Issuu on Google+

1

JUMAT 14 JUNI 2013 NO.0138 | TAHUN II Koran Madura

SENIN

Harga Eceran Rp 2500,- Langganan Rp 50.000,-

17 JUNI 2013

g PAMANGGHI

Anak Didik Oleh : MH. Said Abdullah

Anggota DPR RI asal Madura

SURABAYA- Khofifah Indar Parawangsa masih sedikit bernafas panjang, pasalnya meski minggu (16/6) kemarin merupakan batas akhir perbaikkan persyaratan dan kelengkapan berkas administrasinya maju sebagai Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Jatim, Namun oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, batas perbaikan tersebut bukanlah final, apakah Khofifah lolos atau tidak maju dalam Pilgub yang sedianya akan dilaksanakan 29 Agustus 2013 mendatang. Menurut, Ketua Divisi Pencalonan KPU Jatim Agus Mahfudz Fauzi, saat ini pihaknya hanya menerima surat yang diberikan partai pendukung. Sebab, masa perbaikan syarat dukungan sejak 10 Juni akan berakhir pada tanggal 16 Juni. Selanjutnya, kata dia, KPU Jatim bersama Bawaslu Jatim akan kembali melakukan verifikasi dan klarifikasi ke pihak-pihak terkait menyangkut persyaratan dukungan bakal pasangan calon yang maju di pemilukada Jatim. “ Penetapan pasangan calon yang lolos baru akan dilaksanakan antara tanggal 8-14 Juli 2013,” katanya. Komisioner KPU Jatim lainnya, Agung Nugroho menambahkan, pihaknya belum akan menggelar rapat pleno penentuan lolos atau tidaknya pasangan Khofifah-Herman

JELANG PEMILU 2014

Biodata Caleg Akan Diumumkan JAKARTA-Daftar Calon legislatif Sementara (DCS) yang sudah dipublikasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan dilengkapi dengan pengumuman biodata atau daftar riwayat hidup sang caleg. Langkah ini akan memudahkan masyarakat mengkritisinya. “Kami berharap dengan ini masyarakat lebih punya informasi, untuk memberi masukan,” kata Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah di Jakarta, Sabtu (15/6). Menurut Ferry, KPU segera merilis riwayat hidup atau curricullum vitae (CV) para caleg. Dalam waktu dekat ini. “Kita segera akan launching di website KPU, nanti ada data Caleg beserta dengan CV-nya,” tegasnya Melalui pengumuman CV ini, kata Ferry, KPU berharap masyarakat dapat lebih maksimal mengontrol dan memberikan komentar tentang para Bacaleg. “Jadi dengan ada nama dan riwayat hidup, masyarakat bisa lihat di website. Jika mau memberi masukan ya silakan sampaikan ke kami,” terangnya Dilanjutkan Ferry, tanggapan masyarakat itu dibuka luas sejak DCS sudah diumumkan kepada masyarakat umum yakni tanggal 14 hingga 27 Juni 2013. “Kita tidak akan menanggapi hal-hal yang sifatnya integritas,” ucapnya. Namun, ternyata, tanggapan masyarakat yang ditindaklanjuti KPU ternyata tidak seluruhnya. Selama 14 hari ruang masyarakat mengomentari DCS tersebut, KPU hanya menerima komentar terkait persyaratan saja. “Pengalaman saya di Jabar (saat dirinya menjadi Ketua KPU Jabar), banyak menerima ‘surat cinta’ bahwa meminta KPU agar tidak memilih caleg A karena berjudi, jangan pilih caleg B karena KDRT . Bagi kami, itu sudah selesai di partai,” jelasnya. Sementara, untuk segala hal yang terkait persyaratan seperti ijazah, KPU akan menindaklanjutinya. “Misalnya, ada masyarakat melaporkan bahwa caleg A tidak pernah sekolah. Tetapi di CV tertera dia serahkan ijazah. Nanti bisa lapor ke kami, dan ini akan kami kroscek,” imbuhnya. (gam/cea/beth)

pada Senin (17/6/2013) dini hari. Hal itu, dikarenakan pleno final baru dilaksanakan 14 Juli 2013. “ Karena kami hanya menerima perbaikan berkas saja, maka rapat pada nanti malam (kemarin,red) tidak mesti hadir semua,” kata dia. Setelah itu, sambungnya, pihaknya akan memverifikasi ulang DPP PPNUI dan DPP PK serta konsultasi ke KPU RI. Kemudian, KPU Jatim baru pleno. Sebelumnya, pada (9/6) lalu, KPU Jatim menggelar rapat pleno yang hasilnya menganulir dukungan PPNUI (Partai Persatuan Nahdhotul Ulama Indonesia) dan Partai Kedaulatan (PK) kepada pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) dan Khofifah-Herman (Berkah) dan menyatakan dukungan ganda tersebut tidak sah. (mag/kas)

KENAIKAN HARGA BBM

Demokrat: Ada “Udang “di Balik Penolakan PKS

ant/prasetyo utomo

JAKARTA-Masyarakat diminta tidak terjebak dengan manuver politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menentang kebijakan kenaikkan BBM. Langkah PKS ini hanyalah cara menipu rakyat. “Seolah membela kepentingan masyarakat. Namun dibalik itu elitnya melakukan korupsi daging. Publik sekarang cerdas setiap melihat manuver politik. Ini PKS engga ada logika,” kata Wasekjen Demokrat Saan Mustopa di Jakarta, Minggu (16/6) Menurut Saan , Partai Demokrat meminta PKS keluar dari koalisi pemerintahan. Sebab, PKS memutuskan untuk menolak kenaikan harga BBM. “Kalau tidak sepaham dengan koalisi, persilahkan untuk keluar, tidak perlu menunggu dieluarkan,” tambahnya.

Lebih jauh Saan mendesak PKS bersikap jantan terkait penolakan kenaikan BBM, yakni menarik tiga menterinya dari kabinet. Keberadaan menteri di kabinet merupakan representasi PKS ada di koalisi. “Kalau menyatakan keluar harusnya juga menarik menteri. Jangan dilihat berbeda parlemen dan di kabinet. Koalisi engga bisa dipisahkan, dengan keberadaan menteri,” terangnya. Saan mengaku tidak khawatir pernyataan Demokrat itu nanti dianggap mendzolimi PKS. “Nggak ada istilah terdzolimi, justru PKS mendzolimi koalisi,” ujarnya. Yang jelas, kata Saan, publik sudah tahu strategi PKS dalam pengalihan isu dari persoalan yang membebani partai pimpinan Anis Matta itu. Hal itu terkait kasus suap impor daging Sapi. “Jadi strategi PKS yang mengalihkan isu. Engga ada yang terdzolimi, ini kan konsistensi mereka menandatangi code of conduct jangan mengakal-ngakali,” im-

buhnya. Sementara itu, pengamat politik Hanta Yudha menilai SBY memanh sejak awal ragu untuk menendang PKS dari kabinet. Alasannya, tidak akan ada lagi yang bisa mengimbangi Golkar di koalisi. Apalagi eksistensi PKS di setgab dibutuhkan untuk mengimbangi posisi Golkar. Menurut Direktur Eksekutif PolTracking Institute ini, komposisi setgab kali ini mencapai 75%. Jika PKS keluar koalisi, total kekuatan koalisi di DPR masih mayoritas, yakni sekitar 65% atau 366 kursi. Hanya saja, kata Hanta, Partai Golkar bakal menjadi kunci lantaran memiliki 106 kursi atau sekitar 20% kursi. “Golkar dengan 18,5% kursi parlemen. Golkar akan menjadi penentu bandul di koalisi, SBY tentu berpikir akin lebih sulit menjinakkan Golkar. Dalam konteks kekuatan politik. Dari peristiwa akhir-akhir ini, justru insentif ini akan menjadi milik Golkar,” ujar Hanta. (gam/abd)

Belum lama ini di Jawa Timur digemparkan terbongkarnya keterlibatan seorang siswi SMP yang menjadi mucikari. Ia mempengaruhi teman-temannya dan menawarkan melalui alat komunikasi masa kini. Dasyatnya, mucikari cilik ini sangat lihai hingga bisa mempengarui sang kakak untuk melayani lak-laki hidung belang. Ini mungkin gambaran kejutan budaya dari anak-anak negeri ini. Mereka terbentur persoalan ekonomi, tergiur keglamoran hidup ditambah ketakmampuan mengendalikan diri. Lalu ketika keinginan menikmati berbagai asesoris budaya tak terbendung, untuk memenuhinya –karena memang tak memiliki kemampuan ekonomi dan keterampilan- jalan pintas yang dilalui: menjajakan diri. Keterlibatan anak di usia dini dalam praktek perilaku orang dewasa, juga banyak ditemui dalam institusi formal. Anak-anak yang seharusnya berada di bangku sekolah bekerja tanpa perlindungan berarti. Inilah potret tragis anak-anak negeri ini. Mereka harus bergelut mengarungi kehidupan orang dewasa tanpa negara mampu Anak-anak mencegah dan menangani. negeri ini Jangan lagi masih sangat bicara bagaimarentang na melindungi terjebak dan anak-anak yang terjerumus berada di luar dunia dewasa jalur formal yang gelap seba ga i ma na gulita. kasus mucikari cilik itu. Anakanak yang bekerja pun, yang berada di jalur formal jauh dari jangkauan perlindungan negara. Entah apa jadinya potret generasi mendatang, jika anak-anak yang seharusnya berada di intitusi pendidikan, disiapkan kualitas intelektual dan skillnya justru sudah berada di belantara kehidupan dewasa, tanpa bekal berarti. Inilah ironi tragis dunia pendidikan negeri ini, yang tak mampu melindungi dan memberi bekal anak-anak negeri. Sebuah gambaran riil yang makin menegaskan betapa dunia pendidikan masih tenggelam dalam kesemrawutan, baik di lingkungan formal maupun di kenyataan hidup sehari-hari. Anakanak negeri ini masih sangat rentang terjebak dan terjerumus dunia dewasa yang gelap gulita. Dibanding anak di negara tetangga Singapura, betapa jauh perbandingan perlindungan anak-anak di negeri ini. Ketika di sini bahkan pada sektor pendidikan formal masih sibuk urusan kurikulum, perdebatan ujian nasional, rehab gedung, di sana anak-anak sudah dilindungi sampai pada taraf kehidupan sosial. Dikontrol tingkat kesehatan, intelektual dan kedisiplinannya. Proses pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas intelektual dan moral secara prosedural sangat efektif. Pada tubuh anak ditanamkan chip yang disebut Nano Teknologi, sehingga semua sikap dan perilaku anak terkontrol. Di sekolah, di luaran apalagi saat berada di rumah, anak-anak selalu dikontrol dan dibimbing totalitas pendidikannya. Mereka benar-benar dikondisikan dalam kesiapan intelektual, moral dan skill sehingga siap menghadapi tantangan masa depan. Negeri ini memang jauh lebih luas ketimbang Singapura, termasuk juga dari segi jumlah penduduknya yang jauh lebih besar. Tentu saja memiliki kompleksitas jauh lebih tinggi sehingga penangananpun berbeda. Namun yang terpenting di sini ada progres report dinamis perjalanan dunia pendidikan. Tidak terus menerus melingkar dalam persolan lama yang membuat anakanak negeri ini, lebih mudah terabaikan perkembangan intelektual, moral dan kualitas skillnya. =

Cak Munali


2

Belasan Rumah Warga Rusak SUMENEP – Hujan desar selama beberapa hari di beberapa daerah di Kabupaten Sumenep, mengakibatkan beberapa rumah rusak, 11 rumah roboh dan delapan ambruk. Rumah yang roboh terjadi di Kecamatan Manding, Pragaan, Guluk-Guluk, Lenteng, dan Gapura. Sementara rumah yang ambruk terjadi di Kecamatan Rubaru. Bencana ini mengakibatkan seorang warga jadi korban, tertimbun reruntuhan. Rincian rumah yang roboh, empat rumah di Desa Gadding, Manding; tiga di Desa Karduluk, Pragaan; dua di Kecamatan Guluk-Guluk; satu di Kecamatan Lenteng, dan satu di Desa Banjar, Gapura. Sedangkan delapan rumah yang ambruk terjadi di Desa Matanair, Rubaru. Warga yang tertimbun reruntuhan bangunan hingga meninggal bernama Halima (60). Warga Dusun Laok Lorong, Desa Banjar Barat, Gapura itu ditemukan meninggal tertimbun rumahnya, Jumat (14/6), waktu subuh. Samawiyah (37), putri korban, bercerita, ketika itu, para tetangga sudah hendak salat subuh, namun tibatiba dikagetkan suara gemuruh reruntuhan yang berasal dari rumah ibunya. Ia langsung berusaha mencari ibunya yang sudah tertimbun. “Setelah menemukan ibu tertimbun reruntuhan, saya berteriak meminta tolong. Kemudian tetangga berdatangan dan langsung menolongnya, tapi sayang ibu sudah dalam kondisi tidak bernyawa,” tuturnya, Jumat (14/6). Menurutnya, rumah ibunya sebelum runtuh kondisinya baik-baik saja. Namun, tiba-tiba rumah yang ditempati korban roboh akibat diguyur hujan terus-menerus selama beberapa hari. Pada hari itu juga, tanah seluas 500 meter di Dusun Kecer Laok, Kecer, Dasuk, tiba-tiba amblas. Tanah yang amblas sekitar delapan meter. Peristiwa tersebut terjadi

SUMENEP

SENIN 17 JUNI 2013 NO. 0139 | TAHUN II

menjelang subuh. Nurhaya, warga setempat, mengatakan, pada malam itu terdengar suara gemuruh yang sangat keras dari suatu lokasi. Tetapi pada saat itu warga tidak berani melihat sumber suara yang tidak jauh dari rumahnya. Setelah matahri terbit, warga berbondong-bondong melihatnyan. Pada saat itu terdapat satu petak tanah yang retak. Sekitar pukul 12.00 WIB, kembali terdengar suara gemuruh tapi tidak begitu keras. Satu jam kemudian, katanya, lahan kebun yang ditanamai itu sudah amblas dan pohon yang ada di sekitar lahan tersebut tumbang. “Baru pertama kali kejadian seperti ini. Ya, kami takut kalau merambah ke lahan yang ada rumah, lagian rumah kami dekat dari sini,” tutur, Nurhaya (40) salah satu warga di tempat kejadian yang rumahnya tidak jauh dari tempat kejadian tersebut. Hingga saat ini, warga tidak berani untuk mendekati lahan amblas yang luasnya hampir 500 meter tersebut, sebab mereka khawatir tanah yang amblas akan semakin meluas. Pantauan Koran Madura, Minggu (16/6), tanah yang amblas tersebut kian melebar dan memanjang, awalnya hanya 500 meter, kini menjandi 700 meter dengan lebar yang awalnya 200 meter menjadi 300 meter. Perahu Tenggelam Pada waktu yang bersamaan, perahu milik nelayan di Desa Legung, Kecamatan Batang-Batang, tenggelam. Badar, pemilik perahu yang tenggelam, mengatakan, tenggelamnya perahu miliknya akibat tidak kuat menahan terjangan hujan dan angin kencang.

“Perahu saya, kan, di tambatkan di tepi pantai, awalnya ingin melaut, tetapi karena hujan deras dan angin kencang, terpaksa kami urungkan niat untuk melaut, lebih memilih menambatkn perahu di tepi panti,” ucapnya. Kini, kondisi perahu milik nelayan tersebut tidak bisa digunakan untuk melaut lagi. Kondisi perahu hancur. “Tidak bisa diharap, Nak, sebab perahu itu sudah hancur berkeping-keping,” pungkasnya. Terbelah Sementara, Sabtu (15/6) sekitar pukul 9.45 WIB, di Dusun Karongkong, Matanair, Rubaru, bumi mendadak terbelah dua, diikuti getaran dahsyat dan suara gemuruh yang cukup keras. Warga sempat panik dan berhamburan berusaha menyelamatkan diri. Dalamnya retakan sekitar 20 meter dengan lebar 40 meter. Kejadian tersebut mengakibatkan delapan rumah ambruk. As’ad (43), warga setempat, menuturkan, sebelumn-

ya memang terdengar suara gemuruh dan getaran yang cukup kuat, sehingga membuat semua benda bergetar, termasuk rumah dan tanah, genting berjatuhan dan tembok rumah retak hingga nyaris roboh. Warga khawatir terjadi longsor. Menurutnya, itu baru pertama kali terjadi. “Dari dulu tidak pernah ada kejadian yang seperti ini, baru sekarang. Makanya warga semua pada takut,” tambahnya. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tapi kedahsyatan getaran membuat rumah dan bukit yang dalam radius sekitar 200 meter dari tanah yang terbelah dua mengalami kerusakan dan tanaman milik warga rusak. Penuturan warga di lokasi tanah longsor, tanah yang mengalami longsor semakin luas. “Kemarin, waktu kejadian pada hari Sabtu, lebarnya dan dalamnya memang seperti itu, tapi sekarang sudah bertambah, yaitu sekitar dua kali lipat dari yang sebelumnya,” ujar Asbiya, pada Koran Madura, Minggu (16/6). Sebelum kejadian, sempat juga terjadi gemuruh dan getaran yang luar biasa mengganggu warga sekitar, hingga membuat warga panik dan khawatir. Dengan adanya getaran itu, terdapat sekitar rumah rumah warga jadi korban. Delapan rumah yang menjadi korban, tiga diantaranya yaitu milik Sinawe (65), Su’an (55) dan Sui (45). Ketiga keluarga tersebut saat ini mengungsi ke desa sebelah, yaitu ke Desa Batuan Kecamatan Batuan. “Ya mau bagaimana lagi, Mas, wong keadaannya seperti ini sekarang, gentingnya pun sebagian ada yang hancur, dan kami takut ada insiden yang serupa,” ujar Su’an. Rumah milik Sinawe yang baru saja direnovasi juga ikut ambruk. “Rumah ini dihuni oleh lima orang anggota keluarga. Saat ini pemilik rumah sudah tidak berani kembali ke rumahnya dan akan pindah ke lokasi lain, meskipun

masih belum ada biaya untuk membuat rumah baru. Dan ketiha KK sudah pindah ke rumah masing-masing kerabatnya,” ujarnya. Bupati Bantu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Moh. Fadillah mengatakan, akibat kejadian yang menimpa belasan rumah yang roboh di Kabupaten Sumenep, tingkat kerusakan yang dialami warga tersebut bermacam-macam, kerusakan mulai dari sedang hingga berat, bahkan menelan korban 1 korban jiwa. Kerugian diperkirahan hingga ratusan juta rupiah. “Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan kepada masing-masing pemilik rumah. Itu, kan, merupakan bencana alam yang tidak disengaja. Kalau kerugian tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta,” jelasnya. Sementara Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengatakan, dirinya turut prihatin dan ikut berbelasungkawa terhadap meninggalnya korban yang tertimpa reruntuhan rumah. Kemudian juga menyerahkan bantuan kepada keluarga korban untuk sedikit meringankan beban yang telah dialami keluarga korban. “Kedatangan kami ke sini untuk menyampaikan bela sungkawa, dan memberikan bantuan bagi keluarganya,” jelasnya. Menurutnya, sedangkan untuk musibah di Pragaan, beberapa waktu sebelumnya, sejumlah warga sempat diungsikan karena tempat tinggal mereka dinilai rawan terkena longsor. Namun, musibah itu terjadi justru di wilayah lain bukan di daerah yang rawan longsor. “Tetapi daerah tersebut memang rawan longsor, sehingga ketika hujan deras terus-menerus memang sangat perlu diwaspadai agar tidak mengalami kejadian yang hingga menelan korban jiwa,” katanya. (athink/sym/mk)

PENDIDIKAN

Dewan Juga Nilai RKA Disdik Copy Paste SUMENEP – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep juga menilai program Dinas Pendidikan (Disdik) setempat yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2013 terkesan hasil copy paste dari tahun sebelumnya. Anggota Komisi D DPRD Sumenep Dulsiam mengatakan, program disdik dari tahun ke tahun ada kesamaan. ”Memang dari tahun sebelumnya tidak jauh berbeda” katanya. Menurut Politisi PKB tersebut, disdik masih lemah dalam berkreasi dalam menyusun program. ”Memang kreasi dan inovasi (disdik) dalam penyusunan program yang telah dilakukan oleh disdik, selama ini masih belum nampak secara signifik. Sehingga, terkesan copy paste,” terangnya, Minggu (16/6). Dulsiam memaparkan, dirinya yakin jika segala program yang telah disusun dan tertuang di dalam RAK dilakukan dengan baik, tidak akan kesamaan dari programprogram sebelumnya. Sebab, penyusunan program selalu menyesuaikan dengan rancangan yang telah ditetapkan oleh pemkab setempat. ”Tidak mungkin, jika dalam program satu dinas itu sama persis dengan tahun sebelumnya. Hanya saja memang ada program yang tidak perlu ada perubahan, seperti program porseni di dinas pendidikan yang telah menjadi program rutinitas setiap ta-

hun,” tegasnya. Namun, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep A. Shadik membantah jika RAK yang disusunnya hasil copy paste. Pihaknya mengaku selalu mengacu kepada program yang telah direncanakan oleh pemkab. ”Siapa bilang kami tidak punya pijakan. Pijakan kami cukup jelas kiranya. Masalah kesamaan program, seperti pemilihan teladan, dan pemilihan teladan di tingkat SD/ SMP, itu memang programnya juga berbeda. Seandainya itu disatukan, maka akan kesulitan dalam pengelolaannya,” tegas Shadik. Beberapa waktu lalu, Direktur Lakpesdam NU Sumenep A. Waris menilai, RKA yang telah disusun oleh disdik tahun anggaran 2013 hasil copy paste dari tahun sebelumnya. Berdasarkan penelitiannya Lakpesdam, dari tahun 2010 hingga tahun 2013 saat ini, tidak sedikitpun ditemukan adanya program yang beda, hanya sanya beda dalam peletakan sub poinnya saja. Demikian juga disampaikan anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS), Mohammad Suhaidi RB. Ia mengatakan, program yang tertuang di dalam RKA terkesan asal-asalan, karena sampai saat ini, disdik belum memiliki sebuah pijakan yang jelas. Sehingga menjadikan program yang ada tidak berjalan sebagaimana yang telah direncanakan. (edy/mk)

TRANSPORTASI

Pelabuhan Buka-Tutup

SUMENEP- Kepala Syahbandar Pelabuhan Kalianget Bambang Atu mengatakan, pihaknya memberlakukan sistem buka tutup untuk menghindari resiko kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem. “Sistem itu sudah dimulai hari Jum’at kemarin. Itu akan kami lakukan jika cuaca masih tidak bersahabat,” paparnya, Minggu (16/6). Pihaknya inten menjalin komunikasi dengan BMKG. Apabila mendapatkan laporan cuaca laut baik, pelayaran diizinkan beroperasi. Sedangkan bila terjadi sebaliknya pelayaran pasti ditutup. “Sebab tak mungkin ketinggian ombak di atas 2,5 meter tetap akan diterjang oleh kapal tanpa memperhitungkan resikonya,” ujarnya. Ia mengaku lebih mempertimbangkan keselamatan penumpang daripada melanggar prosedur ketentuan pelayaran. Sebab tidak sedikit penumpang yang memaksa agar tetap menaiki kapal pada saat cuaca tidak bersahabat. “Mending

para penumpang bermalam di sini, daripada mereka tetap ngotot untuk berangkat,” tuturnya. Seorang pedagang asal Pulau Kangean, Sunarto, mengatakan, dirinya khawatir penundaan tersebut akan mengakibatkan kerugian kepada dagangannya. Untuk itu, dirinya berharap setelah cuaca membaik, syahbandar akan membuka sistem buka-tutup untuk pelayaran ke pulau Kangean. “Saya hanya hanya cemas saja, sebab tidak semua dagangan awet. Sayuran dan telur ini bias busuk di sini,” ungkapnya di pelabuhan. Sementara itu, anggota Komisi A DPRD asal kepulauan Hosaini mengatakan, bahwa sistem tersebut memang harus ditetapkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Menurutnya, biasanya para penumpang yang membludak dan mengangkut beberapa barang dagangan tetap akan diangkut menggunakan kapal DBS 1. “Pasti sistem itu ada imbasnya, tetapi jika keinginan penumpang dituruti agar tetap melakukan pelayaran saat cuaca seperti ini, itu namanya naïf,” tukasnya. (athink/mk)

INFRASTRUKTUR

Perlu Penambahan Pembangunan Tangkis Laut di Pantai Dungkek-Gapura SUMENEP - Warga Kecamatan Gapura dan Dungkek berharap ada penambahan pembangunan tangkis lut untuk menghadang deras ombak yang mengalir. Sebab. minimnya penahan ombak, membuat sejumlah tanah dibabat air, termasuk pohon kelapa tumbang. Imam Arifin, warga Desa Grujugan Kecamatan Gapura mengatakan, penahan ombak atau tangkis laut di ruas pantai Dungkek-Gapura perlu ditambah. Sebab, menurutnya, air sudah mulai membabat habis tanah dekat pantai. “Termasuk pohon-pohon kelapa pun juga banyak yang mati dan tumbang akibat terjangan air, sehingga air hampir mendekati ruas jalan

raya,” katanya, Minggu (16/6). Sedangkan tangkis laut yang ada, sebagian sudah hampir ambruk. “Itu masih mending, tetapi tangkis laut yang ada itu jauh dari harapan memuaskan. Karena pembangunan penahan air tersebut hanya sebagian saja yang ada, masih belum menyeluruh. Padahal air sudah tambah ke pinggir, mengikis tanah dan pohon kelapa milik warga,“ jelasnya. Hal serupa juga terjadi di Romben Barat, Kecamatan Dungkek. Kini air sudah menggenagi jalan raya. Sementara tangkis laut yang ada tidak bisa diharapkan, sebab pembangunan tangkis laut hanya berapa meter saja, tidak me-

nyeluruh. “Sedangkan melihat kondisi sekarang, air sudah mulai hampir sampai jalan raya, termasuk sudah membabat habis pohon kelapa dan tanah milik warga. Maka perlu ada penambahan pembangunan tangkis laut agar tidak kian mengikis tanah dan membuat pohon kelapa milik warga tidak menjadi korban,” ucap Punawi, warga Desa Romben Barat, Dungkek. Imam dan Punawi yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani rumput laut tersebut berharap pemerintah segera menambah tangkis laut. “Agar tanah-tanah dan pohon kelapa milik warga tidak akan habis terkikis air,” harapnya.(sym/mk)

SUDAH RUSAK. Penahan ombak atau tangkis laut yang ada di Pantai DungkekGapura pertu diperbaiki dan ditambah, karena sudah mulai mengalami abrasi.

KORAN MADURA/ syamsuni


SUMENEP

3

SENIN 17 JUNI 2013 NO. 0139 | TAHUN II

Pasar Prenduan Diusulkan Dikelola Pemkab SUMENEP - Pasar tradisional yang berlokasi di Desa Prenduan, Pragaan, akan diusulkan agar bisa dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep. Pasar tersebut sudah lama tidak beroperasi, karena para pedagang lebih memilih menjual dagangannya di pinggir jalan. Musyawarah Pimpinan Kecamatan Kecamatan Pragaan akan mengusulkan untuk dikelola pemerintah daerah. Camat Pragaan R. Abdul Halim mengatakan, usulan itu merupakan hasil dari musyawarah tokoh masyarakat dekat lokasi pasar dengan Muspika kecamatan pada tahun lalu. “Muspika kecamatan dengan sejumlah tokoh masyarakat merasa peduli kepada penjual di sana,” paparnya. Katanya, bisa dibayangkan apa yang dirasakan pedagang ketika hujan terus mengguyur seperti saat ini, dipastikan mereka akan khawatir barang dagangannya tak laku jual karena jarang ada pembeli. Apalagi, tempat yang kini ditempati pedagang dianggap cukup berbahaya. Halim tidak ingin insiden berbahaya di tempat lain juga menimpa pedagang pasar tradisional Prenduan. Menurutnya, pernah di pasar tradisional desa Kapedi, Bluto, ada truk yang remnya blong. Karena lokasi pasar tepat di pinggir jalan yang

Karena itu pula, lokasi pasar yang tidak ditempati itu diusulkan dikelola pemkab agar pedagang pindah ke sana

R. Abdul Halim Camat Pragaan

tanjakannya cukup tinggi, akhirnya truk tersebut menghantam toko yang ada di pinggir jalan. “Karena itu pula, lokasi pasar yang tidak ditempati itu diusulkan dikelola pemkab agar pedagang pindah ke sana,” jelas Halim, Minggu (16/6). Menurut mantan Kabid Pemberdayaan Industri dan

Perdagangan Disperindang Sumenep ini, awalnya rencana usulan itu berjalan tidak mulus, sebab pemilik lahan tidak mau melepas tanahnya dengan harga pasaran. Tapi setelah melalui proses negosiasi yang memakan waktu agak lama, akhirnya pemilik tanah mau melepas tanahnya dengan harga Rp 500.000 ribu per meter persegi. “Semua itu butuh anggaran dengan taksiran mencapai Rp 1,7 miliar,” papar Halim. Dia berharap agar dalam Perubahan Anggaran Kegiatan (PAK) tahun anggaran ini usulan itu sudah bias direalisasikan. Kabid Pendapatan DPPKA Sumenep Imam Sukandi membenarkan kalau pemilik tanah sudah mau melepas lahannya. Hanya saja pihaknya memastikan akan menurunkan tim untuk mengetahui harga tanah sebenarnya yang ada di pasaran. Setelah itu, tim akan mengevaluasi kelayakan harga tanah itu. Tim juga akan mengkaji apa layak lokasi itu dijadikan pasar atau tidak, karena hal itu berkaitan dengan nilai manfaat yang akan dirasakan oleh warga sekitar dan pemkab Sumenep. “Setelah jelas semua, bupati yang akan memberikan kebijakan,” jelasnya. (sym/edy/mk)

BERMAIN. Sejumlah anak menarikan tarian jaranan dalam pembukaan Pekan Olahraga kota Tangerang 2013 di Lapangan Ahmad Yani, Tangerang, Banten, Minggu (16/6). Selain sebagai hiburan, seni jaranan asal kota Kediri tersebut juga dikenal sebagai alat pemersatu bagi masyarakat.

PEMILU LEGISLATIF

Tiga Daftar Caleg Sementara Bisa Dicoret SUMENEP – Terdapat tiga calon sementara anggota legislatif yang bisa tidak mengikuti pemilu legislatif 2014. Tiga nama tersebut terancam dicoret KPUD Sumenep, karena tidak memenihi persyaratan. Namun, KPUD masih enggan membeberkan nama-nama tersebut. Dua diantara tiga calon anggota DPRD Sumenep yang bermasalah tersebut merupakan calon anggota dewan yang kembali mencalonkan diri dari partai lain dan belum menyerahkan surat pemberhentian sebagai anggota dewan. Satu calon anggota dewan lainnya masih tercatat sebagai PNS dan belum melampirkan surat pemberhentian dari instansinya. Komisioner KPUD Sumenep Moh. Ilyas, Minggu (16/6), mengatakan, ketiga DCS tersebut sampai saat ini belum menyetorkan surat pengunduran diri dari jabatannya dari lembaga atau instansi terkait. ”Memang sampai saat ini ketiganya masih belum menyerahkan surat pengunduran diri dari jabatannya,” ungkapnya. ”Kami walaupun telah menemukan ketiga DCS ini tidak memenuhi persyaratan, kami tidak mungkin melakukan pencoretan. Kami akan berusaha bekerja secara pro-

fesional, yakni akan selalu berpijak terhadap peraturan yang ada,” terangnya. Belum Diproses Sementara Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumenep rupanya tak berkutik menyikapi adanya anggota legislatif yang pindah parpol dalam pencalonan anggota legislatif tahun 2014. Meski KPUD setempat telah menyebutkan daftar nama caleg (DCS), namun dua orang tersebut hingga kini belum diproses. Ketua BK DPRD Sumenep Miftahur Rahman menjelaskan, sesuai ketentuan yang berlaku, penanganan terhadap segala bentuk pelanggaran DPRD harus diawali dengan pengaduan masyarakat, kemudian disusul rekomendasi pimpinan. Terkait dengan adanya anggota dewan

aktif yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif melalui parpol di luar parpol, pihaknya mengaku belum bisa berbuat banyak, karena masih menunggu rekom pimpinan dewan. “Aturannya memang harus ada laporan keberatan, kemudian baru ditindaklanjuti oleh rekomendasi pimpinan. Itu berlaku bagi semua persoalan, termasuk anggota dewan loncat parpol itu,’’ kata Miftah, Minggu (16/6). Dijelaskan, meski KPU telah merelease daftar calon sementara (DCS) caleg dari berbagai politik, namun hingga saat ini belum ada satu pun yang mengajukan keberatan terkait adanya anggota dewan yang menjadi caleg di parpol lain. ‘’Kalau ada yang keberatan pasti dilanjutkan dengan rekom, kemudian BK akan menindaklanjuti itu,’’

tuturnya. Miftah menambahkan, dalam waktu dekat, BK akan koordinasi dengan pimpinan DPRD mengenai usulan pengunduran diri anggota dewan yang loncat parpol, termasuk mempertanyakan kejelasan sikap DPRD terhadap masalah tersebut. ‘’Kami akan mencoba menanyakan persoalan tersebut kepada pimpinan,’’ tuturnya. Sesuai ketentuan, apabila terdapat anggota DPRD yang mencalonkan diri di parpol lain, maka tidak berhak lagi menjadi anggota legislatif. Namun, meski sudah ada aturan tersebut, dua anggota dewan aktif itu terlihat diam diri seperti tidak ada persoalan. ‘’Aturannya ada, tinggal kesadaran dari anggota dewan itu sendiri,’’ ungkapnya. (edy/rif/mk)

LAPANGAN TERBANG TRUNOJOYO

Pembebasan Lahan Bandara Ditarget Akhir Juni SUMENEP - Pembebasan lahan untuk perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Trunojoyo Sumenep ditarget akhir bulan Juni 2013. Untuk mempercepat proses pembebasan bandara, pemerintah telah melakukan beberapa tahapan, seperti pengukuran dan pengurusan surat izin dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Perhubungan Sumenep Hery Koentjoro menyatakan, setelah mendapatkan jawaban dari Pemprov Jatim terkait perpanjangan surat izin operasi bandara, pihaknya bersama tim sembilan melakukan rapat membahas proses pembebasan lahan tersebut pekan lalu. ‘’Kami sudah mendapatkan jawaban dari pemprov. Dalam surat jawaban pemprov itu, karena pembangunan bandara merupakan lanjutan, Gubernur memberi kebebasan pemkab menggunakan aturan lama yaitu pembangunan tetap dilanjutkan hingga tahun 2014 dan panitia pelaksana dipegang oleh pemkab setempat,’’ kata Hery, Minggu (17/6). Menurutnya, agar bandara milik pemkab ini bisa menjadi bandara komersial, pihaknya terus menambah fasilitas yang ada. Pada tahun ini, pemkab berencana melakukan pembebasanahan

Untuk menambah panjangnya runway itu diperkirakan membutuhkan minimal 3 hektar. Tapi, selanjutnya kami terus lakukan pembebasan lahan hingga maksimal

Herry Koentjoro Kepada Dishub

seluas 179 hektar, namun yang mendesak untuk dibebaskan seluas 3 hektar mengingat pihak maskapai yang akan beroperasi jalur Sumenep-Surabaya membutuhkan panjang runway minimal 1.400 meter, sedangkan yang ada saat ini hanya sepanjang 1.160 meter. ‘’Untuk menambah panjangnya runway itu diperkirakan membutuhkan minimal 3 hektar. Tapi, selanjutnya kami terus lakukan pembebasan lahan hingga maksimal,’’ ungkapnya. Hingga saat ini, sambungnya, pihaknya melakukan pengukuran lahan guna dibuat denah pemetaan la-

han. Setelah lahan tersebut dipetak-petak, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada semua pemilik lahan. ‘’Saat ini panitia sudah mengukur luar lahan dan selanjutnya kami sosialisasikan,’’ ujarnya. Lebih lanjut dia menerangkan, dalam waktu dua pekan kedepan, proses pembebasan lahan itu harus selesai karena akhir bulan Juni semua proses pembebasan lahan harus tuntas sehingga selanjutnya bisa dibangun. ‘’Target kami akhir Juni ini pembebasan lahan sudah tuntas, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan karena anggaran untuk pembangunannya sudah tersedia dari APBN, daerah hanya menyiapkan lahan,’’ paparnya. Sebelumnya, maskapai Lion Air siap beroperasi dari bandara Sumenep-bandara internasional Juanda Surabaya dengan menggunakan pesawat berkapasitas 17 penumpang dan tarif tiket penumpang diperkirakan Rp 200 ribu. Kendati demikian, maskapai belum bisa beroperasi lantara panjang runway dinilai masih kurang sehingga perlu penambahan panjang runway tersebut. Untuk itu, pemkab terus menggenjot pembebasan lahan tersebut. (rif/mk)

INFRASTRUKTUR

Pasar Tradisional Dungkek Dikeluhkan SUMENEP- Pasar tradisional Kecamatan Dungkek dikeluhkan para pedagang dan warga yang hendak belanja. Satu-satunya pasar di Kecamatan Dungkek tersebut tidak terawat dan terlihat becek sejak beberapa pekan terakhir akibat sering hujan. Para pedagang merasa kurang nyaman saat melakukan transaksi jual

beli. Apalagi saat hujan. Imam, penjual pakaian, mengatakan, pasar yang menjadi pusat ekonomi masyarakat Dungkek tersebut sepertinya kurang layak jadi pusat ekonomi. “Selain fasilitas pasar seperti kios, pasar tersebut sudah kelihatan rusak, apalagi saat hujan, kami harus sesegera mungkin mer-

apikan jualan agar selamat dari ancaman hujan,” katanya kepada Koran Madura. Dia menjelaskan, pasar yang menjadi pusat kecamatan itu memang sudah lama kelihatan becek dan tak terawat. “Namun, para penjual dan pedagang masih tetap bertahan karena tidak ada pasar yang lebih strategis lagi

selain di sini. Kan, pasar ini adalah pasar kecamatan, selain berpusat di kecamatan, juga ada di sekeliling khalayak ramai,” ucapnya di dalam pasar, Minggu (16/6). Hal senaga juga di sampaikan oleh warga Kecamatan Dungkek, Jatem. Menurutnya, pasar yang ramai hari Senin dan Kamis tersebut memang sudah cukup lama kelihatan semrawut. “Sehingga perlu langkah tegas pemerintah setempat untuk segera memperbaiki, agar para penjual dan pedagang merasa nyaman berjualan,” katanya. Jatim menuturkan, kini banyak pembeli sudah beralih ke pasar lain jika ingin berbelanja. “Kalau tidak ke pasar Gapura adalah pasar Candi. Karena selain ramai, para pedagang dan penjual lebih suka bertransaksi disana,” ujarnya. Imam juga menturkan hal serupa. Kini dirinya lebih suka menjual dagangannya ke pasar Gapura dan Candi. “Sebab, di sana lebih ramai, dan bajubaju dan yang lainnya banyak yang laku di sana daripada di Kecamatan Dungkek. Kalau masih tetap bertahan, maka dagangannya tak laku-laku, penghasilannya pun hanya cukup untuk ongkos mobil,” jelasnya. (sym/mk)


4

PAMEKASAN

SENIN 17 JUNI 2013 NO.0139| TAHUN II

JAMAAH CALON HAJI

110 CJH Tunda Naik Haji Tahun Ini

TAK MELAUT. Seorang warga melintas di dekat deretan perahu yang ditambatkan di Pantai Dusun Kotasek, Desa Tanjung, Pademawu, Pamekasan, Jatim, Minggu (16/6). Sejak dua haru terakhir, nelayan di daerah itu tidak melaut, kerana terkendala angin dan ombak.

Polisi Larang Masyarakat Nyalakan Petasan di Bulan Ramadlan PAMEKASAN - Kepolisian Resort (Polres) Pamekasan meminta masyarakat untuk tidak menyalakan petasan pada Bulan Ramadlan yang akan datang. Polres juga mengingatkan menggunakan mercon dan sejenisnya melanggar Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mencapai 18 tahun penjara. Kapolres Pamekasan, Ajun Komisaris Besar Nanang Chadarusman, Minggu (16/6), menjelaskan salah satu potensi kerawanan menjelang dan pada saat Bulan Ramadlan adalah peredaran bahan petasan dan petasan jadi. Kapolres sudah memerintahkan jajarannya untuk mengatasi hal tersebut, dengan melakukan razia. Ia mengancam akan bertindak tegas terhadap warga Pamekasan yang terbukti menjual dan menyalakan petasan karena selain melanggar undang undang, kegiatan tersebut juga dinilai mengganggu ketenangan muslim yang sedang berpuasa. Polisi, kata Nanang Chadarusman, memiliki tugas mengendalikan peredaran bahan peledak, yang sebagian merupakan bahan utama pem-

di Pamekasan. Para pedagang itu menggelar dagangannya di sepanjang Jalan Diponegoro dan sejumlah titik di Jalan

Trunojoyo. Berbagai jenis petasan dan kembang api dijual, mulai dari yang ukuran kecil de-

ngan harga Rp 2 ribu hingga yang ukuran besar dengan harga Rp 250 ribu. (CR-1/ muj/rah)

Seperti yang diketahui, salah satu alasan Pemerintah Arab Saudi melakukan pemangkasan terhadap jumlah jamaah haji tahun ini di antaranya karena keterlambatan penyelesaian rehabilitasi Masjidil Haram dan demi menjamin keselamatan jamaah. Seperti yang diketahui, salah satu alasan Pemerintah Arab Saudi melakukan pemangkasan terhadap jumlah jamaah haji tahun ini di antaranya karena keterlambatan penyelesaian rehabilitasi Masjidil Haram dan demi menjamin keselamatan jamaah. Pengurangan kuota haji itu terjadi di seluruh dunia sebesar 20% dari kuota dasar sesuai kesepakatan negara OKI (Organisasi Konferensi Islam/organisasi negara-negara Islam se dunia). (awa/ muj/rah)

Perda Pendirian Tower Menunggu Pengesahan

Pelindo Bantu Penderita Gizi Buruk pemberitaan di sejumlah media tentang nasib Lestari yang hingga kini belum terobati karena kondisi keluarganya sangat miskin. “Inilah sebenarnya yang mendorong perusahaan kami untuk datang dan melihat secara langsung kondisi penderita gizi buruk Lestari Kurniawati,” kata Sugeng saat memberikan bantuan di rumah keluarga miskin di Dusun

Pengurangan kuota jamaah haji tersebut tetap akan berdampak terhadap pengurangan jumlah jamaah asal Kabupaten Pamekasan. Tetapi, Kemenag Pamekasan belum bisa menghitung jumlah jamaah yang tidak bisa berangkat tahun ini akibat kebijakan tersebut.

PENGATURAN TOWER

buatan petasan. Penggunaan bahan-bahan tersebut harus melalui proses perizinan yang ketat ke Polda Jatim, sehingga proses penggunaan bahan berbahaya tersebut juga tidak mudah. Pada bulan puasa nanti, polisi akan memperketat pengawasan terhadap penggunaan petasan dan permainan kembang api saat jam-jam tarawih, agar tidak mengganggu ketenangan warga yang menjalannya. “Khusus di Monumen Arek Lancor, selama pelaksanaan sholat tarawih, dilarang menyalakan petasan dan kembang api, karena berdekatan dengan mesjid jamik,” kata Kapolres. Sementara itu, sebulan menjelang masuknya bulan puasa, sejumlah pedagang petasan dan kembang api mulai marak di sepanjang jalan

KEMANUSIAAN

PAMEKASAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III memberikan bantuan kepada penderita gizi buruk bernama Lestari Kurniawati (10) asal Desa Bilaan, Pamekasan, Jawa Timur. Asisten Senior Manajer Bina Lingkungan di perusahaan itu, Sugeng Hariyanto mengatakan bantuan kepada korban penderita gizi buruk itu diberikan setelah membaca

PAMEKASAN - Sebanyak 110 Jamaah Calon Haji (JC:) Kabupaten Pamekasan menyatakan menunda jadwal keberangkatan mereka ke tanah suci Mekkah tahun ini. Mereka tidak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sesuai jadwal yang ditentukan. Kepala Seksi Urusan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Juhedi mengatakan dari jumlah jemaah haji Pamekasan yang dijadwalkan berangkat tahun ini, yakni yakni 1.497 jamaah, yang sudah melunasi BPIH hanya 1.387 jemaah. Sedang sisanya menunda keberangkatan mereka. Alasanya, kata Juhedi, di antaranya masih bekerja di Malaysia, hamil, dan ada pula karena Faktor ekonomi. Sehingga mereka menunda keberangkatannya ke tanah suci. “Dimungkinkan, mereka akan berangkat tahun depan,” katanya. Soal isu yang berkembang tentang sekitar 179 jemaah haji dicoret akibat adanya pemangkasan kuota jamaah haji. Juhedi enggan memberikan komentar, karena belum mendapat surat resmi dari Kemenag RI maupun Propinsi Jawa Timur. ”Data tersebut belum pasti benar, karena surat dari pemerintah belum kami terima,” katanya. Juhedi hanya meminta para JCH Pamekasan, bersabar menunggu hasil koordinasi dan upaya diplomasi yang dilakukan oleh Pemerintah RI ke Pemerintah Arab Saudi. Hingga saat ini Kemenag Pamekasan sama sekali belum menerima surat pemberitahuan secara resmi soal pemangkasan kuota Jamaah Calon Haji.

Laok, Desa Bilaan, Kecamatan Proppo, Pamekasan. Penderita gizi buruk Lestari Kurniawati merupakan anak dari pasangan suami istri Nurul Huda (30) dan Rosana (28). Kedua orangtuanya merantau ke Malang untuk mencari nafkah hidup anaknya. Kini ia hanya tinggal dengan kakeknya Arif dan neneknya Satini di Dusun Laok, Desa Bilaan, Kecamatan Proppo. Men-

urut neneknya Satini, Lestari sendiri lahir sebenarnya lahir di Malang, di tempat kedua orangtuanya merantau. Hidup yang serba kurang berkecukupan membuat kedua orangtuanya Rosana dan Nurul Huda menitipkan Lestari Kurnia ke neneknya Satini sejak berumur 1 tahun. “Jadi dia ini sejak kecil sudah bersama neneknya,” kata Kepala Desa Bilaan, Hasan.

Lestari nampak kurus kering. Berat badannya hanya 4 kilogram. Selama ini ia terbaring di tempat tidur, tidak bisa berjalan kemana-mana. Menurut Satini, lima tahun lalu, cucunya memang pernah diperiksa oleh petugas puskesmas dengan cara datang secara langsung ke rumahnya. Namun setelah itu tidak pernah diperiksa lagi, karena tidak memiliki biaya (ant/rah)

ADVERTORIAL

Mahasiswa KKN Gelar Lomba Mewarnai PAMEKASAN - Sebanyak 30 pelajar Taman KanakKanak Alquran (TKA) terlihat konsentrasi menggoreskan pensil warna ke kertas gambar. Mereka nampak cekatan memilih dan menggoreskan pensil warna itu untuk mewarnai gambar yang ada di dalam kertas gambar tersebut. Itulah gambaran pelaksanaan kegiatan Lomba Mewarnai yang dilaksanakan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Madura di Kelura-

han Kowel Pamekasan, Minggu (16/6) di Balai Kelurahan Kowel. Para mahasiswa yang akan mengakhiri kuliah lapangan mereka pada 20 Juni pekan depan. Lurah Kowel, Akhmad Hafiluddin, mengatakan banyak hal positif yang diperoleh kelurahan yang dipimpinnya melalui kegiatan yang dilaksanakan para mahasiswa KKN tersebut. Selain dorongan agar masyarakat terlibat aktif dalam kegiatan pembangunan,

para mahasiswa itu juga membantu untuk memberi pancingan agar masyarakat setempat peduli terhadap pendidikan anak-anak mereka. Sementara itu, dari hasil penilaian yang dilakukan panitia lomba, pemenang dalam kegiatan itu antara lain, Juara I diraih oleh perwakilan TK Al Hidayah, Juara II diraih oleh perwakilan TK Ar Rashid, dan Juara III diraih oleh perwakilan TK Al Hidayah. (adv/muj/rah)

PAMEKASAN - Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Pendirian Tower dinyatakan sudah rampung dan menunggu disahkan. Dalam pembahasan di Komisi B DPRD setempat bersama Pemerintah Kabupaten Pamekasan, beberapa waktu lalu, Rancangan Perda tersebut dinyatakan sudah final dan tinggal menunggu jadwal pelaksanaan Rapat Paripurna untuk disahkan sebagai Perda. Ketua Komisi B DPRD Pamekasan, Hosnan Ahmadi mengatakan penetapan jadwal Rapat Paripurna itu sudah disusun oleh Sekretariat DPRD. Diperkirakan pelaksanaannya sebelum bulan puasa. Hosnan menjelaskan selama ini Pemerintah Kabupaten Pamekasan masih kesulitan melakukan pengaturan dan penindakan terhadap pendirian tower yang tidak sesuai dengan ketentuan, seperti keberadaan tower yang berdekatan dengan tower lainnya. “Perda tersebut, menyangkut penataan menara tower, karena selama ini tower di Pamekasan berdiri seolah-olah tanpa proses pengendalian. Karenanya, perlu dibentuk payung hukum agar setiap pembangunan menara tower itu harus sesuai dengan ketentuan,” kata Hosnan, Minggu (16/6). Perda tentang Pendirian Tower ini, juga akan mengatur tempat pendirian tower, sehingga tidak berdekatan dengan rumah penduduk, yang dapat mengancam keselamatan warga di sekitarnya. Selain itu, dalam Perda tersebut juga diatur zona dan pemanfaatannya secara berasama-sama oleh sejumlah pelaku usaha, sehingga diharapkan tidak ada pen-

dirian menara tower yang terlalu berdekatan dengan menara tower lainnya. “Di dalamnya juga diatur agar satu menara digunakan oleh beberapa provider, sehingga Kabupaten Pamekasan tidak seperti hutan tower. Ini juga dimaksudkan agar pemanfaatan lahan bisa efisien. Soal bagaimana bentuk kerjasamanya, itu urusan masing-masing perusahaan,” katanya.

Perda tersebut, menyangkut penataan menara tower, karena selama ini tower di Pamekasan berdiri seolaholah tanpa proses pengendalian. Karenanya, perlu dibentuk payung hukum agar setiap pembangunan menara tower itu harus sesuai dengan ketentuan,

Saat ditanya soal menara tower yang sudah terlanjur berdiri, Hosnan mengatakan tidak bisa berbuat banyak. Sebab, tower-tower itu didirikan sebelum ada peraturan yang mengatur. ”Karena tower itu berdiri sebelum Perda disahkan, maka dibiarkan saja. Yang penting, ke depan perlu ada penataan,” katanya. (CR-1/muj/rah)


PAMEKASAN

Dewan Perjuangkan Nasib Bidan Kontrak PAMEKASAN - Komisi D DPRD Pamekasan mengagendakan ulang untuk memperjuangkan nasib 114 bidan kontrak atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, yang masa kerjanya mau berakhir. Itu dilakukan, karena komunikasi sebelumnya belum mendapat respon dari DPR-RI dan Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Ketua Komisi D DPRD, Makmun menjelaskan pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan dua lembaga itu dan direncanakan untuk berangkat ke Jakarta bulan ini. Ia menjelaskan tidak semua anggota Komisi D akan berangkat ke Jakarta, melainkan hanya perwakilan yang terdiri dari separuh anggota komisi. “Pendamping kami sudah mengagendakan ulang, pada bulan ini kami akan ke Jakarta untuk bertemu dengan Komisi IX DPR-RI dan MenPAN,” katanya. Sebelumnya, perwakilan bidan kontrak ini mengadu ke Komisi D DPRD Pamekasan

sebulan lalu, namun sampai saat ini belum ada hasil yang jelas. Mereka mengaku resah dengan terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 7 tahun 2013, yang diantaranya membatasi masa kerja bidan kontrak maksimal 9 tahun atau dua kali masa perpanjangan, dengan masa kerja masingmasing 3 tahun. Mereka khawatir akan menjadi pengangguran setelah menjalani dua kali perpanjangan kontrak, karena Permenkes itu tidak memberi jaminan masa depan para bidan kontrak. Kala itu, mereka meminta dukungan ke komisi D DPRD Pame-

kasan untuk memperjuangkan nasibnya ke Pemerintah Pusat. Juru bicara bidan Ulum saat audiensi menyatakan Permenkes yang baru terbit ini dinilai sangat tidak berpihak kepada para bidan kontrak dan terkesan tidak menghargai jasa mereka. Sebab, dalam Permenkes itu, justru mempersilakan para bidan untuk membuka praktik mandiri atau mengikuti seleksi CPNS melalui jalur umum. Padahal para bidan ini sudah berpartisipasi pembangunan khususnya bidang kesehatan, utamanya dalam menyelamatkan ibu dan bayi. Menurut Ulum para bidan kontrak di Pamekasan sangat membutuhkan dukungan DPRD Pamekasan untuk memperjuangkan nasib mereka. Harapannya, para bidan ini bisa tetap mengabdi baik dengan status kontrak, terlebih bisa diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS), melalui jalur khusus.

Sementara itu, Dinkes Pamekasan juga mulai memperhatikan nasib para bidan kontrak itu. Kepala Dinkes Pamekasan, Ismail Bey menyatakan aspirasi para bidan PTT di Pamekasan ini sudah dibicarakan dalam forum sekda. Dari pembahasan di forum itu disepakati untuk menyampaikan keberatan para bidan itu ke Kemenkes RI melalui Dinkes Propinsi, agar dijadikan sebagai pertimbangan. Dia jelaskan keberatan atas ketentuan itu tidak hanya di Pamekasan, tetapi hampir terjadi di seluruh wilayah. Atas dasar itu, Dinkes Pamekasan menganggap perlu untuk menindaklanjuti ke pemerintah pusat. “Persoalan ini sudah saya ke forum sekda dan kami bersepakat untuk membawa keberatan para bidan ini pemerintah pusat. Mudahmudahan ada pertimbangan lain karena keberatan ini hampir terjadi di berbagai daerah,” katanya.

Ismail Bey menjelaskan selain berencana membawa aspirasi bidan PTT ke Kemenkes RI, dalam forum tersebut juga mewacanakan untuk mengangkat para bidan itu sebagai bidan kontrak daerah, jika Kemenkes tidak mengabulkan aspirasi bidan di daerah. Namun wacana itu belum final dan membutuhkan pembahasan lebih lanjut, karena berkaitan dengan kemampuan anggaran. Dinkes Pamekasan juga masih memperhatikan nasib bidan yang baru lulus untuk diberi kesempatan yang sama, agar bisa mengabdi kepada masyarakat. Sedangkan, bidan yang sudah habis masa kontraknya, bisa mengikuti seleksi CPNS umum, seleksi bidan kontrak ulang, atau bisa membuka layanan praktik bidan mandiri. Ia yakin para bidan itu tidak akan menemui kendala dalam membuka praktik bidan mandiri karena sudah berpengalaman. (uzi/ muj/rah)

ADVERTORIAL

Kampanye Pendidikan Lewat Jalan-Jalan Sehat

PAMEKASAN - Ribuan warga Kecamatan Kadur dan sekitarnya, Minggu (16/6), mengikuti kegiatan Jalan Jalan Sehat (JJS) yang diselenggarakan SMP Negeri 1 Kadur. Mereka sudah memadati lokasi, sebelum kegiatan dimulai sampai pengundian selesai sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini didukung

PT. 1001 Alami, Dunia Mainan Pamekasan serta tokoh peduli pendidikan Pamekasan, H. Suprato, S.Ip. Selain diikuti siswa SD, SMP se-Kecamatan Kadur dan sekitarnya, kegiatan ini juga diikuti oleh guru, pemudan, dan masyarakat sekitar sekolah. JJS ini semakin meriah dengan iringan Group

Drumband Sagita dari SMP Negeri Batumarmar, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan. Start dan finish kegiatan JJS ini di halaman SMP Negeri 1 Kadur, di Desa Sokalelah. Sedangkan rute yang ditempuh melintasi dua desa yaitu Desa Sokalelah dan Desa Gagah, Kecamatan

Kadur dengan jarak tempuh sekitar 3 km. Kepala SMP Negeri 1 Kadur Abdurahman , S.Pd., mengatakan kegiatan JJS ini sengaja digelar sebagai media kampanye pentingnya pendidikan yang bertujuan menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat untuk menuntut ilmu dan mengenyam pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai media silaturrahmi antara keluarga besar SMP Negeri 1 Kadur dengan masyarakat di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan JJS ini, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk berprilaku sehat. Sebab, kesehatan menjadi syarat mutlak dalam menuntut ilmu pengetahuan. “Melalui forum JJS ini, saya ingin bersilaturrahmi dengan masyarakat, terumata dari SD/MI negeri dan swasta se-Kecamatan Kadur, karena baru di sekolah ini. Dari kegiatan ini, kami bisa mensosiliasasikan program-program sekolah yang targetnya menciptakan masyaraka dan sekitarnya sebagai masyarakat terdidik,” katanya. Berbagai hadiah me-

narik persembahan sponsor diberikan dalam kegiatan JJS ini. Seperti TV, antena parabola, sepeda, HP, dan hadiah menarik lainnya. Selain itu, H. Suprapto sebagai sponsor utama juga memberi hadiah lain berupa beasiswa yang diberikan kepada sepuluh peserta. Kepada Koran Madura, Suprapto menyatakan sangat mendukung kegiatan tersebut karena masyarakat yang sehat merupakan asset pembangunan bangsa yang harus dipelihara. JJS ini kata Suprapto merupakan salah cara yang bisa dilakukan sehingga masyarakat bisa berprilaku sehat. Selanjutnya, ia menyatakan akan mendukung setiap kegiatan pendidikan, sebagai bentuk kepeduliannya dalam memajukan pendidikan di Pamekasan. Komitmen ini didasari pada citacita yang tulus tanpa tendensi apapun termasuk tidak berkaitan dengan pencalonannya sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Pamekasan dari Daerah Pemilihan (Dapil IV) Pamekasan. (adv/uzi/muj/rah)

Kongres IV IMABA Diawali Seminar Nasional Keagamaan

PAMEKASAN - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Bata Bata (IMABA) menggelar kongres IV pada 15-17 Juni 2013 di Hotel Ningrat Bangkalan. Agenda besar yang diusung dalam kongres ini untuk memilih ketua umum DPP IMABA periode 2013-2015, serta menetapkan Angaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) organisasi. Kongres IV ini diawali dengan seminar nasional bertema “Indonesia Tanpa Sepilis” (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) pada Sabtu (15/6)

5

SENIN 17 JUNI 2013 NO.0139| TAHUN II

di Gedung PKP-RI jalan Kemunig Pamekasan. Pemateri tunggal dalam seminar ini, Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munanawwar, MA yang merupakan dosen IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sekaligus mantan Menteri Agama-RI 2001-2004. Seminar Nasional ini dibuka oleh penasehat DPP IMABA RKH. Hasan Abdul Hamid sekaligus mewakili keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum BataBata Palengaan, Pamekasan. Dalam sambutannya, RKH. Hasan Abdul Hamid menya-

takan keberadaan IMABA sebagai organisasi kemahasiswaan yang memiliki ikatan emosional dengan Ponpes Mambaul Ulum Bata Bata ini diharapkan menjadi motor dalam pembangunan bangsa tanpa melupakan identitas kesantriannya. Apalagi, IMABA ini sudah memiliki cabang di berbagai daerah di Indonesia bahkan ke mancanegara, seperti Malaysia dan beberapa negara lainnya. “Saya harapkan IMABA ini bisa semakin kokoh dan solid serta membangun bangsa, utamanya dalam menegakkan

syariat islam. Ibaratnya bisa menjadi sapu lidi tapi bukan menjadi lidi,” katanya. Dalam kesempatan itu, RKH Hasan Abdul Hamid meminta, DPP IMABA bisa bersinergi dengan Ikatan Alumni Bata Bata (IKABA). Sebab sinergitas dua organisasi yang berlatar belakang Ponpes Mambaul Ulum Bata Bata ini diyakini akan memberi output yang luar biasa. Hal ini mengingat IMABA yang didalamnya diisi kalangan muda masih memiliki semangat tinggi, sehingga jika dipadukan dengan alumni yang sudah memiliki banyak pengalaman akan semakin kuat. Terkait tema yang diusung IMABA, RKH. Hasan Abdul Hamid berharap bisa menggugah kesadaran religiusitas bagi semua anggota IMABA, karena Sepilis masih mengancam kemurnian islam. Sehingga ummat islam, khususnya kader IMABA bisa menghindari bahaya Sepilis. Ketua panitia pelaksana, Elman Duro mengatakan, tema Indonesia Tanpa Sepilis ini sengaja dipilih untuk meminimalisir gerakan Sepilis yang semakin liar masuk ke berbagai kelompok, utamanya kalangan muda termasuk mahasiswa. Ia berharap, tema ini bisa memberi pemahaman yang utuh utamanya kepada kader IMABA, sehingga bisa memfilter serangan Sepilis. “Sepilis

ini harus kita perangi bersama, karena jelas faham ini diharamkan oleh MUI. Makanya tema ini kami usung,” katanya. Sementara itu, Prof. Dr. H. Said Agil Husin mengawali orasinya dengan menyampaikan bahwa perpecahan yang terjadi saat ini dikarenakan Ukhuwah Islamiyah tidak terwujud dan hanya dijadikan sekedar konsep tanpa aplikasi yang jelas. Sehingga diperlukan adanya komunikasi untuk memberi solusi yang jelas terhadap sekularisme, pluralism, dan liberalisme di negeri ini. Ia menjelaskan, gerakan Sepilis pada dasarnya memberikan pemahaman dan penafsiran ulang serta pemahaman baru. Sehingga muncul istilah-istilah tentang Sepilis di Indonesia, padahal sudah berlangsung lama. Bagi orang yang belum pernah membaca hal itu dianggap sesuatu yang baru dan meresahkan. Menurutnya, kondisi itu terjadi karena minimnya pemahaman pada teksteks al-Qur’an yang universal. Ia menegaskan, Sepilis bisa dicegah dengan pemahaman dan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta keimanan dan ketakwaan (Iptak). Dengan bekal itu, masyarakat bisa menilai dan memilih sesuatu yang dianggap benar serta menghindari tindakan yang salah. (adv/uzi/muj/rah)

PERTANIAN

Tanaman Tebu Pengganti Tembakau PAMEKASAN - Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pamekasan meminta petani untuk mulai meninggalkan tembakau dan beralih menanam tebu. Tanaman tebu yang lebih menjanjikan. Sebab, tanaman tembakau dinilai sudah kurang memberi keuntungan kepada petani. Tanaman yang dinilai cukup memberi keuntungan, saat ini, adalah tanaman tebu. Karenanya, instansi tersebut mulai gencar mengkampanyekan tanaman tebut itu. Ajib Abdullah mengatakan, berdasarkan hasil study yang dilakukan Dishutbun, lahan di Pamekasan yang cocok untuk ditanami tebu sebanyak 22 ribu hektar. Saat ini yang menjadi percontohan penanaman tebu di dua kecamatan yakni Kecamatan Proppo di Desa Candi Burung dan Batu Kalangan, juga di Kecamatan Pangentenan di Desa Pangetenan. Untuk tahap uji coba itu, lahan yang dipergunakan masing-masing satu hektar. “Kami akan mengembangkan ke wilayah kecamatan lain. Saat ini masih diuji coba di dua kecamatan itu,” kata Ajib. Ia mengatakan Dishutbun masih akan melakukan pemetaan penanam tebu di kecamatan lainnya, agar tidak mengganggu tanaman lainya. Penanaman tebu itu, harus ditanam di lokasi yang lahannya kering. Lahan yang cocok itu, sebagian besar ada di wilayah Pamekasan utara. Pihaknya juga tengah melakukan penjajagan un-

tuk mengajak investor untuk melakukan investasi pengolahan hasil tanam tersebut di Pamekasan. Sehingga para petani tebu tidak kesulitan untuk memasok hasil produksi mereka.

Kami minta jangan dulu masuk ke rencana lain, sementara masalah yang satu belum ada jalan keluarnya,

Wakil Ketua Komisi B DPRD Pamekasan, Fathorrahman meminta Dishutbun tidak serta-merta melakukan rencana penanaman tebu, namun lebih mencurahkan perhatian terhadap kondisi tanaman tembakau yang terancam rusak akibat buruknya cuaca. Komisinya bukan tidak mendukung rencana pengembangan tanaman alternatif selain tembakau tersebut. Namun, untuk saat ini belum saatnya rencana tersebut dilakukan. “Kami minta jangan dulu masuk ke rencana lain, sementara masalah yang satu belum ada jalan keluarnya,” katanya. (awa/ muj/rah)

MUSIBAH ALAM

Tanah Ambles Warga Mengungsi PAMEKASAN - Tiga kepala keluarga (KK) di Pamekasan, Jawa Timur, terpaksa mengungsi akibat rumahnya roboh setelah tanahnya ambles pada Jumat (14/6) lalu, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah itu selama tiga hari berturut-turut. Ketiga kepala keluarga yang terpaksa mengungsi itu merupakan warga Dusun Taretah, Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Hingga malam ini kami terpaksa numpang tidur di rumah tetangga, karena belum punya biaya untuk memperbaiki rumah yang roboh itu,

“Hingga malam ini kami terpaksa numpang tidur di rumah tetangga, karena belum punya biaya untuk memperbaiki rumah yang roboh itu,” kata salah seorang pemilik rumah Moh Sukar, Minggu malam. Rumah Moh Sukar itu ambles sekitar pukul 08.00 WIB demikian juga rumah milik tetangganya Qusairi. Akan tetapi kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa. Saat kejadian mereka sedang memperbaiki saluran air pada areal yang ditanami tembakau yang tergenang banjir. “Kalau ada di rumah, mungkin kami semua sudah terkena reruntuhan

bangunan yang roboh,” kata pemilik rumah lainnya Qusairi. Sebagaimana Moh Sukar, Qosairi bersama istrinya saat kejadian juga sedang berada di sawah. Ia juga menanam tembakau, namun kini semua tanaman tembakaunya rusak. Baik Qusairi maupun Moh Sukar mengaku tidak mengetahui secara pasti sampai kapan mereka akan tetap mengungsi menumpang tidur di rumah tetangganya itu, karena belum memiliki biaya untuk memperbaikinya. “Semua uang telah dijadikan modal untuk menanam tembakau. Ternyata tembakau kami juga rusak terkena hujan,” katanya. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Iskandar mengatakan pihaknya masih mengupayakan bantuan bagi tiga kepala keluarga yang rumahnya roboh akibat tanahnya ambles itu. “Kami sudah menyusun laporan kepada pemerintah provinsi, terkait adanya rumah warga yang roboh itu dan sampai saat ini harus mengungsi,” katanya menjelaskan. Kendatipun demikian ia belum memastikan kapan bantuan perbaikan rumah bagi tiga kepala keluarga di Dusun Taretah, Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, itu cair. “Harapan kami hanya kepada pemerintah provinsi, karena dana penanggulangan bencana di Pemkab Pamekasan kosong karena semuanya telah disalurkan kepada para korban banjir di Kecamatan Kota dan Kecamatan Pademawu,” kata Iskandar menjelaskan. (ant/rah)


6

SAMPANG

SENIN 17 JUNI 2013 NO.0139| TAHUN II

HUJAN

Petani Tembakau Beralih Tanaman SAMPANG – Intensitas hujan belakangan ini di Kabupaten Sampang, membuat sejumlah petani tembakau asal Desa Gunung Maddah Kecamatan Kota Sampang merugi. Pasalnya, tanaman tembakau petani desa setempat banyak mati akibat sering diguyur hujan. Moh Amin (50), salah satu petani tembakau, mengatakan, tembakau miliknya sekitar 1,5 hektar, dan sebagian besar banyak yang mati. Dirinya tidak menyangka, cuaca akan seburuh seperti sekarang, sehingga menanm lumayan banyak. “Banyak tanaman tembakau yang masih kecil mati. Padahal, petani sini

mengira sudah musim kemarau, itu membuat petani menanamnya sudah dua minggu lalu,” ujarnya, Minggu (16/6). Ia menambahkan, beberapa petani lainnya di daerah tersebut mengeluh, karena biaya yang dikeluarkan untuk menanam tembakau sudah menghabiskan ratusan ribu rupiah. “Kalau tetangga petani sini sudah banyak yang frustasi, Mas, karena biayanya cuma-cuma, makanya sudah gak mau tanam lagi,” imbuhnya. Hal yang sama diungkapkan oleh, Musrifah (38). Ia mengaku beralih menanam tanaman tomat setelah di-

rinya gagal menanam tembakau akibat sering diguyur hujan. “Ya saya ganti tanaman tomat saja, Pak, karena saya sudah tanam tembakau tiga kali tapi gagal terus,” keluhnya. Petani perempuan itu berharap, pemerintah bisa membimbing petani sehingga bisa beralih tanaman kepada tamanan yang lebih menguntungkan, karena tembakau sudah tidak bisa diharapkan lagi. “Kami mengaharapakan dari pemerintah agar ada sosialisasi pada petani, meskipun kami sudah paham, tapi kita ingin lebih baik lagi dari pemerintah,” jelasnya. (ryn)

Sejumlah anggota Unit Anti Teror Pasukan Khusus Intai Amfibi-1 (Taifib-1) Marinir melakukan parameter tempur saat simulasi pembebasan sandera, di arena Naval Education Expo 2013 di BG Junction Surabaya, Minggu (16/6). Kegiatan simulasi pembebasan sandera yang digelar Sekolah Khusus (Sesus) Marinir tersebut, bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat hasil dari pendidikan di Sesus Marinir, yang merupakan kawah candradimuka pasukan khusus Taifib Marinir.

Harga Daging Sapi Naik SAMPANG - Harga daging sapi di Pasar Srimangunan Kabupaten Sampang, Minggu (16/6), naik. Dari harga semula Rp 65.000 sampai Rp. 70.000 perkoligram menjadi Rp. 85.000 sampai Rp. 90.000 per kilogram. Kenaikan harga sapi karena diduga banyak sapi Madura yang dipasok ke luar Madura. Sepinya pembeli membuat para pedagang mengurangi persediaan. Pedagang daging sapi H. Jum (45), mengatakan, permintaan pelanggan berkurang dibandingkan dengan harga yang sebelumnya. Menurutnya, kenaikan harga daging sapi karena permintaan melebihi persediaan. Sementara daging sapi Madura banyak yang dipasok ke luar daerah. “Biasanya saya ketika harga masih standar bisa menyembelih sampai lima ekor sapi dan ketika harga daging sapi naik, saya bisa menyembelih Cuma tiga ekor sapi, dan sapi Madura banyak yang diminta oleh pedagang yang dari luar Madura,” imbuhnya. Pedagang sate daging sapi, Farhan (35), mengeluhkan naiknya harga daging. Menurutnya, naiknya harga daging mempengaruhi pembeli, sehingga harus mengurangi produksi. Sebelum harga dag-

ing sapi naik, ia bisa menghabiskan lima kilogram daging, tapi untuk sekarang hanya menghabiskan dua setengah kilogram. “Saya tidak mengerti kenapa harga daging sapi bisa naik. Ini akan menyusahkan pedagan kecil seperti saya, karena saya juga tidak bisa menaikkan harga jualan saya, bias-bisa nanti pembeli lari semua kalau harganya juga dinaikkan,” ucapnya.

pang Busar Wibisono mengatakan, operasi pasar tersebut dilakukan di beberapa pasar di Sampang untuk mengendalikan harga bahan pokok, sehingga tetap stabil meskipun ada momen kenaikan BBM. “Kita tetap pantau terus harga-harga pokok di pasar, karena ini demi kestabilan harga, agar masyarakat terutama di Sampang tetap merasakan apa yang seharusnya dirasakan,” ucapnya kepada Koran Madura. Busar berharap,

masyarakat bisa mendapatkan harga yang sama dengan harga pabrikan sekalipun BBM akan naik, sehingga pada akhirnya bisa menekan inflasi, khususnya pada bahan pokok makanan dan minuman. “Kita inginnya ini masyarakat bisa merasakan harga yang baik sesuai dengan apa yang diterapkan dari pabrik, baik itu bahan makanan maupun minuman, dan segala kebutuhan masyarakat lainnya,” jelasnya. (jun/ryn)

Sidak Sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sampang, menggelar Operasi Pasar (OP), Minggu (16/6). Disperindag memantau beberapa harga bahan pokok di pasar. Operasi tersebut sudah dilaksanakan sejak Sabtu (15/6) menjelang kenaikan harga BBM. Kasi Penyaluran dan Perdagangan Disperindag Sam-

Calon Wakil Gubernur

Said Abdullah Bantu Kelompok Tani SAMPANG- Calon Wakil Gubernur (Cawagub) MH Said Abdullah memberi bantuan benih padi jenis baru kepada Kelompok Tani (Poktan) yang ada di Sampang, Jumat (14/06). Pemberian bantuan yang berlangsung di Desa Asem Nunggal, Kecamatan Jrengik itu dihadiri oleh seratus orang dari perwakilan Poktan yang tersebar di empat belas kecamatan di

Kabupaten Sampang. Turut hadir dalam acara yang dikemas lesehan ala wong cilik tersebut, Wakil Bupati Sampang Fadilah Budiono. Orang nomor dua di Kabupaten Sampang itu bertindak sebagai perwakilan dari MH Said Abdullah yang tidak bisa datang langsung ke lokasi acara. Sebab, anggota aktif DPR RI itu masih ada acara mendadak yang tidak bisa ditinggalkan di

Jakarta. Sebelumnya, MH Said Abdullah dijadwalkan hadir langsung untuk bertatap muka dengan para petani. ”Sebenarnya Bapak (MH Said Abdullah) sudah bersiap berangkat ke sini (Desa Asem Nunggal, Sampang) dan sudah membooking pesawat. Tapi, tibatiba ada acara mendadak di Jakarta,” kata Devi, salah satu panitia Tim Jempol BDH-SAID

kepada Koran Madura. Sebagai perwakilan MH Said Abdullah, Wabub Fadilah Budiono didaulat oleh Panita Tim Jempol BDHSAID untuk menyerahkan secara simbolik bantuan benih padi EMESPE kepada perwakilan Poktan. Fadilah juga diaulat untuk memberikan sambutan dan sapa akrab dengan para petani. ”Saya bangga ada orang Madura (MH Said Abdullah) yang menjadi Cawagub Jatim. Selama ini belum pernah ada orang Madura yang dicalonkan (dalam bursa Cagub-Cawagub Jatim). Nah, sekarang ini momentum bagi kita sebagai orang Madura untuk mempunyai Pimpinan Provinsi yang ada unsure Madura-nya,” kata Wabub Fadilah saat memberikan sambutan sambil mengajak hadirin untuk memenangkan pasangan BDH-SAID. Mendengar seruan tersebut, para hadirin yang terdiri dari para petani dari berbagai Poktan menyambut dengan tepuk tangan meriah dan kesanggupan untuk mendukung pemenangan BDH-SAID. ”Mantap! Sukseskan BDH-SAID sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim,” teriak beberapa hadirin sambil bertepuk tangan. (lum)

Sejumlah petani tembakau asal desa gunung maddah kec/kota sampang resah akibat guyuran hujan membuat tembakau mati

JIKA BBM NAIK

Nelayan Tidak akan Sering Melaut SAMPANG - Sejumlah nelayan di Pelabuhan Tanglok Kecamatan Sampang khawatir akan gagal melaut, jika pemerintah benar-benar akan melaksanakan rencananya untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Nelayan dalam mencari ikan, setiap harinya bisa menghabiskan 100 sampai 200 liter solar. Jika BBM naik, khawatir hasil tangkapan tidak sesuai dengan harga solarnya. Salah satu juragan kapal, Hoddin (40), mengatakan, dirinya khawatir sekali apabila BBM naik, dan akan banyak waktu digunakan untuk tidak melaut karena besar kemungkinan pendapatan yang mereka dapat tidak seimbang dengan pengeluaran, karena sebagai juragan bukan hanya bahan bakar minyak saja yang digunakan untuk tetap berangkat melaut, tapi juga harus memberi gaji para karyawannya yang juga ikut me-

laut. Sedangkan dengan harga sekarang ini hanya cukup dengan ongkos karyawan dan sedikit mendapatkan keuntungan.

Hal senada juga diungkapkan Je’i. Ia mengatakan, besar kemungkinan akan sering gagal melaut karena sebagai nelayan penghasilannya tidak menentu dan tidak mungkin akan mendapatkan ikan terus, tergantung dari cuaca yang ada. “Apabila nanti harga BBM sudah naik, besar kemungkinan kapal saya akan jarang ke-

luar karena kalau tidak musim ikan, maka saya akan rugi. Iya kalau musim ikan mungkin agak mendingan, karena untuk memdapatkan ikan saya harus mencari sampai ke selatan Pulau Mandangin dan sampai ke Banyuangi,” ujarnya kepada Koran Madura, Minggu (16/6) di kapalnya. Hal senada juga diungkapkan Je’i. Ia mengatakan, besar kemungkinan akan sering gagal melaut karena sebagai nelayan penghasilannya tidak menentu dan tidak mungkin akan mendapatkan ikan terus, tergantung dari cuaca yang ada. Kalau cuaca buruk maka akan pulang dengan tidak membawa ikan. “Kemungkinan besar kami nanti akan sering gagal melaut apabila harga BBM sudah naik, karena untuk pergi melaut harus menyediakan empat drigen ukuran 50 literan. Dan apabila tidak bisa membelinya maka tidak akan berangkat karena itu sudah ukuran standar, kecuali kalau cuaca yang mendukung bisa jadi ada sisanya,” ucapnya. (jun)

INFRASTRUKTUR

Jalan Rusak dan Berlubang Dikeluhkan SAMPANG - Jalan rusak dan berlubang sampai tertutup dengan air di depan Terminal Sampang yang berdekatan dengan lampu lalu lintas dikeluhkan pengendara. Pengendara banyak yang berusaha menghindari lubang. Hingga saat ini jalan tersebut tak kunjung diperbaiki. Jalan berlubang yang berdekatan dengan lampu lintas tersebut masih belum mendapatkan perhatian. Padahal, jalan tersebut merupakan jalan utama, maskipun jalan hanya dilewati oleh kendaraan yang dari utara. Mereka tetap barharap segera ada perbaikan karena jalan yang lubang tersebut sangat membahayakan, apalagi disebelah timur banyak kendaraan yang terparkir, sehingga sering terjadi kemacetan dan ketika lampu memerah, kendaraan yang berhenti sangat panjang. Salah satu tukang becak motor (bentor), Aay’ari (37), mengatakan, jalan yang rusak

dapat menghambat pekerjaannya karena apabila sudah dari utara hampir berdekatan dengan lampu mirah, maka berusaha untuk menghindari jalan tersebut dan ini sangat membahayakan apalagi disamping timur jalan banyak lahan parker. Kalau tidak berhati-hati khawatir akan menerobos kendaraan yang berada di depannya.

Jalan berlubang yang berdekatan dengan lampu lintas tersebut masih belum mendapatkan perhatian. Padahal, jalan tersebut merupakan jalan utama, maskipun jalan hanya dilewati oleh kendaraan yang dari utara.

“Sudah lama jalan ini yang rusak dan sampai sekarang masih belum diperbaiki. Padahal, ini sangat membahayakan kendaraan yang lewat. Selain itu, juga dekat dengan lampu merah, sehingga jalannya menjadi sempit. Di sebelah kanan jalannya rusak, sedangkan di sebelah kiri kadangkadang ditempati parkir mobil,” ujarnya kepada Koran Madura, Minggu (16/6). Hal yang sama juga diungkapkan oleh pengendara roda dua, Dani (32), mengatakan, agar pengendara tetap berjalan lancer, lebih baik segera diperbaiki. apalagi, jalan yang berlubang sudah agak dalam. Kalau ini dibiarkan, pengendara banyak yang merasa kurang nyaman, dan ini juga menyangkut keselamatan pengendara dan kenyamanan dalam berlalu lintas. “Seharusnya jalan ini cepat diperbaiki karena jalan tersebut merupakan jalan utama. Kendaraan yang lewat kalau dibiarkan seperti itu sangat membahayakan pengendara,” ujarnya. (jun)


BANGKALAN

7

SENIN 17 JUNI 2013 NO.0139 | TAHUN II

JEMBATAN SURAMADU

Bagi Hasil 20 Persen Belum Terealisasi BANGKALAN Keberadaan jembatan Suramadu rupanya masih belum membawa keuntungan bagi masyarakat Bangkalan. Jembatan yang menghubungkan antara pulau Jawa dengan Madura tersebut, tak bisa memberikan konstribusi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bagi hasil 20 persen yang pernah dijanjikan pihak pengelola, tak kunjung terealisasi. Padahal, sejak empat tahun yang lalu jembatan tersebut sudah dioperasikan. "Belum ada realisasi yang bisa diberikan pihak pengelola dalam hal ini BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Suramadu) terhadap bagi hasil pendapatan Suramadu. Sejauh ini, jembatan tersebut hanya berfungsi sebagai penghubung transportasi," kata Mahmudi, Anggota Komisi C

DPRD Bangkalan. Menurutnya, penghasilan dari penjualan tiket seharusnya ada pembagian hasil yang bisa diberikan. Tidak ada alasan yang jelas, kenapa sampai saat ini tak ada bagi hasil yang bisa diterima daerah. Padahal, sebelumnya juga pernah dijanjikan kalau bagi hasil dari pendapatan Jembatan Suramadu, Bangkalan akan menerima bagian 20 persen dari pendapatan. Namun, sampai sekarang tidak pernah ada kejelasan. Hal itu sungguh sangat disayangkan. Jika dibandingkan dengan sebelum adanya jembatan tersebut, justru keberadaan PT ASDP di pelabuhan Kamal bisa mendongkrak PAD Bangkalan. Sekitar 15 persen bagi hasil yang diberikan pelabuhan yang berada di kecamatan Kamal tersebut.

"Kalau dulu, sekitar Rp 375 juta pertahun PT ASDP memberikan kontribusi pendapatan ke daerah. Itu bagi hasil dari penjualan tiket. Sekarang sudah tidak ada lagi income yang bisa diberikan perusahan jasa penyebrangan kapal tersebut, disebabkan kondisinya yang sepertinya mati suri," jelas Mahmudi. Dia juga menjelaskan rencana pembangunan kawasan kaki jembatan Suramadu yang telah direncanakan BPWS sampai saat ini bisa dikatakan nihil. "Hal yang kecil saja, lampu penerangan di sekitar akses tersebut hanya sebagian saja yang terpasang. Kekurangannya justru masih banyak, sehingga kalau malam hari masih dalam kondisi gelap," ungkapnya. (ori/rah)

doni heriyanto/koran madura

SPBU: Beberapa mobil sedang mengisi bahan bakar di salah satu SPBU yang ada di Kabupaten Bangkalan.

Rencana Kenaikan BBM Meresahkan Masyarakat BANGKALAN - Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang direncanakan oleh pemerintah semakin mendekati kenyataan. Apalagi pemerintah hanya tinggal menunggu sikap DPRRI yang akan diputuskan melalui rapat paripurna dalam waktu yang tidak lama lagi. Menyikapi hal itu, masyarakat dari berbagai kalangan merasa resah. Bahkan rencana pemerintah menyalurkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), dinilai sebagai upaya politisasi untuk kepentingan sesaat yang ujung-ujungnya masyarakat akan dirugikan. “Lha wong belum naik saja harga barang-barang sudah naik duluan, apalagi BBM naik beneran nanti,” keluh Roni ,salah seorang penjual Bakso yang biasa mangkal di halaman Stadion Gelora Bangkalan itu. Bagi Roni, kenaikan harga BBM bukanlah suatu hal yang diharapkan. Menurutnya, dengan kenaikan BBM nanti,

dapat dipastikan akan terjadi kenaikan harga sejumlah komiditi lainnya. Hal itulah yang sangat dikhawatirkan penjual bakso yang mengaku telah memiliki satu anak ini. Berbeda dengan Roni, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan pangeranan Emi, mangaku sangat menyesalkan upaya pemerintah menaikkan harga BBM. Baginya, kenaikan harga BBM sendiri mungkin bukanlah hal yang dipermasalahkan, namun konsekuensi dari kenaikan harga BBM tersebut yang menjadi momok bagi calon ibu muda ini. “BBMnya sendiri gak masalah naik, asal harga sembako gak ikut naik. Masalahn-

ya hampir dipastikan sembako akan naik kalau BBM naik, itu yang kami takutkan, Sedangkan gaji suami tetap saja segitu,” tukas ibu muda ini. Sementara itu, menurut salah satu aktivis Mahasiswa Madura Madani kampus UTM, Jakfar Shodiq, upaya pemerintah menaikkan harga BBM dengan lantas berencana menyalurkan BLSM sebagai kompensasi kenaikan tersebut bukanlah langkah bijak bagi pemerintah. Dirinya menilai bahwa banyak kepentingan dengan rencana kenaikan BBM tersebut. “Kenaikan BBM dengan lantas disalurkannya BLSM sebagai kompensasi, itu hanya akal-akalan pemerintah saja. Bisa-bisanya mereka mengambil hak rakyat dalam bentuk subsidi, terus mereka menyalurkan sejumlah uang sebagai penutup mulut sekaligus upaya mencari perhatian masyarakat menjelang tahun politik 2014 esok agar rakyat simpatik, ini pembodohan

namanya, ” ujarnya. Bagi Jakfar, di negeri penghasil minyak ini, masyarakat Indonesia tidak diberi ruang menikmati kekayaan alamnya sendiri. Dengan naiknya harga BBM akan menciptakan naiknya sandang pangan serya lemahnya produksi dalam Negeri. Sedangkan yang diuntungkan adalah SPBU asing karena lebih kompetitif. Kekayaan alam yang melimpah malah dikuasai asing. Indonesia memiliki 60 ladang minyak. 38 di antaranya sudah dieksplorasi. Dengang cadangan sekitar 77 miliar barel minyak dan 332 triliun kaki kubik (TCF) gas. "Namun ironisnya, yang seharusnya bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya digunakan sebesarbesarnya untuk kemakmuran rakyat sesuai dengan amanat UUD 1945. Tapi malah untuk kemakmuran pihak asing. mari tolak kenaikan harga BBM dan Nasionalisasi Perusahaan Asing," tandasnya.(dn/rah)

SEMBAKO

Harga Bahan Pokok Mulai Melonjak BANGKALAN - Menyusul rencanan kenaikan haraga BBM yang digadang-gadang oleh pemerintah dan semakin dekatnya perayaan bulan besar Ramadhan, kenaikan bahan pokok di sejumlah pasar di Bangkalan semakin tampak signifikan. Beberapa bahan pokok mengalami lonjakan harga dari kisaran Rp 2000 hingga Rp 10000 dalam sepekan terakhir. Para pedagang pun mulai merasakan menurunya daya beli masyarakat akibat mulai melonjaknya harga kebutuhan pokok tersebut. Salah satu penjual kebutuhan pokok di pasar ki Lemah Duwur Bangkalan Hj. Soleh menuturkan bahwa selama sepekan terakhir, sejumlah kebutuhan pokok mengalami lonjakan harga. “Ya beberapa di antaranya naik, telur naik dari sebelumnya Rp 15000, sekarang sudah Rp 18000. Saya harap kenaikan telur tidak sampai menembus Rp 20000. Soalnya menjelang ramadhan nanti kebutuhan masyarakat pada telur kan cukup tinggi, khawatir nanti daya belinya turun,” ujarnya. Soleha pun menjelaskan, selain telur, jenis kebutuhan

pokok yang naik cukup signifikan adalah cabai rawit. Menurutnya, dari sebelumnya harga cabe rawit hanya Rp 12000 per kilogram, sepekan terakhir terjadi kenaikan hingga Rp 22000. “Yang kelihatan naiknya cabe rawit. Tadinya hanya Rp 12000 sekilo, sekarang malah naik sampai Rp 22000 sekilonya,” papar pedagang ini. Dirinya mengaku pasrah atas kenaikan sejumlah kebutuhan pokok tersebut, semoga dengan hal itu daya beli masyarakat tetap stabl sehingga tidak mempengaruhi keberlangsungan usahanya. Sementara itu, kenaikan

juga terjadi pada harga daging ayam. Komoditi yang menjadi favorit masyarakat ini pun naik Rp 3000 dalam sepekan. “Naik. Sebelumnya Rp 22000 per kilo, sekarang sudah Rp 2500 sekilonya,” ujar Sunarti, penjual daging ayam di pasar Ki Lemah Duwur ini. Sebagai masyarakat awam Sunarti hanya berharap peran serta pemerintah dalam mengendalikan harga tersebut, terlebih baginya rencana kenaikan BBM yang santer diberitakan oleh media sudah barang tentu menjadi salah satu faktor kenaikan sejumlah bahan pokok di Bangkalan. (dn/rah)

doni heriyanto/koran madura

PEDAGANG: Salah satu pedagang bahan pokok di pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan sedang melayani pembeli.

LISTRIK ALTERNATIF

Akan Dibangun PLTS di Tiga Desa

doni heriyanto/koran madura

MEMBENTANG LUAS: Sejumlah petani sedang beraktivitas di tengah lahan padi yang membentang luas di kabupaten Bangkalan.

PERTANIAN

Anomali Cuaca Untungkan Petani Padi BANGKALAN - Bertambah panjangnya musim penghujan tidak mesti membawa dampak buruk bagi pertanian, tetapi juga keberuntungan. Di Kabupaten Bangkalan, akibat tingginya curah hujan, justru hasil pertanian padi diprediksi di daerah ini akan semakin meningkat. Apalagi, sebagian masyarakat yang awalnya tidak menanam padi beralih menanam padi. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Bangkalan Ir. Puguh Santoso, MMA. melalui Kabid Produksi Tanaman Pangan dan Holti-

kultura Geger Heri Susianto, SP, MMA mengatakan bahwa curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Madura khususnya Bangkalan sangat menguntungkan bagi petani padi. Karena, pada bulan ini, menurut perhitungan sudah masuk pada musim kemarau. Akan tetapi, hujan terus berlanjut. “Kondisi seperti sekarang sangat menguntungkan petani padi khususnya petani tadah hujan. Jadi mereka tidak dikhawatirkan akan kekurangan air,” katanya. Selain itu, kata Heri, masyarakat banyak berspeku-

lasi bahwa tingginya curah hujan akan menyebabkan padi menjadi tidak bagus akibat tergenang air. Menurutnya, perlu ditegaskan bahwa lahan pertanian daerah Bangkalan tidak berpotensi demikian. Karena, hingga saat ini berdasarkan laporan dari mantri tadi dan pengawas hama lingkungan tidak ada padi yang terancam rusak akibat tergenang air maupun terserang hama penyakit yang dapat mematikan. “Banyak spekulan mengatakan akan terancam poso, semua itu tidak benar. Justru,

sekarang banyak para petani yang menanam padi yang pada awalnya tidak menanamnya. Berdasarkan lapaoran tim yang ada di lapangan diprediksi produksi akan meningkat,” imbuhnya. Keuntungan dari bertambah panjangnya musim penghujan kali ini, lanjut Heri, adalah petani bisa panen dua kali atau lebih. Jadi, dengan demikian, para petani bisa memanfaatkan curah hujan yang cenderung meningkat dengan melimpahnya air. Untuk itu, produktivitas juga akan meningkat.(dn/rah)

BANGKALAN - Belum meratanya penggunaan listrik di beberapa titik di kabupaten Bangkalan membuat pihak terkait berencana mengadakan pembangkit listrik alternatif. Dari tiga kecamatan yang ada di Bangkalan, tiga desa masih belum dapat menikmati aliran listrik dengan maksimal. Oleh karena itu, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) diyakini bisa menjadi solusi dalam memberikan pasokan listrik secara merata terhadap desa tersebut. “Tahun ini kita akan membangun energi listrik alternatif. Ada bantuan dari kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam penggunaan tekhnologi terbarukan berupa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),” kata Moh Fahri, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Bangkalan, kemarin (16/6). Dia menambahkan, dalam penggunaan tekhnologi terbarukan tersebut dimaksudkan agar mengatasi kekurangan pasokan listrik pada rumah tangga atau desa yang belum terjangkau aliran listrik. Program dari Kementrian ESDM tersebut akan direalisasikan pada tiga titik, yakni Desa Bendeng Dajah kecamatam Tanjung Bumi. Selain itu PLTS tersebut akan diadakan di Desa Gangsian kecamatan Sepuluh dan Desa Tlokoh kecamatan Kokop. Alasannya, tiga desa tersebut dipilih karena letak geografisnya yang

cenderung berada di dataran tinggi, sehingga sulit dijangkau oleh aliran listrik dari PLN. Sistem yang dipakai dalam tekhnologi tersebut bersistem terpusat, dari induk yang telah dibuat dialirkan ke rumah tangga pengguna listrik. “Jadi satu paket teknologi terbarukan diharapkan bisa menjangkau 30 rumah tangga atau lebih,” jelasnya.

Tahun ini kita akan membangun energi listrik alternatif. Ada bantuan dari kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam penggunaan tekhnologi terbarukan berupa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),”

Moh Fahri

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Bangkalan Dia menerangkan, dalam pemasokan energi yang dihasilkan dari terminal induk tidak sama, karena perbedaan daya yang dihasilkan pada setiap terminal induk. Perolehan daya tersebut ditentukan banyak atau

sedikitnya rumah tangga yang ada. Menurutnya ada yang mendapatkan 5 Kwh, ada juga yang mendapatkan 7,5 Kwh. Terakhir ada yang 10 Kwh. “Seperti yang ada di desa Bendeng Dajah. Daerah tersebut mendapatkan kapasitas 7,5 kwh,” terangnya. Dari masing-masing rumah tangga, ditaksir mendapatkan pasokan listrik 200 watt per rumah tangga. Selain rumah tangga, dalam petunjuk penyaluran dayanya juga bisa disebarkan ke tempat-tempat yang bersifat umum seperti salah satunya masjid. “Harus ada daya simpan yg lebih agar elemen-elemen penghasil energi tidak mati,” terang Fahri. Dia pun tidak menampik jika dalam penggunaan PLTS mempunyai kendala pasokan energi harus cukup dari sinar matahari. Sebab, dalam menghasilkan energi, harus ada ketersediaan matahari yang cukup. “Kalau di Bangkalan, saya rasa kondisi alam cenderung panas. Jadi untuk kesulitan sinar matahari saya rasa tidak. Meskipun kadang juga terjadi mendung. Tapi hal itu tidak akan lama,” paparnya. Ia pun menjelaskan, dalam pengisian energi matahari, pengisian batreinya minimal 8 jam, agar energinya dapat tersimpan. Oleh karena itu, pengadaan LPTS di Bangkalan tinggal menunggu LPSE-nya saja. “Sekitar bulan Agustus atau September, fisik dimungkinkan sudah ada,” ujarnya. (ori/rah)


8

LINTAS MADURA

SENIN 17 JUNI 2013 NO.0139 | TAHUN II

PEMILU LEGISLATIF

KPU Minta Masyarakat Evaluasi DCS BANGKALAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan, Jawa Timur, meminta masyarakat mengevaluasi bakal calon anggota legislatif yang masuk dalam daftar calon sementara (DCS) dan telah diumumkan beberapa hari lalu. Ketua KPU Bangkalan Fauzan Djakfar, Minggu, menjelaskan bahwa bakal calon anggota legislatif yang kini diumumkan itu belum bersifat final dan masih menunggu masukan dari masyarakat sebelum akhirnya ditetapkan dalam daftar calon tetap (DCT). "Oleh karenanya, kami minta masyarakat agar bisa memberikan masukan kepada KPU dan kami pasti akan menindaklanjuti semua masukan yang disampaikan

masyarakat," katanya. Jumlah bacaleg yang masuk dalam DCS di Kabupaten Bangkalan untuk Pemilu Legislatif 2014 sebanyak 503 orang. Mereka itu dari 12 partai politik peserta pemilu. Fauzan menjelaskan sesuai dengan peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 yang diperkuat oleh Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2013, masa uji coba publik DCS akan berlangsung hingga 27 Juni 2013. Jika, kata dia, masyarakat ada yang menemukan nama-nama DCS yang telah ditetapkan KPU perlu dikritik, ia meminta agar masyarakat menyampaikannya secara langsung ke KPU Bangkalan. Semua bentuk laporan akan ditindaklanjuti KPU, dengan cacatan identitas pe-

lapor harus jelas dan tidak berupa surat kaleng. "Kalau identitas tidak jelas, tidak akan kami tindak lanjuti, karena itu bagian dari upaya memperkeruh suasana saja," katanya. Jika, sambung dia, laporan masyarakat tersebut terbukti, maka pihaknya bisa menindaklanjuti hal tersebut dengan pencoretan bacaleg terkait. "Tentunya kalau laporan masyarakat itu kami proses, lalu ternyata itu terbukti bacaleg terkait tidak layak, maka kami langsung mencoretnya dari DCS," katanya. Sementara itu dari hasil verifikasi lanjutan yang dilakukan KPU diketahui bahwa 12 bacaleg dinyatakan gugur atau tidak memenuhi syarat. (ant/rah) ori/koran madura

TANAH SENGKETA: Proses pemagaran yang dilakukan pemilik bersama puluhan warga atas tanah yang disengketakan, tepat berada di desa Dumajah, kecamatan Tanah Merah.

IBADAH

Kemenag: Sebagian Calon Haji Kemungkinan Gagal Berangkat BANGKALAN - Kasi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Abdul Hamid memperkirakan sebagian calon haji akan gagal berangkat, karena adanya pengurangan jatah kuota haji dari pemerintah Arab Saudi. “Namun, hingga kini kami masih menunggu surat resmi dari Kanwil belum turun pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan terkait pengurangan kuota tersebut,” kata Abdul Hamid di Bangkalan. Ia menjelaskan adanya informasi tentang pengurangan kuota haji 2013 memang membuat sebagian calon

haji resah. Jika pengurangan kuota haji benar-benar terjadi bagi sebagian calon haji di Bangkalan, ia memperkirakan sekitar 170 calon haji terancam gagal melaksanakan ibadah haji tahun 2013. “Adanya berita pengurangan kuota haji membuat calon haji kita galau. Karena kalau betul-betul terjadi, maka 20 persen calhaj harus masuk dalam daftar tunggu,” katanya. Ia mengatakan di Bangkalan jumlah calon haji yang akan berangkat menunaikan abadah haji sebanyak 859 orang. Jika terjadi pengurangan kuota haji sebesar 20 persen,

menurut Hamid, itu berarti ada sekitar 170 calon haji yang harus rela berangkat tahun depan. Ia menjelaskan sampai saat ini pihaknya juga masih belum bisa memberikan penjelasan secara pasti tentang mekanisme pengurangan kuota, apakah berdasarkan nomor urut atau calon haji yang berusia muda dengan mengutamakan yang berusia lanjut. “Kita masih menunggu surat resmi dari Kanwil Jatim,” katanya. Hamid mengatakan hingga kini calon haji asal Kabupaten Bangkalan yang belum melunasi biaya haji sekitar lima persen. (ant/rah)

Pemilik Pagari Lokasi Pengurukan Lahan BANGKALAN - Karena dinilai salah tempat pada saat pengurukan lahan pemenang lelang, puluhan warga bersama pemilik lahan langsung saja memagari tanah yang diakui miliknya. Tanah yang berada di desa Dumajah kecamatan Tanah Merah tersebut diuruk pemenang lelang. Namun, warga setempat yang merasa memiliki lahan tersebut menilai pengurukan itu salah eksekusi. Diketahui, pemenang lelang adalah KH Abdul Razak Hadi. Pihaknya mengeksekusi tanah milik H Hari seluas 1.618 M2. Padahal, seharusnya tanah yang diuruk adalah milik Hj Romlah, saudara H Hari. Tanah tersebut luasnya sekitar 1.468 meter persegi. Oleh karena itu, puluhan dan pemilik lahan memagari dengan bambu. Hal itu bertujuan agar proses pengurukan tak dilanjutkan. Meski demikian, tanah yang diduga meru-

pakan tanah lelang tersebut kini sudah diuruk dengan batu bedel dengan kapasitas 25 truk pengangkut. Sebelumnya, pemenang lelang tetap berkeyakinan bahwa lahan yang dibeli di sana. "Kami melakukan pemagaran di lahan ini supaya pemenang lelang menghentikan proses pengurukan. Karena salah alamat yang diuruk," terang pemilik yang mengaku punya lahan, H Hari. Dia menerangkan, tanah

yang sebenarnya dilelang oleh Bank Danamon adalah milik saudaranya, Hj Romlah, yang jaraknya sekitar 20 meter di sebelah barat dari yang diuruk. Tanah itu dilelang karena saudaranya tidak kuat membayar piutang. "Dulu, saudara saya pinjam uang ke Bank Danamon. Kemudian tanah seluas 1.468 meter persegi itu yang dijadikan jaminan. Karena tidak sanggup membayar pinjaman, akhirnya dilelang oleh pihak bank," terangnya. Dari proses pelelangan tanah tersebut dimenangkan oleh KH Abdul Razak. Namun, entah kenapa sang pemenang melakukan pengurukan di tanah miliknya, bukan sesuai dengan yang menjadi jaminan di Bank. Pemenang lelang menguruk tanahnya karena ber-

dasarkan nomor persil. Akan tetapi, nomor persil itu tidak cocok dengan tanah yang ada di samping kanan dan kiri. Karena bukan tanah itu yang dilelang. Nomor persil tersebut tidak bisa dibohongi. "Kita sebenarnya sudah melakukan rundingan, antara saya, saudara saya, dan pemenang. Selain itu, kepala desa juga hadir. Namun, pemenang lelang tetap ngotot mengakui tanah yang diuruk miliknya yang dimenangkan dalam pelelangan," akunya. Dirinya berharap, pemilik lahan atas pemenangan lelang berhenti melakukan pengurukan di lokasi yang sekarang. Namun, pindah pada lokasi yang sebenarnya untuk diuruk. "Saya tidak akan menjual tanah tersebut, karena merupakan warisan orang tua," ucapnya. (ori/rah)

POLITIK

Golkar Daftarkan Bacaleg Mantan Narapidana PAMEKASAN - Partai Golkar Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, mencalonkan seorang mantan narapidana sebagai bakal calon legislatif pada pemilu 2014 untuk daerah pemilihan (dapil) I yang meliputi Kecamatan Pamekasan dan Tlanakan. Menurut anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan Agus Kasianto, mantan narapidana yang dicalonkan menjadi bacaleg partai bernomor urut 5 itu bernama Mudakkir. “Mudakkir masuk dalam daftar calon sementara (DCS) dengan nomor urut 6 untuk dapil I,” kata Agus Kasianto menjelaskan. Dia sementara ini menjadi satu-satunya bakal calon legislatif dari mantan narapidana di Kabupaten Pamekasan. Mudakkir bersaing bersama tujuh orang bacaleg lainnya di dapil I itu, yakni Arlina Wahyoeastoetie dengan nomor urut 1, Abd Mukti nomor 2, Bambang Hazainudin nomor 3, dan Suharyani nomor urut 4. Selanjutnya Sulaisi dengan

nomor urut 5, disusul Mudakkir nomor 6 serta Ellyana nomor 7, dan Mohammad Farid nomor urut 8. Agus menjelaskan sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 7 dan Nomor 13 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pencalonan, mantan narapidana diperbolehkan untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif. Dalam PKPU Pasal 4 ayat (1) huruf g dinyatakan bahwa mantan narapidana yang boleh mendaftarkan diri sebagai bacaleg apabila tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. Selanjutnya pada PKPU nomor 13 Tahun 2013 dijelaskan bahwa yang bersangkutan telah selesai menjalani pidana penjara sampai dengan dimulainya jadwal waktu pendaftaran dalam waktu paling singkat 5 (lima) tahun. Ketentuan berikutnya pada poin 2 yang bersangku-

tan secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik sebagai mantan narapidana dan yang ketiga bukan sebagai pelaku kejahatan yang berulang atau residivis. Bacaleg Mudakkir pernah terlibat dalam kasus tindak pidana kriminal pada tahun 2009 dalam praktik jual beli kunci jawaban soal tes rekrutmen calon pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Pamekasan. Ketika itu ia bersama temannya, Akhmad Nawawi mantan Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Pamekasan ditangkap polisi karena terbukti melakukan praktik jual beli kunci jawaban soal. Ia dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman penjara empat tahun. Kasus jual beli soal pada rekrutmen CPNS di lingkungan Pemkab Pamekasan itu terungkap setelah salah satu anggota Polwil Madura menyamar menjadi pembeli kepada penjualnya Mudakkir. Dari penangkapan itulah terungkap aliran jawaban soal

TABEL CALEG GOLKAR DAPIL I

ant/saiful bahri

OPERASI PASAR LPG: Seorang ibu pulang membawa tabung LPG 3 kg saat opersi pasar, di Kantor Desa Sumedangan, Pademawu, Pamekasan, Jatim, Minggu (16/6). Operasi pasar hasil kerjasama pemkab setempat dengan Pertamina itu, guna meringankan beban terdampak banjir di daerah itu. dengan harga Rp 13.000 sedangkan jika membeli ditingkat pengecer hanganya melambung hingga Rp 20 ribu.

NO URUT

NAMA BACALEG

STATUS

1

Arlina Wahyoeastoetie

Bukan narapidana

2

Abd Mukti nomor

Bukan narapidana

3

Bambang Hazainudin

Bukan narapidana

4

Suharyani

Bukan narapidana

5

Sulaisi

Bukan narapidana

6

Mudakkir

Mantan Narapidana

7

Ellyana

Bukan narapidana

8

Mohammad Farid

Bukan narapidana

tes CPNS, hingga akhirnya mengarah kepada Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Akhmad Nawawi dan MA, salah seorang keluarga pejabat teras di lingkungan Pemkab Pamekasan kala itu. “Kalau dilihat dari sisi ancaman, mantan narapidana Mudakkir ini masih memenuhi syarat, karena ancaman hukumannya kurang dari lima tahun,” kata Agus Kasianto menjelaskan. Kendatipun demikian, sambung dia, tidak menutup kemungkinan yang bersangkutan nantinya bisa gugur sebagai bakal calon legislatif, apabila ada masukan dari masyarakat yang patut dipertimbangkan KPU. Partai Golkar sendiri merupakan kali pertama mencalonkan bacalegnya dari mantan narapidana. Di Pamekasan partai berlambang pohon beringin itu termasuk satu dari lima partai politik yang banyak mendapatkan dukungan suara pada pemilu legislatif sebelumnya dengan jumlah kursi di DPRD sebanyak 5 orang atau 1 fraksi.(ant/rah)


MATARAMAN

9

JUMAT 14 JUNI 2013 NO.0138 | TAHUN II

JELANG LEBARAN

Disnakertransos Data “Remittance” TKI BOJONEGORO - Disnakertransos Bojonegoro, Jawa Timur, berencana mendata besarnya jumlah “remittance” atau pengiriman uang tenaga kerja Indonesia (TKI) daerahnya yang bekerja di negara-negara Asia Pasifik dan Timur Tengah menjelang Hari Raya Lebaran Agustus 2013. Kasi Informasi Pasar, Bursa Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertransos Bojonegoro Sugihartono, Jumat, mengatakan, pendataan besarnya kiriman uang dari sekitar 3.500 TKI daerahnya dilakukan dengan melayangkan surat kepada kantor pos dan sejumlah bank setempat. Sebab, katanya, pengiriman uang TKI saat menjelang Hari Raya Idul Fitri akan mencapai puncaknya. “Surat permintaan jumlah pengiriman uang TKI kepada kantor pos dan sejumlah bank masih kami persiapkan,” jelasnya. Pengalaman yang lalu, menurut dia, uang TKI selain dikirimkan melalui kantor pos, juga sejumlah bank, di antaranya BNI, BRI, BCA dan Panin. “Pengalaman selama ini jumlah ‘remittance’ melalui kantor pos mencapai 70 persen, lainnya tersebar di sejumlah bank,” jelasnya. Ia memperkirakan besarnya “remittance” TKI asal daerahnya akan lebih besar dibandingkan tahun lalu yang juga dikirimkan mela-

lui kantor pos dan beberapa bank terdata mencapai sekitar Rp 42 miliar. Jumlah TKI asal daerahnya di negara Asia Pasifik dan Timur Tengah dari tahun ke tahun semakin bertambah, saat ini diperkirakan mencapai 3.500 orang, ujarnya. Sesuai data di Disnakertransos setempat, jumlah TKI asal Kabupaten Bojonegoro yang berangkat ke negara-negara Asia Pasifik dan Timur Tengah tahun ini sebanyak 152 orang. Namun, katanya, jumlah TKI asal daerahnya yang berangkat tahun ini lebih banyak dari yang terdata di tempatnya, sebab ada juga tenaga kerja yang berangkat secara perorangan. Ia mencontohkan data TKI yang mendaftar melalui disnakertransos setempat tahun lalu sebanyak 408 orang. Tapi juga diterima data dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) TKI asal daerahnya yang berangkat keluar negeri mencapai 1.483 orang. Ia juga menjelaskan data “remittance” itu cukup penting untuk mengetahui pemasukan warga Bojonegoro dari luar negeri, yang bisa dimanfaatkan untuk mengetahui perkembangan perekonomian daerah setempat. “Selain itu, juga untuk memantau besarnya devisa negara dari TKI asal Bojonegoro,” katanya.(ant/rah)

antara foto/rudi mulya

JELANG PEMILU. Petugas Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) menempelkan stiker tanda telah dilakukan pemutakhiran data pemilih di rumah warga Desa Bulu, Purwoasri, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (15/6). Pemutakhiran data pemilih tersebut bertujuan untuk mendata pemilih pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2013 dan pada Pemilu Legislatif 2014, serta diharapkan warga aktif mengawasi akurasi data pemilih serta pro aktif mendaftarkan namanya untuk menjadi pemilih sehingga dapat menekan angka golput.

Semua Kandidat Cakada Madiun Langgar Kampanye MADIUN - Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Madiun Slamet Widodo menyatakan semua kandidat bupati dan wakil bupati peserta pilkada setempat, tercatat melakukan pelanggaran selama masa kampanye berlangsung.

ant/m rusman

TKI. Tumpukan barang milik calon tenaga kerja Indonesia (TKI) di atas kapal angkutan resmi Nunukan-Tawau Sabah Malaysia di Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Diperkirakan ribuan calon TKI yang berangkat pada hari itu dengan menggunakan tujuh armada angkutan kapal tujuan negara tetangga tersebut.

“Kalau bicara pelanggaran, semua pasangan calon melakukan pelanggaran. Pelanggaran tersebut ada yang merupakan temuan dari anggota panwascam maupun laporan dari masyarakat,” ujar Slamet Widodo kepada wartawan, Minggu. Menurut dia, pelanggaran paling banyak adalah pemasangan alat peraga atau atribut kampaye para kadi-

dat yang tidak sesuai dengan aturan. Di antaranya adalah melanggar zona kampanye seperti pemasangan atribut di jalur hijau, kampanye di tempat umum yang melanggar undang-undang serta perda setempat. “Seperti pasangan calon yang memasang atribut di tiang listrik dan pohon. Hal tersebut adalah pelanggaran,” jelas Slamet Widodo.

Pihaknya mencatat sejauh ini jumlah temuan alat peraga kampanye yang menyalahi aturan, didominasi oleh pasangan nomor urut 1 yakni pasangan petahana dan pasangan nomor urut 3. Pelanggaran pasangan nomor urut 1 Muhtarom-Iswanto (Muis) sebanyak 2.272 atribut, pasangan nomor urut 2 Widi Priyanto-Soentoro sebanyak sembilan atribut, pasangan nomor urut 3 Sukiman-Suprapto 2.822 atribut, dan pasangan nomor urut 4 Soemardi-Dimyati Dahlan 357 atribut. Selain pelanggaran pemasangan atribut kampanye, pihaknya juga menerima lapo-

ran dari masyarakat tentang keterlibatan pegawai negeri sipil (PNS) dan perangkat desa di lingkup Pemkab Madiun dalam politik. “Ada laporan warga tentang sejumlah PNS dan perangkat desa yang terlibat dalam politik praktis. Saat ini kami masih melakukan pengkajian dan penyelidikan atas laporan tersebut,” kata dia. Widodo menambahkan, pihaknya telah melaporkan sejumlah pelanggaran tersebut ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun untuk ditindaklanjuti. Selain itu, ia juga telah melakukan pengkajian dan tinda-

kan berupa memanggil pihakpihak terkait untuk dimintai klarifikasi atau keterangan. “Saat ini kampanye telah usai dan mulai memasuki hari tenang. Selama masa tersebut hingga pencoblosan tanggal 19 Juni mendatang, wilayah Kabupaten Madiun harus steril dari alat peraga kampanye calon. Adalah kewajiban dari tim sukses pasangan calon untuk membersihkan alat peraga kampanye tersebut,” kata dia. Sisi lain, pihaknya juga bekerja sama dengan Pemda dan KPU Kabupaten Madiun untuk membersihkan alat peraga atau atribut kampaye tersebut. (ant/rah)

NARAPIDANA

Pencarian Napi Kabur Libatkan Polda Jateng PONOROGO - Rutan Ponorogo, Jawa Timur, meminta bantuan jajaran kepolisian di wilayah Polda Jawa Tengah untuk ikut memburu tiga narapidana kasus pencurian kendaraan bermotor yang kabur dengan cara menggergaji jeruji besi sel tahanan pada Kamis dinihari. “Seluruh jajaran kepolisian yang berbatasan dengan Ponorogo telah kami surati untuk dimintai bantuan, termasuk jajaran kepolisian di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah,” kata Kepala Rutan Kelas IIb Ponorogo, Subakdo. Namun, hingga kini, ketiga napi yang selama ini menghuni kamar sel tahanan D6 tersebut belum kunjung terdeteksi keberadaannya.

JUARA. Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan - Hendra Setiawan, memegang medali emas setelah mengalahkan ganda putra Korea Selatan, Lee Young Dae - Ko Sung Hyun, dalam final turnamen bulu tangkis Djarum Indonesia Open 2013 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (16/6). Ahsan Setiawan merebut juara Djarum Indonesia Open 2013 setelah menang atas Lee - Ko dengan skor 21-14, 21-18.

Selain jajaran kepolisian di wilayah hukum Ponorogo maupun sekitarnya, Subakdo mengatakan pihaknya juga telah menyampaikan pemberitahuan kepada Kejaksaan Negeri serta Pengadilan Negeri Ponorogo. Kepada masing-masing instansi, kata Subakdo berharap pemberitahuan tertulis itu bisa ditindaklanjuti dengan melakukan pencarian/pengejaran sesuai prosedur hukum di tingkatan dan wilayah masing-masing. Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Misrun menegaskan upaya pencarian/ perburuan terhadap ketiga napi yang kabur masih terus dilakukan.”Pengejaran terus

dilakukan dan yang jelas kami selalu mem-back up upaya itu,” jawab Misrun. Ketiga napi yang kabur itu masing-masing adalah Andri Prasetyo asal Jombang, Mulyono asal Sukoharjo Jawa Tengah, dan Suyanto asal Ponorogo. Ketiga napi yang berada dalam satu sel tahanan itu kabur dengan cara menggergaji jeruji besi sel mereka lalu memanjat tembok depan dengan baju yang diikat sambung-menyambung dan digunakan sebagai tali. Subakdo mengatakan, meski telah kecolongan dengan kaburnya ketiga napi tersebut, pihaknya tidak melakukan perubahan sistem pengamanan.

BURUH TEMBAKAU. Dua buruh tani menyiram tanaman Tembakau jenis Kasturi di Jatisari, Jenggawah, Jember, Jawa Timur, Selasa (21/5). Setiap buruh tersebut mendapat upah Rp. 25.000 - Rp.45.000/hari dengan menyiram dan menyiangi gulma tanaman tembakau.

PERTANIAN

Dishutbun Imbau Petani Tidak Tanam Tembakau BOJONEGORO - Dinas Perhutanan dan Perkebunan Bojonegoro, Jawa Timur, mengimbau petani pembudidaya padi musim tanam II yang masa panennya sekitar Juli agar kelak tidak dilanjutkan menanam tembakau karena pada saatnya berpeluang sudah turun hujan. “Kami mengingatkan petani yang saat ini masih menanam padi setelah panen Juli nanti agar tidak menanam tembakau, karena sudah terlambat dan kelak berpeluang hujan,” kata Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bojonegoro Akhmad Djupari. Ia menjelaskan berdasarkan prakiraan Badan Meteor-

ologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kemarau tahun ini hanya akan berlangsung selama 2,5 bulan, sehingga kurang ideal untuk menanam tembakau. “Apalagi kalau masa tanamnya baru dimulai Juli,” ujarnya. Masih mengutip prakiraan BMKG, menurut Djupari, di daerahnya musim hujan diperkirakan mulai awal Oktober. Dengan demikian budidaya tembakau yang dipersiapkan ditanam Juli akan terganggu hujan. Ia juga mengingatkan para petani yang saat ini membudidayakan tembakau untuk memperhatikan ketentuan dalam penanamannya karena hujan masih turun, di anta-

ranya dengan membuat “guludan” tinggi disertai penyediaan saluran pembuang air. Ia juga menjelaskan bahwa imbauan untuk tidak menanam tembakau itu juga berkaitan dengan kebutuhan pabrikan dan pengusaha terhadap komoditas tersebut yang tahun ini diperkirakan hanya akan melakukan pembelian 8.726 ton produk kering. Jumlah itu, lanjut dia, jauh berkurang dibandingkan pembelian tahun-tahun sebelumnya berkisar 11.500-12.000 ton tembakau kering. Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Perkebunan Dishutbun Bojonegoro Khoirul Insan menambahkan, tanaman tembakau Virginia Voor

Oosgt (VO) dan Jawa pada awal Juni ini di daerah setempat hanya ratusan hektare karena terganggu hujan. “Tetapi petani masih tetap aman menanam tembakau sepanjang mengikuti petunjuk teknis cara membudidayakannya dengan benar sampai akhir Juni,” jelasnya. Mengacu data jumlah pembelian tembakau yang akan dilakukan pabrikan dan pengusaha tembakau tahun ini, maka luas ideal tanaman tersebut hanya berkisar 7.5008.000 hektare, ujarnya. “Kalau luas tanaman tembakau terlalu berlebihan bisa tidak terbeli dan harganya jatuh,” ujarnya. (ant/rah)


10

LINTAS JATIM

SENIN 17 JUNI 2013 NO.0139 | TAHUN II

PDI Perjuangan Ancam Demo Besar-besaran SURABAYA- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur mengancam akan menggalang aksi demonstrasi besar-besaran, jika Pemerintah bersikeras menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pasalnya, kenaikkan harga BBM ini memukul daya beli masyarakat karena harga kebutuhan pokok pun terimbas naik pula. Hal itu dikatakan Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Sirmadji Tjondropragolo saat membuka rapat kordinasi cabang (Rakorcab) DPC PDI-Perjuangan Gresik, Jawa Timur, Minggu (16/6). ”Jangan mau ditipu oleh Pemerintah, Kenaikkan BBM bersubsidi ini justru akan menambah penderitaan rakyat. Kita akan demo besar-besaran kalau pemerintah ngotot,” seru Sirmadji dihadapan ratusan peserta Rakorcab. Menurut Sirmadji, Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang digadang-gadang pemerintah bakal mampu meren-

dam gejolak perekonomian masyarakat Indonesia tidak ada manfaatnya. Justru, BLSM ini hanyalah kamuflase semata. Karena faktanya, BLSM ini hanyalah program politik pencitraan pemerintah. ”Mana mungkin dengan diberikan BLSM akan mampu meredam gejolak perekonomian masyarakat khususnya di Jawa Timur, apalagi BLSM nya hanya 5 bulan, habis 5 bulan nya masyarakat makin susah dan makin parah, angka kemiskinan bukan semakin menurun, sebaliknya makin menaik akibat kearogansian pemerintah dalam mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM

bersubsidi,”ungkap Sirmadji. Rencananya Pemerintah akan memberikan BLSM sebagai kompensasi kenaikan harga BBM. BLSM rencananya diberikan kepada 15 juta rumah tangga sasaran selama empat bulan dengan besaran Rp 150.000 per bulan. Total anggaran yang dikucurkan untuk BLSM ini sekitar Rp 9,3 triliun. Dalam Rakorcab yang digelar di Kota Pudak itu, Sirmadji juga melakukan sosialisasi pencalonan Bambang DH- Said Abdulah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Periode 2014-2019. Pemilihan Gubernur Jawa Timur akan dilaksanakan 29 Agustus 2013 mendatang. Terhadap para kadernya di wilayah Kabupaten Gresik, Sirmadji berharap agar segala perbedaan pendapat ditubuh partai harus diakhiri. Dengan demikian, partai akan solid dalam mengawal Bambang-

Said di pilgub Jawa Timur. “Saya minta kepada kaderbaik yang berada di anak ranting, ranting maupun cabang, jan-

gan gontok-gontokan lagi. Mari kita bersatu padu mendukung pasangan BambangSaid,” pinta dia. Sirmadji meminta agar para kader Banteng Moncong

Putih membangun komunikasi dan mempererat persatuan untuk memenangkan Bambang-Said sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. ”Sudah saatnya Bambang-Said memimpin Jawa Timur, marilah kita bersama-sama membangun persatuan dan menjalin komunikasi untuk memenangkan BambangSaid sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim,”seru Sirmadji. Senada dengan Sirmadji, Calon Gubernur Jawa Timur, Bambang Dwi Hartono atau akrab dipanggil Bambang DH, menolak dengan tegas kenaikan BBM ini. Jika pemerintah tetap ngotot akan menaikkan harga BBM bersubsidi maka Bambang akan memimpin langsung gerakan tolak kenaikan BBM. ”Saya akan kembali menggerakan massa turun ke jalan jika pemerintah mempertahankan ego untuk menaik-

kan harga BBM bersubsidi, dan dulu hal itu pernah saya lakukan sampai pemerintah batal menaikkan harga BBM bersubsidi,”ungkap dia dihadapan kader DPC PDI-P Gresik. Gegabah Hal senada juga dilontarkan, Calon Wakil Gubernur Jatim, Said Abdulah. Dihadapan peserta Rakorcab, Anggota Komisi VIII DPR RI itu mengaku akan melakukan penolakan atas kebijakan Pemerintah yang dianggap terlalu gegabah dalam menaikkan harga BBM bersubsidi.” Hari ini, saya akan mengikuti Paripurna, dan tentu saya akan menyampaikan penolakan atas kenaikan BBM bersubsidi ini,”ungkap Said. Menurut Said, skema kompensasi melalui BLSM ini hanya akan membuat masyarakat ketergantungan. “BLSM ini hanya sekadar balsam bagi masyarakat yang justru akan menimbulkan ketergantungan,” kata dia

Sejumlah kalangan memprotes kenaikan BBM yang dibarengi dengan BLSM sebagai kompensasi rakyat miskin Indonesia. “BLSM merupakan sogokan ekonomi yang akan dilakukan oleh SBY. Tujuan bantuan tersebut, kata pemerintah, untuk menolong rakyat dengan mengalihkan subsidi BBM kepada rakyat miskin merupakan kebohongan besar, karena kenaikan harga BBM berlansung permanen sepanjang tahun. Sedangkan BLSM hanya berlangsung tak lebih dari tiga bulan,” kata aktivis Petisi 28, Haris Rusly di Taman Ismail Marzukii (TIM), Cikini, Jakarta, Minggu (16/6). Haris melanjutkan bantuan BLSM tersebut, sematamata untuk menolong politik dan ekonomi dari SBY agar tetap berkuasa. “BLSM sebuah sogokan politik untuk menyelamatkan partai berkuasa, dimana partai ini sedang sekarat terlilit sejumlah kasus korupsi,” ujarnya. (gam/kas)

HUKUM

Jaksa Telaah Kejiwaan Penjagal Ibu Kandung SURABAYA - Kasus anak jagal ibu kandungnya sendiri di Jalan Bangkingan Timur II, Karang Ploso, Lakarsantri, memasuki babak baru. Penyidik Polrestabes Surabaya melimpahkan berkas kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. “Berkasnya sudah kami terima,” kata Judhy Ismono, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Surabaya, kemarin. Kasipidum asal Bondowoso itu menjelaskan, berkas diterima kejaksaan Selasa (11/6) pekan lalu. Saat ini, jaksa peneliti yang ditunjuk tengah memeriksa berkas kasus tersebut. Judhy mengaku belum menerima laporan hasil telaah jaksa. “Pekan depan mungkin sudah dilaporkan,” tandasnya. Salah satu yang diteliti jaksa di berkas adalah hasil ket-

erangan dokter terkait kondisi kejiwaan Suwardi (31), sang jagal yang menjadi tersangka kasus ini. Itu diperlukan untuk mengetahui apakah kasus ini bisa berlanjut ke pengadilan atau tidak. “Kalau kejiwaannya sakit, kasus ini tidak bisa dilanjutkan ke pengadilan. Undang-undangnya begitu,” jelas Judhy. Mantan Kasipidum Kejari Denpasar, Bali, itu menambahkan, hasil tes kejiwaan diperlukan karena sebelumnya, berdasarkan informasi yang diperolehnya di surat kabar, Polda Jatim menyatakan Suwardi mengalami gangguan kejiwaan, berdasarkan hasil tes kejiwaan oleh dokter yang ditunjuk. “Tapi berkasnya ini koq malah sampai ke kejaksaan,” ujarnya. Peristiwa pembunuhan

PENCURIAN

ant/fikri yusuf

MONUMEN KEGANASAN PKI: Wisatawan berkeliling saat mengunjungi Monumen Keganasan PKI DI Desa Kresek, Kab. Madiun, Jatim, Minggu (16/6). Monumen Keganasan PKI atau Monumen Kresek merupakan monumen dengan relief dan patung yang menggambarkan keganasan PKI di Madiun pada tahun 1948 .

HUKUM

Polisi Menangkap Karyawan Wahana Cipta SURABAYA - Dua karyawan PT. Wahana cipta Concretinti. Faisal 32 tahun, warga Jl Tambak Mayor IV dan rekannya Agung Pamantara 22 tahun, Warga Jl Tambak Mayor Baru IV Mencuri Kabel di tempatnya ia bekerja. Tak pelak, keduanya kini pun meringkuk dijeruji sel Mapolsek Tegalsari Surabaya. Kapolsek Tegalsari Surabaya, Kompol Arife Mukti, mengatakan, berdasarkan informasi dari perusahaannya, petugas akhirnya memburu tersangka dan berhasil diamankan dirumahnya. “ Kami mendapat laporan bahwa tersangka membuat perusahaannya merugi akhirnya kami amankan,” katanya, dalam gelar rilis di Mapolsek Tegalsari, Minggu (16/6) kemarin. Arif menjelaskan, Tembaga Kabel seberat 15 kg, Dijual dengan harga 1 juta dari hasil tersebut dibagi dua. PT Wahana cipta Concretinto diperkirakan men-

yang menggegerkan publik ini terungkap setelah Akhiyah (60) ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya, di Jalan Bangkingan Timur, 14 Mei lalu. Kepala perempuan lansia itu terpisah dari tubuh dan dadanya terbuka. Pelaku, yang ternyata anak korban sendiri, Suwardi, beberapa waktu kemudian berhasil ditangkap. Dalam pemeriksaan, selain memenggal kepala ibunya, Suwardi juga mengaku mengambil organ dalam ibunya, dimasukkan ke rantang dan kemudian dimakannya. Kepada penyidik dia mengatakan, aksi keji terhadap ibunya dilakukan karena sakit hati tidak lagi diperhatikan. Untuk memastikan pelaku waras atau tidak, polisi lantas melakukan tes kejiwaan Suwardi. (kas)

galami kerugian sekitar Rp 50.000.000,- dari total kabel sepanjang 100 m yang diambil tersangka. “ Dari hasilnya keduanya membagi rata,” singkatnya. Dinyatakannya, atas aksi yang dilakukan, tersangka diamankan setelah mengumpulkan bukti bukti, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP, dengan ancaman 7 tahun penjara. “ Atas perbuatannya, tersangka diancam hukuman penjara diatas Lima tahun,” tegasnya. Sementara itu, Bapak empat anak, Faisal yang mengajak rekan satu kerjaan, mengambil tembaga (isi kabel). Meraka masuk dengan cara panjat pagar, serta mengupas kabel yang menghubungkan dari genset ke mesin; saya masuk naik pagar, terus ngupas kabel sekitar dua jam. “ Saya sudah merencanakan perbuatan itu, biar gampang saya mengajak teman saya,” akuinya. (mag/kas).

( i made ardhiangga/koran madura

PELAKU: Kompol Aridf Mukti (kiri) didampingi IPTU Ricky F, berhasil menangkap dua orang pelaku pencurian Kabel di tempat mereka bekerja.

Mucikari SMP Gunakan Sistem Arisan

SURABAYA - Permasalahan perdagangan siswi SMP yang diotaki pelajar baru berumur, 15 tahun, NA. Ternyata, NA, buka merupakan Mucikari. Namun, korban dan NA merupakan sebuah kelompok yang mempunyai sistem jaringan. Dalam artian, mereka saling menjual teman-teman dalam kelompok mereka kepada pelanggan masing-masing. Kasat Reskrim Polretabes Surabaya, AKBP Farman, menuturkan, mereka menamakan sistem mereka ini merupakan sistem arisan. Sistem, memperjualbelikan teman dalam kelompok atau mereka menyebut Arisan. "Mereka ini menggunakan sistem arisan, sistem menjual teman mereka dalam kelompok," katanya, Minggu (16/6) saat dikonfirmasi wartawan. Ia menjelaskan, dalam sistem arisan setiap orang yang

kurang lebih berjumlah saat ini masih diketahui berjumlah Sembilan orang termasuk NA, saling mencarikan pelanggan dan mendapatkan komisi dari mencarikan pelanggan untuk kelompoknya. Sayangnya, ketika kelompok ini diamankan, sambung Farman, NA tertangkap sebagai "bandar" akhirnya ditetapkan sebagai mucikari atas teman-temannya. "Saat sistem arisan dia (NA,red) bertugas sebagai bandar dan mencarikanpelanggan. Petugas juga berhubungan dengan NA yang menawarkan teman-temannya," terangnya. NA, tidak ditahan dikarenakan masih dibawah umur dan juga atas permintaan Menteri agar mempertimbangkan masa depannya sebagai anak didik bangsa dan hanya dikenakan wajib lapor beserta Empat orang temannya. Melihat fenomena siswi

SMP yang menjerumuskan putri bangsa dalam jurang hitam, tak akan lepas dari tiga problem yang ditengarai pihak kepolsian menjerumuskan ketig-

Saat sistem arisan dia (NA,red) bertugas sebagai bandar dan mencarikanpelanggan. Petugas juga berhubungan dengan NA yang menawarkan teman-temannya,”

AKBP Farman

Kasat Reskrim Polretabes Surabaya anya. Problem keluarga, Gaya hidup dan lingkungan tempat mereka tumbuh menjadi dewasa. Farman menuturkan, miris

melihat apa yang dirasakan anak-anak itu sehingga mereka terjerumus dalam kehidupan prostitusi terselubung itu. Melihat hidup salah satu korban, kata dia, ada yang hampir menjadi korban perkosaan oleh orang tua tirinya dan akhirnya terjerumus dalam gaya hidup terpepet kebutuhan sehingga memilih untuk menjadi wanita tuna susila. "Ada satu korban itu ketika ditinggal ibunya untuk menikah dengan orang lain, lalu tinggal dengan orang tua tiri dan hampir diperkosa," ungkap dia Dikatakannya lagi, NA juga berlatarbelakang dari keluarga broken home, bapak NA meninggalkan ibunya, akhirnya berpengaruh gaya hidup. Gaya hidup NA yang menjadikan ia akhirnya bertindakdiluar hal wajar seorang anak berusia 15 tahun. Ia menyebut, setiap anak baik tiga korban, NA dan Em-

pat teman lainnya sebagian besar memegang handphone dan Blackberry dan sering ke Mall-mall untuk belanja dan nongkrong. Gaya hidup tersebut, juga dibuktikan saat Dua minggu sebelum tertangkap mereka meminta uang belanja dan bertemu di Mall untuk makan dan belanja. "Gaya hidup mereka juga mengakibatkan mereka akhirnya menjadi seperti itu dan miris sekali melihatnya," terangnya. Farman menambahkan, Mereka tidak ada yang satu sekolah. Sedangkan, dari keterangan sudah 6 bulan melakukan bisnis dan pekerjaan haram tersebut. " Mereka menyebutkan keterangan pelanggan- pelanggannya dari blackberry. Akan tetapi kami tidak tahu nama sebenarnya, alamat maupun siapa orang tersebut darimana. Tapi, kami akan tetap melacaknya," tukasnya. (mag/kas).

KORUPSI SDN RANGKAH

Kejari Mengantri Tunggu Hasil Audit BPKP S U R A B AYA - P e n a n g a nan kasus dugaan korupsi pembangunan SDN Rangkah berjalan di tempat. Itu karena Kejari Surabaya masih ngantri menunggu audit BPKP terkait kerugian negara dari kasus ini. Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya, Nurcahyo Jangkung Madyo mengungkapkan, pihaknya memang sudah mengajukan permohonan pada BPKP untuk mengaudit besaran nilai korupsi gedung SDN Rangkah 1 itu. “Kami sudah mengajukan permohonan

dan BPKP menindaklanjuti,” jelasnya kepada wartawan, Minggu (16/6),kemarin. Diutarakan, sejak pengajuan permohonan, BPKP kemudian menindaklanjuti dengan membuat tim audit ‘khusus’ terkait korupsi proyek senilai Rp 3,2 miliar itu. Saat ini, tim itu masih bekerja untuk menghitung besaran kerugian negara. “Kami juga mensupport dengan data-data yang kami berikan ke BPKP,” tegasnya. Namun ketika disinggung

kapan hasil audit ini diserahkan ke Kejari Surabaya, dia belum bisa memastikan. Pasalnya, permohonan audit kepada BPKP sejak dua bulan lalu itu tak hanya dari pihaknya saja, tapi kepolisian juga meminta jasa BPKP itu. Tak pelak, pihaknya harus mengantri dan sabar menunggu proses audit selesai. “Yah, kami memang mengantri karena institusi lain juga minta audit,” tuturnya. Mengenai tersangka, pihaknya sampai saat ini

masih menetapkan dua orang. Berdasarkan keterangan saksisaksi, maka kasus korupsi baru menjerat dua tersangka saja. “Masih belum ada tambahan tersangka,” paparnya. Seperti diketahui, proyek pembangunan gedung SDN Rangkah 1 diduga menyalahi ketentuan, di antaranya terjadi pengurangan volume material dan ketidaksesuaian spesifikasi.Itu terkuak setelah gedung SDN Rangkah 1 yang dibangun dengan nilai proyek Rp 3,2 miliar pada 2009 itu

cepat rusak tak lama setelah dibangun. Bahkan pada tahun 2012 kerusakannya semakin terlihat parah. Sejak itulah Kejari Surabaya menurunkan Tim Penyidik untuk mengusut dugaan korupsi proyek ini. Kejari telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini. Masing-masing adalah rekanan proyek, Dirut PT Samudera berinisial WN dan pejabat Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkot Surabaya berinisial SSP. (kas)


11 11

SENIN 17 JUNI 2013 NO 0139 TAHUN II

SENIN 17 JUNI 2013 NO.0139 | TAHUN II

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN SUMENEP PENGUMUMAN

Jenis Kelamin (L/P)

KAB/KOTA/KEC

NO. NAMA LENGKAP URUT

(TEMPAT TINGGAL BAKAL CALON)

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 1 1 H. ZAINAL ABIDIN, SE L 2 DRA. ARIE S. TYAWATIE, MM. P 3 DR. SOETANTO SOEPIADHY, SH, MH L 4 HJ. DYAH WIDYASTUTI P 5 MOKH. SOLEH, SPD, SH L PDT. MARISI SMANUNGKALIT, MTH L 6 7 SULIAD L 8 RUKIN, SPD, MSI L 9 TERESTIA MAHANANI P 10 MOCH. ARIES, SE L 11 CHRESCENTIA WURI RUKMIWATI P 12 SUDJOKO L

KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA SIDOARJO KOTA SURABAYA SIDOARJO KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA SIDOARJO

Jenis Kelamin (L/P)

af

3

KAB/KOTA/KEC

NO. NAMA LENGKAP URUT

(TEMPAT TINGGAL BAKAL CALON)

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Hj. ANIK MASLACHAH, S.Pd.,M.Si P

SIDOARJO SIDOARJO SIDOARJO PASURUAN KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA SIDOARJO KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA

H. M. KA’BIL MUBAROK, S.HI.,M.HUM L

Hj. MUTAFARIDAH HASAN, S.Pd P H. SHOLEH HAYAT, SH L Dra. ENNY PURI RAHAYU P Drs. H.M. ALI JA’CUB, MM L Ir. H. AGUS MAHBUB UBAIDILLAH L Drs. H. M. ALI IMRON ROSYADI, MM L DR. KH. DJOKO HARTONO, S.Ag. M.Ag. MM L KHUSNUL ROYKHATUL UMRO,SE P ZAHRATUL MAULIDAH P Hj. FARIYAL NAFTALIN, SE P

af

4

Pa a Kead an Se ah e a Jenis Kelamin (L/P)

KAB/KOTA/KEC

NO. NAMA LENGKAP URUT

(TEMPAT TINGGAL BAKAL CALON)

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 1 1 Drh. H. HAMY WAHYUNIANTO, MM L SURABAYA 2 Dwi Sulistyorini P SURABAYA 3 ACHMAD FATHONY L SIDOARJO 4 LILIK HENDARWATI P SURABAYA 5 AKHMAD TURMUDI, SE L SURABAYA 6 MILAWATI NINGSIH, SE P SURABAYA 7 IMAM BUDI UTOMO, ST., MM L SURABAYA 8 ACHMAD SYUKRON, S.Si L SURABAYA 9 TRIANA SARI RAKHMAWATI, SE P SURABAYA 10 HOIRIYAH P SIDOARJO 11 WASI SOSIANDANA L SURABAYA 12 MOH. AMIN L SIDOARJO

af

5

m Jenis Kelamin (L/P)

KAB/KOTA/KEC

NO. NAMA LENGKAP URUT

(TEMPAT TINGGAL BAKAL CALON)

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

KUSNADI, SH, M.Hum. BAMBANG DWI HARTONO AGATHA RETNOSARI, ST.

L L P L L P L L P L P L

YORDAN M. BATARA-GOA, ST., M.Si.

DJOKO PRASEKTYO ERMA SUSANTI, SE., M.Si. ONY SETIAWAN Drs. SAHUDI, M.Pd. Drh. NOEGRAENI WIDAJANTI MARTIN HAMONANGAN, SH., MH. IDA PRAMAESTI EDDY TARMIDI WIDJAJA

KAB. SIDOARJO KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KAB. SIDOARJO KAB. SIDOARJO KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA

af

6

Pa a Go ka Jenis Kelamin (L/P)

KAB/KOTA/KEC

(TEMPAT TINGGAL BAKAL CALON)

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

SAHAT TUA P. SIMANJUNTAK, SH. L BLEGUR PRIJANGGONO, SH. L Ir. Hj. AMELIA NIRMALAWATY, MP P Drs. NOERYANTO L Drs. Ec. H.M IDRIS THALIB, M.Si. L Dra. Hj. TITIK SUMILAH, M.Si P NINIEK KARTINI, SH.,M.Si. P RAFAEL OBENG, S.Sos.,M.Si L FADJAR PRADIPTA TUCUNAN L WIDODO SISWOYO, SH. L Drs. Ec. WIDODO L Dra. SAPTA RINI P

KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KAB. SIDOARJO KAB. SIDOARJO KOTA SURABAYA

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

50,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

41,66% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

30% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 2

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 2

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 2

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 2

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 2

1 2 3 4 5 6 7 8

H. MUZAMMIL SYAFII, SH,MS DRA. HJ. FARIDATUL HANUM H. AHMAD RIFA’I, SPD DRS. CHAIRUL ANWAR M.AP H. SYAIFUDIN, SH,ST HJ. YULI LUKMAYA H. M. SOEPARNO POERWOKUSUMO, SH LILIK DZALIPAH

L PASURUAN P KOTA SURABAYA L PROBOLINGGO L PASURUAN L PROBOLINGGO P PASURUAN L PASURUAN P PROBOLINGGO

1 2 3 4 5 6 7 8

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

ANISAH SYAKUR, M.Ag AIDA FITRIATI ABDULLAH ZABUT, S.Pd H. AHMAD BADAWI, S.Ag.,M.Pd H BAHRUL ALAM Dra. Hj. FAIQO H. DIDIK HUMAIDI, S.Sos JUNAIDI ABDILLAH

NATSIR SP SITI KHOLIFAH PRIYO SULISTYO BUDI, SH USMAN, S.Sos.I Dra. WIWIT RAHMAWATI DR. SUHUDI, MPd. INATUL HASANAH

L P L L P L P

BANYUWANGI BANYUWANGI JEMBER SIDOARJO SITUBONDO SIDOARJO BANGKALAN JEMBER

JEMBER LUMAJANG KOTA SURABAYA JEMBER JEMBER JEMBER JEMBER JEMBER KOTA SURABAYA

H. THORIQUL HAQ, M.ML L H.M. MIFTAHUL ULUM, S.Ag.,M.Si L Hj. SITI AISYAH, S.H. P MOCH. SYUKRILLAH, S.H., M.H. L ABDUL RAHMAN, SH P SHERLY AZIZAH P H. ROKHMAN YUSUF L Drs. H.M. SHOLEHUDDIN SULAIMAN, M.Si L Dra. RIANA SURYANINGSIH P

P L L L P L P L L

KOTA MALANG MALANG MALANG KOTA SURABAYA MALANG KOTA SURABAYA MALANG MALANG SIDOARJO

LUMAJANG JEMBER LUMAJANG LUMAJANG LUMAJANG PROBOLINGGO KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA JEMBER

H. FATCHULLAH, SH ZAINI NASHIRUDIN, SE SITI NAFSIYAH., S.IP Dra. Hj. KHOFIDAH M. NOR MUHLAS, S.Pd, M.Si H. ALI MURTADLO, SH SITI MARIYAM, SH ROFI’UDIN, S.H.I MISBAHUL MUNIR, S.Pd.I,

L L P P L L P L L

TUBUN KOTA MALANG KOTA SURABAYA MALANG MALANG MALANG SIDOARJO TUBAN KOTA SURABAYA

1 2 3 4 5 6 7 8

Drs. H. EDDY PARIPURNA, M.Si. M.S. BUDI SANTOSO, SH.

L L TIOLINA TORIYANI DAME RIA TOBING, SE. P H. NASUTION L SURIADI L DIAN NOVIANTI, SE. P SYAFI’I, S.Sos. L RATIH DETYA WIJAYANTI P

L L P L P L L P

PACITAN BANYUWANGI BONDOWOSO BANYUWANGI SITUBONDO SITUBONDO SURABAYA BANYUWANGI

SIDOARJO JEMBER LUMAJANG SURABAYA MALANG JEMBER JEMBER JEMBER JEMBER

H. MOHAMMAD ASIR, S.IP. UMAR BASHOR, SE. HABSARI SAVITRI, SS. MUH. HAKIM YUNIZAR, SH. GALUH EKA CANDRA CAROLINA ROMA YULI LUMBANG TOBING BAYU UTORO TRI WIDYANTO SIDIK SUHADA, S.Sos.

SIDOARJO MALANG KOTA MALANG MALANG SURABAYA MALANG MALANG MALANG MALANG

BANYUWANGI BANYUWANGI BANYUWANGI BANYUWANGI BANYUWANGI BANYUWANGI BANYUWANGI BANYUWANGI

L L P L P P L L L

JEMBER LUMAJANG SURABAYA SURABAYA BANYUWANGI SURABAYA SURABAYA SURABAYA CILACAP

Dra. SRI UNTARI, M.AP. Drs. SUGENG PUJIANTO DIDIK PRASETIYONO, SE. H. NURUDIN HUDA Ir. SUTIYO Dra. HJ. SUMIATI, MM. Ir. DANIEL ROHI, M.Eng.Sc. Hj. SUYANTI, SH. H. GUNAWAN HS, SH., M.Hum.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Bambang Suhartono Suharti, S.Psi, MM Drs. Isman Islan Gatot Imbata Sri Wuryani Drs. Bambang Hariyanto Moh. Imam Susy Cecilia Agustina S. Sugesti, SE.

P L L L L P L P L

KOTA MALANG KAB. MALANG KOTA SURABAYA KOTA MALANG KOTA BATU KAB. GRESIK KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KAB. MALANG

KAB. PROBOLINGGO KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA PROBOLINGGO KOTA SURABAYA

L SEMARA DURAN L Hj. SUNARSI WADIJONO, SH. P Dra. UMMI HANIK HASYIM P YOYOK HADI SANTOSO L IWAN RUDIYANTO, SH L Dra. YERMIATI SALAMOEN, MM. P Drs. H. MUHAMMAD HIDAYAT L

KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KAB. GRESIK BANYUWANGI KAB. BANYUAWANGI KAB. SIDOARJO SKAB. BANYUWANGI

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 2 1 2 3 4 5 6 7 8

Drg. WIKE HERAWATY, M.Kes MARGI BUDIHARTO, SE Hj. YAYUK ISTICHANAH, S.Ag H. ANWAR SADAD, M.Ag HERI SANTOSO, SE, SH, MM, MH CAHYONO NUR SYAMSI ZAKARIA AGUSTINA AMPRAWATI, ST

KAB. SIDOARJO KAB. LUMAJANG KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KAB. JEMBER KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KAB. JEMBER

AHMAD HADINUDDIN, S.PdI SLAMET SUPRIYADI, SP IRA DAMAYANTI A. NUR AMINUDDIN S.Ag LIZA MADA MARDIANA, ST Drs. H. MAS’UD HAMID Drs. H. ABD. RAHMAN, MS, MM EKA RISTI DAMAYANTI

Dra. MARTANTY SUNAR DEWI, MM. Drs. H. SOEKARDI ADI PRANOTO, Apt.

Hj. ASMININ SANUSI, SH.,MM. Prof. Dr. H. BAMBANG SATRIYA, SH.MH

DANI DWI SETIAWAN RAMOT HASUDUNGAN BATUBARA

AMELIA FITRIANI

L P L P L L L P

KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KAB. MALANG KOTA MALANG KAB. SIDOARJO KAB. SIDOARJO KOTA SURABAYA

L L P L P L L P

JAKARTA SELATAN BANYUWANGI SURABAYA SIDOARJO SURABAYA BANYUWANGI SITUBONDO SURABAYA

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9

HENDRO TRI SUBIYANTORO, SE L MUHAMMAD FAWAIT, SE, M.Sc L ADISYAH NINDY FITRIANI, A.md P HM. IMAM GHOZALY ARO L TITIK INDRIATI, A.md P BAMBANG GATOT DJAJAPRANA, S.Sos L SUHARJITO, SE L AGUS SAPTONO, SE L RATNA PUSPITANINGRUM P

SIDOARJO JEMBER JEMBER JEMBER JEMBER SURABAYA JEMBER JEMBER JEMBER

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 5 DR. H.M. SOENARJO, M.Si.

SIDOARJO KAB. PROBOLINGGO SURABAYA SURABAYA SURABAYA KOTA PROBOLINGGO KAB. PROBOLINGGO KOTA PASURUAN

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 3

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8

P L P L L L L P

37,75% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 4 Drs. Ec. ALI SAIBOO L Drs. H. MISNARDJI, MH. L Hj. DEWI IRYANI, SH. P Ir. H. AGOES SALIM L Hj. SUMIYARSIH SISWOTO, S.Ikom. P H. KARIMULLAH DAHRUJIADI, SP. L ANINDITA SARASWATI P MUHAMMAD RUSLAN L H. MUH. NASIR DAHNAN, SH. L

SURABAYA SIDOARJO SURABAYA SIDOARJO SURABAYA SURABAYA SURABAYA SURABAYA SURABAYA SURABAYA SURABAYA SURABAYA

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8 9

KAB/KOTA/KEC

(TEMPAT TINGGAL BAKAL CALON)

MOCH. BASUKI L dr. BENJAMIN KRISTIANTO, MARS L Dra. YAYUK PUJI RAHAYU P Drs. H. CHUSNUL HUDA SHOLEH L WIRALINA, SE, M.Si P WIBISONO, SE, MM L SALIES APRILIYANTO, ST L ANSELMUS RAGA MILO, SH, M.Hum L Dra. INTEN SETIARSIH P OKTAVIANUS YAHYA PUTRA WIJAYA, SH L Ir. MARCUS REMIASA, SE, M.Si L dr. NOVI FARIDA P

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 3 PRANAYA YUDHA MAHARDHIKA, SP., MIB.

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 5 1 2 3 4 5. 6 7 8 9

L L P L P L P L

Jenis Kelamin (L/P)

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 5 AKHMAD, S.Pd L NURUL ARBA’ATI, S.Pt, Map P SLAMET EKO WIDODO, A.Md, Hut L UMIATUL MAHFUDIAH P HASANUDDIN RAHARJO L SUTADI, SHI, S.KEP, MM. Kes P MUHAMMAD ISA ANSHORI L YULIATI HANDAYANI P ADHIM MUSYAFAK, S.Pt L

H.M. HASAN IRSYAD, SH.,M.Si. ARIFAN WIBISONO, SH.,M.Kn Dra. EVA DESEMBRIANITA, MM. I.G.M. SARJANA, SH. Dra. MULYADIANINGRUM AGUSTIAN TAHMID Hj. DWI LAKSMISYNTA, SE. AWANG DIANTARA, SH.

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8 9

L L P L P L P L

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 4 Ir. H. ARTONO L EVI WIDYASTUTI, S.Sos P SYIHABUL MUTTAQIN, Shi L ABDUL HAMID ARIF L FERI D SAMPURNO L Hj. SUPRAPTI. B SUTRISNADI, S.Pd P SUBEKTI WIBOWO L SRI WAHYUNI P MOHAMMAD SHODIQ L

1 2 3 4 5 6 7 8

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 3 1 DRS. SUDJARWO ARKAT, MM. 2 HERMANTO, SE. 3 Ir. YAYUK BANAR SRI PANGAYOM 4 MARSINDI 5 WIWIK PUJIYATI 6 NUR MOCH. RIDWAN, SH. 7 ILUH PRATIWI SARI 8 SUGIONO, SH., M.Si.

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Kab. Pasuruan Kota Probolinggo Kab. Sidoarjo KOTA Probolinggo KAB. PASURUAN KAB. Probolinggo KOTA SURABAYA KAB.SIDOARJO

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 3 IRWAN SETYAWAN Drs. SUBROTO MARIA ULFAH NASIB SURYANTO LILIS ARIFANA DEDY SUDARMAJI ACHMAD FAUZI INSYIAH SYIROTUN

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9

SURABAYA PASURUAN KOTA PASURUAN KOTA PROBOLINGGO PASURUAN PROBOLINGGO KOTA PROBOLINGGO PASURUAN

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 5 DRA. HJ. DEWI MASITA SUPRIADI, S.Ag Drs. H. MASHURI ROTUA SAUT M HUTASOIT, SOS. TIWUK PURWATI RAHMAT HENDRO SAPUTRO, SH SILFI RIMA PRAWITA, S.Gz IMAM MUSLICH SH, MH H. WINARTO SANTOSO, SE, M.Si

H. KEMAS EKA SAKTIAWAN, S.Sos L SRI SUHAEMI, S.Pd P IMAM JOKO SIH NUGROHO L Ir. AGUNG SASONGKO L HENNY WIJAYANTI P DZUL QORNAIN L TRISNI ASYIGAH ZIN, S.Pd P SELAMET JUNAIDI L

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8 9

BANYUWANGI SIDOARJO JEMBER KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA BANYUWANGI PROBOLINGGO SITUBONDO

44,44% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 4 L L P L L P L P L

1 2 3 4 5 6 7 8

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 3 1 Dra. Hj. MA’MULAH HARUN, M.Pd.I P 2 Drs. H. AKIK ZAMAN, M.Pd.I L 3 AGUS JUI PURNAWAN L 4 Hj. MUZAYYANAH, S.Sos.,M.Si P 5 MUSRIFAH, SE P 6 H. ABD. ROCHMAN, S.E., M.M. L 7 SYAIFUDDIN L 8 ULFIYAH RASYID P

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 MOCH EKSAN 2 MOCH. SUBCHAN, SPD. MM 3 DRA. LAILISTIYA 4 DJARMOKO, SH 5 ABDURRAHMAN 6 LULUK MASHLUKAH, SHI, M.Pd.I 7 SUDARSONO 8 ARIYANI ASTUTIK, SPd.I 9 TRI WAHYUDI ARI SETIAWAN, SH

PASURUAN KOTA PASURUAN KOTA PROBOLINGGO PROBOLINGGO PASURUAN PROBOLINGGO PROBOLINGGO SURABAYA

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 3 RADEN BOMBA SUGIARTO SH.,MH L

1 2 3 4 5 6 7 8

P P L L L P L L

Pa a Ge nd a

NO. NAMA LENGKAP URUT

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9

AUFA ZHAFIRI, S.Ak L Drs. BETJIK SOEDJARWOKO, MM L HERLIN SRI HASTUTI, SH P KH. M. LUTHFI ABDUL HADI, SH L ROBBY WIDYA KARA, ST P YUSNIA FITRIANI, S.Sos L H. OKI LUKITO, SH L Drg. Hj. HANDARI YEKTIWI ALCHOSIH p AINUL YAQIN L

SURABAYA KOTA MALANG SURABAYA KAB. MALANG KAB. MALANG KOTA MALANG SURABAYA SURABAYA KAB. MALANG

3 DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Drs. LUTFI MAHMUDIONO MUTHOWIF,SH.,S.PdI.,MH S. KUSMI LISTYANI GURITN0 KUSTIYOSO, SH HENNY ROSANTI H, SE PUJITO PERRA SEYORINI, ST ARIE ISTIAWAN, SH YUNITA ERAWATI, SPd AMIN MARINDO SOEKASA SYAMSURI NURCHOLIS, S.PdI., SH

L L P L P L P L P L L

KEDIRI KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KEDIRI KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 6 1 CHUSAINUDDIN, S.Sos. 2 H. AHMAD TAMIM, S.H.I 3 SA’ADATUL FITRIA, S.Pd.I. 4 MUHTAROM AMPD 5 M. YUSUF 6 KHOTBATUL LAILA, SH., M.HUM 7 H. QOWIMUDDIN, S.Pd.I 8 LUTHFIYAH 9 MUHAMMAD ASHARI, S.H.I 10 MAHMUDA 11 ARI MACHDUN MUSTAWAN

L L P L L P L P P P L

JAKARTA SELATAN BLITAR BLITAR KEDIRI TULUNGAGUNG MALANG KOTA KEDIRI PASURUAN TULUNGAGUNG PASURUAN BLITAR

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 6 1 H. JA’FAR TRI KUSWAHYONO, ST 2 Drh. NONOT SUHARTONO 3 Ir. YUNI ARI EKOWATI 4 BAGUS PRASETIA LELANA 5 DIJANA FADJRIJAH 6 R.BAGIO PITOJO, SH 7 ATIK WIJAYANTI 8 SINAR PRIYANTO 9 WARSITO 10 ABDUL WASIK 11 MARWIYAH

L L P L P L P L L L P

MADIUN KEDIRI KEDIRI TULUNGAGUNG BLITAR KEDIRI TULUNGAGUNG KEDIRI BLITAR KEDIRI KOTA BLITAR

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 6

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 6

Drs. Bambang Setyo Sukardjono, M.Si.

Gus Sunoto Imam Mahmudi

L P L L P L L P P L L

Kab. Gresik Kab. Kediri Kab. Tulungagung Kota Blitar Kota Surabaya Kota Kediri Kab. Bojonegoro Kota Surabaya Kab. Sidoarjo Kab. Tulungagung Kota Kediri

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

H. ARIFUDINSYAH, SH, CN. MAMIEK SUKARTININGSING, SH. NORA HANYONOWATI, SH. H. ACHMAD DJADI, S.Sos.,MM. H. MOCH. ALIMIN, S.Sos.,MM. EKO SUSILOWATI Drs. H. TAMAM MOESTHOFA, M.Pd ANDREAS EDHI PRAJITNO NGE LILIES MEGAWATI WAHYU JATMIKO R. MOCH. MOEZAMIL, S.Sos

L P P L L P L L P L L

KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KAB. TULUNGAGUNG KAB. TULUNGAGUNG KAB. SIDOARJO KOTA KEDIRI KOTA SURABAYA KOTA BLITAR KOTA SURABAYA TULUNGAGUNG

36,36% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

36,36% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

36,36% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

36,36% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

40% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 7

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 7

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 7

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 7

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 7

1 2 3 4 5 6 7 8 9

H. TUGINO, SH YAYUK EMILIA, SE. BUDI PURWANTO FARUQ SAMTOHANA,SH.,MH Drs. SANIKUN NINIK MINTARTINI PRIYO HADI WASONO,SH RATIH LARASATI, SH DRS. H. TONTOWI, MM

L P L L L P L P L

PACITAN SURABAYA NGAWI PONOROGO PONOROGO SIDOARJO PONOROGO PONOROGO KOTA SURABAYA

1 2 3 4 5 6 7 8 9

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

H. KUSNI MUH HUSNI DWI AGUS PRAYITNO, SH.,M.Si CITRA PUSPITA SARI, S.HI.,M.Pd.I H. RUDI TRIWAHID MOHAMMAD KHOIRUDDIN Dra. NINIK SUMARNI H. NANANG SYAFI’I, SE AFIF MIADATUL FARIDLOH, S.SI SUWARNO, S.H.

H. ACHMAD HERI EKO JAYUS SUSANTO SH MARIATI MANURUNG ANTON FATKHURROHMAN, ST Ir. LUKMAN ABADI RIRIN SUSIANI SUWANDY F IMAMUDDIN ROICHAN LILIK SUNDARI ARIS ARIYANTO SUFI SUSANTI, ST

L L P L L P L L P L P

KOTA SURABAYA KOTA MADIUN KOTA SURABAYA MOJOKERTO NGANJUK KOTA MADIUN MOJOKERTO JOMBANG MADIUN JOMBANG KOTA SURABAYA

ABD. HALIM ISKANDAR, M.Pd Ir. ZAINU FUADI

L L Dra. Hj. AISYAH LILIA AGUSTINA, M.Si. P MASDUKI L Drs. H. MA’LUM YUNUS, SH., MM L Hj. JULAIKAH, SH P SUUD FUADI, S.HI.,M.EI L Dra. EC. Hj. INDRIATI P Hj. KUNAINA P IBNU AZZAR FIRDAUS, S.Pd.I L ACH. DZAKY GF, M.HI. L

TUBAN BOJONEGORO BOJONEGORO MALANG TUBAN KOTA SURABAYA

JOMBANG NGANJUK SIDOARJO KOTA MOJOKERTO NGANJUK KOTA SURABAYA NGANJUK KOTA SURABAYA PASURUAN SIDOARJO JOMBANG

L P L L P L

KOTA SURABAYA TUBAN BOJONEGORO TUBAN SIDOARJO TUBAN

SURABAYA SRAGEN NGAWI TRENGGALEK NGAWI PONOROGO TRENGGALEK PACITAN NGAWI

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Bambang Juwono, SH., M.Hum. M.I. Andy Firasadi, SH., MH. Diana A.V. Giyanto Susilo Wardoyo, S.Pd. Dra. Triastutiani Wido Wantomo Ir. Yosep Sumanto, MM. Inne Arviyanty Arief

L L P L L P P P L L P

SURABAYA KOTA MOJOKERTO MOJOKERTO MADIUN MADIUN NGANJUK MOJOKERTO MADIUN JOMBANG SURABAYA JOMBANG

S.W. Nugroho H. Marsaid Estining Gunitarukmi, S.IP., M.IP. Gatot Supriyadi Ir. Kuswari Inda Raya A.M.S, SE., M.IB. Dra. Rachmawati Peni Sutantri, M.Si. Parsunarto Debby Rukmana Sari Dra. Endang Purwati Dedy Nawan M.K.

KOTA SURABAYA TUBAN BOJONEGORO TUBAN SIDOARJO TUBAN

L L P L L P P L P P L

Kota Surabaya Kab. Jombang Kab. Malang Kota Mojokerto Kab. Sidoarjo Kota Madiun Kab. Jombang Kab. Nganjuk Kota Kediri Kab. Madiun Kab. Nganjuk

Drs. Ali Mudji Kusriyo Ronggolawe Nunuk Dwi Purwati Sandy Ariyanto, ST. Pujiantik Afwan Maksum, SE., QIA

L L P L P L

Kota Surabaya Kab. Tuban Kab. Bojonegoro Kab. Tuban Kab. Bojonegoro Jakarta Selatan

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 10

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 10

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 10

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 10

H. ABDUL MA’UN M. IRFAN CHOIRIE, MH KHUSNUL KHOTIMAH, SH.,MH A. ROFIQ, SH SITI KHOIRIYAH, SH YULITA SUSILOWATI, SP LAILATUL QODRI

L L P L P P L

LAMONGAN GRESIK KOTA SURABAYA LAMONGAN SIDOARJO SIDOARJO GRESIK

1 2 3 4 5 6 7

42,86% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

H. MAKIN ABBAS, Lc.,MA HANI’ATUN NIHAYAH, S.Sos Dra. Hj. KARTIKA HIDAYATI Drs. H. CHUMAIDI MAUN Drs. H. SUPARTA, MM.,M.SC Drs. PUDJI DJULIANTO Hj. LAILI ATIQOH

Drs. ABD JALIL THALHA, M.Pd.I AKHMAD JUNAIDI S.Sos Dra. MAISUN SH.,MH Drs. H. MUHAMMAD MUHSIN TRI YULIANA FITHRIAH TREE AGUSTINA ACHMAD FADIL K. LAKSMI BESTARI MOH ERFAN H. ABDU ROHMAN MAHMUD

L L P L P P L P L L

BANGKALAN KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA SUMENEP SAMPANG KOTA SURABAYA PAMEKASAN KOTA SURABAYA SAMPANG KOTA SURABAYA

LAMONGAN GRESIK LAMONGAN GRESIK LAMONGAN SIDOARJO PASURUAN

1 Dr. WULYANTO 2 IDA RAHMAWATI, S.Ag 3 SLAMET SUBAGIONO 4 ALI MUFTI 5 ABD. GHONI, SE 6 SUPRIYATI 7 BILQIS PUSPITASARI, SE

42,86% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

L P P L L L P

BADDRUT TAMAM, S.Psi SALIMAH HADI

L P L L L P L L P L

H.EM. MAS’UD ADNAN, S.Sos.,M.Si

ALYADI, S.IP. H. MABRUK MAWARDI SURAYYAH, S.Pd.I H. LUQMAN HAKIM MUHAMMAD HUSIN, SH LILIK ZAINIYAH Ir. H. FAUZI NOER

PAMEKASAN BANGKALAN KOTA SURABAYA SAMPANG BANGKALAN PAMEKASAN SAMPANG SUMENEP KOTA SURABAYA GRESIK

LAMONGAN GRESIK GRESIK GRESIK LAMONGAN LAMONGAN GRESIK

1 2 3 4 5 6 7

42,85% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

L P L L L P P

Ir. H. Suhandoyo SP Asyhari, S.P. Silvia Kurnia Dewi, SH. Anthony L.J. Ratag, SH. Dysia Aryanti, A.Md.Keb. Novi Kristiana Pravendi Januarsa

L L P L L P L L P L

SAMPANG SUMENEP PAMEKASAN BANGKALAN SURABAYA BANGKALAN PAMEKASAN PAMEKASAN SUMENEP JEMBER

L L P L P P L

Kab. Lamongan Kab. Lamongan Kota Surabaya Kota Surabaya Kab. Bangkalan Kab. Lamongan Kota Surabaya

JUNARTHA YUSUF, A.Md JENNIE KISDHARYANTI, P.Si H. MUHAMMAD MUCHTAR, S.IP., MBA.

AGUS HARIADI, SH. RR. ERLY ERNAWATI Ir. HANDI WIDYAWAN, M.Si H. MOCH. AMRODJI, SE. Hj. SOEKINI, SH. Ir. H. PANDIT INDRAWAN, M.Si. ROESDIANA, B.Sc

Hunain Santoso, SH. Agus Sumaryono, SE. Rasinah, S.Ag. Mahhud, S.Ag. Drs. H. Fathol Arifin, MH. Syarifah Yuni Astuti, S.Pd. Akhmad Mohtadin, S.Pd. Anang Suharto Fitriyatul Jannah Abdul Hafid

L L P L L P L L P L

Kab. Sumenep Kab. Sampang Kab. Sumenep Kab.Bangkalan Kota Malang Kab. Sumenep Kab. Sampang Kab. Sumenep Kab. Sumenep Kab. Bangkalan

L L P L L P L L P L P

KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA MADIUN KOTA SURABAYA KAB. JOMBANG KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KAB. SIDOARJO

Dr. H.M . NOER SOETJIPTO, SP, SE, MM L

SENDY NICKOLAS Drh. PASTIWATI ARUMDALU RETI ADI SUCIPTO HUSNUL KHOTIMAH AHMAD JAUHARI Drs. H. GATOT SUDARTO MULYONO, SPd NOVI ANDRIATI, S.Pd

P L L L L P

KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KAB. BOJONEGORO KAB. TUBAN KAB. BOJONEGORO

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 8 Drs. H. IMAM MAKRUF HADI DEDIYANSAH, S.Pd

Drs. H. KODRAT SUNYOTO, SH.,M.Si. Ir. Hj. ENDANG SRIHARI MOCHNI, M.Sc.

ONI EKA DARMAWAN DRH. SUGRATNI MUMPUNI K ERNIE S. HARTONO R. HENRY RUSDIJANTO, SH.

L L P L P P L

KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA

Drs. ABD. KHOLIQ L Dra. Hj. DIANA JUNI MULYATI, MM P L NYIMAS NADYA IZANA P HERRY WIDIANTO L H. HARTONO, SH L NINA GAYATRI P Drs. H. ROMADLON, MM L

36,36% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 9 Dra. Hj. YAYUK PADMI RAHAYU SUWANDI, ST RASIDAN, SE Drs. FAJRUL DHUHA, SH ETA BUDI RAHAYU Drs. MH. ROFIQ

KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KAB. SIDOARJO KAB. BANGKALAN KOTA SURABAYA KAB. SAMPANG KAB. SUMENEP KOTA SURABAYA KAB. PAMEKASAN KAB. SUMENEP

GRESIK LAMONGAN TUBAN TUBAN BOJONEGORO SIDOARJO

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 10 1 2 3 4 5 6 7

Drs . FATHUR ROHIM MD, MM

L L Dr. UMI ENGGARSASI, SH, M.Hum P

SURABAYA GRESIK SIDOARJO SIDOARJO SURABAYA LAMONGAN SURABAYA

FEBRIAN SYAH SATRYO PERKASA, SE

ACH. FIRDAUS FEBRIANTO, SH, MH L

ENDANG YULIATI, SE H. ARMAINUR DIAN WAHYUNI, SE, MM

P L P

42,85% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 11

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 11 H.R.B. ZAINAL ARIFIN, SH.,M.Hum. L Hj. SITI NURAINIYAH RIDWAN HISJAM P RR. ONNY ANNY ANGGRIANI, SH. P AGUS BINDARA SUHAIMI L HR. HARSONO ZAINUDDIN L MUHAMMAD BIN MU’AFI ZAINI L HAMSURI, S.Pd L VINA ARGANI, SE. P Ir. H. MASROE’I L H. MAHBUB ILAHI, SE.,M.Si. L

P L L L P L

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

42,86% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

KEDIRI SURABAYA SURABAYA JOMBANG SURABAYA KOTA MADIUN MOJOKERTO NGANJUK KOTA MADIUN SURABAYA KEDIRI

Drs. BAMBANG BUDI UTOMO, M.Si

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 10 Drs. MEULILA OSMAN

L L

Rr. JOVITA BUDYANTI MESTIKA SARI, SH P

1 2 3 4 5 6

30% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7

SIDOARJO PONOROGO SIDOARJO MAGETAN PONOROGO TRENGGALEK PONOROGO PONOROGO PONOROGO

L P L P L L L P

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 9 Hj. SUDIYATI, SH. H. FREDDY POERNOMO, SH.,MH. Dr. WARDY AZHARI SIAGIAN ANANG BASUKI RACHMAD, S.Pd WARSITO Dra. Hj. MASRI’AH MASLICHAN

SURABAYA SIDOARJO SURABAYA KOTA MOJOKERTO KAB. BLITAR KAB. BLITAR KAB. BLITAR TULUNGAGUNG TULUNGAGUNG SIDOARJO KEDIRI

P L P L L L P L P

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 7 1 2 3 4 5 6 7 8 9

44% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6

L

INDAHWATI, SH H. HIDAYAT, S.Ag, MSi Hj. SITI MASUAH Drs. ARBAIN HAMDAN WIMA BRAHMANTYA, S.Si M. ATHIYAH, SH NIKMATUL ROHMAH Dr. BUDI PRASETYO, SE, MM NIAS DAMAYANTI

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 8 HERY SUGIHONO TUGAS OETOMO, SH.,MH.

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KAB. PONOROGO KOTA SURABAYA KAB. TRENGGALEK KOTA SURABAYA KAB. NGAWI KAB. PONOROGO SURABAYA

Ir. H. TJUTJUK SUNARIO

Drs. A. CAHYO YUDHO KUNCORO, M.Si L

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

30% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

42,86% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 11 1 H. ABDUL RAHMAN SHALEH, Lc 2 NUR ASUR 3 ROHANI 4 MUBASIR, SP 5 KHOLIQ MAWARDI 6 AMIROTHUL HUSNA, S.Pt 7 H. MOH FATHOROSSI, SH 8 RUSFANDI 9 ARIF MA’RIFATUL FARIDAH, M.Si 10 ACHMAD MUKDJIZAT HASAN

L L P L P Drs. Ec. H. SRI MINCE ENDRAMAWAN, SH., MM. L Drs. H. AMIN SUNARTO, M.Si. L SUMIHAR PANJAITAN L LUTFIJAH IBRAHIM, SH P ZAENAL ARIFIN KUSNAN Hj. ATIKA BANOWATI, SH. Drs. HADI PURWANTO, MM. Hj. MIKLASIATI, SE.,MM.

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 9 1 2 3 4 5 6

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7

Ir. H. CHRISWANTO SANTOSO, M.Sc.

1 2 3 4 5 6 7 8 9

45,45% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 9 L P L L P L

Kota Surabaya Kota Surabaya Kota Surabaya Jakarta Selatan Kab. Magetan Kota Surabaya Kab. Ngawi Kab. Trenggalek Kota Surabaya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 8 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8 9. 10. 11.

45,45% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 A. FUAD MAHSUNI 2 KHOZANAH HIDAYATI, SP 3 MOH. KHUMAIDI, SH.,MH 4 Drs. ALI IMRON 5 AFIDA ZULFIYA, S.HI 6 MUHIMMUDIN

L L P L L P L L P

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 8

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 9 1 A. FUAD MAHSUNI 2 KHOZANAH HIDAYATI, SP 3 MOH. KHUMAIDI, SH.,MH 4 Drs. ALI IMRON 5 AFIDA ZULFIYA, S.HI 6 MUHIMMUDIN

L L P L P L P P L

44,44% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 Ir. YUSUF RAHANA 2 SUHARTONO, Drh 3 TIWI SRI REJEKI, ST 4 HARI SUTJI KUSUMEDI, SE 5 JUMADI 6 NI’MAH HANUM, SE 7 NANING POEDJI RAHAYU 8 RIJATUN 9 LEWANG HADI SUNARYO, S.Pd 10 YASNA MOCH ARIFIN, S.Pd 11 INDAH SULISTICHAIYAH, S.Psi

36,36% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 9 dr. H. SUPRATIKTO L YUSSY AGUS TININGSIH, SPd P Drs Ec.H.GATOT AGUNG DWI SANTOSO M.Si L CHAMBALI SH L ENDANG SUPRAWATI SH.,MH P ABDUL MADJID HARIYADI, S.Hum L

1 MOHAMAD SIROT, S.Ag 2 RIYANTO 3 RITA SYARIFAH, S.Si, Apt 4 AHMAD ASROR, SE 5 RIRIN ANITASARI 6 MOH. AGUS SETIAWAN 7 MUSTIKA DAMAYANTI, Ama.Pd 8 LINA ERVIANA, M.Pd.Si 9 MUHAMMAD FAQIH

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

36,36% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6

TRENGGALEK PONOROGO SIDOARJO NGAWI BLITAR MAGETAN PACITAN TUBAN MAGETAN

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

L L P L L P L P L

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1 ABDUL HALIM, SH L 2 H. SYAFIUDDIN ASMORO, S.Sos L 3 JULI NURANI, SH. MH P MOHAMMAD MAHRUS SHOLEH, S.Ked L 4 5 RUSMIANIEK P 6 ARTHA HUTAMA WIRARAJA L 7 ACHMAD SUBQI, SH L 8 A. AGUS SUJARWADI, SH L 9 SOFIYATUN ROMLI P 10 H. KAGIK MARTOLO L

SURABAYA BANGKALAN SURABAYA SAMPANG BANGKALAN SAMPANG SUMENEP PAMEKASAN BANGKALAN SAMPANG

30,00% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

30,00% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

30,00% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

30,00% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

30,00% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

30,00% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

Jumlah Bakal Calon Untk Seluruh Daerah Pemilihan Sebanyak = 100 (Seratus) Orang

Jumlah Bakal Calon Untk Seluruh Daerah Pemilihan Sebanyak = 100 (Seratus) Orang

Jumlah Bakal Calon Untk Seluruh Daerah Pemilihan Sebanyak = 100 (Seratus) Orang

Jumlah Bakal Calon Untk Seluruh Daerah Pemilihan Sebanyak = 100 (Seratus) Orang

Jumlah Bakal Calon Untk Seluruh Daerah Pemilihan Sebanyak = 100 (Seratus) Orang

Jumlah Bakal Calon Untk Seluruh Daerah Pemilihan Sebanyak = 100 (Seratus) Orang

af

af

Pa a 7Demok a

NO. NAMA LENGKAP URUT

8 Jenis Kelamin (L/P)

KAB/KOTA/KEC

NO. NAMA LENGKAP URUT

(TEMPAT TINGGAL BAKAL CALON)

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

HARTOYO, SH, MH H. DADIK RISDARYANTO, SH TITIK INDRAWATI, SH

L L P H. DAWUD BUDI SUTRISNO, SH, M.Hum L KUSMADURATNI HADIARTI P Ir. KOESMIDJAN L LUTFI AFANDI, SH, M.Kn L PRIYO EFFENDI L NATALIA BUDIHARDJO P dr. HARYANTO NJOTO, SpPk, MARS, MH L RINTO JANUAR L Dra. ROSMAWATI AZIZIE L

KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA SIDOARJO KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA SIDOARJO SIDOARJO

af

9

Pa a Amana Na ona Jenis Kelamin (L/P)

KAB/KOTA/KEC

NO. NAMA LENGKAP URUT

(TEMPAT TINGGAL BAKAL CALON)

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 1 1 H. MOH. ZAINUL LUTFI L 2 Ir. SYAMSUL HUDA, MM L 3 Dra. SRI UTAMI, Msi P 4 HAFID SU’AIDI, SH L 5 LIRIH IFA ANISAH, SIP P 6 YUZUAR DM, S.Ag L 7 DIAH AYU SANGGARWATI, ST, MM P 8 NYUBROTO AGUS SANTOSO L 9 Dra. Hj. NUR HASANAH P 10 H. SLAMET EFFENDI L 11 SUSIANTI P 12 DANY SUMANJAYA, S.Ked, MH L

SIDOARJO SIDOARJO SURABAYA SURABAYA SURABAYA SURABAYA SURABAYA SURABAYA SIDOARJO SURABAYA SURABAYA SURABAYA

Pa a Pe a uan Pembangunan Jenis Kelamin (L/P)

af

10

KAB/KOTA/KEC

NO. NAMA LENGKAP URUT

(TEMPAT TINGGAL BAKAL CALON)

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 1 1 AHMAD, SAG L 2 HJ. SRI SETYO PERTIWI P 3 MUHAMMAD ATHO’ILLAH, S.KOM L 4 dr. TJAHJO KUSUMA DEWANTO L 5 H. ISHAK JUARSA, SE L 6 Hj. FIKRI HANIM, S.PD P 7 DRS.MOH. AMIN L 8 SULTHONY HARIS MIFTAH L 9 Hj. SITI AISYAH, SE P 10 BHUDI GUMELAR NUSANTARA L 11 Hj. SRI GUNTARI, SE P 12 YANTO L

SURABAYA SURABAYA SIDOARJO SURABAYA SIDOARJO SIDOARJO SURABAYA SURABAYA SURABAYA GRESIK SURABAYA SIDOARJO

af

14

Pa a Hanu a Jenis Kelamin (L/P)

KAB/KOTA/KEC

NO. NAMA LENGKAP URUT

(TEMPAT TINGGAL BAKAL CALON)

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 1 1 Gatot Sutantra Wisnu Murti, SH 2 R. Henry Surjanto, S.Psi 3 Merry Simangasing, ST 4 Endarto 5 Siti Nasyiah 6 Drs. Bambang Hari Guntoro 7 H. Didik Budi Santosa, ST. MH 8 Gita Djuwita, SH 9 Joseph Wade, SH 10 Moch. Amin, SH 11 Mochamad Joenoes, SPd. 12 Catur Liliek Meirina, S.Pd

L L P L P P L P L L L P

SURABAYA SURABAYA SIDOARJO SURABAYA SURABAYA SIDOARJO SIDOARJO SURABAYA SURABAYA SURABAYA SURABAYA SURABAYA

af

15

Pa a Bu an B n ang Jenis Kelamin (L/P)

KAB/KOTA/KEC

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 1 1 2 3 4 5 6 7 8

Prof. DR. AFDHOL, SH L RIA DIANA, S.Pd P Ir. SHOLAHUDDIN YUSUF L H. RUDI DWI SISWANTO, SE., MM L AYU LUCIANA DEWI P Hj. MUAWANAH P FERYZAL ADAM L ABD SAMI’ L

KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KAB. SIDOARJO KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

41,67% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 2

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 2

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 2

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 2

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 2

1 2 3 4 5 6 7 8

Drs. MUHAMMAD NABIL, Msi H. KADRI KUSUMA, S.Sos.,MM ANIK LESTARI SETIAWATI, ST ARI SAFITRI, SE HERY PURWANTO DEWI SAFITRI Drs. H. KUSNADI, M.Si DENDY KUKUH SANTOSA

L L P P L P L L

KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA PASURUAN KOTA PROBOLINGGO PASURUAN KOTA SURABAYA KOTA PROBOLINGGO PASURUAN

1 HERMAN RIVAI 2 CHAIRIL MUCHLIS 3 NUR INSANI, S.Ag 4 AGUS SALIM ARIANTO 5 IMAM HAMBALI, S.Ag 6 SRI ENDAH SUSILANINGSIH 7 SA’ADAH 8 DELFRI YUSRANSYAH DAZ

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya dr. AGUNG MULYONO SAUT MARISI SIAHAAN, SH. Hj. CHOLFA YASMIEN, SE FATKHUL HADI, S.KH DR. LAURENTIUS SARDJONO A. SHINTA FAUZIAH SABRINA HARYUNI, SPd H. HENDWI KORANTO, SH, SE, M.Hum

L L P L L P P P

KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA BANYUWANGI KOTA SURABAYA SIDOARJO KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA

H. LUTFI AMAR, SH ERWIN TRI WAHYUDI, ST, MT Dra. FEIRIZZA MOHAMAD ALI NUR ROHANI FAUSIYAH, SH KURNIA HIDAYAT HALILAH, S.Pd SATRIYO WICAKSONO SP

L H. HERY PRASETYO, S.Pd L Dra. NANIK WIDOWATI P Drs. M. MA’RUF MUCHTAR, MBA L ANDREAS DJUWONO L DIANA FRIDAWATI SIAHAAN, Amd P Ir. Hj. RURI HAPSARI P DHONI ANDHI PURWADI, S.Sos L IKHLAS MAULANA, SE L

KOTA BATU SIDOARJO KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA JEMBER JEMBER SIDOARJO

Hj. TIN ANGGINI, SE DIDIK SETYOBUDI, Drs, Psi BADRUDIN ZAMRONI H. MASHURI, SE, MM INDAYAH NURUL CHAIROMI, SH DUDIK KURNIADI ENDANG SUJANINGSIH, SE IRDIAN FABRA AHMAD FAUZAN ADHIM

L H. M. IBNU HADJAR L GLAIDYS SILVIANA PUTRI PAKAYA P H. AGUS SYAMSUDDIN, SH, MS L JOSUA SEBAYANG, SH, M.Kn L MEI LINDA RAHMAWATI P H. HARYO WITJAKSO, SE, SH L Ir. BUDIMAN LINUS BUDILARTO L Dra. MUDMA’INNAH, MH P

KOTA BATU KOTA MALANG KOTA SURABAYA MALANG KOTA MALANG KOTA SURABAYA MALANG KOTA SURABAYA MALANG

L L P L L P L L P P L

SIDOARJO TULUNGAGUNG KOTA SURABAYA KEDIRI KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA PACITAN KOTA BLITAR KOTA BLITAR

LUMAJANG SIDOARJO JEMBER SURABAYA JEMBER LUMAJANG JEMBER SITUBONDO JEMBER

AINUR RAFIQ SOPHIAAN, SE, M.Si L Ir. SENTOT ADI PRAMONO, MBA L Dra. FUTICHAH RAHMAWATI P ANDHI WIDHIONO, S.Pt L CHOIRUL ANWAR L WIWIK SRI HANDAYANI, SH P H. QOSDUS SABIL, SP, M.Si L INTAN KARTIKA P SURACHMAN, SH L

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

A. BASUKI BABUSSALAM, SH, MH L MAR’ATUS SHOLIHAH, SE P DANIL ADJAK ASSEGAF, SE L AGUS PRASTOWO L SARWO EDI SAMPURNO PUTRO, ST L WIDYA INDRIASARI, SS P Drh. GUNAWAN ARDIANTO L WAHYUDIONO, SH L CYNTHIA HAPSARI KUSUMANINGRUM P ROKI WARDOYO L ANDINY OCTA PRIMANTI PUSPITA P

SURABAYA SURABAYA BATU MALANG MALANG BATU MALANG MALANG MALANG

L DRS. MOCHAMMAD IBRAHIM ADIB, SH L DRA. NASIROH P H. NORMAN FAUZI PUTRA, SH L H. MOH IKROM HASAN L ENI NAFISAH P YULI ANITA P DRS. UNTUNG SAMUDRA L

1 2 3 4 5 6 7 8

BANYUWANGI SURABAYA BANYUWANGI SURABAYA BANYUWANGI PROBOLINGGO SITUBONDO BANYUWANGI

Drs. Idrus Alwi L Kasiyono L Hj. Rr. Erriani Dewi, SE P H. M. Nafiuddin Fadlol, SH L Purnomo Widya Saputra, SE, MM L Sherli Pompita P Dedi Iswarsono L P.V. Ike Lusiana P

ROBI’ATUL ADAWIYAH NAWAWI, S.PD.I M. SYAIFUDIN KHUSNUL KHOTIMAH, S.PD.I IBRAHIM SAIFUL MILLAH ELIS FARIDAYATI H. ROFIK, SH, M.HUM

P L L P L P L

JEMBER LUMAJANG LUMAJANG JEMBER LUMAJANG JEMBER JEMBER LUMAJANG

Malang Surabaya Surabaya SUMENEP KOTA MALANG KAB. MALANG MALANG MALANG MALANG

DRS. H. M. ASHFIYAK HAMIDA R. DAYAN PRABOWO, SH SITI HOFSAH HARUN NUR ROSYID MOCH. USMAN RESQI AMALIA, S.SOS PRASTYO UTOMO, S.SI MAHENDRA PUDJIONO, ST DEWI RETNO WULAN, ST HERI, SE KHURIN NI’MATUSSA’IDAH, S.AG

L L P L L P L L P L P

NGANJUK SURABAYA PROBOLINGGO LAMONGAN KAB. BLITAR SIDOARJO KEDIRI KAB. MOJOKERTO KAB. KEDIRI SURABAYA KAB. BLITAR

L L P L L P L L P

SURABAYA SITUBONDO SURABAYA SIDOARJO BANYUWANGI SURABAYA BANYUWANGI SURABAYA

TULUNGAGUNG JEMBER SURABAYA LUMAJANG SURABAYA SURABAYA SURABAYA SURABAYA SURABAYA

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Liliek Endang Suparni, SH H. Miftachul Huda, SE Agung Setiawan, SE. Bambang Rianto Drs. Wardoyo Setyonoadji, SH Anarita July Irawati Tjetjep Mohammad Yasien Sugianto Mustamar, ST Dini Rochmawati Nabella Purmita Kurniliasari, SE Dewi Isroliyyah, M.Pd.i

SURABAYA MALANG MALANG SURABAYA MALANG MALANG KOTA MALANG SURABAYA MALANG

ALIFAH WIDYA RACHMAWATI, SE,MM

JULAIKHA MUFIDA LILIK MU’ASOMAH

SURABAYA TULUNGAGUNG TULUNGAGUNG KOTA BLITAR SURABAYA TULUNGAGUNG SURABAYA SURABAYA TULUNGAGUNG SURABAYA KAB. KEDIRI

L P P P

KAB. BANYUWANGI KAB. BANYUWANGI KAB. SIDOARJO KOTA SURABAYA

L P P

PASURUAN KOTA MALANG KOTA SURABAYA

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

H. SUDARNO HADI, S.Ag L IKHWANUL MUSLIMIN L ANIS SETYOWATI DWI SAPUTRI P A. ALI IMRON L RENY KIRANA P MUHAMMAD KARIM AMRULLOH L ARNANI FAIZIYAH P GANANG DWI WIDODO L RIANA SETYARINI P AGIL SULAIMAN L

KOTA MALANG KOTA MALANG KOTA MALANG KOTA MALANG KOTA MALANG KOTA MALANG KAB. MALANG KAB. PAMEKASAN

36,36% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

36,36% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

36,36% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

45,45% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

40% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 7

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 7

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 7

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 7

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 7

1 2 3 4 5 6 7 8 9

H. SUGIRI SANCOKO Hj. SRI SUBIATI, SE H. DIDIK DARMADI, S.Sos, MSi Drs. MOHAMMAD ROSYIDI, SE, MM ARIEF RAHMAN, ST, MM Hj. NINIK SULISTYANINGSIH, SE AFIN KUSANI, S.Pdi JOKO SAPUTRO, S.Psi DESTI HERSRINING PRATIWI

L P L L L P L L P

SIDOARJO KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA BATU SIDOARJO KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA PACITAN KOTA SURABAYA

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

H. RENVILLE ANTONIO, SH, MH, MM

H. ICHSAN ASYHARI, SE, MM Hj. ANIK ISTIQOMAH, S.Pd Drs. AGUS TOHA SOEBIANTORO, SH RATIH PUSPITA DEWI, SH MOH. EROQI RIYADI LULUK SUHANDOKO, ST Hj. LILIK SRI SULASTRI SUMARDI RAHARJO ELVIDA BERLIANA RITONGA, SE

L L P L L P L L P L P

KOTA SURABAYA MADIUN MOJOKERTO MOJOKERTO KOTA SURABAYA JOMBANG KOTA PASURUAN MADIUN KOTA SURABAYA NGANJUK SIDOARJO

36,36% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 9 1 2 3 4 5 6

H. SURAWI H. MUHAMMAD ANWAR SRI MERLINA, SE Ir. AHMAD IQBAL SATRIA UTAMA HERLAN SINANUAR, SE Dra. SUPRI YUCHOLIFAH

L L P L L P

BOJONEGORO TUBAN SIDOARJO KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 10 1 2 3 4 5 6 7

H. SAMWIL, SH, S.IP H. SUBROTO KALIM ZERINA, SH, M.Kn

L L P H. ACHMAD FATCHUR, SH, SAg, MM L IRENE SUSANA RUMONDOR P H. ABD. KHOLIQ, SH, M.Hum L HARUM WAHYUDATIK, SPd P

GRESIK KOTA SURABAYA SIDOARJO LAMONGAN GRESIK KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA

42,86% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Drs. H. ACHMAD ISKANDAR, M.Si ACHMAD FAUZI, SE Ir. RITA KOERNIAWATI H. AMIRIN SUDJONO, SE, MM H. HADI SUMITRO RATNA FARADISA, SPd H. HISAN, SE Ir. SUPAI M. NOOR, MM ANINDITA HERSRININGTYAS, SH FARIDUDDIN, S.Ag

L L P L L P L L P L

KOTA SURABAYA MAGETAN KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA SAMPANG MALANG SAMPANG KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA PAMEKASAN

1 SULI DA’IM, S.Pd, MM 2 Drs. R. SUWASIS HADI 3 PUTRI ANGGITASARI 4 DAMAYANTI PERTIWI 5 LINDA KRISTIANA 6 Ir. SUGENG YUSWIYONO, MM 7 DIAN RAHMAWATI, SE 8 SUMARSONO 9 LASMI

L L P P P L P L P

SIDOARJO MAGETAN SURABAYA PONOROGO TRENGGALEK PACITAN MAGETAN MAGETAN NGAWI

1 H. MACHRUS YASIN 2 ABDUL RASYID, S.AG 3 UMI KUMAIDAH, SPD 4 H. ALI USMAN KARIM, SH, M.HUM 5 NARTO SK DENTOPURO 6 LILIK SURYANI, S.PD.I 7 UBAIDULLAH RIDLO 8 MAKMURIAH 9 H. ANTON SHOLIHIN

55,56% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya L L P L L P L L P L P

MOJOKERTO NGANJUK MOJOKERTO JOMBANG SIDOARJO PACITAN NGANJUK MADIUN MOJOKERTO JOMBANG MOJOKERTO

SURABAYA TUBAN BOJONEGORO JOMBANG BOJONEGORO TUBAN

H. SUNARYO ABUMA’IN, SHI, MM L RIRIN MUKTAMIROH MM P WAHYU SETIAWAN L SITI SUMARDLIYAH, S.PD.I P TATIK FARIKHAH, S.PD.I P

LAMONGAN SURABAYA GRESIK SIDOARJO GRESIK GRESIK LAMONGAN

42,86% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

H. MURTADLO NUR, SH DRS DARMUDJI EVI MUKHOYYAROH SULAIMAN, SH LIES FARHATIN NAIZDAH BABUN TRISNAWATI, S.PD.I MUHAMMAD AHYAT

L P L P L L P L P L

SUMENEP SUMENEP SAMPANG BANGKALAN SUMENEP PAMEKASAN BANGKALAN SUMENEP PAMEKASAN SUMENEP

L L P L P P L

GRESIK LAMONGAN SURABAYA LAMONGAN KAB. GRESIK PROBOLINGGO LAMONGAN

42,86% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

DRS. H. M. MUSYAFFA’ NOER, MM L

WARDI TAUFIQ, S.AG, M.SI SITI AISYAH MASKUR HOLIL H ZAINUL FAHMI IRMA FEBRIYANTI ABDUL MAJID ADNAN, S.PD.I H. AMIR MAHMUD, SH, M.SI HJ. DEWI KHALIFAH, MH M. KHOLILULLOH

L P L L P L L P L

SURABAYA JAKARTA PUSAT SUMENEP BANGKALAN SURABAYA SAMPANG KAB. MOJOKERTO SAMPANG SUMENEP PAMEKASAN

SURABAYA SURABAYA SURABAYA KOTA MALANG SURABAYA JAKARTA UTARA GRESIK PACITAN MAGETAN

1 2 3

Drs. H. ATMADJI SITI KOMARIJATIK SUBARI

H. Kuswanto , SH

L Dra. Mirtha Listiayu Etty Tedja Adiyanti P Minto Waluyo, SH L Ir. Hendry Budiarto Putra L Sri Astuti, S.Km, S.Sos, M.Kes P Afnan Hidayat L Zainoel Arifin L Dra . Ida Zoeraya P Ir. Siti Rochani P Dimas Amirul Prihandoko, SH L Drs. H. Ali Muda, M.Si L

SIDOARJO SURABAYA SURABAYA SURABAYA SURABAYA KAB. MOJOKERTO KAB. MOJOKERTO KAB. NGANJUK SIDOARJO JAKARTA PUSAT KAB. NGANJUK

SURABAYA SIDOARJO SIDOARJO SURABAYA SURABAYA BOJONEGORO

MOH. HUDAN ZAMAS ARIYAH Ir. SUBIYATNO, M.Si IFFAH NOVIANTI

SURABAYA SIDOARJO SURABAYA GRESIK SURABAYA GRESIK LAMONGAN

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 10 1 2 3 4

H. SOEKANTO SUMODINOTO H. ALI MAKMUN Dra. LISTIWATI GERANITA ISLAMI

42,85% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya L L P L L P L L P L

BANGKALAN SAMPANG BANGKALAN SURABAYA SAMPANG SUMENEP LUMAJANG BANGKALAN SIDOARJO SAMPANG

L L P P

KOTA SURABAYA KAB. GRESIK KAB. TUBAN KAB. GRESIK

50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 11 1 R. H. Mohammad Nasir Zaini, SE 2 H. Musamman, S.Sos 3 Shofi Shofiaiya, SE 4 Ahmad Badrut Tamam 5 H. Lutfianto, S.Ap 6 Taptina 7 Yuristiarso Hidayat, S.Sos. MH 8 Samsul Arifin 9 Endang Rusnaningsih Mamonto 10 Supriyadi

KAB. TUBAN KAB. TUBAN KAB. TUBAN KOTA SURABAYA

50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 10 La Ode Asukara L Rr. Nia Farida Wati, S.Sos P Eddy Sutrisno L H. M. Sastro Soewito, SH. M.Hum L Sukar Minah P Abdulloh, SH P H. M. Tarlan, SH L

L P L P

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Drs. MOH. RAMLI L Ir. H. A. SIKILLI HAMZA, MBA, MM L DIAH RAHMAWATI P YUDI MOHAMAD ZAHRIANTO L HASBULLAH BADARUDDIN L AL JANNAH, S.Pd.I P H. A. AKALUNIL BAROGHIS, SH., M.HUM L ISTIANAH ASAS, SE., M.Ec.Dev P MATHUR HUSYAIRI L PARDI L

KOTA SURABAYA KAB. SIDOARJO KAB. GRESIK KAB. SAMPANG KAB. BANGKALAN KAB. SUMENEP KOTA SURABAYA KAB. PAMEKASAN KAB. BANGKALAN KAB. PAMEKASAN

IWAN KUSUMA L SLAMET BINTORO, SH L EVI YULIA SUSANTI P BUDI SANTOSO L H. UNTUNG TEMEN L ASMAMIK, SE P ERNING ERLIYANTO L SOFYANA ALFITRIA PERMANASARI P DRS. HM. FATAHILLAH, SH, MM L

JEMBER SURABAYA JEMBER MOJOKERTO JEMBER SURABAYA MALANG SURABAYA JEMBER

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 5 MALANG SIDOARJO MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 6 1 IMAM MUNIR L 2 dr. BAMBANG SUPRIYONO, SE, MM L 3 HJ. MARIATUL QIBTIYAH P 4 BAMBANG TIRTO ADJI L 5 M. AKSON NUL HUDA L 6 RIBUT RETNOWATI, S.Pd P 7 RIYANTO L DRA. HJ. URSULA NURHAYATI, SH.MPd. P 8 9 HERDINA TYAS LEYLASARI, S.Psi P 10 YATEMIN, A.Md L

KEDIRI SURABAYA KEDIRI KEDIRI KEDIRI KEDIRI KEDIRI KEDIRI SURABAYA BLITAR

40% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 7 1 Drs. JUPRI 2 AGUS YUNAEDI WINARKO 3 DRA. Ec. TYAS SUGIARTI 4 KATNO 5 AROFIK 6 SYAIFUL ANAM 7 SRI WAHYUNI, ST 8 YULIANI

L L P L L L P P

SIDOARJO SURABAYA SURABAYA SURABAYA NGAWI MADIUN PACITAN PONOROGO

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 8 1 Ir. A. KRISTYONO 2 DJODI STRARIOSO 3 DARTI 4 H. SUNARDJONO, SH, MH 5 DRS. SUGI WAHONO 6 ADINDA NUR HILDAYANTI 7 DIMYATI DAHLAN, S.Sos 8 EKO YULIANI 9 SUWONDO 10 DRS. EKO BASUKI SRIKUNCORO

L L P L L P L P L L

NGANJUK MOJOKERTO SURABAYA SURABAYA MOJOKERTO SIDOARJO MADIUN NGANJUK NGANJUK SURABAYA

30% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 9 1 2 3 4

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7

JAKARTA PUSAT KAB. MOJOKERTO KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KOTA MALANG KOTA SURABAYA NGANJUK

SURABAYA SURABAYA SITUBONDO BANYUWANGI SURABAYA SURABAYA SIDOARJO SITUBONDO

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

57,14% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 9 P L L L P L

KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA KAB. LAMONGAN

L L P DR. H. MOHAMAD THAMRIN MULYONO L MAGDA ANGGADJAYA P NURYANTI ESTERLIA HUTASOIT, SH P GALIH PERMADI, S.Kom. L H. AHMAD JASMOTO L

1 DRS. PURWITO L Drs. ADRIANUS ANSFRIDUS LEGHO L 2 3 YUNI KUSUMA ARUMSARI P 4 SUYANI, S.Pd. SE. MM L 5 JOKO WIYONO L 6 MAISAROH P 7 SUCI KUSMAWATI P 8 CAHYA FEBRIAN HARJANTA L 9 DRS. RADIX WICAKSONO L

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 8 1 Kompol (Purn.) TOTOK HARIYONO L 2 KHAMIM THOHARI L 3 ERNA JANE P 4 NAZIR ALI FAHMI L 5 MIR’ATUN NISA P 6 ANIES QORI’AH P 7 YULIWATI P

36,36% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 Rr. E. S. R Deslisetyawati, BA 2 Kuswana Mandiri Septian 3 Anton Sujarwo, S.Kom, MBA 4 Sulton Hajar Yusron, SH 5 R.R. Agus Kalam Sionie 6 Budiyanto

L P L

Drs. H. SOEPENO AJI MOCH. EFENDI HJ. EKAYANI WULANDARI

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 4

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 8

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 10 1 2 3 4 5 6 7

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 11 1 MALIK EFFENDI, SH, MH 2 Ir. FATMAWATI, MP 3 Drs. H. IMAM BUHARI 4 DWI RIDALISDIANA, S. Sos.I, M.Si 5 HELMI, S.Pd.I 6 MOH. IBROHIM SALIM, SH 7 WARISA KHAIRUNISAK 8 RHAHMATULLAH 9 TRY DEASY HARISANDY, SE 10 BADRUS SAMSI

SURABAYA BOJONEGORO BOJONEGORO BOJONEGORO SURABAYA SURABAYA

L P P L L P L L L

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 10 L L P L P P L

Ki Soedjatmiko, SE Drs. Wulansari Perbawati, AK Heni Kurniati Agus Alam Jaya, SE, MM A. Setyo Hormono, SH. MH Christin, S.Kom Emanuel Wara Peppy Mulaiha Wakib Drs. Son Soeratmoko

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 9 ZUMAN MALAKA, SH, SHI, MH, M.PDL L

1 2 3 4 5 6

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 Drs. H. HUSNUL AQIB, MM 2 ALI MU’TI, SE, MEI 3 Dra. SRI MUNINGGAR, M.Pd.I 4 PRASETYO 5 RATNA DIAH RAHMAWATI, S.Sos 6 RETNANING CAHYANI, S.Sos 7 MOHAMMAD NASRUDDIN, S.Sos

L JOMBANG L MOJOKERTO P KOTA MOJOKERTO L JOMBANG L MOJOKERTO P KEDIRI L SURABAYA L SIDOARJO P JOMBANG L SURABAYA P BANGKALAN

36,36% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 9 L L P L L P

1 2 3 4 5 6 7 8 9

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 8 1 H. ACHMAD SILLAHUDDIN 2 KH. DR. ABDUL ROCHIM 3 ANNISAH, S.PD 4 M. IRFAN, SH 5 ABDI SUBHAN 6 SITI MUDHIAH 7 ZUHDAN RUSYDIANSYAH, S.PD.I SARWIDJI PAWIRO WIYONO, S.SOS 8 9 LAILATUN NI’MAH 10 SUHARTONO, S.PD.I 11 KAMILIA

36,36% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 AGUS MAIMUN, SE, M.HP 2 H. RESO HANDOYO, SH 3 HENY SULISTYANINGSIH 4 SYAIFULLOH 5 Drs.M. LUKMAN HAKIM, MM 6 LULIK SULISTYOWATI

KAB. NGAWI SURABAYA KAB. NGAWI KAB. MAGETAN KAB. PACITAN KAB. PACITAN KAB. MAGETAN BANGKALAN KAB. MAGETAN

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 8 1 SALAHUDDIN 2 BAMBANG ONGKOWIDJOJO, SH 3 UMI FARIDA SYA’AF 4 Drs. H. ALI FIKRI 5 Drs. SUDONO SYUEB, MSi, MH 6 HANIK FITA AMARUFA 7 TOTOK SUDARYANTO, ST 8 KUSNO 9 ERNAWATI SYA’AF 10 BAMBANG EDY SISWANTO, SH 11 PUTRI SILVIA HIDAYATI

L L P L L P L P L

PASURUAN SIDOARJO PASURUAN PROBOLINGGO PASURUAN SIDOARJO SURABAYA PASURUAN

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8 9

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 6 KAB. GRESIK KAB. KEDIRI BLITAR KEDIRI SURABAYA KEDIRI KEDIRI KOTA BLITAR KEDIRI KEDIRI

L L P L P P L L

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 3

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 5 Dra. Hj. SULIANA, MM P Ir. BEZAR GUNADI L Drs. H. USMAN MUKARROM, M.Si L ERNAWATI HASSAN P Drs. ANDI SYAMSU ALAM L WIDYANINGSIH P TRI WAHYUDI, MP L MUHAMMAD SUBHAN MAHRUSY L

SURABAYA SURABAYA SURABAYA SURABAYA SIDOARJO SIDOARJO SURABAYA SURABAYA SURABAYA SURABAYA SIDOARJO SURABAYA

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8

66,67% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8

L L P L L P L P P L L P

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 2

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 4 RIZAL AMINUDDIN Ir. Hj. DIAH WIDIYANTI SYIFA’

DRS. HERU PRAGOLO, SH. MM. dr. CHRISTIAN SANGGELORANG DWI SUSLAM PUDJILESTARI, SH. SOETOMO, SH. M.Hum. Ir. ABDUL MALIK HJ. SUNARSININGSIH ARIFANDI AHMAD HIDAYAT, SH, MH HJ. ERNAWATI Ir. LATHIFAH SUKISNO HALIL, BBA TONI ARIF SETIAWAN RA. DIAH RETNODIWATI, SH, MM

1 H. R. IMAM SOEJATNO, B.Sc, SH 2 Ir. MOEDJIARTONO 3 WIWIN SULISTYOWATI 4 NORMAN DWI SANTIKO 5 HJ. CHASANAH, SH 6 SUTIATI, SH 7 BADRUN BACHMID 8 APRINUS

75% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 6 P L L L L P L L P P P

KAB. PROBOLINGGO KOTA SURABAYA KAB. SIDOARJO KOTA SURABAYA KOTA SURABAYA

KAB/KOTA/KEC

(TEMPAT TINGGAL BAKAL CALON)

41,66% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 3 Drs. H. AGUS ISKANDAR

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 5 Ir. Moch. Syamsul Arifin L Hj. Adilla Aziz, SE P Drs. H. Muh. Wahyudi, M.Si L M. Ng. Indra Moesaffa, S.Sos. MM L Muhammad Khalid Ali, SH. MH L Yunita Kurniawati P Lu’luul Mufriqoh P Daru Hami Seno, SH, L Swardhani Zanuar Rendy Alvinata L

P L L L P

Jenis Kelamin (L/P)

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

40% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8 9

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

L L P L L P L P

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 4 Budi Setijahadi Zainal Laili, MH Esa Tedja Mahananie, SH Jamal Abdullah Frans Limbong Marlyn Fonda Rumbayan Andriyan Ismail Abdul Basid Novianti Hadiningrum, SE

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 5 L L P L L P L L P

Hj. UMI CHOLILA, SH, M.KN M. HARI SUTRISNO MUKHAMAD JAINURIFAN AHMAD JAZULI NUR INDIYAH, SS

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8 9

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 ABDUL AZIS 2 H. AHMAD SAHAL 3 SITI DJUNAIDAH 4 H. RB AHMAD MUHAMMAD 5 AKHMAD ISWANTO, ST 6 DRA. HJ. SITI AMINAH 7 H. MUHAMMAD MUCHLIS, MM 8 MUSLIMIN 9 KHUSNUL LATIFAH, M.PD

1 2 3 4 5

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 3 Yusub, S.IP H. Pudjiantoro, SH Indah Realita, SE Budi Waluyo, SH. M.Hum. Achmad Syauqi, SH Dra. Nur Endah Rachmawati R. Slamet Agus Darminto Retno Kusuma Wardani

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 4 DRS. H. SUHERMIN ABDUL MUHAIMIN L

SURABAYA KAB. PROBOLINGGO SURABAYA PASURUAN SURABAYA SURABAYA KAB. PASURUAN SIDOARJO

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 6 SIDOARJO SIDOARJO SURABAYA SIDOARJO KEDIRI SURABAYA SURABAYA NGANJUK SURABAYA SIDOARJO SIDOARJO

PROBOLINGGO PASURUAN SURABAYA KOTA PASURUAN PASURUAN PROBOLINGGO SURABAYA PROBOLINGGO

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 3 FAUZAN, H

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 6 1 H. NUR MUHYIDIN, S.Sos 2 GOLDY TRIMO PURWANTO 3 Hj. SRI WILUJENG 4 H. SUBIANTO 5 H. MUJTAHIDUR RIDHO 6 TRI MULYANI, Dra, Ec 7 HADI PRANOTO, SH, MH 8 RESMINARNO, SE 9 RUMIYATI 10 UMI MAHFIYATIN, SHi 11 HERU SUNARYANTA, SH

P L L L P L P L L

L L P L L P L P

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 5 Drs. AGUS DONO WIBAWANTO, M.Hum

BONDOWOSO SITUBONDO BANYUWANGI SURABAYA SITUBONDO BANYUWANGI BONDOWOSO SURABAYA

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8 9

L L P L P L P L

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 4 MUHAMAD RENO ZULKARNAEN, S.Ip

1 MAHDI, SE 2 H. AGUS ASYARI, SE, MM 3 LIA ISTIFHAMA, S.SOS 4 H. MOH. ARIEF 5 H. AHMAD MAWARDI, SA 6 INDAH HAYATI, S.SOS 7 H. HARIO DIPOSETO 8 ENAB

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 3 1 2 3 4 5 6 7 8

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya 1 2 3 4 5 6 7 8 9

SURABAYA PASURUAN PASURUAN SIDOARJO PASURUAN SURABAYA PASURUAN SURABAYA

37,50% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 3 1 2 3 4 5 6 7 8

L L P L L P P L

NO. NAMA LENGKAP URUT

(TEMPAT TINGGAL BAKAL CALON)

n ormas eb h an ut hubung KOM S PEM L HAN UMUM PROV NS AWA T MUR

NO. NAMA LENGKAP URUT

Pa a Kebangk an Bang a

Datang Tempat Pemungutan Suara TPS untuk mem h gubernur dan wak gubernur yang akan mem p n awa T mur

af

2

Pa a Na dem

DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 9 1 2 3 4 5 6

Drs. H. SUDARMADJI, M. Hum IR. SUNARTO S.A. DRA. Ec. NING SARIATI, MM ISLAM SAKSONO HERDANI TYAS VITASARI LUSSY HAMIN

L L P L P L

BOJONEGORO SURABAYA SURABAYA JOMBANG SURABAYA SURABAYA

33,33% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 10 1 DRA. SRI MULYANINGSIH, M.Si 2 H. ASNUN TAUFIQ, SH 3 Y. M. INDRA KORINARTI, SE 4 SUPARDI SUNTIYONO 5 JENNY ANGGRAENI 6 SUWARNO 7 AMINARYO ANWAR

P L P L P L L

SURABAYA GRESIK SIDOARJO BOJONEGORO SURABAYA GRESIK SIDOARJO

42,85% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR 11 1 H. SALEH FARHAT 2 SAIFUL 3 REZQI RAHMADIAH ARIEF 4 M. HUSNI 5 H. BUDI UTOMO 6 YUNIAR AULIA 7 A. JUNAIDI, S.Sn 8 MOHAMMAD JAKFAR 9 NURUL HIKMAH 10 Drs. SISYONO, M.Si

L L P L L P L L P L

BANGKALAN SUMENEP SAMPANG BANGKALAN SURABAYA BANGKALAN SAMPANG BANGKALAN SAMPANG SAMPANG

30,00% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

40,00% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

30,00% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

30,00% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

30,00% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

30,00% keterwakilan perempuan dan memenuhi penempatannya

Jumlah Bakal Calon Untk Seluruh Daerah Pemilihan Sebanyak = 100 (Seratus) Orang

Jumlah Bakal Calon Untk Seluruh Daerah Pemilihan Sebanyak = 100 (Seratus) Orang

Jumlah Bakal Calon Untk Seluruh Daerah Pemilihan Sebanyak = 100 (Seratus) Orang

Jumlah Bakal Calon Untk Seluruh Daerah Pemilihan Sebanyak = 100 (Seratus) Orang

Jumlah Bakal Calon Untk Seluruh Daerah Pemilihan Sebanyak = 66 Orang

Jumlah Bakal Calon Untk Seluruh Daerah Pemilihan Sebanyak = 97 Orang

INGAT... 9 April 2014

af

1

Raya Tengg s 1 3 Surabaya 031 84848278484828 Webs te http //www kpu atim go d ema adm n strator@kpu atim go d / kpu atim@yahoo com

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Pemilu 2014


12

LINTAS JATIM

SENIN 17 JUNI 2013 NO.0139 | TAHUN II

Urgensi Pembatasan Belanja Kampanye JAKARTA - Pendanaan partai politik menjadi salah satu isu penting yang menyertai perjalanan bangsa ini menuju penyelenggaraan Pemilu 2014. Dikatakan isu penting karena uang atau pendanaan, seperti pernah dikatakan Karl-Heinz Nassmacher adalah satu dari tiga pilar yang mempengaruhi kegiatan partai politik dalam berkompetisi.

Dua pilar lainnya adalah organisasi atau lembaga dan tenaga sukarela, kata profesor emeritus bidang ilmu politik Universitas Oldenburg Jerman itu. Karena itu, dalam melakukan kampanye sebagai momen penting parpol untuk memengaruhi konstituen secara persuasif, keterlibatan uang menjadi sangat penting. Berbagai metode kampanye dipakai pengurus dan kader parpol dalam mempromosikan visi dan misi program partainya maupun calon anggota legislatif (caleg) yang diusung. Di antara metode kampanye yang lazim digunakan adalah kampanye tatap muka, penggunaan iklan di media massa, dan pemasangan atribut di tempat keramaian. Dengan ragam kampanye yang ada itu, pengawalan khusus terhadap keterlibatan uang dalam pelaksanaan kam-

panye agaknya perlu dilakukan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyelenggara pemilu telah menyusun rancangan peraturan terkait dana kampanye, tetapi hal yang diatur hanya sebatas pembuatan rekening khusus dana kampanye, serta pelaporan penerimaan dan pengeluaran sumber dana selama masa kampanye. Di dalam draf peraturan KPU tersebut tidak diatur mengenai ketentuan limitasi belanja parpol selama melaksanakan kampanye padahal pengaturan pembatasan dana kampanye dapat mendorong terwujudnya transparansi pendanaan parpol, disamping menciptakan keadilan di antara peserta pemilu. “Pembatasan dana kampanye itu merupakan salah satu elemen untuk mendorong transparansi penggunaan

dana saat kampanye yang digunakan partai politik sebagai arena untuk mengumpulkan modal,” kata peneliti politik Didik Supriyanto. Dalam mengatur pembatasan belanja kampanye terdapat kondisi dilematis bagi peserta pemilu terkait persoalan pemenuhan hak kebebasan dan kesetaraan di antara peserta pemilu dalam berkampanye. Di satu sisi, apabila belanja kampanye dibatasi, hal itu dianggap melanggar hak kebebasan peserta pemilu dalam upaya meraih suara terbanyak dari konstituen, katanya. Di sisi lain, jika tidak ada ketentuan nominal dana dalam berkampanye, maka semakin banyak uang yang dimiliki parpol, semakin banyak pula suara yang diperoleh sehingga menimbulkan kesenjangan di antara peserta pemilu. “Justru pembatasan dana kampanye itu menyeimbangkan kedua prinsip itu. Ketika prinsip kebebasan diberikan seluas-luasnya, maka pada saat bersamaan peserta pemilu dapat masuk ke dalam wilayah ambang batas kesetaraan,” kata Didik. Pemilu berbiaya mahal Berdasarkan Undang-undang

Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD, setiap caleg yang bertarung pada Pemilu 2014 harus mengantongi suara terbanyak untuk dapat ditetapkan sebagai anggota legislatif. Dengan demikian, tentu upaya para peserta pemilu dalam rangka peraihan suara terbanyak tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit. Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung mengatakan, pada Pemilu 2009, seorang caleg setidaknya harus bermodal Rp500 juta hingga Rp600 juta hanya untuk berkampanye mempromosikan diri kepada para konstituen di daerah pemilihan (dapil). Nominal tersebut dinilainya relatif sedikit karena terbentur dengan pembentukan UU Pemilu Legislatif Nomor 10 Tahun 2008 yang baru disahkan beberapa bulan menjelang Pemilu 2009 sehingga caleg tidak memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan dana besar untuk kampanye. Hal itu berarti, pembiayaan setiap caleg untuk berkampanye pada Pemilu 2014 mendatang akan membengkak karena UU Nomor 8 Tahun 2012 sudah dipersiapkan lebih matang daripada UU sebelumnya.

Caleg memiliki cukup banyak waktu untuk mengumpulkan modal sebelum berkampanye. Jumlahnya diperkirakan akan mencapai hingga Rp1,2 miliar hingga Rp1,5 miliar untuk setiap caleg padahal ada setidaknya 560 kursi DPR, 132 kursi DPD dan 1.780 kursi untuk DPRD tingkat provinsi dan kabupaten di seluruh Indonesia. Kalkulasi modal caleg itu tidak termasuk keterlibatan pemilik modal atau pengusaha di dalam partai politik yang secara tidak langsung mempengaruhi pendanaan kampanye peserta politik dalam Pemilu. Dibutuhkan regulasi “berani” Pada Pemilu 2009, Indonesian Corruption Watch (ICW) menemukan 150 kasus dugaan politik uang yang dilakukan dengan modus membagi-bagikan uang tunai secara langsung kepada calon pemilih. Oleh karena itu, jika tidak diikuti dengan pengaturan pembatasan dana kampanye dan juga pemberlakuan sanksi terhadap pelanggar peraturan tersebut, predikat “Pemilu Bersih” dikhawatirkan akan sangat sulit diwujudkan di Tanah Air. Dalam draf peraturan KPU tentang dana kampanye dis-

ebutkan tiga sumber sumbangan dana yang boleh diterima untuk kegiatan kampanye, yaitu dari parpol melalui rekening khusus, dari caleg parpol bersangkutan, serta sumbangan asing lain yang sah menurut hukum. Harta kekayaan pribadi pengurus dan anggota parpol boleh diberikan sebagai sumbangan untuk berkampanye, sedangkan sumbangan lain yang dimaksud adalah berasal dari perseorangan, kelompok, perusahaan dan badan usaha nonpemerintah. Namun, dalam draf peraturan KPU tersebut tidak diatur mengenai sanksi tindak pidana jika sumber sumbangan parpol terbukti diperoleh dari hasil korupsi dan/atau tindak pidana pencucian uang. “Otoritas kami terbatas menurut UU Penyelenggara Pemilu sehingga jika terdapat dana parpol yang terindikas kuat dan terbukti secara `inkracht’ merupakan hasil korupsi dan pencucian uang, wewenang pembatalan (keikutsertaan Pemilu) ada di KPK dan Pengadilan Tipikor sesuai UU yang berlaku,” kata Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay. Sementara itu, besaran dana sumbangan yang boleh diberikan kepada partai paling

banyak Rp1 miliar dari perseorangan serta Rp7,5 miliar dari kelompok, dan perusahaan atau badan usaha nonpemerintah. Apabila parpol terbukti menerima sumbangan lebih dari ketentuan tersebut, kelebihannya wajib dilaporkan ke KPU dan diserahkan ke kas negara paling lambat 14 hari setelah masa kampanye berakhir. Hanya saja, tidak ada sanksi tegas yang diatur bagi parpol yang tidak menyerahkan kelebihan sumbangan dana tersebut apalagi dengan karakter parpol yang tidak mau pengeluaran kampanye mereka dibatasi. “Kampanye itu justru digunakan parpol sebagai arena mengumpulkan modal. Kalau belanja kampanye dibatasi, maka ruang gerak untuk mendapatkan donatur akan terbatas. Sekarang saja parpol dilarang menggalang dana hasil korupsi dan pencucian uang, tetapi di undang-undang tidak diatur sanksinya,” kata Didik. Oleh karena itu, pengaturan pembatasan belanja kampanye patut segera diberlakukan agar perputaran uang yang terjadi selama masa kampanye dapat dideteksi dan diawasi penggunaannya. (ant/rah))

DISTRIBUSI KOTAK SUARA PEMILUKADA: Seorang petugas PPS membawa kotak suara menggunakan motor menuju TPS yang jauh dari jangkauan saat melintas hutan Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Jombang, Jawa Timur beberapa hari lalu. Petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kabupaten Jombang terpaksa menggunakan motor untuk mendistribusikan perlengkapan pemungutan suara Pemilukada, Rabu (5/6) ke TPS yang jauh dari jangkauan serta masuk kategori rawan dua yakni TPS yang berada di pelosok dan jauh dari jangkauan yang berada di Kecamatan Ngusikan dan Plandaan. Pemilukada Jombang terdapat 2.144 TPS yang tersebar di 21 Kecamatan. ant/syaiful arif

INDUSTRI KAKAO

POLISI WANITA

Tak Perlu Khawatirkan Investor Asing

Jangan Larang Polwan Berjilbab

JAKARTA - Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan meminta para pelaku industri berbasis produk kakao tidak perlu mengkhawatirkan kehadiran investor asing ke Indonesia. Pasalnya, para investor asing yang masuk akan menggarap produk berbeda dari pelaku industri lokal yang selama ini memanfaatkan kakao sebagai bahan baku industri. “Masuknya para investor asing tidak perlu dikhawatirkan. Hal ini tidak akan mempengaruhi industri kakao yang sudah ada, karena pangsa pasar yang berbeda,” kata Gita dalam keterangan persnya, Minggu (16/6). Menurut Gita, saat ini ada sejumlah investor asing yang masuk ke Indonesia, seperti Cargill, ADM Cocoa dan JB Cocoa yang memproduksi kakao olahan kelas premium untuk pasar di Eropa. Sementara, yang sudah ada di Indonesia pada umumnya memproduksi kakao olahan kelas menengah untuk pasar di negaranegara berkembang. Sejauh ini, lanjut dia, industri hilir kakao dalam negeri sudah mu-

lai berkembang baik, maka tidak dapat dilepaskan oleh penerapan Bea Keluar (BK) atas ekspor biji kakao yang berlaku sejak 1 April 2010. “Kebijakan BK dinilai cukup berhasil, karena terbukti telah mampu mengembangkan industri hilir kakao,” tambah dia. Berkembangnya industri hilir ditandai dengan rencana ekspansi PT Nestle Indonesia atas pabrik susu Milo dan Dancow di Pasuruan, Jawa Timur dan Karawang, Jawa Barat. Gita mengatakan, industri kakao Indonesia telah mengalami peningkatan kapasitas produksi yang cukup signifikan. Dia menjelaskan, indikator berkembangnya industri kakao Indonesia juga terlihat dari berdirinya enam pabrik pengolahan kakao berkapasitas total 430 ribu ton per tahun. Bukan hanya itu, menurut Gita, kapasitas delapan pabrik pengolahan yang telah ada sebesar 87 persen kini juga bertambah, dari 125 ribu ton pada 2009 menjadi 280 ribu ton pada 2011. Menyinggung soal pemanfaatan produk lokal,

kata Gita, kini Kementerian Perdagangan tengah mengintensifkan promosi produk ke tingkat internasional. Bentuk promosi itu diimplementasikan dalam kegiatan Pameran Pangan Nusantara (PPN) dan Pameran Produk Dalam Negeri Regional (PPDNR). Gita menyebutkan, Kemendag telah memfasilitasi sebanyak 1.592 usaha kecil dan menengah (UKM) dengan nilai transaksi mencapai Rp13 miliar melalui dua kegiatan tersebut. “Pameran ini merupakan konsistensi dari Kemendag untuk mempromosikan produk-produk khas dari berbagai daerah. Agar dapat bernilai tambah dan dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat dalam skala nasional,” imbuhnya. Lebih lanjut dia menambahkan, Kemendag juga sedang fokus untuk meningkatkan penguatan pasar dalam negeri. “Ini tentunya perlu mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, agar produk lokal bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” papar Gita. (gam/ bud)

JAKARTA - Larangan menggunakan jilbab bagi Polisi Wanita (Polwan) terus ditentang. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak Kapolri mencabut aturan yang tidak memperkenan polwan mengenakan seragam jilbab. Pasalnya aturan tersebut melanggar hak asasi manusia (HAM). ”Sebaiknya jangan dilarang. Apalagi penggunaan jilbab bagi polwan merupakan urusan pribadi. Sehingga hal tersebut tidak perlu dilarang. Ada surat keputusan soal seragam yang standar. Soal giwang, bedak, aksesori,” kata anggota DPR F-PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari di Jakarta, Minggu (16/6) Menurut Politisi PDI Perjuangan tersebut, aturan berjilbab dapat dibahas terlebih dahulu tanpa menimbulkan larangan. Dia mencontohkan Polwan Aceh dan yang telah berusia lanjut dapat mengenakan jilbab. “Implementasinya harus fleksibel sesuai HAM,” tambahnya Larangan menggunakan jilbab bagi polwan ini mengacu kepada Surat Keputusan Kapolri No Pol: Skep/702/ IX/2005 tentang sebutan, penggunaan pakaian dinas

seragam Polri dan PNS Polri. Pengurus Pusat Majelis Agama Budha Theravada Indonesia, Romo Sumedho mengatakan pihaknya tidak merasakan keberatan jika ada polwan muslim yang mengenakan jilbab. “Justru malah bagus,” kata Sumedho. Menurutnya, polwan yang mengenakan jilbab itu berarti sang polwan agamis, bisa melaksanakan ibadah dengan lebih baik. “Saya sangat setuju jika ada polwan yang mengenakan jilbab di Indonesia,” ujar Sumedho. Ia membayangkan jika ada pemeluk budha yang ibadahnya dikekang, juga akan memperjuangkannya. Sumedho juga menyayangkan jika memang polri melarang pengenaan jilbab pada para polwan. Walaupun sang polwan tersebut beragama islam, namun ia yang beragama budha ingin mendukung kebebasan melaksanakan ibadah. Sumedho menilai kebebasan melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dipercaya, dijamin haknya oleh Undang-Undang. Sedangkan aturan seragam itu hanya pimpinan polisi saja yang membuat, menurutnya

jelas aturan undang-undang lebih tinggi. “Jilbab itu tidak mengganggu pekerjaan polwan maupun tugas perempuan lainnya,” Sumedho menegaskan. Ditempat terpisah, pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar menilai perlu adanya revisi surat keputusan Kapolri (Perkap), agar polisi wanita (Polwan) diperbolehkan menggunakan jilbab dalam bertugas. Menurut Bambang, dengan adanya revisi Perkapuntuk memberikan peluang bagi Polwan yang beragama islam untuk memakainya sesuai dengan keyakinanya. “Pemakaian jilbab untuk menutupi aurat sebagai simbol bagi wanita muslim memang diwajibkan dalam AlQur’an,” ujarnya Mantan anggota Polri itu juga menilai, tidak ada masalah bagi Polwan menggunakan jilbab saat bertugas, asalkan pemakaian rapi dan sesuai dengan seragam seragam. Tidak Arif Sementara itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan polwan berjilbab seperti di Aceh dan beberapa negara di belahan barat

tidak mempengaruhi kinerja mereka. “Polwan pakai jilbab itu tidak mempengaruhi tugasnya, dan pernyataan Wakapolri itu sangat tidak arif,” ujarnya Neta menyatakan IPW mendukung polwan yang ingin memakai jilbab. Namun harus melalui upaya mengubah peraturan seragam wanita untuk anggota Polri. “Memang peraturan itu ada, tapi Wakapolri tidak bisa sewenang-wenang menyatakan polwan pakai jilbab keluar dari polisi. Ini kan menunjukkan arogansi,” terangnya. Lebih lanjut kata Neta lagi, kemungkinan pelecehan seksual terhadap polwan sangat besar, melihat pakaian polwan yang ‘cenderung’ ketat. Karena itu, dengan pengantisipasian, maka bisa dijadikan momentum bagi polwan untuk mengaspirasikan keinginannya untuk menutup aurat. Sementara itu, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mengecam petinggi Polri yang melarang Polwan yang beragama Islam untuk berjilbab. Larangan itu jelas tindakan melawan hukum dan HAM, serta memicu SARA.(gam/ abd/cea)


EKONOMI

13

SENIN 17 JUNI 2013 NO.0139| TAHUN II

Rapat Dewan Gubernur

Antisipasi Gejolak Perekonomian Dengan Penyesuaian BI Rate

Kiri ke kanan, Penulis buku The History of God Karen Armstrong, Direktur Utama Bank Syariah Mandiri dan pemimpin Mizan Grup Abdillah Toha berbincang usai menyaksikan penandatanganan deklarasi Charter for Compassion (piagam welas asih) di Jakarta. Penandatanganan dilakukan oleh lima tokoh agama yakni Pdt. Richard Daulay (Kristen), Zuhairi Misrawi (Islam), Gede Prama (Hindu), Romo Florens Maxi (Katolik) dan Mahabiksu Dutavira (Budha). Charter for Compassion deklarasi untuk gerakan perubahan demi terciptanya dunia yang damai yang dipelopori oleh penulis buku asal Inggris Karen Amstrong.

Maksimalkan Layanan IT, Bank Mandiri Belanja USD130 Juta JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana membelanjakan dana sebesar USD130 juta atau sekitar Rp1,27 triliun untuk meningkatkan performa sistem teknologi informasi (IT). Rencana ini tentunya sejalan dengan ambisi perseroan yang tengah mengupayakan peningkatan kualitas layanan melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan IT. “Tahun ini, Bank Mandiri berencana membelanjakan USD130 juta untuk meningkatkan performa sistem teknologi informasi (TI),” ujar Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Riswinandi dalam siaran persnya, Minggu (16/6). Menurut Rsiwinandi, ketatnya persaingan di in-

dustri perbankan telah memaksa perusahaan untuk selalu berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengembangkan sumber daya manusia dan teknologi informasi. “Kami meyakini, SDM berkualitas dan teknologi informasi yang baik merupakan

faktor penentu pelayanan prima Bank Mandiri dalam memenangkan persaingan,” ujarnya. Dia mengungkapkan, keinginan Bank Mandiri untuk terus meningkatkan pelayanan tentunya berkaitan erat dengan ambisi perusahaan dalam menciptakan inovasi baru pada layanan perbankan nasional. Inovasi tersebut, jelas Riswinandi, diutamakan mengarah kepada pemberian kemudahan bagi nasabah, seperti electronic banking atau layanan berbasis teknologi lainnya. “Kami ingin terus berinvestasi memperbaiki kualitas jaringan untuk mempermudah nasabah, sehingga dapat men-

dorong peningkatan transaksi dan tentunya akan menambah pendapatan perseroan,” papar Riswinandi. Bukti keberhasilan Bank Mandiri dalam peningkatan layanan, kata dia, tampak dari perolehan predikat Best Bank in Service Excellence 2013 di ajang Banking Services Exellence Award 2013. Ini merupakan penghargaan yang keenam kali diterima Bank Mandiri secara berturut-turut sejak 2008. Penilaian dilakukan melalui survei Banking Service Excellence Monitor (BSEM) dengan metode mystery shopping di wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi, Bandung dan Solo.

Pada survei BSEM, evaluasi pelayanan bank dititikberatkan pada pengamatan proses service delivery dari tiap transaksi dan interaksi. Proses tersebut, memberikan potret proses internal dan dukungan back office, teknologi tiap bank serta sinergi antara sumber daya manusia dan strategi bisnis maupun proses bisnis dalam menciptakan customer experience. Bank Mandiri memperoleh skor tertinggi dari aspek penilaian yang meliputi customer service, teller, e-banking, phone banking officer, internet banking, ATM, mobile internet hingga peralatan banking hall. (gam/bud)

BANK INDONESIA

Pertumbuhan Kredit Properti Mengkhawatirkan

JAKARTA-Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikan BI Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 bps diperkirakan tidak akan mengganggu pertumbuhan kredit perbankan. Bank sentral yakin, kredit perbankan masih tumbuh dikisaran 20 persen keatas. Namun demikian, BI tetap mewaspadai pertumbuhan kredit yang masih tinggi pada sektor-sektor tertentu khususnya sektor properti. “Pertumbuhan kredit properti bisa di atas 35 persen bahkan 40 persen. Jadi, ini yang kami waspadai. Kami akan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan akan tetap terjaga dengan moderasi fungsi intermediasi perbankan seiring dengan perlambatan kinerja perekonomian nasional,”

kata Gubernur BI, Agus Martowardoyo di Kompleks Perkantoran BI Jakarta, Jumat (14/6). Kendati sektor properti tumbuh tinggi, Agus menilai kinerja industri perbankan masih positif. Hal ini tercermin pada tingkat rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) sebesar 18,6 persen. Angka ini jauh di atas ketentuan minimum 8 persen. Positifnya pertumbuhan perbankan terlihat dari ingkat kredit bermasalah (NPL) perbankan juga masih terjaga di bawah 3 persen. “NPL gross pada April sebesar 1,96 persen,” jelas dia. Sementara itu, pertumbuhan kredit hingga akhir April 2013 melambat menjadi 21,9 persen (yoy) sejalan dengan

perlambatan ekonomi domestik. Kredit modal kerja dan kredit investasi masih tumbuh cukup tinggi sebesar 23,0 persen (yoy) dan 23,7 persen (yoy),. Sedangkan kredit konsumsi tumbuh 18,8 persen (yoy). Hal ini mengindikasikan, pertumbuhan kredit perbankan masih cukup konsisten dengan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional. “Memang, kami sedang fokus mengamati kredit sektor properti,” jawab dia. Dia berharap, kenaikan BI Rate bisa menjadi pesan bahwa kondisi perekonomian saat ini sudah berbeda dengan setahun lalu. “Satu tahun yang lalu iklim ekonomi kita berbeda dengan sekarang.

Satu tahun lalu suasana di kita ikondisinya surplus, kondisi indikator-indikatornya cukup baik. Artinya tidak ada defisit yang besar, fiskal juga tidak dalam kondisi defisit yangg besar, tidak ada primary balance yang negatif,” papar Agus. Langkah selanjutnya yang akan di tempuh BI, kata Agus, menjaga ketersediaan valuta asing di pasar. “BI berkomitmen, kalau nanti perlu apaapa, maka BI akan turun menyediakan valas. Tetapi, market juga harus bekerja secara sehat,” tegas Agus. Perhatian Khusus Pertumbuhan kredit perbankan yang kian meroket

tersebut mendapat perhatian khusus dari Bank Indonesia selaku otoritas moneter di Indonesia. Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan, BI khawatir pertumbuhan KPR berpotensi bubble atau menjadi pemicu penggelembungan ekonomi di Indonesia. “Perhatian BI bukan mengarah kepada stabilitas sistem keuangannya, tetapi stabilitas prudensialnya, agar ekstensinya tidak terlalu kuat, kita ingatkan. Jangan sampai melebihi kepercayaan yang berlebih-lebihan sehingga harus diamati, supaya tidak jor-joran memberikan kredit,” ungkap Halim. Pertumbuhan KPR dengan luas bangunan di atas 70 meter persegi pada bulan April 2013 sudah mencapai 45,1 persen atau naik dibandingkan Maret 2013 yang sebesar 39,8 persen. Pertumbuhan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) dengan luas bangunan atau flat antara 22-70 meter persegi telah mencapai 83,8 persen pada bulan April 2013, atau meningkat dibandingkan Maret yang bertumbuh 79,6 persen. Adapun KPA di atas 70 meter persegi pada bulan April, lanjut dia, mencapai 71,4 persen atau naik dibandingkan Maret lalu yang sebesar 70,4 persen. “Porsi aman tergantung dari kebutuhan, tapi yang jelas kita masih jauh dari zona bahaya,” tutup Halim. (gam/bud)

JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Kamis (13/6) menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi enam persen yang sebelumnya selama 16 bulan bertahan di posisi 5,75 persen. Gubernur BI Agus Martowardoyo mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari bauran kebijakan untuk secara “pre-emptive” merespons meningkatnya ekspektasi inflasi serta memelihara kestabilan makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. “Penyesuaian BI Rate untuk meyakinkan bahwa kita proaktif dan dari awal memperhatikan semua hal. Tujuannya adalah menciptakan kestabilan ekonomi dan nilai tukar,” kata Agus. Agus mengatakan pergerakan nilai tukar tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain di seluruh dunia. Pergerakan nilai tukar itu terutama disebabkan perkembangan perekonomian Amerika Serikat dan penilaian lembaga rating yang menaikkan peringkat negeri tersebut dari negatif menjadi stabil. Karena itu, kata Agus, sangat wajar bila gejolak perekonomian global juga berdampak pada perekonomian Indonesia. Namun, di tengah gejolak yang terjadi itu, dia mengatakan investor menginginkan ada kepastian terhadap kebijakan fiskal Indonesia. Agus mengatakan BI terus mengikuti perkembangan pembahasan anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBN-P) antara pemerintah dan DPR. Menurut dia, pembahasan APBN-P antara pemerintah dan DPR berjalan dengan baik. “Kami melihat pembahasan APBN-P sudah semakin baik karena defisit anggaran diputuskan turun dari 2,48 persen menjadi 2,38 persen. Itu merupakan sinyal yang baik. Kesepakatan tentang tentang asumsi inflasi juga memperbesar kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM),” tuturnya. Terkait kapan kondisi perekonomian dalam negeri akan membaik, Agus mengatakan bahwa hal itu belum bisa diperkirakan karena terkait dengan kondisi di luar negeri. “Kita mendengar kondisi Jepang berkembang cukup baik. Namun, kita juga mendengar ada rencana stimulus akan dihentikan, jadi akhirnya membuat guncangan. Hal-hal itu yang perlu diwaspasdai,” tuturnya. Namun, Agus Martowardoyo mengatakan neraca pembayaram Indonesia akan membaik bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya meskipun transaksi berjalan kemungkinan akan lebih buruk dari triwulan sebelumnya. “Namun, kalau nanti APBN-P sudah disetujui dan ada penyesuaian harga BBM, itu merupakan berita yang ditunggu-tunggu, dan saya yakin kita akan lebih baik di triwulan ketiga,” ujarnya. Langkah Positif Sementara itu, Ekonom Mandiri Sekuritas Destry Damayanti mengatakan keputusan Bank Indonesia yang menaikkan BI Rate 25 basis poin menjadi enam persen merupakan langkah “pre-emptive” yang positif untuk menghadapi tekanan inflasi yang akan meningkat. “Itu sinyal supaya ekspektasi inflasi tidak melebar. Tekanan terhadap rupiah yang terus meningkat juga

mendorong BI mengambil kebijakan, dalam hal ini instrumen suku bunga,” kata Destry Damayanti. Destry mengatakan pada waktu yang sama, BI juga sudah mengambil langkah terkait likuiditas valuta asing untuk menjaga stabilitas mata uang. Menurut Destry, langkah yang diambil BI itu, merupakan respons terhadap kondisi pasar keuangan dan ketidakstabilan makro ekonomi dengan inflasi yang akan meningkat. “Namun, untuk memperbaiki kondisi makroekonomi kita, tidak bisa tindakan dari BI saja. Yang sekarang ditunggu adalah pemerintah yang mendukung dalam bentuk memberikan kepastian kebijakan,” tuturnya. Destry mengatakan apabila pemerintah hanya mengandalkan langkahlangkah BI untuk memperbaiki perekonomian, justru keseimbangan makroekonomi akan terganggu karena instrumen yang dimiliki BI hanya suku bunga, depresiasi mata uang dan cadangan devisa. “Kalau hanya melalui instrumen BI, itu justru tidak sehat. Pemerintah harus memberikan dukungan dengan memberikan kepastian sisi fiskal dan sektor riil,” katanya. Harga BBM Destry mengatakan pemerintah harus memberi kepastian mengenai jadi atau tidaknya serta kapan harga BBM bersubsidi akan dinaikan untuk mendukung langkah Bank Indonesia menaikkan BI rate. “Salah satu bentuk dukungan pemerintah adalah kepastian kenaikan harga BBM. Namun, yang pasti harga BBM memang harus naik,” kata Destry Damayanti. Destry mengatakan kalau pemerintah batal menaikkan harga BBM bersubsidi, beban perekonomian akan sangat berat. Begitu juga dengan neraca perdagangan yang akan semakin tertekan. Bagi Perbankan Destry mengatakan kenaikan BI Rate akan berdampak jangka pendek bagi perbankan yaitu memberatkan karena “cost of fund” akan naik, tetapi dalam jangka menengah dan panjang akan berdampak positif bagi perekonomian. “Di awal bank pasti akan berat karena harus menaikkan suku bungaa tabungan sehingga ‘cost of fund’ akan naik, tapi hal itu akan membuat bank lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit,” kata Destry. Destry mengatakan perbankan tak akan bisa menghindar untuk tidak menaikkan suku bunga tabungan. Dengan peningkatan inflasi yang bisa mencapai tujuh persen, masyarakat tidak akan mau menabung hanya dengan bunga lima persen. “Kalau tidak menaikkan bunga tabungan, uang kita secara riil akan tergerus. Makanya mau tidak mau bank harus menyikapi dengan menaikan suku bunga tabungan,” tuturnya. Mengenai kenaikan suku bunga kredit, Destry mengatakan perbankan akan melihat situasi terlebih dahulu. Apabila pertumbuhan kredit melemah karena suku bunga kredit yang terlalu tinggi, dia mengatakan juga bukan hal yang sehat bagi perbankan. “Jadi kemungkinan bunga kredit tidak akan naik terlalu tinggi. Biasanya yang lebih sensitif terhadap inflasi adalah ‘cost of fund’. Apalagi, persaingan bank saat ini semakin ketat,” katanya. (ant/rah)


14

TAPAL KUDA

SENIN 17 JUNI 2013 NO.0139| TAHUN II

ASET DAERAH

Investasi Pabrik Semen Bertambah

JEMBER - Investasi pabrik semen di Kabupaten Jember, Jawa Timur, bertambah pada tahun ini, karena dalam waktu dekat pabrik semen milik PT Imasco segera beroperasi di kabupaten setempat. “Pabrik semen berbendera PT Imasco akan berdiri di Jember dan sebelumnya sudah ada Pabrik Semen Puger milik PT Semen Puger Raya Sentosa, sehingga pendirian pabrik itu akan menambah daftar investasi yang masuk ke kabupaten setempat,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Jember, Achmad Sudiyono. Menurut dia, pabrik semen tersebut rencananya mendapat konsesi lahan pengelolaan

seluas 41 hektar di kawasan gunung kapur Grenden dengan ketinggian 80 meter di Kecamatan Puger, seperti pabrik Semen Puger yang lebih dahulu berdiri di sana. “Menurut penelitian mereka, gunung kapur di Puger itu akan habis dalam kurun waktu 82 tahun,” tuturnya. Berdasarkan laporan perencanaan yang diterima Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Jember tercatat kapasitas produksi pabrik tersebut mencapai 1 juta ton per tahun dan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 3.000 orang. “Tahun ini ada dua investasi pabrik yang masuk ke Jember yakni pabrik rokok

sigaret kretek tangan (SKT) milik PT HM Sampoerna Tbk dan pabrik semen PT Imasco. Ada beberapa investasi lainnya yang juga masuk ke Jember, namun masih dalam proses,” paparnya. Achmad mengaku tidak ingat berapa nilai investasi pabrik semen yang akan beroperasi di Kecamatan Puger tersebut, sedangkan nilai investasi pabrik Semen Puger tercatat sebesar Rp25 miliar. Sementara nilai investasi pabrik rokok milik Sampoerna di Desa Garahan mencapai Rp 386 miliar dan rencana kapasitas produksi per tahun sebanyak 3,2 miliar batang atau senilai Rp 2,9 triliun. (ant/rah)

KRIMINAL

Kecelakaan Beruntun Tewaskan 3 Orang

TOLAK KENAIKAN BBM. Sejumlah anggota Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar aksi tolak kenaikan BBM di Solo, Jateng. Dalam aksinya mereka menolak rencana kenaikan BBM karena dinilai akan membebani rakyat kecil.

Empat PSK Terjaring Razia Positif Terinveksi HIV PROBOLINGGO – Empat pekerja seks komersial (PSK) yang mangkal di lokalisasi Embong Miring, Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS. Hal itu diketahui usai dilaksanakan tes darah oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Para wanita itu terjaring razia petugas Satpol PP, Kamis (13/6) kemarin. Setelah terjaring razia, kemudian dilaksanakan tes darah. “Dari hasil tes darah di laboratorium kesehatan Pemkab Probolinggo, hasilnya ada empat pekerja seks komersial (PSK) yang positif terinfeksi HIV / AIDS,” kata dr. Diah Kuncarawati, Kepala Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PL), Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Minggu (16/6). Diah Kuncarawati mengatakan pihaknya selanjutnya mengambil langkah untuk melacak kerumahnya sesuai alamat yang diberikan.“Kita akan terus melakukan monitoring sampai pengobatan Anti Retrovire Virus (ARV) agar tidak berkembang menjadi parah,” terang Kabid P2PL, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Karena itu, kata dia, perlu

ada pendekatan kepada mereka supaya mau dikonseling dan diberi penyadaran agar tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain. “Pendekatannya harus fleksibel, jangan dikerasi,’’ jelas Diah Kuncarawati. Menurut Diah Kuncarawati, peranan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial maupun Yayasan yang konsen dengan masalah HIV/AIDS sangat dibutuhkan untuk mencegah peningkatan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Probolinggo. “Pengawasan dan penyadaran untuk tidak menularkan penyakitnya, biasanya dilakukan konselor yang melakukan tes langsung kepada para PSK tersebut,”katanya. Temuan baru tersebut menambah panjang deretan jumlah pengidap HIV/ AIDS di Kabupaten Probolinggo. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo menunjukkan, secara keseluruhan pengidap HIV/ AIDS mencapai lima ra-

tus orang. Jumlah itu sangat tinggi dari akumulasi penderita semenjak 2010 hingga 2013. Diakui, kasus HIV/ AIDS ibarat fenomena gunung es. Kelihatannya sedikit terlihat dipermukaan, namun yang belum diketahui cukup banyak. Penyakit Masyarakat Sementara itu, Kasi Trantib, Satpol PP Pemkab Probolinggo, Kristiana, mengatakan razia yang digelar untuk meminimalisir kegiatan prostitusi. Hal tersebut merupakan

implementasi penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2005 tentang pemberantasan pelacuran.“Pihaknya tegas memerangi penyakit masyarakat, termasuk praktik prostitusi,”ujarnya. Ia menambahkan, razia yang digelar sekaligus untuk menciptakan ketertiban menjelang pelaksanaan Bulan Ramadan. “Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan untuk memberikan rasa aman, nyaman dan tenang kepada warga di Kabupaten Probolinggo,”punkas Kristiana.(hud).

Tarung Bebas Ala Ponpes Genggong PROBOLINGO – Kabupaten Probolinggo, disamping dikenal sebagai basis pesantren, juga dikenal lewat tarung bebasnya. Gelaran pertandingan pencak silat yang mempertemukan semua aliran beladiri. Tarung bebas juga diikuti orang-orang yang ingin menjajal ilmu beladiri yang dimilikinya. Di atas arena peserta saling baku hantam. Sekilas terlihat seperti pertandingan tinju, namun seperti liar, dan sepanjang pertandingan digelar,

adegan adu jotos, tendangan atau bantingan, baik yang terukur atau tidak, jadi suguhan ribuan penonton, di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, Sabtu ( 15/6) malam. Semua peserta tampil tanpa dilengkapi dengan pelindung tubuh atau pengaman lain. Namun bila diamati ada perbedaan dalam pertandingan ini. Mayoritas peserta adalah para santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa

Timur. Sesuai dengan namanya tarung bebas, dua peserta diuji nyalinya untuk bertarung secara bebas. Sulaiman, salah satu peserta tarung bebas, mengaku sudah tahunan mengikuti kegiatan ini. Peserta, kata dia, dibebaskan untuk memukul, menendang, mengunci, bahkan membanting lawan. “Setiap peserta yang bertarung dibatasi selama lima sampai sepuluh menit dengan pengawasan ketat oleh wasit,”ujarnya. Selain memastikan pertandingan berjalan adil, lanjut dia, wasit juga bertugas mengontrol emosi peserta sehingga tidak berlebihan apalagi sampai muncul dendam. Tidak ada yang kalah dan menang dalam pertandingan ini karena dihelat bertujuan untuk melestarikan warisan leluhur dan media pemersatu warga Nahdliyin. Tarung bebas, lanjut Sulaiman, sudah menjadi tradisi warga Nahdlatul Ulama di Kabupaten Probolinggo. Layaknya tinju bebas, peserta saling baku hantam tanpa pelindung, namun tidak ada unsur dendam. “Tarung bebas, pada zaman kemerdekaan digunakan sebagai alat membela diri dan

mengusir penjajah dari Tanah Air. Tarung bebas juga identik dengan Perguruan Pagar Nusa,”terangnya. Brutal Tapi Sportif Dilengkapi dengan ring setinggi dua meter, dan para pendekar yang menjadi wasitnya. Menjadi lebih menarik, pertarungan satu lawan satu di mulai. Para petarung tidak menggunakan body protector ataupun head protector. Menariknya lagi, sasaran serangan bebas sebebas-bebasnya. Hanya ada dua aturan dalam pertarungan ini, yakni tidak boleh menggunakan senjata, hanya dengan tangan kosong, dan lawan harus se imbang. Dua orang yang siap bertarung naik ke atas panggung dan melampiaskan hasrat untuk saling mengalahkan, sebelumnya mereka bersalaman. Tak jarang, cucuran keringat mewarnai aksi mereka dalam beberapa menit di atas panggung tersebut. Karena bebas-bebas saja, alias tidak ada peraturan, kecuali setiap pemain mesti sportif, tidak memukul lawan yang sudah menyerah, atau memukul ke bagian belakang tubuh lawannya, pertandingan semakin menarik untuk di lihat.(hud).

LUMAJANG - Kepolisian Resort Lumajang, Jawa Timur, masih menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun yang menewaskan tiga orang dan empat orang lainnya mengalami lukaluka di Jalan Raya Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, Sabtu. “Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi, namun penyebab kecelakaan masih didalami,” kata Wakapolres Lumajang Kompol Andy Arisandi. Tiga orang tewas dan empat orang mengalami lukaluka akibat kecelakaan beruntun yang melibatkan dua truk gandeng, dump truk, dan satu mobil pikap di jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Lumajang-Probolinggo itu.

Tiga korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian adalah sopir dan kernet dump truk Ebik (29) dan Hengki asal Trenggalek, serta sopir mobil pikap yang bernama Mujiman (63) warga Yogyakarta, sedangkan korban yang mengalami luka-luka yakni Iskandar (55), Ta’atun (30), Nurhadi (42), dan Kurniawan (17). Menurut Andy, kecelakaan tersebut bermula dari kendaraan pikap dengan nomor polisi (nopol) B 9822 E dari arah utara menuju ke selatan berusaha mendahului truk gandeng yang bernopol P 8984 UT dari arah yang sama, namun dari arah berlawanan ada kendaraan “dump truck” nopol BE 9467 BP, sehingga tabrakan tidak terhindarkan. “Mobil pikap terpental dan

menabrak truk gandeng, sedangkan dump truk mengalami patah as dan oleng hingga menabrak sebuah truk gandeng lainnya yang bernopol L 8043 HI yang berjalan dari arah utara menuju selatan,” paparnya. Korban tewas langsung dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Haryoto Lumajang untuk diotopsi, sedangkan korban yang mengalami luka berat dan ringan juga dirawat di rumah sakit setempat. Pasca kecelakaan, lanjut dia, polisi lalu lintas langsung mengevakuasi kendaraan yang melintang di jalan, sehingga arus lalu lintas yang menghubungkan Kabupaten Lumajang-Probolinggo berjalan lancar.(ant/rah)


OPINI

15

SENIN 17 JUNI 2013 NO. 0139 | TAHUN II

salam songkem

Adipura, Pengakuan Apa Peningkatan?

S

Kenaikkan BBM Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) tak terelakkan? Sepertinya memang menjadi suatu keharusan. Sebab, seiring dengan pembahasan RAPBN-Perubahan 2013 pada 17 Juni mendatang, maka pemerintah diperkirakan akan langsung mengumumkan kenaikan BBM, jenis premium menjadi Rp 6500 dan solar Rp 5.500 perliter. Selain itu, kenaikan BBM juga sudah mendapat dukungan sebagian besar politisi di Senayan dan partai. Hanya PKS dari partai koalisi yang berani dengan lantang menolak kenaikan bahan bakar minyak tersebut. Akibat tidak sejalan dengan kehendak pemerintah dalam upaya menaikkan BBM itu, PKS jadi terkucilkan dan bahkan diusir dari koalisi. Setidak-tidaknya pengusiran itu terlihat dari bahasa tubuh Presiden RI SBY. Memang, kenaikan BBM masih menjadi pro dan kontra. Tampaknya kali ini, kenaikan itu tak bisa lagi dihindarkan. Bila tidak, maka dampaknya pada adanya defisit makin melebar hingga 3,8 %. Pembengkakan defisit itu justeru tidak sesuai dengan UU Keuangan Negara yang menetapkan defisit nasional dan daerah maksimal 3 %. Karena defisit yang melonjak itu akan menyebabkan subsidi energi juga meningkat dari p 110 triliun menjadi Rp 287 triliun. Tidak hanya itu, bahkan menurut Menteri Keuangan Chatib Basri, kuota volume BBM bersubsidi yang semula 46 juta kiloliter jadi membengkak pula hingga mencapai 53 juta kiloliter. Padahal, selama ini BBM yang telah disubsidi pemerintah itu cenderung dinikmati oleh orang-orang kaya di negeri ini. Semestinya subsidi BBM diberikan untuk warga tak mampu yang lebih membutuhkannya. Sejatinya kenaikan BBM merupakan suatu permainan politis para penguasa negeri ini. Bila menilik alasan di atas, sepertinya kenaikan BBM perlu mendapat dukungan dari semua elemen rakyat Indonesia. Akan tetapi, realitasnya itu permainan politis dari sudut pandang pemerintah dan para pendukungnya yang berkepentingan dengan kenaikan BBM. Dukungan terhadap kenaikan harga BBM bisa saja berubah. Terutama ketika rakyat memahami Pemerintah berupaya menaikkan harga BBM sebenarnya sangat tak wajar. Kenaikan BBM hanya menambah beban rakyat. Warga miskin akan bertambah. Upaya pemerintah mengimbangi kenaikan BBM dengan pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) selama empat bulan untuk 15 juta warga miskin dengan Rp 150.000/KK/ bulan, kiranya hanya peredam gejolak. BLSM itu bila dijumlahkan memang tidak sedikit, namun nilainya menjadi tak seberapa bila dibandingkan dengan penderitaan rakyat yang berkempanjangan akibat kenaikan harga BBM itu. Apalagi BBM jenis bensin dijual Rp 4500/liter pun sebenarnya masih mendatangkan hasil bagi pemerintah. Pemerintah tidak merugi, tapi untung sekitar Rp 1.237/liter. Keuntungan itu diperoleh dengan asumsi lifting 900.000 berel/hari. Sedang konsumsi dalam negeri 1350.000-1.400.000 barel/ hari, maka pemerintah harus mengimpor 500.000 barel/hari. Hitung-hitungannya, bedasarkan data di atas, [(900.000 x 15) $ + 500.000 x (120 + 15) $] x Rp.9.000 /$ = (13.500.000 + 67.500.000) $ x Rp 9.000 = Rp 729.000.000.000 untuk 1.400.000 barel, atau Rp. 520.714/barel. Jadi harga BBM sebenarnya yang kita konsumsi = Rp. 520.714: 159 liter = Rp 3.263 (Tiga ribu dua ratus enam puluh tiga rupiah) per liter. Pemerintah menjual BBM kepada rakyatnya sendiri dengan harga Rp 4.500/liter, berarti Pemerintah masih untung (Rp 4.500 – Rp 3.263) = Rp 1.237/liter. Rakyat mensubsidi Pemerin-tah Rp 1. 237/liter. Begitulah dalam satu rilisan salah satu partai. Maka, bila pemerintah masih menaikkan harga BBM, berarti pemerintah masih mengharapkan rakyat Indonesia lebih banyak lagi mensubsidi Pemerintah, bukan pemerintah yang mensubsidi BBM untuk rakyat. Itu artinya, sama saja dengan mengatakan Pemerintah ingin menarik keuntungan lebih banyak lagi dari rakyatnya sendiri melalui kenaikan BBM. (*)

A. Busyro Karim Penulis Buku tinggal di Sumenep

Selamat untuk warga Sumenep. Semoga dengan momentum adipura, kita dapat lebih gigih melestarikan lingkungan bersih menjadi tradisi di kota yang kita cintai ini. Amin

D

refleksi World Through My Mind Oleh: Kaisar Kiasa Kasih S.P

Zaharuddin M Ketua Umum PK PMII STAINU Jakarta

D

unia ini dipenuhi oleh pengetahuan yang utopis. Dengan adanya pengetahuan kita mengetahui banyak hal dalam seluruh segi kehidupan. Pengetahuan menciptakan norma - norma dan rasa saling memiliki. Satu individu mengakui eksistensi dari setiap manusia itu sendiri, lebih tepatnya pengetahuan lah yang muncul lebih dahulu sebelum adanya eksistensi manusia. Pengetahuan menciptakan kebaikan . Pengetahuan juga mengakibatkan ketidakpastian bagi kehidupan manusia, yaitu terciptanya teknologi positif dan dapat membantu kehidupan manusia sehari - hari, tetapi di samping itu terdapat teknologi yang di salah gunakan oleh manusia. Manusia memanfaatkan nya untuk kepentingan dalam menjaga eksistensi suatu kelompok atau negara (power existence) hingga timbul monopoli konspirasi yang bisa merugikan manusia yang lain nya diindikasikan sebagai suatu power demi kepentingan oknum tertentu. pengetahuan mengakibatkan kejahatan. Kebaikan tercipta karena adanya pengetahuan, pengetahuan mengakibatkan kejahatan dan semua itu berasal dari ketidaktahuan. Rasa ketidaktahuan lah yang menciptakan segala segi yang terjadi di dunia ini, tanpa ada rasa (panca indera) maka tidak akan ada ketidaktahuan yang memunculkan segalah hal yang berubah di dunia ini.

” Adanya kebaikan dikarenakan adanya pengetahuan, pengetahuan mengakibatkan kejahatan, dan ketidaktahuanlah yang memulainya”

A

eringkali kita dengar, bahwa tidak ada kecap nomor dua, karena semua kecap pasti nomor satu. Ungkapan Itu ingin menunjukkan bahwa penilaian subyektif lebih berpihak pada si empunya. Seperti ketika seorang ibu bilang, anak saya paling cakep se dunia. Cakep yang dimaksud pasti lebih pada membesarkan hati anak, atau penilaian yang didominasi emosional kecintaan dari pada pertimbangan logika maupun akal. Memang adakalanya penilaian semacam itu terkadang diperlukan. Seperti pada acara ajang pencari bakat di televisi. Pada acara tersebut, keputusan akhir penilaian berada pada hasil polling permirsa televisi yang subyektif. Sedangkan juri vote lock yang terdiri dari orang profesional hanya sebatas pemberi komentor untuk menciptakan opini pemirsa. Akibat dari cara penilaian semacam itu, seringkali muncul peserta yang diunggulkan kalah secara kualitas dari peserta nomor dua. Lalu bagaimana dengan penilaian adipura? Apakah Kabupaten Sumenep atau daerah lainnya yang turut menerima sudah unggul secara kualitas kebersihan lingkungannya dibandingkan dengan daerah lainnya yang belum berhasil menerima penghargaan tersebut? Untuk menjawabnya perlu dilakukan telaah lebih konprehensip. Pertama, harus diakui penilaian pada penentuan daerah yang berhak menerima adipura sudah dilakukan secara obyektif dan benar. Tidak didasarkan pada emosional daerah mana yang lebih dekat hubungannya dengan pemerintah pusat. Sehingga daerah yang terpilih memang lebih unggul secara kualitas disbanding dengan daerah lainnya yang belum berhasil. Tapi apakah kualitas itu berlangsung secara konsisten, tidak serta merta hanya ketika hendak dilakukan penilaian? Bagi Kabupaten Sumenep, masalah konsistensi itu tampaknya sudah dibuktikan. Enam kali meraih adipura tentu lebih dari cukup untuk menunjukkan konsistensi daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dan enam kali bisa bertahan tentu bukan perkara mudah. Apalagi semakin kedepan upaya yang dilakukan semakin bertambah. Tahun ini misalnya, mempertahankan perolehan adipura tentu lebih berat jika dibandingkan dengan memulai untuk pertama kalinya memperoleh adipura. Mengapa demikian, karena jika pada awal pencapain prestasi antara keuntungan dan resiko jauh lebih

DPR adalah corong aspirasi rakyat untuk menyalurkan segala macam aspirasinya, oleh karena itu jika mereka secara de facto hanya mewakili aspirasi partai yang mengusungnya maka kesejahteraan rakyat bisa dijamin akan semakin jauh panggang dari api.

berpihak pada pemerintah, yaitu kalau berhasil prestasi, kalau tidak berhasil tidak masalah. Bisa diulang lagi perjuangannya tahun depan. Kalau mempertahankan prestasi, jika berhasil animo masyarakat tidak seberapa, karena sudah terbiasa dengan penghargaan. Sedangkan kalau gagal tidak bisa dibayangkan seperti apa publik menanggapinya. Jadi jangan heran, kalau sampai raihan prestasi adipura tahun ini tidak begitu terasa atau tenggelam dalam ritme keseharian. Kurang mendapat sambutan meriah dan sepi dari keterikatan emosional pengiringnya. Itu bukan soal. Karena yang terpenting untuk dipermasalahkan adalah apakah prestasi yang diraih sampai tahun ini sudah sesuai dengan hakekat/kenyataan di lapangan? Bukankah penghargaan seberapapun nilainya, setinggi apapun raihan yang diperolehnya, tetap saja itu merupakan bentuk menghargaan formalitas dari jastifikasi hasil penafsiran orang perorang. Hakikatnya, substansinya bisa jadi bertentangan atau paling tidak baru sebatas mendekati. Oleh karena itu, agar prestasi adipura ini benar-benar sejatinya dari kondisi riil yang dirasakan, maka adipura jangan sampai mejadi pemuas belaka. Adipura jangan menjadi pelipur lara. Jangan jadi candu pelarian semata. Agar lebih bermakna, adipura harus diukur sejauh mana keberhasilan lingkungan bersih itu hinggap dalam keseharian hidup warga. Sejauh mana budaya bersih itu benar-benar dapat mentradisi. Itulah PR kita selanjutnya. Karena siapa yang bisa menjamin, bahwa kita sudah tidak punyak masalah lagi dalam soal lingkungan bersih. Dan siapa yang bisa menggaransi konsistensi selama 6 tahun ini bisa menangkal dampak negatif dari lingkungan yang ada. Karena jangan-jangan raihan ini hanya merupakan afek samping dari program temporal semata. Program dihapus, kebersihan tidak berlanjut. Berbeda jika kebersihan itu sudah menjadi budaya kota. Tanpa program temporal dari pemerintah, kebersihan itu tetap berjalan secara swadaya ditengahtengah masyarakat. Kalau ini yang kita raih, perolehan adipura sudah bukan lagi sebagai penghargaan. Tetapi lebih dari sebatas pengakuan. Mendapatkan adipura atau tidak, sama saja. Sebab, dari perspektif ini, dinilai atau tidak, diberi anugerah atau tidak, kenyataannya bersih lingkun-

gan memang sudah menjadi tradisi. Pada perspektif ini penghargaan baru bisa dibanggakan jika penilaian didasarkan pada perkembangan dan peningkatan budaya bersih dari tahun ketahun. Peningkatan dalam hal ini merupakan budaya kelanjutan dari perkembangan budaya yang ada sebelumnya. Kenapa bangga, karena dengan pendekatan perkembangan dan peningkatan budaya bersih menujukkan adanya dinamis pembangunan dan budaya masyarakat Sumenep dalam menyikapi soal kebersihan lingkungan. Yang disayangkan, kalau perolehan adipura sampai saat ini baru sebatas efek samping dari program pemerintah semata. Kalau demikian, ini berarti keberhasilan yang dicapai lebih dikarenakan oleh faktor keterpaksaan. Kita tahu, yang namanya kebijakan pemerintah atau kekuasaan itu sifatnya memaksa. Terlepas pemaksaan itu terjadi secara kolektif dimana antara pemerintah dan warga masyarakat sudah terjalin kontrak aspiratif. Yang pasti, dalam pelaksanaannya pemerintah tetap bertindak sebagai eksekutor. Kalau lingkungan bersih berangkat dari keterpaksaan, sama halnya dengan adanya pemaksaan formalitas baik pada realitas lingkungan yang kurang baik. Atau lebih parah lagi, ada pengingkaran kenyataan dari lingkungan itu sendiri. Sebab jika tidak terpaksa tidak demikian adanya. Lalu bagaimana agar hakekat kebersihan lingkungan di Sumenep benar-benar bisa dicapai? Satu kata kuncinya, yaitu bagaimana partisipasi masyarakat secara sadar dan penuh tanggungjawab terhadap pentingnya menjaga lingkungan bersih dapat diwujudkan. Tidak hanya partisipasi dalam menyongsong program pemerintah terkait dengan lingkungan. Tetapi partisipasi sesama warga masyarakat secara independen dari gagasan awal, perencanaan sampai pada pelaksanaan, murni berangkat dari kesadaran masyarakat. Kalau ini bisa dicapai, saya dapat mengatakan, perhargaan boleh tidak ada, asal hakekat, fakta dan realitasnya sudah kita capai. Tapi jangan sampai penghargaan itu tidak diberikan, jika ternyata kami warga Sumenep memang benar-benar berhasil dalam menjaga lingkungan. Akhirnya, selamat untuk warga Sumenep. Semoga dengan momentum adipura, kita dapat lebih gigih melestarikan lingkungan bersih menjadi tradisi di kota yang kita cintai ini. Amin. =

Menyoal Kinerja DPR

r.As’ad Sa’id Ali (2009) dalam bukunya yang berjudul Negara Pancasila menjelaskan bahwa secara struktural konsep demokrasi di bangsa Indonesia ini sudah terrealisasi secara maksimal, ini terbukti dari adanya sistem pemilihan umum dalam memilih Presiden,Wakil Presiden, dewan perwakilan rakyat (DPR), Gubernur dan seterusnya yang dipilih lansung oleh seluruh rakyat Indonesia. Namun aplikasi dan implementasi dari nilai-nilai dari demokrasi tersebut belum dirasakan dan dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia yang sesuai dengan tujuan pancasila dan Undang–Undang Dasar 1945, hal ini terlihat dari masih banyaknya diskriminasi dan ketidakadilan terhadap seluruh rakyat Indonesia baik dari ekonomi, sosial, pendidikan, maupun keamanannya. Terjadinya diskriminasi dan ketidakadilan terhadap masyarakat disebabkan karena banyak kepentingan-kepentingan yang tidak sesuai dengan Undang-Undang dan tidak lagi memikirkan nasib masyarakat, hal ini terbukti dari banyak rancangan dan bahkan undang-undang yang disusun oleh dewan perwakilan rakayat (DPR) tidak sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai pancasila yang katanya dijadikan sebuah landasan ideologi bagi seluruh rakyat Indonesia, seperti undang-undang tentang buruh, pendidikan dan lain sebagainya. Dewan perwakilan rakyat (DPR) yang dalam Undang-undang dijelaskan berfungsi sebagai perwakilan rakyat yang seharusnya memikirkan dan menyalurkan aspirasi rakyat di parlemen dalam mengatur dan mengambil kebijakan demi kenyamanan, keamanan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia ini, namun kenyataannya fungsi tersebut tidak dilaksanakan secara maksimal akan tetapi mereka hanya memikirkan kepentingan pribadi, partai bahkan kepentingan asing saja, tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kesulitan rakyat. Contohnya seperti kasus korupsi yang dilakukan oleh beberapa anggota dewan perwakilan Rakyat (DPR) dengan melibatkan para rekan-rekan partai politik dan golongannya. Sikap seperti inilah yang menjadi permasalahan sekarang di kalangan masyarakat baik di daerah maupun di pu-

sat, sehingga yang menjadi pertanyaan oleh oleh masyarakat adalah apakah dewan perwakilan rakyat (DPR) ini masih pantaskah dinamakan dengan dewan perwakilan rakyat ataukah sudah berubah menjadi dewan perwakilan partai?. Pertanyaan tersebut muncul karena banyak kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah dan dewan perwakilan rakyat (DPR) yang sering kali mengambil keputusan dan kebijakan tidak mempertimbangkan kebutuhan masyrakat kalangan bawah atau masyrakat miskin, seperti kebijakan pemerintah dan kesepakatan dewan perwakilan rakyat (DPR) dalam menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dari 4500 rupiah menjadi 6000 rupiah. Kebijakan ini membuat masyarakat kalangan bawah merasa gelisah akan kenaikan bahan pokok lainnya seperti sembako, pakaian, dan transportasi, yang merupakan dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kemudian yang juga jadi permasalahan bagi rakyat adalah apakah dewan perwakilan rakyat (DPR) ini merupakan rekomendasi dari rakyat secara lansung ataukah merupakan rekomendasi dan utusan dari partai politik?, secara logika kita berfikir kalau dewan perwakilan rakyat (DPR) ini wakil dari rakyat berarti dewan perwakilan rakyat (DPR) ini hasil dari rekomendasi dari rakyat dan kerja untuk rakyat, begitu sebaliknya jika dewan perwakilan rakyat (DPR) ini merupakan utusan dan rekomendasi dari partai politik berarti wajar ketika seorang anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) dalam mengambil kebijakan dan merancang undang-undang tidak memihak pada masyrakat akan tetapi lebih mementingkan kepentingan partai politiknya. Realitanya sekarang yang sama-sama kita rasakan dan kita amati bersama bahwa dewan perwakilan rakyat (DPR) adalah utusan dan rekomendasi dari partai politik bukan dari hasil rekomendasi rakyat, ini terbukti dari banyaknya partai politik yang bergerak mencari kader yang mau masuk dan bergabung kedalam partainya dan mau dicalonkan menjadi anggota legislatif untuk sebagai perwakilan partai tersebut. Dan bahkan banyak dari partai politik yang turun lansung ke kalangan

masyarakat untuk berkampanye dan mensosialisasikan partainya dengan tujuan agar masyarakat bisa memilihnya ketika dipemilihan umum yang akan mendatang. Gerakan ini bisa terbaca oleh kita semua betapa banyaknya kepentingankepentingan yang diharapkan oleh beberapa golongan untuk bisa menguasai kedudukan diparlemen sehingga kebijakan dan keputusan nanti akan bisa menguntungkan mereka sesuai dengan yang mereka inginkan. Karena kebijakan penuh dalam merancang undang-undang ada ditangan mereka dan akan ditetapkan sesuai dengan kepentingannya tanpa memikirkan kepentingan masyarakat kalangan bawah atau masyarakat miskin. Masalah inilah yang menyebabkan hilangnya eksistensi dewan perwakilan rakyat (DPR) dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Hal ini disebabkan karena banyaknya kebijakan pemerintah yang tidak lagi sesuai dengan harapan dan tujuan bangsa indonesia ketika merdeka. Sedangkan tujuan dari bangsa Indonesia ini dimerdekakan adalah untuk menciptakan kesejahteraan, keamanan, kenyamanan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia yang tanpa diskriminasi. Dalam memperbaiki citra dan eksistensi diri dewan perwakilan rakyat (DPR) yang secara konstitusi sebagai perwakilan dari suara rakyat, maka ke depannya dalam mengambil kebijakan dan memutuskan suatu perkara dewan perwakilan rakyat (DPR) harus mempertimbangkan kepentingan, kesejahteraan, kebutuhan, dan keamanan seluruh rakyat Indonesia, bahkan yang lebih urgen dalam mengambil segala keputusan DPR harus mengdepankan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang sejak Indonesia merdeka sampai sekarang dijadikan sebagai landasan dan idiologi oleh para tokoh nasional dalam menetukan arah dan bentukan negara Indinesia ini. DPR adalah corong aspirasi rakyat untuk menyalurkan segala macam aspirasinya, oleh karena itu jika mereka secara de facto hanya mewakili aspirasi partai yang mengusungnya maka kesejahteraan rakyat bisa dijamin akan semakin jauh panggang dari api. Wallahu a’lam bis sawab. =

Pemimpin Redaksi Abrari, Wakil Pemimpin Redaksi Zeinul Ubbadi, Redaktur Ahli M. Husein, Redaktur Pelaksana Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari, Sekretaris Redaksi Benazir Nafilah, Tata Letak Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Desain Grafis Ach. Sunandar, M. Farizal Amir, Fotografer Mahardika Surya Abriyanto, Website Hairil Anwar, Biro Sumenep Hayat (Kepala) Syah A. Latief, Syamsuni, Junaidi, Biro Pamekasan G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Biro Sampang Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H, Junaidi, Holis, Biro Bangkalan Moh. Ridwan (Plt. Kepala), Doni Harianto, Biro Surabaya Hana Diman (Kepala), Ari Armadianto, I Komang Aries Dharmawan, Viane Cara Rima Pamela, Joeli Hidayati, Agus Setyawan, I Made Ardhiangga Probolinggo Pujianto Biro Jakarta Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy Kontributor Sugianto (Bondowoso) FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia), Manajer Pemasaran Moh. Rasul Accounting Ekskutif Deddy Prihantono, Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim, (Pamekasan) Siti Farida, (Sampang), Taufiq (Bangkalan) G. A. Semeru (Surabaya) Penerbit PT. Koran Madura, Komisaris Rasul Djunaidi, Direktur Utama Abrari, Direktur Keuangan Fety Fathiyah, Alamat Redaksi Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, email koranmadura@ymail.com, opini.koranmadura@gmail.com, Telepon/Fax (0328) 6770024, No. Rekening BRI 009501000029560, NPWP 316503077608000 http://www.koranmadura.com/ | Wartawan Koran Madura dibekali ID Card (kartu pengenal) dan tidak diperkenankan menerima imbalan berupa apapun dari narasumber


OLAHRAGA

16

SENIN 17 JUNI 2013 NO. 0139 | TAHUN II

3-0

Pesepakbola Persepam Madura United (P-MU) Rossi Noprihanis (tengah) dikawal dua pesepakbola PSPS Pekan Baru, dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) putaran ke dua, di Stadion Gerlora Bangkalan (SGB), Bangkalan, Jatim, Minggu (16/6).

Sape Kerrap Tundukkan Asykar Bertuah BANGKALAN-Persepam Madura United (PMU) sukses melibas tamunya PSPS Pekanbaru dengan skor telak 3-0 dalam pertandingan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Bangkalan, Minggu (16/6/2013).. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri tren buruk tidak pernah meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir di kandang sendiri. Dengan tambahan tiga angka itu, Persepam naik satu strip ke posisi 12 klasemen sementara menggusur Persiba Balikpapan. Sementara PSPS semakin terbenam di dasar klasemen. Bermain di hadapan ribuan Taretan Mania –sebutan pendukung-, P-MU langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Gol pembuka dicetak Rossi Noprihanis di menit ke-3 babak pertama. Pemain asal Nusa Tenggara Barat ini berhasil lepas dari hadangan pemain belakang PSPS Lutfi Hidayat dan berhasil menggetarkan gawang Fance Haryanto. 1-0. Berhasil unggul cepat membuat kepercayaan diri “Laskar Sape Kerrap” kian meningkat. Mereka tidak menurunkan intensitas serangan dan enjoy mendominasi laga. Beberapa kali Zainal Arif, Alain N’Kong

dan Busari mengancam gawang PSPS. Beruntung, Fance Haryanto tampil cukup gemilang. Sementara PSPS mencoba meningkatkan tempo permainan untuk membalas ketertinggalan. Namun, hingga babak pertama berakhir, skor tetap tidak berubah. Laga babak kedua baru berjalan 4 menit, P-MU berhasil mencetak gol kembali (menit 49’). Kali ini Rossy Noprihanis mengkreasi dengan umpan matangnya yang mampu dikonversi menjadi gol oleh gelandang enerjik P-MU, Alain N’Kong. 2-0. Meski ungul dua gol atas tamunya, Laskar Sape Kerrap semakin bersemangan membombardir pertahanan PSPS. Namun Fance Haryanto mampu mementahkan beberapa peluang yang dimiliki P-MU. Penampilan gemilang dari kipper PSPS ini hampir

membuat frustasi pemain depan P-MU. Menit 67, Pelatih P-MU Daniel Roekito melakukan pergantian pemain. Zainal Arif digantikan Gomez, sementara Khoirul Mashuda ditarik keluar dan digantikan Issac Djober. Pergantian ini mampu meningkatkan daya gedor tim kebanggaan Madura ini. Namun, beberapa peluang yang tercipta terbuang sia-sia. PSPS sendiri tampak bermain lebih aman agar tidak kebobolan lagi. Babak injury time, Wasit memberikan hadiah penalty kepada P-MU setelah menilai terjadinya pelanggaran handball pemain PSPS. Ali Khadafi yang maju sebagai eksekutor mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, dan memperbesar kemenangan kubuh Persepam MU menjadi 3-0. Ditemui usai pertandingan, pelatih P-MU Daniel Roekito mengaku belum sepenuhnya puas dengan kinerja tim walau mengakui tiga angka sangat berharga bagi timnya. “Masih butuh kerja keras lagi untuk meningkatkan level permainan. Kami memang menguasai pertandingan, tapi seharusnya bisa lebih baik lagi,” tutur

Daniel selepas pertandingan. Pelatih asal Rembang ini juga memuji pencetak gol pertama P-MU Rossy Noprihanis, “Rossy bermain bagus sebagai pemain pengganti lawan Persija, jadi saya memberinya kesempatan dan dia bisa mencetak gol. Pastinya ada evaluasi lagi karena kami harus bisa lebih baik sebelum tur ke Kalimantan.” Pelatih PSPS Afrizal Tanjung mengakui timnya sangat sulit untuk bangkit di Gelora Bangkalan setelah diempaskan Persela 9-1. Walau Persepam memiliki rekor kurang memadai di kandang, Afrizal menyebut timnya dalam kondisi yang lebih buruk baik dari sisi teknis maupun non teknis. “Persepam layak menang karena bermain lebih bagus. Jujur saja kami tidak mampu melakukan tekanan berarti. Saya tidak bisa banyak berharap karena memang kondisi tim sedang kurang menguntungkan. Semoga di pertandingan kandang nanti PSPS bisa lebih baik dan mental pemain kembali pulih,” tutur Afrizal yang menggantikan Mundari Karya sebagai pelatih PSPS. Laga berikutnya, MU bakal menantang Mitra Kukar dan Persisam Samarinda. (dar)

Napoli-MU Bersaing Buru Strootman, Isco Diminati Madrid-City ROMA - Runner up Liga Seri A Italia musim 20122013 Napoli mengikuti perlombaan memburu pemain muda Belanda Kevin Strootman yang bersinar di Piala Eroa U-21 di Israel. Tetapi Napoli harus bersaing dengan Manchester United (MU) merebut pemain PSV Eindhoven ini. Kemampuannya sebagai gelandang bertahan sudah membuat Strootman menarik minat banyak klub besar Eropa. MU dan Napoli paling ngebet mendapat tanda tangan pemain berusia 21 tahun ini. Napoli dilaporkan sudah berkomunikasi dengan PSV Eindhoven sebagai pemilik sang pemain. Agen si pemain sudah mengungkapkan bahwa Il Partenopei sudah mengadakan pembicaraan dengan PSV selaku pemilik eks pemain Utrecht dan Sparta Rotterdam itu. Apalagi Rafael Benitez sebagai pelatih Napoli ingin manajemen tim membeli pemain berkualitas untuk bersaing di Liga Champions musim depan. Namun, mengenai kelanjutan karier Strootman musim depan baru akan diketahui setelah Strootman pulang dari Israel. “Napoli serius tertarik

pada Kevin Strootman dan PSV sudah mengonfirmasi pada kami mengenai perkembangannya dalam beberapa hari terakhir,” ujar sang agen sang pemain. Dia melanjutkan, “Tapi untuk saat ini si pemain fokus total untuk main bagus di Piala Eropa U-21 bersama negaranya. Usai turnamen itu dia baru akan memikirkan soal masa depannya.” Sementara itu, bintang Malaga yang juga sedang bersinar bersama Timnas Spanyol U-21, Isco belum mau ambil pusing dengan masa depannya. Meskipun namanya ramai digosipkan bakal pindah musim panas ini, Isco yang baru 21 tahun masih fokus dengan Timnas Spanyol di Piala Eropa U-21. Isco menjadi salah satu pemain muda yang paling diperebutkan di bursa musim panas. Dia tampil gemilang dengan mengemas 12 gol dalam total 46 penampilan dan turut mengantar Los Boquerones melaju sampai perempat final Liga Champions. Sejumlah klub seperti Real Madrid dan Manchester City menaruh minat serius pada pemain yang tampil memukau di Israel dan selalu

mencetak gol untuk Spanyol. Tetapi City berpeluang mendapatkannya karena faktor pelatih Manuel Pellegrini yang menjadi pelatih Isco di Malaga. Isco sendiri tak mau berkomentar banyak soal gosip-gosip tersebut karena ia baru akan memutuskan ke mana ia akan hengkang usai perhelatan laga final kontra Italia awal pekan ini. “Saya tak tahu apakah ada kabar terbaru dan jika ada pun saya tidak akan mengatakannya. Saya akan putuskan soal masa depan usai Piala Eropa U-21,” pungkasnya. (Sky sports/aji)

Nama Lengkap Francisco Román Alarcón Suárez Nama Panggilan Isco Tetala Benalmádena, Spanyol, 21 April 1992 (usia 21) Tinggi 1.76 m (5 ft 9 1⁄2 in) Posisi bermain Gelandang Menyerang Nama Klub Málaga Nomor Kaos 22

Persebaya 1927 Menang Tipis 2-1 atas Perseman SURABAYA - Tuan rumah Persebaya 1927 meraih kemenangan tipis 2-1 atas Perseman Manokwari, Papua, pada pertandingan lanjutan Indonesia Premier League di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu. Dua gol kemenangan “Bajul Ijo” disumbangkan pemain asingnya, masing-masing Fernando Soler saat laga baru berjalan dua menit dan Mario Karlovic pada menit 81, sedangkan gol balasan Perseman dicetak Cornelis Kaimu pada menit 54. Persebaya sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencetak gol lebih banyak, akan tetapi sejumlah peluang yang tercipta gagal dimanfaatkan Andik Vermansyah dan kawan-kawan. “Meskipun hanya menang tipis, tetapi kami tetap bersyukur. Anak-anak sudah bermain maksimal sepanjang 90 menit, tetapi lawan juga tampil disiplin,” kata Pelatih Persebaya 1927, Ibnu Grahan, selepas pertandingan. Setelah unggul cepat, Persebaya terus menekan

pertahanan Perseman dan hampir menambahkan keunggulan. Rendi Irawan yang sudah berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang Perseman Caitanus Ohoilulin, gagal melesakkan bola ke gawang. Sementara itu, usaha Mario Karlovic melalui tendangan keras dari luar kotak penalti, masih membentur mistar gawang Caitanus. Kendati mendapatkan tekanan, Perseman berani memberikan perlawanan melalui Cornelis Kaimu. Namun, dua kali usahanya mampu digagalkan penjaga gawang Dimas Galih. Mantan penyerang Deltras Sidoarjo itu akhirnya mampu menyeimbangkan skor pada menit 54, setelah meneruskan umpan datar Marcio Souza. Bintang Persebaya 1927, Andik Vermansyah, beberapa kali melakukan penetrasi tetapi terhadang ketatnya lini pertahanan Perseman. Usaha pemain timnas itu untuk mencetak gol lewat tendangan jarak jauh, juga masih belum membuahkan hasil.

Mario Karlovic akhirnya memastikan kemenangan “Bajul Ijo” menjelang laga usai, setelah bekerja sama dengan Feri Ariawan yang merangsek dari sisi sayap dan meloloskan bola ke jantung pertahanan untuk diteruskan Karlovic menjadi gol. (ant/ ddk/dar)

Persebaya:

Dimas Galih (penjaga gawang), Goran Gancev, Nurmufid Fastabiqul, Mat Halil, Yusuf Hamzah, Taufiq, Jusmadi, Mario Karlovic, Rendi Irwan/Feri Ariawan, Fernando Soler, Andik Vermansyah.

Perseman:

Caitanus Ohoilulin/Hidayat Brutu (penjaga gawang), Valentino Telaubun, Rizal Lestaluhu, Yosep Marandof, Jhon Patikawa, Tomy Propka, Ronald Maisido, Lucas Lattuperisa, Hesbon Indduw/ Irfan Yunus, Marcio Souza, Cornelis Kaimu.

Pesepak bola Persebaya Surabaya, Mario Karlovic (kiri) dihadang pesepak bola Perseman Manokwari, Tomy Oropka (kanan) dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) 2013 di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jatim, Minggu (16/6). Persebaya Surabaya mengalahkan tamunya Perseman Manokwari dengan skor 2-1.

Taufik Hidayat Gantung Raket JAKARTA-Bintang bulu tangkis Indonesia Taufik Hidayat menyampaikan salam perpisahan kepada para puluhan ribu penggemarnya di Istora Senayan Jakarta dalam acara khusus disela-sela kejuaraan bulu tangkis Djarum Indonesia Terbuka 2013, Minggu.

Taufik memutuskan gantung raket setelah 25 tahun berkiprah sebagai atlet bulu tangkis yang telah mencatat deretan prestasi gemilang. Pada kesempatan yang sama, Taufik bahkan diberi penghargaan oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sebagai salah satu atlet terbaik yang disampaikan secara simbolik oleh Ketua Umum PBSI Gita Wirjawan. “Mungkin ini waktu yang tepat bagi saya untuk memutuskan pensiun sebagai atlet bulu tangkis Indonesia,” kata Taufik dengan mata berkaca-kaca. Taufik tak lupa mengucapkan terimakasih kepada seluruh pendukungnya, orang tua, keluarga, dan PBSI. “Momen ini sangat emosional bagi saya. Saya tidak tahu mau ngomong apa saja, yang pasti terimakasih banyak sekali lagi,” tambahnya. Taufik telah mencapai penghargaan tertinggi dengan menyabet medali emas Olimpiade London 2012. Ia telah mencicipi gelar juara Kejuaraan

Dunia, Anaheim 2005 Asian Games, , tiga kali juara Asian Games (1988, 2002, 2006), dua kali Piala Thomas, rekor enam kali juara Indonesia Terbuka, dan masih banyak lagi. Pada turnamen terakhirnya, Taufik harus menelan kekalahan di putaran pertama setelah disingkirkan pemain asal India B. Sai Praneeth dengan skor 21-15, 12-21, 17-21, Rabu (12/6) lalu. “Saya tidak ada persiapan sama sekali sebelum pertandingan. Saya pikirkan apa yang nanti harus saya ucapkan. Perasaan campur aduk,” ujar Taufik. “Rasanya berat sekali harus meninggalkan dunia bulu tangkis setelah 25 tahun di sini. Saya hanya delapan tahun hidup bebas, setelah itu hidup saya untuk bulu tangkis,” tambahnya. Namun, Taufik Hidayattidak akan benar-benar meninggalkan dunia bulu tangkis karena ia akan tetap turut mengembangkan bulu tangkis lewat Taufik Hidayat Arena. “Saya punya mainan baru Taufik Hidayat Arena.

Meskipun saya tidak main lagi tetapi saya tetap berdedikasi dengan bulu tangkis,” ujarnya. Pada perayaan perpisahan Taufik Hidayat, ia memberikan salah satu raket dari 10 raket terakhir yang ia pakai kepada pemain tunggal junior Jonathan Christie sebagai kenang-kenangan agar atlet bulu tangkis junior lebih berprestasi. “Harapan saya semoga setelah sepeninggalan saya sebagai atlet nasional, bulu tangkis Indonesia semakin maju. Atlet-atlet junior harus bisa meneruskan kejayaan bulu tangkis Indonesia,” harapnya. Pada kesempatan yang sama, Ketua Umumum PBSI Gita Wirjawan mengucapkan terimakasih kepada Taufik Hidayat atas dedikasinya selama ini kepada Bangsa dan negara Indonesia. “Bagi saya tidak ada mantan juara. Taufik, sekali juara tetap selalu menjadi juara,” kata Menteri Perdagangan itu. (ant/mona/dar)


e Paper Koran Madura 17 Juni 2013