Issuu on Google+

1

JUMAT 15 NOVEMBER 2013 NO.0240 | TAHUN II Koran Madura

JUMAT

15 NOVEMBER 2013

g PAMANGGHI

Refleksi Oleh : Abrari Alzael

Wartawan senior di Madura

SEBAGIAN besar populasi dunia berpendapat para pemimpin global (53 persen), terutama politisi, tidak jujur. Sebagian pemimpin terlalu berkuasa dan terlampau mudah dipengaruhi. Itulah antara lain hasil survei yang dilakukan di 60 negara untuk Forum Ekonomi Dunia (WEF) dengan melibatkan

50.000 responden. Presiden negeri ini, pasti salah satu pemimpin negara di dunia. Tidak diketahui pasti apakah presiden termasuk kepada yang 53 persen, atau masuk kepada pemimpin yang jujur (47 persen). Tetapi baik pemimpin yang jujur maupun yang dianggap tidak jujur, semuanya sehat jasmani dan (mungkin) ruhani. Seorang Ludwig van Beethoven (1770-1827), pasti ia bukan pemimpin sebagaimana Reagan. Ia hanya musikus legendaris yang sangat hebat, tuna rungu dan semakin parah hingga akhir hayatnya. Tetapi kelebihan sang tuna rungu ini justru kemampuannya menciptakan banyak karya musik orkestra monumental. Karyanya serupa Fur Elise maupun Moonlight Sonata menjadikannya terkenal ke senatero negeri. Sebagai yang jujur dalam mencipta musik, ia sebenarnya pemimpi yang tidak menjadi nyata dalam hal cinta. Komponis berkali-kali mengalami patah hati, yang membuatnya begitu tertekan oleh cinta. Hingga akhirnya dia meninggal dalam keadaan miskin dan sendiri. Miris dan tragis. Ia tidak seperti Ahmad Bangsa masa Fathanah, Akil Mochtar depan masih atau sebentuk Vicky Pramemiliki asa setyo apalagi Eyang Subur untuk menjadi dalam lakon Indonesia. yang hebat Beethoven dalam hal cinta meski utang pernah mendekati delapan perempuan dalam waktu negara sangat yang berbeda dan kandas besar semuanya. Perempuan itu menolak Beethoven yang waktu itu kondisinya miskin dan tuli, sehingga mereka lebih memilih pria yang lebih mapan seperti halnya sebagian (besar) perempuan di republik ini. Tetapi ini inspirasi karena orang Indonesia membuat lagu dari peristiwa ini serupa Cinta Satu Malam dan sejenisnya. Tetapi memandang SBY dengan tubuh yang tinggi besar, Indonesia seakan-akan memiliki peluang besar untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Bangsa masa depan masih memiliki asa untuk menjadi yang hebat meski utang negara sangat besar dan setiap kepala penduduk negeri ini telah berutang sekitar Rp. 8,5 juta. Tidak apa-apa utang besar pada negeri yang sudah terjual karena masih punya satu hal; mimpi. Namun demikian SBY perlu belajar dari Ulysses S. Grant. Ia juga Presiden Amerika (1869 sampai 1877) dan sebagai jenderal terbesar Union. Ia juga membantu memenangkan perang Utara – Selatan. Tetapi kegagahannya semasa menjadi presiden tiba-tiba surut setelah meninggalkan Gedung Putih. Bahkan ketika Grant meninggal di tahun 1885, ia bahkan juga kehilangan pedangnya karena dijadikan jaminan utang. =

ant/izzac mulyawan

MK DIAMUK MASSA. Massa yang diduga pendukung salah satu pasangan calon Gubernur Maluku mengamuk dan membuat rusuh di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Kamis (14/11). Rusuh tersebut akibat massa kecewa dengan putusan MK mengenai sengketa pilgub Maluku.

Sidang MK Berakhir Rusuh Massa Berusaha Melempari Hakim dengan Kursi

JAKARTA- Sidang pembacaan putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Maluku Utara di Mahkamah Konstitusi (MK) berakhir rusuh. Seusai pembacaan putusan, massa yang berada di luar sidang mulai berulah dengan berteriak-teriak tidak puas.

Satu Kaki Meksiko

di Brazil

“MK bohong, MK maling,” kata salah satu orang yang diikuti oleh massa lainnya. Sembari memaki, mereka merangsek ke ruang sidang. Sekitar pukul 11.30 WIB, kerusuhan

semakin meluas. Dari pantauan Koran Madura di tempat kejadian, amukan massa ini berawal saat beberapa pendukung pasangan calon berteriak-teriak di luar ruang sidang, lantai 2, gedung MK. Mereka terus memaki hakim MK. Suasana mulai tak terkendali setelah beberapa orang melempar dan menjungkirbalikkan TV LCD di depan ruang sidang serta melemparkan kursi petugas keamanan yang jumlahnya tidak lebih dari 10 orang. Aksi kian berutal. Massa semakin bertindak anarkis. Akibatnya, sejumlah properti sidang milik MK rusak berat. Kursi saksi di ruang sidang dibanting, podium retak, meja terbelah. Delapan biji mikrofon rusak. Beberapa baterai mikrofon lepas. Belum puas, perusuh juga melempar

mikrofon ke meja hakim. Setelah masuk ke ruang sidang, para perusuh yang berjumlah puluhan orang itu melemparkan barang-barang yang berada di dekat mereka. Sidang sengketa Pemilukada Maluku ini dihadiri oleh delapan Hakim Konstitusi, yaitu Hamdan Zoelva, selaku Ketua merangkap Anggota, Arief Hidayat, Muhammad Alim, Maria Farida Indrati, Anwar Usman, Ahmad Fadlil Sumadi, Harjono, dan Patrialis Akbar. Beruntung delapan hakim MK, termasuk Ketua sidang Hamdan Zoelva, terlebih dahulu dievakuasi oleh keamanan gedung lewat pintu hakim. Mendapat serangan tersebut, Hamdan Zoelva menutup sidang karena kondisi tidak kondusif. Para hakim dan peserta sidang langsung melarikan diri melalui pintu masuk hakim. Namun massa langsung mengejar para hakim konstitusi dan berusaha melempar kursi, namun pihak keamanan bergegas mengamankan majelis hakim. Saat kejadian memang tidak ada polisi yang berjaga di ruang sidang karena saat kejadian juga bersamaan adanya demontrasi masyarakat Kota Tangerang. Melihat situasi tidak kondusif, polisi yang melakukan pengamanan demontrasi di halaman MK langsung berlari ke ruang sidang untuk mengamankan suasana. Namun terlambat, ruang sidang sudah porak-poranda akibat ulah para massa yang diduga merupakan pendukung salah satu pasangan calon gubernur Maluku. (gam/ abd)

Rikwanto

Kabid Humas Polda Metro Jaya

Tangkap Perusuh

A

parat Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan lima orang yang diduga pelaku kerusuhan saat sidang di MK. Kelima orang itu diduga massa pendukung penggugat dari pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang tidak terima dengan hasil putusan MK. Namun, Polisi belum merilis nama-nama perusuh tersebut. “Lima orang sudah diamankan untuk dimintai keterangan dan proses lebih lanjut terkait kerusuhan di MK,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta Kamis 14/11. Rikwanto menjelaskan massa pendukung ketiga pasangan itu tidak terima dengan hasil putusan hakim MK. Kemudian, massa masuk ke ruang sidang utama dan merusak tiga unit layar monitor di ruang lobi, delapan unit mikropon meja di ruang sidang utama, kaca pengumuman, serta satu buah kursi pengunjung. (gam/abd)

KORUPSI KEMENLU

KPK Jebloskan Mantan Sekjen Kemenlu ke Penjara JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tersangka kasus dugaan korupsi pengeluaran anggaran di Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) tahun 2004-2005, Sudjadnan Parnohadiningrat. Soto Ayam Pembeli : Bang, pokoknya saya tidak ingin bayar ! Matrawi : Loh, Anda makan di sini ya mesti bayar! Pembeli : Ngapain saya mesti bayar, abang telah nipu saya ! Matrawi : Nipu bagaimana ? Pembeli : Lha ini, tuturnya soto ayam namun kagak ada ayamnya sekalipun.. Matrawi : Emangnya bila anda beli jambu monyet, ada monyetnya ? Cak Munali

Sudjadnan yang diketahui sebagai mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) itu dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur. ”Yang bersangkutan (Sudjadnan Parnohadiningrat) ditahan di Rutan Cipinang untuk 20 hari ke depan,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di kantor KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (14/11). Sebelumnya, Sudjanan Parnohadiningrat telah dijerat sebagai

tersangka tindak pidana korupsi. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu ditengarai menyalahgunakan wewenangnya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen

(PPK) yang mengakibatkan negara mengalami kerugian Rp 18 miliar. Penyalahgunaan wewenang itu berkaitan dengan sejumlah kegiatan di Departemen Luar Negeri yaitu

antara lain mengenai seminar yang dilaksanakan sekitar tahun 2004 hingga 2005 lalu. Penahanan ini merupakan bagian dari kepentingan penyidikan KPK. Sebelum dibawa ke Cipinang, Sudjanan sempat memberikan komentar terkait kasus yang menjeratnya. Dia mengaku hanya sebagai korban dan mengklaim tidak menerima aliran dana apapun menyangkut kasus dugaan korupsi yang disangkakan kepadanya. ”Tidak ada aliran dana apapun kepada saya,” kata Sudjanan. Pria paruh baya ini menyatakan, dirinya hanya dijebak oleh pihakpihak yang menjadi bawahannya. ”Yang menjebak adalah orang-orang di bawah saya. Mereka menjarah uang, panitia-panitia itu menggunakan uang dengan serampangan, kemudian saya harus bertanggungjawab,” keluhnya. (gam)


2

NASIONAL

JUMAT 15 NOVEMBER 2013 NO.0240 | TAHUN II

JELANG PILPRES 2014

PPP: Ada Upaya Penggembosan Wacana Koalisi Partai Islam JAKARTA- Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau yang biasa disapa Romy, berpendapat bahwa wacana pembentukan koalisi partai Islam atau partai tengah cenderung digemboskan atau digagalkan oleh beberapa pihak.

ant/rosa panggabean

KELANJUTAN KASUS HAMBALANG. Anggota DPR dari Fraksi Demokrat Ruhut Sitompul keluar dari Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Anas Urbaningrum terkait kasus dugaan korupsi Hambalang, Jakarta, Kamis (14/11). Ruhut dimintai keterangan mengenai kongres Partai Demokrat terkait adanya dugaan aliran dana dari proyek Hambalang dalam kongres tersebut.

Kubu SBY Makin Gencar Sudutkan Anas

Ruhut Benarkan Dana Hambalang Mengalir ke Kongres Demokrat JAKARTA- Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul membenarkan adanya aliran dana proyek Hambalang yang dibagikan ke setiap Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat menjelang kongres Partai Demokrat di Bandung, Mei 2010 untuk kemenangan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. “Iya benar, tapi aku tidak melihat kan dalam hukum tidak boleh katanya harus ada fakta dan bukti,” kata Ruhut di Gedung KPK, Jakarta, Kamis. Ruhut Sitompul memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi terkait kasus korupsi dalam proyek pembangunan kompleks olah raga di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat yang menjerat tersangka Anas Urbaningrum. Ruhut tiba di KPK pukul

09.00 WIB mengenakan batik lengan panjang berwarna cokelat. Pada kongres tersebut Ruhut, mengaku dirinya sebagai tim sukses Anas Urbaningrum yang ketika itu mencalonkan diri sebagai calon ketua umum Partai Demokrat, namun ia menekankan tidak menerima aliran dana tersebut “Aku tidak tahu, aku tidak terima itu. “ tegasnya. Pembagian blackberry Terkait pembagian Black-

berry yang diduga juga diberikan untuk menghimpung dukungan kepada Anas, Ruhut mengklaim tidak menerima Blacberry tersebut. “Nah itu, aku baru dengar dari Pak Sutan (Bhatoegana) karena dia bilang memang dia terima tetapi aku enggak tahu. Aku enggak kebagian itu,” ujar Ruhut. Anas Urbaningrum yang diduga menggunakan uang negara sebesar Rp50 miliar pada Januari 2010 untuk mendanai kemenangan dirinya saat merebut kursi ketua umum dalam kongres Demokrat di Bandung, Mei 2011 telah ditetapkan sebagai tersangka pada 22 Februari 2013. Nama Anas disebut dalam dakwaan Deddy Kusdinar bahwa Anas menerima dana sebesar Rp2,21 miliar dari

proyek Hambalang yang digunakan untuk pencalonan Anas sebagai ketua umum Partai Demokrat. Uang tersebut diduga digunakan untuk membayar hotel, sewa mobil para pendukung Anas, membeli BlackBerry, jamuan para tamu, dan hiburan. Untuk menelusuri dugaan aliran dana terkait penerimaan dana Hambalang terhadap Anas, KPK juga memanggil beberapa saksi antara lain Ketua DPC Partai Demokrat Pekalongan Bintoro, Ketua DPC Pemalang Winarto, Ketua DPC Jepara Helmy Turmudi, Ketua DPC Grobogan Sutirto, Mantan Ketua DPC Cilacap Tridianto, Staf Demokrat Eva Ompita Soraya termasuk Anggota Partai Demokrat Ruhut Sitompul. (ant/mon/beth)

“Wacana koalisi partai Islam ini memang cenderung digembosi oleh pihak-pihak yang tidak ingin ‘partai tengah’ terbentuk. Saya melihat ada upaya menghalangi partai-partai Islam ini bergabung membentuk koalisi ‘partai tengah’,” kata Romy saat ditemui di Gedung Nusantara II di Jakarta, Kamis. Menurut Romy, beberapa partai politik nasionalis akan berupaya menggagalkan wacana terbentuknya koalisi partai Islam, yang rata-rata memiliki jumlah perolehan kursi di tengah-tengah. Hal itu, kata dia, disebabkan partai-partai nasionalis tertentu memerlukan kehadiran partai Islam dengan perolehan suara “sedang” untuk diajak berkoalisi guna memenuhi persyaratan jumlah kursi dalam mengikuti Pemilihan Presiden 2014. “Sebab dengan situasi politik sekarang ini, kemungkinan perolehan suara mereka tidak mungkin cukup untuk maju sendiri dalam Pilpres. Bagi partai-partai nasionalis yang hari ini telah menetapkan calon-calon presidennya, mereka pasti akan membutuhkan keberadaan partai tengah,” katanya. Romy memaparkan, bila dilihat dari perolehan kursi pada 2009, hanya Partai

Demokrat yang mampu untuk maju sendiri dalam Pilpres dengan perolehan 112 kursi. Namun, kata dia, partaipartai nasionalis yang lain praktis tidak memilki jumlah kursi yang cukup untuk maju sebagai partai tunggal dalam Pilpres.

“Maka tingkat kebutuhan mereka akan adanya partai dengan jumlah kursi di ‘tengah-tengah’ untuk ‘digandeng’ atau berkoalisi sangat kuat,” katanya. Oleh karena itu, dia menilai wajar bila wacana tentang pembentukan koalisi partai tengah atau partai Islam akan ‘digembosi’ di tengah jalan agar tidak terwujud. Upaya penggagalan wacana tersebut, menurut dia, terlihat dalam dua hal, salah

satunya adalah adanya kecenderungan terus-menerus untuk ‘mengecilkan’ partaipartai berbasis Islam, yang memang rata-rata perolehan kursinya berada di tengahtengah. “Ada beberapa pernyataan, seperti partai Islam sekarang memasuki senja. Lalu dari segi elektabilitas, partai Islam itu tidak relevan lagi dan tidak ada bedanya dengan partai nasionalis,” tuturnya. “Ungkapan-ungkapan seperti itu lebih kepada upaya untuk mengecilkan kemungkinan naiknya partai berbasis Islam pada Pemilu 2014,” tambahnya. Hal kedua, kata dia, adanya upaya terus-menerus untuk menghilangkan kemungkinan ikatan serius diantara partai-partai Islam, atau yang ia sebut dengan “partai tengah”. “Dari dua hal itu saja sudah menunjukkan adanya upaya penggembosan wacana koalisi partai islam atau partai tengah,” ujar Romy. Sebelumnya, PPP kembali “menghangatkan” wacana koalisi partai-partai Islam untuk mengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada 2014. Beberapa partai berbasis massa Islam yang diajak berkoalisi, antara lain PAN dan PKB. “Memang kami mau mengajak koalisi partai Islam, karena kami ingin memilih pemimpin yang bisa diterima umat,” kata Wakil Ketua Umum PPP Ahmad Dimyati Natakusuma. (ant/yun/beth)

WACANA PENCAPRESAN KHOFIFAH

PKB Anggap Hanya Basa Basi Politik Saja JAKARTA-Setelah gagal di pilgub Jawa Timur, nama Khofifah Indar Parawansa kembali meramaikan panggung politik nasional. Ketua Muslimat NU itu digadang-gadang sebagai salah satu bakal calon wakil presiden (cawapres) mendampingI capres Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Namun elite Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai, penyebutan nama Khofifah hanya basa basi belaka dan bukan sesuatu yang serius. Bahkan Khofifah hanya dimanfaatkan untuk menaikkan elektabilitas Ketua Umum Partai Golkar tersebut, terutama di wilaya Jawa Timur. “Ini jelas untuk menaikkan elektabilitas capresnya di Jawa Timur yang berpenduduk banyak. Sehingga kami tidak heran ada nama Pak Mahfud, juga Khofifah,” ujar Ketua DPP PKB Marwan Ja’far saat di Jakarta Kamis (14/11). Marwan menjelaskan, hingga kini belum ada komunikasi antara Partai Golkar dan PKB terkait wacana pengusungan Khofifah. Marwan melihat nama Khofifah dan Mahfud disebut hanya untuk melakukan tes pasar. “Ini semacam simulasi bagi mereka. Kalau Ical dengan Khofifah berapa dukungannya, kalau dengan Mahfud gimana?” tutur Marwan. Khofifah, kata Marwan, juga belum menyampaikan keinginannya maju sebagai wakil Presiden. PKB, lanjutnya, masih berkutat pada wacana pencapresan seperti Mahfud MD dan Rhoma Irama yang masingmasing mengklaim telah men-

ant/lucky r.

BANJIR CILEDUG INDAH. Seorang anak bermain di perumahan Ciledug indah 1 yang dilanda banjir akibat luapan kali angke, Ciledug, Tangerang, Banten, Kamis (14/11). Banjir tersebut terjadi sejak Rabu malam setinggi 1 meter lebih yang mengakibatkan ratusan rumah Ciledug Indah terendam.

PASCA AMUKAN HAIYAN

Indonesia Siapkan Personel untuk Membantu Filipina JAKARTA- Indonesia menyiapkan personel untuk membantu evakuasi dan proses tanggap darurat di Filipina sambil menunggu permintaan resmi pemerintah setempat.

dapat dukungan PKB. “Tapi ini semua masih wacana. Kami baru menentukan akan usung capres atau cawapres setelah pileg melalui Muspimnas dan berkonsultasi dengan PBNU,” ucap anggota Komisi V DPR ini. Pada hari yang sama, di tempat terpisah, mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung mengemukakan, ada tiga nama bakal cawapres yang akan mendampingi Ical, sapaan akrab Aburizal Bakrie, pada pemilu presiden dan wakil presiden (pilres) tahun depan. Ketiga nama itu adalah adalah Gubernur Jatim Soekarwo, Khofifah Indar Parawansa,

dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. “Kalau untuk wacana, bagus, kita bisa mempertimbangkan beberapa nama, seperti Soekarwo, Mahfud MD, Khofifah,” kata Akbar. Menurutnya, nama-nama tersebut adalah nama besar yang sudah dikenal luas sehingga dinilai cocok untuk mendampingi Ical. Namun, sepengetahuannya, hingga saat ini, belum ada pendekatan secara langsung kepada namanama tersebut. “Tapi, enggak tahu, mungkin Pak Ical sudah melakukan pendekatan dengan mereka,” ujarnya. Namun, nama-nama tersebut, lanjutnya, baru akan benar-

benar dipertimbangkan setelah melihat perolehan suara Golkar pada Pemilu 2014 nanti. Jika perolehan suara Golkar mencapai presidential threshold sebesar 20 persen, Golkar bebas memilih calon wakil presidennya sendiri. Namun, jika nantinya Golkar akan berkoalisi dengan partai lain, menurut Akbar, opsinya bisa lebih berkembang dengan mempertimbangkan pendapat dari partai koalisi. Tetapi, menurutnya, meskipun harus berkoalisi, Ical akan tetap diusung sebagai calon presiden, bukan calon wakil presiden. “Keputusan Ical capres sudah final,” ujar dia. (gam/aji)

“Masalah personel itu setiap kebencanaan itu memang harus ada permintaan dari mereka sampai saat ini mereka belum minta bantuan kemanusiaan tapi kami sudah siap yaitu tenaga medis, termasuk juga kalau diperlukan RS lapangan, kita siapkan juga,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Ma’arif di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Kamis. Ia mengatakan TNI sudah menyiapkan personel antara lain dokter bila dibutuhkan untuk dikirim membantu proses tanggap darurat di Filipina. “Itu rata-rata kalau bencana seperti gempa kebanyakan dokter untuk patah tulang tapi kalau seperti ini kita belum tahu makanya berdasarkan permintaan mereka dokter apa yang diperlukan,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah menyampaikan bantuan senilai 1

Besok pakai tiga pesawat Hercules Angkatan Udara, enam kloter, isinya selimut, genset, air bersih, penjernihan air, obat-obatan seperti antibiotik lalu untuk demam, diare, kemudian juga makanan siap saji

Agung Laksono Menko Kesra

juta dolar AS dari komitmen pemberian bantuan sebanyak 2 juta dolar AS bagi korban bencana alam di Filipina.

“Saya sudah serahkan ke Kedutaan Besar Filipina di Jakarta, tunai sebesar 1 juta dolar AS atau Rp11,8 m,” kata Menko Kesra Agung Laksono usai mendampingi Presiden dalam rapat konsultasi pimpinan lembaga negara di Istana Negara Jakarta, Rabu (13/11). Sementara itu bantuan dalam bentuk barang senilai 1 juta dolar AS, menurut Menko Kesra akan dikirimkan pada Kamis (14/11) mendatang dengan menggunakan tiga pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara. “Besok pakai tiga pesawat Hercules Angkatan Udara, enam kloter, isinya selimut, genset, air bersih, penjernihan air, obat-obatan seperti antibiotik lalu untuk demam, diare, kemudian juga makanan siap saji. Yang bisa langsung dimakan. Itu nilainya 1 Juta dolar AS,” katanya. Agung Laksono menambahkan dana bantuan itu diambil dari pos cadangan nasional yang tercantum dalam APBN. (ant/pan/beth)


EKONOMI

3

JUMAT 15 NOVEMBER 2013 NO.0240 | TAHUN II

Transaksi Berjalan Triwulan III-2013 Membaik JAKARTA-Kebijakan stabilisasi ekonomi domestik yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah secara bertahap telah memperbaiki kinerja transaksi berjalan. Data bank sentral menyebutkan, defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2013 menyusut menjadi US$8,4 miliar (3,8% dari PDB) dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai US$9,9 miliar (4,4% dari PDB). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi, BI, Difi A. Johansyah mengatakan perbaikan kinerja transaksi berjalan tersebut terutama didukung oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas seiring dengan penu-

runan impor nonmigas yang lebih tajam dibandingkan penurunan ekspor nonmigas, serta berkurangnya defisit neraca jasa dan pendapatan. Ekspor nonmigas meskipun secara nominal masih menurun karena belum pulihnya perkembangan harga dunia, namun volume ekspor mencatat pertumbuhan positif yang terutama ditopang oleh pertumbuhan volume ekspor barang tambang, seperti batubara, bijih tembaga, nikel dan bauksit.

“Di sisi neraca jasa, penurunan defisit didukung oleh berkurangnya pembayaran jasa transportasi sejalan dengan turunnya impor nonmigas serta meningkatnya net inflow jasa travel karena meningkatnya jumlah kedatangan wisatawan mancanegara dan juga ditopang oleh berbagai kegiatan berskala internasional yang diadakan di Indonesia,” imbuh dia. Dalam periode yang sama, kata dia defisit neraca pendapatan juga menurun mengikuti jadwal pembayaran bunga utang luar negeri dan transfer keuntungan kepada investor asing. Di sisi lain, perbaikan kinerja neraca perdagangan nonmigas belum

disertai dengan perbaikan kinerja neraca perdagangan migas. Defisit neraca perdagangan migas masih meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya akibat kenaikan impor minyak yang selain disebabkan tren volume konsumsi BBM yang masih tinggi juga dipengaruhi naiknya konsumsi BBM dalam rangka Idul Fitri yang terjadi pada bulan Agustus 2013. “Perlu dicatat bahwa persentase defisit transaksi berjalan terhadap PDB pada triwulan III-2013 juga dipengaruhi oleh rilis data PDB nominal dari BPS yang lebih rendah dari perkiraan,” jelas dia. Lebih lanjut dia mengata-

kan respon kebijakan BI dan strategi pembiayaan fiskal di tengah berbagai risiko di pasar keuangan global menopang kinerja transaksi modal dan finansial.

BI mencatat, transaksi modal dan finansial pada triwulan III-2013 mencatat surplus US$4,9 miliar terutama didukung oleh arus masuk investasi langsung asing (PMA) yang meningkat menjadi US$5,4 miliar dibanding US$4,7 miliar triwulan sebelumnya seiring perbaikan iklim investasi di dalam negeri. Investasi portofolio asing tercatat positif seiring kembali masuknya aliran modal asing pada instrumen portofolio berdenominasi rupiah sebagai respon positif terhadap langkah antisipatif BI dalam meredam kenaikan ekspektasi inflasi melalui peningkatan BI Rate dan

pengelolaan nilai tukar yang sesuai dengan nilai fundamentalnya. Hal ini didukung pula oleh langkah Pemerintah menerbitkan obligasi valas sebagai salah sumber pembiayaan fiskal. “Secara total, rendahnya arus masuk investasi portofolio di awal triwulan menyebabkan surplus transaksi modal dan finansial triwulan III-2013 lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya. Meskipun demikian, terjadi perbaikan komposisi aliran modal masuk karena aliran modal swasta pada triwulan III-2013 ini lebih didominasi oleh peningkatan arus masuk PMA,” pungkas dia. (gam)

PERENCANAAN KEUANGAN

Masyarakat Indonesia Masih Belum Piawai JAKARTA-Hasil survei Manulife Investor Sentiment Index (MISI) yang dilakukan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia menyimpulkan bahwa banyak orang Indonesia yang melakukan kesalahankesalahan dalam perencanaan keuangan sehingga tidak bisa menikmati masa pensiun. Dari 20 tahun usia pensiun yang diperkirakan, orang Indonesia hanya mampu memenuhi 10 tahun kebutuhan hidup mereka. Kondisi ini didasarkan dari cara mereka mengelola keuangan dan perilaku menabung saat ini. ”Jadi, masyarakat Indonesia akan mengalami kekurangan dana tabungan pada masa pensiun,” ujar Vice President DirectorChief Agency, Employees Benefits and Shariah Officer PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Nelly Husnayati di Jakarta, Kamis (14/11). Survei MISI dilakukan melalui 500 wawancara secara online di Hong Kong, China, Taiwan, Jepang dan Singapura. Di Indonesia dan Malaysia, survei ini dilakukan melalui tatap muka.

Sekitar 1 dari 5 responden mengandalkan bantuan finansial dari anak-anak mereka untuk mendukung keuangan mereka

Nelly Husnayati

Vice President Director-Chief Agency, Employees Benefits and Shariah Officer PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia

Para responden merupakan investor kelas menengahatas yang berusia 25 tahun ke atas. Nilai aset yang diinvestasikan responden cukup beragam, mulai dari Indonesia yang senilai US$1.300 hingga di Jepang US$80 ribu. Kelas aset yang diukur MISI Asia adalah saham, real estat, reksadana, investasi pendapatan tunai dan uang tunai. Dia mengatakan, kekurangan dana tabungan tersebut disebabkan oleh cara pengelolaan keuangan dan perilaku menabung yang terjadi saat ini. Dengan rata-rata pendapatan Rp4,1 juta, jelas Nelly, para investor memperkirakan bahwa mereka hanya dapat menabung sejumlah Rp224,2 juta sebelum memasuki usia pensiun. Survei MISI mencatat, tiga dari lima responden merasa mampu untuk memperoleh dana pensiun yang diharapkan. Sebanyak 68 persen investor di Indonesia berharap dapat tetap bekerja penuh atau paruh waktu setelah pensiun. “Investor juga mengungkapkan, sumber tambahan

dana pensiun mereka termasuk dana pensiun, produk asuransi dan investasi properti,” ucapnya. Nelly menyebutkan, bekerja setelah usia pensiun pun bukanlah pilihan yang paling tepat, baik dari sisi kesehatan maupun produktivitas. “Sebagian besar investor berharap bisa tetap bekerja pada usia pensiun untuk memenuhi kekurangan dana,” imbuhnya. Andalkan Anak Lebih lanjut, hasil survei MISI menunjukkan sekitar 20% responden yang berusia di atas 48 tahun berencana untuk mengandalkan anakanaknya, untuk mendukung keuangan mereka guna menutupi kekurangan tabungan masa pensiun. Sementara itu, 33% responden di bawah usia 48 tahun mengungkapkan, mereka diharapkan untuk turut membantu secara finansial setelah orang tuanya pensiun.” Sekitar 1 dari 5 responden mengandalkan bantuan finansial dari anakanak mereka untuk mendukung keuangan mereka,” ujar dia. Menurut Nelly, hal ini karena kultur budaya di Indonesia yang menganggap seorang anak harus membakti kepada orang tuanya. Salah satunya dengan cara ikut bertanggungjawab terhadap kehidupan orang tuanya setelah pensiun. “Ini tidak salah, karena secara kultur kita yang masih memegang adat ketimuran. Namun hal ini juga akan membebani anakanaknya. Bila anaknya 10 orang mungkin akan lebih ringan, tetapi bagaimana dengan yang hanya memiliki 2 anak,” lanjutnya. Kondisi serupa ditemukan di banyak wilayah Asia, para responden yang menjadi generasi uang disebut ‘sandwich generation’, di mana mereka harus membiayai anak mereka sekaligus membayar biaya pensiun orang tuanya sehingga tidak mampu menabung untuk pensiun mereka sendiri. Hal ini jauh berbeda dengan kondisi di negara barat, di mana masyarakatnya cenderung telah mempersiapkan masa pensiunnya sejak jauh hari sehingga seorang anak hanya akan fokus terhadap kebutuhan dirinya sendiri. “Kalau di sana telah ada pemisahan yang jelas. Sehingga orang tua sudah mempunyai tabungan untuk masa pensiunnya, sedangkan anak-anak tidak memiliki kewajiban untuk menanggungnya,” jelas dia. (gam)

ant/noveradika

UMKM HARUS MAMPU BERSAING. Perajin menyelesaikan pembuatan gamelan di Perusahaan Gamelan Daliyo, Pelem Lor, Baturetno, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, Kamis (14/11). Menurut Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Usaha kecil dan menengah (UMKM) di DIY harus siap menghadapi pasar bebas ASEAN (ASEAN Economic Community) 2015 dan perajin harus mampu menghasilkan produknya dengan menggunakan standar internasional, tidak hanya butuh produk yang berkualitas, tetapi juga perlu jaringan pemasaran, distribusi produk, dan SDM yang andal.

AKSES PRODUK KEUANGAN

Strategi Nasional Leterasi Keuangan JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan upaya-upaya terencana untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam akses ke produk dan layanan keuangan sebagaimana tergambar dalam survei Bank Dunia, 2011. Dalam survei tersebut tergambar bahwa hanya 20% orang dewasa di Indonesia yang memiliki rekening di lembaga keuangan resmi. Angka ini berada di bawah Filipina, Malaysia, Thailand,dan Singapura yang mencapai berturut-turut 27%, 66%, 73% dan 98%. “Industri keuangan Indonesia memiliki peran yang penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui intermediasi, dimana hingga 31 Desember 2012 dana intermediasi yang disalurkan sebesar Rp 7.159,4 Triliun,” ucap Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad di Jakarta, Kamis (14/11). Muliaman menambahkan bahwa di masa depan peran industri keuangan ini masih perlu ditingkatkan. Geografi wilayah Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau menyebabkan akses kelembaga keuangan dan akses informasi serta fungsi intermediasi menjadi kurang optimal. Tidak itu saja. Masalah geografis ini menyebabkan infrastruktur layanan jasa keuangan menjadi tidak merata, akses informasi untuk wilayah tertentu menjadi sangat mahal dan biaya layanan jasa keuangan menjadi relatif lebih tinggi. OJK kata dia mendorong upaya-upaya perluasan akses

INVESTASI SAHAM-REKSA DANA

Kepercayaan Publik Turun JAKARTA-Hasil survei Manulife Investor Sentiment Index (MISI) menunjukkan adanya tren penurunan sentimen investor Indonesia, terutama pada investasi di saham dan reksa dana. Hal ini sejalan dengan penurunan sentimen di kawasan Asia, seperti Jepang, Taiwan dan Hong Kong.

keuangan dan inklusi keuangan melalui apa yang disebut sebagai Strategi Nasional Literasi Keuangan. Di dalam strategi ini dicanangkan tiga pilar utama untuk memastikan pemahaman masyarakat tentang produk dan layanan yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan. Ketiga pilar itu adalah program edukasi dan kampanye nasional literasi keuangan, penguatan infrastruktur literasi keuangan, dan pengembangan produk dan layanan jasa keuangan yang terjangkau. Dia menjelaskan, penerapan ketiga pilar tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi sehing-

ga masyarakat dapat memilih dan memanfaatkan produk dan jasa keuangan guna meningkatkan kesejahteraan mereka. “Cetak Biru Strategi Nasional Literasi Keuangan merupakan bagian dari program strategis OJK untuk membentuk sistem perlindungan konsumen keuangan yang terintegrasi serta melaksanakan edukasi dan sosialisasi secara masif dan komprehensif,” jelas dia. Kegiatan lain yang sudah dan akan dilakukan dalam program strategis OJK ini adalah layanan Financial Customer Care (FCC), roadmap mekanisme penyelesaian sengketa di industri jasa keuangan, market intelligence dan edukasi masyarakat. (gam)

“Temuan survei menggarisbawahi kekhawatiran para investor pada keadaan ekonomi, pasar dan lapangan kerja. Masyarakat menunggu dan tidak bereaksi, karena tidak yakin apa yang harus dilakukan,” kata Director of Business Development PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Putut Andanawarih di Jakarta, Kamis (14/11). Berdasarkan hasil survei tersebut, menurut Putut, menunjukkan bahwa para investor di Asia tidak mencari investasi berisiko. “Hal itu sangat wajar, terutama berkaitan dengan dana jangka panjang mereka,” imbuhnya. Menurut dia, sentimen terhadap investasi di saham dan reksa dana mengalami penurunan terbesar atau memasuki area negatif, yakni minus 20 untuk saham dan minus 14 untuk reksa dana. Sentimen terhadap properti juga turun, sedangkan dana tunai masih menjadi pilihan utama investor di Indonesia. “Dari survei yang dilakukan, persentasi pada dana tunai yang dilakukan mencapai 85 persen, rumah 66 persen, properti 67 persen, investasi pendapatan tetap 43 persen,

reksa dana -14 persen dan saham -20 persen,” ,” ujar Putut. MISI menekankan, walaupun terjadi tren penurunan sentimen secara bertahap terhadap dana tunai dan semakin sedikit investor yang menyatakan bahwa mereka memiliki dana tunai pada Kuartal III-2013. Porsi dana tunai dan deposito dalam portofolio investor meningkat signifikan dari 28 persen menjadi 42 persen. “Namun, 64 persen responden Indonesia merasa tidak memiliki dana tunai yang cukup,” imbuhnya. Sebanyak 18 persen dari total dana tunai akan digunakan untuk membayar kebutuhan sehari-hari dan biaya tidak terduga. Sebanyak 18 persen lainnya untuk membiayai pendidikan anak dan sebesar 17 persen untuk simpanan masa pensiun. Sisanya, untuk biaya pengobatan di masa depan, membeli rumah dan membeli kebutuhan besar lainnya. Meski indeks sentimen Indonesia di kuartal ketiga menjadi 38 atau menurun 60 di kuartal kedua, namun Indonesia mesih tetap menjadi negara tertinggi kedua yang memiliki indeks peositif setelah Malaysia. (gam)


4

LINTAS JATIM

JUMAT 15 NOVEMBER 2013 NO.0240 | TAHUN II

120 Koperasi Dibubarkan SURABAYA - Sebanyak 120 koperasi di Kota Surabaya dibubarkan karena hingga saat ini diketahui sudah tidak aktif atau beroperasi lagi, kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaja Kecil Menengah Kota Surabaya Hadi Mulyono, Kamis (14/11).

ddy/koran madura

BERDAGANG DI LUAR AREA PASAR. Suasana pedagang yang berjualan berada di luar pasar Keputran Surabaya. Sedangkan Satpol PP mengancam untuk bertindak tegas jika tidak pindah.

PASAR

Satpol PP Akan Menindak Tegas Pedagang yang Bandel SURABAYA – Persiapan penempatan pedagang dari luar pasar keputran ke lantai dua pasar Keputran semakin matang. Pihak kecamatan Genteng dan Tegalsari telah melakukan pendataan. Diperkirakan lebih dari 300 pedagang bakal menempati lantai dua pasar Keputran. Camat Genteng , Edi Kristijono menegaskan, dari hasil pendataan yang dilakukan pihaknya sekitar sepekan lalu, sudah 256 pedagang di luar pasar Keputran tercatat untuk nantinya masuk kedalam pasar Keputran. "Berdasarkan pendataan yang kami lakukan ada 256 pedgang di sisi utara Keputran, mestinya jika ditambah dengan pedagang yang di sisi

selatan jumlahnya pasti lebih dari 300 pedagang," kata Edi Kristijono kepada wartawan, Kamis (14/11). Edi menambahkan, saat ini pendataan pedagang Pasar Keputran memang dilakukan oleh petugas dari dua kecamatan, masing-masing Kecamatan Tegalsari dan Kecamatan Genteng. "Sisi utara tercatat 256 pedagang, bisa jadi pendataan yang dilakukan petugas Kecamatan Tegalsari di sisi selatan pasar Keputran jumlahnya pasti lebih besar dan lebih banyak, dibanding sisi utara," ujarnya. Terkait banyaknya jumlah pedagang di luar pasar, Edi khawatir jika nantinya seluruh pedagang yang sebel-

umnya berjualan di luar pasar Keputran jumlahnya tidak mencukupi dengan luas lahan yang ada di lantai dua Pasar Keputran. "Kami perkirakan jumlah pedagang yang ada di luar pasar lebih dari 300, dan nanti kalau semuanya dimasukkan di lantai dua Pasar Keputran, mudah-mudahan tertampung, dan tidak ada lagi pedagang yang berjualan di luar pasar," pungkasnya. Sementara itu dihubungi di tempat berbeda, Irvan Widyanto Kepala Satpol PP Kota Surabaya, memastikan bahwa sosialisasi terhadap pedagang yang berada di luar pasar akan diperpanjang hingga Rabu (20/11). "Kita perpanjang masa

sosialisasi kepada pedagang pasar Keputran nanti sampai Rabu (20/11) mendatang. Pedagang pada intinya tetap tidak diperbolehkan menggelar dagangannya di luar pasar, mereka harus masuk ke dalam pasar," tegas Irvan. Seperti diketahui, kendati terus melakukan sosialisasi terkait larangan berjualan di luar pasar, namun ratusan pedagang terkesan tidak peduli. Mereka tetap berjualan di luar, dengan alasan tidak ada tempat di dalam pasar. Dengan adanya pendataan dan tempat yang tersedia di lantai dua pasar Keputran, diharapkan pedagang segera berjualan di dalam pasar. “Kalau

sudah disediakan tempat tetap bandel, kami akan bertindak tegas,” pungkas Irvan. Sementara itu Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Sachiroel Alim Anwar beberapa waktu yang lalu menyatakan bahwa . peruntukan stan di lantai dua pasar Keputran dari stan sebagai tempat koskosan melanggar fungsi utama pasar. Namun demikian rencana pengembalian fungsi lantai dua pasar Keputran harus diimbangiu dengan fasilitas tambahan yang dibutuhkan pedagang yakni kemudahan akses masuk. Dengan demikian penempatan pedagang kedalam pasar tidak lantas membuat pasar Keputran sepi pengunjung.(ddy)

Ia mengatakan berdasarkan data yang ada jumlah koperasi di Surabaya mencapai 1.600, namun dari total jumlah tersebut, sampai sekarang yang masih beroperasi hanya sekitar 80 persen. "Tapi kami menolak jika koperasi yang telah dibubarkan itu merupakan koperasi fiktif," katanya. Menurut dia, pihaknya menganalogikan koperasi yang ditutup tersebut sebagai "Koperasi Merpati". Jika Pemkot Surabaya mengeluarkan bantuan untuk koperasi, maka para pengolala koperasi ini mengaktifkan kembali untuk mendapatkan bantuan. "Ada jagung mereka (koperasi) ada, tapi tidak ada jagung mereka tidak ada. Makanya, saya katakan mereka ini adalah kope- Ada jagung mereka rasi sisa-sisa jaman jahili- (koperasi) ada, tapi yah. Ibaratnya, tidak ada jagung tapi rumputnya kantornya ada, lebih tinggi. Ma- mereka tidak ada. kanya, kita sapu mereka," katanya. Makanya, saya Ia berharap masa katakan mereka untuk yang akan da- ini adalah koperasi tang koperasi di Surabaya bisa lebih profesionsisa-sisa jaman al. Hal itu sesuai amanat jahiliyah. Ibaratnya, dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2012 yang kantornya ada, tapi mengharuskan rumputnya lebih pengelolaan koperasi diarahtinggi. Makanya, fesional yang kan lebih proditandai de- kita sapu mereka,” ngan munculnya koperasi spesialis. Menurutnya, dengan munHadi Mulyono culnya koperasi spesialis ini nantinya akan Kepala Dinas Koperasi m e n g h a p u s sistem kope- dan Usaja Kecil Menen- rasi yang sudah gah Kota Surabaya ada. "Kita diberi waktu dua tahun untuk melaksanakan undang-undang itu. Nantinya, koperasi tidak campur aduk seperti sekarang. Nanti ada koperasi yang menangani masalah permodalan sendiri, produksi sendiri spesialis warung, dan lain sebagainya," katanya. Ditanya soal langkah yang telah ditempuhnya dalam memajukan koperasi di Surabaya, Hadi menuturkan ada dua cara yang sudah ia lakukan untuk mewujudkanya. Selain berupaya memberikan bantuan dalam peningkatan kemajuna pengelolaan koperasi, pihaknya juga memberikan kemudahan dalam akses permodalan. Khusus untuk akses permodalan, kata dia, dinas koperasi telah bekerja sama dengan Bank Jatim. Namun dana yang diberikan bukan dana bergulir. "Banyak yang sudah kita lakukan. Kita juga terus memberikan pembinaan bagi koperasi yang ada," katanya. (ant/dul/dik)

KRIMINAL

Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Bungurasih SIDOARJO - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Sidoarjo, Jawa Timur, terus menyelidiki kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pria berinisial AF warga Surabaya yang ditemukan tewas di sekitar kawasan Bungurasih, Waru, Sidoarjo. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sidoarjo Ajun Komisaris Polisi Rony Setyadi, di Sidoarjo, Kamis (14/11), mengatakan, saat ini pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara atas kasus tersebut. "Diduga korban meninggal dunia karena luka di lehernya akibat benda tajam," katanya. Ia mengemukakan, dirin-

Kami masih belum bisa menentukan motif dibalik kasus ini. Yang jelas, dugaan awal memang korban pembunuhan mengingat luka sobek yang ada di leher korban,”

Rony Setyadi

Kasarterskrim Sidoarjo ya masih belum bisa menentukan motif apa di balik penemuan mayat tersebut karena penyelidikan masih terus dilakukan.

"Kami masih belum bisa menentukan motif dibalik kasus ini. Yang jelas, dugaan awal memang korban pembunuhan mengingat luka sobek yang ada di leher korban," katanya. Ia sendiri mengaku masih memeriksa sejumlah orang saksi yang mengetahui kondisi terakhir korban untuk mengetahui motif peristiwa tersebut. "Kami juga masih terus melakukan pengumpulan data-data penunjang terkait dengan peristiwa maut tersebut supaya kasus ini segera diselesaikan," katanya. Sebelumnya, warga dikejutkan dengan adanya sosok seorang laki-laki yang dite-

mukan meninggal dunia tergeletak dengan kondisi leher terluka dan mengeluarkan darah. Mengetahui adanya korban terluka, warga pun berinisiatif untuk menghubungi petugas kepolisian setempat supaya dilakukan tempat kejadian perkara atas kasus tersebut. Diketahui, jika AF yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang parkir di kawasan tersebut tewas dengan luka di bagian leher. "Untuk mengetahui lebih lanjut peristiwa ini, kini jenazah korban sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan visum," katanya. (ant/yat/dik)

PELEPASAN TANAH NEGARA

Komisi D DPRD: Awas Spekulan Tanah SURABAYA - Komisi D DPRD Surabaya, terus memantau rencana pemerintah kota (Pemkot) melepas lahan surat ijo. Komisi yang membidangi masalah pendidikan dan Kesra ini menyarankan, agar pelepasan petok D milik masyarakat didahulukan. Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Baktiono mengharapkan, pemerintah kota melakukan inventarisir terlebih dahulu atas semua asetnya yang tercatat sebagai tanah surat ijo sebelum dilepaskan ke masyarakat. Dalam inventarisir tersebut berdasarkan riwayat tanah, dipilah status tanah yang bersangkutan. “Karena petok D, istilahnya setengah hak milik. Tapi belum bersertifikat,” kata Baktiono Menurutnya, pemilik tanah yang memegang petok D, semestinya tidak dibebani untuk membayar ganti rugi. Bahkan, pemerintah dituntut mengembalikan semua sewa

Baktiono

Ketua Komisi D DPRD Surabaya yang dibayarkan masyarakat itu. “Tidak perlu ganti rugi, bila perlu walikota kembalikan uang sewa yang dipungut selama ini,” tambahnya. Sesuai mekanisme, Baktiono menegaskan pelepasan tanah surat ijo harus melalui persetujuan DPRD. Pasalnya, tanah tersebut merupakan aset daerah. Namun demiki-

an, ia mengakui bahwa ada beberapa tanah di Surabaya yang tidak tercatat sebagai asset daerah atau tanah negara bebas. “Di Kenjeran ada dan itu bisa dialihkan sebagai hak milik dengan mendaftarkan ke BPN,” tegasnya Baktiono menyebutkan, usulan pelepasan tanah surat ijo pertama kali dimunculkan pada 21 september 2007 di masa pemerintahan Bambang DH. Sayangnya, meski pergantian Pansus pelepasan tanah surat ijo dilakukan hingga empat kali, namun hingga kini belum ada titik terang. “Pansus pertama tahun 2007 diketuai pak Agus Sudarsono, kemudian tahun 2009 saya (Baktiono), ganti Chusnul Chotimah dan terakhir pak Sudirjo,” ungkapnya. Menurut Baktiono, poin penting yang ada ketika dirinya menjabat sebagai Ketua Pansus adalah yang tercantum dalam pasal 60. Dimana dalam pasal itu

secara jelas disebutkan, ketentuan tanah yang boleh dilepas. “Klausulnya, tanah itu boleh dilepas asal lahan tersebut merupakan tanah satu-satunya yang dijadikan lokasi hunian warga. terus luasnya juga tidak boleh lebih dari 200 meter. Begitu juga untuk jalan yang ada di depan tanah tersebut, juga tidak boleh lebih dari lima meter,” beber politisi yang dikenal vokal ini. Selain tanah yang berstatus petok D, tanah negara bebas hendaknya juga diutamakan dalam pelepasan. Dengan catatan, tanah tersebut telah ditempati selama 20 tahun lebih. Tak beda dengan tanah petok D, tanah negara bebas juga diharapkan dilepas tanpa disertai ganti rugi. Namun Baktiono meminta pelepasan tidak dilakukan secara bersamaan. “Kalau dilepas seluruhnya, berbahaya. Karena banyak spekulan tanah,” pungkasnya. (ddy)

ant/ari bowo sucipto

BAYI JAGUAR. Najwa dan Ajwa, bayi jaguar (Panthera Onca) berusia empat bulan yang baru dilahirkan berada di kandang di Jatim Park 2, Batu, Jawa Timur, Rabu (13/11). Dengan kelahiran bayi jaguar tersebut menambah koleksi satwa Jatim Park menjadi 3 ekor.

KBS

Seekor Jaguar Langka Mati SURABAYA - Seekor Jaguar langka bernama Dainler yang merupakan koleksi satu-satunya di Kebun Binatang Surabaya diketahui mati di kandangnya pada Kamis (14/11) pagi. Humas Kebun Binatang Surabaya (KBS) Agus Supangkat mengatakan dugaan sementara kematian Dainler dikarenakan faktor usia. "Usia Dainler memang sudah tua, jadi rentan terkena penyakit," ujarnya. Menurut dia, sejak Senin (11/11), Dainler sebenarnya sudah menjalani perawatan tim medis. Namun, perawatan yang dilakukan tidak mampu menyembuhkan dari penyakitnya.

Pihaknya saat ini masih melakukan otopsi lanjutan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian satwa yang identik dengan kecepatan larinya. Dari hitungan manajemen KBS, katanya, usia Dainler sudah memasuki 22 tahun. Usia tersebut termasuk kategori usia tua untuk binatang bernama latin Panthera Onca tersebut. Sebelum mati, Dainler juga mengalami penurunan nafsu makan, sehingga kondisinya terus memburuk. "Di dalam tubuhnya juga ada tumor di penggantung usus. Makanya kondisi fisiknya lemah," katanya. Dainler, katanya, dulu-

nya didapat KBS dari Kebun Binatang Singapura pada 26 Juni 1997. Namun Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB, penjaganya menemukan Dainler mati di kandangnya. Selain Jaguar, seekor Rusa Timur Jantan atau servus timorensis juga ditemukan mati di kandangnya Senin pagi tadi. Rusa yang berumur enam tahun tersebut diduga mengalami peradangan setelah sebelumnya berkelahi dengan sesama rusa jantan saat berada di lapangan. "Kalau Rusa koleksinya masi banyak. Totalnya Rusa yang ada di KBS sekarang tinggal 22 ekor," katanya. (ant/dul/dik)


LINTAS JATIM

5

JUMAT 15 NOVEMBER 2013 NO.0240 | TAHUN II

UNJUK RASA. Ratusan Buruh di Kota Surabaya berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis (14/11). Mereka tetap ngotot mengusulkan UMK 2014 Surabaya tertinggi dibandingkan daerah lainnya.

ari armadianto/koran madura

Buruh Ngotot UMK Surabaya 2014 Tertinggi SURABAYA – Buruh di Kota Surabaya tetap ngotot usulan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2014 tertinggi dibandingkan dengan daerah lainnya di Jatim. Meski Apindo keberatan dan menolak usulan UMK Rp 2,2 juta. Usulan UMK Surabaya sebesar Rp 2,2 juta, masih kalah dengan Gresik Rp 2,37 juta dan Pasuruan Rp 2,31 juta. "Dinaikkan atau tidak, yang pasti Surabaya harus tertinggi," ujar Ketua Konfederasi SPSI Surabaya Dendy Prayitno kepada wartawan usai pertemuan antara Gubernur Jawa Timur Soekarwo

dengan beberapa perwakilan elemen serikat pekerja di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (14/11). Menurut Dendy, pihaknya meminta Dewan Pengupahan Jawa Timur dalam proses penetapan UMK 2014, khususnya Kota Surabaya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. "Yang penting prosesnya

UPAH MINIMUM KABUPATEN

Jawa Timur berupaya akan memenuhi tuntutan buruh yang meminta UMK Surabaya lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya. "Prinsipnya, kalau yang adil Surabaya harus tertinggi. Saya akan mengupayakannya," ujar Soekarwo yang akrab disapa Pakde ini. Pakde menambahkan, sebagai gubernur dirinya hanya memfasilitasi saja, karena kewenangannya tetap di Dewan Pengupahan Jawa Timur. "Prinsipnya belum ada kesepakatan (buruh) dengan Apindo. Kalau belum ada kesepakatan dengan Apindo, ya

kita kembalikan," tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur bersama beberapa unsur forum pimpinan daerah (Forpimda) Jawa Timur menemui Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo ) Jawa Timur, di Gedung Negara Grahadi. Dalam pertemuan tersebut, Apindo keberatan dan menolak usulan UMK Rp 2,2 juta. "Dia (Apondo-red) minta naiknya seperti DKI Jakarta antara 9 sampai 10 persen saja," ujar Soekarwo di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Rabu (13/11) malam.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim menolak usulan buruh agar UMK 2014 naik hingga Rp 3 juta. Karena jika tuntutan tersebut dipenuhi, maka bisa berdampak terhadap tutupnya usaha, akibat tidak kuat memberikan hak karyawan. “Makanya kami berharap angkanya tidak seperti itu (Rp 3 juta). Meski yang namanya tuntutan, tentu boleh-boleh saja,” demikian penolakan yang disampaikan Ketua Apindo Jatim, Alim Markus usai bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Rabu (13/11) malam.

PEMBAHASAN RAPERDA

Gubernur 'Deadline' Daerah yang Belum Usulkan UMK SURABAYA – Gubernur Jatim Soekarwo memberi peringatan (warning) bagi 4 (empat) daerah yang belum menyetor usulan besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2014. Keempat daerah yang belum mengirimkan usulan ke Dewan Pengupahan Jatim tersebut, yakni Sidoarjo, Gresik, Jember dan Mojokerto. Jika keempat daerah tersebut hingga 20 Nopember 2013 belum menyetorkan usulan UMK 2014 ke Dewan Pengupahan Jatim, maka akan ditinggal. “Kita beri batas waktu sampai tanggal 20 November,” tegas Soekarwo kepada wartawan usai pertemuan dengan beberapa elemen serikat buruh di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jalan Gubernur Suryo, Kamis (14/11). Menurut Soekarwo, pihaknya akan mengumpulkan seluruh Bupati dan Walikota, sebelum memutuskan besaran UMK Jatim 2014. Sebab, pada 21 Nopember mendatang sudah ada keputusan bersama tentang besaran UMK 2014. Dan, usulan tersebut tetap melibatkan tripartit, yakni Pemerintah, Apindo dan Buruh. “Harus ditandatangani ketiganya (tripartit). Kalau belum, saya kembalikan lagi. Tanggal 20 Nopember harus masuk semuanya, karena pada 21 Nopember sudah ada keputusan, tidak boleh ditunda,” ujarnya. Dengan belum masuknya keempat daerah tersebut, maka daerah yang sudah menyetor usulan UMK 2014 sebanyak 34 daerah. Namun, 34 usulan daerah itu belum

sesuai hukum yang berlaku. Kalau tidak bisa terjadi gugatan hukum," terangnya. Ketika disinggung usulan UMK 2014 dari para buruh sebesar Rp 3 juta, Dendy menegaskan, jika pihaknya tetap mematahui aturan yang berlaku. "Kalau dinaikan Rp 3 juta, bisa-bisa digugat Apindo dan itu perlu pengorbanan luar biasa. Saya tidak mau mendahului kewenangan Dewan Pengupahan, yang penting prosesnya harus benar dan sesuai aturan yang berlaku," terangnya. Sementara itu, Gubernur

Soekarwo

Gubernur Jatim

Kita beri batas waktu sampai tanggal 20 November,”

tentu semua memenuhi persyaratan. “Sudah ada 34 usulan yang masuk, tapi belum tentu benar semua memenuhi persyaratan. Ada yang mengusulkan dua (versi Apindo dan versi buruh) dari Mojokerto. Dua-duanya kita kembalikan,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim, Hary Soegiri. Daerah mana saja yang usulannya ditandatangani oleh Tripartit (pemerintah, Apindo dan buruh -red), Hary Soegiri belum bisa membeberkan kepada wartawan. Alasannya, masih dalam pengecekan. “Masih dicek terus secara maraton setiap hari,” elaknya. (ara)

Semua Fraksi Minta Pemprov Rombak Materi SURABAYA – Sepuluh Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur minta perombakan materi pembuatan tiga Raperda, yaitu Raperda Penanaman Modal, Penyelenggaraan Perlindungan Anak, dan pencabutan Perda No 6/2004 tentang Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum. Hal tersebut disampaikan masing-masing juru bicara fraksi dalam pandangan umum (PU) rapat paripurna di DPRD Jatim, Kamis (14/11). Juru Bicara Fraksi Demokrat Jatim, Saut Marisi Sihaan, mengatakan, perbaikan substansial pada raperda penanaman modal mengenai materi muatannya. Akan tetapi secara aspek aksiologis atau nilai harus diapresiasi sebagai niatan dasar penataan penanaman modal di Jatim. “Dengan adanya raperda penanaman modal ini dapat membantu pengaturan dan arahan yang jelas terhadap pelaksanaan modal di Jatim, sehingga sesuai dengan aturan perundang – undangan no 4 tentang penaman modal,” ujarnya. Sementara itu, raperda tentang perlindungan anak ini diharapkan benar – benar memberikan perlindungan hukum kepada anak di Jatim terutama pada anak – anak dari kelompok kalangan bawah. “Dengan adanya perlindungan atau perda buat anak ini merupakan suatu keharusan dan dilakukan optimal oleh pemerintah, sehingga dapat menciptakan generasi dan anak yang berkualitas di Indonesia,” ujarnya. Sedangkan untuk raperda pencabutan Perda No 6/2004 tentang Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum, fraksi partai demokrat mendukung dengan adanya perda tersebut. Karena raperda ini secara

ari armadianto/koran madura

RAPAT PARIPURNA. Suasana jalannya rapat paripurna dengan agenda pandangan umum (PU) seluruh fraksi mengenai tiga raperda, salah satunya raperda perlindungan anak di DPRD Jatim, Kamis (14/11). prinsipil dan teknis memang penting untuk memberikan kepastian hukum mengenai status regulasi daerah Jatim soal pengadaan tanah demi kepentingan umum “Peraturan ini sangat diperlukan oleh pemerintah, karena peraturan tersebut dapat mengatur ketentuan – ketentuan mengenai pengadaan tanah untuk kepentingan umum di Provinsi Jatim,”ujarnya. Juru bicara Fraksi PKB Jatim, Dra. Hj, Kartika Hidayati mengatakan untuk raperda penanaman modal pihak fraksi PKB mendukung adanya raperda tersebut, karena investasi dalam penanaman modal sesungguhnya merupakan salah satu komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu daerah. “Untuk mendukung upaya peningkatan penanaman modal ini, maka setiap daerah di kabupaten/kota di Jatim harus senantiasa berupaya menciptakan iklim yang kondusif,”ujarnya.

Dengan diusulkan dan disetujui raperda penanaman modal tersebut diharapkan penananam modal di provinsi Jatim dapat segera terjembatani, dan kepastian hukum terkait penanaman modal ini semakin baik. Fraksi PKB juga berharap raperda perlindungan anak dapat memberikan perlindungan sesuai dengan Undang – undang Dasar (UUD) 1945 pasal 28 b ayat 2 tentang hak anak. “Dengan memberikan perlindungan yang sesuai dengan UUD tersebut bahwa setiap anak terhindar dari ancaman berbagai bentuk kekerasan, perlakusalah, eksploitasi,”ujarnya. Pihaknya berharap kepada eksekutif dalam membuat raperda anak lebih cermat, mendalam, dan lebih teliti . “Saat ini kecermatan dan ketelitian dalam membahas raperda perlindungan anak ini sangat diperlukan agar jangan sampai terjadi muatan materi yang saling tumpah tindih,”

tegasnya. Sementara itu untuk Raperda tentang pencabutan peraturan daerah nomer 6 tahun 2004 tentang pengandaan tanah untuk kepentingan umum fraksi PKB berpendapat bahwa keseluruhan argumentasi, dan dasar telah mempunyai pijakan yang sangat jelas dan kuat. Lebih lanjut akan tetapi pihak fraksi PKB mengimbau agar pembahasan raperda tentang pencabutan pengandaan tanah untuk kepentingan umum tetap memberikan kesempatan yang memadai untuk bekerja, mengumpulkan data dan menggali berbagai masukan, agar nantinya keputusan yang akan diambil dapat dipertanggungjawabkan secara utuh, dan menyeluruh. “Dalam pembahasan raperda ini pihak eksekutif harus melakukan kerjasama dengan semua stakeholder dalam rangka demokratisasi pembentukan regulasi yang baik,” pungkasnya. (ara)

Menurut Alim Markus, mengacu tahun lalu, kenaikan UMK yang mencapai 38 persen dari Rp 1,2 juta menjadi Rp 1,7 juta oleh para pengusaha dinilai sudah sangat tinggi. “Kalau UMK (2014) naik, kenaikannya berkisar antara 9 sampai 10 persen,” tegas Presiden Direktur Maspion Grup ini. Menyikapi usulan tersebut, pihaknya, ujar Pakde Karwo akan akan melakukan pembahasan lebih lanjut dengan semua pihak. Setelah itu, besaran nilai UMK akan diserahkan ke Dewan Pengupahan Provinsi untuk membahas hingga putusannya. (ara)

MUSIM HUJAN

Jatim Siaga Bencana SURABAYA - Warga yang bermukim di sepanjang Sungai Brantas dan Bengawan Solo diminta untuk siaga banjir menyusul mulai tingginya curah hujan di Jawa Timur belakangan ini. Kepala Pelaksana Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Sudarmawan kepada wartawan di Surabaya kemarin mengatakan, ada 10 daerah yang rawan banjir di Jawa Timur dan sebagian besar berada di sepanjang sungai Brantas dan Bengawan Solo seperti Gresik, Bojonegoro, Lamongan Tuban dan Mojokerto. Ia menjelaskan, BPBD Kab/Kota menyiapkan aksi penanganan banjir, sehingga lebih terkoordinatif dan effisien. Semua persiapan fisik maupun non fisik sudah disiapkan sebagai antisipasi memasuki musim penghujan. Berdasarkan data pemetaan bencana, sedikitnya 32 daerah di Jawa Timur berstatus rawan bencana banjir dan tanah longsor. Sebagian besar dari 32 daerah itu, berpotensi mengalami bencana, khususnya di daerah-daerah perbukitan. Langkah antisipasi lain yang dilakukan saat ini adalah berkoordinasi dengan Balai Besar Pengelola Sungai Bengawan Solo dalam pengawasan ketinggian air selama 24 jam. Pengalaman tahun lalu, terjadi luapan air yang tak tertampung di Bengawan Solo. Luapan air akhirnya meluber ke rumah-rumah penduduk di desa-desa dan kota. (han)


6

PROBOLINGGO

JUMAT 15 NOVEMBER 2013 NO.0240| TAHUN II

SANTUNAN

Bupati Santuni 1000 Anak Yatim Piatu

SANTUNAN ANAK YATIM, Bupati Probolinggo, Hj. Puput Tantriana Sari, SE saat memberikan santunan kerpada anak yatim piatu pada peringatan 10 Muharrom

GAKIN

Raskin Bercampur Ulat PROBOLINGGO - Warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo mengeluh soal pemberian jatah beras untuk masyarakat miskin (raskin). Pasalnya, jatah raskin itu tidak layak untuk dikonsumsi. Ironisnya, beras dari pemerintah tersebut juga bercampur ulat. “Masak beras seperti ini diberikan kepada masyarakat,” ujar Mbok Anom, warga setempat kepada wartawan, Kamis (14/11). Melihat kondisi raskin yang diterimanya bercampur ulat, perempuan yang berumur setengah abad itu membuangnya. Ia khawatir dengan mengkonsumsi raskin yang bercampur ulat itu membahayakan bagi dirinya. “Siapa yang mau makan beras seperti ini,” tandasnya. Dia menjelaskan, raskin itu ia terima sekitar dua pekan lalu dari Kelurahan setempat. Ia mengambil jatah raskin tersebut melalui RT setempat sebanyak 5 kg. Namun begitu perempuan tua itu hendak mengkomsomsinya, ia mengaku kaget, karena raskin yang diterimanya bercampur ulat.”Saya kaget karena berasnya bercampur

ulat,” kata dia. Untuk mengambil jatah raskin tersebut, setiap warga harus membayar Rp.9 ribu dengan mendapatkan 5 kg beras. “Banyak warga yang membuang beras itu, karena sudah tidak layak konsumsi,” terang Mbok Anom lagi. Hal serupa diakui Ny. Aisyah. Dia juga mengatakan, jika raskin yang diberikan kali ini tidak layak untuk dikonsumsi dan bercampur ulat. Tidak hanya itu, namun baunya juga apek. Sedangkan warnanya juga kecoklatan. Karena raskin yang diterimanya juga tidak layak, Ny. Aisyah juga terpaksa membuangnya. Dia menambahkan, pemberian jatah raskin itu dilakukan setiap sebulan sekali. Namun, raskin bulan sebelumnya kwalitas berasnya tidak sejelek ini. “Sekarang kok tambah jelek,” tandasnya. Melihat kwalitas raskin kini tidak layak dikonsumsi, warga meminta agar pemerintah tidak sembarangan memberikan jatah beras untuk masyarakatnya. Kerena memberikan raskin bercampur ulat sama saja pemerintah tidak menghargai rakyatnya.(ugi).

WTP

DPPKA Berikan Reward PROBOLINGGO - Pemkot Probolinggo rencananya akan memerikan reward kepada bendahara pengeluaran. Pemberian reward tersebut diberikan karena telah berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Keberhasilan opini WTP tersebut berlangsung sejak dua tahun berturutturut, yakni pada tahun 2011 dan tahun 2012. “Makanya keberhasilan ini perlu adanya penghargaan,” timpalnya. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Probolinggo, Imam Suwoko kepada wartawan, Kamis (14/11). Sayangnya, Imam Suwoko masih belum bisa memberikan penjelaskan bentuk rewardnya seperti

apa. “Rewardnya seperti apa kita masih belum tahu, karena sekarang masih dirancang,” katanya. Menurut dia, keberhasilan opini WTP tersebut berlangsung sejak dua tahun berturut-turut, yakni pada tahun 2011 dan tahun 2012. “Makanya keberhasilan ini perlu adanya penghargaan,” timpalnya. Opini WTP yang diraih oleh Pemkot tersebut, kata Imam Suwoko, merupakan salah satu bukti keberhasilan dalam menyusun kinerja keuangan dan laporan keuangan pemerintah kota Probolinggo. “Keberhasilan ini juga menjadi salah satu bukti tertatanya pengelolaan keuangan daerah dalam standar tertinggi,” katanya. Imam menjelaskan, untuk mencapai itu semua tidak semudah membalikkan tangan. Namun memperlukan proses yang harus dilakukan secara terus menerus. Salah satu dasar melalui hasil pemeriksaan keuangan dari tahun-tahun sebelumnya. “Predikat ini merupakan prestasi yang harus selalu kita pertahankan terus ke depan,” pungkasnya. (ugi).

PROBOLINGGO- Dalam rangka memperingati 10 Muharam 1435 H , Bupati Probolinggo, Hj. Puput Tantriana Sari SE. malakukan penyantuanan 1000 anak yatim piatu yang tersebar di 24 Kecamatan Se Kabupaten Probolinggo. Acara yang berlangsung meriah dan penuh dengan rasa kebersamaan tersebut. Dilaksanakan Pada hari Kamis (14,11) oleh pihak Badan Amil Zakat (BAZ)dan K3S Kabupaten Probolinggo kemarin di depan Diva Swalayan Karkasaan. Dalam acara tersebut juga dihari oleh mantan Bupati Probolinggo Drs H. Hasan Aminuddin MSi berserta seluruh jajaran SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Menurut Bupati Probolinggo, Hj. Puput Tantriana Sari, SE mengatakan dalam sambutannya. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati 10 Muharrom. Karena didalam bulan yang agung

ini kita juga disarankan untuk banyak melakukan sodaqoh terhadap anak yanti piatu. “Kami atas nama pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo, juga ingin berbagi kepada mereka. Kegiatan santunan anak yatim piatu pada momentum 10 Muharrom merupakan kegiatan yang istiqomah dilaksanakan oleh Bupati Hasan Amininudin. Dan kegaitan ini tetap akan kami lanjutkan karena ini merupakan kegiatan yang patut diteladanmi bersama,” ujar Istri Bupati Hasan Aminuddin ini. Menurutnya, didalam bulan 10 Muharrom di dalam agama disunnahkan untuk melakukan santunan kepada anak yatim piatu,menjenguk orang sakit dan memperbanyak shodaqoh.“Momenutum Muharrom banyak keutamaan yang tersimpan di dalamnya,” kata Hj. Puput Tantriana Sari. Sebelum acara penyantunan anak yatim piatu tersebut dilaksanakan, Bupati Hj. Puput Tantriana

Sari, SE, juga menyempatkan diri menjenguk orang sakit yang ada Rumah Sakit umuj Waluyo Jati Kraksaan. Dalam kunjungannya Bupati juga memberikan santunan kepada mereka. Jumlah orang sakit yang dikunjungi oleh Bupati , Hj. Puput Tantriana Sari, SE yakni sebanyak 106 orang. Dan mereka rata merupaka orang yang kurang mampu secara perekonomiannya. Kedatangannya Bupati tersebut , juga menjadi perhatian dari pasien rumah sakit. ”Alhamdulillah Bupati juga menyempatkan diri berkujung kesini,” ujar Sumiati Salah satu pasien yang ada di ruang paviliun masyarakat miskin. Bahkan, Puput Tantriana Sari, berpesan kepada para pasien agar bersabar dalam menghadapi cobaan penyakit yang dideritanya.”Kegiatan ini memenag sudah menjadi rutinitas sejak suami saya menjabat bupati, untuk tidak lupa kepada anak yatim dan oaring miskin,” pungkasnya.(fud).

Pabrik Pengalengan Ikan Berbau Busuk PROBOLINGGO - Siapa yang tidak mau menutup hidung saat melintas di Jalan Brantas, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Aksi tutup hidung tersebut dilakukan warga setiap kali melintas di jalan itu, lantaran adanya bau aroma busuk yang ditimbulkan PT Southen Marine Products (SMP), salah satu pabrik pengalengan ikan. “Baunya tidak enak setiap kali lewat di depan pabrik itu,” tutur seorang warga, Basri kepada wartawan, Kamis (14/11). Menurut dia, bau busuk yang ditimbulkan oleh pabrik pengalengan ikan itu terjadi setiap malam hari. “Justru yang bau itu ketika malam hari. Kalau siang hari masih mendingan,” katanya. Bau busuk tersebut, imbuh dia, dinilai telah mencemarkan lingkungan. Apalagi, beberapa ratus meter dari lokasi pabrik terdapat pemukiman warga. Bahkan, juga ada pemukiman warga Rumah Susun Sewa (Rusunawa). Sebenarnya, bau busuk yang ditimbulkan oleh pabrik tersebut, berlangsung sejak lama. Bahkan, warga sempat

mengirim surat ke Pemkot. Namun hingga saat ini, kondisi itu belum berubah. Melihat keluhan warga itu, NU Kota Probolinggo angkat bicara. Ketua NU setempat, Maksum Subani mengatakan, bau tak sedap yang ditimbulkan oleh pabrik tersebut merupakan polusi udara. Bahkan, ia mendesak agar Pemkot memperhatikan keluhan warga tersebut. “Itu menyangkut soal lingkungan. Itu leading sektor Badan Lingkungan Hidup (BLH),” katanya. Selain BLH, persoalan itu juga menyangkut soal ijin limbahnya. “Makanya tanyakan ke kantor Perijinan bagaimana ijin limbahnya kok bisa bau begitu,” pungkasnya.(ugi).

BULAN MUHARAM

Pengemis Dapat Rezeki dari Sedekah PROBOLINGGO - Momentum tidak hanya merupakan bulan berbagi kasih untuk anak yatim piatu saja, Namun didalam momentum bulan yang dinilai baik bagi kalangan pengemis untuk mendapatkan rejeki. Menurut, Sutiah (45) salah satu pengemis di Kabupaten Probolinggo, mengatakan, didalam bulan muharam banyak orang yang memberikan sedekah . Sehingga saya juga mendapatkan rejeki yang berlimpah ketika bulan itu sudah tiba seperti sekarang ini. Sutiah mengaku, dalam kesehariannya dirinya dapat mengumpulkan uang senilai Rp 50-57 ribu perharinya, di banding dengan hari-hari lainnya. Biasanya dia hanya mendapatkan rezeki dari para dermawan senilai Rp 20-30 ribu perharinya.“Memang bulan ini mas banyak yang ditunggu-tunggu oleh para pengemis,” katanya kepada wartawan. Kamis (14/11). Menurutnya, dirinya berangkat dari rumahnya sejak pukul 08.00 WIB dan pulang sampai pukul 15.00

WIB. Penghasilan yang di-

dapatkannya

digunakan

untuk

menghidupi

anak

dan keluargnya. Selain itu dari hasil mengemis tersebut, untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikan anak-anaknya.“Selain untuk dimakan mas, saya juga memikirkan biaya untuk pendidikan sekolah anak saya,” ucap Sutiah. Tak hanya itu, Sutiah, mengeluhkan profesi yang digelutinya merupakan pekerjaan yang dinilai kurang baik dimata masyarakat. Namun baginya sudah dalam kondisi terpaksa. Karena biaya untuk usaha tidak memilkinya. “Mau usaha gimana mas, saya tidak punya modal, Dari pada mencuri mas mendingan saya mengeluti usah ini dengan meminta kepada para dermawan yang memilki kelebihan rejeki,” tutur ibu yang mengaku punya akan ini. Ia berharap, kalau dirinya memiliki modal nantinya, usaha mengemis yang digelutinya akan di tinggalkan.”Siapa yang mau menjadi pengemis terus menerus, saya juga ingin menjadi orang dermawan dan ingin memberikan rejeki kepada orang lain,” pungkas Sutiah. (fud).


BUDAYA Puisi: Sofyan RH. Zaid MENGENANG KENANGAN 1/ lewat puisi, aku mengenangmu mengenang pagi, pertama kita kehilangan hati ke wangi bunga, tetes embun dan terbit matahari, kita mencari ternyata di tubuhku hatimu, di tubuhmu hatiku kita malu-malu saling meminta, kemudian membiarkan tertukar aku menjadi kau, kau pun menjadi aku 2/ lewat puisi, aku mengenangmu mengenang jalan, langkah kita berawal, derap jadi irama, jejaknya menjadi tanda tangan saling menali, hati kita bernyanyi ; pakrampak kokkoningan nemmo sellok elang pole...* perjalanan kita telah cukup jauh untuk kembali, melewati batas demi batas kaki luka, kerikil dan duri berganti menusukkan diri dan kita rela ; ketulusan selalu punya bahasa sendiri 3/ lewat puisi, aku mengenangmu mengenang rasa, sepiku penuh baris gigimu, malammu penuh tebal alisku kita mulai kenal rindu, kerap menghitung waktu kadang menangis dan tersenyum sendiri, menjadi bagian dari kegilaan yang sadar diam-diam kita pun mengamini petuah bacan ; orang yang bisa membuat kita bahagia adalah orang yang juga bisa membuat kita duka begitulah tanda kedekatan jiwa kita seolah lebih tua dari usia, menjadi begitu bijak, begitu pujangga 4/ lewat puisi, aku mengenangmu mengenang surat, kalimat bersayap, tangan-tangan senyap menulis dengan detak kukirim padamu lewat hujan dan panas kau baca di rindang pohon, kau simpan di bawah batu dan surat-suratmu selalu saja menjadi sajak, jejak kepenyairanku menapak 5/ lewat puisi, aku mengenangmu; mengenang pertama kali kita bertemu Jakarta, 17 Agustus 2013 *Potongan lagu Dolanan Madura yang menggambarkan keakraban dan kedekatan

REHA kampung ini masih semanis senyummu, reha senyum yang memberiku ranum di luar musim, di tangkai kering tak ada limbah di sini, polusi udara dan tumpukan sampah, seperti di kotamu hanya pucuk-pucuk daun bertaut. udara bertiup lembut burung-burung berkicau saling bersahut. mengajarkan makna hidup kampung ini masih seanggun wajahmu, reha wajah yang terus memburuku sampai ke batas doa tak ada ceropong pabrik, gedung bertingkat dan rumah kaca yang membakar sekitar, seperti di kotamu hanya perdu-perdu kecil di tengah hamparan sawah pematangnya serupa gurat pada lehermu, para petani istirah setelah bercocok tanam begitu juga pantai dengan bentangan pasir putih, seperti lembaran kitab suci kampung ini masih setenang jiwamu, reha jiwa yang mendekapku sepanjang gelisah tak ada banjir di sini, tanah longsor dan luapan lumpur, seperti di kotamu hanya sungai-sungai mengalir menuju laut, gemerciknya menjadi irama yang merdu pagi dan petang anak-anak melintas ke sekolah dan surau dengan siul dan sorai kampung ini masih setulus cintamu, reha cinta yang membuatku semakin harga dan melampung tinggi tak ada pemerkosaan di sini, kemacetan dan perampokan, seperti di kotamu hanya ada sapa dan senyum tiap bertemu, sambil menundukkan dada kampung ini masih sepenuhnya engkau, reha engkau yang mau hidup bersamaku, menanam benih di pedalaman ini 2013

*) Penyair. Pernah belajar di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, dari Kecamatan BatangBatang Kabupaten Sumenep - Madura.

A

7

JUMAT 15 NOVEMBER 2013 NO. 0240 | TAHUN II

Ketika Aku Cemburu Cerpen : Tri Sulistini* uaca panas semacam ini sepertinya masih akan berlangsung lama. Tanda-tanda hujan, bahkan gerimis sekalipun, belum juga nampak. Di beberapa tempat di daerah lain di kecamatanku ini bahkan sudah mulai mengalami kekurangan air. Warganya sudah harus berjalan berkilo-kilo untuk mendapatkan air sekedar untuk memasak, berwudhu dan buang air. Kemarau semacam ini sepertinya masih akan berlangsung lama. Tandatanda hujan, bahkan gerimis sekalipun, belum juga nampak. Di beberapa tempat di daerah lain di kecamatanku ini sudah mulai mengalami kekurangan air. Warganya harus berjalan berkilo-kilo untuk mendapatkan air sekedar untuk memasak, berwudhu dan buang air. Walau tidak parah, desakupun mulai mengalami hal yang sama. Sumur-sumur warga, sungai dan sumber mata air mulai berkurang debit airnya. Sumur yang berada di rumah bibiku, kira-kira dua puluh meter dari rumahku, menjadi penyelamat kami sekeluarga untuk tidak terlalu jauh mengambil air untuk keperluan rumah tangga. Tapi, kamipun harus tahu diri dan berhemat dengan air. Musim kering yang panjang seperti inilah terkadang membuat warga desaku dan hampir seluruh warga di kecamatanku putus asa. Jika bukan turun ke sawah dan memelihara ternak apalagi yang bisa mereka lakukan? Tak heran, jika musim kemarau, banyak laki-laki di kampungku harus pergi merantau ke kota bahkan ke kota lain untuk menyambung hidup. “Besok aku akan ke kota, Sur,” suara suami yang tiba-tiba mengagetkan. “Ada apa ke kota, Kang?” tanyaku. Pandangan kami seketika beradu ketika kami sama-sama memutar kepala dari televisi kecil yang kami lihat. “Aku akan menemui kang Kadir. Seperti biasa, aku mau minta bantuan kang Kadir untuk menjadi loper koran. Seperti tahun lalu. Setidaknya sampai sawah kita siap untuk ditanami lagi.” “Kira-kira berapa lama kamu di sana?” aku berdiri dan mengecilkan suara televisi. “Seperti kataku tadi, sampai hujan turun dan sawah siap untuk kita

tanami. Bagaimana Sur?” suamiku melanjutkan. Aku teringat tahun lalu, ketika musim kemarau tiba, suamiku juga berangkat ke kota menemui kang Kadir, teman akrabnya yang sudah dianggapnya seperti saudara. Kang Kadir bekerja sebagai loper koran di kota sudah bertahun-tahun. Dari hasil kerjanya itu, kang Kadir bisa membangun rumah tembok sederhana dan berkeramik dengan dua kamar tidur lengkap dengan dapur, kamar mandi dan perabot rumah tangga, serta mampu membiayai dua orang putranya yang berada di pondok pesantren ternama di kota Jombang. Terbayang sulitnya mengasuh dua anak yang usia keduanya masih di bawah lima tahun. Walaupun, jarak antara desaku dengan kota tidaklah terlalu jauh hanya butuh dua jam perjalanan, namun kata suamiku pulang tiap minggu bisa menghemat uang. “Bagaimana dengan anak-anak, Rahman dan Rika?” aku berharap dengan pertanyaan semacam ini suamiku paham rasa beratku melepas kepergiannya ke kota. “Kau mintalah bantuan Emak untuk mengasuh anak-anak,” sahut suamiku seolah paham kecemasanku. “Emak itu sekarang sudah repot mengurus si Riza,” aku menjelaskan bahwa ibuku itu sibuk mengurus cucunya yang lain dari adikku yang yang bekerja ke kota lain bersama suaminya dan baru pulang setiap hari Sabtu. “Kalau begitu kau coba rawat sendiri anak-anak kita, dan aku akan pulang setiap lima hari sekali,” katanya memastikan bahwa dengan kepulangannya setiap lima hari sekali itu akan sangat membantuku mengurus anak-anak. Sepertinya niat suamiku sudah bulat dan aku tak punya alasan lagi untuk menghalanginya. Sawah sudah tidak menghasilkan apapun. Untuk

ternak, kami hanya mempunyai tiga ekor ayam yang kami pelihara sejak kecil untuk persiapan lebaran nanti. **** Suamiku betul-betul menepati janjinya. Sudah dua kali selama sepuluh hari dia pulang ke rumah. Dia memberiku cukup uang untuk kebutuhan rumah tangga kami selama lima hari yang ditinggalkannya dan lima hari berikutnya. Namun akhir-akhir ini, sudah sebelas hari suamiku tidak pulang, sejak kepulangannya yang terakhir. Hingga, aku putuskan besok sore menyusul dia ke kota. Terbayang olehku cerita Kang Jarod tentang temannya yang merantau ke Kalimantan dan menikah lagi di sana. Belum lagi si Daniyah yang ditinggal menikah lagi oleh suaminya di Malaysia. Adikku si Astuti, terpaksa ikut suaminya dan terpisah dengan putra semata wayangnya karena tercium kabar suaminya yang satpam sebuah perusahaan bermain asmara dengan teman sekantornya yang juga cleaning service di kantornya itu. Terbang sudah lamunanku ke mana-mana, membayangkan nasib apa yang akan menimpaku jika kang Husni betul-betul tidak pulang kembali selamanya. Apa jadinya hidup aku dan anak-anak. Semalaman aku hanya bisa membolak balikkan badan di tempat tidur. Aku terbakar cemburu. Siang ini, aku dikejutkan dengan kedatangan Kang Kadir dan tiba-tiba mengajakku ke kota. “Bawalah anak-anakmu agar kau tak kepikiran nantinya,” katanya padaku. “Ada apa sebenarnya, Kang?” tanyaku pada kang Kadir. Sampai kami berangkat, bahkan sampai di rumah kang Kadir, sepertinya tak ada niatan Kang Kadir begitupun istrinya, Yu Rahmi, untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya. Kang Kadir hanya memintaku segera

meletakkan barang-barang bawaan dan menyuruh Rahmi mengambil Rika dari tanganku. Kang Kadir sibuk mengeluarkan sepeda motor dan memintaku duduk di boncengan. Kembali pikiranku terbang melayang-layang. Jangan-jangan kang Kadir akan membawa aku ke rumah istri muda atau bahkan pacar baru Kang Husni. Aku bahkan sudah merancang apa yang akan aku lakukan jika itu terjadi. Aku sungguh merasakan cemburu yang berkobar-kobar. Sepeda berbelok ke kiri tepat di perempatan lampu merah dan berhenti sekitar seratus meter setelah itu. “Kok ke rumah sakit, Kang?’ tanyaku. Aku tahu tempat ini, karena aku dua kali dirujuk ke rumah sakit ini ketika melahirkan Rahman dan Rika. “Ada apa ini, Kang? Apa kang Husni sakit?” tanyaku bertubi-tubi. “Ikut aku, masuklah dulu, Sur. Nanti kau akan melihatnya sendiri. Bersabarlah. Ini cobaan yang harus kamu dan Husni jalani. Kalau kalian sabar, insya Allah semua ujian bisa kalian lewati,” katanya menyemangatiku yang mulai menangis. Kamar yang kami masuki ini berisi dua orang. Yang satu aku tidak kenal. Tapi yang satunyapun aku tidak bisa lihat wajahnya. Kang Kadir memintaku mendekat pada orang yang tertutup perban seluruh wajahnya. “Sur, ini Husni. Dia mengalami luka bakar hampir seluruh tubuhnya, terutama bagian wajah dan lengannya. Sebelas hari yang lalu itu, dia berkeras membantuku menjaga lapak bensin jualanku karena koran yang dijualnya sudah habis. Tiba-tiba ada sebuah mobil menabrak lapak bensinku dan ada percikan api yang mengenai bensin dan melalap seluruh benda-benda di sekitarnya termasuk Husni yang tidak bisa bergerak karena sudah tertabrak mobil. Maaf Sur, aku tak segera memberitahumu karena aku masih mengurusi semua urusan yang berkaitan dengan kejadian ini di kepolisian dan rumah sakit,” kang Kadir menjelaskan panjang lebar, namun aku hanya dengar sebagian saja karena sebelum cerita itu selesai, aku sudah limbung, terjatuh dan tidak ingat apa-apa lagi. Aku bahkan tidak tahu, suamiku tahu kehadiranku atau tidak.= *) Mengajar di SMP N 6 Pamekasan, Tinggal di Kabupaten Pameksan – Madura.

Mendedah Karakter dan Gaya Mengajar Guru Oleh: Siti Nur Chalimah* Ibarat Kapal selam yang siap berenang di tengah ombak dan derasnya arus. Seorang Guru tidak hanya dituntut untuk mengajar akan tetapi lebih jauh guru harus siap menghadapi tingkah dan karakter sikap murid-muridnya di dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, Guru harus kreatif dalam mempola pendidikan yang kini dipengaruhi pola pendidikan yang cepat saji dan doktrin media internet dan kecanggihan teknologi.

M

elalui sudut pandang buku ini merupakan upaya reflektif dalam mengatasi pendidikan sekarang ini. Dimana dalam bukunya penulis mengilustrasikan ruh pendidikan dengan sosok Guru gokil dan Murid Unyu. Guru gokil di artikan oleh guru SMA Kolese John De Britto ini sebagai guru hebat (great teacher) yang mampu menginspirasi muridnya menjadi unyu. sedangkan istilah Murid Unyu berarti murid yang cerdas, yakni generasi yang tidak hanya galau melulu, tetapi bisa mengatasi persoalan di tengah “mabuk internet” dan kepungan tayangan televise yang tidak mendidik. Inti kecerdasan (keunyuan) adalah

kemampuan memecahkan masalah. Pengalaman nyata serta fenomena pendidikan dalam kemasyarakatan di ulas oleh J. Sumardianta dalam bukunya terdiri dari enam bab. Diantaranya Kacamata Sang Pendidik, Sosok, Alam adalah Guru, Hidup untuk Menghidupi, jendela Ilmu, Sekolah Bukan Rumah Kaca (hal vii). Gaya dan penyampaian tulisannya dikemas secara apik dengan guyonan dalam bentuk cerita. Beberapa cuplikan cerita di buat mengalir dan menginspirasi bagi pembaca dengan membawa kepada kesadaran bahwa zaman telah berubah. Perubahan zaman inilah yang harus dimainkan guru dengan gaya dan perubahan mengajar pada dirinya. Guru yang mengajar bukan hanya sekedar transfer pengetahuan atau menyuapi materi, namun lebih pada bagaimana cara meningkatkan animo siswa untuk menyadari dan mengerti

kebutuhannya akan ilmu yang dipelajari di sekolah mereka. Kultur pendidikan Indonesia yang terlalu memuja brain memory (penguasaan pengetahuan kognitif) dan mengabaikan muscle memory (kecapakan lunak maupun keras). Itulah yang akhirnya mengakibatkan lulusan perguruan tinggi hanya pintar 5 senti alias hanya kepalanya yang pintar (hal 154) Dimana guru harus bisa lebih kreatif dan inovatif dengan mengikuti zaman yang semakin lebay, guru harus bisa memposisikan dirinya dan murid. Pengaruh media sosial, murid pada zaman lebay dijuluki Generasi Digital (Gen C). mereka sudah terbiasa bermain dan belajar dnegan ponsel cerdas Samsung Android, BlackBerry, I Phone dan Gandget. (hal 7) Disinilah dibutuhkan Guru Gokil, Yakni guru yang menguasai teknologi informasi sekaligus mendayagunakan kegiatan pembelajaran di sekolah. Serta mengarahkan

murid menjadi karakter yang unyu, cool, dan confidence. (hal 10-11) Pendidikan haruslah membentuk generasi muda agar menjadi manusia berbudaya yang mampu mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat (hal. 114). Jika hal itu terjadi, maka akan melahirkan guru-guru yang membelenggu karena terjebak arus dan jerat tantangan pemenuhan kurikulum. Mereka begitu terdoktrin pokok bahasan yang tercantum dalam kurikulum. Seluruh waktu habis tenggelam dalam detail-detail kontraproduktif. Sehingga tak heran bila kebanyakan guru mengalami kelumpuhan paradigma seperti itu. (hal. 96) Untaian fenomena-fenomena yang dipaparkan J. Sumardianta atas kebelungguan guru dan murid dalam pembelajaran disiasati dengan mengobarkan semangat pembebasan para guru. Mengutip teori Paulo Freire dalam maid set pendidikan, dimana harus terus menerus melakukan kontekstualisasi kegiatan belajar mengajar di kelas. Buku yang berjudul Guru gokil Murid Unyu ini sangat tepat dibaca dan di refleksikan oleh para guru, dosen, murid, dan mahasiswa sebagai bekal pengetahuan dalam mengarungi terjalnya arus dunia pendidikan.= *) Mahasiswi Pencinta Buku di IAIN Walisongo Semarang.

Pemimpin Redaksi Abrari (Non Aktif), Wakil Pemimpin Redaksi Zeinul Ubbadi, Redaktur Ahli M. Husein, Redaktur Pelaksana Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari, Sekretaris Redaksi Benazir Nafilah, Admin Indriani Y.M, Tata Letak Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Desain Grafis Ach. Sunandar, Khoiril Anwar, Fotografer Mahardika Surya Abriyanto (Non Aktif), Website Hairil Anwar, Biro Sumenep M. Hayat (Kepala) Syah A. Latief, Syamsuni, Junaidi, Biro Pamekasan G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Ali Syahroni Biro Sampang Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H, Junaidi, Biro Bangkalan Moh. Ridwan (Kepala), Doni Harianto, Biro Surabaya Endra Franata (Kepala), Hana Diman, Ari Armadianto, Joeli Hidayati, Dedy Bashori, Biro Probolinggo M. Hisbullah H (Kepala), Sugianto, Mahfud Hidayatullah, Biro Jakarta Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy Kontributor FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia), Manajer Pemasaran Moh. Rasul Accounting Ekskutif Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim (Pamekasan), G. A. Semeru (Surabaya) Penerbit PT. Koran Madura, Komisaris Rasul Djunaidi, Direktur Utama Abrari, Direktur Keuangan Fety Fathiyah, Alamat Redaksi Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, email koranmadura@ymail.com, opini.koranmadura@gmail.com, Telepon/Fax (0328) 6770024, No. Rekening BRI 009501000029560, NPWP 316503077608000 http://www.koranmadura.com/ | Wartawan Koran Madura dibekali ID Card (kartu pengenal) dan tidak diperkenankan menerima imbalan berupa apapun dari narasumber


OL AHRAGA

88

JUMAT 15 NOVEMBER 2013 NO. 0240 | TAHUN II

JUMAT 15 NOVEMBER 2013

Alex Song Masih Betah di Barcelona BARCELONA - Gelandang Barcelona Alex Song menegaskan bahwa dia masih bahagia di Camp Nou dan tidak ingin kembali ke Arsenal, meskipun dia jarang dimainkan di tim utama “El Barca”. Pemain internasional Kamerun ini meninggalkan Emirates pada 2012 lalu setelah menjadi salah satu tulang punggung di lini tengah pasukan Arsene Wenger. Meski gagal merebut satu tempat di lini tengah tim Catalan, Song bertekad untuk bertahan hingga kontraknya berakhir. “Saya memang bahagia ketika berada di Arsenal. Saya menghabiskan tujuh tahun di sana. Tetapi saat ini, saya tidak ingin melihat ke belakang. Saya sangat bahagia di sini. Kontrak saya masih tersisa empat tahun. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi setelah kontrak saya di sini habis. Tetapi hari ini saya bahagia di sini,” kata Song. Musim ini, Arsenal tampil gemilang. Mereka berada di puncak klasemen sementara, meski hanya berjarak dua poin dari Liverpool di peringkat kedua. Melihat hasil ini, Song mengaku tidak kaget. “Ketika saya meninggalkan Arsenal dua tahun lalu, saya tahu mereka memiliki pemain-pemain hebat, tetapi setiap musim mereka selalu kehilangan satu hal. Saya yakin tahun ini dengan pemain-pemain yang baru bergabung, mereka sudah memulai musim dengan sangat bagus. Mereka begitu kuat di liga dan saya menyaksikan setiap pertandingan mereka,” jelas Song. Dia melanjutkan, “Saya harap, musim ini mereka akan melakukan yang terbaik, dan tidak ada pemain yang cedera karena ketika pemainpemain kunci cedera, kondisi ini akan sangat menyulitkan mereka. Saya juga berharap, mereka menjuarai liga musim ini. Saya akan sangat senang melihat mereka menjuarai sesuatu.” (espn/aji)

Milan Pindah Markas

EKSPRESI. Pemain Meksiko merayakan keberhasilan mengalahkan Selandia Baru pada laga yang digelar di Stadion Aztec, Kota Meksiko.

Satu Kaki Meksiko

di Brasil

8.5

MANOFTHEMATCH ORIBE PERALTA

Nama Lengkap Oribe Peralta Morones Lahir 12 January 1984 Tempat Lahir Torreón, Mexico Tinggi/Berat 178 cm/70 kg Kebangsaan Meksiko Klub saat ini Club Santos Laguna Posisi Penyerang Nomor Kaos 24

PENGHARGAAN

Bersama Klub Santos Laguna Primera División de Mexico (2): Clausura 2008, Clausura 2012 Medali Emas Panamerican Games (1): 2011 Medali Emas Olympiade (1): 2012

CASA MILAN. Tampak luar markas baru klub serie A AC Milan (atas). Bagian koridor dalam gedung yang dipasangi foto Silvio Berlusconi dengan berbagai piala yang diperoleh AC Milan (bawah) MILAN - AC Milan secara resmi pindah markas dari San Siro ke Casa Milan. Perpindahan ini justru dilakukan ketika mereka melewati waktu-waktu paling sulit di Serie A. Dari 12 pertandingan pertama musim ini, Milan baru meraih 13 poin sehingga terpuruk di peringkat ke-10 klasemen sementara, menyusul serentetan hasil buruk. Bahkan start musim ini adalah yang terburuk sejak 1981. “Milan pindah, Milan terus maju,” demikian bunyi pengumuman yang dipampang di website resmi Milan setelah Wakil Presiden klub Adriano Galliani menjadi salah satu orang pertama yang membabtis gedung baru milik Milan tersebut. Di markas baru ini, beberapa orang penting Milan berkantor. Anak sang pemilik klub Silvio Berlusconi, Barbara Berlusconi yang memiliki kuasa lebih dari Galliani di AC MIlan, memilih berkantor di gedung baru ini. Bahkan letak kantornya berhadapan dengan kantor Galliani yang terletak di lantai empat. “Saya tidak pergi kemana-mana. Selama saya masih berkecimpung di dunia sepakbola, saya akan tetap di Milan. Silvio Berlusconi akan menjadi presiden saya seumur hidup. Dia sudah dan akan selalu menjadi presiden saya,” kata Galliani kepada La Repubblica. Jawaban itu diberikan untuk pertanyaan media Italia tentang kapan Galliani pergi dari Milan. Pertanyaan yang sama dilontarkan kepada pelatih Massimiliano Allegri, meskipun Berlusconi sudah menjamin bahwa Allegri tetap akan melatih klub tersebut. Pertanyaan-pertanyaan wartawan Italia ini muncul karena gerah atas prestasi Milan yang jeblok pada awal musim ini. (espn/aji)

Individual Striker Terbaik Turnamen Apertura 2011 Striker Terbaik Turnamen Clausura 2012 Pemain Terbaik Turnamen Clausura 2012 Pemain Terbaik Liga Champions Concacaf 2012

MEXICO CITY Satu kaki Meksiko sudah berada di Brasil, setelah menghantam Selandia Baru dengan skor 5-1 pada leg pertama play-off kualifikasi Piala Dunia 2014, Kamis (14/11) di Aztec Stadium Mexico City. Hasil ini tentunya memudahkan Meksiko untuk meraih satu tiket ke Brasil. Di leg kedua, Les Sombreros hanya butuh hasil imbang untuk lolos. Sebaliknya, kekalahan ini membuat peluang Selandia Baru mengulangi sukses tiga tahun lalo bermain di putaran final Piala Dunia hampir tertutup. Sebab mereka harus mampu menang 4-0 di leg kedua nanti di Wellington untuk bisa melenggang ke Brasil. Bek Meksiko Paul Aguilar membuka keunggulan bagi Meksiko saat laga berjalan 32 menit, setelah mendapat umpan dari Andrew Durante. Delapan menit berselang, Raul Jimenez menggandakan keunggulan Meksiko dengan menyundul bola masuk ke gawang Glen Moss lewat prosesi tendangan sudut. Tak berhenti sampai di situ. Tiga menit setelah turun minum, Oribe Peralta mempertegas keunggulan Meksiko dengan menyontek bola kiriman Miguel Layun. Oribe mencetak gol keduanya di menit 80, kembali dengan bantuan Layun sebelum Rafael Marquez membawa Meksiko memimpin 5-0 di menit 84. Chris James mencetak satu gol hiburan semenit kemudian, dan laga akhirnya berkesudahan dengan skor akhir 5-1 di Azteca Stadium. Leg kedua akan dilangsungkan awal pekan depan dengan Selandia Baru ganti bertindak sebagai tuan rumah dalam laga di Wellington. Uruguay juga hampir pasti terbang ke Brasil tahun depan setelah menyikat tuan rumah Yordania 5-0 di leg pertama babak play off Piala Dun-

ia, Rabu (13/11) malam WIB. Bermain di hadapan pendukung lawan di King Abdullah Stadium, Amman, Uruguay tampil dominan dengan mewakilkan Maxi Pereira, Cristian Stuani, Nicolas Lodeiro, Cristian Rodriguez dan Edinson Cavani di papan skor. Dengan kemenangan di pertandingan ini, langkah anak asuh Oscar Tabarez semakin mudah mengingat leg kedua nanti bakal digelar di kandang sendiri, Estadio Centenario, Montevideo pada 20 November mendatang. Di babak pertama, La Celeste mampu mencetak gol cepat melalui Pereira usai memanfaatkan bola mentah yang gagal diantisipasi kiper Mohamad Shatnawi di menit ke-22. Keunggulan tim tamu kemudian bertambah ketika pertandingan akan memasuki turun minum, dengan sosok Stuani yang kali ini menggetarkan jala Yordania setelah memaksimalkan umpan Lodeiro. Beberapa menit saat paruh kedua dimulai, kubu tuan rumah nyaris memperkecil keaadan. Akan tetapi, Ahmad Ibrahim yang berdiri bebas di depan mulut gawang Martin Silva tak mampu memasukkan bola meski kiper lawan telah mati langkah. Perlawanan sengit lantas dipertontonkan anak asuh Hossam Hassan di paruh kedua. Berbagai cara juga mereka lakukan, salah satunya diwakili Musab Al Laham guna memenangkan sepakan penalti di menit ke-60, yang kemudian dianggap sebagai diving oleh wasit Svein Oddvar. Asyik melawan, Uruguay justru menghukum tim peringkat 70 dunia itu dengan menggetarkan gawang Shatnawi untuk kali ketiga di menit ke-69. Bermula dari sprint Cavani yang menyusur sisi kiri pertahanan lawan, striker Paris Saint-Germain itu kemudian mengirimkan umpan ke tengah yang disambut sepakan terarah Lodeiro guna membawa timn-

LIMA FAKTA PENTING Meksiko mengalahkan Selandia Baru 5-1 pada laga pertama play-off Piala Dunia 2014. Berikut lima hal penting dari pertandingan di Stadion Azteca. • ESPN’s Soccer Power Index sekarang memfavoritkan Meksiko hingga 99.2% lolos ke Piala Dunia 2014, lebih besar dari nilai sebelum laga ini dihelat 85%. • Lima gol Meksiko melewati total gol dari tiga pertandingan home selama kualifikasi. El Tri tidak pernah mencetak lebih dari 2 gol pada laga home sejak laga pertama saat mereka mengahalan Guyana 3-1 pada Juni 2012. • Oribe Peralta mencetak gol ketiga pada menit ke-48. Dia mencetak 8 gol dalam 7 pertandingan internasionalnya. Dia juga mencetak gol dalam 7 pertandingan terakhir untuk klub dan timnas. Peralta melakukan 6 kali sentuhan bola di area penalti lawan, setara dengan total sentuhan seluruh punggawa Selandia Baru. • Dominasi Meksiko dalam pertandingan ini terlihat dalamkeberhasilan mereka melepaskan 528 umpan. • Rafael Marquez tidak bermain untuk Meksiko selama 17 bulan. Sekarang dia mencatatkan 116 caps untuk timnas.

ya semakin menjauh. Tak mau ketinggalan, winger Cristian Rodriguez ikut-ikutan mencetak gol di menit ke-78 usai menerima umpan silang matang Alvaro Pereira yang menyisir sisi kiri. Adapun, gol tersebut merupakan persembahan kedelapan pemain asal Atletico Madrid itu untuk negaranya. Sebagai penutup pesta, Cavani tak luput menggetarkan jala lawannya melalui sebuah tendangan bebas ke pojok kanan gawang di masa injury time. (Goal.com/aji)

Spanyol Mengkhawatirkan Italia dan Brasil JOHANNESBURG - Gelandang Chelsea Juan Mata menempatkan Tim Brasil dan Italia sebagai ancaman terbesar bagi Spanyol di Piala Dunia 2014 mendatang. Menurutnyaa, prestasi “Seleccao”, sebutan untuk Timnas Brasil, di Piala Konfederasi dan konsistensi Azzurri di setiap turnamen besar bisa mengancam kans pasukan Vicente Del Bosque untuk mempertahankan trofi Piala Dunia. “Saya rasa, akan sangat, sangat sulit untuk menjuarai turnamen ini, karena ada banyak negara yang akan berusaha keras untuk mencapai babak final. Bagi saya, tuan rumah Brasil punya skuat bagus denga para pemain mudanya. Mereka mengalahkan kami di Piala Konfederasi musim panas lalu. Italia juga kan melawan kami dengan sekuat tenaga demi gelar ini,” tegas gelandang Chelsea ini kepada Laureus.com Meski demikian, Mata berharap, Spanyol bisa mempertahankan gelar juara dunia yang

mereka rebut di Afrika Selatan pada 2010 lalu. Untuk itu, dia akan berjuang sekuat tenaga untuk membantu Spanyol mempertahankan gelar juara tiga tahun silam tersebut. “Ini sebuah tantangan besar dan kami semua ingin meraju sejarah. Benar bahwa bermain pada Piala Dunia di Brasil adalah sebuah mimpi karena Brasil adalah sebuah negara yang sangat menggemari sepakbola,” kata Mata lagi. Selain memfavoritkan negaranya, mantan pemain Valencia itu menilai, Inggris juga bisa menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil karena memiliki pemain-pemain yang cukup mumpuni. Menurutnya, para pemain Inggris yang dipanggil pelatih Roy Hodgson sangat berkualitas. “Tim Inggris sungguh sangat bagus karena mereka memiliki banyak pemain di tim-tim terbaik di Inggris dan Eropa. Bagi saya, mereka selalu menjadi calon juara turnamen-tur-

namen besar yang mereka ikuti seperti Piala Dunia,” kata Mata pada acara di Yayasan Laureus. Pada bagian lain Mata juga berbicara tentang waktu-waktu indahnya di Inggris bersama “The Blues” Chelsea sejak didatangkan dari klub La Liga

Valencia. “Sungguh membanggakan bermain di Inggris dan saya sudah merasakan suasana yang berbeda sejak hari pertama bermain di negara ini. Menurut saya, sangat penting bagi seorang pemain terus bertumbuh dengan mengalami

tipe permainan sepakbola yang berbeda,” ucapnya. Saat ini, Mata dan kawankawan sedang mempersiapkan diri menghadapi laga persahabatan melawan Guinea Khatulistiwa dan Afrika Selatan. (espn/goal.com/aji)


Taneyan Lanjang

1

JUMAT 15 NOVEMBER 2013 NO.0240 | TAHUN II

JUMAT

9

15 NOVEMBER 2013

BANGUN PERUMAHAN

Lahan Produktif Tergusur

SUMENEP - Lahan produktif di Jalan Arya Wiraraja, Kolor, Sumenep, diperkirakan akan menjadi lahan mati. Di atas lahan produktif tersebut dibangun sejumlah perumahan profit. Akibatnya, lahan pertanian semakian menyempit. Seluas mata memandang me-

rupakan kawasan pertanian yang subur, dengan sumber-sumber air yang tercukupi. Sayangnya, beberapa bulan bekangan kawasan ini mulai disasar oleh para pengembang perumahan yang sudah dikapling dalam beberapa bangunan dan lajur jalan.

Pemilik lahan tergiur dengan harga yang ditawarkan karena desakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasa suatu kesempatan, salah satu pemilih lahan kepada Koran Madura mengatakan terpaksa menjual tanahnya untuk biaya kuliah dua anaknya. (edy/yat)

judaedy/koran madura

MENYUSUT: Para pekerja sedang menyelesaikan pembangunan di atas areal tanah produktif di sepanjang Jalan Arya Wiraraja, Kolor, Sumenep, Kamis (14/11). Semakin banyaknya bangunan perumahan menyebabkan menyusutnya lahan pertanian.

Siswa Dijatuhi Reruntuhan Bangunan Alumni: Sejak Saya Sekolah Kondisinya Tak Ada Perubahan SUMENEP – Adikurrahman, 8, siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk, jadi korban reruntuhan bangunan sekolahnya, Kamis (14/11). Saat ini, ia sedang mendapatkan perawatan intensif karena sempat tidak sadarkan diri, dan kepalanya terus membengkak serta sulit untuk digerakkan.

Hafidatul Munawaroh Mahasiswi

Menebar Manfaat

K

ita memang harus belajar menjadi pribadi, bukan hanya diri. Kita juga harus belajar menjadi manusia, bukan orang. Sebagai manusia kita memang tak dapat dibantah, memiliki segudang tanggung jawab, salah satunya adalah tanggung jawab sosial, sebab kita sudah ditahbiskan oleh Aristoteles sebagai zoon politicon. Hafidatul Munawaroh, perempuan kelahiran 8 Juni 1993 merupakan salah satu di antara sekian perempuan yang berusaha menjadi pribadi, bukan hanya diri. Sebab ia sadar, mengabdi untuk masyarakat, bangsa dan negara adalah salah satu alasan kenapa kita bertahan hidup. Termasuk ingin mengatakan kepada semua bahwa menjadi pribadi itu penting, karena itu adalah ukuran bagi semua orang untuk menjadi menusia seutuhnya. Maka tak salah bagi Vida, panggilan akrabnya, benar-benar mengbdikan dirinya untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Kini, di sela-sela aktivitasnya berkuliah, perempuan yang berlajar berproses di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di kampusnya menyadari bahwa bermanfaat bagi orang lain merupakan salah satu bentuk tugas manusia sebagai pribadi. “Sebab tak ada yang lebih bahagia selain kita punya etika berbagi untuk sesama, baik berbagi ilmu, kebahagiaan maupun berbagi rasa. Itulah salah satu manusia yang punya pribadi,” ucapnya gadis yang aktif di kegiatan kemahasiswaan tersebut. Ia pun tak begitu muluk-muluk dalam menjalani kehidupan. Ia hanya ingin menjadi pribadi yang mengagunkan. Perempuan yang juga tercacat sebagai perempuan aktivis di PMII itu tak kenal lelah dalam belajar. Selain itu, ia juga pun tak pernah merasa bosan untuk mendampingi kader-kadernya ketika punya tugas. Sehingga gadis suka senyum itu pun disukai oleh banyak orang, selain kocak, ia juga tak pandang bulu dalam berteman. Hanya satu hal, hanya ingin menebar manfaat. (Sym)

Insiden tersebut terjadi saat Adikurrahman sedang bermain di teras sekolah setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar. Secara tiba-tiba genting dan kayu bangunan tua menimpa kepalanya. Akibatnya, Adikurrahman sempat pingsan selama lebih kurang dua jam lamanya. Pada saat itu pula, warga Desa Bragung, Kecamtan Guluk-Guluk, itu langsung dilarikan ke Puskesmas Guluk-Guluk. Dan hingga saat ini masih mendapatkan perawatan tim medis. Pengawas Sekolah SDN 3, Moh. Hafid, menjelaskan, dirinya memaklumi jika bangunan itu mudah rapuh. Usia bangunanya sudah sangat tua. ”Ini kah sudah bukti kongkret jika banguan itu sudah tua. Terkena hujan sedikit langsung berjatuhan,” katanya, Kamis (14/11).

Dirinya mengaku sempat ditegur oleh orangtua murid, karena sampai saat ini kondisi bangunan itu belum diperbaiki. ”Kami ditegur habishabisan oleh para wali murid. Namun mau bagaimana lagi, wong kami hanya bisa mengusulkan saja, dan kami sudah mengusulkan namun masih belum dapat giliran, mungkin,” terangnya. Jika bangunan tersebut tidak kunjung diperbaiki, Hafid khawatir akan memakan korban lagi. ”Ya kalau tidak segera diperbaiki kemungkinan tidak bisa ditempati, karena ketika di tempati khawatir akan runtuh semua nantinya,” katanya. Moh. Jakfar (30), alumni sekolah tersebut yang rumahnya tidak jauh dari sekolah yang runtuh, menyatakan, mulai dirinya bersekolah hingga

saat ini belum pernah diperbaiki. Gentingnya sudah banyak yang pecah dan berlubang, sehingga ketika turun hujan ruangan kelas tergenang air. ”Sejak saya sekolah di sini dulu kondisinya tetap tidak ada perubahan, bahkan kondisinya semakin mengkawatirkan dan membahayakan bila tetap digunakan sebagai sarana peroses kegiatan belajar mengajar (KBM),” terangnya. Secara terpisah, Ketua Dewan Pendidikan Sumenep (DPKS) M. Kamalil Arsyad mengakui jika usia bangunan itu telah tua. Bahkan keberadaannya sudah tidak layak pakai. ”Kami pernah turun langsung ke sana (SDN 3 Bragung ), dan kondisinya memang sudah tidak layak pakai,” terangnya. Sekolah tersebut mendesak untuk diperbaiki, karena satu-satunya sekolah dasar negeri di Desa Bragung. ”Di sana muridnya masih lumayan banyak,” terangnya. Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, A. Shadik, saat dihubungi wartawan Koran Madura melalui telopon selulernya tidak merespon. (edy/mk)

KADES DEFINITIF

Terobosan Hukum untuk 138 Desa

doni heriyanto/koran madura

HEARING. Komisi A DPRD Bangkalan, saat memanggil Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas), Kabag Hukum Pemkab Bangkalan, Camat, dan Ketua BPD di lima desa. BANGKALAN - Komisi A DPRD Bangkalan menyatakan perlu terobosan hukum baru dalam menyikapi persoalan-persoalan seputar Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Bangkalan. Sebab berlarut-larutnya persoalan pembentukan Panitia Pilkades di Kabupaten setempat berakibat pada mandegnya aspirasi masyarakat di level bawah dan timpangnya roda Pemerintahan Desa. Hal itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD Bangkalan, Syafiuddin Asmoro dalam Rapat Dengar Pendapat antara Komisi A dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas),

Kabag Hukum Pemkab Bangkalan, Camat dan Ketua BPD di lima Desa. Mengingat begitu peliknya permasalahan Pilkades yang tak kunjung terlaksana hingga saat ini. "Masih tersisa 138 Desa dari 281 Desa di Kabupaten Bangkalan yang dijabat oleh Pjs (pejabat sementara), bukan Kepala Desa. Meskipun Badan Perwakilan Desa (BPD) sudah hampir terbentuk semua," jelas Syafi. Menurutnya, demikian itu mengisyaratkan bagaimana peliknya persoalan reformasi Desa di Kabupaten Bangkalan. Perlu adanya revisi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten

Bangkalan nomor 3 tahun 2010 perubahan atas Perda no 7 tahun 2006 tentang Pilkades. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas), Roosli Haryono menjelaskan bahwa Pemkab sendiri selama ini sudah berusaha melakukan terobosan kebijakan dengan memberikan sanksi berupa tidak dicairkannya dana operasional BPD bila Kepanitiaan Pilkades belum terbentuk."Selanjutnya adalah sanksi yang lebih berat dengan tidak dicairkannya dana Alokasi Dana Desa (ADD) bila Pilkades belum kunjung ada kejelasan," jelas Nono, sapaan akrab Ka. Bapemas ini. Namun cara ini nampaknya tidak cukup efektif mengurai kompleksitas politik Desa. Ahmad Kurniawan, Kabag Hukum Setda. Bangkalan mengungkapkan bahwa ada celah hukum yang bisa dimanfaatkan dalam mengeliminir problem Desa. Dengan demikian, apabila terjadi dead-lock di tingkatan Desa, maka Pemkab berhak mengambil alih kewenangan Desa yang biasa dipegang Kades. Oleh sebab itu, kedepan tidak ada lagi persoalan berlarutnya pelaksanaan Pilkades. Apalagi kondisi seperti ini sejak dulu belum menemukan solusi yang konkrit. Maka, dengan terobosan hukum ini menjadi sebuah legalitas formal dalam mewujudkan percepatan Pilkades.(dn/rah)

Profil SDN 3 Bragung Berdiri Sekitar Tahun:

1980

Ruang Kelas:

6 Lokal

Jumlah Siswa :

32 orang

Jumlah Guru:

6 Orang

(2 PNS, 4 non PNS) Kronologi Adikurrahman Terkena Reruntuhnya Sekolah

6.30 Adikurrahman berangkat dari rumahnya di Desa Bragung Kecamatan Guluk-guluk ke SDN 3 desa setempat dengan berjalan kaki. 7.00 Adikurrahman tiba di sekolah. Di sekolah bertemu dengan teman-teman sejawatnya, lalu bermain bola. 7.30 Adikurrahman mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas III SDN 3 Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk. 9.30 Adikurrahman yang sedang bermain di teras sekolah dijatuhi puing-puing bangunan sekolah dan mengenai kepalanya. Seketika langsung pingsan. 9.40 Adikurrahman dilarikan ke peskesmas setempat dan hingga saat ini masih mendapatkan petawatan. Olah data dari Pemberitaan Koran Madura oleh M. Kamil Akhyari

PROSTITUSI

PSK Diduga Cari Lokasi Baru PAMEKASAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pamekasan menyatakan akan melakukan pengawasan terhadap lokasi yang diduga menjadi lokasi baru bagi penjaja seks setelah tempat mangkal mereka ditutup. Menurut Kepala Satpol PP, Masrukin, melalui Kasi Penyidikan Dan Penyelidikan, Yusuf Wibisono, memang ada dugaan para penjaja seks tersebut mencari lokasi baru, karena pada saat tempat mangkal mereka di Pasar 17 Agustus ditutup, sebagian berhasil kabur dan diduga mencari tempat mangkal baru. “Kami tetap mengantisipasi kemungkinan tersebut melalui patroli dan pengawasan tertutup dengan menyebar anggota tidak berseragam ke kawasan yang diduga menjadi tempat baru mereka,” katanya. Yusuf menengarai para pelacur itu dalam melakukan transaksi tidak berdiam di satu tempat, namun berpindah-pindah dari lokasi yang satu ke lokasi lainnya dengan cara berkomunikasi dengan pelanggan mereka. Dugaan itu dikarenakan saat ini mereka masih belum memiliki tempat mangkal tetap sehingga menggunakan tempat-tempat yang menurut mereka aman untuk melakukan komunikasi dan transaksi. Awal Oktober lalu, Satpol PP membongkar warung remang-remang yang diduga menjadi tempat mangkal para penjaja seks. Penertiban itu atas perintah Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) setempat selaku pemilik lahan yang ditempati warung remangremang.(oni/muj/rah)


10

SUMENEP

JUMAT 15 NOVEMBER 2013 NO. 0240 | TAHUN II

Yang Menggelembungkan Data Siswa Bisa Disanksi

DARI SUMENEP

Dewan: Terjadi Penyimpangan karena Pengawasan Tak Maksimal SUMENEP – Berhembusnya isu terdapat madrasah menggelembungn (mark up) data siswa membuat gerah Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Sumenep. Kankemenag memastikan bakal menindak tegas madrasah yang terbukti menggelembungkan data siswanya. Sanksi itu bisa dalam bentuk teguran atau bahkan dihapus untuk mendapatkan bantuan. Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kankemenag Moh. Rifa’ie Hasyim menjelaskan, pihaknya mengaku sudah mendengar sejumlah madrasah melakukan mark up data siswa. Bahkan, pihaknya juga sudah sempat melakukan kroscek ke lapangan. ”Kami menemukan memang ada madrasah yang me-mark up data siswanya. Sudah kami lakukan pembinaan,” katanya. Namun, pihaknya belum memastikan motivasi lembaga untuk melakukan mark up data. Setidaknya, makin banyak siswanya jatah dana BOS (bantuan operasional sekolah) juga makin besar. ”Ketika ketahuan menggelambungkan, maka kami minta lembaga untuk mengembalikan uang negara itu. Sebab, itu merupakan kewajiban,” ujarnya, Kamis (14/11). Mantan kepala sekolah ini

menuturkan, pihaknya sudah mewanti-wanti kepada pengelola madrasah untuk tidak melakukan mark up. Bahkan, selalu mengajak untuk mengubah pola yang lebih baik. Sebab, tindakan itu jelas melanggar aturan. ”Kalau memang masih ada yang me-mark up pasti akan kami berikan sanksi, misalnya tidak akan memberikan bantuan atau yang lainnya,” tuturnya kepada Koran Madura. Ditanya adanya mark up karena pengawasan dari kankemenag lemah, Rifai Hasyim mengungkapkan, pengawasan sudah dilakukan secara maksimal. Lembaga sudah menyerahkan data sesuai by name by address. ”PPAI (Pengawas Pendidikan Agama Islam) juga sudah melakukan pengawasan di kecamatan masing-masing,” ujarnya. Pihaknya meminta se-

KRIMINAL

Pembacok Polisi Belum Ditangkap

Kalau memang masih ada yang me-mark up pasti akan kami berikan sanksi

Moh. Rifa’ie Hasyim Kasi Penma Kankemenag

mua lembaga pendidikan agama untuk menjaga kredibilatasnya. Yakni, berani jujur dalam memberikan data siswanya. ”Jadi, ini bentuk pertangungjawaban kami kepada publik. Kalau memang ada yang bermain dengan data, resikonya bisa ditanggung sendiri. Kalau proses hukum tinggal dijalani,” tuturnya. Ketua Komisi D DPRD Moh. Subaidi juga mengaku sudah mendengar dugaan mark up data siswa. Pihaknya meminta pengawasan terhadap lembaga pendidikan

semakin dimaksimalkan. ”Terjadinya penyimpangan itu karena pengawasan tidak maksimal. Silakan pengawas pendidikan bergerak di bawah,” katanya. Masalah mark up data itu, sambung dia, merupakan hal yang klasik. Hampir setiap tahun pihaknya mendengar adanya mark up data. ”Kalau setiap tahun terjadi, berarti pengawasan ke lapangan lemah. Makannya, harus lebih baik lagi. Sehingga, mark up data tidak terjadi lagi,” kata politisi PPP ini. (yat)

SUMENP – Aksi pembacokan Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Sumenep Iptu I Gede Pranata Wiguna, sudah berjalan hampir satu bulan. Namun, sampai detik ini pelaku pembacokan SR (inisial, laki-laki) belum berhasil dibekuk. Bahkan, lokasi pelaku yang juga sebagai buron pencurian hewan (curwan) masih misterius. Untuk menangkap pelaku pembunuhan, polisi tak hanya menerjunkan puluhan personel tapi juga menggunakan global positioning system (GPS) untuk melacak keberadaan tesangka. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Pemburuan kepada tersangka juga sudah melibatkan Polda Jatim. Bahkan, polres sudah intens berkomunikasi dengan pihak polda. Namun, hasilnya tetap sama. Kendati demikian, polres tetap berjanji untuk melakukan penyisiran ke sejumlah titik, guna menangkap buronan tersebut. Kapolres Sumenep AKBP Marjoko menjelaskan, pihaknya masih kesulitan untuk menangkap pelaku pembacokan KBO Reskrim Iptu I Gede Pranata Wiguna. ”Saat ini kami masih belum melakukan penagkapan, dan masih melakukan serangkaian pe-

nyelidikan untuk mengungkap kasus ini,” katanya, Kamis (14/11). Marjoko menegaskan, belum tertangkapnya tersangka SR itu bukan karena pihak kepolisian takut dalam melakukan penagkapan. Melainkan masih dalam penyelidikan lebih dalam. ”Sebagai pelindung masyarakat, kami tidak pernah gentar. Namun, kami tidak mau kejadian seperti itu terulang kembali, makanya kami harus hati-hati,” terangnya. Namun, lanjut Marjoko, dirinya sudah melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisan di luar daerah untuk memudahkan penangkapan buronan. ”Karena ini sudah meresahkan warga, maka ini harus segera ditangkap. Sebab, kami mengira pelaku sampai detik ini belum keluar dari daerah Sumenep,” ungkapnya. Jumat (18/10) lalu, Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim tersebut dibacok dan mengalami luka serius di bagian pergelangan tangan kirinya, di Desa Jabaan, Kecamatan Manding. Ia dilarikan ke rumah sakit dr. Moh Anwar Sumenep, namun karana fasilitasnya tidak memadai perwira tingkat menegah itu langsung dirujuk ke Surabaya untuk mendapatkan perawatan. (edy/yat)

MELANGGAR PERATURAN

2 PPK dan 4 PPS Dipurnatugaskan

koranmadura/syamsuni

PENAMBANGAN LIAR

Polsek Melepas Penambang Pasir SUMENEP – Meski sudah ada larangan dari pemerintah, agar tidak menambang pasir di sepanjang pantai maupun sungai. Namun, empat orang nelanyan asal Kecamatan Kalianget, masih saja melakukan penambangan pasir di perairan Pulau Gili Genting, Kamis (14/11) Aksi empat warga tersebut diketahui oleh nelayan setempat, yang sedang memancing ikan. Nelayan yang mengetahui ada orang menambang pasir di tengah laut, langsung menginformasikan pada nelayan yang lain. Akhirnya, penambang pasir itu ditangkap dan di serahkan pada polsek setempat. ”Saat kami memancing ikan di laut, kami melihat empat perahu kecil di dekat pulau putri yang tidak berpenghuni. Setelah kami dekati, ternyata mereka menambang pasir. Akhirnya kami berkoordinasi dengan nelayan lain. Seteleh itu kami melakukan penangkapan dan diserahkan

ke Polsek Gili Genting,” kata Murahman (45), nelayan Pulau Gili Genting. Kapolsek Gili Genting, AKP Maryono, membenarkan aksi penangkapan penambang pasir oleh warga. Warga menyerahkan penambang tersebut ke polsek setempat. ”Benar, Mas tadi ada penambang pasir yang ditangkap warga, dan sudah diserahkan oleh warga ke polsek,” katanya. Namun petugas kepolisian melepas empat penambang pasir itu, setelah mereka membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi. Sebab berdasarkan hasil pemeriksaan di mapolsek, mereka melakukan penambangan hanya untuk sekadar beli beras, bukan untuk mencari kekayaan. Terbukti, mereka menambang pasir menggunakan karung plastik untuk mengambil pasir dari dasar laut. Kemudian mereka menaikkan ke atas perahu.

”Saya kira mereka melakukan penambangan dengan memakai mesin, ternyata mereka hanya menggunakan karung plastik. Lagi pula, mereka mengambilnya dari dasar laut,” terangngnya. Karena tidak tega dengan kondisi mereka yang rela melarung nyawa di laut demi mencari sesuap nasi, akhirnya mereka dilepas setelah membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. ”Mereka berjanji tidak akan mengulangi kembali. Mangkanya kami beri keringanan setelah mereka menandatangani surat perjanjian itu,” jelasnya. Informasinya, perairan di sekitar Pulau Peteri selama ini memang sering menjadi lokasi penambangan pasir ilegal. Bahkan akibat maraknya penambangan pasir di lokasi tersebut, saat ini terancam tenggelam karena terus dilakukan penambangan liar. (edy/mk)

RUSAK PARAH Seorang warga menunjukkan lokasi penambangan pasir liar di daerah pantai utara Kecamatan Pasongsongan, Rabu (13/11). Hal sama juga terjadi di perairan Pulau Gili Genting. Informasinya, perairan di sekitar Pulau Peteri selama ini memang sering menjadi lokasi penambangan pasir ilegal. Bahkan akibat maraknya penambangan pasir di lokasi tersebut, saat ini terancam tenggelam karena terus dilakukan penambangan liar.

SUMENEP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep memberhentikan enam anggotanya. Enam orang yang dipurnatugaskan, dua orang anggota PPK dan empat orang anggota PPS. Mereka dipecat karena melanggar peraturan yang telah ditetapkan KPU RI. Dua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dipecat dari PPK Sapeken dan PPK Batuputih. KPU menilai PPK tersebut secara sah dan terbukti melakukan penggelapan dana panitia pendaftaran pemilih (pantarlih), pada Pemilihan Gubernur Jatim 29 Agustus lalu. Sedangkan 4 Panitia Pemungutan Suara (PPS) lainnya dipecat karena kinerjanya dianggap buruk dan tidak etis dalam melakukan pengelolaan keuangan. Ketua KPU Sumenep Toha Shamadi menjelaskan, sejak awal pihaknya berkometmen tidak akan melindungi bawahannya yang melakukan pelanggaran, apalagi berat. Karena mereka dinyatakan bersalah akhirnya KPU melakukan pemecatan kepada dua PPK dan empat PPS itu. “Anggota kami yang dibawah apabila memang melakukan kesalahan pasti akan kami jatuhkan sanksi tegas,” katanya, Kamis (14/11). Toha memaparkan, jajaran penyelenggara pemilu harus mempunyai kinerja yang optimal. Apalagi soal keuangan, dituntut untuk transparan dan tidak main-main. Ia mencontohkan kasus dana pantarlih yang sempat mengundang protes karena tidak sampai ke tangan yang berhak. “Dana itu kan haknya Pantarlih. Ternyata ada yang berani-beraninya tidak memberikan dana itu. Malah masuk kantong pribadi. Yang seperti itu tidak bisa kami toleransi. Kami sanksi tegas dengan pemecatan,” paparnya. Toha berharap tindakan tegas itu bisa memberikan efek jera kepada pihak terkait. Sehingga, jadi pelajaran kepada anggota yang lain. Yakni, tidak melakukan tindakan dan kesalahan yang sama “Jangan sampai terulang kasus serupa pada Pemilu Legislatif. Ingat, kami tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi tegas,” tukasnya. Saat ini terang dia, pihaknya masih mencari pengganti untuk mengisi kekosongan PPK dan PPS yang ditinggalnya anggotanya. ”Nanti kalau sudah ada, pasti langsung kami lantik. Sebab, proses pada pemelu legislatif sudah berlangsung saat ini,” tukasnya. (edy/yat)

LOWONGAN KERJA Grup PJTKI resmi, terbesar & terpercaya butuh banyak tenaga :

1. KONSTRUKSI / BANGUNAN (Tukang & Helper) 2. PENATA RUMAH TANGGA (PRT), BABY SITTER & PERAWAT LANSIA 3. SUPIR, CLEANING SERVICE & BEBERAPA POSISI LAIN KETENTUAN

• Tujuan TIMUR TENGAH (ARAB SAUDI, Qatar Dubai, dll), SINGAPORE, HONGKONG & TAIWAN • TANPA BIAYA/GRATIS (2), Biaya Proses (1 & 3) dapat dibayar 3X • Uang Saku PRT (2) Rp 2 s/d 7 juta ( TERBESAR !!!) • Berkesempatan ibadah HAJI (1 & 3) Pendaftaran: 021-8366 6869 / 0815 85 696969 / 0823 12 116116

Butuh banyak Perekrut/Sponsor daerah


SUMENEP

2014, Pasar Anom Dilanjutkan Bupati A. Busyro Karim: Sudah dalam Tahap Tender

kelanjutan pembangunan pasar anom baru itu sudah masuk tender atau pelelangan. “Jadi, soal kelanjutan pasar anom sudah dalam proses, insya Allah kalau tidak salah sudah dalam tahap tender atau pelelangan. Jadi, kemungkinan 2014 awal sudah jalan,” ucapnya kepada wartawan. Ketua Komisi B DPRD Bambang Prayogi mengatakan bahwa kelanjutan pasar anom sudah jelas telah menggaet investor. Tetapi untuk sementara, Bambang masih enggan menyebutkan siapa investor yang akan melanjutkan pembangunan pasar. Sebab, prosesnya masih belum 100 persen. “Jadi, pembangunan Pasar Anom itu sesuai laporan yang kami terima, jelas menggaet investor,” katanya. Soal proses tender, Bambang mengaku heran. Ala-

2011 PEMILIHAN KONTRAKTOR PT Surya Bayu Sejahtera (SBS), Solo, Jawa Tengah, terpilih sebagai kontraktor yang akan mengerjakan pembangunan pasar dengan anggaran Rp 1,6. miliar.

2012 PEMBANGUNAN DIHENTIKAN Pembangunan pasar dihetikan karena diduga tidak sesuai spek, yaitu kedalaman tiang pancang tidak sesuai dengan spek yang ada. SBS diminta mengemalikan separo dari uang muka yang sudah diberikan pemkab, yakni sekitar Rp 860 juta.

2013 PENGEMBALIAN UANG MUKA Kejaksaan Negeri Sumenep sebagai kuasa hukum pemkab pada bulan Juli mengaku sudah menerima informasi bahwa PT SBS siap menyerahkan kelebihan uang muka. Tinggal mengembalikan saja.

sannya, ketika ada investor yang sudah siap meneruskan pembangunan, maka tidak ada proses tender. “Karena kalau ditender itu masih butuh anggaran dari pemkab. Jadi saya harap tak ada anggaran lagi,

serahkan saja kepada investor,” jelasnya. Dan yang tak kalah penting yang perlu disepakati bersama adalah penandatangan kesepakatan bagi hasil dari pengelolaan Pasar Anom.

“Termasuk yang harus jelas menyumbang berapa ke PAD kita setiap tahun. Jadi, itu yang harus diperhatikan oleh Pemkab. Nanti, malah Pemkab tidak dapat apa-apa,” ucapnya. (sym/yat)

Dijaga 24 Jam Sementara Kepala Satpol PP Kabupaten Sumenep Abd. Majid mengatakan bahwa pos pantau tersebut akan dijaga selama 24 jam. Setiap hari akan ada 10 petugas yang akan piket dan

masyarakat setempat yang juga mengambil pasir sembarangan. “Karena ternyata di sekitar pos pantau yang telah didirikan, ada banyak masyarakat yang berprofesi sebagai pengepul pasir. Jadi, kami akan selalu proaktif memantau perkembangan,” jelasnya.

Rabu, Pemerintah Kabupaten Sumenep meresmikan pos pantau penambang liar yang terletak di Desa Padangdangan, Kecamatan Pasongsongan. Pos pantau itu untuk menekan maraknya penambang liar yang masih berkeliaran. (sym/mk)

FOTO. Pos Pantau Penambangan Pasir Liar yang terletak di Kecamatan Pasongngan yang baru saja diresmikan pemerintah.

Sumenep - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menargetkan angka kehadiran pemilih pada pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014 minimal 70 persen dari jumlah pemilih tetap. “Kami berusaha bersikap realistis. Target angka kehadiran pemilih minimal 70 persen merupakan hal realistis. Kalau sebatas keinginan tentunya 100 persen,” ujar Ketua KPU Sumenep Thoha Shamadi di Sumenep, Kamis (14/11). Sesuai hasil evaluasi KPU RI, kata dia, angka partisipasi pemilih secara nasional pada tiga pelaksanaan pemilu sebelumnya makin menurun, yakni pada Pemilu 1999 sebesar 92 persen, Pemilu 2004 sebesar 84 persen, dan Pemilu 2009 sebesar 71 persen. “Dalam konteks lokal di Sumenep dan baru saja selesai prosesnya adalah Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur pada 29 Agustus 2013. Angka kehadiran pemilih Pilgub Jatim di Sumenep ternyata hanya 54,78 persen dari jumlah pemilih tetap,” ucapnya. Sesuai hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Jatim tingkat kabupaten, jumlah pemilih di Sumenep yang hadir ke tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 484.981 orang (54,78 persen) dan tidak hadir sebanyak 400.317 orang (45,22 persen). “Pada Rabu (13/11) siang, kami menggelar rapat koordinasi dengan seluruh panitia pemilihan kecamatan (PPK) yang khusus membahas rendahnya angka partisipasi pemilih Pilgub Jatim 2013 di Sumenep dalam rangka persiapan Pemilu Legislatif 2014. Kami tidak ingin rendahnya angka kehadiran pemilih itu berlanjut ke Pemilu Legislatif 2014,” paparnya. Saat ini, pihaknya akan mengintensifkan sosialisasi tentang Pemilu Legislatif 2014 supaya para calon pemilih sadar dan bersemangat untuk menggunakan hak pilihnya. “Kami telah instruksikan PPK dan selanjutnya PPS untuk selalu mengingatkan warga tentang Pemilu Legislatif 2014. Kami berharap warga Sumenep memiliki kesadaran tinggi untuk memanfaatkan hak pilihnya,” katanya. Sesuai keputusan KPU RI, Pemilu Legislatif 2014 akan digelar pada 9 April. Jumlah pemilih tetap Pemilu Legislatif 2014 di Sumenep sesuai penetapan pada 1 November 2013 sebanyak 904.192 orang. Namun, jumlah tersebut bisa berubah, karena saat ini jajaran KPU Sumenep melakukan verifikasi ulang terhadap sebagian calon pemilih yang nomor induk kependudukannya dinyatakan invalid atau diragukan. (ant/mk)

ePaper

Bupati Serahkan Bantuan Peralatan PEDULI. Bupati Sumenep A. Busyro Karim saat memberikan bantuan peralatan usaha secara simbolis, Rabu (14/11).

“Bantuan ini tidak ada tujuan lain, selain bentuk kepedulian Pemkab kepada pengusaha kecil dan menengah. Bantuan itu sudah layak diberikan karena pendapatan yang diperoleh dari bidang industri dan perdaganan melebihi target,” jelasnya. Dia mengungkapkan, apabila tahun sebelumnya pemkab mendapatkan Rp 2,6 miliar, sekarang pendapatan Sumenep dari sektor

SUNAN

Partisipasi Pemilih Ditarget 70 Persen

SEREMONIAL

SUMENEP - Bupati Sumenep A. Busyro Karim memberikan bantuan peralatan usaha kepada 444 kelompok usaha kecil dan menengah. Dana bantuan yang diberikan orang nomor satu dilingkungan pemkab itu melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat. Penyerahan bantuan dilakukan di halaman kantor Disperindag Sumenep, Rabu (14/11). Tampak hadir pada kesempatan itu selain Bupati A. Busyro Karim, Asisten M. Syahrial, Kepala Disperindag Syaiful Bahri, dan sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Peralatan bantuan yang diberikan itu salah satunya berupa mesin diesel, penggilingan padi dan sejumlah barang lainnya. Bupati A Busyro Karim menjelaskan, penyerahaan bantuan peralatan kepad 444 kelompok pengusaha kecil dan menengah merupakan salah satu bentuk kepedulian dan perhatian pemkab.

Diolah dari berbagai sumber oleh M. Kamil Akhyari

PEMILU LEGISLATIF

Dewan Menilai Sudah Terlambat

terus memantau gerak-gerik penambang. “Mereka terdiri dari Satpol PP, Kepolisian, TNI dan masyarakat. Pokonya selama 24 jam penuh secara bergantian akan piket di pos yang telah didirikan,” jelasnya. Dia juga akan melakukan razia terhadap sebagian

Pasar Anom Baru Sumenep

Pasar Anom Baru terbakar. Sekitar 40 toko ludes terbakar.

PENDIRIAN POS PANTAU

SUMENEP – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sumenep Muhammad Husein menilai inisiatif pemerintah mendirikan pos pantau untuk menanggulangi aksi penambangan pasir liar sudah terlambat. Mestinya, jika hendak menekan penambangan liar, pos pantau itu bukan didirikan saat pasir sudah habis dikeruk. “Siapapun akan bilang bahwa pos pantau itu yang telah diresmikan oleh pemerintah. Sudah terlambat. Dapat dibayangkan, kini bibir pantai utara Pasongsongan, sudah habis dikeruk oleh penambang liar, bahkan dari sakingnya parahnya, sebentar lagi akan terjadi abrasi dan mengancam rumah-rumah warga dan jalan raya,” ucapnya, Kamis (14/11). Menurutnya, paradigma pemerintahan seringkali tidak berjalan efisien, maka kerjakerja pun tak efisien. “Jadi, sekali lagi, inilah pemerintah kita, memang seringkali terlambat, baru datang saat semuanya sudah hampir usai,” jelasnya kepada Koran Madura. Pantauan Koran Madura, Rabu (13/11), sepanjang pantai di wilayah utara Pasongsongan rusak akibat dikeruk.

Proses Pembangunan 2007 TERBAKAR

SUMENEP - Bupati A. Busyro Karim menginginkan kelanjutan pembangunan Pasar Anom Baru pasca kebakaran 20017 lalu ditargetkan awal 2014. Sebab, pemkab berharap pembangunan pasar semi modern yang menjadi dambaan pedagang itu tuntas akhir masa anggaran. Orang nomor satu dilingkungan Pemkab Sumenep ini mengatakan, pembangunan pasar anom itu memang sudah menjadi prioritas pihaknya. Apalagi, keberadaanya memang sudah lama pekerjaanya tidak jalan. ”Makanya, di 2014 ada 3 target yang saya inginkan tuntas. Salah satunya, adalah pembangunan Pasar Anom Baru Sumenep ini,” katanya, Kamis (14/11). Namun demikian, pihaknya tidak menginginkan kelanjutan pembangunan pasar itu tergesa-gesa. Sebab, harus hati-hati. ”Prosesnya memang agak lama. Sebab, kami harus hati-hati dalam melakukan proses melanjutkan pembangunan itu. Itu berkaca kepada tahap pertama,” ujarnya. Mantan ketua DPRD Sumenep ini mengungkapkan, proses

11

JUMAT 15 NOVEMBER 2013 NO. 0240 | TAHUN II

industri dan perdagangan sudah mencapai Rp 3,7 miliar. Dengan begitu, bantuan peralatan tahun ini juga bertambah. ”Jadi, ini bagian dari stimulan kami untuk memberikan spirit kepada mereka yang menekuni usaha agar semakin termotivasi untuk lebih maju dan berkembang,” kata mantan ketua DPRD dua periode itu. (adv/sym/yat)

Terbit Siang! Unduh Koran Madura versi ePaper dan nikmati beragam informasi dari gadget anda

Klik dan unduh di sini:

http://www.koranmadura.com/category/epaper-koranmadura/


12

PAMEKASAN

JUMAT 15 NOVEMBER 2013 NO.0240| TAHUN II

Proses Pergantian Anggota PKNU Dimulai Pimpinan DPRD Mendisposisi Berdasar Usulan Parpol PAMEKASAN - Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Pamekasan mulai memproses usulan pergantian antar waktu (PAW) yang diajukan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Pamekasan. Pimpinan DPRD mendisposisi usulan itu, berdasar usulan dari partai politik (parpol) pengusungnya. Ketua DPRD Pamekasan, Halili mengatakan pihaknya mendisposisi usulan itu karena sudah ada pengajuan dari PKNU. Pihaknya tidak bisa mempermasalahkan pengajuan itu, karena menjadi kewenangan partai yang ber-

sangkutan. Dia menjelaskan usulan PAW itu sudah diajukan ke Gubernur Jawa Timur melalui Bupati Pamekasan Ach. Syafii. Informasi yang diperoleh DPRD, usulan itu sudah diajukan ke Gubernur Jawa

Timur dan hanya menunggu waktu. “Informasinya sudah diajukan ke Gubernur. Jadi kami tinggal menunggu proses saja. Kalau misalnya masih ada upaya hukum, itu kan dengan pertainya. Jadi kami gak ikut campur,” kelitnya. Sementara itu, anggota DPRD Pamekasan yang diusulkan untuk di-PAW sebanyak 4 orang. Yaitu, Busiri (anggota Komisi A), Mohammad Makmun (ketua Komisi D), R. Afifurrahman (anggota Komisi B), dan Baharudin (anggota Komisi C). Sedangkan calon peng-

gantinya yaitu Fathorrahman yang dicalonkan menggantikan Busiri, Mohammad Rois akan menggantikan Mohammad Makmun, Khairul Umam calon pengganti R. Afifurrahman, dan Badruttamam calon pengganti Baharuddin. Menanggapi usulan PAW itu, Mohammad Makmun mengatakan masih menunggu perkembangan mediasi untuk menentukan langkah berikutnya. Sebab ia sudah mematuhi semua kebijakan PKNU termasuk pencalonannya pada pemilu anggota legislatif mendatang sudah sesuai dengan

nota kesepahaman (MoU) DPP PKNU. Dalam nota kesepahaman itu, seluruh kader PKNU diwajibkan untuk mencalonkan diri melalui Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Mengenai rencana PAW itu, pihaknya tidak pernah diajak bicara dan tiba-tiba dilakukan PAW. “Pada intinya saya ta’dzim pada dewan tanfidz dan dewan syuro. Cuma karena saya terdesak keadaan, maka saya bersama H. Bahar melakukan pembelaan. Barangkali masih ada solusi yang lebih baik, saya masih menunggu hasil

mediasi. Kalaupun kami harus melakukan upaya hukum lanjutan, saya akan pamit dulu, agar hubungan kami tidak retak,” katanya. Sementara itu, Baharuddin, tidak bersedia berkomentar banyak soal rencana PAW itu. Ia hanya menyatakan akan mengikuti langkah Makmun dalam persoalan itu. “Saya sama dengan Haji Makmun. Jadi saya heran saja, karena saya sudah mematuhi instruksi partai,” katanya. Sementara itu, Busiri anggota anggota Fraksi PKNU yang saat ini pindah ke PDI Perjuangan hanya mengaku

pasrah dan siap mematuhi amanah partai. Demikian juga Afifurrahman yang sudah terdaftar sebagai caleg dari PPP. Adapun PAW yang akan dilantik pada hari ini (Jumat,15/11) hari ini, yaitu dari Fraksi Partai Demokrat (PD) Adi Purnawan, anggota komisi B DPRD dari Dapil V akan digantikan Taufan Ahmadi yang saat ini menjabat Bendahara di DPC PD Pamekasan. PAW di fraksi PD ini dilakukan setelah Adi Purnawan mengundurkan diri karena ingin konsentrasi kepada pekerjaan barunya. (uzi/muj/rah)

PENEGAKAN ATURAN

Bupati: PKL yang Melanggar Zona Terlarang Ditindak!

Pekerja menyelesaikan pembuatan poster Calon Legislatif (Caleg), di industri rumahan percetakan dan sablon, Jalan Gazali, Pamekasan, Jatim, Kamis (14/11). Menjelang Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, permintaan pembuatan stiker, poster dan baliho caleg, naik hingga 35 persen dari bulan-bulan biasanya. Permintaan tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga bulan Maret 2014 yang akan datang.

PENCURIAN

Curanmor Merambah Sekolah PAMEKASAN - Satu unit sepeda motor milik Sutrisno, warga Kelurahan Kangenan, Kecamatan Pamekasan, Kamis (14/11) kemarin raib digondol maling saat diparkir di area parkir SMP Negeri 1 Pamekasan. Motor Yamaha Mio warna biru tahun 2008, nopol M 6307 AH itu diduga dicuri pelaku saat jam pelajaran berlangsung atau sekitar pukul 10. 30 WIB. Saat itu, Sutrisno yang juga guru di SMP Negeri 1 Pamekasan, sedang mengajar di salah satu ruang kelas di sekolah itu. Ia tidak menyangka motornya akan dicuri maling, karena sudah biasa memarkir di tempat itu. “Saya sudah biasa memarkir di tempat itu karena selama ini aman apalagi ada Satpam di sini,” katanya. Setelah diketahui terjadi pencurian motor (curanmor) pihak sekolah kemudian melapor ke Mapolsek Pamekasan. Beberapa saat kemudian, polisi mendatangi tempat ke-

jadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP. Kapolsek Pamekasan, Inspektur Satu Dwi Yatmoko mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus curanmor itu dengan meminta keterangan saksi-saksi, dan melakukan olah TKP, serta mengumpulkan bukti-bukti, diharapkan bisa memberi petunjuk awal guna mengungkap motif dan pelakunya. “Kami masih selidiki dulu, mudah-mudahan perkara ini segera terungkap. Kami juga butuh dukungan masyarakat untuk mengungkap perkara ini,” katanya. Kapolsek tidak merinci bukti petunjuk yang berhasil diperoleh di TKP, untuk mengungkap dan memburu pelakunya. Namun ia menegaskan akan bekerja secara maksimal, agar semua pelaku curanmor bisa ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Menurut warga sekolah yang namanya enggan dikorankan salah satu fak-

tor yang menyebabkan terjadinya curanmor di sekolah itu, karena adanya perubahan pola pengamanan yang tidak seketat sebelumnya. Hal ini diduga karena Pos Satpam yang semula berada di bagian depan, kini digeser ke tengah. “Di SMP Negeri 1 itu, ada pos Satpam. Untuk keluar masuk bagi guru atau tamu, melewati Pos Satpam. Dan area parkir sepeda motor itu di depan pos satpam. Namun sebulan belakangan ini, Pos Satpam itu kosong. Satpamnya pindah ke ruangan tengah, sehingga kalau ada tamu atau orang asing masuk areal sekolah tidak ketahuan,” katanya. Sebelumnya, pelaku curanmor berhasil membawa kabur satu unit kendaraan Yamaha Vega-R nopol M 3099 AU warna biru tahun 2009, milik Desi Sari Danawiyah warga kelurahan Lawangan Daya, Pademawu, Pamekasan. Motor itu dicuri pelaku saat diparkir di Kantor Pelayanan Perbendaharaarn Negara

(KPPN) di Jl. Jokotole Rabu (13/11) lalu. STNK kendaraan tersebut berhasil dibawa lari pelaku karena disimpan di dalam jok motor. Sehari sebelumnya, yaitu pada Senin (11/11) lalu, satu motor dinas milik Fatthorrahhman Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pamekasan, jenis Supra X bernopol M 3145 AP juga raib saat diparkir di Kantornya di Jl Raya Proppo Pamekasan. Motor itu diketahui hilang saat pemiliknya hendak menghadiri rapat di Kantor Pemkab Pamekasan. Águs Subagio, salah satu pegawai Dishutbun mengatakan pencurian motor itu berlangsung singkat, karena pemiliknya hanya memarkir sebentar. Motor itu memang diparkir di dekat gerbang kantor, karena selain tempat parkir penuh, pemiliknya juga hanya mampir kantor sebentar, untuk menghadiri rapat di kantor pemkab. (uzi/ muj/rah)

PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Achmad Syafii memerintahkan agar Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memaksa melanggar zona larangan berjualan secepatnya ditindak tegas. Langkah tegas itu, menurut Bupati, sangat diperlukan untuk menegakkan aturan. Bupati Achmad Syafii mengatakan saat ini sudah waktunya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersikap tegas agar Peraturan Daerah dipatuhi dan tidak dianggap sebatas formalitas. “Kalau dibiarkan, maka Peraturan Daerah yang dibuat sedemikian rupa untuk kepentingan Kabupaten Pamekasan, menjadi tidak ada artinya. Karenanya, saya perintahkan agar mereka ditindak,” katanya, Kamis (14/11). Pemkab, kata dia, sudah terlalu lunak dalam menegakkan aturan dan sudah memberi toleransi (kelonggaran). Namun, hal itu justru menyebabkan para PKL itu menganggap remeh Perda. Ia meminta dalam memberi tindakan itu petugasnya tidak bertindak diluar batas kewajaran dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Sebab pada dasarnya, para pedagang yang dianggap melanggar itu, ingin mencari penghidupan. Bupati menyatakan telah mempelajari kondisi tersebut dan sudah mengumpulkan berbagai instansi yang memiliki keterkaitan dengan penataan PKL. Hasilnya, disepakati agar dilakukan sikap tegas terhadap para pedagang di zona terlarang itu, agar mereka pindah ke tempat-tempat yang sudah disiapkan. ”Sejauh ini kami telah melakukan pendekatan. Dan saat ini sudah waktunya mereka pindah ke tempat yang sudah kami sediakan,” katanya. Diantara zona terlarang itu antara lain di sepanjang trotoar Jalan Kabupaten dan Jalan Diponegoro. Pemkab Pamekasan sudah menyiapkan tempat bagi para pedagang di kawasan itu.

Pedagang di Jalan Diponegoro sudah disiapkan pusat PKL di Jalan Cokroaminoto dan di halaman Pasar Sore. Sedang untuk pedagang ikan di trotoar Jalan Kabupaten disiapkan di Pasar Kolpajung dan Pasar 17 Agustus. “Trotoar itu peruntukannya untuk pejalan kaki. Mohon disadari agar tidak ada hak warga yang terlanggar,” katanya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD setempat, Khairul Kalam mendukung langkah tegas itu dan meminta agar para pedagang tersebut ikut mendukungnya dengan mengosongkan sendiri kawasan terlarang tersebut. Menurut Khairul, petugas Pol PP sudah sudah cukup waktu memberi toleransi kepada para pedagang, dan sudah saatnya pasukan penegak Peraturan Daerah itu bersikap lebih tegas, meski tetap dalam batas kewajaran menurut nilai kemanusiaan.

Ia juga meminta agar masyarakat dan karyawan Pemkab untuk tidak berbelanja di PKL yang berada di zona terlarang, sebagai satu bentuk dukungan terhadap penegakan Perda penataan PKL dan memilih untuk berbelanja di pedagang yang berada di pusat PKL yang disediakan pemerintah. “Cara ini yang mungkin bisa dipakai, sehingga jika pusat-pusat PKL itu menjadi pusat jujugan masyarakat dalam berbelanja, tidak menutup kemungkinan para PKL yang berada di kawasan terlarang itu dengan sendirinya akan pindah,” katanya. Karenanya, ia meminta agar Pemkab melakukan sosialisasi bukan hanya kepada para PKL, melainkan juga kepada masyarakat dengan cara menumbuhkan kesadaran, bahwa para PKL di zona-zona terlarang itu melanggar Perda.(oni/awa/ muj/rah)

DAPATKAN INFORMASI SEBELUM BERINVESTASI KAMI SIAP MELAYANI ANDA! HUBUNGI KAMI DI KANTOR

PELAYANAN PERIZINAN TERPADU JALAN JOKOTOLE NO. 143 KABUPATEN PAMEKASAN

DIPERSEMBAHKAN OLEH : KPPT KABUPATEN PAMEKASAN


PAMEKASAN

13

JUMAT 15 NOVEMBER 2013 NO.0240| TAHUN II

ALAT PERAGA

DPRD Panggil Satpol PP PAMEKASAN - Komisi A DPRD Pamekasan, Jawa Timur, Kamis, memanggil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pemkab setempat, terkait maraknya alat peraga kampanye calon legislatif peserta Pemilu 2014 yang hingga kini belum ditertibkan. Ketua Komisi A DPRD Pamekasan Iskandar menyatakan pihaknya sengaja memanggil pimpinan institusi itu, karena sampai saat ini belum ada penertiban alat peraga kampanye yang dipasang melanggar ketentuan itu. “Kami meminta penjelasan sekaligus pertanggungjawaban pihak Satpol PP. Sebab jika dibiarkan, maka hal itu sama halnya dengan membiarkan terjadinya pelanggaran,” kata Iskandar. Menurut dia, sesuai dengan ketentuan perundangundang, para caleg dilarang memasang alat peraga kampanye atas nama pribadi dan dalam bentuk ukuran besar. Faktanya, alat peraga kampanye masih bertebaran, bahkan dalam sepekan terakhir ini jumlahnya justru jauh lebih banyak dari sebelumnya. Alat peraga yang terpasang itu oleh pribadi caleg, bukan oleh partai politik peserta pemilu, bahkan kini sebagian caleg sudah ada yang memasang dalam peraga kampanye semipermanen. Tidak hanya itu saja, pola pemasangan alat peraga oleh sebagian caleg itu juga melanggar ketentuan, karena banyak terpasang di dalam kota dan di jalan protokol. Sebagian lagi bahkan ada yang memaku di pepohonan dan menempelkan di tiang listrik. Yang kami persoalkan kenapa Satpol PP justru diam dan hingga saat ini belum melakukan apa-apa sama sekali. Inti persoalan yang kami bahas dengan Satpol PP adalah pada penertibannya ini,” terang Iskandar.

Di Pamekasan alat peraga kampanye para calon legislatif peserta pemilu 2014 memang semakin marak dalam sepekan terakhir ini. Bentuknya berupa poster dan spanduk bahkan ada beberapa di antaranya memasang alat peraga dalam bentuk baliho berukuran besar. Salah satunya seperti baliho caleg dari Partai Demokrat dapil XI Madura yang meliputi Kabupaten Sumenep, Pamekasan,Sampang, dan Kabupaten Bangkalan, Achsanul Qosasi. Caleg asal Kabupaten Sumenep ini bahkan memasang baliho ukuran besar di sepanjang Jalan Trunojoyo Pamekasan. Caleg lainnya adalah RPH Mujahid Ansori dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Boy Suhari Sajidin dari Partai Golkar, dan KH Kholilurrahman dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Baik Achsanul Qosasi, Mujahid Ansori maupun Boy Suhari Sajidin yang semuanya merupakan caleg DPR RI itu, atas nama pribadi, bukan dipasang oleh partai yang mengusungnya. Secara terpisah Kepala Satpol PP Pemkab Pamekasan Masrukin menjelaskan pihaknya belum melakukan penertiban, karena masih menunggu instruksi dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pamekasan. Menurut dia, hingga saat ini pihak Panwaslu belum menetapkan pelaksanaan penertiban, kendatipun sebelumnya memang telah merencanakan penertiban. “Kalau kami tidak bisa serta-merta melakukan penertiban, tanpa adanya ketentuan dari pihak Panwaslu. Karena dalam pemilu, kan institusi ini yang berwenang menetapkan pelanggaran dan kami hanya sebatas pelaksana di lapangan,” ucap Masrukin, menjelaskan.(ant/rah)

RELAWAN DEMOKRASI

Anggaran Terbatas PAMEKASAN - Anggaran relawan demokrasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, terbatas, sehingga jumlah relawan yang hendak direkrut institusi itu juga terbatas. “Kami hanya merekrut sebanyak 15 orang sebagai relawan demokrasi di Pamekasan untuk mensukseskan pelaksanaan pemilu legislatif 2014 nanti,” kata anggota KPU Pamekasan, Agus Kasianto, saat dihubugi di Pamekasan, Kamis sore. Jumlah relawan demokrasi yang hendak direkrut KPU Pamekasan ini jauh lebih sedikit dibanding Kabupaten Sampang dan Bangkalan, sebab di dua kabupaten ini relawan yang hendak direkrut untuk membantu KPU mensukseskan pelaksanaan pemilu sebanyak 25 orang. Agus beralasan minimnya jumlah relawan demokrasi yang hendak direkrut KPU Pamekasan itu, karena anggaran yang disediakan KPU pusat memang terbatas, berbeda dengan dana yang tersedia di KPU Sampang dan Bangkalan. “Kalau dananya hanya mampu 15 orang ya, kami rekrut 15 orang saja,” kata Agus. Menurut dia, jumlah relawan yang ditetapkan KPU pusat untuk masing-masing KPU kabupaten tidak ditentukan secara pasti, yakni antara 15 hingga 25 orang. Sementara jumlah dana yang tersedia di KPU Pamekasan hanya cukup untuk 15 orang relawan. Ia menjelaskan dari sebanyak 15 orang yang dibutuhkan sebagai relawan demokrasi untuk mensukseskan pelaksanaan pemilu 2014 itu, semuanya telah lengkap, tinggal pem-

berkasan saja. “Yang pasti, target rekrutmen relawan demokrasi yang ditetapkan KPU pusat ini hingga akhir November 2013,” katanya menjelaskan. Rekrutmen relawan demokrasi oleh KPU Pamekasan ini, sesuai dengan instruksi yang disampaikan KPU pusat dengan tujuan untuk menekan angka golput dan meningkatkan partisipasi pemilih. Relawan demokrasi itu akan bertugas mensosialisasikan pemilu kepada seluruh masyarakat terutama pada lima segmen masyarakat, antara lain kelompok yang berlatar agama, adat, masyarakat berkebutuhan khusus, kaum perempuan, dan kelompok pemilih pemula. Relawan demokrasi yang direkrut KPU Pamekasan sebanyak 15 orang itu sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan KPU pusat, yakni tidak menjadi anggota partai politik dan tidak dalam kedudukan sebagai calon anggota dewan perwakilan daerah (DPD). Relawan demokrasi ini juga harus terdaftar sebagai pemilih, dan tidak pernah terlibat tindak pidana atau tidak sedang menjalani proses hukum atas tindak pidana, serta bukan sebagai penyelenggara pemilu 2014. “Dalam hal sebagai anggota partai politik, sesuai dengan ketentuan sekurang-kurangnya dalam 5 (lima) tahun terakhir,” kata Agus. Persyaratan lain bagi relawan demokrasi adalah berusia minimal 17 tahun, sesuai dengan usia minimal warga yang bisa menggunakan hak pilihnya. (ant/rah)

Petugas menunjukkan jatah beras untuk keluarga miskin (raskin) yang batal dibagikan di Kantor Kelurahan Lere, Palu, Sulawesi Tengah. Beras sebanyak 9 ton untuk 311 KK jatah penyaluran November dan Desember itu terpaksa dikembalikan ke Bulog karena berkutu.

110 Ton Raskin Hilang Prayitno: Jika Ada Pelanggaran Laporkan ke Pihak Berwajib PAMEKASAN - Laskar Pembela Islam (LPI) Pamekasan meminta agar kasus hilangnya ratusan ton beras untuk rakyat miskin (raskin) yang disimpan di gudang salah satu mitra Bulog di Kecamatan Galis, Pamekasan diusut. Kasus tersebut merupakan temuan tim monitoring dari Bulog Jawa Timur, yang melakukan monitoring pada Agustus lalu. Menurut juru bicara LPI, Junaidi, saat itu tim tersebut menemukan kejanggalan. Sebab, dari total 1.119 ton raskin yang disimpan di gudang mitra tersebut, dinyatakan hilang sebanyak 60 ton. Selanjutnya, pada 30 Agutus, gudang yang digunakan menyimpan beras tersebut diperbaiki karena kondisi bangunan sudah rusak. Namun setelah perbaikan gudang yang berada di Desa Artodung itu selesai dan dilakukan penataan dan penghitungan kembali beras raskin di gudang tersebut. Hasilnya, beras

tersebut kembali berkurang sebanyak 50 ton, sehingga total beras yang hilang mencapai 110 ton. Pada awal September, beras yang hilang tersebut diganti dengan menggunakan raskin ke-15. “Saya menduga raskin yang hilang tersebut tidak diganti, hanya laporan administrasinya yang diubah dan seakan-akan sudah diganti,” kata Junaidi. Seharusnya Bulog melaporkan kasus tersebut karena pengadaan beras tersebut menggunakan uang negara dan program raskin merupa-

kan program pemerintah untuk membantu warga miskin. Tetapi, hingga saat ini kasus tersebut tidak ditindaklanjuti. Beberapa waktu lalu, kata Junaidi, lembaganya sudah bertemu dengan pimpinan Bulog Sub Divre Madura dan menuntut masalah tersebut dituntaskan secara baik, dan bukan dengan cara menyiasati administrasinya. Dalam pertemuan itu, kata Junaidi, disepakati Bulog akan menindaklanjutinya. Namun, sampai saat ini, pihaknya menyatakan belum mengetahui bentuk tindak lanjut itu. Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi dari pimpinan Bulog Sub Divre Madura. Wakil Kepala Sub Divre, Prayitno, saat dihubungi ponselnya tidak aktif. Namun sebelumnya, Prayitno mempersilakan jika LPI menemukan pelanggaran untuk melaporkan pelanggaran itu ke pihak yang berwajib.

“Dipersilakan jika LPI menemukan pelanggaran raskin untuk melaporkannya ke penegak hukum,” katanya setelah menemui perwakilan LPI di kantornya, Selasa (12/11). Sebelumnya, Laskar Pembela Islam (LPI) Pamekasan mensinyalir ada keterlibatan oknum pimpinan dan karyawan Bulog Sub Divre Madura dalam kasus penggelapan raskin di Pamekasan. Sebab dalam pandangan organisasi kemasyarakatan itu, tidak mungkin kasus itu terjadi di beberapa desa tanpa ada keterlibatan karyawan dan pimpinan lembaga penyangga beras di Pamekasan tersebut. Selasa (12/11), ratusan anggota LPI berunjukrasa ke Kantor Bulog Sub Divre Madura di Jalan Raya Panglegur. Selain menuding adanya keterlibatan orang dalam di Bulog dalam kasus penyelewengan raskin, mereka juga menuding

lembaga tersebut ikut terlibat dalam kasus pendistribusian beras raskin yang tidak layak konsumsi. Juru Bicara LPI, Junaidi mengatakan penyelewengan jatah raskin telah berlangsung lama dan terjadi di beberapa desa di Pamekasan. Menurutnya, dalam rentang waktu yang demikian lama dan banyaknya jumlah kasus, sangat tidak mungkin jika pimpinan Bulog tidak mengetahuinya. “Dugaan keterlibatan orang dalam Bulog, karena mereka membiarkan kasus ini terjadi dan tidak mengambil langkah apapun sebagai salah satu lembaga milik negara yang ikut bertanggungjawab dalam program ini,” katanya. Oknum tersebut memanfaatkan rekanan dengan meminta stempel dan tanda tangan seakan sudah melakukan pengadaan beras, namun pada dasarnya pengadaan itu belum dilakukan.(awa/muj/rah)

PAYUNG HUKUM

Perda Hiburan Akan Disahkan Bulan ini PAMEKASAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) merencanakan akan segera mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hiburan yang mengatur pelaksanaan kegiatan yang bersifat hiburan dan pentas seni. Ketua Komisi B, Hosnan Ahmadi mengatakan kepada sejumlah wartawan, perda tersebut direncanakan akan disahkan pada bulan ini sehingga bisa segera disosialisasikan ke masyarakat. “Kalau jadi disahkan sesuai rencana pada bulan ini, maka awal tahun depan, kabupaten ini sudah punya sandaran hukum yang mengatur tentang kegiatan yang bersifat hiburan,” kata Hosnan Ahmadi. Hosnan menjelaskan secara umum peraturan tersebut sudah siap disahkan. Hanya saja, beberapa waktu lalu ada masukan yang layak dipertimbangkan sehingga kembali dilakukan pembahasan. Dalam Perda tersebut, kata Hosnan, akan diatur bentuk-bentuk kegiatan yang diizinkan dilaksanakan di Pamekasan serta tata cara pelaksanaannya. Sehingga kegiatan hiburan itu diharapkan tidak menimbulkan polemik di masyarakat. (oni/muj/ rah)


14

SAMPANG

JUMAT 15 NOVEMBER 2013 NO. 0240 | TAHUN II

nilai anak didik yang cerdas. Bukan dengan adanya banyak kegiatan di luar mata pembelajaran. "Dinas pendidikan itu bukan malah menjadi siswa cerdas melainkan banyak mengadakan kegiatan seperti maraton, dan semua kegiatan yang di luar mata belajar. Bagaimana bisa siswa menjadi pintar dan cerdas," tuturnya. Dirinya berharap kepada semua SPKD pemerintahan agar bisa mengelola anggaran APBD secara efisien, kepatutan, dan keadilan. Agar hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri no 13 Tahun 2006. "Saya harap anggaran ini bisa digunakan dengan efisien, apalagi masih banyak tingkat kebocoran anggaran seperti temuan kegiatan yang siluman, anggaran APBD-nya ada tapi kegiatannya tidak ada sama sekali. Jika nanti ini tidak sesuai dengan fakta maka saya akan bawa ke ranah hukum," tegasnya. Berdasarkan pantauan di lapangan, pertemuan di ruang aula Pemkab Sampang itu ditemui oleh Wakil Bupati sampang Fadhilah Budiono dengan beberapa SKPD di Kabupaten Sampang. Bupati Sampang A Fannan Hasib dan Sekda Puthut Budi Santoso tidak bisa menemui karena sedang menghadiri pertemuan di luar Kota Sampang. Pada saat pertemuan itu Wakil Bupati sempat menyanyangkan ketidakhadiran dari perwakilan dinas pendidikan setelah menjadi perbincangan besar dalam audensi tersebut. Menanggapi itu, Fadhilah Budiono, Wakil Bupati Sampang menuturkan, dirinya sangat berterima kasih atas masukan otu. Sebab, dalam kepemerintahan di Kabupaten Sampang bisa terkontrol agar hal itu tidak menjadi polemik dan masalah di pemerintahan. Sehingga, dirinya berharap nantinya Musrawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) semua Lembaga Swadaya Masyarakat akan diundang untuk bisa mengoreksi anggaran di Kota Bahari. "Kami juga namanya manusia pasti ada kelemahan dan nanti kita saat Musrembang akan kita undang semua LSM agar saling mengontrol pelaksanaan di lapangan," sinngkatnya. (ryn/lum)

AUDENSI. Lingkar Rakyat Sampang (Liras) melakukan audensi terkait pemborosan anggaran di Aula Pemkab Sampang, Kamis (14/11).

APBD Dinilai Bocor Liras: Semua Dinas Hanya Mementingkan Sepihak SAMPANG - Lantaran penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2012-2013 dinilai terlalu banyak kebocoran, Lingkar Rakyat Sampang (Liras) mendatangi Pemkab setempat, Kamis (14/11) sekitar pukul 09.00 WIB. Indikasi kebocoran anggaran seperti adanya anggaran untuk makan dan minuman (mamin) dengan dana Rp 15 miliar, bahan bakar mobil dinas senilai Rp 9 miliar, serta bantuan bencana penanggulangan kebanjiran dan kekeringan senilai Rp 120 juta. Bahkan, banyak anggaran lain yang dinilai sangat tidak efisien penggelolaannya. Ketua Liras Alan Kaisan mengatakan, penggunaan

dana anggaraan APBD itu terbukti dari banyaknya Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang berlomba-lomba hanya fokus dengan pemeliharaan rutin berkala seperti membangun gedung kantor instansi dengan fasilitas yang sangat elite. Sehingga, semua anggaran APBD 2012-2013 selama ini dinilai tidak menyentuh terhadap masyarakat di Kabupaten Sampang. "Dari hasil pengamatan

PERBAIKAN INFRASTRUKTUR

Proyek Jalan Kabupaten Dinilai Asal-asalan

Komisi C DPRD Sampang saat meninjau proyek jalan kabupaten di Jalan Raya Karang Penang Kecamatan Karang Penang yang dinilai dikerjakan secara asal-asalan, Kamis (14/11). SAMPANG - Proyek jalan kabupaten di Jalan Raya Karang Penang Kecamatan Karang Penang dinilai tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB). Hal itu berdasarkan inspeksi mendadak (sidak) Komisi C DPRD di wilayah Kecamatan Karang Penang, Kamis (14/11). Pembangunan proyek jalan kabupaten dengan anggaran sekitar Rp 843.750.000 itu terdapat dua titik jalur. Pertama, jalur proyek jalan kabupaten Karang Penang – Tamberuh. Kedua, proyek jalan kabupaten Karang Penang Oloh - Bulmatet. Pengerjaan dua proyek tersebut dinilai asal-asalan. Sekertaris Komisi C DPRD Sampang Aulia Rahman mengatakan, hingga saat ini belum ada kegiatan pengerjaan proyek. "Ini justru diprediksi belum ada kegiatan sama sekali," ucapnya kepada Koran Madura. Dirinya juga sangat menyanyangkan terhadap pengerjaan pengaspalan jalan tersebut. Pasalnya, tak jauh dilokasi proyek jalan masih ada jembatan yang sudah roboh tidak

perbaikan. Apalagi, intensitas lalu lalang dan laju kendaraan begitu padat. "Saya menyanyangkan pengaspalan proyek jalan kabupaten ini karena ada jembatan romboh malah tidak diperbaiki. Justru jalanya diperbaiki terlebih dulu. Padahal intensitas kendaraan sangat ramai," tuturnya. Dirinya khawatir jika jembatan dibiarkan dan masih belum ada campur tangan pemerintah akan mengakibatkan adanya jatuh korban. Namun, alasan dari dinas terkait perbaikan jembatan itu sudah diambil oleh tim anggaran pemerintah daerah (APD). "Apa harus nunggu adanya jatuh korban baru diperbaiki padahal kondisi jembatannya membahayakan, alasan nya saja tidak masuk akal," ungkapnya. Dirinya menambahkan, untuk selanjutnya pihaknya akan memanggil seluruh dinas terkait dalam proyek pembangunan jalan tahun 2013 seperti dari hasil sidak yang selama ini telah dilakukannya. (ryn/lum)

kondisi di lapangan banyak APBD tahun 2012-2013 secara global mengalami kebocoran, contohnya anggaran yang tidak menyentuh kepada masyarakat. Karena semua dinas hanya mementingkan sepihak seperti pemeliharaan rutin berkala dengan membangun kantor, gedung maupun perlengkapan, dan pengadaan mobil dinas," ucapnya di hadapan Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono. Ia juga mencontohkan anggaran di dinas pendidikan dengan pemeliharan rutin gedung yang mencapai Rp 250 juta per tahun. Kenyataannya, gedung yang selama ini sudah dibangun masih saja dipeli-

hara. Menurutnya, ini yang membuat anggaran APBD terindikasi bocor, dan menjadi tradisi di masin-masing dinas untuk menghabiskan anggaran. "Kalau memang gedung sudah dibangun kenapa masih dipelihara, begitu pula sebaliknya. Apakah ini menjadi sebuah tradisi semua dinas dalam menghabiskan dana anggaraan yang sudah jelas terindikasi kebocoran," keluhnya. Akibat dari semua itu, lanjutnya, banyak masyarakat di Kabupaten Sampang mengalami berdampaknya. Seharusnya, Dinas pendidikan harus meningkatkan dan mencetak

MENJELANG VONIS PEMBUNUHAN

15 Kades Mendukung Mattawi Dibebaskan SAMPANG - Sedikitnya 15 kepala desa dari tiga kecamatan mendatangi kantor Pengadilan Negeri Sampang, Kamis (14/11) pukul 11.00 WIB. Kedatangan kepala desa dari Kecamatan Omben, Camplong dan Kedungdung untuk memberi dukungan moral dan meminta agar terdakwa Mattawi yang merupakan terpidana kasus pembunuhan terhadap Habib Alwi segera dibebaskan. Pasalnya, menurut mereka terdakwa Mattawi tidak bersalah. Kepala Desa Pamolaan, Kecamatan Camplong, Jakfar, mengatakan, Mattawi tidak terlibat dalam pembunuhan yang menimpa Habib Alwi. Terbukti, dari keterangan saksi di persidangan yang menyebutkan jika terdakkwa Mattawi pernah melakukan pertemuan secara kekeluargaan baik dari pihak korban maupun pihak terdakwa di kawasan Surabaya. Hal itu

demi mencari titik jalan keluar dari adanya permasalahan yang terjadi selama ini. "Saya ke sini tidak ada paksaan dari pihak mana pun, dan ini bukan demo. Saya memberikan dukungan moral, apa lagi kan tidak ada saksi bahwa dia jadi otak pembunuhannya," ucapnya saat ditemui di Pengadilan Negeri Sampang. Lanjut Jakfar, beberapa

kepala desa juga merasa berhutang budi kepada terdakwa Mattawi. Sebab, seperti yang pernah dialami beberapa masalah antar desa. Namun, pada umumnya terdakwa Mattawi selalu peduli terhadap masyarakat dengan mengayomi segala permasalahan itu yang dinilai telah membantu perselihan antar desa tersebut. "Jadi teman-teman kepala desa sangat merasa banyak dibantu karena telah berhutang budi. Sehingga, kades mengaku sangat prihatin dengan kejadian ini yang dakwaannya tidak mempunyai dasar hukum," jelasnya. Dirinya berharap, pihak Pengadilan Negeri Sampang segera membebaskan terdakwa, serta Hakim Ketua saat memvonis terdakwa

UNJUK RASA. 15 kepala desa dari tiga kecamatan mendatangi kantor Pengadilan Negeri Sampang, Kamis (14/11). Mereka memberi dukungan terhadap terdakwa Mattawi yang diduga sebagai otak pembunuhan Habib Alwi.

disertai dengan bukti. Bukan karena intervensi dari pihak mana pun. "Jika putusan nantinya pada 19 November mendatang tidak secara adil dan tidak sesuai dengan dasar hukum maka bisa melumpuhkan masyarakat Sampang dan ini bukan gertakan. Terdakwa kan bukan dalang dari kasus itu," tuturnya. Sementara Kepala Pengadilan Negeri Sampang Saifuddin Zuhri melalui Humas Sihabuddin menuturkan pihaknya akan tetap bersikap netral dalam sidang putusan dengan kasus pembunuhan itu. "Mengenai bersalah atau tidaknya terdakwa semua akan diserahkan kepada Majelis Hakim yang akan melihat terhadap bukti dan saksi," ungkapnya. Kasus pembunuhan itu terjadi di Jalan Raya Desa Batuporro Barat Kecamatan Kedungdung. Saat itu korban Habib Alwi sedang melintas di jalan desa setempat, lalu dihadang oleh sekelompong orang dan langsung dibunuh. Jaksa penuntut umum yang menangani kasus pembunuhan ulama Sampang Habib Alwi dengan terdakwa Mattawi itu menuntut yang bersangkutan dengan hukuman penjara 20 tahun, dalam persidangan pembacaan tuntutan yang digelar pada tanggal 28 Oktober 2013. Mattawi dituntut hukuman penjara 20 tahun, karena yang bersangkutan merupakan otak pelaku dalam kasus pembunuhan ulama Sampang itu.

Ia dijerat dengan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana, berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan bukti-bukti pendukung yang berhasil dikumpulkan oleh tim penyidik. Pada sidang lanjutan tentang penyampaian tanggapan atas tuntutan jaksa itu, terdakwa Mattawi membantah semua dakwaan jaksa dan menganggap semua dakwaan salah. Mattawi sendiri merupakan satu dari tiga pelaku pembunuhan ulama Madura Habib Alwi yang terjadi setahun lalu. Ia didakwa selaku aktor intelektual dalam kasus itu, karena yang bersangkutan yang merencanakan pembunuhan korban. Sementara, sepanjang persidangan kasus pembunuhan ulama dengan terdakwa Mattawi itu, polisi melakukan penjagaan ketat dengan personel Brimob bersenjata lengkap. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya bentrok massa antara kedua belah pihak, baik dari pihak Habib Alwi atupun dari pihak Mattawi yang sama-sama mengerahkan massa dalam setiap persidangan. "Dalam setiap persidangan kami selalu mengerahkan pasukan tidak kurang dari 200 personel, bahkan pada sidang pembacaan dakwaan sebelumnya, kami mengerahkan hingga 220 personel," kata Kapolres Sampang AKBP Edwan Erwin Siregar. (ryn/ant/lum)


BANGKALAN

15

JUMAT 15 NOVEMBER 2013 NO. 0240 | TAHUN II

PEMILIHAN KADES

Mobilisasi Pemilih Harus Diwaspadai BANGKALAN - Dalam sebuah kesepaktan bahwa setiap pelaksanaan pemili- jalan besar yang ada di Desa han kepala desa (kades), sua- Macajah bakal ditutup. Desana politik di wilayah desa ngan tujuan aksi mobilisasi seringkali memanas. Hal itu pemilih tidak akan terjadi. tak lepas adanya persain- Untuk jalan hanya bisa dilegan antar kubu yang meng- wati pejalan kaki dan sepeda inginkan tampuk kekuasaan motor. di desa. Bahkan santer ter"Suasana politik sudah dengar setiap pelaksanaan semakin memanas jelang pemilihan kades, mobilisasi pilkades, karena perebutan pemilih menjadi hal yang suara oleh masing-masing sering terlihat, hal ini perlu calon kepala desa. Rendiwaspadai. cananya ketika hari pelakDalam waktu dekat ini, sanaan pilkades nanti jalan pemilihan kades di Desa besar akan ditutup. Hal itu Mecajeh Kecamatan Tanjung dilakukan supaya tidak ada Bumi bakal segera terlak- aksi mobilisasi massa," jelas sana. Jika tak ada halangan Taufan. Sabtu (16/11) besok akan diTujuannya agar warga gelar pemilihan. yang mempuNamun, yang nyai hak pilih perlu diwaspabisa menyamdai pemungutan paikan aspirasi suara mengenai Kondisi masih politik sesuai adanya perebuhati nukondusif, tidak dengan tan suara. Morani. Tidak ada memanas dusnya, penjemintervensi dari jelang pilkades pihak mana pun, putan pemilih Mecajah," yang mempusehingga pelaknyai hak suara saan pilkades yang dilaku- AKP Abdul Cholik berjalan jujur kan kelompok dan adil. Kapolsek pilkades. Kemu"Kami berTanjung Bumi dian diantar ke harap pelaksatempat pemungutan dengan naan pilkades nanti berjalan menggunakan jasa angkutan aman dengan menghasilkan mobil. seorang pemimpin yang be"Modus perebutan suara tul-betul membela rakyat," bisa dilakukan dengan pen- harapnya. jemputan warga yang memSementara itu, berbeda punyai hak suara. Mereka dengan pernyataan warga dijemput dan dijamu terle- Mecajah sendiri. Kapolsek bih dahulu sebelum pergi ke Tanjung Bumi, AKP Abdul TPS," ungkap, Taufan, warga Cholik menyatakan suasetempat. sana wilayahnya masih Selanjutnya, warga pun aman-aman saja, meskipun akan diiming-imingi dengan sebentar lagi ada pelaksauang agar pemilih bisa men- naan pilkades di Desa Macacoblos calon kades yang di- jah. "Kondisi masih konmaksud. Tidak sampai disitu, dusif, tidak memanas jelang para pemilih ketika turun pilkades Mecajah," terang dari mobil, ketika menuju Cholik. lokasi pencoblosan secara Ditanya mengenai moberbaris. bilisasi soal adanya inforDengan adanya mobi- masi mobilisasi pemilih, lisasi tersebut, tentunya dirinya menegaskan, berberpengaruh terhadap sua- dasarkan hasil kesepakatan sana politik di Desa Majacah. tidak boleh ada mobilisasi Sebab pemilih yang sudah terhadap warga. Selain itu didekati salah satu kelom- juga tidak ada penutupan pok peserta pilkades, masih jalan. Sebab pengamanan juga didekati oleh peserta pilkades Mecajah akan pilkades yang lain, sehingga dibantu dengan penjagaan kondisinya mulai memanas. satu pleton Brimob Polda Oleh karena itu, muncul Jatim. (ori/rah)

BANJIR. Genangan air seringkali terjadi di wilayah kota Bangkalan saat hujan turun akibat buruknya sistem drainase. Kondisi tersebut dikeluhkan oleh masyarakat setempat.

Sistem Drainase Kurang Baik Dewan Mendesak PU Bina Marga dan Cipta Karya BANGKALAN - Komisi C DPRD Bangkalan makin tajam menyoroti buruknya sistem drainase yang ada di kawasan kota Bangkalan. Komisi yang membidangi masalah pembangunan itu pun mendesak dinas terkait, yakni PU Bina Marga dan Cipta Karya secepatnya membenahi saluran air yang buruk tersebut. Sebab setiap kali hujan turun selalu terjadi genangan air di wilayah setempat. “Kami akan memanggil secara khusus pihak Bina Marga dan Cipta Karya, karena sejak semula memang kami hanya disodorkan perencanaan tanpa dilampiri analisa mengenai dampak

lingkungan (amdal). Padahal itu sangatlah penting,” kata Mukaffi Anwar, ketua komisi C DPRD Bangkalan. Mukaffi mengatakan pihaknya merasa kagum dan salut dengan apa yang telah

dilakukan oleh kota Surabaya, dimana jauh-jauh hari sebelum musim hujan datang, pihak terkait telah melakukan persiapan seperti pengerukan sungai dan pembersihan area-area yang berpotensi terjadinya penyumbatan air. Namun hal itu tidak dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab di wilayah Bangkalan. Sehingga Mukaffi sangat menyayangkan tidak adanya kepelian itu. Apalagi kondisi demikian juga dikeluhkan oleh masyarakat setempat. “Jujur saya iri dengan

apa yang dilakukan Kotamadya Surabaya, di sana jauh hari sebelum musim hujan tiba, pemerintah sudah mulai bersih-bersih setidaknya dapat meminimalisir terjadinya banjir. Tapi di Bangkalan hal itu tidak dilakukan, tidak ada persiapan sama-sekali sehingga ketika hujan datang yang terjadi seperti sekarang, genangan air terjadi dimana-mana,” sesalnya. Oleh sebab itu, pihaknya akan mendesak agar instansi terkait dapat segera menuntaskan masalah ini, sebelum

nantinya curah hujan semakin tinggi dan genangan air akibat buruknya sistem drainase tersebut akan semakin meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat. Terlebih di kawasan kota yang memang menjadi pusat aktivitas kebanyakan masyarakat. "Pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab harus menjawab persoalan ini. Apalagi Bangkalan mendapatkan gelar Kota Adipura. Namun pada kenyataannya tidak sesuai dengan gelar yang disematkan oleh pemerintah pusat," jelasnya.(dn/rah)

oleh bagi hasil dan CSR lebih, malah tak mendapatkan itu," ungkapnya. Menurutnya, kalau ada aturan baku mengenai hal itu tentunya CSR dari perusahaan akan semakin tepat sasaran. Untuk di Bangkalan sendiri, bagi hasil dan CSR didapat dari perusahaan migas dan perbaikan kapal, karena menyangkut dampak lingkungannya. "Oleh karena itu, pemerintah daerah harus menyiapkan perda tentang itu. Jika bercer-

min pada kabupaten tetangga, Lamongan sudah dalam tahap pengusulan perda tersebut," jelasnya. Dengan memiliki perda tentang dana bagi hasil, diharapkan juga tiap daerah atau kecamatan di sekitar lokasi operasional migas setiap tahunnya memiliki pembagian dana yang jelas. "Kalau perdanya sudah ada, pastinya akan semakin bagus aturan yang diterapkan kepada perusahaan," ucapnya. (ori/rah)

MIGAS

Harus Ada Perda Bagi Hasil dan CSR

DIANGKUT. Salah satu peristiwa kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Desa Dumajah beberapa waktu lalu.

ANTISIPASI LAKA

Tiga Lokasi Rawan Kecelakaan BANGKALAN - Akibat sering terjadi kecelakaan beberapa waktu terakhir, Satlantas Polres Bangkalan mengingatkan pengendara untuk mewaspadai tiga titik lokasi yang dinilai rawan terjadi kecelakaan. Polisi menjelaskan peringatan tersebut sangat penting karena di tiga titik tersebut seringkali menjadi kawasan langganan kecelakaan lalu lintas, yang berakibat pada jatuhnya korban jiwa. “Untuk di kawasan Bangkalan, terdapat 3 titik yang kami kategorikan blackspot atau titik rawan laka, tiga titik tersebut adalah akses Suramadu, jalan raya Dumajah, dan jalan raya Galis,” terang AKP Yusis Budi, Kasatlantas Polres Bangkalan. Akses Suramadu, Dumajah, dan jalan raya Galis merupakan tiga lokasi sangat rawan terjadi kecelakaan yang banyak menyebabkan korban tewas. Dengan demikian, titik-titik yang harus diwaspadai harus menjadi-

kan para pengendara ekstra hati-hati. Untuk mengantisipasi terjadinya korban yang lebih banyak, pihak kepolisian selalu malakukan patroli di sekitar lokasi tersebut. "Tak jarang tiga lokasi itu saat kecelakaan menimbulkan korban jiwa. Maka, pengendara harus lebih hati-hati," pesan Yusis. Yang terpenting, sambung Yusis, pengendara itu lebih berhati-hati, insyaallah kecelakaan bisa diminimalisir, karena kebanyakan saat berkendara tidak mengutamakan keselamatan. Sebab penyebab utama terjadinya kecelakan itu manusianya sendiri misalnya berkendara dengan kecepatan tinggi dan tidak menjaga jarak aman. "Pemilik kendaraan roda dua semakin bertambah, jalan menjadi padat. Yang paling fatal para pengendara kurang hati-hati sehingga menyebabkan kecelakaan, maka budayakanlah keselamatan," tandasnya. (dn/rah)

BANGKALAN - Belum jelasnya aturan main mengenai dana bagi hasil dan Corporate Social Responsibility (CSR) yang diberikan perusahaan yang menanamkan modal dan usaha di Bangkalan, membuat anggota legislatif berinisiatif segera akan dibuat perda. Hal itu disampaikan ketua Komisi C DPRD Bangkalan, Mukaffi Anwar. "Menurut saya perlu adanya aturan mengenai bagi hasil dan CSR. Apalagi, daerah yang

memiliki bagi hasil migas hendaknya punya perda tentang itu," kata Mukaffi. Apalagi, lanjutnya, potensi Investor yang hendak masuk ke Bangkalan semakin banyak. Jadi, sebelum menjamurnya perusahaan di Bangkalan, alangkah baiknya jika perda tersebut sudah ada. "Saat ini, kejelasan mengenai CSR yang diberikan perusahaan masih belum diatur. Dikhawatirkan masyarakat yang seharusnya memper-

Saat ini, kejelasan mengenai CSR yang diberikan perusahaan masih belum diatur. ”

Mukaffi Anwar

Ketua Komisi C DPRD Bangkalan

PENDAPATAN DAERAH

Perolehan PAD Masih Tersendat BANGKALAN - Menjelang akhir tahun 2013 ini ternyata target Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih tersendat. Belum tercapainya target PAD tersebut disebabkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terseok-seok dalam memenuhi target PAD yang dibebankan. "Akhir bulan nanti insya Allah sudah mencapai 90 persen," kata Kepala Dinas Pendapatan Bangkalan, Setijabudi, kemarin (15/11). Menurutnya, ada beberapa SKPD yang memang lamban dalam melakukan penyetoran PAD. Salah satunya Dinas Kesehatan masih terseok-seok sampai saat ini, perolehannya masih 29 persen atau Rp 19,873 miliar. Budi menuturkan belum cairnya dana Jampersal dan Jamkesmas dari pusat disebut menjadi alasan Dinas Kesehatan (Dinkes) belum bisa memenuhi target PAD. Selain itu terkendalanya administrasi dari SKPD tersebut juga menjadi alasan belum rampungnya perolehan pendapatan. Selain itu, PBB dari kecama-

tan-kecamatan juga belum masuk keseluruhannya. Dari 18 kecamatan yang ada, baru 6 kecamatan yang sudah lunas PBB-nya, sedangkan kecamatan lainnya masih berkisar antara 35 persen hingga 40 persen. Meskipun begitu, pihaknya mengaku optimis, pada akhir bulan November target PAD kabupaten Bangkalan sudah mencapai 90 persen. "Kita yakin pada akhir tahun nanti semua target bisa tercapai," ucapnya. Di tempat terpisah Plt Kadinkes Bangkalan, drg Yusro menjelaskan sebenarnya target Dinkes sudah tercapai, namun karena masih terkendala dengan administrasi, maka seolah-olah target Dinkes belum tercapai. "Kegiatan kita sudah selesai semua, karena masih ada persyaratan administrasi untuk

Kegiatan kita sudah selesai semua, karena masih ada persyaratan administrasi untuk pencairan dana yang masih kurang, sebenarnya target kita sudah tercapai kok,”

drg. Yusro

Plt Kadinkes Bangkalan pencairan dana yang masih kurang, sebenarnya target kita sudah tercapai kok," alasannya. Dia mencontohkan seperti program Jamkesmas sudah mencapai 25 persen, begitu juga dengan jamkesda yang sudah mencapai 25 persen. Hanya Jampersal saja yang masih 12,5 persen. "Saya yakin nanti semuanya akan tercapai, karena masih terkendala administrasi saja," kelitnya. (ori/rah)


Iklan dan berlangganan 0328-6770024 / 081931012753

16 16

Biro Sumenep 081939363544 Biro Pamekasan 087850600243 Biro Sampang 087775094464 Biro Bangkalan 087750670878 Biro Surabaya 081330903119 Biro Probolinggo 081336379769

JUMAT 15 NOVEMBER 2013 NO.0240| TAHUN II

KEKAYAAN DAERAH

Jerman Mengembangkan Potensi Pulau Poteran-Maratua Surabaya - ITS, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Kabupaten Berau (Kaltim), dan Hochscule Wismar University of Applied Science bekerja sama untuk mengembangkan potensi Pulau Poteran di Sumenep (Jatim) dan Pulau Maratua di Berau. “KKP telah menetapkan ITS untuk mengadopsi dua kepulauan, yakni Pulau Poteran di Kabupaten Sumenep dan Pulau Maratua di Kabupaten Berau,” kata Dekan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS Prof Ir Eko Budi Jatmiko MSc PhD di Surabaya, Kamis (14/11). Di sela-sela “Sustainable Island Development Initiatives (SIDI) Week 2013” pada 13-17 November 2013, ia menjelaskan tim ITS dan Jerman membahas kerja sama itu melalui SIDI di Surabaya pada 13-14 November, lalu tim berkunjung ke kedua pulau itu pada 15-17 November. Bhayangkari Brimob Polda Aceh dengan mata tertutup mengikuti lomba kecepatan bongkar pasang senjata laras panjang pada peringatan HUT ke-68 Brimob di Markas Brimob Polda Aceh, Banda Aceh, Kamis (14/11). HUT tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan kesenian tradisional Seudati dan bela diri.

Tawuran Mencoreng Pendidikan Semua Kasek Perlu Diajak Bicara PAMEKASAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan berencana mengumpulkan para kepala sekolah (kasek) untuk membahas kasus tawuran antar pelajar yang kerap terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Kasus terbaru tawuran yang melibatkan para pelajar itu terjadi pada Rabu (13/11). Tawuran tersebut menjadi pukulan telak pada dunia pendidikan. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Pamekasan, Mohammad Tarsun mengatakan dalam pertemuan dengan para kasek yang rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat itu akan membahas banyak hal, kaitannya dengan pengetatan aturan dan tata tertib sekolah, utamanya yang menjurus pada pembentukan karakter dan etika siswa. Dia menjelaskan rencana mengumpulkan para kasek ini atas instruksi Sekretaris Kabupaten (Sekab) setempat, Alwi Beik, menyikapi terjadinya peristiwa tawuran antar siswa. “Saya sudah mendengar adanya tawuran pelajar itu, dan kami diinstruksikan untuk mengumpulkan para

kasek,” katanya. Sementara itu, pimpinan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Pamekasan juga sudah melakukan langkah pemanggilan terhadap siswa dan wali muridnya yang diketahui melakukan tawuran di luar sekolah. Mereka sudah diminta membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Kepala SMK Negeri 2 Pamekasan Budi Sulistiyo mengatakan surat pernyataan yang dari keenam siswa yang terlibat tawuran di sekolahnya juga ditandatangani wali murid. Dalam pernyataan itu juga ditegaskan, bahwa mereka akan dikembalikan kepada orang tua atau diberhentikan

dari SMK Negeri 2, jika mengulangi perbuatannya. “Mereka sudah kami panggil panggil bersama walinya. Kalau masih mengulangi perbuatannya, akan kami tindak tegas untuk kami kembalikan kepada orang tuanya. Itu sesuai tata tertib di sekolah ini,” katanya. Menurutnya penyebab tawuran pelajar yang melibatkan siswanya hanya dipicu hal sepele, yakni rebutan HP hingga kisruh di dalam kelas. Persoalan itu sebenarnya sudah diselesaikan, namun ia mengaku heran karena masih terjadi tawuran di luar kelas bahkan di jalan raya. Seperti diberitakan puluhan pelajar salah satu SMK di Kabupaten Pamekasan, Rabu (13/11) terlibat tawuran. Aksi tawuran pelajar ini tidak hanya di satu lokasi tetapi berpindah-pindah hingga Jl Kabupaten atau di depan kantor bupati setempat. Semula aksi tawuran pelajar terjadi di Jl Raya Proppo atau di sebelah timur SMK Negeri 2 Pame-

kasan, namun berhasil dilerai warga. Tidak puas dengan aksi ditempat itu, tawuran pelajar dengan melibatkan siswa yang sama pecah di Jl Kabupaten Pamekasan. Yang terlibat tawuran di tempat itu juga terlihat ada yang tidak berseragam dan mengenakan anting. Aksi tawuran di tempat itu tidak berlangsung lama, setelah berhasil dilerai pegawai Pemkab Pamekasan yang baru keluar kantor. Dalam aksi yang melibatkan sekitar 50 orang itu nampak saling adu jotos hingga mengakibatkan seorang siswa luka lebam. Ketegangan kedua kelompok pelajar ini nampaknya tidak selesai di depan kantor bupati. Mereka masih bergeser ke Jl Bagandan atau disebalah barat Kantor DPRD Pamekasan, namun tidak sampai berkelahi. Mereka berhasil dibubarkan warga saat masih cekcok mulut atau sebelum kembali terjadi tawuran. (uzi/muj/rah)

PARPOL

KPU Baru Terima Sebagian Rekening Kampanye PAMEKASAN - Sebagian partai politik kini sudah menyerahkan nomor rekening dana kampanye untuk pemilih legislatif 2014, kata anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, Jawa Timur, Agus Kasianto, Kamis. “Penyerahan nomor rekening dana kampanye itu dilakukan pengurus, setelah sebelumnya KPU menyampaikan surat ke masing-masing pengurus partai,” kata Agus Kasianto, Kamis sore. Hanya saja, Agus mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah partai politik peserta pemilu di Kabupaten Pamekasan yang telah menyerahkan rekening dana kampanye itu. Sebab, semua catatan administrasi terkait dengan penyerahan rekening dana kampanye itu pada bagian administrasi. “Saya saat ini kan sedang di luar kantor. Jadi jumlah detailnya belum jelas,” katanya. Bagi pengurus partai yang belum menyerahkan rekening dana kampanye, Agus menjelaskan, KPU akan melakukan koordinasi lebih dengan cara menghubungi pimpinan partai. Agus Kasianto menjelaskan bahwa sesuai dengan ketentuan, penyerahan nomor rekening dana kampanye ke KPU itu merupakan keharusan sebagai bentuk transparansi pelaporan keuangan. “Sebab, dana yang masuk dan keluar, baik dari pengurus

partai itu sendiri maupun dari hasil sumbangan masyarakat harus transparan,” katanya menjelaskan.

“Kerja sama ITS-Jerman itu sendiri merupakan tindak lanjut perjanjian kedua pihak yang ditandatangani pada tahun 2012, lalu KKP memberi apresiasi atas tindak lanjut kerja sama kami itu dalam bentuk SIDI 2013,” tuturnya. Bahkan, dalam pernyataan tertulis pada SIDI 2013 itu, Dirjen Kepulauan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) KKP Sudirman Saad mengakui hanya ada empat perguruan tinggi yang serius mengeksekusi “adopsi” pulau itu. “Yang benar-benar memberikan langkah kongkret untuk kerja sama ini hanya empat perguruan tinggi, yakni ITS, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanudin (Unhas), dan Universitas Indonesia (UI),” ujar Eko mengutip Sudirman Saad. Oleh karena itu, KKP berharap program SIDI dapat terus berlanjut untuk tahun-

tahun mendatang, bahkan Dirjen KP3K mengaku siap memberi dukungan untuk pelaksanaan program ini agar bisa lebih implementatif nantinya. “Fokus yang dikembangkan di kedua pulau itu pun berbeda. Untuk Pulau Poteran lebih ditujukan pada penelitian tentang ekstrak herbal tropis yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan produk medis, gizi maupun kosmetik,” ungkapnya. Sementara Pulau Maratua di Berau, Kaltim, akan lebih diarahkan untuk mewujudkan potensi wisata bahari pulau dengan mempertimbangkan sisi lingkungan dan sosial di pulau tersebut. “Pulau-pulau kecil yang ada di Indonesia sebenarnya memiliki potensi alam yang sangat besar. Terlebih posisinya banyak yang strategis, karena itu kami memiliki tanggung jawab untuk itu,” tukasnya. (ant/mk)

SOSIAL

Siswa Galang Dana Santunan Anak Yatim SAMPANG – Sejumlah siswa Sampang menggelar aksi penggalangan dana santunan anak yatim, Kamis (14/11). Mereka berjalan mulai dari depan sekolahnya hingga memasuki kantor instansi pemerintah dan kantor DPRD. Aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian siswa terhadap anak yatim. Salah satu siswa, Yanti mengatakan penggalangan dana tersebut untuk menyantuni anak yatim. Dana yang didapatkan akan langsung disalurkan kepada anak yatim. Pemberian santunan pada nulan Muharam dinilai sangat utama. “Penggalangan dana ini bermaksud untuk menyantuni anak yatim, dan uang yang kami kumpulkan dari kantor instansi Pemerintah Sampang dan juga dari masyarakat akan diberikan langsung kepada anak yatim,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara warga yang diminta sumbangan oleh siswa, Adi (30), mengatakan, gerakan siswa yang ada kepedulian terhadap anak yatim perlu diberikan dorongan karena jarang sekali menemukan seumuran siswa peduli terhadap situasi sosial, apalagi pada anak yatim.

“Kepedulian siswa terhadap kepekaan situasi sosial ini perlu diapresiasi, karena jarang sekali kami temukan dalam seumuran siswa tingkat SMU ada keepedulian teerhadap situasi sosial bahkan yang banyak yaitu kesenangannya sendiri,” ujarnya. (jun/lum)

DALAM RANGKA 68 TAHUN HARI PAHLAWAN DAN 70 TAHUN BAPAK D. ZAWAWI IMRON

FORUM AKTIF MENULIS INDONESIA CABANG SURABAYA DAN SEKITARNYA MEMPERSEMBAHKAN PENTAS 7 PUISI DAN DISKUSI INTERAKTIF “REGENERASI PEJUANG LITERASI”

HARI/TANGGAL : SABTU/ 16 NOVEMBER 2013 JAM : 08.30 – SELESAI TEMPAT :AUDITORIUM FAKULTAS ILMU BUDAYA KAMPUS B UNIVERSITAS AIRLANGGA, JALAN DHARMAWANGSA NARASUMBER: 1. BAPAK D. ZAWAWI IMRON 2. BAPAK Drs. ARIBOWO, MS MODERATOR: VIKA WISNU (BROADCASTER) ***LIVE PERFORM 7 BINTANG MUDA PILIHAN

Bagi pengurus partai yang belum menyerahkan rekening dana kampanye, Agus menjelaskan, KPU akan melakukan koordinasi lebih dengan cara menghubungi pimpinan partai. Partai politik peserta pemilu di Kabupaten Pamekasan pada pemilu legislatif 2014 sebanyak 12 partai. Masing-masing Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Selanjutnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat (PD), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Hanura. (ant/ rah)

Harga Tiket Masuk Rp. 25.000 Contact Person: 1. Yudha Prima (085732221923) 2. Vivid Habib (085655415998) 3. Putri Anggraeni (087852657059) 4. Handoko (085732886773)

Presented by: FORUM AKTIF MENULIS INDONESIA CABANG SURABAYA DAN SEKITARNYA GRUP FB: FAM CABANG SURABAYA e-mail: famsurabaya@yahoo.co.id


e Paper Koran Madura 15 November 2013