Issuu on Google+

1

SENIN 25 MARET 2013 NO. 0082 | TAHUN II Koran Madura

SENIN

Harga Eceran Rp 2500,- Langganan Rp 50.000,-

25 MARET 2013

g PAMANGGHI

Patriarki Oleh : MH. Said Abdullah

Anggota DPR RI Asal Madura

M

ant/muhammad ayudha

SESNEG TERBAKAR. Sejumlah petugas pemadam kebakaran berusaha menjinakkan api yang membakar Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (21/3). Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. ant/regina safri

JOGJA ANTI KEKERASAN. Sejumlah warga melakukan aksi damai “Jogja Anti Kekerasan” di Tugu Yogyakarta, Minggu malam (24/3). Aksi ini merupakan respon warga Jogja mengenai kasus penembakan empat orang tersangka pengroyokan di dalam Lapas Cebongan pada Sabtu (23/3) dini hari.

SURVEI POLITIK

LSN: PDI P Bisa Jadi Pemenang JAKARTA-Hasil survey Lembaga Survei Nasional (LSN) menunjukkan popularitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) naik tajam sehingga kemungkinan bisa dipresidiksi memenangkan Pemilu 2014. Namun demikian, naiknya popularitas PDI Perjuangan ini lebih banyak disebabkan oleh faktor ‘Jokowi Effect’. “Menguatnya dukungan terhadap partaipartai koalisi tentu juga dipengaruhi faktor internal dengan munculnya ikon baru yaitu Jokowi,” ujar Direktur Eksekutif LSN, Umar S Bakry, di Jakarta, Minggu (23/3) Diakui Umar, figur Jokowi merupakan tokoh penuh harapan yang benar-benar akan menaikkan elektabilitas PDI Perjuangan. Bahkan Jokowi telah mengalahkan popularitas Ketum PDI Perjuangan sendiri. “Elektabilitas Jokowi lebih tinggi dari Megawati,” tegasnya Karena itu, Umar menyarankan agar PDI Perjuangan mencalonkan Jokowi sebagai capres 2014. Pasalnya, peluang dan kesempatan PDI Perjuangan memenangkan pipres lebih besar. “”Kalau PDI Perjuangan mau menang di Pilpres mencalonkan Jokowi merupakan langkah yang sangat bagus,” ujarnya. Menurut analis survei LSN lainnya, Dipa Pradipta, survei dilakukan tanggal 26 Februari sampai 15 Maret 2013, dengan populasi dari seluruh warga Indonesia yang mempunyai hak pilih dan menggunakan sebanyak 1.230 sampel dengan margin of error 2,8 %. Survei itu menunjukkan, elektabilitas partai tertinggi diduduki oleh PDI Perjuangan dengan 20,5 %, peringkat kedua Partai Golkar 19,2 %, Partai Gerindra 11,9 %, Partai Hanura 6,2 %, Partai Nasdem 5,3 %, PKS 4,6 %, Partai Demokrat 4,3 %, PAN 4,1 %, PKB 4,1 %, PPP 3,4 %, PBB 0,4 % dan PKPI 0,2 %. Dalam kajian itu, LSN juga mengungkap elektabilitas PDIP tinggi karena PDIP dianggap partai yang peduli masalah orang kecil (20,2 %), faktor Jokowi (9,5 %), partai yang suka bersosialisasi (8,3 %) dan faktor Megawati (7,1 %). Namun demikian Umar juga tidak membantah melonjaknya citra partai oposisi di mata masyarakat lantaran kemerosotan Partai Demokrat. Bahkan menggeser dominasi partai-partai koalisi pendukung pemerintah. Lebih lanjut Umar menambahkan ada tiga partai oposisi yang suaranya melesat tajam, yakni PDI Perjuangan, Gerindra dan Hanura. Ia menyebut ketiga partai tersebut sebagai Trio Macan di arena politik. Ada tiga faktor yang mempengaruhi elektabilitas partai oposisi. Pertama, kinerja pemerintahan SBY yang sebenarnya tidak turun tapi situasinya tidak menguntungkan. Kedua, sentimen terhadap partai pendukung pemerintah cenderung negatif. Partai pendukung pemerintah seperti PAN, PPP dan PKS berada di tingkat bawah. (gam/cea)

Wacana SBY Ketua Umum Jadi Bumerang

Loyalis Anas Diprediksi Tetap Tidak Aman Sekalipun SBY Ketum JAKARTA - Wacana yang bergulir agar Ketua Umum yang ditinggal Anas Urbaningrum kembali diisi oleh Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukan tidak mungkin memunculkan kemarahan pendukung SBY terhadap kubu loyalis Anas Urbaningrum. Sebab wacana itu dianggap merendahkan SBY. Seperti diketahui, usulan agar Ketua Umum Partai Demokrat diambilalih SBY disampaikan oleh loyalis Anas, I Gede Pasek. Namun menurut pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto, SBY tidak akan mungkin merebut posisi Ketua Umum. Justru SBY akan menempatkan orang kepercayaanya untuk memimpin partai berlambang Mercy itu. “ Saya kira skenario yang akan dimainkan seperti itu. Jadi, orang yang memang bisa dikendalikan SBY-lah yang saya rasa akan didorongdorong saat Kongres Luar Biasa (KLB) berlangsung”, kata Gun Gun, di Jakarta, Sabtu (23/3). Namun dia melihat KLB yang akan diselenggarakan oleh Partai Demokrat bukan-

lah KLB yang bersifat pasar bebas. Artinya, penyelenggaraan KLB akan terbatas dan akan ada proses seleksi. Maksudnya adalah tidak semua kader Partai Demokrat bisa mencalonkan diri menjadi calon ketua umum Partai Demokrat. “Saya melihatnya seperti ada design. Kalau prediksi saya SBY melalui Majelis Tinggi akan melakukan penyaringan dan membuat pra kondisi mufakat, figur-figur yang dimunculkan untuk dicarikan panggung demokrasi ‘seolah-olah’ muncul dan dijalani di KLB”, katanya Posisi Aman Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Muradi, menilai, wacana yang digulirkan oleh Politi-

kus Partai Demokrat I Gede Pasek, agar SBY menjadi ketua umum, bertujuan agar loyalis Anas mendapat posisi yang aman dan diperlakukan sama dengan kader-kader Partai Demokrat lainnya, yakni kubu SBY. Namun, apa yang dilakukan I Gede Pasek itu tidak akan membuat jaminan loyalis akan aman sekalipun SBY menjadi ketua umum Partai Demokrat “Pasek sadar benar kalau ketua umum yang terpilih bukan SBY maka dirinya dan loyalis Anas akan terdepak,” ujarnya. Menurutnya, tidak ada jaminan bagi loyalis Anas Urbaningrum akan tetap aman sekalipun SBY menjadi ketua umum Partai Demokrat. Bahkan KLB yang diselenggarakan Partai Demokrat di Bali, itu akan menjadi pertempuran terahkir bagi loyalis Anas. Diperkirakan Muradi bahwa pertempuran tersebut menjadi pertempuran terhormat bagi loyalis Anas meski nama calon yang diusung harus mengalami kekalahan. “Biar bagaimana pun loyalis Anas akan tetap terdepak. Apalagi, kader Demokrat seka-

rang ini sudah kompak untuk mengusung nama calon masing-masing. Artinya, memang akan ada calon ketua umum yang bukan berasal dari loyalis Anas. Tapi, bukan berarti itu adalah SBY”, jelasnya. Muradi sendiri beranggapan, wacana yang bergulir agar SBY menjadi ketua umum Partai Demokrat justru melecehkan SBY dan para pengikut SBY. Pada akhirnya, wacana yang digulirkan tersebut akan menjadi bumerang. Sebab, biar bagaimana pun SBY harus tetap ditinggikan statusnya. Karenanya, dinilai tidak etis ada seseorang yang menggulirkan wacana untuk SBY turun tahta dan memimpin Partai Demokrat dengan duduk sebagai ketua umum “Justru usulan Gede Pasek itu dianggap sebagai pelecehan atas jasa-jasa SBY selama ini. Pilihan Pasek dan loyalis Anas memang hanya satu, kembali ke Partai Demokrat dengan mengikuti aturan yang ada. Namun, apa yang dipaparkan justru bisa berimbas kepada kemarahan”, ungkapnya (gam/ abd/beth)

PEMILIHAN RAKA RAKI JATIM

Adu Prestasi di Acara yang Kurang Sosialisasi

SURABAYA - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur kembali menggelar pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur 2013. Acara yang digelar di Conventinal Hall lantai 3, Grand City Surabaya Sabtu (23/3) malam, ini dii-

kuti oleh 38 kab dan kota se-Jatim. Tampil sebagai sebagai juara yakni Raka Alvian Steven W dari Madiun dan Raki Ratno Ambar Arum dari Malang. Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata (PSDP) Jatim, Rosmiati

mengungkapkan, melalui ajang pemilihan duta wisata yang juga dihadiri Gubernur jatim Soekarwo ini Pemprov Jatim berharap sektor pariwisata mempunyai peran besar dalam mendongkrak perekonomian. Menurutnya, ajang pemilihan duta wisata ini juga bertujuan mengembangkan bakat, kemampuan, dan kreativitas generasi muda berprestasi di bidang pariwisata khususnya di Jatim. “Semua keterampilan dan bakat yang dimiliki bisa ditampilkan untuk keluar menjadi yang terbaik,” kata dia seraya menambahkan bahwa tujuan pemilihan duta wisata ini juga untuk menyiapkan duta wisata yang mempunyai wawasan dan mampu serta berperan dalam pembangunan pariwisata Jatim. Ironisnya, meski pemilihan Raka-Raki Jawa Timur 2013 merupakan ajang pemilihan ikon pemuda pemudi Jawa Timur, dilihat dari pengunjung yang hadir, acara yang menelan anggaran ratusan juta rupiah ini tampak kurang sosialisasi. (neu)

asyarakat Madura yang terkenal religius melalui ketaatan dan penghormatan kepada kiai, ulama, pemuka agama, secara sosial dalam konteks hubungan laki-laki dan perempuan terasa unik. Ada paradoks kental jika mengaitkan kehidupan sosial masyarakat Madura yang sangat patriarki dengan keterikatan keagamaan Islam. Di satu sisi Islam mengajarkan penghargaan dan penghormatan kepada kaum perempuan, namun di sisi lain kultur patriarki yang memposisikan laki-laki sangat dominan serta cenderung menguasai kaum perempuan terasa kental di kalangan masyarakat Madura. Pada beberapa kasus, tingkat kekentalan kultur patriarki ini di kalangan masyarakat Madura kadang sampai taraf berlebihan hingga kurang memberi apresiasi sosial memadai. Kaum perempuan menempati ruangruang sempit, yang kadang agak terabaikan dari wacana sosial. Eksistensi perempuan seakan tenggelam dalam keperkasaan kaum laki-laki baik dalam lingkup terbatas maupun di wilayah publik. Memang, dalam tiga dasa warsa belakangan ada peningkatan aktivitas perempuan di wilayah publik. Namun tetap lebih merupakan aktivitas dalam kultur patriarki; perempuan berada dalam desain pikiran serta kendali lakilaki. Inisiatif, kreativitas, serta ekspresi belum berkembang bebas dari kalangan perempuan. Ada semacam keharusan perempuan masih harus mendapat izin dan persetujuan laki-laki bahkan sepenuhnya dalam bingkai pen- patriarki secara tidak langsung gawasan ketat kaum laki-laki. mengurangi dan D a l a m bahkan bisa konteks ru- jadi membatasi mah tangga, potensi kaum jika sebatas perempuan relasi dalam format komunikasi mungkin masih bisa dipahami. Tetapi jika sampai taraf membelenggu ekspresi, kreativitas, inisiatif kaum perempuan, dampak sosialnya akan sangat serius. Komunitas masyarakat Madura akan sulit berkembang dan berperan penting di tengah dinamika kehidupan sosial. Sangat mungkin masyarakat Madura tertinggal dibanding masyarakat daerah lainnya. Di dunia ini, masyarakat yang masih hidup dalam kultur patriarki cenderung mengalami kemandegan dan keterlambatan dalam peran peradaban. Sebab, patriarki secara tidak langsung mengurangi dan bahkan bisa jadi membatasi potensi seluruh komunitas masyarakat tumbuh optimal. Ada posisi dan peran sosial yang tereduksi khususnya dari kalangan perempuan. Ini sangat terkait langsung terutama dengan pengabaian potensi kaum perempuan sebagai kekuatan pendidikan. Jika kaum perempuan terbelenggu, terbatas aksesnya ke ruang publik akan terjadi pemiskinan pengetahuan. Dengan sendirinya proses peran pendidikan tidak dapat berjalan optimal sehingga generasi mendatang, sangat terbatas mendapat transfer pengetahuan. Karena itu penting dengan melihat posisinya, para ulama, kiai, tokoh-tokoh agama Madura, mendorong mencairkan relasi laki-laki perempuan agar lebih memberi ruang ekspresi, membangun kesadaran hak masing-masing pihak, tanpa harus melabrak kondrat. Bagaimanapun kultul patriarki yang ekstrim, yang membiarkan penguasaan laki-laki pada perempuan secara berlebihan, dapat menghancurkan potensi kemampuan pendidikan perempuan dalam proses peningkatan kualitas generasi mendatang. Perlu dirumuskan lebih segara hubungan laki-laki dengan perempuan dalam konsteks kepentingan kemajuan masyarakat Madura, tanpa harus melabrak peran kondrati perempuan. =

Semua Bayar Matrawi dan Surawi turun dari becak. Keduanya saling berebut ingin membayar tukang becak. “Biar saya yang bayar saja,” kata Matrawi. “Saya saja,” balas Surawi. Keduanya saling berusaha membayar. Terlalu lama, si tukang becak tak sabar lalu menyela, “Begini. Silahkan saja bapak berdua sama-sama bayar. Tak usah berebut. Saya tak keberatan kok.” Matrawi dan Surawi: ????

Cak Munali


2

SUMENEP

SENIN 25 MARET 2013 NO.0082 TAHUN II

KPU

KRIMINAL

Anggota PPK Harus Melek Teknologi

Warga Selalu Merasa Tak Aman

S

UMENEP - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep mensyaratkan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk menguasai teknologi seperti internet, karena dalam penyelenggaraan pemilu legislatif (pileg) mendatang, segala sesuatu dilaksanakan secara online. Ketua PPK Sumenep Toha Samadi mengaku sudah sejak awal sangat selektif dalam menentukan anggota PPK, karena anggota PPK kali ini harus orang yang benar-benar memiliki pengetahuan teknologi. "Dari pendataan terhadap hak pilih dalam pileg, sudah memakai sistem online. Jadi anggota PPK harus menguasai komputer dan beberapa programnya. Kalau tidak, bagaimana bisa menjalankan tugasnya untuk melakukan pemutakhiran data pemilih," ungkapnya. Toha menjelaskan, sistem online tersebut akan diberlakukan sejak pemilu legislatif mendatang. "Dalam pendataan pileg, nantinya akan serba teknologi yang serba online, tidak akan digarap dengan manual lagi,” jelasnya. Namun, untuk Pilgub Jawa Timur Agustus mendatang masih menggunakan sistem manual untuk pemutakhiran data pemilih. "Sekitar awal April nanti, DP4 untuk Pilgub akan diserahkan dari Dispendukcapil setempat ke KPU. DP4 tersebut yang akan dimutakhirkan secara manual oleh anggota PPK dan jajarannya ke bawah," ujarnya. (edy/mk)

junaedy/koran madura

KAMBING MAHAL. Penjual dan pembeli sedang bertransaksi jual beli kambing di Pasar Hewan Lenteng, Minggu (24/3). Sejak tiga hari terakhir, harga kambing naik. Seorang pedagang menuturkan harga kambing yang semula Rp 250 ribu saat ini mencapai Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu.

Fasilitas Cagar Budaya Perlu Dibenahi SUMENEP - Yayasan Penjaga Asta Tinggi (Yapasti) meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep membenahi fasilitas Asta Tinggi yang dibutuhkan pengunjung. Kurangnya perhatian pemerintah kepada pemakaman raja-raja Sumenep membuat keberadaan cagar budaya itu kurang terawat dan terurus. Ketua Yayasan Penjaga Asta Tinggi RP Mohammad Jufri mengatakan, wisatawan membutuhkan aparat keamanan, tempat istirahat dan parkir kendaraan. Kewenangan Yapasti, katanya, hanya sebatas pengeloalan dan perawatan pemakaman. Sedangkan pembangunan berupa tempat parkir kendaraan maupun tempat istirahat adalah wewenang Pemkab. Pihaknya sebenarnya bisa melakukan pembangunan seperti tempat istirahat dan

parkir. Hanya saja, biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. Bahkan selama ini, pendapatan dari sumbangan sukarela pengunjung dan sewa pertokoan di sekitar pemakaman kadang tidak mencukupi biaya perawatan. “Biaya pemelirahaan dan perawatan selama setahun 40 juta,” katanya, Sabtu (23/3). Jufri berharap, ada sinergi dalam mengembangkan wisata religi tersebut karena dalam sehari, pengunjung mencapai 1000 orang dan 10 bus. Asta Tinggi su-

dah menjadi ikon wisata religi di Sumenep. “Selain keberadaannya sebagai situs sejarah dan cagar budaya, pengawasan dapat dilakukan langsung oleh pemerintah dan sewaktu-waktu juga bisa mengambil alih apabila dalam pengelolannya Kaji Asta merusak keberadaan situs tersebut,” ucapnya. Kepala Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Bambang Irianto mengakui untuk Asta Tinggi pihaknya memang tidak menganggarkan karena sudah dikelola oleh Kaji Asta. Tapi karena di tempat itu merupakan cagar budaya, pihaknya tetap ingin berperan serta melakukan pengawasan. “Pemerintah juga tidak ingin keberadaan situs sejarah raja Sumenep itu rusak oleh ulah manusia yang tidak bertang-

gungjawab,” terangnya. Saat ini, pihaknya juga tengah memikirkan desain mengenai pola wisata religi yang baik di Sumenep. Karena itu tempat istirahat atau penginapan untuk pengunjung, lahan parkir dan kebutuhan lainnya sudah menjadi satu konsep desain yang tengah dirancang. Menurutnya, memang tak mungkin pemerintah membiarkan pengunjung berkeliaran di Taman Bunga setelah usai dari Asta Tinggi. Bahkan membiarkan bus wisata mengganggu alus lalu lintas di jalan protokol Trunojoyo karena banyaknya bus yang parkir di depan Masjid Jamik atau Taman Adipura. “Saya juga punya pikiran parkir bus itu untuk ditaruh di Musium yang ditempati KPU sekarang,” jelasnya. (athink/mk)

CUACA EKSTREM

ari bowo sucipto/ant

DISERANG HAMA CACING. Salah seorang petani cabai mencabuti tanaman cabai siap panen miliknya yang mati akibat diserang hama cacing akar. Sejumlah petani cabai merah di Sumenep mengeluhkan serangan hama cacing akar yang datang seiring dengan tingginya intensitas hujan yang mengakibatkan tanaman cabai mengering dan mati sehingga produksinya pun anjlok dari 4 kwintal menjadi 1,5 kwintal per 1000 meter persegi sekali panen. SUMENEP - Sejumlah petani cabai rawit di Desa Pakondang Kecamatan Rubaru resah dengan banyaknya cabai yang membusuk akibat terkena hujan terus menerus setiap harinya. Akibatnya, para pentani cabai memanen

lebih awal. Ahmad Munir, petani cabai asal Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru mengatakan, selama beberapa hari terahir ini intensitas hujan cukup tinggi sehingga mengakibatkan buah cabai rusak dan membusuk,

warga ditindaklanjuti, biar curanmor di kota berkurang. Jadi, warga bisa tenang," ungkapnya. Kapolres Sumenep AKBP Marjoko melalui Kapolsek Kota AKP M. Heri membantah kalau aksi curanmor di kota marak. Kejadiannya juga tidak padat. "Kami rutin melakuka patroli. Jadi, tidak benar kalau dibilang aksi curanmor makin meningkat," ujarnya.

Kami sebarkan personel di sejumlah tempat yang biasa digunakan balapan liar seperti perempatan kota, Jalan Diponegoro dan Lingkar Barat dan lingkar Timur. Hasilnya, 8 kendaraan roda dua kami amankan di Polres Edy Purwanto

Kabag OPS Polres Sumenep Apalagi, sambung dia, setiap ada laporan pihaknya langsung menindaklanjuti. Bahkan, pelakunya sudah dibekuk. "Kami langsung bergerak kalau mendapatkan laporan. Kami tidak main-main dengan aksi curanmor itu. Pasti akan kami sikat," tukasnya. Motor Bodong Sementara pada Minggu (24/3) dini hari, sedikitnya delapan sepeda motor yang diduga bodong diamankan jajaran Polres Sumenep pada saat operasi. Kepala Bagian Operasional Polres Sumenep, Komisaris Polisi Edy Purwanto mengatakan, guna meminimalisir banyaknya sepeda motor bodong itu, puluhan personel disebar di sejumlah titik diseputar Kecamatan Kota Sumenep, diantaranya perempatan kota, Jalan

Diponegoro dan Lingkar Barat dan lingkar Timur. “Kami sebarkan personel di sejumlah tempat yang biasa digunakan balapan liar seperti perempatan kota, Jalan Diponegoro dan Lingkar Barat dan lingkar Timur. Hasilnya, 8 kendaraan roda dua kami amankan di Polres,” kata Kabag OPS, Polres Sumenep, Minggu (24/3). Menurut Edy, sasaran operasi kali ini adalah kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor dan penggunaan helm. Sebab setiap malam Minggu, diprediksi menjadi ajang balapan liar oleh anakanak muda Sumenep. “Kami tidak ingin terjadi kecelakaan lalu lintas disebabkan balapan liar itu dan kami juga menginginkan semua kendaraan di Sumenep ini lengkap dengan surat-suratnya serta penggunanya memiliki SIM dan menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor,” jelasnya. Kabag OPS menambahkan, kedelapan sepeda motor yang diduga bodong itu diamankan di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sumenep. Sepeda motor yang merupakan hasil operasi itu bisa diambil dengan menunjukan surat-surat kendaraannya berupa STNK. “Tapi meski pemilik kendaraan itu bisa menunjukan surat-suratnya (STKN), tetap kami tilang dan mereka bisa menukar dengan surat tilang. Artinya kendaraan itu kena tilang karena penggunanya tidak membawa STNK pada saat mengendarai,” ungkapnya. Dia menambahkan, tujuan utama operasi tersebut guna menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat diwilayah Kabupaten Sumenep. Kedepan, pihaknya akan melakukan operasi kendaraan disemua kecamatan seKabupaten Sumenep. “Operasi ini untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat kabupaten Sumenep. Kedepan pasti kami lakukan operasi juga ke kecamatankecamatan,“ pungkasnya. (yat/rif/mk)

KETERTIBAN

Petani Cabai Panen Lebih Awal padahal masih belum waktunya panen. Namun, untuk mengantisipasi terjadinya kerugian yang terlalu besar, para petanicabai langsung memanennya meski masih belum waktunya. “Kami sengaja panen lebih awal bukan karena harga cabai mahal, tapi karena takut busuk yang disebabkan hujan. Seandainya tidak hujan dan tidak khawatir cabai membusuk, kami pasti memanennya setelah sampai waktunya, yaitu cabai masak (merah),” kata Munir, Minggu (24/3). Dia menyatakan, harga cabai di pasaran saat ini mencapai Rp 40 ribu per kilogramnya bagi cabai yang masak (merah) tapi karena para petani takut cabainya busuk, akhirnya meski masih hijau (belum masak) terpaksa dipanen. “Kalau harga cabai yang masih hijau atau muda itu ditingkat petani hanya seharga Rp 7.500 sampai Rp 12 ribu per kilogramnya. Kalau di pasaran mungkin mahal tapi itu cabai yang sudah tua atau masak,” ujarnya. Lebih lanjut dia menegaskan, hingga saat ini di Kecamatan Rubaru yang merupakan pusat tanaman cabai

SUMENEP - Aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Kecamatan Kota Sumenep belakangan ini diperkirakan meningkat. Intensitas kejadiannya cukup padat dibandingkan sebelumnya. Pencuri tidak hanya menggasak sepeda motor saja, melainkan juga mobil. Aksi curanmor salah satunya sering terjadi di Desa Pabian Kecamatan kota. Informasi yang dihimpun Koran Madura, dalam seminggu diperkirakan sudah lebih dari lima kejadian. Pencurian mobil jenis pikup baru terjadi Jum'at (22/3), sekitar pukul 3.00 dini hari di jalan Raung, Desa Pabian. Mobil pikup di bawa kabur oleh pencuri saat parkir di depan rumah pemiliknya. Pemilik mobil itu kabarnya salah satu anggota DPRD Sumenep. Kabarnya, kasus ini sudah dilaporkan di Polres Sumenep. Sebelumnya, juga ada sepeda motor yang hilang. Seringnya aksi pencurian itu membuat warga resah. Khawatir masih akan marak lagi. "Kami memang resah dengan maraknya aksi curanmor ini. Kami tidak tenang tidur kalau malam hari," kata Amiruddin,47, salah satu warga Pabian, Kecamatan Kota Dia menjelaskan, kejadian yang ada biasanya menjelang subuh. Sebab, di saat seperti itu biasanya patroli polisi sudah tidak ada. "Biasanya polisi kan rutin patroli sekitar pukul 2.00 atau lebih. Ternyata pencurinya pintar mencari celah," katanya dengan nada geram. Menurut Amiruddin, ini sudah menjadi kekhawatiran warga. Sebab, warga yang belum khawatir menjadi target berikutnya. "Makanya ada beberapa warga langsung sigap melaporkan ke kepolisian. Supaya segera ditindaklanjuti dengan cepat," ungkapnya. Untuk itu, sambung dia, pihaknya meminta aparat kepolisian untuk makin giat melakukan patroli. Jugan segera melakukan penangkapan kepada pelaku curanmor. "Laporan dari

itu, banyak tanaman cabai yang busuk bahkan pohonnya pun mati akibat hujan yang berkelanjutan beberapa hari terakhir ini. “Awalnya di sini (Rubaru, red) mayoritas petani menanam cabai tapi karena dilanda hujan setiap hari, buah cabainya busuk dan pohonnya pun ikut mati,” keluhnya. Dia juga mengeluh harga cabai di pasaran pada saat musim panen, sebab harga cabai ditingkat petani dengan dipasaran sangat timpang. Jika dipasaran harga cabai hijau seharga Rp 15 ribu, tapi ditingkat petani hanya Rp 7.500 per kg. “Harganya sangat timpang antara harga di petani dengan harga di pasaran. Kalau para pedagang itu datang ketempat penanaman cabai langsung harganya tidak sampai 10 ribu, tapi kalau di pasar pasti mahal sekali,” keluhnya. Dia berharap, ada bantuan dari pihak pemerintah berupa obat yang bisa memperkuat kondisi cabai saat diterpa hujan terus menerus dan terkait dengan harga juga harus menjadi kajian pemerintah. “Semoga saja pemerintah bisa menyeimbangkan harga di tingkat petani dan di pasaran,” harapnya. (rif/mk)

Pol PP Minta SKPD Membuat Surat Tugas SUMENEP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) membuat surat keterangan untuk stafnya yang mempunyai kepentingan keluar kantor di saat jam kerja. Kepala Satpol PP Abd. Madjid mengakatakan, pihanya sangat menginginkan seluruh SKPD di Kabupaten Sumenep menerbitkan surat keterangan kepada bawahannya yang hendak keluar dari kantor di saat jam keja untuk membedakan tugas kantor dan kebutuhan pribadi. “Kami sangat menganjurkan kepada seluruh SKPD untuk membekali surat keterangan apabila bawahannya ada tugas dari kantor di saat jam kerja,” katanya, Jum’at (22/3). Beberapa pekan lalu, Satpol PP mengadakan razia ke berbagai tempat, diantara rumah makan dan mini market. Dalam razia tersebut, tertangkap 15 PNS yang ditemukan keluyuran saat jam kerja. Setelah dilakukan pemeriksaan, menurut Madjid, alasan guru yang tertangkap keluyuran saat jam kerja ber-

langsung karena sudah tidak ada lagi materi yang akan disampaikan. “Alasan tersebut menurut kami sangat tidak bisa dipertanggung jawab-

Alasan tersebut menurut kami sangat tidak bisa dipertanggung jawabkan Abd. Madjid

Kepala Satpol PP kan. Jika sudah benar, kenapa mereka tidak memilih pulang duluan untuk ganti pakaian, kok lebih memilih langsung belanja atau pergi kewarung,” katanya dengan nada tanya. Sejak ditemukan PNS yang sering keluyuran saat jam kerja, pihaknya telah melayangkan surat kepada bupati dan Badan Kepegawaian untuk merumuskan sanksi yang akan diberikan kepada PNS yang berkeliaran saat jam kerja. “Kami telah mengirimkan

surat kepada bupati, BKD dan Inspektorat,” tegasnya. Namun, pihaknya memasrahkan kebijakan sanksi yang akan diberikan kepada PNS yang nakal kepada SKPD masing-masing. “Mengenai sanksi yang akan diberikan kemungkinan besar masih mengikuti terhadap kebijakan SKPDnya masing-masing” katanya Sementara Inspektur Dinas Inspektorat Sumenep Didik Untung Samsidi mengatakan, pihaknya akan bersikap tegas memberikan sanksi kepada PNS yang sering bolong. “Kami akan mengemban amanah yang telah diberikan oleh Bupati Sumenep terhadap PNS yang bolong,” ungkapnya Mengenai sanksi yang akan diberikan, lanjut Didik, berdasarkan Perbup, maka akan dikurangi honorarium tunjangan sebesar lima persen. “Sanksi yang akan diberikannya adalah akan dipotong dana tunjangan sebesar 5 persen dan jika sudah berkali-kali maka tidak akan menerima dana tunjangan sama sekali,” pungkasnya. (edy/mk)


SUMENEP

3

SENIN 25 MARET 2013 NO.0082 TAHUN II

Kurikulum Baru Mengabaikan Pendidikan Karakter SUMENEP – Dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah M. Mushthafa menilai kurikulum pendidikan tahun 2013 yang mulai akan diterapkan pada tahun pelajaran baru nanti dangkal pendidikan karakter. “Sampai sekarang, Mendikbud masih belum menjelaskan secara gamblang kepada kami apa sih yang dimaksud kompetensi inti dan kompetensi dasar, sehingga saya nilai kurikulum baru itu dangkal karakter,” katanya, Minggu (24/3). Kelemahan paling jelas dalam kurikulum 2013, katanya, terletak pada pelajaran bahasa Indonesia. Pelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum yang baru menjauhkan anak didik dari budaya literasi, yaitu membaca dan menulis. “Seperti yang tertuang dalam kompetensi pada pelajaran bahasa Indonesia, hanya tercantum bahwa peserta didik hanya “mengagumi” terhadap bahasa Indonesia. Berarti kan secara substansi peserta didik tidak digiring kepada budaya menulis dan membaca,” papar guru bahasa Indonesia itu. Padahal, budaya membaca dan menulis itu sangat penting bagi peserta didik. Sebab, menurutnya, dalam pelajaran berbahasa, peserta didik seharusnya digiring kepada kemampuan membaca dan menulis. “Dan pada kompetensi yang ada pada kurikulum 2013 sama sekali tidak mengarah kesana. Artinya, porsi bagi peserta didik dalam pembelajaran berbahasa lebih tidak mendapat perhatian,” jelas penulis buku Sekolah dalam Himpitan Google dan Bimbel. Alumni Universitas Utrecht Belanda itu berharap, Mendikbud serius dalam mendesain kurikulum tersebut sebelum diterapkan agar pendidikan benar-benar menyentuh rasa sosial anak didik.

“Termasuk dalam kompetensi bahasa Indonesia, tidak cukup hanya mengagumi, tetapi bisa menyentuh terhadap jurnalisme warga, sehingga pengetahuan menulis siswa juga sangat berkaitan dengan kehidupan sosial,” jelasnya. Kepala SMA 3 Annuqayah tersebut sampai saat ini mengaku belum menerima sosialisasi kurikulum yang baru dari Kementerian Pendidikan. “Ini dia masalahnya, sampai hari ini, sosialisasi tentang kurikulum 2013 masih belum ada, sehingga hal ini juga berpengaruh terhadap efektifitas kinerja sekolah. Sekolah hanya dibuat menunggu,” terangnya. Secara terpisah, Pembantu III Rektor Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, Moh. Husnan A Nafi’ menyayangkan sikap pemerintah yang terburu-buru dalam mendesain kurikulum. “Jika perubahan kurikulum didasarkan pada peristiwa tawuran antarpelajar, saya nilai kurang tepat. Sebab, maraknya tawuran antarpelajar solusinya tidak harus dengan perubahan kurikulum. Karena bagi saya, KTSP sendiri masih belum tuntas diterapkan. Masak ganti lagi,” ucapnya pada Koran Madura. Kurikulum yang baru juga berdampak pada minimnya mutu guru yang berkualitas.

rosa panggabean/ant

PENGAWASAN KURIKULUM 2013. Perwakilan Federasi Serikat Guru Indonesia Retno Listyarti (kiri), Praktisi Pendidikan Benny Susetyo (kedua kanan) dan Monitoring Pelayanan Publik ICW Siti Juliantari Rachman (kanan) dan Jubir KPK Johan Budi memberi keterangan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/3). ICW yang tergabung dalam Koalisi Tolak Kurikulum 2013 meminta KPK untuk memantau pengelolaan dana kurikulum 2013. Mutu guru menjadi rendah karena minim persiapan untuk menunjang kurikulum baru. "Taruhlah misalnya, seorang guru mengajar di dua atau tiga sekolah demi mengejar target kurangnya jam dengan tujuan memperoleh tunjangan sertifikasi. Kadang jarak antarsekolah ke tempat dia mengajar sangat jauh, akibatnya para guru sudah kelelahan dan tidak lagi memiliki waktu untuk belajar seperti membaca dan menulis,” jelas Kepala MA Raudlah Najiyah tersbut, Minggu (24/3). Mushthafa menambahkan, dampak lain juga terjadi terhadap efektifitas pengurangan

jam pelajaran atau penghapusan pelajaran akan menyebabkan kelebihan guru. Dia mengilustrasikan, pelajaran bahasa Inggris di SMA misalnya, dikurangi jamnya dari 180 menit menjadi 90 menit. “Hal ini akan menyebabkan kelebihan guru bahasa Inggris di SMA. Sementara itu, pelajaran olahraga ditambah menjadi tiga jam pelajaran, pasti terjadi tumpang tindih,” katanya. Di sisi lain, ada juga mata pelajaran yang diganti. “Contohnya, mata pelajaran Tata Boga dan Tata Busana pada jenjang SLTP diganti menjadi prakarya. Padahal, sub-

stansinya jelas berbeda,” imbuhnya. Husnan juga menyoroti postur anggaran yang cenderung mengutamakan pembangunan fisik, seperti membangun dan memperbaiki sekolah, membeli alat, dan melengkapi sarana dan prasarana. “Sementara itu, sangat minim anggaran untuk membangun kapasitas guru. Bahkan tak jarang, tidak diajukan dalam rencana anggaran. Partai-partai elite harus memikirkan pendidikan ini untuk kurikulum baru, perlu ada anggaran dalam APBN dan APBD,” ujarnya. (sym/mk)

PILKADES KEPULAUAN

Pilkades Berbau Amis Politik Uang SUMENEP – Pelaksan- ya. aan pemilihan kepada desa Hal senada juga didi daerah kepulauan Sa- sampaikan oleh Basri, 45. peken masih bulan Mei, Ia membenarkan bahwa namun politik uang saat ini ada salah satu tim sukses mulai bertebaran. Sukron, dari calon tertentu telah 30, warga desa Sabuntan membagikan uang kepada mengatamasyarakat kan, politik agar mencobuang yang los calon yang dilakukan diusung. “Tetacalon tertpi saya tidak entu mulai Politik uang sudah bisa menyebut jadi pem- ramai dibicarakan siapa dia, yang b i c a r a a n oleh warga sekitar. jelas imingwarga. iming uang Hal itu tercium “Politik ada,” katanya. ketika ada salah uang sudah Di Desa satu tim sukses Sabunten, Keramai dibicamatan Sacarakan calon kades oleh warga peken, ada membagikan sekitar. Hal enam calon uang. Padahal, itu tercium yang siap berketika ada dalam demokrasi, laga pada apapun bentuk salah satu Pilkades mentim sukses datang. “Ada dan namanya, calon kades 6 calon yang politik uang tidak membagiberlaga bisa dibenarkan. akan kan uang. dengan memApalagi, ada Padahal, perebutkan d a l a m aturan dari panitia satu desa dedemokrasi, ngan tiga Pukapan harus a p a p u n berkampanye, dan lau, yaitu Pubentuk dan lau Sepangkur kapan tidak namanya, Besar, Sepangp o l i t i k kur Kecil, dan uang tidak Sabuntan,” Sukron bisa dibeujarnya. Warga desa Sabuntan narkan. S e m e n Apalagi, tara di Keada aturan dari panitia ka- camatan Sapeken akan pan harus berkampanye, ada 12 desa yang akan dan kapan tidak,” katanya, menggelar Pilkades, yaitu Minggu (24/3). Desa Sakala, Pagerungan Namun, ia enggan un- Besar, Pagerungan Kecil, tuk menyebutkan calon Desa Sadulang Besar, Desa tertentu yang membagi- Sepanjang, Desa Tanjung, bagikan uang. “Tetapi Desa Sasil, Desa Saebus, yang jelas, politik uang Desa Saur, dan Desa Patersebut sudah mulai ra- liat, Desa Sapeken, Desa mai dibicarakan,” ucapn- Sabuntan. (sym/mk)

Bupati A. Busyro Karim Segarkan Pemkab

SUMENEP - Bupati A. Busyro Karim memutasi 234 pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep sebagai usaha penyegaran kepemerintahan. Pengambilan sumpah jabatan dilakukan di Pendopo Agung, Jum’at (22/3). Pergantian peran dan kepemimpin adalah hal yang lumrah dilakukan dalam suatu pemerintahan. Disamping untuk mengganti beberapa pejabat

yang sudah pensiun, juga dimaksudkan sebagai penyegaran. Bupati mengakui, mutasi pejabat kali ini memang banyak. Pejabat eselon III sampai eselon II B yang dimutasi berjumlah 8 orang. Sedangkan eselon II sampai V sebanyak 226. Namun, ia memastikan mutasi tersebut tidak berdasarkan like and dislike, tapi murni berdasarkan kapasitas dan kemampuan. “Kita ingin yang dilantik

dapat memajukan Sumenep ke depan dan berkerja maksimal karena sudah sesuai kemampuannya,” katanya dalam sambutannya. Kepada ratusan pejabat yang dilantik, bupati meminta untuk bekerja secara jujur, amanah dan bekerja untuk kepentingan masyarakat. Pengasuh Pondok Pesantren Al Karimiyah tersebut sempat mengurai kitab Fushus al-Hikam. “Sebagai pemimpin harus jujur dan amanah. Mau mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat. Memiliki iktikad yang baik untuk bermusyawarah serta berbagi tugas secara adil,” terangnya saat mengurai lima syarat yang harus dimiliki seorang pejabat sebagaimana dalam kitab tersebut. Ia berkeyakinan, Sumenep akan mengalami perubahan yang signifikan di bawah pemimpin yang baru jika kunci tersebut dipatuhi. Namun sebaliknya, dirinya tidak bisa membayangkan jika pejabat yang baru dilantik tidak mengindahkan syarat yang disebutkan tersebut karena Sumenep pasti akan rusak. (adv/athink)

Surat Keputusan No. 821.20/117/435.203/2013 Tentang Kenaikan Pangkat dari Eselon III ke Eselon II B

Promosi Jabatan


4

PAMEKASAN

SENIN 25 MARET 2013 NO.0082 | TAHUN II

PERAHU HIAS. Seorang bocah menyaksikan deretan perahu hias, sebelum upaca petik laut dimulai, di Desa Kaduara Barat, Larangan, Pamekasan, Jatim. Petik laut yang diikuti ratusan nelayan dan sejumlah perahu hias itu, dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur atas melimpahnya tangkapan dan keselamtan nelayan saat melaut, sekaligus untuk melestarikan budaya warisan leluhur.

KPU Punya Utang Karena Pemilukada PAMEKASAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan menyatakan telah menanggung hutang puluhan juta rupiah untuk proses pelaksanaan tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur. Sebab, sampai saat ini anggaran dari KPU Jawa Timur hingga saat ini belum dicairkan sementara proses tahapan telah berjalan. Menurut Sekretaris KPU Pamekasan Mohammad Zaini, hutang yang saat ini sudah ditanggung KPU Pamekasan sudah mencapai Rp. 40 juta. Anggaran tersebut sudah digunakan untuk membiyai kegiatan tahapan pilgub diantaranya penerimaan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara. Hutang itu, kata dia, merupakan hutang ke pihak ketiga yang tidak terkait dengan pelaksanaan pemilihan gubernur. Namun dia enggan

membeberkan kepada siapa KPU hutang. Disinggung soal anggaran pelaksanaan Pilgub Jatim, Zaini mengatakan anggaran tersebut merupakan kewenangan KPU Jawa Timur. sementara KPU Pamekasan hanya melaksanakan semua tahapan dengan anggaran yang sudah disusun. Zaini berharap anggaran Pilgub jatim bisa segera dicairkan. Sehingga, semua tahapan pilgub bisa terlaksana dengan maksimal dan lancar. Sebab, saat ini beberapa kegiatan terpaksa ditunda karena tidak adanya dana

tersebut. “Ada beberapa kegiatan yang terpaksa kami tunda pelaksanaannya. Diantaranya adalah sosialisasi pilgub,” katanya. Ia mengaku belum memiliki rencana apapun setelah anggota PPK dan PPS selasai dilantik. Sebab, anggaran dana kegiatan yang direncanakan akan dilaksanakan masih belum dicairkan. Kegiatan yang dinilainya sangat mendesak adalah pemutakhiran data kependudukan sebagai bahan data potensial pemilih dalam pilgub. Jika dana belum juga cair, maka pihaknya akan kembali mencari pinjaman ke pihak ketiga untuk melaksanakannya. Sementara itu, KPU Jawa Timur menganggarkan biaya pelaksanaan Pilgub Jatim 2013 putaran pertama sebesar Rp 578 miliar. Jumlah itu meningkat dibanding alokasi

pada Pilgub 2008 silam, yakni Rp 535 miliar. Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Achmad mengatakan saat ini dalam menjalankan tahapan terpaksa dilakukan tanpa menggunakan anggaran. Kondisi juga sama terjadi saat proses tahapan yang dilakukan di KPU Kabupaten dan Kota di Jatim. Dia menjelaskan sampai saat ini belum dilakukan penandatanganan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara ketua KPU Jatim dengan Gubernur Jatim Soekarwo. Karenanya anggaran untuk KPU belum bisa dicairkan. Andry berharap, setelah dilakukan pelantikan PPK dan juga PPS, anggaran untuk KPU sudah bisa dicairkan. Sebab semua anggota PPK dan PPS yang sudah dilantik harus mendapatkan gaji. (afa/muj)

BUDAYA

REKRUTMEN CPNS

Rokat Tase’ Pemersatu Nelayan PULUHAN perahu berlayar ke tengah perairan Desa Kadurara Barat, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Sabtu (23/3). Sebagian membawa replika berisi sesajian diiringi perahu lain yang sebagian diantaranya mengangkut pengeras suara yang disepanjang pelayaran membunyikan musik saronen. Di perbatasan perairan desa itu, mereka berhenti. Replika perahu dilepas dan puluhan perahu yang sedari awal mengiringinya mendekati replika. Para awak kendaraan pencari ikan itu berebut mengambil bagianbagian dari perahu tiruan itu, dan mengambil air disekitarnya untuk disiramkan ke perahu masing-masing. Itulah bagian dari kegiatan petik laut, atau yang juga dikenal dengan istilah rokat tasek. Istilah rokat tasek, merupakan tradisi selamatan yang biasa dilakukan oleh nelayan di wilayah pesisir setiap tahun sekali. Kegiatan itu biasanya menandai usainya musim ikan sebagai rasa syukur atas melimpahnya perolehan ikan selama satu tahun dan juga permohonan untuk senantiasa diberi kemudahan dan keselamatan dalam mencari penghidupan di laut di masa

yang akan datang. Di Kaduara Barat, rokat tasek kali ini diikuti oleh sedikitnya 37 perahu milik nelayan setempat dari berbagai ukuran. Di masing-masing perahu, turut serta pula sejumlah anggota keluarga nelayan pemilik dan pekerja perahu. “Keluarga nelayan memang diajak, bagi yang mau ikut. Tujuannya agar mereka mengetahui betapa sulitnya suami atau keluarga mereka dalam mencari penghidupan di laut, karena harus bertarung dengan ombak,” kata Jumali, nelayan asal Dusun Biyan. Jumali mengatakan, selain untuk memberi gambaran pekerjaan mencari ikan, anggota keluarga itu diajak untuk ikut berbahagia di acara tahunan itu. Sebab, di acara yang pada awalnya merupakan acara sesembahan terhadap penguasa laut itu, juga berisi hiburan yang hanya bisa dinikmati setahun sekali. “Anak-anak juga diajak, setidaknya agar mereka tahu bahwa di tubuh mereka mengalir kekayaan laut berupa ikan yang dimakan, atau beras dan kebutuhan lainnya yang diperoleh dari hasil menjual ikan dari laut,” katanya. Dari kegiatan itu, kata pria yang sudah sekitar 11

tahun menjadi nelayan itu, anak-anak pesisir diharapkan bisa menjaga kelestarian laut sebagai salah satu sumber kehidupan mereka. Karena dari lautlah mereka mendapatkan jalan penghidupan. Tokoh nelayan Kaduara Barat, Bukhari, mengatakan, tradisi rokat tasek yang dilaksanakan di desanya, merupakan sebuah tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun. Ia sendiri tidak mengetahui sejak kapan ritual itu dilaksanakan. Namun, kata dia, saat ini bentuk kegiatan selamatan itu sudah banyak perubahan di banding pada masa-masa awal. Pada tahun-tahun sebelumnya, sesaji itu berupa makanan pokok dengan jumlah yang cukup banyak, karena masing-masing perahu membawa seesajian. “Sekarang, kebiasaan itu dirubah. Cukup membawa satu sesajian hasil iuran. Selain untuk penghematan, kami menilai sangat sayang jika rejeki dibuang percuma,” katanya. Sebagai gantinya, makanan yang semestinya dilarung, dijadikan hidangan untuk dimakan bersama dalam acara selamatan yang dikemas dalam bentuk doa bersama pada malam harinya dengan

Bupati akui Hasil Audit BPK mendatangkan penceramah. Seorang tokoh agama di desa itu, Jamaluddin, mengatakan saat ini kegiatan rokat tasek sudah dimasuki nilai-nilai keislaman, namun dengan tetap menjaga ritual aslinya, berupa larung sesaji. “Semua nelayan sepakat ada kegiatan pengajian, hataman al-qur’an. Baru kemudian ada pelepasan sesaji ke tengah laut dan hiburan saronen semalam suntuk,” imbuhnya. Dengan bertambahnya kegiatan, nelayan justru semakin kompak menyemarakkan rokat tasek dari tahun ke tahun. Bagi nelayan yang biasanya enggan memberikan sumbangan, sekarang justru semakin semangat. Jamal yang juga merupakan pengepul ikan itu mengatakan, inti dari kegiatan itu adalah memberi kesadaran kepada para nelayan dan keluarganya agar menjaga laut sebagai sumber penghidupan dan menjalin kerukunan antar nelayan. “Masing-masing nelayan merasa menjadi bagian dari kegiatan ini. Sehingga tidak ada lagi yang merasa iri karena ada sesajen yang lebih mewah seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Jamaluddin. (taufik rahman/muj)

PAMEKASANBupati Pamekasan, Kholilurrahman, mengakui hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap pelaksanaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2009-2010 di wilayahnya yang dinilai tidak berdasarkan kebutuhan dan tidak didukung data kepegawaian, sehingga hasilnya kurang efektif dan efisien. Kholilurrahman mengatakan audit itu merupakan tindak lanjut atas moratorium (penghentian sementara) penerimaan CPNS secara nasional selama tahun 2011 hingga tahun 2012, dimana hasil audit itu akan dijadian sebagai acuan untuk pelaksanaan rekrutmen CPNS tahun-tahun berikutnya sehingga masalah tersebut tidak perlu dipersoalkan, apalagi dianggap seakanakan di Kabupaten Pamekasan sudah terjadi kekacauan terhadap pelaksanaan rekrutmen CPNS.. “Moratorium mempunyai latar belakang bahwa pelaksanaan rekrutmen CPNS sebelum tahun 2009 itu tidak meyakinkan. Untuk memulai rekrutmen CPNS yang baru, maka pemerintah harus mengetahui kondisi riil di masing-

masing daerah,” terangnya, kemarin (24/3). Dijelaskan Kholil, untuk mengetahui kondisi di masing-masing daerah, Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB) melakukan kerjasama dengan BPK untuk melakukan audit kinerja pemeirntah dalam bidang rekrutmen CPNS. Di Jawa Timur, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara menunjuk empat titik untuk dilakukan audit. Pertama BKD Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Pamekasan. “Kalau kemudian Pamekasan dikatakan bermasalah karena diaudit BPK, maka tiga titik lainnya yang menjadi obyek audit BPK juga bermasalah. Ini tidak benar,” bantahnya. Bahkan, ditegaskan mantan anggota DPRD Jawa Timur ini, empat titik yang dijadikan obyek audit BPK itu menjadi pilot projec untuk melahirkan regulasi terkait pelaksanaan rekrutmen CPNS tahun-tahun berikutnya. Sampai saat ini, pihaknya tidak pernah diperiksa BPK terkait dengan hasil audit

tersebut. Hasil audit itu, juga dialami oleh seluruh Kabupaten/Kota dan Provinsi di Indonesia. Masalahnya karena daerah-daerah tidak memiliki data base kepegawaian yang profesional. Sebelumnya, Pelaksana Tugas Ketua DPRD Pamekasan Halili menilai bahwa hasil audit itu akan berpengaruh terhadap rekrutmen CPNS di Pamekasan tahun-tahun berikutnya, jika hasil audit itu tidak segera dibenahi. Sebab BKD Pamekasan diberi jangka waktu selama 60 hari sejak tanggal surat itu dikirim untuk melakukan pembenahan. Kata Halili, rekrutmen CPNS di Pamekasan tahun 2009-2010 lalu itu dilaksanakan asal-asalan karena tidak didasarkan kepada analisa kebutuhan dan tidak didukung oleh data kepegawaian. Atas permintaan pembenahan dari BPK itu, BKD Pamekasan sendiri kata Bupati Kholilurrahman, sudah melakukan pembenahan dan hasilnya sudah dikirim ke Kementerian Pemdayagunaan Aparatur Negara di Jakarta. “Sudah tidak ada masalah. Dan masyarakat tidak perlu risau dengan hasil audit itu,” katanya. (fik/muj)


PAMEKASAN KENAIKAN HARGA

Harga Cabai Mulai Naik PA M E K A S A N - H a r g a cabai di sejumlah pasar tradisional Pamekasan mulai mengalami kenaikan harga seperti yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Meski kenaikannya tidak terlalu tajam seperti lonjakan harga bawang beberapa waktu, namun sejumlah pembeli mengeluhkan masalah ini. Di Pasar Kolpajung, cabai rawit merah yang didatangkan dari luar Madura, mengalami kenaikan harga Rp. 3 ribu dari semula Rp. 31 ribu menjadi Rp. 34 ribu perkilogram. Sedangkan cabai rawit hijau yang merupakan hasil pertanian lokal, harganya naik sebesar Rp. 5 ribu dari semula Rp. 6 ribu menjadi Rp. 11 ribu perkilogram. Sejumlah pedagang memperkirakan, lonjakan harga cabai ini terjadi karena dampak banjir yang terjadi di sejumlah daerah penghasil cabai, yang mengakibatkan kelangkaan stok. Jumaiyah, salah satu pedagang di Pasar Kolpajung mengaku terpaksa menaikan harga cabai karena harga kulakan juga mengalami kenaikan harga. Ia juga tidak berani menyetok cabe dalam jumlah banyak, kawatir tidak laku dan membusuk. “Harga kulakannya memang mahal, jadi kami me-

5

SENIN 25 MARET 2013 NO.0082 | TAHUN II

nyesuaikan,” katanya. Sementara itu, hargai cabai rawit merah di tingkat petani lokal saat ini sekitar Rp. 10 ribu perkilogram, sedangkan cabai rawit hijau sekitar Rp. 5 ribu perkilogram. Harga ini justru mengalami penurunan harga dari sebelumnya antara Rp. 10 Ribu sampai Rp. 13 ribu. Meski tidak terlalu tajam, kenaikan harga cabai ini dikeluhkan pembeli karena harus mengeluarkan biaya tambahan. Faizah, salah satu pedagang pentol mengaku harus mengurangi pembelian cabai dan terkadang langsung membeli kepada petani agar tidak rugi. Sebab, sebelumnya, ia juga sempat dipusingkan dengan kenaikan harga bawang merah dan bawang putih sehingga harus menyiasati bumbu dagangannya. “Terus terang ini merugikan kami, apalagi sebelumnya kami dihadapkan pada kenaikan harga bawang putih yang memaksa kami menggunakan bumbu instan dengan konsekuensi aroma berubah,” katanya. Sementara itu, harga bawang putih dan bawang merah di Pamekasan berangsur normal. Yaitu, harga bawang putih sekitar Rp. 25 ribu perkilo gram, sedangkan harga bawang merah sekitar Rp. 43 ribu. (uzi/muj)

Kades yang Jadi Caleg Diminta Mengundurkan Diri PAMEKASAN- Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Kalam meminta para Kepala Desa (Kades) yang maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) pada pemilihan umum (pemilu) yang akan datang untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Ia mengingatkan para pimpinan pemerintahan desa itu akan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 7 tahun 2013, tentang Kepala Desa (Kades) yang harus mundur dari jabatannya apabila mau menjadi calon anggota legislatif. “PKPU itu adalah peraturan khusus tentang Pemilu Legislatif (Pileg) dan tidak

bisa dibanding-bandingkan dengan peraturan lainnya. Tetapi Resikonya, jika dia tidak terpilih maka dia tidak bisa lagi menjabat kembali,” katanya, kemarin (24/3). Lebih lanjut, politisi Partai Demokrat itu mengatakan, Kades yang telah mendaftarkan diri untuk menjadi caleg dari partainya telah diberitahu tentang aturan itu, sehingga

saat ini sudah berfikir ulang untuk tetap maju. Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Pamekasan, Juhaini, meminta KPU secepatnya menyebarluaskan informasi PKPU tersebut kepada semua partai peseta pemilu. Ia juga meminta agar lembaga penyelenggara pemilu itu bersama Komisi A DPRD Pamekasan segera menyamakan pandangan terhadap PKPU. “Kalau sudah ada kesamaan pandangan, di kemudian hari bisa terhindar dari persoalan hukum yang mengikat,” katanya.

Sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Pamekasan dikabarkan melamar menjadi calon anggota DPRD Pamekasan pada Pemilu Legislatif 2014 mendatang. Para kades itu, sebagian telah mendaftar sebagai caleg melalui beberapa partai politik. Di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pamekasan, ada tiga Kades dan dua mantan Kades yang melamar melalui partai berlambang Kakbah tersebut sebagai kendaraan politiknya. Mereka antara lain, Kades Bicorong, Kecamatan Pakong, Abdullami, Kades Po-

toan Daja Kecamatan Palengaan, Fathorrahman dan Kades Pamaroh Kecamatan Kadur Riski. Di Partai Demokrat ada Kades Larangan Tokol Kecamatan Tlanakan Abdul Aziz, Kades Badung Kecamatan Proppo, Anwar, dan Kades Pakong Kecamatan Pakong, Sukandar . Semnatara dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pamekasan, yang memastikan diri menjadi caleg yakni Kades Kadur, Syaiful Haq dan Kades Bangkes, Lutfi, keduanya di wilayah Kecamatan Kadur. (fik/muj)

PENANAMAN TEMBAKAU

Dinas Kehutanan Prediksi Kemarau Berlangsung Normal PAMEKASANMusim gian petani di Pamekasan, kemarau tahun ini memilih kembali menanam diperkirakan berlangsung padi sambil menunggu danormal sehingga sangat tangnya musim kemarau. memungkinkan bagi petani Di beberapa desa, seperti menanam tembakau. Musim di Desa Montok Kecamatan itu diperkirakan akan mulai Larangan, serta sebagian pada pertengahan Bulan petani di Desa Kertagena April hingga Mei menda- Tengah, Kecamatan Kadur, tang. Pamekasan, terlihat kembaKepala Bidang Kehu- li membajak sawah mereka tanan dan Perkebunan untuk memulai penanaman Dinas Kehutanan dan padi. Perkebunan (Dishutbun) Para petani memPamekasan, Triwijaya, ber- perkirakan tahun ini musim dasar hasil koordinasi de- penghujan masih akan berngan Badan Meteorologi, langsung beberapa bulan Klimatologi dan Geofisika kedepan, sehingga tidak (BMKG)Surabaya, dike- kawatir tanaman padi meretahui tidak ada gejala alam ka akan gagal panen akibat yang menyebabkan musim kekurangan air. kemarau tahun ini tidak Matra’e, salah satu normal. petani asal Desa Kerta“Kalau sebelumnya, gena Tengah Kecamatan tidak normal karena adan- Kadur mengaku berani ya badai yang menyebab- menanam padi lagi karena kan adanya curah hujan musim kediprediksi marau yang masih tinggi. tidak semesPrediksi ini tinya,” kata didasarkan Triwijaya. pada kebiD a r i “Kalau sebelumnya, asaan tahunperkiraan itu, tidak normal karena tahun sebelmaka awal adanya badai yang umnya. musim ke“Kalau menyebabkan marau sekacurah hujan adanya musim ligus masa rendah dikemarau yang tidak awal musim, tanam temsemestinya,” bakau tahun biasanya ini diperkiramusim hujan Triwijaya kan akan Kepala Bidang Kehutanan agak lama, terjadi pada bahkan kedan Perkebunan Dinas April sampai Kehutanan dan Perkebunan marau basah. pertengaMakanya (Dishutbun) han Mei unsaya berani tuk wilayah nanam padi tanam tegal, lagi,” katangunung dan ya. sawah. Dari prediksi awal Diakui, resiko kegamasa tanam itu, maka awal galan dalam masa tanam musim panen tembakau kedua ini relatif tinggi. SeDiperkirakan akan terjadi lain bisa kekurangan air, pada awal Agustus menda- serangan hama dan pentang. yakit tanaman juga tingPihaknya sudah mem- gi, karena jumlah petani etakan areal lahan tanaman yang menanam padi ulang, tembakau dengan luasan sedikit. sama seperti tahun sebelMeski demikian, diumnya, yakni 31. 251 hektar. rinya sudah menyiapkan Diharapkan, petani melaku- sumber air untuk mengairi kan penanaman daun emas sawah jika terjadi kekeritu secara wajar dan tidak ingan, serta menyiapkan terlalu berlebihan sehingga berbagai disinfektan untuk stok terjaga. membasmi serangan penSementara itu, seba- yakit tanaman. (uzi/muj)

SIAPKAN SESAJI. Nelayan menyiapkan miniatur perahu dari pohon pisang berisi sesaji, untuk dilarung dalam petik laut, di Desa Kaduara Barat, Larangan, Pamekasan, Jatim. Petik laut yang diikuti ratusan nelayan dan sejumlah perahu hias itu, dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur atas melimpahnya tangkapan dan keselamtan nelayan saat melaut, sekaligus untuk melestarikan budaya warisan leluhur.

MUTASI JABATAN

PASPOR HAJI

Kantor Imigrasi Tunggu Perintah Kanwil Imigrasi PAMEKASANKepala Kantor Imigrasi Klas III A Pamekasan Slamet Mudjianto, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan, apakah tahun lembaganya sudah bisa menfasilitasi pembuatan paspor jemaah calon haji (JCH) atau masih harus mendatangkan petugas dari Kantor Imigrasi Surabaya seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebab, sampai saat ini belum ada surat dari Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Jawa Timur tentang kewenangan kantornya untuk membuat paspor JCH Madura. Sekalipun di Madura sudah memiliki Kantor Iimi-

grasi, Namun, kapasitas alat pencetak paspor yang dimiliki hanya mampu mencetak 80 paspor dalam sehari. Sehingga, jika Kanwil Imigrasi Jawa Timur memberi kewenangan pembuatan paspor untuk JCH Madura ke Kantor Imigrasi Pamekasan, maka pembuatannya harus dilakukan secara bertahap. Namun, kalau hanya pembuatan paspor bagi JCH asal Pamekasanyang jumlahnya hanya 1.400 paspor, dirinya merasa mampu meski dengan waktu agak lama. a menjelaskan, jika mengacu pada tahun sebelumnya, Kantor Imigrasi disetiap daerah mendapat surat edaran

khusus untuk pembuatan paspor haji. Sementara itu Kepala Seksi Haji Umroh Kemeneg Pamekasan, Juhedi mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Kantor Imigrasi setempat dalam hal pembuatan paspor haji tersebut. Namun hingga saat ini, kata dia, belum ada kesimpulan tentang pembuatan paspor jemaah haji pamekasan. Jika jemaah haji pamekasan harus membuat paspor ke Surabaya, maka pihaknya akan bekerja sama dengan Forum Bimbingan Haji Pamekasan, untuk mendatangkan petugas Imigrasi dari surabaya. (afa/muj)

Forum LSM Kritik Rencana Mutasi PAMEKASAN - Forum lembaga swadaya masyarakat (LSM) Pamekasan, Madura, mengkritik rencana bupati Kholilurrahman melakukan mutasi jabatan mendekati akhir masa jabatannya. Juru bicara LSM Pamekasan Heru Budi Prayitno, Jumat mengatakan, rencana mutasi yang akan dilakukan oleh bupati menjelang masa akhir jabatan melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku. “Seharusnya bupati memperhatikan Surat Edaran Mendagri nomor: 800/ Tahun 2012,” kata Heru. Ia menjelaskan, dalam SE itu dijelaskan, bahkan bupati yang hendak berakhir masa jabatannya dilarang melakukan mutasi jabatan. Oleh karenanya Ketua LSM Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Masyarakat (LP2M) ini meminta agar bupati sebaiknya mengkaji kembali rencananya itu. “Padahal sebelumnya sejumlah anggota legislatif telah menyampaikan pendapatnya. Seharusnya diperhatikan dan bupati tidak memaksakan kehendaknya,” terang Heru. Heru juga mengingatkan agar, agar kasus penolakan mutasi sebagaimana yang dilakukan kepala kantor arsip Pamekasan tidak terulang lagi, karena melakukan mutasi yang melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Demikian juga kasus penolakan yang dilakukan oleh staf Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan

(Disporabud) serta staf bidang Sumber Daya Alama (SDA) Pemkab Pamekasan beberapa waktu lalu. “Yang perlu diperhatikan juga, jabatan bupati ini kan sudah tinggal sesaat lagi, karena 21 April 2013 bupatinya akan diganti,” terang Heru Budi Prayitno.

“Yang perlu diperhatikan juga, jabatan bupati ini kan sudah tinggal sesaat lagi, karena 21 April 2013 bupatinya akan diganti,”

Heru Budi Prayitno Juru Bicara LSM Pamekasan

Sebelumnya bupati Pamekasan Kholilurrahman menyatakan, rencana dirinya melakukan mutasi pejabat itu demi pertimbangan efektifitas kerja, karena di beberapa SKPD banyak jabatan strategis yang kosong. Disamping itu, kata Kholilurrahman, jenis mutasi yang dilarang enam bulan sebelum pilkada, bukan setelah pelaksanaan pilkada. “Kalau setelah pelaksanaan pilkada tidak ada ketentuan yang melarang bupati melakukan mutasi jabatan,” kata Kholilurrahman menjelaskan. (ant/mk)


6

SAMPANG

SENIN 25 MARET 2013 NO.0082 | TAHUN II

MUI Minta Pengungsi Direlokasi ke Luar Madura SAMPANG - Konflik SARA yang terjadi di Desa Karanggayam, Kecamatan Omben dan Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, 26 Agustus 2012 lalu, masih menyisakan masalah. Terutama dalam solusi penyelesaiannya yang kini masih belum jelas. Padahal mereka sudah merasa bosan tinggal di tempat pengungsian di GOR Tennis Indoor Wijaya Kusuma Sampang.

mahardika surya abrianto/koran

KALUT: Seorang pengungsi (korban SARA) Sampang sedang memikirkan nasibnya setelah mendengar pernyataan MUI di Madura meminta Pemerintah merelokasi mereka ke luar Madura sebagai solusi agar tidak terjadi konflik baru.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Sampang, Muhammad Suaib mengungkapkan para ulama di seluruh Madura menyatakan pengungsi konflik SARA tersebut harus direlokasi ke luar Madura. Agar tidak terjadi konflik baru yang dikhawatirkan akan terulang bila mereka masih direlokasi di Madura. “Tujuan lain merelokasi pengungsi itu keluar Madura untuk menjaga ketentraman

dan kenyamanan dan keselamatan bersama,” ungkapnya, Minggu (24/3) Suaib mengatakan hal ini berdasarkan kesepakatan dan koordinasi 3 lembaga kemasyarakatan yang berbasis islam di Madura, yaitu Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Badan Silaturahmi Ulama Madura (Basra). Tak hanya itu, dalam kesepakatan dan kordinasi tersebut, tiga ormas

keagamaan besar di Madura tersebut meminta Gubernur Jawa Timur dan Pemerintah Pusat agar menangani permasalahan pengungsi syiah ini dengan solusi permanen, yaitu direlokasi keluar Madura. “Pengungsi selalu dijamin keamanannya, seperti kesehatan, kebutuhan kemanusiannya dan lainnya oleh Pemerintah dan Ulama selama pengungsi masih menempati GOR sana,” jelasnya. Akan tetapi, relokasi tersebut sempat dikecam oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Menurut Kontras relokasi adalah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). “Jika pengungsi dibiarkan tinggal di pengungsian atau dikembalikan ke desanya

dikhawatirkan akan terjadi konflik lagi. Apakah hal itu bisa dikatakan melanggar HAM,” tukas Suaib. Sementara itu, Wakil Bupati Sampang, Fadhilah Budiono juga menegaskan bahwa pengungsi nantinya akan segera direlokasi. Langkah yang akan ditempuh sebelum dilakukan relokasi adalah pihak Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Bupati dan Wakil Bupati akan melakukan pendekatan kepada Tajul Muluk sebagai pemimpin pengungsi itu yang saat ini sudah menjalani masa hukumannya di Rutan Medaeng Surabaya. “Mengenai penanganan pengungsi, insyaallah akan kami targetkan dalam akhir Maret ini bisa diselesaikan,” pungkas Fadhilah. (ryn/msa/ rah)

ANJUNGAN TUNAI MANDIRI

Nasabah Bank Mulai Bosan Antre di ATM SAMPANG – Sejumlah pengguna mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BCA di Jalan Wijaya Kusuma Sampang mengaku kecewa, karena diantara mereka sering saling serobot untuk bisa mengambil uang lebih cepat dari mesin ATM tersebut. Bahkan tidak jarang terjadi perang mulut diantara sesama pengguna ATM ketika mereka yang sudah lama antri tiba-tiba didului oleh orang-orang yang baru datang ke ATM itu. Tidak hanya sesama nasabah pengguna ATM, tetapi Satpam yang bertugas mengamankan mesin tersebut juga sering beradu mulut dengan sejumlah nasabah nakal. Menurut Satpam Bank BCA Cabang Sampang Imam Sanusi, tidak dibenarkan sesama nasabah saling menyerobot, karena hal itu rentan menjadi awal dari perkelahian. Karena

itulah, Imam Sanusi, berupaya keras untuk menjaga ketertiban penggunaan mesin uang tersebut, dengan menerapkan sistem antri. “Saya sering tengkar karena masalah ini. Padahal sudah ada tulisan besar di depan ruangan mesin ATM untuk bisa antri. Tapi masih saja para nasabah ini saling serobot,” kata Imam Sanusi, Satpam Bank BCA Cabang Sampang yang tengah berjaga, Minggu (24/3). Imam juga mengatakan, seharusnya nasabahlah yang menegur bila diserobot dari belakang. Biar mereka sadar dan bisa menghargai kepentingan orang lain. “Ya seharusnya para nasabahlah yang saling tegur,” tandasnya. Sementara itu, kekesalan mengenai rebutan dalam pengambilan uang tunai di dalam mesin ATM BCA Cabang

BERHASIL: Buronan buron yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Denpasar Bali berhasil di tangkap oleh Satreskrim Polres Sampang di terminal Kota Sampang, Minggu (24/3) kemarin sekitar pukul 17.00 wib, setelah turun dari bus.

Sampang tersebut juga diakui oleh Ismail, warga Jalan Imam Bonjol Kelurahan Delpenang, Kabupaten Sampang. Menurutnya untuk mengantisipasi pertengkaran antar nasabah, harus dipasang pagar pembatas untuk antrian. Sehingga tidak hanya nasabah yang disalahkan, tapi pihak Bank BCA harus memberikan fasilitas pagar pembatas. “Lagi-lagi nasabah yang disalahkan. Seharusnya ada pembatasnya di depan ruangan ini. Biar tidak berebut masuk ke ruang mesin ATM,” ucapnya. Berdasarkan pantauan Koran Madura, saling serobot masuk ke dalam ruangan mesin ATM Bank BCA Cabang Sampang ini kerap kali terjadi. Bahkan seringkali pertengkaran antar nasabah menjadi tontonan warga yang melintas. (iam/ msa/rah)

ist/koran madura

RESEDIVISI

Buronan Lapas Bali Tertangkap di Sampang

iyam z/koran madura

ANTRE: Beberapa nasabah sedang antre di dalam ruangan ATM (ATM room) Bank BCA di Jalan Wijaya Kusuma Sampang, Minggu (24/3) kemarin.

SAMPANG - Anggota Satreskrim Polres Sampang berhasil menangkap Komang Adyana (30), buron yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Denpasar Bali. Warga Denpasar Bali ditangkap polisi di terminal Kota Sampang, Minggu (24/3) sekitar pukul 17.00 wib, setelah turun dari bus. Satreskrim Polres Sampang membekuk tersangka berdasarkan informasi yang diperoleh dari Polres Denpasar. Tersangka pencurian kendaraan motor (curanmor)

di Denpasar, Bali tersebut diringkus sesaat setelah turun dari bus. Tersangka yang diketahui menjadi buronan Polres Bali tersebut berhasil kabur selama satu bulan. Menurut Sugiono (45), warga jalan Teuku Umar, kelurahan Rongtengah, kecamatan Sampang Kota, tersangka setelah turun dari bus memang sudah dibuntuti oleh satu anggota reserse berpakaian preman. “Sekitar 15 menit orang itu (tersangka) duduk di sini. Sempat saya tawari rokok tadi setelah turun dari bus

tadi. Gak tahu dari arah mana busnya. Saya hanya melihat dia tadi dibuntuti, kemudian diajak ngobrol di dekat tempat jualan bakso saya,” terangnya kepada Koran Madura, Minggu (24/3). Sugiono sempat kaget setelah kedatangan dua anggota Reskrim yang langsung menyergapnya dari belakang dengan memberikan beberapa pertanyaan terhadap tersangka. “Waktu dua anggota itu menyergap dan memberikan sejumlah pertanyaan, baru saya tahu bahwa dia itu buro-

nan polisi,” ungkapnya. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Jenny Al Jauza saat dikonfirmasi melalui saluran telephone selulernya menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. “Sementara masih kita lakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Kebetulan kaburnya ke Sampang dan kami berhasil menangkapnya. Jika dia terbukti tahanan yang kabur dari lapas Denpasar, kita akan serahkan ke Polres Denpasar,” ujarnya. (ryn/msa/rah)

UPAYA MENGATASI MUSIBAH ALAM

Penanggulangan Banjir Belum Efektif SAMPANG - Upaya Pemerintah daerah Kabupaten Sampang untuk mengurangi dampak terjadinya banjir, kurang efektif. Hal itu diungkapkan oleh Yanto (33), salah satu warga pemerhati lingkungan asal Jalan Pahlawan, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang Kota. Menurutnya, banyak anggaran yang telah terserap untuk menanggulangi banjir, namun belum ada satu pun yang berhasil signifikan. Pengerukan sungai, pembangunan embung, dan netralisasi sungai, yang selama ini dilakukan ternyata tidak cukup ampuh untuk menghentikan luapan air. Pria yang sehari-hari bergabung dalam kelompok peduli lingkungan ini berharap pemerintah daerah

setempat dapat segera memberikan solusi yang tepat. Sehingga musibah yang tiap tahun melanda kota Sampang ini dapat segera teratasi. “Hingga saat ini sudah ratusan juta untuk biaya penangulangan banjir, namun belum satu pun upaya tersebut mampu mengatasi bencana alam yang rutin melanda warga Sampang ini,” terangnya, Minggu (24/3). Sementara Kabid Bina Manfaat Dinas Pengairan Kabupaten Sampang, Mohammad Zainullah saat dikonfirmasi melalui jaringan telepon menjelaskan, meluapnya sungai Kamoning yang sering mengakibatkan banjir di kawasan Kota Sampang, karena hujan deras yang terjadi di daerah utara, seperti

di kecamatan Robatal dan Kedungdung. Bahkan juga dipengaruhi oleh naiknya air laut. “Salah satu faktor penyebab banjir adalah di daerah utara curah hujannya tinggi, ditambah pasangnya air laut,” jelasnya. Menurutnya, banjir di Kota Sampang tidak bisa dihindari. Akan tetapi dengan pengerukan sungai hanya mengurangi debit air saat banjir datang, karena letak kota Sampang tergolong dataran rendah di bawah permukaan air laut. “Upaya apa pun tetap salah. Lagian banjir di Sampang ini tidak bisa dihindari. Sebab, kondisi kota Sampang rata-rata di bawah permukaan laut,” tukas Zainullah. Masih kata Zainullah, pada tahun 2012 lalu pihaknya

telah melakukan pengerukan yang dilakukan dengan dua cara, baik dengan cara mekanis (alat berat) maupun manual (tenaga manusia) sepanjang enam kilometer dengan kedalaman satu hingga enam meter. Dana yang dipergunakan untuk kegiatan tersebut bersumber dari dua anggaran, yakni dari APBD Pemkab Sampang sekitar Rp. 200 juta rupiah dan APBD Provinsi Jawa Timur sekitar Rp 400 juta rupiah. “Tahun kemarin kita sudah melakukan pengerukan sungai dan kami mengajukan anggaran secara rutin untuk bisa melakukan kegiatan yang bisa mengurangi banjir di Sampang,” ucapnya. (iam/ msa/rah)

junaidi/koran madura

TERGENANG: Wilayah langganan banjir di jalan Imam Bonjol, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang Kota tergenang air pekan lalu.


BANGKALAN

7

SENIN 25 MARET 2013 NO.0082 | TAHUN II

MINYAK DAN GAS

HULTIKULTURA

Potensi Migas Belum Diimbangi SDM yang Memadai

Hasil Budidaya Bawang Merah Minim

BANGKALAN - Potensi migas di Bangkalan yang sangat besar diperlukan Sumber Daya Manusia yang mampu dalam mengelola hal itu. Akan tetapi, SDM yang ada di Bangkalan sejauh ini masih minim. Hal itu berdampak pada pengelolaan sumber minyak yang ada di Bangkalan, terutama West Madura Offshort (WMO). Oleh karena itu, wakil Bupati Bangkalan, Mondir A Rofii berharap, dalam rencana rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2013 nanti, agar ada penambahanan jumlah PNS dari sarjana perminyakan. Dia menjelaskan perlunya penambahan ahli perminyakan lantaran Participating Interest (PI) dari blok West Madura tidak dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk minyak dan gas (Migas), sehingga dibutuhkan tenaga ahli untuk mengelolanya. “Di Bangkalan ini PNS yang asli sarjana perminyakan sangat sedikit, saya sudah usulkan untuk penambahan,” jelasnya. Namun, lanjutnya, untuk saat ini Pemkab Bangkalan dalam waktu dekat ini, belum mampu mengelola PI sendiri. Karena keterbatasan pendanaan dan SDM sehingga harus bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mengelola bagi hasil tersebut. “Untuk migas, PI ini memang harus ada pihak ketiga karena kita belum bisa mengelolanya sendiri,” ungkapnya. Menurutnya, belum ada infrastruktur migas yang siap untuk digunakan dalam mengelola hak PI yang dimiliki kabupaten Bangkalan. Bangkalan dan Jawa Timur berhak mendapatakan 10 persen dari blok West Madura. Sedangkan dalam pemba-

giannya Pemprov Jatim mendapat 53 persen dan Pemkab Bangkalan 47 persen dari 21 sumur migas yang dikelola Pertamina Hulu Energi West Madura Ofshore (PHE WMO) itu. Belum terealisasinya hal itu juga disebabkan ada beberapa hambatan. Salah satunya, biaya tinggi yang harus dikeluarkan dalam pengelolaan. Sementara, dana milik daerah tidak mencukupi untuk pengelolaan secara langsung. Oleh karena itu, nantinya PI Bangkalan harus menggandeng pihak ketiga dalam pengelolaannya. ”Entah pihak ketiga tersebut BUMN atau siapa, perlu ada pembicaraan lanjutan. Yang jelas kita siap dalam hak pengelolaan tersebut,” terang Mondir. Dia menambahkan, meskipun secara teknis siap, akan tetapi tidak secara kesuluruhan pengelolaan tersebut akan dilakukan. Sebab, harus menggandeng mitra pengelola. Ditanya mengenai potensi sumber minyak yang dikelola secara swasembada oleh masyarakat. Pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti mengenai hal tersebut. Akan tetapi, lanjut Mondir, jika mengacu pada data Pemprov sumber minyak yang ada di Madura sangat besar. Oleh karena itu dirinya berinisiatif untuk mengembangkan sumber minyak yang bisa dikelola secara baik. Meskipun pihaknya mengaku, saat ini SDM di Bangkalan yang tahu mengenai pertambangan ini hanya sedikit. ”Belum ada informasi yang akurat mengenai hal itu. Sebab, perlu ada penelitian mengenai sumber minyak baru,” ungkapnya. (ori/ rah)

ant/fanny octavianus

SIDANG ETIK DKPP: Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad (kanan) menjadi salah satu pihak pengadu dalam sidang dugaan pelanggaran kode etik dengan teradu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik (kedua kiri) dan anggota KPU Ida Budhiati (kiri) di ruang sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat.

Praktisi Hukum Nilai KPU Lampaui Batas BANGKALAN - Praktisi Hukum Tata Negara Universitas Trunojoyo menilai Peraturan KPU No 7 tahun 2013 telah melawan undang-undang. PKPU tersebut menyimpang dari amanah Undang-Undang No 8 tahun 2012 tentang pemilu. Sehingga pertentangan yang ada dalam peraturan yang dirilis baru-baru ini menjadi inkonstitusional. Menurut dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Trunojoya Madura Syafi’, PKPU itu telah menyimpang dari UndangUndang No 8 Tahun 2012 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD. Beberapa pasal yang bertentangan dengan Undang-Undang pemilu di antaranya adalah pasal 19 huruf I angka 4 PKPU No 7 tahun 2013. Pasal itu memuat ketentuan terkait persyaratan bagi Kepala Desa dan perangkat desa yang hendak mencalon-

kan sebagai anggota DPR atau DPRD untuk membuat surat pernyataan pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali melawan perintah Undang-Undang. ”Saya nilai KPU pusat telah melampui kewenangannya. Seharusnya KPU tinggal mengikuti ketentuan yang ada. Bukan membuat peraturan yang sifatnya teknis. Tapi justru mengandung sifat yang substantif,” ungkapnya. Menurutnya, KPU telah melampaui kewenangan yang diberikan oleh Undang-Un-

dang dalam hal penyusunan peraturan KPU tentang pencalonan. Mengingat KPU bukanlah institusi yang berhak atau berwenang untuk membuat Undang-Undang. Maka, dengan demikian tidak dapat dibenarkan jika kemudian KPU menyelundupkan norma hukum baru dalam peraturan KPU. Syafi’ mengatakan, bahwa dirinya menyarankan para anggota dewan yang dirugikan atas aturan ini untuk menggugatnya dalam bentuk judicial review. Oleh karena itu, jika tidak dilakukan yudisial review akan berdampak pada terjadinya pergantian antar waktu (PAW) secara besar-besaran. Ia menyimpulkan KPU dinilai telah membuat aturan yang sifatnya substanstif dan menyangkut hak politik. “Kalau saya jadi anggota

dewan jelas saya akan ajukan judicial review, Atau mendesak KPU secara politik untuk merubah aturan tersebut. Jika dilanjutkan, hal ini akan berakibat pada PAW besar-besaran yang bisa dimungkiknkan berujung pada kekacauan sistem,” tandasnya. Sementara itu, Ketua KPUD Bangkalan Fauzan Jakfar mengatakan akan tetap mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh KPU Pusat sekalipun dinilai kontroversial. Menurutnya, setiap anggota dewan yang bersangkutan harus mengundurkan diri, jika ingin maju sebagai anggota legislatif. Sebab, hal itu telah menjadi aturan. ”Tugas dari KPUD adalah memverifikasi apakah yang bersangkutan betul mengundurkan diri atau tidak,” ujarnya. (dn/rah)

BAHASA DAERAH

Budayawan Prihatin Perkembangan Bahasa Madura

ori/koranmadura

JUAL-BELI: Aktivitas pedagang dan pembeli di Pasar KLD Bangkalan, Minggu (24/3) kemarin, pedagang terpaksa mengurangi jumlah kulakan cabe rawit karena warga juga mengurangi jumlah pembelian karena mahal.

PALAWIJA

Harga Bawang Putih Fluktuatif BANGKALAN – Setelah mengalami kenaikan yang drastis beberapa pekan lalu, kini harga bawang putih mulai menurun, kendati masih berfluktuatif. Harga bawang putih yang mencapai harga Rp 80 ribu/kg, kini seharga Rp 27 ribu/Kg. ”Sekarang harga bawang putih tidak semahal dua pekan yang lalu, meski harganya sekarang masih naik turun, dua hari yang lalu Rp. 18 ribu/Kg, sekarang naik menjadi Rp. 27 ribu/kg,” kata Mahmudah, salah seorang pedagang Sembako di Pasar KLD Bangkalan, Minggu (24/3). Ia menjelaskan, meski harganya naik turun, harga bawang putih sudah terjang-

kau oleh masyarakat. Demikian juga harga bawang merah juga sudah mengalami penurunan harga, yang sebelumnya mencapai Rp 50 ribu/kg, sekarang turun harga menjadi Rp 36 ribu/Kg. ”Masyarakat sekarang sudah tidak mengeluh lagi baik pedagang maupun pembeli, karena harganya bawang yang menjadi kebutuhan pokok untuk memasak sudah berangsur normal,” ungkapnya. Meskipun begitu, di pasaran justru harga cabe rawit yang mengalami kenaikan. Pedagang mengaku hanya bisa menjual cabe rawit sebanyak lima kilogram per-hari, karena warga mengurangi jumlah pembelian. Meskipun

begitu, naiknya harga cabe rawit tidak setinggi naiknya harga bawang waktu lalu. Pedagang terpaksa mengurangi jumlah kulakan cabe rawit karena warga juga mengurangi jumlah pembelian. Selain karena menurunnya jumlah pembeli, cabe rawit relatif cepat membusuk dibandingkan dengan bawang putih. Sehingga pedagang tidak berani membeli cabe rawit dalam jumlah besar. “Harga cabe rawit naik dari 20 ribu rupiah menjadi 30 ribu rupiah perkilogram. Cabe rawit cepat membusuk, Pak. Kalau bawang putih bisa disimpan beberapa hari kalau tidak laku,” terang Suliha pedagang lainnya. (ori/rah)

BANGKALAN – Budayawan Madura Moh Hasan Sasra mengaku prihatin dengan kondisi budaya daerah dan bahasa Madura yang kian tahun semakin mencemaskan. Padahal bahasa Madura merupakan identitas warga daerah Madura. Namun bahasa Madura justeru tambah kurang diminati. Bahkan, orang tua lebih senang anaknya berkembang menggunakan bahasa asing daripada bahasa daerah. “Mengenai bahasa Madura sangat memprihatinkan. Hampir di seluruh kabupaten meresahkan orang Madura karena sangat kurang perhatian pada bahasanya sendiri,” ucapnya, Minggu (24/3). Hasan mengatakan yang lebih memprihatinkan lagi adalah pengembangan dan pelestarian budaya dan bahasa Madura justeru lebih banyak diminati oleh orang-orang asing. Tidak sedikit dari mereka yang datang padanya untuk sekedar belajar akan budaya dan bahasa tersebut. Ironisme orang madura makin sempurna karena remaja yang sejatinya regenerasi orang Madura sudah tidak lagi memperhatikan tata krama baik di sekolah atau pun di rumah. Sikap tidak sopan tutur kata maupun tindakan para pemuda Madura melengkapi keprihatinan bahasa Madura dan budayanya yang kian ditinggalkan. Meski masyarakat umum jarang menggunakan bahasa ibunya (bahasa Madura), namun pesantren-pesantren yang masih gencar men-

erapkan kelestarian bahasa daerah Madura. Pesantren menjadi salah satu harapan paling efektif pelestarian bahasa Madura. “Masih untung di pesantren, bahasa Madura digunakan dengan baik. Di sana (Pesantren) diajarkan santri menggunakan bahasa Madura halus ketika berbicara dengan senior, guru, atau kepada orang yang stratanya lebih tinggi,” jelas Tim Penyunting EYD Bahasa Madura Balai Bahasa

Moh. Hasan Sasra Budayawan Madura

Pemerintah tidak begitu serius dalam mengembangkan budaya Madura. Mereka hanya memandang sebelah mata saja. Saya berharap banyak kepada pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Nasional dan Dinas Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata agar memelihara dan menjaga budaya Madura,” Moh. Hasan Sasra

Budayawan Madura Surabaya ini. Selain diterapkan di pesantren, Hasan berharap ada fakultas khusus Bahasa Madura di Perguraun Tinggi yang ada di Madura. Sebab, untuk mencari seorang guru

yang pakar di bidangnya (pakar bahasa Madura), kini sangat sulit. Menurutnya pengembangan bahasa kurang mendapat perhatian. Bahkan eksistensinya dalam kurikulum di sekolah-sekolah terus dikebiri. Meski terjadwal, terkadang tidak diajarkan dengan baik. Selain itu, yang sebelumnya sempat diadakan penataran-penataran yang dihadiri oleh budayawan, khususnya guru bahasa, kini tak lagi diadakan. Ia berharap pemerintah harus berkompeten dalam pengembangan budaya Madura. “Pemerintah tidak begitu serius dalam mengembangkan budaya Madura. Mereka hanya memandang sebelah mata saja. Saya berharap banyak kepada pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Nasional dan Dinas Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata agar memelihara dan menjaga budaya Madura,” ujarnya.(dn/rah)

BANGKALAN – Perkembangan tanaman bawang merah di Bangkalan relatif baru. Sebab, budidaya bawang tersebut berjalan sekitar 3 tahun. Dari 20 hektar lahan yang biasa digunakan petani bawang merah, hanya menghasilkan sekitar 13 ton per tahun. Meski relatif kecil dalam produktivitas tanaman bawang merah di Bangkalan, ada dua sentra tempat yang dijadikan sebagai tempat pertanian bawang merah.

Puguh Santoso

Kepala Dispertanak Bangkalan

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Kabupaten Bangkalan, Puguh Santoso, bawang merah merupakan jenis tanaman yang tergolong sulit dalam perawatan dan pengembangannya. Karena membutuhkan penghitungan musim dan teknologi yang memadai. Saat ini, kebutuhan di Bangkalan relatif kurang, karena memang sentranya masih sedikit. Menurutnya, petani yang ingin mengembangkan bawang harus memperkirakan teknologi dan musim. Meskipun begitu, tak cukup hanya pada teknologi yang baik, tetapi harus juga didukung dengan musim yang baik pula agar dapat berkembang dengan baik. Oleh karena itu, pihaknya masih memasok dari luar, termasuk untuk bibitnya mengambil dari kabupaten lain seperti Pamekasan, Nganjuk, dan Brebes. ”Menanam bawang merah, bagaikan merawat bayi. Setiap hari harus dikontrol karena rawan terserang hama penyakit. Perawatannya harus rutin,” ujarnya. Sementara itu, jika dibandingkan dengan peningkatan harga jual bawang di pasaran yang melambung tinggi masih terbilang wajar. Karena tanaman bawang merupakan jenis komoditi holtikultura yang sifatnya fluktuatif dan sulit cara penanamanya. Selain itu, lanjut Puguh, biaya yang dikeluarkan cukup besar. Sebab, modal awal para petani untuk membeli bibit antara 25 sampai 30 juta perhektar. Meskipun mahal biaya tanam bawang, namun keuntungannya bisa tiga kali lipat apabila hasil panennya bagus dan melimpah. ”Kalau sukses petani bawang bisa membeli mobil, tapi kalau gagal bisa gulung tikar,” paparnya. Puguh menambahkan, untuk di Bangkalan ada dua kecamatan yang dijadikan sentra tanaman bawang merah, yaitu kecamatan Blega dan Modung. Di dua kecamatan ini, iklim dan ketersediaan pengairan sangat cocok untuk budidaya bawang merah. Sedangkan untuk varietas tanaman yang ditanam adalah bawang monjung. ”Kecamatan Blega dan Modung selama 3 tahun menjadi sentra komoditi bawang merah, dengan lahan seluas 20 hektar, pada tahun 2011 produktifitasnya mencapai 13, 94 ton, sedangkan 2012 mencapai 14 ton,” terangnya. Puguh menambahkan, dari tingkat kesulitan dan resiko yang dialami petani. Maka wajar harga bawang mengalami fluktuasi yang signifikan. Terlebih, musim penghujan, pengembangbiakan bawang merah sangat sulit, karena rentan terhadap hama penyakit. ”Kalau kenaikannya dari petani sebenarnya tidak masalah, yang ditakutkan ada monopoli harga pasar,” pungkasnya. (ori/rah)


8

LINTAS MADURA

SENIN 25 MARET 2013 NO.0082 | TAHUN II

SASTRA

Rumah Budaya Fadli Zon Luncurkan Puisi D. Zawawi

USAHA GARAM - Hasil produksi petani garam di Kabupaten Sampang kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Sampai sekarang petani lebih memilih menyimpan hasil produksi garamnya karena harga harganya anjlok. Sehingga petani terancam mengalami kerugian sekitar 20 juta per hektar.

Harga Garam Rakyat Semakin Terpuruk SAMPANG - Hasil produksi petani garam di Kabupaten Sampang kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Sampai sekarang petani lebih memilih menyimpan hasil produksi garamnya karena harga garam anjlok. Sehingga petani terancam mengalami kerugian sekitar 20 juta per hektar. Petani garam berharap ada kebijakan pemerintah yang bisa menstabilkan harga garam. Karena apabila ini tidak dilakukan maka petani lebih memilih untuk menyimpannya dan tidak akan mengeluarkan hasil produksi garamnya. Hasil produksi tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan para petani ketika memproduksi garam. Salah satu LSM Gerakan Indonesia Bangkit (GIB) H. Ilyas mengatakan, banyak keluhan dari petani garam karena biaya produktivitas tidak sesuai dengan harga jual garam. Padahal harga pemerin-

tah sudah ditentukan dari K1 dengan harga 750.000 per ton dan K2 dengan harga 550 per ton. Tapi kenyataannya garam petani untuk K1 dibeli dengan harga 450 per ton dan K2 dibeli dengan harga 350 per ton. “Sampai sekarang pemerintah masih belum ada kebijakan terhadap harga garam. Sehingga banyak petani yang mengeluh, khususnya di kecamatan Pangarengan,” terangnya, Minggu (24/3). Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Garam Indonesia (APGI), Gada Rahmatullah ketika dikonfirmasi mengatakan, masalah ini sudah ditawarkan

kepada PT. Garam, namun sampai sekarang alasan dari PT. Garam masih belum membuka gudang, baik PT yang berada di Madura maupun PT yang berada di Surabaya. “Saya juga tahu bahwa harga garam di bawah harga pemerintah. Ini akan berpotensi mengalami kerugian dengan taksiran 20 juta per hektar. Petani terpaksa menjual hasil produksi garamnya karena tidak ada pilihan lagi bagi petani garam,” ungkapnya. Untuk menyesesuaikan harga garam ada dua hal yang harus dilakukan, yakni peran dari Dinas Koperasi yang harus mengambil alih terhadap harga garam. Salah satu yang bisa menyelamatkan harga garam hanya koperasi. Sesuai dalam peraturan pemerintah terhadap kelompok petani garam untuk membuka koperasi. “Pemerintah harus mem-

berikan tindakan melalui data base dan sistem bukti serap. Sampai sekarang pemerintah masih belum melakukan itu karena bukti serap itu akan keluar ketika harga sudah sesuai dengan harga pemerintah,” jelas Gada. Masih kata Gada, harga garam tidak naik karena didominasi oleh garam industri yang dipakai. Sementara garam rakyat dianggap tidak berkwalitas. “Padahal masih belum tentu garam rakyat tidak berkwalitas, karena hasil laboratorium yang sudah kami lakukan lebih berkwalitas garam rakyat dibandingkan dengan garam industry. Sampai sekarang berdasarkan asumsi data kami 70 persen garam rakyat terjual dengan harga yang tidak sesuai dengan harga pemerintah. Sekitar 30 persen petani menyimpan hasil produksi garamnya,” tandasnya. (jun/ msa/rah)

PASAR

Pasar Kedungdung Tak Terawat SAMPANG - Pasar seharusnya memberikan kenyamanan dan keamanan terhadap para pengunjungnya saat melakukan transaksi jual beli. Namun, tidak dengan pasar di Kecamatan Kedungdung. Pasar Kedungdung ini, meski letaknya tidak jauh dari kota Sampang, hanya berkisar sekitar 13 Kilometer, tidak terawat dengan baik sehingga terkesan kumuh. Kondisi pasar tradisional Kedungdung tersebut terlihat kumuh. Ditambah lagi dengan kondisi jalan yang sering tergenang air setiap turun hujan, menambah kondisi kekumuhan pasar ini semakin terasa.

Bahkan tak hanya itu, banyak sampah berserakan di sana-sini. Semakin kesan pasar tersebut semakin terasa kumuh. Dengan situasi yang ada saat ini, sebagian warga enggan berbelanja di pasar Kedungdung. Mereka lebih memilih pergi ke pasar modern, karena tempatnya lebih bagus dan nyaman. “Kebersihan di pasar ini Kedungdung kurang terjaga. Banyak sampah berserakan dimana-mana, sehingga sangat mengganggu kita saat berbelanja,” kata warga setempat, Siti Maryam, Minggu (24/3). Maryam mengatakan dirinya enggan berbelanja di

pasar Kedungdung karena kurang bersih. Karena tidak ada lagi pasar yang dekat dengan tempat tinggalnya, terpaksa dirinya harus ke pasar tersebut. Namun, jika dirinya ke kota lebih memilih berbelanja di pasar modern kota Sampang. Tempatnya lebih nyaman dan bersih. Jika kondisi tersebut tidak dirubah, diprediksi bakal banyak warga yang beralih berbelanja di pasar modern. “Kami meminta pada pemerintah supaya diperhatian soal kebersihan di pasar Kedungdung, karena kebersihan dan kerapian merupakan

salah satu cara untuk memancing pembeli datang ke pasar,” jelasnya. Ia menambahkan, dirinya meminta kepada pedagang yang ada di pasar Kedungdung tersebut turut menjaga kebersihan lingkungan pasar, dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Kebersihan sebenarnya merupakan tanggung jawab pedagang juga. Dengan turut membersihkan dan tidak membuang sampah sembarang. Jika pasar terlihat rapi dan bersih dipastikan pembeli seperti saya tidak akan risih berbelanja,” ujarnya. (ryn/ msa/rah)

SUMATERA BARAT - Rumah Budaya Fadli Zon Aia Angek, Tanahdatar, Sumatera Barat, akan meluncurkan Buku puisi terbaru karya penyair Indonesia D. Zawawi Imron berjudul “Mengaji Bukit Mengeja Danau” yang diterbitkan Fadli Zon Library, Senin (25/3). Penyair Taufiq Ismail dalam pengantarnya di buku itu menyebutkan bahwa puisi-puisi D. Zawawi Imron dalam buku tersebut ditulis selama sebulan bermukim di Aie Angek ketika menjadi Tamu Rumah Puisi. “Penyair ini produktif sekali, 110 puisi ditulisnya dalam waktu 30 hari,” ujar Taufiq Ismail, Sabtu (23/3). Dia menyebutkan bahwa kumpulan puisi Mengaji Bukit Mengeja Danau ini juga merupakan buku kumpulan puisi pertama karya sastrawan tamu Rumah Puisi yang dapat diterbitkan. Sejak 2008-2013, Rumah Puisi telah mengundang sebanyak 25 sastrawan dari 11 kota di Indonesia (termasuk Singapura dan Kualalumpur). Sementara itu, Fadli Zon, pendiri Rumah Budaya Fadli Zon di Aie Angek, Sumatera Barat, dan Fadli Zon Library dalam pengantarnya menyebutkan kali pertama membaca buku puisi Mengaji Bukit Mengeja Danau ini,

terasa kesejukan, kedamaian, dan keselarasan yang meliputi kehidupan alam. “Irama yang mengalir dalam setiap bait memaksa kita ingin terus melanjutkan membuka halaman demi halaman puisi Zawawi,” ujar Fadli Zon. Sebagai kiai penyair, sebut Fadli Zon, ada refleksi kemahaagungan Sang Maha Kuasa dalam puisi-puisi yang ditulisnya. “Kita dapat merasakan suasana jiwa penyair yang ingin menyampaikan bahwa alam menghidupkan nurani kemanusiaan kita,” tambahnya. Sejumlah sastrawan Indonesia dari berbagai kota direncanakan menghadiri peluncuran buku penyair Madura ini seperti, Penyair Taufiq Ismail, Jamal D. Rahman, Joni Ariadinata, Dinullah Rayes, Radhar Panca Dahana, Korrie Layun Rampan, Gola Gong. Selanjutnya, Soni F. Maulana, Ratmana, Damiri Mahmud, LK Ara, Rida K Liamsi, Budi Darma, Saini KM, Ahmad Tohari, Helvy Tiana Rosa, Dorothea Rosa Herliany, Aspar Paturusi, Fakhrunnas MA Djabar, Taufik Ikram Jamil, K.H. Mustofa Bisri, Purnama Soewardi, Isbedi Setiawan, dan sejumlah sastrawan lainnya. Pada kesempatan tersebut juga hadir Fadli Zon,

pendiri Rumah Budaya, serta Direktur Rumah Budaya Fadli Zon, Elvia Desita B.Hum. Sc.(Hons). D. Zawawi Imron lahir di Desa Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura. Ia menempuh pendidikan di Pesantren Lambicabbi, Gapura Sumenep. Ia seorang penyair dan kyai. Selain melakukan kegiatan dakwah, Zawawi yang mulai terkenal dalam percaturan sastra Indonesia sejak Temu Penyair 10 Kota di taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 1982 ini, juga aktif membacakan sajaknya di berbagai tempat antara lain Yogyakarta, ITS Surakarta, UNHAS Makasar, IKIP Malang dan Balai Sidang Senayan Jakarta serta di berbagai tempat lainnya. Buku kumpulan puisinya antara lain, Semerbak Mayang (1977), Madura Akulah Lautmu (1978), Dusun Siwalan (1979), Celurit Emas (1980), Bulan Tertusuk Ilalang (1982), Derap-Derap Tasbih (1993), Berlayar di Pamor Badik (1994), Bantalku Ombak Selimutku Angin (1996), Lautmu Tak Habis Gelombang (1996), Madura Akulah Darahmu (1999), Kujilat Manis Empedu (2003), Refrein di Sudut Dam (2003), Zamrud Serambi Madinah (2004), dan Mata Badik Mata Puisi (2012). (ant/mk)

PETANI GARAM

DKP Dorong Petani Produksi Garam Industri

MADURA - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pamekasan, Madura mendorong petani garam di wilayah itu untuk memproduksi garam industri di samping garam konsumsi. Kepala DKP Nurul Widiastutik, Jumat mengatakan, di Pamekasan sebagian petani memang sudah ada yang memproduksi garam industri, akan tetapi jumlahnya terbatas. “Alasannya karena kualitas. Belum semua petani mampu memproduksi garam industri, karena kualitasnya memang lebih bagus,” kata Nurul. Kendati demikian, pihaknya akan mengupayakan pembinaan kepada para

petani apabila memang ada yang berminat untuk mengembangkan garam industri. Nurul menjelaskan, petani yang telah mengembangkan garam industri di Pamekasan ialah sebagian petani di Desa Baddurih, Kecamatan Pademawu. “Tapi dari sisi biaya memang lebih mahal. Karena harus menggunakan keramik,” katanya. Sebelumnya peneliti dari Universitas Trunojoyo Bangkalan Dr Mahfud menyatakan, petani garam di Pamekasan termasuk petani garam di Sampang dan Sumenep agar mulai mengembangkan garam industri. Alasan Mahfud ketika

itu, karena garam industri lebih mahal dibandingkan garam konsumsi. Sehingga jika petani banyak beralih ke garam industri, maka pendapatan petani akan lebih meningkat. Secara otomatis, kata dia, kesejahteraan petani juga akan meningkat, apalagi mereka bisa memproduksi garam industri. “Kalau bisa agar program bantuan usaha garam rakyat itu diperuntukkan bagi pengembangan garam industri,” kata Mahfud. Ia menyarakan, agar instansi terkait melakukan pendampingan untuk mengembangkan program usaha produksi garam industri tersebut. (ant/mk)

MENANAM RUMPUT LAUT. Petani menanam bibit rumput laut di Pantai Desa Tanjung, Pademawu, Pamekasan, Madura, Jatim.

UNIT USAHA

Dinas Koperasi Tengarai Ada UMKM Tidak Aktif MADURA— Jumlah UMKM (Unit Mikro, Kecil, dan Menengah) di Kabupaten Bangkalan hingga Desember 2012 cercatat sebanyak 120.777 UMKM dengan rincian 111.040 unit mikro, 9.643 unit keci, dan 84 unit menengah. Akan tetapi, diantara sejumlah UMKM tersebut ditengarai ada yang macet. Adanya beberapa UMKM yang tidak bisa mengembangkan usahanya karena beberapa produk

yang telah diproduksi tidak diminati masyarakat, karena kalah persaingan kualitas dan kurangnya promosi produk terhadap masyarakat. Selain kendala produk, lokasi yang kurang strategi dapat menghambat berkembangnya UMKM tersebut. Namun demikian, Dinas Koperasi selalu memantau dan membina unit usaha yang aktif. Kepala Koperasi UMKM M. Musleh melalui salah seorang pegawai Dinas Koperasi Holik menjelaskan bahwa mere-

ka (Pemilik UMKM) yang memiliki keinginan untuk terus mengembangkan usahanya diarahkan dalam Program Bina UMKM. “Dalam Program Bina UMKM, pemilik usaha diarahkan. Jika produk yang akan dipasarkan bagus dan siap diekspor, maka kami perkenalkan pada Disperindag Surabaya.” katanya. Adapun tujuan dari semua itu adalah menampung orang-orang yang mau mengeksporkan produknya. Akan tetapi, pemilik UMKM tersebut

diwajibkan untuk menjadi anggota paguyuban yang telah disediakan di sana (Disperindag). Hal ini dilakukan agar mereka (pemilik UMKM) tidak meninggalkan dan melupakan dari mana mereka mengembangkan usahanya. Sebab produk dipasarkan bukan hanya di daerah Jawa Timur saja, melainkan juga bisa sampai ke Kalimantan, NTB, dan daerah lainnya. Dari informasi tersebut, belum dapat dipastikan jumlah UMKM yang

berkembang atau pun yang sudah tidak lagi berjalan. Hal ini disebabkan karena Dinas Koperasi hanya memantau secara garis besar saja. Dengan kata lain, mereka (Dinas Koperasi) memantau beberapa UMKM yang ada di pinggir-pinggir jalan. Di Burneh misalnya. Di daerah tersebut, terdata UMKM mulai berkembang bahkan meningkat. Lain halnya dengan di Kamal. UMKM yang berdiri di wilayah terminal Kamal sebagian pindah. Akan tetapi, ter-

“Dalam Program Bina UMKM, pemilik usaha diarahkan. Jika produk yang akan dipasarkan bagus dan siap diekspor, maka kami perkenalkan pada Disperindag Surabaya.”

M. Musleh

Kepala Koperasi UMKM

dapat beberapa UMKM di daerah tersebut yang tidak terdeteksi lokasinya yang baru. Selain itu, Dinas Koperasi juga belum menemukan UMKM yang sudah tutup atau tidak lagi menjalankan usahanya. Hal ini disebabkan karena tidak adanya laporan mengenai perpindahan lokasi usaha atau pun tutupnya usaha yang pernah diajukan ke Dinas Koperasi. (dn/rah)


MALANG

9

SENIN 25 MARET 2013 NO.0082 | TAHUN II

PENDIDIKAN

UKT Unibraw Terendah Rp 2,7 Juta

ant/basri marzuki

MASYARAKAT ADAT: Seorang bocah dari komunitas masyarakat adat Da’a duduk di tangga depan rumahnya yang berada di ketinggian 1.200 dpl di desa Lambara, Kinovaro, Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (24/3). Data yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial RI, masih terdapat 220.000 Kepala Keluarga atau sekitar 1 juta jiwa penduduk yang termasuk golongan Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Lima Puluh Satu Desa Masih Tertinggal MALANG - Sebanyak 51 dari 378 desa yang ada di wilayah Kabupaten malang, Jawa Timur, hingga saat ini masih dalam kategori desa tertinggal. Bupati Malang Rendra Kresna, mengatakan untuk mengurangi secara bertahap jumlah desa tertinggal tersebut, pemkab membuat program Bina Desa yang membangun infrastruktur akses jalan, saluran air bersih, dan pembangunan rumah ibadah. “Program Bina Desa ini sudah berjalan beberapa tahun terakhir ini. Setiap desa tertinggal akan mendapatkan giliran untuk kami sambangi minimal dua hari. Kami tinggal dan bermalam di rumah penduduk untuk bersamasama membangun desa tersebut,” ujar Rendra Kresna.

Selain membangun infrastruktur, lanjutnya, pemkab juga memberikan bantuan berupa sembako, peralatan kompor gas berbahan limbah kotoran sapi, pelesterisasi dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan pengetahuan warga yang nantinya bisa menjadi bekal bekerja. Menurut Rendra, selama kunjungan ke desa-desa tertinggal, seluruh jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) juga melakukan pendampingan, agar bisa secara langsung mendengar aspirasi dan keluhan warga. Guna mempercepat

pembangunan dan mengentaskan desa tertinggal tersebut, Pemkab Malang mengucurkan anggaran ratarata sebesar Rp 1 miliar per desa. Sebab, perbaikan dan pembangunan akses jalan seta infrastruktur lainnya menjadi skala prioritas. Jumlah desa tertinggal sebanyak 51 desa tersebut sudah berkurang cukup signifikan dari tahun 2011 yang mencapai 110 desa. Pengentasan desa tertinggal tersebut ditangani oleh lintas SKPD dan setiap tahun dilakukan evaluasi. Sebelumnya Sekretaris Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Malang Nurman Ramdamsyah mengatakan, ada 15 indikator yang menjadi bahan

evaluasi desa tertinggal ini. Dan, indikatornya juga jelas serta terukur, sehingga tidak ada unsur subyektif. Ke-15 indikator yang menjadi acuan evaluasi desa tertinggal tersebut di antaranya adalah jalan desa, sarana kesehatan, sarana pendidikan, tingkat kemiskinan dan jumlah penduduk serta kondisi sanitasi dan sumber air. “Desa-desa yang masih belum terentaskan ini akan digelontor dengan berbagai program pengentasan kemiskinan yang ditangani oleh lintas SKPD. Kalau semua fokus pada desa tertinggal, pasti tidak lama lagi Kabupaten Malang akan bebas dari desa tertinggal,” tegasnya.(ant/rah)

SEPAK BOLA

Persema Diliburkan Dalam Waktu Tak Terbatas MALANG - Aktivitas dan latihan Persema mulai tiga hari lalu diliburkan hingga waktu yang tak terbatas, karena masih belum jelasnya nasib tim berjuluk Bledek Biru itu pada kompetisi musim depan. “Untuk sementara ini memang diliburkan sampai ada kepastian. Sebab surat yang kami kirimkan ke PSSI belum mendapatkan jawaban memuaskan, terkait nasib Persema musim depan,” kata Asisten Manajer Persema Dito Arief di Malang. Ia menegaskan akan percuma jika Persema meneruskan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) yang saat ini sedang berlangsung. Kalau

pun finish di posisi empat besar, Persema tetap saja tidak bisa berkompetisi di ajang tertinggi musim depan. Oleh karena itu, kata dia, pihaknya belum memastikan kapan Persema akan menggelar latihan kembali. Namun, yang pasti dalam waktu dekat ini manajemen akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memastikan nasib Persema. Bahkan, menurut dia, jika PSSI tidak kunjung memberikan kepastian, bukan tidak mungkin Persema akan mundur dari kompetisi LPI musim ini. Padahal, Persema bakal melakoni pertandingan luar kandang (away) dijamu PSM Makassar pada 27 Maret

nanti. Belum lama ini manajemen Persema menemui PSSI dan PT LPIS selaku operator kompetisi LPI untuk menanyakan kepastian nasib Persema setelah penyatuan liga musim depan. Sebab, Persema dikhabarkan sebagai salah satu tim yang bermasalah dalam keanggotaan PSSI. Persema membelot dari kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) ke LPI pada tahun 2011, sehingga disanksi dan didegradasi ke Divisi I. Selain Persema, ada beberapa tim yang juga mengalami nasib sama, yakni Persibo Bojonegoro, Persebaya Surabaya, dan PSM Makassar. Sementara Kongres Luar

Biasa (KLB) PSSI yang digelar di Jakarta akhir pekan lalu memutuskan jika hanya ada empat klub yang berhak masuk ke kompetisi tertinggi musim depan setelah ada penyatuan liga, di antaranya adalah Persiba Bantul, Persijap Jepara, Semen Padang. Selain vakum latihan dan aktivitas Persema secara umum hingga jangka waktu tak terbatas, pelatih Bledek Biru Slave Radiovski juga mengundurkan diri dari tim tersebut. Hanya saja, Slave, tidak mau merinci alasan dirinya mundur dari klub yang sebelum bergabung LPI itu didanai oleh APBD Pemkot Malang itu.(ant/rah)

PERSEMA MENANG: Pesepakbola Persema Malang, Joko Prayitno (atas) melompat untuk menghindari tubuh pesepakbola Bontang FC, Arbadin (bawah) dalam pertandingan kompetisi Indonesia Premier League (IPL) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur beberapa pekan yang lalu.

ant/ari bowo sucipto

MALANG - Uang Kuliah Tunggal atau UKT yang diberlakukan Universitas Brawijaya (UB) Malang mulai Tahun Akademik 2013/2014 paling rendah sebesar Rp 2,7 juta per semester. Rektor UB Malang Prof Dr Yogi Sugito di Malang, mengemukakan mulai Tahun Akademik 2013-2014 sudah tidak ada lagi uang pangkal (gedung) karena semua biaya, termasuk uang pratikum dibayarkan bersamaan dengan SPP per semester, yakni UKT. “Biaya terendah sebesar Rp 2,7 juta ini ada di Fakultas Hukum (FH) dan tertinggi ada di Fakultas Kedokteran (FK) yang mencapai Rp 21 juta per semester. Hanya saja, pengaturan UKT tersebut masih tetap mengacu pada SPP proporsional,” katanya. Menurut Yogi, dalam pembagian UKT proporsional itu ada lima kategori. Kategori tersebut untuk mengelompokkan orang

tua siswa dengan pendapatan yang berbeda, semakin tinggi pendapatannya, maka akan masuk kategori tertinggi atau kategori I. Ia mengatakan kebijakan baru (pemberlakuan UKT) tersebut berimplikasi semakin murahnya biaya masuk kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) karena tidak ada lagi uang gedung (pangkal) yang wajib dibayarkan ketika daftar ulang. Dekan Fakultas Kedokteran UB Malang Dr Karyono Mintaroem menjelaskan dengan adanya kebijakan UKT itu biaya pendidikan (kuliah) di FK menjadi lebih terjangkau, sebab pada 2013 hanya Rp 21 juta per semester. Lima kategori biaya kuliah di FK UB per semester adalah mulai dari 0 rupiah, Rp 12 juta (kategori 4), Rp17 juta (kategori 3), Rp19 juta (kategori 2), dan Rp 21 juta untuk kategori 1. “Meski biaya masuk FK ini menurun, mahasiswa atau orang tua mahasiswa

tidak perlu khawatir jika kualitas perkualihan juga akan menurun, sebab kami telah berkomitmen akan tetap menjaga kualitas itu,” kata Karyoto. Hanya saja, katanya, menurunnya biaya kuliah di FK tersebut juga berdampak pada aktivitas pembangunan yang saat ini sedang dilaksanakan, seperti pembangunan laboratorium. Namun demikian, katanya, hal itu bukan berarti pembangunan tidak bisa dilaksanakan sama sekali. Sebab, pihaknya tetap berharap pada dana hibah dari Dikti. “Kami akan cari dari dana hibah maupun kerja sama dengan korporasi,” katanya. Pada tahun-tahun sebelumnya, UB juga telah menerapkan SPP proporsional, namun untuk uang gedung (uang pakal) masih tetap dibayarkan. Rata-rata uang gedung tersebut di atas Rp 20 juta, tergantung program studi (prodi) yang diambil.(ant/rah)

ELEKTRONIK

AMD Kenalkan Teknologi Eyefinity pada Mahasiswa MALANG - AMD menyasar mahasiswa di wilayah Malang Raya untuk mengenalkan teknologi terbaru eyefinity sebagai satu-satunya teknologi multimonitor yang mendukung satu tampilan tunggal Windows 8 tanpa sebuah kartu grafis terpisah. Component Business Lead AMD Indonesia Frankie Widjaja di Malang, mengakui bahwa potensi pasar di wilayah Malang Raya relatif cukup tinggi. Apalagi di kota ini banyak dihuni oleh ratusan ribu mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. “Untuk nominal, angka ataupun persentase dari target atau capaian tahun sebelumnya, kami memang masih belum bisa publikasikan. Yang pasti, animo masyarakat cukup tinggi, apalagi teknologi AMD generasi kedua ini banyak memudahkan pengguna,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa

Malang menjadi target pasar yang relatif cukup besar ketiga di Pulau Jawa setelah Yogyakarta dan Surabaya. Sedangkan kota keempat yang menjadi sasaran AMD adalah Bandung. Menyinggung keunggulan teknologi terbaru Eyefinity tersebut, menurut Frankie, pengguna teknologi AMD terbaru ini bisa menikmati kerja grafis ganda dalam monitor yang menyala secara bersamaan dan hasilnya juga tetap maksimal. Frankie menjelaskan bahwa generasi kedua seri A-Series Accelerated Processing Units (APU) ini masih tetap untuk dekstop, motherboard, dan komputer serta home-theater. Ia mengakui, selain mahasiswa, target APU terbaru itu adalah para perakit komputer, gamer, para penjual yang ingin memperbarui infrastruktur komputer mereka dengan performa

yang bagus, grafis berkelas, multicore, dan respons yang cepat karena kemampuan proses yang juga cepat. Untuk mendapatkan generasi kedua AMD seri A-Series APU tersebut bisa secara retail maupun distributor dengan harga kompetitif mulai 53 dolar AS hingga 122 dolar AS. Saat ini, lanjut Frankie, fokus AMD untuk pasar Indonesia adalah mengembangkan pangsa pasar notebook melalui kerja sama dengan PC manufaktur di Tanah Air, memperbesar bisnis komponen untuk dekstop, serta menggarap pasar berkembang di berbagai wilayah di Indonesia. “Sekarang ini, kami juga sedang memproses serta menyempurnakan prosesor untuk tablet. Dalam waktu dekat ini akan diluncurkan dan dikenalkan kepada publik,” katanya menambahkan.(ant/rah)

GEMAR MEMBACA

Penerbit Terlaris Internasional Ikuti IBF Universitas Brawijaya MALANG - Penerbit terlaris internasional, seperti Elsevier, John Wiley, Cambridge University Press, dan tim Ebsco Indonesia ikut ambil bagian dalam International Book Fair (IBF) 2013 di Universitas Brawijaya sejak 18-24 Maret 2013. “Selain ikut menyemarakkan pameran buku, beberapa penerbit tersebut juga memberikan workshop bertema ‘Digital Solution for Universitas Brawijaya’ dan ‘How to Publish Books and Article with Cambridge University Press’,” kata Kepala Perpustakaan Universitas Brawijaya Welmin Sunyi Ariningsih di sela penutupan IBF 2013 di areal perpustakaan UB, Minggu. Menurut dia, agenda IBF ini merupakan yang kedua kalinya setelah diselenggarakan di Universitas Indonesia (UI) pada bulan Oktober 2012. Namun, animo dari mahasiswa dan dosen relatif cukup baik, bahkan masyarakat umum. Ia berharap kegiatan IBF yang berlangsung selama sekitar sepekan itu mampu menumbuhkan

iklim akademik yang lebih baik dan jangan sampai mahasiswa meninggalkan perpustakaan yang seharusnya menjadi “jujugan” bagi mahasiswa maupun masyarakat kampus lainnya. Welmin mengaku bahwa kegiatan IBF 2013 itu sengaja dipusatkan di perpustakaan untuk lebih memperkenalkan perpustakaan UB kepada masyarakat Indonesia dan internasional pada umumnya. Dan, yang lebih penting lagi, mahasiswa atau dosen tidak akan meninggalkan perpustakaan. IBF 2013 juga diisi dengan bedah buku “Titik Balik Kebudayaan Nasional” serta penyerahan mobil perpustakaan keliling dari hibah Perpustakaan Nasional kepada Rektor UB Prof.Dr. Yogi Sugito. Dalam pembukaan pameran (IBF) Senin (18/3), Kepala Perpustakaan Nasional RI Sri Sularsih mengatakan bahwa remaja jangan berkonsep tidak gaul jika tidak pergi ke mal. Namun, mereka bisa menjadi

gaul justru dengan gemar membaca. Ia menegaskan bahwa remaja kalau ingin dibilang gaul tidak harus menjadi anak mal, tetapi dengan membaca remaja bisa menjadi anak gaul sebab gemar membaca tidak harus didefinisikan dengan selalu membawa buku tebal. Membaca, lanjut dia, bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi canggih, seperti tablet dan I Pad yang diakses dalam bentuk e-book atau buku elektronik. Jika bacaan semakin mudah untuk diakses, maka membaca bisa dilakukan di mana saja, seperti di pusat perbelanjaan atau mal dan di dalam kendaraan umum. Semakin mudahnya mendapatkan buku bacaan, tidak ada alasan untuk tidak gemar membaca sebab membaca kita bisa mendapatkan ilmu. Dan, jika disempatkan satu hari untuk membaca, kita akan mendapatkan tambahan ilmu setiap hari,” tegas Sri Sulastri.(ant/rah)


10 WAPRES RI

Kunker Ke Malang, Wapres Sambangi Kampung Halaman SURABAYA – Diungkapkan Sekdaprov Jatim Rasiyo dalam kunjungannya ke Malang menemui Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) di Bandara Abdul Rahman Saleh, kedatangan wapres adalah untuk meresmikan Gedung Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim. Selain itu pula, wapres akan bersilaturahmi dengan perwakilan pelajar MIN, MTSN dan MAN sekota Malang, hari ini, Senin (25/3). Rencananya, Wapres Budiono akan berada di Jawa Timur selama dua hari. “wapres langsung menuju kampung halamannya di Blitar ketika pesawat yang dinaikinya mendarat di bandara sekitar pukul 10.00 WIB Minggu pagi. Rombon-

LINTAS JATIM

SENIN 25 MARET 2013 NO.0082 | TAHUN II

gan wapres melalui jalan darat dengan menaiki mobil melalui Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang,” katanya seraya menambahkan bahwa Budiono akan menginap di Hotel Tugu Lestari. Rencananya, lanjut dia, Wapres Budiono menginap di Blitar untuk berziarah ke makam orangtuanya. Baru besoknya ia akan mengadakan beberapa acara di Malang seperti meresmikan Pascasarjana UIN serta kunjungan ke sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Jalan Bandung, Kota Malang. Menurut Rasiyo, Wapres Budiono yang datang bersama istrinya, dalam kondisi kesehatan yang baik. “keduanya kelihatan sehat. Mungkin sedikit kelelahan tapi kondisi kesehatannya baik,” terangnya. (neu)

Merekatkan Persatuan dengan Gelaran Padang Rembulan SURABAYA – Menghadapi globalisasi, generasi muda Indonesia saat ini harus diajarkan empat pilar kebangsaan. Hal ini demi mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam menghadapi persaingan antar bangsa yang semakin lama semakin ketat. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Rasiyo saat memberikan sambutan pada acara Gelar Seni Pertunjukan Padang Rembulan Bagi Pendidik dan Peserta Didik dan Deklarasi Pegiat Komunitas Kebangsaan, Sabtu malam (23/3). Menurutnya, empat pilar kebangsaan sangat penting untuk kelangsungan terjaganya persatuan dan kesatuan Indonesia. Oleh sebab itu, generasi muda saat ini yang nantinya menjadi pemimpin dimasa depan harus dididik

dan diajarkan mengenai empat pilar kebangsaan tersebut. “Dalam memperoleh kemerdekaannya, Indonesia mendapatkan godaan yang banyak sekali. Oleh sebab itu wawasan kebangsaan yang terkandung dalam empat Pilar kebangsaan perlu didalami seoptimal mungkin agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga. Tentunya dengan bimbingan guru, terutama bagi pengurus OSIS. Genrasi muda saat ini adalah pemimpin masa depan kita, mereka yang akan menjadi pemimpin bagi negara ini.” Jelas Rasiyo.

Apabila generasi muda ini tidak disiapkan dengan bagus akan berakibat tidak baik bagi Indonesia di masa mendatang. Oleh sebab itu, perlu ditanamkan rasa persatuan dan kesatuan yang terangkum dalam empat pilar kebangsaan antara lain, Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia harus digunakan dengan sebaik-baiknya, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika walaupun berbeda tetapi tetap satu tujuan dalam rangka mensejahterakan masyarakat indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan harga mati. Sekdaprov Jatim, berkalikali mengungkapkan kekaguman kepada generasi muda saat ini. “Generasi muda sekarang berbeda dibandingkan pada dulu. Generasi muda saat ini luar biasa kemajuannya dan kepintarannya. Tentunya, hal itu bisa tercapai karena

dibawah bimbingan guru dan pengawasan orang tua murid. Selain empat pilar kebangsaan agar generasi muda tetap berada pada jalur yang benar harus didorong dan disemangati dalam mengembangkan potensi diri, serta yang paling penting adalah moral, etika dan perilaku. Sepandai apapun jangan sampai hal itu ditinggalkan,” ucapnya. Di akhir sambutannya, Rasiyo mengharapkan dalam menegakkan NKRI sebagai harga mati, wawasan kebangsaan harus ditanam dengan bagus dan harus disisipkan dalam budaya dan negara ini. “Kegiatan semacam ini, saya harapkan agar bisa dilakukan di setiap Bakorwil di Jatim, sehingga wasasan kebangsaan tetap terjaga sehingga rasa persatuan dan kebangsaan semakin kuat,” tegasnya seraya mengatakan

bahwa Seni Pertunjukan Padang Rembulan ini berlatarbelakang terjadinya permasalahan moral generasi muda yang akhir-akhir ini membutuhkan perhatian semua pihak, terutama bagi pendidik, masyarakat dan orang tua. “Perilaku siswa semakin meningkat khususnya para remaja yang menyimpang dari norma yang berlaku, sehingga perlu bagi semua kalangan untuk menumbuh kembangkan budi pekerti, pembentukan karakter dan pemikiran sehingga budaya dan wasasan kebangsaan selalu terjaga,” ucapnya. Dalam kegiatan gelar Seni Pertunjukan Padang Rembulan Bagi Pendidik dan Peserta Didik dan Deklarasi Pegiat Komunitas Kebangsaan ini, sekaligus diberikan penghargaan kepada para tokoh yang berprestasi di bidang kesenian. (neu/dar)

PENOLAKAN EKSEKUSI

Kejati Minta Kejari Panggil Ulang Terpidana Penipuan Tembakau SURABAYA - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Arminsyah memerintahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya untuk kembali melayangkan surat panggilan eksekusi terhadap Limantoro Santoso, terpidana penipuan tembakau senilai miliaran rupiah, yang menolak untuk dieksekusi.”Bukan eksekusi paksa tapi Saya instruksikan Kejari Surabaya untuk mengirim surat panggilan eksekusi lagi,” kata dia kemarin. Sebelumnya, Kejari Surabaya telah mengirimkan surat panggilan eksekusi tiga kali terhadap Limantoro. Namun panggilan eksekusi secara patut tersebut ditentang Limantoro maupun Aziz Gunawan selaku pengacaranya dengan dalil surat panggilan eksekusi itu tidak resmi dikarenakan surat panggilan tersebut tidak langsung disampaikan ke pihak bersangkutan. “Saya terima dari pembantu dan tidak ada tanda terimanya,” kata Adjiz Gunawan, saat menyampaikan keberatan eksekusi Limantoro ke Kejari Surabaya pekan lalu. Dia mengatakan, meski telah diputus MA, kliennya tidak bersalah karena telah membayar uang modal bisnis tembakau milik Tio Piauw Jong alias Markus yang disebut-sebutnya digelapkan kliennya. “Ada bukti

tiga kwitansi dan transfer banknya,”kata dia. Sementara, Arminsyah menolak jika instruksinya mengirimkan surat panggilan eksekusi lagi Limantoro kepada Kejari Surabaya disebut sebagai surat panggilan ulang, memperbaiki tiga kali surat panggilan sebelumnya yang dinilai pihak tereksekusi tidak resmi alias tidak sah. Tapi dia juga mengiyakan ketika ditanya bahwa surat panggilan eksekusi harus ada tandatangan penerima. Yang jelas, berdasarkan laporan yang diterimanya, Kejari Surabaya telah mengirimkan surat panggilan eksekusi ke rumah Limantoro sesuai alamat yang tertera di berkas putusan MA. “Bila yang bersangkutan tidak ada, surat bisa disampaikan kepada pengacaranya,” jelas Kajati Jatim, Arminsyah Diberitakan sebelumnya, Limantoro adalah terpidana penipuan Rp 1,2 miliar dengan kedok bisnis tembakau beberapa tahun lalu. Kepada korbannya, Tio Piauw Jong alias Markus, Limantoro menjanjikan keuntungan 10 persen dari modal yang diberikan. Ternyata, di perjalanan, keuntungan yang dijanjikan tidak terealisasi. Malah, modal korbannya belum dikembalikan Rp 1,2 miliar. Oleh MA, Limantoro divonis tiga tahun penjara. Namun, hingga kini dia menolak dieksekusi. (kas)

JERAT NARKOBA

Penguasa Pasar Keputran segera Diadili SURABAYA - H. Muhammad, orang yang ditokohkan di Pasar Keputran Surabaya, segera diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Kepala Seksi Intelijen (Kasintel) Kejari Tanjung Perak Nanang Ibrahim mengatakan, pihaknya telah menerima pelimpahan tahap kedua (berkas, barang bukti dan tersangka) dari penyidik Polrestabes Surabaya. “Pelimpahan tahap keduanya Kamis minggu lalu,” kata dia kemarin Dia mengaku lupa apakah rekan-rekan H. Muhammad yang ikut ditetapkan tersangka dilimpahkan bersamaan. “Saya hanya tahu H. Muhammad,” tambah dia. Dijelaskan dia, pihaknya sudah menunjuk jaksa yang akan menyidangkan perkara ini. “Jaksanya Ferdi,” tandas dia. Diakui dia, saat ini Jaksa bersiap-siap melimpahkan berkas perkaranya ke PN Surabaya untuk disidangkan. Kemungkinan besar pekan depan sudah dilimpahkan. Sementara Jaksa Penuntut Umum Ferdi Ferdinan, salah satu jaksa perkara ini mengatakan, H. Muhammad akan didakwa dengan dua pasal, yakni Pasal 112 dan 127 UU Narkotika. “Pasal 127 dicantumkan karena saat penangkapan urine H. Muhammad positif memakai,” ujar dia. Seperti diketahui, Februari lalu Satnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap jaringan besar pengedar narkoba senilai miliaran rupiah. Polisi juga berhasil menangkap jaringannya di Surabaya. (kas)

KERJASAMA

Jalin Kemesraan, TNI-POLRI Gelar Lomba Dorong Perahu SURABAYA - Untuk menjalin kemesraan dan meningkatkan komunikasi, Komando Distrik Militer (Kodim) Surabaya Timur bekerjasama dengan Kepolisan Resort (Polres) Kasatuan Penjagaan dan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Perak, menggelar lomba dorong perahu di Kampung Pantai Nambangan, Kenjeran Lama Surabaya. Tidak hanya TNI dan Polri yang terlibat dalam acara lomba dorong perahu tersebut, melainkan juga warga nelayan sekitar dan komunitas-komunitas yang ada di Surabaya juga ikut meramaikan acara tersebut. Kepala kepolisi resort (Kapolres) Kasatuan Penjagaan dan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Perak, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Anom Wibowo, mengatakan, jika acara lomba dorong perahu ini sebagai silaturahmi antara TNI-POLRI dan masyarakat pesisir. “Sebagai wadah silaturahmi antara TNI-POLRI dengan msyarakat pesisir, dan menguatkan komunikasi agar lebih konduksif,” kata dia. Dirinya juga menghara-

pkan, lewat acara tersebut nantinya, jika ada persoalan seperti didaerah-daerah lain, bisa diselesaikan tanpa harus ada konflik. “Ya, kita berharap kedepannya komunikasi akan lebih erat lagi, dan jika ada nantinya ada persoalan bias kita selesaikan sesuai jalurnya,” papar dia. Kedepannya, pihaknya juga telah merencanakan untuk menggelar acara Kawin Massal untuk masyarakat pesisir pantai kenjeran. Dengan tujuan agar warga pesisir tidak bermasalah dengan persoalan Administrasi Negara. “Kita (TNI-POLRI) telah merencakan untuk menggelar acara lawin masal, agar warga pesisir status kewarganegaraannya jelas,” harap dia. Sementara itu, Komandan Distrik Militer (Dandim) Surabaya Timur, Letnan Kolonel (Letkol) Inf Toyib Anwari, juga mengatakan hal serupa. Dirinya juga mengharapkan, lewat acara dorong perahu, semangat kesatuan dan persatuan Republik Indonesia dan kerjasama atau gotong royong antara TNIPOLRI dan Masyarakat bisa lebih ditingkatkan. “Yang pasti untuk menin-

gkatkan persatuan dan kesatuan Republik Indonesia dan meningkatkan komunikasi di seluruh elemen masyarakat,” ujar dia. Dirinya juga memaparkan, jika acara dorong perahu terse-

but, juga upaya untuk meningkatkan potensi pariwisata pantai kenjeran. ”Selain itu juga, dengan acara ini bisa meningkatkan dan menjadikan pantai kenjeran sebagai pariwisata unggulan,” papar dia.

Acara dorong perahu ini, disaksikan oleh sekitar 5000 warga Surabaya. Dan diharapkan kedepannya bias menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.(wan)


LINTAS JATIM

11

SENIN 25 MARET 2013 NO.0082 | TAHUN II

SAPI GELONGGONGAN

EARTH HOUR 2013

RPH Krian Diduga Jagal Sapi Gelonggongan SIDOARJO - Praktik penyembelihan sapi yang diduga digelonggong air terjadi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Krian, Sidoarjo. Meski sudah dilakukan berbagai cara untuk mencegahnya, namun para pedagang ini masih saja melakukan kecurangan dan bertindak melawan hukum untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya dari penjulan daging sapinya. Dari hasil pengamatan di lapangan, sekitar pukul 23.00 WIB menemukan sapi yang sudah tidak bisa berdiri (roboh) saat akan disembelih di jalan masuk RPH krian. Rupanya, sapi-sapi tersebut dilakukan oleh orang-orang yang ada di RPH dan sudah lama berlangsung di RPH Krian terutama saat harga sapi mahal dan daging sapi langka. Padahal, mayoritas para pedagang ini merupakan pemasok daging sebuah perusahaan. ”Sapi–sapi yang masuk tadi itu memang digelonggong, para pedagang memilh RPH Krian sebagai tempat menyembelih sapinya karena disini itu bebas. Sapi masuk diturunkan dan langsung disembelih tanpa ada pengecekan,“ kata pria yang enggan disebut namanya. Parahnya lagi petugas RPH, baik dokter maupun mantri hewan yang mengecek layak atau tidaknya sapi untuk disembelih dan dikonsumsi tidak ada ditempat. Hanya ada satu pegawai honorer yang piket malam itu.

Dari pegawai honorer itu diperoleh keterangan bahwa hampir semua sapi yang disembelih di RPH Krian adalah sapi gelonggongan dan memang tidak ada pengecekan kesehatan sapi yang masuk. ”Setiap malam ya seperti ini, sapi masuk tanpa ada pengecekan, digelonggong atau tidak, sehat ataupun sakit semua bebas masuk ke sini,” ungkap pegawai honorer ini. Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (DP3) Kabupaten Sidoarjo, Ir. Handayani, yang dihubungi melalui ponselnya mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan segala upaya untuk mencegah masuknya sapi gelonggongan ke RPH Krian. Namun, masih terus saja hal itu terjadi lantaran kurangnya personil yang ada untuk melakukan pengawasan. ”Kita sudah mengantisipasi masuknya sapi gelonggongan ke RPH Krian, diantaranya dengan memberlakukan jam masuk ternak sapi sampai jam 18.00 WIB,” ujar Handayani, beberapa waktu lalu. Hal itu dilakukan sebagai upaya agar ternak yang masuk sebelum disembelih bisa istirahat dulu. Selain itu, pihaknya juga melarang sapi yang tidak sehat dan memenuhi ciri-ciri digelonggong agar tidak masuk ke RPH Krian. “Namun tetap saja masalah gelonggongan ini ada, hal ini dikarenakan keterbatasan personil yang di RPH Krian,” kilahnya.

Untuk menindaklanjuti temuan adanya dugaan sapi gelonggongan itu, Handayani langsung memerintahkan stafnya ke RPH Krian dan melakukan koordinasi dengan Forpimka Krian untuk membahas masalah ini. Kepala UPT RPH Krian, drh. Tony Hartono, M.Kes. mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan adanya dugaan sapi gelonggongan yang masuk RPH Krian. ”Meski ciri-cirinya seperti sapi yang digelonggong tapi kita belum bisa pastikan kebenarannya,” tutur Tony. Saat didesak mengenai hasil temuan di RPH Krian, Tony menjawab dengan enteng,”Proses gelonggongnya kan tidak di lingkungan RPH Krian,”. Hasil temuan ini hendaknya diwaspadai oleh masyarakat akan masuknya daging sapi gelonggongan ini. Pasalnya, daging sapi gelonggongan sangat berbahaya untuk dikonsumsi karena mudah terjangkit penyakit dan sangat mudah sekali membusuk. Ciri-ciri daging sapi gelonggongan antara lain warnanya pucat, kandungan airnya tinggi, konsistensi dagingnya lembek karena banyak mengandung air. Selain itu, biasanya pedagang yang menjual daging sapi gelonggongan tidak pernah menggantung dagingnya, karena bila digantung air akan menetes dari daging, tidak bertahan lama dan akan menimbulkan bau yang tidak sedap. (yun)

PROGRAM PEMERINTAH

Gubernur Minta Program “Pak Kumis” Direvisi SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Soekarwo akhirnya meminta kepada Bank Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jatim untuk menggantikan nama Paket Kredit Untuk Masyarakat Ingin Sejahtera (Pak Kumis) karena tidak ingin nama program tersebut mengundang polemik berkepanjangan dicurigai sebagai program kampanye terselubung. Sebagian anggota DPRD Provinsi Jawa Timur melayangkan kritikan keras karena menilai program Pak Kumis sebagai bentuk kampanye terselubung dari gubernur yang kembali maju dalam pilgub 29 Agustus 2013 mendatang. “Saya sudah perintahkan agar nama program itu diganti. Terus terang saya sendiri tidak tahu dengan istilah itu. Maksudnya memang bagus, tapi karena dapat memicu kontroversi maka saya sarankan supaya diganti dengan nama yang lain,” ujar Pakde Karwo kepada wartawan, Minggu (24/3) kemarin. Program Pak Kumis sendiri diresmikan Soekarwo, Minggu (17/3) lalu. Program ini memberikan kredit maksimal sebesar Rp 2,5 juta kepada masyarakat terutama yang sangat modal tetapi tidak mempunyai jaminan/agunan. Persyaratan yang dibutuhkan hanya KTP dan bunga yang ditawarkan cukup rendah yakni 6 persen untuk satu tahun atau 0,5 persen per bulannya. Diakui Soekarwo, program Bank UMKM itu sangat bagus karena ingin membantu dan memberdayakan masyarakat Jatim sehingga masyarakat lapisan bawah secara perlahan bisa mengurangi ketergantungannya pada Bank titil. “Bank titil memberikan bunga hingga 120 persen, tapi Bank UMKM hanya 6 persen setahun. Ini sangat membantu masyarakat kecil,” tegas Pakde Karwo. Kredit yang telah diberikan Bank UMKM hingga saat ini mencapai Rp 1,1 triliun diharapkan bisa diperbesar lagi. Mengingat sasaran yang ingin dicapai sebesar Rp 15 triliun untuk membantu masyarakat bawah atau wong cilik. Ketika ditanya wartawan apa nama pengganti program

tersebut, Pakde Karwo mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu, pokoknya istilah atau singkatannya saja yang diganti. Tapi subtansi dan sasaran program tersebut tetap,” tandasnya. Sementara itu, Dirut Bank UMKM, Soeroso membantah kalau programnya itu dituding tidak netral. Menurutnya, Pak Kumis itu hanya sebuah singkatan dan meminta agar program itu jangan disalah artikan. ”Jangan disingkat, dipanjangkan saja agar asumsinya tidak macam-macam,” kilahnya.

Saya sudah perintahkan agar nama program itu diganti. Terus terang saya sendiri tidak tahu dengan istilah itu. Maksudnya memang bagus, tapi karena dapat memicu kontroversi maka saya sarankan supaya diganti dengan nama yang lain

Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Provinsi Jawa Timur mengkritik habis program tersebut. Selain namanya yang identik dengan dengan jargon pasangan Karsa, juga persyaratan yang mudah juga menuai kecaman dewan. Atas dua hal tersebut, Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim, Suhandoyo mendesak agar program Pak Kumis dikaji ulang. ”Kami meminta Bank UMKM Jatim mengkaji ulang program tersebut. Kalau berniat memberikan kredit jangan jumlahnya segitu dan persyaratannya yang terlalu mudah. Tapi yang diukur adalah kemampuan untuk mengembalikan karena itu menggunakan uang negara,” kata Suhandoyo. Mengapa demikian? Menurut politisi asal PDIP tersebut, pemprov mestinya berkaca pada kasus kredit ma-

cet di Bank Jatim seperti yang terjadi di Jombang, Pamekasan dan Surabaya. Agar tidak terjadi kasus kredit macet, komisi C segera memanggil komisaris bank UMKM dan Bank Jatim untuk menjelaskan sistem pemberian kredit tersebut. “Kami akan mengkaji secara utuh penggunaan program kredit tersebut. Jangan sampai ada kebocoran kredit macet apalagi menjadi sarana politik uang. Pokoknya, jangan memberikan janji-janji kepada masyarakat dengan menggunakan uang negara,” tambahnya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, Komisi C DPRD Jatim akan menggusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk menyikapi masalah tersebut. “Hari Senin (25/3) ini, kami akan panggil komisaris Bank Jatim dan Bank UMKM. Sebab ini menyangkut uang rakyat sehingga harus jelas pertanggungjawabannya. Kalau Pansus bisa diusulkan tapi itu opsi akhir dan masih jauh,” kata Suhandoyo Senada, anggota Komisi C lainnya, Badrut Tamam menyatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan kepada pimpinan Komisi bidangi BUMD dan lembaga keuangan daerah itu untuk meminta klarisfikasi kepada Dirut Bank UMKM agar nantinya pemberian kredit lunak itu tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. “Komisi C akan segera panggil Dirut Bank UMKM untuk dimintai klarifikasi terkait program Pak Kumis,” jelas politisi asal FKB DPRD Jatim Diakui Badrut, program pemberian kredit lunak itu sebenarnya cukup bagus. Namun karena programnya identik dengan pasangan calon incumbent, sehingga dikhawatirkan akan menjadi multitafsir dan menguntungkan pihak tertentu. Apalagi, dalam waktu dekat akan dilaksanakan Pilgub Jatim. Tentunya, program tersebut bisa menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat. ”Semoga dalam hearing nanti ada solusi terbaik, kalau tujuannnya saya kira sudah baik hanya saja namanya nanti dikhawatirkan bisa menimbulkan penafsiran berbeda,” imbuhnya. (han)

SURABAYA.Sejumlah masyarakat peduli lingkungan menyalakan lilin yang membentuk tulisan “60+” di Plasa Grand City, Surabaya, Jatim, Sabtu (23/3). Kegiatan yang dilakukan di berbagai belahan bumi sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bumi yang semakin panas dengan mematikan lampu selama 60 menit.

DPRD Pertanyakan Validitas Data Penerima Jamkesmas SURABAYA – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, mempertayakan data-data penerima Jaminan kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Karena dari hasil penelusuran legislator, data-data penerima Kartu Jamkesmas tidak tepat sasaran. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi D DPRD Surabaya, bidang Pendidikan dan Kesejahteran Masyarakat (Kesra), Baktiono. Dirinya mengatakan, jika data-data penerima kartu Jamkesmas yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya, adalah data-data yang sudah using atau amburadul. “Pendistribusian Kartu Jamkesmas tidak tepat sasaran. Ya, karena data-data mereka, data-data usang alias data ngawur,” ujar dia.

Minggu (24/3). Diriya juga menilai, Pemkot Surabaya, tidak mampu menjalankan program tersebut secara maksimal. Hal ini beralasan, karena alokasi anggaran Jamkesmas tahun 2013 meningkat drastis, dari yahun sebelumnya yang hanya Rp. 20 miliar, tahun ini menjadi Rp. 125 miliar. “Ini menandakan kalau mereka (Pemkot Surabaya) tidak becus melaksanakan program tersebut,” tegas dia.” Pihaknya juga men-

emukan kejanggalan ketika melakukan penelusuran dilapangan, terkait dengan pendistribusian dan jumlah penerima kartu Jamkesmas. Kejanggalan tersebut berupa jumlah penerima kartu Jamkesmas yang di kurangi, dari 455 ribu orang, sekarang menjadi 320 ribu orang. Artinya Pemkot Surabaya telah mengurangi penerima Jamkesmas sebanyak 135 ribu orang. Padahal, kenyataan dilapangan, pihaknya menemukan jika pengurangan penerima Jamkesmas mencapai 175 ribu orang. “Menurut laporanya, mereka mengurangi 135 ribu orang, tapi ketika kita kelapangan ternyata pengurangan tersenut mencapai 175 ribu orang, ” papar dia. Legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Per-

juangan (PDIP) ini juga mempertanyakan alas an Pemkot Surabaya melakukan pengurangan jumlah penerima kartu Jamkesmas, padahal anggaran Jamkesmas sudah naik emam kali lipat. “Anggrannya cukup besar, yaitu Rp. 125 miliar. Anggaran tersebut sudah naik enam kali lipat disbanding tahun sebelumnya, yang hanya Rp. 20 miliar. Kalau anggarannya cukup, mengapa harus dikurangi penerimanya,” ujar dia. Menanggapi persoalan ini, pihaknya akan memanggil Pemkot Surabaya dan dinas-dinas terkait untuk menyelesaikan persoalan ini. “Dana ini kan untuk masyarakat, jadi harus maksimal diberikan kepada masyarakat,” pungkas dia. (wan)

KRIMINAL

Jasad Pengusaha Besi Tua Dikubur di Rumah Warga Banyu Urip SURABAYA – Setelah 11 hari menghilang, pengusaha besi tua Rudi Gunawan (40) yang dilaporkan hilang oleh ke polisi oleh keluarga akhirnya ditemukan. Sayangnya, Rudi ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Jasadnya ditemukan polisi di rumah H. Soetikno di Jalan Banyu Urip Jaya I / 45 Surabaya. Minggu (24/3) sekitar pukul 12.30 Wib, sejumlah polisi dari Polrestabes Surabaya dan Polsek Sawahan mendatangi rumah Soetikno. Tanpa banyak bicara, polisi langsung menuju ke lokasi dan membongkar sebuah tempat yang letaknya di dalam rumah itu. Ketika dilakukan penggalian dengan disaksikan perangkat kampung, polisi akhirnya menemukan seseorang jasad pria yang akhirnya diketahui bernama Rudi Gunawan. Warga Jalan Manyar Kertoarjo Surabaya ini sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Tak lama kemudian, Polsek Asem Rowo menemukan sebuah mobil Avanza nopol L 1678 PG warna hitam parkir di Jl. Raya Tambak Langon 20, Greges arah ke Surabaya, Jumat (15/3) sekitar pukul 08.43 WIB. Penemuan mobil yang diduga kuat milik korban itu berkat laporan Rawi warga Jl. Kalianak, Surabaya. Berdasarkan laporan dan penemuan mobil tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Tak lama kemu-

dian, polisi mengamankan dua orang pria. Salah satu pria itu anggota Denpom V / 4 Brawijaya bernama Edy Junaedi dan satu pria lagi bernama Arif Rudianto, anak kedua H. Soetikno, pemilik rumah dan kakak ipar Edy Junaedi. Informasi yang digali Berita Metro di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban dihabisi sekitar satu minggu yang lalu. Begitu korban dibunuh, korban kemudian dibawa ke rumah H. Soetikno tersebut. Latifah, Ketua RT. 02/ RW. 5 Kelurahan Putat Jaya mengatakan, berdasarkan laporan dari sejumlah warga, sekitar satu minggu yang lalu terlihat sebuah mobil Toyota Terios plat B di rumah H. Soetikno tersebut. “Rumah ini hanya dihuni Arif, istrinya, empat anakanak Arif dan ibu kandungnya. Kesehariannya, Arif dan

keluarga ini memang sedikit tertutup. Jadi kita tidak begitu tahu aktivitas sehari-hari keluarga ini, “ ujar Latifah. Sementara itu, sumber di Kepolisian menyatakan, beberapa hari sebelum korban dibunuh, korban mendapat penyiksaan terlebih dahulu dengan cara dipukul. Bahkan, uang korban sebesar Rp. 10 juta yang masih tersimpan di ATM, diambil paksa dipaksa. “Korban dipukul terlebih dahulu kemudian dikuras hartanya. Korban yang tidak kuat menerima pemukulan itu kemudian menyerahkan ATM dan memberitahukan nomor PIN-nya. Arif, salah satu tersangka yang kini masih dalam pemeriksaan, bertugas menarika uang milik korban tersebut di ATM, “ ungkap polisi di TKP. Masih menurut sumber di Kepolisian, korban diperkira-

kan dibunuh Minggu (17/3) ketika rumah dalam keadaan kosong karena seluruh anggota keluarga sedang bepergian. Setelah kedua pria ini memasukkan jenasah korban ke dalam rumah, Edy kemudian meminta tolong Arif, kakak iparnya untuk membantu menguburkan jasad korban. Untuk menghilangkan jejak dan bau, di atas liang sedalam 10 meter itu sengaja di semen dan kemudian diberi tanah lalu ditanah pohon beringin kecil. Liang itu letaknya di bawah pohon belimbing. Menyikapi adanya anggota Denpom yang diduga kuat ikut terlibat dalam pembunuhan ini, Kolonel Totok, Kapendam V Brawijaya mengatakan bahwa Edy Junaedi masih dalam pemeriksaan intensif. “Yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan intensif di Pomdam V Brawijaya. Ia berpangkat Pelda dan bertugas sebagai Bintara Tinggi Pemelihara Ketertiban (Bati Hartib), “ ujar Totok. Hingga kini polisi masih terus mengembangkan kasus ini sebab berdasarkan informasi yang diterima pihak Kepolisian, korban sempat menelepon istrinya. Dalam telepon itu, pengusaha besi ini sempat meminta uang tunai sebesar Rp. 50 juta. Ketika ditanya untuk apa uang itu, korban tidak menjawab namun korban membiarkan teleponnya tetap menyala. (kas/ara)


12

EKONOMI

SENIN 25 MARET 2013 NO. 0082 | TAHUN II

KOMODITI

PERBANKAN

BI Bantah Praktik Kartel Bunga Bank JAKARTA-Dugaan terjadinya praktek kartel dalam penentuan suku bunga perbankan sangat tidak beralasan. Pasalnya, tinggi rendahnya suku bunga yang ditetapkan oleh bank sangat bergantung pada mekanisme pasar. Bantahan itu disampaikan Direktur Grup Hubungan Masyarakat Bank Indonesia (BI), Difi A Johansyah di Jakarta, Jumat (22/3). Sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan menyelidiki dugaan kartel atas tingginya suku bunga perbankan yang dinilai merugikan nasabah. KPPU akan menyelidiki apakah benar tingginya suku bunga perbankan itu karena tingginya ‘overhead cost’ atau karena kartel. Kartel adalah perilaku persaingan tidak sehat yang dilarang UU No.5/1999 karena merugikan masyarakat dan menggangu perekonomian. Menurut Diffi, suku bunga yang diberlakukan masing-masing bank saling merujuk pada besaran yang ditetapkan oleh bank yang menjadi kompetitornya. “Jadi, ada proses yang menuju referensi suku bunga perbankan. Apa itu disebut kartel? Saya rasa tidak. Karena, mekanisme pasarnya seperti itu,” kata dia. Namun demikian, lanjut dia, tidak ada salahnya bagi KPPU untuk mendalami kajiannya terkait dugaan praktik kartel suku bunga oleh sejumlah bank papan atas. “Kalau KPPU mau menyelidiki, ya silahkan saja,” ujar Difi. Yang jelas lanjut dia, proses pembentukan suku bunga memang lebih banyak oleh faktor likuiditas di pasar. “Jika itu dikaitkan dengan kenapa suku bunga di Indonesia masih tinggi, itu terkait inflasi kita, dibanding negara lain masih relatif tinggi, walaupun relatif stabil pada akhir-akhir ini,” jelas dia Selain menekan suku bunga acuan (BI Rate) ke angka yang lebih rendah, ujar Difi, Bank Sentral juga men-

Harga Kemiri Majene Naik

gupayakan terciptanya kompetisi antarbank bank dengan menurunkan over head cost. “Kami juga menekan SBDK, agar perbankan bisa bersaing secara efisien. Bahkan, kelompok bank asing itu lending rate-nya yang paling rendah,” kata dia. Pada dasarnya, jelas Difi, suku bunga kredit korporasi yang diberlakukan bankbank papan atas terbilang cukup rendah.”Suku bunga bank-bank besar rendahrendah, bahkan sudah single digit. Namun, masih banyak bank-bank lain yang tinggi, sehingga secara statistik rata-ratanya masih tinggi,” terang Difi. Difi menambahkan, nasabah korporat bisa saja mendapatkan suku bunga bank yang lebih bagus lagi, jika risiko perusahaan dinilai rendah oleh perbankan. “Kalau nasabahnya prima, kredit macetnya tidak ada masalah dan dikenal dengan baik oleh bank, maka saya rasa dia (perusahaan) akan mendapatkan suku bunga yang sangat baik dari bankbank papan atas,” imbuh dia. Pengamat ekonomi Universitas Indonesia, Eugenia Mardanugraha menilai tingginya suku bunga bank lebih disebabkan overhead cost dan bukan kartel. Persaingan yang ketat antar bank membuat mereka berlombalomba mematok suku bunga yang ditawarkan. “Mereka bersaing satu sama lain, tapi memang struktur pasarnya oligopoli sehingga ada leader dan follower. Nah suku bunga tinggi disebabkan karena leader tidak mau menurunkan suku bunga nya,” kata dia. Dia mengaku, sangat tidak mudah bagi BI untuk memaksa bank-bank menurunkan suku bunganya. Karena itu, salah satu langkah yang bisa ditempuh adalah menghidupkan kembali Biro kredit BI. “Jadi masyarakat bisa pinjam uang langsung ke BI dengan bunga lebih rendah,” ujar dia. (gam/bud)

Proyek KA Bandara

SMI Terapkan Sistem Paralel BOGOR- Untuk mempercepat pembangunan jalur kereta api ke Bandar Udara Soekarno-Hatta, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) akan menerapkan persiapan secara pararel pada tender, perizinan hingga pembebasan lahan. Bahkan, proses studi kelayakan dan persiapan di berbagai sektor berjalan bersamaan dengan proses tendernya. Direktur Utama SMI, Emma Sri Martini mengatakan, penerapan proses penyiapan secara paralel tersebut berpeluang untuk percepatan realisasi pembangunan kereta api Bandara Soetta. Dia menambahkan, saat ini proyek tersebut sudah masuk pada tahap konsultasi dan studi kelayakan. “Optimisnya, akhir tahun ini sudah bisa tender. Tetapi, memang melihat kompleksitas dari visi penyiapan proyek dan lintas sektornya diperlukan waktu cukup banyak, dan effort-nya harus betul-betul ekstra untuk menyiapkan tender setelah semua perizinan didapat. Jadi, tahap awal ini prefeasibility study, lalu ada konsultan yang akan melakukan kerja paralel,” kata Emma di Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/3). Idealnya, lanjut Emma, pembangunan proyek ini mesti diawali pembebasan lahan yang selanjutnya diikuti oleh pelaksanaan tender. Namun, kata dia, guna dapat menghemat waktu, maka pelaksanaannya dilakukan secara paralel, antara penyiapan lahan, perizinan dan proses tender. Kalaupun akuisisi untuk pengadaaan lahan dilakukan Kementerian Perhubungan, sesuai dengan Perpres No.71/2012, ujar dia, maka pembangunan bisa dilakukan paralel sebelum financial closing. “Proses pembebasan lahan bisa dilakukan pararel sampai tender itu berproses. Sebesar 100 persen lahan harus bebas, kalau tender itu juga selesai. Tahun 2018 diharapkan kita sudah bisa naik kereta api ke bandara,” Emma menambahkan. Menurut Emma, penyelesaian proyek ini perlu mendapatkan dukungan dari seluruh stake holder. Mengingat, proses yang harus dilalui proyek ini membutuhkan cukup banyak waktu, karena harus ada koordinasi, seperti Kementerian BUMN, Angkasa Pura, Jasa Marga, Kementerian Lingkungan Hidup, Pemprov DKI Jakarta dan beberapa stakeholder terkait. “Ini harus dilakukan koordinasi untuk melakukan support. Saat ini SMI membantu Kemenhub untuk menyiapkan proyek itu sampai tender,” jelas Emma. Emma mengungkapkan, hingga pertengahan Maret 2013, komitmen pembiayaan SMI sudah mencapai Rp2,446 triliun. Total komitmen pembiayaan itu meliputi sektor jalan tol dan jembatan, transportasi, minyak dan gas bumi, air minum, telekomunikasi, irigasi serta sektor ketenagalistrikan. “Saat ini kami sedang membantu memfasilitasi penyiapan tiga proyek kerjasama pemerintah-swasta (KPS), yakni KPS PAM Umbulam Jawa Timur senilai Rp2,07 triliun dalam tahap proyek tender, proyek KPS KA Bandara Soekarno-Hatta senilai Rp20 triliun dan proyek KPS Pengelolaan Sampah di Batam senilai Rp1,2 triliun,” terang Emma. (bud/beth)

ant/yudhi mahatma

PEMICU INFLASI TERTINGGI. Pedagang menata komoditas cabai di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, Jumat (1/3). Sejumlah komoditas holtikultura seperti sayuran, bawang, tomat, cabai memicu inflasi tertinggi dalam 10 tahun terakhir hingga 0,75 persen, karena kebijakan pemerintah untuk mebatasi impor komoditas tersebut.

Harga Cabai Mulai Melambai JAKARTA- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) berharap agar pemerintah memberi kesempatan bagi importir untuk mendatangkan produk dari mancanegara guna mengantisipasi melambungnya harga cabai di pasaran. “Mengantisipasi kenaikan harga cabai yang disebabkan oleh cuaca buruk, bisa dilakukan dengan impor,” kata Ketua Umum Apindo, Sofjan Wanandi di Jakarta, Minggu (24/3). Menurut Sofjan, sejauh ini permasalahan utama kenaikan harga pangan lebih disebabkan oleh proses distribusi yang lamban. Terlebih lagi, lanjut dia, cuaca buruk semakin melemahkan efektivitas dan efisiensi pengangkutan logistik, sehingga berujung pada mahalnya biaya distribusi. Proses pendistribusian yang lambat, kata Sofjan, sangat memungkinkan terjadinya penurunan kualitas cabai yang akhirnya mengurangi jumlah pasokan di pasar. “Kualitas cabai yang rusak dan busuk, tentunya tidak bisa dijual. Kalau pun petani harus memproduksi pada cuaca yang sedang bu-

ruk, juga akan meningkatkan kerugian bagi petani,” paparnya. Sofjan menegaskan, kenaikan harga cabai juga akan merugikan pengusaha yang memproduksi barang dengan menggunakan bahan baku cabai. Dia menambahkan, produk makanan yang menggunakan cabai dipastikan akan meningkatkan biaya produksi, sementara harga jualnya sulit untuk dinaikkan. “Kenaikan harga pada cabai akan menimbulkan dampak yang besar, terutama di kalangan pengusaha. Karena cost-nya akan naik, sedangkan mereka belum tentu bisa jual lebih mahal,” terang Sofjan. Hal senada diungkapkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa yang menilai bahwa kenaikan harga cabai beberapa hari terakhir ini lebih disebabkan minimnya pasokan. Dia memasti-

kan, tidak ada praktik curang yang sengaja menciptakan kenaikan harga cabai di pasar. “Kenaikan ini, biasanya produksinya tidak cukup. Itu saja. Kalau cabai tidak mungkin ada kartel, karena kalau disimpan dia tidak tahan lama,” kata Hatta di Gorontalo, Sulawesi Utara, akhir pekan lalu (23/3). Dalam menyikapi situasi ini, menurut Hatta, pemerintah akan berupaya menempuh langkah-langkah tepat untuk menekan harga cabai. “Suplainya ditambah. Memang cabai itu kalau musim hujan, produksinya menurun. Jadi, kami meminta Menteri Pertanian untuk tambah pasokan,” paparnya. Sebagaimana diketahui, kenaikan harga cabai beberapa waktu terakhir ini menyusul kenaikan harga bawang merah dan bawang putih yang saat ini justru mulai berangsur-angsur mengalami penurunan di berbagai wilayah Indonesia. Menurut Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, kenaikan harga cabai lebih mengkhawatirkan ketim-

bang kenaikan harga bawang. Pasalnya, lanjut dia, harga cabai memiliki dampak signifikan terhadap laju inflasi nasional. “Kalau cabai naik siginifikan, tentu akan mempengaruhi. Tetapi, kalau bawang putih lebih managable,” kata Mendag akhir pekan lalu di Jakarta. Meski tren harga cabai mengalami kenaikan, namun kata Gita, saat ini pemerintah belum berencana untuk membuka keran impor dan masih meyakini bahwa produksi dalam negeri masih mampu menutup kebutuhan masyarakat. “Tidak ada indikasi kalau kita harus bergantung pada impor cabai,” imbuhnya. Berdasarkan data Direktorat Jendral Pedagangan Dalam Negeri Kemendag, harga cabai merah keriting pada Maret ini mencapai Rp28.641 per kilogram sedangkan harga cabai merah biasa Rp27.588/kg. Sementara itu, harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional di beberapa wilayah, harganya sudah ada yang menembus Rp50.000/kg. (gam/bud)

Asosiasi Siap Atur Penggunaan EDC Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia (Persero) Tbk dan PT Citibank Indonesia yang ketiganya menempatkan mesin EDC di Body Shop. Berdasarkan catatan AKKI, menurut Steve, aksi pencurian data nasabah sudah dilakukan sejak awal tahun ini. Hal tersebut tampak dari adanya peningkatan transaksi di AS dan Meksiko dengan menggunakan standar kartu kredit berteknologi swipe. Meski di Indonesia umumnya pemegang kartu kredit sudah menerapkan teknologi chip. “Kebocoran ini kemungkinan terjadi ketika cabang mengirim data ke kantor. Kemungkinan mereka menjebol sistem internet yang digunakan merchant,” kata Steve. Terkait dengan kasus ini, belakangan ketiga bank pemilik EDC tersebut berupaya melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan konfirmasi ulang terhadap transaksi, memblokir kartu dan menarik mesin EDC dari gerai. Segera Migrasi Sementara itu, Direktur Grup Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi A Johansyah mengungkapkan, pada 2015 bank penerbit kartu kredit diwajibkan untuk melakukan migrasi ap-

likasi teknologi swipe ke chip. Langkah ini ditempuh Bank Sentral untuk menekan fraud perbankan melalui penggandaan kartu kredit. “Sebenarnya BI sudah mengeluarkan aturan agar credit card itu memakai chip. Sehingga, data pada kartu tidak bisa diduplikasi. Tetapi masih ada masa transisi sampai 2015,” kata Difi saat ditemui Koran Madura di Kompleks Perkantoran BI Jakarta, akhir pekan lalu.

Kemungkinan mereka menjebol sistem internet yang digunakan merchant

Steve Martha

General Manager AKKI, Menurut Difi, pemberlakukan masa transisi tidak terlepas dari pertimbangan sejumlah aspek yang tidak memungkinkan untuk mengaplikasikan teknologi chip secara spontan. “Kami juga menyadari, tidak semua bank penerbit bisa menggantikan kartu kreditnya dengan chip,” ucap Difi. Selain itu, lanjut dia, BI juga mempertimbangkan bahwa masih banyak nasa-

MSF 2013

122 Peserta Ikut Andil

DATA NASABAH BANK

JAKARTA- Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) akan mengeluarkan aturan terkait maraknya pencurian data nasabah melalui kartu kredit di beberapa gerai. Aturan tersebut sedianya akan melarang bagi pemilik gerai untuk menggesekkan kartu ke mesin Elektronic Data Capture (EDC) lebih dari satu kali dan menyalin data nasabah kartu dalam sistem teknologi informasi gerai. “Biasanya merchant menggesekkan kartu untuk memastikan keabsahan kartu, tetapi hal ini membuka peluang untuk mencuri data,” kata General Manager AKKI, Steve Martha di Jakarta, MInggu (23/4). Namun sebelum mengeluarkan aturan tersebut, terlebih dahulu AKKI akan mengidentifikasi data apa saja yang tidak boleh disalin merchant. Sebagaimana diketahui, pada pertengahan Maret 2013 ini sejumlah data nasabah hilang usai berbelanja di gerai Body Shop. Sehingga, nasabah tidak bisa menggunakan kartu kredit atau debit untuk bertransaksi atau mengambil uang di anjungan tunai mandiri (ATM). Bahkan, nasabah yang telah dicatut datanya tersebut juga menerima tagihan dari kegiatan transaksi yang terjadi di Amerika Serikat dan Meksiko. Kasus ini menimpa sejumlah nasabah PT Bank

Majene- Harga kemiri petani di Kecamatan Sendana dan Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat mulai naik karena produksi kemiri turun setelah panen. “Setelah petani panen kemiri pada bulan lalu, maka harga kemiri mulai naik karena produksi kemiri petani turun,” kata Subair, salah seorang warga di Kecamatan Sendana Kabupaten Majene, Minggu. Ia mengatakan, harga kemiri petani yang sebelumnya dihargai sekitar Rp3000 per kilogram saat panen itu naik menjadi Rp5000 per kilogram. “Di pasaran permintaan kemiri sangat tinggi, sehingga harganya tinggi apalagi kemiri sulit didapatkan di petani karena produksinya turun setelah panen,” katanya. Menurut dia, kondisi tersebut tidak begitu menguntungkan petani karena meski harganya naik namun produksi kemiri petani turun. “Kemiri petani sangat terbatas setelah di panen sehingga meski harga bagus tidak begitu menguntungkan petani,” katanya Ia mengatakan, komoditi kemiri merupakan andalan petani di Majene, karena cukup menjanjikan dikembangkan karena tidak membutuhkan biaya besar seperti komoditi tanaman jangka pendek. “Selain padi dan kakao, kemiri yang jumlahnya mencapai ratusan hektare di Majene, cukup menjanjikan untuk dikembangkan, karena meningkatkan kesejahteraan petani apalagi harganya memuaskan ketika dipasarkan,” katanya. Hanya saja, kata dia, kelemahan petani mengembangkan tanaman itu karena sulit didistribusikan dari areal perkebunan akibat tidak adanya sarana jalan usaha tani yang dibangun pemerintah di Kecamatan Sendana. “Tanaman kemiri yang dikembangkan petani di Kecamatan Sendana umumnya berada diatas gunung sehingga sulit didistribusikan ke ibukota Kecamatan akibat tidak adanya sarana jalan tani untuk memudahkan petani mendistribusikannya, sehingga butuh bantuan pemerintah membangun jalan tani itu,” katanya. (ant/sal/beth)

bah yang menggunakan kartu kredit berteknologi swipe. “Di beberapa merchand pun masih ada yang memnggunakan swipe, tetapi sebagian besar sudah memakai chip. Penggunaan swip di situ yang dimanfaatkan oleh seseorang untuk menggandakan data credit card,” paparnya. Pada dasarnya, jelas Difi, teknologi komputer pada industri perbankan di Indonesia sudah relatif maju. Namun, kata dia, masih adanya aplikasi swipe pada kartu kredit juga erat kaitannya dengan pelayanan bagi wisatawan asing yang masih menggunakan teknologi swipe pada kartu kredit. “ Kenapa kita masih ada pakai swipe? Karena itu untuk orang-orang asing yang berkunjung ke Indonesia. Ini tentunya untuk kelancaran pembayaran mereka. Di luar negeri masih ada yang menggunakan swipe,” terang Difi. Namun demikian, terang Difi, apabila seluruh bank penerbit kartu kredit sudah melakukan migrasi dari swipe ke chip, maka dipastikan masalah duplikasi data tidak akan terjadi lagi. “Sebenaranya kami bisa saja memaksa semua untuk menggunakan chip, tetapi juga mempertimbangkan ongkos yang besar bagi bank penerbit untuk menerapkan itu,” katanya. (gam/ bud)

Jakarta- Sebanyak 122 peserta dari delapan tim meramaikan perlombaan kontes audio mobil bertajuk Mobile Sound Festival (MSF) 2013 dengan total hadiah Rp56 juta yang digelar di Mal Alam Sutera, Tangerang, 23-24 Maret 2013. “Tahun ini termasuk banyak karena terdapat 122 peserta, itu terbanyak di Asia setelah terakhir di Thailand mencapai 111 peserta,” kata panitia MSF 2013 dari bosmobile.com Rolland Siahaan saat ditemui di Jakarta, Minggu. Sebanyak 122 peserta dari delapan tim ikut ambil bagian yang berasal dari dua komunitas dan enam produsen aksesoris audio mobil. Tim Edan Audio Club dan Ultimate Sound Community mewakili dari komunitas dengan masing-masing mengirimkan 32 dan 31 peserta. Sementara dari tim produsen terdapat Focal, Dominations, Gramond, Venom, Vox dan Cubic. Mereka berlaga di tujuh kategori yang diperlombakan yaitu Pemula Rp25 juta, Amatir Rp25 Juta, Pro Rp50 juta, Pro Rp120 juta, Analog Rp25 juta, Super Analog dan Outlaw. Kategori Outlaw merupakan kelas paling bergengsi diikuti Super Analog mengingat peserta di kedua kategori tersebut tidak dibatasi anggaran yang digunakan untuk memodifikasi sistem audio mobil mereka. (ant/gil/beth)


NASIONAL

13

SENIN 25 MARET 2013 NO. 0082 | TAHUN II

Isu Kudeta Lemahkan Kohesi Sosial

Pengamat: Sikap Paranoid Tak Menyelesaikan Masalah JAKARTA-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta agar fokus mengurus negara daripada terus memantik kegaduhan politik yang justru berimplikasi pada melemahnya kohesi sosial, destabilitas politik baru, dan guncangan ekonomi nasional. Menurut Ketua SETARA Institute, Hendardi, sikap paranoid SBY tidak akan menyelesaikan masalah. “Beberapa kali isu kudeta yang dilemparkan oleh Presiden RI dan rangkaian penyikapan yang diperagakan oleh otoritas negara semakin menunjukkan paradoks dan menyimpang dari nalar umum tentang situasi politik nasional mutakhir,” jelas Hendardi di Jakarta, Minggu (23/3). Menurut dia, kegaduhan politik dan potensi instabilitas sesungguhnya dipantik oleh Presiden RI sendiri yang sudah tidak lagi fokus mengurus negara. Alih-alih menyelesaikan persoalan mendasar kenegaraan dan kebangsaan, SBY lebih suka mencari kambing hitam tentang siapa musuh negara. “Cara ini lebih mudah memupuk simpati dan dukungan publik atas pemerintahan yang semakin melemah dan tidak solid, dibanding mengatasi substansi persoalan,” tegas dia.

Karena itu, dia meminta SBY agar menghentikan kebiasaan melemparkan isu. Sebab isu yang tidak berdasar itu justru membuat masyarakat panic dan curiga antara satu dengan lainnya. “Stop isu-isu liar itu, focus saja urus negara,” pinta dia. Sementara itu, pengamat politik Universitas Indonesia, Boni Hargens, menilai, ada yang aneh dengan sikap Presiden SBY yang menggembargemborkan ke publik mengenai adanya kudeta pada 25 Maret mendatang karena kudeta itu sendiri tidak ada. SBY kata dia tidak perlu gembar-gembor bicara ada yang mau kudeta. “Itu hanya upaya menarik simpati masyarakat. Sesuatu yang tidak laku lagi,” jelas dia. Kata dia, tak perlu SBY menarik pesona kepada publik dengan melemparkan isu kudeta penggulingan pemerintahannya karena citra SBY sudah hilang di mata publik akibat korupsi Partai Demokrat dan

kegagalan pemeritahannya. Selain itu, lanjut Boni, kudeta mengandaikan ada kekuatan militer di belakangnya. Indonesia sendiri tak punya sejarah itu. Meski ada pihak yang berpendapat kejadian tahun 1952 ketika pasukan TNI-AD mengarahkan meriam ke istana Presiden Soekarno sebagai kudeta, tetapi itu sebenarnya bukan upaya kudeta. Menurut Boni, kejadian itu hanya bentuk protes tentara terhadap pemerintahan sipil dan kegagalan parlemen (partai).Apalagi, dia tegaskan, sebagai kepala negara dan pemerintahan, SBY sendiri punya mekanisme keamanan untuk melacak dan mencegah kudeta. “Bukan malah teriak-teriak di media. Jangan-jangan isu kudeta cuma halusinasi SBY. Kudeta militer enggak mungkin,” ucapnya. Tak Terganggu Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa mengatakan Presiden SBY tidak terganggu sama sekali dengan isu kudeta yang akan dilakukan pada Senin (25/3), sehingga akan tetap bekerja. “Pada Senin

25 Maret, Presiden memiliki agenda yang padat dan beliau akan tetap bekerja seperti biasa,” kata Daniel, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu. Dia menegaskan bahwa Presiden tidak merasa terganggu atau terpengaruh dengan isu atau rencana kudeta yang beredar akhir-akhir ini, dan yang diduga bertujuan untuk melengserkan dirinya dari pemerintahan. “Tidak ada yang bisa mengancam dan menakut-nakuti Pak SBY hanya karena segerombolan orang berteriak di jalanan dengan pesan politik yang tidak relevan,” ujar dia. Menurut Daniel, Presiden SBY tidak terusik dengan rencana demonstrasi pada 25 maret itu, karena ia sangat menjunjung tinggi asas demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Presiden SBY menerima demokrasi sebagai institusi sekaligus sebagai nilai-nilai pribadi. Jadi, tidak seorang pun dapat mengusik kepercayaan bahwa dedikasi terbaiknya kepada Indonesia adalah memperkuat demokrasi dan memberinya lebih banyak lagi dengan demokrasi,” katanya. (gam/beth)

ant/zabur karuru

AKSI 25 MARET MKRI. Ketua Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) Ratna Sarumpaet, Politikus Permadi dan Sekjen MKRI Adhie Massardi memberikan penjelasan kepada wartawan terkait aksi pada hari ini. Rencananya aksi tersebut akan diramaikan oleh simpatisan dari 17 provinsi dan akan memusatkan aksi di depan Istana Presiden.

HUKUM

Moralitas Aparat Peradilan Masih Berapor Merah JAKARTA-Kasus tertangkapnya Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi Tedjocahyono oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin membuktikan bawah eksistensi mafia peradilan masih kuat di lembaga peradilan Indonesia. Jika ini tidak segera dibenahi maka bisa meruntuhkan moralitas bangsa. “Jadi jika seseorang gagal menegakkan keadilan, padahal dia memiliki otoritas di bidang penegakan hukum, itu indikasi runtuhnya moralitas bangsa, termasuk moralitas aparat peradilan,” kata Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanudin Prof. Dr. Arvin Hamid dalam siaran persnya di Jakarta,Minggu, (24/3). Seperti diberitakan, KPK sukses menangkap Wakil Ketua Pengadilan Negeri, Bandung, Setyabudi Tejocahyono. Dalam operasi tangkap tangan itu, KPK mengamankan barang bukti berupa uang Rp 150 juta. Duit tersebut diduga sebagai suap terkait pengurusan perkara. Penangkapan ini terkait dengan transaksi suap penanganan perkara dugaan

suap bansos di Bandung. Menurut Arvin, harus ada pembenahan menyeluruh terhadap penegakan hukum di Indonesia. Sebab dikhawatirkan akan semakin memperpa-

Jadi jika seseorang gagal menegakkan keadilan, padahal dia memiliki otoritas di bidang penegakan hukum, itu indikasi runtuhnya moralitas bangsa

Dr. Arvin Hamid

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanudin

rah buruknya kinerja penegakan hukum. “Ini harus segera dibenahi, yang mana dibutuhkan gerakan kuat untuk melawan korupsi yang melibatkan seluruh komponen bangsa,” tambahnya Arvin meminta agar, pene-

gak hukum terutama lembaga peradilan harus berbenah diri. Hingga kini, aspek penegakan hukum belum menyentuh masyarakat miskin. “Peradaban kita masih jauh dari kata maju, karena penegakan hukum masih bersifat formalistik dan menafikan aspek moralitas,” ungkapnya. Ditempat terpisah, Koordinator Bidang Hukum ICW Emerson Yuntho mendesak agar KPK memeriksa seluruh anggota majelis terkait penangkapan Setyabudi Tedjocahyono dalam kasus suap. “Harus sepaket diperiksa, semua anggota majelis harus diperiksa. Enggak bisa satu orang saja atau ketua majelis saja,” terangnya Lebih jauh kata Emerson, dalam suatu sidang biasanya diisi oleh tiga anggota majelis. Oleh karena itu dia memintar agar KPK memeriksa anggota majelis secara detail. “Harus dikembangkan. Jangan-jangan enggak dia sendiri yang main kan dan besar kemungkinan seperti itu,” paparnya. ICW juga meminta Mahkamah Agung (MA) untuk

berlaku adil dalam promosi hakim. Jika ada indikasi seorang hakim nakal, sebaiknya jangan dipromosikan ke pengadilan yang ‘ramai’ perkara. Dia menegaskan, kasus ini memberi preseden buruk kepada dunia peradilan di Indonesia. “Hakim yang bermasalah, tidak layak dipromosikan, dan MA harus transparan dalam promosi hakim,” ucapnya. Sementara itu, Sosiolog Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Musni Umar menegaka gaji hakim yang belum lama ini naik ternyata tak mempengaruhi kinerjanya. “Nggak ada pengaruh dari gajinya (naik), kalau memang mentalnya bobrok, ya bobrok saja. Upaya tunjangan, pengaruhnya belum banyak. Nafsu untuk memperkaya diri sendiri masih ada,” ungkapnya Menurutnya, banyaknya hakim nakal menjadi bukti bahwa mafia peradilan memang banyak bergentayangan di Indonesia. “Dilakukan hakim, jaksa, dan pengacara. Segitiga ini berlau, mereka ini yang memainkan,” lanjutnya. Untuk itu, MA diharapkan dapat melakukan fungsi pembinaan dan pengawasannya dengan maksimal. “Terutama hakim muda. Kalau penerimaan (hakim) masih ada suap, maka pasti akan melahirkan hakim yang mentalnya bobrok lagi,” pungkasnya. (gam/cea)

ant/dhoni setiawan

SOLIDARITAS PENEMBAKAN YOGYAKARTA. Ratusan warga yang tergabung dalam Solidaritas Kemanusiaan untuk Korban Pembantaian di Yogyakarta menggelar aksi di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (24/3). Mereka mendesak pemerintah dan aparat yang berwenang mengusut tuntas dan menyeret pelaku penembakan empat napi di dalam Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta ke pengadilan sipil.

PENEMBAKAN DI PENJARA

Perlu Bentuk Tim Investigasi Eksternal JAKARTA-Kasus penyerangan Lembaga Permasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman oleh “pasukan siluman” yang menewaskan 4 orang bisa merusak sendisendi negara. Jika dibiarkan, aksi pasukan siluman tak mutahil akan menyerang sendisendi negara, termasuk menyerang kepentingan kepala Negara. Karena itu, perlu dibentuk tim investigasi eksternal yang kredibel. “Sulit disangkal bahwa pelaku diduga memang berasal dari kelompok terlatih. Melihat motif dan sasaran korban yang diserang, patut diduga kuat bahwa penyerangan itu dilakukan oleh anggota atau oknum Kopassus,” ujar Ketua SETARA Institute, Hendardi di Jakarta, Minggu (23/3). Diberitakan sebelumnya, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman diserang belasan orang bersenjata pada Sabtu (23/3) sekitar pukul 02.00 WIB. Akibatnya, empat orang tahanan kasus kericuhan Hugos Cafe tewas dengan luka tembak. Keempat korban tersebut adalah Yohanes Juan Manbait, Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, dan Hendrik Angel Sahetapi alias Deki. Korban yang bernama Yohanes Juan Manbait, Gameliel, dan Deki beralamat di Tegal Panggung DN II/920, Yogyakarta. Sementara Adrianus beralamat di Nagekeo, NTT. Menurut Hendardi, aksi anggota TNI tidak cukup hanya diserahkan penyidikannya pada internal TNI. Apalagi kepolisian jelas tidak punya akses dan mentalitas untuk menyidik anggota TNI. “Jadi, perlu tim eksternal yang kredibel bisa menjawab

kebuntuan ini. Jangan sampai impunitas terus melekat pada anggota TNI,” kata dia. Penyelidikan ini jelas Hendardu harus menjadi momentum bagi reformasi peradilan militer yang sampai saat ini masih meletakkan TNI sebagai yang tidak tersentuh hukum pidana umum, meski jelas tindakannya dilakukan bukan dalam menjalankan tugas ketentaraan. Senada dengan Hendardi, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan, dalam jangka panjang pasukan siluman ini bisa akan berkembang meluas dan tidak terkendali lagi. “Indonesia saat ini dalam bahaya teror pasukan siluman bersenjata api. Setiap saat bisa mencabut nyawa orang tertentu,” tambahnya. Oleh karena itu, Neta meminta pemerintah jangan lagi terlalu banyak berpolemik. Setidaknya bergerak cepat mengusut tuntas kasus penyerbuan LP Cebonga, Sleman tersebut. “Pemerintah SBY dan elit-elit keamanannya masih saja berpolemik tapi siapa yang harus bertanggungjawab dalam kasus ini tak kunjung terungkap,” ungkapnya. Berdasarkan catatan IPW, dalam waktu satu tahun terakhir ada tiga kasus penyerangan pasukan siluman yang tak kunjung terungkap. Pertama, April 2012, Pasukan berjuluk Geng Motor Pita Kuning merusak delapan tempat di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat, termasuk Polsek Tanjungpriok. Penyerangan kedua, 21 Februari 2013. Pasukan ini melakukan penyerangan terhadap delapan anggota TNI

dan seorang sipil di Papua. Delapan anggota TNI yang sedang berjaga ini ditembak sampai tewas. Penyerangan ketiga terjadi pada 23 Maret 2013 yang menewaskan 4 tahanan di LP Cebongan, Sleman. Korbannya, pekerja swasta, polisi, dan dua mahasiswa yang menjadi tersangka dalam kematian anggota Kopassus, Sertu Santoso (31). Lemahnya Kinerja Ditempat terpisah, Wakil Ketua Fraksi PPP, Ahmad Yani, menilai peristiwa penembakan di LP Sleman menunjukkan lemahnya kinerja Kemenkumham. “Kasus ini sebagai bukti, persoalan di Kemenkumham, salah satunya persoalan Rutan dan Lapas masih menjadi masalah krusial dan serius,” ujarnya Yani mengatakan peristiwa tersebut juga harus menjadi refleksi Menkumham dan Wamenkumham untuk meningkatkan dan berkonsentrasi dalam kinerjanya. Bahkan ini membuktikan kinerja Kumham kedododoran. “Bagaimana mungkin pihak eksternal bisa mengacakacak LP Sleman yang menjadi otoritas dan tanggungjawab Kementerian Kumham. Tidak ada alasan untuk memaklumi peristiwa ini,” tuturnya. Kuasa hukum keempat tersangka yang tersebut, Wandy Marseli, mengatakan, salah satu korban, yaitu Yohanes Juan Manbait atau Juan, mengaku masih tercatat sebagai anggota Polrestabes Yogyakarta. Berdasarkan informasi Polrestabes Yogyakarta, tersangka memang merupakan disersi anggota Polrestabes Yogyakarta. (gam/cea)

PENDIDIKAN

PNS Tidak Kompeten Lebih baik Pensiun Dini Saja JAKARTA-Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) menyarakan pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak terlihat secara fungsional dan tidak memenuhi kompetensi sebaiknya memilih pensiun dini. Sedangkan, PNS yang masih memenuhi standar kompetensi dipertahankan. “Sementara yang kurang memenuhi kualifikasi, namun masih bisa, dilatih ulang dan dikembangkan melalui program pendidikan dan latihan,” kata Wakil Menteri PANRB Eko Prasojo di Jakarta, Jumat (22/3). Menurut Guru Besar FISIP UI ini, banyak jabatan struktural yang tidak diimbangi dengan jabatan fungsional tertentu dalam mejalankan tugas-tugas pemerintahan, karena yang ada saat ini jabatan fungsional diisi dengan jabatan fungsional umum. “Pegawai bekerja di

bidang apa saja, karena tidak mempunyai keahlian khusus,” ujarnya Pensiun dini ada dua jenis yaitu, pegawai yang usianya 50 tahun dan sudah bekerja di instansi pemerintah selama 20 tahun, atau PNS yang belum berusia 50 tahun dan belum bekerja di instansi pemerintah selama 20 tahun. Mereka boleh mengajukan pensiun dini, kalau memang kompetensi dan standar jabatannya sudah tidak bisa dipenuhi lagi. Hingga saat ini, opsi mengenai pensiun dini itu memang masih dalam pembahasan. Namun diakuinya bahwa KemenPAN sudah menyusun RPP yang mengatur pensiun dini, yang akan mengiringi RUU Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk memperbaiki birokrasi pemerintahan, menurut Guru Besar UI ini masih diperlukan program-program yang lebih matang dan

komitmen politik yang lebih kuat lagi. “Diperlukan koalisi besar dari masyarakat untuk menggerakkan reformasi birokrasi, karena tidak semua orang suka terhadap perubahan,” ucapnya. Generasi terdahulu memilih untuk menunda melakukan reformasi birokrasi, karena enggan menerima risikonya. Tetapi saat ini, reformasi birokrasi merupakan keniscayaan, yang tidak bisa ditunda-tunda lagi. Birokrasi harus mau dan berani ambil resiko itu untuk masa kini, untuk menyiapkan musim panen bagi generasi kita yang akan datang, sekitar 15 sampai 20 tahun lagi. Reformasi birokrasi ibarat musim tanam. Tapi jenis tanamannya bukan tanaman semusim, sepeti padi atau jagung, tetapi pohon tahunan, seperti karet yang baru bisa dipanen paling cepat 15 tahun mendatang. (gam/cea)


14

TAPAL KUDA

SENIN 25 MARET 2013 NO.0082 | TAHUN II

Rambu Perlintasan Kereta Bisa Mengancam Jiwa

BOLA VOLI

PROBOLINGGO - Bagi pengguna jalan dan pengendara yang lewat di jalan Flamboyan, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, harus waspada dan berhati-hati. Sebab, rambu peringatan dini (early system warning) yang berada di perlintasan kereta api rusak alias tidak berfungsi.

POPSIVO MENANG. Pemain bola voli Jakarta TNI AU Juliana Caetano (kiri) melapaskan smash saat melawan Jakarta Popsivo PGN dalam pertandingan bola voli putri Proliga 2013 putaran kedua di GOR Tri Dharma Gresik, Jawa Timur, Minggu (24/3). Dalam pertandingan tersebut tim bola voli putri Jakarta Popsivo PGN menang atas tim bola voli putri Jakarta TNI AU dengan skor 3-1.

Tidak hanya itu, rambu bertenaga surya atau matahari (Solar cell) yang berada di perlintasan KA, depan kantor Kelurahan setempat, juga bernasib sama. Meski warga telah melapor, belum ada upaya dari Dinas Perhubungan setempat, untuk memperbaiki kerusakannya. Alhasil, dua perlintasan KA tersebut, masih rawan bahaya dan siap memakan korban. Karenanya, Sudarsono warga RT 4 RW 03, jalan Flamboyan dan Sulis Susanto, Kaur Perekonomian Kelurahan Pilang, meminta Dishub segera memperbaiki kerusakan rambu peringatan awal tersebut. Apalagi, kedua perlintasan itu tidak memiliki petugas jaga. “Ini demi keselamatan pengguna jalan dan pengendara,” pintanya, hampir bersamaan, Minggu (24/3). Menurut Sulis, salah seorang warga Pilang yang tinggal di jalan Kerinci RT 6 RW 01, mengaku dua minggu lalu,

Dijelaskan, rambu yang dibangun pemkot itu, tidak seluruh perangkatnya rusak. Lampu penerangan jalan, lampu lalu lintas (traffic Light) dan sirine tidak rusak. Hanya alat penangkap sinyal yang berada di sebelah barat rambu, yang rusak. Sedang alat yang sama, yang diletakkan di timur rambu tidak rusak.

ia telah memberitahu kondisi rambu itu ke dishub. Namun belum ditindak lanjuti. Padahal rambu peringatan, yang terdiri dari lampu penerangan, lampu

lalu lintas dan sirine itu, sudah tidak berfungsi hampir dua bulan silam. Dijelaskan, rambu yang dibangun pemkot itu, tidak seluruh perangkatnya rusak. Lampu penerangan jalan, lampu lalu lintas (traffic Light) dan sirine tidak rusak. Kata Sulis, hanya alat penangkap sinyal yang berada di sebelah barat rambu, yang rusak. Sedang alat yang sama, yang diletakkan di timur rambu tidak rusak. Akibat alat penangkap sinyal yang berada di barat rambu rusak, sirine peringatan akan berbunyi setelah kereta api dari arah barat melewati rambu. Jadi, tambah Sulis, sirine peringatan berbunyi setelah kereta api berada di timur tempat rambu peringatan. “Kalau kereta dari arah timur, normal gak ada masalah,” imbuh Sulis yang juga mengaku tidak tahu penyebab rusaknya alat penangkap sinyal yang berada di sebelah barat. Sedang rambu peringatan di jalan Flamboyan menurut Sudarsono, lampu penerangan utara rel, mati sehingga tampak gelap dikala malam. Untuk lampu yang sama di selatan rel, dan lampu lalu lintasnya, masih menyala. Hanya sirine saja tidak meraung-raung, saat kereta api melintas di jalan tersebut.

RUANG TERBUKA HIJAU

POLITIK

Taman Bermain di Maramis Tak Terurus

Tantri Ditunjuk Menjadi Nahkoda PKB

PROBOLINGGO – Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berada di jalan AA Maramis, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, belum dikelola. Akibatnya RTH seluas setengah hektar ini, dibiarkan begitu saja, sehingga tampak tidak terawat dan terjaga. Hasil pantauan Koran Madura, di tempat yang didesain seperti taman bermain dan rekreasi tersebut, pada Minggu (24/3) sekitar pukul 17.00 wib, tampak empat pencari rumput. Mereka menyabit rumput yang ditanam dan tumbuh liar. Saat ditanya, salah satu dari pencari rumput itu mengaku baru pertama kali mengambil rumput di tempat itu. Ia mengaku tidak ada yang melarang mencari makanan ternaknya di areal milik pemkot tersebut. “Enggak ada yang melarang. Jadi kami merumput di sini. Kalau gak boleh, kami mau cari rumput di tempat lain,” ujar pencari rumput yang mengaku tinggal di timur RTH itu. Selain pencari rumput, belasan anak-anak dan remaja terlihat sedang bermain menikmat indahnya suasana sore. Mereka bersepeda mengikuti jalan setapak yang dibangun berkeliling di tempat tersebut. Sementara sebagian dari mereka ada yang sedang beristirahat di tempat duduk yang tersedia dan bernaung di gazebo. Bahkan diantara mereka ada yang memutar bak atau tong sampah. Kendati di RTH itu tersedia kolam, anak-anak itu enggan mandi dan ber-

enang di kolam yang tidak begitu luas dan tidak berpagar itu. Penyebabnya, air kolamnya keruh menghijau. Dan tanah di sekelilingnya, masih licin dan becek serta tanaman bunga dan pepohonannya, tampak tidak terawat. Menurut Luthfi Al Hamidi, sub kontraktor pembangunan RTH, mengaku proyek taman dari provinsi Jawa Timur itu, selesai dikerjakan akhir Desember lalu. Proyek tersebut oleh pihak kontraktornya telah diserahkan ke pemprov Jatim. “Sudah diserahkan. Kami enggak tahu, apakah Bappeda Jatim sudah menyerahkan ke pemkot Probolinggo,” jelas pria yang akrab dipanggil Ddik ini. Sementara kepala Badan Lingkungan hidup (BLH) Kota Probolinggo, Budi krisyanto dalam pesan pendeknya mengaku pihak provinsi belum menyerahkan proyek RTH itu. Sehingga pihaknya belum mengelola RTH yang dibangun di atas tanah pemkot tersebut. “Belum diserahkan ke pemkot,” begitu ujar Budi Kris dalam pesan singkatnya. Karenanya, menurut Budi Kris, begitu biasa dipanggil, yang bertanggung jawab pemeliharaan proyek ratusan juta itu, pihak kontraktor atau pelaksana yang ditunjuk dinas pekerjaan umum cipta karya pemprov Jatim. Mengingat proyek tersebut masih dalam tahap pemeliharaan. Sementara saat dihubungi via hnd phonenya, Taufiq, yang dikabarkan kontraktor yang mengerjakan proyek itu, berkali-kali, hp-nya tidak diangkat. (gus/dar)

RUANG TERBUKA HIJAU. Taman bermain dan rekreasi yang berada di Jalan AA. Maramis ini tidak terawat dengan baik.

PROBOLINGGO - Kegelisahan kader dan simpatisan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Probolinggo terkait kepengurusan pasca pemilihan bupati (Pilbup) Probolinggo akhir 2012 lalu, akhirnya terjawab. DPP PKB akhirnya menurunkan surat keputusan (SK) kepengurusan DPC PKB Kabupaten Probolinggo definitif. Perombakan kepengurusan DPC PKB itu tertuang dalam SK DPP PKB Nomor 12950/DPP-03/V/A.I/ III/2013 tanggal 20 Maret 2013. “SK DPP itu terbit, dan menunjuk Hj. Puput Tantriana Sari, SE sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten yang baru, mengantikan kepemimpinan KH. Hafidz Hasan Aminuddin,” kata Wakil Sekjen DPP PKB, A. Malik Haramain, di hadapan ratusan kader dan pengurus yang mengikuti pembekalan Pendidikan Kader Pancasila PKB, di Hasan Aminuddin Center (HAC) di Jl. Raya Dringu, Probolinggo, Minggu (24/3). A. Malik Haramain mengatakan, perombakan pengurus DPC PKB Kabupaten Probolinggo diharapkan bisa mendongkrak kinerja partai. “Hari ini saya teramat istimewa. Kenapa? Karena hari ini kita punya Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Hj. Puput Tantriana Sari, SE. Kalau tidak mau kerja pecat saja. PKB butuh sistem dan mekanisme yang jelas. Sekali lagi yang tidak mau kerja harus dipecat atau keluar. Semua partai seperti itu butuh komitmen ke PKB, karena tidak ada gunanya,” tegasnya. Kepada kader dan pengurus PKB Kabupaten Probolinggo, A. Malik Harmain, menegaskan agar selalu mempunyai komitmen yang jelas. Yang paling penting adalah komitmen membesarkan PKB dan memenangkannya di Kabupaten Probolinggo. “Komitmen hukumnya wajib untuk membesarkan PKB. Karena secara jelas yang punya hubungan dengan NU adalah PKB, dan sebagai anak yang dilahirkan dari NU. Kalau tidak ada NU tidak akan pernah lahir PKB, dan punya hutang besar. Kalau tidak ada hubungan dengan NU berarti PKB nya diragukan,” terang Anggota DPR RI Dapil II Pasuruan- Probolinggo. Terakhir, ia berkeinginan antara NU dan PKB menyatu, ibarat suami isteri. Adanya PKB karena dilahirkan NU. DPP PKB sedang gencar melakukan restrukturisasi pengurus di tingkat

ranting, PAC, DPC, DPW. “Kita beri waktu dua bulan, Kalau sudah akan bicara soal hubungan PKB dan NU, untuk memperkuat dan melengkapi struktur PKB di Kabupaten Probolinggo. Insyaallah PKB akan besar jika itu dilakukan,” pinta Malik Haramain. Ia juga menyinggung, keberadaan PKB Kabupaten Probolinggo sudah mempunyai bupati yang diusung. Yang harus dimunculkan rasa optimisme, jangan mudah menyerah membesarkan PKB. “Kuncinya kerja keras, masalah strategi mengikuti. Jangan pikirkan dana saja,” ucapnya. Ketiban Sampur Pimpin PKB Hj. Puput Tantriana Sari, SE, mengungkapkan sebagai pengurus ketiban sampur. Amanah ini datangnya dari para kyai dan ulama yang terwakili oleh PCNU Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo untuk mengembalikan kejayaan PKB seperti 2004. “PKB merupakan rumah nahdlatul ulama. Pekerjaan rumah saya tidak mudah dan ringan. Satu tahun kedepan dilajsanakan Pemilu, tentunya tanggup jawa moral untuk tidak memenangkan PKB di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya. Kemenangan PKB tidak akan dicapai, lanjut dia, tanpa soliditas segenap kader dan pengurus, mulai DPC, PAC dan Ranting. Ia memohon unuk dua bulan

kedepan membentuk dan menyempurnakan seluruh sistem yang ada di DPC PKB. Sehingga “Harapannya sesuai zamannya, artinya sistem mampu mengajak masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk menoleh kembali kerumahnya, yakni PKB,” tandasnya. Ia berjajnji akan menggandeng tokoh agama, ulama, masyarakat yang mempunyai gerbong. Artinya mampu mengajak masyarakat untuk mengajak masuk PKB. “Tentunya tokoh ini bukan hanya laki-laki tapi mengutamakan tokoh perempuan. Sehingga cita-citanya dapat mengulang kejayaan PKB tahun-tahun sebelum nya,” ucapnya. Tujuan politik, kata dia, mencari kekuasaan untuk kemaslahatan umat, utamanya warga nahdlatul ulama. Agar bisa mengambil keputusan partai dan politik secara bijak. Namun tidak mampu memuaskan semua orang, dan akan berpegang teguh dengan kebijakan itu, walaupun tidaka bisa memuaskan semua orang, yang akan dipilih kebijakan yang mendekati kebenaran.”Saya masih baru, karena diamanahkan untuk memimpin PKB Kabupaten Probolinggo,” tandas Puput Tantriana Sari. Ajak Pengurus Berperan Aktif Pengurus DPW PKB Jawa Timur, Hj. Anisa Syakur, men-

Sudarsono mengungkap, sirine tidak berbunyi lantaran dua alat penangkap sinyal yang berada di barat dan timur rambu peringatan, rusak. Hanya saja mantan ketua RT 4 RW 03 ini mengaku tidak tahu penyebabnya. “Sudah lama rusak pak. kami dan warga yang lain sudah melapor ke instansi terkait. Tapi belum direspon,” jelas PNS ini. Pria yang menjabat kepala cabang dinas pendidikan Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo ini, mengatakan. Alat peringatan awal ini telah rusak sebelum hari raya idul fitri dan telah memakan korban. Menurutnya, kecelakaan sehari setelah lebaran, yang menimpa salah satu warga Kelurahan Mayangan, yang hendak bersilaturarhim ke keluarganya di malang. Setelah kejadian itu, sampai saat ini belum ada kejadian kecelakaan yang diakibatkan kereta api. Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Sunardi melalui pesan singkatnya mengaku hingga saat ini belum ada laporan dari para stafnya. Sunardi berjanji akan segera menindak lanjuti atas kerusakan dua alat peringatan awal tersebut. “Matur nuwun informasinya. Baik akan saya tindak lanjuti,” begitu dalam pesan singkatnya. (gus/dar)

gatakan ada tanda-tanda PKB di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Probolinggo akan mengalami kemenangan. “Dengan kepemimpinan Hj. Puput Tantriana Sari, SE, PKB di Kabupaten Probolinggo akan besar dan membumi, apalagi dia sebagai Bupati Probolinggo.” Ia berharap semua kader dan pengurus untuk berpangku tangan agar kemenangan yang diperoleh PKB di Kabupaten Probolinggo seperti 2004, akan bisa mengulang kesuksesan dan kemenangan. “Berharap diberikan dukungan di 2014, kita sambut baik dari DPC, PAC, Ranting dan alim ulama untuk mendukung pencalegan dirinya maju dalam Pilihan Calon Legislatif dari dapail II Pasuruan dan Probolinggo,” ujar Hj. Anisa Syakur. Menurut dia, jangan sampai ada kader dan pengurus tidur, harus ada semangat baru untuk memenangkan PKB di Kabupaten Probolinggo. Mudah-mudahan dapil II hasil survey target PKB mendapatkan 3 kursi untuk DPRD Propinsi dan DPR RI dari 8 kursi yang diperebutkan. “Semua yang dulunya di PKNU sekarang kembali kehabitatnya. Walaupun kader PKNU secara legalitas bergabung dengan Gerindra, namun kaderkadernya banyak pindah di PKB yang merupakan rumah aslinya,” pungkasnya. (hud/dar)


OPINI

15

SENIN 25 MARET 2013 NO. 0082 | TAHUN II

salam songkem Hukum Makin Suram

K

omisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap seorang hakim. Kali ini hakim pesakitan yang tertangkap Setyabudi Tejocahyono, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung, yang diduga menerima suap sebesar 150 juta rupiah dari seorang bernama Asep. Setiabudi merupakan hakim keenam yang ditangkap KPK dalam dua tahun belakangan ini. Beberapa nama hakim juga tersangkut kasus suap, sedang ditangani aparat hukum lain yaitu kepolisian dan kejaksaan. Lalu, di luar kasus korupsi dan gratifikasi beberapa kasus hukum yang melibatkan hakim di negeri ini belakangan kerap terjadi. Termasuk kasus penangkapan Hakim Puji dan Iskandar Agung, yang diduga terlibat narkoba. Data-data tertangkapnya beberapa hakim itu memang tidak dapat digeneralisasi sebagai gambaran semua hakim di negeri ini berperilaku buruk. Namun jika menelusuri lebih jauh terkait kinerja hakim termasuk juga kejaksaan dan aparat hukum lainnya, rasanya sulit mengingkari bahwa ada problem hukum sangat serius di negeri ini. Tidak perlu menjadi seorang yang sangat cerdas untuk mengetahui dan merasakan betapa wajah hukum di negeri ini makin kusam dan suram. Terkait penangkapan hakim yang diduga terlibat korupsi, yang belakangan makin kerap itu mengemuka ironi tragis. Ketika negeri ini sedang bertekad memberantas tindak pidana korupsi, suap, dan sejenisnya, hakim sebagai pintu keadilan justru seperti pagar makan tanaman. Lebih ironis lagi, kejadian terkait fulus itu dilakukan ketika gaji hakim baru saja dinaikkan. Ini artinya, tindak pidana korupsi hakim bukan karena penghasilan kecil, yang tidak mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Korupsi hakim sepenuhnya karena mental dan perilaku mengumbar nafsu memperkaya diri yang tak terkendali. Jelas sangat menyedihkan dan terasa tragis sekali. Seorang Hakim yang dianggap merupakan wakil Tuhan di negeri ini, karena setiap keputusan seorang hakim selalu diawali kalimat berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, justru menjadi bagian dari praktek-praktek yang dilarang oleh Tuhan. Ia tidak hanya memanipulasi jabatannya untuk kepentingan pribadi; ia sejatinya telah mengkhianati dan mengatasnamakan Tuhan dalam melakukan praktek kotor yang bertentangan dengan perintah Tuhan. Benarbenar sebuah kejahatan dasyat luar biasa. Mudah sekali sebenarnya merunut kebobrokan hukum di negeri ini. Seandainya seluruh Institusi hukum apa pun di negeri ini bobrok, bahkan seandainya mereka yang bekerja di pengadilan juga bobrok, asal hakim tetap mewakili kebenaran Tuhan; benang kusut dan kebobrokan itu akan terurai dan tercerahkan. Karena itu terseretnya hakim dalam kasus pidana berapapun jumlahnya, merupakan tragedi hukum mengerikan. Sebab hakim merupakan pintu gerbang terakhir penegakan keadilan. Hakim merupakan pemisah yang benar dan salah. Hakim merupakan penjernih ketakjelasan menjadi terang benderang. Tak ada cara lain, agar kejadian serupa tak terulang dan para hakim menyadari sebagai wakil Tuhan; para hakim yang terseret kasus itu bila terbukti, harus dihukum berat. Hanya itu yang bisa menyuntikkan harapan dan optimisme hukum di negeri ini, agar mendung kelabu segera berlalu. =

Calon Legislatif

D

i Bondowoso Jawa Timur, peminat yang ingin jadi caleg PKB tahun 2014 nanti membludak, bahkan melebihi kuota. Sudah ada 54 orang yang mendaftar menjadi caleg PKB. Padahal yang dibutuhkan caleg PKB tahun 2014 sama dengan tahun 2009, sebatas 45 orang. Karena data DAK2 mencatat jumlah penduduk yang menjadi rujukan KPU sebanyak 773.502 jiwa. Itu pertanda hanya ada 5 dapil, dengan masing-masing dapil terdapat 9 kursi. Membludaknya pendaftar caleg juga terjadi di PPP Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan. Pendaftar caleg sudah ada 14 orang, padahal kuota yang dibutuhkan hanya 8 kursi. Membludaknya pendaftar caleg bisa juga terjadi pada partai selain keduanya. Ini mengindikasikan bahwa jabatan legislatif di mata rakyat sudah tak ubahnya lahan tambang emas. Tidak sedikit bukti, selama ini telah banyak orang menjadi kaya raya setelah pernah menjabat sebagai seorang DPR, baik di kabupaten, provinsi, maupun di Senayan. Dengan demikian, pada tahun 2013 ini, kualitas sejumlah caleg di semua partai peserta pemilu sangat diragukan. Dicurigai, mereka melamar jadi caleg bukan didasarkan pada kapabilitas dan elektabilitas. Namun karena didorong oleh keinginan untuk mendapatkan “hasil” dari jabatan DPR yang didaftarnya. Untuk itu, seleksi yang ketat dari partai politik bersangkutan sangat penting dilakukan secar serius untuk menghindari adanya caleg yang justeru akan menyengsarakan rakyat. Sebab caleg yang dimotifasi untuk “mendapatkan” bukan “memberikan”, dipastikan caleg dimaksud akan cenderung korup. Tidak hanya itu, seleksi caleg yang tidak ketat oleh parpol bisa membuat kepercayaan masyarakat pada partai bersangkutan turun. Rakyat akan meninggalkan parpol dan caleg yang tidak disukai rakyat. Oleh karena itu, pertimbangan pada aspek kapabilitasnya sebagai seorang calon legislatif sangat pentig dijadikan hal yang dominan. Sosok caleg yang pernah terlibat dengan perkara hukum, tentu sudah cacat hukum di hadapan rakyat. Karena rakyat akan trauma, orang tersebut masih potensial melakukan tindakan yang menyimpang hukum lagi apabila diberi kesempatan menjadi wakil rakyat. Tidak kalah penting parpol memerhatikan kriteria caleg yang menjadi keinginan masyarakat di daerah pemilihan masing-masing. Sebab diakui atau tidak, masyarakat kini sudah tidak lagi memandang partai mana, tetapi yang dilihat mereka adalah siapa yang menjadi caleg. Hal itu penting tidak hanya penting untuk mendulang suara konstetuen sebanyak-banyaknya. Namun juga untuk menjamin bahwa saat kelak ia memegang jabatan tidak akan menyalahgunakan wewenangnya. = Redaksi menerima tulisan dalam bentuk opini (terkait isuisu terkini), resensi buku maupun puisi. panjang tulisan 5000 karaketer (opini, cerpen) dan 3500 karakter (resensi buku). Tulisan dikrimkan dengan disertai foto terbaru ke alamat email Koran Madura: opini.koranmadura@gmail.com

A

Rekam Jejak Budaya Indis Oleh: MUHLIS AL-FIRMANY| Penggiat pustaka desa dan peneliti budaya di Bangkalan

M

emotong sejarah sama halnya memotong tali simpul generasi tua terhadap generasi muda. Dari masa lalu ke masa selanjutnya. Bicara masa lalu, tentu banyak memori (kenang): suka-duka. Kekejaman. Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) yang sengaja dilupakan. Serta pemutarbalikan fakta hingga pengaburan peristiwa yang membuat setiap generasi ngambang. Mana yang benar dan salah? Meski Bung Karno menitipkan sesuatu yang sangat berharga, berupa “JASMERAH”, sebagai akronomi “jangan sampai melupakan sejarah”. Tutur sejarah di Indonesia masih bersifat seremonial, bukan kesadaran betapa pentingnya sejarah sebagai penyambung lidah masa lampau terhadap masa akan datang. Piranti jejak-jejak ini sebenarnya perlu kita rekam ulang. Kaji kembali. Karena menulis sejarah perlu disertai bukti-bukti konkrit sesuai konteks sejarahnya masing-masing. Kalau tidak, kita akan dihadapkan pada sebuah pilihan, yaitu, kacamata masa depan menjadi buta. Budaya Indis? Sejak lama sebelum kedatangan bangsa Belanda di kepulauan Indonesia. Orang India, Cina, Arab, dan Portugis telah hadir di pulau Jawa. Masing-masing membawa kebudayaannya sendiri. Pada abad ke-16, orang Belanda datang ke Indonesia hanya untuk berdagang. Tetapi kemudian menjadi penguasa di Indonesia (Soekiman, 2011: 1). Di satu sisi, betapa kejam adikuasa sebuah negeri (Eropa) yang

sudah berintelektual tinggi: ketika ilmu pengetahuan tak lagi berpijak pada tempatnya sebagai tonggak yang dapat menjungjung nilainilai perikemanusiaan. kekuasaan memang dapat membungkam semua tatanan apapun: etika, moral, logika, serta nurani-nurani murni dan suci. Di sisi lain, ada cerminan positif bisa kita rasakan hingga saat ini. Datangnya bangsa-bangsa Eropa ke tanah air, ialah; terjadinya kontak budaya, seperti ditegaskan oleh Rob Nieuwnhuys, menurutnya, jalinan erat semacam ini digambarkan seolah-olah terdapat osmose dan pertukaran mental di antara orang Jawa dan Belanda, yaitu manusia Jawa memasuki lingkungan budaya Eropa dan sebaliknya. Kesejahteraan dan peningkatan status seseorang menuntut perubahan gaya hidup, tampak dalam hal penggunaan bahasa, cara berpakaian, cara makan, kepercayaan/agama, dan sikap lebih menghargai waktu (Soekiman, 2011: 6). Cara-cara di atas telah melahirkan pertukaran budaya: budaya campuran atau disebut “Budaya Indis” lebih tepatnya. Kata “Indis” dalam tulisan ini berasal dari bahasa Belanda “Nederlandsch Indie” atau (Hindia-Belanda), yaitu nama dari jajahan Belanda di seberang lautan yang secara geografis meliputi jajahan di kepulauan yang disebut Nederlandsch Oost Indie. Wilayah ini biasanya disamakan dengan satu wilayah jajahan lain yang disebut Nederlandsh West Indie, yang meliputi wilayah Suriname dan Curascao. Namun sebenarnya berbeda, oleh karena

itu namanya sedikit dibedakan. Penggunaan istilah gaya Indis dalam pembahasan ini dikhususkan pada kebudayaan dan gaya hidup masyarakat pendukungnya yang terbentuk semasa kekuasaan pemerintah Hindia Belanda di Indonesia khususnya di Jawa. Jejak Budaya Menurut para antropolog, ada tujuh unsur kebudayaan yang bersifat universal dan dimiliki oleh semua bangsa di dunia, di antaranya: 1) Bahasa,2) Peralatan dan perlengkapan hidup (pakaian, rumah, senjata), 3) Mata pencarian hidup dan sistem ekonomi (pertanian, peternakan, sistem produksi), 4) Sistem kemasyarakatan (organisasi politik, sistem perkawinan, sistem hukum, dll), 5) Kesenian (seni rupa, sastra, gerak, suara dsb), 6) Ilmu pengetahuan, 7) Religi. Ketujuh unsur ini, betapa dekat dengan kehidupan kita. Bahkan keseharian kita tidak terlepas dari apa yang terpapar di atas. Kita pun juga bisa melacak jejak-jejak Budaya Indis, apakah masih ada atau tidak saat ini? Mari kita bahas, mulai dari berapa ribu serapan bahasa Belanda masuk kamus bahasa Indonesia? Berapa banyak sisa arsitektur (bentuk bangunan-bangunan rumah tua bercorak negeri kincir angin/ Belanda) yang masih utuh dan terpakai? Lalu, kita amati darimana asal-usul cara berpakaian kita di kantor maupun di sekolah (celana, baju, minyak rambut/gaya rambut, ikat pinggang yang rapi dan bersih), cara makan yang mulanya dengan tangan (diganti sendokgarpu menjadi trend baru), cara

bercocok tanam dengan pengairan irigasi, cara politikus bermain petak-umpet, pesta perkawinan (full hiburan), pola hukum bangsa kita, maraknya aliran-aliran musik Eropa, pertukaran pelajar lintas Negara, hingga pemahaman religiutas dan filsafat hidup serta kedisiplinan tehadap waktu: semua ini bukankah juga bagian betapa besar pengaruh yang bisa kita telisik, bahwa Budaya Indis masih begitu lekat dengan keseharian cara hidup kita? Bukti-bukti ini, hendakkah kita acuhkan? Atau kita malu untuk mengakui? Tentu, tak ada yang salah, ketika sesuatu yang baik kita adopsi dengan baik pula. Akulturasi (percampuran) budaya tetap akan terus terjadi hingga kapanpun dan dimanapun kita hidup. Globalisasi sudah pasti pula akan terus menggerus peradaban manusia. Tak terhindarkan. Semakin canggih teknologi, semakin dekat jembatan dunia kehadapan kita. Global village (desa mendunia): wacana ini sengaja diusung demi rumus peradaban, yakni sama-rata. Sama-sama merasakan. Desa-kota tak ada beda. Kebudayaan apapun pada awalnya lahir dengan tujuan membawa risalah “kebaikan”. “kebaikan semata” inilah tujuan paling utama dan berharga dari hasil cipta sesama manusia. Namun, setiap individu-individu lain kadang menerima tanpa melihat bahkan lupa bahwa dalam diri kita juga memiliki nilai cipta, rasa, dan karsa yang tidak kita ketahui kemana arah memulai langkah sebagai mahluk khalifah Tuhan paling sempurna? =

Jabir Hayyan, Kimia dan Peradaban Dunia Oleh: ZAINURRAHMAN| Belajar di Jurusan Kimia F-MIPA Unibraw Malang

D

i zaman modernesasi, ilmu kimia tidak asing lagi dan bukan merupakan suatu hal yang baru dalam ilmu pengetahuan. Pertanyaannya, apakah kita sudah tahu bagaimana proses berkembangnya ilmu kimia dan siapa tokoh yang membawa ilmu kimia menjadi sangat populer dan berkembang pesat hingga saat ini? Abu Musa Jabir bin Hayyan atau Geber salah satu yang mengawal kimia hingga. Ia lahir di Kuffah (Irak) tahun 750 M dan meninggal tahun 803 M. Ia memeroleh keahlian dari Barmaki Vizier di masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid di Baghdad. Jabir menekankan bahwa kuantitas zat sangat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi, sehingga dapat dianggap Jabir telah merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap. Kontribusi lainnya antara lain dalam penyempurnaan proses kristalisasi, destilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut. Tokoh besar yang dikenal sebagai “The father of modern chemistry” ini ternyata tidak hanya ahli di bidang kimia, akan tetapi ia juga ahli di bidang farmasi, fisika, filosofi dan astronomi. Ia mampu mengubah persepsi tentang berbagai kejadian alam yang pada saat itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat diprediksi, menjadi suatu ilmu sains yang dapat dimengerti dan dipelajari manusia. Ia menemukan asam klorida, nitrat, sitrat, asetat, teknik destilasi dan teknik kristalisasi. Ia juga menemukan larutan aqua regia (dengan menggabungkan asam klorida dan asam nitrat) untuk melarutkan emas. Penemuan-penemuannya di bidang kimia telah menjadi landasan dasar dalam berkembangnya ilmu kimia dan teknik kimia modern saat ini. Jabir Ibnu Hayyan juga mampu mengaplikasikan pengetahuannya di bidang kimia kedalam proses pembuatan besi dan logam lainnya, serta pencegahan karat. Beliau adalah orang pertama yang mengaplikasikan penggunaan mangan

dioksida pada pembuatan gelas kaca. Beliau juga orang pertama kali yang mencatat tentang pemanasan wine akan menimbulkan gas yang mudah terbakar. Hal inilah yang kemudian memberikan jalan bagi Al-Razi untuk menemukan etanol. Semua penelitian Jabir tentang ilmu kimia ini ternyata diterjemahkan kedalam bahasa latin dan menjadi buku teks standar untuk para ahli kimia di Eropa saat ini. Beberapa diantaranya adalah kitab Al-Kimya yang diterjemahkan pada 1144 dan Al-Sab’een yang edisi terjemahanya terbit pada 1187. Beberapa tulisan Jabir juga diterjemahkan oleh Marcelin Berthelot ke dalam beberapa buku, yaitu Book of the kingdom, Book of the Balances, dan Book of Eastern Mercury. Kemajuan pesat ilmu kimia berawal dari hasil kerja keras pakar kimia Muslim, yaitu Jabir bin Hayyan yang tenar dengan nama Geber di Eropa. Bahkan, seperti yang ditulis oleh Ibnu Khaldun dalam bukunya Tarikh Ibnu Khaldun I/695, Jabir Ibnu Hayyan pernah dinobatkan sebagai ilmuwan terbesar di semua masa. Para ilmuwan mengakui kapabilitasnya di bidang ilmu kimia, sampai-sampai ilmu kimia dinamakan ilmu Jabir. Namun pada saat ini ternyata ilmu kimia tetap saja disebut ilmu kimia. Dalam catatan sejarah, Jabir Ibnu Hayyan adalah orang yang pertama kali menemukan asam belerang, natrium karbonat, pottasium karbonat, dan sepuh. Zat-zat kimia ini sekarang sangat urgen, bahkan hampir menjadi salah satu dasar perkembangan peradaban pada abad 19 dan 20 di bidang kimia, farmasi, pertanian, dan lain lain. . Ilmuwan yang terkenal sebagai sufí ini menemukan metodemetode baru dalam memajukan dan memilih pengobatan, melalui kristalisasi, isolasi, penyaringan, dan penguapan yang merupakan aktivitas vital dalam ilmu kimia dan farmasi. Jabir Ibnu Hayyan menunjukkan betapa pentingnya eksperimen dan metodologi penelitian.

Hal ini ia lakukan sebelum para ilmuwan Barat. Jabir pernah berkata didalam bukunya, “Di antara tugas orang yang bergelut di dunia kimia adalah bekerja dan melakukan eksperimen ilmiah, sebab pengetahuan tidak akan diperoleh kecuali dengan itu.” Ilmuwan yang disebut sebagai Bapak Kimia Modern ini adalah peletak dasar metode ilmiah untuk penelitian eksperimental. Selain ia banyak mengarang buku di bidang ilmu kimia, beliau juga mengarang buku di bidang farmasi. Jabir telah menorehkan sederet karyanya kurang lebih dalam dua ratus (200) kitab. Sebanyak delapan puluh kitab yang ditulisnya mengkaji dan men-

Semua penelitian Jabir tentang ilmu kimia ini ternyata diterjemahkan kedalam bahasa latin dan menjadi buku teks standar untuk para ahli kimia di Eropa saat ini gupas seluk-beluk ilmu kimia. Sebuah pencapaian yang prestisius. Sebanyak seratus dua belas (112) buku karya Jabir secara khusus ditulis untuk dipersembahkan kepada Barmakid selaku gurunya, yang juga pembantu atau wazir Khalifah Harun Ar- Rasyid. Buku-buku itu ditulis dalam bahasa Arab. Diantaranya, Sirr Al-Asrar (Rahasianya Rahasia), Al-Mawazin (Timbangan/ Kesetimbangan), Al-Khawwash (Khasiat-Khasiat), dll. Sudah banyak bukunya yang diterjemakan dalam berbagai bahasa di Eropa dan menjadi literatur referensi selama beberapa abad di berbagai universitas di Eropa. Pada abad pertengahan, orangorang Barat mulai menerjemahkan karya-karya Jabir itu ke dalam ba-

hasa Latin (Tabula Smaragdina). Dari ketujuh puluh kitab yang diterjemahkan itu, salah satu kitab Jabir yang terkenal adalah Kitab AzZuhra yang diterjemahkan menjadi Book of Venus dan Kitab Al-Ahjar yang dialih bahasakan menjadi Book of Stones. Sebanyak 10 buku lainnya yang ditulis oleh Jabir adalah kitab koreksi yang berisi klarifikasi mengenai para pakar kimia Yunani seperti Pythagoras, Socrates, Plato dan Aristoteles. Sisanya, kitab yang ditulis Jabir merupakan bukubuku keseimbangan. Dalam buku kelompok ini, Jabir melahirkan teori yang begitu terkenal, yakni ‘teori keseimbangan alam.’ Risalah-risalah karya Jabir yang secara khusus membahas ilmu kimia antara lain’ Kitab Al-Kimya dan Kitab As-Sab’in. Kitab penting itu juga sudah diterjemahkan ke bahasa Latin pada abad pertengahan. Kitab Al-Kimya menjadi sangat populer di Barat setelah diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Robert of Chester pada tahun 1144 M. Al-Kimya versi alih bahasa berjudul The Book Composition of Alchemy. Sedangkan Kitab Al-Sab’in diterjemkan oleh Gerard of Cremona. Pada abad ke-17 M, Russel menerjemahkan buku yang ditulis Jabir ke dalam bahasa Inggris berjudul Sum of Perfection. Dalam buku itu, Russel memperkenalkan Jabir dengan nama Geber seorang pangeran Arab terkenal yang juga seorang filsuf. Sum of Perfection selama beberapa abad begitu populer dan berpengaruh. Buku itu telah mendorong terjadinya evolusi kimia modern. Begitu berpengaruhnya buku karya Jabir di Eropa dan Barat yang pada umumnya telah dibuktikan dengan munculnya beberapa istilah teknis yang ditemukan dalam kamus kimia Barat dan menjadi kosakata ilmiah yang sebelumnya digunakan Jabir seperti istilah ‘alkali.’ Kini, setelah Jabir terbujur kaku, dunia kimia hanya penuh dengan pengulangan-pengulangan dan manusia kontemporer lebih bernostalgia dibanding menciptakan dirinya yang berkarya=

Pemimpin Redaksi Abrari, Wakil Pemimpin Redaksi Zeinul Ubbadi, Redaktur Ahli M. Husein, Redaktur Pelaksana Abdur Rahem, Sekretaris Redaksi Benazir Nafilah, Tata Letak Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi Design Grafis Ach. Sunandar Ahmed David, (non aktif), M. Farizal Amir Website M. Kamil Akhyari Sumenep Hayat (Kepala) Syah A. Latief, Syamsuni, Junaidi Pamekasan G. Mujtaba (Kepala), Taufiq Rahman, Muhammad Fauzi, Faqih Amyal, Sampang Mahardika Surya Abriyanto (Kepala), Iyam Z, Ryan H, Junaidi, Bangkalan Moh. Ridwan (Plt. Kepala) Doni Harianto, Surabaya Hana Diman (Kepala), Ari Armadianto, I Komang Aries Dharmawan, Sidoarjo Yuyun, Probolinggo Pujianto, M. Hisbullah Huda, Agus Purwoko, Jakarta Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy Manajer Pemasaran Moh. Rasul, Accounting Ekskutif Deddy Prihantono, Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim, (Pamekasan) Siti Farida, (Sampang), Taufiq (Bangkalan), Kontributor Sugianto (Bondowoso) FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia), Penerbit PT. Koran Madura, Komisaris Rasul Djunaidi, Direktur Utama Abrari, Direktur Keuangan Fety Fathiyah, Alamat Redaksi Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, email koranmadura@gmail.com, opini.koranmadura@gmail.com, Telepon-Fax (0328) 6770024, No. Rekening BRI 009501000029560, NPWP 316503077608000 Website www.koranmadura.com | Wartawan Koran Madura dibekali ID Card (kartu pengenal) dan tidak diperkenankan menerima imbalan berupa apapun dari nara sumber


16

SENIN 25 MARET 2013 NO.0082 TAHUN II

ENGLISH PREMIERE LEAGUE

West Ham Akan Bermarkas di Stadion Olimpiade LONDON - Stadion Olimpiade Inggris resmi menjadi kandang West Ham United, setelah klub ini memenangkan tender menjadi pengelola stadion megah tersebut. Kesepakatan itu tercapai pada Jumat (22/3) ini waktu setempat dan diumumkan oleh London Legacy Development Corporation (LLDC). West Ham Unite diperkirakan mengeluarkan dana sebesar 150 juta pounds untuk mengubah stadion itu menjadi "milik" West Ham United, terutama untuk mengubah warna kursi dan interior stadion itu. Diperkirakan, West Ham akan mulai masuk dan

bermarkas di stadion itu pada Agustus 2016 mendatang. LLDC dan West Ham sudah melakukan negosiasi yang panjang. Dengan dicapainya kesepakatan pada Jumat kemarin, maka klub ini berhak menggelar semua pertandingan mereka di stadion tersebut. Kesepakatan itu juga mencakup kepentingan publik yaitu mengharuskan pemilik West Ham yang menjual klub itu kepada orang lain dan meraih keuntungan maka stadion itu juga akan "diuntungkan". Meski sudah menjadi "milik" West Ham,

Stadion ini tetap akan terbuka sebagai tempat Piala Dunia Rugby pada 2015 mendatang. Sementara itu terkait kandang West Ham saat ini, Upton Park, belum diketahui penggunaannya. Ini sungguh luar biasa. Akhirnya kami bisa menandatangani kesepakatan hari ini. Ada masa depan West Ham yang mengagumkan. Diperlukan kerja keras untuk merenovasi stadion ini," kata salah satu ketua West Ham David Gold. Sementara ketua West Ham lainnya David Sullivan menambahkan, "Kami

mendapat privelese untuk "memiliki" stadion ini. Kami butuh sebuah stadion yang lebih besar. Kami ingin sepakbola menjadi sesuatu yang nyaman bagi kelas pekerja karena itu kami menginginkan sebuah stadion yang lebih besar. Ini situasi yang sama-sama menang untuk London, untuk LLDC dan West Ham." Sementara Wakil Ketua west Ham Karren Brady mengimbuhkan, "Saat kami masuk ke stadion ini mulai 2016, kami memasuki kandang kami. Stadion ini akan menjadi stadion sepakbola." (Sky Sports/ Aji)

afat/koran madura

MATANGKAN STRATEGI. Pepakbola Persepam Madura United (P-MU) Osas Saha (kanan) berusaha melewati Zahila Abubakar (kiri) saat latihan pemantapan strategi, di Lapangan Kowel, Pamekasan, Jatim, Kamis (21/3). Pemantapan strategi tersebut, sebagai persiapan skuad Laskar "Sape Kerap" menghadapi Sriwijaya FC dalam lanjutan kompetisi ISL, di Stadion Gelora Bangkalan, Selasa 26 Maret 2013.

Daniel Rahasikan Pengganti Fahruddin PAMEKASAN - pelatih kepala Persepam Madura United Daniel Roekhito hingga saat ini masih merahasikan nama pemain yang akan mengisi kekosongan lini belakang, Pasca bek tangguh yang dimiliki Laskar Sape Kerap Fahruddin, terkena akumulasi kartu kuning. Ada 2 pemain yang menjadi pelapis lini belakang, diantaranya Khokok Roniarto dan mohamad rifa'i. Keduanya merupakan pemain yang memperkuat persepam sejak divisi utama, dan dipercaya untuk kembali bersama persepam di iSL. Daniel Roekhito saat dimintai keterangan usai melatih anak asuhnya diStadion R.sunarto Hadiwijoyo Pamekasan beberapa waktu lalu, masih bungkam pengganti Fahruddin, saat meladeni Laskar Wong Kito Sriwijaya FC (26/04) nanti. Hanya saja, Daniel menyebutkan 2 pemain tersebut, dan berjanji akan mengumkan 5 jam sebelum pertandingan.

Daniel mengaku tidak akan terburu-buru mengambil sikap, untuk menentukan siapa pengganti Fahruddin. Daniel menambahkan, semua pemain akan diberikan kesempatan yang sama untuk memperkuat Laskar Sape Kerap. Namun, pihaknya akan melihat kemampuanya. Dari dua nama pemain belakang yang disampaikan Daniel, nampaknya Khokok Roniarto berpeluang menjadi pengganti Fahruddin. Karena selain memiliki tubuh tinggi, kokhok juga memiliki jam terbang tinggi, dan sering diturunkan oleh pelatih Daniel Roekhito. Terakhir khokok ditu-

runkan saat persepam berhasil menumbangkan persija 0-3 di Stadion manahn solo. Selain sebagai pemain belakang, Khokok juga memiliki umpan-umpan crosing yang tajam, kemulut gawang. Namun, Khokok masih dinilai sering kali meninggalkan posisinya dan tidak cepat kembali ke posisi awal, saat lawan melakukan serangan balik. Tidak hanya pengganti Fahruddin. Pelatih asal Rembang Jawa Tengah itu, juga hingga saat ini bungkam terkait formasi yang bakal diterapkan saat meladeni tamunya Laskar Wong Kito yang diarsitekturi oleh Kashartadi. Tetapi, Daniel rupanya lebih nyaman dengan formasi 4-4-2 dan dinilai sangat efektif jika diterapkan disetiap pertandingan. Dengan tetap memasang 4 lini belakang, 4 lini tengah dan 2 lini depan.(AFA).

KUALIFIKASI PIALA DUNIA 2014

Spanyol Mengecewakan, Prancis Perkasa GIJON - Juara dunia Spanyol memetik hasil tidak memuaskan saat menjamu Finlandia pada kualifikasi Piala Dunia 2014 Grup I di Stadion El Molindon, Gijon, Spanyol, Jumat (22/3) malam waktu setempat atau Sabtu (23/3) dini hari WIB. Tim yang dihuni para pemain bintang ini hanya bermain imbang 1-1 melawan tim lemah Finlandia. Tambahan satu angka ini membuat anak-anak asuh Vicente Del Bosque hanya mengantongi delapan poin dari empat pertandingan dan bertengger sebagai runner up Grup I. Prancis memimpin grup itu dengan nilai 10 dari empat pertandingan, setepah pada waktu bersamaan memetik kemenangan telak 3-1 atas Georgia. Pada laga Spanyol versus Finlandia, sebenarnya tuan rumah menguasai jalannya pertandingan. Praktis Sergio Ramos dan kawan-kawan mengurung pertahanan Finlandia. Penguasaan bola mereka mencapai 82 persen dengan menyisakan 18 persen untuk Finlandia. Tembakan ke gawang pun, La Furia Roja jauh lebih banyak, 29 dengan empat di antaranya tepat saaran berbanding lima dengan hanya tepat sasaran yang menghasilkan gol. Meski menguasai jalannya pertandingan, selama babak pertama, Spanyol tidak bisa juga menjebol gawang Finlandia. Hingga turun minum, kedua tim bermain 0-0. Tim Matador baru bisa merobek gawang Nikki Maenpaa pada menit ke-49 melalui bek Sergio Ramos. Menerima bola sepak pojok, David Silva mengirim umpan silang ke kotak

penalti yang disambut dengan sundulan kepala oleh bek Real Madrid itu dan menyarangkan bola ke pojok kanan atas gawang Maenpaa. Kedudukan 1-0 untuk keunggulan Spanyol. Keunggulan itu tidak membuat Spanyol menurunkan tekanan. Hanya saja, keasyikan menyerang, justru gawang mereka bobol pada menit ke-79 oleh Teemu Pukki. Pemain ini melepas tendangan keras kaki kanan dari dalam kotak penalti ke tengah gawang Spanyol yang dijaga kiper Barcelona, Victor Valdes, memanfaatkan umpan silang Alexander Ring. Kedudukan 1-1 bertahan hingga pluit panjang dibunyikan. Beda dengan Prancis yang sukses mempermalukan tamunya Georgia pada laga di Stade de France dengan skor telak 3-1. Gol pertama anak-anak asuh Didier Deschamps itu dilesakkan striker Arsenal Oliver Giroud pada menit ke-45+1. Gol ini berawal dari tendangan bebas yang diambil Mathieu Valbuena yang bersarang di pojok jauh gawang Georgia setelah sebelumnya menyentuh kepala Giroud. Pada babak kedua, ketika pertandingan baru berjalan dua menit, Valbuena sendiri mendapat giliran mencetak gol. Menerima umpan cantik dari gelandang Bayern Muenchen Franck Ribery, Vlabuena kemudian melepas tendangan first time yang tidak bisa dijangkau oleh kiper Georgia. Tuan rumah unggul 2-0. Pada menit ke-61, gantian Ribery yang mencetak gol. Tetapi Valbuena juga sangat berperan dalam proses ter-

ciptanya gol tersebut. Pemain ini gantian mengirim umpan kepada Ribery yang kemudian dijelmakannya menjadi gol dengan menempatkan bola di tiang dekat. Dua puluh menit sebelum laga berakhir, pemain terbaik Georgia Kobakhidze berhasil mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalannya. Tendangannya dari sudut sempit tidak bisa diselamatkan oleh kiper Prancis yang merumput di Tottenham Hotspur, Hugo Lloris. Hingga akhir laga, kedudukan 3-1 untuk kemenangan Prancis tidak berubah. (espn/aji)

HASIL KUALIFIKASI PIALA DUNIA 2014 Jumat (22/3)

Kroasia 2 - 0 Serbia Macedonia 0 - 2 Belgium Skotlandia 1 - 2 Wales Bulgaria 6 - 0 Malta Republik Czech 0 - 3 Denmark Kazakhstan 0 - 3 Jerman Austria 6 - 0 Kepulauan Faroe Swedia 0 - 0 Irlandia Andorra 0 - 2 Turki Hungaria 2 - 2 Romania Belanda 3 - 0 Estonia Slovenia 1 - 2 Islandia Norwegia 0 - 1 Albania Israel 3 - 3 Portugal Luxembourg 0 - 0 Azerbaijan Liechtenstein 1 - 1 Latvia Slovakia 1 - 1 Lithuania Bosnia-Herzegovina 3 - 1 Yunani Moldova 0 - 1 Montenegro Polandia 1 - 3 Ukraina San Marino 0 - 8 Inggris Spanyol 1 - 1 Finland Prancis 3 - 1 Georgia

duniasoccer

STADION OLIMPIADE INGGRIS. Perebutan hak penggunaan Stadion Olimpiade London berlanjut. Teranyar, West Ham United menilai Tottenham Hotspur yang menjadi pesaingnya tak pantas untuk mendapatkan hak penggunaan stadion yang berlokasi di Stratford itu. Alasan pertama, stadion baru itu berlokasi di timur London. Basis massa fans The Hammers. Sementara The Spurs berasal dari utara. Alasan kedua, West Ham menilai Tottenham merusak fungsi stadion tersebut. Berbeda dengan The Hammers, Tottenham yang didukung 02 Arena, pemilik AEG, berencana untuk menghilangkan lintasan atletik yang mengelilingin lapangan.

ISU TRANSFER

Gael Kakuta Enggan Kembali ke Chelsea Caucau Perpanjang Kontrak dengan Stuttgart STUTTGART-Pemain Jerman asal Brasil Caucau menandatangani kontrak baru berdurasi satu tahun dengan klub Bundesliga Jerman, Stuttgart, meskipun dia tidak akan bermain lagi pada mujsim ini karena mengalami cedera lutut. Pemain 31 tahun ini mendapat cedera tersebut pada Oktober lalu dan dibutuhkan operasi lebih lanjut yang memaksanya harus istirahat selama beberapa bulan. Sementara itu, pemain muda Chelsea, Gael Kakuta enggan kembali ke klubnya itu karena tidak ingin hanya duduk sebagai pemain cadangan. Meski demikian, pihak Stuttgart tetap mengikat kontrak pemain yang pernah dipanggil ke Timnas Jerman ini sambil berharap, musim depan dia akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. "Stuttgart sudah menjadi rumah saya selama satu dekade dan saya sudah meraih sukses bersama klub ini dan menikmati momen-momen indah di sini," kata Caucau. Dia melanjutkan, "Tujuan pertama saya adalah segera pulih secepat mungkin agar bisa memberikan yang terbaik bagi klub ini musim depan." Caucau bergabung dengan Stuttgart dari Nurnberg pada 2003 dan sudah bermain pada 242 pertandingan untuk klub tersebut. "Caucau akan memasuki musim ke-11 di Stuttgart pada musim panas mendatang dan ini waktu yang sangat lama dalam dunia sepakbola. Dia akan membantu kami dengan segala pengalamannya. Karena itu kami senang bisa membuat rencana dengannya lagi pada musim mendatang," kata Direktur Olahraga klub Fredi Bobic di website resmi klub.

Sementara itu, pemain muda Chelsea Gael Kakuta mengungkapkan bahwa dia tidak mau kembali ke klubnya itu musim depan. Dia ingin bermain di klub lain musim mendatang karena skuat "The Blues" terlalu gemuk. Dia khawatir, bila kembali ke Stamford Bridge, dia tidak akan dimainkan secara reguler oleh siapa pun pelatih yang akan menukangi klub dari London Barat itu musim baru nanti. Kakuta menghabiskan musim ini sebagai pemain pinjaman di klub Belanda Vitesse Arnhem. Sebelumnya dia juga bermain untuk Fulham, Bolton, dan Dijon. Pemain ini didatangkan dari klub Prancis, Lens pada 2007 dan diperkirakan menjadi bintang masa depan "The Blues". Tetapi kini, pemain ini mengaku ingin lebih realistis. Menurut pemain 21 tahun tersebut, jumlah skuat Chelsea yang kegemukan akan menutup peluang para pemain muda untuk masuk ke tim utama. Karena itu dia ingin bertahan di Vitesse musim depan. "Saya sama sekali memimpikan Chelsea lagi. Sekarang saya akhirnya mengetahu lebih baik. Saya berharap bisa bergabung dengan klub seperti Vitesse musim depan dimana saya bisa bermain setiap minggu. Chelsea memiliki terlalu banyak pemain. Pada umur seperti saya ini, saya butuh bermain secara reguler. Bila saya kembali ke London, saya hanya bermain 10 menit selama sebulan dan saya sama sekali tidak menginginkan hal ini terjadi," ungkapnya. Pemain Chelsea lain yang tidak ingin kembali ke Stamford Bridge adalah Romelu Lukaku. Selama musim ini,

pemain tersebut dipinjamkan ke West Bromwich Albioan. Bersama klub itu, striker internasional Belgia tersebut tampil memukau. Padahal, di Chelsea, dia jarang dipasang sejak Andre Villas Boas, hingga Roberto Di Matteo. Membaik Sementara itu, dua pemain Liverpool Martin Kelly dan Fabio Borini mengalami perkembangan bagus dalam proses pemulihan dari cedera yang mereka alami. Borini harus menjalani operasi setelah mengalami cedera saat melawan Swansea pada Februari lalu. Sedangkan bek Martin Kelly tidak dimainkan sejak September 2012 karena masalah otot ligamen. Pihak Liverpool mengungkapkan, kedua pemain ini kemungkinan bisa diturunkan lagi oleh pelatih Brendan Rodgers se-

b e l u m musim ini berakhir. Bahkan Kelly diperkirakan akan pulih lebih cepat dari Borini. "Perkembangan Kelly sangat bagus. Mungkin dia sedang berada di tahap akhir proses pemulihannya," kata kepala penampilan Liverpool, Glen Driscoll di sebsite klub. Dia melanjutkan, "Kami akan mempriori-

taskannya untuk laga pra musim mendatang agar pulih 110 persen, 10 persen lebih fit, lebih kuat, dan lebih cepat, lebih bertenaga daripada sebelumnya. Dia akan ditempatkan di posisi yang sudah coba diberikan kepadanya pada musim ini. Tetapi kami ingin meyakinkan bahwa dia berada di posisi yang sangat kuat sehingga dia bisa terbang musim depan." "Menurut departemen ilmu medis kami, Martin memperlihatkan kualitas yang lebih bagus. Dia menjadi yang terbaik dari seluruh staf kami dan ini berlangsung sangat bagus. Sementara Fabio Borini sudah mulai berlatih dengan bola pada Jumat ini. Jadi dia mulai berlatih dengan bola, lari, dan bekerja dengan bola. Tetapi mungkin dia butuh enam minggu lagi untuk pulih benar. Seharusnya, cedera yang dia alaminya normalnya baru akan pulih delapan s a m p a i 12 minggu. Tetapi perkembangannya lebih cepat. Untuk saat ini ada kabar baik bahwa dia akan kembali bermain sebelum jadwal dan mungkin itu akan terjadi pada a k h i r musim," tutupnya. (Sky Sports/ Aji)


Koran Madura