Issuu on Google+

1

JUMAT 6 DESEMBER 2013 NO. 0255| TAHUN II Koran Madura

JUMAT

6 DESEMBER 2013

g PAMANGGHI

2 Politisi Demokrat Menunggu Waktu

Makna Oleh : Abrari Alzael

Wartawan senior di Madura

Tidak tahu memberi arti atas kehadiran presiden. Ketidakpahaman ini sama bermaknanya dengan ketidakmengertian warga atas kondisi bangsa yang rapuh pada presiden yang gagah. Kunjungan presiden menggembirakan dan menyedihkan. Menyenangkan lantaran presiden masih sempat bertatap muka dengan masyarakat Madura. Ia hadir untuk memberikan semangat agar anak bangsa agar berkeringat pada kondisi bangsa yang sekarat karena negeri harus bangkit dari akut sekarat. Bahwa presiden hadir merampas sebagian kebebasan warga yang tidak bisa berlalu lalang seperti tidak adanya kunjungan, ini juga harus dihormati. Sebab presiden harus mendapatkan kawalan dan pengamanan ekstra ketat. Petugas hanya berjaga dari adanya kemungkinan terburuk dan bukan tidak mungkin dari perspektif keamanan ada sebagian warga yang hendak mencelakakan presiden justru karena sangat mencintainSiapapun yang ya. Tetapi di Maduberdiri di depan ra, agak sulit untuk cermin retak, melakukan tindabayangan yang kan destruktif katimbul beruparena warga hormat rupa. pada bapa’, babu’, guru, rato. Bahkan, warga memberikan yang terbaik dan ini terbukti atas penyambutan yang amat antusias, terlepas ikhlas atau terpaksa (dipaksa) pimpinannya. Namun faktanya, warga antusias dan mengabaikan gerimis berkepanjangan. Hujan yang menyertai kedatangan presiden ini berkah untuk kehidupan alam sekitar. Ini menjadi tanda jika suatu saat Madura panas, pemerintah tinggal memprogramkan kehadiran presiden; siapa tahu hujan akan turun. Sebab 100 pawang yang berikhtiar hujan tak turun, akhirnya jebol dan jalanan basah. Ini bukan ketidaksanggupan tetapi kekuatan tuhan dan alam jauh lebih dahsyat dibanding pawang. Terlepas dari hujan dan ketergangguan, kehadiran presiden bermakna sangat dalam. Pertama, presiden menggugurkan kerinduan (ngidam) ke Madura, diundang atau sengaja datang. Kedua, presiden pasti tidak hanya sekedar datang tetapi memberikan angin perbaikan segala bidang. Ketiga, presiden menghormati masyarakat agar bertatap dengan kepala negara. Keempat, presiden memberikan kebahagiaan dengan tersenyum dan lambaian tangan. Kelima, bisa jadi presiden mengembalikan citra partai yang terkikis. Dari perspektif makna, kemungkinan dimensi ruang bisa terjadi karena ini Indonesia; hal yang tak pantas berlalu di negara lain justru terjadi di negeri ini. Ibarat cermin, presiden kaca pecah. Siapapun yang berdiri di depan cermin retak, bayangan yang timbul berupa-rupa. Pemberian makna atas kunjungan presiden beragam tergantung siapa yang memberikan makna, dari perspektif apa, bagaimana, dan di mana ia berdiri untuk membuatnya berarti atau tidak sama sekali.=

Martinez BANGGA

Moyes SEDIH

Berita di hal 8

Ketua KPK: Nanti KPK Bisa Membuktikan JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan terus menelusuri aliran uang hasil dugaan korupsi SKK Migas melalui Rudi Rubiandini ke anggota Komisi VII DPR. Bahkan, lembaga antirasuah ini memberi garansi bahwa pihaknya dapat membuktikannya. “Siapapun nanti anggota DPR yang menerima dan nanti KPK bisa membuktikan, kemungkinan anggota DPR itu jadi tersangka,” tegas Ketua KPK, Abraham di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (5/12). Pengakuan Rudi Rubiandini saat menjadi saksi dalam sidang Simon, Kamis pekan lalu menguatkan soal adanya aliran uang ke Komisi VII DPR. Bahkan, dalam BAP dan kesaksian terungkap. Rudi sempat menyerahkan duit senilai $US200 ribu untuk Komisi VII DPR. Duit itu diserahkan Rudi lewat politisi Partai Demokrat Tri Yulianto. Dana itu diduga pemberian dari PT Kernel Oil Pte Ltd kepada Komisi VII DPR. Beredar informasi, nomor seri dollar Amerika yang diberikan Simon Gunawan Tanjaya kepada Rudi Rubiandini, dengan yang diberikan Rudi untuk anggota Komisi VII DPR yang diwakili Tri Yulianto adalah sama. Karena itu, sejumlah anggota Komisi VII DPR termasuk Tri Yulianto dan Sutan Sutan Bathoegana berpeluang dijerat KPK sebagai tersangka. Hal tersebut akan terealisasi jika lembaga superbody itu telah menemukan dua alat bukti yang kuat. Adanya keterkaitan antara suap untuk Rudi Rubiandini dengan penerima tunjangan hari raya dari Komisi VII DPR pun tengah ditelisik lebih lanjut oleh penyidik KPK.

Kita kan masih mendalami, dari adanya kesamaan nomor seri,” BILATERAL DENGAN AUSTRALIA. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa (kanan) dan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop, memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (5/12). Kedua Menteri bersama masing-masing delegasi melakukan pertemuan bilateral untuk membahas berbagai masalah termasuk penanganan dan dampak aksi penyadapan oleh intelijen Australia terhadap Presiden Yudhoyono dan sejumlah pejabat negara lainnya.

KOTAK MENCURIGAKAN

Ditemukan di Samping Kedubes AS JAKARTA - Benda mencurigakan berupa kotak penyimpanan kunci mobil, Kamis (5/12) ditemukan di samping Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 4-5, Jakarta Pusat. Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Jakarta, Kamis (5/12), kotak tersebut berupa tempat penyimpanan kunci mobil berwarna abu-abu yang ditemukan tepatnya di pinggir tembok di bawah jalan layang Kedubes AS. "Ada dua saksi yang menemukan kotak mencurigakan itu," kata Rikwanto. Dia menyebutkan dua saksi itu, di antaranya Sauri, kelahiran Sampang, Madura, 2 Desember 1993, beragama Islam dan berprofesi sebagai pedagang kopi keliling. Saksi kedua, yakni bernama Baini (25), tinggal di Kwitang, Senen, beragama Islam dan beprofesi yang sama, pedagang kopi keliling. Menurut saksi, kronologis kejadian tersebut, yaitu pada Kamis (5/12) sekitar pukul 15.00 WIB, saat berjualan kopi di tempat kejadian perkara (TKP) saksi melihat ada sebuah unit kendaraan bak terbuka pengangkut sampah berwarna hitam putih berhenti untuk memuat kardus bekas selama lima menit

Abraham Samad Ketua KPK

“Kita kan masih mendalami, dari adanya kesamaan nomor seri,” ungkap Abraham. Soal uang THR itu sendiri sebelumnya mencuat dari berita acara pemeriksaan yang beredar di kalangan wartawan. Dalam BAP tersebut, Rudi mengatakan bahwa Sutan sempat meminta tunjangan hari raya (THR) kepada dirinya sekitar awal bulan puasa 2013 untuk anggota Komisi VII DPR. Tak hanya itu, di BAP menyebutkan bahwa Rudi mengakui pernah mengadakan pertemuan dengan Sutan di sejumlah tempat makan di beberapa pusat perbelanjaan seperti di Plaza Senayan, Bellagio, Pacific Place, dan di Dharmawangsa. Pertemuan itu, menurut Rudi seperti yang dimuat dalam dokumen serupa BAP, turut dihadiri sejumlah pengusaha yang pernah mengikuti tender di SKK Migas. Sutan sendiri membantah soal aliran uang tersebut. Namun, dia tak menampik pernah melakukan pertemuan dengan Rudi. Akan tetapi pertemuan tersebut diklaim hanya sebatas hubungan kerja. Sementara itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah melakukan penelusuran seputar aliran dana mencurigakan dalam kasus dugaan suap di SKK Migas kepada anggota DPR. Hasilnya, tidak ada aliran dana ke anggota Komisi VII DPR RI. Namun demikian, PPATK belum memastikan ada tidaknya aliran dana ke Komisi III DPR RI tersebut, sebab dana itu bisa dilakukan secara langsung atau cash. (gam/abd)

Kombes Pol Rikwanto

Kabid Humas Polda Metro Jaya kemudian meninggalkan TKP. "Saksi mengaku tidak hafal nomor polisi kendaraan tersebut," katanya. Selanjutnya saksi melihat ada sebuah kotak penyimpanan kunci dan saksi Sahuri sempat membuka kotak tersebut. Di dalamnya terdapat benda dengan panjang 20 centimeter yang dilapis lakban kuning dan ada kabel warna kuning, biru dan merah. "Karena curiga, hal tersebut dilaporkan kepada Briptu Silaban, Kesatuan Sat Brimobda Polda Metro Jaya yang sedang mengamankan di Kedubes AS," kata Rikwanto. Pada pukul 16.00 WIB, lanjut

dia, Tim Gegana Polda Metro Jaya berjumlah 10 personel yang dipimpin Ipda Mujiadi riba di TKP untuk melakukan "riging" dengan tali guna memindahkan kotak tersebut. Rikwanto mengatakan kotak tersebut juga dideteksi melalui sinar x sebanyak satu kali. Pukul 16.45 WIB, lanjut dia, dilakukan disposal atau diledakkan, kemudian dibiarkan selama 15 menit, dan pada pukul 17.05 WIB, benda mencurigakan tersebut disimpan dalam jaket bom untuk kemudian dibawa ke Mako Brimob Petamburan untuk diurai. "Situasi saat ini sudah kondusif," katanya. (ant/ jtr/war)

Pameran Sebuah pameran dunia diselenggarakan di stadion Achmad Yani. Setiap negara menunjukkan hasil karyanya masing-masing. Lee Hun Wei dari China mengambil sepeda motor, lalu dibakar. Matrawi : Kok dibakar ? Lee Hun Wei : Wah, di negara saya sudah banyak. Tiba giliran Matrawi yang harus menunjukkan karya negaranya. Dengan sigap dia mengambil dan membuang Matrahem, temannya. Lee Hun Wei : Loh, kok temanmu yang dibuang? Matrawi : Wah, di negara saya juga banyak kok. Matrahem : Aduuuuuuuuuuuuuuh! Cak Munali


2

NASIONAL

JUMAT 6 DESEMBER 2013 NO. 0255 | TAHUN II

Tolak Panggilan Timwas Century DPR: Boediono Panik JAKARTA - Tim Pengawas (Timwas) DPR menilai Wakil Presiden Boediono telah memperlihatkan kepanikan sehubungan dengan sikapnya yang tidak memenuhi panggilan Timwas Century. Apalagi, penolakan Boediono sudah disampaikan sebelum surat panggilan resmi DPR dilayangkan. Pendapat itu disampaikan anggota Timwas dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra, di Jakarta, Kamis (5/12). "Belum lagi DPR melayangkan surat panggilan, tibatiba sudah ada kicauan untuk tidak memenuhi panggilan. Ini mencerminkan kepanikan yang tidak berdasar," ujarnya. Sebelumnya, Juru Bicara Wapres, Yopie Hidayat, menyatakan Boediono tak akan memenuhi panggilan Tim Pengawas DPR untuk Kasus Bank Century. Alasannya, pemanggilan itu akan mengganggu proses hukum dan penuntasan kasus tersebut yang kini sedang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun kata Indra, tak ada alasan bagi Boediono untuk tidak memenuhi undangan Timwas Century. Jika Boediono tetap bersikeras menolak hadir dari pemanggilan Timwas, maka kenegarawanan dan komitmen Boediono dalam menaati peraturan perundang-udangan yang berlaku dipertanyakan. Apalagi, ujar Indra, Timwas Century merupakan alat kelengkapan atau organ DPR sebagai mandat dari rapat paripurna yang bertugas mengawasi pelaksanaan rekomendasi dan proses penelusuran aliran dana serta pemulihan aset dengan kewenangan sesuai dengan peraturan yang berlaku. "Dengan demikian, Timwas Century DPR RI berhak menggunakan hak pengawasan seperti yang diatur dalam Pasal 69 angka C UU No.27/2009 tentang MD3. Timwas Century juga berhak seperti yang diatur dalam Pasal 72 ayat (1) UU No.27/2009 ttg MD3: meminta pejabat negara, pejabat

pemerintah, badan hukum, atau warga masyarakat untuk memberikan keterangan tentang sesuatu hal yang perlu ditangani demi kepentingan bangsa dan negara," jelasnya.

“Kita lihat nanti. Dua kali pemanggilan secara patut tidak hadir tanpa alasan yang dibenarkan oleh hukum, panggilan ketiganya dapat dihadirkan paksa. Kita pakai ketentuan UU saja,”

Bambang Soesatyo

Anggota Timwas Century Pasal 72 ayat 2 UU No.27/2009 tentang MD3 dengan tegas menyatakan: Setiap pejabat negara, pejabat pemerintah, badan hukum, atau warga masyarakat WAJIB memenuhi permintaan DPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1). "Penolakan Boediono akan menjadi preseden buruk," ucap Indra. Sementara itu, Anggota Timwas Century, Bambang Soesatyo mengatakan DPR bisa memanggil paksa Boediono jika sampai tiga kali tidak memenuhi panggilan DPR. “Kita lihat nanti. Dua kali pemanggilan secara patut tidak hadir tanpa alasan yang dibenarkan oleh hukum, panggilan

ketiganya dapat dihadirkan paksa. Kita pakai ketentuan UU saja,” ujar dia. Undang-undang yang dikasud oleh Bambang Soesatyo yaitu UU No. 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRDdalam Pasal 72ayat 1 dijelaskan, DPR dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya berhak meminta pejabat negara, pejabat pemerintah, badan hukum, atau warga masyarakat untuk memberikan keterangan tentang suatu hal yang perlu ditangani demi kepentingan bangsa dan negara. “Seharusnya Boediono sebagai wapres menunjukan sikap negarawan yg memberikan contoh dan tauladan kepada rakyat soal kepatuhan pada hukum dan aturan ketatanegaraan. Bukan mengajarkan pembangkangan terhadap suatu proses yg sdh ditetapkan dalam UU,” ucapnya. Tidak Perlu Anggota Komisi I DPR RI Ramadhan Pohan menilai Timwas Centruy tidak perlu memanggil Wakil Presiden Boediono terkait kasus Bank Century. Pasalnya, kasus Century sudah masuk ranah hukum. "Ini sudah masuk ranah hukum, jangan ditarik lagi ke ranah politik," ujarnya di Gedung Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Kamis (5/12). Sebagai kader Partai Demokrat, Ramadhan meminta kasus Century ini diselesaikan secara hukum. Dia juga melihat Timwas Century seakan tidak percaya pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lebih dulu memeriksa Boediono di Istana. "Kenapa sih gak percaya sama KPK?" ujarnya. Seharusnya kata dia Timwas Century meminta KPK memeriksa kembali Wapres jika keterangan yang diberikan dirasa kurang, bukan malah meminta Boediono menghadap Timwas. (gam/aji)

PERGELARAN AGUNG KERATON SEDUNIA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) didampingi Ketua Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara Panembahan Agung Sinuhun Tejowulan (kiri) memukul gong saat pembukaan Pergelaran Agung Keraton Sedunia di Jakarta, Kamis (5/12). Pergelaran yang melibatkan 165 keraton nusantara dan 10 kerajaan mancanegara serta menampilkan 1000 atraksi seniman tersebut berlangsung hingga 8 Desember 2013.

CALON PRESIDEN

PDIP Secepatnya Mendeklarasikan Jokowi JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Padjajaran, Bandung, Muradi meminta PDI Perjuangan agar bersikap berani mendeklarasikan Joko Widodo alias Jokowi sebagai capres secepatnya tanpa menyebut pendampingnya. Bila itu dilakukan maka partai moncong putih ini akan menang. "Namun jika nama Jokowi disandingkan dengan cawapresnya, baik dari PDI Perjuangan sendiri maupun partai lain, maka suara PDI Perjuangan tidak akan maksimal di Pileg 2014," kata Muradi di Jakarta, Kamis, (5/12). Informasi yang berkembang saat ini menyebutkan, PDI Perjuangan akan menduetkan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Jokowi pada Pemilihan Presiden

sehingga merugikan PDI Per2014 mendatang. juangan di Pileg. “Kalaupun Namun demikian, MuPDI Perjuangan berani, lebih radi meminta agar Megawabaik mendeklarasikan Jokowi ti bersikap harus hati-hati sebagai capres tanpa menyemerespon wacana mendubut pendampetkan dirinya ingnya. Itu lebih dengan Jokowi. menguntungkan Karena isu itu PDI Perjuangan,” sengaja dihemjelas Muradi. buskan untuk Semua partai Namun, jika menggembosi akan memelas bijaksana dan partai moncong kepada ingin PDI Perputih ini dengan Megawati juangan menMegawati. “Wacana duet mengenai siapa jadi pemenang Pemilu, Mega bisa Mega-Jokowi bisa capres PDI jadi hanya jebaPerjuangan," mempertimbangkan yang pada kan opsi lain. "Semua akhirnya merugipartai akan memelas kepada kan partai,” ujar dia. Megawati mengenai siapa Menurut Muradi, akan capres PDI Perjuangan," sangat bagus kalau Jokowi diusung sebagai capres. pungkasnya. Hanya saja jika Mega tidak Sebelumnya, Board of Advisor CSIS Jeffrie Geovanie berpikir matang-matang memprediksi, Mega akan mengenai pendeklarasian mengumumkan capres PDI Jokowi, bisa menjadi jebakan

Perjuangan pada Januari 2014. Karena akan sangat terlambat jika PDI Perjuangan mengumumkan capres setelah Pemilu legislatif. Apalagi, figur capres juga akan mampu menambah suara pada Pileg. "Untuk nama cawapres PDI Perjuangan dapat diumukan setelah pemilu legislatif, yaitu awal Mei 2014 sangat ideal, dan tidak harus memilih cawapres dari partai lain karena dugaan saya PDI Perjuangan berpotensi memperleh suara 40 persen pada Pemilu 2014," katanya. Jeffrie meyakini Mega akan menunjuk Jokowi sebagai Capres. Kepercayaan yang diberikan Megawati kepada Jokowi membacakan “Dedication of Life“ Bung Karno pada acara Rapimnas lalu adalah sinyal politik. (gam)

DPD

Harus Berani Membuat Terobosan JAKARTA - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diminta membuat gebrakan-gebrakan baru, terutama terkait peran yang mendasar dengan mengambil isu strategis. Dengan langkah ini, maka DPD makin diperhitungkan dalam politik kebijakan nasional. “DPD harus mampu membuat terobosan seperti mengangkat isu-isu lokal dengan maksud menjadikan kebijakan strategis di satu sisi dan di sisi lain mampu membumikan isu-isu nasional,” kata Pengajar Fisipol UGM Yogyakarta Arie Sujito dalam diskusi ‘Memperkuat Peran Representasi DPD Menuju Demokrasi Berkualitas’ di Jakarta, Kamis (5/12) Langkah ini, kata Arie, untuk meningkatkan komunikasi yang strategis antara

DPD RI secara kelembagaan maupun anggota DPD RI dengan masyarakat. Karena, legitimasi DPD bukan terletak pada seberapa besar dukungan formal lembaga ini di hadapan konstituen dalam pemilu. “Namun yang terpenting pembuktian kerja strategis yang dirasakan konstituen,” paparnya. Selain itu, menurut Arie Sujito, pertama, DPD harus memiliki peta sosial (struktur dan kultur masyarakat) lokal dengan segala orientasi dan kepentingan yang ada, dan itu dijadikan sebagai dasar mengetahui kondisi masyarakat. Di Yogyakarta misalnya, dengan segala ragam kelompok serta basisnya. “Kedua, DPD harus membangun jaringan dengan asosiasi-asosiasi masyarakat sipil di ting-

kat bawah (grassroots) baik itu dalam kegiatan ekonomi, agama dan budaya, profesi dan sebagainya,” tegasnya Dalam hal ini, lanjut Arie, DPD juga perlu memanfaatkan kelompok-kelompok strategis mengambil kebijakan di aras lokal, agar DPD RI dapat langsung mempengaruhi kebijakan itu, dan membawanya ke tingkat nasional. Yang juga harus dipertimbangkan, dijelas Arie, DPD perlu menginisiasi forum atau arena-arena yang mengintegrasikan berbagai kelompok dalam menyampaikan aspirasinya (berkenaan dengan problem-problem daerah yang dirasakan bersama), dengan maksud mencegah gap, konflik di daerah akibat fragmentasi masyarakat. Dan DPD perlu membuat

road map perubahan, katanya, temasuk pembangunan representasi daerah yang dibawa ke nasional, yang bersifat jangka panjang. Baik itu dalam bentuk rencana strategis maupun egenda-agenda mendasar. Karena itu kata Arie Sutejo, DPD perlu menempuh jalan strategis dan responsif dibanding reaksioner. Bagaimana pun menurut Arie, tantangan demokrasi Indonesia adalah perluanya membenahi lembaga representasi seperti DPD sebagai bagian cara meningkatkan kualitas demokrasi. “Terpenting kuncinya adalah DPD harus lebih proaktif dalam komunikasi dengan konstituen, baik dalam merekam aspirasi maupun mendiseminasi kebijakan yang strategis,” pungkasnya. (gam/abd)

AKTIVIS DITAHAN

PB PMII Minta Kadernya Dibebaskan JAKARTA - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia meminta Polri membebaskan kadernya yang ditahan karena terlibat aksi unjuk rasa di sejumlah daerah.

TELEPOLLING PILKADA LANGSUNG. Direktur Charta Politika Indonesia Yunarto Widjaya (kanan) bersama Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto memaparkan hasil telepolling pemilu kepala daerah (pemilukada) di Jakarta, Kamis (5/12). Hasil telepolling memberikan gambaran bahwa 74 % responden masih menginginkan pelaksanaan pemilu kepala daerah (pemilukada) secara langsung dan hanya 17 % menginginkan pemilukada melalui DPRD.

"Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk segera membebaskan kaderkader PMII yang ditahan, baik itu yang ada di Jawa Timur, dan lebih lagi Jawa Barat serta daerah-daerah lain," kata Ketua Umum PB PMII Addin Jauharudin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (5/12). Addin mengatakan saat ini ada tujuh kader PMII yang ditahan di Polda Jawa Barat terkait aksi unjuk rasa menuntut transparansi anggaran

perjalanan dinas bupati Tasikmalaya. Menurut dia, sudah lebih dari seminggu mereka ditahan, namun belum ada kejelasan sampai kapan akan dilepaskan. "Tuduhan yang dikenakan kepada kader-kader PMII adalah perusakan, padahal jumlah kerusakan tidak seberapa dan hanya menjadi akal-akalan semata," katanya. Selain itu, kata Addin, ada dua kader PMII Cabang Indramayu kini meringkuk di Rumah Tahanan Kebon-

waru Bandung bersama tiga orang anggota Serikat Tani Indramayu (STI). Mereka ditahan karena mengadvokasi petani yang lahannya akan dijadikan waduk oleh Pemda Indramayu tanpa diajak berembuk, apalagi bicara kompensasi atas lahan yang dipakai. "Ditahannya kader-kader PMII Indramayu karena mengadvokasi petani yang tergabung dalam organisasi STI yang merupakan dampingan PMII Indaramayu. Sekarang kasusnya sudah P21 (berkas penyidik dinyatakan lengkap oleh jaksa)," kata Addin. Di Jawa Timur, empat orang kader PMII Banyuwangi ditahan terkait aksi pe-

nolakan WTO, dan 10 orang kader PMII dari cabangcabang di Madura ditahan karena menolak kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Menyatakan pendapat adalah hak setiap warga negara, apalagi isu-isu yang diusung PMII adalah problem bangsa ini," kata Addin. Oleh karena itu, PB PMII meminta agar kader-kadernya yang saat ini ditahan karena terlibat aksi unjuk rasa segera dibebaskan. "Jika tidak segera dibebaskan, jangan salahkan kalau cabang-cabang PMII akan bergerak ke kantor Polres dan Polda masingmasing," kata Addin. (ant/ sp/war)


EKONOMI

3

JUMAT 6 DESEMBER 2013 NO. 0255| TAHUN II

PERTUMBUHAN EKONOMI

Globalisasi Memperlebar Gap Kaya-Miskin JAKARTA-Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyebutkan praktik globalisasi mendorong pertumbuhan ekonomi yang pesat di dunia. Namun jurang kesenjangan negara kaya dan negara miskin dinilai semakin lebar. Kenyataan ini membuat para pelaku kepentingan dan institusi keuangan pemerintah di seluru dunia kerap membuat kebijakan yang hati-hati. Termasuk pula BI yang menerapkan kebijakan moneter ketat beberapa waktu terakhir. “Ini tentu akan menyebabkan pelaku kepentingan dan institusi gampang mengambil keputusan yang tidak nyaman,” kata Agus saat seminar dan lokakarya nasional dengan tema “Kerangka Pikir dan Penyusunan Regulasi Sistem Ekonomi Nasional,” di menara Radius Prawiro Gedung BI, Jakarta, Kamis, (5/12).

Agus Martowardojo

Gubernur Bank Indonesia Meski demikian, gagalnya globalisasi menghapus kesenjangan, menurut Agus, sebetulnya cukup sulit dipahami karena berbeda dari teori yang banyak dipahami ekonom. "Justru seharusnya dengan globalisasi, tembok-tembok penghalang menyebarnya kemakmuran semakin runtuh," kata Agus. Argumen bahwa globalisasi seharusnya mendorong pemerataan

kemakmuran, kata Agus, ditopang fakta bahwa saat ini suatu negara mudah saja mencontoh praktik-praktik ekonomi dan sosial yang diinginkannya dari negara yang dianggap berhasil. Belum lagi berbagai halangan perdagangan barang dan penanaman modal sudah tidak ada lagi. "Kenyataannya ada perbedaan yang tajam dalam pendapatan dan standar hidup tetap ada. Suatu tekateki yang memang harus dicari jawabannya," jelasnya. Lebih lanjut, dia menjelaskan variasi dalam pendapatan per kapita dan kesejahteraan antar negara berhubungan erat dengan perbedaan SDM atau human capital, modal fisik, serta teknologi. Di mana perbedaan dalam kualitas pendidikan, ketersediaan infrastruktur dan permesinan, penggunaan teknologi baru serta alokasi sumber daya antar aktivitas dengan produktifitas yang berbeda bermuara pada pendapatan yang berbeda antar negara. Atas dasar itu pula, Agus memberi justifikasi mengapa kebijakan Bank Indonesia selama 5 bulan terakhir sangat konservatif. Bahkan, cenderung radikal pada pertumbuhan karena mengerek BI rate hingga 175 basis poin, menjadi 7,5 persen. Dia menegaskan, dalam kondisi globalisasi sekarang, akan lebih menguntungkan bila sebuah negara mengelola ekonominya dengan mementingkan stabilitas. Hal itu mampu tercipta, terutama ketika institusi pengelola ekonomi berhasil dijalankan efisien. (gam/abd)

MENJAGA KETAHANAN PANGAN. Menteri Perdagangan dan Perindustrian India Anand Sharma (kedua kanan) memberikan keterangan kepada wartawan di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-9 Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Bali, Kamis (5/12). India menolak proposal KTM ke-9 WTO, sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dari liberalisasi perdagangan.

BI Membatasi Ekspansi Bank Tak Mengganggu Fungsi Intermediasi JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk membatasi ruang gerak bank yang hendak ekspansi ke perusahaan non keuangan seperti asuransi, pegadaian dan lain sebagainya. Sebab, otoritas perbankan itu hanya mengizinkan bank untuk melakukan penyertaan modal pada perusahaan yang bergerak di bidang keuangan. Direktur Kepala Grup Penelitian dan Pengaturan Bank Umum BI yakin pembatasan penyertaan modal bank ke perusahaan keuangan tidak akan mengganggu dan mengurangi fungsi perbankan sebagai lembaga intermediasi. “Kegiatan usaha bank dalam melakukan penyertaan modal tidak akan menghilangkan fungsi intermediasi. Karena, ada batasan-batasan dalam penyertaan modal bank," jelasnya di Jakarta, Kamis (5/12). Pembatasan penyertaan modal bank ini tertuang dalam peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 15/11/PBI/2013

tentang prinsip kehati-hatian dalam penyertaan modal. Aturan tersebut mulai diberlakukan sejak 22 November 2013. Menurut Trisnawati, Peraturan BI (PBI) tentang Prinsip Kehati-hatian dalam Kegiatan Penyertaan Modal telah membatasi penyertaan modal berdasarkan pengelompokan Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU). Selain itu, jelas dia, penyertaan modal bisa dilakukan dengan mengambil dana dari modal bank. Pada PBI lama, jelas dia, batas penyertaan modal oleh bank ke perusahaan keuangan sebesar 25 persen dan berlaku untuk semua bank. Sedang-

kan, kata Trisnawati, pada PBI baru, persentase penyertaan modal disesuaikan berdasarkan BUKU. "Untuk bank pada BUKU I, tidak boleh menyertakan modal," imbuhnya. Dia merincikan, pada bank di kelompok BUKU II bisa melakukan penyertaan modal sebesar 15 persen dari modal bank, untuk BUKU III mencapai 25 persen, sedangkan untuk bank-bank yang berada pada kategori BUKU IV penyertaan modalnya maksimal 35 persen dari modal bank. "PBI yang baru ini bukan mengatur hal baru, tetapi menyempurnakan PBI sebelumnya. PBI lama dicabut, karena perubahan pasal yang cukup banyakn," ujar Trisnawati. Lebih lanjut dia menerangkan, kegiatan penyertaan modal memang merupakan salah satu kegiatan usaha bank, namun bukan merupakan kegiatan utama yang menunjang fungsi bank sebagai lembaga interme-

diasi. "Umumnya bank melakukan penyertaan modal untuk meningkatkan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan nasabah," katanya. Gubernur BI Martowardojo mengungkapkan bahwa bank hanya dapat melakukan penyertaan modal pada perusahaan yang bergerak di bidang keuangan dan berdomisili di dalam negeri. Apabila bank tetap ingin melakukan peningkatan modal ke perusahaan tersebut, harus berada pada BUKU IV. Di samping itu, bank juga wajib memperoleh persetujuan Bank Indonesia untuk setiap kali melakukan penyertaan modal tersebut. Penyertaan modal dapat dilakukan secara langsung atau melalui pasar modal dan termuat dalam rencana bisnis bank (RBB). "Kebijakan ini dikeluarkan dalam rangka peningkatan ketahanan, daya saing, dan efisiensi perbankan nasional.

ASURANSI MOBIL

KESELAMATAN HUTAN

JAKARTA - PermataBank dan Asuransi Astra menandatangani kerja sama Bancassurance sebagai sebuah inovasi baru hasil sinergi kedua perusahaan dalam penjualan asuransi mobil Garda Oto kepada para nasabah PermataBank melalui kantor cabang PermataBank dan Telemarketing. Program terobosan bancassurance ini semakin memantapkan langkah kedua perusahaan sebagai pemimpin di masing-masing industri dalam memasarkan penjualan asuransi mobil melalui saluran baru seperti bank. Dengan demikian nasabah PermataBank semakin mudah dalam mendapatkan asuransi mobil terbaik dari Garda Oto untuk melindungi aset mereka. ”Program ini menawarkan produk asuransi mobil unggulan dalam bentuk paket dan non paket,” ujar Wakil Direktur Utama PermataBank, Herwidayatmo di Jakarta, Kamis (5/12). Menurutnya, produk paket memberikan perlindungan comprehensive dan tangggung jawab hukum pihak ke-3 sebesar 5% dari harga pertanggungan kendaraan dimana tipe kendaraan terbagi dalam dua jenis yaitu used car dan new car. Semua fitur tambahan pada produk comprehensive ini dapat diperoleh nasabah dengan rate yang lebih menarik. Sedangkan untuk produk Non Paket, tersedia pilihan Comprehensive New Car dan Used Car serta Total Loss Only. Perbedaannya, jenis Comprehensive New Car akan mendapatkan layanan pilihan bengkel kombinasi antara authorized dan rekanan Asuransi Astra, se-

JAKARTA-Perlindungan Hutan Berbasis Hak (PHBH) merupakan pendekatan yang paling efektif untuk menjaga hutan sekaligus menjadi cara terbaik untuk menghindari kebijakan dan praktik perlindungan hutan yang melanggar hak asasi manusia. Untuk mengurangi pengrusakan hutan yang terjadi, dibutuhkan kemauan politik untuk membentuk dan mengimplementasikan kebijakan tata kelola hutan yang mengadopsi pendekatan PHBH pada level nasional maupun lokal. Masyarakat internasional, khususnya negara-negara kaya, berkewajiban untuk mendukung upaya ini karena mereka juga akan mendapatkan manfaat dari terlindunginya gudang keanekaragaman hayati terpenting di dunia dan pengontrol suhu global yang signifikan. Namun, berbagai upaya perlindungan hutan tidak akan terjamin keberlangsungannya jika hak-hak dan kepentingan komunitas yang hidup di dalam dan di sekitar hutan diabaikan. Demikian disampaikan Kepala Divisi Asia-Oceania Rainforest Foundation Norway (RFN) Hege Karsti Ragnhildstveit, pada acara Launching dan Diskusi Panel “Perlindungan Hutan Berbasis Hak (PHBH) dan Politik Kehutanan Indonesia ke Depan” yang diselenggarakan oleh Rainforest Foundation Norway (RFN) dan Perkumpulan untuk Pembaharuan Hukum Berbasis Masyarakat dan Ekologis (HuMa) di Jakarta, Kamis (5/12).

PermataBank dan Asuransi Astra Kerjasama Bancassurance mentara jenis Comprehensive Used Car akan mendapatkan layanan yang berkualitas dari bengkel-bengkel rekanan Asuransi Astra. Melalui kerjasama ini setiap nasabah PermataBank akan mendapatkan berbagai nilai tambah istimewa dari Garda Oto seperti fasilitas derek dan layanan darurat di jalan raya Garda Siaga 24 jam secara cuma-cuma, Garda Akses CALL, CLIK, SMS 24 jam, jaminan suku cadang asli, garansi hasil kerja bengkel, dan No Claim Bonus. Jaringan layanan cabang dan bengkel rekanan Garda Oto yang tersebar di seluruh Indonesia akan senantiasa memberi kemudahan dan value lebih bagi setiap nasabah PermataBank dalam mendapatkan layanan terbaik, sehingga bisa merasakan pengalaman berkendara tanpa rasa khawatir. Don’t worry be happy. Untuk memenuhi kebutuhan asuransi kendaraan bagi nasabah dan keluarganya serta alternatif pembayaran yang lebih baik, PermataBank menawarkan pembayaran Asuransi Garda Oto dengan mencicil pembayaran premi asuransinya dengan menggunakan PermataKartuKredit berjangka waktu 3-6 bulan dengan bunga 0%. Sementara itu Presiden Direktur Asuransi Astra, Hardi Montana, menjelaskan inovasi dalam memasarkan produk merupakan hal yang terus kami lakukan sebagai pemimpin pasar untuk mewujudkan visi kami we bring peace of mind to millions. (gam).

Sehingga perlu dilakukan penataan terhadap pengaturan penyediaan dana dalam bentuk penyertaan modal sebagai salah satu kegiatan usaha bank," terang Agus. Menurut Agus, bank-bank dapat melakukan penyertaan kepada perusahaan di sektor non keungan melalui anak usahanya. Akan tetapi, anak usaha tersebut juga harus memiliki rasio permodalan yang cukup untuk melakukan aksi korporasi itu. "Apabila penyertaan modal tersebut menggerus modal inti anak usahanya, maka bank induk harus menyuntikkan modal dulu ke anak usahanya atau menghentikan rencana penyertaan modal tersebut," tegas dia. "Ini dilakukan seiring dengan perkembangan kegiatan usaha bank dan dinamika global, dibutuhkan keleluasaan pada beberapa aspek dalam kegiatan penyertaan modal," tambah dia. (gam)

Perlindungan Hutan Berbasis Hak

PRESIDEN TANAM JAGUNG. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menanam jagung di Desa Montok, Larangan, Pamekasan, Jatim, Kamis (5/12). Pemerintah menggalakkan penanaman jagung bibit unggul guna menekan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Laporan ini mendokumentasikan kekayaan pendekatan dan pengalaman RFN selama lebih dari dua puluh tahun dalam kerjakerja perbaikan tata kelola dan perlindungan hutan. RFN menemukan bahwa cara terbaik untuk melindungi dan mengelola hutan adalah dengan memastikan bahwa masyarakat yang hidupnya bergantung dari hutan memiliki kendali dalam pengambilan keputusan terkait wilayah hidupnya. Perlindungan hutan berbasis hak katanya dimulai dari perlindungan, pemenuhan, dan penghormatan hak-hak masyarakat adat serta komunitas lokal atas wilayah hidup, sumber daya, dan budaya mereka. Secara normatif, pendekatan ini dilandaskan pada berbagai standar hak asasi manusia internasional dan secara operasional diarahkan untuk mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia. “Perlindungan hutan berbasis hak juga mengakui peran penting komunitas setempat dan masyarakat adat maupun komunitas lokal dalam tata kelola hutan,” jelasnya. Pada tahun 2011, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan penundaan penerbitan izin baru yang menjadi pijakan awal dalam melakukan perbaikan tata kelola kehutanan secara masif, yang dilanjutkan dengan inisiatif penerbitan dan pembaharuan sistem perijinan. (gam/abd)


4

LINTAS JATIM

JUMAT 6 DESEMBER 2013 NO.0255 | TAHUN II

Anggaran Ujian Sekolah Dicabut Dinas Pendidikan di Jatim Klimpungan SURABAYA – Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi Jawa Timur mengaku klimpungan atas keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) yang mencabut subsidi anggaran ujian sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD). Pasalnya, kabupaten/kota sebagai besar sudah menetapkan APBD 2014 tanpa memasukkan anggaran ujian sekolah. “Hal

Harun

Kepala Dinas Pendidikan Jatim

ini

dipastikan akan m e m b u a t kelimpungan kabupaten/kota yang sebagian besar sudah menetapkan APBD 2014 tanpa memasukkan anggaran ujian sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun, Kamis (5/12).

ATRIBUT CALEG

Bawaslu Mulai Pantau Alat Peraga SURABAYA - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur, Sri Sugeng Pudjiatmiko menyatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terkait dengan pemasangan berbagai alat peraga kampanye, karena sudah memasuki masa kampanye, meskipun belum pada tahap rapat umum dan kampanye di media. Saat ini yang dapat dilaksanakan masing-masing calon memang baru pada pertemuan terbatas, tatap muka serta pemasangan alat peraga, serta penyebaran bahan kampanye di tempat umum, asalkan tidak melanggar ketentuan dan larangan kampanye. Sri Sugeng menegaskan, untuk pemasangan alat peraga kampanye, Bawaslu Jawa Timur mengacu pada PKPU nomor 15 tahun 2013 tentang pembatasan alat peraga kampanye, di antaranya adalah 1 unit baliho untuk satu

Sri Sugeng Pudjiatmiko Anggota Bawaslu Jatim

desa atau kelurahan. Dengan ketentuan baliho memuat gambar partai dan foto pengurus yang bukan calon legislatif. "Kalau ada gambar Caleg dan Parpol itu termasuk spanduk. Berdasarkan aturan PKPU nomor 15 tahun 2013, spanduk dipasang satu untuk tingkat RT, di luar itu termasuk pelang-

garan," tegas Sri Sugeng. Dari catatan Panwaslu Jawa Timur, hingga saat ini ditingkat propinsi terdapat 4 partai politik yang belum menyerahkan daftar pelaksanaan kampanye, yakni PDIP, PAN, PBB dan PKPI. Berdasarkan Undang-undang nomor 8 tahun 2012, penyerahan daftar pelaksanaan kampanye itu wajib. Selain itu, berdasarkan Peraturan Kapolri nomor 6 tahun 2012 tentang segala kegiatan kampanye harus ada pemberitahuan tertulis ke kepolisian. "Tujuannya untuk mengeluarkan STTPK," lanjut Sri Sugeng. Sementara itu, untuk semua bentuk kampanye yang bertanggungjawab adalah pelaksana kampanye, yang jika tidak ada, maka kampanye Partai Politik (Parpol) maupun Calon Legislatif (Caleg) terancam tidak dapat dilaksanakan dan dapat dibubarkan. (han)

KRIMINAL

Polisi Menangkap Residivis Jambret SURABAYA - Agus Richianto (25), residivis kasus perampasan seolah tak pernah jera berurusan dengan terali besi. Pria asal Karangan, Surabaya itu, kembali ditangkap polisi dalam kasus yang sama. Kali ini, Agus ditangkap bersama rekannya, Rizki Nur Rahman (22), warga Karangrejo Sawah, Surabaya usai beraksi di Jalan Rungkut Industri. "Kali ini korban perampasan pelaku adalah pasangan suami-istri (Pasutri)," ujar Kapolsek Wonokromo, AKP Roman Smaradhana Elhaj kepada wartawan, Kamis (5/12). Pasutri yang menjadi korban adalah Yuni Astuti (27) dan Maryono (30), warga Gunung Anyar, Surabaya. AKP Roman Smaradhana Elhaj menambahkan bahwa dalam catatan kepolisian, Agus sudah tiga kali tertangkap dalam kasus yang sama.

Pelaku diduga kerap melakukan aksi kejahatannya di daerah Wonokromo dan Rungkut Industri. "Agus sudah beraksi di lima lokasi berbeda. Dan korbanya selalu perempuan yang sedang mengendarai sepeda motor diwaktu malam hari. Terutama jika korbannya sendirian," paparnya. Dalam bulan Oktober lalu, Agus mengaku beraksi tiga kali. Pertama di Jalan Ciliwung mendapat handpone nokia dan uang Rp 150 ribu dari tas seorang perempuan. Kedua di Jalan Diponegoro dapat Tas berisi HP dan uang Rp 300 ribu. Ketiga, Agus beraksi di Jalan Darmo dengan mendapat tas berisi uang Rp 750 ribu beserta handpone nokia. "Sedangkan bulan September, pelaku ini beraksi di Jalan Pulo Wonokromo, hasilnya Agus mendapat tas berisi uang Rp 200 ribu. Dan korbannya

perempuan juga," ungkap AKP Roman Smaradhana Elhaj. Modus yang dilakoninya selalu sama. Agus bertindak sebagai eksekutor untuk merampas tas korban. Sedangkan rekannya, bertugas menjadi joki. Termasuk di Jalan Rungkut Industri, pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha Mio L 5648 HK warna putih. Pada aksi dinihari itu, Rizki mengendarai motor, dan Agus yang merampas tas korbannya. Sementara itu, tersangka Agus Richianto mengaku terpaksa melakukan kejahatan yang sama, karena dirinya tidak memiliki pekerjaan. “Saya tidak memiliki pekerjaan. Melamar kemanapun ditolak karena mantan napi. Jadi terpaksa melakukan lagi (Aksi kejahatan) untuk memenuhi keutuhan hidup,” ujarnya kepada wartawan.(ddy)

ddy/koran madura

TUNJUKKAN BARANG BUKTI. Kapolsek Wonokromo AKP Roman Smaradhana Elhaj menunjukkan kedua tersangka dan barang bukti kejahatan perampasan di Mapolsek Wonokromo.

Pencabutan anggaran pemerintah pusat tersebut juga dibarengi dengan perubahan ujian nasional (unas) menjadi ujian sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD) yang sepenuhnya anggaran akan ditanggung pemerintah kabupaten/kota. Harun mengatakan, keputusan tersebut cukup berat diterima kabupaten/kota. Karena itu, seluruh dinas pendidikan kabupaten/kota dan propinsi mengeluarkan dua rekomendasi. Pertama, meminta agar antara mendikbud dengan menteri dalam negeri (mend-

agri) membuat Surat edaran bersama terkait dukungan anggaran ujian sekolah secepatnya. Rekomendasi kedua, bagi propinsi, kabupaten/kota yang telah menetapkan APBD 2014 agar menggganggarkan anggaran ujian sekolah pada mendahului perubahan anggaran keuangan (MPAK) APBD 2014. "SE bersama ini penting agar ada legalitas ketika daerah menganggarkan di MPAK," terangnya. Dalam waktu dekat Harun akan segera memanggil kepala dinas pendidikan/kota untuk berkoordinasi masalah ini. Dalam pertemuan tersebut akan dibuat perjanjian kerjasama (MoU) antara dindik jatim dengan dindik kabupaten/kota sehingga ada jaminan mereka bakal menyukseskan ujian sekolah. Selain kebebanan anggaran untuk penyelenggaraan ujian sekolah, kabupaten/kota

juga bertanggungjawab penuh dalam proses pembuatan, penggandaan dan distribusi soal. Sementara, pemerintah provinsi hanya melakukan pendataan dan sosialisasi. Harun menerangkan, dalam pembuatan naskah ini pemerintah pusat (Badan Standarisasi Nasional Pendidikan) hanya akan memberikan kisi-kisi 25 persen. Sementara 75 persen lainnya dibuat sendiri oleh kabupaten kota. "Ini berbeda dengan sebelumnya dimana kisi-kisi 100 persen dari BSNP," terangnya. Sedangkan untuk pembuatan bank soal, kini menjadi kewenangan sepenuhnya kabupaten/kota.Bahkan jika ada sekolah yang siap, bisa membuat soalnya sendiri. Hal tersebut juga berbeda dengan sebelumnya, dimana bank soal 75 persen dibuat provinsi dan 25 persen di buat BSNP. Hal itu dimungkinkan soal-soal tiap kabupaten/kota akan berbeda . Atau bahkan, jika diserahkan

sekolah, soal US di masingmasing sekolah akan berbeda. Sementara itu, Kabid TK/ SD dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Jatim Nuryanto menambahkan, jika kabupaten/kota tidak siap membuat kisi-kisinya, pihaknya siap membantu. Apalagi, untuk itu pihaknya sudah mengalokasikan anggaran Rp 400 juta di item penyusunan master soal APBD Jatim 2014. "Anggaran ini sengaja kami buat karena di unas sebelumnya penyusunan kisi-kisi dan bank soal menjadi kewenangan kami. Kalau sekarang tidak dipakai ya akan dikembalikan ke PAK lagi,"ujarnya. Ujian sekolah nantinya akan mengujikan tiga mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA untuk SD. Sementara untuk SD Luar Biasa terdiri dari Bahasa Indonesia, Matematika, IPS dan PKN.(ara)

SAMBUT NATAL

Pohon Natal dari Layang-layang Sambut Natal SURABAYA – Banyak cara dilakukan untuk memeriahkan natal, seperti di Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya misalnya, 300 buah Layang-layang dalam berbagai ukuran, disulap menjadi pohon Natal setinggi 6 meter diameter 1, 30 cm dan diletakkan di perpustakaan. “Lebih kurang seminggu kami merangkai Layanglayang ini untuk kemudian menjadi sebuah pohon Natal setinggi 6 meter, sebagai satu diantara kegiatan menyambut Natal dan Tahun Baru kali ini,” ujar penggagas sekaligus pembuat pohon Natal dari Layanglayang, Ir Titien Wahono kepada wartawan, Kamis (5/12). Setiap layang-layang yang dipasang pada pohon Natal tersebut, lanjut Titien dapat diterbangkan layaknya permainan layang-layang yang sering kita jumpai dalam permainan anak-anak. “Karena kami membuat layang-layang itu juga dengan menggunakan ukuran tertentu sehingga presisi dan dapat diterbangkan. Masing-masing layang-layang yang kita rangkaikan menjadi pohon Natal itu semuanya bisa diterbangkan,” tambah Titien. Titien yang juga pengajar pada program studi Desain Interior UK Petra Surabaya, mengatakan ada pesan yang ingin disampaikan melalui pohon natal unik tersebut. Kerangka layang-layang berbentuk si-

ddy/koran madura

POHON NATAL. Sejumlah Mahasiswi Petra melihat pohon Natal dari layang-layang di perpustakaan UK Petra, Kamis (5/12). lang merupakan gambaran garis vertikal dan horisontal yang bertemu pada bagian tertentu dengan ukuran tertentu pula untuk kemudian ditempeli kertas sehingga menjadi sebuah layang-layang. “Filosofi layang-layang, garis vertikal dan horisontal itu ibaratnya manusia yang harus menjalin hubungan dengan manusia lainnya sekaligus harus berhubungan dengan Tuhannya. Dan oleh karena itu saya memilih layang-layang,” tukas Titien. 300 layang-layang yang disulap menjadi pohon Natal

itu dijadwalkan akan ditempatkan di ruang perpustakaan lantai 6 UK Petra Surabaya hingga pertengahan Desember 2013 mendatang Secara nyata, di tangan dosen Program Studi Desain Interior UK Petra, pohon natal setinggi 6,5 meter, diameter 1,20 hingga 30 cm ini menyimpan pesan moral yang dahsyat. Yaitu bagaimana seorang manusia tetap menjaga hubungan horisontal dan vertikalnya saat hidup di dunia. Dimana tersirat jelas lewat filosofi layang-layang. "Layang-layang memberi-

kan gambaran tentang garis horisontal hubungan kita dengan sesama manusia, dan vertikal antara kita dan tuhan pencipta alam. Keduanya harus seimbang sehingga nantinya bisa diterbangkan," ungkapnya. Menurut Titien, ini merupakan pohon natal ke-25 yang pernah ia buat. Rencananya , Titien akan membuat pohon natal yang lebih unik terbuat dari meja dan bangku siswasiswi taman kanak-kanak. Meja dan bangku ini dihiasi gambar kepulauan nusantara Indonesia dan akan dipamerkan di salah satu mall di Surabaya.(ddy)

TAK SESUAI PROSEDUR

Japung Pemprov Berbeda dengan Pemkot Surabaya SURABAYA – Jasa Pungut (Japung) di ruang lingkupnya Pemprov Jatim sudah sesuai aturan hukum. Prosedur penarikan japung mulai dari pengumpulannya hingga pembagiannya sudah diatur secara rinci dan tepat. Hal ini berbeda dengan apa yang dilakukan Pemkot Surabaya semasa Bambang DH menjabat Walikota. Hal ini dinyatakan Kepala Biro Hukum Pemprov Jatim, Suprianto. “Pemberian ini diberikan tiap bulan, setelah retribusi pajak disetor terlebih dahulu ke kas daerah (Kasda),”ujarnya pada sejumlah wartawan, di kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan Surabaya, Kamis (5/12). Menurutnya, Japung yang diterapkan Pemprov sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat sesuai PP Nomor 65 tahun 2001 tentang pajak daerah. Dalam PP itu disebutkan dalam kegiatan pemungutan pajak daerah diberikan biaya pemungutan paling tinggi sebesar 5 persen. Suprianto menjelaskan alasan mengapa terlebih dahulu retribusi tersebut disetor ke Kasda, Pemprov menetapkan

aturan itu karena Japung telah dialokasikan secara resmi dalam APBD (Angaran Belanja Daerah) dan masuk dalam pos belanja pegawai yang merupakan bagian belanja tidak langsung dari belanja daerah. “Aturannya tegas, peruntukan Japung untuk para pemungut dan aparat penunjang yang terkait secara langsung guna mendukung kegiatan pemungutan dan peningkatan PAD,” sambung dia. Meski dalam PP diperbolehkan Japung setingi-tingginya sebesar 5 persen dari retribusi, namun kebijakan Gubernur Jatim Soekarwo hanya mengambil 3,5 persen dari penerimaan yang masuk. “Kebijakan ini tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 74 tahun 2008 tentang petunjuk pelaksanaan pemanfaatan biaya pemungutan pajak daerah Provinsi Jatim,” paparnya. Kebijakan itu dijabarkan dalam ayat 2 yang berbunyi: biaya pemungutan pajak daerah sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan sebesar 3,5 persen, untuk PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor)

Suprianto

Kepala Biro Hukum Jatim P3ABT (Pajak pengambilan dan pemanfaatan air bawah tanah) dan P3AP (Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Permukaan), yang dihitung dari realisasi penerimaan hasil pemungutan pajak daerah yang disetor ke kasda. Menurut Suprianto, proses diatas yang kemudian membedakan antara soal mantan Walikota Surabaya Bambang DH dengan Japung yang diatur secara rigit oleh PP, Perda, hingga Pergub. “Jadi apa betul uang diberikan ke DPRD Kota Surabaya itu adalah uang Japung, ataukah uang lain-lain

yang diatasnamakan Japung,” tanya dia. Sebab lanjut Suprianto, aturan Japung yang diterapkan Pemprov ini, bisa jadi lain dengan Kabupaten/ Kota dalam teknisnya. Ini karena daerah sudah menjadi otonom, sehingga kebijakan dalam memberikan jasa pungut juga bisa jadi lain. “Kalau di Provinsi Japung diberikan untuk Gubernur, Wagub, Sekda, serta petugas yang terkait langsung,” tandasnya. Seperti diketahui, Mantan Wakil Wali Kota Surabaya Bambang DH akhirnya menjadi tersangka dalam kasus suap jasa pungut (japung) dalam APBD 2007 sebesar Rp720 juta kepada anggota DPRD Kota Surabaya. Usai pemeriksaan awal di Polda Jatim beberapa waktu lalu, Bambang DH menyatakan polisi tebang pilih dalam kasus Japung. “Saya merasa keberatan karena Japung itu tidak hanya di Surabaya saja yang ada tetapi di Pemprov Jatim pun ada. Lalu kenapa penyidik tidak memeriksa Gubernur (Soekarwo,red) juga karena di Pemprov ada Japung juga,” ujar Bambang DH waktu itu.(han)


LINTAS JATIM

5

JUMAT 6 DESEMBER 2013 NO.0255 | TAHUN II

Bantuan UMKM Lampaui Target SURABAYA – Bank UMKM Jawa Timur hingga Triwulan III Tahun 2013 telah menyalurkan bantuan permodalan sedikitnya Rp 145 miliar kepada sekitar empat ribu pelaku usaha mikro dan kecil di Surabaya. “Jumlah itu hampir mencapai 20 persen ari total jumlah pelaku usaha mikro dan kecil di Surabaya yang saat ini berjumlah sekitar 23.000 unit,” ujar Pemimpin Cabang Bank UMKM, Sigit Purwanto, Kamis (5/12). Menurut Sigit, dari sekitar empat ribu pelaku usaha tersebut, rata-rata bergerak di sektor perdagangan, toko kelontong, industri rumahan, serta jasa. “Rata-rata mereka mengambil kredit antara 2,5 juta sampai 500 juta. Yang 2,5 juta itu biasanya buka toko kelontong,” ujar Sigit. Sigit menjelaskan, pihaknya semula mentargetkan pengucuran kredit untuk para pelaku usaha mikro dan kecil di Surabaya mencapai Rp 140 miliar. Karena sudah melampaui target, dia memperkirakan pada akhir tahun mendatang nilai penyaluran kredit bisa mencapai sekitar Rp 147 miliar. Lebih lanjut, bank yang dulunya bernama Bank BPR Jatim ini menawarkan suku bunga sebesar 6 persen untuk kredit dari dana bergulir dan antara 9 hingga 12 persen untuk kredit modal kerja. “Kami tidak menaikkan suku bunganya meskipun BI Rate beberapa kali naik. Karena kalau untuk mengurusi usaha mikro dan kecil, tidak mungkin diberi bunga besar. Itu justru akan bikin mereka tidak berkembang. Beda lagi kalau usaha itu sudah masuk tahap bertumbuh,” tambahnya. Untuk diketahui, setiap tahunnya, jumlah usaha mikro di Surabaya yang berhasil “naik kelas” menjadi usaha kecil rata-rata mencapai 25 pelaku usaha . Meski dibilang masih relative kecil dibandingkan jumlah pelaku usaha mikro saat ini mencapai 23.000 unit, setidaknya hal ini memperlihatkan bahwa program-program bantuan yang diberikan perbankan dan Pemerintah Kota Surabaya

masih membuahkan hasil. Untuk mendukung permodalan bagi para pelaku usaha mikro, Pemkot telah menggandeng tiga lembaga keuangan. Masing-masing adalah Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim, Bank UMKM Jatim,serta Bank Perkreditan Rakyat Surya Utama. Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Surabaya Abdul Ghofur mengatakan UMKM hampir selalu berkutat pada tiga permasalahan, yakni permodalan, pengetahuan, dan pangsa pasar. Dukungan pemerintah amat dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan UMKM yang sehat. Kemudahan pen-

gurusan merek dan pembinaan UMKM semakin ditingkatkan, baik dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) maupun Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Dinkop) Surabaya. Salah satunya berupa pemberian Kredit Tanpa Agunan (KTA) sebesar Rp 2,5 juta untuk usaha mikro. Sedangkan untuk usaha collateral sebesar tiga kali jumlah collateral. Direktur Kepatuhan, Purnomo Hadi mengungkapkan, sektor UMKM menjadi sendi perekonomian Jatim. “Kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai lebih dari 50 persen. Sedangkan 30,46 persen penyaluran kredit perbankan Jatim disedot oleh UMKM,” jelasnya. Para pelaku usaha yang masuk kategori start up (pemula) dibantu dengan plafon kredit mulai Rp 2,5 juta hing-

ga Rp 50 juta. “Kami (Bank UMKM Jawa Timur, Red) punya beragam program dengan berbagai kemudahan. Bunga hanya 0,5% per bulan. Ini jelas akan sangat membantu mereka untuk bisa makin maju dan berkembang,” urainya. Dia berharap perkembangan UMKM akan semakin maksimal dan berdampak pada pendapatan serta penyerapan tenaga kerja. “Dampak positif lain, hal ini akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi Jatim akan semakin meningkat,” paparnya. Sementara, Ghofur menyatakan program-program tersebut cukup membantu para anggota HIPMI mengembangkan usahanya. Karena, 200 UMKM anggotanya yang aktif menggunakan 100 persen bahan baku lokal. Sayangnya, beberapa faktor ekonomi makro sedikit banyak mengguncang jalannya usaha pelaku UMKM itu. Terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dollar turut mengurangi daya saing mereka. “Yang paling merasakan dampak melemahnya rupiah adalah pengusaha jasa kreatif, sepertibranding dan IT yang memiliki klien perusahaan modal asing,” ujar Abdul. Sebagian besar dari mereka menggunakan rate dolar. Sehingga, cost membengkak seiring melorotnya nilai rupiah. Ditambah lagi faktor besaran pajak. Sejak diberlakukan Juli lalu, pengusaha beromzet maksimal Rp 4,8 miliar akan dikenakan pajak sebesar 1 persen. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan (PPh) atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto tertentu. Ghofur menilai, pajak tersebut memberatkan para pelaku UMKM yang rata-rata masih berada pada tahap survive. “Kami merasa pajak satu persen itu terlalu memberatkan. Seharusnya belum perlu diberlakukan,” tandasnya. Kendati hanya 1 persen, dukungan berupa insentif lebih dibutuhkan agar UMKM semakin berkembang dan mapan. (ara)

PESTA SABU

Polisi Membekuk Warga Korea SURABAYA – Tim Reskoba Polrestabes Surabaya membekuk seorang pria berkebangsaan Korea Selatan dan empat orang lainnya saat pesta sabu-sabu di sebuah hotel di Jl Basuki Rahmad. Warga Korea tersebut bernama Kim (54) sedangkan 4 lainnya adalah Tri, warga Malang (diduga simpanan Kim), Hadi Jalan Ngegelrejo Surabaya dan seorang wanita bernisial Rn serta Kamto (35), warga Gresik,. “Dua tesangka Ko dan TI diduga sebagai pengedar dan kurir. Sedangkan WNA merupakan pemakai,” ujar Kanit Idik III Satresnarkoba Pol-

restabes Surabaya, AKP Gatot Setia Budi, Kamis (05/12). Penangkap ketiganya berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai transaksi ilegal warga negara asing di sebuah hotel. “Ada warga yang melihat mereka transaksi, kemudian melapor ke Polisi. Setelah kami tindak lanjuti ternyata laporan tersebut benar,” terangnya. Tersangka diduga bukan sekali ini melakukan pesta sabu di tempat yang sama, “Berdasarkan keterangan tersangka, mereka kerap pesta sabu bersama,” tambahnya. Saat penggerebekan, poli-

si menemukan barang bukti sabu seberat 0,7 gram dan seperangkat alat hisap. Kini barang bukti dan kelima tersangka diamankan di Mapolrestabes Surabaya. Para tersangka dijerat Undang Undang penyalahgunaan psitropika dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun. Pihak Polrestabes Surabaya menyatakan akan terus mengembangkan kasus tersebut, guna mengungkap jaringan lebih besar, termasuk bandar gede yang diduga kerap memasok warga asing yang ingin pesta sabu di Surabaya. (ddy)

DIAMANKAN. Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan oleh Reskoba Polrestabes Surabaya saat menggerebek pesta sabu warga Korea, Kamis (5/12).

ddy/koran madura

ari armadianto/koran madura

KAPAL PESIAR. Skenario demonstrasi aksi pembajakan kapal pesiar yang ditumpangi oleh seorang pejabat tinggi negara yang kemudian dijadikan sandera oleh sekawanan teroris berjumlah 10 orang. Kapal pesiar disimulasikan oleh KRI dr. Soeharso-990 sedang berlayar di Alur Perairan Barat Surabaya (APBS) tiba-tiba dikejutkan dengan aksi pembajakan oleh sekelompok teroris dari laut.

VALIDASI ORGANISASI

TNI AL Penuhi Kekuatan Pokok Minimum Alutsista SURABAYA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut dalam proses pemenuhan Kekuatan Pokok Minimum atau MEF (Minimum Essential Force), dilaksanakan pengembangan organisasi dan pembangunan alutsista. Untuk pengembangan organisasi dilaksanakan validasi organisasi yang bertujuan agar dapat bekerja secara efektif dan efisien yang saat ini sedang dalam proses menunggu Keputusan Presiden. “Kita tetap merencanakan tiga Komando Armada di bawah Komando Pertahanan Laut, tiap Armada membawahi Guspurla dan Guskamla. Sedangkan Lantamal yang akan dikembangkan menjadi 14 di bawah kendali langsung Kohanla RI. Untuk proyeksi kekuatan ke darat, akan dikembangkan 3 Divisi Marinir, 3 Satlinlamil dan 3 Wing Udara,”ujar Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio, saat bertindak memimpin Upacara Parade dan Defile Peringatan Hari Armada RI Tahun 2013 di Dermaga Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Ujung, Surabaya, Kamis (5/12). Sedangkan untuk pembangunan alutsista, lanjut Kasal, dilaksanakan dengan pengadaan yang mengedepankan pemanfaatan industri dalam negeri, agar dapat memberikan dampak positif untuk mewujudkan kemajuan dan kemandirian alutsista nasional. Sampai dengan tahun 2013, TNI AL sedang membangun alutsista dari luar negeri, yaitu 3 unit Kapal Selam Diesel Electric dimana Kapal Selam ke tiga akan dibangun di Galangan PT. PAL Indonesia. Disamping Kapal Selam, tambah Kasal, juga 3 Kapal Multi Role Light Fregate (MRLF), 2 unit Kapal PKR, 2 unit Kapal Bantu Hidro Oceanografi (BHO), 1 unit Kapal Latih, 37 Unit Tank Amfibi BMP-3F dan 5 Unit BTR-4. Untuk pengadaan dari dalam negeri terdiri dari 3 Unit Kapal Patroli 43 meter, 3 Unit Kapal Cepat Rudal 60 meter, 2 Unit Kapal Bantu Cair Minyak, 1 Unit Trimaran, 3 Unit KCR 40 meter, 3 Unit Kapal Angkut Tank, 2 Unit Pesud CN-235 MPA, 11 Unit Heli AKS, 3 Unit Heli Angkut dan 4 Unit Pesawat Latih. Tema Peringatan Hari Armada RI Tahun 2013 kali ini adalah “Dengan Semangat TNI AL Kelas Dunia, Kita Tingkatkan Profesionalisme, Militansi, Soliditas, dan Kemanunggalan TNI Bersama Rakyat dalam rangka Menjaga Keutuhan dan Kedaulatan NKRI”. Upacara peringatan Hari Armada RI ini, dihadiri para mantan Kasal dan mantan Panglima Armada, para Perwira Tinggi Mabesal, para Pangkotama TNI AL, para Atase Pertahanan/ Atase Laut dan perwakilan

militer negara sahabat, pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Timur, serta para pejabat sipil, TNI/Polri Jawa Timur lainnya. Sebanyak 2.800 personel prajurit TNI AL terlibat dalam upacara tersebut, yang terdiri dari: satu unit Genderang Suling Gita Jala Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL), satu kompi Perwira, satu kompi prajurit Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal), empat kompi prajurit Bintara dan Tamtama Koarmabar dan Koarmatim, empat kompi prajurit Bintara dan Tamtama Puspenerbal serta Lantamal, tiga kompi prajurit Korps Marinir, satu kompi prajurit Pasukan Khusus, serta satu kompi Pegawai

maritim bangsa Indonesia. Kita ketahui bahwa leluhur bangsa Indonesia yakni Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit pernah memiliki kekuatan armada yang tangguh dan disegani di Asia, yang mampu mengendalikan lautan secara penuh, serta berhasil menjalin hubungan yang baik dan bersahabat dengan bangsa-bangsa lain di berbagai belahan dunia. Selain itu, penyelenggaraan upacara ini juga pada hakekatnya merupakan perwujudan dari rasa syukur atas bertambahnya usia Armada RI, dan merupakan cerminan rasa bangga atas prestasi yang telah diukir oleh Armada RI dalam sejarah pengabdiannya, serta sekaligus sebagai sarana untuk membangkitkan tekad, semangat, dan kerja keras guna mewujudkan Armada RI yang handal dan disegani. Selama pengabdiannya, Armada RI telah menjadi salah satu kekuatan strategis yang diandalkan negara untuk tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan dalam rangka menegakkan kewibawaan bangsa. Berbagai kegiatan

ari armadianto/koran madura

UPACARA. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio, saat bertindak memimpin Upacara Parade dan Defile Peringatan Hari Armada RI Tahun 2013 di Dermaga Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Ujung, Surabaya, Kamis (5/12). Negeri Sipil (PNS) Angkatan Laut. Bertindak sebagai komandan upacara Kolonel Laut (P) Deny Septiana S.IP yang sehari-hari menjabat Komandan Satuan Kapal Patroli (Dansatrol) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar). Sebanyak dua belas kapal perang melatarbelakangi pelaksanaan upacara parade dan defile tersebut. Sedangkan peralatan tempur Korps Marinir yang digelar terdiri dari empat unit kendaraan tempur amfibi Tank BMP-3F, empat Tank PT-76, empat Tank BTR-50, empat unit meriam Howitzer kaliber 122 mm, dan empat unit meriam Howitzer 105 mm. Peringatan Hari Armada RI ini akan selalu mengingatkan bahwa Armada RI telah dibangun oleh para pendahulu dengan tulus dan kerja keras dari generasi ke generasi. Lebih dari itu peringatan ini juga tidak akan lepas dari sejarah pasang surutnya kebesaran

diselenggarakan dalam memeriahkan Hari Armada RI Tahun 2013, diantaranya pertandingan dan lomba bagi prajurit di internal Koarmatim seperti: amphibious cross country, lomba bola voli, sepak bola, bulu tangkis, futsal, naval fun game, lomba kebaharian. Selain itu, juga digelar kegiatan olahraga untuk masyarakat umum seperti lomba lari maraton “Armada 10 K” dan lomba dayung perahu naga. Pada Peringatan Hari Armada Tahun 2013 kali ini juga dilaksanakan pemecahaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) berupa “Goyang Caesar” yang diikuti oleh 6.429 personel. Kemudian pada hari Minggu, 8 Desember 2013, digelar Naval Base Open Day (NBOD), di mana Koarmatim terbuka untuk dikunjungi masyarakat umum yang ingin melihat/menyaksikan alutsista TNI AL. Bersamaan dengan kegiatan NBOD juga

dilaksanakan Fun Bike bagi masyarakat umum, dengan start dari Balai Kota Surabaya dan finish di dermaga Koarmatim. Sedangkan rangkaian kegiatan sosial dan edukasi yang dilaksanakan adalah : pengobatan/pelayanan kesehatan dan khitan bagi masyarakat umum, donor darah, pemberian tali asih kepada warakawuri, ziarah ke Taman Makam Pahlawan, Joy Sailing, Sarasehan On Sailing, serta lomba Indonesian Naval Fleet English Debate bagi pelajar SMA. Selain upacara parade dan devile, kali ini juga dimeriahkan dengan demonstrasi pertempuran laut. Demonstrasi ini melibatkan alutsista yang tergabung dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) terdiri dari 18 KRI, pesawat udara patroli maritim dan helikopter, serta tim gabungan pasukan khusus Angkatan Laut dari Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) dan Pasukan Intai Para Amfibi (Taifib) Skenario demonstrasi pertempuran khusus aspek laut (Naval Special Warfare) diawali dengan adanya aksi pembajakan kapal pesiar yang ditumpangi oleh seorang pejabat tinggi negara yang kemudian dijadikan sandera oleh sekawanan teroris berjumlah 10 orang. Kapal pesiar disimulasikan oleh KRI dr. Soeharso-990 sedang berlayar di Alur Perairan Barat Surabaya (APBS) tiba-tiba dikejutkan dengan aksi pembajakan oleh sekelompok teroris dari laut. Mendapat informasi tersebut, jajaran Koarmatim menerjunkan tim gabungan Kopaska dan Taifib menyerbu dari laut dan udara. Operasi pembebasan tersebut (Maritime Interdiction Operation/ MIO) merupakan salah satu fungsi dan tugas khusus TNI AL dalam rangka menegakkan kedaulatan dan hukum di laut dari tindakan kejahatan berupa pembajakan dan terorisme di laut. Selain demo tersebut, juga dilaksanakan sailing pass kapal perang di perairan Selat Madura. Dalam atraksi ini, unsur-unsur kapal perang melaksanakan manuver di laut membentuk formasi tempur dan menembakkan senjata artileri dan roket antikapal selam RBU (Roketnaya Bombetnya Utoeska) buatan Rusia, khususnya dari kapal-kapal jenis Parchim Klas, serta didukung dengan fly pass pesawat-pesawat udara dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda, Surabaya, yang mengerahkan empat pesawat udara jenis Tobago TB-10, empat Nomad N-22, dan empat Cassa CN-212. (ara)


6

PROBOLINGGO

JUMAT 6 DESEMBER 2013 NO.0255 | TAHUN II

KEMENAG

Tak Ada Mogok Penghulu PROBOLINGGO - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo membantah tak ada mogok penghulu untuk melayani masyarakat. Sikap bantahan itu terkait adanya aksi solidaritas penghulu se-Jatim yang melakukan aksi mogoknya sejak 1 Desember 2013 kemarin. "Di wilayah Kabupaten Probolinggo tidak ada penghulu yang melakukan mogok pelayanannya terhadap masyarakat," ujar Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, H. Bustami kepada wartawan, Kamis (5/12). Bustomi menjelaskan, sejak 1 Desember kemarin, petugas penghulu se-Jatim melakukan aksi mogoknya terkait kasus petugas penghulu KUA Kediri yang kasusnya kini sedang disidang di Tipikor Surabaya. "Katanya aksi itu bentuk solidaritas. Tapi di Probolinggo pelayanan itu tetap jalan. Tidak ada aksi solidaritas itu," katanya. Bustami mengatakan, sikap solidaritas itu memang diperbolehkan, namun kalau sudah menyangkut pelayanan publik, pihaknya berharap agar para penghulu di Kafud/koran madura

DISAHKAN. Bupati dan Pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo melakukan tanda tangan RAPBD 2014

Akhirnya, RAPBD Disahkan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan PROBOLINGGO - Rancangan Angaran Pendapatan Daerah (RAPBD) tahun 2014 Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Kamis,(5/12), akhirnya disahkan. Meski sebelum pengesahan RAPBD tersebut mendapat saran dan kritik dari kalangan fraksi-fraksi terlontarkan. Rapat Paripurna penetapan, dihadiri oleh pihak eksekutif dan legislatif DPRD Kabupaten Probolinggo. Namun dalam penetapannya, fraksi-faksi di lembaga legislatif memberikan kritikan dan saran kepada eksekutif untuk bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dan lebih meingkatkan kuali-

tas pembangunan. Dalam sambutan perwakilan Fraksi Partai Golkar (FPG) menyarakan agar penanggulangan masyarakat miskin bisa dilakukan secara transparan dan pengawasan yang sistmatis, terutama pemberian bantuan sosial dan dana hibah. Sedangkan Fraksi Partai

Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP), mengugngkapkan penganggaran APBD 2014 terkait pendidikan dalam memberantas buta aksara, dinilai mengalami kemajuan, karena programnya diteruskan sampai paket C. Sementara dari Fraksi Partai Kebangkitan Nasional Ulama(FPKNU) menyarankan agar Kepala Kemenag dan Polres Probolinggo Kota dimasukkan menjadi anggota Forum Koordinasi Pemerintah Daerah. Selanjutnya, Fraksi Hatinurani Rakyat (Hanura) menyarankan agar pengawasannya benar-benar menyeluruh terhadap Dinas

Pendidikan dan Kesehatan. Karena dinilai anggaran terbesar terdapat pada dinas tersebut. Melihat hall itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Probolinggo Hadi Prayitno menyebutkan jumlah besaran RAPBD 2014 sebesar Rp 1,4 triliun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,27 miliar, dana perimbangan dari pemerintah pusat sebesar Rp 1,08 triliun, dan pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 250 Miliar. Sedangkan belanja daerah sebesar Rp 1,5 triliun, yang meliputi belanja tidak langsung sebesar Rp 916 miliar, belanja langsung sebesar Rp 612 Miliar.

Sehingga RAPBD 2014 mengalami defisit sekitar Rp 74 milyar yang akan ditutupi dengan pembiayaan daerah. Secara terpisah, Bupati Probolinggo, Hj Puput Tantriana Sari menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh jajaran eksekutf, meski banyak saran dan kritikan yang dilontarkan. Karena hal itu wajar yang merupakan dinamika proses demokrasi. “Mudah-mudahan dalam menjalankan tugas dan amanah yang akan datang, sekiranya ada kerjasama yang baik yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan,” harapnya.(fud)

NU SOROTI MUTASI PEJABAT

Ubah Kebijakan Perpanjangan Masa Pensiun PROBOLINGGO - Pemutasian pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkot Probolinggo yang digelar Rabu (4/12) kemarin, mendapat sorotan dari kalangan NU. Sekretaris NU Kota Probolinggo, Achmad Hudri menilai, mutasi pejabat memang sesuatu yang lumrah. Bahkan, mutasi tersebut sangat diperlukan di kalangan birokrasi. "Ada satu hal yang

menarik untuk kita kritisi dalam pemutasian itu," katanya kepada wartawan, Kamis (5/12). Satu hal tersebut, kata dia, mutasi itu hanya terkesan muter-muter di tempat. Tidak ada kesan regenerasi. "Yang dimutasi itu kan hanya itu-itu saja. Dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya," tandasnya. Padahal, imbuh Achmad

Hudri, sebuah regenerasi itu sangat penting. Sehingga perputaran jabatan itu tidak terkesan orang-orang lama saja yang muncul. "Saya kira itu bukan sebuah penyegaran. Karena yang muncul hanya orang-orang itu saja," timpal dia. Hudri mengatakan, meski ia menilai sebuah pemutasian itu sesuatu yang lumrah dilakukan, namun dirinya meminta

MUSIM HUJAN

Petani Garam Beralih Profesi PROBOLINGGO - Musim penghujan tahun ini, membuat petani garam di Kabupaten Probolinggo terpaksa harus beralih profesi. Pasalnya, di musim hujan mereka sudah tidak bisa memproduksi garam lagi. "Banyak petani garam sekarang beralih profesi menjadi petani tambak ikan," ujar Ketua Kelompok Tani Tambak Sidoagung, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Bambang Taufiq kepada wartawan, Kamis (5/12). Menurut dia, di musim penghujan ini banyak lahan milik petani yang tidak produksi. Daripada muspro, mereka terpaksa menjadikan lahan garamnya menjadi sebuah lahan tambak ikan. Bambang Taufiq menjelaskan, meski di musim penghujan ini petani tidak bisa memproduksi garam lagi, bukan berarti Kabupaten Probolinggo kekurangan stok garam. Bahkan, stok garam milik

petani masih cukup hingga awal April 2014 mendatang. "Persediaan stok garam milik petani kurang lebih 200 ribu ton," tandasnya.

Banyak petani garam sekarang beralih profesi menjadi petani tambak ikan,”

Bambang Taufiq

Ketua Kelompok Tani Tambak Tidak produksinya petani garam di Kabupaten Probolinggo, kata dia, membuat harga garam melesat tinggi di pasaran. Dari harga sebelumnya Rp.350 perkilo menjadi Rp,550 perkilo. "Sekarang harga garam naik. Faktornya karena memang petani sekarang sudah tidak

produksi lagi," ujar Bambang Taufiq yang juga anggota Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Kabupaten Probolinggo itu. Sebagai petani garam tulen, Bambang mengaku tidak putus asa meski sekarang musim penghujan. Ia mencari terobosan baru bagaimana agar petani tetap memproduksi garam pada musim penghujan. Yakni dengan membuat garam terpal. "Kalau garam kroso itu proses produksinya diatas tanah, sedangkan garam terpal produksinya diatas terpal," katanya. Dengan membuat garam terpal, proses produksi pembuatan garam lebih efesien. Bahkan, kualitas dan mutu garamnya juga lebih bagus daripada garam kroso. Sedangkan waktu proses pembuatannya hingga masa panen hanya membutuhkan selama 15 hari. Selain itu, harganya pun lebih mahal hingga mencapai Rp.500-600 perkilo.(ugi).

bupaten Probolinggo tidak ikut-ikutan. "Kasihan masyarakat. Orang mengadakan akad nikah itu sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Kalau petugas penghulunya melakukan aksi mogok kan kasihan kepada masyarakatnya," terang dia. Ia juga menambahkan bahwa biaya akad nikah untuk wilayah Kabupaten Probolinggo itu hanya sebesar Rp.30 ribu. Jika masyarakat hendak memberi lebih sebagai uang "sangu" kepada petugas penghulu, itu merupakan sebuah bentuk kewajaran. "Saya kira itu tidak masalah masyarakat memberikan hal yang lebih kepada petugas. Masak mau ditolak," katanya. Nah, pemberian yang lebih itulah kemudian dianggap gratifikasi. Sehingga kemudian menimbulkan aksi solidaritas penghulu se-Jatim. Namun dengan adanya aksi tersebut, Bustami berharap agar para petugas penghulu di Kabupaten Probolinggo tetap menjalankan aktifitasnya sebagai pelayan masyarakat.(ugi).

kepada Pemkot agar mengubah kebijakan perpanjangan masa pensiun pejabat. "Di lingkungan Pemkot itu banyak yang dilakukan perpanjangan masa pensiun," katanya. Dengan mengubah perpanjangan masa pensiun tersebut, pemerintah kota secara tidak langsung memberikan peluang bagi kaum muda untuk berprestasi. "Jika kebijakan itu tidak

diubah, maka peluang bagi yang muda sangat sempit. Karena posisi jabatan itu terus diisi oleh orang lama," tukas Hudri. Achmad Hudri menambahkan, ia berharap mutasi yang dilakukan oleh pemkot tidak berdasarkan nuansa kepentingan. Namun disesuaikan dengan kebutuhan sesuai dengan kemampuan masing-masing.(ugi).

GENUS ALLIUM

Harga Bawang Diprediksi Naik PROBOLINGGO- Meski resiko tinggi bagi petani bawang merah ketika tanam dimusim penghujan akan dihadapinya. Namun mereka tetap tergiur untuk tetap malakukan penanaman, karena diprediksi harga tanaman akan melambung tinggi. Wiji Hartono (45) salah satu petani bawang asal Desa Sumberagung Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, mengatakan dirinya tetap menanam bawang meski hujan turun terus menerus. Karena dia memperkirakan harga bawang akan melambung tinggi ketika sudah panen.“Saya yakin harga bawang akan mahal, ketika bulan 1 dan bulan 2 tahun 2014 mendatang. Banyak petani sudah jarang tanam lagi,” katanya, Kamis,(5/12). Ia mengaku tertarik tanam bawang merah, dikarenakan harga bibit bawang merah siap tanam. Saat ini harganya sudah mengalami penurunan sampai 50 persen dari harga semula. Kalau dua bulan kemarin, harga bibit bawang masih seharga Rp 60 ribu perkilogramnya. Sekarang harga bawang menjadi Rp 30 ribu perkilogramnya. Menurutnya, harga bawang merah saat ini sudah mulai ada kenaikan, yakni bawang

merah super sekarang berkisar harga Rp 20 ribu perkilogramnya.“Dibanding kemarin, harga bawang sudah mulai mahal lagi,” tandas Wiji Hartono. .Pemicu naiknya harga bawang merah, lanjut Wiji Hartono, disebabkan permintaan dari berbagai daerah sudah banyak kiriman bawang merah. Sedangkan stok bawang merah dipetani sudah mulai berkurang.” Secara otomatis harga bawang akan terus naik,” terang pria yang mengaku lulusan sarjana ini. Lain halnya, Lasmono (40) warga desa Pondok Wuluh Kecamatn Leces Kabupaten Probolinggo, dirinya memberanikan tanaman bawang ketika musim penghujan untuk mengejar harga mahal ketika sudah panen.“Biasanya kalau tanam musim hujan harganya mahal. Namun hasilnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan tanam bawang dimusim kemarau,”ucapnya. Sebenarnya resiko petani ketika musim hujan, kata dia, memang tinggi. Tetapi dirinya memberanikan diri untuk mengadu nasib.“Ya kalau rejekinya besar, maka untungnya akan berlipat-lipat dibandingkan dengan musim kemarau,” pungkas Lasmono. (fud)

CEGAH PROSTITUSI

Gencarkan Operasi Pekat PROBOLINGGO - Untuk mengurangi peredaran praktek prostitusi di Kabupaten Probolinggo, pihak satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), gencar melakukan operasi pekat dibeberapa daerah. Hasilnya meringkus 7 pekerja seks komersial dan 1 pria hidung belang. Sasaran operasi Satpol PP melakukan razia, berada di tiga lokasi yakni di daerah Kelampokan Kecamatan Besuk, Kecamatan Krejengan dan Kecamatan gading. Operasi dimulai sejak pukul 09.00 WIB. “Lokasi yang berhasil mendapatkan PSK hanya di daerah Kelampokan besuk sebanyak 7 PSK dan satu pria hidung belang. Sedangkan di daerah lainnya nihil,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Ahmad Aruman, Kamis (5/12). Ahmad Aruman mengatakan, operasi dibagi menjadi tiga tim yang secara serentak bergerak kelokasi. Ope-

rasi pekat rohani. Selain ini bertujuan untuk itu, para PSK mencegah yang terjarprostiing operasi tusi di Kaakan dilakukan tes kebupaten sehatan yang Probolinggo. Karena akan dilakuada larangkan oleh an yang Dinas Kesefud/koran madura sudah dia- PEMBINAAN. Para PSK yang terjaring hatan. “Detur dalam operasi di Dinas Sosial Kabupaten ngan upaya P e r a t u - Probolinggo untuk diberikan pencerahan. t e r s e b u t m , ran Daepara PSK dirah Nomor 05 tahun 2005 berikan pemahaman tentang tentang Pemberantasan larangan profesi yang digeProstitusi.”Kami akan mem- lutinya. Bahkan, pekerjaan pertahankan dan menegak- prostitusi itu bisa mengankan aturan tentang larangan cam kesehatan jiwanya,” tanprostitusi,” terangnya. das Ahmad Aruman. Menurutnya, ketujuh PSK Ketika ditanya tentang yang berhasil dirazia lang- langkah selanjutnya, Ahmad sung digelandang ke Dinas Aruman, mengaku akan meSosial untuk dilakukan pem- lakukan koordinasi dengan binaan oleh Majelis Ulama pihak Dinas Sosial, apakah Indonesia (MUI) Kabupaten PSK tersebut dikembalikan Probolinggo untuk memberi- ketempat asal atau akan kan pencerahan dan siraman dikirim ke panti rehabilitasi.

“Semua itu tergantung kebijakan dari pihak Dinsos, selaku dinas yang membidangi hal tersebut,”ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Mashuri Efendi memberikan pencerahaan kepada para PSK agar tidak melakukan kembali dan segera meninggalkan profesi tersebut.”Pekerjaan tersebut kurang baik dilakukan, apalagi itu dilarag oleh agama. Bahkan, bisa mengamcam kepada pribadinya jika terjangkit penyakit HIV Aids,” himbaunya kepada para PSK saat diberikan pembinaan di kantor Dinas Sosial. Secara terpisah, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo melakukan pengambilan sample darah kepada Para PSK yang terjaring operasi. Jika dari PSK tersebut dinyatakan positif HIV Aids maka akan dilakukan pengobatan.(fud)


BUDAYA

7

JUMAT 6 DESEMBER 2013 NO. 0255 | TAHUN II

Bibir Mungil Rena PUISI SUPANDI EL SAL SAL KAMIPUN ANAK NEGERI BAB XIV Pasal 34 Fakir miskin dan anak-anak terlantar Dipelihara oleh negara Jejak kaki di sepanjang trotoar Adalah kenyataan yang dibutakan Suara tangisan menjelma syair yang syahdu Air mata tersihir menjadi taman safari di jantung kota Penderitaan menjadi tiater nomer satu di jalanan Tetapi mereka disana tetap saja diam Seakan tak pernah ada beban yang disandang Mengapa........ mengapa mesti ada hukum Bila semua hanya sebatas karya Mengapa mesti ada opini pemeliharan Bila semua tak pernah dihiraukan Mengapa mesti ada bahasa kepedulian Bilasemua tetap ditelantarkan Kamipun anak negeri yang bercita-cita tinggi Melebihi mereka yang terlelap diatas empuknya kasur Bahkan ketingian langit adalah termumiter pengukurnya Sebab saat mereka tertawa kami menangis dalam doa Namun, hanya kebisuan yang setia mendengarnya. Kami adalah anak negeri yang tak pernah kebagian tawa Dan indahnya kemiwahan Kami tak ubahnya hamba yang dikutuk Mejalani hidup dengan kekeruhan dan cacian orangorang. Kadang tertawa karna anak-anak batu menyapa Daun,daun kering berteriak dengan kebisingan Bahkan anginpun telah enggan untuk jalan bersama Sebab dekil dan keringat yang anyir meracuninya Kami anak negeri yang terbuang dari keramaian Menjalani hidup tak ubahnya kocoak liar Dan lusuh pakaian kami menjadi warna akan tidak adilan Kami masih anak negeri Walau jiwa ini mempuisikan harapan yang tak mungkin tercapai Kami anak negeri yang setiap langkah terlontar doadoa Dengarlah rintihan kami. Setidaknya kami bisa tertawa seperti mereka yang hidup disana Sumenep, 28/10/2013

Benazir Nafilah* Setiap kenangan detik yang menyeret perih. Percakapan yang pucat karena malam padam. Menata rindu pada potongan peristiwa. Kemana dirimu? Kita mengambil cinta dan menyeduhnya pada secangkir luka.

A

khirnya sampai juga dirumah. Setelah aku balapan sepeda dengan Rudi yang mengayuh sepedanya dan melesat cepat di sebelah kananku. Maka dengan sigap aku berhasil menyalibnya kembali. Dengan nafas yang terengah-engah setelah mengendarai sepeda, aku letakkan sepedaku dekat sebuah mobil hitam di halaman rumah. Entah mobil siapa aku tak begitu peduli. Yang aku inginkan, segera buang air kecil ke kamar mandi. Aku sudah lama menahannya, sejak di ujung gang hingga ke taman lalu kembali ke ujung gang. Setelah itu, aku ingin minum dengan syrup merah dan duduk di depan televisi. Sudah jam 16.00, waktunya menonton film kartun faforitku. Aku lewat pintu samping dan langsung menuju kamar mandi. Suara ibu yang lembut masih ku dengar memanggil-manggil namaku berulang kali. “ Doni… Don…, sini nak, ada tante Ratna dan om Jonny”, suara ibu diantara deru langkahku. “ Ya bu, sebentar lagi. Doni mau ke kamar mandi dulu”, jawabku sambil berlari. Rasanya tak tahan lagi. Wuih… langkahku terhenti saat aku melihat dia, meski aku tak tau siapa dia. Wajahnya cukup cantik dan manis. Rasanya aku ingin mampir di wajahnya dan meminum segelas syrup di bibirnya yang merah untuk melepaskan dahaga yang melanda tenggorokanku. Tapi upsss… aku benar-benar tak tahan dan segera masuk ke kamar mandi. Ukh… leganya. Aku segera menemui ibu diruang tengah. Aku tak sadar langsung menanyakan siapa gerangan perempuan cantik berbibir mungil itu. Tawa ayah dan ibu benarbenar menyudutkanku. Apalagi tante Ratna dan om Jonny saling melirik dan meluncurkan tatapan yang aneh padaku, meski sesaat kemudian tawa mereka ledak melebihi tawa ayah dan ibu. Bodohnya aku, tentu saja itu

Rena. Ya, Rena ketika masih sekolah dasar dulu gemuk dan suka aku kerjain. Meledakkan balon di dekat telinganya yang membuatnya kaget, marah dan sesekali menangis. Sungguh perempuan itu Rena. Anak tante Ratna dan om Jonny yang bermetamorfosa. Bagaikan kepompong yang saat ini menjadi kupu cantik. Kini tanpa sengaja dia meledakkan balon di hatiku. Tubuhnya yang langsing benar-benar menyembunyikan lemak beberapa tahun lalu. Wajahnya yang putih serasa awan yang membuatku teduh. Apalagi setelah dia sholat dekat ruang tamu itu. Semakin berbinar. Perlahan dia melempar senyum padaku, lalu menghampiriku dan menjabat tanganku. Sejenak aku melupakan mandi. Juga film kartunku. Tapi ibu buru-buru menyuruhku mandi karena aku sudah mandi keringat. Baiklah, aku mandi setelah itu aku akan menemuinya kembali. Pikiranku terus melayang, aku malu jika mau menatapnya di depan semuanya. Tapi bibirnya yang menanam anggur merah itu telah membuatku mabuk. Alamak… betapa kagetnya aku, ketika dia sudah duduk di tempatku biasa nonton televisi. Tanpa pikir panjang aku langsung menghampirinya. “ Hai…”, kataku. Dengan senyum aku menyapanya. Namun dia tak bergeming, tak merespon keberadaanku. Maka sekali lagi aku mengulangi sapaanku. “ Hai………”, ucapku lagi, mem-

pertegas sapaanku yang tak digubrisnya. Dari saking tegasnya, dia kaget. Maka akupun tertawa. Seperti terlintas beberapa tahun lalu. Maka aku makin yakin, kalau dia benar-benar Rena. Meski dia tak menjawab sapaanku, aku tahu dari matanya kalau dia kaget dan memintaku untuk tidak mengulanginya, apalagi pipinya yang masih menampakkan jelas uraturatnya dari saking putihnya makin jelas saat dia melembungkan pipinya tanda tak suka. “ Maaf ya”, ucapku lirih. Dia pun mengangguk. Lalu aku duduk di sampingnya sembari melihat televisi yang ditontonnya. Namanya perempuan ya tetap saja perempuan. Maka aku ubah channel televisi tersebut. “ Mengapa diubah”, ucapnya lembut. “ Aku kan sedang menikmati acara televisinya”, tambahnya. Entahlah, mengapa tiba-tiba tanganku mengikuti saja permintaannya. Padahal, aku kurang begitu suka dengan acara-acara seperti itu. Menguras emosi dan air mata. Hufffttt… “ Aww……”, teriaknya di sebelahku mengagetkanku. Pisau di tangannya melukai jemarinya. Seperti melihat bendera Indonesia, tangannya yang putih berlumuran darah. Spontan aku mengecup jemarinya dan menikmati bulu matanya yang lentik, seakan-akan ombak dari matanya menggulung dadaku. Hahaha… Tapi ups… Tante Ratna dan Ibu tiba-tiba sudah ada di samping kami. Spontan aku lepaskan tangan-

nya, dan Rena kembali mangaduh kesakitan. Lalu aku pergi meninggalkannya. “Doni… bangun nak”, seperti ada ibu dalam mimpiku. Aih… bukan mimpi. Memang ibu, sembari menggedor pintu kamarku dan memanggilku berulang kali. “ Bangun Doni… jangan tidur terus”,ucap ibu. Aku semakin menyumbat telinga dengan bantal. Berisik. “ Sekarang kan hari minggu Bu…”, ucapku. “Doni, temani Rena lari pagi sanggah Ibu”, segera… kata Ibu. Kesempatan ini tak akan aku buang, segera aku sigap! Seperti pejuang yang akan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Kami lari pagi mengeliling taman, dari pada hanya terdiam lebih baik aku memulai pembicaran. Banyak hal yang aku tanyakan padanya. Aku selalu selingi percakapan dengan candaan. Aku tak mau dia merasa bosan. Termasuk menanyakan mengapa beberapa tahun lalu gemuk dan bisa… hmm… Hehe… Rasa-rasanya aku menyukai lari pagi, asal bersama dia. Hahaha Hari terakhir bersama dia. Aku tak ingin menyudahinya. Seminggu ini kami banyak menghabiskan waktu berdua. Dan jujur aku tak ingin menyentuh bibirnya yang mungil itu sebagai pertama dan terakhir. Sumenep, Agustus 2013 *) Penulis tinggal di Sumenep

SELAMAT SORE IBUNDA Sejak tadi pagi aku terkurung dalam kekalutan Bertanya-tanya tetang keberadaanmu disana Ibu........ Sajak ini bukanlah penuntasan akan kerinduanku padamu Melainkan sebuah pelampiasan yang tak tercapai Aku memperdebatkan tentang perantauan ini Sejak tiga tahun silam, sampai detik inipun Tak jua aku temukan peranku Ibu..... Bila kelak aku tetap seperti ini Janganlah kau acuhkan keberadaanku Lebih baik kau angkat tangan kekuasaanmu Seperti dulu saat aku mangkal akan perintahmu Bahkan aku merelakan nafas ini Asal terlelap dalam dekapanmu Ibu.... Aku ingin berlari sejauh mungkin Namun, jawahmu terus terbingkai dalam kelopak mataku Semakin kencang aku berlari Maka semakin jelas lukisan wajamu ibu.... Sumenep, 31/10/2013

SUPANDI EL SAL SAL lahir di Desa Jaddung Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. Menempuh studi di perguruan tinggi STKIP PGRI Sumenep. Aktif di berbagai organisasi; Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia STKIP PGRI Sumenep, LPM RETORIKA STKIP PGRI Sumenep, Sanggar Bintang Sembilan dan Sanggar 45 Arrahmah Jaddung.

A

Keluarga-Politik ala Pak Taufik dan Bu Mega Oleh: Ahmad Riyadi* Awal membaca buku karangan Rahmat Sahid, penulis agak terkejut karena yang menulis kata pengantar adalah seorang musisi Wali Band, yakni Apoy. Bahkan di paragraf kedua, Apoy merasa tidak terlalu mengenal secara dekat siapa Taufiq Kemas dan Megawati Soekarnoputri.

P

ertanyaan penulis muncul, mengapa bukan salah satu keluarga dari TK-Mega, atau politisi dari PDI Perjuangan? Keterkejutan penulis akhirnya terjawab saat melanjutkan membaca karya tersebut dari halaman ke halaman. Membaca buku ini, pembaca tidak perlu mengeluarkan energi besar untuk memahami apa makna sebenarnya yangingin disampaikan oleh Rahmat Sahid. Namun setidaknya kita tidak boleh lengah dan mengambil sisi hiburannya saja, melainkan juga memaknai arti keluarga dan politik yang itu sangat cocok digambarkan oleh TK-Mega dalam buku ini. Dua garis besar itu dijelaskan begitu menarik oleh Rahmad Sahid. Suatu keadaan yang berbeda antara TKMega ketika berada di rumah bersama keluarga dan keadaan ketika mereka sedang ngantor. Sebagai sosok ibu rumah tangga, Megawati menghormati suaminya atau kadang “ngomelngomel”, karena Pak Taufiq sangat susah dinasehati, terutama terkait makanan. Mengingat Pak Taufiq Kemas sakit keras dan tidak diijinkan untuk memakan makanan berkolestrol tinggi seperti udang dan kepiting. Romantisme keduanya meskipun menginjak usia setengah senja sangat

kuat. Terkadang Pak buntuan rapat. Dan Taufiq Kemas menyang paling brilian gajaknya nonton di adalah tercetusnya bioskop berduaan. sebuah gagasan Bahkan saat Empat Pilar sebagai berkumpul bersama penerapan hidup keluarga, sangat dalam bernegara. jarang keduanya Meskipun demikian memperbincangkan Pak Taufik tidak perpolitik. Meskipun nah memilah-milah keluarganya hamsiapa orang yang pir semua politisi, “datang” ke padanMegawati sebagai ya. Baginya tidak mantan Presiden ada sekat, meskipun RI, Puan Maharani berbeda partai atau Judul Buku ketua Fraksi PDI Perbahkan ideologi Pak Taufik & Bu Mega, juangan di DPR. Dan asalkan tujuannya Catatatan Ringan, Lucu Taufiq Kemas sendiri adalah mempersatudan Unik dari Keluarga Politik Penulis adalah ketua MPR RI. kan Bangsa IndoneRahmat Sahid Dalam halaman 135 sia. Penerbit dijelaskan, meski beBerbeda deExpose (PT Mizan Publika), Jakarta gitu, di rumah, Taungan Bu Mega yang Selatan fiq dan keluarganya cenderung pendiam, Cetakan tidak melulu bicara mungkin juga akhirAgustus 2013 soal politik. Selain akhir ini. Namun arti Tebal bermain dengan diam bagi Bu Mega xv+203 hlm ISBN cucu, Taufiq sering bukan tanpa me978-602-7829-13-8 juga jalan atau nonmikirkan sesuatu, ton film bersamaistmelainkan sebalikneri tercinta. ya. Inilah kemudian Namun berbeda ketika mereka be- mengapa Bu Mega seringkali disebut rada di luar kegiatan rumah. Pak Tau- sebagai pemimpin yang mempunyai fik yang terkenal agresif dan Bu Mega intuisi mendalam. Bu Mega sering yang terkenal “pendiam” semuanya menutup diri terhadap politisi-politisi memliki arti sendiri-sendiri. Banyak lainnya. Dengan wartawanpun dekalangan mengatakan bahwa Taufik mikian, beliau menganggap bahwa Kemas adalah sosok agresif. Ketika dia percuma ngobrol banyak di depan masih muda, beliau sudah menunjuk- wartawan, toh hasil di media akan sekan keagresifannya dengan sikap kri- lalu dijelek-jelekkan. tis di zaman Orde Baru melalui organTetapi ada yang perlu digaris isasi mahasiswa (GMNI). bawahi, tidak selamanya Bu Mega Saat menjabat sebagai ketua MPR menjadi pendiam. Terutama saat RI, Pak Taufik merupakan sosok yang mengisi acara-acara atau pembudisegani sebagai politisi senior yang kaan di Rapat PDI Perjuangan. Beliau pernah dimiliki Negeri ini. Ia sering- sering mengingatkan bahwa jangan kali menjadi jalan tengah di tengah ke- sampai masyarakat Indonesia terjajah

kembali oleh bangsa lain. Tambahnya, masyarakat hari ini sudah lebih gemar makan di Fried Cicken atau McDonald dari pada makan makanan tradisional seperti tiwul, ubi dan singkong. Kini kaum muda kian terjerembab pada budaya individualisme. Mereka cenderung meninggalkan budaya ketimuran. Padahal, suasana kebatinan masyarakat Indonesia adalah budaya ketimuran (hal, 78). Sebuah ungkapan mendalam dari seorang perempuan yang merasakan lamakelamaan semakin merosotnya penghormatan masyarakat terhadap budayanya sendiri. Namun bukan berati pula Megawanti anti Barat. Dan seringkali Megawati sebagai pimpinan partai mengingatkan kepada kader-kadernya jangan sampai terjerembab dalam kasus korupsi. Bahkan, Megawati menjelaskan tidak segan-segan mengusirnya apabila tercium melakukan korupsi. Di sisi lain, Megawati juga mengingatkan agar kader PDI Perjuangan di eksekutif dan legislatif jangan sampai melupakan rakyat. Sebagai perempuan, Bu Mega mengingatkan agar tidak merengek kepada suaminya, terutama isteri para pejabat. Karena bagi Bu Mega, keadaan tersebut adalah awal dari terjadinya korupsi di Indonesia. Buku ini layak dibaca bagi pembenci atau penggemar Megawati dan Taufiq Kemas. Di dalamnya terdapat spirit keluarga, politik dan nasionalisme yang dengan renyah dijelaskan. Bahkan, buku ini layak di baca di manapun, meskipun anda berada di dalam kamar mandi sekalipun. Selamat membaca! *) Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yokyakarta

Pemimpin Redaksi Abrari (Non Aktif), Wakil Pemimpin Redaksi Zeinul Ubbadi, Redaktur Ahli M. Husein, Redaktur Pelaksana Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari, Sekretaris Redaksi Benazir Nafilah, Admin Indriani Y.M, Tata Letak Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Desain Grafis Ach. Sunandar, Khoiril Anwar, Fotografer Mahardika Surya Abriyanto (Non Aktif), Website Hairil Anwar, Biro Sumenep M. Hayat (Kepala), Syamsuni, Junaidi, Biro Pamekasan G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Ali Syahroni Biro Sampang Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H, Junaidi, Biro Bangkalan Moh. Ridwan (Kepala), Doni Harianto, Biro Surabaya Endra Franata (Kepala), Hana Diman, Ari Armadianto, Joeli Hidayati, Dedy Bashori, Biro Probolinggo M. Hisbullah H (Kepala), Sugianto, Mahfud Hidayatullah, Biro Jakarta Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy Kontributor FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia), Manajer Pemasaran Moh. Rasul Accounting Ekskutif Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim (Pamekasan), G. A. Semeru (Surabaya) Penerbit PT. Koran Madura, Komisaris Rasul Djunaidi, Direktur Utama Abrari, Direktur Keuangan Fety Fathiyah, Alamat Redaksi Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, email koranmadura@ymail.com, opini.koranmadura@gmail.com, Telepon/Fax (0328) 6770024, No. Rekening BRI 009501000029560, NPWP 316503077608000 http:// www.koranmadura.com/ | Wartawan Koran Madura dibekali ID Card (kartu pengenal) dan tidak diperkenankan menerima imbalan berupa apapun dari narasumber


OL AHRAGA

88

JUMAT 6 DESEMBER 2013 NO. 0255 | TAHUN II

Martinez Bangga, Moyes Sedih

Paul Pogba Akan Raih Ballon d’Or TURIN - Direktur Juventus Beppe Marotta yakin Paul Pogba akan memenangkan Ballon d’Or suatu hari nanti nanti. Pemain 20 tahun baru saja mendapat penghargaan Golden Boy 2013 dari Tuttosport, sebagai pemain muda paling menjanjikan. “Saya bangga Pogba bagian dari Juventus. Ini adalah pernikahan di mana kami saling memilih,” kata Marotta dalam presentasi. Diamelanjutkan, “Sekarang kami tak hanya bisa mengatakan dia bintang menjanjikan, karena dia sudah menjadi juara. Keberanian salah satu karakter terbaiknya, meski usianya masih muda, saya juga ingin menggarisbawahi kecerdasan dan kerja kerasnya.” Pemain Tim Nasional Prancis itu sendiri mendeskripsikan 2013 sebagai tahun terbaiknya dan membidik sukses lebih besar di masa yang akan datang. Kerja kerasnya bersama I Bianconeri berbuah manis karena kini dia berhasil menembus tim senior Prancis dan jelang tutup tahun, mantan pemain Manchester United kilas balik apa yang telah dicapai dalam 12 bulan terakhir. “Saya memenangkan titel di musim pertama saya di sini dan melangkah ke perempat final Liga Champions. Saya memenangkan trofi Piala Dunia U-20 bersama Prancis dan dipromosikan oleh pelatih Didier Drogba ke tim utama. Ini benar-benar tahun emas saya dan semoga 2014 akan sama,” ucapnya. Dia meneruskan, “Saya ingin memenangkan semuanya dengan Juve, tapi Anda harus melihat lawan Anda, yang dapat lebih agresif dari sebelumnya. Bemimpi tidak dilarang, tapi jika saya rendah hati saya ingin memenangkan Scudetto ketiga beruntun untuk Juventus dan kedua berturut-turut untuk saya - itu objektif utama,” lanjut pemain 20 tahun.” Sedangkan Marotta menambahkan, “Di masa yang akan datang dia pasti mampu memenangkan Ballon d’Or dan saya harap kami dapat mencapai hal besar bersama-sama.” (Goal.com/aji)

Paul Pogba

JUMAT 6 DESEMBER 2013

MANCHESTER - Pelatih Everton Roberto Martinez sangat puas dengan hasil yang diraih anak-anak asuhnya atas Manchester United (MU) pada laga lanjutan Liga Utama Inggris di Old Trafford pada Kamis (5/12) dini hari WIB. Pada laga tersebut, Everton menang tipis 1-0 atas tuan rumah MU. Gol kemenangan tim tamu dicetak oleh Bryan Oviedo pada menit ke86. Sementara itu, pelatih MU David Moyes menyesal atas kekalahan anakanak asuhnya. “Kemenangan ini sungguh membanggakan. Sebab ini bukan melulu soal sebuah pertandingan sepakbola. Tetapi kami juga berhasil mengatasi tekanan mental. Selama bertahun-tahun kami tidak pernah berhasil saat datang ke tempat seperti ini (Old Trafford) dan tidak pernah mendapatkan tiga poin. Bisa bermain dengan arogansi yang kami tunjukkan sepanjang pertandingan, saya sungguh gembira dan bangga pada pemain dan penampilan mereka. Saya juga sangat puas dengan kerja keras mereka di lapangan,” kata mantan pelatih Wigan Athletic itu. Secara khusus Martinez memuji penampilan Oviedo, yang menusuk ke kotak penalti lawan dengan membelah dua bek MU untuk menyambut umpan menyusur tanah dari Romelu Lukaku dan melepas tembakan kaki kiri hingga merobek gawang MU yang dijaga David de Gea. “Itu memperlihatkan bahwa Bryan adalah seorang profesioonal. Dia mendapat salah satu pekerjaan terbesar agar menjadi salah satu bek kiri terbaik di dunia. Ketika mendapat peluang, Anda mendapat pembenaran dari apa yang dia kerjakan di balik layar. Bryan adalah seorang pemain profesional yang sulit dipercaya. Dia siap bermain untuk tim ini,” ucapnya. Dia melanjutkan, “Dua pertandingan sama sekali belum merefleksikan seluruh kemampuannya sebagai

seorang pemain dan sebagai pribadi, tetapi dia layak mendapatkan segalagalanya. Sementara pelatih MU David Moyes mengaku cukup terpukul karena timnya kalah dari Everton, sebuah tim yang dilatihnya hingga musim lalu. Meski kalah, Moyes masih yakin, mereka bisa mempertahankan gelar juara Liga Utama Inggris musim ini. Walaupun, dengan kekalahan ini jarak dengan Arsenal di puncak menjadi 12 poin. Kekalahan ini sekaligus menyempurnakan kegagalan Moyes yang tidak pernah menang di Old Trafford. Selama melatih Everton, Moyes selalu pulang dari Old Trafford dengan tangan hampa. Moyes sendiri mengakui, Everton yang ditinggalkannya musim panas 2013 lalu masih menjadi sebagai sebuah tim yang bagus. “Mereka tim yang bagus. Mereka memiliki pemain-pemain berkualitas,” ucapnya. Pada laga ini, Moyes diolok-olok oleh pendukung Everton. Bahkan, setelah kalah, pendukung Everton berteriak agar dia dipecat karena kekalahan tersebut. Tetapi dia tidak mempersoalkan itu. “Pendukung mereka mendukung timnya dengan bagus malam ini. Mereka datang ke sini untuk mendukung timnya dan mereka sudah lakukan itu,” papar pria Skotlandia itu. Ini adalah kekalahan keempat MU musim ini dan menempatkan MU di peringkat kesembilan klasemen sementara. “Liga ini masih panjang dan kami masih akan memainkan laga-laga penting dan harus memenangkan banyak pertandingan hingga akhir musim,” ujarnya lagi. (sky sports/espn/aji)

STATISTIK MAN. UNITED Gol Offside Pelanggaran Sepak Pojok Throw-in Dribble Tekel

0 1 12 7 19 8 17

Penguasaan Bola

82%

52%

Umpan Sukses

EVERTON Gol Offside Pelanggaran Sepak Pojok Throw-in Dribble Tekel

1 2 12 4 15 8 22

Penguasaan Bola

79%

48%

Umpan Sukses MAN OF THE MATCH

BRYAN OVIEDO - EVERTON

Usia No.

23 8 Posisi

BEK

Akurasi umpan Menang bola atas Sentuhan Pelanggaran Tembakan Jumlah gol Dribel Tekel

RAPOR BRYAN OVIEDO 2013 (Liga Primer Inggris) Penampilan (subs) Jumlah Gol Jumlah Asis Tembakan per Laga Umpan Sukses Menang bola atas Man of The Match

Piala Dunia 2014

LIGA PRIMER INGGRIS

Platini Protes, FIFA Hindari Prancis dari Grup Maut

Empat Tim Teratas Liga Inggris Jaga Jarak

COSTA DO SAUIPE - Presiden Federasi Sepakbola Eropa atau UEFA Michel Platini “walk out” dari rapat para petinggi federasi sepakbola dunia Rabu (4/12) di Brasil ketika Federasi Sepakbola Dunia atau FIFA menetapkan prosedur undian atau drawing yang memudahkan negaranya Prancis pada Piala Dunia 2014 mendatang. FIFA memutuskan Prancis tidak berada di pot dua, sehingga tidak bisa masuk di grup maut pada putaran final Piala Dunia tahun depan. Kepada wartawan dia menjelaskan bahwa dia minta untuk meninggalkan ruangan karena mendengar usulan yang datang dari FIFA itu sendiri. “Saya bilang, saya keluar ruangan. Tetapi mereka katakan, tidak, ada satu proposal dan semua orang akan menerimanya,” kata Platini. Menurut aturan, satu tim dari Eropa diputuskan melalui undian untuk ditempatkan di pot dua. Tim itu akan dengan sendirinya akan berada satu grup dengan salah satu tim unggulan dari Eropa atau Amerika Latin atau yang disebut tim maut. Dan, berdasarkan peringkat FIFA, dari sem-

bilan tim peserta Piala Dunia dari Eropa, Prancis menempati peringkat paling rendah, dan karena itu seharusnya masuk di pot dua. Selasa (3/12) lalu, FIFA sudah mengumumkan bahwa sembilan tim non unggulan dari Eropa akan diundi secara terbuka untuk memilih satu negara masuk ke pot dua sebelum diundi pada Jumat (6/12) besok. Kalau mengikuti ketentuan berdasarkan peringkat, maka undian terbuka itu seharusnya tidak dilakukan karena Prancis sebagai penguhuni peringkat terakhir dengan sendirinya masuk ke pot dua bersama Chile, Ekuador, Pantai Gading, Ghana, Aljazair, Nigeria, dan Kamerun. Dengan demikian Prancis sebenarnya berpeluang besar masuk dalam grup neraka. “Saya bukan satu-satunya orang Prancis di FIFA,” kata Platini yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden FIFA. Keputusan FIFA yang mengubah “pakem” itu mengagetkan para pejabat sepakbola di Belanda yang seharusnya sudah pasti masuk pot 4 bersama tujuh tim Eropa non unggulan lainnya. Tim-tim di pot 4 ini berpeluang berada satu grup dengan tim unggulan dan tim Amerika Latin. Federasi Sepakbola Belanda atau KNVB mengatakan bahwa pengacara mereka sudah memeriksa apakah keputusan FIFA itu bisa diterima atau tidak. Belanda pun mempertanyakan keputusan FIFA tersebut. “Berdasarkan aturan turnamen, dalam kasus ini, penyelenggara bisa saja mengambil keputusan seperti ini dan kita tidak bisa mengubahnya,” kata Direktur Sepakbola Profesional KNVB Bert van Oostveen. Hanya saja, dia berharap supaya FIFA konsisten pada peringkat bulanan yang mereka buat sendiri. Sebab penentuan tim unggulan dan laga play off juga dilakukan berdasarkan peringkat FIFA pada Oktober 2013. Berdasarkan peringkat itu, Prancis tidak masuk dalam tim unggulan. “Pertanyaan saya, lalu apa arti peringkat yang ditetapkan FIFA dalam keputusan seperti ini? Logikanya, tim dengan peringkat terbawah harus masuk pot dua, dan itu adalah Prancis,” kata Ooostveen. Delapan tahun lalu, Serbia dan Montenegro adalah peserta Piala Dunia dengan peringkat terendah dari Eropa dan dia ditempatkan di pot terpisah. Akibatnya dia berada di grup maut karena harus berhadapan dengan Argentina, Belanda dan Pantai Gading. Serbia dan Montenegro pun kalah dalam semua laga. (aji)

LONDON - Arsenal masih kokoh di puncak klasemen sementara Liga Utama Inggris setelah membungkam perlawanan Hull City dengan dua gol tanpa balas dalam pertandingan di Emirates, Kamis (5/12) dini hari WIB. “The Gunners” ditempel ketat oleh Chelsea yang pada pertandingan lain menang 4-3 atas tuan rumah Sunderland. Sedangkan tempat ketiga dan keempat dan dihuni oleh Manchester City dan Liverpool yang juga memetik kemenangan pada laga dini hari kemarin.

mereka harus puas pulang dari London Utara dengan tangan hampa. Sementara di Stadium Of Light, “The Blues” Chelsea mampu mengatasi perlawanan ketat tuan rumah Sunderland. Anak-anak asuh Gustavo Poyet ini mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Kerja sama para pemain depan tim ini cukup menyulitkan Chelsea. Hasilnya, pada menit ke-14, tim berjulukkan “The Cats” itu mampu unggul terlebih dahulu berkat gol Jozy Altidore yang berhasil

Dua gol Arsenal ke gawang Hul City dicetak oleh Nicklas Bendtner melalui sundulan kepala pada menit ke-2 menyambut umpan silang dari sisi kanan. Kedudukan 1-0 ini bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, ketika pertandingan baru berjalan dua menit, Mesut Oezil yang dibeli dari Real Madrid pada musim panas lalu mencetak gol kedua memanfaatkan umpan menyusur tanah Aaron Ramsey di dalam kotak penalti. Kedudukan 2-0 ini bertahan hingga akhir pertandingan. Hull City sendiri bukan tidak memiliki peluang pada laga ini. Pada menit ke-31 Hull mendapatkan kans setelah keluar dari tekanan. Adalah Danny Graham yang membuat gebrakan itu. Tapi usahanya mampu dimentahkan Wojciech Szczesny. Demikian juga kans yang didapatkan Tom Huddlestone di menit akhir paruh pertama. Usaha dia masih bisa diblok. Tetapi

mengoptimal bola liar hasil tendangan bebas di mulut gawang. Tapi tiga menit berikutnya “The Blues” langsung responsif menyamakan kedudukan. Tandukan Lampard, meneruskan bola umpan silang dari Eden Hazard merobek gawang tuan rumah. Andrea Dossena mencoba melakukan tendangan spekulatif pada menit ke-31 untuk kembali unggul, tapi bola tendangannya masih melayang tinggi di atas mistar Petr Cech. Justru Chelsea yang sukses membalikkan keadaan saat laga memasuki menit ke-36. Giringan bola dari Eden Hazard diakhiri sebuah tendangan terukur dan membawa timnya unggul 2-1. Sebelum turun minum, Lampard melayangkan umpan lambung kepada Torres yang bisa saja berbuah manis andai si striker berlari lebih cepat dari kiper Mannone, yang sukses menangkap bola. Memasuki menit ke-50, Sunderland

84% 100 74 4 2 1 2 5

84% 100 74 4 2 1 2

berhasil menyeimbangkan kedudukan melalui tembakan John O’Shea, yang menyempurnakan sepak pojok. Di menit ke-57 Sunderland diteror serangan dari Hazard dan Torres. Bergantian, pertama sepakan Hazard dimentahkan Mannone, lalu bola liar yang dihujam Torres malah melambung tinggi. Chelsea kembali terdepan saat menjebol gawang tuan rumah di menit ke-62. Kerja sama antara Hazard dan Lampard diakhir dengan sentuhan manis Hazar yang sukses menempatkan bola masuk ke jala lawan. Upaya lain Demba Ba untuk menambah gol pada menit ke-71 belum membuahkan hasil karena sepakannya masih melebar. Beruntung, pasukan Jose Mourinho bisa menjauh lagi di menit ke-85 akibat gol bunuh diri Phil Bardsley. Tusukan Ba di sektor kanan diakhiri dengan mengirim umpang silang ke mulut gawang. Salah mengantisipasi, bola yang hendak disapu Bardsley malah masuk ke gawang sendiri. Tapi Bardsley membayar kebodohannya tersebut dengan memperkecil kembali ketinggalan menjadi 4-3 setelah dia melanjutkan umpan dari tendangan penjuru. Peluit panjang ditiup, Chelsea mempertahankan keunggulan 4-3. Sedangkan Liverpool menyikat tamunya Norwich City dengan skor telak 5-1 di Anfield. Empat dari lima gol The Reds diciptakan pemain terbaik mereka Luis Suarez. Sedangkan satu gol lainnya dibuat Raheem Sterling juga memanfaatkan umpan Suarez. Kesuksesan mencetak empat gol ini membuat dia dipuji setinggi langit oleh pelatih Brendan Rodgers. Di laga lain, Manchester City menang atas 3-2 atas tuan rumah West Bromwich Albion. Tiga gol City dicetak oleh Sergio Aguero dan dua gol dari Yaya Toure. Sedangkan dua gol West Bromwich lahir dari kaki Costel Pantilimon (gol bunuh diri) dan Victor Anichebe. (espn/aji)

LIVEONTV Jumat, 6 Desember 2013 PERSAHABATAN PERSIB vs DC United 18:30 WIB di SCTV

Sabtu, 7 Desember 2013 LIGA PRIMER INGGRIS STOKE CITY vs CHELSEA

22:00 WIB di Bein Sport 1/ Indosiar

Jumat, 6 Desember 2013 ARSENAL vs EVERTON 23:00 WIB di Bein Sport 3 / SCTV Jadwal tayang sewaktu-waktu bisa berubah.


Taneyan Lanjang JUMAT 6 DESEMBER 2013 NO.0255 | TAHUN II

JUMAT

6 DESEMBER 2013

1 9

PENYADAPAN

SBY Belum Surati

Tony Abbott

PAMEKASAN - Juru Bicara Kepresidenan RI, Julian Aldrin Pasha mengatakan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono belum berencana membalas surat Perdana Menteri Australia, Tony Abbott soal pengakuan atas aksi penyadapan Australia terhadap Indonesia. Julian mengatakan saat ini Presiden SBY sedang mengkaji seluruh bentuk kerjasama kedua negara dan belum berpikir untuk membalas surat Abott. "Saya belum melihat ada rencana untuk menjawab (surat tersebut)," kata Julian, di Pamekasan, Kamis (5/12). Saat ini, kata dia, pemerintah sedang mengevaluasi beberapa kerjasama dengan Australia, diantaranya kerjasama keamanan dan intelijen. Apabila ada perkembangan yang baik, maka kerjasama itu akan dipulihkan. Balasan surat SBY sebagai jawaban atas surat Abbott sangat ditunggu oleh pemerintah negeri Kanguru tersebut. Parlemen Australia merasa cemas, karena surat Perdana Menteri mereka belum juga dibalas. (mg/rah)

OLAHRAGA humas protok pemkab sumenep

LIHAT HASIL PRODUKSI GARAM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi Desa Karang Anyar Kecamatan Kalianget untuk bertemu dengan petani garam dan melihat hasil produksi, Kamis (5/12).

Presiden Upayakan Harga Garam Naik Bupati: Ini Atensi Langsung dari Presiden SUMENEP - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji akan mengupayakan harga garam rakyat di Kabupaten Sumenep sesuai dengan kebutuhan petani. Hal tersebut disampaikan saat mengunjungi daerah penghasil garam di Desa Karang Anyar Kecamatan Kalianget, Kamis (5/12).

Hadirotul Qudsiyah

Kutu Buku

Mahasiswi

Iya, kutu buku, istilah yang tak asing, pasti yang ada di benak kita adalah seseorang berkacamata tebal, berpenampilan culun, atau hobi “bersemedi” di perpustakaan atau toko buku, serta hari-harinya berkutat dengan buku. Bahkan tak jarang, kutu buku sering dicap sebagai orang yang kurang pergaulan karena temannya hanyalah buku. Kutu buku sering dianggap tidak mampu bergaul dengan orang-orang di sekitarnya. Iya, label kutu buku pantas kiranya ada dalam diri Hadirotul Qudsiyah, perempuan kelahiran Sumenep, 4 April 1994. Perempuan semester V di Instik Annuqayah tersebut benar-benar telah menjadi perempuan fantastis, sebab sejak dirinya baru masuk di ke Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk, ia tak punya kemampuan sedikitpun, bahkan hendak berbicara pun ia tak bisa, seolah kekurangan kosa kata. Namun, teman-teman sepondok dan sekampusnya tak percaya dengan sosok Qud, panggilan akrabnya, perempuan bodoh yang tak bisa berbicara itu, kini benar-benar mampu membuat decak kagum orang-orang di sekelilingnya. Selain perempuan Asli Candi, Dungkek tersebut jago berwacana, ia juga jago dalam menulis dan berdebat. Tulisannya pernah dimuat diberbai media, baik buletin, majalah hingga tabloid. Termasuk juga pernah melanglang buana di beberapa even lomba menulis. Tidak hanya itu, ia juga jago berdebat. Sejak masih duduk di bangku sekolah, ia jadi langganan lomba debat di Annuqayah, bahkan perempuan berkacamata minus itu pernah juara lomba debat se-Madura. Kini, aktifitas kesehariannya selalu diisi dengan membaca, ia selalu melakukan pengembaraan intelektual lewat buku, sebab bagi Qud, ia bisa berbicara sistematis karena membaca buku. “Sebab, orang cerdas itu bukan kun fayakun, tetapi melalui proses yang matang, saya hanya termotivasi oleh mendiang Gus Dur, sosok guru bangsa yang fantastis, ia cerdas dab berwawasan luas karena ia menjadi kutu buku. Saya ingin seperti dia,” ucapnya. Di Pondok Annuqayah, dimana ia menimba ilmu, sehari-harinya memang diisi dengan buku. Bahkan di perpustakaan di Pondoknya seolah sudah hampir selesai dilahap semuanya. Sungguh, benar-benar ada semangat Kartini dalam dirinya. (sym)

Pantuan Koran Madura, pada hari kedua kunjungan kenegaraan Presiden SBY di Madura, menyambangi petani garam di Desa Karang Anyar, Kalianget. Ia bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan dan sejumlah menteri mendatangi petani garam. SBY sempat berdialog langsung dengan petani garam sekaligus melihat hasil produksi garam. Dalam dialognya, warga mengeluhkan harga garam tahun ini yang anjlok, bahkan harganya di bawah HET. Padahal, menurut petani, produksi melimpah, namun garam rakyat banyak yang tidak terserap. Menanggapi hal itu, Presiden berjanji akan mengupayakan harga garam ke depan sesuai dengan harapan rakyat. Pihaknya bersama menteri BUMN dan menteri kelautan akan mengoptimalkan persoalan garam tersebut guna menupang pendapatan petani garam. “Insya Allah, saya akan mengoptimalkan persoalan garam. Dan akan segera kami musyawarahkan dengan para menteri,” ucapnya. Namun, harga garam tetap akan

Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI

mengikuti kondisi pasar. “Karena dalam hukum ekonomi barang banyak otomatis harganyapun menurun,” imbuhnya. Sementara Bupati A. Busyro Karim menjelaskan, persoalan garam memang menjadi atensi SBY. “Jadi, soal garam ini memang menjadi atensi langsung dari Pak SBY,

sehingga selama dua hari kunjungannya di Sumenep, pada hari Kamisnya suruh diantarkan untuk menemui para petani. Bahkan, ia sempat menyatakan bahwa soal garam memang perlu penanganan khusus,” ucap Bupati saat memberikan keterangan pers. Lebih lanjut Busyro mengatakan, usai bertemu dan berdialog dengan para petani garam, SBY langsung memanggil Menteri BUMN dan Menteri Perdagangan untuk dicarikan solusi. “Karena tadi Presiden bilang ketika produksinya melimpah, maka jelas akan mengurasi masalah harga, termasuk sempat ada masukan dari masyarakat ke SBY agar pemerintah mengurasi impor, dan suara mereka sudah didengar langsung oleh Presiden,” jelas Bupati. Secara terpisah, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sumenep, Sukarnaidi, meminta harga garam benarbenar dioptimalisasi. Sebab, selama ini Komisi B seolah tidak didengar oleh PT Garam ketika mereka membeli garam rakyat di bawah HET. “Jika memang benar Pak SBY hendak mengupayakan garam rakyat sesuai HET, maka kami harap itu benar-benar terealisasi, sebab itu akan menjadi kabar baik bagi para petani. Sebab, selama ini, petani garam sudah cukup menderita akibat harga garamnya dibeli murah, ” ujarnya. (sym/mk)

Jumlah Cabor Perlu Ditambah SAMPANG - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sampang berharap pemerintah bisa membuka cabang olahraga (cabor) penembak. Pasalnya, di Kota Bahari banyak anggota penembak. Sehingga apabila itu terbentuk, jumlah cabor sebanyak 18 cabor. Ketua KONI Kabupten Sampang Sarifuddin mengatakan, jumlah penembak yang tidak terkoordinir sangat banyak. Dia mengaku bergreget untuk membuka cabor penembak tersebut. Sehingga, nantinya apabila terbentuk cabor maka olahraga tersebut akan masuk dalam keanggotaan KONI. Namun, dia berharap dalam pembentukan kepengurusan tersebut tidak asal-asalan. Karena untuk membuka cabor tersebut tidak hanya namanya saja yang muncul. Dan ini perlu kepengurusan yang kompeten. Apabila cabor ini terbentuk, maka jumlah cabor di Kabupaten Sampang akan berjumlah sebanyak 18 cabor, karena tahun sebelumnya hanya berjumlah 17 cabor. Menurutnya, untuk membuka cabor itu sangat mudah dan bisa dilakukan dengan waktu cepat. Akan tetapi, dari pembukaan cabor itu harus bisa menghasilkan atlet yang betul-betul mampu dalam bidang menembak. Dalam waktu dekat, dia akan melirik olahraga mana yang layak untuk dibentuk cabor, karena di Kabupaten Sampang yang masih belum terbentuk yaitu olahraga menembak dan olahraga bersepeda. “Di masing-masing cabor bukan berarti tidak mengalami kesulitan seperti cabor renang saja melihat pelatihnya gigih. Akan tetapi minat atlet renang itu kurang apalagi untuk pemuda, sehingga tidak semua dapat dimunculkan dan ini perlu sama-sama mendukung antara pelatih dengan atlet itu sendiri” ujarnya kepada Koran Madura. Cabor-cabor yang ada di Kabupaten Sampang, lanjutnya, sudah banyak meraih prestasi, sehingga sangat layak apabila Kabupaten Sampang terus mengembangkan bidang olahraga termasuk olahraga menembak dan olahraga bersepeda untuk membentuk cabor. (jun/lum)

BENDERA PARTAI SAMBUT PRESIDEN

Panwas Dinilai Menganakemaskan Partai Demokrat BANGKALAN - Maraknya atribut Partai Demokrat di sejumlah tempat di wilayah Bangkalan membuat sejumlah kalangan mempertanyakan ketegasan panitia pengawas pemilu (Panwaslu) setempat. Sebab beberapa waktu lalu sejumlah atribut ditertibkan akibat melanggar aturan. Namun, keberadaan atribut partai berlambang mercy tersebut terkesan dibiarkan saja. Sehingga sejumlah kalangan menilai Panwas tebang pilih dalam penertiban atribut partai. "Ada apa dengan Panwaslu kok bendera yang bertebaran milik Partai Demokrat dibiarkan saja, padahal sesuai dengan aturan yang berlaku seharusnya ditertibkan," kata Ketua DPC PDIP Bangkalan, H. Fatkhurrahaman. Pria berkumis tebal ini sangat menyayangkan sikap dari Panwas setempat yang cenderung tebang pilih. Apalagi pemasangan atribut Partai Demokrat terlalu berlebihan dan merusak tatanan keindahan wilayah kota Bangkalan. Bahkan, juga ditempelkan pada tiang listrik. Dalam PKPU no 15 tahun 2013 hal itu jelas-jelas dilarang

doni heriyanto/koran madura

TIDAK DITERTIBKAN. Tampak atribut Partai Demokrat yang terpasang di sepanjang jalan protokol. Keberadaannya disayangkan sejumlah kalangan karena tidak ditertibkan. dan wajib diturunkan. "Mana ketegasan dari Panwas, seharusnya itu diturunkan seperti saat menertibakan sejumlah alat peraga maupun atribut yang dinilai melanggar ketentuan yang belaku," sesalnya. Menurutnya, ketidaktegasan Panwas dapat berdampak pada timbulnya kecemburuan sosial di kalangan partaipartai peserta pemilu 2014 mendatang.

Jangan hanya karena kedatangan ketua umum Partai Demokrat lantas mengenyampingkan peraturan yang telah menjadi kesepakatan bersama. Sebagai lembaga pengawas, seharusnya tidak memandang karena partai penguasa. Hal senada juga diungkapkan Ketua DPC Partai Hanura, H. Umar Farouq. Ia sangat menyesalkan adanya pembiaran terhadap atribut-atribut partai

Demokrat. Terlebih, semua partai telah menyepakati untuk mematuhi PKPU Nomor 15 Tahun 2013. Sementara itu, Ketua Panwas Bangkalan, Fajar Harianto menyatakan pihaknya sama sekali tidak tebang pilih dalam penertiban atribut partai yang melanggar aturan. Namun, hanya saja saat ini Partai Demokrat sedang memiliki acara penyambutan kedatangan presiden RI yang notabene sebagai ketua umum partai tersebut. "Kami tidak tebang pilih. Kami hanya memaklumi karena memang ada acara. Jika sudah selesai, atribut itu harus diturunkan. Apabila tidak, maka kami akan bertindak tegas," ujarnya. Fajar pun tidak menampik jika pemasangan atribut Partai Demokrat banyak dipasang di tempat-tempat terlarang. Akan tetapi, pihaknya masih mentoleransi hingga serangkaian acara usai digelar. Ia pun juga memberikan toleransi bagi partai-partai lain yang memang memiliki acara yang mengharuskan untuk memasang atribut sebagai bentuk penghormatan bagi tokoh-tokoh partai.(dn/rah)


10

SURAMADU

JUMAT 6 DESEMBER 2013 NO. 0255 | TAHUN II

ant/eric ureng

TERBANG FORMASI CASA 212. Empat pesawat udara CASA 212 milik Skuadron Udara 600 Wing Udara-1 Puspenerbal, melakukan flypass (terbang formasi), saat peringatan HUT Armada 2013 di atas perairan Surabaya, Kamis (5/12). Peringatan HUT Armada 2013 yang dilaksanakan di Komando Armada RI Wilayah Timur (Koarmatim) Ujung Surabaya, dengan inspektur upacara KSAL, Laksamana TNI Marsetyo, tersebut, dimeriahkan berbagai atraksi yang melibatkan alutsista laut milik TNI AL.

Gerakan Kampus Bebas Plastik SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya menandai program "Gugur Gunung" ke-6 atau G2.6 dengan mencanangkan "Kampus Bebas Plastik" melalui gerakan 10.000 "tumbler" (wadah minuman pengganti plastik). "Gugur gunung merupakan kegiatan bersih-bersih lingkungan yang wajib bagi mahasiswa baru. Biasanya ada gerakan tanam pohon, tapi tahun ini kami tambah dengan gerakan 10.000 tumbler," kata Ketua Pelaksana G2.6 Detak Yan Pratama ST MSc di Surabaya, Kamis. Didampingi Kepala Badan Koordinasi, Pengendalian dan Komunikasi Program ITS Dr.Eng Ir Ahmad Rusdiansyah M.Eng CSCP, ia menjelaskan gerakan 10.000 tumbler itu bertujuan untuk mengurangi penggunaan botol air mineral di ITS. "Dengan tumbler, mahasiswa tinggal mengisi airnya seperti air isi ulang. Nanti, kami akan menjalin kerja sama dengan industri untuk pengadaan dispenser guna isi ulang air di kantin atau beberapa jurusan," katanya. Dengan cara itu, katanya, akan mengurangi limbah botol plastik di kampus teknologi itu. "Cuma keterbatasan jumlah tumbler, maka 10.000 tumbler itu akan

kami prioritaskan mahasiswa yang ke kampus pakai sepeda motor atau mahasiswa yang memiliki kepedulian pada eco campus," katanya. Detak yang juga dosen Jurusan Teknik Fisika ITS itu mengatakan gerakan "kampus bebas plastik" atau gerakan 10.000 tumbler itu akan dicanangkan bersamaan kegiatan penanaman pohon dalam G2.6 pada 7 Desember. "Insya-Allah, pencanangan dihadiri Mendikbud Mohammad Nuh, Menteri KLH Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan 4.800 mahasiswa baru," katanya. Untuk penanaman pohon ada 1.100 bibit pohon, di antaranya pule, mahoni, sukun, jambu air, matoa, dan sebagainya yang merupakan sumbangan PT Pertamina, Semen Indonesia, Bank Mandiri, Bank BNI, dan IKA ITS. Selain itu, GG2.6 juga dimeriahkan dengan lomba "creative urban farming" yang diikuti oleh semua Himpunan

Mahasiswa Jurusan di ITS. "Urban farming adalah suatu kegiatan pertanian di dalam perkotaan yang selama ini juga telah dilaksanakan ITS di bawah koordinasi Badan Koordinasi Pengendalian dan Komunikasi Program (BKPKP)," katanya. Senada dengan itu, Kepala BKPKP ITS Dr.Eng Ir Ahmad Rusdiansyah M.Eng CSCP menjelaskan program ITS Urban Farming di dalam kampus ITS menanam berbagai jenis sayur secara organik (tanpa melibatkan unsur bahan kimia) di atas area kampus seluas 300 meter persegi. "Hasil panen sayur-sayuran organik itu diberi nama SayOr ITS (Sayuran Organik ITS) dan didukung pemerintah Selandia Baru. SayOr yang telah dipanen antara lain bayam merah, bayam hijau, kangkung, baby timun, terong, pare, buncis, dan gambas," katanya. Sayur-sayuran ini dipanen setelah ditanam selama 21-30 hari secara bergantian dalam empat "green house" seluas 7x14 meter di sebelah Jurusan Teknik Material dan Metalurgi. "Green house" didesain portable, sehingga suatu saat akan bisa dipindahkan ke lahan lain jika nanti didirikan bangunan di lahan itu. (ant/mk)

PAMERAN

75 Sketsa Jurnalistik YSH Dipamerkan SURABAYA - Sebanyak 75 karya sketsa jurnalistik pilihan 1982-2013 dari pelukis sketsa yang juga wartawan budaya Yusuf Susilo Hartono (YSH) dipamerkan di Emmitan Gallery, Jalan Wali Kota Mustajab, Surabaya, 5-11 Desember 2013. "Ini cara saya bersyukur atas 2.000-an karya selama 31 tahun (1982-2013)," kata YSH di sela-sela pembukaan pameran tunggalnya bertajuk 'Menangkap Momen, Memaknai Esensi' (Moment and Essence) di Surabaya, Kamis (5/12) malam. Menurut pelukis sketsa kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur, 18 Maret 1958 itu, karya-karyanya sering diperbincangkan orang karena sketsa

yang dihasilkan selalu mengandung unsur jurnalistik di dalamnya. "Ada sketsa yang saya hasilkan dalam beberapa menit, tapi ada pula yang hanya dalam hitungan detik. Temanya sama yakni kehidupan, mulai dari kehidupan saya, kehidupan lingkungan sekitar, kehidupan bangsa ini, kehidupan di negeri ini, hingga di luar negeri," katanya. Tema itu ditangkap dari apa yang disaksikan, lalu dituangkan dalam bentuk sketsa. "Misalnya, puluhan sketsa tentang Peristiwa Reformasi 1998 dan lengsernya Soeharto itu saya buat di atas Gedung DPR/MPR di Senayan. Saya menangkap apa yang ada, lalu memaknainya dalam sketsa,"

katanya. Dalam acara pembukaan pameran itu dihadiri puluhan mahasiswa, seniman, kolektor seni, kritikus dan keluarga serta teman-teman YSH. YSH juga meluncurkan buku setebal 300 halaman yang berisi 200 lebih reproduksi karyanya, biografi, dan komentar seniman dan kritikus. Para penikmat karya seni sketsa pun bisa menikmati karya YSH yang ditata dalam beberapa ruang berdasarkan masa tertentu, yakni aku dan keluarga, kultur dan tokoh, reformasi, pertunjukan dari dalam dan luar negeri, serta kunjungan ke luar negeri. Misalnya, sketsa tentang orang Papua kampanye PDIP, pemulung, Pasar Sukowati

Bali, pengungsi banjir, Masjid Banten, topeng Malangan, Abdi Keraton Yogyakarta, reformasi dalam aksi-aksi unjuk rasa di Gedung MPR/DPR dan beberapa titik, kafe Harajuku Jepang, Tembok China, Jembatan Merah, Teater di Prancis, dan sebagainya. Sketsa karyanya terlahir dari beragam eksplorasi teknik dan medium, mulai dari tinta China, pensil, krayon, konte, ballpoint, akrilik, hingga kopi. Kopi yang menjadi medium lukisannya ini bisa disaksikan pada karyanya berjudul "Gallery of Kisses". Meski berusia 11 tahun, warna kopi yang bertebaran di berbagai sudut lukisan berukuran 140x60 cm itu hingga kini masih lengket. (ant/mk)

HINDARI UNTUK KEPENTINGAN PILITIK

Anggota DPRD Kembalikan Mobil Dinas SURABAYA - Anggota Komisi A Dewam Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surabaya dari Fraksi Partai Golkar Adies Kadir mengembalikan mobil dinas yang selama ini dipakai untuk operasinal kinerjanya kepada sekretariat dewan setempat, Kamis (5/12). "Saya mengucapkan terima kasih atas peminjaman mobil dinas selama lebih dari tiga tahun menjadi anggota dewan dan mulai saat ini mobil dinas saya kembalikan dalam kondisi utuh dengan

pertimbangan merasa lebih nyaman dan aman memakai mobil pribadi," kata Adies usai menyerahkan mobil dinas di DPRD Surabaya. Menurut dia, pihaknya menemui Kasubag Rumah Tangga Sekretariat DPRD Surabaya Listjowati untuk menyerahkan secara resmi jatah mobil dinas pelat merah dengan nopol L-1790-NP yang dipakainya lebih dari tiga tahun sebagai anggota DPRD Surabaya. Adies mengatakan bahwa dirinya ingin menjadi calon

Saya mengucapkan terima kasih atas peminjaman mobil dinas selama lebih dari tiga tahun menjadi anggota dewan dan mulai saat ini mobil dinas saya kembalikan dalam kondisi utuh...,�

anggota legislator (caleg) DPR RI dapil 1 Surabaya-Sidoarjo yang tertib aturan sehingga tidak ingin terjebak oleh aturan pemakaian mobil dinas jelang kampanyenya. Ia mengatakan jika sewaktu-waktu harus menghadiri undangan untuk kepentingan kampanye pada saat di kantor dewan, maka ia bisa langsung berangkat memakai mobil pribadi. "Tetapi jika memakai mobil dinas saya akan terkena aturan soal pelarangannya," ujarnya. (ant/mk)

KUNJUNGAN PRESIDEN

SBY Berdialog dengan Petani Jagung

ant/saiful bahri

PRESIDEN PANEN JAGUNG. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama warga memanen jagung di Desa Montok, Larangan, Pamekasan, Jatim, Kamis (5/12). Pemerintah menggalakkan penanaman jagung bibit unggul guna menekan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

PAMEKASAN - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono berdialog dengan para petani jagung di Desa Montok, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis siang (5/12). Presiden dialog dilaksanakan seusai panen yang dilaksanakan di tempat tersebut. Sejumlah menteri juga turut memanen jagung. Diantaranya Menteri Pertanian Suswono, Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi. Dalam dialog tersebut, perwakilan petani jagung mengharapkan pembangunan infrastruktur terutama pengairan, pengurangan impor jagung dan stabilitas harga. Presiden dalam kesempatan itu mengatakan, pemerintah selalu berupaya untuk memperbaiki infrastruktur pengairan. Begitu pula guna membuat harga jagung dpat stabil dan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani.

Presiden menambahkan, terkait impor jagung, hal ini karena mekanisme dalam perekonomian, bilamana kekurangan produksi maka untuk memnuhi kebutuhan rakyat diperlukan membeli impor. Namun sebaliknya, bila produksi berlebih, maka Indonesia dapat menjual barang ke luar negeri atau ekspor. "Di negara mana pun, barang kita lebih kita jual, baranag kita kurang kita beli, itu lazim," katanaya. Untuk itu, menurut Presiden, untuk mengurangi impor diperlukan peningkatan produksi dalam negeri. "Oleh karena itu, kalau kita semua bertekad mengurangi impor atau menghentikan impor mari kita tingkatkan produksi dalam negeri, saya seratus persen setuju," kata Presiden. Sementara itu, sebelumnya Presiden juga sempat berdialog dengan para petani garam di Desa Karanganyar, Sumenep. Presiden dan Ibu Negara Ani Yudhoyono juga sempat menanam pohon sawo kecik di halaman Kabupaten Sumenep. (ant/dar/dik)


BANGKALAN

11

JUMAT 6 DESEMBER 2013 NO.0255 | TAHUN II

PENYEBERANGAN

Ujung-Kamal Ditutup Selama 8 Jam BANGKALAN - Pelabuhan Kamal Bangkalan yang biasa melayani penyeberangan kapal fery menuju dermaga Ujung Tanjung Perak Surabaya ditutup selama 8 jam, kemarin (5/12). Penutupan dermaga itu dimulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, lantaran memperingati hari jadi Armada Angkatan Laut (AL) di selat Madura tersebut. Salah satu penumpang yang hendak menggunakan jasa penyeberangan tersebut merasa kecewa. Sebab, tak dapat menggunakan kapal fery untuk menyeberang ke pelabuhan Perak Surabaya. "Tapi mau bagaimana lagi, saya juga maklum dengan kondisi itu," ujar Kamil. Padahal, lanjut warga Socah ini, dirinya sudah berniat untuk menggunakan jasa tersebut, karena sudah terbiasa memakai jasa penyeberangan Kamal. Sebab, kalau menggunakan penyeberangan Suramadu, harus menempuh jarak yang cukup jauh. Dengan adanya kegiatan Angkatan Laut tersebut, otomatis dirinya harus rela

untuk menggunakan jasa penyeberangan jembatan Suramadu. Dia pun mengaku bersama penumpang lainnya terpaksa akan urunan Rp 20 ribu untuk mencarter MPU ke Surabaya melewati jembatan Suramadu "Untung juga masih ada penyeberangan alternatif. Sehingga bisa sampai ke Surabaya dengan cepat, tak harus menunggu kapal beroperasi," ungkapnya. Sementara itu, salah seorang petugas karcis di dermaga Kamal, Hartono mengatakan dermaga Kamal memang sengaja ditutup, karena di selat Madura tengah dipakai untuk upacara Hari Armada AL. Pihaknya pun meminta maaf kepada para penumpang yang tidak bisa menikmati jasa penyeberangan laut dalam beberapa jam. Sebab, hal itu sudah menjadi agenda tahunan AL. "Kami juga menghormati kegiatan AL. Nanti siang, kami sudah kembali melayani masyarakat yang hendak menyeberang dengan menggunkan kapal Fery," kata Hartono. (ori/rah)

PEMERINTAHAN DESA

SE Kemendagri Perlambat Pilkades BANGKALAN - Belum dilaksanakannya pemilihan kepala desa (pilkades) di beberapa desa di Bangkalan rupanya bisa menyebabkan tertundanya pemilihan sampai tahun 2015. Ada surat edaran dari Kemendagri yang menyatakan agar semua pelaksanaan pilkades ditunda. Hal itu disebabkan di tahun 2014 merupakan pelaksanaan pemilihan umum legislatif dan presiden. Salah satu anggota Komisi A Mujiburrahman mendesak agar desa yang merasa sudah siap menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) agar segera melaksanakannya pada tahun ini. Jika tidak, desadesa tersebut bisa menunggu di tahun 2015 untuk bisa menggelar Pilkades. Dia menilai ada penghalang yang membuat kemungkinan pilkades ini semakin molor, bahkan hingga setahun jika tidak segera digelar tahun ini.

Sebab, ada aturan yang melarang pilkades tersebut digelar di tahun 2014. "Karena adanya edaran Kemenndagri. Saya lupa nomornya, yang melarang adanya pilkades pada tahun 2014. Alasannya, memang pada tahun itu merupakan momen pemilu," jelasnya. Meskipun begitu, dirinya tetap berharap agar desa yang memang sudah siap terutama terkait kesiapan teknis Pilkades, agar segera melaksanakan pemilihan. Hal itu juga bisa ditindaklanjuti oleh Bupati Bangkalan. Selain itu, dirinya juga berharap kepada BPD dan panitia pilkades yang lain juga segera mempersiapkan segala persyaratannya yang dibutuhkan. "Kalau ditunda dan tidak bisa direalisasikan pada tahun ini, otomatis pilkades itu akan terealisasi paling cepat di tahun 2015. Sebab, adanya surat edaran Kemendagri tersebut,"ujarnya. (ori/rah)

ant/iggoy el fitra

JEMBATAN SURAMADU. Jembatan Terpanjang di Indonesia dengan panjang 5,438 kilometer itu merupakan ikon Surabaya dan provinsi Jawa Timur yang terlihat menawan saat malam hari.

Tagih Percepatan Pembangunan Aktivis SUN Akan Bakar Diri Bila Presiden Tak Memakmurkan Rakyat Madura BANGKALAN - Kedatangan Presiden RI ke Bangkalan hari ini (6/12) menjadi hal yang paling ditunggu sejumlah aktivis. Mereka menginginkan dialog dengan presiden guna menagih percepatan dan pembangunan Madura ke depan pasca berdirinya jembatan tol Suramadu. Hal ini penting mengingat kurang lebih 5 tahun pasca berdirinya jembatan Suramadu, tidak ada kemajuan berarti di Kabupaten Bangkalan dan Madura pada umumnya. "Kami meminta audiensi dengan Presiden untuk membicarakan hal ini," ujar Wardi, Ketua HMI Cabang Bangkalan (5/12). Menurutnya, jembatan yang diresmikan oleh SBY pada tahun 2008 lalu masih sama dengan kondisi terkin-

inya dengan saat diresmikan pertama kali. Tidak ada kemajuan signifikan di sekitar Suramadu. BPWS juga tidak berfungsi dengan baik sebagai sebuah lembaga percepatan pembangunan di 600 Ha areal Suramadu. Belum lagi, Keppres yang dibuat dianggap

bertentangan dengan semangat otonomi daerah yang tertuang dalam UU No. 32 tahun 2004. "Saya pikir egosentris dan semangat primordialisme di pemerintahan kabupaten ini harus dieliminir demi semangat percepatan pembangunan daerah itu sendiri," saran Wardi. Berbeda dengan Wardi, aktivis LSM Satu Untuk Negeri (SUN) ini, Suryadi mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan segan-segan untuk melakukan aksi bakar diri. Tindakan nekadnya ini dilandasi oleh keinginan untuk kemajuan dan kemakmuran masyarakat Madura pada umumnya.

"Saya akan melakukan aksi bakar diri. Kalau tidak ekstrim dan nekad, maka selamanya tidak akan diperhatikan oleh Pemerintah Pusat," ketusnya. Menurutnya, kalau hal ekstrim bisa membawa sebuah perubahan yang lebih baik, dirinya mengaku tak akan ragu. "Kalau memang harus mati, saya pun rela. Asal kematian saya bisa dikenang sebagai sebuah tonggak sejarah perlawanan terhadap para pemimpin yang tidak memperhatikan nasib rakyat," ucapnya bersemangat. Akan tetapi, seandainya audiensi bisa diterima, tak perlu melakukan tindakan nekat bakar diri. Sebab,

jika diberi pilihan lebih baik kita melakukan aksi elegan, bermartabat, dan efektif demi kemajuan bangsa. Dirinya pun berharap agar seluruh elemen pembangunan di Madura bersatu padu demi kemajuan pembangunan Madura. Selain itu, harapannya, pemberdayaan fungsi Badan Pembangunan Wilayah Suramadu (BPWS) yang selama ini mandul agar segera difungsikan sebagaimana mestinya. "Saya berharap Presiden SBY juga memperhatikan aspirasi kami dan segera mewujudkan rencana pembangunan Madura yang sudah dibuat dalam RTRW," pintanya. (ori/ rah)

SALURAN MAMPET

Sejumlah Ruas Jalan Terendam

doni heriyanto/koran madura

MENYERUDUK. Mobil Avansa yang terlibat kecelakaan di akses Suramadu menewaskan 4 orang penumpangnya.

KECELAKAAN MAUT

4 Penumpang Avanza Tewas BANGKALAN - Kecelakaan maut kembali terjadi di jalan akses Suramadu, Jalan Raya Desa Petapan Kecamatan Labang, Bangkalan, Rabu (4/12). Sekitar pukul 20.00 WIB, sebuah mobil Avanza dengan nomor polisi B 1928 UZA menghantam sebuah kendaraan Mits Truck yang sedang berhenti karena mengalami gangguan mesin (mogok). Akibat kecelakaan tersebut, 4 penumpang mobil naas itu tewas mengenaskan. musibah itu terjadi diduga karena cuaca mendung dan gelap serta tidak adanya lampu penerang jalan, sehingga membuat pandangan pengemudi mobi tersebut menjadi terganggu. Akibatnya, ke-

celakaan yang cukup tragis tidak dapat dihindarkan yang menyebakwan empat nyawa melayang sia-sia. Kronologisnya, kendaraan Mits Truck nomor polisi N 9986 CG yang dikemudikan oleh Khoirul Anam berjalan dari arah utara ke selatan. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) tiba-tiba mengalami kerusakan mesin dan berhenti di tepi jalan raya sisi timur. Pada saat itu juga dari arah yang sama sebuah mobil Avansa warna putih yang dikemudikan oleh Mas'udi, tiba-tiba menghantam bagian belakang truck tersebut. Benturan yang begitu keras membuat badan mobil yang berisi tujuh penum-

pang dan satu pengemudi itu mengalami rusak berat di bagian depan. Praktis membuat pengemudi dan penumpang yang berada di bagian depan terjepit dan tewas seketika. Tidak hanya itu saja, dua penumpang lainnya juga tewas dan empat orang yang ada didalamnya mengalami luka ringan serta luka berat. Kasat Lantas Polres Bangkalan, AKP Yusis Budi menyatakan kesimpulan sementara penyebab terjadinya kecelakaan tragis itu, karena kurang hati-hatinya pengemudi kendaraan tersebut. Sehingga kecelakaan lalu lintas tidak dapat dihindarkan dan menewaskan empat orang. "Kesimpulan sementara

ini kelalaian dari pengemudi truck. Barang bukti sudah kami amankan untuk dilakukan proses penyidikan selanjutnya," tandasnya. Sementara itu, nama-nama korban yang tewas, yaitu Mas'udi (19), warga Sampang, Wahyu Ardiyansyah (19), dan Hidayat (20) serta Ainur Rohmat (20), ketiganya warga Kalimantan. Sedangkan korban yang mengalami luka berat Hayat (20), Rosidi (20), warga Kalimatan. Untuk dua korban lainnya Ahmad Abdus Syakur (22), Zainudin (21) warga Kalimantan mengalami luka ringan. (dn/rah)

BANGKALAN - Hujan deras mengguyur kawasan Kecamatan Kamal, Kamis (5/12) siang kemarin. Akibat guyuran hujan tersebut, sejumlah wilayah Kecamatan setempat tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Diduga genangan air terjadi disebabkan oleh mampetnya saluran air. Padahal wilayah Kamal tak jauh dari bibir pantai yang dapat menampung debet air. Salah satu wilayah yang menjadi kawasan Genagan adalah Desa Sumber Sari Kamal. Di jalan yang menjadi akses alternatif menuju Suramadu itu, ketinggian air mencapai setinggi lutut orang dewasa yang menyebabkan sejumlah kendaraan yang melintas menjadi mogok.

“Tiap tahun terjadi seperti ini Mas, tampaknya tidak ada perhatian serius dari pemerintah dalam mengatasi masalah ini. Setiap hujan deras pasti menyebabkan genangan air,� terang Mustamin, salah seorang warga setempat. Mustamin menerangkan genangan air terjadi akibat saluran air yang mampet walaupun setahun sebelumnya warga sekitar telah melakukan pembersihan secara swadaya. Menurutnya, kondisi ini diperparah akibat kiriman air yang begitu deras layaknya sungai, dari Perumnas Kamal yang berada di utara dan datarannya lebih tinggi dari desa Sumber sari. Salah seorang warga lainnya, Budiono menyayangkan kondisi tersebut. Padahal di

sekitar daerah tersebut, terdapat rumah dua pimpinan DPRD Bangkalan. Apalagi pimpinan dewan tersebut terkesan tidak peduli dengan adanya genangan air yang membuat warga setempat menjadi tidak nyaman. “Di jalan ini lho Mas ada dua anggota dewan, Pak Rizki dan Pak Munawar, semuanya pimpinan di DPRD, kok ya kayak cuek dengan kondisi warganya, padahal dari tahun ke tahun ini yang terjadi,� keluhnya. Baik Mustamin maupun Budiono berharap, agar pemerintah bisa memberi perhatian kepada wilayah hunian mereka. Agar perbaikan saluran air bisa dilakukan secara maksimal serta tidak hanya dilakukan warga secara swadaya saja. (dn/rah)

doni heriyanto/koran madura

BANJIR. Saluran air yang kurang baik membuat ruas jalan tergenang air setiap hujan deras melanda.


12

SAMPANG

JUMAT 6 DESEMBER 2013 NO.0255 | TAHUN II

PEMILU LEGISLATIF

Tujuh Caleg Masih Aktif di PNPM SAMPANG – Tujuh calon anggota legislative masih aktif di PNPM Mandiri. Panitia Pengawas Pemilu (panwaslu) Kabupaten Sampang mengaku sudah mengirimkan surat terhadap Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) selaku leading sektor dengan tembusan KPU dan semua partai politik (parpol). Ketua Panwaslu Kabupaten SAMPANG melalui Divisi Pengawasan Addy Imansyah menyatakan sudah mnyampaikan surat ke Badan Pengawasan Masyarakat sebagai leading sektor pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), agar memproses atau mengambil langkah kongkret serta perlu memberikan tindakan terhadap pelaksana PNPM yang tidak mundur dari daftar sebagai caleg. "Instansi yang berwenang mempunyai hak untuk memberikan sanksi administrasi terhadap pelaksana PNPM yang tercantum dalam DCT, tetapi tidak mundur seba-

gai pelaksana PNPM setalah satu bulan dari penetapan CDT," ungkapnya kepada Kamis (5/12). Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan karena yang mengeluarhan SK (surat kerja) adalah pihak kecamatan, dan sampai sekarang ini masih menerima laporan dengan penyampaian secara lisan saja kalau sudah mundur. Namun, karena sebatas lisan maka masih belum dianggap sebagai fakta hukum karena perlu dilakukan klarifikasi ke Bapemas. "Sampai saat ini baru dua orang yang sudah menyatakan mundur dengan menyampaikan secara lisan, tapi kami masih mau mengklarkasi dulu ke Bappemas dari 7 pelaksana PNPM yang tercantum sebagai DCT, dan harus dilampirkan dengan bukti-bukti kongkret sebagai sebuah fakta hukum dan sampai tanggal 12 sudah clear tentang masalah ini" ucapnya. (jun/lum)

Caleg yang aktif di PNPM Nama

PEMBUNUHAN. Tersangka Marhasan (35) warga Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal, ditangkap Satreskrim Polres Sampang setelah buron selama 11 tahun.

Buron Tersangka Pembunuhan Selama 11 Tahun

Penangkapan tersangka pembunuhan kepada Sajit (25), warga Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal itu, sempat menjadi buron usai melakukan pembunuhan pada 3 Januari 2002 silam. Aksi pembunuhan tersebut diduga bermotif dendam asmara. Pasalnnya, korban diketahui berselingkuh dengan ipar tersangka. Sehingga, korban langsung dibunuh dengan sebuah senjata tajam

jenis pedang parang sepanjang 70 cm. Akibatnya, pergelangan leher kepala korban langsung putus hingga 1 meter dari tubuh korban setelah mendapat sabetan senjata tajam milik tersanga ketika korban sedang duduk asik menonton acara di lapangan sepak bola. Dihadapan polisi, tersangka Marhasan mengaku setelah melakukan pembunuhan dan langsung lari ke semak-semak

hutan selama dua hari. Disusul, dengan menghilangkan jejak kakinya selama bertahun-tahun ke wilayah Kalimantan. "Saya melakukan pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh korban ketahuan selingkuh sama istri sepupu atau ipar. Memanfaatkan ipar saya yang sedang kerja di Irian Jaya," ujar tersangka dengan logat Madura. Tersangka yang diketahui sudah mempunyai tiga istri dan tiga anak itu menuturkan masih sempat pulang ke tanah kelahirannya yakni di Madura selama 6 bulan. Namun, tak mau ditangkap polisi, ia pun kembali ke Kalimantaan be-

kerja sebagai buruh kayu. "Sempat ke Madura, tapi balik lagi ke Kalimantan takut ditangkap polisi. Saya sudah punya 3 istri. Sudah saya cerai duanya. Dan juga punya 3 anak. Meski melakukan pembunuhan pertama kali, ini masih tidak menyesal," tuturnya dengan menunduk. Sementara Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar memastikan tidak ada tersangka lain. Sebab, tersangka melakukan pembunuhan didasari atas motif dendam. Untuk mempertangung jawab perbuatan tersangka, akan dijerat dengan Pasal 340 subsider 338 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

UANG PT SMP RAIB

KUNJUNGAN KENEGARAAN SBY

SAMPANG - Ketua DPRD Apalagi nanti dalam waktu Kabupaten Sampang Imam tidak ditelusuri kemungkinUbaidillah menyatakan akan an akan kehilangan terus dan membentuk pansus (panitia tidak diketahui jejaknya. khusus) untuk menelusuri PT SMP dari awal sudah raibnya uang yang berada di banyak masalah hingga yang dalam brankas terbaru terjadi kePT SMP (Samhilangan uang dan pang Mansampai sekarang diri Perkasa). belum ada lapoN a m u n , ran resmi kepada pembentuDPRD Sampang. kan terse- Memang ada barang “Kami sangat yang hilang tapi but masih menyesal dengan buktinya tidak ada menunggu manejemen PT usulan dari dan petunjuk-petunjuk SMP karena defraksi-fraksi ngan terjadi keyang lain seperti sesuai dengan hilangan sampai saksi itu tidak ada penyampaian dan kombinasi lemari sekarang masih pemandangan belum ada laposidik jarinya tidak umum fraksi ran ke DPRD Samditemukan, sehingga terhadap pang. Padahal, buktinya kurang akan PT SMP tersebut RAPBD Kabupaten Sam- tetapi nanti pasti akan bukan perusajelas,” pang Tahun haan yang diban2014. gun sendiri. Akan “ U n t u k Fadhilah Budhiono tetapi perusahaan pembentukan itu milik Pemepansus, kami rintah Kabupaten masih menunggu usulan dari Sampang,” ujarnya. fraksi-fraksi atau anggota Wakil Bupati Sampang DPRD sesuai dengan peny- Fadhilah Budhiono mengataampaian pandangan umum. kan setuju apabila dibuatkan Dan apabila saya sudah me- pansus sambil menunggu nerima surat pengusulan proses penyidikan dan petersebut dari beberapa fraksi, nyelidikan dari Polres Jakarta maka kami akan mengada- Selatan. Dari pansus ini direkan rapat dengan beberapa komendasikan ke Pemerinpimpinan dewan dan akan tah Sampang. memasukkan ke Banmus “Memang ada barang yang (Badan Musyawarah) un- hilang tapi buktinya tidak ada tuk segera membentuknya,” dan petunjuk-petunjuk yang ungkapnya, Kamis (5/12). lain seperti saksi itu tidak ada Menurut Imam, pemben- dan kombinasi lemari sidik tukan pansus tersebut sangat jarinya tidak ditemukan, sepenting karena baru saja me- hingga buktinya kurang akan megang manejemen PT SMP tetapi nanti pasti akan jelas,” sudah terjadi kehilangan. ucapnya. (jun/lum)

SAMPANG - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Wahid Hasim, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang, merasa dirugikan dengan kedatangannya Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Kabupaten Sampang. Mereka yang biasa berjualan di depan Pasar Srimangunan tidak diperkenankan beroperasi oleh pihak Satpol PP setempat menjelang kedatangan rombongan kepresidenan. Akibatnya, penghasilan pedagang lumpuh. Sri Fatimah (36), salah satu

DPRD Bakal Buat Pansus

"Dari hasil penyelidikan lebih lanjut ini terdakawa hanya sendiri. Tidak ada orang lain setelah melakukan kasus pembunuhan, dan berhasil buron. Tersangka kini dijerat Pasal 340 KUHP," jelasnya di dampingi Wakapolres Kompol Faruk Alfero dan Kasatreskrim Polres AKP Jeni Al Jauza. Tak hanya itu, dari tangan tersangka pihaknya berhasil mengamankan barang bukti sebuah senjata tajam jenis pedang parang lengkap dengan sarung penutup senjata. "Barang buktinya sebuah senjata tajam pedang dengan panjang 70 cm dan lebarnya 2,3 cm," jelasnya. (ryn/lum)

PKL Merasa Dirugikan pedagang di Depan Pasar, mengatakan, selama datangnya Presiden untuk para pedagang tidak diperkenankan berjualan selama sehari. Sehingga, dirinya mengalami kerugian. "Ya waktu kedatangan SBY kami semua PKL di depan pasar dilarang jualan. Rugi ditangung pedagang, Mas," ucapnya. Biasa, dirinya mendapatkan keuntungan rata-rata sebesar 120 ribu dalam sehari. "Ya kalau sehari jualan dapetnya rata-rata Rp 120.000 itu pun dipotong sama retribusi jualan sama tanggungan kebutuhan lainya. Kalau gak

jualan dan gak dapat ganti rugi kan susah mau dapat dari mana uang,"ujarnya. Hal sama juga disampaikan oleh Sakur (32). Tukang jahit sepatu itu menuturkan, dirinya mengaku rugi saat Presiden berkunjung ke Sampang karena tidak diperkenankan jualan hingga tidak ada ganti, baik dari para penjahit maupun PKL lainnya. "Ya jelas tidak ada ganti rugi wong kita banyak mengeluh gak ada ganti ruginya. Cuma ada larangan jangan beroperasi dulu selama ada pak SBY,"jelasnya. (ryn/lum)

Ryn/koran madura

PKL. Sejumlah PKL di depan Pasar Srimangunan Jalan Wahid Hasim Kelurahan Gunung Sekar Kecamatan Kota Sampang. Mereka merasa rugi saat kedatangaan SBY.

Jabatan di PNPM

Partai Dapil II

Golkar Ketua UPK Kecamatan Jrengik

Iwan Efendy

PDIP Dapil I

Siti Sufiyati

Partai Dapil IV

Andri Budiarso

PBB Dapil II

Suhur

Partai Golkar Sekretaris UPK KeDapil III camatan Banyuates

Moh Hasani

Partai Demokrat Sekretaris UPK KeDapil III camatan Banyuates

Moh Hasani

Partai Demokrat Ketua UPK KecamaDapil I tan Pangarengan

ryan hariyanto / koran madura

Ditangkap di Rumah Istri Ketiga SAMPANG - Marhasan (35), warga Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal, Kamis (28/11) ditangkap jajaran Satreskrim Polres setempat, di rumah istri ketiganya di Desa Bunten Barat, Kecamatan Ketapang.

Caleg dari Partai

Sahid

Ketua UPK Kecamatan Sampang

Golkar Bendahara UPK Kecamatan Sampang Sekretaris UPK Kecamatan Kedungdung

HARI PASARAN SAPI

Pengendara Merasa Terganggu SAMPANG - Pengguna jalan merasa terganggu ketika melewati jalan Samsul Arifin depan Pasar Margalela, Sampang, Kamis (05/12). Jalan tersebut dipadati ribuan ekor hewan sapi, sehingga sering terjadi kemacetan. Ketika tiba hari Kamis siang, jalan di depan Pasar Margalela dipastikan terjadi kemacetan, karena banyaknya kendaraan angkutan barang terparkir di pinggir jalan, dan bercampur dengan sejumlah pedagang yang melakukan transaksi jual beli sapi. Seringnya terjadi kemacetan kendaraan membuat pengguna jalan mengeluh, karena merasa terganggu dengan pasar sapi. Masyarakat berharap pasar sapi tersebut dipindah ke tempat lain sehingga ketika hari pasaran tidak mengganggu pengguna jalan,

selain juga menimbulkan bau tidak enak. Syaiful (42), pengendara, merasa terganggu ketika melintasi jalan Samsul Arifin ketika hari Kamis. Apalagi pas berada di depan Pasar Margalela, karena tempat yang palin padat dengan kendaraan yang berada di pinggir jalan hewan dan pedagang yang melakukan transaksi jual beli. “Ketika sudah memasuki hari ini jalan sudah pasti macet dan baunya juga tidak enak, karena banyak kotoran sapi dipinggir dan tengah jalan. Sehingga, kalau ada tempat yang lebih pantas dan jauh dari jalan raya lebih baik pasar tersebut segera dipindah saja agar pengendara juga merasa lancar,” ujarnya kepada Koran Madura, Kamis (5/12). (jun/lum)

KUNJUNGAN PRESIDEN

SBY Gagal Petik Jambu Air SAMPANG - Rencana kunjungan kerja Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kebun jambu air Desa Tadden, Kecamatan Camplong, Jumat (6/12) untuk memetik Jambu Air dikabarkan gagal. Pasalnya, buah jambu air yang rencananya akan dipanen oleh orang nomor satu di Indonesia ini telah dipanen. Sehingga, kunker Presiden RI harus langsung beralih ke Kabupaten Bangkalan. Humas Pemkab Sampang Husen mengatakan, kebenaran adanya pemetikan buah di kebun jambu di Desa Taddan Kecamatan Camplong memang digagalkan. Alasanya, buah yang dimaksud sudah habis. Sehingga, Presiden RI harus melanjutkan kunjungannya ke Kabupaten Bangkalan. Sementara Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang Puthut Budi San-

toso juga membenarkan kabar kegagagalan tersebut. Namun, keputusan itu sudah diputuskan semenjak kedatangan Presiden RI ke Sampang pada Rabu (4/12). "Gagal, Mas, alasannya karena bayak habis, apalagi masa panennya juga sudah lewat. Itu pun sudah diputuskan saat kedatangan beliau (Presiden RI) ke Sampang, setelah itu besok ini (6/12) langsung ke Bangkalan. Jadi di Sampang hanya lewat saja," ungkapnya. Hal senada juga diungkapkan Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar. Dirinya menuturkan alasan digagalkannya agenda pemetikan buah jambu air tersebut karena selain buah jambu habis yang basih ada sudah mulai membusuk. "Jambu airnya sudah habis sebagian juga banyak yang membusuk, jadi digagalkan," singkatnya. (ryn/lum)


PAMEKASAN

13

JUMAT 6 DESEMBER 2013 NO. 0255 | TAHUN II

BENDERA PARPOL

FKH Hanya Bisa Memprotes PAMEKASAN - Forum Komunitas Hijau (FKH) Rampak Naong, Pamekasan, memprotes pemasangan bendera salah satu partai politik yang dipaku di pohon. Bendera berukuran 50 8 30 sentimeter itu terpasang di sepanjang jalan dari arah Kecamatan Kota Pamekasan hingga Kecamatan Larangan untuk menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Pamekasan. Wakil Ketua FKH Rampak Naong, Bachtiar Sudamar mengatakan pemasangan bendera dengan cara dipaku itu bisa mengganggu pertumbuhan pohon, apalagi bendera-bendera tersebut dipaku di pohon hasil program penghijauan yang masih muda. “Meskipun hanya untuk sementara waktu, tapi pemasangan bendera dengan cara dipaku itu bisa mengganggu pertumbuhan. Bahkan, bisa jadi pohon itu akan mati,” katanya. Seharusnya, kata dia, parpol pemilik bendera itu memasangnya tidak dengan cara dipaku, tapi tiangnya ditempel dan diikat ke batang pohon, sehingga apabila sudah tidak dibutuhkan mudah untuk melepasnya. Bachtiar mengaku tidak akan mengajukan nota protes ke partai tersebut, namun forumnya berencana melakukan sosialisasi pentingnya menjaga kelangsungan hidup pohon dengan ikut merawat dan menghindari segala tindakan yang dapat mengganggu pertumbuhannya. Sosialisasi itu, rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat dengan melibatkan beberapa unsur yang dimungkinkan mudah melakukan penempelan alat peraga dengan cara dipaku. “Kami juga akan melibatkan masyarakat, terutama di kawasan yang berada di pinggir jalan strategis yang sering dijadikan lokasi pemasangan alat peraga kampanye,” kata Bachtiar. Ia mengatakan pemilihan umum merupakan waktu yang rawan terjadinya aksi tersebut, termasuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Pada Pilkades serentak di Pamekasan, dan Pemilihan Gubernur Jawa Timur beberapa waktu lalu, FKH menemukan banyak kasus pemasangan alat peraga kampanye yang dipaku di pohon. “Itu karena cara tersebut relatif murah dan tidak membutuhkan banyak kayu sebagai penyangga. Namun, kami mohon hal tersebut dihindari untuk kepentingan bersama dalam jangka waktu yang panjang,” jelasnya. (oni/awa/muj/rah)

PAW

4 Anggota DPRD Akan Diganti Pekan Depan PAMEKASAN - Pergantian Antar Waktu (PAW) empat anggota DPRD Kabupaten Pamekasan dari Fraksi Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Pamekasan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Masing-masing Busiri (anggota Komisi A saat ini), Moh. Makmun (ketua Komisi D), R. Afifurrahman (anggota Komisi B), dan Baharudin (anggota Komisi C DPRD Pamekasan). Calon penggantinya, yaitu Fathorrahman, SE calon PAW Busiri daerah pemilihan satu (Dapil I), Moh. Rois calon PAW Moh. Makmun Dapil IV, Khairul Umam calon PAW R. Afifurrahman Dapil II, dan Badruttamam calon PAW H. Baharuddin Dapil V. Kepastian pelantikan PAW ini disampaikan Halili, ketua DPRD Pamekasan. Dia menjelaskan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Pamekasan sudah membahas agenda pelantikan keempat anggota tersebut dan sudah menentukan agenda pelantikannya. “Pelaksanaan PAW sudah ditentukan, karena sudah tidak ada masalah. Kalau tidak ada perubahan pelaksanaannya nanti 11 Desember,” katanya. Kepastian pelaksanaan PAW sekaligus mengakhiri harapan Moh. Makmun dan Baharudin untuk tetap menjadi wakil rakyat. Sebelumnya, Makmun mengatakan masih menunggu perkembangan mediasi untuk menentukan langkah berikutnya. Sebab, ia sudah mematuhi semua kebijakan

Pelaksanaan PAW sudah ditentukan, karena sudah tidak ada masalah. Kalau tidak ada perubahan pelaksanaannya nanti 11 Desember PKNU termasuk pencalonannya pada Pileg mendatang sudah sesuai dengan MoU DPP PKNU untuk mencalonkan diri melalui Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Mengenai rencana PAW itu, pihaknya tidak pernah diajak duduk bersama, tahutahu sudah diajukan PAW. “Pada intinya saya ta’dzim pada dewan tanfidz dan dewan syuro. Cuma karena saya terdesak keadaan, maka saya bersama H. Bahar melakukan pembelaan. Barangkali masih ada solusi yang lebih baik, saya masih menunggu hasil mediasi. Kalaupun kami harus melakukan upaya hukum lanjutan, saya akan pamit dulu, agar hubungan kami tidak retak,” katanya. Halili menegaskan proses PAW keempat anggota DPRD dari fraksi PKNU itu sudah memenuhi mekanisme PAW, yaitu melalui pengajuan parpol. Kalaupun nantinya ada upaya hukum dari anggota DPRD yang di-PAW, pihaknya tidak akan ikut campur, karena hal itu urusan internal partai. (uzi/rah)

LISTRIK: Petugas PLN Memperbaiki Sambungan Rumah yang Konslet di Hotel Madinah Pamekasan

M Fauzi/Koran Madura

Sejumlah Menteri Nyaris Terbakar Hotel Penginapan Menteri Mengalami Gangguan Listrik PAMEKASAN - Hotel penginapan sejumlah menteri yang terletak di Jl Raya Proppo, Pamekasan, nyaris terbakar. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 16. 00 WIB, saat rombongan menteri baru bertolak dari Pasar Batik, mendampingi Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Pasar Batik. Informasi kebakaran ini diketahui setelah Mobil Pemadam Kebakaran (PMK), milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, meluncur ke tempat penginapan itu dengan membunyikan sirine tanda darurat. Setibanya di hotel itu, PMK langsung masuk ke bagian belakang

hotel untuk memposisikan PMK ke lokasi yang dilaporkan terbakar. Namun setelah dilakukan pengecekan, kebakaran bangunan belum terjadi, melainkan hanya kebakaran listrik pada sambungan rumah (SR). Konsleting listrik itu, langsung ditangani petugas PLN, dengan

memutus jaringan pada konektor sambungan SR itu. SR itu diputus setelah memutus jaringan listrik pada sambungan itu. Koordinator PMK Pamekasan Mulyadi mengatakan informasi kebakaran itu mengagetkan petugas PMK yang saat itu tidak ngepos di hotel penginapan menteri, protokol kepresidenan, dan rombongan lainnya. “Untungnya cuma kebakaran kabel dan tidak sampai membakar bangunan. Karena informasi yang disampaikan ke kami hotel penginapan menteri terbakar,” katanya.

Meski dipastikan tidak membakar bangunan, petugas PMK itu masih menunggu di lokasi sampai perbaikan jaringan listrik itu selesai. Pantauan di lokasi, kebakaran listrik pada jaringan SR itu tidak membuat panik para penghuni hotel. Bahkan, sejumlah menteri nampak melakukan olahraga ringan dengan lari-lari kecil di lingkungan hotel. Diantaranya, Marie Elka Pangestu (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia), Syarif Hasan (menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah), dan Gamawan Fauzi (Menteri Dalam Negeri). (uzi/rah)

PANEN JAGUNG: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama ibu negara Ani Yudhoyono memanen jagung di Desa Montok, Larangan, Pamekasan, Jatim, Kamis (5/12). Pemerintah menggalakkan penanaman jagung bibit unggul guna menekan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Foto: Saiful Bahri/ Antara

PELAKU PNPM

Bapemas Pemdes Belum Menerima Permohonan Panwaslu PAMEKASAN - Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Bapemas Pemdes) Kabupaten Pamekasan menyatakan belum menerima permohonan data pelaku Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan yang menjadi calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Pengawas pemilu (Panwaslu) setempat. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Bapemas Pemdes) Pamekasan, Muhammad Zakir mengatakan pihaknya belum menerima surat permohonan data para pelaku PNPM mandiri di wilayah itu yang maju dalam pemilihan Caleg 2014 mendatang. Sejumlah caleg yang terdaftar di daftar calon tetap (DCT) terancam mendapatkan sanksi. Sebab, informasinya mereka tercatat sebagai pelaku aktif program nasional pem-

berdayaan masyarakat (PNPM) mandiri pedesaan. Padahal, secara aturan perundang-undangan, caleg tidak boleh menjadi pelaku PNPM. Pihaknya mengaku akan memberikan sanksi tegas bagi para pelaku PNPM mandiri pedesaan yang terbukti terdaftar sebagai caleg. Pihaknya mengaku belum mengantongi data nama pelaku PNPM yang dikabarkan terdaftar sebagai caleg. Zakir menjelaskan jika terbukti, yang bersangkutan harus memilih dan menanggalkan salah satunya. Tidak mungkin menjalani dua profesi tersebut, karena di larang oleh aturan. ”Gampang saja, mau jadi Caleg apa menjadi pelaku PNPM,” katanya. Sebelumnya, Ketua Devisi Hukum dan Tindak Lanjut Panwaslu Pamekasan, Sapto Wahyono kepada sejumlah wartawan membeberkan tentang pihaknya sudah mengantongi nama

sejumlah caleg yang terdaftar di DCT sebagai pelaku PNPM. Sesuai dengan Surat Edaran Bawaslu-RI No 807/11/13, pelaku PNPM dilarang ikut dalam kegiatan politik praktis sesuai dengan surat edaran dari Menkum HAM. Berdasarkan surat edaran tersebut, panwaslu kabupaten berkewajiban untuk mengawasi pelaku PNPM yang terdaftar di DCT. Hasilnya ada sejumlah caleg yang aktif dalam kegiatan PNPM. Oleh karena itu, pihaknya mengaku sudah mengirim surat permohonan pada Kepala Bapemas-Pemdes dan Konsultan PNPM, Pelaku di tingkat kecamatan. Perihal data nama-nama pelaku PNPM mandiri di wilayah itu. Ada dua pilihan, yang tertulis dalam surat itu, pertama harus mengundurkan diri dari pelaku PNPM atau mengundurkan diri dari caleg. ”Jika yang bersangkutan memilih

di PNPM, kita rekomendasikan kepada KPU agar nama DCT itu di coret,” terang sapto. Didesak untuk membeberkan sejumlah nama caleg yang terlibat PNPM, Sapto enggan untuk menyebut. Hanya saja, menyebut ada di Kecamatan Batumarmar dan Kadur. Pihaknya mengaku belum mengantongi semua nama caleg yang juga tercatat sebagai pelaku PNPM. Karena pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Bapemas-Pemdes dan Konsultan PNPM, Pelaku di tingkat kecamatan. Kendati demikian, data awal sudah dikantongi. ”Jika data sudah lengkap, baru kita kirim ke KPU mengenai nama-nama caleg yang tercatat sebagai pelaku PNPM mandiri. Jika tetap tidak mau menanggalkan salah satunya, kita akan kirim rekomendasi ke KPU agar dicoret dari DCT,” ungkapnya. (oni/muj/rah).


14

PAMEKASAN

JUMAT 6 DESEMBER 2013 NO. 0255 | TAHUN II

FENOMENA ALAM

Belasan Rumah Rusak Akibat Angin Kencang PAMEKASAN - Belasan rumah milik warga Dusun Belanggar, Desa/Kecamatan Pakong, Pamekasan, rusak akibat diterjang angin kencang. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12. 00 WIB, Kamis (5/12). Tingkat kerusakan rumah berfariasi meliputi 5 rumah mengalami kerusakan sedang, sedangkan sisanya rata-rata rusak ringan. Kerusakan rumah kebanyakan terjadi pada bagian atap, seperti genteng dan asbes pada teras rumah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Selain merusak rumahrumah warga, angin kencang juga gudang penyimpanan tembakau milik salah satu pengusaha di daerah itu. An-

Untungnya angin bertiup ke barat dan warga mengamankan diri. Asbes-asbes ini banyak yang terbang

M Fauzi/Koran Madura

KUNJUNGAN: SBY saat mengunjungi Pasar Batik di Pasar 17 Agustus Pamekasan

SBY Minta BWS Membangun Komunikasi Tahun Depan Pembangunan Madura Akan Dimulai dari Sumenep PAMEKASAN - Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), agar menjalin komunikasi dengan masyarakat dan DPRD Bangkalan, untuk merealisasikan pembangunan Madura paska pembangunan Jembatan Suramadu. Permintaan itu disampaikan SBY di sela-sela kunjungan ke wilayah Kecamatan Larangan, Pamekasan pada Kamis (5/12) kemarin. Menurut SBY, pembebasan lahan di Bangkalan merupakan kunci sukses pembangunan di Madura secara keseluruhan dan tidak hanya di Kabupaten Bangkalan. Sebab, kemacetan yang ditimbulkan di lintasan Madura tidak hanya dirasakan oleh masyarakat setempat, tetapi semua pengguna jalur itu. Dia menjelaskan masyarakat

Bangkalan harus tahu mengenai rencana itu melalui duduk bersama dan komunikasi yang baik. Ia yakin masyarakat akan senang, karena Madura akan lebih maju, dan kesejahteraan rakyat juga meningkat. “Kalau lahannya tidak bisa dibebaskan, terus bagaimana. Rencana ini sangat bagus, untuk kebaikan masyarakat Madura, khususnya Bang-

kalan,” katanya. Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto mengatakan pembebasan lahan di Bangkalan sangat susah, karena beberapa hal. Salah satunya karena ulah mafia tanah yang menghambat pembebasan lahan. Dari permasalahan itu, pihaknya akan merubah rencana pembangunan pada tahun depan tidak lagi dimulai dari wilayah barat, yakni Kabupaten Bangkalan. Sebaliknya, pihaknya akan memulai pembangunan dari wilayah timur, yaitu Kabupaten Sumenep, Pamekasan, dan Kabupaten Sampang, yang ralatif mudah dalam pembebasan lahannya. “Intinya, kami akan memulai pembangunan dari daerah yang lebih siap. Baik itu Sumenep, Pamekasan,

dan Sampang, yang lebih mudah dalam pembebasan lahan,” katanya. Joko Kirmanto menilai perkembangan pembangunan di Madura lima tahun setelah pembangunan Jembatan Suramadu cukup signifikan. Meski demikian, pembangunan itu belum sesuai yang diharapkan, sehingga perlu ditingkatkan. Secara fisik pembangunan insfrastruktur yang berhasil baru di bidang jalan, antisipasi banjir, ketersediaan, dan sanitasi. Joko Kirmanto menyatakan sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 565 miliar lebih untuk pembangunan Madura tahun ini. 60 persen diantaranya bersumber dari Kementerian PU. Sedangkan anggaran pembangunan Madura tahun depan sebesar Rp 1, 64 triliuan. (uzi/rah)

PMII

Polres Membubarkan Unjuk Rasa Mahasiswa PAMEKASAN - Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur, membubarkan unjuk rasa mahasiswa dari organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di jalur lalu lintas yang hendak dilalui kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis. Pembubaran aksi mahasiswa itu dipimpin oleh Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman didampingi wakilnya Kompol Ikhwanuddin. “Aksi mahasiswa terpaksa kami bubarkan, karena kegiatan mereka jelas berpotensi mengganggu kunjungan kerja Presiden ke Pamekasan,” kata Nanang Chadarusman. Unjuk rasa aktivis PMII Pamekasan ini digelar guna menyambut kedatangan Presiden RI ke Pamekasan. Para aktivis organisasi ektra kampus

ini hendak menyampaikan sejumlah tuntutan. Antara lain mendesak percepatan pembangunan di Pulau Garam, Madura, pasca operasional Jembatan Suramadu dan meminta agar Badan Pengembangan Wilayah SurabayaMadura (BPWS) dibubarkan. Mahasiswa menilai keberadaan badan khusus yang bertugas mempercepat pembangunan di Pulau Madura itu tidak efektif, bahkan cenderung lambat dalam menjalankan tugastugasnya. “Oleh karenanya, kami meminta agar Presiden RI sebaiknya membubarkan saja BPWS dan pembangunan di Madura sebaiknya diserahkan saja kepada empat kabupaten yang ada di Madura,” kata juru bicara aksi itu, Moh Elman.

Oleh karenanya, kami meminta agar Presiden RI sebaiknya membubarkan saja BPWS dan pembangunan di Madura sebaiknya diserahkan saja kepada empat kabupaten yang ada di Madura Sementara, sebelum dibubarkan, para pengunjuk rasa dari organisasi PMII ini sempat terjadi ketegangan dengan petugas kepolisian Polres

Pamekasan. Namun, polisi dari jajaran Polres Pamekasan akhirnya berhasil membuat mundur para pengunjuk rasa ini hingga akhirnya bubar. Unjuk rasa aktivis mahasiswa saat kedatangan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono selama melakukan kunjungan kerja di Pulau Garam Madura ini merupakan kali kedua yang digelar aktivis PMII. Sebelumnya, mereka juga berunjuk rasa di Kabupaten Sampang dan Kabupaten Sumenep, bahkan sebanyak 23 orang di antaranya sempat ditangkap petugas. “Di Pamekasan tidak ada aktivis yang kami tangkap. Kami hanya membubarkan aksi mereka,” kata Kapolres AKBP Nanang Chadarusman menjelaskan. (ant/rah)

gin juga menumbang sejumlah pohon, namun beruntung tidak mengenai rumah warga maupun ke jalan raya. Hayat, salah satu warga setempat mengatakan angin kencang disertai hujan deras itu datang tiba-tiba. Mengetahui itu, warga kaget dan sebagian langsung mengamankan diri. “Untungnya angin bertiup ke barat dan warga mengamankan diri. Asbes-asbes ini banyak yang terbang,” katanya. Setelah kejadian, warga mulai membenahi sebagian genteng yang tersapu angin.

Sedangkan atap teras rumah yang terbuat dari asbes masih dibiarkan, karena rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Sebelumnya, angin juga merusak 16 rumah milik warga Dusun Sumber Batoh, Desa/ Kecamatan Kadur Pamekasan. Kerusakan yang dialami warga setempat hampir sama dengan kejadian yang warga Pakong yaitu rusak ringan dan sedang. Kejadian di Pakong ini sudah mendapat perhatian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Sedangkan kejadian di Pakong, sampai kemarin belum dilaporkan ke BPBD. Plt. Kepala BPBD Kabupaten Pamekasan, Ismail mengatakan pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian untuk mengidentifikasi kerusakan bangunan yang ditimbulkan dari bencana itu. Identifikasi itu dilakukan setelah BPBD menerima laporan dari pemerintah kecamatan setempat. Dia menjelaskan kerugian material yang ditimbulkan dari kerusakan itu belum diketahui secara pasti, karena masih dihitung. “Kami sudah terjunkan tim untuk mengidentifikasi sebagai bahan untuk mengajukan bantuan. Kerugiannya masih dihitung,” katanya. Pengajuan pemberian yang akan diberikan kepada korban, diperkirakan belum bisa menanggung semua kerugian material. Bantuan itu bersifat stimulan, untuk meringankan beban para korban. Ia belum bisa memastikan bentuk bantuan yang akan diberikan, namun bantuan pada tahun sebelumnya berupa dana yang diberikan langsung kepada korban. (uzi/muj/rah)

DUGAAN KASUS GRATIFIKASI

Penghulu Tidak Ikut Mogok PAMEKASAN - Ratusan tenaga penghulu (Petugas Pencatat Akta Nikah) Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Pamekasan tidak ikut terlibat aksi mogok seperti yang dilakukan 166 orang Kepala KUA di Jawa Timur. Layanan pencatatan pernikahan di wilayah itu tetap berjalan normal. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Zayyadus Zabidi mengatakan sudah mengumpulkan Kepala KUA di wilayah itu dan meminta agar para penghulu tetap bekerja seperti biasa. Menurutnya, dukungan yang selayaknya diberikan oleh para penghulu itu, jangan sampai mengganggu layanan terhadap masyarakat. Sebab sebagai pelayan masyarakat, semestinya para penghulu lebih mengedepankan pelayanan. Sebanyak 661 Penghulu se-Jawa Timur sepakat tidak menikahkan calon pengantin di luar KUA atau di luar Balai Nikah. Hal itu sebagai aksi solidaritas dan untuk menyikapi kasus dugaan gratifikasi yang menjerat Kepala KUA Kecamatan Kota, Kota Kediri, Romli. Kasus itu mulai terungkap ke publik sejak dua bulan terakhir. Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri melakukan penyelidikan dan

menemukan fakta bahwa Romli diketahui memungut biaya nikah sebesar Rp 225.000 untuk pernikahan di luar balai nikah dan Rp 175.000 untuk pernikahan yang dilakukan di balai nikah. Dari jumlah itu, Romli diduga mendapat jatah Rp 50.000 sebagai petugas pencatat nikah dan Rp 10.000 sebagai insentif Kepala KUA. Padahal sesuai peraturan pemerintah, pungutan biaya nikah hanya Rp 30.000. Zayadus menjelaskan biaya pernikahan yang sesungguhnya hanya Rp 30.000. Dirinya sudah memastikan tidak ada biaya lain, selain biaya tersebut. Biaya tambahan yang diberikan oleh keluarga mempelai kepada penghulu, bukan atas permintaan dari KUA, melainkan murni inisiatif mereka. Ia mengakui sesuai aturan seorang Penghulu hanya diperbolehkan melayani pernikahan di Balai Nikah atau di Kantor Urusan Agama (KUA), pada hari Senin sampai Jum’at. “Memang secara aturan, harus didalam kantor, tidak diperkenankan di luar kantor. Namun, warga seringkali meminta agar pernikahan itu dilaksanakan di rumah mereka atau di mesjid dengan alasan agar disaksikan oleh tetangga dan keluarga mereka,” katanya. (awa/muj/rah)


SUMENEP

15

JUMAT 6 DESEMBER 2013 NO. 0255 | TAHUN II

ZONA HIJAU

Reklame Bisa Diturunkan Paksa

junaedy/koran madura

KADALUARSA Sebuah reklame perusahaan rokok berukuran besar yang sudah habis masa kontraknya membentang di Jalan Trojoyo Sumenep, Kamis (5/12).

IKLAN BARIS

Terbit Siang! Unduh Koran Madura versi ePaper dan nikmati beragam informasi dari gadget anda

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset (DPPKA) Sumenep, Carto, menyatakan, PKL yang berjualan di sekitar Taman Bunga memang ditarik iuran berupa retribusi. Namun hingga saat ini tidak jelas masuk kemana. Menurutnya, kas daerah belum menerima retribusi dari PKL. Hingga saat ini, dana retribusi yang dipungut dari PKL di Taman Bunga itu tidak pernah terekap dalam laporan DPPKA. Kata Carto, retribusi yang ditarik dari berbagai usaha itu diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penigkatan

PAD. Namun karena tidak terekap dalam DPPKA, dana retribusi itu layak dipertanyakan. “Memang area Taman Bunga tidak dibenarkan penggunaannya untuk area bisnis dan dagangan. Mangkalnya kalangan PKL di area tersebut cukup ironis, pasalnya dana retribusi yang ditarik dari mereka ternyata tidak memberikan kontribusi apa pun terhadap PAD. Lantas kemana uang retribusi itu?” katanya dengan nada tanyanya. Salah seorang PKL yang biasa mangkal di Taman Bunga menjelaskan, semua PKL di Taman Bunga dipungut biaya.

PENEGAK PERDA Aparat penegak perda saat melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Taman Adipura Sumenep. Mereka rutin membayar retribusi, tapi tidak pernah dimasukkan ke kas pemkab.

Ketika ditanya besaran dana iuran yang ditarik dari PKL, dia enggan memberitahukannya. “Hanya saja, semua PKL dipungut biaya,” tutur PKL yang enggan menyebutkan

TIM PEMANTAU PEMILU

Klik dan unduh di sini: http://www.koranmadura.com/category/ epaper-koranmadura/

ini masih belum ada tanggapan. ”Kami sudah dua kali melayangkan surat, namun itu masih belum ada kepastian,” terangnya Oleh sebab itu, dirinya akan melayangkan surat pemberitahuan yang ketiga kalinya pada pertengahan bulan Desember ini. ”Suratnya sidah kami siapkan, tinggal kami kirim nanti. Dan jika surat ketiga belum juga ditanggapi, maka terpaksa kami akan menurunkan paksa,” tegasnya. Secara terpisah, Ketua Komisi B DPRD Sumenep Bambang Praogi menyayangkan, adanya reklame di area terlarang yang sampai saat ini masih belum juga diturunkan. ”Itu sudah jelas melanggar, tapi mengapa masih belum juga diturunkan kok sampai menunggu akhir masa kontraknya,” katanya. Menurutnya, pemkab harus tegas dalam menyikapi persolan itu, karena keberadaanya sudah nyata melanggar perda, selain mengganggu keindahan Kota Sumekar. ”Kami harap, akhir tahun ini (tahun 2013 red.) tidak ada lagi reklame yang dipasang di areal zona hijau,” tukasnya. (edy/mk)

Kemana Retribusi PKL? SUMENEP - Pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di Taman Adipura Sumenep rutin membayar retribusi. Namun, pungutan uang dari PKL tersebut tidak diketahui masuk kemana. Hingga saat ini, retribusi tersebut belum masuk ke kas daerah.

ePaper

SUMENEP – Puluhan reklame yang berada di sepanjang jalan Trunojoyo Sumenep dinilai melangar Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan (RTHKP), dan sebagian masa kontraknya sudah habis. Namun, hingga saat ini belum ditertibkan. Kepala BPPT (Badan Pengelolaan Perijinan Terpadau) Sumenep Herman Poernomo menjelaskan, untuk reklame yang sudah habis masa kontraknya, pemkab telah sepakat tidak akan memperpanjnag kembali. ”Karena sudah melanggar Perda, maka kami telah sepakat tidak akan memperpanjang lagi pada tahun ini,” katanya Izin yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Sumenep kepada reklame yang ada di jalan Trunojoyo sekitar lima tahun yang lalu sebelum ada perda tentang tata ruang. ”Kami sudah banyak memberikan konpensasi. Jadi, kami harap PT. Jarum bisa mengerti juga,” pintanya, Kamis (5/12) Dirinya mengaku telah melayangkan surat pemberitahuan terhadap PT. Jarum, agar reklame itu segera diturunkan. Namun sampai saat

namanya. Menurutnya, dana iuran itu disetorkan kepada petugas yang sudah biasa dan dipercaya untuk menghimpun dana iuran. “Saya gak

mau tahu dana itu digunakan untuk apa. Asal usaha saya berjualan sebagai PKL di Taman Bungan ini terbebas dari razia, itu saja, Mas,” ujarnya. (edo/mk)

ANTISIPASI BANJIR DAN POLUSI

Satu Peserta Tak Lolos Verifikasi

Presiden Tanam Pohon Sawo

SUMENEP – Komisi Pemilihan Umum Sumenep sudah menerima dua lamaran organisasi untuk menjadi tim pemantau pemilu. Namun salah satunya dinyatakan tidak lolos karena tidak memenuhi pernyaratan yang telah ditetapkan KPU. Dua organisasi yang melamar menjadi tim pemantau pemilu, yaitu PPBI (Penyelamatan Perjuangan Bangsa Indonesia) dan Libas (Lembaga investigasi dan Kebijakan pembanguanan). KPU menyatakan Libas tidak lolos administrasi untuk menjadi tim pemantau pemilu. Komisioner KPU Sumenep Mohammad Ilyas menyatakan salah satu peserta tim pemantau yang sudah mendaftar ke KPU itu dinyatakan tidak lolos. Itu lantaran ada sejumlah persyaratan yang belum dipenuhi peserta tim pemantau itu. Untuk sementara, tim pemantau itu gagal sebagai peserta sebelum melengkapi persyarakat. “Sebelum Libas melengkapi data yang kita minta berdasarkan peraturan KPU, maka Libas tidak bisa menjadi peserta tim pemantau pemilu. Sebab, dalam Per-KPU sudah jelas aturan terkait persyaratan yang harus dipenuhi sebagai peserta tim pemantau pemilu,” terang anggota Divisi Logistik dan Keuangan KPU Sumenep itu. Di antara persyaratan menjadi tim pemantau pemilu sesuai PerKPU itu, kata Ilyas, terkait lokasi

SUMENEP – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara, Ani Bambang Yudhoyono, menanam pohon sawo kecik (manikara kauki), di halaman Pendopo Keraton Sumenep, Kamis (5/12). Penanaman pohon tersebut dalam rangka mengantisipasi terjadi banjir dan polusi udara. Pohon sawo kecik itu merupakan salah satu tanaman di sejumlah tempat yang bisa mencegah terjadinya banjir dan polusi udara yang mulai mengancam kehidupan. “Jadi, pohon sawo kecik merupakan tanaman langka dan awet, sehingga perlu dilestarikan, ditanam di tempat-tempat yang rawan terjadi bencana banjir abrasi,” ucap Susilo Bambang Yudhoyono. Penanaman pohon sawo kecil tersebut disaksikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Bupati A. Busyri Karim. (sym)

atau wilayah pemantau, petugasnya ada berapa dan siapa saja, serta harus dilengkapi dengan foto dan identitas pemantau. Jika persyaratan itu semua sudah dipenuhi, maka Libas bisa menjadi peserta tim pemantau pemilu 2014. Hingga kini, kata Ilyas, Libas belum menyetorkan kembali berkas formulir persyaratan yang harus dilengkapi. “Libas kemarin hanya ikut mendaftar tapi karena persyarata masih kurang, kita meminta Libas untuk melengkapinya. Sehingga, jika persyaratan itu tak dipenuhi, dipastikan Libas gugur sebagai peserta tim pemantau,” katanya menerangkan. Sementara Ketua Panwaslu Zamrud Khan mengatakan, soal adanya indikasi keterlibatan LSM dalam tim pemantau pemilu, itu bukan persoalan. Selama LSM itu tidak terdaftar sebagai pengurus parpol atau terlibat dalam kegiatan politik. “Asal tidak melanggar Per-KPU, mereka bisa saja sebagai peserta tim pemantau, katanya. Soal KPU merekrut adanya tim pemantau pemilu, Zamrud tidak terlalu ambil pusing dengan urusan itu. Pihaknya mengaku tidak merasa tersaingi meskipun tugasnya samasama mengawasi jalannya pesta demokrasi. “Tujuanya kan sama-sama pengawasan jika terjadi penyimpangan. Bedanya mereka NGO, kita dari pemerintah,” tandasnya. (edo/mk)

TANAM POHON. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi oleh Ibu Hj. Ani Yudhoyono, Gubernur Jatim Soekarwo dan Bupati A. Busyro Karim menanam pohon Sawo kecik (manikara kauki) di halaman Pendopo Agung Sumenep, Kamis (5/12)


IKLAN DAN BERLANGGANAN

16

WILAYAH SUMENEP

JUMAT 6 DESEMBER 2013 NO. 0255 | TAHUN II

081939363544

S atu Hati un tuk B an gsa

TAK LAPORKAN DANA KAMPANYE

Caleg Bisa Didiskualifikasi SUMENEP – Komisi Pemilihan Umum Sumenep mewantiwanti partai politik (parpol) dan calon anggota legislatif (caleg) untuk melaporkan dana kampanye. Hal itu untuk menciptakan transparansi dana kampanye. Komisioner KPU Sumenep Mohammad Ilyas mengatakan, hal itu untuk mengantisipasi para caleg nakal melakukan malapraktik berupa politik uang. Ilyas menegaskan, caleg yang nekat tidak menyetorkan dana kampanye akan didiskualifikasi. “KPU hanya menjalankan perintah sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (Per-KPU). Ini bukan tindakan refresif KPU, melainkan sebagai tanggung jawab KPU untuk melaksanakan peraturan,” tukas Ilyas. Pihaknya mengaku sudah mengingatkan pimpinan parpol dan caleg untuk mematuhi Per-KPU. Jika ada caleg yang tidak menyetorkan dana kampanye, meskipun sudah dinyatakan menang dan terpilih sebagai anggota DPRD, tetap akan dicoret. “Eman, kan, untuk menjadi anggota dewan harus mengeluarkan biaya kampanye besar, sementara harus rela kehilangan jabatannya hanya gara-gara enggan menyerahkan berkas dana kampanye. Jadi sebelum semua itu terjadi, kita berharap para caleg dan parpol menyerahkan laporan dana kampanye itu ke Untuk menjadi KPU,” pinta Ilyas. anggota dewan harus Ia menjelaskan, tidak hanya mengeluarkan biaya dana kampanye caleg, Parpol juga harus melaporkan dana kampanye besar, kampanye itu. pasalnya ini susementara harus dah perintah yang diamanatkan rela kehilangan dalam Per-KPU. Konsekuensinya, jabatannya hanya jika parpol tersebut tak menygara-gara enggan erahkan dana kampanye akan menyerahkan berkas dicoret sebagai peserta pemilu. dana kampanye. “Kan dalam Per-KPU sudah dijelaskan penyumbang dana kampanye itu siapa, nyumbang berapa, termasuk sumbangan berupa barang harus dinilai dengan uang. Itu nantinya akan diaudit oleh KAP (kantor Akuntan Publik), bukan diaudit oleh KPU,” paparnya. Menanggapi ancamantersebut, Nanik Farida, caleg Partai Golkar, menilai sanksi berupa diskualifikasi adalah tindakan yang terlalu ekstrem. Menurut dia, KPU mestinya tidak terlalu menggembar-gemborkan soal sanksi dana kampanye. Seharusnya KPU tidak terlalu sibuk ngurus masalah itu, meski pun itu terkait masalah transparansi anggaran kampanye caleg. Sebab, urusan pelaporan dana kampanye tidak substansial juga dalam implementasinya. “Coba siapa yang tahu jika salah satu caleg memobilisasi suara massa dengan uang. Penyerahan dana kampanye formulitas saja kok?” sindir Farida. Yang paling penting KPU harus lakukan, kata Farida, KPU harus menggerakkan anggotanya sampai tingkat kecamatan dan desa untuk melakukan sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat. Sehingga, bisa mengubah persepsi masyarakat untuk tidak terjebak dengan politik uang yang disuguhkan caleg. “Jika masyarakat sudah cerdas, mau berapa besar dana kampanye, tidak akan berpengaruh terhadap elektabilitas caleg. Lagian kalau caleg nyetor data sumber dana, apa garansinya mereka bisa jujur? Mending KPU bentuk timsus saja, biar sekalian anggaran bengkak,” katanya. (edo/mk)

PAMOR KERIS SUMENEP. Bupati Sumenep A. Busyro Karim (pakai kopiah hitam) memperlihatkan keris kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berada di Pendopo Agung Sumenep.

Foto: Humas Protokol Kabupaten Sumenep

Rp 1, 432 T untuk Madura Bupati Sudah Menyerahkan Proposal Perbaikan Infrastruktur SUMENEP – Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, pembangunan infrastruktur di Madura sejalan dengan program pemerintah pusat, terutama pelebaran jalan. Pembangunan infrastruktur Madura akan digenjot dengan disuplai dari APBN. Dari total anggaran infrastruktur total anggaran Rp 1, 432 triliun, sebesar Rp 760,76 miliar diperuntukkan untuk Madura. Salah satu tujuan kunjungan Presiden ke Madura, untuk meninjau infrastruktur, termasuk beberapa perbaikan dan pelebaran jalan. “Karena

Pak Presiden ingin semua jalan itu baik dan lancar, sehingga dapat memperlancar pembangunan ekonomi Madura,” katanya, Kamis (5/12). Menanggapi hal itu, Bupati A. Busyro Karim, meminta agar peluang ini dimanfaatkan dengan baik oleh empat bupati di Madura. Dan antara satu daerah dengan daerah lain harus saling

membantu demi kemajuan Madura ke depan.

“Sehingga agar Madura benar-benar maju, maka empat bupati di Madura juga harus menyatu, dan tidak hanya membangun kabupatennya masing-masing, tetapi memang membangun Madura. Sebab, dari empat kabupaten yang ada memiliki beragam potensi masing-masing. Jadi, ini yang sepertinya harus jadi perhatian bersama untuk empat bupati yang ada di Madura ini,” jelasnya. Busyro menjelaskan, dirinya telah mengajukan sendiri proposal perbaikan infrastruktur kepada Presiden. Anggaran dan semacamnya

sudah diserahkan. “Waktu Pak Presiden ada di (Gedung) Adipoday (Sumenep), ia bilang kepada saya bahwa soal infrastruktur Sumenep, silakan proposal langsung diserahkan ke beliau. Nanti, kata Pak SBY, tinggal didisposisi kemudian diserahkan ke menteri. Pak Presiden siap membantu Sumenep,” jelasnya. Soal kepastian anggaran infrastruktur untuk Kabupaten Sumenep, bupati masih belum bisa menyebutkan. “Jadi, belum pasti berapa, tetapi yang jelas proposal pengajuan sudah ada ditangan Pak SBY,” jelasnya. (sym/mk)

SUMENEP SUPER MANTAP

Sumenep Makin Sejahtera dengan Pemerintahan yang Bersih, Mandiri, Agamis, Nasionalis, Transparan, Adil dan Profesional

Pemkab Maksimalkan

S

Pajak Rumah Kos

UMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menegaskan akan menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). Utamanya, dari sektor pajak, khususnya pajak hotel jenis rumah kos. Pada tahun 2014, pemkab berjanji akan memaksimalkan penarikan pajak dari puluhan kamar kos yang ada di kota Sumekar. Sebenarnya, penarikan PAD di sektor pajak kamar kos sudah direalisasikan tahun ini. Hanya saja, kesadaran wajib pajak masih belum maksimal. Data di Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset (DPPKA) Sumenep menyebutkan, jumlah kamar kos di Kota Sumekar sebanyak 25. Namun, yang melakukan pembayaran pajak baru 5 rumah kamar kos saja. Penarikan pajak terhadap kamar kos itu didasarkan kepada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1/2012 tentang Pajak Daerah. Dalam perda itu dijelaskan, rumah kos dengan jumlah lebih dari 10 kamar berkewajiban untuk membayar pajak. Pajak yang harus dibayarkan sebanyak 10 persen dari total pembayaran. Kabid Pendapatan DPPKA Imam Sukandi menjelaskan, pihaknya sudah gencar menggelar sosialisasi kepada pemilik rumah kos di Sumenep. Hanya saja,

MEGAH. Salah satu rumah kos yang ada di Kota Sumenep

kesadaran untuk membayar pajak masih belum besar. ”Ini masih tahun awal untuk menarik pajak rumah kos itu. 2014 kami pastikan untuk menggenjot penarikan pajak itu,” katanya. Menurut Imam, kamar kos di kabupaten ujung timur pulau Madura itu berkembang pesat. Banyak warga yang sudah membangun rumah kos, itu karena dianggap cukup profit. Untuk itu, rumah kos bisa dijadikan alat untuk meningkatkan PAD Sumenep. ”Makanya, sesuai dengan perda pengelola rumah kos yang kamarnya lebih dari 10 harus menyisikan 10 persen untuk pajak,” ungkapnya. Sementara senada juga dikatakan Kasi PAD (Pendapatan Anggaran Daerah) Sudirman. Menurutnya, rumah kos di Sumenep memang banyak. Namun, ada beberapa rumah kos yang belum layak untuk ditarik pajak. ”Ada sejumlah kamar kos yang tidak sampai 10, sehingga sesuai perda memang tidak wajib untuk melakukan pembayaran. Namun, yang di atas 10 kamar itu sudah wajib,” ungkapnya. Menurutnya, pada tahun ini memang masih banyak rumah kos yang masih belum memenuhi kewajibannya untuk membayar pajak. Namun, pihaknya optimis pada tahun 2014 semua rumah kos yang telah memenuhi standar akan membayarnya. ”Memang saat ini masih ada lima rumah kos yang selesai membayar, namun

tahun 214 akan dtang dipastikan 25 rumah kos akan membayar semuanya,” ungkapnya Lebih lanjut, pihaknya mengatakan agar pengelola rumah kos semakin menyadari akan pengelolaan yang baik. Sehingga tidak mengundang prasngaka yang negatif bagi masyarakat. ”Rumah kos yang baik itu, rumah kos yang ada kamar tamunya, sehingga seluruh tamu itu tidak ditempatkan di dalam kamar. Selain itu, rumah kos laki-laki dan wanitanya itu dipisah, jangan sampai disatukan,” terangnya. Selin itu, dia berharap, agar pemilik rumah kosa itu sadar akan kewajiban setiap tahunnya untuk

membayar pajak. ”Membayar pajak itu wajib, itu pun hanya satu tahun sekali. Makanya, jangan sampai telat membayarnya,” tukasnya. (adv/edy/yat)


e Paper Koran Madura 06 Desember 2013