Page 1

1

JUMAT 10 MEI 2013 NO.0114 | TAHUN II Koran Madura

JUMAT

Harga Eceran Rp 2.500,- Langganan Rp 50.000,-

10 MEI 2013

TREN PENDERITA HIV/AIDS MENINGKAT

BOULLEAU SI CANTIK ANDALAN PRANCIS

Penderita virus HIV/AIDS di kabupaten Sumenep bertambah. Data di dinas kesehatan setempat, dari tahun 2011 hingga menjelang pertengahan tahun 2013 ini sudah terdapat 46 orang yang dinyatakan positif, dan 6 sudah meninggal dunia.

Tidak hanya kemampuannya dalam bermain bola, namun Boulleau juga diakui memiliki paras yang cantik. FFF (Badan Sepakbola Prancis) pun memanfaatkan kecantikannya untuk mempromosikan jersey baru timnas Prancis beberapa waktu lalu. >> halaman 16

>> halaman 03

KPK Lebih Represif Sita Dugaan Hasil Pencucian Uang Luthfi Hasan Ishaq JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menempuh berbagai cara untuk melakukan penyitaan 5 unit mobil milik Lutfhi Hasan Ishaq (LHI) yang saat ini berada di kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jakarta. KPK akan melakukan upaya yang lebih represif. “Dengan upaya represif tersebut kami targetkan dalam satu hingga dua hari kedepan mobil bisa disita,” kata Ketua KPK, Abraham Samad, usai acara ‘Seminar Peranan Penegak Hukum dan Institusi Terkait Dalam Perlindungan dan Pengembalian Aset-aset Negara yang Dikuasai Pihak Lain Secara Melawan Hukum’ di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (9/5). Menurut Abraham, sebagai partai politik besar dan diyakini memiliki kesadaran hukum untuk tidak supaya tidak mencoba menghalang-halangi proses penyitaan. “PKS harus menghormati hukum,” tandasnya. Sebelumnya, upaya menyita lima mobil di Kantor DPP PKS yang dilakukan penyidik KPK, gagal dilakukan pada Senin (6/5) malam. Saat itu, Tim KPK hadir di Kantor DPP PKS, didampingi Ahmad Zaky. Saat penyidik KPK bernegosiasi untuk menyegel mobil, Zaky kabur melompati pagar. Kelima mobil adalah Mistubishi Pajero Sport, Nissan Navara, VW Caravelle, Mazda CX9, dan Toyota Fortuner. KPK kemudian hanya menyegel lima mobil itu. KPK menyegel lima mobil tersebut, karena diduga terkait pencucian uang yang dilakukan Luthfi. Pada Selasa (7/5), saat ingin menyita, tim penyidik kembali dihalangi. Pintu gerbang Kantor DPP PKS dikunci, dan di balik gerbang Kantor DPP PKS terdapat banyak orang berkumpul. Kelima mobil tersebut saat ini masih berada di Kantor DPP PKS.

Sementra itu, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Apung Widadi mengatakan langkah PKS menghalangi KPK menyita 5 unit mobil di kantor PKS bias berdampak negatif bagi partai dakwah ini. Sebab publik bisa menghukum caleg PKS karena tidak pro pemberantasan korupsi. “Masyarakat bisa menghukum dengan tidak memilih caleg-caleg dari partai yang melindungi aset korupsi di Pemilu 2014,” kata aktifis antikorupsi, Apung Widadi di Jakarta, Kamis, (9/5). Lebih jauh kata Apung, sikap tak kooperatif ini juga berdampak negatif bagi PKS di pemilu 2014. Bahkan PKS sedang melakukan aksi bunuh diri. “Itu arogansi PKS justru menjadi bumerang, katanya partai bersih, tapi justru melindungi aset pencucian uang,” ujarnya Menurut dia, para kader PKS yang berusaha menghalangi aksi penyitaan dinilai bertolak belakang dengan slogan partai yang mengaku bersih. “Sikap itu bertolak belakang dengan apa yang menjadi slogan partai, katanya bersih dan penuh cinta. Bisa dibilang ini inkonsisten,” tambahnya Penyidik KPK datang ke markas PKS pada pukul 13.00 WIB dan berencana membawa 5 mobil tersebut. Namun penjaga gedung PKS menggembok pintu dan menghalangi penyidik. Alhasil, menghindari keributan, penyidik pulang dan akan kembali nanti. KPK sejatinya menyita 5 mobil yakni Toyota Fortuner, Nissan Navaro, Mitsubishi Grandis, Mazda

CX 9, dan Pajero Sport. 4 Di antara 5 mobil itu digembosi bannya. Surat Resmi Ditempat terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Almuzzammil Yusuf, mempersilakan KPK menyita mobil asalkan menunjukkan surat resmi. “Kalau mereka datang sekarang akan kami berikan, asal jelas suratnya dan mobil mana yang akan disita. Jadi kami tegaskan, kalau KPK mau datang hari ini, bawa surat, silakan ambil mobilnya tanpa keributan,” ungkapnya

Dikatakan Almuzzammil, PKS sama sekali tidak ada bermaksud menghalang-halangi penyitaan yang dilakukan KPK. “Mereka menyatakan mau menyita tetapi suratnya belakangan. Kalau suratnya belakangan, tunggu suratnya saja kata satpam kita,” paparnya Jajaran PKS tidak mengizinkan, sambung Almuzzammil, karena khawatir tidak ada pihak yang bertanggung jawab jika mobil tersebut diambil. “Jadi persoalan pertama yang kita tanyakan adalah tidak ada surat sehingga kalau tidak adanya surat mereka

tidak bisa membawa kendaraan karena kita khawatir nanti tidak ada yang bertanggung jawab siapa yang bawa mobil ini,” tukasnya Almuzzammil membantah tidak ada pengerahan massa untuk menghadang KPK. PKS saat itu tengah ada acara partai. “KPK datang membawa Pak Zaky (Ahmad Zaky saksi kasus Luthfi) habis pemeriksaan. Jadi KPK tidak memberitahu kami akan datang. Ketika mereka datang kita memang lagi ada acara, lalu mereka ada 5 mobil penyegelan,” imbuhnya. (gam/cea/abd)

PILGUB JATIM

Belum Diketahui Siapa Pendamping Khofifah TAK MUNGKIN : Bambang DH dan MH Said Abdullah dipastikan bukan bacagub Khofifah Indar Parawansa karena kedua tokoh itu telah punya skoci sendiri. Terlihat calon Gubernur Jatim, Bambang DH (tengah) dan calon Wakil Gubernur Jatim, Said Abdullah (kiri) dalam “Rapat Konsolidasi Internal Pemenangan Pilgub Jatim 2013” di DPD PDI Perjuangan Jatim belum lama ini. SURABAYA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi menyerahkan nama bakal calon wakil gubernur yang mendampingi Khofifah Indar Parawansa ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) selaku pengusung dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2013. “Saya belum bisa mengumumkan sekarang ka-

rena memang bukan wewenang dan yang mengambil keputusan adalah PKB. Daripada nanti saya salah ngomong,” ujarnya kepada wartawan ketika ditemui usai Harlah Muslimat NU ke-67 dan Pencanangan Budaya Menulis Al-Qur’an 30 Juzz PC Muslimat NU di Surabaya, Kamis. Meski dipercaya sebagai tim senior bersama Pengasuh Pondok

Pesantren Tebu Ireng Jombang, KH Salahuddin Wahid, namun ia bersikeras tidak mau membuka bocoran tentang siapa tokoh yang layak mendampingi Khofifah dalam Pilkada Jatim yang diselenggarakan 29 Agustus 2013. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang tersebut mengatakan pengumuman nama bacawagub direncanakan pada

14-15 Mei mendatang. Hanya saja, kepastian pengumuman tidak akan disampaikannya sendiri dan menunggu PKB. “Saya memang dimintai saran dan menerima masukan banyak nama. Tapi PKB selaku partai pengusung lebih berhak mengumumkannya,” ucap Hasyim Muzadi. Dari beberapa nama yang masuk itu, saat ini sudah mengerucut menjadi empat nama. Sayangnya, Sekretaris Jenderal “International Conference of Islamic Scolars” (ICIS) tersebut masih enggan menyebut keempat nama yang digadang-gadang sebagai calon orang nomor dua di Jatim tersebut. Sementara itu, ketika disinggung tentang menguatnya wacana mantan Kapolda Jatim Irjen Pol (Purn) Herman S. Simawiredja sebagai salah satu kandidat, Hasyim juga enggan mengomentarinya. Bahkan, didesak apakah calon pendamping Khofifah dari unsur partai politik atau bukan, ia tetap merahasiakannya. “Tunggu saja dulu, nanti juga akan tahu sendiri dan akan diumumkan oleh PKB,” kata Hasyim Muzadi. Khofifah Indar Parawansa dalam beberapa kali acara sebelumnya mengaku masih menunggu perin-

tah tim senior yakni Hasyim Muzadi dan Salahuddin Wahid untuk menyampaikan nama pendampingnya dalam Pilkada Jatim. “Ditunggu saja dari tim senior. Semua masih dimatangkan dan akan keluar nama terbaik,” ujar mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Abdurrahman Wahid tersebut. Selain nama Herman Simawiredja, ada juga nama Ketua Dewan Pembina Partai Nasdem sekaligus mantan Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin. Berikutnya, nama Wakil Bendahara Umum DPP Golkar Ridwan Hisjam juga disebut-sebut maju sebagai pendamping Khofifah. Tidak hanya itu saja, nama Wakil Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono dan Anggota DPR RI yang juga tokoh Madura, Said Abdullah, pernah diwacanakan maju bersama Khofifah. Namun, kedua nama terakhir dipastikan tidak akan menjadi pasangan Khofifah karena kedua kader internal PDI Perjuangan tersebut sudah didapuk maju sendiri. Begitu juga nama Ridwan Hisjam yang oleh partainya dilarang maju sebagai kandidat karena sudah mendukung pasangan calon gubernur Soekarwo-Saifullah Yusuf. (ant/abe)

g g PAMANGGHI

Sudut Pandang Abrari Alzael

D

Pemimpin Redaksi Koran Madura

alam banyak film India yang saya tonton, terdapat beberapa adegan yang tidak masuk akal. Salah satunya, seorang pemeran yang bertindak sebagai pengejar perampok; mengenakan kacamata hitam saat menyetir mobil di malam hari. Adegan lainnya, terjadi baku tembak di kerumunan massa dan laju mobil yang tidak bisa mengejar orang berlari di jalan raya. Tetapi, itulah film; tidak sepenuhnya masuk akal. Sesuatu yang tidak lazim ini, ternyata tidak terjadi di dalam film saja. Pada kasus perkenalan Ahmad Fathonah dengan Vitalia Sheysa yang begitu singkat, menggugah Ahmad untuk berderma secara “ikhlas”. Lelaki yang tersandung korupsi daging impor itu dengan begitu mudah membelikan sebuah mobil Vitalia senilai Rp. 250 juta. Tidak hanya itu, ia juga membelikan Vitalia sebuah jam tangan merk terkenal setara Rp. 70 juta. Dalam kehidupan nyata seperti Indonesia, tidak mungkin tidak terjadi apa-apa bila seseorang melakukan sesuatu yang tidak lazim. Pemberi boleh saja untuk berdalih melind- Dalam kehidupan nyata seperti ungi Vitalia sebagai janda Indonesia, tidak yang harus mungkin tidak mendapat terjadi apa-apa perhatian. bila seseorang Namun, toh melakukan masih banyak sesuatu yang janda lain, tidak lazim. yang mungkin anaknya lebih dari dua dengan wajah lebih “santun” dibanding Vitalia : tidak mendapat perlakuan setara. Agak sulit dibuktikan tentang “sesuatu” yang terjadi diantara Vitalia-Ahmad. Tetapi dengan menggunakan skala kepatutan, sesuatu telah terjadi diantara keduanya dimana salah satu atau kedua-duanya begitu baik. Tetapi harus dimengerti bahwa kebaikan adalah hak segala bangsa termasuk hak bagi Ahmad kepada Vitalia, mungkin. Cerita soal perempuan di sekeliling orang yang diduga koruptor ini mengingatkan pada puisi Rendra : Pesan pencopet kepada pacarnya. .... Cintamu padaku tak pernah kusangsikan, tapi cinta cuma nomor dua, nomor satu carilah keselamatan, hati kita mesti ikhlas berjuang untuk masa depan anakmu, janganlah tangguh-tangguh menipu lelakimu, kuraslah hartanya, supaya hidupmu nanti sentosa....Sudah jamak terjadi, di dekat penguasa dan penguasaha terdapat perempuan bagi yang menyukainya seperti itu. Paku Buwono X misalnya, memiliki 40 selir yang memberinya 64 anak. Fakta ini, seakan menobatkan PB X sebagai pemegang rekor selir terbanyak di jamannya. HB II memiliki 4 permaisuri dan 26 selir yang memberikan 80 orang keturunan. Rajaraja lainnya, PB XII memiliki enam selir tetapi tidak berpermaisuri, sedangkan HB IX memiliki 5 isteri tetapi tidak berselir. Jika kita jadi PB X maupun HB II atau bahkan Ahmad Fathonah, belum tentu kita tidak melakukan yang telah dilakoninya. Tetapi banyak juga penguasa dan pengusaha yang hidupnya lazim tanpa poligami dan tidak seperti itu. Selir atau nama lain serupa istri gelap, istri nikah siri, ia tetap bernama poligami yang disinonimkan sebagai istri tidak resmi. Label tak resmi ini ternyata menjadikan selir sebagai suatu unsur yang marjinal. Selir tak sama dengan Wanita Idaman Lainnya (WIL), tidak sesederhana yang dibayangkan, dan bukan sembarang perempuan bisa meraih “kedudukan” ini. Selir tak sekadar simbolisme seksual yang sempit, namun juga makna sosial politik yang tidak kecil. Seperti sebuah nama Vitalia yang dalam bahasa Italia berarti memang seharusnya, begitukah?

SETETES Pada suatu hari ada seorang anak yang dari pagi mondar-mandir di depan rumahnya, ternyata anak itu mengunggu penjual es cendol. Saat tukang es cendol datang si anak lekas berlari menghampiri si tukang cendol, anak itupun bertanya. Anak : Mang...!!! Es cendol segelas berapa? Tukang Cendol: Rp. 1500, dik! Anak : Kalau setetes? Tukang Cendol : Kalo setetes sih gratisan, dik. Anak : kalo gitu tolong gelas saya ditetesin es cendol sampai penuh mang Tukang Cendol: Haduh...!?

Cak Matrawi


2

SUMENEP

JUMAT 10 MEI 2013 NO. 0114 TAHUN II

DUGAAN KORUPSI

Kasus KUT Akan Disidangkan in Absensia SUMENEP – Pada bulan ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep mengagendakan sidang in absensia (persidangan tanpa kehadiran tersangka) kasus dugaan korupsi kredit usaha tani (KUT) tahun 2009-2010 dengan tersangka Zainullah. Tersangka sudah tiga tahun masuk daftar pencarian orang (DPO). Kepala Kejari Sumenep Bambang Hartoto mengatakan, pihaknya terpaksa akan menyidangkan kasus tersebut sekalipun tanpa kehadiran tersangka karena jika tidak segera dilakukan khawatir terlalu lama mengendap di kejari. “Jadi persidangan ini merupakan sebuah wujud kejari dalam menuntaskan korupsi walapun tanpa kehadiran tersangka,” katanya. Kejari sudah siap menggelar sidang kasus korupsi tersebut, tinggal menunggu waktu saja, tapi berkasnya belum dilimpahkan ke pengadilan. “Kami masih belum menyerahkan berkasnya, namun sudah dipastikan bulan ini akan dilangsungkan persidangan,” ucapnya. Sebelumnya, kejari dibantu aparat kepolisian telah melakukan pencarian terhadap DPO, namun sampai saat ini pencarian tersebut belum membuahkan hasil. “Kami tidak tahu pasti keberadaannya. Namun kemungkinan telah berada di daerah luar Madura, sehingga sangat sulit untuk ditemukannya,” tuturnya. (edy/mk)

INFRASTRUKTUR

12 Jalan Tak Dapat Anggaran SUMENEP - Hasil survei Dinas PU Bina Marga, masih terdapat 12 lokasi infrastruktur jalan di Kabupaten Sumenep yang tidak mendapatkan anggaran untuk diperbaiki pada tahun ini. Infrastruktur jalan rusak tersebut akan diperbaiki pada tahun 2014. Kepala Dinas PU Bina Marga Edi Rasiadi mengatakan 12 jalan yang rusak tersebut akan dianggarkan pada tahun ini. “Untuk 12 titik tersebut pemerintah baru agendakan pada perbaikan tahun 2014. Karena tahun 2013 anggarannya cukup hanya untuk beberapa 255 lokasi jalan rusak, baik di daratan maupun di kepulauan,” katanya. 12 lokasi yang tersisa, kata Edi, merupakan hasil keluhan dari masyarakat saat anggaran sudah dibuat untuk 255 lokasi. “Sehingga, 12 titik lokasi tersebut tidak kebagian jatah pada tahun anggaran 2012,” ucapnya. Ketika ditanya tentang perbaikan infrastruktur jalan di kepulauan, Edi menjelaskan bahwa tidak semunya akan diperbaiki. Hanya akan memperbaiki skala prioritas, seperti perbaikan jalan di Pulau Kangean, jalan poros dari Batuguluk menuju Patapan. “Termasuk juga di Pulau Sepudi dan Raas, kita akan memperbaiki jalan porosnya saja, selebihnya baru akan diagendakan pada tahun anggaran 2013. Jadi, fokus perbaikan jalan di kepulauan hanya pada jalan-jalan porosnya saja,” terangnya. (sym/mk)

irsan mulyadi/ant

SOSIALISASI TUGAS PMI. Seorang petugas PMI bersiap membagikan brosur ketika melakukan aksi memperingati Hari Palang Merah Internasional. Mereka mensosialisasikan tugas PMI yang tidak hanya sebatas melaksanakan donor darah tetapi juga menjalankan tugas kemanusiaan lainnya.

Kuota Darah Tak Terpenuhi SUMENEP - Baharudin (48), warga Dusun Jati Desa Kropoh Kecamataan Ra’as mengeluhkan kurangnya persediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Sumenep. Ia dan keluarganya datang ke RSUD dr. Moh. Anwar atas saran dokter karena Puskesmas Raas tidak memiliki pengobatan yang lengkap untuk mengobati keluarganya yang mengalami kontraksi dan pendarahan waktu melahirkan. Sudah tiga hari berusaha mendapatkan darah jenis O, namun belum membuahkan hasil. Saran dokter, ia harus mendapatkan 4 kantong darah dalam waktu yang singkat. “Saya sudah berusaha mencari darah O, tapi masih belum dapat,” paparnya, Kamis (09/5). Saat ini, ia sedang menunggu tiga orang keluarganya yang ada di kepulauan untuk menyusul guna mendonorkan darah karena darah mereka sama. Namun, keberangkatan keluarganya itu terkendala alat

transportasi dan masih menyesuaikan dengan jadwal pemberangkatan perahu. “Dengan menunggu jadwal perahu yang belum pasti, lebih baik mencari siapa tahu ada seseorang yang memiliki darah yang sama mau mendonor,” katanya. Abdi (40), seorang pendonor, mengatakan kalau dirinya awalnya dapat informasi dari temannya yang bekerja di rumah sakit kalau ada seorang pasien membutuhkan darah jenis O. Selanjutnya, ia langsung berkemas menuju PMI un-

tuk mendonorkan darahnya. “Saya mendonorkan darah, selain karena panggilan nurani juga demi kesehatan,” tuturnya. Ia mengaku sudah terbiasa mendonorkan darah, bahkan rutin. Setiap tiga bulan rutin mendonorkan darah ke PMI. “Siapapun yang membutuhkan tidak perlu membeli dari tukang becak yang harganya dalam setiap kantongnya ditarget Rp 200 ribu bahkan lebih. Belum lagi uang kantong yang harus dibeli sendiri seharga Rp 260 ribu,” ujarnya. Kepala UPTD PMI Moh. Saleh mengatakan, stock darah di PMI tidak tentu. Kadang stocknya banyak, terkadang juga tidak ada. Setiap harinya pasien yang membutuhkan darah fluktuatif. “Kalau di PMI tidak ada, kami menyarankan untuk mencarikan donor dari keluarga pasien,” paparnya. Untuk mengatasi kekurangan darah, pihaknya

sudah bekerjasama dengan beberapa instansi baik pemerintahan maupun institusi pendidikan. Untuk instansi kepemerintahan, pihaknya sudah menggalang donor darah dengan menggandeng kodim. Sedangkan untuk institusi pendidikan, pihaknya sudah bekerjasama dengan beberapa organisasi kemahasiswaan. Sering kurangnya darah, menurutnya, karena masyarakat masih belum memiliki kesadaran untuk mendonorkan darahnya. Dibutuhkan tahapan yang tidak sebentar agar masyarakat bisa sadar secara rutin mendonorkan darah. “Kebanyakan masyarakat mungkin takut kepada jarum suntik,” tukasnya. Hipetitis Sementara terdapat pendonor darah di PMI Sumenep dihinggapi beragam penyakit reaksioner, mulai dari aids, sipilis, hepatitis

dan beragam penyakit reaksioner lainnya. Hal tersebut temuan data pemeriksaan pada laboratorium PMI mulai bulan Januari hingga Mei tahun 2013. Bahwa penyakit reaksioner tersebut mendominasi banyak darah yang telah didonorkan kepada PMI. Teknisi Transfusi Darah PMI Arita menceritakan banyaknya para pendonor yang menderita penyakit reaksioner tersebut ditemukan setelah dilakukan pemeriksaan sebelum darah yang didonorkan diberikan kepada pasien yang membutuhkan. “Kalau tidak diperiksa lebih dulu kasihan pasiennya nanti. Sudah dia sakit ditambah dengan penyakit yang lain,” paparnya. Transfusi darah dapat menularkan penyakit apabila darah yang ditransfusikan itu tidak steril sebelumnya. Pihaknya mengaku sudah hati-hati dalam melakukan

sterilisasi menghindari timbulnya penyakit reaksioner. “Untuk darah yang sudah dihinggapi penyakit reaksioner, kami berkewajiban melakukan pembakaran. Sehinga dipastikan tidak dapat menularkan beragam penyakit baru yang tidak diharapkan,” ujarnya. Teknisi Transfusi Darah yang lain Silvia mengatakan darah yang mengandung tipe penyakit reaksioner kelas berat akan dikirimkan ke pusat lebih dahulu agar dianalisis dan tidak teragukan sebelum dilakukan pembakaran. “Untuk darah yang memiliki reaksioner aids hanya satu kantong sejak bulan Januari,”tukasnya. Sedangkan banyaknya penderita hipetitis jenis B karena pengaruh pola hidup. “Banyak pendonor di Sumenep dijangkiti hepatitis B. Iya, karena dari kebiasaan pola hidup yang kurang sehat,”pungkasnya. (athink/ mk)

PEMILIHAN KEPALA DESA

KEPENDUDUKAN

Pilkades Banmaleng Tak Kondusif

Bermasalah, Bila e-KTP Difotokopi

SUMENEP - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Banmaleng Kecamatan Giligenting tidak berjalan kondusif karena perbedaan DPT yang menggunakan hak suara dan jumlah suara. Penghutangan surat suara tidak bisa dilakukan pada hari pencoblosan, Senin (6/5), karena situasinya memanas. Bahkan sebagian warga mendesak agar dilakukan pencoblosan ulang. Informasi yang dihimpun Koran Madura, hingga Rabu malam warga tidak diperbolehkan keluar rumah. Massa pendukung dari keempat bacakades dikhawatirkan terus bersitegang dan menjadi ancaman bagi masyarakat yang bersikap netral. Sejak awal pemilihan berlangsung keempat pendukung bacakades tersebut berkerumun disekitar lokasi pemilihan. Keberadaan pendukung calon dari keempat bacakades itu untuk melakukan pemantauan langsung pilkades yang berlangsung di Pulau Gili Raja. Kapolsek Giligenting

AKP Mardiono menyatakan, akibat situasi yang kian memanas itu, personil keamanan ditambah. Jika sebelumnya hanya sekitar 20 personil gabungan TNI-Polri, hari ini ditambah menjadi 57 personil untuk menguasai situasi kawasan pemilihan dan menghindari kemungkinan bentrok antara sejumlah simpatisan dan pendukung. Awal memanasnya situasi pemilihan di Desa Gili Raja, kata Kapolsek, berawal dari daftar pemilih tetap (DPT) yang hadir dan melakukan pencoblosan 2362 warga. Akan tetapi, saat kotak suara dibuka, surat suara yang terhitung 2361. “Itulah pemicu awal terjadinya persoalan,” jelasnya, Kamis (9/5). Tapi setelah dihitung kembali, surat suara dan DPT yang mencoblos jumlahnya sama. Dari ketiga kubu yang tidak terima karena kelebihan DPT tersebut kemudian meminta kepada panitia agar dilakukan pen-

coblosan ulang. Bahkan, muncul desakan pilkades ulang sehingga bentuk-bentuk kecurangan yang merugikan lawan-lawannya dapat diantisipasi. “Karena hal tersebut tidak hanya akan berdampak kepada kondisi keamanan, ditambahkannya personil. Diharapkan pihak-pihak yang bersitegang dapat dimediasi secara kekeluargaan,” ujarnya. Ketua Panitia Pilkades Banmanleng Suanto Soleh menyatakan bahwa para bacakades telah dikumpulkan untuk mencari solusi dari kebuntuan yang sempat memanas tersebutu. Tapi pertemuan itu, katanya, justru berakhir dengan deadlock. Sehingga, para pihak masih mencari solusi yang lebih tepat lagi hingga sore kemarin. ”Itu yang baru bisa disampaikan, karena saat ini masih ada pertemuan lagi dengan bacakades,” tegas Anton sapaan akrabnya, ketika dihubungi melalui telepon selulernya. (athink/mk)

SUMENEP – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep mengimbau perusahaan maupun instansi terkait untuk tidak menyertakan persyaratan fotokopi KTP elektronik kepada masyarakat untuk mengetahui identitas, sebab akan menjadikan eKTP cepat rusak dan keabsahan datanya tidak terjamin. Kepala Dispendukcapil Sumenep Akh. Zaini mengatakan keberadaan eKTP tidak sama dengan KTP yang dulu. Sebab, eKTP jika sering di fotokopi akan cepat rusak, chip akan mengalami kerusakan jika sering terkena sinar infrared dari mesin fotokopi. “Makanya, kami menyarankan agar pemeritah baik negeri atau swasta tidak lagi mensyaratkan fotokopi eKTP terhadap masyarakat,” ungkapnya. Bahkan, lanjut Zaini, dengan mesin fotokopi keabsahan data kartu pintar

itu tidak dapat terdeteksi degan sempurna. “Jika difotokopi hanya luarnya saja yang nampak, sedangkan chip yang berisi iris mata dan cap jarinya tidak bisa nampak, jadi sama dengan bohong,” tuturnya. Untuk mengetahui keabsahan data tersebut, cukup memakai card reader, sehingga data di dalam e-KTP akan terdeteksi semuanya. “Dengan memakai alat pintar ini, kita juga harus pintar, agar tidak merusaknya,” harapnya. J i ka di sa l a h sa tu pi ha k i nsti tusi memerl uka n l a mpi ra n fotokopi penduduk untuk keperl ua n l ega l i si r, sa ra nny a , c ukup denga n nomor i nduk kependuduka n (NIK ) da n na ma ny a sa ja y a ng di a mbi l , sehi ngga ti da k merusa k e-KTP wa rga . “ D enga n nomor NIK suda h di keta hui semua da ta ny a , ja di ti da k usa h di fotokopi ,” ungka pny a . (edy /mk)

rosa panggabean/ant

LARANGAN FOTOKOPI E-KTP. Petugas mempraktekkan penggunaan mesin pembaca e-KTP di sela-sela jumpa pers Kemendagri yang menanggapi isu tentang larangan fotokopi e-KTP di Kemendagri, Jakarta, Rabu (8/5). Kemendagri mengklarifikasi bahwa surat edaran yang dikeluarkan sebelumnya hanya mengimbau instansi pemerintah menyediakan mesin pembaca e-KTP serta meminta masyarakat tidak memfotokopi e-KTP mereka.


SUMENEP

3

JUMAT 10 MEI 2013 NO. 0114 TAHUN II

KOMUNIKASI INFORMASI

Dewan Sesalkan Belum Dilantiknya Komisioner KIP SUMENEP - Komisi A DPRD Sumenep menyesalkan belum dilantiknya Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Kabupaten. Komisioner KIP itu sudah menjalani tahapan seleksi, baik fit and proper test maupun uji publik yang dilakukan oleh komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan itu. Ketua Komisi A DPRD Sumenep Abrory Mannan mengatakan, setelah satu bulan lebih komisioner KIP ditetapkan, namun hingga saat ini, lembaga independen yang akan menangani persoalan sengketa informasi itu belum dilantik, padahal seharusnya komisioner KIP itu sudah bekerja sesuai tugasnya. ''Kami sudah melakukan tahapan fit and proper test beberapa waktu lalu. Dari 10 orang telah ditetapkan 5 orang sebagai komisioner KIP. Harusnya setelah ditetapkan, mereka langsung dilantik,'' kata Abrory, Kamis (9/5). Pihaknya mempertanyakan alasan dinas komunikasi dan informatika tidak segera memproses pelantikan komisioner KIP definitif, padahal anggaran baik pelantikan maupun honor untuk komisioner tersebut sudah disiapkan di APBD. Mestinya, setelah ada rekomendasi dari DPRD berupa penetapan 5 komisioner dari 10 calon yang menjalani seleksi itu, segera ditindaklanjuti dengan pelantikan. ''Komisi A sudah bekerja maksimal agar proses seleksi tepat waktu. Tapi ternyata masih belum ada pelantikan,'' ujarnya. Sementara itu, Kepala Diskominfo Sumenep Yayak Nurwahyudi mengakui, jika instansinya belum melaksanakan kegiatan pelantikan terhadap komisioner KIP Kabupaten Sumenep. Sebab, meski tidak ada kendala terkait kegiatan pelantikan KIP, hanya saja diskominfo perlu memproses beberapa hal yang perlu dilengkapi sebelum pelantikan, diantaranya SK. ''Saat ini, diskominfo masih memproses penerbitan SK komisioner KIP yang akan ditetapkan Bupati A. Busyro Karim. Jika tidak ada aral, pelantikan lima komisioner KIP Kabupaten terpilih itu dijadwal minggu depan, setelah SK-nya turun,'' ungkap Yayak. Dia menambahkan, komisioner KIP yang akan segera terbentuk itu diharapkan dapat menjalankan fungsinya sesuai yang diamanatkan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Sesuai ketentuan, semua warga negara mempunyai hak untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik, kecuali informasi yang memang dikecualikan. ''Kami berharap keberadaan komisioner KIP nanti akan menambah keterbukaan informasi di Kabupaten Sumenep sesuai dengan amanat undang-undang,'' harapnya. Lima anggota KIP yang dinyatakan lolos seleksi itu diantaranya Mohamad Yusuf, Rasyidi, R Hawiyah, Asmoni, dan Hartono. Lima komisioner terpilih itu terdiri dari unsur akademisi, praktisi dan tokoh masyarakat. (rif/mk)

oky lukmansyah/ant

PEMERIKSAAN DARAH WARIA. Seorang petugas mengambil sampel darah kepada waria saat pemeriksaan HIV AIDS. Untuk mencegah menyebarluas virus HIV AIDS, sebanyak 40 waria seluruh pantura melakukan pemeriksaan darah oleh Dinas Kesehatan.

Tren Penderita HIV/AIDS Meningkat SUMENEP – Penderita virus HIV/AIDS di Kabupaten Sumenep bertambah. Data di Dinas Pendidikan setempat, dari tahun 2011 hingga menjelang petengahan tahun 2013 ini sudah terdapat 46 orang yang dinyatakan positif menderita virus mematikan ini, dan enam sudah meninggal dunia. Pada tahun 2011 terdapat 7 penderita yang terdeteksi dan 3 diantaranya telah meninggal dunia. Tahun 2012 Terdapat 29 penderita dan 1 meninggal dunia, dan tahun 2013 hingga bulan April terdapat 10 penderita dan 2 diantaranya meninggal dunia. Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Sumenep Dwi Regnani mengatakan tingginya penderita penyakit HIV/AIDS di Sumenep disebabkan beberapa faktor penularan, seperti seks be-

bas. Penderita di daratan mereka gampang mengakses penyebab awal terjadinya penyakit tersebut seperti berhubungan seks bebas di luar Sumenep seperti di Surabaya. Dengan adanya jembatan suramadu, ke depan ia memprediksi akan semakin banyak penderita penyakit yang disebabkan seks bebas tersebut karena perkembangan informasi juga akan berdampak pada keingin tahuan masyarakat Sumenep terhadap hal-hal yang baru seperti mengkonsumsi

PENDIDIKAN

Masih Banyak Masalah dalam Pendidikan SUMENEP - Pergantian menteri dan kurikulum belum bisa menjawab problem pendidikan. Sampai saat ini masih banyak problem pendidikan di negeri ini. Pemandangan umum seperti tawuran dan ketidakjujuran bukti belum optimalnya pendidikan di Indonesia. Demikian mengemuka dalam Talk Show “Menelaah Problematika Pendidikan Indonesia” yang diselenggarakan PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sumenep, Kamis (9/5) di Aula PCNU setempat dengan pembicara Kepala Dinas Pendidikan A. Shadik dan Ketua

Dewan Pendidikan M. Kamalil Ersyad. M Kamalil Ersyad menilai masih banyaknya persoalan pendidikan di negeri ini karena pemerintah setengah hati dalam mengurus pendidikan. “Maka menjadi penting pemerintah harus mengubah pola dan paradigma pendidikan. Sebab melihat realitas di lapangan, ternyata pendidikan berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, termasuk juga sekolah-sekolah yang tak lebih dari sekadar pelayan kapitalisme. Banyak orang berlomba-lomba mendirikan lembaga hanya demi kepentingan pribadi,” ungkapnya.

Merespon pernyataan ketua DPKS, Shadik menjawab tidak bisa banyak berbuat terkait dengan kebijakan karena dirinya hanya sebagai pelaksana. “Silahkan rekan-rekan menyampaikan aspirasinya, tetapi semua kebijakan ada di pusat, karena kami hanya menjalankan tugas sesuai aturan dan prosedur dari pusat,” ucapnya. Untuk menjawab berbagai persoalan pendidikan, kata Ersyad, perlu penekanan pendidikan karakter. Dengan pendidikan karakter nilai-nilai lulur pendidikan tak akan tercerabut dan persoalan pendidikan seperti tawuran dan ketidakjujuran dapat diberantas. (sym/mk)

minuman keras yang erat kaitannya dengan seks bebas. Penderita yang ada di kepulauan, mayoritas penderita pernah bekerja di luar negeri. Kemungkinan besar mereka tertular pada saat sedang aktif kerja di luar daerah. "Dua penyebab penaran itu yang menjadi penyebab tingginya angka penderita HIV di Sumenep. Penderita di daratan kemungkinan mereka sering 'jajan' di luar seperti di Surabaya, karena akses kesana semakin cepat setelah adanya suramadu,'' kata Dwi Regnani, Kamis (9/5). Menurut mantan kepala Puskesmas Batuputih itu, sejak Januari 2013 ini, dua dari 10 penderita telah meninggal dunia akibat penyakit menular tersebut. Mening-

galnya dua penderita itu disebabkan mereka tidak mau direhabilitasi dengan alasan malu dan menganggap penyakit tersebut sudah tidak bisa diobati, padahal mereka masih belum mencoba berobat. ''Dalam jangka waktu empat bulan saja sudah dua orang meninggal. Mereka rata-rata enggan untuk berobat, karena menganggap tidak akan sembuh lagi meski sudah diobati. Padahal kami sudah menyiapkan segala upaya bagi penderita,'' ujarnya. Akhir-akhir ini penyebaran penderita tidak hanya berada di kota, melainkan di sejumlah kecamatan dan di desa, sebab masyarakat di pelosok desa yang cenderung masih awam, rasa ingin tahunya semakin tinggi dan mereka masih belum siap

menerima informasi yang setiap saat semakin baru. Bahkan informasi yang negatif pun, katanya, seperi yang menyebabkan penyakit itu juga tidak bisa dibendung untuk diketahui oleh masyarakat awam. ''Penderita HIV/AIDS penyebarannya tidak hanya di kota melainkan sudah menjalar di kecamatan dan desa-desa. Ini yang harus kita antisipasi bersama,'' imbuhnya. Dituturkannya, penyakit HIV/AIDS itu ditularkan melalui hubungan seksual. Orang yang tertular itu tidak langsung dikatahui seketika, baru dirasakan antara 5-10 tahun sejak tertular itu. Gejala penyakit itu baru diketahui setelah 5-10 tahun kemudian, tentunya dengan seks bebas itu kemungkinan penularannya bisa terjadi. ''Makanya sebisa mungkin

hindari seks bebas itu karena merugikan kita sendiri,'' ungkapnya. Upaya yang dilakukan dinkes, pihaknya sering melakukan sosialisasi bahayanya HIV/AIDS dan berbagai antisipasi yang bisa dilakukan untuk mengendalikan timbulnya penyakit mematikan itu. Untuk lebih meningkatkan sosialisasi itu, pihaknya membutuhkan alokasi anggaran khusus untuk penyuluhan HIV ke seluruh masyarakat, sekaligus dana khusus untuk pengobatannya. ''Kami terus mensosialisasikan bahaya HIV itu dan mendampingi mereka yang terjangkit penyakit HIV/ AIDS itu. Saat ini satu orang yang sedang menjalani penyembuhan, dia terus kami kawal hingga bisa bertahan hidup,'' tukasnya. (rif/edy/ mk)

SMKN 1 Luncurkan Air Bio Energi Bupati Minta SKPD Gunakan Air Esemka

SUMENEP - Kreatifitas siswa SMKN 1 Sumenep patut diacungi jempol. Baru-baru ini sekolah kejuruan yang bertempat di Desa Patean itu meluncurkan kemasan botol air bio energi oksigen hexagonal. Air tersebut diproduksi oleh siswa-siswa SMKN 1 Sumenep. Air yang dikemas dengan nama Esemka itu berfungsi menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Hasil penelitian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) air produksi itu layak dikonsumsi. Sebab, dianggap memenuhi unsur air sehat. Apalagi, penyaringan akhir menggunakan sistem ultraviolet. SMKN Sumenep menggunakan air PDAM (perusahaan daerah air minum). Air yang mengalir itu kemudian dimasukkan dalam tangki besar untuk difilter dengan mesin filter yang berjumlah 11 unit. Baru masuk ke tangki lagi, diasah melalui ultraviolet. Dengan begitu, dipastikan air kemasan botol itu sudah sehat. Fathorrosi, pengelola air

proses pembentukan hingga terbentuk produksi tidak mudah. Pihaknya harus berjuang ekstra, apalagi dengan modal pas-pasan Rp 40 juta. "Kami ingin ini menjadi lebih besar, tapi masih terkendala modal. Kalau besar akan lebih markatabel, dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya. Sementara itu, Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengapresiasi produksi air Esemka itu. Sebab, itu merupkan bentuk kreatifikan yang harus menjadi perhatian. "Kami sangat mengapresiasi. Ini merupakan prestasi yang luar biasa," UNGGULAN. Petugas saat mengeluarkan air dari kran penyulingan air bio ungkapnya. Mantan Ketua DPRD energi di SMKN 1 Sumenep. Sumenep dua periode ini Esemka ini menjelaskan, Keberadaanya, sam- malah mengintruksikan keberadaan air Esemka ini bung dia, air energi itu su- kegiatan SKPD (Satuan memang menjadi produk dah digunakan di sekolah Kerja Perangkat Daerah) unggulan SMKN 1 Sume- dan kegiatan pemkab. Ter- untuk menggunakan air nep. Ini sudah mendapat- masuk, masyarakat umum Esemka itu. "Kami minta kan apresiasi dari Bupati juga sudah menikmati. semua kegiatan jangan Sumenep A. Busyro Karim. "Masyarakat ada yang bawa menggunakan merek yang "Banyak SMKN di Indo- galon, botol dan lain seba- lain, melainkan Esemka, nesia yang menunjukkan gainya. Tentu saja tidak gra- sebagai kreasi anak siswa produknya, Alhamdulillah tis, kami jual," ucapnya. SMKN 1 Sumenep," tuturnkami juga bisa," katanya. Dia menambahkan, ya. (*/yat)


4

PAMEKASAN

JUMAT 10 MEI 2013 NO.0114| TAHUN II

Kejari

Usut Dugaan Korupsi Kankemenag

UNJUK RASA PEGAWAI KAI. Puluhan pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) berunjuk rasa di PN Medan, Sumut. Mereka menolak rencana eksekusi tanah, di Jalan Jawa, Medan yang dinilai merupakan tanah milik PT KAI.

Bupati akan Tarik Pegawai Senior ke Dalam Kota PAMEKASAN- Bupati Pamekasan Achmad Syafii mulai melakukan penataan birokrasi di lingkungan pemkab setempat. Setelah memutasi enam pegawai eselon III dan eselon IV, Rabu (8/5) lalu, bupati merencanakan untuk kembali melakukan mutasi dan rotasi utamanya bagi para pegawai negeri sipil senior. Menurut Syafii, dirinya belum menentukan waktu mutasi tersebut karena masih melakukan kajian kebutuhan. Namun yang pasti, dalam mutasi nanti, pihaknya akan memperioritaskan para pegawai senior untuk didekatkan ke wilayah perkotaan. Untuk sementara, mutasi hanya bersifat kecil-kecilan yang dimulai dari rumah tangga bupatiwakil bupati. “Mutasi dan rotasi nanti

pasti ada. Sementara kami mulai dari rumah tangga dulu. Selanjutnya, penataan, mutasi dan rotasi akan kami utamakan bagi para pegawai senior yang sudah mau pensiun, akan didekatkan ke kota. Tentu nanti ada pergeseranpergeseran,” katanya, Jumat (9/5) Menurut bupati, pihaknya tidak akan gegabah dalam melaksanakan penataan birokrasi yang dipimpinnya,

tetapi akan dilakukan sesuai kebutuhan dan kepentingan. Tujuan penataan itu, kata bupati, agar tercipta birokrasi yang baik dan berfungsi maksimal dengan memperhatikan kemampuan pegawai yang akan dimutasi. Meski demikian, bupati tidak menganggap pegawai yang dimutasi itu jelek, tetapi perlu diisi yang lebih baik. Sejauh ini Bupati belum bersedia memberi bocoran waktu dan instansi mana saja yang perlu dilakukan penataan dengan alasan masih dalam tahap pemikiran. Namun ia memastikan, pelaksanaannya akan dilakukan secara fair sesuai kebutuhan. Sementara itu, enam pejabat yang dimutasi sebelumnya masing-masing

Vendhy Christyawan diangkat Kasubbag Tata Usaha Kepegawaian pada Bagian Umum, Benny Hendrianto, Kasubbag Urusan Dinas Dalam dan Perlengkapan pada Bagian Umum, Wardi, Kasubbid Administrasi Pemerintahan Desa/Kelurahan pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa. Selanjutnya, M.Siri Santoso, Kasi Tata Pemerintahan pada Kecamatan Pamekasan, Dodid Kurnadi Hattazul, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa/ Kelurahan di Kecamatan Pamekasan, serta Hosnol Kholik diangkat sebagai Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum di Kecamatan Palengaan, Pamekasan. (uzi/muj)

PAMEKASAN - Kejaksanaan Negeri (Kejari) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, siap mengusut hingga tuntas kasus dugaan korupsi tunjangan fungsional 5.137 guru di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat sebesar Rp15,4 miliar lebih. Setelah berdialog dengan mahasiswa yang berunjuk rasa menuntut penuntasan kasus itu, Rabu, Kasi Pidana Umum Kejari Pamekasan Zaini Ribut Sugiaman mengaku pihaknya sedang melakukan berbagai persiapan. Salah satu persiapan yang dimaksud antara lain mengumpulkan berkas dan bukti-bukti penunjang dari berbagai sumber, termasuk aktivis LSM dan mahasiswa. “Kalau berkaitan dengan kasus korupsi, jelas kami tidak akan bersikap toleran. Semua laporan yang masuk ke Kejari, jelas akan kami tindak lanjuti, termasuk kasus di Kemenag Pamekasan ini,” katanya menjelaskan. Pada tahun 2012 sebanyak 9.834 guru di bawah

naungan Kemenag Pamekasan mendapatkan tunjangan insentif dari pemerintah pusat, masing-masing sebesar Rp3.000.000 per orang. Akan tetapi, dari jumlah sebanyak 9.834 yang seharusnya mendapatkan tunjangan insentif itu, hanya 4.697 orang yang menerima dana tunjangan itu. Mereka itu terdiri dari guru TK atau Raudatul Atfal (RA) sebanyak 1.001 orang, guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 1.660 orang, Madrasah Tsanawiyah sebanyak 1.311 orang dan guru Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 725 orang. Oleh karena itu, jika dikalkulasi dari sisa guru yang tidak mendapatkan tunjangan insentif masing-masing sebesar Rp3.000.000 juta, maka total dana tunjangan yang belum dicairkan mencapai Rp15.411.000.000. Selain itu, proses pencairan kepada 4.697 guru penerima tunjangan insentif itu juga dinilai menyalahi prosedur, karena dicairkan di masing-masing kantor

urusan agama (KUA) di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan, bukan di bank. Pada Rabu (8/5) siang, puluhan aktivis mahasiswa dan pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengatasnamakan diri dari Aliansi Rakyat Antikorupsi Pamekasan berunjuk rasa ke kantor Kejari setempat untuk menuntut pengusutan kasus dugaan korupsi di kantor Kemenag Pamekasan itu. Selain memprotes penggelapan tunjangan insentif ribuan guru non-PNS, para pengunjuk rasa ini juga meminta Kejari Pamekasan mengusut kasus pemotongan gaji PNS sebesar Rp350 guru dengan alasan untuk sumbangan koperasi pegawai. Unjuk rasa di kantor Kejari itu (8/5) merupakan satu dari tiga kelompok massa di Pamekasan yang berunjuk rasa. Kelompok lain adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan para siswa di Madrasah Aliyah Negeri Pamekasan dengan sasaran dan tuntutan berbeda. (ant/mk)

LEGISLATIF

Waka Dewan Sarankan Bupati Lapor Polisi PAMEKASAN - Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Kalam menyarankan Bupati Achmad Syafii melapor ke polisi terkait hilangnya perabot rumah rumah dinas senilai Rp200 juta saat peralihan kepemimpinan di wilayah itu. Menurut Khairul Kalam, Rabu, selain agar pelakunya bisa segera teridentifikasi, hilangnya perabot rumah tangga bupati itu tidak menimbulkan fitnah di kalangan masyarakat, antara mantan bupati dengan bupati baru. “Jika polisi yang mengusut kasus ini, maka nanti akan ketahuan siapa yang sebenarnya mencuri perabot rumah tangga bupati itu saat masa pergantian,” katanya. Hilangnya perabot rumah tangga bupati itu menimbulkan asumsi kurang

baik kepada bupati sebelumnya, yakni KH Kholilurrahman. Sebagian orang mengira, perabot pendopo bupati itu dibawa oleh Kholilurrahman sebagaimana juga pernah dilakukan Achmad Syafii sebelumnya saat yang bersangkutan lengser dari jabatannya pada pilkada 2008. Namun Kholilurrahman yang juga pengasuh Pondok Pesantren Matsaratul Huda itu membantah telah membawa barang-barang atau perabot pendopo yang telah menjadi aset Pemkab Pamekasan tersebut. Kholil dalam keterangan persnya kepada wartawan menyatakan, serah terima aset pendopo kepada Kepala Bagian Umum Pemkab Pamekasan Shalah Syamlan dilakukan dua hari sebelum dirinya pindah dari pen-

dopo. “Saat saya boyongan semua barangbarang itu ada. Dan perlu diketahui, saat boyongan itu semua pejabat Pemkab Pamekasan mengantar saya dan saya tidak membawa aset-aset pemkab, kecuali barang-barang yang memang saya beli sendiri,” kata Kholilurrahman. Shalah menyatakan, akibat hilangnya perabot di pendopo itu, pihaknya terpaksa menganggarkan dana lebih banyak dari sebelumnya yang hanya Rp200 juta menjadi Rp400 juta. Selain di pendopo bupati, perabot rumah tangga yang juga dinyatakan hilang oleh Kabag Umum Pemkab Pamekasan Shalah Syamlan ialah perabot di pendopo Wakil Bupati Kholil Asy’ari di Jalan Jokotole Pamekasan. (ant/mk)

ADVERTORIAL

Proyeksi Pembelian Tembakau 2013 Hasil Kunjungan Kerja Pemerintah Kabupaten Pamekasan ke Sejumlah Pabrik Rokok Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun dari hasil kunjungan kerja total rencana pembelian sebanyak 22.779 ton dengan rincian sebagai berikut : NO

NAMA PERUSAHAAN

RENCANA PEMBELIAN (TON)

KET

1

PT. DJARUM

7.000

Hasil Kunker 2013

2

PT. GUDANG GARAM Tbk

4.400

Hasil Kunker 2013

3

PT. S A N (SAMPOERNA)

9.000

Hasil Kunker 2012

4

PT. BENTOEL PRIMA

929

Pembelian 2012

5

PT. SUKUN

450

Hasil Kunker 2013

6

PABRIK ROKOK KECIL

1.000

Pembelian 2012

TOTAL

Berdasarkan angka tersebut, maka analisa yang bisa dirumuskan adalah sebagai berikut : 1. Apabila areal tanam tembakau di Kabupaten Pamekasan pada tahun 2013 sekitar 31,251 ha dengan asumsi produktifitasnya 600 kg/ha, maka perkiraan produksi tembakau tahun 2013 sebesar 19.236 ton. 2. Sedangkan rencana pembelian dari : A. Pabrik Rokok besar = 21.779 ton B. Pabrik Rokok Kecil = 1.000 ton

22.779

ton

J u m l a h

= 22.779

3. Bila tidak terjadi hal yang luar biasa (cuaca jelek, ledakan areal tanam yang berlebihan, masuknya tembakau luar Madura dan lain-lain) diperkirakan produksi tembakau Pamekasan yaitu 19.236 ton “dapat terserap seluruhnya”, hal ini sesuai dengan kebutuhan seluruh perusahaan rokok tahun 2013 yang melakukan aktifitas pembelian di Kabupaten Pamekasan. Hal yang cukup menggembirakan bagi petani adalah

apabila prakiraan cuaca tahun 2013 cukup normal/baik, maka kuallitas tembakau pada umumnya diprediksi akan lebih baik dan harga tembakau tahun 2013 akan disesuaikan dengan harga pasar dan kwalitas tembakau yang ada yaitu diatas BEP (Rp. 26.792,-) tiap 1 Kg. Demikian juga tentang waktu buka dan tutup gudang setuju akan dilaporkan kepada Pemerintah Daerah, satu minggu sebelum buka akan melaporkan dan satu minggu sebelum tutup akan memberitahukan kembali. Berkaitan dengan konsep kemitraan usaha tani tembakau di Kabupaten Pamekasan, pada prinsipnya semua perusahaan rokok yang dikunjungi merespon positif, namun demikian dalam pelaksanaannya tergantung situasi dan kondisi dari masing-masing perusahaan. Sehubungan dengan hal tersebut diatas diperlukan adanya fasilitasi, penyuluhan, pengawalan dan pengawasan sehingga pelaksanaan kemitraan dapat berjalan dengan baik dan dapat mem-

berikan keuntungan kepada kedua belah pihak. Selanjutnya hasil kunker tersebut akan dilanjutkan dilaksanakan sosialisasi dengan mengundang para Camat, Lurah/Kepala Desa, PPL Hutbun serta perwakilan petani tembakau atau poktan se Kabupaten Pamekasan. sosialisasi hasil kunjungan kerja dimaksud diatas dipusatkan di 4 (empat) eks Kawedanan yaitu Waru, Pegantenan, Galis dan Pamekasan. Selanjutnya dari adanya beberapa keluhan petani dan harapan pabrikan terhadap kwalitas tembakau Madura saat ini (hasil kunker 2013), maka anjuran teknis yang perlu disampaikan kepada petani agar diperhatikan dan dilaksanakan dengan lebih baik adalah sebagai berikut : 1. Menggunakan bibit yang baik dan jelas asal usulnya, varietas yang dianjurkan adalah prancak 95. 2. Pengolahan tanah agar dilakukan dengan sempurna, ukuran dan tinggi bedengan diatur sesuai kondisi lahan, dianjurkan membuat saluran

drainase dan saluran keliling yang baik dan cukup tinggi. 3. Melakukan teknik penanaman dan pemeliharaan yang baik dan benar, terutama untuk penyiraman, penyiangan dan pemupukan dilakukan dengan memperhatikan anjuran teknis yang benar. 4. Panen dilakukan pada saat yang tepat, tidak

melakukan panen muda dan sedapat mungkin dilakukan secara bertahap (daun bawah, tengah dan atas) agar tembakau rajang yang dihasilkan berwarna cerah, aroma dan rasanya harum dan gurih. 5. Tidak merajang tembakau dengan gagangnya (perlu diperet) dan tidak mencampur tembakau hasil rajangan

dengan benda asing seperti plastik, tali rafia, kulit kayu, batu kerikil, semen dan lainlain yang dapat mengurangi bahkan merusak kwalitas. Bahan publikasi di media................bulan Mei 2013 Kadisperindag kabupaten pamekasan Drs. BUDI IRIANTO, M.Si


PAMEKASAN

5

JUMAT 10 MEI 2013 NO.0114| TAHUN II

Antisipasi Banjir

20 Miliar Diusulkan untuk Perbaikan Aliran Sungai PAMEKASAN: Pemerintah Kabupaten Pamekasan merencanakan pembangunan tanggul dan perbaikan plengsengan di Kali Jombang di Kecamatan Pamekasan serta pembuatan sudetan di kawasan Sungai Jokotole di Kecamatan Pademawu. Kegiatan itu direncanakan untuk mengantisipasi terjadinya luapan air di kedua sungai itu hingga menyebabkan banjir yang menggenangi areal permukiman penduduk dan fasilitas perekonomian masyarakat sekitar. Kepala Dinas PU Pamekasan, Totok Hartono, Kamis

(8/5), mengatakan Pemkab Pamekasan sudah mengajukan dana permbangunan tanggul dan plengsengan serta pembangunan sudetan itu ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (PNPB). Besar dana yang diajukan itu sebesar Rp. 20 miliar. Besar anggaran yang diajukan itu disesuaikan dengna kebutuhan penanganan masalah banjir sesuai hasil survey yang pernah dilakukan. “Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa timur untuk kembali melakukan pengerukan di

KRIMINAL

Polres Menangkap Tersangka Bandar Sabu PAMEKASAN-Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Pamekasan berhasil menangkap dua orang yang diduga merupakan bandar narkoba jenis sabu-sabu (SS), masing-masing berinisial YN, 40, warga Desa Panaguan, Kecamatan Proppo, Pamekasan, dan seorang wanita berinisial SH, 37, warga Kabupaten Malang, Jawa Timur. Keduanya ditangkap polisi usai melakukan transaksi di Desa Tamberu, Kecamatan Batu Marmar, sekitar pukul 14.00 WIB Rabu (8/5). Saat itu, kedua terduga pelaku melintas di jalan raya waru mengendarai mobil xenia warna putih. Polisi yang sudah mencurigai pengendara itu langsung menghentikan mobil tersebut dan melakukan penggeladahan. Hasilnya, polisi berhasil menemukan sejumlah barang bukti (BB) berupa tiga poket SS seberat 7,2 gram dan satu bungkus berisi serbuk hitam abu abu seberat 3,6 gram. Keduanya langsung dibawa ke Mapolres Pamekasan untuk pemeriksaan. Dihadapan penyidik, YN mengaku memperoleh barang haram itu dari seorang rekannya berinisial ED warga Desa Tamberu. Sedangkan SH, mengaku tidak mengetahui jika temannya YN, memiliki narkoba. Sebab, saat temannya itu sedang bertemu ED, dia berada di dalam mobil. “Saya tidak tahu kalau dia transaksi sabu-sabu. Karena saya tidak turun dari mobil,” katanya. Polisi langsung menetapkan ED dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena saat didatangi di rumahnya, tersangka sudah menghilang. Kapolres Pamekasan, Ajun Komisaris Besar Nanang Chadarusman, Jumat (9/5), mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk melihat adanya jaringan peredaran narkoba di Pamekasan dalam kasus tersebut. Polisi, kata dia, tidak serta-merta mempercayai pengakuan YN yang mengaku tidak tahu dengan transaksi narkoba temannya. Karenanya, wanita itu untuk sementara ditetapkan sebagai saksi, namun tidak menutup kemungkinan juga akan ditetapkan sebagai tersangka jika ada bukti penguat. “Sementara yang perempuan masih kami jadikan saksi dulu, karena dia mengaku tidak tahu,” katanya. Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 jo 123 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009, tentang narkotikadengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (uzi/muj)

sejumlah aliran sungai yang terindikasi menjadi penyebab utama terjadinya banjir,” kata Totok. Yang menjadi perhatian utama untuk pengerukan adalah Kali Semajid. Karena sungai tersebut dianggap merupakan sungai utama yang airnya mengalir ke Kali Keluang dan Kali Jombang. Di samping usaha pembenahan prasarana itu, untuk mengatasi banjir, Pemerintah Pamekasan juga melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk tidak mendirikan bangunan di sekitar bantaran kali. Sebab, bangunan itu akan da-

pat mempersempit aliran sungai, sehingga mengurangi kemampuan untuk menampung debit air. Beberapa waktu lalu, luapan Kali Semajid menyebabkan ratusan rumah di lima kelurahan dan dua desa terendam banjir. Di beberapa titik, ketinggian air genangan mencapai 1,5 meter. Selain menggenangi areal permukiman warga, air luapan sungai terbesar di Pamekasan itu juga menggenangi fasilitas umum, seperti gedung sekolah serta merendam areal persawahan milik warga. (awa/ muj)

BANJIR. Genangan air akibat luapan sungai di Pamekasan, beberapa waktu lalu. Pemerintah setempat tahun ini mengajukan pembangunan tanggul dan sudetan untuk mengurangi dampak luapan.

DPRD Minta Pemerintah Perketat Pengawasan PJTKI PAMEKASAN- DPRD Kabupaten Pamekasan meminta Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Dinsosnakertrans) setempat, memperketat pengawasan terhadan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang memberangkatkan tenaga kerja indonesia (TKI) keluar negeri.

Permintaan ini disampaikan menyusul dugaan banyaknya PJTKI yang menelantarkan para calon TKI sebelum tiba ke tempat tujuan. Wakil Ketua Komisi D, DPRD Pamekasan Juhaini, Jumat (9/5), mengatakan, Dinsosnakertrans Pamekasan harus bisa bertindak lebih tegas terhadap PJTKI yang tidak

memberi pelayanan secara profesional dan maksimal, serta tidak memberi pengawasan bagi calon TKI yang akan diberangkatkan. Dalam catatan komisi D, terdapat beberapa PJTKI yang cendrung cuci tangan ketika TKI menemui masalah di negara tempat bekerja. Seharusnya, perusahaan

penyalur TKI itu memberi pengawasan dan memantau para TKI yang bekerja di luar negeri, sehingga jika terjadi sesuatu, seperti kecelakaan kerja atau kasus hukum bisa segera tertangani. “Dinsosnakertrans harus memiliki data yang lengkap para penyalur tenaga kerja itu baik yang berupa perusahaan maupun yang bersifat perorangan. Data ini penting untuk memudahkan pengawasan,” katanya. Dinsosnakertrans Pamekasan diminta untuk membuat MoU (nota kesepahaman) dengan PJTKI untuk memberi perlindungan kepada para TKI yang mereka salurkan agar

bisa bekerja dengan aman di tempat kerjanya. Dalam MoU ini, harus mencantumkan klausul kesiapan untuk memberi pengawalan dan pengawasan bagi para TKI, sejak pemberangkatan, saat bekerja bahkan sampai kembali ke tanah air. Pembuatan nota kesepahaman ini kata Juhaini, harus segera ditindaklanjuti dan direalisasikan, agar para TKI mendapat jaminan dan keluarganya bisa mendapat kepastiantentang kondisi para TKI yang bekerja di luar negeri. Sebelumnya, Kepala Dinsosnakertrans Pamekasan Bambang Edy Suprapto mengakui, lemahnya pengawasan

dan pemantauan TKI yang diberangkatkan ke luar negeri. Kata dia, kebanyakan PJTKI hanya bisa memberangkatkan TKI, tanpa memberi pengawalan secara utuh sampai kembali ke kampung halaman. Oleh karenanya, pihanya sudah melakukan koordinasi dengan PJTKI yang siap melayani dan mengawasi para TKI yang diberangkatkan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya, untuk melindungi para TKI yang bekerja di luar negeri. “Kami sudah koordinasi dengan sejumlah PJTKI yang sudah siap memberi garansi, dan mudah-mudahn lebih baik kedepannya,” katanya. (uzi/muj)

POTONG TUNJANGAN

Komisi D akan Klarifikasi Dinas Pendidikan PAMEKASAN: Komisi D DPRD Pamekasan menyatakan akan memanggil pimpinan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, untuk dimintai penjelasan tentang adanya pemotongan tunjangan terhadap guru terpencil di wilayah itu. Wakil Ketua Komisi D, Juhaini, Jumat (9/5), mengatakan laporan resmi tentang kasus pemotongan itu belum masuk ke komisinya. Namun, dirinya mengaku sudah mendengar kasus tersebut. “Kami akan klarifikasikan ke Dinas Pendidikan. Tapi sampai saat ini laporan resmi ke kami belum masuk,” katanya. Permintaan penjelasan itu, kata Juhaini, dibutuhkan setidaknya untuk mengetahui alur persoalan dan mencari kejelasan kebenaran kasus pemotongan tersebut. Dari penjelasan itu, Komisi D akan mengambil langkah agar tidak ada yang dirugikan. Sementara itu, Dinas Pendidikan Pamekasan membantah adanya pemotongan tunjangan tersebut. Kepala Seksi Pengembangan Karier Dinas Pendidikan, Siti Abdiyati, mengatakan lembaganya tidak pernah memberlakukan ketentuan penarikan upeti kepada para guru. Ia menyayangkan pernyataan itu karena tidak disampaikan langsung ke Dinas Pendidikan sehingga instansi itu tidak bisa melakukan tindakan. Karenanya, ia

meminta guru yang merasa tunjangannya dipotong untuk melapor ke Dinas Pendidikan dengan menyertakan bukti. “Kalau bicara di belakang seperti ini, serba tidak jelas. Coba datang ke kami dan sampaikan keluhannya agar kami bisa mengambil kesimpulan dan melakukan langkah penanganan,” katanya. Abdiyati menjelaskan, sekitar 350 orang guru yang bertugas mengajar di daerah terpencil di Pamekasan akan mendapatkan tunjangan. Namun, nilai tunjangannya akan disesuaikan dengan nilai gaji pokok masing-masing penerima. Sehingga besaran tunjangan yang akan diserahkan setiap tiga bulan itu tidak sama. Namun, pada tahun ini data penerima itu masih dilakukan validasi dan masih menunggu Data Pokok Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (Dapodik) sehingga tunjangan itu belum bisa diterima. Sebelumnya, sejumlah guru menyatakan terjadi pemotongan tunjangan bagi guru di wilayah terpencil di Pamekasan. Pemotongan itu dinyatakan dilakukan oleh oknum di Dinas Pendidikan setempat. Besar potongan itu dinyatakan mencapai 10 persen dari tunjangan yang akan diterima dengan modus diserahkan melalui masingmasing kepala sekolah tempat guru tersebut mengajar. (awa/muj)

PEMAIN ASING. Pesepakbol asing (dari kanan ke kiri) Abdul Haq (Maroko), Ammandou Konte (Mali) dan Ibrahim Cesse (Australia) saat mengikuti seleksi skuad Persepam Madura United (PMU), di Stadion Soenarto Hadiwidjojo, Pamekasan, Jatim. Managemen P-MU akan mengumumkan nama pemain asing yang dinilai layak menggunakan jersey Laskar “Sape Kerap”,

EKONOMI

Pedagang Cabai Menghentikan Sementara Pembelian PAMEKASANHasil panen cabai rawit milik petani di Kecamatan Kadur, Pamekasan, terancam tak terbeli dalam minggu ini. Sebab para pengepul cabai menghentikan pembelian untuk sementara waktu akibat melimpahnya persediaan di pasar serta mendekati masa pemilihan kepala desa. Rodifah, salah satu petani cabai di kecamatan itu mengatakan, sejak kemarin, sebagian pedagang cabai tidak melakukan pembelian sehingga harga komuditas tersebut di pasaran turun menjadi Rp. 2 ribu perkilogram sedang sebelumnya Rp. 4 ribu perkilogram.

“Sejak kemarin harganya turun, mungkin karena pesaingnnya sedikit, jadi mereka asal beli,” katanya. Menurut Rodifah, petani biasanya memetik cabai seminggu sekali dalam hari berbeda. Ada yang memetik tiap Sabtu dan Rabu. Namun karena pembelian dihentikan sementara, sebagian petani terpaksa tidak memetik cabai dan beberapa diantanya mulai rontok. Menurutnya, sebagian pengepul cabai tidak membeli cabai karena gudang pembelian tutup menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades). Sementara itu, Subhan,

salah satu pengepul capai asal Desa Bungbaruh Kecamatan Kadur, ia dan beberapa rekannya tidak melakukan pembelian cabai karena juragannya mengentikan pengriman ke luar Madura. “Sementara waktu berhenti dulu, karena juragan kami di Kecamatan Tlanakan sibuk dengan Pilkades. Kebetulan Pilkadesnya serentak,” katanya. Dijelaskan, rencana pembelian cabai selanjutnya akan dilaksanakan pada Senin (12/5) mendatang. Sebab pelaksanaan Pilkades serentak akan digelar Sabtu (11/5) mendatang. (uzi/muj)


6

SAMPANG

JUMAT 10 MEI 2013 NO.0114 | TAHUN II

LPSK Temukan 5 Penyebab Konflik SARA SAMPANG - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) turut menginvestigasi kasus konflik antara kelompok Sunni dan Syiah yang terjadi di Sampang, Madura beberapa waktu lalu. Dari investigasi yang dilakukan, LPSK menemukan 5 penyebab konflik SARA itu. “Selama memberi perlindungan, kami melihat ada 2 kasus yang terjadi dalam konflik penyerangan aliran Sunni kepada aliran Syiah yang may-

oritas berada di Sampang,” ujar anggota Divisi Pemenuhan Hak Saksi dan Korban LPSK, Teguh Soedarsono, seperti dikutip dari detik.com.

Hal itu dikatakan Teguh dalam konferensi Pers Laporan Aktivitas LPSK dalam Kasus Pertikaian Intoleransi Beragama di Kabupaten Sampang-Madura, di kantornya, Jalan Proklamasi no 56, Jakarta Pusat, Selasa (7/5). Kasus pertama terjadi pada tanggal 29 Desember 2011 di desa Blu’uran kecamatan Karang Penang. Akibat konflik itu, beberapa rumah dirusak. Polisi lalu menetapkan ter-

sangka adalah Tajul Muluk, Ikil alias Minal, Saiful Ulum Hani, Saripin, dan Rizkiatul Fitrah. Kasus kedua, terjadi pada tanggal 26 Agustus 2012 di desa Nangkernang kecamatan Omben. Dalam konflik ini, 1 orang tewas dan 1 orang lainnya kritis terkena sabetan celurit, serta puluhan orang menderita luka-luka, juga 49 rumah terbakar. Tersangka kasus ini adalah Saniwan, Mukhsin, Mad Safi, Hadiri,

dan Ro'is yang saat ini telah diproses di Jawa Timur. Dari dua kasus tersebut, kata Teguh, LPSK menemukan 5 penyebab konflik. Pertama, karena adanya fatwa dan seruan MUI Jatim, PWNU Jatim, dan ulama Bassara yang menyatakan Syiah sebagai aliran sesat sehingga penganut harus dibaiat menjadi Sunni. Kedua, adanya pernyataan dari Bupati Sampang dahulu, yang menolak keberadaan

masyarakat penganut Syiah di wilayah kabupaten Sampang. Ketiga, putusan pengadilan negeri Sampang dan Pengadilan Tinggi yang menyatakan Tajul Muluk merupakan tokoh Sunni dianggap telah melakukan penistaan agama, kemudian yang bersangkutan dihukum penjara 2 tahun. Dan pada proses banding, Pengadilan Tinggi memperberat menjadi 4 tahun penjara. Keempat, konflik pribadi

antara Ro'is yang merupakan tokoh Syiah dengan Tajul Muluk diikuti oleh masing-masing pengikut secara berkepanjangan. “Terakhir pada masa tersebut ada pemilihan Bupati Sampang dahulu, yang menggalang masa dan suara dari masyarakat Sunni, namun pada akhirnya dia (Bupati Sampang) tidak menang juga sehingga menjadi salah satu penyebab konflik,” tandasnya. (msa/rah)

ADVERTORIAL

Panwaslu Melantik 186 PPL

MENGANCAM ABRASI: Ulah akivitas penambang pasir liar yang dapat mengancam abrasi di jalan raya Camplong, Sampang.

holis/koran madura

PENAMBANGAN PASIR ILEGAL

Jalan Provinsi Bisa Tergerus Abrasi SAMPANG - Hamparan pasir di sepanjang jalur pantai Camplong terus menjadi objek sasaran para penambang illegal. Akibat penambangan liar yang terus menerus dilakukan itu bisa menyebabkan jalan raya jalur provinsi di daerah Kecamatan Camplong tersebut bisa terkikis abrasi. Abrasi memang tidak selamanya merupakan dampak negative dari penambangan pasir. Karena cuaca ekstrem yang menimbulkan gelombang air laut pasang juga bisa menimbulkan abrasi. Apabila penambangan pasir pasir di daerah tersebut tidak segera dihentikan, maka akan membuat abrasi yang sudah mengikis lereng jalan jalur provinsi yang menghubungkan kabupaten PamekasanSampang tersebut akan semakin parah. Kondisi tersebut diperparah pula dengan bangunan plengsengan yang berfungsi menangkis ombak saat air laut pasang sudah banyak yang rusak karena dihantam ombak

selama ini. Bahkan perbaikan plengsengan yang pernah dilakukan selama ini tidak menghentikan abrasi. Sehingga kikisan air laut terhadap badan jalan akan semakin besar ketika terus menerus dilakukan pengerukan pasir di tempat itu. Slamet (37), salah satu warga di sekitar areal penambangan pasir, mengatakan mengeruk pasir di sepanjang pantai Camplong bisa merusak lingkungan, salah satunya akan memperparah abrasi. Kendati mengetahui bahayanya, dia mengaku tak bisa menghentikan pekerjaannya menambang pasir yang sudah lama ditekuninya itu. “Pekerjaan ini sudah lama saya geluti. Mengeruk pasir ini merupakan penghasilan tambahan untuk menopang kehidupan saya,” ujarnya kepada Koran Madura, Kamis (09/5). Untuk menambang pasir, Slamet biasanya menggunakan alat cangkul, skop, dan gerobak. Pekerjaan itu dilakukan sendiri, melainkan

kadang-kadang dibantu oleh anak dan istrinya. Mereka menambang pasir di kawasan Pantai Camplong saat air laut surut. Menurut Slamet, dalam sehari biasanya mampu menambang pasir sebanyak 8 gerobak penuh. Kemudian pasir yang telah diperoleh itu dijual dengan harga Rp 5.000 per gerobak. “Setiap hari rata-rata bisa mendapatkan uang 40 ribu rupiah, lumayan buat tambahan uang belanja dan biaya sekolah anak saya. Kami melakukan ini karena tidak banyak pilihan untuk melakukan pekerjaan lain yang menghasilkan uang,“ tutur Slamet yang mempunyai 5 orang anak itu. Hal senada juga diakui Hamid (34), penambang pasir lainnya, yang mengaku harus pintar kucing-kucingan dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan kepolisian saat melakukan razia. “Saya hanya berharap agar

bapak-bapak yang di atas jangan main usir kami seperti maling. Tolong carikan jalan keluarnya agar kami bisa tetap bekerja untuk makan, karena kami tidak mempunyai keahlian apa-apa selain mengambil pasir laut dan sebagai buruh kasar lainnya, padahal kami harus member nafakah kepada isteri dan lima orang anak saya,” harapnya. Berdasarkan pantau Koran Madura di lapangan, penambangan pasir liar di sepanjang jalan raya Camplong ini sepertinya sudah berlangsung sejak lama. Sesekali penertiban yang dilakukan petugas tidak membuat masyarakat jera dan menghentikan pekerjaanya tersebut. Oleh sebab itu, kesadaran masyarakat, aparat desa, dan peran aktif pemerintah Kabupaten perlu segara turun tangan secara bersama-sama untuk menyelamatkan lingkungan, khususnya di sepanjang jalan raya Camplong hingga Sampang. (hol/msa/ rah)

SAMPANG - Menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) yang akan digelar pada 29 Agustus 2013 mendatang, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sampang melantik sebanyak 186 petugas Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) yang dilakukan langsung oleh Ketua Panwaslu Sampang Ahmad Ripto di aula Hotel Wisata Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang, Rabu (08/5) lalu. Bersamaan dengan prosesi pelantikan, 186 PPL yang akan disebar di 186 Kelurahan dan Desa di Kabupaten Sampang tersebut langsung diambil sumpahnya guna memantapkan pelaksanaan tugasnya dalam pesta demokrasi Pilgub Jatim mendatang. Acara yang bertema Pengukuhan Bersama Pengawas Pemilu Lapangan se-Kabupaten Sampang tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sampang K. A Fannan Hasib, Kepala Bakesbangpol Rudi Setiady, Perwakilan dari Polres Sampang dan Kodim 0828

Sampang, KPUD Sampang, dan Camat se-Kabupaten Sampang. Ketua Panwaslu Kabupaten Sampang, Ahmad Ripto menjelaskan tugas besar seorang PPL konsekuensinya sangatlah besar. Oleh karena itu, jika dalam dua bulan mendatang ada pengawas yang memperlihatkan kinerja kurang bagus, maka yang bersangkutan akan terancam dipecat. "Mari kita tegakkan pesta demokrasi Pilgub Jatim ini dengan baik. Tugas PPL memang sangat besar. Kami akan pantau terus, supaya tidak ada masyarakat Sampang yang masuk ranah hukum gara-gara merusak jalannya Pemilu seperti yang terjadi di kota lainnya," jelas Ripto. Ripto menambahkan, dengan adanya pelantikan PPL itu, dirinya berharap petugas PPL mempunyai kinerja yang bagus sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Karena telah ditetapkan oleh Panwaslu Kabupaten Sampang, masa kerjanya selama 4 bulan.

“Kami tekankan agar jangan sampai ada masyarakat Sampang yang tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jika hal itu terjadi maka sama halnya menghilangkan hak masyarakat untuk memilih pemimpinnya. Dengan adanya komposisi baru Panwaslu Sampang, kami optimis putaran Pilgub pada 29 Agustus mendatang akan berjalan dengan sukses dan lancar,” ujarnya. Sementara itu di tempat yang sama, Bupati Sampang K. A Fannan Hasib mengatakan bahwa petugas PPL se-Kabupaten Sampang yang sudah dilantik, diambil sumpahnya dan janjinya tersebut, diharapkan bisa menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya tanpa ada tendensi apa pun. “Semua pihak yang terlibat dalam Pilgub Jatim mendatang diharapkan bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan benar sesuai kapasitasnya masing-masing, dengan satu tujuan yang tidak lain adalah mensukseskan Pilgub Jatim 2013,” ucapnya. (ryn/msa/rah)

ryan hariyanto/koran madura

DILANTIK: 186 PPL dilantik oleh ketua Panwaslu Sampang di aula Hotel Wisata Camplong, Rabu (8/5) kemarin.

ADVERTORIAL

Meriahkan Hardiknas, Disdik Menggelar JJS SAMPANG - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2013 Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang menyelenggarakan Jalan Jantung Sehat (JJS), Kamis (09/5). JJS diawali dan diakhiri di depan Pendopo Bupati Sampang dengan diikuti oleh semua lembaga pendidikan mulai dari tingkat SD se-Kecamatan Kota Sampang, juga SMP dan SMU se-Kabupaten Sampang. Setelah Bupati Sampang KH. Fannan Hasib mengibarkan bendera, para peserta langsung berangkat dengan menempuh rute dari depan pendopo Bupati Sampang, jalan Wijaya Kusuma menuju jalan Jamaludin, kemudian ke arah timur menuju jalan Imam Ghozali dan jalan Bahagia, dilanjutkan melalui jalan Hasyim Asyari, ke arah timur menuju jalan Panglima Sudirman dan Wahid Hasyim, lalu kembali ke finish. Di garis finish, sembari menunggu peserta

HARDIKNAS: Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2013 Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang menyelenggarakan Jalan Jantung Sehat (JJS) Kamis (9/5) kemarin.

junaidi/koran madura

berkumpul semua, panitia JJS menyuguhkan hiburan musik. Para peserta JJS sangat antusias. Mereka siap memperebutkan hadiah utama

satu unit sepeda motor matic yang sudah disediakan oleh Dinas Pendidikan. Juga ada puluhan hadiah hiburan yang sudah dipersiapkan, seperti sepeda gunung,

lemari es, kompor gas, dan juga hadiah menarik lainnya. Sebelumnya mereka rela menunggu dan mendengarkan hasil pengundian kupon

yang diambil bergantian oleh Bupati Sampang dan sejumlah pejabat Disdik dari dalam kotak yang sudah disediakan. Kepala Bidang Pembi-

ayaan Sarana dan Pra Sarana Moh. Jupri Riyadi mengatakan tujuan dalam pelaksanaan JJS tersebut untuk mempererat tali silaturrahim antara Disdik dengan lembaga pendidikan mulai dari tingkat SD hingga tingkat SMU se-Kabupaten Sampang, juga untuk konsolidasi dengan para pendidik dan siswa serta dengan masyarakat dalam momentum Hardiknas. “Kegiatan ini adalah rangkaian dari momentun Hardiknas pada tahun ini, maka dari itu dengan jalan bersama kami dari Disdik dengan para tenaga pendidik dan siswa bisa bersilaturrahim dan berkonsolidasi dengan masyarakat, sehingga nantinya antara Disdik Kabupaten Sampang dan lembaga pendidikan dari tingkat SD sampai tingkat SMU bisa mempererat tali silaturrrahim untuk meningkatkan mutu pendidikan Kabupaten Sampang kedepan yang lebih baik lagi,” jelas

Jupri kepada Koran Madura, Kamis (09/5). Jupri menambahkan, sebelumnya panitia penyelenggara JJS menyediakan kupon gratis sebanyak 10.000 lembar, namun karena peserta banyak yang tertarik membuat dirinya harus menambah kupon pada H-3 kurang lebih sekitar 3000 lembar kupon. Sementara hadiah yang disediakan merupakan partisipasi lembaga pendidikan dari tingkat SMP dan SMU yang keseluruhan hadiah berjumlah sebanyak 95 paket. “Awalnya kami sediakan sebanyak 10.000 kupon dengan prediksi margin error (kupon rusak) sebanyak 1000 lembar, tapi ketika pelaksanaannya kurang tiga hari, kupon itu sudah habis dan kami langsung pesan lagi sebanyak 3000 kupon. Sedangkan hadiah ini sumbangan dari lembaga pendidikan tingkat SMP dan SMU,” tandas Jupri. (jun/ msa/rah)


SAMPANG

7

JUMAT 10 MEI 2013 NO.0114 | TAHUN II

Dana Kuli Angkut Raskin Diduga Fiktif SAMPANG - Honor kuli angkut beras miskin (raskin) yang dianggarkan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Sampang terus dipertanyakan oleh berbagai elemen masyarakat karena diduga selama ini honor kuli raskin tersebut fiktif.

ant/ampelsa

TARGET SERAPAN BERAS: Buruh menata beras hasil pengadaan dari petani di gudang Kadivre Bulog, Desa Lambaro, Kab Aceh Besar, Aceh. Serapan beras petani hingga April di Aceh mencapai 17.501 ton atau melebihi target dari 16.806 ton, sementara total pengadaan beras tahun 2013 sebanyak 50.000 ton, sedangkan stok beras lama tahun 2012 masih tersisa sebanyak 24.000 ton diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan raskin sebanyak 64.209 ton/tahun.

PELECEHAN

Polisi Periksa Dua Saksi Korban Perbuatan Tak Sopan SAMPANG – Setelah menerima laporan kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum guru di SDN Karang Dalem 1 Kecamatan Kota Sampang ke Sentral Pelayanan Kepolisan Terpadu (SPKT) Polres Sampang, Rabu lalu, hingga kini aparat kepolisian sudah memeriksa dua saksi korban untuk dimintai keterangan. Setelah pemeriksaan dua saksi tersebut, kepolisan Polres Sampang mengaku akan segera menangkap pelaku pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru terhadap dua siswinya. Kapolres Sampang AKBP Solehan melalui Kasatreskrim Polres Sampang AKP Jeni Al Jauza menjelaskan pemeriksaan dua saksi tersebut masih akan dimintai keterangan terkait pelaporan atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru di SDN Karang Dalem yang diketahui bernama Jamal (45). "Masih belum ada penangkapan, karena kami masih melakukan pemeriksaan dua saksi untuk dimintai keterangan," jelasnya kepada Koran Madura, Kamis (9/5). Lanjut Jeni, setelah pemeriksaan keterangan dari dua saksi, dirinya akan melakukan penangkapan terhadap terlapor. Bahkan pelaku yang merupakan oknum guru dimaksud jika terbukti mel-

akukan pelecehan seksual terhadap siswinya tersebut akan dijerat dengan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur, sesuai pasal 82 UURI No. 23 tahun 2002. "Kita tunggu saja hasil keterangan dari saksi pelapor yang kami panggil," imbuhnya. Dugaan pelecehan seksual tersebut terjadi ketika berlangsung Ujiaan Nasional (UN) tingkat SD, dua korban siswi SDN Karang Dalam 1 tersebut yakni RM (12) dan LL (12) diiming-imingi selembar kunci jawaban oleh Jamal. Modus oknum guru yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap dua siswanya tersebut dengan cara memasukkan selembaran kunci jawaban UN secara langsung ke balik baju di dada siswi yang masih belia itu. Bahkan, terkadang oknum guru tersebut mengiming-imingi dengan uang sebesar 10 ribu hingga 20 ribu rupiah kepada anak didiknya yang target perbuatan tak sopannya itu. Dengan kejadian tersebut, dua siswi itu menangis ketika pulang dan sesampai di rumahnya langsung menceritakan perbuatan gurunya kepada orang tuanya. Tak hanya itu, selanjutnya dengan diantarkan salah sastu orang tua korban, AZ (49) korban melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Sampang. (ryn/msa/rah)

ryan hariyanto/koran madura

MELAPOR: Dua siswi didampingi orang tuanya saat melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya ke SPKT Polres Sampang.

Seperti diungkapkan Nur Hasan (30), salah satu tim pendamping distribusi raskin asal Kecamatan Omben, yang terus mempertanyakan hal itu. Ketika dirinya mengkroscek di sejumlah desa, ternyata memang tidak ada kuli angkutnya. “Setelah kordinasi terhadap kepala desa, ternyata tidak pernah menerima dana

kuli angkut seperti apa yang telah dianggarkan Dinsosnakertrans,” ujarnya kepada Koran Madura, Kamis (9/5). Pria yang juga sebagai aktifis dari Lumbung Informasi Rakyat (Lira) tersebut menjelaskan ketidakjelasan honor kuli angkut tersebut juga tidak sesuai dengan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) dari para Kepala Desa

(Kades) yang belum menerima anggaran kuli angkut. “SPJ itu hanya formalitas saja. Kenyataannya tidak sesuai dengan bukti di lapangan,’ jelasnya. Hasan selaku pendamping raskin tersebut sangat kecewa kepada Dinsosnakertrans Sampang, sebab anggaran yang berkisar antara 75 hingga 100 ribu per bulan untuk 1 orang ini seharusnya bisa dirasakan oleh para kuli angkut raskin, nyatanya tak tersalurkan secara benar. “Kami akan mangadukan kepada penegak hukum, karena ini sudah penyimpangan dana yang dilakukan oleh Dinsosnakertrans,”

tegasnya. Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui saluran telpon selulernya, Kepala Dinsosnakertrans Malik Amrullah tidak banyak bicara saat ditanyakan terkait dugaan penyimpangan dana kuli angkut yang dilontarkan Nur Hasan. Menurut Malik semua SPJ sudah diterima oleh masingmasing Camat dengan ditandatangani oleh Kepala Desa se-Kabupaten Sampang. “SPJ itu sudah ada sampelnya dari masingmasing Kepala Desa dan dana honor kuli angkut sudah dicairkan,” tukasnya. (ryn/msa/rah)

PENYIMPANGAN DANA BANTUAN

Anak PNS Menerima Dana Bantuan

SAMPANG - Bantuan Siswa Miskin (BSM) di sekolah SDN Gunung Sekar 6 mulai tahun 2011 sampai dengan tahun 2012 diduga ada yang diterima oleh anak dari salah satu guru yang sudah PNS. Seharusnya dana yang diperuntukkan bagi siswa miskin tersebut diterima oleh siswa yang betul-betul dari keluarga miskin, namun pengalokasiannya yang menerima bantuan dana BSM tersebut juga diduga diterima anak PNS. Salah satu mantan guru GTT SDN Gunung Sekar 6, Milakiyah mengungkapkan bahwa ada penerima BSM pada tahun 2011-2012 dirasakan oleh siswa kelas 4 yang merupakan putra dari salah satu guru yang sudah PNS dan menjadi bendahara di sekolah tersebut. Padahal seharusnya dana BSM tersebut diberikan kepada siswa yang berhak menerima dan buka anak dari seorang PNS.

“Memang betul kalau bantuan siswa miskin dirasakan oleh anak guru PNS yang juga mengajar di SDN Gunung Sekar 6. Ketika saya mengajar di sana saya tahu sendiri, seharusnya itu kan untuk siswa yang benar-benar miskin dan bukan anak dari seorang PNS,” ungkap Milkiyah kepada Koran Madura, Kamis (9/5). Sementara itu, bendahara SDN Gunung Sekar 6, Isa Ansori saat dikonfirmasi melalui saluran telpon selulernya membenarkan dugaan tersebut. Menurutnya, dana BSM sebagian diterima oleh siswa yang orang tuanya sudah PNS, namun sebelum dana tersebut dicairkan kepada siswa sudah dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan dewan guru yang lain, ternyata ada kesepakatan dari dewan guru di sekolah tersebut. Dirinya beralasan kalau nantinya dana BSM yang akan diberikan kepada siswa

yang merupakan anak dari PNS tersebut sudah keluar sepenuhnya akan diserahkan ke pihak sekolah untuk pembangunan gedung sekolah. “Untuk penerima BSM kami berikan langsung kepada orang tuanya masingmasing, sedangkan yang diterima oleh siswa yang orang tuanya sudah PNS dikembalikan ke sekolah untuk pembangunan gedung,” kelitnya. Isa juga mengakui siswa yang menerima BSM salah satu di antaranya merupakan anaknya sendiri, namun dana yang diterima anaknya tersebut semuanya diserahkan ke sekolahnya dengan alasan untuk pembangunan perbaikan gedung sekolah. “Ini sudah kebijakan dari internal semua dewan guru dan kemarin sudah kami buat pernyataan ketika menghadap ke Inspektorat Sampang,” tukasnya. (jun/ msa/rah)

TENAGA KERJA

Dinsosnakertrans Bina TKI Ilegal SAMPANG - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Sampang, Jatim, melakukan pembinaan kepada 285 TKI setempat yang beberapa waktu lalu dipulangkan paksa dari tempat kerjanya di Malaysia karena ilegal. Menurut Kasi Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Sampang Teguh Waluyo Kamis, para TKI yang akan mendapatkan pembinaan khusus itu kebanyakan dari wilayah utara Sampang. Seperti dari Kecamatan Ketapang, Sokobanah, Banyuates, Robatal dan Kecamatan Karang Penang. “Mereka ini kami bina secara khusus, agar nantinya jika mereka hendak berangkat lagi untuk bekerja di luar negeri bisa melalui jalur res-

mi, tidak berangkat dengan cara illegal lagi,” tutur Teguh Waluyo, menjelaskan. Sejumlah 285 orang TKI ilegal Sampang yang dipulangkan paksa dari tempat kerjanya di Malaysia ini, merupakan bagian dari 1.087 TKI asal Jawa Timur yang dipulangkan paksa dalam tiga bulan terakhir ini. Pada tahun 2012, Pemprov Jatim mencatat jumlah TKI asal Jawa Timur yang dipulangkan paksa dari tempat kerjanya di luar negeri, termasuk di Malaysia mencapai 4.282 orang dan sebanyak 929 orang berasal dari Sampang. Pada tahun 2009, Pemkab Sampang juga mencatat jumlah TKI asal Kota Bahari itu yang juga ilegal dan bekerja di luar negeri, yakni Malaysia dan Arab Saudi sebanyak 1.200 orang lebih.

“Makanya para TKI ilegal itu saat ini kami data, dan selanjutnya kami lakukan pembinaan agar jika mereka hendak menjadi TKI lagi, bisa melalui jalur resmi,” ujar Teguh Waluyo. Jumlah TKI ilegal asal Sampang yang berkerja di Malaysia ini tidak sebanding dengan jumlah warga Sampang yang menjadi TKI melalui jalur resmi. “Tahun lalu hanya 17 orang warga Sampang yang berangkat menjadi TKI melalui jalur resmi. Sedangkan yang dipulangkan karena ilegal justru ratusan,” ungkapnya, menambahkan. Teguh Waluyo yakin, dengan adanya pembinaan khusus itu maka warga Sampang yang akan bekerja di luar negeri dengan cara ilegal akan bisa ditekan.(ant/ rah)

junaidi/koran madura

MENUNJUKKAN: Warga jalan mutiara RT 3 RW 01 ketika menunjukkan lampu penerangan jalan yang mati, Kamis (9/5) kemarin.

PENERANGAN JALAN

Lampu Konslet Seharusnya Diperbaiki SAMPANG Lampu penerangan di jalan Mutiara RT 03 RW 01 kelurahan Banyuanyar, kecamatan Kota Sampang sudah lama tidak menyala. Karenanya warga setempat meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sampang secepatnya memperbaiki lampu penerangan jalan tersebut. Semenjak lampu tidak menyala warga banyak yang takut keluar malam, karena dikhawatirkan ada binatang berbisa yang dapat mengancam keselamatan jiwanya. Salah satu warga jalan Mutiara, Moh Yusuf (30) mengatakan sudah kurang lebih 1 tahun lampu peneranganan di RT 3 RW 1 tidak berfungsi, namun sampai sekarang masih belum mendapatkan perhatian Pemkab setempat. Sebelumnya, ketika lampu penerangan jalan tersebut masih berpijar, sangat bermanfaat bagi warga di Jalan Mutiara. “Sampai sekarang masih belum ada perhatian dari RT setempat, padahal lampu yang tidak menyala sudah cukup lama. Jalan ini sangat bermanfaat bagi warga apalagi kalau malam hari,” ujar Yusuf kepada Koran Madura, Kamis (9/5). Menurut Yusuf, jalan tersebut sering dilewati warga, namun warga banyak yang merasa tidak ny-

aman dengan kondisi tidak ada penerangan. Di sekitar tikungan juga sering terjadi kecelakaan kecil ketika malam hari. Sering terjadi kecelakaan kecil akibat kurangnya penerangan. “Belum lagi kalau malam hari sering terjadi benturan bagi pengendara sepeda dan anak-anak, terutama di tikungan yang sering terjadi benturan. Kalau ini dibiarkan kasihan juga dengan pengendara yang melewati jalan ini,” imbuhnya. Sementara itu, ditemui terpisah ketua RT 03 RW 01 Jalan Mutiara, Syamsul Bahri (65) menjelaskan sudah ada rencana untuk menghidupkan kembali lampu penerangan yang rusak. Hanya saja dirinya masih menunggu laporan dari pengurus RT lainnya. Namun dirinya mengaku hingga saat ini masih belum mendapatkan laporan dari pengurusnya. Untuk diteruskan ke pemkab setempat. “Untuk perbaikan lampu penerangan ini juga butuh kesadaran warga sekitar, karena RT tidak mendapatkan dana dari pemerintah. Juga tidak ada anggaran khusus untuk perbaikan fasilitas umum seperti lampu penerangan jalan itu, tapi untuk sementara ini akan kami tangani untuk perbaikan peneranganan seadanya,” tukasnya. (jun/msa/rah)

KUOTA BACALEG

Tiga Parpol Tak Penuhi Keterwakilan Perempuan SAMPANG - Sebanyak tiga partai politik peserta pemilu 2014 di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, tidak memenuhi ketentuan keterwakilan bakal calon legislatif dari unusur perempuan 30 persen, sebagaimana telah ditetapkan oleh undang-undang. Menurut anggota KPU Pada Bagian Kelompok Kerja (Pokja) Verifikasi Miftahur Rozaq, Kamis, ketiga partai politik itu masing-masing Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Nasional Demokrat

(Nasdem). “Partai politik yang tidak memenuhi keterwakilan perempuan 30 persen ini hanya di sebagian derah pemilihan, bukan di semua dapil," kata Miftahur Rozak, menjelaskan. Di Kabupaten Sampang ada sebanyak 12 partai politik yang mengajukan bakal calon legislatif ke KPU Kabupaten Sampang untuk pelaksanaan Pemilu 2014. Dari sebanyak 12 partai politik itu, sebanyak 9 parpol di antaranya telah memenuhi ketentuan kuota

30 persen keterwakilan perempuan. "Kecuali tiga partai yang kami sebutkan itu tadi," ucapnya, menambahkan. Khusus untuk Partai Nasdem, kata dia, kasusnya bukan tidak memenuhi keterwakilan perempuan 30 persen, akan tetapi karena ada yang salah penempatan. Oleh karenanya, KPU masih memberikan kesempatan kepada pengurus partai politik yang ada di Sampang untuk melakukan perbaikan. Jumlah bacaleg Pemilu Legislatif 2014 yang

Partai politik yang tidak memenuhi keterwakilan perempuan 30 persen ini hanya di sebagian derah pemilihan, bukan di semua dapil,”

Miftahur Rozaq Anggota KPU

mendaftar ke KPU Sampang sebanyak 494 orang. Mereka itu dari 12 partai politik peserta pemilu, yakni Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Golkar. Selanjutnya Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, Partai Bulan

Bintang (PBB), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Dari jumlah sebanyak 494 pendaftar itu, sebanyak 359 berkas bacaleg administrasi dikembalikan, karena berkasnya belum lengkap. "Rata-rata kebanyakan ijazahnya belum dilegalisir, tidak menyertakan keterangan sehat jasmani serta rohani dari dokter. Ada juga yang tidak menyertakan surat pengunduran diri bagi bacaleg yang pindah partai dan saat ini yang bersangkutan menjadi anggota DPRD,"

tutur Miftahur Rozak. Ia menjelaskan, sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU Nomor: 6 Tahun 2013 tentang Tahapan Pemilu Legislatif 2014, perbaikan berkas bacaleg itu mulai tanggal 9 hingga 22 Mei 2013. "Jadi berkas-bekas bacaleg yang kami kembalikan itu bukan berarti telah ditolak, akan tetapi masih bisa diperbaiki, agar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan KPU," ujarnya. (ant/rah)


8

BANGKALAN

JUMAT 10 MEI 2013 NO.0114 | TAHUN II

BACALEG

Kades yang Mendaftar Caleg Sebaiknya Mundur

ant/m risyal hidayat

PENGEMBANGAN SURAMADU: Seorang petugas KM. Artama III mengamati bentang tengah jembatan Suramadu di Selat Madura, Surabaya, Jatim, Kamis (9/5). Kementerian Pekerjaan Umum terus melakukan upaya-upaya untuk mengembangkan kawasan perekonomian wilayah Jembatan Suramadu melalui optimalisasi Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS).

Lebih Baik Bakal Calon Legislatif Mengundurkan Diri BANGKALAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang pindah partai politik (parpol) jika hendak mencalonkan kembali pada pencalegan periode mendatang melalui parpol lain harus menyertakan berkas pemunduran diri hingga 22 Mei mendatang. Jika dalam deadline waktu itu bacaleg yang maju dari partai lain itu tetap tidak menyerahkan pemunduran dirinya, maka Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bangkalan tidak segan-segan akan melakukan pencoretan nama Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) tersebut karena dinilai

tidak memenuhi berkas persyaratan. “Hanya sebatas pernyataan pemunduran diri saja dengan mengisi form yang telah disediakan. Bukan keterangan pemberhentian dari Gubernur,” kata Ketua Pokja Pencalonan KPUD Bangkalan, Tajul Anwar, kemarin (7/5).

Dia menjelaskan, surat pernyataan pemunduran diri itu juga berlaku pada bacaleg yang masih aktif sebagai kepala desa dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selain itu, peraturan tentang pengajuan pemunduran diri juga berlaku bagi seluruh bacaleg yang berangkat dari lembaga maupun perorangan yang dibiayai oleh negara seperti guru swasta yang memeroleh dana tunjangan sertifikasi. Apabila guru yang bersangkutan mendaftarkan diri menjadi bacaleg, maka tetap harus menyatakan pemunduran dirinya dari penerima dana tun-

jangan tersebut. ‘Sejauh yang saya tahu, tidak ada PNS dan guru sertifikasi swasta yang mendaftarkan diri. Kalau bacaleg dari kepala desa banyak,” ungkapnya. Lebih lanjut Tajul menerangkan jika hingga batas waktu yang telah ditentukan, bacaleg yang bersangkutan tetap tidak melakukan perbaikan berkas, bacaleg tersebut akan dicoret sebagai peserta. “Yang bersangkutan jika dari anggota DPRD yang pindah parpol, pemunduran dirinya mengisi berkas model BB-5. Sedangkan untuk bacaleg dari kepala desa model BB-7. Tera-

khir, jika dari PNS isiannya model BB-4,” terangnya. Sementara itu, SK pemberhentian dari Gubernur paling lambat diserahkan 1 Agustus mendatang. Namun, bila SK tersebut belum terbit, anggota DPRD bisa menyerahkan surat keterangan yang menyatakan surat keputusan pemberhentian sedang dalam proses. Surat tersebut minimal dikeluarkan oleh pimpinan DPRD Bangkalan. “Kalau sampai tanggal 22 Mei masih belum menyerahkan berkas BB-5, berakibat yang bersangkutan akan dicoret,” ucap Tajul. (ori/rah)

BANGKALAN – Dua Kepala Desa yang mendaftarkan diri sebagai bacaleg tahun 2014 hingga kini belum mengundurkan diri dari jabatannya. Padahal dalam Peraturan KPU Nomor 7 dan 13 Tahun 2013 dinyatakan anggota legislatif yang pindah parpol maupun kepada desa wajib mengundurkan diri dari jabatannya. Seharusnya, berdasarkan PKPU tersebut, dua kepala desa yang maju dalam bacaleg 2014 mendatang mengundurkan diri dari jabatan kades agar memenuhi persyaratan dalam verifikasi bacaleg dan masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT). Akan tatapi, hingga saat ini, dua kepala desa tersebut belum melampirkan surat pengunduran dirinya. Selain kepala desa juga ada 14 anggota DPRD Bangkalan yang mencalonkan diri sebagai bacaleg melalui partai lain juga masih belum mengundurukan diri dari jabatan legislatif. “Belum ada, hingga saat ini belum satu pun caleg yang pindah parpol menyerahkan surat pengunduran dirinya, begitu juga dua kepala desa yang jadi caleg,” jelas Tajul, Komisioner KPUD Bangkalan. Menurut Tajul, kedua kepala desa yang maju pada pileg 2014 tersebut merupakan Kades Alas Kembang, Kecamatan Burneh dan Kades Pekaden, Kecamatan Galis. Berdasarkan data KPUD Bangkalan diketahui bahwa Kades Alas Kembang Kecamatan Burneh mendaftarkan diri sebagai bacaleg dari Partai Demokrat dan masuk di Daerah pemilihan

V. Sedangkan Kades Pekaden Kecamatan Galis mendaftarkan diri sebagai bacaleg dari Partai Gerindra di daerah pemilihan IV. Menurut pihak KPUD, dari sisi ketentuan perundang-undangan, kepala desa diperbolehkan mendaftarkan diri sebagai bacaleg dengan syarat pihak terkait harus mengundurkan diri dari jabatan kadesnya.

... hingga saat ini belum satu pun caleg yang pindah parpol menyerahkan surat pengunduran dirinya, begitu juga dua kepala desa yang jadi caleg,”

Tajul

Komisioner KPUD Bangkalan Mengenai batas akhir pelampiran surat pengunduran diri, Tajul Anwar menegaskan bahwa batas akhir penyerahan surat pengunduran diri adalah 22 Mei 2013 mendatang. “Batasnya tanggal 22 Mei, berkas BB5 (pengunduran diri) harus sudah kami terima, sedangkan untuk SK lepas jabatannya maksimal kami terima 1 Agustus. Jika pada tanggal tersebut belum juga turun SK, maka bisa dilampirkan surat keterangan sedang menjalani proses,” tandasnya. (dn/rah)

PUNGUTAN TAMBAHAN

Pendidikan Perlu Diawasi Secara Terus-menerus BANGKALAN - Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Bangkalan, Fathur Rahman Said menilai alokasi APBD kabupaten Bangkalan untuk pendidikan belum bisa memenuhi semua kebutuhan sekolah karena masih terjadi pemungutan biaya tambahan di sekolah-sekolah. Apalagi, dengan adanya program pemerintah daerah (Pemda) mengenai pendidikan gratis selama 12 tahun diharapkan bisa terealisasi dengan baik. Menurut Jimhur panggilan akrabnya, sesuai dengan program Bupati yang akan menggratiskan semua jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, dan SMA, maka secara otomatis pihak sekolah sudah tidak boleh lagi melakukan pungutan atas nama apapun terhadap siswa. Namun di sisi yang lain, kata Jimhur, sekolah diwajibkan memberikan pendidikan dan pelayanan yang optimal pada siswa sehingga memerlukan biaya ektra. Justru itulah yang menyalahi peraturan sehingga pendidikan harus terus diawasi. “Kita ambil contoh, SPP SMA, sekarang ini ada yang Rp

100 ribu hingga Rp 150 ribu/ bulan, sedangkan alokasi dana Bos untuk SMA ini hanya Rp 85 ribu atau Rp 1 juta/siswa selama satu tahun,” katanya. Selain itu, lanjutnya, sekolah masih harus dibebani dengan gaji guru sukwan dan pesuruh yang memang di Bangkalan cenderung belum ada yang PNS karena pegawai yang lama sudah banyak yang pensiun. Lantas mau dibebankan pada siapa kekurangan oprasional tersebut. Hal itu yang perlu dipikirkan bersama. Oleh karena itu, dirinya berpendapat agar seiring dan sejalan dengan program sekolah gratis Bupati Bangkalan, maka kekurangan biaya operasional sekolah, selayaknya juga diambilkan dari APBD. Sementara itu anggota komisi D DPRD Bangkalan, Ismail Hasan mengatakan alokasi anggaran APBD untuk pendidikan di Kabupaten Bangkalan ini mencapai 30 persen, sudah cukup besar bahkan sudah melampaui batas minimal yang digariskan oleh Undang-Undang. Padahal perundang-undangan menghendaki adanya pembatasan anggaran APBD sebe-

sar 20 persen, termasuk untuk tenaga sukwan pun sudah dianggarkan 20 persen dari dana BOS. “Jadi, menurut saya, yang harus dibenahi adalah sistem dan manajemen pendidikan di Bangkalan ini, barangkali masih kurang sesuai sehingga tidak membebani pada wali murid. Artinya, kalau sistemnya yang salah, jangan wali murid yang memikul beban,” terangnya. Oleh karena itu, jika ada sekolah berani mengambil pungutan, maka Dinas Pendidikan yang harus bertanggungjawab. Sebab, pengalokasian anggarannya dinilai sudah bagus. Sementara itu, ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Mukaffi Cholil menjelaskan pendidikan gratis hingga tingkat SMA merupakan bentuk kepedulian pemkab Bangkalan kepada dunia pendidikan, untuk menghasilkan generasi atau anak didik yang lebih baik. Ke depan DPRD Bangkalan siap untuk mengawasi semua bentuk kebijakan anggaran untuk pendidikan. ”Kalau kemudian sekolah masih harus menarik biaya tambahan pada siswa harus

UJIAN NASIONAL: Sejumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bangkalan saat melaksanakan ujian nasional (UN) beberapa waktu lalu.

ori/koran madura

ada persetujuan orang tua siswa. Itu pun hanya untuk biaya pelajaran ekstra kurikuler, sedangkan untuk yang baku tidak boleh menarik biaya dari siswa karena sudah masuk dalam beban anggaran pemerintah daerah,” ungkapnya. Menurut Kepala Dinas Pen-

didikan Bangkalan, Mohni, pendidikan gratis memang menjadi harapan masyarakat kabupaten Bangkalan, sesuai dengan visi dan misi pemerintah kabupaten Bangkalan yang akan mewujudkan sekolah gratis. “Kami (Disdik) bertekad untuk mewujudkan sekolah

gratis sesuai visi dan misi kepala daerah, terutama Sekolah Menengah Atas (SMA). Kalau yang SD dan SMP kan sudah gratis. Oleh karenanya, kami akan berkoordinasi dengan kepala sekolah SMA,” jelasnya. Untuk mengurangi beban

biaya yang dinilai berlebih, pihaknya akan melakukan pemangkasan biaya yang dinilai tak efisien. Hal itu dilakukan untuk menghemat anggaran pendidikan agar bisa digunakan pada kegiatan yang sifatnya lebih penting. (ori/ rah)

POLITIK

Perempuan Seharusnya Mendapat Tempat di Parlemen BANGKALAN – Adanya kewajiban keterwakilan 30 persen kaum perempuan dalam pileg 2014, sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU 13 Tahun 2013, seharusnya dapat menciptakan kesadaran sosial bahwa kaum perempuan tak zaman lagi dipandang sebelah mata. PKPU tersebut juga memotivasi kaum perempuan agar terus berupaya membuktikan kaumnya memiliki kemampuan laksana kaum lelaki, baik dalam berpolitik

dan hal lainnya. Akan tetapi, bila tidak ada upaya diri meningkatkan kemampuannya, maka pandangan umum selama ini terhadap kaum perempuan yang dipandang sebagai makhluk nomor dua, bisa terus berlangsung. “Kalau selama ini perempuan hanya dianggap sebagai pelengkap dari kuota 30 persen, saya ingin membuktikan bahwa perempuan juga bisa melakukan banyak hal seperti yang dilakukan oleh Laki-laki,” ujar Puruhita Nursandiya (31), calon leg-

islatif (caleg) dari partai Nasional Demokrat (Nasdem). Perempuan yang juga mantan aktifis LSM ini menyatakan dirinya setelah melihat kenyataan yang ada di masyarakat Bangkalan berkeinginan untuk terjun di dunia politik semakin tinggi. Karena selama ini keterlibatan kaum perempuan sangat minim dalam panggung politik lokal. Sekarang saatnya bagi kaum perempuan untuk mengambil bagian dan membuktikan kemampuan untuk

mengaspirasikan kepentingan masyarakat melalui jalur politik. “Melihat belum tercapainya kesejahteraan rakyat, kesenjangan pembangunan, sampai minimnya keterlibatan perempuan dalam pembangunan semakin meneguhkan niat saya untuk maju dan melakukan perubahan di bumi Bangkalan,” paparnya. Modal dirinya untuk maju dalam Pileg 2014 mendatang, lanjut Ita, adalah niat untuk memberikan pen-

didikan politik yang benar bagi masyarakat Bangkalan dengan mengembalikan hakhak ekonomi, politik, sosial, dan budaya yang selama ini tidak sepenuhnya dimiliki oleh masyarakat. “Saya ingin membangun kesadaran ini bersama masyarakat. Kalau masyarakat sudah sadar akan hak-halnya, saya yakin masyarakat akan bersama saya untuk melakukan perubahan di Bangkalan,” tandasnya. Hal senada juga disam-

paikan oleh Siti Fatonah Racmaniyah yang kini mencalonkan diri sebagai bacaleg RI dari partai Hanura. Calon legislatif perempuan satu-satunya dari Bangkalan ini mengatakan bahwa dirinya bersama calon-calon perempuan lainnya ingin membuktikan pada publik bahwa kemampuan dalam berpolitik dan kemampuan mengaspirasikan kepentingan masyarakat tidak hanaya dimiliki oleh kaum lelaki. Oleh sebab itu, sudah saatnya, kaum perempuan

tidak boleh dipandang sebelah mata. “Saya akan memaksimalkan kesempatan yang ada, bahwa keterwakilan perempuan itu juga bisa melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya jika diberikan kepercayaan sebagai anggota dewan. Stigma mengenai minimnya kemampuan seoarang perempuan akan terbantahkan dengan memaksimalkan kesempatan dan berjuang dalam mewujudkan keinginan masyarakat,” paparnya.(dn/rah)


BANGKALAN

9

JUMAT 10 MEI 2013 NO.0114 | TAHUN II

TARGET KEJAKSAAN

Kejari Bidik Dua Kasus Korupsi

ant/andreas fitri atmoko

KONVOI PILKADA BERSAMA: Sejumlah simpatisan salah satu pasangan kandidat Bupati dan Wakil Bupati Kudus melakukan konvoi saat Deklarasi Damai dan Konvoi Bersama Pilkada Kudus 2013 di Alun-alun, Kudus, Jateng. Deklarasi damai dan konvoi bersama yang diikuti ribuan simpatisan dari 5 pasangan kandidat Bupati dan Wakil Bupati Kudus tersebut sebagai penanda dimulainya masa kampanye yang berlangsung hingga 15 hari mendatang.

Panwaslu Wajib Mengawasi Semua Tahapan Pemilu BANGKALAN- Berawal dari terbongkarnya manipulasi dukungan fiktif terhadap Eggi Sudjana sebagai peserta Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 29 Agustus 2013 membuat Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bangkalan akan pengawasi semua tahapan pemilu 2014 sesuai aturan yang berlaku. Mengawasi semua tahapan pemilu memang sudah menjadi tugas panwaslu. Sehingga panwaslu berkewajiban melakukan semua tugasnya itu untuk memberikan rasa keadilan dan demi terciptanya proses pemilihan yang demokratis tanpa adanya kecurangan. Ketua panwaslu setempat Fajar Harianto, SH

mengatakan pihaknya akan melaksanakan tugasnya mengawasi semua tahapan proses pesta demokrasi 2014 dengan lebih mengutamakan pada peraturan yang ada. Karena dengan mengutamakan regulasi yang ada diharapkan dapat memenuhi segala harapan, terutama menciptakan pemilihan yang jujur dan adil.

“Dengan aturan itulah kami bisa bekerja sebaik mungkin. Dengan memahami segala peraturan yang ada, maka kami dapat melihat dan membaca jika terjadi pelanggaran-pelanggaran saat pelaksanaan pemilu,” ungkapnya. Menurutnya, untuk mengetahui terjadinya pelanggaran pihaknya harus menguasai peraturan tentang pengawasan. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi anggota panwaslu tidak mengetahui peraturan No 1 tahun 2011 tentang peraturan badan pengawas pemilu. Dalam aturan itulah jenis-jenis pelanggran diatur. “Dalam Perbawaslu No

1 Tahun 2011 ada 3 jenis pelanggaran dan sengketa pemilu. Di antaranya tindak pidana pemilu, pelanggaran administrasi pemilu, dan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu,” paparnya. Selain itu, tambah Fajar, pihaknya sangat berharap kepada KPUD Bangkaan untuk bekerja sesuai rule yang ada. Sebab, dalam semua tahapan proses pemilu itu sangat krusial. Sehingga membutuhkan kinerja yang profesioanal untuk menciptakan mekanisme check and balance antara panwas yang memiliki tugas untuk mengawasi dan KPUD sebagai pihak penyelenggara. “Ya kita berharap KPUD

bekerja sesuai dengan pedoman aturan yang ada agar pemilu benar-benar berkualitas,” imbuhnya Fajar lebih jauh mengatakan bahwa pihaknya telah mengimbau agar tidak melakukan kecurangan-kecurangan. Akan tetapi, jika masih ditemukan kucurangan berupa manipulasi dukungan maka pihaknya tidak segan– segan untuk memproses pada ranah hukum pidana. “Kami imbau agar tidak melakukan kembali, jika terindakasi mengulangi kecurangan berikutnya, maka kami akan memproses secara hukum. Sebab, sudah jelas masuk sebagai pemalsuan,” tegasnya.(dn/rah)

KRIMINALITAS

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Siswi MTs di Bandara BANGKALAN – Setelah buron selama empat hari, pelaku pembunuhan terhadap siswi MTs Sunan Cendana yang melarikan diri ke Jakarta dibekuk polisi, Kamis (9/6), saat turun dari bandara Juanda Surabaya. Pelaku pembunuhan tersebut bernama Mujib (20), warga desa Paterongan Kecamatan Galis. Dirinya ditangkap setelah diendus polisi menja pelaku perampasan dan pembunuhan terhadap korbannya. Sementara itu, teman pelaku yang berinisial I yang merupakan teman dekat dari Qurotul Ayun (14) masih buron. Sebab, pelaku telah melarikan diri setelah polisi menggerebek rumahnya yang beralamat di kecamatan G. Seperti yang telah diberitakan, Minggu (5/5) lalu, warga Kecamatan Kwanyar dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat seorang gadis di semak-semak perkebunan Alas Kemarong, Desa Janteh. Dalam kondisi telungkup dan bersimbah darah. Mayat tersebut ditemukan warga saat jalan-jalan pagi disekitar areal. Identitas korban tewas bernama Suci Nurul Hidayati (15), warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kwanyar. Dia merupakan siswi kelas 3 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sunan Cendana, Kwanyar. Suci merupakan teman korban penganiayaan yang men-

impa Qurrotul Ayun (14) yang ditemukan dibuang di semaksemak tambak kawasan Ring Road barat Desa/Kelurahan Mlajah, Sabtu (4/5) malam. Sebelum penganiayaan dan pembunuhan itu terjadi keduanya keluar bersama. Mereka janjian ketemu dengan teman yang baru dikenalnya selama satu Minggu, yakni Mujib dan inisial I tersebut. Hingga akhirnya, perhiasan keduanya dirampas, kemudian keduanya dianiaya dan dibunuh oleh pacarnya di tempat yang berbeda. “Mujib ditangkap di Bandara Juanda Surabaya tadi pagi, setelah kami meminta bantuan keluarganya. Dia dirayu pulang ke Madura dengan alasan ada keluarganya yang sakit,” kata Kapolres Bangkalan AKBP Endar Priantoro, melalui Kasat Reskrim AKP M Lutfi. Mantan Kapolsek Arosbaya tersebut menambahkan, menurut keterangan saksi, keduanya belum sempat pacaran lama. Korban hanya satu minggu mengenal pelaku. Dalam kurun waktu itu, Suci dan Mujib selalu berhubungan via handphone, hingga keduanya janjian bertemu tepat di hari Sabtu (4/5). Kemungkinan mereka bertemu hanya dua kali. “Visum yang telah dilakukan menunjukkan Suci dan Yuyun (panggilan karab Qurrotul Ayun) tidak men-

ori/koran madura

DIBEKUK: Tersangka pembunuhan terhadap siswi MTs yang tak lain teman dekatnya digiring oleh aparat setelah dibekuk di bandara Juanda Surabaya, kemarin (9/5) kemarin. galami perkosaan. Mungkin kedua pelaku yang salah satunya masih buron sengaja ingin merampas benda milik keduanya, setelah itu hendak membunuhnya,” terangnya. Lanjut Lutfi, kemungkinan untuk menutupi aksi sebelumnya yang menimpa Yuyun, maka si Suci dibunuh. Padahal, Yuyun hanya purapura meninggal setelah dilukai pada bagian lehernya. Luka pada leher tersebut mendapatkan sembilan jahitan. “Sepertinya memang tel-

ah ada rencana pembunuhan, kami akan dalami lagi mengenai hal itu. Motif sementara memang masih perampasan yang menyebabkan terjadinya pembunuhan,” terangnya. Dengan perbuatan yang dilakukan, tersangka terancam dijerat dengan pasal 338 dan 365 KUHP. Pengembangan berlanjut, pihak kepolisian juga akan menggunakan pasal berlapis. Sebab, korban masih berusia di bawah umur dengan UU Perlindungan anak. Pihaknya juga akan men-

gumpulkan saksi dan melakukan interogasi lebih lanjut mengenai motif dasar perampasan dan pembunuhan yang dilakukan dua pelaku terhadap pacarnya tersebut. Selain itu, polisi juga mengamankan sepeda motor Karisma nopol M 3648 GZ yang digunakan pelaku dalam aksinya. “Kalau memang terbukti direncanakan, kita juga akan menjeratnya dengan pasal 340 KUHP. Ancaman hukuman maksimal seumur hidup, minimal 20 tahun,” ucapnya. (ori/rah)

BANGKALAN - Kejaksaan Negeri Bangkalan, Jawa Timur, kini membidik dua kasus dugaan korupsi, yakni kasus penyimpangan dalam Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) dan kasus dugaan korupsi perusahaan air minum daerah (PDAM). Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejari Bangkalan Edi Handoyo, saat ini sudah ada empat orang yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tersebut. “Keempat orang tersangka itu meliputi tiga tersangka terlibat dalam kasus P2SEM, sedangkan seorang tersangka lagi terlibat dalam kasus dugaan korupsi di tubuh PDAM Bangkalan,” katanya, menjelaskan. Edi Handoyo mengemukakan hal ini ketika berdialog dengan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Bangkalan saat berunjuk rasa ke kantor Kejari setempat dan menuntut penuntasan sejumlah kasus korupsi di wilayah itu. Menurut dia, keempat tersangka itu, masing-masing berinisial MS, MM dan MR. Ketiga terlibat dalam kasus dugaan korupsi P2SEM dengan nilai total anggaran sebesar Rp750 juta dari dana APBD Provinsi Jawa Timur tahun 2009. Sedangkan seorang tersangka lagi berinisial AH. Ia terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana perusahaan daerah itu, dengan menyuplai air secara ilegal ke salah satu perusahaan di Kabupaten Bangkalan. Akibatnya, uang air yang dijual secara ilegal itu tidak masuk kas daerah, akan tetapi menjadi milik pribadi pelaku dan nilainya ditaksir menca-

pai puluhan juta rupiah. “Semua tersangka telah kami tahan,” tukasnya. Selain kasus dugaan korupsi bantuan P2SEM dan kasus dugaan korupsi di tubuh PDAM Bangkalan, jenis dugaan korupsi lainnya yang kini sedang menjadi perhatian Kejari Bangkalan ialah bantuan ternak sapi.

Banyak kasus korupsi yang belum diungkap oleh kejaksaan, di antaranya kasus korupsi P2SEM, Kredit Usaha Tani (KUT), bantuan beras bagi masyarakat miskin (raskin), dan bantuan ternak sapi,”

Mahmud

Kolap Aksi (PMII Cabang Bangkalan) “Banyak kasus korupsi yang belum diungkap oleh kejaksaan, di antaranya kasus korupsi P2SEM, Kredit Usaha Tani (KUT), bantuan beras bagi masyarakat miskin (raskin), dan bantuan ternak sapi,” ungkap korlap aksi itu, Mahmud, baru-baru ini. Oleh karenanya, sambung dia, dirinya bersama aktivis mahasiswa lainnya memandang perlu untuk memberikan dukungan kepada Kejari agar lebih giat dalam memberantas berbagai tindak pidana pidana korupsi dan mempercepat proses pengusutan kasusnya.(ant/rah)

MAKANAN LOKAL

Warga Mengembangkan Bisnis Pangan Olahan BANGKALAN - Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Bangkalan, Jawa Timur, mengajarkan warga mengembangkan bisnis dengan bahan pangan olahan lokal. Menurut Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unijoyo Nizarul Alim, Kamis, kegiatan itu dimaksudkan untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat kecil di pedesaan melalui keterampilan membuat bahan pangan olahan, seperti singkong. “Tahun 2013 ini ada sebanyak 59 orang siswa dari Fakultas Ekonomi yang kami terjunkan ke masyarakat guna mengajari mereka mengembangkan bisnis pangan olahan,” katanya menjelaskan. Selain memang merupakan kegiatan rutin berupa bakti sosial tahunan, kegiatan itu juga dimaksudkan untuk mengenalkan kampus kepada masyarakat perdesaan. Menurut dia, pada tahun 2013 ini, sasaran bakti sosial mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unijoyo Bangkalan di Desa Kokop, Kecamatan Kokop, Bangkalan. “Selama kegiatan bakti sosial itu, mahasiswa mengajari ibu-ibu rumah tangga mengolah pangan olahan seperti singkong menjadi makanan yang memiliki nilai jual bagus,” katanya menjelaskan. Desa Kokop sendiri merupakan satu dari 281 desa yang ada di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang tersebar di 18 kecamatan. Desa ini dikenal sebagai salah satu penghasil singkong terbanyak di Bangkalan. Hanya saja, pola pengolahan makanan oleh masyarakat masih sangat tradisional, sehingga potensi singkong yang ada di desa itu belum dikembangkan secara maksimal dan tidak bernilai ekonomis. “Nah, sekarang warga

Desa Kokop sudah mendapat pelatihan dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTM bagaimana cara membuat singkong mempunyai nilai ekonomi tinggi,” kata Nizarul Alim. Di Desa Kokop itu, para mahasiswi Fakultas Ekonomi Unijoyo tersebut memberikan pelatihan pada para ibuibu untuk membuat kue yang berbahan dari singkong. Salah satunya kue yang dikenal masyarakat setempat dengan nama “jemblem”. Yakni jenis kue dari singkong yang di dalamnya berisi gula Jawa.

Tahun 2013 ini ada sebanyak 59 orang siswa dari Fakultas Ekonomi yang kami terjunkan ke masyarakat guna mengajari mereka mengembangkan bisnis pangan olahan,”

Nizarul Alim

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unijoyo Bangkalan “Makanan ini sangat diminati masyarakat di sana dan saat ini sudah bisa menjadi penghasilan masyarakat Kokop,” kata Camat Kokop Hadori. Menurut Kepala Desa Kokop Fauzi, dulu masyarakat di desanya hanya menjadikan singkong sebagai makanan rebus dan nasi. Tapi sejak adanya pelatihan keterampilan pangan olahan mahasiswa, kini jenis makanan itu, sudah bernilai ekonomis juga. “Sekarang sudah bisa buat kripik, serta aneka makanan ringan lainnya,” kata Fauzi menjelaskan. (ant/rah)


10

NASIONAL

JUMAT 10 MEI 2013 NO.0114| TAHUN II

Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia

Peningkatan Middle Income Buka Peluang Industri Perhiasan

DISKUSI CAPRES 2014. Ketua DPD Irman Gusman (tengah), Ketua Umum Partai Kedaulatan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso (kiri) dan Mantan Menteri Koordinator Perekonomian Rizal Ramli (kanan), menjadi nara sumber dalam diskusi politik di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (9/5). Diskusi tersebut membahas kajian kualitatif LPI dengan tema “Hitam Putih Capres 2014: Siapa Pantas, Siapa Tidak.”

Rizal Ramli Capres Potensial Versi LPI JAKARTA-Hasil survey Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) menempatkan ekonom Rizal Ramli sebagai capres potensial yang paling diunggulkan. Selain itu, nama lainnya yang muncul sebagai capres potensial versi penilaian kualitatif adalah Sutiyoso, Mahfud MD, Megawati Soekarnoputri, Prabowo, Irman Gusman, Marzuki Alie, Wiranto, Gita Wirjawan, Aburizal Bakrie, Sri Mulyani. Direktur eksekutif LPI, Boni Hargens mengatakan Indonesia membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara ideologi, tapi juga memiliki kecerdasan memahami situasi. Selain itu, Indonesia butuh pemimpin yang memiliki empati dan menyiapkan peta jalan untuk mencapai tujuan bersama. Menurut dia, ada sejumlah criteria yang mesti dipenuhi calon pemimpin masa depan Indonesia. Dari aspek rekam jejak, kata dia pemimpin harus berprestasi di bidangnya, bersih dari korupsi, kejahatan hukum dan kejahatan kemanusiaan. “Ideologi nasionalispancasialis, latar belakang sosial ekonomi non konglomerat, rekam jejak berprestasi di bidang keahlian, bebas dari korupsi,” jelas dia. Selain itu, ujar dia, calon pemimpin Indonesi tidak melakukan kejahatan berskala besar seperti kejahatan kemanusiaan atau pidana lain

yang memperoleh keputusan peradilan yang bersifat tetap. Dan kepribadian cerdas, tegas, populis.,” kata Boni saat menyampaikan paparan dalam ‘Diskusi Hitam-Putih Capres 2014’ di Cikini, Jakarta (9/5). Berdasarkan kecenderuangan kriteria kepemimpinan yang dipaparkan, Boni menyebutkan ada tiga nama capres yang mendekati sosok ideal, yakni Rizal Ramli, Sutiyoso, dan Mahfud MD. Ketiganya mendapatkan Indeks Penilaian 1.0. Disusul oleh Megawati dengan Indeks Penilaian 0.94. Dibelakangnya ada Prabowo Subianto, Irman Gusman, dan Marzuki Alie dengan Indeks Penilaian sama-sama 0.88. “Yang sedikit menjauh dari sosok ideal ada Wiranto dan Gita Wirjawan dengan Indeks Penilaian 0.75. Dan yang jauh dari sosok Capres Ideal yakni Aburizal Bakrie (0.31) dan Sri Mulyani (0.44),” pungkasnya.

BBM

Kelangkaan Solar Tak Ganggu Stok Beras

JAKARTA-Kelangkaan pasokan solar di sejumlah daerah tidak mengganggu stok beras secara nasional. Namun demikian, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi itu telah menghambat pencapaian target harian produksi beras. “Karena masalah solar, pengadaan beras yang kami targetkan sekitar 40 ribu ton per hari tidak tercapai. Tetapi, sekarang sudah 30 ribu ton per hari dalam tiga pekan ini,” kata Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Sutarto Alimoeso di Jakarta, Rabu (8/5) Sutarto mengakui, kelangkaan solar di beberapa daerah memang sempat mengganggu produksi beras di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tetapi, lanjut dia, produksi beras per hari yang hanya sebanyak 30 ribu ton tersebut dinilai tidak akan mengganggu stok secara nasional. Dia mengatakan, apabila pemerintah memutuskan kenaikan harga BBM bersubsidi, hal tersebut diharapkan tidak mempengaruhi harga beras di pasar. “Jika ada kenaikan harga solar nanti, kami harap tidak berpengaruh terhadap harga pangan,” ujarnya. Menurut Sutarto, hingga hari ini ketersediaan beras di gudang Bulog sudah mencukupi. Bahkan, lanjut dia, pemerintah sudah meminta Bulog untuk menyiapkan tambahan raskin ke13 hingga ke-16 jika ada kebijakan menaikkan BBM bersubsidi. “Volume raskin hampir 900 ribu ton. Stok kita sekarang sudah 2,6 juta ton lebih, hampir 2,7 juta ton,” paparnya. “Indonesia itu konsumsi beras per kapitanya sudah yang paling besar sedunia,” kata Darmin usai menjadi pembicara kunci dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) IV 2013 di Jakarta. Jika pola konsumsi cabai seperti itu tidak diubah, menurut dia, kenaikan inflasi yang dipengaruhi harga cabai akan terus berulang. “Kalau sekarang, cabai itu lima hari saja sudah busuk. Bawang merah juga mudah busuk. Padahal, bawang goreng dari Sulawesi Tengah itu bagus. Di Eropa saja kita bisa melihat orang menjualnya (cabai bubuk) di dalam botol, mungkin bisa tahan enam bulan,” paparnya. (gam/bud)

Menurut Dosen FISIP UI ini, LPI tidak melakukan survei kuantitatif dengan melibatkan banyak responden seperti lembaga survei pada umumnya. Mereka menentang penilaian capres secara kuantitatif. Sementara itu, Rizal Ramli mengaku hingga kini dirinya belum mendapat kendaraan politik. Namun mantan pendiri Econit ini berjanji siap menjadi presiden mendatang. Bahkan Pria berkacamata ini menegaskan akan mengubah ketertinggalan Indonesia dari negeri tetangga, Malaysia. “Jadi presiden maka kita harus mampu mengejar Malaysia dalam lima tahun. Bukan mengejar gedung, bukan mengejar orang kaya, bukan dalam besarnya ekonomi. Tetapi dari segi kesejahteraan rakyat,” ungkapnya Mantan Menko Perekonomian era Gus Dur ini menambahkan Indonesia boleh saja kaya dari sumber daya alam, dan pertumbuhan ekonominya menjanjikan dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Namun, dari sisi kesejahteraan, Indonesia paling rendah di antara lima negara ASEAN. Karenanya, Rizal ingin mengangkat kesejahteraan rakyat Indonesia bisa menyaingi kesejahteraan rakyat

Malaysia, di bawah Singapura. Ia mengaku mengejar ketertinggalan Malaysia dengan membangun gedung tidak perlu. “Itu yang ingin Rizal Ramli ubah dalam lima tahun. Kita ini negara dengan kekayaan alam luar biasa. Zaman Bung Karno Indonesia tidak kaya dan miskin tapi ditakuti, karena semua tahu Bung Karno pemimpin kuat yang dicintai rakyat,” tegasnya. Makanya, seorang pemimpin nasional ke depan, harus memiliki visi. Cukup masuk akal Indonesia akan diperhitungkan di Asia karena letaknya. “Insya Allah lima tahun ke depan Rizal Ramli akan kita capai apa yang dibutuhkan rakyat Indonesia,” pungkasnya. Sementara itu, pakar Psikologi Politik Hamdi Muluk menilai masyarakat Indonesia pada dasarnya tidak terlalu menginginkan calon pemimpin dengan kriteria yang muluk-muluk. Masyarakat pada umumnya hanya berharap adanya calon pemimpin dengan kriteria standart. “Standar ya Jujur, bersih, punya kredibilitas dan bisa mengemban amanat rakyat, bisa menyelesaikan permasalahan bangsa, baik ekonomi, hukum,” tambahnya. (gam/cea/abd)

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (Apepi) mengaku optimistis bisnis perhiasan emas dan permata akan terus mengalami pertumbuhan. Hal ini tidak terlepas dari tingginya peningkatan jumlah kelas ekonomi menengah (middle income) di Indonesia yang saat ini sudah mencapai 135 juta orang. Menurut Sekretaris Jenderal Apepi, Iskandar Husin, sejauh ini para pengusaha emas dan permata sangat meyakini bahwa industri perhiasan akan terus bertumbuh. Terlebih lagi, lanjut dia, perhiasan emas dan permata sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat kalangan menengah ke atas. “Sekarang ini, perhiasan itu sudah menjadi kebutuhan sebagian masyarakat. Bagi banyak kalangan, kalau tidak memakai perhiasan diibaratkan bagai sayur tidak bergaram,” kata Iskandar usai membuka pameran perhiasan bertajuk “Jakarta International Jewellery Fair 2013 di Jakarta, Kamis (9/5). Bagi kelompok ekonomi kelas menengah ke atas, jelas Iskandar, kepemilikan perhiasan sudah menjadi kebutuhan mendasar, setelah terpenuhinya kebutuhan kepemilikan rumah dan kendaraan. “Kalau rumah dan kendaraan sudah terpenuhi, maka konsumsi mereka akan berlanjut pada perhiasan,”

ucapnya. Iskandar mengatakan, selain untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, perhiasan juga bisa menjadi komoditas investasi bagi kalangan menengah-atas. “Selain sebagai fashion, perhiasan emas dan permata juga bisa menjadi tabungan,” imbuhnya. Umumnya, jelas Iskandar, perhiasan di mata kalangan wanit bukan lagi sebatas aksesori pelengkap, namun sudah menjadi bagian tuntutan kesempurnaan gaya hidup. “Mereka akan merasa ada yang kurang, jika tanpa mengenakan perhiasan setiap penampilannya,” kata Iskandar. Budaya berpakaian di kalangan menengah-atas ini, jelas Iskandar, dipandang sebagai peluang bisnis yang sangat menjajikan bagi pengusaha emas dan permata. “Apalagi, sekarang ini perhiasan berbahan emas dan permata tidak saja dikonsumsi wanita. Banyak pria yang menggunakan perhiasan, seperti gelang dan bros,” ucapnya. Apabila tertarik mengenakan perhiasan, lanjut Iskandar, pameran perhiasan yang digelar Apepi di Kartika Expo Center, Balai Kartini Jakarta ini akan berlangsung pada pukul 12.00-21.00 WIB hingga 12 Mei mendatang. “Pada pameran kali ini, para pengunjung tidak dikenakan biaya masuk,” tegasnya.

Pada malam hari, kata Iskandar, pada pameran ini akan menyuguhkan aksi para model cantik untuk memamerkan perhiasan dari berbagai brand ternama. “Pada pukul 19.00 WIB para model akan memamerkan berbagai jenis perhiasan,” ucapnya. Dia memaparkan, pada ajang tersebut dipamerkan ribuan jenis perhiasan emas, baik produksi lokal maupun mancanegara. “Berdasarkan pengalaman kami, pengunjung lebih tertarik dengan perhiasan yang memiliki keunikan design. Designdesign peserta pameran dari daerah, banyak yang menghadirkan perhiasan unik,” tuturnya. Salah seorang peserta pameran dengan brand product UBS, Daniel Suprapto mengakui bahwa pengunjung pameran lebih tertarik untuk memiliki perhiasan berdesain unik. “Pengunjung mencari design terunik dan tidak banyak menggunakan batu. Selain itu, mereka menyukai kalung, cincin atau gelang yang ringan,” tutur Daniel. Sementara itu, Marketing Promosi Swan Jewellery, Hendy Darmadi mengatakan harga jual perhiasan pada pameran kali ini berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 miliar. “Kami menjual kalung berlian sampai Rp1 miliar. Berliannya cutting di Belgia, setting perhiasan ini di Hong Kong,” katanya. (gam/bud)

daerah otonomi baru

DOB Mainan Elite Politik JAKARTA-Pemekaran daerah otonomi baru (DOB) ditengarai hanya permaian para elit politik, baik di daerah maupun pusat. Indikasinya terlihat dari konsep DOB yang tidak dipersiapkan secara matang. Hal ini mengakibatkan mayoritas DOB itu terbukti tak pernah menyentuh kesejahteraan rakyat. “Jadi, pemekaran daerah atau DOB selama ini hanya menjadi elit politik Jakarta dan daerah,” kata Pengamat hukum tata negara, Margarito Kamis dalam diskusii ‘Pemekaran Daerah Kebutuhan Masyarakat dan Kepentingan elit’ bersama anggota DPD RI, Jacob Jack Ospara dan Boy Tenjuri, Direktur Penataan Daerah Otsus dan DPOD Kemendagri di Jakarta,Rabu,(8/5). Menurut Margarito, elit daerah itu, banyak yang berambisi menjabat sebagai gubernur, bupati, dan pejabat lainnya dengan tujuan hanya menghabiskan uang negara (APBN/APBD). Makanya tak heran setiap ada pemekaran DOB, diiringi pula dengan mobil dinas baru, gedung baru dan sebagainya. “Pejabat dan anggota DPRD nya mondar-mandir ke Jakarta, tanpa tujuan yang jelas. Semua ini tak menyentuh kesejahteraan rakyat, dan pastinya rakyat begitubegitu saja hidupnya,” tambahnya. Karena itulah, Margarito menyarankan agar DPD RI bisa mencegah semua. Caranya, tidk mempermudah ijin pemekaran DOB. “Saya

menginginkan agar DPD bisa bermain cantik, menghambat DOB. Bahkan saya mendukung DOB inisiatif pemerintah pusat dengan pertimbangan kepentingan strategis nasional,” ujarnya Sementara itu, Direktur Penataan Daerah, Otsus, dan DPOD Kemendagri Boy Tenjuri mengakui hasil evaluasi pemerintah 2012-2013 sebesar 80 % daerah pemekaran gagal, atau buruk dan selebihnya masuk kategori sedang,” ujarnya. Selain itu, lanjut Boy, DOB juga belum ada yang baik, apalagi mampu memenuhi harapan untuk mensejahtarakan rakyat. “Karena itu, pemerintah sudah membuat moratorium penghentian pemekaran itu, hanya DPR RI yang masih mempertimbangkan secara politis,” tandasnya Sedangkan Jacob menilai konflik horisontal meningkat akibat ketidaksabaran masyarakat, ketidaksiapan tokoh setempat, janji-janji kampanye yang tak ditepati, SDM yang tidak memadai, dan program daerah terutama infra struktur daerah yang tidak dijalankan, suburnya korupsi, dan sebagainya. “Dengan begitu, DPD akan melakukan evaluasi dan mengkaji kembali PP 78/2007 tentang pemekaran dan penggabungan daerah itu,” tegas anggota DPD RI asal daerah pemilihan Maluku itu. (gam/cea)

Komisi Pemberantasan KOrupsi

Regulasi Kementerian Ciptakan Peluang Korupsi JAKARTA-Sejumlah kementerian dan lembaga telah masuk dalam radar penelitian, observasi lembaga Komisi Pemberantasan KOrupsi (KPK). Hasil survey menyebutkan ada regulasi yang memungkinkan terjadinya tindak pidana korupsi di Kementerian Agama dan Kementerian Pertanian. “Kami deteksi ada sistem atau regulasi terjadinya kongkalikong di Kementan dan Kemenang. Jadi setelah melakukan penindakan, pada saat bersamaan tim Litbang KPK melakukan analisis dan mendeteksi hal itu,” ujar Ketua KPK, Abraham Samad di Jakarta, Kamis (9/5) Menurut Abraham, regulasi yang memungkinkan terjadinya kongkalikong antara importir dan penentu kebijakan. Namun demikian pihaknya sudah memberikan rekomendasi kepada Kementan. Sementara di Kemenag, Abraham mengungkapkan ada lima regulasi yang berpotensi terjadi tindak pidana korupsi. “Di sana ada sistem yang tidak transparan dan akuntabel,” ujarnya tanpa merinci lebih lanjut. Abraham mengungkapkan,

dua tahun lalu Kemenag juga dilanda perkara korupsi. Dia juga tidak mengungkapkan perkara korupsi apa. Tetapi, pada 2011, Kejaksaan Agung menangani kasus dugaan korupsi terkait proyek pengadaan alat laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah se-Indonesia. Kerugian negara yang ditaksir dari kasus ini sebesar Rp 25 miliar.”Korupsi itu terjadi juga bisa karena sistem. Kalau sistemnya tidak diperbaiki, kita tidak bisa menjamin korupsi tak akan terulang. Seperti di Kemenag, karena tak ada upaya perbaikan, kembali berulang saat ini,” paparnya. Ditempat terpisah, Pakar Hukum Tata Negara Universitas Parahiyangan, Asep Warlan Yusuf mengatakan adalah hal yang wajar PKS menuduh KPK berpolitik dan tebang pilih. Pun demikian, Partai Demokrat sebagai penguasa juga sering meminta agar KPK segera menyelesaikan kasus yang melibatkan kader-kadernya. “Ketika Partai Demokrat dilanda kemelut korupsi yang melibatkan kadernya, para elit PD juga minta agar KPK segera menindaknya. Partai lain seperti Partai Golkar

dan PDI Perjuangan pun demikian, jadi tidak heran kalau sekarang giliran PKS yang pun menuding demikian. Apalagi waktunya sudah semakin dekat pemilu.Tapi sejauh ini saya rasa KPK punya komitmen melakukan tugasnya.” Ujarnya

pada KPK.Tudingan adanya pendzoliman juga tidak akan didengar oleh masyarakat. ” Saya lihat KPK memproses kasus yang melibatkan elit partai PKS, selalu ada upaya untuk memojokkan KPK. Namun masyarakat percaya

kasus yang melibatkan partai lain, seperti tidak ditindaklanjuti oleh KPK seperti kasus kereta api yang melibatkan Ketua Umum PAN Hatta Radjasa, kasus di kemenakertrans, kasus Century dan Hambalang. “Tapi harus dipahami

Tuduhan PKS kepada KPK, menurut Asep, menjadi semakin klise dan masyarakat tidak akan terpengaruh dalam memberikan dukungan ke-

penuh pada Samad CS,” tambahnya. Dirinya menjelaskan memang kondisi KPK saat ini pun mudah dipolitisasi. Banyak

juga alasan KPK yang tidak memiliki penyidik sendiri dan hanya mengandalkan penyidik kepolisian,” pungkasnya. (gam/abd/cea)


EKONOMI

11

JUMAT 10 MEI 2013 NO.0114| TAHUN II

KEAMANAN PANGAN

Tekan Defisit

Boediono Minta Pemda Kawal Keamanan Pangan

Presiden Pangkas Belanja Kementerian

JAKARTA - Wakil Presiden Boediono memerintahkan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk lebih intensif mengawal laju inflasi yang didorong kenaikan harga pangan. Pasalnya, keamanan pangan menjadi salah satu kunci utama keberhasilan pembangunan ekonomi nasional. “Saya titipkan ke pemimpin-pemimpin daerah bahwa menjaga keamanan pangan sangat penting untuk digarisbawahi. Khusus untuk pangan bahwa inflasi itu mempengaruhi semua orang,” kata Boediono saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta, Rabu (8/5). Boediono mengatakan, sejauh ini memang ada kelompok yang kebal terhadap kenaikan inflasi, namun ada juga kalangan yang rentan menerima dampak buruk dari peningkatan angka inflasi. “Pengaruh inflasi tidak sama diterima oleh setiap orang. Jadi, ada beberapa kelompok rentan dan tidak rentan terhadap inflasi. Studi menunjukkan, kelompok yang rentan ini orang-orang miskin. Perlu ada langkah proteksi sosial,” ujar Wapres. Dengan demikian, lanjut dia, pemerintah pusat dan daerah harus lebih fokus memonitor kenaikan harga komoditas pangan yang mempengaruhi inflasi umum. “Saya minta BPS (Badan Pusat Statistik) di daerah dan Bank Indonesia daerah untuk bisa men-develop indikator inflasi yang benar-benar diperhatikan, karena mempengaruhi masyarakat miskin,” tuturnya. Boediono menegaskan, sejauh ini banyak kebijakan daerah yang hanya bagus di atas kertas, maka pemimpinnya harus mau turun langsung untuk mengontrol di lapangan. “Umumnya, laporan-laporan yang buruk dari bawahan disampaikan secara lunak, sehingga ini sering tidak tertangkap oleh pimpinan,” kata Boediono. Menurut Wapres, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah perlu melakukan introspeksi dalam upayanya mengendalikan inflasi nasional. “Bagi daerah, dengan terkendalinya inflasi, tentunya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah,” imbuhnya. Dia menegaskan, tingginya angka inflasi tentu akan menjadi penyakit bagi sebuah negara yang pada akhirnya dapat menurunkan kinerja perekonomian. “Inflasi yang tinggi bisa menggerogoti ekonomi nasional. Inflasi seperti penyakit yang harus kita hindari,” ujarnya. (gam/bud)

FORUM BISNIS INDONESIA-JEPANG. Deputi Menko Perekonomian Rizal Affandi Lukman (tengah) bersama CEO Nikkei BP Kohei Osada (kanan) dan CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo (kiri) menjadi pembicara dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang 2013, Jakarta. Dalam forum itu sejumlah perusahaan Jepang terkemuka seperti Mitsubishi, JCB International, Jetro, Unicharm, Toyota Astra, Nippon Indosari bersama Apindo memaparkan strategi bisnis dalam rangka peringatan 55 tahun kerjasama diplomatik Indonesia-Jepang.

Angka Kaum Premium di Asia Pasifik Tumbuh 1,6% JAKARTA-Persebaran kaum premium di dunia kini kian dinamis. Semakin banyak orang-orang yang masuk dalam jajaran kelas premium, dan populasi dari high net worth individuals (HNWIs) dari Asia Pasifik dan Timur Tengah mengalami perkembangan yang lebih pesat dibandingkan perkembangannya di Amerika Utara dan Eropa. Untuk pertama kalinya, Asia Pasifik memiliki angka HNWI tertinggi di dunia, dan perkembangan HNWI di Timur Tengah merupakan salah satu yang terkuat secara global.

“Pengeluaran dari kaum HNWI yang tinggal di Asia dan Timur Tengah akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kaum HNWI di Asia dan Timur Tengah,” ujar Head of Consumer Products, Asia Pacific, Central Europe, Middle East & Africa¸ James Lim, di Jakarta, Kamis (9/5). Menurut data dari Capgemini World Wealth Report 2012, angka HNWI di Asia Pasifik tumbuh 1.6% menjadi 3,38 juta pada tahun 2011, melebihi angka HNWI di Amerika Utara yaitu 3,35 juta, dan HNWI di Eropa yaitu 3,17 juta. Di Timur Tengah, populasi HNWI meningkat 2.7% menjadi 0,45 juta. Para ahli mengestimasikan kenaikan signifikan dari pengeluaran kaum premium di Asia Pasifik yang menghasilkan

stabilnya daya beli mereka selama beberapa tahun ke depan. “Data pengeluaran yang diambil dari aktivitas pembelanjaan pada kartu Visa Infinite selama 12 bulan terakhir di Asia Pasifik, Eropa Tengah, Timur Tengah, dan Afrika menunjukkan bahwa pengeluaran kaum premium paling banyak dibelanjakan untuk dining, diamond dan destination,” kata dia. Menurut dia, restoran merupakan pilihan utama bagi HNWI untuk membelanjakan uang mereka. HNWI menghabiskan waktu mereka untuk makan baik di restoran finedining maupun casual-dining. Tiga negara utama tempat para kaum premium membelanjakan uang mereka untuk dining experience adalah Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Singapura. “Meskipun restoran

fine dining dan restoran hotel populer di kalangan HNWI, sekitar setengah dari daftar top 10 restaurants merupakan casual dining, yang mengindikasikan bahwa HNWI masih value minded. Para HNWI yang memiliki jam kerja panjang umumnya lebih memilih kenyamanan restoran franchise dibanding restoran yang sophisticated bila menyangkut soal makanan sehari-hari,” imbuh dia. Capgemini World Wealth Report 2012, salah satu pengeluaran kaum premium adalah investment of passion (IPO) – meskipun jenis investasi ini bukan investasi terhadap aset finansial langsung, namun jenis investasi ini dilihat sebagai investasi substitusi di tengah ketidakpastian ekonomi. Contoh IOP misalnya perhiasan, permata, dan arloji. Berdasarkan data pengeluaran konsumen dari kartu Visa, HNWI dari Hong Kong dan Uni Emirat Arab menghabiskan USD 70 juta dan USD 97 juta untuk perhiasan. Terutama di Uni Emirat Arab, sekitar 18% proporsi kekayaan dialokasikan untuk IPO. Aset kekayaan, selain merupakan sebuah tradisi budaya Timur Tengah, juga merupakan hadiah yang populer

untuk pernikahan, karena dapat berfungsi ganda baik sebagai investasi maupun sebagai pegangan disaat masa inflasi. Visa Global Travel Intentions Survey 2011 menyebutkan, perjalanan mewah atau luxury travel yang berasal dari turis Asia Pasifik akan meningkat selama dua tahun mendatang. Destinasi utama para turis Asia Pasifik adalah Amerika Serikat dan Inggris, yang menunjukkan adanya peningkatan pada perjalanan internasional dibandingkan sebelumnya ketika destinasi China dan Hong Kong merupakan tujuan yang paling populer. Uni Emirat Arab sebagai titik pusat kawasan (regional hub) telah muncul menjadi destinasi perjalanan bisnis yang populer dan diekspektasikan akan terus tumbuh selama tiga tahun kedepan, yang memberikan pengaruh positif pada perjalanan mewah. Hingga kini, data pengeluaran dari kartu Visa menunjukkan bahwa top spender di berbagai negara (dilihat dari berbagai agensi perjalanan dan transportasi udara) adalah Uni Emirat Arab (US$6.149 milyar), Taiwan (US$6,298 milyar), Singapura (US$ 5,968 milyar) dan Hong Kong (US$ 5,872 milyar). (gam)

PT BANK DANAMON INDONESIA

Danamon Lanjutkan “Danamon Lebih Goes to Campus”

JAKARTA-PT Bank Danamon Indonesia, Tbk kembali

melanjutkan kampanye ‘Danamon Lebih Goes to Cam-

pus’ yang bersifat edukatif dan atraktif serta ditujukan kepada kalangan mahasiswa pada 10 universitas terkemuka di Jabodetabek. Kampanye ini meneruskan kampanye sebelumnya yang mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari kalangan mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya mahasiswa yang tertarik untuk mengikuti kegiatan dan gamesgames yang ada maupun yang langsung membuka tabungan Danamon Lebih. Kampanye kali ini dimulai pada tanggal 29 April 2013 di Kampus Universitas Pelita Harapan. “Kami sangat senang atas antusiasme dari para mahasiswa yang kami kunjungi, animonya sangat tinggi dan bahkan dua kali lipat dari yang kami perkirakan sebelumnya. Mereka beramai-ramai mengikuti semua kegiatan yang ada baik yang di lakukan di lokasi kampus maupun kegiatan yang ada di social media. Hal inilah yang membuat kami memutuskan untuk meneruskan kampanye ‘Danamon Goes To Campus’ ke

kampus-kampus lain.” kata Direktur Consumer Banking Danamon¸ Michellina Triwardhany di Jakarta, Kamis (9/5). Untuk memberikan kesempatan yang luas bagi para mahasiswa, kegiatan ini akan kembali berlangsung selama 20 hari, dengan lokasi di 10 universitas terkemuka di sekitar Jabodetabek, seperti Universitas Esa Unggul, Institut Pertanian Bogor, Universitas Al Azhar dan universitas-universitas terkemuka lainnya. Dalam kampanye ‘Danamon Lebih Goes to Campus’, mahasiswa dapat mengunjungi bis yang ditempatkan di lokasi strategis pada setiap kampus untuk mendapatkan informasi mengenai tabungan Danamon Lebih. Melalui wadah interaktif dan berteknologi tinggi, seperti games simulasi tabungan Danamon Lebih yang menggunakan teknologi motion sensor tracking dan fasilitas audio visual yang dilengkapi oleh gambar dan suara tiga dimensi, para mahasiswa yang mengunjungi bis ‘Danamon

Lebih Goes to Campus’ dapat mendapatkan pengalaman secara langsung dalam memiliki dan menerima manfaat tabungan Danamon Lebih. “Dengan kampanye menarik dan interaktif ini, kami harap mahasiswa mendapatkan informasi lengkap mengenai produk tabungan perbankan dan selanjutnya dapat menggunakan informasi tersebut untuk membuat keputusan dalam membuka tabungan. Hal ini dapat membantu mereka di kemudian hari dalam mengelola keuangan mereka,” tambah Djoemingin Budiono Marketing Head Retail Banking Danamon. “Lebih lanjut, kami harap kampanye ‘Danamon Lebih Goes to Campus’ ini dapat meningkatkan pendanaan Danamon, yang pada akhir tahun 2012 mencapai Rp 91,7 triliun serta melanjutkan pertumbuhan giro dan tabungan (CASA) yang pada tahun lalu tumbuh sebesar 22% dibandingkan tahun 2011,” ungkap Michellina Triwardhany.(gam)

JAKARTA - Pemerintah memutuskan akan memotong biaya belanja kementerian dan lembaga (K/L) untuk mengurangi tekanan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013. Sedianya, pemotongan anggaran tersebut akan dilakukan pemerintah melalui kebijakan APBN-Perubahan 2013. “Dalam APBN-Perubahan ini, kami mengurangi defisit anggaran, juga mengurangi belanja kementerian dan lembaga. Pemerintah meminta semua lembaga dan pemerintahan untuk melakukan hal yang sama untuk menjaga tetap sehatnya fiskal kita,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (8/5). Namun demikian, jelas SBY, pemerintah belum bisa memastikan besaran pemotongan anggaran pada masing-masing K/L. Mengingat, mekanisme perubahan APBN harus melewati persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). SBY berharap pembahasan APBN-P 2013 sudah bisa dilakukan pada Mei tahun ini. Melalui APBN-P 2013, kata Presiden, pemerintah juga akan mengurangi subsidi BBM dengan cara menaikkan harga BBM menjadi Rp 6.000 per liter. Sebelumnya, wacana yang berkembang menyebutkan bahwa untuk mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi, pemerintah akan memberlakukan kebijakan dua harga pada BBM jenis premium. Wakil Menteri Keuangan, Anny Ratnawati mengatakan, pemotongan anggaran belanja K/L akan diutamakan pada sektor-sektor yang dinilai tidak akan mengganggu program prioritas pemerintah di 2013. Sehingga, pemangkasan akan lebih mengarah pada anggaran perjalanan dinas dan belanja lain. “Semuanya kami exercise. Yang bisa dilakukan efisiensi akan dikerjakan,” kata Anny. Ditempat yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik menegaskan bahwa pemerintah sudah mantap

akan menaikkan harga BBM bersubsidi dengan sistem satu harga. Menurut Jero, Presiden akan akan melakukan rapat koordinasi dengan pimpinan DPR usai masa reses pada 13 Mei 2013. Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Nasional, Armida Alisjahbana menjelaskan, pada draft Rancangan APBNP 2013 pemerintah mengusulkan harga BBM bersubsidi dinaikkan menjadi Rp6.000 per liter.

Mengingat, mekanisme perubahan APBN harus melewati persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pada RAPBN-P tersebut, kata Armida, pemerintah akan mengubah sejumlah asumsi makro ekonomi dan defisit anggaran juga akan dinaikkan menjadi 2,5 persen dari 1,65 persen di APBN 2013. Pertumbuhan ekonomi akan direvisi pada kisaran 6,2 persen-6,3 persen dari sebelumnya 6,8 persen. “Nanti perubahan itu akan dibahas lagi dengan DPR,” imbuhnya. Selain itu, pemerintah juga menganggarkan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebesar Rp 13 triliun yang akan dibagikan selama empat bulan pertama pasca kenaikan harga BBM bersubsidi. Ada juga penambahan volume untuk bantuan sosial lainnya seperti bantuan beras untuk masyarakat miskin, bantuan siswa miskin dan program keluarga harapan. Draft RAPBN-P juga memuat bantuan pembangunan infrastruktur dasar, seperti air bersih, jalan desa dan irigasi. Namun, bantuan pembangunan infrastruktur ini masih perlu melewati pembahasan di tingkat pemerintah, karena merupakan program baru. (gam/ bud)

DHL Express

Discount 35% Bagi Pemegang Kartu Citibank JAKARTAPenyedia jasa pengiriman ekspres internasional DHL Express memberikan ppotongan harga pengiriman hingga 35% dari tarif umum yang berlaku kepada pemegang kartu debit dan kartu kredit Citibank yang tidak memiliki akun DHL. Kerjasama tersebut diperkirakan akan menjangkau lebih dari 1,6 juta nasabah Citibank untuk membantu mereka mengirimkan paket ke seluruh penjuru kepulauan Indonesia dan dunia menggunakan jasa DHL Express. “DHL dan Citibank telah membangun hubungan kerjasama yang baik dan kolaborasi kali ini merupakan pembaharuan dari kemitraan strategis yang telah kami bangun. Kerjasama ini merupakan platform yang baik bagi DHL dalam menawarkan kemudahan dan kenyamanan kepada para nasabah Citibank untuk melakukan pengiriman, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari nilai Citibank,” kata Senior Vice President DHL Express Southeast Asia Yasmin Aladad Khan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (9/5). Menurut dia, pemotongan biaya pengiriman ini merupakan bentuk ucapan terim kasih kepada para nasabah Citibank atas dukungan selama bertahun-tahun. Ini membuktikan, sinergi yang dibangun bersama dengan Citibank memberikan

manfaat kepada konsumen dan membantu mereka menghemat biaya. “Sebagai penyedia logistik terpercaya, kami menawarkan kenyamanan, kehandalan, dan kecepatan dalam pengiriman,” ungkap Ahmad Mohammad, Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia. Promosi yang berlaku hingga 31 Desember 2013 tersebut akan memberikan diskon bagi pemegang kartu Citibank sebesar 10% untuk tujuan pengiriman dalam negeri dan 20% untuk tujuan pengiriman internasional. Pemegang kartu juga dapat memperoleh potongan tambahan hingga 15% dengan menukarkan Citi Reward Points. Para pemegang kartu yang ingin menikmati cicilan bebas bunga dapat memanfaatkan program EazyPay yang tersedia di SERVICE POINTs DHL Express tertentu. “DHL dan Citibank telah mengembangkan kerjasama yang saling menguntungkan selama beberapa tahun terakhir dan kami telah menerima respon positif dari para pelanggan DHL yang menggunakan fasilitas kartu kredit kami. Promosi retail yang saat ini kami luncurkan bersama DHL akan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi para pelanggan kami, terutama mereka yang menggunakan layanan DHL,” kata Suparman Kusuma, Cards & Loan Business Head, Citibank Indonesia. (gam)


12

LINTAS JATIM

JUMAT 10 MEI 2013 NO. 0114 TAHUN II

720 Bacaleg Nyaris Gagal Nyalon

PengeDARAN ARAK

22 Mei Akhir Perbaikan Persyaratan Administrasi

Polsek Wonokromo Sita 8 Jerigen Arak Jawa

SURABAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jatim melalui Kepala Bidang Sosialisasi Najib Hamid mengatakan jika sebanyak 720 orang dari total 1.200 orang Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim nyaris gagal. Hal ini, diketahui karena berkas yang mereka daftarkan ke KPU tidak memenuhi syarat. Oleh sebab itu, ratusan bacaleg dari 12 partai politik hasil verifikasi ini diminta untuk memperbaiki berkas persyaratan administrasi mereka hingga tanggal 22 Mei mendatang. “Permasalahannya beragam. Mulai dari berkas yang tidak lengkap misalnya tidak ada surat keterangan sehat jasmani dan rohani, kesalahan pengetikan nama di berkas pendaftaran, perbedaan nama di berkas pendaftaran dengan ijasah, dan lain-lain,” katanya, Kamis (9/5). Bahkan, lanjutnya lagi, ada beberapa bacaleg yang ketahuan belum mengundurkan diri dari jabatannya meski mereka

mendaftar caleg melalui usungan parpol yang berbeda. Selain itu, ada pula bacaleg yang ditemukan belum genap berumur 21 tahun. “ini jelas merupakan pelanggaran. Ada beberapa orang bacaleg yang tidak menyertakan surat pengunduran diri dari jabatannya di legislatif padahal saat ini mereka maju dengan usungan parpol yang berbeda. Juga ada bacaleg dari 2 parpol berbeda yakni PDI P dan PKPI diketahui belum genap berusia 21 tahun,” tegas dia. Hamid menghimbau, agar tidak terjadi penyesalan, kepada seluruh bacaleg yang diberi kesempatan untuk memperbaiki berkas pendaftaran, harus lebih teliti. “kepada partai juga diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan. Seperti merubah dapil atau nomer urut bacaleg,” urainya menambahkan, setelah tanggal 22 Mei mendatang, untuk para bacaleg yang sudah lolos verifikasi, akan masuk Daftar Calon Sementara (DCS) untuk diuji publik. (neu/kas)

KASUS ANGGOTA DEWAN

Anggota Dewan Ktitisi Koleganya yang Rangkap Jabatan S U R A B AYA –T i d a k maksimalnya kinerja bebarapa wakil rakyat yang duduk di DPRD Surabaya, disinyalir karena mengemban jabatan yang lebih dari satu jabatan. Artinya, ada beberapa legislator yang memiliki jabatan rangkap di lembaga parlemen Ko t a S u r a b a y a . Persoalan rangkap jabatan ini mendapat perhatian tersendiri dari kalangan internal anggota DPRD Surabaya. Mereka berharap, jika Ketua DPRD yang baru bisa membawa perubahan lebih baik. Khusunya terkait dengan tugas anggota DPRD yang masih tumpang tindih dan harus ditata kembali demi pemerataan tanggung jawab maupun kewenangan. Hal in i diu ng ka p kan, oleh a ng g ot a F ra ksi Partai Keb ang kit an Ban gs a (F -PKB ) D PRD Su r abaya, M a sdu ki Tho ha. D irinya, m engatakan j ika rang ka p j abatan ata u dou ble j ob a nggota DP RD S u rab aya h a ru s d ieva lu a si kem b a li . “Hal ini tentunya membuat tugas dan kinerja anggota dewan tidak efisien. Dan tidak memenuhi r a s a k e a d i l a n ,” k a t a dia. Kamis (9/5) kemarin. Dirinya memaparkan, jika ada anggota DPRD Surabaya yang mengemban tugas sampai tiga jabatan, yakni sebagai anggota Badan Musyawarah (Banmus), anggota Badan Legislasi (Baleg), dan anggota Badan Kehormatan (BK). Dan, ada juga yang hanya satu jabatan, hanya sebagai anggota legislatif. Hal ini t ent u nya, b e rim bas p ada kinerj a legi s lato r t e rseb u t da n di pas tikan secara t ida k langsu n g ang g ot a dew an yan g bersang ku t a n a k an kebing u ng a n m enj al an kan tu g a s-t u g a sny a ketika ada a g e nda a t au kegiat an y ang ber-

samaan. “Diakui atau t i d a k , y a n g b e r s a n gk u t a n p a s t i a k a n m e n ga l a m i ke b i n gu n g a n ke t i k a a ge n d a a t a u ke gi a t a n itu berlangsung secara b e r s a m a a n ,” ungkap dia. Hal senada juga diungkapkan, oleh kandidat pengganti Wisnu Wardhana (WW), yang telah mengantongi rekom DPP Partai Demokrat sebagai Ketua DPRD Surabaya. Dirinya menilai positif aspirasi para anggota dewan, terkait dengan pemerataan tugas. Dirinya mengatakan, ji k a s e l a m a i n i s i s t e m p e n u ga s a n y a n g d i ja l a n k a n o l e h Ke t u a D P R D terdahulu kurang memp e r h a t i k a n r a s a ke a d i l a n b a g i a n gg ot a .“ I n s y a Allah, kalau resmi diberi amanat sebagai Ke t u a D P R D Su r a b a y a , nantinya akan berusaha melakukan perubahanperubahan yang lebih b a i k d a r i s e b e l u m n y a ,” kata dia. Legislator asal Fraksi Partai Demokrat (F-PD) memaparkan, terkait dengan adanya sejumlah sistem penugasan di DPRD Surabaya yang dinilainya kurang sesuai yakni adanya penugasan yang berlebihan kepada sejumlah anggota dewan, sehingga terjadi ketidakadilan dalam menjalankan tugas kedewanan. Disamping itu, lanjut dia, semua hal di dewan yang tidak sesuai dengan tata tertib akan dikembalikan dan difungsikan sesuai mekanisme yang ada. “Memang ada anggota dewan yang menjalankan tugas kedewanan sampai rangkap tiga jabatan sampai,” papar dia. H a r a p a n p a r a a n ggot a d ew a n , ke d e p a n Ke t u a D P R D Su r a b a y a yang baru bisa membawa perubahan yang posisitif di tubuh lemb a ga parlemen Kot a Pa h l a w a n y a n g b e r a d a d i ja l a n Yo s Su d a r s o , Su r a b a y a . ( w a n )

neu/koran madura

SAMBUTAN. Gubernur Jatim, Soekarwo memberikan pengarahan kepada Alumni IKPTK dalam pengukuhan pengurus di Graha Wicaksana Praja.

IKPTK, Karwo Ketua Dewan Penasehat SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Soekarwo memberikan pesan kepada para alumni. Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan Jawa Timur (IKAPTK) dalam pengukuhan pengurus di Graha Wicaksana Praja Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, kemarin . Menurut orang nomer satu di Jatim tersebut, sebelum menjadi pemimpin yang baik terlebih dahulu harus menjadi staf yang baik. “Pemimpin harus memiliki track record serta pengalaman yang cukup, baik dalam bekerja dan merencanakan kebijakan,” kata dia Dia menegaskan, menjadi pemimpin harus dimulai dari staf dan melalui proses tahapan yang harus diikuti. Menjadi pemimpin harus sesuai dengan aturan

dan tahapan yang berlaku serta memiliki jam terbang yang tinggi dan pengalaman dalam memanage staf atau bawahan. “Dengan seperti itu dia dengan mudah menjalankan tugas-tugas kepemimpinanannya,” papar Karwo Alumni IKAPTK, lanjut Karwo, jangan coba-coba membayangkan menjadi seorang pemimpin yang baik kalau belum pernah menjadi anak buah yang baik. “Mereka yang saat ini menjadi pemimpin yang

baik, pasti pernah menjadi anak buah yang baik. Tidak pernah lahir pemimpin yang bagus kalau tidak pernah menjadi anak buah yang bagus pula. Konsep ini sangat penting karena pendidikan kepamongprajaan menjadi subyektifitas IKAPTK,” jelas pria yang juga merupakan wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini. Sementara itu, Ketua Umum DPN IKAPTK, Djohermansyah Djohan mengatakan, pengukuhan DPP-IKAPTK Jatim diharapkan dapat melaksanakan tugas dengaan sebaikbaiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan dalam rangka memperkuat soliditas antar sesama alumni untuk mendukung peningkatkan kualitas pen-

didikan tinggi kepamongprajaan khususnya dalam pengembangan kebijakan pemerintahan di bidang pemerintahan dalam negeri. “Dengan dikukuhknya IKAPTK Jatim diharapkan dapat memajukaan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara dalam bingkai NKRI bedasar Pancasila dan UUD 1945,” tegasnya Melalui surat keputusan Dewan Pengurus Nasional Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (DPN – IKAPTK) Nomor : 002 / DPN-IKAPTK/SK/V/ 2013 tentang penetapan dewan pengurus provinsi periode tahun 2013 – 2018, menetapkan Gubernur Jawa Timur Soekarwo sebagai Ketua Dewan Penasehat. (neu)

SURABAYA – Kepolisian Sektor Wonokromo berhasil menyita puluhan liter arak jawa yang dikemas dalam delapan jurigen. Arak-arak tersebut didatangkan dari daerah Tuban yang hendak diedarkan didaerah Surabaya dan Krian. Selain delapan jurigen, polisi juga berhasil mengamankan dua orang yang mengirim minuman keras tersebut menggunakan sebuah mobil APV Nopol S 1457 JE. Mereka yakni, Budi Utomo (42), dan Eko (30), keduanya asal Kapas, warga Bojonegoro. Keduanya, diamankan saat mobil yang dikendarainya bermuatan minuman keras itu melintas di Jl Padmosusastro kawasan jalan Darmo, Surabaya, Kamis (9/5) kemarin. Masing-masing dari jurigen berisi arak itu isinya 30 liter . "Selain mengamankan mobil dan arak yang ada di dalamnya, petugas juga mengamankan dua orang pengirimnya untuk diperiksa," kata Kapolsek Wonokromo Kompol Indra Mardiana. Dijelaskannya, penangkapan pengiriman arak tersebut berdasarkan adanya informasi dilapangan tentang akan adanya pengiriman sejumlah arak yang dikirim dari Tuban. Berdasarkan info yang didapat petugas, kata dia, petugas akhirnya memantau ciri-ciri mobil yang akan mengirim dan berhasil diamankan diwilayah hukumnya. “Berdasarkan informasi dari masyarakat akhirnya kami tindak lanjuti dan berhasil menangkap keduanya,” jelasnya. Sementara itu, menurut Budi Utomo, arak tersebut dikulak dari Tuban dan bakal dikirim ke Krian. Sayang, baru dalam perjalanan keburu ditangkap Polisi. Dalam pengriman tersebut, kata dia, ia, hanya sebagai pengirim dan akan mendapatkan upah dengan kata lain komisi dari kenaikan barang pesanan dari seorang pemesan. "Saya hanya melayani pesanan. Biasanya, mengirim ke daerah Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya. atau jurigen berisi 30 liter saya beli Rp 280 ribu dan saya jual Rp 330 ribu," kata dia. Setiap kali kirim, rata-rata jumlahnya mencapai 8 sampai 10 jurigen. Setiap kali kirim, dia juga mengaku biasa menggunakan mobil APV warna silver tersebut. Alasannya, mobil ini milik si pemilik arak. Dan dia hanya menyewa. “Saya hanya menyewa, dan setiap kali kirim mobil Apv tersebut milik, pemilik arak,” terangnya. (mag/kas)

Polisi Amankan Pelaku Pemalsu STNK

Pemalsu STNK Mengaku untuk Biaya Istri Berobat SURABAYA- Radi Wibowo, 43 tahun, warga Sidoarjo, Jawa Timur diamankan Unit Kejahatan Umum (Jatanum) Polrestabes Surabaya. Radi, ditangkap lantaran termasuk salah seorang target operasi pihak kepolisian dalam sindikat pemalsuan Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK). Setelah diselidiki, rupanya, tersangka merupakan jaringan pemalsu STNK dengan sistem pemalsuan terhadap penggelapan mobil sewa atau rent car yang sebelumnya berhasil diungkap oleh aparat kepolisian. Dalam praktiknya, Radi ternyata tidak berjalan sendirian. Dia, ditangkap setelah salah satu rekannya yang merupakan jaringan dalam kejahatan penggelapan mobil sewa tertangkap terlebih dahulu, yakni Ilham Effendy (29) warga desa Luwung Sidoarjo.“ Keduanya, kami amankan setelah terbukti termasuk

dalam sindikat pemalsu STNK mobil sewa dan penggelapan mobil ,” terang Kepala Unit Jatanum Polrestabes, IPTU Ms. Fery, Kamis (9/5) kemarin. Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit mobil Merk Toyota Avansa nopol S 717 JA, plat nomor mobil palsu nopol S 717 JA, dan stnk palsu dari tersangka. Pembongkaran kasus kejahatan yang dilakukan keduanya ini bermula, ketika Ilham menyewa sebuah mobil merk Toyota Avanza Nopol S 1108 WE di rental milik korban Anang Syaiful dengan harga sewa perharinya Rp 200 ribu, dan disewa selama lima hari. Lantas Ilham mengganti plat nomor mobil tersebut dengan nopol S 717 JA. Setelah dirinya mengganti plat nomor mobil itu, tersangka Radi disuruhnya untuk membuatkan stnk palsu dengan nopol yang

sudah diganti oleh Ilham.“ Setelah diganti Tersangka Ilham akan menggadaikan mobil sewaan tersebut ,” ujar dia. Sebelum berhasil menggadaikan, tersangka terlebih dulu diamankan oleh petugas. Rudi diamankan salah satu anggota Jatanum lantaran anggota Polisi itu curiga ketika melihat mobil merk Toyota Avanza nopol S 717 JA di parkiran Mc Donald di Jl Basuki Rakhmat Surabaya. Setelah dicek kebenaran plat nomor mobil itu via online, ternyata plat nomor mobil tersebut tidak ada dan tidak terdaftar. Akibatnya Polisi pun menangkap tersangka Ilham saat hendak memasuki mobil.“Dari tersangka Ilham, akhirnya pihak kami mengembangkan ke pembuat stnk palsu, dan ditangkaplah tersangka Radi Wibowo, di kos-kosannya,” tambah Ferry. Sementara itu, dihada-

mag/koranmadura

PEMALSU STNK. Tersangka malu menutupi wajahnya, yang diamankan unit Jatanum Polrestabes Surabaya beserta barang bukti kejahatannya. pan petugas, tersangka Radi mengakui, rencana hasil dari perbuatan itu digunakan untuk biaya pengobatan istrinya yang sakit diabetes. Bapak satu anak ini, hanya bekerja

sebagai tukang las yang berpenghasilan tidak lebih dari Rp. 50 ribu. “ Saya melakukan ini untuk membiayai istri saya terserang penyakit Diabetes,” akuinya. (mag/kas)


LINTAS JATIM

13

JUMAT 10 MEI 2013 NO. 0114 TAHUN II

PN Surabaya Jadi Pilot Project

PUPUK OPLOSAN

Kejati Segera Limpahkan Kasus Pupuk Oplosan ke PN Surabaya.

Gunakan CCTV dan Streaming Live Dalam Ruang Sidang SURABAYA- Instruksi keterbukaan dalam menangani perkara dalam persidangan oleh Mahkamah Agung (MA) ditanggapi cepat oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dalam waktu dekat, transparansi proses persidangan akan digelar dengan ujicoba lewat CCTV atau secara streaming. Dijelaskan Ketua PN Surabaya, Heru Pramono, uji coba persidangan secara streaming dilakukan pihaknya menyusul dengan dikeluarkannya keputusan MA terkait proses persidangan dapat dinikmati langsung oleh peserta dan pengunjung sidang saat itu juga. "Setelah semua CCTV terpasang, proses live streaming audio visual sedang kami ujicoba," paparnya, di sela-sela acara lomba mancing di Sedati, Kamis (9/5). Dijelaskan Heru, adanya proses ujicoba live streaming sidang itu adalah tindak lanjut dari SK Ketua Mahkamah Agung (KMA) 144/KMA/SK/ VIII/2007 tentang keterbukaan informasi di pengadilan. Kemudian dengan diterbitkannya SK KMA 1-144/KMA/SK/I/2011 tentang pedoman pelayanan informasi di pengadilan. Lalu, keluar juga SEMA No 4/2012 tentang perekaman sidang pengadilan, dimana pengadilan tingkat pertama untuk merekam audio video persidangan perkara tindak pidana korupsi atau perkara yang menarik perhatian publik. "Untuk live streaming sidang, PN Surabaya menjadi pilot projectnya," tambahnya. Terkait teknisnya, pihak PN Surabaya me-

mang telah berkoordinasi langsng dengan MA mengenai pelaksanaan live streaming sidang. Karenanya, pihaknya akan mulai mengujicoba live streaming dengan merekam sidang tilang yang dihelat Jumat (10/5). Dari live streaming ini akan dikirimkan ke MA untuk diketahui kualitas gambar dan suara dalam persidangan itu. "MA nanti akan menilai apakah live streaming itu sudah bagus atau perlu ujicoba lagi. Yang pasti, live streaming itu langsung dikirim ke MA," tegasnya. Bersamaan, Humas PN Surabaya, Unggul Ahmadi menambahkan, dalam tahap awal, live streaming hanya bisa diakses oleh MA dan hakim PN Surabaya. Namun jika live streaming itu sudah bagus kualitasnya, maka proses persidangan bisa diikuti umum melalui internet. "Saat ini masih ujicoba. Tapi kalau MA sudah mengatakan oke, tentu proses sidang secara langsung bisa diakses lewat internet di ponsel masing-masing," paparnya. Untuk saat ini, live streaming sidang hanya bisa dilakukan di dua ruang sidang, yakni Cakra dan Candra. Hal ini lantaran di dua ruangan itu telah terpasang CCTV yang diletakkan di empat sudut ruangan. Jika ujicoba berhasil, maka live streaming bisa dilakukan di setiap ruang sidang PN Surabaya. "Setelah berhasil, tentu secepatnya di tiap ruang sidang ada CCTV sehingga bisa live streaming sidang," tutupnya. (kas)

Tabrakan KM Vina Lines Ocean

Lambung Tangki BBM Jebol, Solar Tumpah ke Laut SUR AB AYA- K ap al Moto r (KM ) At ro-2 F u n afuti yang seda ng sandar u nt u k bong kar m u ata n di dermaga Jam ru d B arat t i ba-tiba dit ab rak K M Vin a L ines O ce an y a ng mem b aw a m u a t an cargo p e t i kemas saat a kan sandar di d ermag a B erlian Ti m u r, Ka m is (9 /4 ) ke marin . Padahal, setiap kapal yang akan masuk ke dermaga diwajibkan dibantu dengan kapal pandu yang bertugas memandu setiap kapal yang akan sandar. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 8 pagi itu, menyebabkan lambung kanan KM Atro2 yang membongkar muatan besi baja itu robek sepanjang hampir 10 meter dan mengenai tanki bahan bakarnya. Akibatnya, solar dalam tanki kapal tersebut tumpah tercecer ke laut. Menurut Humas Pelindo III Pusat, Edi Priyanto, untuk mengantisipasi akibat dari tumpahan solar kapal, pihaknya bersama dengan syahbandar langsung menetralisir tumpahan minyak tersebut. “Ked u a kap al ini kan cu ku p besar, m u n gkin ke na a ru s ken c a ng hing ga berge ser da n

bertabrakan. Ta d i rekan-rekan dari Pe l i n d o l a n gs u n g m e l a k u k a n p e n ce ga h a n a ga r w i l a y a h ko l a m d e r m a g a t a k t e r ce m a r dengan memberikan o i l d i s p e r s a n t . Ya i t u senyawa kimia khus u s y a n g b e r f u n gs i untuk membersihkan tumpahan minyak di a t a s p e r m u k a a n a i r,” kata. Hingga kini, penyebab utama dari tabrakan tersebut masih belum diketahui secara pasti. Pihak Syahbandar Tanjung Perak masih melakukan penyelidikan. Kejadian di laut tak seperti di darat, karena faktor alam juga mempengaruhi. “Untuk penyebabnya belum tahu karena masih akan dilakukan berita acara pemeriksaan dan penyelidikan (BAPP) terhadap kru kedua kapal dimaksud. Kemungkinan karena angin dan arus, kalau ombak di kolam pelabuhan aman. Mudah-mudahan setelah dilakukan lidik diketahui penyebabnya,” kata Capt. Marzuki. Meski sudah dinetralisir dengan senyawa kimia khusus oil dispersant, namun bau menyengat soalr masih tercium cukup kuat karena cuaca yang cukup panas dan terpaan angin. (kas)

m risyal hidayat/ant

JASA PERAHU RORO. Sejumlah anak buah kapal (ABK) menaiki perahu Roro di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jatim, Kamis (9/5). Perahu Roro merupakan salah satu jasa transportasi laut yang sering digunakan para ABK kapal untuk menuju darat, saat lego jangkar di tengah perairan Surabaya dengan tarif Rp25 ribu hingga Rp50 ribu.

Bocah Kronis Tak Punya Masa Depan SURABAYA- Sesosok tubuh mungil terkulai lemas disebuah kasur kumal yang menjadi tempat terbaiknya saat ini. Roudotul bocah 9 tahun warga Simorejo Timur I No. 88, Surabaya, harus terbaring merintih kesakitan. Roudatul menderita penyakit radang otak yang memaksanya kehilangan daya tahan tubuh sehingga seluruh badannya pun tinggal tulang dan kulit saja. Bahkan, untuk memakan sesuap nasi pun, Ia tak bisa dan hanya berasupan dari minuman dan cereal. Roudotul merupakan anak sulung dari pasangan Rohaya (30) dan Mustofa (35). Penyakit yang diderita Roudatul dialami Sejak dua bulan lalu. Saat itu berawal dari sakit demam tinggi dan mulutnya keluar busa, gejalanya seperti epilepsi. Nah, Sejak saat itulah, gadis yang sebelumnya periang ini hanya tergolek lemah tak berdaya. Tangis pun sering terdengar karena merasakan nyeri yang sangat hebat di bagian kepala. "Sebelumnya sehat-sehat saja. Dia juga sempat sekolah hingga kelas 4 SD dan selalu masuk 5 besar. Kini tidak bisa apa-apa. Dia makan saja susah. Hanya minum. Itupun, harus pakai sedotan," tutur Rohaya ketika ditemui dirumahnya, Kamis (9/5)kemarin. Sebelumnya, gadis yang dikenal periang dan mempunyai banyak teman itu pun dikenal pandai bernyanyi. Namun, Siswa kelas 4 SD itu kini hanya berdiam di lantai beralas kasur tipis kusam sambil merasakan nyeri hebat di kepala. Kadang kata ibunya, tubuh kurus kering itu terguncang-guncang karena kejang. “Kalau sudah kejang rasanya sakit sekali di hati ini.

Kasihan dia. Saya sama suami juga gak bisa berbuat apa-apa, paling hanya ngipasi saja. Alhamdulillah selama ini kalau kejang nggak lama. Semenit terus berhenti sendiri,” ujarnya sambil terisak. Upaya pengobatan medis sudah dilakukan oleh orang tuanya. Mustofa yang berprofesi sebagai tukang becak kini harus putar otak demi kesembuahn putrinya itu. Roudotul sempat menjalani pengobatan di Puskesmas kawasan Simorejo. Karena tidak mampu menangani akhirnya dirujuk ke RSUD Dokter Soetomo Surabaya. Bak disambar petir, menurut penjelasan tim dokter, Roudotul divonis menderita radang otak. Mustofa mengaku untuk pengobatan putrinya itu memang menggunakan Jamkesda. Sehingga biaya pengobatan di rumah sakit secara gratis. Kondisi yang tak kunjung membaik itu, Mustofa terpaksa membawa putri semata wayangnya itu pulang. Meskipun dibawa pulang kalau tidak ada obat, kondisi Rudotul justru makin memburuk. Meski kondisinya kurus kering, Roudotul dipaksakan pulang dengan catatan harus meminum obat secara rutin. "Kalau rumah sakit, sama resepnya gratis, Mas. Tapi kalau untuk obat radang, kita harus beli sendiri secara ruitin. Harganya Rp1 juta. Jujur kalau segitu kita jelas ga mampu." kata Mustofa. Sebagai tukang becak, ia harus gali lobang tutup lobang. Tak pelak hutang kian

hari semakin menumpuk. Saat ini, untuk pengobatan putrinya Mustofa harus menanggung hutang Rp10 Juta dari tetangga-tetangga. Ia hanya bisa pasrah dengan kondisi putrinya itu. "Ya saya juga sudah berusaha dan berdoa semoga ada solusi untuk kesembuhan Roudotul," ucapnya pasrah. Dewan Kecam Sikap RS. Dr. Soetomo Persoalan terkait dengan pulangnya Roudotul, bocah 9 tahun yang menderita sakit Radang Otak, dari RS. Dr. Soetomo, mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak. Hal ini beralasan, karena ketika berobat ke RS. Dr. Soetomo, orang tua Roudotul telah mengantongi kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Kedua orang tua Roudotul, Mustofa (35) dan Rohaya (30) terpaksa membawanya pulang lantaran tidak kuasa menanggung beban biaya pengobatan yang saat ini sudah mencapai Rp. 10 juta.Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Baktiono menyikapi tegas persoalan ini. Bahkan, dirinya mengatakan, jika petugas atau pegawai Dr. Soetomo yang menangani Roudotul bisa dekenakan sanksi, terkait dengan lalainya menangani pasien pemegang Jamkesmas. “Ini persoalan, dan yang jelas-jelas bersalah dalam kasus ini adalah petugas atau pegawai RS Dr. Soetomo, dan petugas tersebut bisa disanksi” tegas dia. Kamis (9/5). Dirinya menambahkan, jika pasien pemegang kartu Jamkesmas bisa berobat gratis Rumah Sakit yang telah di tunjuk, khususnya di Rumah Sakit Pemerintah. “Siapun yang memegang kartu Jamkesmas tidak boleh dipungut

biaya alias gratis,” ujar dia. Politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengungkapkan, jika pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Direktur RS Dr. Soetomo, terkait dengan persoalan tersebut. Dan akan segera membawa Roudotul kembali ke RS Dr, Soetomo untuk menjalani pengobatan lebih lanjut. “Sudah, saya sudah berkomunikasi dengan Direktur RS Dr. Soetomo. Dan harus segera di bawa kembali ke rumah sakit untuk segera menjalani pengobatan lebih lanjut, karena yang bersangkutan sudah memegang kartu Jamkesmas,” ungkap dia. Persoalan ini tentu sangat ironis, karena terjadi di saat Kota Surabaya sedang merayakan Hari Jadi yang ke 720. Dimana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerja all out untuk menyemarakkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 720. Hal ini diungkapkan oleh salah satu seniman teater Surabaya, Hadi. Dirinya mengatakan jika kondisi ini perlu di apresiasi banyak pihak, mengingat persoalan ini terjadi di saat Pemkot Surabaya tengah ‘asik’ menyelenggarakan HJKS ke 720. “Kalau memang Pemkot kurang memperhatikan nasib warganya karena terlalu sibuk mempersiapkan HJKS, mending dibubarkan atau dibatal kan saja HJKS,” ungkap dia. Dirinya menambahkan, jika seharusnya Pemkot lebih mengutamakan nasib warganya ketimbang mempersiapkan acara yang sifatnya hanya sesaat. “Sekarang kita lihat tingkat urgentsinya, penting yang mana?,” pungkas dia. (mag/ kas/wan/ay)

SURABAYAKepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Arminsyah melalui Asisten Pidana Umum (Aspidum), Pathor Rachman menyatakan jika Berkas perkara dugaan pengoplosan pupuk bersubsidi di sebuah gudang di Kawasan Industri Gresik (KIG) akan segera disidangkan menyusul telah dinyatakan sempurna (P21) perkara yang menjerat Yongki sebagai tersangka oleh Kejati. Dijelaskan Pathor, saat ini pihaknya masih menunggu pelimpahan tahap dua (berkas dan tersangka) dari penyidik Subdit IV Sumdaling Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim. " Kita Masih menunggu tahap duanya,"jelas dia,kemarin. Dalam perkara tersebut, lanjut Pathor, Kejati telah menunjuk dua Jaksa yang nantinya akan menyidangkan kasus ini yakni, Diana Evi dan Rustiningsih. "Kalau sudah tahap 2, segera kita k i r i m k e Pe n g a d i l a n ," kata dia. S ekeda r di keta hui , keda ta nga n Uni t I Kehuta na n S ubdi t IV S umda l i ng D i treskri msus Pol da J a ti m ke Gresi k ta k l epa s da ri pengungka pa n duga a n pengopl osa n pupuk bersubdi si jeni s N PK Ponska y a ng di produksi PT. Petroki mi a , di sebua h guda ng mi l i k PT. N K di K IG. Dalam pengoplosan tersebut terungkap jika modus operandi yang digunakan P T. NK ketika melakukan aktivitas pengoplosan tersebut adalah begitu bahan baku pupuk NPK Po n s k a y a n g d i a n g k u t dengan truk berstiker P T. Pe t r o k i m i a t e r s e but datang ke gudang, maka para karyawan di gudang itu langsung menurunkan 50 kg pup u k N P K Po n s k a t e r s e but dan kemudian dioplos. Setelah pupuk itu dioplos, maka karyawan PT. NK tersebut memasukkannya ke dalam sebuah karung yang sudah dipersiapkan dan diberi nama Srijoyo. Pupuk tersebut lalu dikirim ke PT. Hanampi di KIM Gresik. Dalam penggerebekan kala itu, tim Polda Jatim langsung mengamankan tiga orang penanggungjawab gudang untuk dimintai keterangan. Tiga orang yang dibawa delapan orang anggota Polda Jatim yang melakukan penggerebekan malam itu bernama Prapto, Iwan dan Yopi. Selain itu, Polda Jatim juga mengamankan sekitar 5 kg pupuk yang sudah dioplos dari gudang tersebut untuk diteliti dan dijadikan barang bukti. (kas)


14

TAPAL KUDA

JUMAT 10 MEI 2013 NO.0114| TAHUN II

KPU

Dukungan Cagub Perseorangan Diverifikasi JEMBER - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember melakukan verifikasi dukungan calon Gubernur Jawa Timur jalur perseorangan Eggi Sudjana di tingkat desa dan kecamatan di kabupaten setempat. “Saya sudah meminta panitia pemilihan kecamatan (PPK) untuk segera merampungkan proses tahapan verifikasi dukungan untuk Cagub Jatim dari jalur perseorangan itu, sebelum batas terakhir pada Sabtu (11/5),” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember Ketty Tri Setyorini, Kamis. Menurut dia, pihaknya sudah melakukan verifikasi faktual dan hasilnya terdapat sebanyak 34 ribu foto kopi dukungan untuk Eggi Sujana yang tersebar di 26 kecamatan yang berada di 140 desa atau kelurahan di Jember. “Saat ini tahapan yang

dilakukan adalah verifikasi dukungan di masing-masing desa dan kecamatan yang dilakukan PPK dan PPS dengan mengecek apakah masyarakat yang terdata itu benar-benar mendukung pasangan Eggi Sudjana dan Muhammad Sihat,” tuturnya. Ia menilai penyerahan berkas dukungan bakal calon kepala daerah Jatim jalur perseorangan itu masih amburadul karena dalam satu berkas yang diberikan ke KPU berisi 12 contoh foto kopi kartu tanda penduduk (KTP) dan hanya berkas pada halaman awal saja yang benar. “Data yang ada pada berkas halaman 2 hingga terakhir tidak sinkron, seperti data di KTP tercatat Desa A, namun dalam berkas lampirannya tertera Desa B. Ini terkesan penyerahan berkas dukungan asalasalan,” paparnya. Selain itu, lanjut dia,

dalam verifikasi faktual yang dilakukan KPU juga ditemukan alamat yang bukan dari Kabupaten Jember, melainkan kabupaten/kota lainnya di Jatim seperti Kota Batu, Kabupaten Lumajang, dan Bondowoso. “Kendati demikian, petugas PPK dan PPS tetap melakukan verifikasi data dukungan bakal Cagub Jatim Eggi Sudjana tersebut,” katanya. Sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah, calon perseorangan disyaratkan mengantongi dukungan tiga persen dari total jumlah penduduk. Dengan ketentuan itu, bakal calon perseorangan di Jatim paling tidak harus mengantongi 1.118.096 dukungan yang dibuktikan dengan foto kopi KTP atau identitas lainnya. (ant/mk)

DEMO REKTOR. Sejumlah mahasiswa berunjuk rasa di depan ruang pelantikan rektor di Universitas Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Aksi menuntut penyelesaian kasus dualisme jabatan rektor tersebut diwarnai dengan bentrokan antara pengunjuk rasa dan resimen mahasiswa.

Perenang Tunarungu Berprestasi

PROBOLINGGO - Dari kejauhan sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB) yang berlokasi di Kelurahan Triwung Kidul Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo tampak lengang pagi itu. Semua siswa sedang mengi-

kuti kegiatan belajar mengajar di kelas. Namun, begitu melewati halaman kelas, terdengar suara riuh. Ada yang bertanya kepada guru, ada yang menggoda teman. Meski tiap kelas hanya dihuni beberapa anak, suasananya

terlihat ramai. Termasuk Muhammad Efendi Sukmana. Sikapnya yang malu-malu membuatnya tak berbeda dengan rekan-rekannya yang lain. Padahal, dia baru saja meraih medali perak dan perunggu di Kejurda SMP

LB yang lalu. Medali perak dan perunggu tersebut ditorehkannya di cabang olahraga renang untuk nomor 100 meter gaya dada. Tak hanya itu, Muhammad Efendi Sukmana yang menjadi kontingen Kota Probolinggo juga menyumbangkan medali perak di nomor 50 meter gaya kupu-kupu, serta dua medali perunggu untuk nomor 100 meter gaya dada, dan 50 meter gaya punggung. Total empat medali diborongnya. Ketika ditemui Koran Madura, Rabu (8/5) kemarin yang mengalami kekurangan pendengaran atau tunarungu hanya bisa tersipu malu. Ia pun saat ditanya mengenai prestasi dan olahraga renang yang digelutinya, dia menjawab melalui ibunya.”Sejak dulu Muhammad Efendi Sukmana suka renang,” ucap Susiati meski tak jelas. Bocah kelahiran 23 Januari 1991 ini memang sudah punya bakat renang sejak kecil. Kala itu, Susiati dan suaminya Hasanuddin yang mendorong anak semata wayangnya tersebut. Awalnya sekedar melatih kemampuan dan hobi saja. Tapi lambat laun, kemampuan Muhammad Efendi Sukmana di bidang ini terlihat. “Awalnya karena saya lihat dia suka main di air, akhirnya saya ikutkan klub renang, alhamdulillah ternyata sekarang berprestasi,” jelas Susiati, sang ibu yang menemani buah hatinya bersekolah. Di awal berlatih Muhammad Efendi Sukmana mengalami kesulitan memahami apa yang diajarkan pelatih.

Namun, seiring waktu ia mulai terbiasa. Sang pelatih kerap memberi tanda atau kode tertentu untuk menjelaskan kepadanya saat berlatih. Tak jarang, bila sudah capek atau terlalu lama latihan, sifat kekanakan Muhamad Efendi Sukmana muncul. Untung saja, orang tua dan pelatih renang punya cara membujuknya. “Kalau sudah capek, dia pasti malas latihan bahkan sampai mangkir latihan, harus ekstra sabar menghadapinya,” lanjut Susiati sambil tersenyum. Seperti saat training centre (TC) sebelum Kejurnas di Mataram, 19 -23 Mei mendatang selama dua minggu Muhammad Efendi Sukmana harus berlatih tanpa henti. Setiap hari bersama orang tua, terkadang membuatnya tak berminat latihan. Untung saja, hal tersebut tidak membuatnya mengalami kemunduran. Orang tua Muhammad Efendi Sukmana pun selalu mendukung impian anaknya. Apalagi di usia masih belasan, anaknya masih dalam masa tumbuh kembang. Minat dan bakatnya yang lain masih bisa tumbuh dan diasah. Sisiati tak pernah membatasi minat sang anak meskipun berkebutuhan khusus. Justru, hal tersebut menjadi tantangan baginya sebagai orang tua. Dia pun belajar banyak dari sang anak. “Saat ini dia sepertinya agak jenuh dengan renang, saya mulai arahkan ke yang lain juga,” pungkasnya.(hud).

Kasus Proyek Pengadaan TIK

Mantan Kadispendik Probolinggo Dijadikan Tersangka

PROBOLINGGO - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim terus menggenjot tenaga untuk menungkap dugaan korupsi kasus lelang pengadaan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo. Hasilnya, penyidik telah me-

netapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus senilai sekitar Rp 14, 2 milyar ini. Tak tanggung-tanggung, akibat kasus ini, mantan pejabat Dinas Pendidikan (Dindik) ditetapkan sebagai tersangka.Penetapan empat orang tersangka ini dibenarkan oleh Kasi Penkum Kejati

Jatim, Muljono, Kamis (9/5) kemarin. Muljono menyatakan, berdasarkan perkembangan penyelidikan menjadi penyidikan, penyidik sudah menetapkan tersangka dalam kasus pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan di SD/ SLB, pengadaan sarana TIK dan pengadaan pembelajaran interaktif di Kab. Probolinggo tersebut. “Sudah ditetapkan empat orang sebagai tersangka. Ke empat orang tersebut antara lain berinisial MN, EW, RF dan RS,” jelasnya. Disinggung mengenai keterlibatan pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo ini, secara tersirat Muljono mengakui jika dari beberapa nama tersebut, diantaranya merupakan pejabat tinggi Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo. “Yang jelas, yang bersentuhan dengan lelang tersebut lah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dianggap ikut bertanggung jawab atas dugaan markup lelang TIK.

Tentu ada yang berkedudukan tinggi disana,” tegasnya. Dari informasi yang dihimpun, inisial terakhir yang disebut merupakan mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Probolinggo, Rasid Subagyo. Sedangkan tiga nama sebelumnya, diduga merupakan pembuat komitmen lelang dan pemenang lelang. Muljono kembali menjelaskan, kasus ini sendiri berawal dari turunnya dana dari APBN dengan PAGU sebesar Rp 14.246.298.000 dan dikerjakan pada tahun 2012 untuk 558 sekolah. Indikasi ketidak beresan lelang terdapat pada aplikasi lelang yang dijadikan 1 paket HPS disusun tidak sesuai ketentuan. Selain itu indikasi adanya di markup dan proses evaluasi dianggap tidak transparan. CV. BN (CV. Burung Nuri, beralamat di Desa Pandayangan, Robatal, Sampang-red) sebagai pemenang lelang dengan nilai Rp 12, 109 milyar, ternyata diketahui tidak melakukan pekerjaannya. CV ini, rupanya hanya dimanfaatkan nama saja, namun

yang melaksanakan orang lain. Sedangkan pemenang lelang 2, yaitu CV. F (Cv. Ferro, beralamat di Jalan Jetis Kulon, Wonokromo-red) adalah fiktif alias tidak pernah ikut lelang. “Dari hasil penyidikan sementara, ada indikasi kerjasama antara panitia dengan pemenang lelang dalam pemalusan dokumen tentang penghargaan Pustekom. Selain itu, barang juga tidak sesuai spesifikasi, yaitu printer HP 10005, laptop axio maupun software tidak benar atau palsu. Kasus ini diduga merugikan negara hingga Rp 4 miliar,” tambahnya. Untuk diketahui, 28 Maret 2012 lalu, Dinas Pendidikan Probolinggo mengadakan proyek lelang pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan di SD/ SLB, pengadaan sarana TIK dan pengadaan pembelajaran interaktif, untuk 558 sekolah. Namun, dalam prosesnya, lelang tersebut kisruh, lantaran menuai banyak protes dari calon peserta yang tidak diberi kesempatan mengikuti lelang. (kas)

Mentan

Janji Tekan Kuota Impor Sapi JEMBER - Menteri Pertanian Suswono berjanji untuk menekan kuota impor sapi di Indonesia dengan meningkatkan populasi ternak tersebut di dalam negeri sebagai upaya menuju swasembada daging pada tahun 2014. “Beberapa tahun lalu impor sapi mencapai 1 juta ekor. Tahun ini impor sapi terus ditekan dan kini sebanyak 500 ribu ekor,” kata Suswono dalam acara Gebyar Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis. Menurut dia, pihak Kementerian Pertanian menargetkan swasembada daging sapi pada tahun 2014 dengan meningkatkan populasi ternak tersebut di sejumlah daerah dan gencar melakukan inseminasi buatan (IB). “Dengan meningkatkan populasi sapi di dalam negeri hingga 90 persen, maka impor ternak tersebut dapat ditekan hingga 10 persen,” tuturnya dalam pertemuan dengan para peternak sapi potong di Jember. Ia menambahkan populasi sapi di Indonesia saat ini mencapai 16,6 juta ekor dan rencananya pihak Kementerian Pertanian melaksanakan sensus terhadap ternak tersebut dalam waktu dekat. Selama ini, kata dia, harga daging sapi masih tergolong mahal karena dua faktor yakni tata niaga daging sapi di Indonesia masih panjang dan distribusi ternak dari sentra ternak ke kawasan konsumen juga masih sulit. “Dalam setahun ke depan, kami akan mencari solusi tentang memperpendek tata niaga daging sapi dan memudahkan jalur distribusi hewan ternak dari kawasan produsen ke konsumen,” katanya. “Jadi bagaimana memudahkan distribusi ternak dari NTT, NTB ke kawasan konsumen seperti Jakarta dan sekitarnya,” ujarnya. Di Jatim tercatat populasi sapi potong sebanyak 5,3 juta ekor dan Jember merupakan salah satu daerah sentra sapi lokal terbanyak di Jatim. (ant/mk)

CUACA

Ribuan Ubur-ubur Serang Pantai Mayangan PROBOLINGGO - Perubahan iklim diduga menyebabkan terjadinya lonjakan populasi ubur-ubur secara drastis. Ribuan ubur-ubur menyerang perairan Pantai Mayangan Kota Probolinggo, Kamis (9/5). Meski belum memakan korban, namun hewan yang bisa menyebabkan gatal-gatal itu kian hari populasinya semakin bertambah.

Kemunculan ubur-ubur di laut Mayangan, sebut dia, setelah gelombang di tengah perairan membawa hewan ini ke pinggiran pantai, dan ini biasanya terjadi pada saat kondisi air laut naik (pasang) atau dikenal dengan istilah pasang besar lima belas hari bulan.

Pantauan Koran Madura di sekitar pinggiran pantai perairan Mayangan Kota Probolinggo, populasi uburubur yang diperkirakan mencapai ribuan ekor tersebut tampak berenang berkelompok melintasi pinggiran pan-

tai menuju laut lepas. Bahkan hewan ini terlihat terhempas kembali ke pinggiran pantai saat gelombang laut muncul. Agus (30), seorang nelayan mengatakan, kian banyaknya populasi ubur-ubur di perairan Pantai Mayangan Kota Probolinggo ini sudah terjadi dalam sepekan terakhir. “Kalau sudah terjadi perubahan musim seperti ini biasanya jumlah ubur-ubur lebih banyak dari biasanya,” ujar warga Kelurahan Mayangan Kota Probolinggo ini. Kemunculan ubur-ubur di laut Mayangan, sebut dia, setelah gelombang di tengah perairan membawa hewan ini ke pinggiran pantai, dan ini biasanya terjadi pada saat kondisi air laut naik (pasang) atau dikenal dengan istilah pasang besar lima belas hari bulan. “Saat memasuki musim pasang lima belas hari bulan, jumlah ubur-ubur akan bertambah. Hewan ini terbawa arus gelombang dari tengah laut sampai ke pinggiran pantai,” kata Agus. Meski belum ditemukan korban gatal-gatal akibat terkena ubur-ubur,namun kian banyaknya hewan berumbai itu lanjut dia, sangat mengganggu aktivitas nelayan setempat. “Banyaknya ubur-ubur ini sudah pasti mengganggu, biasanya nelayan tak mau turun ke laut memperbaiki boat (kapal ikan) begitu melihat di dalam air banyak ubur-ubur, karena kalau tersentuh kulit bisa menjadi gatal-gatal,” pungkas Agus.(hud).


BUDAYA

15

JUMAT 10 MEI 2013 NO.0114 | TAHUN II

Aku Miliknya dan Menyukaimu Takdir Laut adalah nenek moyang kita. Kita dilahirkan dari pasang-surut kasih dan sayangnya. Siapa takut laut? Maka takdir akan menekuk hidupnya hingga terkapar di liang-liang pasir!

Jumiang* Aruslah yang menggamit lengan-lengan kenangan itu. Dibawa anginmu yang mendayu rindu-rindu hingga ke ulu waktu merentang; kau-aku. Ombakmu jua yang melambungkan degupan di dadaku ketika mengeja tubuhmu yang bersetia; sebagai belia. Seluas langit biru, maka warna airmu juga (masih) membiru di kalbuku. “Senyummu masih yang dulu. Tatapanmu masih yang dulu.” Siang itu kita bertatapan lagi. Pasir-pasir dan aroma napas garammu menyurutkan karang-karang keraguanku akan kesakralan parasmu; tanpa polesan kosmitika jaman kepalsuan. Jumiangku, aku ingin melukismu kembali! *Jumiang adalah nama sebuah pantai yang cukup eksotik di Kabupaten Pamekasan-Madura.

Jarak Kubiarkan namaku-namamu direbut jemari-jemari ombak. Yakinlah, ia pasti mengukirkannya di jantung masa. Dan ketika purnama di pantai kenangan itu telah berbenam di hati kita, maka tak perlu kau tafsirkan kembali; berapa jarak tangis dan senyum kesetiaan.

A

ku tarik selimut ketika gemeratap air sangat nyaring menabuh gendang telinga. Hujan seperti tumpah begitu saja. Byurrr,,, membasahi dedaunan, menyejukkan udara sekitar. Ada ingatan yang menyalak-nyalak seperti kilat yang menjilati jendela kamar. Berkali-kali. Seperti saling menampar, bertabrakan di udara lalu terpelanting ke telinga. Akh...dingin sekali udara ini. Hujan yang menghapus jejak kaki itu telah membangunkan memoriku. Menerjang-nerjang ingatanku. Aku paling suka memeluk bantal ketika derasnya hujan menderaskan rindu. Maaf, rindu padanya bukan padamu. Untuk perempuan seumuranku, aku butuh perhatian yang tak aku dapatkan darimu. Kemana dia saat aku sedih? Jujur saja aku sudah milik dia, tapi kamu beda. Aku melihat pelangi di matamu yang melengkung di bulu matamu. Sepertinya, orang gila di Indonesia ini bertambah satu. Namun ada yang tak biasa sore itu, hujan yang berbeda. Ya, berbeda. Tiba-tiba saja aku dan kamu. Entah mungkin waktu. Tak ada bis, sedang gerimis menyisakan salju di baju hemku. Hari yang melelahkan sepulang kerja, lalu harus bertemu klien esok paginya. Akh.... rutinitas itu! Gerimis menyapu rambutku. Mengaliri manjadi gelombang. Berkali-kali aku lihat jam tangan putih yang melilit lenganku,berlari cepat tapi aku tak beranjak dari halte ini. Tiittt... sebuah mobil hitam berhenti di depanku. Klakson yang nyaring tapi lembut ke telinga itu membuyarkan pandanganku pada langit mendung. Mobil yang mengkilap. Aku bisa berkaca di sana. Bayanganku nampak berseri pada body mobil itu. Tak ada kaca mobil yang terbuka. Lalu pintu terbuka dari dalam. Mulanya aku pikir pintu itu untuk wanita lain. Wajar saja, ada seorang wanita yang sering menengok ke kiri dan ke kanan, sesekali menelepon sambil menggerutu dan melihat jam tangan yang mulai lusuh warnanya. Astaga, wajahnya dengan dipenuhi senyum itu menyapaku. “Hai, mau pulang?” tanyanya seketika. Aku cukup menganggukkan kepala. Terkesima. Diapun tersenyum. “Aku antar kau pulang yah,” timpalnya.

Aku masuk saja dengan ragu, tapi seperti ada yang menyuruh saja. Hipnotis. Memang ragu, karena aku belum percaya tiba-tiba bertemu masa lalu. Dengan rambut yang terbelah dua, kemeja hitam kotak dan begitu bersinar parasnya. Umpamanya matahari, galauku telah terhapus oleh

sinarmu yang hangat, hanya saja aku takut terbakar. Sambil mengepit senyum dari sisa masa lalu, aku menyusuri matanya yang menyapu pasir di lautanku. Masyaallah, bulu matanya masih saja mengajakku berdansa di matanya. Tak berubah, bahkan menyeretku makin dalam. Aku takut tenggelam, sebab aku tak bisa berenang. Sengaja lewat di jalan yang pernah menjadi saksi mata, serasa membuat api unggun di dadaku. Sejenak aku mengambil nafas, memalingkan muka dari matanya yang berburu kenangan. “Aku bukanlah singa, tak perlu kau takut,” katanya memecah kesunyian. Ingin rasanya aku berucap kau memang bukan singa, tapi kau pemburu. Dan diam-diam aku telah gugur sebelum diburu, akh... aku tak bisa.

Kenapa bibir ini. Seperti gemetar tapi meronta ingin menyebut namamu. Jujur saja aku seorang pemburu,tapi kali aku aku sedang di buru. Beginikah rasanya diburu masa lalu. “Patung, apa kesibukanmu setiap harinya,” ucapnya. “Aku bekerja di salah satu media

cetak di kota ini,” jawabku lirih. “Oww... oya, masih suka menulis?” tanyanya. “Tentu saja masih. Aku mati jika aku tak menulis,” jawabku sambil meliriknya dan tersenyum dengan dipaksakan. Dia tak tau sesungguhnya, inspirasi terbesarku tetaplah dia. Sebenarnya aku ngeri berputarputar dengan masa lalu. Tubuhku kurus dalam labirin kenangan, hingga aku bisa terbebas dari kutukan itu; matanya! Mata itu terus membunuhku. Dasar cinta memakan banyak korban gumamku dalam hati. Dia mengantarku ke depan rumah. “Trims ya,” ucapku ringan. Dia tersenyum misteri. “Oke,” jawabnya lirih sambil mengernyitkan alisnya. Lalu berlalu. Aku membaringkan tubuhku yang

letih di hampar kasur. Kasur ini telah berubah, tak menenangkanku seperti dulu, seperti cinta, seperti hati manusia. Selalu ada yang berubah, tak terduga. Samar-samar suaranya mampir ke telingaku. Belum selesai melamun telepon genggamku berdering. “Hallo,” jawabku sambil menahan nafas. “Terima kasih untuk waktunya di senja ini,” ucapnya. Tut...Begitu saja. Nomor baru. Mungkinkah dia? Memang senja yang berbeda, aku masih rekam kata-katanya, “Sebab aku mencintaimu maka aku tak pernah ragu mengucap namamu,” bebapa tahun silam sebelum dia memutuskan kuliah ke luar kota. Kenapa dia pergi dan datang di waktu yang tidak tepat. Malam ini membuatku mabuk. Memang dia! Telepon itu! Kembali menelepon dan mengajakku sekedar menemani liburannya beberapa hari. Tak masalah. Sore mendung, kita pun melaju berkendara kuda hitam dengan tenaga mesin seperti kemarin. Menikmati jalan yang sudah lama tak dia lewati. Berputar-putar dan berhenti di suatu cafe. Aku ikuti saja, lumayan buat pengganjal perut di sore yang bersahabat ini. Kentang goreng, ice cream coklat dan senyumannya di alamatkan padaku. Masih ingat faforitku. “Benar itu kan yang ingin kau pesan,” ucapnya. “Yuhu....” jawabku singkat. Tiba-tiba kau mengutarakan perasaanmu kembali. To the point. Mengambil sebelah tanganku. Aku gugup. Sebenarnya aku ingin kau meraba bibirku yang gemetar. Memburu rindu yang tak pernah padam. Sepasang bulu mata lentik pernah menyapu sepiku. Kini aku biasa dalam keramaian. “Aku menyusulmu, bukan ke pelaminan, tapi keselimut beludru,” ucapku spontan. Dia terdiam. Tertunduk lesu. Akupun melarikan pandangan. “Jujur, aku suka kamu, tapi aku milik dia,” ucapku lirih meninggalkan tangannya. Aku tetap menabrak hatimu, karena bara cintamu susup ke hatiku dan aku mencintai pertarungan mata denganmu, ucapku dalam hati. Sumenep, April-Mei 2013

Lautan Kerinduanku

Belajar dari Bang Karni

Di antara perahu-perahu nelayan yang tak pernah jemu berhias itu. Di antara aroma pantai dan alunan klenengan musik Maduraan di jauhan. Aku mengenangmu, kekasih. Geraian rambutmu yang mengibaskan kesyahduan rawa-rawa uku Karni Ilyas, Lahir untuk ketika mendung memayungi pertemuan kita; dahulu. Berita perlu dibaca jurnalis dan Mengingatkanku, pada nyanyian kasmaran orang yang menaruh perhagadis-gadis pantai yang setia menunggu datangnya purnama. tian pada jurnalistik. Bukan hanya Aku berpura mengejar ombak. karena lihai menyodorkan pertanKau menjerit. Takut kesetiaanku direbut ombak. yaan menggelitik dan tajam saat meKubawakan kau setangkai bunga karang. mandu program Indonesia Lawyers Kau pun tersenyum, Club (Club) yang cukup fenomenal, sambil terus memburuku hingga ke ujung mimpi... tapi bagaimana anak Minang itu melKini aku di pantai ini. Sendiri. akukan apa yang tidak biasa dilakuKembali memunguti kenangan bersamamu. kan wartawan pada umumnya. Tapi kau telah tiada. Verifikasi bagian penting dalam Menghilang di antara perpuluh-puluh purnama. jurnalisme. Bill Kovach dan Tom Hanya suaramu sesekali bergetaran; Rosentiel menempatkan verifikasi memanggil namaku dari seberang lautan kerinduanku. peringkat ketiga dari sembilan ele men jurnalisme. Pemeriksaan ten---Pamekasan, April 2013 tang kebenaran sebuah laporan ruh jurnalisme. Dengan demikian, fakta dan fiksi tak bercampur aduk. Pers Indonesia tampaknya masih lemah dalam melakukan verifikasi. Ini yang didobrak Karni Ilyas. Pria bernama lengkap Sukarni Ilyas itu tidak pernah puas dengan informasi yang diterima sehingga mengharuskannya selalu melakukan verifikasi, apalagi terhadap informasi sepihak. Bahkan, keterangan dari humas sebuah instansi dianggap belum cukup. Jawabannya dinilai terlalu normatif. Kedisiplinannya melakukan verifikasi dibuktikan saat bergabung dengan Tempo, setelah sebelumnya memulai karir sebagai wartawan di Suara Karya, media palmirah. Karnilah yang BH. Riyanto atau Budi Hariyanto, lahir pada 15 Oktober 1973. mengejar Kartika Thahir hingga Puisi penyair yang pelukis ini sudah tersebar di berbagai media ke Geneva, Swiss, yang telah lama massa dan dalam buku antologi bersama. Buku puisinya yang menghilang saat bersengketa dengan telah terbit Pesan Pendek dari Tuhan (2013). Kini bermukim di Pertamina untuk memperebutkan Pamekasan Madura. siapa yang berhak atas 19 rekening

B

A

Oleh: Muhammad Azizi di Bank Sumitomo milik almarhum suaminya. Ketika Pengadilan Tinggi Singapura membuka persidangan untuk menentukan siapa yang berhak atas uang tersebut media massa Indonesia memberitakan persidangan tersebut, tapi sumber wawancaranya hanya dari pemerintah. Sementara dari pihak Kartika tidak ada konfirmasi. Hanya orang yang pernah menjadi koordinator liputan dan editor Jawa Pos itu yang bisa menemui Kartika. “Sampai hari ini tidak ada satu wartawan pun yang bisa mewawancarai Kartika lagi,” kata Karni. (hlm. 130) Keberimbangan berita bagi Karni tampaknya juga tak kalah penting, fardhu ain hukumnya. Ia selalu menekankan kepada wartawan, berita tidak boleh menjadi pengacara, jaksa, apalagi hakim. Semua pihak terkait dengan kasus yang hendak diungkap harus dimintai keterangan. Karni membuktikan hal itu saat memimpin Forum Keadilan. Waktu mengangkat skandal tunggakan kredit plus bunga Rp 1,3 triliun di Bank Bapindo atas nama Eddy Tansil pada tahun 1994, Karni memerintah wartawannya juga harus dapat informasi dari Ketua Dewan Penasihat Bapindo J.B. Sumarlin yang ditengarai mengetahui banyak kasus tersebut. Penerima penghargaan Lifetime Achievement Award dari Panasonic Gobel tersebut bahkan harus turun tangan langsung untuk dapat wawancara setelah melakukan pemburuan sembilan bulan. Itu segelintir dari sekian pangala-

man jurnalis senior itu yang diceritakan Fenty Effendy. Pemburuan berita alumni Fakultas Hukum UI tersebut tidak lepas dari bidang hukum. Dengan demikian, Anda yang tidak begitu suka dengan jurnalistik tapi mendalami hukum seyogyanya juga membaca buku tersebut. Selain itu, disela-sela halaman, dalam buku setebal 396 halaman itu diselipkan catatan hukum Karni Ilyas. Catatan hukum yang telah dimuat di Forum Keadilan itu tetap penting untuk dibaca kembali untuk mengetahui proses lahirnya tulisan tersebut dan bagaimana Karni Ilyas melahirkan pemikiran yang demikian. Anda yang tidak menyukai keduanya juga tidak salah menyimak perjalanan hidup pria yang pernah berjualan koran mencari pembeli hingga jarak sembilan kilometer dari Kota Padang tersebut yang saat ini menjadi direktur/pemimpin redaksi stasiun TV. Bagaimana orang yang pernah menjadi mahasiswa publistik itu yang saat memulai karier kemampuannya sempat dipertanyakan sukses memimpin Forum Keadilan, Liputan 6 SCTV, ANTV, hingga TV One. Bahasa jurnalistik yang digunakan penulis dalam menceritakan perjalanan hidup Karni 40 tahun sebagai pekerja pers dan kemampuan penulis melacak untuk menemukan jejak jurnalistik Karni hingga tayangan SCTV patut diapresiasi. Namun, beberapa kata yang double sedikit menghambat keasyikan menikuti perjalanan hidup Karni Ilyas. Wallahu a’lam.

* Penulis adalah jurnalis

Pemimpin Redaksi Abrari, Wakil Pemimpin Redaksi Zeinul Ubbadi, Redaktur Ahli M. Husein, Redaktur Pelaksana Abdur Rahem, Sekretaris Redaksi Benazir Nafilah, Tata Letak Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Desain Grafis Ach. Sunandar, M. Farizal Amir, Website M. Kamil Akhyari Biro Sumenep Hayat (Kepala) Syah A. Latief, Syamsuni, Junaidi, Biro Pamekasan G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Biro Sampang Mahardika Surya Abriyanto (Kepala), Ryan H, Junaidi, Holis, Biro Bangkalan Moh. Ridwan (Plt. Kepala), Doni Harianto, Biro Surabaya Hana Diman (Kepala), Ari Armadianto, I Komang Aries Dharmawan, Viane Cara Rima Pamela, Agus Setyawan, I Made Ardhiangga Probolinggo Pujianto, M. Hisbullah Huda, Biro Jakarta Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy Kontributor Sugianto (Bondowoso) FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia), Manajer Pemasaran Moh. Rasul Accounting Ekskutif Deddy Prihantono, Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim, (Pamekasan) Siti Farida, (Sampang), Taufiq (Bangkalan) G. A. Semeru (Surabaya) Penerbit PT. Koran Madura, Komisaris Rasul Djunaidi, Direktur Utama Abrari, Direktur Keuangan Fety Fathiyah, Alamat Redaksi Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, email koranmadura@ymail.com, opini.koranmadura@gmail.com, Telepon/Fax (0328) 6770024, No. Rekening BRI 009501000029560, NPWP 316503077608000 http://www.koranmadura.com/ | Wartawan Koran Madura dibekali ID Card (kartu pengenal) dan tidak diperkenankan menerima imbalan berupa apapun dari narasumber


OLAHRAGA

16

JUMAT

JUMAT 10 MEI 2013 NO.0114 | TAHUN II

Real Madrid

REKOR Tercepat Capai 200 Gol MADRID-Rekor demi rekor dicetak bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo. Yang terbaru, penyerang internasional Portugal itu mencatatkan rekor klub sebagai pencetak 200 gol dalam 197 laga. Torehan CR7 melewati rekor sebelumnya yang dibuat oleh Ferenc Puskas, yang menorehkan 200 gol dalam 202 laga. Rekor itu didapatnya pada saat timnya meluluhlantakkan Malaga 6-2 di Santiago Bernabeu dini hari tadi. Ronaldo menyumbangkan satu gol pada menit ke-26 memanfaatkan umpan Xabi Alonso. Dengan jumlah gol tersebut, Ronaldo kini hanya berjarak delapan gol untuk menyamai torehan legenda Madrid Hugo Sanchez, yang mencetak 208 gol dalam 282 pertandingan. Sementara dalam statistic pencetak gol terbanyak Real Madrid, Cristiano Ronaldo masih berada di urutan ke-6. (dar)

1. Raul 2. Di Stefano 3. Santillana 4. Puskas 5. Hugo Sanchez 6. Cristiano Ronaldo

323 gol / 741 laga 308 gol / 396 laga 290 gol / 645 laga 242 gol / 262 laga 208 gol / 282 laga 200 gol / 197 laga

SOSOK

6-2

10 MEI 2013

Malaga

Madrid Tunda Pesta Barcelona MADRID - Barcelona gagal menggelar pesta juara La Liga karena Real Madrid memetik kemenangan telak 6-2 atas tamunya melawan Malaga di Santiago Bernabeu, Kamis (9/5) dini hari WIB. Kemenangan ini justru memperpendek jarak mereka menjadi delapan poin dan semakin menekan tim Catalan tersebut.

Barcelona sendiri baru akan melawan Atletico Madrid di Vicente Calderon pada Minggu (12/5) mendatang. Bila memetik kemenanga pada laga tersebut, Barca memastikan gelar juara ke-4 mereka dalam lima tahun terakhir. Pada laga melawan Malaga, El Real pesta gol. Madrid langsung unggul di menit ketiga. Sepak pojok Luka Modric disundul Raul Albiol ke dalam gawang tanpa bisa dicegah kiper Malaga, Willy Caballero. Tetapi tim tamu menyamakan kedudukan pada menit ke-15. Berawal dari tendangan sudut Isco, Diego Lugano membelokkan bola dan Roque Santa Cruz yang ada di tiang jauh mencocor bola ke dalam gawang. Madrid mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-21 setelah Cristiano Ronaldo dilanggar Sergio Sanchez di area terlarang. Atas pelanggarannya terhadap Ronaldo, Sanchez juga diganjar kartu merah. Tendangan 12 pas tak mampu dimaksimalkan oleh Ronaldo. Eksekusinya bisa digagalkan oleh Caballero. Ronaldo membayar kesalahannya pada menit ke-26. Dia sukses mengonversi tendangan bebas di dalam kotak penalti menjadi gol dan membawa timnya unggul 2-1. Berselang tujuh menit, Mesut Oezil membawa Madrid unggul 3-1. Dalam sebuah serangan balik, Oezil yang menerima

umpan dari Ronaldo mencetak gol lewat tembakan kaki kanannya. Tim tamu memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 pada menit ke-36 berkat tendangan Vitorino Antunes dari luar kotak penalti membuat kiper Diego Lopez bertekuk lutut. Beberapa saat sebelum turun minum, Madrid mencetak gol keempatnya. Ronaldo lolos dari jebakan offside dan kemudian mengirim umpan ke Karim Benzema. Tanpa membuat kesalahan, Benzema menggetarkan gawang Malaga. Madrid unggul 4-2 saat jeda. Gol kelima Madrid tercatat atas nama Luka Modric. Pada menit ke-63, tembakan jarak jauh Modric tak mampu dihentikan oleh kiper pengganti Malaga, Carlos Kameni. Malaga harus bermain dengan sembilan pemain mulai menit ke-70 setelah Martin Demichelis meninggalkan lapangan karena menerima kartu kuning kedua. Unggul dalam jumlah pemain dimanfaat oleh anak-anak asuh Jose Mourinho dengan mencetak gol terakhir yang dilesakkan Angel Di Maria di injury time. Tendangan mendatar Di Maria mengarah ke pojok bawah gawang tanpa bisa dijangkau Kameni. Tambahan tiga angka tak mengubah posisi Madrid di urutan kedua klasemen sementara La Liga dengan 80 poin dari 35 pertandingan. Malaga tetap di posisi keenam dengan 53 poin. (espn/aji)

Gelandang kreatif Real Madrid Mesut Oezil merayakan golnya ke gawang Malaga, hasil umpan dari Cristiano Ronaldo.

Moyes Ditunjuk Sebagai Pelatih Manchester United

Boulleau Si Cantik Andalan Prancis Lupakan sejenak Hope Solo dan Alex Morgan. Mari tengok sosok lain yang tak kalah menariknya, Laure Boulleau. Boulleau adalah seorang bek tangguh yang bermain di klub Paris Saint-Germain. Tidak hanya di PSG, wanita ini juga menjadi andalan lini belakang timnas wanita Prancis, Laure Boulleau. Pemain bertahan berusia 26 tahun ini telah membukukan 28 caps bersama Prancis dengan mengoleksi 1 gol, dan sejak tahun 2005 menjadi andalan sektor belakang tim wanita Paris Saint-Germain. Bersama PSG, Laure telah memainkan 98 laga dengan melesatkan 9 gol. Karir sepakbola Boulleau dimulai saat dia berumur 10 tahun di klub FC Moulin-sur-Allier. Ketangguhannya dalam menjaga pertahanan membuat klub Paris SaintGermain tertarik untuk merekrutnya. Boulleau telah menjalani 99 pertandingan dan mengoleksi 9 gol bersama PSG di Liga Wanita Profesional Prancis. Tidak hanya kemampuannya dalam bermain bola, namun Boulleau juga diakui memiliki paras yang cantik. FFF (Badan Sepakbola Prancis) pun memanfaatkan kecantikannya untuk mempromosikan jersey baru timnas Prancis beberapa waktu yang lalu. (dar)

Nama Lengkap: Laure Boulleau Tetala: Clermont-Ferrand / 22 Oktober 1986 Posisi: Bek Klub: Paris Saint-Germain Nomor Punggung: 3 Karir Klub 1996-2000 - FC Moulin-sur-Allier 2000-2001 - FC Riom 2002-2003 - Entente Yssingeaux 2003-2005 - CNFE - 35 caps 0 goal 2005-... - Paris Saint-Germain - 99 caps 9 goals Karir Tim Nasional 2005-... - Prancis - 28 caps 1 gol []

LONDON - Manchester United pada Kamis mengonfirmasi bahwa David Moyes akan menggantikan Alex Ferguson sebagai pelatih klub itu. Kepergian Moyes dari Everton telah diumumkan pada pagi hari dan kemudian United mengungkapkan bahwa ia ditawarkan kontrak enam tahun di Old Trafford. “Ketika kami mendiskusikan kandidat-kandidat yang kami rasa memiliki atributatribut yang layak, kami secara bulat setuju pada David Moyes,” kata Ferguson dalam pernyataannya, sehari setelah ia mengumumkan keputusannya untuk pensiun setelah menempati posisi tersebut selama 26 tahun. “David adalah pria berintegritas hebat dengan etos kerja yang kuat. Saya telah lama mengagumi pekerjaan dia dan pendekatan yang ia lakukan sejak 1998 sampai mendiskusikn posisi untuk menjadi asisten manajer di sini.” “Ia merupakan pria muda ketika mengawali karirnya dan sejak itu telah melakukan pekerjaan

hebat di Everton. Tidak ada pertanyaan ia memiliki semua kualitas yang kami harapkan pada sosok manajer di klub ini.” Moyes (50) telah berada di Everton sejak 2002 dan akan menggantikan Ferguson pada 1 Juli. “Merupakan kehormatan besar untuk diminta menjadi pelatih selanjutnya di Manchester United,” ucapnya dalam pernyataan yang dirilis oleh United. “Saya gembira bahwa Sir Alex melihat hal-hal yang cocok untuk merekomendasikan saya terhadap pekerjaan ini. Saya memiliki rasa hormat yang besar untuk semua yang telah ia lakukan untuk klub sepak bola.” “Saya tahu betapa akan sangat beratnya untuk mengikuti manajer terbaik yang pernah ada, namun kesempatan untuk melatih Manchester United bukan sesuatu yang sangat sering terjadi dan saya benar-benar tidak sabar untuk menempati pos yang baru pada musim depan.” (ant/dar)

Persipura Pertanyakan Pemanggilan Rudy JAYAPURA - Ketua umum Persipura Jayapura Benhur Tommy Mano berencana bertemu dengan La Nyalla Mataliti selaku ketua BTN terkait pemanggilan Rudy Maswi yang ditunjuk sebagai manajer timnas mendampingi Jacksen F Tiago sebagai pelatihnya. “Dalam waktu dekat kami akan menjadwalkan pertemuan dengan Pak La Nyalla selaku ketua BTN dan Pak Djoko Driyono CEO PT Liga Indonesia terkait pemanggilan Rudy Maswi yang ditunjuk menjadi manejer timnas,” katanya di Jayapura, Papua, Kamis. Orang nomor satu di Kota Jayapura itu mengatakan pertemuan tersebut kemungkinan akan terjadi di Malang, Jawa Timur guna mencari penjelasan secara terperinci terkait pemanggilan Rudy Maswi dan Jacksen F Tiago ke timnas. “Kemungkinan dalam

pekan ini atau dalam waktu yang tidak lama Persipura akan bertemu dengan BTN, PSSI dan pengelola Liga Indonesia,” katanya. Menurut Benhur pemanggilan ataupun penunjukan Rudy Maswi sebagai manejer timnas dan Jacksen F Tiago sebagai pelatihnya, mendapat banyak tanggapan dari pecinta Persipura dan rakyat Papua yang pada intinya tidak ingin kedua orang tersebut pergi dari tim “Mutiara Hitam”. Benhur juga mengaku hingga saat ini belum ada surat resmi yang didapatkan Persipura dari pemanggilan Rudy Maswi yang masih menjadi manejer Persipura dan Jacksen F Tiago pelatih kepala bagi Boas Salossa dan kawan-kawan. “Demi Persipura dan demi Papua saya siap menghadapi berbagai konsukuensi karena masalah ini,” katanya. (ant/alf/dar)

DATA PELATIH ANYAR MANCHESTER UNITED Nama lengkap:

David William Moyes

Tetala: Glasgow, Skotlandia 25 April 1963

Karier bermain: 1980–1983 Glasgow Celtic 1983–1985 Cambridge United 1985–1987 Bristol City 1987–1990 Shrewsbury Town 1990–1993 Dunfermline Athletic 1993 Hamilton Academical 1993–1999 Preston North End Karier melatih: 1998–2002 Preston North End 2002–2013 Everton 2013– Manchester United Gelar saat bermain: • Scottish League Premier Division: 1981–82 (Glasgow Celtic) • English Associate Members’ Cup: 1986 (Bristol City) • Football League Third Division: 1995– 96 (Preston North End) Gelar saat melatih: • Football League Second Division (1): 1999–2000 (Preston North End) Gelar individu • LMA Manager of the Year (3): 2002– 03, 2004–05, 2008–09 • Premier League Manager of the Month (10): November 2002, September 2004, Januari 2006, Februari 2008, Februari 2009, Januari 2010, Maret 2010, Oktober 2010, September 2012, Maret 2013

Azarenka Dikalahkan Petenis Non-Unggulan MADRID - Victoria Azarenka kehilangan kesabaran sehingga dihukum satu poin saat ia melemparkan raketnya dan kalah 1-6 6-2 6-3 atas pemain bukan unggulan dari Rusia Ekaterina Makarova pada putaran kedua turnamen tenis Madrid Terbuka yang berlangsung Rabu malam waktu setempat. Petenis nomor tiga dunia dari Belarusia itu, - runner-up dalam dua edisi sebelumnya di turnamen tanah liat dan baru tampil lagi setelah selama ini cedera - kelihatannya sudah akan menang mudah melawan peringkat 24 itu, setelah mengakhiri permainan set pertama dengan mudah. Tapi Makarova meningkatkan permainannya pada set kedua dan setelah Azarenka melemparkan reketnya pada kedudukan 3-3 set penentu, juara Australia Terbuka itu terus keteter sampai akhirnya mengalami kekalahan pertama tahun ini.

Wasit sudah memperingati Azarenka pada akhir set pertama dan ketika rasa berang pemain itu meningkat dengan melemparkan raket, wasit mengurangi satu poinnya. “Saya kira itu peringatan biasa bagi saya karena saya tidak punya ide mengatasi rasa berang,” katanya dalam temu pers. “Tapi segala sesuatunya sudah terjadi. Saya tidak tertolong, apa boleh buat, semua itu kesalahan saya,” tambah pemain berusia 23 tahun itu. Selan kekalahan Azarenka, lawannya di final Madrid 2011, Petra Kvitova dari Ceko, menjadi korban lainnya dari petenis papan atas pada turnamen Rabu itu. Unggulan kedelapan Kvitova sempat unggul satu set tapi kemudian menyerah 2-6 6-2 6-3 atas petenis “wild card” dari Slovakia Daniela Hantuchova. Petenis remaja dari Inggris Laura Robson gagal membangun kepiawaiannya ketika melawan unggulan keempat dari

Polandia Agnieszka Radwanska pada putaran kedua, ketika ia kalah 5-7 6-2 7-6 atas mantan petenis nomor satu dunia Ana Ivanovic dari Serbia, pada pertandingan malam itu. Unggulan ke-16 Ivanovic itu nyaris kandas lagi lawan pemain berusia 19 tahun itu pada set penentuan, tapi bekas juara Prancis Terbuka itu bangkit lagi dan memaksa permainan “tiebreak” 7-5 dan Robson membuat kesalahan ganda dalam usahanya maju ke putaran delapan besar. (ant/dar)

e-Paper Koran Madura 10 Mei 2013  

Satu Hati Untuk Bangsa

Advertisement