Page 1

1

SENIN 28 OKTOBER 2013 NO.0227 | TAHUN II Koran Madura

SENIN

28 OKTOBER 2013

g PAMANGGHI

Topeng Oleh : MH. Said Abdullah

Anggota DPR RI, asal Madura

MENANGGAPI pertanyaan terkait razia topeng monyet, Gubernur Jakarta Jokowi saat diwawancarai media elektronik menegaskan bahwa langkah itu ditempuh sebagai upaya memperlakukan binatang secara baik. “Nanti dikumpulkan di Kebun Binatang Ragunan, dipelihara, dirawat agar monyet-monyet itu tidak kurus-kurus seperti saya,” katanya. Siapapun akan tersenyum atau bahkan tertawa lebar mendengar jawaban Jokowi, terutama ketika menyebut “agar monyet-monyet itu tak kurus seperti saya.” Terdengar menggelikan. Apalagi diucapkan oleh seorang Gubernur Jakarta yang prestisius. Rakyat negeri ini tentu masih ingat ketika sekali waktu beberapa wartawan infotainment memposisikan Jokowi sebagai selebriti. Jawaban tokoh nomor satu di Jakarta ini, juga membuat siapapun tertawa atau sekurangnya tersenyum. “Lha saya kan bukan artis. Saya jelek, kurus , ngak ada potongan selebritylah,” tuturnya santai. Tampak sekali dari fragmen sosial itu betapa Jokowi memang sosok pemimpin yang sama sekali tak ingin memiliki jarak dengan rakyat Jakarta. Ia dengan santai menempatkan dirinya sebagai perumpamaan; sebagai contoh tanpa ada rasa takut kehilangan kewibawaan. Apalagi yang menjadi obyek perbandingan Ia tak merasa perlu melakukan dengan dirinya sekumpulan binatang berbagai bernama monyet. Ia langkah khusus tampil apa adanya, bagaimana melepaskan berbagai mencitrakan atribut jabatan sebadirinya begitu gai Gubernur. Dalam keseharian, di luar megah acara protokoler, sering Jokowi berpakaian sangat santai. Kadang berbaju putih tanpa dimasukkan ke dalam celana hingga terkesan agak “slebor.” Di sini juga terlihat hampir tak terasa ada pencitraan layaknya seorang pejabat. Ia tidak memposisikan diri berada pada posisi spesial. Ia membaur, berkumpul dengan masyarakat Jakarta. Ia tak merasa perlu melakukan berbagai langkah khusus bagaimana mencitrakan dirinya begitu megah, layaknya seorang pemimpin dari Provinsi dengan APBD terbesar di negeri ini. Secara komunikasi politik sebenarnya ini juga dapat dikatagorikan sebagai proses pencitraan dengan format berbeda. Namun di sini, yang terlihat adalah proses sikap pencitraan yang jauh dari kesan simbolik. Pencitraan yang bukan topeng. Citra Jokowi ya bekerja, berusaha menyelesaikan persoalan Jakarta, dengan gaya kepemimpinan tanpa olesan simbol-simbol yang mengedepankan kekuasaan. Ia citrakan diri berbuat dan berbuat atas dasar keyakinan pada visi dan misi kepemimpinannya. Subtansi kepemimpinan yang dikedepankan bukan kulit, bukan simbol. Bertolak belakang dengan pemimpin yang mengedepankan citranya, yang biasanya bereaksi keras dan cepat ketika dirinya sedikit saja terusik sementara saat ada persoalan krusial terkait rakyat responnya sangat dan sangat lambat sekali. Pencitraannya sekedar topeng, kedok tanpa menyentuh subtansi kepentingan dan kebutuhan rakyat. Pencitraan kepemimpinan itu sebenarnya merupakan proses yang akan berkembang otomatis bila perilaku dan sikap memang memberi manfaat pada masyarakat yang dipimpin. Jadi tak perlu memoles diri jika seorang pemimpin akan positif citranya. Bekerja untuk kepentingan rakyat saja, tanpa neko-neko niscaya akan jadi proses pencitraan super efektif. =

ant/adhitya hendra

FASHION ON THE RIVER. Sejumlah peserta Fashion on the River, melintasi Sungai Complong di Desa Kejayan, Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (27/10). Para siswa SMAN 1 Kejayan memperingati Hari Sumpah Pemuda, dengan menggelar kegiatan bertema “Budaya Lokal” ini yang juga dimaksudkan sebagai pengembangan kreativitas seni sekaligus cinta terhadap lingkungan.

Capres 2014 Masih 4L Figur Muda Perlu Didorong Menjadi Pilihan Alternatif JAKARTA-Pesta demokrasi rakyat Indonesia pada 2014 dipastikan tidak akan menjadi ajang pergantian estafet kepemimpinan nasional secara demokratis karena capres yang diusung masih didominasi wajah lama. Pasalnya, partai-partai besar masih kebingungan memunculkan nama sebagai capres, padahal sudah mendekati masa pemilihan. Akibatnya, pesta lima tahunan ini menjadi ajang kontestasi para elit dan ketua umum parpol sehingga pada akhirnya yang muncul adalah capres 4L. “Mayoritas capres 2014 adalah Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina. Akibatnya, ada kesan di masyarakat bahwa capres 2014 adalah tokoh 4L (Lu Lagi Lu Lagi),”tegas Peneliti Political Weather Station (PWS) Imam Sofyan saat memaparkan hal survei bertema ‘Kader Muda Potensial Vs Ketum Parpol’ di Hotel Atlet Century, Jakarta, Minggu (27/10). Imam menyakini, tradisi memunculkan capres 4L masih tetap dipelihara pada pilpres 2014 nanti. Oleh karenanya menurut Imam sangat diperlukan paradigma dan tradisi politik baru di Indonesia dengan mendorong pemimpin dan figur muda men-

jadi capres alternatif. Hal tersebut perlu dilakukan guna terjadi silkulasi dan pembaharuan calon pemimpin nasional. Selain itu memperbanyak stok pemimpin nasional yang lebih segar dan muda. Sehingga tingkat apatis masyarakat terhadap pilpres 2014 bisa dikurangi, lantaran ada kesan masyarakat tentang model pemimpim 4L sudah diantisipasi.

Mayoritas capres 2014 adalah Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina. Akibatnya, ada kesan di masyarakat bahwa capres 2014 adalah tokoh 4L (Lu Lagi Lu Lagi)

Imam Sofyan

Peneliti Political Weather Station (PWS) Sementara itu, Koordinator Petisi 28 Haris Rusly Moti mengatakan Indonesia ke depan membutuhkan pemimpin dari unsur pemuda. Mengingat, pemimpin sekarang dari kalangan tua tidak ada yang bertanggung jawab

terhadap kerusakan bangsa di segala lini.”Para elit bangsa hanya bertarung untuk memenangkan Pemilu 2014. Bukan untuk kepentingan rakyat tapi untuk diri sendiri,” ujar dia dalam diskusi menyambut Hari Sumpah Pemuda bertajuk “Bangkit, Bersatu & Bertanggung Jawab: Kepemimpinan Pemuda Melempangkan Kembali Jalan Kebangsaan” di Galery Cafe, Cikini Jakarta, Minggu (27/10). Menurut Haris, dalam waktu dekat, bangsa Indonesia akan dihadapkan pada tantangan yang makin berat. Karenanya, dibutuhkan pemimpin yang berjiwa muda dan mampu membawa perubahan menuju kebaikan. Haris menengarai, pada awal bulan Desember dan Januari mendatang, Indonesia akan menghadapi situasi yang makin sulit. Salah satunya puncak pertarungan para elit politik menjelang pemilu. Di mana hampir dipastikan, kondisi negara dan masyarakat makin terabaikan oleh pemimpinnya. Belum lagi, pukulan secara ekonomi yang datang dari luar, yaitu dampak lesunya perekonomian dunia. “Jadi, kita harus siapkan diri untuk menghadapi itu dengan membangkitkan semangat kepemudaan. Kita butuh kepemimpinan moral, kepemimpinan yang logis, dan kepemimpinan politik,” tegasnya. (gam/aji/abd)

Neymar

SKANDAL SUAP MK

Soal Korupsi, Pemda Ungguli Pusat

Ternak Sapi Kondisi ekonomi yang carut marut membuat Matrahem pusing tujuh keliling. Berbagai usaha sudah ia lakukan, namun selalu saja gagal. Usahanya bangkrut dan hanya membuat hutangnya lebih banyak. Akhirnya setelah beberapa kali meminta nasehat guru dan kolega, Matrahem memutuskan untuk beternak sapi. Dan untuk mendapatkan modal ia putuskan untuk pinjam sama Matrawi. Matrahem : Saya datang ke sini untuk pinjam uang. Tidak banyak, hanya dua juta rupiah saja. Matrawi : Buat apa uang dua juta Mat? Matrahem : Saya mau beternak sapi. Matrawi : Owalaah kamu ini. Mengapa beternak sapi. Sekarang pasarannya lagi lesu. Matrahem : Hey.. Kemari aku bukan untuk berdiskusi. Aku mau pinjam uang. Matrawi : Aku belum selesai.. selain pasaran sapi lagi lesu, aku juga tak punya uang sebanyak itu. Jadi kusarankan ternak jangkrik aja. hehe Cak Munali

JAKARTA- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melansir hasil penelitiannya soal kerentanan pegawai negeri sipil (PNS) terjerat kasus korupsi. Data PPATK menyebutkan PNS pemerintah daerah lebih rentan terjerat kasus korupsi dibandingkan PNS di tingkat pusat. Dari 67 persen korupsi yang dilakukan PNS, sebesar 54 persennya dilakukan oleh pemerintahan daerah, dan 13 persen oleh pemerintah pusat. “Peluangnya lebih besar di Pemda, jadi hati-hati anak muda yang jadi PNS. Jangan mau dijadikan alat korupsi oleh atasannya,” kata Wakil Ketua PPATK, Agus Santoso dalam diskusi “Suap Kepala Daerah : Rakyat Makin Menderita di Jakarta, Jumat,(25/10). Modusnya yang paling banyak, kata Agus lagi, pada pengadaan barang dan jasa. Biasanya korupsi ini dilakukan

melalui mark up, alias barang itu dimahalkan harganya. “Modus lainnya, adalah melalui pemberian perijinan usaha, dari sini biasanya banyak bermunculan masalah percaloan, umumnya ada permintaan fee,” ungkapnya Yang lainnya, lanjut Agus, modusnya melalui penerimaan daerah, biasanya lewat mark down. “Penerimaan yang seharusnya mencapai 100%,

El Clasico Milik

namun diselesaikan hanya 60%, lalu yang 10% masuk ke kantong oknum pejabat,” tuturnya. Lebih jauh kata Agus, korupsi melalui pencucian uang terindikasi mencapai 67%. Hanya saja dari indikasi itu, 53,74% tindak pidana korupsi itu dilakukan di lingkungan Pemda. “Artinya memang korupsi ini cukup tinggi jadi match dengan data tadi, soal

Berita di hal 8

peluang korupsi PNS yang mencapai 1,6 kali,” terangnya. Lalu, daerah mana saja yang korupsinya tergolong besar? Menurut Agus, tingkat korupsi di daerah yang masuk zona merah antara lain DKI Jaya terbesar, Kalimantan Timur, Riau, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dll. Khusus untuk ancaman dari luar tersebut lanjut Agus, yaitu banyaknya buronan interpol Indoensia yang lari ke Singapura, Malaysia, Papua Neugini, Australia, Swsiss, dan negara lainnya. “Mereka di negara-negara itu mendapat kewargaan negara, bahkan diberi KTP dan fasilitas lainnya, karena hanya melarikan uang korupsinya dengan membeli rumah, investasi, dan sebagainya. Ini ancaman asing yang harus diantisipasi menjelang pasar bebas Asean (Asean Economic Committe) pada 2014 mendatang. Untuk mencegah terjadinya korupsi, PPATK sedang mengusulkan pembatasan transaksi keuangan secara tunai ke Prolegnas. Transaksi tunai hanya Rp 100 juta, dan lebih dari Rp 100 juta, maka harus melalui perbankan. (gam/abd)


2

NASIONAL

SENIN 28 OKTOBER 2013 NO.0227 | TAHUN II

PENYELAMATAN UANG NEGARA

Densus Antikorupsi Masih Pro-Kontra JAKARTA- Wacana pembentukan Datasemen Khusus (Densus) Antikorupsi hingga kini masih menjadi pro-kontra. Polemik seputar wacana pembentukan Densus Antikorupsi ini belum juga surut. Sebagian pengamat mendukung, sementara sebagian lainnya menolak pembentukan Densus Antikorupsi. Pengamat kebijakan publik, John Palinggi menilai pembentukan Densus Antikorupsi akan bertabrakan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apalagi, KPK hanya sebagai lembaga ad hoc. Artinya, KPK dibentuk untuk sementara. “Ini aneh kalau membentuk lembaga anti korupsi sendiri di kepolisian ditakutkan akan berbenturan dengan KPK, dikarenakan memiliki wewenang dan tugas yang sama,” kata Palinggi di Jakarta, Minggu (27/10). Wacana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi pertama kali dicetus Kapolri terpilih, Komisa-

ris Jenderal Sutarman. Dia yakin, Denus Antikorupsi ini tak akan berbenturan dengan KPK bahkan menguatkan upaya pemberantasan korupsi. “Justru kita harus saling menguatkan. Kalau Polri-nya kuat, KPK bisa fokus di pencegahan,” ujar Sutarman di Kompleks Parlemen, Selasa (22/10). Palinggi justru khawatir pembentukan Densus ini membawa misi kepentingan politis. Kepentingan politik yang ada dalam pembentukan Densus anti-korupsi, bisa dilihat dari masih maraknya kasus anggota Polri masih mudah untuk menerima suap. “Nanti bisa saja para koruptor hanya minta diselidiki oleh Densus anti-korupsi dibandingkan KPK,” ujarnya. Koordinator Bidang Hukum dan Peradilan Indonesian Corruption Watch

(ICW) Emerson Yuntho mencurigai wacana pembentukkan Densus Antikorupsi di Polri. Pasalnya, wacana tersebut datang dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menurutnya, selama ini DPR tak tulus dalam hal pemberantasan korupsi. “Kalau gagasannya datang dari DPR wajar saja dicurigai, karena kita enggak melihat ketulusan,” kata dia. Kata Emerson, alangkah baiknya bila memperkuat Dir Tipikor Mabes Polri yang sudah ada dan jelas berfungsi untuk memberantas kasus korupsi. Serta mendorong penguatan kerja sama dengan lembaga lain seperti KPK, LPSK, dan PPATK. “Lebih baik benahi internal dulu, sebelum muncul wacana baru,” tukasnya. Jangan Buru-buru Pakar komunikasi politik dari Universitas Mercu Buana (UMB) Heri Budianto mengingatkan jika masyarakat tidak boleh buru-buru mendukung wacana dibentuknya Densus Antikorupsi. Sebab, hal itu bisa dimanfaatkan untuk melemahkan KPK. “Kalau gagasan itu didukung, dan KPK nantinya hanya berfungsi untuk pencegahan saja, tak ada lagi wewenang menyadap dan penyelidikan, maka habislah negara ini. Ini masalah kepercayaan rakyat, trust, maka Polri harus membangun kepercayaan itu saat ini,” tegas Heri. Heri khawatir dengan wacana densus Antikorupsi tersebut, kalau kasus-kasus korupsi besar diserahkan ke Polri, dan KPK hanya berfungsi untuk pencegahan, maka kita tak bisa berharap ada pemberantasan korupsi. “Harusnya saat ini samasama sinergi antara KPK, Polri, dan Kejaksaan trust itu terbangun kembali,” tambah Heri lagi. Namun sebaliknya, anggota DPD, I Wayan Sudirta mendukung wacana dibentuknya Densus Antikorupsi tersebut. Dia pun tidak khawatir akan terjadi tabrakan antara KPK, Polri dan Kejaksaan. (gam/aji/abd)

JELANG PILPRES 2014

Jokowi Tetap Muncer, ARB Sulit Beringsut Naik JAKARTA- Berdasarkan survei PWS, Jokowi Widodo, Priyo Budi Santoso, dan Hary Tanoesoedibjo adalah figur muda potensial di partai mereka masing-masing. Tingginya modal sosial dan politik yang dimiliki ketiganya harus dimanfaatkan secara maksimal oleh partai mereka. Hal ini sebagai antisipasi dalam menghadapi Pilpres 2014. Untuk PDI Perjuangan, menurut Imam, Joko Widodo menempati posisi tertinggi dengan 70,1 persen. Diikuti Puan Maharani (15,7 persen), Pramono Anung (3,9 persen), dan tidak jawab (10,1 persen). “Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, elektabilitasnya sulit melampaui elektabilitas Joko Widodo,” kata Imam. Yang menarik, Hary Tanoe juga menempati posisi tertinggi pilihan responden untuk Partai Hanura. Hary Tanoe mendapat dukungan 25,5 persen, mengalahkan Syarifuddin Suding (6,7 persen), dan Saleh Husin (4,4 persen). Sementara yang tidak jawab dan tidak tahu sebanyak 63,2 persen. “Jadi kalau nanti Hanura ada konvensi, kami yakin Hary Tanoe

bisa mengalahkan Wiranto,” tutur Imam. Sementara di internal Partai Golkar, Priyo menempati urutan tertinggi 39,3 persen, Fadel Muhammad (7,5 persen), Hajriyanto (5,6 persen), Tantowi Yahya (4,1 persen), Idrus Marham (3,3 persen), Pramono Anung (1,2 persen), tidak jawab dan tidak tahu (38,7 persen). Loh kok ada nama Pramono Anung? Imam pun menegaskan, masuknya nama Pramono lantaran pertanyaannya setengah terbuka, bukan salah ketik. Ternyata responden malah ada yang mengira Pramono Anung berasal dari Partai Golkar. Sedangkan elektabilitas jagoan Partai Golkar untuk Pilpres 2014 mendatang, Aburizal Bakrie alias ARB nampaknya belum cukup signifikan. Posisi ketua umum Partai Golkar ini masih berada di urutan keempat dengan suara 10,9 persen. Iklan gencar yang dilakukan ARB di televisi tidak juga menambah dukungan kepadanya. “Bahkan Ical ditempel ketat JK (Jusuf Kalla) yang tidak beriklan di televisi,” beber Imam. (gam/abd/aji)

ant/irwansyah putra

PERBURUAN HIU MASIH MARAK. Warga memperlihatkan seekor anak hiu yang ditangkap nelayan di pantai Ujung Serangga, Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, Minggu (27/10). Perburuan hiu masih marak di perairan Indonesia dan hasil tangkapan terutama siripnya dijual ke China, Hongkong dan Singapura.

Ongkos Politik Mahal, Parpol Menjadi Korup JAKARTA-Partai politik harus bertanggungjawab atas kasus kepala daerah yang tersangkut hukum dan korupsi yang jumlahnya semakin meningkat. Hal ini terjadi akibat rekrutmen kader dan calon kepala daerah oleh parpol cenderung transaksional, mahar, dan money politics. Karena itu proses dan aturan rekrutmen itu harus diperbaiki, dan momentumnya melalui revisi RUU Pilkada yang sedang dibahas oleh DPR RI. “Saat ini, ada 309 kepala daerah yang tersangkut hukum. Dan ini bukan angka yang main-main. Parpol mestinya berani bertanggungjawan atas maraknya kasus korupsi ini. Ketika parpol masih digerakkan oleh pola-pola permodalan atau capital, pasti zona merah korupsi akan terus terjadi,” kata Pakar Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB), Heri Budianto di Jakarta, Jumat,(25/10) Semua masalah korupsi di daerah ini bermula pada perilaku Parpol yang tidak

melakukan rekrutmen secara sehat. “Parpol yang buruk, ada kecenderungan tidak memperbaiki pola rekrutmen. Maka imbasnya, ya korupsi tidak akan pernah surut,” terangnya. Menurut Heri, sudah bukan rahasia lagi calon kepala daerah yang akan mencalonkan diri pasti dikenakan “mahar”. “Mahar inikan biaya untuk membayar kendaraan partai. Nah, proses politik ini seperti ini jelas tidak baik,” tuturnya. Sudah tentu, katanya, Kepala daerah yang terpilih, maka akan berpikir bagaimana mengembalikan modalnya dulu. Karena proses politiknya mengeluarkan modal besar. “Kalau parpol belum membuat standar

baku, tetap sulit memberantas korupsi. Jadi ketika parpol masih digerakkan oleh pola-pola permodalan atau capital, pasti zona merah korupsi akan terus terjadi,” imbuhnya. Menurut Heri, korupsi dan suap di daerah itu sudah mengkhawatirkan dan puncaknya, dengan tertangkap tangannya Ketua nonaktif Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. “Selama proses rekrutmen parpol buruk, cenderung transaksional, maka KKN tak akan selesai. Sebab, untuk menjadi kepala daerah yang baik, maka proses politiknya harus baik, sehingga ketika terpilih akan fokus membangun daerah,” ujarnya. Apalagi kalau sengketa Pilkada itu dibawa ke MK dengan biaya sampai Rp 30 miliar, tentu akan makin buruk. Selama parpol tak membuat standar rekrutmen yang baik, maka korupsi, politik transaksional, dan mahar akan terus terjadi. Untuk itu, aspek pencegahannya ada di

parpol, dan parpollah yang paling bertanggungjawab. “Parpol dan calon kepala daerah sengaja memanfaatkan rakyat miskin dengan menggelontorkan uang, atau money politics dalam Pilkada, sehingga setelah terpilih dan dilantik sebagai pejabat daerah, mereka akan berusaha keras untuk mengembalikan modalnya dengan menghalalkan segala cara,” tegas anggota DPD RI asal provinsi Bali, I Wayan Sudirta. Belum lagi Pilkada tersebut menurut Wayan, selalu ada konflik karena tak siap menerima kekalahan, atau ada dugaan kecurangan, dan politik uang yang lain. “Jadi, wajar kalau proses Pilkada dan rekrutmen politiknya, sarat dengan transaksional, maka pembangunan dan kesejahteraan rakyatnya akan terabaikan. Jalan-jalan tetap rusak di mana-mana, listrik terabaikan, Bansos disalahgunakan, dan korupsi jalan terus,” tambah Wayan. (gam/ abd)

KOMUNIKASI PUBLIK

SBY Merasa Ditinggalkan Konstituen JAKARTA-Tingkah laku Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semakin membingungkan publik. Dalam dua minggu belakangan publik dipertontonkan sikap SBY yang marah, jengkel, merasa dizalimi sekaligus cemburu atas situasi yang menimpa diri, keluarga, dan partainya. Koordinator Petisi 28 Haris Rusly Moti menilai sikap SBY yang mendadak marah ke publik menunjukkan bahwa SBY dan Partai Demokrat sudah ditinggalkan. Bukan saja oleh konstituennya, tapi juga oleh media massa dan lainnya. “Kemarin, di acara temu kader Demokrat kita saksikan bagaimana SBY lagi-lagi menunjukkan dirinya tidak sebagai negarawan atau kepala negara, tapi kepala dari suatu gerombolan yang gemar marah dan memaki,” ujar Haris Rusly Moti usai diskusi menyambut Hari Sumpah Pemuda bertema ‘Bangkit, Bersatu & Bertanggung Jawab: Kepemimpinan Pemuda Melempangkan

Kembali Jalan Kebangsaan’ di Galeri Cafe, Cikini Jakarta, Minggu (27/10). Sementara itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti, mengaku heran dengan sikap SBY yang mudah terpancing emosi belakangan ini. Keanehan

terlihat saat SBY memberi reaksi terhadap pernyataan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq di pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Saat itu, Luthfi mengatakan SBY mengenal dengan baik sosok ‘Bunda Putri’ yang diduga sebagai

calo yang mengatur proyek pemerintah. SBY marah besar dan menyangkal pernyataan itu. Bahkan untuk membuktikan dirinya tidak terkait dengan ‘Bunda Putri’, SBY mengerahkan intelijen negara. “Anehnya, tiba-tiba SBY menyatakan identitas Bunda Putri tidak untuk konsumsi publik,” tukas Ray di Jakarta, Minggu (27/8). SBY juga menunjukkan amarahnya terhadap Anas Urbaningrum dan ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia yang dibentuknya. Ketua Umum Partai Demokrat itu menuduh Anas dan PPI hendak menghancurkan dirinya dan Partai Demokrat. “Dalam SMS yang beredar ke masyarakat, SBY berjanji akan melakukan upaya menangkal fitnah-fitnah yang menyerangnya dan Partai Demokrat,” tukasnya. Pada kesempatan berikutnya, SBY menyerang pers sebagai aktor demokrasi yang tidak memberikan keadilan bagi dirinya. SBY merasa dirinya menjadi korban pemberitaan media. (gam/abd/aji)

SKANDAL KORUPSI

Bambang Sarankan Buyung Baca KUHAP JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan proses penggeledahan dan penyitaan di beberapa tempat milik Tubagus Chary Wardana alias Wawan sesuai dengan prosedur. Bahkan upaya yang telah dilakukan terkait proses penyidikan tersebut didasari oleh hukum acara. Demikian disampaikan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjajanto sekaligus menanggapi protes Adnan Buyung Nasution, kuasa hukum Wawan atas langkah hukum yang telah dilakukan KPK itu. “KPK mendasarkannya pada

Jika merasa ada yang dilanggar silahkan ajukan keberatan melalui lembaga peradilan. Tentu akan dipelajari KPK dan dimana perlu akan direspon secara proporsional Bambang Widjojanto Wakil Ketua KPK

hukum acara sehingga tidak ada yang dilanggar,” kata Bambang Widjojanto, Minggu (27/10). Oleh sebab itu, lelaki yang akrab disapa BW itu meminta Adnan tidak membuat kegaduhan, dengan menyebut KPK telah melanggar hukum saat melakukan penggeledahan dan penyitaan tersebut. Bambang lantas menyarankan Adnan untuk membaca Kitab UU Hukum Acara Pidana (KUHAP). “Baca KUHAP Pasal 32 hingga 34,” sindirnya. “Jika merasa ada yang dilanggar silahkan ajukan keberatan melalui lembaga peradilan. Tentu akan dipelajari KPK dan dimana perlu akan direspon secara proporsional,” terangnya. Sebelumnya, kuasa hukum Wawan, Adnan Buyung Nasution menyebut KPK ceroboh. Utamanya lantaran melakukan penggeledahan dan penyitaan tanpa dihadiri saksi pemilik tempat (Wawan)ndan kuasa hukum wawan. (gam/ aji)


EKONOMI

3

SENIN 28 OKTOBER 2013 NO.0227 | TAHUN II

PERTUMBUHAN EKONOMI

Intensitas Bully di Twitter Menurun JAKARTA-Menteri Keuangan, Chatib Basri memiliki parameter tersendiri untuk mengukur kinerja ekonomi Indonesia saat ini. Selain data-data makro ekonomi, intensitas bully di twitter yang berkurang juga pertanda ekonomi sudah on the track. “Indikator bagi saya, kalau ekonomi mulai baik, itu maki-maki terhadap saya di twitter mulai berkurang. Itu indikator yang paling gampang,” kata Chatib di Gedung DPR Jakarta, Jumat (25/10) sembari menyebutkan bahwa situasi ekonomi Indonesia saat ini mulai membaik. Indikator yang menyebutkan bahwa ekonomi Indonesia mulai membaik, kata Chatib, tercermin dari yield surat utang negara (SUN) yang berada di angka 7,1 persen. “Yield SUN kita itu, tiga minggu lalu sebesar 8,9 persen,” ucap Chatib. Namun demikian, jelas dia, sejauh ini pemerintah menganggap bahwa taperingof dari kebijakan quantitative easing masih patut diwaspadai, karena akan terjadi. “Kemarin Amerika mengumumkan unemployment-nya 7,2 persen. Mungkin tapering-off belum akan dilakukan November, mungkin belum akan dilakukan Desember sampai situasi ekonomi Amerika membaik. Dengan demikian, kata dia, tapering yang dipastikan akan terjadi dan rendahnya harga komoditas global, perlu langkah-langkah penyesuaian yang harus dilakukan pemerintah. “Jadi, saya bisa menduga guncangan masih akan terjadi, karena itu reform-nya harus terus,” imbuhnya. Menurut Chatib, saat ini Kemenkeu tengah menyiapkan paket kebijakan fiskal tahap kedua, agar investasi bisa tetap bertahan di dalam

negeri. “Supaya stay di sini ada beberapa paket yang akan saya rapatkan. Kalau sudah clear, baru saya akan ngomong,” kata Chatib. Disepakati Seluruh fraksi di DPR menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014 menjadi Undang-Undang.

Jadi, saya bisa menduga guncangan masih akan terjadi, karena itu reformnya harus terus

Chatib Basri

Menteri Keuangan Pemerintah dan Badan Anggaram menyepakati asumsi dasar yakni pertumbuhan ekonomi 6 persen; inflasi 5,5 persen; nilai tukar Rp 10.500 per dolar AS. “Tingkat suku bunga surat perbendaharaan negara 3 bulan 5,5 persen; harga minyak US$ 105 per barel; dan lifting minyak dan gas bumi 2.110 ribu barel per hari. Rinciannya, lifting minyak 870 ribu barel per hari dan lifting gas 1.240 ribu barel setara minyak per hari. “Seluruh fraksi dan anggota dewan menyetujui RUU APBN untuk menjadi UU APBN 2014. Berdasar-

kan asumsi dasar yang telah disepakati maka pendapatan negara pada 2014 sebesar Rp 1.667,14 triliun yang terdiri dari pendapatan dalam negeri sebesar Rp 1.665,78 triliun dan penerimaan hibah Rp 1,36 triliun,” kata Wakil Ketua DPR Sohibul Iman dalam Rapat paripurna DPR di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (25/10). Penerimaan dalam negeri terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.280,39 triliun dan penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp 385,39 triliun. Rasio pajak 2014 sebesar 12,35 persen dan cost recovery US$ 15 miliar. Penerimaan perpajakan terdiri dari pajak penghasilan sebesar Rp 586,31 triliun, pajak pertambahan nilai sebesar Rp 492,95 triliun, pajak bumi dan bangunan sebesar Rp 25,44 triliun, cukai Rp 116,28 triliun, pajak lainnya Rp 5 triliun dan pajak perdagangan internasional sebesar Rp 53,91 triliun. Sedangkan penerimaan negara bukan pajak terdiri dari penerimaan dari sumber daya alam sebesar Rp 225,95 triliun, pendapatan bagian laba badan usaha milik negara sebesar Rp 40 triliun, dan PNPB lainnya sebesar Rp 94,09 triliun dan pendapatan badan layanan umum sebesar Rp 25,35 triliun. Sementara belanja negara 2014 disepakati Rp 1.842,49 triliun, terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.249,94 triliun dan transfer ke daerah Rp 592,55 triliun. Belanja pusat terbesar masih untuk subsidi energi yakni Rp 282,10 triliun, terdiri dari subsidi bahan bakar minyak, LPG tagung 3 kilogram dan LGV sebesar Rp 210,74 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp 71,36 triliun. (gam/abd)

ant/audy alwi

PENCANANGAN INDONESIANISME. Wakil Menteri (Wamen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo, mencoba mobil rakitan mahasiswa saat menghadiri pencanangan “Indonesianisme” atau Gerakan Cinta Indonesia, di kampus ITB, Sabtu (26/10). Susilo Siswoutomo bersama Ikatan Alumni Mesin Institut Teknologi Bandung mencanangkan Gerakan Cinta Indonesia untuk mendukung produsen dalam hal rancang bangun dan produksi suatu produk atau jasa guna memperkuat basis ekonomi, industri serta sumber daya alam Indonesia berkualitas internasional.

ant/irwansyah putra

UDANG KELONG LAUT. Nelayan memperlihatkan udang Kelong laut hasil tangkapannya di pantai Ujung Serangga, Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, Minggu (27/10). Udang kelong laut hasil tangkapan mayoritas menjadi komoditi ekspor yang dijual Rp70 ribu perkilogram.

BI Beri Sanksi Pejabat Bank BUMN Dahlan Bantah Ada Suap Pengadaan Mesin ATM JAKARTA- Bank Indonesia (BI) mengancam akan memberi sanksi berupa fit and proper test kepada pejabat Bank BUMN jika terbukti menerima suap entertainment dari PT Diebold Indonesia. Sanksi ini diberitakan karena penyuapan itu melanggar unsur good corporate governance (GCG). Sementara itu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantah dugaan suap kepada pejabat perbankan pemerintah dari perusahaan penyedia mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Diebold. Sebelumnya, otoritas pasar modal Amerika Serikat (Security and Exchange Commision/ SEC) melaporkan pejabat perbankan pemerintah Indonesia dan China menerima uang dari anak perusahaan Diebold, Diebold Indonesia. “(Pelanggaran) GCG itu banyak sanksinya, dari mulai yang ringan sampai kena fit and proper. Kalau yang ringan, teguran. Tetapi, kami belum tahu apa ini masuk ke wilayah administrasi kah? Masuk wilayah gratifikasi kah? Atau masuk ke wilayah penyuapan? Kami belum tahu,” kata Deputi Gubernur BI, Halim Alam-

syah di Kompleks Perkantoran BI Jakarta, akhir pekan. Menurut Halim, kalau kasus ini terkait dengan pengadaan mesin ATM oleh Diebold untuk bank-bank BUMN, maka hal ini tidak masuk ke dalam wilayah pengawasan BI. “Itu tergantung banknya masing-masing. Tetapi kalau memenuhi GCG, kami akan cek. Nah, itu yang sedang kami lakukan,” ujarnya. Dia menegaskan, apabila kasus tersebut memenuhi unsur pelanggaran GCG, BI memastikan akan menindak para pejabat yang terlibat kasus penyuapan itu. “Tetapi, bankbank juga memiliki internal auditnya masing-masing. Ini kita juga meminta bank-bank untuk melakukan pendalaman. Tetapi, kalau dia melanggar, pasti kami tindak,” tutur Halim. Sejauh ini, jelas Halim,

BI masih belum memiliki informasi yang lengkap terkait dugaan kasus suap yang disebut-sebut melibatkan sejumlah pejabat di tiga bank BUMN itu. “Kami sedang mengumpulkan informasi, tetapi pada akhirnya, bank-banknya sendiri yang harus menjelaskan,” imbuhnya. Halim menambahkan, BI masih terus menyelidiki kejelasan soal informasi itu, mengingat kabar tersebut bermula datang dari Amerika Serikat. “Tetapi, kami sangat serius menindaklanjuti, jika memang betul itu ada dan bentuknya seperti apa. Itu yang ingin kami tahu,” ucap Halim. Bantah Suap Sementara itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan membantah adanya suap dalam pengadaan mesin ATM. Dia menuturkan manajemen Diebold menyediakan fasilitas bagi karyawan perbankan BUMN untuk bepergian. “Bukan dalam bentuk uang tunai seperti suap yang disampaikan,” ungkapnya di Jakarta, Minggu (27/10). Penyediaan fasilitas itu, kata Dahlan, bagi karyawan

perbankan BUMN yang mengikuti pelatihan di Eropa. “Bukan Direktur yang bisa mempengaruhi keputusan pememang tender, namun karyawan di bawah level III, seperti teknisi ataupun operator,” terangnya. Sementara itu, Deputi Bidang Jasa dan Usaha Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengungkapkan Diebold menyediakan 100 mesin ATM bagi Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Sedangkan, Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengirimkan karyawan untuk mempelajari penyediaan mesin ATM. “Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengkonfirmasi karyawan tidak terlibat kasus penyuapan,” tegasnya. Adapun, Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) membantah adanya kemitraan dengan Diebold. Gatot menginstruksikan manajemen BUMN untuk membiayai kegiatan operasional. Penugasan dalam negeri ataupun luar negeri akan didanai keuangan perusahaan. (gam/abd)

JELANG PEMILU 2014

Pelaku Usaha Harus Tingkatkan Daya Saing JAKARTA-Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan resmi diberlakukan pada 2015 mendatang. Hadirnya MEA diprediksi membuat tingkat persaingan antar pelaku industri semakin ketat lantaran tidak adanya hambatan dalam berusaha. Persaingan itu akan dirasakan oleh semua pelaku industri di Indonesia. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan meminta masyarakat terutama pedagang untuk bersiap menghadapi datangnya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Langkah yang harus ditempuh adalah terus memperkuat daya saing, salah satunya dengan cara brand building agar dapat bersaing dengan produk-produk yang telah lebih dulu dikenal. Dia berharap para pedagang dapat menjual produk sesuai dengan standar yang telah ditetapkan agar tidak kalah dengan negara lain.”Akhir 2015 kita menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN,” ujar Gita di hadapan jamaah pengajian di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (27/10). Gita mengatakan, prospek ekonomi ke depan terutama di negara-negara kawasan ASEAN cukup bagus. Tetapi, dia berpesan agar

masyarakat tidak terlena lantaran akan terjadi persaingan yang begitu ketat. Pasalnya, negara tetangga di ASEAN telah memiliki faktor pendukung perdagangan lebih mumpuni dibandingkan Indonesia. “Kalau terlena, kita bisa kalah. Infrastruktur mereka bagus, barang yang diproduksi mereka juga bagus,” ungkap dia. Gita mengingatkan, ketika MEA benar-benar terjadi, maka semua pedagang dari negara manapun dapat bebas keluar masuk Indonesia menjajakan barangnya. Sehingga, dia menekankan, persiapan harus dilakukan dari sekarang agar para pedagang dalam negeri tidak kalah bersaing. “Kita masih punya waktu sekitar 2 tahun. Gunakan itu sebaik-baiknya,” terang Gita. Lebih lanjut, Gita berpesan agar para pedagang

dapat terus berusaha dengan cara yang seusai aturan. “Yang penting, berdaganglah dengan jujur. Gunakan ukuran yang sudah ditetapkan dan jangan disiasati,” pungkas dia. Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengingatkan pelaku usaha lokal untuk dapat memenuhi kebutuhan nasional terlebih dahulu sebelum kuasai pasar dunia. Ini dimaksudkan agar barang nasional bisa memantapkan kualitasnya dan membangun brand image yang memenuhi standar internasional. “Pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri ini penting bukan saja untuk mengurangi impor tetapi juga untuk memantapkan kualitas,” ujar ketua umum Kadin, Suryo Bambang Sulisto di Jakarta, Minggu (27/10). Kadin mengakui bahwa proses ini tidak gampang karena membutuhkan waktu. Oleh karena itu, dengan tercapainya kedua faktor tersebut maka bukan saja konsumen domestik yang terpenuhi kebutuhannya, tetapi juga para pembeli dari mancanegara dapat ditarik untuk datang berbelanja ke Indonesia. (gam/abd)

INVESTASI

Investor Asing Mempengaruhi Pergerakan IHSG J A KA RTA- K a p i t a l i s a s i pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat telah mencapai USD394 miliar. Sementara pertumbuhan indeks dari tahun ke tahun tumbuh sebesar 30%. Hal tersebut menjadi salah satu indikator yang bisa menarik investor untuk menanamkan investasinya di BEI. Namun demikian, bursa Indonesia masih kalah dengan Malaysia akibat pelemahan rupiah, yang menyebabkan turunnya indeks dan pemahaman calon investor yang masih minim berinvestasi di produk saham. Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI, Adikin Basirun, menyebutkan, porsi investor asing di Indonesia masih cukup besar dan cukup dominan mempengaruhi pertumbuhan indeks bursa saham. “Porsi investor asing masih besar ketika mereka melakukan akumulasi beli ini akan menjadi pendorong pergerakan indeks, namun ketika mereka keluar itu terlihat bahwa dominasi investor asing sangat terasa dampaknya,” ujar Adikin. Adikin mengakui, pema-

haman melalui edukasi pasar modal ke masyarakat itu masih sangat minim, dan perlu tatap muka antara calon nasabah dengan perusahaan efek yang dituju. “Aksesibilitas menjadi tantangan terbesar investor lokal, yang 90 persennya berasal dari pulau Jawa,” ucapnya. Sementara itu, Fund Manager PT Samuel Aset Manajemen, Budi Budar membenarkan bahwa sulitnya para investor asing untuk mengakses bursa saham Indonesia menyebabkan sulitnya investor asing menanamkan modalnya. BEI dan perusahaan efek diharapakan lebih bisa mempermudah akses bagi para investor asing untuk masuk ke bursa Indonesia. “Investor dan calon investor tidak punya akses untuk mengakses data, dengan keterbatasan bahasa menyebabkan investor kesulitan masuk ke bursa Indonesia,” pungkas Budi. Mumpuni Secara terpisah, Bank Indonesia (BI) melihat cadangan devisa (cadev) masih sangat mumpuni untuk mendukung

perekonomian Indonesia. Per akhir September 2013, bank sentral mencatat cadev sebesar USD95,67 miliar. “Saya melihat cadangan devisa kita tidak dalam kondisi yang perlu

Porsi investor asing masih besar ketika mereka melakukan akumulasi beli ini akan menjadi pendorong pergerakan indeks, namun ketika mereka keluar itu terlihat bahwa dominasi investor asing sangat terasa dampaknya

Adikin Basirun

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Resiko BEI

dikhawatirkan,” tukas Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo, saat dijumpai wartawan di Kompleks Gedung BI, Jakarta, Jumat, (25/10). Dia menambahkan, bahwa

sempat ada penurunan cadev pada 2013 bisa dipahami karena ada aliran ke luar dari modal asing (capital outflow), sementara di dalam negeri permintaan valuta asing juga besar. “Bahwa terjadi inflows yang besar dalam 3-4 tahun terakhir cadangan devisa kita juga meningkat. Kalau seandainya ada capital outflows tentang isu penurunan stimulus di Amerka, bisa cadev-nya jadi agak turun,” katanya. BI mencatat cadev sempat turun ke angka terendah dalam beberapa tahun terakhir sebesar USD92,67 miliar pada Juli 2013, dan paling tinggi sebesar USD124,63 miliar pada Agustus 2011. “Tapi yang ingin kita jelaskan adalah cadangan devisa dari USD92 miliar sekarang sudah naik jadi USD95 miliar, dan itu sudah lebih dari 5 bulan kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri. Itu dalam kondisi yang cukup sehat,” tutur Agus. Menurutnya, cadev masih sesuai dengan negara-negara satu level dengan Indonesia, dan akan terus mengelola cadev dengan baik. (gam)


4

LINTAS JATIM

SENIN 28 OKTOBER 2013 NO.0227 | TAHUN II

ant/rudi mulya

REFLEKSI SUMPAH PEMUDA. Ratusan Mahasiswa Universitas Brawijaya kampus empat Kediri menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda di Bundaran Sekartaji, Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (27/10). Aksi tersebut merupakan refleksi Sumpah Pemuda untuk mengajak seluruh pemuda-pemudi di Kediri agar tidak melakukan hal-hal negatif seperti balap liar, video porno, dan peredaran narkoba yang marak di Kediri serta mengajak seluruh pemuda Kediri agar mencintai NKRI.

Ketua KPU Pasrah Keputusan DKPP SURABAYA - Ketua Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur Andry Dewanto Ahmad mengaku pasrah dan siap menerima apapun keputusan majelis hakim dalam sidang dugaan pelanggaran kode etik di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. "Apapun keputusannya saya siap dan sudah mengaku khilaf. Jadi, saya akan menerimanya dengan lapang dada," ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (27/10). Mantan Ketua KPU kabupaten Malang itu duduk di kursi persidangan sebagai teradu karena dinilai telah bertindak tidak imparsial sebagai penyelenggara Pemilu, khususnya ketika Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2013. Ini setelah Andry Dewanto gara menyebarkan pesan melalui "Blackberry Messenger" (BBM) yang isinya meminta masyarakat menyaksikan kehebatan salah satu pasangan peserta Pilkada pada acara debat kandidat di televisi, 21 Agustus 2013. Isinya yakni, "Saksikan keunggulan Cagub PKB Khofifah IP dlm debat kandidat di Metro TV Live dr Gramedia Expo malam ini jam 19.00 WIB. Sebarkan...". Pernyataan teradu ini dinilai sejumlah pihak sebagai kesalahan fatal dan tidak mendasar sebagai ketua penyelenggara KPU. Pada sidang perdana Kamis (24/10), di hadapan majelis hakim DKPP, Andry Dewanto mengakui kesalahannya. Ia mengatakan, saat itu tidak membaca isi sepenuhnya pesan itu dan langsung menyebarkan ke semua kontak di BBM-nya melalui layanan "broadcast". "Sekali lagi saya mengakuinya dan memang telah

bertindak khilaf. Ketika itu, teman di kontak BBM saya, Nurfajri itu mengirim pesan melalui BBM kepada saya sebagaimana isinya. Saya waktu itu sedang perjalanan dari Pasuruan menuju ke Malang dalam rangka acara sosialisasi. Saya baca sekilas. Karena saya rasa bersifat informatif, saya forward ke 484 sesuai dengan yang ada di kontak," katanya ketika persidangan.

Andry Dewanto Ketua KPU Jatim

Ia mengaku baru sadar ketika mendapat tanggapan balik dari sejumlah rekannya, termasuk beberapa wartawan yang mengkonfirmasi perihal pesannya. "Subhanallah. Saya merasa telah melakukan kekeliruan dan minta maaf. Lalu saya pun meralatnya ke sejumlah kontak yang ada di BBM saya, 484 orang. Isinya meralat dan menggantinya isinya dengan ajakan menonton untuk semua kandidat," kata Andry.

Sementara itu, pihak kuasa hukum Soekarwo-Saifullah Yusuf selaku pengadu menilai tindakan Andry merupakan kesalahan fatal karena telah melanggar kode etik penyelenggara Pemilu, melanggar sumpah dan janji Teradu. "Dalam sumpah, teradu berjanji akan menjalankan tugas secara adil, cermat, jujur. Namun, teradu juga melanggar pasal 25 ayat 2 UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu dan Peraturan Bersama KPU, Bawaslu dan DKPP," kata Ketua Tim Kuasa Hukum Pengadu, Trimoelja D Soerjadi. Karena itulah, lanjut dia, pihaknya meminta majelis hakim yang diketuai Nur Hidayat Sardini dengan anggota majelis, Saut H Sirait, Nelson Simanjuntak, Anna Erliyana, Valina Singka Subekti dan Ida Budhiati tersebut memberhentikan Andry Dewanto secara tetap. Setelah menggelar sidang perdana, majelis hakim memutuskan untuk menggelar sidang berikutnya dengan tahapan pembacaan putusan. Pasalnya, pihak teradu sudah mengakui akan kesalahannya. Menurut Trimoelja, pihaknya percaya penuh terhadap dengan majelis hakim dan menghargai putusan pada sidang berikutnya. Meski sudah mengakui kesalahan, Trimoelja berharap Andry Dewanto tetap dikenai sanksi tegas. Apalagi pada sidang DKPP sebelumnya perihal dugaan pelanggaran kode etik dengan teradu ketua beserta anggota KPU Jawa Timur menjelang Pilkada lalu, majelis hakim menjatuhkan sanksi berupa peringatan terhadap Andry Dewanto. (ant/fqh/dik)

REFLEKSI SUMPAH PEMUDA

Ratusan Pelajar Ikrar Sumpah Pemuda Kusuma Bangsa untuk kembali mengenang perjuangan para pahlawan. Dan hari ini dilanjutkan pengucapan ikrar sumpah pemuda di makam W.R. Supratman," kata Heri Lentho kepada wartawan, Minggu (27/10). Dia menambahkan, se-

SURABAYA - Banyak cara dan tempat untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Di Surabaya, ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Jawa Timur menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Bangun Pemudi Pemuda, mengheningkan cipta serta pembacaan Sumpah Pemuda, di makam WR. Soepratman jl. Kenjeran (Rangkah), Minggu (27/10). Selain itu, mereka juga membaca puisi oleh Pelajar Juang dengan judul “Untukmu Indonesiaku” karya P. Lubis dan aksi bersih-bersih makam bersama komunitas Surabaya Juang. Ketua Pelaksana Surabaya Juang, Heri Lentho mengatakan, acara ini merupakan rangkaian kegiatan menjelang peringatan Hari sumpah pemuda ke 85, Senin (28/10). "Tadi malam (Sabtu) para pelajar nyekar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jl.

lain mengenang kembali para pejuang ini, diharapkan para pelajar yang merupakan pemuda generasi penerus bangsa ini memiliki semangat juang seperti para pahlawan tersebut. "Semoga para pelajar ini tidak hanya mampu mengikrarkan sumpah pemu-

ddy/koran madura

IKRAR. Ratusan pelajar SMA dan SMP se-Surabaya mengikrarkan Sumpah Pemuda di makam W.R. Supratman, jl. Kenjeran (Rangkah), Surabaya.

da, tapi benar-benar mampu mempraktikkannya," ujarnya. Sementara itu, salah satu pelajar, Edo Firmansyah menyatakan, ikrar Sumpah Pemuda di makam WR. Supratman dirasa membangkitkan semangat pahlawan didirinya. “Sebelumnya, semangat dan pengorbanan pahlawan hanya kami bayangkan. Tapi dengan nyekar di TMP serta berbagai kegiatan di makam WR. Supratman, kami bisa menghayati semangat dan pengorbanan mereka. Kami merasa tergerak untuk meneruskan cita-cita Pahlawan yang telah gugur,” ujarnya penuh semangat. Edo berharap, semangat yang sama dirasakan juga oleh seluruh pemuda dan pemudi di Indonesia. Menurutnya, masa depan Indonesia akan terus terjaga jika semangat para pahlawan mengalir di jiwa generasi muda.(ddy)

PERDAGANGAN MANUSIA

Trafficking Semakin Menjelajah SURABAYA - Dalam mengantisipasi terjadinya Perdagangan manusia (trafficking) Polrestabes Surabaya melakukan melakukan razia disetiap pintu masuk perbatasan. Sebanyak 212 personil gabungan dari Polrestabes, Garnisun tetap III (Gartap) dan satpol PP, Minggu dini hari lakukan razia terhadap seluruh kendaraan yang melintas disekitaran Jl Kedung cuwek dari kedua arah. "Pagi ini, kami fokuskan pada kasus trafficking dan narkoba, yang akhir-akhir ini marak terjadi," terang Kabag Perancanaan Polrestabes Surabaya Kompol Sissuyanto. Dalam razia tersebut, petugas menemukan alat

kontrasepsi dan nilang 32 kenobat penambah daraan yang stamina saat tidak dilengmerazia mobil kapi surat kenPagi ini, kami Mazda DK 275 daraan, serta fokuskan pada JK yang ditumengamankan kasus trafficking 12 wanita yang mpangi 4 pria dan narkoba, yang tidak dan 1 wanita. memakhir-akhir ini Petugas mengabawa Identitas mankan peremdan langsung marak terjadi,” puan yang mediserahkan ke PP kota ngaku bernama Kompol Sissuyanto Satpol Linda karena Surabaya untuk Kabag Perancanaan tidak membawa dilakukan pemPolrestabes Surabaya binaan. identitas. S e p e r "Saya mau ti diketahui, ke beandara Juanda mau menjemput te- kasus trafficking kerap terjadi man." Ujar salah satu pria di Surabaya, seperti yang baru yang tidak mau menyebut saja dibongkar aparat kepolisian 4 hari yang lalu. Dikenamanya. Meski tidak mendapatkan tahui 4 perempuan asal Jawa target operasi, petugas me- Tengah di sekap dan dipaksa

menjadi pekerja seks komersial disalah satu Wisma di lokalisasi kawasan Jarak. Saat ditemukan, keempat perempuan berusia belasan tahun tersebut disekap dan dikunci di salah satu ruangan lantai dua. Dalam kasus tersebut, dua orang yang diduga pelaku kejahatan traficking yaitu Sugiyanto (44) warga kupang panjaan Gg. II dan Sukardi (46) warga kupang gunung timur Gg V diamankan. Hingga saat ini, pihak Kepolisian terus mengembangkan kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan traficking yang bergerak mencari korban di masyarakat, terutama lingkungan pedesaan. (ddy)

GEJALA PENYAKIT

HIV/AIDS Marak Akibat Seks Bebas dan Penggunaan Obat Terlarang SURABAYA - Pakar penyakit tropik infeksi (HIVAIDS) RSUD dr Soetomo Surabaya Dr Erwin Astha Triyono SpPD KPTI FINASIM menegaskan bahwa HIV/AIDS marak akibat seks bebas dan penggunaan obat terlarang. "Tapi, seks bebas itu tidak selalu dilakukan remaja, karena banyak ibu-ibu rumah tangga yang terpapar HIV/ AIDS akibat suaminya suka 'jajan'," kata dosen Universitas Airlangga Surabaya itu di Surabaya, Minggu (27/10). Ditemui di sela-sela bakti

sosial Dharma Wanita Persatuan Universitas Airlangga Surabaya untuk remaja, ia menjelaskan hal itu menunjukkan penderita HIV/AIDS tidak selalu dari "dunia hitam". "Diskriminasi dan stigma dari masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS sebagai kelompok 'hitam' membuat penderita menyembunyikan penyakit mereka," kata ahli penyakit dalam RSUD dr Soetomo/Unair itu. Akibatnya, 90 persen pasien HIV/AIDS yang datang ke rumah sakit sudah dalam kead-

aan parah, padahal HIV-AIDS bisa disembuhkan, asalkan pasien patuh pada dokter. "Angka kematian karena HIV-AIDS saat ini hanya 20 persen, bukan 100 persen seperti yang dipercaya masyarakat, karena itu hindari berbagai hal yang berpotensi menyebarkan HIV, seperti seks bebas dan menggunakan obat terlarang (kasus narkoba jarum suntik)," katanya. Oleh karena itu, jangan memberi stigma negatif pada ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS). "Jangan sembu-

Tapi, seks bebas itu tidak selalu dilakukan remaja, karena banyak ibu-ibu rumah tangga yang terpapar HIV/ AIDS akibat suaminya suka ‘jajan’,”

Erwin Astha Triyono

Pakar penyakit tropik infeksi RSUD dr Soetomo Surabaya

nyi, jangan diisolasi, jangan dikeluarkan dari sekolah. Jika sudah terlanjur tertular HIV, segera berobat. Mereka bisa diobati dan bisa hidup normal," katanya. Sementara itu, Ketua Pelaksana Bakti Sosial Dharma Wanita Persatuan Unair, Atiet Eddy Rahardjo, mengatakan bakti sosial dalam bentuk sosialisasi pencegahan paparan HIV-AIDS akan dilakukan secara berkelanjutan pada siswa sekolah-sekolah pinggiran. Pada Mei 2012, Yayasan Rahima menyelenggarakan

sebuah penelitian sederhana mengenai perilaku seksual remaja di Jawa Timur. Yayasan ini menyebar kuesioner kepada 473 pelajar berusia 15-17 tahun dari 18 sekolah setingkat SMA di Banyuwangi, Jombang, Lamongan dan Kediri. Hasilnya, 73 persen responden pernah pacaran dan hampir sepertiga (31 persen) menjawab berpegangan tangan dan pelukan, 11 persen berpegangan tangan, pelukan, dan mencium pipi, serta 12 persen menjawab pegangan tangan, pelukan, cium pipi

dan mencium bibir. Selanjutnya, lima persen responden menjawab mereka melakukan semua hal di atas ditambah meraba-raba tubuh pasangan, dua persen responden mengatakan mereka tidak hanya meraba-raba tubuh pacar, tapi juga melakukan oral seks. Sisanya sebanyak 39 persen responden menjawab "lainnya". Kriteria lainnya adalah ngobrol, berkirim SMS, jalan bareng, mengirim surat, hingga melakukan hubungan seksual. (ant/edy/dik)


LINTAS JATIM

5

SENIN 28 OKTOBER 2013 NO.0227 | TAHUN II

Hari ini,Ribuan Buruh Demo SURABAYA – Kalangan serikat pekerja Provinsi Jawa Timur akan melakukan aksi unjuk rasa pada Senin (28/10). Aksi unjuk rasa ini merupakan pemanasan sebelum pelaksanaan mogok nasional pada 31 Oktober 2013 yang diklaim melibatkan lebih dari tiga juta pekerja. Presidum Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur, Jamalludin mengatakan, aksi pemanasan jelang mogok nasional akan terlaksana di seluruh kabupaten/ kota di Jatim. “Aksi akan melibatkan ribuan buruh di berbagai daerah untuk menuntut kenaikan upah minimum dan puncaknya mogok nasional pada 31 Oktober sampai 1 November,” ujarnya, Minggu (27/10). Serikat pekerja secara tegas menuntut kenaikan upah minimum sebesar 50% secara rata-rata nasional dan khusus Jawa Timur upah minimum sebesar Rp 3 juta. Pekerja juga mendesak segera ditetapkan nilai Komponen Hidup Layak (KHL) oleh dewan pengupahan dengan menggunakan sebanyak 60 item KHL. “Nilai KHL kabupaten/kota yang besarannya dibawah Rp 1,7 juta masih deadlock. Dan rencananya akan dilakukan voting”, paparnya. Selain itu, untuk jaminan kesehatan pada 1 Januari harus menjamin kepada seluruh masyarakat Indonesia tidak hanya sebagaian atau sekitar 126 juta penduduk. Kalangan serikat pekerja juga menuntut Presiden untuk mencabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang penetapan upah minimum. “Tiga tuntutan tersebut yang akan kami suarakan ke kantor gubernur Jatim, Gedung Negara Grahadi dan masingmasing kantor bupati/walikota”, tegasnya. Menurut Jamalludin, salah satu aksi pemanasan terbesar jelang mogok nasional salah satunya di daerah Surabaya yang melibatkan sekitar 1.000 buruh. Aksi unjuk rasa di Surabaya akan dipusatkan di depan Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo dan Kantor Gubernur Jawa Timur, di Jalan Pahlawan. Pada hari yang sama, Senin (28/10), serikat pekerja melakukan aksi mimbar bebas di kawasan industri yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jatim yang melibatkan ribuan pekerja. (ara)

ara/koran madura

AKSI SIMPATIK. Perwakilan pelajar se-Jatim melakukan aski simpatik peringati Hari Sumpah Pemuda di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, di Jl, Gubernur Suryo, Minggu (27/10).

AKSI DAMAI

Pelajar Mengajak Masyarakat Rubah Masa Depan Bangsa SURABAYA – Ratusan pelajar yang tergabung dalam Ganesa (Gerakan Selamatkan Tunas Bangsa) mengadakan aksi simpatik peringati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, di Jl, Gubernur Suryo, Minggu (27/10). Para pelajar dari perwakilan 85 OSIS SMA dan SMK dari

seluruh Jawa Timur ini datang untuk bersinergi menyuarakan semangat hadapi perubahan di masa yang akan datang. Ketua Forum OSIS Nusantara (FON) Yanu Setio mengatakan, Sumpah Pemuda bukanlah sebuah sejarah belaka. "Ini cikal bakal semangat anak-anak muda, terutama semangat pelajar untuk menca-

pai cita-cita yang didambakan para pahlawan," ujarnya. Menurut Yanu, 85 tahun hari Sumpah Pemuda kali ini harus diwujudkan dengan gerakan yang nyata. Lewat orasinya, ia berharap, para pelajar dan masyarakat pada umumnya bergerak bersama mengantisipasi sebuah perubahan. Selain orasi, aksi sekitar

dua jam tersebut, di akhir acara dikumandangkan sumpah pemuda secara serentak diiringi pengibaran bendera merah putih. Mereka juga melakukan cap tangan di atas kain putih sepanjang 85 meter sebagai simbol tekad untuk membangkitkan ikatan pelajar Indonesia. Dipimpin oleh 85 perwakilan OSIS MPK se-Jatim, se-

perti Mojokerto, Probolinggo, Banyuwangi dan lainnya, diakhir acara mereka melepas 500 balon warna merah ke udara, menggambarkan simbol kebebasan para generasi muda. Aksi tersebut diprakarsai Forum Osis Nusantara, FON jatim, Teens Club Surabaya, Fornusa, dan pimpinan OSIS-MPK se-Jatim. (ara)

EKSPLOITASI BISNIS

DPRD Siap Luncurkan Perda Minimarket

ara/koran madura

DEMO. Sejumlah buruh saat menggelar demo menuntut tentang standar upah sektoral Jatim beberapa hari yang lalu.

KOMPLOTAN TARI STRIPTIS

Diduga Ada Anggota yang Belum Tertangkap SURABAYA - Kasus komplotan penari striptis yang berhasil dibongkar anggota Polrestabes Surabaya beberapa hari yang lalu, terus dikembangkan. Aparat mendalami berbagai keterangan dari tersangka. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta menyatakan, komplotan tari maksiat tersebut diduga kuat sudah beroperasi cukup lama di berbagai daerah di Indonesia. "Dugaan sementara mereka sudah beroperasi cukup lama. Tidak hanya di Surabaya, tapi diberbagai wilayah, termasuk Jakarta. Hal ini dikuatkan keterangan tersangka yang menyatakan sudah pernah melakukan aksi serupa di daerah lain sebelumnya," ujar Setija. Hingga saat ini, aparat kepolisian menyatakan masih melakukan penelusuran kemungkinan adanya penari striptis lain dalam

grup tersebut. Diduga, ada penari-penari lain yang kebetulan saat penggrebekan tidak ikut main. "Bisa saja ada penari lainnya yang saat penggrebakan tidak ikut main. Dugaan itu juga kuat. Tapi kami masih butuh melakukan penelusuran. Apakah benar ada penari-penari lain dalam kelompok tersebut," pungkasnya. Sekadar diketahui, komplotan pelaku tari striptis berhasil dibongkar unit tindak pidana tertentu (Tipiter) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Komplotan tersebut ditangkap saat sedang asik menggelar live show di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Surabaya utara. Dalam penggerebekan tersebut, Empat penari striptis, seorang DJ, dan Promotor berhasil ditangkap dari sebuah room karaoke di BG Junction Surabaya.(ddy)

SURABAYA – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk semakin gencar membuka banyak toko Alfamart di berbagai kawasan di Surabaya tahun ini, meskipun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya tengah mengajukan peraturan daerah (Perda) inisiatif terkait penataan toko modern alias minimarket. Perusahaan tersebut kini mulai membidik pasar apartemen untuk ekspansi bisnis mereka. Hal ini dibuktikan dengan sudah berdirinya toko Alfamart di dua apartemen di Surabaya, yakni Apartemen Metropolis dan Gunawangsa. "Memang saat ini kami juga sedang mengincar tenant yang ada di apartemen, sebab saat ini apartemen di Surabaya meningkat tajam penggunaannya. Dan tentunya ini juga menjadi market yang menjanjikan bagi bisnis kami," jelas Brand Manager Alfamart

Surabaya-Sidoarjo, Tri Prasetyo disela acara Gowes Sehat Bareng Alfamart-Alfamidi di lapangan parkir Delta Plaza Surabaya, Minggu (27/10). Dikatakan, dibidiknya apartemen sebagai salah satu wilayah pengembangan toko Alfamart yang baru sangat beralasan karena Alfamart ingin hadir semakin dekat dengan konsumennya. Namun saat ini masih ada 2 apartemen yang dimasuki, mengingat timnya masih melihat tingkat okupansi apartemen dulu. "Baru setelah apartemen itu ramai, kami bisa masuk. Sebab jika langsung investasi di sana, belum tentu penghuninya banyak, karena banyak juga apartemen yang hanya untuk tempat tinggal kedua," jelasnya. Tak hanya apartemen, Alfamart juga terus fokus membuka di berbagai tempat fasilitas publik seperti di stasiun kereta api, bandara hingga

hotel terus digenjot dan saat ini sudah ada 10 Alfamart se surabaya sedangkan di Jatim totalnya ada 13 toko Alfamart. "Sekarang totalnya sudah ada 8.000 toko Alfamart di Jatim dan 600 Alfamidi serta 80 Alfaexpress. Kami memastikan akan ada penambahan toko terus setiap tahunnya, baik itu di kawasan perumahan maupun kawasan fasilitas umum hingga apartemen," tandas Johanes Santoso, Operational Manager Alfamart-Alfamidi. Keberadaan minimarket yang dinilai sudah tidak terkendali tersebut, DPRD Surabaya pun geregetan sehingga mengajukan peraturan daerah (Perda) inisiatif. Pasalnya, langkah Pemerintah Kota Surabaya terhadap menjamurnya minimarket dinilai lamban. “Keberadaannya sudah tidak terkendali, karena satu ruas jalan ada yang sudah didirikan lebih dari dua, bahkan

DANA ALOKASI UMUM

Jember Paling Besar Terima DAU JAKARTA-Setelah tiga hari lalu (25/10/2013) DPR menyetujui RAPBN 2014, Pemerintah menetapkan jumlah Dana Alokasi Umum (DAU) untuk seluruh kabupaten dan kota yang ada di Indonesia. Di Jawa Timur, ada 38 kota dan kabupaten plus Provinsi Jawa Timur yang ditetapkan sebagai penerima DAU. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur memperoleh alokasi sebesar Rp 1.866.548.185.000 (satu triliun delapan ratus enam puluh enam miliar lima ratus empat puluh delapan juta seratus delapan puluh lima ribu rupiah) Sementara untuk kabupaten dan kota, jumlah tertinggi ada pada Kabupaten Jember dengan total alokasi dana Rp 1.539.722.508.000 (satu triliun lima ratus tiga puluh sembilan miliar tujuh ratus dua puluh dua juta lima ratus delapan ribu rupiah). Sementara kabupaten atau kota penerima DAU terendah adalah Kota Mojokerto. Kota yang berdekatan dengan lokasi bekas kerajaan majapahit ini ditetapkan hanya menerima DAU sebesar Rp 380.779.789.000 (tiga ratus delapan puluh miliar tujuh ratus tujuh puluh sembilan juta tujuh ratus delapan puluh sembilan ribu rupiah). (beth)

Dana Alokasi Umum (DAU) 2014 NAMA DAERAH Provinsi Jawa Timur Kab Bangkalan Kab. Banyuwangi Kab. BIltar Kab, Bojonegoro Kab. Bondowoso Kab Gresik Kab. Jember Kab. Jombang Kab. Kediri Kab. Lamongan Kab. Lumajang Kab. Madiun Kab. Magetan Kab. Malang Kab. Mojokerto Kab. Nganjuk Kab. Ngawi Kab. Pacitan Kab. Pamekasan Kab. Pasuruan Kab. Ponorogo Kab. Probolinggo Kab. Sampang Kab. Sidoarjo Kab. Situbondo Kab. Sumenep Kab. Trenggalek Kab. Tuban Kab. Tulungagung Kota Batu Kota Blitar Kota Kediri Kota Madiun Kota Malang Kota Mojokerto Kota Pasuruan Kota Probolinggo Kota Surabaya

JUMLAH DAU 1.866.548.185.000 854 873 885 000 1.254.496.229.000 1.027.251.687.000 920.522.357.000 826.284.368.000 863.397.519.000 1.539.722.508.000 1 .007.166.193.000 1.144.878.533.000 1.042.124.514.000 898.217.627.000 808.842.790.000 840.086.597.000 1.572.191.571.000 899.109.179.000 1.004.037.764.000 980.530.132.000 700.743.024.000 788.617.777.000 1.068.868.861.000 970.788.118.000 929.380.602.000 753.954.218.000 1.199.036.154.000 766.542.999.000 984.839.445.000 815.508.143.000 926.685.197.000 1.083.859.022.000 412.378.255.000 392.221.911.000 634.351.539.000 511.089.913.000 808.447.825.000 380.779.789.000 391.843.124.000 454.208.196.000 1.200.889.359.000

hampir 10 minimarket. Jadi dewan mengajukan perda inisiatif pendirian minimarket tersebut”, ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Tri Setijo Puruwito, Minggu (27/10). Menurut Tri Setijo, maraknya minimarket di seluruh kota Pahlawan ini, pemkot Surabaya terkesan tidak bisa mengendalikannya. Sehingga salah satu poin penting penekanan terhadap perda tersebut adalah, dalam satu kampong atau ruas jalan tidak boleh terdapat lebih dari 2 minimarket. “Ini fakta, mana penataan dari Pemkot? Padahal pemkot sebelumnya sudah siap melakukan penataan. Ini yang kami sesalkan tentunya. Karena itu, dewan tetap mendesak agar ada aturan khusus minimarket”, jelasnya. Pembahasan raperda inisiatif tersebut, tambah Tri Setijo, DPRD Surabaya bersama stakeholder akan duduk ber-

sama, sehingga wacana satu pemukiman tidak lebih dari dua minimarket bisa terwujud. “Kasian pedagang kelontong di kampong-kampung yang merupakan pedagang lama dan hidupnya hanya bergantung pada usahanya tersebut”, ungkapnya. Sementara itu, Pemkot Surabaya mengaku sudah melaporkan ke Kementerian Perdagangan (Kemndag) terkait pengusaha minimarket yang tidak mengurus izin usaha toko modern ke Dinas Perdagangan Surabaya. “Kami akan terus berusaha meminta agar semua pengusaha minimarket di Surabaya mengurus perizinannya sampai di tingkat IUTM. Namun usaha kami tersebut masih tidak direspon oleh mereka, sehingga kami melaporkan ke pusat”, tegas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Kota Surabaya, Widodo Suryantoro. (ara)

AKSI DAMAI

Pelajar Prihatin Budaya Bahasa Alay SURABAYA - Ratusan pelajar yang tergabung dalam sejumlah elemen menggelar unjuk rasa untuk menyampaikan keprihatinan terhadap membudayanya penggunaan bahasa “alay” saat ini dan menepikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. “Semua bisa melihat bagaimana membudayanya bahasa ‘alay’ dalam pergaulan sehari-hari. Terus terang kami prihatin dengan kondisi itu, dan Bahasa Indonesia semakin tergerus serta tidak meluas di negara ini,” kata koordinator aksi, Malik Nuris, di selasela orasinya di Surabaya, Minggu (27/10). Aksi yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo Surabaya tersebut, diikuti perwakilan pelajar SMP dan SMA se-Surabaya. Selain itu, puluhan siswa dari sejumlah sekolah di Sidoarjo, Mojokerto, Malang, Madiun, Pasuruan, dan beberapa daerah lain juga bergabung menyuarakan hal yang sama. Menurut Malik, unjuk rasa ini sebagai bagian dari peringatan hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Pihaknya mengaku prihatin dengan kondisi remaja zaman sekarang yang seolah melupakan nilai-nilai kepemudaan seper-

ti yang tertera dalam naskah Sumpah Pemuda. “Karena itulah kami mengajak kepada semua pemuda dan pemudi bangsa untuk lebih menghargai serta mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda, untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. Ia mengungkapkan, meski tidak semua nilai yang terdapat dalam Sumpah Pemuda diamalkan, pihaknya sangat berharap ada salah satu yang dilakukan, khususnya dalam berbahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. “Bahasa Indonesia adalah budaya bangsa. Jadikan Bahasa Indonesia ini sebagai bahasa pergaulan sehari-hari dan bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai budayanya. Hilangkan bahasa ‘alay’ sebagai kamus bahasa kita,” kata siswa kelas XI-IPA Madrasah Aliyah Negeri 1 Malang tersebut. Sementara itu, selain berorasi, mereka juga menggelar berbagai aksi, antara lain formasi barisan Pasukan Pengibar Bendera Sang Saka Merah Putih (Paskibraka) dari siswa SMA Negeri 20 Surabaya, pembacaan puisi bertema Cinta Tanah Air, serta membentangkan bendera merah putih sepanjang 85 meter.(ant/fqh/dik)


6

PROBOLINGGO

SENIN 28 OKTOBER 2013 NO.0227| TAHUN II

UKM

Anggaran Rp 1 M Tak Terserap Maksimal

BERALIH FUNGSI, Gedung Pemerintah Kabupaten Probolinggo, akan menjadi lembaga pendidikan Perguruan Tinggi Akademi Komunitas dalam waktu dekat ini.

Gedung Pemkab Akan Disulap Menjadi Akademi Komunitas Saat ini dalam proses Pengajuan Proposal Kemendikbud. PROBOLINGGO - Gedung Pemerintah Kabupaten Probolinggo, yang terletak di jalan raya Dringu Kabupaten Probolinggo, segera akan beralih fungsi menjadi lembaga pendidikan perguruan tinggi akademi komunitas pada 2014 mendatang. Tahap pendirian akademi komunitas yang digagas oleh Pemkab Probolinggo, saat ini masih dalam tahap pengajuan proposal kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Tutug Edi Utomo melalui Kepala Bidang Menengah, Fathur Rosi mengatakan. Saat ini pihaknya masih mempersiapkan konsep pengajuan proposal pada Kemendikbud.

Karena menurutnya pengajuan Akademi Komunitas harus masuk tahun ini. “Konsep proposalnya mengacu kepada hasil studi kelayakan dengan melakukan pengkajian ulang,” katanya. Minggu, (27/10). Fathur Rosi Juga menjelasakan, Akademi Komunitas merupakan perguruan tinggi yang tingkatannya paling akhir lembaga tersebut. Karena didalam lembaga itu hanya menyediakan lulusan

D1 dan D2 . Jurusan yang akan dibuka pada akademi komunitas nantinya, menurut Fathur Rosi, jurusan yang tidak tersedia pada penguruan tinggi atau kampus yang masih belum ada di Kabupaten Probolinggo. Diantaranya Pertanian, Perhotelan Pariwisata dan lainya. “Akdemi komunitas bukan ingin menyaingi kampus yang sudah berdiri. Namun dengan hadirnya kampus baru tersebut sebagai pelengkap jurusan yang belum tersedia di kampus lainnya,” terangnya. Dalam menyiapkan lembaga tersebut, lanjut dia, pemkab dalam tahun ini menyediakan dana dari APBD sebesar Rp 300 juta yang digunakan un-

tuk melakukan studi kelayakan, dan persiapan pengajuan proposal. Namun menurutnya, dalam APBD 2014 angaran direncanakan akan ditambah. Dengan alas an penambahan anggaran itu, karena dinilai sangat penting. “Sebab biaya itu, untuk keperluan biaya operasional kampus, pengelolaan manajemen. Sebab Akademi komunitas direncanakan akan dibuka pada tahun 2014 mendatang,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Perencanaan danPembangunan Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina, membenarkan adanya rencana pemerintah daerah dalam pembangunan Akademi Komunitas. Menurut Dewi

MUSIM HUJAN

adalah rusaknya batubata yang masih belum dibakar. “Batubata akan rusak kalau terkena air hujan jika belum dibakar,” katanya. Sebelum awal turunnya hujan, harga batubata Rp.425 ribu per-seribunya. Namun, harga itu hanya berlaku sebelum adanya turun hujan. “Sekarang harga segitu sudah tidak ada, karena faktor hujan itu,” timpalnya. Selain harga batubata kini mengalami kenaikan, banyak pengrajin yang kini menyimpan stok batubata. Penyimpanan itu dilakukan karena diprediksi harga batubata akan terus mengalami kenaikan selama tiga bulan ke depan.

Keselamatan Warga Terancam Nari, salah seorang pemilik tungku batubata asal Kecamatan Kademangan menjelaskan, dirinya menyimpan stok batubata karena diprediksi tiga bulan ke depan harga batubatu bakal naik. Bahkan, Nari kini menolak jika ada pembeli yang hendak membeli produk batubatanya. “Karena menyimpan stok batubata itu tidak ada ruginya,” katanya. Menurut dia, produk batubatanya tidak hanya ia jual di dalam kota saja. Namun juga banyak pemesanan yang berasal dari luar kota. Seperti Kraksaan, Nguling dan Pasuruan. “Ongkos pengiriman tergantung dari jauh dekatnya,” pungkasnya.(ugi).

Hari Raya Karo

Pengusaha Jeep Panen Penumpang

PROBOLINGGO - Perayaan hari raya Karo bagi masyarakat Tengger, Bromo, Kabupaten Probolinggo, membuat pengusaha kendaraan Jeep panen penumpang. Bayangkan, selama dua hari, pengusaha Jeep bisa meraup untung

sebesar Rp.3 juta sampai Rp.5 juta. Salah seorang pengusaha kendaraan Jeep, Wardoyo, asal warga Desa Sukapura, Kabupaten Probolinggo menjelaskan, di hari Karo, kendaraan Jeep menjadi kendaraan alternatif bagi

teknik peminjaman modal tersebut menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi melalui jalur Kecamatan dan kegiatan koperasi. Jadi semua persyaratan peminjaman modal untuk usaha kecil formulirnya melalui kecamatan setempat. “Pengusaha kecil hanya tinggal mengisi persyaratan tersebut. Kalau sudah persayaratan lengkap mereka bisa menerima dana pinjaman tersebut,” tandas Sidik. Sidik menambahkan, dana pinjaman sebesar Rp 1 milyar rupiah tersebut memang hanya dikhususkan kepada usaha kecil sebanyak 6000 pengusaha yang tersebar di 24 Kecamatan. Sedangkan untuk usaha menengah koperasi mengarahkanna ke Bank yang atau penyedia modal yang lain. “Dana tersbut khusus untuk pengusaha mikro saja,” jelasnya. Ia juga menyebutkan besaran dana pinjaman itu, minimal Rp 5 juta rupiah dan maksimal Rp 20 juta rupiah. Kalau lebih dari itu pinjamannya tidaka akan dilayani.Dari setiap peminjaman pihak pemerintah akan menilainya. Apakah nasabah tersebut baik, atau tidak. Jika Nasabah itu baik maka dia akan dipermudah dalam peminjaman ketika membutuhkan lagi. Tetapi jika nilai kurang baik maka tidak segan-segan pemerintah akan menolaknya. “Ini merupakan bantuan situmulus bagi para pengusaha kecil dalam penguatan modal usahanya. Serta ingin mengurangi langkah dari para bank oser atau bang titil yang mengeluarkan suku bunga yang dinilai terlalu besar. Karena banyak pengusaha kecil yang menggunakan jasa pinjaman pada pihak terserbut,” pungkasnya.(fud)

Jalan Rusak

Harga Batubata Mulai Membara PROBOLINGGO - Awal turunnya hujan sejak Jum’at (25/10) kemarin, membuat sejumlah pengrajin batubata di Kota Probolinggo menaikkan harga. Bahkan, harga batubata kini mencapai Rp.450 ribu sampai Rp.500 ribu perseribunya. Salah seorang pengrajin batubata, Sulandri, asal warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo mengatakan, ia menaikkan harga batubata karena di musim penghujan sangat berisiko. “Musim hujan itu sangat berisiko bagi pengrajin batubata,” tandasnya kepada wartawan, Minggu (27/10). Salah satu resiko bagi pengrajin

Korina pembanguan lembaga tersebut dianggap perlu untuk didirikan. Karena kampus yang ada di Kabupaten Probolinggo jurusan yang tersedia masih belum lengkap.“Faktanya, putra-putri masyarakat Kabupaten Probolinggo masih banyak yang kuliah keluar kota,” katanya. Sementara itu, Pegawai yang akan menepati gedung pemkab di Dringu, pada Januari mendatang akan pindah ke kantor baru yang ada di Kota Kraksaan. Karena gedung tersebut akan bisa dipakai pada bulan tersebut. “Semua pegawai akan melaksanakan aktivitasnya dalam melayani masyarakat di kantor itu,” pungkas Dewi Korina.(fud)

PROBOLINGGO - Pemerintah Kabupaten Probolinggo, melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Probolinggo, menganggarkan dana untuk Usaha Kecil atau Mikro dalam tahun 2013 sebesar Rp 1 milyar rupiah. Tetapi dana gemuk tesebut masih belum terserap baik oleh para pedagang atau pengusaha klaster tersebut. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Problinggo, M.Sidiik Widjanarko, mengatakan, angaran untuk para usaha kecil dalam APBD 2013 disediakan Rp 1 milyar rupiah. Namun dana tersebut belum maksimal di manfaatkan oleh para pengusaha. Alasan pangusaha tidak bisa memanfaatkan dana tersebut, menurut Sidik, karena kebanyakan dari para pengusaha kecil belum mengetahui teknis peminjamannya. Padahal menurutnya, dana stimulus dari pemerintah yang bekerjasama dengan pihak perbankan tersebut bunganya yang harus dibayar para pengusaha relatif sangat kecil. Bunga tersebut kata Sidik, dalam setahun peminjam modal usaha tersebut hanya dikenakan biaya sebasar 6 persen pertahun atau 1,5 perbulannya. Tetapi dari pengusaha masih belum bisa memanfaatkan dana tersebut, Mereka (pengusaha kecil,red) lebih cenderung memilih pijaman ke pada penyedia modal yang notebennya bunga yang dimintanya sangat besar sperti bank oser atau perorangan. “Mengapa pedagang memilih bunga yang besar padahal pemerintah menyediakan dana dengan bungan kecil,” teranngnya, kepada wartawa, Minggu (27/10). Ketika Sidik ditanya masalah sosialisasi dan

para pengunjung obyek wisata Bromo. “Bahkan, kendaraan Jeep yang ada disini sampai kehabisan karena banyak order penumpang,” katanya kepada wartawan, Sabtu (26/10). Pengunjung yang membutuhkan kendaraan Jeep tidak hanya berasal dari wisatawan lokal, namun juga banyak wisatawan manca negara. Mereka menyewa kendaraan itu untuk melihat dari dekat keindahan gunung Bromo.”Harga sewa kendaraan Jeep ada yang Rp.350 ribu sampai Rp.400 ribu,” tandasnya. Di hari Karo itu, tidak hanya kendaraan Jeep yang banjir penumpang. Namun juga pemilik kuda dan tukang ojek. Untuk menyewa kuda dan menggunakan jasa tukang ojek biayanya lebih murah, ketimbang menyewa kendaraan Jip. “Harga sewa kuda juga macam-macam. Ada yang Rp.75 ribu sampai Rp.150 ribu,” timpal War-

doyo. Menurut pria asli kelahiran Tengger itu menambahkan, perayaan hari raya Karo itu biasanya dilaksanakan pada bulan kedua menurut hitungan kalender masyarakat Tengger. Meskipun perayaan hari raya Karo tidak sebesar hari raya Yadnya Kasada, namun pengunjung hari raya Karo tahun ini cukup banyak. Terbukti, tidak hanya pengusaha kendaraan Jeep yang ketiban rejeki, namun juga pemilik villa yang ada di kawasan obyek wisata gunung Bromo. Sukardi, salah seorang pemilik villa mengatakan, sejak Jum’at (25/10) kemarin, villanya sudah penuh. Bahkan, tidak sedikit pelancong yang kembali karena kehabisan kamar. “Pengunjung hari raya Karo tahun ini cukup banyak. Villa saya sejak Jum’at kemarin sudah penuh pesanan,” katanya. (ugi).

PROBOLIGGO - Kondisi jalan Kecamatan Tiris Jalur barat sangat memperihatinkan, pasalnya jalan raya tersebut aspalnya sudah mengelupas. Sehingga pelintas jalan itu harus ekstra hati-hati. Jalan yang dinilai mengalami kerusakan itu, melewati Desa Pesawahan, Desa Ranu Gedang dan Desa Ranu Agung Kecamatan Tiris. Menurut salah satu warga Dusun Sumanbito Desa Pesawahan, Santan (26) mengatakan, jalan teresebut sudah rusak lama diperkirakan 3 tahun silam, dan yang paling parah tahun ini. Padahal jalan tersebut merupakan jalan yang digunakan oleh warga untuk akses perekonomian. “Jalan ini untuk menuju wisata air panas Arum Jeram dan wisata Ranu Segaran. Ja-

lan itu infrastruktur yang vital untuk masyarakat kecamatan Tiris,” tandasnya Minggu(27/10). Menurutnya, kerusakan jalan utama tersebut dinilai dari banyaknya kendaraan roda empat yang kerap kali melintas dengan muatan berat, diantanya mengangkut pohon sengon yang sudah ditebang oleh warga. “Angkutan tersebut dipastkan melangkukan aktifitas setiap hari. Sehingga jalan itu mengalami kerusakan parah,” tandas Santan. Dampak dari rusaknya jalan Tiris jalur sebelah barat ini, lanjut Santan, membuat keselamatan warga yang melintas kata Santan sedikit terancam. Selain jalannya rusak parah, kiri dan kanan terdapat jurang yang sangat curam diperkira-

kan 30-50 meter. “Apalagi pengendara yang melewati jalur tersebut pada malam hari. Karena jalan tersebut tidak ada penerangan. Kalau pengendara ceroboh maka bisa terancam masuk kedalam jurang,” ucap pria yang mengaku lulusan sarjana tersebut. Lebih lanjut, kata dia, kerusakan jalan juga sering memakan korban karena sering terjatuh, akibat terpleset . Bahkan, jalan tersebut diharapkan agar pemerintah daerah segera melakukan perbaikan karena jalan itu merupakan jalan yang sangat penting bagi masyarakat. “Sebentar lagi sudah musim penghujan, ini juga akan berpengaruh terhadap kondisi jalan Kecamatan Tiris,” pungkasnya.(fud).

KPU

Zonasi Atribut Kampanye Diserahkan pada Lurah PROBOLINGGO - KPU Kota Probolinggo menyerahkan zona atribut kampanye pemilihan legislatif 2014 pada setiap kelurahan. Hal ini disampaikan Ketua KPU setempat, Sukirman pada rapat koordinasi dengan lurah seKota Probolinggo. “Penyerahan zona titik atribut kampaye itu karena mereka yang lebih tahu wilayahnya,” katanya kepada wartawan. Hanya saja, Sukirman belum bisa menjelaskan titik zona yang nantinya akan diterapkan. Karena itu tergantung dari luas masing-masing kelurahan. “Bisa jadi titik zonanya tidak sama, karena tergantung dari luas masing-masing Kelurahan yang ada di Kota Probolinggo,” tandasnya. Dia menjelaskan, KPU sendiri sebelumnya merencanakan zona atribut tersebut diberlakukan perRW. Artinya, setiap tiga RW menjadi satu titik. “Tapi itu masih sebatas usulan saja,” timpalnya. Pantauan di lapangan, atribut atau baliho para caleg di Kota Probolinggo kini mulai berte-

baran. Padahal pemilu legeslatif masih enam bulan lagi. Pemasangan baliho caleg itu tidak hanya bertebaran di jalan-jalan protokol saja, melainkan juga sampai ke pelosok-pelosok Kelurahan. Pemasangan baliho caleg yang bertebaran dimana-mana itu, terkadang membuat sebagian warga gregetan. Pasalnya, tidak sedikit mereka memasang baliho dengan memakunya di pohon-pohon yang berada di pinggir jalan. Akibatnya, pemasangan baliho seperti itu membuat pemandangan kota jadi kumuh. “Seharusnya caleg itu tidak sembarangan memasang baliho di pinggir jalan. Apalagi memakunya di pohon-pohon,” ujar seorang warga yang mengaku bernama Sundari. Ironisnya, terkadang satu pohon itu terdapat beberapa baliho caleg. Sehingga pemasangan baliho caleg yang tidak tertib itu merusak pemandangan dan penataan keindahan kota. (ugi).


OPINI

Belajar dari Oktober

salam songkem

Pencapresan Karwo

M

enang dalam pilgub Jatim pada 29 Agustus 2013 lalu, dianggap menjadi modal Soekarwo maju dalam pilpres 2014 mendatang. Karena itu, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendukung penuh langkah Gubernur Jatim itu berebut menggantikan posisi SBY sebagai orang nomor satu di Indonesia. Akan tetapi, upaya maju Capres tidak mudah, sebab saat ini, Soekarwo yang akrab dipanggil Karwo itu menjadi Gubernur Jatim incumbent. Soekarwo pasti akan berpikir ulang untuk maju dalam bursa pencapresan 2014 mendatang, kecuali Gubernur yang didampingi cawagub Jatim Saifullah Yusuf itu siap mengalami nasip serupa Bambang DH, yang kehilangan jabatannya sebagai wawali Kota Surabaya karena maju dalam pilgub Jatim. Kendala dukungan partai juga akan dialami Karwo. Sebab apabila benar Karwo akan maju melalui Partai Demokrat, akan berhadapan dengan sejumlah rivalnya yang juga disebut akan mengikuti konvensi capres partai penguasa negeri tersebut. Sebab dalam berbagai lembaga survei, seperti dilakukan oleh Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG), yang pengumpulan datanya dilakukan pada 25 Agustus sampai 9 September 2013, Dahlan Iskan memimpin raihan dukungan pemilih. Dalam survei tersebut, Dahlan mengungguli peserta lain, seperti Jusuf Kalla dan Mahfud M.D. yang disebut-sebut bakal ikut konvensi. Sama sekali dalam hasil survei, tak muncul nama Soekarwo atau Karwo yang disebut-sebut berpotensi memenangkan konvensi capres PD. Sehingga dengan demikian, berharap Gubernur Jatim incumbent itu maju dalam capres 2014 mendatang, tampaknya hanya tidak berpijak pada dasar yang kuat. Memang, setiap warga negara, tak juga Soekarwo memiliki peluang yang sama untuk maju menjadi capres. Karwo sendiri sebenarnya bukanlah figur pimpinan politis yang dapat dianggap remeh, sebab sejauh ini Karwo yang berpasangan dengan Saifullah Yusuf berhasil mengungguli tiga rivalnya dalam pilgub Jatim, hanya dalam satu tahapan. Gebrakan-gebrakan politik yang dilakukan oleh Karwo dalam mendulang perolehan dukungan cukup ampuh dan layak dibanggakan, sehingga potensi itu juga dapat membawa peluang Karwo maju dalam capres mendatang sangat terbuka lebar. Langkah politis Karwo memang kadang-kadang diluar dugaan, sehingga keunggulan Karwo layak dipertimbangkan apabila maju dalam capres Indonesia mendatang. Tentu saja, Karwo apabila berminat mencapres, masih tetap perlu memperhitungkan kekuatan pencapresan Jokowi, yang hingga kini masih menempati ranking teratas dalam hasil survei sejumlah lembaga survei. Bahkan pasangan capres Jokowi dan Karwo tiba-tiba menjadi gebrakan politik yang tak terduga. (*)

Berdayakan Wanita

K

aum perempuan identik dengan kelemahan. Pernyataan yang bias gender, sangat menyepelehkan kaum wanita. Padahal di luar kodratnya, perempuan sejatinya perlu diberi kedudukan yang sederajat dengan kau lelaki. Termasuk dalam bidang pengelolaan ekonomi. Bahkan sebenarnya kaum perempuan lebih dapat diandalkan dalam mengelola keuangan. Meski tidak semua kaum perempuan memiliki kemampuan yang sama, secara faktual belakangan ini sudah bermunculan potensi kaum perempuan yang layak dibanggakan. Itulah sebabnya, untuk terus mengupayakan peningkatan kaum perempuan yang berkualitas, perempuan mulai terus dikuatkan dalam bidang pengelolaan spesifik keuangan keluarga. Setidak-tidaknya penggemblengan tersebut dimaksudkan dalam menunjang keberhasilan penataan keuangan bersama suami dalam sebuah rumah tangga. Karena kesuksesan apa pun pihak lelaki, bila tidak ditunjang dengan kemampuan ekonomi pihak isteri, pertumbuhan ekonomi keluarga yang lebih baik akan menemui masalah. Di Jakarta Barat yang berpenduduk padat, mulai ada penguatan ekonomi keluarga, dengan stressing dipusatkan pada kaum perempuan. Tentu saja upaya itu menjadi suatu upaya revolusioner yang dapat diterapkan pula di daerah lain. Sebab menciptakan kondisi keuangan keluarga yang lebih baik, bukanlah hal mudah. Sehingga harus ditumbuhkan terus menerus sugesti bagi kaum perempuan untuk bisa menjaga dengan baik keuangan keluarga masing-masing. Menguatkan ekonomi keluarga yang lebih baik, bukan berarti kaum perempuan harus menguras keringat banting tulang, ikut mencari uang sebagaimana lelaki. Mencari uang tetap bukan tugas pihak isteri, melainkan tugas utama seorang lelaki yang telah menjadi kepala keluarga. Meskipun begitu, kaum perempuan tetap berkewajiban ikut membantu suami dalam mengawal perekonomi keluarganya, dengan mengelola keuangan keluarga sebaikbaiknya, sehingga ekonomi keluarga masing-masing dapat tumbuh menjadi lebih baik. Itu juga dapat mengurangi permasalahan keluarga, seperti perceraian. Tidak hanya itu, pengelolaan ekonomi keluarga yang tumbuh menjadi lebih baik, juga bisa mendukung keberhasilan keluarga bersangkutan, terutama dalam peningkatan kesehatan dan pendidikan anggota keluarga. Bahkan strata sosial ekonomi pun secara perlahan-lahan terangkat. Dengan demikian, kaum perempuan tidak lagi dipandang sebelah mata. Memang, tradisi lama di negeri ini, yang menempatkan sosok wanita di posisi yang rendah harus mendapat perlawanan. Meskipun kaum perempuan tetap berkeharusan mengawal gerakan emansipasi tidak melebihi kodrat kewanitaannya. (*)

A

7

SENIN 28 OKTOBER 2013 NO. 0227 | TAHUN II

Ada yang unik setiap bulan Oktober di Kabupaten Sumenep. Pada bulan itu ada dua peristiwa yang berpengaruh secara ekonomi terhadap perputaran uang di Sumenep. Peristiwa pertama, yaitu tibanya masa panen tembakau yang menimbulkan uang dalam jumlah besar mengalir ke petani. Sedangkan peristiwa kedua, penyelenggaraan pameran pembangunan yang dipusatkan di kota Sumenep.

K

arena keduanya sama-sama memiliki dampak ekonomi, dan terjadi dalam bulan yang sama, sehingga sepintas terkesan ada hubungan antara penyelenggaraan pameran dengan musim panen tembakau. Seakan-seakan pameran diselengarakan untuk memanfaatkan uang yang ada di petani. Padahal diantara keduanya sebetulnya sama sekali tidak saling berhubungan. Pameran diselenggarakan murni berkenaan dengan peringatan hari jadi Sumenep yang jatuh setiap tanggal 31 Oktober. Sedangkan masa panen, waktunya tidak terikat kalender. Begitu siklus musim memasuki masa akhir musim kemarau, tidak peduli September, Oktober, atau Nopember, masa tanam tembakau akan masuk musim panen. Meskipun dua peristiwa itu tidak disengaja persamaan waktunya, tetapi keduanya memiliki implikasi yang kuat bisa mempengaruhi terhadap peredaran uang di masyarakat. Implikasi yang ditimbulkan musim panen, berupa besarnya jumlah uang yang beredar sehingga bisa menimbulkan inflasi ditingkat local tinggi. Karena inflasi tinggi, grafik permintaan terdongkrak naik. Akibatnya harga barang kebutuhan juga merangkak naik. Bahkan harga emas yang semestinya terikat secara nasional, pada musim panen tembakau pernah

terjadi naik ditingkat lokal. Betapa tidak, rejeki yang berlimpah di petani menyebabkan pola kehidupan petani tembakau “royal” dalam semusim. Karena begitu royalnya, dalam membeli barang kebutuhan petani lebih mengedepankan barang yang mahal, dibanding selektif memilih barang berkualitas. Dan dalam transaksi, cenderung tidak melakukan penawaran. Sebesar apa harga yang ditawarkan, langsung dibayar seketika itu juga. Kesimpulannya petani dapat beli apa saja, kapan saja, senyampang masih dalam rentang waktu selama musim panen. Karena begitu selesai masa panen, petani berangsur-angsur kembali kekehidupan semula. Kondisi semacam ini tentu sangat mengundang semangat para pedagang. Tidak hanya pedagang lokal, pedagang musiman dari luar Madura juga amat kepincut untuk datang di Sumenep. Tidak tanggung-tanggung, selain mereka ikut meramaikan stand pasar kaget atau pasar malam, mereka juga mengerahkan armadanya blusukan ke pelosok-pelosok desa pada siang harinya. Puncaknya adalah digelarnya pameran pembangunan di pusat kota Sumenep, sebagai puncak bisnis dagang musiman. Pada pameran ini, para pedagang dari luar daerah dan pedagang lokal berbaur menempati stand yang disediakan oleh paniatia. Pertanyaannya kemudian, manfaat apa yang bisa diperoleh oleh daerah dari dua peristiwa yang datang setiap tahun sekali itu dari perspektif ekonomi? Untuk menjawab hal ini terlebih dahulu perlu dicermati, dampak apa yang ditimbulkan dari dua peristiwa dikaitkan dengan kondisi perekonomian yang ada. Pencarian dampak dimaksudkan bukan untuk melawan atau meniadakan kecenderungan yang terjadi, tetapi bertujuan mengarahkan kecenderungan yang ada agar bisa bermanfaat bagi peningkatan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di Sumenep. Poin utama yang menjadi titik perhatian, yaitu besarnya dana yang beredar di masyarakat ujungnya menguntungkan siapa? Pasca panen apakah uang itu masih berdampak positif? Bagaimana nasip petani setelahnya, dan bagaimana pula kondisi perputaran uang di masyarakat pasca musim panen? Untuk mengetahui secara pasti memang diperlukan kajian lebih mendalam. Tapi sekedar untuk mencari gambaran umum sebagai asumsi dasar telaah lebih lanjut, saya kira tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Siapa yang

Kemana uang itu mengalir selepas dari petani, tentu amat bergantung dari mana datangnya pihak yang melakukan transaksi dengan petani.” untung, yang jelas mereka yang melakukan transaksi dengan petani. Kemana uang itu mengalir selepas dari petani, tentu amat bergantung dari mana datangnya pihak yang melakukan transaksi dengan petani dan produk apa yang digandrungi petani untuk dibeli. Secara garis besar, ada tiga permasalahan yang bisa mempengaruhi arah transaksi para petani disamping transaksi umum lainya. Pertama peristiwa (momentum) pameran pembangunan, pasar kaget, pedagang keliling. Kedua, Jenis produk yang ditawarkan. Dan yang ketiga, tingkat kesadaran petani atau kecenderungan petani dalam membelanjakan uangnya. Adanya pameran pembangunan, sedikit banyak memang membantu mengurangi tingkat inflasi yang terjadi selama musim panen. Dengan adanya pameran, tingkat penawaran akan terangkat naik sehingga dapat mengimbangi tingginya tingkat perminataan. Namun demikian, adanya pameran juga sedikit banyak berpengaruh pada pilihan petani terhadap lokasi pasar yang menjadi tujuan untuk berbelanja. Meskipun tidak seluruhnya petani membelanjakan uangnya di pameran, tetapi setidaknya sebagian uangnya dipastikan mengalir ke pameran, pasar malam atau pasar kaget. Sisanya, selain dilepas ditoko-toko sekitar dan belanja pertukangan jika rehap rumah, uangnya juga mengalir ke pedagang keliling musiman yang secara dor to dor mendatangi kediaman mereka. Kalau pedagang yang mengisi stand pameran, pasar kaget dan pasar malam serta pedagang keliling, didominasi pedagang dari luar Sumenep, kemungkinan besar pasca panen uang lari keluar dari wilayah Sumenep. Sebaliknya, kalau pedagang yang mengisi stand pameran, didominasi pedagang lokal Sumenep, kemungkinan besar pasca panen uang masih beredar di Sumenep. Disamping itu, produk apa yang

ditawarkan selama musim panen berpengaruh terhadap jumlah uang yang beredar di masyarakat. Jika produk yang ada di dominasi produk-produk dari luar, otomatis uang mengalir ke produsen-produsen di luar Sumenep. Berarti perputaran uang ditingkat lokal yang bersumber dari petani tembakau berhenti sampai pada musim panen berakhir. Sebaliknya, kalau produk-produk yang ditawarkan didominasi produk lokal, maka pasca panen peredaran uang masih memungkinkan berputar di Sumenep. Sebab produsen lokal, sebagai memegang estafet perputaran uang berikutnya, kemungkinan besar akan membelanjakan pendapatannya di daerah. Sedangkan permasalahan terkait dengan nasip petani pasca musim panen, sangat dipengaruhi oleh pilihan barang yang dibeli. Jika barang yang dibeli dari hasil tembakau hanya mencakup barang konsumtif, niscaya nasib petani tidak berubah dari kondisi semula. Tetapi jika barang yang dibeli masih memiliki kaitan dengan kelangsungan usahanya, seperti alat-alat produksi pertanian, maka dimungkinkan nasip petani akan lebih baik dari sebelum melewati masa panen. Karena uang dibelanjakan dapat dikategorikan kedalam bentuk investasi usaha. Sebagai investai tentu uang yang dibelanjakan berdampak jangka panjang, tidak temporal hanya dalam semusim. Dari ketiga permasalah ini kecenderungannya sebetulnya dapat diarahkan. Metodenya dengan pengedalian stand dan produk yang dijual. Pengendalian stand dapat diartikan, peluang pengisian stand pameran lebih banyak diberikan pada pengusaha/pedagang lokal. Sedangkan pengendalian produk-produk yang ditawarkan diupayakan dari produk lokal dan produk kreatif peralatan pertanian. Batas untuk pedagang dan produk dari luar, khusus yang menawarkan produk yang memang ditingkat lokal tidak diproduksi. Kalau kondisi ini bisa terwujud, saya yakin momentum masa panen akan lebih berdampak positif bagi petani sebagai individu dan bagi pengembangan ekonomi masyarakat sebagai dampak komunalnya. Intinya, belajar dari dua peristiwa Oktober, marilah kedepankan pasar lokal dan produk lokal, serta kendalikan modal agar tidak cepat lari ke luar.= *) Penulis Buku, Tinggal di Kapupaten Sumenep - Madura.

Setengah Jiwa Sumpah Pemuda

Pada tanggal 28 Oktober 1928, 85 tahun yang lalu di jalan Kramat Raya 106, Jakarta Pusat telah lahir sebuah gagasan besar yang seharusnya bisa membentuk kehidupan bangsa Indonesia yang lebih baik saat ini. Saat itu, sebuah pertemuan yang dinamakan Kongres Pemuda II digelar.

P

ertemuan dihadiri oleh perwakilan-perwakilan pemuda dari setiap daerah dan dari berbagai latar belakang golongan yang berbeda-beda. Perhimpunan pemuda yang hadir kala itu antara lain, Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), Jong Java, Jong Soematranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Islamieten Bond, Pemoeda Indonesia, Jong Celebes, Jong Ambon, dan Pemoeda Kaoem Betawi. Dalam kongres ini, lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya dikumandangkan oleh W. R. Supratman di depan peserta kongres. Lagu itu dimainkan dengan biola dan tanpa diiringi syair atas saran Mr. Sugondo. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres.

Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia. Momen itulah yang kemudian oleh bangsa Indonesia diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Sejarah yang sedikit terlupakan, namun memiliki arti mendalam bagi bangsa Indonesia. Sebelum Sumpah Pemuda tercetus, perhimpunan-perhimpunan pemuda masih berbicara soal bangsa dan tanah air yang terpisah-pisah. Kesatuan antar pemuda masih rapuh, sehingga mudah dipecah belah oleh penjajah. Begitu dahsyat peran Sumpah Pemuda dalam memperjuangkan kesatuan dan persatuan seluruh pemuda di nusantara, yang pada akhirnya menjadi cikal bakal terlaksananya proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam buku A History of Modern Indonesia, Sumpah Pemuda bahkan telah diklaim membuat kata "Indonesia" untuk pertama kalinya dipakai sebagai penyebut kesatuan bangsa. Tidak ada lagi nama Jong Java, Jong Soematranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Islamieten Bond, yang ada hanya satu bangsa, yakni Indonesia. Belajar dari Sumpah Pemuda, ada catatan sejarah yang sangat berharga di dalamnya. Butir-butir dalam Sumpah Pemuda disusun tidak hanya semata-mata untuk membantu kaum muda menjawab kebutuhan kemerdekaan dari penjajah kala itu, melainkan telah menjadi spirit yang sampai sekarang terus terpatri dalam hati sanubari para pemuda Indonesia. Pemuda sebagai bagian dari manusia perannya menjadi sangat vital. Pemuda merupakan aset penting suatu

bangsa, ditangan-tangan merekalah bangsa ini bergantung. Jika para pemuda yang dimiliki berkualitas maka bangsa akan maju, sebaliknya jika pemuda yang dimiliki tidak berkualitas maka bangsa akan menuju kepada kehancuran. Namun, apa yang terjadi dengan pemuda Indonesia saat ini? Betapa banyak pemuda Indonesia kurang mengenal Tanah Air dan Negaranya sendiri. Faktanya, sekarang ini sangat sedikit pemuda yang peduli pada permasalahan bangsa. Mereka tidak memikirkan apa yang telah di alami negeri ini. Sebagian dari mereka beranggapan, “untuk apa memikirkan kejahatan penguasa di negeri ini, itu urusan mereka dengan Tuhan, yang penting saya bisa hidup dengan damai”. Pemuda-pemuda Indonesia justru lebih disibukkan dengan permasalahan mereka sendiri. Bahkan, para mahasiswa yang dianggap sebagai ujung tombak pemuda, mulai banyak yang terjerumus kedalam hedonisme barat. Parahnya lagi, tidak sedikit dari mereka yang rela mengorbankan banyak uang hanya untuk membeli nilai. Mereka hanya memikirkan bagaimana mendapatkan nilai yang tinggi, sehingga mudah untuk mendapatkan gelar kependidikan dan pekerjaan yang diinginkan. Hal ini tentu menjadi cermin buram

para pemuda Indonesia masa kini. Lunturnya nilai-nilai sumpah pemuda diantara mereka, jelas terlihat sangat kentara. Survei-survei sosial terbaru bahkan mengindikasikan kalangan muda Indonesia telah terjebak dalam pola pikir sempit dalam menyikapi keragaman anak bangsa. Padahal, Indonesia adalah taman sari dan pelangi yang indah dalam keragaman bunga dan warnanya. Indonesia yang dikonsepsikan para pendiri bangsa ini bukanlah Indonesia yang memeluk eraterat ortodoksi, melainkan merupakan himpunan heterodoksi yang menyimpan berbagai potensi dan kreativitas anak bangsa. Diskriminasi terhadap berbagai potensi dan kreativitas anak bangsa hanyalah bidah yang tidak seharusnya terjadi di Indonesia. Indonesia bukanlah negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, melainkan satu negara untuk semua rakyat Indonesia. Sepantasnya, Hari Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi rutinitas saja, melainkan memberikan dampak penambahan kualitas bagi pemudapemuda Indonesia. Sudah saatnya pemuda-pemuda Indonesia sekarang mengembalikan setengah jiwa Sumpah Pemuda yang selama ini hilang tergerus dan termakan oleh jaman. Pemuda Indonesia yang sekarang, idealnya adalah kaum muda yang tetap berpikiran terbuka, sanggup menyambut dunia dengan keragamannya, dan mampu mengisi kemerdekaan dengan kreativitas yang tidak terkira-kira. Semoga!= *) Alumni Jurusan S1 PGSD FKIP Universitas Negeri Yogyakarta.

Pemimpin Redaksi Abrari (Non Aktif), Wakil Pemimpin Redaksi Zeinul Ubbadi, Redaktur Ahli M. Husein, Redaktur Pelaksana Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari, Sekretaris Redaksi Benazir Nafilah, Admin Indriani Y.M, Tata Letak Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Desain Grafis Ach. Sunandar, Khoiril Anwar, Fotografer Mahardika Surya Abriyanto (Non Aktif), Website Hairil Anwar, Biro Sumenep M. Hayat (Kepala) Syah A. Latief, Syamsuni, Junaidi, Biro Pamekasan G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Ali Syahroni Biro Sampang Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H, Junaidi, Biro Bangkalan Moh. Ridwan (Kepala), Doni Harianto, Biro Surabaya Hana Diman (Kepala), Ari Armadianto, Joeli Hidayati, Dedy Bashori, Biro Probolinggo M. Hisbullah H (Kepala), Sugianto, Mahfud Hidayatullah, Biro Jakarta Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy Kontributor FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia), Manajer Pemasaran Moh. Rasul Accounting Ekskutif Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim (Pamekasan), G. A. Semeru (Surabaya) Penerbit PT. Koran Madura, Komisaris Rasul Djunaidi, Direktur Utama Abrari, Direktur Keuangan Fety Fathiyah, Alamat Redaksi Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, email koranmadura@ymail.com, opini.koranmadura@gmail.com, Telepon/Fax (0328) 6770024, No. Rekening BRI 009501000029560, NPWP 316503077608000 http:// www.koranmadura.com/ | Wartawan Koran Madura dibekali ID Card (kartu pengenal) dan tidak diperkenankan menerima imbalan berupa apapun dari narasumber


OLAHR A GA

88

SENIN 28 OKTOBER 2013 NO. 0227 | TAHUN II

Lorenzo Juara MotoGP Jepang MOTEGI-Jorge Lorenzo tampil sebagai juara perlombaan MotoGP Jepang. Dia finish di depan Marc Marquez, sehingga pertarungan penentuan juara musim ini akan menjadi semakin seru memasuki putaran akhir musim ini. Pengemudi Yamaha, Lorenzo, mengawali lomba dari posisi pole dan berhasil tampil tercepat setelah melakoni perlombaan spektakuler dengan pengemudi Honda, Marquez. Urutan ketiga ditempatiDani Pedrosa, juga melaju di lintasan mengemudikan Honda. Marquez kini mengoleksi angka total 318 poin, 13 angka lebih banyak dari rekan senegaranya dari Spanyol, Lorenzo, dengan sisa maksimum 25 poin pada musim ini. Perlombaan di Valencia dua minggu mendatang akan menjadi tempat penentu siapa yang berhak meraih gelar sebagai juara dunia. Marquez akan terjamin sebagai juara dunia bila paling tidak berada di urutan keempat atau yang lebih baik, tapi tergantung dari penampilan Lorenzo. Pebalap berusia 20 tahun itu sedang mengincar titel juara termuda sepanjang sejarah MotoGP dan sebagai pebalap “rookie” pertama yang menang dalam 35 tahun ini. “Di Valencia, akan ada perlombaan lain. Saya kira nanti amat penting dan menarik,” kata Marquez di akhir lomba. (dar)

TANCAP GAS. Persaingan antara Jorge Lorenzo dan Marc Marquez berlangsung sengit. Penentuan siapa juara dunia MotoGP akan ditentukan di seri terakhir lomba di Valencia

Dua Tim Merah Petik Tiga Poin MANCHESTER - Dua tim merah Inggris, “The Red Devils” dan “The Reds” sama-sama memetik kemenangan sekaligus tiga poin pada laga Sabtu (26/10) yang berlangsung terpisah. Manchester United (MU) yang dijuluki “The Red Devils” menang 3-2 atas Stoke City di Old Trafford, sedang “The Reds” Liverpool mencukur West Bromwich Albion 4-1 di Anfield. Meski sempat tertinggal, MU akhirnya bisa mengatasi perlawanan Stoke City. Stoke mengawali laga itu dengan impresif setelah Peter Crouch mencetak gol di menit ke-4. Setelah itu, MU sempat menyamakan kedudukan lewat Robin Van Persie di menit ke-43, tetapi Marko Arnautovic lantas membuat tim tamu memimpin lagi beberapa saat sebelum jeda. Terus menekan, MU akhirnya bisa membuat skor kembali imbang di menit ke-78 melalui gol Wayne Rooney. Dua menit setelah itu Javier “Chicharito” Hernandez menentukan tiga angka untuk MU. Dengan hasil tersebut ‘Setan Merah’ menyudahi rentetan dua laga tanpa kemenangan kandang di Liga Primer Inggris, setelah sebelumnya kalah dari West Bromwich Albion dan seri lawan Southampton. Di Anfield, Luis Suarez memborong tiga dari empat gol Liverpool. Satu gol lagi dibikin Daniel Sturridge. Pelatih Brendan Rodgers pun melambungkan pujian kepada anak-anak asuhnya. “Hari ini kami tampil luar biasa. West Brom adalah tim yang amat bagus, mereka datang ke Old Trafford dan menang. Jadi buat kami bisa mencetak empat gol, dan bisa saja lebih, merupakan sebuah penampilan tim yang luar biasa,” ucapnya. Pada bagian lain mantan pelatih Swansea itu memuji penampilan pemain depan dan barisan gelandangnya yang lugas. “Hari ini mereka (Suarez dan Sturridge) sulit dibendung. Keduanya punya kualitas berbeda dan sama-sama pencetak gol. Saya pikir hari ini tiga gelandang kami juga luar biasa. Kami kecewa dengan keputusan penalti tapi selain itu kami amat puas,” tegas Rodgers. (aji/dar)

LIVEONTV Rabu, 30 Oktober 2013 SERIE A Atalanta vs Inter Milan 02:45 WIB di TVRI LA LIGA SPANYOL Celta Vigo vs Barcelona 04:00 WIB di RCTI/Star Sports

Kamis, 31 Oktober 2013 SERIE A AC Milan vs Lazio 02:45 WIB di TVRI Jadwal tayang sewaktu-waktu bisa berubah.

SENIN 28 OKTOBER 2013

Penyerang Barcelona Neymar Jr (dua dari kiri) dikerubut rekanrekannya usai mencetak gol. Dia juga mengkreasikan asis untuk gol kedua Barca yang dibuat oleh Alexis Sanchez

El Clasico Milik Neymar BARCELONA - Pemain baru Barcelona Neymar tampil cemerlang saat menjamu musuh bebuyutannya, Real Madrid, pada laga bertajuk “El Clasico” di Camp Nou, Sabtu (26/10) tengah malam hingga Minggu (27/10) dini hari WIB. Dia menjadi pencetak gol pertama “Blaugrana” dan memberi asis untuk gol kedua pada El Clasico pertamanya di daratan Spanyol. Sebaliknya, pemain baru Real Madrid yang menjadi pemain termahal dunia dan dibeli dengan nilai 100 juta euro, Gareth Bale, melempem dan tidak bisa berbuat. Karena merasa sumbangsihnya kecil, pelatih Carlo Ancelotti menariknya keluar pada pertengahan babak kedua. Pada laga tersebut, baik Neymar maupun Bale dipasang sejak awal oleh pelatih masingmasing dan bermain di posisi sayap kiri. Bedanya, Neymar sering merepotkan barisan pertahanan Madrid, sampai beberapa kali dia dijatuhkan Sergio Ramos. Saking kerasnya pelanggaran yang dibuat, kapten Madrid itu diganjar kartu kuning. Sedangkan Bale jarang merepotkan Gerrard Pique dan kawan-kawan. Pada babak pertama, tuan rumah menguasai jalannya pertandingan. Para pemain depan mereka Neymar, Messi dan Fabregas yang bermain sebagai “false 9” seringkali men-

gancam gawang Diego Lopez. Puncaknya terjadi pada menit ke-19. Andres Iniesta yang menguasai bola di luar garis 16 menyodorkan kepada Neymar di sisi kiri kotak penalti. Mantan pemain Santos ini sempat mengontrol bola sebelum melepas tendangan melewati sela-sela paha bek Madrid. Bola pantul kemudian bersarang di pojok kiri bawah gawang Diego Lopez. Gol ini disambut gembira para pemain dan publik Camp Nou. Tertinggal satu gol, para pemain Madrid mulai menyerang, tetapi beberapa kali upaya mereka digagalkan bek-bek Barcelona dan dimentahkan kiper Victor Valdes yang tampil sangat cemerlang malam itu. Alhasil, babak pertama berakhir 1-0. Memasuki babak kedua, Madrid bisa mengimbangi permainan tuan rumah. Bahkan, Barcelona cukup tertekan. Madrid memiliki peluang emas melalui Cristiano Ronaldo, tetapi tendangannya masih bisa digagalkan Valdes. Barca juga mendapat peluang melalui Neymar, tapi tendangan kaki kirinya masih bisa diblok Diego Lopez. Melihat timnya tertekan, pelatih Barcelona Tata Martino memasukkan Alexis Sanchez menggantikan Fabregas. Keputusan ini berbuah manis. Pemain Cile ini memperbesar keunggulan tuan rumah melalui sebuah tend-

BARCELONA 2 3 19 4 13 6 23

REAL MADRID 1 Gol Offside 1 16 Foul Corner 3 Throw-in 21 Dribble 7 Tekel 13

83%

35%

55%

Umpan Sukses

Aerial Sukses

Penguasaan Bola

79%

65%

45%

8.3 angan lob yang indah. Mendapat umpan terobosan dari Neymar, Sanchez menahan bola di luar garis 16 dan mengelabui Raphael Varane. Melihat Diego Lopez terlalu maju, Sanchez pun melepas tendangan melambung pelan yang tidak bisa dijangkau Lopez. Kedudukan 2-0 untuk Barcelona. Martino kemudian menarik Iniesta dan digantikan Alex Song dan Neymar digantikan Pedro. Tetapi Barcelona malah makin tertekan. Puncaknya, ketika pemain muda Real Madrid Jese Rodrigue akhirnya bisa merobek gawang Victor Valdes memanfaatkan umpan cerdik Ronaldo pada menit akhir waktu normal. Kedudukan 2-1 ini

MANOFTHEMATCH NEYMAR Jr bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Protes Madrid Pemain dan ofisial Madrid menuduh, kemenangan El Barca dibantu wasit. Pasalnya, Madrid seharusnya mendapat hadiah tendangan penalti ketika Ronaldo terjatuh di kotak penalti karena kontak fisik dengan Mascherano. Tetapi wasit bergeming. Menanggapi hasil ini, pelatih Madrid Carlo Ancelotti mengakui, anak-anaknya sudah bermain bagus, terutama pada babak kedua. “Ini adalah sebuah pertandingan dan atmosfer yang fantastis. Saya pikir ini adalah pertandingan yang bagus. Kami menunjukkan bahwa kami bisa

Inter Milan Hajar Verona 4-2

MILAN - Inter Milan menghajar Hellas Verona dengan skor meyakinkan 4-2 pada pertandingan Liga Serie A Italian, Minggu (27/10) dini hari WIB di San Siro. Inter unggul 3-1 pada babak pertama. Tiga gol Nerazzurri tercipta lewat bunuh diri Vangelis Moras, serta gol Rodrigo Palacio dan Esteban Cambiasso. Verona sempat memperkecil ketertinggalan melalui Raphael Martinho. Pada babak kedua, Inter dan Verona sama-sama menambah satu gol. Gol Inter dicetak oleh Rolando, sementara gol Verona tercipta atas nama Romulo. Hasil ini mengangkat Inter ke posisi keempat klasemen sementara dengan 18 poin dari sembilan laga. Verona turun ke posisi kelima dengan 16 poin. Ini adalah kemenangan pertama anak-anak asuh Walter Mazzari dalam beberapa

laga terakhir. Sejak mengalahkan Fiorentina 2-1 pada tanggal 26 September lalu, Nerazzurri cuma bisa bermain seri 1-1 lawan Cagliari, kalah 0-3 dari AS Roma, dan pekan lalu berimbang 3-3 dengan Torino. Pelatih Inter Walter Mazzarri menyambut tiga poin ini dengan sangat gembira. Tetapi ia juga mewantiwanti agar para pemainnya tak boleh pamer dan kehilangan fokus lagi seperti di laga tersebut. “Kami memulai dengan amat baik dan setelah kami unggul 2-0, kami mulai pamer dan lebih bermain untuk penonton alih-alih mencetak gol. Kami tak boleh melakukan itu,” katanya. Mantan pelatih Napoli itu melanjutkan, “Kami kehilangan konsentrasi dan kebobolan sebuah gol, jadi kami bisa saja mencederai diri kami sendiri

dan di masa depan kami harus menanggung untuk sikap seperti itu. Lihat saja Juventus, yang sempat unggul 2-0 lawan Fiorentina dan kemudian kalah 2-4. Kita tak boleh lebih dulu berasumsi sudah menang.” U n t u k pertandingan selanjutnya, Mazzarri meminta timnya tak boleh lagi kehilangan fokus. “Ini adalah sebuah tim dengan banyak pemain muda. Asalkan semuanya konsentrasi dan melakukan tugasnya, kami bisa menampilkan permainan fantastis. (Tapi) Saat kami terlalu ke dalam dan melepas gas, Verona membuat kami tertekan,

“ungkapnya. Kegembiraan atas tiga poin ini juga dilambungkan gelandang Esteban Cambiasso yang mencetak gol ketiga Inter ke gawang Verona. Terlebih setelah ini La Benemata mesti menjalani dua laga tandang secara beruntun, ke markas Atalanta dan Udinese. “Malam ini kami bermain amat bagus. Untungnya kami bisa tampil baik dan menang karena pekan lalu di Turin kami nyaris menang tapi tak bisa melakukannya,” kata pemain internasional Argentina itu di situs Inter. Dia melanjutkan, “Aku pikir tim sudah menemukan identitasnya dan kami berusaha memainkan permainan kami sendiri. Dalam beberapa laga terakhir kami tak bisa mendapat hasil yang kami inginkan karena kami kurang beruntung.” (aji/dar)

bermain bagus melawan sebuah tim yang fantastis. Tentu Anda ingin memenangi pertandingan semacam ini, tapi saat ini kami tengah berkembang dan pertandingan ini membuktikan hal tersebut,” jelasnya. Dia menambahkan, “Pada babak pertama kami terlalu khawatir, dan pada babak kedua kami bermain jauh lebih baik. Kami sepenuhnya mengendalikan permainan dan Barcelona mendapatkan banyak kesulitan dalam bertahan. Kami tidak bermain dengan tiga gelandang bertahan karena Modric bukanlah gelandang bertahan. Khedira dan Ramos bermain sebagai gelandang bertahan untuk memberi keseimbangan kepada tim.” Sedangkan Tata Martino mengakui bahwa performa Barca pada babak kedua tak sebaik babak pertama. “Memang benar bahwa di babak pertama kami terlihat seperti tim yang biasanya. Di babak kedua kami tak melakukan pekerjaan yang bagus dan saya memutuskan untuk membuat pergantian pemain yang diperlukan untuk memperbaiki tim. Pergantian pemain Song-Iniesta adalah pergantian pemain dengan tujuan defensif. Saya tak akan bilang bahwa Song seharusnya bermain di posisi menyerang No. 10. Ini adalah cara untuk memenangi pertandingan dan saya akan melakukannya lagi,” kata Martino. (aji/dar)

Moratti Tetap Presiden Inter

MILAN - Massimo Morati tetap menjabat sebagai presiden Inter Milan, meski 70 persen sahamnya sudah dibeli oleh pengusaha muda asal Indonesia Erick Thohir serta dua orang lainnya. “Saya sudah bicara dengan orang-orang ini (Erick Thohir dan teman-teman) dan mereka meminta saya untuk tetap menjadi presiden. Ya mari kita tunggu saja,” kata Moratti kepada Inter Channel. Dia melanjutkan, “Saya kira saya tidak punya hak untuk mengatakan bahwa saya menjadi presiden selamanya karena Inter memiliki sejarah yang luar biasa dan mereka harus terus berkiprah siapa pun yang memiliki tujuan baik memiliki klub ini.” Erick Thohir, kata Moratti, memiliki tujuan yang baik tersebut. Dia yakin, klub itu berada di tangan orang yang tepat. Meskipun Thohir sudah menegaskan bahwa dia berada di Italia hanya empat kali dalam setahun, tidak berarti bahwa dia tidak dekat dengan klub barunya ini. (espn/aji/dar)


Taneyan Lanjang

1

SENIN 28 OKTOBER 2013 NO.0227 | TAHUN II

SENIN

9

28 OKTOBER 2013

PEMILU 2014

Perubahan DPT Berakhir 3 November BANGKALAN - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bangkalan membatasi perubahan Daftar Pemilihan Tetap (DPT) Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten hingga tanggal 3 Nopember mendatang. Batas waktu tersebut sesuai dengan Surat Edaran FAUZAN JAKFAR Ketua KPUD Bangkalan (SE) KPU Pusat No.716/ KPU/X/2013 tanggal 24 Oktober 2013. Ketua KPUD Bangkalan, Fauzan Jakfar mengatakan akan segera melakukan pembersihan DPT yang belum masuk. Sebab, surat edaran tersebut bersifat instruktif karena momen pemilu sudah dekat. Sehingga segala bentuk permasalahan terkait DPT harus segera dituntaskan. Dengan demikian, harapan kedepan tidak ada lagi data yang tidak valid dan penyebabkan terjadinya perbaikan. "Kami akan menyikapi perubahan atau pembersihan DPT DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten hingga 3 Nopember 2013 seperti yang diperintahkan oleh KPU Pusat,” ujarnya. Menurutnya, inti dari SE KPU Pusat tersebut agar seluruh KPU Provinsi dan Kabupaten di Indonesia mempergunakan kesempatan tenggang waktu perbaikan DPT Pileg sesuai hasil pertemuan antara KPU Pusat, Bawaslu, dan DPR beberapa waktu yang lalu. Sehingga pembersihan dan perbaikan verifikasi data agar DPT yang dihasilkan nanti benar-benar akurat dan mutakhir. Fauzan menyatakan KPUD Bangkalan akan melakukan kroscek ulang terhadap data faktual yang dicoret oleh KPU Pusat dengan melibatkan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS). Bila data faktual yang dicoret benar adanya, pihaknya akan segera memperbaikinya, namun jika tidak, maka KPUD Bangkalan akan melayangkan surat keberatan. Perlu diketahui, sebelumnya pencoretan DPT sebanyak 1.102 oleh KPU Pusat terdapat di 11 kecamatan yang terdiri dari 23 desa dan 32 TPS di Bangkalan. Pencoretan yang sama juga terjadi hampir di seluruh KPUD kabupaten/kota di Jatim. Sehingga Bawaslu dan partai politik peserta Pemilu merekomendasikan agar penetapan DPT ditunda selama dua minggu untuk validasi data DPT pemilu 2014 mendatang. "Kami akan terus melakukan kroscek di lapangan, agar pada saat penentuan akhir DPT yang telah ditetapkan KPU Pusat 3 Nopember 2013 nanti, datanya benar- benar valid," tandasnya.(dn/rah)

Neter Kolenang

Profesi Khotibah

M

etos seputar kedokteran begitu menggiurkan. Tak jarang pelajar menempuh studi program studi tersebut karena dinilai lebih mudah membangun masa depan, seperti lebih mudah mencari pekerjaan, mendatangkan uang, memiliki mobil keren, rumah mewah, dan gadget terbaru. Namun, mitos tersebut tidak sepenuhnya benar. Buktinya, jumlah tenaga medis yang mendaftar jadi PNS sangat tidak rasional dibandingkan kuotanya. Khotibatul Ummah sadar akan hal itu. Di era milenium ini memang tak semudah tahun 90-an dalam mencari pekerjaan, termasuk menjadi perawat. Namun, Mahasiswi Akademi Keperawatan Nazhatut Thullab, Sampang, itu tetap optimis bisa meraih cita-cita mulianya; mengobati orang sakit. Tapi sekalipun kelak tidak menjadi perawat bukan lantas kiamat buat perempuan kelahiran Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, tersebut. Dia tetap bisa berkarier melalui jalur hobi yang masih terus dipupuk, yaitu menulis. “Saya suka sastra, Mas; puisi, cerpen, novel, dan yang berbau-bau itulah,” ujarnya sambil tersenyum. Memang, hobi di luar disiplin ilmu yang dipelajari di kampus jika terus diaktualisasikan dan dikembangkan sebenarnya juga bisa menjadi profesi baru. “Kejadian di rumah sakit sebagai inspirasi cerita. Saya pernah berandai-andai bikin cerita,” jelas perempuan kelahiran Sumenep 4 Maret 1991. (mk)

Khotibatul Ummah Mahasiswi

JURNALISME ALAM. Jurnalis Koran Madura berfoto bersama seusai mengikuti Orientasi Jurnalisme Alam yang diselenggarakan di Gunung Bromo, Probolinggo. Berita Hal. 16

chairil/koran madura

Polisi Mulai Kurang “Bergigi” Massa Bakar Kandang yang Diduga Milik Pencuri SUMENEP – Dalam satu bulan terakhir ini, setidaknya sudah dua kali terjadi aksi pembakaran kandang. Motifnya juga sama, diduga menjadi tempat penadah pencurian sapi. Sekalipun pembakaran terhadap kandang sapi dan teras rumah milik Jatim, warga Dusun Darusah, Desa Ellak Laok, Kecamatan Lenteng, Senin (7/10) malam sekitar pukul 23.15 belum terungkap. Sabtu (26/10) malam kembali terjadi hal serupa. Sekitar pukul 19.30 kandang milik Matrabu, warga Dusun Bata Tengang, Desa Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten, dibakar orang tak dikenal. Ayah Dulgani itu diduga sebagai pencuri. Tidak hanya kandang yang terbakar, dapurnya juga ikut dibakar. Informasi yang berhasil dirangkum Koran Madura, puluhan massa tiba di rumah Matrabu sekitar pukul 19.15. Sesampainya di rumah Matrabu, massa langsung menyisir rumah dengan memanggil Dulgani untuk keluar. Dulgani tidak merespon panggilan warga. Selama kurang lima belas menit, warga terus berjaga di rumah menunggu Dulgani. Sekitar pukul 19.30 Dulgani tidak kunjung keluar. Massa juga mulai marah. Massa yang tidak diketahui asalnya itu langsung membakar kandang milik ayah Dulgani menggunakan bensin yang sudah dibawa. Kobaran api juga merambah dapur Matrabu, yang letaknya berdempetan. Kendati demikian, sapi maupun keluarga Matrabu dan Dulgani tidak kun-

jung keluar. Pemilik rumah diperkirakan tidak ada di rumah dan sudah kabur sebelumnya. Kabarnya, sebelum kejadian itu terjadi ada massa sedang kehilangan sapi. Massa yang sedang mencari itu berasal dari Desa Bukabu, Kecamatan Ambunten. Ternyata, setelah dicari sapi yang hilang itu ditemukan di dalam jurang dekat dengan rumah Matrabu. Kendati demikian, asal muasal massa yang membakar rumah Matrabu itu belum diketahui sampai detik ini. Bahri, 43, warga Desa Beluk Kenek Kecamatan Ambunten menjelaskan, warga datang secara tiba-tiba. Tiba-tiba warga langsung mengepung rumah Matrabu. “Warga sekitar terkejut dengan kedatangan massa. Apalagi, langsung melakukan aksi pembakaran kepada kandang dan dapur,” katanya. Dia menuturkan, siang harinya ada warga yang mencari sapi, dan ditemukan di dekat rumah Matrabu. “Tapi, kami tidak tahu soal itu. Yang jelas, warga yang datang itu berteriak memanggil Dulgani, katanya dia adalah pencuri. Kami juga tidak tahu kalau masalah itu. Yang terpenting aksi pembakaran itu ada,” ungkapnya. Saat aksi pembakaran, sambung dia,

rumah yang dicari sudah tidak berada di tempat waktu itu. Makanya, pembakaran itu terjadi,” ungkapnya datar. Kapolres Sumenep AKBP Marjoko melalui Kapolsek Ambunten Iptu Supardi membenarkan aksi pembakaran rumah yang diduga maling itu. Dia menjelaskan, di Ambunten memang marak terjadi aksi pencurian. Sehingga, kemungkinan warga marah besar, apalagi sebelum hari sapi milih H. Jamah ditemukan di sekitar rumah Dulgani. “Makanya, warga menduga kuat Dulgani sebagai pencuri. Lalu, melakuakn aksi pembakaran,” tuturnya. Pihaknya masih akan melakukan serangkaian penyelidikan terkait dengan aksi pembakaran itu. Itu untuk mengungkap motif yang sebenarnya dari aksi brutal itu. “Kami masih mengumpulkan sejumlah alat bukti dan keterangan saksi. Intinya, kami tetap melakukan penyelidikan secara mendalam,” tukasnya. Catatan Koran Madura, pada 2012, aksi brutal juga terjadi dengan pembakaran terhadap Alwan, warga Dusun Sumur Konce, Desa Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk. Selain, membakar Alwan, warga juga membakar rumah dan kandangnya. (edy/yat) tidak ada warga sekitar yang keluar. Warga khawatir menjadi amukan massa. ”Sedangkan pemilik

BERITA

TERKAIT Halaman 10

KASUS BLSM

Dua Laporan Warga Pangtonggal Mulai Diproses PAMEKASAN - Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan menyatakan sudah mulai memproses kasus dugaan pemotongan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang dilaporkan warga Desa Pangtonggal, Kecamatan Proppo. Pemotongan BLSM dilaporkan oleh Mistar beserta beberapa warga lainnya yang merasa jatah BLSM mereka dipotong Kepala Desa setempat, Mohammad Husen. Kapolres Pamekasan, Ajun Komisaris Besar Polisi Nanang Chadarusman menyatakan pihaknya sedang memproses dugaan pemotongan dana bantuan itu sesuai dengan aturan yang berlaku, sekalipun salah satu pihak melakukan laporan balik dengan tuduhan pencemaran nama baik. “Memang ada laporan balik terhadap warga yang melaporkan dugaan pemotongan itu dengan tuduhan pencemaran nama baik. Dan semuanya kami proses sesuai dengan prosedur yang berlaku,” kata Kapolres. Saat ini penyidik tengah berkon-

ant/saiful bahriKoz

PEMERATAAN BLSM. Sejumlah warga Desa Pangtonggal, Proppo, berunjuk rasa, di depan Mapolres Pamekasan, Jatim kemarin. Mereka mengecam sejumlah orang yang telah melaporkan kepala desa mereka atas tuduhan dugaan pemotongan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sementara menurut mereka pemotongan itu untuk pemerataan bagi warga yang tidak mendapat BLSM. sentrasi terhadap pemanggilan saksisaksi, termasuk saksi korban. Baru selanjutnya akan memintai keterangan kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan terhadap pencairan BLSM.

Kapolres menyatakan tidak ada alasan penyidik untuk tidak menindaklanjuti laporan itu, kecuali jika dalam proses penyidikan tidak ditemukan alat bukti yang kuat sehingga prosesnya

dihentikan. Menanggapi permintaan warga agar proses penyelidikan terhadap kasus pemotongan BLSM dihentikan, Nanang menyatakan kasus itu tetap berjalan. Ia berjanji akan menyidik kasus itu secara proporsional dan berdasarkan fakta hukum. “Jika tidak terbukti, kami akan hentikan prosesnya. Tapi jika kami menemukan fakta, tidak ada alasan bagi kami untuk menghentikannya dan menjadi kewajiban kami untuk terus memprosesnya secara hukum,” katanya. Sebelumnya, ratusan warga Desa Pangtonggel, Kecamatan Proppo, mendatangi Mapolres Pamekasan. Mereka mendesak agar penyidikan kasus dugaan pemotongan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) oleh kepala desa mereka dihentikan. Aksi itu sebagai balasan dari dugaan pemotongan BLSM yang dilaporkan warga desa yang sama. Dalam laporan itu, mereka menyatakan bahwa jatah bantuan yang seharusnya mereka terima dipotong Rp 100 ribu. Pemotongan itu dilakukan sesaat setelah dana BLSM mereka terima di balai desa setempat dan dinyatakan atas perintah kades. (awa/muj/rah)


10

SUMENEP

SENIN 28 OKTOBER 2013 NO. 0227 | TAHUN II

MENAHAN ABRASI PANTAI

DARI SUMENEP

CD DIDUGA TAK JELAS

Dewan Berencana Panggil Wakil Bupati SUMENEP - Komisi B DPRD Kabupaten Sumenep bakal memanggil Wakil Bupati Soengkono Sidik. Pemanggilan tersebut terkait dengan kejelasan dan keberadaan dana community development (CD) sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahan migas PT Kangean Energi Indonesia (KEI). Warga Kangean menilai, pemberian dana CD itu terkesan ditutup-tutupi dan dinilai tidak transparan. Oleh sebab itu, Komisi B DPRD Sumenep bakal bakal meminta klarifikasi wabup untuk menjelaskan keberasaan dana CD tersebut. Rencana tersebut disampaikan oleh anggota Komisi B DPRD Sukarnaedi. Ia mengatakan, selama ini komisi B juga belum mengetahui perihal pengelolaan dana CD tersebut ada dimana dan besaran nilainya. “Sejauh ini, kami masih belum tahu tentang perihal dana CD itu. Makanya, kami akan memanggil Wabup, karena soal dana tersebut adalah wilayah kewenangan Wakil Bupati Sumenep,” katanya, Minggu (27/10). Katanya, agenda pemanggilan terhadap Wabup dalam waktu dekat. ”Jelas dalam waktu dekat, kami akan melakukan pemanggilan, karena saya masih akan koordinasi dengan pimpinan komisi kapan waktu yang tepat untuk memanggi,” jelas Politisi PKB. Secara terpisah, warga kepulauan yang saat ini menjadi anggota legislatif, Nur Asyur, mengatakan, memang ada ketidakjelasan mengenai realisasi CD yang yang diselenggarakan oleh pihak terkait. Bahkan Nur Asyur menilai tidak transparansinya dana CD itu kata Nur Asyur telah menaWarga Kangean brak aturan, yaitu menilai, pemberian Peraturan Daerah dana CD itu terkesan Provinsi tentang ditutup-tutupi realisasi CD kepada dan dinilai tidak masyarakat. transparan. Oleh ”Jadi, maklum sebab itu, Komisi jika Komisi B menagaku tidak tahu, kaB DPRD Sumenep rena memang tidak bakal bakal meminta jelas keberadaan klarifikasi wabup dana itu. Padahal untuk menjelaskan kita semua, terutakeberasaan dana CD ma warga kepulauan tersebut. berharap banyak terhadap Perda Provinsi itu yang mengatur tentang pengelolaan migas, terutama transparansi dana sosial perusahaan migas. Tetapi, perda itu tak cukup ampuh,” katanya kepada Koran Madura. Politisi PKS itu juga mengaku semua dewan dari dapil kepulauan tidak pernah dilibatkan sama sekali tentang pengelolaann migas itu, mulai dari perencanaan, penetapan, hingga pada realisasi dari CD tersebut. “Selama beberapa tahun menjadi wakil dari rakyat Sapeken, saya tidak pernah menerima surat pemberitahuan apapun mengenai hasil pengelolaan migas. Padahal dalam undang-undang sudah jelas bahwa wajib hukumnya bagi perusahaan memberikan 2 persen hasilnya dalam setahun kepada masyarakat. Tetapi sepeserpun masyarakat setempat mendapatkan itu,” jelasnya. Ketika ditanya lebih jauh tentang wujud dari realisasi dana tersebut memang senilai Rp 2 miliar, namun kalaupun wujud dari realisasi dana CD senilai 2 miliyar itu dapat dilihat, anggota komisi D itu tetap menilai ada kejanggalan. Sebab, berdasarkan hasil pantauannya di lapangan, lokasi pembangunan yang di klaim sebagai wujud realisasi dana CD tidak rasional. ”Rp 2 miliar itu kan juga masih jelas, kalau tidak ada transparan, bisa jadi dana yang digunakan itu dana dari APBD atau CD. Masyarakat kan gak tahu soal ini. Dan hal itu bisa saja terjadi. Sebab, semenjak saya mulai menjabat sebagai wakil rakyat, tidak pernah diundang diajak urun rembuk tentang ini,” terangnya. (sym/mk)

IKLAN BARIS BERITA KEHILANGAN STNK Sepeda Motor Nopol M 6686 VZ a/n. Zainul Ubbadi Dsn. Beringin Ds. Ging-Ging Keca. Bluto Kab. Sumenep. Hub. 081803156945

Sejumlah warga memasang bambu dan ban di dekat pantai yang berfungsi sebagai penahan gelombang sehingga mengurangi kemungkinan abrasi pantai.

Polisi Diminta Lebih Tegas SUMENEP – Maraknya pencurian hewan ternak dengan memakai bom ikan (bondet) diberbagai daerah meresahkan masyarakat. Polisi sebagai aparat keamanan diminta lebih tegas. Masyarakat meminta polisi melakukan penyelidikan terkait pemilik dan pengedar bahan mematikan itu. Hal itu minimal dapat membatasi peredaran bondet yang kerap memakan korban, selain membuat efek jera dan memberikan rasa aman. Informasi yang dirangkum Koran Madura, dalam tiga bulan terakhir, bahan mematikan itu sudah menuai tiga orang korban, dua di antaranya adalah warga Kecamatan Ganding, yakni, Samu’e warga Desa Telaga dan H. Fadal alias Hamse (50) warga Bataal Barat. Samu’e meninggal setelah tubuhnya hangus dan kedua tangannya putus, sementara H. Fadal alias Hamse mati karena diduga kehabisan darah, akibat ledakan dahsyat yang menimpa paha kirinya hingga nyaris patah. Sabtu (26/10), Hamzah, 53,

pemilik sapi asal Desa Bataal Kecamatan Ganding, menjadi korban hingga tewas. Ia dilempari bondet oleh orang tak dikenal. Akibatnya, tubuhnya mengalami luka parah. Peristiwa tersebut terjadi saat korban hendak melihat sapinya. Hingga sampai saat ini belum satu pun pemilik maupun pengedar bondet itu yang berhasil dibekuk oleh petugas,. Hal itu membuat masyarakat resah dan menilai polisi lemah dalam mengungkap pelaku mematikan itu. ”Ini sudah jelas meresahkan warga dan juga mengancam keselamatannya. Maka dari itu, pihak kepolisan harus sigap dalam menyelidikinya,” kata Zaenuri, warga Kecamatan Ganding. Menurutnya, pihak kepolisian sebagai penegak hukum, harus bisa mengungkap persoalan itu, sehingga masyarakat merasa aman

dan nyaman. ”Sudah saatnya Forpimda untuk melakukan penyegaran terhadap Kamtikmas, bahkan jika perlu polisi untuk melakukan operasi petrus (operasi misterius) seperti yang terjadi pada tahun 80-an,” pintanya. Ketua PAC GP Anshor Kecamatan Ganding, menilai, jika pihak kepolisian tidak segera mengungkap kepemilikan aksi bruntal yang mengancam keselamatan orang banyak, maka akan mencoreng nama baik polisi yang selama ini disegani oleh masyarakat sebagai pelindungnya. ”Jika polisi tidak segera melakukan tindakan, jangan salahkan masyarakat jika menilai polisi lemah ”Syahwat”,” terangnya. Sementara Kapolres Sumenep AKBP Marjoko, mengatakan, dirinya sudah banyak melakukan antisipasi akan peredaran bondet itu, salah satunya melakukan patrol secara rutin baik sajam (senjata tajam), senpi (sejata api) maupun keberadaan bondet itu sendiri. ”Selain itu, kami juga sudah menebar intel untuk

menyelidiki aksi pembuatan maupun pengedar bondet itu. Jika sudah ada indikasi pasti kami akan melakukan penggerebekan nantinya,” katanya. Selain itu, pihaknya mengimbau masyarkat ikut membantu polisi. Hal itu untuk memudahkan petugas kepolisian untuk melakukan penyelidikan. ”Walaupun kami sudah mengantongi beberapa nama, kami masih membutuhkan bantuan

masyarakat. Jadi, masyarakat jangan takut. Jika memang mengetahui, silakan saja laporkan pada kami, siapa tahu lebih datanya lebih valid nantinya,” tuturnya. (edy/mk)

SEKOLAH AMBRUK

Disdik Bakal Klarifikasi Eks Dikmen dan Timwas SUMENEP - Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep dalam waktu dekat akan meminta keterangan dari mantan Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Ataurrahman dan Tim Pengawas Lapangan Moh. Iksan. Sebab, keduanya diduga mengetahui soal pembangunan SMAN 1 Gapura yang sudah ambruk itu. Kabid Dikmen Disdik Nurul Hamzah menjelaskan, pihaknya masih melakukan investigasi menyeluruh terkait ambruknya SMAN 1 Gapura. Bahkan, saat turun ke lapangan pihaknya belum mengahasilkan sesuatu. Apal-

agi, pihak sekolah juga tidak mengetahui rekanan yang menangani pembangunan gedung SMAN 1 Gapura yang ambruk itu. ”Makanya, kami perlu melakukan upaya meminta keterangan secara internal dulu. Kami akan meminta penjelasan kepada mantan Kabid Dikmen terdahulu, serta timwas terdahulu Moh. Iksan. Dari sini, kami bisa melakukan investigasi menyeluruh,” kata Ketua PGRI Sumenep ini. Dari sini, sambung dia, pihaknya bisa mengetahui rekanan yang melakukan pembangunan itu. Nah,

setelah itu baru pihaknya akan meminta keterangan kepada rekanan terkait pembangunan tersebut. ”Turun ke lapangan sudah kami lakukan. Tapi, bagaimana kami bisa melakukan investigasi menyeluruh kalau tidak tahu rekanannya,” ujarnya. Memang, sebelumnya Kabid Dikmen Nurul Hamzah sudah melakukan melakukan investigasi terkait sekolah ambruk tersebut. Hanya saja, dari investigasi itu belum ada temuan apapun soal ambruknya gedung SMAN 1 Gapura itu. Disdik tidak tahu pihak rekanan yang bertanggung jawab atas ambruknya

sekolah tersebut, termasuk nominal kontrak pun juga masih belun diketahui. Oleh karena itu, disdik bakal memanggil pihak timwas lapangan dan kabid dikmen sebelumnya. Secara terpisah, anggota DPKS Muhammad Suhaidi, berharap disdik benar-benar kooperatif dalam menelusuri hal tersebut, karena menjadi evaluasi di kubu disdik. “Sebab sudah dua kali sekolah ambruk itu terjadi, di Kalianget kemarin masih mending, karena ada hujan dan angin kencang, tetapi kalau di SMAN 1 Gapura benar-benar harus dipertan-

yakan, sebab tanpa sebab angin dan hujan bangunan itu ambruk,” katanya, Minggu (27/10) saat dikonfirmasi. Dia meminta disdik tidak main-main dalam kasus ini. Sebab, khawatir kasus ini pekerjaannya tidak sesuai dengan spek yang ada. Akhirnya mengakibatkan cepat roboh. Kalau memang sudah kepastikan pihaknya meminta bertindak tegas ketika semuanya sudah jelas. “Jika ini adalah kesalahan pihak rekanan, maka sanksi itu harus diberlakukan. Misalnya, black list atau pun harus dilakukan,” jelasnya. (sym/yat)

Iklan Bisnis, Iklan Baris Bergambar SEGERA PROMOSIKAN BISNIS ANDA Untuk Pemasangan Iklan Hubungi: SUMENEP (Hosnan) 081939363544 PAMEKASAN (Muslim) 087850600243 SAMPANG (Ulum) 087775094464 BANGKALAN (Ridwan) 087750670878 SURABAYA (Lita) 081330903119 PROBOLINGGO (Huda) 081336379769 KEPULAUAN (Yunus) 085232221888

HANYA

350.000 PERBULAN


SUMENEP

11

SENIN 28 OKTOBER 2013 NO. 0227 | TAHUN II

Beredar Video Mesum di Ganding SUMENEP – Dalam sepekan terakhir, warga Kecamatan Ganding dihebohkan dengan beredarnnya video mesum. Pelaku mesum yang terdapat di dalam video tersebut diduga siswi salah satu SMA swasta di Kota Sumekar. Sedangkan laki-lakinya ditengarai sudah tidak bersekolah. Video tersebut berdurasi 4.20 menit. Dalam video tersebut, terlihat pasangan pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah dengan kombinasi kemeja batik warna biru dan rok warna putih. Pakaian itu merupakan seragam sekolah yang mudah ditemukan warga di Kabupaten Sumenep. Salah satu warga Ganding, Nasiruddin, membenarkan video mesum itu. Bahkan, pihaknya mengutuk dua pasangan yang melakukan hubungan layaknya suami istri. Sebab, hal itu merupakan contoh yang

tidak baik kepada anak-anak muda Ganding secara khusus dan Sumenep secara umum. ”Kami sangat menyesalnya dengan beredarnya video mesum itu,” katanya. Dia mengungkapkan, perbuatan itu sudah melecehkan martabat anak muda dan dunia pendidikan di Sumenep. Sebab, yang melakukan itu merupakan siswi. ”Pendidikan tercoreng, sebab siswanya melakukan perbuatan amoral. Ini yang sangat kami tentang,” ujarnya. Pihaknya meminta sejumlah pihak untuk tegas

menyikapi masalah ini. Terutama, aparat kepolian untuk mengusut beredarnya video mesum yang sudah meresahkan warga itu. Sebab, ini sudah masuk kategori menyebarkan pornografi. ”Ini sudah menyebar di Ganding, makanya harus ditindak tegas, supaya tidak memberikan pengaruh negatif kepada anak muda yang lain,” tukasnya. Menurut sumber lain Koran Madura, aksi amoral tersebut diduga dilakukan di dalam sebuah rumah milik salah satu pasangan pada jam-jam sekolah. Dugaan sementara tempat pengambilan di Desa Rombiyah, Kecamatan Ganding. Sementara itu, Kapolsek Ganding AKP Hasanuddin enggan memberikan penjelasan terkait beredarnya video mesum di Kecamatan Ganding. Pihaknya menyarankan untuk

Suhu Kelembaban

SAMPANG

Suhu Kelembaban

meminta keterangan unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumenep. ”Saya tidak tahu pasti soal itu, coba langsung ke PPA Polres,” katanya, singkat. (edy/yat)

VIDEO MESUM: Seorang warga memperlihatkan adegan video mesum yang diduga diperankan oleh salah satu siswi SMA di Sumenep, Minggu (27/10).

kan,” ujarnya dengan nada geram. Bahkan, sambung dia, sejak adanya pembangunan Pasar Anom Baru itu, kondisi pasar cukup kumuh. ”Jadi, berdagang itu sudah tidak enak. Tapi, mau bagaimana lagi, berdagang merupakan profesi, meski tidak nyaman tetap dipaksakan,” tuturnya. Untuk itu, pihaknya meminta pembangunan pasar anom segera dilanjutkan. Sehingga, keberadaanya bisa dinikmati oleh sejumlah pedagang. ”Ayo lah pikirkan kami. Jangan memikirkan kepentingan pribadi. Kami meminta pembangunan pasar segera dilanjutkan,” katanya. Sementara Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan, Keuangan dan Aset (DPPKA), Carto, mengatakan, pembangunan Pasar Anom Sumenep masih dalam tahap proses tender. “Kami bukan tidak mau melanjutkan.

Pembangunan itu butuh proses. Apalagi, pembangunan itu juga melibatkan pihak investor,” ujarnya. Kendati demikian, pihaknya memperkirakan pembangunan pasar anom bakal dilakukan pada 2014 mendatang. Tahun ini, pihaknya masih melakukan proses dan tahapan dari pembangunan pasar anom yang baru itu. ”Kami ingin juga cepat selesai pembangunan. Tapi, pembangunan fisik itu kan ada prosesnya tidak bisa sekaligus,” ujarnya. Pembangunan Pasar Anom Baru itu dihentikan karena diduga tidak sesuai dengan spek 2012 lalu. Kedalaman tiang pancang tidak sesuai dengan spek yang ada. Bahkan, rekanan disuruh mengemalikan separo dari uang muka yang sudah diberikan pemkab, yakni sekitar 860 juta dari total 1,6. miliar. (sym/yat)

kan,” ujarnya. Didik menambahkan, KPU perlu tahu keberadaan dana kampanye parpol. Sebab, dalam peraturan bantuan untuk dana parpol ada yang dilarang. Misalnya, dari pihak asing, pemerintah serta dari oknum yang tidak jelas identitasnya. ”Makanya, KPU perlu tahu, apa pendanaan melanggar aturan atau tidak,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, dana yang boleh diterima partai politik, adalah dari perorangan, kelompok/perusahaan ataupun badan usaha, harus sesuai aturan, yakni Rp 1 miliar dari perorangan, sementara dari kelompok/perusahaan, maupun badan usaha, tidak boleh lebih dar Rp 7,5 miliiar/tahun. Dan dana tersebut ke rekening masingmasing parpol. (edy/yat)

Pedagang Mulai Khawatir

KOMISI PEMILIHAN UMUM

Parpol Diminta Terbuka Dana Kampanye SUMENEP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep meminta partai politik (parpol) peserta pemilu 2014 untuk terbuka soal dana kampanye. Sehingga, asal muasal dana dan penggunaannya bisa diketahui. Masalah transparansi dana kampanye itu merupakan amanah peraturan KPU Nomor 17/2013 tentang transparansi penggunaan

dana kampanye parpol. Anggota KPU Sumenep, Hidayat Andiyanto, menjelaskan, laporan penggunaan dana kampanye parpol wajib dilakukan. Sebab, payung hukumnya sudah jelas. ”Parpol untuk sadar dan bisa melakukan amanah peraturan itu. Apalagi, sosialisasi dan kampanye parpol melalui spanduk sudah dimulai,” katanya. Saat ini, sambung dia,

sudah banyak partai politik yang mulai menebar spanduk, baliho, maupun kampanye partai melalui media massa. Sehingga, penggunaan dananya untuk itu harus juga jelas. “Semenjak parpol ditetapkan sebagai peserta pemilu, maka dana yang digunakan itu harus dibukukan secara rapi, serta dilaporkan ke KPU berapa dana yang diterima maupun dana yang dikeluar-

: 25°c - 34°c : 50% - 90%

Berawan

Kelanjutan Pembangunan Pasar Tak Jelas

jelaskan, saat ini dirinya mengaku tidak tenang menggelar dagangannya. Sebab, tempat berjualan terlalu bising. ”Kami menggelar dagangan dekat dengan lokasi parki. Tentu saja tidak mengenak-

Senin 28 Oktober 2013

SUMENEP

Sekelompok remaja yang tergabung dalam Gerakan Jantung Sehat Remaja Indonesia membentangkan spanduk sambil membagikan selebaran serta pin kepada pengguna jalan yang berisi himbauan untuk tidak merokok. Kegiatan kampanye untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober tersebut, mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya para remaja untuk mengubah pola hidup yang lebih sehat salah satunya yaitu dengan tidak merokok.

Anom ini bakal tuntas. Padahal, sudah lama vakum,” keluhnya, Minggu (27/10) kepada Koran Madura. Hal yang sama diungkapkan, Haris, 35, pedagang asal Kecamatan Gapura. Dia men-

Pulau Madura

Hujan Ringan

KAMPANYE REMAJA SEHAT

SUMENEP - Belum adanya kelanjutan pembangunan Pasar Anom Baru pasca kebakaran 2007, sejumlah pedagang mulai resah. Puluhan pedagang sampai detik ini masih berjualan di pinggir jalan dengan tenda. Kalau hujan turun pedagang diguyur hujan. Pedagang mulai resah karena tidak lama lagi akan memasuki musim penghujan. Kebiasaan yang mereka alami sejak menempati tenda, saat hujan turun tempat di sekitarnya menjadi becek. Ahmad, 48, pedagang Mentimun asal Rubaru, mengaku kecewa karena sampai detik ini belum bisa menempati bangunan baru di Pasar Anom. Sehingga, pihaknya harus menggelar dagangan di tempat yang panas pada musim kemarau, dan tak jarang terkena hujan pada musim penghujan. ”Kami tidak mengerti kapan pembangunan Pasar

Prakiraan Cuaca

: 24°c - 32°c : 44% - 91%

PAMEKASAN Hujan Ringan

Suhu Kelembaban

: 25°c - 34°c : 50% - 90%

BANGKALAN Hujan Ringan

Suhu Kelembaban

: 25°c - 34°c : 50% - 90%

KRIMINAL

Sepekan, Tiga Mobil Hilang SUMENEP – Aksi pencurian di Kecamatan Kalianget marak terjadi. Bahkan, sasaran pencurian itu adalah mobil. Dalam sepekan saja, mobil yang sudah hilang digondol pencuri sebanyak tiga unit. Itu terjadi di Desa Kalianget Timur dan Kalianget Barat. Untuk Kalianget TImur dua kejadian. Informasinya, untuk Kalianget Timur jenis Carry yang dibawa kabur pencuri. mobil yang dibawa kabur dua sekaligus. Itu terjadi dalam satu malam. Untuk Kalianget Barat mobil yang dibawa pencuri berupa Kijang Innova. Bahkan, mobil yang sudah lenyap itu sampai detik ini belum diketahui keberadaanya. Budi (30), warga Desa Kalianget Timur membenarkan hilangnya tiga mobil yang terjadi di desa setempat. Menurutnya, dua mobil dalam semalam hilang bersamaan. ”Kejadian hilangnya dua mobil itu menyebabkan warga resah dan khawatir dengan mobil yang dimiliki,” katanya. Biasanya, sambung dia, aksi pencurian itu dilakukan sekitar pukul 24.00. Saat melancarkan aksinya pencuri diperkirakan mendorong sejauh 50 meter. ”Itu supaya tidak diketahui pemiliknya. Sehingga, aksi Kejadian pencurian berhasil dengan hilangnya sukses di Kecamatan Kalianget,” ungkapnya dengan dua mobil itu nada serius. menyebabkan Untuk itu, pihaknya warga resah meminta pihak kepolisian dan khawatir untuk bersikap tegas dengan dengan mobil kondisi maraknya pencuri yang dimiliki itu. Sehingga, masyarakat bisa tenang. ”Kami minta pihak kepolisian untuk selalu siaga. Itu supaya mobil milik warga tidak lenyap. Warga tidur nyenyak. Kalau memang pelakunya diketahui, langsung saja dibekuk,” ungkapnya. Namun, Kapolres Sumenep AKBP Marjoko melalui Kapolsek Kalianget, AKP Suwardi, tidak mengakui hal itu. Menurutnya, aksi pencurian mobil di wilayahnya hanya dua mobil. ”Tidak ada pencurian lagi di sini. Hanya terjadi dua kali dalam semalam. Yaitu hari Sabtu dini hari tanggal 19 Oktober 2013 lalu. Selain itu tidak ada. Gak tau kalau kejadian itu di luar Kecamatan Kalianget,” katanya. Menurutnya, kepolisian terus mencari informasi apakah pencurian terjadi lagi. Selain dua mobil Carry Station tahun 1997 dan 2001 itu terjadi. Hanya saja, pihaknya sampai detik ini masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku pencurian itu. ”Kami tidak main-main, kami menindaklanjuti laporan yang sudah ada,” ujarnya. . Sebagai antisipasi, sambung dia, anggota disiagkan di sejumlah tempat. Bahkan, pihaknya rutin melakukan patrol ke pelosok desa setiap saat. ”Anggota yang patrol meminta masyarakat untuk selalu waspada. Jadi, kami tetap meminta peran serta dari masyarakat,” ungkapnya datar. (edy/yat)


12

PAMEKASAN

SENIN 28 OKTOBER 2013 NO.0227| TAHUN II

SERTIFIKASI

Guru Madin Sulit Mendapat Dana Tunjangan

PEMERATAAN BLSM. Sejumlah warga Desa Pangtonggal, Proppo, berunjuk rasa, di depan Mapolres Pamekasan, Jatim. Mereka mengecam sejumlah orang yang telah melaporkan kepala desa mereka atas tuduhan dugaan pemotongan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), sementara menurut mereka pemotongan itu untuk pemerataan bagi warga yang tidak mendapat BLSM.

Hari Keprihatinan di Peringatan Sumpah Pemuda Ketua DPRD : Generasi Muda Sudah Tidak Berkepribadian Luhur PAMEKASAN – Di Pamekasan, Madura, peringatan Sumpah Pemuda menjadi hari keprihatinan. Pernyataan itu terungkap dari Dewan Perwakilan Rakyat setempat. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Halili menyatakan rasa prihatinnya dengan kondisi akhlak generasi muda Pamekasan, yang menurutnya, sudah mulai jauh dari sikap kepribadian yang luhur. Menurut Halili, saat ini generasi muda di wilayah itu memiliki kecenderungan bersikap hura-hura dan tidak membangun kapasitas kepribadian seperti yang dicontohkan para pendahulunya. Padahal pendahulu mereka kental dengan kebiasaan membangun kebersamaan dalam berbangsa dan bernegara, bukan hura-hura seperti generasi saat ini. “Saya melihat sudah terjadi pergeseran kepribadian. Saat ini generasi muda lebih suka melakukan kegiatan yang bersifat hura-hura, seperti balapan liar daripada kegiatan-kegiatan yang bermanfaat,” katanya. Selain itu, kecenderungan pemuda melakukan kegiatan-kegiatan yang menyimpang, mengkonsumsi narkoba, minum minuman keras, melakukan seks bebas,

juga menonton tontonan yang kurang pantas dan tidak baik. Dia katakan, narkoba dan minuman keras, yang seharusnya menjadi barang menakutkan dan harus dihindari oleh kaum muda, justeru saat ini menjadi barang yang dicari dan difavorikan oleh sebagian pemuda, termasuk di wilayah Pamekasan. Menurutnya, kondisi itu disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya faktor pengawasan orangtua yang begitu longgar, lingkungan, dan arah pendidikan yang selalu berubah-ubah sesuai pembaharuan kurikulum. Meskipun diyakini perubahan kerikulum membawa perbaikan, namun perbaikan yang diharapkan cenderung tidak menjadi kenyataan. Ada potensi terjadi kegagalan kurikulum, sehingga membuat pergeseren kepribadian antara penda-

hulu dengan regenerasinya di wilayah tersebut. Apalagi orangtua cenderung memberi kebebasan kepada anaknya tanpa memberikan pengawasan yang ketat, maka makin lengkaplah potensi pergeseran kepribadian luhur yang terjadi pada genegerasi mudanya. “Kecintaan terhadap anak, seringkali disikapi secara kurang tepat, dengan memberi kebebasan yang seluas-luasnya. Apa yang disenangi anak, cenderung dipenuhi, sementara kebutuhan untuk pendewasaan mental dan moral menjadi sedikit terabaikan,” katanya. Kondisi itu, kata dia, pada akhirnya menciptakan lingkungan yang mengesankan para generasi muda, sehingga tertuntut untuk ikut bersikap bebas dan cenderung menyukai kegiatan yang bersifat hura-hura. “Mereka yang tidak ikut, dengan sendirinya akan tersisih dalam lingkungan pergaulannya, karena dianggap tidak gaul,” jelas dia. Di lain pihak, arah pendidikan yang cenderung lebih mengutamakan pada keterampilan ikut andil dalam terjadinya kemerosotan moral generasi. Sebab, dengan penekanan pada keterampilan, unsur pendidikan moral menjadi

terkurangi dan dilupakan. Di sisi lain, Halili mengakui banyak juga prestasi yang berhasil di raih para pemuda Pamekasan. Bahkan, di beberapa bidang, para pemuda di daerah itu memperoleh prestasi hingga tingkat internasional. Seharusnya, kata dia, momen peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak sekedar dilaksanakan dengan upacara bendera. Melainkan juga dengan kegiatan lain yang memberi kesempatan kepada generasi muda menunjukkan potensi yang mereka miliki. Selain itu, peringatan hari pemuda itu juga dilakukan dengan upaya penyadaran bagi para generasi dengan mengajak mereka melakukan refleksi dan evaluasi diri, untuk membangun kembali semangat kepemudaan yang pada tempo lalu menjadi salah satu penyemangat tercapainya kemerdekaan RI. “Bagi kami itu lebih penting daripada sekedar melaksanakan upacara bendera. Sebab, yang kita peringati pada dasarnya adalah semangat para pemuda yang dengan kesadarannya membangun persatuan dan menghilangkan sekat kedaerahan serta kesukuan untuk tercapainya

persatuan demi sebuah kemerdekaan,” jelas Halili. Sementara itu, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Pamekasan, Nur Faisal mengatakan KNPI sebagai organisasi kepemudaan sepakat agar peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak sekedar dirayakan dengan upacara bendera. Nur Faisal mengatakan organisasinya sudah merancang beberapa program yang bertujuan untuk pengembangan potensi pemuda di Pamekasan. Beberapa kegiatan yang dirancang itu memiliki tujuan mengembangkan kemampuan yang dimiliki sehingga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Beberapa waktu, kata Faisal, sekitar 20 pemuda Pamekasan mengikuti pelatihan percetakan. Selain itu, organisasinya juga melakukan pelatihan peningkatan kapasitas secara mandiri. Ke depan, KNPI Pamekasan akan melaksanakan kegiatankegiatan yang bersifat penyadaran dan pengembangan potensi diri untuk pemuda. Pelatihan itu bertujuan untuk membentuk karakter pemuda seperti yang diharapkan para pejuang pemuda saat merebut kemerdekaan. (awa/muj/rah)

JAMAAH HAJI

Keluarga Dilarang Menjemput Jamaah Haji di Surabaya PAMEKASAN - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan meminta keluarga jamaah haji tidak melakukan penjemputan keluarga mereka yang baru datang dari tanah suci hingga ke Surabaya. Sebab, pemerintah sudah menyediakan fasilitas transportasi bagi para Jamaah Haji itu hingga ke kabupaten masingmasing. Pelaksana tugas Kapala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Pamekasan, Ahmad Nawawi mengatakan selain karena keadaan darurat, para jamaah dilarang dijemput di Asrama Haji. Hal itu untuk memudahkan proses pemulangan dan pendataan para jamaah setelah melaksanakan ibadah haji. Ia menjamin proses pemulangan itu akan berlangsung cepat, karena berkaitan dengan kedatangan jamaah kloter berikutnya. Sehingga keluarga jamaah tidak perlu menjemput hingga

ke Asrama Haji, karena hal tersebut akan mengganggu proses pemulangan. “Justru kalau keluarga jamaah berjubel hingga ke Asrama Haji,

akan menyulitkan petugas yang melakukan pendataan,” kata Nawawi. Menurutnya, yang diperbolehkan dijemput ke Asrama Haji adalah jamaah yang datang dalam kondisi sakit dan harus segera dirawat di rumah sakit. Namun, untuk hal tersebut, pihak keluarga akan mendapatkan pemberitahuan sebelumnya dari petugas haji. “Ada aturan khusus bagi jamaah yang dijemput keluarganya di Surabaya. Karena jika dijemput di sana akan menimbulkan perlambatan proses pemulangan jamaah dari Asrama Haji,” katanya. Sebanyak 1200 jamaah haji asal Pamekasan yang tergabung dalam kloter 35, 36, dan kloter 37 diperkirakan akan tiba di tanah air, pada hari Kamis tanggal 7 November mendatang, Para jamaah itu diperkirakan tiba di Pamekasan pada sore hari di waktu

yang sama, yaitu untuk kloter 35 pada pukul 15.00 WIB, kloter 36 pada pukul 17.00 WIB dan kloter 37 pukul 19.00 WIB. Rencannya mereka akan diturunkan di lima titik, yaitu di lapangan Pendopo Ronggosukowati, Arek Lancor, Lapangan Mako Brimob, UD. Chair, dan SD Plus Nurul Hikmah. Sedangkan untuk 104 jamaah kloter 63, diperkirakan akan tiba pada tanggal 18 November. Jamaah haji Pamekasan yang sudah berangkat tahun ini sebanyak 1.305 orang, dengan rincian Kecamatan Kota Pamekasan berjumlah 193 orang, Tlanakan 88 Orang, Proppo 179 Orang, Pademawu 115 orang, Galis 43 orang, Larangan 112 orang, Pengentenan 51 orang, Palengaan 246 orang, Pakong 36 orang, Kadur 36 orang, Waru 96 orang, Batu Mar-Mar 56 orang, dan Pasean 54 orang.(oni/ muj/rah)

PAMEKASAN - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan menyatakan kecil kemungkinan guru Madrasah Diniah (Madin) menerima tunjangan sertifikasi guru, seperti guru lembaga pendidikan formal. Sebab, lembaga pendidikan itu termasuk kategori lembaga pendidikan non formal yang status lembaganya tidak terdaftar secara resmi. Kepala Seksi Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantrean (PK Pontren) Kemenag Pamekasan, Akhmad Nawawi mengatakan peluang program sertifikasi untuk para guru Madin itu sulit diwujudkan, karena tidak ada ukuran formal yang bisa ditunjukkan oleh para pengajar di lembaga itu. “Ukurannya adalah ukuran non formal. Padahal untuk semua program pemerintah, harus memiliki ukuran formal yang diakui. Jadi kemungkinan untuk tunjangan itu sangat kecil,” katanya. Tunjangan yang bisa diharapkan, kata dia, hanya tunjangan yang bersifat kebijakan dari program daerah. Misalnya program bantuan dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten dan Kota. Ia mengakui banyak guru Madrasah Diniyah yang sudah bergelar sarjana. Namun di lembaga pendidikan tersebut, gelar kesarjanaan tidak terlalu dibutuhkan, melainkan kemampuan dalam ilmu keagamaan. Di Pamekasan jumlah guru Madrasah Diniyah diperkirakan mencapai 5088 orang yang tersebar di 848 lembaga pendidikan. Dari jumlah itu, yang sudah bergelar sarjana diperkirakan mencapai 1.272 orang. Dalam kesempatan terpisah, Ketua Forum Guru Madrasah Diniyah dan Kajian Kitab Kuning Kecamatan Pademawu, Muzammil Imron mengatakan seharusnya pemerintah tidak bersikap

diskriminatif terhadap lembaga diniyah. Sebab, pada dasarnya Madin merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan yang keberadaannya juga diakui di Indonesia. Menurutnya, meskipun masuk dalam kategori lembaga pendidikan non formal, namun Madin juga selektif dalam menentukan guru yang akan direkrut sebagai tenaga pengajar dan tidak asal-asalan.

Tunjangan yang bisa diharapkan, kata dia, hanya tunjangan yang bersifat kebijakan dari program daerah. Misalnya program bantuan dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten dan Kota. “Pemerintah bisa melakukan uji kompetensi bagi mereka yang akan diikutkan dalam program sertifikasi. Meskipun sertifikasi yang diberikan sifatnya tidak sama dengan sertifikasi untuk guru pada lembaga pendidikan formal,” katanya. Kepala Kemenag Muarif Tantowi menyatakan akan berjuang agar guru Madin juga mendapatkan tunjangan sertifikasi guru, meskipun nilainya tidak sebesar tunjangan sertifikasi yang diterima guru pada lembaga pendidikan formal. “Kami akan mencoba untuk menyalurkan aspirasi ini. Barangkali bisa diterima oleh pemerintah, karena pada dasarnya mereka juga guru yang menurut kami juga seharusnya diperlakukan sama,” katanya. (awa/ muj/rah)

GURU NGAJI

Kenaikan Tunjangan hingga 100 Persen PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berencana menaikkan nilai bantuan berupa tunjangan guru ngaji di wilayah itu. Besar kenaikan yang rencananya akan dilaksanakan tahun depan itu hingga 100 persen.

Dengan kenaikan nilai bantuan tersebut, maka dimungkinkan akan terjadi pengurangan penerima bantuan. Hal itu disebabkan keterbatasan kemampuan keuangan daerah sehingga akan dilakukan penyesuaian.

Amirusshaleh

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pamekasan, Amirusshaleh mengatakan rencana kenaikan itu dari Rp 200 perorang pertahun menjadi Rp 400 ribu perorang pertahun. “Harapan Bupati Pamekasan, nilai bantuan itu ditambah, karena nilai yang diberikan saat ini dianggap terlalu kecil,” katanya. Menurut Amirussa-

haleh, dengan kenaikan nilai bantuan tersebut, maka dimungkinkan akan terjadi pengurangan penerima bantuan. Hal itu disebabkan keterbatasan kemampuan keuangan daerah sehingga akan dilakukan penyesuaian. Ia menjelaskan untuk pelaksanaan bantuan guru ngaji tahun depan, pihaknya akan melakukan verifikasi data. Verifikasi itu akan dilakukan secara maksimal untuk memastikan pengurangan itu sesuai dengan kondisi yang ada. Amirusshaleh menjelaskan ada beberapa ketentuan guru ngaji yang berhak mendapatkan bantuan itu, antara lain guru ngaji bukan seorang yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan memiliki santri binaan minimal 10 orang. Ia mengakui pada pencairan bantuan tersebut beberapa waktu lalu masih banyak kesalahan data penerima, akibat terjadinya kesalahan saat verifikasi, sehingga masih ditemukan nama ganda dan nama guru ngaji fiktif. Penerima bantuan tunjangan guru ngaji tahun ini mencapai 7 ribu penerima. Pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk bantuan tersebut, sehingga masing-masing guru ngaji mendapatkan bantuan sebesar Rp 200 ribu dalam setahun.(oni/ muj/rah).


PAMEKASAN

13

SENIN 28 OKTOBER 2013 NO.0227| TAHUN II

PENERTIBAN PERAGA KAMPANYE

Satpol PP Menunggu Rekomendasi Panwaslu

HARGA GARAM NAIK. Pekerja mengangkut garam, di pegaraman Desa Baddurih, Tlanakan, Pamekasan, Jatim, Sabtu (26/10). Menjelang berakhirnya musim olah garam tahun ini, harga garam sedikit naik dari Rp 350 per kg menjadi Rp 420 per kg, namun begitu harga tersebut jauh dari harga ketetapan pemerintah sebesar Rp 750 per kg.

RS Waru Tak Beroperasi Perda dan Alkes Jadi Kendala Utama PAMEKASAN - Target Pemerintah Daerah Kabupaten Pamekasan yang akan mulai mengoperasikan Rumah Sakit Tipe D di Kecamatan Waru tahun depan tampaknya gagal, sebab akan terkendala aturan dan ketersediaan peralatan serta fasilitas. Padahal pembangunan rumah sakit tersebut sudah menghabiskan miliaran rupiah. Sampai saat ini, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Struktur Organisasi (SO) di rumah sakit tersebut masih dalam pembahasan dan belum disahkan sebagai Peraturan Daerah (Perda), sehingga pengoperasian rumah sakit tersebut belum memiliki payung hukum. Selain itu, anggaran untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) juga belum tersedia, sehingga sekalipun akan dioperasikan, belum ada peralatan medis yang bisa digunakan. Kepala Dinas Kesehatan

Pamekasan, Ismail Bey mengatakan instansinya masih mencari peluang untuk pengadaan alat kesehatan yang diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp 20 miliar. Anggaran tersebut tidak mungkin dibebankan kepada APBD Pamekasan secara keseluruhan. “Kami masih mencari kemungkinan mengajukan program pengadaan alat kesehatan melalui APBD Provinsi dan APBN selain dari anggaran yang dimiliki Pamekasan,” katanya. Sementara itu, Wakil Ket-

ua DPRD Pamekasan, Khairul Kalam mengatakan pihaknya mendukung upaya yang dilakukan Dinkes untuk tidak mengandalkan APBD Pamekasan dalam pengadaan alat kesehatan. Sebab kemampuan daerah itu untuk memenuhi kebutuhan peralatan medis tersebut sangat terbatas sehingga perlu dicari peluang lain. Khairul yakin pemerintah memiliki cara sendiri, untuk mengatasi kekurangan anggaran pengadaan Alkes tersebut. Dan DPRD akan memberikan dukungan agar mendapatkan kucuran anggaran dari APBD. Khairul menjelaskan saat ini pembahasan Rancangan Perda SO Rumah Sakit Waru tengah dalam pembahasan. Diperkirakan pembahasan itu akan tuntas akhir tahun ini. Rumah sakit tipe D di Kecamatan Waru dalam proses penyelesaian. Pembangunan

rumah sakit tersebut menghabiskan dana sebesar Rp 11 miliar untuk pembangunan gedung manejemen, ruang tata usaha, ruang rawat jalan, ruang farmasi, dan ruang laboratorium. Tahun ini pemerintah kembali menyediakan dana sebesar Rp 8 miliar untuk rumah sakit tersebut yang dipergunakan untuk pembangunan gedung rawat inap berlantai dua. Seluruh dana tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT). Rencananya, tahun depan beberapa fasilitas yang dibutuhkan akan dilengkapi. Diantaranya sarana instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), kamar mayat, tempat pencucian (laundry), dapur, musholla, tempat penyimpanan barang dan peralatan, tempat parkir, paving halaman, dan pagar. (awa/muj/rah).

PAMEKASANSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Pamekasan menyatakan sudah siap menertibkan alat peraga kampanye yang dinilai melanggar tinggal menunggu rekomendasi Panwaslu setempat. Kepala Satpol PP, Masrukin mengakui banyak pemasangan alat peraga kampanye yang diduga melanggar. Namun pihaknya tidak bisa menertibkan begitu saja, sebelum ada rekomendasi dari Panwaslu setempat. “Kami sifatnya masih menunggu rekomendasi Panwaslu. Kami tidak bisa bergerak sendiri, tetapi prosedurnya harus melalui rekomendasi Panwas. Jadi bukan karena tidak berani, tapi ada lahannya Panwas juga di situ,” katanya. Menurut Masrukin, penertiban alat peraga kampanye akan lebih mudah menyusul pembatasan pemasangan alat peraga yang ditentukan melalui sistem zona dan kampanye bersama yang digabung dengan partai politik (parpol). Apalagi, pengawasannya dilakukan secara berjenjang, sehingga pihaknya tinggal berkoordinasi dengan para camat dan aparat di bawahnya. Meski ketentuan pemasangan alat peraga kampanye dilakukan bersama-sama dengan parpol, masih terdapat beberapa caleg yang memasang alat peraga secara perorangan dengan memasang foto ukuran besar. Hal ini diduga sebagai salah satu upaya caleg untuk bersosialisasi dengan masyarakat di daerah pemilihan masingmasing. Ia menilai banyak pemasangan alat peraga yang dipasang perorangan ini terjadi karena mereka kurang paham tentang aturan kampanye. Namun demikian, ia yakin, alat peraga itu nantinya akan diturunkan sendiri, bahkan saat ini sudah ada yang dipindah bahkan diturunkan sendiri atau dipindah ke tempat lain. Masrukin menambahkan penertiban alat peraga kampanye di Pamekasan masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan para pihak, terutama dengan Panwaslu. Selama ini, koordinasi yang dilakukan masih sebatas komunikasi informal, sehingga perlu dilakukan secara resmi dengan melibatkan beberapa pihak termasuk parpol untuk membuat kese-

pakatan-kesepakatan. Upaya ini perlu dilakukan untuk menekan anggapan negatif saat penertiban nanti. Sebelumnya, Sapto Wahyono, Divisi Tindak Lanjut dan Penindakan Hukum Panwaslu Pamekasan mengatakan pihaknya belum mengambil tindakan terkait pelanggaran kampanye di Pamekasan, karena belum ada landasan hukum yang spesifik mengenai zona kampanye. Meliputi tempat mana saja yang dibolehkan dan yang dilarang untuk memasang alat peraga. Ia menjelaskan dalam PKPU nomor 15 tahun 2013 diantaranya menyebutkan bahwa pemasangan alat peraga ditempatkan di satu titik dalam satu desa. Sejauh ini, ketentuan yang sudah ditetapkan KPU Jawa Timur belum menentukan zona itu secara spesifik sehingga perlu dibuatkan penetapan secara khusus oleh KPU setempat. Oleh karenanya, pihaknya masih mengagendakan untuk melakukan rapat koordinasi dengan pengurus parpol, Pemkab Pamekasan, dan KPU setempat untuk membahas hal tersebut minggu depan. Undangan rakor itu sudah dikirim pekan lalu. Dari hasil rakor nanti, pihaknya akan menerbitkan rekomendasi ke KPU Pamekasan, agar dibuatkan SK penetapan zona kampanye secara spesifik, yang harus dipatuhi oleh semua pihak baik partai politik maupun para calon legislatif (caleg) di berbagai tingkatan. Setelah tercapai kesamaan persepsi mengenai titik yang boleh dan dilarang memasang alat peraga, pihaknya akan melakukan pemantauan. Dari hasil pemantauan itu, pihaknya baru akan menerbitkan rekomendasi kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar ditertibkan. “Kami hanya menyampaikan rekomendasi jika masih ada yang melanggar, setelah ada ketetapan zona kampanye yang lebih spesifik yang ditetapkan KPU Pamekasan. Karena kewenangan untuk menertibkan itu ranah Satpol PP,” katanya. Panwaslu Temukan Banyak Pelanggaran Sementara itu, Panitia Pengawas Pemilu Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menemukan banyak pelanggaran pemasangan spanduk dan baliho calon anggota leg-

SEREMONIAL

STAIN Gandeng Telkomsel Mengembangkan IT

PENGEBOMAN

Sekitar Lokasi Pengeboman Diawasi Polisi PAMEKASAN - Jajaran Polres Pamekasan di Pulau Madura, Jawa Timur, melakukan patroli ke lokasi pelemparan bom di Dusun Konkokon, Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, guna menjaga keamanan wilayah sekitar. “Yang melakukan patroli langsung ke Dusun Konkokon itu Kasat Reskrim, karena kasus pelemparan bom oleh pencuri sapi tersebut menjadi perhatian polisi,” kata Kasubag Humas Polres Pamekasan AKP Mariatun. Selain untuk mengamankan wilayah sekitar, aparat Polres Pamekasan terjun langsung ke Desa Kertega Tengah, Kecamatan Kadur, karena hingga kini situasi

dan keamanan masih belum pulih, bahkan masih terkesan mencekam.

Kasus pelemparan bom di Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Pamekasan itu dilakukan oleh kawanan penjahat saat hendak mencuri sapi milik warga. Pada malam hari warga takut keluar rumah, karena khawatir kawanan penjahat masih

berkeliaran melakukan pengintaian untuk mencuri lagi. Kasus pelemparan bom di Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Pamekasan itu dilakukan oleh kawanan penjahat saat hendak mencuri sapi milik warga. Aksi pencurian hewan ternak itu diketahui oleh pemiliknya Armuji, yang kemudian dilempar bom hingga menyebabkan tangannya nyaris putus. Armuji dilempar bom hingga tangannya nyaris putus saat dia hendak menyelamatkan dua ternak sapinya yang hendak dicuri. Saat itu, Armuji sedang tidur di kamar rumahnya. Tibatiba mendengar suara mencurigakan dari kandang sapi

miliknya. Ia lalu keluar dengan membawa lampu penerangan. Namun, saat hendak masuk ke kandang sapi miliknya, tiba-tiba si pencuri itu melempari dirinya dengan bondet atau bom rakitan berdaya ledak rendah. Saat bom meledak pencuri langsung kabur. Namun pelaku diduga juga terkena ledakan bondet, berdasarkan ceceran darah di sepanjang jalan yang dilalui penjahat itu. Menurut catatan polisi, kasus pencurian di Kabupaten Pamekasan marak, setelah Hari Raya Idul Adha 1434 Hijriah. Maraknya pencurian ini, tidak hanya di desa saja, akan tetapi juga di perkotaan. (ant/ rah)

islatif peserta Pemilu 2014 di sejumlah titik di wilayah itu. Ketua Panwaslu Pamekasan Zaini menjelaskan spanduk dan baliho yang masuk kategori melanggar dan banyak dipasang caleg partai politik peserta pemilu itu umumnya di perkampungan padat penduduk di dalam kota. “Akan tetapi, meski kami telah menemukan banyak pelanggaran, kami belum melakukan penertiban, karena kami masih akan berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk partai politik peserta pemilu,” kata Zaini. Ia menjelaskan langkah itu dilakukan Panwaslu, sebagai upaya untuk menyamakan pemahaman tentang ketentuan pemasangan alat peraga kampanye, baik berupa spanduk, baliho, ataupun berbagai jenis media kampanye lainnya. Spanduk dan baliho yang dipasangan para caleg dan melanggar ketentuan ialah di sepanjang Jalan Brawijaya Pamekasan. Di jalan ini, salah seorang caleg bernama Abdul Mukti dari Partai Golkar dengan nomor 2 memasang spanduk di sepanjang jalan dan memaku spanduk di pepohonan. Padahan pola pemasangan spanduk dengan cara memaku di pepohonan itu dilarang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yakni Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013. Selain itu, spanduk dan baliho yang dipasang caleg dengan nomor urut 2 di daerah pemilih (dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Pamekasan dan Kecamatan Tlanakan ini, bukan oleh partai politik melainkan oleh pribadi caleg. Spanduk dan baliho yang dipasang juga menggunakan foto, padahal sesuai dengan ketentuan itu dilarang. “Insya Allah Senin minggu depan ini kami akan melakukan rapat koordinasi dengan semua pihak, baik KPU maupun pengurus partai politik untuk menyamakan pandangan,” kata Ketua Panwaslu Pamekasan Zaini menjelaskan. Menurut Zaini, dalam rapat koordinasi itu, pihaknya juga mengundang KPU Provinsi Jawa Timur, semua kebijakan yang berkaitan dengan pemilu untuk Kabupaten Pamekasan oleh KPU Jatim. ((uzi/muj/ant/rah)

PAMEKASAN -Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Pamekasan terus berupaya menjadi yang terbaik dalam memberikan pelayanan kepada para mahasiswanya. STAIN yang merupakan satusatunya sekolah tinggi negeri di Pamekasan ini terus berinovasi dalam berbagai hal, termasuk dalam mengikuti perkembangan teknologi yang sangat pesat. Dalam pengembangan teknologi ini, STAIN Pamekasan menggandeng Telkolmsel yang dituangkan dalam penandatanganan

memorandum of understanding (MoU) tentang kerjasama pengembangan teknologi informasi berbasis online pada Sabtu (26/10) kemarin. Penandatanganan MoU ini dilakukan antara Ketua Stain Pamekasan Taufikurrahman dengan Agus Mulyadi vice presiden Telkomsel area 3 (Jawa-Bali), berlangsung di ruang media centre STAIN Pamekasan. Ali Humaidi, Kepala Pusat Informasi dan Publikasi STAIN Pamekasan mengatakan salah satu bentuk kerjasama dalam layanan sistem informasi dan komunikasi, Telkomsel telah menyediakan layanan sms

broadcast untuk pengiriman informasi akademis kepada para mahasiswa. Dengan sms broadcast ini, setiap mahasiswa dipastikan tidak akan pernah ketinggalan informasi kampus selama kartu yang diberikan secara gratis, bisa menerima pesan. Semua mahasiswa STAIN Pamekasan yang berjumlah sebanyak seribu mahasiswa lebih sudah menerima kartu perdana Telkomsel. Seluruh keluarga civitas akademika Unesa mendapat layanan Tarif Hebat (Hemat Antar Sahabat), yakni gratis telepon dan SMS selama 24 jam setelah isi ulang Rp 10 ribu, tiap bulan berlaku seterusnya selama kartu aktif. Ketua STAIN Pamekasan Taufikurrahman menyambut positif adanya kerjasama dengan Telkomsel ini, karena sangat menunjang civitas akademika STAIN Pamekasan dalam memanfaatkan sekaligus mengembangkan teknologi informasi. Ia berharap, kerjasama ini bisa dikembangkan dalam bentuk lain, seperti menjadi dosen tamu STAIN untuk memberi pencerahan kepada mahasiswa dalam bidang kewirausahaan ataupun teknologi informasi. (adv/uzi/rah)


14

SAMPANG

SENIN 28 OKTOBER 2013 NO. 0227 | TAHUN II

Jalan Provinsi Tanpa Rambu Lalin SAMPANG – Jalan Raya Desa Taddan hingga menuju ke Jalan Raya Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, kerap menjadi titik lokasi kecelakaan lalu lintas (lalin). Seringnya kecelakaan diduga karena tidak adanya rambu-rambu lalu lintas. Di titik lokasi memang tidak ada rambu-rambu lalu lintas. Tidak adanya rambu-rambu lalu lintas menyebabkan pengendara bebas melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi tanpa menghiraukan pengendara lain. Jika berkendara di malam hari kurangnya lampu penerangan menambah sering terjadinya kecelakaan. Abdul Muhyi (55), warga Desa Taddan, Kecamatan Camplong, mengatakan, seringnya kejadian kecelakaan yang tak jauh dari rumahnya itu selama ini karena minimnya kesadaran pengendara untuk mematuhi rambu-rambu yang ada. Namun, meski jalan raya tersebut merupakan jalan lurus bebas hambatan paling tidak harus ada rambu peringatan. "Kalau jalan di sekitar ini selain jalanya lurus tanpa ada hambatan memang ramburambu lalu lintas tidak ada sama sekali. Baik itu peringatan kalau lajunya harus dikurangi karena rawan kecelakaan maupun rambu lainnya," ucapnya sembari menunjukkan lokasi rawan kecelakaan. Tak hanya itu, beberapa

Sejumlah jalanan provinsi di Kabupaten Sampang, seperti di Jalan Raya Desa Taddan, Kecamatan Camplong, belum dilengkapi rambu-rambu lalu lintas. Tidak adanya rambu-rambu lalu lintas dinilai menjadi penyebab seringnya terjadinya kecelakaan. warga juga berharap kepada dinas terkait maupun aparat kepolisian agar senantiasa menjaga kewaspadaan keselamatan bagi pengguna jalan. Yakni, harus memberikan rambu lalu lintas sebagaimana digunakan di jalanan provinsi kota lainnya. "Ya meski terkadang kecelakaan di sini karena adanya human error, penyebabnya juga bisa faktor lainnya. Makanya kami harap pihak terkait selalu memberikan kewaspadaan pengguna jalan agar tidak terjadi yang tidak diinginkan. Karena warga ini kasian kalau selalu terjadi kecelakaan hingga merenggut jawa," terang Abdul.

Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Kabupaten Sampang Ali Wafa melalui Kabid Hubungan Darat, Fadheli membenarkan jika jalan provinsi di Jalan Raya Desa Taddan Kecamatan Camplong masih belum dilengkapi rambu-rambu lalu lintas. Tidak heran, selama ini saja jalanan kabupaten kota belum optimal dengan pemasangan ramburambu tersebut. Katanya, dirinya masih memprioritaskan pemasangan rambu di jalanan kota/kabupaten. "Kita prioritaskan dulu di jalan kabupatennya saja karena masih belum banyak pemasangan rambu - rambunya. Itu pun

masih belum mencukupi," katanya melalui saluran telepon. Ditanya pihak siapakah yang seharusnya mempunyai tanggung jawab semua ini. Fadeli menuturkan, jika untuk jalanan kabupaten/kota masih berada di pihaknya. Akan tetapi, dalam haal ini ketika jalanan provinsi merupakan tanggungjawab pihak Dinshubkomifo Provinsi. "Kalau urusan itu Dishubkominfo Provinsi yang merupakan pusat bukan pada pihak kami," jelasnya. Dirinya menambahkan, sesuai dari pengamatan pihaknya beberapa faktor kecelakaan merupakan banyak faktor lainnya. Di antaranya seperti, adan-

ya human error, tidak adanya lampu penerangan, minimnya rambu lalu lintas, serta tidak kurangnya penerangan marka jalan, menjadi penyebab dalam kecelakaan. "Banyak faktor nya dalam kecelakaan tidak hanya satu faktor saja," tuturnya. Menanggapi itu, Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar melalui Kasatlantas AKP Heri Siswo menjelaskan beberapa faktor dalam kecelakaan sangat banyak. Meliputi faktor human error, faktor alam, maupun faktor jalan. "Kalau penyebab banyak faktor karena adanya faktor jalan, human error, maupun faktor alam juga," singkatnya. (ryn/lum)

KRIMINAL

Tersangka Pengeroyokan Merasa Diperlakukan Sepihak

Muarrah menunjukkan luka memar dikakinya dan minta divisum, tetapi ditolak.

SAMPANG - Muarrah (30), tersangka pengeroyokan terhadap Suhri, warga Desa Banyuates Kecamatan Banyuates, mengaku diperlakukan sepihak oleh Polres Sampang. Padahal, menurutnya, ia juga sebagai korban dan kejadian tersebut bukan pengeroyokan melainkan tawuran. Muarrah menjelaskan, kejadian yang terjadi di Jalan Raya Banyuates depan Kantor Kecamatan Banyuates bukan pengeroyokan melainkan tawuran antar warga, karena pada waktu itu ia mengikuti massa yang jumlahnya sekitar 20 orang untuk mendatangi rumah Suhri. Pada saat itu Suhri juga menyiapkan massanya di depan kantor kecamatan. Massa yang datang dilempari batu oleh kelompok Suhri, sehingga massa diam dan mundur. Karena massa melihat ada botol kosong sehingga massa membalas dengan lemparan botol tersebut. Dari hal itu terjadilah saling lempar antara pihak Verry dengan pihak Suhri, dan pecahan botol tersebut dikira bom oleh Suhri dan melaporkan ke aparat

kepolisian dengan laporan pengeroyokan dan pengeboman. “Awalnya kami melihat massa mau menyerang Suhri, dan ternyata kelompok Suhri sudah berada di depan kantor Kecamatan Banyuates, karena dilempari batu

Surat pengaduan sudah kami masukkan dan dijanjikan hari Senin untuk menerima jawaban, dan kami tunggu hari Senin besok karena dia juga sebagai korban,”

Jalaluddin

Penasehat Hukum Muarrah oleh kelompok Suhri. Mereka diam dan berhenti sebentar, dan kami berusaha mengamankan senjata tajam (sajam) yang berada dikerumunan massa. Tiba-tiba, saya yang dilaporkan melakukan

pengeroyokan dan pengeboman, dan apabila itu betul bom maka saya yakin sudah banyak yang terbunuh,” jelasnya kepada wartawan. Ia mengaku sebagai korban dari tawuran tersebut karena dia ketika dilakukan pemeriksaan terdapat luka memar dikakinya Dan dia juga meminta untuk divisum kepada penyidik ketika berada di dalam tahanan, tapi ketika hal itu disampaikan oleh penyidik ke kasat reskrimnya mereka tidak berkenan dan dia terus berupaya untuk melaporkan pengaduannya tersebut karena mendapatkan perlakuan sepihak. Sementara Penasehat Hukum Muarrah, Jalaluddin, mengatakan, sudah memasukkan surat pengaduan tersebut dan dijanjikan hari Senin untuk menerima jawaban karena menurutnya Muarrah sebagai korban. “Surat pengaduan sudah kami masukkan dan dijanjikan hari Senin untuk menerima jawaban, dan kami tunggu hari Senin besok karena dia juga sebagai korban,” ucapnya. (jun/lum)

REGENERASI KEPEMIMPINAN

Jadwal Pelantikan Kades Dianggap Menabrak Perda SAMPANG - Tiga perwakilan warga Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, Jumat (25/10) sekitar pukul 10.00 WIB, mendatangi Kantor Pemkab Sampang. Kedatangan perwakilan warga menyusul adanya permintaan warga untuk menanyakan kejelasan pelaksanaan pelantikan kepala desa (kepdes) setempat. Kabar pelaksanaan pelantikan hari ini (28/10) dianggap telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2006 tentang Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan, dan Pemberhentian Kepala Desa. Abdul Munip (40), Koordinator warga Desa Bira Barat Kecamatan Ketapang, mengatakan, desanya memang telah melaksanakan pilkades. Kabar yang beredar bahwa hari ini pelaksanaan pelantikan dinilai telah melanggar. "Itu jelas telah melanggar Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2006," ucapnya usai menemui Bupati Sampang A Fannan Hasib. Jika mengutip perda tersebut, lanjutnya, sudah jelas pelantikan kepala desa bisa di-

Perwakilan warga Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, mendatangi kantor Pemkab Sampang. Mereka meminta kejelasan pelantikan kades yang dinilai telah melanggar perda. lakukan jika masa jabatan Kepala Desa lama sudah berakhir.

Sementara masa jabatan Kepala Desa Bira Barat masih akan ber-

akhir 22 November mendatang. "Masak kepala desa yang baru

mau dilantik padahal kepala desa lama belum berakhir masa jabatannya, karena kita melihat perdanya itu," jelasnya. Tak hanya itu, perwakilan warga juga menuntut ketegasan Pemerintah Daerah agar segera menindak tegas terhadap Panitia Pelaksanaan Kepala Desa (P2KD) setempat yang meminta uang pendaftaran senilai sebesar 25 juta terhadap bakal calon kades. Menangggapi itu, Bupati Sampang A Fannan Hasib berjanji akan mengkaji ulang. Jika pelantikan yang akan dilakukan terhadap kades terpilih melanggar perda akan ditunda sesuai ketetapan. "Ya masih akan kita kaji ulang apakah memang benar telah melanggar Perda atau tidak," singkatnya, seusai bertemu dengan perwakilan warga itu. Berdasarkan dilapangan, selama ini yang menjadi polemik mengenai pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Sampang gerus mencuat. Penyebabnya utama adalah P2KD yang diduga tidak transparan. (ryn/lum)

PASCA PENANGKAPAN AWAK KAPAL

Banyak Perahu yang Tidak Beroperasi SAMPANG - Sejumlah pemilik perahu pengangkut pasir di Pelabuhan Tanglok terpaksa menghentikan pengangkutan pasir dari Kabupaten Probolinggo pasca penangkapan enam awak kapal. Mereka ditangkap karena diduga tidak mengantongi surat izin pengangkutan pasir. Aktivitas pelabuhan lumpuh. Pantauan Koran Madura di Pelabuhan Tanglok, pasir yang biasanya menumpuk dan dipadati oleh pekerja pengangkat pasir tiba-tiba sepi dan tidak ada aktivitas pengangkutan pasir. Perahu pengangkut pasir tidak beroperasi pasca penangkapan perahu pengangkut pasir dan pemilik perahu. Merasa merasa kebingungan untuk mengoperasikan kapalnya padahal surat-surat dari Polairut dan Syahbandar Kabupaten Probolinggo sudah lengkap. Salah satu pemilik perahu pengangkut pasir, Zaini, mengatakan, sudah satu minggu menghentikan pengangkutan pasir dilakukan pasca penangkapan enam perahu oleh Polisi Air Laut (Polairut) dan dari Dishub Sampang, karena banyak pemilik perahu yang masih belum melengkapi surat izin. Akibatnya, aktivitas di Pelabuhan Tanglok lumpuh. Menurutnya, surat izin apalagi yang harus dilengkapi karena selama memulai pekerjaan tersebut dari puluhan tahun tidak pernah ada masalah karena mereka bukan melakukan penambangan pasir akan tetapi mengulak pasir dari Kabupaten Probolinggo. “Selama kami mengangkut pasir surat-surat seperti izin dari Polairut dan Syahbandar Kabupaten Probolinggo sudah lengkap. Kami tidak melakukan penambangan, kami hanya bekerja mengulak pasir sedangkan nota pembeliannya juga ada terus izin apa lagi,” paparnya kepada wartawan. Lanjut Zaini ketika paasirnya tiba di Pelabuhan Tanglok lahan penempatan pasir juga membayar dengan ukuran 6x8 meter sebesar Rp 1. 600.000 dan setiap sandar sebesar Rp 32.500. Dalam pengangkutan pasir, ia bisa mempekerjakan sebanyak 15 sampai 24 orang dengan upah sebesar Rp 450 000 per perahu dan ini bisa meningkatkan ekonomi warga sekitar pelabuhan dan dari luar pelabuhan. “Untuk sekarang semua pekerja kasar sulit mendapatkan pekerjaan dan banyak menganggur apalagi untuk makan, untuk memberikan uang saku kepada anaknya ketika mau berangkat sekolah saja sudah susah,” ucapnya dengan perasaan bingung. Sementara Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi melalui Kabid Laut Chotibul Umam mengatakan tidak menghentikan pengoperasian perahu pengangkut pasir. Cuma disuruh untuk melengkapi surat izin antar kabupaten, dan dia tidak mengakui kalau pemilik kapal di pelabuhan tanglok banyak yang tidak beroperasi. “Ada surat-surat dokumentasi yang harus dilengkapi setelah dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian dan sekarang sudah melengkapi semuanya,” ucapnya. (jun/lum)

TEMBAKAU

Harga Tembakau Tak Lagi Mahal

Pedagang tembakau melakukan pengirisan tembaku di Dusun Bajik, Kelurahan Karang Dalem. SAMPANG – Beberapa waktu lalu, harga tembakau agak mahal dibandingkan musim lalu. Namun, belakangan ini harganya tak lagi membanggakan. Harganya berkisar Rp 23 ribu sampai Rp 33 ribu per kilogram. Pedagang tembakau di Kelurahan Karang Dalem, Kecamatan Kota Sampang, mengeluh dengan harga yang sangat murah. Katanya, harga tersebut tidak seimbang dengan biaya yang mereka keluarkan. Djauhari (50), pedagang tembakau Dusun Bajik Kelurahyan Karang Dalem mengatakan, harga tembakau saat ini berkisar Rp 23 ribu sampai Rp 30 ribu. Harga tersebut tidak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan untuk membayar pekerja. “Sampai sekarang harga tembakau masih belum ada perubahan dan harganya pun masih sangat murah. Padahal, kami juga harus membayar sejumlah pekerja yang setiap harinya mengumpulkan tembakau dengan cara membalut serta pengirisan dan hasilnya nanti harus dijemur. Sehingga, ini harus ada peran pemerintah yang bisa menyelamatkan harga tembakau,” ujarnya kepada Koran Madura. Hal senada juga di ungkapkan oleh Hatimah (45). Ia mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 7 juta. Jika terus dibiarkan maka kemungkinan besar akan terus mengalami kerugian karena sebagai pedagang harus bisa memutar uang untuk membeli tembakau petani dan membayar pekerja. “Untuk sekarang saja, kami sudah rugi sebesar Rp. 7 juta. Apalagi nanti karena kami sampai sekarang masih terus membeli tembakau milik petani,” ucapnya. Menurut Hatimah, kualitas tembakau di Kabupaten Sampang cukup baik, namun masih saja harganya murah. Untuk mendongkrak harga, pemerintah harus turun tangan dan bisa menekan pihak gudang. (jun/lum)


BANGKALAN

15

SENIN 28 OKTOBER 2013 NO. 0227 | TAHUN II

MUSIM HUJAN

Status Darurat Dicabut, Kiriman Air Bersih masih Dibutuhkan BANGKALAN - Kendati status darurat kekeringan untuk kabupaten Bangkalan telah berakhir pada tanggal 5 Oktober lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan mengaku masih terus menyalurkan droping air bersih ke beberapa daerah wilayah setempat. Sebab sekalipun hujan mulai turun beberapa waktu terakhir tidak membuat kekeringan teratasi dan kebutuhan kiriman air bersih masih sangat tinggi. "Kami tetap salurkan air ke beberapa wilayah yang ditetapkan sebagai daerah darurat kekeringan," ungkap Kepala BPBD Bangkalan, WH Hidayat. Menurutnya, berakhirnya siaga bencana kekeringan tidak lantas membuat pihaknya berdiam diri dan menyudahi pengiriman bantuan air bersih bagi warga di 17 kecamatan. BPBD menilai hujan yang turun beberapa hari terakhir, belum menuntaskan kondisi kekeringan yang terjadi, sehingga masih dirasa perlu untuk melakukan pengiriman air lebih lanjut. “Hujan yang turun beberapa hari belakangan ini sifatnya sporadis dan hanya terjadi di beberapa lokasi tertentu saja, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan akan air bersih bagi warga yang tengah tertimpa kekeringan,� terangnya. BPBD memprediksi bahwa kondisi kemarau yang disertai kekeringan di beberapa lokasi di Bangkalan masih akan terus terjadi hingga akhir tahun 2013 ini. Dengan demikian, bagi daerah yang terkena dampak kekeringan akan tetap mendapatkan perhatian serius, agar kebutuhan air bersih tetap tercukupi. Sebab, kebanyakan daerah yang dilanda kekeringan sangat bergantung terhadap droping air yang selama ini dilakukan oleh BPBD. "Tetap akan menjadi perhatian bagi kami, sampai kekeringan benar-benar tuntas," tegasnya. Perlu diketahui, BPBD Kabupaten Bangkalan, sejak 29 Agustus hingga 5 Oktober 2013 lalu menetapkan dari 18 Kecamatan dan 281 desa yang ada, 159 Desa di 17 Kecamatan mengalami bencana kekeringan. Salah satu daerah yang terkena dampak kekeringan yaitu Kecamatan Konang. Untuk mencukupi kebutuhan air, masyarakat setempat harus menempuh jarak sejauh 3 kilometer dengan menggunakan gerobak yang diisi bul (tong air). Bahkan, harus menempuh jalanan yang berliku dan berbatu.(dn/rah)

KERING.Warga Kampung Jelgung Kecamatan Konang saat mengambil air bersih dengan gerobak yang diisi bul (tong air).

Tiga SKPD Berpotensi Direlokasi Aktivitasnya Mengganggu Proses Kegiatan Belajar Mengajar BANGKALAN – Ada tiga satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang terancam akan direlokasi, karena keberadaannya dianggap mengganggu konsentrasi pendidikan. Ketiga SKPD tersebut adalah PU Binamarga dan Pengairan, PU Cipta Karya, dan Dinas Pendapatan. Karena jarak ketiganya berdekatan dengan lembaga pendidikan, diyakini aktivitas ketiga SKPD tersebut dapat mengganggu proses belajar mengajar (KBM), sehingga ketiganya berpotensi direlokasi. "Sepertinya memang pernah

ada wacana tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bakal direlokasi ke tempat yang lebih strategis. Lalu, bekas lahannya bakal dipakai SMAN 1 Bangkalan," kata Kabid Sarana dan Prasaran Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Bambang Budi Mustika, kemarin.

Akan tetapi, menurutnya, untuk lokasinya, bakal direlokasi kemana, sejauh ini masih belum diketahui. Sebab, lokasi strategis masih menjadi perencanaan pemerintah. Adapun, saat ini pemerintah hanya bisa merelokasi Dinas Kesehatan yang sebelumnya berdampingan dengan RSUD Syamrabu. Lokasinya akan dipindah ke daerah Burneh di Jalan Halim Perdana Kusuma. Hingga saat ini masih dalam proses pembangunan.

Untuk itu, jika ketiga SKPD yang dimaksud jadi terealisasi, otomatis akan ditempati dengan SMAN 1 Bangkalan, yang tempatnya masih terlalu sempit. untuk ukuran ideal lembaga pendidikan menengah keatas seluas 2 hektar, dan untuk Sekolah Kejuruan seluas 3 hektare. Sementara luas dari SMN 1 Bangkalan sendiri tidak sampai 2 hektare. Dia menjelaskan merelokasi lembaga pendidikan lebih rumit jika dibandingkan dengan merelo-

lasi lembaga pemerintah. Banyak hal yang menjadi pertimbangan. Pilihan yang tepat memang memindahkan lokasi lembaga pemerintah. Sebab, memindah lokasi yang baru jaraknya tidak boleh jauh dengan lembaga yang lama. Kemudian luas lahan yang baru, harus lebih luas dari yang lama. Selain itu, tidak boleh berdekatan dengan lembaga pendidikan. "Bisa dikatakan memindah lembaga pemerintah lebih mudah dibandingkan merelokasi lembaga pendidikan," ucapnya. (ori/rah)

POTENSI KEMISKINAN

Tiga Kabupaten di Madura Berstatus Daerah Tertinggal BANGKALAN - Tiga kabupaten yang ada di Madura dinyatakan masih tertinggal dibandingkan kabupaten lain yang ada di Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Helmy Faishal saat berkunjung ke Bangkalan. Tiga kabupaten tertinggal itu diantarnya kabupaten Bangkalan, Sampang, dan Sumenep. Sedangkan kabupaten Pamekasan statusnya sudah bukan tertinggal lagi, melainkan telah berkembang. Menurutnya, adanya potensi yang ada di Madura belum bisa dimaksimalkan pengelolaannya. Padahal, di

Di sini ada minyak yang melimpah, ada juga potensi wisata dan Budaya yang bisa menjadi komoditas unggulan pariwisata. Belum lagi hasil garamnya,"

Helmy Faishal Menteri PDT

pulau Madura terdapat banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan untuk memajukan Madura.

"Di sini ada minyak yang melimpah, ada juga potensi wisata dan Budaya yang bisa menjadi komoditas unggulan

pariwisata. Belum lagi hasil garamnya," ungkap Helmy. Untuk itu pentingnya etos kerja dan jiwa religius yang dimiliki masyarakat Madura menjadi modal penting dalam memajukan pulau ini ke depan. Dengan itu masyarakat bisa membangun daerah agar tidak menjadi tertinggal. Dirinya juga menilai pentingnya Expo yang dilakukan kementerian PDT, tak lain agar dapat mengenalkan Madura kepada masyarakat luas yang ada di Indonesia. Khusus di Kabupaten Bangkalan merupakan lokasi yang strategis dalam mempercepat pengembangan da-

erah. Sebab paling dekat dengan akses Suramadu yang menghubungkan pulau Madura dengan Jawa, sehingga dapat mempermudah akses dengan kabupaten lainnya. Dia menyatakan Bangkalan yang bisa diakses dari berbagai penjuru nusantara tidak semestinya masuk dalam kategori daerah tertinggal. Apalagi daerah ini sangat dekat dengan kota maju seperti Surabaya yang memiliki segala bentuk aspek ekonomi. "Dengan adanya jembatan Suramadu seharusnya bisa mampu memajukan kondisi Madura, terlebih Bangkalan," ujarnya. (ori/rah)

GERAK JALAN HARI LISTRIK NASIONAL. Karyawan PLN mengikuti gerak jalan di Kantor PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang, Gambir, Jakarta, Minggu (27/10). Gerak jalan dalam rangka Hari HUT ke-68 Hari Listrik Nasional yang mengangkat tema Menerangi Negeri dengan Kemandirian Produk Bangsa tersebut diikuti sekitar 5.000 karyawan PLN.

LISTRIK KETERBATASAN FISIK

Sofi Mahir Membatik dengan Satu Tangan BANGKALAN - Memiliki tubuh yang tidak sempurna kadang membuat seseorang putus asa untuk berkarya. Namun, tidak dengan Sofi (33) meski hanya memiliki satu tangan, justru menjadikan dirinya termotivasi untuk berkarya. Hal itu, dibuktikan dengan kemahirannya membatik hanya menggunakan tangan kiri. Keterbatasan yang dimiliki dijadikan suatu kelebihan oleh Sofi. Jadi, fisik tidak sempurna bukan alasan untuk tidak berkretifitas. Perempuan murah senyum ini, terlahir di kampung batik, Desa Paseseh Tanjung Bumi. Dari kampung tersebut, Sofi mulai membatik sejak usia 9 tahun. Ia membatik hanya dengan satu tangan (tangan kiri), karena Sofi memang tidak memiliki tangan kanan sejak lahir. Namun, karyanya tidak kalah dengan pembatik lainnya. Bahkan, batik karyanya lebih halus dibanding dengan rekannya yang menggunakan dua tangan. "Saya membatik sejak usia 9 tahun, meski dengan kondisi terbatas saya tidak putus asa," ujarnya tersenyum. Perempuan yang juga

berprofesi sebagai guru ngaji ini mengaku belajar membatik dari ibunya sejak kecil, karena tidak ada aktivitas lain selain hanya membatik. Membatik bagi Sofi sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Sofi terlihat sangat cekatan dan lihai saat menggoreskan malam di atas kain putih yang sudah ada motifnya. Kelihaian dalam membatik dengan tangan kiri mengundang decak kagum orang-orang. "Membatik telah menjadi bagian hidup saya sehari-hari," tuturnya sambil memperlihatkan hasil batik tulisnya. Perempuan lajang ini, sangat menikmati dan mencin-

KREATIF. Sofi (baju merah) memiliki kelebihan dalam membatik meski hanya menggunakan satu tangan. tai dunia membatik. Banyak karya batik Sofi yang di pesan orang-orang dari luar Madura. Diantaranya, Kota Jakarta, Surabaya, dan Kalimantan, bahkan karyanya diminati oleh pecinta batik dari Malaysia. Dari hasil membatik, Sofi dapat membantu adik dan ponakannya yang saat ini masih mengenyam pendidikan di

salah satu pondok pesantren. Kegigihan dan keyakinan yang kuat membuat Sofi tidak pernah menyerah untuk berkarya. Ia memiliki tekad yang kuat dan ingin membuktikan bahwa terlahir dengan tidak sempurna bisa melakukan apa yang dapat dilakukan oleh orang yang terlahir dalam kondisi

sempurna atau bahkan melebihinya. Setiap sesuatu, kata Sofi, memiliki kelebihan sesuai keadilan Tuhan. "Kuncinya adalah keyakinan yang kuat, karena itu tekad saya," tuturnya sambil meniupkan malam ke atas permukaan kain yang telah digambar sebelumnya. (dn/rah)

Kinerja PLN Dinilai Semakin Tak Profesional BANGKALAN - Kinerja PLN Bangkalan makin menjadi sorotan publik. Sebab belakangan ini, listrik sering padam mendadak. Dalam satu pekan, listrik mati bisa mencapai dua kali. Matinya listrik tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dari pihak PLN, sehingga sangat mengganggu. Kejadian tersebut sering dialami warga Kota Bangkalan, tepatnya kelurahan Kemayoran. "Jika dilakukan perbaikan ya jangan saat waktu sakral. Menjelang waktu Isya tiba, dipastikan listrik mati," keluh, Khairur Rozi, warga Jalan Sidingkap, kelurahan Kemayoran. Dirinya menilai dalam hal ini PLN tidak profesional dalam mengelola jaringan, jika selalu mengalami gangguan listrik. Menurutnya, harus ada konsekuensi yang harus dilakukan oleh pihak PLN. Sebab pelanggan yang telat membayar juga terkena denda. Selain itu, hal senada juga diungkapkan Toyib. Dirinya menilai PLN tidak profesional dalam mengelola jaringan listrik. Sebab matinya listrik se-

ring terjadi. "Seakan-akan kejadian mati listrik secara tiba-tiba menjadi hal yang disengaja. Karena waktu dan kondisinya dipastikan sama kejadiannya," terangnya.

Jika dilakukan perbaikan ya jangan saat waktu sakral. Menjelang waktu Isya tiba, dipastikan listrik mati,"

Khairur Rozi Warga

Dia berharap agar kejadian semacam itu tak terulang kembali. Sebab matinya listrik hanya terjadi di daerah tempat tinggalnya, sedangkan di kampung yang berbeda tidak mengalami kejadian serupa. "Jika itu memang gangguan pada jaringan harusnya segera diperbaiki," pintanya. (ori/rah)


Iklan dan berlangganan 0328-6770024 / 081931012753

16 16

Biro Sumenep 081939363544 Biro Pamekasan 087850600243 Biro Sampang 087775094464 Biro Bangkalan 087750670878 Biro Surabaya 081330903119 Biro Probolinggo 081336379769

SENIN 28 OKTOBER 2013 NO.0227| TAHUN II

Liputan Khusus

Alam Mendedahkan Toleransi Selain mengajarkan kedamaian, alam juga mengajarkan toleransi. Rasa toleransi sangat penting dalam kehidupan manusia, baik dalam berkata maupun dalam bertingkah laku. Toleransi berarti menghormati dan belajar dari orang lain, menghargai perbedaan, menjembatani kesenjangan budaya, sehingga tercapai kesamaan sikap. Toleransi juga merupakan awal dari sikap menerima bahwa

perbedaan bukanlah suatu hal yang salah, justru perbedaan harus dihargai dan dimengerti sebagai kekayaan. Itulah yang disampaikan Pemimpin Redaksi (Plt) Koran Madura, Zeinul Ubbadi. Menurut mantan aktivis di era 2000an ini, banyak hal yang bisa diambil dari sajian alam. Pada kehidupan yang terjadi di sekitar alam, kehidupan seperti pelangi dan penuh warna-warni. Itulah sebabnya, aktivis KMPP

ini meminta jurnalis harus berdamai pada keadaan. Sehingga, sesuatu yang mungkin tidak disukai secara subyektif, bagi seorang jurnalis harus dimaknai sebagai sesuatu yang terhormat dan tetap diabadikan baik dalam narasi atau gambar. Pada perbedaan ras, suku, agama, adat istiadat, cara pandang, prilaku, pendapat dan lain sebagainya, dia menganggap perbedaan itu sebagai keragaman. Pada liputan tertentu, sangat mungkin jurnalis secara pribadi merasa tidak suka. Tetapi tugas jurnalis, katanya, melampaui ketidaksukaan yang sifatnya subyektif. Dengan begitu, obyektivitas muncul dan netralitas terjadi. “Jurnalis itu seperti satu cermin dengan banyak bayangan. Karena itu, jurnalis harus bisa apa saja,” katanya di areal Gunung Bromo, Probolinggo, di hadapan jurnaslis peserta Orientasi Jurnalisme Alam. (rah)

Spiritualitas di Kaki Bromo Pura Luhur Poten Bromo yang dibangun di kaki Gunung Bromo, merupakan pusat sembahyang umat Hindu, khususnya di Tengger. Semua umatnya datang ke tempat ini, untuk menghaturkan rasa syukur atas karunia dan rezeki yang telah mereka terima. Bahkan, para pedagang ikut meramaikan. Puluhan kios berderet di dekat Pura Luhur Poten Bromo, menyajikan berbagai dagangan. Konon keberadaan para pedagang tersebut menjadi semacam pertanda bagi masyarakat Tengger, apakah hidup mereka selanjutnya akan membaik atau tidak. Jika barang dagangan tidak habis dan pedagang mendapat untung, diyakini ke depan masyarakat Tengger akan makmur. Namun jika barang dagangan habis, itu pertanda musim paceklik akan tiba. Sembahyang, memiliki pengertian melakukan pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kitab suci Veda menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan yang menguraikan tentang sembahyang dikelompokan ke dalam ilmu yang disebut Upasana. Dalam bahasa sansekerta kata Upasana diartikan sebagai pelayanan, kebaktian dan pemujaan. Veda adalah kitab yang mengajarkan ajaran suci tentang kewajiban untuk melakukan sembahyang. Dalam veda juga disiratkan mengenai cara-cara lain untuk mendekatkan diri dengan Tuhan, seperti dengan “Jnana” yaitu mendalami ilmu pengetahuan, melaksanakan tapa, brta, yoga dan Samadhi raja, berbuat (karma), dan sujud bhakti yoga. Petikan sloka di atas menjelaskan bahwa Tuhan akan memberikan penghargaan yang tinggi kepada setiap umat yang mau mengabdikan diri, menyerahkan diri secara total dan melaksanakan sujud bhakti kepada

Tuhan. Pahala yang diterima oleh orang yang melaksanakan pemujaan secara penuh kepada-Nya adalah pahala yang tertinggi. Jalan bhakti dan upasana adalah jalan yang paling mudah dan paling umum dilaksanakan dalam masyarakat. Caranya adalah dengan melakukan pemujaan kepada Hyang Widdhi dan yakin bahwa yang dipuja (Hyang Widhi) itu ada serta merasa diri jauh dari kesempurnaan. Menurut salah satu peserta sembahyang, Wardana, terdapat beberapa hal yang terkandung dalam aktivitas sembahyang. Di antaranya, sembahyang sebagai suatu pernyataan bahwa umat sedharma memiliki keyakinan. Selain itu, sembahyang merupakan suatu pernyataan dari umat bahwa dirinya menyadari akan keterbatasan dan kelemahan yang dimilikinya. Begitu pula, sembahyang merupakan salah satu wujud dari aktivitas hidup manusia beragama. “Sembahyang dapat mengantarkan umat untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin,” katanya sesaat sebelum sembahyang dimulai. (rah)

Pelangi dan Warna-warni. Para peserta orientasi Jurnalisme Alam memanfaatkan pengunjung wisata Gunung Bromo sebagai model dadakan untuk dipotret dari berbagai pose oleh fotografer Koran Madura. Tampak sejumlah remaja putri ceria melihat hasil jepretan wartawan dari berbagai sudut pandang dan dengan berbagai alat potret mulai dari kamera digital, tab, ponsel, dan handycam.

Menggagas Jurnalisme Alam Jurnalistik, seringkali dipahami publik sebagai media yang memberitakan masalah. Membacanya, seakan-akan menyebalkan terutama bagi pihak yang terlibat (aktif-negatif) di dalam pemberitaan itu. Padahal, jurnalisme tidak seperti itu, setidaknya tidak selalu seperti itu. Ada sisi-sisi menak dari jurnalistik sebagai “pasar” atau yang lebih luas dari pasar, super market. Publik mencari apa saja di sana pasti ada, tersaji, dan tersedia. Meski begitu, masih ada media yang justru memanfaatkan malangnya seseorang sebagai keuntungan, terutama untuk memojokkannya untuk kepentingan tertentu dan karenanya media dengan species ini menjadi tidak netral dan, maaf, melacurkan idealisme. Media seharusnya kembali kepada fungsinya yang berguna untuk memberikan bacaan yang rekreatif, edukatif, dan informatif. Ini saja tidak cukup karena media harus inovatif, kreatif, dan inspiratif. Dari konteks ini, media ketika libur atau karena sesuatu dan lain hal tidak berada di tangan pembacanya, publik akan merasa rindu serta kehilangan. Sebab, media dimaksud mengusung sebagai media yang inspiratif (inspiring journalisme), penebar jurnalisme damai (peace journalism), dan berpijak kepada yang ada dan memang begitu yang terjadi

(jurnalisme alam). Inilah pentingnya mengapa jurnalis harus berguru kepada alam. Alam pada akhirnya mengajarkan apa yang ada dan yang terjadi di situ. Pepatah pun menyarankan agar berkursus pada alam karena pengalaman adalah guru yang terbaik. Dalam banyak hal, pengalaman (experience) merupakan proses pembentukan dan pematangan sesuatu untuk menjadi lebih baik. Dari alam inilah kemudian dirajut huruf, dirakit kata dan ditata kalimat yang baik dan benar. Sehingga, publik yang dididik ranah kognitifnya merasa berdarah pada tubuh yang terluka. Tetapi harus diakui ada sebagian media yang menggergaji jasad, tubuh terluka pada bekas yang tidak tertata. Dalam hal bagaimana publik merasa senang dan belajar mertawakan sendiri, Koran Madura bersama seluruh kru beranjak ke padang pasir dan kaldera di sekitar gunung Bromo, Probolinggo (25-26/10). Pada alam yang indah, jurnalis dididik untuk menulis yang ditemukan dengan bahasa yang mungkin

berbeda. Pada tekstur kalimat yang tidak sama itu, satu hal yang disimpulkan publik, indah; tergantung bagaimana mengilustrasikannya ke dalam bahasa yang dekap kepada pembaca. Catatan-catatan pengalaman tersebut pada akhirnya menjadi curikulum vitae, track record, jam terbang, jurnal sains, jurnalis alam, autobiografi, sejarah atau sekedar catatan perjalanan seorang traveller. Seluruhnya mengacu pada pengalaman yang terjadi baik dalam rentang waktu pendek maupun yang berlangsung dalam tempo lama dan lintas masa dan peradaban manusia.

Sebuah Arti Dalam Sesaji

Sajen, atau sesaji sebagai sarana penanda pikiran dan perasaan manusia sebagai ungkapan rasa bakti kepada Tuhan. Ungkapan tersebut berbentuk doa dan harapan yang diwujudkan secara visual dan dikomunikasikan

secara religius kepada kekuatan positif dan negatif alam. Sesaji bertujuan permohonan keselamatan, persaksian, pembersihan dan kedamaian. Sesaji dipersembahkan kepada Tuhan, dewa, roh leluhur. Jenis dan bentuk

sesaji yang dipersembahkan berupa bunga yang bermakna cinta kasih, ketulusan, rasa hormat. Buahbuahan memiliki makna hasil jerih payah manusia di dalam berkerja yang akan dipersembahkan. Air meru-

Alam dan kata pengalaman dalam bahasa Indonesia bisa dipahami sebagai sesuatu yang berdekatan dengan kata mengalami yang walaupun berbeda watak (pasif dan aktif) keduanya berasal dari akar kata yang sama yaitu alam. Sehingga pesan dari pepatah “pengalaman adalah guru yang terbaik” menuntun kita agar mampu belajar dan berguru pada alam, termasuk jurnalis sebagaimana yang diusung Koran Madura untuk melengkapi jurnalisme damai (peace journalism) dan jurnalisme inspiratif (inspiring journalism) khususnya di Madura, Jawa Timur, dan Indonesia. (tim)

pakan sarana penyucian jiwa dan badaniah seseorang. Api yang di simbolkan dalam bentuk dupa yang memiliki makna sebagai peghubung antara pemuja dengan yang dipuja, sebagai saksi penghantar persembahan, serta penetalisir dari roh-roh jahat. Beras sebagai lambang kemakmuran dan kesuburan. Selain itu, minyak wangi sebagai lambang ketenangan jiwa, pengendalian diri, serta sebagai penambah kaharuman dari sesajen. Makanan berupa roti dan makanan tradisional lainnya merupakan makna dari hasil kreatifitas dan pengetahuan manusia, dan sebagai pelengkap dan memperindah isi dari sesajen. Sedangkan uang sebagai lambang dari kemakmuran. Berbagai macam tata cara pemberian sesaji yang dilakukan yaitu pada saat persembahyangan dengan meletakkan sesajen pada padmasana dan penglurah. “Semua bersumber dari alam,” kata Yanti, salah seorang peserta sembahyang di kaki Gunung Bromo kepada Koran Madura. (rah)

e Paper Koran Madura 28 Oktober 2013  

Satu Hati untuk Bangsa

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you