Issuu on Google+

1

SENIN 25 PEBRUARI 2013 NO.0063 | TAHUN II Koran Madura

SENIN

Harga Eceran Rp 2500,- Langganan Rp 50.000,-

25 Pebruari 2013

g PAMANGGHI

Naas Oleh : Ahmed David Anugerah

Jurnalis Televisi Madura Channel

M

PROSESI TATUNG. Warga keturunan Tionghoa asal Singkawang, Kalbar, menari bersama-sama ketika berlangsungnya prosesi Tatung yang digelar di Pasar Gambir PRJ, Kemayoran, Jakarta, Minggu (24/2). Prosesi tersebut untuk menyambut Cap Go Meh yang merupakan hari terakhir perayaan Imlek.

TUNJANGAN PENSIUN DPR

Bebani Negara JAKARTA-Tunjangan pensiun bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sangat membebani keuangan negara. Pasalnya, masa jabatan DPR untuk memberikan andil terhadap negara hanya lima tahun atau bahkan dalam hitungan bulan saja. Pernyataan ini seperti dikemukakan Direktur Indef, Enny Sri Hartati pada akhir pekan lalu di Jakarta. “Anggota DPR kerjanya hanya sampai lima tahun, kalau tidak terpilih lagi, maka dia mendapatkan tunjangan pensiun. Kalau pegawai kan memang mendapatkan pensiun, karena profesinya pekerja. Berarti kalau DPR meminta dapat pensiun, dia menganggap posisi DPR sebagai job, bukan sebagai politisi. Itu kan logikanya,” paparnya. Menurut Enny, pemberian tunjangan pensiun kepada anggota DPR dinilai memiliki unsur ketidakadilan. Pasalnya, terang Enny, tunjangan pensiun bagi pegawai negeri sipil (PNS) merupakan dana yang disisihkan dari gaji setiap bulan. “Para PNS memang sebagai pekerja yang mengabdi selama sekitar 45 tahun. Sehingga, dana pensiun yang didapatkan juga tidak lain merupakan uang hasil jerih payahnya sendiri,”tutur Enny. Kendati pemberian tunjangan pensiun bagi anggota DPR sebagai perintah Undangundang, namun jelas Enny, seharus DPR berinisiatif untuk tidak merugikan keuangan negara melalui tunjangan pensiun. “Jadi, berani atau tidak DPR untuk mengamandemen UU yang mengatur tentang pensiun DPR. Itu produk pemeritah dan DPR,” ucapnya. Dia menambahkan, anggota DPR sejatinya bukan karyawan tetap, sehingga statusnya yang bersifat periodik sangat berbeda dengan PNS. “DPR itu sudah masa kerjanya sangat singkat, lalu take home pay-nya besar sekali. Lalu apa rasionalisasinya dia harus mendapatkan pensiun? Itu tidak rasional. Kalau DPR hanya menyisihkan waktu lima tahun bisa mendapatkan tunjangan seumur hidup,” jelasnya. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan Indef, kata Enny, pada periode 2006-2010 gaji dan tunjangan PNS hanya sekitar Rp31 triliun dan TNI-Polri sebesar Rp28,9 triliun. “Sedangkan anggaran pensiun dan uang tunggu itu rata-rata dalam periode itu sekitar Rp36 triliun. Artinya, anggaran yang sangat membebani itu yang untuk pensiun,” katanya. Lebih lanjut Enny menegaskan, sejauh ini pihaknya mendukung rencana pemerintah yang akan melebur gaji pokok dan tunjangan kinerja pejabat negara. Dia meyakini, kebijakan pemerintah yang diusulan Kementerian Keuangan tersebut akan memberikan dampak positif bagi penggunaan anggaran negara. “Maksud Menteri Keuangan, Agus Martowardojo itu memang bagus. Ketika semua dijadikan satu, ketahuan masing-masing take home pay (seorang PNS) berapa. Sehingga, hal ini bisa menjadi bahan evaluasi dan lebih transparan,” kata Enny. (bud/abe)

Pasangan Aher-Demiz Unggul Sementara Rieke: Jangan Bilang Kalah, Kita Masih Berjuang BANDUNG - Penghitungan suara pemilih sementara Pilkada Jabar 2013 berdasarkan tabulasi penghitungan di website Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar hingga Minggu (24/2) pukul 18.30 WIB menempatkan pasangan Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar (Aher Demiz) di peringkat teratas. Berdasarkan data itu, pasangan Aher-Demiz memimpin dengan 454.189 suara (32,5 persen), Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (Paten) 342.426 suara (24,5 persen). Kemudian pasangan Dede Yusuf - Leks Laksamana 362.280 suara (25,6 persen), Irianto MS Syafiuddin - Tatang Farhanul Hakim (Intan) 198.190 suara (14 persen), Dikdik MA Mansyur - Cecep NS Toyib 27.530 (1,9 persen).

untuk tidak berhenti optimistis dan tidak menyatakan kalah karena adanya hasil hitung cepat yang dirilis beberapa lembaga survei di televisi atau media. “Jangan bilang kalah, jangan lemas, kami masih berjuang, TPS kita masih banyak di pelosok, jangan sampai ka-

rena hasil hitung cepat membuat kita menyerah, tutur Rieke di Bandung, Minggu. Pasangan Teten Masduki dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat tersebut mengajak seluruh relawannya untuk tetap mengawasi jalannya penghitungan dan rekapitulasi suara yang saat ini masih dan sedang dilakukan. “Tetap kawal penghitungan suara hingga selesai karena saya yakin hasil Pilkada ini berpihak kepada kita semua,” ujarnya. Rieke mengatakan seluruh harapan relawan disandarkan kepadanya yaitu perjuangan

untuk buruh, petani, nelayan, kaum Nahdliyin dan warga non-muslim. “Kita harus optimistis karena kita tidak menggunakan fasilitas negara dan perjuangan kita tidak memakai uang rakyat,” ujarnya. Pasangan Rieke-Teten (Paten) dinyatakan kalah suara dari pasangan Ahmad HeryawanDeddy Mizwar oleh beberapa lembaga survei yang dirilis oleh berbagai media elektronik dan cetak sedangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar masih melakukan penghitungan suara di tingkat TPS dan PPS secara manual. (ant/abe)

Rieke Masih Optimis Rieke Diah Pitaloka mengajak seluruh pendukungnya

KONFLIK PAPUA

Negara Harus Segera Bertindak Secara Tegas JAKARTA-Kasus penembakan yang menewaskan 8 personel TNI harus disikapi secara tegas. Negara tak boleh membiarkan separatis tumbuh di sana. “Karena nantinya jika dibiarkan, persoalan yang sudah redam akan bergejolak kembali. Untuk itu kami meminta sikap tegas pemerintah khususnya Presiden berkaitan dengan yang terjadi di Papua dari dulu hingga sekarang,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Puan Maharani di Jakarta,Jumat, (22/2) Selain itu, kata anggota Komisi I DPR F-PDI Perjuangan ini, Papua dikenal karena kekayaan sumber daya alamnya. Jadi bukan tidak mungkin asing sedang mendekati Papua. “Papua provinsi khusus yang harus dijaga karena banyaknya kepentingan asing yang mau mendekati dan datang ke Papua karena sumber daya alam yang kaya raya,” tambahnya Oleh karena itu, lanjut Putri kandung Megawati Soekarnoputri ini, pemerintah harus memperkuat deteksi dini yang dilakukan Badan Intelijen Negara (BIN). Disisi laiin, Papua merupakan satu provinsi yang memang harus dilakukan pendekatan lebih bukan hanya dengan musyawarah, melainkan pembicaraan dari hati ke hati bagaimana mencerna dan menyikapi apa yang terjadi. Lebih jauh Puan menyatakan rasa

emindah huruf, dari Anas ke naas menjadi sesuatu yang berbeda. Pascapenetapan KPK sebagai tersangka, keringat Anas semakin deras mengalir. Sebagaimana orang terdahulu, seseorang seolah tidak berdaya ketika menjadi tersangka. Padahal, tersangka belum tentu bersalah dan tidak mesti melakukan yang dituduhkan. Apalagi, hukum di negeri ini kadang belum bisa tegak karena terdapat kekuatan yang memaksanya untuk lemah syahwat. Apa yang terjadi pada Anas saat ini, nuansa politik terasa begitu nagras dibanding persoalan hukum. Ini bermula dari perseteruan di internal Demokrat yang tak bisa disembunyikan meski beberapa kali Mr Poltak menyatakan Demokrat aman-aman saja. Karena itu, posisi Anas saat naas, sedang diuji bukan hanya lantaran konflik internal. Tetapi Anas juga diuji dari perkataannya sendiri, “Satu rupiah saja Anas korupsi kasus Hambalang, gantung Anas di Monas.” Dari sisi psikologi linguistik, perkataan Anas yang secara spontan itu tidak didesain dari awal. Tetapi mengapa Anas mengatakan seperti itu, pasti ada sebabnya. Anas dari sisi psikologi tertekan. Dalam keadaan tertekan, seseorang memiliki kecendrungan lepas kontrol dan mengatakan apa saja, disukai atau tidak dikehendaki banyak orang. Dus, soal gantung di Monas ini yang menjadi konsumsi publik meski substansi masalah sebenarnya bukan ini. Mungkin, masih ingat mantan rekan bisnis Anas, M Nazaruddin, mantan bendahara umum Demokrat. Nazar mengungkap aliran dana Rp 100 miliar dari proyek Hambalang untuk memenangkan Anas sebagai Ketua Umum Demokrat pada Mei 2010. Uang itu diduga diserahkan PT Adhi Karya secara tunai melalui Direktur Utama PT Dutasari Citralaras Machfud Suroso, orang kepercayaan Anas. Nazar menyebut Anas membagibagikan hampir USD 7 juta dollar kepada sejumlah dewan pimpinan cabang. Mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, mengaku pernah membawa uang sebesar Rp 30 miliar dan USD 5 juta dollar ke kongres Demokrat di Bandung. Terkait uang, Anas membantah, dan menegaskan kongres Demokrat bersih dari unsur politik uang. Dilihat dari angkanya, uang yang bertebar itu jauh lebih banyak dari pasal gratifikasi yang dituduhkan saat ini, sebuah mobil Harier senilai Rp 600-Rp 700 juta. Nah, jika bukan Anas yang menebar, siapa sebenarnya yang menabur uang itu, intelejenkah yang sengaja dipesan pihak tertentu? Soal intelejen ini, mengingatkan kasus Shukoi. Intelijen Rusia, Glavnoye Razvedovatel’noye Upravlenie (GRU), menuduh Intelijen AS menyabotase Sukhoi Superjet SSJ100 yang jatuh di Indonesia. Sukhoi yang dikemudikan pilot yang punya jam terbang tinggi, Aleksander Yablontsev dan Co-Pilot Aleksander Kochetkov. Tanggal 9 Mei 2012 lalu, tepat di hari kecelakaan Sukhoi, pesawat Amerika USAF C-17 tiba di Halim Perdanakusuma dan parkir di Apron Selatan. Rusia mempertanyakan mengapa pesawat USAF C-17 tersebut meninggalkan Halim setelah Sukhoi SSJ 100 menghilang dari radar ATC. Intelijen Rusia menjelaskan, 20 menit setelah lepas landas, pilot turun dari 10.000 kaki (3.000 meter) hingga 6.000 kaki (1.800 meter). Sukhoi mulai berbelok ke kanan dan turun kemudian menghilang dari layar radar pada ketinggian 6.200 kaki di daerah pegunungan, 60 km dari Jakarta. Intelijen Rusia mengklaim, AS memakai teknologi khusus untuk mengacaukan sinyal pesawat naas tersebut sehingga menyebabkan kerusakan sistem Sukhoi yang sedang terbang. So, apakah soal Anas ini memiliki kemiripan dengan kasus Sukhoi? =

Sekolah

bela sungkawa atas gugurnya 8 anggota TNI karena ditembaki orang tak dikenal. “Kami turut berbela sungkawa kepada korban anggota TNI dan keluarganya yang dalam menjalankan tugas bagi bangsa dan negara harus berkorban sampai menyerahkan nyawanya,” ujarnya.

Dikatakan Puan, kasus ini tentu saja ini harus jadi perhatian khusus. “Bahkan sedari awal sudah kami perintah ke pemerintah khususnya Presiden untuk beri perhatian yang lebih tepat dan bijaksana serta menyeluruh yang berkaitan dengan masalah Papua,” tandasnya. (cea/abe)

Obrolan dua orang teman lama. A : Tetanggaku anaknya baru masuk sekolah langsung memukuli gurunya! B : Terus dia dikeluarin dong? A : Boro-boro, semakin dia memukul malah gurunya minta dipukul lagi! B : Astaga, sekolah apaan tuh...? A : Katanya sih nama sekolahnya Sasana Tinju.....!

Cak Munali


2

SUMENEP

SENIN 25 PEBRUARI 2013 NO.0063 | TAHUN II

Pelajar Masih Sering Langgar Rambu-Rambu SUMENEP - Beberap pekan terakhir ini Polres Sumenep mengintensifkan operasai terpadu di sejumlah ruas jalan di daerah kota dan berjaga-jaga di titik rawan pengendara melanggar rambu-rambu lalu lintas. Dalam operasi pada Minggu (24/2) kepolisian mendapatkan pengendara tidak pakai helm, tidak pakai spion standar, knalpot brong, dan melabrak lampu pengatur lalu lintas. “Utamanya adalah kaum pelajar, sebab pelajar ternyata mendominasi pelanggaran, tidak pakai helm, tidak pakai spion standard, knalpot brong, dan sym/koran madura melabrak lampu pengaOPERASI KENDARAAN. Polisi saat menilang pelajar yang tertangkap tidak menggunakan helm, Minggu (24/2) di area Pasar Bangkal, Sumenep. Polisi akan mengintensifkan operasi terpadu sehingga tur lalu lintas,” terang pengendara sadar dalam berkendara untuk memenuhi rambu-rambu lalu lintas.

PILKADES SERENTAK

bagian Operasional Hunting Sistem Polres Sumenep, Budi. Dia menambahkan, operasi bagi pelajar akan terus dilakukan sampai pelajar sadar untuk tertib dalam berlalu lintas dan tidak akan mentolerir pelanggaran yang dilakukan oleh kaum pelajar. ”Semuanya kami tilang, dan suruh urus ke pengadilan negeri,” tegasnya. (sym/mk)

PROVINSI MADURA

Komisi A Hadirkan Pemdes dan Aparat Keamanan

Perlu Dikaji Ulang Wacana Madura Jadi Provinsi

SUMENEP - Komisi A DPRD Sumenep hari ini, Senin (25/2) akan memanggil kembali Kepala bidang Kepemerintahan Desa terkait dengan pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak pada tahun 2013 di Kabupaten Sumenep. Pemanggilan tersebut, menurut Ketua Komisi A DPRD Abrori Mannan, sebagai tindak lanjut hasil hearing yang dilaksanakan satu minggu yang lalu, 18 Februari 2013, tentang pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak yang diduga terjadi kesalahfahaman antara legislatif dan bagian Pemdes. "Kami besok akan mengadakan sidang lanjutan untuk membicarakan pemilihan kepala desa serentak," kata Abrori kepada Koran Madura ketika dihubungi, Minggu (24/2). Abrori menilai, Pemerintahan Desa telah menyalahi hasil keputusan yang telah menjadi keputusan bersama antara DPR dan pemerintah sejak anggaran tahun 2012 lalu. "Sejak tahun anggaran 2012 yang lalu, kami dengan mitra kami (Pemdes) telah mengadakan kesepakatan bersama tentang pelaksanaan pemilihan kepala desa pada tahun 2013 akan dilaksanakan secara serentak. Namun, kali ini pemerintah desa telah merubahnya, maka sebab itu kami akan memanggil kembali untuk meminta penjelasan perihal tersebut," terangnya. Dalam pemanggilan kali ini, menurut Abrori, akan melibatkan pihak kepolisian. "Kami juga akan meli-

SUMENEP - Wacana pengembangan pulau Madura menjadi provinsi terasa sulit untuk terwujud dalam waktu dekat, sebab tidak semua pemerintah di empat kabupaten di Madura bersemangat dalam mengupayakan Madura menjadi sebuah provinsi. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Sampang, Fadilah Budiono dalam acara panen

batkan dari pihak kepolisian dan koramil," tambahnya. Sementara Kabid Pemerintahan Kepala Desa Sumenep, Supardi, mengakui telah mengubah kesepakatan yang telah dibuat bersama anggota DPRD pada tahun lalu setelah diadakan rapat Bupati Sumenep dengan jajaran keamanan setempat beberapa waktu lalu. "Perubahan tersebut karena jumlah personel yang ada di Kabupaten Sumenep tidak memadai dengan jumlah desa yang akan melaksanakan pemilihan kepala desa, sehingga dijadwalkan menjadi dua kali, yaitu daerah kepulauan dan daerah daratan," katanya. “Sampai saat ini yang disiagakan hanya 450 personel. Sementara yang dibutuhkan lebih dari 450 personil jika dalam satu desa ada 10 personel saja. Sementara kali ini yang akan melaksanakan pemilihan tersebut ada 191 desa,” urai Supardi. Namun, alasan tersebut menurut anggota komisi A DPRD Sumenep Badrul Aini, alasan yang mengadaada. "Saya kira itu cuma alasan yang diada-ada saja" katanya. Hal serupa jaga dikatakan oleh Abrori. Ia mengatakan, kekurangan personil dalam menjaga keberlangsungan pemilihan tersebut bukan alasan karena bisa mengadakan kerja sama dengan pihak keamanan di luar Kabupaten Sumenep. (edy/mk)

durian di lapangan Ami Petera Bicorong, Pakong, Pamekasan, Sabtu (23/2) malam. “Kalau saya setuju tidak, dan tidak setuju juga tidak,” katanya saat ditanya sikap dirinya atas wacana tersebut kepada Koran Madura. Selain itu, menurutnya, sampai saat ini sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki warga yang tinggal di Madura masih belum

mencukupi untuk jadi sebuah provinsi karena yang ada saat ini hanya segelintir orang. “Barangkali SDM-nya harus dipersiapkan terlebih dahulu, ditata dengan baik, kalau cuma hanya ada satu atau dua yang mampu dalam menata Madua sebagai provinsi kiranya masih belum cukup,” tambahnya. Ia mencontohkan, di Surabaya hampir 50 persen terdiri

dari orang Madura sejak puluhan tahun, namun sampai saat ini belum bisa menampakkan kapabilitas orang Madura sebagai pemimpin. “Seperti halnya separuh lebih di Surabaya itu adalah orang Madura sampai saat ini tidak ada yang menjadi wali kota di Surabaya, sebab sangat ruwet mengatur orang Madura, Mas,” tegasnya. (edy/mk)

PANWASCAM

Bawaslu Jatim Umumkan Peserta yang Lolos Seleksi Panwascam

SUMENEP - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur, hari ini (25/2), mengumumkan peserta yang lolos jadi Panwascam. Menurut Ketua Panwaslu Kabupaten Sumenep Zamrud Khan, pengumuman tersebut sesuai dengan jadwal. “Iya, besok (hari ini) Bawaslu akan memutuskan nama-nama yang akan menjadi panitia pengawas di tingkat kecamatan. Hal tersebut berdasarkan jadwal dan kesepakatan Bawaslu dengan Panwaslu Kabupaten Sumenep,”

katanya, Minggu (24/2). Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur Sufyanto saat memantau tes tulis seleksi Panwascam di STKIP PGRI Sumenep beberapa waktu lalu menjamin hasil tes seleksi tidak ada unsur kolusi. Demikian juga diungkapkan Zamrud. “Jelas, mereka yang lolos memang benar-benar hasil jerih payah mereka saat melakukan proses dengan baik, terutama saat tes tulis. Nanti yang lolos seleksi adalah mereka yang punya kapasitas dan kapabilitas yang

mumpuni, sehingga menjawab soal-soal yang Bawaslu buat dijawab dengan baik dan benar,” terang Zamrud. Terkait dengan kecamatan yang belum memenuhi kouta minimal 6 orang, Zamrud kembali menegaskan bahwa Panwaslu akan mengambil yang telah mendaftar dan tidak mengambil dari kecamatan lain. “Karena dalam regulasi Bawaslu, yang jadi pengawas di kecamatan adalah mereka yang berdomisili di daerah itu. Jadi,

tidak bisa menginput dari luar kecamatan lain, syarat wajibnya adalah mereka harus berdomisili di daerahnya sendiri,” tegasnya. Ketika ditanya mengenai pendaftar di kepulauan yang belum memenuhi kouta jika ada yang tidak layak jadi peserta Panwascam apakah akan tetap diloloskan? “Panwaslu tidak punya wewenang. Tunggu sajalah, Mas pada pengumuman besok. Bawaslu pasti akan mempertimbangkan semuanya,” katanya. (sym/mk)

PERS

CUACA EKSTREM

Media Lebih Peduli pada Kalangan Elite dan Penguasa

Sudah Lima Hari Penumpang Tertahan di Pelabuhan

SUMENEP - Pers memiliki peran penting dalam kehidupan. Peran penting pers bisa disejajarkan dengan kekuatan eksekutif, legislatif dan yudikatif sebagai pilar tegaknya sebuah bangsa. “Jangan dikira pers ini tidak mempunyai kekuatan apa-apa. Pers sangat bisa membantu perkembangan pembangunan daerah melalui tulisannya,” ungkap Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Moh. Munir Cabang Jawa Timur, Sabtu (23/2). Namun, kebebasan pers dan semakin banyaknya media massa saat ini tidak lagi hanya untuk kepentingan bisnis, tapi juga sebagai alat meraih kekuasaan. "Seperti sejumlah media, baik cetak maupun elektronik, di negeri ini yang mulai nampak dikendalikan oleh orang-orang tertentu untuk menuju RI satu, dan itu bukan lagu baru karena mayoritas masyarakat telah memahaminya," ujarnya saat memberikan sambutan dalam Pelantikan Pengurus PWI Perwakilan Sumenep. Pers sebagai alat kekuasan, kata Munir, mengakibatkan pers kehilangan independensinya karena hanya digunakan untuk kepentingan segelintir golongan. “Tantangan besar bagi para jurnalis untuk menyajikan informasi akurat, objektif, bebas dari kepentingan tertentu,” jelasnya. Hal tersebut menjadi tantangan berat karena akan mempengaruhi pola pikir jurnalis men-

sai/koran madura

INAGURASI. Ketua PWI Cabang Jatim, Moh. Munir, saat sedang melantik Pengurus PWI Perwakilan Sumenep di Pendapa Agung Sumenep, Sabtu (23/2). Pelantikan tersebut disaksikan oleh Forum Pimpinan Daerah (Forpimda). jadi seorang jurnalis yang arogan. “Yaitu merasa menang sendiri, tidak mau disalahkan. Penyakit yang perlu dihindari oleh seorang jurnalis yaitu merasa menang sendiri tidak pernah merasa bersalah. Penyakit itulah yang mendorong timbulnya arogansi bagi seorang jurnalis,” katanya. Munir berharap, jurnalis bekerja sesuai kode etik jurnalistik dan tidak terkoptasi dengan kepentingan tertentu yang menghilangkan martabat seorang jurnalis. "Kuncinya seorang jurnalis

bekerja sesuai kode etik jurnalistik serta mengikuti hati nuranya." jelasnya. Pelantikan yang ditempatkan di Pendapa Agung Sumenep selain dihadiri Ketua PWI Cabang Jawa Timur Achmad Munir juga dihadiri Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), diantaranya, Bupati Sumenep A Busyro Karim, Wakil Bupati Soengkono Sidik, Kapolres Sumenep AKBP Marjoko, dan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). (sai/ rif/mk)

SUMENEP - Puluhan penumpang yang berencana pulang ke kampung halamannya di daerah kepulauan hingga Ahad (24/2) siang masih tertahan di Pelabuhan Kalianget. Sudah lima hari tidak ada kapal yang beroperasi karena cuaca kembali ekstrim. Manajer Operasional Sumekar Line Pelabuhan Kalianget Bambang Suprio mengatakan, penundaan keberangkatan kapal berdasarkan informasi dari imbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalianget untuk menunda keberangkatan kapal karena gelombang tinggi yang mencapai 3-5 meter. “Cuaca buruk yang diprediksi oleh BMKG kira-kira sampai 7 hari, yaitu sejak Selasa kemarin sampai hari Senin (25/2) ini masih akan tinggi. Jurusan Kangean-Sapeken dan Kalianget-Masalembu kapal tetap tak bisa berangkat,” jelas Bambang, Minggu (24/2). Subliyanto, penumpang yang hendak pulang ke Masalembu, mengaku sudah lima hari lalu membeli tiket tapi tertahan di pelabuhan. Dia merasa kebingungan dan resah karena tidak punya sanak keluarga di Sumenep untuk menumpang istirahat, dan terpaksa harus

tidur di ruang tunggu pelabuhan karena untuk menginap di hotel, dirinya tidak punya banyak bekal. “Sehingga dengan sangat terpaksa, saya tidur di pelabuhan, Mas,” ucapnya. Dengan kondisi seperti itu, Subli berharap ada kapal alternatif yang tahan badai sehingga bisa membawa mereka pulang ke kampung halamannya sekalipun ombak tinggi.

Atun, warga Kepulauan Arjasa, menjelaskan, biaya hidup yang sudah dia keluarkan untuk memenuhi kebutuhan selama tertahan di pelabuhan mencapai Rp 300.000, “Itu berlaku bagi mereka yang tidak membawa anak kecil. Kalau seperti saya, bisa seratus ribu lebih, Mas (dalam sehari).” tegas Atun yang sudah tertahan selama 4 hari. (sym/mk)

syamsuni/koran madura

MENUNGGU. Penumpang sedang istirahat di ruang tunggu Pelabuhan Kalianget menunggu kapal yang hendak berlayar, Minggu (24/2). Sudah lima hari tidak ada kapal yang beroperasi karena cuaca kembali ekstrim.


PAMEKASAN

3

SENIN 25 PEBRUARI 2013 NO.0063 | TAHUN II

GAS NAIK

Mengambil Berkah dari Sumur Gas Kertagenah PAMEKASAN - Kenaikan yang terpenting kami bisa harga gas elpiji ukuran 3 kg di memasak,” katanya. Pamekasan, tidak berdampak Di desa itu terdapat tiga bagi sebagian warga di Desa sumur minyak bumi sisa ekKertagena Tengah, Kecama- splorasi pada masa penjajatan Kadur Pamekasan, Ma- han Belanda. Namun yang dura. Sebagian dari mereka dimanfaatkan untuk kebumemanfaatkan gas alam ab- tuhan memasak hanya satu adi dari sumur minyak bumi, sumur karena mengeluarkan sisa peninggalan Belanda gas, sedang dua sumur lainyang ada di desa itu. Sedang nya tidak digunakan untuk gas elpiji yang mereka beli memasak karena satu dianhanya sebagai cadangan un- taranya hanya mengeluartuk memasak kan minyak saat saluran lantong atau Untungnya ada gas minyak mentersumbat air. alam ini, jadi meski tah dan hanya P i p a gak ada panas sumur mindimanfaatkan cucian tetap bisa yak bumi pemilik layang konon han, sedang kering dan yang m e r u p a k a n terpenting kami bisa satu lainsumur gas di nya memang memasak masa Belanda tidak dimandi Kertagena faatkan. Tengah itu Sebelum Suryani ditutup plat jaringan lisWarga cor sehingtrik masuk ke ga berubah fungsi menjadi desa itu, gas alam yang ada tabung penampung gas. di Dusun Ruberru itu tidak Warga membuat saluran hanya digunakan warga kecil menggunakan pipa un- untuk memasak, tapi juga tuk didistribusikan ke per- untuk menyalakan alat penmukiman di sekitar sumur erangan. Dan setelah jarinmelalui selang plastik untuk gan listrik masuk sejak sekikebutuhan memasak. Pada tar 20 tahun lalu, sumur gas bagian ujung saluran gas, itu murni hanya digunakan dipasang pipa baja atau pipa untuk memasak. besi untuk dimasukan ke Kabag Sumber Daya Alam tungku tradisional agar tidak (SDA) Pamekasan, Achmad terbakar. Djumhari Gani kemarin Gas alam atau biasa dise- (24/2) mengatakan, potensi but “asep” ini, sudah diman- alam di desa itu sudah disfaatkan warga sejak puluhan urvey oleh pemerintah pusat tahun lalu. Selain untuk me- beberapa waktu lalu. Survey masak kebutuhan keluarga, itu dilakukan untuk menggas alam ini juga biasa digu- etahui tingkat produktifitas nakan warga untuk memasak sumur gas tersebut. pakan ternak. “Sayangnya, sampai saat Suryani, salah satu pe- ini belum ada informasi resmanfaat gas alam mengaku mi hasil kajian tersebut messangat terbantu, meski bela- ki kami sudah berupaya mekangan mulai menyusut pas- mintanya,” kata Djumhari. ka eksplorasi migas di Desa Dijelaskan, Pemerintah Gagah, Kecamatan Kadur, Pamekasan belum memiliki Pamekasan, yang merupakan rencana mengembangkan desa tetangga. potensi alam itu untuk meIa menjelaskan, selain nambah jumlah pemanfaat, digunakan untuk memasak, karena keterbatasan biaya gas alam ini dapat digunakan dan kemampuan yang dimiuntuk mengeringkan paka- liki. “Selama aman dimanian, terutama pada musim hujan. Pengeringan dari api faatkan warga gak apa-apa. gas alam ini tidak mengo- Kami belum bisa melangkah tori pakaian karena tidak be- lebih jauh karena terkendala teknologi dan anggaran yang rasap. “Untungnya ada gas alam besar,’katanya. (ahmad fauini, jadi meski gak ada panas zi/muj) cucian tetap bisa kering dan

Pendistribusian e-KTP masih 80 Persen PAMEKASAN - Distribusi Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kabupaten Pamekasan masih belum tuntas. Hingga saat ini, menurut data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) setempat, pendistribusian KTP baru di kabupaten itu masih mencapai 80 persen. Kepala Dispendukcapil Pamekasan, Mohammad Alwi, kemarin (24/2), mengatakan kendala belum tuntasnya pendistribusian kartu penduduk itu karena lambatnya proses pencetakan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Sampai saat ini, KTP jadi yang sudah diterimanya belum mencakup seluruh kecamatan yang ada di Pamekasan, sehingga pendistribusian salah satu administrasi kependudukan paling penting itu juga tidak bisa dilakukan secara serentak. Alwi menjelaskan, lembaga yang dipimpinnya hanya memiliki kewenangan untuk melakukan perekaman,

sementara pencetakan KTP menjadi kewenangan pemerintah pusat. “Kami hanya melakukan perekaman dan proses itu sudah tuntas tahun lalu. Kendala yang menyebabkan tidak tuntasnya pendistribusian ada pada proses pencetakan,” katanya. Ia mentargetkan, pada November tahun ini KTP sudah didistribusikan ke seluruh penerima. Namun, kata dia, hal itu juga bergantung pada tuntasnya pencetakan KTP. “Kami berharap warga bisa memahami kondisi tersebut karena kendala yang menyebabkan masalah ini benarbenar di luar kendali kami,”

harapnya. Namun, ia menyatakan bagi warga yang belum mendapatkan KTP baru, kartu penduduk yang lama masih bisa digunakan apalagi disertai dengan surat keterangan dari pemerintah desa yang menjelaskan bahwa KTP baru masih belum diterima. Sementara itu, Mailatussyarifah, salah seorang warga Kecamatan Pademawu, mengatakan meski belum menerima KTP baru, namun tidak menemui kendala dalam pengurusan administrasi kependudukan. “Sementara ini belum ada masalah meski menggunakan KTP lama. Sebab, sesuai informasi yang saya terima, KTP lama masih bisa dipakai jika KTP baru belum diterima,” katanya. Namun dia berharap, agar pemerintah mempercepat proses distribusi itu sehingga segala urusan kependudukan bisa segera tuntas. (afa/muj)

ant/ saiful bahri

HARGA GARAM. Buruh mengangkut garam dari tempat penimbunan ke mobil pengangkut, di Desa Bunder, Padewamu, Pamekasan, Jatim, Sabtu, (23.2), Harga garam naik dari Rp 300 ribu menjadi Rp 400 ribu per ton.

MATA PENCAHARIAN

Menambang Kehidupan di Dalam Gua PAMEKASAN - DUA puluh tahun lamanya Kafrawi (50), warga Dusun Bicabbi I, Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, menjalankan aktivitasnya sebagai penambang batu bata. Bekas tambang yang dikelola bersama anak sulungnya Syaiful (31), sudah berbentuk gua dengan rongga-rongga kedalaman hingga puluhan meter. Setiap hari, tiga pekerja perempuan yang mengangkut batu bata dari dalam gua dan menatanya di permukaan sebelum dikirim ke pembeli.

Gua itu berbentuk ronggarongga yang juga disebabkan oleh galian dan masing-masing rongga disangga dnegan tiang penyanggah berukuran 3x3 meter itu. Tiang itu, merupakan sisa galian yang sengaja dibentuk tiang agar atap rongga tidak ambruk.

“Kalau dibuat blong tanpa ada penyangganya, kami juga kawatir ambruk. Ini sudah kami rancang matang sebelum menambangnya,” katanya yang ditemui saat istirahat di dalam gua. Sesekali kakek dua orang cucu itu menatap atap gua yang sambil menyeka keringat yang membasahi wajahnya. Di dalam gua itu, ia dan Syaiful yang berada di rongga gua berbeda, hanya menggunakan lampu teplok sebagai penerangan. Tidak jelas apa yang ada

dalam pikirannya. Hanya, tiba-tiba ia berkata, “Terkadang ada keinginan untuk mencari sumber kehidupan lain selain dari menambang batu. Tapi kami tidak punya keahlian lain,” katanya. Karena selain penuh resiko, kegiatan yang dilakukannya rawan menimbulkan konflik dengan pemilk tanah yang ada di sekitar tanahnya yang kini sudah berbentuk rongga itu. “Di dalam gua, kami tidak tahu batas-batas tanah, apakah sudah masuk wilayah

Di atas rongga-rongga gua itu, berdiri bangunan yang sehari-hari menjadi tempat tinggalnya bersama enam anggota keluarganya. Tidak ada rasa kawatir akan ambruk rumahnya itu. Padahal ketebalan gua dengan permukaan tanah hanya 10 meter. “Jangankan hanya rumah, jalan yang setiap hari menjadi lalu lalang mobil pengangkut bata juga lewat di atas gua ini,” katanya, Ahad (24/02). Setiap hari, Kafrawi menggali lubang untuk membuat bata. Dari kegiatan itu, ia mampu menghasilkan 200 batang batu bata putih berukuran 12x25 sentimeter, dan ukuran 65x18 sentimeter. Kedalaman gua yang sudah ditambangnyapun setiap hari terus bertambah dan saat ini sudah mencapai 30 meter.

taufiq rahman/koran madura

MENGADU NASIB. Seorang warga sedang menggergaji batu batu bata didalam gua sebelum diangkut ke luar gua. Pekerjaan seperti ini sudah menjadi satu-satunya untuk menyambung hidup bagi masyarakat Bi Cabbi.

tanah orang lain atau tidak. Karena semua berdasar perkiraaan,” katanya. Selama menjalankan pekerjaannya sebagai penambang, ia pernah harus membayar ganti rugi karena melampaui batas tanah milikinya dengan membayar Rp. 12 juta. Uang itu untuk membeli tanah yang dibawahnya terkena kegiatan penambagan yang dilakukannya. “Itu kami jadikan pelajaran. Kalau sudah diperkirakan masuk wilayah tanah orang lain, kami tidak lagi menggali ke samping, tapi melanjutkan galian dengan membentuk rongga baru di bawah,” jelasnya. Ditanya soal ijin penambangan, ia mengakui kegiatan yang dilakukan bersama sekitar 17 warga yang melakukan aktivitas sama di titik berbeda di dusun itu, dilakukan tanpa ijin dari pemerintah. Para penambang, kata dia, enggan mengurus ijin penambangan karena kendala biaya. Sebab, hasil dari penambangan itu hanya bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. “Memang pernah kami didatangi petugas pemerintah dan diminta untuk mengurus ijin penambangan. Tapi, darimana kami mendapatkan biaya untuk itu, sedang hasil dari membuat batu bata ini hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya. (faufik rahman/muj)

KISRUH DEMOKRAT

Pengunduran Diri Anas Tak Berdampak Ke Daerah

PAMEKASAN - Pengunduran diri Anas Urbaningrum dari jabatan ketua umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat (PD), tidak mempengaruhi rposes perekrutan calon anggota legislatif (Caleg) partai tersebut di Pamekasan. Kegiatan menjaring caleg yang akan bertarung pada pemilihan umum yang akan datang tetap berlangsung. Ketua DPC PD Pamekasan, Hermanto, kemarin (24/2) mengatakan, pengunduran diri Anas Urbaningrum menyusul penetapan status tersangka oleh komisi pemilihan umum (KPK), dinilai sebagai komitmen Anas yang telah menandatangani pakta integritas para kader PD. Sehingga pengunduran itu, sama sekali tidak berpengaruh pada kegiatan kepartaian di daerah. Hermanto menegaskan, semua kegiatan partai yang rutin dijalankan di Pamekasan tetap berjalan seperti biasa, meski sebagian besar kader dan pengurus partai itu berlatar belakang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). “Semoga seluruh kader dapat menghargai proses hukum yang sedang berjalan, dan yang pasti masalah ini tidak berdampak apapu terhadap Partai Demokrat di pamekasan,” katanya. Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan penguatan internal agar para Kader PD di Pamekasan semakin solid agar bisa menjadi pemenang pada pemilu yang akan datang dengan mendulang perolehan suara terbanyak meski partainya sedang mendapatkan godaan yang cukup besar. Anas Urbaningrum melepas jabatan ketua umum DPP-PD, Sabtu (23/2), pasca penatapan status tersangka dugaan korupsi dalam Proyek Hambalang oleh KPK. Pengunduran diri Anas dari jabatannya, dikatakan karena alasan standar etik pribadi, yaitu akan mengundurkan diri jika dirinya memiliki status hukum sebagai tersangka. Sahabat Anas Sebagian kader Partai Demokrat di Madura, Jawa Timur, Sabtu (23/2), beramairamai memasang stiker “Aku Sahabat Anas” beberapa saat setelah keputusan Anas Urbaningrum mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua umum partai itu. Tidak hanya memasang stiker, kader partai nomor urut 7 pada pemilu legislatif 2014 itu juga beramai memasang foto Anas Urbaningrum yang juga bertuliskan “Aku Sahabat Anas” di jejaring sosial “facebook”, “twitter” dan “blackberry messenger”(BBM) mereka. “Gerakan memasang foto Anas bertuliskan ‘Aku Sahabat Anas’ ini kami lakukan, karena meski Anas telah mengundurkan diri dari sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, dan beliau masih menegaskan akan tetap bersahabat dengan semua kader partai, bahkan akan tetap sering bersilaturrahim ke berbagai daerah, sebagaimana saat menjadi ketua umum,” kata salah seorang kader partai itu Muzammil, Sabtu malam. Muzammil adalah satu dari puluhan kader Partai Demokrat di Madura yang memasang foto Anas Ur-

baningrum sebagai profil di blacberry-nya. Sejak Anas Urbaningrum ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan gratifikasi saat menjadi anggota DPR RI dan akhir mengumumkan pengunduran dirinya kepada publik, sebagian pengurus partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono di Madura, memang lebih memilih tidak berkomentar. Kebanyakan mereka hanya menulis pesan atau status di telepon selulernya sebagai bentuk ungkapan atas prahara yang menimpa ketua umum mereka. Seperti yang dilakukan Ketua Majelis Pekerja Cabang (MPC) DPC Partai Demokrat Pamekasan, Imam Rois. Sejak Anas Urbaningrum menggelar konferensi pers dan disiarkan secara langsung di sejumlah stasiun televisi nasional tentang pengunduran dirinya, setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Proyek Hambalang, ia langsung mengubah profil BBM-nya dengan gambar Anas Urbaningrum. “Kami hanya menyikapi santai soal mundurnya Anas Urbaningrum ini. Semuga ia bisa sabar dan tegar menghadapi cobaan ini,” kata Rois singkat. Lain Rois, lain pula kader Partai Demokrat dari Pasongsongan, Totok Sugiharto. Ia justru mengisyaratkan agar Anas Urbaningrum sebaiknya melakukan perlawanan atas upaya mendiskreditkan dirinya. “Sabar itu tegar, tegar itu berani, berani itu melawan,” ucapnya seperti ditulis dalam status BBM-nya, sesaat setelah pengumuman pengunduran diri Anas Urbaningrum. Direktur Lembaga Penelitian, Pengembangan Agama dan Sosial (LePPAS) Moh Sakir menilai, aksi pasang stiker dan foto “Aku Sahabat Anas” oleh sebagian kader-kader Partai Demokrat di Madura itu, menunjukkan bahwa prahara yang menimpa Anas Urbaningrum tersebut, benarbenar mendapatkan simpati dan itu membuktikan bahwa Anas memang cukup memiliki dukungan loyal dari para kader partai. Ia juga memperkirakan, para pendukung Anas ini sebenarnya telah mengetahui bahwa prahara yang menimpa Anas adalah skenario besar oleh kelompok tertentu di internal Partai Demokrat. “Bahasa Anas kan sudah sangat jelas bahwa dirinya ibarat bayi yang tidak diinginkan lahir, namun faktanya ia mampu terpilih sebagai Ketua Umum mengungguli calon-calon lainnya,” ujar Moh Syakir, menambahkan. Satu hal yang sangat menarik dan diperkirakan akan menjadi catatan penting perjalanan Partai Demokrat ke depan dengan adanya upaya memojokkan Anas melalui rekayasa sistemik kelompokkelompok tertentu, bahwa kasus Hambalang itu diibaratkan lembaran buku pada halaman pertama. “Jika pernyataan itu benar, maka nantinya jelas akan terungkap, siapa pelaku korupsi yang sebenarnya di tubuh partai itu,” tukasnya. (ant/uzi/muj)


4

PAMEKASAN

SENIN 25 PEBRUARI 2013 NO.0063 | TAHUN II

KASUS BIDAN BATUKALANGAN

DPRD Bentuk Tim Investigasi

ant/mohamad hamzah

KARAPAN SAPI. Sejumlah peserta karapan sapi memacu sapinya di arena balap sapi di Petobo, Palu Selatan, Sulawesi Tengah, Minggu (24/2). Lomba yang diikuti puluhan peserta tersebut dilaksanakan untuk membangkitkan kembali nilai-nilai olahraga tradisional yang sudah mulai ditinggalkan masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi antar pecinta balapan sapi.

VERIFIKASI PARTAI

Anggota PKNU Belum Lakukan Langkah Politik PAMEKASAN - Sekalipun Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) menyatakan resmi bergabung dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra),sejumlah politisi tersebut di Pamekasan menyatakan belum menentukan langkah politik apapun. Sejumlah pimpinan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKNU Pamekasan menyatakan masih belum membahas masalah tersebut karena keputusan bergabungnya partai sempalan Partai Kebangkitan Bangsa itu ke Gerindra masih belum diterima. Bahkan, fraksi partai tersebut di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, masih menggunakan nama Fraksi Kebangkitan Nasional Ulama (FKNU). Ketua FKNU, Abusiri, mengaku hingga saat ini belum ada kejelasan keputusan bergabungnya PKNU ke Gerindra dari DPP. Justru sebelumnya ada opsi bergabung ke PPP sehingga pihaknya masih menunggu perintah resmi. Dijelaskan, sejumlah pengurus harian DPC PKNU Pamekasan telah di panggil oleh pengurus wilayah PKNU Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Namun, belum diketahui maksud dari pemanggilan tersebut. “Sampai saat ini belum ada perintah apapun sehingga kami masih belum menentukan sikap politik,”

katanya. Abusiri mengatakan, seandainya memang ada keputusan partainya akan bergabung dengan Gerindra, dirinya masih akan berpikir apakah akan mengikuti atau memilih bergabung dengan partai lain. Sebab, baginya pemilihan partai lain setelah PKNU dinyatakan tidak lolos untuk ikut dalam pemilu mendatang, bukan semata dilihat dari kebesaran nama partai, namun kesesuaian dengan azas PKNU sebagai partai Islam. “Kami hanya akan bergabung dengan partai yang satu azas dengan partai kami saat ini, apapun keputusan dari DPP,” kata Abusiri. Hal senada disampaikan Makmun, salah seorang pengurus harian PKNU Pamekasan. Makmun yang juga ketua komisi D DPRD Pamekasan itu mengatakan sampai saat ini belum ada perintah apapun berkaitan dengan tidak lolosnya partainya untuk menjadi pesrta dalam pemilu yang akan datang. Makmun menyatakan akan mematuhi apapun keputusan dari pengurus pusat PKNU, termasuk seandainya akan bergabung dengan partai lain yang berbeda azaz. “Kami akan patuh apapun keputusan partai, termasuk jika harus bergabung dengan Gerindra,” katanya. (afa/muj)

ant/ widodo s. jusuf

PKNU GABUNG GERINDRA. Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto (tengah) bersama Ketua Umum DPP Partai Gerindra Suhardi (kiri) dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Chairul Anam (kanan) usai menandatangani naskah nota kesepakatan di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Minggu (17/2). PKNU resmi bergabung ke Partai Gerindra untuk memenangkan Pemilu Legislatif 2014 dan mengusung Prabowo Subianto sebagai Capres pada Pilpres 2014.

450 Keluarga Belum Nikmati Aliran Listrik PAMEKASAN - Sebanyak dua dusun Desa Mapper, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura belum mendapatkan aliran listrik. Dua dusun itu antara lain Dusun Juk Haji dan Dusun Bung Pandan. Dari dua dusun itu, warga yang belum menikmati aliran listrik diperkirakan mencapai 450 kepala keluarga (KK). Rinciannya, 250 KK di Dusun Juk Haji, dan sekitar 200 KK di Dusun Bung Pandan. Sampai saat ini, sebagian warga dua dusun itu masih menggunakan lampu dengan bahan bakar minyak tanah. Sedang sebagian lainnya, menyambung listrik dari desa dan dusun tetangga dengan biaya sambungan relatif mahal karena harus membeli kabel sendiri. Selain itu, biaya yang dibebankan pemilik meteran setiap bulannya juga mahal. perbulan rata-rata Rp 100 sampai Rp 150 ribu. Biaya yang dibayarkan kepada pemilik meteran ini diakui mahal, namun

tetap dipenuhi karena warga sangat membutuhkan aliran listrik untuk penerangan dan kebutuhan sehari-hari. Elman, warga Dusun Juk Haji mengatakan, selain biaya yang dikeluarkan mahal, pemilik meteran juga membatasi penggunaan aliran listrik. Sehingga mereka juga harus menambah lampu lain untuk memenuhi kebutuhan penerangan. “Kami hanya menggunakan lampu listrik di teras rumah, ruang tengah, dan dapur saja, yang lain masih menggunakan lampu dengan bahan bakar minyak,” kata Elman, kemarin (24/2). Elman berharap, pemerintah setempat segera membantu agar warga di dua dusun itu bisa segera menikmati aliran

listrik karena sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Camat Proppo, Listijanto Djoko Trisulo, mengatakan, pihaknya bersama Kepala Desa Mapper, Lilik Fujiati, telah mengajukan proposal ke PLN Unit Pelayanan dan Jaringan Pamekasan serta Bapemas (Badan Pemerintahan Desa) setempat untuk mengupayakan aliran listrik di dua dusun itu. Bahkan, beberapa waktu lalu itu pihak PLN dan Bapemas sudah melihat langsung kondisi dua dusun itu. Hanya sampai saat ini belum ada kepastian kapan sambungan listrik akan dipasang. Namun diharapkan, sambungan listrik ke dua dusun itu bisa terealisasi tahun depan. “Kami berharap ada anggaran yang cukup untuk penyambungan listrik ke dua dusun itu, mungkin melalui program listrik masuk desa (PLMD),” katanya. (uzi/muj)

PAMEKASAN - Penolakan dan keresahan masyarakat Desa Batukalangan, Kecamatan Proppo,Pamekasan terhadap Bidan Desa setempat, ditangapi Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat dengan membentuk tim investigasi. Tim yang langsung dipimpin Ketua Komisi D, Makmun itu, akan melakukan investigasi berkaitan dengan tudingan warga bahwa Dwi Suwestiwari, Bidan Desa Batukalangan, melakukan penyimpangan. Ketua komisi D DPRD Pamekasan, Makmun, kemarin (24/2), mengatakan saat ini tim investigasi yang dibentuknya masih menentukan jadual untuk melakukan penggalian data. Dalam melakukan investigasi itu, tim akan menemui beberapa pihak,diantaranya bidan desa, kepala desa, warga yang pernah meminta pelayanan kesehatan dan tokoh masyarakat. “Tim ini nantinya akan melakukan penggalian data secara menyeluruh dan tidak hanya mencari infomasi dari satu pihak saja agar rekomendasi yang dikeluarkan benar-benar berdasar pada kondisi yang sebenarnya,” kata Makmun. Berdasar hasil evaluasi sementara, kata dia, tudingan masyarakat itu tidak sepenuhnya benar. Bahkan, tudingan ada pungutan liar yang dilakukan oleh Bidan Dwi, juga tidak terbukti. Namun, kesimpulan akhir masih menunggu hasil penggalian data yang akan dilakukan oleh tim investigasi yang sudah dibentuk

dan akan memulai tugasnya pada pekan ini. “Kami meminta agar masyarakat tidak melakukan hal-hal yang negatif sampai kami memperoleh gambaran yang sebenarnya dan membuat kesimpulan,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, Ismail Bey, mengatakan munculnya persoalan tersebut, dikarenakan Dwi Suwestiwari tidak memenuhi panggilan warganya,untuk membantu persalinan. Ismail mengatakan pihaknya tidak bisa menyalahkan sikap Bidan Dwi karena dalam aturan bidan desa tidak dibenarkan melayani proses persalinan di rumah warga kecuali dalam kondisi tertentu. “Aturannya, proses persalinan hanya bisa dilaksakan di Polindes dan bukan di rumah warga,” katanya. Karenanya, ia beranggapan masalah tersebut muncul karena ketidakpahaman warga terhadap sikap bidan yang sudah bertugas di desa tersebut selama 15 tahun itu. Mereka menilai, penolakan itu karena proses persalinan dilakukan secara gratis. Ismail belum memutuskan langkah apapun terhadap tuntutan warga, sebab pihaknya belum menemukan pelanggaran yang dilakukan. “Soal pungli, itu juga karena salah paham. Persalinan gratis melalui jampersal itu hanya pada layanan persalinannya. Sedang untuk popok, selimut dan beberapa perlengkapan bayi yang diberikan, tidak termasuk yang digratiskan,” katanya. (afa/ muj)

taufiq rahman/koran madura

BUAH PRIMADONA. Seorang penjual srikaya di Jalan Kabupaten Pamekasan, menunjukkan srikaya yang dijualnya. Buah srikaya merupakan salah satu buah unggulan yang saat ini dijual dengan harga Rp. 8 ribu persepuluh biji dan dipasarkan hingga ke luar Madura.

ADVERTORIAL

SMA Negeri 2 Menggelar Amuba ke VIII PAMEKASAN - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Pamekasan, kemarin (24/2), menggelar Ajang Matematika dan Unjuk Kompetensi Bahasa Inggris dan IPA (Amuba) se Madura. Ajang uji kemampuan yang digelar di gedung sekolah yang berlokasi di Jalan Jokotole itu merupakan kali ke delapan digelar oleh salah satu sekolah favorit di Pamekasan itu. Sedikitnya, 800 orang peserta dari berbagai Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri dan suasta dari empat kabupaten di Madura mengikuti lomba itu. Mereka harus melewati beberapa tahapan lomba, mulai dari tahap penyisihan, semi final dan final untuk dinyatakan sebagai siswa berprestasi dan berhak mendapatkan beberapa fasilitas, termasuk diterima di SMA Negeri 2 Pamekasan, tanpa tes. Wakil Kepala SMA Negeri 2 Pamekasan Bidang Kesiswaan, Imanuna, mengatakan lomba itu dilaksanakan untuk menjaring siswa berprestasi di bidang matapelajaran Matematika, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Para siswa berprestasi itu, nantinya akan mendapat prioritas untuk diterima sebagai siswa di sekolah itu tanpa melalui proses seleksi. “Ini adalah salah satu bentuk komitmen kami un-

tuk memberi penghargaan kepada para pelajar SMP dan MTs yang berprestasi. Mereka

berhak mendapatkan fasilitas untuk diterima di sekolah ini tanpa proses seleksi,” kata Imanuna. Wanita yang biasa dipanggil Ima itu menjelaskan, dari 800 orang peserta, akan diambil 20 orang peserta yang berhak mengikuti proses tahapan semi final. Dari tahapan itu, nantinya akan kembali disaring untuk mendapatkan 10 orang peserta yang akan maju

di tahap final. Kesepuluh siswa yang masuk dalam tahapan final itu, kata dia, merupakan siswa berprestasi yang akan diberi fasilitas diterima di sekolah tersebut tanpa proses seleksi. Dari sepuluh orang siswa berprestasi yang maju dalam tahap final itu, akan diambil enam orang yang dinyatakan menjadi pemenang utama dan harapan pada Amuba VIII dan

fakih amyal/koran madura

JUARA 2013. Para Pemenang lomba Amuba 2013 sedang foto bersama dengan pimpinan SMA Negeri 2 Pamekasan usai pebagian hadiah dan tropi.

berhak mendapatkan hadiah berupa tropi dan uang tabanas. “Kami berkomitmen akan menggelar acara ini setiap tahun, untuk memberi kesempatan kepada para pelajar MTs dan SMP menunjukkan kemampuannya, dan kami akan memberi penghargaan atas prestasi yang mereka tunjukkan,” katanya. Dari pelaksanaan Amuba VIII, ditetapkan enam orang siswa berprestasi sebagai pemenang utama. Mereka adalah Nur Layli Hidayati (SMP Negeri 2 Pamekasan) sebagai pemenang pertama, Fatimatus Ulyah (SMP Negeri 2 Pamekasan) sebagai pemenang kedua dan Andriyana SMP (Negeri 2 Pamekasan) sebagai pemenang ketiga. Disusul Kelvin Yulian (Negeri 2 Pamekasan) sebagai pemenang harapan pertama, Mohammad Jakfar Shodik (Negeri 1 Pademawu) sebagai pemenang harapan kedua dan Lina Fitriyah (Negeri 2 Pamekasan) sebagai pemenang harapan ketiga. Usai penyerahan hadiah, para pemenag didampingi orangtua masing-masing berkesempatan foto bersama dengan pimpnan SMA Negeri 2 Pamekasan. (adv/muslim/ muj)


SAMPANG KORBAN SARA

Anak-Anak Pengungsi Menikmati Hari Libur SAMPANG - Ali (5), Heri (5), Subhan (7), dan Ayu (10) asyik menikmati hari libur dengan bermain di halaman Gor Tenis Indor kabupaten Sampang. Diantara mereka yaitu Subhan dan Ayu tampak sedang asyik bermain layanglayang dibantu oleh Nurholis (28), paman mereka. Sedangkan Heri asyik berlarian sembari memegang layang-layang yang benangnya tak lebih dari 1 meter. Begitu juga dengan Ali asyik berlarian mengitari ketiga temannya sembari membawa bendera Merah Putih kecil dengan gagang sebuah lidi. Tampak keceriaan dari keempat anak pengungsi korban konflik SARA Sampang ini. Mereka seolah-olah tidak perduli di mana mereka sedang bermain. Mereka seakan sudah melupakan peristiwa yang telah menimpa mereka. Ayu yang duduk di kelas 3 SD mengatakan, ini adalah hari libur jadi dia manfaatkan untuk bermain. Bila hari-hari biasa selain hari Minggu, dia beserta anak-anak pengungsi korban konflik SARA lainnya pagi hari harus sekolah di sekolah darurat bagi korban konflik SARA. “Setiap hari Minggu atau hari libur kami bermain bersama, ya main apa saja memanfaatkan permainan yang ada, yang bisa dibuat untuk mainan, kalau hari Senin

sampai Sabtu kami masuk sekolah, di sekolah darurat,” tutur Ayu. Nurholis (28), yang merupakan paman Ayu dan Subhan menjelaskan bahwa benang dan layang-layang yang dibuat mainan oleh Ayu, Subhan, dan Heri diperoleh dari layang-layang yang putus yang masuk ke dalam area Gor Tenis Indor tempat para pengungsi. “Sering layang-layang putus dan jatuh ke halaman Gor. Jadi kami ambil, kami berikan pada anak-anak buat mainan mereka. Ya untuk saat ini, hanya itu yang bisa kami lakukan, anak-anak juga merasa bosan bila hanya bermain di area bermain yang disediakan oleh Pemkab Sampang untuk anak-anak pengungsi,” tutur Nurholis. Heri dan Ali tampak asyik berlarian memegangi layanglayang dan bendera Merah Putih, Heri berlari untuk menjaga layang-layangnya agar tetap terbang, karena benangnya yang hanya sekitar 1 meter. Sedangkan Ali berlarian mengibarkan benderanya sembari bernyanyi dengan logatnya yang masih kurang benar dalam pengucapan bahasa. “Bendelaku melah putih, bendelaku melah putih, bendelaku melah putih,” Ali bernyanyi riang di antara teman-temannya. (cyo/msa/ rah)

MUSIM HUJAN

Warga Masih Khawatir Ancaman Banjir SAMPANG – Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di kabupaten Sampang masih menghantui sebagian besar warga Sampang. Mereka tetap khawatir bahaya banjir kembali datang menyerang mereka secara tak terduga, karena hujan masih sering mengguyur Sampang dalam tempo waktu yang cukup lama. Rohim (30), salah satu warga jalan Syuhada’ mengatakan kekhawatiran warga mulai berdatangan saat hujan deras kerap melanda di daerahnya. Apalagi di areal jalan Syuhada menjadi daerah yang rawan banjir. “Kalau sudah hujan berjam-jam, warga di sini takut. Apalagi sini kan jadi langganan banjir,” ungkapnya, Minggu (24/2). Di samping itu saluran pembungan air tersumbat juga dapat mengakibatkan banjir. Memang secara geografis kabupaten Sampang lebih rendah dibandingkan dengan lokasi lainnya. “Saluran air harus selalu dijaga. Apalagi dilihat dari ketinggian air dari sungai Kamoning, setiap harinya akan bertambah tinggi selama musim hu-

5

SENIN 25 PEBRUARI 2013 NO.0063 | TAHUN II

jan ini,” ujar Rohim. Masih kata Rohim, tak hanya masyarakat yang berada di daerah kantong banjir saja merasa takut, warga yang tinggal di daerah kota juga lebih berwaspada. Lantaran banjir yang kerap terjadi membuat semua genangan air memasuki wilayah padat penduduk, apalagi saat mereka belum bersiap-siap dalam mengani banjir. “Bahaya banjir biasanya datang tidak terduga sehingga warga sekarang mulai resah jika hujan sudah turun dengan derasnya,” ungkapnya. Hal yang senada juga disampaikan oleh Sadin (25), warga jalan Imam Bonjol, kelurahan Dalpenang, kecamatan Sampang, dirinya mengharapkan kepada pemerintah daerah dapat memberikan solusi terhadap bahaya banjir yang kerap terjadi, sehingga masyarakat tidak perlu waspada dan ketakutan jika hujan turun berjam-jam. “Kalau seperti ini semoga pemerintah daerah mencari jalan keluar serta solusi terbaik agar menghindari dari langganan banjir ini,” tandasnya. (ryn/ msa/rah)

Pelanggan Pertanyakan Rencana Kenaikan Tarif PDAM SAMPANG – Pelanggan air minum yang disediakan PDAM Sampang mempertanyakan kenaikan tarif air PDAM sampai 25 %, baik tarif dasar air bagi pelanggan, tarif dasar air bagi rumah tangga maupun non rumah tangga, dalam musyawarah yang diadakan pihak Perusahaan Air Minum Daerah Kabupaten Sampang, Sabtu (23/02). Dalam musyawarah tersebut PDAM Sampang mengundang beberapa elemen masyarakat, di antaranya adalah perwakikan dari beberapa LSM, media, dan dari unsur masyarakat. Berita tentang rencana

kenaikan ini mendapat respon yang negatif beberapa kalangan masyarakat, baik dari unsur LSM, media, dan unsur masyarakat yang nenjadi pelanggan air PDAM. Mumpuni (62), warga Jalan Imam Bonjol, menilai bahwa angka kenaikan yang 25% ini terlalu tinggi bagi pelanggan. Bila kenaikan didasarkan dari kenaikan TDL berarti kenaikan tersebut seharusnya tidak lebih dari 15% sebagaimana kenaikan TDL yang hanya 15%. “Bila kenaikan itu didasari oleh kenaikan TDL, seharusnya kenaikan tersebut tidak lebih dari 15%. Kenaikan TDL pun hanya 15% bertahap, mengapa kenaikan tarif air untuk pelanggan PDAM bisa naik sampai 25%?” tanya pensiunan guru ini. Begitu juga dengan Purnomo (30), warga perumahan Permata Selong,

mempertanyakan rencana kenaikan tarif air bagi pelanggan PDAM Sampang yang mencapai 25%. Purnomo berharap pada Pemkab dan DPRD Sampang untuk meneliti lagi dengan sekasama, layak atau tidaknya kenaikan air bagi pelanggan sebesar 25%. Selain itu Purnomo berharap pada PDAM Sampang untuk lebih meningkatkan pelayanan untuk masyarakat. “Semoga Pemkab melalui bapak Bupati yang baru beserta DPRD Sampang kelak mempertimbangkan kembali rencana kenaikan tarif air bagi pelanggan sebesar 25% ini, terlalu berat bagi masyarakat, dan bila beracuan kenaikan TDL juga terlalu besar, untuk saat ini saya berharap PDAM untuk lebih fokus pada perbaikan pelayanan pada pelanggan,” ucap pria yang sehari-hari

mengajar di salah satu SMP Negeri di Sampang. Menanggapi keluhan dari masyarakat tentang rencana kenaikan tarif air bagi pelanggan, Direktur PDAM Robert Balbut melalui Koordinator Pelayanan Pelanggan Arief Wahyudi, Minggu (24/02/) mengatakan bahwa ini semua masih perencanaan. “Sabtu lalu baru kami musyawarahkan dengan wakil dari beberapa elemen masyarakat, untuk selanjutnya itu tergantung pada bapak Bupati dan DPRD Sampang, dan kami akan menampung keluhan masyarakat, kami akan bahas dalam rapat besok Senin 25/02. Ini semua masih belum final, belum kami ajukan juga, seperti yang kita tahu, pelantikan Bupati masih tanggal 26 besok, kami akan tampung semua keluhan masyarakat, akan kami bahas dalam rapat, se-

belum kami ajukan kepada Bupati dan DPRD, “ jelas Arief Wahyudi. Arief Wahyudi juga mengatakan bahwa musyawarah tersebut membahas tentang rencana PDAM Sampang untuk menaikkan tarif dasar air sebesar 25 % bagi semua pelanggan, dan kenaikan ini adalah bentuk penyesuaian dari bertambahnya biaya produksi yang diakibatkan dari kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). “Kami mengundang beberapa elemen masyarakat, yaitu diantaranya beberapa LSM, media, dan dari masyarakat untuk memusyawarahkan perihal rencana kenaikan tarif bagi pelanggan rumah tangga maupun non rumah tangga sebesar 25%, rencana kenaikan ini dikarenakan meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan TDL,” jelas Arief Wahyudi. (cyo/msa/rah)

PERSIAPAN KEPALA DAERAH

Menjelang Pelantikan Bupati, Pendopo Mulai Berbenah SAMPANG - Menjelang pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih KH. Fannan Hasyib dan Fadilah Budiono yang menurut rencana akan dilaksanakan pada hari Selasa (26/02) di Pendopo Bupati Sampang, pendopo Bupati Sampang mulai sibuk berbenah. Minggu (24/02), beberapa pekerja tampak sibuk mema-

sang tenda untuk para tamu yang hadir dalam pelantikan. Tenda tersebut didirikan di samping dan bagian depan di halaman Pendopo Bupati Sampang. Kabag Tapem Anang Djunaedi yang berada di Pendopo mengatakan bahwa kegiatan hari itu merupakan persiapan awal yang dilaksanakan untuk acara pelantikan Bupati dan

Wakil Bupati pada hari Selasa. Tenda-tenda memang sengaja didirikan hari Minggu itu untuk selanjutnya disusul oleh penataan ruangan Pendopo untuk pelantikan. “Semuanya harus dipersiapkan dengan baik, demi kelancaran acara pelantikan. Hari ini memang yang pertama adalah pendirian tenda, selanjutnya menyusul penataan ruang

Pendopo sebagai ruang untuk pelantikan” ucapnya. Selain itu, Anang menambahkan bahwa semua persiapan harus diselesaikan sebelum gladi bersih yang rencananya akan dilaksanakan besok. “Semuanya harus diselesaikan sebelum acara gladi bersih besok,” kata Anang. Beberapa pekerja sempat waswas, karena sempat mendung,

mereka khawatir akan turun hujan. Mukid (30), salah satu pekerja yang ikut mendirikan tenda mengaku lega karena hujan tidak jadi turun, sehingga dia dan teman-temannya bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. “Untung hujan tidak turun, jadi kami bisa menyelesaikan semua tenda beserta hiasannya,” kata Mukid. (cyo/msa/rah)

KECELAKAAN BERKENDARA

Truk Terguling Karena Terlalu Berat Beban SAMPANG - Lantaran drenase tak kuat menahan beban yang terlalu berat, sebuah truk bermuatan batu yang dikemudikan oleh Herman (40), warga Kabupaten Pamekasan, Sabtu (23/02/13) dini hari, terguling di depan sebuah salah satu bank yang ada di jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Kota Sampang. Menurut keterangan saksi Sa’lawa (45), warga kecamatan Torjun kabupaten Sampang, saat di lokasi kejadian, menjelaskan truk bermuatan batu dari arah Surabaya menuju ke Pamekasan. Awalnya pengendara mobil itu hanya ingin memarkirkan di depan bank yang berada di sekitar areal tersebut untuk melakukan transaksi uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Namun karena drenase tidak kuat menahan beban berat, truk itu amblas dan berakibat truk yang sedang parkir itu terguling, kata Sa’lawa. “Saya lihat truk parkir dan tiba-tiba mulai oleng karena jalannya amblas, dan pengemudi yang berada di dalam ATM, mengetahui itu

langsung keluar untuk menjalankan kendaraannya agar tidak oleng, namun truk sudah telanjur terguling duluan. Jadi batu yang dimuat trus tumpah semua,” tutur Sa’lawa, Sabtu (23/2). Meski tak ada korban jiwa dalam peritiwa tersebut namun kerugian materil diperkirakan mencapai sekitar jutaan rupiah, bahkan saat evakuasi truk bernopol S 9779 UP tersebut mengalami kesulitan karena dengan kondisi ban belakang yang terperosok serta beratnya beban kendaraan. Akibat kejadian itu, sontak para pengendara yang melintas di jalan Wijaya Kusuma menjadi tontonan warga sekitar. Herman (40), warga kabupaten Pamekasan mengatakan awalnya hanya ingin melakukan transaksi, selang beberapa menit kemudian truk yang dikendarai tersebut terguling hingga ban terperosok. “Waktu saya masuk ke ATM terus truk saya tibatiba terguling mas, bahkan ban belakang sebelah kiri terperosok ke jalanan itu,” tandasnya. (ryn/msa/rah)

junaidi/ koranmadura

TRUK TERGULING akibat kelebihan beban muatan terjadi di depan salah satu bank yang ada di kabupaten Sampang.

ADVERTORIAL

ASMA Gelar Lomba Matematika dalam Peresmian ASMA Cabang Sampang SAMPANG – Sadil Sempoa Mandiri (ASMA) Pusat (Bandung) meresmikan ASMA Cabang Sampang, Minggu (24/2). Dalam kegiatan peresmian tersebut, ASMA Cabang Sampang menggelar lomba matematika dan ujian mental aritmatika yang diselenggarakan di Aula SMKN 1 Sampang. Lomba tersebut diikuti oleh sebanyak 143 peserta didik tingkat TK (taman kanak-kanak) dan SD (sekolah dasar) yang berprestasi, yang ada di Sampang. Kehadiran peserta didik yang mengikuti lomba matematika dan mental aritmatika didampingi oleh orang tua masing masing yang berdatangan untuk memberikan semangat terhadap anaknya.

Direktur ASMA cabang Sampang Ratna Mufida, S.pd mengatakan dalam sambutannya, bahwa ASMA cabang Sampang merupakan lembaga pendidikan mental aritmatika yang merupakan kepanjangan tangan dari ASMA pusat yang berada di Bandung. “Kami mempunyai tujuan untuk mempersiapkan anak agar dapat menguasai iptek (ilmu pengetahuan teknologi) dan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap pembelajaran mental aritmatika,” terangnya. Di samping itu, lembaga ini juga dapat menumbuhkan mental positif, yakni rasa percaya diri, berani, dan disiplin. “Dalam suasana ceria, anak dapat menyeimbangkan otak kanan dan kiri serta mengopti-

PENGHARGAAN. Direktur lembaga ASMA (Adil Sempoa Mandiri) Ratna Mufida S,Pd tengah memberikan hadiah kepada peserta pemenang lomba Matematika tingkat TK dan SD di aula SMKN 2 Sampang, Minggu (24/2).

malkan dalam mencapai tingkat berfikir anak yang mampu menganalisis dalam menggunakan logika yang benar,” ujar Ratna Mufida, yang akrab dipanggil Fifi ini. Fifi menyampaikan syukur alhamdulillah atas apresiasi masyarakat yang telah memberikan kepercayaan yang sangat besar terhadap keberadaan ASMA yang berada di kabupaten Sampang. “Apresiasi ini tentunya akan dijadikan sebagai sarana evaluasi demi meningkatkan kualitas ASMA cabang Sampang untuk mengadakan lomba secara rutin yang akan dilaksanakan setiap tahunnya,” ucap Fifi. Tidak hanya itu, ASMA cabang Sampang yang merupakan satu-satunya lembaga pendidikan mental aritmatika

plus nilai-nilai islami ini akan terus berjalan secara aktif dan kompeten, serta bertekad dalam mempersiapkan anak untuk dapat menguasai iptek dengan berlandaskan imtaq (iman dan taqwa). Lembaga ini juga akan terus mengambil manfaat dalam belajar sempoa ini (cara berhitung dengan alat hitung Cina), diantaranya untuk meningkatkan kemampuan berhitung lebih cepat di atas rata-rata anak, kemampuan menghitung lebih cepat, melatih daya berfikir dan konsentrasi, menumbuhkembangkan imajinasi sehingga kreatifitas anak berkembang, dan membiasakan diri anak dengan angka-angka sehingga anak tidak lagi alergi pada pelajaran eksakta. (adv/jun/msa/ rah)


6

BANGKALAN

SENIN 25 PEBRUARI 2013 NO.0063 | TAHUN II

POTENSI PERTANIAN

Manfaat Kawasan Agropolitan Tak Jelas BANGKALAN – Sampai saat ini kawasan Agropolitan yang meliputi wilayah Socah, Burneh, dan Bangkalan (Soburba), belum terlihat jelas manfaatnya. Padahal kawasan agropolitan dirancang sebagai penghasil produk pertanian unggulan dan rencananya di kawasan tersebut juga akan dibangun pabrik untuk mengolah produk pertanian unggulan di Bangkalan. Selain itu, akan terdapat Sub Terminal Agribis (STA) yang dalam masterplan akan ditempatkan di pasar Kencur, kecamatan Socah. Kawasan agropolitan berdasar dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bangkalan yang didalamnya terdapat sebuah kawasan ekonomi khusus, yang menekankan pada pengembagan kawasan agropolitan sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur No.520/2403/021.2/2005 tentang penetapan kawasan Agropolitan. Akan tetapi, tidak berjalannya kawasan agropolitan yang telah direncanakan dibantah oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bangkalan, Drs. Saad Asj’ary melalui Kepala Bidang Ekonomi Safril Hidayat. Menurutnya, tidak benar jika dikatakan kawasan agropolitan tidak berjalan. Sebab, setiap tahun sudah dilakukan evaluasi untuk meninjau kesusksesan kawasan agropolitan tersebut. “Setiap tahun kami selalu evaluasi, jadi tidak benar kalau tidak berjalan,” ungkapnya. Seperti yang telah diketahui, kawasan agropolitan mempunyai potensi pertanian yang cukup potensial dan mampu mensinergikan semua komoditi sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar. Kawasan-kawasan tersebut tidak serta merta terbentuk begitu saja, namun membutuhkan dukungan dari pihak-pihak terkait dalam hal ini adalah PU (Cipta Karya), Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, juga Dinas Pengairan dan Perdagangan. Safril mengatakan, selama ini memang kawasan agropolitan yang ada tidak bisa secara maksimal terlihat. Sebab kawasan yang terbentuk dari perencanaan provinsi ke daerah (top down) tersebut terkendala banyak faktor. Salah satunya adalah rendahnya produktivitas hasil pertanian yang ada di Bangkalan, sehingga untuk mencapai posisi agropolitas sangat sulit. Kondisi itu diperparah dengan masih banyaknya lahan pertanian yang dikelola secara tradisional oleh para petani, sehingga mempengaruhi tingkat produktivitasnya. Padahal dari segi kualitas, Bangkalan memiliki sejumlah produk unggulan seperti varietas Salak Kramat Bangkalan dan Melati Rato Ebuh yang sudah diakui secara nasional sebagai produk unggulan kabupaten Bangkalan. “Selama ini, mungkin hal itu terkendala karena minimnya kapasitas produksi,” tuturnya. Terbatasnya kemampuan produktivitas produk pertanian tersebut juga mempengaruhi kesempatan yang diberikan propinsi Jawa Timur yang mengikutsertakan produk Bangkalan dalam lelang tertutup di Pasar Induk Modern Puspa Agro. Sebab saat sudah masuk ke Puspa Agro selain kualitas juga harus memperhatikan ketersediaan produk dari para petani. “Bangkalan akan mengikuti lelang tertutup di Puspa Agro, namun kami terkendala kontinuitas pemasokan produk,” kata pria berbadan tegap ini. (ori/rah)

SENJATA API

Senpi Ilegal Masih Beredar di Bangkalan BANGKALAN - Beredarnya senjata api (senpi) di kalangan sipil yang secara liar dan tidak bertanggung jawab menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Selain mengancam keselamatan masyarakat, kondisi tersebut seakan tidak terkontrol. Sebab, penggunaannya tanpa ijin alias ilegal. Berbagai aksi penembakan liar, seperti yang terjadi akhirakhir ini, sangat sulit untuk teridentifikasi. Dampaknya adalah banyak pelaku penembakan dengan senpi liar kabur dalam proses penyelidikannya. Salah satu contoh, di daerah Modung waktu lalu. Seorang lelaki tewas ditembak oleh orang tidak dikenal. Diperlukan pengawasan yang ketat oleh pihak aparat untuk mengawasi peredaran senpi tersebut. Jika terus dibiarkan otomatis akan mengakibatkan keamanan terancam. Selain itu, diperlukan aturan yang kuat untuk tidak memudahkan perijinan kepemilikan senjata api. Sebab, jika perizinan kepemilikan senjata api tanpa ada kontrol yang jelas, itu dapat disalahgunakan yang berdampak membahayakan masyarakat banyak. Karena itu, tidak sembarang orang yang dapat memegang senjata api. Berdasarkan data Polres

Bangkalan, dua buah senpi ilegal diamankan tahun lalu. Terakhir dalam kasus pengeroyokan dua korban luka yang terjadi di desa Dabung Kecamatan Geger, Senin (18/2) lalu, ada persaksian salah satu warga yang menggunakan senpi. Pelaku menembakkan senjatanya saat kejadian pengeroyokan berlangsung. ”Untuk saat ini kami masih menyelidiki tersangka pengguna senpi. Menurut salah satu saksi, pelaku menembakkan ke arahnya. Untungnya, tidak mengenai saksi tersebut,” kata Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP M. Lutfi melalui Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Bangkalan IPTU Andy Purnomo, (21/2). Meski demikian, dia menilai peredaran senpi tersebut terjadi akibat mudahnya akses ke luar. Sehingga, sangat sulit jika memprediksi siapa pengedar senjata-senjata terlarang tersebut. Menurutnya, senpi yang digunakan oleh salah satu warga yang terlibat dalam aksi pengeroyokan ditengarai berasal dari sisa-sisa kerusuhan Sampit yang terjadi waktu lalu. ”Itu hanya dugaan sementara. Sebab, banyaknya masyarakat Bangkalan yang pergi merantau ke luar pulau,” ungkapnya.(dit/ rah)

ant/Muhammad Iqbal

AMANKAN SENPI RAKITAN. Kapolsek Ciputat Kompol Alif (kiri) menginterogasi pelaku pemilik senjata api rakitan TS (40) saat gelar perkara di Mapolsek Ciputat, Ciputat, Tangerang Selatan, Jum’at (15/2). Kepolisian Ciputat berhasil mengamankan pemilik dan barang bukti 1 buah senjata api rakitan saat terjadinya keributan antar warga dikawasan Ciputat.

SALAK BANGKALAN yang menjadi salah satu produk pertanian unggulan di wilayah Socah, Burneh, dan Bangkalan (Soburba)

Ketidakharmonisan Mendominasi Perceraian BANGKALAN – Kepala Pengadilan Agama Bangkalan Drs. H. Ach. Edy Rawidy, SH, MH, melalui Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA), Utik Inayati mengungkapkan penyebab tertinggi perceraian di Bangkalan didominasi oleh kasus ketidakharmonisan. Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi penyebab utama perceraian dalam rumah tangga. Menurut Utik, angka perceraian dari tahun ke tahun di Kabupaten Bangkalan memang cenderung naik. Data

terakhir selama 2011 lalu, kasus perceraian mencapai 847 kasus. Sedangkan tahun 2012, dari bulan Januari hingga November angka perceraian sebanyak 904 kasus. Dalam data yang ada di PA Bangkalan dari angka kasus perceraian baik cerai talak dan cerai gugat tersebut lebih banyak didominasi oleh faktor kurang keharmonisan di dalam keluarga. ”Tidak ada tanggungjawab dari suami, khusus cerai talak,” terangnya. Selain itu, faktor tertinggi penyebab perceraian yang terjadi di Bangkalan setelah tidak adanya kehormonisan dan ekonomi, juga dipengaruhi oleh faktor suami yang tidak memberikan nafkah kepada istrinya dan juga faktor poligami. “Seperti nikah tidak sehat atau nikah siri, juga

menjadi penyebab perceraian,” imbuhnya. Lebih lanjut Utik mengungkapkan, dari kasus perceraian tersebut lebih banyak didominasi kasus cerai gugat yang dilakukan oleh pihak perempuan. Sedadangkan kasus cerai talak dilakukan oleh laki-laki tidak begitu tinggi. Diantara sejumlah kasus perceraian yang ditangani PA Bangkalan, ada sebagian diantaranya pihak yang mencabut surat cerainya dan bisa didamaikan. Akan tetapi, ada juga pihak yang tetap tidak mau didamaikan dan tetap memilih perceraian. ”Iya pihak kami sudah ada upaya perdamaian antara dua pihak yang mau cerai, agar perceraian tidak meningkat terus,” ucap Utik. (dn/rah)

TERIKAT MoU

Kader PKNU Tak Boleh Keluar dari Gerindra BANGKALAN – Sesuai nota kesepakatan yang telah diambil oleh pimpinan kedua partai (PKNU dan Gerindra), bahwa Gerindra siap mencalonkan kader PKNU untuk mengikuti pemilihan calon legislatif di semua tingkatan, baik provinsi atau daerah, kader PKNU tidak boleh beralih kepada partai lain. Kebijakan politis yang diambil oleh DPP PKNU untuk bergabung di barisan sayap partai Gerinda, mewajibkan bagi seluruh kadernya untuk segera berkoordinasi dengan pengurus Gerindra di tingkatannya. Hal itu diungkapkan Sekjen DPC PKNU Bangkalan Achmad Muzakki, Kemarin (24/2). Menurutnya, nota kesepakatan yang telah ditandatangani kedua pimpinan partai merupakan bentuk kerjasama politik. Sebab, bergabungnya PKNU ke Gerindra sudah melalui pertimbangan yang matang dari pimpinan pusat. ”Jika merujuk pada nota kesepakatan tersebut, tidak boleh

tidak, mau tidak mau setiap kader PKNU harus mengikuti aturan DPP,” terangnya. PKNU resmi bergangung dengan Partai Gerindra karena aspirasi konstituen PKNU menginginkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) PKNU dengan Partai Gerindra di Kantor DPP Gerindra, di Jalan Harsono RM Nomor 54, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (17/2). Oleh karena itu, Muzakki menjelaskan bagi anggota DPRD yang berasal dari PKNU yang hendak mendaftarkan diri menjadi calon legislatif harus berangkat dari partai Gerindra. Sebab, jika tidak, anggota tersebut harus mengundurkan diri dari keanggotaan PKNU. Dengan demikian, akan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW). ”Itu merupakan salah satu isi yang tertuang dalam surat penjelasan dari DPP PKNU, setelah ditandatangani nota kesepakatan

kedua partai,” imbuhnya. Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai kesepakatan politik tersebut, Sekjen DPC Gerindra Imron Rosyadi mengaku belum ada petunjuk teknis mengenai hal itu. Menurutnya, sejauh ini belum ada surat resmi dari DPP Gerindra yang mengatur tentang nota kesepakatan yang dimaksud . ”DPD Gerindra juga belum memberikan petunjuk mengenai hal itu. Jadi tidak mungkin DPC mengambil sikap resmi hanya berdasarkan berita media massa,” terangnya. Selain itu, lanjut Imron, pihak DPC PKNU juga belum melakukan pembicaraan dengan DPC Gerindra, sehingga belum ada langkah yang tepat terkait hal itu. ”Yang jelas, jika posisi PKNU jadi organisasi masyarakat yang berafiliasi kepada Gerindra, maka akan diperlakukan seperti ormasormas yang lain seperti GRIB, Gardu Prabowo, atau partai yang lainnya,” terangnya. (ori/ rah)

ori/koran madra

PROYEK

Anggaran Membangun Kedai Makanan 700 Juta BANGKALAN - Dinas Pengelolaan Pasar Bangkalan akan mendirikan pembangunan kedai makanan baru di belakang pasar wisata. Proyek pembangunan kedai makanan baru di pasar wisata, berdampingan dengan pasar tradisional Ki Lemah Duwur tersebut, akan menghabiskan dana sebesar Rp 700 Juta. Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Bangkalan, Bambang Setyawan, mengatakan rencana pembangunan kedai makanan itu telah diajukan dan saat ini dalam tahap perencanaan. “Kita akan membangun kedai angkat di belakang pasar wisata, saat ini masih dalam tahap perencanaan, belum dilakukan lelang,” kata pria berkumis tersebut. Menurut Bambang, untuk pembangunan kedai makanan baru, dana sebanyak Rp 700 juta bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Pembangunan akan segera dimulai tahun ini. Dana yang begitu fantastis itu, menurutnya, bukan hanya untuk pembangunan food court saja. Akan tetapi, juga digunakan

untuk pengadaan peralatan keamanan seperti camera CCTV di beberapa titik di dalam pasar. “Dana Rp 700 juta tersebut bukan hanya untuk pembangunan food court, juga pengadaan CC TV di beberapa titik di dalam pasar,” ucapnya berargumen. Ia mengungkapkan camera CCTV akan diletakan di loket pintu masuk dan keluar pasar serta di dalam pasar. Ia membantah jika pengadaan sejumlah CCTV merupakan pemborosan. Pasar harus memberikan keamanan dan kenyamanan pedagang khususnya bagi pengunjung. M e n u r u t n y a , pembangunan kedai makanan dimaksudkan agar memberikan nuansa baru bagi para wisatawan yang akan singgah di Bangkalan. Karena, Bangkalan merupakan salah satu kota yang menjadi obejk wisata di pulau Madura. ”Inovasi dalam sektor perekonomian masyarakat bisa terus berkembang. Kondisi tersebut tentunya dapat merubah struktur ekonomi masyarakat secara langsung,” ujarnya. (dn/rah)

PENERANGAN

Listrik Padam Ganggu Aktivitas Warga BANGKALAN – Padamnya jaringan listrik di beberapa titik di Bangkalan membuat aktifitas warga terganggu. Apalagi listrik padam tersebut bertepatan dengan hari libur warga. ”Mati mulai tadi pagi, Mas. Saya mau nyuci dan nyetrika mumpung hari libur tidak bisa,” ujar Wiwit, salah seorang ibu rumah tangga warga Ketengan, kemarin (24/2). Petugas lalulintas Dishubkominfo Bangkalan, Moh. Arik Mu’in, juga mengungkapkan hal serupa. Padamnya aliran listrik di wilayah kecamatan kota tersebut menyebabkan semua lampu Traffic Light juga mati, sehingga para pengendara yang akan melintas di perempatan yang ada harus hati-hati. ”Setahu saya, pemadaman aliran listrik ini tidak menden-

gar pemberitahuan dari PLN sebelumnya, tadi mulai padam pukul 8.00 wib, dan khusus di kawasan kelurahan Mlajah hampir setiap hari Minggu padam terus,” ujarnya. Sementara itu, Manager PLN Bangkalan, Alvian, mengatakan, adanya pemadaman alirian listrik tersebut disebabkan adanya pemeliharaan jaringan, dengan pemasangan alat termo pison yakni alat untuk pengaman petir dan alat pendetiksi jaringan bawah yang rusak. ”Kami sudah meminta ijin kepada Bupati dengan surat tertulis. Selain itu, kami sudah menghubungi dinas terkait serta sudah diumumkan di media radio lokal terkait akan adanya pemadaman sementara waktu ini, dan pemeliharaan jaringan ini berlangsung kurang lebih selama 4 jam,” pungkasnya. (ori/rah)


LINTAS MADURA JELANG PILGUB JATIM

Awal Maret PDIP Keluarkan Rekomendasi Cagub

S

UMENEP - DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan telah menjaring empat calon gubernur-wakil gubernur Jawa Timur dari enam orang yang dinyatakan layak untuk jadi calon gubernur atau wakil gubernur. Pertai berlambang moncong putih tersebut akan mengeluarkan paket calon gubernur-wakil gubernur pada awal Maret mendatang. Demikian disampaikan salah seorang anggota DPR RI dari Madura yang juga ikut penjaringan cagubcawagub Jatim MH. Said Abdullah di Narita Hotel Surabaya, Jumat (22/2) kepada wartawan. “Awal Maret keluar paket cagub-cawagub (dari DPP Perjuangan) sebagai kompetitor Karwo,” tegasnya. Ia mengatakan, sekalipun kursi PDI Perjuangan di Jawa Timur melebehi

batas untuk mencalonkan cagub-cawagub, rekom calon gubernur dari DPP PDI Perjuangan tidak mesti dari internal partai. “Bisa saja calon gubernur tidak dari internal,” ujarnya. Namun, sekalipun misalnya calon gubernur tidak dari internal kader PDI Perjuangan, pihaknya mengaku siap untuk memenangkan Pilgub Jatim. “Siapapan cagub dan cawagubnya, kami siap untuk memenangkan,” terangnya. Keempat calon cagubcawagub yang ikut psikotes beberapa waktu lalu adalah Wali Kota Probolinggo HM Buchori, Anggota Fraksi PDIP DPR RI dapil Madura Said Abdullah, Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Suhandoyo, dan Bupati Ngawi Budi Sulistyono. “Kita disuruh siapsiap,” katanya saat ditanya pesan-pesan dari DPP PDI Perjuangan. (mk)

7

SENIN 25 PEBRUARI 2013 NO.0063 | TAHUN II

Angkot Plat Hitam Lebih Mudah Cari Penumpang BANGKALAN - Angkutan Kota (angkot) yang seharusnya menggunakan plat kuning sebagai bukti legalitas beroperasi di trayek yang telah ditentukan banyak yang diubah dengan plat nomor berwarna hitam karena angkot dengan plat hitam dianggap lebih mudah mencari penumpang.

Karenanya sebagian angkot tampak lebih merasa nyaman dengan plat hitam. Menurut salah satu pemilik angkot gelap ini, dirinya mengaku me-

milih menggunakan plat hitam agar lebih nyaman berpindah trayek sesuai kebutuhan dan ramainya penumpang. Sopir angkot asal Junok

yang tak mau disebutkan namanya dan sehari-hari bekerja sebagai supir angkot plat hitam ini, mengaku lebih nyaman dengan kondisi angkotnya yang menggunakan plat hitam tersebut. Menurutnya hal ini mempermudah dirinya dalam mencari uang saat bekerja. “Ya enak gini, Mas. Kita gak terikat trayek, jadi kalau pas jurusan 1 sepi, kita bisa pindah ke jurusan lain,” ungkapnya, kemarin (24/2).

Selain itu, ia mengatakan dengan hanya menggunakan plat hitam atau plat umum, dirinya tak lagi disibukkan dengan urusan perijinan. Namun demikian ia pun mengakui dengan pelanggaran yang dilakukannya itu. Atas prilakunya pria ini mengaku siap dengan semua resiko yang mungkin dapat diperolehnya. Sementara itu, Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Yusis Budi, saat dimintai keterangan masalah ini ber-

janji akan menindaklanjuti maraknya angkot gelap ini dengan membahasnya di forum lalu lintas dengan instansi terkait lainya. “Kami akan membahas hal itu dengan instansi di forum lalu lintas nantinya, Mas,” ungkap Yusis. Ia mengatakan bahwa keberadaan angkot plat hitam itu melanggar pasal 338 A junto pasal 171 Undang-Undang Lalu Lintas tentang ijin trayek. (dn/rah)

MEMPERTAHANKAN BAHASA DAERAH

Pelajaran Bahasa Madura untuk Tingkat SMA Belum Terealisasi SAMPANG – Upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang mempertahankan bahasa daerah dengan rencana akan mencanangkan muatan lokal pelajaran bahasa madura untuk tingkat sekolah mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga saat ini masih belum terealisasi, kecuali tingkat SD sampai tingkat SMP. Kabid Kurikulum Dinas Pendidikan Abi Kusno mengatakan dalam muatan lokal pelajaran bahasa madura untuk tingkat SMA / SMK masih menunggu payung hukum dalam proses tersebut. Diantaranya dari Dinas Pendidikan dan Disbudparpora yang masih dalam proses penggodokan. "Sesuai dengan hasil pertemuan di Sumenep, memang bahasa madura wajib dijadikan muatan lokal dari SD, SMP, SMA/SMK, na-

mun di Sampang masih di tingkat SD dan SMP, untuk sisanya masih menunggu payung hukum yang saat ini masih dalam pembahasan," terangnya, Minggu (24/2). Di samping itu Abi Kusno menjelaskan proses payung hukum untuk pelajaran bahasa madura di tingkat SMA dan SMK bisa secepatnya diselesaikan, sehingga dapat diterapkan dengan baik karena bahasa madura sendiri sudah mulai luntur di kalangan generasi muda. Dengan penerapan bahasa madura untuk semua tingkat pendidikan akan menciptakan jati diri siswa sebagai masyarakat Madura yang utuh. "Secepatnya akan diterapkan juga di tingkat SMA dan SMK, sehingga bahasa madura tidak hilang, karena saat ini bahasa madura sudah jarang digunakan di kalangan remaja," tandasnya. (ryn/msa/rah)

doni/koran madura

PLAT HITAM. Sebuah mobil menggunakan plat hitam melaju di atas permukaan jalan beraspal di wilayah Bangkalan.

KASUS PENGEBOMAN

PRO ANAS

JELANG PILGUB JATIM

Keluarga Kader PMII Korban Pengeboman Masih Trauma

Demokrat Madura Pasang Stiker "Aku Sahabat Anas"

Gus Ipul Optimistis Didukung Ulama Madura

PAMEKASAN - Keluarga kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Madura yang menjadi korban pengeboman oleh oknum warga tak dikenal beberapa waktu lalu hingga kini mengaku, masih sering mengalami trauma. "Mereka masih khawatir untuk keluar rumah di malam hari, karena takut akan dibom lagi," kata Ketua Umum PMII Cabang Pamekasan, Sidik, Sabtu malam. Rumah kader PMII Pamekasan yang dibom orang tak dikenal itu merupakan rumah Ketua Komisariat Universitas Islam Madura (UIM), Rifki di Dusun Topoar, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Sumenep. Tidak hanya keluarga Rifki, para tetangga lain di desa itu juga takut keluar malam, sehingga menurut Sidik, sejak kejadian itu, Dusun Topoar, seolah mencekam. "Yang jelas, setiap malam masyarakat disana berjaga-jaga secara bergantian. Kami dari PMII Cabang Pamekasan kan pernah datang secara langsung kesana melihat kondisi rumah yang dibom itu," kata Sidik menjelaskan. Aksi pengeboman rumah kader PMII Cabang Pamekasan itu terjadi pada 14 Februari 2013 sekitar pukul 16.42 WIB. Belum diketahui modus pengeboman yang dilakukan oleh orang tak dikenal itu, namun Ketua Umum PMII Pamekasan Sidik menduga pelakunya kemungkinan teroris. Menurut Sidik, dugaan itu, karena daya ledak bom yang merusak rumah orang tua kadernya itu sangat keras dan terdengar hingga radius 1 kilometer. Sementara Ketua PMII UIM Rifki menjelaskan, sampai saat ini memang belum ada upaya pengusutan lebih lanjut terkait kasus pengeboman di rumahnya oleh petugas kepolisian Polres Sumenep. "Saya juga tidak mengetahui secara pasti kenapa justru kasus pengeboman ini terkesan kurang mendapatkan perhatian," katanya menjelaskan. (and aziz/ant)

PAMEKASAN - Sebagian kader Partai Demokrat di Madura, Jawa Timur, Sabtu, beramai-ramai memasang stiker "Aku Sahabat Anas" beberapa saat setelah keputusan Anas Urbaningrum mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua umum partai itu. Tidak hanya memasang stiker, kader partai nomor urut 7 pada pemilu legislatif 2014 itu juga beramai memasang foto Anas Urbaningrum yang juga bertuliskan "Aku Sahabat Anas" di jejaring sosial "facebook", "twitter" dan "blackberry messenger"(BBM) mereka. "Gerakan memasang foto Anas bertuliskan 'Aku Sahabat Anas' ini kami lakukan, karena meski Anas telah mengundurkan diri dari sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, dan beliau masih menegaskan akan tetap bersahabat dengan semua kader partai, bahkan akan tetap sering bersilaturrahim ke berbagai daerah, sebagaimana saat menjadi ketua umum," kata salah seorang kader partai itu Muzammil, Sabtu malam. Muzammil adalah satu dari puluhan kader Partai Demokrat di Madura yang memasang foto Anas Urbaningrum sebagai profil di blacberry-nya. Sejak Anas Urbaningrum ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan gratifikasi saat menjadi anggota DPR RI dan akhir mengumumkan pengunduran

dirinya kepada publik, sebagian pengurus partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono di Madura, memang lebih memilih tidak berkomentar. Kebanyakan mereka hanya menulis pesan atau status di telepon selulernya sebagai bentuk ungkapan atas prahara yang menimpa ketua umum mereka. Seperti yang dilakukan Ketua Majelis Pekerja Cabang (MPC) DPC Partai Demokrat Pamekasan, Imam Rois. Sejak Anas Urbaningrum menggelar konferensi pers dan disiarkan secara langsung di sejumlah stasiun televisi nasional tentang pengunduran dirinya, setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Proyek Hambalang, ia langsung mengubah profil BBM-nya dengan gambar Anas Urbaningrum. "Kami hanya menyikapi santai soal mundurnya Anas Urbaningrum ini. Semuga ia bisa sabar dan tegar menghadapi cobaan ini," kata Rois singkat. Lain Rois, lain pula kader Partai Demokrat dari Pasongsongan, Totok Sugiharto. Ia justru mengisyaratkan agar Anas Urbaningrum sebaiknya melakukan perlawanan atas upaya mendiskreditkan dirinya. "Sabar itu tegar, tegar itu berani, berani itu melawan," ucapnya seperti ditulis dalam status BBMnya, sesaat setelah pengumuman pengunduran diri Anas Urbaningrum.

Direktur Lembaga Penelitian, Pengembangan Agama dan Sosial (LePPAS) Moh Sakir menilai, aksi pasang stiker dan foto "Aku Sahabat Anas" oleh sebagian kaderkader Partai Demokrat di Madura itu, menunjukkan bahwa prahara yang menimpa Anas Urbaningrum tersebut, benar-benar mendapatkan simpati dan itu membuktikan bahwa Anas memang cukup memiliki dukungan loyal dari para kader partai. Ia juga memperkirakan, para pendukung Anas ini sebenarnya telah mengetahui bahwa prahara yang menimpa Anas adalah skenario besar oleh kelompok tertentu di internal Partai Demokrat. "Bahasa Anas kan sudah sangat jelas bahwa dirinya ibarat bayi yang tidak diinginkan lahir, namun faktanya ia mampu terpilih sebagai Ketua Umum mengungguli caloncalon lainnya," ujar Moh Syakir, menambahkan. Satu hal yang sangat menarik dan diperkirakan akan menjadi catatan penting perjalanan Partai Demokrat ke depan dengan adanya upaya memojokkan Anas melalui rekayasa sistemik kelompokkelompok tertentu, bahwa kasus Hambalang itu diibaratkan lembaran buku pada halaman pertama. "Jika pernyataan itu benar, maka nantinya jelas akan terungkap, siapa pelaku korupsi yang sebenarnya di tubuh partai itu," tukasnya. (abd aziz/ant)

B

ANGKALAN - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf optimistis para ulama dan warga Nahdlatul Ulama di Madura akan mendukung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf dalam Pemilihan Gubernur Jatim 2013. "Saya dan Pakde Karwo optimis akan mendapatkan dukungan ulama dan tokoh masyarakat Madura pada Pilgub Jatim nanti," kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, seusai menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesarean Syaichona Cholil di Desa Martajasa, Bangkalan, Kamis malam. Pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) yang merupakan pejabat kini Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim telah mendeklarasikan diri untuk maju lagi dalam pilgub yang akan digelar pada Agustus 2013. "Anda bisa melihat sendiri, seluruh kiai se-Madura hadir dalam acara ini dan ini membuktikan bahwa dukungan ulama terhadap pasangan Karsa masih kuat," kata Gus Ipul. Gus Ipul hadir dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad di Pesarean Syaichona Cholil Bangkalan itu bersama Gubernur Jatim Soekarwo. Menurut Gus Ipul, kehadirannya dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kompleks pemakaman tokoh ulama Madura itu bukan hanya saat mendekati pelaksanaan Pilgub Jatim. "Tiap tahun kita selalu hadir ke sini dan sekarang ini terasa berbeda karena ulama dari berbagai kabupaten di Madura ini juga hadir," kata Gus Ipul. Bertindak selaku penceramah dalam acara Maulid Nabi Muhammad itu ialah mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi. Sejumlah pejabat dan aktivis partai politik juga terlihat hadir dalam acara itu, seperti Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron, mantan anggota KPU Bangkalan KH Djazuli Nur, serta sejumlah politikus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (abd aziz/ant)


8

LINTAS JATIM

SENIN 25 PEBRUARI 2013 NO.0063 | TAHUN II

KORUPSI GRATIFIKASI JAPUNG

Dua Kali Mangkir, Kejari akan Panggil Paksa Sukamto

ant/dwi agus setiawan

KORBAN SEMBURAN LUMPUR. Seorang korban semburan lumpur panas menempati gubug yang dibangun di atas tanggul lumpur lapindo Porong, Sidoarjo, Jatim, Minggu (24/2). Warga korban lumpur Lapindo berencana akan mendirikan gubug lebih banyak lagi di atas tanggul, karena belum mendapat pelunasan uang ganti rugi, sementara rumah yang mereka tempati saat ini akan habis masa kontraknya.

Warga Korban Lumpur Lapindo Tinggal di Gubuk Jerami SIDOARJO – Itulah nasib yang harus dialami oleh keluarga Nanik Mulyati, warga Jatirejo Porong, Sidoarjo, salah satu korban lumpur Lapindo yang belum menerima pembayaran ganti rugi. Padahal, tujuh tahun sudah satu-satunya rumah yang dia tinggali bersama suami dan kedua anaknya tenggelam dihempas lumpur Lapindo. Kini, ia pun terpaksa harus tinggal di gubuk derita diatas tanah bekas rumahnya. Akhir pekan lalu, Nanik bersama sang suami terlihat sibuk menata jalinan rumput ilalang di atas tanggul kolam penampungan lumpur titik 21 Desa Jatirejo, Porong, Sidoarjo. Bangunan yang ia dirikan berukuran 3X2 meter tak ubahnya seperti sebuah gubuk sempit. Kanan kiri gubuk itu terbuat dari jalinan ilalang yang ditopang dengan bambu. Bagian atapnya juga terbuat dari rumput ilalang yang mulai mengering. “Gubuk ini akan saya tempati bersama suami dan kedua anak saya,” aku Nanik lirih.

Menurut Nanik, ia terpaksa melakukannya lantaran rumah kontrakan yang ia tinggali selama tujuh tahun di Gedang Porong, Sidoarjo, bulan depan masa kontraknya habis. Sedangkan ia dan suaminya, tak memiliki uang lagi untuk memperpanjang pembayaran kontrak senilai Rp 3 juta per tahun itu. “Bulan depan kontrakannya habis, makanya saya dan suami putuskan mendirikan gubuk disini. Ini masih tanah saya, karena belum dibayar oleh Lapindo,” sahutnya dengan nada kecewa. Ia mengaku kecewa, karena tujuh tahun sudah ia dan keluarga menagih janji-janji PT Minarak Lapindo Jaya (PT MLJ) untuk segera meng-

ganti pembayaran rumahnya yang tenggelam. Namun, hingga kini, ia tak kunjung menerima ganti rugi dari PT MLJ atas aset rumah dan bangunnya yang terendam lumpur panas di bekas area sumur Banjar Panji I milik Lapindo Brantas Inc warga dirikan gubuk. “Saya menuntut segera dibayar rumah dan tanah saya yang terendam lumpur,” ujar warga RT 9 RW 2, Jatirejo, Sidoarjo itu. Sementara itu, menurut Direktur Utama PT Minarak Lapindo Jaya (PT MLJ), Andi Darussalam Tabusalla, kembali berjanji untuk memenuhi sisa Jual Beli Aset Terdampak Lumpur Lapindo hingga Mei 2013. Menurut Andi Darussalam, keluarga Abu Rizal Bakrie dan Lapindo Brantas Inc ,tidak akan lari dari kewajiban melunasi pembayaran jual beli aset tanah dan bangunan warga korban lumpur, di dalam area peta terdampak 22 Maret 2007 sesuai dengan Perpres 14/2007.

“Meski secara hukum Lapindo dinyatakan tidak bersalah, Kita tetap komitmen untuk menyelesaikan pembayaran aset warga di dalam peta terdampak lumpur sesuai dengan Perpres 14/2007. Selain itu, semua ini kita berikan tak lain sebagai wujud rasa kemanusiaan dan perintah almarhumah Ibunda Aburizal Bakrie,” tegas Andi. Menurut data PT MLJ, dari 13.237 berkas yang menjadi kewajiban PT MLJ, kini tinggal 3.348 berkas yang belum diselesaikan atau 25 persen berkas dengan nilai pembayaran sebesar Rp 786 Miliar. Itu berarti, sudah 75 persen pembayaran aset warga yang telah dilunasi sesuai Perpres 14/2007 oleh PT MLJ dengan jumlah dana yang sudah mereka keluarkan mencapai Rp 3,043 triliun. “Kami sudah mengeluarkan 3 triliun lebih, dan sekarang tinggal Rp 786 Miliar. Kita tidak mungkin tidak menyelesaikannya. Kita tetap komitmen untuk menyelesai-

kan persoalan pembayaran termasuk penyelesaian sertifikat warga di perumahan Kahuripan Nirwana Village (KNV),” sahutnya. Untuk itu, Andi berharap, korban lumpur Lapindo bisa memahami kondisi dan apa yang sudah dilakukan PT MLJ untuk menuntaskan persoalan pembayaran warga terdampak lumpur. “Kita akan upayakan untuk melunasi pembayaran sampai Mei 2013 dengan segala kemampuan yang dimiliki oleh keluarga Bakrie,” janjinya, lagi. Selain itu, Andi meminta agar korban dan juga warga tidak melakukan halhal yang justru mengganggu proses pelunasan pembayaran aset warga terdampak lumpur. “Saya tegaskan kembali keluarga Bakrie tidak akan lari dari tanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan pembayaran aset tanah dan bangunan warga terdampak lumpur,” pungkasnya. (yun)

KEJAHATAN

DEMOKRAT BERHENTIKAN KADER

Komplotan Curas Motor Ditangkap Petugas

Agus Siap Pindah ke Lain Hati

SIDOARJO – Komplotan begal kepruk perampas motor yang biasa beraksi pindah-pindah dibekuk petugas Satreskrim Polres Sidoarjo, Minggu (24/2). Modus komplotan yang terdiri dari empat pemuda pimpinan Rios Rahmat Eko Setiawan 19, warga RT 22 RW 07 Desa Wonocolo, Kecamatan Taman,itu biasa mengepruk tubuh belakang korbannya. Saat ditangkap, petugas harus mengelurkan tembakan untuk menghentikan langkah Rios yang berusaha kabur. Selain Rios, tiga pelaku lain yang juga komplotannya adalah Wahyu Harjo Pitono (25) teman satu desa Rios, Rosy Bakhtiar (24) warga Desa Kalitajen, Kecamatan Taman, dan Bayu Tri Susilo (25) warga Desa Kletek, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Sedangkan satu anak buah Rios lainnya masih buron. Dalam aksi terakhir mereka, para tersangka berhasil merampas sepeda motor Honda Supra yang dikendarai oleh dua perempuan di jalan Desa Kraton,

Kecamatan Krian, Sidoarjo. Sepeda motor hasil rampasan, kemudian diserahkan kepada Bayu Tri Susilo yang dicurigai polisi sebagai penadah untuk dijual. Namun, belum sempat motor itu dijual, pelaku berhasil ditangkap petugas Polres SIdoarjo yang sudah lama memburunya. “Komplotan Rios ini diketahui beraksi sejak tahun 2011 lalu. Dalam beraksi Rios menggunakan dua sepeda motor dan selalu bergantiganti formasi.” ucap Kasatreskrim Polres Sidoarjo AKP Andi Sinjaya, Minggu (24/2). Setiap akan beraksi, mereka siapkan besi balok, clurit, pisau penghabisan dan pedang dalam setiap malam dengan menggunakan Kawasaki Ninja dan kadang Yamaha Vixion. “Kalau kondisi jalan sepi dan melihat ada pengendara sepeda motor langsung dipepet dan dikepruk pakai besi. Setelah korbannya lumpuh, motornya lansung dibawa lari,” ungkap mantan Kanit Tipiter Polrestabes Surabaya itu.(yun)

SURABAYA - Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Surabaya Agus Santoso yang dipecat dari keanggotaan Partai Demokrat siap menjadi calon legislator (caleg) di luar partai itu. “Saya sudah menerima surat pencopotan itu,” kata Agus, Minggu. Menurut dia, meski belum ada partai yang dilirik, pihaknya mengaku sudah mengantongi 36 ribu suara di daerah pemilihan (dapil) 3 meliputi Rungkut, Tenggilis, Sukolilo, Gunung Anyar dan Mulyorejo. Sedangkan, lanjut dia, untuk menjadi caleg sendiri harus memiliki 17 ribu suara untuk satu kursi. “Masih lebih, nanti saya kasihkan bagi yang membutuhkan,” katanya. Saat ditanya ukuran mendapatkan suara sebesar itu, Agus mengatakan bahwa pihaknya selama ini memiliki program berupa kartu asuransi kesehatan dan kecelakaan yang diberikan kepada warga yang betul-betul berkomitmen untuk terus mendukungnya. “Kartu ini berlaku satu tahun dan bisa diperpanjang. Tentunya diberikan kepada

orang tertentu saja,” katanya. Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga memiliki dukungan suara di kawasan Bendulmrisi khususnya RW

SURABAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya akhirnya mengirimkan surat panggilan eksekusi ketiga kepada Sukamto Hadi, Muhlas Udin dan Purwito, tiga pejabat Pemkot Surabaya yang menjadi terpidana dana jasa pungut Rp 720 juta. Sebelumnya, Sukamto cs mengabaikan dua surat panggilan eksekusi Kejaksaan dengan alasan mempersiapkan mental. “Jum’at siang saya sudah dikasih tahu (oleh Sukamto), katanya sudah terima surat panggilan ketiga. Tapi saya masih belum ketemu mereka,” kata George Handiwiyanto, pengacara Sukamto cs, dikonfirmasi, Minggu (24/2) kemarin. Dia menolak memberi penjelasan rinci karena belum mengetahui langsung surat panggilan tersebut. Sementara Kepala Kejari Surabaya Mohammad. Dofir maupun Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Nur Cahyo Jungkung Madyo belum bisa dikonfirmasi. Ponsel Dofir aktif tapi tidak menjawab. Adapun ponsel Nur Cahyo tidak aktif. Tidak seperti panggilan eksekusi kedua yang langsung dikirimkan ke para terpidana sehari setelah mereka mangkir, surat panggilan eksekusi ketiga lebih molor empat hari. Padahal, biasanya, jeda waktu tahapan pemanggilan eksekusi adalah tujuh hari. Bila panggilan pertama mangkir, langsung akan dikirim surat panggilan eksekusi kedua keesokan harinya untuk datang pekan depannya. Begitu seterusnya hingga panggilan ketiga. Bila panggilan menyerahkan diri ketiga masih diabaikan Kejaksaan melakukan eksekusi paksa.

12 Siwalan yang dulu sempat bermasalah dengan persoalan kependudukan. “Ada ribuan warga yang dari dulu tidak bisa mengurus KTP karena persoalan seng-

ant/dhoni setiawan

ANAS MENGUNDURKAN DIRI. Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (23/2). Anas Urbaningrum menyatakan mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Partai Demokrat menyusul penetapan statusnya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan penerimaan gratifikasi proyek Hambalang.

Menanggapi itu, Muljono, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim saat dikonfirmasi lewat ponselnya menjelaskan, sebenarnya, tidak ada aturan pasti menyebutkan rinci jeda waktu antara panggilan pertama hingga ketiga. “Cuma biasanya seminggu,” ujarnya. Muljono mengaku yakin Kejari Surabaya sudah menyiapkan langkah-langkah strategis dan taktis untuk melaksanakan putusan kasasi 1,5 tahun penjara yang dijatuhkan MA kepada Sukamto cs. Apalagi, lanjut dia, surat panggilan eksekusi ketiga biasanya dilayangkan berbarengan dengan penjemputan paksa. “Saya yakin Kajari punya strategi yang sudah dirancang,” ucap dia. Selain mangkir dari panggilan eksekusi kedua pekan lalu, Kamis (20/2) lalu di sidang permohonan Peninjauan kembali (PK) Sukamto cs juga meminta majelis hakim PN Surabaya menetapkan penangguhan eksekusi ke Kejaksaan hingga proses PK selesai. Hakim tak menjawab namun bisa dipastikan ditolak karena PK tidak menghalangi pelaksanaan putusan kasasi MA. Diberitakan sebelumnya, Sukamto cs diharuskan menjalani pidana penjara 1,5 tahun dan denda Rp 50 juta subsidair lima bulan kurungan dalam perkara gratifikasi Japung Rp 720 juta, setelah MA mengabulkan kasasi jaksa 2011 lalu. Tiga pejabat Pemkot Surabaya itu akan menyusul Musyafak Rouf, mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya, yang lebih dulu masuk penjara dalam kasus sama. Dipanggil dua kali oleh jaksa eksekutor, mereka mangkir. Mereka terancam dieksekusi paksa. (kas)

keta lahan. Tapi saya berjuang untuk itu sehingga mereka mendapatkan KTP. Setelah itu, mereka berkomitmen untuk mendukung saya. Soal dukungan suara di luar dapilnya akan saya berikan kepada yang membutuhkan,” katanya. Saat ditanya partai apa yang akan dijadikan kendaraan saat pencalegan, Agus mengatakan pihaknya belum bisa memutuskan meski saat ini ada kabar bahwa telah mendekati Partai Hanura. “Soal partai, saya masih menunggu suasana politik di Surabaya,” katanya. Diketahui Agus Santoso dan Ketua DPRD Kota Surabaya Wishnu Wardhana telah dicopot sementara oleh SK DPD PD Jatim karena dianggap melanggar aturan dan etika partai. Hingga saat ini, DPC PD Surabaya sedang memproses reposisi pergantian Wishnu Wardhana dan Agus Santoso. Beberapa nama telah muncul untuk menggantikan Wishnu, salah satunya yang paling kuat Ketua Komisi B DPRD Surabaya M Machmud.(ant/ hari)


LINTAS JATIM

9

SENIN 25 PEBRUARI 2013 NO.0063 | TAHUN II

NARKOBA

KASUS PEMBUNUHAN

Polda Sita Satu Ons Ganja dari Tangan Pengusaha Katering

Kejati Belum Eksekusi Terpidana Mati

SURABAYA - Subdit II Direktorat Kriminal Narkoba (Ditreskoba) Polda Jatim berhasil menangkap seorang pengusaha katering karena memiliki ganja 1 ons. Usai menangkap tersangka, polisi sedang memburu Pak Dhe, yang menyuplay ganja tersebut ke tersangka. Bernard Wahyudi (48), pria yang kontrak di Jalan Kedondong Surabaya, hanya bisa tertunduk lesu ketika sejumlah polisi yang menggerebek tempat kontrakannya, Sabtu (23/2). Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan 1 ons ganja yang disembunyikan tersangka. Kasubdit II Ditreskoba Polda Jatim, AKBP. Sudirman menjelaskan, 1 ons ganja kering siap edar itu ia sembunyikan di salah satu ruangan rumah kontrakannya. Polisi dapat meringkus tersangka berkat laporan yang diterima, di salah satu rumah yang berada di Jalan Kedondong Surabaya, sering didatangi pemuda-pemudi. “Dari informasi yang masuk ke kami, banyak anak muda bahkan yang masih berpakaian sekolah keluar masuk ke rumah tersangka. Salah seorang warga yang menaruh curiga akhirnya mencari tahu aktivitas apa yang ada di dalamnya, “ ujar dia di gedung reskoba Polda Jatim, Minggu (24/2) kemarin . Begitu mengetahui jika

tersangka menyimpan ganja, lanjut Dirman, orang itu langsung menghubungi polisi karena takut para pemuda yang ada di kampungnya akhirnya terpengaruh narkoba yang dijual tersangka. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan pengintaian. “Hasilnya, kami berhasil menangkap tersangka dan mengamankan barang bukti ganja dari tangan tersangka. Menurut pengakuannya, ganja itu baru saja datang dan rencananya akan dipecah-pecah menjadi paket kecil-kecil, “ ungkap dia. Untuk menangkap tersangka yang dikenal cukup licin itu, polisi yang ditugaskan untuk melakukan penyamaran, harus bertransaksi dengan tersangka hingga tiga kali. Begitu ada seorang penghubung yang bisa menghubungkan polisi yang sedang menyamar dengan tersangka supaya lebih dekat, polisi mencoba memesan 10 gram ganja kering. “Tersangka yang tidak menaruh curiga akhirnya menyetujui pembelian 10 gram ganja kering itu. harga yang disepakati Rp. 500 ribu. Beberapa hari kemudian, transaksi ditingkatkan menjadi 15 gram dengan harga yang disepakati Rp. 750 ribu dan kali ini tersangka tidak curiga dan masih melayani pembelian itu, “ dia. (kas)

ant/eric ireng

JARINGAN NARKOBA. Sejumlah barang bukti berupa narkoba jenis sabu dan pil ekstasi serta uang di Mapolrestabes Surabaya, Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polrestabes Surabaya, berhasil mengamankan empat tersangka jaringan narkoba dengan daerah operasi Surabaya dan beberapa kota di Jatim, serta barang bukti berupa 1,5 Kg lebih sabu dan 4.786 butir pil ekstasi, senilai hampir Rp2 miliar.

SURABAYA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur belum bisa melaksanakan eksekusi mati terhadap Aries Setyawan, terpidana mati kasus pembunuhan yang ditolak grasinya oleh Presiden. Alasannya, salinan jawaban grasi yang diajukan Aries belum diterima pihak Kejaksaan. “Kejaksaan harus pegang dulu putusan grasinya,” kata Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim Pathor Rahman, Minggu (24/2) kemarin. Guna keperluan itu, lanjut Pathor, pihaknya akan menanyakan langsung salinan keputusan grasi atas terpidana Aries ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pengadilan tingkat pertama disidangkannya perkara ini, dalam waktu dekat. “Kita harus jemput bola,” ujar dia. Sekadar diketahui, berdasarkan ketentuan, permohonan grasi oleh terpidana mati dijawab oleh Presiden selambat-lambatnya tiga bulan sejak diterimanya pertimbangan Mahkamah Agung (MA). Keputusan grasi disampaikan ke MA, pengadilan tingkat pertama dan pihak pemohon, selambat-lambatnya 14 hari sejak tanggal ditekennya keputusan. Aries Setyawan adalah satu di antara lima terpidana mati yang ditahan di sejumlah Lapas di Jatim. Dia di-

ant/ m risyal hidayat

CAGAR BUDAYA. Pengunjung melintas tak jauh dari ornamen makam Belanda di Makam Peneleh, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/2). Makam yang ada sekitar tahun 1814 pada pemerintah kolinial Belanda dengan nama resmi De Begraafplaats Peneleh Soerabaja atau Makam Peneleh Surabaya tersebut merupakan salah satu cagar budaya di Surabaya yang mempunyai daya tarik bagi para wisatawan.

TOW Akan Aktif 28 Pebruari mendatang SURABAYA – Kementerian Perhubungan memerintahkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini untuk mengoperasikan kembali terminal Tambak Osowilangun (TOW) yang sempat ditutupnya sejak 11 Pebruari lalu, pada Kamis (28/2) mendatang. Melalui Direktorat Jendral (Dirjen) Pehubungan Darat, kemenhub mewajibkan bus AKAP dan AKDP masuk TOW. Sebelumnya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengeluarkan keputusan melarang semua bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), yang melewati pantai utara (pantura) Surabaya -Semarang-Jakarta atau sebaliknya masuk Terminal Tambak Osowilangun (TOW), dan menutup Terminal tersebut. Akhirnya para awak bus kota jurusan terminal Purabaya - Terminal Tambak Osowilangun (TOW) dan para pedagang di stan TOW, sepakat menjadikan 28 Februari 2013 mendatang sebagai pertaruhan Walikota Tri Rismaharini apakah berhasil memfungsikan TOW sebagaimana tujuan awal. Sesuai Surat Keputusan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dan Direktorat Jendral (Dirjen) Pehubungan Darat, yang mewajibkan bus AKAP dan AKDP masuk TOW. Hal ini diungkapkan oleh Supari, selaku perwakilan pengemudi bus kota jurusan

Purabaya - TOW dan para pedagang di terminal TOW. “Sebab, tnggal 28 Februari merupakan hasil kesepakatan bersama antara DPRD, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Dishub Jatim, Organda Surabaya, awak bus kota dan pedagang di dalam TOW agar bus AKAP dan AKDP, yang melewati pantura sebaliknya masuk TOW,” ungkap dia. Minggu (24/2). Dirinya juga menambahkan, kesepakatan terbaru sebelum 28 Februari dilakukan sosialisasi ulang terkait dengan keputusan Kemenhub dan Dirjen Perhubungan Darat yang mewajibkan bus AKAP dan AKDP wajib masuk TOW. Selanjutnya, pada 28 Februari aturan tersebut mulai diberlakukan. “Kalau kesepakatan ini mentah lagi dan keputusan Kemenhub gagal dilaksanakan, kami tidak akan percaya lagi dengan Dishub sekaligus walikota Surabaya. Itu, artinya Dishub dan walikota tidak tegas. Sekaligus menjadi pertaruhan nama walikota di mata kami,” tambah dia. Menurutnya, upaya untuk meramaikan TOW, merupa-

kan rencana kota Surabaya sejak 2005. Tapi, anehnya ada pihak-pihak tertentu yang menghalangi-halangi. Lebih aneh lagi yang menghalanghalangi itu tampaknya dari Pemkot sendiri. “Saya tidak perlu menyebut nama, jabatan dan di posisi mana dia itu, tapi yang jelas ada upaya untuk itu,” jelas dia. Sementara itu, Sachiroel Alim selaku ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mengatakan, kesepakatan ini merupakan final dalam hearing yang digelar beberapa hari yang lalu. Intinya, polemik masalah TOW harus disudahi. Semua pihak harus mematuhi keputusan tersebut. “Kalau kesepakatan ini tidak dilaksanakan, pasti ada yang bermain-main dalam masalah ini. Bahkan, saya sudah mendengar ada upaya dari pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan TOW bisa ramai seperti Purabaya,” terang dia. Pihaknya mendesak Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Purabaya menolak bus AKAP Pantura masuk wilayahnya. Sehingga keberadaan TOW bisa maksimal. “Yang benar itu kan UPTD Terminal Purabaya atau Dishub mencegah bus AKAP dan AKDP pantura masuk ke Purabaya, kenapa dibiarkan saja,” ujar dia. (wan)

vonis mati karena terbukti membunuh Budi Santoso, Indriani Wono, Chong Lie Chen, Ling-Ling dan Wen Shu asal Surabaya. Empat terpidana mati lainnya adalah Sugianto alias Sugik, terpidana pembunuhan Sukardjo, istri dan anaknya; Nurhasan Yogi, terpidana pembunuhan berantai 20022005 asal Lamongan; Raheem Abeje, terpidana asal Spanyol yang divonis mati karena menyelundupkan heroin di Bandara Juanda pada 1999; dan Edi Sunaryo, terpidana pembunuhan berencana asal Tulungagung. Dari lima terpidana mati itu, hanya satu yang tidak mengajukan grasi, yakni Nurhasan Yogi. Pathor sebelumnya mengatakan, untuk mengetahui pasti proses grasi yang sudah diajukan mereka, pihaknya akan menanyakan itu ke pengadilan tempat disidangnya mereka. Selain itu, dia juga berencana untuk mengumpulkan Kepala Kejari di seluruh Jatim. “Pekan depan mungkin Kajari-kajari saya kumpulkan,” tandas dia. Untuk diketahui, Kejati Jatim memiliki tanggungan lima terpidana mati yang hingga sekarang masih belum dieksekusi. Bertahuntahun menunggu kepastian hukum di dalam penjara, nasib para terpidana mati ini menggantung. (kas/han)

BANTUAN MADIN

Kanwil Kemenag tetap Programkan Bantuan SURABAYA -- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur tetap akan memberikan bantuan untuk Madrasah Diniyah (Madin) termasuk juga program peningkatan kualifikasi guru Madin yang mulai direalisasikan sejak tahun 2005 baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Hal tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Sudjak di Surabaya kemarin. Dijelaskannya, yang sudah berjalan hingga saat ini adalah program peningkatan mutu dan kualitas guru Madin,

semacam program sertifikasi. Bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Jatim, sejak tahun 2005 sudah ada ribuan guru Madin yang dikuliahkan. “Tujuannya adalah meningkatkan kualitas guru Madin,” ujar dia saat dikonfirmasi. Sudjak menuturkan, dari segi jumlah, dari tahun ke tahun guru yang dikuliahkan terus ditingkatkan. Sejak tahun 2005, sedikitnya ada 800 guru Madin yang dibantu pendidikannya hingga ke jenjang perguruan tinggi setiap tahunnya. “Ini berlanjut hingga sekarang.(neu)

PEMILUKADA JATIM

PKS Targetkan 2 Juta Suara untuk Pasangan KarSa SURABAYA - DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur akhirnya secara resmi mengusung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 29 Agustus 2013 mendatang.

Bentuk dukungan partai tersebut dideklarasikan dalam kegiatan Rapimwil PKS Jawa Timur dihadiri seluruh pengurus DPD PKS se Jatim berlangsung di Hotel Oval Surabaya, Minggu (24/2) kemarin. Surat Keputusan DPP PKS Nomor 08/S/DPP-PKS/1434 Hijriyah tentang Bakal Calon Gubernur Provinsi Jawa Timur periode 2014-2019, yang ditanda tangani Presiden DPP PKS, Anis Matta dan Sekjen DPP PKS Taifiq Ridho tertanggal 8 Februari 2013 itu dibacakan oleh Wakil Koordinator Wilayah Daerah Jatim, Jateng dan Jogyakarta (Jatijaya), Memed Sosiawan ME kemudian diberikan langsung kepada Bacagub, Soekarwo. Dalam deklarasi dukungan PKS kepada pasangan KarSa juga disampaikan pernyataan sikap komitmen kerja keras PKS Jatim oleh seluruh pengurus, kader dan relawan PKS Jatim untuk memenangkan pasangan KarSa pada Pilgub Jatim 2013. “Komitmen PKS Jatim itu meliputi tiga hal. Pertama, memenangkan pasangan KarSa pada Pilgub Jatim 2013, Kedua, bekerja keras untuk mensejahterakan rakyat Jatim, Dan ketiga, memenang-

kan PKS di Jatim pada pemilu tahun 2014,” tegas Sekretaris Umum DPW PKS Jatim, Moh Siroj saat memimpin pembacaan komitmen PKS Jatim. Sementara itu Bacagub Soekarwo dalam sambutannya mengaku sangat bersyukur karena PKS Jatim pada akhirnya ikut memberikan dukungan pasangan KarSa pada Pilgub mendatang. Majunya dia bersama Gus Ipul panggilan akrab Saifullah Yusuf kembali pada Pilgub Jatim 2013, lebih karena didorong keinginan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Jatim Diakui Pakde Karwo panggilan akrab Soekarwo, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jatim pada 5 tahun ke depan, setidaknya harus dapat memenuhi empat kebahagiaan (happiness). Pertama, physical happiness, seperti menyangkut kebutuhan sandang, pangan dan infrastruktur. Kedua, intelectual happiness, yakni menyangkut sumber daya manusia. “Percuma, kita punya menantu kaya dan ganteng, tapi kalau diajak ngomong cuma bisa senyam-senyum saja karena tidak mengerti,” kelakar orang nomor satu di Pemprov Jatim, mencontohkan sedan-

gkan yang ketiga, adalah etik happiness, yakni menyangkut nilai keadilan di mata hukum. “Titik adil sebenarnya adalah titik sementara yang kita perjuangkan dan disepakati bersama dalam sebuah proses. Sebab adil yang 100 % itu hanya milik Allah SWT. Oleh sebab itu ukuran-ukuran yang adil mari kita bicarakan bersama, termasuk ukuran politik yang baik adalah dengan memperkuat silaturrahim,” beber pakde Karwo Kemudian kebahagiaan keempat, lanjut Pakde adalah bagaimana menjadikan Indonesia, khususnya Jawa Timur

penuh barokah, sehingga kita namakan dengan spiritual happiness. “Itulah basis paling mendasar yang perlu kita perjuangkan bersama untuk masyarakat. Kebetulan kami sependapat dan cocok, sehingga pasti ditanda tangani lamaran saya agar PKS mendukung KarSa,” kelakarnya disambut tepuk tangan pengurus dan kader PKS Jatim Masih di tempat yang sama, Ketua Umum DPW PKS Jatim, Hammy Wahyunianto mengaku kepemimpinan KarSa selama ini belum ditemukan kekurangan. Hanya saja masih ada yang perlu

ditingkatkan, seperti soal IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang masih menempati peringkat 15 dari 33 provinsi di Indonesia. “Saya berharap, paling tidak Provinsi Jatim bisa masuk 10 besar,” pintanya. Disamping itu, NTP (Nilai Tambah Petani) Jatim juga masih rendah dibanding dengan Provinsi Jabar dan Jateng. Pokok masalahnya, terdapat pada ketersediaan sumber air. Dan terakhir, lanjut Hammy, pada pemerataan hasil-hasil pembangunan atau disparitas wilayah. “Saya optimis di periode KarSa kedua,

semua permasalahan itu bisa diatasi bahkan ditingkatkan,” imbuhnya . Ditanya soal dukungan suara yang mampu disumbangkan PKS bagi pemenangan KarSa di Pilgun Jatim 2013? Kembali Hammy menegaskan bahwa PKS Jatim menyiapkan program dua juta ‘jenggot dan jilbab’ untuk KarSa. Alasannya, dari hasil survey yang dilakukan oleh berbagai lembaga survey menyimpulkan bahwa PKS adalah satu-satunya partai yang memiliki jumlah loyalis dan pemilih seimbang, yaitu lelaki dan perempuan.

DUKUNG KARSA. Perwakilan dari DPW PKS Jawa Timur saat menyerahkan surat rekomendasi dari DPP ke Soekarwo.

hanadiman/koran madura

“Sehingga, kalau ada seribu jenggot, pasti akan diikuti seribu jilbab. Ini adalah modal PKS untuk mendukung KarSa,” katanya. Sama seperti PKS, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga mendukung duet Karsa. Namun surat rekomendasi dari DPP baru turun awal Maret 2013 bersamaan dengan Musyawarah Pimpunan Wilayah (Muspimwil) DPW PPP Jawa Timur. “Kami pastikan awal bulan depan sudah turun dan tinggal saya tanda tangani saja. Tapi saya jamin tidak ada perubahan dukungan,” kata Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali usai melakukan pertemuan tertutup dengan Soekarwo di VIP Room Bandara Juanda Surabaya, Minggu (24/2). Rencananya dalam muspimwil nanti, Soekarwo diundang sekaligus menyampaikan misi visinya di hadapan pengurus. Disinggung mengenai isi pertemuannya dengan Soekarwo, Suryadharma mengatakan membahas mengenai dukungan PPP kepada KarSa. “Secara umum tidak ada yang dipermasalahkan dan kami pastikan memberikan dukungan suara ke KarSa,” katanya. Mendapat kepastian dari Suryadharma, Soekarwo mengaku bangga dan berterima kasih. Ia yakin akan kembali meraih kemenangan dalam pilgub 29 Agustus mendatang. (han)


10

LINTAS JATIM

SENIN 25 PEBRUARI 2013 NO.0063 | TAHUN II

18.000 Penderita Gangguan Jiwa Dipasung JAWA TIMUR - Kementerian kesehatan memperkirakan jumlah penderita gangguan jiwa berat yang mengalami pemasungan di seluruh Indonesia mencapai lebih 18 ribu jiwa. “Kalau laporan yang kami terima saat ini baru 2.378 jiwa, karena yang mengirimkan data baru 16 provinsi, artinya masih separo yang melaporkan dan itu belum seluruhnya atau hanya yang terdaftar saja. Jadi kami perkirakan jumlahnya mencapai 18 ribuan,” kata Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan, Diah Setia Utami di sela kunjungan kerjanya di Trenggalek. Ia menjelaskan, pemasungan tersebut terjadi karena penderita sering mengamuk dan membahayakan lingkungan serta keluarga. Selain itu juga disebabkan oleh minimnya pengetahuan keluarga tentang larangan pemasungan. Diah menjelaskan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, kementerian kesehatan akan menggelontorkan bantuan obat-obatan kepada masing-masing pasien. “Obatan-obatan ini untuk jangka panjang yang disuntikkan sebulan sekali, obat ini sepenuhnya gratis, namun untuk transportasi pasien kami harapkan ada kerja sama antara rumah sakit jiwa dan masing-masing pemerintah kabupaten/kota,” katanya. Selain itu, pihaknya juga telah mengirimkan surat ke seluruh rumah sakit jiwa di Indonesia untuk menerima pasien korban pemasungan, meskipun berasal dari keluarga tidak mampu. Khusus untuk pasien

miskin yang tidak memiliki kartu jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) akan mendapatkan bantuan pembiayaan dari Dinas Sosial. Lebih lanjut Diah menjelaskan, sampai saat ini Kementerian Kesehatan telah menerima komitmen dari delapan provinsi yang menyatakan sanggup mendukung program Indonesia Bebas Pasung. “Artinya dari mulai gubernurnya sampai dengan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) itu siap untuk membantu, beberapa di antaranya adalah Jawa tengah, Jambi, dan Riau,” paparnya. Ditambahkannya program pengobatan pasien korban pemasungan tersebut juga akan dilakukan secara berkesinambungan dengan penyedia layanan kesehatan di tingkat kabupaten/kota. “Contohnya di Kabupaten Trenggalek ini akan menyiapkan satu puskesmas yakni Karanganyar untuk menjadi tempat rujukan pasien gangguan jiwa. Jadi setelah pasien menjalani perawatan di rumah sakit jiwa akan dilanjutkan perawatan di puskesmas,” katanya. Usai meninjau salah satu korban pemasungan di Desa Sumberdadi, Kecamatan Trenggalek, Direktur Bina Kesehatan Jiwa menyatakan penanganan korban pasung di Indonesia membutuhkan waktu yang lama, karena jumlahnya mencapai belasan

ribu orang. Kata dia, program “Menuju Indonesia Bebas Pasung” tidak akan terhenti pada tahun 2014, namun akan terus dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan kondisi yang ada. “Kami tidak punya target, karena pasung ini tidak bisa ditarget. Makanya kita sebut menuju Indonesia Bebas Pasung, yang terpenting kami terus berusaha. Karena begini, apabila kami targetkan tahun 2014 bebas pasung dan ternyata saat itu masih ditemukan warga yang dipasung maka kami tidak akan dapat bantuan obat lagi,” ujarnya. Di Trenggalek, jumlah penderita gangguan jiwa yang dipasung mencapai 60 orang yang tersebar di 12 kecamatan. “Dari jumlah tersebut, 15 di antaranya sudah kami bawa ke rumah sakit jiwa di Lawang, Malang. Bahkan salah satu pasien saat ini sudah mulai sembuh,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Sugito Teguh. Disinggung mengenai puskesmas rujukan untuk penderita gangguan jiwa, Dinas Kesehatan Trenggaek akan segera mempersiapkannya. Sedangkan untuk tenaga medisnya, Sugito Teguh mengaku akan mengirimkan beberapa dokter ke rumah sakit jiwa malang untuk mendapatkan pendidikan khusus kejiwaan. “Kebetulan di Trenggalek ini belum memiliki dokter khusus jiwa, karena spesialisasi itu memang cukup langka, sehingga kami lebih memilih untuk mendidik dokter umum yang ada,” ujarnya. (ant/rah)

ant/R. Rekotomo

PATUNG COKLAT PUNAKAWAN. Seorang anak mengamati patung tokoh wayang punakawan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) yang terbuat dari coklat di sebuah pusat perbelanjaan di Semarang, Jateng, Kamis (31/1) malam. Patung yang menghabiskan 1,9 ton coklat itu tercatat dalam Museum RekorDunia Indonesia (MURI) ke-5.799 dengan kriteria unik.

LAYANAN KESEHATAN

RSJ Kewalahan Tampung Pasien Gangguan Jiwa JAWA TIMUR - Manajemen Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, Malang, Jawa Timur mulai kewalahan dalam melayani pasien gangguan jiwa di wilayah tugasnya yang jumlahnya tidak seimbang dengan kapasitas ruang perawatan mereka. “Kapasitas RSJ Lawang itu adalah 700 tempat tidur, dengan rata-rata hunian mencapai 93 persen, artinya kapasitas yang kami miliki ini hanya tersisa sedikit sekali,” kata Direktur RSJ Lawang, Malang, Bambang Eko Sunaryanto di Trenggalek. Untuk mengantisipasi ketidakseimbangan antara jumlah pasien dengan kapasitas ruang perawatan tersebut, Eko berharap kerja sama pemerintah kabupaten/kota untuk membantu menangani permasalahan tersebut, khususnya pasien gangguan

jiwa yang menjadi korban pemasungan. Menurutnya, kerjasama tersebut perlu dilakukan terutama untuk pasien gangguan jiwa yang telah berangsurangsur pulih serta pasien yang tidak membutuhkan perawatan intensif. Kriteria pasien yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit jiwa tersebut di antaranya, sering mengamuk dan membahayakan keluarga maupun lingkungan sekitar, serta penderita gangguan jiwa dengan kondisi fisik yang lemah. “Kondisi fisik lemah ini seperti dehidrasi, kurang gizi maupun masalah fisik yang akut, maka membutuhkan rawat inap di rumah sakit jiwa. Namun apabila tidak mengamuk dan kondisi fisiknya baik, kalau bisa dirawat di puskesmas yang telah ditunjuk,”ujarnya.

Eko menjelaskan, kerja sama perawatan korban pasung tesebut sangat diperlukan terutama pasca pencanangan program “Menuju Indonesia Bebas Pasung”, karena diprediksi jumlah pasien gangguan jiwa yang membutuhkan rawat inap akan semakin bertambah. Dalam sinergi penanganan tersebut, pihaknya akan mendidik dokter-dokter umum yang ada di kabupaten/kota dengan ilmu khusus kejiwaan, sehingga mampu menangani penderita gangguan jiwa ringan. “Meskipun perawatan itu tidak dilakukan di rumah sakit, kami akan tetap membantu terutama dalam hal konsultasi maupun penanganan yang sifatnya darurat atau membahayakan. Kalau misalkan ada masalah sedikit kami siap melayani melalui sambungan telepon,” kata Bambang.

Di sela-sela kunjungan kerjanya di Trenggalek, Bambang menjelaskan, seseorang yang menderita gangguan jiwa tidak diperbolehkan untuk dipasung atau dikerangkeng, karena hal tersebut tidak sesuai dengan hak azasi manusia dan justru akan memperparah kondisi kejiwaannya. Untuk itulah pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan kabupaten/ kota saat ini giat melakukan sosialisasi tentang larangan pemasungan. “Karena selama ini, masyarakat yang nekat melakukan pemasungan itu akibat dari minimnya informasi, sehingga mereka menganggap pasung adalah jalan yang terbaik,” katanya. Kementerian Kesehatan memperkirakan jumlah penderita gangguan jiwa berat yang mengalami pemasungan di seluruh Indonesia mencapai lebih 18 ribu jiwa.(ant/rah)

AKSES JALAN

Kerugian Jembatan Pa- POLISI BERSIH 30 Perwira Polisi tah Capai Rp5 Miliar Jalani Tes Narkoba JAWA TIMUR - Badan harus segera dilakukan per-

ant/Oky Lukmansyah

BENDUNG ALIRAN SUNGAI. Sejumlah warga membendung aluran sungai Keruh di Desa Adisana, Brebes, Jateng, Jumat (25/1). Warga didaerah tersebut tanggap darurat dengan membendung aliran sungai Keruh, untuk mengantisipasi meluasnya longsor dan amblasnya jalan disisi jembatan sungai keruh.

Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memperkirakan kerugian akibat patahnya jembatan Nglinggis di Kecamatan Tugu mencapai Rp 5,5 miliar. “Estimasi muncul setelah tim teknis kami melakukan penghitungan di lapangan, dan hari ini petugas dari BPBD Jatim juga telah melakukan verifikasi langsung ke lokasi jembatan,” kata Kepala BPBD Trenggalek Joko Rusianto. Menurutnya, saat ini kondisi jembatan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua karena salah satu tiang penyangga ambles dan menyebabkan badan jembatan patah. Mengingat pentingnya jembatan tersebut, Joko mengaku segera mengajukan dana perbaikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui BPBD Provinsi Jawa Timur. Lanjutnya, besaran bantuan yang diajukan akan disesuaikan dengan hasil penghitungan kerugian. Menurutnya, jembatan yang menghubungkan Desa Nglinggis dengan Desa Duren serta Kecamatan Pule ini

baikan, karena merupakan jalur utama bagi warga desa sekitar. “Rencananya Jembatan Nglinggis ini lebarnya akan ditambah, dari yang semula 2,5 meter menjadi lima (5) meter, sedangkan untuk panjangnya tetap 52,5 meter, termasuk dengan tembok penahan di samping jembatan” rincinya. Joko mengatakan untuk mendapatkan dana dari BNPB, harus melalui prosedur yang panjang mulai dari kejadian bencana, kalkulasi kerusakan, rencana desain, verifikasi hingga rekomendasi dari BPBD provinsi. “Jadi kami tidak bisa langsung mengusulkan begitu saja. Karena harus melalui tahapan-tahapan itu tadi termasuk dilakukan kroscek terlebih dahulu di lapangan, layak atau tidak untuk mendapatkaan bantuan,” katanya. Sementara itu, Kepala Bidang Rebabilitasi dan Rekonstruksi, BPBD Jawa Timur Budi Santoso, usai melakukan verifikasi kerusakan di jembatan Desa Nglinggis menyatakan layak untuk diajukan bantuan penanganan.(ant/rah)

JAWA TIMUR - Sedikitnya 30 perwira dan tujuh bintara Polres Trenggalek, Jawa Timur, baru-baru ini, menjalani tes urine serentak untuk mengetahui kandungan narkoba dalam tubuh mereka. “Tes urine ini kami lakukan serentak bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN),” terang Kapolres Trenggalek AKBP Totok Suhariyanto. Dia memastikan seluruh perwira di jajarannya menjalani pemeriksaan urine, termasuk 14 kapolsek dan Wakapolres Trenggalek Kompol Ahmad Taufiqurahman. Sementara tujuh bintara yang diwajibkan menyerahkan sampel tes urine adalah anggota operasi internal (opsnal), khususnya dari jajaran satuan narkoba. Namun, hasil uji atau tes urine belum dipublikasikan ke publik/media, dengan alasan pemeriksaan laboratorium membutuhkan waktu sekitar 12 jam. “Insya Allah besok hasilnya baru diketahui,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BNN Trenggalek,

AKBP Abdul Syukur. Ia menjelaskan, tes urine sengaja dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan, agar hasil pemeriksaan bisa maksimal tanpa ada rekayasa. “Kami ingin melihat dan memastikan perwira maupun anggota bersih dari narkoba,” jelasnya. Selain itu masih menurut Kapolres, giat tes urine kali ini sebagai salah satu cara memberikan pendidikan kepada masyararakat tentang narkoba. Sebelumnya, tes urine juga digelar di jajaran Polres Ponorogo, Senin (18/2). Pengambilan sampel urine itu sempat membuat sejumlah perwira kaget karena kegiatan pemeriksaan dilakukan di tengah acara rapat analisa dan evaluasi (Anev) keamanan daerah, dan mendapat pengawalan ketat dari sejumlah polisi provost. Polda Jatim sudah canangkan zero narkoba. Ini merupakan salah satu bentuk implementasi dalam mewujudkan semangat tersebut dengan sasaran para perwira kepolisian. (ant/rah)


LINTAS JATIM

11

SENIN 25 PEBRUARI 2013 NO.0063 | TAHUN II

KPU Optimistis Menangi Sidang Gugatan MK JAWA TIMUR - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur cukup optimistis bisa memenangi sidang gugatan pemilihan kepala daerah setempat yang diajukan pasangan Bambang Adhyaksa-Anna Luthfi (Bangsa) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Keyakinan tersebut secara terbuka disampaikan tim kuasa hukum KPU Tulungagung, Robikin Emhas SH, saat dikonfirmasi melalui telepon usai sidang kedua sengketa Pemilukada Tulungagung di MK, baru-

baru ini. “KPU selaku pihak termohon (tergugat) tidak akan mengajukan saksi-saksi karena faktanya sudah terang benderang, mereka (pemohon/penggugat) sama sekali tidak memiliki bukti kuat untuk ditunjukkan ke persidangan,” kata Robikin. Untuk menguatkan posisi hukum KPU, pihaknya rencananya hanya akan mengajukan bukti dokumen rekapitulasi maupun hasil penetapan pasangan terpilih, yang sudah ditandatangani oleh masingmasing pihak maupun saksisaksi. Sidang gugatan pemilukada yang diajukan pasangan Bangsa ke MK hari ini telah memasuki hari kedua, dengan agenda pemeriksaan lima saksi

dari pihak pemohon, termasuk saksi calon bupati Bambang Adhyaksa. Empat saksi lainnya merupakan saksi yang dianggap mengetahui adanya praktik politik uang yang disebut pihak pemohon sebagai gerakan yang terstruktur dengan melibatkan jajaran birokrasi pemerintahan maupun para “pebotoh” (pejudi). Namun menurut Robikin, keempat saksi tersebut dalam persidangan tidak satupun yang mengetahui adanya gerakan sistemik politik uang seperti dituduhkan. “Mereka hanya memberikan kesaksian berdasar informasi yang katanya beredar di masyarakat. Tidak ada yang mengetahui langsung sehingga

fakta hukumnya menjadi sangat lemah,” ujarnya. Hal lain yang menjadi dasar gugatan kubu Bangsa menurut Robikin adalah terkait status dua partai pengusung pasangan calon bupati/wakil bupati terpilih yang disebut bermasalah. Robikin menegaskan alibi tersebut dengan mudah bisa dipatahkan karena proses verifikasi faktual yang dilakukan KPU sudah sesuai prosedur, dan semua bisa dibuktikan melalui dokumen-dokumen verifikasi yang akan mereka ajukan dalam persidangan selanjutnya. “Terkait tuduhan lain soal adanya intimidasi terhadap pemilih sehingga membuat banyak warga yang takut mencoblos juga sangat lemah karena faktanya partisipasi

SENGKETA HUKUM

KPU Tak Hadirkan Saksi Persidangan MK pemilih dalam Pemilukada Tulungagung kemarin (Kamis, 31/1) cukup tinggi, mencapai sekitar 60 persen lebih,” tandasnya. Sidang lanjutan sengketa pemilukada rencananya akan digelar Senin (25/2) dengan agenda pemeriksaan lanjutan 15 saksi dari pihak pemohon dan 15 saksi dari pihak terkait, dalam hal ini dari kubu pasangan calon terpilih, Syahri Mulyo-Maryoto Bhirowo (Sahto). Sidang sengketa Pemilukada Tulungagung diperkirakan selesai akhir pekan mendatang, karena sesuai prosedur harus sudah inkrah (memiliki kekuatan hukum tetap) maksimal 14 hari sejak permohonan gugatan dinyatakan diterima MK, 15 Pebruari. (ant/rah)

PENYAKIT PEJABAT

Oknum PNS Korupsi Terancam Dipecat JAWA TIMUR - Oknum PNS Pemkab Madiun, Jawa Timur, Karyani Ekawati, tersangka kasus dugaan korupsi Tunjangan Penghasilan Perangkat Desa 2011 senilai Rp1,6 miliar terancam diberhentikan alias dipecat. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Madiun Slamet Rijadi, mengatakan bahwa tersangka Karyani Ekawati, akan ditentukan nasibnya sebagai PNS setelah kasusnya memiliki kekuatan hukum tetap. “Yang bersangkutan bisa dipecat dengan hormat ataupun dengan tidak hormat. Hal tersebut akan diketahui setelah ia dijatuhi vonis dan menjalani masa hukuman. Status pemecatannya masih dikoordinasikan dengan pihak inspektorat,” ujar Slamet kepada wartawan. Menurut dia, saat ini Karyani Ekawati sudah menerima sanksi atas keterlibatannya dengan kasus hukum. Sanksi tersebut berupa penurunan golongan dari 3B menjadi 3A, selain itu gajinya juga sudah dipotong. “Yang bersangkutan sudah dikenai sanksi berupa penurunan golongan dan pemotongan gaji. Saat ini gajinya hanya tinggal 75 persen dari gaji pokok. Dan jika ia sudah resmi ditahan gajinya akan dipotong lagi hingga tinggal 50 persen,” kata dia. Karyani Ekawati ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Madiun sejak tanggal 24 Oktober 2012 karena diduga menggelembungkan tunjangan perangkat desa dalam empat tahap pada tahun 2011. Tersangka mulai menggelembungkan tunjangan perangkat desa pada Juli 2011 dengan nilai sebesar Rp 62 juta. Merasa aman, aksi serupa dilakukan pada bulan September 2011 senilai Rp 89 juta, Oktober sebesar Rp100 juta, November sebesar Rp100 juta, dan Desember sebesar Rp 100 juta. Dari upaya penggelembungan dana tunjangan perangkat desa tersebut terkumpul Rp 1,6 miliar. Tersangka diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 452 juta. Kejaksaan Negeri (Kejari) Mejayan telah menjebloskan, Karyani Ekawati ke Lapas Kelas I Madiun pada Kamis (21/2). Penahanan dilakukan setelah berkas perkara dugaan korupsi dana Tunjangan Penghasilan Perangkat Desa Kabupaten Madiun dilimpahkan ke kejaksaan setempat oleh penyidik Polres Madiun. Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Mejayan, Benny Guritno, mengatakan, pihaknya akan segera membuatkan surat dakwaan dan berkas tesebut akan segera dikirim ke Pengadilan Tipikor yang ada di Surabaya. “Masa penahanan dilakukan selama 20 hari, selama itu kami akan mempercepat pembuatan surat dakwaan. Mudah-mudahan bisa cepat selesai sehingga berkasnya bisa segera diserahkan ke Pengadilan Tipikor di Surabaya,” kata Benny. Dalam kasus ini, Karyani dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU 20 tahun 2001 pasal 2, 3, 8, dan 9. (ant/rah)

ant/Wahyu Putro A

HUKUMAN MATI KORUPTOR. Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj (kiri) didampingi Ketua Al Irsyad Al Islamiyah Lutfi Tamimi bersama perwakilan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) memberikan keterangan usai pertemuan di Kantor PBNU Jakarta, Jumat (1/2). LPOI yang terdiri atas 13 ormas Islam tersebut menyerukan kepada pemerintah untuk segera memberlakukan hukuman mati bagi koruptor yang membangkrutkan negara, gembong narkoba serta teroris.

JAWA TIMUR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung tak menyiapkan satupun saksi untuk dihadirkan dalam sidang sengketa/gugatan pemilukada yang diajukan pasangan calon Bambang Adhyaksa-Anna Luthfi (Bangsa) di Mahkamah Konstitusi, karena yakin bakal menang. “KPU selaku pihak termohon hanya akan mengajukan seluruh berkas administrasi pelaksanaan pemilukada, rekapitulasi suara tingkat kabupaten, hingga penetapan pasangan calon terpilih di persidangan MK nanti. KPU tidak mengajukan saksi karena semua sudah jelas dan terang-benderang,” kata Kuasa Hukum KPU Tulungagung Robikin Emhas dikonfirmasi melalui telepon. Skenario itu (tidak mengajukan saksi), sepertinya memang telah direncanakan sejak gugatan hasil rekapitulasi suara tingkat kabupaten maupun penetapan pasangan calon terpilih oleh KPU Tulungagung, resmi didaftarkan oleh pasangan Bangsa. Saat itu, Ketua KPU Tulungagung, Suyitno Arman mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan diri menghadapi gugatan tersebut. Tidak hanya menyewa tim kuasa hukum, lembaga penyelenggara pemilu di Tulungagung ini langsung mengumpulkan seluruh berkas administrasi pemilukada maupun dokumen-dokumen pendukung lainnya untuk ditunjukkan di depan majelis hakim MK, yang menyidangkan sengketa pemilukada tersebut. Upaya hukum untuk menangkal/menyanggah gugatan Pemilukada Tulungagung justru muncul dari pasangan calon terpilih, Syahri Mulyo-Maryoto Bhirowo (Sahto). Meski tak langsung menjadi obyek tergugat, kubu pasangan Sahto selaku pihak

terkait dalam perkara tersebut berkepentingan melakukan perlawanan hukum karena materi gugatan lebih banyak menyudutkan pasangan terpilih tersebut. “Jadi meski yang digugat KPU, maksudnya rekapitulasi suara KPU, sasaran gugatan sebenarnya memang lebih ditujukan ke pasangan Sahto karena dianggap melakukan serangkaian pelanggaran pemilukada,” terang Suyitno Arman. Ada beberapa materi gugatan yang dimohon oleh pasangan Bangsa, di antaranya dugaan adanya politik uang, kampanye hitam, serta mobilisasi dukungan birokrasi pada pasangan calon terpilih. “Mereka lemah dalam hal pembuktian karena tidak ada saksi langsung yang bisa menunjukkan adanya tiga poin gugatan tersebut. Apalagi mereka (kubu pasangan Bangsa) juga tidak pernah mengadukan permasalahan tersebut ke MK ataupun gakumdu (penegakan hukum terpadu) selaku lembaga yang berwenang menangani setiap pelanggara pemilukada,” ucap Robikin. Perkara perselisihan hasil Pemilukada Tulungagung 2013 telah tercatat di MK dengan nomor register 13/ PHPU.D-XI/2013. Sejak resmi diterima oleh MK pada Jumat (15/2), sidang dijadwalkan selesai maksimal 14 hari kemudian (hari kerja). Sidang pertama perselisihan pemilukada telah digelar Kamis (21/2), dengan agenda pembacaan materi gugatan dari pihak pemohon, dilanjutkan sidang pemeriksaan saksi-saksi dari penggugat, Jumat (16/2). Sidang selanjutnya akan digelar secara maraton hingga ada keputusan inkrah dari majelis hakim MK, selambat-lambatnya pada tanggal 5 Maret atau 14 hari kerja sejak gugatan pemilukada resmi diterima MK.(ant/rah)

DUKUNGAN PENUH KELUARGA

Keluarga Yakin Anas Tidak Bersalah ant/Fanny Octavianus

ANAS TERSANGKA. (file foto) Spanduk bergambar Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dipasang di sebuah warung belakang gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan (30/4/2012). KPK resmi menetapkan Anas sebagai tersangka, terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kompleks olahraga terpadu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

TERSANGKA HAMBALANG

Anas Terima Dukungan Ibunda JAWA TIMUR - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK akan menerima dukungan dari ibunda Hj Sriati yang datang langsung ke Jakarta. “Ibu berangkat pada Kamis (21/2) sore dan tiba di Jakarta pada Jumat (22/2) pagi,” kata adik Anas, Kholisul Fikri, di rumah ibunya di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Sabtu. Ia mengatakan, kunjungan ibundanya ke Jakarta dengan naik kereta api itu untuk memberikan dukungan kepada anaknya. Ia berangkat ke Jakarta dengan ditemani sejumlah keluarga dan tinggal di rumah Anas. Fikri mengatakan, kondisi ibundanya juga sehat, termasuk hingga detik-detik terakhir kasus yang menimpa kakaknya terkait dengan proyek Hambalang itu. “Yang namanya orang tua pasti memikirkan anaknya, tapi ibu baik-baik saja dan percaya penuh sama anaknya,” ujar pria berkaca mata ini. Fikri selama ini memang tinggal di Ngaglik, Kecamatan Srengat bersama istri dan anaknya untuk menemani ibundanya yang saat ini juga sudah paruh baya, 67 tahun. Walaupun sudah sepuh,

ibundanya tergolong orang yang tegar dan selalu memberikan semangat untuk anakanaknya. Ia belum yakin ibundanya di Jakarta akan berapa lama, terlebih lagi dengan penetapan status Anas menjadi tersangka oleh KPK. Ibundanya hanya berpesan, agar rumah dijaga. Tentang keputusan penetapan status tersangka kepada kakaknya, Fikri berharap bahwa kakaknya, Anas Urbaningrum, akan tetap tegar, sabar, dan terus yakin. “Keluarga yakin mas Anas tidak bersalah. Keluarga juga terus mendoakan dan mendukung pada Mas Anas untuk mencari kebenaran, meski sudah menjadi tersangka,” ucapnya. Sementara itu, dugaan adanya tekanan politik, Fikri mengatakan belum tahu pasti. Namun, ia menyebut tekanan politik itu wajar, mengingat Anas juga orang politik. Ia hanya berharap, KPK jujur dan profesional dalam proses hukum untuk politisi itu. Sebelumnya, juru bicara KPK Johan Budi mengatakan KPK menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi sport center Hambalang dan dicegah ke luar negeri sejak 22 Pebruari.

“Penanganan kasus Hambalang ini tidak ada kaitannya dengan politik. Klise, tapi menegakkan hukum memang harus (berdasarkan) dengan dua alat bukti yang cukup. Terkait seseorang pengurus partai selalu muncul persepsi-persepsi yang seperti tadi, tidak hanya kasus Hambalang,” ujarnya di Jakarta. KPK juga menegaskan penetapan Anas Urbaningrum menjadi tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji yang berkaitan dengan proses perencanaan pelaksanaan pembangunan sport center itu tidak ada intervensi dari pihak eksternal dalam proses penetapan tersebut. Anas telah melanggar tindak pidana korupsi dalam kaitannya sebagai anggota DPR RI sebelum menjadi Ketum Partai Demokrat. Penetapan Anas ini juga telah melalui gelar perkara (ekspose) yang dilakukan lima pimpinan KPK, dan disetujui semua pimpinan serta ditandatangani Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto. KPK menjerat Anas dengan Pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(ant/rah)

JAWA TIMUR - Keluarga Anas Urbaningrum di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, tetap yakin Anas yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus proyek Hambalang tidak bersalah. “Keluarga sangat yakin ia tidak bersalah,” kata Agus, salah seorang keluarga Anas, saat dikonfirmasi lewat telepon seluler, Jumat malam. Ia mengatakan keluarganya selalu mendoakan yang terbaik untuk Anas, bahkan saat KPK menetapkan status Anas menjadi tersangka dalam kasus proyek Hambalang tersebut. “Kami setiap hari selalu berdoa. Kami punya Tuhan, dan akan menyerahkan semuanya pada Tuhan, bahkan kalaupun dizalimi,” ujarnya. Namun, ia enggan menjelaskan tentang zalim yang dimaksud. Ia hanya mengatakan, keluarga tidak apa-apa dengan penetapan status Anas yang menjadi tersangka dan dicekal bepergian ke luar negeri. Tentang kondisi ibunda, terkait dengan kabar penetapan status tersangka ini, Agus menyebut kondisinya baik-baik saja. Bahkan Hajah Sriati, ibu Anas Urbaningrum, menonton televisi langsung terkait dengan penetapan tersebut. “Beliau sehat dan menonton (televisi),” ucapnya. Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi mengatakan KPK menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi sport center Hambalang dan dicegah ke luar negeri sejak 22 Pebruari.

Dia menegaskan penanganan kasus Hambalang ini tidak ada kaitannya dengan politik. Menurut dia, KPK menyadari sejak lembaga antikorupsi menangani kasus ini sering bermunculan persepsi di masyarakat yang menghubung-hubungkan dengan di luar ranah hukum. “Klise, tapi menegakkan hukum memang harus (berdasarkan) dengan dua alat bukti yang cukup. (Terkait) seseorang pengurus partai selalu muncul persepsipersepsi yang seperti tadi, tidak hanya kasus Hambalang,” ujarnya di Jakarta. KPK juga menegaskan penetapan Anas Urbaningrum menjadi tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji berkaitan dengan proses perencanaan pelaksanaan pembangunan sport center tidak ada intervensi dari pihak eksternal dalam proses penetapan tersebut. Anas telah melanggar tindak pidana korupsi dalam kaitannya sebagai anggota DPR RI sebelum menjadi Ketum Partai Demokrat. Penetapan Anas ini juga telah melalui gelar perkara (ekspose) yang dilakukan lima pimpinan KPK, dan disetujui semua pimpinan serta ditandatangani Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto. KPK menjerat Anas dengan Pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UndangUndang Nomor 30 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (ant/rah)


12

NASIONAL

SENIN 25 PEBRUARI 2013 NO.0063 | TAHUN II

PEMBERANTASAN KORUPSO

DPR Mulai Ragukan Kinerja KPK JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meragukan kinerja Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menyusul bocornya dokumen draft Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) atas nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, beberapa waktu lalu. Kebocoran sprindik tersebut bukanlah sebuah kebetulan melainkan sebuah skandal dan sarat kepentingan politik untuk menjatuhkan Anas Urbaningrum dalam kancah perpolitikan sekarang ini. Anggota Komisi III DPR RI, Indra, mengaku, sangat menyayangkan adanya kebocoran dokumen yang diduga sprindik palsu oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apalagi, sprindik tersebut sangat bermuatan politik karena digunakan untuk membuat opini didalam masyarakat terhadap seseorang yang berkecimpung didunia politik sekarang ini. Buktinya dapat dilhat dari dampak dan opini yang bermunculan akibat munculnya sprindik tersebut. “Sebenarnya ada keanehan. Misalnya, ada beberapa peristiwa seperti kopres di Cikeas, terus ada statement Anas harus fokus ke kasus hukumnya-lah, dan sebagainya. Ini sebenarnya banyak spekulasi yang bermunculan atas beredarnya sprindik itu”, kata Indra, ditemui dalam sebuah diskusi, di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (22/2). Munculnya sprindik itu, kata Indra, yang membuat dirinya mempertanyakan kinerja KPK selama ini. Apalagi, lembaga KPK selama ini dikenal sebagai lembaga yang independen dan lepas dari campur tangan atau intervensi orang lain yang memiliki kekuasaan besar di negeri ini. Karenanya, Indra meragukan kinerja KPK yang dinilai lalai atas munculnya dan beredarnya sprindik tersebut.. Bahkan, Indra mengimbau kepada lembaga antikorupsi itu untuk secepat mungkin menyelesaikan skandal spirndik yang membawa nama mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. “KPK harus segera dan secepat mungkin mencari tahu siapa pelakunya dan apa motifnya mengeluarkan sprindik itu. Pada akhirnnya, isu yang berkembang selama ini bisa diobati dan kepercayaan publik bisa segera dipulihkan. Apalagi, selama ini senjata yang dimiliki KPK adalah dukungan dari publik”, jelas Indra Sementara itu, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbanin-

grum menyatakan akan mengambil langkah hukum soal kebocoran sprindik yang ditandatangani oleh tiga pimpinan KPK. Kuasa Hukum Anas, Firman Wijaya, mengatakan, akan segera melakukan langkah hukum terkait sprindik yang membawa nama klienya itu. Apalagi, dinilai dirinya masalah kebocoran sprindik ini bukanlah semata-mata permasalahan pelanggaran kode etik. “Ini jelas banyak keganjilan atas sprindik ini. Saya bisa simpulkan bahwa ini banyak yang menyangkut persoalan hukum. Sangat jelas ada keganjilan dari bocornya sprindik ini. Kebocoran sprindik atas nama Anas Urbaningrum termasuk outstraction of justice”, tegas Firman. Firman mengaku dalam waktu dekat ini akan melakukan diskusi dengan Anas terkait sprindik ini. Ditegaskan oleh Firman juga bahwa pihaknya tidak akan mengambil langkah praperadilan jika langkah hukum pidana lebih memungkinkan. Apalagi, jika benar tiga pimpinan KPK itu terlibat dalam proses pengambilan keputusan, padahal alat bukti saat itu belum lengkap, proses penetapan tersangka itu cacat hukum. “Kalau memanng prosesmya itu salah atau bermasalah, mestinya tiga pimpinan KPK itu tidak mengambil keputusan. Tapi, ini yang terjadi kan meluncur begitu saja. Ini bisa lebih serius dan bisa mengambil langkah hukum pidana kalau memungkinkan. Karena setiap proses produk pembuatan sprindik, dilakukan atas sumpah jabatan”, tandasnya. Firman sendiri sangat menyayangkan sikap KPK yang justru menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus Hambalang. Seharusnya, kata Firman, KPK menyelesaikan masalah sprindik terlebih dahulu. Dinilai dirinya ada kondisi abnormal dalam hukum Indonesia, bahkan dirinya memeprtanyakan langkah KPK yang menetapkan klienya sebagai tersangka. “Lho, bagaimana tidak abnormal. Ini kan masalah sprindik belum selesai kok Anas sudah dijadikan tersangka. Ini maksudnya apa. Kenapa KPK tidak selesaikan masalah sprindik itu dulu baru maju ke langkah lain. Sekarang begini, pasal mana yang menjeratnya (Anas Urbaningrum). Ya sudahlah, kami akan koordinasi dulu untuk menentukan langkah kami selanjutnya”, pungkas Firman. (abd/abe)

UNGGUL DALAM HITUNG CEPAT. Calon Gubernur Jawa Barat 2013 - 2018, Ahmad Heryawan (kiri) bersama Calon Wakil Gubernur, Deddy Mizwar (kanan) merayakan kemenangan dengan simpatisannya di Hotel Papandayan, Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/2). Pasangan nomor urut 4 tersebut unggul dalam hitung cepat atau “quick count” hasil survei Pilkada Jawa Barat 2013 yang diadakan oleh sejumlah Lembaga Survei.

Banyak yang Dukung Anas Beberapa Kader dan Pengurus Partai Demokrat Mundur JAKARTA-Menyusul ditetapkannya Anas Urbaningrum sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi proyek pembangunan Sport Center di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, tidak menyurutkan sejumlah kalangan yang memberikan dukungan kepada mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) diantaranya yang siap memberikan dukungan secara hukum. “Kami menyatakan akan memberi dukungan dan bantuan hukum bagi dia (redAnas Urbaningrum). Ini bukan pribadi saya tapi KAHMI. KPK itu tidak boleh bekerja sesuai tekanan atau ada desakan tertentu dari politik yang ada”, kata Mahfud MD, yang datang kekediaman Anas Urbaningrum, di Jakarta, sebagai perwakilan dari Presidium KAHMI, Sabtu (23/2). Menurutnya, penetapan Anas Urbaningrum sebagai tersangka oleh KPK perlu dijelaskan dengan baik dan berimbang. Penetapan tersangka itu diharapkan memang murni berdasarkan dalil-dalil hukum yang dapat dipertanggungjawabkan, tidak dikarenakan adanya tekanan atau desakan oleh suatu kekuasaan otoriter

yang membuat KPK menetapkan Anas Urbaningrum tersangka kasus Hambalang. “Komitmen kami sama sebenarnya, yaitu kita tegakkan demokrasi yang sehat. Tapi, kita berharap memang ini bisa diproses dengan baik. Sehingga memang penetapan Mas Anas sebagai tersangka ini bukan karena ada desakan politik tertentu”, ujar Mahfud, yang juga merupakan Ketua Mahkamah Konstitusi. Kedatangan Mahfud sendiri kekediaman Anas Urbaningrum, di Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Pusat, merupakan bukti nyata dukungan dirinya dan KAHMI kepada Anas. Mahfud berharap Anas Urbaningrum bisa tabah menghadapi kasus yang menimpa dirinya dan bisa

menyelesaikan permasalahan tersebut dengan baik. Apalagi, penetapan Anas sebagai tersangka kasus Hambalang cukup mengagetkan banyak kalangan. “Saya ke sini sebagai perwakilan KAHMI. Kedatangan saya untuk memberikan dukungan moral kepada Mas Anas. Saya yakin Mas Anas bisa melewati ini dengan baik. Mas Anas pasti tangguh. KAHMI secara kelembagaan menghormati proses hukum yang ada. Biar bagaimana pun Anas adalah kader terbaik”, kata Mahfud Selain Mahfud MD, dukungan juga datang dari Bos MNC Grup Hary Tanoesoedibjo, yang juga mendatangi rumah Anas Urbaningrum, Sabtu (23/2). Kedatangan Hary kekediaman mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu sebagai sahabat Anas dan menyatakan rasa prihatinya atas kasus yang tengah menimpa Anas Urbaningrum. “Mas Anas ini sahabat saya. Saya sudah lama bersahabat dengan beliau. Sekarang ini beliau kan sedang kena musibah, karenanya saya datang untuk memberikan dukungan. Saya prihatin. Saya datang hanya ingin memberi-

PENERIMAAN PAJAK

penerimaan dari pajak,” tutur Muktia. Salah satu langkah yang ditempuh oleh Ditjen Pajak untuk mendorong para karyawan lebih aktif lagi melaporkan SPT-nya, adalah dengan menyediakan aplikasi e-fiiling untuk penyampaian SPT lewat internet menggunakan situs Ditjen Pajak, yakni www.pajak.go.id. Tahun ini Ditjen pajak menargetkan 4 juta wajib pajak akan melaporkan SPT-nya melalui aplikasi ini. Muktia menambahkan, ada kemudahan baru dalam e-filing tahun ini dibanding yang sebelumnya. Dalam aplikasi terbaru, wajib pajak tidak dikenai biaya alias gratis. Selain itu, dokumen pelengkap yang pada sistem terdahulu harus diturut sertakan, dalam e-filing yang ada saat ini tidak perlu dikirim, kecuali diminta oleh KPP melalui Account Representative mereka. Dengan kemudahan ini, Muktia mengharapkan WP akan semakin terdorong untuk melaporkan SPT, tanpa men-

unggu hingga dekat ke batas waktu terakhir. Bagi Ditjen Pajak sendiri, aplikasi e-filing ini diharapkan akan mengurangi pertemuan langsung antara WP dengan petugas pajak, sehingga di-

minimalkan pula adanya kemungkinan KKN. Selain itu, akan mengurangi dampak antrian dan volume pekerjaan proses penerimaan SPT, yang selama ini memakan waktu dan menguras

Keluarga Senang Pengunduran diri yang dilakukan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, beberapa waktu lalu, disambut positif oleh pihak keluarga besar Anas, di Blitar, Jawa Timur. Pihak keluarga Anas tersebut cukup senang dengan keputusan Anas Urbaningrum untuk mundur dari Partai Demokrat. Sebab, pihak keluarga Anas merasa

jabatan yang dipegang Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat hanya menjadi akar dari musibah politik yang menderanya sekarang ini. “Target dari itu semua kan pengunduran diri Anas dari Ketua Umum Partai Demokrat. Itu kan yang diinginkan. Kita sebenarnya mendukung keputusan Anas. Kita mengapresiasi apa yang telah Anas putuskan untuk turun dari jabatanya”, ujar Kholisul Fikri, adik bungsi Anas Urbaningrum. Bahkan, kata Kholisul, Ibunda Anas Urbaningrum, yaitu HJ Sriyati, langsung bertolak ke Jakarta untuk memberikan dukungan penuh kepada anaknya tersebut. Dengan kepergian Ibundanya untuk memberikan dukungan kepada Anas, maka kediaman Anas di Blitar, Jawa Timur, pun tampak sepi dari aktivitas seperti biasanya. “Ibu Alhamdulillah baikbaik saja dan tetap yakin putranya tidak bersalah. Tapi, bagaimana lagi karena kenyataanya seperti itu, ya harus diterima dengan baik, tabah dan sabar. Kita semua berdoa semoga permasalahan ini bisa segera berahkir dengan baik”, pungkas Kholisul. (abd)

TEKAN KONSUMSI BBM

Masih Ada 16 Juta Wajib Pajak Belum Lapor SPT JAKARTA-Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus berupaya mendorong agar Wajib Pajak lebih banyak lagi yang melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak mereka. Sebab, berdasarkan data DJP, dari 24 juta WNI yang sudah mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), hanya delapan juta yang melaporkan SPTnya. Sisanya masih menganggap NPWP formalitas belaka, sekadar memenuhi persyaratan apabila diperlukan. “Tahun lalu yang melaporkan SPT-nya hanya delapan juta dari 24 juta wajib pajak,” kata, Kepala seksi Pengembangan Penyuluhan I Direktorat Transformasi Bisnis, Ditjen Pajak Muktia Agus Budi Santosa dalam diskusi dengan wartawan di Jakarta, Jumat (22/2). Sebagian besar karyawan kata dia belum melaporkan SPTnya. Padahal, mereka yang mempunyai NPWP. “Memang sangat disayangkan. Mereka sudah mempunyai NPWP tetapi tidak melaporkan SPTnya. Padahal, negara ini bisa jalan terutama karena adanya

kan dukungan moril agar beliau tetap sabar dan tegar dalam menjalani masalah yang dia (Anas Urbaningrum) hadapi secara profesional, kata Hary. Hary juga menyatakan dengan tegas bahwa kedatangannya ke rumah Anas bukan karena ada agenda politik. Mantan kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu mengaku kedatanganya murni untuk memberikan dukungan kepada Anas. Tidak ada sama sekali rekayasa atau strategi politik yang diambil atas kedatangannya ke rumah Anas. “Tidak. Tidak ada kalau itu. Tidak ada sama sekali agenda politik atas kedatangan saya kesini sama sekali. Saya datang sebagai sahabat”, ujar kader Hanura itu.

ESDM Dorong Pembangunan PLTS

tenaga sebagian besar aparat pajak, terutama menjelang batas akhir. Tidak kalah pentingnya adalah mengurangi volume berkas fisik kertas dan dokumen perpajakan. (gam/abe)

JAKARTA-Guna menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sebagai sumber energi di pembangkit listrik, pemerintah mengaku tengah mengkaji pemanfaatkan energi matahari melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Hal ini seperti dikemukakan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana akhir pekan lalu di Jakarta. “Kementerian ESDM beserta Kementerian Koordinator Perekonomian saat ini masih mengkaji harga listrik dari PLTS. Tarif yang diusulkan sekitar USD25-30 sen per kilowatt hours (kWh),” kata Rida. Terkait dengan usulan tarif tersebut, menurut Rida, setiap wilayah rencananya akan dikenakan tarif yang sama. “Walaupun kondisi geografi di Indonesia berbeda-beda, ada yang sulit mendapatkan energi surya dan ada yang tidak, tetapi harga tersebut tidak akan berubah di setiap wilayah,” paparnya. Rencananya, lanjut Rida, keberadaan PLTS tersebut nantinya juga akan dipergunakan untukmenggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang beroperasi di siang hari. Dengan demikian, jelas dia, upaya ini bisa sekaligus mengurangi konsumsi BBM bagi PT PLN (Persero). “Lokasinya (PLTS) akan berdampingan dengan PLTD. Sistem kelistrikan akan dilakukan dengan PLTD, intinya untuk subsitusi PLTD. Jadi PLTD beroperasi hanya malam hari,” ujar Rida. Sebelumnya, Kementerian ESDM melalui Peraturan Menteri (Permen) ESDM No.22/2012 telah menaikan harga beli listrik dari panas bumi yang harga maksimalnya USD9,7 sen per kwh menjadi USD10-18,5 sen per kwh. Selain itu, melalui Permen ESDM No.4/2012 ESDM juga sudah menaikkan harga beli listrik dari biomassa yang harga sebelumnya Rp656 per kwh menjadi Rp850-1.250 per kwh. (bud/abe)


EKONOMI

13

SENIN 25 PEBRUARI 2013 NO.0063 | TAHUN II

REDENOMINASI

E-money Sudah Lakukan Antisipasi BANDUNG- Bank Indonesia (BI) mengaku sudah mengantipasi aturan redenomasi terkait dengan sistem pembayaran uang plastic (electronic-money). Karena itu pengembangan emoney tinggal menyesuaikan saja. “Kita sudah mengantisipasi hal itu, makanya BI sudah melakukan komunikasi soal redenominasi dengan industry perbankan,” kata Deputy Direktur Pengaturan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Ida Nuryati dalam Pelatihan Wartawan Ekonomi, Moneter, dan Perbankan dengan tema “Ketentuan Sistem pembayaran dan Kesiapan Perbankan” di Bandung, Sabtu (23/2). Menurut Ida, pengembangan e-money lebih mudah menyesuaikan diri ketimbang yang lainnya. Misalnya saja, masalah nol yang banyak, tak masalah. “E-money ini lebih mudah menyesuaikan, jadi tinggal ditukar saja kartunya. Misalnya, uang plastik bernilai Rp500.000, tukar saja kartunya ke penerbit e money dengan yang Rp500,” tambahnya. Menurut Ida, saat ini industry perbankan maupun nonbank terus menekuni bisnis electronic money (e-money), adapun lima langkah yang akan direalisasikan pada 2013 hingga 2015 mendatang dalam pengembangan e-money tersebut. “Pertama, Interoperabilitas di Sektor Transportasi, dalam pelaksanaannya nanti akan melibatkan bank penebit, sedangkan instansi yang terkait yakni Jasa Marga, KAI, Damri, Busway. Mengingat bahwa sektor transportasi merupakan killer application,” paparnya. Langkah kedua yaitu, sambungnya, mendorong Standarisasi Teknis dan Bisnis. “Standarisasi teknis dan bisnis yang dilakukan oleh industri e-money tersut adalah untuk meningkatkan efisiensi serta keamanan pada industri”, tukasnya. Lalu yang ketiga, mendorong penetrasi server base yang artinya, pada kepemilikan mobile device yang sangat tinggi dan seluruh pada lapisan masyarakat diupayakan bisa lebih meluas serta berjalan sesuai dengan penggunaan mobile device yang tinggi pada masyarakat tersebut. Selain itu, Edukasi dan Sosialisasi juga harus ditingkatkan pada masyarakat, ini merupakan langkah keempat untuk pengembangan e-money tersebut. “Meningkatkan awarenes masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi pada akademis, masyarakat umum baik secara langsung maupun media elektronik dan cetak”, ucap ida. Adapun langkah kelima, seperti ketentuan dan kebijakan, maksudnya itu dalam mendukung pengembangan uang elektronin kedepannya kami harus melakukan ketentuan dan kebijakan yang berlaku. Menurut data yang diberikan BI saat ini, penggunaan emoney di Indonesia dibandingkan dengan kartu pembayaran yang lainnya masih sangat kecil yaitu berkisar hanya 1 persen sedangkan samapi saat ini penggunaan kartu pembayaran terbesar masih di dominasi oleh Kartu ATM yang sebesar 92 persen, tukasnya. “Hal ini terjadi karena masih banyak mayarakat yang belum mengenal e-money, maka dari itu dari lima langkah tersebut kita berharap penggunaan e-money bisa meningkat cepat”, tutupnya. (cea/abe)

PERLUAS PABRIK

Petrokimia Tambah Investasi US$160 Juta JAKARTA-PT Petrokimia Gresik (PKG) menambah investasi baru sekitar US$160 juta. Penambahan investasi itu dipakai memperluas (revamping) pabrik asam fosfat. “Revamping Asam Fosfat PKG juga akan menghemat devisa dengan pengurangan jumlah impor,” kata Direktur Utama PKG Hidayat Nyakman, di Jakarta,Sabtu (23/3). Mantan Direktur Utama Pupuk Kaltim ini menambahkan proyek revamping ini salah satu tujuannya, antara untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik NPK Phonska PKG yang selama ini masih dipenuhi dari impor. Selama ini, sambung Hidayat, kebutuhan asam fosfat untuk produksi NPK Phonska masih harus mengandalkan impor karena bahan baku asam fosfat masih belum cukup tersedia. Sementara terakhir pada tahun 2012, jumlah impor yang harus didatangkan mencapai 225 ribu ton yang berasal dari Jordan, Maroko, Afrika Selatan, Filipina dan India. “Pabrik baru ini akan dapat memangkas biaya impor dan menambah devisa,” tuturnya. Dalam proyek revamping Asam Fosfat ini, PKG menginvestasikan dana lebih dari US$160 juta yang diperoleh dari Bank Central Asia (BCA) untuk porsi pembiayaan sebesar 70 persen, sementara 30 persen berasal dari dana perusahaan, dan diperkirakan selesai pada akhir semester dua tahun 2015. PKG bekerja sama dengan kontraktor asal China, Wuhuan Engineering Company Co., Ltd (WEC), yang akan membangun pabrik terintegrasi dan terdiri dari pabrik asam fosfat dengan kapasitas 200 ribu ton per tahun, pabrik asam sulfat 600 ribu ton per tahun, serta pabrik purified gypsum de-

ngan kapasitas mencapai 600 ribu ton per tahun. Disisi lain, kata Hidayat, PKG mengaku optimistis produksi tahun ini akan meningkat. Ini lantaran pasokan gas ke pabrik semakin lancar, sehingga utilisasi produksi bisa digenjot. Seiring membaiknya pasokan gas, utilisasi produksi, baik untuk pupuk subsidi maupun non-subsidi, pun diprediksi bisa naik 5% dibanding tahun lalu. “Sehingga utilisasi produksi bisa mencapai 90% di tahun ini,” imbuhnya. Utilisasi sebesar 90% ini setara dengan 4,55 juta ton. Jumlah ini terdiri dari produksi pupuk NPK sebesar 2,6 juta ton, pupuk ZA 750.000 ton, dan sebanyak 800.000 ton pupuk SP36. Sedangkan sebanyak 400.000 ton merupakan produk pupuk non-subsidi, seperti NPK Kebomas, ZK, DAP, KCL, Rock Phosphate, Petronik, Petro Kalimas, Petro Biofertil, dan Kapur Pertanian. Total produksi pupuk tersebut berasal dari 16 pabrik milik perusahaan. Selain pupuk, lima pabrik milik anak usaha PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) ini juga memproduksi beberapa produk kimia lainnya. Produk kimia nonpupuk tersebut seperti amoniak, asam sulfat, asam fosfat, cement retarder, dan alumunium flourida. Saban tahun, Petrokimia Gresik mampu menghasilkan produk kimia nonpupuk seberat 1,6 juta ton. Tak hanya yakin bisa mengerek produksi, Hidayat juga optimistis rencana pembangunan pabrik amoniak-urea II bisa teralisasi tahun ini. Dia bilang, proyek ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan demi menjamin ketersedian pupuk di pasaran. (cea)

ant/muhammad ayudha

AGUS MARTOWARDOJO saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan saat memenuhi panggilan KPK di gedung KPK, Jakarta, Selasa (19/2). Saat itu Agus Martowardoyo diperiksa KPK sebagai saksi untuk melengkapi berkas kasus dugaan korupsi Hambalang dengan tersangka mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng

Pencalonan Agus Marto Untungkan Darmin JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azhar Azis menilai, pencalonan Menteri Keuangan Agus Martowardojo oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) justru membuka peluang bagi Darmin Nasution untuk kembali menjabat sebagai orang nomor satu di BI tanpa harus melewati persetujuan DPR. “Jika Pak Agus Marto ditolak (DPR) menjadi Gubernur BI, maka ada opsi lain dari Pak SBY untuk mengajukan nama lain. Apabila pada pengajuan kedua juga tidak mengajukan nama Pak Darmin, kemudian ditolak lagi, tentu Pak Darmin akan mempunyai kans untuk ditunjuk langsung oleh Pak SBY tanpa harus melewati persetujuan DPR,” kata Harry di Jakarta, Minggu (24/2).

Harry merincikan, mekanisme pemilihan Gubernur BI bisa dilakukan Presiden melalui tiga tahapan yang terdiri atas dua kali pengajuan nama calon gubernur dan tahap terakhir adalah penunjukkan langsung. “Yang pertama ini, pengajuan nama Pak Agus Marto. Di sini artinya, yang jelas Pak SBY sudah tidak membutuhkan Agus Marto lagi sebagai Menteri Keuangan,” kata Harry.

Namun ketika ditanya apakah hal ini terkait dengan tidak tercapainya target penerimaan pajak di 2012, Harry mengaku enggan untuk mengungkap alasan yang penolakan SBY untuk memberi kepercayaan kapada Agus Marto agar tetap kembali memimpin Kemenkeu. “Mungkin juga Pak SBY sudah mempunyai kandidat lain siapa yang akan menggantikan Agus Marto itu,” ucap politisi dari Partai Golkar tersebut. Apabila pada mekanisme yang pertama ini DPR menolak Agus Marto sebagai Gubernur BI, kata Harry, Presiden masih mempunyai jalan lain untuk mengajukan calon untuk yang kali kedua. “Kalau pada tahap kedua itu nantinya juga tidak ada nama Pak Darmin dan DPR kembali

CIMB NIAGA SYARIAH Sediakan Beragam Produk & Program Tabungan Unggulan” untuk meningkatkan perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk tabungan berjangka iB Mapan, kini tersedia program iB Mapan Haji Plus & Umrah, serta program iB Mapan Hadiah Langsung Umrah

PERBANKAN

Tabungan CIMB Niaga Syariah Tumbuh 57,41% JAKARTA- Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga Syariah”) menyediakan beragam produk, program maupun layanan unggulan ke masyarakat guna meningkatkan perolehan dana pihak ketiga (DPK), khususnya produk tabungan. . Selama periode 31 Desember 2011 – 31 Desember 2012, strategi tersebut mampu meningkatkan perolehan total DPK CIMB Niaga Syariah sebesar 68,83% dan khusus produk tabungan syariah, tumbuh sebesar 57,41% (year on year/yoy). Sedangkan jumlah rekening tabungan CIMB Niaga Syariah juga men-

galami pertumbuhan sebesar 58,99% yoy. Head of Syariah Banking CIMB Niaga U. Saefudin Noer, mengungkapkan, selain produk unggulan, strategi lainnya yang dilakukan perseroan adalah dengan memanfaatkan jaringan layanan Syariah atau office channeling CIMB Niaga yang tersebar di berbagai lokasi di Tanah Air. Per Februari 2013, jaringan CIMB Niaga Syariah terdiri dari 27 Kantor Cabang Syariah (KCS), 1 Kantor Cabang Syariah Pembantu (KCPS), dan 545 Office Channeling. “Khusus untuk produk tabungan unggulan, kami

mempunyai Tabungan iB X-Tra. Sebuah tabungan yang diperuntukkan bagi masyarakat yang menginginkan kenyamanan dalam bertransaksi perbankan; pembayaran tagihan; kemudahan belanja dengan kartu debit; akses nasional maupun regional; hingga bebas biaya tarik tunai melalui ATM Bersama, ATM Jaringan Prima, dan ATM CIMB Group di seluruh negara tentu dengan syarat dan ketentuan berlaku,” kata Saefudin di Jakarta, Minggu (24/2). Menurut Saefudin, sepanjang tahun 2012, Tabungan iB X-Tra telah menyeleng-

menolaknya, maka masih ada mekanisme selanjutnya,” ujar Harry. Pada mekanisme ketiga tersebut, jelas Harry, SBY memiliki dua opsi untuk menentukan siapa yang akan menjabat Gubernur BI periode 2013-2018. “Pada opsi pertama, Pak SBY bisa menunjuk Pak Darmin sebagai gubernur yang tanpa harus mendapatkan persetujuan DPR,” terang pimpinan Komisi XI DPR yang sempat geram dengan ulah Agus Marto saat menggebrak meja dalam rapat kerja di DPR tersebut. Sementara pada opsi kedua, kata Harry, Presiden bisa menunjuk salah satu dari tiga Deputi Gubernur BI yang saat ini terdiri atas nama, Halim Alamsyah, Hartadi A Sarwono dan Ronald Waas. “Tetapi,

garakan beragam program yang mampu menarik minat masyarakat untuk menyimpan dananya di Tabungan iB X-Tra, sebagai hasil kerjasama yang baik dengan Tim Produk CIMB Niaga melalui Dual Banking Leverage Model (DBLM). Program unggulan Tabungan iB X-Tra antara lain program iB Berkah, berupa pemberian hadiah langsung kepada nasabah baru maupun existing yang membuka produk Tabungan iB X-tra untuk pembukaan rekening baru dan top up dana sesuai dengan ketentuan program. Selain itu, ada juga program bonus bagi hasil, serta program iB Ayo Berkurban, yaitu kerjasama CIMB Niaga Syariah dengan sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk pembayaran pembelian hewan qurban, termasuk proses penyembelihannya hingga pendistribusian yang dilakukan oleh LAZ tersebut. Saefudin menambahkan, CIMB Niaga Syariah juga mempunyai tabungan berjangka (Tabungan iB Mapan) dengan hadiah langsung gadget terbaru, dan tabungan khusus anak, iB Junior dengan hadiah langsung Spongebob. “Kami berterima kasih kepada masyarakat yang menaruh kepercayaan kepada CIMB Niaga Syariah dengan menyimpan dananya di produk-produk unggulan kami,” ungkapnya. Program unggulan di 2013 Saefudin melanjutkan, pencapaian tahun 2012 akan dilanjutkan pada 2013 ini. Untuk itu, CIMB Niaga Syariah telah merencanakan berbagai program menarik di tahun 2013 dengan terus meningkatkan kerjasama dengan Tim Produk CIMB Nia-

pada penunjukkan dari Deputi Gubernur BI ini, masih perlu mendapatkan pertimbangan dari DPR,” tegas Harry sembari mengatakan bahwa masa jabatan Darmin sebagai Gubernur BI akan habis pada 22 Mei 2013. Harry menambahkan, hal yang menjadi pertanyaan saat ini adalah, apakah Presiden akan bisa menerima kembali Agus Marto sebagai Menkeu. “Kalau ditolak, apakah Pak SBY bisa kembali menerima Pak Agus Marto atau tidak? Itu saya pikir akan menyangkut kredibilitas Pak Agus Marto. Kalau diterima (menjadi Gubernur BI), tentu tidak masalah, tetapi kalau ditolak, maka kredibilitasnya saya kira relatif akan menurun,” papar Harry. Seperti diketahui, pada 2008 Agus Marto yang dicalonkan SBY untuk menjadi Gubernur BI mendapatkan penolakan dari DPR. Sehingga, Darmin yang saat itu menjadi Deputi Gubernur Senior BI masuk untuk mengisi kekosongan kursi Gubernur BI yang ditinggalkan Boediono yang melangkah ke jabatan wakil presiden. Sebelumnya, pengamat ekonomi Faisal Basri memperkirakan, pencalonan Agus Marto sebagai Gubernur BI hanya sebatas pada rencana untuk menukar posisi jabatan Menkeu dan Gubernur BI. “Saya mempunyai intuisi bahwa mereka berdua ini nanti cuma tukar posisi saja. Perasaan saya sih seperti itu,” kata Faisal di Jakarta, akhir pekan lalu. Faisal mengatakan, sejauh ini dirinya menilai, Darmin dan Agus Marto merupakan pilar utama di sektor keuangan nasional tanpa berkecimpung di dunia politik. “Ini tentu menjadi nilai plus. Darmin pandai di moneter dan Agus bagus di perbankan sebagai businessman,” katanya. Darmin yang pernah merasakan kursi Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu, kata dia, hal ini berpotensi untuk membuka peluang bagi Darmin untuk memimpin Kemenkeu. “Pak Darmin itu lama di Kemenkeu juga. Dapat dikatakan Agus itu butuh tempat yang organisasinya sudah mapan dan Pak Darmin kompoten mengatasi dan memegang Kemenkeu,” katanya. (bud)

ga, yang selaras dengan salah satu strategi pertumbuhan CIMB Niaga, yaitu meningkatkan Tabungan dan Giro Syariah (CASA). Di 2013, Tabungan iB X-Tra telah merencanakan sejumlah program menarik. Selain tetap melanjutkan program iB Berkah dan iB Ayo Berkurban, Tabungan iB X-tra menyelenggarakan Festival Star X-Tra, yaitu hujan hadiah uang tunai terbesar tanpa diundi dengan total hadiah Rp20 miliar. Nasabah Tabungan iB X-Tra juga bisa memanfaatkan beragam jalur distribusi elektronik (branchless banking), seperti Go Mobile (mobile banking), CIMB Clicks (internet banking),Self Service Terminal (SST), Cash Deposit Machine (CDM), Phone Banking 14041 dan 500 800, hingga ATM yang memiliki keunggulan sebagaimana yang dimiliki oleh CIMB Niaga dan CIMB Group. Sementara untuk tabungan berjangka iB Mapan, kini tersedia program iB Mapan Haji Plus & Umrah, serta program iB Mapan Hadiah Langsung Umrah, disamping melanjutkan program tahun lalu berhadiah gadget terbaru. Untuk produk tabungan anak, tersedia iB Junior berhadiah langsung Spongebob. “Semua itu menjadi komitmen kami untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah CIMB Niaga Syariah,” kata Saefudin. Dengan beragam program menarik serta melihat kondisi perekonomian Indonesia di 2013 yang diperkirakan relatif stabil, Saefudin tetap optimistis penghimpunan DPK CIMB Niaga Syariah, “Khususnya untuk produk tabungan, masih bisa meningkat,” tutup Saefudin. (gam/ abe)


14

OPINI

SENIN 25 PEBRUARI 2013 NO. 0063 | TAHUN II

salam songkem Kekuatan Moral Anas

Geliat Partai dalam Tafsir Politik Oleh: HM. Hafid Kri | Pengasuh Pesantren Salawar Badar Lenteng Sumenep

K

ekuatan moral sangat penting dalam kehidupan manusia. Terutama ketika seseorang sedang menghadapi peristiwa besar dalam menjalani kehidupan ini. Seperti yang dihadapi Anas Urbaningrum, yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus korupsi Hambalang oleh KPK (Jum’at, 22/2), tidak lama setelah Rapimnas PD di Puri Agung Hotel Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2013). Tentu saja, penetapan tersangka dalam kasus korupsi menjadi peristiwa pahit dalam kehidupan Anas Urbaningrum dan keluarganya. Tidak hanya itu, selang beberapa jam setelah KPK menetapkan statusnya sebagai tersangka, Anas menyatakan diri keluar sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, peristiwa ini melengkapi penderitaan diri Anas. Tidak banyak orang mampu menjalani pukulan peristiwa seberat ini, kecuali orang yang memiliki kekuatan moral. Berbagai komentar pro Anas pasca penetapan status Anas yang kerap mewarnai media, juga bernilai sebagai dukungan moral atas diri Anas dan keluarganya, agar mereka memiliki kekuatan moral dalam menghadapi cobaan terberat ini. Ditetapkan sebagai tersangka bukanlah berarti kiamat. Tidak bisa dijadikan akhir dari perjuangan Anas. Seperti yang dikatakan Anas dalam pernyataan persnya, bahwa peristiwa ini merupakan awal dari halaman-halaman yang kita baca bersama untuk kebaikan bersama. Banyak orang berpraduga pernyataan Anas tersebut merupakan sebuah indikasi bahwa seorang Anas dalam menjalani persidangan akan sering membuka halaman-halaman baru yang cukup membuat cemas banyak pihak, terutama mereka yang terindikasi terlibat dalam kasus yang kini menyeret mantan ketua umum PD itu. Ada praduga Anas akan seperti Nazaruddin yang lihai bernyanyi selama diinterogasi petugas penegak hukum, yang bisa berdampak pada terseretnya sejumlah nama dari orang-orang penting di negara ini dalam kasus korupsi. Dari pengantar halaman Anas sebagai tersangka, sepertinya KPK akan disibukkan dengan nama-nama yang terindikasi terlibat dalam kasus seperti Anas. Memang, masih belum jelas apa yang dimaksud dengan halaman-halaman baru yang akan dibentangkan oleh Anas, tetapi tampaknya akan mengkrucut pada ‘nyanyian seorang Anas’ nanti. Pernyataan Anas itu tidak mengurangi kekuatan moral dia sebagai seorang tersangka, karena memang sudah menjadi kewajiban setiap orang, termasuk juga Anas, untuk selalu menyuarakan kebenaran apabila memang benar dan menyatakan salah apabila memang salah. Setiap orang tidak boleh gentar menyuarakan kebenaran, meskipun kebenaran itu masih bersifat nisbi, karena di dunia ini memang tidak ada kebenaran yang hakiki. Termasuk juga diri Anas yang dijadikan tersangka, barangkali itu kini menjadi sebuah kebenaran, tetapi sifatnya masih nisbi, karena suatu saat kebenaran itu bisa berubah sesuai iklim hukum yang seringkali dipolitisir dan berubahrubah di negara ini. Hanya satu kepastian, untuk kasus tersebut, memerlukan perjuangan yang sangat panjang dari pihak Anas Urbaningrum sebagai orang yang memiliki kekuatan moral untuk menyuarakan kebenaran dan menerima keadaan. =

P

emilu 2014 semakin hari semakin dekat. Dalam pepatah Arab dikatakan: “Kullu aatin qariib”. “Segala sesuatu yang berkaitan dengan masa mendatang adalah dekat”. Bagi sepuluh partai politik yang telah dinyatakan lulus verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum sedang mempersiapkaan diri untuk menjadi kontestan pemilu 2014 yang baik, cerdas dan sukses. Akhir-akhir ini di sepanjang jalan protokol dalam kota, seringkali tidak sepi dari spanduk dan bendera berbagai partai yang dipancang untuk menyemarakkan sekaligus untuk menandai adanya pertemuan yang semakin gencar dilaksanakan. Baik dalam bentuk konsolidasi antar pengurus dalam semua tingkatan atau proses rekrutmen bakal calon anggota legislatif. Selain dari kegiatan-kegiatan tersebut di atas yang sifatnya internal, partai-partai mulai menunjukkan geliat positif yang dapat menguntung-

tantangan demi tantangan dalam partai politik yang terus muncul jangan ditafsiri sebagai keadaan suatu partai sudah tidak berdaya. Jangan-jangan partai itu sedang melakukan pengkajian dan pembenahan diri Kedua, sebagian partai yang akan meenjadi kontestan pemilu 2014 masih dalam terjangan “badai konflik”, baik konflik internal ataupun konflik eksternal. Ini berangkat dari pernyataan bahwa politik adalah kepentingan demi kepentingan. Sehingga dalam partai politik itu pe-

nuh dengan insan-insan politik yang memiliki kepentingan. Bahkan antar partai pun penuh kepentingan sesuai dengan visi dan misi masing-masing partai. Andaikan kepentingannya sama maka konflik dapat diminimalisir. Ketika yang berkepentingan tidak sama maka konflik menjadi bom waktu yang siap meledak, yang akan menyebabkan kondisi tidak kondusif. Dua hal ini seharusnya tidak lepas dari perhatian insan-insan politik. Dalam pandangan dunia Barat, bahwa peradaban dunia ini hanya akan dapat maju jika ada challenge (tantangan). Dan setiap challenge pasti ada response (jawaban). Setiap jawaban yang dikemas dengan manajemen yang handal akan berhasil menjawab challenge, sekaligus akan semakin mengokohkan peradaban itu. Dmikian sejarawan Inggris, Arnold J. Toynbee memaparkan siklus challenge dan response secara tegas. Berangkat dari hal tersebut, tantangan demi tantangan dalam partai politik yang terus muncul jangan ditafsiri sebagai keadaan suatu partai sudah tidak berdaya. Jangan-jangan partai itu sedang melakukan pengkajian dan pembenahan diri, tetapi yang nampak di permukaan dalam bentuk koflik. Akhirnya, setelah badai konflik reda, malah rating partai itu naik. Hal mana tentunya akan berdampak signifikan pada pelaksanaan pemilu legislatif nanti. Semoga insan-insan politik membaca situasi politik yang ada dengan penuh kearifan. =

Oleh: Hidayat Raharja | Pendiik dan Pelaku Kebudayaan

M

A

masyarakat dengan pengakuannya kesana kemari sebagai pahlawan yang memperjuangkan beberapa anggaran proyek di daerah tersebut. Kalau dicermati lebih mendalam terasa sangat disayangkan gerakan sebagian anggota legislatif tersebut yang secara tidak langsung sedang melakukan “proses pembodohan” kepada masyarakat. Bahkan lebih ironis lagi bahwa proyek itu hasil perjuangan orang lain yang diakuinya sebagai perjuangannya sendiri. Sebagian anggota tersebut mulai berdusta, sebagai indikasi tidak amanah.

Grafiti, Kapitalisme, dan Pemberontakan Kaum Muda

Masa Depan Bangkalan ungkin standar pembangunan dan hasil-hasilnya sudah diletakkan pada strata yang begitu tinggi di masa kepemimpinan Bupati Bangkalan RKH. Fuad Amin. Kendati begitu, hal ini menjadi beban berat bagi penerusnya. Meski penggantinya adalah “putera mahkota”, namun warisan kepemimpinan tidak lantas menurun secara linier. Bupati terpilih M. Makmun Ibnu Fuad masih berusia 26 tahun, meski sudah melewati fase 21 tahun sebagai tahun kematangan, usia 26 tahun memberikan nuansa gambling yang luar biasa. Meski “sang bapak” tidak akan tinggal diam kala sang anak dirundung persoalan, namun manajemen kekuatan SDM yang mengelilingi Bupati terpilih menjadi bagian rumit. Perlu perencanaan yang tepat dalam mengelola asset, sumber daya manusia, dan merencanakan pembangunan dengan tepat di samping langkah-langkah kebijakan taktis-strategis yang harus diambil manakala dihadapkan pada suatu persoalan pelik dan membutuhkan penanganan segera. Sangat menguji insting atau naluri seorang pemimpin karena kompleksitas persoalan yang dihadapi membutuhkan seni memimpin yang bagus. Batasan hukum dan konsep demokratisasi sebenarnya juga merupakan kendala unik tersendiri bagi tiap pemimpin daerah untuk memajukan pembangunan di lokal wilayahnya masingmasing. Tidak sedikit Bupati/Walikota, bahkan Gubernur sekalipun berurusan dengan hukum manakala kebijakan yang diambilnya terbukti melenceng dari konstitusi yang berlaku. Antisipasinya adalah penguatan internal tim yang solid terdiri dari orang-orang atau pejabat-pejabat yang memiliki kemampuan, dedikasi, dan integritas jelas. Tim ini yang kemudian membantu Kepala Daerah untuk melaksanakan dan mengamankan pembangunan dengan pola kebijakan normatif, sesuai dengan rule of the game yang ada. Kalau kita flash-back, di masa Bupati Fuad berkuasa, di situ muncul situs-situs kekuatan baru diberbagai sektor pembangunan dengan peran yang berbeda-beda pula. Pola ini terbukti efektif meski tidak efisien, namun cukup bisa mengendalikan keadaan di segala sektor. Birokrasi yang dipimpin Fuad dengan mixed leadership memungkinkan para pejabat berkreasi dalam bidangnya, namun dibatasi dalam ruang gerak. “Bebas berpkir, tapi tidak leluasa bergerak” mungkin narasi tersebut cukup memberikan gambaran representatif bagi setiap orang di Bangkalan. Makmun Ibnu Fuad nampaknya berbeda pandang tentang bagaimana memimpin orang. “Memanusiakan manusia” itu yang selalu didengungkan Momon menggambarkan pola kepemimpinannya yang akan datang. Jaminan untuk berjalannya sistem pemerintahan daerah sesuai dengan Undang-undang yang mengaturnya, merupakan garansi yang harus disepakati dengan para pejabat. Fakta integritas ini yang membuat suasana kerja di masing-masing Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) menjadi nyaman dan tenang. Pelayanan satu pintu, cepat, tepat, dan murah merupakan pelayanan publik yang sangat diidam-idamkan masyarakat selama ini. Mungkin seiring berjalannya waktu, Momon akan menemukan pola kepemimpinan di kabupaten paling barat Madura ini. =

kan konstituennya secara khusus dan masyarakat secara umum. Dari kegiatan-kegiatan partai secara global, ada dua hal menarik yang patut dikaji. Pertama, partai-partai mulai melakukan aktualisasi diri dengan berbagai programnya untuk mendekati dan menyapa konstituennya. Ini sebagai bahasa lain dari program partai untuk senantiasa mengingatkan konstituennya bahwa pemilu legislatif 2014 sudah diambang pintu. Apapun juga alasannya partai-partai tidak mau ditinggalkan konstituennya karena perasaan kecewa. Bahkan partai-partai sudah saatnya untuk melakukan terobosan agar dapat meyakinkan dan memperoleh perhatian dari massa mengambang yang berdasarkan pemilu legislatif sebelumnya mereka sinis bahkan acuh tak acuh. Memang bagi partai-partai yang sedang mendudukkan kader terbaiknya sebagai anggota DPR RI, DPRD Provinsi atau DPRD Kabupaten lebih diuntungkan. Karena diakui atau tidak mereka sebagai kepanjangan tangan partai di lembaga legislatif yang akan menggodok kebijakan anggaran dalam satu tahun bersama eksekutif sebagai mitra kerjanya. Dengan demikian, keberadaan anggota DPR RI, DPRD Provinsi atau DPRD Kabupaten akan menjadi informan bagi partainya tentang proyek-proyek yang akan disebarkan ke tengah- masyarakat. Oleh sebab itu, tidak terlalu mengherankan apabila sebagian anggota legislatif menjadi corong partainya kepada

G

rafiti sebagai bentuk karya seni berupa garis atau bidang atau tulisan yang tertulis di dinding bangunan dan jalan seputar kota. Sebuah coretan yang kerap dan dianggap sebagai kegiatan illegal dan mengotori keindahan kota. Sebuah kompleks pertokoan yang berderet rapi dan bersih tiba-tiba di pagi harinya sudah dipenuhi coretan-coretan, kadang tak dimengerti maksudnya. Namun, hampir di setiap generasi aktivitas grafiti yang diidentikkan dengan vandalisme selalu hadir untuk mengabadikan kenangan atau pun untuk mengenalkan identitas diri atau kelompoknya. Dalam sejarah purbakala, coretan-coretan manusia purba di dinding gua adalah sebuah gambar yang memberikan harapan terhadap apa yang digambarkannya. Kebiasaan melukis di dinding bermula dari manusia primitif sebagai cara mengkomunikasikan perburuan (id.Wikipedia.org.). Beberapa fakta gambar dan coretan di dinding menggambarkan hewan yang tengah berlari dengan pemburu bertombak di belakangnya, adalah sebuah gambaran yang melukiskan kehidupan berburu mereka. Dinding gua menjadi media komunikasi manusia purba dengan menyampaikannya lewat tulisan dan gambar. Gambar yang di dalamnya menyimpan pesan dan harapan merupakan sebuah komunikasi personal dan komunal tentang keseharian yang mereka jalani dan lakukan. Realitas yang menandaskan bahwa di dalam kehidupan manusia purba, komunikasi di antara mereka tidak cukup secara verbal tetapi juga secara visual. Sebuah realitas dinamika peradaban manusia dengan kemampuan kemunikasi yang memadukan imajinasi dan nalar yang saling melengkapi. Di zaman Mesir kuno, grafiti juga

berkembang sebagai aktifitas melukis di dinding piramida. Lukisan sebagai wujud komunikasi antara alam lain. Sebuah ungkapan harapan terhadap kehidupan yang meninggal atau telah pergi ke alam yang lain. Harapan menemukan kebahagiaan,atau untuk menyampaikan pesan kepada yang telah meninggal. Seni grafiti sebagai sarana ketidakpuasan atau pemberontakan dimulai pada zaman Romawi, dengan hadirnya beberapa lukisan yang berisi sindiran kepada kebijakan pemerintah yang digoreskan di dinding bangunan. Fakta sebagaimana ditemukan di reruntuhan bangunan di kota Pompeii. Sementara di Roma dijadikan sebagai alat propaganda terhadap penyelenggaraan keagamaan yang dilarang kaisar waktu itu. Indonesia di masa revolusi merupakan salah satu bentang waktu yang menjadikan grafiti sebagai salah satu media untuk melakukan perlawanan terhadap kolonialisme. Coretan merdeka atau Mati adalah sebentuk goresan huruf yang memiliki makna revolusioner. Makna yang mengemban tugas kebangsaan dan pengorbanan (jiwa) dan raga. Ada jiwa dalam coretan sehingga memantik semangat revolusi bagi bangsa Indoensia dan juga memantik kejengkelan bagi kaum kolonial. Secara sembunyi tulisan itu disebarkan di aspal jalanan, tembok rumah ataupun gedung pemerintahan ketika gelap rebah. Di masa kekuasaan orde baru saat rezim penguasa mencanangkan pengendalian jumlah kelahiran (penduduk) dengan program Keluarga Berencana (KB), maka segala macam slogan tertulis di pepohonan dengan slogan dua anak cukup laki perempuan sama saja. Di beberapa tempat dan ruang bangunan yang kosong dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan (iklan) tersebut. Secara longgar grafiti juga membentang di dinding bak truk dengan aneka pesan dan slogan yang berhubungan dengan kehidupan para sopir truk yang melintas antar kota dan propinsi. Gambar seorang perempuan muda yang tengah selonjor bertuliskan “kutunggu jandamu”, di bak yang lain bertuliskan “putus cinta itu biasa putus rem mati kita”, bahkan kadang berisi tulisan yang jorok dan lukisan perempuan seksi. Setahun setelah runtuhnya kekuasaan Husni Mubarak, di jalanjalan dan dinding-dinding kota di

Kairo dipenuhi dengan hiasan grafiti dari kelompok yang kontra terhadap Mubarak, kelompok prodemokrasi, dan juga pendukung Husni Mubarak (2012). Sebuah bentuk seni grafiti yang mengambil peran sebagai alat kontrol kekuasaan. Grafiti yang juga memenuhi dinding ibu kota Jakarta pada saat berlangsung aksi demonstrasi yang menuntut reformasi. Aksi yang menjalar ke berbagai kota di daerah, bahkan di Balai Pemuda Surabaya perupa Saiful Hadjar membuat sebuah lukisan raksasa di atas kertas semen menutup gedung balai pemuda menyerukan “Mari Kita Revolusikan Impian Negeri Ini” dengan dilatari lukisan ribuan massa yang tengah melakukan aksi demonstrasi. Di tangan kaum muda, seni grafiti menjadi media ekspresi untuk menyatakan diri, menebarkan pengaruh dan kekuasaan. Kian banyak grafiti dituliskan oleh kelompok

tantangan demi tantangan dalam partai politik yang terus muncul jangan ditafsiri sebagai keadaan suatu partai sudah tidak berdaya. Jangan-jangan partai itu sedang melakukan pengkajian dan pembenahan diri tertentu sebagai penanda luasnya kekuasaan dan pengikut mereka. C59 ujung aspal, GMC, Vacot, Backstreet, R2M Rank2Mole, joxzin Crew, Toger, KAPPA, MMS, Revamres Community, GMC, Zakera, dan semacamnya. Adalah potongan grafiti yang ditemukan di antara dinding kota dan bangunan perumahan. Kadang tulisan mereka tumpang tindih seperti bertarung berebut permukaan dan menusuk mata. Goresan yang memiliki makna gejolak atau berontak anak-anak muda sebagai upaya mereka menyatakan eksistensi diri dan kelompok, sekaligus juga penanda aktivitas kelompok yang mereka lakukan. Tulisan C59 ujung aspal, penanda sebagai kelompok gang motor sekaligus menyodorkan pertanyaan bagi para orangtua ketika C59 bermakna sebagai akronim dari Cuma 5 menit jadi 9 bulan. Apakah perilaku seks

bebas mereka? R2M = rank2mole secara harfiah bermakna jarang pulang. Mereka sekelompok anak muda yang tidak mau terikat untuk pulang ke rumah. Para petualang yang kemungkinan kurang perhatian dari oang tua sehingga tak betah di rumah. Adakah sebagian kegelisahan kaum muda yang patut mendapat perhatian bersama sehingga mereka bisa mengekspresikan diri secara positif. Sudah saatnya di tiap kota punya arena untuk balap motor bagi remaja yang gemar adu kecepatan motor di jalanan umum. Ada agenda balap sehingga mereka punya ruang pelampiasan dari buncahan hormon adrenalin. Melarang mereka takkan banyak digubris sebab yang mereka butuhkan bukan hardikan tetapi mereka butuh orang yang mendengarkan kegelisahan dan kebutuhan mereka. Di tahun 80-90 an masih kerap diselenggarakan lomba grafiti untuk menampung bakat remaja dan kaum muda yang suka corat-coret. Sayang di saat era reformasi bergema justru ruang-ruang untuk ekspresi bagi kaum muda malah kian menyempit. Bahkan seirama dengan gelegak kapitalisme yang memasuki setiap ruang nafas dalam kehidupan ini dinding-dinding bangunan di tepian jalan dipenuhi dengan “grafiti” yang menawarkan layanan seluler dengan ukuran tulisan raksasa mencolok mata. Di tengah kota sebuah baliho besar menerjang pandangan menawarkan aneka jenis rokok sebagai konsumsi kaum muda. Kapitalisme yang mengambil alih ruang publik dalam “grafiti” iklan yang “memaksa” kaum muda untuk memiliki, menggunakan, dan mengkonsumsinya. Kepungan kapitalisme yang membuat ruang ekspresi kaum muda kian terdesak dan menjadikan mereka sebagai obyek yang konsumtif. Saatnya kita berpikir ulang mengenai kehadiran “grafiti” dari kaum muda yang dianggap mengotori kota, untuk memberikan ruang ekspresi bagi mereka. Mengundang mereka untuk menggoreskan kreatifitasnya di permukan tas, kaos, kanvas, gerabah sehingga menjadi obyek yang memiliki nilai estetik dan ekonomi. Mengubah grafiti dari jalanan ke dalam ruang pamer yang bermartabat dan bernilai eknomi. Beranikah Disbudparpora sebagai dinas yang berhubungan dengan pemuda (kaum muda) untuk memulainya? =

Pimpinan Redaksi Abrari. Redaktur Ahli M. Husein. Redaktur Pelaksana Abdur Rahem. Sekretaris Redaksi Benazir Nafilah. Tata Letak Zeinul Ubbadi, Hariri Em-Noer. Desainer Grafis Ahmed David, M. Farizal Amir, Ach. Sunandar. Redaktur Website M. Kamil Akhyari. Sumenep Syah A. Latief, Syamsuni, Junaidi. Pamekasan G. Mujtaba (Kepala), Taufiq Rahman, Muhammad Fauzi, Faqih Amyal. Sampang Mahardika Surya Abriyanto (Kepala), Ryan H, Cahyo Wuriyanto Rahmat. Bangkalan R. Aditya (Kepala) Doni Harianto, Moh. Ridwan. Surabaya Hana Diman (Kepala), Ari Armadianto, I Komang Aries Dharmawan. Sidoarjo Yuyun. Probolinggo Pujianto, M. Hisbullah Huda, Agus Purwoko. Jakarta Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy. Manajer Pemasaran Djunaidi. Accounting Eksekutif Deddy Prihantono, Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim, (Pamekasan) Siti Farida, (Sampang). Kontributor Sugianto (Bondowoso) FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia) | Penerbit PT. Koran Madura. Komisaris Rasul Djunaidi. Direktur Utama Abrari. Direktur Keuangan Fety Fathiyah. Alamat Redaksi Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, email koranmadura@ymail.com, Telepon/Faks. (0328) 6770024, No. Rekening BRI 009501000029560, NPWP 316503077608000 Website www.koranmadura.com | Wartawan Koran Madura dibekali ID Card (kartu pengenal) dan tidak diperkenankan menerima imbalan berupa apapun dari nara sumber


TAPAL KUDA

15

SENIN 25 PEBRUARI 2013 NO. 0063 | TAHUN II

PASCA BANJIR

PERESMIAN POLIWANGI

Bupati Tantri Instruksikan Satker Segera Bekerja

ant/seno s.

PRASASTI POLIWANGI. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh (kiri) menandatangani prasasti, didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (dua kiri) dalam peresmian Poleteknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) di Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (24/2). Tahun ini Kemdikbud menegerikan lima Politeknik di Indonesia termasuk Poliwangi dengan tujuan mencetak sumber daya manusia (SDM) terapan yang terampil untuk dunia kerja.

Mendikbud: Poliwangi Jadi “Parfum” Indonesia Timur BANYUWANGI – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengharapkan Politeknik Banyuwangi (Poliwangi) dapat menjadi politeknik yang “wangi” (harum) seperti “parfum” bagi kemajuan kawasan Indonesia bagian timur seperti Bali, Mataram, Kupang, Maluku, hingga Papua. “Alasan Poliwangi ‘dinegerikan’ (menjadi PTN) adalah Banyuwangi itu ujung atau perbatasan Jatim dengan Indonesia bagian timur dan kawasan perbatasan biasanya diabaikan, sehingga tingkat kemiskinannya tinggi. Itu harus dirombak,” katanya di Banyuwangi, Minggu. Di hadapan ribuan pengawas, kepala sekolah, dan

guru se-Banyuwangi yang menghadiri peresmian status Poliwangi menjadi PTN, peluncuran “Indonesia Digital Campus” (Indicampus), dan Sosialisasi Kurikulum 2013, ia menilai semangat bupati juga menjadi alasan. “Bukan hanya keinginan mendorong Banyuwangi menjadi pusat keunggulan di kawasan timur, tapi saya juga melihat semangat bupati yang luar biasa, sehingga saya yakin Poliwangi tidak hanya sekadar ada, tapi juga bisa menjadi politeknik terbaik,” katanya. Oleh karena itu, Mendikbud mengusulkan kepada Rektor Poliwangi dan Bupati Banyuwangi untuk “menyekolahkan” dosen Poliwangi hingga doktor. “Saya akan bantu dengan berbagai program beasiswa yang ada hingga kita akan memanen hasilnya dalam lima tahun ke depan,” katanya. Namun, katanya, Kemendikbud “menegerikan”

sejumlah PTS bukan untuk kepentingan sesaat, melainkan ikhtiar menyiapkan sebagian dari 113 juta “skills worker” atau sumberdaya manusia yang terampil. “Apalagi, Banyuwangi punya Digital Society, tapi saya berharap Digital Society itu jangan hanya punya jaringan wifi tapi tidak tahu cara menggunakan internet untuk kepentingan sosial, ekonomi, dan pendidikan,” katanya. Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menceritakan sejumlah perkembangan terkini dari Banyuwangi yang dipimpinnya sejak tahun2010, diantaranya angka kemiskinan, digital society, dan rencana “e-office” serta “e-health”. “Angka kemiskinan di Banyuwangi berjumlah 20,45 persen pada tahun 2010, tapi sekarang tinggal 10,9 persen, sedangkan PDRB sekarang sudah mencapai Rp33 triliun, padahal targetnya Rp27 trili-

PROBOLINGGO - Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, SE meninjau lokasi banjir di tujuh desa, di Kecamatan Pakuniran, Besuk dan Gading, Minggu (24/2). Rombongan Bupati Probolinggo langsung mendatangi lokasi banjir di Desa Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran. Ia menyatakan ikut prihatin atas tragedi banjir yang terjadi Jumat malam lalu. Sebelum menemui warga Dusun Nangka, Desa Gunggungan Lor, melihat kondisi bangunan SD dan PAUD milik yayasan Nurul Qodir, yang luluh lantak diterjang banjir bandang. Dalam kesempatan itu Bupati Probolinggo menyampaikan empatinya atas musibah yang dihadapi warga korban banjir. Setelah meninjau lokasi banjir yang terjadi, Jumat (23/2) lalu. Bupati meminta satuan kerja di lingkungan Pemkab Probolinggo segera bekerja untuk menanggani korban banjir. “Kami sangat prihatin atas kejadian yang menimpa warga di Kecamatan Pakuniran, Besuk dan Gading. Saya berharap para korban bisa tabah dan tetap bisa melakukan aktifitasnya ditengah keterbatasan akibat banjir ini,” kata Hj. Tantriana, Bupati

“Kami sangat prihatin atas kejadian yang menimpa warga di Kecamatan Pakuniran, Besuk dan Gading. Saya berharap para korban bisa tabah..”

Hj. Tantriana

Bupati Probolinggo

Probolinggo yang mengawali 100 hari program kerja. Banjir yang menerjang tiga Kecamatan ini merupakan agenda pertama bupati Probolinggo menjalani tugasnya, sejak dilantik Gubernur Soekarwo, tanggal 20 februari lalu. Tidak saja melihat sejumlah obyek bangunan SD yang hilang tergerus air bah. Namun juga melihat infrastruktur jembatan yang putus. Di hadapan warga Puput Tantriana meminta warga tetap bersabar. “Jika ada warga yang sakit silahkan berobat gratis yang telah kami sediakan. Dan saya meminta kepada warga korban banjir agar bersabar. Pemkab Probolinggo siap memberikan

bantuan kepada masyarakat disini,” tandasnya. Selain itu, Bupati Tantri meminta dinas terkait dan satuan kerja pendukung untuk segera melakukan invetarisir kerugian akibat banjir. ”Kita masih melakukan inventarisir kerugian material akibat bencana banjir. Jumlahnya akan dihitung oleh dinas masing-masing,” kata Ir. Prijono, MUM, Kepala Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Probolinggo. Secara terpisah Kepala PU Bina Marga Ir. Anggit Hermanuadi, MSi, belum bisa memastikan berapa total kerugian di tiga kecamatan tersebut. “Kami masih mengumpul data apa saja yang rusak. Dan sekarang kita tengah merancang jembatan sementara agar warga yang terkena dampak banjir tidak terisolir,” pungkasnya saat mendampingi Bupati Probolinggo. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung membuat Posko Bencana dan membuat dapur umum. Tak kurang 650 paket sembako. Warga Juga mendapat bantuan 650 sarung dan mukena dari bupati Probolinggo. (hud/dar).

un,” katanya. Untuk “Digital Society” juga sudah mencapai 1.100 titik wifi dari target 10.000 titik wifi, padahal Jakarta hanya mempunyai 200 titik wifi. “Untuk e-office dan ehealth sendiri akan diluncurkan Men-PAN dan Menkominfo pada awal Maret mendatang,” katanya. Sementara itu, Poliwangi dengan lahan seluas 3 hektare itu memiliki tiga jurusan yakni program studi informatika, program studi teknik, dan program studi teknik mesin. “Sejak 2010 hingga kini, kita sudah menegerikan sembilan PTS menjadi PTN, baik universitas maupun politeknik, bahkan ada lima lagi yang masih proses sejak 2012. Syaratnya, kawasan perbatasan, APK rendah, potensi daerah dan semangat pemdanya,” kata Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Ditjen Dikti Kemdikbud, Prof Jazidi. (ant/edi/cha/dar)

KESEHATAN MASYARAKAT

Laki-laki Bisa Terkena Kanker Payudara PROBOLINGGO – dr. Muhammad Abrar, spesialis bedah mengatakan, kanker payudara tidak hanya menyerang kaum perempuan. Kaum adam atau lelaki, juga bisa terjangkit penyakit mematikan tersebut. Hal itu itu diungkap dr. Abrar, saat memberikan sosialisasi Peran Kader Kesehatan Posyandu, Minggu (24/02) siang. Sosialisasi yang sekaligus pemberian bantuan sarana posyandu ini, berlangsung di Gedung Balai Bina Budaya, Perguruan Taman Siswa, Kota Probolinggo. Ratusan kader kesehatan posyandu di 29 Kelurahan yang turut menghadiri acara yang diprakarsai Habib Hadi Zainal Abidin, anggota DPRD Jawa Timur, yang bekerja sama dengan LSM (Study Center) Komunitas Pemuda Pribumi. Di hadapan peserta yang didominasi ibu-ibu dan sebagian anak-anak itu, dr M Abrar, mencatat, dirinya telah menangani kasus empat laki-laki, warga Kota Probolinggo, yang terjangkit kanker payudara. Hanya saja ia tidak mengetahui, apakah ke empat pasiennya itu, sembuh atau meninggal. Sebab, setelah ke empat pasiennya dirujuk ke rumah sakit Surabaya dan Malang, untuk melakukan kemo terapi, mereka tidak lagi memberi kabar. Menurutnya, dibanding kaum perempuan, prosentasi kasus pria yang terjangkit kanker payudara di muka ini relatif kecil, yakni kemung-

kinannya hanya sekitar satu prosen. Adapun Jenis dan penyebab kanker yang bersarang di tubuh lelaki atau perempuan, relative sama. Mengenai penyebab utamanya, dr M. Abrar, belum diketahui. “Ini kan penyakit multifaktorial, yang penyebab disposisinya banyak sekali, diantaranya, obesitas, pola makan dan pola hidup, ” terangnya. Karenanya, Abrar meyarankan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari makanan yang mengandung pestisida. Sedang cara pencegahanya, dengan membiasakan pola hidup sehat. memperbanyak makan makanan berserat dan memperbanyak minum air putih. Bagi kaum laki-laki diminta untuk tidak merokok dan menghentikan kebiasaan merokok. Sedang tanda-tanda seseorang terkena virus kanker payudara, salah satunya, terdapat benjolan, menderita gatal atau korengan yang tak kunjung sembuh serta buang air besar tidak lancar. Jika ada perubahan saat buang air besar, atau memiliki salah satu tanda-tanda tersebut, dr M Abrar, menyarankan untuk segera memeriksakan ke dokter atau ke rumah sakit. “Pencegahan itu lebih penting daripada mengobati,” kata dr M. Abrar. Sebab jika penyakit tersebut lambat diketahui dan su-

dah bersarang di tubuh, sulit untuk disembuhkan dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ia kemudian menyebut, untuk sekali kemo terapi, biayanya sekitar Rp 3 sampai dengan Rp 4 juta. Tetapi, kata Abrar, orang kaya belum tentu bisa melakukan kemo secara berkala. Karena penderita harus antri menunggu giliran. “Karena tidak sabaran, pasien yang kaya pun enggan terapi kemo. Sehingga kanker payudaranya, tidak sembuh,” pungkasnya.

tanda-tanda seseorang terkena virus kanker payudara, salah satunya, terdapat benjolan, menderita gatal atau korengan yang tak kunjung sembuh serta buang air besar tidak lancar. Sementara, dr. Indah Sriwahyuni, yang turut menjadi nara sumber dalam acara tersebut, lebih fokus pada gizi dan perawatan bayi atau anak. Selain itu, perempuan yang menjabat Kabid KB pada Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo ini, juga menga-

jak agar ibu-ibu lebih agar selalu mengkonsumsi makanan yang terbuat kedelai. Karena menurutnya, makanan tersebut dapat memperpanjang menopause. Saat ditanya apakah dalam melakukan hubungan intim suami istri, Ibu-ibu menggunakan kondom., serempak mereka mengatakan, tidak. Sebab menurut ratusan kader posyandu itu, jika mereka bersetubuh suaminya memakai kondom, rasanya tidak enak. “Enggak bu dokter. enakan gak pakai kondom rasanya,” ujar mereka berbarengan. Kendati demikian dr. Indah tetap menyarankan mereka, untuk menggunakan kondom saat bersetubuh. Sebab, tambahnya, kondom mencegah penularan berbagai penyakit, terutama penyakit kelamin atau HIV/AIDS. Lagi-lagi peserta sosialisasi, mengatakan suaminya tidak menggunakan kondom, lantaran ibu-ibu menjamin kalau suaminya tidak suka jajan. “Ini untuk mencegah bu. Siapa tahu suami kita ada yang suka jajan” Acara yang berlangsung sekitar dua jam itu diakhiri dengan penyerahan peralatan posyandu secara simbolis kepada tiga perwakilan kelompok posyandu. Usai penyerahan simbolis, penyelenggara kemudian menyerahkan peralatan yang sama kepada seluruh kelompok posyandu yang tersebar di 29 Kelurahan. (gus)

koranmadura/hud

JEMBATAN DARURAT : Bupati Probolinggo Hj.Puput Tantriana Sari, SE, melintasi jembatan gantung darurat yang dibangun warga Desa Gunggungan Lor. Jembatan lama rusak diterjang banjir bandang pada Jumat malam lalu.

KADER PEMIMPIN

264 Pelajar Bondowoso Ikuti Pelatihan Kepemimpinan BONDOWOSO - Sebanyak 264 pelajar SLTP hingga SLTA di Kabupaten Bondowoso, Jatim, Minggu, mengikuti pelatihan kepemimpinan dan motivasi yang diselenggarakan oleh LSM Gen Bee (Generasi Bondowoso) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Lembaga Manajemen Infaq (LMI). Erfan Nuryadi, koordinator acara mengemukakan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk menyiapkan sejak dini para pemimpin yang berkarakter kuat dan baik. Karena itu, pelatihan tersebut dirancang secara berkelanjutan dengan melakukan pendampingan terus menerus terhadap para peserta. “Kami juga mendidik mereka untuk bisa menjadi

motivator bagi adik-adik kelasnya maupun terhadap siswa di sekolah lain. Dari program semacam ini kami berharap mereka kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin dengan perilaku yang baik dan kuat,” tutur praktisi hipnoterapi ini. Ia mengemukakan pada pelatihan kali ini pihaknya mendatangkan motivator dari Malang, yakni Taufik Bersahaja. Selama sehari para siswa itu digembleng dengan materi-materi tentang kepercayaan diri serta bagaimana menjadi pemimpin. “Untuk penanaman kepercayaan diri ini kami ajak peserta untuk praktik langsung ke lapangan. Kami ajak mereka untuk berbicara di tengah kerumunan

masyarakat, seperti di alunalun atau di pusat-pusat keramaian,” ucapnya. Erfan mengemukakan bahwa Gen Bee ini berdiri sejak 2006 yang awalnya merupakan perkumpulan anak-anak Bondowoso yang kuliah di luar kota. Saat ini kelompok yang sering mengadakan “out bond” untuk para siswa tersebut sedang diajukan untuk menjadi sebuah yayasan. “Ini merupakan sumbangan kami yang dulu menimba ilmu di luar Bondowoso dan setelah kami kembali, kami dedikasikan untuk kemajuan Bondowoso juga. Kami berharap nanti juga akan lahir komunitas ‘trainer’ muda yang merupakan alumni pelatihan Geen Bee ini,” katanya. (ant/mas/chn/dar)


16

OLAHRAGA

SENIN 25 PEBRUARI 2013 NO.0063 | TAHUN II

Liga Inggris

Arsenal Akhirnya Petik Kemenangan di Emirates

ari bowo sucipto/ant

SM BRITAMA KALAHKAN STADIUM JAKARTA. Pebolabasket Stadium Jakarta, Indra Budianto (kiri) berusaha menerobos hadangan pebolabasket SM Britama, Rony Gunawan (kanan) dalam pertandingan NBL Seri Ketiga di GOR Bimasakti, Malang, Jawa Timur, Jumat (22/2). SM Britama mengalahkan Stadium Jakarta dengan skor akhir 74-61.

National Basketball League

Dell Aspac Bungkam Satria Muda MALANG - Dell Aspac Jakarta masih belum terkalahkan di Seri III dalam lanjutan National Basketball League (NBL). Pada laga akhir pekan lalu, mereka menang dengan skor 61-52 atas Satria Muda Britama Jakarta. Pada pertandingan yang berlangsung di GOR Bima Sakti Malang, Sabtu (23/2) sore itu, Aspac bisa unggul 20-12 saat kuarter pertama berakhir. Pada dua kuarter berikutnya, kedua tim mengumpulkan poin sama 25. Pertarungan sengit juga tersaji di kuarter pamungkas saat Aspac mengumpukan 16 angka sementara Satria Muda megoleksi 15 poin. Tim besutan Rastafari Horongbala itu menang 61-52. Dengan kemenangan ini, Aspac tercatat menjadi tim yang belum terkalahkan di seri keempat. Pada

tiga laga sebelumnya, mereka menang atas Hangtuah Sumsel IM, Pelita Jaya Energi-MP, serta Satya Wacana LBC Angsapura Salatiga. Tampil sebagai top performer dalam laga melawan Satria Muda adalah guard Aspac, Andakara Dhyaksa, dengan 19 poin dan tiga assist yang dibuatnya. Sementara itu Garuda Kukar Bandung juga memetik hasil positif usai menundukkan Hangtuah 66-

63. Wendha Wijaya dkk. bisa unggul jauh di kuarter pertama 24-11. Namun begitu, Hangtuah bisa selalu unggul di sisa pertandingan. Total mereka menambah 52 poin, sementara Garuda cuma menemas 42 angka. Laga pun berakhir dengan selisih satu setengah bola, 66-63. Guard Garuda, Wendha, keluar sebagai penampil terbaik dengan 13 poin, enam rebound, dan empat assist. Sementara di kubu Hangtuah, kecemerlangan Mei Joni yang mencetak 28 poin tak mampu mebawa timnya menang. Pada pertandingan lainnya tuan rumah Bima Sakti Nikko Steel Malang menang Tonga BSC Jakarta 93-87. Sedangkan NSH GMC Riau menundukkan Pacific Caesar Surabaya 71-67. (aji)

INDONESIA PREMIERE LEAGUE

Persebaya IPL Hajar Bontang FC 5-0

SURABAYA - Tuan rumah Persebaya Surabaya meraih poin maksimal pada laga perdana kompetisi Indonesia Premier League (IPL) 2013 setelah menghajar Bontang FC dengan skor telak 5-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu. Kelima gol Persebaya semuanya tercipta di babak kedua karena Bontang FC lebih banyak tampil bertahan dan menyulitkan Erol Iba dan kawan-kawan melakukan serangan ke jantung pertahanan. Pemain asal Australia Mario Karlovic membuka pesta gol "Bajul Ijo" pada menit ke-54, meneruskan umpan Andik Vermansyah. Berselang enam menit, Karlovic membukukan gol keduanya. Persebaya yang didukung puluhan ribu suporternya memperbesar keunggulan melalui gol dari pemain timnas Andik Vermansyah pada menit ke-71.

Lima menit menjelang laga berakhir, tuan rumah mampu menambah dua gol lagi yang di-

borong pemain pengganti Feri Ariawan pada menit ke-86 dan 89. (kliwantoro/ant)

m risyal hidayat/ant

PERSEBAYA KALAHKAN BONTANG FC. PPesepak bola Persebaya Surabaya, Andik Vermansyah meluapkan kegembiraan dengan menunjukkan kaos bertuliskan "Bersatulah Sepak bola Indonesia" usai melesakkan bola ke gawang Bontang FC dalam laga perdana kompetisi Indonesia Premier League (IPL) di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Minggu (24/2). Persebaya berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 5-0 atas Bontang FC.

LONDON - Setelah menelan dua kekalahan beruntun di Stadion Emirates selama pekan lalu di Piala FA dan Liga Champions, Arsenal akhirnya bisa memetik kemenangan saat menjamu Aston Villa di ajang Liga Utama Inggris pada laga Sabtu (23/2) waktu Inggris. Arsenal menang tipis 2-1 atas Aston Villa berkat dua gol yang diborong oleh gelandang asal Spanyol, Santi Cazorla. Kemengan ini memang belum bisa mengubah posisi Arsenal di papan klasemen sementara. Tim asuhan pelatih asal Prancis Arsene Wenger itu masih ada di posisi kelima dengan 47 poin. Sementara itu, Villa harus turun satu tingkat ke urutan ke-18 dengan 24 poin. Tetapi paling tidak hasil ini cukup memulihkan kepercayaan diri tim yang sempat melorot tajam setelah kalah dari Blackbur Rovers di Piala FA dan Bayern Muenchen di Liga Champions. Hasil ini juga sedikit mengurangi tekanan terhadap pelatih Arsene Wenger. Pada laga tersebut, Arsenal sudah membuka keunggulan ketiga laga baru berjalan enam menit. Menerima umpan dari Jack Wilshere, Santi Cazorla yang ada di dalam kotak penalti Villa kemudian melepaskan tembakan. Tapi bola masih mengenai pemain belakang Villa. Bola "rebound" kembali jatuh ke kaki Cazorla. Gelandang asal Spanyol itu kemudian melepaskan tembakan lagi dan kali ini bola meluncur ke pojok kiri gawang Villa. Tertinggal satu gol, Villa mulai berani keluar menyerang. Peluang pertama untuk tim tamu hadir di menit kesembilan. Dari umpan Charles N'Zogbia, Gabriel Agbonlahor kemudian melepaskan tembakan keras ke arah gawang. Namun bola masih bisa ditepis oleh Wojciech Szczesny. Villa kembali mengancam gawang Arsenal, kali ini lewat serangan balik. Christian Benteke yang bergerak dari sisi kanan kemudian mengirim umpan mendatar ke dalam kotak penalti. Tapi Agbonlahor yang berdiri bebas gagal menjangkaunya dan bola hanya bergulir di depan gawang. Villa mendapat peluang di menit ke-23. Berawal dari umpan Andreas Weimann, N'Zogbia melepaskan tembakan yang memaksa Szczesny melakukan penyelamatan. Lima menit berselang, giliran Arsenal yang membahayakan gawang Villa. Namun tembakan melengkung Theo Walcott masih menyamping. Upaya Arsenal untuk menambah gol lewat Olivier Giroud belum membuahkan hasil. Sepakannya dari sudut cukup

sempit di sisi kiri menyelesaikan kerja sama satu dua dengan Cazorla masih bisa diblok oleh Brad Guzan. Memasuki babak kedua, tim tamu mendapat peluang lebih dulu. Sudulan Ciaran Clark menyambut sepak pojok Ashley Westwood masih melayang di atas mistar gawang Arsenal. Di menit ke-50, umpan Cazorla menemui Giroud yang ada di dalam kotak penalti. Tapi sepakan striker asal Prancis itu masih belum menemui sasaran. Villa kemudian mencetak gol penyeimbang di menit ke-67. Berawal dari sebuah serangan balik cepat, Weimann yang membawa bola dari lapangan tengah dan kemudian melepaskan tembakan dari luar kotak pena l t i y a n g menembus g a wang Szczesny.

Sepuluh menit jelang laga usai, Arsenal punya peluang emas. Sepak pojok Cazorla disambut dengan sundulan oleh Giroud yang berdiri bebas. Namun, Guzan melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola dan menghasilkan sepak pojok lagi untuk Arsenal. Gol kemenangan Arsenal hadir di menit ke-86. Nacho Monreal yang sebelumnya menerima bola dari Wilshere kemudian melepaskan umpan yang diselesaikan dengan baik oleh Cazorla yang mencetak gol keduanya di laga itu sekaligus memberi Arsenal kemenangan 2-1. Di sisa waktu pertandingan, tak ada gol lagi yang tercipta. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-1 untuk Arsenal tetap bertahan. Pelatih Arsene Wenger cukup lega dengan kemenangan ini. "Kami datang dari dua kekecewaan besar dan tim sedikit gugup di awal tapi fokus. Secara keseluruhan, ini adalah kemenangan yang layak dan membawa kami ke atmosfer yang lebih menenangkan. Beberapa hari terakhir cukup sulit. Penting untuk mendapat tiga poin hari ini," kata Wenger. Wenger juga memuji penampilan luar biasa Santi Cazorla yang mecentak dua gol kemenangan Arsenal. "Pemain berkelas melakukannya di saat penting dan dia melakukannya hari ini. Ketika Anda datang dari situasi krisis seperti yang kami alami dalam beberapa hari terakhir Anda mungkin akan senang dengan hasil imbang tapi ketika Anda menang, Anda mengatakan 'terima kasih'," kata Wenger. Sementara itu pada laga terpisah, Manchester United sukses membekuk tuan rumah Queens Park Rangers (QPR) dua gol tanpa balas dalam laga yang berlangsung di Loftus Road. Rafael membuat 'Setan Merah' memimpin ketika laga memasuki menit ke-23. Ryan Giggs kemudian memantapkan keunggulan MU lewat golnya di menit ke-80. Hasil itu membuat MU kian meninggalkan Manchester City yang menjadi pengejar terdekatnya. Dari 27 laga, MU kini memuncaki klasemen dengan 68 poin, unggul 15 angka dari City. Sementara 'The Citizens', si juara bertahan, baru akan melakoni laga pekan ke-27 dengan menjamu Chelsea, Minggu (24/2) malam. Pelatih MU Sir Alex Ferguson secara khusus memuji gol yang dicetak oleh bek kanannya Rafael. "Gol Rafael fantastis--itu mungkin gol terbaik bulan ini," puji Fergie. Pelatih 71 tahun itu juga memuji penyerang asal Belanda Robin van Persie. "Robin van Persie juga menunjukkan penetrasi dan tendangan yang bagus, tapi kiper masih bisa menghadangnya," katanya. (aji)

BUNDESLIGA

Heynckes Rayakan Laga ke-1000-nya dengan Kemenangan Telak MUNICH - Penampilan ke1000 pelatih Bayern Muenchen Jupp Heynckes di Bundesliga Jerman ditandai dengan memetik kemenangan telak 6-1 Bayern atas Werder Bremen pada Minggu (24/2) dini hari WIB. Akhir musim ini, Heynckes meninggalkan Muenchen dan digantikan oleh mantan pelatih Barcelona, Pep Guardiola. Sebelum terjun ke dunia kepelatihan, nama Heynckes terlebih dulu eksis sebagai pesepakbola. Memulai karier profesional pada tahun 1964 bersama Borussia Moenchengladbach, yang ketika itu bermain di divisi dua, Heynckes ikut mengantar klub itu promosi ke Bundesliga pada tahun 1965. Sempat bermain untuk Hannover 96 selama tiga tahun, Heynckes kemudian kembali ke Gladbach dan mengakhiri

kariernya sebagai pesepakbola di sana. Total, pria dengan 39 caps untuk Jerman Barat itu bermain di 369 laga Bundesliga. Usai menyudahi kariernya sebagai pesepakbola, Heynckes merintis jalan menjadi pelatih yang cukup disegani di Eropa. Waktu terus berlalu, dengan Heynckes sempat menukangi sejumlah klub di luar Jerman seperti Real Madrid dan Benfica, dan tepat pada laga kontra Bremen, ia mencatatkan pertandingan ke-631 sebagai pelatih di laga Bundesliga, atau yang ke-1.000 sebagai pemain dan pelatih. "Itu adalah sebuah jumlah yang luar biasa," kata Heynckes. Penilaian itu bukan tanpa alasan mengingat situs Bayern menyebut bahwa Heynckes saat ini cuma kalah dari Otto Rehhagel, orang pertama yang melewati torehan 1.000 pertand-

ingan, setelah melakoni 1.033 laga; 201 sebagai pemain dan 832 sebagai pelatih. "Itu menunjukkan betapa tahun-tahun sudah berlalu. Sebagai pemain, aku tidak pernah membayangkannya. Ada sejarah panjang di sana dan aku bisa mengisahkan banyak cerita. Ada cukup bahan untuk menulis, bukan cuma satu buku tapi bahkan beberapa, kendatipun aku tidak akan melakukan itu," celoteh pria yang kini berusia 67 tahun itu. Kemenangan atas Bremen sendiri membuat Bayern kini semakin sulit dihentikan meraih gelar juara Bundesliga musim ini. Sampai dengan 23 laga, klub Bavaria itu telah mengoleksi 60 poin untuk duduk di pucuk klasemen, terpaut 18 angka dari Borussia Dortmund yang ada di posisi dua meski baru melakoni 22 pertandingan. (aji)


Koran Madura