrahman, H. Wahyuni, Ernawati, Busri, Atmawiyah, Suharto, Marfuatun, Erni Rusdi, H. Muhni, Massari, Rike, dan juga ir. H. Sudarso, Amin Fajar, Endang Ekowati, terakhir Ahmawi. Dalam rinciannya,total akhir harga tanah 3,263,183,500, setelah dipotong pajak. “Pemilik tanah yang dibebaskan untuk perpanjangan runway bandara Trunojoyo Sumenep sebanyak 15 orang. Pemilik tanah itu sudah menerima gantirugi pembebasan tanah sesuai harga yang telah disepakati. Pembayaran itu dilakukan melalui Bank Jatim dan bisa dicairkan, pada hari ini,”ungkapnya. Dalam pembebasan tanah

untuk perpanjangan runway ini dianggarkan sebesar Rp 3,5 M di APBD tahun 2013 ini, dengan asumsi harga tanah Rp 100 ribu permeternya, tapi setelah dilakukan musyawarah dengan pemilik disepakati Rp 106.000 permeter. Jadi dari anggaran itu masih kurang sekitar Rp 50 juta lebih dan akan dianggarkan di APBD Perubahan tahun ini. ‘’Rp 3,5 M itu dianggarkan untuk penunjang fasilitas lainnya termasuk pengukuran lahan, tapi ternyata masih kurang sekitar Rp 50 juta lebih dan kami anggarkan di APBD Perubahan tahun ini,’’ urainya. Ditempat terpisah, kepala Satuan Kerja Bandara Truno-

joyo Sumenep, Dwi Aryanto menyatakan, pihaknya akan meminta bukti realisasi pembayaran pembebasan tanah ke pemkab, kemudian akan segera disampaikan ke pusat untuk selanjutnya ditindaklanjuti. ‘’Kami akan minta bukti realisasi pembayaran ranah itu dan akan disampaikan kepusat, biar pusat segera menindaklanjuti,’’ tukasnya. Pemilik tanah yang dibebaskan untuk perpanjangan runway bandara Trunojoyo Sumenep sebanyak 15 pemilik. Ke 15 pemilik tanah itu sudah menerima gantirugi pembebasan tanah sesuai harga yang telah disepakati. Pembayaran itu dilakukan melalui Bank Jatim. (athink/mk)

Anggaran THR PNS Rp2,5 Miliar SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menganggarkan dana Rp 2,5 miliar untuk tunjangan hari raya (THR) pegawai negeri sipil (PNS) di daerah tersebut. Semua PNS golongan 2, 3 dan 4 akan menerima uang saku program tambahan penghasilan Idul Fitri 1434 hijriyah itu. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sumenep, Titik Suryati, mengatakan, dana sebesar Rp 2,5 miliar itu diperuntukkan bagi 11.523 PNS di lingkungan Pemkab Sumenep. “Setiap PNS akan memperoleh dana tambahan penghasilan lebaran sebesar Rp 220 ribu,” kata Titik Suryati, Senin (29/7). Menurut Titik, sesuai aturan yang berlaku, setiap penerima dana tambahan pengasilan itu tidak sama, karena dipotong pajak. “Untuk PNS

golongan 4 dikenakan pajak 15 persen, dan golongan 3 dipotong 5 persen. Sedangkan golongan 2 menerima utuh Rp 220 ribu atau tidak ada potongan,” urainya. Pengucuran dana itu akan dilakukan secara bertahap. Namun, dana tambahan penghasilan lebaran ini akan diterima PNS sebelum cuti bersama atau sebelum lebaran tiba. “Sebagian Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sudah menerima dana itu. Paling lambat pencairan tambahan penghasilan lebaran tanggal 3 Agustus 2013,” jelasnya. Dia berharap, para PNS bisa menggunakan uang tersebut dengan semestinya. ‘’Kami berharap para PNS yang masih belum menerimanya bisa bersabar dulu, yang jelas sebelum lebaran ini sudah bisa digunakan,’’ harapnya. (rif/mk)

PERTANIAN

Lahan Persawahan Kurang Baik Ditanami Tembakau

Seorang petani sedang menyemprot tanaman tembakaunya. Dishutbun Sumenep mengimbau petani untuk tidak menanam tembakau di lahan persawahan, pasalnya cuaca tahun ini sangat tidak memungkinkan.

SUMENEP - Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumenep mengimbau petani tembakau untuk tidak menanam tembakau di lahan persawahan. Pasalnya, cuaca tahun ini sangat tidak memungkinkan. Untuk menjaga kualitas tembakau dan menghindari terjadinya kerugian, para petani diimbau hanya menanam di lahan pegunungan.

Kepala Dinas Kehutanan

dan Perkebunan (Dishutbun) Syaiful Bahri mengatakan, kondisi normal suhu di atas laut antara 0-8 derajat, tapi sekarang lebih tinggi. Dengan kondisi suhu tersebut, diharap petani tidak memaksakan menanam di lahan sawah. Namun, meski dilokasi pegunungan, petani juga harus memperhatikan cuaca. ‘’Khusus dipegunungan masih bisa ditanami, tapi harus perhitungkan cuaca. Sebab, selama ini rata-rata petani sudah tanam 3 kali,’’ tuturnya, Senin (29/7). Di daerah Sumenep yang masih memungkinkan untuk ditanami tembakau adalah daerah Guluk-guluk, Pasongsongan dan Ganding. Itu pun

hanya sekitar 20 sampai 30 persen. Sementara untuk daerah Manding tidak bisa ditanami tembakau, karena di daerah tersebut mayoritas lahan persawahan. ‘’Ada tiga kecamatan yang bisa tanam normal, tapi tetap ada penurunan dari tahun sebelumnya. Sedangkan ploting areal tembakau saat ini seluas 19.072 hektare,” ujarnya. Sementara harga bibit tembakau saat ini mencapai Rp 50-100 ribu per seribu bibit. ‘’Kalau sampai tanam tiga kali kan tinggal mengalikan, berapa kerugian yang harus ditanggung para petani tembakau,’’ jelasnya. Untuk menghindari terjadinya kerugian, para petani

tembakau bisa beralih ketanaman lain, seperti bawang merah dan cabai. Menurutnya, sebaiknya petani beralih kepada tanaman lain agar tidak rugi. Ribuan Hektare Sekitar 6.000 hektare lahan di Kabupaten Sumenep, ditanami tembakau oleh petani setempat pada tahun ini. “Sesuai laporan yang kami terima dari staf, lahan yang ditanami tembakau oleh petani baru 30 persen lebih sedikit atau 6.000 hektare dari proyeksi seluas 19.072 hektare. Ini tidak terlalu luas jika dibanding proyeksinya,” kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun)

Sumenep Saiful Bahri. Ia menjelaskan, kondisi cuaca pada tahun ini ekstrem atau berjalan tidak normal yang ditandai dengan tingginya intensitas hujan hingga Juni 2013. “Pada 2012 lalu, nyaris tidak ada hujan pada Juni dan selanjutnya banyak petani yang sudah menanam tembakau. Untuk tahun ini, lahan yang ditanami tembakau itu didominasi di dataran agak tinggi,” ujarnya. Sementara pada 2012, harga rata-rata bibit tembakau hanya Rp7.000 perseribu bibit dan paling mahal seharga Rp15.000. Pada 2012, luas lahan tanam tembakau di Sumenep mencapai 23.420 hektare atau melampaui dari proyeksi yang ditetapkan seluas 20.358 hektare. (athink/ant/mk)

BISNIS

Pedagang Musiman Meningkat SUMENEP – Dua pekan terakhir menjelang hari raya Idul Fitri 1434 hijriah dan hari ulang tahun RI, pedagang parsel musiman di Kota Sumenep terus bermunculan. Salah satunya pedagang bendera merah putih yang berada di pinggir Jalan Trunojoyo Sumenep. Keberadanya banyak dikeluhkn masyarakat, sebab ditengarai akan mengganggu terhadap keindahan kota. Namun, Satpol PP membantah hal itu. Penegak perda mengatakan tidak akan melarang adanya pedagang musiman itu. ”Selama masih belum mengganggu terhadap keindahan kota dan jalaur lalu lintas, kami tidak akan menertibkan-

nya,” katanya Kepala Satpol PP Abd. Madjid, Minggu (29/7). Menurut Madjid, pedagang musiman itu tidak menggangu keindahan kota. Namun, jika keberadaannya menggang terhadap jalur lalu lintas maka pihaknya akan memberikan sanksi. ”Kami pernah memberikan sosialisasi pada para pedagang musiman itu. Namun, keberadaannya melintang di jalan raya,” tambahnya. Ketika disinggung surat izin usahanya, pihaknya tidak banyak berkomentar. ”Kalau pedagang musiman itu tidak harus mempunyai izin. Sebeb itu hanya satu kali dalam satu tahun. Kan kasian jika harus mengurusi surat izinnya,” tukasnya. (edy/yat)


BERANDA PERJUANGAN

3

SELASA 30 JULI 2013 NO. 0170 | TAHUN II

Said Abdullah Bagi 1000 Takjil Gratis SUMENEP- Calon wakil Gubernur Jawa Timur, Said Abdullah bagi-bagi kupon takjil gratis di Taman Adipura Kabupaten Sumenep. Bagi-baagi kupon takjil gratis tersebut dimulai pada jam 16.00 WIB. Kupon gratis tersebut bergambar dirinya dengan Bambang Dwi Hartono, pasangan duetnya dalam Pemilihan Gubernur Jatim 29 Agustus mendatang. Bagi-bagi takjil gratis tersebut Said Abdullah sebar kepada 1000 orang dengan cara memberikan kupon. Selian itu, semua penjual takjil di Taman Adipura juga diborong oleh Said Abdullah, dan setiap kupon dihargai Rp 25.000. Caranya, setiap orang yang dapat kupon takjil bisa ditukar di semua penjual takjil yang sudah diborong. Setiap stan bazar, rata-rata dapat uang Rp 200 ribuan sebagai modal ketika orang menukar kupon untuk beli takjil. Pantauan Koran Madura, Senin (29/7), terlihat para pemengang kupon berjubel datang ke bazar untuk menukar kupon seharga 25.000 perkupon. Setelah semua orang berjubel mendatangi stan takjil, Said Abdullah bersama isteri tercinta juga ikut menjadi pembeli di antara ratusan orang yang berbondong-bondong beli takjil dengan kupon. Sesaat setelah Said Abdullah menghampiri satu persatu, terlihat Said Abdullah menjadi seorang pembeli sembari menyusuri sejumlah stan bazaar takjil. Ada sebagian yang mengucapkan terimakasih karena dirinya telah memborong

dagangan takjilnya, ada juga yang merasa terkejut melihat sang tokoh Madura itu berjubel di antara banyak pembeli. Bahkan ada yang merasa masih belum kenal kepada Said Abdullah sampai ada orang yang mengingatkan bahwa yang memborong dagangannya adalah dia. Maklum, banyak orang hanya tahu gambarnya, bahkan saat Said Abdullah memborong dagangannya bukan dia sendiri yang memborongnya, tetapi potra-potre jempol. Namun,

sesaat setelah mereka tahu bahwa yang ada di gambarnya itu adalah benar Said Abdullah, ucapan terimakasih deras mengalir. “Ini merupakan agenda pembuka bagi kami, setelah ini masih ada lagi acara yang lebih besar sebelum hari raya tiba. Tadi pagi kami di Asta Tinggi, berdoa dan memohon doa restu kepada para pejuang dan pahlawan, karena kami bagian dari tradisi itu. Terutama istri saya yang kesana bersama Nyai Eva. Habis itu baru keliling, termasuk bagi-bagi kupon takjil gratis bagi warga Sumenep,” katanya kepada wartawan Dia kembali menegaskan bahwa ini bukanlah terminal terahir, masih ada dua acara

lagi, yaitu sekarang adalah bagi-bagi takjil dari relawan Bambang-Said untuk Jawa Timur Jempol. “Dan secara istimewa saya sangat apresiasi kepada kawan-kawan relawan dengan suka hari membantu menyenangkan masyarakat,” tambahnya Dia berharap kepada relawan yang selalu mendampingi kemana dia pergi bahwa suatu saat ada lagi yang dua kali lipat melibihi ini. “Tetapi saat saya Tanya, ternyata memang benar bahwa masih ada satu putaran lagi menurut relawan bagi-baagi takjil gratis, dan itu 2X lipat daripada ini sebagai kata pemungkas akhir sebelum masuk hari raya idul fitri,” pungkasnya. (sym)

TAKJIL GRATIS. Said Abdullah dan istri bagi-bagi takjil kepada pengunjung Taman Adipura Sumenep, Senin (29/7)

Said Abdullah bersama sang istri tercinta, Khalida Ayu Winarti, berkunjung sekaligus belajar membatik di tempat usaha batik milik Nyai Hj. Dewi Kholifah di Tarate, Pandian, Kecamatan Kota, Sabtu (28/7)

Said dan Istri Belajar Membatik SUMENEP- Said Abdullah bersama sang istri tercinta, Khalida Ayu Winarti, Sabtu (28/7) siang Kemarin mengunjungi usaha batik milik Nyai Hj. Dewi Kholifah di Tarate, Pandian, Kecamatan Kota. Kunjungan Said Abdullah bersama sang istri tercinta kepada usaha batik milik Nyai Eva tersebut tak ada tujuan lain kecuali sebagai bentuk memberikan apresiasi yang begitu tinggi terhadap gagasan Nyai Hj. Dewi Kholifah yang telah bersedia untuk merawat hasil produk kebudayaan Madura. Karena batik, selain budaya asli kita sendiri, juga budaya perlu dijaga dan dirawat agar terus lestari. Pantuan Koran Madura, terlihat Said Abdullah bersama sang isteri layaknya dua pasangan sejoli yang penuh romantis. Seolah-olah suasana siang kemarin menjadi suasana yang sangat menyenangkan dan membahagiakan, sebab bagi

sang isteri berdua duduk di meja kecil sembai belajar membatik bareng sulit ia rasakan bersama sang suami. Sebab, selain sang suami adalah politikus ulung yang terbang kesana-kemari, kini suami yang tercintanya pun diamanahi tugas berat dan mulia dari PDI Perjuangan untuk menjadi cawagub Jati periode 2014-2019. Sehingga belajar batik bareng di usaha batik milik Nyai Eva merupakan suasana yang sangat membahagiakan, selain berkumpul bersama sang suami, Said Abdullah bersama sang isteri juga punya kesempatan bercanda ria bersama para pekerja batik, santri dan tetangga sekitar. Bagi Said Abdullah, walaupun dirinya masih belum tahu betul cara membatik, tetap tokoh linta batas tersebut adalah sosok yang sangat peduli dan cinta budaya Madura, salah satunya adalah batik. “Ini adalah hal luar biasa, Nyai Eva punya gagasan untuk

melestarikan batik lewat usaha batik miliknya, saya apresiatif, sebab batik sebagai asli kita harus terus dijunjung,” ucapnya. Said menambahkan bahwa dirinya berkunjung ke Batik milik Nyai Eva tak ada tujuan selain bentuk apresiasi dirinya terhadap gagasan yang telah ditorehkan. “Apalagi ini tidak hanya sekadar usaha, tetapi juga bisa melahirkan para pembatik-pembatik handal,” tambahnya Sementara, Nyai Hj. Dewi Kholifah mengatakan bahwa dalam mengembangkan usaha batik miliknya, selain sudah dapat di jual di luar kota, dirinya juga melakukan pembinaan-pembinaan terhadap generasi pembatik. Temasuk yang saya libatkan adalah tetangga sekitar, para santri, dan anak-anak. Sehingga saat mereka punya waktu luang, maka mereka bisa belajar batik di sini,” katanya. (sym)

Mengenal Lebih Dekat Ny. Khalida Ayu Winarti

BERANDA PERJUANGAN

Perempuan di Balik Kesuksesan Said Abdullah Siapa yang tidak kenal Said Abdullah, sosok lintas batas asli Sumenep, Madura. Sepak terjangnya di jagad nusantara ini sudah tak lagi diragukan. Banyak predikat pun dia sandang, sebagai sosok penggiat budaya, penggagas media, lintas batas, politikus andal, dan sosok yang peduli rakyat kecil. Kini, sosok nasionalis-marhanis tersebut dipercaya oleh partai kebanggaannya, PDI Perjuangan untuk mendampingi Bambang Dwi Hartono dalam Pemilihan Gubernur Jatim Agustus mendatang. Oleh Syamsuni Namun, kita pasti akan bertanya-tanya, apa resep sosok lintas batas tersebut dikenal di seantero jagad Madura. Pasti orang akan berpikir karena dia orang berharta atau memang bakatnya. Tetapi kalau coba ditelisik lebih jauh justru Said Abdullah awalnya bukanlah orang yang kaya seperti yang kita persangkakan, malah dia berangkat dari nol dalam meniti karir. Kata orang Madura apesta tibi’. Tetapi kita

tidak akan menyangka bahwa dibalik kesuksesannya menjadi orang hebat adalah istri tercintanya, Ny. Khalida Ayu Winarti. Kiranya ungkapan yang berbunyi ‘Di balik kesuksesan seorang lelaki, pasti ada perempuan hebat di belakangnya’ ternyata memang benar adanya. Harus diakui oleh siapapun bahwa di balik sifatnya yang lemah lembut dan penyayang itu ternyata di sanalah tersimpan kekuatan perempaun. Hal tersebut dapat ditemukan pada sosok perempuan pendamping setia Said Abdulah, Ny. Khalida Ayu WInarti. Sehingga kekuatan hebat yang berlaku pula dalam kehidupan seorang Basuki Tjahaja Purnama. Dalam kariernya hingga saat ini memegang jabatan seb a -

gai anggota DPR RI, Said Abdullah didukung sosok perempuan bernama Ny. Khalida Ayu Winarti. Sungguh luar biasa pengorbanannya kepada sang suami, jika boleh membandingkan mungkin hampir sama dengan Sinta Nuriyah, istri mendiang Gus Dur yang dengan senang hati terus ada untuknya, baik sebagai Presiden, Kiai maupun orang biasa. Ny. Ayu yang telah dikaruniai tiga orang anak ini tetap setia mendampingi kesibukan suaminya. Ayu, begitu panggilan akrabnya, mengaku telah menanamkan sifat mandiri sejak kecil, karena dia tahu bahwa suami tercinta menjadi pelayan rakyat di negeri ini, sehingga harus betul-betul bisa membagi waktu dengan baik. “Kan setelah menikah seorang isteri juga berpikir bagaimana tidak selalu menggantungkan hidup kepada suami” ucap ibu Ayu, yang kini juga ikut memikul tugas mendampingi Said Abdullah menyapa rakyat kecil. Support di Balik Layar Sosok perempuan kelahiran Cilacap, 2 Januari 1965 itu telah menemani Said Abdullah sejak suami tercintanya itu masih belum masuk pada ranah politik. Tahun 2003 merupakan kali pertama suaminya itu masuk ke politik untuk menjadi anggota DPR RI Komisi VIII dari partai berlambang moncong putih, PDI Perjuangan, yaitu periode 2004-2009. Pada tahun 2004 Said Abdullah terpilih sebagai anggota DPR RI mewakili Madura. Lima tahun kepemimpinannya, seolah Said Abdullah atau akrab disapa Buya belum puas rasanya memperjuangkan Madura, sehingga pada kontestasi politik selanjutnya, dirinya maju lagi pada pileg 2009-2014. Said Abdullah pun berhasil menjadi menjadi anggota DPR RI mewakili etnis Madura di Parlemen. “Apapun kondisinya, saya sebagai isteri akan terus mendukung kemana dia akan berproses. Apalagi yang dilakukan dia adalah benar dan terbaik, yaitu untuk melayani rakyat. Jadi saya mendukung

penuh dimanapun dan sampai kapanpun,” kata Bu Ayu kepada Koran Madura, Senin (29/7) saat ditemui di kediamannya di Jalan Kartini, Kapanjen. Ketika ditanya hal yang paling berkesan menjadi istri Said Abdullah walaupun menjadi oranag sibuk, menurutnya dia bangga pada suaminya karena sesibuk apapun dia masih menyisikan waktu untuk keluarga walau hanya dua hari atau tiga hari, bahkan hanya satu atau dua jam ada di rumah. Tetapi menurut Ayu, suasana itu menjadi waktu yang paling tepat untuk berbagi rasa dan derita bersama suami bersama kempat anaknya, yaitu Kaisar Kiasa Kasih Said Putra(20), Lillahi Mas Bergas Da Marcil (16), Mas Azel Haq Sang Patriakh (12) dan Seta Zerlinda Saneta Sawiya (7). Selebihnya, dia menuturkan bahwa Said Abdullah seringkali pulang tanpa waktu yang teratur, kadang satu minggu, kadang setengah bulan. Bahkan kerap pulang larut malam saat anak-anaknya sudah terlelap tidur.namun, meski demikian, ibu Ayu mengaku, kondisi seperti itu tidak menjadi penghalang untuk terus menjalin komunikasi dengan sang suami. “Kalau malam tidak sempat menjenguk putranya, dipastikan paginya pas sarapan pagi atau bangun tidur bapak mulai bercanda ria bersama anak-anak. Karena, selain dia orang yang sangat terbuka kok, dia juga sayang isteri dan anak, termasuk kadang sehari atau dua datang ke Jakarta demi anak-anak. Walaupun ketemunya cuma berapa jam,” katanya sembari tersenyum. Ayu; Ia yang Terus Hidup dalam Suka Duka Said Sebagai istri orang yang dikenal dan sehari-harinya mengemban tugas Negara memang harus sabar dan kuat. Bahkan tak ada yang menggaransi suatu saat dirnya merasa bosan dan merasa ada yang kurang karena tanpa kehadiran suami yang secara full time ada untuk istri. Namun, hal itu tak berlaku untuk Ibu Ayu. Malah sebaliknya, saat dia pulang, dan Said dalam keadaan lelah,

Ibu Ayulah yang terus menghibur. Bahkan ketika dia hendak berangkat kerja dialah yang menyiapkan segalanya, baik memprsiapkan baju, sepatu, dan apapun yang harus dibawa. “Jadi, semua perlengkapannya saya siapkan, karena saya tahu apa tugas istri,” ucapnya. Tidak hanya itu, Ayu juga adalah orang yang selalu mengingatkan ketika Said Abdullah mau berangkat kerja. “Termasuk ada suasana canda tawa saat saya mengingatkan agar dia tidak lupa membawa kosmetik sebgai penahan panas. Termasuk vitamin, obat-obat ringan, dll,” imbuhnya.

dari DPD sampai ke KPU. “Itu saya tidak ada agenda itu lo, tiba-tiba diajak konvoi, padahal saya baru dari bandara mau langsung ke Sumenep, ah, di tengah jalan tiba-tiba di telpon. Belum lagi pada saat itu saya memakai sandal hak tinggi. Sakit banget rasanya, tapi mau gimana lagi, demi mendampingi suami,” ungkapnya tersenyum, Pak Said pun tersenyum juga saat mendampinginya. Ibu Ayu juga menuturkan bahwa kalau dirinya lagi rindu setengah mati kepada sang uami, biasanya saat kepulangannya ke Jakarta, Ibu Ayu memanggilnya dengan sebutan

mendampingi suami. Bahkan yang dulunya tidak ikut-ikutan turun, sekarang ibu Ayu juga memanfaatkan peran sebagai perempuan. “Saat legislatif dulu saya tidak pernah sosialisasi sendiri ke masyarakat, hanya mendampingi bapak saja. Tapi kok sekarang saya mempunyai keinginan untuk sosialisasi, berkenalan langsung dengan masyarakat, karena saya ingin tahu bagaimana kondisi masyarakat hari ini,” ucapnya Dia menuturkan bahwa keinginannya turun ke masyarakat hanya ingin dapat mengukur kemampuan dirinya sebagai istri orang sibuk. “Saya SUPPORT. Ny. Ayu saat mendampingi suaminya bertemu dengan tukang becak di Sumenep. Ny. Ayu tak lelah memberi dukungan untuk suaminya.

Foto: Syamsuni/ Koran Madura Termasuk sang istri tercinta pun tahu apa resep saat suaminya itu sedang stress “Gampang ketika bapak lagi stres atau banyak pikiran, saya suruh dia rileks supaya bisa memulihkan pikiran yang terlalu penat. Istilahnya istirahat, makan yang cukup, diajak ngobrol dan bersantai,” ujarnya. Jika masih belum mempan, ada trik, yaitu carikan tukang pijet, karena menurutnya kalau suda ada tukang pijet pasti rasa penat itu mulai hilang. “Kalau saya yang pijet sendiri suami saya itu tidak mau, katanya geli.” Disinggung pengalaman yang paling berkesan saat mendampingi bapak, Ayu menutrukan bahwa pernah suatu ketika dirinya di telpon sama Pak Said, karena awalnya tak punya agenda, tiba-tiba diajak konvoi

“Say”. “Saya manggil bapak itu dengan panggilan say (sayang). Waktu itu sudah 10 hari saya tidak ketemu dengan bapak, bapak ada di Surabaya sedangkan saya ada di Jakarta,” katanya. Melihat suami dicalonkan jadi Cawagub Jatim, Ibu Ayu tak pernah merasa khawatir walaupun agak tambah sibuk. “Kalau dulu ketika mencalonkan legislatif, bapak tidak sibuk seperti hari ini. Mungkin karena waktunya yang mepet ya, sehingga kalau dulu bapak masih ada waktu untuk keluarga pasti mengajak untuk jalan-jalan, tetapi bagi saya itu tak menjadi penghalang. Malah saya tambah bangga,” jelasnya. Punya Firasat Menang Kini, Ny. Khalida Ayu Winarti, juga sudah turun tangan

ingin mengukur kemampuan saya dalam memperkenalkan bapak ke masyarakat, jadi tim sukses suami sendiri,” ujarnya sembari tertawa berbarengan dengan sang Sumai. Disinggung sudah berapa daerah di Sumenep yang didatangi, Ayu mengatakan sudah 5 daerah dalam waktu 3 hari. “Saya fokus di Sumenep karena di sini merupakan tempat kelahiran bapak. Jadi harus menang di daerah sendiri,” tambahnya. Dalam pencalonan suaminya dalam pilgub kali ini, Ny. Khalida Ayu Winarti punya keyakinan sang suami itu akan menjadi pemenang. “Entahlah, saya sekarang punya firasat bapak itu akan menang dalam pilgub mendatang, mudah-mudahan firasat itu benar-benar terjadi,” imbuhnya. (sym)


4

PAMEKASAN

SELASA 30 JULI 2013 NO.0170| TAHUN II

PENDIDIKAN

Penerapan Wajar 12 Tahun Mulai Dibahas PAMEKASAN - Pemerintah Daerah dan DPRD Pamekasan mulai membahas rencana penerapan program Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun di Pamekasan. Pembahasan tersebut dilakukan agar program tersebut bisa berjalan sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Dalam pertemuan yang dilaksanakan di gedung Peringgitan, Pendopo Ronggosukowati itu, lebih diarahkan pada konsep penerapan Wajar 12 tahun, serta perangkat untuk mewujudkan rencana tersebut.

Komisi D akan mendukung penuh rencana diterbitkanya Peraturan Daerah (Perda) jika dibutuhkan demikian pula dengan penyediaan anggarannya. Wakil Ketua Komisi D DPRD Pamekasan, Juhaini menyatakan pemerintah harus menyiapkan sedini mungkin kebutuhan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan penerapan wajib belajar 12 tahun tersebut dan meminta agar ditunda apabila kebutuhan itu belum siap secara matang. “Yang penting, bukan hanya konsep saja yang harus disiapkan. Tapi seluruh kebutuhan yang mendukung terhadap pelaksanaan program tersebut juga sudah harus dimatangkan,” kata Juhaini. Ia menjelaskan salah satu kesimpulan dalam pembahasan Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun itu, pemerintah tidak akan menerapkan kepada semua lembaga pendidikan yang ada di Pamekasan. Namun hanya di beberapa kecamatan yang sudah ditentukan sebagai lokasi uji

coba. Komisi D akan mendukung penuh rencana diterbitkanya Peraturan Daerah (Perda) jika dibutuhkan demikian pula dengan penyediaan anggarannya. Sebab, hal itu dinilai mampu mengatasi masalah ketidakmampuan warga dalam melanjutkan sekolah anak-anak mereka hingga ke jenjang yang lebih tinggi karena persoalan biaya. Dinas Pendidikan (Disdik) setempat sudah menyiapkan perangkat untuk mewujudkan rencana yang dicanangkan Bupati Pamekasan Achmad Syafii tersebut. Persiapan rintisan wajar 12 tahun ini meliputi sumber daya pendidikan meliputi kelembagaan maupun dari sisi pendanaan. Wajar 12 tahun di Pamekasan ini merupakan program rintisan, karena di tingkat nasional masih berupa program Wajar Sembilan Tahun. Sebab, secara teknis Kabupaten Pamekasan sudah siap untuk merintis wajar 12 tahun. Dari sisi kelembagaan, Pamekasan sudah mampu menampung siswa baik negeri maupun swasta. Sedangkan dari sisi pendanaan nantinya akan diambilkan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS). Bagi siswa miskin yang memiliki Kartu Perlindungan Sosial (KPS) bisa memperoleh Bantuan Siswa Miskin (BSM). Sebelumnya, Bupati Pamekasan Achmad Syafii mencanangkan wajar 12 tahun untuk mewujudkan visinya di bidang pendidikan. Pencanangan wajar 12 tahun direncanakan bisa diberlakukan mulai tahun ini. Program ini tidak hanya berlaku bagi sekolah negeri tetapi juga akan diberlakukan untuk sekolah swasta di Pamekasan. Saat ini, kata bupati, warga Pamekasan tidak cukup berijazah SD atau SMP, minimal SMA atau sederajat.(awa/muj/ rah).

PAW

Pengganti Khalil Asyari dan Muhdlar Segera Dilantik PAMEKASAN - Dua anggota DPRD Pamekasan hasil Pengantian Antar Waktu (PAW) akan dilantik Jumat (2/8) yang akan datang. Kedua anggota dewan itu merupakan pengganti Kholil Asyari yang sebelumnya merupakan Ketua DPRD dan Muhdlar Abdullah yang sebelumnya merupakan Wakil Ketua DPRD. Khalil Asyari mengundurkan diri setelah terpilih sebagai Wakil Bupati Pamekasan sedang Muhdlar Abdullah diberhentikan oleh partai pengusungnya karena maju sebagai bakal Caleg DPRRI dari partai berbeda. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Halili mengatakan rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD, yang membahas tentang agenda pelantikan PAW katua dan wakil ketua DPRD Pamekasan dua orang PAW akan dilantik dalam rapat Paripurna Istimewa DPRD Pamekasan. “Sudah disepakati dan ditetapkan hasil PAW saudara Khalil Asyari dan Muhdlar Abdullah. Keduanya akan dilantik akhir pekan ini,” kata Halili. Kedua orang yang ditunjuk sebagai anggota dewan hasil PAW itu adalah Jauhar Maknun dari Partai Persatuan Pembangunan menggantikan Kholil Asyari dan Bahrullah Sodik dari Partai Bulan Bintang yang menggantikan Muhdlar Abudllah. Halili menjelaskan rapat bamus membahas agenda pelantikan PAW tersebut setelah dipastikan SK dari Gu-

bernur Jawa Timur sudah diterima. Kedua anggota dewan yang akan dilantik itu tidak serta merta menggantikan posisi mantan anggota dewan yang digantikan, melainkan sebagai anggota biasa di fraksi masing-masing partai.

RILIS NARKOTIKA JAKARTA. Tersangka pengedar narkotika sindikat Internasional dan barang bukti hadir dalam gelar barang bukti narkotika di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/7). Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengamankan barang bukti 10 kg sabu, 500 butir ekstasi.

Tolak Pengadaan Papan Administrasi PAMEKASAN - Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan menolak program pengadaan papan administrasi Tim Penggerak PKK. Program tersebut dinilai percuma, karena sejumlah desa sudah memiliki papan tersebut sejak lama. Selain itu, pengadaan papan tersebut dilakukan tanpa melalui musyawarah dengan kepala desa, namun rencana itu baru disampaikan ke mereka setelah papan tersebut sudah dalam proses pemesanan. Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Galis, Budi Hartojo mengatakan keberatan kepala desa terhadap program pengadaan papan nama dan administrasi PKK bukan karena harga yang ditetapkan pihak Kecamatan Galis, melainkan karena sejumlah desa sudah memiliki papan tersebut. Seharusnya pimpinan kecamatan tersebut mempertimbangkan terlebih dahulu serta mengajak bicara IKD, sebelum dilakukan pengadaan. “Mereka seharusnya mengajak kami bicara terutama administrasi PKK apa yang masih belum ada di desa, atau desa mana saja yang masih belum memiliki papan administrasi. Sehingga pengadaan

saat ini ada kades yang menyatakan menolak program tersebut karena merasa tidak diajak bicara. Pengadaan administrasi

PKK tesebut dimaksudkan dalam rangka penyeragamaan data PKK sehingga ada kesamaan antara desa yang satu dengan desa yang lain di ke-

camatan itu. Dananya diambilkan dari anggaran Anggaran Dana Desa untuk program PKK senilai Rp 650 ribu. (awa/ muj/rah)

itu tidak sia-sia,” kata Budi Hartojo. Dari empat administrasi PKK, yang sudah diterima desa antara lain papan nama dan papan data umum PKK. Sedang dua lainnya yakni papan lambang dan papan 10 program pokok PKK masih belum diterima. IKD menyatakan menolak program pengadaan itu dan berencana mengembalikan semua administrasi tersebut ke Kecamatan Galis. Camat Galis, Mohammad Aminuddin membantah program pengadaan papan PKK Desa dilakukan tanpa melalui musyawarah dengan kepala desa. Ia mengatakan musyawarah itu dilakukan beberapa waktu lalu di Aula Kecamatan Galis. Dalam rapat tersebut, para kades menerima rencana pengadaan tersebut dan tidak ada yang menolak. Karenanya, ia merasa heran, kalau tiba-tiba

JALAN NASIONAL

Khalil Asyari mengundurkan diri setelah terpilih sebagai Wakil Bupati Pamekasan sedang Muhdlar Abdullah diberhentikan oleh partai pengusungnya karena maju sebagai bakal Caleg DPRRI dari partai berbeda. Ketua Lembaga Peningkatan dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) Pamekasan, Heru Budi Prayitno meminta kedua anggota dewan yang akan dilantik itu bekerja maksimal demi kepentingan warga Pamekasan secara keseluruhan, dan bukan hanya mewakili daerah pemilihan masing-masing. “Mereka memang dipilih di daerah pemilihan. Tapi pada dasarnya, setelah menjadi anggota dewan, mereka mewakili kepentingan warga Pamekasan secara keseluruhan,” kata Heru. (CR-1/muj/rah)

Perbaikan Jalur Mudik Selesai Sebelum Lebaran PAMEKASAN - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pamekasan memastikan perbaikan jalan

di jalur mudik tahun ini tuntas sebelum lebaran sehingga tidak mengganggu kelancaran arus

mudik lebaran. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Totok Hartono men-

gatakan penyelesaian pekerjaan jalan di jalur mudik itu diperkirakan tinggal 11 persen

dan masih terus dikerjakan sehingga pada saat lebaran pekerjaan tersebut sudah selesai. “Ada beberapa jalan yang kerusaknya tergolong parah dan tidak memungkinkan untuk dilakukan pekerjaanya tahun ini, karena terbatasya anggaran yang ada. Sehingga, perbaikan jalan tersebut harus dianggarkan tahun depan,” kata Totok. Namun ia memastikan jalur tersebut tidak akan mengganggu jalur mudik karena bukan jalur utama antar kabupaten. Diantara jalur itu antara lain, Jalan Bonorogo. Jalur tersebut bukan jalur utama, dan hanya biasa digunakan sebagai jalur mobil angkutan umum. Menanggapi kerusakan jalan di pertigaan Salempek, Desa Montok, Kecamatan Larangan, Totok mengatakan jalur tersebut merupakan jalan nasional. Sehingga, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perbaikan jalan tersebut. Ia mengaku sudah mengusulkan dan melaporkan kondisi itu ke Kementrian PU. (awa/rah).


PAMEKASAN

5

SELASA 30 JULI 2013 NO.0170| TAHUN II

PARTISIPASI MASYARAKAT

Pemerintah Tiru Mekanisme Pembangunan di PNPM

PAMEKASAN - Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Wahid Hasyim meminta pemerintah menggunakan mekanisme yang ada di Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) untuk pelaksanaan program pembangunan. Mekanisme yang digunakan di PNPM lebih menekankan pada partisipasi masyarakat dalam pembangunan dibanding hasil yang dicapai. “Ini bisa dilihat dari beberapa kegiatan yang dilaksanakan di program ini, sangat menyentuh dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat, karena lebih menekankan pada peran serta aktif masyarakat mulai dari tingkat bawah dalam setiap tahapannya,” kata Wahid. Dia jelaskan, dalam program tersebut, proses yang ditekankan dalam setiap tahapan adalah musyawarah. Proses itu dilaksanakan mulai dari tingkat dusun hingga tingkat kecamatan, sehingga program yang dilaksanakan benar-benar berbasiskan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya. Selain melibatkan masyarakat, dalam program tersebut juga ditekankan upaya penyadaran akan pentingnya partisipasi. Sehingga, yang diharapkan bukan semata-mata tingginya tingkat kehadiran mereka dalam setiap tahapan pembangunan, namun keaktifan warga dalam menyampaikan gagasan-ga-

gasan untuk pembangunan di lingkungan masing-masing. “Karena basisnya adalah musyawarah, hampir di setiap tingkatan mulai dari dusun, desa hingga kecamatan, selalu mengedepankan nilai-nilai kerelaan. Ini bisa dilihat pada saat penyusunan skala prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan. Apapun dan siapapun yang hadir, akan lebih melihat unsur kemendesakan sebagai dasar penentuan prioritas,” katanya.

Baginya, kesadaran masyarakat merupakan pondasi utama kesuksesan pembangunan. Sebab, pembangunan yang tidak dilandasi oleh kesadaran itu, ibarat membangun di atas pondasi yang keropos. Di PNPM, jelas mantan Sekretaris Persatuan Kepala Desa Pamekasan itu, sebelum menentukan kegiatan yang akan dilaksanakan, diawali dengan penyepakatan kriteria dan indikator masalah, potensi dan kebutuhan akan program. Penyepakatan itu dilakukan secara berjenjang, mulai dari musyawarah tingkat dusun, musyawarah tingkat

desa hingga musyawarah tingkat kecamatan. Hasil kesepakatan di setiap jenjang itu, selalu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat, sehingga mereka, bukan hanya bisa menerima apa yang dihasilkan, namun juga bisa memberi penilaian dan masukan. Wakil Bupati Pamekasan,Khalil Asyari mengatakan akan mendorong upaya pembangunan di wilayahnya menggunakan mekanisme dalam PNPM. Sebab, program pemerintah itu, bukan hanya membantu masyarakat dalam mengatasi masalah di bidang pembangunan, namun juga memberi peluang masyarakat untuk bangkit menjadi warga berdaya. “Yang bisa diambil dari PNPM adalah konsep pemberdayaan dan penyadaran masyarakatnya. Ini sangat bagus untuk digunakan sebagai satu metoda pembangunan di Pamekasan agar juga berbasis pada pemberdayaan masyarakat,” kata Khalil Asyari. Baginya, kesadaran masyarakat merupakan pondasi utama kesuksesan pembangunan. Sebab, pembangunan yang tidak dilandasi oleh kesadaran itu, ibarat membangun di atas pondasi yang keropos. “Kami memiliki kesempatan untuk mendorong hal ini bisa dijalankan di Pamekasan. Dan kami akan melakukannya dengan dimulai dari program-program jangka pendek dan jangka menengah yang akan dilaksanakan,” jelasnya. (muj/rah)

RELOKASI

PKL Pasar Sedangdang Akan Dipindah Bulan Depan PAMEKASAN - Komandan Kodim 0826 Pamekasan, Letkol Arm Mawardi menyatakan akan merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang menempati lahan Kodim di Jalan Agus Salim, bulan depan. Rencana relokasi ini disampaikan setelah jabatan Bupati Pamekasan Achmad Syafii memasuki usia enam bulan. Menurut Mawardi, relokasi PKL di Pasar Sedangdang, merupakan tanggungjawab Pemkab Pamekasan. Terkait hal itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bupati Pamekasan Achmad Syafii sejak awal pelantikan enam bulan lalu. Saat itu, bupati menyatakan akan mengupayakan relokasi PKL enam bulan setelah pelantikannya. Saat ini, pihaknya sedang menunggu kepastian dari pemkab setempat, kapan pelaksanaan relokasi itu. Namun jika mengacu pada rencana bupati, relokasi itu bisa dilaksanakan setelah lebaran nanti. “Kami masih menunggu keputusan pemkab, karena relokasi PKL di sisi barat lapangan itu, menjadi tanggungjawab pemkab,” katanya. Menurut Mawardi, jika sudah ada kepastian pelaksanaan relokasi, tentu harus diawali dengan sosialisasi kepada 79 PKL yang berada di kawasan tersebut. Setelah para PKL direlokasi, pihaknya tetap memberi ruang kepada masyarakat untuk melakukan aktivitas perekonomian namun hanya untuk

pasar malam yang digelar setahun sekali. Kegiatan pasar malam itu akan tetap diizinkan karena dapat menyokong perekonomian masyarakat dengan batas waktu sebulan. Sedangkan kegiatan olahraga tetap bisa dijalankan sesuai rencana. “Saya pikir gak masalah kalau cuma pasar malam. Waktunya kan cuma sebulan,” katanya. Sementara itu, rencana relokasi PKL di kawasan itu sudah berlangsung sekitar setahun lebih, namun belum ada tanda-tanda direlokasi. Para PKL masih enggan pindah ke lokasi lain, meski kontrak lahan sudah tidak diperpanjang lagi. Kodim memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak lahan, karena alasan akan dimanfaatkan sendiri. Selain itu, dikhawatirkan lahan itu diklaim sebagai lahan pribadi karena sudah berlangsung sekitar 24 tahun. Sementara itu, Pemkab Pamekasan saat ini sedang berupaya untuk menata para PKL yang menempati area terlarang, termasuk PKL yang menempati lahan Kodim. Plt. Sekdakab Pamekasan Herman Kusnadi beberapa waktu lalu menyatakan akan melakukan pendekatan secara persuasif agar tidak terjadi ketegangan dengan para PKL. Rencananya, para pedagang yang saat ini masih mangkal di kawasan Jalan Diponegoro akan diupayakan untuk direlokasi ke Jalan Cokroatmodjo di

Kelurahan Parteker, yang selama ini sudah mendapat penolakan karena kawasan itu dinilai sepi pembeli. Sedangkan pedagang di kawasan Jalan Jokotole akan dipindah ke Jalan Wahid Hasyim. Kawasan itu diproyeksikan sebagai kawasan kuliner seperti halnya kawasan “Sae Salera” di Jalan Niaga Pamekasan. Sedangkan para PKL yang saat ini masih menempati lahan Kodim 0826 di Jalan Agus Salim Pamekasan akan direlokasi ke bekas Statisun PJKA di Jalan Trunojoyo. Namun jika lokasi itu tidak bisa menampung seluruh PKL yang berada di kawasan itu, sebagian akan diarahkan untuk menempati sejumlah pasar tradisional yang ada, seperti Pasar 17 Agustus Pamekasan. Lebih lanjut Herman menjelaskan relokasi PKL Pasar Sedangdang akan dipetakan berdasar jenis dagangannya. Seperti pedagang buah akan ditempatkan di bekas Stasiun PJKA sisi selatan, sedangkan pedagang konveksi akan ditempatkan di sisi utara dan sisanya akan disebar ke pasar tradisional yang ada. Pemkab masih melakukan pendataan terhadap para PKL yang berada di kawasan terlarang di Pamekasan. Sedangkan yang ada di sepanjang jalan Agus Salim sudah dikoordinasikan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Koperasi dan UKM. (uzi/rah)

STOP KEKERASAN TERHADAP ANAK SEPERTI YANG DIAMANATKAN OLEH UNDANG-UNDANG NO. 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK. STOP KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA SEPERTI YANG DIAMANATKAN OLEH UNDANG-UNDANG NO. 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA.

Pengurus masjid membagikan bubur sup kepada warga untuk berbuka puasa, di Masjid Raya Al Mashun Medan, Sumut, Senin (29/7). Selama bulan Ramadhan, setiap harinya pengurus Masjid Raya Al Mashun menyediakan sedikitnya 800 porsi bubur sup yang dibagikan secara gratis dan kegiatan itu sudah berlangsung sejak berpuluh-puluh tahun.

Pemerataan Guru Tak Terealisasi PAMEKASAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan meminta Dinas Pendidikan (Disdik) setempat segera merumuskan pemerataan guru di wilayah tersebut. Sebab, wacana pemerataan yang sudah dicanangkan sejak beberapa tahun lalu itu sampai saat ini belum terwujud. Khairul Kalam, Wakil Ketua DPRD Pamekasan mengakui sejak pemberlakuan moratorium rekrutmen CPNS 2010 lalu, kekurangan guru di Pamekasan semakin bertambah mencapai 800 guru lebih. Meski demikian, moratorium itu bukan satu-satunya faktor terjadinya ketimpangan guru di Pamekasan. Sebab, ada faktor lain yang paling dominan, berupa penarikan guru di wilayah utara ke wilayah selatan. “Faktor moratorium CPNS, bukan satu-satunya penyebab ketimpangan guru, antara utara dan selatan. Justru faktor utamanya, karena guru-guru di utara, eksodus secara besarbesaran ke wilayah kota, pada pemerintahan sebelumnya,” katanya. Oleh karenanya Khairul

Kalam meminta, agar Disdik Pamekasan segera melakukan pemetaan dan pemerataan guru di wilayah tersebut. Dijelaskan penarikan guru-guru di wilayah utara Pamekasan harus diatur secara khusus agar tidak ada guru yang ditugaskan di wilayah itu berlomba-lomba untuk pindah ke wilayah selatan. Misalnya, dengan membatasi minimal mengabdi selama sepuluh tahun untuk pindah ke selatan, agar ketimpangan itu secara perlahan bisa diatasi. Demikian juga guru yang baru diangkat, harus siap untuk bertugas di wilayah utara Pamekasan. Hal lain yang bisa dilakukan Disdik dalam mengatasi kekurangan guru di wilayah utara Pamekasan, yaitu dengan memperioritaskan pelamar yang berdomisili di

wilayah utara Pamekasan. Hal itu dimaksudkan, agar mereka bisa konsentrasi bertugas di wilayahnya. Sebab, jika guru berasal dari wilayah utara, kecil kemungkinannya untuk pindah ke wilayah selatan. Menyikapi hal itu, Disdik Pamekasan mulai melakukan pemetaan untuk melakukan pemerataan sekaligus pengisian guru yang sampai saat ini masih kosong. Berdasar data di Disdik Pamekasan, kekurangan guru dari tingkat SD, SMP dan SMA sederajat mencapai 852 guru. Meski demikian, saat masih kelebihan guru mata pelajaran tingkat SMP, SMA, dan SMA yang mencapai 101 guru. Kekurangan guru terbanyak terjadi di tingkat SD mencapai 598 guru. Meliputi guru kelas sebanyak 517, Guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) 36, serta guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 45. Sedankan tingkat. SMPN sebanyak 101, SMAN 38 guru dan kekurangan guru di SMKN mencapai 115 guru. Sedangkan kelebihan 101 guru mata pelajaran, masing-

masing SMPN kelebihan 62 guru Mapel, SMAN 28 guru, dan SMKN kelebihan 11 guru. Moh. Sadikun, Kepala Seksi (Kasi) Kepangkatan Bidang Ketanagaan Disdik Pamekasan mengatakan pemetaan guru saat ini sudah hampir rampung dan akan segera diajukan ke bupati setempat. Sedangkan, kekurangan yang terjadi saat ini masih bisa teratasi dengan memaksimalkan guru tidak tetap (GTT). Terhadap kelebihan guru mata pelajaran tingkat SMP dan SMA negeri sederajat, Sadikun mengaku tidak mengerti karena mereka sudah diangkat beberapa tahun lalu. Dia jelaskan jumlah GTT yang saat ini tersebar di sekolah negeri mencapai 3. 100 guru lebih. Meliputi, guru SD mencapai 2000 lebih, SMP 600 lebih, SMA, 300 lebih dan SMK diatas 200 guru. Sementara itu, formasi rekrutmen CPNS yang diterima Kabupaten Pamekasan tahun ini, masih jauh dari kebutuhan. Sebab, kouta yang diberikan pemerintah pusat hanya 50 formasi untuk tenaga guru. (uzi/rah)

DCS

Enam Bakal Caleg Diajukan Pergantian PAMEKASAN - Enam nama masuk dalam Daftar Caleg Sementara (DCS) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan diajukan pergantian. Pergantian enam orang bakal Calon Anggota Legislatif (Caleg) itu karena adanya tanggapan masyarakat ke KPU. Divisi Sosialisasi Informasi dan Pendidikan Pemilih KPU kabupaten Pamekasan, Didin Sudarman mengatakan pengajuan perubahan nama bakal Caleg itu disampaikan sejumlah partai, setelah tujuh tanggapan masyarakat tersebut disampaikan KPU kepada masing-masing partai pengusung. Enam orang caleg yang diajukan pergantian di antaranya karena dilaporkan masih menjabat sebagai perangkat desa menggunakan atau mendapatkan anggaran dari APBN dan pernah terlibat tindak pidana atau menjalani hukuman penjara sedikitnya 5 tahun serta kondisi fisik karena sakit. “Kami belum bisa menyebutkan nama-nama yang rencananya bakal diajukan untuk dilakukan perubahan oleh parpol pengusung, ini masih rencana dan setelah dapat kami pastikan mereka diganti baru kami bisa sebut inisialnya,” katanya. Kondisi ini muncul setelah ada pengaduan kepada KPU Pamekasan terkait namanama yang dinilai tidak me-

menuhi syarat sebagai calon anggota legislatif 2014 mendatang, sehingga parpol pengusung memilih untuk melakukan perubahan. Parpol masih memilki waktu untuk melakukan per-

gantian atau mempertahankan nama yang telah mendapatkan pengaduan dari masyarakat hingga tanggal 1 Agustus mendatang pada pengajuan Daftar Calon Sementara Hasil Perubahan (DCSHP).

“Dari tanggal 26 Juli kemarin sampai tanggal 1 Agustus nanti, masuk tahapan pengajuan DCSHP. Di waktu sekarang ini parpol masih memilik kewenangan untuk merubah daftar nama yang ada di DCS,” ungkapnya. Dikatakan Didin, bagi nama di DCS yang mendapat pengaduan dari masyarakat tapi masih dipertahankan (tidak diganti) pihaknya akan meminta klarifikasi kepada parpol pengusung terkait pengaduan masyarakat yang diterima KPU. Sedang untuk yang diganti hanya perlu melengkapi berkas. Didin Sudarman mengharapkan masing-masing partai yang telah mengajukan pergantian nama calegnya tersebut, melengkapi berkas bakal caleg penggantinya selambatnya tanggal 23 Agustus sehingga pada penetapan DPT tanggal 28 Agustus mendatang, tidak ada lagi persoalan. Sebelumnya, enam orang yang mendapat pengaduan dari masyarakat itu masingmasing berinisial A dari dapil 3 wilayah Waru, Pasean, Batumarmar, M dan MS dapil 4 wilayah Kadur, Pakong, Pegantenan, kemudian SA dari dapil 2 wilayah Proppo, Palengaan serta bertambah satu lagi menjelang batas akhir pengaduan yakni Caleg dengan inisial U dari dapil 1 wilayah Kota Pamekasan, Tlanakan. (CR-1/muj/rah)


6

SAMPANG

SELASA 30 JULI 2013 NO. 0170 | TAHUN II

Warga Adukan Dugaan Pemotongan BLSM

EKONOMI

NU Permasalahkan Maraknya Ritel SAMPANG - Semakin banyaknya ritel modern di Kabupaten Sampang mendapat respon negatif dari masyarakat. Ormas Nahdlatul Ulama (NU) setempat menilai, dengan maraknya pasar modern, pedagang yang berjualan di pasar tradisional bisa terancam, karena masyarakat akan memilih berbelanja ke pasar modern. Sekretaris PCNU Sampang Mahrus Zamroni mengatakan, perputaran peluang antara ritel modern dan pedagang kecil sangatlah berbeda, dan akan ada yang diuntungkan dan yang dirugikan. Dilihat dari pelayanan dan kebersihan ritel modern nampaknya lebih unggul dibandingkan dengan pedagang kecil. Ia meminta pemerintah tidak membiarkan begitu saja. Katanya, harus ada regulasi yang jelas terhadap pembangunan ritel modern, karena seperti pembangunan ritel modern di depan rumah sakit sangat tidak rasional. “Pembangunan ritel modern mengancam hehidupan masyarakat kecil. Ini harus ada advokasi ke Pemerintah Kabupaten agar membuat regulasi untuk membela rakyat miskin. Dan kami masih melakukan upaya itu, namun belum nampak untuk melangkah lebih serius akan tetapi kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk membela masyarakat miskin,” ujarnya kepada Koran Madura, Senin (29/7). Sementara anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang Sahuri mengatakan, pemerintah daerah harus mengkaji ulang dampak pembangunan ritel modern yang bertambah banyak, sehingga nantinya tidak menimbulkan konflik baru dengan adanya gesekan antara pelaku dari ritel modern dan juga dari pelaku usaha yang lain. “Kita meminta kepada pemda supaya melihat dan mengkaji dampaknya pembangunan ritel yang bertambah banyak. Jangan sampai perkembangan ritel yang tambah banyak justru akan melahirkan konflik baru sesama pedagang,” tandasrnya. Menurutnya, pemerintah harus hati-hati dan selektif dalam mengeluarkan surat izin, sehingag tidak merugikan masyarakatnya sendiri. (jun)

SAMPANG – Warga Desa Astapah Kecamatan Omben, Senin (29/7) mendatangi kantor DPRD Kabupaten Sampang untuk mengadukan dugaan pemotongan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di desa setempat. Distribusi BLSM diduga tidak sesuai dengan prosedur yang semestinya.

Warga mengaku menerima Rp. 150 ribu, padahal semestinya Rp. 300 ribu. Pemotongan tersebut tanpa sepengetahuan pemerima manfaat, dan pemerima manfaat mengaku tidak tahu selebihnya digunakan untuk apa. "Kami ke sini (DPRD) mengadukan jika ada pembagian BLSM tidak sesuai dengan yang tertera. Itu pun berdasarkan keluhan masyarakat di sana, karena pemotongan ini tanpa pemberitahuan sebelumnya oleh kepala desa," ucap Samsuri (35) saat pertemuan dengan Komisi A DPRD. Menurutnya, sekitar 50 warga Desa Astapah Kecamatan Omben tidak terima dengan keputusan yang dilakukan oleh pihak kepala desa.

Sehingga, rencananya warga akan melakukan audensi ke DPRD setempat agar keluhan warga bisa di klarifikasi. "Banyak beberapa warga yang mendapatkan haknya tapi sebagian dipotong. Kalau memang akan ada pemotongan harus kesepakatan warga. Tetapi, dari kepala desa sudah ada rapat untuk meminta persetujuan itu pun yang hadir tokoh yang tidak berhak, ini kan lucu," katanya. Menanggapi hal itu, Yusuf Abdul'al, anggota Komisi A menuturkan, dalam pertemuan dirinya dengan warga masih menuggu pengiriman surat secara resmi jika akan melakukan audensi terhadap komisinya. Selanjutnya, akan mengklarifikasi aduan tersebut terhadap pihak terkait se-

ryn hariyanto/koran madura

MENGADU. Warga mendatangi Komisi A DPRD Sampang untuk mengadukan distribusi BLSM yang diduga dipotong tanpa sepengetahuan penerima. bagai bukti yang sah. "Ya kita menunggu pengiriman surat resmi untuk melakukan audensi, kalau kita

bertindak lanjut tanpa ada bukti yang sah untuk menilai kebenaran dan kecurangan perangkat Desa Astapah. Meski-

Olah Akar Jati Indramayu

VERIFIKASI BELUM JELAS

Kelompok Pugar Datangi DKPP SAMPANG - Sedikitnya dua kelompok tani garam program pemberdayaan usaha garam rakyat (Pugar) asal Desa Asem Rajeh dan Desa Asem Nunggal Kecamatan Jregik, Senin (29/7) mendatangi Kantor Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan (DKPP) Sampang. Mereka kecewa pada DKPP yang tak kunjung memastikan kelompok yang lulus verifikasi dan mendapatkan SK mendapatkat pugar. Namun, warga sedikit kecewan karena tidak bisa bertemu langsung dengan kepala DKPP. Mereka hanya ditemui Sekretaris dan Kabid Kelautan DKPP Sampang. Ketua kelompok Sriwangi Desa Asem, Tewi Wijaya, mengaku sangat kecewa dengan pihak dinas yang hingga saat ini masih belum memberikan kepastian pada kelompoknya. Padahal, kondisi kelompoknya sudah beberapa bulan lalu disurvie langsung oleh petugas, dan hingga saat ini tidak ada kepastian. “Kami mendengar ada beberapa kelompok desa atau kelurahan sudah selesai verifikasi dan sudah mendapatkan kepastian mendapatkan bantuan Pugar 2013. Sementara, kami hingga saat ini masih belum ada kepastian, kami berharap pihak dinas juga harus proaktif terkait apa saja syarat yang harus kami lengkapi terkait dengan administrasi, sehingga kami tidak digantung seperti ini,” tegasnya.

Sementara Kabid Kelautan DKPP Sampang M. Mahfud membenarkan jika ada dua kelompok petani garam dari dua desa di Kecamatan Jregik yang datang untuk mempertanyakan kepastian. “Pada dasarnya tidak hanya Desa Asem Rajeh dan Desa Asem Nunggel saja yang belum menyetorkan data verifikasi, tetapi masih banyak data kelompok yang belum masuk, hal ini menjadi tugas pendamding untuk melakukan pendataan verifikasi dan administrasi lainnya. Dijelaskan M. Mahfud, dari 6 kecamatan penerima Pugar yakni Kecamatan Jregik, Banyuates, Sampang, Sreseh, Pengarengan dan Camplong, hanya 9 desa/kelurahan di 3 Kecamatan yang sudah selesai verifikasi yakni Desa Apaan, Desa pengarengan Kecamatan Pengarengan Sampang, Desa Labuhan, Desanah, Labang, Marparan Kecamatan Sreseh Sampang, dan Kelurahan Karang Dalem. Polagan, Aing Sareh Kecamatan Sampang kota. “Jadi intinya lamban tidaknya data verifikasi kelompok pugar di bawah, hal itu sangat tergantung dengan kinerja pendamping pugar yang sudah ada. Bagi 9 desa yang sudah diverifikasi oleh tim teknis maka dalam waktu dekat sudah bisa diproses tanpa menunggu yang lain yang masih belum selesai,” tambahnya. (hol)

CATATAN jurnalistik Perda APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tidak lahir begitu saja. Ia merupakan hasil dari proses panjang mulai dari Musrenbang tingkat desa hingga akhirnya berujung pada penerbitan Perda APBD. Sebelum diterbitkan menjadi Perda APBD, rancangannya tidak boleh tidak harus melewati proses politik. Terutama saat pembahasan di forum DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah). Di situ pulalah komitmen politik anggaran suatu daerah dipertahankan. Apakah politik anggarannya berpihak pada rakyat atau sebaliknya. Oleh: Miftahul Ulum, Kabiro Koran Madura, Sampang. Dalam rangka mengawal transparansi anggaran daerah, jurnalis dan aktivis NGO sedianya bisa mengikuti serangkaian proses lahirnya Perda APBD. Terutam saat rancangan APBD itu

pun tadi dalam pelaporan itu membawa puluhan KTP warga," tutur pria uang juga dari fraksi PKB .(ryn)

dibahas di forum DPRD. Dalam forum tersebut, jurnalis bisa mengawal bagaimana Rancangan APBD (RAPBD) dibahas. Apa dan untuk apa saja peruntukan penganggarannya. Itu kalau forumnya

Seorang warga mencongkel akar jati di kawasan hutan milik Perhutani di desa Cikawung, Trisi, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/7). Akar jati tersebut merupakan sisasisa dari penebangan, dan dimanfaatkan oleh warga untuk bahan kerajinan dan juga kayu bakar.

Antara foto/Dedhez Anggara

RATUSAN SERTIFIKAT TAK JELAS

Pembuat Sertifikat Mendatangi Kantor Dewan SAMPANG - Belasan warga dari Dusun Taman Desa Ketapang Laok Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang, Senin (29/7) sekitar pukul 10.30 Wib, mendatangi Kantor DPRD setempat. Warga mengadukan sertifikat massal yang masih terkatung-katung. Warga ditemui anggota komisi A di ruang rapat besar DPRD setempat. Harga menyampaikan sebanyak 167 sertifikat tanah milik warga yang hingga kini tidak jelas. Mereka membuat sertifikat sudah empat tahun lalu. Menurut warga, mekanisme pembuatan sertifikat sudah dilakukan dengan benar dan dibantu oleh kepala desa setempat. Bahkan, beberapa waktu lalu warga juga pernah mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sampang meninjau permberkasan tersebut.

Hal sama diungkapkan Boidowi (53). Warga Dusun Taman Desa Ketapang Laok Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang menuturkan, dirinya juga menjadi korban ketidakjelasan sertifikat tanah miliknya. "Dua sertifikat tanah saya masih belum jelas. Percuma saya bayar untuk pembuatan ini kalau tidak jelas dan hanya dijanjikan," katanya. Menanggapi hal itu, Ketua komisi A DPRD Sampang Moh Hodai menjelaskan, setelah mengetahui dari pengaduan warganya itu akan menindaklanjuti untuk mencari solusi ryn hariyanto/koran madura terbaik. Serta, berjanji akan Belasan warga dari Dusun Taman Desa Ketapang Laok Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang, Senin (29/7) memanggil pihak BPN. mendatangi Kantor DPRD untuk mengadukan 167 sertifikat yang tidak jelas. "Ini harus bertanggung Moh Ali, warga yang ikut kan dengan penguluran waktu rus selama 4 tahun itu. Bahkan, jawab dan harus ada solusinya. mendatangi wakil rakyat, me- berkepanjangan. Sehingga, di- kami juga pernah mengecek Tentu untuk meminta klarifingatakan, warga sudah mulai rinya bersama para warga lain langsung ke kantor BPN. Tapi kasi dari pihak BPN. Apalagi resah dengan sertifikat yang langsung mengadukan terha- di pihak BPN berkasnya malah akan menanyakan apakah metidak ada," ucapnya di hada- mang betul 167 berkas itu ada tak kunjung selesai tersebut. dap wakil rakyatnya. apa tidak," jelasnya. (ryn) "Kita sudah dijanjikan te- pan anggota komisi A. Selama ini warga terus dijanji-

ANGGARAN (3)

Politik Anggaran terbuka untuk umum. Akan tetapi, meski forumnya tertutup, misalnya, jurnalis masih bisa membaca arah kebijakan politik anggaran suatu daerah melalui Perda APBD yang ditetapkan. Dalam dokumen APBD itu, jurnalis masih bisa membaca dan melacak peruntukan anggaran. Itu akan tercermin jelas dalam struktur APBD. Berdasarkan perundangan pengelolaan keungan daerah, seperti PP 58 Tahun 2005 misalnya, struktur APBD seacra umum terdiri atas pendapatan, belanja dan pembiayaan. Dari tiga kerangka itu, jurnalis kemudian bisa melacak komitmen politik anggaran sebuah daerah dengan mem-

bedah seberapa besar alokasi anggaran yang diperuntukkan bagi penyejahteraan rakyat. Untuk mengukur komitmen politik anggaran, ada beberapa indikator yang bisa dijadikan tolok ukur. Mulai dari masukan, luaran, hasil, manfaat, dan dampak dari kebijakan anggaran suatu daerah terhadap rakyat. Dalam rangka mengukur komitmen politik anggaran, masukan menjadi tolok ukur politik anggaran berdasarkan sumber-sumber dana, SDM, material, waktu, teknologi, dan sebagainya yang digunakan untuk pelaksanaan program. ”Kebijakan politik anggaran yang bagus sangat tampak jelas pada unsur

input (masukan) dari sebuah APBD. Mulai dari musukan juga bisa dinilai kinerja pejabat daerah dalam dokumen APBD-nya,” kata Ismail Amir dalam Pelatihan penguatan isi pemberitaan (news content) tentang transparansi dan advokasi anggaran di daerah oleh AIPD- JPIP, Surabaya, Senin-Rabu (2224/7) lalu. Aktifis FITRA yang telah bergelut dalam analisis anggaran publik sejak era reformasi itu juga mengungkapkan bahwa komitmen politik anggaran juga bisa dilihat dari indikator keluaran. Keluaran bisa dijadikan tolok ukur berdasarkan produk (barang dan jasa) yang

dihasilkan dari program dan kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran, tujuan program, dan kebijakan. “Dari output (keluaran) ini kita bisa melihat bagaimana politik anggaran itu mengarahkan program dan peruntukan anggaran,” tuturnya. Selanjutnya, komitmen politik anggaran bisa diukur pada indikator riil di lapangan. Yaitu, bagaimana hasilnya, apa manfaatnya dan bagaimana dampaknya terhadap kondisi makro yang ingin dicapai dari manfaat tersebut. ”Nah, selain analisis hasil dan manfaat dari sebuah program kebijakan anggaran, yang tak kalah pentingnya juga

adalah bagaimana dampaknya terhadap nasib kesejahteraan rakyat. Apakah program-program hasil kebijakan anggaran suatu daerah telah berdampak terhadap perubahan kehidupan masyarakat menuju yang lebih baik atau sebaliknya. Ini juga yang menggambarkan seberapa anggun komitmen kebijakan politik anggaran suatu daerah,” pungkas pria yang murah senyum itu. (*)


BANGKALAN

7

SELASA 30 JULI 2013 NO. 0170 | TAHUN II

KECAMATAN

Mahasiswa Geger Inginkan Camat Definitif BANGKALAN - Puluhan Mahasiswa mengatasnamakan Forum Komunikasi Mahasiswa Geger (FKMG) mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Senin (29/7). Mereka menginginkan Kecamatan Geger dijabat seorang camat definitif. Sebab status pejabat pelaksana teknis (plt) dinilai sangat tidak efektif.

Masak kita perlu tanda tangan camat harus bolak-balik. Pelayanan tidak efektif,”

M Syarifudin

Koordinator Advokasi FKMG Koordinator Advokasi FKMG M Syarifudin menyatakan kepemimpinan Camat Geger dengan status pejabat pelaksan teknis (plt) dinilai tidak efektif. Sehingga berpengaruh terhadap tidak baiknya pelayanan publik khususnya bagi masayarakat Geger. Semestinya, kata Syarif, pelayanan harus menjadi prioritas utama sebagai pejabat yang notabene ditugaskan un-

tuk melayani. "Masak kita perlu tanda tangan camat harus bolak-balik. Pelayanan tidak efektif," terangnya. Apalagi, lanjutnya, Plt Camat Geger Roosly Hariyono juga menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Bangkalan. Selama Plt masih merangkap jabatan, maka efisiensi dan efektifitas pada sektor pelayanan publik di Kecamatan Geger tidak akan pernah dirasakan oleh masyarakat. Sebab, merangkap dua jabatan, menjadi hal yang mustahil untuk bisa maksimal dalam menjalankan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. "Kami ingin segera dilantik camat definitif. Jika hingga tujuh hari ke depan tidak segera dilantik, kami akan kembali ke sini (pemkab), terus terang kami merasa sangat kecewa karena hanya ditemui oleh perwakilan dari Bupati," tandasnya. Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Tommy Firyanto usai menemui mahasiswa mengatakan tetap akan menampung usulan FKMG. Aspirasi tersebut, kata Tommy, menjadi bahan perhatian untuk dikaji. Diterima maupun tidak aspirasi yang disampaikan oleh 12 mahasiwa FKMG ini, tergantung dari kebijakan yang memiliki kewenangan. "Nanti saya sampaikan untuk menjadi perhatian baperjakat (badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan)," ucapnya.(dn/rah)

ant/zabur karuru

UNJUK RASA PEDAGANG KAKI LIMA JAKARTA. Pengunjuk rasa dan pedagang kaki lima yang tergabung dalam Rakyat Jakarta Jahit Mulut menggelar aksi di depan Balai Kota, Jakarta, Senin (29/7). Pengunjukrasa bersikeras bertemu dengan wakil gubernur DKI.

BPKP Audit Kasus P2SEM BANGKALAN – Kasus penggelapan uang ratusan juta Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) telah dilakukan proses audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Dalam audit tersebut juga memanggil saksi dan tersangka yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

doni heriyanto/koran madura

Basuni (33),warga Desa Naro’an Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan pelaku pembunuhan saat mendengarkan vonis majelis hakim PN Bangkalan, Senin (29/7).

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan, Agus Budiyanto mengaku setelah audit telah terlaksana, lalu bisa dilanjutkan dengan pemberkasan. Kemudian, tinggal dilimpahkan ke pengadilan. ”Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka oleh BPKP. Bahkan, sudah di BAP,” katanya, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya. Saat ditanya mengenai isi dari

BAP tersebut, pihaknya mengaku bahwa hal itu merupakan data yang bersifat rahasia. Selain itu, pihaknya tidak menyebut berapa kerugian negara yang telah digelapkan. ”Kami belum bisa menyebut berapa kerugian negara tersebut, karena masih diproses. Namun, sejauh penyelidikan Kejari kerugiannya memang ratusan juta,” ungkapnya. Sebelumnya, pihak Kejaksaan

mengaku belum berani menangkap tersangka tindakan korupsi (tipikor) senilai ratusan juta rupiah tersebut karena masih menunggu audit dari BPKP. Seperti yang diketahui, tersangka inisial EG telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari dalam kasus P2SEM, tetapi belum dilakukan penahanan kepada tersangka. Kejari beralasan, karena tersangka bersikap koperatif dalam setiap pemeriksaan. Oleh karena itu, tak ada alasan lagi dari Kejari untuk tidak menahan tersangka secepatnya, karena telah melalui proses audit BPKP yang jelas telah merugikan uang negara. Menurut Agus, tersangka EG terancam pasal 18 UU no 31 tahun 99 sebagaimana diubah UU

No 20 tahun 2001 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. Kasus dugaan korupsi P2SEM sendiri merupakan program pemerintah provinsi Jawa Timur tahun 2008. Selain karena program dinilai fiktif, kelompok masyarakat penerima bantuan pada program itu diduga banyak juga yang fiktif. Sementara tersangka EG sendiri merupakan ketua pelaksana sekaligus penanggungjawab program P2SEM di Bangkalan yang mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 525 juta. Program kegiatan itu, salah satunya untuk peningkatan kualitas guru dan manajemen sekolah melalui pelatihan penyusunan usulan penelitian. (ori/rah)

PERSIDANGAN

Pembunuh Bayaran Divonis 12 Tahun Penjara BANGKALAN - Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Bangkalan menjatuhkan vonis dua belas tahun penjara kepada Basuni (33),warga Desa Naro’an Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan pelaku pembunuhan terhadap Mustofa (19), warga Dusun Jakan, Desa Parseh, Kecamatan Socah. Ketua majelis hakim Fitriya menyatakan Basuni terbukti bersalah dengan sengaja dan merencanakan terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, yaitu Mustofa. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) berupa hukuman tiga belas tahun penjara. Keringanan itu diambil majelis hakim karena terdakwa selama menjalani persidangan bersikap kooperatif dan masih menjadi kepala keluarga serta harus menghidupi putranya yang masih umur dua tahun. "Saudara terdakwa telah memenuhi semua unsur pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, maka terdakwa divonis dengan hukuman 12 tahun penjara," kata Fitria. Untuk itu, lanjut hakim perempuan ini, bedasarkan semua alat bukti dan fakta-fakta persidangan maka majelis hakim mengabil kesimpulan berdasarkan analisa yuridis terkait pasal 340 semua unsur yang terkandung telah dipe-

nuhi, maka tidak ada alasan lain yang dapat menggugurkan terdakwa dalam menerima vonis seperti yang tercantum dalam amar putusan. "Bagaimana saudara Basuni dengan vonis 12 tahun penjara?" tanya Fitriya. Menyikapi vonis tersebut, Basuni menyatakan menerima. Akan tetapi, ia juga merasa tidak adil dengan putusan yang diberikan oleh majelis hakim. Sebab, vonis yang dirinya terima jauh lebih tinggi dibandingkan H. Rasul dan Hj. Khotijah sebagai otak pelaku pembunuhan yang hanya masing-masing divonis enam dan tujuh penjara beberapa waktu lalu. "Ini bagaimana vonis saya lebih tinggi dibanding H. Rasul dan Hj. Khotijah. Padahal, di pengadilan yang sama. Kalau seperti ini lebih baik buat pengadilan sendiri," ucap Basuni dengan nada sinis di depan Majelis Hakim. Perlu diketehui, Basuni merupakan eksekutor pembunuhan terhadap Mustofa (19), warga Desa Jaddih Kecamatan Socah yang didalangi oleh mertuanya yaitu H. Rasul dan Hj. Khotijah. Basuni menghabisi korban dengan menggunakan balok kayu dan membuangnya di Desa Perreng Kecamatan Burneh dengan kondisi sekarat pada hari Jumat (23/11/2012).(dn/rah)

TUNJANGAN HARI RAYA

H-7 Perusahaan Harus Sudah Bayar THR BANGKALAN – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Bangkalan mengimbau agar perusahaan yang berada di wilayah Bangkalan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) pada karyawannya paling lambat H-7 lebaran, atau tepatnya tanggal 1 Agustus 2013 mendatang. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Permenakertrans) Nomor 4/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja di Perusahaan. Selain itu, Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi Nomor SE.03/MEN/ VII/2013 Tahun 2013 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan dan Himbauan Mudik Lebaran Bersama. Di samping itu, Gubernur Jawa Timur juga mengirimkan surat edaran tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan. Adapun besaran THR tergantung dari masa kerja karyawan tersebut pada suatu perusahaan. Berdasarkan Pasal 2 ayat (1) Peraturan Menteri Tenaga Kerja

RI Nomor Perlan upah. Kemudian 04/Men/1994 bagi pekerja yang tentang Tunbermasa kerja tiga jangan Hari bulan secara terusRaya Keagamenerus, tetapi maan Bagi kurang dari 12 buPekerja di Perulan diberikan secara sahaan, bahwa proporsional. Depengusaha wangan menghitung jib memberikan jumlah bulan kerja THR kepada dibagi 12 bulan dipekerjanya kali satu bulan upah. yang telah melAdapun, bagi ampaui masa pekerja (buruh) dekerja 3 (tiga) ngan masa kerja satu bulan secara tahun atau lebih Siswo Irianto terus-menerus Kepala Dinsosnakertrans (hingga batas waktu atau lebih. tak terhingga), haBangkalan Dengan kenya berhak 1 (satu) tentuan, bagi bulan upah sesuai pekerja (buruh) dengan masa Pasal 2 ayat [1] jo Pasal 3 ayat [1] kerja yang kurang dari satu ta- huruf a Permen-04/Men/1994). hun, tetapi telah lebih dari 3 Akan tetapi, bagi perusahaan bulan bekerja diberikan (berhak yang telah mengatur pembayaran THR) secara proporsional dengan THR keagamaan dalam perjanperhitungan sesuai Pasal 2 ayat jian kerja, Peraturan Perusahaan [1] jo Pasal 3 ayat [1] huruf b Per- (PP) atau Perjanjian Kerja Bermen-04/Men/1994). sama (PKB), ternyata lebih baik Dengan kata lain, pekerja dari ketentuan di atas, maka THR yang bermasa kerja 12 bulan se- yang dibayarkan kepada pekerja cara terus menerus atau lebih, harus dilakukan berdasarkan PP mendapat THR sebesar satu bu- atau PKB.

Pihak Dinsosnakertrans Kabupaten Bangkalan berjanji akan memantau terkait pembayaran THR tersebut. Jika ada perusahaan yang tidak memenuhi kewajibannya membayar THR pada pekerja, terancam ada sanksi sesuai aturan yang ada. “Pembayaran THR keagamaan paling lambat diberikan perusahaan pada pekerja seminggu sebelum lebaran atau tanggal 1 Agustus,” terang Kepala Dinsosnakertrans Bangkalan, Siswo Irianto, Senin (29/7). Dia menjelaskan pihaknya sudah mengirimkan surat edaran kepada seluruh perusahaan yang ada, agar memberikan THR keagamaan kepada karyawan. Ini sesuai dengan surat edaran dari Gubernur Jatim dan menteri tenaga kerja serta Permenakertrans tersebut. “Kami telah tegaskan pada perusahaan supaya memberikan THR pada karyawan. Sehingga bisa sedikit meringankan beban ekonomi karyawan ketika merayakan lebaran dengan keluarga di kampung halaman,” ucapnya. (ori/rah)

INSPEKSI

Dinkes Sidak Sejumlah Toko dan Swalayan BANGKALAN - Menjelang lebaran Idul Fitri 1434, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko dan swalayan untuk memastikan bahwa makanan dan minumanan serta parsel yang dijual aman dikonsumsi oleh masyarakat. Dalam sidak yang dilakukan oleh tim gabungan Dinkes, Kodim, Sat Pol PP, DKP, dan petugas penggerak PKK serta Polres Bangkalan ini ditemukan beberapa produk kemasan dan parsel yang hampir kadaluwarsa.

Menurut Dinkes, ada beberapa ketentuan pada parsel, yang pertama adalah ada izin kemasan, lalu makanan yang dikemas tidak kadaluarsa serta tidak mengandung babi, atau makanan tidak halal lainnya. "Sidak ini kami rutin lakukan menjelang lebaran, untuk memastikan semua mamin dan parsel yang diperjual belikan aman di kunsumsi oleh masyarakat," ujar Kasi Farmakmin dan Gizi, Dinkes Bangkalan, Tjiptaning Tekat, ketika melakukan sidak di Hypermart Bangakalan Plaza.

Munurutnya, sidak yang dilakukan di Hypermart tidak ditemukan barang-barang yang tidak layak konsumsi. Hanya saja, ditemukan barang yang mendekati kadaluarsa dan kemasan yang sudah mulai rusak. Target pada sidak kali ini adalah parsel yang mulai marak di pasaran menjelang lebaran Idul Fitri. "Setelah dari ini Bangkalan plaza ini kami akan melanjutkan sidak ke swalayan yang ada di wilayah Bangkalan," ungkapnya. Tjiptaning lebih jauh mengatakan pihaknya menghim-

bau kepada penjual apabila parsel telah mendekati masa kadaluarsa, apalagi jika sudah tidak layak dikonsumsi untuk secepatnya ditarik dari pasaran dan segara dimusnahkan. Dengan semikian, konsumen tidak dirugikan akibat membeli atau mengkonsumsi produkproduk yang bisa membahayakan kesehatan karena sudah kadaluarsa, tanpa disadari sebelumnya oleh konsumen. "Bagi masyarakat agar berhati-hati jika hendak membeli produk kemasan. doni heriyanto/koran madura Supaya tidak sampai kecolon- SIDAK. Dinas Kesehatan Bangkalan, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko dan swalayan, gan,” ucapnya.(dn/rah) Senin (29/7).


8

SURAMADU

SELASA 30 JULI 2013 NO.0170| TAHUN II

DISTRIBUSI BLSM

PT Pos Target Selesai Sebelum Lebaran

PERAWATAN JALAN PROVINSI. Sejumlah pekerja melakukan perbaikan jalan provinsi di Mantup, Lamongan, Jawa Timur, Senin (29/7). Perbaikan ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Lamongan - Mojokerto sepanjang 26 kilometer itu dilakukan perbaikan sementara guna mengurangi tingkat kecelakaan menjelang arus mudik lebaran.

Petani Hendaknya Mewaspadai Perubahan Cuaca BANGKALAN – Cuaca alam yang tidak menentu, rupanya sangat berpengaruh terhadap kondisi tanaman. Petani harus selektif dalam memulai musim tanam. Jika salah akan menyebabkan kerugian nominal yang cukup banyak. Bahkan, petani terancam akan gagal panen. Oleh karena itu, kalangan petani di Bangkalan diminta untuk lebih waspada menghadapi anomali cuaca yang terjadi saat ini. ”Petani jangan asal tanam, perlu ada pemilihan tanaman yang lebih selektif agar bisa bercocok tanam tanpa mengalami kerugian,” kata Kepala

Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Bangkalan, Puguh Santoso, kemarin (29/7). Dia menjelaskan hingga saat ini anomalI cuaca masih tidak menentu. Terkadang panas yang menyengat, kadang pula turun hujan yang cukup lebat. Kondisi tersebut tidak menguntungkan kepada para petani. Karena itu, petani harus pandai-pandai memilih tanaman yang hendak ditanam. Menurutnya, para petani

dihimbau agar tidak menaman tanaman seperti ketela pohon, kacang tanah, dan cabai. Sebab, kondisi cuaca saat ini masih belum cocok untuk tanaman tersebut karena masih terkadang turun hujan. Bila dipaksakan untuk tetap tanam, akibatnya akan mengalami kerugian karena tanaman tersebut gampang busuk sehingga dapat menyebabkan gagal tanam. Meskipun demikian, dalam menamam padi masih terbilang cocok dengan sistem irigasi yang memadai, seperti di daerah Burneh. Mengenai tanaman apa yang cocok untuk musim seperti cuaca saat ini, dia menyebut kalau jagung dan ketela

rambat cukup tahan dengan cuaca yang terjadi saat ini. Di sisi lain, bila suatu waktu hujan tiba-tiba turun, tidak akan mudah merusak tanaman. ”Kalau tanaman jagung cukup tangguh dengan situasi cuaca seperti saat ini, sehingga kami sarankan agar para petani menanamnya,” sarannya. Puguh memprediksi, cuaca akan kembali normal sekitar 2 bulan ke depan, sehingga kalangan petani bisa lebih mudah untuk bercocok tanam. Untuk saat ini, dia meminta agar kalangan petani lebih hati-hati bertanam agar tidak mengalami kerugian tenaga dan nominal. Sementara itu, Devisi Per-

tanian HKTI Bangkalan, Imam Syafii menilai hingga saat ini petani lebih memilih untuk tidak menaman tanaman yang biasa ditanam saat musim kemarau. Sebab, meski secara hitungan sudah masuk musim kemarau, ternyata kerap turun hujan, sehingga membuat tanaman banyak yang mati. Menurutnya, banyak petani yang memilih sektor lain, atau bekerja di bidang lain seperti menjadi tukang bangunan atau lainnya. Sebab, situasi cuaca yang tidak menentu tersebut yang dinilai jadi persoalan bagi petani. ”Petani tidak terlalu mau mengambil resiko atas kondisi cuaca yang tak menentu tersebut,” ucapnya. (ori/rah)

VERIFIKASI BELUM JELAS

dan mendapatkan SK mendapatkat pugar. Namun, warga sedikit kecewan karena tidak bisa bertemu langsung dengan kepala DKPP. Mereka hanya ditemui Sekretaris dan Kabid Kelautan DKPP Sampang. Ketua kelompok Sriwangi Desa Asem, Tewi Wijaya, mengaku sangat kecewa dengan pihak dinas yang hingga saat

ini masih belum memberikan kepastian pada kelompoknya. Padahal, kondisi kelompoknya sudah beberapa bulan lalu disurvie langsung oleh petugas, dan hingga saat ini tidak ada kepastian. “Kami mendengar ada beberapa kelompok desa atau kelurahan sudah selesai verifikasi dan sudah mendapatkan kepastian mendapatkan

bantuan Pugar 2013. Sementara, kami hingga saat ini masih belum ada kepastian, kami berharap pihak dinas juga harus proaktif terkait apa saja syarat yang harus kami lengkapi terkait dengan administrasi, sehingga kami tidak digantung seperti ini,” tegasnya. Sementara Kabid Kelautan DKPP Sampang M. Mahfud

bayaran kepada yang layak menerima,” terangnya. Sementara seperti kecamatan Kangayan dan Arjasa, PT Pos telah menjadwalkan sampai tanggal 2 Agustus. “Semoga tidak ada halangan, sehingga tidak dapat melenceng dari target yang kami rencanakan,” ujarnya

Secara terpisah, Muhammad Suhaidi RB, anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep menilai bahwa kendalanya bukanlah pada penerima, tetapi pihak-pihak terkait kurang menggalakan sosialisasi kepada para penerima. Menurut data yang dirilis dari PT Pos dari 3 kepulauan yang masih belum selesai, diantaranya adalah Kecamatan Raas berjumlah 4.670 penerima; Kangayan adalah 2.752; dan Arjasa berjumlah 6.085. Dan sampai hari ini, distribusi BLSM dari 27 Kecamatan sudah selesai 80 persen dari jumlah total penerima 216.378 dengan rumah tangga sasaran (RTS) 93 ribu. Secara terpisah, Muhammad Suhaidi RB, anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep menilai bahwa kendalanya bukanlah pada penerima, tetapi pihak-pihak terkait kurang menggalakan sosialisasi kepada para penerima. “Sehingga wajar jika kendala yang dialami oleh PT Pos, ada banyak masyarakat yang belum siap menerima lantaran tidak persyaratan kurang lengkap,” ucapnya Selain itu, menurut Dosen STKIP PGRI Sumenep factor lain selain sosialisasi kurang, juga PT Pos dibiarkan bekerja sendirian. “Seharusnya pemerintah juga ikut andil menyalurkan kepada penerima sembari melakukan pengawasan terhadap distribusi BLSM,” tambahnya. (sym)

Rapat Banmus

Kelompok Pugar Datangi DKPP

SAMPANG - Sedikitnya dua kelompok tani garam program pemberdayaan usaha garam rakyat (Pugar) asal Desa Asem Rajeh dan Desa Asem Nunggal Kecamatan Jregik, Senin (29/7) mendatangi Kantor Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan (DKPP) Sampang. Mereka kecewa pada DKPP yang tak kunjung memastikan kelompok yang lulus verifikasi

SUMENEP- PT Pos Indonesia Kabupaten Sumenep menargetkan disribusi bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) selesai disalurkan kepada penerima sebelum lebaran tiba. Pasalnya, sejauh ini, penyaluran BLSM yang awalnya ditargetkan pertengahan bulan Juli belum juga selesai. Padahal, sebentar lagi sudah memasuki bulan Agustus. Anton, Kepala PT Pos Indonesia Kabupaten Sumenep mengatakan bahwa kendala yang seringkali menghambat dalam menyalurkan BLSM kepada penerima diakibatkan ada banyak penerima yang masih belum siap menerima. “Artinya, segala persyaratan yang diperlukan, seperti foto copi KTP, KK dan persyaratan lainnya masih belum siap , sehingga dapat menjadi kendala dalam percepatan distribusi BLSM ini. Jika mereka sudah siap, maka saya yakin distribusi BLSM selesai sesuai target,” katanya, Senin (29/7) kepada wartawan Karena menurut aturan, para penerima BLSM tersebut harus melengkapi persyaratan lebih dulu, baru bisa mengambil BLSM. “Jadi, kalau mereka masih belum melangkapi semua persyaratan yang ada, maka kami tidak bisa memberikannya kepada mereka. Hal ini kami lakukan untuk menjaga sesuatu yang tidak diinginkan,” jelasnya. Ketika ditanya lebih lanjut sejauh mana proses penyelesaian penyaluran BLSM, pihaknya mengaku sudah hamper selesai. Kini, hanya tinggal beberapa kecamatan saja yang belum selesai. “Untuk daratan sudah semua, saat ini tinggal daerah kepulauan saja yang belum selesai, yakini seperti Kangayan, Arjasa, dan Raas,” sebutnya. Sehingga dirinya optimis, sebelum lebaran tiba, penyaluran BLSM sudah selesai. “Untuk daratan insya Allah sudah selesai semua, hanya tinggal sisanya saja, seperti Talango dan Batuputih. Sehingga perlu ada penjadwalan ulang. Sedangkan untuk kecamatan Raas, kami sudah jadwalkan besok (hari ini) tim PT Pos akan ke Raas untuk melakukan proses pem-

membenarkan jika ada dua kelompok petani garam dari dua desa di Kecamatan Jregik yang datang untuk mempertanyakan kepastian. “Pada dasarnya tidak hanya Desa Asem Rajeh dan Desa Asem Nunggel saja yang belum menyetorkan data verifikasi, tetapi masih banyak data kelompok yang belum masuk, hal ini menjadi tugas pendamding untuk melakukan pendataan verifikasi dan administrasi lainnya. Dijelaskan M. Mahfud, dari 6 kecamatan penerima Pugar yakni Kecamatan Jregik, Banyuates, Sampang, Sreseh, Pengarengan dan Camplong, hanya 9 desa/kelurahan di 3 Kecamatan yang sudah selesai verifikasi yakni Desa Apaan, Desa pengarengan Kecamatan Pengarengan Sampang, Desa Labuhan, Desanah, Labang, Marparan Kecamatan Sreseh Sampang, dan Kelurahan Karang Dalem. Polagan, Aing Sareh Kecamatan Sampang kota. “Jadi intinya lamban tidaknya data verifikasi kelompok pugar di bawah, hal itu sangat tergantung dengan kinerja pendamping pugar yang sudah ada. Bagi 9 desa yang sudah diverifikasi oleh tim teknis maka dalam waktu dekat sudah bisa diproses tanpa menunggu yang lain yang masih belum selesai,” tambahnya. (hol)

Pemilihan Wawali Berjalan Alot SURABAYA - Rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Surabaya tentang mekanisme pemilihan calon Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya pengganti Bambang Dwi Hartono, Senin, berjalan alot karena banmus mempermasalahkan pemilihan calon dilakukan dengan mencontreng atau menulis nama. “Tadi disepakati mekanisme pemilihan dilakukan dengan silang (contreng) dan tidak lagi menulis nama calon,” kata Ketua Pansus Pemilihan Calon Wawali Surabaya Irwanto Limantoro di DPRD Surabaya, Senin (29/7). Informasi yang dihimpun Antara, rapat banmus tentang pemilihan cawawali selalu gagal. Sebelumnya banmus diagendakan dua kali pada Jumat (26/7) pagi dan sore, tapi kenyataannya tidak kuorum. Seharusnya rapat dianggap kuorum jika memenuhi 13 dari total 25 anggota banmus, tapi yang datang pada banmus Jumat pagi hanya sembilan orang dan banmus Jumat sore hanya 11 orang. Rapat banmus akhirnya digelar lagi pada Senin ini meski terjadi tarik ulur pendapat dan adu argumen antaranggota Banmus. Bahkan rapat paripurna yang se-

mestinya digelar pukul 10.00 WIB molor hingga pukul 12.00 WIB. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang semula menunggu sampai dua jam akhirnya meninggalkan ruang rapat paripurna. Menurut Irwanto, sebelumnya model pemilihan contreng maupun tulis nama calon wawali itu sama saja. Selama ini yang dikhawatirkan angota dewan jika menulis nama akan mudah diketahui. “Ini yang dipersoalkan saat banmus,” katanya. Selain itu, kata dia, anggota banmus juga mempersoalkan pembentukan panitia pemilih (panlih) diprotes. Sebelumnya, direncanakan jika panlih merupakan anggota pansus. “Tapi itu ditolak, sehingga pemilihan panlih diserahkan ke masing-masing fraksi,” katanya. Hal sama diungkapkan anggota banmus lainnya, Erick Reginal Tahalele. Ia mengatakan dalam rapat banmus disepakati jika pansus baru bisa bekerja setelah ada jawaban dari gubernur setelah tertulis. “Paripurna sekarang hanya pengesahan rancangan tata tertib menjadi tata tertib. Setelah itu dikirim ke gubernur,” katanya. (ant/dik)


TAPAL KUDA

9

SELASA 30 JULI 2013 NO.0170| TAHUN II

PEMILUKADA

Kuasa Hukum Harapkan Penundaan Objek Sengketa

TOLERANSI UMAT BERAGAMA. Sejumlah warga muslim asal Wamena, Kabupaten Jayawijaya, berdoa usai menjalankan shalat bersama di Masjid Angkasa, Kota Jayapura, Papua. Warga asli Papua bersama umat muslim lainnya menjalankan ibadah puasa dengan penuh toleransi beragama.

UKM Tembus Pasar Global SIDOARJO - Lebih kurang 3.000 usaha kecil dan menengah di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, dan Pasuruan siap menembus pasar global untuk pemasaran produknya melalui sistem dalam jaringan (online) yang disediakan PT Telkom. Menurut Direktur Enterprise Business Service Telkom, Mohammad Awaluddin, saat berdialog dengan pengusaha dan pelaku UKM di Sidoarjo, Jatim, Senin, pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) di Sidoarjo dan daerah sekitarnya cukup tinggi dibanding daerah lain. “Kami melihat Sidoarjo sebagai salah satu kota yang tingkat pertumbuhan ekonominya cukup tinggi, dengan salah satu penggerak paling kuat adalah bisnis UKM,” katanya. Menurut Awaluddin, per-

tumbuhan ekonomi Sidoarjo bisa semakin pesat, jika solusi terintegrasi dari sisi teknologi informasi yang disiapkan Telkom sudah bisa diaplikasikan, baik di bidang pendidikan, bisnis UKM, pemerintahan, maupun seluruh bidang kehidupan lain. Ia menambahkan Telkom terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemanfaatan teknologi informasi di berbagai bidang, khususnya pendidikan dan bisnis UKM. “Khusus untuk wilayah Sidoarjo, Telkom telah meny-

iapkan tidak kurang 1.000 titik akses internet tanpa kabel (Wifi) guna menghubungkan komunitas-komunitas yang ada di daerah itu,” tambah Awaluddin. Melihat potensi UKM yang sangat besar di Sidoarjo, lanjut Awaluddin, Jatim, seharusnya bisa menjadi “center of SME (small medium enterprise) market” di Indonesia. “Paling tidak, nantinya akan ada sekitar 100.000 komunitas UKM di seluruh Indonesia yang terkoneksi secara digital sehingga mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Deputy Executive General Manager Divisi Business Service Telkom, Prasabri Pesti mengemukakan dari target 100.000 UKM yang terkoneksi secara

online, saat ini sudah tercapai lebih dari 33.000 UKM. “Besarnya penjualan telepon pintar di Indonesia belum dioptimalkan oleh masyarakat untuk sesuatu yang produktif, seperti e-commerce, sehingga nantinya akan tumbuh pelakupelaku bisnis baru yang ikut menumbuhkan perekonomian nasional,” katanya. Sementara itu, General Manager Telkom Wilayah Jatim Tengah Timur (Sidoarjo, Mojokerto, Jombang dan Pasuruan), Sujito mengatakan saat ini sekitar 1.000 pelaku UKM di Sidoarjo telah memanfaatkan jaringan internet untuk kegiatan bisnisnya, terutama pemasaran.”Kami secara berkelanjutan terus mengadakan program pelatihan kepada para pelaku UKM dan komunitas lainnya,” ujarnya. (ant/rah)

PENGURANGAN MASA TAHANAN

201 Narapidana Terima Remisi Lebaran JEMBER - Sebanyak 201 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II-A Kabupaten Jember, Jawa Timur, menerima remisi Lebaran 2013. Kepala LP Kelas II -A Jember, Harun Sulianto mengatakan narapidana yang paling banyak menerima remisi Hari Raya Idul Fitri adalah narapidana kasus tindak pidana umum seperti kasus pencurian dan kasus terkait perlindungan perempuan dan anak (PPA). “Dari 201 narapidana yang menerima remisi, sebanyak tujuh narapidana akan menghirup udara bebas pada saat Lebaran nanti,” tuturnya.

Sementara itu, 194 narapidana lainnya akan menerima pengurangan masa tahanan yang bervariasi antara 15 hari hingga dua bulan, tergantung dari lamanya mereka ditahan untuk masing-masing narapidana. Menurut dia, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi para narapidana untuk bisa mendapatkan remisi antara lain berkelakuan baik, tidak melanggar aturan di dalam LP dan mengikuti semua program bimbingan yang diberikan petugas dengan baik. “Kami juga mempertimbangkan perilaku narapidana selama di LP, sehingga pemberian remisi Hari Raya Idul

Fitri 1434 Hijriah benar-benar sesuai dengan ketentuan dan tepat sasaran,” ucapnya. Biasanya narapidana yang sudah menjalani hukuman minimal lebih dari enam bulan akan menerima remisi satu bulan, asalkan berperilaku baik selama menjadi warga binaan di LP Kelas II-A Jember. “Saat ini permohonan remisi Lebaran telah kami proses untuk pengajuan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kenmenkum HAM) Provinsi Jawa Timur,” katanya. Sementara untuk narapidana kasus narkoba, Harun menuturkan pihaknya tidak bisa memberikan penguran-

gan masa tahanan kepada 10 narapidana yang mengajukan permohonan remisi. “Khusus untuk terpidana kasus narkoba yang menjalani masa hukuman lebih dari 5 tahun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan remisi, selain harus berkelakuan baik,” ujarnya. Ia menjelaskan narapidana narkoba harus terlebih dahulu menjadi pelaku yang bekerja sama dengan lembaga penegak hukum atau “justice collaborator” baik dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, maupun kejaksaan untuk mengungkap jaringan kejahatan narkoba lainnya. (ant/rah)

KEAMANAN

Penumpang Bus Terminal Purabaya Dirazia

SIDOARJO - Petugas Kepolisian Sektor Waru, Sidoarjo, Senin, merazia sejumlah penumpang yang hendak masuk ke Terminal Purabaya Surabaya di Bungurasih sebagai antisipasi dini terjadinya tindak kriminalitas. “Razia ini dilakukan un-

tuk menciptakan rasa aman dan nyaman kepada calon penumpang yang ingin menggunakan jasa angkutan bus di Terminal Purabaya Surabaya,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Waru Kompol Hendriyana di Sidoarjo, Jawa Timur. Target razia tersebut, kata

dia, teroris, bahan peledak, narkoba, dan senjata tajam yang mungkin dibawa oleh calon penumpang. “Seluruh penumpang yang akan melalui Terminal Purabaya ini harus melewati pemeriksaan petugas termasuk anggota kepolisian sendiri. Kami tidak pandang bulu,” ucapnya. Ia juga mengemukakan calon penumpang dari luar Jawa yang turun dari kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya maupun pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya biasanya melanjutkan perjalanan darat ke kampung halamannya dengan menggunakan angkutan bus di Terminal Purabaya. “Razia akan terus dilakukan selama masa angkutan Lebaran 2013 demi terwu-

judnya rasa aman dan nyaman bagi calon penumpang. Kami memeriksa badan maupun barang milik calon penumpang,” katanya. Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Terminal Purabaya Surabaya May Ronald merespons positif kegiatan yang digagas polisi. “Razia itu bagian dari pengamanan yang dilakukan polisi. Pengamanan yang maksimal bisa mencegah terjadinya tindak kejahatan di lingkungan Terminal Purabaya,” ujarnya. Ia berharap para calon penumpang yang menggunakan jasa bus di Terminal Purabaya Surabaya tetap berhati-hati dan tidak mengenakan perhiasan emas yang berlebihan guna menghindari hal-hal tak diinginkan. (ant/rah)

SIDOARJO - Kuasa hukum pasangan bakal calon gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, Djuly Edi mengharapkan adanya penetapan penundaan objek sengketa pada sidang gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negera (PTUN) di Sidoarjo. “Kami berharap dalam pekan ini juga ada penetapan penundaan objek sengketa, yakni SK KPU Jawa Timur,” katanya usai sidang di PTUN Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin. Ia menjelaskan dalam pekan ini pihaknya menyiapkan beberapa saksi yang akan dihadirkan dalam sidang lanjutan.” Saksi yang akan kami hadirkan sekitar 10 orang. Namun, untuk jumlah pastinya, masih menunggu koordinasi akhir dengan tim,” ujarnya. Saksi yang akan dihadirkan itu memang cukup banyak, di antaranya dari Jakarta dan saksi ahli. “Sementara untuk berkas yang dipersiapkan oleh tim kami

dalam sidang ini sedikitnya ada empat puluh dokumen,” katanya.

Ia menjelaskan dalam pekan ini pihaknya menyiapkan beberapa saksi yang akan dihadirkan dalam sidang lanjutan.” Saksi yang akan kami hadirkan sekitar 10 orang. Namun, untuk jumlah pastinya, masih menunggu koordinasi akhir dengan tim,” ujarnya. Sementara itu, kuasa hukum pasangan calon independen Eggi Sudjana-M Sihat, Asnan Ashari menyatakan ikut sebagai pemohon

intervensi dalam persidangan tersebut. “Kami sengaja melakukannya supaya pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Jawa Timur bisa berjalan dengan baik tanpa meninggalkan pasangan yang lain. Kami akan terus mengawal persidangan kasus tersebut,” katanya. Sebelumnya, pada rapat pleno 14 Juli 2013, pasangan Khofifah-Herman yang diusung PKB dan sejumlah partai nonparlemen dinyatakan tidak lolos oleh KPU Jatim, karena kurang memenuhi syarat minimal dukungan sebesar 15 persen untuk mengikuti pemilukada. Khofifah-Herman beserta partai politik pengusung selanjutnya memasukkan gugatan terhadap SK KPU itu ke PTUN dan Dewan Kehormatan Penyelengga Pemilu (DKPP). Sidang lanjutan kasus tersebut akan dilanjutkan pada Rabu (31/7) dengan agenda pemeriksaan saksi. (ant/rah)

PENYEBERANGAN

Siagakan 41 Kapal Angkutan Lebaran BANYUWANGI - PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyiagakan 41 kapal untuk melayani penumpang selama angkutan Lebaran 2013. Manajer Operasional PT Indonesia Ferry ASDP Ketapang Saharudin Kotto mengatakan 41 kapal tersebut terdiri atas 27 kapal penumpang dan 14 kapal barang, yang dioperasikan selama arus mudik dan balik Lebaran. “Dari 41 kapal itu, dua di antaranya tambahan kapal baru KMP (kapal motor penumpang), karena diprediksikan pemudik dari Pulau Bali menuju Banyuwangi didominasi pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua,” katanya. Menurut dia, pihaknya sudah menyiapkan sarana dan prasarana di Pelabuhan Ketapang, baik dari kapal maupun dermaga yang akan beroperasi selama masa angkutan Lebaran. “Saya optimistis dengan jumlah kapal yang disiagakan dan 12 dermaga yang ada, pihak ASDP Ketapang siap menghadapi pemudik yang hendak menyeberang di Selat Bali,” tuturnya. Selain menambahkan armada kapal, lanjut dia, aktivitas bongkar muat kapal juga dipercepat untuk menghindari antrean panjang dan kemacetan di pelabuhan. Ia mengatakan lonjakan penumpang terjadi dari Pelabuhan Gilimanuk (Jembrana, Bali) menuju Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi, Jatim) selama arus mudik karena sebagian besar warga asal Pulau Jawa bekerja di Pulau Bali. “Biasanya pemudik yang bekerja di Pulau Bali menggunakan sepeda motor untuk pulang kampung, sehingga diprediksi jum-

lah kendaraan roda dua itu meningkat tajam jelang Lebaran,” katanya. Untuk memberikan kenyamanan kepada pemudik, lanjut dia, PT ASDP Keta-

pang bekerja sama dengan sejumlah pihak menyiapkan empat posko kesehatan dan sejumlah tenda untuk tempat istirahat di sekitar Pelabuhan Ketapang. (ant/rah)

MUDIK

Sembilan Poskotis Lebaran Akan Didirikan SIDOARJO - Petugas Kepolisian Resort Sidoarjo akan mendirikan sembilan pos komando taktis (poskotis) dan dua pos pelayanan selama masa Lebaran 2013. Kepala Kepolisian Resor Sidoarjo AkBP Marjuki menjelaskan puluhan pos itu akan disiagakan sejak “H-7” hingga “H+7” Lebaran. “Pos-pos tersebut didirikan sebagai bentuk pengendali anggota di lapangan terutama saat mudik dan balik Lebaran,” katanya di Sidoarjo, Jawa Timur. Lokasi pos pelayanan

akan ditempatkan di Terminal Purabaya dan “Masjid Bintang” di Jalan Arteri Porong, Sidoarjo. “Di pos tersebut, para pemudik bisa memanfaatkan sejumlah fasilitas, termasuk informasi seputar mudik-balik dan kebutuhan kesehatan,” ucapnya. Selain mendirikan pos, kata dia, pihaknya akan melarang kendaraan berat untuk beroperasi menjelang Lebaran, karena dapat mengganggu warga yang akan mudik maupun balik. “Sesuai dengan imbauan

dari dinas terkait lainnya, kendaraan berat seperti truk tersebut dilarang melintas pada “H-4”. Kebijakan tersebut dikecualikan bagi truk pengangkut sembako,” paparnya. Ia berterima kasih atas pengoperasian Jalan Arteri Porong di Ketapang, karena akan memcah potensi kemacetan sekaligus jalan alternatif bagi warga yang akan ke Malang dan sebaliknya. “Kami memperkirakan puncak arus mudik Lebaran di Sidoarjo akan terjadi pada “H-4”,” katanya. (ant/rah)


10

LINTAS JATIM

SELASA 30 JULI 2013 NO.0170 | TAHUN II

Khofifah: Kemungkaran Harus Diluruskan SURABAYA - Salah seorang bakal calon Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kemungkaran harus dilawan, karena itu proses persidangan di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) merupakan jalan untuk meluruskan kemungkaran itu. “DKPP akan menggelar sidang terakhir pada Senin (29/7), kemudian insya-Allah akan ada keputusan. Semoga ikhtiar kita lolos,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Surabaya, Minggu malam (28/7).

ant/rosa panggabean

SIDANG DKPP KHOFIFFAH: Bakal Calon Gubernur Jawa Timur Khofiffah Indar Parawansa mendengarkan keterangan saksi dalam sidang lanjutan pengaduan Bakal Cagub- Cawagub Jawa Timur Khofiffah- Herman di ruang sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jakarta, Senin (29/7). Sidang tersebut mendengarkan pendapat ahli yang diajukan teradu, ketua dan anggota KPU Jawa Timur.

Dalam acara "Buka Bersama Ibu Muslimat" bertema "Ayo Jaga Aswaja, Demi Terjaganya Iman dan Moral" yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Kediri di halaman Kantor PC Muslimat NU Kabupaten Kediri tersebut,

Khofifah juga menyampaikan permohonan dukungan doa. "Senin (29/7) pagi juga dilakukan sidang PTUN. Mohon panjenengan (anda) terus melakukan doa. Biar syariatnya saya yang menyelesaikan," kata Ketua Umum PP Muslimat NU itu.

Ia menjelaskan ada harapan di DKPP. "Sidang DKPP tidak hanya memecat anggota KPUD, tapi DKPP juga telah memiliki yurisprudensi untuk memasukkan kembali calon yang telah dicoret oleh KPUD Jawa Timur," kata perempuan kelahiran Surabaya pada 19 Mei 1965 tersebut. Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Jatim "Berkah" (bersama Khofifah-Herman) Kabupaten Kediri, Nurul Aini Bajuri, meminta agar dukungan untuk Khofifah tetap solid. "Jangan pindah ke lain hati, apapun alasannya, karena proses hukum sedang berlangsung," katanya. Senada dengan itu, pengurus Pimpinan Cabang NU Kabupaten Kediri, KH Sulaiman

Lubis, menegaskan bahwa tidak ada alasan warga NU untuk tidak memberikan dukungan kepada kader NU. "Saya ingat ucapan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid, mantan Presiden dan mantan Ketua Umum PBNU) saat kami sowan (silaturrahmi) kepada beliau pada tahun 1999. Beliau menegaskan bahwa sudah selayaknya kita mendukung sekaligus mengantarkan kader NU yang memang berkapasitas," ujarnya. Acara itu juga dihadiri Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Kediri KH. Mukhsin Isman dan beberapa calon legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) baik untuk DPRD Provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Kediri. (ant/dik)

SENGKETA PEMILUKADA

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Ingatkan KPU Jatim agar Tertib Administrasi JAKARTA-Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengingatkan KPU Jawa Timur dan seluruh KPU Provinsi agar ke depan lebih tertib administrasi. Urusan kode etik tidak melulu urusan keindependensian, tetapi juga persoalan tertib administrasi. “Kealpaan yang mengakibatkan besar, menjadi masalah. Karena itu masalah administrasi menjadi besar. Masalah kode etik bukan persoalan keindependensian saja, tapi juga tertib administrasi,” ujar Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie dalam sidang lanjutan dugaan pelanggaran kode etik KPU Jawa Timur dengan agenda menghadirkan saksi ahli dari pihak tergugat, yakni KPU Jawa Timur di Jakarta, Senin (29/7). Sidang ketiga ini berlangsung di Gedung Bawaslu, Jakarta. Di hadapan peserta sidang etik itu, Jimly mengimbau kepada KPU Jawa Timur dan KPU Provinsi agar persoalan administrasi hendaknya

menjadi pelajaran ke depan dalam mengawal Pemilu 2014. KPU sebagai lembaga yang dituntut independen harus menghindari masalah administrasi yang bisa menimbulkan tudingan pihak lain. “Karena KPU pengambilan keputusan, sifatnya kolektif kolegial. Sebeb nanti kalau ada kasus seperti ini, cara orang melihatnya ada kasus di pihak sini, satu di pihak sana. Orang jadi menuduh. Jangan sampai itu mengganggu, yang tadinya niat baik jadi terlihat buruk,” tuturnya. Yang pasti, jelas Jimly, urusan adminitsrasi adalah menjadi hal penting. Menurutnya, separuh persoalan organisasi akibat kesalahan

adminsitrasi. “Orang bodoh tidak masuk neraka karena ketidaktahuannya. Tapi lebih bodoh kalau tidak mau belajar dari kesalahan,” ucapnya. Agenda sidang kali ini tim tergugat yakni ketua dan anggota KPU Jawa Timur menghadirkan ahli hukum tata negara dari Universitas Airlangga Emanuel Sujatmoko, serta ahli Pemilu Ramlan Surbakti. Sidang terakhir sengketa pemilu kali ini menyoroti seputar dugaan pemalsuan penandatanganan surat keputusan dukungan 2 parpol kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jatim, yakni pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (BerKah). Dua partai tersebut yakni Partai Kedaulatan dan Partai Persatuan Nahdolut Ummah Indonesia (PPNUI). Surat keputusan dukungan tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan bagi

Kealpaan yang mengakibatkan besar, menjadi masalah. Karena itu masalah administrasi menjadi besar. Masalah kode etik bukan persoalan keindependensian saja, tapi juga tertib administrasi,” Komisioner KPU Jatim dan sebagai dasar sah tidaknya pasangan BerKah sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jatim. Hasilnya, pasangan ini dinyatakan tidak lolos mengikuti Pilgub Jawa Timur 2013 KPU Jawa Timur pada 14 Juli lalu. Dalam pokok pengaduannya, pihak pengadu yakni Khofifah-Herman menyangkakan para pihak teradu yakni ketua dan anggota KPU

Jimly Asshiddiqie Ketua DKPP

Provinsi Jatim, yakni Andry Dewanto Ahmad, Nadjib Hanud, Agung Nugroho, Agus Machfud, dan Sayekti telah mengesampingkan keabsahan dukungan PK dan PPNUI. Atas tindakan 5 Komisioner KPU Jawa Timur itu, pasangan BerKah tidak lolos

sebagai peserta Pilgub Jatim 2013, yang menurut tim BerKah, dengan alasan yang dibuat-buat, yaitu karena dualisme dukungan Sementara itu, Juru bicara kubu Khofifah-Herman, Adhie Masarddi mengatakan gara-gara kedua sekjen (PK dan PPNUI) yang atas nama partainya mendukung Karsa, membuat KPU Jatim menganulir dukungan PK dan PPNUI yang justru ditandatangani ketum kedua partai itu. Akibatnya, dukungan suara parpol bagi pasangan Khofifah-Herman jadi tidak memenuhi syarat. “Padahal dari sisi administrasi kepartaian, dukungan PK dan PPNUI itu 100% sah. Jadi kalau mengunakan moral demokrasi dan akal sehat, bukan akal bulus, pasangan Khofifah-Herman tak ada masalah,” ungkap Makanya, Adhie sepakat dengan pakar tata negara Dr Irman Putrasidin dan Maruarar Siahaan, SH (saksi) ahli

dalam perkara ini. Pelanggaran etika yang dilakukan penyelenggara pemilu dampaknya memang bisa merugikan negara dan bangsa secara serius dan berkelanjutan. Karena bisa melahirkan kepala daerah yang tidak jujur, korup dan mengingkari amanat rakyat. Ditempat terpisah, kuasa hukum Khofifah dalam sidang di PTUN Surabaya, Djuli Edi mengajukan permohonan penundaan Pilgub Jatim bisa dilakukan. “Kami meminta permohonan ini bisa diputuskan,” katanya, Senin (29/7) Menanggapi hal itu, majelis hakim yang dipimpin Tri Cahya Indra Permana meresponnya. Pihaknya mengaku sudah menerima permohonan penundaan itu. Hanya saja, pihaknya belum bisa memberi putusan karena masih dibahas. “Iya, kami masih memusyawarahkannya terkait permohonan ini,” katanya. (gam/cea/abd)

PENANGKAPAN TERORIS

SATUAN KARYA

Densus Kembalikan Terduga Teroris Salah Tangkap

Satkar Ulama Siap Antar Golkar Menangi Pemilu

TULUNGAmemastikan GUNG - Detasemen telah berkoorKhusus (Densus) dinasi dengan 88 Antiteror Polri pengurus PDM mengembalikan Tulungagung Sapari dan Mugi guna membuat Hartanto, dua warsalinan surat ga korban salah pernyataan tangkap saat pengpengembalian gerebekan terduga kedua korban teroris di depan salah tangkap sebuah warung di dari pihak DenKota Tulungagung, sus 88. Jatim, Senin (29/7). Isi ma"Iya, barusan teri pernyatkami mendapat aan menerima konfirmasi dari pengembalian Ketua PDM (Penyang ditandatagurus Daerah) Tungani keluarga lungagung bahwa keduanya itu saudara Sapari dan rencananya Mugi sudah dikemmenjadi dasar balikan ke keluarevaluasi tim ganya tadi, setelah pengacara yang shalat Taraweh," ditunjuk PP Muant/sahlan kurniawan kata Ketua Majelis hammadiyah TERORISME TULUNGAGUNG: Mugi Hartanto warga Dusun Hukum dan HAM untuk menganGambiran, Pagerwojo, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (29/7) Pengurus Wilayah menunjukkan luka di kedua lengannya setelah sepekan menjalani tisipasi ketidakM u h a m m a d i y a h pemeriksaan di Mapolda Jatim pasca penyergapan terduga tahuan aspek Jatim, Slamet Hari- teroris Rizal dan Dayat di Jalan Pahlawan Tulungagung pada hukum pihak yanto, melalui tel- hari Senin (22/7) lalu. korban. epon seluler, Min" Ke l u a r g a ggu (28/7) malam. sepertinya tidak Slamet. Dua warga Mumembaca secara Ia mengaku belum meng- detail isi materi surat pernyhammadiyah asal Desa Penjor dan Gambiran, Kecamatan etahui secara pasti alasan ataan yang ditandatanganinPagerwojo, tersebut, berdasar pemulangan Sapari maupun ya, mereka sudah senang kainformasi dari PDM Tulunga- Mugi lebih awal, padahal se- rena yang terpenting anggota belumnya Densus meminta keluarganya kembali. Ini bisa gung, kondisinya baik. Kedua pengurus Mu- waktu toleransi pemeriksaan berbahaya kalau ternyata isi hammadiyah Kecamatan hingga Senin (29/7), atau tu- surat itu ada klausul bahwa Pagerwojo tersebut pulang juh hari sejak keduanya di- yang bersangkutan masih dalam kondisi baik, hanya tangkap. tetap berstatus tersangka "Kami masih akan minta atau ada kemungkinan diada luka memar bekas borgol di masing-masing kedua penjelasan resmi dari Pol- tangkap lagi," kata Slamet. pergelangan tangan serta da Jatim, besok. Soal lainSapari dan Mugi Hartanto bekas sekapan. "Alhamdulil- lain, termasuk apakah akan ditangkap Senin (22/7), sepelah bapak sudah ada surat melakukan tuntutan atau kan lalu dalam sebuah opepemulanghan dari Polda Ja- semacamnya, akan kami pu- rasi penangkapan disertai tim. Suratnya ada tiga lem- tuskan setelah ada klarifikasi penembakan terhadap dua bar," demikian isi pesan sing- dari kepolisian," katanya. terduga teroris jaringan Poso, Slamet yang saat dikon- Riza dan Dayah alias Kim. kat (SMS) dari Sumiati, adik bungsu Sapari yang diterima firmasi berada di Surabaya (ant/dik)

SURABAYA - Satuan Karya (Satkar) Ulama Jawa Timur siap mengantar Partai Golkar menjadi pemenang Pemilihan Umum 2014 dan mengembalikan kejayaan Golkar. “Golkar dulu sangat berjaya dan menjadi partai penguasa. Sebagai organisasi sayap, kami siap mengantar partai ini kembali menjadi pemenang,” ujar Ketua Satkar Ulama Jatim Ali Saiboo, kepada wartawan di Surabaya, Senin (29/7). Ali Saiboo baru terpilih sebagai ketua dan resmi sebagai nahkoda Satkar Ulama di Jatim setelah melalui Musyawarah Daerah di Malang, akhir

pekan lalu. “Memang saya telah dipercaya jadi ketua. Doakan saya bisa melaksanakan amanat ini,” tutur orang dekat Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar Ridwan Hisjam ini. Dalam menjalankan Ormas sayap Partai Golkar itu, Ali Saiboo dibantu Wakil Ketua Gus Han dari Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang dan Gus Haris dari Pondok Pesantren ZAHA Genggong, Probolinggo. Sementara itu, Sekretaris dijabat oleh Syaifullah Maksum yang juga mantan presiden BEM IAIN Sunan Ampel Surabaya, serta Bendahara

Quraisy Baisa dari pengusaha properti. Kemudian, di jajaran dewan penasihat, sejumlah kiai sepuh memperkuat Satkar Jatim, salah satunya adalah KH Miratul Mukminin dari Magetan. Sementara itu, terpilihnya Ali Saiboo sebagai Ketua DPD Satkar Ulama Jatim disambut gembira Ketua Dewan Penasehat Satkar Ulama Jatim, Ridwan Hisyam. Sebab, Ali Saiboo kenyang pengalaman di organisasi. Selain pernah menjadi anggota FPG DPRD Jatim, pria keturunan habaib ini juga menjadi Pengurus Perguruan

Al Hikmah Sidoarjo. Tidak itu saja, Ali Saiboo juga tercatat sebagai Caleg DPRD Jatim dari Dapil IV (Jember dan Lumajang). Di bawah kepemimpinan Ali Saiboo, Satkar Ulama diharapkan dapat mengawal suara Nahdhiyyin di Jatim untuk mendukung Partai Golkar dalam Pileg dan Pilpres 2014. “Suara Nahdhiyyin pernah membesarkan Golkar di era Soeharto, mantan Presiden RI yang juga sebagai pendiri Satkar Ulama tanggal 13 Maret 1970 di Banten. Kini, kami berharap Satkar Ulama bisa mengawal suara Nahdliyin,” ujar Ridwan Hisjam. (ant/dik)

SOAL PAW

Musyafak Akan Menggugat Gubernur Jatim

SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Surabaya Musyafak Rouf mengancam akan menggugat Gubernur Jatim karena mengeluarkan surat pergantian antar waktu (PAW) terhadap dirinya. Setelah bebas dari hukuman terkait kasus gratifikasi jasa pungut senilai Rp720 juta selama hampir 1,5 tahun di Lapas Porong, Sidoarjo, Senin (29/7), Musyafak langsung menuju gedung dewan. Di ruang kerja Ketua DPRD Surabaya, Musyafak mengungkapkan niatannya untuk kembali masuk kantor di dewan, meski sebelumnya Gubernur Jawa Timur telah memecat dirinya karena telah menjadi narapidana. Musyafak beralasan, hingga saat ini SK dirinya sebagai pimpinan dewan belum dicabut. “Saya tetap ngantor, karena saya pimpinan DPRD.

SK saya ada dua, pimpinan dan anggota. Jika diganti harusnya pimpinan dulu, setelah jadi anggota baru diganti, itu prosedurnya,” kata Musyafak kepada para wartawan di DPRD Surabaya. Untuk itu, Musyafak mengancam akan menggugat Gubernur Jatim, jika pergantian antarwaktu dirinya tetap dilakukan. “Jika Pak Gubernur khilaf tidak apa-apa. Tapi jika diambil sumpah jabatan saya akan gugat,” katanya. Musyafak yang datang ke gedung dewan didampingi anggota keluarganya itu menganggap surat Gubernur Jatim tentang PAW tidak manusiawi dan bertentangan dengan peraturan perundangan. Ia menilai keputusan Gubernur Jawa Timur yang masa berlakunya terhitung sejak turunnya keputusan Mahkamah Agung yang menjatuhkan

sanksi bersalah terhadap dirinya dalam kasus jasa pungut itu tidak masuk akal. Menurut dia, keputusan hukum tidak bisa berlaku surut. Ia menolak mengembalikan gaji dan tunjangan yang ia terima sejak 2011 saat menjadi terpidana, sebelum ada keputusan tetap yang menyatakan ia kalah dalam gugatannya nanti. “Hak-hak saya sebagai politisi saya perjuangkan. SK Saya masih ada, kecuali dicabut. Jika dalam persoalan hukum nantis saya kalah, meski saya cicil (gaji dan tunjangan),” katanya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya dari PDIP, Wisnu Sakti Buana, mengatakan pemecatan anggota merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Jika Surat pemecatan Musyafak sebelumnya turun

dari DPC PKB Surabaya, maka yang bersangkutan mempunyai hak untuk protes. “Pecat dan bebas tugas itu kewenangan DPP, itu sesuai AD/ART Partai. Tapi kalau sanksi dan sebaginya bisa dari DPW atau DPC. Jika Pak Musyafak dipecat cabang punya hak untuk protes,” katanya. Ia menegaskan, untuk PAW anggota dewan yang menjabat pimpinan DPRD, sesuai prosedur pergantan dilakukan ditingkat pimpinan dahulu, kemudian melepas keanggotaannya. “SK pergantian pimpinan dulu baru PAW anggota, perkara turunnya berbarengan gak-apaapa,” katanya. Ia mengungkapkan hingga rapat paripurna yang digelar Senin ini, nama Musyafak Rouf masih tercantum dalam daftar pimpinan dewan. (ant/dik)


LINTAS JATIM

11

SELASA 30 JULI 2013 NO.0170 | TAHUN II

251 Tenaga Honorer Surabaya Tuntut Pesangon SURABAYA - Sebanyak 251 Tenaga honorer daerah di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menuntut pesangon. Salah seorang tenaga honorer yang telah dipecat, Heru Siswandi, mengatakan, ada perubahan pola pengambilan kebijakan antara Wali Kota Surabaya sebelumnya, Bambang Dwi Hartono dibandingkan dengan Tri Rismaharini. "Meskipun selama ini belum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tapi ketika memasuki masa pensiun Bambang DH selalu

memberikan pesangon," kata Heru saat mengadukan nasibnya ke DPRD Surabaya, Senin (29/7). Menurut dia, jika pekerja seks komersial (PSK) saja dikasih 'pesangon' ketika mereka dipulangkan, maka tenaga honorer yang nyata-nyata bekerja dan membantu pemkot puluhan tahun harus mendapatkan pesangon dan tidak dipecat begitu saja.

Ia menjelaskan pesangon yang diberikan Bambang Dwi Hartono hanya sebesar enam kali gaji. "Tapi bagi kami itu sudah lebih dari cukup ketika hendak dipakai untuk modal dalam membuat usaha baru. Tapi semenjak bu Risma menjabat wali kota, pesangon itu ditiadakan," katanya. Heru mengungkapkan, berdasarkan data yang ia miliki sejak tahun 2009 hingga 2012 tercatat 251 tenaga honorer daerah yang dipecat oleh pemerintah kota. Oleh karena itu, ia mengimbau tenaga honorer yang masih aktif segera mengambil tindakan

dan mulai mencari pekerjaan baru yang lebih baik. Sementara itu, kuasa hukum yang ditunjuk Honda, M. Sholeh menyatakan, bila kedatangan mereka kali ini sebenarnya sudah berulang kali. Baik di tingkat provinsi maupun Pemkot Surabaya, namun sejauh ini pula belum ada langkah konkret yang diambil untuk meringankan kegelisahan yang dirasakan para tenaga honorer daerah. "Pertanyaannya sekarang, apa jasa PSK di Bangun Sari dan Kremil buat pemerintah kota sehingga mereka sampai dikasih pesangon? Sedan-

gkan tenaga honorer yang nyata-nyata bekerja untuk pemkot malah diabaikan," kata Sholeh. Sholeh mengakui, anggaran untuk biaya pesangon PSK memang tidak sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah kota, sebab di dalamnya juga ada intervensi dari pemerintah pusat. "Saya tidak ingin masalah ini terus berlarut dan berkepanjangan. Saya mau tanya apa saja yang telah dilakukan dewan untuk membantu para honorer ini," katanya. Ketua Komisi A DPRD Surabaya Armudji menyata-

kan, bila selama ini komisinya telah berulang kali menyampaikan masalah tersebut ke Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Yayuk Eko Agustin. "Tapi mau bagaigimana lagi, selama ini Bu Yayuk menyatakan tidak berani mengucurkan dana untuk tenaga honorer ini. Alasan yang diberikan bu Yayuk cukup banyak, di antaranya para tenaga honorer daerah telah melewati batas usia," kata Armuji. Menanggapi hal itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pemkot Surabaya Yayuk Eko Agus-

tin mengatakan, sebelumnya pertambahan penghasilan di luar gaji bagi honorer ada karena diambilkan dari anggaran belanja tambahan penghasilan. Namun semenjak berlakukanya Permendagri 32/2008 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2009, itu sudah tidak bisa dilakukan. "Kita mau bagagimana coba? Itu kan perintah dari pusat. Kalau melanggar pasti kita yang kena dan disalahkan. Makanya, pesangon bagi honda tidak kita kasih," ujarnya. (ant/dik)

RUKUN ISLAM

Indahnya Zakat

ant/m risyal hidayat

KEDATANGAN PEMUDIK SURABAYA: Sejumlah pemudik antre menuruni KM Tidar yang baru sandar di Gapura Surya, Tanjung Perak, Surabaya, Jatim, Senin (29/7). KM Tidar dengan keberangkatan dari Indonesia bagian timur seperti Papua, Maluku, dan Sulawesi tersebut dipenuhi ribuan penumpang yang akan berlebaran 2013 di Pulau Jawa.

ALAT TRANSPORTASI

1.300 Bus AKDP Siap Beroperasi di Surabaya SURABAYA - Sekitar 1.300 unit bus antarkota dalam provinsi (AKDP) siap dioperasikan sewaktu-waktu di Terminal Purabaya dan Terminal Tambak Osowilangun (TOW) Kota Surabaya menjelang Lebaran tahun ini. Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Eddi, Senin (29/7), mengatakan, 1.300 bus AKDP tersebut dengan perincian Terminal Purabaya sebanyak 900 bus

dan Terminal TOW sebanyak 400 bus. Selain bus AKDP, bus antarkota antarprovinsi (AKAP) juga akan ditambah 600 unit bus di Terminal Purabaya dan 200 unit bus di Terminal TOW. “Sekarang yang operasional sekitar 35-40 persennya. Namun pada saat jam-jam sibuk atau ramai, perusahaan bus akan memaksimalkannya,” kata dia. Untuk itu, kata Eddi, pada

jam-jam sibuk itu, petugas dari Dishub Surabaya akan meningkatkan pemeriksaan teknis terhadap kesiapan bus tersebut. Hal ini untuk mengantisipasi kelayakan dari bus yang diperkirakan selama ini jarang dipakai. “Bus lama yang jarang jalan mungkin belum melakukan uji emisi, makanya kami akan melakukan pemeriksaan intensif,” ujarnya. Namun, kata dia, jika ada

perusahaan bus yang memaksakan bus yang tidak layak pakai, pihaknya akan menindak. “Jika ada yang nekat, kita akan larang atau tilang,” ujarnya. Eddi mengatakan bus yang mangkal di Terminal Purabaya selama ini terkontrol karena memakai kartu pintar. “Kalau ada bus yang melanggar pasti akan ketahuan,” katanya. Selain itu, untuk mengan-

tisipasi adanya penumpukan atau lonjakan penumpang selama Lebaran, pihaknya akan berkoordinasi dengan Organda. Ia mengemukakan penumpukan penumpang terjadi karena kembalinya bus terlalu lama atau jaraknya jauh. “Atau juga banyak kendala sehingga terhambat sampai tujuan yang berakibat jadwal pemberangkatannya menjadi tertunda,” katanya. (ant/dik)

PEMECATAN

Musyafak Akan Gugat PKB Surabaya SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Surabaya Musyafak Rouf akan menggugat DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya karena dinilai telah bertindak terlalu jauh dengan membuat surat pemecatan terhadap dirinya yang semestinya merupakan kewenangan DPP PKB. “Ini justru DPC yang membuat surat pemecatan. Ini tidak masuk akal, dan saya akan mempertanyakan keabsahan DPC PKB Surabaya kali ini yang pemilihan ketuanya tanpa melalui proses Muscablub. Makanya, saya akan gugat DPC sebab jika kasus seperti ini dibiarkan, maka akan menjadi yurisprudensi di daerah lain,” kata Musyafak saat mendatangi gedung DPRD Surabaya, Senin (29/7). Musyafak diketahui bebas mulai Senin ini dari hukumannya selama hampir 1,5 tahun di Lapas Porong, Sidoarjo terkait kasus gratifikasi jasa pungut senilai Rp720 juta. Ditanya soal hasil rapat Badan Musyarah (Banmus) DPRD Surabaya yang memutuskan pelantikan Syaifi sebagai pengganti antarwaktu Musyafak akan dilakukan pada rapat paripurna Jumat (2/8),

Musyafak menegaskan, akan berusaha menggagalkannya. “Kalau bisa jangan diteruskan, sebab saya sudah kembali,” katanya. Ketua DPC PKB Surabaya Syamsul Arifin mempersilakan Wakil Ketua DPRD setempat Musyafak Rouf membela diri atas tidak terimanya surat pergantian antarwaktu (PAW) dari Gubernur Jatim asalkan sesuai aturan hukum yang berlaku. “Kalau ada hukum yang memperbolehkan Cak Syafak untuk membela diri, kenapa tidak?” katanya. Saat ditanya kenapa PKB tidak melakukan perlawanan balik ketika Musyafak mengancam akan menggugat Gubernur Jatim dan PKB Surabaya atas keluarnya surat PAW, Syamsul mengatakan bahwa SK PAW tersebut awalnya dari permintaan dari Gubernur Jatim agar PKB segera mengusulkan PAW terhadap Musyafak. PKB, lanjut dia, dalam hal ini hanya melanjutkan surat dari Gubernur Jatim tersebut. “Itu kan berdasarkan surat Gubernur. Aturan hukumnya kan seperti itu,” katanya. (ant/ dik)

ant/r. rekotomo

PERLINTASAN TANPA PALANG PINTU: Pengendara sepeda motor menghentikan kendaraannya ketika sebuah kereta api melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Purwosari Semarang, Jateng, Senin (29/7).

PETA MUDIK

Polres Petakan Daerah Jalur Mudik

MADIUN - Kepolisian Resor Madiun, Jawa Timur, mulai memetakan sejumlah daerah yang dianggap rawan di wilayah hukumnya, sebagai persiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2013. "Pemetaan daerah tersebut meliputi daerah rawan kecelakaan lalu lintas, rawan krimilaitas, dan juga rawan kemacetan yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik saat Lebaran nanti," ujar Kapolres Madiun AKBP Yusuf kepada wartawan,

Senin (29/7). Menurut dia, sesuai hasil pemetaan yang ada, jalur mudik di wilayah Polres Madiun yang rawan kecelakaan lalu lintas terdapat di sepanjang jalur Madiun-Surabaya dan Madiun-Ponorogo. "Untuk jalur MadiunSurabaya tergolong rawan kecelakaan angkutan umum, sedangkan jalur Madiun-Ponorogo sangat rawan terjadi kecelakaan kedaraan roda dua," terang Kapolres. Adapun titik-titik lokasi

yang dinilai rawan terjadi kecelakaan atau "black spot" di sepanjang jalur tersebut antara lain, daerah Ngalmes, Balerejo, Mejayan, dan Saradan (untuk jalur MadiunSurabaya) serta daerah Geger dan Dolopo (untuk jalur Madiun-Ponorogo). Kemudian, daerah rawan kriminalitas terdapat di sepanjang jalur SaradanCaruban dan Caruban-Ngawi, dengan sejumlah titik lokasi di daerah Moneng, Saradan, dan Pilangkenceng. (ant/dik)

SURABAYA - Zakat bukanlah isu yang seksi, karena zakat selama ini hanya dipahami secara teologis, padahal zakat itu indah bila dipahami secara sosiologis, bahkan bisa sangat indah. Secara teologis, zakat adalah kewajiban individu yang seolah-olah tidak ada kaitan dengan orang lain sama sekali, karena cukup ditunaikan setahun sekali dengan sangat individual!. Sejatinya tidak begitu. "Zakat itu ibarat jendela," ucap dai yang keturunan etnis China, Ustadz H Achmad Syaukanie Ong dalam pengajian di Masjid Baitul Mukminin, Barata Jaya VIII, Surabaya (14/7). Yang namanya jendela, tentu (zakat) bisa menjadi sarana untuk melongok "dunia luar" dan (zakat) juga bisa menjadi sumber masuknya "angin segar" bagi rumah dan sang pemiliknya. Artinya, zakat itu harus dipahami secara sosiologis, bukan hanya berdimensi teologis, apalagi potensi zakat di Indonesia saat ini bisa mencapai Rp2 triliun dalam setahun. Ya, potensi yang luar biasa. Potensi sebesar itu tidak akan terlihat bila zakat hanya dipahami secara teologis, karena akan menjadi kewajiban agama bagi setiap individu Muslim. Itu saja. Akan berbeda halnya dengan pemahaman sosiologis. Cara pandang sosiologis membuat zakat menjadi "jendela" bagi individu dan orang lain dalam menarik manfaat dari ajaran agama yang sangat sosial itu. Dengan cara pandang seperti itulah, maka umat Islam tidak akan merasa cukup dengan hanya membayar zakat yang hanya bermakna bagi dirinya dan keluarganya. Masih ingat dengan tragedi zakat di Pasuruan, Jatim pada tahun 2009? Itulah dampak dari pemahaman zakat yang sebatas pada dimensi teologis. Secara sosiologis, umat Islam tidak akan merasa cukup dengan membayar zakat, namun bagaimana membayar zakat yang mampu mengatasi masalah-masalah sosial, seperti kemiskinan, kebodohan, dan sejenisnya. Dalam dimensi sosiologis itu, eksistensi lembaga zakat (amil) menjadi lembaga yang sangat diperhitungkan. Siapa lembaga yang mampu mengelola zakat secara amanah, profesional, dan transparan? Siapa lembaga yang mampu mengentas "fukara masakin" (fakir miskin)?. Dimensi itu dibenarkan pakar hukum bisnis Islam dari Surabaya Dr Abd Salam Nawawi MAg. Baginya, zakat akan lebih efektif diberikan berbentuk program daripada diberikan dalam bentuk uang tunai (kecuali zakat fitrah yang tetap sebaiknya diberikan dalam bentuk beras). "Kalau diberikan dalam bentuk uang, nanti dipakai untuk beli rokok, handphone, dan kebutuhan konsumtif lainnya, sehingga tidak akan efektif," tukasnya kepada Antara di Surabaya (25/7). Dosen Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menjelaskan, zakat dalam bentuk program itu tidak menyalahi hukum Islam, karena hal terpenting dari zakat adalah peruntukannya. "Peruntukan zakat ada delapan golongan yakni fakir (tidak berharta), miskin (tidak berpenghasilan), riqab (budak), gharim (pemilik utang), mualaf (baru masuk Islam), fisabilillah (pejuang di jalan Allah), Ibnu Sabil (musyafir/perantau), dan amil (panitia zakat)," tuturnya. Dalam kontek itulah, Salam Nawawi menyatakan Islam tidak mempermasalahkan zakat itu diberikan dalam bentuk bedah rumah, pendidikan anak jalanan, dana bergulir untuk pedagang kecil, dan sebagainya, asalkan penerimanya adalah tetap yakni fakir/miskin. "Penyaluran zakat dalam bentuk program itu lebih efektif, karena kemaslahatan zakat akan lebih terjamin daripada berbentuk uang tunai. Zakat itu penting, tapi manajemen zakat itu tidak kalah pentingnya," paparnya. Ke depan, manajemen zakat agaknya harus dioptimalkan, karena efektivitas zakat akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada zakat, sehingga mereka akan merasakan manfaat zakat untuk pengentasan kemiskinan. Anak Jalanan dan Pajak Agaknya, penerapan zakat secara sosiologis sudah lama menjadi komitmen sejumlah lembaga amil zakat, di antaranya Badan Amil Zakat (BAZ) Provinisi Jatim. Ketua Harian BAZ Jatim H Nur Hidayat menyebutkan beberapa program pendistribusian BAZ Jatim antara lain program "JATIM CERDAS" berupa beasiswa SMA, bantuan sarana belajar SD/SMP, Bimbel Gratis dan Pembinaan Penerima Beasiswa. Selain itu, program "JATIM SEHAT" berupa Klinik Al-Ikhlas untuk Dhuafa dan Umum, JamkesBAZ, Pengobatan Gratis Keliling dan Bantuan Biaya Bersalin. Program lainnya, "JATIM MAKMUR" berupa Bantuan Modal Bergulir, Bantuan Alat Kerja dan Pembinaan Spiriual serta Bisnis untuk UMKM. Ada pula, program "JATIM PEDULI" berupa Bedah Rumah Dhuafa, Santunan Tunai untuk Fakir, Bantuan Ibnu Sabil, Ambulans Gratis, Bantuan Korban Bencana, Buka Puasa Bersama Dhuafa dan Yatim, Parcel Idul Fitri, dan Qurban untuk Kampung Dhuafa. Selanjutnya, program "JATIM TAQWA" berupa Sosialisasi dan Kampanye Sadar Zakat, Konsultasi dan Jemput Zakat, Pengajian Komunitas Donatur, Kajian Agama Islam (PHBI, Walimah, Pengajian Rutin Instansi, Kultum, Khutbah Jumat), Kajian Al Quran Tematik, Konsultasi Syariah dan Konsultasi Psikologi. "Tahun ini, BAZ Jawa Timur menargetkan bisa melakukan distribusi dana zakat dan sedekah sebesar Rp10 miliar. Dana tersebut didistribusikan kepada orang-orang yang berhak menerima dengan mekanisme survei dan seleksi yang sesuai dengan syariat," ujarnya.(ant/dik)


12

LIPUTAN KHUSUS

SELASA 30 JULI 2013 NO.0170 | TAHUN II

PENYADAPAN SBY

Cederai Hubungan Antarnegara

SBY DISADAP. Kepala-kepala negera berpose pada saat pelaksanaan The London Summit tahun 2009 lalu. Diberitakan, bahwa Presiden SBY disadap badan intelejen Inggris dan AS pada saat pelaksanaan acara tersebut.

Segera Layangkan Nota Protes ke Inggris JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Sidarto Danusubroto menyayangkan aksi penyadapan yang dilakukan Inggris terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, penyadapan terhadap kepala negara adalah bentuk cyber war. “Itu hal yang patut disayangkan bahwa presiden kita disadap di luar negeri. Pasti ada maksud khusus. Sadap ini sudah merupakan cyber war,” ujar Sidarto di Jakarta Senin (29/7). Politisi PDI Perjuangan pengganti Taufiq Kieamas itu meminta Kementerian Luar Negeri segera melayangkan nota protes kepada Inggris. “Saya nggak tahu di balik penyadapan ini apa. Tapi negara sahabat lakukan ini, saya sangat prihatin,” katanya. Sementara Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman secara terpisa mengatakan, pihaknya masih menelusuri kebenaran informasi penyadapan terhadap Presiden SBY yang diduga dilakukan oleh agen intelijen Inggris itu. Selama penelusuran belum selesai, dia belum sepenuhnya percaya atas informasi tersebut. Menurut jenderal bintang tiga itu, selain mendapat informasi dari pemberitaan di media Inggris dan Australia, pihaknya juga mendapat informasi penyadapan tersebut dari intelijen Indonesia di luar negeri. Namun, hingga

saat ini penelusuran kebenaran informasi masih dilakukan. “Itu pemberitaan sepihak yang memerlukan klarifikasi dari pihak lain. Kita berkomunikasi dengan counterpart kita yang ada di tiga negara tersebut untuk kita mencari informasi yang sebenarnya, menurut pandangan mereka seperti apa. Ini sedang dalam proses,” kata Marciano. Baik Kemenlu dan BIN saling mencoba mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan penyadapan itu. Marciano pun belum dapat memastikan apakah benar dilakukan penyadapan. “Kita dapat dari anggota kita di luar. Awal pemberitaan ini dari koran di Inggris uni lalu. Apabila terjadi kebocoran ini dan itu dengan suatu upaya yang sengaja, saya rasa pemerintah negara manapun yang menjadi delegasi akan keberatan dengan itu,” papar Marciano. Kunjungan kepala negara atau kepala pemerintahan di negara mana pun, kata mantan Pandam Jaya itu, harus mendapat jaminan keamanan termasuk komunikasi. Pihaknya akan mengevaluasi

sistem keamanan informasi agar kebocoran tidak terjadi. “Saat ini sangat cepat perkembangan teknologi itu sehingga kita harus selalu berada dalam posisi mengimbangi. Kalau tidak dengan mudah kita akan mengalami informasi bocor,” kata mantan Danpaspamres tersebut. Sedangkan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, pihaknya sudah meminta konfirmasi kepada Pemerintah Inggris terkait pemberitaan tersebut. Seandainya penyadapan benar terjadi, hal itu sangat memprihatinkan dan melanggar tata krama hubungan internasional. “Kita masih mencoba mengonfirmasi kebenaran berita tersebut,” kata Marty. Seperti diberitakan oleh Sydney Morning Herald, Perdana Menteri Australia Kevin Rudd memperoleh keuntungan atas kegiatan mata-mata itu. Disebutkan, delegasi Australia mendapatkan dukungan informasi intelijen dari Inggris dan Amerika Serikat. Seorang sumber mengungkapkan bahwa melalui dukungan yang dilakukan intelijen Inggris dan AS, Australia ingin mendapatkan kursi di DK PBB. Tanpa dukungan intelijen yang disediakan oleh AS, kami tidak akan memenangkan kursi, kata sumber yang bekerja pada Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.

Informasi saja, dua media Australia memberitakan rombongan Presiden SBY disadap saat menghadiri KTT G20 di London, Inggris pada 2009. Penyadapan dilakukan intelijen Amerika Serikat dan Inggris, meskipun hasilnya dinikmati Australia. Tidak Etis Wakil Ketua MPR Hajriyanto Thohari meminta pemerintah menyampaikan nota keberatan karena penyadapan itu tidak etis dan amat menyinggung Indonesia. “Indonesia harus menyampaikan nota keberatan terhadap penyadapan tersebut. Nota keberatan mutlak dilakukan,” ujar dia. Menurut Hajriyanto, pemerintah harus memanggil Dutas Besar Australia dan Inggris untuk meminta klarifikasi atas penyadapan tersebut. Perbuatan itu sama sekali tidak etis dan memberikan kesan negatif bagi Indonesia Sebenarnya, ujar Hajriyanto, sadap-menyadap dalam politik internasional, terutama dalam dunia intelijen, sudah biasa terjadi. Namun, itu tetap tidak etis ketika dilakukan antar negara yang mengaku bersahabat. “Meskipun pelakunya Inggris, hubungan Inggris-Australia kan masih ada Gubernur Jenderal Inggris di sana. Hubungan keduanya luar biasa dekat,” jelas Hajriyanto. (gam/aji/ abd)

JAKARTA- Ketua DPR RI Marzuki Alie mendesak pemerintah segera mempelajari dan menyelidiki informasi penyadapan yang dilakukan intelijen Inggris terhadap rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saat menghadiri pertemuan puncak G-20 di London pada 2009 lalu. Pasalnya, kasus penyadapan tersebut merupakan bentuk pencederaan hubungan kedua negara. “Saya tidak tau ya konteksnya seperti apa penyadapan itu terjadi. Tetapi pemerintah semestinya segera mempelajari masalah ini dan menyelidikinya,” ujar Marzuki Alie di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/8). Sebelumnya, Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd, dikabarkan mendapatkan manfaat dari laporan intelijen Pemerintah Inggris dan Amerika Serikat (AS), tentang sejumlah pemimpin negara Asia, termasuk Presiden SBY, dalam pertemuan puncak G20 di London, Inggris pada 2009. Menurut pemberitaan The Age, laporan itu kemudian digunakan Kevin untuk mendukung tujuan diplomatik Australia termasuk kampanye untuk memenangkan kursi di Dewan Keamanan PBB. Dokumen intelijen yang sifatnya sangat rahasia itu, pertama kali dikirim ke Fairfax Media di bawah undangundang kebebasan informasi, dan sempat juga disinggung oleh whistleblower intelijen AS Edward Snowden. Snowden mengatakan, bahwa saat itu intelijen Inggris dan Amerika mentargetkan para pemimpin asing dan pejabat yang menghadiri pertemuan G20 2009 di London. Mantan Perdana Menteri Australia, Julia Gillard juga telah diinformasikan mengenai informasi tersebut. Kepala Divisi Pertahanan, Intelijen dan Berbagi Informasi Australia, Richard Sadleir pada 17 Juni 2013, bertemu dengan Gillard untuk melaporkan bahwa dokumen yang dibocorkan oleh Snowden merupakan bukti bahwa Markas Komunikasi Pemerintah Inggris (GCHQ), mengoperasikan Pemecah kemampuan intelijen untuk mencegat komunikasi. Marzuki menilai, tindakan penyadapan terhadap Kepala Negara RI adalah tidak etis dan tidak bermoral. Karena, tidak semestinya pembicaraan tingkat kepala negara itu disadap. “Tetapi yang pasti tindakan itu tidak etis, karena menyadap pembicaraan tingkat kepala negara. Apalagi itu kalau menyangkut pertemuan bilateral, tindakan itu tidak bermoral,” tukas Marzuki. Menurut Marzuki, jika dalam protokoler internasional penyadapan terhadap kepala negara itu tidak dibenarkan, maka Kemenlu mesti menyatakan nota protes, agar kasus seperti itu tidak terulang lagi. “Artinya, kalau memang itu melanggar ketentuan dan merugikan pihak indonesia, maka wajib disampaikan nota protes pada negara yang melakukan penyadapan tersebut,” tandasnya. Senada dengan Marzuki, Wakil Ketua DPR Pramono Anung Wibowo mengatakan kasus penyadapan ini menyalahi etika bernegara yang bisa menganggu hubungan antar negara. “Kalau yang disadap benar Presiden, secara etika itu tidak benar. Sudah menciderai hubungan antarnegara,” kata Pramono, di Jakarta, Senin (29/7). Kendati demikian, Ketua Tim Pemenangan CagubCawagub Jatim, Bambang-Said mengaku, penyadapan antarnegara sebenarnya memang lazim dilakukan. Namun menjadi tidak etis saat yang disadap adalah kepala negara. “Kalau ini betul, kita perlu memberikan catatan kepada negara tersebut,” tambahnya. Ditempat terpisah, pengamat Militer, Andi Widjajanto menjelaskan operasi intelijen berupa aksi sadap merupakan hal yang lumrah dilakukan. Termasuk tindakan intelijen Inggris dan AS yang menyadap Presiden SBY. Hanya saja, kata Andi, jika Presiden SBY disadap yang salah dan bertanggung-jawab itu regu pengamanan Presiden. Karena harusnya mereka membuat ring sekitar presiden steril. “Jika SBY disadap yang salah itu regu pengamanan presiden yang bertanggung jawab membuat ring1 steril,” paparnya.(gam/abd/cea)

SAIL KOMODO

Pasar Seni Rupa Sambut Peserta Sail Komodo KUPANG- Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Kemenparekraf, menggelar pasar seni rupa di Kota Kupang, sebagai ungkapan penyambutan terhadap para peserta Sail Komodo yang sudah memasuki perairan Nusa Tenggara Timur. “Pasar seni rupa ini digelar bersama UPT Taman Budaya Nusa Tenggara Timur diawali dengan ‘workshop’ dan pameran seni rupa yang bertajuk ‘Temu Sambut Sail Komodo 2013’ bermaksud untuk pengembangan ruang kreatif para seniman,” kata Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, H.M. Ahman Sya, di Kupang, Senin malam. Ia mengharapkan pasar seni rupa itu dikemas juga dalam bentuk Pameran “Potpuri” atau Reposisi Medium dan Lokasi itu bisa menjadi peluang para perupa dari Nusa Tenggara Timur untuk menghadirkan karya berbudaya. “Pameran lintas media ini, melibatkan seniman-seniman multitalenta yang menggunakan tiga media rupa, yakni lukis, keramik, dan grafis dilaksanakan sejak 29 Juli hingga 3 Agustus 2013 di aula Gereja Kota Kupang (yang ditetapkan sebagai situs cagar budaya, red.),” katanya. Kegiatan yang dibuka Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya itu, tak hanya melibatkan seniman lokal, berasal dari Nusa Tenggara Timur, akan tetapi beberapa keramikus dan pegrafis dari Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. “Sebanyak 30 orang seniman dari Kupang, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta ikut berpartisipasi dalam pameran. Seniman dari Nusa Tenggara Timur terdiri dari 10 pelukis dengan jumlah karya sebanyak 22 buah dan enam seniman gerabah dengan jumlah karya yang ditampilkan sebanyak 13

buah,” katanya. Seniman keramik dari uar Nusa Tenggara Timur yaitu berasal dari Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta berjumlah sembilan orang, sedangkan karya yang dipamerkan berjumlah 20 buah. Seniman grafis sebanyak empat orang, berasal dari Bandung dan Yogyakarta dengan karya yang dipamerkan delapan buah. “Dengan tampil serentaknya seniman-seniman dengan latar belakang penggunaan media dan lokasi yang berbeda, maka keragaman budaya

dan sudut pandang yang menjadi menarik untuk diamati,” katanya. Ia mengatakan tampilnya keragaman visual dan bentuk yang kaya sebagai hasil kombinasi dari tiga media yang berbeda, semakin memperkaya variasi dalam pameran itu secara keseluruhan. “Melalui pameran ini sebagai ajang promosi diharapkan dapat meningkatkan nilai kreatif dan nilai ekonomi yang diharapkan dapat meningkatkan kesejateraan para pelaku kreatif di daerah NTT,” katanya.

Di samping pameran, untuk meningkatkan ketrampilan para perupa khususnya perajin gerabah akan diadakan loka karya keramik. Bentuk loka karya, katanya, menekankan pada teknik hias atau dekorasi pada keramik. Loka karya pembuatan keramik dilaksanakan pada 29 Juli-30 Agustus 2013 dengan diikuti 30 orang. Saat salah satu sesi loka karya, narasumber akan berbagi wawasan dan pengalamannya dalam mengembangkan keramik dalam lingkup bisnis dan industri. (ant/hir/beth)


NASIONAL

13

SELASA 30 JULI 2013 NO.0170 | TAHUN II

KONVENSI CAPRES PD

SBY Pilih Peserta Konvensi Capres JAKARTA-Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diberi otoritas untuk memilih seluruh calon peserta konvensi calon presiden. Nama peserta konvensi akan diumumkan awal September nanti. Hal ini disampaikan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik saat ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/7). “Seluruh calon peserta konvensi calon presiden merupakan orang-orang yang dipilih langsung oleh SBY, makanya saya sekretaris Majelis Tinggi kan tidak berani jalan sendiri,” kata Jero. Jero memaparkan, calon peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat banyak

didapat dari luar. Dia mengakui ada dua orang kader partai lain yang ditawarkan. “Saya sudah bicara dengan beliau (calon), saya kan menawari. Dijawabnya masih pikir-pikir dulu,” kata Jero. Saat menawarkan kepada kandidat dari kader partai lain, Jero Wacik tidak melakukan komunikasi dengan pimpinan partai yang bersangkutan. Sebab tawaran itu dilakukan pribadi. “Ini kan tawaran kepada individu, kalau tidak mau juga gak apa-apa,” jelas Jero. Dikatakan Jero, ada sekitar 10 hingga 12 orang calon peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat yang ia hubungi. Jero enggan menyebutkan nama-nama tersebut.

Ia akan menyampaikannya pada awal September mendatang. Hingga saat ini ada empat nama yang masuk bursa konvensi yaitu, mantan KSAD Jenderal Purn TNI Pramono Edhie Wibowo, Ketua DPD Irman Gusman, Dubes RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Tidak sampai di situ, PD pun memperkirakan dua kandidat lainnya, seperti mantan Menkum dan HAM Yusril Ihza Mahendra dan Endriartono Sutarto. “Saya belum menyebut namanama. Karena itu nanti secara resmi akan diumumkan siapa yang akan ikut pada awal September,” sebut Jero. (gam/abd/abe)

ant/widodo s. jusuf

DIALOG NKRI. Ketua MPR Sidarto Danusubroto (kiri) bersama anggota DPR Nurul Arifin (tengah) dan Sekjen Badan Interaksi Sosial Masyarakat John N. Palinggi (kanan) menjadi pembicara dalam Dialog Pilar Negara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/7). Dialog tersebut membahas peran Empat Pilar dalam menghormati perbedaan dan keberagaman dalam demokratisasi.

Korupsi Ancam NKRI JAKARTA-Pembiaran terhadap korupsi dan anarkisme akan menjadi ancaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu aktor intelektual korupsi dan anarkhime harus ditangkap dan dijatuhi sanksi hukum yang tegas. “Korupsi dan tindakan anarkisme itu kalau dibiarkan akan mengancam desintegrasi bangsa. Maka penegakan hukum menjadi satu kewajiban,” kata Ketua MPR RI, Sidarto Danusoebroto dalam dialog ’Peran 4 Pilar Dalam Perbedaan dan Keberagaman Dalam Proses Demokratisasi’ bersama anggota Komisi I DPR RI FPG Nurul Arifin, dan Sekjen Kerukunan Beragama John N Palingi di Jakarta, Senin (29/7). Dijelaskan, korupsi dan anarkisme jika dibiarkan tanpa penegakan hukum, maka akan menjadi ancaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu dalam setiap tindakan anarkisme seperti di Kendal, Jawa Tengah yang melibatkan Front Pembela Islam (FPI) dan rakyat, otak intelektualnya harus ditangkap dan dijatuhi sanksi hukum yang tegas. Demikian pula tindakan korupsi, hukum harus ditegakkan terhadap siapapun tanpa tebang pilih. Kemaksiatan memang tetap terjadi di mana saja,

namun siapapun, kata Sidharto tidak boleh melakukan sweeping secara sewenangwenang, karena hal itu menjadi tugas aparat kepolisian. “Apalagi selain merusak tempat, pemiliknya dianiaya, dan perusakan lainnya, jelas ini melanggar hukum dan aparat harus menindak tegas. Jangan sampai ada pembiaran aparat negara,” ujarnya. Untuk itulah lanjut Sidarto, perlunya sosialisasi 4 pilar bangsa untuk menyatukan keragaman sebagai satu kekayaan bangsa ini, karena bangsa ini memang lahir dalam kebhinnekaan. “Pancasila sebagai ideologi dan fondasi bangsa, UUD 1945 sebagai tiang betonnya, NKRI sebagai atapnya, dan isi rumahnya adalah Bhinneka Tunggal Ika. Kalau semua itu tidak dikawal dengan baik, maka NKRI akan tinggal sejarah,” tegas politisi PDIP itu. Oleh sebab itu, Sidharto mengusulkan perlu kajian yang mendalam terkait distribusi kekuasaan khususnya dalam pelaksanaan otonomi

darah, di mana pemerintah pusat makin tidak berwibawa, konflik dan kewenangan pemerintah daerah juga tak bisa dikendalikan, maka harus ditata kembali, agar bangsa ini tetap dalam kerangka NKRI dan sejahtera. Sementara Nurul Arifin sependapat koruptor menjadi biang rusaknya

Pancasila sebagai ideologi dan fondasi bangsa, UUD 1945 sebagai tiang betonnya, NKRI sebagai atapnya, dan isi rumahnya adalah Bhinneka Tunggal Ika

Sidarto Danusoebroto Ketua MPR RI

pembangunan bangsa ini. Sebab, dengan korupsi semua program pembangunan terhambat bahkan tidak jalan.

“Contohnya infrastruktur di daerah, yang seharusnya sebagai jalan transportasi bagi petani dan nelayan untuk mengangkut hasil panennya ke pasar, menjadi terganggu akibat dikorupsi,” katanya. Karena itu Nurul meminta semua elemen bangsa ini menjadikan 4 pilar bangsa khususnya Pancasila itu sebagai ideologi kerja (working ideology), sehingga tak sebatas dihafap di mulut, melainkan dilaksanakan secara bertanggung jawab melalui sebuah jalan politik yang disebut demokrasi, untuk kesejahteraan rakyat. “Jadi, Pancasila itu harus menjadi ideologi kerja bagi seluruh elemen bangsa ini. Menjadi wadah bagi multi kultural. Kalau tidak maka akan mengancam eksistensi NKRI,” tuturnya. Bahkan John juga sependapat korupsi dan anarkisme tanpa penagakan hukum akan mengancam desintegrasi bangsa. Apalagi terbukti lebih dari 400 kepala daerah di kabupaten/kota melakukan korupsi, 33 gubernur dan semua kementerian korupsi dalam pengadaan barang dan jasa. “Korupsi itu nilai semuanya mencapai ratusan triliun rupiah. Karena itu hukum harus ditegakkan dan negara tak boleh membiarkan ini,” ujarnya. (gam/cea)

ant/m agung rajasa

HARI HARIMAU INTERNASIONAL. Seorang anak melukis wajahnya dengan lukisan Harimau ketika memperingati Global Tiger Day 2013 di silang Monas, Jakarta, Senin (29/7). Peringatan Hari Harimau Internasional tersebut bertujuan untuk mempromosikan perlindung habitat dari Harimau Sumatra dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap konservasi Harimau.

KASUS IMPOR SAPI

Fathanah Minta Naikkan Kuota atas Pesan Luthfi Hasan Ishaq JAKARTA-Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro, mengaku pernah ditemui Ahmad Fathanah (AF) untuk memperlancar penambahan kuota impor daging PT Indoguna Utama. Saat itu, AF mengaku sebagai utusan Luthfi Hasan Ishaaq yang masih menjadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun LHI membantah pernah mengutus sejumlah pihak untuk memperlancar penambahan kuota impor daging sapi. “Menjelang maghrib pertengahan November 2012, ada seseorang yang menunggu saya di ruang tamu (kantor). Dia memperkenalkan diri bernama Ahmad Fathanah, utusan Ustadz Luthfi,” kata Syukur dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (29/7). Syukur mengakui Ahmad Fathanah datang ke ruangannya dan menyerahkan berkas yang kemudian diketahui permohonan penambahan kuota impor daging sapi untuk semester dua tahun 2012, atas nama PT Indoguna Utama. Namun, lanjut Syukur, permohonan tersebut diabaikan karena mendapat informasi penambahan kuota impor daging sapi atas nama PT Indogu-

na sudah ditolak sebelumnya. “Surat itu, saya tolak dan tidak saya proses,” tegasnya Selain, Syukur yang menjadi saksi terhadap Luthfi, hadir pula Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia, Thomas Sembiring yang mengungkapkan mantan Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia, Elda Devianne Adiningrat kerap menjadi calo proyek. Menurut Thomas, Elda pernah sesumbar bisa mendapatkan penambahan kuota impor daging sapi. Namun dari awal dirinya tidak yakin Elda bisa memenuhi janjinya itu. “Elda itu makelar, calo lah. Karena sudah sekian banyak diuji, saya yakin dia enggak sanggup,” ujarnya

Dikatakan Thomas, dari kesepakatan dalam rapat dengan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro, kuota impor daging buat 2013 sudah dibagi dalam dua kategori. Yakni buat kebutuhan industri dan hotel, restoran, katering. Thomas melanjutkan, dari penetapan kuota impor sebesar 16 ribu ton daging, sudah tidak memungkinkan buat PT Indoguna Utama mendapatkan penambahan kuota impor sebesar 8 sampai 10 ribu ton. Tetapi, Elda tetap berpromosi mendapatkan penambahan itu. “Karena kalau minta kuota impor delapan sampai 10 ribu ton pasti akan ada gejolak di kalangan importir. Dulu importir cuma 20, sekarang ada 67, kalau minta tambah kuota enggak mungkin akan mencukupi,” paparnya. Bukan hanya Syukur dan Thomas yang hanya menjadi saksi, tampaknya Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elisabeth Liman, dijadwalkan bersaksi untuk terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq, dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap dan pencucian uang, di Pen-

gadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (29/7). Maria akan dikorek keterangannya bersama delapan saksi lain, terkait dugaan suap Rp 1,3 miliar yang diterima Luthfi. “Sidang akan menghadirkan Maria Elisabeth Liman, Melanie Mulja, Syukur Iwan-

toro, Ewin, Sjuib, Suharyono, Yohanes, Baskoro, Thomas Sembiring, Lina Marlina, dan Akhmad Junaidi,” kata Muhammad Assegaf, penasihat hukum Luthfi, Dalam kasus ini, Maria juga sudah berstatus tersangka di KPK. Dia diduga menjanji-

kan uang hingga Rp 40 miliar kepada Luthfi dan koleganya, Ahmad Fathanah, bila berhasil memuluskan jumlah kuota impor daging sapi 2013, yang dipesan PT Indoguna Utama. Bantah Sementara itu, LHI, membantah pernah mengutus

sejumlah pihak untuk memperlancar penambahan kuota impor daging sapi. “Tidak benar yang mulia. Saya tidak pernah mengutus siapa pun terkait daging sapi,” kata LHI saat ditanya Ketua Majelis Hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Gusrizal dalam sidang lanjutan kasus itu di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (29/7). Hal serupa juga dibenarkan kuasa hukum Luthfi, Muhammad Assegaf. “Fathanah itu kan dia pernah ngaku makelar, jadi dia hanya jualan ‘cangkemnya saja’ (mulut),” kata Assegaf. Direktur Utama PT Indoguna, Maria Elizabeth Liman membantah pernah berbicara mengenai penambahan kuota impor daging sapi dengan mantan Presiden PKS LHI. Elizabeth mengaku hanya berbicara mengenai krisis daging dengan LHI. “Yang kami bicarakan hanya krisis daging. Saat itu kan ada daging celeng dan tikus yang banyak beredar,” kata Elizabeth saat bersaksi untuk Luthfi Hasan yang duduk sebagai terdakwa suap impor daging di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (29/7)..(gam/cea)


14

EKONOMI

SELASA 30 JULI 2013 NO.0170 | TAHUN II

ant/ zabur karuru

PENGIRIMAN PAKET MOTOR: Pekerja menaikkan paket berupa sepeda motor yang telah terbungkus ke atas mobil di Stasiun Senen, Jakarta, Senin (29/7). Pada H-10 Lebaran, pengiriman paket sepeda motor menggunakan jasa pengiriman kereta api mulai meningkat dengan tujuan sejumlah kota di Pulau Jawa.

Trigger Positif ke Pasar Uang Sangat Minim JAKARTA-Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (30/7) diperkirakan bergerak fluktuatif karena dari sisi internal, belum banyak trigger positif yang masuk ke pasar uang. Kondisi ini menyebabkan ruang bagi penguatan rupiah menjadi sangat terbatas.v “Rupiah bergerak dikisaran 10.22010.300 per dollar Amerika Serikat (AS),” ujar analis valas Trust Securitas, Reza Priyambada di Jakarta, Senin (29/7). Sebenarnya kata Reza, sintemen yang mempengaruhi rupiah masih sama dengan sentimen sepekan sebelumnya. Pelaku pasar uang masih dihantui kecemasan, setelah perbedaan sikap antara Gubernur BI dan Mentri Keuangan soal rupiah mencuat ke permukaan. Bagi pelaku pasar, perbedaan sikap ini mensinyalkan bahwa rupiah memang sengaja dibiarkan melemah untuk meningkatkan daya saing barang-barang ekspor Indonesia. Menurut dia, hingga saat ini, belum ada sentimen positif yang menggerakan rupiah. Karena itu, dia memperkirakan, tekanan terhadap rupiah masih terus terjadi. Apalagi dari BI sendiri mensinyalkan, secara bertahap mengurangi intervensi dengan menggunakan cadangan devisa karena apa yang sudah dilakukan BI selama ini ternyata hanya menguras cadangan devisa tanpa mem-

perbaiki kinerja mata uang rupiah. “Jadi, sentimen positif dari dalam negeri masih belum ada,” jelas dia. Namun demikian kata dia, rilis data soal inflasi sedikit menahan pelemahan rupiah. Bagi pelaku pasar valas, sudah muncul espektasi bahwa BI akan kembali menaikan suku bunga acuan atau BI Rate. “Dengan espektasi tersebut bisa menjaga nilai tukar rupiah sehingga tidak jatuh terlalu dalam,” imbuh dia. Dari eksternal kata dia, stagnannya pergerakan rupiah sebagai imbas menguatnya mata Yen Jepang. Sebab ketika nilai Yen Jepang naik maka dollar AS mengalami pelemahan. “Dan mata uang rupiah sedikit terbantu dengan pelemahan dollar AS ini. Kita berharap sentimen positif global, sehingga bisa menopang penguatan rupiah,” tegas dia. Belum Menganggu Sementara itu, peneliti Institute for Development of

Economic and Finance (Indef ), Eko Listiyanto, pelemahan rupiah yang sempat menyentuh angka 10.300 per dollar AS belum berada pada taraf mengganggu stabilitas fiskal, meski pelemahan ini sudah enambah besaran defisit APBN akibat beban untang dan kenaikan harga produk impor. “Saya kira, pelemahan rupiah ini tidak terlalu mengkhawatirkan karena rupiah akan menuju titik keseimbangan baru di kisaran Rp10.000,” ujar dia. Menurut Eko, jika melihat asumsi nilai tukar rupiah di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013, maka rupiah sudah terdepresiasi lebih dari Rp500. Namun demikian, kata Eko, pelemahan rupiah tersebut belum berada pada taraf mengganggu APBN. "Level rupiah bisa dikatakan tidak aman bagi anggaran, harus dihitung terlebih dahulu. Cuma kalau terus melemah, tentu dampak psikologisnya akan terasa," tuturnya. Eko mengaku enggan untuk menyebutkan pada level berapa rupiah bisa dikategorikan dapat mengganggu stabilitas fiskal. "Mungkin rupiah akan menemukan equilibrium barunya pada kisaran Rp10.000," ucap eko. Dia menambahkan, kecenderungan rupiah yang akan berada di kisaran

Rp10.000 per dolar AS itu, tentunya tidak sesuai dengan skenario yang telah di tetapkan di APBN-P 2013 sebesar Rp 9.600. Sementara itu, ekonom dari Universitas Indonesia (UI), Zenathan Adnin mengatakan, kurs rupiah yang meleset jauh dari asumsi APBNP 2013 berdampak negatif bagi perekonomian. "Jadi pada Juli-Agustus ini krusial sekali, karena tekanan inflasi begitu besar akibat kenaikan harga bahan bakar minyak. Lalu ada momentum Ramadhan dan Lebaran, ditambah kekacauan manajemen logistik dan imported inflation," paparnya di Jakarta, Senin (29/7). Zenathan menjelaskan, kecenderungan pelemahan rupiah selalu ada selama neraca perdagangan dan transaksi berjalan masih mengalami defisit. Selain itu, lanjut dia, sentimen investor yang melarikan dananya ke luar negeri juga berpengaruh terhadap nilai tukar, namun dampaknya tidak permanen seperti pada defisit neraca perdagangan. "Pada akhirnya, apabila pada Kuartal IV 2013 pemerintah bisa memanfaatkan momentum untuk menekan inflasi dan kembali memperbaiki iklim investasi, maka ada harapan nilai rupiah kita akan menguat kembali," ucap Zenathan. (gam/bud)

ant/fanny octavianus

RUPIAH LEBIH STABIL: Petugas menghitung uang di tempat penukaran valuta asing PT Ayu Masagung, Jakarta Pusat, Selasa (2/7). Ekonom utama Bank Dunia, Ndiame Diop menyebut pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih lebih baik dibanding mata uang negara-negara lain.

ALIANSI

Bank Permata Gandeng Sriwijaya Air Jual Tiket Virtual JAKARTA - Bank Permata menjalin aliansi dengan maskapai penerbangan nasional, Sriwijaya Air dalam mengembangkan pembayaran tiket perjalanan melalui metode virtual acccount. Pembelian tiket pesawat melalui virtual account merupakan terobosan yang dilakukan Bank Permata untuk meningkatkan fee based income dalam upaya meningkatkan laba bersih di 2013. "Untuk pembelian tiket Sriwijaya Air, nasabah bisa membayarnya di anjungan tunai mandiri (ATM), internet banking atau mobile banking. Kerja sama ini tentunya akan mendukung pencapaian fee based income sekitar 20-25 persen," ujar Direktur Wholesale Banking PermataBank, Roy Arfandy di Jakarta, Senin (29/7). Dia mengatakan, penggunaan metode vitual account diyakini akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas bagi nasabah untuk melakukan pembayaran cash. Melalui skema pembayaran virtual tersebut, ujar

dia, pelayanan bisa dilakukan di berbagai tempat dan waktu. "Tujuannya sudah jelah, memberikan kemudahan kepada nasabah. Pada akhirnya, hal ini juga akan menguntungkan Sriwijaya Air," ucap dia.

Kerja sama dengan PermataBank diharapkan bisa memudahkan pelanggan kami dalam membeli tiket,”

Chandra Lie

Dirut Sriwjaya Air Roy mengungkapkan, sejalan dengan pesatnya pertumbuhan industri transportasi nasional, maka perlu adanya terobosan untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi pengguna jasa transportasi. Pada layanan penjualan tiket penerbangan ini, lanjut dia, kedua belah

pihak juga mengedepankan kecepatan dan keleluasaan bagi seluruh pelanggan. Konsep Virtual Account PermataBank dan Sriwijaya Air, jelas Roy, nantinya setiap pelanggan akan mendapatkan 16 digit nomor pelayanan penerbangan. Sebanyak 16 digit itu terbagi atas empat digit Bank Identification Number (BIN), khusus untuk nomor Sriwijaya Air adalah 8777, sedangkan 12 digit merupakan kode transaksi pelanggan. Di tempat yang sama, Direktur Utama Sriwjaya Air, Chandra Lie mengungkapkan, setiap hari Sriwijaya Air melayani penumpang rata-rata mencapai 800.000 orang. "Kerja sama dengan PermataBank diharapkan bisa memudahkan pelanggan kami dalam membeli tiket," ujar dia. Chandra menambahkan, kerja sama ini diyakini akan menguntungkan kedua belah pihak, karena nasabah PermataBank akan lebih memudah untuk memilih Sriwijaya Air sebagai alat transportasi. (gam/bud)

LABA

CIMB Niaga Raih Laba Bersih Konsolidasi Rp 2,13 T JAKARTA-PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) pada semester I-2013 sebesar Rp2,13 triliun atau meningkat sebesar 8% dari periode yang sama tahun 2012 yang mencapai Rp1,98 triliun. Perolehan laba bersih ini menghasilkan earning per share (EPS) sebesar Rp84,90, lebih besar dari angka tahun sebelumnya yang sebesar Rp78,93. Kenaikan laba tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp4,92 triliun atau tumbuh 5% dari pencapaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,68 triliun, serta kemampuan CIMB Niaga dalam menekan biaya provisi dan menjaga kualitas aset. CIMB Niaga tetap tercatat sebagai bank terbesar kelima dari sisi aset, dengan perolehan aset sebesar Rp202,20 triliun, meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp179,42 triliun. “Di tengah iklim usaha yang menantang baik di tingkat global maupun di dalam negeri, dengan kenaikan suku bunga dan tekanan inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), CIMB Niaga tetap dapat mempertahankan pertumbuhan dalam penyaluran kredit dan pen-

gumpulan dana pihak ketiga (DPK),” ujar Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid, di Jakarta, Senin (29/7). Menurut dia, CIMB Niaga juga mencatat kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 9% menjadi Rp149,94 triliun per 30 Juni 2013, dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp137,59 triliun. Adapun simpanan dalam bentuk CASA (Current Account Savings Account) tumbuh 13% YoY menjadi sebesar Rp67,39 triliun, dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp59,90 triliun. “Di sisa tahun 2013, industri perbankan di Indonesia masih akan terus dipengaruhi oleh perekonomian global dan valuasi Rupiah. Selain itu, faktor internal seperti meningkatnya inflasi yang disebabkan oleh naiknya harga BBM dan suku bunga, kemungkinan akan berdampak pada melambatnya penyaluran kredit perbankan. Meski demikian, CIMB Niaga tetap optimistis dalam memandang industri perbankan. Kami melihat peluang pada sektor-sektor pilihan seperti industri makanan dan industri yang berhubungan dengan konsumsi dalam negeri, dimana permintaannya diharapkan terus tumbuh di tengah tekanan inflasi yang meningkat, dan hal ini

akan membantu pertumbuhan penyaluran kredit perseroan,” kata Arwin. Hingga akhir Juni 2013, jelas dia CIMB Niaga telah menyalurkan kredit sebesar Rp150,95 triliun, tumbuh 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp137,46 triliun. Dari total penyaluran kredit tersebut, sektor perbankan Komersial memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar Rp62,15 triliun (41%), menyusul sektor perbankan Konsumer dan perbankan Korporasi, masing-masing sebesar Rp46,63 triliun (31%) dan Rp42,17 triliun (28%). Personal Loan dan Mikro Laju menjadi bisnis yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi, dengan pertumbuhan 71% (Year on Year/YoY) dan 35% YoY menjadi masingmasing sebesar Rp1,30 triliun dan Rp2,37 triliun. Sedangkan untuk bisnis lainnya, Kartu Kredit mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 13% menjadi Rp3,58 triliun, sementara pembiayaan di sektor properti meningkat 11% menjadi sebesar Rp21,78 triliun. “Adapun dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) kami tercatat di level 15,89%, meningkat 82 bps dibandingkan periode yang sama tahun 2012,” terang Arwin. (gam/abd)


OPINI

Gotong-royong Membangun PAUD

salam songkem

Kerawanan Pugar

Layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia saat ini terus tumbuh-berkembang. Walau pertumbuhan PAUD belum sesuai dengan target yang diharapkan oleh pemerintah. Akan tetapi, mengambil hikmah pepatah lama, sedikit demi sedikit akhirnya menjadi bukit. Demikian juga dengan keberadaan layanan pendidikan PAUD di belahan katulistiwa ini. Pada akhirnya, layanan dan jumlah PAUD yang belum memenuhi target, pada tahun berikutnya bisa terpenuhi.

K

antor Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan,Sampang, Madura, jadi pusat perhatian. Sebab hingga kini, DKPP tersebut dianggap melakukan proses verifikasi kelompok tani garam dan menentukan sejumlah kelompok tani garam sebagai penerima bantuan dana pugar dengan cara yang sangat mencurigakan. Kecurigaan tersebut sangat wajar terjadi, apalagi dari 6 kecamatan, yaitu Jrengik, Banyuates, Sampang, Sreseh, Pengarengan, dan Camplong yang dipastikan mendapatkan pugar, hanya 9 desa dan kelurahan di 3 kecamatan yang sudah selesai diverifikasi. Dari tiga kecamatan yang sudah diverifikasi itu, diketahui terdapat beberapa kelompok tani garam yang dipastikan dapat bantuan dana pugar tahun 2013. Padahal masih ada tiga kecamatan lain yang belum diverifikasi. Bahkan ada dua kelompok tani garam dari kecamatan yang belum dilakukan verifikasi tersebut datanya dikabarkan tidak masuk ke DKPP. Kedua kelompok tani garam yang datanya belum masuk ke DKPP itu berasal dari desaAsem Rajeh dan Desa Asem Nunggal Kecamtan Jrengih. Sedangkan 9 desa/kelurahan dari 3 kecamatan yang sudah menjalani verfikasi tersebut, yaitu Desa Apaan dan Desa Pengarengan (kecamatan Pengarengan Sampang), Desa Labuhan, Desanah, Labang, dan Marparan (kecamatan Sreseh Sampang), Kelurahan Karang Dalem, Polagan, dan Aing Sareh (kecamatan Sampang Kota). Seharusnya DKPP menyelesaikan proses verifikasi semua kelompok tani garam di sejumlah kecamatan penerima pugar, baru kemudian memunculkan sejumlah nama kelompok tani garam yang dipastikan menerima bantuan dana pugar. Lambannya verifikasi penerima pugar tersebut sebenarnya disebabkan oleh kinerja pendamping dalam melakukan pendataan verifikasi dan administrasi lainnya, sehingga tidak semua data kelompok tani di 6 kecamatan tersebut masuk ke kantor DKPP. Karena realitanya, ada dua kelompok tani garam dari kecamatan Jrengik yang belum masuk ke DKPP. Selain itu, DKPP juga tidak kunjung memastikan jadwal pelaksanaan verifikasi kelompok tani garam di tiga kecamatan yang hingga kini masih belum dilakukan verifikasi. Sejumlah kelompok tani garam di tiga kecamatan tersebut belum dilakukan verikfikasi karena datanya belum masuk ke DKPP. Meskipun begitu, bukan tidak mungkin, lain yang dikatakan oleh Kabid Kelautan DKPP lain pula yang terjadi sebenarnya, karena dalam verifikasi penerima pugar memang harus diakui tingkat kerawanannya sangat tinggi. Dengan tidak berburuk sangka, petugas dalam menentukan hasil verifikasi penerima pugar relatif dilakukan tertutup, sehingga wajar apabila prosesnya cenderung menimbulkan kecurigaan. Apalagi ada data kelompok tani garam yang belum masuk ke DKPP, padahal sudah disurvei ke lokasi kelompok tersebut. Sebuah indikasi adanya proses verifikasi yang dilakukan secara tidak wajar sehingga munculnya nama-nama kelompok tani penerima bantuan dana pugar juga pantas dicurigai. Memang sangat potensial ada petugas yang melakukan kerjasama dengan sejumlah kelompok tani garam yang berkeinginan mendapatkan bantuan dana pugar tersebut, meskipun biasanya sulit dibuktikan. (*)

K

eberadaan layanan pendidikan PAUD selama ini memiliki fungsi sangat fital. Yaitu, layanan pendidikan dini ini bisa menjadi jembatan penyambung dunia anak-anak dengan dunia pendidikan. Korelasi dan relasi dunia anak dan pendidikan akan menjadi energi dahsyat. Anak Indonesia akan tumbuh dengan karakter berketuhanan mapan, berkeadaban, berjiwa nasionalisme, dan peka terhadap masalah sosial. Kepekaan dalam membaca potensi dini semacam ini secara legal-formal bisa dilakukukan lewat jasa layanan pendidikan PAUD. Anak-anak Indonesia dengan miniatur kultur dan adat istiadat yang beragam bisa terdeteksi sejak usia belia. Perjalanan layanan pendidikan PAUD di Indonesia sudah diberlang-

mukan puncak kejayaannya. Jumlah lembaga layanan pendidikan dengan jumlah anak didik yang belum maksimal akan tertata dengan sendirinya. Hal itu, ketika semua pihak bergerak, membangun kesepakatan komunal, berpikir kiritis tentang perbaikan layanan pendidikan PAUD di Indonesia menjadi lebih berkualitas dan berkarakter khas ke-Indonesiaan. Membangun Karakter Bangsa Lewat PAUD Persoalan klasik terhambatnya sebuah program kerja/kegiatan, minimnya komitmen dan kesadaran untuk bekerja/membantu dan ikut berpartisipasi aktif melakukan perubahan. Masalah ini menjadi penyakit lama yang terwariskan hingga hari ini. Masyarakat (orang tua) belum sepenuhnya menyadari pentingnya pendidikan anak. Mereka menganggap, pendidikan (formal) itu baru akan dirasakan anak ketika sudah usia 7 hingga 8 tahun. Pada usia ini, mereka akan memasukkan anak-anaknya ke jenjang sekolah Pendidikan Dasar (SD). Hasil analisa penulis, minimnya kesadaran ini terlihat di tingkat masyarakat pedalaman (pedesaan/ perkampungan). Sebagian orang tua, masih sangat berat mengantar putra-

Hampir purna satu bulan insan muslim melewati bulan suci Ramadan dengan pelbagai pernak-pernik yang melingkupinya. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bulan suci Ramadan tidak hanya memberikan rekayasa makna terhadap dinamika yang berkembang, melainkan memberikan ketakjuban pada diri yang merasa dirinya sebagai umat muslim dan kaffah di dalam menjalankan perintah Allah SWT.

P

emilukada Jatim, awalnya diikuti tiga pasang calon ; Soekarwo-Saifullah Yusuf, Bambang DH-MH Said Abdullah dan Khofifah Indar Parawansa-Herman S. Tetapi akhirnya, pemilukada tetap diikuti tiga pasang calon tanpa Khofifah-Herman karena KPU menganggap pasangan ini tidak memenuhi syarat. Sepasang lainnya Eggy Sujana-Sihat. Siapakah yang akan unggul pada 29 Agustus 2013 mendatang, rakyat yang punya jawabannya. Dari sisi geografis, pemilukada Jatim sejatinya menguji Madura. Jika Madura bersatu, Bambang-Said yang berpeluang menang. Duet ini ideal secara geografis karena memberangkatkan kader Jawa-Madura. Ini sesuai dengan isi keseluruhan Jatim yang terdiri atas Jawa dan Madura. Dari aspek historis, Madura terbagi dua. Madura di Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep) dan Madura di Jawa khususnya Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, dan Malang. Populasi Madura juga terdapat di semua kota di Jatim meski tidak sebanyak di daerah seperti telah disebutkan. Bila semua Madura bersatu, Bambang-Said dapat dipastikan sebagai pemenang. Ini mengacu pemilukada Jakarta dimana JokowiAhok tak tertandingi. Kemenangan ini antara lain peran etnisitas. Mayoritas Jakarta adalah Jawa. Ketika nama Jawa disebut, kenal atau tidak kenal, pilihan jatuh pada Jokowi karena rasa berjawa yang dominan. Padahal, hampir semua lembaga survey saat itu memenangkan Foke-Nara. Apa yang kurang dari Foke-Nara; incumbent, didukung istana, dan kaya amunisi, ternyata bukan jaminan kemenangan. Pada pemilukada Jatim beberapa waktu lalu, di putaran terakhir Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim ditentukan Madura. Begitu pula pemilukada Jatim mendatang, Madura juga menjadi juru kunci. Ini bukan saja karena MH Said Abdullah (cawagub) berasal dari Madura. Tetapi sejarah memungkinkan akan mencatat serupa ini. Selain itu, pasca Gubernur Jatim RP Moh Noer (Madura) di era 70-an, sejarah juga sudah lama tidak mencatat pemimpin Jatim dari Madura. Ini sebabnya, pemilukada Jatim 2013; menjadi uji nyali bagi Madura. (*)

sungkan sejak tahun 2010 lalu. Di berbagai kawasan tanah air, PAUD dijalankan sepertikebanyakan lembaga pendidikan. Meski, kemajuan dan mekanisme pelaksanaannya aneka ragam. Sebab, sejumlah penyelenggara layanan pendidikan PAUD tidak semuanya memiliki kemampuan dana dan fasilitasyang sama. Sehingga, layanan pendidikan PAUD di perkotaan dengan di daerah terlihat memiliki banyak perbedaan. Uniknya, semangat juang pelaksanaan PAUD di daerah pedalaman tak pernah lekang dimakan keterbatasan tersebut. Kondisi ini menjadi potret dokumentatif atas laju perjalanan pendidikan anak di Indonesia. Dokumentasi ini menjadi sangat penting sebagai referensi melakukan perubahan. Pembenahan ke arah yang lebih baik. Syukur-syukur, dokumentasi ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pemegang kebijakan (pemerintah) untuk terus melakukan pembenahan. Sekali lagi, tidak akan ada yang sempurna di dunia ini. Ibarat pepatah arab, apabila sebuah kegiatan (program) itu sudah dilaksanakan, akan tampak kekurangannya (idza tamma al-amr faqad badza naqsuhu). Berbanding lurus dengan kondisi layana pendidikan PAUD di Indonesia, lambat laun akan terus mene-

puri mereka ke layanan pendidikan PAUD. Sehingga, mereka membiarkan anak-anaknya bermain hingga masuk usia bisa masuk ke jenjang pendikan dasar (SD/MI). Rasa enggan ini bisa diterima. Orang tua di wilayah pedesaan/perkampungan, khususnya kaum ibu memiliki beban pekerjaan rumah. Sementara, suami mereka menggarap ladang atau bekerja lainnya sebagai media mendapatkan nafkah (kebutuhan hidup). Kaum ibu akhirnya memilih membiarkan anakanaknya tidak merasakan pendidikan usia dini (PAUD). Beban ekonomi menjadi pemicu kurangnya kesadaran orang tua mengantarkan anak-anaknya masuk layanan pendidikan PAUD. Sehingga, penting bagi pemerintah mencari tips alternatif memutus kebimbangan kaum ibu ini. Misalnya dengan membuat program beasiswa dini. Semua anak-anak usia belia di Indonesia diberi hak yang sama berupa biaya pendidikan. Sehingga, meski terasa berat, kaum ibu bisa tertarik dan memilih meluangkan waktunya dalam beberapa jam mengantar anaknya masuk layanan pendidikan PAUD. Kesadaran itu memang wilayah metafisik. Tidak ada kekuatan fisik yang bisa menyentuh kesadaran. Kecuali pihak yang bersentuhan langsung dengan kesadaran itu. Kesadaran seorang ibu mengantarkan anaknya bisa aktif di layanan pendidikan PAUD sejatinya adalah karena kemauan personal. Melalui tulisan ini, marilah semua ibu di Indonesia antarkan anak-anaknya belajar di layanan pendidikan PAUD. Pendidikan anak akan menentukan masa depan negeri ini. Semakin baik pendidikan anak Indonesia, maka semakin baik kehidupan berbangsa dan bernegara. Amin. =

Ramadan: Revolusi Spiritualitas

Uji Nyali Madura

A

15

SELASA 30 JULI 2013 NO. 0170 | TAHUN II

U

mat muslim melakukan migrasi tubuh spiritualitas yang dibangun di atas landasan keberimanan dan kebertakwaan yang menyeluruh dan menubuh. Iman dan takwa hadir sebagai rentahan cahaya kecil yang datang dari sublimasi keyakinan di alam pikiran, jiwa dan hati seseorang, sehingga tercipta revolusi spiritualitas di dalam diri. Artinya revolusi spiritualitas bisa didapatkan oleh siapa saja, tanpa harus memandang status sosial, status budaya, status alirannya, baik orang tersebut fakir miskin atau pun kaya, atau bagi mereka yang bermazhab sunni atau syiah, lantaran revolusi spiritualitas berdiri di atas rasa spiritualitas yang dapat hinggap kepada siapa saja. Apalagi, bagi mereka yang teguh, ikhlas dan tawaddu’ di dalam menjalan risalah-risalah kenabian, maka jalan spiritualitas terbentang di alam jagad raya, baik di darat, laut, langit, dan gegunung menjadi tetanda bagi mereka yang berpikir. Spiritualitas adalah manifestasi suatu keyakinan akan adanya kekuatan adikodrati di atas manusia, semacam bentuk ketertundukan manusia, penyerahan diri manusia, juga rasa rindu yang tak kepalang dalam diri manusia terhadap Tuhannya.

Yakni suatu keyakinan batiniah yang berpendar menjadi cahaya diri. Penghayatan yang intens terhadap Tuhan, tentang aspek-aspek personalitas kebaktian makhluk kepada Tuhan, sedusedannya di dalam diri bukan hanya karena alasan untuk memperoleh pengetahuan tentang religiusitas, melainkan juga karena secara pragmatis sebagai suatu gerakan mencari dimensi yang hilang dari religi. Spiritulitas memiliki dimensi ruh, lahir atas dasar kesadaran penciptaan alam semesta melalui berbagai bentuk perenungan yang mendalam, sebagai sarana untuk menyadarkan kembali, membina mental manusia, atau pengendalian dan penyucian hasrat, dari hasrat rendah menuju hasrat yang lebih tinggi, yang akhirnya bermuara pada hasrat yang bersifat ilahiyah, yakni an-nafs al-muthma’innah (Piliang:2009). Spiritualitas hakikatnya sebentuk rasa agama yang lahir dari keyakinan manusia terhadap Tuhannya, sebagai manifestasi dari katarsisme—ekstasi yang lahir di atas kesadaran akan diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Acapkali manusia terjebak pada pengultusan rasionalitas, sehingga melahirkan sebentuk sinisme—spiritualitas di dalam pikirannya, segala sesuatu diukur dengan pikiran, akal, dan segala yang membentuknya. Jadi, sekulerisasi tumbuh menjadi benalu di ubun-ubun kepalanya, yang berimplikasi terhadap paradigma, perilaku dan sikap hedonis alias mengagungkan benda-benda material. Benda-benda menjadi berhala yang direkayasa dan diproduksi secara massal, juga untuk dikonsumsi secara massal, sehingga di bulan suci Ramadan umat islam disibukkan dengan, baju baru, sarung baru, mukenna baru, songkok baru, rok baru, celana baru, sandal baru, dan kendaraan baru, sebagai bentuk dari pemuasan hawa

nafsu yang bersandar dalam alam bawah sadar manusia, atau bersandar pada alam tabi’ati manusia. Seharusnya bulan suci Ramadan mengindikasikan bertambahnya ketaatan baru terhadap Allah SWT (laysal ‘iedu limallabisal jadid, innamal ‘iedu liman thaa’atuhu tazid), sebagai puncak dari ketertundukan terhadap Dzat yang maha dahsyat. Sedangkan Sartre (dalam Strathern: 2001) berpendapat bahwa manusia selalu berada di luar dirinya sendiri: hanya dengan melakukan proyeksi dan melenyapkan dirinya jauh dari dirinyalah dia membuat manusia ada. Di pihak lain, dengan mengejar tujuan yang transenden, maka ia sendiri mampu untuk ada. Dengan demikian, manusia melampaui dirinya sendiri dan hanya bisa mencengkeram objekobjek dalam hubungannya dengan pelampauan dirinya sendiri itu. Karena spiritualitas merupakan rasa agama yang ada dalam kedirian manusia yang sesungguhnya. Sebuah renungan akan menciptakan pengalaman tersendiri atau sesuatu yang personal dalam diri manusia. Apalagi hal itu didukung oleh tingkat kehadiran metafisika semesta. Artinya yang dibutuhkan manusia adalah bagaimana ia mampu membangun jiwa dalam kondisi apapun, termasuk di dalam keadaan menderita, karena di sana ia akan menemukan cahaya yang datang dengan seutuhnya. Cahaya ilahi akan datang bagi mereka yang mampu menerjemahkan risalahrisalah alam semesta dengan berbagai macam kejadian yang berkembang. Refleksi bulan suci Ramadan hadir dalam detak jarum jam yang mengitar, sekaligus sebagai penanda alam semesta, bahwa hidup manusia ‘menunggu’ detak nafas jam yang berdegup bersama hukum alam, yakni terbitnya jantung fajar. Manusia pun

terjaga dari pengalaman-pengalaman mimpi sebagai penerjemah bahwa siang adalah kenyataan dari realitas hidup diri untuk tidak sekedar dilalui dengan makna sekedar. Walhasil, cahaya ilahiyah akan didapatkan oleh orang-orang yang mampu terjaga melawan gemetar ‘celap’ yang hinggap pada tubuh, karena di sana bulir bening embun akan menyucikan pikiran, jiwa dan hati untuk segera diberangkatkan menuju alam metafisika, yakni alam spiritualitas dengan transendensi diri pada sang ilahi. Spiritualitas yang diilhami oleh kesadaran yang utuh atas ketertundukan dan ketaatan terhadap Allah SWT, akan melahirkan jiwa-jiwa yang tenang, menentramkan sekaligus mampu membuat jalan damai bagi sekalian alam. Jadi, wajah manusia muslim kaffah seperti memercikkan cahaya batin, memancarkan energi ilahiyah dan menjadi sumber mata air bening yang membuat semua makhluk merasa aman, tenteram dan damai di saat bersamanya. Setiap ratapan dalam dirinya adalah doa yang mengalir seperti sungai di dalam diri, dan sungai-sungai itu melahirkan seekor kupu-kupu dengan kedua sayap diarsir dingin embun, lantas senja membawanya pulang di dekap gelombang ketakjuban tak kepalang. Bulan suci Ramadan adalah momentum untuk melakukan revolusi spiritual. Revolusi spiritual yang dimaksud adalah puncak katarsisme diri yang dicapai dari oleh seorang salik untuk tidak lepas dari mengingat. Mengingat segala nikmat, mengingat berbagai rasa yang diberikan oleh sang pencipta, meski luka menusuk tubuh, tapi tubuh materi telah mati, lantaran antara dirinya dan sang pencipta tidak ada distingsi apapun, sehingga segala bentuk yang berbau materi hilang dan lenyap seketika dalam nikmat. Sebuah rasa yang tidak dapat dirasakan oleh manusia yang tidak pernah melakukan perjalanan diri, perjalanan panjang di dalam mengalahkan nafsu dalam dirinya. Jadi, revolusi spiritual adalah hal ihwal migrasi tubuh spiritual yang dicapai melalui pengembaraan batiniah yang bersujud dalam ketertundukan untuk mencapai kesadaran dan realitas diri yang transendental. Semoga! =

Pemimpin Redaksi Abrari, Wakil Pemimpin Redaksi Zeinul Ubbadi, Redaktur Ahli M. Husein, Redaktur Pelaksana Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari, Sekretaris Redaksi Benazir Nafilah, Tata Letak Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Desain Grafis Ach. Sunandar, Khoiril Anwar, Fotografer Mahardika Surya Abriyanto, Website Hairil Anwar, Biro Sumenep Hayat (Kepala) Syah A. Latief, Syamsuni, Junaidi, Biro Pamekasan G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Biro Sampang Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H, Junaidi, Holis, Biro Bangkalan Moh. Ridwan (Plt. Kepala), Doni Harianto, Biro Surabaya Hana Diman (Kepala), Ari Armadianto, Joeli Hidayati Biro Jakarta Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy Kontributor FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia), Manajer Pemasaran Moh. Rasul Accounting Ekskutif Deddy Prihantono, Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim, (Pamekasan) G. A. Semeru (Surabaya) Penerbit PT. Koran Madura, Komisaris Rasul Djunaidi, Direktur Utama Abrari, Direktur Keuangan Fety Fathiyah, Alamat Redaksi Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, email koranmadura@ymail.com, opini.koranmadura@gmail. com, Telepon/Fax (0328) 6770024, No. Rekening BRI 009501000029560, NPWP 316503077608000 http://www.koranmadura.com/ | Wartawan Koran Madura dibekali ID Card (kartu pengenal) dan tidak diperkenankan menerima imbalan berupa apapun dari narasumber


LAHRAGA

16 16

SELASA 30 JULI 2013 NO. 0170 | TAHUN II

KORAN MADURA SELASA 30 JULI 2013

Hempaskan Panama, AS Raih Piala Emas CHICAGO - Amerika Serikat memastikan diri sebagai juara Piala Emas CONCACAF 2013 usai menaklukan Panama dengan skor tipis 1-0 dalam partai final yang digelar di Stadion Soldier Field, Chicago, Amerika Serikat, Minggu (28/7) waktu setempat atau Senin (29/7) dini hari WIB. Break Shea menjadi pahlawan kemenangan bagi “The Yanks” sekaligus memastikan trofi kelima negaranya usai terakhir kali diraih pada 2007 silam. Ini juga merupakan raihan perdana Jurgen Klinsmann selama menangani AS sebagai pelatih. Arsitek asal Jerman itu tidak dapat mendampingin tim karena menerima kartu merah pada pertandingan semifinal melawan Honduras. Dalam turnamen kali ini, AS terlihat sangat dominan. Mereka bahkan kini memegang rekor 11 kemenangan beruntun dari rekor sebelumnya dengan delapan kemenangan. “Sam’s Army” juga mencatatkan statistik memuaskan dengan melesakan 20 gol dan hanya kemasukan empat gol sepanjang turnamen. Sementara, striker veteran AS London Donovan terpilih sebagai pemain terbaik dalam ajang tahun ini. Ia mencatatkan lima gol dan tujuh assist. “Mereka (pemain) ingin mengirimkan sinyal jika mereka yang terbaik di CONCACAF dan mereka menunjukannya hari ini. Mereka pantas menerima setiap pujian untuk turnamen ini,” ujar Klinsmann yang harus menjadi penonton dalam laga final itu. Namun, kemenangan tersebut harus dibayar mahal dengan cederanya gelandang Stuart Holden karena menderita cedera lutut. Cedera itu didapat penggawa Bolton Wanderes ini pada babak pertama dan terlihat sangat serius. “Kami sangat sedih. Kami sangat peduli dengan situasi yang dialami Stuey (panggilan Holden). Ia sepertinya mengalami cedera lutut yang serius,” ucap Klinsmann.

Meski menguasai bola, AS terlihat kesulitan menembus pertahanan Panama. Marcos Sanchez memberikan pengawalan ketat kepada striker DaMarcus Beasley, sedangkan Donovan tidak diberi keleluasaan bergerak. Babak pertama pun berakhir dengan imbang tanpa gol. Selepas jeda, asisten pelatih Andreas Herzog melakukan keputusan tepat. Ia memasuka Shea pada menit ke-55 dan hanya 42 detik berselang sang pemain pengganti melesakkan gol kemenangan timnya. Alejandro Bedoya melepaskan umpan silang kepada Donovan, tapi bintang turnamen ini gagal menyambutnya. Di tiang jauh Shea mencocor bola dengan mudah ke dalam gawang Panama karena kiper Jaime Penedo sudah mati langkah. Pertandingan mulai berjalan terbuka karena mau tidak mau Panama harus naik menyerang mencari gol balasan. Sebagai akibatnya, Amerika Serikat lebih leluasa melancarkan serangan melalui Kyle Beckerman dan Mix Diskerud di sektor sayap. AS mendapatkan peluang untuk menggandakan keunggulan pada menit ke-84 melalui aksi Johnson. Menerima umpan dari Shea, Johnson yang hanya berjarak dua meter dari gawang gagal memanfaatkan umpan tersebut setelah tendangannya melambung di atas mistar gawang. Hingga akhir laga, skor 1-0 untuk kemenangan AS tidak berubah. Meskipun gagal meraih trofi juara, arsitek Panama Julio Dely Valdez mengaku tidak terlalu sedih. Ia menilai anak-anak asuhnya telah memberikan usaha yang terbaik dan mencoba untuk memenangkan pertandingan. “Kami akan meninggalkan turnamen ini dengan telah memberikan usaha yang terbaik. Saya ingin berjalan meninggalkan turnamen ini dengan perasaan yang senang,” kata Julio. Kemenangan ini membuka kesempatan AS untuk menghadapi juara Piala Emas 2015 untuk memperebutkan satu tempat di ajang Piala Konfederasi 2017 di Rusia. Namun, jika mereka berhasil memenangi Piala Emas edisi tersebut, mereka otomatis akan mewakili zona CONCACAF di Piala Konfederasi.(espn/aji)

1-0 Mittag 49’

Jumlah Gol 1 11

3

Tendangan Melenceng 8

5

Sepak Pojok 6

JAWARA. Nadine Angerer, kiper dan kapten Jerman mengangkat trofi Piala Euro Wanita 2013 usai mengalahkan Norwegia pada final yang digelar di Stadion Friends Arena, Solna, Swedia pada Minggu (28/7)

6

Pelanggaran 12

Jerman

13

Kartu Kuning 1

0

Kartu Merah 0

0

Kukuhkan Kedigdayaan SOLNA - Tim Sepakbola putri Jerman mengukuhkan kedigdayaan mereka di kancah sepakbola putri Eropa setelah meraih gelar juara Piala Eropa untuk kedelapan kalinya dengan mengalahkan Norwegia dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung Minggu (28/7) waktu setempat di Friends Arena di Solna, sebelah utara Stockholm, Swedia. Kedua tim bermian imbang tanpa gol selama 45 menit pertama. Kebutuan akhirnya terpecahkan ketika pertandingan babak kedua baru berjalan empat menit. Pemain Jerman, Celia Okoyino da Mbabi menyisir di sayap kiri sebelum melepas cantik ke mulut gawang yang disambut pemain pengganti Anja Mittag dan mencetak gol untuk Jerman pada menit ke-49. Ternyata ini adalah satu-satunya gol pada pertandingan tersebut. Sebenarnya, Norwegia berpeluang besar menjuarai turnamen ini kalau saja mereka berhasil melaku-

kan dua eksekusi penalti yang hadiahi wasit. Di babak pertama, Norwegia mendapat hadiah tendangan penalti pada menit ke-29. Tetapi eksekusi yang dilakukan oleh Trine Ronning itu berhasil digagalkan kiper Jerman Nadine Angerer. Pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-41, Norwegia lagi-lagi mendapat hadiah tendangan penalti. Kali ini, yang ditugasi sebagai algojo adalah Solveig Gulbrandsen. Tetapi Angerer lagi-lagi menunjukkan kebolehannya berdiri di bawah mistar gawang dengan menghentikan tendangan Gulbrandsen. Tak pelak, Angerer dianggap sebagai pahlawan tim Jerman. Tetapi Angerer tidak ingin mendapat kehormatan seperti itu. Menurut dia, gelar juara yang diraih Jerman adalah hasil kerja tim. “Penalti itu melulu soal keberuntungan. Dalam tendangan penalti ini, penjaga gawang selalu lebih mudah dari para pemain yang bertugas melakukan eksekusi tendangan

sejak awal liga guna mewujudkan ambisi meraih juara di kompetisi domestik dan Eropa. “Sangat perlu memulai musim dengan kuat. Kami harus meraup poin sebanyak-banyaknya dari laga-laga awal. Tidak perlu memikirkan MU. Kami harus memikirkan diri kami sendiri,” ujarnya. Dia melanjutkan, “Meraup banyak poin pada laga-laga awal itu sangat penting karena pada pertengahan September kami bermain di Liga Champions. Itu berarti jadwalnya sangat padat karena harus bermain dua kali seminggu yaitu pada pertengahan dan akhir pekan. Selain itu perjuangan juga harus lebih keras.”

penalti,” kata Angerer. Dia melanjutkan, “Kami memiliki semangat tim yang bagus. Saya kira kami tidak memiliki ruang untuk bermain individualistik. Itulah sebabnya kami bermain semakin baik dari hari ke hari.” Sebelumnya, Jerman sudah meraih gelar juara Piala Eropa Putri sebanyak enam kali. Sebelum maju ke final, Jerman mengalahkan Swedia dengan skor tipis 1-0 di semifinal. Sedangkan Norwegia melesat ke final setelah menyingkirkan negara tetangga, Denmark dengan skor 4-2 melalui adu tendangan penalti setelah bermain imbang 1-1 pada waktu normal dan perpanjangan waktu. Penyelenggara turnamen ini mengungkapkan bahwa selama perhelatan kejuaraan ini mereka berhasil menjual 210.000 tiket. Pada partai final sebanyak 41.000 pasang mata menyaksikan laga Jerman versus Norwegia tersebut. (aji)

Nama: Tanggal Lahir: Tempat Lahir: Tinggi: Posisi Bermain: Klub:

Nadine Marejke Angerer 10 November 1978 Lohr, West Germany 175 cm Kiper FFC Frankfurt

Gareth Bale Bakal Patahkan Rekor Transfer Cristiano Ronaldo LONDON - Nilai transfer pemain sayap yang juga merupakan pemain terbaik Tottenham Hotspur Gareth Bale diperkirakan akan memecahkan rekor transfer Cristiano Ronaldo dari Manchester United (MU) empat tahun silam. Ketika itu, Ronaldo didatangkan Madrid dengan 80 juta pound. Sedangkan untuk menghadirkan Bale ke Santiago Bernabeu, Madrid menyediakan 86 juta pound atau setara dengan Rp 1,3 triliun. Bale tampil sangat cemerlang bersama Hotspur pada musim lalu. Dia dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Utama Inggris dan versi Professional Footballers Assiciation (PFA) dan Football Writers Associa-

tion (PWA) serta pemain muda terbaik versif PFA. Penghargaan itu diberikan setelah Bale mencetak 21 gol di Liga Utama Inggris dan menjadi pencetak gol terbanyak untuk timnya. Meski demikian, Spurs tetap saja gagal tembus ke empat besar Liga Utama Inggris dan tidak bisa bermain di Liga Champions. Mereka kalah bersaing dengan Chelsea dan Arsenal yang duduk di peringkat ketiga dan keempat pada klasemen akhir musim 2012-2013. Meskipun para petinggi Spurs, termasuk pelatih Andre Villas-Boas menegaskan bahwa Bale tidak akan dijual, tetapi Sky Bet memperkirakan klub dari London Utara itu kemungkinan akan luluh juga dengan tawaran menggiurkan dari Real Madrid tersebut. Bahkan, menurut Sky Bet, peluang Bale untuk bertahan di White Hart Lane semakin kecil. Sedangkan pelatih Liverpool Brendan Rodgers kembali menegaskan bahwa Luis Suarez akan tetap bertahan di Anfield pada musim. Dia pun dilibatkan secara penuh dalam persiapan pramusim, meski-

Fernandinho: Jangan Pikirkan MU MANCHESTER - Gelandang baru Manchester City Fernandinho meminta rekan-rekan satu timnya untuk fokus meraih gelar juara Liga Utama Inggris musim ini dan tidak melulu berpikir tentang persaingan dengan rival sekota, Manchester United (MU). Fernandinho tampil cemerlang selama tur pramusim Manchester City, terutama pada turnamen Barclays Asia Trophy di Hong Kong dan penampilan menawannya itu membuat dia menjadi pilihan utama di lini tengah pasukan Manuel Pellegrini. Pemain Brasil yang baru didatangkan dari Shakhtar Donetsk pada jendela transfer musim panas ini berharap, timnya bisa tampil cemerlang

0

Tendangan Terarah

Fernandinho dikhawatirkan butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan sepakbola Inggris yang lebih menekankan fisik. “Liga Inggris adalah sebuah kompetisi yang sangat kuat, sangat ketat dan memiliki gaya sepakbola yang berbeda. Saya memang belum memiliki pengalaman sepakbola Inggris karena itu saya tidak tahu apa dampak yang akan terjadi,” tuturnya. Tetapi untuk bisa bersaing, dia terus berlatih dan berlatih. “Saya ingin berlatih sebanyak mungkin. Saya menginginkan sebuah musim yang imbang dan bermain pada level yang selalu sama,” tutupnya. (espn/aji)

FOKUS: Gelandang Anyar Manchester City

Fernandinho

meminta rekanrekannya untuk fokus merebut gelar Premier League. Foto: Manchester City Press Associa

pun sejumlah klub mengincarnya termasuk Arsenal yang sudah dua kali mengajukan penawaran. Suarez sudah bergabung bersama “The Reds” ketika tim itu berada di Australia untuk tur pramusim ke Asia. Pada kesempatan itu Suarez dimainkan. Pemain internasional Uruguay ini kembali diturunkan saat melawan Thailand di Bangkok pekan lalu. Setelah menjalani liburan, kebugaran Suarez sedikit kedodoran. “Tingkat kebugarannya masih harus ditingkatkan. Hal ini bisa dimengerti karena waktu latihannya lebih pendek dari rekan-rekan satu timnya, Saya juga akui, fokus kami pada persiapan pramusim ini adalah laga perdana Liga Utama Inggris. Sebab Luis tidak akan tampil pada enam laga pertama musim ini. Tetapi yang terpenting adalah dia menjadi bagian dari tim ini,” kata Rodgers. Dia melanjutkan, “Dia juga bekerja keras untuk mengembalikan kebugarannya dan dan makin lama dia makin padu dengan sistem permainan yang kami bangun. Dia hanya

butuh lebih banyak waktu di atas lapangan.” Sementara itu, dua mantan pemain Chelsea Florent Maluouda dan Jose Bosingwa akan menandatangani kontrak dengan klub Turki, Trabzonspor pada Senin (29/7) malam waktu setempat. Malouda dan Bosingwa yang pada satu musim terakhir membela Queens Park Rangers (QPR) sudah mengikuti tes medis dan pindah ke Turki dengan status bebas transfer. Malouda dilepas Chelsea pada akhir musim lalu setelah tersingkir dari tim utama “The Blues” pada musim 2012/2013. Sedangkan Bosingwa yang empat tahun membela Chelsea, sejak musim panas 2012 lalu bergabung dengan QPR. Tetapi dia memilih keluar lagi dari klub itu karena terdegradasi ke divisi Championship. “Florent Malouda dan Jose Bosingwa menandatangani kontrak besok (Senin) malam pukul 21.30 di Huseyin Aker Stadium. Semua fans diundang,” bunyi pernyataan yang diterbitkan di website resmi Trabzonspor. (sky sports/aji)

e Paper Koran Madura 30 Juli 2013  

Satu Hati untuk Bangsa